<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;DU4FSHk5eip7ImA9WhBbEUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252</id><updated>2013-05-10T13:38:39.722+07:00</updated><category term="Social Media" /><category term="model penanaman" /><category term="penyerbukan" /><category term="keuntungan" /><category term="ukiran" /><category term="bertanam buah naga" /><category term="tabulampot" /><category term="Intrapreneur" /><category term="konsultasi" /><category term="buah naga" /><category term="gangguan" /><category term="kesalahan budidaya" /><category term="treatment" /><category term="Keuangan" /><category term="tips trik" /><category term="apel putsa. apel india" /><category term="buah naga tidak berbuah" /><category term="penyerbukan manual" /><category term="Finansial" /><category term="peluang bisnis" /><category term="ukuran buah naga" /><category term="lahan sempit" /><category term="video" /><category term="Kartu Kredit" /><category term="Marketing" /><category term="analisa usaha" /><category term="Motivasi" /><category term="pemupukan" /><category term="panduan" /><category term="tanya jawab" /><category term="tumpang sari" /><category term="budidaya" /><category term="Berita" /><category term="pekarangan" /><category term="ukiran jati" /><category term="Entrepreneur" /><category term="dragon fruit" /><category term="Kisah Sukses" /><category term="putsa" /><category term="jual beli" /><category term="tutorial" /><category term="gembol jati" /><category term="Ongkos Kirim" /><category term="bisnis buah naga" /><category term="Tips" /><category term="Tokoh" /><category term="pemasaran" /><category term="Bisnis Kecil" /><category term="bibit buah naga" /><category term="kelas buah naga" /><category term="yesus" /><category term="buah naga di atap" /><category term="media tanam" /><category term="bisnis" /><category term="ukiran akar jati" /><category term="buah naga dalam pot" /><category term="tiang panjatan" /><category term="perbanyakan" /><category term="Resep Bisnis" /><category term="bunga rontok" /><category term="Toko Online" /><category term="Kunci Sukses" /><title>DeniDi.com</title><subtitle type="html">Blog tentang Bisnis, Motivasi Kehidupan, dan Belajar dari Sukses Orang Lain</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denidi.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>112</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/denidi" /><feedburner:info uri="denidi" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>denidi</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;DEIGRns7fip7ImA9WhBVFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-4825125658811416371</id><published>2013-04-21T11:54:00.002+07:00</published><updated>2013-04-21T13:42:07.506+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-21T13:42:07.506+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ongkos Kirim" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Toko Online" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Marketing" /><title>4 Cara Memasang Ongkos Kirim Toko Online</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-rMLnRvhXOjM/UXNw2G6ZzRI/AAAAAAAAIB8/y06L9oVLGGA/s1600/ongkoskirim.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://4.bp.blogspot.com/-rMLnRvhXOjM/UXNw2G6ZzRI/AAAAAAAAIB8/y06L9oVLGGA/s640/ongkoskirim.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anda mempunyai toko online / online store, atau menjual produk melalui situs jual beli barang, tentu harus menyertakan ongkos kirim yang lebih dikenal dengan istilah ongkir. Dibawah ini adalah 4 cara menampilkan ongkos kirim yang dipakai di sebuah toko online :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Menampilkan Per Kota Sesuai Tarif Biro Pengiriman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cara ini paling banyak dipakai para penjual di toko online, biaya ongkos kirim bisa ditampilkan dalam bentuk tabel atau widget biaya ongkos kirim masing-masing kota menyesuaikan tarif resmi dari biro pengiriman yang akan digunakan. Misalnya Tiki, JNE, Dakota, Pos Indonesia yang sudah memberikan daftar resmi ongkos kirim sesuai jarak antar kota sesuai berat barang (per kilogram).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Satu Ongkos Kirim Seluruh Indonesia (Pukul Rata)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cara ini biasanya digunakan toko online yang menjual produk yang bobotnya ringan dibawah 1 kg, item-item kecil misalnya aksesoris, perhiasan, dan sebagainya. karena biaya pengiriman dengan berat dibawah 1 kg selisihnya sedikit antara pulau satu dengan lainnya. Perbedaan ongkos kirim biasanya jika membeli dalam jumlah banyak (grosir). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Ongkos Kirim Tidak Ditampilkan (Hubungi Kami)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cara ini biasanya digunakan pada produk dengan bobot yang besar (lebih dari 100 kg), atau juga produk yang harganya relatif mahal atau di tulis nego. Jadi Penjual meminta calon pembeli untuk menghubungi penjual untuk melakukan nego harga berikut ongkos kirimnya. Cara ini juga saya pakai di jualan patung ukiran jati saya di &lt;a href="http://www.ukiranjati.com/" target="_blank"&gt;UkiranJati.Com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Harga Termasuk Ongkos Kirim (Free Ongkir)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Saya sendiri lebih suka menggunakan kata "Harga termasuk ongkos kirim" daripada "Free Ongkir). Karena cara ini digunakan penjual yang sudah menghitung keuntungan yang didapat yang sudah dikurangi perkiraan ongkos kirim yang dikeluarkan. Kata "Harga Termasuk Ongkos Kirim" terlihat lebih jujur karena calon pembeli sudah paham, memang penjual sudah menghitung keuntungan meskipun ongkos kirim ditiadakan (sebenarnya ongkir sudah dibebankan pada pembeli dalam harga yang di cantumkan). Agak berbeda dengan kata "Free Ongkir" yang berarti Ongkos Kirim Gratis, padahal semua tahu tidak mungkin penjual mau menanggung rugi atau tidak menghitung biaya pengiriman yang sebenarnya sudah termasuk dalam harga barang yang dicantumkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga Bermanfaat.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/lubfpl9YPco" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/4825125658811416371/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/4-cara-memasang-ongkos-kirim-toko-online.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/4825125658811416371?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/4825125658811416371?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/lubfpl9YPco/4-cara-memasang-ongkos-kirim-toko-online.html" title="4 Cara Memasang Ongkos Kirim Toko Online" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-rMLnRvhXOjM/UXNw2G6ZzRI/AAAAAAAAIB8/y06L9oVLGGA/s72-c/ongkoskirim.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/4-cara-memasang-ongkos-kirim-toko-online.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEMHR387eCp7ImA9WhBVFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-2774768825917682350</id><published>2013-04-20T12:35:00.001+07:00</published><updated>2013-04-20T12:40:36.100+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-20T12:40:36.100+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Finansial" /><title>10 Tips Mengelola Keuangan Anda</title><content type="html">&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-HADzMXuFoBc/UXIoxwtpp3I/AAAAAAAAIBs/WLmR09i6coU/s1600/kelolauang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="350" src="http://4.bp.blogspot.com/-HADzMXuFoBc/UXIoxwtpp3I/AAAAAAAAIBs/WLmR09i6coU/s640/kelolauang.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kathy Virgallito&lt;/b&gt;, Direktur Regional Consumer Credit Counseling Service (CCCS), sebuah yayasan non profit yang biasa membantu orang mengontrol finansialnya dengan baik, memberikan beberapa tips&amp;nbsp; untuk membangun fondasi keuangan yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut 10 tips yang saya kutib dari website Consumer Credit Counseling Service (CCCS),, yang bisa membantu anda mengelola keuangan sejak dini : &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Jika kurangnya pendapatan menjadi masalah utama, sering-seringlah mencari info untuk lowongan baru di perusahaan lain. Sambil menunggu, tingkatkan keahlian dan nilai jual anda. Anda juga bisa mengambil sekolah lagi demi peluang kerja yang lebih besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Ketahui kebiasaan anda, mulai dari kebiasaan baik hingga buruk. Jujurlah pada diri sendiri karena akan mempermudah mengenali diri anda sendiri. Hal ini akan berguna ketika anda mulai mengatur keuangan sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Susun target jangka pendek yang menunjang jangka panjang demi taraf hidup yang lebih baik. Buatlah target tersebut dengan spesifik mungkin, realistis dan bisa dicapai dengan kemampuan. Terus memantau target itu, berhasil atau gagal, setidaknya anda terus berkembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Harus disiplin dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Mencatat semua pengeluaran dan pemasukan. Setiap rupiah yang anda belanjakan harus dihitung, walau itu hanya Rp 1.000. Mungkin recehan terlihat sepele, tapi manfaatnya sangat besar. Periksa kembali catatan yang sudah anda buat, sehingga anda tahu uang anda lari ke mana saja. Dengan begitu, anda bisa mengurangi kebiasaan jajan yang biasanya tidak perlu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Mulai menabung, meski dalam jumlah yang kecil atau bahkan uang kembalian recehan. Tabungan ini bisa menjadi dana darurat anda. Biasanya, kebutuhan mendadak bisa mempengaruhi kesehatan finansial anda. Dengan adanya dana darurat, maka masalah tersebut bisa sedikit berkurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Cari pihak pendukung yang bisa membantu anda mencapai target dan menuju kehidupan yang lebih baik. Keluarga dan teman dekat biasanya selalu memotivasi anda dengan baik, tapi hati-hati dengan orang yang bisa mengajak anda menghambur-hamburkan uang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Manfaatkan mekanisme otomatis seperti pembayaran atau tabungan via online yang disetor bulanan. Selain menghemat tenaga, tabungan otomatis ini membuat kita tidak ingat sudah menyimpan uang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Gunakan tanda-tanda agar terus memotivasi anda. Pasanglah tulisan di kamar tidur, kamar mandi atau dekat meja kerja anda, isinya target-target jangka pendek anda. Atau pasang di tempat lain yang sering dan mudah terlihat sehingga anda akan makin bersemangat untuk menjadi orang kaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Mengerti dan tahu persis keseluruhan hutang anda. Jika belum, pelajari dari sekarang. Anda harus mencari tahu kenapa anda berutang, bagaimana anda akan melunasinya dan kapan utang tersebut berakhir. &lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/_natoa4NbMU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/2774768825917682350/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/10-tips-mengelola-keuangan-anda.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/2774768825917682350?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/2774768825917682350?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/_natoa4NbMU/10-tips-mengelola-keuangan-anda.html" title="10 Tips Mengelola Keuangan Anda" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-HADzMXuFoBc/UXIoxwtpp3I/AAAAAAAAIBs/WLmR09i6coU/s72-c/kelolauang.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/10-tips-mengelola-keuangan-anda.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkQNRX0yfip7ImA9WhBVFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-836565592628508823</id><published>2013-04-20T10:59:00.002+07:00</published><updated>2013-04-20T10:59:54.396+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-20T10:59:54.396+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kunci Sukses" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips" /><title>8 Kiat Sukses Li Ka-Shing (Terkaya di Asia)</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-eBePdzDwn0k/UXISiWwp95I/AAAAAAAAIBc/VdnhfxVbM7o/s1600/Li+Ka-Shing.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="478" src="http://1.bp.blogspot.com/-eBePdzDwn0k/UXISiWwp95I/AAAAAAAAIBc/VdnhfxVbM7o/s640/Li+Ka-Shing.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sir Ka-Shing Li atau yang lebih dikenal dengan nama &lt;b&gt;Li Ka-Shing&lt;/b&gt; adalah satu-satunya orang dari Asia yang masuk 10 besar orang terkaya di dunia bersama dengan taipan lain seperti Bill Gates dan Warren Buffett. Beliau merupakan Chief Hutchison Whampoa Limited (HWL) dan Cheung Kong Holdings.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski kaya raya, Li tidak pernah pelit untuk berbagi ilmu dan kekayaannya 
untuk kegiatan sosial. Li berbagi karena ia tak ingin 
orang lain mengalami kesulitan seperti dirinya di masa kecil. Pada tahun
 1980, Li Ka-Shing mendirikan organisasi amal yang bernama Li Ka Shing 
Foundation. Melalui lembaga tersebut, Li menyalurkan jutaan dolar 
hartanya untuk membantu biaya pendidikan dan rumah sakit di kawasan Asia
 Timur dan Amerika Utara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah ini adalah beberapa pepatah atau tips yang merepresentasikan kehidupan sang taipan tersebut yang saya kutip dari majalah Forbes:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Sebagai pemimpin, seseorang harus lebih sering menghabiskan waktu merencanakan masa depan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Jangan terlalu optimis ketika pasar sedang bagus, jangan pula terlalu pesimis ketika pasar sedang buruk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Reputasi yang bagus bagi perusahaan dan diri anda adalah aset berharga yang tidak ternilai meski tidak tertulis dalam laporan keuangan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Tidak peduli betapa kuat atau ahlinya anda di satu bidang, jika anda tidak punya hati dan niat yang kuat, anda tidak akan sukses&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Untuk menjadi manajer yang baik, sikap dan kemampuan adalah bahan dasar yang harus seimbang. Seorang pemimpin bisa memberi inspirasi kepada bawahannya, sementara seorang bos mendominasi bawahannya sehingga mereka merasa kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Rumus untuk bisa sukses itu sulit ditemukan, anda pun harus hati-hati karena tanda-tanda kegagalan justru tersebar di mana-mana. Membangun sebuah fondasi yang bisa meminimalisir kegagalan sudah terbukti bisa menjadi jalan pintas menuju kesuksesan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Seorang manajer yang sukses adalah yang bisa membaca bakat orang lain. Tak hanya mereka bisa memilih orang yang lebih pintar dari dirinya, tetapi juga bisa menghindari memilih karyawan yang terlalu bangga akan dirinya melebihi keahlian aslinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Seni sebuah manajemen yang bagus terletak dalam kapasitasnya menerima tantangan, serta kemampuannya melebur pemikiran baru dan lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #45818e;"&gt;Source : Forbes.Com &lt;/span&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/xdS3vhLb4Aw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/836565592628508823/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/8-kiat-sukses-li-ka-shing-terkaya-di.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/836565592628508823?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/836565592628508823?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/xdS3vhLb4Aw/8-kiat-sukses-li-ka-shing-terkaya-di.html" title="8 Kiat Sukses Li Ka-Shing (Terkaya di Asia)" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-eBePdzDwn0k/UXISiWwp95I/AAAAAAAAIBc/VdnhfxVbM7o/s72-c/Li+Ka-Shing.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/8-kiat-sukses-li-ka-shing-terkaya-di.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUUARnc-eip7ImA9WhBVFE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-7915089477205031618</id><published>2013-04-20T08:56:00.003+07:00</published><updated>2013-04-20T09:00:47.952+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-20T09:00:47.952+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Entrepreneur" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips" /><title>7 Kesalahan Umum Para Start Up Bisnis</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-odlNHBYtHSU/UXH1pahOPwI/AAAAAAAAIBU/o4-9UDqUncE/s1600/kesalahan_bisnis.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="345" src="http://4.bp.blogspot.com/-odlNHBYtHSU/UXH1pahOPwI/AAAAAAAAIBU/o4-9UDqUncE/s640/kesalahan_bisnis.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ben Parr&lt;/b&gt; seorang penulis senior di CNET mengatakan pada umumnya para entrepreneur muda memiliki banyak ide yang ada di kepala mereka, diantara para pemula bisnis itu lebih banyak yang mengalami kegagalan daripada kesuksesan, mereka terjebak pada kesalahan yang sama 
yang terus berulang, padahal hal ini bisa dihindari dengan mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ben Parr memaparkan 7 kesalahan umum yang dilakukan para bisnis pemula dan para entrepreneur muda berikut ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Kehilangan Fokus&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pebisnis pemula biasanya memiliki banyak ide dan mereka pun cenderung untuk mewujudkan semua ide tersebut. Sebenarnya bagus memberikan banyak pilihan pada konsumen , tapi yang terjadi malah membuat konsumen bingung. Kesederhanaan dan fokus adalah kunci untuk membangun perusahaan yang sukses. Jangan selalu mewujudkan semua ide yang ada di kepala Anda, atau menuruti semua keinginan konsumen, yang perlu dilakukan adalah menyederhanakan semua ide dan berfokus pada satu ide saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Mengabaikan Cashflow&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cashflow memegang peranan yang sangat penting dibandingkan dengan revenue yang diperoleh. Tugas Anda sebagai seorang entreprenuer adalah memastikan bahwa perusahaan Anda berjalan selama mungkin dengan menjaga finansial perusahaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Terlalu Terobsesi Pada Kompetitor&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bagi start up bisnis tidak perlu terobsesi dengan kompetitor dibidang yang sama yang lebih besar dan lebih dulu ada, jika Anda terlalu mengkhawatirkan hal ini maka hasilnya adalah Anda membangun produk berbasis atas ketakutan diri Anda. Perusahaan yang besar selalu berfokus pada apa yang bisa mereka lakukan untuk konsumen mereka bukan fokus pada kompetitor mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Tidak Diterimanya Produk&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Biasanya produk pertama yang Anda luncurkan kebanyakan akan mengalami kegagalan. Hal ini bisa terjadi dalam hitungan minggu, bulan, atau tahunan. Yang penting dari ini adalah segera mengetahui kapan hal ini terjadi dan segera mengambil aksi atau tindakan untuk menindak lanjutinya. Perusahaan besar manapu juga pasti mengalami produk yang gagal dipasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Mengabaikan Kultur Perusahaan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap perusahaan yang baru dibangun harus segera memiliki visi dan misi dan kedua hal itu harus Anda tanamkan dalam jiwa karyawanan. Kenapa? hal ini akan membangun perusahaan ke dalam satu kekuatan dan hubungan yang dinamis baik antar karyawan dan karyawan dengan perusahaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Sudah Merasa Puas &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tidak ada perusahaan yang tahan terhadap kegagalan walau perusahaan tersebut sudah besar dan mendunia seperti Google, Yahoo, Digg dan lainnya. Jangan cukup puas dengan kesuksesan yang sudah Anda capai saat ini. Anda harus terus berkembang dengan mewujudkan ide-ide yang lain yang akan membuat perusahaan Anda semakin besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Tidak Terus Berinovasi&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apakah perusahaan Anda terus berkembang kearah yang lebih baik? Apakah anda sudah melakukan banyak inovasi untuk mengembangkan perusahaan agar terus berkembang mengikuti tren dan kompetitor? Kita bisa melihat Facebook dari mulai diluncurkan, mereka terus mengalami perubahan disana-sini seperti munculnya Timeline Facebook. Perusahaan yang tak berkembang akan ditinggalkan konsumen, seperti Friendster yang tenggelam dan ditinggalkan penggunanya.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/_W1MX1xHY1E" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/7915089477205031618/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/7-kesalahan-umum-start-up-bisnis.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/7915089477205031618?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/7915089477205031618?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/_W1MX1xHY1E/7-kesalahan-umum-start-up-bisnis.html" title="7 Kesalahan Umum Para Start Up Bisnis" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-odlNHBYtHSU/UXH1pahOPwI/AAAAAAAAIBU/o4-9UDqUncE/s72-c/kesalahan_bisnis.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/7-kesalahan-umum-start-up-bisnis.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEYNRHo_eSp7ImA9WhBVE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-3435133742541953889</id><published>2013-04-19T18:41:00.002+07:00</published><updated>2013-04-19T18:49:55.441+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-19T18:49:55.441+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Toko Online" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Marketing" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips" /><title>5 Kesalahan Dalam Memulai Toko Online</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ajaolPOQdjw/UXEs88yCffI/AAAAAAAAIAw/h_uhSBFSAEY/s1600/Online-Store.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="420" src="http://2.bp.blogspot.com/-ajaolPOQdjw/UXEs88yCffI/AAAAAAAAIAw/h_uhSBFSAEY/s640/Online-Store.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini, dengan semakin mudahnya masyarakat mengakses internet dan maraknya situs pertemanan jejaring sosial yang meningkat pesat jumlah penggunanya dari anak-anak, remaja, ibu-ibu, karyawan pengusaha sampai presiden, tentu saja menjanjikan peluang usaha yang besar dan pemasaran produk yang lebih mudah, cepat, jangkauan tak terbatas, dan tentu saja tidak perlu mempunyai toko/tempat usaha di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masyarakat juga mulai akrab dan terbiasa dengan transaksi via internet, banyak kemudahan dari segi pembayaran, pengiriman yang bisa menjangkau daerah mana saja, dengan hanya menggunakan ponsel atau tablet yang bisa dibawa kemana saja, seseorang bisa melakukan berbagai transaksi di internet. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, bagi anda yang ingin memulai atau membuka usaha toko online, dibawah ini adalah beberapa kesalahan umum yang dilakukan bagi para seller pemula yang saya kutip dari situs Volusion :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.Terlalu serius&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebagian besar para seller/penjual online terlalu serius dalam mempersiapkan bisnisnya sehingga 
menjadi stress terhadap banyaknya hal yang perlu dipersiapkan dan malah terlihat kaku dalam menyajikan produknya dan tidak bisa mengkreasikan bisnisnya 
secara maksimal.. Untuk 
menghindari hal ini, seller seharusnya bersikap fleksibel dan santai 
saat memulai bisnis. Yang dibutuhkan sebenarnya adalah kreativitas dan inovasi 
seller.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.Melakukan segalanya dalam waktu yang bersamaan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Memulai bisnis menjual produk secara online dari nol memang mendatangkan beban tersendiri bagi seller dengan berbagai hal yang perlu dipersiapkan. Namun, bukan berarti seller harus melakukan segalanya secara bersamaan karena malah membuat seller kewalahan dan melewatkan hal-hal penting. Anda perlu membuat semacam kerangka rencana kerja atau urutan langkah-langkah yang harus diambil. Jika perlu, buatlah semacam action plan yang bisa menjadi panduan bagi seller untuk bekerja secara sistematis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Menyepelekan hal-hal kecil&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kebanyakan seller cenderung hanya fokus pada hal-hal besar seperti pembuatan website, pemasaran produk, dan promosi atau kampanye iklan. Inilah yang menjadi kesalahan umum karena perhatian seller terhadap detil-detil kecil tapi sebenarnya sangat penting malah terabaikan, misalnya cara pengambilan gambar/ foto dan video yang tepat dan menarik di toko onlinenya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Terlalu Boros dan Konsumtif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Saat anda baru memulai usaha toko online, pasti sudah banyak kompetitor lain yang lebih besar dan sudah mempunyai banyak pelanggan. Biasanya para seller menggunakan segala macam cara untuk menandingi kompetitor tersebut.. Seller tidak segan-segan membayar mahal web designer untuk menciptakan website yang bagus dengan banyak fitur dan tampilan yang professional dan lain daripada yang lain. Sebenarnya, pembayaran sewa jasa semacam ini belum terlalu diperlukan. Sebagai langkah awal, seller bisa menggunakan blog gratisan untuk memasarkan produknya yang tidak terlalu memakan biaya terlalu banyak. Sangat penting bagi seller untuk dapat menghindari sikap konsumtif saat memulai bisnis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Ingin cepat sukses dan kaya&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Transaksi dan pemasaran produk menggunakan internet memang relatif lebih cepat. Namun, bukan berarti seller akan lebih cepat pula mendapatkan keuntungan. Tidak mungkin Anda akan langsung mendapatkan penjualan yang tinggi dalam waktu hitungan hari atau minggu. Yang dibutuhkan adalah kesabaran dan keuletan seller dalam mempromosikan produknya lewat internet. Anda tentu membutuhkan waktu untuk meraih kepercayaan dari konsumen tentang pelayanan dan kualitas produk yang anda jual. Anda juga harus mengerti bahwa bisnis online adalah sebuah proses yang memakan waktu untuk dapat mencapai kesuksesan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #45818e;"&gt;Source : Volusion.com &lt;/span&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/TOqm2w8CkF8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/3435133742541953889/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/5-kesalahan-dalam-memulai-toko-online.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/3435133742541953889?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/3435133742541953889?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/TOqm2w8CkF8/5-kesalahan-dalam-memulai-toko-online.html" title="5 Kesalahan Dalam Memulai Toko Online" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-ajaolPOQdjw/UXEs88yCffI/AAAAAAAAIAw/h_uhSBFSAEY/s72-c/Online-Store.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/5-kesalahan-dalam-memulai-toko-online.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUUBQX8-fip7ImA9WhBVE0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-5234782649119461379</id><published>2013-04-19T14:40:00.001+07:00</published><updated>2013-04-19T14:40:50.156+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-19T14:40:50.156+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Sukses" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh" /><title>Mike Lazaridis (Penemu BlackBerry)</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Mx9jXC1L9sU/UXD074MAtOI/AAAAAAAAIAg/dBNofxkMXV0/s1600/Mike+Lazaridis.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="332" src="http://1.bp.blogspot.com/-Mx9jXC1L9sU/UXD074MAtOI/AAAAAAAAIAg/dBNofxkMXV0/s640/Mike+Lazaridis.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Nama Lengkap : Mike Lazaridis&lt;br /&gt;
Alias : Michalis Lazaridis&lt;br /&gt;
Tempat Lahir : Istanbul, Turki&lt;br /&gt;
Tanggal Lahir : Selasa, 14 Maret 1961&lt;br /&gt;
Warga Negara : Canada&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BIOGRAFI&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Michalis Lazaridis yang biasa disapa Mike lahir pada tanggal 14 Maret 1961 di Istanbul, Turki adalah seorang pengusaha Kanada. Ia adalah pendiri dan co-CEO Research In Motion (RIM), yang menciptakan dan memproduksi perangkat BlackBerry. Ia juga seorang mantan rektor University of Waterloo, dan pejabat Order of Canada. Saat ini, oleh media cetak dan internet, ia dianggap sebagai salah 
satu orang paling penting dan berpengaruh bagi masyarakat dunia. 
Alasannya: ia penemu BlackBerry yang dengan berbagai situs jaringan 
sosial, mampu mengubah pola/kebiasaan komunikasi masyarakat 
dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berumur lima tahun Mike pindah ke Kanada, karena adanya Istanbul Program yang diadakan rutin sejak tahun 1955.Istanbul program merupakan program perpindahan tempat yang disediakan khusus bagi kaum minoritas Yunani yang ada di Istanbul untuk pindah dan menetap di Windsor, Kanada.

 

Mike kecil memiliki hobi membaca. Ia tidak pernah tidak menghabiskan hari tanpa membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1973, saat usianya menginjak umur 12 tahun, Mike mendapatkan penghargaan Windsor Public Library karena aktivitas membacanya yang luar biasa. Ia telah membaca seluruh buku yang ada di perpustakaan Windsor.

 

Berbeda dengan saat duduk di bangku sekolah dasar, Mike remaja lebih berminat pada fungsi alat dan barang elektronik. Minat di bidang elektronik membuat Mike melanjutkan pendidikan di University of Waterloo jurusan Electrical Engineering dengan fokus ilmu komputer. Selain kuliah, Mike memulai usaha di bidang ilmu teknologi nirkabel yang dipelajarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 1984, ketika masih aktif menjadi mahasiswa, Mike memenangkan tender perusahaan raksasa otomotif General Motors. Ia bertugas merancang sistem display pengontrol jaringan komputer. Saat itu, ia mendapatkan hadiah berupa kontrak kerja senilai 500 USD. Berbekal hadiah dari dana kontrak ia mendirikan sebuah perusahaan bernama Research in Motion (RIM) dan melepaskan pendidikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awal mula berdirinya RIM, bergerak pada bidang teknologi barcode untuk film. Perlahan-lahan, RIM mulai merambah wireless dan selanjutnya memperkenalkan Blacberry pada tahun 1999. Sebelumnya, RIM bekerjasama dengan RAM Mobile Data dan perusahaan ponsel Ericsson mengembangkan Inter@ctive Pager 950. Sayang, pager yang berukuran sebesar sabun mandi ini kalah bersaing di pasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak berputus asa dengan hasil yang kurang memuaskan pada peluncuran produknya, Mike mulai merancang sebuah gadget yang dapat memenuhi kebutuhan pertukaran informasi dan data secara realtime melalui teks, suara, maupun push mail. Mendekati peluncuran gadget yang disebut-sebut pintar ini ada sebuah kendala yang menyebabkan Mike harus menemui produk penyedia jasa Lexico Branding, California.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya tercetuslah sebuah nama gadget pintar bernama Blackberry. Nama Blackberry ini diberikan setelah adanya logo gambar yang berbentuk butiran-butiran hitam yang ada pada gadget tersebut. 

Terbukti dengan nama Blackberry, penjualan gadget pintar ini terus merangkak naik setiap tahunnya. 

Mempunyai sebuah perusahaan yang besar tak lantas membuat Mike berbangga diri. Sekalipun telah sukses namun ia tetap melakukan banyak riset dan belajar. Ia tak hanya belajar mengenai teknologi, tapi ia juga menguasai teknik pemasaran, manajemen, dan strategi produk ke seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Michalis Lazaridis juga sering memberikan bantuan dari kekayaannya antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Pada tanggal 23 Oktober 2000, Lazaridis mendirikan Perimeter Institute for Theoritical Physics sebesar $ 100 juta dari dana pribadi, bersama dengan $ 10.000.000 kontribusi dari sesama eksekutif RIM Jim Balsillie dan Douglas Fregin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 30 April 2004, Lazaridis dan istrinya bersama-sama menyumbangkan $ 33.300.000 untuk University of Waterloo untuk Quantum Computing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 3 Mei 2005, Lazaridis memberikan tambahan $ 17,2 juta ke Universitas Waterloo, terutama untuk membantu pembangunan gedung baru bersama-sama dengan Institute for Quantum Computing dan Waterloo Institute for Nanotechnology.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 4 Juni 2008, sumbangan selanjutnya US $ 50 juta untuk Perimeter Institute for Theoritical Physics diberitahukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 5 Juni, 2009 dengan menyumbangkan hadiah baru sebesar US $ 25 juta, Lazaridis dan istrinya telah menyumbangkan lebih dari US $ 100 juta untuk Institute for Quantum Computing di University of Waterloo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENDIDIKAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
University of Waterloo &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;KARIR&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Research in Motion, 1984-present&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENGHARGAAN&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Order of Canada, 2006&lt;br /&gt;
Rektor kedelapan University of Waterloo, 2003&lt;br /&gt;
Canada's Nation Builder, 2002&lt;br /&gt;
Doctor of Engineering, University of Waterloo, 2000&lt;br /&gt;
Windsor Public Library, 1973&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SOCIAL MEDIA&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
www.facebook.com/Mike Lazaridis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : Wikipedia dan berbagai sumber &lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/8X25B3iWkXg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/5234782649119461379/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/mike-lazaridis-penemu-blackberry.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/5234782649119461379?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/5234782649119461379?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/8X25B3iWkXg/mike-lazaridis-penemu-blackberry.html" title="Mike Lazaridis (Penemu BlackBerry)" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-Mx9jXC1L9sU/UXD074MAtOI/AAAAAAAAIAg/dBNofxkMXV0/s72-c/Mike+Lazaridis.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/mike-lazaridis-penemu-blackberry.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUUBQ30-eSp7ImA9WhBVE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-7637424123484021294</id><published>2013-04-19T07:59:00.002+07:00</published><updated>2013-04-19T08:00:52.351+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-19T08:00:52.351+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Entrepreneur" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Intrapreneur" /><title>5 Ciri-Ciri Seorang Social Intrapreneur</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-wpDmu7xVFys/UXCW7AzMP5I/AAAAAAAAIAQ/UJfEX4Zfnys/s1600/Social+Intrapreneur.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://1.bp.blogspot.com/-wpDmu7xVFys/UXCW7AzMP5I/AAAAAAAAIAQ/UJfEX4Zfnys/s640/Social+Intrapreneur.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ada banyak sekali istilah dalam terminologi bisnis dan leadership, salah satunya adalah intrapreneur dan entrepreneur. Social intrapreneur sendiri adalah istilah yang menjadi kebalikan dari social entrepreneur. Orang-orang social intrapreneur adalah orang-orang yang menggunakan sumber daya dalam sebuah perusahaan tempatnya bekerja untuk menciptakan inovasi dan berbagai terobosan untuk masa depan yang lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inovasi yang dilakukan oleh seorang social intrapreneur disamping mencari keuntungan bagi perusahaan, juga berdampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat.


Berikut adalah 5 ciri-ciri untuk mengategorikan seseorang sebagai intrapreneur :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Selalu penasaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Banyak orang mengatakan bahwa mendefinisikan sebuah masalah adalah separuh penyelesaian. Para social intrapreneur mampu mendefinisikan masalah dengan baik sebagaimana mampu mencari solusi terbaik untuk mengatasinya, karena mendefinisikan sebuah masalah adalah separuh langkahpenyelesaian. Mereka adalah orang-orang yang tidak takut atau malu untuk bertanya bila memang tidak tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Membangun koalisi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Seorang social intrapreneur memiliki keahlian dan kekuatan sosial untuk menggerakkan orang lain dalam lingkungannya. Pengaruh sosial ini digunakan dengan bijak dan tepat untuk menjadikan lingkungan sekitarnya lebih baik melalui integrasi berbagai kekuatan yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Memiliki inisiatif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Seorang social intrapreneur mampu mengetahui kebutuhan dan keinginan pasar. Mereka mampu mengembangkan
sebuah produk baru atau mengaplikasikan sebuah inovasi dalam organisasi atau perusahaannya. Social intrapreneur memiliki kemampuan untuk melihat potensi yang tidak diketahui para pendahulunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Tidak puas dengan status quo&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Adanya birokrasi yang rumit dan berbelit-belit dalam perusahaan tidak mampu membuat social intrapreneur surut dan mengundurkan langkah. Ia akan terus maju untuk membuat perubahan yang lebih baik bagi semua orang meskipun terkendala birokrasi perusahaan dan kebijakan korporat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Percaya dan mampu berbuat baik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Orang-orang dengan karakter social intrapreneur tertarik dan terlibat aktif dalam organisasi-organisasi yang memiliki perhatian terhadap aspek dan tanggung jawab sosial. Mereka percaya bahwa perhatian terhadap aspek sosial tidak hanya baik bagi lingkungan, namun juga pada profitabilitas perusahaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #45818e;"&gt;Source :SocialEarth&lt;/span&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/oUvgZcwqQ10" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/7637424123484021294/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/5-ciri-ciri-seorang-social-intrapreneur.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/7637424123484021294?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/7637424123484021294?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/oUvgZcwqQ10/5-ciri-ciri-seorang-social-intrapreneur.html" title="5 Ciri-Ciri Seorang Social Intrapreneur" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-wpDmu7xVFys/UXCW7AzMP5I/AAAAAAAAIAQ/UJfEX4Zfnys/s72-c/Social+Intrapreneur.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/5-ciri-ciri-seorang-social-intrapreneur.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C04EQngzfyp7ImA9WhBVEkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-1587304731154200744</id><published>2013-04-18T17:43:00.001+07:00</published><updated>2013-04-18T17:45:03.687+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-18T17:45:03.687+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kartu Kredit" /><title>Tips Keamanan Pemegang Kartu Kredit &amp; Kartu Debit</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-xLHddskhLWk/UW_OKpNrYII/AAAAAAAAIAA/9i_wyJkGaNE/s1600/credit-card-aman.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://1.bp.blogspot.com/-xLHddskhLWk/UW_OKpNrYII/AAAAAAAAIAA/9i_wyJkGaNE/s640/credit-card-aman.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Bank Indonesia melalui Direktur Departemen Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah memberikan anjuran bagi para pemegang kartu, baik kartu kredit maupun kartu debit untuk menghindari penyalahgunaan (&lt;i&gt;fraud&lt;/i&gt;) dan pencurian data dari alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) : &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tips untuk pemegang kartu kredit:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Sebaiknya telepon seluler selalu diaktifkan supaya setiap saat bisa menerima pemberitahuan transaksi dari bank penerbit. Segera berikan informasi ke bank jika ada perubahan nomor ponsel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Teliti dan cek transaksi di lembar tagihan, terutama jika ada transaksi yg tidak dilakukan sendiri oleh pemegang kartu. Segera laporkan ke bank dan minta klarifikasi jika ada transaksi yang tidak sesuai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Segera minta ganti kartu jika sudah diberitahu bank, bahwa kartu diblokir dan minta untuk diganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Jika transaksi sudah selesai, tegurlah kasir jika kartu kreditnya akan digesek lagi (swipe) di mesin register kasir. Karena sejak kartu kredit pakai chip, per 1 Januari 2010, transaksi hanya diproses degan chip, di-deep (dimasukkan ke mesin), dan tidak lagi swipe (gesek).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Biasakan bayar tagihan sebelum jatuh tempo, segera melunasi atau mengangsur agar terhindar dari bunga dan denda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tips untuk pemegang kartu debit :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Pastikan setiap melakukan transaksi dengan menggunakan PIN.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Berhati-hatilah agar PIN tidak diketahui oleh pihak lain, meskipun petugas bank sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;3. Segera hubungi bank dan minta blokir jika kartu hilang (ini juga berlaku untuk kartu kredit).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Segera minta untuk mengganti kartu jika bank sudah menginformasikan bahwa kartu sudah diblokir dan diminta untuk diganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Karena kartu debit juga umumnya jadi satu dengan kartu ATM, maka pastikan untuk penarikan tunai dilakukan di tempat yang nyaman. Jika ingin menarik tunai dalam jumlah besar, lebih baik dilakukan di konter bank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Simpanlah setiap bukti transaksi dari kartu ATM dan debit, untuk mencocokkan dengan transaksi yang tercatat dalam buku tabungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Kode PIN merupakan pegangan pengaman bagi pemegang kartu, dan data pemegang kartu tidak dapat digunakan bertransaksi jika tanpa PIN, maka PIN, tetap harus dirahasiakan hanya dalam ingatan pemegang kartu. Secara reguler mengubah PIN dianjurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Jika di mesin kasir ada sejumlah EDC, upayakan agar transaksinya diproses secara on us, yakni dengan menggunakan EDC dari bank yang sama dengan penerbit kartu debitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Anda harus menegur kasir jika transaksi sudah selesai, tapi kartu debitnya di-swipe di mesin register kasir.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/JZLsvDgy220" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/1587304731154200744/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/tips-keamanan-bagi-pemegang-kartu.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/1587304731154200744?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/1587304731154200744?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/JZLsvDgy220/tips-keamanan-bagi-pemegang-kartu.html" title="Tips Keamanan Pemegang Kartu Kredit &amp; Kartu Debit" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-xLHddskhLWk/UW_OKpNrYII/AAAAAAAAIAA/9i_wyJkGaNE/s72-c/credit-card-aman.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/tips-keamanan-bagi-pemegang-kartu.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkcGRnk6eyp7ImA9WhBVEks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-5160306591296623665</id><published>2013-04-18T11:18:00.001+07:00</published><updated>2013-04-18T11:40:27.713+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-18T11:40:27.713+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh" /><title>Profil Larry Page (Salah Satu Pendiri Google)</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Zu3pToIR8Rg/UW9z51RlttI/AAAAAAAAH_w/CHYwZlhuLi4/s1600/larrypage.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="352" src="http://1.bp.blogspot.com/-Zu3pToIR8Rg/UW9z51RlttI/AAAAAAAAH_w/CHYwZlhuLi4/s640/larrypage.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Nama Lengkap : Lawrence Edward Page&lt;br /&gt;
Alias : Larry Page&lt;br /&gt;
Tempat Lahir : Lansing, Michigan&lt;br /&gt;
Tanggal Lahir : 26 Maret 1973&lt;br /&gt;
Warga Negara : Amerika&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayah : Carl Vincent Page&lt;br /&gt;
Ibu : Gloria Page&lt;br /&gt;
Istri : Lucinda Southworth&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BIOGRAFI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Lawrence Edward "Larry" Page adalah salah satu pendiri dari raksasa mesin pencari internet Google. Larry Page sejak kecil sudah mewarisi kecerdasan kedua orang tuanya di bidang komputer dan programming. Ayahnya bernama Carl Vincent Page, adalah seorang profesor ilmu komputer di Universitas Michigan dan Ibunya bernama Gloria Page, yang merupakan guru pemrograman komputer di Universitas Michigan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Larry Page menempuh studinya di East Lansing High School kemudian melanjutkan ke University of Michigan dan mendapatkan gelar Bachelor of Science di bidang rekayasa komputer. Kemudian Page melanjutkan studi program Master di Stanford University pada tahun 1995.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika menjadi seorang siswa di program Ph.D. ilmu komputer Universitas Stanford, Page bertemu Sergey Brin. Pada awalnya mereka merasa tidak cocok karena ketidakcocokan mereka terhadap setiap topik yang dibicarakan. Namun, pada akhirnya mereka memiliki ketertarikan yang sama yaitu tentang mesin pencari (search engine).
Google berawal dari proyek penelitian Page dan Brin pada awal 1996 yang mengembangkan teori bahwa sebuah mesin pencari yang berdasarkan analisis matematika hubungan antara situs-situs web akan memberikan hasil yang lebih baik daripada dengan menggunakan teknik-teknik pencarian dasar yang digunakan pada saat itu. Sistem ini pada awalnya dinamakan BackRub karena menggunakan backlink untuk memperkirakan seberapa penting sebuah situs.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Page dan Sergey terus menyempurnakan teknologi Google. Dan pada 7 September 1998, Google Inc. resmi dibuka di Menlo Park, California. Selama beberapa tahun berikutnya Google membuat banyak inovasi dan menambahkan ke daftar produk 
dan karyawan . Pada Oktober 2004, Google mengumumkan 
hasil kuartal pertama mereka sebagai sebuah perusahaan yang ditawarkan 
publik, dengan mencatat penerimaan sebesar $ 805.9 juta. Google Inc. kemudian pindah ke Mountain View, California sampai saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut data yang dilansir Forbes, Page mempunyai perkiraan kekayaan bersih sebesar 12,8 milyar US Dollar. Hal ini membuatnya menjadi orang nomor 27 terkaya di dunia. Pada September 2005 dia dan pendiri Google lainnya, Sergey Brin, membeli sebuah pesawat penumpang yang sangat besar jenis Boeing 767, digunakan untuk pribadi.
Page adalah investor aktif di perusahaan energi alternatif, seperti Tesla Motors, yang mengembangkan Tesla Roadster, sebuah kendaraan listrik dengan rentang baterai 244 mil (393 km). Dia terus berkomitmen untuk mendukung teknologi dengan energi terbarukan, dan dengan bantuan dari Google.org, Page menyarankan adopsi plug-in mobil listrik hibrida dan investasi energi alternatif  lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Larry Page menikahi kekasihnya, Lucinda Southwort pada 8 Desember 2007 di pulau milik miliuner Richard Branson, Necker Island, di kepulauan Karibia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENDIDIKAN&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Okemos Montessori School&lt;br /&gt;
East Lansing High School&lt;br /&gt;
Universitas Michigan&lt;br /&gt;
Stanford University&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;KARIR&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pendiri, Presiden Divisi Produk, CEO Google Inc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENGHARGAAN&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
100 Inovator terbaik di dunia di bawah usia 35 tahun dari MIT Technology Review TR100&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : Wikipedia dan berbagai sumber 
&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/TQjWmHDES8A" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/5160306591296623665/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/profil-larry-page-pendiri-google.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/5160306591296623665?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/5160306591296623665?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/TQjWmHDES8A/profil-larry-page-pendiri-google.html" title="Profil Larry Page (Salah Satu Pendiri Google)" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-Zu3pToIR8Rg/UW9z51RlttI/AAAAAAAAH_w/CHYwZlhuLi4/s72-c/larrypage.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/profil-larry-page-pendiri-google.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEYFRngzfSp7ImA9WhBVE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-5080553462246253085</id><published>2013-04-18T00:32:00.000+07:00</published><updated>2013-04-19T18:48:37.685+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-19T18:48:37.685+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keuangan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Finansial" /><title>10 Perilaku Buruk Penyebab Hutang Menumpuk</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/--IeOgiKIVM0/UW7ccayyMBI/AAAAAAAAH_g/IIWArwQmzOA/s1600/debt.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="399" src="http://1.bp.blogspot.com/--IeOgiKIVM0/UW7ccayyMBI/AAAAAAAAH_g/IIWArwQmzOA/s640/debt.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya ada banyak sekali penyebab orang terlilit utang, mulai dari utang karena pengobatan medis, biaya sekolah, bisnis baru, membeli rumah dan lain-lain. Ada alasan yang baik kenapa anda berutang, misalnya jika anda berutang untuk biaya pendidikan atau rumah, itu masuk akal karena untuk kebutuhan jangka panjang, namun di lain pihak, bisa saja alasannya sama sekali tidak jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah ini adalah beberapa perilaku yang kurang baik yang bisa membuat anda terjebak utang yang menumpuk :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Terobsesi barang yang bukan kebutuhan utama&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika anda terobsesi pada sebuah barang saja mungkin tidak masalah, tapi kemudian terobsesi dan membelinya padahal secara finansial tidak mampu, apalagi sampai berhutang itu sudah menjadi masalah besar. Obsesi seperti ini biasanya lebih banyak dilakukan wanita, seperti ingin membeli pakaian, tas dan sepatu bermerek terkenal yang tentu berharga mahal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Kredit mobil mewah&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kalau anda tidak mampu beli mobil mewah yang harganya lebih dari Rp 500 juta, kenapa harus memaksakan diri. Masih banyak mobil seharga kurang dari Rp 200 juta yang tak kalah bagus. Toh, tujuannya untuk transportasi saja bukan untuk gengsi. Rata-rata, nilai sebuah mobil itu turun 10-15% per tahun sejak dibeli. Apalagi jika anda membeli mobil dengan kredit, anda akan membeli sebuah mobil yang lebih mahal dari nilai aslinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Sering memakai kartu kredit&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Anda ingin sesuatu yang saat ini belum ada uangnya di tabungan. Tidak masalah, tinggal gesek kartu kredit, bayar dalam beberapa bulan dengan bunga 20%. Dengan begitu, barang yang harganya Rp 1,5 juta bisa menjadi Rp 3 juta jika dicicil setahun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Kredit alat elektronik terbaru&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika anda tidak mampu untuk beli Apple iPad atau alat elektronik lain yang harganya jauh lebih tinggi dari kemampuan finansial anda, jangan sampai tergoda untuk mengambil kredit. Sama seperti poin pada bahasan mobil di atas, anda akan membayar kredit untuk barang yang nilainya turun terus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Punya hobi yang mahal dan boros&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Terkadang, hobi bisa perangkap uang. Sekali terjerat, uang anda tidak akan berhenti mengalir ke hobi tersebut. Jangan sampai anda jatuh ke jebakan seperti ini. Pilih saja satu atau dua hobi yang kira-kira tidak terlalu menyedot keuangan anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Berutang sebelum utang lain selesai&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Misalnya anda baru saja membeli televisi layar datar berukuran 52 inchi, dengan kredit tentunya. Tapi, anda merasa televisi tersebut tidak lengkap tanpa pemutar DVD blue ray, apalagi tanpa home theatre-nya, sekalian beli keping DVD nya berikut microphone untuk karaoke. Tanpa disadari, anda sudah terjebak di lingkaran utang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Memberi pinjaman kepada keluarga atau teman&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cara paling baik untuk terjebak utang ditambah merusak hubungan dengan keluarga atau teman adalah memberi mereka pinjaman. Bukan berarti keluarga atau teman anda tidak akan membayar, tapi lihat kenyataannya. Anda akan kesulitan menagih, apalagi jika mereka sudah menunggak cukup lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Meng-upgrade barang&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Meng-upgrade barang mungkin terlihat sepele, seperti menambah Rp10,- untuk ekstra kentang goreng dan soda di restoran cepat saji, atau menambah manfaat kartu anggota gym anda Rp 200 ribu lebih mahal supaya bisa mendapat diskon di beberapa toko, atau mengganti ponsel baru dengan yang lebih mahal hanya karena pixel kameranya lebih tinggi. Walau terkesan kecil, tapi dampaknya sangat terasa dikemudian hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Bermain judi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tidak ada yang pasti dalam permainan judi, kecuali bandar selalu menang. Kalau anda seorang bandar judi lain lagi ceritanya. Tapi kalau anda hanya senang untuk bermain risiko, tinggal tunggu waktu saja anda bangkrut dan menderita kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Kredit perabotan mewah&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mempunyai rumah yang indah penuh perabotan lengkap merupakan impian semua orang. Tapi apakah anda ingin tinggal di rumah yang penuh utang? Belum cukupkah anda mencicil rumah tersebut dan sekarang masih ingin mencicil perabotan? Kecuali anda benar-benar mampu, jangan pernah membeli perabotan yang harganya sangat mahal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #134f5c;"&gt;Source :&amp;nbsp; Financial Highway&lt;/span&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/vJVxkE_KxzQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/5080553462246253085/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/10-perilaku-buruk-penyebab-hutang.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/5080553462246253085?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/5080553462246253085?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/vJVxkE_KxzQ/10-perilaku-buruk-penyebab-hutang.html" title="10 Perilaku Buruk Penyebab Hutang Menumpuk" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/--IeOgiKIVM0/UW7ccayyMBI/AAAAAAAAH_g/IIWArwQmzOA/s72-c/debt.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/10-perilaku-buruk-penyebab-hutang.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0QCQX8_fip7ImA9WhBVFkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-7583185558429959063</id><published>2013-04-17T21:48:00.001+07:00</published><updated>2013-04-22T13:16:00.146+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-22T13:16:00.146+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Entrepreneur" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bisnis Kecil" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Marketing" /><title>6 Penyebab Bisnis Baru Mengalami Kegagalan</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-wTreF1yMoCY/UW610lAzkfI/AAAAAAAAH_Y/MJ1OjMJAb0Y/s1600/Business+Failure.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://1.bp.blogspot.com/-wTreF1yMoCY/UW610lAzkfI/AAAAAAAAH_Y/MJ1OjMJAb0Y/s640/Business+Failure.png" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah usaha yang baru saja didirikan biasanya sangat rentan menemui kegagalan, terutama pada satu sampai tiga tahun pertama. Menurut survey Small Business Association (SBA) sebanyak 30% dari bisnis baru gagal mencapai tahun keduanya.

Sementara 50% gagal mencapai tahun kelima, dan 66% tidak berhasil beroperasi sampai tahun kesepuluh. Hasil survei mereka juga menunjukkan hanya 25% bisnis yang berhasil bertahan sampai lebih dari lima belas tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang menjadi penyebab sebuah bisnis gagal begitu saja?. Dibawah ini 6 penyebab usaha yang baru didirikan menemui kegagalan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Tidak melakukan riset pasar&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Misalnya Anda berniat memulai usaha penjualan es krim, semua modal sudah disiapkan dan niatan Anda sudah bulat. Tapi Anda tidak bisa melihat kenyataan bahwa sekarang ini musim hujan, saat orang membutuhkan makanan yang hangat dan bukan sebaliknya. Selain itu, dengan banyaknya merek-merek es krim di luar sana, kompetisi anda menjadi semakin berat.

Kesalahan-kesalahan seperti inilah yang membuat anda kalah sebelum bertanding. Anda harus bisa mencari apa yang dibutuhkan oleh pasar, bukan memaksa produk anda masuk ke pasar. Akan lebih mudah menyediakan sesuatu yang dibutuhkan daripada harus membuat sesuatu yang baru dan memaksa orang mengeluarkan uang untuk itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Rencana bisnis yang kurang matang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebuah rencana yang matang dan realistis wajib dibutuhkan dalam memulai sebuah bisnis. Dalam rencana itu, anda harus memuat target yang masuk akal, dan bagaimana mencapai target tersebut, prediksi masalah yang akan menghadang, serta bagaimana mengatasi masalah tersebut.

Dalam mencapai target tersebut, anda harus banyak melakukan riset dan survey. Rencana tersebut juga harus memuat biaya yang diperlukan untuk bisnis serta strategi dan jadwal operasional. Anda harus jalankan seluruh rencana dengan baik.

Jika anda mencoba melenceng dari rencana awal, misalnya menambah pengeluaran atau mengganti strategi, anda bisa menemui kegagalan. Kecuali jika anda menemukan masalah yang diprediksi bisa meatikan bisnis anda, jika tidak, tetaplah pada rencana semula.

Anda juga harus bisa cepat mengubah keputusan, jika ada masalah segera cari solusinya, jika pengeluaran membengkak segera berhemat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;3. Tidak punya akses tambahan modal&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika anda baru saja membuka usaha dan ternyata tidak berjalan dengan baik, apalagi modal pas-pasan dan bisnisnya sudah diambang kematian, anda berada dalam posisi yang tidak bagus untuk mencari pinjaman.

Untuk mencegah hal itu terjadi, dari awal anda harus realistis, gunakan modal yang ada untuk bisa mencapai target yang sudah ditentukan sehingga membuat sirkulasi keuangan anda tetap terjaga. Terlalu banyak memikirkan pinjaman untuk modal dalam membuka bisnis bukanlah awal yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Lokasi yang buruk, tidak eksis di internet dan kurang promosi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Lokasi yang buruk pasti menjadi faktor negatif bagi sebuah usaha, terutama yang mengandalkan pelanggan para pejalan kaki. Tapi, saat ini ada yang lebih penting, yaitu eksistensi di dunia maya. Eksistensi bisnis anda di internet dan jejaring sosial sama pentingnya dengan lokasi asli di dunia nyata.

Dengan begitu, pelanggan akan mengetahui bisnis anda dengan cepat sehingga lebih mudah mendapatkan pelanggan yang benar-benar butuh akan bisnis anda. Langkah selanjutnya adalah mulai melayani mereka.Pastikan promosi yang anda lakukan sampai ke pelanggan. Pastikan promosi penjualan anda lakukan kepada orang yang berminat pada bisnis anda.

Buatlah orang lain tak hanya menyukai bisnis anda, tetapi membutuhkan dan menginginkan bisnis anda tersebut. Dengan demikian, anda akan membentuk barisan pelanggan yang loyal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Terlena dengan kesuksesan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setelah anda merumuskan rencana, menjalankan bisnis dan mendapatkan basis pelanggan, jangan terlalu puas dengan hasilnya. Bisa jadi ini belum waktunya untuk merasa puas. Anda masih harus terus memantau situasi pasar dan cari tahu apakah anda harus mengubah rencana bisnis anda. Berada di posisi paling dibutuhkan membuat anda punya banyak waktu untuk mempertahankan strategi sehingga bisa tetap sukses. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Terlalu cepat berekspansi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika bisnis anda sudah mulai berjalan dengan baik dan menuju ke arah sukses, saatnya berekspansi. Tapi, cara anda memperluas bisnis harus sama seperti membangun bisnis tersebut dari awal. Jangan gegabah dan terlalu percaya diri dalam membuka cabang untuk usaha anda.

Pastikan anda menemukan pasar dan daerah yang tepat untuk berekspansi. Jika anda berencana mendiversifikasi produk, jangan sampai melenceng dari bisnis awal, atau anda akan terjebak dalam membentuk sebuah bisnis baru seperti mulai dari awal lagi.

Jika sebuah bisnis berkembang terlalu cepat dan tidak mengikuti beberapa poin di atas, seperti riset pasar, strategi dan rencana bisnis yang baik, maka bisnis tersebut akan segera tenggelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #45818e;"&gt;Source : Financial Edge&lt;/span&gt; &lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/iUPakahErac" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/7583185558429959063/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/6-penyebab-bisnis-baru-mengalami.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/7583185558429959063?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/7583185558429959063?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/iUPakahErac/6-penyebab-bisnis-baru-mengalami.html" title="6 Penyebab Bisnis Baru Mengalami Kegagalan" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-wTreF1yMoCY/UW610lAzkfI/AAAAAAAAH_Y/MJ1OjMJAb0Y/s72-c/Business+Failure.png" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/6-penyebab-bisnis-baru-mengalami.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkADQn48cCp7ImA9WhBVEk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-8548767031072716063</id><published>2013-04-17T19:52:00.000+07:00</published><updated>2013-04-17T21:26:13.078+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-17T21:26:13.078+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keuangan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kartu Kredit" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Finansial" /><title>5 Kebiasaan Buruk Penggunaan Kartu Kredit </title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-QHVJslItk-A/UW6auMjrcJI/AAAAAAAAH_A/8eq7P5-Y4Tk/s1600/over_credit.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="370" src="http://4.bp.blogspot.com/-QHVJslItk-A/UW6auMjrcJI/AAAAAAAAH_A/8eq7P5-Y4Tk/s640/over_credit.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa kebiasaan belanja yang berujung pada pilihan Anda untuk berutang dengan tujuan membayar di lain waktu untuk barang yang Anda beli sekarang. Jika Anda ingin berhenti menciptakan lebih banyak utang dan melunasi semua utang yang Anda miliki, sebaiknya mulai untuk menghilangkanlah 5 kebiasaan buruk berikut ini :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Pengeluaran lebih besar dari gaji&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menghabiskan uang lebih banyak dari jumlah penghasilan itu sangat mudah dan mungkin tidak Anda sadari. Menarik dana dari tabungan, meminjam dari teman dan menggunakan kartu kredit adalah cara-cara menghabiskan uang lebih banyak daripada uang yang Anda miliki.

Anda tenang-tenang saja melakukan hal ini selama beberapa minggu atau bulan. Tapi cepat atau lambat, kebiasaan gali lubang Anda akan menenggelamkan Anda. Sebelum Anda sadar, saldo tabungan sudah menipis, kartu kredit mencapai limit dan Anda tidak bisa meminjam uang kemana-mana lagi.

Awasi pengeluaran supaya selalu seimbang dengan penghasilan bulanan. Dengan begini, Anda hidup dengan kemampuan Anda, bukan menciptakan utang. Anda harus mengurangi pengeluaran hingga di bawah penghasilan Anda dan gunakan sisanya untuk membayar utang Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Menghabiskan uang yang sebenarnya tidak Anda punyai &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mengeluarkan uang lebih besar dari gaji Anda bisa terjadi dengan menggunakan kartu kredit dan mengambil pinjaman. Ketika Anda menggunakan instrumen-instrumen ini untuk membayar tagihan dan melakukan pembelian, Anda sudah menciptakan utang. Jika Anda tidak bisa membayar utang tiap bulan, maka utang itu akan terus tumbuh.

Anda bisa mengatasi kebiasaan buruk ini dengan mengurangi pengeluaran dan bergantung sepenuhnya pada gaji Anda untuk membayar kebutuhan Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Menggunakan kartu kredit untuk keperluan sehari-sehari&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Anda seharusnya menggunakan uang tunai untuk membeli keperluan sehari-hari seperti belanja rumah tangga, pakaian hiburan dan lain-lain. Kelebihan yang ditawarkan kartu kredit adalah kemampuannya untuk membayar di lain waktu untuk barang yang Anda beli sekarang.

Jebakannya adalah kemungkinan Anda untuk membayar tagihan kartu kredit barang yang sudah Anda konsumsi itu kecil. Menggunakan kartu kredit dibanding tunai itu kebiasaan buruk, apalagi saat Anda tidak membayar penuh setiap bulan.

Beberapa kartu kredit punya program reward yang memungkinkan Anda mendapat cashback, miles atau poin dengan men-charge lebih pada kartu kredit Anda. Jika anda memilih untuk memaksimalkan pendapatan reward Anda dengan men-charge lebih, sebaiknya Anda hanya &lt;i&gt;charge&lt;/i&gt; apa yang akan Anda beli secara tunai dan lunasi segera pembelian itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Menggunakan kartu kredit padahal membawa uang tunai&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kebiasaan buruk lainnya adalah memilih kredit daripada menggunakan uang tunai padahal sebenarnya Anda punya tunai. Anda mungkin ingin mendapatkan barang atau jasa tersebut tanpa harus membayarnya hari ini juga. Yang lebih buruk, jika Anda ternyata tidak kunjung ingin membayar pembelian tersebut.

Untuk mengubah kebiasaan buruk ini, Anda harus rela membayar apa yang Anda inginkan dengan uang yang Anda hasilkan. Sadarilah jika Anda menunda pembayaran dengan menggunakan kredit, Anda akan berakhir dengan membayar lebih banyak jika Anda menghabiskan stok uang tunai yang dimiliki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Memakai utang untuk bayar utang&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketika Anda menggunakan kartu kredit untuk membayar utang kartu lain dan meminta pinjaman untuk melunasi pinjaman lain, berarti Anda tidak melunasi apa pun. Anda hanya memutar-mutar utang dan menciptakan lebih banyak utang baru. Ada biaya transfer dan sebagian besar pinjaman punya semacam DP atau fee. Jadi ketika Anda bayar utang pakai utang, Anda akan semakin buruk saja dibanding sebelumnya.

Menggunakan utang untuk bayar utang bisa menguntungkan jika Anda bisa transfer balance dari kartu kredit berbunga tinggi ke kartu yang bunganya lebih rendah. Tapi Anda harus hati-hati karena fee transfer balance tidak menghapus bunga tabungan dan bunga pasca masa promosi tidak lebih buruk dibanding bunga sebelumnya.

Transfer balance sekali atau dua kali untuk mengambil untung dari suku bunga yang bagus itu berbeda dengan terus menerus transfer balance untuk menghindari pembayaran kartu kredit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : About.Com&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/S2vW09b_SHg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/8548767031072716063/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/5-kesalahan-penggunaan-kartu-kredit.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/8548767031072716063?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/8548767031072716063?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/S2vW09b_SHg/5-kesalahan-penggunaan-kartu-kredit.html" title="5 Kebiasaan Buruk Penggunaan Kartu Kredit " /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-QHVJslItk-A/UW6auMjrcJI/AAAAAAAAH_A/8eq7P5-Y4Tk/s72-c/over_credit.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/5-kesalahan-penggunaan-kartu-kredit.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEQBQ384eyp7ImA9WhBVEkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-6347971044882986469</id><published>2013-04-17T18:07:00.003+07:00</published><updated>2013-04-18T17:52:32.133+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-18T17:52:32.133+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Marketing" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Social Media" /><title>Tips Menjual Produk Melalui Social Media</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-UdaT30TEp6U/UW6B0NZ6SmI/AAAAAAAAH-w/c6LPgByHSng/s1600/social-marketing.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-UdaT30TEp6U/UW6B0NZ6SmI/AAAAAAAAH-w/c6LPgByHSng/s640/social-marketing.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan munculnya berbagai situs jejaring sosial sekarang ini bisa sangat membantu anda dalam berbisnis atau mempromosikan produk yang akan anda jual. Media jejaring sosial bisa sangat membantu tapi juga bisa menyita waktu anda secara bersamaan, terutama para pelanggan dan calon pelanggan yang berharap dapat respon cepat 24 jam nonstop.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Strategi promosi melalui media sosial yang efektif lebih kepada kualitas 
dan konsistensi ketimbang kuantitas. Promosi seperti ini juga membutuhkan 
masukan dan hubungan dengan konsumen, yang sebenarnya butuh waktu cukup 
lama untuk membentuk konsumen yang loyal. Saya kutip dari Investopedia, berikut beberapa tips menjaual produk melalui media sosial : &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Tidak ada yang namanya sukses dalam sehari&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menjual produk dengan menggunakan jejaring sosial, hasilnya akan berbeda-beda.

Mungkin beberapa orang tidak akan mengalami perubahan yang drastis dari bisnisnya dalam beberapa bulan pertama, tapi beberapa orang lainnya mungkin saja sudah bisa meraup omzet yang meningkat berkali lipat. Meningkatnya omzet bisa menjadi ukuran kesuksesan. Tapi, image positif dan jumlah penggemar atau pengikut (follower) perusahaan anda juga tidak bisa disepelekan begitu saja.

Pastikan anda membangun image perusahaan dan produk yang positif dan jangan lupa tetap melayani para pelanggan dan calon pelanggan di dunia maya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Pasang target feedback konsumen&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tujuan perusahaan menggunakan media sosial adalah, mempertegas keberadaan merek, meningkatkan penjualan, memperbaiki dan menjaga persepsi konsumen dan lain sebagainya.

Tapi, semua itu tidak akan efektif jika anda tidak memasang target. Anda akan menghabiskan banyak waktu di media sosial karena tahu tujuannya untuk apa, tapi tidak tahu kapan mencapai tujuan tersebut.

Begitu anda siap untuk menggelar kampanye promosi di jejaring sosial, pastikan anda punya target yang tepat dan sistem pengukur untuk memonitor seberapa sukses kampanye tersebut. Dengan monitor yang rutin, anda bisa menentukan seberapa jauh anda dari target dan apa yang harus dilakukan, harus menambah frekuensi atau malah mengurangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Atur frekuensi promosi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Para calon pembeli produk anda mungkin saja menyukai produk atau jasa layanan perusahaan anda, terlihat dari banyaknya 'like this' di postingan Facebook anda atau jumlah pengikut di Twitter. Tetapi bukan berarti mereka ingin dibanjiri dengan postingan promosi anda setiap saat.

Amati setiap perilaku pengikut anda di dunia maya. Jika komentar di postingan Facebook atau retweet sudah mulai lesu, ini bisa berarti anda terlalu banyak berpromosi atau mungkin jenis promosi yang adan lakukan sudah mulai membosankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Jangan abaikan proses bisnis anda&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika anda menggunakan situs jejaring sosial dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan, promosi dan hubungan masyarakat (public relation/PR), jangan sampai anda terlalu berkonsentrasi disini dan malah mengabaikan seluruh proses bisnis secara keseluruhan.

Sambil anda memonitor tren, melihat imbal balik konsumen dan mengatur frekuensi promosi, jangan sampai lupa untuk memperhatikan kelangsungan bisnis anda, pastikan tidak ada proses yang terabaikan karena terlalu banyak aktif di dunia maya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : Investopedia&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/y0YS0qmTLZ4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/6347971044882986469/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/tips-menjual-produk-via-social-media.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/6347971044882986469?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/6347971044882986469?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/y0YS0qmTLZ4/tips-menjual-produk-via-social-media.html" title="Tips Menjual Produk Melalui Social Media" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-UdaT30TEp6U/UW6B0NZ6SmI/AAAAAAAAH-w/c6LPgByHSng/s72-c/social-marketing.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/tips-menjual-produk-via-social-media.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEQFRHw8fSp7ImA9WhBVEkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-47755733952125478</id><published>2013-04-17T08:37:00.001+07:00</published><updated>2013-04-18T17:51:55.275+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-18T17:51:55.275+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Entrepreneur" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bisnis Kecil" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Marketing" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips" /><title>9 Kiat Sukses Memulai dan Membuka Bisnis Kecil</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-x3E1FtTGTnc/UW381e_GwPI/AAAAAAAAH-g/Cg2lPQ6RQWI/s1600/small-business.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="416" src="http://3.bp.blogspot.com/-x3E1FtTGTnc/UW381e_GwPI/AAAAAAAAH-g/Cg2lPQ6RQWI/s640/small-business.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kesuksesan maupun kegagalan sebuah bisnis kecil, biasanya tergantung pada rekomendasi dari mulut ke mulut. Keinginan tamu yang ingin mencoba toko atau restoran baru dan calon pengunjung tetap potensial bisa hilang hanya beberapa hari setelah pembukaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, bagi Anda yang ingin mencoba memulai bisnis kecil, Tony Featherstone, penulis spesialisasi kewirausahaan dan bisnis kecil memberikan kiat-kiat dalam membangun bisnis kecil-kecilan seperti berikut ini :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Tidak ada yang namanya soft launching&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Anda harus mempersiapkan sistem dan prosesnya sebelum anda membuka usaha. Jangan biarkan tamu yang sudah mengeluarkan uang jadi kelinci percobaan anda. Jangan punya mental soft launching dan mencari-cari alasan atau pembenaran diri karena Anda masih baru. Pengusaha baru yang percaya diri dan berenergi memberikan dampak yang sama kepada dan dari para tamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Temukan 'magnet' bisnis Anda&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Usaha yang baru dibuka harus mempunyai daya tarik yang bisa menyedot perhatian publik. Sayangnya, banyak yang baru mulai tapi mengecewakan. Mereka hanya buka toko atau restoran dan berharap orang akan datang. Pasarkan dulu bisnis Anda sebelum beroperasi/diluncurkan.

Ada suatu bisnis yang punya promo marketing sangat menarik. Untuk memberitahukan bahwa ada toko yang baru buka, mereka menyediakan tester kue di sepanjang jalan menuju outletnya. Hasilnya? toko itu dipenuhi pengunjung dan berhasil meraup AU$ 1000 di hari pertamanya beroperasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Beri penawaran spesial yang 'Lebih'&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Biasanya strategi yang dipakai di hari pertama pembukaan toko kurang efektif untuk menggaet pengunjung supaya datang lagi dan lagi. Mengapa banyak bisnis baru yang menawarkan diskon gila-gilaan atau penawaran gratis 1 beli 1 untuk menarik pelanggan baru? Dan bukannya menawarkan promo beli satu lalu dapatkan barang yang sama setengah harga di kunjungan berikutnya? Sekali lagi, butuh perencanaan cermat, marketing dan budgeting cerdas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Kejutkan Para Pengunjung&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tidak ada yang lebih efektif daripada melampaui harapan pengunjung di hari pertama kedatangan mereka. Seorang pelakuusaha yang cerdas selalu melakukan ini: restoran memberikan tamu makanan pembuka sebagai compliment dari chef, atau toko busana menyediakan aksesoris gratis setiap pembelian dalam jumlah tertentu. Ini merupakan pelajaran penting bagi bisnis kecil pemula. Pikirkan bagaimana Anda bisa menyiapkan kejutan kecil yang tidak mahal namun mengesankan pengunjung perdana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Manjakan Pengunjung&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebuah bisnis yang ingin memanjakan pelanggannya, harus dibuat tepat sejak awal. Ketika klien baru menilai bisnis ini, memutuskan akan kembali atau tidak, dan merekomendasikannya pada orang lain. Anggarkan dana untuk mempekerjakan staf ekstra di hari pembukaan perdana supaya tamu terkesan dengan pelayanan yang baik, cepat dan tangkas. Segera pangkas staf ekstra tersebut jika ternyata pelayanan tidak terbukti berdampak efektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Rencanakan, jangan hanya berharap untuk yang terbaik&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apa yang terjadi jika layanan bisnis Anda ternyata sukses luar biasa? Apakah kita bisa mempertahankan kualitas pelayanan, kejutan dan terus memanjakan pelanggan baru? Apakah kita punya aliran kas cukup untuk membeli stok barang dan staf ekstra untuk memenuhi tingginya permintaan? Lakukan skenario sederhana sebelum peluncuran. Apa skenario dasar Anda untuk jumlah tamu yang diperkirakan dan apa yang terjadi jika jumlahnya ternyata 20% lebih tinggi atau lebih rendah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Bentuk koneksi dan relasi pribadi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Peluncuran perdana merupakan waktu yang paling tepat bagi pemilik untuk mengenalkan dirinya sendiri kepada pelanggan baru. Tanyakan apakah mereka tinggal di dekat lokasi usaha Anda, berterima kasih karena sudah datang dan katakan harapan Anda untuk melihat mereka datang kembali. Ini bukannya waktu bagi pemilik untuk 'bersembunyi' di balik layar dan membiarkan tamu hanya berinteraksi dengan staf. Pemilik yang ramah dan bersemangat merupakan iklan terbaik sekaligus alasan hebat bagi tamu untuk merekomendasikan bisnis Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Bagaimana respons terhadap Anda?&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pelaku usaha yang baik sangat responsif terhadap tanggapan pengunjung di hari peluncuran perdana. Mereka mencari komentar, menganalisa masalah dengan cepat dan beradaptasi. Mereka tahu, kehilangan satu tamu di permulaan berarti mengurangi satu pengunjung reguler dan berpotensi kehilangan lusinan pelanggan melalui marketing dari mulut ke mulut. Mereka juga tahu bahwa pengunjung baru sering bersedia memberikan tanggapan untuk menolong usaha Anda. Mencari opini mereka secara tidak langsung menciptakan ikatan dengan pelanggan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Rujuk, Jangan putus&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Semua usaha baru pasti punya kesalahan. Tinggal bagaimana Anda merespons kesalahan itu. Pastikan Anda 'berbaikan' dengan tamu, berikan mereka ekstra ketika ada kesalahan. Jangan biarkan tamu baru menggerutu. Hanya perkataan maaf, tidaklah cukup. Seluruh pengalaman buruk yang dirasakan tamu akan terus membekas di otak mereka. Meskipun demikian, ada juga tipe tamu yang mau memberikan kesempatan kedua bagi Anda. Mereka paham betul sulitnya bagi pemilik bisnis kecil memulai usaha. Staf lapangan juga mengalami kesulitan yang sama, apalagi mereka harus berhadapan dengan tamu-tamu yang marah. Butuh banyak usaha untuk membangun hubungan baik dengan pelanggan ketika kesan pertama sudah tidak baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source :&amp;nbsp; Sydney Morning Herald&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/9T0ksSGojQ0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/47755733952125478/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/9-kiat-sukses-memulai-bisnis-kecil.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/47755733952125478?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/47755733952125478?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/9T0ksSGojQ0/9-kiat-sukses-memulai-bisnis-kecil.html" title="9 Kiat Sukses Memulai dan Membuka Bisnis Kecil" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-x3E1FtTGTnc/UW381e_GwPI/AAAAAAAAH-g/Cg2lPQ6RQWI/s72-c/small-business.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/9-kiat-sukses-memulai-bisnis-kecil.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck8GQnc-eyp7ImA9WhBVEUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-4322204887082107654</id><published>2013-04-17T08:02:00.001+07:00</published><updated>2013-04-17T08:07:03.953+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-17T08:07:03.953+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Entrepreneur" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kunci Sukses" /><title>Cara Beralih dari Karyawan Menjadi Pengusaha</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-FqDcHdd6gwY/UW31pLFNAGI/AAAAAAAAH-Q/vsg1rzy2oGs/s1600/i-quit.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="448" src="http://3.bp.blogspot.com/-FqDcHdd6gwY/UW31pLFNAGI/AAAAAAAAH-Q/vsg1rzy2oGs/s640/i-quit.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi anda yang bosan menjadi karyawan yang hanya bekerja untuk orang lain, atau anda yang ingin &lt;i&gt;resign&lt;/i&gt; lalu membangun dan menjalankan bisnis Anda sendiri, tapi tidak yakin untuk memulai, Berikut ini ada saran menarik yang diberikan oleh Joanne Cleaver, penulis buku &lt;b&gt;The Career Lattice&lt;/b&gt;.

"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini 4 cara untuk beralih dari karyawan menjadi pengusaha :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Putuskan antara menggunakan industri yang Anda geluti atau keterampilan profesional Anda.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Misalkan saat ini anda adalah seorang akuntan di perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan. Mungkin anda ingin mendirikan bisnis dengan memanfaatkan kemampuan anda di bidang akuntasi dengan membangun perusahaan yang bergerak di bidang akuntansi. Atau mungkin anda ingin menerapkan kemampuan akuntasi anda di bidang kesehatan karena anda akrab dengan industri tersebut.

Misalnya, anda tahu bahwa pengadaan sistem penagihan secara elektronik memiliki peluang yang cukup bagus di industri kesehatan. Jadi ada peluang untuk anda sebuah konsultan yang membantu perusahaan kesehatan soal sistem tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Menemukan tren baru di industri Anda.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap industri memiliki tantangan masing-masing dan ini terus berubah. Mengidentifikasi tren tersebut dapat memberitahu anda, di mana dapat menemukan peluang yang bisa membawa kesuksesan dalam berbisnis.

Tapi bagaimana jika pekerjaan anda saat ini tidak dapat memberikan informasi soal masalah dari seluruh industri ke depan?. Anda bisa menghadiri acara konferensi atau seminar, jika anda tidak dapat pergi ke seminar, anda bisa masih membaca publikasi dan blog milik asosiasi. Cari tahu siapa yang paling berpengaruh pada industri dan profesi yang Anda geluti, lalu ikuti saran mereka. Kalau anda telah mengidentifikasi isu-isu kunci yang membentuk masa depan industri atau profesi Anda. Atur beberapa &lt;i&gt;news alerts&lt;/i&gt; sehingga Anda mulai mendapatkan arus informasi yang Anda butuhkan.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Cari Tahu Kebutuhan Konsumen.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setelah anda memahami tren industri, anda bisa mendapatkan ide yang lebih baik tentang apa yang paling dibutuhkan klien anda.

Apa yang mereka butuhkan sekarang? Apa yang akan mereka butuhkan dalam 6-12 bulan mendatang? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu anda menemukan apa yang layak ditawarkan ke konsumen anda.

Sebuah pertanyaan yang sama-sama penting adalah apa yang anda inginkan? Jika jawabannya adalah anda hanya sedang bosan bekerja dan ingin keluar, jawaban itu tidak buruk, tapi tidak cukup. anda harus lebih menggali lagi anda ingin lakukan, dan terjemahkan bagaimana cara anda untuk mencapai ambisi Anda tersebut.

Sekali Anda menjawab pertanyaan ini, mulailah mencari tempat yang strategis dan dekat dengan konsumen Anda. Setiap persimpangan jalan merupakan posisi strategis untuk memulai bisnis yang sukses.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Gunakan jaringan Anda.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika anda sudah mempunyai produk atau jasa apa yang Anda ingin menawarkan, sekarang saatnya untuk menggunakan koneksi yang anda miliki untuk belajar lebih dalam mengenai industri anda atau menjadikannya sebagai klien baru anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melangkahlah dan eksplorasi percakapan dengan mereka untuk mendapatkan masukan.

Jika anda tidak memiliki kontak langsung dengan mereka, anda mungkin bisa berhubungan melalui akun jejaring sosial mereka. Mulailah percakapan. "Saya mencoba untuk memahami industri ini lebih baik, apakah anda memiliki 15 menit untuk minum kopi?'"

Saat bertemu, mintalah saran dari klien Anda mengenai bagaimana membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan. Bukalah mata anda untuk setiap kesempatan yang ada di depan anda.

Jika anda memiliki hubungan yang baik dengan perusahaan tempat anda bekerja, anda mungkin dapat menggunakan hubungan itu untuk mendapatkan klien pertama Anda. Keberhasilan anda pada klien pertama anda dapat membawa ke klien yang potensial lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : Inc.Com &lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/R_9aW0bxHhE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/4322204887082107654/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/cara-beralih-dari-karyawan-menjadi.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/4322204887082107654?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/4322204887082107654?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/R_9aW0bxHhE/cara-beralih-dari-karyawan-menjadi.html" title="Cara Beralih dari Karyawan Menjadi Pengusaha" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-FqDcHdd6gwY/UW31pLFNAGI/AAAAAAAAH-Q/vsg1rzy2oGs/s72-c/i-quit.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/cara-beralih-dari-karyawan-menjadi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEUDRXs5cCp7ImA9WhBVEkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-3407737128691843093</id><published>2013-04-16T22:41:00.001+07:00</published><updated>2013-04-18T17:51:14.528+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-18T17:51:14.528+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Entrepreneur" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kunci Sukses" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi" /><title>10 Tips Menjadi Entrepreneur Sukses (Bob Sadino)</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6RArqsdUShA/UW1wUF2rHVI/AAAAAAAAH94/oZFv6SFQzmE/s1600/omBobSadino.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://2.bp.blogspot.com/-6RArqsdUShA/UW1wUF2rHVI/AAAAAAAAH94/oZFv6SFQzmE/s640/omBobSadino.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Pengalaman hidup Bob Sadino yang jatuh bangun penuh jalan berliku menjadikan dirinya sebagai salah satu ikon entrepreneur Indonesia. Om Bob meyakini bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semudah yang dibayangkan. Beliau memberikan beberapa kiat dan tips bagi para calon&amp;nbsp;
pengusaha agar berhasil menjadi seorang Entrepreneur yang berhasil menggapai kesuksesan sebagai berikut :&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;1. Awali Dengan Impian dan Imajinasi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Semua keberhasilan itu berawal dari impian dan keyakinan dengan didorong oleh kerja keras untuk mewujudkannya. Jika anda mempunyai impian untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses dan punya niat untuk mewujudkannya, maka segeralah bangun dari mimpi anda. Bekerja keraslah untuk segera merubah mimpi anda itu menjadi kenyataan. Hanya seorang pemimpi yang mampu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, jasa ataupun ide yang bisa sukses. Mereka tidak mengenal kata tidak bisa atau tidak mampu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Semangat dan Kegigihan
Antusiasme&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Semangat dan kegigihan adalah sebuah modal utama di dalam memulai sebuah perjuangan baru untuk mencapai keberhasilan. Bila anda tidak bersemangat dan dan bermalasan, yakinlah tidak lama lagi anda akan segera mengalami kegagalan total.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Mempunyai Pengetahuan Dasar-dasar Bisnis&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tanpa memiliki pengetahuan dasar tentang bisnis hanya akan membuat usaha anda seperti sebuah kelinci percobaan. Kemungkinan besar hanya akan banyak mengalami kegagalan. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan. Yang terbaik adalah belajar sambil bekerja. Bekerja dengan orang lain dulu sebelum anda menjadi pebisnis sangat membantu anda menyerap ilmu dan pengalaman dan siap sukses.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Berani Mengambil Resiko&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap sesuatu yang kita usahakan tentu akan ada resikonya. Semakin besar hasil yang ingin dicapai, tentu kemungkinan resiko yang akan dialami apabila mengalami kegagalan juga besar. Orang yang berani mengambil resiko adalah calon orang yang sukses. Jangan takut akan kegagalan, tapi jadikanlah kegagalan itu sebagai batu loncatan menuju kesuksesan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Kerja Keras&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hanya dengan bekerja keraslah sebuah usaha akan mengalami kemajuan dan kesuksesan. Tidak mungkin apabila ada yang mengatakan dia meraih keberhasilan yang gemilang hanya dengan duduk beberapa saat di tempat kerja. Sebenarnya awal mula mereka merintis usahanya itu adalah dengan kerja keras tanpa mengenal putus asa dan banyak berkorban waktu dan tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Mau Belajar Dari Pengalaman Orang Lain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Seperti kata pepatah “Pengalaman adalah guru yang terbaik.” Seorang calon pengusaha yang sukses mau mengambil pengalaman dari orang lain dan dari dirinya sendiri. Apapun pengalaman seseorang itu baik kesuksesan atau kegagalan harus dijadikan suatu pelajaran yang berharga sebagai panduan dia dalam memulai usaha atau mengembangkan usahanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Bersedia Menerima kritikan dan Nasehat Dari Orang Lain&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebagian orang menganggap bahwa kritikan yang ditujukan kepadanya itu adalah sebagai sebuah penghambat bagi kelangsungan usahanya. Akan tetapi bagi orang yang berfikir normal akan menjadikan kritikan atau bahkan nasehat dari orang lain itu sebagai gurunya yang membimbing dia ke arah sukses. Menerima kritikan berarti menyadari bahwa kita mempunyai kekurangan. Dengan mengetahui kekurangan yang ada pada kita maka kita bisa memperbaiki kekurangan itu. Berterimakasihlah kepada orang yang mau menegur dan mengkritik kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Menjalin Kerjasama Dengan Orang Lain&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Betapapun pandainya seseorang itu, apabila dia bekerja sendiri maka perjuangannya itu hanya akan sia-sia belaka. Tidak ada seorang pebisnis pun yang mampu bekerja sendiri. Kerjasama dengan rekan, teman, mitra kerja dan klien sangat penting bagi perkembangan suatu bisnis. Merekalah yang akan memberi masukan, saran dan kritik dan membantu di saat-saat sulit. Seorang pebisnis harus mampu menjalin kerjasama dan bergaul untuk menjalin relasi bisnis dengan seluas-luasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Berani Menghadapi Kegagalan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jangan dikira para pebisnis yang telah mapan dan maju tidak pernah mengalami kegagalan. Bahkan mereka pun suatu waktu pernah mengalaminya. Hanya saja mereka tidak pernah putus asa dan terus berusaha sampai sukses. Orang yang takut gagal adalah orang yang pengecut yang tidak berani melakukan apapun dan kerjanya hanya menghayal saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Tidak Suka Menunda&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Seperti kata pepapatah,&lt;i&gt; "Time is money"&lt;/i&gt;. Oleh karena itu janganlah suka menunda-nunda suatu pekerjaan. Lakukanlah saat ini, sekarang juga selagi ada kesempatan. Menunda suatu pekerjaan berarti adalah suatu kerugian yang akan membuat anda menyesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, Om Bob mengatakan, kelemahan banyak orang adalah terlalu banyak berpikir untuk membuat rencana, sehingga tidak segera melangkah. Ia menyebutkan, bahwa ketika orang hanya membuat rencana karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain, maka muncullah sifat arogan. Padahal, intinya sebenarnya sederhana saja, lakukan dengan action dan berusaha dengan totalitas dan jangan takut untuk gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang Om Bob telah membuktikan sendiri, ia hanya bermodal nekad. Tapi, berlandasan niat dan keyakinan serta kerja keras pantang menyerah akhirnya bisa mencapai kesuksesan. Sukses itu bukan teori. Namun didapat dari perjuangan dan kerja keras serta dilandasi kuat untuk mewujudkan cita-cita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : Berbagai Sumber &lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/7vFPA7MGd6U" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/3407737128691843093/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/10-tips-menjadi-entrepreneur-sukses-bob.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/3407737128691843093?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/3407737128691843093?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/7vFPA7MGd6U/10-tips-menjadi-entrepreneur-sukses-bob.html" title="10 Tips Menjadi Entrepreneur Sukses (Bob Sadino)" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-6RArqsdUShA/UW1wUF2rHVI/AAAAAAAAH94/oZFv6SFQzmE/s72-c/omBobSadino.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/10-tips-menjadi-entrepreneur-sukses-bob.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUEFSX45eSp7ImA9WhBVEU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-5268967180517173812</id><published>2013-04-16T17:18:00.002+07:00</published><updated>2013-04-16T17:20:18.021+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-16T17:20:18.021+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Entrepreneur" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kunci Sukses" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Marketing" /><title>5 Strategi Agar Bisnis Kecil Menjadi Sukses</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-FXQWddwhDnc/UW0laayQemI/AAAAAAAAH9o/M99uB1qlUGY/s1600/Stragety.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="296" src="http://4.bp.blogspot.com/-FXQWddwhDnc/UW0laayQemI/AAAAAAAAH9o/M99uB1qlUGY/s640/Stragety.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi anda yang baru memulai bisnis atau sudah memiliki bisnis kecil-kecilan, tentu diperlukan suatu strategi yang harus dilakukan agar usaha anda semakin berkembang semakin besar dan sukses. Berikut adalah 5 strategi penting agar bisnis yang masih kecil bisa terus berkembang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Memiliki rencana bisnis&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gagal merencanakan sama saja dengan berencana untuk gagal. Sebaiknya anda menuliskan target utama perusahaan Anda pada tahun ini, konsumen yang menjadi target pemasaran Anda dan biaya untuk membuka usaha Anda serta biaya operasional bulanan dari bisnis yang Anda jalankan.

Anda perlu memahami dan mendapatkan gambaran sesungguhnya dari kegiatan operasional harian perusahaan Anda, Apakah Anda beroperasi dengan kerugian atau menghasilkan keuntungan dan apakah arus kas Anda positif.

Jika Anda tidak dapat mengembangkan dan menulis rencana bisnis, segera cari bantuan. Setelah Anda melakukan perencanaan yang matang maka Anda sudah berada di jalan yang benar untuk mencapai kesuksesan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Promosi melalui media online&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dunia bisnis saat ini sangat tergantung pada internet. Semua yang pelanggan Anda butuhkan bisa didapatkan hanya dengan mengakses internet baik via ponsel, tablet, laptop maupun PC. Sebagai pemilik bisnis, Anda tentu ingin memastikan perusahaan Anda memiliki pemasaran via media online yang kuat.

Buatlah website yang menarik untuk memenuhi kebutuhan target pasar Anda dan pastikan Anda memiliki strategi pemasaran via media sosial yang agresif. Mulai dengan menciptakan account Facebook untuk memperkenalkan perusahaan Anda sehingga pelanggan Anda bisa memantaunya dan menyebarkannya ke teman-teman dan kolega mereka.

Buatlah video tentang bisnis Anda yang bisa diupload di YouTube. Account Twitter dan Instagram juga wajib dimiliki. Anda bisa menyampaikan acara yang akan diadakan atau memperkenalkan produk baru yang Anda jual.

Anda dapat mengajak follower Anda untuk menggunakan produk Anda, berikan hadiah atau diskon untuk menarik minat mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Terima Transaksi pembayaran dengan kartu kredit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bagi pemilik bisnis yang kecil cenderung menghindari menerima pembayaran dengan kartu kredit. Namun kenyataannya adalah saat ini kartu kredit sudah menjadi alat pembayaran utama. Dengan menerima kartu kredit Anda tidak hanya akan dapat memuaskan pelanggan Anda tetapi membuka peluang bisnis kecil Anda untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Beriklan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ide di balik iklan adalah untuk menciptakan merek yang kuat dan mudah dikenali. Memiliki merek yang dikenal sangatlah penting bagi usaha kecil. Jadi kembangkan strategi periklanan di surat kabar dan di internet.

Bila ada kesempatan untuk mendapatkan ruang promosi di depan umum, ambillah kesempatan itu. Desain kartu bisnis yang menarik disertai logo dan tagline perusahaan Anda yang dapat disebarkan ke orang-orang yang Anda temui. Periklanan yang efektif akan membantu Anda mendapatkan lebih banyak pelanggan dan dengan cepat meningkatkan bisnis Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Menyimpan catatan keuangan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pastikan Anda memiliki sebuah sistem untuk mengelola keuangan Anda. Dengan memiliki pencatatan keuangan yang benar maka Anda dapat menghemat banyak waktu dan energi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : CustomerThink.Com&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/lx_A8_E7ISE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/5268967180517173812/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/5-strategi-mengembangkan-bisnis-kecil.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/5268967180517173812?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/5268967180517173812?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/lx_A8_E7ISE/5-strategi-mengembangkan-bisnis-kecil.html" title="5 Strategi Agar Bisnis Kecil Menjadi Sukses" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-FXQWddwhDnc/UW0laayQemI/AAAAAAAAH9o/M99uB1qlUGY/s72-c/Stragety.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/5-strategi-mengembangkan-bisnis-kecil.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUANQXY-eip7ImA9WhBVEU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-4609023151066516558</id><published>2013-04-16T13:11:00.002+07:00</published><updated>2013-04-16T21:49:50.852+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-16T21:49:50.852+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Entrepreneur" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kunci Sukses" /><title>19 Nasehat Dalam Berbisnis (Bob Sadino)</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-v4el1icgKKQ/UWzrfFKk9AI/AAAAAAAAH9Y/zX-CkJiLKTg/s1600/nasehat-bob-sadino.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://1.bp.blogspot.com/-v4el1icgKKQ/UWzrfFKk9AI/AAAAAAAAH9Y/zX-CkJiLKTg/s640/nasehat-bob-sadino.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.denidi.com/2013/03/kisah-sukses-bob-sadino.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Bob Sadino&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; yang akrab dengan panggilan "Om Bob", seorang pengusaha sukses yang selalu berpenampilan eksentrik dengan celana pendeknya dan dikenal sebagai entrepreneur sukses yang benar-benar membangun bisnisnya dari nol. Bob Sadino memberikan 19 poin penting dalam berbisnis seperti berikut ini :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Realisasikan ide secara maksimal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebenarnya setiap orang itu memiliki potensi dan impiannya masing-masing. Hanya saja yang menjadi kendala adalah impian-impiannya nya itu tidak pernah di coba untuk di realisasikan. Ada pepatah bijak mengatakan, “ide-ide kecil yang terlaksana lebih baik dari ide-ide besar tapi belum di ungkapkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Harus berani memulai&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebagian orang mungkin merasa bahwa bisnis itu adalah dunia yang bebas, tidak menentu pendapatannya sehingga takut untuk terjun ke dalamnya. Ini yang menjadi penghambat seseorang untuk bisa memulai bisnisnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Jangan terlalu banyak analisis&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebagian orang mungkin merasa bahwa jika mencoba berbisnis mereka tidak akan mendapat pendapatan yang pasti seperti orang-orang kantoran atau takut rugi jika bisnisnya gagal. Justru inilah penghambat, kuncinya adalah JUST DOIT ! urusan hasil tergantung dari kerja keras dan usaha kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Jangan ingin serba instant&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Fenomena masyarakat kita yang memiliki antusiasme besar terhadap acara seperti Indonesian Idol atau reality show yang berbau pencarian bakat menunjukkan bahwa masih banyak orang-orang yang ingin mencapai kesuksesan secara instant. Padahal sesuatu yang di dapatkan secara mudah akan menghilang dengan cara yang mudah juga dan tentu ini tidak akan membentuk karakter manusia yang tangguh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Bermimpi besar&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dari film sang Pemimpi kita bisa mengambil pelajaran bahwa kekuatan mimpi itu bisa menjadi pembakar semangat kita untuk meraih cita-cita. Ketiga sahabat itu memiliki mimpi besar untuk bisa melanjutkan studi hingga ke luar negeri dan akhirnya tercapai. Bill Gates, diawal karirnya pernah bermimpi bahwa setiap rumah akan memiliki computer dan ini terbukti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Jangan terpaku pada pendidikan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tidak jarang fenomena masyarakat kita yang bisa menjadi sukses tanpa meilihat latar belakang pendidikannya lihat saja Sujiwo Tejo yang berlatar pendidikan matematika, malah sukses menjadi seniman. Tidak selamanya latar belakang pendidikan menentukan karir kita ke dapan.kecuali untuk karir di bidang pendidikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Be positive thinking&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Thomas Alfa Edison melakukan 999 kali percobaan tetapi masih gagal. Beliau berkata, “ Aku berhasil menemukan 999 cara yang gagal dalam pembuatan lampu.” Ini menunjukkan kekuatan berpikir positive akan memudahkan langkah kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Bekerja Sama&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Manusia adalah makhluk sosial sehingga tidak bisa bekerja sendirian. Manusia saling membutuhkan, bohong besar jika ada seseorang yang men-klaim dirinya sukses atas usahanya sendiri, pasti di dalam kesuksesannya itu terapat orang-orang yang membantu dia, baik secara langsung maupun tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Tahu tentang kewirausahaan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika kita ingin berperang tetapi tidak mengetahui siapa musuh kita, itu merupakan kesalahan besar. Jika kita ingin memasarkan produk kita, tentu kita harus tahu pasar. Jangan sampai setelah terjun ke lapangan kita mengalamai kelabakan karena tidak hapal medan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Fokus&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mungkin karena sifat ingin segera kaya raya, kita mengambil spesialisasi bisnis terlalu banyak sehingga hasilnya pun tidak maksimal karena tidak bisa di jalani secara fokus. Akibatnya kosentrasi terpecah, masih mending jika usahanya sukses, tetapi bagaimana jika keduanya gagal?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;11. Peduli Konsumen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pembeli adalah raja. Bob Sadino adalah orang yang memperhatikan konsumen. Caci maki dari seorang pembantu rumah tangga ia jadikan masukan bagi manajemen pemasarannya. Ia menjadikan keluhan konsumen sebagai masukan dan langkah perbaikan kedepannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;12. Utamakan Kualitas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bob Sadino sangat memperhatikan kualitas barang yang akan di jual. Beliau tidak ingin mengecewakan konsumen dengan barang yang rusak atau catat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;13. Kerjakan Semua Dengan Tuntas&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tidak bekerja setengah-setengah, apabila telah memulai usaha maka bekerjalah dengan serius. Jangan sampai berhenti di tengah jalan karena akan menyia-nyiakan harta, tenaga, waktu yang telah kita kerahkan untuk memulai bisnis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;14. Pandai menempatkan Prioritas&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Urutan kerja di urut berdasarkan prioritas sehingga tidak ada pekerjaan menumpuk di akhir-akhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;15. Kerja Keras Dan Kerja Cerdas&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Banyak orang yang merasa telah bekerja keras namun tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Misal saja mahasiswa tingkat akhir yang mengejar kelulusan di bulan Juli ini, walaupun ia tergolong mahasiswa yang memiliki IPK di atas rata-rata, bagaimana jika ia lupa memperhatikan jumlah SKS-nya ? mungkin saja ia tidak jadi lulus Juli karena kurang 1 SKS saja. Ia lupa berkerja cerdas, lupa strategi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;16. Tidak Mencampur Adukan Uang Pribadi dengan Perusahaan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hal ini bisa memacu tindakan korupsi, walaupun dalam jumlah yang kecil. Uang perusahaan bisa saja tercampur dengan uang pribadi karena terdapat keteledoran dalam hal pencatatan keuangan. Sebaiknya rekeningnya di pisah, untuk memudahkan pengaturan keuangan juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;17. Jangan Menyerah&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kegagalan adalah bumbu kehidupan, kegagalan membuat kita bisa mnjadi manusia tangguh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;18. Selalu Melibatkan Allah Dalam Setiap Aktifitas&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang. Dalam segala aktifitas kita akan bernilai ibadah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;19. Berprilaku Baik&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Inilah mata uang berlaku dimana saja. Dengan perilaku yang baik, masyarakat akan menaruh kepercayaan kepada kita sehingga orang-orang akan percaya akan kredibilitas kita. Kita pun bisa dengan mudah masuk dalam lingkungan masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : Tabloid CASHBACK Edisi I November 2010&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/clSeADW1Dps" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/4609023151066516558/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/19-nasehat-dalam-berbisnis-bob-sadino.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/4609023151066516558?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/4609023151066516558?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/clSeADW1Dps/19-nasehat-dalam-berbisnis-bob-sadino.html" title="19 Nasehat Dalam Berbisnis (Bob Sadino)" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-v4el1icgKKQ/UWzrfFKk9AI/AAAAAAAAH9Y/zX-CkJiLKTg/s72-c/nasehat-bob-sadino.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/19-nasehat-dalam-berbisnis-bob-sadino.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0QMSXo_fCp7ImA9WhBVEEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-2449981636397057736</id><published>2013-04-16T11:09:00.000+07:00</published><updated>2013-04-16T11:09:48.444+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-16T11:09:48.444+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Sukses" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh" /><title>Profil Jack Dorsey (Pendiri Twitter)</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-af1tGjw4gsE/UWzOkp7gaaI/AAAAAAAAH9E/FSOFCm1pbuA/s1600/dorsey.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://4.bp.blogspot.com/-af1tGjw4gsE/UWzOkp7gaaI/AAAAAAAAH9E/FSOFCm1pbuA/s640/dorsey.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Nama Lengkap : Jack Dorsey&lt;br /&gt;
Alias : No Alias&lt;br /&gt;
Tempat Lahir : St. Louis, Missiouri&lt;br /&gt;
Tanggal Lahir : 19 November 1976&lt;br /&gt;
Warga Negara : Amerika&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BIOGRAFI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jack Dorsey dilahirkan dan tumbuh di St Louis, Missouri, merupakan salah satu dari tiga pendiri Twitter yaitu Biz Stone, Evan Willliams, dan Jack Dorsey sendiri. Pada usia 13 tahun, Jack sudah tertarik dalam bidang dispatch routing, bahkan, beberapa perangkat lunak sumber terbuka yang dibuatnya dalam bidang dispatch logistics masih digunakan oleh banyak perusahaan taksi saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jack menempuh bangku SMA di Bishop DuBourg High School. Lalu dia meneruskan kuliah di Missouri University of Science and Technology sebelum akhirnya transfer ke New York University. Pada saat itu, pesan instan benar-benar mulai luar biasa, dengan AOL Instant Messenger layanan yang sangat populer. Dorsey melihat hal ini dan bertanya-tanya apakah ia dapat menggabungkan ide-ide awalnya untuk menyediakan layanan komunikasi pesan singkat/status dengan waktu nyata yang berbasis web. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pertama kali Jack melihat implementasi perpesanan instan, dia membayangkan jika perangkat lunak output status pengguna dapat dibagikan di antara teman-teman dengan mudah. Kemudian dia mendekati Odeo yang saat itu tertarik dengan perpesanan teks. Jack dan Biz Stone memutuskan bahwa teks SMS sesuai dengan ide pesan status.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka lalu membuat prototip Twitter dalam waktu dua minggu.

Ide itu pun menarik banyak pengguna di Odeo dan Evan Williams yang meninggalkan Google setelah menjual Pyra Labs dan Blogger kepada mereka akhirnya juga berinvestasi.

Akhirnya Jack, Stone, dan Williams mendirikan Obvious yang merupakan cikal bakal Twitter, Inc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada bulan Agustus tahun 2006, twitter lahir, yang menawarkan jejaring sosial berupa mikroblog sehingga memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan yang disebut kicauan (tweets). Kicauan adalah teks tulisan hingga 140 karakter yang ditampilkan pada halaman profil pengguna. Kicauan bisa dilihat secara luar, namun pengirim dapat membatasi pengiriman pesan ke daftar teman-teman mereka saja. Pengguna dapat melihat kicauan penulis lain yang dikenal dengan sebutan pengikut ("follower").

Semua pengguna dapat mengirim dan menerima kicauan melalui situs Twitter, aplikasi eksternal yang kompatibel (telepon seluler), atau dengan pesan singkat (SMS) yang tersedia di negara-negara tertentu. Situs ini berbasis di San Bruno, California dekat San Francisco, di mana situs ini pertama kali dibuat. Twitter juga memiliki server dan kantor di San Antonio, Texas dan Boston, Massachusetts.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun bertindak sebagai pendiri bersama, namun Jack berada di luar struktur manajemen Twitter. Terakhir kali dia menjabat sebagai CEO yang kemudian digantikan oleh Williams.

Meski begitu, pada tahun 2011, Jack akhirnya masuk kembali untuk memimpin Twitter. Dia datang saat Twitter tengah butuh pengembangan pesat di tengah popularitasnya yang terus meningkat dan mulai komersil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jack Dorsey kemudian menjabat sebagai Executive Chairman yang bertanggung jawab untuk memimpin pengembangan produk. Ia akan bertanggung jawab langsung kepada CEO saat ini, Dick Costolo. Sementara itu, Williams akan meninggalkan tanggung jawab operasionalnya di Twitter setelah mundur dari jabatan CEO Twitter pada bulan Oktober tahun 2010. Williams sendiri tetap duduk di anggota dewan direksi dan menjadi penasihat strategi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak dibentuk pada tahun 2006 oleh Jack Dorsey, Twitter telah mendapatkan popularitas di seluruh dunia dan saat ini memiliki lebih dari 100 juta pengguna. Twitter digambarkan sebagai "SMS dari internet".Jack Dorsey sendiri masuk di jajaran 100 orang paling kreatif dalam dunia bisnis versi web FastCompany.com pada tahun 2011 lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENDIDIKAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bishop DuBourg High School &lt;br /&gt;
Missouri University of Science and Technology&lt;br /&gt;
New York University &lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/Bxq57DYKIH0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/2449981636397057736/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/jack-dorsey-pendiri-twitter.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/2449981636397057736?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/2449981636397057736?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/Bxq57DYKIH0/jack-dorsey-pendiri-twitter.html" title="Profil Jack Dorsey (Pendiri Twitter)" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-af1tGjw4gsE/UWzOkp7gaaI/AAAAAAAAH9E/FSOFCm1pbuA/s72-c/dorsey.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/jack-dorsey-pendiri-twitter.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0QMQHs9fip7ImA9WhBVEE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-2776037535135832957</id><published>2013-04-15T19:31:00.002+07:00</published><updated>2013-04-15T19:36:21.566+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-15T19:36:21.566+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Entrepreneur" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh" /><title>Putera Sampoerna (PT HM Sampoerna)</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-lNn90plyrDU/UWv0CTE3PlI/AAAAAAAAH8M/23Hu30odevI/s1600/sampoerna.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="396" src="http://2.bp.blogspot.com/-lNn90plyrDU/UWv0CTE3PlI/AAAAAAAAH8M/23Hu30odevI/s640/sampoerna.png" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Nama Lengkap : Putera Sampoerna&lt;br /&gt;
Alias : Putera&lt;br /&gt;
Agama : Kristen&lt;br /&gt;
Tempat Lahir : Schidam, Belanda&lt;br /&gt;
Tanggal Lahir : Senin, 13 Oktober 1947&lt;br /&gt;
Warga Negara : Indonesia&lt;br /&gt;
Istri : Kathleen C. Liem&lt;br /&gt;
Anak : Jonathan Bradford Sampoerna, Jacqueline Michelle Sampoerna, Michael Sampoerna, Farah Khristina Sampoerna&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BIOGRAFI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Putera Sampoerna adalah generasi ketiga keluarga Sampoerna di Indonesia yang juga menjadi presiden ketiga perusahaan rokok PT HM Sampoerna. Ayahnya adalah Liem Swie Ling yang dikenal sebagai Aga Sampoerna, sementara kakek Putera adalah Liem Seeng Tee, pendiri perusahaan Sampoerna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dilahirkan di Scheidam, Belanda, Putera Sampoerna memilih untuk bersekolah di Hong Kong yaitu di Diocesan Boys School, dilanjutkan di Carey Grammar High School yang bertempat di Melbourne, dan akhirnya memutuskan untuk menimba ilmu di University of Houston di Texas. Putera bertemu dengan Kathleen C. Liem, seorang warga negara Amerika Serikat keturunan China dan bersama-sama mereka menjalankan perusahan kelapa sawit milik pengusaha dari Malaysia. Baru setelah beberapa tahun setelah itu, beliau kembali ke Surabaya untuk menjalankan kembali perusahaan keluarganya, yaitu PT HM Sampoerna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selepas Aga Sampoerna meninggal, Putera memegang penuh perusahaan dan mengembangkan perusahaan dengan melakukan inovasi dan mengambil peluang bisnis di segmen lain yang berpotensi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Putera mengambil langkah besar dengan menghadirkan rokok rendah tar dan nikotin, yaitu rokok mild yang dibawa dengan brand A Mild. Dji Sam Soe dan A Mild menjadi dua brand yang paling dikenal dari PT Sampoerna.

Dan tahun 2005 tepatnya di bulan Maret, publik dibuat terkejut dengan keputusan Putera untuk menjual seluruh saham keluarga Sampoerna di PT HM Sampoerna Tbk ke Philip Morris International. Total saham keluarga tersebut sebanyak 40%. Publik tidak menduga Putera akan menjual perusahaan keluarga tersebut karena kinerja perusahaan sedang sangat baik saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tahun 2004 HM Sampoerna berhasil mengumpulkan pendapatan bersih 15 triliun rupiah dan menjadi produsen rokok ketiga yang menguasai pasar setelah Gudang Garam dan Djarum.

Di bidang lain, Putera merambah bisnis supermarket dengan mengakuisisi Alfa dan mendirikan Bank Sampoerna di akhir tahun 1980an. Bank Sampoerna tidak bertahan lama, namun bisnis supermarketnya berkembang terus hingga saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tahun 2011, Putera Sampoerna menjadi orang terkaya ke-9 di Indonesia versi majalah Forbes, total kekayaannya ditaksir sejumlah US$ 2,4 miliar.
Tahun 2000 Putera menyerahkan kepemimpinan PT Sampoerna ke tangan anaknya, Michael.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setahun kemudian Putera mendirikan organisasi sosial Putera Sampoerna Foundation (PSF) yang dipercayakan pada anak perempuan Putera yaitu Michelle Sampoerna. Berbagai program pendidikan, pemberdayaan perempuan, kewirausahaan dan bantuan kemanusiaan diadakan oleh organisasi ini untuk memajukan masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 12 Desember 2011 Putera Sampoerna menerima penghargaan berupa Peace Through Commerce Medal Award 2011 dari Administrasi Perdagangan Internasional Departemen Perdagangan Amerika Serikat. Penghargaan ini diberikan atas usaha Putera Sampoerna secara aktif meningkatkan perdagangan internasional antara Amerika Serikat dan Indonesia melalui kerja sama di bidang pendidikan tingkat tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENDIDIKAN&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Diocesan Boys School
    Carey Grammar High School, Melbourne
    University of Houston, Texas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;KARIR&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Presiden Direktur PT HM Sampoerna
    1980 Pendiri Bank Sampoerna&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENGHARGAAN&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Medal award Peace Through Commerce 2011 dari International Trade Administration (ITA) Departemen Perdagangan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SOCIAL MEDIA&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
http://www.puterasampoerna.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : Wikipedia dan berbagai sumber &lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/rD49Mn23VWE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/2776037535135832957/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/putera-sampoerna-pt-hm-sampoerna.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/2776037535135832957?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/2776037535135832957?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/rD49Mn23VWE/putera-sampoerna-pt-hm-sampoerna.html" title="Putera Sampoerna (PT HM Sampoerna)" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-lNn90plyrDU/UWv0CTE3PlI/AAAAAAAAH8M/23Hu30odevI/s72-c/sampoerna.png" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/putera-sampoerna-pt-hm-sampoerna.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU8GSXc5eSp7ImA9WhBVEE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-7761285516051292130</id><published>2013-04-15T19:07:00.000+07:00</published><updated>2013-04-15T19:10:28.921+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-15T19:10:28.921+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Entrepreneur" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh" /><title>Profil Sukanto Tanoto (Tan Kang Hoo)</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-y4Vpgxk3heI/UWvtK89am8I/AAAAAAAAH7w/RjvkWD1AexA/s1600/sukanto-tanoto.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="428" src="http://3.bp.blogspot.com/-y4Vpgxk3heI/UWvtK89am8I/AAAAAAAAH7w/RjvkWD1AexA/s640/sukanto-tanoto.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Nama Lengkap : Sukanto Tanoto&lt;br /&gt;
Alias : Tan Kang Hoo&lt;br /&gt;
Agama : Budha&lt;br /&gt;
Tempat Lahir : Belawan, Medan, Sumatera Utara&lt;br /&gt;
Tanggal Lahir : Minggu, 25 Desember 1949&lt;br /&gt;
Warga Negara : Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istri : Tinah Bingei Tanoto&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BIOGRAFI&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pemilik nama asli Tan Kang Hoo ini lahir di Belawan, Medan pada 25 Desember 1949. Sukanto Tanoto adalah orang yang telah menghasilkan trilyunan rupiah 
dalam menjalankan bisnisnya. Pada awalnya, bisnis yang dilakukannya adalah menjadi pemasok dari alat-alat dan barang-barang untuk 
perusahaan negara Pertamina. Pada awalnya mungkin pekerjaan ini bisa 
dianggap pekerjaan yang kecil. Namun karena kerja kerasnya telah membuat
 pekerjaan ini dapat diselesaikannya dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sukanto Tanoto dikenal sebagai Chairman dan CEO PT Raja Garuda Mas International dan Komisaris Utama PT Inti Indorayon Utama.

Perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang bergerak di berbagai bidang terutama minyak kelapa sawit dan kertas yang berpusat di Singapura.

Ia berhasil membawa perusahaannya menjadi salah satu perusahaan pulp dan kertas di Asia yang masuk ke dalam Bursa Efek New York. Hal tersebut adalah satu pencapaian yang sangat luar biasa sekali. Tidak banyak pengusaha yang mampu menembuskan bisnis mereka ke bursa saham di Amerika Serikat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perusahaannya menjadi sangat besar dan mulai merentangkan sayapnya untuk merengkuh bisnis-bisnis lainnya yang masih berhubungan dengan bisnis perusahaannya yang sekarang. Kertas, minyak sawit, konstruksi dan energi adalah beberapa hal yang menjadi bisnis darinya pada saat sekarang ini.

Pengalaman masa kecil Sukanto Tanoto yang sangat keras ternyata telah memberikan pelajaran yang sungguh luar biasa dan berpengaruh sangat serius kepada keberhasilannya memimpin beberapa perusahaan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengalaman masa kecil Sukanto Tanoto yang sangat keras ternyata telah 
memberikan pelajaran yang sungguh luar biasa dan berpengaruh sangat 
serius kepada keberhasilannya memimpin beberapa perusahaan miliknya. 
Kehidupan masa kecil yang diskriminatif terhadap ras yang mengalir 
ditubuhnya membuatnya bertahan untuk mendapatkan haknya. Perjalanannya 
sebagai seorang pebisnis pun tidak langsung berada di garis yang paling 
atas. Beliau memulai semuanya dari karir yang rendah. Namun secara 
dramatis, beliau mampu bertahan dan bahkan mengambil keuntungan dari 
krisis yang terjadi di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 2008, versi majalah Forbes ia memasuki urutan ke 284 sebagai orang terkaya di dunia karena memiliki kekayaan sebesar US$ 3.8 trilyun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENDIDIKAN&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
SD di Belawan (1960)&lt;br /&gt;
SMP di Medan (1963)&lt;br /&gt;
SMA di Medan (1966)&lt;br /&gt;
Indonesia Executive Management Program, Insead, Prancis (1980)&lt;br /&gt;
Harvard Business School, AS (1982)&lt;br /&gt;
Wharton Fellows Program (2001)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;KARIR&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pengusaha Toko Onderdil Mobil di Medan (1968)&lt;br /&gt;
Direktur CV Karya Pelita di Medan (1972)&lt;br /&gt;
Direktur Utama PT Raja Garuda Mas (1973)&lt;br /&gt;
Dirut PT Bina Sarana Papan di Medan (1976)&lt;br /&gt;
Dirut PT Overseas Lumber Indonesia di Medan (1979)&lt;br /&gt;
Dirut PT Gunung Melayu (1980)&lt;br /&gt;
Dirut PT Inti Indosawit Sejati (1980)&lt;br /&gt;
Dirut PT Saudara Sejati Luhur (1985)&lt;br /&gt;
Komisaris Utama PT Inti Indorayon Utama (1983 – sekarang)&lt;br /&gt;
Chairman &amp;amp; CEO Raja Garuda Mas International (sekarang)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;ORGANISASI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Anggota Young Presiden’s Organization (YPO)&lt;br /&gt;
Anggota Mercantile Club
    Anggota Hilton Executive Club&lt;br /&gt;
Anggota Indonesia Financial Executive Association (IFEA)&lt;br /&gt;
Anggota Canadian Pulp &amp;amp; Paper Association (CPPA)&lt;br /&gt;
Anggota World Presidents Organization (WPO)&lt;br /&gt;
Anggota Chief Executive Organization
    Prince of Wales Business Leaders Forum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SOCIAL MEDIA&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
sukantotanoto.net&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : Wikipedia dan berbagai sumber &lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/JKqDY7XTX7Q" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/7761285516051292130/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/sukanto-tanoto-tan-kang-hoo.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/7761285516051292130?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/7761285516051292130?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/JKqDY7XTX7Q/sukanto-tanoto-tan-kang-hoo.html" title="Profil Sukanto Tanoto (Tan Kang Hoo)" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-y4Vpgxk3heI/UWvtK89am8I/AAAAAAAAH7w/RjvkWD1AexA/s72-c/sukanto-tanoto.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/sukanto-tanoto-tan-kang-hoo.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEcHQH8_fip7ImA9WhBVEE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-6320253718984590345</id><published>2013-04-15T11:59:00.001+07:00</published><updated>2013-04-15T12:00:31.146+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-15T12:00:31.146+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Entrepreneur" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Sukses" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh" /><title>Matt Mullenweg (Pendiri WordPress)</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-S1xASXo9YhA/UWuJFyq5ibI/AAAAAAAAH6Y/Bz_GJ0kzokU/s1600/matt-mullenweg.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="425" src="http://2.bp.blogspot.com/-S1xASXo9YhA/UWuJFyq5ibI/AAAAAAAAH6Y/Bz_GJ0kzokU/s640/matt-mullenweg.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Nama Lengkap :
Matthew Charles Mullenweg&lt;br /&gt;
Alias : Matt Mullenweg&lt;br /&gt;
Tempat Lahir :
Houston, Texas&lt;br /&gt;
Tanggal lahir :
Rabu, 11 Januari 1984&lt;br /&gt;
Warga Negara :
Amerika Serikat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayah : Louis Charles Mullenweg IV&lt;br /&gt;
Ibu : Kathleen Anne Hageney&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BIOGRAFI&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Matthew Charles Mullenweg atau yang lebih dikenal dengan nama Matt Mullenweg, lahir di Houston, Texas pada 11 Januari 1984. Ia adalah pengembang software CMS WordPress yang sangat populer. Wordpress kemudian berkembang menjadi layanan blog gratis WordPress.com dan juga menjadi CMS (Content Management System) terpopuler yang bisa didownload di WordPress.org.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matt menempuh pendidikan SMA di bidang Seni Visual dan Pertunjukan. Ia pun mahir memainkan musik saksofon. Pada tahun 2004, nasib buruk menimpa Matt dalam bidang pendidikan formal. Ia drop-out alias DO dan pindah dari Houston ke San Fransisco (California) untuk bekerja pada CNET selama setahun.

Pekerjaannya di CNET selama setahun merupakan masa-masa terakhir Matt bekerja di perusahaan. Karena pada usia 21 tahun, Matt telah berhenti dari perusahaan CNET dan ia menghabiskan waktunya berkarya untuk WordPress.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama dari masa pensiunnya, ia pun berhasil meluncurkan aplikasi Akismet yang berfungsi memblokir komentar dan trackback yang teridentifikasi sebagai spam.

Di tahun yang sama, Matthew memutuskan WordPress terbuka bagi kalangan umum di seluruh dunia pada November 2005. Di tahun yang sama, Matt meluncurkan Automattic yang menjadi perusahaan bisnis yang mendukung WordPress dan Akismet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan fasilitas yang unik, mudah, cepat dan menarik, Platform WordPress berhasil menarik jutaan pengguna. Dengan tambahan ribuan blogger serta ratusan ribu posting terbaru tiap harinya, WordPress berhasil masuk ke dalam 30 situs teraktif di dunia. Setelah mendapat layanan Gravatar pada tahun 2007, beredar isu bahwa usaha yang didirikan Matt, Automattic, ditawari hingga USD 200 juta, namun Matt menolak menjualnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jiwa entrepreneur Matt dalam mengembangkan WordPress dan Akismet telah menghantarkan usahanya masuk ke bisnis profesional. Pada tahun 2006 (22 tahun), pemuda Matt mampu merekrut mantan CEO Oddpost dan Senior Manager Yahoo!, Tony  Schneider sebagai CEO Automattic. Beberapa bulan setelah Tony Schneider berada di Automattic, Akismet (anak perusahaan) yang baru berusia kurang 2 tahun berhasil meraup USD 1.1 juta pada April 2006.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di usianya yang ke-25, Matthew Mullenweg berhasil menjadi miliader muda dengan kekayaan tidak kurang USD 40 juta (Rp 400 miliar). Matthew Mullenweg pun dinobatkan sebagai 16 dari “50 Orang Terpenting di Dunia Internet” oleh PC World pada tahun 20     07. Dari daftar 50 orang tersebut, hanya Matt yang merupakan orang termuda (23 tahun).
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;KARIR&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pendiri Wordpress&lt;br /&gt;
Pengusaha Muda&lt;br /&gt;
Automattic&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENGHARGAAN&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dinobatkan sebagai 16 dari “50 Orang Terpenting di Dunia Internet” oleh PC World (2007)&lt;br /&gt;
Salah satu nama paling berpengaruh dari 10 orang dalam mengubah wajah internet&lt;br /&gt;
Tercatat di Forbes untuk Sosial / Mobile untuk dampak yang telah dibuat pada dunia blogging melalui open source (desember, 2011)&lt;br /&gt;
Matt Mullenweg terdaftar dalam Investor Paling Berpengaruh Forbes 'Angel di AngelList (Mei, 2012)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source: Wikipedia dan berbagai sumber &lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/9-YhdnpssM8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/6320253718984590345/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/matt-mullenweg-pendiri-wordpress.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/6320253718984590345?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/6320253718984590345?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/9-YhdnpssM8/matt-mullenweg-pendiri-wordpress.html" title="Matt Mullenweg (Pendiri WordPress)" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-S1xASXo9YhA/UWuJFyq5ibI/AAAAAAAAH6Y/Bz_GJ0kzokU/s72-c/matt-mullenweg.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/matt-mullenweg-pendiri-wordpress.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A04FQ3o9cCp7ImA9WhBWGUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-3351492050721196294</id><published>2013-04-15T11:24:00.000+07:00</published><updated>2013-04-15T11:25:12.468+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-15T11:25:12.468+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh" /><title>Profil Bill Gates (Pendiri Microsoft)</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-9H-Oj2eGXgk/UWuAvSMXzCI/AAAAAAAAH6I/sz19I50m9aU/s1600/gates_bill.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://3.bp.blogspot.com/-9H-Oj2eGXgk/UWuAvSMXzCI/AAAAAAAAH6I/sz19I50m9aU/s640/gates_bill.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Nama Lengkap : William Henry Gates&lt;br /&gt;
Alias : Bill Gates&lt;br /&gt;
Tempat Lahir : Seattle, Washington&lt;br /&gt;
Tanggal Lahir : Jumat, 28 Oktober 1955&lt;br /&gt;
Warga Negara : Amerika Serikat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayah : William H. Gates, Sr.&lt;br /&gt;
Ibu : Mary Maxwell Gates&lt;br /&gt;
Istri : Melinda Gates&lt;br /&gt;
Anak: Jennifer Katherine Gates, Rory John Gates, Phoebe Adele Gates&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BIOGRAFI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bill Gates merupakan orang pendiri Microsoft dan sekaligus sebagai 
Pimpinan Microsoft. Bersama dengan Paul Allen mendirikan 
perusahaan Microsoft dan menjadikan perusahaan tersebut menjadi sangat 
terkenal di dunia. Bill Gates adalah seorang tokoh bisnis, investor, filantropis, penulis asal Amerika Serikat. Gates lahir di Seattle, Washington, pada tanggal 28 Oktober 1955 dari pasangan William H. Gates, Sr. dengan istrinya, Mary Maxwell Gates.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua orang tua Gates merupakan keturunan Inggris, Jerman, dan Irlandia. Ayahnya adalah pengacara ternama sedangkan ibunya menjabat sebagai anggota dewan direktur First Interstate BancSystem. Bill Gates adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Kakaknya bernama 
Kristianne dan mempunyai seorang adik bernama Libby. Sebenarnya Bill 
adalah generasi keempat namun dirinya menyandang William Gates III 
karena ayahnya mempunyai akhiran II.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semasa kecil, orang tua Gates lebih mengharapkan kalau dia akan berkarir di bidang hukum.  Gates muda memulai studinya dengan bersekolah di Lakeside School, sebuah sekolah persiapan eksklusif di Seattle. Disekolah inilah, Gates mulai mengembangkan ketrampilannya dalam dunia pemrogaman. Dia bersama ketiga temannya yang lain sempat dilarang mengikutii program musim panas setelah mereka ketahuan mengeksploitasi bug di sistem operasi untuk memperoleh waktu komputer bebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun berikutnya, Information Sciences, Inc. mempekerjakan empat siswa Lakeside tersebut untuk menulis program pembayaran gaji dalam bahasa COBOL.  Gates pernah melakukan keisengan semasa sekolahnya ketika dia diminta menulis sebuah program komputer sekolah untuk membuat jadwal kelas siswa. Dia memodifikasi kode sehingga dia ditempatkan di kelas-kelas yang didominasi perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada usia 17 tahun, berkerja sama dengan Allen, Gates mendirikan suatu usaha yang mereka beri nama Traf-O-Data. Gates lulus dari Lakeside School pada tahun 1973 dan kemudian kuliah di Harvard College pada musim gugur 1973. Di Harvard, dia bertemu dengan Steve Ballmer, yang kelak akan menggantikannya sebagai CEO Microsoft.

Di tahun kedua kuliahnya, Gates berhasil merancang sebuah algoritma untuk penyortiran panekuk sebagai solusi atas satu dari serangkaian masalah yang belum terpecahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama kuliah di Havard, Gates sama sekali tidak tertarik untuk belajar seperti mahasiswa lainnya. Dia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan menggunakan komputer. Pada musim panas 1974, Gates menghubungi Paul Allen, dan bergabung dengannya di Honeywell. Pada tahun berikutnya, saat MITS Altair 8800 berbasis CPU Intel 8080 diluncurkan, Gates dan Allen melihat peluncuran tersebut sebagai kesempatan untuk mendirikan perusahaan perangkat lunak komputer sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mewujudkan impiannya ini, Gates kemudian keluar dari Havard dan bekerja bersama Allen di MITS di Albuquerque pada November 1975. Mereka menamai usaha yang baru mereka bangun dengan nama "Micro-Soft" dan mendirikan kantor pertamanya di Albuquerque. Satu tahun berikutnya, nama usaha mereka ganti menjadi Microsoft dan pada 26 November 1976 nama dagang "Microsoft" didaftarkan di Kementerian Luar Negeri New Mexico.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada tahun 1980, perusahaan IBM 
membangun kerjasama dengan Microsoft untuk membuat system operasi. MS 
DOS adalah system operasi pertama yang berhasil dikembangkan Microsoft 
dan mencapai titik deal dengan produsen IBM.Setelah sukses dengan MS DOS, Microsoft 
lalu mengembangkan sistem operasi lain yang bernama OS/2 namun 
pengembangan OS/2 ini membuat hubungan kerjasama Microsoft dengan IBM 
menjadi putus. Akhirnya pada tahun 1991, Microsoft memutuskan untuk 
mengakhiri kerjasama dengan IBM dan mengembangkan sistem operasinya ke 
kernel Windows NT.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan Microsoft, Bill Gates mengibarkan namanya di dunia bisnis sebagai pria paling sukses dan paling kaya. Gates menduduki peringkat pertama dalam daftar orang terkaya di dunia sejak tahun 1995 hingga 2009, tidak termasuk 2008 ketika ia turun ke peringkat tiga. Di Microsoft, Gates pernah menjabat sebagai CEO dan kepala arsitek perangkat lunak, dan dia menjadi pemegang saham perorangan terbesar dengan lebih dari 8% saham umum perusahaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada masa akhir karirnya, Gates melakukan beberapa usaha filantropi dengan menyumbangkan sejumlah besar dana ke berbagai organisasi amal dan program penelitian ilmiah melalui Bill &amp;amp; Melinda Gates Foundation yang didirikannya pada tahun 2000. Pada bulan Januari 2000, Gates resmi mengundurkan diri sebagai pejabat eksekutif tertinggi Microsoft tapi dia masih menjabat sebagai ketua dan membentuk jabatan kepala arsitek perangkat lunak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENGHARGAAN&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1.Predikat 400 Richest People in America, majalah Forbes (1987)&lt;br /&gt;
2.Masuk ke dalam daftar 100 orang paling berpengaruh pada abad ke-20, Majalah Time&lt;br /&gt;
3.Masuk ke dalam daftar 100 orang paling berpengaruh tahun 2004, 2005, dan 2006 oleh Majalah Time&lt;br /&gt;
4.Peringkat kedelapan dalam daftar Heroes of our time (2006)&lt;br /&gt;
5.gelar CEO tahun 1994 oleh majalah Chief Executive Officers (1994)&lt;br /&gt;
6.Peringkat pertama dalam daftar Top 50 Cyber Elite oleh majalah Time (1998)&lt;br /&gt;
7.Gelar Distinguished Fellow ke-20, British Computer Society (1994)&lt;br /&gt;
8.Gelar Doktor Kehormatan dari Nyenrode Business Universiteit, Breukelen, Belanda, (2000)&lt;br /&gt;
9.anggota kehormatan Peking University (2007)&lt;br /&gt;
10.Gelar Kehormatan Knight Commander of the Order of the British Empire (KBE) oleh Ratu Elizabeth II (2005)&lt;br /&gt;
11.Penghargaan Order of the Aztec Eagle&lt;br /&gt;
12.Penghargaan Bower Award for Business Leadership dari The Franklin Institute (2010)

13.Silver Buffalo Award dari Boy Scouts of America (2010)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SOCIAL MEDIA&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
http://www.thegatesnotes.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source: Wikipedia dan berbagai sumber &lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/vHo5YE0awG4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/3351492050721196294/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/bill-gates-pendiri-microsoft.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/3351492050721196294?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/3351492050721196294?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/vHo5YE0awG4/bill-gates-pendiri-microsoft.html" title="Profil Bill Gates (Pendiri Microsoft)" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-9H-Oj2eGXgk/UWuAvSMXzCI/AAAAAAAAH6I/sz19I50m9aU/s72-c/gates_bill.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/bill-gates-pendiri-microsoft.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkYDRX86eSp7ImA9WhBVEEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-8191517708958062512</id><published>2013-04-14T18:46:00.003+07:00</published><updated>2013-04-15T16:29:34.111+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-15T16:29:34.111+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Entrepreneur" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kunci Sukses" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi" /><title>10 Kunci Sukses Donald Trump</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-cv8kiQ1OMKE/UWvIW4Hn-BI/AAAAAAAAH7g/wb_gF5vulog/s1600/donald_trump.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://1.bp.blogspot.com/-cv8kiQ1OMKE/UWvIW4Hn-BI/AAAAAAAAH7g/wb_gF5vulog/s640/donald_trump.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.denidi.com/2013/04/donald-trump-trump-organization.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Donald Trump&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, yang dikenal sebagai seorang wirausahawan, pioner program pertelevisian dan pebisnis sukses dan juga penulis buku dari Amerika Serikat yang termasuk dalam jajaran orang terkaya di dunia membagikan resep kunci kesuksesannya sebagai berikut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Selalu Fokus!&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kerahkan semua pikiran Anda pada apa yang ingin Anda capai. Pikiran kita ini berjalan-jalan ke mana-mana, keinginan yang satu belum tercapai sudah ingin yang lain. Pekerjaan yang satu belum selesai sudah memikirkan pekerjaan lain. Meskipun sebagai profesional kita dituntut untuk multitasking, tetapi jangan sampai tugas yang satu belum maksimal Anda langsung mengalihkan pikiran pada tugas lain. Tentukan mana yang lebih prioritas, dan pusatkan pikiran Anda di sana. Tugas akan lebih cepat selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Percayalah pada diri Anda, jika tidak, tak ada seorangpun yang akan percaya.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kepercayaan diri adalah sangat penting bagi segala aspek, termasuk menjadi sukses. Jika kita sendiri meragukan kemampuan kita, merasa ragu-ragu, merasa minder dan rendah diri, bagaimana orang bisa yakin dan memberikan kita tanggung jawab yang besar?

Tunjukkan pada atasan atau orang lain bahwa Anda mampu, Anda akan berusaha semaksimal mungkin, Anda akan memberikan hasil terbaik, Anda akan berjuang dan Anda tak akan menyerah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Teguhlah pada pendirian Anda!&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketika Anda memiliki sebuah ide, berpeganglah pada ide tersebut. Anda sudah berpikir keras dan memikirkan yang terbaik bagi ide itu. Jangan mudah goyah karena cemooh orang lain. Jika Anda yakin Anda bisa, jika Anda yakin Anda benar, jika Anda yakin ide Anda adalah jalan keluar yang terbaik, maka jangan goyah. Perjuangkan ide tersebut dan buktikan bahwa Anda benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Percayalah pada insting. Jangan pernah abaikan hati kecil Anda.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bagaimanapun hati kecil itu tak pernah berbohong dan akan selalu menuntun dan mengingatkan Anda. Saat insting Anda tiba-tiba mengatakan sesuatu, dengarkan ia. Dan ikuti insting Anda. Seringkali insting adalah penunjuk jalan yang terbaik dan tak membuat kita tersesat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Jaga hubungan baik dan berikan semangat pada orang lain.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menjaga hubungan baik dengan orang lain sangatlah penting, karena saat membangun relasi kita membangun suatu jembatan yang kokoh menuju kesuksesan. Jangan biarkan orang-orang di sekitar Anda murung dan tak bersemangat, jadilah lilin bagi mereka yang membuat mereka tetap dapat melihat dalam kegelapan. Jadilah cheerleader yang selalu memberi semangat dan menghibur mereka. Karena kunci dalam team adalah saling memiliki dan mendukung satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Lihatlah diri Anda sebagai pemenang dan pemimpin&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jangan melihat diri sebagai pengikut saja, menjadi pengikut mungkin bukan sesuatu yang buruk. Tetapi menjadi pengikut kita akan membunuh kreativitas di dalam diri kita. Selalu berpikir dan berusaha untuk menjadi pemenang dan pemimpin, kembangkan kreasi Anda dan biarkan kreativitas selalu hidup dalam benak Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Bersemangat pada apa yang Anda kerjakan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Betapapun berat pekerjaan atau tugas yang sedang Anda jalani, tetaplah bersemangat dalam menjalankannya. Tetap maju menuju arah tujuan Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Hiduplah dalam rasa cemas, dan jangan terlalu cepat lega.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Donald Trump menginspirasi kita agar tidak cepat puas pada satu hal saja, dan minta kita agar tetap selalu kreatif dan berpikir hal apa lagi yang bisa Anda lakukan untuk membuat Anda lebih maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Jangan serahkan kepemimpinan hanya pada usaha team.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika Anda mengaku bertangung jawab, terjunlah langsung dengan team Anda. Kepemimpinan bukan hanya menyuruh dan bersikap sebagai boss. Menjadi pemimpin berarti Anda harus terjun langsung dan memimpin mereka dalam misi meraih sukses. Bukan hanya sekedar berkacak pinggang dan menunjuk ini dan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Jangan pernah menyerah!&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jangan biarkan kegagalan membuat Anda berhenti berusaha, jika Anda gagal maka belajarlah dari kegagalan Anda dan berusaha untuk memperbaikinya. Berusahalah lagi sampai Anda berhasil melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : Blog TrumpUniversity.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/UYGwV1mBHgI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/8191517708958062512/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/10-kunci-sukses-donald-trump.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/8191517708958062512?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/8191517708958062512?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/UYGwV1mBHgI/10-kunci-sukses-donald-trump.html" title="10 Kunci Sukses Donald Trump" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-cv8kiQ1OMKE/UWvIW4Hn-BI/AAAAAAAAH7g/wb_gF5vulog/s72-c/donald_trump.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/10-kunci-sukses-donald-trump.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkQGRXs4fip7ImA9WhBVEU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9088886526368287252.post-4035746193794355707</id><published>2013-04-14T18:28:00.004+07:00</published><updated>2013-04-16T21:58:44.536+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2013-04-16T21:58:44.536+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Entrepreneur" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh" /><title>Donald Trump (The Trump Organization)</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-DFKKjCez2aM/UWqRlBbJjAI/AAAAAAAAH44/Gbcf0bLKczY/s1600/donald-trump.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="424" src="http://1.bp.blogspot.com/-DFKKjCez2aM/UWqRlBbJjAI/AAAAAAAAH44/Gbcf0bLKczY/s640/donald-trump.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Nama Lengkap : Donald John Trump&lt;br /&gt;
Alias : Donald Trump&lt;br /&gt;
Tempat Lahir : New York City, Amerika&lt;br /&gt;
Tanggal Lahir : Jumat, 14 Juni 1946&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warga Negara : Amerika&lt;br /&gt;
Anak : Donald Trump Jr., Ivanka Trump, Eric Trump, Tiffany Trump, Barron Trump&lt;br /&gt;
Ibu : Mary Anne&lt;br /&gt;
Ayah : Fred Trump&lt;br /&gt;
Istri : Ivana Trump (1977-1992), Marla Maples (1993-1999),Melania Trump (2005-)&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;BIOGRAFI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Donald Trump yang popular dikenal dengan panggilan The Donald adalah raja bisnis Amerika, tokoh acara televisi, seorang penulis, ketua dan presiden The Trump Organization dan pendiri Trump Entertainment Resorts.Dilahirkan di New York pada tanggal 14 Juni 1946, anak dari Fred Trump, seorang developer sukses. Sang ayahlah yang membantu mengarahkan dan membentuk bakat bisnisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Donald Trump memulai kiprah bisnisnya setelah menyelesaikan pendidikannya di Wharton Business School. Dia bekerja untuk ayahnya selama 5 tahun dan selama itu pula ia berhasil menggarap proyek-proyek yang sangat profitable. Lalu Donald Trump fokus pada bisnisnya sendiri, yaitu real estate di Manhattan. Di mana ia menguasai beberapa real estate paling bergengsi di kota tersebut, di antaranya Trump International Hotel, Trump Tower, dan sederet tempat hiburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjalannya waktu, Trump dikembangkan menjadi merek majalah, pakaian, parfum, golf, perguruan tinggi, es krim, dan masih banyak lagi.

Donald Trump sempat hampir bankrut pada tahun 90-an. Menurutnya, ketika itu, pengemis di tepi jalan pun jauh lebih kaya daripada dirinya. Karena si pengemis tidak memiliki utang dan sebaliknya ia memiliki utang yang luar biasa besarnya. Sekitar 90 miliar dolar!

Di bawah tekanan utang yang menggunung, ia tetap agresif. Dengan negosiasi demi negosiasi, ia bergerak terus dan akhirnya pelan-pelan keadaan membaik. Hutang-hutangnya terbayarkan. Bukan cuma itu, ia pun menjadi lebih kaya dengan aset yang bertebaran dari New York di ujung timur sampai ke California di ujung barat. Nah, kembalinya ia dalam kancah bisnis ini mengilhami jutaan orang di seantero dunia. Sampai-sampai Guiness Book mencatat comeback-nya ini sebagai rekor tersendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gaya hidup Trump yang boros, cara blak-blakan dalam peran di reality show NBC, The Apprentice, telah membuatnya menjadi selebriti terkenal No 17 pada daftar Forbes 2011 di antara 100 selebritis lainnya. Donald Trump juga penulis buku bestseller, antara lain karya-karyanya 
The Art of the Deal, The Art of Survival, dan How to Get Rich.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 2010, Trump menyatakan minatnya menjadi calon Presiden AS di pemilu 2012, meskipun pada Mei 2011, ia mengumumkan tidak akan menjadi kandidat, namun beberapa minggu kemudian ia mengatakan ia tidak sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan. Pada bulan Desember 2011, Trump disarankan ikut sebagai pilihan Wakil Presiden oleh Michele Bachmann.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesuksesan seorang Donald Trump di berbagai sektor, tentunya tidak terlepas dari filosofi-filosofi yang dianutnya selama ini, selain bimbingan ayahnya. Di dalam bukunya bersama Robert Kiyosaki, Why We Want You to Be Rich, ia mengatakan bahwa kreativitaslah yang membuat orang menjadi kaya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurutnya, orang kreatif tidak perlu dimotivasi oleh orang lain. Alih-alih begitu, mereka memotivasi diri mereka sendiri. Sesederhana itu. Mereka menggunakan otak mereka secara maksimal. Ditambahkan lagi olehnya, kreativitas dan kendali ternyata bisa berjalan beriringan, dan untuk hasil terbaik memang begitulah seharusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Organisasi Miss Universe dimiliki oleh Trump dan NBC. Organisasi ini memproduksi Miss Universe, Miss USA dan Miss Teen USA. Tahun 2005, Trump meluncurkan sebuah perusahaan pendidikan bisnis yang bernama Trump University. Pada suatu ketika Trump juga meluncurkan perusahaan-perusahaan yang ia beri nama Trump Buffet, Trump Catering dan Trump ice Cream Parlor. Januari 2006, Trump meluncurkan sebuah web side perjalanan online, GoTrump.com. Website ini berisikan beberapa properti milik Trump seperti hotel dan biro-biro perjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENDIDIKAN&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
NYMA (New York Military Academy)&lt;br /&gt;
Wharton School di University of Pennsylvania&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;KARIR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketua dan Presiden The Trump Organization&lt;br /&gt;
Ketua Trump Plaza Associates&lt;br /&gt;
Ketua Trump Atlantic City Associates&lt;br /&gt;
Pendiri Trump Entertainment Resorts&lt;br /&gt;
Pembawa Acara The Apprentice&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/denidi/~4/bOYCbf-M2ds" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denidi.com/feeds/4035746193794355707/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.denidi.com/2013/04/donald-trump-trump-organization.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/4035746193794355707?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9088886526368287252/posts/default/4035746193794355707?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/denidi/~3/bOYCbf-M2ds/donald-trump-trump-organization.html" title="Donald Trump (The Trump Organization)" /><author><name>Deni Kurniawan</name><uri>https://plus.google.com/118022069951146085993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh3.googleusercontent.com/-pAWuWSfKi-g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAH0I/o-LjLSg3eQc/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-DFKKjCez2aM/UWqRlBbJjAI/AAAAAAAAH44/Gbcf0bLKczY/s72-c/donald-trump.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.denidi.com/2013/04/donald-trump-trump-organization.html</feedburner:origLink></entry></feed>
