<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Dini Susanti Isnandi</title>
	
	<link>http://dini.isnandi.net</link>
	<description>Berbagi Tips | Berbagi Hati | Berbagi Pikiran | Berbagi Pengalaman | Berbagi Cerita</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 02:58:52 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
	<language>en</language>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/dinisfeed" /><feedburner:info uri="dinisfeed" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item>
		<title>Jurus Mencegah Flu</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/dinisfeed/~3/2IoC2tIzGFM/</link>
		<comments>http://dini.isnandi.net/2010/02/10/jurus-mencegah-flu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 02:58:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Susanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berbagi Pengalaman]]></category>

		<category><![CDATA[Tips Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/?p=1072</guid>
		<description><![CDATA[FLU tergolong penyakit yang mestinya dapat dicegah. Banyak kasus flu yang sebetulnya tak perlu diderita hanya karena lalai atau mungkin tidak tahu cara mencegahnya.
Jangan anggap enteng flu. Khusus bagi yang sudah berusia lanjut, serangan flu umumnya lebih berat dibanding bila menimpa mereka yang lebih muda. Selain karena sistem kekebalan tubuh mereka yang memasuki usia uzur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>FLU tergolong penyakit yang mestinya dapat dicegah. Banyak kasus flu yang sebetulnya tak perlu diderita hanya karena lalai atau mungkin tidak tahu cara mencegahnya.<span id="more-1072"></span></p>
<p>Jangan anggap enteng flu. Khusus bagi yang sudah berusia lanjut, serangan flu umumnya lebih berat dibanding bila menimpa mereka yang lebih muda. Selain karena sistem kekebalan tubuh mereka yang memasuki usia uzur sudah kian menurun, tipe virus flu yang masuk ke dalam tubuh juga belum tentu sama.</p>
<p>Kita mengenal tiga keluarga besar tipe virus flu (tipe A, B, dan C). Masing-masing tipe punya sekian banyak anggota keluarganya sendiri. Virus flu burung H5N1,  misalnya, tergolong dalam keluarga besar virus flu tipe A. Sekerabat dengan itu kita mengenal juga strain virus H3N2 (Shangdong dan Beijing), H1N1 (Texas dan Singapura), dan banyak lagi lainnya, selain tipe B Panama dan Yamagata.</p>
<p>Perangai anggota keluarga masing-masing tipe virus flu juga tidak sama derajat keganasannya. Ada yang jinak, ada pula yang ganas luar biasa. Flu yang lazim menyerang penduduk Eropa, misalnya, tidak seperti di Indonesia, umumnya tergolong jenis virus flu yang ganas, dan sering amat mematikan. Wabah flu awal abad XX di Spanyol, menelan ratusan ribu korban tewas.</p>
<p>Oleh karena tidak semua virus, termasuk virus flu, ada obat antinya, kunci pamungkas mencegah virus flu masih tetap hanya ada dua cara, yakni dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi kemungkinan tubuh dimasuki oleh virus.</p>
<p>Di bawah ini beberapa tip bagaimana agar flu yang mengancam di musim penghujan ini tidak sampai menimpa kita. Apa sajakah yang perlu dikerjakan?</p>
<p><strong>Jauhi diri dari paparan dingin</strong>. Orang Barat menjuluki flu sebagai catch cold atau terpapar dingin. Memang, semakin lama dan sering tubuh terpapar yang serba dingin (udara, air mandi, ruangan berpendingin, minuman dingin, angin), semakin lemah ketahanan tubuh, dan kian rentan untuk gampang terserang virus (apa saja).</p>
<p>Kita tahu, bibit penyakit virus hanya bisa dilawan dengan mengandalkan daya tahan tubuh. Kalau daya tahan menurun, pertahanan tubuh akan jebol, dan flu atau penyakit oleh virus lainnya berpotensi bakal menjangkiti. Hanya bila pertahanan tubuh kokoh saja, virus yang sudah masuk ke dalam tubuh akan bisa ditumpas dan orang batal jatuh sakit flu.</p>
<p>Itu sebab selama tubuh hanya ditumpangi oleh virus flu saja, pemberian obat antibiotika, yang paling kuat sekalipun, menjadi mubazir karena virus tak bisa ditumpas oleh antibiotika jenis dan generasi apa pun. Selain sia-sia mengeluarkan uang untuk yang tak perlu, tubuh sudah dibebani oleh efek samping antibiotikanya.</p>
<p>Kasus flu sejatinya tidak perlu diberi antibiotika. Di Indonesia, flu umumnya dianggap penyakit enteng. Orang masih tetap melakukan aktivitas hariannya di kantor, sekolah, dan kegiatan luar rumah lainnya.</p>
<p>Penyakit flu yang tadinya hanya dihuni oleh virus saja, akibat tubuh dalam kondisi sudah diperlemah oleh serangan virus, bibit penyakit lain akan mudah ikut mendompleng memasuki tubuh, lalu muncul penyakit baru. Dengan cara itu, penyakit flu di Indonesia umumnya sering berkepanjangan, dan malah bisa berkomplikasi.</p>
<p>Tidak jarang flu berkembang menjadi infeksi THT lain (infeksi tenggorok, kerongkongan, hidung, atau congekan), selain kemungkinan terinfeksi oleh kuman pendompleng yang memasuki paru-paru juga (bronchopneumonia, pneumonia).</p>
<p>Itu pula alasan kenapa mereka yang sedang flu sebaiknya tinggal di rumah. Selain berpotensi merugikan diri sendiri, dalam keadaan flu berada di luar rumah akan menyebarkan virusnya ke udara di sekitar pasien, terlebih bila berada di ruangan (yang dirancang tertutup tak berventilasi) berpendingin.</p>
<p><strong>Perkuat tubuh</strong>. Dengan beristirahat dan menu bergizi tinggi selama musim hujan, tubuh diperkuat ketahanannya. Selain dengan cara menghangatkan tubuh (minum hangat, mandi hangat, balur obat gosok), pilih pula menu bergizi tinggi, khususnya berpotein tinggi (telur, susu, daging), tak cukup menu sayur-mayur belaka (sayur bening).</p>
<p>Orang Barat biasa menghidangkan sup ayam hangat selama tubuh terpapar di udara dingin. Hindarkan mandi hujan, embusan angin, berada di udara terbuka. Buat kita dapat memilih minuman penghangat badan (wedang jahe, bandrek, bajigur, atau sekoteng), khususnya sehabis tubuh mandi hujan, berenang dingin, wisata pantai.</p>
<p><strong>Hindari pergi ke tempat-tempat keramaian</strong>. Selagi musim hujan, dan banyak orang sedang sakit flu, sebaiknya tidak bepergian ke tempat-tempat keramaian kalau tidak perlu sekali. Kalau bisa ditunda sebaiknya tidak mengunjungi pasar tradisional, supermarket, mal, bioskop, terminal, stasiun, ruang tunggu puskesmas, rumah sakit, sekolah, ruang pesta. Di tempat-tempat orang berkerumun, virus flu, termasuk jenis virus lain, terbang bertebaran di udara, dan hidung kita menghirup udaranya.</p>
<p><strong>Kurangi rokok dan alkohol</strong>. Kedua jenis zat ini berpotensi menurunkan ketahanan tubuh. Merokok ”melukai” selaput lendir saluran napas, sehingga menjadikan saluran napas lebih rentan dimasuki virus. Ruangan yang berasap rokok, memperlemah kondisi saluran napas orang-orang yang menghirupnya juga (passive smoker).</p>
<p><strong>Rajin basuh tangan dengan sabun</strong>. Tangan dan jemari kita dapat menjadi sumber pemindahan virus yang melekat dari lingkungan tempat kita melakukan aktivitas, seperti kantor, sekolah, dan kamar kecil di tempat-tempat umum. Studi tentang ini sudah dikerjakan sewaktu SARS mewabah dulu.</p>
<p>Tangan kita tentu bersentuhan dengan pegangan pintu kamar mandi, pintu mobil, tombol lift, gagang telepon, lembaran atau kepingan uang, permukaan meja, kursi, dan segala yang disentuh banyak orang. Dari sana virus yang sudah mencemari segala yang disentuh (oleh pengidap flu) bisa berpindah ke jemari tangan kita.</p>
<p>Pengidap flu perlu tahu diri untuk tidak seenaknya bersin dan batuk-batuk di rungan yang banyak orangnya, selain sepatutnya rajin membasuh tangan juga (sebab pasti sudah memegang liang hidung dan mulutnya yang bervirus).</p>
<p>Orang lain yang berdekatan dengan pasien flu, berbicara, dan terancam cemaran virusnya, perlu lebih sering membasuh tangan, dan tidak sembarang memegang hidung (mengupil, membersihkan liang hidung), atau mulut. Biasakan menggunakan saputangan, atau tisu, untuk membersihkan liang hidung atau mulut. Lewat kedua liang itulah virus flu akan memasuki tubuh, termasuk virus flu burung (avian influenzae).</p>
<p><strong>Membersihkan liang hidung setiap pulang bepergian</strong>. Ya, selama bepergian ke luar rumah, terlebih selama musim flu berjangkit, nyaris tak ada udara yang tidak tercemar virus flu, terlebih di lingkungan yang ada pasien flu. Hampir pasti udara yang kita hirup selama di luar rumah, ada virus flunya. Termasuk bila di rumah ada yang sedang sakit flu.</p>
<p>Bagaimanapun keadaannya, jauh lebih baik bila segera membersihkan liang hidung dengan sabun, setiap kali pulang bepergian, sambil berulang-ulang dengan cara sekuat-kuatnya mengembus-embuskan udara hidung selama dibersihkan. Dengan cara demikian sekurang-kurangnya gerombolan virus yang mungkin sudah mengendon di situ akan terpelanting keluar dari liang hidung sebelum sempat bersarang, dan berbiak.</p>
<p><strong>Berkumur-kumur, dan tidak kurang tidur</strong>. Virus flu memasuki tubuh lewat liang hidung dan rongga mulut. Selain saluran hidung harus terjaga bersih, mulut pun perlu kokoh pertahanannya. Untuk itu ada baiknya lebih sering berkumur.</p>
<p>Selain bisa memilih seduhan daun sirih (ada daya antisepsisnya), dapat juga memakai obat kumur yang dibeli bebas di apotek. Dengan cara demikian kita berupaya mengenyahkan bibit penyakit yang mungkin sudah mulai mengendap di rongga mulut, termasuk bila yang masuk virus flu.</p>
<p>Selain berkumur, tentu menggosok gigi, khususnya sebelum tidur malam. Rongga mulut yang kotor juga memperlemah ketahanannya. Terlebih pada mereka yang sudah tidak memiliki amandel (kelenjar tonsilnya sudah diangkat), sehingga tak punya pasukan penjaga rongga mulutnya dari ancaman bibit penyakit. Termasuk mereka yang gigi-geliginya sudah keropos, terinfeksi, dan membusuk akar giginya. Mereka lebih rentan terinfeksi rongga mulutnya.</p>
<p><strong>Lakukan olah napas</strong>. Ya, daya tahan tubuh juga membutuhkan asupan oksigen yang lebih penuh. Upaya olah napas, yakni dengan cara menghela napas (di udara segar terbuka) seberapa dalam kita mampu, dan menahannya seberapa lama kita bisa, akan lebih membugarkan paru-paru. Paru-paru yang bugar, yang lebih deras aliran darahnya, dan meningkat sistem kekebalan lokalnya, akan lebih diberdayakan untuk mampu mengenyahkan bibit penyakit.</p>
<p>Untuk menyempurnakan hasil olah napas, sertai pula dengan gerak badan yang memadai seperti berjalan kaki dan bersenam. Faktor stres fisik, selain stres mental, juga menambah rentan tubuh seseorang terserang virus flu. Keletihan yang berlebihan (akibat bekerja maupun latihan fisik) tidak dianjurkan selama musim flu.</p>
<p><strong>Cukup tidur dan tidak begadang</strong>. Tantangan orang sekarang adalah acap tergoda oleh begitu banyak iming-iming tontonan televisi, hiburan, dan kegiatan bareng di luar rumah di waktu jeda.</p>
<p>Salah satu ancaman penyakit yang banyak menimpa orang sekarang sering sebab kekurangan waktu jeda. Sudah letih di kesibukan siang hari, malamnya sering kurang waktu tidur. Alih-alih sempat tidur siang (seperti orang dulu), tidur malam juga sering tak memadai.</p>
<p>Kondisi kurang jeda, kurang tidur, dan tidur pun tidak nyenyak (sebab stres, terlampau letih), yang menambah rentan tubuh diserang virus umumnya, virus flu khususnya.</p>
<p>Bila mulai terasa badan mulai pegal-pegal, kepala pening, mata terasa panas, mulai bersin dan batuk-batuk kecil, kemungkinan gejala awal flu. Itulah saatnya langsung minum obat flu merek apa saja, dan tidur setelah makan sup atau minuman hangat. Biasanya dengan cara itu flu batal muncul.</p>
<p>Namun, obat warung tidak kuasa menahan laju perjalanan penyakit flu bila sudah telanjur berat. Percuma terus mengonsumsi obat flu saja bila flu sudah lebih dari seminggu, dan gejalanya bertambah berat. Lendir yang semula bening encer sudah berubah kental berwarna, itu berarti flu sudah ditunggangi oleh bibit penyakit lain. Inilah saatnya obat flu perlu didampingi oleh antibiotika.</p>
<p>Di zaman semakin banyak hiburan tengah malam, coba untuk tidak selalu mengikuti kata hati, kendatipun demi si jantung hati. Mereka yang tengah mengidap penyakit menahun (kencing manis, gagal ginjal, penyakit jantung, kanker) tentu lebih ”lemah” dibanding orang normal. </p>
<p><em>dikutip dari kompas.com</em><br />
(Dr. Handrawan Nadesul)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dini.isnandi.net/2010/02/10/jurus-mencegah-flu/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://dini.isnandi.net/2010/02/10/jurus-mencegah-flu/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>im stroong!!</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/dinisfeed/~3/RVrr-4LvhHY/</link>
		<comments>http://dini.isnandi.net/2010/02/02/im-stroong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 02:53:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Susanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluargaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/?p=1067</guid>
		<description><![CDATA[suatu siang kami nyemil di secret recipe.
dan tiba saatnya untuk kembali pulang. nyemil sukses dua buah cake coklat dan satu kids meal buat audin. saat sedang bersiap dengan stroller bebi ilmi dan papa membayar ke kasir, audin berlari menuju pintu cafe dan membukanya lebar2.
audin: moooom i open the door for you! i am the strongest [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>suatu siang kami nyemil di secret recipe.<span id="more-1067"></span><br />
dan tiba saatnya untuk kembali pulang. nyemil sukses dua buah cake coklat dan satu kids meal buat audin. saat sedang bersiap dengan stroller bebi ilmi dan papa membayar ke kasir, audin berlari menuju pintu cafe dan membukanya lebar2.<br />
audin: moooom i open the door for you! i am the strongest girl in the woooorlddd! *seraya mengangkat kedua tangannya*<br />
pengunjung cafe tersenyum2 simpul melirik kearah audin lalu seperti sudah saya tebak kemudian melirik saya emaknya. hehehehehe.<br />
baik dan buruk kelakukan anak dimuka umum pasttiiii yang dilihat kemudian adalah emak atau babenya.</p>
<p>soo you know what to do mom dad out there&#8230; hehehehe. kiss hug untuk putra putrinya yaa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dini.isnandi.net/2010/02/02/im-stroong/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://dini.isnandi.net/2010/02/02/im-stroong/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>hidup bukan senda gurau</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/dinisfeed/~3/irUUwayNjyM/</link>
		<comments>http://dini.isnandi.net/2010/01/31/hidup-bukan-senda-gurau/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 14:28:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Susanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/?p=1065</guid>
		<description><![CDATA[hidup bukan main main loh..
bukan juga senda gurau belaka..
waktu berjalan dengan pasti.
tik tak nya jelas dan dapat dirasa jelas.
kadang menangis.. ingat umur, ingat mati.
pasti. datang. dihadapan sedang menanti.
banyak bersyukuur. banyak mengurangi dosaa. ingat umuur. ingat matii.
save and happy saja lah dalam hidup ini. insha Allah selamat dunia akhirat. amiin ya Allah..
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hidup bukan main main loh..<span id="more-1065"></span><br />
bukan juga senda gurau belaka..</p>
<p>waktu berjalan dengan pasti.<br />
tik tak nya jelas dan dapat dirasa jelas.</p>
<p>kadang menangis.. ingat umur, ingat mati.<br />
pasti. datang. dihadapan sedang menanti.</p>
<p>banyak bersyukuur. banyak mengurangi dosaa. ingat umuur. ingat matii.<br />
save and happy saja lah dalam hidup ini. insha Allah selamat dunia akhirat. amiin ya Allah..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dini.isnandi.net/2010/01/31/hidup-bukan-senda-gurau/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://dini.isnandi.net/2010/01/31/hidup-bukan-senda-gurau/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Hello Poy2…!</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/dinisfeed/~3/SpL4vEQA81Y/</link>
		<comments>http://dini.isnandi.net/2010/01/26/hello-poy2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 07:42:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Susanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluargaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/?p=1063</guid>
		<description><![CDATA[Aunty next door ask Bebi Ilmi name.
I said: Ilmi..,
She ask: Aimen?,
I said: no, that&#8217;s not the name, well u can call him Fauzi lah,
She said: ow oke, hello Poy Poy,
I said: yeah Poy2 oke lah &#8230;
HeHeHeHe
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aunty next door ask Bebi Ilmi name.<span id="more-1063"></span></p>
<p>I said: Ilmi..,<br />
She ask: Aimen?,<br />
I said: no, that&#8217;s not the name, well u can call him Fauzi lah,<br />
She said: ow oke, hello Poy Poy,<br />
I said: yeah Poy2 oke lah &#8230;<br />
HeHeHeHe</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dini.isnandi.net/2010/01/26/hello-poy2/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://dini.isnandi.net/2010/01/26/hello-poy2/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>firefox add on! all in one IM: facebook, twitter, ym, flickr dll</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/dinisfeed/~3/IHVVlhBMHNg/</link>
		<comments>http://dini.isnandi.net/2010/01/22/firefox-add-on-yang-gak-boleh-terlewat-all-in-one-messenger-facebook-twitter-ym-flickr-dll-di-sidebar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 14:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Susanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berbagi Pengalaman]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[Gratisan/Free]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/?p=1054</guid>
		<description><![CDATA[Silahkan langsung aja meluncur ke tkp http://yoono.com
 Aplikasi firefox add on ini jangan terlewat di install di browser kesayangan anda firefox. yoono ini menyediakan all in one messenger seperti facebook, yahoo messenger, twitter, flickr, linkedin, dll, dengan news dan update yang instant otomatis bila anda login akan terupdate! Anda gak akan ketinggalan lagi berita news [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Silahkan langsung aja meluncur ke tkp http://yoono.com</p>
<p> <span id="more-1054"></span>Aplikasi firefox add on ini jangan terlewat di install di browser kesayangan anda firefox. yoono ini menyediakan all in one messenger seperti facebook, yahoo messenger, twitter, flickr, linkedin, dll, dengan news dan update yang instant otomatis bila anda login akan terupdate! Anda gak akan ketinggalan lagi berita news feed dari kawan2 facebook, foto2 dari kawan di flickr, tidak repot ngetweet, dan tetap online di yahoo messenger untuk urusan bisnis maupun silaturahmi dengan keluarga dan kawan.
</p>
<p>Hebatnya lagi, mengusung sebagai firefox add on, aplikasi ini GRATIS. dan diinstall dengan sangat cepat dan mudah tanpa kendala apapun.</p>
<p>Penampakan yoono di browser anda nanti akan seperti ini:    <br /><a href="http://dini.isnandi.net/wp-content/uploads/2010/01/yoono.jpg"><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="yoono" border="0" alt="yoono" src="http://dini.isnandi.net/wp-content/uploads/2010/01/yoono-thumb.jpg" width="132" height="244" /></a>     <br />yoono akan terletak di sidebar buka tab lain disisi kanan anda gak akan terganggu.</p>
<p>Hayu lah dicoba, agar anda gak gaptek dan bisa memanfaatkan aplikasi canggih ini segera. Jangan terlewat kalah update oleh yang lain&#8230; hehehehehe&#8230;</p>
<p>
Cuma satu yang bisa mengganggu mungkin adalah adanya link ke &#8217;search by yoono&#8217; pada beberapa keyword bila anda buka suatu situs. Well, free tak selalu mulus :). Pencarian by yoono itu hanya akan muncul bila anda mengklik magnifier di sisi keyword dan menurut saya sih malah great, karena pencarian sangat lengkap meliputi wikipedia, website, foto dll yang justru berguna :). Give it a try!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dini.isnandi.net/2010/01/22/firefox-add-on-yang-gak-boleh-terlewat-all-in-one-messenger-facebook-twitter-ym-flickr-dll-di-sidebar/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://dini.isnandi.net/2010/01/22/firefox-add-on-yang-gak-boleh-terlewat-all-in-one-messenger-facebook-twitter-ym-flickr-dll-di-sidebar/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ibu di Persimpangan Jalan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/dinisfeed/~3/O_wpumHdAiU/</link>
		<comments>http://dini.isnandi.net/2010/01/07/ibu-di-persimpangan-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 02:19:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Susanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[Tips Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/?p=1050</guid>
		<description><![CDATA[IBU adalah dahan pijakan anak untuk meraih pucuk kehidupannya. 
Bila dahan itu patah, anak akan jatuh bersamanya dan tidak akan pernah sampai di puncak.
Tidak ada yang dapat mengingkari betapa pentingnya peran sosok yang kita sebut IBU. Banyak orang besar yang tampil di kancah dunia karena peran seorang ibu. Thomas Alva Edison, tentu kita semua mengenal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>IBU adalah dahan pijakan anak untuk meraih pucuk kehidupannya. <span id="more-1050"></span><br />
Bila dahan itu patah, anak akan jatuh bersamanya dan tidak akan pernah sampai di puncak.</p>
<p>Tidak ada yang dapat mengingkari betapa pentingnya peran sosok yang kita sebut IBU. Banyak orang besar yang tampil di kancah dunia karena peran seorang ibu. Thomas Alva Edison, tentu kita semua mengenal nama ini. Penemu besar yang memiliki ribuan hak paten. Namun tahukah Anda bahwa dia hanya mengenyam dunia pendidikan formal 3 bulan?</p>
<p>Thomas Alva Edison dikeluarkan dari sekolahnya karena gurunya beranggapan ia terlalu bodoh untuk bersekolah. Ibu Edison tidak mempercayai hal tersebut. Dengan gigih ia didik sendiri Edison di rumah. Lebih dari apa yang didapat Edison bila bersekolah, ibunya mengajarkan juga keuletan berjuang dan kemandirian. Di usia begitu muda, Edison berjualan koran untuk membiayai sendiri penelitian-penelitiannya. Bahkan di usia 10 tahun ia telah memiliki laboratorium sendiri. Bayangkan apa yang terjadi bila ibu Edison bersikap sama dengan gurunya. Mungkin listrik akan terlambat ditemukan. Dan itu berarti penemuan-penemuan yang terkait listrik juga akan terhambat.</p>
<p>Ibu Imam Syafi’i mewakili perjuangan ibu dari tokoh-tokoh agama. Suaminya meninggal sebelum Imam Syafi’i lahir. Ia membesarkan Syafi’i sendirian. Memotivasinya untuk belajar. Usia 7 tahun Syafi’i sudah hafal Alquran. Guru-guru ia datangkan untuk mengajar Syafi’i, biarpun untuk itu ia harus bekerja keras untuk biaya belajar anaknya.</p>
<p>Sosok ibu seperti yang kita harapkan, bukanlah hal yang mudah kita temui saat ini. Zaman berubah, permasalahan dalam mendidik anak berubah, tantangan semakin berat. Namun harapan untuk menemukan sosok ibu teladan tentu tidak memudar.</p>
<p>Tantangan Ibu Masa Kini</p>
<p>Ibu masa kini memiliki tanggungjawab berat. Peran ganda yang tersandang di pundaknya, antara bekerja dan mendidik anak di rumah, membuat para ibu tertatih menjalani hidupnya. Konsep pemberdayaan ibu yang digulirkan ternyata mengundang berbagai permasalahan baru. Upaya untuk meningkatkan peluang kerja bagi ibu misalnya. Tujuan dari konsep ini adalah memberdayakan perempuan secara ekonomi sehingga membuat perempuan lebih mandiri. Namun pada faktanya peran ibu yang optimal di karier, seringkali tidak diikuti peran yang optimal di rumah</p>
<p>Dengan banyaknya ibu yang berkiprah di luar rumah mencari nafkah, peluang terjadinya disharmonisasi keluarga lebih terbuka. Ibu yang lelah pulang bekerja, lebih mudah mengalami gangguan emosi. Anak seringkali menjadi sasaran pelampiasan. Anak juga hanya mendapat waktu sisa, sehingga komunikasi seringkali terkendala.</p>
<p>Anak-anak yang terabaikan, mendekatkan mereka pada kerusakan moral, pemakaian narkoba, dan pergaulan bebas. Di Bogor, angka ketergantungan terhadap narkoba sudah mencapai 2%, padahal ambang batas yang ditetapkan untuk nasional adalah 1,2% (Pusat Penelitian UI). Bahkan beberapa waktu lalu sebuah stasiun TV melansir penelitian di Jakarta, 800 siswa SD terlibat narkoba!</p>
<p>Penelitian seks bebas di kota-kota besar : Medan, Jakarta, Bandung dan Surabaya menunjukkan angka-angka yang membuat kita terhenyak. Betapa tidak. Survei yang dilakukan pada 450 responden berusia 15-24 tahun mengatakan bahwa 16% responden berhubungan seks pada usia 13-15 tahun dan 44% berhubungan seks pada usia 16 - 18 tahun (Lembaga Penelitian Synovate, September-Oktober 2004).</p>
<p>Hasil survei Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), menyatakan pula bahwa sebanyak 85 persen remaja berusia 13-15 tahun mengaku telah berhubungan seks dengan pacar mereka. Penelitian pada 2005 itu dilakukan terhadap2.488 responden di Tasikmalaya, Cirebon, Singkawang, Palembang, dan Kupang.</p>
<p>Sedangkan berdasarkan survey BKKBN 63% remaja SMP dan SMA di Indonesia pernah berhubungan seks. Sebanyak 21% Di antaranya melakukan aborsi. Menurut Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi BKKBN, M Masri Muadz, data itu merupakan hasil survei oleh sebuah lembaga survai yang mengambil sampel di 33 provinsi di Indonesia pada 2008.</p>
<p>Kita jadi bertanya-tanya, ada apakah dengan anak-anak kita? Bila kita kaji dengan cermat, pertanyaan ini sebenarnya salah alamat. Anak-anak kita adalah anak-anak yang sama dengan kita sewaktu masih anak-anak. Yang membedakan antara kita dan anak-anak kita sekarang adalah lingkungan yang tidak sama. Dulu di zaman kita tidak ada media massa yang bebas mengumbar pornografi. Tidak ada vcd porno yang dijual bebas di mana-mana. Tidak ada tayangan film sadis yang penuh dengan kekerasan. Dan terutama lagi, dulu kebanyakan kita masih didampingi oleh ibu.</p>
<p>Apa hubungannya dengan ibu? Ya, dulu ibu kita masih banyak punya waktu untuk mendidik kita, mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan menunjukkan mana yang salah. Ibaratnya kita masih memiliki perisai yang melindungi kita dari berbagai hal buruk yang terjadi di sekitar kita.</p>
<p>Sekarang, anak-anak kita tidak memiliki perisai itu. Ibu-ibu saat ini lebih banyak yang menghabiskan waktu di luar rumah mencari uang. Atau kalaupun di rumah, ibu-ibu tersibukkan dengan berbagai tayangan televisi seperti sinetron,telenovela dan infotainment. Alih-alih anak dilindungi dari tayangan yang tidak mendidik, malahan anak-anak diajak ikut nonton, menghabiskan sebagian besar waktunya di depan televisi.</p>
<p>Bukan hal yang mengejutkan lagi bila Direktur Eksekutif PKBI, Inne Silviane menyatakan ternyata sebagian hubungan seks bebas remaja dilakukan di rumah! Entah kemana ibu mereka.</p>
<p>Peran Ibu</p>
<p>Berkembangnya ide feminisme yang begitu pesat beberapa waktu terakhir ini, terasa pengaruhnya terhadap cara pandang masyarakat terhadap peran ibu. Peran ibu dianggap tidak produktif karena tidak menghasilkan materi. Bahkan beberapa pihak cenderung menganggap peran ibu mendomestikasi perempuan dan menempatkan perempuan dalam posisi inferior, tersubordinasi peran suami.</p>
<p>Padahal, fakta membuktikan bahwa peran ibu dalam pendidikan anak tidaklah tergantikan. Masa-masa 0-6 tahun bagi anak adalah masa keemasan pertumbuhan dan perkembangannya. Pada usia ini, otak anak terbentuk sampai 80 %, kecerdasan dan dasar-dasar kepribadiannya mulai terbentuk. Karena itu, masa ini membutuhkan pendampingan dari sosok yang intens mengikuti pertumbuhan dan perkembangannya, yang mampu memberikan stimulasi optimal dengan penuh kasih sayang.</p>
<p>Pembantu atau pengasuh bayi tentu jauh dari kriteria itu. Tempat Penitipan Anak atau kelompok bermain yang diikuti anak juga tidak dapat memberikan stimulasi optimal. Tempat ini dirancang untuk menangani banyak anak, sehingga kebutuhan individu anak akan kasih sayang tidak terpenuhi seperti bila ibu yang intens mengasuhnya. Kasih sayang adalah salah satu makanan otak, yang membuat otak berkembang optimal selain gizi dan stimulasi.</p>
<p>Pengasuhan dengan kasih sayang yang tulus juga dibutuhkan anak dalam perkembangan kecerdasan emosionalnya. Ketika anak merasa disayang, ia belajar untuk menghargai dirinya, menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan untuk berempati dan berbagi kasih sayang kepada orang lain.</p>
<p>Berbeda dengan anak yang kekurangan kasih sayang. Mereka cenderung mengembangkan perasaan negatif, merasa tidak diterima sehingga penghargaan terhadap dirinya sendiri rendah. Anak seperti ini akan cenderung menjadi anak tertutup, rendah diri dan menyimpan potensi gagal dalam kehidupannya.</p>
<p>Kasih sayang yang tulus dan berlimpah tentulah datang dari seorang ibu. Pemahaman yang utuh terhadap anak juga tentu datang dari ibu. Bila fungsi ibu terabaikan karena ibu harus keluar rumah, maka adakah fungsi ini akan tergantikan?</p>
<p>Dilema Ibu</p>
<p>Berperan sebagai ibu ideal tentu adalah cita-cita seorang ibu. Mendampingi anak, mendidik mereka dengan baik dan mencetak mereka menjadi generasi unggul yang akan mewarisi negeri ini. Namun, ibu dihadapkan pada banyak tantangan.</p>
<p>Tantangan terbesar tentu faktor ekonomi. Banyak ibu yang terpaksa meninggalkan rumah untuk ikut menopang ekonomi keluarga. Gaji suami yang tidak memadai, sementara harga-harga kebutuhan yang makin melambung tinggi, membuat para ibu turun tangan ikut bekerja.</p>
<p>Kondisi ini membuat anak-anak tumbuh tanpa kontrol dan pendidikan yang tepat. Tidak ada yang peduli apa yang ditonton anak dan apa yang dilakukan anak bersama teman-temannya. Orangtua hanya bisa terkejut saat anak ketahuan terlibat masalah serius atau menjadi korban. Tawuran, narkoba, pergaulan bebas, atau kasus kriminal.</p>
<p>Tantangan kedua adalah pengetahuan ibu terhadap pendidikan anak. Berapa banyak ibu yang hanya tinggal di rumah namun tidak mampu mendidik anak dengan baik. Ia tidak mengenal potensi yang dapat dikembangkan pada anak dan bagaimana mengembangkannya.</p>
<p>Lebih parah adalah ibu yang bekerja dan sekaligus tidak mampu mendidik anak. Ibu-ibu semacam ini tidak memiliki target dalam mendidik anak. Anak dibiarkan seperti air mengalir, terserah mau jadi apa nantinya.</p>
<p>Kondisi ibu semacam ini tentu tidak bisa diharapkan dapat melahirkan generasi unggul. Pemerintah seharusnya memiliki kepedulian yang besar dalam masalah ini. Bukankah generasi unggul yang dapat melepaskan bangsa ini dari krisis yang terus membelit? Apakah kita akan bertahan dengan berbagai kerusakan yang melanda bangsa ini? Pepatah bahkan mengatakan bahwa pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang berhasil mencetak pemimpin yang lebih baik.</p>
<p>Selama ibu masih harus disibukkan dengan mencari nafkah, selama ibu masih tidak memahami pendidikan anak, selama itu pula generasi unggul tidak akan lahir . Bangsa kita akan terus terpuruk tidak mampu bangkit.</p>
<p>Tugas pemerintah adalah menjamin agar ibu bisa menjalankan peran keibuannya dengan sempurna. Bukan malah mendorong ibu untuk bekerja keluar rumah, bahkan keluar negeri dengan memberikan julukan pahlawan devisa. Itu sama artinya negara ini tengah menjual masa depannya.</p>
<p>Tugas negara pula untuk menjamin pendidikan para ibu. Pendidikan dengan kurikulum yang tepat. Agar para ibu tidak hanya menjadikan materi sebagai orientasi hidupnya. Namun sesungguhnya, ibu punya tanggungjawab besar di pundaknya untuk masa depan bangsa. Maka, tidak salah kalau dikatakan perempuan adalah tiang negara. Bila tiang itu roboh, maka tunggulah waktu keruntuhan negara.[]</p>
<p>Oleh: Salma Nurul Izza<br />
*Penulis adalah aktivis Hizbut Tahrir Indonesia.<br />
sumber: http://hizbut-tahrir.or.id/2009/12/23/ibu-di-persimpangan-jalan/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dini.isnandi.net/2010/01/07/ibu-di-persimpangan-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://dini.isnandi.net/2010/01/07/ibu-di-persimpangan-jalan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>kematian</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/dinisfeed/~3/AYOMk1wg3gg/</link>
		<comments>http://dini.isnandi.net/2010/01/06/ingin-mati-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 10:36:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Susanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/?p=1043</guid>
		<description><![CDATA[Coba bayangkan secara sederhana ..
jika mati, tubuh akan dikubur didalam tanah,
tidak akan pernah berjumpa kembali dengan manusia hidup lain di dunia ini,
terputus dengan segala hal di dunia ini,
tak akan ada kesempatan kedua kali untuk hidup kembali dan memperbaiki segala kesalahan setelah kematian,
Kematian bukan lah suatu akhir melainkan suatu awal baru dimana kamu dan kita semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Coba bayangkan secara sederhana ..<span id="more-1043"></span><br />
jika mati, tubuh akan dikubur didalam tanah,<br />
tidak akan pernah berjumpa kembali dengan manusia hidup lain di dunia ini,<br />
terputus dengan segala hal di dunia ini,<br />
tak akan ada kesempatan kedua kali untuk hidup kembali dan memperbaiki segala kesalahan setelah kematian,</p>
<p>Kematian bukan lah suatu akhir melainkan suatu awal baru dimana kamu dan kita semua dimintai pertanggungjawaban semua hal yang dilakukan di dunia. dan diakherat nanti lah kehidupan abadi selamanya, saat itu PASTI terjadi dan kita akan menghadapinya..</p>
<p>Jangan sampai kita menginginkan kematian karena bala yang menimpa, tetapi jika terpaksa menginginkanya maka hendaklah membaca doa:<br />
”Ya Allah, lanjutkanlah hidup saya sekiranya hidup itu lebih baik bagiku dan segeralah matikan saya sekiranya mati itu lebih baik bagiku” (Hadis riwayat Imam al-Bukhari, no: 5671) </p>
<p>Silahkan baca suatu blog yang bagus membahas tentang kematian yang PASTI akan datang pada waktunya <a href="http://ikwan93.multiply.com/journal/item/47">disini</a>.</p>
<p>Sodara2ku, mari bersama2 mengisi hidup ini dengan lebih bermakna, menjadi manusia yang bermanfaat.. dan berusaha berjalan dijalan yang lurus yang Allah Ridhoi.. semoga Allah mengijinkan..</p>
<p>wallahu&#8217;alam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dini.isnandi.net/2010/01/06/ingin-mati-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://dini.isnandi.net/2010/01/06/ingin-mati-sekarang/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>orang tua dan cinta</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/dinisfeed/~3/jPMMwL72-Ns/</link>
		<comments>http://dini.isnandi.net/2010/01/04/orang-tua-dan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 05:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Susanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[Tips Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/?p=1038</guid>
		<description><![CDATA[
udah doakan kedua orang tua hari ini?
udah (pernah) bilang saya sayang kamu pada mereka?
udah ketemu dan peluk cium mereka belom?
mereka berhak loh dapet itu semua..
cobalah merenung sejenak, berkat mereka kita dapat hidup di dunia memiliki nikmat iman dan islam, sehat jasmani dan rohani, dan terpelihara hingga saat ini. dan tanpa kita sadari pula mereka akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2694/4065598346_5ddaa8da98_m.jpg" alt="" /></p>
<p>udah doakan kedua orang tua hari ini?<span id="more-1038"></span><br />
udah (pernah) bilang saya sayang kamu pada mereka?<br />
udah ketemu dan peluk cium mereka belom?<br />
mereka berhak loh dapet itu semua..</p>
<p>cobalah merenung sejenak, berkat mereka kita dapat hidup di dunia memiliki nikmat iman dan islam, sehat jasmani dan rohani, dan terpelihara hingga saat ini. dan tanpa kita sadari pula mereka akan selalu mendoakan kita dimanapun berada, menerima apa adanya kita, dan selalu memaafkan apapun salah.</p>
<p>cinta kedua orangtua tidak perlu dibayangkan, lihatlah keadaan kita sekarang, keadaan saat ini adalah berkat kasih sayang mereka. lihat dalam hati, dan tatap cermin, diri mereka ada pada sosok kita saat ini.</p>
<p>jika saat ini hidup tidak sebaik yang diharapkan, penuh rintangan yang buat kita lelah, buntu pikiran hendak melangkah, maka coba peluk cium mereka, mohon ridho mereka, maka Tuhan akan melancarkan dan memberi jalan yang terbaik untuk kita.. RhidoNya ada pada kedua orangtua.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dini.isnandi.net/2010/01/04/orang-tua-dan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://dini.isnandi.net/2010/01/04/orang-tua-dan-cinta/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Selamat jalan Gus Dur</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/dinisfeed/~3/P43pk5bNdLw/</link>
		<comments>http://dini.isnandi.net/2009/12/30/selamat-jalan-gus-dur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 13:44:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Susanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/?p=1036</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Jalan Gus Dur
Semoga Allah SWT mengampuni seluruh dosanya dan menerima seluruh amal ibadahnya. 
Dan kemudian kematian lah akhir dari kehidupan.
Dan seluruh harta kedudukan duniawi hanya menjadi warisan bagi anak cucu.
Dan hanya amal ibadah menjadi bekal dibawa mati.
Dan maafkanlah segala kesalahan almarhum telah terputus sudah amal ibadahnya.
Dan kemudian kematian lah akhir dari pencarian&#8230;.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Jalan Gus Dur<span id="more-1036"></span><br />
Semoga Allah SWT mengampuni seluruh dosanya dan menerima seluruh amal ibadahnya. </p>
<p>Dan kemudian kematian lah akhir dari kehidupan.<br />
Dan seluruh harta kedudukan duniawi hanya menjadi warisan bagi anak cucu.<br />
Dan hanya amal ibadah menjadi bekal dibawa mati.<br />
Dan maafkanlah segala kesalahan almarhum telah terputus sudah amal ibadahnya.<br />
Dan kemudian kematian lah akhir dari pencarian&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dini.isnandi.net/2009/12/30/selamat-jalan-gus-dur/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://dini.isnandi.net/2009/12/30/selamat-jalan-gus-dur/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Time is all you need my boy..</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/dinisfeed/~3/ZfgDnwa29Ts/</link>
		<comments>http://dini.isnandi.net/2009/12/28/time-is-all-you-need-my-boy/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 04:37:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Susanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluargaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/?p=1019</guid>
		<description><![CDATA[
Be patient ..
There will be someday for you
Walking on the line
Run to your dream
Thinking ..
Feeling ..
Playing ..
Time is all you need ..
(InsyaAllah)
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3494/4076425871_0be8155b18.jpg" alt="" /></p>
<p>Be patient ..<span id="more-1019"></span><br />
There will be someday for you<br />
Walking on the line<br />
Run to your dream<br />
Thinking ..<br />
Feeling ..<br />
Playing ..<br />
Time is all you need ..<br />
(InsyaAllah)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dini.isnandi.net/2009/12/28/time-is-all-you-need-my-boy/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://dini.isnandi.net/2009/12/28/time-is-all-you-need-my-boy/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
