<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>Qur'an dan Sunnah ::: Agama itu Nasehat</title>
	<atom:link href="https://dinrip.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://dinrip.wordpress.com</link>
	<description>♥ Amar Ma'ruf Nahi Mungkar ♥... Kembali kepada Islam yang bersandarkan kepada Al-Quran dan Hadits Rasulullah SAW, bersama mengajak ummat memeluk islam secara kaffah dalam akhlaq, aqidah, ibadah dan muamallah...... Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan,dan menjadikan (iman) itu indah dalam hatimu... (Q.S. 49:7)      "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu"(QS.At-Tahrim(66):6) “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan“. (QS An Nahl [16]:28)  “ Bangunlah, lalu berilah peringatan! Agungkanlah Tuhanmu. Bersihkanlah pakaianmu. ” (QS.AlMudatsir(76(4).     .....:::Salam Ukhuah Islamiah:::.....</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 Jan 2021 16:23:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6991669</site><cloud domain="dinrip.wordpress.com" path="/?rsscloud=notify" port="80" protocol="http-post" registerProcedure=""/>
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/63c124a30735d6e4db316ed01196781cdda65e844a5edf3cc9d0b1fc7d6d564b?s=96&amp;d=https%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fwebclip.png</url>
		<title>Qur'an dan Sunnah ::: Agama itu Nasehat</title>
		<link>https://dinrip.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link href="https://dinrip.wordpress.com/osd.xml" rel="search" title="Qur'an dan Sunnah ::: Agama itu Nasehat" type="application/opensearchdescription+xml"/>
	<atom:link href="https://dinrip.wordpress.com/?pushpress=hub" rel="hub"/>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:image href="indonesia"/><itunes:keywords>ilmu</itunes:keywords><itunes:summary>♥ Amar Ma'ruf Nahi Mungkar ♥... Kembali kepada Islam yang bersandarkan kepada Al-Quran dan Hadits Rasulullah SAW, bersama mengajak ummat memeluk islam secara kaffah dalam akhlaq, aqidah, ibadah dan muamallah...... Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan,dan menjadikan (iman) itu indah dalam hatimu... (Q.S. 49:7) "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu"(QS.At-Tahrim(66):6) “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan“. (QS An Nahl [16]:28) “ Bangunlah, lalu berilah peringatan! Agungkanlah Tuhanmu. Bersihkanlah pakaianmu. ” (QS.AlMudatsir(76(4). .....:::Salam Ukhuah Islamiah:::.....</itunes:summary><itunes:subtitle>indonesia</itunes:subtitle><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>dinrip@yahoo.com</itunes:email></itunes:owner><item>
		<title>16 Ciri-Ciri Wanita Penghuni Syurga</title>
		<link>https://dinrip.wordpress.com/2021/01/18/16-ciri-ciri-wanita-penghuni-syurga/</link>
					<comments>https://dinrip.wordpress.com/2021/01/18/16-ciri-ciri-wanita-penghuni-syurga/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2021 16:23:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dinrip.wordpress.com/?p=6357</guid>

					<description><![CDATA[Menjadi penghuni surga merupakan impian dari semua wanita muslim di dunia mengingat hanya 2 tempat yang akan menjadi tempat tinggal abadi yaitu surga dan neraka. Apabila kita meninggal dengan amal sholeh yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan dosa, maka surga adalah tempat kita. Akan tetapi jika lebih banyak amalan jahat yang dilakukan, maka Allah SWT &#8230; &#8230; <a href="https://dinrip.wordpress.com/2021/01/18/16-ciri-ciri-wanita-penghuni-syurga/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Menjadi penghuni surga merupakan impian dari semua wanita muslim di dunia mengingat hanya 2 tempat yang akan menjadi tempat tinggal abadi yaitu surga dan neraka. Apabila kita meninggal dengan amal sholeh yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan dosa, maka surga adalah tempat kita. Akan tetapi jika lebih banyak amalan jahat yang dilakukan, maka Allah SWT juga akan menempatkan kita dalam neraka. Sebagai seorang wanita muslim yang memiliki sifat serta lahiriah berbeda dengan kaum pria, maka juga terdapat perbedaan dalam amalan yang dilakukan supaya bisa mendapatkan surga seperti yang sudah diajarkan Nabi Muhammad SAW.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Allah SWT juga sudah memberikan gambaran dalam Alquran mengenai kenikmata surga Allah. “Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqiah : 10-21)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu terdapat hadist riwayat lainnya yang menyatakan bahwa:</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jika seorang istri mengerjakan shalat 5 waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, menaati suaminya, niscaya akan dikatakan kepadanya, “Masuklah ke surga.” (HR. Ahmad)</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Seandainya salah seorang wanita penduduk surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita surga yang ada dikepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR.Bukhari dari Anas bin Malik RA)”</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>1. Beriman Dengan Sebenar-benarnya Iman</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Beriman dengan sebenar-benarnya iman yang dimaksud adalah yang sudah terdapat di dalam rukun Islam yakni beriman pada Allah, para malaikat-Nya, Kitab – Kitab-Nya, Rasul – Rasul-Nya, hari kiamat dan juga beriman pada takdir baik atau buruk.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>2. Melakukan Rukusn Islam Dengan Baik dan Benar</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ciri wanita penghuni surga selanjutnya adalah mengerjakan rukun Islam secara baik dan benar yakni bersaksi jika tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi jika Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa di bulan Ramadhan dan juga naik haji untuk yang mampu.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>2. Ikhlas Saat Ibadah</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Beribadah juga harus dilakukan secara ikhlas yang dilaksanakan semata dengan niat pada Allah, tawakal pada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut pada adzab Allah, mengharap rahmat dari Allah, melakukan taubat pada Allah dan juga sabar dengan semua takdir yang diberikan Allah sekaligus bersyukur dengan semua nikmat yang sudah diberikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>3. Ihsan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang dimaksud dengan ihsan adalah melakukan ibadah pada Allah seakan sudah melihat Allah dan jika tidak bisa melihat Allah, maka ia mengetahui jika Allah sudah melihat dirinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>4. Belajar Alquran</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Belajar Alquran yakni dengan gemar membaca Alquran serta berusaha dengan keras untuk memahami isi dari Alquran, berdzikir mengingat Allah saat sedang sendiri atau bersama dengan banyak orang dan juga berdoa semata hanya pada Allah juga menjadi salah satu ciri dari wanita penghuni surga.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>5. Amar Ma’ruf Nahi Munkar</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ciri selanjutnya dari wanita penghuni surga adalah dengan berbuat kebaikan sesuai dengan apa yang sudah diajarkan dalam agama Islam sekaligus menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar untuk keluarga dan juga masyarakat sekitar.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>6. Melakukan kebaikan Dengan Makhluk Sekitar</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbuat baik dengan makhluk sekitar juga harus dilakukan di lingkungan sekitar, baik itu dengan anak yatim, tetangga, fakir miskin dan juga seluruh makhluk sekaligus berbuat baik pada hewan ternak yang dimiliki.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>7. Menyambung Tali Persaudaraan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Seorang wanita juga harus menjalin tali persaudaraan dengan orang yang sudah memutuskan, lebih banyak memberi pada orang, menahan pemberian orang lain untuk dirinya sekaligus memberi maaf pada orang yang mendhaliminya. Seorang muslimah yang memiliki hak untuk mendiami surga adalah wanita muslimah yang selalu berbakti pada orang tua, memanjangkan tali silahturahmi dengan saudara, menjaga anak yatim, menjaga anaknya supaya menjadi anak sholeh dan sholehah sekaligus menjaga saudaranya dari bahaya lisan dan selalu senantiasa memanjatkan doa untuknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>8. Berinfak</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ciri wanita penghuni surga selanjutnya adalah lebih banyak melakukan infak baik dalam keadaan kecil ataupun luas sambil menahan amarah dan juga memaafkan seseorang yang sudah berbuat salah padanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>9. Taat Pada Perintah Allah SWT</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Surga hanya tercipta untuk hambat yang bertakwa dan ini merupakan tempat yang belum pernah dilihat sebelumnya oleh manusia serta kenikmatan yang tiada bandingnya. Apabila seorang muslimah bertakwa pada Allah dan beriman pada rukun iman dan juga rukun Islam, maka ia akan melakukan apapun yang diperintahkan Allah dan menjauhkan semua yang dibenci Allah. Ini merupakan salah satu ciri dari wanita penghuni surga.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>10. Taat Pada Suami dan Menjaga Kesucian</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Wanita penghuni surga merupakan wanita yang bisa taat pada suaminya dan selalu menjaga kesucian diri serta harta suami. Wanita akan selalu menjaga harga diri suami, selalu menyenangkan hati suami dan juga menyejukan pandangan mata suami. Seorang wanita yang akan masuk ke dalam surga adalah wanita yang juga selalu mempercantik dirinya untuk Allah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Apabila seorang wanita (isteri) itu telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadan, menjaga kehormatan dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia di akhirat akan masuk syurga lewat pintu mana pun yang ia suka (mengikut pilihannya). “(Hadits Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>11. Berkasih Sayang dan Bersedekah</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat mendapatkan rezeki dari Allah, maka sisihkanlah 2.5 persen untuk berjihad di jalan Allah supaya bisa memberikan berkah dan Allah akan membalas sedekah yang sudah kita berikan dengan harta yang berlipat ganda sekaligus menolak bencana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rasulullah SAW bersabda, “Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang kalanganmu) dengan Bersedekah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.” (Hadis Riwayat: Imam Ath-Thabrani)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>12. Bertakwa</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Takwa merupakan seseorang yang beramal ketaatan pada Allah atas petunjuk dari Allah sebab mengharap rahmat-Nya dan meninggalkan maksiat karena petunjuk yang diberikan Allah karena sematan takut akan siksa-Nya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Allah Ta’ala berfirman, “Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Aku cintai. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” [Al Majmu’ Al Fatawa, 10: 433].</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>13. Menjaga Lisan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Wanita juga harus menjaga segala lisannya dari semua perkataan dusta, saksi palsu sekaligus bercerita tentang kejelekan orang lain atau ghibah. Segala apapun yang keluar dari ucapan seorang wanita apabila penuh dusta akan diganjar dengan siksaan api neraka.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>14. Selalu Menepati Janji</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ciri wanita penghuni surga selanjutnya adalah selalu menepati janji yang sudah dibuatnya sekaligus menjaga amanah yang sudah diberikan padanya. Amanah adalah titipan yang harus kita jaga, dan janji adalah bentuk amanah yang harus kita tepati.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>15. Memiliki Akhlak Baik</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Wanita penghuni surga juga harus memiliki akhlak yang baik, berucap dan juga memiliki tingkah laku yang baik pada sesama manusia dan juga makhluk Allah yang lain yang juga berada di dunia yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>16. Al Auud ‘ala Zawjiha</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Al Auud ‘ala Zawjiha merupakan wanita yang selalu kembali pada suaminya dan ini merupakan ciri wanita penghuni surga. Banyak wanita yang tidak bisa meminta maaf pada suami meskipun ia tahu jika dirinya bersalah dan tidak jarang juga wanita ingin sang suami yang meminta maaf pada dirinya. Seorang wanita harus mengalahkan ego yang dimiliki apabila bersalah dan segera mendatangi suami untuk meminta maaf supaya layak menghuni surga.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>“Sesungguhnya istri-istri penduduk surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Diantara yang didendangkan oleh mereka: ‘Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan’. Dan mereka juga mendendangkan: ‘Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.</em>&nbsp;(Shahih Al Jami’ Nomor 1557)”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Istri mukminin yang beriman pada Allah dan juga Rasul-Nya akan tetap bisa menjadi pendamping suaminya di syurga serta juga akan mendapat kenikmatan yang serupa dengan penghuni syurga lainnya yang disesuaikan dengan amal selama di dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Demikianlah ulasan kali ini mengenai ciri ciri wanita penghuni surga. Ciri ciri yang sudah disebutkan diatas bukanlah merupakan sebuah batasan, namun ciri wanita ahli surga seluruhnya masuk juga dlaam kerangka taap pada Allah serta Rasul-nya. Allah Shubhana Wa Ta’ala berfirman, “Dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir didalamnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber : <a href="http://www.islamituindah.us/16-ciri-ciri-wanita-penghuni-syurga/" rel="nofollow">http://www.islamituindah.us/16-ciri-ciri-wanita-penghuni-syurga/</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dinrip.wordpress.com/2021/01/18/16-ciri-ciri-wanita-penghuni-syurga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6357</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/1e46bf6a3d2f7479bee8a1384b56229560d9c9570f784371ad8fc636c6938b66?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">dinrip</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>dinrip@yahoo.com (Mencari Ridho Allah (Cintanya))</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Ciri-Ciri Wanita Penghuni Surga yang Tampak di Dunia</title>
		<link>https://dinrip.wordpress.com/2021/01/18/ciri-ciri-wanita-penghuni-surga-yang-tampak-di-dunia/</link>
					<comments>https://dinrip.wordpress.com/2021/01/18/ciri-ciri-wanita-penghuni-surga-yang-tampak-di-dunia/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2021 16:19:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dinrip.wordpress.com/?p=6354</guid>

					<description><![CDATA[Terdapat sejumlah ciri-ciri wanita para penghuni surga. Ilustrasi SurgaFoto: PixabayTerdapat sejumlah ciri-ciri wanita para penghuni surga REPUBLIKA.CO.ID,&#160;JAKARTA— Terdapat sejumlah ciri-ciri wanita yang kelak menjadi penghuni surga. Apa Saja?&#160; Secara umum, Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitab al-Fawa’id menyebutkan beberapa sifat yang dimiliki para penghuni surga. Mereka adalah orang-orang yang berasal dari golonganaAwwab, orang-orang yang kembali kepada &#8230; &#8230; <a href="https://dinrip.wordpress.com/2021/01/18/ciri-ciri-wanita-penghuni-surga-yang-tampak-di-dunia/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image"><img src="https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/ilustrasi_200930095910-933.jpg" alt="Terdapat sejumlah ciri-ciri wanita para penghuni surga. Ilustrasi Surga" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Terdapat sejumlah ciri-ciri wanita para penghuni surga. Ilustrasi SurgaFoto: Pixabay<strong>Terdapat sejumlah ciri-ciri wanita para penghuni surga</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">REPUBLIKA.CO.ID,&nbsp;JAKARTA— Terdapat sejumlah ciri-ciri wanita yang kelak menjadi penghuni surga. Apa Saja?&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara umum, Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitab al-Fawa’id menyebutkan beberapa sifat yang dimiliki para penghuni surga. Mereka adalah orang-orang yang berasal dari golonganaAwwab, orang-orang yang kembali kepada Allah dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari keterlenaan menjadi terjaga.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ubaid bin Amir, seorang yang lahir di masa Nabi dan merupakan pembesar tabi’in ini, mengatakan, “Orang yang kembali adalah orang-orang yang teringat akan dosa-dosanya kemudian meminta ampun kepada Allah atas segala perbuatannya.”&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua, adalah para hafidz. Menurut Ibnu Abbas, seorang hafidz senantiasa menjaga diri terhadap amanat yang dibebankan dan diwajibkan Allah kepadanya. Qatadah As-Sadusy, seorang ahli tafsir dari kalangan tabi’in berkata,” Senantiasa menjaga hak-hak Allah dan apa yang telah dianugerahkan kepadanya.”&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketiga, orang-orang yang takut kepada Rabb-nya. Seperti disebutkan dalam Firman-Nya:&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ&nbsp;“(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat.” (QS Qaf: 33)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yaitu orang yang menyatakan kepercayaannya kepada adanya Allah, kekuasaan, ilmu dan kemampuan-Nya mengawasi semua keadaan manusia. Dia juga percaya kepada kitab, rasul, perintah dan larangan-Nya. Percaya juga kepada janji, ancaman dan pertemuannya dengan Allah.  </p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sumber: republika.co.id/berita/qml6a7320/ciriciri-wanita-penghuni-surga-yang-tampak-di-dunia</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dinrip.wordpress.com/2021/01/18/ciri-ciri-wanita-penghuni-surga-yang-tampak-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6354</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/1e46bf6a3d2f7479bee8a1384b56229560d9c9570f784371ad8fc636c6938b66?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">dinrip</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/ilustrasi_200930095910-933.jpg">
			<media:title type="html">Terdapat sejumlah ciri-ciri wanita para penghuni surga. Ilustrasi Surga</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>dinrip@yahoo.com (Mencari Ridho Allah (Cintanya))</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Wanita Dan Rasa Malu</title>
		<link>https://dinrip.wordpress.com/2012/12/09/wanita-dan-rasa-malu/</link>
					<comments>https://dinrip.wordpress.com/2012/12/09/wanita-dan-rasa-malu/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sun, 09 Dec 2012 16:09:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak & Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dinrip.wordpress.com/?p=6346</guid>

					<description><![CDATA[Ketika kita menyadari fitrah kita tercipta sebagai wanita, mahkluk terindah di dunia ini, kemudian Allah mengkaruniakan hidayah pada kita, maka inilah hal yang paling indah dalam hidup wanita. Namun sayang, banyak sebagian dari kita—kaum wanita—yang tidak menyadari betapa berharganya dirinya. Sehingga banyak dari kaum wanita merendahkan dirinya dengan menanggalkan rasa malu, sementara Allah telah menjadikan &#8230; &#8230; <a href="https://dinrip.wordpress.com/2012/12/09/wanita-dan-rasa-malu/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika kita menyadari fitrah kita tercipta sebagai wanita, mahkluk terindah di dunia ini, kemudian Allah mengkaruniakan hidayah pada kita, maka inilah hal yang paling indah dalam hidup wanita. Namun sayang, banyak sebagian dari kita—kaum wanita—yang tidak menyadari betapa berharganya dirinya. Sehingga banyak dari kaum wanita merendahkan dirinya dengan menanggalkan rasa malu, sementara Allah telah menjadikan rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.<br />
Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<div>إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاء</div>
<p><em>“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.”</em> (HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)</p>
<p>Sabda Rasul <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> yang lain,</p>
<div>الحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَر</div>
<div></div>
<div></div>
<div></div>
<p><em>“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”</em>(HR. Al Hakim dalam Mustadroknya 1/73. Al Hakim mengatakan sesuai syarat Bukhari Muslim, begitu pula Adz Dzahabi)</p>
<p>Begitu jelas Rasulullah <em>shalallahu ‘alaihi wassalam</em> memberikan teladan pada kita, bahwasanya rasa malu adalah identitas akhlaq Islam. Bahkan rasa malu tak terlepas dari iman dan sebaliknya. Terkhusus bagi seorang muslimah, rasa malu adalah mahkota kemuliaan bagi dirinya. Rasa malu yang ada pada dirinya adalah hal yang membuat dirinya terhormat dan dimuliakan.<br />
Namun sayang, di zaman ini rasa malu pada <a href="http://muslimah.or.id/tag/wanita">wanita</a> telah pudar, sehingga hakikat penciptaan wanita—yang seharusnya—menjadi perhiasan dunia dengan keshalihahannya, menjadi tak lagi bermakna. Di zaman ini wanita hanya dijadikan objek kesenangan nafsu. Hal seperti ini karena perilaku wanita itu sendiri yang seringkali berbangga diri dengan mengatasnamakan emansipasi, mereka meninggalkan rasa malu untuk bersaing dengan kaum pria.<br />
Allah telah menetapkan fitrah wanita dan pria dengan perbedaan yang sangat signifikan. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam akal dan tingkah laku.</p>
<p>Bahkan dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 228 yang artinya; <em>‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang sepatutnya’,</em> Allah telah menetapkan hak bagi wanita sebagaimana mestinya. Tidak sekedar kewajiban yang dibebankan, namun hak wanita pun Allah sangat memperhatikan dengan menyesuaikan fitrah wanita itu sendiri. Sehingga ketika para wanita menyadari fitrahnya, maka dia akan paham bahwasanya rasa malu pun itu menjadi hak baginya. Setiap wanita, terlebih seorang muslimah, berhak menyandang rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.</p>
<p><em>Sayangnya, hanya sedikit wanita yang menyadari hal ini…</em></p>
<p>Di zaman ini justeru banyak wanita yang memilih mendapatkan mahkota ‘kehormatan’ dari ajang kontes-kontes yang mengekspos kecantikan para wanita. Tidak hanya sebatas kecantikan wajah, tapi juga kecantikan tubuh diobral demi sebuah mahkota ‘kehormatan’ yang terbuat dari emas permata. Para wanita berlomba-lomba mengikuti audisi putri-putri kecantikan, dari tingkat lokal sampai tingkat internasional. Hanya demi sebuah mahkota dari emas permata dan gelar ‘Miss Universe’ atau sejenisnya, mereka rela menelanjangi dirinya sekaligus menanggalkan rasa malu sebagai sebaik-baik mahkota di dirinya. Naudzubillah min dzaliik…<br />
Apakah mereka tidak menyadari, kelak di hari tuanya ketika kecantikan fisik sudah memudar, atau bahkan ketika jasad telah menyatu dengan tanah, apakah yang bisa dibanggakan dari kecantikan itu? Ketika telah berada di alam kubur dan bertemu dengan malaikat yang akan bertanya tentang amal ibadah kita selama di dunia dengan penuh rasa malu karena telah menanggalkan mahkota kemuliaan yang hakiki semasa di dunia.</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<div>صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا</div>
<p>“<em>Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian</em>.” (HR. Muslim no. 2128) Di antara makna wanita yang berpakaian tetapi telanjang adalah wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17/191)</p>
<p>Dalam sebuah kisah, ‘Aisyah <em>radhiyyallahu ‘anha</em> pernah didatangi wanita-wanita dari Bani Tamim dengan pakaian tipis, kemudian beliau berkata,</p>
<div>إن كنتن مؤمنات فليس هذا بلباس المؤمنات وإن كنتن غير مؤمنات فتمتعينه</div>
<p><em>“Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.”</em> (disebutkan dalam <em>Ghoyatul Marom</em> (198). Syaikh Al Albani mengatakan, “Aku belum meneliti ulang sanadnya”)<br />
Betapa pun Allah ketika menetapkan hijab yang sempurna bagi kaum wanita, itu adalah sebuah penjagaan tersendiri dari Allah kepada kita—kaum wanita—terhadap mahkota yang ada pada diri kita. Namun kenapa ketika Allah sendiri telah memberikan perlindungan kepada kita, justeru kita sendiri yang berlepas diri dari penjagaan itu sehingga mahkota kemuliaan kita pun hilang di telan zaman?</p>
<div>فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ</div>
<div></div>
<p>“<em>Nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?</em>” (QS. Ar Rahman: 13)</p>
<p><em>Wahai, muslimah…</em></p>
<p>Peliharalah rasa malu itu pada diri kita, sebagai sebaik-baik perhiasan kita sebagai wanita yang mulia dan dimuliakan. Sungguh, rasa malu itu lebih berharga jika kau bandingkan dengan mahkota yang terbuat dari emas permata, namun untuk mendapatkan (mahkota emas permata itu), kau harus menelanjangi dirimu di depan public.</p>
<p><em>Wahai saudariku muslimah…</em><br />
<em>Kembalilah ke jalan Rabb-mu dengan sepenuh kemuliaan, dengan rasa malu dikarenakan keimananmu pada Rabb-mu…</em></p>
<p><em>**** </em></p>
<p><a href="https://dinrip.wordpress.com/2011/09/26/aurat-wanita/292825_1534998431776_1739299862_811244_1303327401_n/" rel="attachment wp-att-6023"><img class="aligncenter" alt="sholeha" src="https://dinrip.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/09/292825_1534998431776_1739299862_811244_1303327401_n.jpg" height="600" width="385" /></a><a href="https://dinrip.wordpress.com/2012/12/09/wanita-dan-rasa-malu/399689_301031596670553_870036103_n/" rel="attachment wp-att-6350"><img data-attachment-id="6350" data-permalink="https://dinrip.wordpress.com/2012/12/09/wanita-dan-rasa-malu/399689_301031596670553_870036103_n/" data-orig-file="https://dinrip.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/12/399689_301031596670553_870036103_n.jpg" data-orig-size="400,342" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="399689_301031596670553_870036103_n" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://dinrip.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/12/399689_301031596670553_870036103_n.jpg?w=300" data-large-file="https://dinrip.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/12/399689_301031596670553_870036103_n.jpg?w=400" class="size-full wp-image-6350 aligncenter" alt="399689_301031596670553_870036103_n" src="https://dinrip.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/12/399689_301031596670553_870036103_n.jpg" height="342" width="400" srcset="https://dinrip.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/12/399689_301031596670553_870036103_n.jpg 400w, https://dinrip.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/12/399689_301031596670553_870036103_n.jpg?w=150&amp;h=128 150w, https://dinrip.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/12/399689_301031596670553_870036103_n.jpg?w=300&amp;h=257 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dinrip.wordpress.com/2012/12/09/wanita-dan-rasa-malu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6346</post-id>	<georss:point>-6.173794 106.827957</georss:point>
		<geo:lat>-6.173794</geo:lat>
		<geo:long>106.827957</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/1e46bf6a3d2f7479bee8a1384b56229560d9c9570f784371ad8fc636c6938b66?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">dinrip</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://dinrip.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/09/292825_1534998431776_1739299862_811244_1303327401_n.jpg">
			<media:title type="html">sholeha</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://dinrip.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/12/399689_301031596670553_870036103_n.jpg">
			<media:title type="html">399689_301031596670553_870036103_n</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>dinrip@yahoo.com (Mencari Ridho Allah (Cintanya))</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Wanita akan terlihat berharga dengan rasa malunya</title>
		<link>https://dinrip.wordpress.com/2012/12/09/wanita-akan-terlihat-berharga-dengan-rasa-malunya-2/</link>
					<comments>https://dinrip.wordpress.com/2012/12/09/wanita-akan-terlihat-berharga-dengan-rasa-malunya-2/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sun, 09 Dec 2012 16:03:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak & Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dinrip.wordpress.com/?p=6343</guid>

					<description><![CDATA[Sifat malu merupakan aset berharga wanita mukmin yang mampu menolongnya menjaga kehormatan dirinya, martabat, dan statusnya. Para istri shalihah adalah para muslimah yang memiliki sifat malu dalam akhlak, berpakaian, tindak-tanduk, obrolan, interaksi, dan budi pekerti. Sifat malu positif yang dimiliki seorang istri shalihah membuatnya senantiasa patuh pada aturan berpakaian Islami, baik itu jilbab, cadar, ataupun &#8230; &#8230; <a href="https://dinrip.wordpress.com/2012/12/09/wanita-akan-terlihat-berharga-dengan-rasa-malunya-2/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://happynature.files.wordpress.com/2011/03/wanitasolehah.jpg"><img title="wanita+solehah" alt="" src="https://happynature.files.wordpress.com/2011/03/wanitasolehah.jpg?w=300&amp;h=225" height="225" width="300" /></a></div>
<div></div>
<div>Sifat malu merupakan aset berharga wanita mukmin yang mampu menolongnya menjaga kehormatan dirinya, martabat, dan statusnya. Para istri shalihah adalah para muslimah yang memiliki sifat malu dalam akhlak, berpakaian, tindak-tanduk, obrolan, interaksi, dan budi pekerti. Sifat malu positif yang dimiliki seorang istri shalihah membuatnya senantiasa patuh pada aturan berpakaian Islami, baik itu jilbab, cadar, ataupun burqa. Dia tidak akan pernah mau mengenakan pakaian yang transparan, ketat, sama dengan pakaian pria, dipakai untuk niatan pamer dan berlagak, lalu memakai wewangian dan menggoda.</div>
<p>Bagaimana bisa seorang wanita muslim mengabaikan aturan-aturan Allah yang ditetapkan baginya. Dia akan menanggung dosa apabila menyepelekan aturan-aturan tersebut. Allah SWT mengharuskannya untuk menuulurkan kain kerudung menutupi dadanya, sebagaimana ditegaskan-Nya di surat An-Nur ayat 31.<br />
Allah juga berfirman, <em>“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”</em> (Al-Ahzab: 59).</p>
<blockquote><p>…Bagaimana bisa seorang wanita muslim mengabaikan aturan-aturan Allah yang ditetapkan baginya. Dia akan menanggung dosa apabila menyepelekan aturan-aturan tersebut…</p></blockquote>
<div>Maksud dari jilbab di ayat tadi adalah sejenis baju kurung yang lapang, tidak ketat dan transparan, yang menutup kepala, muka, dan dada. Selain itu, Allah juga menyatakan:</div>
<div><em>“Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik. dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya.”</em> (Al-Ahzab: 32-33)</div>
<p>Dengan demikian, bagaimana bisa seorang muslimah mengklaim dirinya sebagai wanita yang baik, sementara di waktu yang bersamaan dia mempertontonkan pesona, kecantikan, dan keindahannya kepada setiap laki-laki untuk menarik perhatian mereka? Dia seharusnya menyimpan kemolekannya hanya untuk sang suami. Rasulullah menegaskan, <em>“Sifat malu dan perasaan takut tidak dapat dipisahkan. Jika salah satunya hilang, maka yang lainnya pun akan menghilang.”<br />
</em><br />
Dari hadits tadi dapat ditarik kesimpulan bahwa wanita muslimah yang mengumbar kecantikannya adalah seorang yang tidak memiliki rasa malu. Jika dia tidak memiliki rasa malu, maka dipastikan tidak memiliki karakteristik Islam yang esensial. Rasul bersabda lagi, “Setiap agama memiliki etika moral khusus, dan sifat malu merupakan etika moral yang khusus di dalam Islam.”</p>
<blockquote><p>…wanita muslimah yang mengumbar kecantikannya adalah seorang yang tidak memiliki rasa malu. Jika dia tidak memiliki rasa malu, maka dipastikan tidak memiliki karakteristik Islam yang esensial…</p></blockquote>
<div>Selain itu, sifat malu seorang wanita beriman mengharuskannya untuk menundukkan pandangannya. Di dalam sebuah hadits Qudsi, melalui lisan Nabi Muhammad, Allah menyatakan, “Pandangan (terlarang) merupakan salah satu anak panah beracun Iblis. Seseorang yang menghindari hal itu karena takut kepada-Ku, maka akan diberi keimanan yaitu dia merasakan rasa manis (keindahan) di hatinya.”</div>
<p>Memberikan tali kendali yang bebas kepada pandangan mata bisa mendatangkan berbagai kerusakan. Sebagaimana pandangan terlarang adalah perangkap yang ditebarkan setan. Oleh karena itu, Rasulullah berkata kepada Ummu Salamah dan Maimunah ketika keduanya menatap Abdullah Ummi Maktum yang buta, “Apakah engkau buta? Engkau tidak melihatnya?”</p>
<blockquote><p>…setiap wanita muslim harus mengejawantahkan sifat malu positifnya…</p></blockquote>
<div>Tak hanya itu, sifat malu yang dimiliki seorang wanita beriman juga direfleksikan dengan caranya berbicara, beretika, bergerak, berjalan, dan lain sebagainya. Maka setiap wanita muslim harus mengejawantahkan sifat malu positifnya. Contoh terbaik dari sifat malu yang dimiliki wanita beriman adalah dua orang wanita yang bertemu Nabi Musa di mata air Madyan.</div>
<p>Allah berfirman mengenai hal tersebut, <em>“Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia men- jumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat at begitu)?” Kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya.” </em>(Al-Qashash: 23).<br />
Rasa malu telah menggiring keduanya untuk tidak menggabungkan ternak keduanya dengan ternak orang lain. Keduanya juga memberi contoh bahwa wanita tetap tinggal di rumah, kecuali jika ada urusan mendesak, seperti keduanya yang terpaksa keluar rumah untuk memberi minum ternak, karena ayahnya sudah ringkih. [voa-islam.com]</p>
<p><a href="http://muhibbulislam.wordpress.com/2010/06/18/sifat-malu-aset-berharga-wanita-beriman/">http://muhibbulislam.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dinrip.wordpress.com/2012/12/09/wanita-akan-terlihat-berharga-dengan-rasa-malunya-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6343</post-id>	<georss:point>-6.173794 106.827957</georss:point>
		<geo:lat>-6.173794</geo:lat>
		<geo:long>106.827957</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/1e46bf6a3d2f7479bee8a1384b56229560d9c9570f784371ad8fc636c6938b66?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">dinrip</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://happynature.files.wordpress.com/2011/03/wanitasolehah.jpg?w=300&amp;h=225">
			<media:title type="html">wanita+solehah</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>dinrip@yahoo.com (Mencari Ridho Allah (Cintanya))</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Wanita mudah masuk surga tapi..</title>
		<link>https://dinrip.wordpress.com/2012/12/08/wanita-mudah-masuk-surga-tapi/</link>
					<comments>https://dinrip.wordpress.com/2012/12/08/wanita-mudah-masuk-surga-tapi/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sat, 08 Dec 2012 01:15:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dinrip.wordpress.com/?p=6339</guid>

					<description><![CDATA[Islam tidak pernah melarang wanita bekerja, tapi Islam mengatur bagaimana wanita itu bekerja. Dalam Islam, seorang wanita tidak boleh bekerja menjadi tujuan utama hidup atau menyita waktu hidupnya. Allah menciptakan wanita untuk mendidik generasi selanjutnya, mengatur urusan rumah tangga. Islam membolehkan kaum wanita bekerja selama tidak menjadikannya dia bercampur baur dengan bukan mahramnya dari kaum &#8230; &#8230; <a href="https://dinrip.wordpress.com/2012/12/08/wanita-mudah-masuk-surga-tapi/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div></div>
<div>
<p><a href="http://kilasanku.files.wordpress.com/2012/02/mudah-masuk-surga.jpg"><img loading="lazy" title="mudah masuk surga" alt="" src="https://kilasanku.files.wordpress.com/2012/02/mudah-masuk-surga.jpg?w=310&amp;h=296" height="296" width="310" /></a></p>
<p>Islam tidak pernah melarang wanita bekerja, tapi Islam mengatur bagaimana wanita itu bekerja. Dalam Islam, seorang wanita tidak boleh bekerja menjadi tujuan utama hidup atau menyita waktu hidupnya. Allah menciptakan wanita untuk mendidik generasi selanjutnya, mengatur urusan rumah tangga. Islam membolehkan kaum wanita bekerja selama tidak menjadikannya dia bercampur baur dengan bukan mahramnya dari kaum laki-laki. Seperti berjualan di rumahnya, menerima jahitan baju, membuat kue dan banyak lagi pekerjaan lainnya yang bisa dilakukan di rumah, bisa juga menjadi guru bagi anak-anak TK dan SD yang mereka belum aqil baligh, menjadi bidan membantu wanita melahirkan.</p>
<p>Tapi apa yang terjadi, zaman sekarang wanita berlomba-lomba meninggalkan rumah, mencari pekerjaan, dari sekedar buruh, pegawai negeri, karyawan swasta bahkan menjadi artis atau penyanyi dan menjadi pejabat tinggi. Bahkan seandainya pekerjaannya itu lebih menyita waktunya diluar rumah atau menuntut dia tampil di depan publik atau menuntutnya berpakaian yang mengharuskan dia menunjukkan auratnya, baginya tidak peduli, yang dia pedulikan bahwa dia akan mendapatkan harta. Dan para wanita ini, tidak merasa cukup dengan harta yang di dapat suaminya, baik sedikit ataupun banyak, mereka tidak bertawakal kepada Allah.</p>
<p>Ketika mereka bekerja, mereka selalu berusaha menipu diri sendiri dengan mengatakan bahwa ini untuk masa depan anaknya, juga masa depan dirinya. Padahal masa depan sebenarnya bukan di dunia yang fana ini, tapi di akhirat sana. Para wanita karir ini merasa bahwa mereka sudah mendapat pengecualian dari Allah karena niat baik mereka, merasa sudah mendapat keringanan. Padahal itu semua hanyalah busuk belaka, niat sebenarnya para wanita itu adalah bermegah-megahan, mereka merasa malu bila di tangannya tidak ada sebuah gelang emas, di jarinya tidak ada sebuan cincin emas dan di lehernya tidak mengantung kalung emas.</p>
<p>“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (QS. At Takaatsur:1-2)</p>
<p>Dan tidak ada yang menghentikan itu semua kecuali sudah masuk kedalam kubur.</p>
<p>“Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.” (QS. At Takaatsur:3-4)</p>
<p>Penyelasan dari perbuatan itu tidak akan berguna jika sudah di akhirat nanti.</p>
<p><strong>Mayoritas Penghuni Neraka</strong></p>
<p>Nabi Shallallahu’alahi sallam sudah mewanti-wanti, bahwa mayoritas penghuni neraka adalah para wanita, bukan mereka menjadi kafir kepada Allah Azza Wa Jalla, tapi mereka tidak menganggap kebaikan suaminya kecuali hanya angin lalu saja. Merasa kurang sehingga para wanita ini berfikir harus mencari sendiri, lagi-lagi dengan alasan demi masa depan.</p>
<p>“Sesungguhnya aku melihat kalian sebagai penghuni neraka terbanyak.” (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Dalam hadis lain Rasulullah Shallallahu’alahi sallam bersabda:</p>
<p>“Sesungguhnya penghuni surga yang paling sedikit jumlahnya adalah kaum wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>“Surga diperlihatkan kepadaku dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir. Ketika neraka diperlihatkan kepadaku, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang kaya dan kaum wanita.” (HR Ahmad)</p>
<p>Sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ammarah bin Khuzaimah bin Tsabit, ia berkata, “Sewaktu kami menunaikan haji atau umrah bersama Amru bin Ash, kami melewati daerah Zhahran dan mendapati seorang wanita yang sedang berada di dalam tenda tengah memperlihatkan sebuah cincin yang dipakainya,lalu kami berpaling darinya. Dan pada waktu kami bersama Rasulullah saw. di sebuah lembah, kami menemukan beberapa ekor burung gagak. Salah satu di antara burung-burung tersebut mempunyai paruh berwarna merah serta kaki berwarna putih, kemudian beliau bersabda, ‘Seorang wanita tidak akan dapat masuk surga kecuali ia seperti burung gagak di tengah-tengah burung lain yang berada di sebuah lembah.’” (HR. Ahmad)</p>
<p>Rasulullah Shallallahu’alahi sallam bersabda, “Saya melihat kebanyakan penghuni neraka adalah kaum wanita.” Para sahabat bertanya, “Mengapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Mereka mengingkari keluarga dan kebaikan-kebaikan suami. Jika sekiranya engkau berbuat baik kepadanya, lalu ia melihat sedikit kekurangan darimu, maka ia berkata: ‘Saya tidak melihat suatu kebaikan darimu sama sekali’.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)</p>
<p>Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, Nabi Shallallahu’alahi sallam bersabda: “Allah tidak akan memandang istri dengan pandangan rahmat, yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal istrinya butuh kepadanya.” (HR. An-Nasai, Baihaqi dan Hakim. Al-Hakim berkata, “Sanadnya shahih.” Syaikh al-Albani menshahihkan hadits ini dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, no. 289)</p>
<p>Asma’ al-Anshariyah meriwayatkan, melalui anaknya Yazid, “Suatu ketika Nabi Shallallahu’alahi sallam lewat di depan saya. Ketika itu saya tengah bersama dengan wanita-wanita tetanggaku. Lalu Nabi memberi salam kepada kami dan berkata, “Hindarilah mengingkari kebaikan-kebaikan orang-orang yang memberi.” Saya adalah orang yang berani menanyakan masalah itu kepada Nabi Shallallahu’alahi sallam. Saya pun bertanya, “Wahai Rasulullah! Apakah yang dimaksud dengan mengingkari orang-orang yang memberikan nikmat?” Beliau menjawab, “Boleh jadi salah seorang di antara kalian begitu lama tidak mendapatkan jodoh, kemudian Allah memberikan rizki untuknya suami dan anak-anak. Setelah itu ia mulai marah-marah dan mengingkari kebaikan suaminya seraya berkata, ‘Saya tidak pernah melihat sedikit pun suatu kebaikan darimu’.” (HR. Ahmad, Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, Tirmidzi dan ia menghasankannya. Syaikh al-Albani menshahihkan hadits ini dalam Shahih al-Adab al-Mufrad no. 800)</p>
<p><strong>Wanita Mudah Masuk Surga </strong></p>
<p>Padahal jika melihat bagaimana Rasulullah Shallallahu’alahi sallam mengabarkan betapa mudahnya wanita masuk surga, bayangkan sebagaimana anak-anak, wanita tidak diwajibkan pergi berjihad ke medan perang jika ada perang, tidak diwajibkan mendatangi sholat jumat, bahkan yang terbaik wanita boleh untuk tidak menghadiri sholat lima waktu berjamaah di masjid. Tugas wanita ringan, seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits,</p>
<p>“Apabila seroang wanita shalat lima waktu dan puasa ramadhan dan menjaga kesuciannya serta mentaati suaminya dikatakanlah kepadanya masuklah kedalam surga darimana saja yang anda inginkan.” (Shahihul Jami’ li al-Albani, 660).</p>
<p>Para wanita yang lebih memilih pekerjaan karirnya daripada rumah tangganya, jangan tunggu sampai segalanya hanya tinggal penyelasan,</p>
<p>“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan ? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” (QS. Faathir:37)</p>
<p>Sumber:kilasanku.wordpress.com/2012/02/28/wanita-mudah-masuk-surga-tapi/</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dinrip.wordpress.com/2012/12/08/wanita-mudah-masuk-surga-tapi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6339</post-id>	<georss:point>-6.173794 106.827957</georss:point>
		<geo:lat>-6.173794</geo:lat>
		<geo:long>106.827957</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/1e46bf6a3d2f7479bee8a1384b56229560d9c9570f784371ad8fc636c6938b66?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">dinrip</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://kilasanku.files.wordpress.com/2012/02/mudah-masuk-surga.jpg?w=310&amp;h=296">
			<media:title type="html">mudah masuk surga</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>dinrip@yahoo.com (Mencari Ridho Allah (Cintanya))</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Kumpulan Hadits Tentang Wanita</title>
		<link>https://dinrip.wordpress.com/2012/11/20/kumpulan-hadits-tentang-wanita/</link>
					<comments>https://dinrip.wordpress.com/2012/11/20/kumpulan-hadits-tentang-wanita/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Tue, 20 Nov 2012 11:09:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Hadis]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dinrip.wordpress.com/?p=6333</guid>

					<description><![CDATA[Hadits Tentang Wanita Hadits adalah perkataan dan perbuatan dari Nabi Muhammad SAW. Hadits sebagai sumber hukum dalam agama Islam memiliki kedudukan kedua pada tingkatan sumber hukum di bawah Al-Qur&#8217;an. Berikut ini adalah beberapa hadits yang berkaitan dengan wanita yang dirangkum dari berbagai sumber. Semoga dengan mengetahui dan mengamalkan hadits-hadits ini, kita dapat mejadi orang yang &#8230; &#8230; <a href="https://dinrip.wordpress.com/2012/11/20/kumpulan-hadits-tentang-wanita/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3></h3>
<div></div>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://3.bp.blogspot.com/-I97-q4GfYws/UFM1OgYi1UI/AAAAAAAAAEI/jSY7R-H73Ts/s1600/hadits_tentang_wanita.jpg"><img loading="lazy" alt="" src="https://i0.wp.com/3.bp.blogspot.com/-I97-q4GfYws/UFM1OgYi1UI/AAAAAAAAAEI/jSY7R-H73Ts/s320/hadits_tentang_wanita.jpg" height="240" width="320" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td>Hadits Tentang Wanita</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Hadits adalah perkataan dan perbuatan dari Nabi Muhammad SAW. Hadits sebagai sumber hukum dalam agama Islam memiliki kedudukan kedua pada tingkatan sumber hukum di bawah Al-Qur&#8217;an. Berikut ini adalah beberapa hadits yang berkaitan dengan wanita yang dirangkum dari berbagai sumber. Semoga dengan mengetahui dan mengamalkan hadits-hadits ini, kita dapat mejadi orang yang lebih baik. Wallahu A&#8217;lam Bishawab <img src="https://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/wpcom-smileys/twemoji/2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><br />
<a name="more"></a><br />
<b>1. </b>Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wa sallam:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.&#8221; (HR. Muslim no. 1467)</p>
<p><b>2.</b> Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu&#8217;anhu:</p>
<p>&#8220;Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.&#8221; (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: &#8220;Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.&#8221;)</p>
<p><b>3.</b> Berkata Al-Qadhi ‘Iyyadh rahimahullah:</p>
<p>&#8220;Tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan kepada para sahabatnya bahwa tidak berdosa mereka mengumpulkan harta selama mereka menunaikan zakatnya, beliau memandang perlunya memberi kabar gembira kepada mereka dengan menganjurkan mereka kepada apa yang lebih baik dan lebih kekal yaitu istri yang shalihah yang cantik (lahir batinnya) karena ia akan selalu bersamamu menemanimu.</p>
<p>Bila engkau pandang menyenangkanmu, ia tunaikan kebutuhanmu bila engkau membutuhkannya. Engkau dapat bermusyawarah dengannya dalam perkara yang dapat membantumu dan ia akan menjaga rahasiamu. Engkau dapat meminta bantuannya dalam keperluan-keperluanmu, ia mentaati perintahmu dan bila engkau meninggalkannya ia akan menjaga hartamu dan memelihara/mengasuh anak-anakmu.&#8221; (‘Aunul Ma‘bud, 5/57)</p>
<p><b>4.</b> Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah pula bersabda:</p>
<p>&#8220;Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah, tempat tinggal yang luas/ lapang, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit.&#8221; (HR. Ibnu Hibban dalam Al-Mawarid hal. 302, dishahihkan Asy-Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’ush Shahih, 3/57 dan Asy-Syaikh Al Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 282)</p>
<p><b>5.</b> Ketika Umar ibnul Khaththab radhiallahu&#8217;anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wa sallam:</p>
<p>&#8220;Wahai Rasulullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki?&#8221; Beliau Shallallahu&#8217;alaihi wa sallam menjawab:</p>
<p>&#8220;Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.&#8221; (HR. Ibnu Majah no. 1856, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah no. 1505)</p>
<p><b>6.</b> Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bagi lelaki yang ingin menikah:</p>
<p>&#8220;Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.&#8221; (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466)</p>
<p><b>7.</b> Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>&#8220;Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.&#8221; (An-Nisa: 34)</p>
<p><b>8.</b> Al Bukhori meriwayatkan dari Abu Hurairah rodhiallohu anhu dari Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, yang artinya:</p>
<p>&#8220;Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari Akhir, janganlah ia mengganggu tetangganya, dan berbuat baiklah kepada wanita. Sebab, mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika engkau meluruskannya. Maka engkau mematahkannya dan jika engkau biarkan, maka akan tetap bengkok. Oleh karena itu, berbuatlah baik kepada wanita.&#8221; (HR. Bukhori dan Muslim)</p>
<p><b>9.</b> Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa&#8217;di rahimahullah berkata:</p>
<p>&#8220;Tugas seorang istri adalah menunaikan ketaatan kepada Rabbnya dan taat kepada suaminya, karena itulah Allah berfirman:</p>
<p>&#8220;Wanita shalihah adalah yang taat,&#8221; yakni taat kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, &#8220;Lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada.&#8221; Yakni taat kepada suami mereka bahkan ketika suaminya tidak ada (sedang bepergian), dia menjaga suaminya dengan menjaga dirinya dan harta suaminya.&#8221; (Taisir Al-Karimir Rahman, hal.177)</p>
<p><b>10.</b> Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.&#8221; (HR. Ahmad 1/191, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ no. 660, 661)</p>
<p><b>11.</b> Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata:</p>
<p>&#8220;Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.&#8221;<br />
(HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)</p>
<p><b>12.</b> Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya&#8221;. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)</p>
<p><b>13.</b> Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:</p>
<p>&#8220;Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.&#8221; (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 289)</p>
<p><b>14.</b> Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:<br />
&#8220;Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.&#8221; (HR. Muslim no.1436)</p>
<p><b>15.</b> Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Apabila seorang istri bermalam dalam keadaan meninggalkan tempat tidur suaminya, niscaya para malaikat melaknatnya sampai ia kembali (ke suaminya).&#8221; (HR. Al-Bukhari no. 5194 dan Muslim no. 1436)</p>
<p><b>16</b>. Ahmad dari Abu Hurairoh rodhiallohu anhu dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, yang artinya:</p>
<p>&#8220;Wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, jika kamu meluruskannya. Maka kamu mematahkannya. Jadi, berlemah lembutlah terhadapnya, maka kamu akan dapat hidup bersamanya.” (HR Hakim, shohih)</p>
<p><b>17.</b> Kisah wanita yang akan berangkat menunaikan shalat &#8216;ied, ia tidak memiliki jilbab, maka diperintah oleh Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam:</p>
<p>&#8220;Hendaknya Saudarinya meminjaminya Jilbab untuknya.&#8221; (HR. Bukhari No. 318).</p>
<p><b>18.</b> Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda di akhir kehidupannya, dan hal itu terjadi pada haji Wada’:</p>
<p>&#8220;Ingatlah, berbuat baiklah kepada wanita. Sebab, mereka itu (bagaikan) tawanan di sisi kalian. Kalian tidak berkuasa terhadap mereka sedikit pun selain itu, kecuali bila mereka melakukan perbuatan nista. Jika mereka melakukannya, maka tinggalkanlah mereka di tempat tidur mereka dan pukul lah mereka dengan pukulan yang tidak melukai.</p>
<p>Jika ia mentaati kalian, maka janganlah berbuat aniaya terhadap mereka. Mereka pun tidak boleh memasukkan siapa yang tidak kalian sukai ke tempat tidur dan rumah kalian. Ketahuilah bahwa hak mereka atas kalian adalah kalian berbuat baik kepada mereka (dengan mencukupi) pakaian dan makanan mereka.&#8221; (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah, shohih)</p>
<p><b>19.</b> Ummu Salamah berkata:<br />
&#8220;Wahai Rasulullah, bagaimana wanita berbuat dengan pakaiannya yang menjulur ke bawah?&#8221;</p>
<p>Beliau bersabda:</p>
<p>&#8220;Hendaklah mereka memanjangkan satu jengkal&#8221;,<br />
lalu ia bertanya lagi:<br />
&#8220;Bagaimana bila masih terbuka kakinya?&#8221;<br />
Beliau menjawab:</p>
<p>&#8220;Hendaknya menambah satu hasta, dan tidak boleh lebih&#8221;. (HR. Tirmidzi 653 dan berkata: &#8220;Hadits hasan shahih&#8221;).</p>
<p><b>20.</b> Aisyah berkata,<br />
&#8220;Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita?&#8221;<br />
Jawab Rasulullah,<br />
&#8220;Suaminya. &#8221;<br />
&#8220;Siapa pula yang berhak terhadap lelaki?&#8221;<br />
Jawab Rasulullah,<br />
&#8220;Ibunya.&#8221;</p>
<p><b>21.</b> Hadits yang diriwayatkan dari Sa’ad rodhiallohu anhu bahwa Rosululloh shollallohu&#8217;alaihi wa salam bersabda padanya:</p>
<p>&#8220;Apapun yang engkau berikan berupa suatu nafkah kepada keluargamu, maka engkau diberi pahala, hingga sampai sesuap makanan yang engkau angkat (masukkan) ke mulut istrimu.&#8221; (HR Bukhori Muslim)</p>
<p><b>22.</b> Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, yang artinya:</p>
<p>&#8220;Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya…&#8221; (QS Ar Ruum: 21)</p>
<p><b>22.</b> Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, yang artinya:</p>
<p>&#8220;Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:</p>
<p>&#8220;Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka&#8221;. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.&#8221; (QS. Al-Ahzab: 59).</p>
<p><b>23.</b> Al-Hushain bin Mihshan rahimahullahu menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam karena satu keperluan. Seselesainya dari keperluan tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya:<br />
&#8220;Apakah engkau sudah bersuami?&#8221;</p>
<p>Bibi Al-Hushain menjawab:<br />
&#8220;Sudah.&#8221;<br />
&#8220;Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?&#8221; tanya Rasulullah lagi.<br />
Ia menjawab:<br />
&#8220;Aku&#8230;<br />
tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.&#8221;</p>
<p>Rasulullah bersabda:<br />
&#8220;Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena SUAMIMU ADALAH SURGA DAN NERAKAMU.&#8221;<br />
(HR. Ahmad 4/341 dan selainnya, lihat Ash-Shahihah no. 2612)</p>
<p><b>24.</b> Di dalam kisah gerhana matahari yang mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya melakukan shalat gerhana padanya dengan shalat yang panjang, beliau melihat surga dan neraka. Ketika beliau melihat neraka beliau bersabda kepada para shahabatnya:</p>
<p>&#8220;… Dan aku melihat NERAKA maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum WANITA.&#8221;</p>
<p>Para shahabat pun bertanya:<br />
&#8220;Wahai Rasulullah, Mengapa (demikian)?&#8221;</p>
<p>Beliau menjawab:<br />
&#8220;Karena kekufuran mereka.&#8221;</p>
<p>Kemudian mereka bertanya lagi:<br />
&#8220;Apakah mereka kufur kepada Allah?&#8221;</p>
<p>Beliau menjawab:<br />
&#8220;Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.&#8221;<br />
(HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu &#8216;anhuma)</p>
<p><b>25.</b> Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:<br />
&#8220;Ada dua kelompok termasuk ahli neraka, aku belum pernah melihatnya:</p>
<p>Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengan cambuknya, dan wanita yang kasiyat (berpakain tapi telanjang baik karena tipis, atau pendek yang tidak menutup semua auratnya), Mailat mumilat (bergaya ketika berjalan, ingin diperhatikan orang) kepala mereka seperti punuk onta yang berpunuk dua.</p>
<p>Mereka tidak masuk surga dan tidak mendapatkan baunya padahal bau surga itu akan didapati dari sekian dan sekian (perjalanan 500 tahun).&#8221; (HR. Muslim 3971, Ahmad 8311 dan Imam Malik 1421).</p>
<p><b>26. </b>Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Wahai Asma, sesungguhnya apabila wanita sudah mendapatkan haid (yakni, telah melewati usia kanak-kanak) maka yang layak untuk dilihat darinya hanyalah ini dan ini saja.&#8221;<br />
Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam mengisyaratkan pada wajah dan kedua telapak tangannya.</p>
<p><b>27. </b>Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Dan janganlah mereka (perempuan) membentakkan kaki (atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.&#8221; (QS. An-Nur : 31)</p>
<p><b>28.</b> Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zina.&#8221; (HR. Nasaii ibn Khuzaimah &amp; Hibban).</p>
<p><b>29. </b>Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain kudung hingga menutupi dada mereka.&#8221; (QS. An-Nur : 31)</p>
<p><b>30. </b>Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Rasulullah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikir giginya.&#8221; (HR. At-Thabrani)</p>
<p><b>31. </b>Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik dari pada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya.&#8221; (HR. At-Thabrani &amp; Baihaqi)</p>
<p><b>32. </b>Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukan sebagian dari pandangannya.&#8221; (QS. An-Nur : 31)</p>
<p><b>33. </b>Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Barang siapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan dihari akhir nanti.&#8221; (HR. Abu Daud)</p>
<p><b>34. </b>Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mau menutup rambutnya daripada dilihat laki-laki yang bukan mahramnya.&#8221; (HR. Bukhari &amp; Muslim)</p>
<p><b>35. </b>Dari Hamzah bin Abi Usaid al-Anshari, dari bapaknya, bahwa ia telah mendengar Rasulullah Shollallahu&#8217;alaihi wa Sallam bersabda kepada para wanita (saat itu beliau sambil keluar dari masjid, dan terlihat laki-laki dan wanita berbaur di jalan):</p>
<p>&#8220;Minggirlah kalian, karena tidak layak bagi kalian untuk berjalan di tengah. Kalian harus berjalan di pinggir.&#8221; Sejak saat itu, ketika para wanita berjalan keluar, mereka berjalan ditepi tembok. Bahkan baju-baju mereka sampai tertambat di tembok, karena begitu dekatnya mereka dengan tembok ketika berjalan. (HR. Abu Daud; HASAN)</p>
<p><b>36. </b>Dari &#8216;Uqbah bin &#8216;Amir rodhiyallohu&#8217;anhu, bahwa Rasulullah Shollallahu&#8217;alaihi wa Sallam:</p>
<p>&#8220;Berhati-hatilah dari menemui wanita.&#8221;<br />
Lalu berkata salah seorang dari Anshar:<br />
&#8220;Wahai Rasulullah, bagaimana dengan saudara dari suami?&#8221;<br />
Beliau bersabda:<br />
&#8220;Saudara suami adalah kematian.&#8221;</p>
<p><b>37. </b>Dari (&#8216;Abdullah) bin &#8216;Umar rodhiyallohu&#8217;anhu berkata:<br />
Rasulullah Shollallohu&#8217;alaihi wa Sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Janganlah kalian melarang wanita-wanita kalian dari masjid-masjid, akan tetapi rumah-rumah mereka adalah lebih baik untuk mereka.&#8221; (HR. Abu Daud dan Ibnu Khuzaimah; SHAHIH).</p>
<p><b>38. </b>Dari &#8216;Abdillah bin Mas&#8217;ud rodhiyallohu&#8217;anhu, dari Nabi Shollallahu&#8217;alaihi wa Sallam, beliau bersabda:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya wanita adalah aurat. Sehingga ketika ia keluar rumah, ia akan disambut oleh syaithan. Dan kondisi yang akan lebih mendekatkan dirinya dengan Rabbnya adalah ketika ia berada di rumahnya.&#8221; (HR. Ibnu Khuzaimah; SHAHIH)</p>
<p><b>39. </b>Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Akan ada di akhir umatku kaum lelaki yang menunggang pelana seperti layaknya kaum lelaki, mereka turun di depan pintu-pintu masjid, wanita-wanita mereka berpakaian (tetapi) telanjang, di atas kepala mereka (terdapat sesuatu) seperti punuk onta yang lemah gemulai. Laknatlah mereka! sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita terlaknat.&#8221; (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (2/233))</p>
<p><b>40.</b> Ahmad dari Abu Hurairoh rodhiallohu anhu dari Rosululloh shollallohu&#8217;alaihi wa sallam, beliau bersabda, yang artinya:</p>
<p>&#8220;Wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, jika kamu meluruskannya. Maka kamu mematahkannya. Jadi, berlemah lembutlah terhadapnya, maka kamu akan dapat hidup bersamanya.&#8221; (HR Hakim, shohih)</p>
<p><b>Hadits tentang wanita haid</b><br />
<b><br />
</b></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://2.bp.blogspot.com/-CNW64nHKp7E/UGRfEmD8MMI/AAAAAAAAAF8/YVFktKM7lUY/s1600/hadits-tentang-wanita-haid.jpg"><img loading="lazy" alt="" src="https://i0.wp.com/2.bp.blogspot.com/-CNW64nHKp7E/UGRfEmD8MMI/AAAAAAAAAF8/YVFktKM7lUY/s320/hadits-tentang-wanita-haid.jpg" height="320" width="282" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td>Hadits tentang wanita haid</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><b>1.</b> Dari Abu Sai&#8217;d, <b> </b>Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Bukankah bila si wanita haid ia tidak shalat dan tidak pula puasa? Itulah kekurangan agama si wanita. (Muttafaqun&#8217;alaih, HR. Bukhari no. 1951 dan Muslim no. 79)</p>
<p><b>2.</b> Dari Mu&#8217;adzah, ia berkata bahwa ada seorang wanita yang berkata kepada &#8216;Aisyah,</p>
<p>&#8220;Apakah kami perlu mengqodho’ shalat kami ketika suci?&#8221;<br />
&#8216;Aisyah menjawab,<br />
&#8220;Apakah engkau seorang Haruri? Dahulu kami mengalami haid di masa Nabi shallallahu&#8217;alaihi wa sallam masih hidup, namun beliau tidak memerintahkan kami untuk mengqodho&#8217;nya.&#8221;<br />
Atau &#8216;Aisyah berkata, &#8220;Kami pun tidak mengqodho&#8217;nya.&#8221; (HR. Bukhari no. 321)</p>
<p><b>3.</b> Dalam hadits Mu&#8217;adzah, ia pernah bertanya pada &#8216;Aisyah radhiyallahu &#8216;anha,</p>
<p>&#8220;Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha&#8217; puasa dan tidak mengqadha&#8217; shalat?&#8221;</p>
<p>Maka Aisyah menjawab, &#8220;Apakah kamu dari golongan Haruriyah?&#8221;<br />
Aku menjawab, &#8220;Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.&#8221;<br />
Dia menjawab, &#8220;Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha&#8217; puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha&#8217; shalat&#8217;.”<br />
(HR. Muslim no. 335)<br />
Berdasarkan kesepakatan para ulama pula, wanita yang dalam keadaan haid dan nifas tidak wajib puasa dan wajib mengqodho&#8217; puasanya. (Al Mawsu&#8217;ah Al Fiqhiyah, 28/ 20-21)</p>
<p><b>4.</b> Imam Nawawi rahimahullah berkata, &#8220;Kaum muslimin sepakat akan haramnya menyetubuhi wanita haid berdasarkan ayat Al Qur&#8217;an dan hadits-hadits yang shahih.&#8221; (Al Majmu&#8217;, 2: 359) Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, &#8220;Menyetubuhi wanita nifas adalah sebagaimana wanita haid yaitu haram berdasarkan kesepakatan para ulama.&#8221; (Majmu&#8217; Al Fatawa, 21: 624)</p>
<p><b>5.</b> Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>&#8220;Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari (hubungan intim dengan) wanita di waktu haid.&#8221; (QS. Al Baqarah: 222).<br />
Imam Nawawi berkata, &#8220;Mahidh dalam ayat bisa bermakna darah haid, ada pula yang mengatakan waktu haid dan juga ada yang berkata tempat keluarnya haid yaitu kemaluan.</p>
<p>Dan menurut ulama Syafi&#8217;iyah, maksud mahidh adalah darah haid.&#8221;<br />
(Al Majmu&#8217;, 2: 343)</p>
<p><b>6.</b> Dalam riwayat yang muttafaqun&#8217;alaih disebutkan,</p>
<p>Dari &#8216;Aisyah, ia berkata bahwa di antara istri-istri Nabi shallallahu&#8217;alaihi wa sallam ada yang mengalami haid. Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam ingin bercumbu dengannya. Lantas beliau memerintahkannya untuk memakai sarung agar menutupi tempat memancarnya darah haid, kemudian beliau tetap mencumbunya (di atas sarung). Aisyah berkata,<br />
&#8220;Adakah di antara kalian yang bisa menahan hasratnya (untuk berjima&#8217;) sebagaimana Nabi shallallahu&#8217;alaihi wa sallam menahannya?&#8221;<br />
(HR. Bukhari no. 302 dan Muslim no. 293).</p>
<p>Imam Nawawi menyebutkan judul bab dari hadits di atas, &#8220;Bab mencumbu wanita haid di atas sarungnya&#8221;. Artinya di selain tempat keluarnya darah haid atau selain kemaluannya.</p>
<p><b>7.</b> Ketika &#8216;Aisyah haid saat haji, Nabi shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda padanya,</p>
<p>&#8220;Lakukanlah segala sesuatu yang dilakukan orang yang berhaji selain dari melakukan thawaf di Ka&#8217;bah hingga engkau suci.” (HR. Bukhari no. 305 dan Muslim no. 1211)</p>
<p><b>Hadits tentang wanita muslimah</b><br />
<b><br />
</b></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://1.bp.blogspot.com/-TxxjnYB-Q8U/UGRe1RfiM9I/AAAAAAAAAF0/lkO5UffMinE/s1600/hadits-tentang-wanita-muslimah.jpg"><img loading="lazy" alt="" src="https://i0.wp.com/1.bp.blogspot.com/-TxxjnYB-Q8U/UGRe1RfiM9I/AAAAAAAAAF0/lkO5UffMinE/s320/hadits-tentang-wanita-muslimah.jpg" height="240" width="320" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td>Hadits tentang wanita muslimah</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><b>1.</b> Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:<br />
&#8220;Aku tidak melihat orang orang yang kurang akal dan kurang agama yang lebih bias menghilangkan akal laki laki yang teguh daripada salah seorang diantara kalian (para wanita).&#8221; (HR. Al Bukhari no 304 dan Muslim no. 80)</p>
<p><b>2. </b>Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:<br />
&#8220;Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya, bisa jadi kecantikannya itu merusak mereka. Janganlah menikahi mereka karena harta-harta mereka, bisa jadi harta-harta mereka itu membuat mereka sesat. Akan tetapi nikahilah mereka berdasarkan agamanya. Seorang budak wanita berkulit hitam yang telinganya sobek tetapi memiliki agama adalah lebih utama.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p><b>3. </b>Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:<br />
&#8220;Maukah aku beritahukan kepadamu tentang sebaik-baik harta pusaka seseorang? Yaitu wanita shalehah yang menyenangkan jika dipandang, yang taat padanya jika disuruh, yang bisa menjaganya jika ditinggal pergi.&#8221; (HR. Abu Daud dan al-Hakim dari Umar ra.)</p>
<p><b>4.</b> Dari Abu Hurairah, Rasulullah: &#8220;Wanita yang bagaimana yang paling baik?&#8221; Beliau menjawab: &#8220;Jika ia dipandang selalu menyenangkan, jika diperintah taat, dan tidak menyelisihinya terhadap perkara yang ia benci bila terjadi pada dirinya (istri) atau hartanya (suami).&#8221;</p>
<p><b>Hadits tentang wanita penghuni neraka</b><br />
<b><br />
</b></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://2.bp.blogspot.com/-Nvo7-PNsz-c/UGRfQ6dw1tI/AAAAAAAAAGE/9P6wVVWFcO0/s1600/hadits-tentang-wanita-penghuni-neraka.jpg"><img loading="lazy" alt="" src="https://i0.wp.com/2.bp.blogspot.com/-Nvo7-PNsz-c/UGRfQ6dw1tI/AAAAAAAAAGE/9P6wVVWFcO0/s320/hadits-tentang-wanita-penghuni-neraka.jpg" height="320" width="248" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td>Hadits tentang wanita penghuni neraka</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><b>1.</b> Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:<br />
&#8220;Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.&#8221; (HR. Bukhari, no. 3069 dan Muslim no.7114, dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya)</p>
<p><b>2.</b> Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:<br />
&#8220;Aku berdiri di depan pintu syurga, lalu (kulihat) kebanyakkan orang yang masuk kedalamnya adalah orang orang miskin, dan orang orang yang kaya ditahan kecuali penghuni neraka mereka disuruh untuk masuk ke,neraka, dan aku berdiri di depan pintu neraka maka (kulihat) kebanyakkan yang masuk kedalamnya adalah wanita&#8221;. (H. R Muslim, no. 7113)</p>
<p><b>3.</b> Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya penduduk surga yang paling sedikit adalah wanita.&#8221; (HR. Muslim, no. 7118).</p>
<div></div>
<div><b>4.</b> Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:</div>
<div>
<div>&#8220;Wanita mana saja yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab (yang syar&#8217;i) maka haram baginya wangi Surga.&#8221; (HR. Abu Daud, no. 2228, dan Ibnu Majah, no. 2055). Di shohihkan oleh syekh Al Bani dalam &#8220;shohih sunan abu daud&#8221; (no. 1928).</div>
</div>
<div></div>
<div><b>5.</b> Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:</div>
<div>
<div>&#8220;Apabila suami mengajak istri keranjangnya (untuk jima&#8217;) lalu ia tidak memenuhi maka ia dilaknat oleh para malaikat sampai subuh&#8221;.</div>
<div></div>
<div>Dalam riwayat : &#8220;lalu ia tidur malam sedang suaminya murka maka para malaikat akan melaknatnya sampai subuh.&#8221;</div>
<div></div>
<div>Dalam riwayat lain: &#8220;Apabila istri diwaktu malam meninggalkan ranjang suaminya, ia enggan mendatanginya, maka yang di langit (Allah) akan murka kepadanya sampai ia minta keridhaan suaminya.</div>
<div></div>
<div><b>6.</b> Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:</div>
</div>
<div>
<div>&#8220;Tidak boleh bagi perempuan yang beriman dengan Allah dan hari akhirat berpuasa (sunat) sedang suminya bersamanya kecuali dengan izinnya, dan tidak mengizinkan (seseorangpun) masuk kedalam rumahnya kecuali dengan izinnya.&#8221;</div>
</div>
<div></div>
<div><b>7.</b> Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam bersabda:</div>
<div>&#8220;Bershadaqahlah kalian! Karena kebanyakan kalian adalah kayu bakarnya Jahanam!&#8221; Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara wanita-wanita lainnya yang berubah kehitaman kedua pipinya, iapun bertanya: &#8220;Mengapa demikian, wahai Rasulullah?&#8221; Beliau menjawab: &#8220;Karena kalian banyak mengeluh dan kalian kufur terhadap suami!&#8221; (HR. Bukhari)</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dinrip.wordpress.com/2012/11/20/kumpulan-hadits-tentang-wanita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6333</post-id>	<georss:point>-6.173794 106.827957</georss:point>
		<geo:lat>-6.173794</geo:lat>
		<geo:long>106.827957</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/1e46bf6a3d2f7479bee8a1384b56229560d9c9570f784371ad8fc636c6938b66?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">dinrip</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://3.bp.blogspot.com/-I97-q4GfYws/UFM1OgYi1UI/AAAAAAAAAEI/jSY7R-H73Ts/s320/hadits_tentang_wanita.jpg"/>

		<media:content medium="image" url="http://2.bp.blogspot.com/-CNW64nHKp7E/UGRfEmD8MMI/AAAAAAAAAF8/YVFktKM7lUY/s320/hadits-tentang-wanita-haid.jpg"/>

		<media:content medium="image" url="http://1.bp.blogspot.com/-TxxjnYB-Q8U/UGRe1RfiM9I/AAAAAAAAAF0/lkO5UffMinE/s320/hadits-tentang-wanita-muslimah.jpg"/>

		<media:content medium="image" url="http://2.bp.blogspot.com/-Nvo7-PNsz-c/UGRfQ6dw1tI/AAAAAAAAAGE/9P6wVVWFcO0/s320/hadits-tentang-wanita-penghuni-neraka.jpg"/>
	<dc:creator>dinrip@yahoo.com (Mencari Ridho Allah (Cintanya))</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Wanita Di Akhir Zaman [Dengarlah Wahai Wanita]</title>
		<link>https://dinrip.wordpress.com/2012/11/17/wanita-di-akhir-zaman-dengarlah-wahai-wanita/</link>
					<comments>https://dinrip.wordpress.com/2012/11/17/wanita-di-akhir-zaman-dengarlah-wahai-wanita/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2012 04:33:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dinrip.wordpress.com/?p=6330</guid>

					<description><![CDATA[        Di akhir zaman ini ada sekelompok kaum hawa yang dinamakan FEMINIS,yang tidak henti-hentinya berpromosi ‘MEMERDEKAKAN WANITA’ melaungkan bahawa susah menjadi Wanita untuk menjalankan syariat Islam..   Ini adalah antara yang mereka gambarkan terhadap diri muslimah sendiri;   1. Wanita auratnya lebih susah dijaga(lebih banyak) dibanding lelaki. 2. Wanita harus meminta izin &#8230; &#8230; <a href="https://dinrip.wordpress.com/2012/11/17/wanita-di-akhir-zaman-dengarlah-wahai-wanita/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1> </h1>
<div>
<p> </p>
</div>
<div dir="ltr">
<div><a href="http://1.bp.blogspot.com/-uZyS1RCULXs/T0UMWZsrh0I/AAAAAAAAA_4/2618OFScOUw/s1600/34872_144931108854618_139517509395978_458314_148016_n.jpg"><img loading="lazy" alt="" src="https://i0.wp.com/1.bp.blogspot.com/-uZyS1RCULXs/T0UMWZsrh0I/AAAAAAAAA_4/2618OFScOUw/s320/34872_144931108854618_139517509395978_458314_148016_n.jpg" height="240" width="320" /></a></div>
<div> </div>
<div> </div>
<div>Di akhir zaman ini ada sekelompok kaum hawa yang dinamakan FEMINIS,yang tidak henti-hentinya berpromosi ‘MEMERDEKAKAN WANITA’ melaungkan bahawa susah menjadi Wanita untuk menjalankan syariat Islam..</div>
<div> </div>
<div>Ini adalah antara yang mereka gambarkan terhadap diri muslimah sendiri;</div>
<div> </div>
<div>1. Wanita auratnya lebih susah dijaga(lebih banyak) dibanding lelaki.</div>
<div>2. Wanita harus meminta izin dari suaminya apabila hendak keluar dari rumah namun sebaliknya berlaku dizaman ini.</div>
<div>3. Wanita (apabila menjadi saksi) kurang,berbanding dengan laki-laki.</div>
<div>4. Wanita menerima warisan(harta peninggalan) lebih sedikit daripada laki-laki.</div>
<div>5. Wanita menghadapi kesusahan dalam mengandung dan melahirkan anak.</div>
<div>6. Wanita wajib taat kepada suaminya,sementara suaminya tidak perlu taat pun kepada isteri.</div>
<div>7. Talak terletak ditangan suami bukan isteri.</div>
<div>8. Wanita kurang dalam beribadat kerana adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.</div>
<div> </div>
<div>Itulah sebahagian yang sering menjadi anggapan segelintir muslimah dalam kehidupan seharian. Tetapi pernahkah muslimah sekelian melihat di sebalik yang menjadi kenyataannya?</div>
<div> </div>
<div>1) Benda yang mahal harganya pasti akan dijaga dan dibelai serta disimpan di tempat yang selamat dan baik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiarkan berserakan begitu saja? Itulah bandingannya dengan seorang wanita. Wanita ibarat permata yang tak terbanding nilai dan harganya di sisi Islam.</div>
<div> </div>
<div>Rasulullah saw bersabda,</div>
<div> </div>
<div>“Tidak seharusnya bagi lelaki yang beriman untuk meremehkan wanita yang beriman. Seandainya dia tidak menyukai satu perangainya,pasti ada dari semua perangainya yang membuat lelaki puas dan bahagia.”(HR Muslim)</div>
<div> </div>
<div>2) Wanita perlu taat kepada suaminya,tetapi tahukah lelaki bahawa mereka wajib taat kepad ibunya 3 kali lebih utama daripada bapanya?</div>
<div> </div>
<div>“Abu Hurairah r.a berkata bahawa seseorang telah datang kepada Rasulullah SAW sambil berkata, “Wahai Rasulullah,siapakah orang yang berhak untuk menerima/mendapat ketaatanku(kebaktianku) yang paling baik?” Rasulullah SAW bersabda “Ibumu..” Kemudian dia bertanya “Lalu siapa lagi..?” Rasulullah SAW bersabda,”Kemudian ibumu..” Kemudian dia terus bertanya lagi “Lalu siapa lagi..?” Rasulullah SAW bersabda,”Kemudian Ibumu..” Dia terus bertanya lagi. “Lalu siapa lagi.?” Rasulullah SAW bersabda ,”Kemudian bapamu…”.(HR Bukhari Muslim).</div>
<div> </div>
<div>3) Wanita menerima warisan(harta peninggalan) lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu akan menjadi milik peribadinya dan tidak perlu untuknya berkongsi atau diserahkan kepada suaminya. Sementara lelaki yang menerima warisan(harta peninggalan) dia perlu/wajib menggunakan harta itu untuk isteri dan anak-anaknya.</div>
<div> </div>
<div>4) Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi tahukah kamu wahai muslimahku, bahawa setiap saat wanita yang mengandung didoakan oleh semua makhluk,malaikat dan seluruh makhluk Allah SWT di muka bumi ini? Dan ketahuilah muslimahku, jika dia mati ketika melahirkan anak, adalah syahid dan syurga telah menantinya..</div>
<div> </div>
<div>5) Diakhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, iaitu isterinya,ibunya,anak perempuannya dan saudara perempuannya. Bagi seorang wanita diakhirat kelak akan dipertanggungjawabkan oleh 4 orang lelaki iaitu suaminya,bapanya,anak lelakinya dan saudara lelakinya..</div>
<div> </div>
<div>6) Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui mana-mana pintu yang disukainya, cuma dengan 4 syarat saja iaitu; solat 5 waktu,berpuasa di bulan Ramahdan, mentaati suaminya dan menjaga kehormatannya.</div>
<div> </div>
<div>“Rasulullah SAW bersabda;”Bila seorang isteri telah mendirikan solat 5 waktu,berpuasa di bulan Ramadhan,menjaga kesucian dirinya dan taat kepada suaminya, nescaya kelak akan dikatakan kepadanya,’silakan engkau masuk ke syurga dari pintu manapun yang engkau suka” (HR Ahmad dan Lainnya)</div>
<div> </div>
<div>Tidakkah muslimah sekalian mengharapkan diri adalah termasuk orang-orang mukminah yang mendapatkan kebebasan masuk syurga dari pintu manapun..?</div>
<div> </div>
<div>7) Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabnya kepada Allah SWT, maka ia akan turut menerima pahala setara pahala orang yang berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata pun..</div>
<div> </div>
<div>Masya Allah..</div>
<div> </div>
<div>Begitulah kedudukan wanita yang amat tinggi di sisi Allah SWT..</div>
<div> </div>
<div>Yakinlah muslimahku.., kepada Rabb yang mencipta,yang menjadikan kita untuk memikul segala tanggungjawab samaada ia berat,ringan,susah dan senang..</div>
<div> </div>
<div>Taqwa dan Tawakal kita semata-mata Hanya UntukNya yang Mengasihi kita iaitu Wanita Islam…</div>
<div> </div>
<div>Subhanallah…</div>
<div> </div>
<div>Allahuakbar..</div>
<div> </div>
<div> </div>
<div> </div>
<div> </div>
<div>belogbudakbakau.blogspot.com/2012/02/wanita-di-akhir-zaman-dengarlah-wahai.html</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dinrip.wordpress.com/2012/11/17/wanita-di-akhir-zaman-dengarlah-wahai-wanita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6330</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/1e46bf6a3d2f7479bee8a1384b56229560d9c9570f784371ad8fc636c6938b66?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">dinrip</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://1.bp.blogspot.com/-uZyS1RCULXs/T0UMWZsrh0I/AAAAAAAAA_4/2618OFScOUw/s320/34872_144931108854618_139517509395978_458314_148016_n.jpg"/>
	<dc:creator>dinrip@yahoo.com (Mencari Ridho Allah (Cintanya))</dc:creator></item>
		<item>
		<title>MAKSUD HIDUP UMMAT AKHIR ZAMAN</title>
		<link>https://dinrip.wordpress.com/2012/09/08/maksud-hidup-ummat-akhir-zaman-2/</link>
					<comments>https://dinrip.wordpress.com/2012/09/08/maksud-hidup-ummat-akhir-zaman-2/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sat, 08 Sep 2012 14:17:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[AKHIR ZAMAN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dinrip.wordpress.com/?p=6327</guid>

					<description><![CDATA[MAKSUD HIDUP UMMAT AKHIR ZAMAN Sebuah benda jika tidak digunakan sesuai dengan maksud yang menciptakannya, maka benda ini tidak berguna dan lama-lama akan rusak. Begitu juga manusia, tidak ada gunanya dan akan rusak jika tidak sesuai dengan maksud penciptaannya. Yang mengetahui maksud hidup manusia, bukanlah isterinya, anaknya, ayahnya, pemerintahnya dsb. Mengapa ? karena mereka tidak &#8230; &#8230; <a href="https://dinrip.wordpress.com/2012/09/08/maksud-hidup-ummat-akhir-zaman-2/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>MAKSUD HIDUP UMMAT AKHIR ZAMAN</strong></p>
<p>Sebuah benda jika tidak digunakan sesuai dengan <strong>maksud</strong> yang menciptakannya, maka benda ini tidak berguna dan lama-lama akan rusak. Begitu juga manusia, tidak ada gunanya dan akan rusak jika tidak sesuai dengan <strong>maksud</strong> penciptaannya. Yang mengetahui <strong>maksud hidup</strong> manusia, bukanlah isterinya, anaknya, ayahnya, pemerintahnya dsb. Mengapa ? karena mereka tidak mempunyai andil dalam penciptaan manusia.</p>
<p><strong>Maksud hidup</strong> manusia adalah</p>
<p>1. Manusia diciptakan untuk ibadah</p>
<p>“Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia, melainkan (hanya untuk) beribadah.” (QS. Adz Dzariyat : 56 )</p>
<p>2. Manusia untuk menjadi khalifah</p>
<p>“Sesungguhnya Aku akan menjadikan di muka bumi ini khalifah (manusia)” (QS. Al Baqarah : 30 )</p>
<p>3. Manusia untuk ber’amar ma’ruf nahi mungkar dan sebagai naibnya Rasulullah SAW</p>
<p>“Kalian adalah sebaik-baik ummat yang dikeluarkan untuk manusia, yaitu untuk ber’amar ma’ruf dan nahi mungkar dan beriman kepada Allah” (QS. Ali Imran : 110)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika manusia berhasil mewujudkan <strong>maksud hidupnya</strong>, maka akan dijadikan raja-raja di Jannah/Surga. “Jika kamu melihat Jannah seolah-olah adalah kenikmatan dan kerajaan yang besar” (QS. Al Insan: 20).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Keperluan hidup</strong> manusia adalah :</p>
<p>1. Makan Minum</p>
<p>2. Rumah</p>
<p>3. Kendaraan</p>
<p>4. Pakaian</p>
<p>5. Pernikahan</p>
<p>Para sahabat Nabi <strong>keperluannya</strong> rendah tetapi <strong>maksud hidup</strong> tinggi. Sementara kita memiliki <strong>keperluan</strong> tinggi tetapi <strong>maksud hidupnya</strong> rendah. Keseharian kita hanya memikirkan bagaimana mendapatkan <strong>keperluan</strong>, tetapi para sahabat berpikir untuk selalu mengorbankan <strong>keperluan</strong> untuk mendapatkan <strong>maksud hidup</strong>.</p>
<p>Perbedaan orang beriman dengan orang kafir dalam menggunakan <strong>keperluan </strong>dan <strong>maksud hidup</strong> adalah :</p>
<p><strong>1. </strong><strong>MAKAN MINUM</strong></p>
<p><em>Orang kafir : </em>Makan dan minum untuk kesehatan dan kekuatan sebagaimana kaum A’ad sehingga mereka berkata : “Siapakah yang lebih kuat daripada Kami ……?”(QS. Fushsihlat: 15)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Orang beriman :</em></p>
<p><strong>Makan Minum untuk beribadah </strong>agar bisa berdiri shalat dan mengerjakan ibadah lainnya. Jika makan dengan cara adab sunnah Rasulullah SAW maka akan diberi pahala oleh Allah SWT.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Makan Minum untuk Khalifah</strong> adalah agar bisa berkhidmat kepada sesama. Nabi SAW bersabda, “jika kalian mengangkat beban saudaramu ke punggung kudanya, maka akan dihitung sedekah, jika kalian mengisi ember saudaramu dengan air maka dihitung sedekah”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Makan Minum untuk dakwah, </strong>suatu jamaah diantar ke suatu rumah di Pakistan maka dihidangkan kepadanya air yang rasanya asin. Karena jamaah berniat dakwah maka Amir(sebutan untuk pemimpin jamaah) mengatakan, “Habiskan air asin tadi”.</p>
<p>Setelah jamaah pulang isteri pemilik rumah terlihat pucat, suaminya bertanya, “ada apa?”</p>
<p>Isterinya berkata,”Aku salah memasukkan gula ternyata aku memasukkan garam ke air minum mereka, bagaimana keadaan mereka?”</p>
<p>Suaminya berkata.”Tidak masalah, mereka biasa saja bahkan tampak senang.”</p>
<p>Isterinya berkata,”kalau begitu bapak harus ikut mereka karena mereka bukan orang biasa tetapi seperti malaikat yang berjalan-jalan di bumi.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>2. </strong><strong>PAKAIAN</strong></p>
<p><em>Orang kafir :</em> tujuan menggunakan pakaiannya seperti burung merak yaitu untuk menarik lawan jenis dan untuk dipuji-puji.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Orang beriman : </em></p>
<p><strong>Untuk Ibadah</strong> yaitu menutup aurat karena malu kepada Allah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Untuk Khalifah </strong>yaitu untuk melayani umat sebagaimana kisah Hasan r.a cucu Nabi SAW. Beliau memakai pakaian mahal sehingga seorang Yahudi datang kepadanya dan berkata, “Ya Hasan, benarkah engkau cucu Rasulullah ?”</p>
<p>Hasan r.a. menjawab,”Ya, Kenapa ?”</p>
<p>Kata si Yahudi, “mengapa engkau menyelisihi kakekmu dengan berpakaian mewah padahal dunia adalah penjara bagimu dan surga bagi orang kafir?”. Si Yahudi melanjutkan, “kini kau lihat, aku berpakaian compang camping sementara kamu seperti di Surga?”</p>
<p>Hasan r.a. berkata,”Wahai Yahudi, seandainya kamu tahu pakaian apa yang akan kamu dapatkan di neraka, niscaya kamu akan memakai pakaian paling mewah di dunia ini karena tak merasakan lagi di akhirat. Aku memakai pakaian bagus ini agar orang miskin tahu kalau aku orang kaya agar mereka tak sungkan-sungkan meminta sedekah kepadaku.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Untuk Dakwah,</strong> dengan pakaian yang digunakan orang akan mendapat hidayah dan ingat kepada Allah. Itulah sebabnya orang beriman mencontoh pakaian Rasulullah SAW dan para sahabat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>3. </strong><strong>RUMAH</strong></p>
<p><em>Orang kafir :</em></p>
<p>Rumah untuk kesombongan dan fungsinya hanya untuk restoran (untuk tempat makan keluarga), hotel (tempat tidur/istirahat) , WC (tempat buang air), gallery (tempat menyimpan barang-barang mewah), bioskop mini (tempat nonton TV keluarga), gedung pertemuan keluarga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Orang beriman:</em></p>
<p><strong>Untuk ibadah, </strong>Nabi SAW bersabda,”Shalatlah kamu (shalat sunnah) di sudut-sudut rumah kamu niscaya rumah kamu akan dipandang oleh penduduk langit bercahaya sebagimana kamu memandang bintang-bintang di langit.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Untuk Khalifah</strong>, yaitu melayani ummat sebagaimana hadits yang menunjukkan bahwa hak tamu untuk dilayani adalah tiga hari, setelah hari ketiga maka dihitung sedekah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Untuk Dakwah,</strong> yaitu bagaimana orang masuk ke rumah kita mendapat hidayah sebagaimana rumahnya Fatimah binti Khaththab. Umar bin Khaththab masuk ke rumahnya langsung mendapat hidayah, mengapa ? karena di dalam rumah hidup amalan masjid yaitu <em>dakwah</em>, <em>ta’lim</em>, <em>ibadah</em> dan <em>khidmat</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>4. </strong><strong>KENDARAAN</strong></p>
<p><em>Orang kafir :</em></p>
<p>Menggunakan kendaraan hanya untuk menyelesaikan urusan dunia saja, juga sebagai kesombongan dan status sosial.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Orang beriman :</em></p>
<p><strong>Untuk Ibadah,</strong> seperti dipakai untuk pergi ke Masjid, silahturahmi dll.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Untuk Khalifah,</strong> yaitu untuk melayani saudara muslimnya, dipinjamkan untuk hajat muslimin</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Untuk Dakwah, </strong>yaitu untuk berjuang di Jalan Allah. Nabi SAW bersabda, “seseorang yang memelihara kuda untuk digunakan jihad maka semua makanan, kotoran dan kencingnya dihitung sebagai kebaikan oleh Allah SWT”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nabi SAW juga bersabda,”ada tiga hasil orang memiliki kendaraan, yaitu (1) orang yang mendapatkan Surga dari kendaraannya karena digunakan di jalan Allah SWT. (2) mendapat neraka karena dipakai untuk bermaksiat kepada Allah. (3) tidak memperoleh apa-apa di Akhirat karena hanya digunakan untuk keperluan dunia semata.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>5. </strong><strong>PERNIKAHAN</strong></p>
<p><em>Orang kafir :</em></p>
<p>Pernikahan mereka hanya untuk menyempurnakan nafsu saja dan mendapatkan keturunan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Orang beriman :</em></p>
<p><strong>Untuk Ibadah, </strong>sesuai sabda Nabi SAW, “orang yang sudah menikah shalat 2 rakaatnya lebih baik dari pada 70 rakaat orang yang belum menikah.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Untuk Khalifah, </strong>yaitu dengan memiliki isteri kita bisa berkhidmat kepada tetangga sebagaimana hadis,”jika kamu masak, perbanyaklah kuahnya dan kirimkan kepada tetangga kamu.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Untuk Dakwah,</strong> yaitu wanita/isteri dapat berdakwah sampai ke dapur-dapur tetangga kita, sedangkan laki-laki hanya sampai depan pintu saja. Kewajiban dakwah termasuk untuk wanita. Do’a-do’a wanita dalam dakwah sangatlah hebat melebihi do’a 70 wali Allah.</p>
<p>rkn2003.wordpress.com/2008/08/05/maksud-hidup-ummat-akhir-zaman/</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dinrip.wordpress.com/2012/09/08/maksud-hidup-ummat-akhir-zaman-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6327</post-id>	<georss:point>-6.173794 106.827957</georss:point>
		<geo:lat>-6.173794</geo:lat>
		<geo:long>106.827957</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/1e46bf6a3d2f7479bee8a1384b56229560d9c9570f784371ad8fc636c6938b66?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">dinrip</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>dinrip@yahoo.com (Mencari Ridho Allah (Cintanya))</dc:creator></item>
		<item>
		<title>KH.SYAFI’I HADZAMI (SUMUR YANG TAK PERNAH KERING)</title>
		<link>https://dinrip.wordpress.com/2012/08/02/kh-syafii-hadzami-sumur-yang-tak-pernah-kering/</link>
					<comments>https://dinrip.wordpress.com/2012/08/02/kh-syafii-hadzami-sumur-yang-tak-pernah-kering/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Thu, 02 Aug 2012 15:36:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dinrip.wordpress.com/?p=6319</guid>

					<description><![CDATA[    Muallim Syafi’i panggilan tersebut akrab di telinga murid-murid beliau. Kedalaman ilmu serta ketawadhuan beliau memang pantas rasanya bila KH.Syafi’i Hadzami mendapat julukan Muallim Jakarta, sejak muda beliau gemar sekali menuntut ilmu dan tak pernah merasa puas terhadap ilmu yang beliau miliki, maka tak heran bila beliau menguasai beberapa fan ilmu seperti Ilmu Fiqih, &#8230; &#8230; <a href="https://dinrip.wordpress.com/2012/08/02/kh-syafii-hadzami-sumur-yang-tak-pernah-kering/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1><a href="https://dinrip.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/08/khsyafii-hadzami-thumbnail.jpg"><img class="size-full wp-image" src="https://dinrip.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/08/khsyafii-hadzami-thumbnail.jpg?w=118" alt="Gambar" /></a></h1>
<div> </div>
<p> </p>
<p>Muallim Syafi’i panggilan tersebut akrab di telinga murid-murid beliau. Kedalaman ilmu serta ketawadhuan beliau memang pantas rasanya bila KH.Syafi’i Hadzami mendapat julukan Muallim Jakarta, sejak muda beliau gemar sekali menuntut ilmu dan tak pernah merasa puas terhadap ilmu yang beliau miliki, maka tak heran bila beliau menguasai beberapa fan ilmu seperti Ilmu Fiqih, ilmu Falaq, ilmu Hadist , Ilmu Tauhid dan berbagai disiplin ilmu-ilmu lainnya. Salah satu Guru beliau yang sangat beliau Hormati adalah Syech Muhammad Yasin bin Isa Al Fadani seorang Ulama terkemuka dari Mekkah yang bergelar Musnidud Dunya, dan guru- guru beliau lainnya adalahKyai Husain, K.H. Abdul Fattah, Ustaz Sholihin,Habib Ali Bungur, Habib Ali alhabsyi kwitang K.H. Ya’qub Sa`idi, .</p>
<p>Beliau Bernama Muhammad Syafi”i putra Bewati lahir pada tgl 31 jan 1931 ayahnya bernama Muhammad Saleh Raidi, gelar Hadzami diberikan oleh guru-guru dan para Ulama karena kedalaman ilmu yang beliau miliki dalam memahami serta menjelaskan masalah-masalah yang tergolong rumit untuk dipahami dan Muallim Syafi’i dengan mudah menjelaskan masalah-masalah tersebut dengan berbagai sumber referensi yang beliau miliki. Muallim Syafi’i mengajar dibeberapa majlis ta’lim di Jakarta bahkan menurut penuturan murid beliau sebelum meninggalpun Muallim Syafi’i Hadzami masih sempat mengajar di Masjid Ni’matul Ittihad pondok pinang jakarta selatan,Majlis -majlis ta’limnya tak pernah sepi selalu dipadati oleh jamaah yang berasal dari berbagai kawasan Jabotabek bukan hanya dari kalangan umum saja yang mendatangi majlis beliau bahkan Para Ulama serta para Asaatidz turut hadir dalam menimba ilmu dari beliau. Waktu yang begitu berharga tidak beliau sia-siakan untuk hal hal yang tidak berguna, beliau pergunakan seluruh waktunya untuk mengajar dan membimbing umat, dan salah satu bentuk ketawadhuan beliau adalah beliau selalu menganggap guru terhadap para ulama dan para Habaib walaupun kapasitas keilmuan yang beliau miliki melebihi para ulama dimasanya. Beliau tekun selalu membaca dan menelaah kitab-kitab, karya beliau yang termashur adalah Kitab Al Hujjalul Bayyinah , Kitab Sullamul’arsy fi Qiraat Warasy yang berisi tentang Kaedah Bacaan Alquran Imam Warasy,Kitab Taudhihul Adillah , 100 masalah Agama,Risalah sholat tarawih, risalah Qoblyah Jum’at.</p>
<p> <a href="https://dinrip.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/08/khsyafii-hadzamikanan-thumbnail.jpg"><img src="https://dinrip.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/08/khsyafii-hadzamikanan-thumbnail.jpg?w=118" alt="Gambar" /></a></p>
<p align="left">Karisma keulamaan yang tampak dalam diri Muallim Syafi’i memancar , beliau bukan saja dikenal di indonesia tapi kedalaman ilmu beliau juga dikenal di luar negri seperti di Mekkah dan Hadromaut Tarim.Beliua juga sering mendapat kunjungan dari beberapa ulama Tarim seperti Alalamah Habib Umar bin Hafidz pengasuh pon-pes Darul Musthofa Tarim Hadromaut.</p>
<p align="left"> </p>
<p align="left">Ba’da mengajar di Masjid Ni’matul Ittihad tepatnya tanggal 07 may2006 beliau merasakan nyeri di dada dan sesak napasnya, hingga akhirnya Muallim Syafi’i dilarikan kerumah sakit RSPP pertamina namun ditengah perjalanan Alloh SWT memanggilnya untuk kembali menghadapnya, retak agama….rengat agama…dengan meninggalnya orang alim….linangan air mata mengalir dari murid-murid serta orang-orang yang mencintai beliau ,ribuan orang berdatangan kerumah beliau untuk mensholati bahkan menurut penuturan murid beliau yang mensholati jenazah Muallim Syafi’i tak putus-putus dari pagi hingga malam hari.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dinrip.wordpress.com/2012/08/02/kh-syafii-hadzami-sumur-yang-tak-pernah-kering/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6319</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/1e46bf6a3d2f7479bee8a1384b56229560d9c9570f784371ad8fc636c6938b66?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">dinrip</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://dinrip.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/08/khsyafii-hadzami-thumbnail.jpg?w=118">
			<media:title type="html">Gambar</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://dinrip.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/08/khsyafii-hadzamikanan-thumbnail.jpg?w=118">
			<media:title type="html">Gambar</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>dinrip@yahoo.com (Mencari Ridho Allah (Cintanya))</dc:creator></item>
		<item>
		<title>7 Cinta</title>
		<link>https://dinrip.wordpress.com/2012/07/28/7-cinta/</link>
					<comments>https://dinrip.wordpress.com/2012/07/28/7-cinta/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sat, 28 Jul 2012 01:50:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dinrip.wordpress.com/?p=6313</guid>

					<description><![CDATA[      Cinta adalah karunia dari Allah. Cinta Allah sangat luas, seluas alam semesta. Cinta Allah kepada makhluknya tidak bisa dibayangkan. Allah telah membuktikan cintanya melalui segala bentuk ciptaannya. Sebaik-baik cinta di alam dunia ini adalah cinta dari Allah. Para nabi dan Rasul adalah orang-orang yang mendapatkan cinta dariNya. Kemuliaan para nabi dan rasul karena &#8230; &#8230; <a href="https://dinrip.wordpress.com/2012/07/28/7-cinta/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>      Cinta adalah karunia dari Allah. Cinta Allah sangat luas, seluas alam semesta. Cinta Allah kepada makhluknya tidak bisa dibayangkan. Allah telah membuktikan cintanya melalui segala bentuk ciptaannya. Sebaik-baik cinta di alam dunia ini adalah cinta dari Allah. Para nabi dan Rasul adalah orang-orang yang mendapatkan cinta dariNya. Kemuliaan para nabi dan rasul karena cinta Allah kepada mereka, demikian juga sebaliknya kecintaan mereka kepada Allah telah menurunkan cinta Allah kepada seluruh makhluknya.</p>
<p> Walaupun cinta makhluk itu terbatas namun cinta Allah tidak terbatas. Cinta makhluk itu terbatas ajal. Cinta Allah selamanya dan kepada siapapun. Cinta Allah kepada makhluknya akan berlebih apabila makhluknya mau mencintaiNya.</p>
<p>Ada tujuh cinta untuk mencintai dan dicintai Allah. Pertama, cinta ilmu, Allahu al ‘aliim. Allah maha tahu. Pengetahuan Allah karena kesempurnaan ilmunya. Maka barang siapa ingin mencintai dan dicintai Allah maka hendaklah ia cinta pada ilmu. Karena dengan ilmu kita kan mengetahui kesempurnaan Allah sebagai sang maha pencipta. Tanpa ilmu kita tidak akan bisa memahami hakikat penciptaan alam semesta dan seisinya.</p>
<p>Kedua, cinta puasa, Ibadah seorang hamba adalah untuk dirinya kecuali ibadah puasa. Puasa merupakan bentuk penghambaan kepada Allah. Rasa lapar yang dirasakan akan menguatkan hati dan pikiran untuk merasakan indahnya berbagi kebahagiaan. Kecintaan kepada sesama makhluk, menumbuhkan kepedulian dan menumbuhkan dorongan semangat ibadah kepada Allah. Puasa merupakan bentuk kecintaan seorang hamba kepada sang kholiq. Allah sebagai sang kholiq dan <em>rabb</em>nya akan mencintai setiap hamba yang mau berusaha untuk mencintainya.</p>
<p>Ketiga,cinta al quran, Al quran adalah kalamullah. Seseorang yang menginginkan kedekatan dengan dan berdialog dengan Allah maka hendaklah membaca al Quran. Dengan membaca al Quran hati menjadi tenang, tentram dan ada kedamaian. Selain itu membaca al Quran merupakan ibadah. Rasulullan bersabda,”Aku tidak mengatakan alif, lam dan miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf. Dan setiap huruf ada sepuluh kebaikan”. Betapa banyak kebaikan yang bisa kita lakukan dengan mudah apa bila kita mau membaca al Quran. Karena al Quran merupakan firman Allah dan akan bernilai ibadah bagi yang membacanya, maka tentunya Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan bagi seorang  hamba yang ingin mencintaiNya dengan membaca al Quran. Oleh karena itu cintailah Al Quran dengan istiqomah membaca dan merenungkannya, agar cinta Allah turun kepada kita.</p>
<p> Keempat, cinta shadaqah, Shodaqah merupakan bentuk ibadah <em>maaliyah</em> kepada Allah. Allah menjadikan kecintaan manusia kepada anak-anak, istri, harta kekayaan dan berbagai jenis kendaraan. Sesungguhnya anak-anak, istri, harta kekayaan dan berbagai jenis kendaraan itu adalah karunia dari Allah. Allah menguji keimanan hambanya dengan kecintaan tersebut. Apakah seorang hamba lebih mencintai yang ada didunia dari pada Allah? Shodaqah melatih diri untuk ikhlas terhadap karunia yang diberikan Allah kepada kita. Shodaqah juga merupakan bukti cinta kepada Allah. Bagi Allah kekayaan yang ada di seluruh alam semesta tidak ada artinya dibandingkan  dengan nilai keikhlasan seorang hamba dalam bershadaqah disertai pengharapan ridho dariNya.</p>
<p>Kelima, cinta Masjid, sebaik-baik tempat adalah masjid. Karena masjid adalah <em>baitullah</em>. Dimasjid seorang hamba merendahkan diri, tunduk, patuh, taat kepada Allah. Di masjid seorang hamba memohon ampun kepada Allah  atas segala dosa yang telah diperbuatnya. Di masjid seorang hamba bermohon memanjatkan doa untuk kesejahteraan umat Islam yang beriman di seluruh dunia. Di masjid seorang hamba memohon doa keselamatan dunia dan akhirat. Masjid adalah tempat menundukkan hati, menangis, melihat setiap kesalahan kita dihadapan Allah. Masjid tempat mengadukan berbagai persoalan kehidupan di dunia yang penuh dengan tipu daya dan kemaksiyatan. Cinta masjid berarti memakmurkan masjid untuk berbagai kegiatan ibadah kepaada Allah. Allah menjanjikan sorga bagi seorang hamba yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid. Ketika seseorang mencintai masjid berarti dia telah mencintai Allah sebagai pemilik masjid. Allah akan membalas kecintaan hamba tersebut dengan kecintai yang lebih besar dibandingkan kecintaan hambaNya.</p>
<p>Keenam, cinta dzikir, dzikir merupakan bentuk <em>taqarub</em> kepada Allah. Manusia tidak ada yang tidak luput dari dosa. Nabi Adam diusir dari syurga juga karena berbuat dosa. Namun sesungguhnya orang yang baik bukanlah orang yang tidak pernah berbuat dosa, orang yang baik adalah orang yang apabila ia berbuat dosa segera bertaubat memohon ampun kepada Allah. Nabi Adam berbuat dosa. Ketika ia terusir dari syurga ia segera menyadari bahwa ia telah barbuat dosa. Maka ia memohon ampun kepada Allah dengan sepenuh hati.  Bertaubat  dengan taubat yang sesungguhnya. Berjanji tidak akan mengulangi lagi, berbuat kebaikan untuk menghapus dosa-dosa yang telah diperbuat, menyesal atas perbuatannya. Semua itu dilakukan untuk lebih dekat kepada Allah. Dzikir merupakan salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah serta memohon ampun kepanya. Mulutnya berucap memohonkan ampun, anggota badannya berbuat kebaikan, hatinya mendorong kearah kebaikan. Orang yang mulutnya senantiasa berdzikir mengingat Allah, maka Allah akan mengingatnya pula. Soerang hamba yang mencintai Allah dengan senantiasa berdzikir, Allah akan membalas cintanya dengan kebaikan yang diturunkan dari langit.</p>
<p>Ketujuh, cinta sholat malam, sholat malam atau <em>qiyamul lail</em>  yang dilakukan dengan ikhlah mengarap ridho Allah akan dibalas Allah dengan ditempatkan di tepat yang tinggi (<em>maqama mahmuda</em>). Inilah janji Allah dalam al Quran. <em>Qiyamul lail</em> hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang ikhlas untuk bangun diwaktu malam. Orang yang ikhlas bangun diwaktu yang hampir kebanyakan manusia menutup mata untuk istirahat setelah lelah bekerja seharian. Allah mencintai orang yang melakukan kebaikan dengan ikhlas tanpa diketahui orang lain. Ketika kebanyakan orang tertidur pulas sedikit sekali orang yang tahajut bermunajat kepada Allah. Inilah kesempatan yang untuk memohon karuniaNya. Kecintaan Allah akan turun apabila kita mencintai sunah-sunahNya. Insyaallah.</p>
<p><a href="https://dinrip.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/07/7-cinta-dpu-daarut-tauhiid-e1336837833443-300x163.jpg"><img src="https://dinrip.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/07/7-cinta-dpu-daarut-tauhiid-e1336837833443-300x163.jpg?w=290" alt="Gambar" /></a></p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dinrip.wordpress.com/2012/07/28/7-cinta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6313</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/1e46bf6a3d2f7479bee8a1384b56229560d9c9570f784371ad8fc636c6938b66?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">dinrip</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://dinrip.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/07/7-cinta-dpu-daarut-tauhiid-e1336837833443-300x163.jpg?w=290">
			<media:title type="html">Gambar</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>dinrip@yahoo.com (Mencari Ridho Allah (Cintanya))</dc:creator></item>
	</channel>
</rss>