<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Fakultas Kehutanan IPB &#124; DKM &#039;Ibaadurrahmaan</title>
	<atom:link href="https://dkmfahutan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://dkmfahutan.wordpress.com</link>
	<description>Ikhlas dan Profesional dalam Berdakwah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Aug 2011 06:57:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">352100</site><cloud domain='dkmfahutan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/ef53b110fafcb204a9f1cf2029381685c93cb5edde0f3450ddc8bd1cc864a135?s=96&#038;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Fakultas Kehutanan IPB &#124; DKM &#039;Ibaadurrahmaan</title>
		<link>https://dkmfahutan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://dkmfahutan.wordpress.com/osd.xml" title="Fakultas Kehutanan IPB &#124; DKM &#039;Ibaadurrahmaan" />
	<atom:link rel='hub' href='https://dkmfahutan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Mencari Sang Da&#8217;i</title>
		<link>https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/08/16/mencari-sang-dai/</link>
					<comments>https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/08/16/mencari-sang-dai/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dkmfahutan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 06:55:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dkmfahutan.wordpress.com/?p=593</guid>

					<description><![CDATA[assalaamu’alaikum wr. wb. Sejak menggarap makalah pada tahun 2007 dan tesis pada tahun 2009 tentang Buya Hamka, saya menjadi akrab dengan karya-karya beliau yang kini sudah dikategorikan ‘klasik’ dan langka. Bersamaan dengan usaha saya untuk memahami karya-karya klasik tersebut, saya pun bertemu dengan karya-karya klasik lainnya seperti buku-buku Moh. Natsir, Prof. Rasjidi, dan biografi para &#8230; &#8230; <a href="https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/08/16/mencari-sang-dai/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>assalaamu’alaikum wr. wb.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sejak menggarap makalah pada tahun 2007 dan tesis pada tahun 2009 tentang Buya Hamka, saya menjadi akrab dengan karya-karya beliau yang kini sudah dikategorikan ‘klasik’ dan langka. Bersamaan dengan usaha saya untuk memahami karya-karya klasik tersebut, saya pun bertemu dengan karya-karya klasik lainnya seperti buku-buku Moh. Natsir, Prof. Rasjidi, dan biografi para tokoh seperti Moh. Natsir, Kasman Singodimedjo dan Anwar Harjono. Menyelami bacaan-bacaan semacam ini menjadi semacam petualangan yang tersendiri. Selain gaya bahasanya yang berbeda dengan bahasa orang sekarang, juga karena kedalamannya yang begitu mengejutkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita memang cenderung berpikiran bahwa peradaban manusia selalu maju; orang sekarang dianggap lebih pintar daripada nenek moyangnya. Akan tetapi jika kita selidiki secara seksama melalui karya-karya para ulama Indonesia dahulu, kemudian diperbandingkan dengan karya-karya yang kita jumpai sekarang, maka akan kita temui fakta yang berkebalikan dari asumsi tadi. Moh. Natsir sudah mendebat habis Soekarno dan pandangan ‘sekuler setengah matangnya’ yang sekedar ingin mengikut jejak Turki namun – sebagaimana ditekankan oleh Natsir – sangat minim referensinya. Prof. Rasjidi sudah menelusuri dunia ghazwul fikriy (perang pemikiran), mulai dari bahasan-bahasan tentang Syi’ah, kristenisasi, ateisme, hingga infiltrasi pemikiran sekuler ke kampus-kampus IAIN. Jika Natsir dan Rasjidi adalah tokoh yang sudah digembleng oleh pendidikan tinggi, maka Buya Hamka adalah tokoh yang sangat kuat dalam tradisi otodidaknya. Karya-karyanya menggunakan referensi yang sangat luas, mulai dari pemikiran kaum filsuf Yunani kuno, Eropa abad pertengahan, hingga kaum Teosofi, aliran kebatinan, dan tentu saja dari karya-karya para ulama sebelumnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika berkesempatan menyantap makan siang dalam sebuah acara santai bersama ust. Ahmad Sarwat, saya menyampaikan kegundahan saya tentang langkanya sosok da’i yang intelek kini. Natsir dan Hamka bagaikan jauh di awang-awang; begitu sulit untuk dibayangkan oleh saya yang hidup di jaman sekarang. Puluhan tahun yang lalu Natsir telah membicarakan bagaimana agama Islam mampu mengarahkan kebudayaan manusia bahkan kemudian membangun peradabannya sendiri, sedangkan para da’i sekarang masih saja berkutat menjawab pertanyaan jamaahnya seputar hukum bergosip, sah-tidaknya shaum orang yang muntah dan semacamnya. Hal-hal yang sudah dijelaskan dalam ratusan judul buku, bahkan seharusnya sudah diajarkan di sekolah-sekolah, masih saja menjadi bahan pembicaraan di ceramah-ceramah. Apakah ini gejala umat yang tak maju-maju atau da’i-nya yang memang tidak pernah naik level?</p>
<p style="text-align:justify;">Ust. Ahmad Sarwat kemudian menjelaskan bahwa apa yang saya tanyakan itu juga pernah jadi bahan pemikiran ust. Rahmat Abdullah rahimahullaah dahulu. Kalau kita membaca debat-debat Natsir dan Soekarno, maka jelas Natsir berada pada level intelektualitas yang jauh lebih tinggi. Hanya saja masalahnya, Natsir bukanlah orator, melainkan konseptor. Kelihaiannya adalah dalam soal berpikir, menyusun rencana dan menulis, bukan berpidato. Sebaliknya Soekarno adalah seorang orator yang sulit dicari tandingannya, bahkan di dunia internasional sekalipun. Jika ia berpidato, jangankan diplomat dan pejabat, tukang becak pun berhenti untuk mendengarkan. Kebetulan memang rakyat Indonesia secara umum tidak memiliki tradisi membaca yang kuat. Alhasil, hanya sebagian kecil yang sangat intelek sajalah yang tahu pemikiran-pemikiran Natsir, karena hanya merekalah yang membaca buku-bukunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada kenyataannya, sampai sekarang pun tradisi membaca masyarakat Indonesia masih sangat kurang. Sastrawan Taufiq Ismail beberapa kali mengeluhkan kurangnya dorongan kurikulum pendidikan di Indonesia untuk menumbuhkan kecintaan siswa akan buku. Kalau ada buku tebal yang ‘dilahap’ oleh remaja, kemungkinan besar masuk dalam kategori novel.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika analisa ust. Rahmat Abdullah tadi menyentuh kasus ini dari sisi umat, maka ust. Suhairy Ilyas (kakak dari ust. Yunahar Ilyas, salah satu anggota Komisi Fatwa MUI Pusat yang juga pembimbing tesis saya) melihat adanya masalah dari sisi para da’i itu sendiri. Beliau menceritakan pengalamannya beberapa kali berjumpa dengan para ustadz yang sudah cukup kondang dan diundang ke mana-mana. Menurut ust. Suhairy, kebanyakan mereka hanya punya sedikit ilmu, kemudian mengemasnya dengan cara yang menarik, lalu ceramahnya laris di mana-mana, lantas tiba-tiba berhentilah perkembangan intelektualnya. Yang dibicarakan itu-itu saja, dengan polesan yang berbeda di sana-sini, dipermanis dengan lelucon di sana-sini. Ketika dinasihati untuk menambah ilmunya dengan banyak membaca, mereka justru berkilah, “Untuk membaca, kami tidak ada waktu.” Dengan sedikit ketus, ust. Suhairy beranalogi, “Da’i yang tidak sempat belajar itu sama dengan supir angkot yang tidak sempat mengisi bensin. Suatu hari pasti mogok.” Memang ‘mogoknya’ dakwah dan angkot itu berbeda. Jika kendaraan tak diisi bensin, pasti lama-lama tidak bisa bergerak lagi. Tapi da’i yang tidak menambah ilmu bisa saja tetap laris dipanggil ceramah, hanya saja intelektualitas dirinya dan jamaahnya tidak berkembang lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">‘Macetnya’ intelektualitas da’i ini dapat kita lihat di mana-mana, dari khutbah Jum’at hingga  ceramah-ceramah di stasiun televisi. Sekarang, semuanya berusaha jadi orator semata. Yang dilatih hanya intonasi dan lelucon, agar ceramahnya selalu segar. Kalau semua orang tertawa, artinya mereka puas. Semakin banyak tertawa, semakin puas. Tidak cukup sampai di situ, acara dibuat seinteraktif mungkin. Jika dulu Zainuddin MZ rahimahullaah dan Aa Gym sesekali menyapa jamaahnya, maka kini semua ustadz/ustadzah di televisi sudah mengatur jamaahnya untuk punya yel-yel tersendiri. Namun sehebat apa pun persiapan ceramahnya, seseru apa pun pembicaraannya, dan seinteraktif apa pun ustadz-nya, dari Ramadhan ke Ramadhan tetap saja muncul pertanyaan: bagaimana hukumnya kalau muntah saat shaum? Jamaah berkumpul, ustadz datang, semua tertawa bersama, dan akhirnya nyaris tak ada yang dibawa pulang.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kita berpikir agak radikal sedikit, mungkin ada perlunya sesekali disusupkan ‘anak-anak nakal’ ke dalam jamaah-jamaah yang malang itu. Kalau ada kesempatan, bolehlah mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sedikit menantang. Bagaimana pengajaran sains di sekolah-sekolah telah secara sistematis menjauhkan siswa dari agama? Mengapa pengajaran agama di sekolah belum memberikan hasil yang memuaskan? Bagaimana Islam memformulasikan konsep ilmunya sendiri? Bagaimana Islam merespon pemikiran-pemikiran filsafat ala Barat? Bagaimana peradaban Islam yang gemilang dahulu bisa menemukan antiklimaksnya? Bagaimana para fuqaha menyikapi perbedaan pendapat di antara mereka? Bagaimana metode Imam Bukhari dalam menetapkan keshahihan suatu hadits? Apa yang bisa kita gali dari karya-karya Ibn Khaldun? Seperti apa keunggulan dan kekurangan karya-karya Imam al-Ghazali?</p>
<p style="text-align:justify;">Kita perlu ‘anak-anak nakal’ yang berteriak lantang, “Sudah saatnya kita berhenti puas pada urusan-urusan yang sepele dan beralih pada masalah-masalah yang lebih besar!”</p>
<p style="text-align:justify;"><em>wassalaamu’alaikum wr. wb.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Oleh: Akmal Sjafril (Penulis buku &#8220;Islam Liberal 101&#8221;)</strong><br />
<em>Sumber:  <a href="http://akmal.multiply.com/journal/item/836/Mencari_Sang_Dai" target="_blank">http://akmal.multiply.com</a></em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/08/16/mencari-sang-dai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">593</post-id>
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/01ae3db2bb3aa09a68f69cdf40e88f70224b46076abd5dfb78ac50f98ae8ec94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dkmfahutan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketentuan Umum Peserta Lomba ASIK</title>
		<link>https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/08/11/589/</link>
					<comments>https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/08/11/589/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dkmfahutan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 19:04:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dkmfahutan.wordpress.com/?p=589</guid>

					<description><![CDATA[Ketentuan Umum Peserta Lomba ASIK Peserta adalah Mahasiswa aktif S1 IPB  yang dibuktikan dengan KTM Setiap peserta dapat mengikuti lebih dari satu cabang lomba Mengisi dan mengirimkan formulir pendaftaran (dapat diunggah di dkmfahutan.wordpress.com) dan di kirim ke email : semarakfahutan@gmail.com Melakukan konfirmasi dengan cara mengetik sms dengan format (Nama_NRP_No Handphone_Cabang lomba yang diikuti) ke penanggung &#8230; &#8230; <a href="https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/08/11/589/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><strong>Ketentuan Umum Peserta Lomba ASIK</strong><br />
</strong></p>
<ol>
<li>Peserta adalah Mahasiswa aktif S1 IPB  yang dibuktikan dengan KTM</li>
<li>Setiap peserta dapat mengikuti lebih dari satu cabang lomba</li>
<li>Mengisi dan mengirimkan formulir pendaftaran (dapat diunggah di <a title="Formulir Pendaftaran" href="http://www.4shared.com/file/MZcH_1nv/FORMULIR_PENDAFTARAN_LOMBA.html" target="_blank">dkmfahutan.wordpress.com</a>) dan di kirim ke email : <a href="mailto:semarakfahutan@gmail.com">semarakfahutan@gmail.com</a></li>
<li>Melakukan konfirmasi dengan cara mengetik sms dengan format (Nama_NRP_No Handphone_Cabang lomba yang diikuti) ke penanggung jawab lomba.</li>
<li>Mengikuti <strong>technikal meeting pada Ahad, 14 agustus 2011 pukul 08.00 di ruang </strong>Nomor urut peserta di tentukan melalui pengundian pada saat Tehnikal meeting</li>
<li>Peserta mengikuti perlombaan yang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.</li>
<li>Peserta dinyatakan gugur apabila tidak memenuhi persyaratan seperti yang tercantum dalam ketentuan ini</li>
</ol>
<p><strong>Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) (14 Agustus 2011) @ Dar 1 Fahutan IPB</strong></p>
<ol>
<li>Musabaqah Tilawatil Quran adalah cabang lomba membaca Al-Quran dengan bacaan mujawwad, yaitu bacaan Al-Quran yang mengandung nilai ilmu membaca (tajwid), seni (lagu dan suara) dan etika (adab) membaca.<strong></strong></li>
<li> Qira’at (bacaan) yang dilombakan adalah qira’at Imam ‘Ashim riwayat Hafs dengan martabat mujawwad.<strong></strong></li>
<li>Maqra’ (materi bacaan) dari surat Al-Baqarah ayat 183-185.</li>
<li>Saat tampil, peserta membaca mushaf bukan dihafal.</li>
<li>Waktu lomba : 8 – 10 menit</li>
<li>Peserta boleh membawa mushaf sendiri.</li>
</ol>
<p align="right"><em>Penanggung Jawab : Imun (085718435770)</em></p>
<p><strong>Lomba Nasyid </strong><strong>(14 Agustus 2011) @ Dar 1 Fahutan IPB</strong><strong></strong></p>
<ol>
<li>Satu  grup terdiri dari 4-8 orang.</li>
<li>Peserta boleh membawa tambahan alat usic (jika perlu).</li>
<li>Peserta diberi waktu maksimal 20 menit untuk tampil</li>
<li>Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.</li>
<li>Peserta menyanyikan satu lagu wajib dan satu lagu bebas pilihan peserta.</li>
</ol>
<p>Lagu wajib :</p>
<ul>
<li>Assalamualaikum – Raihan</li>
<li>AbeGe – Justice Voice</li>
<li>Sebiru Hari Ini – Edcoustic</li>
<li>Merah Saga – Shoutul Harakah</li>
<li>Generasi Harapan – Izzatul Islam</li>
</ul>
<p align="right"><em>Penanggung Jawab : Gugi (085759734611)</em></p>
<p><strong>Lomba Essai</strong></p>
<ol>
<li>Tema : Ramadhan dan Korsa Rimbawan</li>
<li>Maks. 1200 kata</li>
<li>Format IPB</li>
<li>Mencantumkan sumber referensi</li>
<li>Peserta perorangan mahasiswa/i S1 IPB</li>
<li>Pendaftaran dan pengumpulan essai paling lambat 14 Agustus 2011</li>
<li>Pengumpulan karya berupa hardcopy dan softcopy, hardcopy dikumpulkan di stand Layanan Informasi Fahutan, sedangkan softcopy dikirim melalui email <a href="mailto:semarakfahutan@gmail.com">semarakfahutan@gmail.com</a></li>
</ol>
<p align="right"><em>Penanggung Jawab : Nasir (085711255619)</em></p>
<p><strong>Lomba Poster</strong></p>
<ol>
<li>Tema: Cinta Al-Qur’an</li>
<li>Peserta perorangan mahasiswa/i S1 IPB</li>
<li>Ukuran kertas A3 (art paper), gambar tidak mengandung unsur pornografi, suku dan ras dan tidak menyudutkan satu pihak atau golongan</li>
<li>Poster dapat dibuat secara manual atau menggunakan software desain komputer</li>
<li>Tidak diperkenankan mengirimkan poster yang sudah diikutsertakan dalam perlombaan lain.</li>
<li>Merupakan karya sendiri bukan milik atau atas nama orang lain.</li>
<li>Poster harus kreatif dan mengandung pesan moral cinta Al-Qur’an.</li>
<li>Pendaftaran dan pengumpulan poster paling lambat tanggal 15 Agustus 2011</li>
<li>Pengumpulan karya berupa hardcopy dan softcopy, hardcopy dikumpulkan di stand Layanan Informasi Fahutan, sedangkan softcopy dikirim melalui email <a href="mailto:semarakfahutan@gmail.com">semarakfahutan@gmail.com</a></li>
<li>Seluruh poster yang dilombakan menjadi milik panitia dan tidak dapat dikembalikan</li>
</ol>
<p align="right"><em>Penanggung Jawab : Revi (085780204102) </em></p>
<p><strong>Lomba Desain Kartu Lebaran 1432 H</strong><strong></strong></p>
<ol>
<li>Peserta perorangan mahasiswa/i S1 IPB</li>
<li>Mencantumkan logo DKM Ibaadurrahman dalam karya
<ol>
<li>Peserta boleh mengumpulkan karya maksimal 2 buah karya</li>
<li>Peserta mengumpulkan hasil karya dalam berupa fisik atau hasil jadi dan file (jika dibuat dengan desain grafis computer)</li>
<li>Karya peserta harus original dan merupakan karya sendiri</li>
<li>Hasil karya dikumpulkan di Layanan Informasi Fahutan dan alamat email paling lambat tanggal 15 Agustus 2011</li>
<li>Seluruh desain yang dilombakan menjadi milik panitia dan tidak dapat dikembalikan</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p align="right"><em>Penanggung Jawab : Revi (085780204102)</em></p>
<p><strong>Lomba Graffiti</strong></p>
<ol>
<li>Peserta perorangan atau kelompok mahasiswa/i S1 IPB, satu tim terdiri dari maksimal dua orang.</li>
<li>Panitia menyediakan media berupa triplek 1×0,5 meter dengan warna dasar putih</li>
<li>Peralatan dan bahan penunjang disediakan sendiri oleh peserta</li>
<li>Tulisan graffiti akan diberikan panitia ketika pelaksanaan</li>
<li>Waktu pelaksanaan pada tanggal 14 Agustus 2011.</li>
<li>Seluruh desain yang dilombakan menjadi milik panitia dan tidak dapat dikembalikan</li>
</ol>
<p align="right"><em>Penanggung Jawab : Herlin (085715240681)</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/08/11/589/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">589</post-id>
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/01ae3db2bb3aa09a68f69cdf40e88f70224b46076abd5dfb78ac50f98ae8ec94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dkmfahutan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEMARAK (Semangat Menjalani Ramadhan Kemilau) FAHUTAN</title>
		<link>https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/07/17/semarak-ramadhan-for-civitas-fahutan/</link>
					<comments>https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/07/17/semarak-ramadhan-for-civitas-fahutan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dkmfahutan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jul 2011 07:01:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Puasa Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dkmfahutan.wordpress.com/?p=548</guid>

					<description><![CDATA[SEMARAK (Semangat Menjalani Ramadhan di Kampus Kemilau) 2011 for civitas E Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh hikmah, pada bulan ini terdapat keistimewaan diantaranya pada bulan ini Al Quranul Karim diturunkan ke dunia dan setiap amal ibadah yang dilakukan pada bulan ini akan berlipat ganda pahalanya. Di bulan ini pun pintu-pintu suraga dibuka dan pintu-pintu &#8230; &#8230; <a href="https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/07/17/semarak-ramadhan-for-civitas-fahutan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<a href='https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/07/17/semarak-ramadhan-for-civitas-fahutan/279737_1998916330918_1183812440_1910462_4749512_o/'><img width="150" height="113" src="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/279737_1998916330918_1183812440_1910462_4749512_o.jpg?w=150" class="attachment-thumbnail size-thumbnail" alt="" decoding="async" srcset="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/279737_1998916330918_1183812440_1910462_4749512_o.jpg?w=150 150w, https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/279737_1998916330918_1183812440_1910462_4749512_o.jpg?w=300 300w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" data-attachment-id="550" data-permalink="https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/07/17/semarak-ramadhan-for-civitas-fahutan/279737_1998916330918_1183812440_1910462_4749512_o/" data-orig-file="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/279737_1998916330918_1183812440_1910462_4749512_o.jpg" data-orig-size="960,720" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="Semarak Ramadhan 2" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/279737_1998916330918_1183812440_1910462_4749512_o.jpg?w=300" data-large-file="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/279737_1998916330918_1183812440_1910462_4749512_o.jpg?w=584" /></a>
<a href='https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/07/17/semarak-ramadhan-for-civitas-fahutan/265810_2007452904327_1183812440_1919498_7231311_o/'><img width="150" height="113" src="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/265810_2007452904327_1183812440_1919498_7231311_o.jpg?w=150" class="attachment-thumbnail size-thumbnail" alt="" decoding="async" srcset="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/265810_2007452904327_1183812440_1919498_7231311_o.jpg?w=150 150w, https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/265810_2007452904327_1183812440_1919498_7231311_o.jpg?w=300 300w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" data-attachment-id="564" data-permalink="https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/07/17/semarak-ramadhan-for-civitas-fahutan/265810_2007452904327_1183812440_1919498_7231311_o/" data-orig-file="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/265810_2007452904327_1183812440_1919498_7231311_o.jpg" data-orig-size="960,720" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="Semarak Ramadhan 4" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/265810_2007452904327_1183812440_1919498_7231311_o.jpg?w=300" data-large-file="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/265810_2007452904327_1183812440_1919498_7231311_o.jpg?w=584" /></a>
<a href='https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/07/17/semarak-ramadhan-for-civitas-fahutan/280130_1996859079488_1183812440_1908455_5698325_o/'><img width="150" height="113" src="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/280130_1996859079488_1183812440_1908455_5698325_o.jpg?w=150" class="attachment-thumbnail size-thumbnail" alt="" decoding="async" srcset="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/280130_1996859079488_1183812440_1908455_5698325_o.jpg?w=150 150w, https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/280130_1996859079488_1183812440_1908455_5698325_o.jpg?w=300 300w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" data-attachment-id="549" data-permalink="https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/07/17/semarak-ramadhan-for-civitas-fahutan/280130_1996859079488_1183812440_1908455_5698325_o/" data-orig-file="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/280130_1996859079488_1183812440_1908455_5698325_o.jpg" data-orig-size="960,720" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="Semarak Ramadhan 1" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/280130_1996859079488_1183812440_1908455_5698325_o.jpg?w=300" data-large-file="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/280130_1996859079488_1183812440_1908455_5698325_o.jpg?w=584" /></a>
<a href='https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/07/17/semarak-ramadhan-for-civitas-fahutan/283475_221896671185827_100000964861237_582480_3170773_n/'><img width="150" height="113" src="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/283475_221896671185827_100000964861237_582480_3170773_n.jpg?w=150" class="attachment-thumbnail size-thumbnail" alt="" decoding="async" srcset="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/283475_221896671185827_100000964861237_582480_3170773_n.jpg?w=150 150w, https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/283475_221896671185827_100000964861237_582480_3170773_n.jpg?w=300 300w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" data-attachment-id="569" data-permalink="https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/07/17/semarak-ramadhan-for-civitas-fahutan/283475_221896671185827_100000964861237_582480_3170773_n/" data-orig-file="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/283475_221896671185827_100000964861237_582480_3170773_n.jpg" data-orig-size="720,540" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="Semarak Ramadhan 5" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/283475_221896671185827_100000964861237_582480_3170773_n.jpg?w=300" data-large-file="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/283475_221896671185827_100000964861237_582480_3170773_n.jpg?w=584" /></a>
<a href='https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/07/17/semarak-ramadhan-for-civitas-fahutan/280865_2007344621620_1183812440_1919302_2357057_o/'><img width="150" height="113" src="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/280865_2007344621620_1183812440_1919302_2357057_o.jpg?w=150" class="attachment-thumbnail size-thumbnail" alt="" decoding="async" srcset="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/280865_2007344621620_1183812440_1919302_2357057_o.jpg?w=150 150w, https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/280865_2007344621620_1183812440_1919302_2357057_o.jpg?w=300 300w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" data-attachment-id="561" data-permalink="https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/07/17/semarak-ramadhan-for-civitas-fahutan/280865_2007344621620_1183812440_1919302_2357057_o/" data-orig-file="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/280865_2007344621620_1183812440_1919302_2357057_o.jpg" data-orig-size="960,720" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="Semarak Ramadhan 3" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/280865_2007344621620_1183812440_1919302_2357057_o.jpg?w=300" data-large-file="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/280865_2007344621620_1183812440_1919302_2357057_o.jpg?w=584" /></a>

<h2>SEMARAK (Semangat Menjalani Ramadhan di Kampus Kemilau) 2011 for civitas E</h2>
<p>Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh hikmah, pada bulan ini terdapat keistimewaan diantaranya pada bulan ini Al Quranul Karim diturunkan ke dunia dan setiap amal ibadah yang dilakukan pada bulan ini akan berlipat ganda pahalanya. Di bulan ini pun pintu-pintu suraga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Sudah selayaknya kita sebagai seorang muslim untuk menyambut bulan nan suci ini dengan semakin memperbanyak amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.</p>
<p>Dalam rangka menyambut  Ramadhan bagi civitas Fakultas Kehutanan DKM &#8216;Ibaadurrahmaan mengadakan kegiatan-kegiatan untuk mengisi bulan Ramadhan yang bernama “Semangat Menjalani Ramadhan di Kampus Kemilau (SEMARAK)”.</p>
<p><strong>Kegiatan ini terdiri dari:</strong></p>
<h4><strong>1. </strong><strong>Opening Ramadhan</strong></h4>
<p>Kegiatan ini bertujuan untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2011 dengan bentuk acara berupa ceramah umum.</p>
<h4><strong>2. Layanan Informasi Fahutan</strong></h4>
<p>Informasi selalu diperlukan bagi siapapun sehingga kami memberikan pelayanan berupa layanan informasi terkait keislaman dan akademik yang dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus hingga 22 Agustus 2011.</p>
<h4><strong>3. </strong><strong>Ramadhan kreatif</strong></h4>
<p>Ramadhan kreatif ini merupakan ajang bagi mahasiswa Fahutan untuk menumbuhkan dan mengasah kreatifitasnya di bidang seni berupa penulisan essai, desain poster, kartu ucapan lebaran, kaligrafi, dan nasyid. Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 10 Juli hingga 17 Agustus 2011.</p>
<h4><strong>4. </strong><strong>Rimbawan Bubar</strong></h4>
<p>Rimbawan bubar adalah kegiatan buka puasa bersama ala Rimbawan di Fakultas Kehutanan. Acara ini akan dihadiri oleh seluruh mahasiswa Fahutan angkatan 45-48 yang akan berlangsung pada tanggal 15-17 Agustus 2011.</p>
<h4><strong>5. </strong><strong>Buka Shaum Akbar</strong></h4>
<p>Kegiatan ini merupakan buka bersama seluruh civitas akademika Fakultas Kehutanan IPB. Acara ini akan dilaksanakan pada 18 Agustus 2011.</p>
<h4><strong>6. </strong><strong>Kunjungan ke Panti Asuhan</strong></h4>
<p>Kunjungan ke panti asuhan ini merupakan kegiatan untuk membantu anak yatim di sekitar kampus IPB. Kegiatan ini akan diadakan pada 21 Agustus 2011.</p>
<h4><strong>7. </strong><strong>Bakti Sosial</strong></h4>
<p>Bakti sosial merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama sehingga terjalin ikatan persaudaraan. Kegiatan ini akan berlangsung pada tanggal 18 Agustus 2011.</p>
<h4><strong>8. Halal Bihalal</strong></h4>
<p>Acara ini merupakan kegiatan pasca Ramadhan yang bertujuan untuk mempererat rasa kebersamaan dan kekeluargaan terhadap sesama dengan saling memaafkan setelah bulan Ramadhan. Acara ini akan diadakan pada 7  September 2011.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dkmfahutan.wordpress.com/2011/07/17/semarak-ramadhan-for-civitas-fahutan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">548</post-id>
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/01ae3db2bb3aa09a68f69cdf40e88f70224b46076abd5dfb78ac50f98ae8ec94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dkmfahutan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/280130_1996859079488_1183812440_1908455_5698325_o.jpg?w=150" medium="image" />

		<media:content url="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/265810_2007452904327_1183812440_1919498_7231311_o.jpg?w=150" medium="image" />

		<media:content url="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/280865_2007344621620_1183812440_1919302_2357057_o.jpg?w=150" medium="image" />

		<media:content url="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/279737_1998916330918_1183812440_1910462_4749512_o.jpg?w=150" medium="image" />

		<media:content url="https://dkmfahutan.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/07/283475_221896671185827_100000964861237_582480_3170773_n.jpg?w=150" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Estafet perjuangan</title>
		<link>https://dkmfahutan.wordpress.com/2010/05/16/estafet-perjuangan/</link>
					<comments>https://dkmfahutan.wordpress.com/2010/05/16/estafet-perjuangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dkmfahutan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 05:23:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dkmfahutan.wordpress.com/?p=520</guid>

					<description><![CDATA[Orang yang menganalisis sunah Allah di alam dan sejarah umat terdahulu akan mengerti sebuah prinsip: &#8220;Kebenaran atau kesesatan tidak akan tegak dan tersebar di muka bumi kecuali apabila didukung oleh kekuatan nyata.&#8221; Sunatullah juga menegaskan bahwa selamanya kebatilan tidak ridha kepada kebenaran. Oleh karena itu, kelompok batil selalu berusaha sekuat tenaga untuk menghilangkan kelompok hak &#8230; &#8230; <a href="https://dkmfahutan.wordpress.com/2010/05/16/estafet-perjuangan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Orang yang menganalisis sunah Allah di alam dan sejarah umat terdahulu akan mengerti sebuah prinsip: &#8220;Kebenaran atau kesesatan tidak akan tegak dan tersebar di muka bumi kecuali apabila didukung oleh kekuatan nyata.&#8221;</p>
<p>Sunatullah juga menegaskan bahwa selamanya kebatilan tidak ridha kepada kebenaran. Oleh karena itu, kelompok batil selalu berusaha sekuat tenaga untuk menghilangkan kelompok hak dari muka bumi, bahkan mereka selalu melakukan regenerasi dan mencetak kader untuk melakukan misi jahat tersebut.<span id="more-520"></span></p>
<p><em>Demikianlah tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka selain mereka mengatakan, &#8220;Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila.&#8221; Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya, mereka adalah kaum yang melampaui batas.</em> <strong>(QS. Az Dzariyat: 52-53)</strong></p>
<p>Maka, menjadi keharusan bagi kelompok kebenaran untuk selalu mencetak kader dan melakukan regenerasi untuk mendukung tegaknya kebenaran di muka bumi. Seorang aktivis harus merasa berdosa apabila tidak berusaha dan bekerja untuk memperbanyak kader yang siap membela dan memperjuangkan kebenaran.</p>
<p>Rasulullah saw. bekerja selama tiga belas tahun lebih di Mekah untuk menyiapkan kader yang rela menyerahkan jiwa dan raganya untuk membela kebenaran dan meninggikan kalimat Allah di muka bumi. Ternyata, upaya beliau membuahkan hasil yang luar biasa, yakni kader yang beliau bina benar-benar telah mewakafkan diri dan seluruh miliknya untuk jihad fi sabilillah.</p>
<p>Hasan Al Banna menegaskan pentingnya penyiapan kader dengan mengatakan, &#8220;Kader adalah rahasia kehidupan dan kebangkitan berbagai umat. Sejarah umat adalah sejarah para kader yang militan, memiliki kekuatan jiwa, dan kehendak yang membaja.Sesungguhnya, kuat lemahnya suatu umat diukur dari sejauh mana kesuburan umat tersebut dalam menghasilkan kader-kader yang memiliki sifat ksatria.&#8221;</p>
<p>Beliau juga berkata, &#8220;Jika mengkaji ulang sejarah kebangkitan berbagai bangsa, baik di barat maupun di timur, dahulu maupun sekarang, anda akan menjumpai kenyataan bahwa para pelaku kebaikan dapat menuai sukses karena memiliki manhaj tertentu yang menjadi acuan kerja dan tujuan tertentu yang hendak dicapai. Manhaj dan tujuan tersebut telah digariskan para penyeru kebangkitan dan diupayakan realisasinya sebatas kemampuan dan usia mereka yang tersedia. Jika tujuan belum tercapai karena jatah kehidupan mereka didunia sangat pendek, tampillah generasi penerus dari kaum mereka yang beramal sesuai manhaj dan meneruskan langkah terakhir mereka. Generasi penerus itu tidak memutus apa yang telah mereka sambung, tidak merobohkan apa yang telah mereka bangun, tidak mendongkel formasi yang telah mereka tanam, dan tidak menghancurkan karya-karya yang telah mereka wariskan. Adakalanya generasi penerus hanya meningkatkan kebaikan yang telah dirintis para pendahulnya atau memanfaatkan secara optimal karya-karya mereka. Adakalanya hanya mengikuti jejak mereka lantas menambah satu tingkat di atas bangunan mereka dan membawa umat untuk maju selangkah lagi menuju tujuan yang ditetapkan, atau mengundurkan diri (karena tidak mampu meneruskan langkah) lalu menyerahkan tongkat estafet perjuangan kepada generasi penggantinya. Begitulah seterusnya, sampai cita-cita tercapai, impian menjadi kenyataan, kebangkitan menjadi sempurna, jihad membuahkan hasil, dan umat mencapai apa yang dicita-citakan serta diupayakannya. &#8220;Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarah pun, ia akan melihat (balasan) nya.&#8221;</p>
<p><strong>Sumber:<em> </em></strong><em>Buku Pintar Calon Penghuni Surga </em><strong>(Khozin Abu Faqih)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dkmfahutan.wordpress.com/2010/05/16/estafet-perjuangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">520</post-id>
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/01ae3db2bb3aa09a68f69cdf40e88f70224b46076abd5dfb78ac50f98ae8ec94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dkmfahutan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Adakah tokoh yang lebih besar dari Muhammad Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam?</title>
		<link>https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/12/22/adakah-tokoh-yang-lebih-besar-dari-muhammad-shallallahu-alaihi-wa-sallam/</link>
					<comments>https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/12/22/adakah-tokoh-yang-lebih-besar-dari-muhammad-shallallahu-alaihi-wa-sallam/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dkmfahutan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 04:11:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dkmfahutan.wordpress.com/?p=518</guid>

					<description><![CDATA[Andaikata 1)besarnya tujuan, 2)minimnya ongkos dalam pencapaian, 3)hasil gemilang yang berhasil direalisasikan dengan sukses dan selamat dijadikan sebagai tiga parameter untuk mengukur kejeniusan manusia, siapa yang berani membandingkan tokoh sejarah manapun dengan Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam? Andaikata barometer kebesaran adalah keberhasilan memperbaiki bangsa yang berantakan, siapa gerangan yang dapat mengungguli posisi Muhammad Shallallahu &#8230; &#8230; <a href="https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/12/22/adakah-tokoh-yang-lebih-besar-dari-muhammad-shallallahu-alaihi-wa-sallam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Andaikata 1)besarnya tujuan, 2)minimnya ongkos dalam pencapaian, 3)hasil gemilang yang berhasil direalisasikan dengan sukses dan selamat dijadikan sebagai tiga parameter untuk mengukur kejeniusan manusia, siapa yang berani membandingkan tokoh sejarah manapun dengan Nabi Muhammad <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam</em>?</p>
<p>Andaikata barometer kebesaran adalah keberhasilan memperbaiki bangsa yang berantakan, siapa gerangan yang dapat mengungguli posisi Muhammad <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam</em>? Sungguh, dia telah membangun sebuah umat yang berantakan, mengangkatnya ke puncak kejayaan, dan menjadikannya sebagai penyulut peradaban, sumber ilmu dan pengetahuan.<span id="more-518"></span></p>
<p>Andaikata barometer kebesaran adalah keberhasilan mempersatukan umat manusia yang berserakan, siapakah yang lebih pantas mendapatkan gelar kebesaran ini selain Muhammad <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam</em> yang telah berhasil menghimpun kekuatan bangsa Arab dan membuat mereka menjadi sebuah umat yang satu dan imperium yang luas?</p>
<p>Andaikata barometer kebesaran adalah keberhasilan menegakkan hukum langit di muka bumi, siapakah yang dapat menyaingi Muhammad Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam yang telah berhasil menghapus fenomena penyembahan berhala (paganisme) dan mengubahnya menjadi penyembahan kepada Sang Pencipta semata (tauhid)?</p>
<p>Andaikata barometer kebesaran adalah besarnya pengaruh yang membuatnya kekal di dalam jiwa hingga lintas generasi, maka Muhammad Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam adalah pemimpin yang diikuti oleh ratusan juta manusia dari berbagai tempat dengan beragam bangsa, warna kulit dan strata sosial mereka.</p>
<p>Itulah Muhammad Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam yang dengan semua barometer dan parameter yang bisa digunakan untuk mengukur kebesaran manusia kita bisa mengajukan pertanyaan yang sangan pas untuk nya <strong><em>&#8220;Adakah tokoh yang lebih besar dari Muhammad Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam?</em></strong>&#8221;</p>
<p>=================================</p>
<p><strong>Rahasia Orang paling Berpengaruh di Dunia, Muhammad Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam</strong><br />
Khalid Abu Shalih<br />
Pustaka Yassir</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/12/22/adakah-tokoh-yang-lebih-besar-dari-muhammad-shallallahu-alaihi-wa-sallam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">518</post-id>
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/01ae3db2bb3aa09a68f69cdf40e88f70224b46076abd5dfb78ac50f98ae8ec94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dkmfahutan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10+ Alasan untuk tidak memakai jilbab</title>
		<link>https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/12/21/10-alasan-untuk-tidak-memakai-jilbab/</link>
					<comments>https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/12/21/10-alasan-untuk-tidak-memakai-jilbab/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dkmfahutan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 06:18:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dkmfahutan.wordpress.com/?p=515</guid>

					<description><![CDATA[ALASAN I : Saya belum benar-benar yakin akan fungsi/kegunaan jilbab Kami kemudian menanyakan dua pertanyaan kepada saudari ini; Pertama, apakah ia benar-benar percaya dan mengakui kebenaran agama Islam? Dengan alami ia berkata, Ya, sambil kemudian mengucap Laa Ilaa ha Illallah! Yang menunjukkan ia taat pada aqidahnya dan Muhammadan rasullullah! Yang menyatakan ia taat pada syariahnya. &#8230; &#8230; <a href="https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/12/21/10-alasan-untuk-tidak-memakai-jilbab/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ALASAN I : Saya belum benar-benar yakin akan fungsi/kegunaan jilbab</strong></p>
<p>Kami kemudian menanyakan dua pertanyaan kepada saudari ini; Pertama, apakah ia benar-benar percaya dan mengakui kebenaran agama Islam? Dengan alami ia berkata, Ya, sambil kemudian mengucap Laa Ilaa ha Illallah! Yang menunjukkan ia taat pada aqidahnya dan Muhammadan rasullullah! Yang menyatakan ia taat pada syariahnya. Dengan begitu ia yakin akan Islam beserta seluruh hukumnya. Kedua, kami menanyakan; Bukankah memakai jilbab termasuk hukum dalam Islam? Apabila saudari ini jujur dan dan tulus dalam ke-Islamannya, ia akan berkata; Ya, itu adalah sebagian dari hukum Islam yang tertera di Al-Quran suci dan merupakan sunnah Rasulullah SAWW yang suci.</p>
<p>Jadi kesimpulannya disini, apabila saudari ini percaya akan Islam dan meyakininya, mengapa ia tidak melaksanakan hukum dan perintahnya?</p>
<p><strong>ALASAN II : Saya yakin akan pentingnya jilbab namun Ibu saya melarangnya, dan apabila saya melanggar ibu, saya akan masuk neraka.</strong></p>
<p>Yang telah menjawab hal ini adalah ciptaan Allah Azza wa Jalla termulia, Rasulullah SAWW dalam nasihatnya yang sangat bijaksana; “Tiada kepatuhan kepada suatu ciptaan diatas kepatuhan kepada Allah SWT.” (HR. Ahmad). <span id="more-515"></span>Sesungguhnya, status orangtua dalam Islam, menempati posisi yang sangat tinggi dan terhormat. Dalam sebuah ayat disebutkan; “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang Ibu Bapak . . “ (QS. An-Nisa:36). Kepatuhan terhadap orangtua tidak terbatas kecuali dalam satu aspek, yaitu apabila berkaitan dengan kepatuhan kepada Allah SWT. Allah berfirman; “dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya…(QS. Luqman : 15)</p>
<p>Berbuat tidak patuh terhadap orangtua dalam menjalani perintah Allah SWT tidak menyebabkan kita dapat berbuat seenaknya terhadap mereka. Kita tetap harus hormat dan menyayangi mereka sepenuhnya. Allah berfirman di ayat yang sama; “dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Kesimpulannya, bagaimana mungkin kamu mematuhi ibumu namun melanggar Allah SWT yang menciptakan kamu dan ibumu.</p>
<p><strong>ALASAN III : Posisi dan lingkungan saya tidak membolehkan saya memakai jilbab.</strong></p>
<p>Saudari ini mungkin satu diantara dua tipe: dia tulus dan jujur, atau sebaliknya, ia seorang yang membohongi dirinya sendiri dengan mengatasnamakan lingkungan pekerjaannya untuk tidak memakai jilbab. Kita akan memulai dengan menjawab tipe dia adalah wanita yang tulus dan jujur. “Apakah anda tidak tidak menyadari saudariku tersayang, bahwa wanita muslim tidak diperbolehkan untuk meninggalkan rumah tanpa menutupi auratnya dengan hijab dan adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk mengetahuinya? Apabila engkau, saudariku, menghabiskan banyak waktu dan tenagamu untuk melakukan dan mempelajari berbagai macam hal di dunia ini, bagaimana mungkin engkau dapat sedemikian cerobohnya untuk tidak mempelajari hal-hal yang akan menyelamatkanmu dari kemarahan Allah dan kematianmu?”</p>
<p>Bukankah Allah SWT telah berfirman; “maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui (QS An-Nahl : 43). Belajarlah untuk mengetahui hikmah menutup auratmu. Apabila kau harus keluar rumahmu, tutupilah auratmu dengan jilbab, carilah kesenangan Allah SWT daripada kesenangan syetan. Karena kejahatan dapat berawal dari pemandangan yang memabukkan dari seorang wanita.</p>
<p>Saudariku tersayang, apabila kau benar-benar jujur dan tulus dalam menjalani sesuatu dan berusaha, kau akan menemukan ribuan tangan kebaikan siap membantumu, dan Allah SWT akan membuat segala permasalahan mudah untukmu. Bukankah Allah SWT telah berfirman; “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya..”(QS. AtTalaq :2-3). Kedudukan dan kehormatan adalah sesuatu yang ditentukan oleh Allah SWT. Dan tidak bergantung pada kemewahan pakaian yang kita kenakan, warna yang mencolok, dan mengikuti trend yang sedang berlaku. Kehormatan dan kedudukan lebih kepada bersikap patuh pada Allah SWT dan Rasul-Nya SAWW, dan bergantung pada hukum Allah SWT yang murni. Dengarkanlah kalimat Allah; “sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu..”(QS.Al-Hujurat:13).</p>
<p>Kesimpulannya, lakukanlah sesuatu dengan mencari kesenangan dan keridhoan Allah SWT, dan berikan harga yang sedikit pada benda-benda mahal yang dapat menjerumuskanmu.</p>
<p><strong>ALASAN IV : Udara di daerah saya amatlah panas dan saya tidak dapat menahannya. Bagaimana mungkin saya dapat mengatasinya apalagi jika saya memakai jilbab.</strong></p>
<p>Allah SWT memberikan perumpamaan dengan mengatakan; “api neraka jahannam itu lebih lebih sangat panas(nya) jikalau mereka mengetahui..”(QS At-Taubah : 81). Bagaimana mungkin kamu dapat membandingkan panas di daerahmu dengan panas di neraka jahannam? Sesungguhnya saudariku, syetan telah mencoba membuat tali besar untuk menarikmu dari panasnya bumi ini kedalam panasnya suasana neraka. Bebaskan dirimu dari jeratannya dan cobalah untuk melihat panasnya matahari sebagai anugerah, bukan kesengsaraan. Apalagi mengingat bahwa intensitas hukuman dari Allah SWT akan jauh lebih berat dari apa yang kau rasakan sekarang di dunia fana ini. Kembalilah pada hukum Allah SWT dan berlindunglah dari hukuman-Nya, sebagaimana tercantum dalam ayat; “mereka tidak merasakan kesejukan didalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah” (QS. AN-NABA 78:24-25).</p>
<p>Kesimpulannya, surga yang Allah SWT janjikan, penuh dengan cobaan dan ujian. Sementara jalan menuju neraka penuh dengan kesenangan, nafsu dan kenikmatan.</p>
<p><strong>ALASAN V : Saya takut, bila saya memakai jilbab sekarang, di lain hari saya akan melepasnya kembali, karena saya melihat banyak sekali orang yang begitu.</strong></p>
<p>Kepada saudari itu saya berkata, “apabila semua orang mengaplikasikan logika anda tersebut, mereka akan meninggalkan seluruh kewajibannya pada akhirnya nanti! Mereka akan meninggalkan shalat lima waktu karena mereka takut tidak dapat melaksanakan satu saja waktu shalat itu. Mereka akan meninggalkan puasa di bulan ramadhan, karena mereka takut tidak dapat menunaikan satu hari ramadhan saja di bulan puasa, dan seterusnya. Tidakkah kamu melihat bagaimana syetan telah menjebakmu lagi dan memblokade petunju bagimu? Allah SWT menyukai ketaatan yang berkesinambungan walaupun hanya suatu ketaatan yang sangat kecil atau dianjurkan. Lalu bagaimana dengan sesuatu yang benar-benar diwajibkan sebagaimana kewajiban memakai jilbab? Rasulullah SAWW bersabda; “Perbuatan yang paling dicintai Allah adalah perbuatan mulia yang terus menerus, yang mungkin orang lain anggap kecil.” Mengapa kamu saudariku, tidak melihat alasan mereka yang dibuat-buat untuk menanggalkan kembali jilbab mereka dan menjauhi mereka? Mengapa tidak kau buka tabir kebenaran dan berpegang teguh padanya? Allah SWT sesungguhnya telah berfirman; “maka kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang di masa kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. AL BAQARAH 2:66).</p>
<p>Kesimpulannya, apabila kau memang teguh petunjuk dan merasakan manisnya keimanan, kau tidak akan meninggalkan sekali pun perintah Allah SWT setelah kau melaksanakannya.<br />
<strong><br />
ALASAN VI : Apabila saya memakai jilbab, maka jodohku akan sulit, jadi aku akan memakainya nanti setelah menikah.</strong></p>
<p>Saudariku, suami mana pun yang lebih menyukaimu tidak memakai jilbab dan membiarkan auratmu di depan umum, berarti dia tidak mengindahkan hukum dan perintah Allah SWT dan bukanlah suami yang berharga sejak semula. Dia adalah suami yang tidak memiliki perasaan untuk melindungi dan menjaga perintah Allah SWT, dan jangan pernah berharap tipe suami seperti ini akan menolongmu menjauhi api neraka, apalagi memasuki surga Allah SWT. Sebuah rumah yang dipenuhi dengan ketidak-taatan kepada Allah SWT, akan selalu menghadapi kepedihan dan kemalangan di dunia kini dan bahkan di akhirat nanti. Allah SWT bersabda; “dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (QS. TAHA 20:124). Pernikahan adalah sebuah pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Berapa banyak wanita yang ternyata menikah sementara mereka yang tidak memakai jilbab tidak?</p>
<p>Apabila kau, saudariku tersayang, mengatakan bahwa ketidak-tertutupanmu kini adalah suatu jalan menuju sesuatu yang murni, asli, yaitu pernikahan. Tidak ada ketertutupan. Saudariku, suatu tujuan yang murni, tidak akan tercapai melalui jalan yang tidak murni dan kotor dalam Islam. Apabila tujuannya bersih dan murni, serta terhormat, maka jalan menuju kesana pastilah harus dicapai dengan bersih dan murni pula. Dalam syariat Islam kita menyebutnya : Alat atau jalan untuk mencapai sesuatu, tergantung dari peraturan yang ada untuk mencapai tujuan tersebut.</p>
<p>Kesimpulannya, tidak ada keberkahan dari suatu perkawinan yang didasari oleh dosa dan kebodohan.</p>
<p><strong>ALASAN VII : Saya tidak memakai jilbab berdasarkan perkataan Allah SWT : “dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)” (QS.Ad-Dhuhaa 93: 11). Bagaimana mungkin saya menutupi anugerah Allah berupa kulit mulus dan rambutku yang indah?</strong></p>
<p>Jadi saudari kita ini mengacu pada Kitab Allah selama itu mendukung kepentingannya dan pemahamannya sendiri ! ia meninggalkan tafsir sesungguhnya dibelakang ayat itu apabila hal itu tidak menyenangkannya. Apabila yang saya katakan ini salah, mengapa saudari kita ini tidak mengikuti ayat : “janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang nampak daripadanya” (QS An-Nur 24: 31] dan sabda Allah SWT: “katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin; hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya..” (QS Al-Ahzab 33:59). Dengan pernyataan darimu itu, saudariku, engkau telah membuat syariah sendiri bagi dirimu, yang sesungguhnya telah dilarang oleh Allah SWT, yang disebut at-tabarruj dan as-sufoor. Berkah terbesar dari Allah SWT bagi kita adalah iman dan hidayah, yang diantaranya adalah menggunakan hijab. Mengapa kamu tidak mempelajari dan menelaah anugerah terbesar bagimu ini?</p>
<p>Kesimpulannya, apakah ada anugerah dan pertolongan terhadap wanita yang lebih besar daripada petunjuk dan hijab?</p>
<p><strong>ALASAN VIII : Saya tahu bahwa jilbab adalah kewajiban, tapi saya akan memakainya bila saya sudah merasa terpanggil dan diberi petunjuk oleh-Nya.</strong></p>
<p>Saya bertanya kepada saudariku ini, rencana atau langkah apa yang ia lakukan selama menunggu hidayah, petunjuk dari Allah SWT seperti yang dia katakan? Kita mengetahui bahwa Allah SWT dalam kalimat-kalimat bijak-Nya menciptakan sebab atau cara untuk segala sesuatu. Itulah mengapa orang yang sakit menelan sebutir obat untuk menjadi sehat, dan sebagainya. Apakah saudariku ini telah dengan seluruh keseriusan dan usahanya mencari petunjuk sesungguhnya dengan segala ketulusannya, berdoa, sebagaimana dalam surah Al-Fatihah 1:6 “Tunjukilah kami jalan yang lurus” serta berkumpul mencari pengetahuan kepada muslimah-muslimah lain yang lebih taat dan yang menurutnya telah diberi petunjuk dengan menggunakan jilbab?</p>
<p>Kesimpulannya, apabila saudariku ini benar-benar serius dalam mencari atau pun menunggu petunjuk dari Allah SWT, dia pastilah akan melakukan jalan-jalan menuju pencariannya itu.</p>
<p><strong>ALASAN IX : Belum waktunya bagi saya. Saya masih terlalu muda untuk memakainya. Saya pasti akan memakainya nanti seiring dengan penambahan umur dan setelah saya pergi haji.</strong></p>
<p>Malaikat kematian, saudariku, mengunjungi dan menunggu di pintumu kapan saja Allah SWT berkehendak. Sayangnya, saudariku, kematian tidak mendiskriminasi antara tua dan muda dan ia mungkin saja datang disaat kau masih dalam keadaan penuh dosa dan ketidaksiapan Allah SWT bersabda; “tiap umat mepunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya” (QS Al-An’aam 7:34] saudariku tersayang, kau harus berlomba-lomba dalam kepatuhan pada Allah SWT; “berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumu..”(QS Al-Hadid 57:21).</p>
<p>Saudariku, jangan melupakan Allah SWT atau Ia akan melupakanmu di dunia ini dan selanjutnya. Kau melupakan jiwamu sendiri dengan tidak memenuhi hak jiwamu untuk mematuhi-Nya. Allah mengatakan tentang orang-orang yang munafik, “dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri”(QS Al-Hashr 59: 19) saudariku, memakai jilbab di usiamu yang muda, akan memudahkanmu. Karena Allah SWT akan menanyakanmu akan waktu yang kau habiskan semasa mudamu, dan setiap waktu dalam hidupmu di hari pembalasan nanti.</p>
<p>Kesimpulannya, berhentilah menetapkan kegiatanmu dimasa datang, karena tidak seorang pun yang dapat menjamin kehidupannya hingga esok hari.</p>
<p><strong>ALASAN X : Saya takut, bila saya memakai jilbab, saya akan di-cap dan digolongkan dalam kelompok tertentu! Saya benci pengelompokan!</strong></p>
<p>Saudariku, hanya ada dua kelompok dalam Islam. Dan keduanya disebutkan dalam Kitabullah. Kelompok pertama adalah kelompok / tentara Allah (Hizbullah) yang diberikan pada mereka kemenangan, karena kepatuhan mereka. Dan kelompok kedua adalah kelompok syetan yang terkutuk (hizbush-shaitan) yang selalu melanggar Allah SWT. Apabila kau, saudariku, memegang teguh perintah Allah SWT, dan ternyata disekelilingmu adalah saudara-saudaramu yang memakai jilbab, kau tetap akan dimasukkan dalam kelompok Allah SWT. Namun apabila kau memperindah nafsu dan egomu, kau akan mengendarai kendaraan Syetan, seburuk-buruknya teman.</p>
<p><em><strong>Saudariku,</strong></em><br />
Jangan biarkan tubuhmu dipertontonkan di pasar para syetan dan merayu hati para pria. Model rambut, pakaian ketat yang mempertontonkan setiap detail tubuhmu, pakaian-pakaian pendek yang menunjukkan keindahan kakimu, dan semua yang dapat membangkitkan amarah Allah SWT dan menyenangkan syetan. Setiap waktumu yang kau habiskan dalam kondisi ini, akan terus semakin menjauhkanmu dari Allah SWT dan semakin membawamu lebih dekat pada syetan. Setiap waktu kutukan dan kemarahan menuju kepadamu dari surga hingga kau bertaubat. Setiap hari membawamu semakin dekat kepada kematian. “tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.</p>
<p>Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain dari kesenangan yang memperdayakan” (QS Ali ‘Imran 3:185). Naikilah kereta untuk mengejar ketinggalan, saudariku, sebelum kereta itu melewati stasiunmu.</p>
<p>Renungkan secara mendalam, saudariku, apa yang terjadi hari ini sebelum esok datang. Pikirkan tentang hal ini, saudariku, sekarang, sebelum semuanya terlambat !</p>
<p><strong>Oleh : <em>Dr. Huwayda Ismaeel</em></strong></p>
<p><strong><em>=========================<br />
</em></strong></p>
<p><strong>Alasan +:</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://eramuslim.com/berita/nasional/pegawai-bank-dipecat-karena-pakai-jilbab.htm" target="_blank">Karena dilarang oleh Bank tempat saya bekerja?</a></li>
<li><a href="http://www.dakwatuna.com/2009/tiga-perawat-akan-dipecat-karena-berjilbab/" target="_blank">Karena dilarang oleh Rumah sakit tempat saya bekerja?</a></li>
<li><a href="http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/pelarangan-jilbab-di-smkn-1-komodo.htm" target="_blank">Karena dilarang oleh sekolah saya?</a></li>
</ul>
<p><strong>Ini di Indonesia lho&#8230;</strong></p>
<ul>
<li>Negara yang Presidennya adalah seorang muslim</li>
<li>Negara yang Wakil rakyatnya mayoritas muslim</li>
<li>Negara yang parta-partai besarnya bersaskan Islam</li>
<li>Negara yang 88% penduduknya adalah muslim</li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/12/21/10-alasan-untuk-tidak-memakai-jilbab/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">515</post-id>
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/01ae3db2bb3aa09a68f69cdf40e88f70224b46076abd5dfb78ac50f98ae8ec94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dkmfahutan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hima: Konservasi Alam Warisan Islam</title>
		<link>https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/08/25/hima-konservasi-alam-warisan-islam/</link>
					<comments>https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/08/25/hima-konservasi-alam-warisan-islam/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dkmfahutan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 10:20:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehutanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dkmfahutan.wordpress.com/?p=512</guid>

					<description><![CDATA[Islam mengajarkan umatnya untuk melindungi dan menjaga alam dan lingkungan. Pada masa kekhalifahan, peradaban Islam di Semenanjung Arab memiliki dan menjaga kawasan konservasi yang disebut Hima. Hima merupakan zona yang tak boleh disentuh atau digunakan untuk apapun bagi kepentingan manusia. Tempat tersebut digunakan sebagai konservasi alam, baik untuk kehidupan binatang liar maupun tumbuh-tumbuhan. Sebelum ajaran &#8230; &#8230; <a href="https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/08/25/hima-konservasi-alam-warisan-islam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Islam mengajarkan umatnya untuk melindungi dan menjaga alam dan lingkungan. Pada masa kekhalifahan, peradaban Islam di Semenanjung Arab memiliki dan menjaga kawasan konservasi yang disebut <em>Hima</em>.  <em>Hima</em> merupakan zona yang tak boleh disentuh atau digunakan untuk apapun bagi kepentingan manusia. Tempat tersebut digunakan sebagai konservasi alam, baik untuk kehidupan binatang liar maupun tumbuh-tumbuhan.</p>
<p>Sebelum ajaran Islam turun, masyarakat Arab juga telah mengenal  <em>hima.</em> Para era pra-Islam, hima sering digunakan untuk melindungi suku-suku nomaden tertentu dari musim kemarau yang panjang.  <em>Hima</em> yang cenderung subur karena mengandung banyak air dan rumput digunakan sebagi tempat menggembala ternak. Para pemimpin suku-suku nomaden yang cerdik menggunakan  hima untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Murut al-Shafi‘i, seorang ilmuwan Muslim di era keemasan, pada masa pra-Islam,  <em>hima</em> digunakan sebagai alat untuk melakukan penindasan terhadap suku-suku lain.<span id="more-512"></span></p>
<p>Para sejarawan Muslim di masa kekhalifahan juga kerap mengupas masalah itu. Pada masa pra-Islam,  <em>hima</em> berada di bawah perlindungan dewa suku-suku tertentu. Baik tumbuhan maupun binatang di dalam  <em>hima</em> sangat dilindungi. Sehingga binatang-bintang di dalam hima memiliki hak istimewa yakni berkeliaran sesuka hati, merumput tanpa ada gangguan manusia. Setelah datangnya agama Islam, konsep  <em>hima</em> sebagai tempat perlindungan binatang dan tumbuhan tetap dilestarikan. Para khalifah terus menyerukan dan mempraktikkan perlindungan terhadap  <em>hima</em> . Pada masa kejayaan Islam, para khalifah kerap mengatakan, setiap spesies binatang memiliki bangsanya sendiri.</p>
<p>Pada masa itu,  menjaga  <em>hima</em> menjadi sebuah kewajiban relijius dibandingkan kewajiban komunitas. Bahkan para ulama juga sering menyerukan pentingnya  hima. Agar sesuai dengan hukum Islam, sebuah hima itu harus memenuhi beberapa syarat yang telah dipraktikkan Nabi dan para khalifah.</p>
<p>Syarat  <em>hima</em> itu antara lain; pertama,  harus berada di bawah perlindungan kekuasaan pemerintah Islam. Kedua,  <em>hima</em> harus dikembangkan sesuai dengan jalan Allah SWT untuk kesejahteraan umat manusia. Ketiga, area yang dijadikan sebagai hima tidak boleh terlalu luas. Keempat,  <em>hima</em> harus lebih menguntungkan bagi masyarakat dari pada merugikan masyarakat.</p>
<p>Selain itu, ajaran Islam menegaskan kehadiran sebuah  <em>hima</em> harus memberi  keuntungan lingkungan bagi masyarakat. Khalifah Umar bin Khattab pernah memerintahkan penjaga  <em>Rabadhah hima</em> . Sang Amirul Mukminin itu berkata, Bukalah tanganmu bagi orang-orang yang membutuhkan, dengarkanlah keluhan orang-orang yang tertindas, biarkanlah para gembala yang hidupnya tergantung kepada unta dan domba masuk ke dalam  <em>hima</em> , dan tinggalkanlah ternak milik Ibn ‘Awf dan Ibn ‘Affan (dua aorang kaya teman Nabi Muhammad).</p>
<p>Mereka memiliki banyak pohon kelapa sawit dan ladang jika ternak mereka membutuhkan makan. Tetapi jika ternak mereka kekurangan makan dan hampir mati, mereka bisa datang padaku. Namun lebih mudah bagiku menyediakan rumput bagi mereka dari pada menyediakan emas dan perak.Umar juga menuturkan, Semua properti milik Allah SWT. Dan semua makhluk di muka bumi ini tiada lain adalah hamba Allah. Jika bukan karena Allah, aku tidak akan melindungi tanah ini.</p>
<p>Nabi Muhammad  SAW juga pernah membuat  <em>hima al-Naq</em>i   yang terletak di dekat Madinah sebagai tempat kavaleri dan membuat kota Makkah dan Madinah sebagai dua tempat suci yang tidak boleh diganggu gugat keberadaanya. Nabi melarang berburu binatang pada radius empat mil di sekitar kota Madinah. Selain itu, masyarakat juga dilarang merusak tanaman dalam radius 12 mil di sekitar kota tersebut.</p>
<p>Nabi Muhammad dan para kalifah benar-benar keras dalam menerapkan hukum terhadap  <em>hima.</em> Dalam ajaran Islam,  <em>hima</em> menjadi tempat yang diharamkan untuk perburuan dan menjadi tempat yang sakral di mana binatang dan tumbuhan yang di dalamnya dilindungi.</p>
<p>Pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin-Khattab, ada seorang komandan perang bernama  Sa&#8217;ad bin Abi Waqqas menemukan seorang budak memotong tumbuhan yang ada di dalam  <em>hima.</em> Kemudian Sa&#8217;ad bin Abi Waqqas memukul budak tersebut dan mengambil kapak dari tangannya.Lalu wanita yang merupakan saudara si budak mendatangi Khalifah umar dan melaporkan apa yang dilakukan Sa&#8217;ad terhadap budak tersebut. Kemudian Umar berkata, Kembalikan kapak dan baju budak tersebut. Semoga Allah SWT mengampunimu.</p>
<p>Sa‘ad menolak dan berkata, Saya tidak akan melanggar apa yang Nabi perintahkan kepada saya. Tetapi jika kamu suka, saya akan mengganti rugi. Kemudian Sa‘ad mengatakan bahwa Nabi pernah bersabda, &#8221;Siapapun yang melihat seseorang memotong pohon di dalam hima, maka dia harus memukul orang yang memotong pohon tersebut dan menyita alat yang digunakan untuk memotong pohon tersebut.</p>
<p>Setelah itu, Khalifah Umar menerapkan hukuman tersebut bagi siapa saja yang merusak pohon di wilayah  <em>hima.</em> Di kota Madinah, ketika sahabat Nabi Abu Sa‘id al-Khudri melihat seekor burung berada di tangan beberapa pemuda, dia mengmbil burung tersebut dari tangan pemuda itu dan membebaskan burung tersebut terbag ke alam bebas. Sementara itu, sahabat Nabi Abu Ayyub al-Ansari pernah melihat beberapa anak laki-laki mengepung seekor rubah di sebuah sudut kota Madinah. Kemudian dia berkata, ini merupakan tanah yang diharamkan untuk berburu. Sedangkan Abu Hurairah pernah berkata, Jika aku melihat kijang di Madinah, aku tidak akan mengganggu mereka.</p>
<p>Ada beberapa tipe  <em>hima</em> di tanah Arab yang memiliki aturan berbeda dalam melindunginya. Pertama, ada hima yang tak boleh digunakan untuk menggembala ternak . Namun,  memotong pohon di wilayah  <em>hima</em> diperbolehkan selama periode tertentu di mana pohon telah tua dan sudah menghasilkan bunga dan buah.Kedua, ada  <em>hima</em> yang boleh digunakan untuk menggembala ternak dan memotong pohon diperbolehkan hanya setelah pohon berbunga dan menghasilkan buah. Hal ini membantu pembibitan alami di tanah pada musim berikutnya.</p>
<p>Ketiga, menggembalakan ternak diperbolehkan sepanjang tahun, tetapi jumlah dan tipe binatangnya ditentukan. Selain itu, memotong rumput tetap diperbolehkan. Keempat,  hima sebagai tempat perlindungan lebah-lebah. Sehingga menggembalakan ternak hanya diperbolehkan setelah musim bunga.Kelima, sebagai tempat konservasi hutan, seperti pohon Juniperus procera, Acacias spp., Haloxlon persicum. Memotong pohon hanya diperbolehkan pada saat emergensi. Keenam, konservasi hutan guna mencegah terjadinya pembentukan padang pasir.</p>
<h3><strong>Konsep Hima di Era Modern</strong></h3>
<p>Zaman telah berubah. Suku-suku nomaden di Semanajung Arab, kini berada di bawah pengawasan pemerintah. Sedangkan binatang ternak berada di peternakan dan mendapatkan makanan dari pabrik dan pemiliknya. Namun negara-negara Arab tetap melestarikan  <em>hima</em> beserta fungsinya hingga sekarang.Berdasarkan sebuah laporan, pada 1950, di Arab Saudi terdapat 3.000  <em>hima.</em> Kini   jumlah hima di negara itu sudah mulai berkurang. Tetapi Arab Saudi banyak membangun tempat-tempat konservasi alam seperti  <em>The National Commission for Wildlife Conservation and Development</em> (NCWCD) yang dibangun pada 1986.</p>
<p>Konsep tempat konservasi alam sebenarnya mengadopsi konsep hima di mana binatang dan tumbuh-tumbuhan di tempat konservasi alam itu dilindungi. Binatangnya tidak boleh diburu dan pohon-pohonnya harus dilestarikan. Sedangkan hima di Suriah memiliki sistem yang memungkinkan binatang besar seperti unta dan kuda diperbolehkan masuk  <em>hima.</em></p>
<p>Tetapi kambing yang merusak rerumputan dengan makan secara rakus tidak boleh masuk hima. Namun peraturan tersebut sepertinya banyak dilanggar karena kurangnya pengawasan dari pemerintah.Di Yaman, sistem  <em>hima</em> sangat efektif dan menyebar luas di hampir seluruh wilayah negara tersebut. Namun sejak pertengahan abad ke-20,   <em>hima</em> mulai berkurang jumlahnya karena adanya faktor sosial ekonomi yang kian mendesak. Hal serupa juga terjadi pada hima yang berada di  Yordania.</p>
<p>Hima sebelum abad ke-20 jumlahnya sangat banyak di negara-negara Arab, meskipun akhirnya jumlahnya semakin menurun dari tahun ke tahun. Tetapi pada zaman sekarang negara-negara di dunia lebih mengenal konsep konservasi alam yang sebenarnya juga merupakan konsep  <em>hima.</em> Guna melestarikan konservasi alam, masyarakat perlu memiliki pengetahuan luas tentang pentingnya untuk menjaga alam tetap lestari termasuk binatang dan tumbuhan. Oleh karena itu, sebaiknya pemerintah di negara-negara di dunia lebih gencar untuk mengkampanyekan program pelestarian alam.</p>
<p>Program pelestarian alam bisa berupa pembentukan agen-agen yang bergerak dalam pelestarian lingkungan, mendidik para siswa sejak dini dan masyarakat terhadap pentingnya melestarikan alam, membekali masyarakat dengan berbagai macam training untuk melestarikan alam. Namun untuk membangun masyarakat modern yang peduli terhadap lingkungan memang tidak mudah. Semua itu membutuhkan waktu dan pengorbanan.  Akibat kurangnya kepedulian umat manusia dalam melestarikan lingkungan hidup, dunia kini mengalami pemanasan global.</p>
<p><strong>Sumber: </strong><em><a href="http://republika.co.id/koran/36/71540/Hima_Konservasi_Alam_Warisan_Islam" target="_blank">http://republika.co.id/koran/36/71540/Hima_Konservasi_Alam_Warisan_Islam</a></em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/08/25/hima-konservasi-alam-warisan-islam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>5</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">512</post-id>
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/01ae3db2bb3aa09a68f69cdf40e88f70224b46076abd5dfb78ac50f98ae8ec94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dkmfahutan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ekologi dan Kesehatan dalam Pandangan Ilmuwan Muslim</title>
		<link>https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/08/22/ekologi-dan-kesehatan-dalam-pandangan-ilmuwan-muslim/</link>
					<comments>https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/08/22/ekologi-dan-kesehatan-dalam-pandangan-ilmuwan-muslim/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dkmfahutan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 07:19:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dkmfahutan.wordpress.com/2009/08/22/ekologi-dan-kesehatan-dalam-pandangan-ilmuwan-muslim/</guid>

					<description><![CDATA[Para ilmuwan Muslim di era Kekhalifahan sudah menaruh perhatian yang begitu mendalam terhadap ekologi dan kesehatan. Cendekiawan Islam pada zaman itu berpikir bahwa perubahan ekologi bisa berdampak terhadap kesehatan manusia.  Para dokter Muslim di masa kejayaan peradaban Islam telah melakukan kajian mengenai polusi lingkungan yang menyebabkan berbagai penyakit. Beberapa ilmuwan Muslim di zaman keemasan Islam &#8230; &#8230; <a href="https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/08/22/ekologi-dan-kesehatan-dalam-pandangan-ilmuwan-muslim/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Para ilmuwan Muslim di era Kekhalifahan sudah menaruh perhatian yang begitu mendalam terhadap ekologi dan kesehatan. Cendekiawan Islam pada zaman itu berpikir bahwa perubahan ekologi bisa berdampak terhadap kesehatan manusia.  Para dokter Muslim di masa kejayaan peradaban Islam telah melakukan kajian mengenai polusi lingkungan yang menyebabkan berbagai penyakit.</p>
<p>Beberapa ilmuwan Muslim di zaman keemasan Islam yang telah mengkaji hubungan antara ekologi dan kesehatan itu antara lain:</p>
<p><strong>Al- Kindi</strong><br />
Pada abad ke-9 M, ilmuwan Muslim bernama Ya&#8217;qub ibnu Ishaq al-Kindi telah berhasil menulis risalah tentang cara-cara mengatasi polusi udara agar tak berbahaya bagi kesehatan manusia. Al-Kindi menulis risalah tentang bahaya polusi udara terhadap kesehatan itu   bersumber dari buku Sabian atau pengetahuan sekte Mandaean yang merupakan keturunan dari para pemuja bintang di Babilonia. Selain itu, sumber risalah Al-Kindi juga berasal dari buku-buku India.<span id="more-510"></span></p>
<p><strong>Qusta ibnu Luqa</strong><br />
Qusta ibnu Luqa dikenal sebagai salah seorang penerjemah dan penulis buku terkemuka  di abad ke-10 M. Salah satu karyanya yang terkait dengan isu lingkungan adalah risalah tentang penyakit menular. Ibnu Luqa mengungkapkan,  penyakit menular berpindah dari tubuh yang sakit ke tubuh yang sehat. Sedangkan penularannya melalui berbagai macam cara antara lain, melalui udara di sekitar penderita dan melalui infeksi.</p>
<p>Dalam risalahnya, dia juga menerangkan hubungan antara penyakit menular dengan polusi lingkungan. Polusi yang berasal dari bumi antara lain;  uap dari hutan dan rawa-rawa, asap dari gunung berapi, dan asap dari jenazah yang dibakar. Lingkungan yang banyak polusinya membuat penyakit menular bisa menular dengan lebih cepat.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan,  faktor ekstrem dari langit juga bisa membuat orang-orang menjadi mudah sakit,  antara lain; panas yang sangat ekstriem pada musim panas dan dingin yang sangat ekstrim pada musim dingin. Dalam cuaca yang sangat ekstrem, papar Ibnu Luqa, kekebalan tubuh manusia cenderung menurun.</p>
<p>Salah satu karya besar yang ditulis  Ibnu Luqa adalah buku pedoman kesehatan bagi para jamaah haji yang berjudul <em>Medical Regime for the Pilgrims to Mecca.</em> Buku tersebut berisi petunjuk kesehatan bagi para jamaah haji yang akan menghadapi lingkungan ekstrem di kota Makkah.</p>
<p>Beberapa bab dalam buku tersebut juga berisi tentang kaitan antara lingkungan dengan penyakit diantaranya: Pada bab empat, Ibnu Luqa membahas tentang berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh hembusan angin yang berbeda-beda. Selain itu, pada bab enam, ia juga memaparkan tentang  batuk dan pilek yang disebabkan oleh perubahan cuaca dan bagaimana cara menyembuhkannya.</p>
<p>Pada bab ketujuh, Ibnu Luqa juga mengkaji tentang penyakit mata yang disebabkan oleh debu dan angin serta  cara menanganinya. Dalam bab kedelapan, sang ilmuwan membahas tentang  pengujian tentang berbagai macam air untuk mencari tahu jenis air yang terbaik. Pada bab selanjutnya, Ibnu Luqa  memaparkan cara memperbaiki air yang telah terkontaminasi.</p>
<p><strong>Al-Razi</strong><br />
Ilmuwan Muslim lainnya yang mengkaji hubungan antara ekologi dengan kesehatan adalah al-Razi. Sang ilmuwan dikenal  sangat peduli dengan berbagai macam kejadian alam. Dalam karyanya yang berjudul <em>Types of Water</em>, al-Kindi mengkaji masalah air dari berbagai macam sudut pandang baik secara medis maupun geologis. Dalam karya itu,  dia mengutip beberapa tulisan dari Ibnu Masawaih, Ali ibnu Raban at-Tabari dan Hunain ibnu Ishaq.</p>
<p>Sedangkan dalam risalahnya yang berjudul <em>Epistle on Chronic Coryza at the Bloom of the Roses,</em> al-Razi enggambarkan bagaimana efek debu serbuk sari pada bunga dapat menyebabkan gangguan terhadap saluran pernafasan manusia. Al-Razi juga dikenal sebagai seorang ilmuwan Muslim yang berpikir bebas dan terbebas dari segala macam dogmatisme.<br />
<strong><br />
Al-Tamimi</strong><br />
Buku al-Tamimi mengenai hubungan antara ekologi dengan lingkungan bisa dibilang cukup lengkap pada abad ke-10 M. Al-Tamimi membuat buku secara berseri, buku tersebut diklasifikasikan sebagai berikut: Pertama, berbagai macam tipe polusi udara di negara-negara Islam dan hubungannya dengan kondisi geografi.</p>
<p>Kedua, tentang berbagai macam penyakit akibat polusi udara dan berbagai macam infeksi alami. Ketiga, tentang  prosedur hieginisasi lingkungan ketika epidemi penyakit terjadi. Keempat tentang cara mengatasi polusi air. Kelima, cara merawat air di kolam dan berbagai macam polusinya.</p>
<p>Keenam, obat untuk menguatkan ketahanan tubuh. Ketujuh, tentang penggunaan wewangian, musik dan terapi psikologi guna meningkatkan kekebalan tubuh dari infeksi. Kedelapan,  al-Tamimi juga membahas  ciri-ciri cacar dan campak serta cara mengobatinya. Kesembilan, sang dokter juga membahas tentang obat-obatan bagi penderita masuk angin.</p>
<p>Selain buku tersebut, dia juga menulis buku tentang jus asam dan acar untuk mencegah penyakit , buku berisi metode untuk memperbaiki tingkat kualitas udara, dan meningkatkan ketahan tubuh dari penyakit.</p>
<p><strong>Abu Sahl al-Masihi</strong><br />
Al-Masihi merupakan seorang ilmuwan yang terkenal karena keteraturan dan kejelasannya dalam menyusun sebuah karya. Dia mengklasifikasikan penyakit berdasarkan penyebabnya dan menentukan cara penyembuhannya berdasarkan tipe penyakitnya termasuk, jadwal pemberiaan obatnya dan alasannya.</p>
<p>Risalah al-Masihi dibagi menjadi empat seksi antara lain:  Pentingnya udara untuk kehidupan, perubahan komposisi isi udara dan dampaknya terhadap kesehatan tubuh, cara epidemi menjangkiti tubuh dan  pencegahan dan penyembuhan menurut tipe-tipe epidemi penyakit.</p>
<p>Dalam seksi kedua risalah tersebut, al-Masihi menjelaskan perbedaan antara penyakit endemik <em>(al-amrad al-biladiyyah)</em>, penyakit epidemik <em>(al-waba‘)</em>, juga penyakit akibat bencana <em>(al-muwatan)</em>. Beberapa sebab epidemik antara lain tingkat kelembaban dan kepanasan suhu di udara yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kondisi normal selama setahun, udara kering yang berlebihan, udara tidak normal, juga bencana alam.</p>
<p><strong>Ibnu Sina</strong><br />
Beberapa karya Ibnu Sina yang terkait antara ekologi dan kesehatan antara lain, proses pelapukan, tipe udara termasuk kualitasnya dan cara perawatannya, penyakit-penyakit yang disebabkan udara yang tidak murni, serta cara mendesain rumah dan pemilihan lokasi rumah berdasarkan kesehatan.</p>
<p>Selain itu, sang dokter agung itu juga membahas tentang kualitas makanan dan dampaknya terhadap kesehatan, binatang-binatang yang menimbulkan polusi dan penyakit.Ia juga menyebutkan tanda-tanda alam yang menunjukkan bakal munculnya wabah atau bencana antara lain, tikus dan binatang-binatang di dalam tanah keluar  ke permukaanan. Ini merupakan fenomena alam yang disebutkan oleh Ibn sina untuk pertama kalinya.</p>
<p><strong>Sumber:</strong> <em><a href="http://republika.co.id/koran/36/70762/Ekologi_dan_Kesehatan_dalam_Pandangan_Ilmuwan_Muslim" target="_blank">http://republika.co.id/koran/36/70762/Ekologi_dan_Kesehatan_dalam_Pandangan_Ilmuwan_Muslim</a></em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/08/22/ekologi-dan-kesehatan-dalam-pandangan-ilmuwan-muslim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">510</post-id>
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/01ae3db2bb3aa09a68f69cdf40e88f70224b46076abd5dfb78ac50f98ae8ec94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dkmfahutan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara Facebook dan Manusia Produktif</title>
		<link>https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/07/21/antara-facebook-dan-manusia-produktif/</link>
					<comments>https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/07/21/antara-facebook-dan-manusia-produktif/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dkmfahutan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 06:22:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[pers dan media]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dkmfahutan.wordpress.com/?p=508</guid>

					<description><![CDATA[Kecanggihan teknologi informasi khususnya internet telah membawa kemajuan yang sangat pesat di seluruh aspek kehidupan. Berapa banyak kawan lama yang kembali bersilaturahim berkat situs jejaring rekaan Mark Zuckerberg bernama Facebook. Berapa banyak bisnis berjalan mulus dan berkembang berkat distribusi dan jaringan melalui internet. Berapa pula banyak orang yang menjadi religius berkat siraman rohani dari berbagai &#8230; &#8230; <a href="https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/07/21/antara-facebook-dan-manusia-produktif/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kecanggihan teknologi informasi khususnya internet telah membawa kemajuan yang sangat pesat di seluruh aspek kehidupan. Berapa banyak kawan lama yang kembali bersilaturahim berkat situs jejaring rekaan Mark Zuckerberg bernama <a href="http://facebook.com" target="_blank">Facebook</a>. Berapa banyak bisnis berjalan mulus dan berkembang berkat distribusi dan jaringan melalui internet. Berapa pula banyak orang yang menjadi religius berkat siraman rohani dari berbagai situs dakwah yang bertebaran di dunia maya.</p>
<p>Namun dibalik manfaat kecanggihan internet itu tidak sedikit pula mudharat yang bakal menimpa penggunanya. Tidak sedikit juga pengguna internet menjadi tidak produktif karena waktunya habis terbuang hanya untuk memperhatikan perkembangan Facebooknya.</p>
<p>Jika Facebook dan produk internet lainnya telah melalaikan dan menurunkan produktivitas kita sebagai seorang muslim itu tandanya kita harus waspada. Islam –dengan ke-syumul-annya– menawarkan konsep “manusia produktif” kepada setiap orang sekaligus mengantarkan mereka menembus nilai-nilai ilahiyyah yang sering tertutup oleh tabir kegelapan jahiliyyah. Sekurang-kurangnya ada empat prinsip yang diutarakan sebagai konsep Islam dalam membina manusia menjadi muslim produktif, duniawi dan ukhrawi.<span id="more-508"></span></p>
<p><strong>Yang pertama</strong>, mengubah paradigma hidup dan ibadah. Dalam Islam, hidup merupakan ladang yang akan dituai hasilnya di kehidupan abadi nanti. Sehingga hidup ini merupakan durasi penyeleksian manusia dari amalan-amalannya, dari produktivitasnya di pentas dunia. Mana di antara mereka yang tingkat produktivitasnya tinggi dan mana yang tidak.</p>
<p>Apabila paradigma (cara pandang) terhadap Facebook dan produk internet lainnya sebagai sarana atau media yang memberikan kemudahan kepada kita untuk beribadah kepada Allah SWT maka peningkatan produktivitas kita akan mengalami lonjakan kenaikan yang tinggi karena media itu telah memberi banyak manfaat kepada kita, bukan menjadi sarana yang menjerumuskan kita kepada kesia-siaan, waktu yang terbuang dan berbagai kemudharatan lainnya.</p>
<p><strong>Yang kedua</strong>, memelihara kunci produktivitas, yaitu hati. Rasulullah saw bersabda:<em> “Ingatlah dalam diri manusia ada segumpal daging, apabila daging itu baik maka akan baiklah seluruh jasadnya. Dan apabila daging itu rusak maka rusaklah seluruh jasadnya, itu tidak lain adalah hati”.</em></p>
<p>Hati merupakan “ruh” bagi semua potensi yang kita miliki. Jika hati kita bersih pikiran dan tenaga tidak akan tercurahkan serta tersalurkan hanya untuk melihat foto-foto orang lain, atau membaca komentar-komentar orang lain di Facebook. Jika hati kita bersih kita juga tidak akan berbuat iseng kepada orang lain dengan mengambil gambar orang lain untuk keperluan yang tidak bermanfaat.</p>
<p><strong>Yang ketiga</strong>, bergerak dari sekarang. Seorang sahabat pernah berkata: “Jika engkau di pagi hari maka janganlah menunggu nanti sore, dan jika engkau di sore hari maka janganlah menunggu waktu besok”.</p>
<p>Dari prinsip ini, akan terlahir sosok-sosok manusia ‘amali. Manusia yang senantiasa menghiasi waktunya dengan produktivitas tinggi akan menjauhi hal-hal yang akan mengantarkannya kepada suatu yang sia-sia dan tak berguna. Apalagi menyibukkan waktunya untuk chatting yang tidak bermanfaat sampai melalaikan waktu shalat. Sosok muslim yang ideal telah digambarkan oleh Rasulullah saw dalam haditsnya, ia berkata: “Di antara tanda bagusnya Islam seseorang, ia senantiasa meninggalkan perbuatan yang tidak bermanfaat bagi dirinya”.</p>
<p><strong>Yang keempat</strong>, kontinuitas dalam beramal. Dalam Islam, masa produktif ialah sepanjang hayat, selama ia masih menghirup kehidupan, maka ia dituntut untuk terus beramal dan menjaga produktivitasnya, walaupun amalan itu dilakukan sedikit demi sedikit.</p>
<p>Seharusnya kita dapat menjadikan Facebook dan media internet lainnya sebagai sarana untuk menyebarkan fikrah Islamiyah yang bersih. Satu saja orang bisa tersentuh cahaya Allah melalui tangan kita tentu akan melapangkan jalan kita ke surga.</p>
<p>Dunia dan segala apa yang ada di dalamnya hanyalah sarana yang akan menghantarkan kita pada perjumpaan dengan yang Maha Pencipta. Jangan terlalu dicinta yang membuat waktu kita habis bersamanya. Amatlah merugi jika sarana itu justru menghantarkan kita kepada kehinaan di neraka jahanam. Sebagai seorang muslim kita memahami bahwa hidup ini hanya sekali. Hiasilah ia dengan sikap produktif, kreatif, inovatif dan prostatic. Semoga kita semua menjadi manusia yang beruntung. Amin.</p>
<p><strong>Baca selengkapnya di: </strong><a href="http://www.dakwatuna.com/2009/antara-facebook-dan-manusia-produktif/" target="_blank"><em>http://www.dakwatuna.com/2009/antara-facebook-dan-manusia-produktif/</em></a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/07/21/antara-facebook-dan-manusia-produktif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">508</post-id>
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/01ae3db2bb3aa09a68f69cdf40e88f70224b46076abd5dfb78ac50f98ae8ec94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dkmfahutan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perlindungan Lingkungan dalam Fikih Ekonomi Umar Radhiyallahu Anhu (3)</title>
		<link>https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/05/07/perlindungan-lingkungan-dalam-fikih-ekonomi-umar-radhiyallahu-anhu-3/</link>
					<comments>https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/05/07/perlindungan-lingkungan-dalam-fikih-ekonomi-umar-radhiyallahu-anhu-3/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dkmfahutan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 01:44:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dkmfahutan.wordpress.com/?p=504</guid>

					<description><![CDATA[3. Menjaga sumberdaya alam Interaksi yang buruk dengan sumberdaya alam dan bahaya lingkungan yang ditimbulkannya terjadi karena berlebih-lebihan dalam memanfaatkan sumberdaya alam atau dengan membiarkan dan tidak memanfaatkannya. Oleh karena itu, manhaj Islam dalam menjaga sumberdaya alam dan melawan eksploitasi tidak hanya dengan mengarahkan penggunaannya, akan tetapi juga mengarahkan untuk melindungi dan menjaganya dengan memanfaatkan &#8230; &#8230; <a href="https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/05/07/perlindungan-lingkungan-dalam-fikih-ekonomi-umar-radhiyallahu-anhu-3/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>3. Menjaga sumberdaya alam</strong></p>
<p>Interaksi yang buruk dengan sumberdaya alam dan bahaya lingkungan yang ditimbulkannya terjadi karena berlebih-lebihan dalam memanfaatkan sumberdaya alam atau dengan membiarkan dan tidak memanfaatkannya. Oleh karena itu, manhaj Islam dalam menjaga sumberdaya alam dan melawan eksploitasi tidak hanya dengan mengarahkan penggunaannya, akan tetapi juga mengarahkan untuk melindungi dan menjaganya dengan memanfaatkan dan mengembangkan agar apa yang telah dipergunakan mempunya ganti untuk mengembangkannya lagi.</p>
<p>Umar <em>Radhiyallahu Anhu</em> tidak pernah memperbolehkan eksploitasi apapun terhadap sumberdaya alam dan menganggap sumberdaya alam sebagai milik generasi yang akan datang dari umat Islam. Oleh karena itu, strateginya dalam menjaga danmengembangkan sumberdaya alam adalah dengan melindungi hak-hak generasi tersebut. Misalnya beliau menolak untuk membagi tanah kepada orang-orang yang ikut dalam penaklukan untuk menjaga hak-hak generasi yang akan datang.</p>
<p>Diantara hal yang menunjukan perhatian Umar <em>Radhiyallahu Anhu</em> terhadap sumberdaya alam, disebutkan bahwa Umar tidak memperbolehkan merusaknya walaupun sedikit, dia mengambil benih kurma dan lain sebagainya yang jatuh ketanah dan menaruhnya di rumah orang agar bisa dimanfaatkan.<span id="more-504"></span></p>
<p>Meluasnya penggunaan sumberdaya alam merupakan sebab terpenting dari eksploitasi sumberdaya alam secara khusus dan masalah lingkungan secara umum. Oleh karena itu, tidak mungkin menyelesaikan masalah lingkungan dengan meluasnya penggunaan sumberdaya alam. Dalam fikih ekonomi Umar <em>Radhiyallahu Anhu</em> tema yang menonjol adalah tentang sikap ekonomis dalam konsumsi dan menyerukannya, dan memerangi semua bentuk indikasi berlebih-lebihan dan kesia-siaan.</p>
<p>Peradaban barat membuat aturan meninggikan dan mempermegah bangunan, maka hal tersebut mengeksploitasi bahan-bahan yang dipergunakan dalam membangun sesuatu yang besar dan menyebabkan pencemaran, secara langsung atau tidak langsung, yang memberi andil besar terhadap pencemaran lingkungan. Hal tersebut terjadi tidak lain karena dalam membangun bangunan melampaui batas ekonomi yang bisa mewujudkan kebutuhan manusia, dan berlebih-lebihan dalam hal yang tidak bermanfaat, selain bermegah-megah dan kesia-siaan. Hal tersebut merupakan bencana bagi manusia karena menyebabkan bahaya bagi lingkungan dan lain sebagainya.</p>
<p>Peradaban manusia sepanjang sejarah masih saja berlomba-lomba dengan meninggikan bangunan semenjak peradaban Fir’aun dengan piramidnya, sampai peradaban barat dengan gedung pencakar langitnya. Mereka lupa akibat lingkungan yang merusak yang diakibatkannya. Akan tetapi Umar <em>Radhiyallahu Anhu</em> ketika menyusun peradaban Islam dalam membangun bangunan dengan aturan yang mengharuskan manusia untuk tidakmeninggikan bangunan melebihi kemampuannya. Hal ini bersumber pada fikih lingkungan Islam yang ditujukkan untuk tujuan ekonomi dalam sumberdaya lingkungan yang berupa bahan-bahan bangunan. Di masa kemudian terlihat akibat dari sikap berlebih-lebihan yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan yang menimpa keseimbangan lingkungan.</p>
<p>Di sisi lain, Umar <em>Radhiyallahu Anhu</em> menghubungkan bangunan dan kebutuhan akan bangunan tersebut dan melarang setiap bangunan yang tidak bermanfaat.Diriwayatkan bahwa Umar <em>Radhiyallahu Anhu</em> membenci apabila seseorang mempunyai rumah ditempat lain yang tidak ditempatinnya, dia berkata, “Maka berikanlah kepada umat Islam, biarlah mereka memanfaatkannya.” Diriwayatkan juga bahwa Amru bin Ash merencanakan membangun bangunan di Mesir, dia menulis surat kepada Umar <em>Radhiyallahu Anhu</em>, “Saya telah membuat rencana sebuah rumah untukmu di masjid jami’.” Maka Umar menjawabnya, “Bagaimana mungkin seorang di Hijaz mempunyai rumah di Mesir?” Dan memerintahkannya untuk menjadikannya sebagai pasar bagi umat Islam.</p>
<p>Diantara hal yang berhubungan dengan penjagaan terhadap sumberdaya alam dengan mengembangkan dan memperbaikinya, Umar <em>Radhiyallahu Anhu</em> memerintahkan untuk mengembangkan sumberdaya alam, dan tidak memperbolehkan untuk mengabaikannya. Misalnya sikap Umar terhadap lahan mati, dimana dia mendorong dengan berbagai cara untuk menghidupkannya. Dia tidakmemberikan kepada seseorang, kecuali yang mampu digarapnya, dan dia menarik kembali beberapa bagian yang pemiliknya tidakmampu mengerjakannya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dkmfahutan.wordpress.com/2009/05/07/perlindungan-lingkungan-dalam-fikih-ekonomi-umar-radhiyallahu-anhu-3/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">504</post-id>
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/01ae3db2bb3aa09a68f69cdf40e88f70224b46076abd5dfb78ac50f98ae8ec94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dkmfahutan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
