<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"> <channel><title>Dokter Bedah Malang</title> <link>http://dokterbedahmalang.com</link> <description>Pusat informasi dan edukasi penanganan bedah</description> <lastBuildDate>Thu, 26 Apr 2012 07:40:55 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator> <atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/dokterbedahmalang" /><feedburner:info uri="dokterbedahmalang" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item><title>Lidah Buaya Penjinak Luka Kencing Gula</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/dokterbedahmalang/~3/ST6vMg4KIs8/</link> <comments>http://dokterbedahmalang.com/lidah-buaya-penjinak-luka-kencing-gula/#comments</comments> <pubDate>Thu, 26 Apr 2012 07:40:55 +0000</pubDate> <dc:creator>yuda handaya</dc:creator> <category><![CDATA[Uncategorized]]></category> <guid isPermaLink="false">http://dokterbedahmalang.com/?p=429</guid> <description><![CDATA[Gel Aloe vera mampu menggantikan peran insulin. Merangsang tubuh menghasilkan zat-zat untuk menyenbuhkan cedera pada penderita diabetes. Jangan meremehkan tanaman lidah buaya (aloe vera)! Tumbuhan berdaun tebal dengan gerigi berduri di setiap sisinya itu ternyata tidak sekedar berfungsi mentuburkan rambut, sebagaimana dikenal luas oleh masyarakat selama ini. Getah atau lendir daun lidah buaya ternyata juga <a
href="http://dokterbedahmalang.com/lidah-buaya-penjinak-luka-kencing-gula/"> <b>...Read the Rest</b></a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<h3><em>Gel Aloe vera mampu menggantikan peran insulin.</em><br
/> <em>Merangsang tubuh menghasilkan zat-zat untuk menyenbuhkan cedera pada penderita diabetes</em>.</h3><p>Jangan meremehkan tanaman lidah buaya (aloe vera)! Tumbuhan berdaun tebal dengan gerigi berduri di setiap sisinya itu ternyata tidak sekedar berfungsi mentuburkan rambut, sebagaimana dikenal luas oleh masyarakat selama ini. Getah atau lendir daun lidah buaya ternyata juga berguna menyembuhkan luka pada penderita kencing manis atau diabetes<br
/> melitus.</p><p><img
class="alignleft" src="http://dokteryudabedah.com/wp-content/uploads/2012/02/Cara-Merawat-Lidah-Buaya-300x240.jpg" alt="" width="300" height="240" />Adalah Adeodatus Yuda Handaya yang menemukan manfaat teranyar gel lidah buaya ini bagi dunia kedokteran.Temuan yang didapat lewat penelitian  ini mengantarkan Yuda meraih gelar doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang, pada Januari lalu. Dia berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Peran Aloe Gl Terhadap Ekpresi VEGF dan eNOS sebagai Aktivator Peyembuhan Luka  Melalui Rasio EPC/CEC pada Diabetes Melitus”. Atau bahasa sederhananya, terapi herbal lidah buaya untuk penyembuhan luka ulkus diabetes.<br
/> Ulkus adalah luka terbuka pada permukaan kulit yang disertai kematian jaringan yang meluas karena kuman. Luka pada kaki yang disebut kaki diabetik itu merupakan suatu komplikasi yang bisa terjadi pada penderita kencing gula. Ulkus terjadi karena pembuluh darah menyempit dan kadar gula yang berlebih pada jaringan. Kandungan gula itu menjadi media yang baik bagi berkembangnya kuman.</p><p>Kuman membuat luka semakin lebar, membusuk , dan sulit sembuh. Ulkus timbul di daerah yang sering mendapat tekanan, biasanya telapak kaki,. Berbentuk bulat, berdiameter lebih dari 1 sentimeter. Jika tidak ditangani dengan baik, luka kaki diabetik tidak jarang berakhir di meja bedah. Kadang-kadang menyebabkan kematian. Kaki diabetik terjadi pada lebih-kurang 15% dari semua pasien diabetes melitus, dengan resiko kambuh dalam lima tahun sebesar 70%. data lain menunjukkan, 84% penderita kaki diabetik berakhir dengan amputasi kaki. Kondisi inilah yang membuat Yuda tergerak meneliti tanaman obat untuk luka kencing gula. Dia memilih. lidah buaya</p><p>Diantara kelebihan lidah adalah mudah tumbuh dan berkembang di Indonesia atau wilayah tropis lainnya. Tanaman ini biasa dipakai di masyarakat sebagai penyubur rambut atau mengobati luka secara umum. Namun manfaat lidah buaya untuk luka kaki diabetik yang berkaitan perannya dalam perbaikan kerusakan pembuluh darah sangat jarang atau belum diteliti. dalam gel Lidah buaya terdapat ratusan bahan aktif. salah satunya adalah acemannan yang bersifat anti-kuman sehingga mempercepat menyembuhkan luka. Acemanan juga mampu merangsang serapan oksigen, sehingga meningkatkan angiogenesis (perbaikan pembuluh darah). Salah satu  penyebab luka menjalar pada kaki kencing gula adalah rusaknya pembuluh darah, baik mikro maupun makro, yang menyebabkan nutrisi dan komponen penyebuhan lainnya tidak bisa sampai secara efektif pada luka. Lewat peran acemannan  yang memperbaiki pembuluh darah, nutrisi penyembuh luka menjadi lebih efektif. Zat itu juga meningkatkan sintesis kolagen diarea luka. Kolagen adalah salah satu protein yang menyusun tubuh manusia. Dengan  demikian, luka akan mudah sembuh dengan kehadiran kolagen itu. Acemannan memiliki kemampuan mencegah atau membatalkan infeksi virus. Berdasarkan penelitian, acemannan  juga sanggup menghambat perkembangan HIV–virus penyebab AIDS. Gel lidah buaya pun mengandung aloin dan enzim(amilase, lipase) yang memiliki efek dalam melawan kelebihan  gula darah. Gel lidah buaya bahkan mampu memaksimalkan oksidasi glukosa intraseluler, sehingga kelebihan glukosa dalam darah dapat digunakan secara maksimal oleh sel melalui respirasi aerobik, yang akan menjadi penyedia energi utama dalam tubuh.</p><p>Untuk membuat ekstrak lidah buaya, Yuda menjelaskan, daun lidah buaya dibersihkan dengan anti-kuman tak beracun  , lalu ditiriskan getahnya. kemudian diambil kandungan gelnya dan dibuat jus. Jus lidah buaya ini didiamkan beberapa jam untuk pengendapan pada suhu tertentu. Endapan yang terbentuk  dipisahkan dari larutan nya menggunakan saringan pengisap. Selanjutnya endapan itu dikeringkan dengan oven(vacuum dryer). Pada suhu 50 derajat celcius sehingga menjadi serbuk. “ itu cara sederhananya.  Jika sudah masuk pabrikan, prosesnya akan lebih canggih,” kata dokter spesialis bedah itu.</p><p>Dalam percoban, Yuda menggunakan model tikus Norwegia (Rattus norvegicus). Dia membaginya menjadi kelompok normal kontrol negatif (non-diabetes), diabetes kontrol positif, dan kelompok diabetes perlakuan atau diberi gel lidah buaya. kelompok yang diberi gel dibagi menjadi tiga kelompok, dosis 30 miligram per hari,  (mg/hari), 60 mg/hari, dan 120 mg/hari.</p><p>dalam percobaan yang dilakukan adalah memeriksa penyembuhan luka dengan mengamati dan mngukur area luka. Menentukan ekspresi vascular endhotelial growth factor (VEGF). VEGF adalah protein sinyal yang dihasilkan sel yang merangsang terbentuknya pembuluh darah baru dan memperbaiki pembuluh darah yang telah ada. Fungsi normal VEGF adalah meciptakan pembuluh darah baru embrio dan setelah cedera.</p><p>Juga mengalisis eNOS(endhotel  nitrit oxide sytbase) pada jaringan epitel. endhotel  nitrit oxide sytbase adalah keluarga enzim yang menganalisis produksi nitrat oksida (NO). NO adalah molekul yang penting dalam proses biologi. Misalnya mengontrol tekanan darah, sekresi insulin dan nada saluran napas, serta pertumbuhan pembuluh darah  baru dan pengembangan sistem, saraf. NO pun sangat erat kaitannya dengan mekanisme pertahanan tubuh dan imunitas.</p><p>Penelitian ini juga menghitung jumlah endothelial progenitor cell (EPC), yakni populasi sel langka yang beredar dalam darah dengan kemampuan untuk menurun menjadi sel endotel, sel-sel yang membetuk lapisan pembuluh darah. semua itu dilakukan setelah 14 hari pembuatan luka. Yuda menjelaskan hasil penelitian menunjukkan , aloe gel memiliki efek memas imunitas, menyeimbangkan glukosa darah, dan meminimalisasi nyeri.   Pada kelompok hewan yang diberi aloe gel, tampak pengikatan diameter  arteri yang menuju kondisi normal.</p><p><a
href="http://dokteryudabedah.com/wp-content/uploads/2012/02/lidah-buaya.jpg"><img
class="alignleft" title="lidah buaya" src="http://dokteryudabedah.com/wp-content/uploads/2012/02/lidah-buaya-300x188.jpg" alt="" width="300" height="188" /></a>Setelah melakukan penelitian panjang, sekitar tiga tahun, Yuda menyimpulkan, aloe gel berperan dalam meningkatkan penyembuhan luka dengan merangsang ekspresi VEGF dan eNOS, meningkatkan jumlah EPC, sehingga meningkatkan penyembuhan luka pada diabetes. dari penelitianya itu, dia berharap, paramedis dapat menentukan langkah terapi yang tepat untuk penderita kencing gula. Sehingga tidak memperburuk dan mengarah pada meja bedah (amputasi). Penelitian Yuda itu mendapat apresiasi tinggi dari ahli diabetes Prof. Dr. Askandar  Tjokroprawiro. Dia menilai, penelitia ini merupakan hal baru. “Ini  menambah perbendaharaan obat,” kata ketua Pusat Diabetes dan Nutrisi RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, itu.</p><p>Hal baru dari penelitian dari penelitian itu, gel lidah buaya mampu mengaktifkan VEGF, yang merupakan komponen penghasil EPC. Kemudian EPC dikumpulkan untuk menyembuhkan luka. pada penderita kencing manis, VEGF maupun EPC menurun. Mengaktifkan  VEGF maupun EPC bisa dengan insulin, “Zat yang terkandung dalam aloe vera memiliki fungsi yang sama dengan insulin ,” kata dosen penguji disertasi Yuda itu.</p><p>Sumber:</p><p><a
href="http://dokteryudabedah.com">Pusat Pelayanan Bedah</a></p> <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dokterbedahmalang/~4/ST6vMg4KIs8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dokterbedahmalang.com/lidah-buaya-penjinak-luka-kencing-gula/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> <feedburner:origLink>http://dokterbedahmalang.com/lidah-buaya-penjinak-luka-kencing-gula/</feedburner:origLink></item> <item><title>Aleo Gel Terapi Herbal Peyembuhan Luka Ulkus Diabetes</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/dokterbedahmalang/~3/simb5flw9jA/</link> <comments>http://dokterbedahmalang.com/aleo-gel-terapi-herbal-peyembuhan-luka-ulkus-diabetes/#comments</comments> <pubDate>Tue, 24 Apr 2012 07:39:47 +0000</pubDate> <dc:creator>yuda handaya</dc:creator> <category><![CDATA[Uncategorized]]></category> <guid isPermaLink="false">http://dokterbedahmalang.com/?p=427</guid> <description><![CDATA[Diabetes Melitus (DM) menjadi salah satu faktor yang berperan terhadap komplikasi mikro dan makrovaskular termasuk ulkus diabetes yang dapat menyebabkan morbiditas. Ulkus diabetes ditandai terhentinya proses penyembuhan luka akibat terganggunya sejumlah proses termasuk inflamasi, defisiensi growth factor proangiogenik, deposisi matrik dan remodeling spesifik dan vital diperkirakan akan meningkatkan pada sitokin dan growth factor spesifik serta <a
href="http://dokterbedahmalang.com/aleo-gel-terapi-herbal-peyembuhan-luka-ulkus-diabetes/"> <b>...Read the Rest</b></a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img
class="alignleft" src="http://dokteryudabedah.com/wp-content/uploads/2012/01/71357_aloe_vera_641_452-300x211.jpg" alt="lidah buaya untuk diabetes" width="300" height="211" />Diabetes Melitus (DM) menjadi salah satu faktor yang berperan terhadap komplikasi mikro dan makrovaskular termasuk ulkus diabetes yang dapat menyebabkan morbiditas. Ulkus diabetes ditandai terhentinya proses penyembuhan luka akibat terganggunya sejumlah proses termasuk inflamasi, defisiensi growth factor proangiogenik, deposisi matrik dan remodeling spesifik dan vital diperkirakan akan meningkatkan pada sitokin dan growth factor spesifik serta vital diperkirakan akan meningkatkan penyembuhan luka diabetes.<br
/> Salah satu obat herbal yang bisa digunakan adalah aloe gel yang terbuat dari lidah buaya digunakan secara oral akan meningkatkan penyembuhan luka.</p><p>Demikian disampaikan Adeodatus Yuda Handaya dalam ujian disertasinya yang berjudul “Peran Aloe Gel Terhadap Ekspresi VEGF dan e NOS Sebagai Activator Penyembuhan Luka Melalui Rasio EPC/CEC pada Diabetes Melitus” pada Selasa (3/1) di Ruang Auditorium Lantai enam Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB).?Lebih lanjut Yuda menjelaskan hasil penelitian terbaru dan penggunaan klinis menyebutkan Aloe gel memiliki efek pemacuan imunitas, menyeimbangkan glukosa darah serta meminimalisasi nyeri. Hanya pada kelompok dengan perlakuan Aloe Gel menunjukan peningkatan diameter arteriolar menuju kondisi normal. Dalam penelitiannya Yuda menngunakan desain eksperimen murni yang dikerjakan di laboratorium secara in vivo dengan menggunakan hewan model Galur Wistar Rattus norvegicus yang dibagi ke dalam lima kelompok yaitu Kelompok normal control negative (non-diabetes), diabetes control positif dan ditambah kelompok diabetes dengan perlakuan yaitu kelompok Aloe gel 30 mg/hari, Aloe gel 60 mg/hari dan kelompok Aloe gel 120 mg/hari.</p><p>Ada beberapa tahap dalam percobaan ini yaitu pada tahap pertama, memeriksa penyembuhan luka dengan mengamati dan mengukur area luka. Tahap kedua menentukan ekspresi Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) dan pada Endothel Nitrit Oxide Sythase (eNOS) pada jaringan epitel (stratum basale) secara immunoshitokimia dan tahap ketiga menilai jumlah Endothelial Progenitor Cell (EPC) dan Circulating Endothelial Cell (CEC) serta menghitung rasio EPC/CEC dalam darah dengan menggunakan flow-cytometry, semua dilakukan pada hari 14 setelah pembuatan luka. ?Sedangkan parameter yang diamati didasarkan pada beberapa pertimbangan sebagai berikut; Gel lidah buaya telah dikenal untuk memicu ekspresi VEGF. VEGF merupakan molekul utama yang terlibat dalam endotel. Melalui transaktivasi dengan IL-8, VEGF juga dapat berperan eNOS untuk menghasilkan NO yang berperan penting pada Ca-2 sebagai mediator signaling.?Berdasarkan hasil penelitiannya, Yuda menyimpulkan Aloe gel berperan dalam meningkatkan penyembuhan luka dengan merangsang ekspresi VEGF dan e NOS, meningkatkan jumlah EPC dan mengurangi jumlah CEC sehingga dengan demikian akan meningkatkan rasio EPC/CEC. Rasio EPC/CEC menunjukan linear correlation dengan peningkatan penyembuhan luka, maka rasio EPC/CEC dapat diusulkan sebagai indicator prognistik baru untuk memprediksi tingkat penyembuhan luka pada diabetes.</p><p>Ujian disertasi Adeodatus Yuda Handaya dipromotori oleh Prof. Dr. dr. H. Djangan Sargowo, SpPD., SpJP (K) (Promotor), Prof. dr. M. Aris Widodo, SpFK., PhD., (Ko Promotor) dan Dra. Diana Lyrawati, M.Si., PhD (Ko Promotor). Sedangkan Majlis penguji yang terlibat adalah Dr. dr. Ketut Muliartha, Sp. PA., Prof. drh. Aulanni’am, DES., Prof. Dr. dr. Askandar Tjtkroprawiro, SpPD.KEMND.FINASIM [arr] Setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan majelis penguji, Adeodatus Yuda Handaya berhak meraih gelar doktor ilmu kedokteran minat biomedik dengan IPK 3,73, predikat sangat memuaskan, dan masa studi 4 tahun 5 bulan. [mit]</p><p>http://prasetya.ub.ac.id/berita</p><p><img
class="alignnone" src="http://dokteryudabedah.com/wp-content/uploads/2012/01/photo.jpg" alt="Dr. Yuda" width="480" height="480" /></p><p><a
href="http://dokteryudabedah.com">Pusat Pelayanan Bedah</a></p> <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dokterbedahmalang/~4/simb5flw9jA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dokterbedahmalang.com/aleo-gel-terapi-herbal-peyembuhan-luka-ulkus-diabetes/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> <feedburner:origLink>http://dokterbedahmalang.com/aleo-gel-terapi-herbal-peyembuhan-luka-ulkus-diabetes/</feedburner:origLink></item> <item><title>Penanggulangan Hemangomia</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/dokterbedahmalang/~3/hn3AtIMlkl0/</link> <comments>http://dokterbedahmalang.com/penanggulangan-hemangomia/#comments</comments> <pubDate>Wed, 13 Apr 2011 16:36:28 +0000</pubDate> <dc:creator>yuda handaya</dc:creator> <category><![CDATA[Konsultasi Online]]></category> <category><![CDATA[bercak merah]]></category> <category><![CDATA[hemangomia]]></category> <guid isPermaLink="false">http://dokterbedahmalang.com/?p=416</guid> <description><![CDATA[Bagaimana cara penanggulangan hemangioma? Hemangioma buah arbei sebaiknya dibiarkan mengalami regresi spontan. Jadi, walaupun besar, mencolok dan tampak menakutkan, jenis ini tidak memerlukan tindakan selain pemasangan pembalut elastis dengan sedikit penekanan secara terus-menerus. Tindakan ini mempercepat proses regresi. Bagaimana cara menanggulangi hemangioma jenis flameus? Jenis flameus ditanggulangi dengan eksisi, kalau perlu ditambah dengan cangkok kulit. <a
href="http://dokterbedahmalang.com/penanggulangan-hemangomia/"> <b>...Read the Rest</b></a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><a
href="http://dokterbedahmalang.com/wp-content/uploads/2011/04/Hemangioma.jpg"><img
src="http://dokterbedahmalang.com/wp-content/uploads/2011/04/Hemangioma-290x300.jpg" alt="" title="Hemangioma" width="290" height="300" class="alignright size-medium wp-image-417" /></a><p><strong>Bagaimana cara penanggulangan hemangioma?</strong></p><p>Hemangioma buah arbei sebaiknya dibiarkan mengalami regresi spontan. Jadi, walaupun besar, mencolok dan tampak menakutkan, jenis ini tidak memerlukan tindakan selain pemasangan pembalut elastis dengan sedikit penekanan secara terus-menerus. Tindakan ini mempercepat proses regresi.</p><p><strong>Bagaimana cara menanggulangi hemangioma jenis flameus?</strong></p><p>Jenis flameus ditanggulangi dengan eksisi, kalau perlu ditambah dengan cangkok kulit. Dapat juga dilakukan perajahan (tatoasi) untuk menyamarkan warna. Penanggulangan dengan laser argon umumnya cukup memuaskan.</p><p><strong>Bagaimana cara menanggulangi hemangioma jenis kavernosum?</strong></p><p>Untuk hemangioma kavernosum, satu-satunya cara terapi ialah ekstirpasi. Pada jenis yang luas dapat dibantu dengan embolisa dengan panduan angiografi. Embriolisa membantu memperkecil tumor untuk mrmudahkan tindakan bedah. Kadang infiltrasi menyusup jauh ke dalam sehingga diperlukan pembedahan luas. Kelainan ini dapat kambuh dari sisa hemangioma yang sukar dicapai pada pembedahan.</p><p><strong>Bagaimana cara mendiagnosis hemangioma?</strong></p><p>Diagnosis hemangioma dapat dibuat dengan pemerikasaan ultrasonografi dan arteriografi selektif. Hemangioma kecil tanpa keluhan atau yang dijumpai pada waktu pembedahan tidak perlu diekstirpasi. Pembedahan dilakukan apabila ada keluhan atau bila ada resiko perdarahan.</p><p><strong>Kenapa saat ini radiasi jarang digunakan pada kasus hemangioma?</strong></p><p>Karena komplikasi jangka lama terapi radiasi, serta fakta bahwa kebanyakan hemangioma kapiler akan beregresi. Terapi dengan kortikosteroid sistemik dalam dosis besar kadang-kadang akan menimbulkan regresi pada lesi yang tumbuh cepat.</p><p><strong>Apakah yang dimaksud dengan nevus port wine pada hemangioma?</strong></p><p>nevus port wine merupakan masalah kosmetik yang sulit akibat hemangioma.</p><p><strong>Terapi apa yang digunakan untuk mengatasi masalah nevus port wine?</strong></p><p>Penggunaan laser telah menyokong terapi lesi ini dan diharapkan bahwa terapi tersebut akan mencegah kebutuhan pembedahan yang luas dan pencangkokan. Kosmetik bermanfaat dalam kasus lesi kecil.</p><p><strong>Apakah komplikasi yang bisa terjadi pada hemangioma kavernosum?</strong></p><p>Jenis kavernosum bias meluas dan menyusup ke jaringan sekitarnya, oleh karena itu jaringan di atas hemangioma dapat mengalami iskemia sehingga mudah rusak oleh iritasi misalnya didaerah perineum dan menimbulkan tukak yang sulit sembuh dan kadang berdarah.</p><p><strong>Pada hemangioma simpleks yang  terdapat pada mata, mengapa selama menunggu regresi harus diusahakan agar mata kena rangsang cahaya?</strong></p></p><p>Karena untuk menghindari terjadinya ambliopati pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan.</p> <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dokterbedahmalang/~4/hn3AtIMlkl0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dokterbedahmalang.com/penanggulangan-hemangomia/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> <feedburner:origLink>http://dokterbedahmalang.com/penanggulangan-hemangomia/</feedburner:origLink></item> <item><title>Pertanyaan Tentang Batu Pada Saluran Kemih</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/dokterbedahmalang/~3/LEFzW9XkbgY/</link> <comments>http://dokterbedahmalang.com/pertanyaan-tentang-batu-pada-saluran-kemih/#comments</comments> <pubDate>Tue, 05 Apr 2011 09:17:42 +0000</pubDate> <dc:creator>yuda handaya</dc:creator> <category><![CDATA[Profil Penyakit]]></category> <category><![CDATA[batu ginjal]]></category> <category><![CDATA[batu saluran kencing]]></category> <category><![CDATA[saluran kencing]]></category> <guid isPermaLink="false">http://dokterbedahmalang.com/?p=410</guid> <description><![CDATA[Apa yang di maksud dengan batu saluran kemih ? Jawab : Batu Saluran Kemih adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Tempat pembentukan batu saluran kemih dan proses terbentuknya di sebut ? Jawab : Proses terbentuknya di dalam ginjal (batu ginjal) <a
href="http://dokterbedahmalang.com/pertanyaan-tentang-batu-pada-saluran-kemih/"> <b>...Read the Rest</b></a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<ol><li>Apa yang di maksud dengan batu saluran kemih ?<strong><br
/> Jawab :</strong><br
/> Batu Saluran Kemih adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa <a
href="http://dokterbedahmalang.com/wp-content/uploads/2011/04/batu_ginjal.jpg"><img
class="alignright size-medium wp-image-411" title="batu_ginjal" src="http://dokterbedahmalang.com/wp-content/uploads/2011/04/batu_ginjal-300x227.jpg" alt="" width="300" height="227" /></a>menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi.</li><li>Tempat pembentukan batu saluran kemih dan proses terbentuknya di sebut ?<strong><br
/> Jawab :</strong><br
/> Proses terbentuknya di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih).<br
/> Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis).</li><li>Penyebab terbentuknya batu saluran kemih ?<strong><br
/> Jawab :</strong><br
/> Terbentuknya batu bisa terjadi karena air kemih jenuh dengan garam-garam yang dapat membentuk batu atau karena air kemih kekurangan penghambat pembentukan batu yang normal,kurang minum air putih dan aktifitas yang banyak duduk.</li><li>Gejala-gejalah yang timbul akibat batu saluran kemih ?<strong><br
/> Jawab :</strong><br
/> Batu yang menyumbat ureter, pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat).<br
/> Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul, biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang, yang menjalar ke perut, daerah kemaluan dan paha sebelah dalam.</li><li>Apakah batu ginjal biasa menyebabkan infeksi saluran kemih ?<strong><br
/> Jawab :</strong><br
/> Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika batu menyumbat aliran kemih, bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan, sehingga terjadilah infeksi. Jika penyumbatan ini berlangsung lama, air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal, menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal.</li></ol> <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dokterbedahmalang/~4/LEFzW9XkbgY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dokterbedahmalang.com/pertanyaan-tentang-batu-pada-saluran-kemih/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> <feedburner:origLink>http://dokterbedahmalang.com/pertanyaan-tentang-batu-pada-saluran-kemih/</feedburner:origLink></item> <item><title>Video Bedah Laparascopy Tanpa Pisau</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/dokterbedahmalang/~3/sZmudQ6TNCc/</link> <comments>http://dokterbedahmalang.com/video-bedah-laparascopy-tanpa-pisau/#comments</comments> <pubDate>Tue, 29 Mar 2011 04:33:50 +0000</pubDate> <dc:creator>yuda handaya</dc:creator> <category><![CDATA[Uncategorized]]></category> <guid isPermaLink="false">http://dokterbedahmalang.com/?p=405</guid> <description><![CDATA[Lihat Videonya http://www.youtube.com/watch?v=0Q9aaRWIWMA]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><a
href="http://dokterbedahmalang.com/wp-content/uploads/2011/03/laparoscope.jpg" _mce_href="http://dokterbedahmalang.com/wp-content/uploads/2011/03/laparoscope.jpg"><img
src="http://dokterbedahmalang.com/wp-content/uploads/2011/03/laparoscope.jpg" _mce_src="http://dokterbedahmalang.com/wp-content/uploads/2011/03/laparoscope.jpg" alt="" title="laparoscope" class="alignnone size-full wp-image-406" height="305" width="289"/></a></p><h2>Lihat Videonya<br
/></h2><p>http://www.youtube.com/watch?v=0Q9aaRWIWMA</p> <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dokterbedahmalang/~4/sZmudQ6TNCc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dokterbedahmalang.com/video-bedah-laparascopy-tanpa-pisau/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> <feedburner:origLink>http://dokterbedahmalang.com/video-bedah-laparascopy-tanpa-pisau/</feedburner:origLink></item> <item><title>HERNIA INGUINALIS LATERALIS</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/dokterbedahmalang/~3/FumPLPFiiqo/</link> <comments>http://dokterbedahmalang.com/hernia-inguinalis-lateralis/#comments</comments> <pubDate>Thu, 17 Mar 2011 21:18:06 +0000</pubDate> <dc:creator>yuda handaya</dc:creator> <category><![CDATA[Profil Penyakit]]></category> <category><![CDATA[hernia]]></category> <category><![CDATA[HERNIA INGUINALIS LATERALIS]]></category> <category><![CDATA[hernia ingunalis]]></category> <category><![CDATA[penyakit hernia]]></category> <guid isPermaLink="false">http://dokterbedahmalang.com/?p=398</guid> <description><![CDATA[Apa yang dimaksud dengan hernia inguinalis lateralis? Jawaban : Hernia inguinalis lateralis adalah hernia inguinal yang meninggalkan abdomen melalui annulus inguinalis profundus dan bergerak kebawah secara oblik melalui kanalis inguinalis di lateral arteri epigastrika inferior. Faktor-faktor apa saja yang memnyebabkan terjadinya hernia ingunalis lateralis? Jawaban : Faktor-faktor yang meyebabkan terjadinya hernia inguinalis lateralis: a)      Prosesus <a
href="http://dokterbedahmalang.com/hernia-inguinalis-lateralis/"> <b>...Read the Rest</b></a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<ol><li>Apa yang dimaksud dengan hernia inguinalis lateralis?<br
/> Jawaban :<br
/> Hernia inguinalis lateralis adalah hernia inguinal yang meninggalkan abdomen melalui annulus inguinalis profundus dan bergerak kebawah secara oblik melalui kanalis inguinalis di lateral arteri epigastrika inferior.</li><li>Faktor-faktor apa saja yang memnyebabkan terjadinya hernia ingunalis lateralis?<br
/> Jawaban :<br
/> Faktor-faktor yang meyebabkan terjadinya hernia inguinalis lateralis:<br
/> a)      Prosesus vaginalis yang persisten<br
/> b)      Peninggian tekanan dalam rongga perut (seperti batuk kronik, hipertrofi prostat, konstipasi, kehamilan)<br
/> c)      Kelemahan otot dinding perut (karena usia, kerusakan norvus ileoinguinalis dan nervus ileofemoralis setelah apendiktomi)</li><li>Apa gejala klinis pada pasien hernia inguinalis lateralis?<br
/> Jawaban :<br
/> a)      Timbul benjolan di lipat paha saat berdiri, batuk, bersin atau mengedan dan hilang saat berbaring<br
/> b)      Nyeri disertai mual muntah pada keadaan inkarserasi atau strangulasi</li><li>Bagaiman diagnosis banding hernia inguinalis lateralis?<br
/> Jawaban :<br
/> Diagnosis banding hernia inguinalis lateralis mencakup massa lain dalam lipat paha seperti limfadenopati, varikokel, testis yang tidak turun, lipoma dan hematoma.</li><li>Bagaimana cara teknik reposisi secara manual yang efektif digunakan pada pasien hernia inguinalis lateralis?<br
/> Jawaban :<br
/> Dengan memberikan tekanan lembut pada massa hernia ke arah annulus inguinalis biasanya dengan pasien dalam posisi kepala lebih rendah (Trendelenburg).</li><li>Bagaimana pemeriksaan fisik pada hernia inguinalis lateralis?<br
/> Jawaban :<br
/> Pertama dilakukan inspeksi pada lipat paha. Kemudian, jari telunjuk ditempatkan pada sisi lateral kulit skrotum dan dimasukan sepanjang funikulus spermatikus sampai ujung jari mencapai annulus inguinalis profundus. Jika jari tangan pemeriksa didalam kanalis inguinalis maka hernia inguinalis lateralis maju menuruni kanalis pada samping jari tangan.</li><li>Sebutkan 2 cara pemeriksaan fisik pada hernia inguinalis lateralis?<br
/> Jawaban :<br
/> a)      Finger Test<br
/> b)      Thumb Test</li><li>Bagaimana finger test dilakukan pada hernia inguinalis lateralis?<br
/> Jawaban :<br
/> Jari telunjuk dimasukkan melalui annulus eksternus pada kanalis inguinalis, kearah annulus internus lalu pasien disuruh mengejan, jika ada pendesakan yg dirasakan pada ujung jari maka pasien tersebut mengidap penyakit hernia inguinalis lateralis.</li><li>Bagaimana thumb test dilakukan pada hernia inguinalis leteralis?<br
/> Jawaban :<br
/> Ibu jari ditutupkan pd annulus internus (pertengahan antara spina iliaca anterior superior  dan tuberkulum pubicum, <span
style="text-decoration: underline;">+</span> 2 cm diatasnya). Jika benjolan tidak keluar saat penderita mengejan maka pasien tersebut mengidap penyakit hernia inuinalis lateralis.</li><li> Apa penyebab hernia inguinalis lateralis menyerang bayi dan anak-anak?<br
/> Jawaban :<br
/> Hernia inguinalis menyerang bayi dan anak-anak karena kelainan bawaan berupa tidak menutupnya prosesus vaginalis.</li><li>Bagaimana patofisiologis dari hernia ingunalis lateralis?<br
/> Jawaban :<br
/> Hernia inguinalis lateralis keluar dari rongga peritoneum melalui annulus internus, lalu masuk kanalis inguinalis, dan keluar melalui annulus inguinalis eksternus.</li><li>Sebutkan ciri-ciri hernia inguinalis lateralis?<br
/> Jawaban :<br
/> Ciri-ciri hernia ingunalis lateralis yaitu:<br
/> a)  Bentuk elips<br
/> b)  Isi tidak mudah masuk<br
/> c)  Sering inkarserata<br
/> d)  Tumb test : hernia tidak keluar<br
/> e)  Finger test : teraba di ujung<br
/> f)  Defek : Annulus internus</li><li>Mengapa pada hernia ingunalis lateralis insisi kulit harus ditentukan tempatnya dengan tepat?<br
/> Jawaban :<br
/> Karena untuk mencegah cedera pada nervus iliohipogastrikus dan ilionguinalis, yang penting dalam persarafan kulit pada kulit abdomen bawah, penis dan skrotum.</li><li>Bagaimana prosedur operasi yang dilakukan pada pasien hernia inguinalis lateralis?<br
/> Jawaban :<br
/> Prosedur-prosedur yang digunakan pada operasi hernia inguinalis lateralis meliputi:<br
/> a)      Herniotomi : pengangkatan kantong hernia ; isinya dikembalikan lagi ke abdomen ; lapisan otot dan fasia dijahit ; dapat dilakukan melalui leparoskopi pada pasien rawat jalan.<br
/> b)      Hernioplasti : melibatkan penjahitan penguatan, untuk memperbaiki hernia yang meluas.<br
/> c)      Reseksi usus untuk usu yang iskemik bersamaan dengan perbaikan hernia pada hernia terstrangulasi.</li><li>Bagaiman prinsip operasi hernioplastik?<br
/> Jawaban :<br
/> Pada hernioplastik dilakukan tindakan memeperkecil annulus inguinalis internus dan memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis.</li><li>Apa perbedaan operasi metode Bassini dan metode Mc Vay?<br
/> Jawaban :<br
/> a)  Metode Bassini : menjahit conjoint tendon (pertemuan muskulus tranversus internus abdomen dan muskulus obliqus internus abdomen) ke ligament inguinale Poupart<br
/> b) Metode Mc Vay : menjahit fasia tranversa, muskulus transversus abdomen dan muskulus obliqus Internus ke ligament Cooper.</li><li>Apa tujuan tindakan Bassini pada hernia inguinalis lateralis?<br
/> Jawaban:<br
/> Tujuan tindakan Bassini adalah untuk merapatkan <em>conjoined tendon</em> muskulus transversus abdominis dan obliqus internus ke ligamentum inguinale.</li><li>Sebutkan 2 komponen primer yang menandai tindakan <em>shouldice</em>?<br
/> Jawaban :<br
/> a)      Melibatkan teknik yang digunakan pada annulus inguinalis profundus dan disertai dengan koreksi hernia inguinalis indirek<br
/> b)      Mempertimbangkan penggunaan dinding inguinalis posterior serta merupakan tujuan utama dalam pengobatan hernia inguinalis indirek.</li><li>Apa penyebab terjadinya komplikasi pada pasien setelah menjalani herniorafi inguinalis?<br
/> Jawaban :<br
/> Komplikasi terjadi karena penempatan jahitan yang kurang hati-hati pada pembuluh darah iliaka eksterna atau femoralis.</li><li> Apa akibat jika nervus ilioinguinalis dan iliohypogastrikus mengalami cedera pada pasien hernia inguinalis lateralis?<br
/> Jawaban:<br
/> Jika mengalami cedera maka mengakibatkan perasaan baal dan parestesi di atas daerah kulit.</li><li>Apa akibat jika arteria spermatika mengalami kerusakan pada pasien hernia inguinalis lateralis?<br
/> Jawaban:<br
/> Jika mengalami kerusakan maka dapat mengakibatkan orkitis iskemik dan atrofi testis.</li></ol><p><a
href="http://dokterbedahmalang.com/wp-content/uploads/2011/03/zHERNIA-web-version.jpg"><img
class="alignnone size-full wp-image-399" title="HERNIA (web-version)" src="http://dokterbedahmalang.com/wp-content/uploads/2011/03/zHERNIA-web-version.jpg" alt="" width="452" height="640" /></a></p><p>&nbsp;</p> <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dokterbedahmalang/~4/FumPLPFiiqo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dokterbedahmalang.com/hernia-inguinalis-lateralis/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>4</slash:comments> <feedburner:origLink>http://dokterbedahmalang.com/hernia-inguinalis-lateralis/</feedburner:origLink></item> <item><title>Appendisitis atau Usus Buntu Pada Anak</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/dokterbedahmalang/~3/A1gqUsKoxfc/</link> <comments>http://dokterbedahmalang.com/appendisitis-atau-usus-buntu-pada-anak/#comments</comments> <pubDate>Wed, 09 Mar 2011 18:55:35 +0000</pubDate> <dc:creator>yuda handaya</dc:creator> <category><![CDATA[Uncategorized]]></category> <guid isPermaLink="false">http://dokterbedahmalang.com/appendisitis-atau-usus-buntu-pada-anak/</guid> <description><![CDATA[Gejala: Gejala awalnya sering hanya menangis dan tidak mau makan. Seringkali anak tidak bisa menjelaskan rasa nyerinya. Dan beberapa jam kemudian akan terjadi muntah- muntah dan anak menjadi lemah dan letargik. Karena ketidakjelasan gejala ini, sering apendisitis diketahui setelah perforasi. Begitupun pada bayi, 80-90 % apendisitis baru diketahui setelah terjadi perforasi.   Nyeri perumbilikus akut <a
href="http://dokterbedahmalang.com/appendisitis-atau-usus-buntu-pada-anak/"> <b>...Read the Rest</b></a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p
style="text-align: justify"><img
align="left" src="http://dokterbedahmalang.com/wp-content/uploads/2011/03/030911_1855_Appendisiti1.jpg" alt=""/>Gejala:  Gejala awalnya sering hanya menangis dan tidak mau makan. Seringkali anak tidak bisa menjelaskan rasa nyerinya. Dan beberapa jam kemudian akan terjadi muntah- muntah dan anak menjadi lemah dan letargik. Karena ketidakjelasan gejala ini, sering apendisitis diketahui setelah perforasi. Begitupun pada bayi, 80-90 % apendisitis baru diketahui setelah terjadi perforasi.</p><p
style="text-align: justify">  </p><p
style="text-align: justify">Nyeri perumbilikus akut atau nyeri abdomen menyeluruh biasanya konstan. Sesudah 1-5 jam, nyeri berkemih atau rasa kebelet dapat terjadi jika apendiks terletak dekat kandung kemih atau ureter. Muntah biasanya terjadi hanya sesudah nyeri yang berkepanjangan. Konstipasi sering terjadi, tetapi diare hanya kadang – kadang dijimpai</p><ol><li><div
style="text-align: justify">Apa gejala &#8211; gejala  bila letak apendiks retrosekal retroperitoneal, yaitu di belakang sekum (terlindung oleh sekum)?</div></li></ol><p
style="text-align: justify">Jawab : tanda nyeri perut kanan bawah tidak begitu jelas dan tidak ada tanda rangsangan peritoneal. Rasa nyeri lebih kearah perut kanan atau nyeri timbul pada saat melakukan gerakan seperti berjalan, bernapas dalam, batuk, dan mengedan. Nyeri ini timbul karena adanya kontraksi m.psoas mayor yang menegang dari dorsal.</p><ol><li><div
style="text-align: justify">Apa tanda &#8211; tanda dari apendisitis  anak ?</div></li></ol><p
style="text-align: justify">Jawab :</p><p
style="text-align: justify">Tanda :  Demam subfebril, bervariasi antara 37,8 sampai 38, 4 C ( 100 sampai 101,6F), atau mungkin tanpa demam pada awal perjalanan penyakit. Demam yang sangat tinggi menunjukkan adanya perforasi apendiks, disertai peritonitis, atau adanya enteritis bakteri yang bersamaan, terutama jika disertai diare. Anak biasanya gelisah dan &#8221; terlipat &#8221; (dengan paha dalam posisi fleksi ) atau berjalan membungkuk, sering memegang sisi kanan.</p><ol><li><div
style="text-align: justify">Bagaimana patologi dari apendisitis anak?</div></li></ol><p
style="text-align: justify">Jawab : Pada sebagian besar anak, pangkal apendiks terletak dibawah titik Mc Burney, sehingga kalau meradang akan merangsang peritoneum setempat. Pada keadaan malrotasi usus, apendiks dapat ditemukan di tempat lain dalam rongga peritoneum sesuai dengan letak sekum yang tidak mencapai fosa iliaka dekstra. Apendiks pada anak lebih panjang dan lebih halus dibandingkan pada orang dewasa, karena itu mudah terjadi perforasi. .Pada anak-anak omentum belum berkembang dengan sempurna, sehingga kurang efektif untuk mengatasi infeksi, hal ini akan mengakibatkan apendiks cepat mengalami komplikasi . Omentum mayus pendek dan tipis sehingga tidak menjadi pertahanan yang baik kalau terjadi perforasi. Perforasi pada apendiks anak akan segera diikuti dengan peritonitis generalisata. Terjadinya apendisitis dimulai dengan penyumbatan lumen apendiks. Penyumbatan ini menyebabkan edema, bendungan vena dan meningkatnya tekanan dalam lumen apendiks. Kemudian terjadi invasi kuman pada selaput lendir apendiks sehingga terjadi ulkus yang disusul perforasi. Pada neonatus apendicitis terjadi karena obstruksi pada bagian distal kolon yang diteruskan ke dalam lumen apandiks</p><ol><li><div
style="text-align: justify">Bagaimana dengan kasus apendisitis yang disebabkan obstruksi karena fekolit?</div></li></ol><p
style="text-align: justify">Jawab :</p><p
style="text-align: justify">Terjadinya fekolit berhubungan langsung dengan diet yang mengandung residu rendah. Sehingga untuk diet harus mengandung residu tinggi supaya tidak terjadi apendisitis. Fekalit merupakan penyebab terjadinya obstruksi lumen apendiks pada  20% anak-anak dengan apendisitis, terjadinya fekalit berhubungan dengan diet rendah serat. Sekresi mukosa yang terkumpul selama adanya obstruksi lumen apendiks menyebabkan distensi lumen akut sehingga akan terjadi kenaikkan tekanan intraluminer dan sebagai akibatnya terjadi obstruksi arterial serta iskemia. Akibat dari keadaan tersebut akan terjadi ulserasi mukosa sampai kerusakan seluruh lapisan dinding apendiks , lebih lanjut akan terjadi perpindahan kuman dari lumen masuk kedalam submukosa. Dengan adanya kuman dalam submukosa maka tubuh akan bereaksi berupa peradangan supurativa yang menghasilkan pus, keluarnya pus dari dinding yang masuk ke dalam lumen apendiks akan mengakibatkan tekanan intraluminer akan semakin meningkat, sehingga desakan pada dinding apendiks</p><ol><li><div
style="text-align: justify">Sebutkan diagnosa apendisitis pada anak!</div></li></ol><p
style="text-align: justify">Jawab : adanya sakit perut yang menjadi gejala utama pada apendisitis akut dan bermula di daerah sekitar umbilikus yang kemudian setelah beberapa jam akan berpindah ke daerah perut kanan bawah. Biasanya diikuti dengan muntah – muntah,dan kalau sudah terjadi ileus paralitik maka biasanya muntah – muntahnya mengandung empedu. Suhu tubuh meningkat secara berangsur –angsur tergantung dari lamanya penyakit.</p><ol><li><div
style="text-align: justify">Bagaimana diagnosis akut pada neonatus?</div></li></ol><p
style="text-align: justify">Jawab : iritabilitas, muntaj dan distensi abdomen , sering dengan kelebihan leukosit di dalam urin namun bentuk penting pada beberapa bayi adalah edema dinding abdomen, sering terlokalisasi di &#8216;flank&#8217; kanan, kadang – kadang dengan eritema.</p><ol><li><div
style="text-align: justify">Bagaimana cara pemeriksaan fisik pada anak yang mengalami apendisitis?</div></li></ol><p
style="text-align: justify">Jawab : pada palpasi dapat dirasakan adanya perbedaan tegangan otot antara kedua sisi abdomen. Tangan harus dihangatkan dahulu karena tangan yang dingin akan merangsang dinding perut untuk berkontraksi sehingga sukar menilai keadaan intraperitoneal. Dan setelah itu lakukan palpasi . lokalisasi nyeri tekan mungkin sulit ditentukan, tetapi pendapat tentang apakah nyerinya lebih terasa pada sisi kanan atau sisi kiri dapat diketahui dengan memperhatikan ekspresi si anak ketika melakukan palpasi tiap area, dan dengan memperhatikan spasme involunter otot – otot abdomen. Kebanyakan anak cenderung memfleksi paha kanan dengan tujuan mengurangi spasme dari muskulus psoas.</p><ol><li><div
style="text-align: justify">Apa tes laboratotium yang menunjukkan jika anak terkena apendisitis?</div></li></ol><p
style="text-align: justify">Jawab : pada anak dengan keluhan dan pemeriksaan fisik yang karakteristiknya apendisitis akut, akan ditemukan pemeriksaan darah adanya leukositosis 11000 – 14000 / mm3, dan disertai dengan adanya pergeseran seri neutrofil ke kiri. urinalisis yang teliti harus dilakukan untuk menyingkirkan infeksi ginjal atau kandung kemih.</p><ol><li><div
style="text-align: justify">Mengapa  insidensi perforasi apendiks pada anak di bawah umur 6 tahun lebih besar?</div></li></ol><p
style="text-align: justify">Jawab : ini berhubungan dengan dinding apendiks yang lebih tipis dan omentum mayus yang berkembang belum sempurna dibanding anak yang lebih besar<em><br
/> </em></p><p
style="text-align: justify">Pada anak di bawah umur 8 tahun mempunyai angka perforasi dua kali lebih besar daripada anak yang lebih besar. Sedang insidensi perforasi apendiks  pada anak di bawah umur 10 tahun sebesar 50%. Perforasi apendiks paling sering terjadi di distal obstruksi lumen apendiks sepanjang tepi antimesenterium Pada 2-6% penderita dengan apendisitis menunjukkan adanya massa di kuadran kanan bawah pada pemeriksaan fisik. Hal ini menunjukkan adanya inflamasi abses yang terfiksasi dan berbatasan dengan apendiks  yang mengalami inflamasi</p><ol><li><div
style="text-align: justify">Apa diagnosa banding apendicitis anak?</div></li></ol><p
style="text-align: justify">Jawab : diagnosa banding meliputi adenitis mesentrika, pielitis, sistitis, pneumonitis, gastroenteritis, peritonitis, konstipasi, divertikulitis Meckeli, dan awitan mendadak penyakit usus inflamasi ( terutama ileitis, ileokolitis crohn).</p><ol><li><div
style="text-align: justify">Pada apendisitis anak, kenapa sering terjadi kesalahan diagnosis?</div></li></ol><p
style="text-align: justify">Jawab : kesalahan membuat diagnosa dapat terjadi karena kadang apendiks terletak pada tempat yang bukan tempat biasanya pada daerah perut kanan bawah, pada anak prasekolah anak punya anamnesa yang tidak karakteristik dan sukar diperiksa. Kesalahan lain sering terjadi karena diagnosa dibuat pertelepon tanpa memeriksa penderita.</p><ol><li><div
style="text-align: justify">Apa tujuan  pemeriksaan uji psoas dan uji obturator pada apendisitis dan jelaskan caranya!</div></li></ol><p
style="text-align: justify">Jaawab : pemeriksaan ini  dilakukan untuk mengetahui letak apendiks yang meradang. Uji psoas dilakukan dengan rangsangan otot psoas lewat hiperektensi sendi panggul kanan atau fleksi aktif sendi panggul kanan, kemudian paha kanan ditahan. Bila appendiks yang meradang menempel di m. psoas mayor, maka tindakan tersebut akan menimbulkan nyeri. Sedangkan pada uji obturator dilakukan gerakan fleksi dan endorotasi sendi panggul pada posisi terlentang. Bila apendiks yang meradang kontak dengan m.obturator internus yang merupakan dinding panggul kecil, maka tindakan ini akan menimbulkan nyeri. Pemeriksaan ini dilakukan pada apendisitis pelvika.</p><ol><li><div
style="text-align: justify">Sebutkan komplikasi yang sering timbul pada apendisitis anak!</div></li></ol><p
style="text-align: justify">Jawab  Komplikasi yang sering ditemukan adalah infeksi, perforasi, abses intra abdominal/pelvis, sepsis, syok, dehisensi, Peritonitis generalisata karena ruptur appendiks,  Abses hati Septi kemia</p><ol><li><div
style="text-align: justify">Bagaimana pengobatan pada apendisitis akut tanpa penyulit/ tidak banyak masalah?</div></li></ol><p
style="text-align: justify">Jawab : penderita anak perlu cairan parenteral untuk mengoreksi dehidrasi yang ringan. Pipa nasogastrik dipasang untuk mengosongkan lambung untuk mengurangi bahaya muntah pada waktu induksi anastesi. Pembedahannya adalah dengan apendoktomi. Apendoktomi dapat dicapai dengan membuka perut melalui insisi Mc Burney.</p><ol><li><div
style="text-align: justify">Bagaimana pengobatan pada apendisitis akut dengan disertai peritonitis pada anak ?</div></li></ol><p
style="text-align: justify">Jawab : pipa naso – gastric dipasang untuk mengosongkan lambung agar mengurangi perut kembung dan mencegah muntah. Kalau anak dalam keadaan syok hipovalemik maka diberikan cairan ringer laktat 20 ml/ kg BB dalam larutan glukosa 5% secara bolus, kemudian diikuti dengan pemberian plasma atau darah sesuai indikasi.setelah  pemberian bolus cairan sebaiknya dievaluasi kembali kebutuhan dan kekurangan cairan. Antibiotika berspektrum luas diberikan secepatnya sebelum ada biakan kuman. Pada kasus ini apendoktomi dapat dicapai melalui <strong>laparotomi<br
/> </strong></p><ol><li><div
style="text-align: justify">Bagaimana perawatan pasca bedah pada apendisiti anak?</div></li></ol><p
style="text-align: justify">Jawab :</p><ul
style="margin-left: 72pt"><li><div
style="text-align: justify">Anak dirawat dalam posisi fowler selama 24 jam pertama.</div></li><li><div
style="text-align: justify">Sebaiknya tiap 6 jam dievaluasi kembali pemberian pengobatan dan kalau perlu disuaikan dengan kebtuhan yang ada.</div></li><li><div
style="text-align: justify">Antibiotika diteruskan sekurang – kurangnya 5 hari  dan anak bebas panas sekurang – kurangnya 2 hari.</div></li><li><div
style="text-align: justify">Kalau masih panas, antibiotika diteruskan atau diganti sesuai dengan hasil biakan kuman.</div></li><li><div
style="text-align: justify">Cairan parenteral diberikan sampai fungsi saluran cerna kembali normal.</div></li><li><div
style="text-align: justify">Pemberian makanan peroral dilakukan mulai dengan makanan cair secara bertahap ditingkatkan sampai makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak tersebut</div></li></ul> <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dokterbedahmalang/~4/A1gqUsKoxfc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dokterbedahmalang.com/appendisitis-atau-usus-buntu-pada-anak/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> <feedburner:origLink>http://dokterbedahmalang.com/appendisitis-atau-usus-buntu-pada-anak/</feedburner:origLink></item> <item><title>Luka Kronis (Video)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/dokterbedahmalang/~3/j0C7h73mOzA/</link> <comments>http://dokterbedahmalang.com/luka-kronis-video/#comments</comments> <pubDate>Fri, 25 Feb 2011 01:05:44 +0000</pubDate> <dc:creator>yuda handaya</dc:creator> <category><![CDATA[Video]]></category> <guid isPermaLink="false">http://dokterbedahmalang.com/?p=392</guid> <description><![CDATA[Lihat Bagaimana tubuh anda secara luarbiasa membentuk jaringan baru, danLuka kronis menjadi tertutup]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><a
href="http://dokterbedahmalang.com/wp-content/uploads/2011/02/menghilangkan-bekas-luka-be.jpg"><img
class="alignnone size-full wp-image-393" title="menghilangkan-bekas-luka-be" src="http://dokterbedahmalang.com/wp-content/uploads/2011/02/menghilangkan-bekas-luka-be.jpg" alt="" width="395" height="441" /></a></p><p>Lihat Bagaimana tubuh anda secara luarbiasa membentuk jaringan baru, danLuka kronis menjadi tertutup</p><p><object
width="500" height="400"><param
name="movie" value="http://www.youtube.com/e/9B_psERbaxg"></param><param
name="allowFullScreen" value="true"></param><param
name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed
src="http://www.youtube.com/e/9B_psERbaxg" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="400" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p> <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dokterbedahmalang/~4/j0C7h73mOzA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dokterbedahmalang.com/luka-kronis-video/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> <feedburner:origLink>http://dokterbedahmalang.com/luka-kronis-video/</feedburner:origLink></item> <item><title>HERNIA FEMORALIS</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/dokterbedahmalang/~3/KdyGIaC9pXY/</link> <comments>http://dokterbedahmalang.com/hernia-femoralis/#comments</comments> <pubDate>Mon, 07 Feb 2011 21:41:26 +0000</pubDate> <dc:creator>yuda handaya</dc:creator> <category><![CDATA[Profil Penyakit]]></category> <guid isPermaLink="false">http://dokterbedahmalang.com/hernia-femoralis/</guid> <description><![CDATA[Berikut ini 20 Pertanyaan tentang Hernia Femoralis NO  PERTANYAAN  JAWABAN  1.  Apa yang dimaksud dengan hernia?  Hernia merupakan protusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan 2.  Menurut sifatnya hernia di bagi menjadi berapa?  1.hernia reponibel : terjadi apabila isi hernia dapat keluar masuk 2. hernia ireponibel : <a
href="http://dokterbedahmalang.com/hernia-femoralis/"> <b>...Read the Rest</b></a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Berikut ini 20 Pertanyaan tentang Hernia Femoralis<br
/> </span></p><p><img
src="http://dokterbedahmalang.com/wp-content/uploads/2011/02/020711_2141_HERNIAFEMOR1.jpg" alt=""/><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt"><br
/> </span></p><div><table
style="border-collapse:collapse" border="0"><colgroup><col
style="width:38px"/><col
style="width:291px"/><col
style="width:310px"/></colgroup><tbody
valign="top"><tr><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  solid black 0.5pt; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">NO</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  solid black 0.5pt; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p
style="text-align: center"><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">PERTANYAAN</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  solid black 0.5pt; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p
style="text-align: center"><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">JAWABAN</span> </p></td></tr><tr><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">1.</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Apa yang dimaksud dengan hernia?</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Hernia merupakan protusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan</span></p></td></tr><tr><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">2.</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Menurut sifatnya hernia di bagi menjadi berapa?</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">1.hernia reponibel : terjadi apabila isi hernia dapat keluar masuk<br
/> </span></p><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">2. hernia ireponibel : terjadi apabila isi kantong tidak dapat direposisi kembali ke dalam rongga perut<br
/> </span></p><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">3. hernia akreta : di sebabkan oleh pelekatan kantong isi kantong pada perotonium kantong hernia.<br
/> </span></p><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">4. hernia inkarserata: bila isinya terjepit oleh cincin hernia sehingga isi kantong terperangkap dan tidak dapat kembali lagi kedalam rongga perut akibatnya terjadi gangguan pasase vaskularisasi<br
/> </span></p><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">5. hernia strangulate: terjadi pada saat jepitan dimulai, dengan berbagai tingkat gangguan mulai dari bendungan sampai nekrosis. </span> </p></td></tr><tr><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">3.</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Apa diagnosis yang didapat pada hernia?</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Gejala dan tanda klinis hernia banyak ditentukan oleh keadaan isi henia.pada hernia reponibel keluhan satu-satunya adalah adanya benjolan di lipat paha yang muncul pada waktu berdiri, batuk, bersin atau mengedan dan menghilang setelah berbaring. Keluhan nyeri jarang terjadi,di daerah epigastrium atau paraumbilikal berupa nyeri visceral karena regangan pada mesenterium sewaktu satu segmen usus halus masuk ke dalam kantong hernia.nyeri yang disertai mual muntah baru timbul kalau terjadi inkar serasi karena ilius atau strangualasi karena nekrosis atau gangrene. </span></p></td></tr><tr><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">4.</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Apa yang dimaksud dengan hernia femoralis?</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Penonjolan kantong peritoneum dibawah ligamentum inguinale di antara ligamentum lakunare di medial dan vena femoralis di lateral</span></p></td></tr><tr><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">5.</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Hernia femoralis umumnya di jumpai  pada?</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Pada perempuan tua,pada perempuan kira-kira 4 kali lelaki</span> </p></td></tr><tr><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">6.</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Keluahan apa saja yang diderita pada hernia femoralis?</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Keluhan biasanya berupa benjolan lipat paha yang muncul terutama pada waktu melakukan kegiatan yang menaikkan tekanan intraabdomen seperi mengangkat barang atau batuk.</span></p></td></tr><tr><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">7.</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Keluhan apa saja yang terjadi saat penderita MRS</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Biasanya penderita dating keluhan hernia strangulate dan pada pemerikksaan fisik ditemukan benjolan lunak di lipat paha dibawah ligamentum inguinalis di medial v.femoralis dan lateral tuberkulum pubikum.</span></p></td></tr><tr><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">8.</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Bagaimana perkembangan hernia femoralis?</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><ol><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Terjadi penonjolan jaringan preperitoneal ke dalam kanalis femoralis<br
/> </span></li><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Penonjolan semakin besar, didikuti permulaan hernia<br
/> </span></li><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Hernia femoralis dengan lipoma preperitoneal<br
/> </span></li><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Lipoma dengan hernia membelok ke karnial stelah keluar dari fosa ovalis<br
/> </span></li><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Lipoma terletak karnial dari ligamentum inginuale </span></li></ol></td></tr><tr><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">9.</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Patofisiologi pada hernia femoralis adalah?</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Peninggian tekanan intraabdomen akan mendorong lemak preperitoneal ke dalam kanalis femoralis yang akan menjadi pembuka jalanya hernia.</span></p></td></tr><tr><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">10.</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Factor penyebab terjadinya hernia femoralis adalah?</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><ol><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Kehamilam multipara<br
/> </span></li><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Obesitas<br
/> </span></li><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Degenerasi jaringan ikat karena usia lanjut</span></li></ol></td></tr><tr><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">11.</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Gejala / tanda pada hernia femoralis?</span></p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><ol><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Nyeri yang menetap<br
/> </span></li><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Suhu badan normal<br
/> </span></li><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Denyut nadi meninggi<br
/> </span></li><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Leukosita<br
/> </span></li><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Rangsangan peritoneum jelas<br
/> </span></li><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Sakit berat sekali</span></li></ol></td></tr><tr><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">12.</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Diagnosis banding hernia femoralis adalah?</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Limfa denitis yang disertai dengan tanda radang local umum dengan sumber infeksi di tungkai bawah, perineum, anus, atau kulit tubuh kaudal dari tingkat umbilicus.</span></p></td></tr><tr><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">13.</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Terapi pada hernia femoralis adalah?</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Memerlukan tindakan opersasi, kecuali kalau ada kelainan local atau umum yang merupakan kontra indikasi operasi.hernia femoralis dapat didekati dari krural, inguinal, atau kombinasi keduanya</span></p></td></tr><tr><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">14.</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Pintu massuk pada hernia femoralis adalah?</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Annulus femoralis</span> </p></td></tr><tr><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">15.</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt"> Apa Komplikasi pada hernia femoralis? </span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Komplikasi herniorafi pada hernia inguinalis dan yang paling sering terjadi strangulasi dengan segala akibatnya.</span></p></td></tr><tr><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">16.</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Batas-batas region hernia femoralis adalah?</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><ol><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Kranioventral : lig. Inguinalis<br
/> </span></li><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Kaudodorsal : lig.leopektinale<br
/> </span></li><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Lateral : v.femoralis<br
/> </span></li><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Medual : lig.lakunare gimbernati</span></li></ol></td></tr><tr><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">17.</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Hernia terdiri dari?</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Cincin,kantong hernia dan isi hernia.</span></p></td></tr><tr><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">18.</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Macam-macam hernia menurut lokasinya?</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><ol><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Hernia inguinalis<br
/> </span></li><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Hernia femoralis<br
/> </span></li><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Hernia diefragmatika<br
/> </span></li><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Hernia umbilikalis<br
/> </span></li><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Hernia epigastrika<br
/> </span></li><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Hernia lumbal</span></li></ol></td></tr><tr><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">19. </span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada hernia femoralis?</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Pada pemeriksaan fisik di temukan benjolan lunak di lipat paha di bawah ligamentum inguinale di media v.femoralis dan lateral tuberkulum pubikum. Tidak jarang yang lebih jelas adalah tanda sumbatan.</span></p></td></tr><tr><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">20.</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">diagnose banding lain dari hernia femoralis adalah?</span> </p></td><td
style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt"><p><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Variks tunggal di muara v. safena magna dengan atau tanpa varises pada tungkai<br
/> </span></p></td></tr></tbody></table></div><p>  </p><p>  </p><p
style="text-align: center"><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">DAFTAR PUSTAKA<br
/> </span></p><ul><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Dudley,H.A. F.1992. HALMINTON BAILEY ILMU BEDAH GAWAR DARURAT. Gajah Mada University Press: Yogyakarta<br
/> </span></li><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Sabiston, David C. 1994. Buku Ajar Bedah. EGC : Jakarta<br
/> </span></li><li><span
style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">Schwart , Seymour I. 2000. Intisari prinsip-prinsip Ilmu Bedah. EGC : Jakarta<br
/> </span></li></ul> <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dokterbedahmalang/~4/KdyGIaC9pXY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dokterbedahmalang.com/hernia-femoralis/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> <feedburner:origLink>http://dokterbedahmalang.com/hernia-femoralis/</feedburner:origLink></item> <item><title>Tentang Fraktur Tulang</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/dokterbedahmalang/~3/CeI6buocRJk/</link> <comments>http://dokterbedahmalang.com/tentang-fraktur-tulang/#comments</comments> <pubDate>Sun, 02 Jan 2011 16:20:43 +0000</pubDate> <dc:creator>yuda handaya</dc:creator> <category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category> <category><![CDATA[belajar fraktur tulang]]></category> <category><![CDATA[fraktur]]></category> <category><![CDATA[fraktur tulang]]></category> <category><![CDATA[tanya jawab fraktur]]></category> <guid isPermaLink="false">http://dokterbedahmalang.com/?p=386</guid> <description><![CDATA[Apakah pengertian dari patah tulang atau yang lebih sering disebut dengan fraktur? Jawab : Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa ( R. Sjamsuhidajat, Wimde Jong, 1997 ) Fraktur berarti deformasi atau diskontinuitas dari tulang oleh tenaga yang melebihi kekuatan tulang ( Seymor I. <a
href="http://dokterbedahmalang.com/tentang-fraktur-tulang/"> <b>...Read the Rest</b></a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><a
href="http://dokterbedahmalang.com/wp-content/uploads/2011/01/fraktur-tulang.jpg"><img
class="alignnone size-full wp-image-387" title="fraktur-tulang" src="http://dokterbedahmalang.com/wp-content/uploads/2011/01/fraktur-tulang.jpg" alt="" width="512" height="682" /></a></p><ol><li><strong><em>Apakah      pengertian dari patah tulang atau yang lebih sering disebut dengan      fraktur?</em></strong></li></ol><p>Jawab :</p><p>Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa ( R. Sjamsuhidajat, Wimde Jong, 1997 )</p><p>Fraktur berarti deformasi atau diskontinuitas dari tulang oleh tenaga yang melebihi kekuatan tulang ( Seymor I. Schwartz, 2000 ).</p><ol><li><strong><em>Apa      penyebab terjadinya frakur?</em></strong><em> </em></li></ol><p>Jawab :</p><p>a. Fraktur akibat peristiwa trauma<br
/> Sebagian fraktur disebabkan oleh kekuatan yang tiba-tiba berlebihan yang dapat berupa pemukulan, penghancuran, perubahan pemuntiran atau penarikan.<br
/> b. Fraktur akibat peristiwa kelelahan atau tekanan<br
/> Retak dapat terjadi pada tulang seperti halnya pada logam dan benda lain akibat tekanan berulang-ulang. Keadaan ini paling sering dikemukakan pada tibia, fibula atau matatarsal terutama pada atlet, penari atau calon tentara yang berjalan baris-berbaris dalam jarak jauh.<br
/> c. Fraktur patologik karena kelemahan pada tulang<br
/> Fraktur dapat terjadi oleh tekanan yang normal kalau tulang tersebut lunak (misalnya oleh tumor) atau tulang-tulang tersebut sangat rapuh.</p><ol><li><strong><em>Jelaskan      patofisiolgi dari fraktur!</em></strong><em></em></li></ol><p>Ketika terjadi patah tulang yang diakibatkan oleh truma, peristiwa tekanan ataupun patah tulang patologik karena kelemahan tulang, akan terjadi kerusakan di korteks, pembuluh darah, sumsum tulang dan jaringan lunak. Akibat dari hal tersebut adalah terjadi perdarahan, kerusakan tulang dan jaringan sekitarnya.. Keadaan ini menimbulkan hematom pada kanal medulla antara tepi tulang dibawah periostium dengan jaringan tulang yang mengatasi fraktur. Terjadinya respon inflamsi akibat sirkulasi jaringan nekrotik adalah ditandai dengan vasodilatasi dari plasma dan leukosit. Ketika terjadi kerusakan tulang, tubuh mulai melakukan proses penyembuhan untuk memperbaiki cidera, tahap ini menunjukkan tahap awal penyembuhan tulang. Hematon yang terbentuk bisa menyebabkan peningkatan tekanan dalam sumsum tulang yang kemudian merangsang pembebasan lemak dan gumpalan lemak tersebut masuk kedalam pembuluh darah yang mensuplai organ-organ yang lain. Hematon menyebabkn dilatasi kapiler di otot, sehingga meningkatkan tekanan kapiler, kemudian menstimulasi histamin pada otot yang iskhemik dan menyebabkan protein plasma hilang dan masuk ke interstitial. Hal ini menyebabkan terjadinya edema. Edema yang terbentuk akan menekan ujung syaraf, yang bila berlangsung lama bisa menyebabkan syndroma compartement.</p><ol><li><strong><em>Sebutkan      tanda dan gejala syndroma compartement!</em></strong><em></em></li></ol><p>Jawab :</p><p>Tanda dan gejala dari Syndroma Compartement adalah :</p><ul><li>Nyeri      pada keadaan istirahat ( pain ).</li><li>Parestesia.</li><li>Pucat (      pale ).</li><li>Paresis      atau paralisis.</li><li>Denyut      nadi hilan ( pulse ).</li><li>Jari di      posisi fleksi</li><li>Gangguan      diskriminasi dua titik ( two points discrimination test ).</li><li>Tekanan      tinggi di dalam komparrtemen ( pressure ).</li></ul><ol><li><strong><em>Apa      saja klasifikasi fraktur? Sebutkan dan jelaskan!</em></strong><em></em></li></ol><p>Jawab :</p><p>Fraktur dapat diklasifikasikan menurut :</p><ol><li>Jenis :      tranversal, spiral, oblik, segmental, kominutiva.</li><li>Lokasi      : diafise, metafise, epifise.</li><li>Integritas      kulit serta jaringan lunak yang mengelilinginya : terbuka/compound dan      tertutup.</li><li>kedudukan      fragmen : tidak ada dislokasi dan adanya dislokasi.</li></ol><ol><li><strong><em>Pergeseran      fragmen ada 4, sebutkan!</em></strong><em></em></li></ol><p>Jawab :</p><p>1. Alignman  : perubahan arah axis longitudinal, bisa membentuk sudut.</p><p>2. Panjang  : dapat terjadi pemendekan (shortening).</p><p>3. Aposisi  : hubungan ujung fragmen satu dengan lainnya.</p><p>4. Rotasi  : terjadi perputaran terhadap fragmen proksimal</p><ol><li><strong><em>Dalam      fraktur terbuka dapat dibedakan dalam 3 grade, sebutkan !</em></strong><em></em></li></ol><p>Jawab :</p><p>Fraktur terbuka dibagi menjadi 3 grade yaitu:<br
/> a) Grade I : Robekan kulit dengan kerusakan kulit otot<br
/> b) Grade II : Seperti grade I dengan memar kulit dan otot<br
/> c) Grade III : Luka sebesar 6-8 cm dengan kerusakan pembuluh darah, syaraf otot dan kulit.</p><ol><li><strong><em>Apa      gejala klinis yang ditimbulkan pada fraktur?</em></strong><em></em></li></ol><p>Jawab :</p><p>a. Nyeri<br
/> b. Bengkak/edema<br
/> c. Memar/ekimosis<br
/> d. Spasme otot<br
/> e. Penurunan sensasi<br
/> f. Gangguan fungsi</p><p>g. Mobilitas abnormal<br
/> h. Krepitasi.<br
/> i. Defirmitas<br
/> j. Shock hipouolemik<br
/> k. Gambaran X-ray menentukan fraktur</p><p><strong><em>9. Sebutkan komplikasi yang bisa ditimbulkan oleh fraktur!</em></strong><em></em></p><p>Komplikasi akibat fraktur yang mungkin terjadi menurut Doenges (2000) antara lain:<br
/> a. Shock<br
/> b. Infeksi<br
/> c. Nekrosis divaskuler<br
/> d. Cidera vaskuler dan saraf<br
/> e. Mal union<br
/> f. Borok akibat tekanan</p><p>g. Gangren</p><ol><li><strong><em>Bagaimana      pemeriksaan yang dilakukan pada penderita fraktur?</em></strong><em></em></li></ol><p>Jawab :</p><p>a. RiwayatAnamnesis dilakukan untuk menggali riwayat mekanisme cedera (posisi kejadian) dan kejadian-kejadian yang berhubungan dengan cedera tersebut.</p><p>b. Pemeriksaan Fisik</p><p>- Inspeksi / LookDeformitas :  angulasi, rotasi, pemendekan, pemanjangan,  bengak. Pada fraktur terbuka à klasifikasi Gustilo</p><p>- Palpasi / Feel : Lakukan palpasi pada daerah ekstremitas tempat fraktur tersebut, meliputi persendian diatas dan dibawah cedera, daerah yang mengalami nyeri, efusi, dan krepitasi.</p><p>- Gerakan / Moving</p><p>- Pemeriksaan trauma di tempat lain : kepala, toraks, abdomen, pelvis. Sedangkan pada pasien dengan politrauma, pemeriksaan awal dilakukan menurut protokol ATLS. Langkah pertama adalah menilai <strong><em>airway</em>, <em>breathing</em>, dan <em>circulation</em></strong>.</p><p>c. <strong>Pemeriksaan Penunjang Laboratorium</strong> :  darah rutin, faktor pembekuan darah, golongan darah, <em>cross-test</em>, dan urinalisa.</p><p>d. <strong>Radiologis</strong> untuk lokasi fraktur.</p><p><strong> <em>11. Bagaimana pertolongan awal yang diberikan pada penderita patah tulang?</em></strong></p><p>Jawab :</p><ol><li>Kenali      ciri awal patah tulang dengan memperhatikan riwayat trauma yang terjadi      karena; benturan, terjatuh atau tertimpa benda keras yang menjadi alasan      kuat pasien mengalami patah tulang. Biasanya, pasien akan mengalami rasa      nyeri yang amat sangat dan bengkak hingga terjadinya perubahan bentuk yang      kelihatannya tidak wajar (seperti; membengkok atau memuntir).</li><li>Jika      ditemukan luka yang terbuka, bersihkan dengan antiseptik dan usahakan untuk      menghentikan pendarahan dengan  dibebat atau ditekan dengan perban      atau kain bersih.</li><li>Lakukan      reposisi (pengembalian tulang yang berubah ke posisi semula) namun hal ini      tidak boleh dilakukan secara paksa dan sebaiknya  dilakukan oleh para      ahli atau yang sudah biasa melakukannya.</li><li>Pertahankan      daerah patah tulang dengan menggunakan bidai/ papan dari kedua sisi tulang      yang patah untuk menyangga agar posisinya tetap stabil.</li></ol><p><strong><em>12. Bagaimana penatalaksanaan fraktur?</em></strong></p><p>Jawab :</p><p>Penatalaksanaan fraktur terdapat Prinsip 4R  (chairudin Rasjad)</p><p><strong><em>1. Recognition</em></strong> : diagnosis dan penilaian fraktur</p><p><strong><em>2.</em></strong><em> <strong> Reduction : </strong></em>mengembalikan atau memperbaiki bagian-bagian yang patah ke dalam bentuk semula (anatomis ).</p><p><strong><em>3.</em></strong><em> <strong> Retention : </strong></em> Immobilisasi</p><p><strong><em>4.</em></strong><em> <strong> Rehabilitation : </strong></em> mengembalikan aktifitas fungsional semaksimal mungkin. Sedangkan penatalaksanaan definitif fraktur adalah dengan menggunakan gips atau dilakukan operasi dengan <strong><em>ORIF maupun OREF</em></strong>.<br
/> <strong><em>13. Sebutkan jenis – jenis fraktur reduction!</em></strong></p><p><em>Jawab :</em></p><p>Jenis-jenis fraktur reduction yaitu:<br
/> a. Manipulasi atau close red<br
/> Adalah tindakan non bedah untuk mengembalikan posisi, panjang dan bentuk. Close reduksi dilakukan dengan local anesthesia ataupun umum.<br
/> b. Open reduksi<br
/> Adalah perbaikan bentuk tulang dengan tindakan pembedahan sering dilakukan dengan internal fixasi menggunakan kawat, screlus, pins, plate, intermedullary rods atau nail. Kelemahan tindakan ini adalah kemungkinan infeksi dan komplikasi berhubungan dengan anesthesia. Jika dilakukan open reduksi internal fixasi pada tulang (termasuk sendi) maka akan ada indikasi untuk melakukan ROM.<br
/> c. Traksi<br
/> Alat traksi diberikan dengan kekuatan tarikan pada anggota yang fraktur untuk meluruskan bentuk tulang.<br
/> <strong><em>14. Sebutkan macam – macam traksi yang diberikan pada penderita frkatur!</em></strong></p><p>Jawab :</p><p>Ada 3 macam traksi yaitu:<br
/> 1) Skin traksi<br
/> Skin traksi adalah menarik bagian tulang yang fraktur dengan menempelkan plester langsung pada kulit untuk mempertahankan bentuk, membantu menimbulkan spasme otot pada bagian yang cedera, dan biasanya digunakan untuk jangka pendek (48-72 jam).<br
/> 2) Skeletal traksi<br
/> Adalah traksi yang digunakan untuk meluruskan tulang yang cedera dan sendi panjang untuk mempertahankan traksi, memutuskan pins (kawat) ke dalam tulang.<br
/> 3) Maintenance traksi<br
/> Merupakan lanjutan dari traksi, kekuatan lanjutan dapat diberikan secara langsung pada tulang dengan kawat atau pins.<br
/> <strong><em>15. Apa komplikasi diadakannya traksi pada penderita fraktur?</em></strong></p><p>Jawab :</p><p>1. Gangguan sirkulasi darah  : beban &gt; 12 kg</p><p>2.  Trauma saraf peroneus (kruris)  : droop foot</p><p>3.  Sindroma kompartemen</p><p>4.  Infeksi : tempat masuknya pin<br
/> <strong><em>16.Apa tujuan diadakannya pengobatan pada penderita fraktur?</em></strong></p><p>Jawab :<br
/> <strong> 1.REPOSISI  Tujuan </strong>mengembalikan fragmen keposisi anatomi.<br
/> <strong> 2.IMOBILISASI / FIKSASI Tujuan</strong> mempertahankan posisi fragmen post reposisi sampai</p><p>Union<br
/> <strong> 3.UNION ( penyatuan tulang kembali ).<br
/> 4.REHABILITASI </strong><br
/> <strong><em>17.Sebutkan stadium – stadium yang terjadi pada waktu penyembuhan fraktur!</em></strong></p><p>Jawab :</p><p><strong>Penyembuhan fraktur ada  5 Stadium : </strong></p><p><strong><em>1.</em></strong><em> </em>Pembentukan Hematom : kerusakan jaringan lunak dan penimbunan darah<strong>.</strong></p><p><strong><em>2.</em></strong><em> </em>Organisasi Hematom  / InflamasiDalam beberapa jam post fraktur : fibroblast ke hematom, beberapa hari terbentuk kapiler (jaringan granulasi)<strong>.</strong></p><p><strong><em>3.</em></strong><em> </em>Pembentukan kallus Fibroblast pada jaringan granulasi : kolagenoblast kondroblast, partisipasi osteoblast sehat terbentuk kallus (Woven bone).</p><p><strong><em>4.</em></strong><em> </em>Konsolidasi  : woven bone berubah menjadi lamellar bone<strong>.</strong></p><p><strong><em>5.</em></strong><em> </em>Remodelling : Kalus berlebihan menjadi tulang normal.<br
/> <strong><em>18.Bagaimana proses penyembuhan fraktur?</em></strong></p><p><em>Jawab :</em></p><p><em>Proses penyambuhan fraktur adalah :</em></p><ol><li><strong><em>Fase      penyatuan</em></strong><em> : absorbsi energi pada tempat      fraktur.</em></li><li><strong><em>Fase      inflamasi</em></strong> : hematoma, nekrosis tepi fraktur, pelepasan      sitokin, jaringan granulasi dalam celah &#8211; celah. Fase inflamasi      berlangsung selama sekitar 2 minggu.</li><li><strong><em>Fase      reparatif</em></strong> : kartilago dan tulang berdiferensiasi dari      potensial dan sel – sel mesenkim. Kartilago mengalami klasifikasi      endokondral, dan tulang membranosa yang dibentuk oleh osteoblas pada      perifer dari kalus, secara bertahap mengganti kartilago yang berklasifikasi      dengan tulang. Fase ini berlangsung selama satu sampai beberapa bulan.</li><li><strong><em>Fase      remodelling </em></strong>: Membutuhkan waktu bulanan      hingga tahunan untuk merampungkan penyembuhan tulang meliputi aktifitas      osteoblas dan osteoklas yang menghasilkan perubahan jaringan immatur      menjadi matur, terbentuknya tulang lamelar sehingga menambah stabilitas      daerah fraktur (McCormack,2000).</li></ol><p><strong><em>19.Bagimana prinsip terjadinya union ( penyatuan tulang ) pada penderia fraktur?</em></strong></p><p><em>Jawab :</em></p><p>a.     Dewasa  : Kortikal  3 bulan, Kanselus 6 minggu</p><p>b.     Anak-anak  : separuh dari orang dewasa<strong><em> </em></strong><br
/> <strong><em>20.Prevalensi pada penderita fraktur adalah?</em></strong></p><p><em>Jawab :</em></p><p>Fraktur lebih sering terjadi pada orang laki laki daripada perempuan dengan umur dibawah 45 tahun dan sering berhubungan dengan olahraga, pekerjaan atau kecelakaan. Sedangkan pada Usila prevalensi cenderung lebih banyak terjadi pada wanita berhubungan dengan adanya osteoporosis yang terkait dengan perubahan hormon.</p> <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dokterbedahmalang/~4/CeI6buocRJk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dokterbedahmalang.com/tentang-fraktur-tulang/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> <feedburner:origLink>http://dokterbedahmalang.com/tentang-fraktur-tulang/</feedburner:origLink></item> </channel> </rss><!-- Dynamic page generated in 0.732 seconds. --><!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-11 23:56:00 -->

