<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454</atom:id><lastBuildDate>Tue, 08 May 2012 15:02:16 +0000</lastBuildDate><category>lebaran</category><category>sisipan</category><category>buku</category><category>petualangan</category><category>desain</category><category>blogkawan</category><category>kuis</category><category>puisi</category><category>pluralisme</category><category>bukutamu</category><category>inspirasi</category><category>kontes blog</category><category>catatan</category><category>film</category><category>award</category><category>journey</category><category>BPK RI</category><category>diary</category><title>.:dunia muam:.</title><description>sebuah blog yang berisi catatan-catatan yang tertuang dari pemikiran seorang MUAMMAR...
lihat dunia dari sisi yang berbeda</description><link>http://duniamuam.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (muam_disini)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>113</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/dunia_muam" /><feedburner:info uri="dunia_muam" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>dunia_muam</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-200627119729154992</guid><pubDate>Sun, 17 Apr 2011 16:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-03T17:22:01.177+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">catatan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">buku</category><title>Menulis adalah ...</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-3DFWNyy24rQ/TasT1MuV60I/AAAAAAAAAd8/CoyabMG4npc/s1600/menulis_tangan.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-3DFWNyy24rQ/TasT1MuV60I/AAAAAAAAAd8/CoyabMG4npc/s320/menulis_tangan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596588766607567682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Memulai sesuatu yang telah lama ditinggalkan bukanlah suatu perkara yang mudah. Bagi saya, hal itu hampir sama dengan kembali ke titik nol. Ya, seperti itulah kira-kira nasib blog ini. Untuk kesekian kalinya, posting pada blog ini harus rela tersisihkan dari daftar skala prioritas pemiliknya. Tangan saya mulai kaku mengetikkan rangkaian kata pada keyboard laptop. Selain dibebani oleh rasa bersalah kepada blog ini, saya juga merasa berdosa telah pergi bagai ditelan bumi setelah terakhir menyampaikan salam menjelang Idul Fitri lalu (^_^).
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Sebenarnya, sudah beberapa kali saya berniat mem-posting tulisan ke blog ini. Tapi karena beberapa kesibukan (baca: malas, red) hal itu masih belum bisa terlaksana. Setelah bereuforia dengan liburan lebaran tiba-tiba saya langsung dijejali berbagai tugas menulis dari kampus. Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya berlembar-lembar (seingat saya 17 halaman per minggu) dengan tulisan tangan. Akibatnya jari-jari tangan harus rela keriting tanpa bisa direbonding.
&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; 
&lt;br /&gt;Selain tugas-tugas kuliah, kewajiban melaksanakan tugas kantor pun tiada habisnya. Salah satu tugasnya adalah harus semakin sering meng-update postingan berita pada web perwakilan. Ditambah tugas-tugas pemeriksaan dan tugas-tugas lainnya yang masih menunggu untuk diselesaikan.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Untuk mengatasi rasa bosan dan kejenuhan, saya mencoba untuk merancang dua blog lagi khusus untuk menyalurkan hobi. Blog yang pertama adalah &lt;a href="http://bilikitik.wordpress.com/"&gt;bilikitik&lt;/a&gt;, sebuah blog yang saya khususkan untuk desain. Blog yang kedua adalah &lt;a href="http://ruangsemu.wordpress.com/"&gt;ruangsemu&lt;/a&gt;, entah mau saya jadikan apa blog ini. Kedua blog ini saya coba buat dari wordpress. Namun, seiring waktu berjalan kedua blog itupun bernasib sama dengan blog ini.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-24eyJ_vrnKw/TasVv5nlpvI/AAAAAAAAAeM/dbGy19k-SbU/s1600/bilikitik%2Bweb.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-24eyJ_vrnKw/TasVv5nlpvI/AAAAAAAAAeM/dbGy19k-SbU/s320/bilikitik%2Bweb.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596590874602874610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;tampilan bilikitik&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;Tetapi akhir-akhir ini saya seperti mendapat petunjuk (baca: inspirasi, red) untuk menulis. Waktu pulang ke Jakarta tanpa sengaja saya membeli buku &lt;a href="http://qmfinancial.com/content/blogsection/4/36/"&gt;mba Ligwina&lt;/a&gt; yang judulnya Untuk Indonesia Yang Kuat 100 Langkah Untuk Tidak Miskin. Buku yang segera saya habiskan dalam 2 hari (sebagian besar di dalam pesawat) isinya sebagian besar adalah ajakan supaya masyarakat golongan ekonomi menengah Indonesia mampu menjadikan diri mereka lebih kuat dalam hal finansial.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-sJCBkBSEaWo/TasUpm4VVSI/AAAAAAAAAeE/4wjtYzpuaaQ/s1600/untuk_indonesia_kuat.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 220px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-sJCBkBSEaWo/TasUpm4VVSI/AAAAAAAAAeE/4wjtYzpuaaQ/s320/untuk_indonesia_kuat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596589666981991714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Buku Untuk Indonesia yang kuat&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Namun yang menjadi inspirasi bagi saya adalah mba Ligwina itu sendiri dalam prakatanya menjelaskan bahwa ia pernah mengalami periode yang dinamakan periode serba gerah selama ia berhenti menulis. Keadaan dimana diri kita mengalami masa stagnasi. Sepertinya sama dengan apa yang saya alami selama ini.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Kemudian, dengan tanpa sengaja pula saya selalu menemukan artikel-artikel hebat dari berbagai macam blog yang tidak sengaja saya temui pula setelah googling. Membaca buku Nasiona.is.me &lt;a href="http://www.pandji.com/"&gt;mas Pandji&lt;/a&gt; yang saya dapat dari blognya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Dari hal-hal itulah kemudian saya mendapat inspirasi bahwa aktivitas pada blog ini gak boleh ditinggalkan. Karena menulis adalah suatu kebutuhan, meski itu hanya kebutuhan tersier. Tapi hasil dari tulisan itu bisa menjadi kebutuhan primer bagi yang membutuhkannya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Dan untuk kesekian kali pula, saya bertekad lagi untuk tidak melupakan blog ini. Entah harus berapa kali lagi saya harus bertekad...
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Terima kasih juga untuk &lt;a href="http://dhila13.wordpress.com/"&gt;Mba Dhilla&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://try2bcoolnsmart.wordpress.com/"&gt;Kakaakin&lt;/a&gt; atas dorongan semangatnya secara langsung dan gak langsung..heehehehe...&lt;/div&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-200627119729154992?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/6ImQ5cdFtHg" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/6ImQ5cdFtHg/menulis-adalah.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-3DFWNyy24rQ/TasT1MuV60I/AAAAAAAAAd8/CoyabMG4npc/s72-c/menulis_tangan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>20</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2011/04/menulis-adalah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-6627540178750584475</guid><pubDate>Tue, 07 Sep 2010 03:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-23T13:10:08.362+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">desain</category><title>Widget untuk Idul Fitri</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Postingan kali ini berhubungan dengan postingan &lt;a href="http://duniamuam.blogspot.com/2010/09/kreasi-ketupat-lebaran.html"&gt;sebelumnya&lt;/a&gt; mengenai &lt;a href="http://duniamuam.blogspot.com/2010/09/kreasi-ketupat-lebaran.html"&gt;Kreasi ketupat.&lt;/a&gt; Jika pada posting sebelumnya kreasi yang saya berikan adalah file mentah berupa vektor corel (Corel X3) dan Photoshop (CS4), kali ini saya ingin memberikan file tersebut berupa widget.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kawan-kawan sekalian bisa memasang widget tersebut pada blog untuk menyemarakkan semangat Idul Fitri. Caranya tinggal meng-copy kode HTML-nya, lalu paste di blog kawan-kawan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sengaja tidak saya kasih tahun Hijriyahnya, agar nantinya bisa terus dipasang saat Idul Fitri berikutnya. Jadi jika lebarannya sudah lewat, kode HTML-nya bisa dilepas dan disimpan dalam notepad untuk Idul Fitri berikutnya (insya Allah bertemu dengan Idul Fitri tahun depan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Silahkan dipilih mau pasang yang mana. Mari tularkan semarak Idul Fitri ke dalam blog...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Widget Idul Fitri 1&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s523.photobucket.com/albums/w358/muamdisini/?action=view&amp;amp;current=ketupat1.gif" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i523.photobucket.com/albums/w358/muamdisini/ketupat1.gif" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Copy dan pasang kode HTML di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&amp;lt;a href="http://duniamuam.blogspot.com/2010/09/widget-untuk-idul-fitri.html" target="_blank"&amp;gt;&amp;lt;img src="http://i523.photobucket.com/albums/w358/muamdisini/ketupat1.gif" border="0" alt="Photobucket"&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Widget Idul Fitri 2&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s523.photobucket.com/albums/w358/muamdisini/?action=view&amp;amp;current=ketupat2.gif" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i523.photobucket.com/albums/w358/muamdisini/ketupat2.gif" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copy dan pasang kode HTML di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153); font-style: italic;"&gt;&amp;lt;a href="http://duniamuam.blogspot.com/2010/09/widget-untuk-idul-fitri.html" target="_blank"&amp;gt;&amp;lt;img src="http://i523.photobucket.com/albums/w358/muamdisini/ketupat2.gif" border="0" alt="Photobucket"&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Widget Idul Fitri 3&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s523.photobucket.com/albums/w358/muamdisini/?action=view&amp;amp;current=ketupat3.gif" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i523.photobucket.com/albums/w358/muamdisini/ketupat3.gif" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copy dan pasang kode HTML di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&amp;lt;a href="http://duniamuam.blogspot.com/2010/09/widget-untuk-idul-fitri.html" target="_blank"&amp;gt;&amp;lt;img src="http://i523.photobucket.com/albums/w358/muamdisini/ketupat3.gif" border="0" alt="Photobucket"&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Widget Idul Fitri 4&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s523.photobucket.com/albums/w358/muamdisini/?action=view&amp;amp;current=ketupat4.gif" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i523.photobucket.com/albums/w358/muamdisini/ketupat4.gif" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copy dan pasang kode kode HTML di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&amp;lt;a href="http://duniamuam.blogspot.com/2010/09/widget-untuk-idul-fitri.html" target="_blank"&amp;gt;&amp;lt;img src="http://i523.photobucket.com/albums/w358/muamdisini/ketupat4.gif" border="0" alt="Photobucket"&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-6627540178750584475?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/kwkmp1UJat4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/kwkmp1UJat4/widget-untuk-idul-fitri.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><thr:total>40</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2010/09/widget-untuk-idul-fitri.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-3626233200571503579</guid><pubDate>Sun, 05 Sep 2010 03:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-05T12:14:05.012+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">desain</category><title>Kreasi Ketupat Lebaran</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TIMRlFnzDtI/AAAAAAAAAc0/TjnJAdY4h8Q/s1600/ketupat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 227px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TIMRlFnzDtI/AAAAAAAAAc0/TjnJAdY4h8Q/s320/ketupat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513269697693552338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Siapa yang tak mengenal ketupat. Penganan khas hari raya berupa beras/ketan yang dimasak di dalam anyaman daun kelapa/janur kuning. Ternyata ketupat itu pun memiliki makna filosofis yang sangat dalam bagi masyarakat kita. Diperkirakan ketupat muncul dari tradisi Jawa, yaitu pada saat penyebaran Islam oleh Sunan Kalijaga. Pada saat itu diperkenalkan Lebaran Kupat, yaitu lebaran seminggu setelah hari raya (mungkin lebaran setelah puasa Syawal ya..)&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Kupat itu sendiri berasal dari kata Pat atau Lepat (Kesalahan) artinya diharapkan bagi kita yang memakan ketupat ini bisa terbebas dari kesalahan (pantas saja, dulu saya dipaksa makan ketupat ini setelah menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan). Ada juga sumber yang mengatakan kalau arti ketupat berasal dari kata Ngaku Lepat artinya mengakui kesalahan. Yang mana yang benar? Yah, intinya kan meminta maa supaya terbebas dari kesalahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bentuk ketupat yang unik berupa persegi ternyata juga memiliki arti tersendiri. Menurut masyarakat Jawa empat sudutnya menggambarkan arah mata angin yang salah satunya tidak boleh hilang. Artinya dalam menjalankan kehidupan, manusia harus seimbang termasuk dalam urusan ibadahnya. Bisa juga diartikan sebagai 4 macam nafsu yaitu nafsu amarah, nafsu makan, nafsu dari sesuatu yang indah, dan nafsu dari diri sendiri. Nafsu-nafsu tersebut yang kita tahan selama Bulan Ramadhan, sehingga saat lebaran dengan memakan ketupat menandakan kita mampu melawan nafsu-nafsu tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ternyata kreasi ketupat tak hanya bisa diaplikasikan dalam berbagai menu makanan, terutama rendang dan opor ayam.. kali ini saya mencoba mengaplikasikan ketupat dalam berbagai desain kartu lebaran. Dari arti filosofisnya, ketupat ternyata mampu menjadi simbol hari raya dan ungkapan maaf kita kepada para handai taulan dan kawan-kawan. Selain itu, bentuknya yang unik menjadikan ungkapan kita menjadi semakin menarik. Berikut ini saya sajikan beberapa kreasi kartu lebaran yang saya coba buat berikut file mentahnya dalam format cdr. (untuk aplikasi CorelDraw) dan psd. (untuk aplikasi Photoshop).&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan-kawan bisa mengunduh file mentah tersebut untuk dikreasikan lebih lanjut. Hasilnya bisa dicetak dalam bentuk kartu lebaran, atau bisa ditampilkan dalam blog masing-masing. Selamat berkreasi!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TIMTyFLLiDI/AAAAAAAAAc8/ILVx2aiIVrY/s1600/ketupatlebaran1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TIMTyFLLiDI/AAAAAAAAAc8/ILVx2aiIVrY/s320/ketupatlebaran1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513272119935076402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/11528076/ketupatlebaran1.cdr.html"&gt;Download file ini dalam bentuk cdr.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/11528204/ketupatlebaran1.psd.html"&gt;Download file ini dalam bentuk psd.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TIMWp4KoRfI/AAAAAAAAAdE/FiQmRL7m6aI/s1600/ketupatlebaran2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 172px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TIMWp4KoRfI/AAAAAAAAAdE/FiQmRL7m6aI/s320/ketupatlebaran2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513275277539034610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/11528349/ketupatlebaran2.cdr.html"&gt;Download file ini dalam bentuk cdr.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/11528467/ketupatlebaran2.psd.html"&gt;Download file ini dalam bentuk psd.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TIMYCMlTk0I/AAAAAAAAAdM/Cd4Y-eeWX7w/s1600/ketupatlebaran3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 172px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TIMYCMlTk0I/AAAAAAAAAdM/Cd4Y-eeWX7w/s320/ketupatlebaran3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513276794848121666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/11528507/ketupatlebaran3.cdr.html"&gt;Download file ini dalam bentuk cdr.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/11528573/ketupatlebaran3.psd.html"&gt;Download file ini dalam bentuk psd.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-3626233200571503579?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/a-MTlud52KY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/a-MTlud52KY/kreasi-ketupat-lebaran.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TIMRlFnzDtI/AAAAAAAAAc0/TjnJAdY4h8Q/s72-c/ketupat.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>26</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2010/09/kreasi-ketupat-lebaran.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-6605211864443468902</guid><pubDate>Sun, 29 Aug 2010 04:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-29T13:13:58.928+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">catatan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kuis</category><title>Revolusi Sepatu atau Sepatu Revolusi?</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/THnn2gVhqgI/AAAAAAAAAcE/uvA1QV2eFXA/s1600/buluk1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/THnn2gVhqgI/AAAAAAAAAcE/uvA1QV2eFXA/s320/buluk1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510690542643685890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jika pada awal mula diciptakannya sepatu berfungsi sebagai alas kaki, tidak untuk masa kini. Fungsi sepatu perlahan mulai bergeser dari sekadar alas kaki menjadi simbol gaya hidup (lifestyle). Penggunaan sepatu yang dulu hanya berdasarkan kenyamanan kaki si pemakai serta bagaimana kaki mampu terlindungi kini mulai bergeser menjadi simbol dari genre pada generasi tertentu. Yah, sebut saja sepatu converse All Star yang pertama kali diciptakan di tahun 1908 dan dipromosikan oleh Chuck Taylor untuk para pemain basket profesional kini beralih menjadi simbol anti kemapanan bagi para pemakainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sepertinya saya pun terkena syndrome converse itu. Saya termasuk orang yang percaya, semakin buluk/belel sepatu converse-mu maka sepatu itu semakin keren (hahaha...quotes dari mana itu). Akhirnya dengan susah payah saya pernah mempertahankan sepasang sepatu converse berwarna hitam selama kurang lebih empat tahun. Bentuknya pun sudah tak karuan, warna berubah menjadi keabu-abuan dengan lubang menganga disana sini, dan yang lebih tragisnya sepatu itu akhirnya berakhir di tempat pembuangan sampah di buang oleh ibu secara diam-diam tanpa sepengetahuan saya (padahal belum sempat didokumentasikan keotentikan barang bukti tersebut..)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/THnoZR2miFI/AAAAAAAAAcM/sjFojqe83bU/s1600/buluk2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/THnoZR2miFI/AAAAAAAAAcM/sjFojqe83bU/s320/buluk2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510691140051306578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Akhirnya dengan berat hati kembali kuputuskan mencari sepasang sepatu baru. Kali ini saya tetap mencari converse berharap ada yang butut. Akhirnya di sebuah toko sepatu di Bekasi (waktu itu belum bertugas ke Kaltim) saya mendapati keranjang yang isinya sepatu yang didiskon mencapai lebih dari 50%. Dan yang lebih keren lagi sepatu tersebut sudah terlihat buluk meskipun dikatakan sepatu baru (ini konsep belanja yang aneh, bagi yang belum mencoba jangan diikuti..). Dan sepatu itu pun akhirnya terpilih menjadi teman kakiku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Hari demi hari pun dilalui bersama sepatu itu. Meski semakin jarang intensitas penggunaannya karena harus bersaing dengan sepatu untuk ke kantor (andai saja di kantor boleh ber-sneaker ria...) namun dalam setiap kesempatan sepatu itu tetap setia menemani. Pulang-pergi Samarinda-Jakarta, kegiatan kuliah di malam hari, jalan-jalan, berfutsal ria, sampai mengarungi banjir. Tapi tetap saya pertahankan agar bentuknya tidak berubah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Setelah berpikir lebih lanjut melihat keadaan sepatu yang sudah mulai memprihatinkan timbul ide untuk merombak penampilan si converse ini. Akhirnya timbul inisiatif untuk menambahkan ornamen graffiti khas urban pada wajah sepatu. Konsep kasar dari graffiti ini pernah diposting &lt;a href="http://duniamuam.blogspot.com/2009/12/corat-coret-lagi.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Maka ketika ada waktu luang segera saja saya siapkan spidol Artline WaterProof untuk mengaplikasikan desain yang sebelumnya pernah dibuat pada sepatu. Corat sana coret sini dan akhirnya sepatu belel itu pun berubah wajah layaknya body yang ditambahkan tatto. Dan sepatu belel itu pun berevolusi menjadi lebih indah (atau semakin belel yah?...)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/THnpeR7XZ-I/AAAAAAAAAcU/LfhxLrnHBjk/s1600/buluk3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/THnpeR7XZ-I/AAAAAAAAAcU/LfhxLrnHBjk/s320/buluk3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510692325482260450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/THnqPIFGKGI/AAAAAAAAAcc/qz2HZbgur1Q/s1600/buluk4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/THnqPIFGKGI/AAAAAAAAAcc/qz2HZbgur1Q/s320/buluk4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510693164652308578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/THnrl0Fag3I/AAAAAAAAAck/uE_YWZUycuE/s1600/buluk5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/THnrl0Fag3I/AAAAAAAAAck/uE_YWZUycuE/s320/buluk5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510694653933552498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/THnr6MK-9ZI/AAAAAAAAAcs/MrTEnLQb8nI/s1600/buluk6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/THnr6MK-9ZI/AAAAAAAAAcs/MrTEnLQb8nI/s320/buluk6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510695003996747154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Postingan kali ini dibuat untuk mengikuti &lt;a href="http://armantjandrawidjaja.wordpress.com/2010/08/19/kuis-sepatu-buluk-berhadiah-sepatu-baru/"&gt;“Kuis Sepatu Buluk Berhadiah Sepatu Baru”&lt;/a&gt; yang diadakan oleh &lt;a href="http://armantjandrawidjaja.wordpress.com/"&gt;Bang Arman&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-6605211864443468902?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/FG80ZtLp6Mc" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/FG80ZtLp6Mc/revolusi-sepatu-atau-sepatu-revolusi.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/THnn2gVhqgI/AAAAAAAAAcE/uvA1QV2eFXA/s72-c/buluk1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>46</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2010/08/revolusi-sepatu-atau-sepatu-revolusi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-8321049835347645230</guid><pubDate>Sat, 21 Aug 2010 14:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-21T22:54:45.259+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">catatan</category><title>Mempertanyakan Keadilan</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TG_mdKrEsoI/AAAAAAAAAbU/aTXMnG_euXA/s1600/DEWI+KEADILAN.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 216px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TG_mdKrEsoI/AAAAAAAAAbU/aTXMnG_euXA/s320/DEWI+KEADILAN.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5507874258053018242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Gambar dipinjam dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: arial; font-style: italic;" href="http://politikana.com/baca/2009/11/07/indonesia-pelopor-lahirnya-revolusi-sistem-pengadilan-di-abad-ti.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jika kau berkata pengurangan hukuman itu atas dasar Hak Asasi Manusia, apakah berlaku juga pada kami? Warga negara biasa yang tidak memiliki kedudukan dan materi yang berlimpah seperti mereka. Apakah suatu saat jika kami melakukan kesalahan di mata hukum, kami akan mendapatkan perlakuan yang sama? Keringanan hukuman atau bahkan pembebasan dari hukuman?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jika kau berkata setiap tersangka berhak menggunakan asas praduga tidak bersalah, apakah berlaku juga pada diri kami? Yang kami tahu, para tersangka (atau disangka) teroris langsung ditembak di tempat tanpa berhak memberikan penjelasan apapun. Yang kami tahu maling ayam, copet, dan penjahat kelas teri lainnya dibiarkan mati dibakar massa tanpa pernah menjelaskan mengapa mereka mencuri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jika kau berkata setiap pembebasan tahanan atas dasar kemanusiaan, tenang saja... kami sudah melupakan kasus-kasus kemanusiaan di negeri ini yang sampai saat ini belum ada kejelasan. Kami sudah melupakan siapa pembunuh Alm. Munir. Kami sudah lupa siapa saja yang menembaki dan dalang dibalik penembakan para mahasiswa di 1998. Kami sudah lupa siapa yang bertanggung jawab atas pembantaian umat muslim pada tahun 1984. Tenang saja, kami sudah lupa siapa yang harus bertanggung jawab atas genosida para pengikut (dituduh) komunis di awal orde baru. Kami tunduk dan patuh tidak ingin membuka “luka lama” bangsa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tenang saja, kami tak akan menuntut macam-macam mengenai keadilan atau bertanya kenapa mengapa. Kami hanya sekadar ingin tahu, apakah jika suatu saat di antara kami ada yang terseret kasus hukum atau menjadi terfitnah di mata hukum, berhakkah kami dikenakan asas praduga tidak bersalah sebelum kami babak belur oleh para petugas berseragam cokelat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TG_nWhyLFiI/AAAAAAAAAbc/azYQo_xQnls/s1600/munir1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 268px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TG_nWhyLFiI/AAAAAAAAAbc/azYQo_xQnls/s320/munir1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5507875243509356066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semoga saja di negeri ini masih ada keadilan yang tidak berpihak...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-8321049835347645230?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/Jt8bIH0u6AQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/Jt8bIH0u6AQ/mempertanyakan-keadilan.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TG_mdKrEsoI/AAAAAAAAAbU/aTXMnG_euXA/s72-c/DEWI+KEADILAN.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>43</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2010/08/mempertanyakan-keadilan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-6825641311613455241</guid><pubDate>Thu, 19 Aug 2010 01:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-19T13:51:11.887+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">catatan</category><title>Andai Sang Garuda Bisa Bicara</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a style="font-family: arial;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TGyHYIKx0RI/AAAAAAAAAbM/vrLN_U67-zI/s1600/gtkmtt.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 222px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TGyHYIKx0RI/AAAAAAAAAbM/vrLN_U67-zI/s400/gtkmtt.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506925292946575634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gambar ini saya pinjam dari &lt;a href="http://kepakgaruda.wordpress.com/2009/08/09/garuda-02/"&gt;http://kepakgaruda.wordpress.com/2009/08/09/garuda-02/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:arial;"&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku bukanlah berhala yang harus kalian sembah atau dewa yang harus kalian puja.&lt;br /&gt;Aku hanyalah seekor Burung Garuda, burung mitos yang kalian jadikan sebuah lambang negara.&lt;br /&gt;Di dadaku tergantung perisai yang melambangkan apa yang kalian sebut Pancasila, masing-masing gambarnya memiliki arti filosofis tersendiri. Yah, kalianlah yang lebih mengerti maknanya.&lt;br /&gt;Cakarku kokoh menggenggam tulisan “Bhineka Tunggal Ika”, kalian pulalah yang lebih mengerti artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:arial;"&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tapi, tahukah kalian, aku ingin terbang tinggi, ingin merdeka juga seperti kalian. Perisai di dadaku rasanya semakin berat. Aku sudah tak kuat menanggung beban kelima sila yang kini maknanya makin terlupakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;“Bhineka Tunggal Ika” yang kubawa kemana-mana, kini juga semakin tak berarti. Atau memang sengaja artinya dilupakan..aku tak tahu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Ah, aku bosan berada di dinding bersanding dengan wajah para pemimpin negeri.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Sejak aku di rancang oleh Syarif Abdul Hamid Alkadrie atau Sultan Hamid II dan disahkan penggunaannya pada bulan Maret 1950, tubuhku selalu menghiasi dinding-dinding berada di antara para pemimpin negeri dan wakilnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Entah sudah berapa kali wajah mereka berganti, aku masih setia menemani.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Tak ada keluh kesah bagiku. Aku sudah cukup bangga, tetap setia menemani mereka. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Atau justru mereka yang harus setia dan patuh pada diriku? Ah, entahlah, yang aku tahu salah satu syarat untuk menjadi pemimpin negeri ini harus patuh dan setia pada diriku. Bahkan dulu aku dijadikan alasan untuk membunuh dan melenyapkan manusia-manusia yang katanya tak setia kepadaku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Ah, sudahlah, aku tak ingin mengingat keburukan-keburukanku di masa lalu, sekarang saatnya bertobat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Tapi aku sedih, tergantung pada dinding-dinding usang dalam bangunan yang hampir roboh. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Wajah pemimpin negeri yan mendampingiku sudah tak sesuai perkembangan zaman, sepertinya ini pemimpin negeri satu dasawarsa yang lalu. Sudah berdebu pula.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Namun dihadapanku, ku lihat anak-anak itu sungguh bersemangat. Berbekal sebatang pensil dan buku yang sudah tak berbentuk buku mencoba untuk mencuri sedikit ilmu dari sang guru.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Meskipun bangku yang mereka duduki hampir patah, tak jauh berbeda dengan bangunan yang menaungi mereka tapi semangat mereka begitu membara. Aku bisa melihatnya dari sorotan mata mereka kala memandang papan tulis hitam yang ada di bawah diriku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Tapi aku juga marah, digantungkan dalam ruangan yang cukup besar, katanya sih ini ruangan sidang kenegaraan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Ah, apa peduliku. Orang-orang di dalam sibuk sendiri. Katanya bermusyawarah untuk rakyat, tapi yang kulihat banyak mereka yang tak ikut bermusyawarah, tidur, atau asyik mashuk bercengkrama lewat apa yang dinamakan facebook atau twitter.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Kadang-kadang aku menyaksikan mereka saling bertarung layaknya aku sedang berada dalam sasana tinju saja.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Ah, pokoknya aku ingin terbang. Menyaksikan keindahan negeri dengan mataku sendiri, bukan dari poster-poster yang di tempelkan di sekitarku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;Aku ingin menunjukkan bahwa negeri yang menjadikanku sebagai lambangnya lebih indah dan lebih elok dari negeri yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-6825641311613455241?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/4cKAM30mMVk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/4cKAM30mMVk/andai-sang-garuda-bisa-bicara.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TGyHYIKx0RI/AAAAAAAAAbM/vrLN_U67-zI/s72-c/gtkmtt.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>30</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2010/08/andai-sang-garuda-bisa-bicara.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-3771794024923491189</guid><pubDate>Mon, 09 Aug 2010 06:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-11T12:04:59.686+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">catatan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">diary</category><title>ke Sengata atau Sangatta?</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TF-chASJ5_I/AAAAAAAAAa8/9x-d-THvZu4/s1600/tambang+KPC.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TF-chASJ5_I/AAAAAAAAAa8/9x-d-THvZu4/s320/tambang+KPC.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503289360495798258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Maaf kawan, kembali lagi saya harus meninggalkan aktivitas yang berkaitan dengan blog dalam waktu yang cukup lama. Ingin sekali rasanya berkunjung ke tempat kawan-kawan semua, tapi ada rasa malu karena saya belum bisa menyaikan hidangan segar pada blog ini. Alhasil, saya hanya sanggup sesekali mengintip di tempat kalian. (^_^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Samarinda-Bontang kembali kulalui. Namun kali ini tujuannya bukan untuk wisata menikmati alam borneo, tujuan saya kali ini adalah ke Sengata, ibukota dari Kabupaten Kutai Timur. Selama sebulan penuh saya akan bertugas disana. Itulah alasan yang menyebabkan (lagi-lagi...) blog ini sampai terbengkalai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini perjalanan Samarinda-Bontang yang sebelumnya pernah kulewati (bisa dilihat dalam postingan &lt;a href="http://duniamuam.blogspot.com/2010/06/wisata-kota-bontang-part-1-bontang_4442.html"&gt;ini&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://duniamuam.blogspot.com/2010/06/wisata-kota-bontang-part-2-pulau-beras.html"&gt;ini&lt;/a&gt;) kulalui dengan mata terpejam, mungkin akibat semalaman saya tidak tidur mengerjakan “PR” tugas kantor yang harus segera kuselesaikan sebelum berangkat bertugas lagi. Memasuki gerbang Taman Nasional Kutai mataku kembali terbuka, mungkin rasa kantuk ini telah terpuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Pertama kali membuka mata (setelah terlelap sepanjang perjalanan) yang terlihat hanyalah hijau, hijau, dan hijau. Rimbunan pohon dan luasnya semak belukar menghiasi pemandangan di kanan-kiri jalan. Di kejauhan terlihat pohon-pohon besar yang menjulang di antara rimbunan pohon lainnya. Memang, sebagian besar kawasan Kutai Timur ini terutama jalan menuju Sengata (ibukota kabupaten Kutai Timur) masih dipenuhi hutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;30 hari penuh berada Sengata, saya jadi merasakan atmosfer Kota Pertambangan. Pagi-pagi, sekitar pukul 7.30 WiTA saat kami bersiap akan menjalani tugas, kami selalu berpapasan dengan bis-bis berukuran bis Transjakarta yang lalu lalang membawa para pekerja tambang. Helm dengan warna menyala, celana jeans dengan sepatu boots sudah cukup mengidentifikasi pekerjaan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TGCBaT8L-gI/AAAAAAAAAbE/zHqjACe_7wE/s1600/Besar+kecil.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TGCBaT8L-gI/AAAAAAAAAbE/zHqjACe_7wE/s320/Besar+kecil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503541033676044802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Besarnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dump Truck, &lt;/span&gt;c oba bandingkan dengan mobil di belakangnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Memang Sengata dikenal sebagai Kota pertambangan. Didalamnya terdapat lokasi penambangan perusahaan batu bara yang cukup besar dan terkenal hingga ke mancanegara. Kota ini pun hidup berkat adanya tambang-tambang tersebut. Ratusan atau bahkan ribuan orang menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Yah, saya pun kemudian membayangkan apa yang akan terjadi dengan kota kecil ini beberapa tahun ke depan. Sepuluh tahun, Lima puluh tahun, atau ratusan tahun kemudian,,, saat gompalan-gompalan emas hitam itu telah habis tergerus apakah kota kecil ini masih akan tetap berdiri? Bagaimana dengan nasib orang-orang dan keluarganya yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas itu?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Mendung pun menggelayuti langit sepanjang perjalanan Sengata-Samarinda, kali ini kulalui tanpa mata terpejam. Sengaja saya buka jendela mobil “Nissan Navara” itu, dan kuhirup dalam-dalam udara disekitar Taman Nasional Kutai. Sengaja kunikmati segarnya udara itu sebelum ikut menghilang bersama sumber daya bumi lainnya. Entah apa yang akan terjadi dengan pohon-pohon itu sepuluh tahun, lima puluh tahun, atau ratusan kemudian? Apakah pohon-pohon itu masih tegak berdiri menantang langit?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Yang masih menjadi pertanyaan, sebenarnya penulisan Sengata itu yang benar seperti apa ya? karena sampai saat ini masih ada dua versi penulisan : Sangatta dan Sengata. Kawan-kawan ada yang tau? (^_^)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Terima kasih untuk &lt;a href="http://try2bcoolnsmart.wordpress.com/"&gt;kakaakin&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://denymarisa.wordpress.com/"&gt;mba deny&lt;/a&gt; atas kopdarnya kemarin..hehehe... jadi semangat posting lagi nih..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-3771794024923491189?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/kYkiYhjYWAU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/kYkiYhjYWAU/ke-sengata-atau-sangatta.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TF-chASJ5_I/AAAAAAAAAa8/9x-d-THvZu4/s72-c/tambang+KPC.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>32</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2010/08/ke-sengata-atau-sangatta.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-6938904697933645517</guid><pubDate>Sat, 19 Jun 2010 03:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-19T11:30:31.557+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">catatan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">journey</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">diary</category><title>Wisata Kota Bontang (part 2) – Pulau Beras Basah</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBu5E3acfUI/AAAAAAAAAZs/3beTG_nSJhQ/s1600/mengintip.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 243px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBu5E3acfUI/AAAAAAAAAZs/3beTG_nSJhQ/s320/mengintip.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484180464499195202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dan akhirnya pagi pun tiba... Kami berencana berburu sunrise di Bontang Koala, lokasi yang pertama kali kami kunjungi, sejak jam 5 pagi. Namun apa daya, lelah di hari sebelumnya belum lunas terbayarkan sehingga jam 6 pagi kami baru keluar dan berlarian menuju darmaga kayu di tepi laut. Meski langit cukup berawan dan kami sudah cukup kesiangan, beberapa momen berhasil didapat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBu6euvEL_I/AAAAAAAAAaE/4Zj-Vi_zMeQ/s1600/pulang+kandang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 243px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBu6euvEL_I/AAAAAAAAAaE/4Zj-Vi_zMeQ/s320/pulang+kandang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484182008357990386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Matahari belum beranjak dari tempatnya, kami memutuskan untuk segera meluncur ke persinggahan berikutnya: Pulau Beras Basah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;erdapat beberapa alternatif untuk menuju ke pulau yang jaraknya kurang lebih 7 km dari Kota Bontang tersebut. Yang pertama adalah tempat keberangkatan, kita bisa memulai dari Jalur Bontang Koala dengan menyewa speedboat atau perahu ketinthing mlik warga sekitar, melalui Pelabuhan PT. Badak (ini hanya untuk karyawan dan keluarga PT. Badak), dan melalui Pelabuhan Tanjung Laut. Akhirnya kami putuskan pilihan ketiga...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBu5UfxRuNI/AAAAAAAAAZ0/K2_uy251zXw/s1600/menuju+langit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 243px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBu5UfxRuNI/AAAAAAAAAZ0/K2_uy251zXw/s320/menuju+langit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484180733030414546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBw1yz_tnDI/AAAAAAAAAas/1esq9K5qu6U/s1600/teronggok.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 243px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBw1yz_tnDI/AAAAAAAAAas/1esq9K5qu6U/s320/teronggok.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484317593297591346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Segeralah kami menyewa kapal klothok milik nelayan setempat (+ “nakhodanya” ^_^). Dengan proses negosiasi akhirnya mampu mendapatkan harga sekitar Rp300.000-an untuk menumpang kapal berkapasitas 10-12 orang penumpang (harga P-P, pak “Nakhoda”-nya rela menunggu kita disana loh..).Jarak dari Pelabuhan ke Pulau Beras Basah ditempuh kurang lebih dalam waktu 40 menit. Sepanjang perjalanan kita bisa melihat kawasan industri PT. LNG Badak lengkap dengan kilang-kilangnya ditambah beberapa mercusuar lepas pantai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBu2tY_cD1I/AAAAAAAAAZM/6GPiZgX0Q04/s1600/awan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 243px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBu2tY_cD1I/AAAAAAAAAZM/6GPiZgX0Q04/s320/awan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484177862172610386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBu4LM6JcuI/AAAAAAAAAZc/CcFQ-x3plbI/s1600/kesunyian.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 243px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBu4LM6JcuI/AAAAAAAAAZc/CcFQ-x3plbI/s320/kesunyian.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484179473836896994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Mendekati pulau, kita disajikan pemandangan bawah laut dari permukaan. Jernihnya air laut membuat kita leluasa melihat ikan-ikan kecil khas daerah tropis berenang diantara terumbu karang. Riak ombak yang tak begitu besar mengajak kaki ini untuk sekadar merasakan sejuknya air laut di siang bolong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBw0VcZkGRI/AAAAAAAAAaU/24_bndWrhGo/s1600/rayuan+suar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 243px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBw0VcZkGRI/AAAAAAAAAaU/24_bndWrhGo/s320/rayuan+suar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484315989235734802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBu3nTIOkZI/AAAAAAAAAZU/2xoLp87Qk_8/s1600/bersauh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 243px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBu3nTIOkZI/AAAAAAAAAZU/2xoLp87Qk_8/s320/bersauh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484178857031274898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Pulau kecil yang berada di wilayah Selat Sulawesi ternyata tak ramai penghuni, konon hanya satu keluarga nelayan yang ada di pulau itu. Bangunan di tengah pulau pun hanya ada sebuah rumah panggung panjang (milik keluarga nelayan ya..) yang kamar mandinya disewakan sebagai kamar ganti/kamar mandi umum dan sebuah menara setinggi 15 m yang dindingnya sudah mulai banyak menghilang. Oleh karena itu alangkah bijaknya jika kita ke pulau yang katanya sekarang luasnya hanya 1 Ha  membawa bahan makanan atau makanan jadi yang mampu mengganjal perut dan jangan membang sampah makanan itu di sembarang tempat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBu4d341sEI/AAAAAAAAAZk/VU3FnDBPKnA/s1600/menara+suar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 243px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBu4d341sEI/AAAAAAAAAZk/VU3FnDBPKnA/s320/menara+suar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484179794611777602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBw08qp87NI/AAAAAAAAAak/2lFWe4RFhj8/s1600/sendiri.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 243px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBw08qp87NI/AAAAAAAAAak/2lFWe4RFhj8/s320/sendiri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484316663077465298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Konon katanya pada masa lalu pernah terdapat kapal besar pembawa beras dari Sulawesi terhempas diterjang ombak besar. Awak kapal yang takut tenggelam akhirnya menurunkan beras tersebut di sebuah pulau. Akhirnya beras itu terkena air laut dan menjadi basah, sejak saat itu nama Pulau Beras Basah digunakan sebagai nama dari pulau itu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBu53qf24eI/AAAAAAAAAZ8/uUChFw0I7Iw/s1600/pantai+beras+basah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 243px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBu53qf24eI/AAAAAAAAAZ8/uUChFw0I7Iw/s320/pantai+beras+basah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484181337205563874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBw0s4Sr4CI/AAAAAAAAAac/B1SWn_ICaqw/s1600/satu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 243px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBw0s4Sr4CI/AAAAAAAAAac/B1SWn_ICaqw/s320/satu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484316391860068386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-6938904697933645517?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/_d68_uCpFdE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/_d68_uCpFdE/wisata-kota-bontang-part-2-pulau-beras.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBu5E3acfUI/AAAAAAAAAZs/3beTG_nSJhQ/s72-c/mengintip.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>34</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2010/06/wisata-kota-bontang-part-2-pulau-beras.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-52945128081077626</guid><pubDate>Fri, 11 Jun 2010 17:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-12T02:21:39.088+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">catatan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">diary</category><title>Wisata Kota Bontang (part 1) – Bontang Koala</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBJv9kBs6iI/AAAAAAAAAY0/uCC35k3S_-s/s1600/menuju+laut.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 243px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBJv9kBs6iI/AAAAAAAAAY0/uCC35k3S_-s/s320/menuju+laut.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481566799896832546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Menuju Laut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Matahari pagi sudah mulai beranjak ke peraduan saat kami, kumpulan kawan-kawan kantor pecinta wisata dan fotografi mempersiapkan keberangkatan menuju Kota Bontang. Jarak Kota Bontang dari Kota Samarinda dapat ditempuh dalam 2 jam perjalanan.  Jalan trans Samarinda-Bontang pun hampir sebagian penuh liku, dan harus tetap waspada sebab beberapa ruas masih banyak terdapat lubang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Siang menjelang sore akhirnya kami sampai di Kota Bontang. Memang pada awalnya kami belum merencanakan kemana kami harus melangkah, tetapi setalah searching kesana kemari akhirnya diputuskanlah kami menuju kawasan Bontang Koala. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBJuVXCZyII/AAAAAAAAAYc/V1pWVF5m0vo/s1600/bontang+koala.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 243px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBJuVXCZyII/AAAAAAAAAYc/V1pWVF5m0vo/s320/bontang+koala.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481565009703716994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bontang Koala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Apa itu Bontang Koala?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hmm..itu bukan nama hewan koala khas Bontang, tetapi sebuah nama sebuah perkampungan. Terletak sekitar 5 km dari Pusat Kota Bontang menuju kawasan pantai timur. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lalu apa yang spesial?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bontang Koala merupakan perkampungan yang didirikan di atas air. Yup, perkampungan yang terletak di Kota yang juga terkenal dengan mpek-mpeknya itu benar-benar didirikan tanpa berpijak di permukaan tanah melainkan di dasar laut. Bahan utama yang digunakan dalam bangunan-bangunan disana adalah kayu, khususnya kayu ulin yang terkenal dengan kekuatannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBJvhXoX8UI/AAAAAAAAAYs/W87v952Nt5g/s1600/kayu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 243px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBJvhXoX8UI/AAAAAAAAAYs/W87v952Nt5g/s320/kayu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481566315533037890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kayu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBJu0Nw2k7I/AAAAAAAAAYk/CE866vF_CWA/s1600/jepret.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 243px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBJu0Nw2k7I/AAAAAAAAAYk/CE866vF_CWA/s320/jepret.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481565539790132146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jepret&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang kami salut di perkampungan ini meski tidak ada sama sekali bangunan yang benar-benar ada di atas tanah kehidupan mereka tetap berjalan layaknya kehidupan penduduk lain yang betul-betul berpijak di permukaan tanah. Karena memang rumah-rumah mereka berada di atas permukaan laut, maka mata pencaharian utama penduduknya adalah Nelayan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBJuIZY750I/AAAAAAAAAYU/poPdpNipjX8/s1600/beristirahat+sejenak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 243px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBJuIZY750I/AAAAAAAAAYU/poPdpNipjX8/s320/beristirahat+sejenak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481564786996799298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beristirahat Sejenak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain itu, perkampungan “terapung” ini juga dikenal sangat bersih. Sepanjang jalan yang mayoritas juga terbuat dari deretan kayu ulin itu sangat jarang ditemui sampah berserakan, justru setiap beberapa meter kita akan menemukan bak-bak sampah. Di bawah jalan dan rumah itu terdapat lalu lintas kecil tempat perahu-perahu ukuran kecil mengangkut hasil lautnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBJtUXbz8tI/AAAAAAAAAYM/_8jrhusE9kA/s1600/2+menara.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 243px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBJtUXbz8tI/AAAAAAAAAYM/_8jrhusE9kA/s320/2+menara.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481563893118792402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2 menara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah puas berburu gambar di perkampungan tersebut rencananya kami akan ke pemberhentian selanjutnya, kawasan Industri PT. LNG yang terkenal dengan pencahayaannya yang indah di malam hari dan replika merlion khas Singapura yang juga ada di kota ini. Selanjutnya ingin coba mengambil suasana sunset di Bontang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBJwdrM2zJI/AAAAAAAAAY8/ZCxSDFhvxtk/s1600/pengambil+gambar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 243px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBJwdrM2zJI/AAAAAAAAAY8/ZCxSDFhvxtk/s320/pengambil+gambar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481567351578479762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengambil gambar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBJxxbfiiGI/AAAAAAAAAZE/WNYJBRBx4B8/s1600/api+abadi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 243px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBJxxbfiiGI/AAAAAAAAAZE/WNYJBRBx4B8/s320/api+abadi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481568790470887522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Api abadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karena sudah terlanjur sampai jadi sekalian saja kami menunggu pagi untuk mencoba berburu Sunrise di pesisir Bontang and next destination: Pulau Beras Basah...&lt;br /&gt;Bersambung ke part berikutnya...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-52945128081077626?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/-pz3DpyTSmc" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/-pz3DpyTSmc/wisata-kota-bontang-part-1-bontang_4442.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/TBJv9kBs6iI/AAAAAAAAAY0/uCC35k3S_-s/s72-c/menuju+laut.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>39</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2010/06/wisata-kota-bontang-part-1-bontang_4442.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-3408735141221820685</guid><pubDate>Fri, 28 May 2010 10:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-29T00:00:30.934+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">diary</category><title>Setahun sudah di Bumi Etam</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S__h19l6vHI/AAAAAAAAAXs/jQfAEvLQ5ho/s1600/islamic.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 219px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S__h19l6vHI/AAAAAAAAAXs/jQfAEvLQ5ho/s320/islamic.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476343989088730226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Islamic Centre terlihat dari tepian Mahakam.Sumber: Koleksi Pak Aryo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Apa kabar kawan-kawan?.. Lama tak bersua ya.. rasanya gatal tanganku melihat blog ini terlantar, kasihan sekali pemiliknya sudah lama tak melongoknya. Sudah beberapa bulan ini saya bingung mau diapakan blog ini. Rasanya yang penting harus terisi dulu yah lalu keliling mampir menyapa kawan-kawan ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan April kemarin ternyata saya sudah genap setahun menginjakkan kaki ke Bumi Etam. Semenjak saya memposting &lt;a href="http://duniamuam.blogspot.com/2009/05/samarinda-kota-tepian.html"&gt;artikel ini&lt;/a&gt;, sebuah artikel isinya pengalaman pertama saya ketika pertama kali berada di Kaltim, dengan berbagai harapan yang bisa saya bawa. Tak terasa juga ternyata sudah banyak kenangan yang saya peroleh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S__kVCoiJAI/AAAAAAAAAX8/5AQP78I9arI/s1600/balikpapan1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 294px; height: 221px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S__kVCoiJAI/AAAAAAAAAX8/5AQP78I9arI/s320/balikpapan1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476346722041078786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Salah satu sudut Kota Balikpapan. Sumber: Koleksi Pribadi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali saya tiba di Balikpapan saya merasa tak jauh berbeda dengan kota asal saya, Jakarta. Perbedaannya mungkin hanya tidak begitu banyaknya gedung-gedung pencakar langit. Ternyata ekpektasi saya tentang Kalimantan Timur meleset, Kalimantan Timur – Balikpapan – tak sesepi yang dibayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Samarinda pun begitu, Kota yang akhirnya menjadi tempat persinggahan saya selama beberapa tahun ke depan nanti ternyata bisa dikatakan cukup (bahkan sangat) ramai. Di Jakarta banjir, di Samarinda pun begitu. Tahun lalu kedatangan saya ternyata disambut dengan banjir besar di Samarinda. Mungkin yang sempat mengagetkan saya adalah budaya jalanan sebagian besar pengendara motornya. Ternyata ungkapan bahwa sebagian besar pengendara sepeda motor di Samarinda lebih urak-urakan daripada di Jakarta dan Jogja tak salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu yang sedikit mengagetkan adalah budaya jual belinya. Kalau dulu, ditempat asal saya pembeli adalah raja, maka penjual akan memberikan service penjualan yang memadai. Hal seperti itu ternyata sangat jarang saya temui di Samarinda. Kota yang terkenal dengan perdagangannya ini ternyata belum memiliki nilai tambah dalam hal pelayanan kepada pembelinya, meski di beberapa tempat saya masih menjumpai penjual yang ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, budaya di setiap daerah memang selalu berbeda. Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Susah senang di kota ini, provinsi ini, akan saya jalani semasa masa tugas saya masih belum berakhir. Bagaimanapun, di kota ini saya berusaha mencari nafkah dan menjalankan segala kewajiban. Semoga harapanku pada saat pertama kalinya menginjakkan kaki di tanah Kalimantan ini untuk sedikit banyak bisa berkontribusi dalam pembangunan bisa tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S_-hZp7R8rI/AAAAAAAAAXc/jimzq0DWC64/s1600/muam.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S_-hZp7R8rI/AAAAAAAAAXc/jimzq0DWC64/s320/muam.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476273134029107890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saat ini Samarinda sedang menuju Pemilihan Walikota. Semoga yang menjadi pemimpin benar-benar bisa mengayomi rakyat, bukan sekadar janji-janji palsu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semoga nanti dengan Pemimpin yang baru bisa bersama-sama membangun Kaltim untuk semua&lt;/span&gt;....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-3408735141221820685?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/FmENOnyMCqA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/FmENOnyMCqA/setahun-sudah-di-bumi-etam.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S__h19l6vHI/AAAAAAAAAXs/jQfAEvLQ5ho/s72-c/islamic.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>27</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2010/05/setahun-sudah-di-bumi-etam.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-4351026104421177767</guid><pubDate>Mon, 19 Apr 2010 00:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-19T09:12:08.567+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">catatan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">diary</category><title>Hiatus yang Lama – masih pantaskah menyandang sebutan narablog?</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S8us86fVJ2I/AAAAAAAAAXU/yOk1bRfcao8/s1600/pulau+nunukan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S8us86fVJ2I/AAAAAAAAAXU/yOk1bRfcao8/s320/pulau+nunukan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461649135609653090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pulau Nunukan terlihat dari seberang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya ingin memohon maaf kepada kawan-kawan narablog atas ketidak-hadiran saya yang cukup lama. Hiatus tanpa berpamitan terlebih dahulu. Maaf saya tak sempat melakukan kunjungan BW atau sekadar memberikan komentar menyapa kawan-kawan lain. Maaf pula jika komentar-komentar di blog ini belum sempat terbalas. Jadinya blog ini seperti blog mati, tanpa ada yang mengurus....(sedih mode : on)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Hiatus ini berawal pada akhir Januari saat saya mendapatkan surat tugas untuk berangkat ke wilayah Nunukan. Sebuah kabupaten yang berada di ujung utara Kalimantan Timur, tepat berbatasan dengan wilayah Malaysia. Sebulan lamanya saya disana, sampai akhir Februari kembali lagi menginjakkan tanah Samarinda.&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya punya rencana untuk berbagi cerita dengan kawan-kawan. Tetapi tumpukan tugas kantor dan sederet tugas kuliah pengganti akibat bolos sebulan menghalangi niat “baik” itu. Ditambah lagi dengan deretan UTS beberapa mata kuliah di akhir Maret. Ditambah lagi pula dengan kambuhnya penyakit malas menulis kronis. Ternyata kerja sambil kuliah itu memang tak semudah apa yang dibayangkan ya....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Di awal april saya sempatkan diri merefresh pikiran dengan kembali ke kampung halaman di Bekasi. Ternyata saya sudah ketinggalan perayaan ulang tahun Kota Bekasi yang diadakan blogger Bekasi. Yah, setidaknya bisa bertemu dengan keluarga walau hanya sebentar sudah bisa menenangkan pikiran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Rencananya pertengahan bulan ini saya akan kembali ditugaskan lagi, entah kemana. Namanya tugas negara, mau tak mau harus dilaksanakan. Mungkin akan ada hiatus lama lagi. Setidaknya saya ingin memohon izin kepada kawan-kawan, atau sekadar ingin memberikan informasi bahwa blog ini belum mati...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Jadi terlintas pertanyaan di dalam benak, masih pantaskah disebut narablog aka blogger tanpa posting tulisan atau BW? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Tetap berkunjung yah kawan-kawan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-4351026104421177767?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/GzrVH_aaOpg" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/GzrVH_aaOpg/hiatus-yang-lama-masih-pantaskah.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S8us86fVJ2I/AAAAAAAAAXU/yOk1bRfcao8/s72-c/pulau+nunukan.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>19</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2010/04/hiatus-yang-lama-masih-pantaskah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-8519233315994737369</guid><pubDate>Wed, 20 Jan 2010 06:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-20T15:21:23.407+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">catatan</category><title>Avatar: sebuah kritik terhadap korporatokrasi asing...</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S1ao-wCKH9I/AAAAAAAAAWQ/H36OYEX4Vkc/s1600-h/Avatar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 216px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S1ao-wCKH9I/AAAAAAAAAWQ/H36OYEX4Vkc/s320/Avatar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428712196841021394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Maaf kawan-kawan narablog, lama saya tak bisa BW. Rasanya beberapa hari atau pekan belakangan ini rasa segan untuk menulis sedang menyerang saya. Alhasil, blog ini sering terbengkalai. Padahal sejak awal tahun saya sudah menyiapkan banyak skript tulisan yang akan diterbitkan. Tapi rasa enggan itu kembali datang ketika saya berusaha untuk mengembangkannya..ah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada yang benar-benar menarik perhatian saya. Akhirnya saya berusaha untuk coba menuangkannya dalam kata-kata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya iseng menyaksikan sebuah film yang dibuat oleh James Cameroon. Film yang dalam penayangannya terdapat versi 3D ini diberi judul Avatar. Pertama saya membaca judulnya saya kira film ini hasil pengembangan dari cerita Ang si Avatar yang biasa ditayangkan di TV. Ternyata ketika menyaksikan sangat berbeda. Dan kesannya luar biasa...jauh dari apa yang saya bayangkan (saya kira filmnya tidak menarik)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya tak ingin memberikan sinopsis jalannya cerita dalam film yang berjalan lebih dari 2 jam ini, pasti sudah banyak narablog yang membuatnya. Lagipula jika saya membuatnya sekarang, sudah jauh dari up to date...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita memperhatikan cerita dalam film ini ternyata ada sisi kritik yang benar-benar mengena dalam kehidupan nyata. Kritik terhadap korporatokrasi negara-negara adidaya di negara-negara dunia ke-3...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt; &lt;br /&gt;Dalam film yang bersetting tahun 2154 ini diceritakan bagaimana manusia “bumi” menjelajah sebuah planet yang dinamakan “PANDORA”. Planet yang sangat indah ini ternyata mengandung banyak sumber daya alam mineral yang sangat mahal, disebut Unobtanium. Namun ternyata untuk mengeruknya tak semudah apa yang dibayangkan. Di dalam planet itu terdapat banyak hewan-hewan berukuran raksasa dan tentunya penduduk asli sana, Bangsa Na’vi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membujuk orang-orang Na’vi agar mau menyingkir dari tempat yang didiaminya selama ini, yang diperkirakan dibawahnya terdapat kandungan Unobtanium yang melimpah, dikirimlah avatar dari suku tersebut. Avatar yang dibuat dari DNA orang Na’vi dan dikendalikan manusia pun menyusup ke dunia PANDORA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya manusia bumi yang selalu dipenuhi nafsu dan serakah, mereka tak sabar untuk menguasai lahan “tambang” tersebut. Apapun akan dilakukan, termasuk memusnahkan para Na’vi dan menghancurkan ekosistem di Planet Pandora. Mereka pun menggunakan para militer terlatih dan peralatan tempur canggih untuk memborbardir para Na’vi, demi mengusir mereka dari lahan “tambang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun atas bantuan avatar tersebut keserakahan manusia bumi mampu diredam, bahkan dikalahkan meski dengan pengorbanan  yang tidak sedikit. Alam indah “pandora” pun mampu diselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari film ini saya jadi teringat apa yang dialami oleh negara-negara seperti planet “Pandora”. Negara-negara yang memiliki keindahan alam namun di dalamnya terkandung kekayaan mineral yang sangat melimpah, termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S1apTKr7epI/AAAAAAAAAWY/fgIWyXz9bEo/s1600-h/freeport1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 253px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S1apTKr7epI/AAAAAAAAAWY/fgIWyXz9bEo/s320/freeport1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428712547592927890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Gunung Emas di Papua, menyisakan luka yang besar. Gambar dipinjam dari &lt;a href="http://welkis.wordpress.com/2008/10/23/gunung-grasberg-gunung-emas-di-papua/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Bagaimana bumi Papua dikeruk kekayaan alamnya, menyingkirkan tanah adat setempat demi mendulang emas dan tembaganya. Bagaimana Gunung Grasberg di Papua terkeruk habis menyisakan cekungan yang dalam dan sisa-sisa tambang. Bagaimana rakyat Amungme dan Komoro yang terdepak dari tanah tempat mereka berpijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S1aqZjWc_5I/AAAAAAAAAWg/p9aTP_mRZZM/s1600-h/freeport.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S1aqZjWc_5I/AAAAAAAAAWg/p9aTP_mRZZM/s320/freeport.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428713756804579218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Lubang bekas galian tambang emas di Papua. Gambar dipinjam dari &lt;a href="http://swisscash-epoint.blogspot.com/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Lalu, cobalah lihat bukit-bukit di sekitar Kota Samarinda yang semakin habis tergerus pertambangan Batubara. Menyisakan banjir di Pusat Kota setiap datangnya musim penghujan. Menyisakan sisa-sisa tambang yang teronggok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S1aq_PJoyXI/AAAAAAAAAWo/JjdnAVI8M2g/s1600-h/tambang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 225px; height: 115px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S1aq_PJoyXI/AAAAAAAAAWo/JjdnAVI8M2g/s320/tambang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428714404217145714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kondisi salah satu wilayah pertambangan Batubara di Kaltim. Gambar dipinjam dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://mahakammedia.wordpress.com/2009/10/28/dpd-soroti-pertambangan-batubara-di-kaltim/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Apa yang akan terjadi pada tempat-tempat “Pandora” di Indonesia 5, 10 atau bahkan 50 tahun yang akan datang. Masihkah kita menyisakan sedikit rezeki dari alam untuk anak dan cucu nanti. Atau kita sudah bersyukur mendapatkan rezeki dari serpihan-serpihan hasil kekayaan alam kita sendiri yang diborong habis oleh pihak-pihak asing?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, setidaknya dari film ini kita bisa belajar bagaimana seharusnya sikap kita terhadap korporatokrasi asing. Korporatokrasi yang senantiasa memberikan kita berbagai fasilitas yang akhirnya terbuai dengan sistem yang terbentuk yang akhirnya membuat kita “rela” menjadi budak untuk mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar mengingatkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Undang-undang Dasar 1945, Pasal 33:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="font-style: italic;"&gt; Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas kekeluargaan;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-style: italic;"&gt;Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat&lt;/span&gt;;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-style: italic;"&gt;Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;berwawasan lingkungan, kemandirian, &lt;/span&gt;serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-8519233315994737369?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/TDSB_y6SxrQ" height="1" width="1"/&gt;</description><enclosure type="" url="http://sudirmandua.com/?p=46" length="0" /><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/TDSB_y6SxrQ/avatar-sebuah-kritik-terhadap.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S1ao-wCKH9I/AAAAAAAAAWQ/H36OYEX4Vkc/s72-c/Avatar.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>41</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2010/01/avatar-sebuah-kritik-terhadap.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-628741987727199112</guid><pubDate>Sun, 03 Jan 2010 08:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-03T16:16:28.947+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">catatan</category><title>Paradoks Kekuasaan...</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S0BQNkwqyvI/AAAAAAAAAWA/s6tz1r0qWZ8/s1600-h/lawan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 238px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S0BQNkwqyvI/AAAAAAAAAWA/s6tz1r0qWZ8/s320/lawan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422422145490406130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Kenapa orang yang memiliki kekuasaan dan harta yang berlimpah selalu yakin bahwa mereka harus mendapatkan apa yang mereka mau?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Aku mengerti, keinginan dan harapan itu adalah hak bagi setiap orang. Tetapi, apakah hak itu hanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan di tangannya, atau gelimpangan harta yang berlebih pada diri mereka. Dan dengan apa yang mereka punya itu, dengan seenaknya mereka membabat habis hak orang lain. Itulah yang ku tak habis pikir…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lalu, mereka berpendapat, mereka memperoleh semua itu (kekuasaan dan kekayaan) dengan segala perjuangan yang telah mereka lakukan. Entah itu dengan cara yang wajar ataupun tidak. Tapi bagiku, itu akan tetap busuk jika kekuasaan yang mereka peroleh dijadikan alat sebagai pemuas segala keinginannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lalu, dimana hak-hak kami, sebagai &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;WARGA NEGARA BIASA&lt;/span&gt; untuk bisa merasakan sekadar secuil harapan dan keinginan yang niscaya. Bukan sekadar harapan kosong dan sampah. Bukan hanya harapan-harapan yang dijanjikan oleh “Penguasa”. Bukan hanya harapan-harapan sisa dari onggokan-onggokan harapan-harapan “mereka”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kami juga berhak hidup, kami berhak menentukan masa depan kami. Jangan kau anggap harta dan kekuasaanmu dapat membeli “&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;HARGA DIRI&lt;/span&gt;” kami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kami sadar, jika kami “&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;BUKAN SIAPA-SIAPA&lt;/span&gt;”. Tetapi kami tak mau menjadi tumbal keinginan pemuas nafsumu. Kami sudah lelah harus terus “&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;MENGALAH&lt;/span&gt;” dengan keadaan demi mementingkan “EGO”mu. Kau tahu, kami muak dengan semua itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kau tahu, jika kau anggap “KEKUASAAN”mu bisa melakukan segalanya dan bisa kau gunakan seenak hati demi mementingkan segala keinginanmu maka KAU SALAH BESAR…. Kekuasaanmu tak bisa membeli jiwa-jiwa kami, masa depan kami, harapan dan mimpi kami…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Untuk itu, aku harap jangan pernah kau angkuh dengan “KEKUASAAN”mu. Karena disini kami akan terus melawan entah dengan cara apa. Jika kau punya kehendak yang tak dapat kau tanggalkan, dan kau mengandalkan “KEKUASAAN”mu. Maka kami disini juga punya kehendak, dan yang kami andalkan adalah tangan kami, pemikiran kami, keberanian kami, dan jangan pernah kau lupa “&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;PERSATUAN&lt;/span&gt;” kami…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;Kami tak akan pernah menyerah dengan keadaan...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Tulisan ini dibuat untuk mendukung seseorang yang penulis kenal ketika dirinya dikorbankan untuk sebuah korporasi demi ego “kekuasaan”. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Mohon dukungannya kawan-kawan…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Desain gambar oleh &lt;a href="http://duniamuam.blogspot.com/search/label/desain/"&gt;muam&lt;/a&gt; diambil dari galeri pribadi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-628741987727199112?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/FRlla9akJac" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/FRlla9akJac/paradoks-kekuasaan.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/S0BQNkwqyvI/AAAAAAAAAWA/s6tz1r0qWZ8/s72-c/lawan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>40</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2010/01/paradoks-kekuasaan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-8330273685096524906</guid><pubDate>Wed, 30 Dec 2009 11:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-30T20:42:43.468+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">desain</category><title>Corat-coret lagi...</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SztDvG0IYMI/AAAAAAAAAVo/nR2vdqb8xDs/s1600-h/grafsneak-kanan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SztDvG0IYMI/AAAAAAAAAVo/nR2vdqb8xDs/s320/grafsneak-kanan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421001053032702146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Setelah beberapa lama tidak bisa hadir di dunia maya, rasanya rindu juga...Sudah beberapa lama juga sepertinya tangan saya tidak mencorat-coret sesuatu. Akhirnya saya sediakan lagi ruang untuk membiarkan tangan-tangan saya menari sambil menggenggam sebuah spidol artline. Kali ini media yang saya gunakan beda lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Media sasaran pertama saya, saya coba sneakers butut saya. Meski begitu, coba dibuat konsepnya dulu, yah jadinya begitu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kemudian, sewaktu saya pulang ke rumah di Bekasi, saya lihat helm di rumah masih bersih. Bisa jadi sasaran empuk untuk dijadikan sasaran lagi. Sebelumnya, saya sudah pernah &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://duniamuam.blogspot.com/2009/07/grafiti-pada-helm.html"&gt;mencorat-coret helm saya dan kawan&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; di Samarinda. Ide usil itu pun muncul lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Alhasil, setelah saya corat-corat lagi jadilah graffiti amburadul lagi. Kawan saya pun, malah ikut-ikutan minta dibuatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SztHTYnhxLI/AAAAAAAAAVw/kCePXxjeSrU/s1600-h/helm+saya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SztHTYnhxLI/AAAAAAAAAVw/kCePXxjeSrU/s320/helm+saya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421004974821852338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;corat-coret pada helm saya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SztIMGB9rUI/AAAAAAAAAV4/fCiL4tn72F0/s1600-h/helm+vinno.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SztIMGB9rUI/AAAAAAAAAV4/fCiL4tn72F0/s320/helm+vinno.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421005949085003074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;corat-coret pada helm kawan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Yah, setidaknya sudah mencoba membiarkan tangan ini bergerak lagi sesuai dengan pikiran. Jadi sekadar membuktikan saya masih manusia, bukan robot yang bergerak hanya ketika diprogram. :)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dan kolom desain pada blog ini pun bisa terisi lagi...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-8330273685096524906?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/EHTVt6oKkKI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/EHTVt6oKkKI/corat-coret-lagi.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SztDvG0IYMI/AAAAAAAAAVo/nR2vdqb8xDs/s72-c/grafsneak-kanan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>10</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2009/12/corat-coret-lagi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-7127003145433779454</guid><pubDate>Tue, 22 Dec 2009 10:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-22T18:40:04.842+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">catatan</category><title>Wanita...</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SzChGLj85CI/AAAAAAAAAVg/OUmjIZzYa2A/s1600-h/PURPLE-ROSE-148272.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 299px; height: 289px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SzChGLj85CI/AAAAAAAAAVg/OUmjIZzYa2A/s320/PURPLE-ROSE-148272.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418007479281574946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Ku lahir dari wanita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Tak bisa hidup tanpanya&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;Jikalau tiada wanita&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;Cintaku untuk siapa?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Naif&lt;/span&gt;, Lagu Wanita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sosok itu tak asing lagi bagiku. Telah ku tatap matanya semenjak kemunculanku di dunia. Sosok yang dengan setia membesarkan diriku hingga seperti sekarang ini. Guru pertama bagiku yang mengajarkanku segala hal. Pelajaran yang paling kuingat darinya adalah kesabaran dan ketegaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kemarin, sosok lain hadir disampingku. Kali ini, menemaniku mengingat hari kelahiranku, entah yang keberapa. Mencoba mengisi waktu bersama dengan saling berbagi cerita. Darinya, aku juga belajar banyak hal. Belajar bagaimana berprinsip dan bermimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Hmm, bagiku wanita adalah sosok yang spesial. Ia hadir di muka bumi sebagai penyeimbang ekosistem. Dari dirinya jugalah ditentukan generasi apa yang berikutnya akan mengisi bumi. Menjaga keberlangsungan hidup manusia.&lt;/span&gt;  &lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, wanita adalah subjek. Ia bukan selalu menjadi objek yang pasif dalam setiap rangkaian kata. Ia adalah subjek yang secara aktif menentukan mau dibawa kemana perkembangan suatu peradaban. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Oleh karena itu, kawan-kawan wanitaku. Jadilah wanita-wanita yang tangguh, yang mampu berperan aktif dalam pembangunan peradaban. Keberadaan kalian begitu berharga oleh karena itu jangan pernah mau hanya dijadikan objek dari peradaban. Jadilah subjek peradaban meski hanya sekadar memberikan pendidikan yang paling dasar untuk generasi mendatang. Pelajaran tentang moral dan etika…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Untuk Ibuku tersayang dan Bundaku tercinta, juga untuk kawan-kawan wanitaku, selamat hari ibu…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gambar dipinjam dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.featurepics.com/online/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-7127003145433779454?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/rQLp1fI3_j4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/rQLp1fI3_j4/wanita.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SzChGLj85CI/AAAAAAAAAVg/OUmjIZzYa2A/s72-c/PURPLE-ROSE-148272.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2009/12/wanita.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-2019624180163722700</guid><pubDate>Fri, 11 Dec 2009 00:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-11T14:11:37.083+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">catatan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">puisi</category><title>Aku memanggilnya Bunda...</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SyGOHIVjDvI/AAAAAAAAAVY/NOGnWQt7llc/s1600-h/purple-roses.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SyGOHIVjDvI/AAAAAAAAAVY/NOGnWQt7llc/s320/purple-roses.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413764480224136946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku bertemu saat mata kami saling beradu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dulu sekali, sebelum semua tahu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Mendiagnosa getaran hati yang bertalu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Memicu resonansi yang merangkai rindu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya terjerat dan terpisahkan waktu&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak apa, masih kubiarkan ruang di hatiku kosong tak terisi&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Masih kusisakan jejak senyumnya yang berpendar&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Bergeming dalam bingkai terindah yang pernah kumiliki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya ia datang di saat yang tak terduga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menagih ruang di hati yang masih terbuka, katanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lalu ia memandangi jejak senyumnya yang masih tersisa&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Tersenyum, kemudian memuji bingkai terindah yang kujaga&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;aku memanggilnya bunda…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak ia terdiam, kemudian tersenyum dalam suara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, ku ingin membuatnya bangga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kulafadzkan lagi dengan berbisik, nyaris tanpa suara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Aku memanggilnya bunda…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kubacakan prosa usang yang ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Kurangkaikan syair puisi terburuk yang pernah tercipta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ia tetap tersenyum, tanpa tertawa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Ia tetap tak lupa apa arti kata sederhana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusampaikan, aku jemu bermonolog soal cinta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ber-orasi kata tanpa makna&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Ia malah tertawa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, tak perlu lagi aku bermonolog soal cinta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tak perlu juga ber-orasi kata tanpa makna&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Ia akan setia menjadi lawan bicara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Atau menjadi makna dalam setiap kata&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kubisikkan kembali kata itu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Kulafadzkan, kali ini tidak berbisik tapi perlahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);" class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Aku memanggilnya bunda…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Rangkaian kata ini di posting dalam rangka ikut meramaikan &lt;a href="http://abdulcholik.com/acara-unggulan/acara-unggulan-parade-puisi-cinta"&gt;acara unggulan parade pusisi cinta&lt;/a&gt; pada BlogCamp (abdulcholik[dot]com)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Gambar dipinjam dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://purplerose01.wordpress.com/2009/02/14/purple-rose-what-does-it-mean/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-2019624180163722700?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/veNtnVmmtvo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/veNtnVmmtvo/aku-memanggilnya-bunda.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SyGOHIVjDvI/AAAAAAAAAVY/NOGnWQt7llc/s72-c/purple-roses.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>22</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2009/12/aku-memanggilnya-bunda.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-4432552056845716012</guid><pubDate>Fri, 04 Dec 2009 09:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-04T17:40:53.597+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">diary</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">petualangan</category><title>Bukit Bengkirai</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SxjUq68DWbI/AAAAAAAAAUQ/09n9BKWQBgk/s1600-h/1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SxjUq68DWbI/AAAAAAAAAUQ/09n9BKWQBgk/s320/1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411308786126379442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Alam tidak pernah menghianati bagi hati yang mencintainya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Aroma daun kering yang jatuh ke tanah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;memenuhi rongga penciumanku. Menapaki langkah demi langkah menyusuri alam yang masih asri. Sejuk kurasak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;an semenjak awal memasuki salah satu kawasan di Kalimantan Timur yang masih memiliki rimbunan hutan tropisnya. Ya, saya dan kawan-kawan mengunjungi Taman Nasional Bukit Bengkirai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bukit Bengkirai merupakan kawasan wisata alam berup&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;a hut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;an alami yang masih asli. Letaknya berada di Km 36 Jalan Raya Soekarno-Hatta Balikpapan Samarinda. Dari jalan itu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; masih harus masuk ke dalam lagi sampai akhirnya bertemu jalan ya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ng belum diaspal. Lalu, kita menyusuri jalan tak beraspal sejauh 7 km. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Selama perjalanan itu, kita masih bisa menikmati p&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;emandangan hutan asli Kalimantan. Tetapi kadang-kadang miris juga, melihat beberapa bukit di kawasan itu sudah mulai gundul. Entah itu karena kebakaran hutan atau ulah tangan-tangan yang t&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ak bertanggung jawab. Perjalanan kami pun sempat terhenti ketika di depan mobil kami tersaji pemandangan seekor ular melintas sambil membawa seekor tikus di mulutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SxjVRXOP8TI/AAAAAAAAAUg/F827rvKtFfM/s1600-h/3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SxjVRXOP8TI/AAAAAAAAAUg/F827rvKtFfM/s320/3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411309446553923890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika memasuki kawasan bukit Bengkirai, kita di sambut dengan kawasan peristirahatan yang tenang. Beberapa bangunan serupa cottage yang terbuat dari kayu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; menghiasi padang rumput hijau yang cukup lapang. Sejauh mata memandang terbentang hijaunya pepohonan yang menjulang, seakan bersaing menyentuh lan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;git. Saya semakin tak sabar untuk memasuki kawasan tersebut, apalagi di kawasan ini terkenal jembatan kanopin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ya yang merupakan satu-satunya di Asia…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SxjVAJuoyRI/AAAAAAAAAUY/iBYUTcTPZR8/s1600-h/2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SxjVAJuoyRI/AAAAAAAAAUY/iBYUTcTPZR8/s320/2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411309150873897234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Letak jembatan kanopi dari base camp sek&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;itar 500 m. Untuk mencapainya kita harus berjalan kaki melalui beberapa trek. Trek I berjarak sekitar 150 m dengan rute menanjak. Untuk menempuhnya tak begitu sulit karena jalan setapak di sini masih sangat jelas terlihat. Di beberapa tempat bahkan tersedia anak yang mempermudah kita mendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SxjV_G_gavI/AAAAAAAAAUo/pT-P_dL_-qs/s1600-h/4.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SxjV_G_gavI/AAAAAAAAAUo/pT-P_dL_-qs/s320/4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411310232471104242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kemudian setelah trek I dilalui, kita harus menempuh Trek II sejauh kurang lebih 300 m. Trek ini memang tak semudah Trek I sebab jalan setapak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;di sini sudah mulai membaur dengan daun-daun yang berjatuhan. Sepanjang jalan kita disuguhkan pohon-pohon khas hutan tropis berukuran besar seperti pohon Bengkirai dan Meranti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SxjWSQMGD8I/AAAAAAAAAUw/w1fKMPkAOCU/s1600-h/5.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SxjWSQMGD8I/AAAAAAAAAUw/w1fKMPkAOCU/s320/5.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411310561357336514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Setelah kita melalui trek itu, akhirnya masukl&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ah kita ke Jembatan Kanopi. Jembatan tersebut menghubungkan pohon bengkirai satu dengan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;pohon bengkirai lainnya yang berjumlah 5 setinggi 30 m dari permukaan tanah. Dari atas jembatan kita dapat melihat formasi Tajuk Tegakan Dipterocarpaceae sebagai ciri hutan hujan tropis yang cukup indah dan membentk stratum atas yang saling sambung menyambung (untuk urusan ini saya tak begitu mengerti, kita coba tanya kawan petualang kita saja mas alamendah…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SxjW4-HWm5I/AAAAAAAAAU4/rfBeGdC1imc/s1600-h/9.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SxjW4-HWm5I/AAAAAAAAAU4/rfBeGdC1imc/s320/9.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411311226520509330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menurut sejarahnya, jembatan kanopi ini dibu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;at pada tahun 1998. Tahap pertama dikerjakan pada bulan Januari 1998 dan tahap kedua selesai pada bulan Februari 1998. Jembatan ini dikerjakan oleh para kontraktor dari Amerika yang tergabung dalam Canopy Contraction Asociated sebanyak 6 orang. Bahan-bahannya selain kayu, jembatan ini juga menggunakan material baja anti karat (Galvanized) hingga diperkirakan konstruksi dan umur jembatan mampu bertahan hingga 15-20 tahun sejalan dengan umur pohon penyangga itu sendi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SxjXWGBWzcI/AAAAAAAAAVA/yO0NajKUE-E/s1600-h/6.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SxjXWGBWzcI/AAAAAAAAAVA/yO0NajKUE-E/s320/6.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411311726859046338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Puas menikmati indahnya hutan tropis yang masih tersisa, saya pun beranjak menuruni jembatan kanopi. Untuk kembali ke base camp, saya dan kawan-kawan memilih untuk tidak menggunakan Trek yang sama dengan yang telah kami lal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ui sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kami pun mencoba jalur Trek IV yang berjar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ak sekitar 1 km menuju base camp melalui komplek Flying Fox dan Kebun Anggrek Hitam, flora khas Kalimantan Timur. Namun sepertinya trek yang kami tempuh jarang terjamah oleh pengunjung. Alhas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;il selama perjalanan kami tak menemukan “manusia” lain. Flying fox dan Kebun Anggrek hitam yang rencananya kami singgahi juga ternyata terlihat terbengkalai begitu saja. Hanya plang yang terbuat dari kayu terhalang semak belukar berisi tulisan quote untuk menjaga alam dan jajaran pohon-pohon besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SxjX7Bp24WI/AAAAAAAAAVI/yynPXGy-kmc/s1600-h/8.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SxjX7Bp24WI/AAAAAAAAAVI/yynPXGy-kmc/s320/8.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411312361341903202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Yah, tak apalah. Setidaknya kami sudah merasakan bagaimana aroma hutan tropis sebelum semuanya punah. Jadi prihatin, ketika rencana pembangunan yang digulirkan pemerintah harus mengorbankan kelestarian alam ini. Semoga anak cucu kita nanti masih bisa mera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Semoga…&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-4432552056845716012?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/YffszcC0weQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/YffszcC0weQ/bukit-bengkirai.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SxjUq68DWbI/AAAAAAAAAUQ/09n9BKWQBgk/s72-c/1.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>16</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2009/12/bukit-bengkirai.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-6608090015103900037</guid><pubDate>Tue, 24 Nov 2009 00:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-24T09:28:15.494+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">award</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">diary</category><title>Sepotong semangat dan sebuah award...</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/Sws1iIgcA-I/AAAAAAAAAUA/T-vadHHLcuM/s1600/bloggerawardcomunity_thumb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 207px; height: 260px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/Sws1iIgcA-I/AAAAAAAAAUA/T-vadHHLcuM/s320/bloggerawardcomunity_thumb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407474638103774178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Wah..wah...setelah beberapa lama mengalami resesi semangat, akhirnya saya bisa bangkit lagi. Terima kasih kawan-kawan atas dukungan morilnya. Yah, namanya manusia, jadi tak selamanya saya bisa menjadi sekuat apa yang kalian bayangkan. Tapi, untungnya saya masih memiliki keluarga, kekasih, dan kawan-kawan tersayang.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak saya posting tulisan tentang &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://duniamuam.blogspot.com/2009/11/homesick.html"&gt;homesick&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; yang saya rasakan, dukungan untuk saya yang diberikan oleh kawan-kawan tak henti mengalir. Layaknya pasangan Bibit-Chandra terkait kasus kriminalisasi KPK, atau kasus Mbah Minah yang diseret ke meja hijau hanya karena 3 buah kakao. Dukungan-dukungan berupa teriakan-teriakan semangat terasa sangat berarti.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan kasus-kasus itu yang ingin saya bahas kawan....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Belum sempat atau belum siap saya dengan materi-materi untuk membuat postingan membahas kasus-kasus itu. Alih-alih saya mengutarakan pendapat, nanti malah kena kasus seperti ibu Prita. Ah, demokrasi di negeri ini ternyata masih mahal...(kok OOT lagi yah?...)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Padahal disini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan yang telah memberikan dukungan untuk saya. Kekasih saya yang telah mengirimkan saya sepotong puisi berbahasa Inggris setelah membaca tulisan saya, tetapi karena dilarang jadi tidak bisa dipublish (maaf kawan-kawan, untuk privasi saja ^_^...) Dan juga tak lupa dengan &lt;a href="http://dhila13.wordpress.com/"&gt;Mbak Dhila&lt;/a&gt; yang telah memberikan award untuk saya (wah..benar-benar memenuhi janjinya nih...^_^)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Award yang saya terima dari mba dhila kali ini katanya bernama Blogger Award Community. Saya sendiri masih belum mengerti apa artinya, tapi setidaknya dengan award-award seperti ini bisa semakin menguatkan ukhuwah tali perbloggeran Indonesia (terlalu tinggi gak ya harapannya?...)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Award ini saya persembahkan untuk (hmm..) semua kawan-kawan saya sajalah yang mau mampir kesini. Khususnya ingin saya berikan kepada &lt;a href="http://blog.kanglurik.com/"&gt;Kanglurik&lt;/a&gt;, yang telah berjasa mempromosikan blog ini;dan &lt;a href="http://shavaat.wordpress.com/"&gt;shavaat&lt;/a&gt;, inspirasi saya dalam menulis catatan harian dan petualangan. Juga untuk semua kawan-kawan yang mau bersusah payah mendukung saya ketika terpuruk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Terima kasih yah mba Dhila atas hadiahnya, kapan-kapan saya buatkan hadiah lagi deh(hehehehe...). Terima kasih juga kawan-kawan....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Saya gak mau kalah dengan para pahlawan yang rela memberikan banyak pengorbanan untuk bangsa ini. Yah, jika kita tak bisa menjadi pahlawan untuk orang lain, setidaknya bisa jadi pahlawan untuk diri sendiri, keluarga, dan orang-orang yang kita sayangi... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-6608090015103900037?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/B-trFMyGWHo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/B-trFMyGWHo/sepotong-semangat-dan-sebuah-award.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/Sws1iIgcA-I/AAAAAAAAAUA/T-vadHHLcuM/s72-c/bloggerawardcomunity_thumb.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>14</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2009/11/sepotong-semangat-dan-sebuah-award.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-887871326850606449</guid><pubDate>Sun, 15 Nov 2009 06:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-15T15:17:16.166+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">diary</category><title>Homesick...</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/Sv-nn2lcuJI/AAAAAAAAAT4/wF5EVEVzWFc/s1600-h/homesick.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/Sv-nn2lcuJI/AAAAAAAAAT4/wF5EVEVzWFc/s320/homesick.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404222380977207442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Entah kenapa akhir-akhir ini mendung selalu menggelayuti langit kota ini. Bukit di belakang kost ku juga selalu menampakkan deretan pohon yang semakin pekat. Baru kali ini aku merasakan benar-benar sendiri. Kesendirian yang benar-benar seakan menyiksa batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Setiap pagi selalu kusaksikan kabut selalu enggan tersibak, seakan menjadi tirai dari langit yang enggan menampakkan sinarnya. Pagi selalu tampak murung. Tak kudengar lagi nyanyian burung seperti hari kemarin. Embun pun kurasakan begitu dingin sedingin jiwa ini. Pada cermin, selalu kulihat seorang pria dungu yang menampakkan wajahnya dan selalu bertanya “Apa yang kau lakukan disini?”&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kurenungkan lagi, memang selalu menjadi pertanyaan mengapa aku harus disini. Ada perasaan gundah atau apalah namanya aku tak tahu. Jauh dari orang-orang yang kusayang. Jauh dari orang-orang yang kucintai. Pertanyaan itu selalu menggelayut, mengapa aku disini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja aku merasakan rindu yang sangat hebat. Berkelebatan bayangan-bayanganku bercengkerama dengan mereka. Mendengar celotehan, tangisan, atau apapun yang biasa kudengar. Ingin ku lihat wajah mereka satu per satu. Meski tersamar di antara genangan air yang memenuhi kelopak mata.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terbayang dengan adik kecilku. Rindu tawanya yang mungkin tanpa arti. Tapi bagiku itulah penyemangat hidup. Meski hanya mendengar suaranya -jika kutelepon- dengan jawaban sepotong kata. Tapi aku senang.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membayangkan wajah ibu, dengan wajah lembutnya meski terlihat lelah sekadar menegurku, mengingatkanku, atau apalah. Melihat bapak, yang meski sudah termakan usia, tapi tetap kuat. Semua mereka lakukan demi melihat anak-anaknya bahagia.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Aku rindu dengan adik-adikku. Meski kadang bertengkar hanya memperebutkan sepotong kue. Ah, tapi itu dulu. Kini seakan semuanya telah menggapai cita-citanya masing-masing.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merindukan kekasihku. Melihat senyumnya atau bahkan cemberutnya. Mendengar celotehnya tentang apa yang dialaminya. Berbagi cerita.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, kenapa semua seakan menghilang? Kemana semua?&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini yang ada tinggal aku dan Tuhanku. Membuka percakapanku dengan-Nya hanya berharap semua bisa bahagia. Aku hanya bisa mengadu pada-Nya bahwa aku disini untuk mereka. Semua ku korbankan agar mereka bahagia. Biarkan mereka tidak tahu, percakapan ini hanya antara aku dan diriMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya Rob&lt;/span&gt;…tolong jangan sia-siakan pengorbananku. Jika kurelakan rasa rindu ini terenggut aku tak akan merelakan jika Kau merenggut kebahagiaan mereka.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ah, aku hanya merasa rindu, rindu yang sangat…&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, 14 Nov 2009 pukul 01.33 dinihari WITa, diiringi “Homesick” King Of Convenience…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar diambil &lt;a href="http://www.scouttroop55.com/gpage6.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-887871326850606449?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/JrEi7xAReYA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/JrEi7xAReYA/homesick.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/Sv-nn2lcuJI/AAAAAAAAAT4/wF5EVEVzWFc/s72-c/homesick.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>30</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2009/11/homesick.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-387152966550537565</guid><pubDate>Sat, 31 Oct 2009 09:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-31T17:25:57.033+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">catatan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">desain</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">award</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">diary</category><title>Terima Kasih, Hadiah untuk Kawan</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SuwB90XmGlI/AAAAAAAAATw/pY2iOQyrngM/s1600-h/terima+kasih+award.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SuwB90XmGlI/AAAAAAAAATw/pY2iOQyrngM/s320/terima+kasih+award.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398692214851639890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Apa kabar kawan? Senang rasanya bisa jumpa lagi,walau hanya melalui tulisan. Sudah beberapa hari ini, bahkan mungkin pekan, saya tak sempat berkunjung sekadar menyapa atau memberikan komentar pada tulisan atau postingan kawan-kawan.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kejadian menarik yang saya alami beberapa hari yang lalu. Saat itu saya sedang mengikuti perkuliahan penganggaran perusahaan. Sang dosen menceritakan kepada mahasiswanya perihal kosongnya kuliah pekan lalu. Beliau telah mengirimkan pemberitahuan atas kosongnya jadwal kuliah kepada beberapa mahasiswanya, termasuk saya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Namun ada yang sangat disayangkan, katanya. Dari sekian banyak mahasiswa yang diberitahu melalui sms, tak ada seorangpun yang membalas sms tersebut dengan sms balasan berbentuk ucapan terima kasih. Beliau menjelaskan bahwa bukan ucapan terima kasih yang diharapkan darinya, tapi bagaimana cara kita memperlakukan orang lain.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu besarkah makna dari sebuah ucapan terima kasih?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Ya, mungkin kita sering menganggap ucapan terima kasih adalah hal yang sepele, sama halnya dengan ucapan tolong dan maaf. Tapi ternyata, kata-kata tersebut adalah ungakapan-ungkapan luar biasa. Ungkapan yang menunjukkan betapa berharganya orang lain. Ungkapan terima kasih menunjukkan bagaimana kawan-kawan menghargai orang lain yang telah bersedia “melayani” anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Coba, kita rasakan perbedaannya ketika kita melakukan sesuatu, baik secara langsung atau tidak langsung, untuk orang lain. Jika orang tersebut mengucapkan “terima kasih” setidaknya ada yang menyenangkan dan menenangkan hati dari pada orang tersebut langung “melengos” tanpa sepatah kata pun. Bukan begitu?...&lt;/span&gt;  &lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini pula, saya juga ingin mengucapkan “Terima Kasih” yang sebesar-besarnya kepada kawan-kawan sekalian. Tak terasa, ternyata duniamuam ini sudah genap berjalan 2 tahun pada bulan Oktober kemarin. Usia yang memang bisa dibilang cukup umur bagi sebuah blog. Namun tanpa bantuan, kunjungan dan komentar dari kawan-kawan sekalian, blog ini tak aka nada apa-apanya dan tak ada manfaat yang bisa diambil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Pada awal pembuatannya, blog ini hanya berisi catatan-catatan yang “gak jelas” dari seorang muam. Sampai akhirnya saya bertemu dengan kawan-kawan sekalian, baik yang dengan senang hati mampir ke sini maupun yang “nyasar”. Semakin lama akhirnya saya menyadari kalau blog itu adalah tempat untuk berbagi, entah itu kisah, gundah, atau berbagai pengalaman.&lt;/span&gt;  &lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ungkapan terima kasih saya dari hati yang paling dalam, saya persembahkan sebuah award untuk kawan-kawan yang pernah mampir ke sini dan bersedia meramaikan blog ini. Nama award yang saya berikan adalah Terima Kasih Award. Tak ada persyaratan ataupun pemilihan untuk mendapatkannya. Ini hanya ungkapan terima kasih saya yang paling dalam dari hati atas kesediaannya berbagi dalam duniamuam sampai saat ini.&lt;/span&gt;  &lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:180%;" class="fullpost"  &gt;Terima Kasih Kawan…&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-387152966550537565?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/E8CNeJ8J2k8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/E8CNeJ8J2k8/terima-kasih-hadiah-untuk-kawan.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SuwB90XmGlI/AAAAAAAAATw/pY2iOQyrngM/s72-c/terima+kasih+award.gif" height="72" width="72" /><thr:total>45</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2009/10/terima-kasih-hadiah-untuk-kawan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-8365327390936193644</guid><pubDate>Sat, 10 Oct 2009 08:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-10T17:49:38.116+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">diary</category><title>Hujan dan melankolis...</title><description>Adakah korelasi antara hujan dengan melankolis? Ah, sepertinya aku selalu merasakannya. Di setiap hujan turun, suasana yang melankolis langsung tercipta. Aroma tanah yang basah tiba-tiba saja menyeruakkan memori-memori masa lalu. Membangkitkan kenangan yang hampir mati tergerus waktu. Lalu terdampar ke dalam kelebat pikiran yang menjadikan aku amnesia dengan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti hari ini, mulai dari pagi sejak ku membuka mata, langit sepertinya enggan menyibakkan selimut gelapnya. Di kejauhan nampak awan mendung bergelayut menyelimuti langit-langit kota yang makin lama makin mendekat. Akhirnya kelam muncul. Aroma tanah yang sebelumnya terasa jauh, kali ini telah memenuhi rongga hidungku. Tiba-tiba saja awan-awan tersebut mencurahkan air dalam jumlah yang luar biasa banyaknya. Mengetuk setiap atap rumah dengan kasar seakan ingin masuk ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, diriku seakan merasa tak terganggu dengan keadaan di luar sana. Aku masih tergeletak dengan nyaman di atas kerasnya kasur kamar kost. Aku justru merasa nyaman dengan suasana itu. Hujan yang turun di luar membawa aroma-aroma yang tak berbeda dengan masa lalu. Malas rasanya untuk membuka mata. Dengan suasana ini aku ingin kembali bermimpi, melanjutkan perbincanganku yang belum tuntas di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, tapi mata ini enggan terpejam, hari sudah tak pantas disebut pagi. Namun, di sana, matahari pun enggan menampakkan diri. Sepertinya ini yang dinamakan melankolis. Seperti matahari yang enggan muncul, aku juga merasa enggan untuk menyibakkan selimut kenangan dari dalam pikiranku. Aroma hujan membawa diriku ke alam paling dalam, menyelami satu persatu kabut waktu. Aku masih disibukkan dengan sebuah pertanyaan yang tak bisa dicerna dengan logika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah, aku masih ingin menikmati suasana melankolis ini. Toh, tidak setiap hujan mau datang dan mampir ke tempatku.&lt;br /&gt;Semoga melankolis sehabis hujan ini tak dirasakan oleh masyarakat samarinda karena biasanya setelah hujan yang cukup deras, air sungai meluap, menggenangi rumah-rumah warga. Ah, aku tak mau itu terjadi..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-8365327390936193644?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/paScRTk0ATQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/paScRTk0ATQ/hujan-dan-melankolis.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><thr:total>20</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2009/10/hujan-dan-melankolis.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-7389732529360041955</guid><pubDate>Thu, 01 Oct 2009 00:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-01T12:39:02.777+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">diary</category><title>Guncangan lagi di Bumi Pertiwi...</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SsQHx2tNt2I/AAAAAAAAATg/AuAeQLdIGoI/s1600-h/Gempa-padang-%28reuters%29-dalam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 285px; height: 195px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SsQHx2tNt2I/AAAAAAAAATg/AuAeQLdIGoI/s320/Gempa-padang-%28reuters%29-dalam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387439607322097506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;reruntuhan bangunan kibat gempa di Padang kemarin, sumber: &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.detiknews.com/read/2009/10/01/081238/1212438/10/usai-rakor-di-halim-sby-tinjau-kondisi-gempa-di-padang?991101605"&gt;detikcom&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bagaimana kabarmu kawan? Seminggu telah lewat sejak lebaran lalu, banyak kisah-kisah menarik yang kubaca. Tetapi kudengar tanah bumi pertiwi kembali berguncang. Di wilayah Sumatera katanya, tepatnya di bagian Sumatera Barat. Aku mengetahuinya dari televisi semalam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Panik. Tangismu pecah, pekik histeris dimana-mana. Bukan karena kedatangan Michael Jackson tetapi saat kamu mengetahui tanah bergemuruh dan bagunan luluh lantak. Ah, jika aku berada disana dan mengalami hal yang sama aku juga tak bisa berkutik. Disini pun aku hanya diam seribu bahasa, termangu tak bisa apa-apa. Hanya mulutku berkomat-kamit semoga kawan-kawanku yang sedang berada di sana berada dalam keselamatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Untuk kesekian kalinya Sang Maha Kuasa menunjukkan kekuasaannya. “Kunfayakuun…” begitu katanya, segeralah segalanya bisa terjadi. Semakin terasa ciut saja kita sebagai manusia. Entah ini pemberian cobaan atau teguran dari-Nya. Sepertinya Dia telah bosan dengan keangkuhan kita sebagai manusia. Semoga kita mau belajar dari kejadian ini…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SsQPqtl12hI/AAAAAAAAATo/myUOzqiwmrQ/s1600-h/gedung+runtuh+akibat+gempa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SsQPqtl12hI/AAAAAAAAATo/myUOzqiwmrQ/s320/gedung+runtuh+akibat+gempa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387448280709192210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;salah satu bangunan yang ikut hancur akibat gempa, sumber: &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://foto.detik.com/readfoto/2009/09/30/214130/1212268/157/1/padang-diguncang-gempa"&gt;detikcom&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" class="fullpost" &gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;Saya turut bersimpati atas musibah yang terjadi di Padang dan sekitarnya, semoga para korban mendapatkan tempat yang lebih baik di sisi-Nya dan para keluarga yang ditinggalkan tetap tabah. Untuk kawan-kawan yang terkena musibah tetaplah bersabar, akan ada hikmah yang bisa dipetik di balik setiap kejadian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-7389732529360041955?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/amNKO0tTrXo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/amNKO0tTrXo/guncangan-lagi-di-bumi-pertiwi.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SsQHx2tNt2I/AAAAAAAAATg/AuAeQLdIGoI/s72-c/Gempa-padang-%28reuters%29-dalam.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>16</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2009/10/guncangan-lagi-di-bumi-pertiwi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-7493421067278850269</guid><pubDate>Sat, 19 Sep 2009 07:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-19T16:23:32.312+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">catatan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">lebaran</category><title>Lebaran, Zakat dan Ketupat</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SrSOydnb3dI/AAAAAAAAASw/84S0p1_MJDA/s1600-h/selamat+idul+fitri.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 197px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SrSOydnb3dI/AAAAAAAAASw/84S0p1_MJDA/s320/selamat+idul+fitri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383084452209221074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gambar oleh Muam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa kabar kawan? Tak terasa yah puasa tahun ini sudah di penghujung waktu. Sebentar lagi kita menuju hari kemenangan, Idul Fitri, atau biasa kita sebut lebaran. Rasanya saya tak usah panjang lebar untuk menjelaskan apa makna lebaran atau Idul Fitri tersebut karena sepertinya sudah banyak narablog yang membahasnya, sedangkan saya merasa belum cukup ilmu untuk membahasnya secara mendalam. Tak apa kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pengalaman lebaran kawan-kawan kali ini? Mungkin sebagian besar sudah berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara yah… atau ada yang tahun ini merayakannya jauh dari keluarga? Tenang saja kawan, bersama atau tidak, dekat atau jauh yang berbeda tentunya suasananya saja, yang penting kan esensi dari Lebaran itu sendiri, bukan begitu kawan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan puasa yang telah kawan-kawan jalankan selama ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semoga amal ibadah kita semua selama menjalankan puasa di bulan Ramadhan kemarin bisa menjadi penebus dosa-dosa kita atau setidaknya bisa menjadi penolong di hari akhir nanti. Kalau dikatakan menyesal, yah pastinya diri ini merasa menyesal. Merasa kurang maksimal dalam mengisi hari-hari Ramadhan kemarin. Ah, entahlah apakah tahun depan masih bisa bertemu. Kita semua pastinya mengharapkan hal yang sama kawan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Oh iya, di penghujung puasa ada lagi kewajiban yang harus kawan-kawan lunasi, Zakat Fitrah. Sudahkah kawan-kawan melunasinya? Menyisihkan sebagian dari penghasilan yang diterima agar saudara-saudara kita yang kurang beruntung bisa ikut merasakan kebahagiaan di hari Ramadhan. 3,5 liter atau 2,5 kg beras yang menjadi makanan pokok sehari-hari disisihkan untuk membersihkan jiwa kita. Sukur-sukur kalo ada yang memiliki kelebihan materi, alangkah baiknya jika bisa berbagi kepada saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Kalo kata ustdz, zakat itu merupakan syarat agar amal ibadah kita di Bulan Ramadhan diterima. Yah, Wallahualam bishowab…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SrSSW7LY6vI/AAAAAAAAAS4/u9lhJc5fJBE/s1600-h/Ketupat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 295px; height: 260px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SrSSW7LY6vI/AAAAAAAAAS4/u9lhJc5fJBE/s320/Ketupat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383088377154824946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gambar oleh Muam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lain lagi di rumah-rumah, setiap penghujung puasa ada lagi hidangan yang khas. Yah, ketupat lengkap dengan sayurnya sudah menunggu.  Untuk hidangan yang satu ini memang sepertinya khas menjadi hidangan lebaran di negeri kita, terlepas dari keberagaman kulinernya. Hmm, Lebaran dan berbagai aktivitasnya memang selalu berkesan. Silaturrahim, salam-salaman, maaf-maafan. Selamat Idul Fitri 1430 H kawan…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;Kawan, dengarkan suara bedug mulai bertalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;Takbir bergema di segala penjuru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;Alam seakan ikut mengagungkan kebesaran-Nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;Hari raya telah tiba…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;Banyak khilaf dan salah kubuat seakan tak punya malu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;Tak lebih yang kuinginkan selain memohon maaf padamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;Semoga tali silaturrahim tetap terjaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-7493421067278850269?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/Ti9zVxNcEUg" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/Ti9zVxNcEUg/lebaran-zakat-dan-ketupat.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SrSOydnb3dI/AAAAAAAAASw/84S0p1_MJDA/s72-c/selamat+idul+fitri.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>32</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2009/09/lebaran-zakat-dan-ketupat.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-2559279221622596459</guid><pubDate>Mon, 14 Sep 2009 01:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-14T11:38:37.478+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">catatan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pluralisme</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kontes blog</category><title>Menjadi Indonesia (yang Bhineka?...)</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/Sq2jLEOXDjI/AAAAAAAAASY/s39c6ILz87M/s1600-h/jika+garuda+tanpa+bhineka.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 299px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/Sq2jLEOXDjI/AAAAAAAAASY/s39c6ILz87M/s320/jika+garuda+tanpa+bhineka.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381136540285472306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;gambar: jika garuda tanpa bhineka, oleh: &lt;a href="http://duniamuam.blogspot.com/search/label/desain/"&gt;muam&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;ada yang memar, kagum banggaku,&lt;br /&gt;malu membelenggu...&lt;br /&gt;ada yang mekar, serupa benalu,&lt;br /&gt;tak mau temanimu…&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;ada yang runtuh, tamah ramahmu&lt;br /&gt;beda teraniaya…&lt;br /&gt;ada yang tumbuh, iri dengkimu&lt;br /&gt;cinta pergi kemana?...&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;efek rumah kaca&lt;/span&gt;, menjadi Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasanya pantas jika Efek Rumah Kaca membuat syair lagu seperti itu. Sebuah lagu yang terinspirasi dari buku karya Parakitri T. Simbolon dengan judul yang sama. Sebuah lagu yang mempertanyakan keadaan bangsa saat ini. Rindu akan sebuah kebanggaan terhadap suatu bangsa, rindu akan keramah-tamahan suatu bangsa, dan rindu akan cinta dari setiap masyarakat kepada masyarakat lainnya dalam suatu bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Parakitri T. Simbolon dalam bukunya, “Menjadi Indonesia”, menceritakan bagaimana terbentuknya sebuah bangsa yang dinamakan “Indonesia” dari awal Nusantara hingga Perang Pasifik. Mungkin Efek Rumah Kaca lebih ingin membangkitkan kesadaran untuk peduli terhadap apa yang sedang dialami bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memangnya ada apa dengan bangsa kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari penggalan syair sebelumnya, terlihat jelas kegelisahan akan hilangnya ciri khas suatu bangsa. Ciri khas akan indahnya keberagaman sebuah bangsa. Bangsa ini sudah terkenal dengan apa yang namanya “kemajemukan”. Siapa yang tak mengenal negeri yang memiliki belasan ribu pulau, ratusan suku bangsa, ragam bahasa, dan berbagai agama serta kepercayaan. Sejak zaman nenek moyang, keberagaman itu yang menjadi ciri khas bangsa ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/Sq2oNsxIf0I/AAAAAAAAASg/pvUEeJW4aDI/s1600-h/mahapatihgajahmada.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 221px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/Sq2oNsxIf0I/AAAAAAAAASg/pvUEeJW4aDI/s320/mahapatihgajahmada.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381142083086614338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mahapatih Gajah Mada, sumber gambar: &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.geocities.com/rakyatjawa/kingdom/majapahit.htm"&gt;geocities&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apakah kawan-kawan ingat Sumpah Palapa yang dilakukan oleh Gajah Mada ketika ingin menyatukan kawasan Nusantara di bawah Kerajaan Majapahit? Satu per satu kerajaan kecil ditaklukan oleh Kerajaan Majapahit. Semenjak itu gugusan kepulauan yang terdapat di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik berada dalam satu kesatuan Nusantara. Sejak saat itu kawasan tersebut berada dalam satu kesatuan politik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sampai akhirnya datanglah bangsa-bangsa Eropa ingin menikmati segala kekayaan di negeri ini. Satu per satu pulau mulai dikuasai. Perbedaan budaya antar wilayah menyebabkan kurangnya rasa persatuan dalam melawan penjajahan, sampai akhirnya dideklarasikan Sumpah Pemuda pada tahun 1028 yang menyatakan kebangsaan Indonesia. Sejak itulah lahir sebuah konsep tentang suatu bangsa yang dinamakan Indonesia. Sebuah bangsa yang didirikan di atas segala pluralisme budaya,  Indonesia adalah sebuah keragaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun apa yang terjadi sekarang ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seolah kita belum siap untuk menjadi Indonesia, keberagaman yang ada justru menjadi momok yang mengancam sebuah persatuan. Chauvinisme seakan masih mengisi hari-hari kita. Pertentangan perselisihan antar kelompok tak pernah sepi mengisi surat kabar harian atau media-media massa lainnya. Coba kawan lihat, sudah berapa kali para suporter sepakbola daerahnya masing-masing sibuk membuang batu dan “perkakas” lainnya kepada suporter tim sepakbola dari daerah lain? Berapa kali pula kelompok mahasiswa yang katanya “terpelajar” saling memberi bom molotov dalam menyikapi apa yang dinamakan “perbedaan”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/Sq2pm6wgHZI/AAAAAAAAASo/dKCfDtY7UHQ/s1600-h/tawuran+mahasiswa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 285px; height: 186px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/Sq2pm6wgHZI/AAAAAAAAASo/dKCfDtY7UHQ/s320/tawuran+mahasiswa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381143615850421650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Salah satu contoh tawuran antar mahasiswa, sumber: &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2008/10/15/123431/1020371/10/tangkal-tawuran-polisi-perketat-pengamanan-salemba"&gt;detiknews&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berbicara pluralisme di negara ini memang menarik. Di satu sisi pluralisme merupakan pondasi dari didirikannya negara ini. Hal ini terlihat jelas dari semboyannya, “Bhineka Tunggal Ika” yang selalu setia dibawa kemana-mana oleh Sang Garuda. Namun, di satu sisi pluralisme menanamkan bibit-bibit perselisihan dan pertentangan. Pelik memang, namun itu adalah kenyataan kawan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sudah saatnya kita belajar bukan hanya dari buku literatur, tapi mau belajar dari lingkungan sosial. Pendidikan konvensional telah sukses mencetak generasi-generasi yang “berotak” dan ber”ego”. Pendidikan yang telah berhasil meneruskan generasi yang “super-segala”, merasa dirinya paling benar. Sudah saatnya sesekali kita lihat sekeliling, menyikapi perbedaan yang ada justru menjadi pengisi warna dalam kahidupan, dan menyadari bahwa pluralisme itu sendiri merupakan dasar dari didirikannya negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lalu bagaimana kawan, sudah siapkah saya dan kawan-kawan semua, kita, untuk menyebut diri kita sebagai Orang Indonesia? Siapkah kita Menjadi Indonesia, sebuah bangsa yang terdiri dari keberagaman? Kalau memang sudah siap, mari kita lanjutkan lagu tadi yang sebelumnya terpotong...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;lekas,bangun dari tidur berkepanjangan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;menyatakan mimpimu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;cuci muka biar terlihat segar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;merapikan wajahmu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;masih ada cara menjadi besar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;memudakan tuamu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;menjelma dan menjadi Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Lagu Efek Rumah Kaca, Menjadi Indonesia bisa kawan-kawan download &lt;a href="http://www.4shared.com/file/80936570/8e51b928/Efek_Rumah_Kaca_-_07_Menjadi_Indonesia.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti &lt;a href="http://lombamenulis.pestablogger.com/?p=3&amp;amp;cpage=1#comment-26"&gt;Writing Contest &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://lombamenulis.pestablogger.com/?p=3&amp;amp;cpage=1#comment-26"&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;Pestablogger &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://lombamenulis.pestablogger.com/?p=3&amp;amp;cpage=1#comment-26"&gt;2009&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://pestablogger.com/"&gt;Pestablogger&lt;/a&gt; sendiri merupakan ajang pertemuan para narablog se-Indonesia yang diadakan setiap tahunnya. Untuk tahun 2009 ini &lt;a href="http://pestablogger.com/"&gt;Pestablogger&lt;/a&gt; mengambil tema “One Spirit One Nation”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/%20http://lombamenulis.pestablogger.com" target="_blank" title="Writing Contest Pesta Blogger 2009"&gt;&lt;img src="http://lombamenulis.pestablogger.com/gallery/?file=logo.jpg&amp;amp;size=130&amp;amp;res=80" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-2559279221622596459?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/cV61A_D8Rjo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/cV61A_D8Rjo/gambar-jika-garuda-tanpa-bhineka-oleh.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/Sq2jLEOXDjI/AAAAAAAAASY/s39c6ILz87M/s72-c/jika+garuda+tanpa+bhineka.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>26</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2009/09/gambar-jika-garuda-tanpa-bhineka-oleh.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2934499393555755454.post-8581312974113371944</guid><pubDate>Wed, 09 Sep 2009 14:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-10T13:58:29.823+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">catatan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BPK RI</category><title>BPK RI dan Pengelolaan Keuangan Negara</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SqhNp04r4bI/AAAAAAAAASI/dr-m_jaaL2A/s1600-h/logo-bpk-3d-color.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 225px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SqhNp04r4bI/AAAAAAAAASI/dr-m_jaaL2A/s320/logo-bpk-3d-color.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379635135860433330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kawan, tahukah kamu apa itu Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BPK RI merupakan lembaga tinggi negara yang mendapatkan amanah untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Adanya amandemen ketiga UUD 1945, serta paket Undang-undang keuangan negara yaitu UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; UU No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; serta UU no. 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan sebagai pengganti UU No. 5 Tahun 1973 tentang BPK; telah memperkokoh eksistensi BPK RI sebagai satu-satunya lembaga tinggi negara yang bertugas sebagai auditor eksternal pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya disini BPK RI memiliki peran aktif dalam mewujudkan tata kelola keuangan negara yang akuntabel dan transparan. Caranya bagaimana? BPK RI mewujudkan peran aktif tersebut dengan menuangkannya dalam rencana strategis yang terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;mewujudkan BPK RI sebagai lembaga pemeriksa keuangan negara yang independen dan profesional dalam semua aspek tugasnya untuk menuju terwujudnya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;memenuhi semua kebutuhan dan harapan pemilik kepentingan, dalam hal ini DPR, DPD, dan DPRD sertamasyarakat pada umumya;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mewujudkan BPK RI sebagai pusat regulator di bidang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara; dan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mendorong terwujudnya tata kelola yang baik atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jadi BPK RI berkaitan dengan pemeriksaan keuangan negara ya...Lalu apakah BPK RI itu sama dengan KPK? Kan mereka juga bertugas dalam memeriksa korupsi-korupsi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidak, BPK RI berbeda dengan lembaga-lembaga pemeriksa lainnya. Dalam menjalankan tugas pemeriksaan, wewenang BPK RI terbatas hanya melakukan pemeriksaan, selebihnya tidak. Pemeriksaan yang dilakukan BPK RI itu sendiri terdiri dari 3 jenis yaitu pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja, dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Dari hasil pemeriksaan tersebut dilihat laporan hasil pemeriksaannya. Jika terdapat indikasi korupsi, tindak pidana, atau kerugian negara maka kasusnya akan diserahkan kepada lembaga-lembaga yang berkepentingan seperti KPK, Kepolisian dan Kejaksaan Tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika BPK RI sebagai lembaga tinggi yang bertugas memeriksa seluruh elemen-elemen pemerintahan, lalu siapakah yang memeriksa BPK RI itu sendiri? apakah BPK RI tidak perlu diperiksa lagi?...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, meskipun BPK RI menjadi lembaga tinggi negara yang bertugas sebagai pemeriksa eksternal dari pemerintah bukan berarti keuangan maupun kinerja BPK RI tidak perlu diperiksa. Untuk menjaga independensi kredibilitas BPK RI sebagai pemeriksa eksternal pemerintah, BPK RI menyerahkan urusan pemeriksaan keuangannya kepada Kantor Akuntan Publik yang sudah ditunjuk oleh anggotanya. Sedangkan untuk pemeriksaan kinerja dari BPK RI itu sendiri diserahkan kepada BPK dari negara lain dalam bentu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;peer review&lt;/span&gt; berdasarkan pertimbangan DPR, untuk tahun ini BPK RI diperiksa oleh BPK Belanda (Algemene Rekenkamer). Hasil pemeriksaan keuangan BPK RI oleh KAP dapat dilihat &lt;a href="http://www.bpk.go.id/web/?page_id=716"&gt;disini&lt;/a&gt;, sedangkan hasil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;peer review&lt;/span&gt; dapat dilihat &lt;a href="http://www.bpk.go.id/web/?page_id=730"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SqhOcsiipuI/AAAAAAAAASQ/IdLQ0iuX29Y/s1600-h/peer-review.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SqhOcsiipuI/AAAAAAAAASQ/IdLQ0iuX29Y/s320/peer-review.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379636009793398498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;penyerahan hasil Peer Review oleh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" class="fullpost" &gt;Algemene Rekenkamer kepada BPK RI. Sumber gambar &lt;a href="http://www.bpk.go.id/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itulah sekilas peran pentingnya BPK RI dalam pengelolaan keuangan negara. Masih banyak PR yang harus dilakukan dalam mewujudkan akuntabilitas dan transparansi keuangan negara. Untuk itu dukungan dari semua pihak sangat diharapkan termasuk dari kawan-kawan semua agar ikut mengawasi penggunaan keuangan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-undang yang terkait dengan tulisan ini dapat kawan-kawan unduh disini:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bpk.go.id/web/files/2009/01/uu2003_17.pdf"&gt;Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bpk.go.id/web/files/2009/01/uu2004_01.pdf"&gt;Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bpk.go.id/web/files/2009/01/uu2004_15.pdf"&gt;Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bpk.go.id/web/files/2009/01/uu_15_bpk.pdf"&gt;Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas Diklat Kehumasan dalam Lingkup BPK RI di Kalibata, Jakarta oleh Bapak Endang K. Saputra.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2934499393555755454-8581312974113371944?l=duniamuam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/dunia_muam/~4/SHinFg3hxcM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/dunia_muam/~3/SHinFg3hxcM/bpk-ri-dan-pengelolaan-keuangan-negara.html</link><author>noreply@blogger.com (muam_disini)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_mSGmVJqcO08/SqhNp04r4bI/AAAAAAAAASI/dr-m_jaaL2A/s72-c/logo-bpk-3d-color.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>10</thr:total><feedburner:origLink>http://duniamuam.blogspot.com/2009/09/bpk-ri-dan-pengelolaan-keuangan-negara.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>

