<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Catatan Ku  |  Efri Harefa</title><description>berbagi cerita, pengetahuan, dan informasi menarik lainnya...</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><pubDate>Thu, 15 Jan 2026 21:17:41 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">133</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">3</openSearch:itemsPerPage><link>http://efri-hrf.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>berbagi cerita, pengetahuan, dan informasi menarik lainnya...</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Perlombaan Kancil dan Kera</title><link>http://efri-hrf.blogspot.com/2012/09/perlombaan-kancil-dan-kera.html</link><category>Cerita</category><category>Gaya Hidup</category><category>Inspirasi</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Thu, 20 Sep 2012 08:51:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5651904971105831717.post-3326200164627934468</guid><description>&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di suatu desa yang 
sejuk dan nyaman. hiduplah dua sahabat kecil,namanya keri dan kanci. 
mereka berdua sedang menikati hangatnya cahaya matahari yang terasa 
hangat menyentuh mereka di balik pepohonan. tiba – tiba muncul ide iseng
 di kepala si keri untuk mengajak si kanci berlomba membuktikan 
diri,siapa yang lebih hebat diantara mereka berdua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;


Karna merasa tertantang akhirnya si kancipun menerima tantangan 
temannya. keri yang merasa lebih hebat dalam memanjat langsung mengajak 
sahabatnya menemui si tucil (tupai kecil) yang tinggal di batang pohon 
“inspirasi” dan berniat menjadikannya sebagai juri. begitu tiba di 
tempat tupi,mereka menyampaikan maksud kedatangan mereka untuk 
menjadikannya sebagai juri dalam perlombaan yang mereka rencanakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


Karna tidak tahu maksud kedua temannya si tupi asal saja berkata 
“baiklah,siapa yang lebih dulu mencapai puncak pohon inspirasi ini akan 
diakui sebagai orang hebat.” si keri langsung melompat dan tidak lama 
dia melambai – lambai kebawah dengan tatapn mengejek. kanci yang tidak 
bisa memanjat pohon inspirasi langsung protes dan mengajak temannya 
untuk mangadakan pertandingan ulang! dengan menjadikan paku (pak kuda) 
sebagai jurinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


Pak kuda yang tinggal di lereng gunung motivasi terkaget – kaget 
mendengar ide jahil mereka berdua. lalu dengan asal saja paku mengatakan
 “baiklah,siapa yang lebih dulu mencapai puncak gunung “motivasi” 
ini,akan diaku sebagai yang terhebat” tanpa pikir panjang si kanci 
berlari secepat -cepatnya. setiba di atas dia berteriak kebawah dan 
melambaikan kakinya dengan tatapan yang tak kalah mengejek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


Pak beruang yang sedari tadi memperhatikan tingkah dua warga hutan 
itu mendekat dan bicara pada mereka berdua “kalian sedang apa si?” keri 
yang merasa di kalahkan menjawab “si kanci tu pak,masa ngajak saya lari 
ke puncak gunung motivasi. yah mana kuat saya mengejarnya? ” si kanci 
yang merasa tidak begitu ceritanya langsung protes “gak koq pak,si keri 
tu yang ngajak lomba,tadi dia ngajak saya lomba manjat pohon inspirasi. 
yah jelas saya kalah lah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


Pak beruang langsung mengerti duduk masalahnya,dan berkata “kalian 
lihat pulau di kaki gunung motivasi itu?” mereka berdua serentak 
menjawab “iya pak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


“baiklah,bagaimana kalo kalian berdua berlomba mencapai pulau itu dan
 siapa yang bisa mengambil buah inspirasi di pohonnya yang ada di pulai 
itu,dia yang menang! setuju?” setelah keduanya meng-iya-kan pak beruang 
langsung menghitung “1… 2… 3…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


mereka berdua pun langsung berlari secepat – cepatnya untuk mencapai 
pulau di kaki gunung motivasi dan memetik buah diatas pohon inspirasi 
seperti mana di nyatakan oleh pak beruang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


Kancil dengan gesit menyebrangi sungau kecil yang terbentang antara 
pulai kecil dan gunung motivasi dengan melompat2 kecil. sementara si 
keri tertinggal karna tidak ada dahan yang bisa di jadikan ayunan untuk 
menyebrang ke pulau itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


sesampainya di sebrang pulau si kanci malah bingung sendiri. 
bagaimana caranya memetik buah inspirasi yang tergantung tinggi itu? 
pada saat yang bersamaan si keri berteriak pada sahabatnya “kanci,jemput
 aku disini! dan aku akan mengambilkan buah inspirasi itu untuk kamu!” 
kanci berpikir sejenak. setelah yakin untuk menjemput keri diapun 
melompat dan menjemput temannya disebrang. keri menaiki punggung kanci 
dan mereka berdua pun sampai di pulau sebrang. sesuai janjinya keri 
memanjat pohon itu untuk sahabatnya!.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


Di kejauhan pak beruang bertepuk riang menyaksikan kerja sama mereka 
berdua! “kalian sudah liat sendiri? kalian berdua berbeda dan masing – 
masing memiliki peran yang uniq dalam tim! kita tidak bicara siapa yang 
terhebat diantara kita. tapi bagaimana mengorganisir semua kelebihan 
kita untuk dijadikan sebuah kekuatan yang tidak terkalahkan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


Si kanci dan keri pun sadar bahwa kerja sama tim harus lebih 
diutamakan. mereka berdua bersalaman,kembali ke bawah pohon dan menikati
 hangatnya cahaya matahari.&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jembatan Bisikan</title><link>http://efri-hrf.blogspot.com/2012/08/jembatan-bisikan.html</link><category>Cerita</category><category>Gaya Hidup</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 31 Aug 2012 09:35:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5651904971105831717.post-5094860892407893525</guid><description>&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3000 tahun lalu, kaum terapung dari negeri Cina kuno tinggal di atas rumah-rumah di atas air. Mereka makan malam di udara terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap keluarga tinggal di atas panggung di sebuah teluk. Ketika seorang anak lelaki sudah tumbuh dewasa, dia akan berdiri di tepi panggungnya dan memanggil. Gadis yang dicintainya akan memanggilnya kembali. Lalu pemuda itu akan membangun sebuah jembatan dari panggungnya menuju panggung si gadis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Jika keluarga si pemuda menyukai si gadis, mereka akan membantu membangun jembatan itu. Kedua rumah mereka akan digabungkan dan kedua keluarga akan menjadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pada suatu hari, seorang pemuda terapung mendengar bisikan dari atas cakrawala. Bisikan itu datang dari seorang gadis yang tinggal nun jauh di sana. Mereka saling memanggil dalam kurun waktu yang lama. Mereka memutuskan untuk menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga si pemuda bilang tidak. Gadis itu berasal dari kalangan yang berbeda dan terlalu jauh. Tapi si pemuda bersikeras. Ia mulai membangun jembatan menuju cakrawala. Ia menggali dalam ke dasar laut untuk membangun fondasi yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarganya tidak membantu. Kata mereka, tradisi menikahi tetangga memberikan kekuatan pada komunitas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menamakan jembatan si pemuda “Jembatan Bisikan“. Mereka menyuruhnya berhenti membangunnya. Namun si Pemuda tidak peduli. Ia membangun jembatan itu selama delapan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jembatan selesai, ia bertemu dengan gadis yang berbisik dari cakrawala. Mereka pun menikah di atas jembatan istimewa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun berikutnya, badai besar datang menghantam. Badai itu memusnahkan rumah panggung kaum terapung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jembatan bisikan itu tetap tegar !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benda yang membutuhkan waktu lama untuk membangunnya akan membutuhkan waktu lama pula untuk memusnahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan itu memang sulit. Tapi setelah ia tuntas, maka tidak bisa lagi dibuyarkan. Untuk memastikan agar tradisi lama tetap bisa mempertahankan kekuatannya, maka ubahlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cerita di atas, terkandung kunci-kunci sukses yang abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci-kunci itu tak terbantahkan. Ia telah berulang kali digunakan oleh semua (semua!) orang sukses. Tak peduli orang-orang sukses tersebut tadinya miskin, cacat, didiskriminasi, bodoh, mau bunuh diri, atau bagaimana pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci-kunci itu telah menolong mereka. Kunci-kunci yang sama akan terus menolong siapa saja yang benar-benar ingin sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja kunci-kunci sukses dalam cerita itu? Ada tiga yang utama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tujuan yang jelas&lt;br /&gt;2. Berani merubah tradisi&lt;br /&gt;3. Kesabaran tiada akhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses maha dahsyat!!!&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ketika Kaisar Memerintah Dengan Belas Kasih</title><link>http://efri-hrf.blogspot.com/2012/08/tahun-pertama-masa-zhenguan-kaisar-tang.html</link><category>Cerita</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Thu, 16 Aug 2012 20:52:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5651904971105831717.post-4694095977771336543</guid><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tahun
 pertama masa Zhenguan, Kaisar Tang Taizong memberitahu kepala personil 
kerajaan, “Kehidupan perempuan di lingkungan istana sangat 
memprihatinkan. Pada akhir Dinasti Sui, istana kerajaan terlalu banyak 
merekrut tenaga kerja perempuan. Banyak dari mereka tinggal di kota 
lingkar luar istana, dimana kaisar jarang berkunjung; hal mana hanya 
menghamburkan uang dan tenaga. Saya tidak menyukai situasi ini. Yang 
mereka lakukan hanya membersihkan rumah. Apa lagi yang dapat mereka 
lakukan? Biarkan mereka pulang ke rumah dan menikah. Kita dapat 
menghemat uang dan orang-orang akan lebih bahagia serta memiliki 
kehidupan pribadinya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;

Setelah itu, istana kerajaan mengirim pulang lebih dari 3.000 perempuan.&lt;br /&gt;


Tahun kedua masa Zhenguan, Tiongkok Tengah mengalami masa kekeringan diikuti dengan kelaparan yang parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


Kaisar Tang Taizong mengatakan kepada menteri-menterinya, “Cuaca yang
 ekstrim adalah akibat dari kekurangan De (kebajikan, budi pekerti) pada
 diri saya, saya memerintah tidak berdasarkan kebajikan. Karenanya kita 
sedang dihukum. Kesalahan apa yang rakyat telah lakukan sehingga harus 
menerima penderitaan ini? Saya mendengar rakyat telah menjual putra 
putrinya demi uang. Saya merasa sangat sedih!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


Kaisar kemudian mengirim menteri Du Yan untuk melakukan penyelidikan 
di daerah yang dilanda kekeringan. Menteri Du Yan membeli kembali 
anak-anak tersebut dengan uang pribadi Kaisar dan mengembalikannya 
kepada orang tua masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


Pada tahun ketujuh pemerintahan Zhenguan, Gubernur Wilayah Xiangzhou,
 Zhang Gongjin meninggal dunia. Kaisar sangat sedih dan ia melayat 
beberapa kali untuk menyatakan perasaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


Beberapa pejabat mengirim catatan kepada Kaisar: “Buku Huai mengenai 
Yin-Yang mengatakan seseorang seharusnya tidak menangis pada saat 
perkabungan karena membawa ketidakberuntungan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


Kaisar Taizong menjawab, “Hubungan saya dengan para menteri seperti 
ayah dan anak. Saya merasa sedih dari dalam hati. Bagaimana tidak 
menangis?” Setelah itu, Kaisar mulai menangis kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


Di tahun ke-19 era Zhenguan, Kaisar Taizong sendiri memimpin 
tentaranya untuk mengalahkan Korea. Ketika beristirahat di Ding Zhou, 
beberapa tentaranya berhenti. Kaisar Taizong bertemu dengan tentara 
tersebut di Gerbang Utara. Satu diantaranya sakit dan tidak dapat 
mengikuti pasukan. Kaisar Taizong mengundangnya beristirahat di sisi 
tempat tidurnya dan menanyakan dimana ia terluka. Kaisar juga meminta 
tabib di Ding Zhou untuk mengobati tentara yang sakit tersebut. Karena 
belas kasihnya, semua jenderal dan tentaranya bersedia mengikutinya 
berperang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


Dalam perjalanan pulang, Taizong memerintahkan tentaranya untuk 
memberikan upacara penghormatan kepada tulang-tulang tentara yang mati, 
dimana mereka mengorbankan hewan kerbau, domba dan babi. Kaisar sendiri 
datang ke upacara dan menangis. Semua personil militernya tersentuh 
hingga turut menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


Setelah upacara, para orang tua dari tentara yang gugur tersebut 
berkata, “Kaisar menangis pada penguburan putra kita. Sekarang mereka 
dapat beristirahat dengan tenang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


Ketika tentara Kaisar Taizong menyerang kota Baiyan di timur Provinsi
 Liaoning, Jenderal Li Simo terluka kena panah. Kaisar sendiri menghisap
 luka Jenderal Li untuk membuang darah matinya keluar. Semua tentaranya 
sangatlah terkesan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>