<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Elly Blog's</title><description>tempat sharing semua kebutuhan anda</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Mon, 7 Apr 2025 00:49:09 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://ellysemangat.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>tempat sharing semua kebutuhan anda</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>SURAT KE 19</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/06/surat-ke-19.html</link><category>Al Quran</category><category>Fakta Al Quran</category><category>Kebenaran Al Quran</category><category>Matematika dalam Al Quran</category><category>Rahasia Al Quran</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 1 Jun 2014 02:11:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-3232306079431286345</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgraYi_7eEppm_m9XnWQpzgv7NuOCqROmUSlpDpOpDUWNYBtc7p7w318sLxitGiJ4HEKdakIC-po8oLWHhV6ncOVgCGwB-xWdPZUrKjgq_5m9KtopiAstL74XRrI47wt2gcCxjZXcOtXi_G/s1600/Al+Quran+surat+19.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgraYi_7eEppm_m9XnWQpzgv7NuOCqROmUSlpDpOpDUWNYBtc7p7w318sLxitGiJ4HEKdakIC-po8oLWHhV6ncOVgCGwB-xWdPZUrKjgq_5m9KtopiAstL74XRrI47wt2gcCxjZXcOtXi_G/s1600/Al+Quran+surat+19.jpg" height="225" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Surat Maryam, atau surat yang ke-19 dalam mushaf, diturunkan ketika sahabat-sahabat Nabi akan hijrah dari Mekkah dan tinggal di negeri Kristen (Nasrani), di Habash (Ethiopia).1 Walaupun kaum Quraisy yang kafir berusaha membujuk Raja Negus untuk mengusir kaum Muslim imigran, tetapi akhirnya - setelah bertanya pendapat Muslim tentang Yesus di dalam sebuah sidang pengadilan--rombongan Muslim diperbolehkan tinggal di kerajaan Kristen tersebut. Menurut hadis, Hazrat Ja'far, salah satu anggota rombongan mengutip ayat¬ayat yang menceritakan tentang Yesus (Isa as) dan perawan suci Maryam kepada Raja Negus. Sehingga Negus menitikkan air matanya terharu. Pembaca tentunya dapat membayangkan, bagaimana para sahabat Nabi di Habash dapat merespons pertanyaan Raja Negus dengan baik bila mereka tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang Yesus. Akibatnya mungkin akan berbeda, mereka akan diusir dari negeri itu atas hasutan kaum Quraisy yang kafir, jika mereka tidak menceritakan tentang Yesus. Surat ini dipandang istimewa selain diturunkan sebelum kejadian itu (tinggal di negeri Kristen), tetapi juga ditempatkan sebagai surat yang ke-19.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya Muhammad saw, disebabkan oleh tekanan kaum Quraisy, menganjurkan para sahabat pergi ke Habash, tempat di mana terdapat Raja yang adil, yang tidak membiarkan ketidakadilan di tanah negerinya. Anjuran Nabi, rombongan Muslim boleh tinggal di sana dengan seizin Raja Negus sampai masalah di Mekkah dapat diatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adam dan Isa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil studi oleh para mufasir, misalnya Abderrazaq Abbaouy2 dari Noon Centre, adalah bahwa surat ke-19 ini merupakan surat di mana kata Adam dan Isa (Yesus) bertemu dalam bentuk kata yang ke-19 di dalam al-Qur'an. Fakta sederhana ini dimulai ketika Surat Ali 'Imran ayat 59 mengatakan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sesungguhnya misal (penciptann) 'Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: ' Jadilah' (seorang manusia), maka jadilah dia."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fakta fisik, Adam as dan Isa as sama-sama diciptakan tanpa proses reproduksi normal, dan sama-sama berstatus nabi. Studi lebih lanjut menunjukkan bahwa ternyata kata Adam dan Isa sama-sama 25 kali disebut di dalam al-Qur'an. Kedua-duanya tersusun secara matematis dan berkaitan dengan bilangan prima. Keduanya bertemu baik dalam ayat maupun surat pada posisi kata ke-7 dan ke-19, sebagaimana digambarkan dalam tabel berikut ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvKM6s-OG76hti3AT5YDC5-CZgblQa7tssdBf7aWy-EO2-t8RiRs1gs3Uf9aGecpRGbdEjEKOM_YqTSwOuh5eQGn6Ft-6-K-zpYS13gGEWCt2s2xSHvtxHEfu1VtBGvgRZtnAXIgVBysad/s1600/tabel_alquran.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvKM6s-OG76hti3AT5YDC5-CZgblQa7tssdBf7aWy-EO2-t8RiRs1gs3Uf9aGecpRGbdEjEKOM_YqTSwOuh5eQGn6Ft-6-K-zpYS13gGEWCt2s2xSHvtxHEfu1VtBGvgRZtnAXIgVBysad/s1600/tabel_alquran.JPG" height="400" width="393" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Fakta sederhana :&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kata Isa yang ke-19 ada pada ayat 34, dan kata Adam yang ke-19 ada pada ayat 58. Dengan demikian, surat 19 ini adalah pertemuan kata Adam dan Isa, sama-sama ke-19.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perbedaan ayat dari nomor ayat 34 ke ayat 58 adalah 25 ayat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Surat Maryam mempunyai 98 ayat, dengan 25 nomor merupakan bilangan prima, yaitu 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, 31, 37, 41, 43, 47, 53, 59, 61, 67, 71, 73, 79, 83, 91, 97. Angka 25 sama dengan jumlah penyebutan Adam dan Isa di dalam al-Qur'an. Kata Maryam pada ayat 34 adalah kata Maryam yang ke-25 dalam al-Qur'an.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ayat ke-34, di maqa kata Isa berada, sama dengan penyebutan Maryam, 34 kali dalam al-Qur'an.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karakter yang sangat spesifik dalam surat ke-19 ini me¬nunjukkan bahwa Surat Maryam sangat istimewa dipandang dari sudut hubungan kata Allah, Adam as, Isa as, dan suratnya sendiri, baik isi maupun bilangan-bilangan enkripsinya. Misalnya saja, kata Allah dalam surat ini pertama kali disebutkan dalam ayat ke-30, angka komposit yang ke-19. Kata Allah sendiri disebutkan 8 kali dalam surat ini, yaitu ayat 30, 35, 36, 76, 81, 91, 94, dan 96. Bunyi ayat 94 :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. (Maryam 19 : 94)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu esensi surat ini dalam hubungannya dengan 8 ayat yang memuat kata Allah, yaitu bahwa semua manusia yang ada di (banyak) bumi maupun di (banyak tempat) planet atau alam, suatu saat akan datang kepada Allah selaku seorang hamba, tidak kurang atau lebih jumlahnya, karena Allah telah "menetapkan jumlahnya dan menghitung dengan hitungan yang sangat teliti".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angka 8 ini sangat erat hubungannya dengan bilangan 19 dan kata Allah. Kata Allah menurut tafsir M. Quraish Shihab disebut 2.698 atau (19 x 142) dalam al-Qur'an (termasuk basmallah). Delapan di antaranya ada di surat ke-19 atau Surat Maryam. Lebih jauh, bila diurut dari surat-surat berdasarkan turunnya wahyu, surat ke-19 adalah Surat al-Ikhlash, di mana di situ pertama kali kata Allah diperkenalkan oleh Tuhan.3 Se¬belumnya, berdasarkan urutan wahyu dari pertama sampai ke¬18, Tuhan diperkenalkan dengan nama Rabbika, atau yang ber¬arti, "Tuhan Muhammad", Pencipta, Pemelihara dan Pendidik manusia. Sedangkan pada wahyu ke-7 memang ada kata Allah tetapi bermakna sifat, Yang Mahasuci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembaca akhirnya mengetahui bahwa pada awalnya turun ayat-ayat al-Qur'an, Tuhan memperkenalkan diri-Nya dengan kata Rabbika, kemudian baru setelah-Nya dengan definisi kata Allah pada Surat al-Ikhlash. Lima ayat wahyu pertama dari Surat al-'Alaq merupakan pengenalan bahwa Tuhanlah yang menciptakan manusia, mendidik, dan mengajar. Termasuk, Tuhan memberikan "kodetifikasi dan panah yang berkilauan" bagi pembaca yang berpikir. Pertama kata "'alaqah" yang ber¬makna "sesuatu yang menempel pada dinding uterus, seperti lintah", kata ilmiah yang ada pada embriologi4. Kedua, enkripsi ditemukan ketika diketahui 5 ayat pertama ini-terdiri dari 19 kata, atau 76 huruf (19 x 4). Surat al-'Alaq sendiri terdiri dari 19 ayat, dan ditempatkan tepat pada urutan surat ke-19 sebelum surat terakhir. Ditutup dengan wahyu terakhir, Surat an-Nashr atau Pertolongan. Surat tersebut terdiri dari 19 kata. Sedangkan ayat pertamanya terdiri dari 19 huruf.5. Surat ini adalah surat yang terdiri dari 3 ayat yang pendek, menjanjikan kemenangan Islam, di akhir tugas Nabi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan berikutnva adalah apakah ada hubungannya dengan surat bernomor 36, Surat Ya Sin? Karena Ya Sin adalah surat ke-19 dalam 29 surat fawatih. Sebagaimana diketahui, Surat Ya Sin didahului oleh ayat pertama Ya Sin. Berdasarkan hitungan ahli matematika di Lousiana,6 huruf fawatih Ya + Sin dalam surat ini berjumlah 285, atau (19 x 15).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa koefisiennya bilangan 15?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ada hubungannya dengan surat ke-15 fawatih surat pertengahan al-'Ankabut atau yang bernomor 29 dalam mushaf. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita lihat surat ke-15 fawatih, atau surat 29 al-'Ankabut mempunyai 69 ayat, sedangkan surat ke-19 atau surat ke-36 Ya Sin mempunyai 83 ayat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
69 + 83 = 152, atau (19 x 8)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita bertemu lagi dengan angka 8. Dengan demikian, surat ke-19, yaitu Surat Maryam, Surat Ya Sin, dan al-'Ankabut di¬enkripsi dengan bilangan 19, koefisien 15, dan angka 8.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara matematis, bilangan komposit ke-152 adalah 198, dan 152 adalah (19 x 8). Dalam matematika, keajaiban angka 8 dan 19 adalah hubungan timbal-balik bilangan komposit de¬ngan bilangan prima kembar, seperti contoh angka 152 di atas.7 Jika jumlah sunt al-Qur'an merupakan angka ajaib 114, karena bilangan prima ke-114 adalah 619, dan 114 adalah (6 x 19). Di sini kita menemukan angka ajaib lainnya, yaitu angka 152. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di mana bilangan komposit ke-152 adalah 198, dan 152 adalah (19 x 8).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembaca belum lupa, dalam al-Qur'an, angka 8 dinyatakan dengan jumlah malaikat yang mendukung'Arsy, sebelum atau saat Kiamat. Sedangkan, secara harfiah, angka 19 direfleksikan dengan jumlah 19 malaikat penjaga Neraka Saqar. Angka 8 juga berhubungan dengan kata A!(ah dalam surat ke-19. Angka¬angka itu juga menjadi enkripsi dalam struktur Kitab Mulia ini dan alam semesta-misalnya berhubungan dengan gaya dasar atau force penyeimbang alam semesta,8 serta Kalender Lunar (Bulan) dan Solar (Matahari). Lebih jauh, berhubungan dengan informasi bahwa jumlah manusia yang akan datang menghadap ke Allah swt selaku seorang hamba dalam hitungan yang teliti dan telah ditetapkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
REFERENSI&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1.Tafsir dari Syed Abul A'la Maududi, The Meaning of Qur' an, USA. Bisa juga dilihat dari situsnya : http://www.usc.edu/dept/MSA/quran/maududi/ diterima 1 Desember 2003. &lt;br /&gt;2. Ilmuwan kelompok Noon Centre di Amerika Serikat, pemerhati Islam dan al-Qur'an.&lt;br /&gt;3. Baca Tafsir AI-Qur ' an AI-Karim dari M. Quraish Shihab, yaitu tafsir atas surat-surat pendek berdasarkan urutan turunnya wahyu halaman 82¬84. Berdasarkan tafsir Abu AI-Qasim'Umar bin Muhammad bin Abdul yang dikutlp oleh Orientalis Noldeke, urutan wahyu sampai ke-19 adalah sebagai berikut: 1. Lima ayat pertama Surat Iqra' atau al-'Alaq; 2. Surat Nua; 3. Awal Surat al-Muzzammil; 4.Awal Surat al-Muddatstsir, 7 ayat pertama; 5. Surat at-Taubah; 6. Surat at-Takwir; 7. Surat al-A'la (SaGGihisma), terdapat nama Allah tetapi bermakna sebagai sifat yang Mahasuci, perhatikan nomor suratnya, ke-7 (bilangan prima kembar); 8. Alam Nasyrah; 9. Al-'Ashr; 10. AI-Fajr 11. Adh-Dhuha; 72. AI-Lai1;13. Al-'Adiyat; 14. Al-Kautsar; 15. At-Takwu; 16. At-Takatsur; 17. Ara'aita; 18- AI-Fil; 19. AI-Ikhlash.&lt;br /&gt;4.Baca buku Harun Yahya, Pesona AI-Qur'an, atau dari Dr. Maurice Bucnille, Bible, Qur 'an dan llmu Perrgetahuan, dan Garry Miller, tentang asal-usul manusia. Lebih jelas pendapat Abdullah M. Al-Rehaili dalam hukunya, Bukti Kebenaran Quran, hal. 4ft-49; 'alaqah yang benrti "lintah" dalam dinding uterus, merupakan salah satu fase dalam pembentukan janm bayi. Enrbriu berkembang di dalam kandungan ibu atau dilindungi dinding utrrus, sebagaimana vang diketahui dari kaca mikroskop. Oleh Prof. Moore dari Kanada telah diusulkan agar sistem klasifikasi baru ini dapat dikembangkan dengan penggunaan istilah yang disebut di dalam al¬Qur' an: nuthfah, 'alaqah, mudhghah, 'izharn, kisa ul-izham bil-laharn, dan an¬nasy'a atau bentuk janin yang lebih lelas.&lt;br /&gt;5.http://www.submission.into/rgi-bin/scarrh Jsrarch. pl?q=salat I 2Cmathematical&amp;amp;showurl=http%3A//www.submission.iutu/ quran/appendites/appendirl.html , diterima 25 Desember 20113.&lt;br /&gt;6. Ali IZ. Fazely Ph.D, "Y.S and The Quran Full of Wisdom; Journal of Submission, Volume 2 no. 4, June 1994. Batun Rouge, Luusiana 70808.&lt;br /&gt;7. Baca Journal of Submission 1993-4 &amp;amp; hasil Mathematical Conference di Univ.Washington 1994. Pembicara: Milan Suk dan Ali Fazely, ahli matematika&lt;br /&gt;8. Gaya dasar tersebut adalah gaya gravitasi, gaya elektromagnet, gaya nuklir kuat, dan gaya nuklir lemah; berfungsi membang un, mengatur, dan memelihara keseimbangan alam semesta-baca The Eleganf Univese dari Brian Greene. Sedangkan "gaya dasai" yang bekerja mengatur ke¬seimbangan'Arsy ada delapan. Sebuah riwayat menjelaskan baru 4 ma¬laikat yang mendukung 'Arsy; lihat tafsir M. Quraish Shihab seputar 'Arsy.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgraYi_7eEppm_m9XnWQpzgv7NuOCqROmUSlpDpOpDUWNYBtc7p7w318sLxitGiJ4HEKdakIC-po8oLWHhV6ncOVgCGwB-xWdPZUrKjgq_5m9KtopiAstL74XRrI47wt2gcCxjZXcOtXi_G/s72-c/Al+Quran+surat+19.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Al-Qur'an: Antisipasi ke Depan</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/06/al-quran-antisipasi-ke-depan.html</link><category>Al Quran</category><category>Fakta Al Quran</category><category>Kebenaran Al Quran</category><category>Kebijakan dalam Al Quran</category><category>Matematika dalam Al Quran</category><category>Rahasia Al Quran</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 1 Jun 2014 01:49:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-567193758146310751</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYzqXsLaXtcpxM_I1db63yImvG0z5K4h2-YoGeVXPrCmZCAH2y0Fbjp5-uVUgPDuXJBwajqguuWIean8iw0ZXUnKR9NIlneju2uPTj7IMvLmXYY86WEbkPpO6_QPTZQQ_gtdlJ8yVhzBQ2/s1600/al+quran+kebijakan+abadi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYzqXsLaXtcpxM_I1db63yImvG0z5K4h2-YoGeVXPrCmZCAH2y0Fbjp5-uVUgPDuXJBwajqguuWIean8iw0ZXUnKR9NIlneju2uPTj7IMvLmXYY86WEbkPpO6_QPTZQQ_gtdlJ8yVhzBQ2/s1600/al+quran+kebijakan+abadi.jpg" height="320" width="313" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;AI-Qur'an selalu merujuk 
kepada (banyak) alam semesta atau 'alamin, di mana sains saat ini baru 
menghasilkan satu hipotesis dan model tentang multiple universes. Seruan 
al-Qur'an tentang kebenaran sangat universal&lt;/span&gt; &lt;span lang="AF"&gt;- &lt;i&gt;timeless 
and s&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;p&lt;span lang="AF"&gt;aceless&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;span lang="AF"&gt;­&lt;/span&gt; 
&lt;span lang="AF"&gt;dialamatkan kepada seluruh manusia dan golongan jin. Kadang-kadang 
al-Qur'an menyebutkan makhluk yang ada di (banyak) bumi dan di (banyak) 
langit-yang bermakna segenap makhluk yang telah diketahui maupun yang belum 
diketahui. Barangkali ia adalah satu-satunya kitab suci yang seruannya ditujukan 
kepada manusia dan makhluk alam gaib (jin). Kritikus al-Qur'an mengatakan, 
"Mengapa tidak sekalian saja dialamatkan kepada iblis, atau evil?" Kritikus itu 
lupa atau tidak mengetahui bahwa iblis dan setan adalah salah satu ras dari 
golongan jin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
 &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;AI-Qu&lt;/span&gt;r'&lt;span lang="AF"&gt;an adalah Kebijakan 
Abadi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
 &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Setiap ayat, bahkan jumlah 
ayat atau kata, dan nama surat&lt;/span&gt; &lt;span lang="AF"&gt;merupakan kebijakan abadi. 
Ia mempunyai beberapa lapisan pengertian, sesuai dengan tingkat ilmu pengetahuan 
manusia yang membacanya.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Kita lihat, misalnya, salah 
satu ayat dari Surat ar-Rahman, yang membahas tentang 
air;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0.2in; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0.2in; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;i&gt;"Dia membiarkan 
kedua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas 
yang tidak dilampaui oleh masing-masing". &lt;span style="color: green;"&gt;(ar-Rahman [55]: 
19-20)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Sedikit penafsir yang 
mengartikan ini adalah tanah genting yang tidak terlihat. Penafsir lainnya 
menyebutkan bahwa air tawar di sungai dan air asin di lautan bertemu namun tidak 
saling melampaui karena perbedaan kepekatannya. Sampai di sini terjemahan belum 
bermasalah. Keterangan lebih lanjut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena menarik adalah apa yang 
diungkapkan oleh seorang ilmuwan Prancis Jacques Yves Cousteau yang meneliti 
berbagai lautan di dekat Selat Jibraltar&lt;/span&gt;,&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red; font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#n%201"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt; 
ditemukan bahwa pertemuan antara air dari Laut Mediteranian (Laut Tengah) dengan 
air dari Lautan Atlantik tidak bercampur, walaupun keduanya air asin. Salinitas 
yang berbeda menghasilkan "dam&lt;/span&gt;"&lt;span lang="AF"&gt; yang tidak terlihat. Air 
Laut Tengah dengan salinitas di atas 36,5% dan temperatur sekitar 
11&lt;/span&gt;,5&lt;span lang="AF"&gt; derajat Celsius, terisolasi di kedalaman 900 sampai 
1100 meter. Sedangkan air yang berasal dari Lautan Atlantik mempunyai salinitas 
di bawah 35%, membungkus air Laut Tengah dengan temperatur di bawah 10 derajat 
Celsius.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Berikutnya adalah fenomena 
menarik tentang pembentuk­an mutiara.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AF"&gt;"Dari keduanya keluar muti&lt;/span&gt;a&lt;span lang="AF"&gt;ra dan marjan" &lt;span style="color: green;"&gt;(ar-Rahman 
55&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: green;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;: 22)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Para penerjemah dua puluh 
tahun yang lalu, dengan satu atau dua pengecualian, menerjemahkan "marjan" 
dengan "batu koral". Padahal mayoritas ahli tafsir mengartikan dengan 
&lt;i&gt;marjan&lt;/i&gt;, yang mengandung mutiara kecil yang lebih berkilau. Tetapi ahli 
tafsir modern, misalnya Sayyid Quthb, berbicara tentang "batu koral". Disadari 
bahwa banyak ahli tafsir yang menghadapi persoalan dengan ayat ini. Menurut 
pengetahuan mereka pada waktu itu, mutiara hanya datang dari air laut. Padahal 
ayat ini barangkali menjelaskan bahwa mutiara bisa terbentuk baik di dalam air 
laut maupun air tawar. Bagaimana bisa? Abu Ubaidah, seorang penulis terdahulu, 
sangat yakin bahwa mutiara hanya datang dari air laut, sehingga ia mencoba 
berkelit untuk menafsirkan ayat tersebut dengan sesuatu yang lain. Maka ia 
menulis, "Mutiara hanya datang dari salah sa­tu nya".&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Tetapi kini telah diketahui 
bahwa mutiara bisa terbentuk di dalam air tawar. &lt;i&gt;Encyclopedia Britannica, 
Micropaedia 1977&lt;/i&gt;, menulis bahwa di sungai-sungai rimba Bavaria (Eropa) 
mutiara .libudidayakan. Bahkan budidaya mutiara air tawar di Cina t&lt;/span&gt;e&lt;span lang="AF"&gt;lah dikenal sejak sebelum tahun 1000 SM.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Dengan demikian, pernyataan 
al-Qur'an dalam surat ini&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;sesuai dengan arti harfiahnya, tanpa memerlukan penafsiran yang 
dipaksakan.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Apakah pembaca akan berhenti 
sampai di sini?&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kita beralih ke ayat 
al-Qur'an yang pembahasannya me­merlukan pengetahuan astrofisika, gabungan 
astronomi, fisika dan matematika, yaitu Surat &lt;i&gt;an-Nur&lt;/i&gt; atau yang berarti 
cahaya.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0.2in; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0.2in; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;i&gt;"Allah (pemberi) 
cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumynmaan cahaya Allah adalah seperti sebuah 
lubang yang tak tembus (misykat), yang didalamnya ada pelita besar. Pelita itu 
didalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti 
mutiara, yang dinyalakan dengan pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon 
zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan dan tidak pula di 
sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walauyun 
tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing 
kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat 
perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." 
&lt;span style="color: green;"&gt;(an-Nur 24 : 35).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0.2in; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Esensi ayat ini adalah bahwa Tuhan adalah (satu-satunya) 
pemberi cahaya di alam semesta tanpa sentuhan api. Namun menyangkut perumpamaan, 
mufasir klasik menghadapi kesulitan untuk menjelaskan lebih 
rinci.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dengan beberapa pengecualian mereka akan menjelaskan bahwa 
misykat , atau suatu lubang yang tidak dapat ditembus, adalah lubang di 
rumah-rumah untuk tempat lampu obor, yang ada di dinding rumah. Sedangkan pohon 
(zaitun) yang dimaksud adalah pohon (zaitun) yang tumbuh di bukit-bukit, 
sehingga sinar matahari dapat menyinari, baik pada saat matahari terbit maupun 
matahari terbenam.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mufasir modern, seperti Malik Ben Nabi, menjelaskan bahwa 
&lt;i&gt;misykat&lt;/i&gt; adalah lampu bohlam:&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0.2in; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0.2in; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;Pohon yang dimaksud 
adalah kawat wolfram yang berpijar karena efek listrik tanpa disentuh api, 
dibungkus gelas kaca, untuk memantulkan seluruh sinarnya ke segala arah sehingga 
dapat menerangi seluruh ruangan. Lampu bohlam adalah sekat yang tak dapat 
ditembus, karena hampa udara, tidak ada oksigen di 
sana.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Tetapi, dalam studi yang lebih mendalam tentang cahaya 
di langit oleh para astrofisikawan, misalnya Mohamed Asadi&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#n%202" name="2"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="AF"&gt; dalam bukunya &lt;i&gt;The Grand Unifying Theory of Everything&lt;/i&gt;, 
perum­pamaan ayat tersebut lebih mendekati kepada fenomena &lt;i&gt;quasar dan 
gravitasi efek lensa yang menghasilkan cahaya di atas cahaya&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Quasar&lt;/i&gt; 
atau &lt;i&gt;Quasi Stellar&lt;/i&gt; adalah objek di langit yang ditemukan pertama kalinya 
pada tahun 1963. Mereka mewakili objek yang paling terang di alam semesta, jauh 
lebih terang dari cahaya matahari atau bintang. Para astronom menemukan bahwa 
objek "seperti bintang' ini terletak miliaran tahun cahaya dari bumi. Objek ini 
tentunya mempunyai energi yang besarnya sangat luar biasa supaya tetap terlihat 
dari sini. Energi mereka berasal dari "pusat lubang hitam yang sangat masif". 
Karakter pertama dari ayat ini yaitu misykat adalah "lubang hitam", sedangkan 
karakter kedua yaitu "pelita dalam kaca&lt;/span&gt;"&lt;span lang="AF"&gt; adalah galaksi 
yang menghasilkan efek gravitasi lensa seperti quasar (pelita) yang&lt;/span&gt; 
&lt;/span&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;terbungkus oleh kaca (gelas). Coba 
simak keterangan quasar oleh astronom NASA.&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red; font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#n%203"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0.2in; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0.2in; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;"Efek gravitasi pada 
galaksi, &lt;i&gt;quasar &lt;/i&gt;yang jauh, serupa dengan efek lensa sebuah gelas minum 
yang memantulkan sinar lampu jalan&lt;/span&gt; &lt;span lang="AF"&gt;yang menciptakan 
berbagai&lt;i&gt; ima&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;ge&lt;/i&gt;&lt;span lang="AF"&gt; (lapisan cahaya atas 
cahaya)"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0.2in; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Energi 
&lt;i&gt;qu&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;a&lt;/i&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;i&gt;sar&lt;/i&gt; yang berasal (dicatu) dari 
lubang hitam, terjadi ketika "bintang-bintang dan gas" dari galaksi terhisap di 
dalamnya. Karakter lainnya yang disebut "pohon" oleh al-Qur'an adalah sebutan 
yang tidak lazim oleh para astronom yang menggambarkan galaksi sebagai 
"pohon-pohon" yang terdiri dari bintang-bintang. Lihat saja istilah diagram 
Hertzprung­Russel, dalam buku Timothy Ferris, &lt;i&gt;Th&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;e&lt;/i&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;i&gt; Whole Shebang&lt;/i&gt;, 1997.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Barangkali, karakter lainnya 
yang menarik dari ayat di atas adalah pernyataan "diterangi tanpa tersentuh oleh 
api", suatu fenomena fusi nuklir yang menghasilkan cahaya yang sangat terang, di 
mana di ruang angkasa nyaris tidak ada ok­sigen untuk pembakaran. 
Bintang-bintang memulai hidupnya dengan unsur kimia yang paling ringan, yakni 
hidrogen. Gas berkontraksi, karena gravitasi, memanas; atom hidrogen 
ber­tumbukan dan membentuk helium, unsur yang lebih berat, ketika mengeluarkan 
energinya. Energi inilah yang membuat objek "bintang- bintang" bersinar tanpa 
"disentuh api', energi ini juga yang memelihara keseimbangan posisi 
bintang-bintang di alam semesta. Sepanjang pengetahuan manusia yang ada 
sekarang, fenomena quasar inilah yang paling tepat untuk meng­gambarkan ayat di 
atas. Terlebih lagi perumpamaan dalam ayat&lt;/span&gt; &lt;span lang="AF"&gt;tersebut: 
"seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara". Bahkan aslinya lebih 
terang dari sinar bintang, dan memang seperti "mutiara" bila kita lihat dari 
foto-foto NASA yang ada, gemerlapan, sangat menawan.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dengan demikian, terjemahan 
bebas &lt;/span&gt;&lt;span style="color: green; font-style: italic;"&gt;ayat 35 Surat an-Nur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; dari sisi 
sains adalah:&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0.2in; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0.2in; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AF"&gt;"A&lt;/span&gt;l&lt;span lang="AF"&gt;lah (&lt;/span&gt;p&lt;span lang="AF"&gt;emb&lt;/span&gt;e&lt;span lang="AF"&gt;ri) cahaya 
(ke&lt;/span&gt;p&lt;span lang="AF"&gt;ada&lt;/span&gt;) &lt;span lang="AF"&gt;langit dan bumi. 
&lt;/span&gt;Pe&lt;span lang="AF"&gt;rum&lt;/span&gt;p&lt;span lang="AF"&gt;amaan cahaya Allah, adalah 
se&lt;/span&gt;p&lt;span lang="AF"&gt;erti sebuah lubang (hitam) yang t&lt;/span&gt;a&lt;span lang="AF"&gt;k tembus (misykat), yang di dalamnya ada pelita besar (quasar). Pelita 
itu di dalam kaca (dan)&lt;/span&gt; &lt;span lang="AF"&gt;kaca (efek&lt;/span&gt; 
&lt;span lang="AF"&gt;gravitasi lensa dari galaksi) itu seakan­akan bintang 
(y&lt;/span&gt;a&lt;span lang="AF"&gt;ng b&lt;/span&gt;e&lt;span lang="AF"&gt;rcahay&lt;/span&gt;a&lt;span lang="AF"&gt;) 
s&lt;/span&gt;epe&lt;span lang="AF"&gt;rti mutiara, yang dinyalak&lt;/span&gt;a&lt;span lang="AF"&gt;n 
dengan pohon (galaksi yang dicatu oleh lubang hitam) yang banyak 
berkahnya, (yaitu) &lt;/span&gt;p&lt;span lang="AF"&gt;ohon 
(galaksi&lt;/span&gt;)&lt;span lang="AF"&gt; yang tumbuh tidak di 
seb&lt;/span&gt;e&lt;span lang="AF"&gt;lah timur (sesuatu) d&lt;/span&gt;a&lt;span lang="AF"&gt;n 
tid&lt;/span&gt;a&lt;span lang="AF"&gt;k &lt;/span&gt;p&lt;span lang="AF"&gt;ul&lt;/span&gt;a&lt;span lang="AF"&gt; di 
sebelah barat (nya), yang&lt;/span&gt; &lt;span lang="AF"&gt;minyakny&lt;/span&gt;a&lt;span lang="AF"&gt; 
(fusi&lt;/span&gt; &lt;span lang="AF"&gt;nuklir) hampir-hampir menerangi, 
walaupun t&lt;/span&gt;id&lt;span lang="AF"&gt;ak disentuh a&lt;/span&gt;p&lt;span lang="AF"&gt;i. Cahaya di 
atas cahaya (efek gravitasi lensa), Allah membimbing ke&lt;/span&gt;p&lt;span lang="AF"&gt;ada cahaya-Nya sia&lt;/span&gt;p&lt;span lang="AF"&gt;a yang Dia kehendaki, 
d&lt;/span&gt;a&lt;span lang="AF"&gt;n Allah membuat &lt;/span&gt;p&lt;span lang="AF"&gt;erum&lt;/span&gt;p&lt;span lang="AF"&gt;amaan-&lt;/span&gt;p&lt;span lang="AF"&gt;erum&lt;/span&gt;p&lt;span lang="AF"&gt;amaan 
&lt;/span&gt;b&lt;span lang="AF"&gt;agi&lt;/span&gt; &lt;span lang="AF"&gt;manusia,dan Allah Maha Mengetahui 
segala sesuatu."&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="color: olive;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Antisipasi ke Depan atau Catatan 
Sebelumnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;AI-Qur'an dalam 
pengajarannya bukan saja dengan kalimat (teks) tetapi juga dengan hitungan, 
hitungan yang membahas berbagai hal. Perbandingan luas lautan dengan daratan, 
dampak pemanasan global &lt;i&gt;(global &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;w&lt;/i&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;i&gt;arming)&lt;/i&gt;, kecepatan cahaya, dan umur alam semesta: berdasarkan 
informasi-informasi yang disajikan oleh ayat-ayat al-Qur'an. Bila al-Qur'an 
seolah-olah mengantisipasi ke masa depan, itu adalah semata-mata perspektif 
manusia. Sebab dalam pandangan al-Qur'an, semua kejadian di bumi, sesungguhnya 
telah tercatat dengan baik di&lt;/span&gt; &lt;span lang="AF"&gt;dalam Kitab Utama, 
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;P&lt;span lang="AF"&gt;usat Arsi&lt;/span&gt;p&lt;/i&gt;&lt;span lang="AF"&gt;, atau &lt;i&gt;Lauh 
Mahfuzh&lt;/i&gt;, sebelum kejadian tersebut berlangsung&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#4" name="4"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Umur Alam Semesta&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Secara ringkas, umur elemen 
kimia dapat diperkirakan berdasarkan uji radio aktif terhadap atom tersebut. Dan 
umum­nya dapat ditentukan dengan menggunakan uji contoh batu­batuan, yaitu 
dengan mengukur perubahan elemen berat seperti Rubidium Rb-87. Bila uji Rubidium 
ini diterapkan atas batuan yang tertua di bumi akan didapatkan bahwa batuan 
tertua ber­umur 3,8 miliar tahun. Jika diterapkan atas batuan tertua dari meteor 
akan didapatkan angka 4,56 miliar tahun. Kesimpulan ini membuktikan bahwa tata 
surya kita berumur sekitar 4,6 miliar tahun, dengan tingkat kesalahan 100 juta 
tahun. Sedikit berbeda, bila metode ini digunakan untuk mengukur gas di alam 
semesta maka akan menyebabkan tingkat variasi yang lebih lebar. Ilmuwan cukup 
puas mengetahui umur alam se­mesta sejak Dentuman Besar dengan perhitungan 
elemen kimia yaitu antara 11-18 miliar tahun.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Mohamed Asadi dalam bukunya 
&lt;i&gt;The Grand Unifying Theory&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;i&gt;of 
Everything&lt;/i&gt; mengatakan bahwa umur alam semesta, berdasarkan penyelidikannya 
terhadap bintang-bintang tertua, adalah antara 17 sampai 20 miliar tahun. 
Sedangkan Profesor Jean Claude Batelere dari College de France menyatakan bahwa 
umur alam semesta kira-kira 18 miliar tahun.&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="5"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#n%205" name="5"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dalam al-Qur'an ada dua ayat 
yang mengindikasikan perhitungan alam semesta selain makna relativitas waktu, 
yaitu &lt;/span&gt;&lt;span style="color: green; font-style: italic;"&gt;Surat as-Sajdah (32:5)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; dan 
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;al-Ma'arij 
(70:4).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AF"&gt;"Malaik&lt;/span&gt;a&lt;span lang="AF"&gt;t-malaika&lt;/span&gt;t&lt;span lang="AF"&gt; dan 
&lt;/span&gt;J&lt;span lang="AF"&gt;ibril naik (menghada&lt;/span&gt;p&lt;span lang="AF"&gt;) keyada Tuhan 
dal&lt;/span&gt;a&lt;span lang="AF"&gt;m sehari yang kadarnya lima &lt;/span&gt;p&lt;span lang="AF"&gt;uluh 
ribu tahun" &lt;span style="color: green;"&gt;(al-Ma'arij 70&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: green;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;i&gt;: 4)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Kita dapat mencatat bahwa 
al-Qur'an tidak mengatakan "50.000 tahun" waktu bumi. Karena waktu ini adalah 
waktu relatif di suatu tempat di langit, di mana satu hari sama dengan 1000 
tahun waktu bumi. Hari relatif tersebut merupakan umur alam semesta di mana 
sistem tata surya manusia (kita) berada. &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Mari kita konversikan waktu 
relatif alam semesta:&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;50.000 x 365,2422 = 
18.262.110&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Satu hari relatif di "satu 
tempat" di alam semesta, di tempat malaikat melaporkan urusannya, sama dengan 
1000 tahun di bumi:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;18.262.110 x 1000 = 
18.262.211.000 tahun atau 18,26 miliar tahun.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Dengan demikian, umur alam 
semesta relatif adalah 18,26 miliar tahun. Hasilnya hampir sama dengan 
perhitungan Profesor Jean Claude Batelere dari College de France tersebut di 
atas.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;NASA memperkirakan umur alam 
semesta antara 12-18 miliar tahun berdasarkan pengukuran seberapa cepat alam 
semesta kita ini ekspansi setelah terjadinya "Dentuman Besar" &lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="6"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#n%206" name="6"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Dr. Marshall Joy dan Dr. 
John Carlstrom dari Universitas Chicago (tim NASA) telah mampu mengatasi masalah 
pengukuran kecepatan ekspansi alam semesta dengan teknik terbaru, yaitu 
menggunakan radio interferometer untuk menyelidiki dan mengukur fluktuasi 
&lt;i&gt;Cosmic Microwave Background Radiation&lt;/i&gt; (CMBR). Dengan demikian, umur alam 
semesta dapat diperkirakan. Sedangkan tim NASA lainnya memperkirakan umur alam 
semesta antara 8-12 miliar tahun berdasarkan pengukuran jarak galaksi "M100" 
dengan teleskop ruang angkasa Hubble. Galaksi tersebut diperkirakan berjarak 56 
juta tahun cahaya dari bumi. Namun demikian, pengukuran umur alam semesta ini 
menimbulkan pertanyaan, bagaimana mungkin alam semesta umurnya lebih muda, 
padahal salah satu bintang di Bima Sakti mungkin umurnya jauh lebih tua dari 
perkiraan tersebut?&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="7"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#n%207" name="7"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Metonic Cycle&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Pembaca telah mendapatkan 
pengetahuan bahwa kata-kata dalam al-Qur'an mempunyai makna yang bertingkat. 
Beberapa kata mempunyai arti langsung, tetapi yang lain tidak, atau belum tentu. 
Misalnya saja, kata yang berarti bulan adalah &lt;i&gt;syahr&lt;/i&gt;, dalam al-Qur'an 
disebutkan sebanyak 12 kali. Ini sesuai dengan 12 bulan dalam 1 tahun. Sedangkan 
kata yang berarti hari adalah &lt;i&gt;yaum&lt;/i&gt;, yang disebutkan 365 kali dalam al-Qui 
an. Ini juga sesuai bahwa 1 tahun rata-rata sama dengan 365 hari. Tetapi kata 
yang berarti tahun, yaitu sanah disebutkan dalam al-Qur'an sebanyak 19 kali! 
Bagaimana kita memahaminya?&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Terima kasih kepada cabang 
pengetahuan astronomi. Ang­ka 19 atau 19 tahun adalah satu periode di mana 
posisi relatif bumi dan bulan kembali ke posisi semula secara berulang sete­lah 
19 tahun kemudian. Siklus ini ditemukan oleh Meton orang Yunani dan disebut 
&lt;i&gt;Metonic cycle&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;"Jika sekarang tanggal 20 
Maret tahun 2000, dan bulan purnama terlihat pada posisi dekat bintang Virgo, 
kapan kita dapat melihat bulan purnama pada posisi yang 
sama?"&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;"Jawabnya bukan bulan depan 
atau tahun depan, tetapi tanggal 20 Maret tahun 2019, 19 tahun 
kemudian."&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Mengapa 19 tahun? Karena 
fase Tahun Matahari dan Tahun Bulan akan bertemu tepat pada siklus yang ke-19, 
di mana 235 bulan Kalender Bulan tepat sama dengan siklus 19 tahun berdasarkan 
Kalender Matahari. (29,53 hari x 235 kira-kira sama dengan 365,24 hari x 19). 
Meton dari Athena pada tahun 440 SM mengetahui bahwa 235 bulan berdasarkan 
Kalender Bulan sama&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;dengan 
19 tahun Kalender Matahari. Oleh karena itu, siklus ini dikenal dengan siklus 
Meton&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="8"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red; font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#n%208"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;, dan merupakan basis perhitungan kalender di Yunani 
sampai Kalender Julius Caesar diperkenalkan pada tahun 46 SM. Bagi kaum Muslim, 
menggunakan Kalender Bulan karena sesuai dengan kebutuhan untuk perhitungan 
bulan Ramadhan, bulan Haji, dan peristiwa-peristiwa Islam lainnya. Namun 
sebelumnya, Kalender Bulan ini dipergunakan juga oleh kaum Yahudi, bangsa 
Babilonia, dan Cina.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dengan demikian, jumlah 
penyebutan kata-kata tertentu dalam al-Qur'an mempunyai,makna yang sangat dalam, 
dan baru dapat diketahui oleh pembaca jika ia mempunyai penge­tahuan dan sains 
yang cukup luas&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Referensi :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#1" name="n 1"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: grey;"&gt;.Baca buku M. Asadi 
Kora&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: grey;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;n&lt;span lang="AF"&gt; atau ringkasan bukunya,&lt;/span&gt; &lt;span lang="AF"&gt;bisa di&lt;/span&gt;t&lt;span lang="AF"&gt;emukan pada &lt;/span&gt;web&lt;span lang="AF"&gt; 
site&lt;/span&gt; http://members.aol.com/masadi/sci.htm.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://members.aol.com/masadi/sci.htm" style="color: grey; text-decoration: underline;"&gt;&lt;span&gt; 
&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="color: grey;"&gt;Fenomena ini 
adalah fenomena khusus yang baru-baru saja ditemukan oleh pengetahuan 
manusia.&lt;br /&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="n 2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#2"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: grey;"&gt;.Ringkasan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: grey;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="color: grey;"&gt;bukunya bisa dibaca di web 
site:http://216.239.41.104/senrch?q=cache:6uZu80S1xRIJ:members.aol.com/silence004/koran.html+M.+Asad,+the+theory+of+everything.&amp;amp;hl=en&amp;amp;ie=UTF-8,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: grey;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="color: grey;"&gt;diterima tg1.14 November 
2003.&lt;br /&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="n 3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#3"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: grey;"&gt;. 
http://antwrp.gsfc.nasa.gov/apod/ap950711.html. diterima 15 November 
2003&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: grey;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="color: grey;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="n 4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#n%204" name="n 4"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: grey;"&gt;.Salah seorang ilmuwan yang 
berpandangan bahwa Lauh Mahfuzh me­rupakan Pusat Arsip Kosmos adalah Jaques 
Jomier, ahli sejarah dan agama Islam dari Perancis. Pandangan serupa dalam 
bentuk waktu (abadi, tidak dikenal masa lalu, kini, dan akan datang) dikemukakan 
oleh Harun Yahya dari Turki-Inggris. Dalam aI-Qur'an berbagai ayat menjelaskan 
Inuh Mahfuzh, intinya merupakan "catatan atau rekaman seluruh peristiwa di bumi 
dan langt"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: grey;"&gt; &lt;span lang="AF"&gt;-&lt;/span&gt; &lt;span lang="AF"&gt;meliputi daun yang gugur, musim, sarang binatang yang terkecil dan 
berbagai bencana alam, buku amal manusia, kehidupan di akhirat-satu pun fidak 
ada yang tertinggal. Catatan tersebut telah ada sebelum kejadiannya 
berlangsung.&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="n 5"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#5" name="n 5"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: grey;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;.http://www.fakir60.tripod.com/universe.html, 
diterima 15 November 2003.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#6" name="n 6"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: grey;"&gt;.http.//216.239.41.704/senrch?q=cnche:O8S7RUNVr16Ufacience.nnsn.gov/newhome/headlines/ast22feb99&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: grey;"&gt;&lt;span&gt;_1.&lt;span lang="AF"&gt;htm+universe+&lt;/span&gt;ag&lt;span lang="AF"&gt;e&lt;/span&gt;,&lt;span lang="AF"&gt;+NASA&amp;amp;h1=en&amp;amp;ie=UTF­8&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AF"&gt;, diterima 20 November 2003. &lt;br /&gt;Pengukuran ini sekaligus bukti adanya 
Dentuman Besar atau peristiwa "Big Bang".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#7"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: grey;"&gt;.Baca&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: grey;"&gt;&lt;span&gt; &lt;span lang="AF"&gt;lebih lanjut: 
http://216.239.41.104/search?q=chace:f-VQQC95KvUJ:liftoff.msfc.nasa.gov/academy/universe/age.html+ 
universe+age,+NASA&amp;amp;hl=en&amp;amp;ie=UTF-8: diterima tgl 21 November 
2003.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="n 8"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#8" name="n 8"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.Baca referensi tentang Metonic cycle 
dalam beberapa web site, misalnya dari Encyclopedia Wikepedia, 
http://66.102.11.104/search?q= 
cache:RKdITygRZcl/:rumm.sciencednity.com/encyclopedia/ 
Metonic_cycle+metonic+cycle&amp;amp;hl=en&amp;amp;ie=UTF-8, diterima 17 November 2003. 
Site lainnya, misalnya http://216.239.41.104 &lt;/span&gt;/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="color: grey;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;search?q=cache: DX I f2earl 
unY/:mroeu.sizes.eom/time/1 unar_eycles.h tm+meton ic+ cyclebhl=en&amp;amp;ie=UTF-8, 
diterima 17 November 2003&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; text-indent: 0.3in;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYzqXsLaXtcpxM_I1db63yImvG0z5K4h2-YoGeVXPrCmZCAH2y0Fbjp5-uVUgPDuXJBwajqguuWIean8iw0ZXUnKR9NIlneju2uPTj7IMvLmXYY86WEbkPpO6_QPTZQQ_gtdlJ8yVhzBQ2/s72-c/al+quran+kebijakan+abadi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jaringan Informasi pada Lumba-Lumba  Mengungguli Internet</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/06/jaringan-informasi-pada-lumba-lumba.html</link><category>Artikel Harun Yahya</category><category>Fakta Al Quran</category><category>Harun Yahya</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 1 Jun 2014 01:26:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-9195677753910613571</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJJfw6WSZ6HZzyzOzP9lRChjw410pwinslTqobCHtQjFJP5nZ0_BStzgyYiZ1J_7BbOic8xWIv44yzkO3IAqRqaqywSdlZLdkKA89HrJoxyQM2F81vmBwlzslBPz26ywFSusJyHZdYcRi6/s1600/lumba2.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJJfw6WSZ6HZzyzOzP9lRChjw410pwinslTqobCHtQjFJP5nZ0_BStzgyYiZ1J_7BbOic8xWIv44yzkO3IAqRqaqywSdlZLdkKA89HrJoxyQM2F81vmBwlzslBPz26ywFSusJyHZdYcRi6/s1600/lumba2.JPG" height="213" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Temuan-temuan seorang ahli zologi telah memandu para insinyur 
yang membangun jaringan-jaringan rumit seperti &lt;i&gt;World Wide Web &lt;/i&gt;dan 
jejaring kisi-kisi listrik ke arah baru: lumba-lumba.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;David Lusseau dari Universitas Otago memelajari suatu kelompok yang terdiri 
atas 64 lumba-lumba hidung botol selama rentang masa tujuh tahun. &lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#dipnot"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="01"&gt;&lt;/a&gt; Ia menemukan 
di antara mereka adanya suatu tatanan sosial yang mirip dengan yang ada pada 
manusia dan jaringan buatan manusia.  Telaah matematis Lusseau diterbitkan dalam 
jurnal &lt;i&gt;Proceedings of the Royal Society&lt;/i&gt;.&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#dipnot"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;(2)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="02"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Banyak jaringan rumit, termasuk masyarakat manusia, memiliki ciri-ciri yang 
memungkinkan pertukaran cepat informasi di kalangan anggotanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kajian oleh peneliti Selandia Baru ini menunjukkan bahwa masyarakat binatang 
juga tersusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan penerusan informasi secara 
cepat dan efisien.  Makhluk-makhluk berumur panjang seperti gorila, kijang, 
gajah, dan lumba-lumba hidung botol bergantung pada lingkungan mereka dalam 
penyampaian informasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam pengamatan-pengamatannya, Lusseau memusatkan diri pada anggota-anggota 
kawanan yang lebih sering tampak bersama.  Ia menyadari bahwa kelompok ini 
terdiri sebagian besar atas betina-betina dewasa, dan mereka berfungsi sebagai 
pusat-pusat penyampaian informasi bagi masyarakatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuiqI3GUw5sDl8F_hIoOgzZ9bue6j-GMbWBeIciWeytHfDSYWPjVQFUHrEVRrJIWSiqpA2FrHtYK1P6bj7KQ7H4p701YvRJir7N0r3MkR5cuKfHUzfRmiQPnqUMjV1tRQxZo-aFmJr79w1/s1600/jaringan+internet.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuiqI3GUw5sDl8F_hIoOgzZ9bue6j-GMbWBeIciWeytHfDSYWPjVQFUHrEVRrJIWSiqpA2FrHtYK1P6bj7KQ7H4p701YvRJir7N0r3MkR5cuKfHUzfRmiQPnqUMjV1tRQxZo-aFmJr79w1/s1600/jaringan+internet.jpg" height="211" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk mengukur aliran informasi dalam sebuah sistem, cukuplah dengan melihat 
pada titik-titik pusat yang dilalui aliran informasi itu dan menghitung jumlah 
unsur yang diperlukan dalam perjalanan itu dari titik pangkal hingga titik 
ujung.  Lusseau menggunakan teknik pengukuran ini, yang disebut dengan 
“diameter”.  Ketika hasil-hasil yang diperolehnya menggunakan cara ini 
dibandingkan dengan data yang diungkapkan oleh Internet, ia mendapati dirinya 
berhadapan dengan kenyataan yang menakjubkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lamanya penyampaian informasi bertambah ketika sejumlah 
besar titik yang membentuk hubungan-hubungan pada Internet dibuang.  Ketika 
hanya 2% simpul dengan kaitan terbanyak pada Internet dikeluarkan dari sistem, 
diperlukan dua kali jauhnya untuk berjalan dari satu unsur ke unsur lainnya.  
Akan tetapi, di kalangan lumba-lumba, keadaannya berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lusseau memantau lumba-lumba menggunakan tanda-tanda pada sirip-sirip 
punggung dan mengamati bahwa ketika anggota-anggota yang bertindak sebagai pusat 
komunikasi meninggalkan kelompoknya, masyarakat lumba-lumba menunjukkan daya 
tahan yang besar.  Kepaduan masyarakat lumba-lumba tidak terpengaruh oleh 
ketiadaan anggota-anggota kunci.  Daya tahan ini memungkinkan masyarakat 
lumba-lumba tetap terus berada dalam keadaan sehat bahkan jika sepertiga 
anggotanya hilang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sang peneliti menyatakan bahwa berkat sistem ini, jaringan dapat tetap 
bertahan bahkan di hadapan bencana kematian.  Lebih lagi, ia berpendapat bahwa 
sifat-sifat ini dapat diterapkan pada jaringan buatan manusia seperti &lt;i&gt;World 
Wide Web&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagaimana kita lihat, ada penataan pada lumba-lumba yang terlindung lebih 
baik daripada jaringan komunikasi yang membangun Internet dan berfungsi lebih 
ampuh pada saat simpul-simpul utama tercerabut.  Adanya ciri seperti itu pada 
lumba-lumba berarti bahwa aneka syarat mesti diperhitungkan.  Misalnya, beberapa 
tahap, seperti menghitung beban yang akan ditimpakan pada titik-titik hubungan 
dalam rangka menata Internet dan menaksir di awal bagaimana keseluruhan jaringan 
akan terpengaruh jika titik-titik itu tercerabut dari sistem, dilakukan oleh 
para insinyur jaringan dan ini membuat informasi berjalan dalam sistem seefisien 
mungkin.  Keberadaan para insinyur yang menghitung dan menata aliran informasi 
pada Internet menunjukkan adanya kecerdasan unggul yang mengatur jaringan 
informasi pada lumba-lumba dan banyak mahluk hidup lain sejenisnya di alam.  
Tidak dapat diragukan bahwa kecerdasan unggul ini adalah Allah yang Mahatahu, 
Mahakuasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penciptaan jaringan informasi pada lumba-lumba ini adalah perwujudan dari 
namaNya yang Maha Pengasih.  Kasih Allah diwujudkan dalam jaringan informasi ini 
sebagaimana berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cara makhluk-makhluk hidup seperti lumba-lumba, yang tinggal dalam perairan 
terbuka dan dekat dengan permukaan, berperilaku sebagai satu kelompok amatlah 
penting.  Gaya hidup ini memberikan keuntungan dalam hal bersiaga terhadap 
pemangsa, maupun ketika berburu.  Berkat arus informasi yang sinambung di 
kalangan betina-betina dewasa di dalam kelompok, anggota-anggota lain dipasok 
dengan informasi tentang kedudukan mangsa dan pemangsa, yang akibatnya kelompok 
ini dibantu dalam berperilaku secara padu. Jika aliran informasi pada 
lumba-lumba ini menjadi timpang karena kehilangan satu lumba-lumba yang 
diakibatkan oleh pemangsa, maka larinya lumba-lumba lain akan tidak berarti, dan 
anggota-anggota yang tak berpeluang berkomunikasi akan terpaksa menyebar dan 
akhirnya menjadi santapan pemangsa-pemangsa lainnya.  Akan tetapi, jaringan 
informasi yang diciptakan pada lumba-lumba oleh Allah tidak terputus pada 
saat-saat seperti itu, dan membuat para anggota kawanan bertahan hidup dengan 
menjaga kepaduan kelompok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Allah mewahyukan hal berikut ini dalam salah satu ayat Al Qur'an:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;“Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah 
yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.”  (QS Asy Syu'araa, 26:9)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;daftar pustaka:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="dipnot"&gt;1. David Lusseau, "The Emergent Properties of a Dolphin 
Social Network", http://arxiv.org/ftp/cond-mat/papers/0307/0307439.pdf  &lt;br /&gt;2 Lusseau, 2003 The emergent properties of a dolphin social 
network. Proceedings of the Royal Society of London-Series B (Supplement): 
DOI 10.1098/rsbl.2003.0057&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJJfw6WSZ6HZzyzOzP9lRChjw410pwinslTqobCHtQjFJP5nZ0_BStzgyYiZ1J_7BbOic8xWIv44yzkO3IAqRqaqywSdlZLdkKA89HrJoxyQM2F81vmBwlzslBPz26ywFSusJyHZdYcRi6/s72-c/lumba2.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Nama Para Nabi Tertulis dalam Prasasti Ebla,  1500 Tahun Lebih Tua daripada Taurat</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/06/nama-para-nabi-tertulis-dalam-prasasti.html</link><category>Artikel Harun Yahya</category><category>Harun Yahya</category><category>Hikayat Islam</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 1 Jun 2014 01:12:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-3945583270745716682</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_PjYi-FL4B3qRZfShyphenhyphenEMK2GrK7B6BrNy2LkNER_hQBpLUUGTU1t4wzpAva1xAQutXsFEMu_0fIRfa3z3bIf5cVVjZhP4Q0ANz5zH945RGyxF6rCDm_2pbkrXqXbmkKjALq_A6M9Lw2zC6/s1600/prasasti+ebla.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_PjYi-FL4B3qRZfShyphenhyphenEMK2GrK7B6BrNy2LkNER_hQBpLUUGTU1t4wzpAva1xAQutXsFEMu_0fIRfa3z3bIf5cVVjZhP4Q0ANz5zH945RGyxF6rCDm_2pbkrXqXbmkKjALq_A6M9Lw2zC6/s1600/prasasti+ebla.jpg" height="294" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berasal dari masa sekitar 2500 SM, prasasti Ebla memberikan keterangan 
teramat penting mengenai sejarah agama-agama. Sisi terpenting mengenai prasasti 
Ebla, yang ditemukan para ahli arkeologi pada tahun 1975 dan yang sejak itu 
telah menjadi pokok bahasan dari banyak penelitian dan perdebatan, adalah 
terdapatnya nama tiga orang nabi yang disebutkan dalam kitab-kitab suci. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penemuan prasasti Ebla setelah ribuan tahun dan informasi yang dikandungnya 
sungguh sangat penting dari sudut pandang perannya dalam memperjelas letak 
geografis kaum-kaum yang disebutkan dalam Al Qur'an. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sekitar 2500 SM, Ebla adalah sebuah kerajaan yang meliputi suatu wilayah yang 
di dalamnya termasuk ibukota Syria, Damaskus, dan Turki bagian tenggara. 
Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan di bidang kebudayaan dan ekonominya, namun 
setelah itu, sebagaimana yang menimpa banyak peradaban besar, menghilang dari 
panggung sejarah. Tampak dari catatan yang terawetkan tersebut bahwa Kerajaan 
Ebla merupakan pusat utama kebudayaan dan perdagangan di masanya.&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#dipnot"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="01"&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penduduk Ebla 
memiliki sebuah peradaban yang membangun lembaga-lembaga arsip negara, 
mendirikan perpustakaan-perpustakaan dan mencatat aneka perjanjian perdagangan 
secara tertulis. Mereka bahkan memiliki bahasa mereka sendiri, yang disebut 
sebagai &lt;i&gt;Eblaite&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="baslik2bordo" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: Times;"&gt;Sejarah 
Agama-Agama Zaman Dahulu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Peran penting sesungguhnya Kerajaan Ebla, yang dianggap sebagai sebuah 
keberhasilan besar bagi arkeologi klasik ketika pertama kali ditemukan di tahun 
1975, mengemuka dengan ditemukannya sekitar 20.000 prasasti dan penggalan 
tulisan paku. Naskah ini empat kali lebih banyak daripada seluruh naskah 
bertulisan paku yang diketahui para arkeolog selama 3.000 tahun terakhir. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika bahasa yang digunakan dalam prasasti-prasasti tersebut diterjemahkan 
oleh seorang berkebangsaan Italia Giovanni Pettinato, penerjemah naskah-naskah 
kuno dari Universitas Roma, nilai penting prasasti tersebut semakin dipahami. 
Alhasil, penemuan Kerajaan  Ebla dan kumpulan naskah negara yang luar biasa 
tersebut tidak hanya menarik perhatian di bidang arkeologi, tapi juga bagi 
kalangan agamawan. Hal ini dikarenakan selain nama-nama seperti Mikail 
(Mi-ka-il) dan Thalut (Sa-u-lum), yang berperang bersama Nabi Dawud, 
prasasti-prasasti ini juga menuliskan nama-nama nabi yang disebutkan di dalam 
tiga kitab suci: Nabi Ibrahim (Ab-ra-mu), Nabi Dawud (Da-u-dum) dan Nabi Ismail 
(Ish-ma-il). &lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#dipnot"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;(2)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="02"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="baslik2bordo" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: Times;"&gt;Pentingnya 
Nama-Nama yang Disebut dalam Prasasti Ebla&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nama para nabi yang ditemukan dalam prasasti Ebla memiliki nilai teramat 
penting karena ini adalah kali pertama nama-nama tersebut dijumpai dalam naskah 
bersejarah setua itu. Informasi ini, yang berasal dari zaman 1500 tahun sebelum 
Taurat, sangatlah mengejutkan. Kemunculan nama Nabi Ibrahim di dalam prasasti 
tersebut menyatakan secara tertulis bahwa Nabi Ibrahim dan agama yang dibawanya 
telah ada sebelum Taurat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Para sejarawan mengkaji prasasti Ebla dari sudut pandang ini, dan penemuan 
besar tentang Nabi Ibrahim dan misi yang diembannya menjadi bahan penelitian 
dalam kaitannya dengan sejarah agama-agama. David Noel Freedman, arkeolog dan 
peneliti Amerika mengenai sejarah agama-agama, melaporkan berdasarkan 
penelitiannya nama-nama nabi seperti Ibrahim dan Ismail di dalam prasasti 
tersebut. &lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#dipnot"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;(3)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="03"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="baslik2bordo" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: Times;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="baslik2bordo" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: Times;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="baslik2bordo" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: Times;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="baslik2bordo" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: Times;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="baslik2bordo" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: Times;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama-Nama Lain di 
dalam Prasasti&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagaimana disebutkan di atas, nama-nama yang ada di dalam prasasti adalah 
nabi-nabi yang disebutkan di dalam tiga kitab suci, dan prasasti tersebut jauh 
lebih tua daripada Taurat. Selain nama-nama ini terdapat pula hal-hal lain dan 
nama-nama tempat di dalam prasasti tersebut, yang dengannya dapat diketahui 
bahwa penduduk Ebla adalah para pedagang yang sangat berhasil. Nama Sinai, Gaza 
dan Yerusalem, yang tidak terlalu jauh letaknya dari Ebla, juga terdapat di 
dalam tulisan tersebut, yang menunjukkan bahwa penduduk Ebla memiliki hubungan 
yang sangat baik dengan tempat-tempat tersebut di bidang perdagangan dan 
kebudayaan. &lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669#dipnot"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;(4)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="04"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAA4yyb6Ir9n2sj0El0_LyKyRTFvAG1noBysp-qRSYfZhizyQeRXgMH9-asa1hayWAq3YOJ7TOgaJ_u-8rbLXwCT_3rWfF1mZchI6YA9vkVI8_X6gjon5VPYVEgFGJw_FD3CrBHjI5Rkpx/s1600/lokasi+prasasti+EBLA.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAA4yyb6Ir9n2sj0El0_LyKyRTFvAG1noBysp-qRSYfZhizyQeRXgMH9-asa1hayWAq3YOJ7TOgaJ_u-8rbLXwCT_3rWfF1mZchI6YA9vkVI8_X6gjon5VPYVEgFGJw_FD3CrBHjI5Rkpx/s1600/lokasi+prasasti+EBLA.jpg" height="240" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Lokasi Prasasti Ebla&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Satu rincian penting yang diketahui dari prasasti tersebut adalah nama-nama 
wilayah seperti Sodom dan Gomorrah, tempat berdiamnya kaum Luth. Diketahui bahwa 
Sodom dan Gomorrah adalah sebuah wilayah di pesisir Laut Mati tempat bermukimnya 
kaum Luth dan tempat di mana Nabi Luth mendakwahkan risalahnya dan menyeru 
masyarakat untuk hidup mengikuti nilai-nilai ajaran agama. Selain dua nama ini, 
kota Iram, yang tercantum di dalam ayat-ayat Al Qur'an, juga di antara yang 
tersebut di dalam prasasti Ebla. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sisi paling penting untuk dicermati dari nama-nama ini adalah bahwa selain 
dari naskah-naskah yang disampaikan oleh para nabi, nama-nama tersebut belum 
pernah muncul di dalam naskah mana pun sebelumnya. Ini adalah bukti tertulis 
penting yang menunjukkan bahwa para nabi yang medakwahkan risalah satu agama 
yang benar di masa itu telah mencapai wilayah-wilayah tersebut. Dalam sebuah 
tulisan di majalah &lt;i&gt;Reader's Digest, &lt;/i&gt;tercatat di masa itu bahwa terdapat 
pergantian agama dari penduduk Ebla selama masa pemerintahan Raja Ebrum dan 
bahwa masyarakat mulai menambahkan imbuhan di depan nama-nama mereka dalam 
rangka meninggikan nama Tuhan Yang Mahakuasa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="baslik2bordo" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="baslik2bordo" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: Times;"&gt;Janji Allah 
Adalah Benar…&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sejarah Ebla dan prasasti Ebla yang ditemukan setelah 4.500 tahun 
sesungguhnya mengarahkan kepada satu kebenaran yang teramat penting: Allah telah 
mengirim utusan-utusan kepada penduduk Ebla, sebagaimana yang Dia lakukan ke 
setiap kaum, dan para utusan ini menyeru kaum mereka kepada agama yang 
benar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagian orang memeluk agama yang sampai kepada mereka sehingga mereka berada 
di jalan yang benar, sedangkan yang lain menentang risalah para nabi dan lebih 
memilih kehidupan yang nista. Tuhan, Penguasa langit dan bumi, dan segala 
sesuatu di antara keduanya, mewahyukan kenyataan ini dalam Al Qur'an: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="ayetler" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;div class="ayetler" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Dan sungguhnya Kami telah 
mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), 
dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi 
petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti 
kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah 
bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. An Nahl, 
16: 36)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div align="left"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="left"&gt;
&lt;span class="dipnot"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="left"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="dipnot"&gt;Daftar pustaka:&lt;br /&gt;1) "Ebla", Funk &amp;amp; Wagnalls New 
Encyclopaedia, © 1995 Funk &amp;amp; Wagnalls Corporation, Infopedia 2.0, 
SoftKey Multimedia Inc. &lt;br /&gt;2) Howard La 
Fay, "Ebla: Splendour of an Unknown Empire," National Geographic 
Magazine, December 1978, h. 736; C. Bermant and M. Weitzman, Ebla: A 
Revelation in Archaeology, Times Books, 1979, Wiedenfeld and Nicolson, Great 
Britain, h. 184. &lt;br /&gt;3) Bilim 
ve Teknik magazine (Science and Technology), No. 118, September 1977 and No. 
131 October 1978 &lt;br /&gt;4) For 
detailed information, please see Harun Yahya's Miracles of the Qur'an. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_PjYi-FL4B3qRZfShyphenhyphenEMK2GrK7B6BrNy2LkNER_hQBpLUUGTU1t4wzpAva1xAQutXsFEMu_0fIRfa3z3bIf5cVVjZhP4Q0ANz5zH945RGyxF6rCDm_2pbkrXqXbmkKjALq_A6M9Lw2zC6/s72-c/prasasti+ebla.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Busana Muslimah yang Salah</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/06/busana-muslimah-yang-salah.html</link><category>Hijab</category><category>Jilbab</category><category>Tips Berjilbab</category><category>Tips Memilih Jilbab</category><category>Tutorial Jilbab</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 1 Jun 2014 00:11:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-7219111143634654848</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhT4bqYPCYdoGgV8cqiilAxclWuuB__ZRa9Ak1zvZhBAvry1jGjSgIxmt6zx4cOxhBVkPH5FQiJvhovKGoug5hDApjFMTjrMaj5OFTj14vsHvqA2InW41BtMTHhH1EAHZMnfkO9gH8AIPql/s1600/jilbab+salah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhT4bqYPCYdoGgV8cqiilAxclWuuB__ZRa9Ak1zvZhBAvry1jGjSgIxmt6zx4cOxhBVkPH5FQiJvhovKGoug5hDApjFMTjrMaj5OFTj14vsHvqA2InW41BtMTHhH1EAHZMnfkO9gH8AIPql/s1600/jilbab+salah.jpg" height="220" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh muslimah indonesia dalam memakai &lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/"&gt;busana muslimah&lt;/a&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;Tidak menutup aurat secara sempurna,&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Banyak
 dari busana muslimah yang ada sekarang tidak menutup aurat secara 
sempurna, melainkan terdapat celah-celah yang memperlihatkan aurat walau
 hanya sedikit. Dan menurut jumhur ulama, bahwa aurat wanita adalah 
seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Sebagaimana ulama ahli 
tafsir Imam Al-Qurthubi berkata : Pengecualian itu adalah pada wajah dan
 telapak tangan. Yang menunjukkan hal itu adalah apa yang diriwayatkan 
oleh Abu Daud dari Aisyah bahwa Asma binti Abu Bakr menemui Rasulullah 
sedangkan ia memakai &lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/"&gt;pakaian muslim&lt;/a&gt; 
tipis. Maka Rasulullah berpaling darinya dan berkata kepadanya : “Wahai 
Asma ! Sesungguhnya jika seorang wanita itu telah mencapai masa haid, 
tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini.” 
Kemudian beliau menunjuk wajah dan telapak tangannya. Allah Pemberi 
Taufik dan tidak ada Rabb selain-Nya”. Maka, selain muka dan telapak 
tangan, tidak boleh terlihat walaupun sedikit. Aurat yang sering 
ditampakan dalam berbusana muslimah yang salah antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Leher, Baik karena &lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/"&gt;jilbab&lt;/a&gt; terlalu pendek atau karena jilbab yang diterpa angin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Lengan, Beberapa muslimah hanya menggunakan &lt;a href="http://www.filendra.com/"&gt;baju muslim&lt;/a&gt;
 berlengan panjang tanpa decker. Sehingga ada bagian lengan yang 
terlihat bila tangan digerakkan. Padahal dari ujung bahu sampai 
pergelangan tangan termasuk aurat yang tidak boleh terlihat. Bahkan yang
 lebih parah lagi ada diantara mereka yang memakai baju berlengan 
pendek!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Rambut, Baik rambut yang terurai didepan, dibelakang atau disekitar daerah telinga tidak boleh terlihat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Kaki, Sungguh
 mengherankan, bahwa syariat memerintahkan laki-laki untuk menjauhi 
isbal (menjulurkan celana melebihi mata kaki) dan wanita diperintahkan 
menjulurkan pakaiannya sampai melebihi mata kaki, namun yang banyak 
terjadi justru sebaliknya! Laki-laki banyak ber-isbal, dan wanita malah 
berpakaian lebih tinggi dari mata kaki, sehingga terlihatlah bagian 
kakinya, mulai dari sebagian betis hingga punggung kakinya. Padahal kaki
 (semua bagiannya) termasuk aurat yang tidak boleh terlihat. Untuk hal 
ini dianjurkan memakai busana yang panjangnya melebihi mata kaki, atau 
bahkan sampai menyentuh tanah. Atau mengenakan kaus kaki yang tebal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;Ketat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Hal
 ini yang banyak belum diketahui para muslimah, bahwa Islam melarang 
muslimah berbusana ketat. Lalu apa batasan ketat? Dalam kitab &lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/"&gt;Hijab&lt;/a&gt;
 Mar’atil Muslimah, Syaikh Muhammad Al-Albani menjelaskan bahwa busana 
muslimah dikatakan ketat jika dapat menggambarkan bentuk anggota 
tubuhnya. Hal ini berdasarkan hadist Usamah: Usamah bin Zaid pernah 
berkata : Rasulullah pernah memberiku baju Quthbiyah yang tebal yang 
merupakan baju yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada beliau. Baju
 itu pun aku pakaikan pada istriku. Nabi bertanya kepadaku : “Mengapa 
kamu tidak mengenakan baju Quthbiyah ?” Aku menjawab : Aku pakaiakan 
baju itu pada istriku. Nabi lalu bersabda : “Perintahkan ia agar 
mengenakan baju dalam di balik Quthbiyah itu, karena aku khawatir baju 
itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya.” (HR. Ahmad dan 
Al-Baihaqi dengan sanad Hasan). Jadi, baju ketat bukan hanya baju yang 
kainnya menempel dengam erat dikulit, namun termasuk juga baju yang agak
 longgar namun masih dapat menggambarkan siluet dan bentuk tubuh. 
Seperti pada beberapa baju gamis muslimah yang banyak digunakan 
sekarang, yang terdapat belahan pada bagian pinggulnya sehingga bila 
digunakan masih bisa memperlihatkan lengkung pinggang dan pinggul atau 
siluet si pemakai. Termasuk ketat juga jilbab yang terdapat karet atau 
ikatan dibagian lehernya yang bila digunakan dapat menggambarkan bentuk 
kepala, leher dan bahu si pemakai. Suatu kesalahan pula yang banyak 
dilakukan para jilbaber yang sudah berjilbab besar, yaitu memakai jaket 
di luar jilbabnya. Hal ini menyebabkan hilangnya fungsi jilbab yang 
menutupi bentuk tubuh bagian atas. Dengan memakai jaket di bagian luar 
jilbab, akan memperlihatkan bentuk tubuh, bentuk siluet, bahu, lengan, 
dan lengkung pinggang si pemakai. Solusinya, pakailah jaket di dalam 
jilbab (jilbab menutupi jaket).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jilbab terlalu pendek&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Sungguh
 mengherankan beberapa saudara kita muslimah, yang ia sudah menyadari 
wajibnya menutup aurat, namun di dalam hatinya masih ada keinginan untuk
 menonjolkan bagian-bagian tubuhnya agar terlihat indah dimata 
laki-laki. Waliyyadzubillah. Sehingga mereka pun memakai jilbab 
sekadarnya saja, terlalu pendek. Lebih lagi gencarnya syiar ‘busana 
muslimah gaul’ yang lengkap dengan jilbab pendek dan ketatnya. Bahkan 
kadang hanya sepanjang leher dan diikat-ikat dileher sehingga bagian 
dada (maaf) tidak tertutupi jilbab. Sungguh ini sebuah kesalahan fatal 
dalam berbusana muslimah. Padahal telah jelas dalil menyebutkan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;“Hendaklah
 mereka mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh mereka” (QS. Al Ahzab: 59 ).
 Juga firman Allah Ta’ala yang artinya: “Dan hendaklah mereka menutupkan
 khimar ke dada mereka…” (QS. An Nur : 31)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;Maka disini jelas 
bahwa panjang jilbab adalah sampai seluruh tubuh dan panjang khimar 
adalah sampai menutupi dada.Perlu diketahui di sini bahwa ada sedikit 
salah paham tentang makna jilbab. Jilbab dalam pengertian syariat adalah
 kain yang dikenakan kaum wanita di atas pakaian yang ia kenakan, atau 
denga kata lain jilbab adalah pakaian luar yang dipakai oleh seorang 
muslimah. Definisi ini dikuatkan oleh Imam Ibnu Hajar Al Asqolani, Imam 
Al Baghawi, Ibnu Hazm, Al Qurthubi, dan Ibnu Katsir. Misalnya seorang 
muslimah memakai gamis kecil dan rok terusan, kemudian dilapisi gamis 
panjang sampai kaki plus kerudung syar’i yang panjang di atasnya, maka 
gamis panjang dan kerudung panjang tersebut adalah jilbab. Sedangkan 
khimar adalah kerudung kecil yang dikenakan di dalam jilbab.
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhT4bqYPCYdoGgV8cqiilAxclWuuB__ZRa9Ak1zvZhBAvry1jGjSgIxmt6zx4cOxhBVkPH5FQiJvhovKGoug5hDApjFMTjrMaj5OFTj14vsHvqA2InW41BtMTHhH1EAHZMnfkO9gH8AIPql/s72-c/jilbab+salah.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hijab adalah Hadiah dari Allah</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/hijab-adalah-hadiah-dari-allah.html</link><category>Busana Muslim</category><category>Hijab</category><category>Jilbab</category><category>Manfaat Jilbab</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 31 May 2014 23:17:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-7767373271721001142</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7OM8oag3VpLaoo9bAzEXdxPqisqy2XpvjAPm7tg22XUS61IIW7QUmpDEaEBolJ4Bvwtw8ogVy21R4tVJ4E8Y5h6gPaefjwRlUlr9_K9AiipKvgb2XhslchZ_oEtzveqaOMJFIe7YxptFf/s1600/hijab.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7OM8oag3VpLaoo9bAzEXdxPqisqy2XpvjAPm7tg22XUS61IIW7QUmpDEaEBolJ4Bvwtw8ogVy21R4tVJ4E8Y5h6gPaefjwRlUlr9_K9AiipKvgb2XhslchZ_oEtzveqaOMJFIe7YxptFf/s1600/hijab.jpg" height="244" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Benar &lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/"&gt;hijab&lt;/a&gt; (termasuk khimar dan 
jilbab) adalah karunia dari Allah SWT. Anda tidak memakai untuk umat 
Islam lainnya hanya untuk Islam atau membuat fungsi-fungsi lain 
(nampaknya perempuan lebih banyak agama) lebih nyaman. Saya tidak 
terganggu dengan rambut Anda! Saya tidak hijabi sisters out there yang 
bekerja pada perfecting mereka deen oleh berkonsentrasi pada keesaan 
Allah SWT tidak menyinggung perasaan saya apa-apa, dengan menggambar 
dekat HIM dalam doa. Baik saya tidak memakai jilbab sisters asalkan 
tidak ada yang penolakan apa yang Qu'ran perintah: hijab. Anda tidak 
memakai Anda hijabs untuk saya, atau orang lain, tetapi untuk diri 
sendiri. Allah SWT memberikan anda karunia anda hijabs, sekaligus 
sebagai simbol dari kesetiaan dan ketaatan dan kasih kata-Nya, dan untuk
 melindungi tubuh Anda dari prasangka dan kecemburuan dari sebagian 
besar orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah alat untuk membantu anda dalam 
kebenaran, dan ia adalah bodoh dilemparkan ke samping seperti hadiah, 
namun Allah SWT menjaga saya, kurangnya hijab tidak membuat Anda 
dosa-inkarnasi sebagai stupid beberapa buku tentang subjek sekali 
membaca (LOL Aalia, jazzakallah kheir untuk tidak memberikan saya yang 
ekstrim sekolah pemikiran dari sampah) maupun saya iri hati anda semua 
dan menolak Anda berjalan ke jalan yang lurus karena saya dapat melihat 
semua keindahan fisik. Saya berharap Anda dapat memahami hijab, bukan 
sebagai pointless aturan, yang amat perintah, tetapi untuk mencintai 
Allah SWT, dan semua manfaat yang begitu outweight pada menit 
inconveniences rambut kita yang hilang, dan merugikan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi
 contoh berjalan jika Islam, adalah karunia, seperti yang Allah SWT 
memerintahkan seluruh malaikat untuk membuat sajood manusia. Aku ingin 
menjadi hadiah yang layak. Jadi saya mematuhi semua Saya memahami 
menjadi hadiah yang diberikan dan mengambil bangga atas sebelum saya, 
dan berdoa untuk berjalan di jalan yang lurus. Saudara, saya akan 
memberitahu Anda, tetapi sekali. Saya tidak percaya dalam mode polisi, 
Nashiha harus cukup tajam dan swasta yang pertama kali tidak dapat 
diulang, dan jika seseorang berpaling dari karunia Allah SWT, khalas, 
hendaklah mereka berada, dan berdoa untuk Anda sendiri langsung 
berjalan, karena terdapat banyak hadiah dari pemahaman yang mengelakkan 
individu. Membimbing kita semua ke jalan yang lurus, ameen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakailah &lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/"&gt;busana muslim&lt;/a&gt; yang syar'i sister....
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7OM8oag3VpLaoo9bAzEXdxPqisqy2XpvjAPm7tg22XUS61IIW7QUmpDEaEBolJ4Bvwtw8ogVy21R4tVJ4E8Y5h6gPaefjwRlUlr9_K9AiipKvgb2XhslchZ_oEtzveqaOMJFIe7YxptFf/s72-c/hijab.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>LUBANG HITAM</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/lubang-hitam.html</link><category>Artikel Harun Yahya</category><category>black hole</category><category>Harun Yahya</category><category>lubang hitam</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 31 May 2014 23:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-8947287987503580586</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUKe3N4W6fUnScYpeV0yVoLLQPCSzwYTUKzoNtQ8QM4PhO5tQlHwQbK26hKK4gbsD2CjA29UbDTRVvAPnTJI-0TJcUcXg9mHUeUHE1bgD5u-uttRrP2V4uCHk3xOvCzsbQtV8nbPny-vb0/s1600/lubang+hitam.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUKe3N4W6fUnScYpeV0yVoLLQPCSzwYTUKzoNtQ8QM4PhO5tQlHwQbK26hKK4gbsD2CjA29UbDTRVvAPnTJI-0TJcUcXg9mHUeUHE1bgD5u-uttRrP2V4uCHk3xOvCzsbQtV8nbPny-vb0/s1600/lubang+hitam.JPG" height="141" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Abad ke-20 menyaksikan banyak sekali penemuan baru tentang peristiwa alam di 
ruang angkasa. Salah satunya, yang belum lama ditemukan, adalah &lt;em&gt;Black Hole 
&lt;/em&gt;[Lubang Hitam]. Ini terbentuk ketika sebuah bintang yang telah menghabiskan 
seluruh bahan bakarnya ambruk hancur ke dalam dirinya sendiri, dan akhirnya 
berubah menjadi sebuah lubang hitam dengan kerapatan tak hingga dan volume nol 
serta medan magnet yang amat kuat. Kita tidak mampu melihat lubang hitam dengan 
teropong terkuat sekalipun, sebab tarikan gravitasi lubang hitam tersebut 
sedemikian kuatnya sehingga cahaya tidak mampu melepaskan diri darinya. Namun, 
bintang yang runtuh seperti itu dapat diketahui dari dampak yang ditimbulkannya 
di wilayah sekelilingnya. Di surat Al Waaqi'ah, Allah mengarahkan perhatian pada 
masalah ini sebagaimana berikut, dengan bersumpah atas letak bintang-bintang: 
&lt;/div&gt;
&lt;div class="AyetBoldAlnti" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;div class="AyetBoldAlnti" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya 
bintang-bintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu 
mengetahui. (QS. Al Waaqi'ah, 56: 75-76)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class="AyetBoldAlnti" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Istilah "lubang hitam" pertama kali digunakan tahun 1969 oleh fisikawan 
Amerika John Wheeler. Awalnya, kita beranggapan bahwa kita dapat melihat semua 
bintang. Akan tetapi, belakangan diketahui bahwa ada bintang-bintang di ruang 
angkasa yang cahayanya tidak dapat kita lihat. Sebab, cahaya bintang-bintang 
yang runtuh ini lenyap. Cahaya tidak dapat meloloskan diri dari sebuah lubang 
hitam disebabkan lubang ini merupakan massa berkerapatan tinggi di dalam sebuah 
ruang yang kecil. Gravitasi raksasanya bahkan mampu menangkap partikel-partikel 
tercepat, seperti foton [partikel cahaya]. Misalnya, tahap akhir dari sebuah 
bintang biasa, yang berukuran tiga kali massa Matahari, berakhir setelah nyala 
apinya padam dan mengalami keruntuhannya sebagai sebuah lubang hitam bergaris 
tengah hanya 20 kilometer (12,5 mil)! Lubang hitam berwarna "hitam", yang 
berarti tertutup dari pengamatan langsung. Namun demikian, keberadaan lubang 
hitam ini diketahui secara tidak langsung, melalui daya hisap raksasa gaya 
gravitasinya terhadap benda-benda langit lainnya. Selain gambaran tentang Hari 
Perhitungan, ayat di bawah ini mungkin juga merujuk pada penemuan ilmiah tentang 
lubang hitam ini:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;div class="AyetBoldAlnti"&gt;
&lt;i&gt;Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan (QS. Al 
Mursalaat, 77: 8)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="AyetBoldAlnti"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain itu, bintang-bintang bermassa besar juga menyebabkan terbentuknya 
lekukan-lekukan yang dapat ditemukan di ruang angkasa. Namun, lubang hitam tidak 
hanya menimbulkan lekukan-lekukan di ruang angkasa tapi juga membuat lubang di 
dalamnya. Itulah mengapa bintang-bintang runtuh ini dikenal sebagai lubang 
hitam. Kenyataan ini mungkin dipaparkan di dalam ayat tentang bintang-bintang, 
dan ini adalah satu bahasan penting lain yang menunjukkan bahwa Al Qur'an adalah 
firman Allah: &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;div class="AyetBoldAlnti"&gt;
&lt;i&gt;Demi langit dan Ath Thaariq, tahukah kamu apakah Ath 
Thaariq? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus. (QS. At Thaariq, 86: 1-3) 
&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class="baslik2"&gt;
&lt;b&gt;PULSAR: BINTANG BERDENYUT&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;div class="AyetBoldAlnti"&gt;
&amp;nbsp;&lt;i&gt;Demi langit dan Ath Thaariq, tahukah kamu apakah Ath 
Thaariq? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus. (QS. At Thaariq, 86: 1-3)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class="AyetBoldAlnti"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipcG_RXaCqyfQ_UaPlUZCZMuS_taDC1EKbaPEgkRAAr6KnZ-C_gKjarIcphDsqSsDMJTvwtqeVh4Vzd-4ZQ3Zhvge9drvMDADYqrQXwmrfVnar6pLXnPKEF-8QppT2TJ5mmLQI8ym2mOdp/s1600/pulsar.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipcG_RXaCqyfQ_UaPlUZCZMuS_taDC1EKbaPEgkRAAr6KnZ-C_gKjarIcphDsqSsDMJTvwtqeVh4Vzd-4ZQ3Zhvge9drvMDADYqrQXwmrfVnar6pLXnPKEF-8QppT2TJ5mmLQI8ym2mOdp/s1600/pulsar.JPG" height="320" width="196" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kata "Thaariq," nama surat ke-86, berasal dari akar kata "tharq," yang makna 
dasarnya adalah memukul dengan cukup keras untuk menimbulkan suara, atau 
menumbuk. Dengan mempertimbangkan arti yang mungkin dari kata tersebut, yakni 
"berdenyut/berdetak," "memukul keras," perhatian kita mungkin diarahkan oleh 
ayat ini pada sebuah kenyataan ilmiah penting. Sebelum menelaah keterangan ini, 
marilah kita lihat kata-kata selainnya yang digunakan dalam ayat ini untuk 
menggambarkan bintang-bintang ini. Istilah "ath-thaariqi" dalam ayat di atas 
berarti sebuah bintang yang menembus malam, yang menembus kegelapan, yang muncul 
di malam hari, yang menembus dan bergerak, yang berdenyut/berdetak, yang 
menumbuk, atau bintang terang. Selain itu, kata "wa" mengarahkan perhatian pada 
benda-benda yang digunakan sebagai sumpah – yakni, langit dan Ath Thaariq.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Melalui penelitian oleh Jocelyn Bell Burnell, di Universitas Cambridge pada 
tahun 1967, sinyal radio yang terpancar secara teratur ditemukan. Namun, hingga 
saat itu belumlah diketahui bahwa terdapat benda langit yang berkemungkinan 
menjadi sumber getaran atau denyut/detak teratur yang agak mirip pada jantung. 
Akan tetapi, pada tahun 1967, para pakar astronomi menyatakan bahwa, ketika 
materi menjadi semakin rapat di bagian inti karena perputarannya mengelilingi 
sumbunya sendiri, medan magnet bintang tersebut juga menjadi semakin kuat, 
sehingga memunculkan sebuah medan magnet pada kutub-kutubnya sebesar 1 triliun 
kali lebih kuat daripada yang dimiliki Bumi. Mereka lalu paham bahwa sebuah 
benda yang berputar sedemikian cepat dan dengan medan magnet yang sedemikian 
kuat memancarkan berkas-berkas sinar yang terdiri dari gelombang-gelombang radio 
yang sangat kuat berbentuk kerucut di setiap putarannya. Tak lama kemudian, 
diketahui juga bahwa sumber sinyal-sinyal ini adalah perputaran cepat dari 
bintang-bintang neutron. Bintang-bintang neutron yang baru ditemukan ini dikenal 
sebagai "pulsar." Bintang-bintang ini, yang berubah menjadi pulsar melalui 
ledakan supernova, tergolong yang memiliki massa terbesar, dan termasuk 
benda-benda yang paling terang dan yang bergerak paling cepat di ruang angkasa. 
Sejumlah pulsar berputar 600 kali per detik&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="1"&gt;&lt;/a&gt; .&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669##dipnot" name="dipnot"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;

Kata "pulsar" berasal dari kata kerja &lt;em&gt;to pulse &lt;/em&gt;. Menurut kamus 
&lt;em&gt;American Heritage Dictionary, &lt;/em&gt;kata tersebut berarti bergetar, 
berdenyut. Kamus &lt;em&gt;Encarta Dictionary &lt;/em&gt;mengartikannya sebagai berdenyut 
dengan irama teratur, bergerak atau berdebar dengan irama teratur yang kuat. 
Lagi menurut &lt;em&gt;Encarta Dictionary, &lt;/em&gt;kata " &lt;em&gt;pulsate &lt;/em&gt;", yang 
berasal dari akar yang sama, berarti mengembang dan menyusut dengan denyut 
teratur yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Menyusul penemuan itu, diketahui kemudian bahwa peristiwa alam yang 
digambarkan dalam Al Qur'an sebagai "thaariq," yang berdenyut, memiliki 
kemiripan yang sangat dengan bintang-bintang neutron yang dikenal sebagai 
pulsar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Bintang-bintang neutron terbentuk ketika inti dari bintang-bintang 
maharaksasa runtuh. Materi yang sangat termampatkan dan sangat padat itu, dalam 
bentuk bulatan yang berputar sangat cepat, menangkap dan memampatkan hampir 
seluruh bobot bintang dan medan magnetnya. Medan magnet amat kuat yang 
ditimbulkan oleh bintang-bintang neutron yang berputar sangat cepat ini telah 
dibuktikan sebagai penyebab terpancarnya gelombang-gelombang radio sangat kuat 
yang teramati di Bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Di ayat ke-3 surat Ath Thaariq istilah "an najmu ats tsaaqibu," yang berarti 
yang menembus, yang bergerak, atau yang membuat lubang, mengisyaratkan bahwa 
Thaariq adalah sebuah bintang terang yang membuat lubang di kegelapan dan 
bergerak. Makna istilah "adraaka" dalam ungkapan "Tahukah kamu apakah Ath 
Thaariq itu?" merujuk pada pemahaman. Pulsar, yang terbentuk melalui pemampatan 
bintang yang besarnya beberapa kali ukuran Matahari, termasuk benda-benda langit 
yang sulit untuk dipahami. Pertanyaan pada ayat tersebut menegaskan betapa sulit 
memahami bintang berdenyut ini. (Wallaahu a'lam)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Sebagaimana telah dibahas, bintang-bintang yang dijelaskan sebagai Thaariq 
dalam Al Qur'an memiliki kemiripan dekat dengan pulsar yang dipaparkan di abad 
ke-20, dan mungkin mengungkapkan kepada kita tentang satu lagi keajaiban ilmiah 
Al Qur'an. &lt;br /&gt;
&lt;div class="AyetBoldAlnti"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="baslik2"&gt;
&lt;b&gt;BINTANG SIRIUS (SYI'RA)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="baslik2"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjvhR-70DSBpR1kfvrLaWM9kGmlvJ259BokfnGwID3EQroasxwdF4UXfMGAncYisaapPR6iDxW5UBBSLoH005N_osTH4JTUh38ql5NzBNfz0I1IF2hyI1HCfHcTTD7-hp1PIjO8cdiGHRL/s1600/bintang+sirius.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjvhR-70DSBpR1kfvrLaWM9kGmlvJ259BokfnGwID3EQroasxwdF4UXfMGAncYisaapPR6iDxW5UBBSLoH005N_osTH4JTUh38ql5NzBNfz0I1IF2hyI1HCfHcTTD7-hp1PIjO8cdiGHRL/s1600/bintang+sirius.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ketika pengertian-pengertian tertentu yang disebutkan dalam Al Qur'an dikaji 
berdasarkan penemuan-penemuan ilmiah abad ke-21, kita akan mendapati diri kita 
tercerahkan dengan lebih banyak keajaiban Al Qur'an. Salah satunya adalah 
bintang Sirius (Syi'ra), yang disebut dalam surat An Najm ayat ke-49:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;div class="AyetBoldAlnti"&gt;
&lt;i&gt;… dan bahwasanya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang 
Syi'ra (QS. An Najm, 53: 49) &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataan bahwa kata Arab "syi'raa," yang merupakan padan kata bintang 
Sirius, muncul hanya di Surat An Najm (yang hanya berarti "bintang") ayat ke-49 
secara khusus sangatlah menarik. Sebab, dengan mempertimbangkan ketidakteraturan 
dalam pergerakan bintang Sirius, yakni bintang paling terang di langit malam 
hari, sebagai titik awal, para ilmuwan menemukan bahwa ini adalah sebuah bintang 
ganda. Sirius sesungguhnya adalah sepasang dua bintang, yang dikenal sebagai 
Sirius A dan Sirius B. Yang lebih besar adalah Sirius A, yang juga lebih dekat 
ke Bumi dan bintang paling terang yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Tapi 
Sirus B tidak dapat dilihat tanpa teropong. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Bintang ganda Sirius beredar dengan lintasan berbentuk bulat telur 
mengelilingi satu sama lain. Masa edar Sirius A dan B mengelilingi titik pusat 
gravitasi mereka yang sama adalah 49,9 tahun. Angka ilmiah ini kini diterima 
secara bulat oleh jurusan astronomi di universitas Harvard, Ottawa dan 
Leicester&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="2"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669##dipnot" name="dipnot"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Keterangan ini dilaporkan dalam berbagai sumber 
sebagai berikut: &lt;br /&gt;

Sirius, bintang yang paling terang, sebenarnya adalah bintang kembar… 
Peredarannya berlangsung selama 49,9 tahun&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="3"&gt;&lt;/a&gt;. &lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669##dipnot" name="dipnot"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Sebagaimana diketahui, bintang Sirius-A dan Sirius-B beredar mengelilingi 
satu sama lain melintasi sebuah busur ganda setiap 49,9 tahun&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="4"&gt;&lt;/a&gt;. &lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8126804158521938669##dipnot" name="dipnot"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah garis edar ganda berbentuk busur 
dari dua bintang tersebut yang mengitari satu sama lain. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Namun, kenyataan ilmiah ini, yang ketelitiannya hanya dapat diketahui di 
akhir abad ke-20, secara menakjubkan telah diisyaratkan dalam Al Qur'an 1.400 
tahun lalu. Ketika ayat ke-49 dan ke-9 dari surat An Najm dibaca secara bersama, 
keajaiban ini menjadi nyata: &lt;br /&gt;

&lt;div class="AyetBoldAlnti"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;div class="AyetBoldAlnti"&gt;
&lt;i&gt;dan bahwasanya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang 
Syi'ra (QS. An Najm, 53: 49) &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;
&lt;/i&gt;&lt;div class="AyetBoldAlnti"&gt;
&lt;i&gt;maka jadilah dia dekat dua ujung busur panah atau lebih 
dekat (lagi). (QS. An Najm, 53: 9) &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan dalam Surat An Najm ayat ke-9 tersebut mungkin pula menggambarkan 
bagaimana kedua bintang ini saling mendekat dalam peredaran mereka. (Wallaahu 
a'lam). Fakta ilmiah ini, yang tak seorang pun dapat memahami di masa pewahyuan 
Al Qur'an, sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah Yang 
Mahakuasa.&lt;br /&gt;
&lt;div class="baslik2"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="baslik2"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;daftar pustaka : &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="baslik2" style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1. Double Pulsar Found," January 9, 2004; 
www.atnf.csiro.au/news/press/double_pulsar/&amp;nbsp;&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2. Leicester edu dept of Physics &amp;amp; astronomy; 
www.star.le.ac.uk/astrosoc/whatsup/stars.html; University of Ottowa; www.site.uottawa.ca:4321/astronomy/index.html#Sirius; 
Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics;&amp;nbsp; http://cfa-www.harvard.edu/~hrs/ay45/Fall2002/ChapterIVPart2.pdf&amp;nbsp;&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3. "Exposes Astronomiques, La troisième loi de 
KEPLER;" http://www.astrosurf.com/eratosthene/HTML/exposetheoastro.htm&amp;nbsp;&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;4. 
http://www.dharma.com.tr/dkm/article.php?sid=87 &lt;/span&gt;&lt;span class="dipnot"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUKe3N4W6fUnScYpeV0yVoLLQPCSzwYTUKzoNtQ8QM4PhO5tQlHwQbK26hKK4gbsD2CjA29UbDTRVvAPnTJI-0TJcUcXg9mHUeUHE1bgD5u-uttRrP2V4uCHk3xOvCzsbQtV8nbPny-vb0/s72-c/lubang+hitam.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Memakai Jilbab Pashmina Modern Simple Dan Modis </title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/cara-memakai-jilbab-pashmina-modern.html</link><category>Cara Memakai Jilbab</category><category>Jilbab</category><category>Tutorial Jilbab</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 31 May 2014 19:19:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-4119265987048714793</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiUqHdyOZcKybebRsthkLeFccWGjr43E7Z379cUhQTaADJVy_s5p-s6NzN8fg2GDkJnZZPDLKFsbGPqEOPZFEPvlXN93MvoRGAKjU9YHlK32Bv9OggjXGsszxv-dvND5SbKuyaa_WvqnXZ/s1600/memakai+pasmina.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiUqHdyOZcKybebRsthkLeFccWGjr43E7Z379cUhQTaADJVy_s5p-s6NzN8fg2GDkJnZZPDLKFsbGPqEOPZFEPvlXN93MvoRGAKjU9YHlK32Bv9OggjXGsszxv-dvND5SbKuyaa_WvqnXZ/s1600/memakai+pasmina.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Cara memakai jilbab pashmina modern&lt;/b&gt; memang gampang-gampang susah, namun jika Anda sudah terbiasa dengan &lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/"&gt;cara memakai jilbab&lt;/a&gt;
 tersebut, maka Anda tidak akan megalami kesulitan dalam bentuk apapun. 
Namun jika Anda masih baru dalam memakai jilbab, maka mungkin Anda akan 
sedikit mengalami kesulitan, untuk itu kali ini akan diulas tentang tata
 cara berhijab mengunakan jilbab pashmina yang simple dan tentu saja 
mudah untuk dicoba. Dengan memakai jilbab pashmina yang tepat dan 
dikombinasikan dengan busana yang menawan, Anda akan terlihat modis dan 
trendy. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/"&gt;Jilbab&lt;/a&gt; pashmina merupakan jilbab yang diambil dari bahasa Persia - Pashm
 (Pashmineh) yang berarti wol. Untuk membuat pashmina memang dibuat dari
 bahan wol halus yang berasal dari changthangi atau bulu kambing dan 
domba yang merupakan jenis kambing khusus dari adat untuk Himalaya di 
Nepal, Pakistan dan India utara. Pada awalnya pashmina hanya terdapat 
beberapa warna sederhana saja seperti arna hitam, putih atau coklat 
dengan motif polos. Namun dalam perkembanganya, kini pashmina lebih 
beragam dengan corak dan warna yang menawan sehingga dapat bervariasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/"&gt;Jilbab&lt;/a&gt; pashmina memang menjadi trend dan banyak disukai oleh kalangan 
wanita. Pashmina kini lebih bervariasi denga aneka motif yang bisa 
dengan mudah kita kombinasikan dengan baju atau busana muslim yang ingin
 kita kenakan. Ada banyak sekali pilihan yang bisa Anda pilih sesuai 
dengan selera, jadi tidak akan membuat penampilan Anda terlihat 
membosankan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika Anda memiliki jilbab pashmina, tidak ada salahnya mencoba tutorial 
simple di bawah ini sehingga penampilan Anda akan terlihat semakin 
bervariasi dengan model-model jilbab yang modis dan trendy. Untuk 
Langsung saja simak video tutorialnya berikut ini seperti yang diambil 
dari youtube.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;center&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="//www.youtube.com/embed/rsnajukscX4" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Cukup mudah dan simple bukan? Dengan waktu yang relatif singkat Anda 
dapat membuat kreasi &lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/"&gt;jilbab baru yang modis&lt;/a&gt; dan menawan namun tetap 
simple dan sederhana. Tertarik untuk mencobanya? Selamat mencoba cara 
memakai jilbab pashmina modern diatas dan semoga bermanfaat!&lt;/div&gt;
&amp;nbsp;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiUqHdyOZcKybebRsthkLeFccWGjr43E7Z379cUhQTaADJVy_s5p-s6NzN8fg2GDkJnZZPDLKFsbGPqEOPZFEPvlXN93MvoRGAKjU9YHlK32Bv9OggjXGsszxv-dvND5SbKuyaa_WvqnXZ/s72-c/memakai+pasmina.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Memakai Jilbab Segi Empat Modern Simple </title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/cara-memakai-jilbab-segi-empat-modern.html</link><category>Cara Memakai Jilbab</category><category>Jilbab</category><category>Jilbab Segi Empat</category><category>Tutorial Jilbab</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 31 May 2014 19:02:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-953430261088427140</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQpCkiA2nXJ0h7-EyCCAg4adeMt2VW0rRQIQa_LRSeZkdPjZQELyVNADC2uS173acN4jfzmDXWrLGWc8Mv24IDo1ICeJEYY6Cf74-qXsQcr2W6UKlC3fAa7w9PEvgTqAuQd4fZk0uBtsSm/s1600/caramemakaijilbabmodersimple.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Jilbab" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQpCkiA2nXJ0h7-EyCCAg4adeMt2VW0rRQIQa_LRSeZkdPjZQELyVNADC2uS173acN4jfzmDXWrLGWc8Mv24IDo1ICeJEYY6Cf74-qXsQcr2W6UKlC3fAa7w9PEvgTqAuQd4fZk0uBtsSm/s1600/caramemakaijilbabmodersimple.JPG" height="229" title="Jilbab Segi Empat Modern" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Cara memakai &lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/"&gt;jilbab&lt;/a&gt; segi empat modern&lt;/b&gt; bisa Anda lakukan dengan 
gaya yang simple namun tetap terlihat modis dan trendy. Memang 
akhir-akhir ini banyak sekali wanita yang berminat dan beralih ke hijab,
 namun ini merupakan sinyal dan tanda yang sangat positif. Karena dengan
 adanya trend jilbab tersebut semakin banyak juga wanita muslim yang 
menutup auratnya. Dan semoga saja ini bukan hanya trend semata, namun 
bisa menjadi pedoman dalam berbusana seumur hidup.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Cara memakai jilbab&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;
 memang ada banyak sekali, bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan 
suasana. Bisa juga berdasarkan bahan dan jenis jilbab, karena berbeda 
bahan berbeda pula cara pemakaiannya agar terlihat lebih serasi dan 
tentunya nyaman. Berikut ini kita akan mencoba tutorial cara berhijab 
menggunakan jilbab segi empat yang simple dan trendy, tertarik untuk 
mencobanya? Langsung saja simak video tutorialnya dibawah ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="//www.youtube.com/embed/1Eb8zRKSQxw" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Sebelum memulainya, Anda dapat 
menyiapkan beberapa perlengkapan yang dibutuhkan agar dapat mengikuti 
tutorial dengan cepat dan mudah. Karena merupakan video, maka Anda 
membutuhkan koneksi internet yang lumayan kencang agar tidak buffer atau
 menunggu terlalu lama.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kini Anda dapat mengenakan jilbab tersebut untuk acara santai atau 
jalan-jalan ke mall bersama saudara dan kerabat. Bisa juga Anda gunakan 
untuk aktivitas sehari-hari dirumah atau pergi ke kampus. Selamat 
mencoba &lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/"&gt;&lt;i&gt;cara memakai jilbab segi empat modern&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; diatas!&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQpCkiA2nXJ0h7-EyCCAg4adeMt2VW0rRQIQa_LRSeZkdPjZQELyVNADC2uS173acN4jfzmDXWrLGWc8Mv24IDo1ICeJEYY6Cf74-qXsQcr2W6UKlC3fAa7w9PEvgTqAuQd4fZk0uBtsSm/s72-c/caramemakaijilbabmodersimple.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hadiah Dari Neraka</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/hadiah-dari-neraka.html</link><category>Hikayat Islam</category><category>Kisah Hikmah</category><category>Kisah Islam</category><category>Kisah Teladan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 31 May 2014 07:40:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-5390090423606589526</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWX2ZTYJuWzyq6p3WZ5w0ZKERxqbdJqAdWtdWvFxKI3cgFErDUQELzPii4UY4_wzmnKBUlqQbxBEabrYKhlzoOHt-l1BLR0H1dDtdHPOvYunaLRVktE5QpAeDy2Dx_-hjoWonhcvposquH/s1600/kado+dari+neraka.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWX2ZTYJuWzyq6p3WZ5w0ZKERxqbdJqAdWtdWvFxKI3cgFErDUQELzPii4UY4_wzmnKBUlqQbxBEabrYKhlzoOHt-l1BLR0H1dDtdHPOvYunaLRVktE5QpAeDy2Dx_-hjoWonhcvposquH/s1600/kado+dari+neraka.jpg" height="240" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di hari kiamat kelak malaikat maut akan membentak kepada Iblis: "Berhentilah kamu Iblis laknat dan rasalah kepedihan maut sebagaimana yang dirasai oleh orang-orang&amp;nbsp; yang engkau sesatkan dalam beberapa abad yang kau hidup dan inilah hari yang ditentukan oleh Allah terhadap kamu, maka kemanakah kamu hendak lari?."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apabila Iblis mendengarnya maka ia cuba lari tetapi kemana sahaja ia pergi malaikat maut tetap berada di hadapannya. Tidak ada satu tempat pun untuk ia bersembunyi. Kemudian ia berlari mendapatkan kubur Nabi Adam sambil berkata: "Disebabkan kamulah aku mendapat laknat." Kemudian Iblis bertanya kepada malaikat maut: "Minuman dan seksaan apakah yang akan dikenakan terhadapku?" Maka jawab malaikat: "Kamu akan diberi minum dari Neraka Ladha, seksa yang akan kamu terima serupa dengan siksa ahli neraka dan berlipat kali ganda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mendengar hal itu maka Iblis pun berguling di atas tanah sambil menjerit sekuat suaranya, kemudian ia berlari dari barat ke timur dan akhirnya sampai ke tempat yang mula-mula diturunkan. Disitu dia dihalang oleh malaikat Zabaniah dengan rantai di tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tatkala itu bumi bagaikan api kerana dikerumuni oleh malaikat Zabaniah yang menikam dengan bantulan dari Neraka Ladha sehingga Iblis merasakan seksa sakaratul maut. Disaat itu akan dipanggil Nabi Adam dan Siti Hawa untuk melihat Iblis. Maka berdoalah mereka: "Ya Allah, sesungguhnya engkau telah menyempurnakan nikmat-Mu kepada kami."&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWX2ZTYJuWzyq6p3WZ5w0ZKERxqbdJqAdWtdWvFxKI3cgFErDUQELzPii4UY4_wzmnKBUlqQbxBEabrYKhlzoOHt-l1BLR0H1dDtdHPOvYunaLRVktE5QpAeDy2Dx_-hjoWonhcvposquH/s72-c/kado+dari+neraka.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Derita Sakaratul Maut Kerana Mengutamakan Isteri daripada Ibunya</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/derita-sakaratul-maut-kerana.html</link><category>Hikayat Islam</category><category>Kisah Hikmah</category><category>Kisah Islam</category><category>Kisah Teladan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 31 May 2014 07:31:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-5964264832355537383</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikOqSzd18nDjskE4PNZcA0JctHNPUofo3KGKCHW-tRp3bxmbxf4Y0sK74YlUkOPDyHHUZri9JPCtnPHWd9AD5G_L2-ZQJh_H6qJ7N8GjBOOM9um-OWEi1WSii9QRd0fIcWHmCFLoTP-Mla/s1600/sakaratul+maut.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikOqSzd18nDjskE4PNZcA0JctHNPUofo3KGKCHW-tRp3bxmbxf4Y0sK74YlUkOPDyHHUZri9JPCtnPHWd9AD5G_L2-ZQJh_H6qJ7N8GjBOOM9um-OWEi1WSii9QRd0fIcWHmCFLoTP-Mla/s1600/sakaratul+maut.jpg" height="186" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di zaman Rasulullah ada seorang pemuda yang bernama Alqomah, ia sangat rajin beribadat. Suatu hari ia tiba-tiba jatuh sakit yang sangat kuat, maka isterinya menyuruh orang memanggil Rasulullah dan mengatakan suaminya sakit kuat dan dalam naza sakaratul maut. Apabila berita ini sampai kepada Rasulullah, maka Rasulullah menyuruh Bilal r.a, Ali r.a, Salamam r.a dan Ammar r.a supaya pergi melihat keadaan Alqomah. Apabila mereka sampai ke rumah Alqomah, mereka terus mendapatkan Alqomah sambil membantunya membacakan kalimah La-ilaa-ha-illallah, tetapi lidah Alqomah tidak dapat menyebutnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketika para sahabat mendapati bahawa Alqomah pasti akan mati, maka mereka menyuruh Bilal r.a supaya memberitahu Rasulullah tentang keadaan Alqomah. Apabila Bilal sampai dirumah Rasulullah, maka bilal menceritakan segala hal yang berlaku kepada Alqomah. Lalu Rasulullah bertanya kepada Bilal; "Wahai Bilal apakah ayah Alqomah masih hidup?" jawab Bilal r.a, " Tidak, ayahnya sudah meninggal, tetapi ibunya masih hidup dan sangat tua usianya". Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata kepada Bilal; "Pergilah kamu kepada ibunya dan sampaikan salamku, dan katakan kepadanya kalau dia dapat berjalan, suruh dia datang berjumpaku, kalau dia tidak dapat berjalan katakan aku akan kerumahnya".&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka apabila Bilal sampai kerumah ibu Alqomah, lalu ia berkata seperti yang Rasulullah kata kepadanya, maka berkata ibu Alqomah; " Aku lebih patut pergi berjumpa Rasulullah". Lalu ibu Alqomah mengangkat tongkat dan terus berjalan menuju ke rumah Rasulullah. Maka bertanya Nabi s.a.w. kepada ibu Alqomah; "Terangkan kepada ku perkara yang sebenar tentang Alqomah, jika kamu berdusta nescaya akan turun wahyu kepadaku". Berkata Nabi lagi; "Bagaimana keadaan Alqomah?", jawab ibunya; "Ia sangat rajin beribadat, ia sembahyang, berpuasa dan sangat suka bersedekah sebanyak-banyaknya sehingga tidak diketahui banyaknya". Bertanya Rasulullah; "Bagaimana hubungan kamu dengan dia?", jawab ibunya; " Aku murka kepadanya", lalu Rasulullah bertanya; "Mengapa", jawab ibunya; "Kerana ia patut mengutamakan aku dari isterinya, dan menurut kata-kata isterinya sehingga ia menentangku".&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;Maka berkata Rasulullah; "Murka kamu itulah yang telah mengunci lidahnya dari mengucap La iilaa ha illallah", kemudian Nabi s.a.w menyuruh Bilal mencari kayu api untuk membakar Alqomah. Apabila ibu Alqomah mendengar perintah Rasulullah lalu ia bertanya; "Wahai Rasulullah, kamu hendak membakar putera ku didepan mataku?, bagaimana hatiku dapat menerimanya". Kemudian berkata Nabi s.a.w; "Wahai ibu Alqomah, siksa Allah itu lebih berat dan kekal, oleh itu jika kamu mahu Allah mengampunkan dosa anakmu itu, maka hendaklah kamu mengampuninya", demi Allah yang jiwaku ditangannya, tidak akan guna sembahyangnya, sedekahnya, selagi kamu murka kepadanya". Maka berkata ibu Alqomah sambil mengangkat kedua tangannya; "Ya Rasulullah, aku persaksikan kepada Allah dilangit dan kau Ya Rasulullah dan mereka-mereka yang hadir disini bahawa aku redha pada anakku Alqomah".&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka Rasulullah mengarahkan Bilal pergi melihat Alqomah sambil berkata; "Pergilah kamu wahai Bilal, lihat sama ada Alqomah dapat mengucapkan La iilaa ha illallah atau tidak". Berkata Rasulullah lagi kepada Bilal ; "Aku khuatir kalau kalau ibu Alqomah mengucapkan itu semata-mata kerana pada aku dan bukan dari hatinya". Maka apabila Bilal sampai di rumah Alqomah tiba-tiba terdengar suara Alqomah menyebut; "La iilaa ha illallah". Lalu Bilal masuk sambil berkata; "Wahai semua orang yang berada disini, ketahuilah sesungguhnya murka ibunya telah menghalang Alqomah dari dapat mengucapkan kalimah La iila ha illallah, kerana redha ibunyalah maka Alqomah dapat menyebut kalimah syahadat". Maka matilah Alqomah pada waktu sebaik saja dia mengucap.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka Rasulullah s.a.w pun sampai di rumah Alqomah sambil berkata; "Segeralah mandi dan kafankan", lalu disembahyangkan oleh Nabi s.a.w. dan sesudah dikuburkan maka berkata Nabi s.a.w. sambil berdiri dekat kubur; "Hai sahabat Muhajirin dan Anshar, barang siapa yang mengutamakan isterinya daripada ibunya maka ia adalah orang yang dilaknat oleh Allah s.w.t, dan tidak diterimanya daripadanya ibadat fardhu dan sunatnya.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikOqSzd18nDjskE4PNZcA0JctHNPUofo3KGKCHW-tRp3bxmbxf4Y0sK74YlUkOPDyHHUZri9JPCtnPHWd9AD5G_L2-ZQJh_H6qJ7N8GjBOOM9um-OWEi1WSii9QRd0fIcWHmCFLoTP-Mla/s72-c/sakaratul+maut.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengapa Semut tidak Dimangsa Si Kantong Semar?</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/mengapa-semut-tidak-dimangsa-si-kantong.html</link><category>Artikel Harun Yahya</category><category>Fakta Al Quran</category><category>Fakta Unik</category><category>Fenomena Nyata</category><category>Harun Yahya</category><category>Keajaiban Alam</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 29 May 2014 20:48:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-5988249081031904602</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikMT_ulkHgRUzcx3BhmWGMV-yqBkF9TeB33kgk4MHzP7X_3skGRN5-jfnFvZVsiFE5FAvix7LpmW0jjMbInKDhi-aavmhLn_oo3Mm3iXdZIBMyEm5yGjEhbMKlZqUhDbCbDI22dN5GH5LH/s1600/kantong+semar+vs+semut.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikMT_ulkHgRUzcx3BhmWGMV-yqBkF9TeB33kgk4MHzP7X_3skGRN5-jfnFvZVsiFE5FAvix7LpmW0jjMbInKDhi-aavmhLn_oo3Mm3iXdZIBMyEm5yGjEhbMKlZqUhDbCbDI22dN5GH5LH/s1600/kantong+semar+vs+semut.jpg" height="126" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di dalam kantung tumbuhan “kantong-semar“ &lt;em&gt;Nepenthes bicalcarata&lt;/em&gt; yang 
hidup di sebelah India Timur, hiduplah koloni semut. Tumbuhan ini bentuknya 
seperti teko dan memangsa serangga yang menghinggapinya. Meskipun demikian, 
semut bebas bergerak dan mengambil sisa-sisa serangga dan bahan makanan lainnya 
dari tumbuhan ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="text-align: justify;"&gt;
Kerja sama ini menguntungkan kedua belah pihak, semut dan tumbuhan. 
Meski semut mungkin saja dimakan &lt;em&gt;Nepenthes&lt;/em&gt;, mereka dapat membangun 
sarang pada tumbuhan ini. Sang tumbuhan juga menyisakan jaringan tertentu dan 
sisa-sisa serangga untuk semut. Dan sebagai balasannya, semut melindungi 
tumbuhan dari musuhnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="text-align: justify;"&gt;
Begitulah contoh hubungan kehidupan antara tumbuhan dan semut. 
Bentuk anatomi dan fisiologi semut dan tumbuhan inangnya telah dirancang 
sedemikian rupa untuk memudahkan hubungan timbal balik antara keduanya. Meskipun 
para pembela teori evolusi menyatakan bahwa hubungan antarjenis makhluk hidup 
ini berkembang secara berangsur-angsur selama jutaan tahun, tetapi tentu saja 
pernyataan yang mengatakan bahwa dua makhluk yang tidak memiliki kecerdasan ini 
dapat sepakat merencanakan suatu sistem yang menguntungkan kedua belah pihak 
tidaklah masuk akal. Lalu, apa yang menyebabkan semut hidup pada tumbuhan?&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="text-align: justify;"&gt;
Semut cenderung tinggal pada tumbuhan karena adanya cairan bernama 
"nektar tersisa" yang dikeluarkan tumbuhan. Cairan nektar ini merupakan daya 
tarik bagi semut untuk mendatangi tumbuhan. Banyak spesies tumbuhan yang 
terbukti mengeluarkan cairan ini pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, pohon ceri 
hitam menghasilkan cairan ini hanya tiga minggu dalam setahun. Tentu pengeluaran 
cairan pada waktu ini bukan kebetulan karena waktu tiga minggu ini bertepatan 
dengan satu-satunya waktu sejenis ulat menyerang pohon ceri hitam. Semut yang 
tertarik pada nektar dapat membunuh ulat ini serta melindungi tumbuhan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hanya dengan menggunakan akal sehat, kita dapat melihat bahwa hal ini adalah 
bukti hasil penciptaan. Akal sehat tidak mungkin bisa menerima bahwa pohon ini 
dapat memperhitungkan kapan bahaya akan menyerang lalu memutuskan bahwa cara 
terbaik untuk melindungi dirinya adalah dengan cara menarik perhatian semut 
serta mengubah struktur kimianya. Pohon ceri tidak punya otak. Oleh karena itu, 
ia tidak dapat berpikir, memperhitungkan, maupun mengubah campuran kimianya. 
Bila kita menganggap bahwa cara cerdas ini adalah sifat yang diperoleh dari 
suatu kebetulan, yaitu dasar berpikir evolusi, tentu ini tidaklah masuk akal. 
Jelas sekali bahwa pohon ini telah melakukan sesuatu yang didasarkan pada 
kecerdasan dan ilmu pengetahuan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="text-align: justify;"&gt;
Oleh karena itu, satu-satunya kesimpulan yang dapat kita tarik 
adalah bahwa sifat tumbuhan ini telah terbentuk karena adanya sebuah Kehendak 
yang telah menciptakannya. Bila kita merujuk pada segala bentuk pengaturan yang 
dibuat-Nya, jelas sekali bahwa Dia tidak hanya berkuasa atas pohon, tetapi juga 
atas semut dan ulat. Jika penelitian dilakukan lebih jauh lagi, tentunya dapat 
diketahui bahwa Dia berkuasa atas semesta alam dan telah mengatur setiap bagian 
alam secara terpisah namun serasi dan selaras, sehingga membentuk sebuah 
rangkaian sempurna yang kita kenal sebagai "keseimbangan ekologi". Bila kita 
berpikir lebih jauh dan meneliti bidang-bidang lain, seperti geologi dan 
astronomi, kita akan sampai pada gambaran yang serupa. Ke mana pun kita 
melangkah, kita akan menyaksikan berjuta sistem yang berfungsi dengan selaras 
dan teratur sempurna. Semua sistem ini menunjukkan keberadaan Sang Pengatur. 
Meskipun demikian, tidak satu pun unsur pembentuk alam ini yang mampu berfungsi 
sebagai Sang Pengatur itu. Oleh karena itu sang pengatur haruslah Dia Yang Maha 
Tahu dan Mahakuasa atas alam semesta. Al Quran menggambarkan Sang Penguasa 
sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiu9WlWuf4L9d27z2E9D3gidKfj6njVbweyHqbpj-Lgmy3QbXpnWGChxoxMNvWSG0OhbvasUDyt_etH7azXy0FW0WV7GXsUhs5HDaJ03AYrvpr7hfNJEqYSx1YADnV1Fkfv9-T1yk1nQAFO/s1600/al_hasyr_24.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiu9WlWuf4L9d27z2E9D3gidKfj6njVbweyHqbpj-Lgmy3QbXpnWGChxoxMNvWSG0OhbvasUDyt_etH7azXy0FW0WV7GXsUhs5HDaJ03AYrvpr7hfNJEqYSx1YADnV1Fkfv9-T1yk1nQAFO/s1600/al_hasyr_24.JPG" height="98" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;div class="hyg" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span class="ayetler"&gt;"Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang 
Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling Baik. Bertasbih kepadanya 
apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi 
Mahabijaksana." &lt;br /&gt;(QS. Al-Hasyr, 59:24)&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class="hyg" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikMT_ulkHgRUzcx3BhmWGMV-yqBkF9TeB33kgk4MHzP7X_3skGRN5-jfnFvZVsiFE5FAvix7LpmW0jjMbInKDhi-aavmhLn_oo3Mm3iXdZIBMyEm5yGjEhbMKlZqUhDbCbDI22dN5GH5LH/s72-c/kantong+semar+vs+semut.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Enam Persimpangan</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/enam-persimpangan.html</link><category>Hikayat Islam</category><category>Kisah Hikmah</category><category>Kisah Islam</category><category>Kisah Teladan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 29 May 2014 20:24:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-654367442084742973</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDyqpBOH2IKTQ1W4keuwPpR0OPAkUlrO174JcotYW_vBrTnoZfW-YbMFceW78HYnIYK4mfqycMOfHh3UN3iPd1zeUx2EuwKf-8ivgx3dTifi00CyL0Ldn-aT-b7Jv3MfiDSJUabTSgj7Ea/s1600/enam+persimpangan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDyqpBOH2IKTQ1W4keuwPpR0OPAkUlrO174JcotYW_vBrTnoZfW-YbMFceW78HYnIYK4mfqycMOfHh3UN3iPd1zeUx2EuwKf-8ivgx3dTifi00CyL0Ldn-aT-b7Jv3MfiDSJUabTSgj7Ea/s1600/enam+persimpangan.jpg" height="266" width="400" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Abu Bakar r.a. berkata, " Sesungguhnya iblis berdiri di depanmu, jiwa di sebelah kananmu, nafsu di sebelah kirimu, dunia di sebelah belakangmu dan semua anggota tubuhmu berada di sekitar tubuhmu. Sedangkan Allah di atasmu. Sementara iblis terkutuk mengajakmu meninggalkan agama, jiwa mengajakmu ke arah maksiat, nafsu mengajakmu memenuhi syahwat, dunia mengajakmu supaya memilihnya dari akhirat dan anggota tubuh menagajakmu melakukan dosa. Dan Tuhan mengajakmu masuk Syurga serta mendapat keampunan-Nya, sebagaimana firmannya yang bermaksud, "....Dan Allah mengajak ke Syurga serta menuju keampunan-Nya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang memenuhi ajakan iblis, maka hilang agama dari dirinya. Sesiapa yang memenuhi ajakan jiwa, maka hilang darinya nilai nyawanya. Sesiapa yang memenuhi ajakan nafsunya, maka hilanglah akal dari dirinya. Siapa yang memenuhi ajakan dunia, maka hilang akhirat dari dirinya. Dan siapa yang memenuhi ajakan anggota tubuhnya, maka hilang syurga dari dirinya.&lt;br /&gt;Dan siapa yang memenuhi ajakan Allah S.W.T., maka hilang dari dirinya semua kejahatan dan ia memperolehi semua kebaikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis adalah musuh manusia, sementara manusia adalah sasaran iblis. Oleh itu, manusia hendaklah sentiasa berwaspada sebab iblis sentiasa melihat tepat pada sasarannya.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDyqpBOH2IKTQ1W4keuwPpR0OPAkUlrO174JcotYW_vBrTnoZfW-YbMFceW78HYnIYK4mfqycMOfHh3UN3iPd1zeUx2EuwKf-8ivgx3dTifi00CyL0Ldn-aT-b7Jv3MfiDSJUabTSgj7Ea/s72-c/enam+persimpangan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kisah Nafsu yang Degil pada Perintah Allah</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/kisah-nafsu-yang-degil-pada-perintah.html</link><category>Hikayat Islam</category><category>Kisah Hikmah</category><category>Kisah Islam</category><category>Kisah Teladan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 29 May 2014 20:07:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-2958414139616217269</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4ZDVOFK_qRW8qtLSBfKJNsnhOKXcgzl0m9XSc8U8xnE85yO4ZG2xyGICQbt7OBS3AEZySefIFqLUoQbaBfPzOKHrkp669JEJ7j7rb4w8B4QGj1EqbO8eTECVWDqWZkq_bp1Fm7tGL77j6/s1600/nafsu+degil.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4ZDVOFK_qRW8qtLSBfKJNsnhOKXcgzl0m9XSc8U8xnE85yO4ZG2xyGICQbt7OBS3AEZySefIFqLUoQbaBfPzOKHrkp669JEJ7j7rb4w8B4QGj1EqbO8eTECVWDqWZkq_bp1Fm7tGL77j6/s1600/nafsu+degil.jpg" height="214" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam sebuah kitab karangan 'Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Alkhaubawiyi, seorang ulama yang hidup dalam abad ke XIII Hijrah, menerangkan bahwa sesungguhnya Allah S.W.T telah menciptakan akal, maka Allah S.W.T telah berfirman yang bermaksud : "Wahai akal mengadaplah engkau." Maka akal pun mengadap kehadapan Allah S.W.T., kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Wahai akal berbaliklah engkau!", lalu akal pun berbalik.&lt;br /&gt;Kemudian Allah S.W.T. berfirman lagi yang bermaksud : "Wahai akal! Siapakah aku?". Lalu akal pun berkata, "Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang daif dan lemah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Wahai akal tidak Ku-ciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau."&lt;br /&gt;Setelah itu Allah S.W.T menciptakan nafsu, dan berfirman kepadanya yang bermaksud : "Wahai nafsu, mengadaplah kamu!". Nafsu tidak menjawab sebaliknya mendiamkan diri. Kemudian Allah S.W.T berfirman lagi yang bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Lalu nafsu berkata, "Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau."&lt;br /&gt;Setelah itu Allah S.W.T menyiksanya dengan neraka jahim selama 100 tahun, dan kemudian mengeluarkannya. Kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Lalu nafsu berkata, "Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Allah S.W.T menyiksa nafsu itu dalam neraka Juu' selama 100 tahun. Setelah dikeluarkan maka Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Akhirnya nafsu mengakui dengan berkata, " Aku adalah hamba-Mu dan Kamu adalah tuhanku."&lt;br /&gt;Dalam kitab tersebut juga diterangkan bahwa dengan sebab itulah maka Allah S.W.T mewajibkan puasa.&lt;br /&gt;Dalam kisah ini dapatlah kita mengetahui bahwa nafsu itu adalah sangat jahat oleh itu hendaklah kita mengawal nafsu itu, jangan biarkan nafsu itu mengawal kita, sebab kalau dia yang mengawal kita maka kita akan menjadi musnah.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4ZDVOFK_qRW8qtLSBfKJNsnhOKXcgzl0m9XSc8U8xnE85yO4ZG2xyGICQbt7OBS3AEZySefIFqLUoQbaBfPzOKHrkp669JEJ7j7rb4w8B4QGj1EqbO8eTECVWDqWZkq_bp1Fm7tGL77j6/s72-c/nafsu+degil.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tips Memilih Jilbab Agar Terlihat Cantik dan Menawan</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/tips-memilih-jilbab-agar-terlihat.html</link><category>Jilbab</category><category>Tips Berjilbab</category><category>Tips Memilih Jilbab</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 29 May 2014 19:47:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-3344357733048199592</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_XeusRC0T0kMQZlJnLYsJF5emp4076XfH7MW_mN4PoeK2jLQ-uM-INukDpOyjWoC2H3UiEzeXe8eS0eY5dB-70HykIL6C0FJ9OeahYi2GgfBgcjPUOuDduJDOQ4gYuzgDWdY9bBvVFoW5/s1600/jilbab+cantik.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_XeusRC0T0kMQZlJnLYsJF5emp4076XfH7MW_mN4PoeK2jLQ-uM-INukDpOyjWoC2H3UiEzeXe8eS0eY5dB-70HykIL6C0FJ9OeahYi2GgfBgcjPUOuDduJDOQ4gYuzgDWdY9bBvVFoW5/s1600/jilbab+cantik.jpg" height="212" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di Indonesia para remaja wanita atau dewasa pada umumnya tidak 
menyukai atau belum siap ketika diminta untuk menggunakan jilbab. Hapir 
semua wanita tersebut berpendapat bahwa, jika wanita mengenakan jilbab 
mereka terlihat tidak modern dan penampilannya tidak menarik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun kini, hilangkanlah perasa takut dan ragu anda untuk mengenakan 
jilbab, karena bukan hanya kewajiban semata, tetapi jilbabpun kini dapat
 dikenakan dengan berbagai macam model yang tak kalah modis dan trendi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jilbab, kerudung ataupun dalam bahasa melayu disebut tudung saat ini 
sudah sangat populer di Indonesia. Mulai dari yang modis sampai yang 
syar’i semuanya bisa ditemukan dengan mudah. Banyak cara yang dapat anda
 lakukan untuk mengenakan jilbab agar penampilan anda terlihat cantik 
dan menarik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pertanyaanya adalah bagaimana cara mengenakan jilbab agar dapat tetap
 tampil baik namun tetap nyaman? Berikut beberapa tips untuk anda:&lt;/div&gt;
&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;Pilih bahan jilbab yang ringan, nyaman, adem dan praktis, carilah di penjual jilbab.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pilih model jilbab sesuai dengan bentuk wajah dan acara yang hendak kita hadiri. Agar kita tidak salah kostum.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Model jilbab serta warna harus disesuaikan dengan busana yang kita pakai untuk memberi kesan elegan dan cantik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gunakan dalaman jilbab, seperti ciput, bando atau bandana agar 
rambut tidak mudah keluar sehingga anak-anak rambut pun rapi 
tersembunyi. Apabila rambut anda berponi gunakan jepit ke belakang agar 
tidak menimbulkan jerawat didahi, carilah di toko jilbab dan toko jilbab
 online.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berwarna serasi dengan dalaman jilbab, kadang jilbab atau bergo yang
 kita gunakan tidak cukup tebal sehingga dalaman jilbab cukup membayang.
 Untuk menyiasati pilih warna yang serasi dengan jilbab luar atau pilih 
warna hitam, putih atau warna kulit yang akan cocok dipadu-padan dengan 
jilbab aneka warna.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gunakan aksesoris jilbab seperti bros atau lainnya agar terlihat lebih cantik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hindari model jilbab yang rumit dan banyak aksesoris untuk pemakaian
 sehari-hari.agar kita dapat melakukan aktifitas kita lebih leluasa, 
anda dapat melihat model jilbab terbaik di toko jilbab dan toko jilbab 
online.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dan yang terpenting adalah sesuai syariat islam&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_XeusRC0T0kMQZlJnLYsJF5emp4076XfH7MW_mN4PoeK2jLQ-uM-INukDpOyjWoC2H3UiEzeXe8eS0eY5dB-70HykIL6C0FJ9OeahYi2GgfBgcjPUOuDduJDOQ4gYuzgDWdY9bBvVFoW5/s72-c/jilbab+cantik.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>AYAT KURSI MENJELANG TIDUR</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/ayat-kursi-menjelang-tidur.html</link><category>Al Quran</category><category>Hikayat Islam</category><category>Kisah Islam</category><category>Kisah Teladan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 29 May 2014 19:09:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-3705765167280716873</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq9NqdFZS_H7QQxZqEXqDtbHqeCN6-GziiphJDvnnYxwZDFtbNF8BKMn5lxh6aeu0ruL0JUjQqGrJJXsuyOatYrr51YDGOJDBGaIREYNzc4zN8G5dAOgtIu7FjavaA-XSavt-PYcs4UCMj/s1600/ayat_kursi.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq9NqdFZS_H7QQxZqEXqDtbHqeCN6-GziiphJDvnnYxwZDFtbNF8BKMn5lxh6aeu0ruL0JUjQqGrJJXsuyOatYrr51YDGOJDBGaIREYNzc4zN8G5dAOgtIu7FjavaA-XSavt-PYcs4UCMj/s1600/ayat_kursi.JPG" height="201" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya.&lt;br /&gt;"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," gertak Abu Hurairah.&lt;br /&gt;Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek : "Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada fakir miskin ? Hanya saja, cara memang keliru. Mestinya jangan keliru.&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W. Maka bertanyalah beliau : "Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?"&lt;br /&gt;Ia mengeluh, "Ya Rasulullah, bahwa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan," jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkan pula olehnya, bahwa ia kasihan kepada pencuri itu,, lalu dilepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bohong dia," kata Nabi : "Pada hala nanti malam ia akan datang lagi."&lt;br /&gt;Kerana Rasulullah S.A.W berkata begitu, maka penjagaannya diperketat, dan kewaspadaan pun ditingkatkan.Dan, benar juga, pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kelmarin. Dan kali ini ia pun tertangkap.&lt;br /&gt;"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," ancam Abu Hurairah, sama seperti kelmarin. Dan pencuri itu pun sekali lagi meminta ampun : "Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji esok tidak akan kembali lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan kali ini pun ia kembali dilepaskan. Pada paginya, kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya seperti kelmarin. Dan setelah mendapat jawapan yang sama, sekali lagi Rasulullah menegaskan : "Pencuri itu bohong, dan nanti malam ia akan kembali lagi."&lt;br /&gt;Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan dan kepintaran penuh. Mata, telinga dan perasaannya dipasang baik-baik. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-geri disekelilingnya sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang seperti diperkatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan melepaskannya sekali lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal. Kenapa pencuri kelmarin itu dilepaskan begitu saja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah S.A.W ? Kenapa mahu saja ia ditipu olehnya ? "Awas!" katanya dalam hati. "Kali ini tidak akan kuberikan ampun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri longgokan makanan yang dia jaga. "Nah, benar juga, ia datang lagi," katanya dalam hati. Dan tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-gerinya.&lt;br /&gt;"Kali ini kau pastinya kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi ke mari, tapi ternyata kau kembali juga. Lepaskan saya," pencuri itu memohon. Tapi, dari tangan Abu Hurairah yang menggenggam erat-erat dapat difahami, bahwa kali ini ia tidak akan dilepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa ahirnya pencuri itu berkata : "Lepaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalimat-kalimat apakah itu?" Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu. "Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi."&lt;br /&gt;Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Agaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang.&lt;br /&gt;Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S.A.W untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?" tanya Rasul sebelum Abu Hurairah sempat menceritakan segalanya.&lt;br /&gt;"Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia saya lepaskan," jawab Abu Hurairah.&lt;br /&gt;"Kalimat apakah itu?" tanya Nabi.&lt;br /&gt;Katanya : "Kalau kamu tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan ia katakan pula : "Jika engkau membaca itu, maka engkau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi cerita Abu Hurairah, Nabi S.A.W berkata, "Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta." Kemudian Nabi S.A.W bertanya pula : "Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang ertemu denganmu tiap malam itu?"&lt;br /&gt;"Entahlah." Jawab Abu Hurairah.&lt;br /&gt;"Itulah syaitan."&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq9NqdFZS_H7QQxZqEXqDtbHqeCN6-GziiphJDvnnYxwZDFtbNF8BKMn5lxh6aeu0ruL0JUjQqGrJJXsuyOatYrr51YDGOJDBGaIREYNzc4zN8G5dAOgtIu7FjavaA-XSavt-PYcs4UCMj/s72-c/ayat_kursi.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>FILSAFAT CINTA (Bagian 3)</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/filsafat-cinta-bagian-3.html</link><category>Filsafat Cinta</category><category>Hikayat Cinta</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 29 May 2014 11:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-5041670125206998661</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbkEu9GZK8DujYct71B3sEnNH7qtlOkdzzDEER9n3tC2qknh2Tk4U0XojXjBf2cBso4tHLl1X-mrxu6xnqVSkeVNfekB1t7ZZXTvngPzun5dH_P4DTeVK7R8xfhoVuSlDPaVowI6AiqTEd/s1600/filsafat_cinta3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbkEu9GZK8DujYct71B3sEnNH7qtlOkdzzDEER9n3tC2qknh2Tk4U0XojXjBf2cBso4tHLl1X-mrxu6xnqVSkeVNfekB1t7ZZXTvngPzun5dH_P4DTeVK7R8xfhoVuSlDPaVowI6AiqTEd/s1600/filsafat_cinta3.jpg" height="212" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Alkisah, Shirvan Bhagat adalah anak yang sangat berbakti kepada orang tuanya yang sangat tua, hingga tak berdaya dan sepenuhnya bergantung kepada pelayanan anak lelaki satu-satunya. Shirvan begitu berbakti kepada mereka hingga ia mengorbankan&amp;nbsp; kebebasan dan kesenangan hidup agar dapat melayani mereka. Dengan lembut ia memenuhi setiap panggilan mereka, dan dengan sabar menghadapi semua kesulitan yang berkaitan dengan ketuaan mereka. Suatu hari, orang tua itu berkata bahwa mereka sangat ingin berziarah ke Kashi. Anak yang saleh itu seketika menyetujui kehendak mereka, dan karena pada saat itu belum ada kendaraan, mereka pergi berjalan kaki. Ia membuat keranjang, memasukkan orang tuanya ke dalamnya, mengangkutnya dengan punggungnya, dan menempuh perjalanan ribuan mil melalui hutan, pegunungan, dan sungai-sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menempuh perjalanan itu berbulan-bulan, tetapi sebelum sampai, nasib malang menimpa. Atas perintah orang tuanya, Shirvan meletakkan keranjangnya di tanah dan pergi untuk mengambil air. Ketika berada di dekat sungai, ia terkena panah Raja Destaratha, yang sebenarnya diarahkan kepada seekor kijang. Mendengar teriakan manusia, Raja itu datang kepadanya, dan menangis sejadi-jadinya. Ia berkata, "Adakah sesuatu yang dapat kulakukan untukmu?" Shirvan berkata, "Aku sedang sekarat. Aku hanya punya satu keinginan, yaitu memberi air kepada orang tuaku; mereka haus karena terik matahari." "Hanya itu? Aku akan melakukannya dengan senang hati sebagai tugas pertamaku." Shirvan berkata, "Bila tuan ingin melakukan yang lain, maka rawatlah mereka dan pastikan bahwa mereka dibawa ke Kashi, meskipun aku ragu apakah mereka akan hidup lebih lama setelah aku pergi." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja itu pergi, membawa air di tangannya dan memberikannya kepada orang tua itu tanpa mengucapkan sepatah kata, khawatir mereka tidak akan mau minum bila mendengar suara orang asing. Orang tua itu berkata, "Hai anakku, sepanjang hidup, kami tak pernah melihatmu sedih. Ini adalah pertama kali engkau memberi kami air tanpa mengucapkan kata cinta yang selalu memberi kami hidup baru." Raja Destaratha menangis, dan menceritakan kematian Shirvan. Mendengar itu, mereka tak dapat lagi hidup untuk menikmati air itu. Mereka hanya hidup karena anak mereka, mereka menarik napas dalam, berkata "Oh, anakku Shirvan", dan meninggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas menjadi tradisi di India, dan ada pengikut dari tradisi itu yang membawa keranjang di pundaknya ke mana-mana, mengajarkan kebaktian dan pelayanan kepada orang tua. Bila cinta dipusatkan pada satu obyek, ia adalah cinta. Bila diarahkan ke beberapa obyek, ia disebut kasih. Bila seperti kabut, ia disebut&amp;nbsp; nafsu. Bila cenderung kepada moral, ia adalah kebaktian. Bila diperuntukkan bagi Allah, Yang Mahaberada dan Mahaperkasa, yang merupakan Keberadaan Total, ia disebut cinta ilahi, pecinta itu disebut suci. Tiada daya yang lebih besar daripada cinta. Semua kekuatan muncul ketika cinta bangkit di dalam hati. Orang berkata, "Ia berhati lembut, ia lemah," tetapi banyak orang yang tidak tahu kekuatan apa yang muncul dari hati yang menjadi lembut dalam cinta. Seorang serdadu bertempur di medan perang demi cinta kepada rakyatnya. Setiap pekerjaan yang dilakukan dalam cinta, dilakukan dengan seluruh daya dan kekuatan. Khawatir dan alasan, yang membatasi daya, tak mampu melawan cinta. Seekor induk ayam, meskipun sangat takut, dapat melawan seekor singa untuk melindungi anak-anaknya. Tiada sesuatu yang terlalu kuat bagi hati yang mencintai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya cinta menyelesaikan semua urusan dalam hidup sebagaimana daya dinamit yang mengalahkan dunia. Dinamit membakar segala sesuatu, demikian pula cinta: bila terlalu kuat ia menjadi roda pemusnah, dan segalanya menjadi salah dalam hidup pecinta. Itulah misteri yang menjadi penyebab penderitaan hidup seorang pecinta. Namun, pecinta itu mengambil manfaat dalam kedua kasus. Bila ia menguasai keadaan, ia seorang penguasa (master). Bila ia kehilangan semuanya, ia orang suci.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta mengatasi [berada di atas] hukum, dan hukum berada di bawah cinta. Keduanya tak dapat dibandingkan. Yang satu dari langit, yang satu dari bumi. Bila cinta mati, hukum mulai hidup. Maka, hukum tak pernah menemukan tempat bagi cinta, demikian pula cinta tak dapat membatasi diri dengan hukum; hukum itu terbatas, dan cinta&amp;nbsp; itu tak berbatas. Seseorang tak dapat memberi alasan mengapa ia mencintai orang tertentu, karena tiada alasan bagi segalanya kecuali cinta.&amp;nbsp; Waktu dan ruang berada di dalam genggaman cinta. Perjalanan ribuan kilometer terasa hanya beberapa meter dalam kehadiran orang yang dicintai, dan beberapa meter terasa ribuan kilometer tanpa kehadirannya. Satu hari berpisah dalam cinta sama dengan seribu tahun, dan seribu tahun bersama kekasih terasa hanya sehari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada pengaruh yang melindungi di dunia ini, itu tak lain dari cinta. Dalam segala aspek kehidupan, ke mana pun kita mencari perlindungan, motifnya selalu cinta. Tak seorang pun dapat mempercayai suatu perlindungan, betapa pun besarnya, kecuali perlindungan yang diberikan oleh cinta. Kalau seorang raksasa menakuti seorang anak kecil, anak itu akan berkata, "Aku akan katakan kepada ibuku." Daya kekuatan manusia terlalu kecil bila dibandingkan dengan perlindungan cinta yang diberikan ibu kepada anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dapat menyembuhkan lebih dari apa pun&amp;nbsp; di dunia. Tak ada sesuatu seperti sentuhan seorang ibu ketika anaknya menderita sakit. Tak ada penyembuh yang lebih baik daripada kehadiran orang yang dikasihi bila seorang pecinta sakit. Bahkan anjing dan kucing pun disembuhkan dengan sedikit sentuhan cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membaca pikiran, untuk mengirimkan dan menerima pesan telepati, orang mencoba proses-proses fisik dengan sia-sia. Andai mereka tahu bahwa rahasia semua itu berada di dalam cinta! Seorang pecinta mengetahui semuanya: kesenangan, kesedihan, pikiran dan imajinasi orang yang dicintainya. Tiada ruang atau waktu yang menghalanginya, karena arus telepati secara alami terjadi antara pecinta dan kekasihnya. Imajinasi, pikiran, mimpi dan visi seorang pecinta, semuanya mengungkapkan segala sesuatu tentang obyek yang dicintainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsentrasi, yang merupakan rahasia setiap pencapaian dalam hidup, dan faktor terpenting dalam semua aspek hidup, terutama dalam jalur agama dan mistisisme, merupakan bal yang alami dalam cinta. Orang tanpa cinta akan menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam jalur ini, dan akan selalu gagal untuk memusatkan pikiran mereka pada&amp;nbsp; satu obyek. Tetapi cinta memaksa pecinta, menahan visi tentang kekasihnya di depan pandangannya. Maka pecinta tak perlu berkonsentrasi dalam pikirannya. Cintanya sendiri adalah konsentrasi yang memberinya penguasaan atas semua hal di dunia. Pecinta itu mencapai cintanya dan daya konsentrasi sekaligus. Bila ia tak mencapai obyeknya, maka ia terangkat ke atasnya. Dalam kedua kasus, pecinta itu memperoleh upahnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbkEu9GZK8DujYct71B3sEnNH7qtlOkdzzDEER9n3tC2qknh2Tk4U0XojXjBf2cBso4tHLl1X-mrxu6xnqVSkeVNfekB1t7ZZXTvngPzun5dH_P4DTeVK7R8xfhoVuSlDPaVowI6AiqTEd/s72-c/filsafat_cinta3.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Apakah AI-Quran itu dan Siapakah Muhammad itu?</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/apakah-ai-quran-itu-dan-siapakah.html</link><category>Al Quran</category><category>Kebenaran Al Quran</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 28 May 2014 22:18:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-2306732764658331240</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcx3z2wNYL6ztY4-cRdC6xZ4oj4J3F28bkvXhUymCGVUW9yxYZHx20AcFsnL-_tFuVeNDgwY3ufky-EQi_68iWhidSSTdoRFtdr9WINuxii9cxnScuYyzy2Ehm_izU9zTyMxuF6ibAjtW2/s1600/muhammad.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcx3z2wNYL6ztY4-cRdC6xZ4oj4J3F28bkvXhUymCGVUW9yxYZHx20AcFsnL-_tFuVeNDgwY3ufky-EQi_68iWhidSSTdoRFtdr9WINuxii9cxnScuYyzy2Ehm_izU9zTyMxuF6ibAjtW2/s1600/muhammad.jpg" height="212" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Al-Quran adalah firman Allah sebagai sumber utama untuk setiap keyakinan dan ibadah orang Islam. Hal ini merupakan sebuah peraturan untuk semua subjek yang berhubungan dengan manusia, kebijakan, ajaran, ibadah, jual-beli, hukum, dan lain-lain. Akan tetapi yang Paling utama adalah hubungan antara Allah dan makhluk Nya. Pada saat yang sama, al-Quran juga memberikan pedoman dan ajaran secara mendetail tentang kemasyarakatan, bergaul atau berperi laku dengan sesama manusia dan sistem ekonomi secara adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mushaf al-Quran diturunkan kepada Nabi Muham¬mad SAW dalam bahasa Arab. Sehingga banyak terjemahan al-Quran, baik yang diterjemahkan ke daiam bahasa Inggris atau bahasa lain. Tidak ada al-Quran lain atau versi lain al-Quran selain al-Quran itu sendiri. Al-Quran tetap eksis hanya dalam bahasa Arab sejak diturunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW lahir di Makkah, Jazirah Arab, tahun 570 M. Ayahnya meninggal sebelum beliau lahir dan sebentar kemudian ibunya juga meninggal. Akhirnya beliau diasuh pamannya, salah satu orang yang dihormati di suku Quraisy. Dia diasuh dalam keadaan buta huruf tidak dapat membaca atau menulis dan tetap dengan keadaan demikian sampai meninggal. Begitu beliau tumbuh dewasa, dia terkenal sebagai seorang yang jujur, terpercaya, dermawan, dan tulus hati. Karena dia orang yang dapat dipercaya, dia mendapat julukan al-Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW sangat tafakur dan dia sangat dibenci oleh masyarakat yang menyembah berhala sepanjang dekade. Pada waktu berumur empat puluh tahun, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama kali dari Allah SWT melalui malaikat Jibril. Wahyu itu berlangsung selama 23 tahun dan terkumpul dalam sebuah mushaf yang terkenal dengan nama al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis adalah perkataan Nabi Muhammad SAW yang juga dijadikan sumber kedua. Akan tetapi, pernyataan ini tidak dijadikan susunan kata secara langsung dari Allah. Sesegera mungkin dia mulai menyampaikan al-Quran dan mengajarkan kebenaran yang telah Allah turunkan kepadanya, dia dan pengikutnya yang masih sedikit mendapat penyiksaan dari orang-orang kafir. Penganiayaan itu semakin berat sampai tahun 622 M, dimana Allah memerintahkan mereka untuk berhijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijrah ini dari kota Makkah ke kota Madinah, sekitar 400 kilometer ke arah utara. Peristiwa hijrah ini lantas dijadikan sebagai pedoman kalender Hijriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa tahun, Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya sanggup untuk kembali ke Makkah di mana mereka memaafkan musuh-musuhnya. Sebelum Nabi Muhammad SAW meninggal pada umur 63 tahun, Islam telah menyebar ke seluruh ke Jazirah Arab. Dan sampai berabad-abad sepeninggainya, Islam telah menyebar ke Barat sampai ke Spanyol dan ke Timur sejauh Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara alasan-alasan mengapa Islam cepat berkembang dan menyebar karena Islam mengajarkan kebenaran dan perdamaian. Islam memiliki keyakinan, mengajarkan, dan merupakan agama tauhid, yaitu yang hanya menyembah satu tuhan, satu-satunya Tuhan yang patut disembah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW adalah contoh teladan yang memiliki sifat jujur, adil, murah hati, selalu mengasihi, dan pemberani. Dia menghilangkan semua tindak kejahatan dan berusaha sejauh mungkin semata-mata demi agama Allah dan pahala-Nya di akhirat nanti. Semua urusan dan perbuatannya dia sandarkan pada Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcx3z2wNYL6ztY4-cRdC6xZ4oj4J3F28bkvXhUymCGVUW9yxYZHx20AcFsnL-_tFuVeNDgwY3ufky-EQi_68iWhidSSTdoRFtdr9WINuxii9cxnScuYyzy2Ehm_izU9zTyMxuF6ibAjtW2/s72-c/muhammad.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rakaat Shalat Fardhu</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/rakaat-shalat-fardhu.html</link><category>Al Quran</category><category>Rahasia Al Quran</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 28 May 2014 21:57:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-4591980451214609802</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMuR6OdfUdAAqnWBaY7zCBZU50WlancasAs2NwjLYb9OjSdCa69kFhFzyHQWSsACs549s06umjcusgx7N62mHPgILz-fZAqH03SNz92Mkp8TIxAr2Kb44NYe-7HUEd9oCq9JWn_a35SWY-/s1600/rakaat+shalat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMuR6OdfUdAAqnWBaY7zCBZU50WlancasAs2NwjLYb9OjSdCa69kFhFzyHQWSsACs549s06umjcusgx7N62mHPgILz-fZAqH03SNz92Mkp8TIxAr2Kb44NYe-7HUEd9oCq9JWn_a35SWY-/s1600/rakaat+shalat.jpg" height="108" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kata "faradha" berikut turunan katanya dengan pengertian faridah (kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan) di dalam Al¬Quran disebut sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah rakaat shalat, seperti tercantum di dalam ayat-ayat berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;.... Barangsiapa yang menetapkan niat (faradha) dalam bulan itu akan mengerjakan haji maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan .... (Al-Baqarah: 197). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sesungguhnya yang mewajibkan (faradha) atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al-Quran, benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat kembali .... (AI-Qashash: 85). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan (faradha) Allah baginya ..... (Al-Ahzab: 38). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sesungguhnya Allah telah mewajibkan (faradha) kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu ..... (Al¬ Tahrim: 2 ). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika kamu menceraikan istri-istrimu sebelum kamu ber¬campur dengan mereka, padakal sesungguhnya kamu sudah menentukan (faradh-tum) mahar bagi mereka ... (Al-Baqa¬rah: 237). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;..... Maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tetapkan (faradh-tum) itu kecuali ... (Al-Baqarah: 237). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan (faradh-na) kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki ..... (Al-Ahzab: 50). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;(Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajib (faradh-na) (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam¬nya), dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas agar kamu selalu mengingatinya. (Al-Nur: 1). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak ada suatu pun (mahar) atas kamu, jika kamu menceraikan istri-istrimu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan istri-istrimu sebelum kamu bercampur menentukan mahar yang ditetapkan (faradhah) maharnya .. . (Al-Baqarah: 236). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;..... Dan sebelum kamu menentukan mahar yang ditetapkan (faradhah) bagi mereka ..... (AI-Baqarah: 236). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;..... Padahal sesungguhnya kamu telah menentukan mahar yang telah ditetapkan (faridhah) bagi mereka ... (Al-Baqa¬rah: 237). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;..... Orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak tahu siapa yang lebih dekat (bermanfa'at) dari mereka bagimu. Ini adalah ketetapan (faridhah) dari Allah ..... (An-Nisa: 11): &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;..... Maka istri-istri yang telah kamu campuri di antara mereka berikanlah kepada mereka maharnya secara sempurna (faridhah) ..... (Al-Nisa: 24). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;..... Dan tiada mengapa bagimu terhadap sesuatu ynng telak kamu merelakannya, sesudah menentukan mahar (faridhah) itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (An-Nisa: 24). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;..... Untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan (faridhah) dari Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (At-Taubah: 60). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Baik sedikit maupun banyak menurut bagian yang telah ditetapkan (mafrudhah). (An-Nisa: 7). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dan syaitan berkata: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba-Mu bagian yang telah ditentukan (mafrudhah) (untuk saya)." (An-Nisa: 7). &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMuR6OdfUdAAqnWBaY7zCBZU50WlancasAs2NwjLYb9OjSdCa69kFhFzyHQWSsACs549s06umjcusgx7N62mHPgILz-fZAqH03SNz92Mkp8TIxAr2Kb44NYe-7HUEd9oCq9JWn_a35SWY-/s72-c/rakaat+shalat.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bilangan Sujud dalam Al Quran</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/bilangan-sujud-dalam-al-quran.html</link><category>Al Quran</category><category>Rahasia Al Quran</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 28 May 2014 21:47:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-1182854242645576256</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixNwDiK70snSO8X0My-t28ovS6LThVF9nTYU4NzaTRyxArYtiB36JMXXo__2KeheRdgqTELYIhxwQ-fKmFVpgVw6jYzMs7giOwI-FdxP3b8Jdsjik8BGuAHrCj8M-KKibrEf9R8k5HDHn_/s1600/bilangan+sujud.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixNwDiK70snSO8X0My-t28ovS6LThVF9nTYU4NzaTRyxArYtiB36JMXXo__2KeheRdgqTELYIhxwQ-fKmFVpgVw6jYzMs7giOwI-FdxP3b8Jdsjik8BGuAHrCj8M-KKibrEf9R8k5HDHn_/s1600/bilangan+sujud.jpg" height="136" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada Al-Quran, akan anda temukan bahwa kata sujud yang dilakukan olch mereka yang berakal disebutkan sebanyak 34 kali. Jumlah tersebut sama dengan jumlah sujud dalam shalat sehari¬hari yang dilahukan pada lima waktu sebanyak 17 rakaat. Pada setiap rakaat dilakukan dua kali sujud sehingga jumlahnya menjadi 34 kali sujud sebagaimana terdapat pada ayat-ayat berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat: 'Sujud-lah kamu kepada Adam' .... (2:34). Ayat ini merupakan ayat ketiga puluh empat pada surat Al-Baqarah, yaitu surat dalam mushaf yang pertama yang menyebutkan masalah sujud yang jumlahnya sama dengan jumlah sujud keseharian.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;.... kemudian Kami katakan kepada para Malaikat; "Ber¬sujud-lah kamu kepada Adam!" .... (Al-Araf: 11) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dan ingatlah ketika Kami katakan kepada Malaikat: "Ber¬sujud-lah kamu kepada Adam!" .... (AI-Isra: 61) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;an (ingatlah) ketika kami katakan kepada para Malaikat: "Ber-sujud-lah kamu kepada Adam!" ... (Al-Kahfi: 50) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dan (ingatlah) ketika Kami katakan kepada para malaikat: "Ber-sujud-lah kamu kepada Adam!" . . . (Thaha: 116) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wahai orang-orang yang beriman, ruku' dan ber-sujud-lah kamu serta beribadahlah kamu kepada Tuhanmu . . . (AI-Hajj : 77 ) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Sujud-lah kamu sekalian kepada Yang Mahapenyayang." Mereka menjawab: "Siapakah Yang Maha Penyayang itu?" . . . (Al-Furqan: 60) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Janganlah kalian ber-sujud kepada matahari maupun bu¬lan, dan ber-sujud-lah kamu semua kepada Allah, Zat Yang telah menciptakan keduanya (matahari dan bulan) .... (Fushshilat: 47) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Maka ber-sujud-lah kalian kepada Allah dan beribadahlah kalian (kepada-Nya). (Al-Najm: 62) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku'lah bersama-sama orang yang ruku'. (Ali Imran: 43) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Maka sujud-lah para Malaikat itu semuanya bersama-sama. (Al-Hijr: 30) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;12. Maka ber-sujud-lah para Malaikat itu semuanya bersama¬sama. (Shad: 73) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;.... Maka semua para Malaikat itu ber- sujud, kecuali Iblis; ia enggan ... (Al-Baqarah: 24) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;.... Kemudian apabila mereka (yang salat besertamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat) maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh). (An-Nisa: 102) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;.... Lalu Kami katakan kepada malaikat: "Ber-sujud-lah kamu kepada Adam!", maka mereka ber-sujud, kecuali iblis .... (Al-A'raf: 11). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;.... Maka mereka ber- sujud, kecuali iblis ....(Al-Isra: 61) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;.... Maka mereka ber-sujud, kecuali Iblis. Dan dia adalah dari golongan jin .... (AI-Kahfi: 61). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;.... Maka mereka ber-sujud, kecuali iblis, ia enggan ... (Taha: 116). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berkata iblis: "Aku sekali-kali tidak akan ber-sujud kepada manusia yang Engkau telah ciptakan dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (Al¬ Hijr: 33). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;..... Kecuali iblis, ia berkata: 'Apakah aku akan ber¬-sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?". (Al-Isra: 61). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Allah berfirman: 'Apakah yang menghalangimu untuk ber¬- sujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" .... (AI-A'raf: i2). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Allah berfirman: "Wahai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-cipta-kan dengan kedua tangan-Ku?".... (Shad: 75). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Janganlah kalian sujud kepada matahari maupun bulan ( Fushilat: 3 7 ) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;.... Mereka berkata: "Dan siapakah Yang Maka Penyayang itu? Apakah kami harus ber- sujud kepada yang kamu perintahkan kepada kami?" .... (Al-Furqan: 60). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi .... (AI-Ra'd: 15). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dan hanya kepada Allah-lah sujud segala apa yang ada di langit dan bumi .... (Al-Nahl: 49). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apakah kamu tlada mengetahui, bahwa kepada Allah ber¬-sujud segala apa yang ada di langit, bumi .... (Al-Haj: 18). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agar mereka tidak ber- sujud (menyembah) Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi .... (Al-Naml: 25). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;.... Mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga ber- sujud (sembahyang). (Ali Imran: 113). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka ber¬tashbih memuji-Nya dan hanya kepada-Nyalah mereka ber¬- sujud. (Al-A'raf: 206). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Aku mendapati dia dan kaumnya ber- sujud kepada matahari, selain Allah .... (Al-Naml: 24). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dan jika dibacakan Al-Quran kepada mereka, mereka tidak ber- sujud. (Al-Insyihaq: 21). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dan pada bagian dari malam, maka sujud-lah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. (AI-Insan: 26). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujud-lah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan). (AI-Alaq: 19). &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Dalam Al-Quran tidak ada kata sujud yang dihubungkan dengan makhluk yang tidak berakal, kecuali satu ayat saja, yaitu dalam firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-keduanya sujud kepada-Nya. (Al-Rahman: 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dalam ayat tersebut, 34 kata kerja (fi'il) sujud semuanya dihubungkan dengan makhluk berakal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixNwDiK70snSO8X0My-t28ovS6LThVF9nTYU4NzaTRyxArYtiB36JMXXo__2KeheRdgqTELYIhxwQ-fKmFVpgVw6jYzMs7giOwI-FdxP3b8Jdsjik8BGuAHrCj8M-KKibrEf9R8k5HDHn_/s72-c/bilangan+sujud.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>FILSAFAT CINTA (Bagian 2)</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/filsafat-cinta-bagian-2.html</link><category>Filsafat Cinta</category><category>Hikayat Cinta</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 28 May 2014 21:26:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-1700726747383601054</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJOESUzf5dt-js8xZEHYsYdcAqcP6EyX9fKu73HoKGTaAqC1_rQb5fw3Ls0ol3-mNcUo1iShERyImqHjsFdOMAwoCVWbwGQ9Cmwse8o4ADJ9UwvHfMLrsi6UaOsMl0WY1NpqxsO7iYhyphenhyphenJo/s1600/ibutersenyum.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJOESUzf5dt-js8xZEHYsYdcAqcP6EyX9fKu73HoKGTaAqC1_rQb5fw3Ls0ol3-mNcUo1iShERyImqHjsFdOMAwoCVWbwGQ9Cmwse8o4ADJ9UwvHfMLrsi6UaOsMl0WY1NpqxsO7iYhyphenhyphenJo/s1600/ibutersenyum.jpg" height="233" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cinta menghasilkan pesona pada pecinta sehingga&amp;nbsp; sementara ia mencintai seseorang, semua mencintai pecinta itu. Magnetisme cinta dijelaskan oleh seorang penyair Hindustan: "Mengapa tidak semua hati dilelehkan menjadi tetesan-tetesan oleh api yang dipelihara hatiku sepanjang hidupku? Karena sepanjang hidup aku meneteskan air mata derita karena cinta, pecinta berkunjung ke kuburku penuh dengan air mata." Untuk mengajarkan cinta, Nabi Isa berkata, "Aku akan membuatmu menjadi pemancing manusia." Jalaluddin Rumi berkata: "Setiap orang tertarik kepadaku, untuk menjadi sahabatku, tapi tak&amp;nbsp; seorang pun tahu apa di dalam hatiku yang menariknya." &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cinta itu alami dalam setiap jiwa. Semua pekerjaan dalam hidup, penting atau tak penting, dalam suatu cara cenderung ke arah cinta; karena&amp;nbsp; itu tak seorang pun di dunia yang dapat disebut sepenuhnya tanpa cinta. Cinta adalah sesuatu yang dibawa setiap jiwa ke dunia, tetapi setelah tiba di dunia, orang berperan dalam semua kualitas tanpa cinta. Andai tidak, kita pasti sudah pahit, cemburu, marah, dan penuh kebencian ketika kita lahir. Bayi tak punya kebencian. Anak kecil yang kita sakiti, dalam beberapa menit akan datang dan memeluk kita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencintai, memuja seseorang yang berhubungan dengan kita baik dalam hal kelahiran, ras, kepercayaan atau hubungan duniawi lain, datang dari cinta jiwa. Kadang-kadang jatuh cinta pada pandangan pertama, kadang-kadang kehadiran seseorang menarik kita seperti magnet, kadang-kadang kita melihat seseorang dan merasa, "Mungkin aku telah mengenalnya." Kadang-kadang kita berbicara dengan orang lain dan merasakan mudah memahami seolah-olah kedua jiwa saling mengenal. Semua ini berkaitan dengan 'pasangan jiwa'. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hati yang tercerahkan dan cinta lebih berharga daripada semua permata di dunia. Ada berbagai macam hati sebagaimana adanya berbagai macam unsur di dunia. Pertama, hati dari metal perlu lebih banyak waktu dan lebih banyak api cinta&amp;nbsp; untuk memanaskannya, setelah panas ia akan meleleh dan dapat dibentuk menurut kehendak&amp;nbsp; ketika itu, namun kemudian menjadi dingin kembali. Kedua, hati yang terbuat dari lilin, yang segera meleleh ketika bersentuhan dengan api, dan bila mempunyai sumbu ideal, ia akan mempertahankan api itu hingga lilin habis terbakar. Ketiga, hati dari kertas yang dapat menyala&amp;nbsp; dengan cepat ketika bersentuhan dengan api dan berubah menjadi abu dalam sekejap. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cinta itu seperti api. Nyalanya adalah pengorbanan, apinya adalah kearifan, asapnya adalah keterikatan, dan abunya adalah keterlepasan. Api muncul dari nyala, demikian pula kearifan yang muncul dari pengorbanan. Bila api cinta menghasilkan nyala, ia menerangi jalan, dan semua kegelapan lenyap. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila daya-hidup bekerja di dalam jiwa, itu adalah cinta; bila bekerja di dalam hati, itu adalah emosi, dan bila bekerja di dalam tubuh, itu adalah nafsu. Karena itu orang yang paling mencinta adalah yang paling emosional, dan yang paling emosional&amp;nbsp; adalah yang paling bernafsu, sesuai dengan dataran yang paling disadarinya. Bila ia bangkit di dalam jiwa, ia mencintai; bila bangkit di dalam hati, ia emosional; bila sadar akan tubuh, ia bernafsu. Ketiganya dapat digambarkan dengan api, nyala api, dan asap. Cinta adalah api di dalam jiwa, ia adalah nyala api bila hati dinyalakan, dan ia adalah asap bila ia menjelma melalui tubuh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cinta pertama adalah bagi diri sendiri. Bila dicerahkan, orang melihat manfaatnya yang sejati dan ia menjadi orang suci. Tanpa cahaya pencerahan, manusia menjadi egois hingga ia menjadi setan. Cinta kedua diperuntukkan bagi lawan jenis kelamin. Bila demi cinta,&amp;nbsp; ia bersifat surgawi; dan bila demi nafsu, ia bersifat duniawi. Bila cukup murni, cinta ini tentu dapat menghilangkan gagasan tentang diri sendiri, tetapi manfaatnya tipis dan bahayanya besar. Cinta ketiga diperuntukkan bagi anak-anak, dan ini merupakan pelayanan pertama bagi makhluk Allah. Memberikan cinta kepada anak-anak, adalah memanfaatkan dengan sebaik-baiknya apa yang dipercayakan oleh Pencipta, tetapi bila cinta ini meluas hingga mencakup seluruh ciptaan Allah, hal ini mengangkat manusia menjadi orang-orang pilihan Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cinta orang tua kepada anak-anaknya jauh lebih besar daripada cinta akan-anak itu kepada orang tuanya, karena semua pemikiran penggunaan tua terpusat pada anak, tetapi cinta anak mula-mula terpusat pada diri sendiri. Muhammad s.a.w. ditanya seseorang, "Cinta siapa yang lebih besar, cinta anak-anak kepada orang tua mereka, atau cinta orang tua kepada anak-anaknya?" Beliau menjawab, "Cinta orang tua lebih besar, karena sementara melakukan semua hal, mereka berpikir bagaimana agar anaknya tumbuh dan bahagia, seolah-olah ia mengharap untuk hidup di dalam kehidupan anak-anaknya setelah ia mati; sementara anak-anak yang saleh berpikir bahwa suatu hari orang tuanya akan mati, dan dengan demikian mereka hanya sebentar dapat melayani orang tua mereka." Orang itu bertanya, "Cinta ayah&amp;nbsp; atau ibu-kah yang lebih besar?" Nabi menjawab, &lt;br /&gt;
"Ibu. Ia berhak memperoleh penghormatan dan pelayanan, karena surga terletak di bawah kakinya." Cinta orang tua adalah cinta yang paling diberkahi, karena cinta mereka sebening kristal. &lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJOESUzf5dt-js8xZEHYsYdcAqcP6EyX9fKu73HoKGTaAqC1_rQb5fw3Ls0ol3-mNcUo1iShERyImqHjsFdOMAwoCVWbwGQ9Cmwse8o4ADJ9UwvHfMLrsi6UaOsMl0WY1NpqxsO7iYhyphenhyphenJo/s72-c/ibutersenyum.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Apa Kata Sains Tentang Hikmah Memakai Jilbab?</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/apa-kata-sains-tentang-hikmah-memakai.html</link><category>Jilbab</category><category>Manfaat Jilbab</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 28 May 2014 11:34:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-3720876851730000837</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh61OTJdE60MXtWx_JHN5X__Jgq5xB4aq_tPTkrwoMmz5IoNgHl1fJyufDunPoYEbFxxIfJt0TlNn5h254zH3wpUn4BWJRo6G-Caz5ZhBzhsGnnV7uN5PTP8D8XKw8ST_8OQkrlQqvH5wdB/s1600/SAIN_VS_JILBAB.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh61OTJdE60MXtWx_JHN5X__Jgq5xB4aq_tPTkrwoMmz5IoNgHl1fJyufDunPoYEbFxxIfJt0TlNn5h254zH3wpUn4BWJRo6G-Caz5ZhBzhsGnnV7uN5PTP8D8XKw8ST_8OQkrlQqvH5wdB/s1600/SAIN_VS_JILBAB.jpg" height="213" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Segala sesuatu yang diperintahkan Allah pastilah mengandung hikmah 
berupa kebaikan bagi hamba-Nya. Mungkin ada kalanya kita merasa bingung 
terhadap suatu hal yang diperintahkan-Nya, seperti mengapa daging babi 
hukumnya haram? Mengapa diwajibkan shalat? Dan mengapa diwajibkan 
menutup aurat? namun ketika kita menulusurinya, maka sains akan 
membuktikan hikmah di balik berbagai perintah tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seperti kajian sains berikut ini yang mengungkap hikmah berjilbab. Kita lihat yuk!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;1. Selamat dari adzab Allah &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“&lt;i&gt;Ada dua macam penghuni neraka yang tak pernah kulihat sebelumnya;
 sekelompok laki-laki yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka 
mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian namun 
telanjang, sesat dan menyesatkan, yang dikepala mereka ada sesuatu mirip
 punuk unta. Mereka (wanita-wanita seperti ini) tidak akan masuk surga 
dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari 
jarak yang jauh&lt;/i&gt;.” (HR. Muslim).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari hadits di atas dapat dicerna sebuah makna bahwa hikmah pertama dari ber&lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/jilbab-dan-manfaatnya-terhadap.html" target="_blank"&gt;jilbab&lt;/a&gt; adalah terhindar dapi api neraka. &lt;i&gt;Subhananallah&lt;/i&gt;, siapa yang tidak ingin?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;2. Terhindar dari pelecehan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Banyaknya pelecehan seksual terhadap kaum wanita adalah akibat 
tingkah laku mereka sendiri. Karena wanita merupakan fitnah (godaan) 
terbesar sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW,&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“&lt;i&gt;Sepeninggalku tak ada fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita&lt;/i&gt;.” (HR. Bukhari).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka sebaik-baik wanita adalah yang mampu membetengi dirinya dari 
fitnah dan tidak berpenampilan sensual sehingga tidak menjadi sumber 
godaan bagi kaum laki-laki. Untuk mencapai langkah kedua ini, ber&lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/jilbab-dan-manfaatnya-terhadap.html" target="_blank"&gt;jilbab&lt;/a&gt; adalah salah satu caranya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;3. Akan seperti bidadari surga&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“&lt;i&gt;Dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan 
pandangannya, mereka tak pernah disentuh seorang manusia atau jin pun 
sebelumnya&lt;/i&gt;.” (QS. Ar-Rahman: 56).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan ber&lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/jilbab-dan-manfaatnya-terhadap.html" target="_blank"&gt;jilbab&lt;/a&gt;,
 wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga. Yaitu menundukkan 
pandangan, tak pernah disentuh oleh yang bukan mahramnya dan senantiasa 
dirumah untuk menjaga kehormatan diri. Wanita inilah yang merupakan 
perhiasan yang amat berharga. Dengan berjilbab, wanita akan memiliki 
sifat seperti bidadari surga.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;4. Mencegah penyakit kanker kulit&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penelitian menunjukkan bahwa kanker kulit biasanya disebabkan oleh 
sinar Ultra Violet (UV) yang menyinari wajah, leher, tangan, dan kaki. 
Kanker tidak membeda-bedakan antara laki-laki dan perempuan. Hanya saja,
 perempuan memiliki daya tahan tubuh lebih rendah dari laki-laki. Oleh 
karena itu, perempuan lebih mudah terserang penyakit kanker kulit ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Oleh karena itu, cara untuk melindungi tubuh dari kanker kulit adalah dengan menutupi kulit. Salah satunya dengan ber&lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/jilbab-dan-manfaatnya-terhadap.html" target="_blank"&gt;jilbab&lt;/a&gt;.
 Karena dengan berjilbab kulit kita terlindungi dari sinar UV. Tubuh 
juga masih belum terlindungi jika kita berpakaian ketat. Kenapa? Hal itu
 percuma saja karena sinar UV masih bisa menembus pakaian yang ketat 
apalagi pakaian transparan. Ber&lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/jilbab-dan-manfaatnya-terhadap.html" target="_blank"&gt;jilbab&lt;/a&gt; disini haruslah sesuai dengan kriteria yang disyariatkan Quran.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;5. Memperlambat gejala penuaan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penuaan adalah proses alamiah yang sudah pasti dialami oleh semua 
orang yaitu lambatnya proses pertumbuhan dan pembelahan sel-sel dalam 
tubuh. Gejala-gejala penuaan antara lain adalah rambut memutih, kulit 
keriput, dan lain-lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penyebab utama gejala penuaan adalah sinar matahari. Sinar matahari 
memang penting bagi pembentukan vitamin D yang berperan penting terhadap
 kesehatan kulit. Namun, secara ilmiah dapat dijelaskan bahwa sinar 
matahari merangsang melanosit (sel-sel melanin) untuk mengeluarkan 
melanin, akibatnya rusaklah jaringan kolagen dan elastin yang berperan 
penting dalam menjaga keindahan dan kelenturan kulit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Krim-krim pelindung kulit pun tidak mampu melindungi kulit secara 
total dari sinar matahari sehingga dalam hal ini sains pun menganjurkan 
perempuan untuk melindungi dan menutup tubuhnya dengan &lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/jilbab-dan-manfaatnya-terhadap.html" target="_blank"&gt;jilbab&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/jilbab-dan-manfaatnya-terhadap.html" target="_blank"&gt;Jilbab&lt;/a&gt;
 adalah kewajiban untuk setiap muslimah. Dan ternyata di balik kewajiban
 tersebut tak sekedar membawa manfaat ukhrawi namun banyak juga manfaat 
duniawi, mencegah penyakir kanker dan penuaan salah satunya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Subhanallah.. demikian beberapa pendapat keilmuan yang telah terungkap mengenai hikmah memakai &lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/jilbab-dan-manfaatnya-terhadap.html" target="_blank"&gt;jilbab&lt;/a&gt;. Sudah tidak ragu lagi untuk istiqamah ber&lt;a href="http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/jilbab-dan-manfaatnya-terhadap.html" target="_blank"&gt;jilbab&lt;/a&gt; kan, dear?&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh61OTJdE60MXtWx_JHN5X__Jgq5xB4aq_tPTkrwoMmz5IoNgHl1fJyufDunPoYEbFxxIfJt0TlNn5h254zH3wpUn4BWJRo6G-Caz5ZhBzhsGnnV7uN5PTP8D8XKw8ST_8OQkrlQqvH5wdB/s72-c/SAIN_VS_JILBAB.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Khalifah Umar dan Keadilan</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/khalifah-umar-dan-keadilan.html</link><category>Hikayat Islam</category><category>Kisah Teladan</category><category>Sahabat Nabi</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 28 May 2014 11:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-8111646475454177662</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-LW_KOZoxU4hjhialUi9sq_vB-fx5e4RN9rpg4ibPIf72jGt6ZKzlLZe_H0L6FXv3oRlpE9Y3zyXsotjVMleVchQLBIYccI08igeYNlKG5URY9NWq-DO8XwgwypFrDiwSmplUKdjAO7bp/s1600/keadilan+umar+bin+khatab.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-LW_KOZoxU4hjhialUi9sq_vB-fx5e4RN9rpg4ibPIf72jGt6ZKzlLZe_H0L6FXv3oRlpE9Y3zyXsotjVMleVchQLBIYccI08igeYNlKG5URY9NWq-DO8XwgwypFrDiwSmplUKdjAO7bp/s1600/keadilan+umar+bin+khatab.jpg" height="160" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Suatu ketika Umar bin Khattab sedang berkhotbah di masjid di kota 
Madinah tentang keadilan dalam pemerintahan Islam. Pada saat itu muncul 
seorang lelaki asing dalam masjid , sehingga Umar menghentikan 
khotbahnya sejenak, kemudian ia melanjutkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Sesungguhnya seorang pemimpin itu diangkat dari antara kalian bukan 
dari bangsa lain. Pemimpin itu harus berbuat untuk kepentingan kalian, 
bukan untuk kepentingan dirinya, golongannya, dan bukan untuk menindas 
kaum lemah. Demi Allah, apabila ada di antara pemimpin dari kamu 
sekalian menindas yang lemah, maka kepada orang yang ditindas itu 
diberikan haknya untuk membalas pemimpin itu. Begitu pula jika seorang 
pemimpin di antara kamu sekalian menghina seseorang di hadapan umum, 
maka kepada orang itu harus diberikan haknya untuk membalas hal yang 
setimpal.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selesai khalifah berkhotbah, tiba-tiba lelaki asing tadi bangkit 
seraya berkata; “Ya Amiirul Mu’minin, saya datang dari Mesir dengan 
menembus padang pasir yang luas dan tandus, serta menuruni lembah yang 
curam. Semua ini hanya dengan satu tujuan, yakni ingin bertemu dengan 
Tuan.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
“Katakanlah apa tujuanmu bertemu denganku,” ujar Umar.&lt;br /&gt;
“Saya telah dihina di hadapan orang banyak oleh ‘Amr bin ‘Ash, gubernur 
Mesir. Dan sekarang saya akan menuntutnya dengan hukum yang sama.”&lt;br /&gt;
“Ya saudaraku, benarkah apa yang telah engkau katakan itu?” tanya khalifah Umar ragu-ragu.&lt;br /&gt;
“Ya Amiirul Mu’minin, benar adanya.”&lt;br /&gt;
“Baiklah, kepadamu aku berikan hak yang sama untuk menuntut balas. 
Tetapi, engkau harus mengajukan empat orang saksi, dan kepada ‘Amr aku 
berikan dua orang pembela. Jika tidak ada yang membela gubernur, maka 
kau dapat melaksanakan balasan dengan memukulnya 40 kali.”&lt;br /&gt;
“Baik ya Amiirul Mu’minin. Akan saya laksanakan semua itu,” jawab orang 
itu seraya berlalu. Ia langsung kembali ke Mesir untuk menemui gubernur 
Mesir ‘Amr bin ‘Ash.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketika sampai ia langsung mengutarakan maksud dan keperluannya.&lt;br /&gt;
“Ya ‘Amr, sesungguhnya seorang pemimpin diangkat oleh rakyat, dari 
rakyat, dan untuk rakyat. Dia diangkat bukan untuk golongannya, bukan 
untuk bertindak sewenang-wenang terhadap rakyatnya, dan bukan pula untuk
 menindas yang lemah dan mengambil hak yang bukan miliknya. Khalifar 
Umar telah memberi izin kepada saya untuk memperoleh hak saya di muka 
umum.”&lt;br /&gt;
“Apakah kamu akan menuntut gubernur?” tanya salah seorang yang hadir.&lt;br /&gt;
“Ya, demi kebenaran akan saya tuntut dia,” jawab lelaki itu tegas.&lt;br /&gt;
“Tetapi, dia kan gubernur kita?”&lt;br /&gt;
“Seandainya yang menghina itu Amiirul Mu’minin, saya juga akan menuntutnya.”&lt;br /&gt;
“Ya, saudara-saudaraku. Demi Allah, aku minta kepada kalian yang mendengar dan melihat kejadian itu agar berdiri.”&lt;br /&gt;
Maka banyaklah yang berdiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kamu akan memukul gubernur?” tanya mereka.&lt;br /&gt;
“Ya, demi Allah saya akan memukul dia sebanyak 40 kali.”&lt;br /&gt;
“Tukar saja dengan uang sebagai pengganti pukulan itu.”&lt;br /&gt;
“Tidak, walaupun seluruh masjid ini berisi perhiasan aku tidak akan melepaskan hak itu,” jawabnya .&lt;br /&gt;
“Baiklah, mungkin engkau lebih suka demi kebaikan nama gubernur kita, di antara kami mau jadi penggantinya,” bujuk mereka.&lt;br /&gt;
“Saya tidak suka pengganti.”&lt;br /&gt;
“Kau memang keras kepala, tidak mendengar dan tidak suka usulan kami sedikit pun.”&lt;br /&gt;
“Demi Allah, umat Islam tidak akan maju bila terus begini. Mereka 
membela pemimpinnya yang salah dengan gigih karena khawatir akan 
dihukum,” ujarnya seraya meninggalkan tempat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
‘Amr bin’Ash serta merta menyuruh anak buahnya untuk memanggil orang 
itu. Ia menyadari hukuman Allah di akhirat tetap akan menimpanya 
walaupun ia selamat di dunia.&lt;br /&gt;
“Ini rotan, ambillah! Laksanakanlah hakmu,” kata gubernur ‘Amr bin ‘Ash 
sambil membungkukkan badannya siap menerima hukuman balasan.&lt;br /&gt;
“Apakah dengan kedudukanmu sekarang ini engkau merasa mampu untuk menghindari hukuman ini?” tanya lelaki itu.&lt;br /&gt;
“Tidak, jalankan saja keinginanmu itu,” jawab gubernur.&lt;br /&gt;
“Tidak, sekarang aku memaafkanmu,” kata lelaki itu seraya memeluk 
gubernur Mesir itu sebagai tanda persaudaraan. Dan rotan pun ia 
lemparkan.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-LW_KOZoxU4hjhialUi9sq_vB-fx5e4RN9rpg4ibPIf72jGt6ZKzlLZe_H0L6FXv3oRlpE9Y3zyXsotjVMleVchQLBIYccI08igeYNlKG5URY9NWq-DO8XwgwypFrDiwSmplUKdjAO7bp/s72-c/keadilan+umar+bin+khatab.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>FILSAFAT CINTA (Bagian 1)</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/filsafat-cinta-bagian-1.html</link><category>Filsafat Cinta</category><category>Hikayat Cinta</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 28 May 2014 10:02:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-7189952140781380146</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNQ5E-FfGo6cZFDZI_B_lPta34hggG7utMV8gfhsTlJcJf_9i-XXrlFghk7QPTkoWVytfSxQX8gsmGMJ9gQXJj5CkAplsVxrzCtAHBSYl0a-Blpr13z2O0YoahR_FRIvIVuZa9obbsjw4i/s1600/hikayat+cinta.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNQ5E-FfGo6cZFDZI_B_lPta34hggG7utMV8gfhsTlJcJf_9i-XXrlFghk7QPTkoWVytfSxQX8gsmGMJ9gQXJj5CkAplsVxrzCtAHBSYl0a-Blpr13z2O0YoahR_FRIvIVuZa9obbsjw4i/s1600/hikayat+cinta.jpg" height="240" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam perjalanan menuju manifestasi, jiwa melewati empat keadaan, 'Ilm, 'Ishq, Wujud, Shuhud. 'Ilm adalah keadaan awal dari kesadaran, kecerdasan murni. 'Ishq adalah cinta, tahap kecerdasan berikutnya menuju manifestasi; karena itu kecerdasan dan cinta sama unsurnya. Benda-benda seperti batu dan tumbuh-tumbuhan, tak memiliki kecerdasan, sehingga tak memiliki cinta, kecuali suatu persepsi kecil tentang cinta yang ada di&amp;nbsp; dalam kehidupan tumbuh-tumbuhan. Tetapi di antara hewan dan burung-burung, kecerdasan berkembang, sehingga cinta di dalam diri mereka dapat menunjukkan diri. Wujud adalah dunia obyektif, yang diciptakan untuk dicintai, karena cinta tak dapat diwujudkan bila tak ada sesuatu yang dicintai. Shuhud adalah realisasi pengalaman cinta dalam aspek apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata cinta, dalam bahasa Inggris 'love', dalam&amp;nbsp; bahasa Sanskrit 'Lobh', berarti keinginan, hasrat. Cinta adalah hasrat untuk menyadari sesuatu yang dicintai. Karena itu, Shuhud, realisasi cinta, merupakan satu-satunya tujuan setiap jiwa. Cinta, dalam berbagai aspeknya, dikenal pula dengan sebutan: kehendak, keinginan, hasrat, kebaikan, suka, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam cinta terdapat segala pengetahuan. Cinta manusia dan ketertarikannya kepada sesuatu, pada saatnya akan membuat sesuatu itu mengungkapkan rahasianya, sehingga manusia dapat mengetahui bagaimana cara mengembangkan,&amp;nbsp; mengendalikan, dan memanfaatkannya. Tak seorang pun dapat mengetahui seseorang, sebesar apapun keinginannya untuk tahu, kecuali dengan cinta, karena tanpa cinta, mata ruhani buta; hanya mata luar yang terbuka, dan mata luar hanyalah semacam kaca mata bagi mata ruhani. Bila pandangan tidak tajam, apa manfaat kaca mata? Karena itulah kita mengagumi semua yang&amp;nbsp; kita cintai, dan kita buta terhadap kebaikan orang yang tidak kita cintai. Bukan karena mereka berhak kita abaikan, tetapi tanpa cinta, mata kita tak dapat melihat kebaikan mereka. Seseorang atau sesuatu yang kita cintai mungkin mempunyai keburukan pula, tetapi karena cinta melihat keindahan, kita hanya melihat kebaikan itu. Kecerdasan sendiri dalam langkah selanjutnya menuju manifestasi adalah cinta. Ketika cahaya cinta telah dinyalakan, hati menjadi transparan, hingga kecerdasan jiwa dapat melihat melaluinya. Namun sebelum hati dinyalakan dengan api cinta, kecerdasan, yang senantiasa berupaya untuk mengalami hidup di permukaan, meraba-raba dalam kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh alam semesta diciptakan untuk cinta. Manusia adalah yang paling mampu melakukannya. Bila kita memiliki batu di dalam rumah dan kita sangat menyukainya, batu itu tidak akan menyadari cinta kita sejauh yang disadari oleh tumbuh-tumbuhan. Bila kita memiliki sebuah tanaman dan kita memeliharanya dengan rasa sayang, ia akan bereaksi dan akan tumbuh. Hewan dapat merasakan kasih sayang. Bila kita memelihara hewan di rumah, mereka akan lebih banyak merasakan cinta dan perhatian! Hewan piaraan pada waktunya akan menjadi pengasih seperti anggota keluarga. Anjing Nabi Yusuf telah memberi makan kepada&amp;nbsp; tuannya ketika beliau berada di dalam sumur sampai beliau ditemukan oleh orang yang berjalan melalui tempat itu. Dikisahkan, kuda seorang Arab yang tewas di medan perang tetap menungguinya selama tiga hari, menjaga mayatnya dari burung pemakan bangkai, sampai ia ditemukan kawannya. Tetapi manusia, yang memiliki kecerdasan terbanyak, memiliki cinta terbanyak secara alamiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini menunjukkan bahwa ciptaan telah berevolusi dari mineral ke tumbuh-tumbuhan, dari tumbuh-tumbuhan menjadi kehidupan hewan, dan dari hewan ke manusia, berupa perkembangan cinta secara bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Sufi berkata bahwa alasan penciptaan adalah karena Yang Mahasempurna ingin mengetahui diri-Nya, dan melakukannya dengan membangkitkan cinta dari sifat-Nya dan membuatnya menjadi obyek cinta, yang merupakan keindahan. Dengan makna ini, para darwis saling menghormati satu sama lain dengan berkata, "Ishq Allah, Ma'bud Allah" -- 'Allah adalah cinta dan Allah adalah&amp;nbsp; [kekasih] yang dicintai.' Seorang penyair Hindustan berkata, "Hasrat untuk melihat kekasih&amp;nbsp; membawaku ke dunia, dan hasrat yang sama untuk melihat kekasih membawaku ke surga." Karena cinta merupakan sumber ciptaan dan pemelihara nyata dari semua keberadaan, maka, bila manusia tahu bagaimana cara memberikannya&amp;nbsp; kepada dunia di sekelilingnya sebagai simpati, sebagai kebaikan, pelayanan, ia memberi kepada semuanya makanan kepada setiap jiwa yang lapar. Jika orang mengetahui rahasia hidup ini ia akan menguasai dunia dengan pasti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta selalu dapat dikenal di dalam gagasan, ucapan, dan perbuatan orang yang mencintai, karena setiap ekspresinya terdapat kehangatan yang muncul sebagai keindahan, kelembutan, dan kehalusan. Hati yang terbakar oleh api cinta cenderung untuk melelehkan setiap hati yang dijumpainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNQ5E-FfGo6cZFDZI_B_lPta34hggG7utMV8gfhsTlJcJf_9i-XXrlFghk7QPTkoWVytfSxQX8gsmGMJ9gQXJj5CkAplsVxrzCtAHBSYl0a-Blpr13z2O0YoahR_FRIvIVuZa9obbsjw4i/s72-c/hikayat+cinta.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>I'JAZ AL-QURAN</title><link>http://ellysemangat.blogspot.com/2014/05/ijaz-al-quran_28.html</link><category>Al Quran</category><category>Rahasia Al Quran</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 28 May 2014 09:01:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8126804158521938669.post-6883807202566383817</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBYMtjGbmvUVLoc3poX_Iop-pVpnEEJc0gSY_th_UM88vgUBV3tc2DfR3j78vmshqY6LG4VIBV3dpmobFebhpt5GgIDqym-GzMSZenuFofHJtIZdsJJ_jgi_xWPWWE74mAIMJd_jiZZwp4/s1600/alfatihah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBYMtjGbmvUVLoc3poX_Iop-pVpnEEJc0gSY_th_UM88vgUBV3tc2DfR3j78vmshqY6LG4VIBV3dpmobFebhpt5GgIDqym-GzMSZenuFofHJtIZdsJJ_jgi_xWPWWE74mAIMJd_jiZZwp4/s1600/alfatihah.jpg" height="150" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut bahasa kata "mu’jizah" berasal dari kata "'ajz" (lemah), kebalikan dari kata "qudrah" (kuasa). Pada dasarnya Mu’jiz itu adalah Allah SWT., yang menyebabkan selain-Nya lemah. Pemberi kekuasaan kepada selain-Nya juga adalah Zat Allah SWT., karena Ia sebagai Penguasa mereka. Sebagai bentuk mubalaghah (penegasan) kebenaran berita, mengenai betapa lemahnya orang-orang yang didatangi Rasul untuk menentang mu’jiz tersebut, maka huruf "ta" marbuthah ditambahkan kepada kata "mu’'jiz" sehingga menjadi "mu’jizah ". Bentuk mubalaghah ini juga terjadi, misalnya pada kata, "'allamah", "nassabah", dan "rawiyah".&lt;br /&gt;Menurut para Mutakallimln (teolog), mukjizat ialah muncul¬nya sesuatu hal yang berbeda dengan adat kebiasaan yang terjadi di dunia (dar al-taklif) untuk menunjukkan kebenaran kenabian (nubuwwah) para Nabi.&lt;br /&gt;Al-Thusi mendefinisikan mukjizat dengan terjadinya sesuatu yang tidak biasa terjadi, atau terjadinya sesuatu yang menggugur¬kan sesuatu yang biasa terjadi yang disertai dengan perombakan terhadap adat kehiasaan, dan hal itu sesuai dengan tuntutan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AI-Quran ialah mukjizat abadi Nabi Muhammad saw., yang dengannya seluruh manusia dan jin ditantang untuk membuat yang serupa dengan Al-Quran tersebut, sebuah atau sepuluh surat yang sama dengan surat yang ada di dalamnya. Para ahli balaghah dan para ahli bahasa Arab di antara mereka ternyata tidak mampu membuat sebuah surat pun yang serupa dengan surat yang ada di dalam Al-Quran sehingga akhirnya mereka menggunakan kekuatan dengan berupaya memerangi Rasulullah, menawarkan jabatan dan harta kepada beliau, bukan membuat sehuah surat yang serupa dengan AI-Quran. Allah SWT. di dalam Kitab-Nya menjelaskan bahwa AI-Quran merupakan mukjizat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivFvLccwS-IReGl3xd0C6J5zs3G79ByS8Mqct5Yl342rzXALvaw_noLJ47n-6PD9XW1ZNsR_bZ8AK_D11SUGuLvFHtGvtn3lhiVhWYR-W5IVGpBZsO4LJWtq3pj4KyT9TK0C8e_5auw2A2/s1600/al+ankabut5051.PNG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivFvLccwS-IReGl3xd0C6J5zs3G79ByS8Mqct5Yl342rzXALvaw_noLJ47n-6PD9XW1ZNsR_bZ8AK_D11SUGuLvFHtGvtn3lhiVhWYR-W5IVGpBZsO4LJWtq3pj4KyT9TK0C8e_5auw2A2/s1600/al+ankabut5051.PNG" height="148" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;i&gt;Dan orang-orang kafir Makkah mengatakan: “Mengapa kepadanya tidak diturunkan mukjizat-mukjizat dari Tuhan¬nya?" Katakanlah: "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat ter¬sebut terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya (Muhammad) hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata."Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwa kami telah menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) dan ia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya di dalam Al-Quran itu terdapat rahmat yang besar dan peringatan bagi orang-orang yang ber¬iman. (Al-Ankabut: 50-51)&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;Dengan penjelasan ini, Allah SWT. menegaskan bahwa Al-Quran merupakan ayat yang terang dan mukjizat yang cukup bagi manusia.&lt;br /&gt;Jumhur kaum Muslimin berpendapat bahwa Al-Quran sendiri merupakan mukjizat (mu ’jiz bi dzatih). Maksudnya, bahwa Al¬Quran dengan seluruh yang ada di dalamnya, termasuk struktur kalimat; balaghah, bayan (penjelasan), perundang-undangan (tasyri'), berita-berita gaib dan seluruh persoalan lain yang merupa¬kan mukjizat, telah menyebabkan seluruh manusia tidak mampu membuat yang serupa dengannya.&lt;br /&gt;Abu Ishaq Ibrahim Al-Nidzam, seorang Mu'tazilah, dan Al¬-Syarif Al-Murtadha, seorang Syi'ah Ja'fari berpendapat bahwa Al-Quran itu mu’jiz bi al-sharfah. Yang dimaksud dengan sharfah adalah bahwa Allah SWT. memalingkan hamba-hamba-Nya dengan menarik kehendak mereka, dan dengan mengelukan lidah-lidah mereka untuk membuat yang serupa dengan Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, Al-Quran merupakan mukjizat (mu’jiz bi dzatih), adalah disebabkan ketinggian balaghah, struktur bahasa, bayan, dan perundang-undangan (tasyri')-nya yang adil dan relevan bagi manusia, potensi-potensinya, tujuan penciptaannya yang harmonis dengan hukum alam yang umum, dan juga berita-berita gaibnya yang manusia tidak akan mampu memberitakan hal demikian.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Al-Baqilani mengatakan: "Seandainya Al-Quran bukan merupakan mukjizat berdasarkan yang telah kami sifatkan dari segi struktur bahasanya yang mumtani' (tidak mungkin tertandingi), maka kendatipun Al-Quran disusun dengan struktur bahasa yang sangat tinggi dan dengan kefasihan yang sangat tinggi pula, tentu kemukjizatannya akan lebih hebat lagi seandainya mereka dipalingkan untuk membuat yang serupa dengannya, seandainya mereka dicegah untuk menentangnya, serta seandainya anggapan-anggapan mereka dibelokkan dari padanya. Tentu pula hal itu menunjukkan tidak perlunya AI-Quran diturunkan dengan struktur bahasa yang indah, fasih dan menakjubkan. Sebab, seandainya mereka dipalingkan dari anggapan-anggapannya, niscaya orang-orang jahiliah sebelum mereka tidak perlu dipalingkan dari kefasihan, balaghah, keindahan struktur bahasa dan ke¬ajaiban susunannya, karena mereka tidak ditantang oleh Al-Quran untuk melakukan yang serupa, di samping hujjah-nya pun tidak selayaknya diungkapkan mereka. Oleh karena itu, tidak pernah dijumpai pembicaraan seperti itu sebelumnya. Hal itu merupakan bukti bahwa apa yang diklaim oleh seseorang yang meyakini adanya sharfah, merupakan suatu kebatilan yang nyata, yang akan mem¬batalkan pendapat mereka mengenai adanya sharfah tersebut. Seandainya penentangan itu mungkin, maka kalam bukan merupakan mukjizat. Mukjizatnya justru pada pelarangan, sehingga kalam itu sendiri tidak lebih istimewa dari yang lain. Maka tidak mengherankan apabila dikatakan: ‘Sesungguhnya semua orang akan mampu membuat yang serupa dengan Al-Quran, hanya saja mereka terlambat karena mereka tidak mengetahui bentuk susunan (seperti AI-Quran - penj.), seandainya mereka telah mengetahuinya, pasti mereka akan mampu melakukannya'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Khithabi menolak pendapat bahwa Al-Quran merupakan mukjizat bi al-sharfah. Beliau mengatakan: "Al-sharfah, merupakan hal yang tidak begitu berbeda dengan i’jaz. Hanya saja, petunjuk ayat membuktikan sebaliknya, yaitu firman Allah SWT.:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVPCXmpAbB2b2vjIq9Ci0M8nctiOuOJq0SwZTCVwTySKdQJeKFDIaztihHSt0frB6QRTHsJcMUorG8PudwOGGkylQHRHtBlUjo77Lu4ddYYZ8CmwiosLIqvmm3F-vmjMabG16FEn9xb3o0/s1600/alisra+88.PNG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVPCXmpAbB2b2vjIq9Ci0M8nctiOuOJq0SwZTCVwTySKdQJeKFDIaztihHSt0frB6QRTHsJcMUorG8PudwOGGkylQHRHtBlUjo77Lu4ddYYZ8CmwiosLIqvmm3F-vmjMabG16FEn9xb3o0/s1600/alisra+88.PNG" height="80" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;i&gt;Katakanlah: "Seandainya manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan Al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan mampu membuat yang serupa dengannya, sekali¬pun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain. " (Al-Isra: 88)&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;Dalam hal demikian, ia menunjuk kepada persoalan yang caranya bersifat takalluf (dibuat-buat) dan diupayakan, dengan cara yang matang dan dilakukan bersama-sama. Dan yang dimaksud dengan al-sharfah seperti yang telah mereka sifatkan tidaklah sejalan dengan sifat ini sehingga hal ini menunjukkan bahwa yang di¬maksud adalah sifat yang lain. Wallahu a'lam."&lt;br /&gt;Muhammad bin Amru Al-Razi, dalam tafsimya Al-Kabir, menegaskan bahwa kedua pendapat tersebut - pendapat yang mengatakan bahwa Al-Quran sendiri merupakan mukjizat, dan pendapat yang mengatakan bahwa Al-Quran mu’jiz bi alsharfah - satu sama lain menjadi pendahulu di dalam memberikan bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengatakan: "Al-Quran, baik ia sendiri merupakan mukjizat atau bukan, adalah mukjizat. Apabila ia merupakan mukjizat maka ia sudah sampai kepada yang dimaksud. Apabila ia bukan merupakan mukjizat, bahkan banyak orang yang mampu untuk menentangnya, dan untuk melakukan hal demikian tidak dipalingkan dan dilarang, maka atas dasar ini tindakan menandingi¬nya merupakan sesuatu keharusan dan kelaziman. Dengan ke¬tidakmampuan menandingi tersebut, dengan disertai kemungkin-an-kemungkinan, jelas merupakan pembatal terhadap kebiasaan sehingga ia merupakan mukjizat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan penulis .Al-Mizan bi Tafsir Al-Quran berpendapat bahwa Al-Quran sendiri merupakan mukjizat (mu’jiz bi dzatih). Beliau mengatakan: "Firman Allah SWT.: 'Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran? Kalau sekiranya Al¬Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka akan mendapat¬kan pertentangan yang banyak di dalamnya,' jelas merupakan bukti bahwa AI-Quran tidak mungkin dapat ditandingi oleh manu¬sia dengan mendatangkan sesuatu yang serupa dengannya. Wujud Al-Quran itu sendiri yang pada lafaz dan maknanya tidak terjadi pertentangan, itu saja, tidak mungkin dapat ditandingi oleh makhluk untuk membuat kalam yang tidak dikenai pertentangan di dalamnya. Bukan karena Allah memalingkan mereka sehingga mereka tidak bisa menandinginya dengan menunjukkan per¬tentangan di dalamnya, dan pendapat mereka yang mengatakan bahwa kemukjizatan AI-Quran itu bi al-sharfah (pemalingan) merupakan pendapat yang tidak bisa dijadikan sandaran."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Rummani Ali bin Isa, seorang Mu'tazilah, di dalam buku¬nya Al-Nukat fi /’jaz Al-Quran, juga berpendapat mengenai adanya i’jaz balaghi, juga berpendapat bahwa kemukjizatannya bi al¬ sharfah. Pendapat ini diikuti oleh Al-Nadhdham AI-Mu'tazili, Hisyam Al-Quthi, dan Ibad bin Sulaiman. AI-Qadhi Abdut Jabbar Al-Mu'tazili berpendapat bahwa i jaz itu pada kefasihan Al-Quran. Adapun al-sharfah (pemalingan) merupakan hujjah yang lazim bagi yang berpendapat demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan al-sharfah oleh Mu'tazilah ialah baitwa Allah SWT. memalingkan kehendak mereka untuk me¬nandingi AI-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meieka berpendapat: "Sekiranya Allah SWT. mengangkat Nabi pada masa kenabian (nubuwwah), dan mukjizatnya terjadi ketika menggerakkan tangannya, melangkahkan kakinya, atau sewaktu duduk di antara kaumnya, kemudian dikatakan kepadanya: 'Apa bukti kebenaranmu?' Beliau menjawab: 'Bukti kebenar¬anku ialah bisa menggerakkan tanganku atau menjulurkan kakiku, dan kalian tidak mungkin dapat melakukan seperti yang telah kulakukan.' Andaikan seluruh kaum badannya dalam keadaan sehat, sedikit pun anggota badan mereka tidak cacat. Selanjutnya beliau menggerakkan tangannya atau menjulurkan kakinya, kemudian mereka mulai mau melakukan seperti yang beliau laku¬kan, akan tetapi mereka tidak bisa melakukannya. Semua itu merupakan bukti atas kebenarannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya argumentasi mereka yang berpendapat bahwa Al-Quran merupakan rnukjizat bi al-sharfah (pemalingan) seperti itu, pada dasarnya adalah mukjizat dengan halangan yang bersifat eksternal, bukan dari AI-Quran itu sendiri. Halangan eksternal ini bukanlah pendahulu bagi halangan sejati (al-imtina' al-dzati). Bagi mereka yang berpendapat demikian, suatu kalam yang paling tinggi dan yang sebaliknya - dalam balaghah - adalah sama, selama halangan tersebut bersifat eksternal. Selanjutnya, sekiranya yang memalingkan dari luar Al-Quran sendiri, maka orang Arab, seperti Musailamah dan yang lainnya, yang berusaha menandingi Al-Quran, akan gagal dan binasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dijelaskan bahwa antara mukjizat dan mumtani' ada perbedaan. Sebagaimana telah kami jelaskan sebelumnya, mukjizat adalah terjadinya sesuatu yang tidak biasa terjadi atau terjadinya sesuatu yang menggugurkan sesuatu yang biasa terjadi yang disertai dengan perombakan terhadap adat kebiasaan, dan hal itu sesuai dengan tuntutan. Adapun mumtani' ialah sesuatu yang pada hakikatnya ia sendiri bersifat mustahil terjadi, yaitu bahwa ketika akal menggambarkan suatu subtansi mumtani', pada dasarnya, subtansi tersebut mustahil terwujud. Contoh, menggambarkan wujud lingkaran yang diameternya lebih besar dari kelilingnya. Pada dasarnya, ketika akal menggambarkan subtansi tersebut, ia menghukumi bahwa hal itu tidak akan terwujud, seperti mustahil¬nya bahwa bagian itu lebih besar dari keseluruhan, dan mustahil¬nya dua hal yang kontradiksi bisa bersatu. Contoh-contoh subtansi di atas, pada dasarnya ia sendiri bersifat mumtani' (mustahil ter¬wujud). Actapun mukjizat, tidak bersifat mumtani', seperti membekunya air laut sebagai benteng kepada Musa a.s., atau tidak membakarnya api kepada Ibrahim a.s. yang menurut kebiasaan api itu membakar. Semua ini termasuk hukum-hukum alam (al¬sunan al-kauniyyah) yang telah diciptakan Allah SWT., hanya saja hukum-hukum alam tersebut tidak mungkin bisa diubah selain oleh Penciptanya, yaitu Allah SWT, karena seluruh manusia tidak akan mampu mengubahnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;i&gt;Sungguh kamu sekali-kali tidak akan mendapati perubahan pada sunnatullah (hukum alam). (AI-Ahzab: 62)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Apabila seorang Nabi diminta untuk mendatangkan suatu bukti, maka dengan izin Allah SWT. dia akan mampu mengubah sunnatullah tersebut, karena pada dasarnya sunnatullah itu bisa berubah, hanya saja bagi manusia ia bersifat mumtani' (mustahil berubah). Dengan kata lain, mukjizat itu bersifat mumtani' bagi manusia, akan tetapi dengan izin Allah SWT. bersifat mungkin bagi Nabi. Sedangkan mumtani' sendiri pada hakikatnya bersifat mumtani', dan kekuasaan Allah tidak berkaitan dengan al-mun¬tani'at (hal-hal yang bersifat mumtani'). Al-Quran sendiri merupa¬kan mukjizat. Artinya, bahwa setiap makhluk mustahil akan mampu membuat vang serupa dengannya. Sedangkan hubungan¬nya dengan Allah SWT tentu Ia akan mampu membuat yang serupa dengannya, karena Ia sendiri Mahakuasa atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBYMtjGbmvUVLoc3poX_Iop-pVpnEEJc0gSY_th_UM88vgUBV3tc2DfR3j78vmshqY6LG4VIBV3dpmobFebhpt5GgIDqym-GzMSZenuFofHJtIZdsJJ_jgi_xWPWWE74mAIMJd_jiZZwp4/s72-c/alfatihah.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>