<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" version="2.0">

<channel>
	<title>Enrekang.Com</title>
	
	<link>http://enrekang.com</link>
	<description>Pesona Kabupaten Enrekang - Sulawesi Selatan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Aug 2012 13:06:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/EnrekangDotCom" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="enrekangdotcom" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">EnrekangDotCom</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Bambapuang, Tebing Terjal Penuh Pesona Incaran Pemanjat Tanah Air</title>
		<link>http://enrekang.com/2012/08/bambapuang-tebing-terjal-penuh-pesona-incaran-pemanjat-tanah-air/</link>
		<comments>http://enrekang.com/2012/08/bambapuang-tebing-terjal-penuh-pesona-incaran-pemanjat-tanah-air/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Aug 2012 06:39:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi Enrekang]]></category>
		<category><![CDATA[Wilayah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Enrekang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enrekang.com/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[Bambapuang adalah nama salah satu desa dimana tebing Bambapuang berada, secara administrative, Desa Bambapuang berada dalam wilayah Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang. Kondisi geografis Bambapuang adalah wilayah pegunungan yang didominasi oleh hamparan batu gamping yang membentuk bukit-bukit terjal. Ketinggian wilayah bervariasi berkisar 1000-1100 mdpl. Pengaruh ketinggian ini merupakan salah satu peyebab cuaca yang relative dingin di [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-478 aligncenter" title="makam_batu_tontonan2" src="http://enrekang.com/wp-content/uploads/2012/08/makam_batu_tontonan2.jpg" alt="" width="500" height="752" />Bambapuang adalah nama salah satu desa dimana tebing Bambapuang berada, secara administrative, Desa Bambapuang berada dalam wilayah Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang. Kondisi geografis Bambapuang adalah wilayah pegunungan yang didominasi oleh hamparan batu gamping yang membentuk bukit-bukit terjal.</p>
<p>Ketinggian wilayah bervariasi berkisar 1000-1100 mdpl. Pengaruh ketinggian ini merupakan salah satu peyebab cuaca yang relative dingin di Bambapuang seperti halnya daerah ketinggian lainnya di Enrekang.</p>
<p>Kalangan penggiat alam terbuka lebih mengenal daerah ini karena keberadaan Gunung bambapuang (1100 mdpl) utamanya para pemanjat tebing, Karena pada bagian selatan gunung Bambapuang terdapat tebing dengan ketinggian rata-rata 80-150 meter. Bahkan keberadaannya telah telah menjadi kiblat kegiatan panjat tebing yang datang dari penjuru tanah air. Tercatat lebih dari 30 tim telah mendatangi tempat ini.</p>
<p>Gunung Bambapuang adalah rangkaian dari hamparan batu gamping Formasi Makale dan Toraja yang memanjang dari selatan ke utara. Daerah penyebaran batuan mulai dari Enrekang sampai ke Tana Toraja. Selain sebagai daerah yang diminati kalangan petualang, Panorama alam yang dimiliki Bambapuang merupakan salah satu daya tarik tersendiri sehingga banyak orang mengunjungi tempat ini untuk tujuan berlibur atau rekreasi.</p>
<p>Obyek wisata alam yang ditawarkan berupa pemandangan aliran sungai Sa’dang disebelah barat dan pemandangan Buntu Kabobong di bagian timur yang dapat dinikmati bebas dari puncak Bambapuang. Untuk keperluan wisata, pendakian Bambapuang biasanya melewati jalur utara, waktu tempuh sekitar 2 jam dari Dusun Kasambi yang berada tepat di kaki Gunung Bambapuang.</p>
<p>Lereng-lereng disekitar Bambapuang pada umumnya dimanfaatkan penduduk setempat sebagai lahan pertanian. Komoditi unggul yang dibudidayakan petani setempat adalah tanaman hortikultura seperti kentang, Lombok, bawang, jagung, kacang tanah, dan buah-buahan seperti papaya, jeruk, rambutan dll.</p>
<p>Sebelah selatan Bambapuang terdapat Dusun Kotu yang merupakan perkampungan terdekat untuk mengakses tebing bagian selatan Bambapuang. Dasar tebing dapat diakses dari Dusun Kotu dengan berjalan kaki berupa jalan setapak sejauh 3 kilometer. Pada musim kemarau, jalanan dapat dilewati kendaraan roda dua (motor).</p>
<p>Lokasi Tebing Bambapuang dapat diakses dengan Mobil Bus dari Makassar-Enrekang melewati beberapa Kabupaten yaitu : Maros, Pangkep, Barru, Kota Madya Pare-Pare, dan Sidrap, Waktu tempuh rata-rata 6-7 jam samapi Dusun Kotu Desa bambapuang Kabupaten Enrekang. Dusun Kotu berada pada jalur poros Enrekang menuju Tana Toraja. (berbagai sumber/dra)</p>
<p>Sumber Artikel: <a href="http://himpalaunas.com/artikel/destinasi/2012/05/21/bambapuang-tebing-terjal-penuh-pesona-incaran-pemanjat-tanah-air">http://himpalaunas.com</a><br />
Foto: enrekang.com</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enrekang.com/2012/08/bambapuang-tebing-terjal-penuh-pesona-incaran-pemanjat-tanah-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesona Wisata Alam Kebun Raya Enrekang</title>
		<link>http://enrekang.com/2012/06/pesona-wisata-alam-kebun-raya-enrekang/</link>
		<comments>http://enrekang.com/2012/06/pesona-wisata-alam-kebun-raya-enrekang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jun 2012 12:42:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Enrekang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enrekang.com/?p=468</guid>
		<description><![CDATA[Jika Jawa Barat memiliki Kebun Raya Bogor yang terkenal, Sulawesi Selatan juga akan dikelak dengan hadirnya Kebun Raya Enrekang. Namanya Kebun Raya Massenrempulu Enrekang. Kebun raya ini terletak di Desa Karrang, Kecamatan Maiwa kabupaten Enrekang. Dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kehutanan Enrekang. Berfungsi sebagai pusat konservasi tanaman khas Sulawesi. Berkeliling di dalam [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-469" title="kebun_raya_enrekang" src="http://enrekang.com/wp-content/uploads/2012/06/kebun_raya_enrekang.jpg" alt="" width="300" height="161" />Jika Jawa Barat memiliki Kebun Raya Bogor yang terkenal, Sulawesi Selatan juga akan dikelak dengan hadirnya Kebun Raya Enrekang. Namanya Kebun Raya Massenrempulu Enrekang. Kebun raya ini terletak di Desa Karrang, Kecamatan Maiwa kabupaten Enrekang. Dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kehutanan Enrekang. Berfungsi sebagai pusat konservasi tanaman khas Sulawesi.</p>
<p>Berkeliling di dalam kawasan kebun ini, akan membuat kita sadar betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Di dalamnya, suasana alam yang hijau bisa dinikmati, dan menyegarkan pandangan mata.</p>
<p>Kebun Raya Enrekang, dibangun atas kerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan Lembaga Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor LIPI. Pengembangannya bertujuan untuk menjaga habitat flora khas Pulau Sulawesi.</p>
<p>Di dalam kebun yang terletak di sebelah selatan dari Kota Enrekang ini, setidaknya tercatat ada 99 jenis tumbuhan khas Sulawesi yang tengah dikembangbiakkan. Menurut Kepala UPTD Kebun Raya Enrekang, Zainal, beberapa di antaranya adalah tanaman yang langka.</p>
<p>Kebun raya ini memang masih dalam tahap pengembangan. Namun sudah ramai dikunjungi warga, baik warga Enrekang khususnya pelajar maupun warga dari luar Enrekang.</p>
<p>Proses pengembangannya baru berjalan enam tahun, tapi pohon-pohon yang menjadi tanaman koleksi di dalamnya sudah tumbuh dengan tinggi rata-rata berkisar 1 sampai 3 meter.</p>
<p>Kebun yang jaraknya 211 kilometer dari arah Makassar tersebut, setidaknya telah menjadi satu dari belasan kebun raya di Nusantara yang mendapat prioritas untuk dikembangkan.</p>
<p>Kebun Raya Enrekang bahkan berpotensi menjadi Kebun Raya yang terbesar di Indonesia, jika 300 hektare lahan tersebut sudah tergarap maksimal. Kebun raya ini memang cukup luas jika dibanding kebun raya bogor yang luasnya hanya berkisar 75 hektare.</p>
<p>Kawasan dengan ketinggian sekitar 100 meter di atas permukaan laut tersebut berfungsi sekaligus sebagai tempat wisata alam, kamping, melakukan penelitian dan belajar mengenal flora.</p>
<p>Kebun raya ini mengoleksi aneka macam tanaman bunga dan pohon, di dalamnya juga terdapat beberapa danau, dan tempat berkemah.</p>
<p>Pantauan FAJAR, kebun ini ramai dikunjungi saat hari libur, dan setiap waktu sore. Para remaja kerap menghabiskan waktu senja di sana. Beberapa remaja yang ditemui FAJAR,  mengaku  sedang membuat film indie.<strong>(sbi/kas)</strong></p>
<p>Sumber : <a href="http://www.fajar.co.id/20120602183158-pariwisata-sulsel-pesona-wisata-alam-kebun-raya-enrekang">http://www.fajar.co.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enrekang.com/2012/06/pesona-wisata-alam-kebun-raya-enrekang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makan Susu Dangke Yuk.. Industri Biologis di Enrekang</title>
		<link>http://enrekang.com/2012/05/makan-susu-dangke-yuk-industri-biologis-di-enrekang/</link>
		<comments>http://enrekang.com/2012/05/makan-susu-dangke-yuk-industri-biologis-di-enrekang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 May 2012 12:43:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Enrekang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enrekang.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Susu dimakan bukan diminum? Ya…aneh tapi nyata! Masyarakat luas di Provinsi Sulawesi Selatan sejak lama mengetahui jika penduduk di kabupaten yang berjuluk ‘Bumi Massenrempulu’ tersebut sebagai pemakan susu kerbau atau susu sapi perah dalam bentuk penganan yang bernama Dangke. Dangke tak lain adalah susu kerbau atau susu sapi yang digumpalkan melalui kearifan lokal menggunakan bantuan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-463" title="dangke_enrekang" src="http://enrekang.com/wp-content/uploads/2012/05/dangke_enrekang.jpg" alt="" width="450" height="299" />Susu dimakan bukan diminum? Ya…aneh tapi nyata! Masyarakat luas di Provinsi Sulawesi Selatan sejak lama mengetahui jika penduduk di kabupaten yang berjuluk ‘Bumi Massenrempulu’ tersebut sebagai pemakan susu kerbau atau susu sapi perah dalam bentuk penganan yang bernama Dangke.</p>
<p>Dangke tak lain adalah susu kerbau atau susu sapi yang digumpalkan melalui kearifan lokal menggunakan bantuan enzim papain atau daun pepaya. Bentuk gumpalan dangke tersebut berwarna putih seperti Tahu. Masyarakat khususnya di Kabupaten Enrekang sampai sekarang umumnya menjadikan dangke sebagai lauk pendamping makanan pokok nasi sehari-hari. Untuk menyantapnya terlebih dahulu dangke tersebut, antara lain, melalui proses penggorengan.</p>
<p>‘’Dangke juga dapat disantap langsung sebagai makanan pengantar dengan menggunakan campuran gula aren. Nikmat,’’ jelas Kusuma, seorang penduduk yang berdiam di Sossok, Kecamatan Baraka, Enrekang.</p>
<p>Warung-warung rakyat yang terdapat di tepian poros jalan Negara, dari Kota Enrekang, ibukota Kabupaten Enrekang ke arah Kota Makassar, kini umumnya memampang papan-papan promosi: ‘’Jual Dangke!’’</p>
<p>‘’Namun jika lepas tengah hari, biasanya dangke di warung-warung ini sudah habis terjual,’’ jelas Asni, seorang perempuan pemilik warung penjual Dangke di Kabere, sekitar 3 km arah barat Kota Enrekang. Harga jual dangke di Enrekang saat ini Rp 14.000 per biji, ukuran setengah tempurung kelapa.</p>
<p>Menurut Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil di Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Enrekang, drh. Junwar, MSi, produk dangke di Kabupaten Enrekang sekarang sekitar 3.000 biji setiap hari. ‘’Produk dangke tersebut baru dapat memenuhi sekitar 20 persen dari kebutuhan lokal masyarakat di Bumi Massenrempulu,’’ katanya.</p>
<p>Menurut alumni Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada (UGM) tahun 1989 ini, untuk satu biji dangke yang beratnya antara 330 sampai 350 gram tersebut terbuat dari bahan baku 1,5 liter susu murni kerbau atau sapi.</p>
<p>Lantaran itu, penyandang gelar master agrobisnis dari Universitas Muhammadiyah Parepare tahun 2011 menyatakan, tak hanya berprospek tapi juga dangke cukup prospektif dikembangkan sebagai usaha guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rakyat ke depan. Bahkan, jelasnya, produk lokal rakyat Bumi Masenrempulu ini bisa dijadikan sebagai <em>brand</em> daerah ‘Enrekang sebagai Kabupaten Dangke.’</p>
<p>Alasannya, antara lain, dangke sebagai <em>food cultur</em> (makanan tradisional) yang bergizi tinggi, produk lokal bernilai ekonomi yang hanya terdapat di Kabupaten Enrekang. Pengembangan dangke juga sekaligus dapat menjadi <em>entry point</em> dari pengembangan usaha peternakan khususnya di Kabupaten Enrekang yang 85 persen wilayahnya merupakan lereng berkemiringan antara 15 hingga 45 derajat.</p>
<p>Lagi pula, urainya, dengan pengembangan produk dangke tersebut merupakan langkah tepat bagi pengembangan usaha industri biologis melalui ternak kerbau atau sapi yang dapat senantiasa terbarukan. ‘’Pengembangan produk dangke akan memberikan pertambahan nilai ekonomi yang cukup tinggi di tengah masyarakat lantaran merupakan salah satu produk agribinis yang mencapai 3 log. Dari usaha peternakan sapi, menghasilkan susu, susu dijadikan dangke serta turunan produk lainnya berupa pembuatan krupuk dangke yang kini mulai dicobakan di Kabupaten Enrekang,’’ papar Junwar.</p>
<p>Berdasarkan catatan pihak Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Enrekang, saat ini populasi ternak di Bumi Masserempulu sudah mencapai 1.400-an ekor sapi perah dan sekitar 48.000 ekor sapi potong. Untuk ternak kerbau mencapai 6.000-an ekor.</p>
<p>Junwar yang sebelumnya telah bertugas di Kantor Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Maros, Kabupaten Bulukumba, dan di Rumah Potong Hewan Kota Makassar mengaku, dia yang pada tahun 2002 mulanya mengusul dimasukkannya bibit sapi perah asal Pulau Jawa ke Kabupaten Enrekang terutama untuk memenuhi bahan baku susu bagi pengrajin dangke.</p>
<p>Di masa-masa lalu, ceritanya, Dangke Enrekang lebih banyak dibuat dari susu kerbau. Akan tetapi dalam perkembangannya kemudian lebih banyak dipilih bahan baku dari susu sapi yang kandungan lemaknya 2,6 – 2,8 persen. Dangke susu sapi lebih gurih dibandingkan menggunakan susu kerbau yang kandungan lemaknya mencapai 3,2 persen.</p>
<p>Lagi pula, dari seekor kerbau betina hanya dapat menghasilkan 5 hingga 6 liter susu setiap hari. Atau hanya dapat digunakan untuk membuat 2 sampai 3 biji dangke. Sedangkan dari seekor sapi perah, dapat dihasilkan 20 hingga 30 liter susu setiap hari. ‘’Bahkan dengan perlakuan tertentu seekor sapi perah berpotensi menghasilkan hingga 60 liter susu setiap hari,’’ jelas Junwar.</p>
<p>Kini di seluruh Kabupaten Enrekang terdapat sekitar 300-an pengrajin dangke. Setiap pengrajin umumnya memiliki minimal satu ekor sapi perah.</p>
<p>Melalui program Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE), pihak perbankan telah mengucurkan bantuan permodalan usaha kepada 14 kelompok tani peternak dan pengrajin dangke di Kabupaten Enrekang. KKPE diberikan kepada kelompok-kelompok tani yang dinilai potensial di pedesaan dengan bunga 6 persen per tahun, dan nilai pemberian kredit bisa mencapai maksimal Rp 100 juta.</p>
<p>Persyaratan pemberian KKPE hampir sama dengan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bedanya, bunga KUR 14 persen setahun dengan plafon kredit maksimum Rp 20 juta. KUR diberikan tanpa agunan, sedangkan KKPE selain hanya diberikan terhadap usaha yang sedang berjalan – bukan usaha yang baru dimulai. Juga harus ada agunan, lantaran dipertanggunjawabkan oleh masing-masing individu dalam kelompok sesuai nilai kredit yang mereka pakai.</p>
<p>‘’Saat ini sudah ada dana permodalan usaha sekitar Rp 3 miliar melalui KKPE yang disalurkan kepada kelompok-kelompok tani peternak dan pengrajin dangke yang direkomendasi pihak Dinas Peternakan dan Perikanan di Kabupaten Enrekang,’’ ungkap Junwar. Lalu menambahkan, untuk sementara pihak perbankan barulah sebatas menyalurkan KKPE kepada peternak sapi dan kerbau.</p>
<p>Sumber: <a href="http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2012/04/28/makan-susu-dangke-yuk-industri-biologis-di-enrekang/">http://ekonomi.kompasiana.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enrekang.com/2012/05/makan-susu-dangke-yuk-industri-biologis-di-enrekang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Musik Bambu dari Bumi Massenrempulu, Enrekang</title>
		<link>http://enrekang.com/2012/03/mengenal-musik-bambu-dari-bumi-massenrempulu-enrekang/</link>
		<comments>http://enrekang.com/2012/03/mengenal-musik-bambu-dari-bumi-massenrempulu-enrekang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2012 00:46:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Enrekang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enrekang.com/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[Warisan Leluhur yang Hampir Punah Di Enrekang alat ini akrab disebut musik bas. Cara memainkannya harus ditiup. Bukan dipukul atau ditabuh. MINIM GENERASI. Keberadaan pemain dan grup musik bambu di Kabupaten Enrekang kini tak semarak dulu lagi. Kehadirannya pun mulai terancam punah.Lagu &#8220;Suruganna Bambapuang&#8221; mengalun indah kala Grup Musik Bambu Palatau tampil di Kecamatan Baraka, [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Warisan Leluhur yang Hampir Punah</strong></span><br />
<strong>Di Enrekang alat ini akrab disebut musik bas. Cara memainkannya harus ditiup. Bukan dipukul atau ditabuh.</strong></p>
<div><img class="alignleft size-full wp-image-455" title="93budaya_enrekang" src="http://enrekang.com/wp-content/uploads/2012/03/93budaya_enrekang.jpg" alt="" width="300" height="145" /><em>MINIM GENERASI. Keberadaan pemain dan grup musik bambu di Kabupaten Enrekang kini tak semarak dulu lagi. Kehadirannya pun mulai terancam punah.</em>Lagu &#8220;Suruganna Bambapuang&#8221; mengalun indah kala Grup Musik Bambu Palatau tampil di Kecamatan Baraka, Enrekang belum lama ini. Masing-masing personelnya khidmat menikmati. Tak ada gerakan tubuh lain. Selain mulut yang bertiup. Terkadang, mata mereka pun ikut tertutup. Saking khusyuknya. Itu berlangsung hingga sebuah lagu penutup tuntas.</p>
<p>Dari telinga pendengar, memang nadanya syahdu nan merdu. Apalagi jika langit ikut membiru. Suasana pasti semakin padu. Ya, hanya dari bambu mereka berkarya. Memainkan musik khas daerah dari petung. Alat musik bambu beragam. Ada tenor bambu, ada bas bambu (ukurannya yang paling besar), rythem bambu serta suling bambu. Pokoknya serba bambu. Cuma orang-orangnya saja yang bukan bambu.</p>
<p>Kata Hamin, 47 tahun, sang konduktor, alat musik ini adalah warisan leluhur sejak puluhan tahun silam. Hamin adalah pemimpin grup Bambu Palatau. Ia juga sebagai pelatih dan bertugas memberi aba-aba saat tampil. Ia berdiri menghadap anggotanya sembari menganyun-ayunkan tangan. Nada dari musik bambu tergantung dari gerakan lengannya. Ia juga dikenal khalayak sebagai generasi terakhir yang aktif mengajarkan musik bambu di Enrekang kini.</p>
<p>Ia belajar musik bambu saat masih duduk di bangku MIS (Madrasah Ibtidaiyah Swasta) Rumbia (sekarang Negeri, MIN), 1973 silam. Ia mengaku diajar langsung gurunya, R Faisal (Kepalah MIS) waktu itu. Sampai sekarang musik bambu menjadi bagian vital hidupnya.</p>
<p>Bahkan dari alat ini pun ia hidup dan menghidupi anggota grupnya. &#8220;Saya dan musik bambu sudah kayak anak dan bapak,&#8221; ujar Sarjana Ilmu Pendidikan, STKIP Muhammadiyah Sidrap (2003) itu.</p>
<p>Kini, ia bertekad menjaga kelestarian musik bambu dari kepunahan. Bersama grupnya itu, ia kerap pentas keliling Indonesia. Dari Bali, Jakarta, hingga Kalimantan. &#8220;Kalau di Sulsel hampir semua daerah sudah,&#8221; lanjut pria yang juga selaku Kepala Seksi Pembinaan Kesenian Daerah Dinas Infokom Enrekang itu.</p>
<p>Sekarang, ia telah berhasil menurunkan titah bermusiknya ini kepada Nur Muslimah, anaknya. Muslimah baru tamat SD tahun kemarin (2011). Prestasinya bahkan telah menusantara. Gadis belia itu pernah diplot sebagai pemusik tradisional terbaik Anak-anak Tingkat Nasional tahun 2009 lalu di Gedung Kesenian Jakarta.</p>
<p>Hanya mimpi keliling dunia dengan musik bambu yang belum bisa ia wujudkan. Ia dan grup musiknya belum sekalipun menginjakkan kaki ke negeri orang di seberang sana. Sebab, nyanyian daerah dengan bambu, baru bisa ia perdengarkan di wilayah nusantara.</p>
<p>Masyarakat Massenrempulu sendiri menyebut musik bambu sebagai musik bas. Komponennya memang terbuat dari bahan bambu. Yakni bambu jenis petung. Dengan suara yang khas. Bentuk peralatannya mirip musik angklung dari Jawa Barat. Keduanya juga dimainkan berkelompok. Bedanya, alat musik angklung mengandalkan bunyi suara bambu sambil digoyang-goyangkan. Sedangkan musik bas ini caranya ditiup. Alat ini pun terus berkembang dari tahun ke tahun sejak ia muncul. Kini, fungsinya menjadi sarana hiburan rakyat di pedalaman Enrekang.</p>
<p>Selain itu, alat ini juga kadang dilengkapi alat tabuh dari kulit sapi. Yang dimainkan beramai-ramai saat upacara adat, menyambut musim panen, pesta pernikahan atau pesta rakyat. Biasa juga ditampailkan saat konser musik bambu antarkelompok tani serta siswa sekolah dasar dan menengah di Enrekang. Musik bambu dikenal mulai berkembang semasa penjajahan Belanda di Indonesia.</p>
<p>Soal awal mulanya, belum ada satupun warga Massenrempulu yakin dari mana asalnya. Entah ini asli kesenian Kabupaten Tana Toraja atau masuk alat musik Kesenian Enrekang. &#8220;Dulu kan kita satu nenek, Tator dan Enrekang. Jadi kita tidak tahu, darimana aslinya,&#8221; kata Sumantri, 46 tahun.</p>
<p>Pria berjenggot lebat ini juga pemain musik bambu sejak kecil. Pengetahuan musik bambunya ia dapat dari Yunus, gurunya dulu saat masih kelas 2 di SD Liang Bai Kecamatan Buttu Batu, Enrekang tahun 1976 silam. Hingga kini, Sumantri masih sering tampil sebagi konduktor bersama grup musik bambunya dari Baraka. Apalagi jika ada perlombaan dan acara seremoni.</p>
<p>Teknik pembuatan musik bambu sangat tradisional. Namun aturan solmisasi musik bambu cukup sempurna. Sebab nadanya selaras dengan standar suara garpu tala. Selain suling, peralatan musik itu dilengkapi alat bas dari bambu berukuran sedang. Untuk bas A</p>
<p>terdiri nada do, mi, sol. Bas B untuk nada fa, la. Sedangkan bas C untuk nada re dan si. Musik tersebut dapat mengiringi banyak lagu. Tetapi lemah bila dimainkan untuk lagu minor. Bukan tidak bisa, namun rumit dipadu-padankan seperti sopran, tenor, dan alto. Sejak dulu, musik bambu telah memperkaya khasanah budaya Suku Massenrempulu (Maiwa, Duri, Enrekang). Sejumlah kelompok musik bambu pun masih bertahan. &#8220;Sampai sekarang masih ada sekitar 40 grup musik bambu di Enrekang,&#8221; sebut Sumantri saat ditemui di rumah panggungnya di Dusun Dea Kaju, Desa Kadingeh, Kecamatan Baraka belum lama ini.</p>
<p>Sayangnya, kata dia, laju modernisasi kini menjadi ancaman serius musik bambu. Sebab tak banyak yang ingin meneruskan kesenian tradisional ini. Apalagi, hanya sedikit generasi muda yang berminat mempelajarinya. &#8220;Anak-anak sekarang sudah kurang suka belajar musik bambu atau kesenian dan budaya seperti ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Kebanyakan pemusik bambu diisi deretan warga berumur. Maka, sebagai musik warisan leluhur yang patut dipertahankan. Keberadaan musik bambu kini terancam punah. Ditambah, banyak pula yang menganggap alat musik ini kampungan. Kalah kelas dari alat-alat musik modern sekarang. Meski begitu, Hamin, Sumantri dan beberapa pelatih musik bambu lainnya tetap berharap, kondisi ini ke depan terbalik. Terlebih sejak Bupati Enrekang, La Tinro La Tunrung menjadikan musik bambu sebagai pelajaran ekstra sejak 2006 lalu di semua sekolah dasar dan sekolah menengah di Tana Rigalla, sebutan lain Enrekang. &#8220;Sebenarnya di Enrekang bukan cuma musik bambu musik tradisional yang ada. Masih ada sekitar 20 alat kesenian lainnya. Tapi rata-rata sudah tidak ada sekarang. Seperti musik Pa&#8217;galelu dan Karombang,&#8221; pungkas Sumantri dengan dahi berkerut sambil tersenyum kecut.(*/ars)</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.fajar.co.id/read-20120122002542-warisan-leluhur-yang-hampir-punah">http://www.fajar.co.id</a></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enrekang.com/2012/03/mengenal-musik-bambu-dari-bumi-massenrempulu-enrekang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keindahan Alam &amp; Budaya Enrekang nan Memukau</title>
		<link>http://enrekang.com/2012/03/keindahan-alam-budaya-enrekang-nan-memukau/</link>
		<comments>http://enrekang.com/2012/03/keindahan-alam-budaya-enrekang-nan-memukau/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Mar 2012 23:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Enrekang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enrekang.com/?p=450</guid>
		<description><![CDATA[Terletak antara kilometer 196 dan kilometer 281 di utara kota Makassar, Enrekang menjadi salah satu alternatif daerah yang harus dikunjungi. Salah satu gunung yang terkenal di daerah ini adalah Gunung Buttu Kabobong. Gunung ini terkenal karena bentuknya yang unik, yaitu menyerupai alat kelamin manusia. Gunung yang kerap pula disebut Gunung Nona ini bisa disaksikan dari [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-451" title="gunung_nona" src="http://enrekang.com/wp-content/uploads/2012/03/gunung_nona.jpg" alt="" width="450" height="299" />Terletak antara kilometer 196 dan kilometer 281 di utara kota Makassar, Enrekang menjadi salah satu alternatif daerah yang harus dikunjungi. Salah satu gunung yang terkenal di daerah ini adalah Gunung Buttu Kabobong.</p>
<p>Gunung ini terkenal karena bentuknya yang unik, yaitu menyerupai alat kelamin manusia. Gunung yang kerap pula disebut Gunung Nona ini bisa disaksikan dari pinggir jalan raya, saat menuju kota Enrekang.</p>
<p>Di daerah ini juga terdapat Gunung Bambapuang yang memiliki ketinggian 1.157 meter di atas permukaan laut. Jika beruntung, Anda bisa menyaksikan panorama sunrise dan sunset yang memukau dari lereng gunung. Saat itu, bola matahari yang berwarna kemerahan tampak begitu jelas. Sementara, di lereng gunung terdapat sejumlah bunker milik tentara Jepang.</p>
<p>Menurut mitos dan legenda yang diyakini masyarakat setempat, Gunung Bambapuang adalah tempat di mana pemerintahan dan peradaban manusia di Sulawesi Selatan bermula. Tempat itu persisnya berada di Lura Bambapuang, salah satu kawasan yang dialiri Sungai Saddang, sungai terpanjang di Pulau Sulawesi.</p>
<p>Orang-orang Bugis menghormati tempat tersebut dan menyebutnya tana rigalla tana riabbusungi (negeri suci yang dihormati). Bahkan hingga kini, masyarakat Toraja yang merupakan tetangga daerah ini, selalu menyerahkan sekerat daging bagi leluhurnya di Bambapuang setiap kali mereka menggelar pesta.</p>
<p>Dulu, daerah penghasil buah salak ini dinamakan “negeri seribu gua”. Sedikitnya, 20 buah gua di daerah ini yang memang menawarkan pemandangan eksotis. Salah satu gua yang terkenal dengan stalaktit dan stalakmit adalah Gua Bubau, terletak di Asaan Baraka. Selain itu, ada pula Gua Pusallo yang berlokasi di Limbuang Maiwa, serta Gua Tappa di Maiwa. Gua-gua tersebut sangat menarik untuk ditelusuri para petualang.</p>
<p>Enrekang berbatasan dengan Kabupaten Tana Toraja di sebelah utara, Kabupaten Luwu di bagian timur, Kabupaten Sidrap di sebelah selatan, dan Kabupaten Pinrang di sebelah barat. Enrekang memiliki wilayah perbukitan dan pegunungan dengan ketinggian antara 70-3.000 meter di atas permukaan laut. Salah satu gunung yang terkenal adalah Gunung Latimojong yang memiliki ketinggian 3.239 meter di atas permukaan laut, dan merupakan gunung tertinggi di Sulawesi Selatan.</p>
<p>Enrekang juga memiliki beberapa sungai besar, seperti Sungai Tabang, Sungai Mata Allo, Sungai Mamasa, dan Sungai Saddang. Sungai Saddang yang melewati pusat kota Enrekang dan mengalir menuju Selat Makassar merupakan salah satu ajang rafting yang mulai diminati. Derasnya arus sungai serta medan yang berat menjadi tantangan tersendiri bagai para pencinta olahraga air untuk menaklukkan Sungai Saddang.</p>
<p>Hal lain yang layak dinikmati dari bumi Enrekang adalah air terjun dan kolam renang alami. Air terjun Lewaja yang berada sekitar empat kilometer ke arah selatan kota Enrekang merupakan tempat rileksasi yang sangat alami. Air terjun ini selalu ramai dikunjungi warga Enrekang maupun mereka yang datang dari luar Enrekang. Lewaja juga dikenal sebagai tempat suci yang dipakai untuk ritual mandi bersama masyarakat Enrekang sebelum memasuki bulan Ramadan.</p>
<p>Enrekang juga menjanjikan kepuasan bagi para penyuka flora, utamanya anggrek. Beragam jenis anggrek tumbuh dan terpelihara dengan baik di sini. Sebut saja, anggrek bulan, anggrek kalajengking, bahkan jenis anggrek langka seperti anggrek hitam pun masih bisa ditemui. Sementara binatang yang dilindungi seperti monyet dan kerbau kerdil hidup bebas di kaki-kaki perbukitan.</p>
<p>Budaya Enrekang bervariasi dan kaya akan percakapan serta kata-kata santun. Ia terletak di antara kelompok etnik Sulawesi Selatan, yakni Toraja, Luwu, Bugis, dan Mandar. Masyarakat di daerah berhawa sejuk ini juga mengenal tradisi Maccera Manurung, upacara adat yang hanya dilakukan delapan tahun sekali selama empat hari berturut-turut. Tak heran, jika perhelatan ini akan digelar, banyak warga Enrekang di perantauan menyempatkan diri pulang kampung untuk menyaksikan. (ftr)</p>
<p>Sumber: <a href="http://travel.okezone.com/read/2011/05/11/408/455986/keindahan-alam-budaya-enrekang-nan-memukau">http://travel.okezone.com/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enrekang.com/2012/03/keindahan-alam-budaya-enrekang-nan-memukau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dangke Enrekang Masuk Istana</title>
		<link>http://enrekang.com/2012/02/dangke-enrekang-masuk-istana/</link>
		<comments>http://enrekang.com/2012/02/dangke-enrekang-masuk-istana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 06:13:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Enrekang]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enrekang.com/?p=444</guid>
		<description><![CDATA[Selain terkenal dengan candu kopinya yang sudah menembus pasar mancanegara, Kabupaten Enrekang, Sulsel, juga menjadi satu-satunya wilayah penghasil keju lokal yang disebut dangke, makanan tradisional berbahan baku susu sapi yang dibekukan. Atas prestasinya mengembangkan industri rumah tangga dangke, di daerahnya, Kamis (5/12) kemarin di Istana Negara, Jakarta, Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung menerima penghargaan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://enrekang.com/wp-content/uploads/2012/02/penjual_dangke2.jpg" alt="" title="penjual_dangke2" width="500" height="752" class="aligncenter size-full wp-image-447" />Selain terkenal dengan candu kopinya yang sudah menembus pasar mancanegara, Kabupaten Enrekang, Sulsel, juga menjadi satu-satunya wilayah penghasil keju lokal yang disebut dangke, makanan tradisional berbahan baku susu sapi yang dibekukan.</p>
<p>Atas prestasinya mengembangkan industri rumah tangga dangke, di daerahnya, Kamis (5/12) kemarin di Istana Negara, Jakarta, Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung menerima penghargaan upakarti tertinggi di bidang industri yang langsung diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.</p>
<p>La Tinro menerima penghargaan bersama 6 kepala daerah lainnya, diantaranya Bupati Demak H Taffa Zani sebagai kepala daerah yang peduli pada pengembangan industri rumah tangga dari hulu sampai hilir. Selain itu penghargaan pemerintah di bidang industri yang ditetapkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ini juga diberikan 7 orang dari jasa pengabdian dan 7 orang jasa kepeloporan. Penerimanya berasal dari kalangan pengusaha batik hingga komponen suku cadang.</p>
<p>Meski mendapat penghargaan upakarti, bupati Enrekang dua periode ini mengaku risih atas penghargaan yang diterimanya. &#8221;Sebetulnya saya risih dengan penghargaan ini karena tidak dirasakan langsung oleh masyarakat. Meski mereka, industri rumah tangga yang mendapatkan. Mereka yang berjuang, tapi penghargaan ini menjadi cambuk bagaimana pemerintah daerah bersama masyarakat membangun industri ini,&#8221; terangnya saat dihubungi via telapon.</p>
<p>Untuk itu ke depannya, dalam mengembangkan industri dangke, pihaknya telah menyusun road map agar dangke bukan hanya diterima secara nasional tapi bisa melanglang buana ke luar negeri.</p>
<p>&#8220;Pemkab Enrekang akan menciptakan agar dangke ini memiliki cita rasa sama. Ada formula khusus bagaimana membuat dangke. Resepnya dari masyarakat sendiri dan dibantu dengan kemasan dan pemasarannya,&#8221; ujarnya. Dengan populasi ternak yang mampu menghasilkan 672.000 liter susu pertahun, lanjut La Tinro, produksi dangke Enrekang, mampu memenuhi permitaan konsumen yang peminatnya tersebar di Makassar, Kalimantan, Papua, Jakarta hingga Malaysia. Dengan harga jual antara Rp8 ribu– Rp15 ribu per potongnya, peternak bisa mendapat keuntungan antara Rp6 juta – Rp8 juta untuk setiap ekor sapi.</p>
<p>&#8220;Dangke yang menjadi trend mark Kabupaten Enrekang, bahkan sudah dipatenkan pemkab Enrekang pada Direktorat Paten dan Hak Cipta Depkumham RI. Dangke ini tersebar hampir di semua wilayah, Selain Baraka, dangke juga mudah di dapatkan di Kecamatan Anggeraja, Alla dan Enrekang,&#8221; tandasnya.<br />
Harapan agar industri dangke bisa cepat berkembang datang dari Presiden SBY. Dalam sambutannya di Ista Negara yang dihadiri sejumlah kabinet Indonesia Bersatu II, SBY berharap pemberian penghargaan ini mampu memotivasi perkembangan industri di Tanah Air. &#8220;Semoga terus menjadi contoh, berkreasi dan terus mengembangkan dunia industri dan perekenomian di negeri kita,&#8221; harap orang nomor satu di Indonesia ini.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&amp;newsid=78649">http://www.ujungpandangekspres.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enrekang.com/2012/02/dangke-enrekang-masuk-istana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kecamatan Anggeraja</title>
		<link>http://enrekang.com/2012/02/kecamatan-anggeraja/</link>
		<comments>http://enrekang.com/2012/02/kecamatan-anggeraja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 02:38:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wilayah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enrekang.com/?p=438</guid>
		<description><![CDATA[Kecamatan Anggeraja merupakan bagian wilayah Kabupaten Enrekang yang terletak di Wilayah Utara Kabupaten Enrekang sekaligus berperan sebagai salah satu penyangga Kabupaten Enrekang di mana dalam perkembangannya telah menunjukkan kemajuan di berbagai bidang sesuai dengan fungsi dan perannya. Luas wilayah Kecamatan Anggeraja adalah 125,34 km dengan jumlah penduduk 28.826 dengan klasifikasi jumlah penduduk laki-laki : 14.626, [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-439" title="anggeraja" src="http://enrekang.com/wp-content/uploads/2012/02/anggeraja.jpg" alt="" width="299" height="199" />Kecamatan Anggeraja merupakan bagian wilayah Kabupaten Enrekang yang terletak di Wilayah Utara Kabupaten Enrekang sekaligus berperan sebagai salah satu penyangga Kabupaten Enrekang di mana dalam perkembangannya telah menunjukkan kemajuan di berbagai bidang sesuai dengan fungsi dan perannya.</p>
<p>Luas wilayah Kecamatan Anggeraja adalah 125,34 km dengan jumlah penduduk 28.826 dengan klasifikasi jumlah penduduk laki-laki : 14.626, dan jumlah penduduk perempuan : 14.200 (Bappeda Ek:2009). Yang terdiri dari 12 Desa dan 3 Kelurahan.</p>
<p>Adapun peran Kantor Camat Anggeraja saat ini :</p>
<p>a. Sebagai pusat pelayanan masyarakat Kecamatan Anggeraja;</p>
<p>b. Sebagai pusat informasi pemerintahan dan pembangunan;</p>
<p>c. Mewujudkan masyarakat Anggeraja sebagai masyarakat partisipatif;</p>
<p>d. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat (Pemberdayaan petani, peternak, perempuan dan elemen masyarakat lainnya);</p>
<p>e. Mendorong peningkatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana;</p>
<p>f. Mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat;</p>
<p>g. Meningkatkan pembinaan masyarakat desa/kelurahan;</p>
<p>h. Mengembangkan pendapatan asli daerah.</p>
<p>i. Menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat terutama pelanggaran-pelanggaran Perda seperti IMB, IPKTM, Penebangan liar, Pembakaran dan perambahan hutan lindung,sengketa tanah, masalah pencurian, judi, miras, kenakalan remaja, dan bahaya narkoba serta tindak kriminal lainnya.</p>
<p>j. Menjaga Sumber Daya alam serta kelestarian dan pemanfaatannya.</p>
<p>Kantor Kecamatan Anggeraja secara kelembagaan bertugas sebagai salah satu unsur terdepan dalam memberikan pelayanan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan kepada masyarakat. Pelayanan tersebut merupakan manifestasi aktual khususnya dalam mendukung terwujudnya visi dan misi Kabupaten Enrekang, Dan ini berarti bahwa setiap arah kebijakan yang ditetapkan pada SKPD Kantor Camat Anggeraja harus selalu berada dalam tataran pembangunan Kabupaten Enrekang. Seiring dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah khususnya pada pasal 126 ayat (1) dinyatakan bahwa kecamatan dibentuk dalam wilayah kabupaten/kota dengan Perda berpedoman pada Peraturan Pemerintah dan ayat (2) Kecamatan sebagaimana ayat (1) dipimpin oleh camat yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan sebagian kewenangan bupati/walikota untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah, dari uraian di atas maka sangat jelas tugas dan fungsi serta kewenangan kecamatan.</p>
<p>Meskipun demikian sampai saat ini pelimpahan kewenangan dari Pemerintah Kabupaten ke kecamatan sesuai amanat dari undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah khusunya pada pasal 126, belum dilaksanakan sepenuhnya sehingga kecamatan masih melaksanakan tugas dan fungsi sesuai Perda Kabupaten Enrekang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pembentukan Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan Kabupaten Enrekang, walau secara struktur organisasi telah menggunakan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Pedoman Perangkat Daerah. Keadaan tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan anggaran daerah dan jumlah aparatur yang ada, dimana dalam setiap pelimpahan kewenangan yang diberikan harus disertai anggaran yang memadai dan personil pelaksana .</p>
<p>Kondisi tersebut di atas sangat mempengaruhi optimallisasi penyelengaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat terkhusus pada kegiatan koordinasi dan konsultasi antar instansi, yang pada akhirnya berdampak pada melemahnya partisifasi masyarakat terhadap organisasi.</p>
<p>Sumber: <a href="http://anggerajakec.wordpress.com/">http://anggerajakec.wordpress.com/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enrekang.com/2012/02/kecamatan-anggeraja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Produktivitas Kopi Enrekang Anjlok</title>
		<link>http://enrekang.com/2011/11/produktivitas-kopi-enrekang-anjlok/</link>
		<comments>http://enrekang.com/2011/11/produktivitas-kopi-enrekang-anjlok/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 10:50:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi Enrekang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enrekang.com/?p=432</guid>
		<description><![CDATA[Produktivitas tanaman kopi arabika di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, menjelang panen raya bulan depan anjlok hingga 40 persen. Hal itu disebabkan perubahan cuaca secara mendadak dari hujan sepanjang tahun lalu menjadi kemarau selama tiga bulan terakhir. Kaharuddin (50), petani kopi di Desa Buntusigi, Kecamatan Alla, Jumat (14/10/2011) mengatakan, perubahan cuaca secara drastis membuat bunga kopi [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Produktivitas tanaman kopi arabika di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, menjelang panen raya bulan depan anjlok hingga 40 persen. Hal itu disebabkan perubahan cuaca secara mendadak dari hujan sepanjang tahun lalu menjadi kemarau selama tiga bulan terakhir.</p>
<p>Kaharuddin (50), petani kopi di Desa Buntusigi, Kecamatan Alla, Jumat (14/10/2011) mengatakan, perubahan cuaca secara drastis membuat bunga kopi berguguran dan memicu serangan jamur pada tanaman kopi. Buah kopi menjadi hampa dan mudah membusuk sehingga produktivitas anjlok sampai 40 persen selama dua bulan terakhir.</p>
<p><a href="http://enrekang.com/2011/11/produktivitas-kopi-enrekang-anjlok/petani_kopi_enrekang/" rel="attachment wp-att-433"><img class="aligncenter size-full wp-image-433" title="petani_kopi_enrekang" src="http://enrekang.com/wp-content/uploads/2011/11/petani_kopi_enrekang.jpg" alt="" width="400" height="250" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Kaharuddin (50), memetik biji kopi di Desa Buntusigi, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Jumat (14/10/2011). Perubahan iklim secara mendadak dari hujan sepanjang tahun lalu menjadi kemarau selama dua bulan terakhir membuat bunga kopi berguguran dan tanaman terserang jamur. Produktivitas kopi anjlok hingga 40 persen menjelang panen raya bulan depan.</em></p>
<p>Lahan kopi seluas 1 hektar yang dikelolanya merosot dari 800 kg menjadi 450 kg. Kami hanya bisa gigit jari di tengah membaiknya harga kopi yang mencapai Rp 63.000 per kilogram, katanya. Harga itu lebih tinggi 20 persen ketimbang yang ditawarkan tengkulak. Bahkan, koperasi bersedia membeli hingga Rp 70.000 per kilogram untuk kopi arabika dengan kualitas terbaik.</p>
<p>Kabupaten Enrekang merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Sulsel bersama Tana Toraja dan Toraja Utara. Ketiga daerah berdataran tinggi ini menyumbangkan 80 persen dari total produksi tahun lalu sebesar 33.000 ton.</p>
<p>Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung mengatakan, tanaman kopi dibudidayakan di tujuh dari 12 kecamatan di wilayahnya, meliputi Kecamatan Baraka, Alla, Masalle, Buntubatu, Baroko, Bungin, dan Malua. Produksi kopi di dataran tinggi tersebut sekitar 10.000 ton per tahun, dengan melibatkan 35.000 petani.</p>
<p>Menurut La Tinro, produksi kopi di Enrekang tahun ini turun dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 10.600 ton. Pada periode Januari-Juli 2011, produksi kopi di Enrekang baru mencapai 4.300 ton dari 18.000 hektar lahan.</p>
<p>Secara umum, produktivitas kopi Sulsel yang memiliki varitas khas kopi toraja baru mencapai 700 kilogram per hektar untuk robusta dan 800 kilogram per hektar untuk arabika dalam lima tahun belakangan.</p>
<p>Sumber: Kompas.Com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enrekang.com/2011/11/produktivitas-kopi-enrekang-anjlok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dangke, Keju Lokal yang Gurih Kenyal</title>
		<link>http://enrekang.com/2011/07/dangke-keju-lokal-yang-gurih-kenyal/</link>
		<comments>http://enrekang.com/2011/07/dangke-keju-lokal-yang-gurih-kenyal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jul 2011 00:17:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Enrekang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enrekang.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[Selain terkenal dengan candu kopinya yang sudah menembus pasar mancanegara, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, juga menjadi satu-satunya wilayah penghasil keju lokal yang disebut &#8220;&#8216;dangke&#8221;. Ini adalah makanan khas daerah tersebut, berbahan baku susu kerbau maupun sapi yang dibekukan. Proses penggumpalan susu (pembentukan curd) dilakukan dengan bantuan enzim protease pun terbilang unik, karena menggunakan daun dan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-181" href="http://enrekang.com/2010/01/dangke-bergizi-tinggi/ru_000047/"><img class="alignleft" title="ru_000047" src="../wp-content/uploads/2010/01/ru_000047.jpg" alt="" width="277" height="184" /></a>Selain terkenal dengan candu kopinya yang sudah menembus pasar mancanegara, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, juga menjadi satu-satunya wilayah penghasil keju lokal yang disebut &#8220;&#8216;dangke&#8221;. Ini adalah makanan khas daerah tersebut, berbahan baku susu kerbau maupun sapi yang dibekukan.</p>
<p>Proses penggumpalan susu (pembentukan curd) dilakukan dengan bantuan enzim protease pun terbilang unik, karena menggunakan daun dan buah pepaya. Secara alamiah, enzim daun dan buah pepaya mengubah susu kerbau menjadi padat, setelah terjadi pemisahan antara protein dan air. Hasil penggumpalan inilah yang kemudian dimasak dan dicetak dalam tempurung kelapa yang telah dibelah menjadi dua bagian.</p>
<p>Dilihat sepintas, dangke mirip dengan tahu karena teksturnya yang kenyal, namun warnanya putih agak kekuningan. Rasanya gurih dengan aroma khas keju parmesan. Dangke aman untuk kesehatan karena diproses tanpa bahan pengawet.</p>
<p>&#8220;Dangke paling enak dimakan dengan beras keketan atau di Enrekang di sebut dengan pulu mandoti. Ada dua titik pusat budidaya sapi yang susunya merupakan bahan baku penganan dangke, yakni di Dusun Rante Limbong, Kecamatan Curio dan Bolang, Kecamatan Maula,&#8221; kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang H Lateng.</p>
<p>Dengan populasi ternak yang mampu menghasilkan 672.000 liter susu pertahun, produksi dangke Enrekang, mampu memenuhi permitaan konsumen yang peminatnya tersebar di Makassar, Kalimantan, Papua, Jakarta hingga Malaysia. Dengan harga jual antara Rp 8 &#8211; 15 ribu per potongnya, peternak bisa mendapat keuntungan antara Rp 6 &#8211; 8 juta untuk setiap ekor sapi.</p>
<p>&#8220;Yang unik, di wilayah Sulawesi Selatan, dangke hanya bisa didapatkan di Kabupaten Enrekang. Dangke yang menjadi trend mark Kabupaten Enrekang, bahkan sudah dipatenkan pemkab Enrekang pada Direktorat Paten dan Hak Cipta Depkumham RI,&#8221; kata Laeteng lagi.</p>
<p>Baharuddin, salah seorang pedagang dangke di Kecamatan Baraka, kepada Kompas.com mengatakan, dangke menjadi salah satu panganan tradisional yang paling banyak peminat di warung makan miliknya. Ada dua macam dangke produksi peternak Enrekang yang ia siapkan yakni dangke susu sapi dan dangke susu kerbau. Masing-masing memiliki cita rasa yang berbeda.</p>
<p>Satu potong dangke, kata Baharuddin, setara dengan dua liter susu segar. &#8220;Paling banyak pengungunjung memesan dangke goreng. Tapi, dangke juga bisa dimakan langsung, selain di goreng. Di Enrekang, hampir sepanjang jalan bisa ditemui pedagang dangke. Karena hanya bertahan bisa bertahan beberapa hari saja, baiknya memang diawetkan di lemari es jika ingin disimpan lebih lama,&#8221; katanya.</p>
<p>Berburu dangke di Enrekang pun tidak sulit. Selain Baraka, dangke juga mudah di dapatkan di Kecamatan Anggeraja, Alla dan Enrekang. Angela, wisatawan asal Jerman mengaku, sudah lama menjadi penikmat dangke Enrekang, karena selain kandungan susu alami yang terasa segar, harganya pun terjangkau.</p>
<p>&#8220;Di Jerman ada juga seperti ini, namanya Keseek. Tapi dangke Enrekang jauh lebih enak dan segar, karena tidak menggunakan bahan pengawet. Saya paling sering memesan dangke goreng. Kalau hendak ke Tana Toraja, ketika melintas di Enrekang, dangke adalah makanan wajib untuk saya beli,&#8221; katanya.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.kompas.com">www.kompas.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enrekang.com/2011/07/dangke-keju-lokal-yang-gurih-kenyal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makam Batu Goa Tontonan</title>
		<link>http://enrekang.com/2011/07/makam-batu-goa-tontonan/</link>
		<comments>http://enrekang.com/2011/07/makam-batu-goa-tontonan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 00:54:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Enrekang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enrekang.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Makan batu yang banyak terdapat di Tanah Toraja, juga dapat di temui di Enrekang, yaitu di Tebing Tontonan. Tebing yang menjulang vertikal dan tegak lurus ini di bawahnya terdapat makam batu, dengan puluhan keranda kayu yang masih tersisa. Dari seberang jalan, tampak jelas sisa-sisa tengkorak dan fosil kayu keranda yang berbaris memanjang pada teras tebing. [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Makan batu yang banyak terdapat di Tanah Toraja, juga dapat di temui di Enrekang, yaitu di Tebing Tontonan. Tebing yang menjulang vertikal dan tegak lurus ini di bawahnya terdapat makam batu, dengan puluhan keranda kayu yang masih tersisa.</p>
<p>Dari seberang jalan, tampak jelas sisa-sisa tengkorak dan fosil kayu keranda yang berbaris memanjang pada teras tebing.</p>
<p>Tebing Tontonan, atau tebing Mandu sendiri sudah dikenal secara nasional, yaitu pada saat pengibaran bendera berukuran jumbo: 21 X 12 meter pada 17 Agustus 2009. Bendera tersebut dibentangkan di sisi tebing yang berdiri tegak lurus setinggi 160 meter. </p>
<p>Pengibaran Merah-Putih di Tebing Mandu kala itu adalah satu di antara tujuh rangkaian program Indonesia Bersatu: Kibar Sang Saka 17 Agustus, yang di selenggarakan oleh Metro TV.</p>
<p><img src="http://enrekang.com/wp-content/uploads/2011/07/makam_batu_tontonan1.jpg" alt="" title="makam_batu_tontonan1" width="500" height="752" class="aligncenter size-full wp-image-412" /></p>
<p><img src="http://enrekang.com/wp-content/uploads/2011/07/makam_batu_tontonan2.jpg" alt="" title="makam_batu_tontonan2" width="500" height="752" class="aligncenter size-full wp-image-413" /></p>
<p><img src="http://enrekang.com/wp-content/uploads/2011/07/makam_batu_tontonan3.jpg" alt="" title="makam_batu_tontonan3" width="499" height="332" class="aligncenter size-full wp-image-414" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enrekang.com/2011/07/makam-batu-goa-tontonan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Makan Dangke ala Bondan Winarno</title>
		<link>http://enrekang.com/2011/07/cara-makan-dangke-ala-bondan-winarno/</link>
		<comments>http://enrekang.com/2011/07/cara-makan-dangke-ala-bondan-winarno/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 03:57:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Enrekang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enrekang.com/?p=406</guid>
		<description><![CDATA[Bondan Winarno, pakar kuliner, termasuk penggemar dangke, makanan khas Kabupaten Enrekang. &#8220;Ini adalah makanan yang hebat dan sangat khas,&#8221; katanya ketika ditemui dalam acara &#8220;Kelana Kuliner&#8221; di Citraland Celebes, Makassar, beberapa waktu lalu. Bondan mengaku punya cara tersendiri menikmati dangke. &#8220;Yang paling gampang itu dengan cara dipanggang di atas wajan, terus dimakan dengan sambal terasi. [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-407" href="http://enrekang.com/2011/07/cara-makan-dangke-ala-bondan-winarno/bondan/"><img class="alignleft size-full wp-image-407" title="bondan" src="http://enrekang.com/wp-content/uploads/2011/07/bondan.jpg" alt="" width="259" height="194" /></a>Bondan  Winarno, pakar kuliner, termasuk penggemar dangke, makanan khas  Kabupaten Enrekang. &#8220;Ini adalah makanan yang hebat dan sangat khas,&#8221;  katanya ketika ditemui dalam acara &#8220;Kelana Kuliner&#8221; di Citraland  Celebes, Makassar, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Bondan  mengaku punya cara tersendiri menikmati dangke. &#8220;Yang paling gampang  itu dengan cara dipanggang di atas wajan, terus dimakan dengan sambal  terasi. Itu nikmat sekali,&#8221; kata pembawa acara &#8220;Wisata Kuliner&#8221; ini.</p>
<p>Rasa  dangke yang lembut serasi dengan rasa pedas sambal terasi. Cara  lainnya, kata Bondan, dangke bisa dicampur ke dalam kuah gulai. &#8220;Dangke  dimasak dengan kuah agar lebih kental,&#8221; ujarnya. Namun baginya, cara  menyantap dangke yang paling nikmat adalah dengan cara memanggang.</p>
<p>Bondan  selalu memesan dangke dari Enrekang untuk dikirim ke rumahnya di  Jakarta. &#8220;Saya selalu sajikan ketika mengundang teman-teman ke rumah.  Mereka suka sekali dan keheranan ternyata ada juga keju khas Indonesia,  yaitu dari Enrekang,&#8221; katanya.</p>
<p>Meski dangke identik dengan keju, menurut Bondan, makanan ini tak cocok jika dipadukan dengan masakan ala <em>Western.</em> &#8220;Karena cita rasanya asli Indonesia, jadi dia tidak cocok dengan masakan <em>Western</em>,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/kuliner/2011/06/09/brk,20110609-339586,id.html">http://www.tempointeraktif.com</a><br />
Foto: <a href="http://bondanwinarno.blogseleb.com">bondanwinarno.blogseleb.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enrekang.com/2011/07/cara-makan-dangke-ala-bondan-winarno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dangke, Keju Enrekang yang Tak Terlupakan</title>
		<link>http://enrekang.com/2011/07/dangke-keju-enrekang-yang-tak-terlupakan/</link>
		<comments>http://enrekang.com/2011/07/dangke-keju-enrekang-yang-tak-terlupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 03:47:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Enrekang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enrekang.com/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[Sekilas makanan ini tampak seperti tahu, sama-sama berwarna putih. Namun, makanan khas Kabupaten Enrekang ini terbuat dari fermentasi susu. Masyarakat menyebutnya Dangke. Makanan ini juga bertekstur kenyal. Selain susu sapi atau kerbau, bahan dasar dangke lainnya adalah getah pepaya. Proses pembuatannya tidak terlalu sulit. Salah satu pengusaha dangke di Enrekang, Sunusi, menuturkan awalnya sapi perah [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-181" href="http://enrekang.com/2010/01/dangke-bergizi-tinggi/ru_000047/"><img class="size-full wp-image-181 alignleft" title="ru_000047" src="http://enrekang.com/wp-content/uploads/2010/01/ru_000047.jpg" alt="" width="277" height="184" /></a>Sekilas makanan ini tampak seperti tahu, sama-sama  berwarna putih. Namun, makanan khas Kabupaten Enrekang ini terbuat dari  fermentasi susu. Masyarakat menyebutnya Dangke. Makanan ini juga  bertekstur kenyal.</p>
<p>Selain  susu sapi atau kerbau, bahan dasar dangke lainnya adalah getah pepaya.  Proses pembuatannya tidak terlalu sulit. Salah satu pengusaha dangke di  Enrekang, Sunusi, menuturkan awalnya sapi perah yang susunya diambil  untuk bahan dasar dangke dibersihkan dari kotoran.</p>
<p>&#8220;Setelah  sapi selesai dimandikan, barulah dilakukan pemerasan,&#8221; kata Sunusi. Air  susu sapi kemudian disaring untuk memisahkan kotoran dengan susu  sebelum dilakukan fermentasi. Adapun getah pepaya muda digunakan sebagai  bahan campuran pembuat dangke.</p>
<p>Air  susu dimasak dengan suhu minimal 70 derajat Celsius, kemudian dicampur  getah pepaya. Getah ini untuk memisahkan lemak, protein, dan air. Selain  itu, getah pepaya berfungsi untuk memadatkan bahan susu. Setelah lemak,  protein, dan air dipisahkan, barulah dilakukan proses mencetak. Alat  yang digunakan untuk mencetak dangke juga menggunakan alat tradisional,  yakni tempurung kelapa.</p>
<p>Setelah dimasukkan ke dalam alat cetak, adonan dibiarkan hingga dingin dan memadat. Maka, jadilah dangke.</p>
<p>Makanan  ini cukup sulit didapatkan di luar Enrekang. Tapi di Kabupaten  Enrekang, dangke menjadi makanan yang mudah ditemui. Namun demikian,  pembeli biasanya memilih tempat produksi dangke yang dianggap higienis.  Pasalnya ada juga dangke yang rasanya agak kecut.</p>
<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-293" href="http://enrekang.com/2010/03/penjual-dangke/penjual_dangke2/"><img class="aligncenter size-full wp-image-293" title="penjual_dangke2" src="http://enrekang.com/wp-content/uploads/2010/03/penjual_dangke2.jpg" alt="" width="500" height="752" /></a>&#8220;<em>Salah seorang penjual Dangke di Pasar Baraka &#8211; Enrekang</em>.&#8221;<em> Foto-foto: Enrekang.Com</em></p>
<p>Popularitas  dangke sebagai makanan khas di Kabupaten Enrekang menjadi daya tarik  tersendiri bagi wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Enrekang,  Lateng, menuturkan bahwa dangke sudah sampai Malaysia dan Jepang.</p>
<p>Dangke  dapat bertahan hingga satu bulan. Biasanya, saat dangke dibawa keluar  daerah yang membutuhkan waktu berjam-jam atau bahkan beberapa hari,  dangke dibungkus dalam kemasan kedap udara. &#8220;Biasanya, jika dangke  dibawa ke tempat yang membutuhkan waktu lama, dangke dipanaskan dan  dimasukkan ke dalam lemari es,&#8221; ujar Sunusi.</p>
<p>Sandra,  salah seorang warga Enrekang yang tinggal di Makassar, menuturkan  setiap kali datang ke Enrekang, ia pasti membeli dangke. Pasalnya,  makanan tersebut sudah menjadi makanan wajib. &#8220;Rasanya ada yang kurang  kalau dari Enrekang tidak membawa pulang dangke,&#8221; kata Sandra.</p>
<p>Dangke  menjadi makanan khas yang tak terlupakan oleh warga Enrekang. Meskipun  telah meninggalkan daerah itu bertahun-tahun lamanya, saat pulang ke  kampungnya, mereka pasti akan mencari dangke.</p>
<p>Untuk  mempromosikan dangke kepada pelanggan, sejumlah pembuat dangke mulai  membuka layanan pesan antar seperti yang dilakukan Sunusi.</p>
<p>&#8220;Usaha kami memang dalam bentuk <em>home industry</em>,&#8221;  katanya. Sapi perah milik Sunusi yang menunjang bahan baku pembuatan  dangke sudah mencapai 25 ekor. Ia tercatat sebagai pengusaha dangke  tersukses di daerah itu.</p>
<p>Awalnya,  menurut Sunusi, ia memulai usaha itu dengan seekor sapi. &#8220;Itulah yang  kemudian berkembang hingga saat ini,&#8221; ujarnya. Sunusi tidak mengetahui  persis kapan ia memulai usaha itu. &#8220;Yang jelas, sudah lebih dari sepuluh  tahun,&#8221; kata Sunusi.</p>
<p>Kini  pegawai Dinas Peternakan Kabupaten Enrekang itu sudah mampu memproduksi  50 dangke setiap harinya. &#8220;Produksi dangke kami dilakukan dua kali  dalam sehari, yakni pagi dan sore hari,&#8221; katanya. Tiap satu dangke  dijual dalam satu kemasan khusus. &#8220;Kami hanya menjual Rp 12 ribu per  paketnya,&#8221; kata Sunusi.</p>
<p>Selain  itu, dangke bisa diolah menjadi kerupuk yang diberi nama deppa dangke.  Prosesnya adalah mencampur dangke dengan terigu dan gula.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/kuliner/2011/06/09/brk,20110609-339586,id.html">http://www.tempointeraktif.com</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enrekang.com/2011/07/dangke-keju-enrekang-yang-tak-terlupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kopi Enrekang Candu Mancanegara</title>
		<link>http://enrekang.com/2011/05/kopi-enrekang-candu-mancanegara/</link>
		<comments>http://enrekang.com/2011/05/kopi-enrekang-candu-mancanegara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 06:14:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi Enrekang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enrekang.com/?p=396</guid>
		<description><![CDATA[Terletak di daerah dengan iklim dingin, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu penghasil kopi berkualitas bagus yang mendapat pengakuan dari beberapa negara di dunia. Bahkan, tahun 2008, Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PKKI) menempatkan kopi hasil Bumi Massenrempulu tersebut di rating pertama terbaik di Indonesia. Enrekang terletak di ketinggian hingga 2.000 meter di atas [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-397" href="http://enrekang.com/2011/05/kopi-enrekang-candu-mancanegara/kopi_enrekang/"><img class="size-full wp-image-397 alignleft" title="kopi_enrekang" src="http://enrekang.com/wp-content/uploads/2011/05/kopi_enrekang.jpg" alt="" width="250" height="188" /></a>Terletak di daerah dengan iklim dingin, Kabupaten Enrekang, Sulawesi  Selatan, menjadi salah satu penghasil kopi berkualitas bagus yang  mendapat pengakuan dari beberapa negara di dunia. Bahkan, tahun 2008,  Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PKKI) menempatkan kopi hasil Bumi    Massenrempulu tersebut di rating pertama terbaik di Indonesia.</p>
<p>Enrekang terletak di  ketinggian hingga 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), yang  sebagian besar   wilayahnya berada dalam tekstur pegunungan dan  berbukit.</p>
<p>Berdasarkan prestasi itu, Badan Pengelola Kawasan  Pengembangan Ekonomi Terpadu (BP Kapet) Kota Parepare, Sulawesi Selatan,  wilayah Ajatappareng kemudian menjalin kerja sama dengan investor dari  negeri jiran, Malaysia, yang mulai melirik dan   tertarik dengan biji  kopi petani Enrekang.</p>
<p>Kedatangan investor Malaysia sebagai tindak lanjut atas rencana  MoU ekspor kopi Enrekang langsung ke Kuala Lumpur.</p>
<p>&#8220;Sejauh  ini, kopi Enrekang paling banyak dibeli pengusaha-pengusaha dari Aceh.  Pengusaha asal Acehlah kemudian memasarkan kopi Enrekang ke   luar  negeri, di antaranya Kuala Lumpur. Kopi Enrekang kemudian dikenal di  Malaysia,&#8221; kata Direktur Umum BP Kapet Kota Parepare Bonggo Sodding    kepada <em>Kompas.com, </em>Kamis (5/5/2011).</p>
<p>Sejumlah investor  Malaysia yang tergabung dalam Lembaga Pemasaran dan Pertanian  Persekutuan (Fama) dalam pertemuan Kamis siang   menyerahkan 30 persen  panjar sebagai tanda jadi kerja sama, sebelum pengiriman awal kopi ke  Malaysia dilakukan dalam waktu dekat ini.</p>
<p>&#8220;Kita harapkan kerja  sama ini bisa lebih membantu petani kopi Enrekang meningkatkan  perekonomiannya. Petani pun diharapkan tetap menjaga kualitas terbaik  kopi   yang dihasilkan agar nilainya bisa disesuaikan dengan patokan  harga internasional,&#8221; papar Bonggo Sodding.</p>
<p>Di Kabupaten Enrekang,  penghasil kopi terpusat di beberapa wilayah, antara lain Desa Bone-Bone  di Kecamatan Baraka, Desa Buntu Sarong di Kecamatan Masalle, dan   Desa  Buntu Mondong di Kecamatan Buntu Batu.</p>
<p>Selain Malaysia,  cita  rasa kopi Enrekang juga menarik perhatian tiga investor asal Australia,  China, dan Jerman. Tiga negara itu belum   lama ini juga menyatakan  keseriusannya menggarap potensi kopi arabika di Kabupaten Enrekang, yang  rata-rata per tahun di tiap desa bisa menghasilkan 300 ton.</p>
<p>Amri,  petani kopi di Desa Bone-bone, mengaku bahwa semakin banyak investor  yang tertarik dengan komoditas kopi Enrekang, hal itu semakin menambah  semangat   petani setempat untuk lebih mengembangkan tanaman kopi. Lagi  pula, kopi memang tumbuh subur, utamanya di dataran tinggi di Enrekang.</p>
<p>Selain  pemasaran yang lebih mudah,   harga jual kopi Enrekang pun terus  merambat naik. Saat ini, harga kopi jenis arabika mencapai 180 dollar AS  (setara Rp 160.000) per kilogram.</p>
<p>Sumber : www.kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enrekang.com/2011/05/kopi-enrekang-candu-mancanegara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Enrekang, Salah Satu Pemda Berkinerja Terbaik versi Kemendagri</title>
		<link>http://enrekang.com/2011/05/enrekang-salah-satu-pemda-berkinerja-terbaik-versi-kemendagri/</link>
		<comments>http://enrekang.com/2011/05/enrekang-salah-satu-pemda-berkinerja-terbaik-versi-kemendagri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 05:56:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita dari Enrekang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enrekang.com/?p=393</guid>
		<description><![CDATA[Kementerian Dalam Negeri mengumumkan hasil penilaian mereka terhadap kinerja pemerintahan daerah di Indonesia. Pengumuman ini disampaikan dalam acara peringatan Hari Otonomi Daerah ke XV di Bogor. Berdasar keputusan menteri dalam negeri no. 120 &#8211; 276 tahun 2011 tentang kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, maka terpilihlah tiga besar propinsi yang memenangkannya, yaitu Propinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kementerian Dalam Negeri mengumumkan hasil penilaian mereka terhadap kinerja pemerintahan daerah di Indonesia. Pengumuman ini disampaikan dalam acara peringatan Hari Otonomi Daerah ke XV di Bogor. Berdasar keputusan menteri dalam negeri no. 120 &#8211; 276 tahun 2011 tentang kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, maka terpilihlah tiga besar propinsi yang memenangkannya, yaitu Propinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Tengah.</p>
<p>Untuk kategori kabupaten, Kemendagri memilih sepuluh besar kabupaten berprestasi. Diurutkan dari peringkat satu sampai sepuluh, mereka adalah Kabupaten Jombang, Bojonegoro, Sragen, Pacitan, Boalemo, <strong>Enrekang</strong>, Buleleng, Luwu Utara, Karanganyar, dan Kulon Progo.</p>
<p>Pada kategori kotamadya, juga dipilih sepuluh kotamadya berprestasi, yaitu Kotamadya Surakarta, Semarang, Banjar, Yogyakarta, Cimahi, Sawahlunto, Probolinggo, Mojokerto, Sukabumi, dan terakhir Bogor.</p>
<p>Pada kesempatan ini Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi berkesempatan langsung menyerahkan penghargaan bagi kepala pemerintahan yang menang. Hadir dalam acara itu Wakil Presiden Boediono.</p>
<p>Sumber : www.republika.co.id</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enrekang.com/2011/05/enrekang-salah-satu-pemda-berkinerja-terbaik-versi-kemendagri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PLN Ajak Investor Garap Potensi PLTA di Enrekang</title>
		<link>http://enrekang.com/2011/04/pln-ajak-investor-garap-potensi-plta-di-enrekang/</link>
		<comments>http://enrekang.com/2011/04/pln-ajak-investor-garap-potensi-plta-di-enrekang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Apr 2011 04:53:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enrekang.com/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[General Manager PT PLN Sulawesi Selatan Tenggara, dan Barat (Sulselrabar), Ahmad Siang, mengungkapkan, sudah saatnya para investor melirik Kabupaten Enrekang. Pasalnya kata Ahmad Siang, Kabupaten Enrekang dengan topografi pegunungan dan diapit oleh berbagai sungai besar ini, memiliki potensi investasi sektor kelistrikan yang cukup cereh. Menurut Ahmad Siang, salah satu yang paling potensi di Enrekang yakni [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>General Manager PT PLN Sulawesi Selatan Tenggara, dan Barat (Sulselrabar), Ahmad Siang, mengungkapkan, sudah saatnya para investor melirik Kabupaten Enrekang. Pasalnya kata Ahmad Siang, Kabupaten Enrekang dengan topografi pegunungan dan diapit oleh berbagai sungai besar ini, memiliki potensi investasi sektor kelistrikan yang cukup cereh.</p>
<p>Menurut Ahmad Siang, salah satu yang paling potensi di Enrekang yakni pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). &#8220;Enrekang ini saya katakan adalah karunia tuhan yang cukup besar, dan ini harus dimanfaatkan dengan baik,&#8221; ujar ahmad Siang saat memimpin rombongan dari PLN Sulselrabar melakukan pertemuan dengan Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung di Enrekang, Senin, 21 Maret.</p>
<p>Hadir pula dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Enrekang, Nurhasan, Sekkab Enrekang, M Amiruddin, para asisten bupati dan kepala binas lingkup Pemkab Enrekang.</p>
<p>Ahmad Siang menjelaskan, pembangkit PLTA cukup potensial di Enrekang. PLTA kata dia, merupakan energi paling murah. Dia pun berjanji akan mempermudah segala urusan bagi investor yang ingin berinvestasi di Enrekang, khususnya PLTA.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Enrekang, La Tinro La Tunrung, mengatakan, saat ini, Pemkab Enrekang telah melakukan kerja sama dengan empat investor di bidang PLTA. &#8220;Dia investor besar, yakni dari Norwegia dan China joint dengan Singapura serta dua lainnya investor dalam negeri,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Investor dari Norwegia itu, jelas La Tinro, akan membangun PLTA berkapasitas 2&#215;50 megawatt (MW) di Bonto Batu Baraka dan investor dari China akan membangun PLTA berkapasitas 2&#215;100 MW di Sungai Saddang Desa Buntu Batu Kecamatan Enrekang. &#8220;Sementara investor kecil akan membangun PLTA masing-masing berkapasitas 3 MW dan 10 MW di Kecamatan Bungin. Semua ini masih dalam tahap proses perampungan administrasi,&#8221; jelas La Tinro. (kas)</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.fajar.co.id/read-20110322002518-pln-ajak-investor-garap-potensi-plta-di-enrekang">http://www.fajar.co.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enrekang.com/2011/04/pln-ajak-investor-garap-potensi-plta-di-enrekang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Enrekang Dorong Berkembangnya Ekonomi Syariah</title>
		<link>http://enrekang.com/2010/12/enrekang-dorong-berkembangnya-ekonomi-syariah/</link>
		<comments>http://enrekang.com/2010/12/enrekang-dorong-berkembangnya-ekonomi-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 22:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita dari Enrekang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enrekang.com/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[Bupati Enrekang, Haji La Tinro La Tunrung, berhasil menyelenggarakan seminar ekonomi syariah di daerahnya. Seminar yang menyajikan seluk-beluk prakti keuangan syariah tersebut mendapatkan apresiasi positif dari berbagai pihak termasuk cendekiawan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Enrekang. “Saya harap seminar ekonomi syariah bisa berguna dan memberikan pencerahan kepada masyarakat dan perekonomian di sini,” kata La Tinro [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Bupati Enrekang, Haji La Tinro La Tunrung, berhasil menyelenggarakan seminar ekonomi syariah di daerahnya. Seminar yang menyajikan seluk-beluk prakti keuangan syariah tersebut mendapatkan apresiasi positif dari berbagai pihak termasuk cendekiawan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Enrekang.</p>
<p>“Saya harap seminar ekonomi syariah bisa berguna dan memberikan pencerahan kepada masyarakat dan perekonomian di sini,” kata La Tinro di Enrekang, akhir pekan lalu.</p>
<p>La Tinro mendorong agar masyarakat Enrekang bisa memahami praktik-praktik keuangan syariah termasuk kegiatan perbankan yang didasarkan pada konsep nilai-nilai Islam tersebut. Menurutnya, selama ini potensi ekonomi masyarakat Enrekang khususnya dan masyarakat Sulawesi Selatan pada umumnya, masih didominasi oleh praktik perbankan konvensional.</p>
<p>“Sungguh sayang kalau masyarakat Enrekang yang mayoritas muslim tidak faham apa itu ekonomi atau perbankan syariah, karenanya masalah ini terus kami dorong untuk disosialisasikan,” tuturnya.</p>
<p>Dikatakan, belum banyaknya masyarakat Enrekang yang memahami ekonomi syariah, tidak terlepas dari masih sedikitnya perbankan syariah yang membuka layanannya di daerah itu. Padahal, potensi ekonomi masyarakat Enrekang sangat menjanjikan untuk perkembangan praktik keuangan yang Islami.</p>
<p>Akibat kondisi tersebut, La Tinro memaparkan, banyak masyarakat Enrekang yang terjebak dalam transaksi utang-piutang dengan model renten yang tidak adil. Masyarakat yang ingin mengembangkan usaha produktif mereka, terpaksa meminjam uang dari para lintah darat demi mendapatkan akses permodalan yang cepat.</p>
<p>“Mungkin kalau masyarakat lebih faham ekonomi syariah dan bisa dilayani oleh lembaga-lembaga keuangan syariah, budaya renten ini akan sendirinya terkikis,” ucap La Tinro.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.republika.co.id/berita/bisnis-syariah/berita/10/11/21/147951-enrekang-dorong-berkembangnya-ekonomi-syariah">republika</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enrekang.com/2010/12/enrekang-dorong-berkembangnya-ekonomi-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemkab Enrekang Dukung Pembangunan Hotel</title>
		<link>http://enrekang.com/2010/11/pemkab-enrekang-dukung-pembangunan-hotel/</link>
		<comments>http://enrekang.com/2010/11/pemkab-enrekang-dukung-pembangunan-hotel/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Nov 2010 01:30:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi Pertambangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enrekang.com/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, mendukung rencana investor membangun hotel berbintang di Kota Enrekang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah itu. Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung, di Makassar, Senin, mengungkapkan, untuk memacu sektor pariwisata di daerahnya diperlukan fasilitas pendukung termasuk hotel yang memadai dan obyek wisata yang menarik. Sebelumnya, kelompok Fajar Grup menyampaikan keinginan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, mendukung rencana  investor membangun hotel berbintang di Kota Enrekang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah itu.</p>
<p>Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung, di Makassar, Senin, mengungkapkan, untuk memacu sektor pariwisata di daerahnya diperlukan fasilitas pendukung termasuk hotel yang memadai dan obyek wisata yang menarik.</p>
<p>Sebelumnya, kelompok Fajar Grup menyampaikan keinginan membangun hotel bintang berlantai empat di Kota Enrekang guna memajukan sektor pariwisata di daerah itu yang memiliki potensi wisata menjanjikan.</p>
<p>&#8220;Kami menyambut baik setiap calon investor yang ingin menanamkan modal di Enrekang dan akan memberi kemudahan dalam berinvestasi,&#8221; ujar La Tinro.</p>
<p>Menurut La Tinro, Pemkab Enrekang kini terus memacu sektor pariwisata dan menjadikan sektor jasa tersebut sebagai primadona peningkatkan pendapatan asli daerah.</p>
<p>Ia mengakui, dari sekian banyak objek wisata yang tersebar di semua kecamatan baru sebagian kecil yang dikembangkan karena keterbatasan dana.</p>
<p>Enrekang memiliki potensi wisata alam dan budaya yang cukup menjanjikan, kata dia,  bahkan objek wisata di daerah ini tidak kalah dengan yang ada di Tanatoraja.</p>
<p>&#8220;Objek wisata budaya dan alam di Enrekang mirip dengan yang ada di Tanatoraja, hanya karena budaya Toraja sudah dikenal luas, maka wisatawan cenderung memilih daerah itu sebagai tujuan utama,&#8221; tutur La Tinro.</p>
<p>Objek wisata yang cukup manarik di Enrekang seperti kuburan batu, pemandangan alam Buntu Kabobong, permandian air terjun Lewaja, wisata agro, serta belasan benteng pertahanan serdadu Jepang yang menempel di tebing bukit yang dapat disaksikan sepanjang perjalanan dari Kota Enrekang menuju Tanatoraja.</p>
<p>Selain itu, Enrekang juga memiliki seni budaya khas seperti musik bambu serta makanan tradisional dangke terbuat dari bahan baku susu kerbau yang telah dipatenkan, dan menjadi salah satu jenis makanan yang digemari banyak wisatawan.</p>
<p>La Tonro mengatakan, hotel yang akan dibangun juga dilengkapi sentra penjualan produk-produk lokal seperti cinderamata, makanan khas daerah seperti, dangke, baje kotu, barongko, baje karrang, dodol malino, deppa tektekan dan nasu cemba (masakan terbuat daru tulang ikan dengan ramuan daun asam hutan.</p>
<p>Sumber : <a href="http://makassar.antaranews.com/berita/14944/pemkab-enrekang-dukung-pembangunan-hotel">AntaraNews</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enrekang.com/2010/11/pemkab-enrekang-dukung-pembangunan-hotel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisata Kuliner Primadona Enrekang</title>
		<link>http://enrekang.com/2010/11/wisata-kuliner-primadona-enrekang/</link>
		<comments>http://enrekang.com/2010/11/wisata-kuliner-primadona-enrekang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Nov 2010 01:28:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Enrekang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enrekang.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[emerintah Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan menjadikan wisata kuliner sebagai primadona untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik ke daerah itu. &#8220;Kita punya banyak jenis panganan tradisional yang bisa jadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Enrekang antara lain &#8220;dangke&#8221; yang populer dengan sebutan keju khas Enrekang di samping berbagai jenis kue tradisional,&#8221; kata Bupati setempat Ir [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>emerintah Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan menjadikan wisata kuliner sebagai primadona untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik ke daerah itu.</p>
<p>&#8220;Kita punya banyak jenis panganan tradisional yang bisa jadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Enrekang antara lain &#8220;dangke&#8221; yang populer dengan sebutan keju khas Enrekang di samping berbagai jenis kue tradisional,&#8221; kata Bupati setempat Ir H Latinro Latunrung di Enrekang, Selasa.</p>
<p>Enrekang terus berbenah diri memacu sektor pariwisatasebagai salah satu sektor primadona  untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di samping sektor pajak lainnya.</p>
<p>Selain dangke, beragam jenis kue yang ditampilkan dalam wisata kuliner adalah deppa, baje kotu, baje canggoreng, nasu cempa, taripang, barongko.</p>
<p>Untuk melestarikan berbagai ragam makanan khas daerah itu, maka Pemkab Enrekang menggelar wisata kuliner pada akhir Februari 2010 di Enrekang.</p>
<p>Wisata kuliner telah masuk agenda pariwisata Sulsel yang terus dipromosikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel sebagai salah satu daya tarik wisatawan.</p>
<p>Di samping itu, Enrekang juga kaya obyek wisata alam yang cukup mempesona seperti penorama alam  Buntu Kabobong, permandian alam Lewaja,  bungker peninggalan serdadu Jepang di perang Dunia II yang menempel di bibir tebing di Kecamatan Anggeraja poros jalan  menuju Tanatoraja.</p>
<p>Enrekang juga punya desa cukup unik yang tidak ditemui di daerah lain yakni Desa Bone-Bone. Desa ini bebas dari asap rokok.</p>
<p>Warga desa tersebut tidak satu pun yang merokok, sehingga siapa pun yang mengunjungi desa bebas polusi asap rokok ini harus mengikuti ketentuan pemangku adat dan perangkat desa setemnpat tidak merokok.</p>
<p>Sungai Mata Allo dan Sungai Saddang yang membelah Kota Enrekang juga jadi arena kegiatan Arung Jeram yang diminati banyak wisatawan yang gemar berpetualangan.</p>
<p>Agrowisata yang dikembangkan pemkab setempat sejak puluhan tahun juga jadi daya tarik wisatawan seperti kawasan perkebunan kopi arabika yang dikenal dengan &#8220;Kopi Bungin&#8221; memiliki citarasa khas yang digemari wiatawan Jepang.</p>
<p>Enrekang juga punya perkebunan murbei dan penghasil benang sutera, markisa, pepaya serta pisang tanduk yang buahnya mencapai panjang hingga satu meter, tidak seperti buah pisang kebanyakan hanya 10-15 sentimeter, juga ada buah salak khas.</p>
<p>Enrekang juga dikenal sebagai penghasil sayur-sayuran  berupa kentang, kol, tomat, cabai, timun, kacang tanah, kacang hijau, kacang merah untuk memenuhi kebutuhan warga Makassar dan sekitarnya serta sebagian diantarpulaukan ke Kalimantan Timur dan sejumlah kota di KTI. </p>
<p>Sumber : <a href="http://makassar.antaranews.com/berita/13320/wisata-kuliner-primadona-enrekang">AntaraNews</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enrekang.com/2010/11/wisata-kuliner-primadona-enrekang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Enrekang Kembangkan Kripik Susu</title>
		<link>http://enrekang.com/2010/07/enrekang-kembangkan-kripik-susu/</link>
		<comments>http://enrekang.com/2010/07/enrekang-kembangkan-kripik-susu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 22:58:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita dari Enrekang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enrekang.com/?p=376</guid>
		<description><![CDATA[Peternak sapi perah di Kabupaten Enrekang selama ini dikenal hanya memanfaatkan susu sapi sebagai bahan pembuatan dangke (makanan jenis tahu) dan keperluan lain segera ditingkatkan. Kini Dinas Perikanan dan Peternakan Enrekang mulai mengembangkan program pembuatan kripik susu. Kepala Bidang Peternakan Dinas Perikanan dan Peternakan Enrekang, drh Junwar di ruang kerjanya, Rabu 7 Juli mengatakan sebelumnya [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Peternak sapi perah di Kabupaten Enrekang selama ini dikenal hanya memanfaatkan susu sapi sebagai bahan pembuatan dangke (makanan jenis tahu) dan keperluan lain segera ditingkatkan. Kini Dinas Perikanan dan Peternakan Enrekang mulai mengembangkan program pembuatan kripik susu.</p>
<p>Kepala Bidang Peternakan Dinas Perikanan dan Peternakan Enrekang, drh Junwar di ruang kerjanya, Rabu 7 Juli mengatakan sebelumnya program pembuatan kripik susu tersebut, lebih dulu melatih kelompok usaha yang dilibatkan dalam pengembangan makanan khas Enrekang itu.</p>
<p>Junwar menjelaskan, kripik susu diolah dari bahan dasar susu yang terlebih dulu dibuat dangke. &#8220;Kripik susu itu merupakan turunan dari dangke. Kalu dangke kan masa bertahannya terbatas. Tapi kalau kripik bisa tahan lama. Makanya kita melakukan inovasi untuk pembuatan kripik susu tersebut,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Junwar menjelaskan, kripik susu lebih menguntungkan peternak ketimbang dangke. Harga kripik susu lebih mahal dibanding dangke.</p>
<p>&#8220;Harga jual dangke saat ini hanya Rp 10 ribu/biji, sementara kripik mencapai Rp 30 ribu/kilogram. Kemudian untuk menghasilkan 1 kilogram kripik susu, hanya setara dengan setengah biji dangke,&#8221; paparnya.</p>
<p>Junwar mengaku sudah mempromosikan produksi tersebut ke Pulau Jawa dan Makassar. Bahkan kini salah satu supermarket dari Makassar telah berminat melakukan kerja sama. &#8220;Namun tawaran itu masih dipertimbangkan dengan alasan produksi kita masih terbatas,&#8221; tandasnya. (kas) (<a href="http://lokalnews.fajar.co.id/read/97942/34/enrekang-kembangkan-kripik-susu">Fajar Online</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enrekang.com/2010/07/enrekang-kembangkan-kripik-susu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Turut berduka atas wafatnya Ibu Ainun Habibie</title>
		<link>http://enrekang.com/2010/05/turut-berduka-atas-wafatnya-ibu-ainun-habibie/</link>
		<comments>http://enrekang.com/2010/05/turut-berduka-atas-wafatnya-ibu-ainun-habibie/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 May 2010 13:23:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enrekang.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[Innalillahi Wa Inna Illaihi Rojiun.. Kami, pengelola Enrekang.Com dan segenap masyarakat di Kabupaten Enrekang menyampaikan turut berduka cita atas berpulangnya mantan Ibu Negara Ainun Habibie, semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin. Seperti diketahui sebelumnya, mantan ibu negara Ainun Habibie yang sempat terbaring kritis di rumah sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://enrekang.com/wp-content/uploads/2010/05/ainun_habibie1.jpg" alt="" title="ainun_habibie" width="360" height="260" class="aligncenter size-full wp-image-372" /></p>
<p>Innalillahi Wa Inna Illaihi Rojiun.. Kami, pengelola Enrekang.Com dan segenap masyarakat di Kabupaten Enrekang menyampaikan turut berduka cita atas berpulangnya mantan Ibu Negara Ainun Habibie, semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin.</p>
<p>Seperti diketahui sebelumnya, mantan ibu negara Ainun Habibie yang sempat terbaring kritis di rumah sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Gro`hadern, Munchen, Jerman, akhirnya wafat pada pukul 17.30 waktu Jerman.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enrekang.com/2010/05/turut-berduka-atas-wafatnya-ibu-ainun-habibie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
