<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" version="2.0">

<channel>
	<title>Blog Motivasi FM</title>
	
	<link>http://www.fadlymuin.com</link>
	<description>Motivasi dan Sekitarnya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Mar 2012 07:49:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/fadlymuin/feed" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="fadlymuin/feed" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">fadlymuin/feed</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Belajar Ikhlas Tidaklah Sulit</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/belajar-ikhlas-tidaklah-sulit.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=belajar-ikhlas-tidaklah-sulit</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/belajar-ikhlas-tidaklah-sulit.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2012 07:49:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1606</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, saya pernah hampir akan mendapatkan rejeki yang bagus. Cukup besarlah kalau dilihat dari sisi rupiahnya. Kejadian itu kira-kira berselang beberapa tahun lalu, kalau tidak salah hitung,  7 tahun lalu deh. Cukup lamalah. Tapi masih hangat dalam ingatan saya. Saat  tiba waktunya, ternyata rejeki yang saya maksud itu tidak hadir sesuai dengan apa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fbelajar-ikhlas-tidaklah-sulit.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fbelajar-ikhlas-tidaklah-sulit.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Suatu ketika, saya pernah <em>hampir</em> akan mendapatkan rejeki yang bagus. Cukup besarlah kalau dilihat dari sisi rupiahnya. Kejadian itu kira-kira berselang beberapa tahun lalu, kalau tidak salah hitung,  7 tahun lalu deh. Cukup lamalah. Tapi masih hangat dalam ingatan saya.</p>
<p>Saat  tiba waktunya, ternyata rejeki yang saya maksud itu tidak hadir sesuai dengan apa yang diharapkan. Alias partner atau orang yang saya ajak kerjasama, komitmentnya berubah. Tidak sesuai lagi dengan omongan awal.</p>
<p>Alhasil kekecewaanku bertumpuk di hati. rasa benci, jengkel, marah dengan emosional tingkat tinggi mulai terlihat dalam hari-hari menjalankan rutinitas. Hidup rasanya tidak nyaman. Berasa ada sesuatu yang menjadi miliku yang telah dirampas oleh orang lain.</p>
<p>Selang beberapa bulan, rasa itu tak juga beranjak dalam hati. masih saja menusuk-nusuk menyakitkan. Sampai akhirnya saya mendengarkan satu kalimat bijak dari orang yang saya anggap terbelakang dari sisi pendidikan (maaf). Dari sisi etika juga termasuk terbelakang, karna orangnya termasuk urakan. Tapi saya berteman baik dengan siapa saja. Termasuk dengan orang yang urakan seperti teman saya itu.</p>
<p>Apa pesannya? Dia bilang begini,<span id="more-1606"></span></p>
<p>“kawan, ente harus belajar ikhlas”.  Saya bengong, melongok. Ini orang kok bisa mengeluarkan kalimat seperti  itu. Menurut saya,  kalimat seperti itu tidak keluar dari lisan sembarang orang. Karena ikhlas mudah di ucap, sulit di kerjakan. Itu sudah rumus alamiah.</p>
<p>Saya heran,  seheran &#8211; herannya manusia. Saya sungguh tak percaya. Lalu dia bercerita tentang pengalamannya yang sama. Sama-sama hampir dapat rejeki nomplok. Dan pada saat itu kekecewaannya juga sama, sama-sama murka semurka-murkanya. Tapi apa yang didapat? Yang didapat hanyalah penyiksaan emosional.</p>
<p>Saat itu, saya tidak lantas berubah sumringah dan merelakan semua keihklasan itu. Tapi saya sempat terhentak dengan nasihat bijaknya.</p>
<p>Memang kalau saya menganlisa dari kehidupannya. Teman saya ini termasuk yang tidak terlalu “ngoyoh”.  Hidupnya biasa-biasa saja. Tapi dia mau kerjakan apa saja untuk menghidupi keluarganya. Saya salut untuk kelakuannya yang seperti itu.</p>
<p>Saat ini saya terkenang lagi,dengan kasus yang berbeda. Karena akahir-akhir ini pekerjaan saya masih banyak yang belum rampung. Artinya kalau kerjaan saya terseok-seok maka klimaks saya untuk mendapatkan profitpun akan terpending, kemungkinan gagal juga ada. apalagi jika saya sudah tidak kuat lagi meneruskan. Karena project yang dikerjakan memakan cost yang lumayan besar.</p>
<p>Perenungan inilah membawa saya kembali merenungkan ucapan kawan saya kira-kira 7 tahun lalu itu. Sehingga pelan-pelan pikiran saya menjadi adem, dan berfikir realistis. Artinya. Keihlasan itu lahir dari pemikiran yang jernih. Memahami betul kelebihan dan kekurangan yang kita miliki. Dan percaya bahwa ada kekuatan super power yang mengatur kehidupan kita.</p>
<p>Walau kita sudah nangis Bombay sekalipun, kalau rejeki belum diperuntukan untuk kita, maka air mata tak akan membantu. Justru akan semakin melemahkan emosi psikis kita. Kita akan kehilangan semangat dan mulai apatis terhadap apapun.</p>
<p><em>Belajar ikhlas itu tidak sulit, tapi mempraktekkan keihlkasan yang hakikipun tidak mudah</em>. namun demikian, semua itu bisa dilatih dengan mempertebal penerimaan kita. Belajar realisits dan percaya bahwa masih banyak pintu rejeki yang terbuka untuk kita salami.  Tinggal bagaimana kita memperluas kesempatan kita.</p>
<p>*mumpung jumat, khotbah dikit ah….</p>
<p>Salam!</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/belajar-ikhlas-tidaklah-sulit.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Saya Tidak Rela STOP Blogging?</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/dunia-blogging/kenapa-saya-tidak-rela-stop-blogging.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=kenapa-saya-tidak-rela-stop-blogging</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/dunia-blogging/kenapa-saya-tidak-rela-stop-blogging.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 07:51:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1598</guid>
		<description><![CDATA[Sudah berapa kali saya bermaksud gantung diri untuk ngeblog. Namun setiap kali saya hendak serius dan benar-benar lenyap dari peredaran online. Ketika itu pula saya selalu terhentak dan ada semacam tarikan halus yang belum teridientifikasi. Ia selalu menarik saya untuk tetap eksis. Tidak peduli, seberapa lama saya fakum. Yang penting saya tidak berhenti. Rasa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fdunia-blogging%2Fkenapa-saya-tidak-rela-stop-blogging.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fdunia-blogging%2Fkenapa-saya-tidak-rela-stop-blogging.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sudah berapa kali saya bermaksud gantung diri untuk ngeblog. Namun setiap kali saya hendak serius dan benar-benar lenyap dari peredaran online. Ketika itu pula saya selalu terhentak dan ada semacam tarikan halus yang belum teridientifikasi. Ia selalu menarik saya untuk tetap eksis. Tidak peduli, seberapa lama saya fakum. Yang penting saya tidak berhenti.</p>
<p>Rasa yang tak rela berhenti itu membuat saya juga penasaran. Darimana dan bagaimana cara kerjanya? Kenapa saya harus tetap menghidupkan blog ini. Toh tidak pernah ada resiko mutlak kalau saya benar-benar meninggalkannya.<span id="more-1598"></span></p>
<p>Setelah saya simak, saya pelajari komentar-komentar teman-teman, berselancar dan mengamati pesan-pesan tersembunyi dibalik tulisan-tulisan yang bertemakan tentang blogging. Saya merasakan ada sebuah getaran idealis dalam proses ngeblog.</p>
<p>Walau yang dimaksud idealis disini bukan berarti kita tertutup oleh pendapat dari luar. Tetapi lebih kepada kondisi yang mempertemukan seorang blogger dengan “kesempatan tak terbatas untuk menuangkan siapa dirinya”.</p>
<p>Coba deh kita perhatikan, teman-teman dengan gayanya masing-masing, seperti selalu memiliki energy full untuk menceritakan sebuah Ilmu yang dia punya. Apakah itu pengalamnnya, pengetahuannya dan lain sebagainya yang bisa kita nikmati secara gratis.</p>
<p>Disini saya rasakan ada kenikmatan yang tidak semua orang bisa merasakannya, kecuali para blogger yang memang sudah kecanduan untuk selalu bercengkrama lewat tulisannya yang aduhai.</p>
<p>Dalam pengamatan berbeda, coba kita perhatikan sejenak realitas disekeliling kita yang  terasa begitu padat. Di jalanan kita dikepung oleh kondisi kemacetan kota yang entah sampai kapan ada solusinya, di kantor kita dikepung oleh tekanan pekerjaan yang terkadang tidak bersahabat, di saat sendiri tetap aja kita dikepung oleh deringan telpon. Kalau malas angkat telpon, kita toh tetap menerima sms atau bbm.</p>
<p>Belum lagi dengan tekanan-tekanan lain yang sangat mudah  memicu stress. Seakan-akan, kita tak punya waktu untuk sendiri dan berpeluang untuk menciptakan karakter dan kepribadian yang ideal buat diri sendiri. Sebuah pribadi yang karenanya kita bangga dan jujur dalam ber-ekspresi.</p>
<p>Maka dari itu, saya tetap mengandalkan blog sebagai sarana “menyalurkan uneg-uneg positif”. Karena di blog, saya merasakan  ada semacam kebebasan yang tak terbatas dalam pengertian yang arif dan bijaksana.</p>
<p>Di blog kita bisa menjadi apa saja sesuai dengan karakter kita masing-masing. Tidak akan ada yang marah apalagi usil. Dengan catatan, kita memang benar-benar mengemukakan pendapat yang apa adanya, sesuai karakter dan tidak palsu.</p>
<p>*semoga tulisan ini menjadi pengingat ketika semangat ngeblog mulai melorot</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/dunia-blogging/kenapa-saya-tidak-rela-stop-blogging.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Modal Kepercayaan Membuka Pintu Rejeki</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/modal-kepercayaan-membuka-pintu-rejeki.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=modal-kepercayaan-membuka-pintu-rejeki</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/modal-kepercayaan-membuka-pintu-rejeki.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 06:19:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1590</guid>
		<description><![CDATA[“Jika anda ingin menjadi orang terpercaya, berarti anda harus berani memikul apapun resikonya” Kalimat itu saya dapat dari seseorang yang saya temui di Manado. Namanya Pak Hans, usianya sudah 60-an.   Kalimatnya tidak persis seperti itu, tapi maknanya tidak jauh berbeda. Beliau adalah tokoh masyarakat, sekaligus dianggap sebagai tokoh agama oleh warga sekitarnya. Mungkin karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fmodal-kepercayaan-membuka-pintu-rejeki.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fmodal-kepercayaan-membuka-pintu-rejeki.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<h4>“Jika anda ingin menjadi orang terpercaya, berarti anda harus berani memikul apapun resikonya”</h4>
<p>Kalimat itu saya dapat dari seseorang yang saya temui di Manado. Namanya Pak Hans, usianya sudah 60-an.   Kalimatnya tidak persis seperti itu, tapi maknanya tidak jauh berbeda.</p>
<p>Beliau adalah tokoh masyarakat, sekaligus dianggap sebagai tokoh agama oleh warga sekitarnya. Mungkin karena sikap beliau yang bersahaja, mau menolong dan humanis dalam bergaul.</p>
<p>Semenjak pertemuan pertama saya sewaktu survey lokasi. Sampai dengan pertemuan-pertemuan berikutnya. Saya merasakan atmosfir positif dari obrolan kami.</p>
<p>Sempat saya renungkan sejenak. Apa makna dibalik rasa percaya itu?<span id="more-1590"></span></p>
<p>Dikatakan olehnya, bukan hanya persoalan materi, lalu kita semata-mata bersikap jujur, lantas orang akan percaya sama kita, bukan hanya seperti itu makna kepercayaan menurutnya.</p>
<p>Dalam berbagai sudut kehidupan, rasa percaya ini mutlak dan sangat strategic digunakan sebagai modal untuk eksis dimanapun. Dalam bentuk apapun. Jika seseorang telah mempercayai kita, maka pintu atau peluang lainnya akan terbuka lebar. Karena kita sudah terpercaya.  Orang lain akan yakin, jika suatu “tugas” atau “amanah” Diserahkan kepada kita, maka kecil kemungkinan untuk orang lain akan kecewa. Bukan sombong, tapi orang lain akan percaya bahwa amanah itu akan beres ditangan orang terpercaya.</p>
<p>Walaupun mungkin, disaat kita mempertahankan tahta kepercayaan kita, banyak tantangan yang harus kita hadapi. Untuk itulah kita butuh berjuang untuk melaluinya. Mungkin kita akan merasa rugi, karena mengeluarkan rupiah, tenaga dan waktu yang tidak sedikit.  Tapi implikasinya pada kehidupan berikutnya akan sangat berguna. Jika kita sudah dikenal dalam satu bidang, maka rasa percaya itu akan menggelinding  bagai bola salju. Semakin lama bola itu menggelinding  maka semakin besar peluang kita untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik.</p>
<p>Orang yang pernah bekerjasama dengan kita, akan berbicara positif tentang apa yang sudah kita berikan padanya. Semakin banyak orang yang percaya, semakin berliptgandalah rasa percaya itu.</p>
<p>Jika kondisi seperti itu terus berputar, maka rejeki dan kebahagiaan akan datang dengan sendirinya. Bukan karena mukjizat. Tapi karena apa yang telah kita tanam, kini mulai berbuah.</p>
<p>Memang, perlu juga disadari, membangun image percaya di jaman sekarang belum bisa dikatakan mudah. karena banyak hal yang mempengaruhinya. Orang lain tentu memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Litaratur yang berbeda, referensi yang berbeda, pergaulan yang berbeda dan pengaruh yang berbeda. semua perbedaan ini tentu mempengaruhi cara pandang, sikap apalagi tindakan.</p>
<p>Tapi disitulah tantangannya. Untuk mendapatkan sesuatu yang besar, tentu kita perlu pengorbanan yang besar pula.</p>
<p>Inilah modal yang akan menjadi kunci pembuka rejeki buat  kita. Mau coba?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/modal-kepercayaan-membuka-pintu-rejeki.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalan-Jalan Ke Manado</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/jalan-jalan-ke-manado.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=jalan-jalan-ke-manado</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/jalan-jalan-ke-manado.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 05:34:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1587</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Akhirnya saya dapat juga jadwal kunjungan ke Manado. Ini salah satu wilayah Sulawesi yang belum pernah saya jajaki. Seperti biasa, maksud dan tujuan saya ke Manado adalah untuk kepentingan survey lokasi. (wah ganti profesi lagi gan? ) ini profesi sudah lama. Saya hanya ingin berbagi cerita kecil saja seputar Manado. Bagi saya Manado adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fjalan-jalan-ke-manado.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fjalan-jalan-ke-manado.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akhirnya saya dapat juga jadwal kunjungan ke Manado. Ini salah satu wilayah Sulawesi yang belum pernah saya jajaki. Seperti biasa, maksud dan tujuan saya ke Manado adalah untuk kepentingan survey lokasi. (wah ganti profesi lagi gan? ) ini profesi sudah lama.</p>
<p>Saya hanya ingin berbagi cerita kecil saja seputar Manado.</p>
<p>Bagi saya Manado adalah kota yang elok. Menurut saya Manado  termasuk kota yang bersih, dibandingkan Jakarta, yang tidak sulit menemukan tumpukan sampah. Di Manado, sepanjang perjalanan saya berkeliling kota, karena GPS yang menuntut perjalanan kami, saya hampir tidak menemukan tumpukan sampah. Apalagi truk sampah yang parkir sembarangan.<span id="more-1587"></span></p>
<p>Personal kulturnya juga termasuk adem. Tidak jelalatan melihat orang baru masuk kota mereka. Mereka cenderung tidak usil. Justru sangat bersahabat. Karena ada juga kota-kota lain yang agag usil kalau mereka tahu kita adalah orang baru. Tapi di Manado saya tidak merasakan hal seperti itu.</p>
<p>Hal ini membuat saya nyaman untuk melakukan tugas.</p>
<p>Pada saat ada rencana ke Manado saya langsung kontak teman yang pernah tugas lama di manado. Atas dasar Rekomendasi tempat kos-kosan dialah,  saya akhirnya mengurus semua akomodasinya. Jadi pada saat tiba di Manado saya sudah tahu harus tinggal dimana,  rental car sama siapa.</p>
<p>Jadi untuk urusan tempat tinggal dan transportasi kita aman. Mobil bisa kita bawa sendiri. Seperti di bali. Lepas kunci gitu deh. Tempat tinggal sudah ambil bulanan. Karena saya sudah prediksi, untuk survey dan additional work lainnya, durasi hari bisa panjang. Kalau tinggal di hotel  bisa KO.</p>
<p>Ternyata di manado tidak terlalu lama, seminggu rupanya  cukup untuk ngumpulin data dan sebagainya. Akhirnya pulanglah kita. Masukin laporan dan tunggu respon dari kantor.</p>
<p>Yang membuat saya agag kewalahan di Manado adalah, soal makannya. Walau sudah banyak orang bercerita, bahwa cari makan di Manado agag sulit terutama untuk ummat muslim. Pilihan paling aman bagi kami saat itu adalah makan ikan atau nasi padang. Atau pecel lele.</p>
<p>Sekali lagi, rasa tidak percaya saya terjawab. Ketika teman-teman mengeluh soal tingginya biaya makan di Manado saya tidak terlalu percaya. Setelah saya rasakan sendiri. Ternyata benar. Standar Harga makan di Manado tergolong tinggi. Lebih tinggi daripada daerah Kalimantan.</p>
<p>Terpaksa deh, mau ngga mau, daripada kelaparan. Kita akhirnya bersikap wajar dan tidak memperlihatkan wajah norak yang kaget ketika melihat angka.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/jalan-jalan-ke-manado.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Mulai Menulis Setelah Lama Terdiam</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/bagaimana-mulai-menulis-setelah-lama-terdiam.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=bagaimana-mulai-menulis-setelah-lama-terdiam</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/bagaimana-mulai-menulis-setelah-lama-terdiam.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 05:42:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1578</guid>
		<description><![CDATA[Hallo Apa khabar Teman? Seperti seorang pemula rasanya, memulai menulis lagi setelah lama terdiam, membuat saya merasa sangat kikuk.  Apakah seperti itu adanya, jika  sesuatu yang dulu sering kita lakukan,  tanpa merasa aneh. Kini harus merasa ganjil ketika memulainya kembali? Celakanya, yang saya rasakan memang  seperti itu. Setelah sekian lama tertidur dari ektifitas blogging dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fbagaimana-mulai-menulis-setelah-lama-terdiam.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fbagaimana-mulai-menulis-setelah-lama-terdiam.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Hallo Apa khabar Teman?</p>
<p>Seperti seorang pemula rasanya, memulai menulis lagi setelah lama terdiam, membuat saya merasa sangat kikuk.  Apakah seperti itu adanya, jika  sesuatu yang dulu sering kita lakukan,  tanpa merasa aneh. Kini harus merasa ganjil ketika memulainya kembali?</p>
<p>Celakanya, yang saya rasakan memang  seperti itu. Setelah sekian lama tertidur dari ektifitas blogging dan menulis, ada rasa enggan untuk memulai lagi.  Mungkin karena efek cuaca bathin dari kefakuman itu, membuat  inspirasi ide begitu terasa kelabu.</p>
<p>Setiap kali hendak menulis, selalu terhenti oleh perasaan yang tak karuan. Seperti seorang perjaka yang akan menemui seorang gadis impiannya. Deg-degan campur  rasa yang nano-nano.  Maka otak yang biasa mengkritik mulai bekerja dengan sempurna. Semua kosa kata yang sudah tertuang tidak lahir berdasarkan seleksi intelktual yang dirasa ideal. Rasanya kita seperti berkata, bahwa  &#8217;itu bukan tulisan yang saya inginkan&#8217;.<span id="more-1578"></span></p>
<p>Ternyata benar juga, menulis sama dengan olah raga, jika tidak dilakukan secara rutin, maka otot-otot  terasa kaku, susah bergerak. Seperti orang yang mulai kegemukan dan susah untuk bergoyang  karena perut mulai kegendutan.</p>
<p>Suasana seperti itu, kini aku alami setiap kali berhadapan dengan situasi menulis. Bahkan saat menulis artikel kali ini. Semuanya seperti orang yang baru belajar lagi. Sungguh ajaib reaksi ini menurut saya. Teori para penulis bahwa menulis hanya perlu pembiasaan, perlu niat dan keseriusan yang sungguh-sungguh, ternyata tidak diragukan lagi. Terbukti! Tanpa itu kita akan mati kutu.</p>
<p>Lalu solusi yang saya ketahui, adalah mulai lagi, itu saja. Tidak usah mikir macam-macam, pokoknya hajar bleh. Babat habis. Mau salah ketik, salah tulis, salah – saleh, pokoknya goal yang harus dicapai adalah keluar dulu dari kungkungan kefakuman sesaat. Toh  selama ini sudah terbiasa menulis. Tinggal membangkitkan kembali gairah yang pernah ada.</p>
<p>Jadi saya tidak berputus asah. Saya tetap jalankan teori itu.</p>
<p>Pengalaman ini mungkin dialami juga oleh anda, maka saya coba berbagi pengalaman saja. Bahwa memang betul, jika kita mengalami stagnasi dalam menulis dan susah untuk memulai kembali, maka jalan satu-satunya adalah mendobrak rasa takut salah dan rasa kikuk dengan cara mulai menulis lagi, serta mengabaikan segala bentuk proteksi yang menuntut kesempurnaan  kita dalam menulis.</p>
<p>Sebelum menulis lagi, saya coba dulu berkeliling ke blog teman-teman. Ini berguna sebagai olah raga wacana. Kita perlu menstimulus wacana-wacana  yang kita miliki dan wacana yang beredar. Ini sangat baik untuk menciptakan rasa rilex saat akan mulia menulis kembali.</p>
<p>Hasil dari berkeliling itu, ternyata ada juga yang postingnya jarang-jarang. Saya hanya tersenyum simpul. Mudah-mudahan gairah menulis kita bisa bangkit lagi. Buat teman-teman yang tetap konsisten menulis, saya ucapkan selamat dan terima kasih. Karena anda telah menjaga gerbang motivasi menulis teman-teman yang lain, termasuk memotivasi saya.</p>
<p>Mudah-mudahan gairah menulis saya bisa bangkit lagi dan terus berkembang, amin.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/bagaimana-mulai-menulis-setelah-lama-terdiam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Tinggal Kawan</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/selamat-tinggal-kawan.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=selamat-tinggal-kawan</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/selamat-tinggal-kawan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Aug 2011 17:24:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1574</guid>
		<description><![CDATA[Maaf. Saya baru muncul. Dan satu judul kalimat yang ingin kusampaikan adalah, selamat tinggal. Pergulatan bathin selama entah untuk berapa ratus waktu, yang sudah kulewatkan tanpa sepatah kata di blog ini. Saya menyesal atas kejadian ini.sungguh !! Tapi, saya juga harus mengakui, bahwa sulit sekali bagi saya untuk tunduk dan patuh terhadap kesetian untuk hadir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fselamat-tinggal-kawan.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fselamat-tinggal-kawan.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Maaf. Saya baru muncul. Dan satu judul kalimat yang ingin kusampaikan adalah, selamat tinggal. Pergulatan bathin selama entah untuk berapa ratus waktu, yang sudah kulewatkan tanpa sepatah kata di blog ini. Saya menyesal atas kejadian ini.sungguh !!</p>
<p>Tapi, saya juga harus mengakui, bahwa sulit sekali bagi saya untuk tunduk dan patuh terhadap kesetian untuk hadir di blog ini dalam bentuk tulisan. Waktu saya sudah terjerat oleh pemikiran dan perhatian yang lain. Resiko yang saya tanggung atas ulah saya ini terlalu banyak. Kehilangan banyak sekali input yang senantiasa menyegarkan saya dalam mendengar, membaca, merasa dan terlibat dalam suasana romantic di dunia kata dan makna.<span id="more-1574"></span></p>
<p>Dalam masa keterasingan itu, saya memang tidak hanya diam dan berpangku tangan. Saya bahkan sering berkeliaran di sekitar blog ini, tentu saja, tanpa meninggalkan jejak. Sebab jari-jari ini terasa kaku oleh sekelimut perasaan yang membuncah bathin. (Agag distorsi nih)</p>
<p>Jujur saja, saya ada niat untuk MENINGGALKAN BLOG INI. Bahkan saya juga sudah merencanakan semacam kalimat perpisahan untuk memutuskan segala bekas yang ada di blog ini. Sebab, dalam perenungan yang cukup, menurut level saya, banyak hal yang kurang pas dengan pengembangan blog ini.</p>
<p>Tagline blog ini misalnya,  semakin hari saya merasa semakin menyiksa. Saya merasa sudah lancang dan berani memasang badan  dan berbicara banyak tentang motivasi dan sekitarnya. Padahal, mental saya saja masih perlu diuji untuk mengarungi banyak persoalan yang komplikasi dan distorsi disana sini ditengah-tengah aktifitas saya, apalagi berkaitan dengan jenis pekerjaan saya yang terkadang memang bisa jadi sasaran empuk untuk menggoyahkan mental. untuk itu pelan tapi pasti simbol-simbol yang mengandur unsur pengguran dalam memotivasi akan saya pangkas habis.</p>
<p>Saat ini, Ada dua pilihan untuk blog ini.</p>
<ul>
<li>Pertama, benar-benar membunuhnya! Menguburnya dan menyiraminya bunga mawar secukupnya, lalu berdoa semoga postingannya selama ini mendapatkan tempat disisi pembaca.</li>
<li>Kedua, tetap menghidupinya, menyiraminya dengan postingan-postingan segar, tapi dengan memberikkan batas tolak balik. Artinya. Postingan sebelumnya saya anggap sebagai <em>pergulatan blog FM kecil</em>. Dan kini <em>Blog FM mulai beranjak remaja</em>, yang siap untuk membentuk dirinya lebih baik lagi. Lebih segar lagi dan lebih FM bangetlah.</li>
</ul>
<p>Saya sepertinya lebih condong kepada pilihan kedua, sebab, terkesan lebih arif dan tidak bertindak mubazir. Terlebih penting lagi, saya merasa lebih menghargai apa yang telah saya lakukan selama ini. Bukankah kita perlu belajar terhadap masa lalu?</p>
<p>Namun, pilihan pertama dan kedua sebenarnya tetap terhubung pada benang yang sama merahnya. Sama-sama ingin membentuk blog yang benar-benar lahir dari jiwa yang tulus, jujur dan bersih dari kepentingan-kepentingan yang tidak terukur dari hasrat untuk memuliakan nurani. Saya rindu bercengkrama dengan makna-makna yang bisa mengantarkan saya pada posisi pribadi yang utuh dan menyejukan hati.</p>
<p>Walau masih ada batu yang mengikat kuat pada kaki saya, bathin saya bahkan. Tapi hasrat untuk menciptakan suasana membangun kehidupan bermakna dalam dunia tulis, tetap menyala dan terlihat walau dalam jarak pandang yang cukup jauh. Tapi cukup bagi saya cahaya itu untuk menuntun, menapak padanya.</p>
<p>Bagi saya, tulisan ini terkesan agag awut-awutan, maju-mundur, senggol kiri kanan dalam upaya untuk menciptakan keyakinan besar untuk tetap eksis dengan gaya yang lebih mantap. Tapi biarlah tulisan ini menjadi pembuka awal yang baik untuk saya bersedia tetap mengayuh semangat berbagi dan merasakan udara segarnya blog ini.</p>
<p>Jadi mohon jangan heran jika postingan berikutnya anda merasa hujan telah turun di padang pasir, atau tiba-tiba salju jatuh di kota Jakarta. Semuanya bisa begitu membingungkan kawan.</p>
<p>Akhir kata, ada sebuah Tanya yang ingin kusampaikan,</p>
<p>Apa khabar sobat? Saya hadir lagi. Mari bertukar senyum untuk sama-sama menyambut hari yang lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/selamat-tinggal-kawan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menentukan Pilihan</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/menentukan-pilihan.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=menentukan-pilihan</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/menentukan-pilihan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 04:43:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1568</guid>
		<description><![CDATA[Menentukan pilihan memang bukan perkara sepele. Hal ini akan mengikutsertakan banyak pihak dalam diri kita masing-masing. Diluaran sana akan, banyak obyek yang berubah jadi subyek. Dan hal itu sangat berperan terhadap sesuatu yang kita pilih. Karena &#8220;mereka&#8221; ini menyangkut ide, gaya hidup, kesejahteraan hidup, suka cita dan rasa tentram dihati terhadap apa yang kita pilih. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fmenentukan-pilihan.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fmenentukan-pilihan.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Menentukan pilihan memang bukan perkara sepele. Hal ini akan mengikutsertakan banyak pihak dalam diri kita masing-masing.</p>
<p>Diluaran sana akan, banyak obyek yang berubah jadi subyek. Dan hal itu  sangat berperan terhadap sesuatu yang kita pilih. Karena &#8220;mereka&#8221;  ini menyangkut ide, gaya hidup, kesejahteraan hidup, suka cita dan rasa tentram dihati terhadap apa yang kita pilih.</p>
<p>tidak sedikit dari kita terpaksa memilih jalan hidup yang relatif, bahkan mungkin sangat menonjol nilai kontradiksinya terhadap diri seseorang, setidaknya yang bisa kita rasakan lewat lubuk hati. &#8220;Ah ada ketidakpuasan, ada ketidakcocokan dan sebagainya&#8230;&#8221;</p>
<p>Setelah membaca artikel pendek pak jamil azzaini. &#8220;Tentang menentukan pilihan&#8221;. Saya merasa salah satu diantara sekian orang yang benar-benar tersudut. </p>
<p> <span id="more-1568"></span>?</p>
<p>Harus kuakui, saya  termasuk orang yang belum menemukan sepenuhnya jalur pilihan yang benar-benar membuatku lupa diri.</p>
<p>Walau demikian, perlu memang menggapai sesuatu dengan proses kematangan yang berkelanjutan. Tidak ada proses instan. Itu benar harus kita akui.</p>
<p>Tapi bagaimana ketika kesadaran itu muncul dan kita tak juga mau mengakui bahwa kita perlu menentukan pilihan? Itu yang berbahaya.</p>
<p>Anda pasti sering membaca status di sosial media. Seorang pekerja yang mengeluh dengan rutinitasnya. Bukan dia tidak mau, tapi dia tidak tau apa yang harus dilakukannya. Bukan dia takut, tapi dia tak menemukan apa sebenarnya yang dikehendaki, dan bagaimana cara menuju kesana.</p>
<p>Jadi pesan sentral yang saya simak dari tulisan singkat pak jamil adalah, renungkan, tentukan dan mantapkan langkahmu. Selebihnya hanya tinggal perjuangan. Disitu akan banyak sekali terpaan yang berfungsi untuk memperkuat pondasi terhadap apa yang kita pilih.</p>
<p>Mungkin dalam proses perenungan akan tersita waktu yang proporsional untuk masing-masing kita. Sesuai dengan tingkat emosi kita. Jika kita termasuk orang yang labil, mungkin kita perlu seseorang untuk diajak berfikir, membantu mengkerucutkan, apa sih yang kita inginkan?</p>
<p>Tapi jika anda merasa mampu merenung sendiri, itu lebih baik. Setidaknya, kejujuran penuh, milik anda. Disitu akan terjadi pergulatan emosi yang hebat. Anda harus bersiap-siap menjadi orang hilang untuk sesaat.</p>
<p>Ok demikian dulu celoteh kali ini. Semoga mampu menyapa hati anda.menyirami kemarau bathin yang selama ini terasa gersang. </p>
<p>Dalam hitungan hari, ummat islam akan kedatangan bulan suci ramadhan. Semoga kita semua bisa memanfaatkannya untuk menciptakan kejernihan bathin.</p>
<p>Tak lupa saya mengucapkan<br />
Mohon maaf lahir bathin ya.. (Lebaran sebentar lagi&#8230;)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/menentukan-pilihan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Menulis Telah Usai</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/pelatihan-menulis-telah-usai.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=pelatihan-menulis-telah-usai</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/pelatihan-menulis-telah-usai.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 04:48:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1561</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, pelatihan menulis yang rencana dilaksanan di Tupperware Home tanggal 23 juli 2011 telah terlaksana dengan baik. Memang target 20 peserta yang saya canangkan, tidak tercapai. Tapi justru dengan peserta yang sedikit, rasanya komunikasi antara trainer dan peserta, terasa lebih padat. Para peserta merasa lebih bebas bertanya dan tidak canggung. Pelatihan kali ini menggunakan tempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fpelatihan-menulis-telah-usai.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fpelatihan-menulis-telah-usai.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Alhamdulillah, pelatihan menulis yang rencana dilaksanan di Tupperware Home tanggal 23 juli 2011 telah terlaksana dengan baik. Memang target 20 peserta yang saya canangkan, tidak tercapai. Tapi justru dengan peserta yang sedikit, rasanya komunikasi antara trainer dan peserta, terasa lebih padat.</p>
<p>Para peserta merasa lebih bebas bertanya dan tidak canggung.</p>
<p>Pelatihan kali ini menggunakan tempat di Tupperware Home, sebuah SOHO (small Office Home Office) yang sangat nyaman untuk dijadikan tempat berkumpul.<span id="more-1561"></span></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1562" title="pelatihanmenulis (3)" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2011/07/pelatihanmenulis-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1563" title="pelatihanmenulis (4)" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2011/07/pelatihanmenulis-4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" />Sedikit saya uraikan tentang situasi pelatihan, rata-rata kegelisahan peserta adalah, seputar kehilangan ide, writers block dan tujuan menulis itu sendiri. Ringkasnya, mereka selama ini mengutamakan otak kiri saat memulai menulis, sehingga kesulitan dalam memulai setiap tulisannya.</p>
<p>Tapi setelah, diberikan simulasi oleh Bang <a href="http://jonru.net">Jonru</a>, mereka diberikan waktu sekitar 10 menit, tapi sebelum waktunya habis, mereka sudah dihentikan, alhasil, rata-rata peserta terlihat sangat lancar menulis. Minimal 1 halaman, terhambur kata-kata teratur dalam kertas mereka masing-masing.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1564" title="pelatihanmenulis (2)" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2011/07/pelatihanmenulis-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>Selama materi berlangsung, saya ikut menyimak jalannya acara, mulai dari kerutan dahi peserta dan kebiasaan mencatat ketika materi berlangsung sampai dengan mengontrol waktu Bang Jonru memberikan materi. Supaya waktunya pas dan tidak melewati batas penggunaan tempatnya.</p>
<p>Alhamdulillah, walau masih merasa kekurangan waktu, tapi acara ini saya prediksi mampu membangkitkan motivasi dan memberikan kiat-kiat praktis dalam menulis. Minimal untuk memberikan landasan positif, sebelum terjun dan berkiprah secara aktif di dunia penulisan.</p>
<p>akhirnya saya bisa juga tersenyum puas. seperti yang anda lihat di ruang santai ini..</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1565" title="pelatihanmenulis (1)" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2011/07/pelatihanmenulis-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oh iya, rencananya, acara ini akan di liput oleh majalah Nova. Tapi entah pada  edisi keberapa. Dipantau aja kalau mau..hehehe</p>
<p>Semoga saja bermanfaat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/pelatihan-menulis-telah-usai.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelatihan “Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat” Hadir Kembali!</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/pengembangan-diri/pelatihan-cara-dahsyat-menjadi-penulis-hebat-hadir-kembali.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=pelatihan-cara-dahsyat-menjadi-penulis-hebat-hadir-kembali</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/pengembangan-diri/pelatihan-cara-dahsyat-menjadi-penulis-hebat-hadir-kembali.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2011 04:58:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1555</guid>
		<description><![CDATA[Pelatihan &#8220;Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat&#8221; Hadir Kembali! TAHUKAH ANDA? Penghalang terbesar SuKSES seseorang adalah kegagalan mereka dalam memunculkan Rasa Percaya Diri. Penyebab kegagalan seseorang adalah KETAKUTAN ketika akan MEMUTUSKAN perubahan dalam hidup. TAHUKAH ANDA? Banyak penulis yang belum juga sukses karena belum percaya diri. Merasa belum layak, merasa tulisannya jelek, tidak berani mengirim naskah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fpengembangan-diri%2Fpelatihan-cara-dahsyat-menjadi-penulis-hebat-hadir-kembali.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fpengembangan-diri%2Fpelatihan-cara-dahsyat-menjadi-penulis-hebat-hadir-kembali.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Pelatihan &#8220;Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat&#8221; Hadir Kembali!</p>
<p>TAHUKAH ANDA?</p>
<p>Penghalang terbesar SuKSES seseorang adalah kegagalan mereka dalam memunculkan Rasa Percaya Diri. Penyebab kegagalan seseorang adalah KETAKUTAN ketika akan MEMUTUSKAN perubahan dalam hidup.</p>
<p>TAHUKAH ANDA?</p>
<p>Banyak penulis yang belum juga sukses karena belum percaya diri. Merasa belum layak, merasa tulisannya jelek, tidak berani mengirim naskah ke media dan lain-lain??</p>
<p>PADAHAL, percaya diri merupakan salah satu kunci sukses bagi siapa saja yang hendak berhasil. Percaya diri merupakan salah satu kunci sukses bagi Anda yang ingin menjadi PENULIS HEBAT.</p>
<p>Karena itu, bekali diri dengan Workshop Luar Biasa yang akan melejitkan rasa percaya diri Anda sebagai penulis. Juga, Anda akan belajar banyak tentang cara menjadi penulis yang produktif.<span id="more-1555"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color: #000080;">Ikutilah Pelatihan Dahsyat:</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Cara Dahsyat Menjadi Penulis HEBAT!</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pembicara:</p>
<p>Jonru</p>
<p>Penulis buku &#8220;Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat&#8221; dan &#8220;Menerbitkan Buku Itu Gampang!&#8221;</p>
<p>Founder PenulisLepas.com</p>
<p>Founder, CEO dan Mentor Writers Academy</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jadwal:</p>
<p>Sabtu, 23 Juli 2011</p>
<p>Pukul 13.00 s/d 17.00 WIB</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tempat:</p>
<p>Tupperware Home</p>
<p>Jl. Tirtayasa Raya No. 24 Jakarta Selatan</p>
<p>Depan SMP 13 Jaksel</p>
<p>Daerah Kebayoran Baru</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Materi:</p>
<p>- Kiat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi dalam menulis</p>
<p>- Kiat mengatasi writers&#8217; block</p>
<p>- Kiat mencari dan mengembangkan ide tulisan</p>
<p>- Kiat agar produktif menulis</p>
<p>- Kiat menembus media massa</p>
<p>- Kiat menerbitkan buku</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Fasilitas:</p>
<p>- Snack</p>
<p>- Goodie back dari Tupperware dan Tabloid Nova</p>
<p>- Buku &#8220;Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat&#8221; karya Jonru (senilai Rp 68.000)</p>
<p>- Diskon 25% dari Writers Academy Kelas Online</p>
<p>- <span style="color: #ff0000;">Bagi 3 peserta terbaik, naskahnya akan dibedah/dikomentari oleh pembicara pada akhir sesi acara. Karena itu, jangan lupa bawa naskah Anda di hari H.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Investasi: Rp 300.000,-</p>
<p>Early Bird:</p>
<p>Dapatkan tarif hemat <strong>Rp 220.000</strong> bila Anda mendaftar paling lambat 15 Juli 2011</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Langkah-langkah Pendaftaran:</p>
<p>1. Transfer investasi pendaftaran ke rekening:</p>
<p>BCA acc 8690 58 6160 atas Nama Fadly Muin atau</p>
<p>BNI acc 0117 459 532 atas Nama Fadly Muin (pilih salah satu)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>2. Setelah itu, lakukan konfirmasi via SMS ke</p>
<p>0819 08991 555 (Fadly Muin) atau</p>
<p>0819 08991 333 (Astried )</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>3. Jangan buang bukti transfer Anda. karena pada hari H, bukti transfer akan digunakan sebagai tiket masuk.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk memudahkan komunikasi, konfirmasi SMS harus ditulis dalam format:</p>
<p>tanggal transfer, jumlah dan nama pengirim yang tercantum pada slip transfer</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>(NB: Nama pengirim tergantung dari nama pemilik rekening yang digunakan untuk transfer. Jadi nama pengirim ini tidak harus sama dengan nama Anda)</em></p>
<p>Acara ini diselenggarakan oleh Komunitas PenulisLepas.com dan Cahaya Pelangi Media (CP Media)</p>
<p>Didukung oleh:</p>
<p>Tupperware</p>
<p>Tabloid Nova</p>
<p>Writers Academy</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/pengembangan-diri/pelatihan-cara-dahsyat-menjadi-penulis-hebat-hadir-kembali.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Tidak Menulis Lagi</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/aku-tidak-menulis-lagi.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=aku-tidak-menulis-lagi</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/aku-tidak-menulis-lagi.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jun 2011 03:17:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1551</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya malas juga mulai menulis lagi. Stress oleh pekerjaan, juga gelisah ga sabaran oleh tuntutan pekerjaan ini. Jadi numpuk jadi satu. Hasilnya lahirlah rasa malas ini. Sia-sia dan terkesan acuh memang. Tapi begitulah kenyataannya. Mungkin, ini hanya mungkin saja. Hampir mayoritas masalah penulis mengalami hal ini. Ketika mereka terlibat dalam rutinitas diluar dunia penulisan, maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Faku-tidak-menulis-lagi.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Faku-tidak-menulis-lagi.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sebenarnya malas juga mulai menulis lagi. Stress oleh pekerjaan, juga gelisah ga sabaran oleh tuntutan pekerjaan ini. Jadi numpuk jadi satu. Hasilnya lahirlah rasa malas ini.</p>
<p>Sia-sia dan terkesan acuh memang. Tapi begitulah kenyataannya. Mungkin, ini hanya mungkin saja. Hampir mayoritas masalah penulis mengalami hal ini. Ketika mereka terlibat dalam rutinitas diluar dunia penulisan, maka godaan untuk tidak menulis itu muncul. Makanya aku katakan itu mungkin masalah mayoritas orang banyak. Tapi rasanya ini hanya masalah saya saja. Semoga demikian.<span id="more-1551"></span></p>
<p>Berusaha mengeksplor masalah ini seakan-akan ini menjadi masalah orang banyak. Padahal diri ini sendiri yang terserang rasa malas. Boleh dikata ini sikap seorang pengecut.</p>
<p>Tapi bukan mau mempersalahkan keadaan. Tapi agag sulit untuk keluar dari rutinitas yang agag tanggung ini. Beban pekerjaan semakin meningkat, rasa stress semakin meruncing. Sementara kesempatan untuk mendapatkan suasana rilex lagi-lagi, agag sulit kudapatkan.</p>
<p>Mungkin inilah saatnya kau menyerangku dengan sebutan raja alasan. Silahkan saja. Jika itu bisa memuaskan dirimu. Tapi cobalah pahami bahwa dalam kondisi tertentu, kita ini akan dituntut untuk menciptakan skala prioritas dalam hidup ini.</p>
<p>Bukan berarti aku mengenyampingkan dunia yang membuatku merasa segar ini. Tapi, dunia penulisan tidak akan pernah menjadi dictator yang akan mengunci seseorang agar tidak bisa melakukan kegiatan lain selain menulis.</p>
<p>Aku tetap mencintai dunia ini, seperti layaknya seseorang yang membutuhkan asupan energy untuk kehidupan. Menulis telah merangsang jiwaku untuk mencerna banyak hal. Hidup, sakit atau kematian, jauh lebih mudah ku serap maknanya lewat menulis daripada tidak sama sekali.</p>
<p>Menulis telah menghangatkan jiwaku, menulis telah membasahi dadaku, aku merasa segar dengan dunia ini. Ibarat  persawahan yang disampingnya mengalir air irigasi dengan rapih. Akulah sawahnya, menulis adalah irigasinya. (hehehe..)</p>
<p>Seperti aku melihat seseorang yang menyiram tanamanya di pagi hari. Sejuk dan damai. Dekat dengan alam, banyak hal yang bisa kurasakan dari itu. Menulis telah memberiku banyak aliran makna yang sulit kuungkapkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>SALAM</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/aku-tidak-menulis-lagi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

