<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Fitz Freedom Islami</title><description>Berbagi Informasi Seputar Dunia Islam, Dari Anda Untuk Kita Semua dan Untuk Dunia Islam Kita.</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</managingEditor><pubDate>Fri, 1 Nov 2024 14:43:43 +0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">82</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://ff-islami.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Berbagi Informasi Seputar Dunia Islam, Dari Anda Untuk Kita Semua dan Untuk Dunia Islam Kita.</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Ciri Kehormatan Seorang Muslim</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/04/ciri-kehormatan-seorang-muslim.html</link><category>Islami</category><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Mon, 23 Apr 2012 07:41:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-5063531411229194763</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWt4G7ErZ-1DW9MLRB_jvjMmFT1S3T6ONwLcUn6XUGhftAMFfcfg_M61Y_5kfx1hgGpGpqFqJMLN6iwQtMpHk2XxniIwQDftiskAlGRuPP1D1n5g_RrUhQFnR-oX-3cz4YAP5P65By9BQ/s1600/nabi-muhammad-saw.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWt4G7ErZ-1DW9MLRB_jvjMmFT1S3T6ONwLcUn6XUGhftAMFfcfg_M61Y_5kfx1hgGpGpqFqJMLN6iwQtMpHk2XxniIwQDftiskAlGRuPP1D1n5g_RrUhQFnR-oX-3cz4YAP5P65By9BQ/s200/nabi-muhammad-saw.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada goresan indah tentang harga sebuah kemuliaan di balik perjanjian Hudaibiyah. Alkisah, Abu Jandal bin Suhail seusai penandatanganan perjanjian yang bersejarah itu ingin bergabung dan masuk Islam. Ayahnya, Suhail, yang juga menjadi perunding wakil kafir Quraisy, mencegah keras dan menyiksanya. Kaum Muslimin iba menyaksikannya, seraya memohon agar Nabi berkenan menerima anak Suhail itu. Nabi dengan santun menolaknya seraya menyuruh para sahabat membiarkan pemuda heroik itu kembali lagi ke Makkah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi Muhammad dan kaum Muslimin saat itu terikat oleh perjanjian Hudaibiyah yang harus ditepati meski beberapa poin secara lahiriah terasa merugikan. Antara lain, siapa pun warga Quraisy yang ingin bergabung dengan Muhammad di Madinah harus dikembalikan ke Makkah. Sebaliknya, siapa pun warga Madinah yang bergabung ke Quraisy harus diizinkan dan tidak boleh dikembalikan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abu Jandal mengiba, mengapa dia dikembalikan kepada kaum Quraisy, padahal sudah menderita dan sungguh-sungguh ingin bergabung ke Madinah. Nabi tetap mencegahnya. “Abu Jandal, tabahkan hatimu. Kita terikat perjanjian dan tidak akan mengkhianati. Sesungguhnya orang yang meninggalkan kita untuk pergi kepada mereka (Quraisy Makkah) akan dijauhkan dari rahmat Allah. Sebaliknya, barang siapa yang datang kepada kita dan kita mengembalikan kepada mereka, maka Allah akan memberikan jalan keluar baginya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Al-Fata wa al-Wafa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi mengajarkan sikap utama ialah menepati janji dan apa pun yang sudah menjadi ikatan dalam bermuamalah meski dengan pihak kafir sekalipun. Itulah watak al-fata(kesatriaan) dan alwafa( kesetiaan) yang menjadi ciri kehormatan diri setiap Muslim. Jangankan untuk transaksi yang sama-sama menguntungkan, bahkan untuk ikatan yang terasa merugikan. Inilah mutiara ihsan yang diteladankan Rasulullah bagi umat nya, bagaimana hidup dalam kemuliaan diri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Generasi Muslim wajib diajarkan makna kehormatan atau kemuliaan diri agar menjadi kesatria dan tidak menjadi “pemulung” da lam kehidupan. Sejarah mencatat kesatriaan ashab al-kahfi dalam menghadapi kezaliman penguasa. Allah melukis kan sifat “al-fata” ( fityat) pada mereka. “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka ada lah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk me reka petunjuk.” (QS al-Kahfi: 13).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi Ibrahim sewaktu muda juga memiliki sifat al-fata(kesatria) ketika menghancurkan ber hala-berhala. “Mereka berkata, kami dengar ada seorang pemu da yang mencela berhala-ber hala ini yang bernama Ibrahim.” (QS al-Anbiya: 60). Menurut Qu s yairi, berhala bukan sekadar lam bang kemusyrikan kepada Tuhan, melainkan pemberhalaan ego oleh manusia yang menjadikan hawa-nafsu sebagai tuhan. Termasuk berhala jabatan, uang, dan kepentingan serbaduniawi yang sering meluruhkan etika dan akal sehat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Etika Islam mengajarkan kesetiaan pada nilai-nilai luhur, termasuk setia pada janji betapa pun pahit. Itulah al-wafa, yakni komitmen pada tanggung jawab dan ikatan janji, baik tertulis maupun tidak tertulis, sebagaimana diajarkan Nabi dalam peranjian Hudaibiyah. Jangan kan ditagih, ketika tidak ditagih pun manakala berjanji menjadi keniscayaan etik untuk me me nuhinya, berat maupun ringan. Itulah harga yang harus dibayar dari sebuah ikatan dengan sesama sebagai wujud kemuliaan diri, yang melampaui transaksitransaksi verbal dalam relasi antarmanusia terhormat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abu Dzar al-Ghifari pernah menjadi penjamin atas pemuda yang hendak dihukum mati, padahal dia tak mengenalnya. Sahabat Nabi yang zuhud itu hanya ingin menunjukkan kemuliaan Islam dalam perilaku. Namun, pemuda terpidana itu pun berji a kesatria dan setia menepati jan ji sehingga dia kembali tepat waktu untuk dieksekusi. Abu Dzar dan pemuda Badui itu sama-sama meyakini, “Orang beriman harus selalu menepati ucapannya.” Sekali ikrar dilahirkan tak boleh surut ke belakang, itulah kehormatan setiap Muslim.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika orang-orang beriman kehilangan kesatriaan dan kesetiaan pada amanah, janji, kontrak, transaksi, dan nilai-nilai utama, kepada siapa lagi publik harus percaya? Tatkala orang-orang Is lam tak lagi dapat dipercaya, luruhlah kehormatan dan kemuliaan dirinya selaku umat beriman.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang lain akan mencibir, ternyata Islam hanya indah dalam re orika dan klaim suci, tapi praktiknya jauh panggang dari api. Atribut luar serbabertakwa, tapi ringkih etika. Kaya lisan, tetapi miskin perbuatan. Keber imanan yang fitri ditukar dengan sifat nifak yang dicirikan kata tak sejalan tindakan, janji tak ditepati, dan amanah dikhianati.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Mozaik etik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hidup Muslim bukan sekadar urusan menang dan sukses, me lainkan kekayaan etik. Kesatriaan dan kesetiaan pada nilai-nilai kebajikan, seperti amanah, janji, tanggung jawab, dan idealisme adalah mozaik etik yang tidak kalah penting dan memberi ba nyak makna terindah. Jika hu kum memberi kepastian dan poli tik memberi jalan capaian kepentingan, etika membingkai ma nusia untuk melakukan pi lihan-pilihan baik-buruk atau pantas-tidak pantas yang mem buat manusia menjadi beradab.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perbedaan kontras manusia daripada makhluk Tuhan lainnya justru terletak pada kesadaran etik, selain kesadaran nalar. Nilai kesatriaan dan kesetiaan bagi setiap Muslim sungguh merupakan kekayaan ruhani yang terpantul dalam sikap dan tindakan yang berani menjunjung tinggi kebenaran di atas lainnya meski harus mengorbankan jiwa dan permata dunia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pantulannya tecermin dalam kata sejalan tindakan. Orang Jepang mempraktikkan hidup samurai, demikian pula bangsabangsa lain yang memiliki ka rak ter sebagai kesatria. Jika sa lah, berani mundur meskipun tak diminta. Bila ingkar janji, berani ambil risiko sendiri meski harus kehilangan jabatan dan lumbung uang. Bukan karakter pemulung takhta dan harta dengan membenamkan kehormatan diri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika warga dan elite bangsa di seluruh penjuru bumi memiliki sifat al-fata wa al-wafa, akan damai, makmur, dan adil setiap negeri. Hukum, politik, dan berbagai transaksi apa pun tidak akan diakali dan dimanipulasi ka rena pelakunya tepercaya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebaik apa pun sistem manakala manusianya culas dan tak memiliki kehormatan diri, semua hal dapat diperjualbelikan dan diselewengkan. Uang, kekuasaan, dan hal-hal yang serbaduniawi sering kali menggerus nilai-nilai etik sehingga manusia kehilangan kemuliaan dan kehormatan diri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dunia akan terasa indah oleh perangai-perangai yang serbaetik. Hans Kung dan kawan-kawan telah lama mengumandangkan pentingnya nilai-nilai etik ( global etics) untuk menjadi oase atas arah dunia saat ini yang serbakeras, ganas, memangsa, dan menghancurkan. Agama dan kalangan umat beragama semestinya menjadi kekuatan kanopi suci dan memberi harapan bagi masa depan dunia yang lebih damai, adil, makmur, bermartabat, dan mencerahkan semua orang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukankah misi Nabi akhir zaman adalah memuliakan akhlak dan menjadikan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam? Ketika suatu bangsa kehilangan pertimbangan-pertimbang an etik dan hanya mengandalkan serbakeperkasaan, tunggulah ambang kehancuran.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada zaman Yunani Kuno, orang-orang Sparta diajarkan mencuri sebagai latihan mengasah tipu muslihat dalam menghadapi musuh. Namun, tradisi mencuri, muslihat, dan dusta itu kemudian menjadi racun laksana senjata makan tuan. Lalu, lahirlah hukum dan kontrak sosial s bagai pengekang, tetapi kedua tatanan itu rapuh karena manusia telanjur ganas dan licik. Akhirnya, peradaban Sparta yang digdaya itu jatuh dan menjadi puing sejarah.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id//berita/dunia-islam/hikmah/12/04/23/m2wlra-inilah-ciri-kehormatan-seorang-muslim" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Haedar Nashir/Heri Ruslan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dikutip dari refleksi Harian Republika, Edisi Ahad 15 April 2012 dengan judul "Kemuliaan di Hudaibiyah".&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWt4G7ErZ-1DW9MLRB_jvjMmFT1S3T6ONwLcUn6XUGhftAMFfcfg_M61Y_5kfx1hgGpGpqFqJMLN6iwQtMpHk2XxniIwQDftiskAlGRuPP1D1n5g_RrUhQFnR-oX-3cz4YAP5P65By9BQ/s72-c/nabi-muhammad-saw.jpg" width="72"/></item><item><title>Mengingatkan Keutamaan Hari Jum'at Agar Semangat Meraih Keutamannya</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/04/mengingatkan-keutamaan-hari-jumat-agar.html</link><category>Ibadah</category><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Fri, 20 Apr 2012 08:53:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-933443938378011573</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhw-qpGNSg3qwyzJqmzkHLrIbZ84jnc0Ut_uFEwHnotwczVbPHiKMXODhuRi_AtAfAwH2v23qYB14hmdncb2CO53Q0QJ04XkzxXT4ZFcSxm_FEi-Femr5fcIu3m4VJo5s7suuRlWiSv5Os/s1600/masjid..jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhw-qpGNSg3qwyzJqmzkHLrIbZ84jnc0Ut_uFEwHnotwczVbPHiKMXODhuRi_AtAfAwH2v23qYB14hmdncb2CO53Q0QJ04XkzxXT4ZFcSxm_FEi-Femr5fcIu3m4VJo5s7suuRlWiSv5Os/s200/masjid..jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah Ta'ala berfirman,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;b&gt;Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui&lt;/b&gt;." (&lt;b style="color: blue;"&gt;QS. Al-Jumu'ah: 9&lt;/b&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari jumat adalah hari yang agung di sisi Allah Ta'ala. Allah telah mengistimewakan hari jumat bagi kaum muslimin dan menjadikannya sebagai hari raya perpekan untuk mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada hari itu, Allah mewajibkan shalat Jum'at dan khutbahnya. Memerintahkan kepada mereka agar bersama-sama mendatanginya untuk menyatukan hati dan membina persatuan mereka. Fungsi lainnya, kegiatan Jum'atan menjadi media taklim (pengajaran) untuk orang jahil di antara mereka, dan untuk memberikan peringatan bagi yang lalai. Juga sebagai media meluruskan orang yang menyimpang. Oleh sebab itu, Allah mengharamkan semua kesibukan dengan urusan dunia dan setiap aktifitas yang memalingkan dari menghadiri Shalat Jum'at saat sudah dikumandang panggilan Shalat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah telah menyediakan janji istimewa bagi hamba-Nya yang memuliakan hari tersebut dengan pahala yang besar ampunan dosa selama satu pekan. Yakni apabila ibadah Jum'at yang dikerjakan hamba tersebut baik dan menghiasinya dengan syarat-syarat kesempurnaanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan dari Aus bin Aus Radliyallah 'Anhu, berkata, "aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;b&gt;Barangsiapa mandi pada hari Jum'at, berangkat lebih awal (ke masjid), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan tidak berbuat lagha (sia-sia), maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun.&lt;/b&gt;" (&lt;b style="color: blue;"&gt;HR. Abu Dawud no. 1077, al-Nasai no. 1364 Ahmad no. 15585&lt;/b&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan dari Salman Radliyallah 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;لَا يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَيَتَطَهَّرُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ وَيَدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ أَوْ يَمَسُّ مِنْ طِيبِ بَيْتِهِ ثُمَّ يَخْرُجُ فَلَا يُفَرِّقُ بَيْنَ اثْنَيْنِ ثُمَّ يُصَلِّي مَا كُتِبَ لَهُ ثُمَّ يُنْصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ الْإِمَامُ إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;b&gt;Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum’at dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyaknya atau mengoleskan minyak wangi yang di rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan khutbah dengan seksama ketika imam berkhutbah, melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara Jum’at tersebut dan Jum’at berikutnya.&lt;/b&gt;" (&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;HR. Bukhari &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Shahih-nya, no. 859&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada hari Jum'at terdapat satu waktu yang mubarakah (diberkahi) yang ditunjukkan oleh hadits shahih dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah membicarakan tentang hari Jum'at lalu beliau bersabda,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَقَالَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;b&gt;Sesungguhnya pada hari Jum'at itu terdapat satu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim berdiri berdoa memohon kebaikan kepada Allah bertepatan pada saat itu, melainkan Dia akan mengabulkannya." Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya, -yang kami pahami- untuk menunjukkan masanya yang tidak lama (sangat singkat).&lt;/b&gt;" (&lt;b style="color: blue;"&gt;Muttafaq 'Alaih&lt;/b&gt;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv3zIHPTsiOfAD6ZPGkLTBSZcn7RRk1gHrByg2sImzIu7OLd21Qhod6MpBEcC7kY25cJmYdZlVMecc7Rtmys7Z_SHeo02jOA1BhQFIQfgspIRVnZWPX25Rg28cb5lbBAfMOC6UbK2vZ_k/s1600/keutamaan_jumat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv3zIHPTsiOfAD6ZPGkLTBSZcn7RRk1gHrByg2sImzIu7OLd21Qhod6MpBEcC7kY25cJmYdZlVMecc7Rtmys7Z_SHeo02jOA1BhQFIQfgspIRVnZWPX25Rg28cb5lbBAfMOC6UbK2vZ_k/s320/keutamaan_jumat.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka hendaknya kita menyibukkan diri dengan berbagai bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah, berbekal diri dengan takwa, amalan-amalan sunnah, zikir, doa, dan memperbanyak shalawat kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Aus bin Aus Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ قَالَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرَمْتَ قَالَ يَقُولُونَ بَلِيتَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;b&gt;Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum'at. Karenanya perbanyaklah shalawat atasku pada hari itu, karenasesungguhnya shalawat kalian akan disampaikan kepadaku. Aus berkata: para shahabat berkata: "Ya Rasulallah, bagaimana shalawat kami atasmu akan disampaikan padamu sedangkan kelak engkau telah lebur dengan tanah?" Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab: "Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi memakan jasad para Nabi.&lt;/b&gt;" (&lt;b style="color: blue;"&gt;HR. Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dengan sanad yang shahih&lt;/b&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hendaknya pada hari itu, kaum muslimin mengosongkan hati dari memikirkan kesibukan duniawi, lalu menyibukkan diri dengan taubat dan istighfar, zikir, bertasbih dan membaca Al-Qur'an. Khususnya membaca surat al-Kahfi, seperti yang ditunjukkan hadits dari Abu Sa'id al-Khudri Radhiyallahu 'Anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;b&gt;Siapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul 'Atiq.&lt;/b&gt;" (&lt;b style="color: blue;"&gt;HR. Al-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736 dan Shahih al-Jami’, no. 6471&lt;/b&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu 'Anhu,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;b&gt;Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi di hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum'at.&lt;/b&gt;" (&lt;b style="color: blue;"&gt;HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang anjuran membaca surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’, no. 6470&lt;/b&gt;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0Q86Mj885Unh5FIa0dz242VKXinZvV8phRtvCrcgf-u-SXCdA6HGCi2PDdYta2-fFvNG1xdhZ8DxwLGURhgrNR90RJrSEWQpCOXkzSitPoVpdWUaMWm_ZTA2Azmgty4BRZTS9tzC3h_M/s1600/kahfi_jumat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0Q86Mj885Unh5FIa0dz242VKXinZvV8phRtvCrcgf-u-SXCdA6HGCi2PDdYta2-fFvNG1xdhZ8DxwLGURhgrNR90RJrSEWQpCOXkzSitPoVpdWUaMWm_ZTA2Azmgty4BRZTS9tzC3h_M/s320/kahfi_jumat.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari Jum'at merupakan hari yang agung di antara hari-hari lainnya. Di dalamnya banyak berkah dan karunia. Selayaknya hamba muslim giat dan sungguh-sungguh memanfaatkan hari tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila selesai shalat Jum'at maka bertebaranlah di muka bumi mencari karunia Allah dengan menjalin silaturahim, menjenguk orang sakit, dan banyak mengingat Allah sebagaimana firman-Nya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;b&gt;Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.&lt;/b&gt;" (&lt;b style="color: blue;"&gt;QS. Al-Jum'ah: 10&lt;/b&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang senantiasa mendapat hidayah darinya sehingga mengatahui setiap kebaikan yang diperintahkan agama kita dan diberi kuasa mengerjakannya. Sesungguhnya karunia Allah yang disediakan untuk hamba-hamba-Nya sangatlah banyak. Sebagiannya boleh jadi sudah kita ketahui sehingga kita semangat dan berusaha meraihnya. Namun boleh jadi di antara kita masih kurang mengatahuinya, sehingga ia tak terlalu mempedulikannya. Salah satunya karunia Allah yang di adakan pada hari Jum'at. Wallahu Ta'ala A'lam. [&lt;a href="http://www.voa-islam.com/islamia/ibadah/2012/03/08/18072/mengingatkan-keutamaan-hari-jumat-agar-semangat-meraih-keutamannya/" target="_blank"&gt;PurWD/voa-islam.com]&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhw-qpGNSg3qwyzJqmzkHLrIbZ84jnc0Ut_uFEwHnotwczVbPHiKMXODhuRi_AtAfAwH2v23qYB14hmdncb2CO53Q0QJ04XkzxXT4ZFcSxm_FEi-Femr5fcIu3m4VJo5s7suuRlWiSv5Os/s72-c/masjid..jpeg" width="72"/></item><item><title>Rajin Shalat Jum'at Tapi "JANGAN" Meninggalkan Shalat-shalat Lainnya.</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/04/rajin-shalat-jumat-tapi-jangan.html</link><category>Ibadah</category><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Fri, 20 Apr 2012 08:37:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-304135773461974910</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4pXNuShQQ2NVKrQHx5FfmvSV1f7MEdREqt4fq5qLKi8iQR16qE0PJbkTumjIokJ5PGxbeD8gxfA8WybjALTYKweejCUXzmTJY5zYIUnpeM4bg_00T1EEgb1l_OC3Wooq6LOjBxRzC0oc/s1600/Masjid.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4pXNuShQQ2NVKrQHx5FfmvSV1f7MEdREqt4fq5qLKi8iQR16qE0PJbkTumjIokJ5PGxbeD8gxfA8WybjALTYKweejCUXzmTJY5zYIUnpeM4bg_00T1EEgb1l_OC3Wooq6LOjBxRzC0oc/s200/Masjid.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Shalat Jum'at, bagi kaum muslimin, merupakan ibadah yang agung. Kareta waktu dan tempatnya yang terbatas, juga tata caranya memiliki kekhususan dari pada shalat-shalat wajib lainnya, sehingga apapun kondisinya mereka meluangkan waktu untuk mendatangi masjid, tempat diadakannya shalat Jum'at.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian orang muslim ada yang menyikapi shalat Jum'at demikian perhatian, namun tidak pada shalat wajib lainnya. Shalat-shalat lima waktu kurang mendapat perhatian. Bukan hanya tidak shalat tepat waktu dan berjama'ah, bahkan sering meninggalkannya. Bagaimana hukum orang yang menjalankan shalat Jum'at tapi tidak mengerjakan shalat-shalat lima waktu dengan kontinyu?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syaikh Khalid Abdullah al-Mun'im al-Rifa'i menjawab masalah ini di islamway.com, dengan title: Hukmu Man Yushalli al-Jumu'ah Duuna Baaqi al-Shalawat. Berikut isi dari jawaban beliau:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendapat paling rajah dari perkataan para ulama bahwa orang yang meninggalkan shalat telah keluar dari Islam (kafir).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para ulama yang berpandangan kafirnya orang yang meninggalkan shalat berikhtilaf tentang jumlah shalat yang meninggalkannya menyebabkan kekafiran, apakah itu satu shalat, dua shalat atau lebih? Atau menjadi kafir dengan meninggalkan shalat secara keseluruhan?. Imam Ahmad dan Ishaq bin Rahawaih berpendapat, dikafirkan karena meninggalkan satu shalat saja sehingga habis waktunya dan waktu untuk menjama'nya (maksudnya: shalat yang bisa dijama' dengannya, seperti Ashar bersama Zuhur, Maghrib dengan Isya'), inilah pendapat yang rajib (kuat), karena dalil-dali tentang meninggalkan shalat tidak membedakan antara orang yang meninggalkan dan selainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syarat habisnya waktu untuk menjama'nya didasarkan pada hadits Abu Dzar, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepadaku,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;كَيْفَ أَنْتَ إِذَا كَانَتْ عَلَيْكَ أُمَرَاءُ يُؤَخِّرُونَ الصَّلَاةَ عَنْ وَقْتِهَا أَوْ يُمِيتُونَ الصَّلَاةَ عَنْ وَقْتِهَا قَالَ قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي قَالَ صَلِّ الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا فَإِنْ أَدْرَكْتَهَا مَعَهُمْ فَصَلِّ فَإِنَّهَا لَكَ نَافِلَةٌ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Bagaimana sikapmu jika pemimpin-pemimpinmu mengakhirkan shalat dari waktunya atau mengeluarkan  pelaksanaan shalat dari waktunya? " Ia menjawab, "Aku berkata: Apa yang Anda perintahkan kepada-ku?" Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Shalatlah pada waktunya, lalu jika engkau mendapatinya bersama mereka, maka shalatlah, sesungguhnya itu menjadi nafilah bagimu." (HR. Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Mardawi berkata dalam Al-Inshaf, dan perkataannya: Dan jika meninggalkannya karena meremehkannya, bukan menentannya, maka diseru untuk mengerjakannya. Jika ia menolak sehingga tinggal sangat sedikit waktu yang sesudahnya, maka wajib membunuhnya. Inilah madhabnya dan disepakati mayoritas sahabatnya."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau berkata dalam al-Furu': Ia telah dipilih oleh mayoritas, al-Zarkasyi berkata: dan ini adalah yang masyhur."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Ishaq berkata, "Dan hilang (habis)-nya waktu sampai diakhirkannya Zuhur hingga terbenamnya matahari, dan Maghrib hingga terbitnya Fajar. Sesungguhnya dijadikan akhir waktu-waktu shalat apa yang telah kami sifatkan, karena Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjama' dua shalat di Arafah dan Muzdalifah, juga dalam safar. Beliau melaksanakan salah satunya di waktu yang lain. Maka saat Nabi shalat yang pertama di waktu yang kedua dalam satu kondisi, dan yang kedua pada waktu yang pertama pada kondisi, maka waktu keduanya menjadi satu waktu dalam kondisi uzur (ada halangan). Hal ini sebagaimana diperintahkan bagi wanita haid, apabila telah suci sebelum terbenamnya matahari agar ia shalat Zuhur dan Ashar. Jika telah suci di penghujung malam, agar mengerjakan shalat Maghrib dan Isya'."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan dalam Kitab Al-Shalah milik Imam al-Marwazi disebutkan, "Ibnu al-Mubarak berkata: Siapa yang mengakhirkan satu shalat sehingga habis waktunya dengan sengaja tanpa ada uzur maka ia telah kafir."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abu Muhammad Ibnu Hazm berkata dalam Al-Muhalla, "Sungguh telah datang keterangan dari Umar, Mu'adz, Adburrahman bin Auf, Abu Hurairah dan sahabat lainnya, bahwa orang yang meninggalkan shalat fardhu sekali saja dengan sengaja sehingga habis waktunya, maka ia seorang kafir murtad."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;. . . sesungguhnya orang yang menjaga (mengerjakan) shalat Jum'at saja, maka ia kafir dan murtad. . .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abu Umar Abdulbarr: Dan Ibrahim al-Nakha'i, al-Hakam bin Utbah, Ayyub al-Sakhtiyani, Ibnu al-Mubarak, Ahmad bin Hambal, dan Ishaq bin Rahawaih, mereka berkata: Siapa meninggalkan satu shalat saja dengan sengaja sehingga terlewat (habis) waktunya tanpa udzur, dan menolak mengqadha' dan mengerjakannya serta berkata: Aku tidak shalat; maka ia telah kafir, halal darah dan hartanya, ahli warisnya yang muslim tidak mewarisi darinya, ia diberi taubat; jika tidak (mau taubat) ia dibunuh, sedangkan hukum hartanya yang telah kami sebutkan seperti hukum harta orang murtad. Abu Dawud al-Thayalisi, Abu Hanifah, dan juga berpendapat dengan ini."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lihatlah perkataan-perkataan ulama lainnya dalam kitab Al-Shalah milik Ibnu al-Qayyim, dan Tharh al-Tatsrib milik Ibnu al-Iraqi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan pendapat yang kami rajihkan (kuatkan): sesungguhnya orang yang menjaga (mengerjakan) shalat Jum'at saja, maka ia kafir dan murtad. Pendapat inilah yang juga dirajihkan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syaikh Utsaimin berkata, "Laki-laki ini (yang shalat Jum'at saja) saya tidak meyakini bahwa shalatnya itu ibadah, oleh karenanya ia menjalankan shalat Jum'at sebagai kebiasaan karena ia mengenakan baju (bagus), berhias, memakai wewangian, dan pergi (berkendaraan)." (Selesai jawaban)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;. . . Laki-laki ini (yang shalat Jum'at saja) saya tidak meyakini bahwa shalatnya itu ibadah, . . . (kata Syaikh Utsaimin)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penutup&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Shalat merupakan ibadah utama dalam Islam sesudah ikrar dua Kalimat Syahadat. Ia amal pertama yang kan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat. Jika shalatnya baik maka bisa dipastikan baik pula amal lainnya. Sebaliknya, jika buruk maka menjadi pertanda buruk amal-amal lainnya. Sehingga selayaknya seorang muslim memperhatikan dan menjaga urusan shalat, khususnya yang wajib, secara keseluruhan dan tidak merehkannya walau satu shalat saja. Wallahu a'lam. [&lt;a href="http://www.voa-islam.com/islamia/ibadah/2012/03/16/18214/rajin-shalat-jumat-tapi-meninggalkan-shalatshalat-lainnya-jangan/" target="_blank"&gt;PurWD/voa-islam.com&lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4pXNuShQQ2NVKrQHx5FfmvSV1f7MEdREqt4fq5qLKi8iQR16qE0PJbkTumjIokJ5PGxbeD8gxfA8WybjALTYKweejCUXzmTJY5zYIUnpeM4bg_00T1EEgb1l_OC3Wooq6LOjBxRzC0oc/s72-c/Masjid.jpeg" width="72"/></item><item><title>Belajar Cinta kepada Khadijah radhilallahu ‘anha</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/03/belajar-cinta-kepada-khadijah.html</link><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Wed, 7 Mar 2012 23:12:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-6142321394939112575</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcxUsgCuuKgxJNX-OPjMqEzZ1jhfMV6YGwRiqTDw1laTcn-vHfZkty_uLPXuV82C3ZvGFzruWqd8VpX1HtumZ-lX8a9JfLLUVI6LWB8aIMP4h3q4zyF3MeDoarU8VIM7rgkrPY-zV32e4/s1600/tulip_wallpaper-.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcxUsgCuuKgxJNX-OPjMqEzZ1jhfMV6YGwRiqTDw1laTcn-vHfZkty_uLPXuV82C3ZvGFzruWqd8VpX1HtumZ-lX8a9JfLLUVI6LWB8aIMP4h3q4zyF3MeDoarU8VIM7rgkrPY-zV32e4/s200/tulip_wallpaper-.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sebaik-baik wanita pada jamannya adalah Maryam putri Imran dan sebaik-baik wanita dari umatnya adalah Khadijah.” (HR. Bukhari Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika ada perempuan yang mampu membuat Aisyah cemburu besar, maka ia adalah Khadijah. Jika ada perempuan yang mampu membuat Rasulullah SAW mengingatnya sepanjang waktu bahkan ketika beliau dengan isteri-isterinya, maka Khadijah lah orangnya, dan dengan Khadijah lah Rasulullah SAW bermonogami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah tentang wanita mulia Ummul-Mukminat Khadijah RA merupakan kisah yang penuh dengan kemuliaan, kisah yang penuh dengan teladan. Tinta-tinta sejarah telah mencatat keistimewaan yang dimilikinya. Ia meninggalkan teladan indah untuk para mukminah, bukan hanya dalam berakhlakul-karimah tetapi juga bagaimana ia beribadah, berkeluarga, dan bermuamalah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segala keistimewaan yang dimilikinya menjadikan ia perempuan beruntung sepanjang masa. Ia mendapatkan cinta sejati dari kekasih Allah. Bahkan ia wanita pertama yang yang mendapatkan berita masuk surga serta mendapatkan ucapan salam dari Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keistimewaan tersebut sesungguhnya tidak serta merta datang kepada ibunda kita Khadijah, namun hal tersebut karena ia begitu mempesona. Ia dengan penuh kerelaan mengorbankan harta dan jiwanya untuk dakwah Rasulullah SAW. Dengan kematangan, kebijaksanaan, dan integritas dirinya, Khadijah menyokong, membangkitkan tekad, dan mengobarkan semangat dakwah Rasul. Cintanya yang besar mampu memberikan yang terbaik kepada Rasulullah SAW sehingga sang suamipun amat mencintainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhlak Khadijah semestinya dijadikan gambaran bagaimana semestinya seorang isteri bersikap kepada suaminya, sehingga sang isteri menjadi perempuan yang mampu memberikan kebahagiaan kepada keluarganya dan akhirnya terbentuklah keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Berikut di bawah ini beberapa sifat Khadijah yang dapat dijadikan uswah bagi para isteri dalam usahanya untuk menjadi perempuan istimewa bagi suaminya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menerima suami apa adanya. Inilah teladan yang pertama yang diajarkannya. Sebagaimana yang tercatat dalam sejarah, Khadijah merupakan wanita kaya raya di seantero Mekkah. Dengan harta dan kecantikan yang dimilikinya banyak laki-laki yang hendak meminangnya. Tetapi Khadijah lebih memilih Muhammad yang tidak memiliki apa-apa. Kemiskinan Muhammad tidak membuat Khadijah malu. Ia begitu mencintai dan menerima Muhammad apa adanya. Bagi Khadijah harta bukanlah segalanya, namun kebaikan dan kesalihan Rasulullah-lah yang menjadi pilihan utamanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selalu ada ketika suami membutuhkan. Selama bersama Rasulullah, Khadijah selalu bersama dengan beliau dalam suka dan duka. Bahkan ketika terjadi pemboikotan yang dilakukan oleh orang Quraisy, ia menjadi teman yang sangat setia. Tidak sedikitpun ia mengeluh atas semua yang terjadi pada keluarganya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penuh kasih sayang dan perhatian terhadap suami. Inilah sesungguhnya yang diperlukan oleh para suami, termasuk Rasulullah SAW. Khadijah perempuan yang memiliki cinta suci ini mampu mencurahkan perhatian dan kasih sayangnya kepada Rasulullah SAW sehingga beliau tidak pernah menyakiti isteri yang sangat dicintainya itu. Rasulullah SAW bahkan bersabda, “Sesungguhnya aku telah diberi karunia dengan cintanya Khadijah kepadaku” (HR Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rela berkorban demi membela suami. Khadijah mengajarkan kita untuk belajar memberikan yang terbaik kepada suami, berusaha memberikan semua yang dimiliki jika suami membutuhkan. Dengan kedermawanannya, Khadijah sanggup memberikan hartanya demi kepentingan dakwah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bersabda, “(Khadijah) beriman ketika orang-orang kafir kepadaku, dia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku, dan dia membantuku dengan hartanya ketika orang-orang menghalangiku”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkata bijak dan menenangkan. Keistimewaan Khadijah yang lain adalah memiliki sikap lembut dalam bertutur kata dan bersikap bijaksana sehingga yang dikeluarkan dari lisannya hanyalah perkataan lembut dan menenangkan hati Rasulullah SAW. Perhatikanlah tutur kata Khadijah ketika terjadi peristiwa turun wahyu pertama yang membuat Rasulullah SAW lari ketakutan, Khadijah berkata, “Jangan khawatir, berbahagialah, sesungguhnya Allah tidak mungkin akan menghinakanmu dengan kejadian itu. Selama ini engkau selalu menyambung silaturahmi, jujur dalam berbicara, meringankan beban orang lain yang kesusahan, membantu orang lemah, menghormati tamu, dan mendukung setiap hal yang mengandung kebenaran”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendidik anak-anak dengan baik. Salah satu keistimewaan Khadijah dibanding isteri-isteri Rasulullah yang lain adalah dari Khadijahlah Rasullah SAW mendapatkan keturunan. Nabi SAW besabda, “Allah mengaruniaiku anak darinya ketika Dia tidak memberiku anak dari isteri-isteriku yang lain”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan hanya itu saja. Walau usianya sudah tua, ia mampu mendidik putra-putri mereka dengan penuh cinta dan kemuliaan hingga putra-putri Rasulullah memiliki akhlak yang baik dan keimanan yang kuat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bergaul baik dengan suami. Tidak pernah diceritakan kisah yang jelek mengenai pernikahan Khadijah dan Rasulullah SAW. Hal ini menunjukan pergaulan yang baik di antara keduanya. Keduanya paham mengenai hak dan kewajiban masing-masing sehingga tenanglah rumah tangga beliau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tawakal dan sabar. Inilah yang dilakukan Khadijah sebagai seorang isteri yang suaminya pada saat itu menjadi bulan-bulanan penghinaan masyarakat Quraisy. Tawakal dan bersabar menghadapi semuanya telah memberikan energi positif bukan hanya bagi Khadijah, tetapi juga terhadap Rasulullah SAW sehingga ia kuat menghadapi semuanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Khadijah adalah perempuan agung. Dengan segala kelebihan yang dimilikinya, ia mampu membuat Rasulullah SAW begitu mencintainya. Bahkan ketika Khadijah telah tiada pun Rasulullah SAW masih sering mengingatnya. Pernah suatu waktu Rasulullah SAW berkata kepada Aisyah, ” Allah tidak memberiku pengganti yang lebih baik daripada dia”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beruntung sekali menjadi Khadijah. Ia mendapatkan dua cinta agung, cinta Allah SWT dan cinta kekasih Allah. Sebagian sifat-sifat Khadijah di atas hanyalah bagian kecil dari kecemerlangan yang dimilikinya sebagai wanita. Jika kita menginginkan hal tersebut sudah sepatutnya kita meneladani Ummul-Mukminat Khadijah radhiallahu ‘anha. Semoga kelak kita menjadi tetangga beliau di surga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Penulis: H. Akbar&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;sumber: arrafiyah-arrafiyah blog&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(zafaran/muslimahzone.com)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcxUsgCuuKgxJNX-OPjMqEzZ1jhfMV6YGwRiqTDw1laTcn-vHfZkty_uLPXuV82C3ZvGFzruWqd8VpX1HtumZ-lX8a9JfLLUVI6LWB8aIMP4h3q4zyF3MeDoarU8VIM7rgkrPY-zV32e4/s72-c/tulip_wallpaper-.jpg" width="72"/></item><item><title>Sara Bokker: Menemukan Islam, “Islam Adalah Jalan Hidup, Akhirnya Aku Bebas!</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/03/sara-bokker-menemukan-islam-islam.html</link><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Wed, 7 Mar 2012 23:02:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-8471337754866771305</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEin2EUJ9xPhiIQ2yenbWLltrLwLxjE5FscpbghII1gcJY__Ghzyg-N-cNSXfedBx_UUNJzzOrytONZWtvNmKYzqe8eBw9tSY1ckM3e81quiLnP_GmGUDIzD_e-OWgU0FF3vZRAnOa_ryNg/s1600/arabian-niqab4.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="178" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEin2EUJ9xPhiIQ2yenbWLltrLwLxjE5FscpbghII1gcJY__Ghzyg-N-cNSXfedBx_UUNJzzOrytONZWtvNmKYzqe8eBw9tSY1ckM3e81quiLnP_GmGUDIzD_e-OWgU0FF3vZRAnOa_ryNg/s200/arabian-niqab4.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sara Bokker, seorang wanita Barat, asal Amerika Serikat, mantan artis, aktivis feminis liberal, model, yang hidup layaknya seperti para wanita Barat dalam gaya hidupnya, memeluk Islam setelah perjalanan panjang mencari kebenaran. Sebelumnya sebuah artikel tulisannya “Aku lepaskan bikini untuk Niqab, akhirnya aku bebas” yang telah diterjemahkan dan dipublikasikan oleh tim arrahmah.com yang berjudul asli “Why i shed bikini for Niqab: The new symbol of women’s liberation” yang sangat menyentuh dan menginspirasi, terkhusus bagi kaum hawa. Berikut ini, adalah artikel lain yang ditulis oleh Sara yang berjudul asli “How Sara Bokker Found Islam”, ditulis pada tahun 2008, berikut artikel ukhti Sara yang berhasil diterjemahkan oleh tim &lt;a href="http://muslimahzone.com/"&gt;Muslimahzone.com&lt;/a&gt;, semoga dapat lebih menginspirasi muslimah pada khususnya dan masyarakat pada umumnya:&lt;/div&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Bagaimana Sara Bokker menemukan Islam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tumbuh di  kota kecil di South Dakota, Amerika Serikat, yang aku pernah berhubungan hanya dengan agama yang ada di berbagai denominasi Kristen.  Aku dan keluargaku kadang-kadang menghadiri gereja Lutheran, didorong oleh ibuku, dan akhirnya aku membenarkan Lutheran. Aku percaya Tuhan, tetapi aku tidak percaya pada semua “barang gereja”: bernyanyi, menyembah gambar salib dan Yesus, dan memakan “tubuh dan darah Kristus”. Hal itu hanya tidak masuk akal bagiku.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepanjang yang dapat ku ingat, sesuatu selalu hilang. Ada lubang di hatiku, kesedihan yang besar ini dan kegelapan kesendirian yang merasuki setiap sel dalam tubuhku, pikiran, dan jiwa. Tidak ada yang dapat mengisi lubang itu, dan kesakitan tak kunjung pergi. Aku beralih ke alkohol di usia yang sangat muda untuk mati rasa sedalam itu, menderita sakit. Tetapi itu hanya sementara, dan ini bahkan selalu membuatku merasa lebih buruk setelah kematian rasa itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kejauhanku dari keluargaku dan setiap orang di sekitarku meningkat seiring dengan pertumbuhanku. Aku memilki kemuakan dan kebencian terhadap diriku sendiri, yang menyebabkanku menjadi benar-benar mengerikan terhadap orangtua ku. Semua yang aku ingat, ingin melarikan diri  – melarikan diri dari “darimana aku dan siapa aku”. Bagaimanapun, aku menyadari bahwa tidak peduli sekeras apapun aku mencoba, aku tidak dapat melarikan diri dari “siapa aku”. Makanya, aku memutuskan untuk melakukan apa yang dapat membuatku melarikan diri dari diriku sebelum aku menghancurkan diriku.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Aku menjadi seorang budak dalam pandanganku. Aku telah termakan oleh ini semua.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku keluar dari tempat kuliahku dan meninggalkan South Dakota ke Florida sendirian ketika aku berusia 19 tahun. Siap untuk membuat sebuah permulaan yang baru di lingkungan baru yang menggairahkan, aku menemukan sedikit kebahagiaan untuk sebuah periode singkat dari waktu. Tetapi hal itu dangkal. Rasa sakit itu dan kesedihan, lubang di hatiku, masih ada.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku telah menghabiskan bertahun-tahun untuk sesuatu yang dapat menyembuhkan diriku. Aku beralih ke psikologi, pertolongan sendiri dengan buku-buku dan rekaman dan latihan, semua yang benar-benar membantuku dalam urusan yang besar. Beberapa pekerjaanku memungkinkakku untuk mendapatkan beberapa uang dengan mudah, maka itu habis secepat mendapatkannya, “terimakasih atas belanja dan pesta”.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan tujuan untuk tetap bersama setiap orang, aku mengambil kartu kredit – kartu kredit yang banyak – dan aku menemukan diriku tenggelam lebih dalam dan lebih dalam lagi di dalam hutang, tetapi tidak begitu peduli karena aku merasa hanya hidup untuk satu hari. Aku juga terjepit dalam pandanganku. Ini menghabiskan banyak waktu dan uang untuk tampil baik. Aku menjadi seorang budak dalam pandanganku. Aku telah termakan oleh semua ini: Penata rambut, gym, mall, dsb. Setelah semua itu, aku sebagaimana pandangaku, atau jadi apa yang aku pikirkan. Dan aku hanya tahu aku akan bahagia jika setiap orang memandangku, jika aku mendapatkan perhatian. Dan aku mendapatkan perhatian, tetapi aku benci!, ini membuatku sengsara. Jadi apa yang dapat membuatku bahagia? Aku masih mencarinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku menemukan cinta, dan itu membuatku sedikit bahagia. Kemudian aku mulai melihat kea rah keagamaan, semua macam dan tipe keagamaan. Cukup menarik, aku menemukan ada beberapa yang menjadi “kebenaran universal” di banyak agama. Terlihat berbeda, tetapi intinya sama. Cintaku untuk semua kemanusiaan dan kedamaian di dalam hatiku meningkat tajam seiring pencarian dan pertumbuhan spiritualku. Aku menjadi sangat tertarik di bidang “studi metafisika”, dan beberapa tipe mediasi Timur dan yoga. Aku paling mengagumi hal-hal ini. Bagaimanapun, aku menginginkan lebih. Aku ingin seseorang memberitahuku dengan tepat apa yang harus dilakukan dan bagaimana untuk melakukannya. Aku butuh aturan dan struktur. Dan aku tidak mendapatkan itu di fakta lapangan yang sangat liberal ini, abstrak, dan bebas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya aku kembali ke perkuliahan, dan itu membuatku jauh lebih baik tentang diriku. Aku mengembangkan keinginan besar pada hubungan internasional dan setelah aku belajar kebenaran buruk tentang “Sejarah Amerika” dan “Kebijakan Luar Negeri AS”, aku terkejut dengan semua ketidakadilan ini, rasisme, dan penindasan. Itu menyakiti hatiku. Aku telah sangat menyedihkan oleh penderitaan di dunia ini. Aku memutuskan, aku harus melakukan sesuatu untuk ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku hanya terlalu keras kepala untuk mengajukan salah satu cara untuk menjadi Muslim. Aku memulai  jaringan dengan mendidik sekolah menengah lokal dan mahasiswa tentang ketidakadilan di Timur Tengah, dan akhirnya aku mulai mengorganisir para aktivis lokal untuk pergi ke Washington DC, untuk memprotes perang yang akan datang di Irak. Selama proses ini, aku berjumpa dengan seorang pria yang mengagumkan – seorang muslim – yang juga melakukan hal yang sama. Aku tidak pernah melihat seseorang yang telah mendedikasikan hidupnya untuk penyebab yang juga aku sangat peduli  – keadilan dan hak asasi manusia. Dia telah memulai organiasinya, yang aku menjadi sukarelawan, karenanya aku dapat belajar darinya dan membantu perjuangannya. Karena kami bekerja bersama, dia berbagi kepadaku tentang sejarah Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wa salam, para sahabatnya, dan peradaban yang mengagumkan dari Islam – satu-satunya contoh dari keadilan masyarakat di planet ini. Aku terkejut mendengar sejarah-sejarah ini, karena aku tidak tahu apa-apa tentang sejarah ini. Aku menjadi terpikat oleh Islam dan membaca banyak tentangnya, akhirnya aku membaca Al Qur’an.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku menemukan di dalam Islam, kebenaran yang aku sedang cari. Akhirnya semuanya masuk akal. Bagaimanapun, aku merealisasikan banyak kesalahpahaman dan klise yang aku bahkan tidak menyadarinya. Pertama-tama, aku tidak tertarik pada isu perempuan dan belum mengerti mengapa mereka berpakaian sangat berbeda. Aku dengan tegas mengatakan, “aku tidak akan pernah dapat berpakain seperti itu”, karena aku masih mempunyai  pikiran, “bagaimana aku terlihat adalah aku”.  Maka jika orang-orang tidak dapat melihat bagaimana aku, maka aku bahkan tidak akan pernah ada. Juga, bagaimana tentang “perempuan yang tinggal di rumah dan hanya memperhatikan anak-anak dan perkerjaan rumahtangga dan mendengarkan suaminya?” , ini terlalu banyak bagiku! Tidak ada jalan yang aku dapat mengerti mengapa seorang perempuan harus tinggal di rumah. Siapa dia jika dia tidak ada “diluar sana” mendaki jalanya untuk  “kaca-kaca langit”? Dan mengapa dia harus mematuhi suaminya?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku menemukan jawaban yang indah dari pertanyaan-pertanyaan ini, yang sangat logis dan luar biasa fungsional.  Kalian  lihat, Islam bukan sekedar “sebuah agama”. Islam adalah sebuah jalan sempurna di dalam kehidupan. Di dalamnya, kalian memiliki petunjuk dan jawaban-jawaban bahkan untuk hal yang paling kecil, seperti bagaimana makan dan tidur. Ini mengagumkan!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimanapun, aku masih tidak berkeinginan untuk masuk Islam. Itu terlihat terlalu dini bagiku, terlalu banyak pertanggungjawaban dan aku terlalu keras kepala untuk mengajukan cara bagaimana seharusnya untuk menjadi seorang Muslim. Kemudian pada malam yang dingin di Januari 2003, aku sedang berada di dalam bis kembali dari demonstrasi anti-perang di Washington DC, aku berada dipersimpangan jalan hidupku. Aku benci pekerjaanku dan baru saja meninggalkan suamiku karena kita telah hidup terpisah. Aku telah cukup mengorganisir orang-orang anti-perang. Aku berkata kepada diri sendiri, “apa yang dapat aku lakukan? Apa yang dapat aku lakukan? Aku hanya ingin menjadi seseorang yang baik dan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Tetapi bagaimana? Apa yang harus aku lakukan?”, Tiba-tiba, jawabannnya datang kepadaku: Menjadi Muslim. Itu saja! Sebuah selimut perdamaian memelukku. Aku merasa begitu tenang dan yakin dan penuh dengan kebahagiaan. Tiba-tiba aku mempunyai sebuah tujuan hidup, sebuah alasan untuk ada.&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Hidup tetaplah hidup: ini tidak mudah, tetapi sekarang aku memiliki buku panduan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seminggu kemudian, aku mengucapkan dua kalimat Syahadat di depan publik di sebuah pelataran untuk Masjid baru. Segera setelah aku mengucapkannya, dua pelangi terlihat di langit! Setiap orang yang menyaksikannya sangat terharu dan semua muslimah berdatangan setelah itu memelukku. Aku menangis dari sukacita yang sangat banyak, karena kebanyakan orang disana, bahagia karena memiliki ku di Ummat ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Hari berikutnya, bersemangat untuk menunjukkan kepada dunia, aku seorang Muslim!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pergi ke tempat toko lokal Timur Tengah dimana mereka menjual hijab-hijab yang cantik dan pakaian yang sesuai dengan persyaratan pakaian Muslim. Aku membeli banyak gaun (jilbab) dan kerudung, dan sejak hari itu, aku berpakaian dengan benar. Ahhhhh…akhirnya bebas! Aku telah merusak belenggu fashion dan perbudakan fisik yang diberlakukan oleh masyarakat dangkal. Sejujurnya, aku merasa seperti sebuah beban berat telah terangkat dari pundakku. Aku tidak lagi merasa tertekan untuk berpakaian dan terlihat lebih baik. Akhirnya aku menghargai diriku sendiri dan tidak ada lagi dasar pada penghargaan diriku atas perhatian berdasarkan reaksi dan perhatian orang lain. Ketika banyak yang memandangku dengan pandangan aneh – beberapa dengan rasa kasihan, beberapa dengan rasa marah, dan beberapa dengan rasa penasaran – aku telah mendapatkan penghargaan yang lebih baik dari sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulillah, seorang pria yang mengagumkan yang mengenalkanku kepada Islam menikahiku, tepatnya setelah satu bulan aku menjadi Muslim. Sejak itu, kami melanjutkan pekerjaan kami bersama-sama melawan ketidakadilan di seluruh dunia. Kami telah bepergian ke seluruh Timur Tengah dan hijrah dari Amerika ke Mesir untuk bersama ibu suamiku dan tinggal di lingkungan yang Islami. Alhamdulillah, aku diberkahi dengan sebuah keluarga yang indah, selain itu, keluarga yang lebih besar – Ummat islam – aku dapatkan sejak aku menjadi seorang Muslim.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hidup tetaplah hidup: ini tidak mudah, tetapi sekarang aku mempunyai buku panduan, sebuah struktur, sebuah fondasi. Hati ku telah lengkap. Kesedihan dan kesendirian telah pergi. Sekarang aku merasa, aku adalah bagian. Aku adalah seseorang. Dan aku di rumah, setidaknya untuk saat ini, di dalam milidetik ini yang kita katakan (kehidupan duniawi), hingga aku sampai di akhir, di rumah abadi di akhirat, insya Allah dekat dengan yang Tercinta, Penciptaku, Tuhan Semesta alam, yakni Allah yang Maha Suci dan Maha Agung.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Sara Bokker&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;blockquote class="tr_bq" style="color: blue;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Sara Bokker adalah seorang mantan artis, model di Amerika Serikat, instruktur fitness, dan aktivis. Saat ini Sara adalah seorang direktur komunikasi di The March for Justice, seorang co-founder The Global Sisters Network. Dan produser terkenal Shock &amp;amp; Awe Gallery©. Sara bias dihubungi di srae@marchforjustice.com.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Note: artikel ini diterjemah dengan persetujuan dari ukhti Sara Bokker untuk muslimahzone.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Foto Ilustrasi by türkbeyi01&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Alih bahasa: zafaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEin2EUJ9xPhiIQ2yenbWLltrLwLxjE5FscpbghII1gcJY__Ghzyg-N-cNSXfedBx_UUNJzzOrytONZWtvNmKYzqe8eBw9tSY1ckM3e81quiLnP_GmGUDIzD_e-OWgU0FF3vZRAnOa_ryNg/s72-c/arabian-niqab4.jpg" width="72"/></item><item><title>Mengenali Sosok Ulama Panutan</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/mengenali-sosok-ulama-panutan.html</link><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Thu, 23 Feb 2012 21:51:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-6729755479531875023</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHOkUeuzLJzwHIzjTouAGWVfFHH79PZWkwk8YagkWbNaxFxaG4_xwwlsYPCG0Zsv9hXU9k92zxO0PDafOu8Jre5XyOGOWG9ft0QHUSWr7nqfw2Skzyuh0rnsJzqSDk-kQSA_R1hyFvt-k/s1600/ulamapanutan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="138" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHOkUeuzLJzwHIzjTouAGWVfFHH79PZWkwk8YagkWbNaxFxaG4_xwwlsYPCG0Zsv9hXU9k92zxO0PDafOu8Jre5XyOGOWG9ft0QHUSWr7nqfw2Skzyuh0rnsJzqSDk-kQSA_R1hyFvt-k/s200/ulamapanutan.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;- Standar kebenaran adalah Al-Qur’an, Al-Sunah dan ijma’ ulama. Al-Qur’an dan Al-Sunah dipahami dan diamalkan sesuai pemahaman dan pengamalan para al-salaf al-shalih (generasi shahabat, tabi’in, tabi’u tabi’in) dan para ulama tsiqah yang mengikuti jejak mereka. Barang siapa berpegangan kepada ketiga sumber ajaran Islam ini, ia adalah seorang ahlu sunah wal jama’ah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ قَالَ (تَرَكْتُ فِيْكُمْ شَيْئَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّتِي وَلَنْ يَتَفَرَّقَا حَتىَّ يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,” Telah kutinggalkan di antara kalian dua hal. Kalian tidak akan pernah tersesat sesudah keduanya, yaitu kitabullah dan sunahku. Keduanya tak akan pernah berpisah sampai datang kepadaku di haudh nanti.”&lt;b style="color: blue;"&gt;[1]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فَمَنْ قَالَ بِالْكِتَابِ وَ السُّنَّةِ وَ ْالإِجْمَاعِ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ السُّنَّةِ وَ اْلجَمَاعَةِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;” Barang siapa berpendapat berdasar Al-Qur’an, Al-Sunah dan ijma’, ia adalah seorang ahlu sunah wal jama’ah.”&lt;b style="color: blue;"&gt;[2]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Beliau juga mengatakan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;فَدِيْنُ اْلمُسْلِمِيْنَ مَبْنِيٌّ عَلَى اِتِّبَاعِ كِتَابِ اللهِ وَ سُنَّةِ نَبِيِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا اتَّفَقَتْ عَلَيْهِ اْلأُمَّةُ. فَهَذِهِ الثَّلاَثَةُ أُصُوْلٌ مَعْصُوْمَةٌ . وَمَا تَنَازَعَتْ فِيْهِ اْلأُمَّةُ رُدَّ بِهِ إِلَى اللهِ وَالرَّسُولِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;” Dien (agama) umat Islam dibangun di atas dasar mengikuti (iitiba’) Kitabullah, Sunah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa salam dan apa yang disepakati oleh ummat (ijma’ ulama mujtahidin). Ketiga hal ini adalah dasar-dasar yang ma’shum (terjaga dan bebas dari kesalahan). Adapun persoalan yang diperselisihkan oleh umat, harus dikembalikan kepada Allah dan Rasul Shallallahu ‘alaihi wa salam.”&lt;b style="color: blue;"&gt;[3]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;[2]&lt;/b&gt;- Tiada yang terjaga dan terbebas dari kesalahan dan dosa besar (ma’shum) selain para Nabi ‘alaihim sholatu wa salam. Setiap ulama -–termasuk para ulama sahabat radiyallahu ‘anhum— seberapapun tinggi kapasitas keilmuannya, bisa salah dan bisa benar. Pendapat, fatwa dan tindakan mereka bisa benar dan salah. Oleh karenanya, harus dikaji dan ditimbang berdasar Al-Qur’an, Al-Sunah dan ijma’. Apabila sesuai dengan ketiganya, berarti pendapatnya benar dan harus diterima, siapapun ulama Islam tersebut. Apabila menyelisihi ketiganya, berarti pendapatnya salah dan harus ditolak, siapapun ulama tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai konskuensinya, seorang muslim tidak boleh taklid buta kepada seorang ulama dengan menerima semua pendapat, fatwa dan tindakannya tanpa menghiraukan kebenaran dan kesalahannya, kesesuaian dan penyelisihannya terhadap Al-Qur’an, Al-Sunnah dan ijma’ ulama. Para ulama sejak generasi sahabat, tabi’in, tabi’u tabi’in sampai para ulama madzhab (Abu Hanifah, Malik, Syafi’i, Ahmad, Al-Auza’i, Laits bin Sa’ad, Thabari, Daud Al-Dzahiri dan lain-lain) telah melarang umat Islam untuk taklid buta. Mereka memerintahkan umat Islam untuk menimbang pendapat mereka dengan Al-Qur’an, Al-Sunah dan ijma’. Bila bertentangan dengan ketiga dasar tersebut, pendapat mereka harus ditinggalkan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;عَنْ عَائِشَةَ رَضِي اللَّه عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;‘Aisyah radiyallahu ‘anha berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda : ” Siapa yang mengada-adakan hal yang baru dalam urusan kita (dien) ini, tanpa ada dasarnya dari dien, maka ia tertolak.”&lt;b style="color: blue;"&gt;[4]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;عَنْ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ يَقُولُ وَعَظَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَوْعِظَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ هَذِهِ لَمَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا قَالَ قَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْبَيْضَاءِ لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا لَا يَزِيغُ عَنْهَا بَعْدِي إِلَّا هَالِكٌ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِمَا عَرَفْتُمْ مِنْ سُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ*&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;‘Irbadh bin Sariyah radiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam memberi wejangan yang membuat air mata kami menetes dan hati kami bergetar. Kami berkata,” Ya Rasulullah ! Nampaknya, nasehat anda ini adalah wejangan orang yang akan berpisah. Apa yang anda pesankan kepada kami ?“&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau bersabda,” Aku telah meninggalkan kalian diatas jalan yang terang. Malamnya sama dengan siangnya. Tak ada seorangpun yang menyeleweng dari jalanku kecuali ia akan binasa (tersesat). Barang siapa di antara kalian dikarunia usia lebih panjang, ia akan melihat banyak perselisihan. Maka hendaklah kalian senantiasa komitmen dengan sunahku dan sunah al-khulafa’ al-rasyidin al-mahdiyin. Gigitlah dengan gigi geraham kalian !”.&lt;b style="color: blue;"&gt;[5]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Shahabat Ibnu Abbas radiyallahu ‘anhuma berkata,” Hampir-hampir turun hujan batu dari langit atas kalian. Saya katakan “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda demikian“, tetapi kalian justru mengatakan “Abu Bakar berkata demikian.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah, perkataan sahabat Abu Bakar radiyallahu ‘anhu sekalipun tidak boleh digunakan untuk melawan Al-Qur’an dan Al-Sunah. Ketika khalifah Al-Manshur Al-’Abbasi menawarkan ide mewajibkan buku hadits Al-Muwatha’ kepada seluruh rakyat, imam Malik bin Anas rahimahullah selaku pengarang buku tersebut justru menolaknya. Alasannya, seratus ribu lebih para sahabat radiyallahu ‘anhum telah berpencar ke seluruh penjuru negeri Islam, dengan membawa dan menyiarkan ilmu yang diterima dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam. Setiap daerah mempunyai ulama dari kalangan sahabat. Otomatis, tingkat keilmuan setiap daerah berbeda dan bertingkat-tingkat. Dan tentu saja, ilmu Imam Malik belum mewakili ilmu keseluruhan sahabat yang telah terpencar tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;[3]&lt;/b&gt;- Berdasar kedua poin di atas, kebenaran diukur lewat kesesuaian sebuah  perkara dengan Al-Qur’an, Al-Sunah dan ijma’, bukan berdasar siapa yang mengatakan atau melakukan perkara tersebut. Senioritas, tingkat keilmuan atau banyak sedikitnya pengikut tidak menjadi ukuran dan jaminan sebuah pendapat atau tindakan sesuai dengan kebenaran. Seorang muslim hanya terpaku kepada Al-Qur’an, Al-Sunah dan ijma’ ulama. Ia tidak terpaku kepada figuritas, senioritas atau kemasyhuran ulama. Pun, tidak terpaku kepada banyaknya pengikut sebuah pendapat. Ia bisa menyeimbangkan antara menghormati para ulama, dengan memilah-milah pendapat dan tindakan mereka dengan timbangan Al-Qur’an, Al-Sunah dan ijma’.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Abdullah bin Mas’ud radiyallahu ‘anhu berkata :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;” Barang siapa mengambil suri tauladan, hendaklah ia mengambilnya dari orang-orang yang telah mati, karena orang yang masih hidup tidak ada jaminan selamat dari fitnah (kesesatan, ketergelinciran, kesalahan). Mereka adalah para sahabat Muhammad radiyallahu ‘anhum ; generasi paling utama umat ini, paling baik hatinya, paling mendalam ilmunya, dan paling sedikit takaluf (membuat-buat, memaksakan diri, bersikap wajar dan apa adanya). Mereka telah dipilih Allah untuk menemani Nabi-Nya dan menegakkan dien-Nya. Kenalilah keutamaan mereka ! Ikutilah jejak-jejak mereka ! Berpegang teguhlah dengan akhlak dan sejarah kehidupan mereka sesuai kemampuan kalian ! Karena mereka berada di atas petunjuk yang lurus.”&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Ali bin Abi Thalib radiyallahu ‘anhu berpesan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;إِنَّ اْلحَقَّ لاَ يُعْرَفُ بِالرِّجَالِ, اِعْرِفِ اْلحَقَّ تَعْرِفْ أَهْلَهُ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;” Kebenaran tidak dikenal dari orang-orangnya. Tetapi kenalilah kebenaran, maka engkau akan tahu siapa orang-orang yang berada di atas kebenaran !”&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Para ulama salaf memberi nasehat :&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;عَلَيْكَ بِطَرِيْقِ اْلحَقِّ وَلاَ تَسْتَوْحِشْ لِقِلَّةِ السَّالِكِينَ. وَ إِيَّاكَ وَطَرِيقَ اْلبَاطِلِ وَلاَ تَغْتَرَّ بِكَثْرَةِ اْلهَالِكِينَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;” Ikutilah jalan kebenaran dan jangan merasa kesepian dengan sedikitnya orang yang menempuh jalan kebenaran.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jauhilah jalan kebatilan dan jangan tertipu oleh banyaknya orang-orang yang binasa (pengikut jalan kebatilan).”&lt;b style="color: blue;"&gt;[8]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;[4]&lt;/b&gt;- Salah satu penyakit yang sering menimpa aspek keilmuan umat Islam adalah ketergantungan kepada tokoh (figuritas) dan kultus individu. Karena meyakini ketokohan, senioritas atau integritas keilmuan seorang ulama tertentu, sebagian umat Islam tidak bisa memilah mana pendapat dan tindakan ulama tersebut yang harus diambil (karena sesuai dengan Al-Qur’an, Al-Sunah dan ijma’) dan mana yang harus ditolak (karena bertentangan dengan Al-Qur’an, Al-Sunnah dan ijma’). Penyakit ini dalam banyak kesempatan menjadi penyebab fanatisme golongan, bid’ah dan kesesatan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Imam Ibnu Jauzi berkata :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;وَاعْلَمْ أَنَّ عُمُوْمَ أَصْحَابَ اْلمَذَاهِبِ يَعْظُمُ فِي قُلُوبِهِمُ الشَّخْصُ, فَيَتَّبِعُونَ قَوْلَهُ مِنْ غَيْرِ تَدَبُّرٍ بِمَا قَالَ, وَ هَذَا عَيْنُ الضَّلاَلِ, ِلأَنَّ النَّطَرَ يَنْبَغِي أَنْ يَكُونَ إِلَى ْالقَوْلِ لاَ إِلَى قَائِلِهِ. كَمَا قَالَ عَلِيٌّ لِحَارِثِ ْبنِ حُوطٍ وَقَدْ قَالَ لَهُ: أَتَظُنُّ أَنَّا نَظُنُّ طَلْحَةَ وَ الزُّبَيْرَكَانَا عَلىَ بَاطِلٍ ؟ فَقَالَ لَهُ : يَا حَارِثُ, إِنَّهُ مَلْبُوسٌ عَلَيْكَ. إِنَّ اْلحَقَّ لاَ يُعْرَفُ باِلرَّجَالِ, اِعْرِفِ اْلحَقَّ تَعْرِفْ أَهْلَهُ.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;” Ketahuilah ! Sesungguhnya dalam hati kebanyakan pengikut madzhab (aliran pemikiran) ada kekaguman (figuritas) terhadap seorang tokoh (ulama). Mereka mengikuti saja pendapat tokoh (ulama) tersebut tanpa mentadaburi (mengkaji ulang) pendapatnya. Ini merupakan inti kesesatan. Karena pandangan harus ditujukan kepada pendapat, bukan kepada siapa yang mengeluarkan pendapat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana pesan Ali bin Abi Thalib kepada Harits bin Huth. Saat itu Harits bertanya kepada Ali,” Apakah anda menyangka kami menganggap Thalhah dan Zubair di atas kebatilan ?” maka Ali menjawab,” Hai harits, engkau ini terkena kesamran (talbis, tipu daya setan) ! Sesungguhnya kebenaran tidak diketahui lewat orang. Kenalilah kebenaran, maka kau akan mengetahui siapa yang berada di atas kebenaran.”&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Imam Syamsudien Al-Dzahabi berkata :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;نَسْأَلُ اللهَ اْلعَفْوَ وَ اْلمَغْفِرَةَ ِلأَهْلِ التَّوْحِيْدِ, وَ نَبْرَأُ إِلَى اللهِ مِنَ اْلهَوَى وَ اْلبِدَعِ. وَ نُحِبُّ السُّنَّةَ وَ أَهْلَهَا, وَنُحِبُّ اْلعَالِمَ عَلَى مَا فِيهِ مِنَ ْالاِتِّبَاعِ وَ الصِّفَاتِ اْلحَمِيْدَةِ. وَلاَ نُحِبُّ مَا ابْتَدَعَ فِيْهِ بِتَأْوِيلٍ سَائِغٍ.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;” Kita memohon kepada Allah pemaafan dan ampunan untuk orang-orang yang bertauhid, dan kita berlepas diri kepada Allah dari hawa nafsu (kesesatan) dan bid’ah. Kita mencintai Al-Sunah dan orang-orang yang mengamalkannya. Kita mencintai ulama sebatas sifat ittiba’ dan akhlak-akhlak terpuji yang ada pada dirinya, dan kita tidak mencintai bid’ah (kesalahan) yang ia lakukan karena sebuah penafsiran yang masih diperbolehkan (ta’wil saigh).”&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;[5]&lt;/b&gt;- Belajar ilmu dan ajaran agama harus selektif, karena &lt;a href="http://arrahmah.com/rubrik/hakekat-syiah"&gt;hakekat&lt;/a&gt; belajar adalah mencari dalil Al-Qur’an, Al-Sunah dan ijma’ serta memahami dan mengamalkannya menurut contoh generasi salaf. Apa yang bertentangan dengan ketiga dasar sumber utama ajaran Islam ini adalah hawa nafsu dan kebatilan. Hanya ulama yang shalih dan  buku-buku agama tertentu yang mengajarkan ketiga dasar tersebut. Kebanyakan ulama dan buku-buku agama lainnya justru mengajarkan hawa nafsu dan kebatilan, atau mencampur adukkan kebenaran dengan hawa nafsu dan kebatilan (QS. Al-Jatsiyah :18, Al-An’am :153, Al-Furqan :28-29, hadits perpecahan umat menjadi 73 golongan).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak sembarang ulama atau buku agama bisa dijadikan referensi belajar. Untuk itu, seorang muslim harus mengenali ciri-ciri ulama yang shalih dan rabbani (QS. Ali Imran :79), yang layak menjadi tempat acuan belajar. Di antara ciri-ciri terpenting ulama yang shalih dan rabbani sumber antara lain adalah :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/fitzfreedomnet.blogspot.com"&gt;&lt;img alt="Allah Muhammad" border="0" src="http://i1200.photobucket.com/albums/bb337/fitzfreedom/ALLAH-MuhammadPBUH.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 5px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Click Here...&lt;/span&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Open'; }" style="font-size: 10px; margin: 0px; padding: 0px; width: 60px;" type="button" value="Open" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Ikhlas.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artinya ; ilmu dipergunakan dalam rangka mencari ridha Allah, menegakkan dien-Nya, meninggikan kalimat-Nya dan mencari kebahagiaan akhirat. Allah Ta’ala mensifati ulama su’ (ulama yang jahat dan busuk, lawan kata dari ulama yang shalih) sebagai ulama yang menggunakan ilmunya untuk mencari kenikmatan dan kedudukan dunia (QS. Ali Imran :187), sebaliknya ulama yang shalih sebagai orang yang khusyu’ dan zuhud (QS. Ali Imran : 199). Imam Al-Hasan Al-Bashri berkata :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;عُقُوبَةُ اْلعُلَمَاءِ مَوْتُ اْلقُلُوْبِ, وَمَوْتُ اْلقُلُوْبِ طَلَبُ الدُّنْيَا بِعَمَلِ ْالآخِرَةِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;” Hukuman bagi para ulama adalah matinya hati, dan matinya hati adalah beramal dengan amalan akhirat untuk tujuan duniawi.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;‘Adalah.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artinya : mengerjakan hal-hal yang diwajibkan plus sunah rawatib, menjauhi hal-hal yang diharamkan (dosa besar atau terus menerus menekuni dosa kecil) dan mengikuti adab-adab kesopanan umum yang berlaku di masyarakat. Orang yang mempunyai sifat ‘adalah disebut adil. Lawan kata adil adalah fasiq, yaitu orang yang meninggalkan hal yang diwajibkan, mengerjakan hal yang diharamkan atau mengabaikan adab kesopanan yang berlaku di masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ilmu dan berita dari seorang ulama yang fasiq harus dicek ulang (QS. Al-Hujurat :6), karena kesaksian seorang fasiq tidak diterima untuk selama-lamanya (QS. An-Nuur :4) dan ia tidak mendapat taufiq dari Allah (QS Al-Taubah : 24, Al-Shaf :5). Oleh karenanya, tidak boleh menerima berita, pelajaran, fatwa atau meminta fatwa kepada ulama yang fasiq. Dan salah satu dosa besar yang menyebabkan seorang ulama menjadi fasiq, adalah menyembunyikan ilmu dan tidak menyampaikannya di saat masyarakat memerlukan ilmu tersebut (QS. Al-Baqarah :159-160, 174-175, Ali Imran :187).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Imam Al-Khatib Al-Baghdadi berkata :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;عُلَمَاءُ اْلمُسْلِمِينَ لَمْ يَخْتَلِفُوا فِي أَنَّ اْلفَاسِقَ غَيْرُ مَقْبُولِ اْلفَتْوَى فِي أَحْكَامِ الدِّيْنِ وَإِنْ كَانَ بَصِيْرًا ِبهَا&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;” Ulama Islam tidak berbeda pendapat lagi (telah sepakat) bahwa fatwa orang fasiq dalam hukum-hukum agama tidak sah (tidak diterima), sekalipun ia seorang yang ahli dalam hukum-hukum agama.”&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Fatwa yang benar lebih banyak dari fatwa yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebenaran fatwa seorang ulama menunjukkan pada dirinya ada dua sifat ulama, yaitu ia benar-benar mempunyai ilmu syar’i dan rasa takut yang mendalam kepada Allah (QS. Fathir :28, Al-Ahzab :39). Sebagai balasan atas rasa takut yang mendalam kepada Allah Ta’ala, Allah mengaruniakan kepadanya taufiq sehingga ia mengetahui kebenaran (QS. Al-Baqarah :213, Al-Anfal :29, Al-Hadid :28).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini bukan berarti seorang ulama harus mengerti seluruh hukum-hukum agama, atau menguasai seluruh ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits nabawi yang jumlahnya jutaan hadits. Cukup baginya bila ia mengetahui sebagian besar hukum-hukum agama, atau kadar minimal yang membuatnya layak mengemban tugas ulama. Untuk itu, jika ditanya tentang sebuah permasalahan agama yang tidak ia ketahui, ia harus jujur menyatakan “saya tidak tahu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap ulama juga bisa salah dan benar. Karena itu, kesholihan ulama bisa dilihat dari perbandingan jumlah fatwanya yang benar dan fatwanya yang salah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebutkan, seorang ulama yang banyak mengeluarkan fatwa kemudian 100 fatwanya salah, bukanlah sebuah aib.&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; Kesalahan beberapa fatwa seorang ulama juga tidak bisa menjadi penghalang kaum muslimin untuk menuntut ilmu dari ulama tersebut, dan menerima fatwa-fatwanya yang benar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun apabila fatwa seorang ulama lebih banyak salahnya dari pada benarnya, berarti pada dirinya terdapat salah satu dari dua sifat ulama su’, yaitu kebodohan (ilmu yang tidak mumpuni), atau kesengajaan untuk mengeluarkan fatwa yang salah. Terkadang seorang ulama mempunyai ilmu yang mumpuni, namun sengaja mengeluarkan fatwa yang salah. Bentuknya, antara lain : mencampur adukkan kebenaran dengan kebatilan, menyembunyikan kebenaran dan menyelewengkan makna ayat dan hadits (QS. Al-Baqarah :42, 79, Al-Nisa’ :46). Sekalipun bentuknya beragam, namun faktor penyebabnya hanya satu, yaitu lebih mengutamakan kenikmatan duniawi atas ridha Allah dan akhirat (QS. Al-Baqarah :79, Ali Imran :187, Al-Taubah :34).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu hal penting yang juga harus diperhatikan, bahwa terkadang seorang ulama  fasiq bisa memberi manfaat kepada banyak manusia. Misalnya, seorang ulama menghasung kaum muslimin untuk lebih mencintai akhirat padahal ia sendiri sebenarnya memendam keinginan untuk mencari kedudukan atau harta. Atau, seorang ulama dari kelompok sesat (Khawarij, Murji-ah, Asy’ariyah dst) mendakwahi orang-orang kafir dan berhasil menarik mereka untuk masuk Islam. Ulama fasiq seperti ini seperti lilin, menerangi orang lain namun membakar dirinya sendiri, menyelamatkan masyarakat namun mencelakakan dirinya sendiri. Jadi, manfaat yang diambil oleh masyarakat dari seorang ulama belum tentu menjadi pertanda bahwa ia seorang ulama yang shalih.&lt;b style="color: blue;"&gt;[13]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda :&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;عَنْ أَبِي بَكْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى سَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِأَقْوَامٍ لَا خَلَاقَ لَهُمْ *&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya Allah akan menguatkan dien ini dengan sebuah kaum yang tidak mendapat bagian (pahala di akhirat).”&lt;b style="color: blue;"&gt;[14]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;وَإِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ *&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya Allah akan menguatkan dien ini dengan seorang laki-laki yang fajir (banyak berbuat dosa, fasiq).”&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[15]   &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Mengamalkan ilmunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan merefleksikannya dalam segala niatan, ucapan dan tindakan sehari-hari. Lalu mengajarkannya kepada orang lain, dan bersabar atas setiap gangguan yang ia rasakan selama mengajarkan dan mendakwahkan ilmunya. (QS. Al-Shaf : 2-3, Al-Baqarah : 44).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Ibnu Qayyim menyindir para ulama yang tidak mengamalkan ilmunya, dengan mengatakan,” Para ulama su’ berdiri di pintu surga mengajak manusia untuk masuk ke dalamnya dengan ucapan-ucapan mereka, namun perbuatan-perbuatan mereka justru mengajak ke neraka. Setiap kali ucapan mereka berkata kepada manusia “Kemarilah !”, perbuatan mereka mengatakan” Jangan kalian dengarkan ajakan mereka !”. Sekiranya ajakan mereka benar, tentulah mereka menjadi orang yang pertama kali memenuhinya. Lahiriah mereka sebagai para penunjuk jalan, namun sejatinya sebagai para pembegal jalanan.”&lt;b style="color: blue;"&gt;[16]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Zuhud (lebih mementingkan akhirat di saat ada kesempatan untuk menikmati kenikmatan dunia).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengaruh cinta dunia sangat besar dalam pelaksanaan tugas para ulama sebagai pengemban dan penyampai dakwah. Imam Ibnu Qayyim mengatakan,” Setiap ulama yang lebih mementingkan dan mencintai dunia, pasti akan mengatakan hal yang tidak benar dalam fatwa, keputusan, pemberitahuan dan pendapatnya, karena seringkali hukum-hukum Allah Ta’ala bertentangan dengan keinginan (hawa nafsu) manusia, terlebih lagi keinginan para penguasa dan orang-orang yang menuruti syahwatnya. Biasanya, keinginan-keinginan mereka hanya bisa terpenuhi dengan banyak menyelisihi dan menolak kebenaran. Jika penguasa dan ulama sama-sama cinta dunia dan mengikuti syahwat, mereka tidak akan bisa meraihnya kecuali dengan menolak kebenaran yang berlawanan dengan syahwat mereka tersebut.”&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Tawadhu’ (rendah hati) dan akhlak yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Fudhail bin ‘Iyadh meringkas sikap tawadhu’ seorang ulama, dalam nasehat singkat,” Engkau tunduk dan mengikut kebenaran dari siapapun yang mengatakan kebenaran. Sekalipun ia orang yang paling bodoh, engkau harus menerimanya.” Imam Malik bin Dinar menyebutkan,” Siapa mempelajari ilmu untuk diamalkan, ia akan dihancur leburkan oleh ilmu (ditundukkan oleh ilmu, tawadhu’). Sebaliknya, siapa mempelajari ilmu untuk selain pengamalan, ia akan semakin sombong.”&lt;b style="color: blue;"&gt;[18]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Khasyatullah (rasa takut yang mendalam kepada Allah).  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasa takut kepada Allah adalah amalan hati, namun bisa diketahui dari sejumlah gejala yang nampak di luar. Di antaranya, tercermin dalam akhlak terpuji dalam ibadah dan pergaulan sehari-hari. Gejala lainnya adalah mengikuti kebenaran demi mencari ridha Allah semata dan lantang menyampaikan kebenaran kepada masyarakat apa adanya tanpa takut kepada komentar miring orang-orang yang mencela (QS. Al-Maidah :44, Luqman : 17dan Al-Ahzab :39). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Kriteria Ulama Panutan Mujahidin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara umum, sebagian besar masalah pokok dalam persoalan akidah, fiqih, mu’amalah (interaksi sosial) dan akhlak telah dibahas tuntas oleh para ulama salaf dan ulama generasi sesudahnya yang mengikuti jejak salaf. Sebagian besar pembahasan mereka juga telah dibukukan, dicetak dan beredar luas di tengah umat Islam. Umat Islam tinggal meluangkan waktu dan konsentrasinya untuk mempelajari referensi-referensi tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persoalan yang belum mereka bahas, hanyalah persoalan-persoalan baru yang tidak terjadi di zaman mereka (biasa dikenal dengan istilah nazilah atau nawazil). Ini wajar, mengingat setiap masa dan tempat tentu mempunyai permasalahan baru yang tidak sama dengan masa sebelumnya, atau tempat lain. Permasalahan-permasalahan baru ini menjadi tanggung jawab para ulama dan mujathid setiap masa. Merekalah yang berkewajiban dan berhak membahas hukumnya dengan melakukan kajian bersumber kepada Al-Qur’an, Al-Sunnah, ijma, qiyas dan dalil-dalil lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para ulama mujtahid yang mempunyai kemampuan menyimpulkan hukum dari dalil-dallil syar’i, adalah para ulama yang memenuhi beberapa syarat. Syarat terpenting adalah :&lt;/div&gt;&lt;ul style="color: blue; text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Menguasai Al-Qur’an dan ilmu-ilmu Al-Qur’an.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Menguasai Al-hadits (al-sunnah) dan ilmu-ilmu hadits.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Menguasai fiqih, ushul fiqih, ilmu tentang ijma’ dan ikhtilaf ulama.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Menguasai bahasa arab dan ilmu-ilmunya.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Memahami realita masyarakat.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ringkasnya, ulama mujtahid adalah ulama yang mampu memadukan dua ilmu : ilmu syar’i (ma’rifatu nash) dan ilmu tentang realita (ma’rifatul waqi’). Bila salah satu ilmu ini tidak ada, bisa dipastikan hukum yang ia simpulkan akan keliru.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Imam Ibnu Qayyim berkata :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;وَلاَ يَتَمَكَّنُ اْلمُفْتِي وَلاَ اْلحَاكِمُ مِنَ اْلفَتْوَى وَلاَ اْلحُكْمِ بِالْحَقِّ إِلاَّ بِنَوْعَيْنِ مِنَ اْلفَهْمِ ، أَحَدُهُمَا : فَهْمُ اْلوَاقِعِ وَاْلفِقْهُ فِيْهِ وَاسْتِنْبَاطُ عِلْمِ حَقِيْقَةِ مَا وَقَعَ بِالْقَرَائِنِ وَاْلأَمَارَاتِ وَالْعَلاَمَاتِ حَتَّى يُحِيطَ بِهِ عِلْماً ، وَالنَّوْعُ الثَّانِي : فَهْمُ ْالوَاجِبِ فِي اْلوَاِقعِ وَهُوَ فَهْمُ حُكْمِ اللهِ الَّذِي حَكَمَ بِهِ فِي كِتَابِهِ أَوْ عَلَى لِسَانِ رَسُولِهِ فِي هَذَا الْوَاقِعِ ، ثُمَّ يُطَبِّقُ أَحَدَهُمَا عَلَى اْلآخَرِ.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;” Seorang mufti dan seorang hakim (penguasa, qadhi) tidak akan bisa berfatwa dan memutuskan perkara dengan kebenaran, kecuali bila memadukan dua pemahaman (fiqih). Pertama : memahami dan mengerti betul waqi’ (realita), serta menyimpulkan ilmu tentang hakekat realita yang ada dengan qarinah, amarah dan ‘alamat (bukti-bukti dan data-data) sehingga ilmunya meliputi realita. Kedua :  memahami apa yang wajib (kewajiban syariat) atas realita, yaitu memahami hukum Allah yang ditetapkan dalam kitab-Nya atau melalui lesan Rasul-Nya atas realita tersebut. Baru kemudian menerapkan yang satu (hukum syariat, pent) atas yang lain (realita).”&lt;b style="color: blue;"&gt;[19]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah ajaran Islam yang diamalkan oleh para salaf. Fiqhul waqi’ atau ma’rifatu an-nas (memahami realita masyarakat) ini, dalam istilah ushul fiqih disebut dengan Tahqiqul Manath. Imam Asy-Syathibi berkata :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;لاَ يَصِحُّ لِلْعَالِمِ إِذَا سُئِلَ عَنْ أَمْرٍ كَيْفَ يَحْصُلُ فِي اْلوَاقِعِ إِلاَّ أَنْ يُجِيبَ بِحَسْبِ الْوَاقِعِ ، فَإِنْ أَجَابَ عَلَى غَيْـرِ ذَلِكَ أَخْطَأَ فِي عَدَمِ اِعْتِبَارِ اْلمَنَاطِ اْلمَسْئُولِ عَنْ حُكْمِهِ، ِلأَنَّهُ سُئِلَ عَنْ مَنَاطٍ مُعَيَّنٍ فَأَجَابَ عَنْ مَنَاطٍ غَيْرِ مُعَيَّنٍ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;” Tidak sah bila seorang ulama ditanya tentang sebuah urusan bagaimana ia bisa terjadi dalam realita, kecuali dengan menjawab sesuai realita yang ada. Jika ia menjawab tidak dengan hal itu (sesuai realita yang ada), maka ia telah berbuat salah karena tidak mempertimbangkan manath yang ditanyakan hukumnya, karena ia ditanya tentang sebuah manath yang tertentu (definitif) namun justru ia jawab dengan manath yang tidak tertentu.”&lt;b style="color: blue;"&gt;[20]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana dengan dunia jihad fi sabilillah ? Bagaimana kriteria ulama panutan mujahidin ? Kaedah di atas juga berlaku dalam jihad fi sabilillah. Sebagaimana diketahui bersama, jihad fi sabilillah adalah sebuah ibadah yang unik. Ia mempunyai dua sisi yang tidak bisa dipisahkan ;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Sisi teori :&lt;/b&gt; yaitu jihad menurut tinjauan ilmu syar’i, dibahas dalam buku-buku tafsir, hadits dan fiqih. Pakar sisi teori adalah para ulama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Sisi praktek : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;yaitu pekerjaan teknis di lapangan, yang hanya diketahui oleh para pelaku yang mengangkat senjata.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Antara teori dan praktek terdapat perbedaan yang tajam, setajam perbedaan langit dan bumi. Teori yang begitu mudah dan indah, sangat kontras dengan praktek yang begitu sukar dan keras.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karenanya, dunia jihad fi sabilillah hanya akan diketahui secara benar, dari orang-orang yang menguasai kedua fiqih tersebut ; fiqih teori dan fiqih praktek, faham ilmu syar’i dan mengetahui seluk beluk dunia peperangan. Atau menurut istilah imam Ahmad bin Hambal, Ibnu Qayyim dan Asy Syatibi, mengetahui fiqih ahkam syari’ah dan ma’rifatu nas (fiqih waqi’). Merekalah yang layak memberi fatwa dan dimintai fatwa dalam urusan jihad fi sabilillah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Hal ini dijelaskan oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dengan perkataan beliau :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;وَالْوَاجِبُ أَنْ يُعْتَبَرَ فِي أُمُورِ الْجِهَادِ بِرَأْيِ أَهْلِ الدِّينِ الصَّحِيحِ الَّذِينَ لَهُمْ خِبْرَةٌ بِمَا عَلَيْهِ أَهْلُ الدُّنْيَا , دُونَ أَهْلِ الدُّنْيَا الَّذِينَ يَغْلِبُ عَلَيْهِمُ النَّظَرُ فِي ظَاهِرِ الدِّينِ فَلاَ يُؤْخَذُ بِرَأْيِهِمْ , وَلاَ بِرَأْيِ أَهْلِ الدِّينِ الَّذِينَ لاَ خِبْرَةَ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Yang wajib dilakukan adalah mempertimbangkan urusan-urusan jihad dengan pendapat para ahlu dien shahih yang mempunyai pengalaman dengan kondisi ahlu dunia. Bukan dengan pendapat ahlu dunia (pakar siasat perang, pent) yang hanya melihat dhahir dien semata, mereka ini tidak diambil pendapatnya. Juga bukan dengan pendapat para ahlu dien yang tidak mempunyai pengalaman ahlu dunia (seluk beluk dunia peperangan, pent).”&lt;b style="color: blue;"&gt;[21]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;DR. Abdullah Azzam menjelaskan maksud perkataan syaikhul Islam ini, dengan menyatakan,” Maksudnya, seorang yang memberi fatwa dalam urusan-urusan jihad haruslah seorang yang mampu menyimpulkan hukum (dari dalil-dalil syar’i), ikhlas, dan mengetahui tabiat peperangan serta realita orang-orang yang berperang.”&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[22]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Ketika syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya tentang hukum memerangi pasukan Tartar, beliau menjawab :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;نَعَمْ . يَجِبُ قِتَالُ هَؤُلاَءِ بِكِتَابِ اللهِ وَسُنَّةِ رَسُولِهِ وَاتِّفَاقِ أَئِمَّةِ اْلمُسْلِمِينَ ، وَهَذَا مَبْنِيٌّ عَلَى أَصْلَيْنِ : أَحَدِهِمَا ْالمَعْرِفَةُ بِحَالِهِمْ، وَالثَّانِي مَعْرِفَةُ حُكْمِ اللهِ فِي مِثْلِهِمْ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;” Ya, wajib memerangi mereka berdasar kitabullah, sunah Rasul-Nya dan kesepakatan para ulama Islam. Hukum ini dibangun diatas dua dasar : Pertama. Mengetahui realita mereka (pasukan Tartar). Kedua. Mengetahui hukum Allah atas orang-orang seperti mereka.”&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[23]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para ulama yang terlibat langsung dalam jihad, adalah ulama yang memadukan kedua fiqih ini ; fiqih ahkam dan fiqih waqi’. Mereka telah bersungguh-sungguh mencurahkan waktu, ilmu, tenaga, harta dan nyawa mereka dalam memperjuangkan Islam. Kesungguhan (mujahadah) mereka lebih berat dan tinggi dari para ulama yang hanya mencukupkan diri dengan dunia dakwah, tarbiyah dan tazkiyah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini, sudah disadari oleh para ulama salaf sejak dahulu. Maka, amat layak bila terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama, mereka menyarankan untuk kembali kepada pendapat para ulama mujahidin murabithin, para ulama yang memahami hukum syariah dan mempunyai pengalaman ahlu dunia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Syaikhul islam Ibnu Taimiyah berkata :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;وَلِهَذَا كَانَ اْلجِهَادُ مُوجِباً لِلْهِدَايَةِ الَّتِي هِيَ مُحِيطَةٌ بِأَبْوَابِ الْعِلْمِ , كَمَا دَلَّ عَلَيهِ قَوْلُهُ تَعَالَى {وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُم سُبُلَنَا } فَجَعَلَ لِمَنْ جَاهَدَ فِيهِ هِدَايَةَ جَمِيعِ سُبُلِهِ تَعَالَى , وَلِهَذَا قَالَ اْلإِمَامَانِ عَبْدُ اللهِ بْنُ اْلمُبَارَكِ وَأَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ وَغَيْرُهُمَا : إِذَا اخْتلَفَ النَّاسُ فِي شَيْءٍ , فَانْظُرُوا مَاذَا عَلَيهِ أَهْلُ الثُّغُورِ , فَإِنَّ اْلحَقَّ مَعَهُمْ , ِلأَنَّ اللهَ يَقُولُ { وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُم سُبُلَنَا }&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;” Oleh karena itu, jihad menyebabkan datangnya hidayah (petunjuk) yang mengelilingi pintu-pintu ilmu. Sebagaimana ditunjukkan oleh firman Allah Ta’ala.” Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” [QS. Al-Ankabut :69].&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah menjadikan hidayah (petunjuk) bagi orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) mencari keridhaan-Nya. Oleh karenanya, imam Abdullah bin Mubarak, Ahmad bin Hambal dan lain-lain mengatakan :” Jika maunisa berbeda pendapat dalam sebuah permasalahan, maka lihatlah pendapat para ahlu tsugur (orang-orang yang menjaga daerah perbatasan kaum muslimin dengan daerah musuh, murabithun), karena kebenaran bersama mereka, karena Allah telah berfirman: Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami).”&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[24]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak diragukan lagi, setiap muslim (apalagi ulama yang shalih) yang bersungguh-sungguh (mujahadah) akan mendapatkan hidayah. Namun kesungguhan setiap orang tentu bertingkat-tingkat, dan kesungguhan yang paling tinggi (sampai mengorbankan nyawa) adalah kesungguhan para ulama mujahidin dan murabithin. Maka, amat sangat layak bila hidayah yang mereka peroleh paling tinggi, sesuai ketinggian mujahadah dan maqam jihad-ribath yang mereka lakukan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Siapa Sosok Ulama Panutan Mujahidin Saat Ini ?&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara umum, kaedah dasar operasi-operasi jihad adalah sirriyah (kerahasiaan). Berbeda seratus delapan puluh derajat dengan dakwah, tarbiyah, tazkiyah, atau kegiatan sosial Islam lainnya yang harus menganut kaedah dasar jahriyah (keterbukaan). Secara tidak langsung, hal ini berimbas kepada kerahasiaan para sosok ulama panutan mujahidin, mengingat mereka merupakan target-target utama yang diincar oleh musuh untuk dihancurkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun sebagai sebuah gambaran umum, di bawah ini disebutkan beberapa ulama mujahidin dan murabithin yang saat ini paling menonjol dan terkenal di pentas jihad internasional, dengan beberapa contoh karya tulisan mereka. Ulama-ulama lain yang tidak terkenal atau mencuat namanya, tidak menjadi masalah bila tidak dikenal. Sebagaimana dikatakan khalifah Umar saat menerima laporan para syuhada’ perang jembatan (Ma’rakatul Jisr) tahun 13 H,” Tidak masalah kita tidak mengenal mereka, karena Allah pasti mengenal mereka.” &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Ulama-ulama dari Jazirah Arab&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Hamud bin ‘Uqla Al-Syu’aibi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis:  Puluhan buku dan artikel, yang paling terkenal adalah Al-Qaulul Mukhtar fi Hukmil Isti’anah bil Kuffar.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Catatan:&lt;/b&gt;  Dipandang sebagai guru seluruh ulama mujahidin di seluruh dunia. Besarnya pengaruh dan dukungan beliau terhadap mujahidin membuat kemarahan aliansi salibis-zionis-murtadin. Majelis ulama senior Arab Saudi yang nota benenya mantan murid-murid beliau, bahkan sampai mengharamkan beliau berfatwa dan memberi pelajaran.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Ali bin Khudair Al-Khudair&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Karya tulis: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih dari 20 buku, mayoritas di bidang akidah. Di antaranya : Al-’Amal Al-Qadim, Al-Haqaiq fi Tauhid, Al-Jam’u wa Tajrid Syarhu Kitab Tauhid, Al-Qawaid Al-Arba’, Al-Masail Al-Mardhiyah Syarhul ‘Aqidah Al-Wasithiyah, Al-Mutammimah fi Kalami Aimmati Da’wah, Al-Wijazah Syarhu Ushuli Tsalatsah, Al-wasith Syarhu Awwali Risalah fi Majmu’ati Tauhid, Thabaqat Ba’da Nasyr, Al-Taudhih wa Tatimat Syarhu Kasyfi Syubuhat, Al-Zinad Syarhu Lum’atil I’tiqad, Ushulu Dinil Islam, Qawaid wal Ushul fil Jahli wal ‘Udzri wal Bida’, Qawaid wa Ushul fil Muqalidin wal Juhal, Juz-un Nifaq, Juz-un fil Jahli wal Tibasil Hal, Juz-un fil Ahwa’ wal Bida’ wal Muta’awwilin.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Belum terhitung fatwa-fatwa, tanya jawab dan ceramah-ceramah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Catatan:&lt;/b&gt; Buku-buku beliau mempunyai ciri khas : kekuatan referensi dengan dalil-dalil syar’i dan pendapat para ulama salaf, penyusunan dan penertiban pembahasan yang sangat bagus. Beliau   juga menghidupkan kembali tradisi para ulama salaf dengan mengarang buku-buku tematik yang terkenal dengan istilah ajza’ (juz-juz). Ulama penting bagi mujahidin Jazirah Arab ini mendekam dalam penjara taghut Saudi karena fatwa-fatwanya yang begitu berani mendukung mujahidin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Sulaiman bin Nashir Al-’Ulwan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis:  Lebih dari 20 buku, puluhan artikel, tanya jawab, ceramah dan fatwa. Buku yang terkenal antara lain ; Ahkamu Qiyamil Lail, Amrika wa Asra, Ala Inna Nasrallahi Qarib, Al-Fawaid wal Ma’ani, Al-Ijabah Al-Mukhtasharah, Al-Istinfar Al-Ladzib, Al-Jilsah al-Yaumiyah 1-15, Al-Kasyf  ‘An Dhalalati Hasan Al-Saqaf, Al-Niza’at fil Mahdi, Al-Tabshir bi-waqi’ir Rafidzah, Al-Tibyan Syarhu Nawaqidhil Islam, Muhimatul Masail fil-Mashi ‘alal Khufain, Silsilatu Tau’iyah Harb Shalibiyah, Syarhu Bulughil Maram Kitab Shiyam dan Kitab Al-Haj, Tahrij Hadits Khurujil Muqatilin Minal ‘Adn.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Catatan: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt; Pakar hadits dan fiqih Jazirah Arab ini merupakan tokoh panutan mujahidin. Fatwa-fatwanya yang mendukung mujahidin menempatkan beliau sebagai musuh besar aliansi salibis-zionis-murtad di Jazirah Arab.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Nashir bin Hamd Al-Fahd&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis: Lebih dari 20 buku, plus tanya jawab, artikel, fatwa dan ceramah. Di antara buku beliau yang terkenal adalah : Al-I’lam bi-Mukhalafatil Muwafaqat, at-Tibyan fi Kufri man A’ana Al-Amrikan 1-3, Waqfat Ma’al Waqfat, Vidiyu Islami, Thali’atu Tankil, Manhajul Mutaqadimin fi Tadlis, Majmu’ Fatawa fil Adab, Libasul Mar-ah Amamal Mar-ah, Khulashatu Ba’dhi Afkaril Qardhawi, Al-Radd ‘Alal Qardhawi, Kasyfu Syubuhatil Hasan Al-Maliki, Iqamatul Burhan, Daulah Utsmaniyah wa Mauqifu Da’wati Syaikh Minha, Al-Tabyin fi Mukhatarati Al-Tathbi’ ‘Alal Muslimin, Al-Raddu ‘Alal Murji-ah, Al-Raddu ‘alal Rafizhah, Al-Tahqiq fi Mas-alati Tashfiq, Hukmul Ghina’ bil-Qur’an, Hukmul ‘Athurah Al-Kuhuliyah dll.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Catatan:&lt;/b&gt; Pakar fikih dan sejarah, banyak menjawab persoalan fiqih kontemporer. Dipandang sebagai ulama pelopor yang mempunyai metode penulisan dan dakwah yang mampu menjembatani  kesenjangan ulama dengan kaum awam. Dukungan kuatnya kepada mujahidin menyebabkan beliau mendekam dalam penjara taghut. Tulisan-tulisannya membuat Deputi direktur Urusan Politik-Militer AS dan staf perencana kebijakan Deplu AS, Francis Fukuyama kebakaran kumis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Ahmad bin Hamud Al-Khalidi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis: Beberapa buku, fatwa, ceramah dan tanya jawab. Yang paling terkenal adalah ; Al-Idhah wa Al-Tabyin man Syakka au Tawaqqafa fi Kufri Ba’dhi Tawaghit wal Murtadin, Al-Tanbihat ‘ala Maa fi kalami Al-rais minal Warathat wal Aghluthat, dan Al-Im’an fi Nushratil Mujahidin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Catatan: &lt;/b&gt;Gaya penulisan buku-bukunya mirip gaya syaikh Ali Al-Khudair. Mendekam di penjara karena kelantangan fatwa dan dukungannya kepada mujahidin.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Abdul-Aziz bin Shalih Al-Jarbu’&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis: Lebih dari sepuluh buku, di antaranya Al-Ta’shil li-Masyru’iyati ma Hadatsa fi Amrika min Al-Tadmir, al-Mukhtar fi Hukmil Intihar Khaufa Ifsyail Asrar, al-I’lam bi Wujubil Hijrah, Al-Burhan Al-Sathi’, Al-Bayan Al-Mutlaq, Al-Anutsah Al-Fikriyah, Qulna Laitahu Sakata, Aqwalu Ahlil ‘Ilmi fi Qunutil Witri, Manshuru Naqidan, Lam Amur biha walam Tasu’ Nie.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Catatan: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Mendekam di penjara karena kelantangan fatwa dan dukungannya kepada mujahidin. Beberapa buku beliau menjawab tuntas beberapa operasi mujahidin dan membantah para ulama anti mujahidin.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Yusuf bin Shalih Al-’Ayiri&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis: Lebih dari 10 buku. Di antaranya : Haqiqatul Harb Shalibiyah Jadidah, Mustaqbalul ‘Iraq, Majmu’ah Dirasah Syar’iyah, Hukmul Jihad wa Anwa’uhu, Idhahat ‘Ala Tariqil Jihad, Tsawabit ‘Ala Darbil Jihad, Tasaulat Haula Harbi Shalibiyah Jadidah, Hidayatul Hiyara, Al-Tawajud Al-Amriki fi Jaziratil Arab, ‘Amaliyat Moscow, Al-Raddu ‘alal Hasan Al-Maliki, Amrika wa Shu’ud Ilal Hawiyah, Naziful Khasair Al-Amrikiyah, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Catatan: &lt;/b&gt;Pendiri kamp pelatihan militer Al-Battar dan lembaga kajian Markaz Dirasat wal Buhuts Islamiyah. Buku-buku beliau mencerminkan kedalaman pemahaman hukum-hukum syariat, dan penguasaan masalah politik, ekonomi dan militer. Mendekam selama beberapa tahun di penjara, dibebaskan dan syahid —insya Allah—saat akan ditangkap kembali.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Sholih bin sa’ad Al-Hasan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis: Buku yang paling terkenal : Al-Nab’ul Fayyadh fi Ta’yidil Jihad fi Riyadh, Syahadatu Tsiqat, Tahdzib Al-Kawasyif Al-Jaliyyah fi Kufri Daulah Sa’udiyah. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Catatan: &lt;/b&gt;Bersama syaikh Yusuf Al-Ayiri, menjadi ulama penting di Markaz Dirasat wal Buhuts Islamiyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Abdurahim bin Murad Al-Syafi’i&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis:  Buku yang paling terkenal adalah Shuhailul Jiyad Syarhu Kitabil Jihad Min Bulughil Maram.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Catatan:&lt;/b&gt;  Kekuatan referensinya menyerupai mutu buku-buku syaikh Ali Khudair.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Abu Abdirahman Al-Atsari (Sulthan bin Bajad Al-’Utaibi)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis: Buku yang paling terkenal adalah Risalatu ila ‘Askari, Al-Haqqu wal Yaqin fi ‘Adawati Tughah wal Murtadien, Al-Zinad fi wujubil I’dad, Risalah fi Tawaghit, Rislah Ila Thalibil ‘Ilm, al-Qaulul Muhtad ‘ala man Lam Yukaffiril Murtad.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Catatan:&lt;/b&gt; Fatwa-fatwa dan dukungan kepada mujahidin membuat beliau sebagai buron penting alinsi salibis-zionis-murtadin.&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Abu Jandal Al-Uzdi (Abdullah bin Nashir Al-Rasyid)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis:  Tak kurang dari 10 buku. Antara lain : Qasashun Tarikhiyatun lil-Mathlubin 1-2, Wujubu Istinqadzil Mustadh’afin, Tahridhul Mujahidin Al-Abthal fi Ihyai Sunatil Ightiyal, Usamah bin Ladin, Hukmul Igharah wal-Tatarus, Hasyimu Taraju’at, Hiwar Haula Syi’ah, Maqashidul Jihad 1-2, Al-maniyyah wa laa Al-daniyyah, Allahu Akbar Kharabat Amrika, Intiqadhul I’tiradh ‘ala Tafjirati Riyadh, Al-Bahits fi Hukmi Qathli Afradi wa Dhubatil Mabahits, Al-Ayat wal Ahadits fi Kufri Quwati Dir’i Al-Jazirah Al-’Arabiyah, Al-Khuruj ‘Alal Hukkam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: red;"&gt;Catatan&lt;/b&gt;: Idem&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Abdul-Karim bin Shalih Al-Humaid&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis: Buku-buku yang paling terkenal : Takhludil Kuffar fi Nar, Al-Haq Al-Damigh Raddun ‘Alal Qardhawi, Al-Syafa’ah, Laisa Lana Matsalu Su’, Bayanu ‘Ilmil Ushul dan Ayuhaz Zanadiqah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Ahmad bin Abdul-Karim Najib&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis: Buku paling terkenal : Atsarul Jihad wal Mujahidin fil Busnah, Makhtutatul Hadits Al-Nabawi wa ‘Ulumihi fi Maktabatil Busnah, Al-Mukhtasar Al-Shahih ‘Anil Maut wal Qabr wal Hasyr.&lt;/div&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Catatan&lt;/b&gt;: Ulama Qatar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Hamd bin Rais Al-Rais&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Karya tulis: Al-Radd ‘Ala Bayanil jabhat Al-Dakhiliyah Amama Al-Tahadiyat Al-Mu’ashirah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Abu Umar Muhammad bin Abdullah Al-Saif&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis: Buku yang paling terkenal Hal Intaharat Hawa au Ustusyhidat, Al-Iraq wa Ghazwu Shalib, Akhlaqul Mujahid, Al-Syi’ah wa Tahriful  Qur’an.&lt;/div&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Catatan:&lt;/b&gt;  Ketua Mahkamah Syari’ah Chechnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Ahmad bin Nashir Al-Sanani&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Karya tulis: Idem.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Abdullah bin Abdurahman Al-Sa’d&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Karya tulis: Idem.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Hamid bin Abdullah Al-’Ali&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis: Buku paling terkenal : Irsyadul Anam ila Fadhailil Jihad Dzirwati Sanamil Islam, Al-Nashrul Mudzafar, Bayanu Haqiqatil Iman. Banyak membantah syubhat-syubhat jihad.&lt;/div&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Catatan&lt;/b&gt;: Ulama Kuwait. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Ulama-ulama dari Afrika&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Umar bin Abdurahman&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Karya tulis:  Buku yang paling terkenal : Kalimatu Haqqin, Ashnaful Hukkam wa Ahkamuhum.&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: red;"&gt;Catatan&lt;/b&gt;:  Dipenjara di Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Abdul-Akhir Hammad Al-Ghunaimi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis: Buku paling terkenal : Al-Minhah Al-Ilahiyah Tahdzib Syarh Thahawiyah, Waqfaat Ma’al Buthi fi Kitabihi ‘anil Jihad, Marahilu Tsyri’il Jihad, Musthalahat wa Mafahim, Hukmu Taghyiril Munkar li-Ahadi Ra’iyah, Al-Fawaid Al-Muntaqah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Rifa’i Ahmad Thaha&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Karya tulis: Buku paling terkenal : Imathatu Litsam ‘An Ba’dhi Ahkami Dzirwati Sanamil Islam, Al-Qiyadah wa Syura fil Islam, waqfaatun Ma’a Dzat, ‘Asyratu A’wam minal Muwajahah.&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: red;"&gt;Catatan:&lt;/b&gt; Dipenjara di Mesir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Muhammad Abdu Salam Al-Faraj&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Karya tulis: Al-Faridhah Al-Ghaibah.&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: red;"&gt;Catatan:&lt;/b&gt; Dihukum gantung dalam kasus pembunuhan Anwar Sadat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Muhammad Musthafa Al-Muqri’ &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis:  Hal Qitalul Mubaddilin Jihadun,  Mustabdilun fi Syari’ati Dien, Al-salafiyah Bainal Wulat wal Ghulat, Mukhalafat, Zafaratul Harb.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Abu Mundzir As-Sa’idi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis:  Buku paling terkenal : Al-Khuthuth Al-’Arizhah Li-Manhaji Al-Jama’ah Al-Islamiyah Al-Muqatilah, Al-Jumu’ah Adabun wa Ahkamun.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Hasan Muhammad Qaid&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis: Buku paling terkenal ; Nazharatun fil Ijma’ Al-Qath’i.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Catatan: &lt;/b&gt; Mengkritisi klaim ijma’ qath’i atas kafirnya antek thaghut secara personal (takfir mu’ayan) dalam buku Al-Jami’ fi Thalabil ‘Ilmi Al-Syarif.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Abdul-Qadir bin Abdul-Aziz&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis: Buku paling terkenal : Al-’Umdah fi I’dadil ‘Uddah, Al-Jami’ fi Thalabil ‘Ilmi Al-Syarif, Faidhul Karimil Mannan (Al-Raddu ‘Ala Safar Al-Hawali), Da’watu Tauhid.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;Catatan:&lt;/b&gt; Ditangkap dan dipenjara di Yaman sejak 11 Oktober 2001 M dan diekstradisi ke Mesir 28 Februari 2004 M, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati bersama lima rekannya. Beberapa pendapat beliau dalam Al-Jami’ mendapat pelurusan dari beberapa ulama.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Aiman Al-Zhawahiri&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis: Buku yang paling terkenal ; Syifau Shuduril Mu’minin, Al-Wala’ wal Bara’ Aqidatun Manqulatun wa Waqi’un Mafqudun, Al-Radu ‘ala Syubuhati Al-Albani, Al-Hishadul Murru, Hiwarun Ma’a Thawaghit Maqbaratu Du’at, Kasyfu Zur wal Buhtan, Kitabul Aswad, Mishra Al-Muslimah. &lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Ulama-ulama dari Syam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi ‘Isham bin Muhammad bin Thahir Al’Utaibi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis:  Puluhan buku, tanya jawab dan fatwa. Yang paling terkenal : Millatu Ibrahim, Al-Risalah Al-Tsalatsiniyah fi Tahdzir Minal Ghuluw fi Takfir, Imta’u Nazhar fi Kasyfi Syubuhati Murjiatil ‘Ashr, Al-Dimuqrathiyah Dienun, Al-Qaul Al-Nafis, Kasyfu Niqab ‘an Syari’atil Ghab, Kasyfu Syubuhatil Mujadilin ‘An Asakiri Syirki wal Qawanin, Tuhfah Maqdisiyah, Al-Kawasyif Al-Jaliyyah fi Kufri Daulah Su’udiyah, Mukhtashar sharimuil Mashlul, I’dadul Qadah Al-Fawaris fi Hujranil Madaris, Hadzihi ‘Aqidatuna, Laa Tahzan Inna Allaha Ma’ana dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Catatan: &lt;/b&gt;Dipenjara di Yordania sejak 1994 M. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Abu Bashir Abdul Mun’im Musthafa Halimah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis: Puluhan buku, ratusan tanya jawab dan fatwa. Yang paling terkenal : Tahdzib Syarh Thahawiyah, Qawaid fi Takfir, A’malun Tukhriju Sahibaha Minal Milah, Al-Taghut, Al-Hijrah Masail wa Ahkam, Syurutu laa Ilaha Ilalllahu, Hukmul Islam fi dimuqrathiyah wa Ta’adudiyah Hisbiyah, Hukmu Tariki Shalat, Hukmu Istihlali Amwalil Kuffar, Al-Thariq Ila Isti’nafi Hayatin Islamiyah wa Qiyami Khilafah, Shifatu Thaifah Manshurah, Huququn wa Wajibat Syara’aha Allahu ‘alal ‘Ibad, Al-’Udzu bil-Jahli wa Qiyamul Hujah, Al-Intishar li-Ahli Tauhid, Limadzal jihad fi Sabilillah, Hadzihi ‘Aqidatuna, Al-Syi’ah Al-Rawafizh Thaifatu Syirkin, dll.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Abu Qatadah Al-Filasthini Mahmud bin Umar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis: Lebih dari 15 buku, yang paling terkenal : Al-Jihad wal Ijtihad Ta-amulat fil Manhaj, al-Jarh wa Al-Ta’dil, Ma’alim Thaifah Manshurah, Mulahazhat ‘alal Bajuri, Hujrani Masajidi Dhirar, Ahlul Qiblah Al-Mutaawwilin, Maratibul Kafirin, Limadzal Jihad, Ju’natul Muthibin, Risalah Baina Manhajaini 1-99, Masail fi Nifaq, Ju’natul Muthibin, Tauhidul Hakimiyah, Al-’Ulama wa Amanatul Ummah, dll.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Catatan:&lt;/b&gt; Divonis penjara seumur hidup dalam pengadilan inabsentia di Yordan. Dipenjara di Perancis, lalu dikenakan tahanan rumah. Beberapa risalahnya mendapat pelurusan ulama lain. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Abu Mush’ab Al-Suri&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya tulis:  Buku yang paling terkenal Al-Muslimiun fi Wasathi Asiya, Tajribah Jihadiyah fi Suriah, fi Muwajahati Nushairiyah, Mas-uliyatu Ahli Yaman. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Abu Qutaibah Jabir bin Abdul-Qayum Al-Sa’idi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Karya tulis: Buku paling terkenal Al-Ishabah fi Thalabi Syahadah, Tahridul Mujahidin ‘ala Qitali Thawaghit Al- Murtadin, Tahqiqu Tauhid Bil- Bara-ah min Ahli syirki wa Tandid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syaikh Abdullah bin Ahmad Al-Syami&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Karya tulis:  Falsafatu Syahadah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Ulama dari Asia Tenggara&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kapan ya melahirkan ulama kaliber internasional? Masih menunggu lahirnya calon-calon ulama rabbaniyyun dari rahim lembaga-lembaga pendidikan keagamaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah beberapa ulama yang hari ini menjadi panutan mujahidin. Sebagian besar mereka dipenjara atau diburu oleh aliansi salibiz-zionis-murtadin, dan sebagian kecilnya telah dikaruniai syahid —insya Allah—. Mereka merupakan personifikasi pergerakan Islam salafiyah jihadiyah. Seperti para ulama lainnya, mereka juga mempunyai beberapa kesalahan pendapat, fatwa dan tindakan. Namun secara umum lebih sedikit dari para ulama lain yang tidak berjihad fi sabilillah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku-buku karangan mereka dengan mudah bisa diperoleh diinternet. Bagi seorang muslim yang ingin menimba ilmu dari para ulama ‘amilin, buku-buku para ulama ini menjadi referensi penting untuk menjembatani pemahaman hukum-hukum syariat dan pelaksanaannya dalam realita lapangan (ilmu syariat-ilmu waqi’).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk bisa memahami buku-buku mereka dengan baik, sebaiknya seorang yang akan belajar meminta pembacaan, bimbingan dan penjelasan para ulama, kyai, da’i, ustadz, atau para penuntut ilmu syar’i yang dirasa mempunyai kemampuan atas hal itu. Dan yang tak kalah pentingnya, sedikit ilmu yang dipahami harus diamalkan, sehingga terjadi siklus pembelajaran yang sehat: ilmu, diamalkan, dan melahirkan karunia ilmu baru.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Wallahu A’lam bish Shawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku-buku para ulama di atas bisa diakses lewat banyak situs internet, seperti :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.alsunah.info/"&gt;http://www.alsunah.info/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.almaqdese.net/"&gt;http://www.almaqdese.net/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.abubaseer.com/"&gt;http://www.abubaseer.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.sultan.org/"&gt;http://www.sultan.org/.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.raddadi.com/"&gt;http://www.raddadi.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.tawhed.ws/"&gt;http://www.tawhed.ws/.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.saaid.net/"&gt;http://www.saaid.net/.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.alkhoder.com/"&gt;http://www.alkhoder.com/.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.sahwah.net/"&gt;http://www.sahwah.net/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.alsalafyoon.com/"&gt;http://www.alsalafyoon.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.omarabdurehman.com/"&gt;http://www.omarabdurehman.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.tawhed.com/"&gt;http://www.tawhed.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_237748359"&gt;http://www.aloqla.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.dweesh.com/"&gt;http://www.dweesh.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_237748361"&gt;http://www.azzam.jhad.8m.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_237748361"&gt;http://www.almuqatila.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_237748361"&gt;http://www.tibyan-islamicgroup.org/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_237748361"&gt;http://www.miraserve.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_237748361"&gt;http://www.almurabeton.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_237748361"&gt;http://www.alemarh.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_237748361"&gt;http://www.attauhid.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_237748361"&gt;http://www.islamway.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_237748361"&gt;http://www.khayma.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_237748361"&gt;http://www.alasra.org/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_237748361"&gt;http://www.asifa13sim.org/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_237748361"&gt;http://www.7azm.net/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_237748361"&gt;http://www.erhap.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.sakifah.com/"&gt;http://www.sakifah.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat, Wassallam.&lt;br /&gt;
Reply Post: &lt;a href="http://m.arrahmah.com/read/2011/12/11/16755-mencari-sosok-ulama-panutan.html#_ftn2"&gt;Read More...&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHOkUeuzLJzwHIzjTouAGWVfFHH79PZWkwk8YagkWbNaxFxaG4_xwwlsYPCG0Zsv9hXU9k92zxO0PDafOu8Jre5XyOGOWG9ft0QHUSWr7nqfw2Skzyuh0rnsJzqSDk-kQSA_R1hyFvt-k/s72-c/ulamapanutan.jpg" width="72"/></item><item><title>Kerajaan Islam Terbesar di Afrika Timur</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/kerajaan-islam-terbesar-di-afrika-timur.html</link><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Thu, 23 Feb 2012 19:51:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-8914402876624338696</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/fitzfreedomnet.blogspot.com"&gt;&lt;img alt="Allah Muhammad" border="0" src="http://i1200.photobucket.com/albums/bb337/fitzfreedom/ALLAH-MuhammadPBUH.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kesultanan Kilwa: Kerajaan Islam Terbesar di Afrika Timur #1&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAnrOlaSLY-6V8_y_ewKXN742PdksyIf_ainYug6pEtT39HuQDmBMqgyTHmAdsVbuTxl2ou66lH6qsguqaQ9cCupO78Y6irDM6n093i8ZzsSPQUHZxY1pex6PiznO4_K8L7yilMOyqUJ8/s1600/peninggalan-kesultanan-kilwa.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAnrOlaSLY-6V8_y_ewKXN742PdksyIf_ainYug6pEtT39HuQDmBMqgyTHmAdsVbuTxl2ou66lH6qsguqaQ9cCupO78Y6irDM6n093i8ZzsSPQUHZxY1pex6PiznO4_K8L7yilMOyqUJ8/s200/peninggalan-kesultanan-kilwa.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kota apa yang paling masyhur di Afrika Timur pada abad ke-11 hingga 15 M?  Penjelajah Muslim legendaris, Ibnu Batuta dalam Ar-Rihla, mengungkapkan, kota paling berpengaruh dan terpopuler pada rentang abad itu adalah Kilwa. Ia adalah nama sebuah pulau yang berjarak sekitar tiga mil dari pantai Tanzania.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat Ibnu Batuta mengunjungi kota itu pada 1330 M,  di pulau itu berdiri sebuah Kerajaan Islam yang besar bernama  Kesultanan Kilwa.  Wilayah itu menjadi jalur transit perdagangan yang menghubungkan kawasan Selatan Afrika dengan Zimbabwe. Pada masa itu, besi dan emas menjadi komoditas unggulan yang dijual para saudagar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, Kilwa pun menjadi tempat bersandarnya kapal-kapal pedagang yang menjual gading, budak untuk dipekerjakan di pabrik tekstil, perhiasan, porselen, dan rempah-rempah dari Asia. Sejak kedatangan Ibnu Batutta, pamor Kesultanan Kilwa terdengar hingga ke berbagai penjuru dunia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada era keemasannya, wilayah Kesultanan Kilwa terbentang di sepanjang garis pantai Swahili yang mencakup 14 wilayah (sebagian kini merupakan negara), yaitu Lamu, Malindi, Mombasa, Tanga, Pangani, Bagamoyo, Dar es Salaam, Zanzibar, Pemba, Mafia Island, Comoros, Mayotte, Sofala, dan Quelimane.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesultanan Kilwa didirikan oleh seorang pangeran Persia dari Shiraz (sekarang merupakan salah satu kota padat penduduk di Iran), bernama  Ali Ibn al-Hassan el-Shirazy pada abad ke-10 M.  Ali adalah seorang pangeran yang disingkirkan enam saudaranya, setelah sang ayah wafat. Ia tak mendapat sedikitpun warisan dari harta pusaka ayahnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia lalu menyiapkan pelayaran keluar dari pulau Hormuz dan mulai melakukan perjalanan bersama beberapa pengikutnya ke arah Mogadishu, sebuah kota penyaluran barang komersil di pantai Afrika Timur. Sayangnya, Ali gagal bergaul dengan para elite Somali-Arab di kota tersebut. Ali kembali terusir.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat menyusuri Pantai Afrika, Ali  membeli pulau Kilwa dari Bantu, penduduk etnis Afrika. Menurut salah satu kronik (Strong, 1895),  Kilwa awalnya dimiliki oleh raja Bantu, Almuli. Pulau tersebut terhubung dengan daratan utama oleh sebuah jembatan kecil dari sebentuk tanah yang menonjol ke permukaan laut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Raja itu setuju menjualnya dengan imbalan kain berwarna yang panjangnya bisa menutupi lingkar pulau itu. Saat raja berubah pikiran dan bermaksud mengambil kembali Pulau Kilwa, tanah yang menjadi jembatan penghubung telah digali oleh para pengikut Ali sehingga ia benar-benar berubah menjadi sebuah pulau.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena letaknya yang stategis, Kilwa akhirnya pusat perdagangan yang jauh lebih baik daripada Mogadishu. Keberadaannya mampu membetot perhatian banyak pedagang dan imigran, termasuk dari Persia dan Arab. Dan dalam beberapa tahun saja, mereka telah mampu membangun pemukiman satelit di Pulau Mafia yang berada di dekat Kilwa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kesultanan Kilwa: Kerajaan Islam Terbesar di Afrika Timur #2&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: black; margin: 5px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/fitzfreedomnet.blogspot.com"&gt;&lt;img alt="Allah Muhammad" border="0" src="http://i1200.photobucket.com/albums/bb337/fitzfreedom/ALLAH-MuhammadPBUH.gif" /&gt;&lt;/a&gt;Click Here...&lt;/span&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Open'; }" style="font-size: 10px; margin: 0px; padding: 0px; width: 60px;" type="button" value="Open" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;div style="background: yellow;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRCW4K4fxELGgeNyTNDWw0eNccQp0-XxUX-1oEnGX3-hzDlHarq3JFLRtbAhd3u1x5AOVdxq3ZmvV-ZVjJT4RU6hvWrba-Np0HasFOxOHfOT0j_Rym83pp9QZZucC4dXSV8gtbNC1r5xQ/s1600/peninggalan-kesultanan-kilwa.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRCW4K4fxELGgeNyTNDWw0eNccQp0-XxUX-1oEnGX3-hzDlHarq3JFLRtbAhd3u1x5AOVdxq3ZmvV-ZVjJT4RU6hvWrba-Np0HasFOxOHfOT0j_Rym83pp9QZZucC4dXSV8gtbNC1r5xQ/s200/peninggalan-kesultanan-kilwa.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;Kemunculan Kilwa sebagai pusat perdagangan baru menjadi tantangan bagi dominasi perdagangan di Mogadishu. Putra penerus kesembilan Ali, Suleiman ibnu al-Hassan ibnu Daud (raja ke-12 yang berkuasa pada 1178-1195), merebut kontrol kota Selatan Sofala, sebuah kota yang menjadi tempat panyaluran penting emas dan perdagangan gading.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;Akuisisi Sofala menjadi sumber pemasukan baru yang menyumbangkan pendapatan emas bagi para Kesultanan Kilwa. Pemasukan besar tersebut memungkinkan mereka membiayai ekspansi dan perluasan kekuasaan Kilwa di sepanjang garis pantai Afrika Timur.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;Pada puncak kekuasaannya di abad ke-15, Kesultanan Kilwa mengklaim penguasaan atas kota-kota daratan Malindi dan Sofala dan negara pulau Mombassa, Pemba, Zanzibar, Mafia, Comoro dan Mozambik, serta sejumlah tempat-tempat yang lebih kecil – yang kini disebut sebagai "Pantai Swahili".&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;Kilwa juga mengklaim kepemilikan atas saluran penghubung berbagai pos perdagangan kecil yang tersebar di pantai Madagaskar (yang kemudian dikenal dengan nama Arab sebagai Pulau Bulan). Di sebelah utara, kekuasaan Kilwa ditandai oleh sebuah kota bebas di Somalia, Barawa (sebuah republik aristokratis yang memimpin sendiri daerahnya) serta Mogadishu (saingan utama Kilwa dalam hal perdagangan). Ke selatan, kekuasaan Kilwa jauh mencapai Cape Correntes, yang kapal dagang biasanya tidak berani berlayar.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;Meski dipimpin oleh seorang sultan, Kesultanan Kilwa bukan seperti kepemimpinan negara yang terpusat. Kesultanan yang telah dipimpin tidak kurang dari 49 sultan itu lebih menyerupai konfederasi sejumlah kota komersial yang memiliki elit internal, komunitas perdagangan, dan koneksi perdagangan sendiri-sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;Gubernur atau pengawas yang diangkat oleh sultan tidak memiliki kekuasaan yang konsisten, karena di beberapa tempat seperti Sofala, gubernur lebih bersifat utusan atau duta besar.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Semoga bermanfaat, Wassallam.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Reply Post: &lt;a href="http://fitzfreedomnet.blogspot.com/"&gt;Republika&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAnrOlaSLY-6V8_y_ewKXN742PdksyIf_ainYug6pEtT39HuQDmBMqgyTHmAdsVbuTxl2ou66lH6qsguqaQ9cCupO78Y6irDM6n093i8ZzsSPQUHZxY1pex6PiznO4_K8L7yilMOyqUJ8/s72-c/peninggalan-kesultanan-kilwa.jpg" width="72"/></item><item><title>Keajaiban Penciptaan Pada Unta</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/keajaiban-penciptaan-pada-unta.html</link><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Wed, 22 Feb 2012 11:30:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-678691186125271159</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgclxszOrkfBeQOYZv4ZgRT6ERwagit-LAEZJ23VIbSnU0nOUamSGHXCjxt6M4br726h22cwqs_3eONmw8h_q9Sokk-yuuvCkiS8cJKUtJM2Fvy1FRDPXzjgTqN7DpxjD_3WNl6FBTzadY/s1600/arabian-camel.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgclxszOrkfBeQOYZv4ZgRT6ERwagit-LAEZJ23VIbSnU0nOUamSGHXCjxt6M4br726h22cwqs_3eONmw8h_q9Sokk-yuuvCkiS8cJKUtJM2Fvy1FRDPXzjgTqN7DpxjD_3WNl6FBTzadY/s200/arabian-camel.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lima puluh lima derajat celcius adalah suhu yang panas membakar. Itulah cuaca panas di gurun pasir, daerah yang tampak tak bertepi dan terhampar luas hingga di kejauhan. Di sini terdapat badai pasir yang menelan apa saja yang dilaluinya, dan yang sangat mengganggu pernafasan. Padang pasir berarti kematian yang tak terelakkan bagi seseorang tanpa pelindung yang terperangkap di dalamnya. Hanya kendaraan yang secara khusus dibuat untuk tujuan ini saja yang dapat bertahan dalam kondisi gurun ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kendaraan apapun yang berjalan di kondisi yang panas menyengat di gurun pasir, harus didisain untuk mampu menahan panas dan terpaan badai pasir. Selain itu, ia harus mampu berjalan jauh, dengan sedikit bahan bakar dan sedikit air. Mesin yang paling mampu menahan kondisi sulit ini bukanlah kendaraan bermesin, melainkan seekor binatang, yakni unta.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Unta telah membantu manusia yang hidup di gurun pasir sepanjang sejarah, dan telah menjadi simbul bagi kehidupan di gurun pasir. Panas gurun pasir sungguh mematikan bagi makhluk lain. Selain sejumlah kecil serangga, reptil dan beberapa binatang kecil lainnya, tak ada binatang yang mampu hidup di sana. Unta adalah satu-satunya binatang besar yang dapat hidup di sana. Allah telah menciptakannya secara khusus untuk hidup di padang pasir, dan untuk melayani kehidupan manusia. Allah mengarahkan perhatian kita pada penciptaan unta dalam ayat berikut:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Artinya : &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan."&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; (&lt;b style="color: orange;"&gt;QS. Al-Ghaasyiyah, 88:17&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita amati bagaimana unta diciptakan, kita akan menyaksikan bahwa setiap bagian terkecil darinya adalah keajaiban penciptaan. Yang sangat dibutuhkan pada kondisi panas membakar di gurun adalah minum, tapi sulit untuk menemukan air di sini. Menemukan sesuatu yang dapat dimakan di hamparan pasir tak bertepi juga tampak mustahil. Jadi, binatang yang hidup di sini harus mampu menahan lapar dan haus, dan unta telah diciptakan dengan kemampuan ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Unta dapat bertahan hidup hingga delapan hari pada suhu lima puluh derajat tanpa makan atau minum. Ketika unta yang mampu berjalan tanpa minum dalam waktu lama ini menemukan sumber air, ia akan menyimpannya. Unta mampu meminum air sebanyak sepertiga berat badannya dalam waktu sepuluh menit. Ini berarti seratus tiga puluh liter dalam sekali minum; dan tempat penyimpanannya adalah punuk unta. Sekitar empat puluh kilogram lemak tersimpan di sini. Hal ini menjadikan unta mampu berjalan berhari-hari di gurun pasir tanpa makan apapun.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebanyakan makanan di gurun pasir adalah kering dan berduri. Namun sistem pencernaan pada unta telah diciptakan sesuai dengan kondisi yang sulit ini. Gigi dan mulut binatang ini telah dirancang untuk memungkinkannya memakan duri tajam dengan mudah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perutnya memiliki disain khusus tersendiri sehingga cukup kuat untuk mencerna hampir semua tumbuhan di gurun pasir. Angin gurun yang muncul tiba-tiba biasanya menjadi pertanda kedatangan badai pasir. Butiran pasir menyesakkan nafas dan membutakan mata. Tapi, Allah telah menciptakan sistem perlindungan khusus pada unta sehingga ia mampu bertahan terhadap kondisi sulit ini. Kelopak mata unta melindungi matanya dari dari debu dan butiran pasir. Namun, kelopak mata ini juga transparan atau tembus cahaya, sehingga unta tetap dapat melihat meskipun dengan mata tertutup. Bulu matanya yang panjang dan tebal khusus diciptakan untuk mencegah masuknya debu ke dalam mata. Terdapat pula disain khusus pada hidung unta. Ketika badai pasir menerpa, ia menutup hidungnya dengan penutup khusus.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu bahaya terbesar bagi kendaraan yang berjalan di gurun pasir adalah terperosok ke dalam pasir. Tapi ini tidak terjadi pada unta, sekalipun ia membawa muatan seberat ratusan kilogram, karena kakinya diciptakan khusus untuk berjalan di atas pasir. Telapak kaki yang lebar menahannya dari tenggelam ke dalam pasir, dan berfungsi seperti pada sepatu salju. Kaki yang panjang menjauhkan tubuhnya dari permukaan pasir yang panas membakar di bawahnya. Tubuh unta tertutupi oleh rambut lebat dan tebal. Ini melindunginya dari sengatan sinar matahari dan suhu padang pasir yang dingin membeku setelah matahari terbenam. Beberapa bagian tubuhnya tertutupi sejumlah lapisan kulit pelindung yang tebal. Lapisan-lapisan tebal ini ditempatkan di bagian-bagian tertentu yang bersentuhan dengan permukaan tanah saat ia duduk di pasir yang amat panas. Ini mencegah kulit unta agar tidak terbakar. Lapisan tebal kulit ini tidaklah tumbuh dan terbentuk perlahan-lahan; tapi unta memang terlahir demikian. Disain khusus ini memperlihatkan kesempurnaan penciptaan unta.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Marilah kita renungkan semua ciri unta yang telah kita saksikan. Sistem khusus yang memungkinkannya menahan haus, punuk yang memungkinkannya bepergian tanpa makan, struktur kaki yang menahannya dari tenggelam ke dalam pasir, kelopak mata yang tembus cahaya, bulu mata yang melindungi matanya dari pasir, hidung yang dilengkapi disain khusus anti badai pasir, struktur mulut, bibir dan gigi yang memungkinkannya memakan duri dan tumbuhan gurun pasir, sistem pencernaan yang dapat mencerna hampir semua benda apapun, lapisan tebal khusus yang melindungi kulitnya dari pasir panas membakar, serta rambut permukaan kulit yang khusus dirancang untuk melindunginya dari panas dan dingin.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak satupun dari ini semua dapat dijelaskan oleh logika teori evolusi, dan kesemuanya ini menyatakan satu kebenaran yang nyata: Unta telah diciptakan secara khusus oleh Allah untuk hidup di padang pasir, dan untuk membantu kehidupan manusia di tempat ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitulah, kebesaran Allah dan keagungan ciptaan-Nya tampak nyata di segenap penjuru alam ini, dan Pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu. Allah menyatakan hal ini dalam ayat Al-quran:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: orange; text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إِنَّمَا إِلَهُكُمُ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَسِعَ كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Artinya : &lt;b style="color: blue;"&gt;"Sesungguhnya, Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan – Nya meliputi segala sesuatu." &lt;/b&gt;(&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;QS. Thaahaa, 20:98&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat, Wassallam.&lt;br /&gt;
Reply Post: &lt;a href="http://artikelislam.com/"&gt;Artikel Islam&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgclxszOrkfBeQOYZv4ZgRT6ERwagit-LAEZJ23VIbSnU0nOUamSGHXCjxt6M4br726h22cwqs_3eONmw8h_q9Sokk-yuuvCkiS8cJKUtJM2Fvy1FRDPXzjgTqN7DpxjD_3WNl6FBTzadY/s72-c/arabian-camel.jpg" width="72"/></item><item><title>Batang Tenggorokan Bukti Kuasa Allah</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/batang-tenggorokan-bukti-kuasa-allah.html</link><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Wed, 22 Feb 2012 11:00:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-3410442719924161103</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: orange;"&gt;الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghiEorbLxe9toeQTtEFD0KCDgfXM9BK1cHgsFGPKwP-BiC1ggbG53Obg5x1Khn-FOzRAtYlfgM8KbKjEQcVKQLKswqwbhXZdCoVf2idEU-S4S4rDGHTC4IFYVaaYajp1baIaGtDpTlEQA/s1600/batang-tenggorokan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="191" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghiEorbLxe9toeQTtEFD0KCDgfXM9BK1cHgsFGPKwP-BiC1ggbG53Obg5x1Khn-FOzRAtYlfgM8KbKjEQcVKQLKswqwbhXZdCoVf2idEU-S4S4rDGHTC4IFYVaaYajp1baIaGtDpTlEQA/s200/batang-tenggorokan.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Struktur tenggorokan adalah contoh dari sistem yang sempurna dalam tubuh manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dinding tenggorokan didukung oleh C-tulang rawan berbentuk cincin. Hal ini memungkinkan pergerakan ke arah yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika pipa saluran udara hanya terbuat dari daging, maka kelembutan yang dihasilkan akan menyebabkan penyumbatan konstan, yang akan membuat kita sulit untuk bernapas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Jika terbuat dari sesuatu yang keras seperti tulang, maka gerakan kita sebagian besar akan terbatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun struktur yang terdiri dari tulang rawan yang membentuk pipa saluran udara sangat cocok untuk semua jenis gerakan, dan selalu tetap terbuka karena fleksibilitasnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Ada lagi sistem yang sangat khusus tepat di pintu masuk ke batang tenggorokan. Sistem ini menyelamatkan hidup kita setiap kali kita memakan sesuatu. Bagaimana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerongkongan dan batang tenggorok berdampingan di tenggorokan. Satu kemungkinan bahwa ketika memakan makanan akan terjebak dalam tenggorokan dan tercekik sendiri. Namun tidak demikian. Meskipun kita terus makan dan bernapas, makanan tidak pernah tersangkut dalam tenggorokan kita. Jadi apa yang melindungi kita ketika makan?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada lipatan kecil dari tulang rawan elastis yang disebut kelep lekum kanan di pintu masuk ke batang tenggorokan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
flap ini secara otomatis menutup pintu masuk ke tenggorokan saat menelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama ribuan makanan yang kita makan, dari masa bayi sampai saat ini, kita telah menelan puluhan ribu kali. Dan setiap kali flap kecil menutup jalan masuk ke tenggorokan kita di saat yang tepat. Meskipun kita tidak menyadari keberadaannya dan tidak mampu mengendalikan hal itu ,flap kecil telah menyelamatkan hidup kita dengan menutup pintu masuk ke tenggorokan Anda pada saat yang tepat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan tidak adanya sistem itu, seorang manusia akan tercekik saat pertama ia menggigit makanan. Ini adalah satu lagi bukti bahwa Allah menciptakan semua fitur yang dimiliki oleh manusia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat.Wassallam.&lt;br /&gt;
Reply Post: &lt;a href="http://artikelislami.com"&gt;Artikel Islam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghiEorbLxe9toeQTtEFD0KCDgfXM9BK1cHgsFGPKwP-BiC1ggbG53Obg5x1Khn-FOzRAtYlfgM8KbKjEQcVKQLKswqwbhXZdCoVf2idEU-S4S4rDGHTC4IFYVaaYajp1baIaGtDpTlEQA/s72-c/batang-tenggorokan.jpg" width="72"/></item><item><title>MUI: Nikah Siri Halal Secara Nasional</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/mui-nikah-siri-halal-secara-nasional.html</link><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Wed, 22 Feb 2012 10:39:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-2589111765286018258</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidw4qyO1TA52vd2cHGqUpHoBh-hWryHXMnJrFZdyjnO3FNH9sSmX-yxUWtM1b5NZz8lYLu1L3FDy20iURie9t6BrVjP-S_68hnRKai0xPUvc21OEqwpJ_QGpE1HlKwLZO2pUMAwfXSeDA/s1600/MUI.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidw4qyO1TA52vd2cHGqUpHoBh-hWryHXMnJrFZdyjnO3FNH9sSmX-yxUWtM1b5NZz8lYLu1L3FDy20iURie9t6BrVjP-S_68hnRKai0xPUvc21OEqwpJ_QGpE1HlKwLZO2pUMAwfXSeDA/s200/MUI.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Majelis Ulama Indonesia (MUI) langsung  merekasi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan gugatan terhadap Pasal 2 Ayat 2 dan Pasal 43 UU Perkawinan, yang akan menjadikan nikah siri sah secara nasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketua MUI, KH Amidhan, anak di luar nikah dalam pembahasan UU Perkawinan disebut “anak alam”. Anak alam sendiri mempunyai keperdataan dengan ibunya. Tetapi sebaliknya, anak alam tidak mempunyai hubungan keperdataan dengan ayahnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dengan keputusan MK itu, nikah siri itu sah secara nasional dan bisa dilaporkan di lembaga terkait. Di sisi lain, nikah siri sah secara agama. Tetapi, pelaku yang nikah siri dan menelantarkan anak hukumnya haram,” tegas Amidhan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Amidhan, dalam pembahasan UU Perkawinan, anak di luar nikah disebut “anak alam”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak alam secara keperdataan memiliki hubungan dengan ibunya, tetapi dengan ayahnya tidak ada hubungan keperdataan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Keputusan MK itu anak alam itu punya hubungan dengan ayahnya. Yang jadi kontroversi kalau anak itu hasil kumpul kebo. Apalagi jika anak hasil kumpul kebo itu harus diakui oleh negara,” ungkap Amidhan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti diketahui, Jumat (17/02), MK akhirnya mengabulkan judicial review gugatan artis Machica Mochtar terhadap pasal UU Perkawinan yang menyatakan bahwa “anak yang dilahirkan di luar perkawinan resmi hanya memiliki hubungan perdata kepada ibunya”.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Dengan putusan itu, anak yang lahir dari di luar pernikahan yang sah harus diakui dan mendapatkan haknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MK menyatakan Pasal 43 ayat (1) UU Perkawinan yang menyatakan “anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya” sangat bertentangan dengan UUD 1945. (bilal/LI/arrahhmah.com)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat, wassallam.&lt;br /&gt;
Reply Post: &lt;a href="http://arrahmah.com"&gt;Ar-Rahmah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidw4qyO1TA52vd2cHGqUpHoBh-hWryHXMnJrFZdyjnO3FNH9sSmX-yxUWtM1b5NZz8lYLu1L3FDy20iURie9t6BrVjP-S_68hnRKai0xPUvc21OEqwpJ_QGpE1HlKwLZO2pUMAwfXSeDA/s72-c/MUI.jpg" width="72"/></item><item><title>Adab Bertamu Cara Rasulullah SAW</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/adab-bertamu-cara-rasulullah-saw.html</link><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Wed, 22 Feb 2012 10:19:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-5995936859483914695</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3wfN2aCMFHdL9YxHqI7XGNhqZ9HF9WOSXVnL-uxLQNSlu001T_qM7FaC0LyUiDrgtqeTujFYxjcYETXhAXjGNbQ6TFZfFp49Ja5p0_HygTrjpfCSMq8dbJyEGubp37R8GsLYAE-CSmLQ/s1600/adab-bertamu-ilustrasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3wfN2aCMFHdL9YxHqI7XGNhqZ9HF9WOSXVnL-uxLQNSlu001T_qM7FaC0LyUiDrgtqeTujFYxjcYETXhAXjGNbQ6TFZfFp49Ja5p0_HygTrjpfCSMq8dbJyEGubp37R8GsLYAE-CSmLQ/s200/adab-bertamu-ilustrasi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh indah jika setiap Muslim bersedia menghormati hak-hak sesamanya, baik hak yang bersifat individu maupun kekeluargaan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan saling menghormati, maka tiap Muslim akan merasa dirinya ada dalam lingkup yang benar-benar islami. Sebab, Islam membawa ajaran damai. Kedamaian yang semestinya dirasa oleh tiap insan beriman melalui sikap saling menghormati, termasuk adab saat bertamu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bertamu, hal yang sepertinya sepele terkadang jarang diperhatikan tata cara maupun adabnya oleh kita yang mengaku beriman pada Allah SWT dan Rasulnya. Adab bertamu sebagaimana yang diajarkan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, memiliki beberapa nilai-nilai etika.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sebagaimana dikisahkan dalam beberapa hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim.Ketiga adab tersebut di antaranya:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Pertama,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; kembali pulang jika telah tiga kali ketuk sang pemilik tak membuka pintu. Seperti pada hadits berikut ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Said Al-Khudriy RA, ia berkata, &lt;span style="color: blue;"&gt;“Ketika aku di majelis sahabat Anshar tiba-tiba, datang Abu Musa bagaikan orang ketakutan, lalu berkata, 'Aku datang ke rumah Umar dan mengetuk tiga kali, tetapi tidak diizinkan (dibukakan) maka aku kembali (pulang). Tiba-tiba Umar memanggil aku kembali dan bertanya, 'Mengapa engkau kembali?' Jawabku, 'Aku telah mengetuk sebanyak tiga kali, dan tidak engkau bukakan pintu, maka aku kembali, sedang Rasulullah bersabda, 'Jika seorang meminta izin (mengetuk pintu) sampai tiga kali namun tak ada jawaban, hendaklah ia kembali (pulang).' Khalifah Umar tercengang, sebab ia belum mendengar langsung hadits tersebut dari Rasulullah SAW. Umar pun akhirnya turut ke majelis dan mendapatkan kesaksian dari Ubay bin Ka’ab bahwa dialah yang telah mendengar hadits perihal adab bertamu langsung dari Rasulullah.”&lt;/span&gt; (&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;HR. Bukhari Muslim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mari kita simak petikan hadits tersebut, alurnya adalah Abu Musa yang hendak bertandang ke rumah Khalifah Umar. Ia telah mengetuk pintu hingga tiga kali, namun tak kunjung dibukakan pintu. Abu Musa pun kembali, meski mungkin kabar yang akan disampaikan Abu Musa cukup penting. Namun, karena patuhnya Abu Musa terhadap tuntunan Rasulullah Saw, ia pun kembali.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; Tidak menjawab “Aku” saat pemilik rumah bertanya, “Siapa?” Seperti pada hadits Rasulullah SAW dari Jabir. Ia berkata, “Aku datang ke rumah Nabi SAW untuk membayar hutang ayahku, maka aku mengetuk pintu. Lalu Rasulullah SAW bertanya, 'Siapa?' Aku menjawab, “Aku.” Maka Rasulullah bersabda, &lt;span style="color: blue;"&gt;'Aku, aku,' seolah-olah Nabi SAW kurang suka dengan jawaban, “Aku.” &lt;/span&gt;(&lt;b style="color: orange;"&gt;HR Bukhari Muslim&lt;/b&gt;).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; haramnya melihat (melongok) ke dalam rumah orang lain. Dari Sahl bin Sa’ad As-Saidi, ia berkata,&lt;span style="color: blue;"&gt; "Ada seorang mengintai dari lubang di pintu rumah Rasulullah SAW sedang di tangan Rasulullah SAW ada sisir besi yang beliau gunakan untuk menggaruk kepala beliau. Ketika beliau mengetahui ada seseorang yang mengintai, beliau bersabda, 'Andaikan aku mengetahui bahwa ia benar-benar telah mengintai, maka akan aku cocokkan besi ini di kedua matanya.”&lt;/span&gt; (&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;HR Bukhari Muslim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hadits lain yang diriwayatkan Abu Hurairah, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, &lt;span style="color: blue;"&gt;“Andaikan ada orang mengintai rumahmu tanpa izinmu, kemudian engkau melemparnya dengan batu sehingga tercungkil matanya, maka tiada dosa atasmu.”&lt;/span&gt; (&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;HR Bukhari Muslim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah adab bertamu ala teladan sejati kita, Rasulullah SAW. Semoga kita dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, agar terciptalah sikap saling menghargai untuk menghindari fitnah yang mungkin akan terjadi jika kita kurang menjaga adab bertamu, serta menjaga hak-hak sesama manusia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat, Wassallam&lt;br /&gt;
Reply Post: &lt;a href="http://www.republika.co.id/"&gt;Republika&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3wfN2aCMFHdL9YxHqI7XGNhqZ9HF9WOSXVnL-uxLQNSlu001T_qM7FaC0LyUiDrgtqeTujFYxjcYETXhAXjGNbQ6TFZfFp49Ja5p0_HygTrjpfCSMq8dbJyEGubp37R8GsLYAE-CSmLQ/s72-c/adab-bertamu-ilustrasi.jpg" width="72"/></item><item><title>Aurat Muslimah Dalam Interaksi Sosial</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/aurat-muslimah-dalam-interaksi-sosial.html</link><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Wed, 22 Feb 2012 09:15:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-747571097480663163</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Aurat Muslimah Dalam Interaksi Sosial #1&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjStmNRmWHuJNPtcGHBZB-NrXZq4Y5J7Z_XxXItg2Nnc7lUx2aOzjVDE2OBO7bMs9lvyGjQ0_GR__VpelGKw6Z5prWsJWQ-QOCRCpxZCLLxJdwwFjjoNLhGTEvm7i77khXxtMMSt2O51lw/s1600/Muslimah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjStmNRmWHuJNPtcGHBZB-NrXZq4Y5J7Z_XxXItg2Nnc7lUx2aOzjVDE2OBO7bMs9lvyGjQ0_GR__VpelGKw6Z5prWsJWQ-QOCRCpxZCLLxJdwwFjjoNLhGTEvm7i77khXxtMMSt2O51lw/s200/Muslimah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perempuan adalah salah satu makhluk Allah yang paling istimewa. Kenapa? Karena banyak kekhususan (spesialisasi) yang diberikan kepadanya dan tidak diberikan kepada laki-laki. Di antaranya, perempuan diberikan keistimewaan untuk mengandung, melahirkan, dan menyusui.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan, secara khusus, dalam Alquran terdapat satu surah yang bernama An-Nisaa`, yang bermakna para perempuan. Surah ini terdiri atas 176 ayat dan masuk dalam kategori surah Madaniyyah, yang diturunkan di Madinah. Surah ini merupakan yang terpanjang dalam kategori Madaniyah sesudah surah Al-Baqarah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dinamakan surah An-Nisaa` karena di dalamnya banyak membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan perempuan dibandingkan surah-surah lainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perempuan adalah makhluk yang paling indah dan menarik, seperti perhiasan. Karena itu, banyak orang yang senantiasa menyukai dan menyenanginya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW menyatakan, "Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah istri yang salehah." (HR Muslim). Karena itulah, perempuan selalu banyak menarik perhatian terutama lawan jenisnya (laki-laki).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal demikian, agama Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa bergaul dengan baik, namun tetap menjaga etika, adab, dan moralnya, termasuk dalam hal berpakaian untuk menutupi auratnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana dijelaskan dalam berbagai kitab Fikih, aurat wanita adalah seluruh badannya kecuali muka dan telapak tangan. Dalam sebuah hadis hasan sahih yang diriwayatkan Tirmidzi, dikatakan, sesungguhnya seluruh tubuh perempuan adalah aurat. ''Perempuan itu adalah aurat.''&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkaitan dengan hal ini, kapankah seluruh tubuh wanita kecuali muka dan dua telapak tangan menjadi bukan aurat, terutama saat berinteraksi sosial dengan orang lain? Padahal, dalam kehidupan dunia modern saat ini, sangat sulit menghindari pertemuan antara laki-laki dan perempuan. Bahkan, tak jarang keduanya saling membutuhkan untuk kerjasama dalam banyak bidang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Imam Muhammad bin Idris As-Syafi'i (150-204 H), batas aurat perempuan adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan dua telapak tangan. Mayoritas ulama juga menyepakatinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu sampai batas mana, khususnya bagi perempuan untuk diperkenankan atau diperbolehkan membuka auratnya? Apakah saat sendirian, di hadapan suaminya, anggota keluarganya, atau lainnya?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Melihat diri sendiri&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal melihat dirinya sendiri, Imam Hanafi dan Hanbali menyatakan, orang yang sudah mukallaf --sudah terkena kewajiban mendirikan shalat dan ibadah fardhu lainnya atau dewasa--tidak boleh membuka auratnya di samping orang yang tidak dihalalkan untuk melihatnya. Begitu juga kalau sendiri, kecuali karena darurat seperti buang air besar atau kecil atau mandi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: blue; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Aurat Muslimah Dalam Interaksi Sosial #2 (Habis)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnkQ1zUC20ZJAlycE6la0eVHX56DF8aW-Wvb80Ch73BiFGj7KdkOEJoRFJXmPs_neSaXI0A9IItx9hAXk4l4N4izufsrRXdTkf-Ej-72DAxuqrJ1pMnvGhTSab2O1EeulWbRa33D4wWIw/s1600/Muslimah-2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnkQ1zUC20ZJAlycE6la0eVHX56DF8aW-Wvb80Ch73BiFGj7KdkOEJoRFJXmPs_neSaXI0A9IItx9hAXk4l4N4izufsrRXdTkf-Ej-72DAxuqrJ1pMnvGhTSab2O1EeulWbRa33D4wWIw/s200/Muslimah-2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Syafi'i dan Maliki menyatakan, melihat aurat sendiri tidak haram, tetapi hukumnya makruh, kecuali dalam keadaan darurat sehingga diperbolehkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: red; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Bersama Muhrim&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ulama mazhab berbeda pendapat tentang anggota badan yang wajib ditutupi dari pandangan muhrimnya yang laki-laki selain suaminya. Sedangkan sesama perempuan yang merupakan familinya, masih diperbolehkankan, namun masih dalam batas kewajaran sebagaimana surah An-Nuur ayat 31.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Hanafi dan Syafi'i, bila berada di hadapan muhrimnya, mereka diwajibkan menutupi aurat antara pusar dan lutut. Sedangkan Maliki dan Hambali menyatakan, bila dihadapan sesama perempuan wajib ditutupi antara pusar dan lutut sedagkan di hadapan muhrimnya yang laki-laki adalah seluruh badannya kecuali bagian yang ujung-ujungnya seperti kepala dan dua tangan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Di hadapan Laki-laki lain&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang perempuan, apabila berada di hadapan laki-laki lain selain suami dan anggota muhrimnya, maka ia wajib menutup seluruh badannya. Dan para ulama telah menyepakati hal ini. Mereka berpandangan, sebagaimana hadits yang diriwayatkan Tirmidzi, bahwa perempuan itu adalah aurat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan bila berada di hadapan laki-laki yang bukan muhrimnya ini, maka anggota badan yang boleh terlihat hanyalah muka dan dua telapak tangan. &lt;span style="color: blue;"&gt;''Dan janganlah mereka (para wanita) menampakkan perhiasan kecuali yang biasa nampak, dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudungnya hingga ke dadanya.''&lt;/span&gt; (&lt;b style="color: orange;"&gt;QS An-Nuur: 31&lt;/b&gt;).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pandangan ini berlaku dalam setiap kesempatan, baik di rumah, bertetangga, maupun saat berinteraksi sosial dengan masyarakat umum.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dr Yusuf al-Qaradhawi, menyatakan, Islam tidak melarang hubungan laki-laki dan perempuan. Namun demikian, kata dia, Islam mengajarkan etika dan adab yang harus dipatuhi dalam pergaulan tersebut, yakni bagi seorang perempuan hendaknya menutup auratnya dan memakai pakaian yang sopan, yakni longgar dan tertutup (tidak menampakkan anggota tubuh).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, Abdul Halim Abu Syuqqah, menyatakan perempuan diperbolehkan berinteraksi sosial namun mereka memiliki kewajiban untuk mematuhi adab, etika, dan moral, dalam pergaulan. Adab pergaulan itu antara lain, menutupi auratnya kecuali wajah, tangan, dan kaki; sederhana dalam berpakaian; menggunakan pakaian yang longgar dan tidak transparan; berbeda dengan pakaian laki-laki; dan berbeda dengan wanita non-Muslim. Waallahua'lam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat, Wassallam.&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Reply Post: &lt;a href="http://m.republika.co.id/"&gt;Repbulika (mobile)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjStmNRmWHuJNPtcGHBZB-NrXZq4Y5J7Z_XxXItg2Nnc7lUx2aOzjVDE2OBO7bMs9lvyGjQ0_GR__VpelGKw6Z5prWsJWQ-QOCRCpxZCLLxJdwwFjjoNLhGTEvm7i77khXxtMMSt2O51lw/s72-c/Muslimah.jpg" width="72"/></item><item><title>Muslim Suku Asmat Papua</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/muslim-suku-asmat-papua.html</link><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Mon, 20 Feb 2012 01:00:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-752056816947778245</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaOtek0cMzA1bMbpSD0BqKTbQvPkDaLAcQHYUuMZTI2uAIZKL4eJxzOSEdBPH7GJ57p4mtrTqXF__J2rDeWlm2KAkiKqD0rt7b3j40nYoCISdg1sHnKfSTa9PC8tiaz0_rJOwMysOWgFM/s1600/Muslim+Asmat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaOtek0cMzA1bMbpSD0BqKTbQvPkDaLAcQHYUuMZTI2uAIZKL4eJxzOSEdBPH7GJ57p4mtrTqXF__J2rDeWlm2KAkiKqD0rt7b3j40nYoCISdg1sHnKfSTa9PC8tiaz0_rJOwMysOWgFM/s200/Muslim+Asmat.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Masjid Istiqlal, Ali Hanafiyah mengatakan dari tahun 1980an, telah ada dari kalangan suku Asmat yang memeluk Islam. Namun, tidak adanya pembimbing menjadikan Muslim Asmat seolah diabaikan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mereka yang masuk Islam lalu mendapat pemberitaan dari media. Tapi setelah itu, tidak ada bimbingan berkesinambungan sehingga mereka tidak menjalankan Islam secara kaffah,” kata Ali dalam pesannya kepada keluarga Umar yang baru saja mengucapkan syahadat di Masjid Darussalam, Jati Bening, Bekasi, Ahad (19/2).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ali mengatakan adalah tugas umat Islam untuk bersama-sama memberikan perhatian dan bimbingan kepada Muslim Asmat.  Umat Islam perlu mencontoh Rasulullah SAW saat mendidik para sahabat seperti Abu Bakar, Umat bin Khattab, dan Ustman bin Affan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Nabi SAW mengislamkan kota Mekkah dengan mendekati para pemimpin kabilah kota itu. Lalu beliau bentuk Makkah sebagai pusat penyebaran Islam,” papar Ali.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk itu, menurut Ali, kelak suku Asmat dapat menjadi pusat penyebaran Islam di Papua. Ia percaya masuknya Islam ke Papua akan memberikan perubahan pada wilayah itu. “Kita akan buat Papua menjadi lebih bermartabat,” katanya. Agung Sasongko&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat, Wassallam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Informasi lainnya tentang Suku Asmat Papua (Indonesia):&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/12/02/20/lzoq83-pengukhuwah-islamiyah-kepala-suku-asmat"&gt;Pengikhuwah Islamiyah Kepala Suku Asmat&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/12/02/19/lzmmcw-masjid-darussalam-beri-bantuan-muslim-papua"&gt;Bantua Utk Muslim Papua&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
Reply Post: &lt;a href="http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/12/02/19/lzmkbs-muslim-asmat-butuh-perhatian-dan-bimbingan-umat-islam"&gt;Republika&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaOtek0cMzA1bMbpSD0BqKTbQvPkDaLAcQHYUuMZTI2uAIZKL4eJxzOSEdBPH7GJ57p4mtrTqXF__J2rDeWlm2KAkiKqD0rt7b3j40nYoCISdg1sHnKfSTa9PC8tiaz0_rJOwMysOWgFM/s72-c/Muslim+Asmat.jpg" width="72"/></item><item><title>Huma Betang: Kedamaian Dalam Keragaman-Dayak Kalimantan</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/huma-betang-kedamaian-dalam-keragaman.html</link><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Sun, 19 Feb 2012 10:48:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-1535898290221016522</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/huma-betang-kedamaian-dalam-keragaman.html?m=1"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="133" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTAjl_dJNjDl7Q2aYJhClGl3LvWHkkPNJxOxqRXDTj1fuW_rquKjp1UWT1KFVEdUPnCH8vp81OZUMRL8aS2qCWtRHGSXp6n4lAyFPRiwpgWYkhUU59SCSws5ZpCLQlmz-K95O8sdGN3zw/s200/Dayak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Bismillah...&lt;font color="red"&gt;&lt;br /&gt;
Semua Organisasi Kemasyarakatan yang melakukan Radikalisme (Kekerasan) selayaknya dibubarkan dibumi Indonesiaku.&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah ini adalah tautan links dari situs online &lt;a href="http://www.tempo.co"&gt;Tempo&lt;/a&gt; mengenai Font Pembela Islam (FPI). Silakan anda click kalau mau baca&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.tempo.co/topik/lembaga/45/Front-Pembela-Islam-FPI"&gt;Font Pembela Islam (FPI)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semboyan kami &lt;font color="oranye"&gt;"Huma Betang"&lt;/font&gt; artinya &lt;font color="green"&gt;Kedamaian Dalam Kebersamaan&lt;/font&gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;font color="red"&gt;Kami Suku Dayak Kalimantan&lt;/font&gt; suka dan mencintai Kedamaian serta men Cinta Islam yang Damai dan Tentram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami tidak suka Kekerasan dalam Memaksakan Kehendak didaerah kami. Kalian (FPI) jangan menghina Suku Kami &lt;font color="red"&gt;(Suku Dayak Kalimantan)&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;font color="blue"&gt;Suku Dayak Kalimantan&lt;/font&gt; sudah banyak yang menganut &lt;font color="green"&gt;Agama Islam&lt;/font&gt;. Kalian (FPI) jangan menganggap Kami (Dayak Kalimantan) orang yang tidak memiliki Agama dalam hal bertindak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalian (FPI) harus koreksi diri dan bercermin dalam Syariat Islam. Dan &lt;font color="blue"&gt;Islam sesungguhnya mencintai  kedamaian, ketentraman dalam hidup bermasyarakat.&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wassallam&lt;br /&gt;
&lt;font color="blue"&gt;Huma Betang&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;
&lt;font color="red"&gt;an: Suku Dayak Kalimantan&lt;/font&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTAjl_dJNjDl7Q2aYJhClGl3LvWHkkPNJxOxqRXDTj1fuW_rquKjp1UWT1KFVEdUPnCH8vp81OZUMRL8aS2qCWtRHGSXp6n4lAyFPRiwpgWYkhUU59SCSws5ZpCLQlmz-K95O8sdGN3zw/s72-c/Dayak.jpg" width="72"/></item><item><title>Muslimah Berhias Bolehkah? #1</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/muslimah-berhias-bolehkah-1.html</link><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Sun, 19 Feb 2012 01:29:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-6573801886887130300</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://ff-islami.blogspot.com"&gt;&lt;img border="0" height="144" width="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQ_fi6zNBcJCUt1EoQKPXqQuD7KZIud1OaOg79WKwmx2lNjfCfeWQPVeGyv_trDiLbQ4iQZ5m6PhJae40I9zELqV-WRMhBv1GsDLJxvDn_96Mv_idCrOdhCtNBTZM5ECLr7yqmVT1rjRk/s200/Muslimah.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align:justify;"&gt;&lt;font color="oranye"&gt;Agama Islam&lt;/font&gt; adalah &lt;font color="oranye"&gt;Agama yang sempurna.&lt;/font&gt; &lt;font color="blue"&gt;&lt;u&gt;Islam mengatur seluruh persoalan kehidupan umat. Mulai dari masalah ibadah, akidah, hingga pergaulan dengan umat manusia.&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaitannya dengan masalah pergaulan, Islam menganjurkan umatnya untuk memperbanyak hubungan silaturahim dengan seluruh umat manusia, terlebih pada sesama Muslim.&lt;br /&gt;
&lt;font color="blue"&gt;&lt;br /&gt;
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya, kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”&lt;/font&gt; (&lt;font color="oranye"&gt;QS An-Nisa: 1&lt;/font&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sejumlah Hadits, &lt;font color="oranye"&gt;Nabi Muhamad SAW menganjurkan umatnya untuk selalu menyambung tali silaturahim.&lt;/font&gt; Dari &lt;b&gt;Jubair bin Muth’im RA&lt;/b&gt;, &lt;font color="oranye"&gt;Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan (silaturahim).”&lt;/font&gt; (&lt;font color="blue"&gt;HR Muslim&lt;/font&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari &lt;b&gt;Anas bin Malik RA&lt;/b&gt;, &lt;font color="oranye"&gt;Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang ingin dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung hubungan kekeluargaan (silaturahim).”&lt;/font&gt; (&lt;font color="blue"&gt;HR Muslim&lt;/font&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;Agar pergaulan berjalan lancar, maka setiap Muslim wajib menjaga adab dan etika dalam pergaulan. Islam menganjurkan umatnya untuk tampil elegan dan mempercantik diri.&lt;/u&gt; Lalu bolehkah Muslimah mempercantik diri, seperti berhias?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada prinsipnya, Islam mengajarkan setiap Muslim untuk tampil cantik, menarik, dan memakai pakaian yang bagus, apalagi saat memasuki masjid. Banyak ayat &lt;font color="oranye"&gt;&lt;b&gt;Al-Qur'an&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Hadits Nabi SAW&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; yang memerintahkan demikian. &lt;font color="blue"&gt;“Dan Tuhanmu Agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah.”&lt;/font&gt; (&lt;font color="oranye"&gt;QS Al-Muddatstsir: 3-4&lt;/font&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada banyak persyaratan yang harus diperhatikan dalam berpakaian termasuk menggunakan perhiasan, terutama bagi perempuan. Seringkali, untuk menghadiri sebuah undangan, pesta, ataupun silaturahim biasa, mereka menggunakan perhiasan yang sangat menyolok. Bagaimanakah pandangan Islam tentang hal ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana diterangkan diatas, &lt;font color="blue"&gt;Islam memerintahkan umatnya untuk senantiasa menggunakan pakaian yang bersih dan tidak berlebih-lebihan.&lt;/font&gt; &lt;font color="red"&gt;Karena, berlebih-lebihan atau boros adalah perbuatan setan.&lt;/font&gt; &lt;font color="blue"&gt;Lihat surah Al-Isra: 26-27.&lt;/font&gt;...to be continue..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Bismillah....&lt;br /&gt;
Silakan baca juga &lt;a href="http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/muslimah-berhias-bolehkah-2-habis.html?m=1"&gt;Muslimah Berhias (Tabarruj) Bolehkah? #2 (Habis)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat, terimakasih.&lt;br /&gt;
Wassallam.&lt;br /&gt;
Reply Post: &lt;a href="http://ff-islami.blogspot.com"&gt;Republika&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQ_fi6zNBcJCUt1EoQKPXqQuD7KZIud1OaOg79WKwmx2lNjfCfeWQPVeGyv_trDiLbQ4iQZ5m6PhJae40I9zELqV-WRMhBv1GsDLJxvDn_96Mv_idCrOdhCtNBTZM5ECLr7yqmVT1rjRk/s72-c/Muslimah.JPG" width="72"/></item><item><title>Muslimah Berhias Bolehkah #2 (Habis)</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/muslimah-berhias-bolehkah-2-habis.html</link><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Sun, 19 Feb 2012 01:25:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-9167399817642206385</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://ff-islami.blogspot.com"&gt;&lt;img border="0" height="144" width="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB_WsKEfmvksCJYnTKj5gzYlkhE1qT-plfI7xtBpecPRw6_Ob32dFnDsXFYPti0lggWa8N1aSkV37VLnSN5qsHBuUUxLDmVNMNALLv8-s32Ao3HJly5b2KfBuzyLCaExZBzD6mvcblYX4/s200/Muslimah.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align:justify;"&gt;Islam sangat membenci umatnya yang menggunakan pakaian atau perhiasan yang berlebihan. Yakni, memakai pakaian yang menampakkan keindahan tubuh dan kecantikan wajah, serta menggunakan perhiasan yang berlebihan (menyolok). Inilah yang dimaksud dengan &lt;font color="oranye"&gt;Tabarruj (berhias)&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ibnu Qatadah&lt;/b&gt; mengatakan, &lt;font color="oranye"&gt;Tabarruj&lt;/font&gt; adalah &lt;u&gt;seorang perempuan yang jalannya dibuat-buat dengan genit.&lt;/u&gt; &lt;b&gt;Muqatil&lt;/b&gt; mengatakan, &lt;font color="oranye"&gt;Tabarruj&lt;/font&gt; adalah&lt;u&gt; tindakan yang dilakukan seorang perempuan dengan melepaskan jilbabnya sehingga nampak perhiasannya seperti gelang, kalung, anting, dan lainnya.&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan &lt;b&gt;Ibnu Katsir&lt;/b&gt; menjelaskan, yang dimaksud dengan &lt;font color="oranye"&gt;Tabarruj&lt;/font&gt; adalah &lt;u&gt;seorang perempuan yang keluar rumah dengan berjalan di hadapan laki-laki, dengan maksud memamerkan tubuh dan perhiasannya.&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;font color="oranye"&gt;&lt;b&gt;Alquran&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; melarangan perbuatan ini. Lihat dalam surat &lt;font color="blue"&gt;An-Nuur: 60 dan 31, Al-Ahzab: 33 dan 59, Al-A’raf: 26.&lt;/font&gt; Termasuk dalam hal ini menggunakan wangi-wangian. Rasul SAW bersabda, &lt;font color="blue"&gt;“Setiap perempuan mana saja yang terkena bau wangi, maka hendaklah dia tidak mengerjakan shalat Isya bersama kami”&lt;/font&gt; (&lt;font color="oranye"&gt;HR Muslim, Abu Dawud, dan An-Nasai&lt;/font&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanakah dengan cara berpakaian perempuan Muslim dewasa ini? Sebagian diantara mereka —karena alasan mengikuti zaman dan perkembangan teknologi— menggunakan pakaian yang tampak jelas bentuk tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka menggunakan pakaian yang sangat ketat. Sampai-sampai (maaf) belahan pantat mereka terlihat. Sebagian lagi, menggunakan jilbab, namun jilbabnya tak mampu menutupi bentuk tubuhnya. Inilah yang dilarang dalam Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Syekh Kamil Muhammad Uwaidah&lt;/b&gt; dalam Fiqh An-Nisaa` menyebut perempuan yang demikian adalah perempuan bodoh. &lt;font color="oranye"&gt;“Tabarruj&lt;/font&gt;&lt;font color="red"&gt; merupakan suatu perbuatan dosa dan menjadi ciri-ciri kebodohan dan keterbelakangan,”&lt;/font&gt; tegasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Para Imam mazhab&lt;/b&gt; seperti &lt;font color="blue"&gt;Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali&lt;/font&gt;, &lt;b&gt;&lt;u&gt;sepakat&lt;/b&gt; bahwa perempuan yang menggunakan perhiasan secara berlebihan, menampakkan dan memamerkan bentuk dan keindahan tubuhnya, hukumnya haram.&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para imam mazhab ini berpendapat, bahwa yang boleh terlihat dari perempuan itu hanya dua, yakni muka dan kedua telapak tangannya. Selebihnya adalah aurat, dan hukumnya haram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Syekh Yusuf Al-Qaradhawi&lt;/b&gt; menyatakan, Islam tidak melarang hubungan laki-laki dan perempuan. Namun demikian, kata dia, Islam mengajarkan etika dan adab yang harus dipatuhi dalam pergaulan tersebut, yakni bagi seorang perempuan hendaknya menutup auratnya dan memakai pakaian yang sopan, yakni longgar dan tertutup (tidak menampakkan anggota tubuh). - Selesai -&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat, terimakasih.&lt;br /&gt;
Wassallam.&lt;br /&gt;
Reply Post: &lt;a href="http://ff-islami.blogspot.com"&gt;Republika&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bismillah...&lt;br /&gt;
Kembali ke  &lt;a href="http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/muslimah-berhias-bolehkah-1.html?m=1"&gt;Muslimah Berhias (Tabarruj) Bolehkah.? #1&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB_WsKEfmvksCJYnTKj5gzYlkhE1qT-plfI7xtBpecPRw6_Ob32dFnDsXFYPti0lggWa8N1aSkV37VLnSN5qsHBuUUxLDmVNMNALLv8-s32Ao3HJly5b2KfBuzyLCaExZBzD6mvcblYX4/s72-c/Muslimah.JPG" width="72"/></item><item><title>Cara Sujud (Sholat) Perempuan #2</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/cara-sujud-sholat-perempuan-2.html</link><category>Islami</category><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Sat, 11 Feb 2012 01:12:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-8491659314391459551</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRjFPmFu_52-zTZJ7wTsVfmw0Xbp04JfkGP1-wbqOlv_hxVYd4XyMNDHZsPH8rJCuQTGSIuLGwmdPfbQJ428wgl-qwBGhC6WA-kWr15KXchIZz0si6dylSOEDri-iD0c66sz-3VT25CUU/s1600/wanita-sujud-ilustrasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRjFPmFu_52-zTZJ7wTsVfmw0Xbp04JfkGP1-wbqOlv_hxVYd4XyMNDHZsPH8rJCuQTGSIuLGwmdPfbQJ428wgl-qwBGhC6WA-kWr15KXchIZz0si6dylSOEDri-iD0c66sz-3VT25CUU/s200/wanita-sujud-ilustrasi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para ulama menyatakan, perempuan disunahkan untuk merapatkan kedua tangannya ke ketiak saat sujud. Sedangkan bagi laki-laki, disunahkan untuk membukanya. Dan makruh bagi perempuan apabila merenggangkannya, dan merapatkannya bagi laki-laki.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari &lt;b style="color: red;"&gt;Wa'il Ibnu Hajar&lt;/b&gt;, ia berkata, &lt;span style="color: blue;"&gt;“Ketika Rasulullah SAW bersujud, ia menempatkan keningnya di antara kedua telapak tangan dengan merenggangkan dari ketiaknya.” &lt;/span&gt;(&lt;span style="color: red;"&gt;HR Abu Dawud&lt;/span&gt;).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari &lt;b style="color: red;"&gt;Abu Humaid&lt;/b&gt;, &lt;span style="color: blue;"&gt;“Ketika Nabi SAW sujud, ia menempatkan hidung dan keningnya di atas lantai. Memberi jarak pada kedua tangan dari tubuhnya, dan mensejajarkan kedua tangan pada bahunya.”&lt;/span&gt; (&lt;span style="color: red;"&gt;HR Ibnu Khuzaimah dan Tirmidzi yang mengatakan sebagai hadis hasan sahih&lt;/span&gt;).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa ulama juga yang menyatakan, bahwa tidak ada perbedaan dalam gerakan shalat antara laki-laki dan perempuan. Rasulullah SAW tidak membentangkan kedua lengannya (&lt;span style="color: red;"&gt;HR Bukhari dan Abu Daud&lt;/span&gt;). Akan tetapi beliau mengangkat kedua lengannya, menjauhkan dari sisinya sehingga tampak bulu ketiak putihnya dari belakang.” (&lt;span style="color: red;"&gt;HR Bukhari &amp;amp; Muslim&lt;/span&gt;). Demikian disebutkan dalam&lt;span style="color: red;"&gt; Irwa'u Al-Ghalil&lt;/span&gt; (&lt;span style="color: red;"&gt;354&lt;/span&gt;).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“Janganlah kamu membentangkan kedua lenganmu (seperti binatang). Tetapi tegakkanlah lenganmu dan jauhkanlah dari lambungmu. Karena bila engkau melakukan seperti itu maka setiap anggota badan ikut bersujud denganmu.” &lt;/span&gt;(&lt;span style="color: red;"&gt;HR Ibnu Khuzaimah dan Hakim&lt;/span&gt;).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah SAW melarang umatnya melakukan gerakan shalat yang menyerupai gerakan jenis binatang. Misalnya, beliau melarang untuk mendekam sebagaimana mendekamnya unta, melarang berpindah-pindah sebagaimana berpindahnya serigala, melarang duduk dengan membentangkan kaki sebagaimana yang dilakukan binatang buas, melarang berjongkok sebagaimana berjongkoknya seekor anjing.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau juga melarang menekuk jari yang sampai berbunyi sebagaimana yang dilakukan gagak, dan melarang mengangkat tangan ketika salam sebagaimana gerakan ekor kuda terhadap matahari. Begitu juga larangan ketika sujud dengan menempatkan telapak tangan sejajar dengan siku sebagai anjing atau kucing saat beristirahat. Wallahua'lam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blink&gt;»»»&lt;/blink&gt; To Back &lt;a href="http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/cara-sujud-sholat-perempuan-1.html?m=1"&gt;Cara Sujud (Sholat) Perempuan #1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat, Wassallam.&lt;br /&gt;
Reply Posts: &lt;a href="http://m.republika.co.id/"&gt;Republika Dunia Islam&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRjFPmFu_52-zTZJ7wTsVfmw0Xbp04JfkGP1-wbqOlv_hxVYd4XyMNDHZsPH8rJCuQTGSIuLGwmdPfbQJ428wgl-qwBGhC6WA-kWr15KXchIZz0si6dylSOEDri-iD0c66sz-3VT25CUU/s72-c/wanita-sujud-ilustrasi.jpg" width="72"/></item><item><title>Taklik Talak (Fikih Muslimah)</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/taklik-talak-fikih-muslimah.html</link><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Sat, 11 Feb 2012 00:53:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-2648991628517676533</guid><description>Please to here Cintinue Reading...&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/02/03/lytcmm-fikih-muslimah-taklik-talak-1"&gt;Taklik Talak #1&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/02/03/lytcv3-fikih-muslimah-taklik-talak-2habis"&gt;Taklik Talak #2 (Habis)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat, Wassallam.&lt;br /&gt;
Reply Posts: &lt;a href="http://m.republika.co.id"&gt;Republika Dunia Islam&lt;/a&gt;</description></item><item><title>Muslimah (Sholat) Punggung Tangan Terbuka-Sahkah</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/muslimah-sholat-punggung-tangan-terbuka.html</link><category>Islami</category><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Fri, 10 Feb 2012 22:48:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-1367157902186093247</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha7BvUqSOon47KBYEQuus2rVIsDCTj8bMPCw8MsI2l5Ers-bnSwkusAN-_OkeCYunGNEKMZPC9_BdeJ7a4nXMRv61xNhkxJ-zDoSPun79tXC-Bie3rqTL1n325udJKxwteln2q3Vv54I0/s1600/wanita-shalat-ilustrasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha7BvUqSOon47KBYEQuus2rVIsDCTj8bMPCw8MsI2l5Ers-bnSwkusAN-_OkeCYunGNEKMZPC9_BdeJ7a4nXMRv61xNhkxJ-zDoSPun79tXC-Bie3rqTL1n325udJKxwteln2q3Vv54I0/s200/wanita-shalat-ilustrasi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Shalat merupakan kewajiban setiap pribadi Muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Dalam sehari-semalam, seorang Muslim berkewajiban melaksanakan shalat lima kali.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam Alquran, perintah shalat itu termuat dalam berbagai surat. Diantaranya surah&lt;br /&gt;
&lt;ul style="color: blue;"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Al-Baqarah: 110, 177, 277; &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;An-Nisaa: 103, 162; &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Al-Maidah: 12; &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Al-An'am: 72, 92; &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Al-A'raaf: 29; &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Al-Anfal: 3; &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;At-Taubah: 11, 18, 71; &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ar-Ra'du: 22; &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ibrahim: 31, 37, 40; &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Thaha: 132; &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Al-Hajj: 78; &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;An-Nuur: 56; &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ar-Ruum: 31; &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Al-Ahzab: 33, dan &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Al-Mujadalah: 13.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tata cara mengerjakan shalat telah diatur dalam buku-buku fikih yang ditulis para ulama berdasarkan keterangan Alquran maupun hadits Nabi Muhammad SAW. Termasuk syarat dan rukun shalat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di antara syarat sahnya shalat itu adalah bersuci (wudlu atau tayamum), memakai pakaian yang bagus, menghadap kiblat, dan lainnya. Salah satu syarat sahnya shalat itu adalah dengan menutup aurat. Laki-laki dan perempuan memiliki batasan aurat yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Batasan aurat bagi laki-laki adalah dari lutut hingga pusar. Sedangkan batasan aurat perempuan adalah seluruh badan, kecuali muka (wajah) dan kedua telapak tangan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perintah untuk menutup aurat ini termaktub dalam&lt;b style="color: orange;"&gt; Alquran surat Al-A'raaf: 31&lt;/b&gt;. &lt;span style="color: blue;"&gt;''Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.''&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayat di atas, secara tegas memerintahkan seorang Muslim, baik laki-laki maupun perempuan untuk menutup auratnya dan menggunakan pakaian yang baik saat akan memasuki masjid atau melaksanakan shalat. Dan ulama sepakat, menutup aurat hukumnya wajib bagi setiap Muslim. Dan termasuk orang yang berdosa bila mengerjakan shalat tanpa menutup auratnya atau terbuka auratnya. Bahkan, shalatnya pun dianggap tidak sah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu bagaimana dengan di zaman sekarang ini ketika banyak perempuan Muslim, yang karena alasan tertentu, hanya menggunakan pakaian tanpa mukena (rukuh) untuk melaksanakan shalat? Bahkan, ada di antaranya yang menggunakan sarung tangan, kaos kaki, serta ada pula yang tanpa menutup punggung tangannya. Sahkah shalatnya?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Hanafi, wajib bagi seorang wanita menutupi belakang dua telapak tangan dan dua telapak kaki. Merujuk pada pendapat ini, seorang perempuan Muslim, diperbolehkan shalat dengan menggunakan sarung tangan dan kaos kaki untuk menutupi aurat si perempuan. Tentu saja, seluruh badannya juga sudah tertutup.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syafi'i berpendapat, perempuan Muslim harus menutup auratnya secara baik dan benar pada saat menunaikan shalat sebagaimana perintah &lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Alquran surah Al-A'raaf: 31&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; di atas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;b&gt;Bismillah....&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Kalau anda mau baca link dibawah ini silakan click tautan yang saya sajikan dalam versi mobile (Hp) khusus untuk para &lt;b&gt;Muslimah&lt;/b&gt; semua dimanapun anda berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkaya nuansa keIslaman anda pada informasi yang tersaji, walaupun blog ini hanya menyajikan dalam bentuk link tautan (maklum blogging via Hp). Atau anda langsung kesumber informasinya yaitu di &lt;a href="http://m.republika.co.id/"&gt;Republika&lt;/a&gt;(mobile). Semoga hal tersebut bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/02/09/lz3r49-fikih-muslimah-sahkah-shalat-dengan-punggung-tangan-terbuka-1"&gt;Sahkah Shalat (Muslimah) Dengan Punggung Tangan Terbuka #1&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/02/09/lz3rcn-fikih-muslimah-sahkah-shalat-dengan-punggung-tangan-terbuka-2habis"&gt;Sahkah Shalat (Muslimah) Dengan Punggung Tangan Terbuka #2 (Habis)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat, Wassallam.&lt;br /&gt;
Reply Posts: &lt;a href="http://m.republika.co.id/"&gt;Dunia Islam Republika&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha7BvUqSOon47KBYEQuus2rVIsDCTj8bMPCw8MsI2l5Ers-bnSwkusAN-_OkeCYunGNEKMZPC9_BdeJ7a4nXMRv61xNhkxJ-zDoSPun79tXC-Bie3rqTL1n325udJKxwteln2q3Vv54I0/s72-c/wanita-shalat-ilustrasi.jpg" width="72"/></item><item><title>Cara Sujud (Sholat) Perempuan #1</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/cara-sujud-sholat-perempuan-1.html</link><category>Islami</category><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Fri, 10 Feb 2012 22:17:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-2494377519460606490</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhd6RL2C_C1KXd8yIn7z8xovsgJKz3n_L4qh0cymazLI4Vjts_zebRnDp2WXlU1_3tKYEuy-YwuMtqrhJwDHE2laR_zeS96A1El5iTf3eFa1N48dAL0dBYYXEj1ihV0MEp8YM-2f-Tasow/s1600/wanita-sujud-ilustrasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhd6RL2C_C1KXd8yIn7z8xovsgJKz3n_L4qh0cymazLI4Vjts_zebRnDp2WXlU1_3tKYEuy-YwuMtqrhJwDHE2laR_zeS96A1El5iTf3eFa1N48dAL0dBYYXEj1ihV0MEp8YM-2f-Tasow/s200/wanita-sujud-ilustrasi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT menciptakan manusia berbeda-beda. Antara laki-laki dan perempuan memiliki persamaan dan perbedaan. Namun, khusus bagi perempuan, perbedaan itu terkesan sangat istimewa. Sebab, perbedaan itu tidak dimiliki oleh kaum laki-laki.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa perbedaan itu adalah perempuan bisa &lt;span style="color: blue;"&gt;Hamil&lt;/span&gt; (&lt;span style="color: red;"&gt;mengandung&lt;/span&gt;), &lt;span style="color: blue;"&gt;Melahirkan&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: blue;"&gt;Menyusui&lt;/span&gt;, dan bahkan mengalami &lt;span style="color: blue;"&gt;Menstruasi&lt;/span&gt; (&lt;span style="color: red;"&gt;Haid&lt;/span&gt;). Keempat hal itu tidak diberikan Allah SWT kepada kaum laki-laki. Ini menunjukkan, kaum perempuan punya keistimewaan yang layak dibanggakan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak hanya itu, dalam hal ibadah pun juga demikian. Allah memberikan ketentuan atau syarat yang berbeda diantara laki-laki dan perempuan dalam hal shalat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Dalam shalat, mulai dari syarat, hingga sebagian cara ibadah, terdapat perbedaan, kendati tidak prinsip. &lt;/span&gt;Misalnya, saat sujud dan rukuk. Namun, &lt;span style="color: blue;"&gt;menurut sejumlah ulama, sebenarnya tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam hal gerakan shalat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Syekh Kamil Muhammad Uwaidah&lt;/b&gt;, dalam bukunya &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Fikih Wanita&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;menjelaskan, dalam shalat tidak ada perbedaan prinsip antara laki-laki dan perempuan, kecuali perempuan diperintahkan untuk merapatkan tubuhnya pada saat rukuk dan sujud, serta duduk bersilang kaki atau meletakkan kedua kakinya disamping kanan (bersimpuh).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini ditegaskan dalam hadis Nabi SAW yang berbunyi, &lt;b style="color: orange;"&gt;“Apabila perempuan Muslim mengerjakan shalat, maka hendaklah duduk diatas lutut dan merapatkan pahanya.”&lt;/b&gt; (&lt;span style="color: blue;"&gt;Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib&lt;/span&gt;).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Ibnu Umar RA disebutkan, bahwa Rasulullah SAW telah memerintahkan perempuan Muslim untuk duduk bersilang kakinya dalam shalat. &lt;span style="color: red;"&gt;“Tidak disunahkan perempuan untuk merenggangkan tubuhnya dalam shalat. Sebab, wanita itu aurat. Karena itu, disunahkan baginya untuk merapatkan tubuh agar lebih tertutup,” tegasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blink&gt;»»»&lt;/blink&gt; To Be Cintinue, Please Click here &lt;a href="http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/cara-sujud-sholat-perempuan-2.html?m=1"&gt;Cara Sujud (Sholat) Perempuan #2 (Habis)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat, Wassallam.&lt;br /&gt;
Reply Post: &lt;a href="http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/02/10/lz6jht-fikih-muslimah-cara-sujud-perempuan-1"&gt;Republika Dunia Islam&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhd6RL2C_C1KXd8yIn7z8xovsgJKz3n_L4qh0cymazLI4Vjts_zebRnDp2WXlU1_3tKYEuy-YwuMtqrhJwDHE2laR_zeS96A1El5iTf3eFa1N48dAL0dBYYXEj1ihV0MEp8YM-2f-Tasow/s72-c/wanita-sujud-ilustrasi.jpg" width="72"/></item><item><title>Cara Mencintai Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/cara-mencintai-rasulullah-shallallahu.html</link><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Thu, 9 Feb 2012 09:14:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-4652080159517901253</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgR6ep-YWUhTsNkbunWCbUE0vbyehT1ScMYBfOlKgVhPuRsxwmtRVYYMyA78W6AvKX4YGDsDvW_tRktWkDMzKoIiXqurlsJGSeh0-nGMgcFzTR-zOwVYCa4kJBqE-fj_4d0EvmmqxyElsY/s1600/VOA-Islam3.php" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgR6ep-YWUhTsNkbunWCbUE0vbyehT1ScMYBfOlKgVhPuRsxwmtRVYYMyA78W6AvKX4YGDsDvW_tRktWkDMzKoIiXqurlsJGSeh0-nGMgcFzTR-zOwVYCa4kJBqE-fj_4d0EvmmqxyElsY/s200/VOA-Islam3.php" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mencintai Nabi shallallahu 'alaihi wasallam termasuk ushul iman (pokok keimanan) yang bergandengan dengan cinta kepada Allah 'Azza wa Jalla. Allah telah menyebutkannya dalam satu ayat dengan menyertakan ancaman bagi orang yang lebih mendahulukan kecintaan kepada kerabat, harta, negara serta lainnya daripada cinta kepada keduanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Allah Ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;قُلْ إِنْ كَانَ آَبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;"Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik." &lt;/span&gt;(&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;QS. Al-Taubah: 24&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Sa'di  dalam Tafsirnya Taisir al-Karim al-Rahman fi Tafsiir Kalaam al-Mannan berkata, "Dan ayat yang mulia ini adalah dalil paling agung menunjukkan wajibnya mencintai Allah dan Rasul-Nya, mendahulukannya atas kecintaan segala sesuatu. Juga menunjukkan ancaman keras dan kebencian sangat atas orang yang lebih mencintai salah satu dari yang telah disebutkan daripada Allah, Rasul-Nya, dan jihad di jalan-Nya."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian Syaikh Sa'di menyebutkan tanda-tandanya, "Adalah apabila hadir padanya dua perkara yang bertentangan. Salah satunya dicintai Allah dan Rasul-Nya dan tidak disukai oleh jiwanya. Sementara yang lain disukai dan diinginkan oleh jiwanya. Tapi ia mengesampingkan apa yang dicintai Allah dan Rasul-Nya. Atau ia menguranginya. Maka jika ia mengutamakan apa yang disuka oleh nafsunya atas apa yang Allah cintai, hal itu menunjukkan bahwa ia berlaku zalim dan meninggalkan apa diwajibkan atasnya."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keimanan seorang muslim tidak akan sempurna kecuali dengan mencintai utusan Allah kepada mereka, yaitu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Bahkan, tidak sah imannya kecuali dengan lebih menghormati kedudukan beliau daripada ayahnya, anaknya, dan orang telah berbuat baik dan membantunya. Siapa yang tidak memiliki aqidah seperti ini, maka bukan seorang mukmin.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian, sampai aku lebih ia cintai daripada anaknya, orangtuanya, dan manusia seluruhnya.”&lt;/span&gt; (&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;HR. Bukhari dan Muslim&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Ibnu Baththal, makna hadits ini adalah orang yang sempurna imannya pasti tahu bahwa hak Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lebih utama baginya daripada hak bapaknya, anaknya, dan seluruh manusia. Karena melalui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kita terselamatkan dari neraka dan diselamatkan dari kesesatan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan, tidak sah imannya kecuali dengan lebih menghormati kedudukan beliau daripada ayahnya, anaknya, dan orang telah berbuat baik dan membantunya. Maka Siapa yang tidak memiliki aqidah seperti ini, maka bukan seorang mukmin.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu menggambarkan kecintaannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan  menempatkan posisi cintanya kepada beliau di bawah kecintaannya terhadap dirinya sendiri, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menafikan kesempurnaan imannya hingga dia menjadikan cintanya kepada beliau di atas segala-galanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka wajib mendahulukan dan mengutamakan kecintaan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam atas kecintaan kepada diri sendiri, anak, kerabat, keluarga, harta, dan tempat tinggal serta segala sesuatu yang sangat dicintai manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang setiap orang berhak untuk mengklaim dirinya sebagai pencinta Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, namun klaim tersebut tidak akan bermanfaat jika tidak dibuktikan dengan ittiba’ (mengikuti sunnahnya), taat dan berpegang teguh pada petunjuknya. Karena berittiba' kepada beliau merupakan tuntutan dari keyakinan bahwa beliau adalah utusan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Beliau dijadikan sebagai suri teladan yang harus ditiru, dicontoh, dan diikuti dalam perjalann untuk ke surga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Allah Ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الآخِر&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."&lt;/span&gt; (&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;QS. al-Ahzab: 21&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan agar mengambil setiap yang beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam berikan dari urusan dien ini dan meningalkan apa yang beliau larang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange; font-size: large;"&gt;وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah." &lt;/span&gt;(&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;QS. Al-Hasyr: 7&lt;/span&gt;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal tersebut karena beliau tidak berbicara tanpa bimbingan wahyu dan menuruti hawan nafsu, &lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;"Dan tiadalah yang diucapkannya itu  menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),"&lt;/span&gt;&amp;nbsp;(&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;QS. Al-Najm: 3-4&lt;/span&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sehingga seorang pecinta Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam akan membenarkan setiap yang beliau beritakan, mentaati apa yang beliau perintahkan, meninggalkan apa yang beliau larang, dan tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan apa yang disyariatkannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Allah Ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange; font-size: large;"&gt;قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." &lt;/span&gt;(&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;QS. Ali Imran: 31&lt;/span&gt;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jujurnya orang yang beriman kepada Allah, mengharapkan kecintaan dan ridha-Nya serta dimasukkan ke surga-Nya adalah dengan mengikuti Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam semua keadaannya, dalam semua perkataan dan perbuatannya, pada persoalan pokok agama dan cabang-cabangnya, dalam batin dan dzahirnya. Maka siapa yang mengikuti Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam itu menunjukkan benarnya pengakuan cinta kepada Allah Ta'ala.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al Qadli 'Iyadh rahimahullah, berkata: "Di antara bentuk cinta kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan menolong sunnahnya, membela syariahnya, berangan-angan hidup bersamanya, . . . "&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Rajab, dalam Fathul Bari Syarh Shahih al Bukhari, menyebutkan bahwa kecintaan bisa sempurna dengan ketaatan, sebagai firman Allah Ta'ala:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange; font-size: large;"&gt;قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku."&lt;/span&gt; (&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;QS. Ali Imran: 31&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karenanya klaim cinta kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak dapat diterima dengan sekadar memeringati hari kelahiran beliau. Namun, perilakunya banyak menyimpang dan tidak sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Wallahu Ta'ala A'lam. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Reply Post: &lt;a href="http://m.voa-islam.com//news/aqidah/2012/02/03/17608/beginilah-cara-mencintai-rasulullah-shallallahu-alaihi-wasallam/"&gt;[PurWD/voa-islam.com]&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgR6ep-YWUhTsNkbunWCbUE0vbyehT1ScMYBfOlKgVhPuRsxwmtRVYYMyA78W6AvKX4YGDsDvW_tRktWkDMzKoIiXqurlsJGSeh0-nGMgcFzTR-zOwVYCa4kJBqE-fj_4d0EvmmqxyElsY/s72-c/VOA-Islam3.php" width="72"/></item><item><title>Hukum Perayaan Maulid Nabi SAW: Sunnah atau Bid'ah</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/hukum-perayaan-maulid-nabi-saw-sunnah.html</link><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Thu, 9 Feb 2012 09:05:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-4167225499193118770</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjn9_qOMiXxFfkUpkXmLdmfBY2HAD8gsiX_N60CO5b7kyUpjlmcvNLyZ16rZjXioyhA2jExxIioWoWedreRRp5jNkIoYeFIUXHCta1beUF2hV2oTn2OYtUXIBwGd8tEsx39kZjVGM6g81I/s1600/VOA-Islam2.php" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjn9_qOMiXxFfkUpkXmLdmfBY2HAD8gsiX_N60CO5b7kyUpjlmcvNLyZ16rZjXioyhA2jExxIioWoWedreRRp5jNkIoYeFIUXHCta1beUF2hV2oTn2OYtUXIBwGd8tEsx39kZjVGM6g81I/s200/VOA-Islam2.php" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maksud dari Maulid Nabi adalah kelahiran nabi Muhammad, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau dilahirkan di tengah keluarga bani Hasyim di Makkah. Mengenai tanggal kelahirannya, para ahli tarikh berbeda pendapat dalam masalah ini, dan tidak ada dari mereka yang mengetahui secara pasti. Namun menurut Shafiyurrahman Mubarakfury dalam kitabnya “Sirah Nabawiyah”, -Juara I lomba penulisan sejarah Nabi yang diadakan oleh Rabithah Al-Alam Al-Islamy- Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dilahirkan pada hari senin pagi, tanggal 9 Rabi’ul Awal, permulaan tahun gajah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bertepatan dengan itu, terjadi beberapa bukti pendukung kerasulan di antaranya adalah, runtuhnya sepuluh balkon istana Kisra, padamnya api yang biasa disembah oleh orang-orang Majusi, dan runtuhnya beberapa gereja di sekitar Buhairah. Hal ini diriwayatkan oleh Baihaqi. Selain itu, Ibnu Sa’d meriwayatkan bahwa Ibu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata, “Setelah bayiku keluar, aku melihat ada cahaya yang keluar dari kemaluanku, menyinari istana-istana di syam.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah Aminah melahirkan, dia mengirim utusan kepada mertuanya, Abdul Muththalib, untuk menyampaikan berita gembira tentang kelahiran cucunya. Maka Abdul Muththalib datang dengan perasaan suka cita, lalu membawa beliau ke dalam Ka’bah, seraya berdo’a kepada Allah dan bersyukur kepada-Nya. Dia memilihkan nama Muhammad untuk beliau, sebuah nama yang belum pernah dikenal di kalangan Arab. Kemudian beliau dikhitan pada hari ke tujuh, seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang Arab.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;&lt;b&gt;Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dilahirkan pada hari senin pagi, tanggal 9 Rabi’ul Awal, permulaan tahun gajah.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah sekelumit sejarah tentang kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, yang kemudian momen penting tersebut diperingati oleh kebanyakan kaum muslimin sejak berlalunya tiga generasi awal Islam, yaitu generasi sahabat, tabi’in, dan tabi’ tabi’in.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;“Janganlah kamu berlebih-lebihan memujiku, sebagaimana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji (Isa) putera Maryam. Aku hanyalah seorang hamba, maka sebutlah, ‘Abdullah wa rasuluhu (hamba Allah dan Rasul-Nya)’.”&lt;/span&gt; (&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;HR. Bukhari dan Muslim&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hadis yang lain Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّينِ فَإِنَّهُ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ الْغُلُوُّ فِي الدِّينِ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;“Wahai manusia, jauhilah oleh kamu sekalian sikap berlebihan dalam beragama, karena sesungguhnya sikap berlebihan dalam beragama itulah yang telah menghancurkan umat-umat sebelum kamu.” &lt;/span&gt;(&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;HR. Ibnu Majah, Ahmad dan lainnya. Dishahihkan oelh Syaikh al Albani dalam Shahih Sunan Ibni Majah dan al Shahihah: no. 1283&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dari Ibnu Mas’ud radliyallah 'anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, &lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;“Binasalah orang yang berlebih-lebihan dalam tindakannya.” &lt;/span&gt;(&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;HR Muslim&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hadits di atas menerangkan larangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada umatnya untuk memujinya secara berlebih-lebihan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Janganlah kamu sekalian memujiku dengan berlebih-lebihan.” Artinya adalah janganlah kamu sekalian memujiku dengan cara yang bathil, dan janganlah kalian melampaui batas dalam memujiku. Makna kata ithra’ dalam hadits (laa tuthruni), adalah melampaui batas dalam memuji.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Janganlah kamu berlebih-lebihan memujiku, sebagaimana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji (Isa) putera Maryam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;&lt;b&gt;Aku hanyalah seorang hamba, maka sebutlah, ‘Abdullah wa rasuluhu (hamba Allah dan Rasul-Nya)’&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenyataannya, kebanyakan manusia sangat berlebih-lebihan dalam memuji dan mengagungkan orang yang menjadi panutan dan junjungannya, sehingga mereka meyakini bahwa junjungan mereka itu mampu melakukan sesuatu yang seharusnya hanya hak Allah. Jadi mereka menganggap junjungan mereka itu memiliki sifat ilahiyah dan rububiyah yang sebenarnya hanya milik Allah. Hal itu karena perilaku mereka yang berlebih-lebihan dalam memuji dan menyanjung panutan mereka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walaupun Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sudah melarangnya, tapi kenyataan ini masih terjadi di kalangan sebagian orang yang mengaku sebagai umatnya. Kita dapati di sebagian syair yang di anggap sebagai salah satu shalawat, yang berbunyi,&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt; “Allahumma shalli shalatan kamilatan wa sallim salaman tamman ‘ala sayidina Muhammadin alladzi tanhalu bihil ‘uqadu, watanfariju bihil kurabu, wa tuqdha bihil hawaiju....” &lt;/span&gt;yang artinya, &lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam yang sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang karenanya ikatan belenggu terurai, dan karenanya malapetaka sirna, dan karenanya kebutuhan-kebutuhan terpenuhi….”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukankah itu adalah pujian yang berlebihan, karena menyanjung Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan hal-hal yang sebenarnya hanya kekuasaan Allah saja. Itu adalah satu contoh tentang keadaan sebagian umat yang melampaui batas dalam memuji Nabinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada masalah lain yang tersisa, yaitu bagaimana dengan acara-acara perayaan dan beberapa perilaku yang dilakukan oleh kebanyakan orang untuk memperingati kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Apakah hal tersebut termasuk perilaku yang berlebih-lebihan dan melampaui batas? Atau merupakan sesuatu hal yang baru yang diada-adakan oleh umat ini?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;&lt;b&gt;“Wahai manusia, jauhilah oleh kamu sekalian sikap berlebihan dalam beragama, karena sesungguhnya sikap berlebihan dalam beragama itulah yang telah menghancurkan umat-umat sebelum kamu.” al Hadits&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Ustaimin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentang hal itu, marilah kita ikuti komentar Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin ketika beliau ditanya mengenai hukum merayakan maulid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau berkata, “&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, tanggal kelahiran Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak diketahui secara pasti. Bahkan, sebagian ahli tarikh  kontemporer yang mengadakan penelitian menyatakan bahwa tanggal kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah 9 Rabi’ul Awwal, bukan tanggal 12 Rabi’ul Awwal. Tetapi justru saat ini perayaan maulid dilaksanakan pada malam kedua belas, yang tidak ada dasarnya dalam tinjauan sejarah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;. . . bahwa tanggal kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah 9 Rabi’ul Awwal, bukan tanggal 12 Rabi’ul Awwal.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Kedua,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; dipandang dari sisi akidah, juga tidak ada dasarnya. Kalaulah itu syariat dari Allah, tentulah dilaksanakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam atau disampaikan pada umat beliau. Dan kalaulah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengerjakannya atau menyampaikan kepada umatnya, mestinya amalan itu terjaga, karena Allah berfirman, &lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan sesunggunya Kami benar-benar akan menjaganya.”&lt;/span&gt; (&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;Al-Hijr: 9&lt;/span&gt;).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena ternyata tidak ada sedikit pun keterangan tentang hal itu maka dapat disimpulkan bahwa perbuatan ini bukan dari ajaran Allah. Kalau bukan dari agama Allah, maka kita tidak boleh menjadikannya sebagai jalan untuk beribadah kepada Allah atau bertaqarrub dengan merayakannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah telah menetapkan suatu jalan yang sudah ditentukan untuk bisa sampai kepada-Nya –itulah yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam-, maka bagaimana mungkin kita diperbolehkan membuat jalan sendiri, yang akan menghantarkan kepada-Nya, padahal kita adalah seorang hamba. Ini berarti mengambil hak Allah, yaitu membuat syariat yang bukan dari-Nya, dan kita masukkan ke dalam ajaran Allah. Ini juga merupakan pendustaan terhadap firman Allah, &lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;“Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kecukupkan nikmat-Ku kepadamu….”&lt;/span&gt; (&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;Al-Maidah: 3&lt;/span&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka kami katakan, bila perayaan ini termasuk bagian dari kesempurnaan dien, tentunya sudah ada sebelum Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat. Bila tidak ada, berarti hal itu tidak mungkin menjadi bagian dari kesempurnaan dien, karena Allah berfirman, &lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.” &lt;/span&gt;(&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;Al-Maidah: 3&lt;/span&gt;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barangsiapa yang menyatakan bahwa perayaan maulid adalah termasuk ajaran agama, maka ia telah membuat hal yang baru sepeninggal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Ucapannya mengandung kedustaan terhadap ayat yang mulia tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak diragukan lagi bahwa orang yang merayakan maulid Nabi, ingin mengagungkan beliau, ingin menampakkan kecintaan dan besarnya harapan untuk mendapatkan kasih sayang beliau dari perayaan yang diadakan, dan ingin menghidupkan semangat kecintaan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya semua ini adalah termasuk ibadah. Mencintai Rasul adalah ibadah, bahkan iman seseorang tidak sempurnya sehingga ia lebih mencintai Rasul dari pada dirinya, anaknya, orang tuanya, dan semua manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengagungkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga termasuk ibadah. Haus akan kasih sayang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga merupakan bagian dari dien. Oleh karena itu, seseorang menjadi cenderung kepada syariat beliau. Jika demikian, tujuan merayakan maulid nabi adalah untuk bertaqarrub kepada Allah, dan mengagungkan Rasul-Nya. Ini adalah ibadah. Bila ini ibadah, maka tidak boleh membuat hal yang baru -yang bukan dari Allah- dan dimasukkan ke dalam agama-Nya untuk selama-lamanya. Maka dari itu, jelaslah bahwa perayaan maulid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah sesuatu yang diada-adakan (bidah) dan haram hukumnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, kita juga mendengar bahwa dalam perayaan ini terdapat kemungkaran-kemungkaran besar yang tidak diterima oleh syar’i, perasaan, ataupun akal. Mereka melantunkan nyanyian-nyanyian untuk maksud-maksud tertentu yang sangat berlebihan tentang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Sehingga mereka menjadikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lebih agung dari pada Allah. –kita berlindung kepada Allah dari hal tersebut-.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita juga mendengar bahwa sebagian orang yang merayakan maulid Nabi, karena kebodohan mereka, apabila salah seorang membacakan kisah tentang kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan jika sudah sampai pada lafadz “Nabi dilahirkan”, mereka berdiri dengan serempak. Mereka berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah datang, maka kami pun berdiri untuk mengagungkannya.” Ini adalah kebodohan. Dan ini bukanlah adab, karena beliau membenci bila disambut dengan berdiri. Para sahabat adalah orang yang paling mencintai dan mengagungkan beliau, tetapi mereka tidak berdiri bila menyambut beliau, karena mereka tahu bahwa beliau membenci hal itu. Saat beliau masih hidup saja tidak boleh apalagi setelah beliau tidak ada.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;. . . karena beliau membenci bila disambut dengan berdiri.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para sahabat adalah orang yang paling mencintai dan mengagungkan beliau, tetapi mereka tidak berdiri bila menyambut beliau, karena mereka tahu bahwa beliau membenci hal itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bidah ini –bidah maulid Nabi yang terjadi setelah berlalunya tiga generasi mulia, yaitu para sahabat, tabi’in, dan tabi’ tabi’in- terdapat pula kemungkaran yang dilakukan oleh orang-orang yang merayakannya, yang bukan dari pokok ajaran dien. Terlebih lagi terjadinya ikhtilath (campur baur) antara laki-laki dan perempuan. Dan masih banyak kemungkaran-kemungkaran yang lain. (Majmu’ Fatawa, Syeikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kiranya apa yang dikatakan oleh Syaikh Utsaimin di atas cukup menjelaskan kepada kita tentang hukum merayakan maulid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meskipun mengetahui sejarah dan mengenal Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  adalah wajib bagi kita, bangga –karena beliau adalah rahmat bagi seluruh alam- dan selalu mengenang beliau adalah tugas kita, namun tidak berarti kemudian kita diperbolehkan untuk memuji dan menyanjungnya secara berlebih-lebihan. Kita juga tidak boleh mengadakan ritual untuk mengenangnya dengan melakukan perilaku dan amalan yang tidak pernah beliau  contohkan dan anjurkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;Walaupun tujuan merayakannya adalah ibadah, namun karena tidak ada tuntunannya, maka perbuatan itu sia-sia belaka, dan justru berubah menjadi dosa dan pelanggaran. Karena ibadah itu harus dibangun di atas dalil syar'i (Al-Qur'an dan Sunnah).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walaupun tujuan merayakannya adalah ibadah, namun karena tidak ada tuntunannya, maka perbuatan itu sia-sia belaka, dan justru berubah menjadi dosa dan pelanggaran.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa memperingati dan mengenang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam harus dilakukan sekali dalam setahun, padahal sebagai muslim harus selalu mengenang Nabi dan meneladaninya dalam segala aspek kehidupannya. Bahkan seorang muslim harus menyebut nama Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam lebih dari lima kali dalam sehari semalam, yaitu pada syahadat dalam salat wajib.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengagungkan dan mencintai Nabi adalah sesuatu yang terpuji dan dianjurkan dalam Islam, tapi dalam pelaksanaannya, harus sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Mengagungkan dan mencintai Nabi adalah sesuatu yang terpuji dan dianjurkan dalam Islam,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tapi dalam pelaksanaannya, harus sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;&lt;b&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang umatnya melakukan sesuatu (ibadah) yang tidak pernah dicontohkan olehnya dalam segala hal. Lalu bagaiamana mungkin orang yang mengaku mencintai dan menyanjung Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukan sesuatu yang sangat dibenci olehnya?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Reply Posts: &lt;a href="http://m.voa-islam.com//news/ibadah/2010/02/25/3501/hukum-perayaan-maulid-nabi-sunnah-atau-bidah/"&gt;VOA-Islam&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjn9_qOMiXxFfkUpkXmLdmfBY2HAD8gsiX_N60CO5b7kyUpjlmcvNLyZ16rZjXioyhA2jExxIioWoWedreRRp5jNkIoYeFIUXHCta1beUF2hV2oTn2OYtUXIBwGd8tEsx39kZjVGM6g81I/s72-c/VOA-Islam2.php" width="72"/></item><item><title>4 Alasan Pembolehan Peringatan Maulid Nabi</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/4-alasan-pembolehan-peringatan-maulid.html</link><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Thu, 9 Feb 2012 08:46:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-5647964803870395171</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-jriSxpQYKaxhEmrbF3x-ntvWZGuWMitzOb2ItUi22pYgHsiPJguOGz4EN9OTijrT-J8Z2rUeZYvtHqdOt0jn9iylulRr8x0ikgcdPYqz0zMtX8PCQRjgb63h1uE-8UwxG2xviyMuKjU/s1600/VOA-Islam1.php" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-jriSxpQYKaxhEmrbF3x-ntvWZGuWMitzOb2ItUi22pYgHsiPJguOGz4EN9OTijrT-J8Z2rUeZYvtHqdOt0jn9iylulRr8x0ikgcdPYqz0zMtX8PCQRjgb63h1uE-8UwxG2xviyMuKjU/s200/VOA-Islam1.php" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
Ditilik dari sisi histori, perayaan peringatan maulid (hari kelahiran) Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam merupakan produk peradaban dan budaya Syi'ah. Adalah Bani Ubaid al-Qaddaah atau yang lebih dikenal dengan al-Fathimiyyun atau Bani Fathimiyyah sebagai pelopor pertama perayaan maulid. Yakni pada pertengahan abad ke empat Hijriyah, setelah berhasil memindahkan dinasti Fathimiyah dari Maroko ke Mesir pada tahun 362 H. Tujuannya, untuk menarik simpati masyarakat yang mayoritasnya berada dalam kondisi ekonomi yang sangat terpuruk supaya mendukung kekuasaannya dan masuk ke dalam mazhab bathiniyahnya yang sangat menyimpang dari akidah, bahkan bertentangan dengan Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pakar sejarah yang bernama Al Maqrizy menjelaskan bahwa begitu banyak perayaan yang dilakukan oleh Fatimiyyun dalam setahun. Dan beliau menyebutkan kurang lebih 25 perayaan yang rutin dilakukan setiap tahun dalam masa kekuasaannya, termasuk di antaranya adalah peringatan maulid Nabi. Tidak hanya perayaan-perayaan Islam tapi lebih parah lagi, mereka juga mengadakan peringatan hari raya orang-orang Majusi dan Nashrani yaitu hari Nauruz (tahun baru Persia), hari Al Ghottos, hari Milad (Natal), dan hari Khamisul ‘Adas (perayaan tiga hari sebelum Paskah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan fakta sejarah tak terbantahkan, peringatan maulid tidak ditemukan pada masa Nabi  Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan masa tiga generasi pertama Islam yang disebut sebagai generasi terbaik umat ini. Sehingga menyebabkan banyak di antara ulama yang mengingkarinya dan memasukkannya ke dalam bid'ah haram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak dipungkiri, di antara ulama ada yang menganggapnya sebagai bid'ah hasanah (inovasi yang baik), selama tidak dibarengi dengan kemungkaran. Pendapat ini diwakili antara lain oleh Ibnu Hajar al Atsqalani dan as-Suyuti. Keduanya mengatakan bahwa status hukum maulid Nabi adalah bid’ah mahmudah (bid’ah terpuji). Tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, tetapi keberadaannya membawa maslahat walaupun juga tidak lepas dari berbagai mudharat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keabsahan peringatan maulid Nabi bagi mereka disandarkan pada dalil umum yang tidak berhubungan langsung dengan titik permasalahan, sedangkan para ulama yang menentangnya membangun argumentasinya melalui pendekatan normatif tekstual yang tidak ditemukan baik secara tersurat maupun secara tersirat dalam Al-Quran dan al-Sunnah, dan diperkuat dengan kaedah umum dalam ibadah yang menuntut adanya dalil spesifik yang menunjang disyariatkannya suatu ibadah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;. . . fakta sejarah tak terbantahkan, peringatan maulid tidak ditemukan pada masa Nabi  Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan masa tiga generasi pertama Islam yang disebut sebagai generasi terbaik umat ini. . .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Hujjah Pendukung Peringatan Maulid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini beberapa dalil yang dijadikan dasar legitimasi pembolehan perayaan peringatan maulid oleh pihak yang mendukungnya, juga jawaban atasnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama: Sikap Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam ketika mendapatkan orang-orang Yahudi berpuasa pada hari 'Asyura. Puasa tersebut adalah ungkapan syukur kepada Allah 'Azza wa Jalla atas keselamatan Nabi Musa dari kejaran Fir’aun. Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pun menyerukan untuk berpuasa pada hari tersebut. Sedangkan peringatan maulid Nabi, menurut Ibn Hajar dan as-Suyuti merupakan ungkapan syukur atas diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam ke muka bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujjah ini ditolak oleh ulama lainnya. Mereka menganggapnya sebagai alasan yang dipaksakan, mengingat dasar suatu ibadah adalah adanya dalil yang memerintahkannya dan mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bukan pada logika, analogi dan istihsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puasa 'Asyura termasuk sunnah yang telah dipraktikkan dan diserukan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, sedangkan peringatan maulid tidak pernah dilakukan apalagi diserukan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Sebaliknya, beliau telah mewanti-wanti ummatnya dari membuat-buat bid'ah, seperti dalam sabdanya, "Jauhilah amalan yang tidak aku contohkan (bid'ah), karena setiap bid'ah sesat." (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar bahwa kita dituntut untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan nikmat terbesar yang tercurah pada umat ini adalah diutusnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sebagai seorang rasul, bukan saat dilahirkannya. Karenanya, Al Qur'an menyebut pengutusan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sebagai nikmat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آَيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;"Sungguh Allah telah memberikan karunia kepada orang-orang beriman ketika Allah mengutus kepada mereka seorang Rasul di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri."&lt;/span&gt; (&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;QS. Ali Imran: 164&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat ini sama sekali tidak menyinggung kelahiran beliau dan menyebutnya sebagai nikmat. Seandainya peringatan tersebut dibolehkan, seharusnya yang diperingati adalah hari ketika beliau dibangkitkan menjadi nabi, bukan hari kelahirannya. Lagi pula, status Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang mensyariatkan puasa Asyura' berbeda dengan status umatnya. Beliau adalah musyarri' (pembuat syariat), adapun umatnya hanya muttabi' (pengikut), sehingga tak dapat disamakan dan dianalogikan dengan beliau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekiranya peringatan maulid merupakan bentuk syukur kepada Allah, tentu tiga generasi terbaik, serta para imam mazhab yang empat tidak ketinggalan untuk melakukan peringatan tersebut, sebab mereka adalah orang-orang yang pandai bersyukur, sangat cinta pada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan sangat antusias mengerjakan berbagai kebaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;. . sekiranya peringatan maulid merupakan bentuk syukur kepada Allah, tentu tiga generasi terbaik, serta para imam mazhab yang empat tidak ketinggalan untuk melakukan peringatan tersebut, . .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Hal yang juga mengundang tanya, mengapa ungkapan rasa syukur, penghormatan dan pengagungan pada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam hanya sekali dalam setahun, 12 Rabi’ul Awwal saja? Bukankah bersyukur kepada Allah, mengagungkan dan mencintai Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dituntut setiap saat dengan menaati dan selalu ittiba’ pada sunnahnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua: Nabi memeringati hari kelahirannya dengan berpuasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian beralasan dengan puasa seninnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang merupakan hari kelahirannya. Ketika beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam ditanya mengenai puasa Senin, beliau pun menjawab, “Hari tersebut adalah hari kelahiranku, hari aku diangkat sebagai Rasul atau pertama kali aku menerima wahyu.” (HR. Muslim). Ini menunjukkan bolehnya memeringati hari kelahirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan ini juga tidak dapat diterima, karena Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak pernah puasa pada tanggal yang diklaim sebagai kelahirannya, 12 Rabi'ul Awwal. Yang beliau lakukan adalah puasa pada hari Senin. Seharusnya kalau ingin mengenang hari kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan dalil di atas, maka perayaan maulid diadakan tiap pekan, bukan sekali setahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam juga tidak berpuasa hanya pada hari Senin setiap pekan, tapi juga hari Kamis. Alasan beliau, "Keseluruhan amalan diperhadapkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis sehingga aku senang amalanku diperhadapkan kepada Allah sedang aku dalam keadaan berpuasa." (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehingga berdalih dengan puasa Senin tanpa hari Kamis termasuk pemaksaan dan dibuat-buat. Dan kalau alasan tersebut dapat diterima, mestinya peringatannya dilakukan dalam bentuk puasa, bukan berfoya-foya dan makan-makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga: Peringatan maulid Nabi dianggap sebagai bid’ah hasanah (bid'ah yang baik). Anggapan ini lahir dari klasifikasi sebagian ulama terhadap bid'ah menjadi bid'ah hasanah (baik) dan bid'ah sayyi'ah (jelek) atau dhalalah (sesat).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan ini dibantah oleh sebagian ulama bahwa peringatan maulid Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak dapat diterima sebagai bid'ah hasanah, karena dalam hadits-hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak dikenal sama sekali adanya bid’ah hasanah. Bahkan yang dikatakan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan diyakini oleh sahabat adalah setiap bid’ah sesat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, &lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat.” &lt;/span&gt;(&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;HR. Muslim&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Mas’ud Radliyallah 'Anhu berkata,  “Ikutilah (petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam), janganlah membuat bid’ah. Karena (sunnah) itu sudah cukup bagi kalian. Semua bid’ah adalah sesat.” (HR. Al-Thabrani dan al-Haitsami).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abdullah bin ‘Umar radliyallah 'anhu menyatakan, “Setiap bid’ah adalah sesat, walaupun manusia menganggapnya baik.” (Al-Ibanah al Kubra libni Baththah, 1/219).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat: Peringatan Maulid merupakan salah satu sarana untuk lebih mengenal sosok Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada perselisihan di kalangan ulama tentang pentingnya mengenal sosok Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Hanya saja, sebagian di antara mereka tidak menerima suatu bid'ah dipoles menjadi sarana kebaikan, karena tujuan yang baik tidak dapat dijadikan alasan untuk menghalalkan segala cara. Lagi pula, mengenal sosok beliau tidaklah pantas dibatasi oleh bulan atau tanggal tertentu. Jika ia dibatasi oleh waktu tertentu, apalagi dengan cara tertentu pula, maka sudah masuk ke dalam lingkup bid’ah. Lebih dari itu, upaya mengenal sosok beliau lewat peringatan maulid merupakan salah satu bentuk tasyabbuh (meniru-niru) orang-orang Nashrani yang merayakan kelahiran Nabi Isa 'alaihis salam melalui natalan. Padahal Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange; font-size: large;"&gt;مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ, فَهُوَ مِنْهُمْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka." &lt;/span&gt;(&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;HR. Ahmad dan Abu Dawud serta dishahihkan oleh Ibnu Hibban&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;. . upaya mengenal sosok beliau lewat peringatan maulid merupakan salah satu bentuk tasyabbuh (meniru-niru) orang-orang Nashrani yang merayakan kelahiran Nabi Isa 'alaihis salam melalui natalan.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Mengenal sosok Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan membaca dan mengkaji sirah, biografi dan sunnah beliau seharusnya dilakukan sepanjang waktu, sebagaimana para sahabat mengajarkannya kepada anak-anak mereka setiap waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya cinta Nabi dibuktikan dengan meneladani dan mengikuti sunnah-sunnah beliau, bukan dengan menyelisihi perintah atau melakukan sesuatu yang tidak ada tuntunannya. Wallahu Ta’laa A’lam. (PurWD/voa-islam)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-jriSxpQYKaxhEmrbF3x-ntvWZGuWMitzOb2ItUi22pYgHsiPJguOGz4EN9OTijrT-J8Z2rUeZYvtHqdOt0jn9iylulRr8x0ikgcdPYqz0zMtX8PCQRjgb63h1uE-8UwxG2xviyMuKjU/s72-c/VOA-Islam1.php" width="72"/></item><item><title>Sejarah Peringatan Maulid Nabi SAW</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/sejarah-peringatan-maulid-nabi-saw.html</link><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Wed, 8 Feb 2012 19:38:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-7986844916958313145</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://m.voa-islam.com/news/tsaqofah/2012/02/07/17649/sejarah-peringatan-maulid-nabi-shallallahu-'alaihi-wasallam/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuM4MHYDUXT7DGL1R1uvqBph_JmaxL3_lfVMGWrryBf-GnEyD9ZYesQAIt_aGko90tMqoKmRi_109946TX52U8tQgJtlIsD__AIQf4XX46VxfrdPbrzEjjMZBBmeDXoBVk9M5-0odHKwU/s200/VOA-Islam.php" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
Setiap muslim wajib mencintai Nabinya, Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Mencintai beliau tidaklah seperti mencintai manusia selainnya. Karena mencintai beliau termasuk pokok ajaran dien dan pondasi dasar keimanan. Bahkan kita menjadikan kecintaan kepada beliau sebagai  bagian dari ibadah yang agung. Kita beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah dengan mencintai dan memuliakannya. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta'ala,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;فَالَّذِينَ آَمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;"Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung."&lt;/span&gt; (&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;QS. Al-A'raf: 157)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;"Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri."&lt;/span&gt; (&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;QS. Al-Ahzab: 6&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Dan demi Zat yang jiwaku berada di tangn-Nya (Demi Allah), tidaklah beriman salah seorang kamu sehingga aku lebih ia cintai daripada diirnya, hartanya, anaknya, dan manusia seluruhnya." (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam al-Shahih disebutkan, Amirul Mukminin Umar bin al-Khathab Radhiyallahu 'Anhu berkata: "Wahai Rasulullah, demi Allah sungguh engkau adalah orang yang paling aku cintai daripada segala sesuatu kecuali diriku." Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepadanya, "Tidak, wahai Umar, sehingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri." Lalu Umar berkata, "Wahai Rasulullah, demi Allah sungguh engkau adalah orang yang paling aku cintai daripada segala sesuatu sehingga daripada diriku sendiri." Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyahut, "Sekarang (baru benar) wahai Umar."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari sini diketahui, mencintai Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bukan urusan nomor dua atau suatu pilihan, yakni jika seseorang mau mencintainya maka ia boleh mencintainya dan jika tidak mau maka tidak apa-apa. Tetapi mencintai Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah kewajiban atas setiap muslim yang menjadi inti keimanan. Kecintaan kepada beliau ini haruslah lebih kuat daripada kecintaan terhadap apapun, sampai kepada diri sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan bukti kecintaan kepada beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah dengan berittiba’ (mengikuti sunnahnya), taat dan berpegang teguh pada petunjuknya. Mengambil setiap yang beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam berikan dari urusan dien ini dan meningalkan apa yang beliau larang. Sehingga seorang pecinta Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam akan membenarkan setiap yang beliau beritakan, mentaati apa yang beliau perintahkan, meninggalkan apa yang beliau larang, dan tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan apa yang disyariatkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah Ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."&lt;/span&gt; (&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;QS. Ali Imran: 31&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al Qadhi 'Iyadl rahimahullah, berkata: "Di antara bentuk cinta kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan menolong sunnahnya, membela syariahnya, berangan-angan hidup bersamanya, . . . "&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Rajab, dalam Fathul Bari Syarh Shahih al Bukhari, menyebutkan bahwa kecintaan bisa sempurna dengan ketaatan, sebagai firman Allah Ta'ala:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku."&lt;/span&gt; (&lt;span class="Apple-style-span" style="color: orange;"&gt;QS. Ali Imran: 31&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karenanya klaim cinta kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak dapat diterima dengan sekadar memeringati hari kelahiran beliau. Di mana hal itu tidak pernah dilakukan oleh umat terbaik yang telah membuktikan kecintaan kepada beliau dengan sebenar-benarnya. Mereka korbankan jiwa, raga, dan apa saja yang mereka miliki untuk mendukung Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Maka jika kebenaran cinta kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah dengan memperingati dan merayakan hari kelahirannya, pastinya para sahabat akan lebih dulu mengerjakannya. Jika merayakan maulid adalah memiliki pahala besar tentu para sahabat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam akan lebih dulu mengawalinya. Tidak ada generasi yang lebih rakus kepada kebaikan dan lebih kuat kecintaan kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam daripada orang-orang beriman yang pernah melihat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam  dan pernah hidup bersamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Sejarah Peringatan Maulid Nabi SAW&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam catatan sejarah, motivasi orang-orang yang mula-mula melakukan peringatan maulid Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam -yaitu pengikut mazhab Bathiniyyah- adalah tidak didasari rasa cinta kepada beliau, tapi untuk tujuan politis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelopor pertama peringatan maulid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah Bani Ubaid al-Qaddaah atau yang lebih dikenal dengan al-Fathimiyyun atau Bani Fathimiyyah pada pertengahan abad ke empat Hijriyah, setelah berhasil memindahkan dinasti Fathimiyah dari Maroko ke Mesir pada tahun 362 H.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perayaan maulid diadakan untuk menarik simpati masyarakat yang mayoritasnya berada dalam kondisi ekonomi yang sangat terpuruk untuk mendukung kekuasaannya dan masuk ke dalam mazhab bathiniyahnya yang sangat menyimpang dari akidah, bahkan bertentangan dengan Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pakar sejarah yang bernama Al Maqrizy menjelaskan bahwa begitu banyak perayaan yang dilakukan oleh Fatimiyyun dalam setahun. Dan beliau menyebutkan kurang lebih 25 perayaan yang rutin dilakukan setiap tahun dalam masa kekuasaannya, termasuk di antaranya adalah peringatan maulid Nabi. Tidak hanya perayaan-perayaan Islam tapi lebih parah lagi, mereka juga mengadakan peringatan hari raya orang-orang Majusi dan Nashrani yaitu hari Nauruz (tahun baru Persia), hari Al Ghottos, hari Milad (Natal), dan hari Khamisul ‘Adas (perayaan tiga hari sebelum Paskah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fakta sejarah, peringatan maulid tidak ditemukan pada masa Nabi  shallallahu 'alaihi wasallam dan masa tiga generasi pertama Islam yang disebut sebagai generasi terbaik umat ini. Sehingga menyebabkan banyak di antara ulama yang mengingkarinya dan memasukkannya ke dalam bid'ah haram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak dipungkiri, di antara ulama ada yang menganggapnya sebagai bid'ah hasanah (inovasi yang baik), selama tidak dibarengi dengan kemungkaran. Pendapat ini diwakili antara lain oleh Ibnu Hajar al Atsqalani dan as-Suyuti. Keduanya mengatakan bahwa status hukum maulid Nabi adalah bid’ah mahmudah (bid’ah terpuji). Tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, tetapi keberadaannya membawa maslahat walaupun juga tidak lepas dari berbagai mudharat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keabsahan peringatan maulid Nabi bagi mereka disandarkan pada dalil umum yang tidak berhubungan langsung dengan titik permasalahan, sedangkan para ulama yang menentangnya membangun argumentasinya melalui pendekatan normatif tekstual yang tidak ditemukan baik secara tersurat maupun secara tersirat dalam Al-Quran dan al-Sunnah, dan diperkuat dengan kaedah umum dalam ibadah yang menuntut adanya dalil spesifik yang menunjang disyariatkannya suatu ibadah. Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Informasi lainnya:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/4-alasan-pembolehan-peringatan-maulid.html"&gt;4 Alasan Pembolehan Peringatan Maulid Nabi SAW&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/hukum-perayaan-maulid-nabi-saw-sunnah.html"&gt;Hukum Perayaan Maulid Nabi SAW Sunnah atau Bidah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/cara-mencintai-rasulullah-shallallahu.html"&gt;Cara Mencintai Rasullullah SAW&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Wassallam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Reply Posts: &lt;a href="http://m.voa-islam.com/"&gt;VOA-Islam (mobile)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuM4MHYDUXT7DGL1R1uvqBph_JmaxL3_lfVMGWrryBf-GnEyD9ZYesQAIt_aGko90tMqoKmRi_109946TX52U8tQgJtlIsD__AIQf4XX46VxfrdPbrzEjjMZBBmeDXoBVk9M5-0odHKwU/s72-c/VOA-Islam.php" width="72"/></item><item><title>Al Asma Ul Husna</title><link>http://ff-islami.blogspot.com/2012/02/al-asma-ul-husna.html</link><category>Islami</category><category>Suara Islam</category><author>noreply@blogger.com (Fitz Freedom)</author><pubDate>Sun, 5 Feb 2012 07:33:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1853609691646192952.post-373864038827314450</guid><description>&lt;img style="visibility:hidden;width:0px;height:0px;" border=0 width=0 height=0 src="http://c.gigcount.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bT*xJmx*PTEzMjU4OTA1MDU1NTcmcHQ9MTMyNTg5MDUyMDIxMyZwPTIzODk4MSZkPUlzbGFtaWMlMjBXaWRnZXQlM2ElMjBhc21h/dWxodXNuYS*wMWImZz*xJm89ZTA3MDcxZWVmMTU5NDkxYjg*NTI3N2QyNmZiY2VkMDQmb2Y9MA==.gif" /&gt;&lt;div style="margin:0px auto;text-align:center;width:150px;height:170px;"&gt;&lt;embed src="http://www.widgipedia.com/widgets/alhabib/Asmaul-Husna-99-Beautiful-Names-of-Allah-3616-8192_134217728.widget?__install_id=1325890294746&amp;amp;__view=expanded" width="150" height="170" flashvars="col1=e18f32&amp;col2=59ba1f&amp;col3=005500&amp;dur=3000&amp;gig_lt=1325890505557&amp;gig_pt=1325890520213&amp;gig_g=1" swliveconnect="true" quality="autohigh" loop="false" menu="false" wmode="transparent" allowscriptaccess="sameDomain" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.adobe.com/go/getflashplayer" /&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Please Click Here To Be Continue &lt;a href="http://www.asmaulhusna.com/" target="_blank"&gt;&lt;blink&gt;Read More&lt;/blink&gt;...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau anda mau meletakan Al-Asma Ul-Husna di Website atau Blog, Silakan Copy Code dalam Text Area dibawah ini:&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;&lt;textarea cols="25" name="code" rows="3"&gt;&amp;lt;img style=&amp;quot;visibility:hidden;width:0px;height:0px;&amp;quot; border=0 width=0 height=0 src=&amp;quot;http://c.gigcount.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bT*xJmx*PTEzMjU4OTA1MDU1NTcmcHQ9MTMyNTg5MDUyMDIxMyZwPTIzODk4MSZkPUlzbGFtaWMlMjBXaWRnZXQlM2ElMjBhc21h/dWxodXNuYS*wMWImZz*xJm89ZTA3MDcxZWVmMTU5NDkxYjg*NTI3N2QyNmZiY2VkMDQmb2Y9MA==.gif&amp;quot; /&amp;gt;&amp;lt;div style=&amp;quot;margin:0px auto;text-align:center;width:150px;height:170px;&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;embed src=&amp;quot;http://www.widgipedia.com/widgets/alhabib/Asmaul-Husna-99-Beautiful-Names-of-Allah-3616-8192_134217728.widget?__install_id=1325890294746&amp;amp;amp;__view=expanded&amp;quot; width=&amp;quot;150&amp;quot; height=&amp;quot;170&amp;quot; flashvars=&amp;quot;col1=e18f32&amp;amp;col2=59ba1f&amp;amp;col3=005500&amp;amp;dur=3000&amp;amp;gig_lt=1325890505557&amp;amp;gig_pt=1325890520213&amp;amp;gig_g=1&amp;quot; swliveconnect=&amp;quot;true&amp;quot; quality=&amp;quot;autohigh&amp;quot; loop=&amp;quot;false&amp;quot; menu=&amp;quot;false&amp;quot; wmode=&amp;quot;transparent&amp;quot; allowscriptaccess=&amp;quot;sameDomain&amp;quot; type=&amp;quot;application/x-shockwave-flash&amp;quot; pluginspage=&amp;quot;http://www.adobe.com/go/getflashplayer&amp;quot; /&amp;gt;&amp;lt;/embed&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;/textarea&gt;&lt;/div&gt;Semoga bermanfaat. Terimakasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://twitter.com/FitzFreedom1" class="twitter-follow-button" data-button="grey" data-text-color="#FFFFFF" data-link-color="#00AEFF" data-show-count="false"&gt;Follow @FitzFreedom1&lt;/a&gt;</description></item></channel></rss>