<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>aneka tips menulis fiksi (cerpen, flash fiction), resensi novel, profil penulis fiksi &amp; dunia penerbitan Indonesia</title><link>http://indonovel.com</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/fiksiindonesia" /><description></description><language>en</language><lastBuildDate>Sat, 12 May 2012 19:48:20 PDT</lastBuildDate><generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator><sy:updatePeriod xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/">hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/">1</sy:updateFrequency><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/fiksiindonesia" /><feedburner:info uri="fiksiindonesia" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>fiksiindonesia</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><feedburner:feedFlare href="http://add.my.yahoo.com/rss?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Ffiksiindonesia" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/us/my/addtomyyahoo4.gif">Subscribe with My Yahoo!</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://feeds.my.aol.com/add.jsp?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Ffiksiindonesia" src="http://o.aolcdn.com/favorites.my.aol.com/webmaster/ffclient/webroot/locale/en-US/images/myAOLButtonSmall.gif">Subscribe with My AOL</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.bloglines.com/sub/http://feeds.feedburner.com/fiksiindonesia" src="http://www.bloglines.com/images/sub_modern11.gif">Subscribe with Bloglines</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://fusion.google.com/add?feedurl=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Ffiksiindonesia" src="http://buttons.googlesyndication.com/fusion/add.gif">Subscribe with Google</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.plusmo.com/add?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Ffiksiindonesia" src="http://plusmo.com/res/graphics/fbplusmo.gif">Subscribe with Plusmo</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.live.com/?add=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Ffiksiindonesia" src="http://tkfiles.storage.msn.com/x1piYkpqHC_35nIp1gLE68-wvzLZO8iXl_JMledmJQXP-XTBOLfmQv4zhj4MhcWEJh_GtoBIiAl1Mjh-ndp9k47If7hTaFno0mxW9_i3p_5qQw">Subscribe with Live.com</feedburner:feedFlare><item><title>Pemasaran Buku : Mengapa Tata Letak Blog Bisa Menghambat – atau Meningkatkan – Penjualan ?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/fiksiindonesia/~3/Mi8PJBFIWoU/</link><category>penerbitan</category><category>pemasaran buku</category><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Rusdianto</dc:creator><pubDate>Sun, 06 May 2012 01:40:32 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">http://indonovel.com/?p=1387</guid><content:encoded xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: left;" align="center">Pelanggan tidak tahu apa yang mereka butuhkan sampai anda memilihkannya untuk mereka  – Steve Jobs.</p>
</blockquote>
<div id="attachment_1400" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><img class="size-full wp-image-1400" title="Pemasaran-Buku" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2012/05/Pemasaran-Buku.jpg" alt="pemasaran buku melalui blog" width="250" height="204" /><p class="wp-caption-text">iPie (apple pie)</p></div>
<p>Sebagian besar penulis buku adalah pemasar yang buruk. Fakta ini dengan mudah kita temukan pada <strong>strategi pemasaran buku</strong> mereka melalui blog.</p>
<p>Penulis umumnya menempatkan banner iklan buku mereka pada sidebar. Mereka berharap pengunjung meng-klik banner kemudian lansung menuju halaman sinopsis atau toko tempat mereka <em>menjual buku secara online</em>.</p>
<p>Langkah yang tepat, sebenarnya.</p>
<p>Tapi disitulah kekeliruan banyak terjadi.</p>
<p><a href="http://indonovel.com/writepreneur/" target="_blank">Writepreneur</a> yang baik akan mengarahkan mata pengunjung terpusat pada banner iklan tersebut. Yang banyak terjadi justru sebaliknya. <a href="http://indonovel.com/keuntungan-penulis-menggunakan-domain-dan-web-hosting-sendiri/" target="_blank">Penulis buku</a> – notabene pemilik blog – malah memasang berupa-rupa widget pada sidebar yang mau tidak mau akan mengalihkan perhatian pengunjung.</p>
<p>Sebenarnya strategi pemasaran online –tanpa kecuali <strong><a href="http://indonovel.com/4-cara-writepreneur-memaksimalkan-blog-sebagai-alat-pemasaran/" target="_blank">pemasaran buku</a></strong>- menggunakan media blog relatif mudah. Tidak masalah anda memakai layanan gratis (blogger.com) atau self hosted (wordpress.org). Anda pun bisa memasarkan buku pada semua jenis template gratis maupun premium.</p>
<p>Salah satu kunci sukses pemasaran buku yaitu tata letak blog anda. Contohnya pada kasus diatas</p>
<p>Karena itu, posting ini akan memberikan anda langkah-langkah praktis <em>cara menjual buku</em> dengan mengefektifkan tata letak blog.</p>
<p>Siap ?</p>
<p>Terlebih dahulu kita akan meninjau asumsi dasar dari langkah-langkah praktis tersebut.</p>
<h3>Mengurangi Pilihan Meningkatkan Peluang Penjualan</h3>
<p>Tahukah anda dampak menambahkan satu fitur baru pada sidebar atau sebelum &amp; sesudah posting ?</p>
<p>Itu artinya anda sedang mengurangi peluang fitur lain untuk di-klik pembaca.</p>
<p>Semakin sedikit pilihan klik yang anda tawarkan kepada pembaca, semakin besar peluangya untuk diklik.</p>
<p>Riset membuktikan <a href="http://www.useit.com/alertbox/timeframes.html " target="_blank">pengguna web hanya punya waktu maksimal 10 detik</a> untuk memutuskan pergi atau tinggal di blog anda ? Jangan biarkan mereka menghabiskan 10 detik itu dalam kebingungan.</p>
<p>Ingat petuah Steve Jobs diatas. Andalah yang seharusnya memilihkan untuk mereka.</p>
<h3>3 Langkah Praktis</h3>
<p>Fitur apa saja yang bisa membantu anda menjual buku secara online?</p>
<p><strong>Mari kita mulai pada sidebar.</strong></p>
<p>Apakah recent comments, recent post, tags cloud, kalender, award,  counter jumlah traffic, aliran tweet dan kotak fan page bisa mempengaruhi pengunjung membeli buku ?</p>
<p>Jangan-jangan anda memasang widget pada sidebar hanya karena anda menyukainya.</p>
<p>Bukankah anda ingin blog menjadi media promosi buku anda? Tentu anda tahu apa yang harus dipajang pada sidebar ?</p>
<p>Benar. Pertama-tama anda harus memajang banner iklan buku anda.</p>
<p>Banner biasanya menampilkan cover buku disertai sedikit kata-kata promosi. Jangan lupa menyisipkan link yang mengarah ke <em>toko buku online</em> yang menjual buku anda.</p>
<p>Pajang banner tersebut di puncak sidebar. Sesuaikan ukurannya dengan lebar sidebar anda.</p>
<p>Dibawah banner anda bisa menambahkan widget social media. Pengguna wordpress harus menggunakan plugin untuk menampilkan widget ini (saya memakai Social sharing toolkit). Widget ini memudahkan pembaca terhubung dengan anda di social media.</p>
<p>Ada kemungkinan pembaca tidak lansung melakukan transaksi pada kunjungan pertama.  pehingga Pembaca yang kemudian mengikuti anda di facebook atau twitter masih berpeluang untuk ditindaklanjuti.</p>
<p>Widget ketiga (dan terakhir) yaitu posting terpopuler. (penggunaannya memerlukan plugin, misalnya WP Most Popular).</p>
<p>(Hampir) semua orang menyukai posting terpopuler.</p>
<p>Widget ini memungkinkan pembaca berkeliling membaca tulisan-tulisan anda. Biarkan mereka mencermati mutu tulisan serta gaya menulis anda. Jauh lebih mudah menjual buku kepada orang yang sudah tertarik sebelumnya pada tulisan-tulisan anda.</p>
<p><strong>Sekarang kita pindah ke bar navigasi.</strong></p>
<p>Banyak blogger memenuhi bar navigasinya dengan link kategori. Bisa dibayangkan jika ada 10 kategori di blog anda ? Padahal bar navigasi merupakan area strategis untuk menarik perhatian pengunjung pada pandangan pertama.</p>
<p>Saya sendiri mengganti kategori dengan memanfaatkan fitur breadcrumb. Fitur ini cukup memudahkan pembaca mengetahui di kategori mana mereka sedang berada. Dengan begini kita bisa memanfaatkan bar navigasi untuk mendukung aktifitas pemasaran buku.</p>
<p>Selain halaman Beranda (Home), anda cukup mengisi bar navigasi dengan link halaman Tentang (About me), Contact, dan Portofolio (kadang ada penulis yang memberinya label ‘My Book’).</p>
<p>Halaman Tentang memudahkan pembaca mengetahui profil anda (pembeli enggan bertransaksi dengan profil yang meragukan).</p>
<p>Halaman tentang juga sangat strategis mempengaruhi pembaca. Tunjukkan pengalaman menulis anda, pendidikan, tempat tinggal, atau mungkin penghargaan menulis yang pernah anda raih.</p>
<p>Halaman kontak memudahkan calon pembeli buku menghubungi anda.  Cantumkan alamat pos, email, serta nomor telepon yang aktif.</p>
<p>Halaman portofolio bagus jika buku anda lebih dari satu. Halaman ini mengarahkan pengunjung agar membaca sinopsis buku-buku anda. Jangan lupa, buat ajakan untuk membeli disertai harga dan tata cara pembelian di akhir halaman.</p>
<p>Sudah cukup ?</p>
<p>Belum.</p>
<p><strong>Anda masih harus membenahi area after post.</strong></p>
<p>Area ini cukup strategis tapi sering disalahgunakan.</p>
<p>Coba cermati blog anda sekarang. Apakah anda menumpuk fitur related post, social media share, atau subscribe form RSS feed di akhir posting anda ?</p>
<p>Tips memaksimalkan area ini sama dengan sidebar.</p>
<p>Hilangkan semua fitur yang ada, lalu ganti dengan banner iklan buku anda. Buatlah banner (horizontal) yang lebarnya sama dengan kolom konten. Banner di akhir posting berpotensi menangkap kembali perhatian pembaca yang sebelumnya mengabaikan banner iklan pada sidebar.</p>
<h4><strong>Segera Bertindak</strong></h4>
<p>Tips-tips yang saya sebutkan diatas banyak mengacu pada hasil penelitian Dr. Jakob Nielsen mengenai <a href="http://www.useit.com/alertbox/reading_pattern.html" target="_blank">pola pengguna web membaca konten</a>  (<em>Meski demikian, beliau dibebaskan dari segala tanggung jawab yang berkaitan dengan isi posting ini</em>).</p>
<p>Sebagian tips ini mungkin efektif bagi anda dan sebagian lagi tidak. Alasan mengapa banyak sekali teknik <em>pemasaran online</em> karena, tidak ada satu pun teknik yang bisa bekerja sempurna bagi semua orang (<em>Disclaimer</em>).</p>
<p>Ingin mendisukusikan topik pemasaran buku lebih lanjut ?</p>
<p>Silahkan sampaikan pendapat anda pada kolom komentar dibawah.</p>
<p>Oh yah, terima kasih sebelumnya buat anda yang sempat membagikan posting ini lewat twitter, google+ &amp; facebook <img src='http://indonovel.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span style="color: #888888;">photo credits: </span><a href="https://plus.google.com/u/0/106176762220398854458/posts" target="_blank">Joseph Lee</a><span style="color: #888888;"> (google+ public share)</span></p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=Mi8PJBFIWoU:MTd1Kgatsic:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=Mi8PJBFIWoU:MTd1Kgatsic:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=Mi8PJBFIWoU:MTd1Kgatsic:-BTjWOF_DHI"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=Mi8PJBFIWoU:MTd1Kgatsic:-BTjWOF_DHI" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=Mi8PJBFIWoU:MTd1Kgatsic:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=Mi8PJBFIWoU:MTd1Kgatsic:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=Mi8PJBFIWoU:MTd1Kgatsic:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=Mi8PJBFIWoU:MTd1Kgatsic:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=Mi8PJBFIWoU:MTd1Kgatsic:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=Mi8PJBFIWoU:MTd1Kgatsic:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=Mi8PJBFIWoU:MTd1Kgatsic:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=Mi8PJBFIWoU:MTd1Kgatsic:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/fiksiindonesia/~4/Mi8PJBFIWoU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded><description>Pelanggan tidak tahu apa yang mereka butuhkan sampai anda memilihkannya untuk mereka  – Steve Jobs. Sebagian besar penulis buku adalah pemasar yang buruk. Fakta ini dengan mudah kita temukan pada strategi pemasaran buku mereka melalui blog. Penulis umumnya menempatkan banner iklan buku mereka pada sidebar. Mereka berharap pengunjung meng-klik banner kemudian lansung menuju halaman sinopsis atau [...]</description><wfw:commentRss xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/">http://indonovel.com/cara-memasarkan-buku-melalui-blog/feed/</wfw:commentRss><slash:comments xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/">0</slash:comments><feedburner:origLink>http://indonovel.com/cara-memasarkan-buku-melalui-blog/</feedburner:origLink></item><item><title>Apakah Anda Seorang Writepreneur ?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/fiksiindonesia/~3/R-KEZZjf0Ao/</link><category>penerbitan</category><category>writepreneur</category><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Rusdianto</dc:creator><pubDate>Sun, 06 May 2012 01:27:16 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">http://indonovel.com/?p=1386</guid><content:encoded xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: left;" align="center">Saya pikir orang yang menerima sebuah pekerjaan agar dapat hidup – katakanlah, untuk mendapatkan uang – telah mengubah dirinya menjadi seorang hamba (Joseph Campbell)</p>
</blockquote>
<div id="attachment_1398" class="wp-caption alignright" style="width: 458px"><img class="size-full wp-image-1398" title="writepreneur" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2012/05/writepreneur.jpg" alt="contoh figur writepreneur Indonesia" width="448" height="281" /><p class="wp-caption-text">&quot;..bebas mengatur waktu...&quot;</p></div>
<p>Mungkin anda seorang penulis komersil. Seorang yang menjual tulisan baik secara independen maupun melalui perantaraan pihak ketiga untuk memperoleh penghasilan.</p>
<p>Tapi anda tidak otomatis menjadi seorang <strong>writepreneur</strong> hanya karena anda dibayar untuk setiap tulisan anda. Bahkan seorang penulis penuh waktu yang menggantungkan hidup semata-mata dari profesi menulis pun belum tentu seorang writepreneur.</p>
<p>Jadi kalau begitu siapa sebenarnya sosok yang disebut <em>writepreneur</em> ?</p>
<h3><strong>Writer + Entrepreneur</strong></h3>
<p>Writepreneur segera dapat diidentifikasi sebagai gabungan dari kata writer &amp; entrepreneur.</p>
<p>Istilah writepreneur merujuk kepada <strong>seorang penulis</strong> yang menerapkan segala prinsip-prinsip kewirausahaan dalam usahanya memasarkan produk dan jasa menulis guna menperoleh penghasilan.</p>
<p>Kemampuan menulis merupakan syarat utama hingga seseorang dapat disebut writepreneur. Anda boleh saja pemilik sebuah penerbitan atau percetakan. Tapi anda bukan writepreneur bila latar belakang anda bukan seorang penulis.</p>
<h3><strong>Menulis Adalah Bisnis</strong></h3>
<p>Kemandirian merupakan syarat wajib seorang <em>writepreneur</em>. Jurnalis atau editor yang bekerja dan digaji oleh sebuah perusahaan tidak termasuk ke dalam ketegori writepreneur..</p>
<p>Seorang writepreneur mestilah orang yang membangun dan mengelola bisnisnya sediri dengan menerapkan segala prinsip prinsip kewirausahaan.</p>
<p>Makanya seorang writepreneur dituntut memiliki insting bisnis, inovatif, bisa membaca peluang, paham strategi pemasaran, dapat bekerjasama dengan pihak lain, serta bisa mengelola keuangan usahanya. Seluruh kemampuan diatas yang kemudian membedakan antara seorang writepreneur dengan seorang penulis biasa.</p>
<p>Tak heran bila akhirnya istilah <em>writepreneur</em> bukan hanya merujuk kepada penulis buku.</p>
<p>Seorang writepreneur juga bisa merujuk kepada seseorang yang <strong><em>mengelola website. agen naskah, jasa editing, pelatihan menulis, lembaga copywriting, agen skenario, blogger, </em></strong>atau gabungan dari semuanya.</p>
<h3><strong>Sosok Writepreneur Indonesia</strong></h3>
<p>Adakah sosok writepreneur di Indonesia ?</p>
<p>Ada.</p>
<p>Saya pernah mewawancarai 3 orang penulis yang saya anggap layak disebut <em>writepreneur</em>..</p>
<p>Yang pertama adalah <a href="http://indonovel.com/laura-khalida-freelance-editor-penerbitan-buku/" target="_blank">Laura Khalida</a>. Pada awalnya dia dikenal sebagai editor freelance dan novelis. Saat ini Laura telah bermetamorfosa menjadi writepreneur melalui K creative studio. Lembaga yang didirikannya ini menawarkan jasa editing, pelatihan menulis dan jasa ghost writer.</p>
<p>Hal yang sama juga ditekuni <a href="http://indonovel.com/writepreneur-wawancara-dengan-merry-magdalena/" target="_blank">Merry Magdalena</a>. Mantan jurnalis harian Sinar Harapan ini mendirikan Merry &amp; associates. Selain menawarkan jasa yang sama seperti Laura Khalida, Merry juga menawarkan jasa menghubungkan penulis dengan penerbit (agen naskah), copywriting serta menulis konten website.</p>
<p>Sosok ketiga yaitu <a href="http://indonovel.com/aulia-halimatussadiah-a-writerpreneur/" target="_blank">Aulia Halimatussadiah</a>. Founder dari situs nulisbuku.com yang menawarkan jasa <a href="http://indonovel.com/7-kelemahan-online-self-publishing-sistem-print-on-demand-1/" target="_blank">penerbitan sistem <em>print on demand</em></a> yang pertama di Indonesia.</p>
<p>Tampak jelas bahwa ketiga contoh diatas bekerja secara tim (punya lembaga bisnis). Mereka inovatif dan juga aktif mempromosikan jasanya. Terlihat pula bahwa produk-jasa yang mereka tawarkan cukup bervariasi.</p>
<p>Jadi writepreneur tidak melulu penulis yang merangkap sebagai penjual bukunya sendiri, bukan ?</p>
<h4><strong>Writepreneur</strong></h4>
<p>Seorang <strong>writepreneur</strong> adalah penulis yang menerapkan segala prinsip-prinsip kewirausahaan dalam memasarkan produk dan jasa menulis untuk memperoleh penghasilan.</p>
<p>Perbedaan writepreneur dengan entrepreneur dibidang lain hanya terletak pada jenis produk – jasa yang ditawarkan.</p>
<p>Jadi, apakah anda sudah tergolong <em>writepreneur </em>?</p>
<p>Saya ingin mendengarkan pendapat anda pada kolom komentar dibawah.</p>
<p><span style="color: #888888;">photo credits : <a href="http://xayidexianstock.deviantart.com/" target="_blank">Xayi Dexian Stock</a> (creative commons)</span></p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=R-KEZZjf0Ao:HpAt3ZqYjnE:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=R-KEZZjf0Ao:HpAt3ZqYjnE:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=R-KEZZjf0Ao:HpAt3ZqYjnE:-BTjWOF_DHI"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=R-KEZZjf0Ao:HpAt3ZqYjnE:-BTjWOF_DHI" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=R-KEZZjf0Ao:HpAt3ZqYjnE:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=R-KEZZjf0Ao:HpAt3ZqYjnE:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=R-KEZZjf0Ao:HpAt3ZqYjnE:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=R-KEZZjf0Ao:HpAt3ZqYjnE:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=R-KEZZjf0Ao:HpAt3ZqYjnE:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=R-KEZZjf0Ao:HpAt3ZqYjnE:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=R-KEZZjf0Ao:HpAt3ZqYjnE:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=R-KEZZjf0Ao:HpAt3ZqYjnE:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/fiksiindonesia/~4/R-KEZZjf0Ao" height="1" width="1"/>]]></content:encoded><description>Saya pikir orang yang menerima sebuah pekerjaan agar dapat hidup – katakanlah, untuk mendapatkan uang – telah mengubah dirinya menjadi seorang hamba (Joseph Campbell) Mungkin anda seorang penulis komersil. Seorang yang menjual tulisan baik secara independen maupun melalui perantaraan pihak ketiga untuk memperoleh penghasilan. Tapi anda tidak otomatis menjadi seorang writepreneur hanya karena anda dibayar [...]</description><wfw:commentRss xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/">http://indonovel.com/writepreneur/feed/</wfw:commentRss><slash:comments xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/">0</slash:comments><feedburner:origLink>http://indonovel.com/writepreneur/</feedburner:origLink></item><item><title>4 Cara Writepreneur Memaksimalkan Blog Sebagai Alat Pemasaran</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/fiksiindonesia/~3/PAvmYiNbQvk/</link><category>penerbitan</category><category>pemasaran buku</category><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Rusdianto</dc:creator><pubDate>Sun, 06 May 2012 01:06:19 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">http://indonovel.com/?p=1385</guid><content:encoded xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><![CDATA[<div id="attachment_1393" class="wp-caption alignright" style="width: 209px"><img class="size-full wp-image-1393" title="blog penulis" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2012/05/blog-penulis.jpg" alt="cara penulis memaksimalkan blog sebagai alat epmasaran" width="199" height="300" /><p class="wp-caption-text">&quot;Gimana yah cara memaksimalkan blog ? &quot;</p></div>
<p>Banyak <em>writepreneur</em> mengelola blognya sebagai sumber pendapatan lansung. Misalnya dengan memasang iklan atau menulis review bayaran.</p>
<p>Tapi sebagian besar <em>writepreneur</em> hanya memanfaatkan blog sebagai alat pemasaran.</p>
<p>Saya mengenal beberapa writepreneur yang menawarkan <em>jasa copywriting</em>, <em>ghost writer</em>, <em>editor</em> dan <em>pelatihan menulis</em> melalui blognya. Ini cara terbaik memasarkan jasa di internet.</p>
<p>Hanya saja, sekedar memiliki blog belum cukup bagi writepreneur.</p>
<p>Ada jutaan blog diluar sana. Blog anda butuh keunikan agar bisa menonjol ditengah kerumunan. Dengan begitu, klien mudah menemukan blog anda.</p>
<p>Bagaimana caranya ?</p>
<p>Teruskan membaca.</p>
<p>Berikut ini 4 cara bagaimana writepreneur memaksimalkan fungsi <strong><em>blog sebagai alat pemasaran</em></strong> :</p>
<h3><strong>1. </strong><strong>Registrasi Domain dan Sewa Hosting Sendiri</strong></h3>
<p>Anda sulit mengaku writepreneur professional bila blog anda masih berakhiran blogspot.com, atau wordpress.com. Memakai blog gratisan memunculkan anggapan amatir dimata klien. Anda terkesan tidak serius berinvestasi dalam usaha.</p>
<p>Namanya saja menumpang, pengguna blog gratisan memiliki kontrol terbatas. Fasilitas yang disediakan terbatas. Akses anda mengkustom blog juga dibatasi. Penting diingat, sewaktu-waktu penyedia jasa blog gratisan bisa mendepak anda.</p>
<p>Harga domain dan sewa hosting sendiri sebenarnya sangat murah. Contohnya indonovel.com. Untuk registrasi domain dan sewa hosting selama setahun, <strong><a href="http://member.dijaminmurah.com/aff.php?aff=1831" target="_blank">Dijaminmurah.com</a> </strong>hanya mengenakan saya biaya sebesar Rp 135.000,-.</p>
<p><em>Blog </em>berbayar berarti anda memiliki kontrol penuh atas Cpanel anda sendiri. Anda bebas menginstal theme, plugin, atau widget yang anda butuhkan.</p>
<h3><strong>2. </strong><strong>Desain Blog Yang Efisien</strong></h3>
<blockquote><p><em>“Orang tidak tahu apa yang mereka inginkan sampai anda memberikannya kepada mereka – Steve Jobs. “</em></p></blockquote>
<p>Anda ingin mendapatkan klien, atau decak kagum pembaca atas desain ‘mewah’ blog anda ?</p>
<p>Desain blog anda bertujuan memasarkan jasa anda. Hanya itu.</p>
<p>Rata-rata pengguna web memiliki waktu dibawah 5 detik saat memindai sebuah blog. Sayang sekali bila waktu yang sedikit itu habis oleh tampilan blog anda yang kompleks. Pembaca anda bingung karena terlalu banyak widget, iklan, link, banner dan badge social media terpajang di sidebar.</p>
<p>Segera arahkan pengunjung ke titik yang anda inginkan begitu mereka mendarat di blog anda.</p>
<p>Senada dengan petuah Steve Jobs diatas, pembaca hanya akan mengklik apa yang anda tawarkan. Sebaiknya hindari memberikan pilihan terlalu banyak kepada pembaca.</p>
<p>Buatlah blog anda terlihat sederhana dan bersih.</p>
<p>Berikut ini tips yang bisa anda terapkan :</p>
<p>Pertama-tama pastikan bar navigasi anda hanya berisi :</p>
<ol>
<li>Halaman About mengenai isi, topik dan tujuan blog anda</li>
<li>Halaman Kontak untuk menghubungi anda</li>
<li>Halaman Portofolio buku-jasa yang anda tawarkan</li>
<li>Halaman Arsip</li>
</ol>
<p>Berikutnya bersihkan sidebar anda dari recent post, recent comments, tags, categories, calendar, blogroll dan sebagainya. Segala jenis widget tersebut tidak berperan dalam memasarkan jasa anda.</p>
<p>Pasanglah widget yang berfungsi efektif memasarkan jasa anda, seperti :</p>
<p><strong>Feedburner email subscribe form</strong></p>
<p>Menawarkan pembaca untuk berlangganan RSS Feed anda. Dengan berlangganan, pembaca anda mendapat pemberitahuan setiap ada posting terbaru di blog anda .</p>
<p><strong>Newsletter subscription form</strong></p>
<p>Bangun daftar email dengan autoresponder. Anda bisa menggunakan listwire (gratis) atau aweber (berbayar). Dengan berlangganan newsletter, pelanggan dapat dihubungi setiap saat melalui email. Contohnya jika anda baru saja menerbitkan sebuah buku.</p>
<p><strong>Foto profil anda</strong></p>
<p>Kehadiran foto memberi sugesti kepada pelanggan bahwa mereka berhubungan dengan orang yang nyata. Jangan lupa menysipkan link dari foto ke halaman profil anda (siapkan terlebih dahulu). Atau memasang..</p>
<p><strong>Lencana akun media sosial</strong>  (Facebook fan page, Twitter &amp; Google+)</p>
<p>Anda bisa menggunakan plugin <a href="http://wordpress.org/extend/plugins/social-sharing-toolkit/" target="_blank">Social sharing toolkit</a> yang bisa diunduh gratis di wordpress.org. Menjadikan pembaca sebagai fans dan pengikut akan mempertahankan hubungan berkelanjutan dengan mereka.</p>
<p><strong>Daftar posting terpopuler</strong></p>
<p>Semua orang suka membaca artikel terpopuler.</p>
<p>Daftar post terpopuler berguna agar pembaca betah berlama-lama di blog anda. Untuk menampilkan widget ini anda bisa menggunakan plugin <a href="http://wordpress.org/extend/plugins/wp-most-popular/" target="_blank">WP Most Popular</a>. Gratis.</p>
<p><strong>Banner produk – jasa</strong></p>
<p>Cukup memasang maksimal 1-2 banner produk atau jasa yang anda jual. Contohnya cover buku. Usahakan agar link banner tersebut mengarah ke landing pages, sehingga pembaca yang klik banner berpeluang dikonversi menjadi pembeli.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan bagian footer</strong> ?</p>
<p>Footer indonovel.com sengaja saya kosongkan. Tapi anda bisa melakukan mutasi, misalnya photo profil dan form berlangganan RSS Feed dari sidebar ke footer.</p>
<p>Lakukan test dan lihat mana desain yang memberikan hasil terbaik.</p>
<h3><strong>3. </strong><strong>Menggunakan landing page</strong></h3>
<p>Anda sering mengklik link text atau banner di sidebar dan mendarat pada satu halaman dengan tampilan yang berbeda dengan halaman lain ?</p>
<p>Halaman itu biasanya terdiri dari satu kolom, bersih dari bar navigasi, tanpa sidebar dan footer, Internet marketer menyebutnya <em>landing pages</em>, <em>squeeze page</em> atau <em>sales page</em>.</p>
<p>Beberapa tema blog menyediakan landing page bawaan. Namun lebih banyak yang tidak.</p>
<p>Anda bisa mendesainnya sendiri bila anda paham kode, menyewa designer atau yang lebih mudah lagi dengan membeli plugin khusus seperti Premise.</p>
<p>Secara umum landing page berisi konten yang berusaha membujuk dan mempengaruhi pembaca agar bertindak sesuai keinginan kita. Tindakan dimaksud antara lain mendaftar pelatihan menulis, mengunduh ebook, menyewa ghost writer, membeli buku, atau meyewa jasa editing.</p>
<p>Itu sebabnya <em>landing pages</em> lebih efektif mengkonversi pembaca menjadi pelanggan ketimbang posting biasa.</p>
<p>Sebaiknya anda membuatkan landing page setiap produk dan jasa yang anda tawarkan. Hindari menjual produk – jasa secara lansung melalui posting regular. Pembaca anda bisa kabur, alih-alih membeli.</p>
<p>Fokuskan posting reguler semata-mata memberikan nilai dan manfaat kepada pembaca. Kemudian dari situ anda bisa menyisipkan link yang mengarah ke <em>landing pages</em>.</p>
<h3><strong>4. P</strong><strong>embaca Dahulu,  Konsumen Kemudian</strong></h3>
<p><em>Blog </em>bagi <em>writepreneur</em> berfungsi mencari pembaca. Baik pembaca yang datang dari search engine, referal dari blog lain, maupun dari social media.</p>
<p>Pembaca datang ke blog anda karena ingin mencari solusi atas masalahnya. Jadi niat awalnya bukan bermaksud membeli. Tapi semakin pembaca beranggapan konten anda bisa menyelesaikan masalahnya, semakin besar peluang anda menjadikannya pembeli.</p>
<p>Misalnya anda seorang editor. Rajinlah menulis artikel mengenai <em>editing</em>. Hampir pasti pembaca mengunjungi blog anda untuk mengetahui cara mengedit yang baik dan benar.  Kerjakan semata-mata demi membantu pembaca.</p>
<p>Manjakan pembaca anda lewat konten-konten bermutu tinggi yang tidak bisa ditemukannya ditempat lain. Layani setiap komentar, beri respon yang bersahabat dan berinteraksilah dengan mereka.</p>
<p>Bila mereka suka dengan artikel anda, dan menganggap anda ahli di bidang editing, maka hanya soal waktu bagi mereka untuk menyewa anda sebagai <em>editor</em>. Minimal mereka mereferensikan anda kepada orang yang membutuhkan jasa editor.</p>
<h4><strong>Kesimpulannya</strong></h4>
<p>Blog seorang <strong>writepreneur</strong> sebaiknya fokus melayani satu tujuan yaitu; memasarkan produk &#8211; jasa.</p>
<p>Blog adalah  jembatan anda memperkenalkan otoritas anda pada satu bidang tertentu didunia penulisan. Semakin anda dikenal ahli dibidang tersebut, semakin anda mudah mendapatkan klien atau menjual produk anda sendiri.</p>
<p>Jangan terburu-buru menjual. Butuh waktu merebut kepercayaan pembaca sebelum mengkonversi mereka sebagai pelanggan.</p>
<p>Tidak ada cara yang instan. Namun sekali anda meraih kepercayaan pelanggan, mereka akan datang lagi, dan lagi.</p>
<p><span style="color: #999999;">photo credits : <a href="http://bloodovestock.deviantart.com/" target="_blank">Blood Over Stock</a>  (creative commons)</span></p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=PAvmYiNbQvk:QULjScqLPLg:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=PAvmYiNbQvk:QULjScqLPLg:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=PAvmYiNbQvk:QULjScqLPLg:-BTjWOF_DHI"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=PAvmYiNbQvk:QULjScqLPLg:-BTjWOF_DHI" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=PAvmYiNbQvk:QULjScqLPLg:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=PAvmYiNbQvk:QULjScqLPLg:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=PAvmYiNbQvk:QULjScqLPLg:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=PAvmYiNbQvk:QULjScqLPLg:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=PAvmYiNbQvk:QULjScqLPLg:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=PAvmYiNbQvk:QULjScqLPLg:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=PAvmYiNbQvk:QULjScqLPLg:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=PAvmYiNbQvk:QULjScqLPLg:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/fiksiindonesia/~4/PAvmYiNbQvk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded><description>Banyak writepreneur mengelola blognya sebagai sumber pendapatan lansung. Misalnya dengan memasang iklan atau menulis review bayaran. Tapi sebagian besar writepreneur hanya memanfaatkan blog sebagai alat pemasaran. Saya mengenal beberapa writepreneur yang menawarkan jasa copywriting, ghost writer, editor dan pelatihan menulis melalui blognya. Ini cara terbaik memasarkan jasa di internet. Hanya saja, sekedar memiliki blog belum cukup [...]</description><wfw:commentRss xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/">http://indonovel.com/4-cara-writepreneur-memaksimalkan-blog-sebagai-alat-pemasaran/feed/</wfw:commentRss><slash:comments xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/">0</slash:comments><feedburner:origLink>http://indonovel.com/4-cara-writepreneur-memaksimalkan-blog-sebagai-alat-pemasaran/</feedburner:origLink></item><item><title>Mengapa Menggunakan Blog Gratis Bisa Menghambat Kesuksesan Seorang Penulis ?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/fiksiindonesia/~3/AwMWwmHJHAo/</link><category>penerbitan</category><category>blog penulis</category><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Rusdianto</dc:creator><pubDate>Sun, 06 May 2012 00:44:24 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">http://indonovel.com/?p=1388</guid><content:encoded xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><![CDATA[<div id="attachment_1395" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><img class="size-full wp-image-1395" title="web hosting murah Indonesia" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2012/05/web-hosting-murah-Indonesia.jpg" alt="web hosting termurah di Indonesia untuk blog penulis" width="250" height="375" /><p class="wp-caption-text">&quot; Mending sewa hosting sendiri aaaah...&quot;</p></div>
<p>Hari ini sukar menemukan penulis yang tidak memiliki blog.</p>
<div class="mceTemp"></div>
<p>Bagi penulis indie (self publisher), blog bisa menjadi alat yang efektif untuk memasarkan buku.  Bahkan banyak penulis yang telah membuktikan efektifitas blog dalam memasarkan jasa ghost writer, web content, editing, atau kursus menulis.</p>
<p>Memiliki blog berarti anda punya pasar yang jelas, yaitu pengunjung blog, baik yang datang dari mesin pencari maupun pelanggan tetap anda. Blog punya kelebihan –yaitu konten- untuk memancing calon konsumen mendatangi anda (<span style="text-decoration: underline;"><a href="http://blog.hubspot.com/blog/tabid/6307/bid/2989/Inbound-Marketing-vs-Outbound-Marketing.aspx" target="_blank">inbound marketing</a></span>).</p>
<p>Tapi efektifitas pemasaran tidak berlaku sama pada semua blog. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Salah satu faktor yang punya pengaruh signifikan adalah jenis platform blog yang anda pakai.</p>
<p>Apakah sekarang anda masih menggunakan layanan blog gratis berakhiran blogspot.com atau wordpress.com ?</p>
<p>Jika iya, saya khawatir anda sedang menghambat efektifitas pemasaran produk dan jasa anda sendiri..</p>
<h3><strong>Blog Gratis Sama Sekali Tidak Gratis</strong></h3>
<p>Blog gratis hanya ilusi anda. Sejatinya blog berakhiran blogspot.com itu milik google.</p>
<p>Bagaimana anda bisa menyebutnya gratis kalau anda tidak bebas melakukan apa yang anda inginkan ?</p>
<p>Sekali anda melanggar aturan, mereka akan mendepak anda. Banyak kasus hal itu terjadi tanpa pemberitahuan sama sekali. Hal itu tidak akan terjadi jika anda menyewa <strong>tempat hosting</strong> sendiri (kecuali anda lupa membayar sewa).</p>
<h3><strong>5 Alasan Mengapa Penulis Perlu Web Hosting Sendiri</strong></h3>
<p><strong>1. </strong><strong>Bebas memilih dan menggunakan nama domain</strong></p>
<p>Anda bebas memilih kata kunci untuk domain yang ditargetkan selama itu masih available. Contohnya namaanda.com, penulisfiksitop.com, atau editorhandal.com.</p>
<p>Domain unik seperti contoh diatas memudahkan pembaca mengingat anda.</p>
<p>Sebagai penulis, anda perlu merek yang membedakan anda dari penulis lain. Menggunakan domain sendiri berarti anda mempromosikan merek anda, bukan merek pemilik layanan blog gratis.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Bebas mengkustom theme blog</strong></p>
<p>Anda bisa mendesain atau memodifikasi theme blog sesuai selera. Kontrol penuh atas kode blog berada di tangan anda.</p>
<p>Blog gratisan memang banyak menyediakan pilihan tema jadi. Anda bebas memakainya, begitu pula blogger lain. Akibatnya tampilan blog gratisan cenderung generik (mirip satu sama lain).</p>
<p>Bagaimana jika anda ingin tampilan blog yang mencerminkan genre tulisan anda ?</p>
<p>Mungkin anda ingin background atau header yang senada dengan sampul buku terbaru anda?</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Leluasa menginstal plugin</strong></p>
<p>Salah satu manfaat plugin bagi blog penulis yaitu membantu pelaksanaan taktik pemasaran.</p>
<p>Contohnya plugin open hook (jika anda pengguna framework Genensis seperti saya).</p>
<p>Plugin open hook memudahkan penulis memasang banner iklan buku di semua tempat yang diinginkan. Terserah mau pasang di area before &amp; after header, footer, atau before &amp; after posting.</p>
<p>Anda tidak perlu menjadi desainer web. Cukup copy paste kode banner, lalu klik. Sangat mudah dan menghemat waktu.</p>
<p><strong>4. </strong><strong>Pembaca cepat mengakses blog</strong></p>
<p>Anda bisa menyesuaikan disk space dan bandwidth seiring pertambahan konten dan pengunjung blog.  Anda bebas memilih layanan <strong>web hosting murah</strong> yang menyediakan kecepatan loading maksimum.</p>
<p>Semakin cepat pengunjung membuka blog anda semakin baik. Menurut penelitian Dr. Jakob Nielsen, <a href="http://www.useit.com/alertbox/timeframes.html" target="_blank">pengunjung blog akan pergi setelah menunggu 10 detik</a>.</p>
<p>Apakah anda ingin calon pembeli buku anda pergi karena kesal menunggu ?</p>
<p><strong>5. </strong><strong>Asset konten tersimpan aman</strong></p>
<p>Anda bisa melakukan back up database secara teratur  Semua berkat cadangan file melalui FTP (file transfer protocol).</p>
<p>Tidak menutup kemungkinan blog anda di-hack orang. Bayangkan bila itu terjadi saat anda berencana membukukan tulisan-tulisan di blog anda.</p>
<p>Anda tidak perlu khawatir bila menggunakan web hosting sendiri. Anda dapat mengembalikan file-file anda kapan saja. Termasuk jika anda ingin pindah <em>tempat hosting</em>.</p>
<h3><strong>Tapi Sewa Hosting Itu Mahal &amp; Rumit..</strong></h3>
<p>Mahal ?</p>
<p>Saya yakin tagihan internet per bulan anda jauh lebih besar, ketimbang sewa hosting saya selama setahun.</p>
<p>Saya telah memasuki tahun ketiga menyewa hosting di <strong><a href="http://member.dijaminmurah.com/aff.php?aff=1831" target="_blank">D</a><span style="text-decoration: underline;"><a href="http://member.dijaminmurah.com/aff.php?aff=1831" target="_blank">ijaminmurah.com</a> </span></strong> (link afiliasi).</p>
<p>Pertahun saya hanya membayar  Rp 135 ribu/domain untuk bandwich 5000/bulan dan disk space 50 MB. Penyedia <strong>web hosting murah</strong> di Indonesia ini bahkan memberikan bonus <strong>domain</strong> <strong>gratis</strong> untuk pelanggan baru (<strong>paket promo ini masih berlansung hingga sekarang</strong>).</p>
<p>Rumit ?</p>
<p>Saya bukan programmer dan minim pengetahuan mengenai teknis blogging. Kenyataannya saya lansung bisa blogging di hari yang sama saya meregister domain.</p>
<p>Saya hanya perlu menginstall platform <a href="http://wordpress.org/" target="_blank">wordpress.org</a> (gratis). Tidak ada yang rumit. Cukup klik beberapa kali dan blog saya pun jadi.  Kalau anda masih ragu, anda bisa meminta bantuan customer service dijaminmurah.com untuk mengerjakannya.</p>
<p>Tidak perlu khawatir dengan kendala teknis yang mungkin anda temui selama menggunakan web hosting sendiri.</p>
<p>Selama saya sewa hosting di dijaminmurah.com, selama itu pula saya memperoleh bantuan teknis.  Gratis, tentu saja. Saya tinggal menghubungi divisi teknisnya via email atau telepon dengan menyesuaikan waktu saya (pagi, siang, sore atau malam).</p>
<h4><strong>Jangan Takut Mencoba</strong></h4>
<p>Kadang kita mengasumsikan sesuatu sulit dikerjakan sebelum mencobanya. Saya merasakan itu saat masih menggunakan layanan blog gratis dari tahun 2008 -2009.</p>
<p>Sekarang sudah lebih dari 2 tahun saya menggunakan domain dan <em>web hosting</em> sendiri di <strong><a href="http://member.dijaminmurah.com/aff.php?aff=1831" target="_blank">dijaminmurah.com</a> </strong>(link afiliasi). Ternyata blog gratis dengan self hosted itu sama saja dari segi perawatan. Sementara dari segi efektifitas, self hosted jauh lebih menguntungkan.</p>
<p>Mungkin anda punya pengalaman berbeda – atau sama – dengan saya ? Jangan ragu membagikannya pada kolom komentar dibawah.</p>
<p><span style="color: #999999;">photo credits : <a href="http://www.flickr.com/photos/waltstoneburner" target="_blank">Walt Stone Burner</a> (commons creative)</span></p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=AwMWwmHJHAo:2hdE05MQMrs:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=AwMWwmHJHAo:2hdE05MQMrs:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=AwMWwmHJHAo:2hdE05MQMrs:-BTjWOF_DHI"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=AwMWwmHJHAo:2hdE05MQMrs:-BTjWOF_DHI" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=AwMWwmHJHAo:2hdE05MQMrs:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=AwMWwmHJHAo:2hdE05MQMrs:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=AwMWwmHJHAo:2hdE05MQMrs:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=AwMWwmHJHAo:2hdE05MQMrs:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=AwMWwmHJHAo:2hdE05MQMrs:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=AwMWwmHJHAo:2hdE05MQMrs:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=AwMWwmHJHAo:2hdE05MQMrs:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=AwMWwmHJHAo:2hdE05MQMrs:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/fiksiindonesia/~4/AwMWwmHJHAo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded><description>Hari ini sukar menemukan penulis yang tidak memiliki blog. Bagi penulis indie (self publisher), blog bisa menjadi alat yang efektif untuk memasarkan buku.  Bahkan banyak penulis yang telah membuktikan efektifitas blog dalam memasarkan jasa ghost writer, web content, editing, atau kursus menulis. Memiliki blog berarti anda punya pasar yang jelas, yaitu pengunjung blog, baik yang [...]</description><wfw:commentRss xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/">http://indonovel.com/keuntungan-penulis-menggunakan-domain-dan-web-hosting-sendiri/feed/</wfw:commentRss><slash:comments xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/">0</slash:comments><feedburner:origLink>http://indonovel.com/keuntungan-penulis-menggunakan-domain-dan-web-hosting-sendiri/</feedburner:origLink></item><item><title>3 Cara Menulis Cerpen Yang Bisa Anda Pelajari Dari Lirik  Someone Like You – Adele</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/fiksiindonesia/~3/3pxYw_6ZKeU/</link><category>cara menulis cerpen</category><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Rusdianto</dc:creator><pubDate>Sun, 22 Apr 2012 00:28:39 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">http://indonovel.com/?p=1371</guid><content:encoded xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><![CDATA[<p>Nenek moyang kita dimasa lalu gemar menghabiskan malam dengan melingkar dihadapan api unggun. Pada kesempatan itu biasanya seorang tetua kemudian tampil untuk membacakan cerita.</p>
<div id="attachment_1372" class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><img class="size-full wp-image-1372" title="Adele" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2012/04/Adele-in-Seatle.jpg" alt="cara menulis cerpen yang bisa dipelajari dari adele" width="240" height="320" /><p class="wp-caption-text">..Someone like you, Rusdianto.</p></div>
<p>Kita mewarisinya.</p>
<p>Manusia boleh berevolusi namun gen sebagai mahluk yang senang mendengarkan cerita tetap mengalir di darah kita. Jadi, seorang <strong>cerpenis</strong> atau novelis seperti anda tak perlu khawatir kehilangan pembaca.</p>
<p>Kecuali, anda gagal bercerita.</p>
<h3><strong>Adele tahu bercerita dan penulis cerpen bisa menirunya</strong></h3>
<p>Kita semua menggemari cerita dalam bentuk apapun; Film, sinetron, iklan, gossip, buku, <strong><a href="http://antojournal.com" target="_blank">cerpen</a></strong>, <strong>novel</strong>, syair, bahkan lagu.</p>
<p>Banyak lagu yang bercerita. Anda bisa mencermati antara lain; <em>Message on the Bottle</em> &#8211; Sting, <em>Last Kiss</em> &#8211; Pearl Jam atau <em>I Will Survive</em> – Cake, dan yang paling anyar tentu saja <em>Someone Like You</em> –Adele</p>
<p><em>Someone Like You</em> punya komposisi nada yang bagus. Selain itu juga ditunjang oleh suara menakjubkan penyanyinya. Namun kesuksesan lagu itu di seantero dunia mungkin tidak akan sefenomenal saat ini jika saja liriknya berbeda.</p>
<p>Lirik lagu <em>Someone Like You</em> adalah sebuah cerita. Jutaan orang diseluruh dunia (termasuk saya) terhubung dengan lagu tersebut karena ceritanya..</p>
<blockquote><p><em>I heard</em></p>
<p><em>That you&#8217;re settled down</em></p>
<p><em>That you Found a girl</em></p>
<p><em>And you&#8217;re Married now</em></p>
<p><em>I heard</em></p>
<p><em>That your dreams came true.</em></p>
<p><em>Guess she gave you things</em></p>
<p><em>I didn&#8217;t give to you</em></p></blockquote>
<p>Bagaimana cara Adele menulis sebuah cerita yang bisa menghipnotis jutaan manusia di muka bumi ?</p>
<p>Apa saja yang bisa anda pelajari dari Adele untuk <strong><a href="http://indonovel.com/3-tips-menulis-fiksi-pendek-rahasia-dibalik-nobel-hemingway/" target="_blank">menulis cerpen yang bagus</a></strong> ?</p>
<p>Saya mencatat sedikitnya ada 3 :</p>
<h4><strong>1. </strong><strong>Sebuah Cerpen Harus Memiliki <em>Cerita</em></strong></h4>
<p>Sebuah cerita menampilkan tindakan karakter dalam meraih tujuan yang jelas, serta perubahan yang dialami karakternya di akhir cerita (resolusi).</p>
<p><em>Lord of The Ring</em> karya Tolkien punya cerita :</p>
<p>Frodo harus membawa cincin ke kawah gunung api mordor agar bisa mengalahkan mata jahat Sauron.</p>
<p><strong>Cerpen</strong> <em>The Necklace</em> karya Guy de Maupasant menceritakan :</p>
<p>Seorang wanita menghilangkan kalung yang dipinjamnya. Dia baru tahu bertahun kemudian bahwa kalung itu imitasi, padahal dia telah menggantinya dengan kalung asli.</p>
<p><em>Someone Like You</em> &#8211; Adele bercerita tentang :</p>
<p>Seorang wanita yang dituntut mengambil sikap saat menemukan kenyataan pria yang masih dicintainya kini telah menikahi wanita lain.</p>
<p>Sekarang..</p>
<p>Apa<em> cerita</em> dalam cerpen anda ?</p>
<p>Apakah cerpen anda melebar kesana-kemari tanpa tujuan yang jelas ?</p>
<p><strong>Bisakah anda menceritakannya dalam 2 baris ?</strong></p>
<h4><strong></strong><strong>2. </strong><strong>Cerita Harus Punya Konflik Menonjol</strong></h4>
<p>Ada 4 elemen wajib dalam sebuah <strong>cerpen</strong> yaitu;  <a href="http://indonovel.com/11-seri-tips-menulis-flash-fiction-100-kata-lengkap/" target="_blank">karakter, setting, konflik dan resolusi</a>.</p>
<p>Tapi pembaca kerap mengabaikan 3 elemen lainnya dan fokus pada konflik.</p>
<p>Konfliklah yang menghidupkan sebuah cerpen. Konflik menjadi motivasi utama mengapa orang mengingat sebuah karya fiksi. Itu sebabnya sinopsis pada sampul belakang buku fiksi biasanya berupa ringkasan konflik.</p>
<p>Tanpa konflik yang kuat, siapa yang akan mengingat LOTR :</p>
<p>Frodo berkonflik dengan dirinya sendiri. Dia dilanda ketakutan dan keragu-raguan saat menyadari dirinya terpilih sebagai si pembawa cincin.</p>
<p>Frodo berkonflik dengan Gollum, dengan sahabatnya si Sam, dan dengan si mata jahat Sauron.</p>
<p>Konflik membuat lagu Adele meningggalkan kesan mendalam :</p>
<p>Adele konflik dengan dirinya sendiri (internal). Dia tahu dirinya harus menatap ke masa depan. Namun dia juga tidak bisa membohongi dirinya yang masih mencintai mantan kekasihnya.</p>
<blockquote><p><em>Regret’s and mistakes they’re memories made</em></p>
<p><em>Who would have known how bittersweet this would taste? </em></p></blockquote>
<p>Adele konflik dengan lingkungan (eksternal). Situasi tak memungkinkannya lagi untuk terus mengharapkan pria yang dicintainya, karena si pria telah memilih wanita lain.</p>
<p>Adele menunjukkan bagaimana dia konflik dengan mantan kekasihnya :</p>
<blockquote><p><em>I hate to turn up out of the blue uninvited</em></p>
<p><em>But I couldn&#8217;t stay away, I couldn&#8217;t fight it.</em></p>
<p><em>I had hoped you&#8217;d see my face and that you&#8217;d be reminded</em></p>
<p><em>That for me it isn&#8217;t over.</em></p></blockquote>
<h4><em></em><strong>3. </strong><strong>Cerita Harus Melibatkan Emosi Pembaca</strong></h4>
<blockquote><p><em>Hanya dengan mengganti nama, maka tentang kamulah cerita ini dimaksudkan </em><em>– Karl marx</em></p></blockquote>
<p>Tema cerita dalam lirik <em>Someone Like You</em> termasuk klise. Banyak dari kita cukup akrab dengan kisah-kisah semacam itu, benar ? <img src='http://indonovel.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Disitulah kekuatan lirik lagu ini.</p>
<p>Kita semua terlibat secara emosional dengan perasaan kasih tak sampai. Termasuk bagi mereka yang beruntung tidak pernah mengalaminya. Frustasi, kemarahan, kekecewaan, adalah jenis-jenis emosi dominan yang otomatis menarik keterlibatan manusia.</p>
<p>Keterlibatan emosional membuat lirik lagu ini kemudian menjadi soal pribadi, setiap dari kita:</p>
<blockquote><p><em>Never mind</em></p>
<p><em>I&#8217;ll find someone like you</em></p>
<p><em>I wish nothing but the best for you too</em></p>
<p><em>&#8220;Don&#8217;t forget me,&#8221; I begged</em></p>
<p><em>&#8220;I&#8217;ll remember,&#8221; you said</em></p>
<p><em>Sometimes it lasts in love </em></p>
<p><em>But sometimes it hurts instead</em></p></blockquote>
<p> <img src='http://indonovel.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Efek yang sama berlaku pada cerpen.</p>
<p><strong>Cerpen yang bagus</strong> mampu melibatkan emosi pembacanya. Itulah yang kita lihat pada cerpen-cerpen kelas dunia, seperti :</p>
<p><em>Charles</em> karya Shirley Jackson yang membuat ibu-ibu yang memiliki anak berumur 5-6 tahun terhubung secara emosional.</p>
<p><a href="http://indonovel.com/tips-menulis-cerpen-hemingway/" target="_blank"><em>Kucing Kehujanan</em> karya Ernest Hemingway </a>yang melibatkan emosi para istri yang tidak lagi  mendapatkan perhatian dari suaminya.</p>
<p>Bagaimana dengan cerpen anda ?</p>
<p>Apa emosi dominan yang anda tampilkan dalam cerpen ?</p>
<p>Apa yang membuat pembaca mengidentifikasi dirinya sebagai karakter dalam cerpen anda ?</p>
<h3><strong>3 poin kunci untuk menulis cerpen yang baik</strong></h3>
<p>Teknik bercerita Adele dalam lagu <em>Someone Like you</em> sebenarnya bukan hal baru. Teknik ini telah bekerja dengan baik dalam semua bentuk cerita selama berabad-abad.</p>
<p>Hari ini Adele kembali membuktikan efektifitas teknik tersebut.  Bila anda tertarik mengadaptasinya kedalam <strong>cerpen</strong>, cukup mengingat 3 hal berikut :</p>
<ul>
<li>Pastikan cerpen anda punya satu <em>cerita</em></li>
<li>Buat konflik yang menonjol</li>
<li>Libatkan emosi dominan pembaca</li>
</ul>
<p>Apakah anda melihat hal lain yang bisa dipelajari seorang cerpenis dari lirik lagu Adele ?</p>
<p>Beritahu saya pada kolom komentar.</p>
<p>PS : Lirik lagu Adele telah menginspirasi saya menulis fiksi mini dengan judul yang sama ; <a href="http://antojournal.com/fiksi-mini-berjudul-someone-like-you/" target="_blank">Someone Like You</a>. Silahkan dibaca <img src='http://indonovel.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span style="color: #999999;">photo credits : Adele in Seattle by </span><span style="color: #0000ff;"><a href="http://www.flickr.com/photos/nikotransmission/" target="_blank"><span style="color: #0000ff;">Nicotransmission</span></a></span><span style="color: #999999;"> (creative commons)</span></p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=3pxYw_6ZKeU:5A0MWJAl5VE:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=3pxYw_6ZKeU:5A0MWJAl5VE:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=3pxYw_6ZKeU:5A0MWJAl5VE:-BTjWOF_DHI"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=3pxYw_6ZKeU:5A0MWJAl5VE:-BTjWOF_DHI" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=3pxYw_6ZKeU:5A0MWJAl5VE:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=3pxYw_6ZKeU:5A0MWJAl5VE:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=3pxYw_6ZKeU:5A0MWJAl5VE:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=3pxYw_6ZKeU:5A0MWJAl5VE:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=3pxYw_6ZKeU:5A0MWJAl5VE:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=3pxYw_6ZKeU:5A0MWJAl5VE:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=3pxYw_6ZKeU:5A0MWJAl5VE:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=3pxYw_6ZKeU:5A0MWJAl5VE:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/fiksiindonesia/~4/3pxYw_6ZKeU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded><description>Nenek moyang kita dimasa lalu gemar menghabiskan malam dengan melingkar dihadapan api unggun. Pada kesempatan itu biasanya seorang tetua kemudian tampil untuk membacakan cerita. Kita mewarisinya. Manusia boleh berevolusi namun gen sebagai mahluk yang senang mendengarkan cerita tetap mengalir di darah kita. Jadi, seorang cerpenis atau novelis seperti anda tak perlu khawatir kehilangan pembaca. Kecuali, [...]</description><wfw:commentRss xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/">http://indonovel.com/belajar-menulis-cerpen-dari-adele/feed/</wfw:commentRss><slash:comments xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/">0</slash:comments><feedburner:origLink>http://indonovel.com/belajar-menulis-cerpen-dari-adele/</feedburner:origLink></item></channel></rss>

