<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>aneka tips menulis fiksi (cerpen, flash fiction), resensi novel, profil penulis fiksi &amp; dunia penerbitan Indonesia</title><link>http://indonovel.com</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/fiksiindonesia" /><description>Indonovel.com</description><language>en</language><lastBuildDate>Sat, 25 Feb 2012 05:29:26 PST</lastBuildDate><generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator><sy:updatePeriod xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/">hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/">1</sy:updateFrequency><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/fiksiindonesia" /><feedburner:info uri="fiksiindonesia" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>fiksiindonesia</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><feedburner:feedFlare href="http://add.my.yahoo.com/rss?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Ffiksiindonesia" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/us/my/addtomyyahoo4.gif">Subscribe with My Yahoo!</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://feeds.my.aol.com/add.jsp?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Ffiksiindonesia" src="http://o.aolcdn.com/favorites.my.aol.com/webmaster/ffclient/webroot/locale/en-US/images/myAOLButtonSmall.gif">Subscribe with My AOL</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.bloglines.com/sub/http://feeds.feedburner.com/fiksiindonesia" src="http://www.bloglines.com/images/sub_modern11.gif">Subscribe with Bloglines</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://fusion.google.com/add?feedurl=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Ffiksiindonesia" src="http://buttons.googlesyndication.com/fusion/add.gif">Subscribe with Google</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.plusmo.com/add?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Ffiksiindonesia" src="http://plusmo.com/res/graphics/fbplusmo.gif">Subscribe with Plusmo</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.live.com/?add=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Ffiksiindonesia" src="http://tkfiles.storage.msn.com/x1piYkpqHC_35nIp1gLE68-wvzLZO8iXl_JMledmJQXP-XTBOLfmQv4zhj4MhcWEJh_GtoBIiAl1Mjh-ndp9k47If7hTaFno0mxW9_i3p_5qQw">Subscribe with Live.com</feedburner:feedFlare><item><title>7 Blog Terbaik Untuk Belajar Menulis Fiksi &amp; Menerbitkan Buku</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/fiksiindonesia/~3/TmMRRktpCD0/</link><category>penerbitan</category><category>blog cara menulis fiksi</category><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Rusdianto</dc:creator><pubDate>Fri, 24 Feb 2012 19:42:47 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">http://indonovel.com/?p=1195</guid><content:encoded xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><![CDATA[<p>Banjir informasi menjadi masalah terbesar pengguna web hari ini.</p>
<div class="mceTemp" style="text-align: left;">
<div id="attachment_1198" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><img class="size-full wp-image-1198" title="blogger" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2012/02/blogger-e1330139131108.jpg" alt="7 blog terbaik untuk belajar menulis fiksi" width="250" height="272" /><p class="wp-caption-text">Plih blog yang tepat - Adam Crowe</p></div>
<p>Banyaknya sumber mengakibatkan pengguna mengkonsumsi lebih dari yang mereka butuhkan.</p>
</div>
<p>Kita bisa menemukan ribuan posting mengenai <a href="http://indonovel.com/sekilat-flash-fiction-dari-a-sampai-z/" target="_blank">tips menulis fiksi</a> dan <a href="http://indonovel.com/7-kelemahan-online-self-publishing-sistem-print-on-demand-1/" target="_blank">menerbitkan buku</a> di blogosphere. Sayangnya ditengah banjir informasi itu justru sulit menemukan posting berkualitas. Sebagian besar posting hanya mengulang posting blogger sebelumnya.</p>
<p>Solusi untuk masalah ini sebenarnya cukup sederhana. Ketimbang menggunakan mesin pencari, anda lebih bagus berlangganan RSS Feed blog yang tepat.</p>
<p>Tapi blog siapa ?</p>
<p>Saya punya saran 7 blog yang tepat bagi anda yang ingin <strong>belajar menulis fiksi dan menerbitkan buku</strong>.</p>
<p>Ada 3 parameter kenapa saya berani menyarankan mereka :</p>
<p><strong>1. Populer</strong></p>
<p>Blogosphere berbeda dengan dunia selebriti. Seorang selebriti bisa saja populer karena keburukannya. Blogger tidak.</p>
<p>Beruntung blogosphere hari ini sedang dalam situasi ideal. Situasi dimana blog bermutu akan populer dengan sendirinya. Semakin berkualitas posting sebuah blog, semakin banyak orang mempopulerkannya melalui facebook, twitter, google+, atau link referral.</p>
<p>Saya menemukan 7 blog tersebut tahun lalu karena banyak blogger yang merekomendasikannya di blogosphere.</p>
<p><strong>2. Posting Berkualitas</strong></p>
<p>Posting berkualitas anti omong kosong. Posting jenis ini menghindari mengulang apa yang telah diketahui umum (klise). Ide dan cara penyampaiannya orisinil.</p>
<p>Posting berkualitas hasil analisis mendalam. Posting yang mendalam memperlihatkan kesungguhan penulisnya mencurahkan gagasan.</p>
<p>Posting berkualitas cenderung teknis. Isinya sarat dengan langkah-langkah praktis yang lansung bisa ditindaklanjuti. Menulis itu keterampilan, bukan ?</p>
<p>Tujuh blog yang saya sarankan ini kaya posting berkualitas.</p>
<p><strong>3. Otoritas Pemilik Blog</strong></p>
<p>Tujuh blog tersebut dikelola figur otoritas. Mereka semua berpengalaman di dunia menulis dan penerbitan.</p>
<p>Saya lebih percaya kepada blogger yang punya contoh kasus dalam setiap postingannya. Sementara contoh kasus terbaik tentulah yang bersumber dari pengalaman penulisnya sendiri. Tips-tips yang mereka sarankan umumnya hasil trial &amp; error.</p>
<h3>7 Blog Terbaik Kategori Menulis &amp; Menerbitkan Fiksi</h3>
<h4><strong>1. </strong><strong>Aliventures</strong></h4>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1200" title="Aliventures" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2012/02/blog-Aliventures-e1330140094784.png" alt="aliventure blog tips menulis fiksi" width="768" height="165" />Blog milik Ali Lukas, penulis novel Lycopolis dan trainer menulis yang bermukim di Inggris..</p>
<p>Ali dikenal luas di blogosphere. Blog papan atas seperti problogger dan copyblogger kerap mempublikasikan tulisannya.</p>
<p>Saya menyukai konten-konten Aliventures. Teknis dan lansung bisa diterapkan. Contohnya  <a href="http://www.aliventures.com/essential-writing-stages/" target="_blank">The Four Essential Stages of Writing</a>.</p>
<p>Belakangan ini posting Ali banyak membahas cara memanfaatkan internet dalam menunjang karir menulis.</p>
<h4><strong>2. </strong><strong>Daily Writing Tips</strong></h4>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1201" title="Daily Writing Tips" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2012/02/Daily-Writing-Tips-e1330140434848.png" alt="blog untuk belajar menulis fiksi" width="768" height="90" />Sesuai namanya, blog ini menerbitkan satu tips menulis setiap hari.</p>
<p>Daniel Scocco pendiri DWT mengelola blog ini bersama tim editorial yang kapabel di dunia tulis-menulis.</p>
<p>Cakupan kategori DWT tergolong lengkap. Diantaranya dasar-dasar menulis, tata bahasa, ejaan, penggunaan tanda baca, kosa kata, sampai gaya penulisan,</p>
<p>Sempatkanlah membaca salah satu posting terpopular mereka yang berjudul  <a href="http://www.dailywritingtips.com/34-writing-tips-that-will-make-you-a-better-writer/" target="_blank">34 Writing Tips That Will Make You a Better Writer</a></p>
<h4><strong>3. L</strong><strong>indsay Buroker</strong></h4>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1202" title="Lindsay Buroker" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2012/02/Lindsay-Buroker-e1330140744700.png" alt="blog tips menulis ebook" width="768" height="97" /></p>
<p>Lindsay Buroker adalah penulis cerita pendek dan novel fantasy. Dia telah menerbitkan beberapa novel dalam format ebook (yang lebih disukainya ketimbang format cetak).</p>
<p>Blog ini mengajarkan teknik menulis &amp; penerbitan. Lindsay banyak memberikan pandangan bagus mengenai mengapa penulis di era sekarang sebaiknya memilih format ebook.</p>
<p>Salah satu posting Lindsay yang menarik untuk anda baca berjudul  <a href="http://www.lindsayburoker.com/e-publishing/can-a-normal-author-make-a-living-e-publishing/" target="_blank">Can a “Normal” Author Make a Living E-publishing ?</a></p>
<h4><strong>4. </strong><strong>The Write Practice</strong></h4>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1203" title="The Write Practice" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2012/02/The-Write-Practice-e1330140935803.png" alt="blog tips menulis" width="768" height="125" />Joe Bunting &amp; Liz Bureman yang mengelola blog ini punya pendekatan unik.</p>
<p>The Write Practice memberikan tugas praktek kepada pembaca setiap akhir posting.  Menurut mereka, praktek merupakan hal terpenting dalam belajar menulis.</p>
<p>Sebagai contoh, silahkan membaca artikel mereka yang berjudul <a href="http://thewritepractice.com/the-aesthetics-of-good-and-evil-in-david-copperfield/" target="_blank">The Aesthetics of Good and Evil in David Copperfield </a></p>
<h4><strong>5. </strong><strong>The Book Designer</strong></h4>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1204" title="The Book Designer" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2012/02/The-Book-Designer-e1330141082521.png" alt="blog cara membuat buku, cara menerbtikan buku, cara membuat ebook" width="768" height="147" />Berminat menerbitkan buku di jalur indie (self publishing) ?</p>
<p>Anda wajib mengunjungi blog milik Joe Friedlander ini.</p>
<p>The Book Designer akan mengajarkan anda <a href="http://indonovel.com/3-ebook-gratis-cara-menulis-fiksi-dan-menerbitkan-buku/" target="_blank">cara menerbitkan buku dan ebook</a>. Panduannya lengkap mulai dari tahap pra produksi, mendesain interior buku, cara membuat cover, pemilihan huruf,  pemakaian format cetak &amp; digital, sampai trik pemasaran buku.</p>
<p>Joe Friedlander seorang designer buku handal yang berpengalaman sejak tahun ’70-an di industri penerbitan.</p>
<p>Salah satu posting favorit saya di blog ini berjudul <a href="http://www.thebookdesigner.com/2009/08/5-favorite-fonts/" target="_blank">5 Favorite Fonts for Interior Book Design</a><span style="text-decoration: underline;">. </span></p>
<h4><strong>6. </strong><strong>The Creative Penn</strong></h4>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1205" title="The Creative Penn" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2012/02/The-Creative-Penn-e1330141185775.png" alt="blog untuk belajar menulis ebook, tips promosi buku" width="768" height="155" />Salah satu pemenang Top Ten Blogs For Writers 2011 – 2012.</p>
<p>Blog ini milik Joanna Penn. Seorang penulis, blogger dan pembicara yang berbasis di Inggris. Joannna juga trainer kursus menulis novel. Novel thriller-nya yang berjudul Pentecost pernah masuk daftar terlaris Amazon.</p>
<p>Joanna banyak memberikan panduan mengenai <strong>cara menerbitkan dan mempromosikan buku fiksi secara online</strong>. Seperti misalnya dalam posting berjudul <a href="http://www.thecreativepenn.com/2011/08/22/10000-sales-pentecost/" target="_blank">10,000 Books Sold: Sales Figures For Pentecost, A Thriller Novel</a>.</p>
<h4><strong> 7. Write To Done</strong></h4>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1206" title="Write to Done" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2012/02/Write-to-Done-e1330141286795.png" alt="blog cara menulis, blog tips menerbtikan buku" width="768" height="173" />Write To Done membahas luas topik  penulisan. Namun ada satu kategori yang khusus membahas fiksi.</p>
<p>Blog ini sarat konten yang akan memandu anda tumbuh berkembang menjadi penulis yang baik.</p>
<p>Sempatkan untuk membaca salah satu posting mereka yang berjudul <a href="http://writetodone.com/2008/07/30/how-to-write-funny/" target="_blank">The Secret of writing funny</a>.</p>
<h4><strong>Semoga Bermanfaat</strong></h4>
<p>Saya harap ketujuh blog diatas dapat membantu meningkatkan keterampilan anda <strong>menulis fiksi</strong>.</p>
<p>Oh yah;</p>
<p>Siapa tahu anda punya blog favorit yang berbeda dengan saya ? Beritahu saya pada kolom komentar dibawah.</p>
<p>Bila anda merasa ini bermanfaat, jangan lupa membagikannya lewat twitter, facebook atau <a href="http://indonovel.com/3-nilai-plus-google-bagi-penulis-fiksi/" target="_blank">google plus</a>.</p>
<p>Saya lebih senang kalau anda melakukan keduanya <img src='http://indonovel.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em><span style="color: #808080;">photo credits : creative commons - <a href="http://www.flickr.com/photos/adamcrowe" target="_blank">Adam Crowe</a> </span></em></p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=TmMRRktpCD0:hlzZpxatFLw:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=TmMRRktpCD0:hlzZpxatFLw:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=TmMRRktpCD0:hlzZpxatFLw:-BTjWOF_DHI"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=TmMRRktpCD0:hlzZpxatFLw:-BTjWOF_DHI" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=TmMRRktpCD0:hlzZpxatFLw:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=TmMRRktpCD0:hlzZpxatFLw:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=TmMRRktpCD0:hlzZpxatFLw:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=TmMRRktpCD0:hlzZpxatFLw:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=TmMRRktpCD0:hlzZpxatFLw:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=TmMRRktpCD0:hlzZpxatFLw:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=TmMRRktpCD0:hlzZpxatFLw:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=TmMRRktpCD0:hlzZpxatFLw:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/fiksiindonesia/~4/TmMRRktpCD0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded><description>Banjir informasi menjadi masalah terbesar pengguna web hari ini. Banyaknya sumber mengakibatkan pengguna mengkonsumsi lebih dari yang mereka butuhkan. Kita bisa menemukan ribuan posting mengenai tips menulis fiksi dan menerbitkan buku di blogosphere. Sayangnya ditengah banjir informasi itu justru sulit menemukan posting berkualitas. Sebagian besar posting hanya mengulang posting blogger sebelumnya. Solusi untuk masalah ini [...]</description><wfw:commentRss xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/">http://indonovel.com/7-blog-terbaik-untuk-belajar-menulis-fiksi-menerbitkan-buku/feed/</wfw:commentRss><slash:comments xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/">0</slash:comments><feedburner:origLink>http://indonovel.com/7-blog-terbaik-untuk-belajar-menulis-fiksi-menerbitkan-buku/</feedburner:origLink></item><item><title>(Gratis) 3 eBook Terbaik Cara Menulis Fiksi &amp; Menerbitkan Buku</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/fiksiindonesia/~3/_hAc7PkDszw/</link><category>penerbitan</category><category>cara menerbitkan buku</category><category>ebook gratis</category><category>ebook menulis fiksi</category><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Rusdianto</dc:creator><pubDate>Fri, 24 Feb 2012 18:30:12 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">http://indonovel.com/?p=1189</guid><content:encoded xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><![CDATA[<p>Blogosphere menyediakan banyak ebook gratis. Namun gratis dan berkualitas ternyata dua soal berbeda.</p>
<p>Saya telah mengunduh puluhan eBook gratis dalam satu tahun terakhir. Khususnya <strong>ebook mengenai cara menulis</strong>. Dari puluhan ebook itu akhirnya tersisa 3 yang menurut saya berkualitas.</p>
<p>Ketiganya ditulis oleh figur yang punya otoritas di dunia tulis-menulis. Sebagian besar isi ebook bersumber dari pengalaman penulisnya.</p>
<p>Ketiganya merupakan panduan praktis. Karena menulis itu kerajinan, maka panduan menulis memang sebaiknya bersifat teknis.</p>
<p>Jarang-jarang loh kita menemukan barang gratis sekaligus berkualitas di internet. Jadi semoga informasi ini bisa membuat anda bahagia <img src='http://indonovel.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah ini dia, 3 ebook gratis dan berkualitas untuk anda yang ingin belajar <a href="http://indonovel.com/4-tips-menulis-cerpen/" target="_blank">cara menulis fiksi </a>dan <a href="http://indonovel.com/7-kelemahan-online-self-publishing-sistem-print-on-demand-1/" target="_blank">menerbitkan buku </a>:</p>
<h3>1. Author 2.0 ; Blueprint for Writing, Publishing &amp; Marketing Your Book</h3>
<p><img class="alignright size-full wp-image-1190" title="Author 2.0 eBook" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2012/02/Author-2.0-eBook-e1330136375721.png" alt="ebook gratis cara menulis fiksi dan menerbitkan buku" width="259" height="320" />Joanna Penn merancang isi ebook ini berdasarkan pengalamannya sebagai self publisher. Joanna  adalah penulis <em>novel thriller</em>. Salah satu thrillernya yang berjudul Pentecost pernah masuk daftar terlaris Amazon.</p>
<p>Joanna mulai belajar <strong>menulis dan menerbitkan buku dari nol</strong>. Dia menghabiskan banyak waktu serta biaya di awal karirnya, hanya untuk menemukan kenyataan buku (non fiksi) pertamanya gagal di pasaran.</p>
<p>Joanna belajar dari kegagalan. Tak lama kemudian, dia akhirnya meraih sukses dalam penjualan buku berikutnya.</p>
<blockquote><p> “ Saya ingin pembaca terhindar dari kerugian yang telah saya alami dengan membaca eBook ini” &#8211; Joanna.</p></blockquote>
<p>Kesuksesan penulis menunggangi internet merupakan tema dasar ebook ini. Dalam istilah Joanna, penulis semacam itu disebut “ author 2.0.”</p>
<p>Di awal ebook, Joanna menggambarkan bentuk perubahan yang terjadi pada industri penerbitan akibat kehadiran internet.</p>
<p>Kemudian Joanna secara sistematis memandu kita cara memilih format penerbitan, sampai trik mempromosikan buku menggunakan sumber daya gratis yang banyak tersedia di internet.</p>
<p>Ebook 52 halaman ini memberikan wawasan baru mengenai konsep penerbitan di era online.</p>
<p>Silahkan mengunduh ebooknya <strong><a href="http://www.thecreativepenn.com/2012/01/24/author-2-0-blueprint-2012/" target="_blank">Disini</a></strong>.</p>
<h3>2. The Nearly Ultimate Guide to Better Writing</h3>
<p><img class="alignright size-full wp-image-1191" title="Ultimate Guide to Better writing  ebook" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2012/02/Ultimate-Guide-to-Better-writing-ebook-e1330136703663.png" alt="ebook gratis cara menulis fiksi dan menerbitkan buku" width="160" height="247" />Ebook ini –antara lain- akan memberi anda panduan mengenai :</p>
<p>Cara mencari ide tulisan; Trik melipatgandakan kecepatan menulis; Membangkitkan motivasi menulis; Merencanakan tahap-tahap penulisan dari awal sampai akhir, dan..; <strong>Cara menulis ebook</strong>.</p>
<p>Ada 18 tulisan dalam ebook 118 halaman ini. Penulisnya beragam seperti; Ali Lukas, salah seorang editor DailyWritingTips.com; Leo Babauta, <a href="http://indonovel.com/7-blog-terbaik-untuk-belajar-menulis-fiksi-menerbitkan-buku/" target="_blank">blogger top</a> dan penulis buku laris The Power of Less; Larry Brooks, penulis 5 novel thriller yang pernah masuk dalam daftar terlaris USA Today;</p>
<p>Anda bisa mengunduhnya <strong><a href=" http://writetodone.com/2011/11/21/the-nearly-ultimate-guide-to-better-writing/" target="_blank">Disini</a></strong>.</p>
<h3>3.  Write Good Or Die</h3>
<blockquote><p>“Semua saran menulis adalah salah. Dan saya sampai pada kesimpulan bahwa setiap penulis hanya tahu satu set kebenaran, dan hal itu benar hanya untuk penulis itu sendiri. Meskipun Anda meniru segala sesuatu dari penulis lain, anda tidak mungkin menduplikasi karir menulis mereka.”</p></blockquote>
<p>Demikian kata Scott Nicholson dalam pengantar editornya.</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-1192" title="Write Good or Die eBook" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2012/02/Write-Good-or-Die-eBook-e1330136939162.png" alt="ebook gratis cara menulis fiksi dan menerbitkan bukur" width="200" height="255" />Beberapa saran dalam ebook ini cenderung kontradiktif dan tidak konvensional. Terbagi kedalam 33 tulisan sebanyak 90 halaman. Para penulisnya punya jam terbang tinggi di dunia tulis menulis. Contohnya Scott Nicholson yang telah menulis 12 <em>novel thriller</em>, 60 <em>cerita pendek</em>, empat seri komik, dan enam skenario.</p>
<p>Ebook ini akan mengajarkan anda banyak hal, diantaranya :</p>
<p><strong>Bagaimana cara menulis novel pertama</strong>, cara menulis dialog, menentukan point of view, visual &amp; struktur storytelling, serta self promotion.</p>
<blockquote><p>“If you love this art, this craft, and this business, it’s a lifetime commitment to learning. There’s only one way out: Write Good or Die. Sometimes both.. – Scott Nicholson“</p></blockquote>
<p>Anda bisa mengunduh ebooknya <strong><a href="http://www.smashwords.com/books/download/13037/1/218941/write-good-or-die.pdf" target="_blank">Disini</a></strong>.</p>
<h4><strong>Waktunya  Bertindak</strong></h4>
<p>Ada satu kesimpulan saya setelah membaca ketiga ebook diatas :</p>
<blockquote><p>Tidak ada jaminan satu teknik yang berhasil pada satu penulis akan berhasil pada penulis lain.</p></blockquote>
<p>Jadi silahkan mengunduh, pelajari, lalu pilih sendiri <strong>teknik menulis yang efektif</strong> bagi anda.</p>
<p>Selanjutnya;</p>
<p>Beritahu saya pada kolom komentar jika anda punya info mengenai ebook berkualitas lainnya.</p>
<p>Anda juga bisa membagikan info ini kepada teman anda lewat twitter, facebook dan <a href="http://indonovel.com/3-nilai-plus-google-bagi-penulis-fiksi/" target="_blank">google plus</a>.</p>
<p>Terima kasih bila anda melakukan keduanya <img src='http://indonovel.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=_hAc7PkDszw:INLwY7BwMcw:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=_hAc7PkDszw:INLwY7BwMcw:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=_hAc7PkDszw:INLwY7BwMcw:-BTjWOF_DHI"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=_hAc7PkDszw:INLwY7BwMcw:-BTjWOF_DHI" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=_hAc7PkDszw:INLwY7BwMcw:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=_hAc7PkDszw:INLwY7BwMcw:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=_hAc7PkDszw:INLwY7BwMcw:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=_hAc7PkDszw:INLwY7BwMcw:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=_hAc7PkDszw:INLwY7BwMcw:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=_hAc7PkDszw:INLwY7BwMcw:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=_hAc7PkDszw:INLwY7BwMcw:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=_hAc7PkDszw:INLwY7BwMcw:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/fiksiindonesia/~4/_hAc7PkDszw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded><description>Blogosphere menyediakan banyak ebook gratis. Namun gratis dan berkualitas ternyata dua soal berbeda. Saya telah mengunduh puluhan eBook gratis dalam satu tahun terakhir. Khususnya ebook mengenai cara menulis. Dari puluhan ebook itu akhirnya tersisa 3 yang menurut saya berkualitas. Ketiganya ditulis oleh figur yang punya otoritas di dunia tulis-menulis. Sebagian besar isi ebook bersumber dari [...]</description><wfw:commentRss xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/">http://indonovel.com/3-ebook-gratis-cara-menulis-fiksi-dan-menerbitkan-buku/feed/</wfw:commentRss><slash:comments xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/">0</slash:comments><feedburner:origLink>http://indonovel.com/3-ebook-gratis-cara-menulis-fiksi-dan-menerbitkan-buku/</feedburner:origLink></item><item><title>3 Nilai Plus Google+ Bagi Penulis Fiksi</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/fiksiindonesia/~3/N7nztauZPm4/</link><category>penerbitan</category><category>google+</category><category>penulis fiksi</category><category>tips menulis fiksi</category><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Rusdianto</dc:creator><pubDate>Tue, 19 Jul 2011 19:03:13 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">http://indonovel.com/?p=915</guid><content:encoded xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><![CDATA[<p style="text-align: left;">Sudah saatnya <em>penulis fiksi</em> meninggalkan facebook dan beralih ke <strong>Google+</strong> !?</p>
<p style="text-align: left;"><a href="https://plus.google.com/117596073634212689557/posts"><img class="alignright size-full wp-image-1077" title="" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2011/07/g+.png" alt="tips promosi buku di google+, promosi buku di social media" width="172" height="197" /></a>Banyak penulis fiksi menggunakan social media untuk kepentingan <em>personal branding</em>, dan terutama untuk menjual produknya.</p>
<p style="text-align: left;">Produk itu sering dijumpai berbentuk buku, ebook, atau berupa jasa seperti kursus menulis dan editing.</p>
<p style="text-align: left;">Selama ini Facebook dan twitter menjadi pilihan utama untuk kedua kepentingan itu.</p>
<p style="text-align: left;">Tapi pilihan tersebut sepertinya bakal berubah pasca lahirnya <em>Google+</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Tanggal 28 Juni 2011 lalu pihak Google meluncurkan produk terbarunya; <em>Google+</em> (<strong>G+</strong>).</p>
<p style="text-align: left;">Saya sendiri mendaftar pada tanggal 8 Juli dan lansung bereksperimen dengannya dalam 3 hari pertama.</p>
<p style="text-align: left;">Kesimpulan saya, inilah social media yang menjawab –<em>hampir</em>- semua kebutuhan penulis (<em>fiksi</em>).</p>
<p style="text-align: left;">Facebook memiliki kekurangan sama banyaknya dengan aplikasi, game, dan iklan yang ada didalamnya.</p>
<p style="text-align: left;">Facebook juga terkenal abai melindungi privacy pengguna.</p>
<p style="text-align: left;">Sementara twitter, kita tahu, 140 karakater adalah kelebihan sekaligus kekurangannya.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Google+</em> sebagai pendatang baru mengambil semua sisi-sisi terbaik dari Facebook dan twitter sekaligus memperbaiki kekurangan keduanya.</p>
<p style="text-align: left;">Oke, anda mungkin berkata; Tapi saya sudah terlanjur memiliki akun facebook, twitter dan LinkedIn. G+ hanya berarti satu lagi kerepotan ?</p>
<p style="text-align: left;">Saya menyarankan anda meninggalkan semuanya dan beralih penuh menggunakan <em>Google+</em> bila tak mau repot. Saya serius.</p>
<p style="text-align: left;">Berikut ini 3 nilai plus yang menjadi alasan saya merekomendasikan Google+ kepada para <em><a href="http://indonovel.com/kiat-menulis-cerita-fiksi-anak-wawancara-dengan-vanda-yulianti/" target="_blank">penulis fiksi</a></em>.</p>
<h2><strong>1. </strong><strong>Personal Branding</strong></h2>
<p style="text-align: left;"><em>Google+</em> selangkah lebih maju dalam membangun personal brand penggunanya ketimbang facebook dan twitter.</p>
<p style="text-align: left;">Mari kita lihat twitter. Maksimal 140 karakter memungkinkan siapa saja bisa berkicau disana. Tak heran bila <em>liniwaktu</em> bergerak demikian cepatnya. Info ‘launching buku’ anda tenggelam hanya dalam hitungan menit ditengah keriuhan ratapan, umpatan kepada pemerintah, doa kepada Tuhan, atau ‘<em>tweeps yang budiman</em>’ (apa anda familiar dengan tweet ini?).</p>
<p style="text-align: left;">Facebook memang menyediakan fan page buat membangun basis pemggemar. Namun susah merawat halaman penggemar disaat bersamaan kita juga punya laman pribadi. Lagipula tampilan fan page hampir serupa dengan laman pribadi.</p>
<p style="text-align: left;">Google+ menyediakan halaman <strong>profil</strong> yang terdiri dari halaman <em>entri, ihwal, foto</em> dan <em>video</em>. Desain <a href="https://plus.google.com/117596073634212689557/about" target="_blank">Halaman <strong>ihwal</strong></a> (<em>about</em>) mendukung penuh upaya penggunanya dalam rangka membangun personal brand.</p>
<p style="text-align: left;">Anda bisa menuliskan tagline dibawah nama anda, misalnya anda menulis: <em>“Cerpenis, penulis buku XYZ, juga menyediakan jasa editing dan kursus menulis online 24 jam”.<strong> </strong></em>Tagline seperti itu memudahkan orang-orang mengidentifikasi personal brand anda dalam sekali tatap saja.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Google+</em> juga menyediakan ruang horizontal tepat dibawah tagline. Tempat dimana anda dapat memajang 5 foto secara berderet. Sebaiknya anda memanfaatkan fasilitas ini –misalnya- untuk memajang sampul buku, logo produk, award atau foto suasana kursus menulis yang pernah anda selenggarakan.</p>
<p style="text-align: left;">Masih pada <em>halaman Ihwal</em>. Dibawah deretan foto tersedia ruang pendahuluan, dimana G+ membolehkan pengguna untuk mendeskripsikan apa saja mengenai dirinya.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Google+</em> melengkapi ruang ini dengan fitur yang mirip fitur note pada facebook, seperti; huruf tebal, miring, numbered/bullets list dan tautan/link.</p>
<p style="text-align: left;">Anda bisa menggunakan ruang itu untuk menulis judul buku yang telah anda terbitkan; menawarkan jasa <a href="http://indonovel.com/kursus-menulis-online-writing-course/" target="_blank">kursus menulis</a> dan editing; atau daftar award yang pernah anda peroleh.</p>
<p style="text-align: left;">Anda pun bisa menyisipkan link dengan anchor text yang mengarah ke halaman web-blog yang relevan dengan deskripsi anda itu. Misalnya anda mengarahkan pembaca menuju toko buku online yang menjual buku <a href="http://indonovel.com/5-sumber-cepat-dan-praktis-untuk-menemukan-ide-menulis-flash-fiction/" target="_blank">fiksi</a> anda.</p>
<p style="text-align: left;">Template halaman profil terlihat bersih dengan warna putih dominan. Hanya ada satu sidebar pada sebelah kanan layar dan steril dari iklan (setidaknya sampai hari ini).</p>
<p style="text-align: left;">Tersedia pula fitur Tautan pada samping kiri yang sejajar dengan Pendahuluan . <em>Google+</em> mempersilahkan anda memasang alamat blog, akun social media anda yang lain, atau link apa saja yang relevan dengan anda.</p>
<h2><strong>2. </strong><strong>Lingkaran Pembaca (Penggemar)</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Saya menemukan banyak penulis –ternama- membuat fans page di facebook selain laman pribadi.</p>
<p style="text-align: left;">Fan page di facebook pada dasarnya berfungsi memisahkan penulis sebagai pribadi dengan penulis sebagai <em>‘merek’</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Kedengarannya cukup merepotkan dari sisi perawatan.</p>
<p style="text-align: left;">Google+ rupanya memahami kerepotan itu. Anda tidak perlu membuat fan page terpisah.</p>
<p style="text-align: left;">Anda cukup membuat lingkaran khusus pada akun G+ anda, lalu memberinya nama –misalnya-; Lingkaran penggemar.  Selanjutnya anda tinggal memasukkan para pembaca atau fans anda ke dalamnya. Selesai. Hanya itu saja.</p>
<p style="text-align: left;">Fungsi lingkaran G+ memang dirancang memudahkan pengguna membagi konten (teks, foto, link &amp; video) hanya kepada orang-orang (lingkaran) yang relevan.</p>
<p style="text-align: left;">Konten anda tidak bisa dilihat  oleh orang-orang diluar lingkaran yang anda pilih. Tersedia opsi centang kepada lingkaran yang mana konten hendak dibagikan sebelum anda menekan tombol <strong>Berbagi</strong>.</p>
<p style="text-align: left;">Saya mengamati konsep Lingkaran ciptaan Google mrirp cara kita berhubungan dengan orang-orang dalam kehidupan nyata.</p>
<p style="text-align: left;">Secara alami manusia mengkategorikan, berinteraksi dan berkomunikasi kepada setiap orang dengan cara yang berbeda.</p>
<p style="text-align: left;">Contohnya, anda hanya membicarakan buku fiksi kepada mereka yang hobby membaca buku fiksi</p>
<p style="text-align: left;">Anda pun cenderung enggan berbagi informasi mengenai pekerjaan anda kepada yang bukan teman sekantor.</p>
<p style="text-align: left;">Nah, fitur lingkaran <em>Google+</em> bekerja dengan cara seperti itu.</p>
<h2><strong>3. </strong><strong>Promosi Produk</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Belakangan facebook kurang nyaman setelah disesaki oleh kerumunan penjual.</p>
<p style="text-align: left;">Tidak ada ruang terpisah antara dinding publik vs dinding pribadi. Ini memungkinkan siapa saja yang ada dalam <em>friend list</em>  menandai nama anda saat menawarkan produk.</p>
<p style="text-align: left;">Google menutup keleluasaan tersebut.</p>
<p style="text-align: left;">Loh, kalau begitu tidak mungkin  saya mempromosikan novel terbaru saya?</p>
<p style="text-align: left;">Kebijakan G+ itu justru baik menurut saya. Sebaliknya anda dimudahkan mempromosikan buku atau ebook secara khusus kepada target-target tertentu saja (segmentatif).</p>
<p style="text-align: left;">Anda mestinya memakai konsep pemasaran yang berbeda, saat menawarkan buku kepada masing-masing orang (lingkaran), bukan ?</p>
<p style="text-align: left;">Apakah sama cara anda menjual buku kepada teman dekat dengan orang yang baru saja anda kenal ?</p>
<p style="text-align: left;">Selain itu promosi yang anda bagikan di G+ hanya tampil pada laman <em>Home</em>.  Konten anda tidak akan muncul pada halaman profil siapapun yang ada di lingkaran anda.</p>
<p style="text-align: left;">Situasi ini berbeda dengan yang kita temui di facebook.</p>
<p style="text-align: left;">Saya kira Google+ mengutamakan konsep menang-menang antara penjual dengan konsumen.</p>
<p style="text-align: left;">Lalu bagaimana caranya mempromosikan buku kepada para pengguna G+?</p>
<p style="text-align: left;">Minggu lalu saya iseng-iseng menulis sebanyak 1.470 kata  pada kotak berbagi. Ternyata bisa.  Saya pikir itu ruang promosi yang mustahil anda temukan di facebook, apalagi witter.</p>
<p style="text-align: left;">Anda cukup membagikan sinopsis buku terbaru anda kedalam <em>aliran</em>. Deskripsikan secara lengkap termasuk testimoni orang-orang yang telah membacanya.</p>
<p style="text-align: left;">Anda bisa menulis huruf tebal dan miring guna memberi tekanan pada kata atau kalimat kunci.</p>
<p style="text-align: left;">Membuat jarak antar paragraf pun cukup dengan menekan enter pada keyboard. Hampir tidak ada bedanya jika anda posting di blog.</p>
<p style="text-align: left;">Jujur saya mengakui analisa diatas masih sangat prematur.</p>
<p style="text-align: left;">Umur <em>Google+</em> sendiri belum cukup sebulan. Belum ada jaminan sosok <em>G+</em> akan permanen seperti yang terlihat sekarang ini.</p>
<p style="text-align: left;">Konon pihak Google masih menyimpan sejumlah kejutan. Semoga saja kejutan itu demi kepuasan pengguna belaka.</p>
<p><strong>PS</strong> :</p>
<p><span style="text-align: left;">Anda sudah punya akun google+ ? Jangan lupa melingkari </span><strong style="text-align: left;"><a style="text-align: left;" href="https://plus.google.com/117596073634212689557/about" target="_blank">Rusdianto</a> :)</strong><span style="text-align: left;"> </span></p>
<p style="text-align: right;">copyright <a href="http://twitter.com/2011">@2011</a> indonovel.com</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=N7nztauZPm4:BQedEPxlGsg:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=N7nztauZPm4:BQedEPxlGsg:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=N7nztauZPm4:BQedEPxlGsg:-BTjWOF_DHI"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=N7nztauZPm4:BQedEPxlGsg:-BTjWOF_DHI" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=N7nztauZPm4:BQedEPxlGsg:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=N7nztauZPm4:BQedEPxlGsg:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=N7nztauZPm4:BQedEPxlGsg:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=N7nztauZPm4:BQedEPxlGsg:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=N7nztauZPm4:BQedEPxlGsg:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=N7nztauZPm4:BQedEPxlGsg:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=N7nztauZPm4:BQedEPxlGsg:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=N7nztauZPm4:BQedEPxlGsg:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/fiksiindonesia/~4/N7nztauZPm4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded><description>Sudah saatnya penulis fiksi meninggalkan facebook dan beralih ke Google+ !? Banyak penulis fiksi menggunakan social media untuk kepentingan personal branding, dan terutama untuk menjual produknya. Produk itu sering dijumpai berbentuk buku, ebook, atau berupa jasa seperti kursus menulis dan editing. Selama ini Facebook dan twitter menjadi pilihan utama untuk kedua kepentingan itu. Tapi pilihan [...]</description><wfw:commentRss xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/">http://indonovel.com/3-nilai-plus-google-bagi-penulis-fiksi/feed/</wfw:commentRss><slash:comments xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/">8</slash:comments><feedburner:origLink>http://indonovel.com/3-nilai-plus-google-bagi-penulis-fiksi/</feedburner:origLink></item><item><title>Cepat &amp; Praktis (5 Sumber Ide Menulis Flash Fiction)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/fiksiindonesia/~3/GTir_LEjQHc/</link><category>tips menulis flash fiction</category><category>100 kata</category><category>fiksi mini</category><category>flash fiction</category><category>tips menulis fiksi</category><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Rusdianto</dc:creator><pubDate>Wed, 06 Jul 2011 09:05:26 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">http://indonovel.com/?p=827</guid><content:encoded xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><![CDATA[<div id="attachment_1219" class="wp-caption alignright" style="width: 370px"><img class="size-full wp-image-1219" title="kafe penulis" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2011/07/kafe-penulis.jpg" alt="cari mencari ide tulisan" width="360" height="270" /><p class="wp-caption-text">kafe tempat mencari ide tulisan</p></div>
<p style="text-align: left;">Dari mana-mana.</p>
<p style="text-align: left;">Demikian jawaban yang kerap kita terima dari <em>penulis</em> senior untuk pertanyaan “ darimana <em>ide tulisan</em> datang ?”</p>
<p style="text-align: left;">Tapi koq rasanya sama seperti menanyakan dimana bisa memperoleh <em>Pallu Basa</em> terbaik (makanan khas Makassar), lalu seseorang menjawab ‘di Kota Makassar ’.</p>
<p style="text-align: left;">Anda butuh alamat/lokasi jelas penjual <em>Pallu Basa</em> terbaik ketimbang harus mengelilingi wilayah seluas 175, 77 km<sup>2</sup>, bukan ? (sabar, saya akan memberikan alamat penjualnya diakhir postingan ini <img src='http://indonovel.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left;"><em>Belum ketemu</em> <em>ide</em> lazim menjadi motif pertanyaan diatas.</p>
<p style="text-align: left;">Saya kerap menjumpai pernyataan seperti itu. Termasuk dari diri saya sendiri.</p>
<p style="text-align: left;">Pernyataan itu bermakna ganda. Kita tidak tahu tempat untuk menemukan ide atau, tahu tapi belum kesana ?</p>
<p style="text-align: left;">Masalah menjadi lebih rumit lagi bagi yang meyakini ide itu diciptakan, alih-alih ditemukan.</p>
<p style="text-align: left;">Ada waktu kita memerlukan sumber pasti untuk menemukan ide dengan cepat. Mereka yang getol ikut lomba menulis tentu paham urgensinya.</p>
<p style="text-align: left;">Atau dilain waktu, dorongan menulis demikian kuat namun kita bingung hendak menulis apa?</p>
<p style="text-align: left;">Bagaimanapun, ide adalah modal dasar dari menulis (dan segala sesuatu).</p>
<p style="text-align: left;">Kita butuh ‘tempat-tempat’ pasti untuk didatangi saat membutuhkan ide. Tempat yang hampir selalu menyediakan ide buat kita. Tempat yang tidak pernah berkata ‘tidak ada’ untuk ide yang kita cari.</p>
<p style="text-align: left;">Tapi dimana ?</p>
<p style="text-align: left;">Saya punya tempat-tempat khusus semacam itu.</p>
<p style="text-align: left;">Saya telah menulis <em>flash fiction 100</em> kata sejak Maret 2010. Kadang-kadang ide tulisan hinggap begitu saja, seperti Newton kejatuhan buah apel. Kadang-kadang saya ‘menciptakannya’ lewat brainstorming.</p>
<p style="text-align: left;">Apel jatuh termasuk langka.</p>
<p style="text-align: left;">Brainstorming juga membutuhkan energi dan waktu lebih lama.</p>
<p style="text-align: left;">Maka, disaat saya paceklik ide, saya punya tujuan pasti untuk didatangi.</p>
<p style="text-align: left;">Anda berminat ? Ini alamatnya:</p>
<h2><strong>1. </strong><strong>Kitab-Kitab Agama</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Kitab-kitab agama (samawi atau bukan) menyediakan ide tak terbatas.</p>
<p style="text-align: left;">Keuntungannya, anda tak perlu bersusah payah mencari moral cerita -unsur yang mutlak hadir dalam sebuah cerita-,</p>
<p style="text-align: left;">Saya pikir kitab-kitab agama memang ditulis dalam rangka itu.</p>
<p style="text-align: left;">Mengapa cepat ?</p>
<p style="text-align: left;">Kitab-kitab agama banyak mengisahkan cerita yang lengkap.</p>
<p style="text-align: left;">Unsur-unsur pembangun cerita seperti <em>plot</em>, <em>karakter</em>, <em>konflik</em>, <em>setting</em> &amp; <em>resolusi</em> telah tersedia dalam kisah-kisah tersebut.</p>
<p style="text-align: left;">Saya tidak menganjurkan anda menyalin penuh. Tapi anda hanya perlu sedikit waktu dan kreatifitas untuk memodifikasinya.</p>
<ul style="text-align: left;">
<li>Ganti latar masa lalu dengan masa kini.</li>
<li>Ubah alur maju menjadi <em>flashback (dan sebaliknya)</em>.</li>
<li>Ubah sumber konflik. Misal sumber konflik adalah patung berhala, menggantinya dengan mobil, rumah atau harta benda yang berpotensi sama -untuk menjadi berhala-.</li>
</ul>
<p style="text-align: left;">Penting diingat bahwa ada pakem yang mesti diindahkan bila kitab-kitab agama menjadi rujukan.</p>
<p style="text-align: left;">Agama sangat sensitif bagi -hampir- kita semua.</p>
<p style="text-align: left;">Sebaiknya berhati-hati menyebut nama karakter dan istilah-istilah resmi dalam institusi agama bersangkutan.</p>
<p style="text-align: left;">Sekali lagi, naskah akhir anda tidak dalam rangka menafsirkan ulang moral cerita.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam agama tertentu, moral kisah bersifat permanen. Yang kita lakukan hanya menyampaikan kembali moral kedalam bahasa yang lebih kini.</p>
<p style="text-align: left;">Perilaku ini mirip dengan praktik Sunan Kalijaga dalam mendakwahkan Islam di tanah Jawa melalui media kesenian lokal.</p>
<p style="text-align: left;">Contoh <em>flash fiction</em> saya yang idenya bersumber dari kitab agama adalah <strong><em><a href="http://antojournal.com/2010/12/20/fiksi-mini-100-kata-iring-iringan-presiden/" target="_blank">Iring-iringan Presiden</a></em></strong>. Silahkan baca.</p>
<h2><strong>2. </strong><strong>Folkfore dan Dongeng</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Metodenya sama persis dengan poin satu diatas. Anda hanya butuh usaha sedikit keras untuk menemukan sumber-sumber cerita yang orisinil.</p>
<p style="text-align: left;">Banyak folkfore atau dongeng yang belum dipublikasikan secara tertulis.</p>
<p style="text-align: left;">Kakek nenek kita adalah rujukan terbaik. Anda cukup menangkap <strong>plot</strong> dan <strong>moral ceritanya</strong>, selebihnya akan diurus oleh kreatifitas alami anda sebagai penulis.</p>
<p style="text-align: left;"><strong><a href="http://antojournal.com/2011/03/25/flash-fiction-gali-lubang-tutup-lubang/" target="_blank">Gali Lubang Tutup Lubang</a></strong> contoh <em>flash fiction</em> yang saya adaptasi dari folkfore.</p>
<h2><strong>3. </strong><strong>Lirik Lagu</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Banyak lirik lagu dilatarbelakangi kisah utuh. Liriknya mengandung unsur-unsur pembangun cerita seperti karakter, setting, konflik dan resolusi.</p>
<p style="text-align: left;">Penekanannya, sekali lagi adalah kehadiran moral cerita. Lirik lagu yang tidak mengandung pesan yang kuat tidak termasuk dalam kategori ini.</p>
<p style="text-align: left;">Sebagai contoh; <em>Living on the jet plane</em> punya Jhon Denver; <em>Last Kiss</em> dari Pearl Jam; dan tentu saja <em><strong><a href="http://antojournal.com/2010/12/20/message-in-a-bottle-fiksi-mini-100-kata/" target="_blank">Message In The Bottle </a></strong></em>karya musisi favorit saya, Sting. Saya menulis satu <em>flash fiction</em> dengan judul yang sama dengan lagu itu. Silahkan cermati.</p>
<h2><strong>4. </strong><strong>Fiksi Lama</strong></h2>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">Setiap tulisan hanya menceritakan tulisan sebelumnya.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: left;">Kutipan diatas ada benarnya. Tapi mereka yang gegabah mengartikannya secara harfiah punya istilah yang lebih tepat, yaitu plagiat (<em>DodolPreeetDodolPreeet !</em>).</p>
<p style="text-align: left;">Mereproduksi karya lama punya kelebihan tersendiri. Apalagi karya legendaris.</p>
<p style="text-align: left;">Selain numpang ngetop, penulis tidak perlu lagi berpanjang lebar menjelaskan latar belakang cerita. Pembaca telah punya bayangan atas cerita dimaksud  Hal ini tentu saja menguntungkan bagi penulis flash fiction yang dibatasi oleh kuota maksimal <em>100 kata</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Disini anda hanya perlu memodifikasi. Bahkan penafsiran ulang atas cerita itu sah-sah saja.</p>
<p style="text-align: left;">‘Manipulasi’ pengetahuan pembaca atas cerita bersangkutan dengan cara; Memutarbalikkan plot, mereposisi karakter (antagonis menjadi protagonis) dan atau merevisi ending cerita.</p>
<p style="text-align: left;">Saya punya contoh <em>flash fiction</em> untuk kasus ini. silahkan anda membaca <strong><a href="http://antojournal.com/2011/03/30/flash-fiction-gadis-penjual-korek-api/" target="_blank">Gadis Penjual Korek Api</a></strong> dan <strong><a href="http://antojournal.com/2010/12/29/flash-fiction-dijual-sepatu-bayi-belum-pernah-dipakai/" target="_blank">For Sale; Baby shoes. Never worn</a></strong>.</p>
<h2><strong>5. </strong><strong>Humor Warung Kopi</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Saya punya kebiasaan berkumpul dengan teman-teman diwarung kopi saat senja.</p>
<p style="text-align: left;">Lelucon &amp; anekdot dari obrolan warung kopi banyak menyuplai gagasan untuk flash fiction saya.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam kasus anda, warung kopi boleh berganti kafe, kampus, klub, pos ronda atau rumah tetangga.</p>
<p style="text-align: left;">Setiap orang mestinya punya pengalaman lucu. Kita perlu <strong><em>prihatin</em></strong> dengan siapa saja yang menjalani hidupnya terlalu serius – <em>bandingkan Gus Dur dengan presiden yang sekarang</em>&#8211;.</p>
<p style="text-align: left;">Saya kira jarang ada teman anda yang tidak punya simpanan cerita lucu dalam hidupnya.</p>
<p style="text-align: left;">Anda hanya perlu menggalinya dengan memancing pembicaraan. Mereka dengan senang hati akan membagikannya kepada anda.</p>
<p style="text-align: left;">Kapan waktu anda boleh heran mengetahui, betapa manusia sangat bahagia saat menertawakan dirinya sendiri ?</p>
<p style="text-align: left;">Pembaca menggemari<a href="http://indonovel.com/11-seri-tips-menulis-flash-fiction-100-kata-lengkap" target="_blank"> <em>flash fiction</em> </a>bertema humor. Namun saya membatasi humor berdasarkan pengalaman pribadi si penutur saja. Humor-humor kutipan, populer dan klise, tidak termasuk dalam kasus ini.</p>
<p style="text-align: left;"><strong><a href="http://antojournal.com/2010/12/19/fiksi-mini-100-kata-bayar-dobel/" target="_blank">Bayar Dobel</a></strong> satu dari banyak <em>flash fiction</em> saya yang bersumber dari humor warung kopi. Silahkan disimak.</p>
<p style="text-align: left;">Saya mengatakan 5 sumber diatas <strong><em>cara cepat &amp; praktis menemukan ide menulis flash fiction</em></strong>, oleh sebab segala unsur pembangun cerita umumnya telah disediakan oleh sumber dimaksud, yaitu; <em>plot</em>, <em>karakter</em>,<em> setting</em>, <em>konflik</em> dan <em>resolusi</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Boleh dikata kita hanya perlu menuliskannya kembali.</p>
<p style="text-align: left;">Oh, yah. Apakah anda masih penasaran dengan <em>Pallu Basa</em> paling enak di Kota Makassar ?</p>
<p style="text-align: left;">Saya merekomendasikan warung <em>Pallu Basa</em> yang berlokasi di sudut Jl. Onta – Jl. Veteran Utara.</p>
<p style="text-align: left;">Anda tahu, lidah tak pernah bohong.</p>
<p style="text-align: left;"><em><span style="color: #888888;">photo credits : creative commons by <a href="http://www.flickr.com/photos/sunlitrain" target="_blank">Sunlitrain</a></span></em></p>
<p style="text-align: right;">
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=GTir_LEjQHc:YLEMPvsWDnM:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=GTir_LEjQHc:YLEMPvsWDnM:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=GTir_LEjQHc:YLEMPvsWDnM:-BTjWOF_DHI"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=GTir_LEjQHc:YLEMPvsWDnM:-BTjWOF_DHI" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=GTir_LEjQHc:YLEMPvsWDnM:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=GTir_LEjQHc:YLEMPvsWDnM:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=GTir_LEjQHc:YLEMPvsWDnM:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=GTir_LEjQHc:YLEMPvsWDnM:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=GTir_LEjQHc:YLEMPvsWDnM:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=GTir_LEjQHc:YLEMPvsWDnM:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=GTir_LEjQHc:YLEMPvsWDnM:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=GTir_LEjQHc:YLEMPvsWDnM:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/fiksiindonesia/~4/GTir_LEjQHc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded><description>Dari mana-mana. Demikian jawaban yang kerap kita terima dari penulis senior untuk pertanyaan “ darimana ide tulisan datang ?” Tapi koq rasanya sama seperti menanyakan dimana bisa memperoleh Pallu Basa terbaik (makanan khas Makassar), lalu seseorang menjawab ‘di Kota Makassar ’. Anda butuh alamat/lokasi jelas penjual Pallu Basa terbaik ketimbang harus mengelilingi wilayah seluas 175, [...]</description><wfw:commentRss xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/">http://indonovel.com/5-sumber-cepat-dan-praktis-untuk-menemukan-ide-menulis-flash-fiction/feed/</wfw:commentRss><slash:comments xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/">8</slash:comments><feedburner:origLink>http://indonovel.com/5-sumber-cepat-dan-praktis-untuk-menemukan-ide-menulis-flash-fiction/</feedburner:origLink></item><item><title>Blog Bukan Koran  (5 Kiat Mengemas Fiksi Online)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/fiksiindonesia/~3/3giWfGjQXyA/</link><category>penerbitan</category><category>tips menulis cerpen</category><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Rusdianto</dc:creator><pubDate>Mon, 27 Jun 2011 12:27:28 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">http://indonovel.com/?p=795</guid><content:encoded xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><![CDATA[<div id="attachment_1221" class="wp-caption alignright" style="width: 385px"><img class="size-full wp-image-1221 " title="cerpen koran" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2011/06/cerpen-koran.jpg" alt="cara menulis cerpen untuk media online" width="375" height="250" /><p class="wp-caption-text">Cerpen koran telah mati !</p></div>
<p style="text-align: left;">Cara  anda mengemas <strong><em>cerpen</em></strong> untuk blog mestilah berbeda dengan cara koran mempublikasikannya.</p>
<p style="text-align: left;">Mengapa ?</p>
<p style="text-align: left;">Karena karakteristik pembaca kedua media itu banyak berbeda.</p>
<p>Penggemar fiksi akan membaca cerpen anda pada harian Kompas Minggu dengan –antara lain-alasan;</p>
<p><em>pertama,</em> Jaminan mutu (lazimnya). <em>Cerpen</em> itu merupakan hasil seleksi dari ratusan naskah yang dikirim dari seluruh Indonesia pada minggu bersangkutan.</p>
<p><em>Kedua</em>, hanya ada satu cerpen. <em>Ketiga</em>, Membaca media cetak membutuhkan perhatian penuh. Jarang ditemui orang membaca lebih dari satu judul koran pada saat bersamaan.</p>
<p style="text-align: left;">Situasi berbeda terlihat pada cerpen di media online. Internet memanjakan pembaca dengan beragam pilihan.</p>
<p style="text-align: left;">Setiap hari ribuan karya <em>fiksi</em> terbit melalui blog, situs pewarta warga, atau social media.</p>
<p style="text-align: left;">Hanya dengan menekan mouse, pembaca bisa membuka jendela tab baru tanpa menggerakkan kepala.</p>
<p style="text-align: left;">Mari kita asumsikan kita bukan penulis populer dan belum punya pembaca setia. Bagaimana kita bisa menonjol diantara ribuan karya fiksi tersebut ?</p>
<h2><strong>Kenali karakteristik Pembaca Fiksi Online</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Pembaca yang sama di media cetak akan berbeda perilakunya dihadapan media online. Polah itulah yang penting kita kenali.</p>
<p style="text-align: left;">Suka tidak suka, penulis fiksi perlu beradaptasi dengan karakteristik pengguna internet. Penulis fiksi tak perlu malu meniru cara penayangan artikel non fiksi.</p>
<p style="text-align: left;">Tentu saja tanpa mengorbankan cita rasa dan mengubah seni bahasa menjadi karya jurnalistik.</p>
<p style="text-align: left;">Hemingway dan para pengikut <a href="http://indonovel.com/3-tips-menulis-fiksi-pendek-rahasia-dibalik-nobel-hemingway" target="_self">teori gunung es</a>-nya mungkin tidak akan kesulitan berdaptasi dengan internet.</p>
<p style="text-align: left;">Gaya penulisan Hemingway yang sederhana, lugas, kalimat pendek, dan paragraf pendek dianggap paling mendekati selera pengguna media online.</p>
<p style="text-align: left;">Namun bagaimana dengan yang bukan ?</p>
<p style="text-align: left;">Anda hanya perlu sedikit sentuhan dalam pengemasannya.</p>
<h2><strong>5 Kiat Mengemas Cerpen Untuk Media Online</strong></h2>
<h3><strong> </strong><span><strong>Judul ; Camkan Aturan 80/20</strong></span></h3>
<p>Dunia publikasi mengenal aturan 80/20. Rata-rata 8 dari 10 orang akan membaca judul, tetapi hanya 2 dari 10 yang akan terus membaca isi.</p>
<p style="text-align: left;">Judul adalah ‘janji’. Pembaca mengharapkan judul sebagai ‘kunci’ untuk mereka-reka isi cerita.  Semakin anda berjanji, semakin pembaca penasaran untuk menebak isi cerita, semakin besar peluang mereka meneruskan.</p>
<p style="text-align: left;">Ini hanya permainan ‘menggoda pasangan’. Seperti gadis di pesta topeng yang menampilkan mata namun menutupi seluruh wajah.</p>
<p style="text-align: left;">Penelitian menunjukkan bahwa judul yang kuat terdiri dari 8 kata atau kurang.</p>
<p style="text-align: left;">Selain itu, pemakaian <strong>kata benda</strong> sebagai judul juga cenderung lebih menarik perhatian. Pada dasarnya manusia suka hal yang kongkrit ketimbang abstrak, bukan ? Tak ada salahnya anda mencoba anjuran ini.</p>
<p style="text-align: left;">Coba simak cerpen <em>Charles</em> karya Shirley Jackson, atau <strong><span style="color: #3366ff;"><a href="http://indonovel.com/tips-menulis-cerpen-hemingway" target="_blank"><span style="color: #0000ff;"><em>Kucing Kehujanan</em> karya Ernest Hemingway</span></a></span></strong>. Keberadaan si <em>Charles</em> dan <em>kucing</em> dalam judul itu punya daya tarik yang kuat. Lalu bandingkan dengan –misalnya- judul; <em>Sepi Mengoyak Rindu.</em></p>
<h3><em> </em><strong><strong>Paragraf Pertama Cukup 2 &#8211; 4 Baris</strong></strong></h3>
<p style="text-align: left;">Jangan terburu-buru menyesaki pembaca dengan paragraf pembuka yang panjang, atau mereka akan pergi.</p>
<p style="text-align: left;">Umumnya netizen membaca paragraf pertama masih dalam rangka mengambil keputusan, terus membaca atau berhenti. Mereka ingin menentukan keputusan dengan segera, tanpa membuang waktu.</p>
<p style="text-align: left;">Paragraf pendek adalah jawabannya.</p>
<p style="text-align: left;">Penulis senior menasehatkan untuk mengetengahkan konflik dan atau menghadirkan salah seorang karakter pada pembuka. Nasehat itu terbukti manjur. Cobalah.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">Aku menjauh dari trotoar, berjalan mundur beberapa langkah dengan wajah tengadah, lalu dari tengah jalan, seraya mengatupkan kedua tangan agar membentuk corong di sekitar mulut, aku berteriak sekeras-kerasnya: “Teresa!” (paragraf pertama cerpen Teresa oleh Italo Calvino)</p>
</blockquote>
<h3><strong><strong>Panjang Berkisar 100 – 1.000 Kata</strong></strong></h3>
<p style="text-align: left;"><em>Cerpen</em> lazim ditemui di Indonesia dalam kisaran 1.000 – 2.100 kata (6-8 halaman kwarto, spasi ganda). Itu persyaratan standar dari editor koran hari minggu.</p>
<p style="text-align: left;">Jumlah itu dianggap cukup memenuhi definisi klasik dari cerpen, yakni; <em>Cerita pendek harus dapat dibaca dalam waktu sekali duduk</em> (Edgar Allan Poe, 1846).</p>
<p style="text-align: left;">Boleh jadi definisi ini erat kaitannya dengan kebiasaan membaca koran sambil duduk diatas kloset.</p>
<p style="text-align: left;">Namun saya sendiri sangsi bisa menahan mata pembaca di hadapan PC atau notebbok untuk menatap lebih dari 1.000 kata..</p>
<p style="text-align: left;">Terlepas dari kepiawaian anda menulis alur cerita, menggerakkan cursor terus menerus bergulir kebawah cukup menggangu konsentrasi.</p>
<p style="text-align: left;">Kriteria cerpen yang bagus tidak mensyaratkan panjang pendeknya tulisan ?</p>
<h3><strong>Memberi Jeda</strong></h3>
<p style="text-align: left;">Biarkan pembaca menarik nafas. Tips ini bagus untuk cerpen dalam kisaran 1.000 kata.</p>
<p style="text-align: left;">Potong cerita dengan gambar atau ilustrasi yang relevan dengan isi cerpen.</p>
<p style="text-align: left;">Paragraf yang pendek dan pemakaian format rata kiri akan memperbanyak ruang putih dalam tubuh tulisan. Tampilan ini cenderung menyegarkan mata.</p>
<h3><strong>Menghapus Iklan dan Link</strong></h3>
<p style="text-align: left;">Cerpen sejatinya bukan konten pemasaran. Hindari menempatkan iklan (teks atau banner) dalam tubuh postingan. Meski website/blog anda bertujuan komersil. Iklan hanya akan memecah perhatian dan menggangu kenyamanan.</p>
<p style="text-align: left;">Orang membaca cerpen untuk rekreasi dan bukan untuk membeli produk . Lagipula, kecil peluang mengharapkan pembaca cerpen mengklik iklan –misalnya- shampo, bukan ?</p>
<p style="text-align: left;">Hal yang sama berlaku untuk penyisipan link ke halaman yang tidak relevan.</p>
<p style="text-align: left;">Ada kawan yang mengatakan; Cerpen adalah seni. Cerpen jangan disamakan dengan artikel non fiksi, apalagi patuh pada aturan-aturan publikasi yang mengekang.</p>
<p style="text-align: left;">Lima tips diatas bukan kekangan. Bagaimanapun, kesemuanya berawal dari kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan.</p>
<p style="text-align: left;">Saya tidak punya tendensi mengintervensi anda. Cerpen adalah seni kata-kata dan setiap cerpenis punya gaya tersendiri.</p>
<p style="text-align: left;">Tetaplah pada gaya <strong><em>menulis fiksi</em></strong> anda sembari beradaptasi dengan karakteristik pembaca media tempat anda mempublikasikan cerpen.</p>
<p style="text-align: left;">Sekali lagi, tidak ada konvensi dalam <em>fiksi</em>. Aturan pertama untuk menarik perhatian pembaca adalah dengan menulis cerita yang bagus. Aturan itu masih tetap berlaku.</p>
<p style="text-align: left;">Tips ini mustahil serta merta mengubah <em>cerpen </em>buruk menjadi bagus.</p>
<p style="text-align: left;">Lima tips diatas hanya berfungsi menjaga perhatian dan membantu pembaca tetap merasa nyaman sampai akhir cerita.</p>
<p style="text-align: left;">Anda punya pengalaman berbeda ? Saya harap anda bersedia membagikannya pada kolom komentar dibawah ini.</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #888888;"><em>photo credits : creative commons by <a href="http://www.flickr.com/photos/drewcoffman" target="_blank">Drew Coffman</a></em></span></p>
<p style="text-align: right;">
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=3giWfGjQXyA:QDFWP-VdgOM:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=3giWfGjQXyA:QDFWP-VdgOM:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=3giWfGjQXyA:QDFWP-VdgOM:-BTjWOF_DHI"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=3giWfGjQXyA:QDFWP-VdgOM:-BTjWOF_DHI" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=3giWfGjQXyA:QDFWP-VdgOM:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=3giWfGjQXyA:QDFWP-VdgOM:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=3giWfGjQXyA:QDFWP-VdgOM:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=3giWfGjQXyA:QDFWP-VdgOM:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=3giWfGjQXyA:QDFWP-VdgOM:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=3giWfGjQXyA:QDFWP-VdgOM:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?a=3giWfGjQXyA:QDFWP-VdgOM:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/fiksiindonesia?i=3giWfGjQXyA:QDFWP-VdgOM:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/fiksiindonesia/~4/3giWfGjQXyA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded><description>Cara  anda mengemas cerpen untuk blog mestilah berbeda dengan cara koran mempublikasikannya. Mengapa ? Karena karakteristik pembaca kedua media itu banyak berbeda. Penggemar fiksi akan membaca cerpen anda pada harian Kompas Minggu dengan –antara lain-alasan; pertama, Jaminan mutu (lazimnya). Cerpen itu merupakan hasil seleksi dari ratusan naskah yang dikirim dari seluruh Indonesia pada minggu bersangkutan. [...]</description><wfw:commentRss xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/">http://indonovel.com/5-kiat-mengemas-cerpen-untuk-media-online/feed/</wfw:commentRss><slash:comments xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/">16</slash:comments><feedburner:origLink>http://indonovel.com/5-kiat-mengemas-cerpen-untuk-media-online/</feedburner:origLink></item></channel></rss>

