<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;DU8MQXo4eSp7ImA9WhVUFUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378</id><updated>2012-05-20T19:44:40.431+07:00</updated><category term="SPIRITUAL MOMENT" /><category term="BEHIND THE STORY" /><category term="REVIEW" /><category term="SNAPSHOTS" /><category term="FREETALK" /><category term="FIGURE" /><title>Life in My Frame</title><subtitle type="html">People lough, people cry, people act</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/filmkita" /><feedburner:info uri="filmkita" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><link rel="license" type="text/html" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nd/2.0/" /><logo>http://creativecommons.org/images/public/somerights20.gif</logo><feedburner:feedFlare href="http://add.my.yahoo.com/rss?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Ffilmkita" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/us/my/addtomyyahoo4.gif">Subscribe with My Yahoo!</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.newsgator.com/ngs/subscriber/subext.aspx?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Ffilmkita" src="http://www.newsgator.com/images/ngsub1.gif">Subscribe with NewsGator</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://feeds.my.aol.com/add.jsp?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Ffilmkita" src="http://o.aolcdn.com/favorites.my.aol.com/webmaster/ffclient/webroot/locale/en-US/images/myAOLButtonSmall.gif">Subscribe with My AOL</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.bloglines.com/sub/http://feeds.feedburner.com/filmkita" src="http://www.bloglines.com/images/sub_modern11.gif">Subscribe with Bloglines</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.netvibes.com/subscribe.php?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Ffilmkita" src="http://www.netvibes.com/img/add2netvibes.gif">Subscribe with Netvibes</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://fusion.google.com/add?feedurl=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Ffilmkita" src="http://buttons.googlesyndication.com/fusion/add.gif">Subscribe with Google</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.pageflakes.com/subscribe.aspx?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Ffilmkita" src="http://www.pageflakes.com/ImageFile.ashx?instanceId=Static_4&amp;fileName=ATP_blu_91x17.gif">Subscribe with Pageflakes</feedburner:feedFlare><entry gd:etag="W/&quot;DUcGSHo5cCp7ImA9WhdVE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-6048923741538284556</id><published>2011-09-18T15:49:00.006+07:00</published><updated>2011-09-18T16:10:29.428+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-18T16:10:29.428+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="REVIEW" /><title>The Red Violin</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-sTNtoq-BNzw/TnWwgS9ZmsI/AAAAAAAAAmE/UaJOKFWc3DA/s1600/MoviePoster-RedViolin.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-sTNtoq-BNzw/TnWwgS9ZmsI/AAAAAAAAAmE/UaJOKFWc3DA/s320/MoviePoster-RedViolin.jpg" width="247" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Menurut saya ini film spektakuler yang dengan sangat berani berlompatan melintasi sejarah panjang dalam menggambarkan beberapa perbedaan jaman, tradisi, budaya dan geografis sekaligus. Karena itu film ini melibatkan tidak kurang dari 5 negara diantaranya Italy, Inggris, Canada, Austria dan China.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Menggambarkan sejak setting &lt;span class="s1"&gt;&lt;i&gt;present-day&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; di Montreal Canada, alur cerita berjalan &lt;span class="s1"&gt;&lt;i&gt;flashback&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; mengikuti sebuah biola merah yang dikenal dengan "The Red Violin", sebuah masterpiece karya Nicolo Bussotti sang Master pembuat biola yang melegenda di Italy pada abad ke 17, lalu merambah abad ke 18 di Austria, juga Oxford hingga sang biola berada di China pada abad ke 19 pada masa Revolusi Kebudayaan China yang terkenal itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Saya benar-benar dibuat kagum bagaimana sutradara Francois Gerard dengan sabar dan brilliant memainkan setting berlompatan yang saya anggap cukup berhasil itu. Sejak ia menggambarkan situasi Itali di tahun 1681 di mana Nocolo Bussotti sedang menantikan kelahiran sang putera, dengan penuh harapan ia membuat biola "Masterpiece" itu yang akan dihadiahkan untuk puteranya setelah kelahiran dari istri tercintanya (Anna) kelak. Tapi takdir berkata lain. Sang istri yang amat dicintainya sepenuh hati itu tewas beserta putra yang telah dinantinya siang-malam dalam kandungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Lewat tangan seorang peramal kartu tarot (Cesca) yang meramal Anna pada masa kehamilan, Girard membawa filmnya berlompatan melampaui waktu, budaya dan lokasi berbeda-beda. Meskipun kemudian muncul kritikan anakronisme cukup mengganggu yang mengungkapkan bahwa faktanya, kartu tarot baru digunakan untuk meramal paa akhir abad ke 18. Sebelumnya kartu tarot hanya dipakai untuk bermain. Wallahu a'lam bisshawab… :)&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Begitulah, selanjutnya Sang Biola Merah itu berada di tangan seorang anak yatim-piatu berbakat bernama Kaspar Weiss di pusat biara Austria, lalu karena bakat luarbiasanya Kaspar dititipkan untuk dibina oleh Georges Poussin namun lagi-lagi disayangkan, Kaspar yang memiliki penyakit lemah jantung meninggal pada sebuah audisi pemain cilik. Maka Biola itu dikuburlah bersama jasad Kaspar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Namun kuburan Kaspar ternyata dibongkar, dan biola berpindah ke para kaum gypsi dari tangan satu ke tangan lain hingga sampai ke tangan seorang bangsawan Inggris Frederick Pope. Seperti para pemegang sebelumnya, Ia begitu terobsesi bahkan terhipnotis pada biola tersebut yang menginspirasinya menulis berbagai inspirasi cintanya kepada wanita pujaannya yang kelak wanita itu menembak biola tersebut karena cemburu, hingga Pope tewas karena menembak dirinya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Biola Merah itu lalu berpindah ke China lewat tangan pelayan Pope dan dijual ke sebuah toko barang bekas. Singkat cerita, biola itu dimiliki seorang kader partai komunis China pada masa Revolusi Kebudayaan, di mana saat itu budaya Barat dilarang di sana. Lagi, biola itu membawa korban seorang guru musik biola yang melindungi biola tersebut di sebuah loteng rumahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Perjalanan&amp;nbsp; The Red Violin berakhir di pusat pelelangan Daval, Montreal di mana si ahli biola (Carles Morrits) melakukan berbagai ujicoba lab tentang keaslian biola tersebut. Sebuah pertarungan dengan kepentingan pribadi untuk memiliki biola tersebut untuk diahiahkan kepada buha hatinya sempat seru terjadi pada diri Morrits, namu di beberapa saat sebelum dilelang, ia membatalkan niat itu dan mengganti sendiri biola tiruan dengan yang asli.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Di sana juga film sempat kembali flashback untuk menceritakan bahwa warna merah pada biola ti adalah hasil pencampuran formula semacam pernis dan darah yang diambil sendiri oleh Bussotti dari urat nadi istri tercintanya Anna, dalam kondisi keputus-asaan yang dalam. Ada kutipan dialog menarik dare Morrits di sana: "&lt;span class="s2"&gt;What do you do when the thing you most wanted, so perfect, just comes?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Kereen…! batin saya sambil membaca &lt;span class="s1"&gt;&lt;i&gt;credit title&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; film berdurasi sekitar 135 menit ini kagum. Pertama di release tahun 1998 di Troronto International Film Festival. Ya, tidak ragu saya sarankan, film yang ditulis oleh Don McKellar &amp;amp; Francois Girard yang konon diperkirakan ber-&lt;span class="s1"&gt;&lt;i&gt;budget &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;sekitar $10.000.000 ini memang layak anda tonton...!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-6048923741538284556?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=MjvLNojrLOM:xHzJbJGl5VU:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=MjvLNojrLOM:xHzJbJGl5VU:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/MjvLNojrLOM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/6048923741538284556/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2011/09/red-violin.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/6048923741538284556?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/6048923741538284556?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/MjvLNojrLOM/red-violin.html" title="The Red Violin" /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-sTNtoq-BNzw/TnWwgS9ZmsI/AAAAAAAAAmE/UaJOKFWc3DA/s72-c/MoviePoster-RedViolin.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2011/09/red-violin.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUAGQHo6eCp7ImA9WhdWFEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-2876762472572319288</id><published>2011-09-08T10:48:00.000+07:00</published><updated>2011-09-08T10:48:41.410+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-08T10:48:41.410+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="REVIEW" /><title>Membaca Selimut Debu</title><content type="html">&lt;div class="p1"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-fQ2Ir97_i5k/Tmg63f_1vNI/AAAAAAAAAl4/KjOsKBP9vtk/s1600/SelimutDebu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-fQ2Ir97_i5k/Tmg63f_1vNI/AAAAAAAAAl4/KjOsKBP9vtk/s320/SelimutDebu.jpg" width="220" /&gt;&lt;/a&gt;Lagi, kali ini saya ingin rekomendasikan anda untuk membaca buku keren ini. Ya, buku setebal 461 halaman ini dalam sekejap menerbangkan imaji saya menelusuri padang rumput luas, pegunungan terjal bersalju dan tentu saja hamparan tanah kering berdebu Afganistan.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Agustinus&amp;nbsp; Wibowo (AW), sang petualang sekaligus penulis buku ini memiliki gaya bernarasi yang cukup mengikat emosional saya. Tentu saja itu wajar, karena apa yang disampaikannya dalam buku ini adalah berita dari tangan pertama alias dia sendiri yang mengalami petualangan panjang dengan berbagai situasi jatuh-bangun saat terlibat secara langsung.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Mengikuti perjalanan AW saya tiba-tiba menjadi sosok yang introspektif, kadang menjadi pemikir dadakan bahkan seringkali seperti bersemangant menjadi sukarelawan pembela hak-hak asasi manusia. Tentu saja itu semua hanya sebatas dari tempat duduk atau pembaringan di mana saya melahap buku ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Dengan refferensi dan nara sumber cukup memadai baik dari sisi historis, geografis maupun antropologis, AW cukup fasih membaca tradisi dan situasi Negara yang terbentuk dari berbagai suku yang berabad-abad dirundung perang ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Bahkan sebagai seorang non-Muslim, AW saya lihat cukup lihai dalam mengkritisi kerancuan antara ajaran agama dan tradisi lokal seperti penggunaan burqa dan perlakuan negatif terhadap wanita atau pemujaan Ali bin Abi Thalib yang berlebihan, bahkan perseteruan tak berujung antara dua madzhab besar yakni Sunni dan Syi'ah. Meski tentu saja msih terasa kehati-hatian yang saya anggap sangat wajar untuk masalah sensitif yang tidak hanya melibatkan Afganistan sebagai main-target penulisannya, namun itu adalah masalah Islam secara global di berbagai negara termasuk Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Sebagai seorang Muslim, saya justru merasa harus berterimakasih kepada AW dengan berbagai penelusurannya itu. Mengingat, kebetulan hal-hal itu juga seringkali menjadi ketertarikan saya untuk mencermati, yaitu tentang &lt;i&gt;kemurnian&lt;/i&gt; ajaran Islam yang saya rasa terlalu banyak di-"&lt;i&gt;belak-belokkan&lt;/i&gt;" atas nama berbagai kepentingan bahkan "&lt;i&gt;kebodohan&lt;/i&gt;" dari zaman ke zaman.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Well, lepas dari itu semua, saya juga banyak belajar dari Selimut Debu ini dari berbagai quote yang dihadirkan AW baik yang berasal dari domestic suku-suku Afganistan, apalagi beberapa tokoh idola saya seperti Jalaluddin Rumi, Muhammad Iqbal dan lainnya juga dikutip dengan pas secara &lt;i&gt;content &lt;/i&gt;oleh AW.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Sekali lagi. Anda tidak rugi menyempatkan waktu membaca buku yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama ini. Tak banyak waktu yang anda sisihkan dibanding cakrawala pemikiran yang terbuka luas setelah itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Semoga…. :)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-2876762472572319288?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=DBH8Dpwf5Xo:7n6iMSWxFBs:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=DBH8Dpwf5Xo:7n6iMSWxFBs:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/DBH8Dpwf5Xo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/2876762472572319288/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2011/09/membaca-selimut-debu.html#comment-form" title="4 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/2876762472572319288?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/2876762472572319288?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/DBH8Dpwf5Xo/membaca-selimut-debu.html" title="Membaca Selimut Debu" /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-fQ2Ir97_i5k/Tmg63f_1vNI/AAAAAAAAAl4/KjOsKBP9vtk/s72-c/SelimutDebu.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2011/09/membaca-selimut-debu.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEIFRnc4eSp7ImA9WhdWEkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-7813324005931184220</id><published>2011-09-04T23:15:00.001+07:00</published><updated>2011-09-05T16:55:17.931+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-05T16:55:17.931+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="REVIEW" /><title>Persepolis</title><content type="html">&lt;br /&gt;
&lt;div class="p1"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-f3AGBqqO5go/TmOj3eGTiQI/AAAAAAAAAl0/QKT3TNhbLDc/s1600/MV5BMzIxMDI0Nzc4NV5BMl5BanBnXkFtZTYwNjU5OTI4._V1._SY317_.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-f3AGBqqO5go/TmOj3eGTiQI/AAAAAAAAAl0/QKT3TNhbLDc/s1600/MV5BMzIxMDI0Nzc4NV5BMl5BanBnXkFtZTYwNjU5OTI4._V1._SY317_.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Inilah salah satu film animasi dua dimensi yang luarbiasa, menurut saya. Saya sangat rekomendasikan anda menontonnya, meski anda tetap harus smart dan bijak dalam memahami apa yang disampaikan film ini, sebelum anda menilai dengan fair.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Sarat kritikan menohok, film ini sebenarnya diadaptasi dari komik otobiografi karya seorang wanita Iran, &lt;b&gt;Marjane Satrapi&lt;/b&gt; yang menggambarkan kisah nyata masa kecilnya hingga beranjak dewasa di Iran pasca Revolusi Islam.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Sungguh terasa bagaimana ia dengan sangat menggebu menggoreskan sketsa apik tentang suasana batinnya yang mewakili keterpurukan perempuan Iran saat itu di tengah keluarga kecilnya yang berpikiran moderat, namun tak mampu berbuat banyak terjepit diantara situasi politik, tradisi dan spiritualitas yang dipaksakan.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Meski pergolakan ego remajanya di Eropa sempat membuatnya terpuruk oleh libido, tuduhan dan pengkhianatan hingga mengantarnya kembali ke Iran, namun ia tidak bisa membohongi dirinya untuk tidak memberontak terhadap paksaan spiritualitas yang baginya tidak fair bagi kaumnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Film berbahasa Perancis yang disutradarai oleh &lt;b&gt;Vincent Paronnaud&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Marjane Strapi&lt;/b&gt; sendiri sebagai &lt;i&gt;Co-Director&lt;/i&gt;, divisualkan dengan tone Black &amp;amp; White seperti komik aslinya, meskipun ada sedikit &lt;i&gt;present-scene&lt;/i&gt; yang dibuat colorful.&amp;nbsp; Dituangkan dengan sederhana namun sangat memukau. Sesekali saya merasa dibawa ke dunia &lt;i&gt;surrealis &lt;/i&gt;di bawah bayang-bayang &lt;i&gt;voice-over&lt;/i&gt; Marjane yang bernarasi cukup menohok dalam menuturkan kisahnya kata per kata.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Komiknya sendiri memang cukup mendapat sambutan hangat sejak peluncurannya dalam bahasa Perancis dan sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa dengan sambutan tak kalah populer.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Judul "Persepolis" sendiri konon berarti sebuah kota kuno dari Kekaisaran Persia bernama Parsa yang terletak 70 Km Timur laut Shiraz, Iran. "Persepolis" sendiri berasal dari terjemahan bahasa Yunani dari nama kota ini: &lt;span class="s1"&gt;&lt;i&gt;Persēs polis&lt;/i&gt;: "Kota Persia". Dalam bahasa Persia, tempat ini dikenal sebagai &lt;i&gt;Takht-e Jamshid&lt;/i&gt; (Tahta Jamshid) dan Parseh. Sisa terawal Persepolis berasal sekitar tahun 515 SM.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p3"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p4"&gt;Begitulah, dalam otobiografi pergolakan wanita Iran ini, batin saya diaduk-aduk antara "iya" dan "tidak". Maksudnya, dalam &lt;i&gt;visi&lt;/i&gt; pendek, saya banyak &lt;i&gt;meng-iya-kan&lt;/i&gt; dan bersimpati terhadap apa yang dialami dan dirasakan Satrapi. Namun kadang saya juga sering terganjal jika melihat akibat yang juga digambarkan sendiri olehnya dalam keterpurukannya di dunia "bebas" Eropa impian Satrapi sendiri, yang terbukti tidak terlalu ramah untuk "&lt;i&gt;kemanusiaan"&lt;/i&gt;-nya. Akhirnya tanpa terasa saya seperti tiba-tiba &amp;nbsp;dilibatkan dalam kegamangan antara dua tukub yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div class="p3"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p4"&gt;Bagaimanapun, ini salah satu karya yang saya acungi jempol tanpa ragu. Betapapun anda tidak suka komik atau film kartun, saya yakin anda akan tertarik dengan content menggelitik yang diusung film ini. Kecuali anda tipe yang sama sekali tidak suka membaca atau tidak peduli apa-apa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="p3"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="p4"&gt;Semoga bermanfaat... :)&lt;/div&gt;&lt;div class="p4"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-7813324005931184220?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=6ec7r0wP6nE:FqF3MqES_dE:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=6ec7r0wP6nE:FqF3MqES_dE:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/6ec7r0wP6nE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/7813324005931184220/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2011/09/persepolis.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/7813324005931184220?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/7813324005931184220?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/6ec7r0wP6nE/persepolis.html" title="Persepolis" /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-f3AGBqqO5go/TmOj3eGTiQI/AAAAAAAAAl0/QKT3TNhbLDc/s72-c/MV5BMzIxMDI0Nzc4NV5BMl5BanBnXkFtZTYwNjU5OTI4._V1._SY317_.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2011/09/persepolis.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkEARXY_cCp7ImA9WhdXGEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-1566748411728518480</id><published>2011-09-01T08:30:00.000+07:00</published><updated>2011-09-01T08:30:44.848+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-01T08:30:44.848+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SPIRITUAL MOMENT" /><title>Dari Hilal Sampai Toleransi</title><content type="html">        &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-73CWQ26SOEM/Tl7gGBSlgVI/AAAAAAAAAlw/9-Xrv8h2jfo/s1600/bulan-sabit-300x226.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-73CWQ26SOEM/Tl7gGBSlgVI/AAAAAAAAAlw/9-Xrv8h2jfo/s1600/bulan-sabit-300x226.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"&lt;i&gt;Jujur, lama-lama agak jengah juga dengan perbedaan penentuan awal Ramadhan dan 1 Syawwal ini&lt;/i&gt;," seorang teman berkomentar berapi-api. "&lt;i&gt;Sudah bertahun-tahun kok masih saja gagal menyamakan persepsi&lt;/i&gt;," lanjutnya kali ini ada ekspresi&amp;nbsp; sinis sekaligus pasrah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Begitulah 1 Syawal tahun ini, 1432 Hijriyah bertepatan dengan 2011 Masehi masih juga tumpang-tindih alias nggak seragam. Saya memaklumi begitu hebohnya itu karena menyangkut lebaran setelah 1 bulan penuh berpuasa. Alasan lebih serius lagi karena 1 Syawal adalah hari di mana puasa diharamkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Biang keroknya adalah metode? Ya, memang ada yang menggunakan &lt;i&gt;Ru'yatul hilal&lt;/i&gt;, ada yang lebih suka dengan metode &lt;i&gt;Hisab&lt;/i&gt; bahkan ada yang sekedar mengamati grafitasi bulan yang terlihat dari pasangnya air laut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Definisi "&lt;i&gt;Hilal&lt;/i&gt;" dalam ilmu falak merupakan pemunculan bulan paling awal (berbentuk sabit) di ufuk barat yang tampak menghadap bumi setelah mengalami konjungsi atau ijtimak. Konjungsi adalah peristiwa di mana matahari dan bulan berada segaris di bidang ekliptika yang sama.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Nah, singkatnya, Penampakan "hilal" itulah yang menandai pergantian bulan yang berarti masuknya awal bulan baru dalam system kalender &lt;i&gt;qamariyah&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p3"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;“Mereka bertanya kepadamu tentang hilal. Katakanlah: “Hilal itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji…”&lt;/i&gt; [Al Baqoroh(2):189]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sedangkan "hisab" secara harfiyah berarti 'perhitungan', adalah metode perhitungan matematik astronomi untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi. Posisi penentuan matahari menjadi penting karena umat Islam untuk ibadah shalatnya menggunakan posisi matahari sebagai patokan waktu shalat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p3"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.”&lt;/i&gt; [Yunus(10):5]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p4"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p3"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;“Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.”&lt;/i&gt; [ArRahmaan(55):5]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;So, metode mana yang paling benar?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ya jalas, menurut saya semuanya benar dong..! Islam adalah agama yang sangat mengakomodir proses ilmiah dan alamiah dalam berbagai hal. Penentuan bulan hanyalah salah satu contoh kasus saja,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kalo gitu kenapa berbeda? Bukankah setiap proses dalam metodologi ilmiah yang detil dan rumit&amp;nbsp; akan selalu menyisakan perbedaan-perbedaan kecil? Nahh.. menurut saya, untuk itulah Islam masih menyediakan "post" setelahnya yaitu apa yang dikenal dengan "&lt;i&gt;Ijma'&lt;/i&gt;" atau kesepakatan ulama dan "&lt;i&gt;Ulil Amri&lt;/i&gt;" atau pemerintah. Dua-duanya bersifat domestic untuk masing-masing wilayah. Dan jelas Islam juga mewajibkan kita mematuhi pemerintah &lt;i&gt;(Wa athii'uu Ulil Amri minkum……).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Untuk penentuan akhir setelah kedua "post" di atas, Islam masih menyediakan satu lagi "final post" yaitu "keyakinan". Ya, beragama adalah soal keyakinan, soal iman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Nahh… Masalahnya di Indonesia ini antara pemerintah dan ulama' yang jumlahnya buaanyak itu nggak akur juga. Tambah runyam&amp;nbsp; lagi, masing-masing ormas punya ulama'nya sendiri-sendiri yang memang cukup kokoh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jadilah lagu lama yang meski sudah kusut diputar lagi setiap tahun. Situasi yang sangat tidak sedap dirasakan. Mereka yang seharusnya berbeda secara ilmiah menjadi seperti adu legitimasi di mata ummat masing-masing. Dari persoalan ilmiah menjadi masalah kredibilitas, wibawa, image dan sejenisnya. Sungguh, sama sekali tidak dewasa dan ini serius.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Yang lebih lucu lagi, 1 Syawalnya ribut-ribut berbeda, eee.. tau-tau kelak tanggal 17 atau 20 Syawalnya sama. Bisa juga 10 Dzulhijjah (Idul Adha) dan 9 Dzulhijjah (Wukuf Haji di Arafah) sama semua, ga ada yang ribut..??!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Perbedaan adalah Rahmat". Yes absolutely! Tapi mari mencoba berbeda dengan elegan.dan cerdas. Bertoleransi dengan menghormati yang tak sependapat dengan kita, itu harus. Belajarlah untuk tidak menggerutu sinis terhadap kelompok lain yang berbeda, tapi di saat yang sama mulut Anda dengan manis bicara toleransi dan saling menghormati…???&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Akhirnya, perbedaan itu memang akan selalu ada. Tapi saya (pribadi) masih berpendapat bahwa tidak mustahil perbedaan itu kita satukan untuk menghasilkan kesepakatan dengan syarat; Ulama' dan Umara' (pemerintah) yang bersih, yang &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;BISA DIPERCAYA..!&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Bold-italic-underlined).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-1566748411728518480?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=hzlmRBgEmoY:W4EXPfSBlmE:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=hzlmRBgEmoY:W4EXPfSBlmE:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/hzlmRBgEmoY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/1566748411728518480/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2011/09/dari-hilal-sampai-toleransi.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/1566748411728518480?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/1566748411728518480?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/hzlmRBgEmoY/dari-hilal-sampai-toleransi.html" title="Dari Hilal Sampai Toleransi" /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-73CWQ26SOEM/Tl7gGBSlgVI/AAAAAAAAAlw/9-Xrv8h2jfo/s72-c/bulan-sabit-300x226.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2011/09/dari-hilal-sampai-toleransi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUcERn0zeyp7ImA9WhZWFE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-1655134896911297015</id><published>2011-05-14T01:16:00.004+07:00</published><updated>2011-05-15T04:03:27.383+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-15T04:03:27.383+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="REVIEW" /><title>Eat Pray Love</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FYKqPbnv9ZE/Tc10yoCO2wI/AAAAAAAAAek/ui53FJxTseg/s1600/EPL3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-FYKqPbnv9ZE/Tc10yoCO2wI/AAAAAAAAAek/ui53FJxTseg/s320/EPL3.jpg" width="215" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Review ini sebenarnya sudah lama saya post secara parsial di twitter, tepatnya sehari setelah saya nonton film ini di bioskop. Cuma sekarang baru sempat meng-compile kembali di blog ini. Maklum, sibuk. (&lt;i&gt;Baiklah.. itu versi lain dari maless.. :D&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kegetolan saya nonton film ini memang tidak lepas dari hebohnya Indonesia membicarakan film yang dibintangi Julia Robert ini karena lokasi shootingnya yang melibatkan Bali. Ya, memang Indonesia begitu heboh. Tak kurang dari Menteri Budpar, jauh hari tak henti-hentinya mengkampanyekan film ini di berbagai stasiun TV. Sebuah perlakuan yang sangat istimewa, sampai-sampai saya sempet ngiri, andai pemerintah memperlakukan film Indonesia seperti ini…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Baiklah… Secara konsep, saya berpendapat, ini film bagus dengan materi bahasan yang mendalam dengan tiga set lokasi berbeda; Italy yang merepresentasikan makanan, India dengan spiritualitasnya dan Bali yang digambarkan sebagai muara tempat berlabuhnya jawaban atas perjalanan cinta maupun spiritualitas itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ya, Eat Pray Love memang bukan cerita baru bagi tradisi film-film Amerika. ia hanyalah pencarian solusi yg amburadul bagi personal problem tipisnya spiritualitas khas org Amrik. Nah, atas problematika tersebut, saya merasa film ini kurang tegas dalam memposisikan masing-masing karakternya. Di mana-mana saya menemukan kegamangan jawaban-jawaban spiritual yg sejujurnya menurut saya kurang sepenuhnya menjawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Karakter Ketut sebagai tokoh spiritual yang bijak di Bali sebenarnya cukup kuat. Dialah muara jawaban dari seluruh perjalanan problem spiritual JR menemukan titik terangnya. Namun itu sedikit terkikis justru menjadi anti klimaks dengan hadirnya karakter pacar JR asal Brazil yang sudah lama tinggal di Bali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pacar Brazil di Bali..! Hmmm… dari gatel, kini bokong saya mulai memanas di sini. Kenapa? Pertama, hanya gara-gara orang Brazil di Bali, frame yang berisi landscape sawah dan penduduk asli Bali, eee.. backsoundnya kok dikasih musik latino. Plis deh dong…! Yang kedua, apa nggak lebih oke jika Julia Robert jatuh cinta sama orang lokal Bali aja biar set cerita di Bali ini gak kerasa terlalu maksa. Jauh-jauh dari Amrik ke Bali, ketemunya orang Brazil which is Amrik juga. hadeeh…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Yang juga saya sayangkan, Director sepertinya kekurangan energy untuk mengeksplore segitu banyaknya landmark Bali yang cukup&lt;i&gt; iconic&lt;/i&gt; di mata dunia. Yang ada justru beberapa sudut kecil yang ambigu, seperti pasar buah tradisional yang sebenarnya ada di seluruh Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sialnya, itu semua diperburuk dengan hadirnya tokoh yang diperankan Christine Hakim sebagai seorang single parent yang jago dalam hal pengobatan tradisional. Meski acting mbak Christine cukup bagus, tapi di sini Bali jadi semakin absurd, Bali kok justru lebih mirip atmosfir Tiongkok tradisional. Sialnya lagi, &lt;i&gt;(kok kebanyakan sial ya??… bodo ah..)&lt;/i&gt; Christine Hakim punya anak cewe cantik dan lucu, yang bahasa inggrisnya itu loh.. jago buanget untuk ukuran anak Bali seusia itu. Automatically langsung mengingatkan saya pada anak-anak International School di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kecuali catatan diatas, untuk eksplorasi antropologis sisanya di masing-masing set (Italy, India, Bali) saya anggap cukuplah. Nah, truss yang ini gak kaget. Ini sangat &lt;i&gt;typical&lt;/i&gt; Hollywood, yup! seperti biasa, 'Kissing before Ending…!'&amp;nbsp; &lt;i&gt;"Hmmm… but can you guys, find another way pliiiiiis….?"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Biasanya, saya termasuk yang bisa menikmati flow lambat dari sebuah film. Tapi dengan berat hati saya harus jujur, bahwa di film ini bokong saya sudah gatel sejak seperempat jam awal. Gimana nggak, director mengeksplore tiap-tiap set maupun adegan secara berulang-ulang untuk sebuah ungkapan dengan tujuan yang sama dan itupun begitu monoton. Gampangnya, andai saya boleh ngomong saat itu, saya akan teriak&amp;nbsp; &lt;i&gt;"iya..iya.. ane udah paham kalee…"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kesimpulannya, untuk nonton Eat, Pray, Love ini saya sarankan, you better Eat before watching, Pray to be ended soon, then you can go home to make Love…. hehe.. piss....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-r0yPi3wyTvE/Tc10JLlhkjI/AAAAAAAAAeg/qX4pJdRE4Hs/s1600/EPL2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://2.bp.blogspot.com/-r0yPi3wyTvE/Tc10JLlhkjI/AAAAAAAAAeg/qX4pJdRE4Hs/s200/EPL2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-1655134896911297015?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=63Erb98qiSQ:gjno8GE-lrM:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=63Erb98qiSQ:gjno8GE-lrM:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/63Erb98qiSQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/1655134896911297015/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2011/05/eat-pray-love.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/1655134896911297015?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/1655134896911297015?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/63Erb98qiSQ/eat-pray-love.html" title="Eat Pray Love" /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-FYKqPbnv9ZE/Tc10yoCO2wI/AAAAAAAAAek/ui53FJxTseg/s72-c/EPL3.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2011/05/eat-pray-love.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0MMRHw4eSp7ImA9WhZWE0w.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-7270312250445335932</id><published>2011-03-20T20:58:00.001+07:00</published><updated>2011-05-14T01:31:25.231+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-14T01:31:25.231+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="FIGURE" /><title>Membaca Sabda Palon</title><content type="html">&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Membaca Sabda Palon, saya cukup &lt;i&gt;terbawa&lt;/i&gt; suasana masa lalu tanah moyang kita yang konon memang&amp;nbsp; terkenal penuh dengan gegap-gempita ambisi, persaingan dan intrik. Kata ‘terbawa’ saya gunakan untuk merepesentasikan emosi selama membaca. Ada ketertarikan, juga bangga, kadang miris, terharu dan seringkali penasaran, tidak percaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagai manusia yang lahir di sekitar Trowulan, saya jadi sering berharap siapa tahu moyang saya adalah salah satu ksatria gagah perkasa itu, syukur-syukur sang Raja atau Rani, kalaupun tidak yaah keturunan Jaka Tarub dan Nawangwulan boleh lah.. (silahkan menghina saya sambil ketawa guling-guling…).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sejarah memang sudah mencatat, Nusantara di sekitar abad ke-14 adalah masa transformasi yang begitu heboh. Tidak hanya transformasi kekuasaan dan politik (geografis), tapi juga menyangkut transformasi spiritual dan ideologi. Bahkan Thailand sudah lebih dulu membuat film kolosalnya yang melibatkan kata ‘Jawa’, salah satunya Queen Of Langkasukha (Ini juga bisa jadi bahasa lain bahwa saya selalu pengen memfilmkan Majapahit dengan sebenarnya dan belum kunjung berhasil…).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Novel Sabda Palon ini tampaknya bertumpu di sekitar itu, bermedium penyebaran awal agama Islam serta kedatangan para saudagar dan ksatria China untuk lebih leluasa mengatakan betapa Nusantara ini terbangun dari heterogenitas atau multi-culture. Lalu hadirnya tokoh Sabda Palon dan Naya Genggong &amp;nbsp;dengan agama Budi-nya menjadi begitu pas seperti yang diinginkan penulis untuk mengkritisi fanatisme ideologi yang menggerogoti bangsa ini sejak kejatuhan Majapahit hingga saat ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Siapapun Damar Shasanka, dia story-teller yang cukup berbakat. Cerita panjang dengan plot yang sangat random bahkan seperti hampir tidak ada &lt;i&gt;main-plot&lt;/i&gt; &amp;nbsp;yang menjembatani keseluruhan cerita kecuali satu benang merah; Majapahit,&amp;nbsp; dia berhasil menahan saya untuk tidak buru-buru mengalihkan perhatian saya ke Manohara dengan Sinetron Supergirl-nya itu atau Sinetron lucu lain bertitel Anak Yang Tertukar atau apalah... Damar Shasanka juga berhasil menyamarkan antara catatan sejarah, imajinasi dan mungkin hasil olah batin penelusurannya dengan narasi-narasi licin yang cukup cerdas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akhirnya saya menamatkan buku luar biasa ini dengan beragam kecamuk di kepala ini. Selain belum dapat kepastian siapa moyang saya, saya juga masih bodoh dengan hal-hal di luar catatan sejarah dan imajinasi. Saya termasuk yang anti fanatisme berlebih apalagi sampai membunuh ideologi lain yang berseberangan dengan saya. Tapi saya juga belum berani menyimpulkan bahwa kejatuhan Majapahit dan keterpurukan bangsa ini hingga sekarang adalah karena ideologi tertentu. Sebab jika terpuruk itu maksudnya setelah dibandingkan dengan Amerika atau Jepang, saya punya ukuran sendiri. Satu hal, saya selalu bangga dengan manusia yang bangga dengan tanah dan moyangnya sendiri &amp;nbsp;dengan karya seperti ini. Semoga karya-karya seperti ini terus berlanjut…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lohh..! jadi moyang saya itu siapa ya…???&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-7270312250445335932?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=oxgt9dVQXp4:dUb7CxtTRHs:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=oxgt9dVQXp4:dUb7CxtTRHs:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/oxgt9dVQXp4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/7270312250445335932/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2011/03/membaca-sabda-palon.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/7270312250445335932?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/7270312250445335932?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/oxgt9dVQXp4/membaca-sabda-palon.html" title="Membaca Sabda Palon" /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2011/03/membaca-sabda-palon.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck8GQ3c8fyp7ImA9WhZWE0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-3635554200978691465</id><published>2010-12-30T03:02:00.001+07:00</published><updated>2011-05-14T09:40:22.977+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-14T09:40:22.977+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SNAPSHOTS" /><title>Garuda Tetap di Dada</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-flbUANm80U8/Tc3rZDslxmI/AAAAAAAAAeo/QB0KKmqcMes/s1600/supporter+indonesia.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-flbUANm80U8/Tc3rZDslxmI/AAAAAAAAAeo/QB0KKmqcMes/s320/supporter+indonesia.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Lawan mana yang tak gentar dengan gegap gempita supporter indonesia hari ini, 29 Desember 2010 di final leg-2 piala AFF. Namun mereka terlihat anggun, sportif dan tetap loyal, meski mereka harus kecewa ketika ternyata Timnas kesayangan kurang beruntung merebut piala AFF. Satu hal, mereka paham betul para pemain telah berjuang dan memberikan yang terbaik untuk bangsa ini. Karena itulah loyalitas mereka tak bergeming, tanpa pamrih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak banyak tentang nasionalisme yang bisa membuat saya merinding setelah semangat bambu runcing nenek moyang kita dahulu. Tapi yang ini saya akui, saya terharu dan bangga dan merinding dan.. dan.. dan…!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu lebih dari cukup membuat saya melupakan kekalahan yang faktanya hanyalah bersifat angka-angka score. Bagi saya dan mungkin bagi bangsa ini, secara &lt;i&gt;moral&lt;/i&gt; kitalah pemenangnya dengan cukup fair dan jantan tanpa harus menggangu pemain lawan dengan tindakan-tindakan licik (untuk tidak menyebut pengecut) seperti yang diterima pemain kita saat bermain tandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Supporter Indonesia tetap menyambut tim kesayangan sejak latihan di lapangan, di hotel dan di bandara, bahkan dukungan itu nggak juga padam meskipun timnas akhirnya kalah. Di sini saya menangkap, betapa loyalitas mereka benar-benar didedikasikan bagi sebuah perjuangan, untuk 'the real hero' mereka. Bukan dukungan untuk sekedar sekeping piala, tropi atau medali semata. Hari gini, di republik ini, nggak banyak yang bisa menerima loyalitas sebesar ini dari masyarakat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya berani jamin, andai bus rombongan timnas beserta pengawal dan vorijder mereka membelah kemacetan di Jakarta, maka tak ada satu pun yang protes atau keberatan. Justru mereka akan dielu-elukan. Tapi coba presiden, apalagi menteri yang mendahului dengan pengawalan khusus saat kita lagi macet. Rasanya pasti dongkol dan arrghhhhh..!!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa begitu? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Simple saja, rakyat tahu betul siapa pahlawan mereka yang sesungguhnya dan siapa yang memaksakan diri agar dianggap 'pahlawan'. Padahal pahlawan yang sebenarnya, seringkali tidak peduli apakah dia pahlawan atau bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percayalah &lt;i&gt;"Garuda di dadaku"&lt;/i&gt; tak akan pernah berhenti bergaung dalam hati rakyat..!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-3635554200978691465?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=HlKV6lGaiGU:5XK8GNMsWLw:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=HlKV6lGaiGU:5XK8GNMsWLw:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/HlKV6lGaiGU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/3635554200978691465/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2010/12/garuda-tetap-di-dada.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/3635554200978691465?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/3635554200978691465?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/HlKV6lGaiGU/garuda-tetap-di-dada.html" title="Garuda Tetap di Dada" /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-flbUANm80U8/Tc3rZDslxmI/AAAAAAAAAeo/QB0KKmqcMes/s72-c/supporter+indonesia.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2010/12/garuda-tetap-di-dada.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck4ERH06fSp7ImA9WhZWE0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-7930679804523622271</id><published>2010-11-17T21:35:00.004+07:00</published><updated>2011-05-14T09:41:45.315+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-14T09:41:45.315+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="FREETALK" /><title>UNFOLLOW AJJAHH...</title><content type="html">&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah menahan-nahan beberapa lama, akhirnya saya gak kuat juga untuk nggak nulis uneg-uneg ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jadi masalahnya begini (halah). Twiiiiteeerlaaaand.....&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ya, untuk sekian kalinya, semalam saya membaca ocehan 140 karakter yang kurang/lebihnya berbunyi begini: "&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kalo gak suka pendapat saya, silahkan unfollow saja..!&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sekilas ga ada masalah dengan tweet-tweet begitu. Tapi lama-lama saya kok ngerasa kurang &lt;i&gt;sreg&lt;/i&gt; juga dengan lagak seperti itu. Kesannya, dia mau seenak-enaknya ngomongin &lt;i&gt;public-contents&lt;/i&gt; sementara publik nggak boleh protes. Dan lagi, kesan saya orang seperti itu terjebak sedang menilai dirinya sendiri terlalu tinggi. Kasian.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Biasanya, bencana dimulai saat si pemilik akun tersebut berteori atau sekedar mengkritisi sesuatu hal yang terjadi, tentu saja dalam 140 karakter. Setelah beberapa kali posting, tiba-tiba ada yang protes atau tidak sependapat dengan tweet dia. Nah, dengan nada sedikit nyolot, muncullah tweet sinis untuk mempersilahkan &lt;i&gt;unfollow&lt;/i&gt; itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Memang orang-orang yang suka &lt;i&gt;berbu-tweet &lt;/i&gt;seperti itu rata-rata memiliki follower bejibun. Baiklah, itu keren. Tapi itu belum membuat dia huebat kan? dan bukan itu masalahnya. Saya paham kalau hampir semua berdiplomasi bahwa twiter adalah ruang atau rumah pribadi. Jadi semua orang bebas berbicara apapun di rumah sendiri, lalu dia berhak marah saat ada orang asing datang mengacak-acak privasinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hoho..hmmm... Maaf geli sejenak. Mmm.. gimana ya..? Sebab analogi itu tidak sepenuhnya pas. Memang itu mulut anda, jari anda, diatas keyboard computer anda pribadi, apalagi di akun pribadi anda pula. Tapi anda lupa bahwa konten pembicaraan anda adalah milik publik. Apalagi anda sedang mengkritisi misalnya, acara TV, kebijakan pemerintah, apalagi agama. Ya siap-siap aja ada yang gak setuju, dan itu harus anda pertanggung jawabkan dengan diskusi yang asyik, bukannya marah-marah terus nyuruh unfollow.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Baiklah, analogi bodohnya begini. Anda punya kebebasan penuh untuk berteriak-teriak tentang apapun di teras rumah anda sendiri. Saya definitely setuju tanpa ragu. Tapi gimana jika isi teriakan anda itu adalah mencaci-maki bahwa orang-orang kampung sekitar anda semuanya &lt;i&gt;busuk&lt;/i&gt;, misalnya. Maka menurut saya, sebaiknya anda bersiap babak-belur exactly di properti pribadi anda sendiri. Betuull?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Eits... jangan salah.. Saya juga termasuk orang yang memuja kebebasan berpendapat. Tapi saya juga sedikit/banyak paham ada sebuah dalil Ushulul-Fiqh yang berbunyi; &lt;i&gt;--Kebebasan Kita Akan Selalu Berbenturan dengan Kebebasan Orang Lain--&lt;/i&gt; Artinya, &lt;i&gt;mulut&lt;/i&gt; kita bebas berteriak sekencang atau sejorok apapun yang kita mau. Tapi jangan lupa, &lt;i&gt;telinga&lt;/i&gt; tetangga &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;kita juga memiliki kebebasannya untuk men&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dengar sesuatu yang nyaman dan baik. Betuull? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yang lebih menggelikan lagi, ada juga kasus, sebut saja si-E yang ngetweet mengkritisi acara TV, yang menurut dia norak dan kampungan. Ketika ada yang protes dan gak sependapat, dia langsung posting tweet balasan begini: "&lt;i&gt;Orang bodoh adalah yang nggak tau di mana letak tombol Unfollow..!&lt;/i&gt;"&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wuihh kerenn...! Nahh..?! bukankah dalam kasus acara TV norak itu, seharusnya dia juga bisa dengan mudah untuk bertindak &lt;i&gt;PINTAR&lt;/i&gt; dengan segera pindah Channel saja?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kesimpulannya, selama kita ada di ruang web, meski itu akun pribadi, tulisan kita akan terbaca oleh orang lain. Walaupun orang itu tidak memfollow kita (Twiter), toh tweet kita akan muncul juga di Google Search, misalnya. Apalagi jika tweet itu menyangkut urusan publik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sudahlah... piss Maan....! Semoga bermanfaat dan bisa jadi pelajaran terutama buat saya pribadi. Tidak ada sedikitpun kebencian saya dalam menulis ini, hanya sebel aja liat orang angkuh dan gak bertanggung jawab (Halahh podo wae... hehe...). Nggak lah... yang jelas, silahkan bebas bicara apa saja, tapi bersiaplah untuk bertanggung jawab dengan bijak jika ada yang gak sependapat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #4c1130;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Itu saja.... :)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-7930679804523622271?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=s2AHOnw-ycE:V3C5_Nxt9Ac:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=s2AHOnw-ycE:V3C5_Nxt9Ac:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/s2AHOnw-ycE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/7930679804523622271/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2010/11/unfollow-ajjahh.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/7930679804523622271?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/7930679804523622271?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/s2AHOnw-ycE/unfollow-ajjahh.html" title="UNFOLLOW AJJAHH..." /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2010/11/unfollow-ajjahh.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0AHQnk-fSp7ImA9WxNVGEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-4525958606942039275</id><published>2009-10-28T12:40:00.006+07:00</published><updated>2009-10-29T17:22:13.755+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-29T17:22:13.755+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SNAPSHOTS" /><title>Cool &amp; Sexy</title><content type="html">&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SufcygWoM7I/AAAAAAAAAZQ/mMN9VDkBc6M/s1600-h/89191544.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 233px; height: 162px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SufcygWoM7I/AAAAAAAAAZQ/mMN9VDkBc6M/s320/89191544.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397525438663242674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Sekali-kali duduklah di pinggir jalan, sendiri, jangan ber-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sms&lt;/span&gt; atau melakukan apapun selain mengamati satu demi satu makhluk, bisa manusia atau apapun yang lewat di depan anda. Jika anda beruntung, akan ada banyak pelajaran diri yang didapat. Seperti yang baru saja saya alami, hehehh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan, seorang pemuda berkacamata hitam dengan pundak tinggi sebelah sedang berjalan 'cool' ke arah saya. Setiap kali berpapasan dengan orang lain ia selalu meraih bagian atas hidungnya untuk sedikit menaikkan posisi kacamata hitamnya. Berulang kali, ya, setiap kali berpapasan. Sementara ia memilih memasukkan satu tangan lainnya ke dalam saku celana depan. Hmm..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah..! Kali ini dari arah berlawanan, saya menangkap seorang cewek dengan dandanan cukup seksi, juga dengan kacamata yang lebih tepat disebut kacamuka, karena hampir menenggelamkan sebagian wajahnya. Agak lebih dekat.. Ups..! Ternyata ia cukup berumur, seorang ibu-ibu rupanyanya. Cukup trendi dengan sepatu hak tinggi, hingga mampu memantul-mantulkan bokongnya dan menggoyang-goyangkan dadanya saat berjalan. Huff...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun mulai megukur dan mengatur &lt;span style="font-style: italic;"&gt;focal-length&lt;/span&gt; lensa mata saya. Satu hal yang saya pikikirkan, apa yang terjadi saat dua orang yang saya amati ini bertemu?  Hmm.. tau nggak? Sekitar satu setengah atau dua meter sebelum berpapasan, dua-duanya jelas langsung beda cara berjalannya, gesture-nya. Ekspresinya pun jadi lebih beragam. Senyum si wanita lebih mengembang dengan lipstik merahnya, mulut si cowok kini monyong bersiul. Pada jarak yang dianggap cukup dekat, tanpa ragu-ragu si cowok mengarahkan pandangan ke arah si wanita tanpa basa-basi, cukup frontal hingga sudah lewat pun kepalanya ikut menengok ke belakang. Sementara si wanita tampak hanya matanya yang melirik dari balik kacamukanya yang memang tidak terlalu gelap. Seperti cuek, tidak peduli, tapi saya bisa menangkap intensitas pantulan dalam caranya berjalan kini bertambah cukup drastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emangnya kenapa? Ada yang salah dengan mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oww.. tidak.. itu wajar dan manusiawi. Bahkan saya maupun anda barangkali sering melakukannya. Ngaku aja! Bahkan sedikit-banyak kita pun bisa menerjemahkan apa yang ada di dalam hati mereka saat seperti itu, dari pengalaman-pengalaman kita juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja, si cowok berpikir &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"I'm Cool man.. Soo cool..."&lt;/span&gt; seperti kita juga pernah merasa begitu saat mengenakan kacamata hitam dan puluhan kali melirik spion kendaraan kita sepanjang perjalanan. Begitu juga bagi si wanita. Saya kok yakin, dia berpikir &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Wuihh.. Take a look at me guys.. I'm soo sexy for your eyes..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah... semua manusia hidup pernah alami itu, bahkan mungkin memang butuh itu. Memaksimalkan diri menjadi sebuah object. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Object?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya! Object untuk dilihat, didengar, dipuji, dimiliki dan seterusnya. Tapi masalahnya, saat ini saya sedang mengajak anda menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'subject'&lt;/span&gt; yang mengamati object-object di trotoar jalan itu saat saya dan anda tidak sedang menjadi object.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya lagi, apa iya, si cowok itu benar-benar 'cool' seperti yang ia pikirkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;as an object?&lt;/span&gt; Kalau anda memaksa saya untuk jujur &lt;span style="font-style: italic;"&gt;as a subject&lt;/span&gt;, sejujurnya saya lihat cowok itu nggak begitu cool, malah terkesan lucu meski itu wajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan si wanita? Jujur??!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... Gimana ya.. Sebagai subject, sayangnya saya ini laki-laki normal. Pertama-tama, secara otomatis mata saya tersedot dengan sendirinya dan susah untuk merubah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;angle&lt;/span&gt;, terus caranya berdandan dan berjalan itu lho.. membuat kepala ini membayangkan yang 'iya-iya' sambil mencoba menebak-nebak posisi dan tata letak beberapa perangkat lunak yang sebenarnya itu cukup memalukan untuk diceritakan. Parahnya lagi, semua itu saya alami bersamaan dengan perasaan berdosa yang tidak henti-hentinya menonjok-nonjok ulu hati saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sadar, walah.. si wanita itu juga jadinya lucu. Ngapain dia berpakaian dan berjalan kayak gitu ya? Kalaupun itu merupakan bentuk usaha agar ia merasa seksi setelah pinggul dan dadanya terguncang-guncang, lama-lama apa nggak masuk angin trus kecapekan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... ya sudah.. Ada yang protes? Itu semua memang subyektif, karena memang hadir dari subyektifitas saya yang saat ini sedang menjadi Subject. Yang jelas Dalam hati saya bersyukur, dilahirkan dari seorang ibu yang berpakaian sangat tertutup dan berjalan biasa-biasa saja dan tidak lucu. Nah, sekarang tinggal berdo'a semoga saya tidak terlalu sering merasa sok  'Cool" dan berjalan agak mendongak di bumi Tuhan ini. Amin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Hanya itu? Bagaimana dengan makhluk lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa, biasa lah.. ada beberapa ekor kucing yang sangat berisik dan bernafsu berebut sisa makanan di tong sampah dekat saya, selain beberapa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cherokee, Hammer, Mercedez, BMW&lt;/span&gt; seri terakhir yang mondar-mandir bikin ngilu sekaligus ngiler &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);"&gt;hati ini..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);"&gt;Hehehh...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-4525958606942039275?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=bYrHWRlTDzI:tjuhjMwv-y8:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=bYrHWRlTDzI:tjuhjMwv-y8:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/bYrHWRlTDzI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/4525958606942039275/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2009/10/cool-sexy.html#comment-form" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/4525958606942039275?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/4525958606942039275?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/bYrHWRlTDzI/cool-sexy.html" title="Cool &amp; Sexy" /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SufcygWoM7I/AAAAAAAAAZQ/mMN9VDkBc6M/s72-c/89191544.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2009/10/cool-sexy.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk4AQno4cSp7ImA9WxJQGEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-5103363780696524438</id><published>2009-06-01T23:47:00.000+07:00</published><updated>2009-06-01T23:49:03.439+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-01T23:49:03.439+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SPIRITUAL MOMENT" /><title>Perfect</title><content type="html">&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;di dunia ini...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; jika tak seorang pun &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; terbebas dari penyakit,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; kenapa kita begitu panik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; saat menemukan hanya satu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; atau dua rasa sakit dalam diri?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; jika tak seorang pun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; tak memiliki kejelekan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; kenapa harus malu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; saat menyadari dua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; atau tiga kejelekan dalam diri?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; jika tak seorang pun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; tak pernah melakukan kesalahan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; kenapa harus bohong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; saat merasakan tiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; atau empat rasa bersalah dalam diri?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Subhanallah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; terimakasih telah menganugerahkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; untukku satu lagi inspirasi sempurnaMu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; malam ini...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-5103363780696524438?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=qFxPDKOcN_k:3es7Ah79M7g:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=qFxPDKOcN_k:3es7Ah79M7g:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/qFxPDKOcN_k" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/5103363780696524438/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2009/06/perfect.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/5103363780696524438?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/5103363780696524438?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/qFxPDKOcN_k/perfect.html" title="Perfect" /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2009/06/perfect.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUUARnkzfCp7ImA9WxVaE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-9135080165833593998</id><published>2009-04-09T23:17:00.005+07:00</published><updated>2009-04-10T10:14:07.784+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-10T10:14:07.784+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="FREETALK" /><title>Ngopi bareng Sang Bandar</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/Sd4hXnbfhdI/AAAAAAAAAXI/D-4wSxqBlAo/s1600-h/coffee.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 212px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/Sd4hXnbfhdI/AAAAAAAAAXI/D-4wSxqBlAo/s320/coffee.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322728499203507666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Malam ini saya kembali mendapat undangan ngopi tapi kali ini tidak seperti biasanya, bicara serius dengan segepok storyboard dan sederet angka, melainkan sebuah undangan launching sebuah café di Pondok Indah Mall.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Bandar Kopi, café yang kebetulan milik seorang teman dan partner saya itu membuat saya banyak diam dan berpikir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Lhohh..kok..!? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Iya, sebab diantara sekian banyak &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;café &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt; yang bermunculan di tanah air, hampir semuanya menggunakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trade-mark&lt;/span&gt; ’ala British, American atau ke-Itali-italian gitu deh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Sebenarnya, diam dan berpikir saya itu bukannya tanpa sebab.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beberapa malam sebelumnya saya ditelfon kawan, seorang seniman gondrong-dekil. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;More/less dengan mantabnya berbunyi gini: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;”Haloo bro, malam ini aku mengundang dirimu minum kopi kapitalis. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Ada waktu gak?”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;”Hahh? Kopi kapitalis itu opo?”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;, saya cekikikan tapi ekspresi bingung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;”Halah.. ngopi di &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;café&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;2 bule di mall itu lho, biar kayak para kapitalis, hahaha...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Saya pun ngakak sejadi-jadinya. Beginilah bagian yang saya suka saat bergaul dengan sahabat2 seniman murni dari Jogja yang selalu siap dengan ide segar yang apa adanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Well, cerita di atas memang sederhana, tapi tema ’kopi kapitalis’ itu begitu menggelitik otak-hati ini dan sudah cukup untuk memaksa saya merenung, berimprovisasi lalu membatin, &lt;i style=""&gt;”iyha..yhaa..!”&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Kembali ke Bandar Kopi, ketika saya mengadakan sedikit diskusi nggak resmi dengan teman saya pemilik Bandar Kopi yang sejatinya juga seorang wanita pelukis yang cukup produktif itu, saya seperti mendapat pencerahan. Ternyata apa yang saya pikirkan sejak awal, justru itulah yang menjadi visi dan motivasi dia dalam mendirikan Bandar Kopi ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Dia bilang: kopi, kopi kita, tumbuh di tanah kita, oleh petani kita, lalu dibungkus merk dagang asing, dijual lagi ke kita di rumah kita dengan harga selangit. Tapi kita tetep bangga tiap kali nongkrong di sana dengan merasa keren dan stylish gitu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Hmmm... saya melongo atau entahlah, kurang yakin dengan ekspresi saya saat itu. Tapi saya merasa semua itu benar dan begitulah faktanya. Itu sama aja cerita tentang calon presiden yang berjanji mensejahterakan indonesia, mengangkat harkat bangsa, membela rakyat kecil, eee... ternyata iklan kampanyenya disutradarai bule. Hehe... bukanya jealous lhoh, tapi ini juga ironi dan bisa ada di sini. Belum lagi iklan minuman dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;copy-writing&lt;/span&gt; yang terasa meremehkan saya: ”&lt;i style=""&gt;Bule aja doyann....!” &lt;/i&gt;Tiap kali iklan itu tayang saya jadi pengen ngomong:&lt;i style=""&gt; ” justru itu gue gak doyan!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Ah, sudahlah... &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Kembali ke Bandar Kopi, sejujurnya, dari tampilan set artisticnya, proses pembuatan, servis dan rasa kopi yang saya minum di sana, tidak ada yang kurang atau kalah dari cafe-cafe ngetop lainnya. Saya pikir tidak ada alasan untuk tidak mendukung at least mendoakan semangat kawan yang layak diacungi dua jempol ini, karena saya tahu, ini tidak mudah bersaing dengan brand-brand yang sudah establish di seluruh dunia itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p style="color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Dengan mantab saya jabat tangan teman saya sang bandar dan saya bilang: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;”Congrats mbak.. Semoga bisa mewakili harga diri bangsa ini, paling tidak mulai dari sisi Taste....!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Amin...&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-9135080165833593998?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=L2MntnOMtGc:io2dJXUU90I:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=L2MntnOMtGc:io2dJXUU90I:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/L2MntnOMtGc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/9135080165833593998/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2009/04/ngopi-bareng-sang-bandar.html#comment-form" title="5 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/9135080165833593998?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/9135080165833593998?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/L2MntnOMtGc/ngopi-bareng-sang-bandar.html" title="Ngopi bareng Sang Bandar" /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/Sd4hXnbfhdI/AAAAAAAAAXI/D-4wSxqBlAo/s72-c/coffee.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2009/04/ngopi-bareng-sang-bandar.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkINSHs4eip7ImA9WxVXFEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-3937267010983073467</id><published>2009-02-12T10:19:00.006+07:00</published><updated>2009-02-12T10:49:59.532+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-12T10:49:59.532+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="REVIEW" /><title>PARA PROTEKTOR, Finally....</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SZOWZwflVCI/AAAAAAAAAWw/-cFpqGXt_Mk/s1600-h/PARAPROTEKTOR.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 189px; height: 249px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SZOWZwflVCI/AAAAAAAAAWw/-cFpqGXt_Mk/s320/PARAPROTEKTOR.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301746555603473442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: arial;font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Akhirnya…! Kali ini saya boleh sedikit berbangga dengan apa yang baru saja saya lahap di hadapan saya. Mau tau?? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p  style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sebuah KOMIK INDONESIAAAA…!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ehm..ehmm..(serak). &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Ya, &lt;a href="http://www.paraprotektor.com/"&gt;PARA PROTEKTOR&lt;/a&gt; memang sedang mencuri perhatian saya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sama sek&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;ali bukan karena salah seorang kartunisnya kebetulan teman baik saya, tapi barangkali lebih disebabkan adanya imajinasi saya yang tiba-tiba merasa terpenuhi di sini. Bukan imajinasi muluk, tapi sekedar angan-angan manusia Indonesia asli yang kadang merindukan &lt;i style=""&gt;logika-lokal&lt;/i&gt; dalam memahami sebuah &lt;i style=""&gt;plot&lt;/i&gt; kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Saya menyebutnya &lt;i style=""&gt;logika-religi&lt;/i&gt; yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat kita di samping logika &lt;i style=""&gt;antropologis&lt;/i&gt; yang tentu sewajarnya sudah kita pahami. Dan &lt;a href="http://www.paraprotektor.com/"&gt;PARA PROTEKTOR&lt;/a&gt; menghadirkan hampir semua kelebihan-kelebihan Super Hero barat yang berteknologi namun tetap dengan logika Sabang sampai Merauke yang pas. Ini luar biasa! Saya bisa tetap mengalir tanpa banyak bertanya-tanya sinis dalam hati sebagaimana biasanya memahami paparan &lt;i style=""&gt;logika-Atheis &lt;/i&gt;yang kadang aneh. Artinya, komik ini masih melibatkan &lt;i style=""&gt;The Unseen Power&lt;/i&gt; tidak lain adalah &lt;i style=""&gt;Tuhan&lt;/i&gt; sebagai sumber satu-satunya semua kekuatan di dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Sebut saja karakter &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Sang Guru&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dari Serikat Para Protektor. Dalam penangkapan saya, ia seorang bijak-alim-zuhud yang dekat dengan Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:130%;"&gt;Pantas saja jika ia kemudian menerima ’Karomah’ berbagai kelebihan melebihi manusia biasa. Kegelisahannya akan berbagai kejahatan di Tanah Air mengilhaminya untuk membentuk serikat Para Protektor dengan merekrut beberapa anggota yang masing-masing punya supra talenta berbeda-beda seperti &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Matahari&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt; (latar belakang militer, asal Garut), &lt;b style=""&gt;Aura&lt;/b&gt; (Seorang Guru SD asli Papua), &lt;b style=""&gt;Elektro&lt;/b&gt; (Seorang Engineer jenius), dan &lt;b style=""&gt;Afiat&lt;/b&gt; (Perawat asal Aceh).&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:130%;"&gt;Dalam tugas mereka mendefinisikan yang Haq dan Bathil, mereka berhadapan langsung dengan kelompok PDD atau Persaudaraan Dalam Darah yang dikomandani oleh tokoh Manipulator yang juga cerdas tapi licik. Beranggotakan &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;LAVA&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt; (Live Android for Vicious Armageddon), &lt;b style=""&gt;Kinetik&lt;/b&gt; (Rocker asal Medan), &lt;b style=""&gt;Veromona&lt;/b&gt; (Profesor biologi asal Manado), &lt;b style=""&gt;Shooter&lt;/b&gt; (tentara bayaran dari Ambon), Molekul (ahli nuklir asal Lampung), &lt;b style=""&gt;Sopran&lt;/b&gt; (bernama asli Siti Marlina, penyanyi dangdut asal Sidoarjo) dan &lt;b style=""&gt;Shadow&lt;/b&gt; (bernama asli a.k.a. Sukanto, si pemakan manusia dari Klaten).&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:130%;"&gt;Berbagai intrik, suspense dan sisi touchy tentus aja mengimbangi adegan-adegan laga yang tersaji apik dan berteknologi di komik keluaran Paracomics Publisher ini. Kalaupun harus mengkritisi atau sekedar masukan, menurut saya perlu sedikit definisi yang lebih detil dalam &lt;i style=""&gt;scenes-period&lt;/i&gt;, kapan kejadian plot ini berlangsung, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;past, present atau future&lt;/span&gt;. Hal itu tentu saja perlu untuk memenuhi detil pengejawantahan gambar baik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;logic&lt;/span&gt; &lt;i style=""&gt;setting&lt;/i&gt; maupun &lt;i style=""&gt;propping&lt;/i&gt; yang berlaku dalam setiap adegan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p  style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:130%;"&gt;Kembali ke imajinasi saya, membaca komik ini tiba-tiba saya kembali teringat Frank Miller, Robert Rodriguez dan Tarantino. Adrenalin ini tiba-tiba kembali naik perlahan untuk mewujudkan sesuatu yang dulu pernah meledak-ledak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:130%;"&gt;Ehmm...(serak lagi). Apapun itu mohon keikhlasan doanya saja ya... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt;InsyaAllah...&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SAR, Jakarta 120209&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;Judul&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Para Protektor | Supra Talenta Saga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;p  style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;Karya&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Poempida Hidayatulloh, Irham, Koko Prabowo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Penerbit &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Paracomics Publisher, Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;Tahun&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Cetakan pertama &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Januari 2009&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-3937267010983073467?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=77n3vwwPkSM:l0y9ssGqBzM:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=77n3vwwPkSM:l0y9ssGqBzM:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/77n3vwwPkSM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/3937267010983073467/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2009/02/para-protektor-finally.html#comment-form" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/3937267010983073467?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/3937267010983073467?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/77n3vwwPkSM/para-protektor-finally.html" title="PARA PROTEKTOR, Finally...." /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SZOWZwflVCI/AAAAAAAAAWw/-cFpqGXt_Mk/s72-c/PARAPROTEKTOR.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2009/02/para-protektor-finally.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0EHRX84eCp7ImA9WxRSFk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-8654093753622203711</id><published>2008-09-17T14:03:00.005+07:00</published><updated>2008-09-17T14:13:54.130+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-09-17T14:13:54.130+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="BEHIND THE STORY" /><title>Rama, Shinta and Me...</title><content type="html">&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Rama dan Shinta adalah dua ekor monyet yang sedang terlibat dalam sebuah pergulatan emosi bercinta. Emosi yang sewajar dan senormalnya musti dilalui oleh setiap makhluk yang mengaku hidup ciptaan Tuhan. Menjadi begitu, karena memang Tuhan pun menciptakan rasa cinta sebagai bagian dari hidup, seperi Dia menciptakan oksigen atau air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sebulan lalu Rama merasa perlu untuk menumpahkan apa yang dirasa tentang sekelumit ’beat’ cinta melalui degub dadanya kepada Shinta sang monyet betina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Shinta &lt;/span&gt;(seperti tradisi aneh perempuan lain)&lt;/span&gt;: ”Apa harus aku jawab sekarang?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rama&lt;/span&gt; (pun mengikuti tradisi aneh para pria dengan menahan diri)&lt;/span&gt;: ”Ya kalau belum ada jawaban aku tunggu sampai kamu siap...”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Hanya itu, dan setelah sebulan berjalan Shinta semakin bingung. Karena seperti bathinnya saat itu, ia seharusnya bisa mendapat lebih dari sekedar Rama yang hanya seekor monyet liar. Meski hati kecilnya harus mengakui bahwa sejak awal hatinya pun punya rasa sayang untuk tipikal Rama. Tapi sebagai betina, ia pun musti  ikut-ikutan tradisi bahwa perempuan sebisa mungkin harus mendapatkan si raja monyet biar masa depan hidupnya bahagia, berlimpah dengan buah-buahan segar yang bebas kapanpun ia mau petik. Paling tidak se-level di atas Rama pun it’s fine laah... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Selain menunggu sambil sedikit melempar rayuan dan godaan maut pada setiap jantan yang dijumpainya terutama sang raja, Shinta pun semakin bimbang. Kini lebih banyak lagi jantan yang harus ia pertimbangkan dan semuanya menunggu jawaban. Jika mau jujur, ia lebih cenderung ke Rama, meski masih ada sesuatu yang mengganjal tentangnya, entah apa itu. Tapi, lagi-lagi ia harus menerapkan tradisi aneh kaum betina bahwa kesungguhan Rama harus diuji terlebih dulu. Maka Shinta pun merasa perlu untuk berpura-pura.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Rama&lt;/span&gt;: Sudah lebih sebulan dan kamu belum bisa menetapkan hatimu untuk niat baikku?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Shinta&lt;/span&gt;: Tidakkah kamu tau bahwa betina memang harus begitu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Rama&lt;/span&gt;: Maksudmu harus menggantung dan menjadikan jantan sebagai pilihan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Shinta&lt;/span&gt;: Mungkin itu benar, tapi betina juga harus malu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Rama&lt;/span&gt;: Malu itu harus! Tapi jangan samakan dengan gengsi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Shinta&lt;/span&gt;: Maksudmu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Rama&lt;/span&gt;: Kalau mengakui isi hatimu saja kamu begiitu sombong, bagaimana kelak kamu harus merendahkan diri dengan menyayangi aku dan anak-anak kita?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Shinta&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(terdiam sebentar)&lt;/span&gt;: Kok kamu jadi ge’er? Lagian belum lama kamu tau aku, kenapa sudah bilang cinta? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Rama&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(tersenyum)&lt;/span&gt;: Bagiku waktu segitu sudah cukup untuk pahami isi hatiku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Shinta&lt;/span&gt;: Kok bisa? Gimana jika kenyatan sesungguhnya aku adalah pelacur?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Rama&lt;/span&gt;: Aku akan tetap mencintaimu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Shinta&lt;/span&gt;: Gombal!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Rama&lt;/span&gt;: Aku bersumpah!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Shinta&lt;/span&gt;: Kenapa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Rama&lt;/span&gt;: Ya, hanya karena itulah aku disebut jantan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Shinta&lt;/span&gt;: Hanya itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Rama&lt;/span&gt;: Karena aku selalu berusaha mencintai kelemahanmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Shinta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (sinis)&lt;/span&gt;: Emang kamu tau kelemahanku, Huh..?!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Rama&lt;/span&gt;: Sangat jelas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Shinta&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(sewot)&lt;/span&gt;: Sok tau! Emang kamu tau dari mana?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Rama&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(masih tersenyum)&lt;/span&gt;: Karena sampai hari ini aku sudah berkali-kali dicintai dan mencintai betina karena kelebihan mereka yang tidak satu pun kelebihan-kelebihan itu kujumpai dari kamu sampai detik ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Shinta terdiam, tertunduk. Otaknya berputar keras berusaha menangkis kata-kata Rama, dadanya berdegub kencang menahan sakit hati, tapi batinnya belum mampu membantah ucapan monyet jantan dihadapannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Shinta&lt;/span&gt;: Sebenarnya apa yang sedang kamu harapkan dari aku?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Rama&lt;/span&gt;: Sebenarnya sederhana saja. Cintai aku karena kelemahanku. That’s it...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Shinta&lt;/span&gt;: Kenapa begitu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Rama&lt;/span&gt;: Karena aku tau, terlalu banyak jantan yang kau cintai karena kelebihan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Rama melompat ke sebuah cabang pohon lain tak jauh dari Shinta yang semakin berkecamuk tak karuan. Di dalam dadanya masih terjadi silang sengkarut khas ala kaum betina, antara setuju, sakit hati, gengsi dan kesombongan. Tapi ternyata energinya terlalu lemah untuk pertarungan itu saat Rama berpamitan untuk pergi jauh dan sebisa mungkin tidak akan kembali lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Rama&lt;/span&gt;: Mulai sekarang, lupakan semua ucapanku biar engkau lebih bebas memilih apa yang kau inginkan…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Rama melompat semakin menjauh hendak pergi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Shinta&lt;/span&gt;: Rama...!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Rama terhenti, bergelantungan di sebuah cabang pohon tanpa menengokkan wajahnya ke arah Shinta yang menatapnya dalam-dalam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Shinta&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(berbisik)&lt;/span&gt;: Kini aku tau, kamulah jantan yang paling mencintai aku Rama... Kamulah jantan yang ingin kucintai selama ini...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Rama&lt;/span&gt;: Maafkan aku Shinta... Aku tidak ingin kau mencintai aku karena kau anggap aku sehebat itu. Aku hanya ingin kau mencintai kelemahanku agar hidup ini indah... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Shinta terguncang hebat. Ia hanya bisa menatap Rama yang mulai menjauh. Tapi belum begitu jauh, tiba-tiba Rama kembali berhenti. Kali ini ia menengok, menatap wajah Shinta dalam-dalam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Rama&lt;/span&gt;: Ada yang lupa kukatakan... Aku baru sadar hari ini, sungguh! ternyata kau saangat cantik.... Selamat tinggal Shinta... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Rama kini melompat sangat jauh dan benar-benar menjauh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;”Monyet sialan.. monyet sok....!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Saya menggerutu habis-habisan karena puluhan biji kacang yang saya lemparkan, hanya beberapa saja yang termakan. Sampai saya menangkap ekspresi tunduk yang luar biasa dari monyet betina di dekat saya. Sesekali masih menatap si jantan yang kini berkerumun dengan betina-betina lain di ujung kandang sebelum tertunduk kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Saya pun ngga bisa untuk ngga tertegun menatap ekspresi jujur di hadapan saya. Tapi itu real sekali dari seekor monyet. Saya memang termasuk yang kurang yakin akan kebenaran theori Darwin, tapi ngga bisa mengelak juga dengan bukti empiris bahwa monyet mempunyai volume otak cukup besar. Sampai saya menebak dan merangkaikan bahasa romance yang menurut saya luar biasa tersaji begitu saja di hadapan saya sebagai anugerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tentu saja, biar saya dedikasikan karya ini untuk 'para monyet' sajalah...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;(WARNING: Original story by Sigit Ariansyah for International Short Film Festival)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-8654093753622203711?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=-EfGt0JSn-k:-HlteM-WnyA:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=-EfGt0JSn-k:-HlteM-WnyA:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/-EfGt0JSn-k" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/8654093753622203711/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2008/09/rama-shinta-and-me.html#comment-form" title="4 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/8654093753622203711?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/8654093753622203711?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/-EfGt0JSn-k/rama-shinta-and-me.html" title="Rama, Shinta and Me..." /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><thr:total>4</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2008/09/rama-shinta-and-me.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0UARng-fyp7ImA9WxRSFU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-1201508284482938521</id><published>2008-09-16T03:00:00.003+07:00</published><updated>2008-09-16T03:07:27.657+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-09-16T03:07:27.657+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="FREETALK" /><title>Zakat Maut itu...</title><content type="html">&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mau mulai menulis dari mana, saya bingung! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Rasanya seperti hampir meledak, hari ini saya berkumur dengan nasi yang tiba-tiba hambar di mulut melongo saat TV di depan saya menyajikan berita duka yang sesungguhnya terjadi setiap tahun. 21 orang ibu-ibu dan nenek-nenek tewas kehabisan oksigen dan puluhan lagi dirawat dirumah sakit ketika berebut zakat bersama 7 ribu rakyat miskin lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Demi Allah! Zakat itu adalah hak mutlak bagi kaum miskin, dan kewajiban yang ngga bisa ditawar bagi yang kebetulan kaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ironinya, untuk sebuah hak yang wajib mereka dapatkan, para ibu itu justru di-set lebih mirip mengemis massal dan mengubangkan diri dengan memohon-mohon di halaman rumah mewah sang dermawan. Sungguh, ekspresi-ekspresi yang tertangkap kamera sangat membuat hati saya sakit. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bayangkan, untuk jatah 30 Ribu Rupiah per kepala yang barangkali ludes untuk makan sehari dengan 4 orang anak, mereka rela kehilangan nyawa. Sementara bisa jadi meja makan di hadapan kita bernilai tidak kurang dari Rp. 300.000 untuk sekali makan dan kita masih berani tersenyum sebagai saudara sebangsa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sebenarnya apa yang salah dengan otak dan hati Bangsa besar ini? Mekanisme kah? Atau kebodohan? Semua orang lalu berteriak tentang itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sang pembagi zakat pun berkilah, sejak tahun 70an tradisi ini sudah berlaku dan selama itu aman-aman saja. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Saya bilang, itu berarti orang miskin di kampung loe nambah! Dan kalo masih mau bertahan dengan pola pikir juragan kolonial ya hidup aja di hutan. Apa musti semua orang harus tau bahwa loe berzakat, sampe-sampe kewajiban itu harus dibagi di halaman rumah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Polisi pun ngeles: Tidak ada pemberitahuan apapun kepada pihak kami bahwa akan ada acara pembagian zakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Hmm... saya berpikir, mungkin pak Haji sudah tidak mau repot lagi ngeluarin ongkos tambahan di luar zakat yang tidak termasuk dalam pahala, malah bisa-bisa uang itu dibilang syubhat, lagi...  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Si pembaca berita menyayangkan: Kenapa sih nggak menggunakan badan Amil zakat resmi saja yang ditunjuk oleh pemerintah? Kan lebih terorganisir dan aman?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Lagi-lagi saya menebak, Pak Haji si Dermawan itu mungkin membatin ”Siapa yang ngurusin? Depag? Departemen terkorup itu? Kali aja dia termasuk rombongan haji yang dulu pernah terlantar karena catering haji dari depag terlambat, udah gitu lauknya ngga layak karena disunat dan basi pula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Wallahu a’lam bisshawab....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Well, diluar tebak-menebak yang sebenarnya ngga imajinatif juga, karena itu memang nyata, tampaknya bangsa dengan penduduk muslim terbesar di dunia ini musti banyak belajar menggunakan hati agar pandai merasakan, bukan hanya pintar berhitung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Duit, rizki dan nafkah selalu menjadi tema yang terlalu seksi bagi bangsa ini. Ketika Inul dan Dewi Persik diprotes soal goyang panggungnya, dengan enteng mereka berkilah: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Lho.. niat saya kan cari nafkah?”&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Ini kan jalan rizki saya..”&lt;/span&gt; bla..bla..bla...  Wah, tar maling, pengedar CD bokep dan koruptor juga boleh dong...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Wajar saja, karena kemiskinan adalah horor yang begitu ditakuti semua orang. Maka itu para orang tua hari ini pun masih merasa perlu untuk memaksa anak-anak mereka untuk menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”kaya”&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”terkenal”&lt;/span&gt;  bukan menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”baik”&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”pintar”&lt;/span&gt;. Demikian juga nasehat untuk anak yang berangkat kerja masih berbunyi: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Baik-baik dan dekatlah sama bosmu biar kerjamu lancar...”&lt;/span&gt; bukanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Bekerjalah yang baik dan benar biar kamu berguna..”&lt;/span&gt;! Ujung-ujungnya profesi dukun dan motivator laris manis saat jalan mulai buntu. Hmm...masih sama seperti jaman dulu. So,  kemajuannya di mannaaa...... (ngga perlu tanda tanya lagi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Wait...wait... bukan berarti saya anti dengan duit ya... tapi paling tidak sampai hari ini saya masih berpendapat bahwa semakin baik dan maju apa yang kita kerjakan, pasti akan mendatangkan rizki yang lebih baik pula, secara otomatis. Memang, syaratnya KKN tidak boleh terlibat di sini. Lha wong udah mati-matian kerja aja masih ada produser yang tega ngga mau bayar kok..! hehe... tapi itu soal person. InsyaAllah saya optimis, bangsa ini ke depan akan semakin cerdas menyikapi hitam dan putih. Amin...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Saran, barangkali untuk pembagian zakat di kampung, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;door to door&lt;/span&gt; saya rasa akan jadi pilihan yang lebih efektif. Beberapa Amil zakat saja cukup, karena memang ada jatah menurut syari’ah untuk Amil zakat. Tapi kelemahan metode itu memang ada, si pemberi zakat tidak lagi heboh dan tenar sampe ke mana-mana. Masih mau zakat kan..?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pilih dengan hati bukan otak...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-1201508284482938521?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=qOoAqIqOSlU:6dGLrBQpkto:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=qOoAqIqOSlU:6dGLrBQpkto:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/qOoAqIqOSlU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/1201508284482938521/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2008/09/zakat-maut-itu.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/1201508284482938521?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/1201508284482938521?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/qOoAqIqOSlU/zakat-maut-itu.html" title="Zakat Maut itu..." /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2008/09/zakat-maut-itu.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEICSHo4fSp7ImA9WxRTFUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-5470372407506378681</id><published>2008-09-02T15:02:00.004+07:00</published><updated>2008-09-04T14:16:09.435+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-09-04T14:16:09.435+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SPIRITUAL MOMENT" /><title>Kembali Ramadhan....</title><content type="html">&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Seperti tersedot, aku justru menjadi masa kecilku jauh di Makasar, kali ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tersendat, tercekat luluh untuk pertama kalinya setelah sekian tahun hampir terlupakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Suara-suara itu melantun secara apa adanya, secara kampungan dari corong masjid yang juga sudah lama tak lagi menggeletar di gendang telingaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Suara-suara dalam dan indah itu yang dulu menggandeng tanganku, membimbing hatiku tiap kali Ramadhan menjelang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Hiruk dalam sepi, sejuk dalam kering diri seorang laki-laki kecil yang tak pernah merasa memiliki maupun dimiliki oleh siapapun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Laki-laki kecil sombong keras-kepala, yang kelak akan jatuh bangun dalam sujud-sujud pemikirannya sendiri, membangun mimpi-mimpinya hanya berdua dengan Penciptanya, lalu membuktikan sedikit senyum sebelum kembali tertunduk dalam tangis, pada Ilahnya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;dan malam ini, masih seperti malam-malam kemarin, kembali membisikkan sesuatu yang sama di hati ini. "Tak banyak yang mengerti engkau wahai laki-laki kecil, tak banyak yang sanggup memahami mimpi terlampau besar-mu. Tapi tetaplah tegap dan bersyukur menjadi dirimu sendiri, seperti biasanya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Marhaban Yaa Ramadhan.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;suara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tarhim&lt;/span&gt; itu kembali membasahi rongga ini, meski hari-hari penuh berkah itu tak lagi seindah dulu, ketika aku bisa benar-benar hanya berdua dengan Ilah-ku....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-5470372407506378681?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=ivnLslyohy0:4utuuPLSDPA:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=ivnLslyohy0:4utuuPLSDPA:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/ivnLslyohy0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/5470372407506378681/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2008/09/kembali-ramadhan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/5470372407506378681?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/5470372407506378681?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/ivnLslyohy0/kembali-ramadhan.html" title="Kembali Ramadhan...." /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2008/09/kembali-ramadhan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkAGRHY7fip7ImA9WxdbEUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-892713594023484385</id><published>2008-08-08T08:52:00.001+07:00</published><updated>2008-08-08T08:58:45.806+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-08-08T08:58:45.806+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SPIRITUAL MOMENT" /><title>Menjadi Bahagia</title><content type="html">&lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hmm... sesungguhnyalah itu sekelumit bahasa yang sama sekali tidak lagi indah. Menjadi begitu karena semua orang mengucapkan dan berlari untuknya begiiitu-begituuu saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Lalu ungkapan sedih, gelisah, adalah &lt;i style=""&gt;horor&lt;/i&gt; siang maupun malam yang panjang dan sepertinya akan terus berkepanjangan, semua orang terbirit-birit lari darinya, pun begiiitu-begitu saja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sungguh! Maha Bijaksana Allah yang secara ilmiah telah mendisain hormon yang mampu menggerakkan urat-urat ketawa sekaligus melengkapinya dengan hormon lain yang bekerja memproduksi sebuah cairan yang kelak, orang bule menyebutnya&lt;i style=""&gt; ’tears’&lt;/i&gt; sedang saya dan orang Indonesia lainnya menamainya &lt;i style=""&gt;’air mata’&lt;/i&gt;, hanya beda tipis dengan sebutan kami untuk apa yang para bule bilang &lt;i style=""&gt;’sperm’. &lt;/i&gt;(pikirin sendiri dah...). Itu pun menimbulkan kebahagiaan luar biasa meski Cuma sesaat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ada yang menerima kebahagiaan dalam salah satu episode hidupnya, iapun membaginya dengan orang lain, biasanya dengan cara memberi sedekah bagi yang kurang mampu atau sekedar berpesta pora dengan kawan-kawan dekat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jaman kapitalism ini, biasanya kebahagian secara awam diterjemahkan dengan angka-angka. Maka menerima gaji atau fee adalah kebahagiaan yang selalu ditunggu-tunggu, meski cuma sesaat. Saya bilang sesaat, karena tagihan gaya hidup sebulan ke belakang biasanya sudah melewati ambang batas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sedang bahasa yang paling populer untuk menerka seseorang adalah ’sukses’. Indikasi yang disepakati cukup kasat mata, yakni mobil mewah keluaran terbaru, berlibur ke luar negeri atau mampu nraktir beberapa kawan di restoran mahal. So, pujian dan asumsi ’sukses’ versi awam itulah yang membuat dada meledak-ledak karena bahagia, kepala pun makin membesar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tantangannya adalah, &lt;i style=""&gt;”masih mau bahagia?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya &lt;i style=""&gt;“Ya iya laah...”.&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Caranya? Bisa dengan menangis maupun ketawa. Dan untuk kebahagiaan itu, seringkali kita harus membuat orang lain menangis atau ketawa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ada saran? Not really...! Tapi buat saya pribadi, bisa mencintai dan dicintai adalah anugerah luar biasa. Meski untuk itu pun masih juga harus menangis dan membuat tangis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di atas semuanya, meski berat, sejujurnya saya merindukan menjadi makhluk yang selalu patuh pada hati atas semua perintah-Nya, dengan sepenuh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cinta&lt;/span&gt;. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Yakin, di sinilah bahagia sesungguhnya itu bersemayam, di dada ini!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Namun apa, sampai hari ini pun saya bukanlah siapa-siapa....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-892713594023484385?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=AqvyMVd3UkI:Oq_bixm_I_A:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=AqvyMVd3UkI:Oq_bixm_I_A:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/AqvyMVd3UkI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/892713594023484385/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2008/08/menjadi-bahagia.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/892713594023484385?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/892713594023484385?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/AqvyMVd3UkI/menjadi-bahagia.html" title="Menjadi Bahagia" /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2008/08/menjadi-bahagia.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkcCRXc5eip7ImA9WxdWFUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-5615084456835348432</id><published>2008-07-09T14:12:00.003+07:00</published><updated>2008-07-09T14:21:04.922+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-07-09T14:21:04.922+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="REVIEW" /><title>Romantisme yang Gagah</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_7s-KXSzsCno/SHRl1IlqrmI/AAAAAAAAAQg/j291zQFmp7k/s1600-h/Temujin%26Borte.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_7s-KXSzsCno/SHRl1IlqrmI/AAAAAAAAAQg/j291zQFmp7k/s320/Temujin%26Borte.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220909831542189666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:130%;"&gt;Borte, sang wanita terpilih sejak usianya belum genap 10 tahun. Kelak dialah yang akan ikut andil mensohorkan tanahMongol yang teguh-perkasa itu, tanpa banyak bicara. Struktur rahang segi empat membuat karakternya begitu kuat sebagai wanita yang loyal dengan suara hatinya, berambut hitam panjang, bermata sipit dan berkaki kokoh menapak bumi yang dijunjungnya dengan cinta sepenuh hati. Begitulah Temujin dan para lelaki Mongol menentukan pendamping hidupnya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Sang Khan Agung itu beruntung. Kelak, di tahun 1206 Borte memang menjadi kekuatan luar biasa dalam menorehkan peta dalam separuh dari sejarah dunia, tepat di sisi romantis yang gagah bagi Sang Genghis Khan yang pemberani itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Meresapi Mongolia, sungguh! Saya hampir tidak peduli dengan keperkasaan fisik seorang laki-laki. Namun kejujuran, kepolosan dan keteguhan cara berpikir merekalah yang membuat gerakan mereka begitu indah saat mengayunkan pedang dan menebas setiap batang leher pengkhianat, kepala demi kepala. &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Sambil men-dialog-kan sikap lugas. ”&lt;i style=""&gt;Orang Mongol bebas untuk memilih siapa tuannya...!&lt;/i&gt;” Pun saya menangkap keberanian dalam dialog; ”&lt;i style=""&gt;Orang Mongol tidak menyakiti anak-anak dan wanita...!” &lt;/i&gt;atau ”&lt;i style=""&gt;Orang Mongol tidak berperang untuk wanita...!” &lt;/i&gt;Sebuah sikap bangsa yang tidak hanya berani, tapi juga cerdas! (menurut saya lho...!).&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Alasannya? Menurut saya lagi, Sebagai lelaki, Temujin paham betul di mana seorang wanita harus berada, ditambah pula wanita-wanita seperti Borte pun benar-benar mengerti untuk apa dia ada. Biarlah saya memberanikan diri menyebutnya &lt;i style=""&gt;’Romantisme yang Gagah’&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena suka atau benci, sejarah di manapun selalu mencatat, cinta seperti mereka itu seringkali terbukti melahirkan sosok dahsyat yang mampu mewarnai dunia dengan gerak pemikirannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Borte berkali-kali siap menunggu berapa tahun pun hitungannya, untuk kedatangan Sang Pahlawan hanya berbekal sepenggal tulang gagak putih. Borte pun berani maju untuk membebaskan kekasihnya dari keterpurukan. Semua itu dengan sepenuh hati, sebulat keyakinan yang tulus. Maka pahlawan besar itupun hadir dengan gagah-berani diantara senyum manis yang utuh, tanpa paksaan. Sama sekali bukan senyum manis seekor buaya lapar!&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:130%;"&gt;Temujin, laki-laki yang jatuh-bangun berkali-kali. Seperti sosok hebat lainnya dalam daftar tokoh dunia, Temujin telah mengulum pahitnya dikhianati sejak ia masih terlalu kecil, ketika ayahnya dibunuh oleh pengkhianat pengecut, juga saat wanita terkasihnya diculik, atau ketika ia harus memikul penghinaan karena kalah perang, lalu dijual sebagai budak belian dan dilecehkan dalam gelapnya kurungan sempit seperti binatang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:130%;"&gt;Namun sebagaimana seorang bhiksu bilang, Temujin memang manusia langka yang memiliki jiwa yang terlalu kuat untuk dipatahkan. Dalam intuisi-magisnya, sang bhiksu menangkap gurat masa depan Mongol yang dahsyat di wajah Temujin. Mongolia yang mampu menguasai hampir separuh peta dunia melalui pedang di tangannya. Untuk itu, sang bhiksu rela mati &lt;i style=""&gt;dehidrasi&lt;/i&gt; demi sebongkah tulang burung gagak putih untuk Borte yang masih juga kokoh berdiri.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:130%;"&gt;Satu hal yang membuat jiwa Temujin begitu teguh, adalah keyakinannya kepada &lt;i style=""&gt;Tengri&lt;/i&gt; sang dewa petir. Saat tak seorangpun ada untuknya, ia selalu bersimpuh selayaknya manusia lemah lainnya untuk sebuah kekuatan lain, sebuah &lt;i style=""&gt;Invisible-Power&lt;/i&gt;. Maka keyakinan itulah yang mengalahkan Jamuha, saudaranya dalam peperangan besar yang tergambar jelas dalam satu lagi dialog favorit saya: ”&lt;i style=""&gt;Ketika tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi, maka satu-satunya yang harus aku lakukan adalah membuang rasa takut itu...!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:130%;"&gt;Memang cool..! Sebuah kemenangan yang wajar dan layak didapatkan seorang hamba dengan kualitas keyakinan jiwa seperti itu...&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:130%;"&gt;Saya cukup memahami lompatan-lompatan waktu begitu jauh menjadi pilihan Sergey Bodrov dalam mengatur plot ceritanya. Meski kadang harus menyayangkan jumlah &lt;i style=""&gt;fade to black&lt;/i&gt; yang begitu banyak, tapi Bodrov cukup cerdas menyiasati alur waktu yang memang terlalu panjang dan dalam untuk dibicarakan ditail semuanya dalam sebuah film.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:130%;"&gt;Ini adalah versi kesekian dari epic Mongolia yang pernah saya tonton. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Herannya, lagi-lagi saya ga pernah bisa mengelak untuk harus terkagum-kagum. Perjuangan rakyat Mongolia bagi saya memang selalu &lt;i style=""&gt;seksi&lt;/i&gt; untuk dirasakan. &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Barangkali se-seksi Gadjah Mada, nenek moyang ’hebat’ saya yang tidak lagi populer di hati anak-cucunya, kecuali sekedar menjadi nama sebuah perguruan tinggi tertua dan label untuk jalanan semrawut. Karena satu per satu pengagumnya telah mati tanpa peperangan, seperti kakek dan paman-paman saya yang selalu menceritakan kehebatan Majapahit kepada saya, dan setiap kali saya harus melongo karena kagum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Sayang sekali, beberapa TV-serie tidak mampu memenuhi imaginasi saya sewaktu kecil tentang Gadjah Mada. Sebab setahu saya Gadjah Mada tidak belajar kungfu, jadi ia tidak perlu berterbangan dan jungkir-balik ke sana-ke mari kayak Jet Li saat berperang menaklukkan Nusantara.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Wallahu a’lam....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-5615084456835348432?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=mZcSG47EwAY:fOijiHtKSL0:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=mZcSG47EwAY:fOijiHtKSL0:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/mZcSG47EwAY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/5615084456835348432/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2008/07/romantisme-yang-gagah.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/5615084456835348432?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/5615084456835348432?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/mZcSG47EwAY/romantisme-yang-gagah.html" title="Romantisme yang Gagah" /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://bp0.blogger.com/_7s-KXSzsCno/SHRl1IlqrmI/AAAAAAAAAQg/j291zQFmp7k/s72-c/Temujin%26Borte.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2008/07/romantisme-yang-gagah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0cMQHg9fyp7ImA9WxdQE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-2399868437643677791</id><published>2008-06-13T22:14:00.003+07:00</published><updated>2008-06-13T22:31:21.667+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-13T22:31:21.667+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="REVIEW" /><title>Catatan Kecil Buat Munajah Cinta</title><content type="html">&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sejujurnya saya sedikit malas mau nulis soal yang satu ini. Tapi saya menangkap satu keharusan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(untuk nggak menyebutnya gatal)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, tanpa sengaja saya nonton trailer (promo) Sinetron 'Munajah Cinta'. Ada adegan seorang wanita (Zaskia Mecca) tiba2 terjatuh pingsan entah kenapa, saya kurang paham karna sakit apa. Kebetulan di dekatnya berdiri si laki2 (Baim Wong) yang baru saja berwudlu, berdialog more/less begini: "Aduh maaf ya.. saya nggak bisa nolong, karena saya sudah berwudlu. Aduh.. maaf...."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Beberapa saat kemudian Ustadz kondang (UJE) dengan nada provokatif dan promotif berkomentar kurang lebih begini: "Subhanallah.. Sinetron ini benar2 mengandung pelajaran Fiqih..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Mmm... menurut  saya (pribadi):&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; 1. Kalo si tokoh wanita (Zaskia) itu kemudian meninggal karena nggak tertolong, maka manusia paling berdosa adalah Baim Wong (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tentu saja setelah produser, sutradara dan penulisnya&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kalo kemudian sinetron ini diikuti jutaan pemirsa laki-laki yang sedang berangkat jum'atan lalu mereka tidak mau menolong seorang ibu atau nenek2 yang kebetulan terjatuh dari sepedanya di jalan, karena alasan sudah berwudlu, maka umat bangsa ini harus lebih cerdas menyikapi apapun yang akan mereka tonton selanjutnya ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;3. Buat Ustadz UJE dan ustadz2 lain yang terlibat, boleh saja memberi pelajaran apapun melalui media seperti ini, bahkan harus. Tapi musti hati-hati dan ngga sekedar untuk tujuan promosi yang terkesan berlebihan, deh...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;4. Barangkali saya perlu meminta maaf atas kelancangan ini. Bisa jadi saya salah. Apalagi saya nggak sempat tau adegan selanjutnya. Jika selanjutnya ada karakter (tokoh) lain yang muncul untuk memaki-maki Baim Wong atas kebodohannya lalu bergegas menolong wanita sekarat itu, maka kritikan saya ini jelas harus gugur. karakter tersebut pastilah seorang Kyai atau Ustadz yang paham betul tentang Fiqih berikut dalil2 Ushul Fiqh nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;5. Sekali lagi mohon maaf, saya memang bukan seorang Ustadz, apalagi Ahli Fiqih, tapi saya siap untuk berdialog, jika itu memang diperlukan, demi apapun... Entah itu demi film/sinetron Indonesia maupun demi keluarga kita yang tiap hari setia menonton TV berjam-jam...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Salam... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Maju terus Film/Sinetron Indonesia yang bertanggung jawab...!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-2399868437643677791?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=D37ALcue6Gk:6pZNQh6Lvak:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=D37ALcue6Gk:6pZNQh6Lvak:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/D37ALcue6Gk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/2399868437643677791/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2008/06/catatan-kecil-buat-munajah-cinta.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/2399868437643677791?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/2399868437643677791?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/D37ALcue6Gk/catatan-kecil-buat-munajah-cinta.html" title="Catatan Kecil Buat Munajah Cinta" /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2008/06/catatan-kecil-buat-munajah-cinta.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0IMQX48eip7ImA9WxZVEUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-8559240700082579945</id><published>2008-03-22T18:20:00.005+07:00</published><updated>2008-03-22T18:33:00.072+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-03-22T18:33:00.072+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SNAPSHOTS" /><title>LoVE is cRaZY huH...?!</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_7s-KXSzsCno/R-Tt3rGan6I/AAAAAAAAAP8/boKC69riSP0/s1600-h/%23Crazy+filmkita.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 341px; height: 265px;" src="http://bp2.blogger.com/_7s-KXSzsCno/R-Tt3rGan6I/AAAAAAAAAP8/boKC69riSP0/s320/%23Crazy+filmkita.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180527012101136290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);font-family:Arial;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;Sebenarnya sudah lama saya ambil gambar di atas dan sedikit saya beri sentuhan design grafis spontan, semau apa yang saya pikir saat itu. Saya di Jogja ketika itu, kebetulan sedang ada sedikit gawe untuk promo dan casting sebuah film di kawasan Kotabaru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Macam-macam sebutan yang kita nobatkan untuk mereka, dari Orgil, Sakit Jiwa, Gembel, Kere, Glandangan, Wong Edan, dan lagi dan lagi... bahasa-bahasa yang sama sekali nggak enak itu berulang kali kita tanamkan dalam otak bawah sadar ini berikut lingkungan sekitar kita sambil meringis, kadang terbahak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Sesekali saya lihat mereka ngobrol, lebih tepatnya berbisik entah tentang apa. Yang jelas saya yakin, lakinya nggak sedang membual tentang KPR-BTN dan wanitanya juga nggak terlihat merengek minta Sedan sport dua pintu atau Grand Cherokee. Satu-satunya yang saya tangkap adalah rasa saling menyayangi yang luar biasa diantara mereka, ada kebahagian yang benar-benar murni yang bisa saya rasakan di wajah mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Menurut saya hanya di sinilah pepatah &lt;i style=""&gt;’dunia milik berdua’&lt;/i&gt; benar-benar berlaku. Lha wong saya jeprat-jepret ngelilingin mereka berkali-kali, tetep aja mereka nggak mau menganggap eksistensi saya ’&lt;i style=""&gt;ada’&lt;/i&gt; di situ. Barangkali bagi mereka saya cuma ngontrak di dunia ini, hehe...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Saya jadi berpikir, jika dua orang yang telah kita sepakati sebagai &lt;i style=""&gt;Si Sakit Jiwa&lt;/i&gt; itu sanggup menggetarkan &lt;i style=""&gt;cinta-kasih&lt;/i&gt; melalui jiwa mereka seromantis dan semurni itu, lantas disebut apa kita-kita yang seringkali mengisi jiwa dengan pemahaman cinta sangat sempit hanya dari jumlah roda tunggangan, TV-flat 2 inch atau Kulkas 24 pintu...? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;(jangan protes, saya juga tau itu kebalik&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Love emang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;crazy&lt;/span&gt;! Kembali lagi...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Seperti magnet, objek di atas memaksa saya untuk terus tekun mengamati, memalingkan mata ini dari hiruk-pikuk acara yang berjubel wanita-wanita cantik sedang ikut casting itu. Lamaaa sekali sebelum saya akhirnya tersadar untuk mengeluarkan kamera dan memotret mereka. Hanya itu, sayang sekali. Hanya memotret dan sedikit ngobrol yang lebih terasa basa-basi nggak nyambung, tanpa ada hal lain yang bisa saya lakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial; color: rgb(51, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Dan hari itu saya pun belajar dari mereka, seperti yang spontan saya tulis sebagai copywriting pada design grafis beberapa tahun lalu itu: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;Seperti oksigen,&lt;br /&gt;Cinta adalah perasaan indah&lt;br /&gt;yang berhak dimiliki oleh siapa saja....”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-8559240700082579945?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=XfDCtm5GkFY:zRV-qWThmcE:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=XfDCtm5GkFY:zRV-qWThmcE:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/XfDCtm5GkFY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/8559240700082579945/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2008/03/love-is-crazy-huh.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/8559240700082579945?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/8559240700082579945?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/XfDCtm5GkFY/love-is-crazy-huh.html" title="LoVE is cRaZY huH...?!" /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://bp2.blogger.com/_7s-KXSzsCno/R-Tt3rGan6I/AAAAAAAAAP8/boKC69riSP0/s72-c/%23Crazy+filmkita.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2008/03/love-is-crazy-huh.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUEHSXo_cCp7ImA9WxZWGE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-906761617877363443</id><published>2008-03-17T12:00:00.005+07:00</published><updated>2008-03-18T14:00:38.448+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-03-18T14:00:38.448+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="REVIEW" /><title>Blueberry Pie Rasa Hongkong</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_7s-KXSzsCno/R938QlBQPhI/AAAAAAAAAP0/5t9c5rONlhs/s1600-h/bluberrynight-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 152px; height: 201px;" src="http://bp1.blogger.com/_7s-KXSzsCno/R938QlBQPhI/AAAAAAAAAP0/5t9c5rONlhs/s320/bluberrynight-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178572508291415570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Andai tanpa sengaja saya lewat glodok dan melirik film ini lewat pesawat TV yang dijual di sana, 5 menit saja, dijamin saya akan tau bahwa ini gambar ciptaan Wong Kar Way. &lt;span lang="SV"&gt;Setelah lebih dari setengah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;jam saya melototin film ini, seringkali saya lupa bahwa semua settingnya ada di Amrik. Masih untung pemain-pemainnya berwarna dan berstruktur tulang bule serta tidak berbahasa Canton&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p  style="color: rgb(102, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Hanya itu yang mengganjal di pikiran saya. &lt;/span&gt;Di luar angle-angle puitis, extreme close up, permainan refleksi cermin, slow motion seperti biasa,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;st1:street st="on"&gt;&lt;st1:address st="on"&gt;Wong   Kar Way&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt; masih sedikit berbahasa asalnya dalam gambar-gambar My Blueberry Nights. Nuansa merah saga itu masih begitu berbicara meningkahi dark-blue yang dipilih untuk suasana malam Barat yang berkabut, tidak lagi dari kepulan asap dan sinar bohlam remang-remang milik penjual makanan kaki &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; di pinggiran Hongkong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                        &lt;p  style="color: rgb(102, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bergaya story-telling narrative seperti biasanya, Wong berusaha menganalogikan pergulatan Elizabeth (Norah Jones) yang berbagi kegelisahan dengan seorang pemilik cafe bernama Jeremy (Jude Law) melalui medium Blueberry Pie bertabur Vanilla Ice Cream yang tidak disukai orang dan selalu tersisa tiap kali café tutup. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(102, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Elizabeth&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span lang="SV"&gt; yang gusar mempertegas kecemburuan batinnya saat Jeremy mengiyakan pertanyaan bahwa pacarnya sering datang ke cafe itu bersama wanita lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(102, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Apa ia lebih cantik? Lebih sexy? Ataukah aku terlalu buruk...?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(102, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Semua itu oleh Wong Kar Way ditarik menjadi sebuah perpisahan panjang untuk menguak jawaban bagi Elizabeth melalui pertemuannya dengan berbagai karakter lain dengan pergulatan problematika berbeda, diantaranya, Arnie (David Strathairn), Sue Lynne (Rachel Weisz), Leslie (Natalie Portman), Katya (Chan Marshall) di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; lain, namun tetap sama-sama di cafe.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(102, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sepertinya Wong kesulitan menemukan muara baru (selain cafe, offcourse!) bagi pergumulan karakter-karakternya. Memang, ada scene jalanan padang rumput Amerika ala Hollywood style. Beberapa kali, karakter Sue Lynne beserta problematika keluarganyalah yang justru banyak menyadarkan saya bahwa ini setting di Amerika. &lt;/span&gt;Namun masih ada beberapa dramatic-response terasa &lt;i style=""&gt;tragic&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;melancholic&lt;/i&gt; khas &lt;st1:street st="on"&gt;&lt;st1:address st="on"&gt;Wong Kar Way&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt; yang sulit untuk saya terima bahwa itu dilakukan oleh Americans in &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;America&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(102, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Memang, Blueberry Pie bertabur Vanilla Ice Cream yang kurang laku itu hanyalah soal selera. Pada akhirnya justru sisa-sisa Vanilla Ice Cream yang belepotan di bibir &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Elizabeth&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; itu benar-benar menjadi medium yang cerdas bagi Wong untuk menciptakan adegan kissing dari hi-angle yang sangat sexy. Meski untuk itu memerlukan penantian panjang sebelumnya. Seperti penantian kevakuman penonton yang saya bayangkan untuk film yang berjalan lambat ini memang terlalu lambat untuk sebuah film commercial yang tentunya diharapkan mengeruk dolar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(102, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Overall, &lt;st1:street st="on"&gt;&lt;st1:address st="on"&gt;Wong Kar Way&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt; tetap menjadi dirinya yang luar biasa berpengaruh bagi banyak filmmaker dunia, khususnya art film.. Gambar-gambar puitis, iconic, beat-beat sensual pada backsoundnya, terobosan cahaya blue-nite yang romantis, dan entah apalagi yang akan keluar dari kepalanya setelah ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;And I’ll be waitin’...&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-906761617877363443?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=PrNq1oi7xOU:erx_Y3gdYvo:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=PrNq1oi7xOU:erx_Y3gdYvo:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/PrNq1oi7xOU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/906761617877363443/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2008/03/my-blueberry-nights.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/906761617877363443?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/906761617877363443?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/PrNq1oi7xOU/my-blueberry-nights.html" title="Blueberry Pie Rasa Hongkong" /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://bp1.blogger.com/_7s-KXSzsCno/R938QlBQPhI/AAAAAAAAAP0/5t9c5rONlhs/s72-c/bluberrynight-1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2008/03/my-blueberry-nights.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEANR38zcCp7ImA9WxZXGE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-2503100225002122379</id><published>2008-03-07T00:27:00.009+07:00</published><updated>2008-03-07T01:06:36.188+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-03-07T01:06:36.188+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="FIGURE" /><title>Tukul and The Unseen-Power</title><content type="html">&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_7s-KXSzsCno/R9AusuooqHI/AAAAAAAAAPM/e_FB9qob4d8/s1600-h/%23DSC00314.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 134px;" src="http://bp0.blogger.com/_7s-KXSzsCno/R9AusuooqHI/AAAAAAAAAPM/e_FB9qob4d8/s320/%23DSC00314.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5174687317816289394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: arial;font-size:130%;" &gt;&lt;i  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Fast and Various&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;...&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: arial;font-family:Arial;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kurang lebih begitu kesan saya sehari bekerja bareng sosok Tukul Arwana. Maksudnya, shooting (untuk sebuah iklan) itu berjalan cepat dan tepat. Karena saya baru sadar, Tukul cukup cerdas melahap materi dialog sebanyak itu tanpa ada reading apalagi rehearsal di hari-hari sebelumnya. Hanya sekali saya nge-brief dia sebelum camera roll. Various, sebab saya harus merelakan banyak waktu break untuk membiarkan setiap orang di lokasi shooting berfoto bersama sang superstars.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p  style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Menarik mengamati perjalanan satu orang ini. Tiba-tiba saja ia melejit, dibicarakan dan menjadi icon. Tiba-tiba setiap orang pengen berfoto bersama dia. Barangkali jutaan orang bernafsu dan melakukan apa saja agar bisa terkenal. Tapi Tukul, tiba-tiba ia bangun pagi dan menjadi seorang superstars. Tiba-tiba?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Nggak juga..! Di sela shooting ia banyak bercerita kepada saya tentang masa lalunya yang pahit, perjalanan jatuh dan bangkitnya kembali untuk memperbaiki kualitas hidup keluarganya dan seterusnya. Sebenarnya semua orang tau itu, karena infotainment sangat hobi mengangkat kisah-kisah semacam ini. Kisah &lt;i style=""&gt;financial-hero&lt;/i&gt; bagi keluarga emang selalu menarik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Tapi saya menangkap sisi lain dari sosok Tukul ini. Dia memiliki kecerdasan spiritual yang oke. Seperti, bagaimana dengan detail ia menggambarkan bahwa setiap makanan atau minuman yang ia dapatkan ia syukuri sejak berada di tangan, memasuki mulut, melewati tenggorokan hingga sampai di lambung dengan terus berusaha ikhlas dan sadar mengucapkan ’&lt;i style=""&gt;hamdalah’&lt;/i&gt;. Merutnya itu sudah berjalan lama dan ia terus berusaha untuk menjaganya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Luar biasa..! Dari banyak usaha-usaha spiritual menuju sukses yang mampir di telinga, bagi saya ini yang paling &lt;i style=""&gt;logic&lt;/i&gt;. Yang lain, seperti mandi kembang, angka keberuntungan, ziarah makam keramat bla..bla..bla... Semua itu cukup membuat saya merasa bodoh mendengarnya. Sebaliknya, ada juga orang yang dengan &lt;i style=""&gt;over-sombong&lt;/i&gt; meyakini bahwa keberhasilanya adalah melulu karena kerja keras dan keuletannya semata, biasanya ditambahkan juga (tapi sedikit lebih halus) bahwa semua ini karena kecerdasannya. Ia sama sekali lupa dengan campur tangan apa yang saya sebut ’&lt;i style=""&gt;The Unseen Power’&lt;/i&gt;. Spesies beginian biasanya membuat saya memikirkan sebuah penemuan baru, menciptakan pintu electric otomatis lengkap dengan remote controlnya untuk telinga saya. Hehe...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0); font-family: arial;font-size:130%;" &gt;Saya pikir pantas saja Tukul bisa sehebat sekarang ini. Bagaimana dengan jatuh lagi? Someday? I said: Nothing imposible. Setiap kita emang tidak hanya harus siap tapi juga harus kuat menerima ’&lt;i&gt;Rahmat’&lt;/i&gt;, sekaligus ikhlas jika suatu saat tertimpa musibah. Lho! Ya.. iya laah... Menurut saya lagi, kita hanya bisa mengantisipasi tidak lebih dari 50% saja untuk mengendalikan setiap kejadian. Sisanya adalah wilayah di luar jangkauan logika kemanusiaan kita, wilayah milik &lt;i&gt;The Unseen Power&lt;/i&gt;, wilayah yang membuat banyak orang menjadi gila karena ikut-ikutan mikirin. Semoga mas Tukul tetap sadar untuk tetap kuat berpegangan, di posisi yang juga sedang menjadi tujuan kebanyakan orang itu...&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-2503100225002122379?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=SYzooULKlIE:QeRawkqK0pk:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=SYzooULKlIE:QeRawkqK0pk:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/SYzooULKlIE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/2503100225002122379/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2008/03/tukul-and-unseen-power.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/2503100225002122379?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/2503100225002122379?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/SYzooULKlIE/tukul-and-unseen-power.html" title="Tukul and The Unseen-Power" /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://bp0.blogger.com/_7s-KXSzsCno/R9AusuooqHI/AAAAAAAAAPM/e_FB9qob4d8/s72-c/%23DSC00314.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2008/03/tukul-and-unseen-power.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEcMRXw9fCp7ImA9WxZTEkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-2929843858330792544</id><published>2008-01-14T01:26:00.000+07:00</published><updated>2008-01-14T03:28:04.264+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-01-14T03:28:04.264+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="REVIEW" /><title>That Transformers</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ilovesubstance.com/images/movies/transformers_movie_poster_optimus_prime.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 197px; height: 292px;" src="http://www.ilovesubstance.com/images/movies/transformers_movie_poster_optimus_prime.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p  style="text-align: left; color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;TRANSFORMERS.... &lt;img src="http://x.myspace.com/images/blog/smileys/lazy.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Akhirnya saya tonton juga nih film... Setelah kuping ini gatal tiap hari denger film ini dielu-elukan dan dipuji habis. Bahkan gak sedikit koran atau majalah yang menjabarkan setiap detail kecanggihannya dengan meledak-ledak. Penasarannn...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;I said, &lt;img src="http://x.myspace.com/images/blog/smileys/bouncey.gif" /&gt; mmmmm...... just feels like I've seen before, somewhere....&lt;br /&gt;Sumpah! gak bohong. Saya benar-benar merasakan bentuk lain dari Hollywood Billion American Dolars &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Show-off&lt;/span&gt;, terus Compulsed Hero asli Amerika (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ofcourse he's the winner too&lt;/span&gt;), sedikit  suspense dan lelucon khas Hollywood, lalu diakhiri dengan  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;happy-touching &lt;/span&gt;ending seperti biasanya, lengkap dengan sepasang kekasih yang akhirnya jadian justru disaat film mau bubar. Pokoknya agak-agak mengharu biru gitu lah...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Film yang menekankan ketekunan teknologi post-pro dengan mengoptimalkan 3D animation ini memang berteknologi dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wow!&lt;/span&gt; Lagi-lagi dibalut dengan cerita tipis tentang betapa heroiknya Amerika yang kebetulan warganya terlibat aksi menyelamatkan bumi dari serangan klan Robotic dari planet lain. Seperti biasa, Ada robot jahat mengerikan yang hoby menghancurkan gedung-gedung dan membuat ratusan mobil saling tabrak, namun seperti biasa pula, ada juga robot baik hati yang dikomandani oleh  Optimus Prime yang heroik, bla..bla..bla... (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pasti sudah tau, yang baik hati menang kan..?&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Awal-awal peperangan justru dilakukan (lagi-lagi) di Timur Tengah. Entah kenapa , tapi kayaknya ada hubungannya dengan dialog samar seorang tentara Amerika saat menangkap sinyal dari planet lain yang tak dikenal. Terjemahanya kurang/lebih begini: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ini pasti teknologi Iran&lt;/span&gt;" lalu tentara lain tertawa sinis dan menjawab "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mana mungkin teknologi Iran semaju ini, hehe...&lt;/span&gt;"!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hmmm... dua dialog yang sangat mahal biayanya dan sedikit maksa deh...! Sama juga dengan dialog lain tentang Handphone Nokia. Di tengah kepanikan, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;sempet-sempetnya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ada dua orang Amerika memperdebatkan bahwa NOKIA itu bukan buatan Jepang, tapi Findland. Lalu dialog itu diakhiri dengan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tapi NOKIA kan.. yaa gitu laah...&lt;/span&gt;" katanya sinis.&lt;br /&gt;So, what ? Cuma mau nyuruh dunia pake HP produksi Amerika? It's just choice. Isn't it?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Okey..okey.. Uncle..You are the winner laaah...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tentu saja saya sangat terhibur nonton film canggih ini. Tapi sejujurnya, saya benar-benar merasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;brainless&lt;/span&gt; aja sepanjang durasi filmnya Michael Bay ini. Melongo, terpukau, terpaku karena kecanggihan teknologinya.&lt;br /&gt;I guess, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;this is another kind of hollywood hipnotizes... &lt;img src="http://x.myspace.com/images/blog/smileys/giddy.gif" /&gt; he he...&lt;br /&gt;Bahkan ganjalan-ganjalan logika saya baru jernih ketika saya musti me-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;rewind&lt;/span&gt; lagi beberapa adegan dan dialog yang mmm... gimanaaa gitu..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Anyway..! Buat transformers, selamat untuk penjualan tiket maupun versi home videonya di seluruh dunia. Awesome!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;I think I'm in such the mood of silly, right now... &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt;&lt;img style="color: rgb(0, 0, 0);" src="http://x.myspace.com/images/blog/smileys/giddy.gif" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-2929843858330792544?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=W5AEhKL9NO4:kChc0UOvm7I:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=W5AEhKL9NO4:kChc0UOvm7I:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/W5AEhKL9NO4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/2929843858330792544/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2008/01/that-transformers.html#comment-form" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/2929843858330792544?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/2929843858330792544?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/W5AEhKL9NO4/that-transformers.html" title="That Transformers" /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2008/01/that-transformers.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0QFQXs9eCp7ImA9WB9aFk8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-8843185456400884436</id><published>2008-01-06T20:43:00.000+07:00</published><updated>2008-01-06T21:21:50.560+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-01-06T21:21:50.560+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="FREETALK" /><title>Plagiator of Photography</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_7s-KXSzsCno/R4Djx3y7fEI/AAAAAAAAAM0/zZ42_atPr6E/s1600-h/8312.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_7s-KXSzsCno/R4Djx3y7fEI/AAAAAAAAAM0/zZ42_atPr6E/s320/8312.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152368419642506306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Lebih dari setahun lalu, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saat itu saya tengah merampungkan screenplay, sebuah&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:130%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Drama Romance untuk FTV. Sahabat saya datang, ngajak ngopi lalu berdiskusi seperti biasa. Tiba-tiba sahabat saya itu menyinggung soal naskah yang sedang saya geluti yang memang sempat dia baca sebelumnya. Dia protes ”Kok ceritanya sama kayak ’Cinta Silver’ sih? Kamu terpengaruh ya..”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dhueng..!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style=""&gt;”O ya??”&lt;/i&gt;, saya kuuaget dan puuanik, karena memang saya belum sempet nonton film itu. &lt;i style=""&gt;”Bagian yang mana? Masak iya sih?”&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;i style=""&gt;”Halah.. itu kan sama-sama tentang foto model, fotografer dan kisah-kisah cinta mereka...” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ketenangannya menjawab sanggup meyakinkan saya dan itu cukup membuat saya drop saat itu juga. Apalagi beberapa hari setelah itu masih ada dua atau tiga orang lagi yang berkomentar sama. Wah, tar dicap &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;plagiator&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;, lagi! Tiba-tiba saya sibuk dengan kegusaran sendiri. Merombak plot cerita, mengganti karakter-karakter, atau memulai naskah yang sama sekali baru? Itu berlangsung berhari-hari. Finally tidak ada satupun yang saya lakukan untuk naskah itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;b style=""&gt;Setelah Lebih dari setahun, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari lalu saya mendapat messeges di Youtube dari seorang teman dari komunitas film indie di Jawa Barat. Dia share ke saya bahwa dia baru menyelesaikan sebuah naskah film pendek dan akan segera ia produksi. Hari itu juga dia katakan baru saja selesai nonton sebuah Film Barat dan ia merasa bahwa banyak kesamaan dengan naskah barunya. Ia pun gusar, ”What do you think I’ve todo now?” nadanya seperti pasrah di email itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Me? Stupid Silent…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Percaya atau tidak, saya pergi ke rumah temen dan melihat DVD ’Cinta Silver’ di rak koleksinya. Spontan saya teriak &lt;i style=""&gt;”Ini tak pinjem atau nyawa??”&lt;/i&gt; Dan malam itu akhirnya saya bisa nonton ’Cinta Silver’ meski hampir tanpa mempedulikan kecantikan Luna Maya. Karena saya bener-bener detail melototin setiap scene bahkan frame-framenya. Itu salah satu film Indonesia yang harus saya acungi jempol. Salut buat mas Lance.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dhuengg Lagi..!!!&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:130%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;You Know What?? Saya tidak menemukan satu pun plot cerita, content maupun messages yang sama dengan naskah yang saya tulis satu setengah tahun lalu itu. Kecuali kebetulan sama-sama ada karakter fotografer dan modelnya. Okey.. okey.. memang masih ada yang sama lagi. Mau tau kesamaan lainnya? Yup! Sama-sama ada rumah, mobil, orang berjalan, handphone, tas, baju dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Secara photography memang ada beberapa imaginasi saya yang juga ada di film itu, seperti saat adegan pemotretan di beberapa lokasi. Tapi menurut saya wajar-wajar aja sih, dan saya yakin hasilnya jelas akan berbeda, mengingat eksekutor dan situasi /kondisi yang berbeda pula. Bagi saya itu saja tidak cukup untuk dicap sebagai Plagiator of Photography (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;hehe, dapet istilah baru nih..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;).  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Seketika saya buka komputer dan membalas email teman baru saya di Youtube yang sempat saya cuekin. Ini copy/paste nya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kalo memang yakin ide ente original, tancap aja!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan catatan tetap compromize &lt;span style="font-size:100%;"&gt;jika memang ada yang terlalu sama persis.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam soal ide, kebetulan sama, terpengaruh dan terinspirasi itu sah-sah aja. Kalopun musti sama, jika memang itu bukan ngejiplak, pastilah feelnya tetap beda. Sebab setiap orang pasti berbeda isi kepala dan taste. Kecuali ada yang terang-terangan ngejiplak atau ngutip mentah-mentah! &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maju terus n sukses ya...&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Nonton setelah Lebih dari setahun, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Emang sih.. sedikit merasa seperti ketinggalan jaman gitu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Makanya jangan sampai ketinggalan lagi! Tonton terus Film baru Indonesia (&lt;i style=""&gt;saran: yang punya taste aja dech..)&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Iya.. iyaaa... sori! Mmmm..... NOMAT yuk?!&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-8843185456400884436?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=XWE-DZrRqEQ:FsokiBYzrbI:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=XWE-DZrRqEQ:FsokiBYzrbI:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/XWE-DZrRqEQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/8843185456400884436/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2008/01/plagiator-of-photography.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/8843185456400884436?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/8843185456400884436?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/XWE-DZrRqEQ/plagiator-of-photography.html" title="Plagiator of Photography" /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://bp0.blogger.com/_7s-KXSzsCno/R4Djx3y7fEI/AAAAAAAAAM0/zZ42_atPr6E/s72-c/8312.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2008/01/plagiator-of-photography.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D08HQnczeyp7ImA9WB9bE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-8304039796417314359</id><published>2007-12-23T10:39:00.000+07:00</published><updated>2007-12-23T11:57:13.983+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-12-23T11:57:13.983+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SPIRITUAL MOMENT" /><title>My First Love That Never End</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_7s-KXSzsCno/R23iF3y7fAI/AAAAAAAAAMA/G_67vAjxqEA/s1600-h/forMOM.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_7s-KXSzsCno/R23iF3y7fAI/AAAAAAAAAMA/G_67vAjxqEA/s320/forMOM.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5147018539659131906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Wanita indah itu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Di mata kecilku, ia teramat cantik, lembut, anggun dan cerdas. Rambut hitamnya yang panjang terbalut senyum manis itu terasa begiiitu menyejukkan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;It's true&lt;/span&gt;...!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sejujurnya, semua itu memaksaku mengakui simbol kesetiaan yang tertanam dalam-dalam di pangkal lubuk hatinya. Dia begitu karena dia cerdas...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Lembut belaiannya belum pernah pudar meski harus tersakiti oleh kerasnya ego-ku. Kesetiaannya tidak sedikitpun terbelotkan oleh pengkhianatanku. Kesabarannya adalah kasih sayang tanpa pamrih yang cukup teruji. Karena ia wanita yang tahu betul bahwa cintanya adalah hati yang tak pernah mungkin tergadai oleh berapa &lt;i style=""&gt;metric-Ton&lt;/i&gt; pun emas murni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ada saat aku harus pergi sebagai lelaki yang musti menantang kerasnya dunia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kutinggalkan dia dalam sepi jiwanya bahkan sempat kulupakan ia begitu saja, diantara hiruk-pikuk keinginan-keinginan dunia dan kendali kapitalisme yang mulai bernafsu menghambakanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Namun apa? Aku kembali dan mendapati jiwa dan cinta itu masih utuh, tulus. Sepasang mata itu tetap jernih menelanjangiku &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; seperti dulu. Utuh, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;tanpa cacat...!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; malam ketika sepi membekukan ego ini. Ego yang sama, saat berpuluh tahun lalu teriak-tangisku membuatnya kelabakan ketika ia seharusnya nyaman dalam mimpi indahnya. Namun ia tetap lembut menghiburku, membelai jiwa ini dengan caranya yang tak akan pernah bisa ku lupakan sampai hari ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sampai detik ini, di mana justru jiwa lelakiku lah yang bisa membuatku kembali menangis untuknya. &lt;span lang="SV"&gt;Dalam sepi, sendiri…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Wanita indah itu....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Selamat malam Ibu... Apa kabarmu di sana?&lt;br /&gt;Demi Allah aku saaangat merindukanmu, Aku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saaangat menginginkan kebahagiakan untukmu, meski aku tidak pernah berani mengatakan akan membalas cinta terbaikmu. Karena aku tahu, aku tidak akan pernah sanggup untuk itu... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bahkan begitupun sampai detik ini aku masih juga merepotkanmu dalam malam-malam Tahajjudmu. Engkau paham betul, aku tidak akan bisa melanjutkan langkah ini tanpa restu dan doamu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masih juga aku memohon, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ibu harus terus ada untukku. Please…&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ibu... Dari titik terendah ego seorang laki-laki, jujur kukatakan bahwa &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;You are absolutely my first love that never end...&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: verdana;font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Dengan maupun tanpa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HARI IBU&lt;/span&gt;….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-8304039796417314359?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=-p5C0wile1o:U2ZkwymJFsc:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=-p5C0wile1o:U2ZkwymJFsc:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/-p5C0wile1o" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/8304039796417314359/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2007/12/my-first-love-that-never-end.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/8304039796417314359?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/8304039796417314359?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/-p5C0wile1o/my-first-love-that-never-end.html" title="My First Love That Never End" /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://bp1.blogger.com/_7s-KXSzsCno/R23iF3y7fAI/AAAAAAAAAMA/G_67vAjxqEA/s72-c/forMOM.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2007/12/my-first-love-that-never-end.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU8ASXk9eyp7ImA9WB9bEUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4413508958288433378.post-4038680808432607930</id><published>2007-12-20T16:07:00.000+07:00</published><updated>2007-12-20T20:37:28.763+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-12-20T20:37:28.763+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="BEHIND THE STORY" /><title>26 Desember Itu...</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_7s-KXSzsCno/R2orZ3y7e_I/AAAAAAAAAL4/GGh831lnSBk/s1600-h/gabung+panjang+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 386px; height: 63px;" src="http://bp2.blogger.com/_7s-KXSzsCno/R2orZ3y7e_I/AAAAAAAAAL4/GGh831lnSBk/s320/gabung+panjang+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145973247698500594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Dibalik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt; Cerita&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;26 Desember 2004. Bangun tidur lalu nonton TV, kaget karena semua channel dipenuhi berita tentang terjadinya tsunami. "Ada apa..? Tsunami..! Di mana..?" tapi pertanyaan-pertanyaan akibat melek belum sempurna itu gak berlangsung lama. Saya segera paham telah terjadi bencana dahsyat di Aceh, gempa dan tsunami. Tapi....?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Merinding saya menyaksikan video kiriman yang diputar di sana. Percaya atau tidak, air mata saya benar-benar meleleh sebelum saya sadari sendiri. Hampir seharian saya duduk di depan TV mengikuti setiap perkembangan dengan isi kepala berkecamuk. Aceh, saya punya banyak sekali sahabat di sana. Bersamaan dengan itu, dari TV yang sama, lamat-lama saya mendengar lagu "Dari Sabang Sampai Merauke" diputar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tiba-tiba saya berpikir, entah gimana awalnya; &lt;i style=""&gt; "Apakah saudara-saudara di Papua sana sekarang juga nonton TV dan menangis sedih seperti saya ya...?" &lt;/i&gt;Mengingat, sahabat saya yang tinggal di sana pun nggak sedikit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Nggak sabar menunggu jawaban, saya SMS beberapa teman di Papua tentang pertanyaan ganjil saya itu. Ada yang menjawab "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya Iya laah...!&lt;/span&gt;". Yang lain membalas, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hanya orang sakit jiwa kali, yang nggak ikut sedih...!&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; Entah kenapa, tiba-tiba saya merasa seperti menemukan sesuatu yang baru dari Tuhan. Bahwa seandainya setiap orang di dunia ini menanggalkan segala atribut pribadinya seperti bendera, ras, suku, agama, club sepakbola, dan sebagainya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka sesungguhnya seluruh manusia sudah dipersatukan oleh &lt;i style=""&gt;rasa&lt;/i&gt;, tanpa perlu kampanye apalagi maksa. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dari situ, jadilah "DESEMBER'26" beberapa lembar &lt;i style=""&gt;screenplay&lt;/i&gt; yang kemudian kami produksi dengan perjuangan luar biasa untuk menjadikannya sebuah film. Harapan besar kami, semoga semua itu bermanfaat untuk dunia, untuk Indonesia, dari Sabang sampai Merauke...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial; color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in; color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;Cerita&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt; Dibalik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mustahil mengeksekusi ide awal yang ada set&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;ting Papua. Titik. Yup! Emang dananya dari Hongkong...( &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;kok, kenapa nggak Jakarta aja sih? Hehe&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;..). Maka mengulik cerita harus dilakukan. Jadilah Jogja dan dinamika para mahasiswanya menjadi setting utama, dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;focus point &lt;/span&gt;pada mahasiswa asal Papua di sana. Anak muda dengan berbagai ciri jiwa mudanya menjadi pilihan kami untuk merangakai plot cerita menjadi lebih dinamis namun tetap natural.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in; color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Siang-malam selama tiga &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;minggu kami habiskan untuk persiapan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;casting&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reading&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rehearsal&lt;/span&gt;. Kami lebur bersama lebih dari 80 orang pemain dari berbagai suku, ras, agama dan profesi termasuk kelompok-kelompok dancer yang luar biasa itu. Kerjasama yang sangat indah, menurut saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in; color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Besok pagi shooting, schedule sudah tersusun rapi.  &lt;span lang="sv-SE"&gt;Tiba-tiba ada beberapa teman dari Papua yang datang sekitar jam 4 sore. Mereka sedikit mengkomplain beberapa bagian dalam &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;content&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt; naskah. Mereka cukup terbuka, menurut saya. Kami pun berdiskusi berjam-jam. Cukup melelahkan tapi terasa asyik dan ilmiah. &lt;i&gt;Finally&lt;/i&gt;, saya setuju untuk merubah beberapa point di dalam naskah itu sebelum shooting.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in; color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Lagi, malam itu saya berkutat dengan screenplay, membolak-balik cerita dan dialog. Belum lagi astrada yang juga kembali pusing harus bergumul lagi dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shooting schedule&lt;/span&gt; yang otomatis jadi berubah total. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in; color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Sampai pagi, dan kami shooting sebelum tidur...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;" &gt;________________________&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Judul                   : DESEMBER'26&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Genre                  : Drama-tragedy-humanity&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Production           : Xcode &amp;amp; Zerosith&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Writer &amp;amp; Director  : Sigit Ariansyah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;_______________________________&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;For more detail please visit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;http://desember26film.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;DESEMBER'26 TRAILER&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;p&gt;&lt;object height="350" width="425"&gt;&lt;param value="http://youtube.com/v/QH8SzmqfCzw" name="movie"&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" src="http://youtube.com/v/QH8SzmqfCzw" height="350" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: center; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Simply inspired by the Indonesian national song "Dari Sabang Sampai Merauke", It's a short film about union and humanity, smartly used Aceh Tsunami 2004 ago as the simple story background in a difference point of view from Papua students.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4413508958288433378-4038680808432607930?l=filmkita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=Kqyas908flI:U6ElmGiU7vQ:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?a=Kqyas908flI:U6ElmGiU7vQ:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/filmkita?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/filmkita/~4/Kqyas908flI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://filmkita.blogspot.com/feeds/4038680808432607930/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://filmkita.blogspot.com/2007/12/26-desember-itu_20.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/4038680808432607930?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4413508958288433378/posts/default/4038680808432607930?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/filmkita/~3/Kqyas908flI/26-desember-itu_20.html" title="26 Desember Itu..." /><author><name>Sigit Ariansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05730346379236217309</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="33" height="26" src="http://3.bp.blogspot.com/_7s-KXSzsCno/SkZwB9q35LI/AAAAAAAAAXk/xe4PT1JK-Jk/S220/thinking.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://bp2.blogger.com/_7s-KXSzsCno/R2orZ3y7e_I/AAAAAAAAAL4/GGh831lnSBk/s72-c/gabung+panjang+copy.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://filmkita.blogspot.com/2007/12/26-desember-itu_20.html</feedburner:origLink></entry></feed>

