<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" version="2.0">

<channel>
	<title>Jadi Pengusaha Yuk!</title>
	
	<link>http://fuadmuftie.wordpress.com</link>
	<description>Cobalah buka usaha sendiri, anda akan memasuki dunia yang menakjubkan ...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Oct 2009 03:33:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain="fuadmuftie.wordpress.com" port="80" path="/?rsscloud=notify" registerProcedure="" protocol="http-post" />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/3788cb8f6ae5dea627c425eee1d3e227?s=96&amp;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jadi Pengusaha Yuk!</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com</link>
	</image>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/fuadmuftie" type="application/rss+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item>
		<title>Rahasia Kaya Raya dari Orang yang sukses</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/10/15/rahasia-kaya-raya-dari-orang-yang-sukses/</link>
		<comments>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/10/15/rahasia-kaya-raya-dari-orang-yang-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 03:33:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[orang sukses]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia kaya raya]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[Mohon maaf lama nggak Posting. Sekali ini posting Copy-Paste dari sumber lain. Sumbernya di sini, judulnya : Rahasia Kaya Raya dr Orang yang sukses.
Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau ekoseorang pemimpin yang mampu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=268&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mohon maaf lama nggak Posting. Sekali ini posting Copy-Paste dari sumber lain. Sumbernya <a href="http://www.kaskus.us/showpost.php?p=107260485&amp;postcount=8">di sini</a>, judulnya : <strong>Rahasia Kaya Raya dr Orang yang sukses</strong>.</p>
<blockquote><p>Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau ekoseorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.</p>
<p>Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.</p>
<p>Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.</p>
<p>Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan &#8220;tidur&#8221;. Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.</p>
<p>Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, &#8220;Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?&#8221;</p>
<p>Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.</p>
<p>&#8221; Ada empat hal yang harus Anda perhatikan,&#8221; begitu beliau memulai penjelasannya.</p>
<p><strong>RAHASIA PERTAMA</strong></p>
<p>&#8220;Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).</p>
<p>Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.</p>
<p>Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu&#8230; baru kemudian ayahmu dan gurumu.<br />
Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah.&#8221; Beliau mengambil napas sejenak.</p>
<p><strong>RAHASIA KEDUA</strong></p>
<p>&#8220;Kemudian yang kedua,&#8221; beliau melanjutkan. &#8220;Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.</p>
<p>Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, &#8216;Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.&#8217; Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.</p>
<p>Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.</p>
<p>Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.</p>
<p><strong>RAHASIA KETIGA</strong></p>
<p>&#8220;Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, &#8221; begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. &#8220;Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga&#8221; , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).</p>
<p>&#8220;Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ,&#8221; tanya beliau.</p>
<p>&#8220;Ya, bagaimana caranya?&#8221; jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.</p>
<p>&#8220;Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!&#8221; jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. &#8220;Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula.&#8221;</p>
<p>&#8220;Walau pun itu orang kaya?&#8221; tanya saya.</p>
<p>&#8220;Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri,&#8221; saya bertanya lagi.</p>
<p>&#8220;Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu,&#8221; jawab beliau. &#8220;Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda.&#8221;</p>
<p><strong>RAHASIA KEEMPAT</strong></p>
<p>Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Yang keempat nih, Mas,&#8221; beliau memulai. &#8220;Jangan mempermainkan wanita&#8221;.</p>
<p>Hm&#8230; ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.</p>
<p>&#8220;Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lalu?&#8221; saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.</p>
<p>&#8220;Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. &#8220;</p>
<p>Oh&#8230; pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.</p>
<p>&#8220;Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Merasa &#8220;keadilan&#8221; yang dikatakan Al Qur&#8217;an hanya berupa keadilan material. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya,&#8221; beliau melanjutkan.</p>
<p>Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.</p></blockquote>
<p>sumber: http://www.kaskus.us/showpost.php?p=107260485&amp;postcount=8</p>
<p>Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan wisdom-nya.</p>
<p>Wassalam</p>
<p>Fuad Muftie</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadmuftie.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadmuftie.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadmuftie.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadmuftie.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadmuftie.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadmuftie.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadmuftie.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadmuftie.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadmuftie.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadmuftie.wordpress.com/268/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=268&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/10/15/rahasia-kaya-raya-dari-orang-yang-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/469b2c0b459ad5d73caba58c3c5da136?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fuad Muftie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pingin berjualan secara Cash, tapi banyak yang minta Kredit, gimana dong?</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/06/19/pingin-berjualan-secara-cash-tapi-banyak-yang-minta-kredit-gimana-dong/</link>
		<comments>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/06/19/pingin-berjualan-secara-cash-tapi-banyak-yang-minta-kredit-gimana-dong/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 07:14:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa pertanyaan yang masuk di komentar maupun email saya menanyakan hal yang sama serperti judul posting-an di atas. Ingin sekali berjualan secara cash, tapi calon pembeli kebanyakan minta kredit, kira-kira dikasih nggak ya buat yang minta kredit?
Hal seperti ini jamak terjadi pada para penjual yang menawarkan dagangannya kepada teman, saudara, dan tetangga. Kalau ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=264&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada beberapa pertanyaan yang masuk di komentar maupun email saya menanyakan hal yang sama serperti judul posting-an di atas. Ingin sekali berjualan secara cash, tapi calon pembeli kebanyakan minta kredit, kira-kira dikasih nggak ya buat yang minta kredit?</p>
<p>Hal seperti ini jamak terjadi pada para penjual yang menawarkan dagangannya kepada teman, saudara, dan tetangga. Kalau ada yang minta kredit, biasanya yang terpikir adalah barang cepat laku, tapi modal tidak cepat kembali. Kalau ingin menolak, yang terpikir adalah barang jadi tidak cepat laku; kalau sekarang ditolak, apa nanti ada yang mau beli nggak ya? Jadi agak dilematis.</p>
<p>Kalau menurut saya boleh tidaknya mengambil secara kredit sangat tergantung pada diri kita sendiri. <strong>Kita dari awal harus sudah memutuskan akan menjual barang secara kredit atau secara cash, atau mengkombinasikan keduanya cash dan kredit</strong>. Kalau sudah diputuskan cara bisnis kita, baru disusun strateginya.</p>
<p>Jika diawal sudah diputuskan berjualan secara cash, ya harus tegas menolak permintaan pembelian kredit. Apapun alasannya dan apapun resikonya. Tapi sebaiknya harus dipersiapkan strategi lain sebagai back-up agar calon pembeli tetap mau membeli, dan tidak ditinggalkan begitu saja. Misalnya tawarkan harga yang benar-benar bersaing dan harga terbaik dibanding tempat lain, atau diberi hadiah produk lain kalau mau membeli secara cash. Intinya tunjukkan bahwa membeli secara cash jauh lebih menguntungkan.</p>
<p>Demikian juga kalau dari awal sudah memutuskan untuk berjualan secara kredit. Kita juga harus mempersiapkan strategi dan prosedurnya.</p>
<p>Pertama kita mesti jeli memilih calon pembeli yang benar-benar bisa mencicil. Hati-hati dengan pembeli yang suka ngemplang dan sulit ditagih. <strong>Kuncinya kalau kita berani memberi kredit, kita juga harus berani menagih</strong>. Kalau nggak berani nagih, jangan berjualan secara kredit.</p>
<p>Kedua, berikan dan tawarkan jangka waktu cicilan yang pasti, yang enak dan menyenangkan buat kedua belah pihak. Sama seperti kita kredit di bank, bank akan meminta kita membayar cicilan tepat waktu, kalau tidak tepat waktu, kena pinalti. Demikian juga kita harus &#8220;mendidik&#8221; pembeli agar bisa mencicil dengan tepat waktu.</p>
<p>Ketiga, mengeni harga jual, juga harus dibedakan antara harga beli secara cash dengan harga beli secara kredit. Hal ini harus disampaikan di awal-awal transaksi. Waktu kita menawarkan barang dagangan, sampaikan dengan jelas pada calon pembeli. Misalnya, kalau mau beli secara cash harganya Rp 100.000, tapi kalau mau kredit, saya minta harganya Rp. 130.000, dan bisa dicicil sekian kali.</p>
<p>Keempat, jangka waktu cicilan juga sebaiknya disesuikan dengan pekerjaan calon pembeli. Kalau calon pembeli adalah karyawan yang gajinya bulanan, minta juga cicilan dilakukan bulanan. Kalau pembeli mendapat penghasilannya mingguan, minta agar cicilan dilakukan secara mingguan. Dan kalau penghasilan calon pembeli bisa harian (sama-sama pedagang misalanya), bisa minta dicicil harian.</p>
<p>Kelima, yang penting lagi buat kita sebagai penjual adalah <strong>catatan harus rapi</strong> dan <strong>harus rajin menagih</strong> dan terus mengingatkan pembeli tentang cicilan. Kalau hal seperti ini memberatkan dan membuat kita tidak enak, ya jangan berjualan secara kredit.</p>
<p>Keenam, berjualan kredit sebaiknya didukung modal yang kuat. Karena sama saja modalnya kita pinjamkan pada orang lain. Namun, jangan sampai menyurutkan niat anda, jika modal anda terbatas. Dengan modal terbatas, tetap saja bisa memberikan kredit. Asal kita rajin menagih dan disiplin dalam mengelola keuangan. Keuangan pribadi jangan dicampur aduk dengan keuangan keluarga. Modal harus terus berputar, kalau sampai macet, berarti harus gigih mengejar orang yang menunggak cicilan. Usahakan roda usaha terus berputar, dengan mengatur waktu cicilan dan penagihan dengan waktu untuk belanja barang yang baru.</p>
<p>Berjualan secara kredit, kalau dikelola dengan baik juga sangat menjanjikan. Kita bisa belajar dari perusahaan-perusahaan penjual secara kredit. Seperti produk-produk elektronik, produk furniture, dan barang keperluan rumah tangga. Dalam sekala besar kita mengenal seperti Columbia. Columbia bisa menjadi besar, hampir semuanya dengan berjualan secara kredit. Bahkan bisa sampai memiliki armada penjualan yang banyak, loyal, dan penuh semangat.</p>
<p>Dalam sekala kecil kita bisa belajar dari para pedagang minyak keliling yang sering lewat di depan rumah kita (penjual minyak goreng, gas elpiji 3kg, dll). Para pedagang minyak ini, tadinya saya pikir cuma berjualan minyak doang. Tapi ternyata saat menjual minyak, dia juga menawarkan produk lain seperti radio, tv, rice cooker, kulkas, magic jar, dll dan bisa dibeli secara kredit. Kalau ada yang mau membeli, baru dia menghubungi penjual produk-produk tersebut. Tentunay dia sudah ada deal dengan suplier untuk ikut menjualkan produk-produknya.</p>
<p>Intinya, kembali di awal, kita harus memutuskan dari pertama kali sebelum mulai berbisnis, kita mau jualan kredit atau jualan cash. Jangan berjualan tanpa rencana, sehingga bingung sendiri saat ada calon pembeli yang menawar dagangan kita.</p>
<p>Semoga bermanfaat dan semoga bisa membantu</p>
<p>Sukses buat Anda</p>
<p>Salam FUNtastic dan Merdeka</p>
<p><strong>Fuad Muftie</strong></p>
<p>© 2009, http://fuadmuftie.wordpress.com/<br />
<strong>Toko Addina</strong>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731<br />
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadmuftie.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadmuftie.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadmuftie.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadmuftie.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadmuftie.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadmuftie.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadmuftie.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadmuftie.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadmuftie.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadmuftie.wordpress.com/264/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=264&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/06/19/pingin-berjualan-secara-cash-tapi-banyak-yang-minta-kredit-gimana-dong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/469b2c0b459ad5d73caba58c3c5da136?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fuad Muftie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Benar Buka Usaha Itu Sangat Mudah Asal Ada Modal?</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/05/15/apa-benar-buka-usaha-itu-sangat-mudah-asal-ada-modal/</link>
		<comments>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/05/15/apa-benar-buka-usaha-itu-sangat-mudah-asal-ada-modal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 04:26:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengusaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/05/15/apa-benar-buka-usaha-itu-sangat-mudah-asal-ada-modal/</guid>
		<description><![CDATA[Tergelitik oleh komentar salah satu pengunjung blog saya di posting  ini, saya jadi ikut mikir-mikir, apa memang bisa dan memungkinkan kalau tiap  orang mau buka usaha bisa langsung sukses, berhasil, dan nggak pakai gagal  segala.
Baca dulu komentarnya:
&#8220;SAYA PIKIR BUKA USAHA ITU SANGAT MUDAH ASAL ADA MODAL YANG MENDUKUNG DAN  SEDIKIT KETRAMPILAN [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=263&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tergelitik oleh komentar salah satu pengunjung blog saya di posting <a href="../2009/03/06/sekali-lagi-tentang-masalah-modal-usaha-uang/#comment-2962"> ini</a>, saya jadi ikut mikir-mikir, apa memang bisa dan memungkinkan kalau tiap  orang mau buka usaha bisa langsung sukses, berhasil, dan nggak pakai gagal  segala.</p>
<p>Baca dulu komentarnya:</p>
<blockquote><p><em>&#8220;SAYA PIKIR BUKA USAHA ITU SANGAT MUDAH ASAL ADA MODAL YANG MENDUKUNG DAN  SEDIKIT KETRAMPILAN TAPI UNTUK USAHA TERSEBUT BISA JALAN OTOMATIS MEMBERIKAN  OMSET YANG MENGUNTUNGKAN TIAP HARINYA BISA UNTUK MENCUKUPI KEHIDUPAN SEHARI-HARI  DAN BISA UNTUK MENYISIHKAN UNTUK MENABUNG ITU SANGAT SULIT DI WUJUDKAN</em></p>
<p><em>DAN KENAPA KEBANYAKAN ORANG YANG TELAH BERHASIL MENDIRIKAN USAHA YANG TELAH  SUKSES, SAAT DIA MEMBUKA UASAHA LAGI KEBANYAKAN KOK BERHASIL</em></p>
<p><em>SEPERTI WARALABA-WARALABA SEPERTINYA KOK JALAN TERUS SEPERTI ADA RUMUS ANTI  GAGAL</em></p>
<p><em>ADAKAH RUMUS BAGI PEMULA ATAU YANG PUNYA MODAL KECIL BISA YAKIN SEPERTI  WARALABA TERSEBUT&#8221;</em></p></blockquote>
<p>Yang terpikir oleh saya justru keyakinan seperti inilah yang  membuat kita sulit untuk maju. Salah satu keyakinan dasar yang mesti diyakini  bagi pemula seperti kita adalah bahwa membuka dan menjalankan usaha itu memang punya  potensi untuk sukses tapi itu <strong>perlu PROSES</strong>.</p>
<p>Kalau sampai dalam diri kita muncul keyakinan bahwa usaha itu mudah asal ada  modal, biasanya karena kita melihatnya yang instan-instan, yang sudah jadi, dan  yang orang lain raih yang tampak seperti kesuksesan sesaat  saja. Kita melihatnya hasil akhir berupa kesuksesan orang lain, kita tidak tahu bagaimana  proses detailnya. Dan memang kecenderungan orang sukses akan menceritakan kisah  suksesnya, dengan sedikit menceritakan detail-detail kegagalannya. Karena kita  sendiri juga tidak akan senang kalau banyak-banyak mendengar cerita gagal kan?</p>
<p>Makanya sering disampaikan oleh para pengusaha agar kita <strong>siap menjalani  PROSES-nya</strong> dan <strong>siap menikmati PROSES-nya</strong>, baik itu proses gagal (sementara) maupun proses menuju suksesnya. Dan namanya juga proses pasti butuh  waktu, kita harus sabar dengan proses tersebut. Dan kita juga mesti bisa <strong> menikmati</strong> semua kejadian-kejadian dalam setiap prosesnya. Karena gagal dan  sukses hanyalah status sementara, yang abadi adalah prosesnya.</p>
<p>Mirip-mirip seperti film bioskoplah, kalau baru saja mulai tokohnya langsung  bisa mematikan penjahat, tentu filmnya jadi tidak seru. Yang menjadikan film itu  menarik adalah prosesnya dari awal sampai akhir bagaimana si tokoh jatuh dan  bangun sampai bisa menang.</p>
<p>Sama juga halnya dengan tumbuh-tumbuhan disekitar kita, bijih ditanam tidak  langsung tumbuh jadi pohon besar. Biji yang keras, harus memecah dirinya sendiri  agar daun bisa muncul dan akar bisa menancap. Mungkin kalau kita jadi benih kita  juga  akan merasakan bagaimana sakitnya memecah dan membelah diri sendiri. Belum lagi  setelah tumbuh daun, si pohon akan terkena terpaan angin, gangguan mahluh hidup  lain, jamur, parasit dll. Semua harus dijalani untuk bisa tumbuh jadi besar.</p>
<p>Mirip-mirip juga dengan bayi yang baru lahir, berbulan-bulan hanya bisa  pasrah, harus belajar guling-guling, belajar merangkak, jatuh bangun, baru kemudian  bisa berjalan, dan berlari. Sudah bisa jalanpun masih harus tersandung,  terpeleset, dan terbentur sampai benar-benar bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.</p>
<p>Sudah sering disampaikan oleh para mentor agar <strong>fase awal membuka usaha</strong> itu bisa dijadikan sebagai <strong>fase untuk belajar</strong>. Seperti kita kecil dulu, mau  nurut belajar dari TK, SD, SMP, SMU, Kuliah, dst. Semua proses tersebut selalu  butuh biaya dan pengorbanan, dan kita belum bisa langsung memetik profitnya.</p>
<p>Kalaupun di awal-awal usaha kita bisa mendapat profit, sebisa mungkin profit tidak  dihabiskan untuk konsumsi. Sebagian mesti dihemat buat kita simpan, kita kumpulkan,  dan putar kembali untuk mengakumulasi modal. Pastinya agar usaha bisa terus tumbuh,  membesar, dan tidak layu. Selain itu di fase awal juga kita gunakan untuk <strong>membangun basis  pelanggan</strong>. Usaha tanpa pelanggan sama saja seperti ular sanca. Hari ini bisa  makan, sebulan kemudian kita terus puasa, sambil berburu mangsa berikutnya. Kalau  punya basis pelanggan yang kuat, sama saja kita punya kran yang terhubung dengan pipa dari  mata air, air akan terus mengalir.</p>
<p>Perlu juga diawal-awal usaha, kita jadikan <strong>sarana membangun sistem</strong>. Kita  rapikan pembukuan, kita permak dan terus kita upgrade toko, kios, atau webstore  kita. Kita didik staff dan karyawan kita. Begitu seterusnya agar usaha bisa  jalan lancar dan tidak terus menerus memusingkan kita. Kita perbaiki cara kerja  usaha kita juga sistem pemasarannya. Kalau saja tiap hari kita bisa meningkatkan  0.1% maka setahun usaha berjalan usaha kita sudah berkembang 36%.</p>
<p>Dan yang penting lagi di awal-awal membuka usaha kita usahakan bisa <strong> mendapatkan bagaimana <em>feel</em> </strong>atau <strong>jiwa sebagai pengusaha</strong>. Biasanya  orang mengatakan &#8220;jiwa bisnis&#8221;. Dan umumnya calon entrepreneur sering mengeluh  takut membuka usaha karena tidak punya jiwa bisnis. Ya memang harus mulai dulu  dan belajar dulu baru dech ketemua jiwa bisnisnya.</p>
<p>Kebiasaan kita memang cuma mau melihat hasil akhirnya. Seperti komentar tadi  &#8220;SEPERTI WARALABA-WARALABA SEPERTINYA KOK JALAN TERUS SEPERTI ADA RUMUS ANTI  GAGAL&#8221;. Sebenarnya waralaba awalnya juga tidak langsung <em>jreng abrakadabra</em> jadi  seperti ini. Pasti telah melalui tahapan proses metamorfosa. Kita lihat enaknya  sekarang, tapi siapa yang tahu bagaimana perjuangan si pemilik waralaba dulu di  awal usahanya. Ingat saja cerita awal mula Kolonel Sanders membangun KFC, bagaimana  Kolonel menawarkan resepnya dari restoran ke restoran, dan dari penolakan ke  penolakan.</p>
<p>Saya selalu ingat nasehat <a href="http://hadikuntoro.com/">Pak Hadi Kuntoro</a> yang mengatakan bahwa &#8220;kesulitan-kesulitan yang anda hadapi sekarang, akan  menjadi kenangan indah di masa depan&#8221;. Dan memang benar kan, coba anda  ingat-ingat lagi kesulitan yang anda hadapi di waktu SMP dulu. Bukankah sekarang  telah menjadi kenangan indah, yang kalau mengenangnya membuat kita senyum-senyum  sendiri.</p>
<p>Jadi bolehlah dipikirkan lagi, baru berapa lama kita masuk di bisnis ini.  Anggap saja sekarang anda sedang menanam bibit. Jangan buru-buru ingin memetik  bunganya dan buru-buru ingin memetik buahnya. Ikuti proses tumbuhnya benih  tersebut. Dan yakinlah ada waktunya nanti untuk memetik hasilnya.</p>
<p>Yang lebih penting lagi bagi pemula bisnis seperti kita, bahwa bisnis kadang  tidak bisa dihitung secara matematis. Dalam bisnis tidak selalu 1 + 1 = 2. Sudah  sering dan banyak yang membuktikan di bisnis 1 + 1 bisa jadi 4 bisa jadi 10 dan  seterusnya. Prinsip bisnis yang perlu diingat dalam bisnis adalah <strong>kita harus  selalu memberi nilai tambah dalam bisnis kita</strong>. Jadi rumusnya malah jadi 1 +  1 &#8211; 1 = 5 siapa yang tahu?</p>
<p>Selain itu faktor-faktor diluar kendali kita perlu juga diperhitungkan.  Faktor spiritual misalnya. Seperti nasehat para alim ulama bahwa semakin banyak  memberi kita akan banyak menerima juga. Dan ingat bahwa dari hasil jerih payah  kita juga melekat hak orang lain, yang harus kita sisihkan, kita bersihkan, dan  kita berikan pada yang berhak. Makanya dari hasil usaha kita jangan semuanya  kita konsumsi, harus juga disalurkan zakat dan shodaqohnya. Dan yakinlah itu  akan menambah dan memperlancar rejeki kita.</p>
<p>Sering sekali diceritakan oleh Ustadz Yusuf Mansur mengenai jamaahnya yang  mengalami perubahan cepat dalam taraf hidupnya setelah memperbanyak infaq,  shodaqoh, dan zakatnya. Ada yang sudah kehabisan modal dan banyak hutang,  kemudian justru diminta untuk mensedekahkan sisa-sisa harta yang dimiliki.  Setelah itu terjadilah titik balik dan perubahan drastis. Jadi kalau sedang  kehabisan modal, sedekahlah. Sudah banyak yang membuktikan &#8220;the power of  giving&#8221;, banyak zakat dan sodaqoh  banyak mendatangkan rizki yang berlimpah.</p>
<p>Maaf kalau jadi kayak ceramah, ini tulisan spontan saja setelah membaca  komentar diatas. Intinya kalau mau enak-enakan di bisnis, ya tunggu waktunya,  itu nanti. Kalau semua orang yang mulai bisnis bisa langsung untung besar semua, ya  pasti tidak akan ada yang mau jadi karyawan. Semua pasti jadi pengusaha, itu  sama saja membuat ketidakseimbangan alam. Dan justru kekuatan kita melewati  kesulitan dan mengubahnya menjadi keberhasilan adalah penghargaan yang tak  ternilai harganya bagi seorang pengusaha.</p>
<p>Yang terakhir buat anda yang sedang mengalami kesulitan, perbanyaklah tali  silaturahim. Datangilah para pengusaha di sekitar anda. Carilah mentor yang  terdekat yang bersedia dan berkenan membimbing anda, memberi support, dan  memberi masukan buat Anda. Atau bergabunglah dalam kelompok-kelompok mastermind  atau klub pengusaha atau kelompok-kelompok semacamnya, yang akan menjadi  katalisator kemajuan usaha Anda.</p>
<p>Semoga bermanfaat dan semoga bisa membantu banyak orang.</p>
<p>Salam FUNtastic &amp; Merdeka!</p>
<p>© 2009, <a href="http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/06/17/"> http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
<strong>Toko Addina</strong>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta  Timur, 021-9828 4731<br />
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk  Herbal, dll</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">“Benahi  diri, Bangkitkan Indonesia, Menuju Indonesia yang membanggakan!”<br />
</span></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadmuftie.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadmuftie.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadmuftie.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadmuftie.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadmuftie.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadmuftie.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadmuftie.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadmuftie.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadmuftie.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadmuftie.wordpress.com/263/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=263&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/05/15/apa-benar-buka-usaha-itu-sangat-mudah-asal-ada-modal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/469b2c0b459ad5d73caba58c3c5da136?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fuad Muftie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selalu ada Solusi dari Setiap Masalah</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/04/06/selalu-ada-solusi-dari-setiap-masalah/</link>
		<comments>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/04/06/selalu-ada-solusi-dari-setiap-masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 08:56:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<category><![CDATA[solusi]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/04/06/selalu-ada-solusi-dari-setiap-masalah/</guid>
		<description><![CDATA[Satu hal yang sering dianalogikan bagi seorang pengusaha adalah ia sebagai  problem solver atau pemecah masalah atau pembeli solusi. Karena justru dari  kegiatan memberi solusi ini seorang pengusaha berhak menerima reward atau  profitnya.
Ada orang yang tidak bisa menanam padi, tapi butuh makan, maka pengusaha memberinya  solusi dengan menyediakan (mendatangkan dan menjual) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=261&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Satu hal yang sering dianalogikan bagi seorang pengusaha adalah ia sebagai  problem solver atau pemecah masalah atau pembeli solusi. Karena justru dari  kegiatan memberi solusi ini seorang pengusaha berhak menerima reward atau  profitnya.</p>
<p>Ada orang yang tidak bisa menanam padi, tapi butuh makan, maka pengusaha memberinya  solusi dengan menyediakan (mendatangkan dan menjual) beras. Sudah ada beras, tapi tidak sempat  masak, maka pengusaha memberi solusi dengan menyediakan makanan cepat saji. Ada  lagi orang yang ingin punya rumah, tapi tidak bisa membangunnya sendiri, maka si  pengusaha membatu membuatkan rumah buat orang tadi dan menjualnya pada orang  tersebut. Itu gambaran gampangnya.</p>
<p>Nah, lebih dalam lagi, dalam setiap aktifitas berusaha atau berbisnis,  seorang pengusaha juga pasti akan menemukan masalah-masalah yang harus ia  pecahkan. Entah masalah SDM, pemasaran, hubungan interpersonal, atau bahkan  masalah dalam keluarga sendiri. Karena tanggung jawab atas ada-tidaknya solusi  bagi setiap masalah dalam bisnis juga pasti kembali pada si pengusaha alias si  business owner.</p>
<p>Makanya, salah satu nilai yang harus ditanamkan dalam diri seorang pengusaha  adalah &#8220;semangat solusi&#8221; (mengambil istilah yang disampaikan Aa Gym). Semangat  solusi ini tidak hanya dibutuhkan saat ada masalah, tapi sejak awal mula berniat  membuka usaha dan selama dalam perjalanan mengembangkan dan memajukan bisnisnya,  harus selalau ditekankan dan mengingatkan pada diri sendiri akan semangat solusi  ini.</p>
<p>Bagi pengusaha pemula, ketika baru saja punya niat ingin punya usaha saja  sudah banyak masalah. Mulai dari modal, suplier, barang / logistik, pemasaran,  dll. Kalau memang sudah ada niatan, jangan sampai masalah tersebut tetap  dianggap masalah, anda sendirilah yang bertanggungjawab untuk memecahkan  masalahnya.</p>
<p>Seperti di blog saya ini, kalau ada kontes pertanyaan favorit, maka  pemenangnya adalah pertanyaan tentang &#8220;saya ingin punya usaha, tapi tidak punya  modal, bagaimana?&#8221; Itu memang masalah klasik Makanya bagi para calon pengusaha,  itulah masalah pertama yang mesti diselesaikan. Kalau anda sudah bisa mengatasi  masalah permodalan di awal dan tetap memegang prinsip semangat solusi, maka  dalam perjalanan nanti apapun masalah yang datang akan dihadapi dengan tenang.</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
<p>Wassalam, Salam FUNtastic &amp; Merdeka!</p>
<p>Fuad Muftie</p>
<p>© 2009, <a href="http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/06/17/"> http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
<strong>Toko Addina</strong>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta  Timur, 021-9828 4731<br />
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk  Herbal, dll</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">“Benahi  diri, Bangkitkan Indonesia, Menuju Indonesia yang membanggakan!”<br />
)|( Harapan itu masih ada&#8230;.. )|( </span></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadmuftie.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadmuftie.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadmuftie.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadmuftie.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadmuftie.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadmuftie.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadmuftie.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadmuftie.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadmuftie.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadmuftie.wordpress.com/261/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=261&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/04/06/selalu-ada-solusi-dari-setiap-masalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/469b2c0b459ad5d73caba58c3c5da136?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fuad Muftie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nggak Enaknya Kalau Cuma Investasi</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/04/02/nggak-enaknya-kalau-cuma-investasi/</link>
		<comments>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/04/02/nggak-enaknya-kalau-cuma-investasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 02:13:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[dana]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kontrol]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<category><![CDATA[profit]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya saya tidak ingin menggeneralisir tentang &#8216;investasi&#8217;. Investasi  yang saya maksudkan disini sebatas pada penyertaan modal kita sendiri pada usaha  orang lain.
Bagi kita yang sudah ingin sekali buka usaha, tapi belum menemukan usaha apa  yang cocok dan belum ada keberanian untuk memulainya, sementara modal (dana)  sudah ada, maka jalan investasi ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=258&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebelumnya saya tidak ingin menggeneralisir tentang &#8216;investasi&#8217;. Investasi  yang saya maksudkan disini sebatas pada penyertaan modal kita sendiri pada usaha  orang lain.</p>
<p>Bagi kita yang sudah ingin sekali buka usaha, tapi belum menemukan usaha apa  yang cocok dan belum ada keberanian untuk memulainya, sementara modal (dana)  sudah ada, maka jalan investasi ini menjadi jalan yang mudah dan sepertinya  menjanjikan.</p>
<p>Apalagi kita mendapat tawaran dari kerabat, saudara, atau teman sendiri  tentang peluang usahanya dan kita sudah ditunjukkan hasil dari usahanya tersebut,  kita akan mudah terpikat dan ingin cepat-cepat berinvestasi.</p>
<p>Ini juga terjadi pada diri saya dulu, saya ada modal tapi belum berani buka  usaha sendiri. Maka biar uang tidak menganggur saya investasikan pada usaha  teman saya yaitu konveksi pakaian adventure. Saya juga ditunjukkan bon-bon  pembelian dan penjualannya, saya juga ditunjukkan pada stok barang yang ada di  gudangnya.</p>
<p>Dengan perasaan yakin, saya investasikan beberapa juta rupiah, bahkan sudah  dilakukan secara tertulis ada perjanjian bermaterainya. Dan memang dalam  perjalanannya usahanya lancar, sayapun mendapatkan bagian keuntungannya. Tapi  ternyata pada akhirnya modal tidak juga dikembalikan, dan ludes. Artinya dari  investasi tersebut saya mendapatkan keuntungan yang lumayan, tapi modal amblas  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bisa menikmati profit tapi tidak bisa menikmati break even point atau balik  modalnya.</p>
<p>Yang kedua beberapa waktu lalu saya juga diminta untuk menolong salah satu  teman yang sedang kesulitan dana tapi sudah ada order untuk membuat suatu produk.  Pertama-tama sich cuma pinjam uang, dan dikembalikan dan meminta maaf belum bisa  ngasih bagian keuntungan karena profitnya tipis.</p>
<p>Sekali pinjam, berikutnya teman saya minta saya ikut menaruh modal dan  dijanjikan bagi hasil 50:50 dari keuntungan bersih. Karena pengalaman dulu, saya  bersedia tapi saya batasi jumlah penyertaan modalnya. Sedikit saja, biar kalau  ada apa-apa tidak terlalu besar kerugiannya.</p>
<p>Dan benar saja setelah beberapa minggu, sampai hari ini belum ada  pertanggunjawabannya, belum ada pembagian hasilnya, belum ada pengembalian  modalnya. Untungnya cuma investasi dikit, he.. he.. he..</p>
<p>Moral ceritanya, kalau kita cuma manaruh modal pada usaha orang lain, tanpa  kita diberi kewenangan atau kontrol atas usahanya tersebut, siap-siap saja modal  tidak teralokasi dengan baik. Yang ideal memang menginvestasikan pada usaha yang  sudah mapan, yang sistemnya sudah terstruktur dengan rapi, sehingga meskipun  kita tidak diberi kontrol pada usahanya, kita bisa membaca laporan-laporannya  dengan pasti.</p>
<p>Apalagi menginvestasikan pada usaha perseorangan seperti yang saya lakukan  diatas, sebisa mungkin sebelum kita menginvestasikan, kita bisa ajukan penawaran  untuk ikut mengelola usahanya atau setidaknya bisa ikut mengontrol pergerakan  dananya. Sehingga kita bisa ikut menikmati enaknya berinvestasi.</p>
<p>Semoga bisa berinvestasi dengan bijak.</p>
<p>Wassalam, Salam FUNtastic &amp; Merdeka!</p>
<p>Fuad Muftie</p>
<p>© 2009, <a href="http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/06/17/"> http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
<strong>Toko Addina</strong>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta  Timur, 021-9828 4731<br />
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk  Herbal, dll</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">“Benahi  diri, Bangkitkan Indonesia, Menuju Indonesia yang membanggakan!”<br />
)|( Harapan itu masih ada&#8230;.. )|( </span></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadmuftie.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadmuftie.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadmuftie.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadmuftie.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadmuftie.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadmuftie.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadmuftie.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadmuftie.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadmuftie.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadmuftie.wordpress.com/258/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=258&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/04/02/nggak-enaknya-kalau-cuma-investasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/469b2c0b459ad5d73caba58c3c5da136?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fuad Muftie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saya ingin GOLPUT saja</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/03/31/saya-ingin-golput-saja/</link>
		<comments>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/03/31/saya-ingin-golput-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 06:56:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[InterMezo]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[golput]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad saw]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Maaf kalau judulnya provokatif.
Saya cuma ingin cerita, kemarin saat kampanye akbar salah satu partai, ada  pengunjung di toko saya yang menanyakan, koq nggak ikut kampanye.
Karena kami jualan jilbab, pelanggan tadi pasti mengira kami adalah bagian  dari partai dimaksud. Istri sayapun menjawab (sambil bercanda), &#8220;nggak ach, saya  mau GOLPUT saja&#8221;. Mendengar jawaban tadi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=254&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Maaf kalau judulnya provokatif.</p>
<p>Saya cuma ingin cerita, kemarin saat kampanye akbar salah satu partai, ada  pengunjung di toko saya yang menanyakan, koq nggak ikut kampanye.</p>
<p>Karena kami jualan jilbab, pelanggan tadi pasti mengira kami adalah bagian  dari partai dimaksud. Istri sayapun menjawab (sambil bercanda), &#8220;nggak ach, saya  mau <strong>GOLPUT</strong> saja&#8221;. Mendengar jawaban tadi, dari bahasa tubuhnya beliau tampak  terkejut, dan menanyakan &#8220;kenapa?&#8221;</p>
<p>Maksudnya mau jadi &#8220;<strong>GOL</strong>ongan <strong>P</strong>engusaha <strong>U</strong>ntung <strong>T</strong>eruss&#8221;,  he.. he.. he..</p>
<p>Sayapun jadi mikir-mikir, emang ada ya pengusaha yang untung terus. Enak  bener kalau bisa bener-bener jadi pengusaha yang untung terus.</p>
<p>Kalau melihat biografinya para pengusaha besar, pasti pernah mengalami  masa-masa sulit, saat kebangkrutan, saat kehabisan modal, dan masa-masa serem  lainnya. Dan ada yang mengatakan belum jadi pengusaha sukses kalau belum pernah  gagal. Wuihh serem bener. Dan itu benar-benar menjadi momok bagi para pemula  seperti saya.</p>
<p>Tapi kalau mau belajar dari sejarah, ternyata ada lho pengusaha yang untung  terus, tidak pernah rugi sedikitpun. Cuma memang sering tidak dijadikan rujukan  dalam literatur-literatur bisnis secara umum.</p>
<p>Beliau adalah pemuda dari Arab, yang sejak muda sudah malang melintang di  dunia ekspor dan impor. Dan apapun yang diperjualbelikan akan menghasilkan  keuntungan. Bahkan dalam urusan perniagaan, orang-orang yang membencinyapun  masih menaruh rasa percaya kepada Beliau. Ya beliau adalah Muhammad SAW.</p>
<p>Semoga kita bisa mencontoh beliau.</p>
<p>Wassalam, Salam FUNtastic &amp; Merdeka!</p>
<p>Fuad Muftie</p>
<p>© 2009, <a href="http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/06/17/"> http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
<strong>Toko Addina</strong>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta  Timur, 021-9828 4731<br />
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk  Herbal, dll</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">“Benahi  diri, Bangkitkan Indonesia, Menuju Indonesia yang membanggakan!”<br />
)|( Harapan itu masih ada&#8230;.. )|( </span></strong>&#8220;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadmuftie.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadmuftie.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadmuftie.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadmuftie.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadmuftie.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadmuftie.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadmuftie.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadmuftie.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadmuftie.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadmuftie.wordpress.com/254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=254&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/03/31/saya-ingin-golput-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/469b2c0b459ad5d73caba58c3c5da136?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fuad Muftie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekali Lagi tentang Modal Usaha dan Keuntungan Usaha (seri: 2)</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/03/10/sekali-lagi-tentang-modal-usaha-dan-keuntungan-usaha-seri-2/</link>
		<comments>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/03/10/sekali-lagi-tentang-modal-usaha-dan-keuntungan-usaha-seri-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 09:09:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[keuntung]]></category>
		<category><![CDATA[laba]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<category><![CDATA[mulia]]></category>
		<category><![CDATA[profit]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Masih ada saja komentar dan pertanyaan yang menanyakan tentang modal awal  membuka usaha bahkan ada yang menanyakan tentang keuntungan usaha. Yang terakhir  saya terima barusan dari Cak Ricky dari Jawa Timur. Berikut email yang saya  tulis dan saya pikir lebih baik dishare saja di sini. Semoga bisa memberi  manfaat bagi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=251&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Masih ada saja komentar dan pertanyaan yang menanyakan tentang modal awal  membuka usaha bahkan ada yang menanyakan tentang keuntungan usaha. Yang terakhir  saya terima barusan dari Cak Ricky dari Jawa Timur. Berikut email yang saya  tulis dan saya pikir lebih baik dishare saja di sini. Semoga bisa memberi  manfaat bagi yang lain.</p>
<p>PERTAMA: Mengenai besarnya modal awal usaha saya. Saya memang tidak ingin  menuliskannya di blog, karena kesuksesan membuka usaha bukan diukur dari modal  awalnya. Modal awal hanyalah potensi saja, sampai kita benar-benar bisa  mengelolanya. Banyak koq yg diawali dari modal nol bahkan minus (hutang) dan  bisa sukses punya bisnis milyaran. Dan sebaliknya banyak yang modalnya milyaran  tapi habis tidak berbekas. Itu memang ekstrim kanan dan ekstrim kirinya. Kitalah  yang akan menentukan sukses tidaknya mengelola modal, bukan besaran modalnya  yang jadi tolok ukurnya. Kita jugalah yang memutuskan untuk berada di ekstrim  kanan atau ekstrim kiri atau diantara keduanya.</p>
<p>Logika dan itung-itungan gampangnya dan kasarannya begini:</p>
<p>Kalau kita bisa mengelola modal Rp. 10.000, kita akan lebih mudah mengelola  Rp. 20.000<br />
Kalau kita bisa mengelola modal Rp 20.000, kita akan lebih mudah mengelola Rp.  40.000<br />
Kalau kita bisa mengelola modal Rp 40.000, kita akan lebih mudah mengelola Rp.  80.000<br />
Kalau kita bisa mengelola modal Rp 80.000, kita akan lebih mudah mengelola Rp.  160.000<br />
Kalau kita bisa mengelola modal Rp 160.000, kita akan lebih mudah mengelola Rp.  320.000<br />
Kalau kita bisa mengelola modal Rp 320.000, kita akan lebih mudah mengelola Rp.  640.000<br />
Kalau kita bisa mengelola modal Rp 640.000, kita akan lebih mudah mengelola Rp.  1.280.000<br />
Kalau kita bisa mengelola modal Rp 1.280.000, kita akan lebih mudah mengelola Rp.  2.560.000<br />
Kalau kita bisa mengelola modal Rp 2.560.000, kita akan lebih mudah mengelola Rp.  5.120.000<br />
Kalau kita bisa mengelola modal Rp 5.120.000, kita akan lebih mudah mengelola Rp.  10.240.000<br />
Kalau kita bisa mengelola modal Rp 10.240.000, kita akan lebih mudah mengelola  Rp. 20.480.000<br />
Kalau kita bisa mengelola modal Rp 20.480.000, kita akan lebih mudah mengelola  Rp. 40.960.000<br />
Kalau kita bisa mengelola modal Rp 40.960.000, kita akan lebih mudah mengelola  Rp. 81.920.000<br />
Kalau kita bisa mengelola modal Rp 81.920.000, kita akan lebih mudah mengelola  Rp. 163.840.000<br />
Kalau kita bisa mengelola modal Rp 163.840.000, kita akan lebih mudah mengelola  Rp. 327.680.000<br />
Kalau kita bisa mengelola modal Rp 327.680.000, kita akan lebih mudah mengelola  Rp. 655.360.000<br />
Kalau kita bisa mengelola modal Rp 655.360.000, kita akan lebih mudah mengelola  Rp. 1.310.720.000<br />
dan seterusnya.</p>
<p>Ini memang gambaran kasar dan logika ngawur saja, tiap level tentu punya cara  dan seni yang berbeda untuk mengelolanya, tantangannyapun berbeda, hasilnyapun  pasti berbeda-beda. Tapi coba bayangkan saja kalau kita mau dan bersedia  melewati setahap demi setahap tersebut, masuk akal bukan bahwa memulai usaha  tidak harus diawali dari modal yang besar, tapi dari yang kecil saja dulu.</p>
<p>Komputer saja tidak langsung ditemukan dengan processor dual core duo kan,  tapi setahap demi setahap. Tapi dalam bisnis pakem tersebut tidak baku. Banyak  sekali dalam berbisnis terjadi lompatan-lompatan quantum. Ada yang dari modal  ratusan ribu, bisa dengan cepat melesat jadi bisnis milyaran. Dan yang  sebaliknya juga bisa saja terjadi. Memang dunia bisnis identik dengan dunia  penuh ketidakpastian, kita sendirilah yang &#8216;memastikan&#8217; kalau ada &#8216;kepastian&#8217;  dalam berbisnis dan yang jelas potensinya sangat besar untuk bisa berhasil.  Bisnis memang ibarat roller coster, naik turun dengan cepat dan tajam, tapi kita  mesti yakin bahwa perjalanan bisnis kita selalu berjalan menuju tempat yang  lebih tinggi (sukses).</p>
<p>KEDUA : Mengenai keuntungan usaha. Saya juga tidak ingin menulisnya di blog,  karena keuntungan itu relatif. Diukur dari sudut yg berbeda akan memberikan  hasil yg berbeda. Dengan hasil yg berbeda jelas akan memberi persepsi yang  berbeda-beda bagi tiap orang.</p>
<p>Ada tujuan-tujuan yang lebih mulia yang harus kita  raih dalam berbisnis daripada sekedar mencari keuntungan dan profit semata.  Kalau yang dicari cuma untung, hanya akan mencetak orang yang mata duitan begitu.  Jadi raihlah tujuan yg lebih tinggi dan lebih mulia daripada sekedar ngumpulin  uang.</p>
<p>Sekali lagi, seni-nya membuka dan mengelola usaha bukan diukur dari modal  awal dan profit doang, banyak faktor yg menjadikan bisnis lebih mulia, lebih  nge-wong-ke bagi orang lain, lebih memberi manfaat bagi orang lain (bukankah  sebaik-baik manusia adalah yg banyak memberi manfaat bagi orang lain), dsb.  Kalau kita punya tujuan yg lebih tinggi insyaAlloh uang akan ngikut, profit akan  ngikut, modal juga akan ngikut, buktikan saja&#8230;..</p>
<p>Wassalam, Salam FUNtastic &amp; Merdeka!</p>
<p>Fuad Muftie</p>
<p>© 2009, <a href="http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/06/17/"> http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
<strong>Toko Addina</strong>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta  Timur, 021-9828 4731<br />
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk  Herbal, dll</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">“Benahi  diri, Bangkitkan Indonesia, Menuju Indonesia yang membanggakan!”<br />
)|( Harapan itu masih ada&#8230;.. )|( </span></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadmuftie.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadmuftie.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadmuftie.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadmuftie.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadmuftie.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadmuftie.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadmuftie.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadmuftie.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadmuftie.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadmuftie.wordpress.com/251/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=251&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/03/10/sekali-lagi-tentang-modal-usaha-dan-keuntungan-usaha-seri-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/469b2c0b459ad5d73caba58c3c5da136?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fuad Muftie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekali Lagi Tentang Masalah Modal Usaha (UANG)</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/03/06/sekali-lagi-tentang-masalah-modal-usaha-uang/</link>
		<comments>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/03/06/sekali-lagi-tentang-masalah-modal-usaha-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 02:56:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[arus kas]]></category>
		<category><![CDATA[cash flow]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<category><![CDATA[modal uang]]></category>
		<category><![CDATA[modal usaha]]></category>
		<category><![CDATA[mulai usaha]]></category>
		<category><![CDATA[usaha sampingan]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Hmm&#8230; lama rupanya saya tidak menulis di Blog ini, lagi banyak pikiran, juga  sedang mencoba mengeksplore bidang lain meski belum memberikan hasil. Sudah  mencoba menulis beberapa artikel, tapi tidak sempat rampung dan tuntas, lagi  buntu pikirannya. Hiks&#8230; nyari-nyari alasan nich ye&#8230;. Mohon maaf ya, buat  yang sudah nulis komentar tapi belum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=245&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hmm&#8230; lama rupanya saya tidak menulis di Blog ini, lagi banyak pikiran, juga  sedang mencoba mengeksplore bidang lain meski belum memberikan hasil. Sudah  mencoba menulis beberapa artikel, tapi tidak sempat rampung dan tuntas, lagi  buntu pikirannya. Hiks&#8230; nyari-nyari alasan nich ye&#8230;. Mohon maaf ya, buat  yang sudah nulis komentar tapi belum ada komentar baliknya. Peace ach..</p>
<p>Mumpung lagi pingin nulis, berikut saya ambil salah satu komentar pengunjung di tulisan saya berjudul <a href="http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/12/11/bingung-menentukan-jenis-usaha/#comment-2763"> Bingung Menentukan Jenis Usaha</a>:</p>
<p><em>&#8220;Pak Fuad. mungkin permasalahan saya sedikit beda. Saat ini saya  ada sedikit modal mendekati 100 jutaan. tapi justru sampai saat ini saya masih  belum ada ide wirausaha apa yang akan saya jalankan. saya sudah mulai  mencari-cari informasi tentang segala usaha dari internet. Saat ini saya bekerja  cukup sibuk sebagai manager di suatu perusahaan swasta, mungkin itu yang  menyebabkan saya sulit menentukan usaha sampingan apa yang paling tepat. yang  jelas saya tidak begutu tertarik dengan hanya berinvestasi. karena saya trauma  dengan bisnis invetasi yang pernah saya jalani hingga kerugian say mencapai 200  juataan. Mohon masukan ide-ide usaha apa yang dapat saya lakukan.<br />
Tigor&#8221;</em></p>
<p>Memang bener seperti yang dibilang Bung Tigor bahwa permasalahannya agak  berbeda dengan yang lain. Dimana pada umumnya para calon pebisinis mengeluhkan  tentang tidak punya modal, sementara Bung Tigor sudah ada modal tapi masih  bingung mau dikemanakan dan dibagaimanakan modalnya.</p>
<p>Tapi menurut saya permasalahannya sama saja, bahwa inti permasalahan  sebenarnya bukan pada modalnya (uang). Punya atau tidak punya modal sama-sama  bingung bagaimana memulainya. (untuk selanjutnya yang saya maksud <strong>modal </strong> dalam tulisan ini adalah modal uang, biar ada persamaan persepsi, OK)</p>
<p>Yang tidak memiliki modal, sering mengeluh dan menyalahkan kondisi ketiadaan  modal. Terus berangan-angan kalau saja punya modal pasti bisa buka usaha. Tapi  apa memang demikian? Coba bayangkan, bagi yang tidak memiliki modal, terus  tiba-tiba ada yang dermawan dan bersedia menyerahkan dananya milyaran rupiah  untuk dijadikan modal usaha, apa ada kepastian dia bisa memulai usaha dan  survive dan sukses. Tidak ada jaminan.</p>
<p>Banyak cerita, orang yang berlimpahan modal uang, berakhir dengan ditutupnya  usaha. Kalau dari sisi orang yang punya modal, ada yang masih juga bingung  bagaimana memulai usaha, biasanya karena bingung mau jenis usaha apa dan yang  pasti akan takut kalau gagal bagaimana, takut kalau uangnya habis tak berbekas.</p>
<p>Sebenarnya yang perlu disadari bagi para pemula bisnis, bahwa dalam dunia  bisnis memang penuh ketidakpastian dan penuh masalah, makanya rewardnya dan  profitnya juga sangat menjanjikan. Dalam hal ini yang perlu ditanamkan pertama  kali adalah &#8220;SEMANGAT SOLUSI&#8221; dan semangat &#8220;PROBLEM SOLVER&#8221;. Karena baik sebelum  memulai maupun selama proses menjalankan usaha kita akan selalu dihadapkan pada  masalah dan siapa yang paling bertanggungjawab menyelesaikan masalah tersebut,  adalah kita sendiri sebagai business owner.</p>
<p>Yang bisa saya sarankan baik untuk Bung Tigor maupun rekan lain yang merasa  bermasalah dengan modal adalah semangat 3M (Mulai dari yang kecil, Mulai dari  yang mudah, dan Mulai sekarang juga).</p>
<p>Kita buat ilustrasi atau pengandaian saja dech. Kalau kita punya modal 100  juta, gunakan saja dulu sebagian. Buka usaha cukup dengan modal 10 jutaan dulu  atau lebih kecil lagi dari 5 jutaan mungkin. Pilih usaha yang berpotensi  dikembangkan, sehingga kalau yang kecil tadi bisa bertahan, survive, dan  menguntungkan, bisa cepat dikembangkan dan disuntik dengan sisa modal yang kita  punya.</p>
<p>Kalau kita tidak bisa menjalankan sendiri, cari usaha yang mudah dijalankan  oleh orang lain. Cuma pengawasan harus ditangan kita. Mimimal aliran kas, aliran  dana, atau cash flow kita yang megang sendiri. Karena aliran uang dalam bisnis  ibarat aliran darah dalam tubuh. Kalau bocor bisa membunuh usaha kita sendiri.</p>
<p>Misalnya saja, mulai dengan membuka bisnis fotokopian. Saya tidak tahu persis  berapa modal yang dibutuhkan. Tapi sekedar contoh, misalnya butuh dana 20 juta  di awal. Mulai saja dulu dari 20 juta rupiah, dan serahkan pada orang lain untuk  menjalaninya, kita yang membentuk sistemnya dan kita sendiri yang harus  mengawasi. [<em>perhatian-perhatian... ini hanya ilustrasi lho, saya tidak punya  pengalaman buka usaha fotokopi</em>]</p>
<p>Kalau dengan modal 20 juta, usaha fotokopi tersebut bisa jalan, bisa survive,  dan bisa menguntungkan. Kita susun sistemnya lebih rapi lagi, baru kemudian kita  perbesar, kita suntikkan modal yang lebih besar lagi, kita tambah mesin  fotokopinya, kita tambah tenaga kerjanya, dan kita buat diversifikasi usaha.</p>
<p>Setidaknya dengan memulai dari yang kecil, dari modal yang sebagian ini,  resiko kita akan berkurang. Kalaupun usahanya kandas, modal yang dipertaruhkan  baru sebagian, dan kita mendapat satu pengalaman atau pembelajaran yang bisa  dijadikan masukan untuk mengucurkan modal berikutnya di usaha berikutnya.</p>
<p>Strategi seperti inilah yang (entah sengaja atau tidak sengaja, he.. he..  he..) saya terapkan di Toko Addina dulu. Pada saat awal membuka, saya tidak  menggunakan seluruh dana di tabungan. Ibaratnya tidak menaruh seluruh telur  dalam satu keranjang. Dengan modal yang kecil dulu, kita bisa mengetest pasar,  mulai membentuk sistem, menguji sistem, dan mengetest karyawan. Sementara cash  flow saya sendiri yang memegang, tiap hari dicek laporan penjualannya dicocokkan  dengan fisik uangnya. Setelah semua berjalan seperti harapan, baru modal  ditambah lagi, ditambah lagi, dan ditambah lagi. Bahkan kalau benar-benar  menguntungkan dan masih ada potensi, juga kita sudah yakin, kita bisa pinjam dana  pihak ketiga untuk ekspansi.</p>
<p>Terus bagi yang tidak punya modal, mulai dari yang kecil misalnya bisa saja  dengan memulai bisnis menggunakan modal orang lain. Pinjam saja dari IMF (Ibu,  Mertua, atau Family), kecil-kecil dulu. Misalnya pinjam 500-ribu buat belanja  busana muslim atau jilbab, pastikan yang kita belanjakan sudah ada permintaan  dari teman, tetangga, atau kerabat yang lain. Kalau saja kita bisa mengambil  margin 20% kita akan dapat profit sekitar Rp.125 ribu. Profit ini jangan  digunakan dulu untuk kebutuhan lain. Karena kita baru saja memulai memutar  modal, jangan sampai modal yang baru sekali diputar sudah dimakan, harus  disiplin gitu.</p>
<p>Dengan memulai dari yang kecil-kecilan ini, yang penting adalah kita bisa  mulai GET THE FEELING OF BUSINESS. Orang sering bilang insting bisnis. Insting  bisnis inilah yang kita asah di awal-awal dengan modal yang kecil, yang  terjangkau, dan resikonya kecil. Kalau sudah GET THE FEELING, maka insyaAlloh  kita akan siap dengan bisnis yang lebih besar.</p>
<p>Masalah cash flow, kenapa harus kita yang memegang, karena inilah yang  membedakan dengan kita investasi di usaha orang lain. Kalau kita investasi pada  usaha orang lain, kita belum tentu diberi kesempatan untuk mengontrol cash flow  usahanya. Kita mungkin secara rutin dapat pembagian keuntungan, tapi kita tidak  tahu di dalamnya apa benar-benar sehat atau usahanya sedang berdarah-darah alias  dananya bocor kemana-mana. Secara diatas kertas mungkin investasi kita  menguntungkan. Tapi pada saat kita ingin mengambil modal kembali atau pada saat  modal harus dikembalikan, belum tentu pemilik usaha siap mengembalikan.</p>
<p>Karena saya juga punya pengalaman yang sama dengan Bung Tigor, ikut investasi di  usaha orang lain, saat pembagian profit, bisa dapat profitnya, tapi saat  pengembalian modal, ternyata cuma tinggal separuhnya. Kemana yang separuhnya,  wallohu a&#8217;lam, hanya tuhan yang tahu. Karena kita tidak diberi kesempatan  mengontrol cash flownya.</p>
<p>Demikan, untuk sementara, semoga bisa memberi masukan buat Bung Tigor dan  pembaca semuanya, InsyaAlloh tulisan ini bersambung. Nantikan lagi ya episode  berikutnya, he.. he.. he..</p>
<p>Wassalam &amp; Salam FUNtastic &amp; Merdeka!</p>
<p>Fuad Muftie</p>
<p>© 2009, <a href="../2008/06/17/"> http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
<strong>Toko Addina</strong>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender,  Jakarta Timur, 021-9828 4731<br />
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk  Herbal, dll</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">“Benahi diri, Bangkitkan  Indonesia, Menuju Indonesia yang membanggakan!”<br />
</span></strong><strong><span style="color:#ff0000;">)|( Harapan itu masih ada&#8230;.. )|( </span></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadmuftie.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadmuftie.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadmuftie.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadmuftie.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadmuftie.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadmuftie.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadmuftie.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadmuftie.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadmuftie.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadmuftie.wordpress.com/245/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=245&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/03/06/sekali-lagi-tentang-masalah-modal-usaha-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/469b2c0b459ad5d73caba58c3c5da136?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fuad Muftie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menantang Kemampuan untuk Berpikir Besar</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/01/13/menantang-kemampuan-untuk-berpikir-besar/</link>
		<comments>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/01/13/menantang-kemampuan-untuk-berpikir-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2009 08:15:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[InterMezo]]></category>
		<category><![CDATA[NLP-Mind-etc.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[otak, pikiran, Indonesia, usaha, bisnis, berpikir besar, pikiran besar<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=242&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Konon dalam perdagangan organ otak internasional, organ otak orang Indonesia  paling mahal harga. Kalau otak milik orang Jerman, Jepang, dan lainnya dihargai  sangat murah karena selama hidupnya sudah digunakan sampai habis-habisan. Jadi  sudah soak. Sementara otak orang Indonesia itu masih orisinil karena selama  hidupnya jarang digunakan. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bukan maksud saya ingin meledek bangsa sendiri, saya bangga sebagai orang  Indonesia, karena sebenarnya orang Indonesia itu sangat-sangat kreatif. Dan  sebenarnya sangat-sangat layak memimpin DUNIA. Barangkali kalau boleh  menyalahkan, lingkunganlah yang membuat otak kita jarang dipakai. Obatnya cuma  satu, kita sendiri yang harus mengoptimalkan otak kita.</p>
<p>Selama beberapa minggu ini saya kurang aktif menanggapi tanggapan dan  komentar teman-teman pembaca di blog saya. Karena ada beberapa yang cukup  menjengkelkan karena sudah ada jawabannya, masih juga ditanyakan. Saya cuma bisa  ngelus dada dan bilang A.B.C.D!! (Aduh Booo Capek Dech) ha.. ha.. ha..</p>
<p>Sementara ada yang membuat saya merasa tertantang, beberapa pertanyaan dan  komentar pembaca saya pikir sangat berbobot dan membuat saya mengernyitkan dahi.  Terus terang saya merasa, kayaknya para pembaca lebih pinter dari saya dech.  Suweerrr&#8230;..  Aduh koq masih pada nanya sama saya yang masih segini-segini  aja, he.. he.. he..</p>
<p>Yang saya lakukan, saya banyak melakukan brainstorming, sekalian untuk  memikirkan kemajuan usaha saya. Juga membaca literatur, buku, ebook untuk  mengisi ruang kosong di rongga tengkorak saya. Tidak lupa beberapa link di  google mengarahkan saya pada audiobook dari tokoh-tokoh terkenal yang sepertinya  menjadi vitamin baru buat otak saya.</p>
<p>Satu hal yang menjadi pikiran saya terus terpacu, sepertinya selama ini, kita  (saya khususnya) masih sangat takut untuk BERPIKIR BESAR ya. Kita mungkin sudah  memikirkan bagaimana untuk secepatnya keluar kerja dan punya usaha yang omsetnya  milyaran rupiah. Dan kita sudah menganggap itu adalah PIKIRAN BESAR iya kan.</p>
<p>Tapi saat berkaca pada para mentor virtual saya (para penulis buku dan tokoh  dalam audiobook) sepertinya pikiran yang sudah saya nobatkan sebagai PIKIRAN  BESAR tersebut, ternyata belum ada apa-apanya.</p>
<p>Saya juga jadi ingat pesan Pak Agus dari Action Coach waktu saya mendapat  konsultasi di Action, &#8220;kita itu kalau berpikir bisnis, cuma bisa memikirkan  pasar di sekitar toko kita saja, cobalah untuk memikirkan dunia sebagai pasarnya&#8221;.  Hmmmm barangkali kita harus menanamkan pikiran yang lebih besar lagi ya,  misalnya &#8220;Bagaimana saya bisa menaklukkan dunia?&#8221;. Isn&#8217;t that interesting. Yuk  kita regangkan lagi otot-otot otak kita, kita buka lagi pembuluh-pembuluhnya,  untuk memberi ruang bagi PIKIRAN-PIKIRAN yang lebih BUESAR lagi.</p>
<p>Salam FUNtastic &amp; Merdeka</p>
<p>Fuad Muftie</p>
<p>© 2009, <a href="../2008/06/17/"> http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
<strong>Toko Addina</strong>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender,  Jakarta Timur, 021-9828 4731<br />
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk  Herbal, dll</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">“Benahi diri, Bangkitkan  Indonesia, Menuju Indonesia yang membanggakan!”</span></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadmuftie.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadmuftie.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadmuftie.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadmuftie.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadmuftie.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadmuftie.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadmuftie.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadmuftie.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadmuftie.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadmuftie.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=242&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/01/13/menantang-kemampuan-untuk-berpikir-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/469b2c0b459ad5d73caba58c3c5da136?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fuad Muftie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masalah-masalah ketika berjualan jilbab dari Rumah</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/12/09/masalah-masalah-ketika-berjualan-jilbab-dari-rumah/</link>
		<comments>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/12/09/masalah-masalah-ketika-berjualan-jilbab-dari-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 06:21:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[cash]]></category>
		<category><![CDATA[credit]]></category>
		<category><![CDATA[jualan jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi strategis]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Saya ambil dari arsip email saya yang saya kirim untuk membantu menjawab  pertanyaan-pertanyaan tentang permasalahan yang dihadapi pembaca blog saya  ketika baru memulai berjualan jilbab dari rumahnya. Semoga bermanfaat.
1. Mengelola modal yang terbatas, yang kadang-kadang terpakai untuk  keperluan sehari-hari?
Mengenai modal yang tercampur dengan kebutuhan keluarga, kayaknya ini masalah klasik.  Solusinya cuma [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=239&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya ambil dari arsip email saya yang saya kirim untuk membantu menjawab  pertanyaan-pertanyaan tentang permasalahan yang dihadapi pembaca blog saya  ketika baru memulai berjualan jilbab dari rumahnya. Semoga bermanfaat.</p>
<p><strong>1. Mengelola modal yang terbatas, yang kadang-kadang terpakai untuk  keperluan sehari-hari?</strong></p>
<p>Mengenai modal yang tercampur dengan kebutuhan keluarga, kayaknya ini masalah klasik.  Solusinya cuma satu yaitu harus disiplin memisahkan uang usaha dan uang  keluarga. Kalau dari awal, misalnya, uang Rp. 1 juta sebagai modal, maka 1 juta  itu tidak bisa diutak-atik untuk kebutuhan lain. Harus muter terus di bisnis.  Sementara untuk kebutuhan dadakan usahan sisihkan dari laba / keuntungan  penjualannya. Kalau belum dapat untung, harus berani dan disiplin memaksakan  diri untuk tidak mengambil dari modal usaha.</p>
<p>Untuk itu perlunya pencatatan yang rapi mengenai uang yang masuk,  penggunaannya, saldonya, hutang piutangnya, dll. Syukur2 bisa menngikuti prinsip2  akuntansi, tidak perlu yang rumit-rumit, yang sederhana saja. Asalkan dari  catatan tersebut kita bisa melihat dengan jelas jalannya usaha dan posisi  terakhirnya.</p>
<p><strong>2. Bagaimana mengatasi lokasi rumah yang tidak strategis</strong></p>
<p>Buka usaha di tempat tidak strategis, harus diiringi upaya pemasaran yang  gencar. Perlu didukung promosi yang terus menerus. Tujuannya agar orang-orang di  sekitar kita tahu kalau di rumah kita ada usaha yang bisa memenuhi kebutuhan  mereka akan jilbab dll. Promosi tidak mesti harus mahal, bisa dari mulut ke  mulut, ketika kita sedang berkumpul dalam acara pertemuan, arisan, kondangan,  pengajian, dll.</p>
<p>Alternatif lain bisa buka usaha online, untuk strategi ini silahkan bisa belajar dari yang  sudah jalan dan sudah ahli, karena saya sendiri belum mempraktekan bisnis online.</p>
<p><strong>3. Bagaimana caranya agar pembeli mau membeli secara cash<br />
</strong><br />
Agar pembeli mau beli secara cash, kita harus tegas menolak pembelian  secara kredit. Kemudian berikan penawaran-penawaran yang menarik dan istimewa kalau orang mau beli  cash akan dapat keuntungan tambahan (ingat prinsip <strong>nilai tambah</strong>). Misalnya kalau beli cash RP 50.000 dapat hadiah sabun colek, kalau beli Rp  100.000 cash, dapat hadiah sabun mandi dll. Tentunya hadiahnya jangan sampai  lebih mahal dari keuntungannya.</p>
<p>Kalaupun harus ada yang diberi keringanan membeli secara kredit, kita harus  pilih-pilih memberikan kredit pada orang. Prinsipnya kalau kita berani ngasih  kredit, kita harus berani menagihnya. Kalau kira-kira kita nantinya tidak bisa /  tidak berani menagih atau ada potensi kesulitan menagih, lebih baik lupakan saja  penjualan kreditnya. Mending berurusan dengan orang lain yang lebih bisa  dipegang amanahnya.</p>
<p><strong>4. Bagaimana caranya mendapatkan modal usaha untuk menambahi modal yang  pas-pasan<br />
</strong><br />
Bagi kita yang modalnya sudah pas-pasan, menurut saya yang penting kita disiplin  mengelola modal yang benar2 sudah ada dalam genggamban kita. Tidak perlu  muluk-muluk memimpikan pinjaman lunak dalam jumlah besar dari pihak lain. Kelola  dulu bisnis kita sehingga benar-benar kelihatan untungnya, insyaAlloh nanti  tambahan modal akan datang lebih mudah lagi.</p>
<p>Kalaupun butuh dana tambahan, ini ada beberapa cara yang relatif aman untuk  diambil bagi kita sebagai pemula:</p>
<p>- sisihkan sebisa mungkin dari penghasilan kita sebagai karyawan atau dari  penghasilan suami sebagai karyawan. Tentunya kalau kita pasangan hidup kita  berstatus sebagai karyawan. Karena kebanyakan masalah yang dialami para karyawan  sebenarnya bukan hanya pada jumlah gaji yang kecil, tapi karena kita yang kurang  bisa mengelola sehingga selalu besar pasak daripada tiang. Kalau kita disiplin  mengelola dan bisa berhemat, pasati bisa didatap modal tambahan</p>
<p>- pinjam dari saudara / kerabat. Jangan dulu berurusan dengan Bank atau  institusi keuangan lain, sebelum kita benar2 bisa menghasilkan laba dari usaha.  Kalau bisa pinjam dulu dari orang-orang dekat kita sewajarnya dan harus bisa  memastikan atau punya keyakinan kita bisa mengembalikan pinjaman tersebut.</p>
<p>- membantu menjualkan produk orang lain (kita sebagai sales), dll Sebagai  sales praktis bisa dilakkan dengan modal yang sangat kecil. Tinggal tentukan  produk atau jasa yang ingin kita bantu pemasarannya. Itung-itung sekalian  belajar berbisnis lewat bisnis orang lain dulu.</p>
<p>Yang pasti bagi para pemula, modal awal boleh kecil, asal kita disiplin memutar kembali modal awal dan  menyisihkan sebagian keuntungan untuk modal kembali, insyaAlloh akan bertambah  terus modalnya dan semakin besar usahanya. Yang menghambat adalah kita memakan /  menggunakan modal untuk keperluan lain.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>Salam FUNtastic &amp; Merdeka!<br />
Fuad Muftie<br />
© 2008, <a href="http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/06/17/"> http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
<strong>Toko Addina</strong>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta  Timur, 021-9828 4731<br />
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk  Herbal, dll</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">“Benahi  diri, Bangkitkan Indonesia, Menuju Indonesia yang membanggakan!”</span></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadmuftie.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadmuftie.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadmuftie.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadmuftie.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadmuftie.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadmuftie.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadmuftie.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadmuftie.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadmuftie.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadmuftie.wordpress.com/239/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=239&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/12/09/masalah-masalah-ketika-berjualan-jilbab-dari-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/469b2c0b459ad5d73caba58c3c5da136?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fuad Muftie</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
