<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" version="2.0">

<channel>
	<title>galerikata.com</title>
	
	<link>http://galerikata.com</link>
	<description>berbagi semangat bersama sahabat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Sep 2010 07:10:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/galerikata" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="galerikata" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">galerikata</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Galerikata Bagi-Bagi Cinderamata</title>
		<link>http://galerikata.com/2010/08/13/galerikata-bagi-bagi-cinderamata/</link>
		<comments>http://galerikata.com/2010/08/13/galerikata-bagi-bagi-cinderamata/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 18:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Dje</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gratisan]]></category>
		<category><![CDATA[angket]]></category>
		<category><![CDATA[blog map]]></category>
		<category><![CDATA[Cinderamata]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya penulisan]]></category>
		<category><![CDATA[introspeksi]]></category>
		<category><![CDATA[layout]]></category>
		<category><![CDATA[Tema tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galerikata.com/?p=546</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menempuh perjalanan sejauh sekitar tujuh bulan dan menayangkan lebih dari 50 artikel, kelihatannya sudah cukup layak untuk melakukan sedikit introspeksi. Sejenak menengok yang telah lalu untuk menentukan langkah ke depan. Dan sangat pantas bila pembaca ikut berperan aktif di dalamnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="dropcap">Setelah menempuh perjalanan sejauh sekitar tujuh bulan dan menayangkan lebih dari 50 artikel, kelihatannya sudah cukup layak untuk melakukan sedikit introspeksi. Sejenak menengok yang telah lalu untuk menentukan langkah ke depan. Dan sangat pantas bila pembaca ikut berperan aktif di dalamnya.</p>
<p>Saya kira pembaca sudah tidak asing dengan angket semacam ini. Namun saya memiliki aturan dan penilaian sendiri. Silahkan terus membaca.</p>
<p><span id="more-546"></span></p>
<p>Masukan yang paling saya harapkan dari pembaca menyangkut tiga hal berikkut ini :</p>
<p><strong>Tema tulisan</strong>. Blog ini mengangkat berbagai tema yang bisa dilihat pada daftar kategori. Saya juga membagi free ebook dan free excel yang dapat diunduh secara gratis. Saya berharap mendapat masukan tema apa yang sebaiknya dihapus dan tema apa yang diharapkan hadir di sini.</p>
<p><strong>Penataan/layout</strong>. Saya berusaha untuk memberikan kemudahan bagi pembaca untuk menemukan artikel yang pernah dimuat di dalam blog ini. Saya bertanya-tanya apakah layout yang ada sudah cukup mudah untuk melakukan penelusuran? Perlukah disediakan <em>blog map</em> ?</p>
<p><strong>Gaya</strong><strong> penulisan</strong>. Bagaimanakah gaya penulisan saya? Apakah cukup mudah dipahami? Apakah terlalu panjang atau bertele-tele? Apakah terlalu formal? Atau justru terlalu santai? Saya sangat mengharapkan masukan Anda dan memberikan porsi penilaian yang besar untuk masukan yang satu ini.</p>
<p>Itulah tiga hal yang sangat saya harapkan mendapat masukan dari pembaca yang budiman. (yang tidak budiman dilarang membaca, apalagi yang buta huruf). Namun tidak tertutup kemungkinan bila pembaca ingin membahas masalah yang lain. Saya akan dengan senang hati menerimanya.</p>
<p>Saya sudah mempersiapkan diri untuk menerima kritikan yang paling keras, paling tegas dan paling pedas sekalipun. Sedang yang tidak saya harapkan adalah pujian, karena <em>too much praise will kill you</em>. Jadi yang saya tunggu adalah kritikan, masukan nasehat atau apapun yang bisa saya gunakan untuk introspeksi diri dan berkembang.</p>
<h2>Ada Cinderamata</h2>
<p>Sebagai ungkapan terima kasih dan untuk memacu kreativitas pembaca, saya akan memberikan sekadar cenderamata sebagai ungkapan terima kasih untuk beberapa komentar yang saya anggap paling bermanfaat. Ada tiga hal yang ingin saya garis bawahi.</p>
<p><strong>Pertamax</strong>, saya tidak mencari komentar terbaik karena semua komentar saya anggap baik. Namun yang saya tunggu adalah komentar yang memberikan manfaat paling besar untuk perkembangan blog ini. Dan perlu saya tegaskan bahwa pujian tidak akan banyak membantu.</p>
<p><strong>Keduax</strong>, saya tidak menentukan jumlah komentar yang akan mendapat cenderamata. Mungkin hanya lima komentar yang masuk tapi semua saya anggap bermanfaat sehingga kelimanya mendapat cenderamata. Mungkin pula masuk seratus komentar sampah. Bila demikian keadaannya, maka saya akan mencari satu komentar penerima cenderamata sebagai <em>best of the worst</em>.</p>
<p><strong>Ketigax</strong>, penilaian bersifat kualitatif dan subyektif. Keputusan akan sangat bergantung kepada selera saya sebagai juri tunggal. Oleh karena itu keputusan saya bersifat nisbi/relatif. Sehingga Anda diperbolehkan untuk memprotes apapun keputusan yang saya buat walaupun kemungkinan besar akan saya abaikan.</p>
<p>Silahkan masukkan kritik terbaik Anda di kolom komentar. Saya berencana membukanya selama masa satu bulan. Namun tidak tertutup kemungkinan saya akan menutup lebih cepat bila saya merasa sudah cukup. Saat kolom komentar sudah tertutup, artinya saat untuk memasukkan kritik sudah habis. Jadi segeralah sampaikan pendapat anda dan menangkan hadiah … halah … tidak ada hadiah dan tidak ada pemenang. Sekadar cenderamata untuk pembaca tersayang.</p>
<p>Peraturan ini bisa berubah dan bertambah sesuai kebutuhan.</p>
<p>Oya, … satu hal lagi. Saya belum menemukan cinderamata yang akan dibagikan. Ada usulan atau ide ?</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/galerikata/~4/nwAPNmCS22A" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galerikata.com/2010/08/13/galerikata-bagi-bagi-cinderamata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ambigram A, A dan A</title>
		<link>http://galerikata.com/2010/08/10/ambigram-a-a-dan-a/</link>
		<comments>http://galerikata.com/2010/08/10/ambigram-a-a-dan-a/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 18:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Dje</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galeri Ambigram]]></category>
		<category><![CDATA[Ago]]></category>
		<category><![CDATA[Ambigram]]></category>
		<category><![CDATA[Anggun]]></category>
		<category><![CDATA[Azkiya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galerikata.com/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah tiga buah ambigram yang baru saya buat. Ambigram pertama adalah untuk teman online. Dua ambigram berikutnya adalah dua nama putri teman-temanku. Kebetulan ketiganya diawali dengan huruf A. Mau lihat hasilnya ?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="dropcap">Ini adalah tiga buah ambigram yang baru saya buat. Ambigram pertama adalah untuk teman online. Dua ambigram berikutnya adalah dua nama putri teman-temanku. Kebetulan ketiganya diawali dengan huruf A. Mau lihat hasilnya ?</p>
<p><span id="more-536"></span></p>
<h3>Ambigram &#8220;Ago&#8221;</h3>
<p>Nama (alias) yang sangat ringkas dan sederhana. Ambigram yang dihasilkan juga sangat sederhana tapi bisa menjadi contoh yang bagus untuk mempelajari variasi.</p>
<p>Ini adalah bentuk dasar yang muncul di kepala saya.</p>
<div id="attachment_542" class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><img class="size-full wp-image-542" title="ambigram-ago-1" src="http://galerikata.com/wp-content/uploads/2010/08/ambigram-ago-1.jpg" alt="Bentuk dasar ambigram &quot;ago&quot;" width="200" height="140" /><p class="wp-caption-text">Bentuk dasar ambigram &quot;ago&quot;</p></div>
<p>Ini variasi pertama</p>
<div id="attachment_537" class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><img class="size-full wp-image-537 " title="ambigram-ago" src="http://galerikata.com/wp-content/uploads/2010/08/ambigram-ago.jpg" alt="ambigram ago" width="200" height="161" /><p class="wp-caption-text">ambigram &quot;ago&quot; varian #1</p></div>
<p>Ini variasi kedua</p>
<div id="attachment_543" class="wp-caption aligncenter" style="width: 260px"><img class="size-full wp-image-543" title="ambigram-ago-2" src="http://galerikata.com/wp-content/uploads/2010/08/ambigram-ago-2.jpg" alt="ambigram &quot;ago&quot; varian #2" width="250" height="240" /><p class="wp-caption-text">ambigram &quot;ago&quot; varian #2</p></div>
<h3>Ambigram &#8220;Anggun&#8221;</h3>
<p>Ambigram ini hampir terbentuk secara alami. Huruf &#8220;a&#8221; cukup mudah dipasangkan dengan huruf &#8220;n&#8221;. Pasangan &#8220;n&#8221; dan &#8220;u&#8221; merupakan ambigram alami. Huruf &#8220;g&#8221; akan berpasangan dengan dirinya sendiri dan kita sudah mengenal bentuknya. Dan inilah hasilnya.</p>
<div id="attachment_538" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-538" title="ambigram-anggun" src="http://galerikata.com/wp-content/uploads/2010/08/ambigram-anggun.jpg" alt="ambigram anggun" width="300" height="182" /><p class="wp-caption-text">ambigram anggun</p></div>
<h3>Ambigram &#8220;Azkiya&#8221;</h3>
<p>Inilah ambigram paling rumit yang pernah saya buat. Huruf &#8220;A&#8221; yang kemballi kepada dirinya sendiri cukup mudah dibuat dan memiliki cukup banyak variasi. Kombinasi huruf &#8220;z&#8221; dan &#8220;y&#8221; ternyata masih sangat mudah dibaca.</p>
<p>Masalah cukup pelik ketika membuat kombinasi huruf &#8220;k&#8221; dan &#8220;i&#8221; yang juga merupakan pusat kata ini. Setelah mencoba beberapa kemungkinan saya menemukan bentuk yang cukup menarik dan masih mudah dibaca.</p>
<p>Ambigram ini menjadi bertambah rumit ketika saya menambahkan satu ambigram lagi. Yaitu kombinasi &#8220;ade-joe&#8221; yang bisa dibaca secara bolak-balik. Hasil akhirnya cukup ribet seperti terlihat di bawah ini.</p>
<div id="attachment_539" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-539" title="ambigram-azkiya" src="http://galerikata.com/wp-content/uploads/2010/08/ambigram-azkiya.jpg" alt="ambigram azkiya" width="300" height="209" /><p class="wp-caption-text">ambigram azkiya</p></div>
<p>Walaupun ribet namun masih terbaca dengan mudah, kan ?</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/galerikata/~4/KtE2scsuXlk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galerikata.com/2010/08/10/ambigram-a-a-dan-a/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>21 Kesalahan dalam Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://galerikata.com/2010/08/06/21-kesalahan-dalam-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://galerikata.com/2010/08/06/21-kesalahan-dalam-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2010 18:00:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Dje</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fidyah]]></category>
		<category><![CDATA[ihtiyath]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu Falaq]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu Hisab]]></category>
		<category><![CDATA[imsak]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[sahur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galerikata.com/?p=532</guid>
		<description><![CDATA[Sering orang menyangka bahwa puasa Ramadhan yang ia lakukan sudah sesuai dengan tuntunan syari’at Islam. Namun kadang ada beberapa hal yang tidak disadarinya bahwa apa yang dilakukannya atau apa yang diyakininya ternyata merupakan kesalahan yang dapat mengurangi nilai puasanya di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="dropcap">Sering orang menyangka bahwa puasa Ramadhan yang ia lakukan sudah sesuai dengan tuntunan syari’at Islam. Namun kadang ada beberapa hal yang tidak disadarinya bahwa apa yang dilakukannya atau apa yang diyakininya ternyata merupakan kesalahan yang dapat mengurangi nilai puasanya di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.</p>
<p>Sebagai bagian dari persiapan untk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, ada baiknya kita kaji beberapa kesalahan yang sering dilakukan agar kita terhindar darinya.</p>
<p><span id="more-532"></span></p>
<p>Berikut 21 kesalahan yang sering dilakukan :</p>
<ol>
<li> Menentukan masuknya bulan Ramadhan dengan menggunakan ilmu Falaq atau ilmu Hisab.</li>
<li>Kebiasaan berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan dengan maksud <em>ihtiyath</em> (berjaga-jaga).</li>
<li>Meninggalkan makan sahur.</li>
<li>Mempercepat makan sahur.</li>
<li>Menjadikan tanda imsak sebagai batasan sahur.</li>
<li>Melafadzkan niat puasa ketika makan sahur.</li>
<li>Tidak berniat dari malam hari.</li>
<li>Anggapan tidak sahnya puasa orang yang junub atau yang semakna dengannya bila bangun setelah terbitnya fajar dan belum mandi.</li>
<li>Mengakhirkan buka puasa.</li>
<li>Anggapan bahwa muntah adalah pembatal puasa.</li>
<li>Anggapan bahwa makan dan minum dalam keadaan lupa membatalkan puasa.</li>
<li>Anggapan bahwa bersuntik membatalkan puasa.</li>
<li>Perasaan ragu mencicipi makanan.</li>
<li>Meninggalkan berkumur-kumur dan menghirup air (ke dalam hidung) ketika berwudhu.</li>
<li>Anggapan bahwa tidak boleh mandi dan berenang atau menyelam dalam air.</li>
<li>Anggapan menelan ludah membatalkan puasa.</li>
<li>Anggapan tidak boleh mencium bau-bauan yang mengenakkan.</li>
<li>Menghabiskan waktu di bulan Ramadhan dengan perbuatan dan perkataan sia-sia.</li>
<li>Menyibukkan diri dengan pekerjaan rumah tangga di akhir bulan Ramadhan.</li>
<li>Membayar Fidyah sebelum meninggalkan puasa.</li>
<li>Anggapan bahwa darah yang keluar dari dalam mulut dapat membatalkan puasa.</li>
</ol>
<p>Untuk pembahasan lebih lengkap silahkan kunjungi <a href="http://akhwat.web.id" target="_blank">akhwat.web.id</a> atau silahkan download <a href="http://www.mediafire.com/file/s4ny8gdovz4qqxg/21 Kesalahan dalam Bulan Ramadhan.pdf" target="_blank">e-book ini</a>.</p>
<p>Bahasan ini dimuat dalam lima artikel yaitu :</p>
<ul>
<li><strong><a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/fiqh-ibadah/memperbaiki-beberapa-kesalahan-dalam-bulan-ramadhan-1/" target="_blank">Artikel Pertama</a> </strong>membahas poin 1 &#8211; 2</li>
<li><strong><a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/fiqh-ibadah/memperbaiki-beberapa-kesalahan-dalam-bulan-ramadhan-2/" target="_blank">Artikel kedua</a> </strong>membahas poin 3 &#8211; 6</li>
<li><strong><a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/fiqh-ibadah/memperbaiki-beberapa-kesalahan-dalam-bulan-ramadhan-3/" target="_blank">Artikel      Ketiga</a> </strong>membahas poin 7 &#8211;      12</li>
<li><strong><a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/fiqh-ibadah/memperbaiki-beberapa-kesalahan-dalam-bulan-ramadhan-4/" target="_blank">Artikel      keempat</a> </strong>membahas poin 12      &#8211; 17</li>
<li><strong><a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/fiqh-ibadah/memperbaiki-beberapa-kesalahan-dalam-bulan-ramadhan-5/" target="_blank">Artikel kelima</a> </strong>membahas poin 17 &#8211; 21</li>
</ul>
<p>Semoga bisa diambil manfaatnya dan dipetik pelajarannya.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/galerikata/~4/pYeTzTRv3n0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galerikata.com/2010/08/06/21-kesalahan-dalam-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayat-Ayat Buah</title>
		<link>http://galerikata.com/2010/08/03/ayat-ayat-buah/</link>
		<comments>http://galerikata.com/2010/08/03/ayat-ayat-buah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 18:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Dje</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari Satu Ayat]]></category>
		<category><![CDATA[Ayat-Ayat]]></category>
		<category><![CDATA[Benih]]></category>
		<category><![CDATA[Buah]]></category>
		<category><![CDATA[Bunga]]></category>
		<category><![CDATA[polinasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galerikata.com/?p=527</guid>
		<description><![CDATA[Bunga setelah dipolinasi bisa langsung menghasilkan benih. Namun ada pula yang melewati tahapan menjadi buah. Proses pematangan buah sebenarnya juga merupakan proses pematangan benih. Pada saat buah masak dan dipanen, maka pada saat itulah benih telah siap pula untuk disebarkan. Dan saat itulah kita, manusia, ikut berperan di dalamnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://galerikata.com/2010/07/27/ayat-ayat-bunga/" target="_blank">Bunga</a> setelah dipolinasi bisa langsung menghasilkan <a href="http://galerikata.com/2010/07/30/ayat-ayat-benih/" target="_blank">benih</a>. Namun ada pula yang melewati tahapan menjadi buah. Proses pematangan buah sebenarnya juga merupakan proses pematangan benih. Pada saat buah masak dan dipanen, maka pada saat itulah benih telah siap pula untuk disebarkan. Dan saat itulah kita, manusia, ikut berperan di dalamnya.</p>
<p>Dalam proses penyebaran ini kita juga mendapat &#8220;upah&#8221; berupa buah yang kita makan. Oleh karenanya manusia harus mengikuti jadwal tanaman dalam mematangkan buahnya. Karena kedudukan kita di sini hanyalah sebagai pelayan bagi tanaman itu. Sebagian buah memang bisa diperam, namun tetap harus dipetik pada usia yang cukup tua.</p>
<p><span id="more-527"></span></p>
<div id="attachment_528" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-528" title="just_fruits" src="http://galerikata.com/wp-content/uploads/2010/08/just_fruits.jpg" alt="Fruits icons" width="300" height="233" /><p class="wp-caption-text">Fruits icons</p></div>
<p>Beruntung kita bisa melihat tanda-tanda saat buah itu telah siap mendapatkan pelayanan dari kita. Perubahan paling pasti adalah pada daging buah, di antaranya adalah :</p>
<p><strong>Rasa</strong>. Kelihatannya semua sudah tahu, buah yang belum masak akan berasa kecut atau masam. Sedangkan yang telah masak akan terasa manis.</p>
<p><strong>Tekstur</strong>. Buah yang telah masak akan memiliki tekstur yang halus dan lunak sedangkan yang masih mentah akan memiliki tekstur yang kasar dan keras.</p>
<p><strong>Warna</strong>. Kebanyakan jenis buah berwarna pucat pada saat masih mentah dan berubah menjadi tua saat telah masak.</p>
<p>Pada beberapa jenis buah kita juga akan melihat perubahan pada <strong>warna kulitnya</strong>. Saat masih muda kebanyakan buah masih berwarna hijau senada dengan warna daun. Secara tidak langsung hal ini juga menjadi penyamaran baginya. Pada saat telah masak buah akan berubah warna menjadi mencolok dan menarik serta mudah ditemukan.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah mengingatkan di dalam Al-Qur’an yang mulia :</p>
<blockquote><p><em>Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. </em>[QS. Al-An’aam : 99]</p></blockquote>
<p>Sungguh, saya sebenarnya juga merasa takjub karena ternyata Al-Qur’an tidak melewatkan masalah yang kelihatannya sangat sepele ini. Inilah sebagian kenikmatan yang telah dikaruniakan kepada kita.</p>
<blockquote><p><em>Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. </em>[QS. Al-Baqoroh : 22]</p></blockquote>
<p>Bukankah sangat layak bagi kita untuk senantiasa bersyukur ?</p>
<p>Catatan : Gambar <em>just fruit</em> diambil dari <a href="http://www.brothersoft.com" target="_blank">brothersoft</a></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/galerikata/~4/kkC8rhR20Bg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galerikata.com/2010/08/03/ayat-ayat-buah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayat-Ayat Benih</title>
		<link>http://galerikata.com/2010/07/30/ayat-ayat-benih/</link>
		<comments>http://galerikata.com/2010/07/30/ayat-ayat-benih/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 18:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Dje</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari Satu Ayat]]></category>
		<category><![CDATA[Benih]]></category>
		<category><![CDATA[benih dandelion]]></category>
		<category><![CDATA[Bunga Dandelion]]></category>
		<category><![CDATA[bunga pohon liana]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[polinasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galerikata.com/?p=520</guid>
		<description><![CDATA[Setelah dipolinasi, maka bunga akan menghasilkan benih. Cetak biru generasi berikutnya dari tanaman itu. Benih yang telah masak akan dilepaskan dan tumbuh sebagai tanaman baru. Benih ini harus menemukan tempat yang baik agar dapat tumbuh dengan subur. Di antaranya adalah harus mendapat cukup limpahan sinar matahari.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah dipolinasi, maka bunga akan menghasilkan benih. Cetak biru generasi berikutnya dari tanaman itu. Benih yang telah masak akan dilepaskan dan tumbuh sebagai tanaman baru. Benih ini harus menemukan tempat yang baik agar dapat tumbuh dengan subur. Di antaranya adalah harus mendapat cukup limpahan sinar matahari.</p>
<p>Agar tidak terjatuh di bawah bayang-bayang yang dapat menghambat laju pertumbuhannya, maka benih harus tumbuh cukup jauh dari induknya. Cara yang paling umum adalah dengan menumpang angin. Dan dua cerita penerbangan benih ini begitu memukau saya.</p>
<p><span id="more-520"></span></p>
<h3>Dandelion</h3>
<div id="attachment_523" class="wp-caption aligncenter" style="width: 260px"><img class="size-full wp-image-523" title="bunga-dandelion" src="http://galerikata.com/wp-content/uploads/2010/07/bunga-dandelion.jpg" alt="Bunga Dandelion" width="250" height="347" /><p class="wp-caption-text">Bunga Dandelion</p></div>
<p>Dandelion biasanya menempati daerah yang luas. Sehingga benih Dandelion harus terbang cukup jauh agar dapat keluar dari kerumunan. Karena bila dia jatuh di tengah kerumunan yang sangat padat itu, maka dia akan kesulitan mendapatkan sinar matahari yang dibutuhkannya untuk tumbuh.</p>
<p>Benih Dandelion dilengkapi dengan parasut untuk menerbangkannya. Dengan proporsi yang tepat antara berat benih dan ukuran parasut membuatnya bisa terbang dengan efisien. Satu hembusan udara akan cukup membuatnya membubung tinggi mencari lokasi terbuka yang akan menjadi tempat tumbuhnya.</p>
<div id="attachment_524" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-524" title="blow-dandelions" src="http://galerikata.com/wp-content/uploads/2010/07/blow-dandelions.jpg" alt="Benih Dandelion" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Benih Dandelion</p></div>
<p>Orang kadang salah mengira gambar di atas adalah bunga Dandelion. Padahal itu adalah kumpulan lebih dari 100 benih dandelion. Sementara kelopak bunganya sudah layu.</p>
<h3>Pohon Liana di Kalimantan</h3>
<p>[bunga pohon liana]</p>
<p>Berbeda dengan Dandelion yang berada di permukaan tanah, Bunga Liana memilliki keuntungan, yaitu ketinggian. Yang dibutuhkannya bukan hembusan angin tapi hawa panas yang akan membuatnya membubung lebih lama sehingga bisa terbang lebih jauh.</p>
<p>Bunga liana juga memiliki proporsi yang sangat sempurna antara berat benih dengan bentangan sayapnya. Hal ini membuat benih yang tumbuh di Kalimantan ini menjadi penerbang yang sangat efisien. Tidak berlebihan dan tetap keren.</p>
<p>Saya jadi teringat kepada firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :</p>
<blockquote><p><em>Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?</em> [QS. Al-Mulk : 03]</p></blockquote>
<p>Keseimbangan itu hadir di dalam seluruh makhluk ciptaan-Nya. Pada bumi yang kita pijak, pada langit yang luas terbentang dan pada segala yang ada di antara keduanya termasuk pada diri kita sendiri. Satu hal yang senantiasa membuat saya terkagum-kagum.</p>
<p>Catatan :</p>
<ul>
<li>Gambar Bunga Dandelion diambil dari <a href="http://aartiana.wordpress.com/" target="_blank">aartiana</a></li>
<li>Gambar Benih Dandelion diambil dari <a href="http://designwise.net/" target="_blank">designwise</a></li>
</ul>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/galerikata/~4/yevL_V_eVUs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galerikata.com/2010/07/30/ayat-ayat-benih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
