<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558</id><updated>2026-04-11T19:15:16.948+07:00</updated><category term="Pendidikan"/><category term="Humanisme"/><category term="Air Minum"/><category term="Hukum Politik"/><category term="Ekologi"/><category term="Agama (Spiritualisme)"/><category term="Penulis (Kepenulisan)"/><category term="Bandung Jawa Barat"/><category term="Persampahan"/><category term="Air Limbah"/><category term="Keluarga"/><category term="Polusi Udara"/><category term="Sehat Racun Toksikologi"/><category term="TUGAS AKHIR - SKRIPSI"/><category term="Energi"/><category term="Selebritis"/><title type='text'>Gede On WWW: Writing, Water, Waste</title><subtitle type='html'>Writing, Water, Waste</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default?alt=atom'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default?alt=atom&amp;start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>684</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-9170379699367563829</id><published>2026-04-10T18:56:00.018+07:00</published><updated>2026-04-11T19:15:16.842+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="TUGAS AKHIR - SKRIPSI"/><title type='text'>Akhirnya Tugas Akhir Selesai</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Akhirnya Tugas Akhir Selesai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;Hukum alam di dunia ini: ada awal,
ada akhir. Ada inlet, ada outlet. Ada in, ada out. Ada on, ada off. Ada start,
ada finish. Ada mulai, ada selesai. Ada semester satu, ada semester delapan
atau semester akhir. Bagaimana caranya agar TA bisa segera selesai? Satu
semester atau dua semester, bisakah selesai?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;&lt;span&gt;Sesungguhnya, faktor utama bisa
tidaknya TA diselesaikan pada waktunya bergantung pada mahasiswa, yaitu kesehatan
fisik dan kesehatan psikis mahasiswa. Fisik merujuk pada kesehatan badan wadag.
Tidak sakit flu, batuk, diare atau penyakit lainnya yang bisa mengganggu
pelaksanaan TA. Punya kemampuan berpikir yang normal umumnya orang Indonesia.
Tidak harus jenius. Adapun kesehatan psikis berkaitan dengan hati (qalbu), ‘afiat,
berelasi dengan spiritual atau keimanan masing-masing. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Ora et labora&lt;/i&gt;&lt;span&gt;,
doa dan ikhtiar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNfLRtDOnLotrOCfBg6DsUD3ubsp8gDyMPsXVQuwtDu6IbgWFcH-WCFm7qt6UUCklHhhM3flEeGI63bYVsEguaXNNLwSEWM47QgFV07yZBz2MdxE1zBPsCsThrKSSX_Ij_GeUl-1_kW4U5ceIbfQptAjRPXWfLmil0rC7cU12tFo1ExLEU9CupRA/s1555/Tugas%20Akhir.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;353&quot; data-original-width=&quot;1555&quot; height=&quot;73&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNfLRtDOnLotrOCfBg6DsUD3ubsp8gDyMPsXVQuwtDu6IbgWFcH-WCFm7qt6UUCklHhhM3flEeGI63bYVsEguaXNNLwSEWM47QgFV07yZBz2MdxE1zBPsCsThrKSSX_Ij_GeUl-1_kW4U5ceIbfQptAjRPXWfLmil0rC7cU12tFo1ExLEU9CupRA/s320/Tugas%20Akhir.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;Amalkan poin-poin berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;&lt;span&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Niat&lt;/b&gt;&lt;span&gt;. Niat yang betul-betul
kuat, niat menjadi sarjana. Punya bayangan sekian tahun ke depan sudah menjadi
karyawan swasta, BUMN, BUMD AM atau ASN atau pengusaha di bidang ilmu dan
teknologi yang dipelajari. Agar makin kuat di dalam hati, niat tersebut bisa
dibahas dengan orang tua, saudara dan orang-orang yang dekat dalam pergaulan sehari-hari
sehingga makin melekat di hati, melekat di alam bawah sadar (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;subconscious&lt;/i&gt;&lt;span&gt;).
Obrolkan saja kepada mereka bahwa kamu sedang menulis TA dan mematok target
selesai semester ini atau semester depan misalnya. Minta juga didoakan agar
sehat wal’afiat selama menulis laporan TA. Bahas juga dengan kakak kelas
(tingkat) yang sedang tahap akhir dalam menulis TA-nya (atau sudah lulus),
dengarkan tips dan triknya atau saran-sarannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;2. &lt;b&gt;Disiplin&lt;/b&gt;. Upayakan mengerjakan
TA setiap hari. Tiap hari! Menulis satu kalimat saja sudah cukup. Apalagi
menulis satu paragraf, ini lebih bagus. Setiap hari satu paragraf maka satu
bulan berhasil menulis 30 paragraf. Melaksanakan TA berarti melaksanakan jadwal
(&lt;i&gt;schedule&lt;/i&gt;) yang sudah dibuat. Ingatlah, jadwal pelaksanaan TA bukan
sekadar pelengkap di halaman terakhir proposal TA. Jadwal ke lapangan (sungai,
danau, TPA sampah, IPAL, IPAM, jalan raya, dll.), jadwal sampling, jadwal
analisis di laboratorium atau diserahkan ke lab. lain, jadwal mengolah data,
jadwal membahas data dan menyimpulkannya. Disiplin ini hanya perlu waktu
sedikit saja tetapi dilaksanakan setiap hari. Sedikit bisa sekitar lima menit,
bisa satu jam. Nanti tanpa terasa, tidak disadari, ternyata sudah menulis atau
mengolah data selama dua jam bahkan lebih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;&lt;span&gt;Disiplin dapat menghapus perilaku
menunda-nunda (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;procrastination&lt;/i&gt;&lt;span&gt;). Kerjakan saja TA setiap hari (misalnya
pergi ke lokasi studi, ke kantor BPS, PDAM, Dinas PU, Dinas Kesehatan,
Disdukcapil, atau ke laboratorium atau tulis saja beberapa kalimat kalau sedang
posisi duduk di mana pun; bisa juga dicatat di buku notes atau di ponsel atau
laptop). Teruslah bergerak mengerjakan TA, tidak bergantung pada waktu, pada
lokasi, pada &lt;/span&gt;&lt;i&gt;mood&lt;/i&gt;&lt;span&gt; hati. Tiap hari, kerjakan!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;&lt;span&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Baca&lt;/b&gt;&lt;span&gt;. Tidak mungkin bisa
melaksanakan TA tanpa membaca. Banyak-banyaklah membaca TA orang lain, membaca buku
teks, membaca artikel ilmiah dan ilmiah populer yang berkaitan dengan tema TA. Tidak
mungkin bisa menulis bab demi bab apabila tidak membaca. Membaca adalah
memasukkan informasi ke dalam otak kemudian mengeluarkannya lagi dalam bentuk
lisan dan/atau tulisan (kalimat) yang berbeda. Mengandalkan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;copy-paste&lt;/i&gt;&lt;span&gt; atau
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;AI&lt;/i&gt;&lt;span&gt; dari internet tidak akan menghasilkan paparan tulisan yang sinkron
dengan paragraf-paragraf lainnya. Akan tampak tambal-sulam dan alur pikirannya
meloncat-loncat sehingga tidak selaras. Juga akan sulit menjelaskannya secara terperinci
dan logis apabila ditanyakan oleh dosen. Makin banyak membaca maka makin banyak
juga kalimat yang bisa ditulis. (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Oleh sebab itu, latihlah menulis rangkuman
setiap tugas-tugas dosen karena akan bermanfaat pada waktu menulis TA. Ini
nasihat untuk mahasiswa yang belum TA karena belum terlambat&lt;/i&gt;&lt;span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;&lt;span&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Data&lt;/b&gt;&lt;span&gt;. Data primer dan
sekunder harus dipisahkan. Tampilkan dengan jelas. Selalu menuliskan sumber data
apabila mengutip data sekunder. Data primer ditampilkan berupa tabel dan/atau
grafik. Data tertentu mungkin lebih tepat ditampilkan dalam bentuk tabel tetapi
data yang lain mungkin lebih cocok ditampilkan dalam bentuk grafik seperti
garis, batang, atau lingkaran. Data juga perlu diolah dengan memanfaatkan ilmu
statistika tertentu yang sesuai dengan kebutuhan dan merujuk pada hasil
penelitian yang sudah diterbitkan di jurnal ilmiah. Data penduduk misalnya,
apabila diperlukan data proyeksinya maka perlu diuji dengan beberapa metode
matematis kemudian dianalisis. Standar deviasi dijadikan pembanding antara
beberapa metode yang dianalisis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;&lt;span&gt;Data perencanaan unit operasi dan
unit proses merujuk pada kriteria desain atau data hasil penelitian yang absah
(valid), baik penelitian di lab maupun di lapangan (instalasi). Koefisien,
konstanta, dan variabel di dalam rumus-rumus dibaca dan dipahami maksudnya.
Satuan harus seragam. Ada British atau Imperial Unit, ada Sistem Satuan
Internasional (&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;FR&quot; style=&quot;mso-ansi-language: FR;&quot;&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;FR&quot; style=&quot;mso-ansi-language: FR;&quot;&gt;ystème&amp;nbsp;&lt;b&gt;I&lt;/b&gt;nternational d&#39;Unités&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span&gt;: &lt;b&gt;SI&lt;/b&gt; Unit). Pelajari juga cara
konversinya. Misal, satuan gallon dikonversi ke satuan liter. Satuan panjang
feet dikonversi ke satuan meter. Banyak lagi yang lain. Bisa dicek di internet
dengan kata kunci konversi SI unit British unit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;&lt;span&gt;5. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Bahas&lt;/b&gt;&lt;span&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Pembahasan data yang diperoleh menggunakan matematika dasar atau statistika,
pembahasan hasil desain berkaitan dengan diameter pipa atau bak, dimensi bak, geometri
saluran atau bak, layout, flow diagram, denah, potongan, detil, profil
hidrolis, Speks dan RAB untuk konstruksi, operasi dan pemeliharaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;Dengan melaksanakan lima poin di
atas maka pada waktunya, sedikit demi sedikit, hari demi hari, laporan TA dapat
diselesaikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;Tips dan motivasi lainnya:&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://gedehace.blogspot.com/search/label/TUGAS%20AKHIR%20-%20SKRIPSI&quot;&gt;https://gedehace.blogspot.com/search/label/TUGAS%20AKHIR%20-%20SKRIPSI&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/9170379699367563829/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2026/04/akhirnya-tugas-akhir-selesai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/9170379699367563829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/9170379699367563829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2026/04/akhirnya-tugas-akhir-selesai.html' title='Akhirnya Tugas Akhir Selesai'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNfLRtDOnLotrOCfBg6DsUD3ubsp8gDyMPsXVQuwtDu6IbgWFcH-WCFm7qt6UUCklHhhM3flEeGI63bYVsEguaXNNLwSEWM47QgFV07yZBz2MdxE1zBPsCsThrKSSX_Ij_GeUl-1_kW4U5ceIbfQptAjRPXWfLmil0rC7cU12tFo1ExLEU9CupRA/s72-c/Tugas%20Akhir.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-5327763696874738071</id><published>2026-03-22T00:30:00.068+07:00</published><updated>2026-03-22T00:30:00.119+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Air Minum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hukum Politik"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Humanisme"/><title type='text'>Water and Gender in World Water Day 2026</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Air dan Gender atau Water and Gender&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;div style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #fcff01; font-family: georgia; font-size: medium; font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span&gt;Belum
setarakah gender dalam penyediaan air minum (PAM) domestik sehingga tema
peringatan Hari Air Dunia tahun 2026 adalah &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Water and Gender&lt;/i&gt;&lt;span&gt;?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Perserikatan Bangsa-Bangsa, yaitu UN-Water merilis tema acara tersebut dengan menampilkan
foto-foto perempuan dewasa (ibu-ibu) dan perempuan anak-anak yang sedang
mengambil air. PBB menyatakan bahwa masih ada ketimpangan gender dalam PAM dan
air untuk kebutuhan domestik lainnya. Merujuk pada makna kamus (leksikal), gender
bisa bermakna laki-laki dan perempuan. Namun makna gramatikal di dalam tema HAD
2026 ini adalah perempuan (wanita).&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQWwsmpz6sCE03H2__zakoo6nW-UUETf0F45WM8jtBIUqMoWJRL4vcrkjKIZMopacDYB6QMr19Fg-XUfePo3AyyPo9V_c4V7HrsCaG0T09wTUdLen3iZ8wwqUtkO1nsaQQv2aozT-fGHb9nQihfucvNAk_vf3a50a4NT-1-ISaKXyWWCRMvZyMjA/s3509/FA%20MAM%20ED%20366%20%203%20mar%202026.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3509&quot; data-original-width=&quot;2480&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQWwsmpz6sCE03H2__zakoo6nW-UUETf0F45WM8jtBIUqMoWJRL4vcrkjKIZMopacDYB6QMr19Fg-XUfePo3AyyPo9V_c4V7HrsCaG0T09wTUdLen3iZ8wwqUtkO1nsaQQv2aozT-fGHb9nQihfucvNAk_vf3a50a4NT-1-ISaKXyWWCRMvZyMjA/s320/FA%20MAM%20ED%20366%20%203%20mar%202026.jpg&quot; width=&quot;226&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Gender
dijadikan tema oleh PBB karena satu miliar perempuan (27,1%) dari jumlah total
perempuan di dunia tidak memiliki akses air minum aman. Organisasi Kesehatan
Dunia (WHO) juga melaporkan bahwa 1,8 miliar orang belum memiliki sumber air di
rumahnya. Mereka harus pergi beberapa kilometer untuk mendapatkan air. Ada 67%
perempuan bertugas mengambil air untuk keperluan keluarga di 53 negara. Buruknya
kualitas air minum dan sanitasi mengakibatkan seribu orang bayi meninggal
setiap hari. PBB juga melaporkan bahwa 14% negara di dunia belum setara dalam
PAM.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;PBB
sudah merilis resolusi nomor 64/292 tahun 2010 tentang air dan sanitasi yang
divalidasi sebagai HAM. Air yang dimaksud meliputi air untuk minum, memasak,
dan MCK dengan kebutuhan 50 – 100 liter/orang/hari (disingkat loh). Angka ini
adalah kebutuhan air untuk orang yang tinggal di pelosok (&lt;i&gt;remote area&lt;/i&gt;)
sebesar 60 loh dan air untuk orang di kota-kota kabupaten (100 loh). Volume 100
liter melebihi lima botol galon air minum kemasan. Satu botol besar yang berisi
lima galon bervolume 18,925 liter sehingga totalnya menjadi 5 botol x 18,925
liter/botol = 94,625 liter. Catatan: 1 US gallon = 3,785 liter.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Bagaimana
di Indonesia, adakah ketidaksetaraan perempuan dalam hal PAM?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Kondisi Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Agar
pembahasan menukik ke persoalan gender dalam makna perempuan (wanita), maka narasi
awal alinea ini adalah peran perempuan dalam hal keairan. Mengutip data BPS,&amp;nbsp;jumlah
perempuan sarjana di Indonesia pada tahun 2024 adalah 14,08%, lebih banyak
daripada laki-laki sarjana (12,69%). Total lulusan sarjana adalah 13,03 juta
orang pada tahun 2024 atau 4,64% dari total penduduk.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Beralih
ke data yang lebih fokus, ke program studi yang keahliannya di bidang air minum
(dan air limbah, sampah, udara, AMDAL), yaitu Teknik Lingkungan. Jumlah teman
penulis di Teknik Lingkungan ITB adalah 17 orang perempuan (34%) dari 50 orang
mahasiswa. Data tahun-tahun selanjutnya jumlah mahasiswa perempuan di Prodi
Teknik Lingkungan ITB terus meningkat. Contoh lain, pada tahun akademik
2025/2026 jumlah mahasiswa baru perempuan di Prodi Teknik Lingkungan UKRI lebih
banyak daripada mahasiswa laki-laki, yaitu 35 orang perempuan (54%) dan 30
orang laki-laki (46%). Dicontohkan Teknik Lingkungan karena alumninya banyak
yang bekerja di sektor air minum dan sanitasi.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Demikian
juga di pemerintahan, mulai dari kementerian hingga dinas-dinas di daerah. Banyak
perempuan alumni Teknik Lingkungan memimpin di Dinas PU, Dinas LH atau menjadi
pejabat senior di Dinas Kesehatan. Perempuan alumni Teknik Lingkungan juga
banyak yang menjadi direksi di BUMD AM bahkan sejak masih bernama PDAM. Bisa
dikatakan, nihil diskriminasi gender di bidang air minum dan sanitasi.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Bagaimana
di masyarakat sehari-hari? Di kecamatan dan kota kabupaten sudah banyak
keluarga yang berlangganan air BUMD AM. Masyarakat berpenghasilan rendah juga
sudah disiapkan hidran umum dan MCK komunal oleh pemerintah. Masyarakat bebas
mengambil air untuk keperluan dapur di fasilitas umum tersebut. Yang mengambil
air ada perempuan dewasa dan anak-anak yang fisiknya mampu, juga ada laki-laki
dewasa dan anak-anak yang fisiknya mampu. Tidak ada kesenjangan gender.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Kondisi
tersebut berbeda dari satu daerah ke daerah lainnya sebelum tahun 2010. Pada
masa Orde Baru dan satu dekade awal reformasi belum banyak ada PDAM. Kabupaten-kota
belum diperbanyak. Banyak warga mengambil air dari mata air di pancuran permandian
umum. Yang mengambil air tidak hanya perempuan tetapi juga laki-laki
menggunakan ember atau jeriken. Mungkin saja ada saatnya yang mengambil air lebih
banyak perempuan tetapi tidak berarti terjadi ketimpangan gender. Mereka hanya
berbagi tugas: laki-laki ada yang bekerja di sawah, ladang, balai desa, kantor
atau pabrik.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Namun
sekarang sudah berubah. Air minum sudah ada di dalam rumah, tinggal buka keran.
Tarifnya terjangkau oleh warga umumnya. Perempuan tidak perlu lagi keluar
rumah. Andaipun masih terjadi, biasanya di pelosok desa atau pulau-pulau kecil.
Perempuan bertugas mengambil air sedangkan suaminya bekerja mencari nafkah.
Mungkin ada juga kondisi sebaliknya, yaitu suaminya yang mencari air sedangkan
istrinya bekerja di pabrik misalnya. Apakah yang sebaliknya ini termasuk
ketidaksetaraan gender karena perempuan yang bekerja?&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Pembagian
peran antara perempuan dan laki-laki (suami – istri) di Indonesia umumnya
adalah perempuan menyiapkan air untuk minum, memasak, dan MCK sedangkan
suaminya bekerja mencari uang untuk membeli beras, lauk-pauk, sayur dan
kebutuhan sekolah anak-anaknya. Inilah kesetaraan gender. Mereka menikmatinya sebagai
kebiasaan, adat istiadat.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Lantas,
di manakah sesungguhnya terjadi masalah serius dalam hal air dan gender ini?&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Air dan Perang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Istilahnya
bukan perang karena air (&lt;i&gt;water wars&lt;/i&gt;) tetapi perang yang menghancurkan
sumber air dan fasilitas air minum masyarakat. Banyak perempuan yang disiksa dalam
perang dan kesulitan air minum. Ironisnya, mereka dilarang menerima bantuan
makanan dan minuman dari negara lain dan kondisi tersebut didukung oleh negara
adidaya.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Sebagai
contoh, untuk kesekian kalinya, pada awal Februari 2026 Israel mengebom
reservoir utama air minum di kota Rafah, Palestina. Perempuan dan anak-anak
Gaza kehilangan hak asasi air minumnya. Bukankah PBB sudah merilis resolusi
bahwa air dan sanitasi adalah HAM? Mengapa Israel boleh mengebom bendungan,
jaringan pipa air minum dan gas, dan meracuni sumber air penduduk Gaza,
Palestina?&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Air
dan perang yang dikaitkan dengan gender justru lebih signifikan dijadikan tema,
tidak hanya di Gaza Palestina tetapi juga di semua negara yang rawan konflik
akibat perang saudara atau justru diserbu oleh negara lain karena arogansinya
sebagai negara adidaya.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Penutup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Selaras
dengan peringatan HAD 2026, inilah saatnya Indonesia yang ikut menjadi anggota &lt;i&gt;Board
of Peace&lt;/i&gt; untuk Gaza Palestina menggemakan tema Air dan Gender ini. Pantulan
gema ini harus didengar oleh semua kepala negara/pemerintahan bahwa air minum
adalah hak asasi manusia. Tidak hanya hak perempuan (&lt;i&gt;gender equality&lt;/i&gt;),
tetapi hak untuk semua manusia mulai dari janin, bayi, anak-anak, remaja,
dewasa, dan lansia.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Gaza
adalah fakta aktual tentang implementasi &lt;i&gt;Water and Gender&lt;/i&gt; yang belum
dijunjung secara adil oleh PBB. Namun demikian, apresiasi tetap diberikan
kepada PBB karena sudah merilis tema &lt;i&gt;Water and Gender&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Save water,
save gender, save civilization&lt;/i&gt;. *&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;iframe height=&quot;480&quot; src=&quot;https://drive.google.com/file/d/1ir_-idATkC4OkBf_ujR_TojvSUD5cK7e/preview&quot; width=&quot;440&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/5327763696874738071/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2026/03/water-and-gender-in-world-water-day-2026.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/5327763696874738071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/5327763696874738071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2026/03/water-and-gender-in-world-water-day-2026.html' title='Water and Gender in World Water Day 2026'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQWwsmpz6sCE03H2__zakoo6nW-UUETf0F45WM8jtBIUqMoWJRL4vcrkjKIZMopacDYB6QMr19Fg-XUfePo3AyyPo9V_c4V7HrsCaG0T09wTUdLen3iZ8wwqUtkO1nsaQQv2aozT-fGHb9nQihfucvNAk_vf3a50a4NT-1-ISaKXyWWCRMvZyMjA/s72-c/FA%20MAM%20ED%20366%20%203%20mar%202026.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-4135785786509208226</id><published>2026-03-22T00:30:00.046+07:00</published><updated>2026-03-22T00:30:00.119+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Air Minum"/><title type='text'>Selamat Merayakan Hari Air Dunia 2026</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; font-size: x-large;&quot;&gt;Water and Gender&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; font-size: medium;&quot;&gt;Gender masih saja dijadikan tema peringatan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; font-size: medium;&quot;&gt;Hari Air Dunia tahun 2026 ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; font-size: medium;&quot;&gt;Mungkin masih ada perempuan di beberapa negara yang dianggap belum setara dalam hal penyediaan air minum di rumah tangga.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span&gt;Namun di Indonesia,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;semua perempuan punya hak yang sama dalam hal air dengan pria.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXme3J62KlmxBtt5PRjxRK0czD1RuXnQSo28tE2d4tXuttO_VhuBeVRwfC1Y1U3BCbGFs501xLDD83YXEaABr4zYbZ1MukKOrZIYjkgwxoIvCHJJhk8ZjR5Q5_j0IqGrX5LM3_-Tp18_XqBYh6MnuRE5zyKqmNToNAuPGJgMx9IR9PUYUTFQ43TQ/s1363/Hari%20air%20dunia%202026%20Water%20and%20Gender.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;861&quot; data-original-width=&quot;1363&quot; height=&quot;202&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXme3J62KlmxBtt5PRjxRK0czD1RuXnQSo28tE2d4tXuttO_VhuBeVRwfC1Y1U3BCbGFs501xLDD83YXEaABr4zYbZ1MukKOrZIYjkgwxoIvCHJJhk8ZjR5Q5_j0IqGrX5LM3_-Tp18_XqBYh6MnuRE5zyKqmNToNAuPGJgMx9IR9PUYUTFQ43TQ/s320/Hari%20air%20dunia%202026%20Water%20and%20Gender.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #fcff01;&quot;&gt;Artikel perihal HAD 2026 ada di blog ini, diterbitkan di Majalah Air Minum edisi 366, Maret 2026&lt;/span&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; font-size: medium;&quot;&gt;Ditulis di dalam artikel tersebut bahwa justru negara-negara besar seperti AS dkk yang melindungi Israel-lah yang &lt;b style=&quot;background-color: #fcff01;&quot;&gt;melanggar HAM&lt;/b&gt; dalam hal air. Tidak saja kepada perempuan tetapi juga kepada bayi dan anak-anak Palestina dan Gaza.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/4135785786509208226/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2026/03/selamat-merayakan-hari-air-dunia-2026.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/4135785786509208226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/4135785786509208226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2026/03/selamat-merayakan-hari-air-dunia-2026.html' title='Selamat Merayakan Hari Air Dunia 2026'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXme3J62KlmxBtt5PRjxRK0czD1RuXnQSo28tE2d4tXuttO_VhuBeVRwfC1Y1U3BCbGFs501xLDD83YXEaABr4zYbZ1MukKOrZIYjkgwxoIvCHJJhk8ZjR5Q5_j0IqGrX5LM3_-Tp18_XqBYh6MnuRE5zyKqmNToNAuPGJgMx9IR9PUYUTFQ43TQ/s72-c/Hari%20air%20dunia%202026%20Water%20and%20Gender.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-4917628320697450534</id><published>2026-03-14T00:30:00.005+07:00</published><updated>2026-03-14T00:30:00.118+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Agama (Spiritualisme)"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Air Limbah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Air Minum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bandung Jawa Barat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Persampahan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Polusi Udara"/><title type='text'>Puasa Ekologi Untuk Mengamalkan Ekoteologi</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Puasa
Ekologi Untuk Mengamalkan Ekoteologi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Oleh
Ir. Gede H. Cahyana, M.T&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Longsor
di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, banjir di Bandung Selatan, banjir
bandang di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan banjir-banjir di banyak daerah
sejak November 2025 hingga Februari 2026 ini (Ramadhan 1447H) mengakibatkan
ribuan orang meninggal, puluhan ribu kehilangan rumah, dan ratusan ribu orang
menderita sakit akibat buruknya kualitas air minum dan sanitasi (sampah
berserakan dan air limbah dari septic tank dan pabrik tersebar ke semua pelosok
bersama air banjir).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Apakah
banjir tersebut semata-mata disebabkan oleh hujan dengan intensitas yang jauh
melebihi normal? Ternyata tidak. Banjir atau air bah tersebut disebabkan juga
oleh kondisi lahan yang getas. Hutan yang ringkih. Vegetasi yang rapuh. Alih
fungsi lahan atau penebangan pohon-pohon kayu yang diganti dengan sawit atau
sayur-mayur atau ladang berpindah-pindah atau kawasan perumahan baru menjadi
deretan sebab yang nyata. Tidak terbantahkan. Ribuan kubik kayu gelondongan
hanyut sambil menghantam rumah, jembatan, sekolah, masjid, dan fasilitas umum
yang dilewatinya. Mayoritas bangunan rata dengan tanah. Sawah ladang
terbengkalai. Ternak binasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;div id=&quot;ftn2&quot;&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5V6Y4rS7Rk5lDAazhJSISmPIZ8ZHoYWSjGDVmH_98loVkYqcuZtLpPL11AtFE56vnWHdIwQydbKN5d_ZeAaCqu0A1rn9_l-4OXU0IknkYJB8hKsW8mI-Xx_amZeDBb6cA1hJhku77m0YOKFTA3kYKiU7os4UKQ0qiXwlBekDFBfsgJRHXp3KLJg/s3330/Sertifikat%20Pesantren%20Ekologi%20gede%20h%20cahyana.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;2280&quot; data-original-width=&quot;3330&quot; height=&quot;219&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5V6Y4rS7Rk5lDAazhJSISmPIZ8ZHoYWSjGDVmH_98loVkYqcuZtLpPL11AtFE56vnWHdIwQydbKN5d_ZeAaCqu0A1rn9_l-4OXU0IknkYJB8hKsW8mI-Xx_amZeDBb6cA1hJhku77m0YOKFTA3kYKiU7os4UKQ0qiXwlBekDFBfsgJRHXp3KLJg/s320/Sertifikat%20Pesantren%20Ekologi%20gede%20h%20cahyana.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Jelas
sudah, longsor dan banjir bandang di Sumatera tersebut adalah akibat hujan
deras khususnya &lt;i&gt;Cyclone Senyar&lt;/i&gt; dan kerusakan vegetasi, hutan, dan alih
fungsi lahan. Dampaknya lebih banyak ke masyarakat awam yang “tidak bersalah”
atau “tidak ada kaitannya dengan bisnis kayu, pabrik minyak sawit, atau
pembukaan kawasan perumahan baru”. Justru para pemilik konsesi hutan dan
konglomerat itu aman-aman saja, tidak kena banjir karena tinggal di kawasan
elite yang bebas banjir atau karena banjirnya dialihkan ke permukiman di
sekitarnya. Masyarakat biasa kena getahnya saja tanpa bisa protes atau tidak
tahu harus kepada siapa protesnya itu ditujukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Kejadian
lain yang termasuk bencana besar atau katastrofik di Jawa Barat adalah longsor
TPA Leuwigajah pada 21 Februari 2005. Ulang tanggal peringatannya baru empat
hari yang lalu. Terjadi 21 tahun yang lalu. Minimal 157 orang meninggal
tertimbun sampah. TPA yang menampung sampah orang Bandung dan Cimahi ini
menjadi salah satu longsor terbesar di dunia. Artikel yang merespon longsor
tersebut berjudul “&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Leuwigajah, Sebuah Catatan&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;” diterbitkan di koran
Pikiran Rakyat pada 3 Maret 2005. Artikel tersebut tersedia di &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;link&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;ini: &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://gedehace.blogspot.com/2010/05/leuwigajah-sebuah-catatan.html&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;https://gedehace.blogspot.com/2010/05/leuwigajah-sebuah-catatan.html&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Ternyata
ada hikmah di balik longsor bukit sampah itu. Lantaran kasus “bencana bukit
sampah Leuwigajah” itu Indonesia kemudian memiliki Undang-Undang Pengelolaan
Sampah: UU No. 18 tahun 2008. &lt;i&gt;A blessing in disguise: &lt;/i&gt;ada hal baik yang
muncul setelah hal buruk berlalu. Namun sayangnya, masalah sampah di Bandung
raya belum tuntas juga. Sehari sebelum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional
(HPSN), yaitu 20 Februari 2026, Pemkot Bandung memasang iklan setengah halaman
koran di HU Pikiran Rakyat dengan &lt;i&gt;tag&lt;/i&gt; satu tahun pemerintahan: &lt;b&gt;&lt;i style=&quot;background-color: #fcff01;&quot;&gt;#1ThBandungUtama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;
berjudul &lt;b style=&quot;background-color: #fcff01;&quot;&gt;Sampah Jadi Prioritas di 2026&lt;/b&gt;. Ditulis di dalam iklan tersebut
bahwa timbulan sampah di Kota Bandung adalah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;1.496 ton/hari atau 262 rit per hari. Sampah yang mampu diangkut ke TPS
adalah 799,69 ton per hari (&lt;i&gt;Catatan: mungkin yang dimaksud adalah ke TPA
bukan TPS&lt;/i&gt;). Biayanya ditulis 348 miliar pada tahun 2026 ini. Akankah ada
solusi tuntas masalah sampah di Bandung raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota
Cimahi, dan Kab. Bandung Barat)?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Setelah
bencana yang berkaitan dengan tanah (longsor dan sampah) dan air bah, ada satu
lagi yang mungkin terjadi, yaitu polusi udara yang pekat. Semoga bencana &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Great
Smog&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt; (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;smoke and fog&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;: asap dan kabut) di London, Inggris pada 1952
tidak terjadi di Indonesia. Polusi udara ini lebih banyak terjadi karena emisi
partikulat dan gas dari pembakaran bahan bakar di mesin-mesin mobil, truk,
motor dan pabrik terutama yang menggunakan batubara. Termasuk polutan dari 15
unit insinerator sampah yang digunakan di Kota Bandung tetapi pada medio
Januari 2026 dikritik keras oleh Menteri Lingkungan Hidup dan diminta
dihentikan. Terima kasih kepada Walikota Bandung dan DLH yang sudah menyetop
operasional insinerator tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Apabila
insinerator tersebut tidak di-stop maka pemerintah Kota Bandung akan menjadi
subjek yang disindir di dalam ayat 41, surat Ar Ruum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;ظَهَرَ
الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ
بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ&amp;nbsp;۝٤١&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Telah
tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia.
(Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat)
perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Merujuk
pada ayat 41 tersebut maka kerusakan lingkungan alam atau ekologi adalah akibat
perbuatan manusia. Kalau demikian, apakah manusia bisa bersahabat dengan alam?
Jawabannya adalah bisa, dengan cara puasa ekologi, yaitu menahan diri dari
merusak lingkungan tempat dia (manusia) hidup. Per definisi, ekologi&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt; adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara
organisme-organisme hidup dengan lingkungannya. Kata ekologi berasal dari kata
Yunani &lt;i&gt;oikos&lt;/i&gt;: rumah, rumah tangga, habitat dan &lt;i&gt;logos&lt;/i&gt;: ilmu. Habitat dari bahasa
Latin &lt;i&gt;habitare&lt;/i&gt; yang berarti menempati, menghuni: adalah tempat sebuah spesies
atau beberapa spesies atau komunitas hidup dan berkembang biak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Cara berpuasa ekologi adalah dengan menahan diri dari
merusak atau mencemari lingkungan hidup. Inilah amal baik yang menjadi landasan
untuk mengamalkan ekoteologi. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Patutlah program ekoteologi yang
dirilis oleh Kementerian Agama dijadikan langkah perbaikan kondisi lingkungan
di Indonesia. Program tersebut selaras dengan restorasi ekosistem (&lt;i&gt;ecosystem restoration&lt;/i&gt;), yaitu
menghidupkan kembali sistem ekologi: hubungan timbal balik antara makhluk hidup
dengan makhluk hidup lainnya dan dengan makhluk tak hidup (abiotik). Restorasi
memiliki makna pemulihan, perbaikan, menjadikan seperti sedia kala.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Ekoteologi
hakikatnya adalah melestarikan fungsi ekosistem dengan melandaskannya kepada
Allah Swt (Tuhan Yang Mahaesa) sebagai pemilik, pencipta, pemelihara lingkungan
biotik dan abiotik di bumi dan langit yang diamanahkan kepada manusia sebagai
khalifah di bumi. Ekoteologi juga melakukan restorasi lingkungan yang dimulai
dari tataruang dengan dua pendekatan, yaitu kultur dan struktur. Kultur mengacu
pada tataruang berbasis agama, budaya, adat istiadat. Struktur mengacu pada
tataruang yang disahkan oleh pemerintah dan DPR(D) di dalam undang-undang atau
peraturan daerah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #fcff01; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kultur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Terapan
ekoteologi dengan tetap memelihara budaya yang baik dalam makna tidak mendekati
kemusyrikan. Sebab, kemusyrikan justru berdampak buruk kepada kehidupan manusia
di dunia dan juga nanti di akhirat. Menurut Murtiyoso (1994) yang dikutip oleh
Johan Iskandar di dalam buku Manusia dan Lingkungan (2014), masyarakat Sunda
mengenal tataruang yang dilarang dijadikan permukiman, yaitu &lt;i&gt;lahan sarongge&lt;/i&gt; (lahan angker), &lt;i&gt;lemah sahar&lt;/i&gt; (tanah sangar), &lt;i&gt;sema&lt;/i&gt; (kuburan), &lt;i&gt;catang ronggeng&lt;/i&gt; (lahan curam), &lt;i&gt;garenggengan&lt;/i&gt;
(lahan kering berlumpur), &lt;i&gt;dangdang
wariyan&lt;/i&gt; (lahan cekung), &lt;i&gt;lemah laki&lt;/i&gt;
(lahan tandus), &lt;i&gt;kebakan badak&lt;/i&gt;
(kubangan), &lt;i&gt;hunyur&lt;/i&gt; (bukit kecil), &lt;i&gt;pitunahan celeng&lt;/i&gt; (habitat babi), &lt;i&gt;kalomberan&lt;/i&gt; (comberan), &lt;i&gt;jarian&lt;/i&gt; (tempat sampah).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Begitu
pula kearifan lokal seperti gunung &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;kaian&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;,
yaitu biarkan gunung ditumbuhi oleh pepohonan agar oksigen semakin banyak dan
air hujan diresapkan ke dalam tanah untuk cadangan air pada musim kemarau dan
mencegah banjir-erosi pada musim hujan. &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Gawir
awian&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt; bermakna tanami tebing dengan bambu, bagai aur dengan tebing, agar
tidak longsor. Daratan &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;imahan&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;,
manfaatkan lahan datar untuk permukiman. &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Susukan
caian&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;, parit dan selokan sebagai penyalur air hujan. Sungai pun dirawat, &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;walungan rawateun&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;, seperti upaya restorasi
Citarum sekarang. &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Legok balongan&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;,
lahan cekung (rendah) sebagai kolam retensi atau &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;wetland&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;, bukan permukiman. Jika tidak demikian maka penduduk yang
tinggal di daerah cekung akan rutin kena banjir setiap musim hujan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Selain
tataruang menurut kultur, masyarakat Sunda juga mengenal istilah tabu atau
pamali. Pamali adalah pantangan bagi setiap orang untuk berbuat buruk kepada
lingkungan. Contoh, pamali makan burung yang &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;ngagaludra&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;, yaitu burung yang dua jari kakinya ke depan dan dua ke
belakang pada waktu bertengger di ranting pohon, seperti elang dan alap-alap.
Burung ini menjaga kesetimbangan ekosistem karena sebagai predator tertinggi di
dalam rantai makanan. Apabila burung ini punah maka hama tikus dan bajing
semakin banyak di lahan pertanian. Ada hadis juga yang melarang memakan makanan
dari hewan yang bertaring atau hewan buas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Ada
juga pamali menebang pohon beringin, kiara, dan &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;teureup&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;. Pamali ini terbukti mampu melindungi berjenis burung,
serangga, dan mamalia kecil sehingga berkembang biak. Pohon tersebut pun dapat
meresapkan air hujan dan mengeluarkan air sedikit demi sedikit sepanjang tahun
yang disebut mata air (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;cai nyusu&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;).
Ekoteologi menuntun dan mendampingi pamali agar tetap di dalam akidah yang
lurus, menjadi manusia yang bertakwa seperti kerapkali disitir di dalam UUD
1945 dan peraturan di bawahnya. Takwa juga dijadikan tujuan akhir ibadah puasa
Ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Selain di tatar Sunda, ada juga kearifan lokal di
nusantara yang bersahabat dengan lingkungan. Tradisi &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;ujung ladang&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt; masyarakat Melayu di Sumetera Utara misalnya, selalu
berwawasan lingkungan kalau akan membuka hutan. Meskipun menebang pohon dan
membabatnya, selalu saja ada vegetasi pelindung yang tersisa. Pola seperti ini
membantu menahan tanah agar tidak erosi atau merusak tanaman. Suku Dayak di
Kalimantan punya tradisi &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Nyaang&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;.
Mereka terbiasa membuat lajur isolasi pada ladang atau ketika membabat hutan
untuk melokalisir kebakaran. Begitu pun &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;awig-awig&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;
orang Bali yang melarang menebang pohon (misalnya pohon bunut atau beringin).
Ada juga tradisi &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;sasi&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt; di Saparua
Maluku yang berlaku di darat atau di laut atas komoditi yang haram
dieksploitasi untuk waktu terbatas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Tentu
saja tafsir atas pamali tersebut tidak bisa dipahami secara harfiah. Perlu
dikaitkan dengan adat istiadat, budaya, dan kepercayaan pada masanya. Yang
diambil dari pamali adalah spiritnya dalam melestarikan fungsi lingkungan
sebagai tempat hidup, sumber makanan, minuman, pekerjaan, dan hubungan sosial
kemanusiaan. Ditegaskan lagi bahwa lingkungan atau ekologi itu tidak bisa
dilestarikan karena selalu dinamis berubah. Yang bisa dilestarikan adalah
fungsi. Fungsi lingkungan wajib dilestarikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Namun
demikian, pada zaman 4.0 ini masyarakat tidak mudah percaya pada pamali,
terutama Gen Milenial dan Gen Z. Oleh sebab itu, perlu disandingkan dengan
kajian ilmiah dari para ulul albab (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;scholar&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;, akademisi) dan peraturan
pemerintah. Juga dikaitkan dengan ayat-ayat di dalam kitab suci agama perihal
kerusakan lingkungan semisal Surat Ar Ruum ayat 41 dan ayat-ayat lainnya
(ditulis lengkap di buku &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Merintis Fiqh Lingkungan Hidup&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt; oleh KH. Ali
Yafie). Atau sumber-sumber kearifan lokal dari beragam kitab suci atau karya
tulis atau gubahan kontemplatif para empu, cendekia pada masa kerajaan Hindhu,
Budha di nusantara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #fcff01; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Struktur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Ekoteologi
lebih bersifat preventif daripada kuratif. Mencegah lebih utama ketimbang
mengobati (restorasi). Perbaikan atau restorasi tidak akan optimal tanpa peran
pemerintah dalam hal pelaksanaan, pengawasan dan pendanaan. Memang restorasi
bisa saja dilaksanakan oleh ormas, parpol, kampus, bahkan oleh individu seperti
Mak Eroh dan para penerima hadiah Kalpataru. Tetapi hasilnya tidak sinambung.
Biaya, ilmu dan teknologi, serta keamanan menjadi kendala.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Hanya
gerakan resmi pemerintah saja seperti ekoteologi Kemenag yang berpeluang besar
pada keberhasilan restorasi dengan syarat diamalkan dengan benar, tidak
berhenti dalam slogan dan ajakan saja. Ada peraturan dan harus ada penegakan
hukum. Sudah banyak ada undang-undang dan peraturan daerah yang dibuat. Sudah
banyak kasus hukum disidangkan di pengadilan. Tetapi penegakan hukum lingkungan
belum sepenuhnya terwujud. Belum muncul efek jera. Pelanggaran hukum dan
kerusakan lingkungan terus terjadi. Banjir Sumatera dan longsor Cisarua Jawa
Barat menjadi hantaman &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;upper&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;-cut yang menimbulkan &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;knock-out&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt; (KO).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Pendekatan
stuktur berbasis peraturan pemerintah tersebut akan optimal apabila harmonis
dengan kultur kearifan lokal seperti slogan &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;mipit
kudu amit jeung ngala kudu menta&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;: memungut, meramu, mengubah, memanfaatkan
alam harus meminta izin kepada pemerintah berdasarkan hukum positif. Aspek
legal yang jujur. Bukan aspek legal yang ugal-ugalan. Selama ini pembangunan
(baca: penebangan pepohonan di hutan) kurang menghargai kultur kearifan lokal.
Hutan pamali justru oleh pemerintah diberi izin penebangan. Lahan pamali justru
dibangun untuk komersial. Akibatnya terjadi rebutan membangun permukiman dan
kawasan komersial di lahan kritis. Bahkan sampai ke lahan curam (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;catang ronggeng&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;), sempadan sungai,
empang, dan situ habis dijadikan daratan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Agar
program ekoteologi Kementerian Agama dan Pesantren Ekologi Ramadhan di Jawa
Barat berhasil maka harus ada senyawa antara pendekatan kultur dan struktur
sehingga ekosistem bisa diperbaiki sedikit demi sedikit sampai akhirnya pulih
atau mencapai batas maksimal yang mampu diperbaiki. Semua ekosistem bisa
dipulihkan asalkan optimal dalam memanfaatkan kearifan lokal agamis yang
disertai kajian ilmiah dan bersanding harmonis dengan pendekatan struktural
yang sesuai dengan prinsip konservasi dan restorasi ekosistem.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Poin
terakhir, kegiatan Pesantren Ekologi Ramadhan ini bisa dimodifikasi menjadi Praktik
Ekologi, misalnya sekali dalam sebulan. Teori di kelas 25%, praktik di halaman
kelas, di lapangan, di kelurahan, atau lokasi lainnya 75%. Praktiknya meliputi &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;reduce,
reuse, recycle&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt; sampah, &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;composting&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;, sanitasi sehat sekolah, rumah,
kelurahan dalam pengelolaan air limbah domestik, kebun sayur, ternak atau kolam
ikan. Melombakan teknologi inovatif dalam pengelolaan dan pengolahan sampah,
penyediaan air minum daerah bencana, pengolahan air limbah dan pencemaran
udara. Materinya bisa disesuaikan dengan fokus keterampilan siswa di sekolah
kejuruan masing-masing (SMK) atau ekstra kurikuler di SMA. *&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Iskandar,
J, &lt;i&gt;Manusia dan Lingkungan&lt;/i&gt;, Graha Ilmu, 2014.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;2, Mangunjaya, &lt;i&gt;Konservasi Alam Dalam
Islam&lt;/i&gt;, Yayasan Obor Indonesia, 2005. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;3. Soeriatmadja, &lt;i&gt;Ilmu Lingkungan&lt;/i&gt;,
Penerbit ITB, 1982.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 9pt; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;4. Yafie, A, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Merintis Fiqh Lingkungan
Hidup&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;, Ufuk Press, 2006.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;



































































































&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;mso-element: footnote-list;&quot;&gt;&lt;div id=&quot;ftn2&quot; style=&quot;mso-element: footnote;&quot;&gt;
  
  &lt;iframe height=&quot;480&quot; src=&quot;https://drive.google.com/file/d/1tznHueuqEwFfxfdBj7jrjw_9NXFCk3ry/preview&quot; width=&quot;440&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/4917628320697450534/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2026/03/puasa-ekologi-untuk-mengamalkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/4917628320697450534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/4917628320697450534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2026/03/puasa-ekologi-untuk-mengamalkan.html' title='Puasa Ekologi Untuk Mengamalkan Ekoteologi'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5V6Y4rS7Rk5lDAazhJSISmPIZ8ZHoYWSjGDVmH_98loVkYqcuZtLpPL11AtFE56vnWHdIwQydbKN5d_ZeAaCqu0A1rn9_l-4OXU0IknkYJB8hKsW8mI-Xx_amZeDBb6cA1hJhku77m0YOKFTA3kYKiU7os4UKQ0qiXwlBekDFBfsgJRHXp3KLJg/s72-c/Sertifikat%20Pesantren%20Ekologi%20gede%20h%20cahyana.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-2060291014981893665</id><published>2026-03-09T09:52:00.007+07:00</published><updated>2026-03-12T16:28:58.947+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bandung Jawa Barat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Persampahan"/><title type='text'>Longsor TPA Bantargebang</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Dalam masa pelaksanaan Pesantren Ekologi Ramadhan 1447 H, dari Februari 2026 sampai dengan Maret 2026 ini, terjadi longsor TPA sampah di Bantargebang, Kota Bekasi. Diberitakan empat orang meninggal. Untuk kesekian kalinya TPA menimbulkan korban jiwa. Sejarah TPA Leuwigajah 21 Februari 2005 di Bandung terulang dalam skala yang lebih kecil. Korban meninggal di bencana TPA Leuwigajah adalah 157 orang. Bencana terbesar di Indonesia akibat sampah. Berita terakhir pada 10 Maret 2026, korban meninggal tujuh orang. Gubernur DKI Jakarta sudah memberikan keterangan pers. Sampah warga Jakarta memang dominan di Bantargebang. Masalah nyata tetapi penuh tanda tanya. Sebuah metropolis, ibukota negara, sudah berdiri sejak 22 Juni 1527 tetapi belum juga maksimal mengelola sampah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Bencana longsor ini diduga akan terus terjadi apabila cara kelola sampah tidak berubah. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Bussiness as usua&lt;/b&gt;l&lt;/i&gt;. Bersikap&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;background-color: #fcff01;&quot;&gt;NIMBY, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #fcff01;&quot;&gt;not in my
back yard,&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;sikap yang ingin enak sendiri. Sampahku adalah limbahmu.
Timbulkan sampah sebanyak-banyaknya, tetapi ingin rumah tetap bersih. Bau asam menyengat
diberikan ke tetangga. Bisakah diamalkan prinsip &lt;i&gt;waste for one is added value for another&lt;/i&gt;? Sampah diubah menjadi bernilai
tambah dan berkah? Teoretisnya bisa, tetapi praktisnya belum terlaksana.
Penyakit &lt;b&gt;&lt;i&gt;NIMBY &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;ini tidak hanya terjadi di keluarga tetapi juga “keluarga” dalam
makna pemerintahan daerah. Antar pemerintah daerah berselisih klaim, bukannya
bekerja sama untuk menyelesaikan masalah sampah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEpc24rzireb7QvM7WphtBxjEnRHTokkhXeghTfengqmuS5ofxbAEi5pNUpoHdY6Ani-nduDumFIkiOo37rK44CPusK3XCySYduiDfs9-nufO31J9Mxv-J-TCtQrrpvgJLdC6xUZ5R0NnhVY1E-bLUZ1CZZp1HnjZKSwCKRdYQwLuMoVpM2sbl1A/s650/rata-rata-7500-ton-sampah-jakarta-dibuang-ke-tpst-bantargebang-tiap-hari-11_169.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;366&quot; data-original-width=&quot;650&quot; height=&quot;180&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEpc24rzireb7QvM7WphtBxjEnRHTokkhXeghTfengqmuS5ofxbAEi5pNUpoHdY6Ani-nduDumFIkiOo37rK44CPusK3XCySYduiDfs9-nufO31J9Mxv-J-TCtQrrpvgJLdC6xUZ5R0NnhVY1E-bLUZ1CZZp1HnjZKSwCKRdYQwLuMoVpM2sbl1A/s320/rata-rata-7500-ton-sampah-jakarta-dibuang-ke-tpst-bantargebang-tiap-hari-11_169.jpeg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Program Gubernur Jawa Barat selama Ramadhan ini sudah bagus, memberikan ilmu dan pengetahuan tentang teknologi yang bersahabat dengan lingkungan. Satu hal yang dibahas adalah masalah sampah. Siswa mendapatkan pengetahuan tentang sampah; asalnya dari mana, siapa yang menimbulkan sampah, bagaimana caranya agar sampah tidak berserakan di sekolah dan di sekitar rumah. Juga pengetahuan tentang kewajiban iuran sampah sebagai rakyat yang hidup Jawa Barat (juga di seluruh Indonesia tentu saja) dan kewajiban pemerintah sebagai pengelola sampah, mulai dari transportasi hingga di TPA atau TPST.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Adakah solusi?&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/2060291014981893665/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2026/03/longsor-tpa-bantargebang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/2060291014981893665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/2060291014981893665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2026/03/longsor-tpa-bantargebang.html' title='Longsor TPA Bantargebang'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEpc24rzireb7QvM7WphtBxjEnRHTokkhXeghTfengqmuS5ofxbAEi5pNUpoHdY6Ani-nduDumFIkiOo37rK44CPusK3XCySYduiDfs9-nufO31J9Mxv-J-TCtQrrpvgJLdC6xUZ5R0NnhVY1E-bLUZ1CZZp1HnjZKSwCKRdYQwLuMoVpM2sbl1A/s72-c/rata-rata-7500-ton-sampah-jakarta-dibuang-ke-tpst-bantargebang-tiap-hari-11_169.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-7406837099464057132</id><published>2026-02-18T06:19:00.006+07:00</published><updated>2026-02-18T17:11:53.506+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Agama (Spiritualisme)"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keluarga"/><title type='text'>Awal Ramadhan Berbeda Lagi</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Awal
Ramadhan Berbeda Lagi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Awal
Ramadhan berbeda (lagi). Ada kata lagi karena sudah sering terjadi perbedaan
ini. Bahkan ada beberapa kelompok masyarakat, sengaja disebut kelompok masyarakat
bukan organisasi, yang malah lebih awal daripada ormas Muhammadiyah. Bagaimana
metode mereka (yang lebih awal sehari daripada Muhammadiyah) dalam menetapkan
awal Ramadhan, tidak sesuai dengan yang umumnya dilaksanakan oleh Muhammadiyah
dan NU serta pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcCiy4bWro_6470wuafez82NvSIJOtOjO5rTmQTjBmjRYgX-2HddL7cR4sTmUpysBauyJtMpOB7LhjIxW8Tu5wawH2hN-kCL-51OtLkHgCOUw_ulAh3QwDTVjcC4rRD3B3wK-46tK1S4hxYasc9nnMWS8Tjy95PVbFTQVQQNBTYvYUjcx16igcuA/s817/muhammadiyah-tetapkan-awal-ramadan-1447.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;424&quot; data-original-width=&quot;817&quot; height=&quot;166&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcCiy4bWro_6470wuafez82NvSIJOtOjO5rTmQTjBmjRYgX-2HddL7cR4sTmUpysBauyJtMpOB7LhjIxW8Tu5wawH2hN-kCL-51OtLkHgCOUw_ulAh3QwDTVjcC4rRD3B3wK-46tK1S4hxYasc9nnMWS8Tjy95PVbFTQVQQNBTYvYUjcx16igcuA/s320/muhammadiyah-tetapkan-awal-ramadan-1447.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Ormas
Muhammadiyah sudah mengganti wujudul hilal dengan Kalender Hijriah Global
Tunggal (KHGT) yang dianyatakan lebih terpadu, berjangka panjang, progresif. Mudah-mudahan
&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;in harmonia progressio&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;, selaras dalam berkemajuan. Dengan cara
perhitungan global tersebut, ormas Muhammadiyah mencatat bahwa sudah terjadi
konjungsi (ijtimak) pada Selasa, 17 Februari 2026 di Alaska, Amerika Serikat
dengan ketinggian hilal 05 derajat 23 menit 01 detik. Oleh sebab itu, esoknya, Rabu,
18 Februari 2026 dinyatakan sebagai tanggal satu Ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Namun
kondisi berbeda terjadi di Indonesia. Posisi hilal masih di bawah ufuk atau
hilal negatif sehingga kriteria yang digunakan oleh pemerintah tidak terpenuhi,
yaitu tiga derajat dan elongasi 6,4 derajat. Artinya, Rabu, 18 Februari 2026 adalah
tanggal terakhir Sya’ban 1447. Tanggal satu Ramadhan bertepatan dengan tanggal
19 Februari 2026.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Bagaimana
kaum muslimin menyikapi perbedaan ini? Yang pasti, tidak boleh berantem. Mungkin ada keluarga yang marah-marah karena suaminya ikut
pemerintah sedangkan istrinya ikut ormas Muhammadiyah. Mungkin anak-anaknya juga
berbeda dalam melaksanakan awal puasa Ramadhan. Atau berbeda juga dengan
kakek-neneknya sehingga kalau mudik ke daerah kelahiran akan berbeda-beda juga hari rayanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Selamat
melaksanakan ibadah shiyam Ramadhan 1447 untuk semua kaum muslimin di seluruh dunia.
Lebih khusus lagi adalah kaum muslimin Indonesia. Penuh harapan, Allah menerima
ibadah ini meskipun berbeda awal dan akhir puasanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet; font-size: x-large;&quot;&gt;Selamat
menunaikan ibadah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet; font-size: x-large;&quot;&gt;shiyam Ramadhan 1447&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times New Roman, serif;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/7406837099464057132/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2026/02/awal-ramadhan-berbeda-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/7406837099464057132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/7406837099464057132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2026/02/awal-ramadhan-berbeda-lagi.html' title='Awal Ramadhan Berbeda Lagi'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcCiy4bWro_6470wuafez82NvSIJOtOjO5rTmQTjBmjRYgX-2HddL7cR4sTmUpysBauyJtMpOB7LhjIxW8Tu5wawH2hN-kCL-51OtLkHgCOUw_ulAh3QwDTVjcC4rRD3B3wK-46tK1S4hxYasc9nnMWS8Tjy95PVbFTQVQQNBTYvYUjcx16igcuA/s72-c/muhammadiyah-tetapkan-awal-ramadan-1447.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-8000374502966918592</id><published>2026-02-05T05:18:00.013+07:00</published><updated>2026-02-10T06:03:27.028+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bandung Jawa Barat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Persampahan"/><title type='text'>Sampah di Bali Dikomentari Presiden Prabowo</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Sampah di Bali Dikomentari Presiden Prabowo&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Presiden
Prabowo berkomentar tentang sampah di pantai di Bali. Waktu kunjungan ke Korea,
kata Presiden, ada pejabatnya yang berkata bahwa Bali tidak baik-baik saja
karena banyak sampah. Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden di dalam rapat
yang dihadiri oleh para kepala daerah, TNI, polisi, menteri, kepala lembaga dan
badan. Presiden pun langsung memerintahkan agar TNI dan polisi melakukan korve
atau kerja bakti, bergotong royong membersihkan sampah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Keesokan
harinya pantai di Bali khususnya di Legian Kuta sudah dibersihkan. Patut kita
hargai kesigapan aparatur negara untuk membersihkan pantai dari serakan sampah.
Namun sampah bukanlah benda yang timbulnya lama, berbilang hari atau pekan atau
bulan. Sampah adalah benda yang ditimbulkan oleh manusia dan alam setiap saat,
setiap detik. Dalam hitungan jam saja volume atau berat sampah sudah demikian
besar dalam skala kota. Oleh sebab itu, dibutuhkan pengelolaan sampah yang
memenuhi kriteri desain, yang Baku: Baik dan Kuat. Baik bermakna terapan
teknologi sesuai dengan kondisi dan jenis sampahnya dan kuat merujuk pada
keandalan unit operasi dan unit proses dalam pengolahan sampah dan produknya
optimal dengan byproduct yang minimal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Upaya
umum yang biasa diterapkan dalam pengelolaan sampah adalah TPS3R, bank sampah,
komposting, sanitary landfill, insinerasi, pirolisis, gasifikasi, dan
gasifikasi plasma. Tentu ada lagi teknologi lainnya. Namun demikian, perdebatan
dampak buruk teknologi tersebut juga sudah banyak diteliti dan dipublikasikan.
Terjadi perbedaan pendapat antara pihak pro dan pihak kontra. Ada jalan tengah
yang bisa ditempuh, yaitu teknologi diterapkan di pantai. Misalnya, usulan
pembangunan waste to energy bisa dilakukan dan akan mengurangi dampak polusinya
apabila dibangun di pantai. Berikut adalah tulisan atau artikel di koran HU
Pikiran Rakyat yang terbit di Kota Bandung pada 5 September 2014.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNdaxFd2CfHauB8nWd6MOT0KjeRRj8j4FSbHxOVA8BMUjyI9x-KSuwXph75AeFlMkswXXdr6V5zQnl-UHGK_LylZRbaAhDy1MmCjsKFrm01K71Ai6eKj1DNttWbJ4jNkos2Hl_mG0_IH3cVt5qmYvWyef8aEWl7rBCJ8OM6uBeKKulubImXme3aQ/s3664/PLTSa%20Lebih%20Cocok%20di%20Pantai.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;2804&quot; data-original-width=&quot;3664&quot; height=&quot;245&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNdaxFd2CfHauB8nWd6MOT0KjeRRj8j4FSbHxOVA8BMUjyI9x-KSuwXph75AeFlMkswXXdr6V5zQnl-UHGK_LylZRbaAhDy1MmCjsKFrm01K71Ai6eKj1DNttWbJ4jNkos2Hl_mG0_IH3cVt5qmYvWyef8aEWl7rBCJ8OM6uBeKKulubImXme3aQ/s320/PLTSa%20Lebih%20Cocok%20di%20Pantai.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;PLTSa
Lebih Cocok di Pantai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Oleh Gede H. Cahyana&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;HU Pikiran Rakyat, 5 September
2014&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;Ekonomi bukanlah alasan tepat untuk menetapkan apakah
PLTSa layak diterapkan di suatu daerah atau tidak. Yang lebih penting adalah
alasan kesehatan lingkungan karena alasan ini akan berdampak juga pada kondisi
ekonomi, sosial, dan kapasitas pikir anak-anak di sekitar PLTSa. Teknologi
tidak cukup hanya ditopang (back up) oleh ilmu (sains) tetapi juga
mempertimbangkan dampak buruknya pada lingkungan. Kualitas lingkungan ini pun
akan kembali pada kualitas kesehatan jasmani, ruhani, dan taraf kecerdasan (&lt;i&gt;intelligent quotient&lt;/i&gt;). Teknologi yang
berhasil atau suksespun bisa berdampak buruk pada manusia, baik jasmani maupun
ruhaninya, apalagi teknologi yang gagal&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;Dalam implementasi teknologi, pelibatan sains dan
lingkungan perlu diutamakan agar tidak tersesat, tidak sesal kemudian tak
berguna. Memandang sebuah teknologi haruslah dilihat sebagai bagian dari
lingkungan. Lingkungan menjadi titik tolak dalam memilah dan memilih teknologi.
Teknologi di suatu daerah belum tentu cocok dengan kondisi daerah lain karena
lingkungannya memang berbeda. Sederhana analoginya. Baju di daerah kutub tidak
selalu tepat dikenakan di daerah tropis. Sebaliknya, baju tipis di tropis tidak
cocok dikenakan di kutub. Keduanya akan menimbulkan masalah bagi manusia.
Pakaian adalah produk budaya, sama dengan teknologi. Bedanya, teknologi
memiliki latar riset dan trial-error berkali-kali, bahkan ratusan tahun dan
dapat dicoba oleh orang lain karena berlaku universal.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;Begitu pun PLTSa. Sebagai produk teknologi yang
dilatari oleh sains dan bahkan dari berbagai sains, ia pun memiliki kecocokan
atau ketakcocokan dengan lingkungan tempat manusia. Aspek geografi dan
geomorfologi mempengaruhinya. Dalam hal PLTSa, aspek hidrogeologi dan
meteorologi justru menjadi aspek terpenting. Dua aspek yang disebut terakhir
langsung berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, yaitu air dan udara. Air
meliputi air tanah dangkal - dalam dan air permukaan seperti sungai, danau,
waduk. Karena lokasinya di dataran tinggi, dikelilingi oleh pegunungan, Bandung
menjadi lokasi yang buruk dan membahayakan manusia dan relasi ekologis lainnya
apabila dibangun PLTSa.&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pantai&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;, Opsi
Solusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Laut adalah open dumping raksasa. Geomorfologinya
telah menjadi takdir bahwa laut harus berada di tempat terendah dan menampung
semua limbah kegiatan manusia. Laut menjadi badan air terbesar di dunia dengan
luasan 97% dari muka Bumi. Selayaknya dimanfaatkan. Salah satunya, &lt;/span&gt;tepi &lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;laut atau pantai cocok dijadikan lokasi PLTSa. Minimal
ada tiga komponen yang menguntungkan kalau membangun PLTSa di laut (pantai).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;Yang pertama, tentu saja sebagai “pemunah” sampah.
Sebetulnya materialnya tidak musnah, melainkan berubah menjadi materi lain dan
energi. Inilah yang terjadi menurut tinjauan termodinamika. Semua sampah di
kota-kota pesisir, kalau diterapkan PLTSa, akan direduksi menjadi seukuran
onggokan abu saja. Abu bawah (&lt;i&gt;bottom&lt;/i&gt; &lt;i&gt;ash&lt;/i&gt;) dan abu terbang (&lt;i&gt;fly ash&lt;/i&gt;) dapat disimpan di &lt;i&gt;sanitary landfill&lt;/i&gt; yang betul-betul aman.
Lokasinya juga di pantai, terutama di daerah rendah. Pelan-pelan, sekian puluh
tahun kemudian, akan muncullah daratan pantai yang berasal dari abu. Tentu saja
bisa digunakan sebagai pulau khusus, misalnya produsen oksigen, atau pelindung
dari gelombang tsunami dan badai yang menyebabkan abrasi pantai.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;Yang kedua, dengan fasilitas PLTSa, sampah diubah
menjadi energi listrik. Selain digunakan di instalasinya, juga bisa dijual ke
masyarakat pantai, terutama nelayan dengan harga relatif&amp;nbsp; murah. Semua sampah di desa-desa, di
kota-kota di sepanjang pantai bisa diumpankan ke PLTSa. Biaya ditanggung
bersama, baik pemerintah desa, kecamatan, maupun kota – kabupaten yang
memanfaatkan PLTSa sebagai sumber energy listriknya.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;Yang ketiga, &lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;bisa juga dibuatkan fasilitas penyulingan air
laut&lt;/span&gt;, misalnya &lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Multistage
Flash Evaporator&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;MSF&lt;/span&gt;) &lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;dan &lt;i&gt;reverse
osmosis&lt;/i&gt; (RO). MSF dapat menghasilkan distilat dengan konsentrasi TDS yang
sangat rendah, 50 mg/l. Dapat dilanjutkan dengan RO untuk menghasilkan air
berkualitas tinggi, tak hanya untuk minum tetapi juga untuk keperluan &lt;/span&gt;industri &lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;farmasi dan elektronika.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Dengan fasilitas seperti ini, masyarakat pantai, ka&lt;/span&gt;w&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;asan wisata pantai, hotel dan resort juga &lt;i&gt;water&lt;/i&gt; &lt;i&gt;front city&lt;/i&gt; dapat memperoleh air bersih sekaligus listrik dan
daerahnya bebas sampah. Inilah konsep yang cocok dikembangkan.&lt;/span&gt; Alih-alih di kota gunung
seperti Bandung, &lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;PLTSa &lt;/span&gt;lebih &lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;cocok di pantai karena sekali mendayung dua-tiga pulau
terlampaui. Sambil mereduksi volume, massa atau berat sampah, diperoleh energi
listrik, air bersih dan bahkan air berkualitas &lt;/span&gt;yang bisa &lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;langsung diminum. Polusi udaranya bisa direduksi, meskipun tidak 100%,
tetapi jel&lt;/span&gt;a&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;s lebih baik dibandingkan berada di dataran
tinggi seperti Bandung.&lt;/span&gt; Uap air yang menangkap abu dan gas kemudian menjatuhkannya di laut atau
di pantai, dapat mereduksi hembusan kontaminan ke daratan. &lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kondisi meteorologi pantai &lt;/span&gt;ini &lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;mendukung reduksi polutan udara. Abunya terperangkap u&lt;/span&gt;a&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;p air laut dan jatuh ke laut. Udara menjadi relatif
bersih&lt;/span&gt;. &lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Selain itu, perilaku dispersi dan disolusi
atmosfer menurunkan konsentrasi polutan udara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Pantai juga kaya air, baik air laut maupun air tawar
di muaranya atau minimal air payau dengan kadar garam yang lebih rendah
daripada air laut. Sumber air bagi PLTSa adalah syarat utama. Di manapun di
Bumi ini, pantai adalah sumber air. Air inilah yang digunakan untuk membilas
abu bawah dan abu terbang limbah PLTSa.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Inilah
yang dimaksud de&lt;/span&gt;n&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;gan penge&lt;/span&gt;m&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;b&lt;/span&gt;a&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;ngan teknologi yang berwawasan lingkungan. Sains,
teknologi dan lingkungan adalah satu kesatuan &lt;/span&gt;yang &lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;tak terpisahkan&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;Simpulan, apabila PLTSa
dibangun di pantai, bukan di Bandung, maka diperoleh &lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;instalasi&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;pembakar
sampah, instalasi pe&lt;/span&gt;mbangkit &lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;listrik, &lt;/span&gt;dan &lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;instalasi penghasil air &lt;/span&gt;siap di&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;minum&lt;/span&gt; sebagai pasokan untuk kawasan
industri di sekitarnya.&amp;nbsp; *&lt;/p&gt;

&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;MS Mincho&amp;quot;; mso-fareast-language: JA; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;Penulis adalah dosen Teknik
Lingkungan Universitas Kebangsaan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;MS Mincho&amp;quot;; mso-fareast-language: JA; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;MS Mincho&amp;quot;; mso-fareast-language: JA; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;

&lt;iframe src=&quot;https://drive.google.com/file/d/1q0H3raIRvFiA_G9To0vNA3lx5XiAS35X/preview&quot; width=&quot;440&quot; height=&quot;480&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/8000374502966918592/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2026/02/sampah-di-bali-dikomentari-presiden.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/8000374502966918592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/8000374502966918592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2026/02/sampah-di-bali-dikomentari-presiden.html' title='Sampah di Bali Dikomentari Presiden Prabowo'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNdaxFd2CfHauB8nWd6MOT0KjeRRj8j4FSbHxOVA8BMUjyI9x-KSuwXph75AeFlMkswXXdr6V5zQnl-UHGK_LylZRbaAhDy1MmCjsKFrm01K71Ai6eKj1DNttWbJ4jNkos2Hl_mG0_IH3cVt5qmYvWyef8aEWl7rBCJ8OM6uBeKKulubImXme3aQ/s72-c/PLTSa%20Lebih%20Cocok%20di%20Pantai.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-118340468551037901</id><published>2026-02-02T05:41:00.009+07:00</published><updated>2026-02-10T08:07:08.841+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bandung Jawa Barat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Persampahan"/><title type='text'>Insinerator di Kota Bandung adalah Nekad</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Insinerator di Kota Bandung&amp;nbsp;adalah Nekad&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;Inilah wujud kenekadan pemerintah
Kota Bandung dalam mengelola sampah. Padahal sejak longsor TPA Leuwigajah,
insinerator dan PLTSa yang berbasis insinerator sudah ditolak habis-habisan oleh
masyarakat Kota Bandung. Bandung raya yang berbentuk cekungan, seperti mangkok, dapat memperparah polutan udara. Udara kotor dan tercemar sulit atau tidak akan bisa lepas dari cekungan Bandung.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;Sejak longsor TPA tersebut sejumlah
artikel ditulis oleh para penulis, di antaranya adalah Prof. Otto Soemarwoto
(alm.), Gede H. Cahyana dan sejumlah aktivis lingkungan. Tema tulisannya adalah potensi bahaya apabila sampah di
Bandung dibakar atau dijadikan umpan untuk PLTSa. Sebab, menerapkan PLTSa di pegunungan seperti di cekungan Bandung berbeda dampaknya dengan penerapan di pantai.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;Gede H. Cahyana menulis bahwa
PLTSa Lebih Cocok di Pantai.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://gedehace.blogspot.com/2007/06/risiko-pltsa.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sejumlah artikel di media massa koran pada masa diskusi pembahasan PLTSa tersedia di sini.&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVu5XbM5TQDw9rs8yRYBEQnCw7CJVz4WuaKXhZxBE1FuKFZSaK7pkS_fWVvTaxfnMV7-WtwnhLSMYHemaDj1xmpOl2sW16U7h7vIyo5I7w_GPM5kcbnoZ3dCjnqfpeKFJi8DfdKX7K9fjYkRoFzU23lk9LD05aQp_QFxN7x4Wi5zB548KQIt5KNA/s4160/IMG_20251112_080847.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;4160&quot; data-original-width=&quot;3120&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVu5XbM5TQDw9rs8yRYBEQnCw7CJVz4WuaKXhZxBE1FuKFZSaK7pkS_fWVvTaxfnMV7-WtwnhLSMYHemaDj1xmpOl2sW16U7h7vIyo5I7w_GPM5kcbnoZ3dCjnqfpeKFJi8DfdKX7K9fjYkRoFzU23lk9LD05aQp_QFxN7x4Wi5zB548KQIt5KNA/s320/IMG_20251112_080847.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #fcff01;&quot;&gt;&lt;i&gt;Kedua foto terlampir ini bernada kontradiktif. Di satu spanduk, dilarang bakar sampah, ada logo Dinas Lingkungan Hidup, tetapi di foto satunya lagi, justru DLH yang membakar sampah.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #fcff01;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgZnCkfXMzZn2yMEZ2S9zlURrcke_gFBmdYxcDMsHdd-2AfOBZVUTIabl8dTDkQ9DYdnnDPqgekiJx8RY4a16kOAfgvwZY8deTtz-1HYml2iQRpPungbj9GJgBV8NyU4a6_4aUtFcy52zIvwgBlfgNT4srVmHTghCjxOCB2_LnmJQRjTqk4pWxJA/s4160/IMG_20251112_080842.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhxgX_4rU26bIGyI5uAbezJlTuBQ379ln9HvxDaZNalTM5fC_IBueqr_n7mY5kZ_LW8ufxaSrbq8su74iiVyKRiLjeal73dhMY48d2Ib5DxLPfS-Va2o0BikE-BJ5YT7ZjE-7m7cEr8P-gGjfW_p-bt0PjlAXg_KlxK_tDFCU74RY0_3Ov5DUDxQ/s4160/IMG_20251117_071519.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhxgX_4rU26bIGyI5uAbezJlTuBQ379ln9HvxDaZNalTM5fC_IBueqr_n7mY5kZ_LW8ufxaSrbq8su74iiVyKRiLjeal73dhMY48d2Ib5DxLPfS-Va2o0BikE-BJ5YT7ZjE-7m7cEr8P-gGjfW_p-bt0PjlAXg_KlxK_tDFCU74RY0_3Ov5DUDxQ/s320/IMG_20251117_071519.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;PLTSa Lebih Cocok di Pantai&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4Flh4xbp9GZ8N6sGY-oIutdWpmVC0HdSmd6WrCoZfKIXpQNrJRyxgrFYwd4oPL64vRJ0l9xoDgHjsHVLdaS6foBBDnvHZw_QM51bnxDgr3hparkaJA8ZwUF292Lw8TGQdt03D2663OzgSE2Y-zukHCBUJBTP2GeLZKG7Kvl3BTOLuB6QGwfPuQw/s3664/PLTSa%20Lebih%20Cocok%20di%20Pantai.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;2804&quot; data-original-width=&quot;3664&quot; height=&quot;245&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4Flh4xbp9GZ8N6sGY-oIutdWpmVC0HdSmd6WrCoZfKIXpQNrJRyxgrFYwd4oPL64vRJ0l9xoDgHjsHVLdaS6foBBDnvHZw_QM51bnxDgr3hparkaJA8ZwUF292Lw8TGQdt03D2663OzgSE2Y-zukHCBUJBTP2GeLZKG7Kvl3BTOLuB6QGwfPuQw/s320/PLTSa%20Lebih%20Cocok%20di%20Pantai.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/118340468551037901/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2026/02/insinerator-di-kota-bandung-adalah-nekad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/118340468551037901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/118340468551037901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2026/02/insinerator-di-kota-bandung-adalah-nekad.html' title='Insinerator di Kota Bandung adalah Nekad'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVu5XbM5TQDw9rs8yRYBEQnCw7CJVz4WuaKXhZxBE1FuKFZSaK7pkS_fWVvTaxfnMV7-WtwnhLSMYHemaDj1xmpOl2sW16U7h7vIyo5I7w_GPM5kcbnoZ3dCjnqfpeKFJi8DfdKX7K9fjYkRoFzU23lk9LD05aQp_QFxN7x4Wi5zB548KQIt5KNA/s72-c/IMG_20251112_080847.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-456192521376695225</id><published>2026-01-16T11:15:00.015+07:00</published><updated>2026-01-16T15:13:33.305+07:00</updated><title type='text'>Isra Mi&#39;raj dan Aljabat Shalat</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Libur pada tanggal 27 Rajab 1447 ini bertepatan dengan hari Jum&#39;at, 16 Januari 2026. Pemerintah menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Libur Nasional. Seperti biasa, masjid di perumahan dan permukiman biasanya lebih banyak dikunjungi jamaah yang ingin melaksanakan shalat Jumat. Namun sebaliknya, masjid-masjid di perkantoran atau dinas-dinas pemerintah, biasanya berkurang jumlah jamaahnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Masa sekarang ini sudah jarang terlihat buletin Jum&#39;at. Tidak seperti dulu, sebelum era internet yang masif ini dan sebelum era Whatsapp. Terlampir adalah buletin Jum&#39;at milik masjid kampus Universitas Kebangsaan (sekarang UKRI). Masjid kampus ini dulu bernama al - Ittihad, nama lama yang diberikan oleh kampus UNINUS. Waktu itu UNINUS berlokasi di Jln. Terusan Halimun No. 37, Lingkar Selatan, Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Shalat wajib lima waktu diperintahkan oleh Allah Swt langsung kepada Nabi Muhammad SAW dengan cara meng-Isra Mi&#39;raj-kan beliau. Perintah langsung ini menjadi tanda bahwa shalat adalah ibadah yang sangat penting bagi kaum muslim. Shalat adalah tiang agama.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Tulisan terlampir terbit pada 30 Mei 2008. Judulnya adalah Aljabar Shalat. Kuantitas shalat bisa dihitung oleh manusia. Tetapi kualitas shalat? Tidak bisa!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Juga tertulis keterangan bahwa Teknik Lingkungan akan mengadakan lomba dengan hadiah seperti terlampir. Alhamdulillah, acara berlangsung sesuai dengan rencana. Foto-foto kegiatan tersedia di link di bawah ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://gedehace.blogspot.com/2008/05/lomba-mengarang-menulis.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Link Lomba Mengarang &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://gedehace.blogspot.com/2008/07/sang-juara-lomba-menulis_22.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Lomba Menulis Lingkungan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKkiZ65DgM15dj4ZKFurc01F8g2SciIESchkIJnsmtP_5RAUuPgXzT0Pi7settwdTSE_uyVRchvQUtf_PF3-RIOliip6AdIUyppC-pqrUroF4EWQyDkBrB8hggrZUe-JRggMvBW5CHnkj4uqk4p3LNLd-f8QfHhoeOUhch1y2Q35kOVZ3Y67h9lg/s3948/IMG_20260104_110756%20(1).jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3948&quot; data-original-width=&quot;2768&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKkiZ65DgM15dj4ZKFurc01F8g2SciIESchkIJnsmtP_5RAUuPgXzT0Pi7settwdTSE_uyVRchvQUtf_PF3-RIOliip6AdIUyppC-pqrUroF4EWQyDkBrB8hggrZUe-JRggMvBW5CHnkj4uqk4p3LNLd-f8QfHhoeOUhch1y2Q35kOVZ3Y67h9lg/s320/IMG_20260104_110756%20(1).jpg&quot; width=&quot;224&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;

&lt;iframe height=&quot;480&quot; src=&quot;https://drive.google.com/file/d/1Z46hs7rzcJBlSpSChxdY4vW1oRc89KiP/preview&quot; width=&quot;440&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;

</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/456192521376695225/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2026/01/isra-miraj-dan-aljabat-shalat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/456192521376695225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/456192521376695225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2026/01/isra-miraj-dan-aljabat-shalat.html' title='Isra Mi&#39;raj dan Aljabat Shalat'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKkiZ65DgM15dj4ZKFurc01F8g2SciIESchkIJnsmtP_5RAUuPgXzT0Pi7settwdTSE_uyVRchvQUtf_PF3-RIOliip6AdIUyppC-pqrUroF4EWQyDkBrB8hggrZUe-JRggMvBW5CHnkj4uqk4p3LNLd-f8QfHhoeOUhch1y2Q35kOVZ3Y67h9lg/s72-c/IMG_20260104_110756%20(1).jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-1480075968621341822</id><published>2025-12-26T10:35:00.010+07:00</published><updated>2025-12-26T10:44:55.465+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Air Minum"/><title type='text'>Dari MAPAMNAS Untuk AMAL</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Dari
MAPAMNAS Untuk AMAL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Oleh Gede
H. Cahyana&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Dosen
Teknik Lingkungan Universitas Kebangsaan RI&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Musyawarah
Antar-Perusahaan Air Minum Nasional (MAPAMNAS) XV adalah rapat nasional yang
strategis di bidang air minum publik. Seperti umumnya organisasi, pelaksanaan
musyarawah nasional adalah untuk memberikan energi tambahan kepada organisasi,
peluang inovasi, regenerasi kepengurusan. Topik yang didiskusikan bisa jadi
revisi AD/ART, program kerja baru yang belum pernah ada, atau arah baru
organisasi. Munculnya ragam tema bahasan tersebut bergantung pada aspirasi
anggota.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;MAPAMNAS
XV diselenggarakan pada awal tahun kedua Kabinet Merah Putih dengan misi Asta
Cita dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Cita kedua dan MBG secara tidak
langsung berkaitan dengan MAPAMNAS &amp;amp; Perpamsi dan berkaitan langsung dengan
BUMD AM. Viral diberitakan insiden murid keracunan setelah makan makanan yang
disajikan oleh SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau dapur MBG). Di antara
sebabnya adalah air pencuci ompreng, sayur dan lauk-pauk. Air bersih demikian
penting di dalam MBG.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfNANgSaQQIiCA4eHzPViD1SdEsny7aZs12r6Sdpm9LvdTzZ8qMwvGoR_CN2jhQG8E1EDqebKTMJRI1zR-gbWBQv8YqeUMHmqmhKYjvUZ1_kBu4MAvdWdjL31strDGxhgXnOt5o5EcAM2xllJzeiLFq73D4IgyQVr6AB9xCMirOb3TPVJdnPo3qw/s3308/MAM%20363%20DESEMBER%202025-pages-1-merged-images-0.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3308&quot; data-original-width=&quot;2540&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfNANgSaQQIiCA4eHzPViD1SdEsny7aZs12r6Sdpm9LvdTzZ8qMwvGoR_CN2jhQG8E1EDqebKTMJRI1zR-gbWBQv8YqeUMHmqmhKYjvUZ1_kBu4MAvdWdjL31strDGxhgXnOt5o5EcAM2xllJzeiLFq73D4IgyQVr6AB9xCMirOb3TPVJdnPo3qw/s320/MAM%20363%20DESEMBER%202025-pages-1-merged-images-0.jpg&quot; width=&quot;246&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Air
olahan BUMD AM relatif lebih bersih daripada air sumur dangkal SPPG. BUMD AM bisa
berperan signifikan dalam pelaksanaan MBG. Di pihak lain, sungguh bijak apabila
SPPG menggunakan air olahan BUMD AM.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Sebab, kualitas air yang layak diminum tidak hanya tampak jernih saja. Jernih
belum tentu bersih. &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Clear is not the same as clean&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;. Jernih hanyalah satu
konstituen di dalam parameter fisika, yaitu kekeruhan (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;turbidity&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;), dari
banyak konstituen lainnya. Belum lagi parameter kimia yang lebih banyak
konstituennya dan terakhir adalah parameter mikrobiologi.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Sepatutnya
BUMD AM menjadi &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;partner&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; SPPG dalam pelaksanaan MBG. Terlebih lagi air ditulis
di dalam cita kedua Asta Cita bersama pangan dan energi. MBG membutuhkan
pangan, energi dan air. Diharapkan MAPAMNAS menjadi momentum untuk menggemakan swasembada
air baku dan air minum secara riil, tidak sekadar slogan. Sejarah Indonesia akan
menorehkan peran MAPAMNAS XV dalam melayani program MBG, terlebih lagi ada
bonus yang diberikan BUMD AM kepada SPPG berupa tarif diskon. Tarif airnya didiskon
tetapi volume air yang terjual lebih banyak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Selanjutnya
adalah MAPAMNAS untuk AMAL, yaitu MAPAMNAS merilis proposal ilmiah yang
dilengkapi dengan bab dan pasal Rancangan Undang-Undang Air Minum dan Air
Limbah (RUU AMAL). Embrio pasal-pasal yang eksplisit dan dilengkapi dengan
penjelasannya bisa dihasilkan oleh MAPAMNAS. Proposal yang diusulkan di
antaranya berisi urgensi air minum aman di dalam program MBG dan air limbah
sebagai konsekuensi logis penggunaan air minum. Mengapa air limbah perlu
dipertimbangkan? Sebab, air limbah adalah bagian dari sanitasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Sanitasi
meliputi air limbah dan sampah. Akronimnya adalah &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;watsan&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;water and
sanitation&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;). Sampah lebih beruntung. Setelah longsor TPA Leuwigajah di
Bandung lantas lahirlah UU No.18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Secara
teoretis, air limbah domestik (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;sewage&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;) dan sampah adalah limbah (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;waste&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;)
di dalam buku teks Teknik Lingkungan: (1) &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;wastewater&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; dan (2) &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;solid
waste&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;, limbah cair dan limbah padat. Mengapa hanya sampah yang memiliki
undang-undang?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Peran
Perpamsi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Ada
sederetan peran Perpamsi untuk BUMD AM, di antaranya adalah masalah air baku
khususnya mata air artesis (&lt;i&gt;artesian spring&lt;/i&gt;). Terbitnya PP No. 5 tahun
2021 yang membatasi pemanfaatan 20 persen dari kapasitas mata air berdampak
pada pendapatan BUMD AM. Lantas hadirlah PP No. 28 tahun 2025 yang membatalkan
peraturan sebelumnya. Peran Perpamsi dirasakan manfaatnya oleh BUMD AM dan
pelanggannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Selain
mata air, ada juga peraturan yang berkaitan dengan denda administratif air
permukaan. Perpamsi juga berperan dalam perubahan rumus penghitungan denda
sehingga mengurangi beban biaya BUMD AM. Selanjutnya adalah air tanah yang
berkaitan dengan Peraturan Menteri ESDM No. 4 tahun 2024. Relaksasi pengurusan
izin pemanfaatan air tanah diberikan kepada BUMD AM hingga Maret 2026. Perpamsi
ikut memberikan bimbingan teknis kepada BUMD AM untuk mengamankan aset sumber
airnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Peran
lain Perpamsi sejak Orde Baru adalah penyehatan BUMD AM. Merujuk pada Buku
Kinerja BUMD Air Minum Tahun 2024, dari 393 BUMD AM yang dievaluasi, diperoleh
hasil sebagai berikut: BUMD sehat 65,39 persen, kurang sehat 22,39 persen, dan
sakit 12,21 persen. Kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan dengan kondisi
duapuluh tahun lalu. Data di buku PDAM Bangkrut? Awas Perang Air (2004)
menyatakan bahwa PDAM sehat 10 persen dan sakit 90 persen. Pada waktu itu 40
persen air PDAM terkontaminasi bakteri E. coli.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Namun
demikian, Perpamsi perlu melanjutkan upaya peningkatan kemampuan keuangan BUMD agar
BUMD AM kecil bisa tumbuh menjadi lebih besar. Pada saat ini baru 183 BUMD AM
yang &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;full cost recovery&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;. Sisanya belum mampu menetapkan tarif yang impas
terhadap biaya operasi dan pemeliharaan SPAM (sistem sadap, IPAM, sistem
transmisi, sistem distribusi dan pelayanan). Apresiasi patut diberikan kepada
Perpamsi atas rilisnya perubahan regulasi yang lebih bersahabat terhadap BUMD
AM.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Selain
isu regulasi dari pemerintah pusat kadang-kadang terjadi isu sporadis dari
kepala daerah. Misalnya kunjungan Gubernur Jawa Barat ke sumber air Aqua di
Kabupaten Subang. Muncul opini liar dari netizen tentang uang yang dibayarkan
Aqua kepada Perumda Tirta Rangga Subang yang sudah memiliki &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;memorandum of
understanding&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; dan sudah diperbarui beberapa kali. Karena dibaca oleh
netizen yang tidak memiliki informasi perihal perjanjian pada tahun 1997 maka cenderung
menyalahkan Perumda Tirta Rangga Subang. Perpamsi perlu membantu memberikan klarifikasi
kepada masyarakat dan pejabat daerah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Kasus
serupa bisa saja terjadi di kabupaten, kota, provinsi lainnya. Kejadian
tersebut menjadi fakta bahwa sumber air berpotensi menimbulkan sengketa “perang
air” (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;water wars&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;) apabila tidak diatur dengan benar dan adil di dalam
undang-undang dan peraturan pemerintah. Semua undang-undang dan peraturan
hendaklah selaras.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Harapan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;MAPAMNAS
XV diharapkan menghasilkan usulan riil yang dilanjutkan oleh struktur kepengurusan
baru Perpamsi. Tantangan jangka pendek Perpamsi adalah capaian 43 persen
layanan air minum perpipaan pada tahun 2029. Walaupun seperti menegakkan benang
basah, tetapi target tersebut patut disambut optimis oleh Perpamsi dan BUMD AM.
Sebab, benang basah bisa ditegakkan dengan trik yang tepat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Harapan
selanjutnya adalah Perpamsi berhasil menyiapkan proposal RUU AMAL dan/atau
Kementerian AMAL. Tujuannya adalah menyediakan air minum publik yang memenuhi
K3T: kualitas, kuantitas, kontinyuitas, dan tekanan cukup serta melindungi
masyarakat dari penyakit menular lewat air. Perpamsi dapat menginisiasi seminar
ilmiah di kampus-kampus untuk sosialisasi RUU AMAL sehingga memperoleh masukan
dari masyarakat ilmiah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Dengan
modal 445 anggota, Perpamsi adalah asosiasi unik karena setiap anggota memiliki
puluhan hingga ratusan karyawan dan setiap BUMD AM melayani ribuan orang. Semua
pelanggan mendukung air minum aman sehingga mendukung terwujudnya undang-undang
dan/atau Kementerian Air Minum dan Air Limbah (AMAL). Selamat melaksanakan
MAPAMNAS.*&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;iframe height=&quot;480&quot; src=&quot;https://drive.google.com/file/d/12-wE81Ghko3LQ6sRKjUEXYAyv_iSwpLb/preview&quot; width=&quot;440&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/1480075968621341822/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/12/dari-mapamnas-untuk-amal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/1480075968621341822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/1480075968621341822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/12/dari-mapamnas-untuk-amal.html' title='Dari MAPAMNAS Untuk AMAL'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfNANgSaQQIiCA4eHzPViD1SdEsny7aZs12r6Sdpm9LvdTzZ8qMwvGoR_CN2jhQG8E1EDqebKTMJRI1zR-gbWBQv8YqeUMHmqmhKYjvUZ1_kBu4MAvdWdjL31strDGxhgXnOt5o5EcAM2xllJzeiLFq73D4IgyQVr6AB9xCMirOb3TPVJdnPo3qw/s72-c/MAM%20363%20DESEMBER%202025-pages-1-merged-images-0.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-7922947892367252011</id><published>2025-12-11T05:32:00.005+07:00</published><updated>2025-12-13T08:47:22.060+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Agama (Spiritualisme)"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bandung Jawa Barat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekologi"/><title type='text'>Ekoteologi Banjir Sumatera</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Ekoteologi Banjir
Sumatera&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;div style=&quot;line-height: 115%; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Jumlah orang yang meninggal
dan belum ditemukan akibat banjir dan longsor di Sumatera lebih dari 1.000
orang. Ribuan orang terluka fisiknya. Tentu dampak psikisnya juga ada. Kehilangan
harta, kematian anggota keluarga bahkan semua anggota inti keluarganya
meninggal. Ada desa yang tersapu banjir dan lumpur sehingga tampak seperti
hamparan lahan kosong yang ditumbuhi pohon-pohon yang tersisa saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 115%; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 115%; text-align: left;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYPVP077i7sqRAF6J-r8bFiO69Z7MN4eca4oA62jpJyplPcxqpOavjGbXAkr9oYCEjxC1QLP9ousy3uGWyVXbUi3yvymSgkegY_8CIY0LpqrGCs5T6cXXR3_vgw8h17dJzXDYsfHiOQPk6I5O7btxeWiLxeP4Ka30uTi6QhpWTABhr9jM4STOWOQ/s1200/Flood%20Sumatera.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;800&quot; data-original-width=&quot;1200&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYPVP077i7sqRAF6J-r8bFiO69Z7MN4eca4oA62jpJyplPcxqpOavjGbXAkr9oYCEjxC1QLP9ousy3uGWyVXbUi3yvymSgkegY_8CIY0LpqrGCs5T6cXXR3_vgw8h17dJzXDYsfHiOQPk6I5O7btxeWiLxeP4Ka30uTi6QhpWTABhr9jM4STOWOQ/s320/Flood%20Sumatera.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Foto: Antara&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 115%; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Banjir yang terjadi di
Provinsi D. I. Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat (selanjutnya disebut
Banjir Sumatera) mengakibatkan kerusakan masif karena curah hujannya jauh
melebihi rata-rata, diikuti oleh angin kencang. Daya dukung lingkungan di
daerah tersebut menjadi getas karena pohon-pohon kayu di hutan tidak mampu
menahan air sehingga yang terjadi adalah butiran tanah menggembur dan hanyut
menjadi lumpur bersama air hujan. Energi potensial dan kinetik yang dimiliki
lumpur demikian besar karena mengalir dari elevasi tinggi dan lerengnya curam sehingga
massa lumpur mengalami percepatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 115%; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Banjir Sumatera dipicu
oleh hujan yang sangat tinggi intensitasnya. Intensitas hujan yang jauh di atas
rata-rata ini diakibatkan oleh terbentuknya siklon yang disebut &lt;i&gt;Cyclone
Senyar&lt;/i&gt;. Kemudian diperparah oleh kondisi hutan yang pohon-pohonnya tidak
kuat menahan hantaman miliaran butiran air dari angkasa dan hempasan angin
kencang. Diperparah oleh kemiringan dan kelabilan lereng bukit (gunung), dan
prasarana drainase dan sungai yang tidak kuat menahan energi aliran lumpur
banjir. Akumulasi kondisi tersebut menimbulkan kerusakan katastrofik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Ekoteologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Patutlah program
ekoteologi yang dirilis oleh Kementerian Agama dijadikan langkah perbaikan
kondisi lingkungan di Indonesia. Program tersebut selaras dengan Restorasi
Ekosistem (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Ecosystem Restoration&lt;/i&gt;),
yaitu menghidupkan kembali sistem ekologi: hubungan timbal balik antara
makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya dan dengan makhluk tak hidup
(abiotik). Restorasi memiliki makna pemulihan, perbaikan, menjadikan seperti
sedia kala. Restorasi ekosistem adalah upaya memulihkan kerusakan tempat hidup
tumbuhan, hewan, manusia dan saling kebergantungannya menjadi lebih baik
(seperti semula).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Ekoteologi melestarikan
fungsi vegetasi dan hewan di dalam rantai makanan dan jejaring kehidupan
bersama manusia sebagai khalifah. Ekoteologi juga melakukan restorasi lingkungan
yang dimulai dari tataruang dengan dua pendekatan, yaitu kultur dan struktur.
Kultur mengacu pada tataruang berbasis agama, budaya, adat istiadat. Struktur
mengacu pada tataruang yang dikemas oleh pemerintah dan DPR(D) di dalam
undang-undang atau peraturan daerah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Kultur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Terapan ekoteologi dengan
tetap memelihara budaya yang baik dalam makna tidak mendekati kemusyrikan. Sebab,
kemusyrikan justru berdampak buruk kepada kehidupan manusia di dunia dan juga
nanti di akhirat. Menurut Murtiyoso (1994) yang dikutip oleh Johan Iskandar di
dalam buku Manusia dan Lingkungan (2014), masyarakat Sunda mengenal tataruang
yang dilarang dijadikan permukiman, yaitu &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;lahan
sarongge&lt;/i&gt; (lahan angker), &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;lemah sahar&lt;/i&gt;
(tanah sangar), &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;sema&lt;/i&gt; (kuburan), &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;catang ronggeng&lt;/i&gt; (lahan curam), &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;garenggengan&lt;/i&gt; (lahan kering berlumpur), &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;dangdang wariyan&lt;/i&gt; (lahan cekung), &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;lemah laki&lt;/i&gt; (lahan tandus), &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;kebakan badak&lt;/i&gt; (kubangan), &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;hunyur&lt;/i&gt; (bukit kecil), &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;pitunahan celeng&lt;/i&gt; (habitat babi), &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;kalomberan&lt;/i&gt; (comberan), &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;jarian&lt;/i&gt; (tempat sampah).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Begitu pula kearifan
lokal seperti gunung &lt;i&gt;kaian&lt;/i&gt;, yaitu
biarkan gunung ditumbuhi oleh pepohonan agar oksigen semakin banyak dan air
hujan diresapkan ke dalam tanah untuk cadangan air pada musim kemarau dan
mencegah banjir-erosi pada musim hujan. &lt;i&gt;Gawir
awian&lt;/i&gt; bermakna tanami tebing dengan bambu, bagai aur dengan tebing, agar
tidak longsor. Daratan &lt;i&gt;imahan&lt;/i&gt;,
manfaatkan lahan datar untuk permukiman. &lt;i&gt;Susukan
caian&lt;/i&gt;, parit dan selokan sebagai penyalur air hujan. Sungai pun dirawat, &lt;i&gt;walungan rawateun&lt;/i&gt;, seperti upaya restorasi
Citarum sekarang. &lt;i&gt;Legok balongan&lt;/i&gt;,
lahan cekung (rendah) sebagai kolam retensi atau &lt;i&gt;wetland&lt;/i&gt;, bukan permukiman. Jika tidak demikian maka penduduk yang
tinggal di daerah cekung akan rutin kena banjir setiap musim hujan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Selain tataruang menurut
kultur, masyarakat Sunda juga mengenal istilah tabu atau pamali. Pamali adalah
pantangan bagi setiap orang untuk berbuat buruk kepada lingkungan. Contoh,
pamali makan burung yang &lt;i&gt;ngagaludra&lt;/i&gt;,
yaitu burung yang dua jari kakinya ke depan dan dua ke belakang pada waktu
bertengger di ranting pohon, seperti elang dan alap-alap. Burung ini menjaga
kesetimbangan ekosistem karena sebagai predator tertinggi di dalam rantai
makanan. Apabila burung ini punah maka hama tikus dan bajing semakin banyak di
lahan pertanian. Ada hadis juga yang melarang memakan makanan dari hewan yang
bertaring atau hewan buas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Ada juga pamali menebang
pohon beringin, kiara, dan &lt;i&gt;teureup&lt;/i&gt;.
Pamali ini terbukti mampu melindungi berjenis burung, serangga, dan mamalia
kecil sehingga berkembang biak. Pohon tersebut pun dapat meresapkan air hujan
dan mengeluarkan air sedikit demi sedikit sepanjang tahun yang disebut mata air
(&lt;i&gt;cai nyusu&lt;/i&gt;). Ekoteologi menuntun dan
mendampingi pamali agar tetap di dalam akidah yang lurus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Tentu saja tafsir atas
pamali tersebut tidak bisa dipahami secara harfiah. Perlu dikaitkan dengan adat
istiadat, budaya, dan kepercayaan pada masanya. Yang diambil dari pamali adalah
spiritnya dalam melestarikan fungsi lingkungan sebagai tempat hidup, sumber
makanan, minuman, pekerjaan, dan hubungan sosial kemanusiaan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Namun demikian, pada
zaman 4.0 ini masyarakat tidak mudah percaya pada pamali. Oleh sebab itu, perlu
disandingkan dengan kajian ilmiah dan peraturan pemerintah. Juga dikaitkan
dengan ayat-ayat di dalam kitab suci agama perihal kerusakan lingkungan semisal
Surat Ar Ruum ayat 41.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Struktur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Ekoteologi lebih bersifat
preventif daripada kuratif. Mencegah ketimbang mengobati (restorasi). Perbaikan
atau restorasi tidak akan optimal tanpa peran pemerintah dalam hal pelaksanaan,
pengawasan dan pendanaan. Memang restorasi bisa saja dilaksanakan oleh ormas,
parpol, kampus, bahkan oleh individu seperti Mak Eroh dan para penerima hadiah
Kalpataru. Tetapi hasilnya tidak sinambung. Biaya, ilmu dan teknologi, serta
keamanan menjadi kendala.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Hanya gerakan resmi
pemerintah saja seperti ekoteologi Kemenag yang berpeluang besar pada
keberhasilan restorasi. Ada peraturan dan ada penegakan hukum. Sudah banyak ada
undang-undang dan peraturan daerah. Sudah banyak kasus hukum disidangkan di
pengadilan. Tetapi penegakan hukum lingkungan belum sepenuhnya terwujud. Belum
muncul efek jera. Pelanggaran hukum dan kerusakan lingkungan terus terjadi. Banjir
Sumatera menjadi hantaman &lt;i&gt;upper&lt;/i&gt;-&lt;i&gt;cut &lt;/i&gt;yang menimbulkan &lt;i&gt;knock-out&lt;/i&gt;
(KO).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Pendekatan stuktur
berbasis peraturan pemerintah tersebut akan optimal apabila harmonis dengan
kultur kearifan lokal seperti slogan &lt;i&gt;mipit
kudu amit jeung ngala kudu menta&lt;/i&gt;: memungut, meramu, mengubah, memanfaatkan
alam harus meminta izin kepada pemerintah berdasarkan hukum positif. Aspek
legal yang jujur. Bukan aspek legal yang ugal-ugalan. Selama ini pembangunan
(baca: penebangan pepohonan di hutan) kurang menghargai kultur kearifan lokal. Hutan
pamali justru oleh pemerintah diberi izin penebangan. Lahan pamali justru
dibangun untuk komersial. Akibatnya terjadi rebutan membangun permukiman dan
kawasan komersial di lahan kritis. Bahkan sampai ke lahan curam (&lt;i&gt;catang ronggeng&lt;/i&gt;), sempadan sungai,
empang, dan situ habis dijadikan daratan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Agar program ekoteologi
Kementerian Agama berhasil maka harus ada senyawa antara pendekatan kultur dan
struktur sehingga ekosistem bisa diperbaiki sedikit demi sedikit sampai
akhirnya pulih atau mencapai batas maksimal yang mampu diperbaiki. Semua
ekosistem bisa dipulihkan asalkan optimal dalam memanfaatkan kearifan lokal agamis
yang disertai kajian ilmiah dan bersanding harmonis dengan pendekatan
struktural yang sesuai dengan prinsip konservasi dan restorasi ekosistem.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Apabila kalangan pemerhati
lingkungan, penyelamat &amp;nbsp;fungsi lingkungan,
pembela kelestarian fungsi lingkungan disebut Wahabi Lingkungan, maka
berkatalah dengan bangga bahwa kami adalah &lt;b&gt;Wahabi Lingkungan&lt;/b&gt;! (&lt;i&gt;Gede H. Cahyana,
Teknik Lingkungan UKRI&lt;/i&gt;)*&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/7922947892367252011/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/12/ekoteologi-banjir-sumatera.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/7922947892367252011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/7922947892367252011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/12/ekoteologi-banjir-sumatera.html' title='Ekoteologi Banjir Sumatera'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYPVP077i7sqRAF6J-r8bFiO69Z7MN4eca4oA62jpJyplPcxqpOavjGbXAkr9oYCEjxC1QLP9ousy3uGWyVXbUi3yvymSgkegY_8CIY0LpqrGCs5T6cXXR3_vgw8h17dJzXDYsfHiOQPk6I5O7btxeWiLxeP4Ka30uTi6QhpWTABhr9jM4STOWOQ/s72-c/Flood%20Sumatera.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-5228564200741387137</id><published>2025-12-05T09:53:00.009+07:00</published><updated>2025-12-07T18:30:13.200+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Banjir Bandang Menjernihkan Air Danau Singkarak</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Banjir Bandang Menjernihkan Air Danau Singkarak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Bencana
besar akibat banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi D. I. Aceh, Sumatera
Utara dan Sumatera Barat &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;dipicu oleh
hujan yang sangat tinggi intensitasnya. Intensitas hujan yang jauh di atas
rata-rata ini diakibatkan oleh terbentuknya siklon yang disebut Cyclone Senyar.
Kemudian diperparah oleh kondisi hutan, kelabilan lereng, dan prasarana
drainase, sengkedan, irigasi, sampah dari manusia dan dari alam sekitarnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Di
tengah berita evakuasi yang dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat, beredar
video yang memperlihatkan air Danau Singkarak menjadi jernih daripada biasanya.
Fenomena alam tersebut menarik perhatian karena terjadinya tiba-tiba setelah banjir.
Sehari-hari sebelum banjir, air Danau Singkarak tidak sejernih pascabanjir
bandang. Kekeruhannya bisa diukur dengan alat turbidimeter. Peristiwa ini bisa
dijelaskan sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Danau
adalah badan air permukaan seperti sungai, waduk, embung, estuarium, laut. Tetapi
air danau lebih jernih dibandingkan dengan air sungai karena sudah terjadi
sedimentasi. Penyebab kekeruhan adalah zat padat (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;solid&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;). &lt;i&gt;Solid &lt;/i&gt;dikelompokkan menjadi empat. Tetapi hanya tiga yang dibahas di sini karena berkaitan langsung dengan fenomena penjernihan air danau.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;(1)
&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Coarse solid&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; atau padatan besar/kasar. Apabila airnya relatif diam maka
padatan besar/kasar ini mampu mengendap. Tetapi di sungai padatan ini ikut
mengalir bersama aliran air sehingga air tampak keruh. Sedangkan di danau hampir semua padatan kasar ini berada di dasar danau kecuali ada golakan air yang turbulen sehingga menimbulkan resuspensi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;(2)
&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Suspended solid (SS)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;atau padatan tersuspensi. Padatan tersuspensi ini
melayang-layang di dalam air karena ukuran dan beratnya tidak cukup untuk
mengendap ke dasar sungai atau danau. SS ini dapat dipisahkan dari air apabila di dalam air terbentuk flok (&lt;i&gt;chemical flocc&lt;/i&gt;).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;(3)
&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Colloidal&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; atau koloid. Padatan ini bermuatan negatif sehingga stabil dan
melayang-layang di dalam air danau atau air sungai. Makin banyak koloid di dalam air maka airnya akan keruh dan lama keruhnya atau bahkan hampir tidak bisa dijernihkan dengan cara dibiarkan berbulan-bulan atau bertahun-tahun.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Koloid
adalah padatan yang menjadi sebab utama terjadinya air keruh menjadi jernih. Bisa
dikatakan sebagai &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;trigger&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;, pencetus, pemicu proses koagulasi, flokulasi,
sedimentasi. Air hujan yang jatuh di gunung membawa semua material yang
dilewatinya. Saking kuatnya energi potensial yang dimiliki air hujan maka
butiran air mampu menggemburkan lapisan tanah dan bahkan mengakibatkan longsor.
Longsoran ini berisi beragam jenis ion khususnya kation aluminum, kation besi,
kation kalsium, magnesium, dan lain-lain. Aliran air yang cepat menyebabkan
pengadukan cepat dan kuat. Peristiwa ini mengakibatkan kation-kation tersebut
tersebar ke seluruh bagian air. Ini disebut proses koagulasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Bersama
dengan aliran air ke elevasi tanah yang lebih rendah maka proses kimia berlanjut
menjadi flokulasi. Kation aluminum dan besi menghasilkan ukuran butiran flok
yang makin besar. Semua koloid berubah menjadi mikroflok saking banyaknya
kation yang masuk ke Danau Singkarak. Proses koagulasi dan flokulasi juga terjadi
selama air mengalir dari gunung ke arah Danau Singkarak. Proses ini juga masih
bisa terjadi di dalam danau karena airnya bergolak. Flok yang terbentuk terus
membesar sehingga beratnya mampu melebihi gaya apung dan gerakan aliran air
yang mengakibatkan flok mengendap. Karena endapan inilah maka air yang di
bagian atas dasar danau atau dasar sungai menjadi jernih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Fenomena
tersebut diperkuat oleh kehadiran kation kalsium atau kapur. Air hujan yang
melewati formasi batu kapur (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;limestone&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;, gamping) dapat menguatkan proses
koagulasi-flokulasi karena derajat keasaman-kebasaan (pH) naik. Air banjir kemudian
menjadi basa (pH melebihi 7,0). Kalsium juga berperan sebagai koagulan divalen (bivalen) meskipun tidak sekuat koagulan trivalen (alum dan besi). Tahap reaksi yang terjadi diberikan dalam
format gambar-gambar (Jpg) di bawah ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjO5zJqUFyWykcv_yiiFJkrFyJPx_4gaX9cZ4fcESlsUND5rqiuClwQC9l1CxaiPxiA9wLFu67pu4Oif3c3zSbsA9BeyVI_-g6AuqgIDmlCtg3DsUKaBr_e5JkmorLnBCWTl7AGNrpyiIp8_SVIFcHTUM9v2SW-wVJg4UKYxwFZjWsqLYJ8RUkPTA/s4200/Banjir%20Bandang%20Danau%20Singkarak%20Jernih.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;4200&quot; data-original-width=&quot;2550&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjO5zJqUFyWykcv_yiiFJkrFyJPx_4gaX9cZ4fcESlsUND5rqiuClwQC9l1CxaiPxiA9wLFu67pu4Oif3c3zSbsA9BeyVI_-g6AuqgIDmlCtg3DsUKaBr_e5JkmorLnBCWTl7AGNrpyiIp8_SVIFcHTUM9v2SW-wVJg4UKYxwFZjWsqLYJ8RUkPTA/w387-h640/Banjir%20Bandang%20Danau%20Singkarak%20Jernih.jpg&quot; width=&quot;387&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Demikian fenomena yang mungkin terjadi di alam. Tentu saja proses penjernihan air Danau Singkarak bisa melibatkan beragam kejadian fisika, kimia, biogeokimia, dan biologi. Pendapat ini hanyalah satu di antara beberapa pendapat yang ada.*&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/5228564200741387137/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/12/banjir-bandang-menjernihkan-air-danau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/5228564200741387137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/5228564200741387137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/12/banjir-bandang-menjernihkan-air-danau.html' title='Banjir Bandang Menjernihkan Air Danau Singkarak'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjO5zJqUFyWykcv_yiiFJkrFyJPx_4gaX9cZ4fcESlsUND5rqiuClwQC9l1CxaiPxiA9wLFu67pu4Oif3c3zSbsA9BeyVI_-g6AuqgIDmlCtg3DsUKaBr_e5JkmorLnBCWTl7AGNrpyiIp8_SVIFcHTUM9v2SW-wVJg4UKYxwFZjWsqLYJ8RUkPTA/s72-w387-h640-c/Banjir%20Bandang%20Danau%20Singkarak%20Jernih.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-8728674326776539821</id><published>2025-11-30T20:11:00.004+07:00</published><updated>2025-11-30T20:19:58.891+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Air Minum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hukum Politik"/><title type='text'>Bandar Air Jakarta</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Bandar Air Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Gede
H. Cahyana&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Dosen
Teknik Lingkungan Universitas Kebangsaan RI&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Hak
asasi manusia atas air khususnya air minum wajib dipenuhi oleh pemerintah.
Kewajiban tersebut akan mudah ditunaikan apabila tersedia sumber air baku.
Tetapi menjadi sulit dilaksanakan oleh pemerintah daerah yang tidak memiliki
sumber air baku yang memenuhi kriteria kualitas, kuantitas, dan kontinyuitas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaRv_Akcr4kv7RDddEGo7-uDNkX8dc5mmRa6bRjGqPPI5WuTVUD3qNuxV5SIm1hOZCxOEUIIB1DIvg_LdLv-0iibZPYPM6T4tuLohhbzUgw4ELM8xAXcTYZnwpoVUqOe-MH4i75p0EAj0G-cnIE9R_MrQlzA3redV5MKF2-F-FisVKQBZY1FRk4w/s3308/5%20NOV%20MAM%20362%20NOVEMBER%202025%20Bandar%20Air%20Jakarta%20Gede%20H%20Cahyana%23-pages-1.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3308&quot; data-original-width=&quot;2540&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaRv_Akcr4kv7RDddEGo7-uDNkX8dc5mmRa6bRjGqPPI5WuTVUD3qNuxV5SIm1hOZCxOEUIIB1DIvg_LdLv-0iibZPYPM6T4tuLohhbzUgw4ELM8xAXcTYZnwpoVUqOe-MH4i75p0EAj0G-cnIE9R_MrQlzA3redV5MKF2-F-FisVKQBZY1FRk4w/s320/5%20NOV%20MAM%20362%20NOVEMBER%202025%20Bandar%20Air%20Jakarta%20Gede%20H%20Cahyana%23-pages-1.jpg&quot; width=&quot;246&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Jakarta
adalah provinsi yang masuk kategori krisis sumber air baku. Merujuk pada
informasi dari media massa bahwa 13 sungai, 76 anak sungai dan 108 embung di
Jakarta tidak ada yang airnya layak digunakan sebagai sumber air baku untuk air
minum.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Pada
saat ini PAM Jaya memperoleh air baku dari waduk Jatiluhur yang airnya
dialirkan melalui kanal Tarum Barat atau Kalimalang. PAM Jaya juga membeli air
olahan dari BUMD AM Kabupaten Tangerang. Adapun sumber air baku internalnya
adalah Sungai Ciliwung. Meskipun tercemar, air Sungai Ciliwung masih digunakan
sebagai air baku. Jumlah total air olahan PAM Jaya pada Juni 2025 adalah 22.651
liter per detik (l/d). Proyeksi kebutuhan air minum penduduk Jakarta tahun 2030
adalah 32.950 l/d.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Untuk
mencapai 100% pelayanan pada tahun 2030 tersebut PAM Jaya memerlukan tambahan
air minum sebesar 10.299 l/d. Tambahan kebutuhan air tersebut akan membesar
apabila dihitung juga kehilangan airnya. Asumsi kehilangan air adalah 40% sehingga
air baku yang dibutuhkan menjadi 17.165 l/d. Angka ini hampir setara dengan air
yang dialirkan dari waduk Jatiluhur sebesar 18.000 l/d. Adakah badan-badan air
di Jabodetabek yang mampu memenuhi kebutuhan air tambahan tersebut? Pada saat
ini, tidak ada. Tetapi pada masa yang akan datang bisa ada apabila dapat diwujudkan
satu dari tiga opsi sumber air baku berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4qaw81wPARTLktN4nGqIuSGXgX8iOJvs4kLTa0yhgTRtLk9i3WHcSUHQItrNI8l6fDeoLIP6FReB016vhW5KyrtHZKJ8qI5l1JFS0BONpvgaT3PTjYG4OuIafoxtNR5jqtCSzvipvHf51_LSy85aoFxXmO6EpA_92qg2tP04zI5PhhyphenhyphenDZylP1AQ/s3308/5%20NOV%20MAM%20362%20NOVEMBER%202025%20Bandar%20Air%20Jakarta%20Gede%20H%20Cahyana%23-pages-5-images-0.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3308&quot; data-original-width=&quot;2540&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4qaw81wPARTLktN4nGqIuSGXgX8iOJvs4kLTa0yhgTRtLk9i3WHcSUHQItrNI8l6fDeoLIP6FReB016vhW5KyrtHZKJ8qI5l1JFS0BONpvgaT3PTjYG4OuIafoxtNR5jqtCSzvipvHf51_LSy85aoFxXmO6EpA_92qg2tP04zI5PhhyphenhyphenDZylP1AQ/s320/5%20NOV%20MAM%20362%20NOVEMBER%202025%20Bandar%20Air%20Jakarta%20Gede%20H%20Cahyana%23-pages-5-images-0.jpg&quot; width=&quot;246&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Opsi Sumber Air&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Kondisi
air sungai di Jakarta dan umumnya kota-kota di Indonesia adalah &lt;i&gt;too much,
too little, too dirt, too turbid&lt;/i&gt; (air berlimpah, sulit air, air bersampah -
berlimbah atau air berlumpur). Pada musim hujan kebanjiran dan pada musim
kemarau kekeringan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Dengan
analisis sederhana bisa dibuat tiga opsi sumber air untuk Jakarta pada masa
depan. Opsi yang paling layak bisa ditetapkan dengan analisis SWOT (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;strengths,
weaknesses, opportunities, treaths&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;) berkaitan dengan aspek sosial, budaya, tenaga
kerja, teknologi pengolahan, biaya konstruksi, biaya operasi - pemeliharaan,
pembayaran utang dan bunganya, dll.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Opsi
pertama adalah sumber air baku berasal dari luar Jakarta seperti Bogor,
Tangerang, Bekasi, Purwakarta dengan cara membuat waduk untuk kepentingan warga
setempat dan penduduk Jakarta. Diperlukan kesepakatan dan kesepahaman kerja
sama yang saling menguntungkan warga dua pemerintah daerah. Ketersediaan lahan di
luar Jakarta masih memungkinkan dan air waduk bisa mengalir secara gravitasi menggunakan
kanal atau pipa ke IPAM di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Opsi
kedua adalah pembuatan waduk atau embung di beberapa lokasi di Jakarta. Sumber
air yang mengisi waduk harus ajeg sepanjang tahun. Sumber utama airnya adalah air
hujan sehingga perlu dikampanyekan lagi panen air hujan di rumah, kantor,
sekolah, masjid, gereja, pura, taman kelurahan dan daerah komersial. Perlu juga
ditambah dengan drainase vertikal misalnya implementasi &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Ce Teau&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; di
lokasi yang memungkinkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Tindakan
selanjutnya adalah mengurangi debit air limbah kakus yang dibuang langsung ke
selokan atau sungai dengan menambah jaringan pipa air limbah (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;sewerage&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;)
dan IPAL. Lima kota administrasi di Jakarta sebaiknya memiliki &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;sewerage&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;
dan IPAL. Apabila kualitas efluen air limbah domestik dan industri memenuhi
baku mutu maka kualitas air sungai dan waduk bisa dijadikan air baku untuk air minum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Waduk
di beberapa lokasi tersebut akan diikuti oleh desentralisasi SPAM. Biaya
konstruksinya lebih mahal tetapi biaya operasi dan pemeliharaan instalasi dan
pipanya akan lebih murah. Kesetimbangan tekanan air di daerah pelayanan juga mudah
dicapai sehingga semua pelanggan merasakan keadilan pasokan air. Lokasi sebaran
SPAM ini berpatokan pada lokasi sumber air baku dan jaringan pipa eksisting
agar pipa baru terkoneksi dengan pipa lama. Apabila diperlukan, pipa lama bisa
dipotong (ditutup aliran airnya) untuk mengatur debit dan tekanan air. Simulasi
ini bisa dilakukan dengan Epanet.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Opsi
ketiga adalah opsi pamungkas yang paling mahal biayanya tetapi menuntaskan masalah
ketersediaan sumber air, yaitu pembuatan Bandar Air di Teluk Jakarta. Bandar
Jakarta adalah lagu yang berkisah tentang pelabuhan di Teluk Jakarta. Selain bermakna
pelabuhan, bandar juga bermakna saluran, selokan, atau badan air. Dalam konteks
badan air (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;water body&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;) inilah kata bandar digunakan untuk badan air artifisial
di Teluk Jakarta. Opsi ketiga ini sudah ada contohnya, yaitu SPAM Duriangkang
di Batam. Tetapi ada bedanya, yaitu potensi pasokan air tawar di Jakarta jauh
lebih besar daripada waduk Duriangkang karena meliputi Jabodetabek.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Air
laut yang mengisi Bandar Air Jakarta akan menjadi payau karena bercampur dengan
air tawar yang mengalir terus menerus. Mekanisme aliran airnya bisa diatur
dengan pemasangan pintu-pintu air di lokasi tertentu pada tanggul laut (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;sea
wall&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;). Air laut yang masuk akan bercampur dengan air tawar dan ada saatnya
kelebihan air perlu dipompa ke laut. Cara ini bisa berdampak pada kenaikan muka
air sungai di Jakarta sehingga perlu pengaturan permukiman di bantaran sungai
atau warga direlokasi ke daerah lain. Kapasitas storasi Bandar Air ini sangat
besar bergantung pada &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;setting&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; ketinggian pintu airnya. Air limpahan (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;overflow&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;)
bisa mengalir secara gravitasi ke laut atau dipompa menggunakan kincir angin
seperti lahan &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;polder&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; di Belanda atau pompa listrik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Pengolahan dan Distribusi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Opsi
Bandar Air akan menimbulkan tantangan berikutnya, yaitu pengolahan air baku
yang kualitasnya seperti air limbah dan air payau. Tetapi contohnya sudah ada,
yaitu &lt;i&gt;Newater&lt;/i&gt; di Singapura. Perlu modifikasi unit proses operasi untuk
menghilangkan pencemar dan kadar garamnya. Pengolahan konvensional dilengkapi
dengan disinfeksi ganda menggunakan klor dioksida, bukan kaporit, untuk
mereduksi zat kimia &lt;i&gt;trihalomethane&lt;/i&gt;. Kemudian diolah dengan ozon dan
dilengkapi dengan pengolahan &lt;i&gt;by-product&lt;/i&gt; ozon, yaitu bromat (zat penyebab
kanker). Tahap akhir pengolahannya adalah &lt;i&gt;multistage flash evaporator&lt;/i&gt;
atau membran sehingga airnya siap diminum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Selanjutnya
adalah mengalirkan air minum menggunakan pipa transmisi ke selatan, barat, dan
timur Jakarta. Perlu dibangun beberapa jalur pipa transmisi menuju reservoir utama
di zone distribusi. Pengaliran air ke pelanggan bisa secara gravitasi dengan
membangun &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;elevated tank&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; di lokasi yang memungkinkan atau dengan
pemompaan. Pola desentralisasi ini, sudah disebut di atas, memudahkan pengaturan
kesetimbangan tekanan air di lokasi terjauh daerah pelayanan. Deteksi kebocoran
dan perbaikan pipa bocor dapat dilakukan pada segmen terbatas sehingga
pelanggan lain masih memperoleh air tanpa gangguan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Disimpulkan
bahwa Jakarta masih berpeluang memiliki sumber air baku dengan memilih satu dari
tiga opsi tersebut. Opsi yang sumber airnya tak terbatas adalah &lt;span style=&quot;background-color: #fcff01;&quot;&gt;Bandar Air
Jakarta.&lt;/span&gt; *&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;iframe allow=&quot;autoplay&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://drive.google.com/file/d/1OCwCgbGwtVpdNCzSTpRg1XQZ05L7JOii/preview&quot; width=&quot;440&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/8728674326776539821/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/11/bandar-air-jakarta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/8728674326776539821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/8728674326776539821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/11/bandar-air-jakarta.html' title='Bandar Air Jakarta'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaRv_Akcr4kv7RDddEGo7-uDNkX8dc5mmRa6bRjGqPPI5WuTVUD3qNuxV5SIm1hOZCxOEUIIB1DIvg_LdLv-0iibZPYPM6T4tuLohhbzUgw4ELM8xAXcTYZnwpoVUqOe-MH4i75p0EAj0G-cnIE9R_MrQlzA3redV5MKF2-F-FisVKQBZY1FRk4w/s72-c/5%20NOV%20MAM%20362%20NOVEMBER%202025%20Bandar%20Air%20Jakarta%20Gede%20H%20Cahyana%23-pages-1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-6999702832548901173</id><published>2025-10-29T09:33:00.002+07:00</published><updated>2025-10-29T10:30:10.062+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Air Limbah"/><title type='text'>Septic Tank Komunal di Jakarta</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Septic Tank Komunal di Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Gede H Cahyana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Dosen Teknik Lingkungan Universitas
Kebangsaan RI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Buang air besar sembarang (BABS)
masih dilakukan oleh 850 kepala keluarga di DKI Jakarta. Oleh sebab itu,
pemerintah Jakarta akan membangun &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;septic&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;tank&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; komunal. Apakah &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;septic
tank&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; komunal berbeda dengan &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;septic tank&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; pribadi? Bagaimana ragam cara
(teknologi) pembuangan tinja? Faktor apa saja yang berpengaruh pada produksi biogas
dari &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;septic tank&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrK9vD6aUBhK0WvTXCWAht7Wt0px3v8tRvtfk9xAjVeMdjqG0TThkpjaUgqSiRVeuF4jRgz56zligFWijRODicWQtBf3YqZbahn81Wa6h1LanG29R-iBO8bWFoqEIckScBGOilPKL7yfQhK4ocL-R8ATwiJBos0HFHfrO-IzGNTIfzrAcr963oeg/s3308/MAM%20361%20OKTOBER%202025%20REV%202-pages-1.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3308&quot; data-original-width=&quot;2540&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrK9vD6aUBhK0WvTXCWAht7Wt0px3v8tRvtfk9xAjVeMdjqG0TThkpjaUgqSiRVeuF4jRgz56zligFWijRODicWQtBf3YqZbahn81Wa6h1LanG29R-iBO8bWFoqEIckScBGOilPKL7yfQhK4ocL-R8ATwiJBos0HFHfrO-IzGNTIfzrAcr963oeg/s320/MAM%20361%20OKTOBER%202025%20REV%202-pages-1.jpg&quot; width=&quot;246&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Cara Pembuangan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Sudah ribuan tahun manusia membuang
hajat (feses, tinja) dengan caranya masing-masing. Mulai dari cara yang paling
sederhana hingga teknologi yang saniter.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Cara pertama disebut &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;trench
latrine&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;, yaitu menggali lubang sedalam 30 – 40 cm di permukaan tanah. Tanah
galian digunakan kembali untuk mengurug feses. Cara ini masih ada di perdesaan.
Juga dilakukan oleh suku nomaden. Cara kedua disebut &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;bored hole latrine&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;,
yaitu membuat lubang kecil di tanah berukuran 50 – 60 cm sedalam 1 – 1,5 m. Di
bagian atas dibuatkan pijakan dan penutup. Cara ini bersifat sementara, biasanya
dibuat di daerah bencana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Cara ketiga disebut &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;bucket
latrine&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;pail closet&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;. Feses diwadahi ember kemudian dibuang ke
lokasi tertentu atau dijual. Cara ini diterapkan di Edo, Jepang dan sudah dibahas
di Majalah Air Minum Edisi Agustus 2025. Praktik ini sekarang digunakan untuk
orang sakit. Cara keempat disebut kakus gantung (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;overhung latrine&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;). Banyak
digunakan di perdesaan. Kakus berada di atas kolam, selokan, sungai, atau rawa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Cara kelima disebut &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;pit privy&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;
atau cubluk berdiameter 80 – 120 cm dan kedalaman 2,5 – 5 m. Penggunaan cubluk
dihentikan apabila ketinggian lumpurnya 50 cm di bawah permukaan tanah. Cubluk kemudian
diurug dengan tanah galian cubluk baru di sebelahnya. Setelah 10 – 12 bulan lumpur
bisa digunakan untuk pupuk dan lubangnya digunakan lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Cara keenam disebut &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;aqua privy&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;
atau cubluk berair dengan kedalaman 1 – 2,5 m. Dibuat dengan diameter 80 – 120
cm di daerah yang dangkal muka air tanahnya. Cubluk ini selalu terendam air sehingga
proses pembusukannya seperti pembuangan feses di sungai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Cara ketujuh disebut &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;goose-trine&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;,
yaitu kloset leher angsa. Dibuat genangan air sebagai perangkap (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;water seal&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;)
yang berfungsi mencegah bau busuk ke luar dan mencegah serangga masuk ke dalam
cubluk. Letak cubluk bisa di bawah kloset, bisa juga beberapa meter di
sebelahnya. Cara ini banyak dibuat oleh pengembang perumahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Cara kedelapan disebut &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;septic
tank&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;. Di dalam &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;septic tank&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; terjadi dua proses, yaitu sedimentasi dan
pembusukan. Dua fenomena ini bisa terjadi di dalam satu ruang seperti cara
ketujuh tersebut. Cara satu ruang lumrah digunakan di Indonesia. Apabila lahannya
cukup sebaiknya digunakan dua ruang. Bisa dilengkapi dengan ruang kaporit.
Dengan demikian, &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;septic tank&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; yang higienis dan saniter memiliki tiga
ruang: sedimentasi, degradasi (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;digestion&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;) dan disinfeksi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Septic Tank.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Merujuk pada artikel di MAM Edisi
111, Desember 2004, &lt;i&gt;Septic Tank: Cikal IPAL Anaerob Modern&lt;/i&gt;, sejarah pengolahan
air limbah anaerob dimulai pada tahun 1860 oleh Louis H. Mouras di Prancis. Pada
tahun 1870 dibuat modifikasinya yang disebut Fosse Mouras tank. Namun istilah &lt;i&gt;septic
tank&lt;/i&gt; dimunculkan oleh Donald Cameron sebagai pemilik hak paten di Inggris
pada tahun 1895. Hak patennya di Amerika Serikat diperoleh tahun 1899.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Selanjutnya timbul kontroversi hak
paten oleh banyak pencipta modifikasi &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;septic tank&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;. Modifikasi ini
berlangsung hingga sekarang tetapi tanpa konflik. Banyak orang membuat &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;septic
tank&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; atas informasi dari mulut ke mulut. Tanpa perhitungan, tanpa rumus
matematika. Bentuk dan ukuran dibuat berdasarkan kelaziman saja. Tidak mempertimbangkan
proses fisika, biologi, dan kimia. Tidak memikirkan dampak zat kimia terhadap
mikroba pengolah limbah. Zat kimia tertentu dapat menggagalkan produksi biogas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Septic tank&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; komunal tidak sekadar memperbesar
ukuran &lt;i&gt;septic tank&lt;/i&gt; pribadi. Perlu pertimbangan debit rata-rata air
limbah, faktor puncak, frekuensi penyedotan lumpur (&lt;i&gt;septage&lt;/i&gt;) dan proses biokimia.
Crites dan Tchobanoglous (1998) merekomendasikan volume 1.500 – 2.000 gallon
untuk tiga – empat kamar (3 – 5 orang) per rumah agar penyisihan BOD, TSS, &lt;i&gt;oil-grease&lt;/i&gt;
bisa maksimal dan meminimumkan frekuensi penyedotan lumpur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Untuk &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;septic tank&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; komunal di
lokasi padat penduduk (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;slum area&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;), Crites dan Tchobanoglous mengutip rumus
Bounds (1996). Persamaan empiris ini memberikan relasi antara debit rata-rata
(Q&lt;/span&gt;&lt;sub style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;av&lt;/sub&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;gal/cap.day&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;) dan faktor puncak (FP) seperti ditulis di Tabel
1. Faktor puncak berfungsi sebagai faktor keamanan (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;safety factor&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;)
desain dengan nilai 1,5. Dengan angka tersebut maka volume tangki yang
diperlukan bervariasi antara 3,3 – 6,8 kali debit rata-rata (Q&lt;/span&gt;&lt;sub style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;av&lt;/sub&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;) dan
penyedotan lumpurnya setiap 2 – 5 tahun. Konversi dari satuan gallon ke satuan
metrik adalah 1 gallon = 3,785 liter. Setelah diperoleh volumenya maka
kebutuhan lahannya bisa dihitung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Ketersediaan lahan berpengaruh pada
ukuran dan jumlah &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;septic tank&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; yang dibangun. Apabila lahannya sempit
sehingga tidak mungkin membangun satu unit besar maka bisa dibangun beberapa
unit kecil dengan total volume yang sama. Bisa juga dibangun di bawah jalan di
permukiman padat atau di bawah lapangan voli, basket atau lahan parkir. Lahan
adalah masalah utama dalam pembangunan fasilitas umum di DKI Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 11pt;&quot;&gt;Tabel
1. Persamaan Volume Minimum Septic Tank Komunal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoTableGrid&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;&quot;&gt;
 &lt;tbody&gt;&lt;tr style=&quot;mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 157.25pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;210&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Interval
  Penyedotan, tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 130.5pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;174&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Volume,
  gallon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 1;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 157.25pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;210&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 130.5pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;174&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;2,8Q&lt;sub&gt;av&lt;/sub&gt;
  x PF&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 2;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 157.25pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;210&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 130.5pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;174&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;3,2Q&lt;sub&gt;av&lt;/sub&gt;
  x PF&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 3;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 157.25pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;210&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 130.5pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;174&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;3,65Q&lt;sub&gt;av&lt;/sub&gt;
  x PF&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 4; mso-yfti-lastrow: yes;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 157.25pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;210&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 130.5pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;174&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;4,0Q&lt;sub&gt;av&lt;/sub&gt;
  x PF&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sumber:
Crites dan Tchobanoglous, 1998&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Produksi Biogas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Biogas bisa dimanfaatkan apabila
pasokan zat organiknya cukup dan kontinyu. Zat organik berasal dari tinja dan dinyatakan
dengan angka BOD. Bappenas menyebutkan bahwa tinja orang Indonesia 125 – 250 &lt;span style=&quot;color: #232323;&quot;&gt;gram/orang/hari. Angka lain dirilis oleh Kim Barrett dari
Universitas California, yaitu 400 – 500 gram/orang/hari, terdiri atas 70% padat
dan 30% air. Za&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-no-proof: yes;&quot;&gt;t organik adalah sumber
biogas dengan variasi komposisi CHON, CHONS, CHONSP atau C&lt;sub&gt;18&lt;/sub&gt;H&lt;sub&gt;19&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;9&lt;/sub&gt;N.
Dari rumus kimia ini bisa dihitung potensi volume dan nilai kalor biogasnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Pembentukan biogas
dipengaruhi oleh &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;pH dan
temperatur. Optimum pH antara 6,5 – 7,5 dan temperatur antara 20 – 45 derajat
Celcius. Faktor penting lainnya adalah konsentrasi &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;nutrien (unsur
N dan P) dan kehadiran zat toksik seperti pembersih lantai (karbol, dll). Mikroba
pembentuk biogas perlu diberi asupan mineral runut (&lt;i&gt;trace mineral&lt;/i&gt;) seperti Fe, Co, Mn, Mo secara periodik. Menurut ahli
proses anaerob R. E. Speece, mineral runut tersebut adalah &lt;i&gt;cocktail injection&lt;/i&gt; (mineral salwa)
yang ampuh dalam proses pengolahan. Fluktuasi debit dan BOD sebaiknya tidak melebihi
50% rata-rata untuk mencegah beban kejut (&lt;i&gt;shock loading&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Keberhasilan
&lt;i&gt;septic tank&lt;/i&gt; komunal bergantung pada ketepatan desain, BOD, nutrien,
mineral runut, pH, temperatur, zat kimia toksik. Produksi biogas dipengaruhi
oleh konsorsium empat kelompok bakteri, yaitu hidrolisis, asidogenesis,
asetogenesis, dan metanogenesis. Kegagalan produksi biogas mayoritas terjadi
karena kegagalan tahap metanogenesis yang diampu oleh &lt;i&gt;archae&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;methanothrix&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; dan &lt;i&gt;methanosarcina&lt;/i&gt;. *&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;iframe src=&quot;https://drive.google.com/file/d/1OMjBAD4syyCXYSa_fBGk3PqB8XJtUIMx/preview&quot; width=&quot;440&quot; height=&quot;480&quot; allow=&quot;autoplay&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/6999702832548901173/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/10/septic-tank-komunal-di-jakarta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/6999702832548901173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/6999702832548901173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/10/septic-tank-komunal-di-jakarta.html' title='Septic Tank Komunal di Jakarta'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrK9vD6aUBhK0WvTXCWAht7Wt0px3v8tRvtfk9xAjVeMdjqG0TThkpjaUgqSiRVeuF4jRgz56zligFWijRODicWQtBf3YqZbahn81Wa6h1LanG29R-iBO8bWFoqEIckScBGOilPKL7yfQhK4ocL-R8ATwiJBos0HFHfrO-IzGNTIfzrAcr963oeg/s72-c/MAM%20361%20OKTOBER%202025%20REV%202-pages-1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-90407932497916915</id><published>2025-10-27T20:28:00.009+07:00</published><updated>2025-10-28T05:36:09.666+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Air Minum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bandung Jawa Barat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekologi"/><title type='text'>Aqua, Gubernur Jawa Barat, dan Sumber Air</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Aqua,
Gubernur Jawa Barat, dan Sumber Air&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 115%; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Berita
kunjungan Gubernur Jawa Barat ke sumber air baku milik perusahaan air minum
kemasan (Amik) bermerek Aqua banyak mendapatkan tanggapan. Masyarakat
memberikan komentar dari beragama sudut pandang. Cenderung menuduh perusahaan
Amik tersebut berbuat tidak benar berkaitan dengan klaimnya sebagai air
pegunungan. Untuk meredakan suasana, pihak perusahaan yang diwakili oleh team
ahlinya lantas bertemu Gubernur Dedi Mulyadi, merujuk pada video yang beredar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioj9V_5GH3RRnpCra8IImaAcYmbC9fezLn4J7D_fEQbkXp_72CKE-xcMzRRKbYcKdZtpQYNI6_mGeSsq-n5hU_LQU1nqXm_8z41E4PwGoHN4z0XBbT67kVX1zYga0LB7TzszQitIhz3rJop6rGIzctdeM5au3gzSs9MCQtD0w82xsi5rzDMs7nJA/s1200/Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi-585484424.webp&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;675&quot; data-original-width=&quot;1200&quot; height=&quot;180&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioj9V_5GH3RRnpCra8IImaAcYmbC9fezLn4J7D_fEQbkXp_72CKE-xcMzRRKbYcKdZtpQYNI6_mGeSsq-n5hU_LQU1nqXm_8z41E4PwGoHN4z0XBbT67kVX1zYga0LB7TzszQitIhz3rJop6rGIzctdeM5au3gzSs9MCQtD0w82xsi5rzDMs7nJA/s320/Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi-585484424.webp&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sumber foto: Radar Bogor&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Sumber Air &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Ada
tiga sumber air yang bisa dan biasa digunakan oleh masyarakat sebagai sumber
air untuk keperluan sehari-hari. Kesatu, air hujan. Kedua, air tanah. Ketiga,
air permukaan. Dari penjelasan team Aqua-Danone dapat diketahui bahwa ada tiga
sumber air yang digunakan, yaitu air dari mata air sebagai sumber awal,
kemudian air dari sumur sedalam 30 m dan dari air di kedalaman 100 m. Semuanya
masuk ke dalam kelompok air tanah (&lt;i&gt;ground water&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Gubernur
Dedi Mulyadi bertanya, sumber air yang manakah yang paling tinggi (atau terbaik)
kualitasnya? Team Aqua tidak menjelaskan secara gamblang &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;to the point&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;.
Seharusnya bisa dijawab dengan mudah karena kualitas air baku dari ketiga
sumber tersebut pasti sudah ada. Bahkan kualitas sumber air tersebut selayaknya
dipantau atau dicek atau dianalisis di laboratorium berakreditasi secara rutin
setiap enam bulan. Biayanya murah apalagi bagi perusahaan besar seperti Aqua. Karakteristik
fisika, kimia, biologi (bakteriologi) sudah hal lumrah di dalam kualitas air
baku. Semua konstituen di dalam tiga kelompok karakteristik tersebut bisa diuji
di laboratorium bahkan bisa digunakan &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;test kit&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt; yang banyak dijual.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Mengacu
pada teknologi pengolahan air minum, sesungguhnya semua sumber air yang
disebutkan oleh team Aqua di depan Gubernur Dedi Mulyadi bisa digunakan sebagai
sumber air minum kemasan. Semuanya adalah air tanah. Hanya satu syaratnya,
yaitu teknologi yang digunakan harus mampu menyisihkan semua konstituen yang
melebihi baku mutu air minum. Sebaiknya Pak Gubernur juga mengunjungi Instalasi
Pengolahan Air Minum (IPAM)-nya, mengecek jenis unit operasi dan unit proses
yang digunakan dan konstituen apa saja yang disisihkan di dalam setiap unit
operasi dan proses tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Perlu
ditanyakan juga perihal operasi dan pemeliharaan (O-M) setiap unit operasi dan
prosesnya, seperti jenis-jenis filter yang digunakan, ada berapa jenis
filternya, setiap jenis ada berapa kali filtrasi, berapa lama waktu pencuciannya,
apakah selalu diganti dengan media baru filter misalnya. Sebab, semua material
filter memiliki waktu operasi (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;life time&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;) tertentu (terbatas). Ada
saatnya sebuah filter perlu dicuci atau bahkan dibuang, diganti dengan yang
baru. Teknologi membran misalnya, apakah menggunakan &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;reverse osmosis&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;
atau hanya mikrofiltrasi? Bisa juga ultrafiltrasi atau nanofiltrasi. Perbedaan
bahan membran akan menghasilkan air yang berbeda juga kualitasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Pengolahan Air&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;div style=&quot;line-height: 115%; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Semua
air di planet Bumi ini bisa dijadikan air minum. Maka, air hujan, bahkan bisa
langsung diminum dengan syarat sebagai berikut. Hujan deras yang sudah jatuh sekitar
sepuluh menit dapat ditampung airnya, harus langsung ditampung dari langit,
tidak yang jatuh di atap rumah (gedung). Apabila mikroplastik tidak mencapai
ketinggian awan hujan maka air hujan tersebut sudah layak diminum. Polutan
udara seperti mikroplastik, debu, partikulat, gas CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;, SO&lt;sub&gt;x&lt;/sub&gt;.
NO&lt;sub&gt;x&lt;/sub&gt; akan ikut jatuh bersama air hujan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Demikian
juga air tanah, baik dari mata air artesis (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;spring&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;) maupun air sumur bor
dari akifer tertekan (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;confined aquifer&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;). Apabila daerah tangsap (tangkap
dan resap) di gunung, bukit atau pegunungan &amp;amp; perbukitan dalam kondisi baik,
berhutan lebat tanpa ada ladang dan sawah maka airnya akan berkualitas baik.
Tetapi akan buruk kualitas air bakunya apabila sudah ada aktivitas atau
budidaya seperti pertanian, perkebunan, peternakan. Terlebih lagi sudah ada
permukiman, akan bertambah buruk kualitas airnya. Ini sebabnya, pemerintah
harus melindungi, tidak boleh alih fungsi lahan hutan di perbukitan, pegunungan
karena lokasi tersebut adalah sumber air penduduk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Merujuk
pada pertemuan antara Gubernur Dedi Mulyadi dan team Aqua maka dapat
disimpulkan bahwa iklan yang disebarkan ke masyarakat oleh Aqua tidak sama 100%
dengan kondisi sumber air yang mereka iklankan. Aqua sebaiknya mengubah kalimat
yang diterakan di kemasan airnya. Mungkin hal serupa terjadi juga pada air
minum kemasan (Amik) dari merek-merek lainnya. Ada ratusan merek air minum
kemasan, khususnya kemasan kecil (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;cup&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;, isinya 200 – 300 ml). Belum lagi
air minum kemasan ulang (&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;Amiku&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;) atau yang biasa disebut &lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;depot
air isi ulang&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;. Depot air minum isi ulang jauh lebih banyak bermasalah,
berkaitan dengan teknologi yang digunakan dan O-M yang berpengaruh pada
kualitas air olahannya. Sepatutnya semua depot memeriksakan kualitas air baku
dan air olahannya setiap enam bulan sekali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Sungguh,
kunjungan Gubernur Dedi Mulyadi patut diapresiasi. Namun yang lebih penting
lagi adalah tindak lanjut yang perlu dilakukan oleh semua perusahaan &lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Amik&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;
dan juga &lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Amiku&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt; agar air yang diminum oleh masyarakat tidak menimbulkan
dampak buruk pada kesehatannya. Tanpa tindak lanjut, hanya sebatas sidak dan
pertemuan klarifikasi saja, tanpa perbaikan, maka momentum itu menjadi sia-sia
tanpa manfaat. Hanya sekadar berita yang ramai saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Air
Limbah&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Air
limbah pun sesungguhnya bisa diolah menjadi air minum. Hanya saja, ada aspek fikih
dan aspek perasaan manusia yang menolak penggunaan air limbah sebagai air
minum. Namun patut diketahui bahwa air sungai yang digunakan sebagai air baku
oleh PDAM (BUMD AM) ada yang sudah bercampur dengan air limbah. Penduduk
Bandung yang membuang air limbah kakus ke sungai akan mengalir menuju waduk
Saguling, lalu ke Cirata, kemudian ke Jatiluhur. Begitu juga air limbah
penduduk di tepi semua sungai yang lain, akan mengalir menuju Jatiluhur. Air
waduk ini sekitar 18.000 liter per detik dialirkan ke selokan, yaitu Kalimalang
menuju pengolahan air milik PAM Jaya, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Air
PDAM (BUMD AM) dapat dijadikan air seperti merek Aqua tersebut dengan cara
pengolahan menggunakan teknologi membran. Hanya saja, tidak semua orang mau minum
air olahan yang seperti ini. Padahal kualitasnya sama dengan air minum yang
berasal dari air hujan yang langsung ditampung dari angkasa, sama juga dengan
air minum olahan merek Aqua yang airnya berasal dari sumur bor 100 m atau dari
mata air artesis (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;spring&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;). &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Newater&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt; di Singapura adalah IPAM yang
mengolah campuran air tawar - air limbah yang diolah menjadi air minum. Kalau mereka
bisa, tentu orang Indonesia juga, sepatutnyalah, bisa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Informasi
tentang pengolahan air lainnya tersedia di folder folder di blog spot Gede H. Cahyana.*&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/90407932497916915/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/10/aqua-gubernur-jawa-barat-dan-sumber-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/90407932497916915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/90407932497916915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/10/aqua-gubernur-jawa-barat-dan-sumber-air.html' title='Aqua, Gubernur Jawa Barat, dan Sumber Air'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioj9V_5GH3RRnpCra8IImaAcYmbC9fezLn4J7D_fEQbkXp_72CKE-xcMzRRKbYcKdZtpQYNI6_mGeSsq-n5hU_LQU1nqXm_8z41E4PwGoHN4z0XBbT67kVX1zYga0LB7TzszQitIhz3rJop6rGIzctdeM5au3gzSs9MCQtD0w82xsi5rzDMs7nJA/s72-c/Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi-585484424.webp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-6222080698910224903</id><published>2025-08-24T08:23:00.008+07:00</published><updated>2025-08-25T21:43:00.854+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hukum Politik"/><title type='text'>Sertifikat K3, KPK, dan Sertifikasi</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Sertifikat K3, KPK, dan Sertifikasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Wakil
Menteri Ketenagakerjaan (Tenaga Kerja) Immanuel Ebenezer Gerungan ditangkap
oleh KPK. Kasus yang membelitnya berkaitan dengan biaya sertifikasi K3. Biaya
resminya adalah Rp275.000 menjadi sekitar Rp6.000.000. Ini biaya untuk satu
sertifikat. Menurut berita, pemerasan atau pemalakan tersebut sudah berlangsung
sejak tahun 2019.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh23dfvLSHc1GvLBL7Go2c8DvjiuqTrgg4Vm9n23UFBxnBVCauFCI24SImAUarOjMO2CsMCh2mFv84q14NCm45-Nw5bTnE9MMjbrHJxGfP65L5rK1GXDaV0JYhQS5Pu_amcdeY0msOBZXasi-Y12UXQzCCPZNL-CzFs1fH0ObbsCGXuIwqsjcoLzw/s238/KPK%20logo.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;238&quot; data-original-width=&quot;212&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh23dfvLSHc1GvLBL7Go2c8DvjiuqTrgg4Vm9n23UFBxnBVCauFCI24SImAUarOjMO2CsMCh2mFv84q14NCm45-Nw5bTnE9MMjbrHJxGfP65L5rK1GXDaV0JYhQS5Pu_amcdeY0msOBZXasi-Y12UXQzCCPZNL-CzFs1fH0ObbsCGXuIwqsjcoLzw/w178-h200/KPK%20logo.png&quot; width=&quot;178&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;Sekarang
memang zaman sertifikat dan sertifikasi. Di Kementerian Pendidikan Tinggi dan Saintek
dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga ada sertifikasi. Dosen sebagai
contoh. Kewajiban dosen memiliki sertifikat sudah dimulai pada tahun 2008. Guru
juga perlu sertifikat. Ada PLPG atau sekarang PPG misalnya. Proses mendapatkan sertifikat
itu berliku. Sejumlah prasyarat wajib dilalui dan membutuhkan biaya. Misalnya,
pelatihan Pekerti dan &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;&lt;i&gt;Applied Approach&lt;/i&gt;&lt;span&gt;, kemampuan akademik, dan pelatihan
lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Sertifikat
lainnya adalah sertifikat untuk bekerja sebagai tenaga ahli. Di Kementerian
Pekerjaan Umum misalnya. Sebagai contoh adalah SKA: sertifikat keahlian
asosiasi. Sarjana teknik yang akan bekerja di bidang tertentu wajib memiliki
sertifikat. Di sini dicontohkan sarjana teknik lingkungan. Ada SKA Ahli Teknik
Lingkungan, ada SKA Ahli Teknik Sanitasi dan Limbah. Ada SKA Ahli Teknik Air
Minum. Sesungguhnya pembagian SKA Teknik Lingkungan menjadi tiga seperti
tersebut perlu dipertimbangkan lagi. Sebab, semua mahasiswa Teknik Lingkungan
pasti belajar tentang air minum, sanitasi dan limbah. Belum dipisahkan secara
tegas di masa kuliah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Hal
tersebut berbeda dengan sarjana teknik sipil. Pemisahan sudah sejak awal dilakukan
pada waktu kuliah. Misalnya, ada mahasiswa yang cenderung pada keahlian sumber
daya air, ada yang berminat pada keahlian struktur, geoteknik, dll. Seorang
lulusan sumber daya air menjadi ahli di bidang SDA ini. Yang lulusan struktur
juga ahli di bidangnya. Demikian juga di Teknik Mesin. Sejak awal ada pemisahan
secara eksplisit misalnya ahli metalurgi, ahli mesin produksi, ahli pesawat,
dll.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Begitu
juga orang yang bekerja di laboratorium. Seseorang perlu memiliki sertifikat
tertentu untuk bekerja di subbidang tertentu di sebuah laboratorium. Orang ini
tidak bisa pindah ke subbidang lainnya meskipun berada di dalam laboratorium yang
sama. Agar bisa pindah di subbidang lainnya maka harus memiliki sertifikat.
Banyak sertifikat. Artinya, harus mengeluarkan biaya lagi untuk mendapatkan
sertifikatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span&gt;Tentu
saja sertifikat itu penting, sangat penting, karena menjadi tolok ukur kemampuan
bekerja. Minimal memiliki pengetahuan di bidangnya. Memiliki keterampilan (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;skill&lt;/i&gt;&lt;span&gt;).
Ini diperlukan agar memenuhi kaidah &lt;/span&gt;&lt;i&gt;the right people on the right place
(job)&lt;/i&gt;&lt;span&gt;. Demi kesehatan dan keselamatan kerja. Seperti halnya ijazah. Semua
orang yang ingin bekerja di bidang tertentu di Indonesia umumnya wajib memiliki
ijazah. Ijazah ini juga sejenis sertifikat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Bagaimana
agar sertifikasi tersebut tepat sasaran, tepat guna, berdaya guna dan berhasil
guna? Hendaklah pihak berwenang/pemerintah dan asosiasi profesi menahan diri dari
perbuatan mengada-adakan ragam-ragam sertifikasi demi potensi penghasilan
(uang) dari para calon tenaga kerja. Apabila sebuah keilmuan bisa dilaksanakan
oleh satu SKA saja maka tidak perlu dipaksakan dibuat dua atau lebih SKA.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Sebagai
contoh, sebuah pekerjaan IPLT misalnya, sepatutnya orang yang hanya memiliki
SKA Teknik Lingkungan diperbolehkan ikut tender. Tidak harus yang hanya
memiliki SKA Sanitasi dan Limbah. Karena sesungguhnya sarjana Teknik Lingkungan
secara umum pasti memiliki ilmu dan pengetahun tentang sanitasi, limbah, dan air
minum. Betapa berat biayanya bagi sarjana Teknik Lingkungan yang bekerja di
konsultan karena harus memiliki tiga SKA dan harus diperpanjang lagi dan
membayar lagi setiap lima tahun. Per satu SKA mencapai 3,5 juta rupiah. Harganya
berbeda, apakah Ahli Muda, Ahli Madya, Ahli Utama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span&gt;Begitu
juga di kementerian lainnya dan bidang-bidang lainnya yang jumlahnya ratusan jenis
sertifikasi. Memang negara mendapatkan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;income&lt;/i&gt;&lt;span&gt; sebagai sumber APBN tetapi
hendaklah tidak memberatkan rakyatnya. Bukankah negara ini didirikan oleh
rakyat, diperjuangkan oleh rakyat, direbut dari penjajah Belanda, Inggris,
Portugis, Jepang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span&gt;Mari
kita saling menyayangi antara anak bangsa, sesama bangsa Indonesia. Hindari &lt;i&gt;exploitation
de l&#39;homme par l&#39;homme&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/6222080698910224903/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/08/sertifikat-k3-kpk-dan-sertifikasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/6222080698910224903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/6222080698910224903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/08/sertifikat-k3-kpk-dan-sertifikasi.html' title='Sertifikat K3, KPK, dan Sertifikasi'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh23dfvLSHc1GvLBL7Go2c8DvjiuqTrgg4Vm9n23UFBxnBVCauFCI24SImAUarOjMO2CsMCh2mFv84q14NCm45-Nw5bTnE9MMjbrHJxGfP65L5rK1GXDaV0JYhQS5Pu_amcdeY0msOBZXasi-Y12UXQzCCPZNL-CzFs1fH0ObbsCGXuIwqsjcoLzw/s72-w178-h200-c/KPK%20logo.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-2422285419366553945</id><published>2025-08-23T06:14:00.014+07:00</published><updated>2025-12-04T06:25:17.283+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Air Limbah"/><title type='text'>Pengelolaan Air Limbah Domestik Tantangan dan Peluang</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Pengelolaan Air Limbah Domestik: Tantangan dan Peluang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Oleh
Gede H. Cahyana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Dosen
Teknik Lingkungan Universitas Kebangsaan RI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Kapasitas
sedia (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;idle capacity&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;) Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di
Indonesia adalah 89%. Kapasitas sedia Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
domestik adalah 51%. Data tersebut merujuk pada program hibah sanitasi 2023
Kementerian PPN/Bappenas. Dengan kata lain, hanya 11% kapasitas IPLT dan 49%
kapasitas IPAL domestik yang sudah dimanfaatkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Data
lain menyatakan bahwa akses sanitasi layak pada akhir 2023 adalah 82,36%
(Bappenas, 2024). Sedangkan akses sanitasi aman 10,25% (BPS, 2024). Target
RPJMN sanitasi layak tahun 2030 adalah 100% dan sanitasi aman 53,7%. Disebut
aman (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;safely managed&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;) apabila sudah menggunakan alat plambing kloset
leher angsa, tangki septik yang rutin disedot kemudian diolah di IPLT atau
kloset yang bersambung ke pipa riol menuju IPAL.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Analisis
data kapasitas sedia IPLT dan IPAL dengan akses sanitasi aman menyimpulkan
bahwa persentase riil sanitasi aman sesungguhnya lebih kecil daripada 10,25%. Besarnya
kapasitas sedia menjadi indikasi bahwa sedikit sekali rumah (gedung) yang
menyedot tangki septiknya untuk diolah di IPLT. Atau periode riil penyedotannya
jauh lebih lama daripada periode desainnya. Juga sedikit rumah (gedung) yang
menyalurkan air limbahnya ke riol untuk diolah di IPAL. Kedua kondisi tersebut
adalah tantangan untuk meningkatkan persentase layanan sanitasi aman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5LjJcVljreU4uabcXXzcbzFqxycwFtHMp9R7batXNaNQn9FfqIeuTvnQltNOr06gp1P5sK0L6-42chTNx6SZ1fNIIPLh4WZvHSYPFibZEHjU2_BNCYb1pC9SMIV5QwGqxcQBGoWHOiyuJ6H-8niyKktLQWQoc9_6qQOLsnTCfdHS0t6GGrkynMg/s3308/MAM%20359%20AGUSTUS%202025%20%23%23-Pengelolaan%20Air%20Limbah%20Domestik%20Tantangan%20dan%20Peluang-pages-images-0.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3308&quot; data-original-width=&quot;2540&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5LjJcVljreU4uabcXXzcbzFqxycwFtHMp9R7batXNaNQn9FfqIeuTvnQltNOr06gp1P5sK0L6-42chTNx6SZ1fNIIPLh4WZvHSYPFibZEHjU2_BNCYb1pC9SMIV5QwGqxcQBGoWHOiyuJ6H-8niyKktLQWQoc9_6qQOLsnTCfdHS0t6GGrkynMg/s320/MAM%20359%20AGUSTUS%202025%20%23%23-Pengelolaan%20Air%20Limbah%20Domestik%20Tantangan%20dan%20Peluang-pages-images-0.jpg&quot; width=&quot;246&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Tantangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Kapasitas
sedia yang besar dan akses sanitasi aman yang kecil berkaitan dengan sejumlah
sebab seperti kecermatan desain, karakteristik sosial, budaya, ekonomi
masyarakat. Sebab-musabab ini adalah tantangan untuk dioptimalkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Sebab
pertama, metode proyeksi jumlah penduduk tidak absah (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;valid&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;) pada waktu
mendesain IPLT atau IPAL. Hal ini terjadi karena variasi pertambahan jumlah
penduduk duapuluh tahun terakhir tidak menghasilkan metode proyeksi yang tepat.
Alternatif metode di antaranya adalah aritmetika, geometri, eksponensial,
logaritmik, &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;least square&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;decreasing rate of increase, logistic&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Sebab
kedua, hanya sedikit tambahan pelanggan baru yang berhasil diraih. Masyarakat
tidak berminat berlangganan koneksi air limbah karena merasa lebih murah
menggunakan tangki septik. Masyarakat juga tidak rutin menyedot tangki
septiknya sehingga mengurangi ritasi truk tinja ke IPLT. Juga karena masih ada
rumah yang menggunakan pipa “&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;bazoka&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;” untuk membuang air limbah klosetnya
ke sungai atau selokan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Sebab
ketiga, zone pelanggan potensial air limbah perpipaan sedikit sehingga tidak
menguntungkan apabila dibangun jaringan riol. Zone potensial ini adalah kawasan
perdagangan, perkantoran, wisata, hotel, dan perumahan (mewah). Bisa juga
karena pelanggan potensial tersebar berjauhan sehingga pipa riolnya menjadi
panjang dan mahal. Akibatnya, banyak pelanggan potensial tidak bisa dilayani.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Sebab
keempat, pembangunan perumahan, perdagangan, perkantoran tidak selaras dengan
RTRW dan tidak memperhatikan topografi. Lokasi IPAL haruslah di elevasi rendah
di dekat sungai sedangkan lokasi IPLT bisa lebih fleksibel. Sebuah kota bisa
memiliki lebih dari satu IPLT dan IPAL. Daerah yang relatif datar membutuhkan
banyak pompa sehingga biaya pembangunan, operasional dan pemeliharaannya
menjadi lebih mahal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Sebab kelima, biaya pembangunan
prasarana dan sarana air limbah domestik jauh lebih mahal dibandingkan dengan
air minum per kapasitas yang sama. Selain pipa riolnya yang besar juga perlu
bangunan seperti &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;manhole&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;drop&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;manhole&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;, ventilator, &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;terminal
clean out&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;siphonage (sifon)&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;, bak gelontor, dll. Sebagai contoh,
jembatan pipa air limbah harus diubah menjadi sifon apabila melintasi sungai
atau rel kereta api.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Selain
kapasitas aspek penting lainnya adalah kualitas air limbah. Kualitas memerlukan
unit proses dan operasi yang tepat terutama untuk mengolah air limbah yang
banyak berisi zat kimia untuk bebersih kamar mandi dan kloset. Mayoritas IPAL
lebih fokus pada reduksi senyawa karbon yang diukur dengan angka BOD atau COD.
Sedangkan pencemar nitrogen dan fosfat belum menjadi perhatian untuk diolah
secara khusus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Di
tengah beratnya tantangan membangun dan mengelola air limbah domestik tentu ada
peluang pemanfaatan hasil olahan IPLT dan IPAL.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmKHn9rc9usR7gyxYNnOjYTeILkjH9uDZjxL943l5f-lonhtfPboaj_hXhVmNMBU4iFNbc8GWFV2cu2tb8FYAFOKig_BpekBW6qktJ0Y1ntwWpHiX8g8Od-4vXXNnin2Euhyphenhyphen8imOOm3t27bh8G6-xarIz1WAM9oQl-OmNrcMGBFFIWytWlgiuRaQ/s3308/MAM%20359%20AGUSTUS%202025%20%23%23-Pengelolaan%20Air%20Limbah%20Domestik%20Tantangan%20dan%20Peluang-pages-images-3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3308&quot; data-original-width=&quot;2540&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmKHn9rc9usR7gyxYNnOjYTeILkjH9uDZjxL943l5f-lonhtfPboaj_hXhVmNMBU4iFNbc8GWFV2cu2tb8FYAFOKig_BpekBW6qktJ0Y1ntwWpHiX8g8Od-4vXXNnin2Euhyphenhyphen8imOOm3t27bh8G6-xarIz1WAM9oQl-OmNrcMGBFFIWytWlgiuRaQ/s320/MAM%20359%20AGUSTUS%202025%20%23%23-Pengelolaan%20Air%20Limbah%20Domestik%20Tantangan%20dan%20Peluang-pages-images-3.jpg&quot; width=&quot;246&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Peluang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Dua
singkatan IPLT dan IPAL menunjukkan bahwa ada dua jenis air limbah domestik.
Acuannya adalah MCK (mandi, cuci, kakus). Air limbah mandi, wudhu, cuci tangan,
piring, baju, beras dan sayur disebut air bekas-guna (&lt;i&gt;grey water&lt;/i&gt;). Air
limbah kakus dan air seni (urin atau air kencing) disebut air kotor (&lt;i&gt;black
water&lt;/i&gt;). Kedua jenis air limbah tersebut adalah peluang ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Peluang
bisa diperoleh dari tantangan dengan cara mempelajari ilmu, teknologi, dan
pengalaman negara lain. Praktik mengubah limbah menjadi bernilai tambah sudah
dilakukan. &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Waste for one is added value for another&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;. Limbah kakus
misalnya, merujuk pada buku &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Guidelines for the safe use of wastewater and
excreta in agriculture and aquaculture&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;, ditulis oleh Duncan Mara dan Sandy
Cairncross (WHO, 1989) dapat dijadikan pupuk pertanian dan kolam ikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Pada
masa Edo di Jepang (1600–1868) limbah kakus didaur ulang untuk pupuk padi dan
sayur. Merujuk pada &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Night Soil in Edo: Ingenious Recycling of Human Waste&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;
oleh Eisuke Ishikawa (1998) ada 3K, yaitu &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;kusai, kitanai, kitsui: stinky,
dirty, severe&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; atau bau, kotor, parah/berat yang menantang penduduk Edo.
Jumlah penduduk Edo pada akhir abad ke-18 antara 1–1,2 juta orang. Setiap orang
membuang 600 liter tinja/tahun sehingga menjadi 600.000 – 700.000
kiloliter/tahun atau setara dengan 70.000 truk berkapasitas 10 ton. Jual beli
tinja di Edo berlangsung hingga akhir Perang Dunia II. Demikian juga di China,
India, Meksiko, Tunisia, Guatemala, Amerika Serikat, dan Jerman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Fakta
tersebut sebagai informasi bahwa tinja sudah lama dimanfaatkan untuk pertanian,
perkebunan, perikanan. Identifikasi masalah yang muncul adalah penyakit akibat
bakteri dan cacing. Infeksi patogen bisa dikurangi apabila yang digunakan
adalah lumpur olahan IPLT atau IPAL. Artinya, cara lama di Edo diubah dengan
cara baru yang lebih higienis dan saniter.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Sepatutnya
setiap kabupaten/kota memiliki IPLT dan IPAL dan menyiapkan organisasi
pengelolanya. Sekarang ada 13,4% pemerintah daerah yang sudah memiliki lembaga
layanan air limbah domestik dalam bentuk UPTD, PD atau BUMD. Yang sudah
memiliki operator adalah DKI Jakarta, Kota Bandung, Kota Surakarta, Kota
Denpasar dan kabupaten/kota lainnya. Sebagai contoh praktik baik adalah Perumda
Paljaya di DKI Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Paljaya
rutin menambah peluang pendapatannya. Daerah layanannya diperluas ke kawasan
perdagangan dan perkantoran. Paljaya sudah memiliki jaringan pipa riol dan IPAL
Krukut dan Setiabudi. Paljaya juga menambah peluang pasarnya ke kawasan wisata
Ancol. Dengan pelanggan hampir 500 &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;tenant&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;, Ancol bisa menjadi sumber
pendapatan. IPAL Ancol khusus mengolah air limbah dari semua penyewa (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;tenant&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;)
dengan kapasitas 4.000 m&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;/hari. Praktik tersebut bisa diikuti oleh
daerah lain dengan menyasar perdagangan, perkantoran dan daerah wisata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Akhir
kata, air dan sanitasi (sampah dan air limbah) adalah hak asasi manusia. Tidak
hanya sebagai kewajiban, pemerintah daerah juga bisa memperoleh pupuk dari
olahan IPLT dan IPAL. Sudah waktunya mengubah tantangan air limbah menjadi
peluang ekonomi. Apakah pemerintah pusat dan daerah berminat menciptakan
wirausaha sanitasi dan menaikkan citra lumpur olahan IPLT dan IPAL?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;iframe src=&quot;https://drive.google.com/file/d/1Ljv5YERxtEsO-GqP7nFttjZjlIK2iBVy/preview&quot; width=&quot;440&quot; height=&quot;480&quot; allow=&quot;autoplay&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/2422285419366553945/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/08/pengelolaan-air-limbah-domestik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/2422285419366553945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/2422285419366553945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/08/pengelolaan-air-limbah-domestik.html' title='Pengelolaan Air Limbah Domestik Tantangan dan Peluang'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5LjJcVljreU4uabcXXzcbzFqxycwFtHMp9R7batXNaNQn9FfqIeuTvnQltNOr06gp1P5sK0L6-42chTNx6SZ1fNIIPLh4WZvHSYPFibZEHjU2_BNCYb1pC9SMIV5QwGqxcQBGoWHOiyuJ6H-8niyKktLQWQoc9_6qQOLsnTCfdHS0t6GGrkynMg/s72-c/MAM%20359%20AGUSTUS%202025%20%23%23-Pengelolaan%20Air%20Limbah%20Domestik%20Tantangan%20dan%20Peluang-pages-images-0.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-7363569293663099286</id><published>2025-08-08T06:41:00.005+07:00</published><updated>2025-08-08T06:42:35.008+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hukum Politik"/><title type='text'> Ambalat Daulat Rakyat</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Ambalat Daulat Rakyat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Luasnya kurang lebih 15.235 km persegi. Letaknya di Laut Sulawesi. Beririsan dengan Sabah, Malaysia dan Indonesia (Kalimantan Timur). Lokasi ini memiliki sumber minyak dan gas bumi yang layak dan menguntungkan apabila ditambang. Dijual atau digunakan untuk rakyat Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Ambalat mencuat lagi. Berikut adalah tulisan yang terbit di koran Pikiran Rakyat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;iframe allow=&quot;autoplay&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://drive.google.com/file/d/13VH8iAq2ObBSAX0QawERSJRMwBDeej_Y/preview&quot; width=&quot;440&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/7363569293663099286/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/08/ambalat-daulat-rakyat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/7363569293663099286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/7363569293663099286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/08/ambalat-daulat-rakyat.html' title=' Ambalat Daulat Rakyat'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-8012515964983054252</id><published>2025-07-26T08:13:00.015+07:00</published><updated>2026-04-11T09:10:27.111+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Penulis (Kepenulisan)"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="TUGAS AKHIR - SKRIPSI"/><title type='text'>Tips Menulis Latar Belakang</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Tips Menulis Latar
Belakang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Menulis karya ilmiah
semisal Tugas Akhir (TA) atau apapun istilahnya di berbagai perguruan tinggi
tentu bermaksud dibaca oleh orang lain, selain untuk menyelesaikan kuliah. Pembaca biasanya memiliki minat yang sama atau hampir sama dengan tema TA lantaran
sedang menulis laporan ilmiah yang memerlukan rujukan penelitian sebelumnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Oleh sebab itu, penulisan
TA harus informatif, mampu memberikan informasi kepada pembacanya dengan bahasa
yang lugas, kalimat efektif, bermakna tunggal (tidak makna ganda, tidak multitafsir atau ambigu)
dan sesuai dengan ejaan yang betul (Ejaan Yang Disempurnakan, EYD). Agar semua
bagian bab di dalam karya ilmiah dibaca maka karya ilmiah harus menarik atau memberikan kontribusi
khas untuk ilmu dan keperluan masyarakat sehingga dibaca beberapa kali agar
semakin paham.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEju0qnYeRGE2bwGruosmV08mjP4TLbw4MT_d8667yq4darZu_RQytiDIotowl2SQ8-aMXoYR3bX8pozC9OxXd2XW1hcVI0WaJA3qZ-d2YyS9_pBt40FRUY21478Knx1ncCimKP7ruRY_3NJMpsvwnjahyBFCuu6f0ulxQHC3KNj8oIsMr5NgDNHcg/s271/writing%20scientific%2026%20juli%202025.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;186&quot; data-original-width=&quot;271&quot; height=&quot;186&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEju0qnYeRGE2bwGruosmV08mjP4TLbw4MT_d8667yq4darZu_RQytiDIotowl2SQ8-aMXoYR3bX8pozC9OxXd2XW1hcVI0WaJA3qZ-d2YyS9_pBt40FRUY21478Knx1ncCimKP7ruRY_3NJMpsvwnjahyBFCuu6f0ulxQHC3KNj8oIsMr5NgDNHcg/s1600/writing%20scientific%2026%20juli%202025.jpeg&quot; width=&quot;271&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Latar Belakang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Subbab ini berisi
dinamika pikiran peneliti atau mahasiswa yang sedang menulis TA. Beragam pendapat, pertanyaan ada di dalam benaknya
setelah membaca artikel (makalah) ilmiah atau ilmiah populer. Atau setelah
melihat kejadian seperti pencemaran air sumur, bukit erosi dan longsor, tumpukan
sampah plastik, keramik kotor karena air tanah meskipun sudah ada filter air,
lumpur aktif mengolah air limbah pabrik minyak goreng, asap knalpot diolah
dengan zat tertentu, dll. Dinamika pikiran tersebut lantas menimbulkan niat
atau keinginan untuk melaksanakan penelitian. Ingin mencari jawaban atau solusi
atas kejadian-kejadian tersebut. Hasil penelitian diharapkan bisa memberikan
manfaat untuk ilmu dan manfaat praktis bagi masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Namun demikian, tidak semua kejadian dan masalah yang dilihat atau dibaca tersebut lantas bisa dijadikan materi penelitian. Peneliti harus yakin
bahwa fenomena (kejadian) tersebut adalah masalah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background: yellow; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;aktual dan relevan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;. Agar tahu bahwa masalah
tersebut masih aktual maka peneliti harus &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background: yellow; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;membaca banyak artikel ilmiah&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt; dengan tema yang
serupa atau sama. Aktual berarti &lt;span style=&quot;background-color: #04ff00;&quot;&gt;belum usang (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;background-color: #04ff00; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;obsolete&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #04ff00;&quot;&gt;) &lt;/span&gt;karena &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background: lime; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;ada hal-hal yang belum terjawab&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #04ff00;&quot;&gt;meskipun sudah banyak diteliti&lt;/span&gt;. Aktual dan relevan diperlukan karena harus ada
manfaat ilmiah (teoretis) dan manfaat praktis yang dihasilkan. Namun demikian,
boleh saja mengulang penelitian orang lain untuk membuktikan sesuatu yang
dianggap tidak jelas, meragukan, ingin membuktikan sendiri, dll yang biasa
disebut replikasi (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;replicate&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Bagaimana cara menuliskan
dinamika pikiran tersebut di dalam Latar Belakang? Cara bertutur boleh berbeda.
Setiap orang punya cara khas masing-masing. Tetapi konten yang perlu ditulis
adalah sama dan dijelaskan di bawah ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Di paragraf pertama Latar
Belakang tulislah masalah utama (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;problem issue&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;) yang menimbulkan minat
untuk menelitinya. Tulislah bahwa tema penelitian tersebut sudah bermanfaat
untuk masyarakat dan &lt;span style=&quot;background-color: #fcff01;&quot;&gt;masih aktual&lt;/span&gt;. Bisa dengan cara &lt;span style=&quot;background-color: #fcff01;&quot;&gt;mengutip manfaat &lt;/span&gt;dari artikel
penelitian orang lain. Kutiplah misalnya lima artikel (makalah) penelitian
orang lain yang berisi manfaat hasil penelitian dengan tema tersebut. Terutama
bermanfaat untuk masyarakat karena sudah luas digunakan. Ini ditulis di
paragraf pertama secara kronologis (urutan waktu) agar pembaca memiliki minat
untuk membacanya lebih lanjut. &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Eye catching&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;. &lt;span style=&quot;background-color: #fcff01;&quot;&gt;Meskipun sudah luas
diteliti dan digunakan, tulis juga bahwa masih ada hal-hal atau masalah lain
yang perlu diteliti untuk menambah khazanah ilmu dan mudah-mudahan bermanfaat
bagi masyarakat&lt;/span&gt;. Catatan, semua kutipan harus diparafrase, ditulis dengan
kalimat sendiri. Tidak boleh &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;copy-paste&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt; secara verbatim (co-pas 100%).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Sebagai contoh, bisa ditulis perihal
kondisi terkini persampahan, drainase, penyediaan air minum (PAM) atau air limbah di
sebuah kecamatan. Acuannya adalah laporan BPS atau Bappenas. Bisa juga dari
peraturan Menteri PUPR, Menteri Kesehatan, atau peraturan daerah, dinas-dinas yang ada di setiap kabupaten atau kota, dll. Begitu
juga kondisi sanitasi, bisa bersumber dari laporan resmi pemerintah atau dari
kutipan di koran yang melaporkan kondisi air minum atau sanitasi tersebut. Atau
adanya bencana alam yang membutuhkan alat-alat filter portable yang mudah
dipindah-pindahkan tetapi perlu diteliti media apa yang paling tepat digunakan,
murah dan mudah dibuat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Di paragraf selanjutnya,
berkaitan dengan a&lt;span style=&quot;background-color: #04ff00;&quot;&gt;ktual dan relevan&lt;/span&gt; maka tulislah &lt;span style=&quot;background-color: #04ff00;&quot;&gt;kutipan-kutipan&lt;/span&gt; dari penelitian
yang bertema sama. Bisa dari dalam negeri, bagusnya lagi ada dari artikel berbahasa
Inggris seperti yang terbit di jurnal yang diakui di seluruh dunia (misalnya sudah
dindeks oleh &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Scopus, WoS&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;). Tahun terbitnya juga perlu diperhatikan.
Apakah tiga tahun terakhir atau lebih. Kalau tidak ada artikelnya, boleh lima
tahun terakhir atau sepuluh atau tiga puluh tahun terakhir. Kalau tidak ada,
berarti penelitian yang dilaksanakan ini berpeluang menjadi penelitian baru
dengan&lt;span style=&quot;background-color: #fcff01;&quot;&gt; temuan baru (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;background-color: #fcff01; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;novelty&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #fcff01;&quot;&gt;).&lt;/span&gt; Meskipun, ini menurut orang bijak bestari,
tidak ada yang baru 100% di kolong langit ini. Semuanya berasal dari
temuan-temuan sebelumnya yang berubah sedikit demi sedikit selama ribuan tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Paragraf selanjutnya
adalah tulisan tentang “&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;masih ada masalah&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;” yang perlu diteliti. Meskipun
sudah banyak penelitian di dalam tema yang sama, &lt;span style=&quot;background-color: #fcff01;&quot;&gt;selalu ada saja celah untuk
meneliti aspek lainnya&lt;/span&gt;. Misalnya, penelitian tentang &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;slow sand filter&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;,
sudah banyak jenis media filter yang diteliti: pasir silika, pasir laut, pasir
sungai, pasir urug, antrasit, garnet, pelet plastik, dll. Apabila peneliti
dapat menemukan media yang belum diteliti, baik media alami maupun sintetis,
ini juga masih bisa dijadikan penelitian baru. Ada kebaruan (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;novelty&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;).
Demikian juga variasi ketinggian media, diameter media, diameter alat filter (variasi
berat atau volume media), variasi kecepatan, variasi pH, temperatur, dll. Usahakan
&lt;span style=&quot;background-color: #fcff01;&quot;&gt;masalah-masalah yang masih ada dan akan diteliti ini ditulis di Latar Belakang&lt;/span&gt;
dan akan dibuatkan kalimat &lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;background-color: #fcff01; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;per-tanya-an&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #fcff01;&quot;&gt; di subbab Rumusan Masalah&lt;/span&gt; dan
kalimat&lt;span style=&quot;background-color: #fcff01;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #fcff01;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;per-nyata-an&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt; di subbab Tujuan Penelitian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Setelah menuliskan
sejumlah masalah tersebut maka tulislah apa yang akan dilakukan. Apa agenda
penelitiannya. Misalnya,&lt;span style=&quot;background-color: #fcff01;&quot;&gt; metode apa yang akan digunakan&lt;/span&gt; untuk memperoleh solusi
atas masalah tersebut. Ditulis satu atau dua kalimat saja. Lengkapnya ditulis
di bab Metodologi di laporan TA atau di Alat - Bahan dan Metode (Materials and
Methods) di artikel jurnal ilmiah. Tulisan di TA lebih lengkap (perinci)
daripada di jurnal ilmiah. Oleh sebab itu, laporan TA yang akan diubah menjadi
artikel ilmiah harus dirombak mengikuti struktur artikel (makalah) ilmiah.
Berbeda lagi apabila TA ditulis untuk pembaca majalah atau koran atau media
online, formatnya berbeda. Bisa saja menulis untuk masyarakat awam (umum) ini
lebih sulit karena tulisan harus renyah dibaca (artikel ilmiah populer) dan
hanya 800 kata. Dewan redaksi majalah atau koran memiliki tatacara seleksinya,
mana yang layak diterbitkan mana yang tidak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Untuk menegaskan lagi
pentingnya atau manfaat penelitian, boleh ditulis dalam satu kalimat saja
tentang &lt;span style=&quot;background-color: #04ff00;&quot;&gt;manfaat penelitian&lt;/span&gt; bagi masyarakat di akhir Latar Belakang. *&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 16px;&quot;&gt;Tulisan tentang Latar Belakang TA atau artikel ilmiah bisa juga dibaca di beberapa link ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://gedehace.blogspot.com/2025/07/tips-menulis-latar-belakang.html&quot;&gt;https://gedehace.blogspot.com/2025/07/tips-menulis-latar-belakang.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://gedehace.blogspot.com/2019/09/menulis-laporan-tugas-akhir-teknik.html&quot;&gt;Menulis
Laporan Tugas Akhir Teknik Lingkungan Universitas Kebangsaan | AirLimbahKu&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://gedehace.blogspot.com/2018/05/sekilas-cara-menulis-tugas-akhir.html&quot;&gt;Sekilas
Cara Menulis Tugas Akhir | AirLimbahKu&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/8012515964983054252/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/07/tips-menulis-latar-belakang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/8012515964983054252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/8012515964983054252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/07/tips-menulis-latar-belakang.html' title='Tips Menulis Latar Belakang'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEju0qnYeRGE2bwGruosmV08mjP4TLbw4MT_d8667yq4darZu_RQytiDIotowl2SQ8-aMXoYR3bX8pozC9OxXd2XW1hcVI0WaJA3qZ-d2YyS9_pBt40FRUY21478Knx1ncCimKP7ruRY_3NJMpsvwnjahyBFCuu6f0ulxQHC3KNj8oIsMr5NgDNHcg/s72-c/writing%20scientific%2026%20juli%202025.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-5489655241923659446</id><published>2025-07-22T17:38:00.004+07:00</published><updated>2025-07-23T18:18:41.262+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bandung Jawa Barat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keluarga"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Study Tour Dilarang Kami Di Bali Didukung</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #fcff01; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Study Tour Dilarang, Kami Di Bali Didukung&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Gubernur
Jawa Barat Dedi Mulyadi melarang &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;study tour&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;. Sedangkan Walikota Bandung,
M. Farhan mengizinkan. Ada pro dan kontra tentu saja. Protes ramai di media
sosial. Ramai juga di jalan, di depan gedung atau kantor gubernur. Tulisan ini
tidak masuk ke pro-kontra. Tetapi sebuah kisah nyata saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLrHlEQLcmIFEc_ABQmL2YSkyQRQKBvq7F_qYxLrXf5h8CW8d8TvEpkquA-rQ1n5LN7rF8CB1i1Ts4oL2nTc75y9-3C8aWqwnRBygvBq6jgS_K6PmGDJ_dLYQAB3Qd9d-8t4neW5vguX48IR9OBEpJz3sZdfsOy9EJbkSEo5uG6Fvt8Z3M5tjQWQ/s1280/study%20tour%20bandung.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;180&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLrHlEQLcmIFEc_ABQmL2YSkyQRQKBvq7F_qYxLrXf5h8CW8d8TvEpkquA-rQ1n5LN7rF8CB1i1Ts4oL2nTc75y9-3C8aWqwnRBygvBq6jgS_K6PmGDJ_dLYQAB3Qd9d-8t4neW5vguX48IR9OBEpJz3sZdfsOy9EJbkSEo5uG6Fvt8Z3M5tjQWQ/s320/study%20tour%20bandung.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Saya
dan teman-teman di Tabanan Bali sangat jarang bepergian ke Pulau Jawa.
Mendengar kata Jawa saja kami sudah demikian kagum. Dalam benak orang Bali,
pada dekade sebelum 1980-an, yang ada adalah &lt;b&gt;Nak Bali dan Nak Jawe&lt;/b&gt; (Jawa). Waktu
itu tahun 1980-1985 adalah periode belum ada televisi swasta. Hanya TVRI.
Acaranya kurang banyak. Tapi memuaskan. Informasi tentang objek wisata di Pulau
Jawa tidak banyak yang ditayangkan. Kami dahaga hiburan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Saya
atau kami, yaitu murid-murid seangkatan di SMPN 1 Tabanan Bali, dan kakak serta
adik-adik kelas sudah tahu bahwa pada masa kenaikan kelas (kesamen), yaitu naik
kelas dari kelas dua ke kelas tiga, akan dilaksanakan karya wisata ke Jawa.
Istilahnya Karya Wisata, yang sekarang mungkin bisa disamakan dengan &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;study
tour&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;. Bepergian ke objek wisata yang sering dibaca di buku pelajaran atau
diberitahu oleh guru. Ingin melihat wujud aslinya di Jawa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Semua
murid, sejak awal di kelas satu SMPN 1 Tabanan Bali, menabung setiap bulan.
Saya lupa nilai rupiahnya. Tetapi kami rutin menabung yang dibayarkan ke TU
bersamaan dengan uang SPP. Mungkin kurang lebih menabung selama 2 tahun kali 12
bulan, sama dengan 24 bulan kali sekian rupiah. Dari uang yang terkumpul itu
kami bisa Karya Wisata ke Pulau Jawa tanpa perlu tambahan biaya lagi. Kami naik
bis pergi pulang. Hanya perlu uang bekal yang diminta kepada orang tua
masing-masing tentu saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Tujuan
daerah wisata berbeda-beda dari tahun ke tahun. Pada waktu angkatan kami,
tujuannya adalah Malang dan Surabaya. Tentu dalam perjalanan, kami berhenti di
Pantai Pasir Putih Indah, Situbondo. Kondisi jalan pada tahun 1981/1982 belum
sebaik sekarang. Tetapi kendaraan sedikit. Tidak macet. Singkat cerita,
sampailah kami di Surabaya. Wow, kota yang ada di buku pelajaran Sejarah. Kota
Pahlawan. Ada kawan yang komentar, dalam bahasa Bali tentu saja, “he… itu
DK-nya kok L.” Begitulah, ada di antara kami yang belum tahu bahwa pelat mobil
dan motor di Surabaya adalah L sedangkan di Bali adalah DK.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Surabaya
kota impian, pada waktu itu, dalam benak kami. Objek wisata yang dituju antara
lain adalah Kebun Binatang Wonokromo. Kemudian ke Malang. Objek wisata yang
dituju adalah Selecta. Juga pasar modern seperti Sarinah. Bendungan
Karangkates. Ada juga candi, tetapi saya lupa namanya. Juga memetik buah apel
langsung di kebun dan bayar sebelum ke luar kebun. Saya lupa lagi objek yang
lainnya. Kami berfoto bersama. Kamera waktu itu ada yang kecil. Filmnya
berukuran setengah dari kamera standar waktu itu. Harganya Rp11.000 sebuah.
Waktu itu harga satu kilogram telur ayam Rp400/kg. Saya hapal karena
sering membeli telur ayam di tetangga yang juga masih saudara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Yang ingin saya sampaikan, bahwa biaya untuk karya
Wisata dicicil setiap bulan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;.
Mungkin ada orang tua yang tidak punya uang setiap bulan. Kami paham itu.
Tetapi pembayaran itu bisa dicicil kapan saja, nanti pada waktu tertentu petugas
TU akan menanyakan kepada murid. Kami juga waktu di SMPN 1 Tabanan membayar
uang bangunan dengan cara dicicil setiap bulan selama dua tahun. Memang berat
bagi orang tua. Makanya kepala sekolah (waktu itu Bapak Drs. I Gusti Ngurah
Sukerta) selalu mengundang orang tua/wali ke sekolah setiap masa libur. P&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;asti
ada orang tua yang berat membayar setiap bulan karena itu juga cerita yang saya
dengar dari teman-teman. Termasuk orang tua saya, pasti berat juga, dengan lima
orang anak yang semuanya murid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Apakah kami mendapatkan ilmu dan pengetahuan dari
karya wisaya itu? Jawaban saya, dapat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;. Ilmu dapat, pengalaman sudah pasti dapat. Puas.
Senang. Banyak yang bisa diceritakan kepada adik, adik kelas, saudara yang lain
dan kepada orang tua. Cerita ini menjadi keseharian dan menggembirakan karena
faktanya, jarang kami bepergian ke Pulau Jawa. Kami orang Tabanan, khususnya
murid atau teman saya mayoritas tinggal di Bali pada umur SMP itu. Waktu SMA
juga tidak banyak dan memang tidak ada keperluan untuk pergi ke Jawa. Pada waktu
itu kami kagum kepada para orang tua yang sering berkata, “&lt;i&gt;Pan Momon luwas
ke Jawe&lt;/i&gt; (Pak Momon pergi ke Jawa).”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Kembali
ke &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;study tour&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;. Bagi kami, karya wisata sungguh bermanfaat. Tiada terkira
yang diperoleh, baik yang dilihat dan dialami, sepanjang perjalanan. Betapa
kami &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background: yellow; mso-highlight: yellow;&quot;&gt;surprised&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;
menyaksikan kapal Ferry di Gilimanuk – Ketapang, lalu berdiri di dek kapal
dengan tiupan angin kencang. Kami berdiri dan saling bicara, saling
berkomentar. Ramai. Kami juga menyaksikan truk gandeng yang tidak ada di Bali.
Betapa kami takjub melihat jejeran pohon asam di sepanjang jalan antara Banyuwangi
- Surabaya. Asam semua dan sudah ranum. Sudah coklat tua kulitnya. Ingin
memetik dan mengemilnya tetapi tidak kesampaian. Titik saja liur ini jadinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Demikianlah
perihal karya wisata yang kami lakukan. Pada kali lain, tahun berikutnya,
seingat saya, tujuan karya wisata adalah Borobudur dan sekitarnya. Jumlah bus
mungkin lima atau enam. Waktu itu kami kelas dua ada enam kelas, kelas A, B, C,
D, E, F. Rata-rata 40 murid per kelas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Terima
kasih kepada para guru yang sudah mewujudkan keingintahuan kami sebagai murid
kelas dua SMP perihal objek wisata di Pulau Jawa.*&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/5489655241923659446/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/07/study-tour-dilarang-kami-di-bali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/5489655241923659446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/5489655241923659446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/07/study-tour-dilarang-kami-di-bali.html' title='Study Tour Dilarang Kami Di Bali Didukung'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLrHlEQLcmIFEc_ABQmL2YSkyQRQKBvq7F_qYxLrXf5h8CW8d8TvEpkquA-rQ1n5LN7rF8CB1i1Ts4oL2nTc75y9-3C8aWqwnRBygvBq6jgS_K6PmGDJ_dLYQAB3Qd9d-8t4neW5vguX48IR9OBEpJz3sZdfsOy9EJbkSEo5uG6Fvt8Z3M5tjQWQ/s72-c/study%20tour%20bandung.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-463559628008906831</id><published>2025-07-13T02:57:00.040+07:00</published><updated>2025-07-17T06:19:51.928+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Research Integrity Risk Index (RI2) Kita Perlu Introspeksi</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; font-size: medium;&quot;&gt;Research Integrity Risk Index (RI2): Kita Perlu Introspeksi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; font-size: medium;&quot;&gt;Laporan Dr. Lokman Meho et.al., seorang dosen di American University of Beirut&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;menimbulkan diskusi panjang di kalangan dosen
dan peneliti di Indonesia. Terlebih lagi kalangan yang menjadi dosen atau
peneliti di kampus yang diteliti oleh tim Lokman Meho.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; font-size: medium;&quot;&gt;Di
tengah protes dan ketidaksetujuan para pejabat dan rektor dan insan perguruan tinggi, ada
baiknya merenung dan introspeksi. Ada 1.500 perguruan tinggi di seluruh dunia yang diuji oleh Meho dan
ada 13 kampus di Indonesia yang diuji, karena dianggap kampus yang kelas atas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; font-size: medium;&quot;&gt;Bagaimana dengan kampus lain? Sudah banyak dibahas di koran-koran online seperti Kompas, Tempo,
dan lain-lain. Dalam rentang 2017 - 2020 terjadi tsunami artikel ilmiah di Indonesia. Kuantitas artikel membludak, ranking satu di Asia Tenggara. Saran bijak dari sesepuh pendidikan di Indonesia, hendaklah kita lebih mementingkan kualitas ketimbang
kuantitas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; font-size: medium;&quot;&gt;Pemerintah sepatutnya segera memikirkan upaya terbaik agar kejadian
ini hanya terjadi sekali ini saja. Dikaji lagi peraturan tentang
publikasi oleh mahasiswa (S1, S2, S3), publikasi penelitian dosen, persyaratan kenaikan
pangkat (jabatan fungsional), laporan semester BKD dan lain-lain. Sebab,
artikel atau makalah ilmiah yang bermasalah muncul dari hal-hal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; font-size: medium;&quot;&gt;Kebijakan
yang tepat, dengan olah pikir para ahli di Kementerian Pendidikan Tinggi dan
Saintek diharapkan dapat mengembalikan marwah pendidikan tinggi Indonesia. Sekarang saatnya. Sebab, Meho akan rutin merilis laporannya. Tujuan Meho positif. Sebagai katalisator ke arah kebaikan, kebenaran, tanggung jawab.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;i&gt;Meho hopes that the RI² will gradually be used “&lt;span style=&quot;background-color: #fcff01;&quot;&gt;not just to detect and flag, but to help universities benchmark their performance, design better policies, and celebrate those who uphold high standards in responsible research practices.&lt;/span&gt;&quot;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; font-size: medium;&quot;&gt;Sebagai negara ber-Pancasila, khususnya sila Ketuhanan Yang Mahaesa, sudah
selayaknya menjunjung tinggi integritas sebagai pengajar, peneliti, dan
pengabdi kepada msyarakat. Tridharma yang esensial, bukan artifisial.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; font-size: medium;&quot;&gt;Introspeksi
lebih bermanfaat daripada menggugat metodologi Meho dkk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; font-size: medium;&quot;&gt;Di
bawah ini dikutipkan perihal RIRI tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG9mPohzTxOLO6eAaJiyBH3q_aONDMBn0kXje8Cg4RTqZqTOhHrgxnUsdYCzxytdbrjmdJJz5DndIoJPK3ZbGcf_CkLXFsLGKt87_M4xf-E5gT5M_f2yzhhrdwZxR9r2evHq4p8JrAds7GOu3Qv0CWiDPoQDKWrCcRxSZq4_pAIN-qD-ZoLAG8pA/s317/RI2%20Meho%20index.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;159&quot; data-original-width=&quot;317&quot; height=&quot;159&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG9mPohzTxOLO6eAaJiyBH3q_aONDMBn0kXje8Cg4RTqZqTOhHrgxnUsdYCzxytdbrjmdJJz5DndIoJPK3ZbGcf_CkLXFsLGKt87_M4xf-E5gT5M_f2yzhhrdwZxR9r2evHq4p8JrAds7GOu3Qv0CWiDPoQDKWrCcRxSZq4_pAIN-qD-ZoLAG8pA/s1600/RI2%20Meho%20index.jpeg&quot; width=&quot;317&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; line-height: inherit; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; box-sizing: border-box; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-variation-settings: inherit; font-weight: 700; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;Di bawah ini di-copy paste-kan nama kampusnya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; line-height: inherit; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; box-sizing: border-box; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-variation-settings: inherit; font-weight: 700; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: red; font-family: georgia;&quot;&gt;Zona Merah – Risiko Tinggi:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; line-height: inherit; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;– Bina Nusantara University (BINUS)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; line-height: inherit; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;– Universitas Airlangga (UNAIR)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; line-height: inherit; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;– Universitas Sumatera Utara (USU)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; line-height: inherit; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;– Universitas Hasanuddin (UNHAS)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; line-height: inherit; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;– Universitas Sebelas Maret (UNS)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; line-height: inherit; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; box-sizing: border-box; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-variation-settings: inherit; font-weight: 700; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #ffa400; font-family: georgia;&quot;&gt;Zona Oranye – Risiko Sedang Tinggi:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; line-height: inherit; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;-Universitas Diponegoro (UNDIP)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; line-height: inherit; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;-Universitas Brawijaya (UB)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; line-height: inherit; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;-Universitas Padjadjaran (UNPAD)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; line-height: inherit; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;border: 0px; box-sizing: border-box; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-variation-settings: inherit; font-weight: 700; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #fcff01; font-family: georgia;&quot;&gt;Zona Kuning – Risiko Sedang:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; line-height: inherit; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;-Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; line-height: inherit; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;-Universitas Indonesia (UI)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; line-height: inherit; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;-Institut Teknologi Bandung (ITB)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; line-height: inherit; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;-Institut Pertanian Bogor (IPB)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-feature-settings: inherit; font-kerning: inherit; font-optical-sizing: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit; font-variant-alternates: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-emoji: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-variant-position: inherit; font-variation-settings: inherit; line-height: inherit; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;-Universitas Gadjah Mada (UGM)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;-------------------------------&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;The Research Integrity Risk Index (RI²): A Composite
Metric for Detecting Risk Profiles&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;The RI²&amp;nbsp;is the first metric explicitly designed to
profile research integrity risks using empirically grounded, transparent
indicators. Unlike conventional rankings that reward research volume and
citation visibility, RI² shifts focus toward integrity-sensitive metrics that
are resistant to manipulation and bibliometric inflation. In its current form,
RI²&amp;nbsp;comprises two primary components:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0in;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;
 &lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0in;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;
  &lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level2 lfo1; tab-stops: list 1.0in;&quot;&gt;&lt;b&gt;Retraction
      Risk&lt;/b&gt;: Measures the extent to which a university’s research portfolio
      includes retracted articles, particularly those retracted due to data
      fabrication, plagiarism, ethical violations, authorship or peer review
      manipulation, or serious methodological errors (Fang et al., 2012;
      Ioannidis et al., 2025). It is calculated as the number of retractions
      per 1,000 articles over the most recent two full calendar years before
      the last (e.g., 2022-2023 for an analysis conducted in 2025), normalizing
      for research output and time-lag effects. Elevated retraction rates may
      reflect weaknesses in research oversight and institutional culture.The
      analysis uses retraction data from three databases to evaluate
      institutional vulnerability to research misconduct or oversight failures.
      The author extracted and uploaded into SciVal all available original DOIs
      and PubMed IDs (PMIDs) associated with retracted articles from Retraction
      Watch, Medline, and Web of Science. As of June 18, 2025,&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://retractiondatabase.org/RetractionSearch.aspx?&quot;&gt;Retraction
      Watch Database&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;listed 43,482 entries marked as “Retraction”
      and classified under the following document types: case reports, clinical
      studies, guidelines, meta-analyses, research articles, retracted
      articles, review articles, letters when associated with research
      articles, and revisions when associated with review articles. These types
      were selected because, after cross-referencing, they corresponded to
      articles and reviews in Medline and Web of Science. Following the
      exclusion criteria used by Ioannidis et al. (2025), 2,238 records were
      removed due to non-author-related reasons (e.g., “Retract and Replace”
      and “Error by Journal/Publisher”). Of the remaining Retraction Watch
      entries, 38,316 successfully matched with SciVal records. The remaining
      5,166 could not be matched, either because they were published in
      journals not indexed by SciVal or lacked identifiable DOIs or PMIDs in
      the databases.To supplement the Retraction Watch dataset, an additional
      4,416 unique retracted articles were identified from Medline (2,737) and Web
      of Science (2,850) that were classified as “Retracted” or “Retracted
      Publication” and tagged as articles or reviews. In total, 42,732 unique
      retracted articles were matched to SciVal and included in the analysis.
      Scopus was excluded due to inconsistent classification practices: its
      “Retracted” label encompasses a broad range of document types, including
      letters and editorials, making it unsuitable for isolating retracted
      research articles and reviews.To account for the time lag between
      publication and retraction, the analysis focused on articles published in
      2022 and 2023, rather than 2023-2024, to better capture recent
      institutional behaviors while ensuring a broader view of retraction
      activity (Candal-Pedreira et al., 2024; Feng et al., 2024; Fang et al.,
      2012; Gedik et al., 2024). By June 18, 2025, the number of retracted
      articles stood at 10,579 for 2022, 2,897 for 2023, and 1,601 for 2024.
      Worldwide, as of June 18, 2025, the retraction rate for 2022-2023
      averaged 2.2 per 1,000 articles, with the highest rates observed in
      mathematics (9.3) and computer science (7.6) and the lowest in arts and
      humanities (0.2).According to Retraction Watch, the 15 main reasons for
      retractions are: Investigation by Journal/Publisher (48%), Unreliable
      Results and/or Conclusions (42%), Investigation by Third Party (34%),
      Concerns/Issues About Data (30%), Concerns/Issues about
      Referencing/Attributions (26%), Paper Mill (25%), Concerns/Issues with
      Peer Review (23%), Concerns/Issues about Results and/or Conclusions
      (19%), Fake Peer Review (19%), Computer-Aided Content or
      Computer-Generated Content (18%), Duplication of/in Image (10%),
      Duplication of/in Article (8%), Euphemisms for Plagiarism (6%),
      Investigation by Company/Institution (6%), and Lack of IRB/IACUC Approval
      and/or Compliance (6%).&lt;/li&gt;
  &lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level2 lfo1; tab-stops: list 1.0in;&quot;&gt;&lt;b&gt;Delisted
      Journal Risk&lt;/b&gt;: Quantifies the proportion of an institution’s
      publications that appear in journals removed from Scopus or Web of
      Science due to violations of publishing, editorial, or peer review
      standards (Cortegiani et al., 2020). This is measured over the most recent
      two full calendar years (e.g., 2023-2024 for an analysis conducted in
      2025) and reflects structural vulnerabilities in quality control and
      publishing practices. Such publications continue to influence
      bibliometric metrics even after delisting, potentially distorting
      evaluative benchmarks. This component includes all articles published in
      journals delisted by Scopus in 2023-2024. It also includes articles in
      journals delisted by Web of Science in 2023-2024 and still actively
      indexed in Scopus.Scopus discontinues or delists journals through an
      ongoing title re-evaluation program. Journals may be flagged for
      re-evaluation due to underperformance on key bibliometric benchmarks
      (citation rate, self-citation rate, and CiteScore); (2) formal complaints
      about publication practices; (3) outlier publishing behaviors detected
      algorithmically (e.g., sudden spikes in output or geographic
      concentration); and (4) continuous curation feedback from the Content
      Selection and Advisory Board. Journals that fail re-evaluation are
      delisted, with indexing discontinued prospectively while retaining prior
      content.Web of Science delists journals following an in-depth editorial
      re-evaluation conducted by its independent in-house editors, who assess
      journals against 24 quality and four impact criteria. Titles are
      re-evaluated when flagged by internal monitoring, community feedback, or
      observed shifts in editorial quality. If a journal no longer meets
      quality standards, such as lacking editorial rigor, publishing ethically
      questionable content, or deviating from peer-review norms, it is removed
      from coverage, with future content no longer indexed. In serious cases,
      previously indexed articles may also be withdrawn. Between 2009 and June
      2025, a total of 974 unique journals were delisted—&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.elsevier.com/products/scopus/content#4-titles-on-scopus&quot;&gt;855
      by Scopus&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;and&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://mjl.clarivate.com/collection-list-downloads&quot;&gt;169 by Web of
      Science&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. Of these,&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://sites.aub.edu.lb/lmeho/dlisted/&quot;&gt;206 were delisted in
      2023-2024&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;and had 124,945 articles in the Scopus database.
      Institutional affiliations for these articles were tracked globally to
      evaluate exposure to low-integrity publication channels.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;
 &lt;/ol&gt;
&lt;/ol&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Data for both components serve as proxies for broader
research integrity concerns, such as paper mills (businesses that sell
authorship), citation cartels (reciprocal citation networks used to inflate
impact), citation farms (organizations or networks that generate or sell
citations), fraudulent authorship practices, and other forms of metric gaming
(Abalkina, 2023; Maisonneuve, 2025; Candal-Pedreira et al., 2024; Feng et al.,
2024; Ioannidis &amp;amp; Maniadis, 2024; Lancho Barrantes et al., 2023; Smagulov
&amp;amp; Teixeira da Silva, 2025; Teixeira da Silva &amp;amp; Nazarovets, 2023;
Wright, 2024). Importantly, both components reflect verifiable outcomes rather
than inferred behaviors, making them robust indicators of institutional-level
risk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Source: &lt;a href=&quot;https://sites.aub.edu.lb/lmeho/methodology/&quot;&gt;https://sites.aub.edu.lb/lmeho/methodology/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;A Catalyst for Change&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Although Meho does not consider the RI&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;a
quick fix for all academic publishing issues, he does believe it highlights the
importance of research integrity in institutional assessment and university
rankings. Meho hopes that the RI² will gradually be used “not just to detect
and flag, but to help universities benchmark their performance, design better
policies, and celebrate those who uphold high standards in responsible research
practices.&quot;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Future releases will continue to rank the top 1,500 most
publishing universities, while also assigning RI² ratings to an additional
1,000 universities and the 100 most publishing research centers. This broader
coverage will allow for broader regional comparisons and more effective
monitoring of global trends over time. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sources:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.aub.edu.lb/articles/Pages/Lokman-Meho-Research-Integrity-Risk-Indicator-garners-global-attention.aspx&quot;&gt;https://www.aub.edu.lb/articles/Pages/Lokman-Meho-Research-Integrity-Risk-Indicator-garners-global-attention.aspx&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;tab-stops: 73.15pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://sites.aub.edu.lb/lmeho/ri2/?_ga=2.78544660.1212921256.1752607533-319775669.1752607531&amp;amp;_gl=1*1kjb19q*_ga*MzE5Nzc1NjY5LjE3NTI2MDc1MzE.*_ga_5G09CXDJQ3*czE3NTI2MDc1MzQkbzEkZzEkdDE3NTI2MDc1NTAkajQ0JGwwJGgw&quot;&gt;https://sites.aub.edu.lb/lmeho/ri2/?_ga=2.78544660.1212921256.1752607533-319775669.1752607531&amp;amp;_gl=1*1kjb19q*_ga*MzE5Nzc1NjY5LjE3NTI2MDc1MzE.*_ga_5G09CXDJQ3*czE3NTI2MDc1MzQkbzEkZzEkdDE3NTI2MDc1NTAkajQ0JGwwJGgw&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;tab-stops: 73.15pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://sites.aub.edu.lb/lmeho/map/&quot;&gt;https://sites.aub.edu.lb/lmeho/map/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/463559628008906831/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/07/research-integrity-risk-index-ri2-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/463559628008906831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/463559628008906831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/07/research-integrity-risk-index-ri2-kita.html' title='Research Integrity Risk Index (RI2) Kita Perlu Introspeksi'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG9mPohzTxOLO6eAaJiyBH3q_aONDMBn0kXje8Cg4RTqZqTOhHrgxnUsdYCzxytdbrjmdJJz5DndIoJPK3ZbGcf_CkLXFsLGKt87_M4xf-E5gT5M_f2yzhhrdwZxR9r2evHq4p8JrAds7GOu3Qv0CWiDPoQDKWrCcRxSZq4_pAIN-qD-ZoLAG8pA/s72-c/RI2%20Meho%20index.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-5124022007716589536</id><published>2025-07-07T23:09:00.008+07:00</published><updated>2025-07-09T08:15:28.804+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hukum Politik"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Humanisme"/><title type='text'>Wapres Gibran Ke Pasar Dauh Pala Tabanan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Wapres
Gibran Ke Pasar Dauh Pala Tabanan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Tidak
banyak pejabat negara, katakanlah setingkat menteri, apalagi presiden atau
wakil presiden yang berkunjung ke Tabanan. Terlebih lagi secara khusus mengunjungi pasar di
Tabanan. Ini jarang di Tabanan. Mungkin sering terjadi di Denpasar atau di Kab. Badung. Apalagi Nusa Dua, sangat sering. Tetapi tidak demikian di Tabanan. Pada 5 Juli 2025 kemarin Wapres Gibran
mengunjungi pasar Dauh Pala. Ini pasar yang sering saya datangi, menemani istri
membeli ayam, buah, atau daging.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhxS4uN-pVtb0dtRCCghKkPjnlu2wywxfn6YTJmIdqdrgEHqnN775Mj0WTYqabG6TkDrmP0Cm3_VWo3eD69H4QUMu0xRu_InXQ12snRmTs1ZFVPr3zkApVDNEcecCpDLt04Ptgnvy-I4LZBXAUjQjlXtWePmLV0O6AvIba8k3vqOL8m9jMZOkL5w/s778/Wapres%20Gibran%20WhatsApp-Image-2025-07-05-at-19.07.41.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;585&quot; data-original-width=&quot;778&quot; height=&quot;241&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhxS4uN-pVtb0dtRCCghKkPjnlu2wywxfn6YTJmIdqdrgEHqnN775Mj0WTYqabG6TkDrmP0Cm3_VWo3eD69H4QUMu0xRu_InXQ12snRmTs1ZFVPr3zkApVDNEcecCpDLt04Ptgnvy-I4LZBXAUjQjlXtWePmLV0O6AvIba8k3vqOL8m9jMZOkL5w/s320/Wapres%20Gibran%20WhatsApp-Image-2025-07-05-at-19.07.41.jpeg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Lebaran
beberapa bulan lewat itu saya beberapa kali ke pasar Dauh Pala. Membeli ayam
untuk dibuat opor, membeli daging sapi dan sayur serta buah seperti jeruk dan
pepaya. Sesekali buah naga. Esoknya beli jambu kristal, harganya lebih murah Rp2.000
per kilogram daripada di Bandung. Kadang-kadang membeli ketela pohon, ubi, bongkot.
Bongkot ini enak banget dibuat sambel bongkot atau honje. Juga membeli sayur
gondo. Jenis sayur ini tidak ada di Jawa Barat. Nikmatnya sayur gondo tidak
terperikan! Hampir tidak ada pembandingnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Saya masih hapal wajah ibu-ibu yang
dagangannya dibeli oleh Wapres Gibran karena hampir dua hari sekali ke pasar
Dauh Pala waktu libur di Tabanan. Pasar ini lokasinya menurun dari jalan raya karena di bagian barat pasar ada sungai. Letaknya di tikungan dan lalu lintas hanya satu arah sehingga tidak terlalu macet. T&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: x-large;&quot;&gt;ambahan
informasi, di bagian bawah pasar Dauh Pala ada IPAL domestik. Pipa &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: times; font-size: x-large;&quot;&gt;sewer&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: x-large;&quot;&gt;-nya
bisa dilihat di jalan yang menurun (tampak penutup manhole-nya saja). Lokasinya
di dekat los penjual daging ayam, sapi, babi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: x-large;&quot;&gt;Di bagian bawah pasar juga ada
beberapa pedagang ayam kampung dan ayam potong (sayur). Ayam merah juga ada. Itik,
mentok juga ada. Mayoritas orang Tabanan membeli daging di pasar ini.
Penjualnya ada orang Tabanan, ada dari madura, ada dari Banyuwangi. Sempat saya
tanya kepada seorang pedagang es dawet hitam, ternyata dari Banjarnegara. Ia juga
memelihara kambing di dekat pasar Dauh Pala, begitu katanya.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;&lt;span&gt;Kunjungan
Wapres Gibran saya tulis di blogspot ini karena &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;sangat jarang&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span&gt;
pejabat tinggi negara yang datang ke Tabanan. Apalagi blusukan di pasar. Di
Tabanan sebetulnya ada pasar Tabanan, lokasinya di Jln. Gajah Mada. Sering juga
saya belanja di pasar Tabanan ini. Entah kenapa, Wapres Gibran tidak berkunjung
ke pasar ini. Pasar Tabanan malah jauh lebih sering lagi saya kunjungi karena
inilah pasar pertama di kota Tabanan dan jaraknya hanya 1 km dari rumah orang
tua saya. Dulu di belakang pasar ada gedung bioskop, namanya Kridha Theatre. Agak
ke selatan ada bisokop Bali Theatre.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Terlepas
dari sudut pandang politik, saya tidak membahas politik di tulisan ini, dan
saya bukanlah politisi. Saya merasa senang ada wakil presiden yang berkunjung
ke Tabanan dan belanja di pasar tempat saya juga sering belanja. Sebagai orang
Tabanan, lahir hingga tamat SMAN 1 Tabanan, saya sungguh berterima kasih atas
kehadiran Wapres Gibran ke Tabanan. Tabanan menjadi lebih diketahui oleh orang banyak.
Sebab, mayoritas wisatawan hanya tahu Denpasar, Kuta, Sanur, Ubud. Kurang tahu tentang
Tabanan. Padahal objek wisata di Tabanan juga banyak. Mulai yang konvensional sudah
ada sejak tahun 1970-an hingga yang anyar-anyar seperti Nuanu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Sekali
lagi, saya tidak ada urusan dengan politik praktis, seperti halnya gugatan para
purnawirawan, ormas dan orpol yang menentang Wapres Gibran. Dalam kunjungan
tersebut saya lihat Wapres Gibran ditemani oleh Gubernur Bali I Wayan Koster
yang juga kader PDIP. Kita tahu, PDIP kini berseberangan diametral dengan keluarga
Presiden ketujuh Pak Jokowi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;&lt;span&gt;Selain
ke pasar Dauh Pala Tabanan, Wapres juga berkunjung ke beberapa lokasi di Kab.
Badung dan Kota Denpasar. Tetapi tidak saya bahas karena interes tulisan ini
adalah kunjungan Wapres Ke Tabanan, kota kelahiran saya.*&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/5124022007716589536/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/07/wapres-gibran-ke-pasar-dauh-pala-tabanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/5124022007716589536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/5124022007716589536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/07/wapres-gibran-ke-pasar-dauh-pala-tabanan.html' title='Wapres Gibran Ke Pasar Dauh Pala Tabanan'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhxS4uN-pVtb0dtRCCghKkPjnlu2wywxfn6YTJmIdqdrgEHqnN775Mj0WTYqabG6TkDrmP0Cm3_VWo3eD69H4QUMu0xRu_InXQ12snRmTs1ZFVPr3zkApVDNEcecCpDLt04Ptgnvy-I4LZBXAUjQjlXtWePmLV0O6AvIba8k3vqOL8m9jMZOkL5w/s72-c/Wapres%20Gibran%20WhatsApp-Image-2025-07-05-at-19.07.41.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-7442333560810115772</id><published>2025-06-30T23:09:00.019+07:00</published><updated>2025-07-03T02:10:50.714+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Humanisme"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Penulis (Kepenulisan)"/><title type='text'>Manusia Otentik, Kompas, ChatGPT, dan Membaca</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Manusia
Otentik, Kompas, ChatGPT, dan Membaca&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Pada
pekan terakhir Juni 2025 ini saya memperoleh tambahan informasi perihal manusia
dan literasi atau baca-tulis dari tiga sumber, yaitu khutbah Jumat, 1 Muharam
1447 H atau 27 Juni 2025 di masjid Assalaam, kanal Youtube NU Online (28 Juni 2025) dan
HUT ke-60 koran Kompas (30 Juni 2025 di Kompas TV).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPnJi4VrsA9H30LeGA9mtVcJhOsRrO_WyN_xojitM_NE5jqQd0Uz2ceeN9DgEskXGI_ECgVLm9b7ETmpOHkZIlctDYHavrmw0yWnWXFw8fbco7o5B60Q4SKyH2Qy4Z1P-SpN1vjfONOsxzvnVbHD54iIn1Mg4IsYhLgHQTVQpw9D5goYX_7l_s5A/s1280/kompas%20gala%20literasi.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;180&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPnJi4VrsA9H30LeGA9mtVcJhOsRrO_WyN_xojitM_NE5jqQd0Uz2ceeN9DgEskXGI_ECgVLm9b7ETmpOHkZIlctDYHavrmw0yWnWXFw8fbco7o5B60Q4SKyH2Qy4Z1P-SpN1vjfONOsxzvnVbHD54iIn1Mg4IsYhLgHQTVQpw9D5goYX_7l_s5A/s320/kompas%20gala%20literasi.jpeg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Saya
mulai dari tuturan Dr. Fahruddin Faiz di NU Online. Sudah beberapa kali saya
mendengarkan ceramahnya di Youtube, khususnya yang tayang di MJS Channel. Temanya mayoritas filsafat. Tema kali ini adalah &quot;&lt;b&gt;manusia otentik&lt;/b&gt;&quot;, saya simak dari kanal Youtube NU Online sejam setelah tayang. Belakangan ini gawai ponsel saya kerapkali tersambung ke NU Online lantaran saya beberapa kali menyimak istilah &lt;b&gt;Wahabi Lingkungan&lt;/b&gt; dari Gus Ulil, seorang ketua di PBNU yang juga tokoh JIL (Jaringan Islam Liberal).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Manusia otentik dipaparkan mulai dari Heidegger, Nieztsche, hingga Imam Al Ghazali
dan Ibnu Arabi. Satu kata penting yang merelasi ke makna manusia
otentik adalah insan kamil, manusia sempurna, paripurna. Tentu sosok paripurna ini hanya bisa dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Tidak ada sosok manusia selain nabi yang sempurna. Istilah ini adalah batas cita-cita tertinggi yang perlu dicapai oleh manusia. Perilakunya mendekati akhlak karimah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;&lt;span&gt;Di
bagian awal ceramahnya, dosen UIN SuKa Yogyakarta ini menyatakan bahwa &lt;b&gt;&lt;i&gt;ChatGPT
&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;tahu semua jawaban. Beliau berkata bahwa beliau menugaskan mahasiswa sekelas
menulis makalah dengan tema yang berbeda tetapi hasilnya, ternyata, formatnya
sama. Diduga kuat, mahasiswa menggunakan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;prompt&lt;/i&gt;&lt;span&gt; yang sama, kemudian di-copas atau diedit sedikit. Berarti, ini sudah tidak
otentik, demikian katanya. Penggunaan AI akan meniadakan kemanusiaan manusia sejati dalam berpikir, yang dimulai dari membaca dan menulis. Tulisannya bukan hasil analisis dan sintesis olah pikir, olah rasa, dan olah dayanya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;Hal tersebut, yaitu ChatGPT, disebut juga di dalam wawancara wartawan Kompas
dengan penerima hadiah Nobel Perdamaian tahun 2025. W&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;awancara
singkat tersebut ditayangkan di acara HUT ke-60 koran Kompas, dihadiri oleh wakil ketua DPR, para menko dan para menteri serta dua orang penerima penghargaan kepenulisan. Nama penerima
hadiah Nobel Perdamaian adalah Maria Ressa. Dalam jawabannya, ia menyatakan
bahwa 16% jawaban ChatGPT adalah salah. Penggunaan ChatGPT juga berarti tidak faktual. Apabila jurnalis
menulis dengan hanya mengandalkan bantuan AI maka jurnalisme akan mati. Siapa yang akan mengisi
ekosistem informasi?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;&lt;span&gt;Pertanyaan retoris penerima Nobel tersebut sepatutnya
menjadi perhatian kalangan akademisi di pendidikan dasar dan menengah hingga
perguruan tinggi. Juga harus menjadi PR (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;homework&lt;/i&gt;&lt;span&gt;) serius Menteri Pendidikan
Dasar dan Menengah dan Menteri Pendidikan Tinggi dan Saintek. AI yang di luar kendali akan merusak
kemampuan literasi rakyat Indonesia. Akan tiba masanya, banyak karya tulis atas nama seseorang tetapi kemampuan riil penulisnya tidak sesuai dengan faktanya. Tidak otentik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Bertajuk
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Gala Literasi Nusantara&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, koran Kompas membuktikan diri sebagai penjaga bahasa
Indonesia, pencipta kosakata, pemapan ejaan, dan menjadi suluh bagi literasi
anak bangsa. Dalam skala yang lebih luas tentu termasuk juga semua koran dan majalah
lainnya, seperti koran Pikiran Rakyat di Bandung, Kedaulatan Rakyat di
Yogyakarta, Jawa Pos, dll. Semua media cetak yang juga sekarang hadir di ranah
digital hendaklah senantiasa mengandalkan kemauan dan kemampuan membaca dan
menulis. Bukan copy-paste, salin-tempel. Jurnalis wajib berperilaku benar dalam literasi. Bagi masyarakat umum, yang terpenting adalah mau membaca. Bagi akademisi, ditambah dengan mau menulis yang otentik, mengutip dilengkapi dengan sumber kutipan (sitasi).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Perihal
membaca dibahas pula oleh khatib di masjid Assalaam, pada 1 Muharam 1447 H atau Jumat
27 Juni 2025. Minimal, kata khatib, ada tiga kosakata yang berkaitan dengan membaca
tetapi berbeda maknanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;(1)
Qara’ah atau iqra seperti di dalam surat al Alaq; maknanya membaca tanpa paham
arti atau maknanya. Yang dipentingkan adalah lancar membaca, bisa betul, bisa
salah. Misalkan seseorang membaca al Qur’an di kamarnya dan tidak ada rasa malu
atas kesalahan dalam membaca. Yang penting lancar membaca saja. Baik atau
tidak, lancar atau tidak, betul atau salah tidak menjadi perhatian. Ini seperti murid SD yang sekadar lancar membaca tanpa paham maknanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;(2)
Tartil, ini sudah lebih tinggi daripada qara’ah. Misalnya membaca yang sesuai
dengan makhraj, sifat huruf, tajwid, tanca baca. Ini biasa dilaksanakan dalam
bulan Ramadhan. Membaca sudah diikuti oleh cara membaca yang benar atau tahsin.
Tahsin bukan memperbagus langgam atau nada bacaan seperti yang banyak dipahami
orang tetapi membaca secara tartil. Taraf ini hendaklah dimiliki oleh murid, guru, dosen dan mahasiswa. Sudah mampu memahami ilmu, mampu mengolah dan mampu melaksanakan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;(3)
Tilawah adalah tingkat tertinggi membaca, yaitu mampu memahami arti, makna,
maksud ayat yang dibaca. Membaca secara tartil plus paham makna dan tafsirnya. Tingkat tertinggi ini mampu memproduksi ilmu baru, menuliskannya dan menyebarkannya ke khalayak ramai. Inilah peran cendekiawan, manusia otentik berdedikasi tinggi pada literasi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Akhirnya,
kata-kata bermakna dari penerima Nobel Maria Ressa, sentilan Dr. Fahruddin Faiz
perihal tugas makalah yang mengandalkan ChatGPT dan materi khutbah tentang tiga
tingkat membaca dapat dijadikan renungan bagi kalangan akademisi, yaitu mahasiswa
S1, S2, S3 dan dosen-dosennya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: large;&quot;&gt;Menjadilah manusia otentik. Orang asli, original,
tidak palsu.*&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/7442333560810115772/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/06/manusia-otentik-kompas-chatgpt-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/7442333560810115772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/7442333560810115772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/06/manusia-otentik-kompas-chatgpt-dan.html' title='Manusia Otentik, Kompas, ChatGPT, dan Membaca'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPnJi4VrsA9H30LeGA9mtVcJhOsRrO_WyN_xojitM_NE5jqQd0Uz2ceeN9DgEskXGI_ECgVLm9b7ETmpOHkZIlctDYHavrmw0yWnWXFw8fbco7o5B60Q4SKyH2Qy4Z1P-SpN1vjfONOsxzvnVbHD54iIn1Mg4IsYhLgHQTVQpw9D5goYX_7l_s5A/s72-c/kompas%20gala%20literasi.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-2059776074965219860</id><published>2025-06-06T00:08:00.011+07:00</published><updated>2025-06-06T00:13:36.273+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Air Minum"/><title type='text'>Keunikan Dasar Semu Prasedimentasi</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: medium; line-height: 115%;&quot;&gt;Keunikan Dasar Semu Prasedimentasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Sudah menjadi pakem dalam
teknologi pengolahan air minum bahwa setiap pengolahan air sungai selalu
dilengkapi dengan pengolahan pendahuluan (praolah, &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;preliminary treatment&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;).
Ada tiga opsi unit yang bisa dipilih untuk praolah tersebut, yaitu penampungan,
&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;roughing filter&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;, prasedimentasi. Semua prosesnya adalah fisika.
Penampungan digunakan untuk debit kurang dari 20 liter per detik. &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Roughing
filter&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; untuk debit antara 20 – 50 liter per detik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Untuk debit besar, lebih
dari 50 liter per detik dianjurkan menggunakan prasedimentasi. Fungsinya adalah
menyisihkan partikel diskrit (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;discrete&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;), yaitu partikel yang tidak
berubah selama proses pengendapannya. Ukurannya tetap, bentuknya tetap, berat
jenisnya juga tetap. Hal ini berbeda dengan partikel flok yang bentuk, ukuran dan
berat jenisnya terus bertambah hingga floknya mengendap di dasar bak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirQSIOI_Gzcod3BbVxIlNevoCkc-8tHupw3Ke0SNUCtdKaurC0sL9fkLEdLTyqBMqLXdUNVcLBvyaJDOfK7wc_yXGO7LoQdnOtOj2QKHTy6TXGr7SDnR9nlmnjxL45mBRPNy-O1bKFuwPTkjrxYyopOmwSw3BHY1tThkN5bEjSjemfAUy6HBxpnQ/s3308/MAM%20356%20Mei%202025%20Keunikan%20Dasar%20Semu%20Prasedimentasi-gambar-0.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3308&quot; data-original-width=&quot;2540&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirQSIOI_Gzcod3BbVxIlNevoCkc-8tHupw3Ke0SNUCtdKaurC0sL9fkLEdLTyqBMqLXdUNVcLBvyaJDOfK7wc_yXGO7LoQdnOtOj2QKHTy6TXGr7SDnR9nlmnjxL45mBRPNy-O1bKFuwPTkjrxYyopOmwSw3BHY1tThkN5bEjSjemfAUy6HBxpnQ/s320/MAM%20356%20Mei%202025%20Keunikan%20Dasar%20Semu%20Prasedimentasi-gambar-0.jpg&quot; width=&quot;246&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium; line-height: 115%;&quot;&gt;Dasar Semu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Desain bak prasedimentasi
mengikuti hukum-hukum aliran air di dalam hidrolika seperti hukum Archimedes,
hukum gravitasi Newton, hukum Stokes. Gaya-gaya yang bekerja pada partikel
diskrit seperti pasir, grit, lanau, lempung adalah gaya apung (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;buoyant&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;force&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;),
gaya gesekan (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;drag force&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;), dan gaya gravitasi. Sejumlah asumsi digunakan
dalam mendesain bak prasedimentasi, yaitu aliran airnya laminer atau tenang dan
bak yang digunakan bersifat ideal. Asumsi tersebut merujuk pada uji pengendapan
yang disebut &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Camp test&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;. Artikel tentang &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Camp test &lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;sudah
diterbitkan di MAM edisi 145, Oktober 2007.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Ada keunikan bak
prasedimentasi ideal berkaitan dengan debit pengolahan dan ada tidaknya dasar
semu (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;plate settler&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;) yang dipasang horizontal. Secara teoretis ada
tidaknya dasar semu berpengaruh pada besar kecilnya bak prasedimentasi atau
banyak sedikitnya bak prasedimentasi untuk debit pengolahan yang sama. Juga berpengaruh
pada biaya konstruksi, biaya operasi dan biaya perawatannya. Sebuah bak
berukuran sama, misalnya panjang zone sedimentasinya 18 m, lebar 8 m, dan tinggi
2 m, apabila dipasang tiga dasar semu maka IPAM tersebut seolah-olah memiliki
tiga unit prasedimentasi berukuran sama. Artinya, kapasitas pengolahannya bisa membesar
tiga kali lipat dibandingkan dengan kapasitas semula ketika tanpa dasar semu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4Y7DhDBY4fG3_SAMwH-fPXiFax3c9RJeq0Qx_zIXdBMq_b3mJx06pC_vt0JQcpooCz2gWSzkNjpfbQQ9ffX54zh0YpGyCAjsqNFbAnlYVqvIml-z7s7nkrF5WCLvDfJOE3DW0xiLH5cleF3XPDZ5A6UJWfkkYN-QlhGvC1naDzzAU2g16pgB59A/s3308/MAM%20356%20Mei%202025%20Keunikan%20Dasar%20Semu%20Prasedimentasi-gambar-3.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3308&quot; data-original-width=&quot;2540&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4Y7DhDBY4fG3_SAMwH-fPXiFax3c9RJeq0Qx_zIXdBMq_b3mJx06pC_vt0JQcpooCz2gWSzkNjpfbQQ9ffX54zh0YpGyCAjsqNFbAnlYVqvIml-z7s7nkrF5WCLvDfJOE3DW0xiLH5cleF3XPDZ5A6UJWfkkYN-QlhGvC1naDzzAU2g16pgB59A/s320/MAM%20356%20Mei%202025%20Keunikan%20Dasar%20Semu%20Prasedimentasi-gambar-3.jpg&quot; width=&quot;246&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGQV-B-K0hc4bky9tvdrRybOsqsUZPkyLPFjqiXyjWIYb-hZc9pTxqvDLJmNfik0uQu64_cfNjplPms3zII6m0OBmrcx9XTflFJ86lauIu52mcjv5t16psIXEkNcyI_1JuHQrZGCL-99VYMHHJ5BOpsmVRp14OflBSYQiLHo3ru457Gztr-rW91A/s3308/MAM%20356%20Mei%202025%20Keunikan%20Dasar%20Semu%20Prasedimentasi-gambar-4.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3308&quot; data-original-width=&quot;2540&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGQV-B-K0hc4bky9tvdrRybOsqsUZPkyLPFjqiXyjWIYb-hZc9pTxqvDLJmNfik0uQu64_cfNjplPms3zII6m0OBmrcx9XTflFJ86lauIu52mcjv5t16psIXEkNcyI_1JuHQrZGCL-99VYMHHJ5BOpsmVRp14OflBSYQiLHo3ru457Gztr-rW91A/s320/MAM%20356%20Mei%202025%20Keunikan%20Dasar%20Semu%20Prasedimentasi-gambar-4.jpg&quot; width=&quot;246&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;iframe allow=&quot;autoplay&quot; height=&quot;500&quot; src=&quot;https://drive.google.com/file/d/19zMU7bknkt6s7jjEJiZ1nsQohpq57KyG/preview&quot; width=&quot;440&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/2059776074965219860/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/06/keunikan-dasar-semu-prasedimentasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/2059776074965219860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/2059776074965219860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/06/keunikan-dasar-semu-prasedimentasi.html' title='Keunikan Dasar Semu Prasedimentasi'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirQSIOI_Gzcod3BbVxIlNevoCkc-8tHupw3Ke0SNUCtdKaurC0sL9fkLEdLTyqBMqLXdUNVcLBvyaJDOfK7wc_yXGO7LoQdnOtOj2QKHTy6TXGr7SDnR9nlmnjxL45mBRPNy-O1bKFuwPTkjrxYyopOmwSw3BHY1tThkN5bEjSjemfAUy6HBxpnQ/s72-c/MAM%20356%20Mei%202025%20Keunikan%20Dasar%20Semu%20Prasedimentasi-gambar-0.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24655558.post-2487240001168723609</id><published>2025-05-01T05:58:00.017+07:00</published><updated>2025-05-06T06:03:08.661+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Air Limbah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Air Minum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Halal Bihalal Perpamsi dan MAM</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;H&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;alal Bihalal Perpamsi dan MAM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span&gt;Untuk
memperkuat tali persaudaraan dan menyambut IWWEF (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Indonesia Water and Wastewater
Expo &amp;amp; Forum&lt;/i&gt;&lt;span&gt;) 2025 yang akan dilaksanakan pada 11 – 13 Juni 2025 di Jakarta
International Convention Center (JICC), Perpamsi dan Majalah Air Minum
mengadakan silaturahim atau lebih dikenal dengan istilah halal bihalal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Halal
bihalal adalah tradisi tahunan di Indonesia pascalebaran yang pernah semarak
sebelum pandemi Covid-19. Dengan penganan sederhana pun, tidak mesti di hotel
atau restoran megah, tetap bisa dilaksanakan, baik dengan urunan atau infak bersama
maupun dari kantor atau dana instansi atau perusahaan. Namun acara baik ini
mulai terkikis, tidak banyak lagi kantor atau perusahaan yang melaksanakannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span&gt;Namun
demikian, terlepas dari kondisi terkini halal bihalal tersebut, patut disyukuri
karena masih ada organisasi yang melaksanakannya, yaitu Perpamsi. Dihadiri oleh
segenap undangan dari DPP Perpamsi, DPD Perpamsi seluruh Indonesia, Kementerian
PU, Kem. Dalam Negeri, mitra perusahaan swasta dan para penulis yang tergabung di
dalam kontributor MAM, acara digelar di &lt;/span&gt;&lt;i&gt;ballroom&lt;/i&gt;&lt;span&gt; lantai dua Hotel Grand
Sahid Jaya pada 30 April 2025.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxpIBJaNoN_nP0r9JU2Rd3J-ARQ3zRu81MBd2r94JGOYgX4HMWCd20xrCrC0QinVVrCO3QW3NH5SOMZvC5EAvXqpkL36np7-dQJqNrA7BTd5tqXlmMAcyYtgTs9icDd9xFp2APY6HVOnCbNyhqMGF8XlXKWrqpx6yqmwpcQ9OBBt8XdrL6je2LRQ/s3032/Perpamsi%20halal%20bihalal.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;2209&quot; data-original-width=&quot;3032&quot; height=&quot;233&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxpIBJaNoN_nP0r9JU2Rd3J-ARQ3zRu81MBd2r94JGOYgX4HMWCd20xrCrC0QinVVrCO3QW3NH5SOMZvC5EAvXqpkL36np7-dQJqNrA7BTd5tqXlmMAcyYtgTs9icDd9xFp2APY6HVOnCbNyhqMGF8XlXKWrqpx6yqmwpcQ9OBBt8XdrL6je2LRQ/s320/Perpamsi%20halal%20bihalal.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Dalam
prosesinya ada beberapa sambutan dari perwakilan instansi pemerintah. Sambutan juga
diberikan oleh Ketua Umum Perpamsi saat ini, yaitu bapak Ir. Arief Wisnu
Cahyono, M.T dan hadir juga Sekretaris Umum Perpamsi Bapak Rino Indira
Gusniawan, S.T., M.M. Juga ada pemberian sertifikat penghargaan untuk para sesepuh
dan mantan Ketua Umum Perpamsi, para redaktur MAM, dan para kontributor. Di
antaranya adalah sesepuh bapak Ir. Kumala Siregar, Ir. Rama Boedi, M.Si., ibu Ir.
Sukmayeni, M.M, perwakilan keluarga Ir. Budiyati Abiyoga (almh), istri Ir. Eddy
Akhirwan (alm). Semua insan air minum tersebut adalah alumni Teknik Penyehatan
(Teknik Lingkungan) ITB.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Selain
kepada Ketua Umum Perpamsi, saya berterima kasih kepada Direktur Eksekutif
Perpamsi yang juga Pemimpin Redaksi MAM bapak Dr. Subekti, S.E., M.M. Beliau
adalah Direktur Teknik di PDAM Kab, Tangerang pada waktu saya memberikan
pelatihan Epanet di sana. Terima kasih juga kepada bapak Dwike Riantara, mantan
Redaktur MAM yang sekarang menjadi Direktur Utama BUMD AM Jambi. Juga kepada Redaktur
Pelaksana MAM bapak Ahmad Zazili, S.Sos yang kerapkali berkomunikasi dengan
saya perihal artikel di MAM.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;Ada
juga bapak Gandjar Widodo, seorang ilustrator yang pernah bertugas di banyak
majalah dan media massa bersama bapak Victor Sihite, seorang penulis kawakan
selama empat zaman, sejak zaman Orde Lama. Saya salut kepada bapak Victor
Sihite yang dalam usia 87 tahun beliau masih produktif menulis. Tulisannya sungguh
bernas dengan pilihan kata yang kuat dan bertenaga. Luar biasa!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span&gt;Hadir
juga bapak Deni Arisandy, S.E dan banyak lagi yang lain di tim reporter/kontributor
MAM. Terima kasih kepada semua insan MAM di semua bagian yang semangat menjaga
eksistensi Majalah Air Minum, satu-satunya majalah bidang air minum dan air
limbah di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;background: yellow; mso-highlight: yellow;&quot;&gt;Sekali
mengalir terus mengalir. Mengalirlah tiada henti&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times; font-size: medium;&quot;&gt;. Terima kasih
kepada Perpamsi yang memberikan fasilitas penginapan di Grand Sahid Jaya, sertifikat,
dan bingkisan&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times New Roman, serif;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigatZSaVOFLIy13aMOud4k7C9Z0_gwnrhHTfcCT5PkJHu8DCfASKxbLehX4Fdt9HytkuMwyPgk2EU4N0VDj9lVXCOAZ1dRXDvtL87NLu9kqEHZDWbmIy9f952pNN9y8P8aNrTTDvUrUh2OM8qRNU15kPUiW4AYtAaMSGZ5gsn5L5ArfeltJRxEow/s3243/Sertifikat%20Perpamsi%20MAM.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;2399&quot; data-original-width=&quot;3243&quot; height=&quot;237&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigatZSaVOFLIy13aMOud4k7C9Z0_gwnrhHTfcCT5PkJHu8DCfASKxbLehX4Fdt9HytkuMwyPgk2EU4N0VDj9lVXCOAZ1dRXDvtL87NLu9kqEHZDWbmIy9f952pNN9y8P8aNrTTDvUrUh2OM8qRNU15kPUiW4AYtAaMSGZ5gsn5L5ArfeltJRxEow/s320/Sertifikat%20Perpamsi%20MAM.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://gedehace.blogspot.com/feeds/2487240001168723609/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/05/halal-bihalal-perpamsi-dan-mam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/2487240001168723609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/24655558/posts/default/2487240001168723609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://gedehace.blogspot.com/2025/05/halal-bihalal-perpamsi-dan-mam.html' title='Halal Bihalal Perpamsi dan MAM'/><author><name>Gede</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxpIBJaNoN_nP0r9JU2Rd3J-ARQ3zRu81MBd2r94JGOYgX4HMWCd20xrCrC0QinVVrCO3QW3NH5SOMZvC5EAvXqpkL36np7-dQJqNrA7BTd5tqXlmMAcyYtgTs9icDd9xFp2APY6HVOnCbNyhqMGF8XlXKWrqpx6yqmwpcQ9OBBt8XdrL6je2LRQ/s72-c/Perpamsi%20halal%20bihalal.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>