<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-25429998</atom:id><lastBuildDate>Mon, 08 Jun 2026 20:00:58 +0000</lastBuildDate><category>islam</category><category>pendidikan</category><category>indonesia</category><category>kekerasan terhadap anak</category><category>anak</category><category>sosial</category><category>renungan</category><category>Gene</category><category>politik</category><category>pemerintah</category><category>kesehatan</category><category>sekolah</category><category>dakwah</category><category>anak yatim</category><category>guru</category><category>hukum</category><category>hukum islam</category><category>muallaf</category><category>pesantren</category><category>amal</category><category>Pemilu 2009</category><category>puasa</category><category>palestina</category><category>Hoax dan Rekayasa</category><category>Politik Indonesia</category><category>jakarta</category><category>Virus Corona</category><category>halal-haram</category><category>pengumuman</category><category>korupsi</category><category>bilingual</category><category>lingkungan</category><category>Progam Sosial</category><category>tanya-jawab</category><category>Kristen</category><category>Kisah Dakwah</category><category>konsultasi</category><category>mohon bantuan</category><category>umum</category><category>KPK</category><category>for fun</category><category>perbandingan agama</category><category>orang tua</category><category>pernikahan</category><category>shalat</category><category>Kisah Sedekah</category><category>hadiths</category><category>perang</category><category>alam</category><category>budaya</category><category>bisnis dan pelayanan</category><category>dhuafa</category><category>taubat</category><category>Sejarah</category><category>kontroversi</category><category>my books</category><category>parenting</category><title>Gene Netto</title><description></description><link>https://genenetto.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Gene Netto)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2108</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-7256745822113751911</guid><pubDate>Tue, 03 Mar 2026 00:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2026-03-03T07:07:38.103+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gene</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">politik</category><title>Mata Kuliah Gene Netto, Di Universitas Griffith, Brisbane, Australia</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Assalamu&#39;alaikum wr.wb. Kadang ada orang yang tidak paham kenapa saya sering membahas politik. Semoga ini bisa menjelaskan. Fakultas saya di Australia setara dengan FSIP atau Hubungan Internasional di sini, tetapi hanya berfokus pada Asia. (“Faculty of Asian International Studies”.) Di bawah ada detailnya dari pelajaran saya di Griffith University, Brisbane, dari tahun 1990-1994. Sejak zaman itu, saya terbiasa membahas perkembangan politik di Indonesia dan di dunia. Yang kenal saya sebagai “guru bahasa Inggris”, atau “ustadz”, tidak tahu saya punya latar belakang seperti ini. Saya memang seorang guru bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, dan guru sejarah dunia, tetapi juga mengikuti ilmu politik selama 30 tahun. Saya aktif belajar agama dari beberapa guru, terutama bidang fiqih dan tafsir. Dan aktif membahas politik Indonesia dan dunia dengan para teman, guru agama, dosen, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang pelajaran saya waktu kuliah:&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bachelor of Arts (BA), Asian Internasional Studies (Fakultas AIS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&amp;nbsp; &amp;nbsp; BAHASA INDONESIA - Tahun I, II, III, IV&lt;br /&gt;•&amp;nbsp; &amp;nbsp; SASTRA INDONESIA MODERN - Mempelajari sastra Indonesia, termasuk keterampilan sebagai penerjemah.&lt;br /&gt;•&amp;nbsp; &amp;nbsp; ILMU POLITIK - Teori2 standar Ilmu Politik internasional.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;•&amp;nbsp; &amp;nbsp; NEGARA DAN POLITIK DI INDONESIA - Tentang pemerintah Indonesia, politik umum dan partai politik dari pra-perang hingga pasca Perang Kemerdekaan, Gerakan Pemuda, PKI, 1965, Gestapo, Supersemar, Orde Lama, Orde Baru, dominasi militer dalam bisnis dan politik, Dwifungsi ABRI, struktur kekuasaan, birokrasi, hubungan Indonesia dengan negara lain, dll.&lt;br /&gt;•&amp;nbsp; &amp;nbsp; HUBUNGAN INTERNASIONAL DAN ASIA - Teori2 standar Hubungan Internasional, teori hubungan bilateral dan multilateral, dan bagaimana teori2 itu berhubungan dengan konteks Asia, teori “North vs South”, kolonialisme, hutang internasional, lembaga keuangan, dunia ketiga, dunia berkembang, negara maju, PBB, kebijakan luar negeri Amerika dan kekuatan militernya di Asia, dll.&lt;br /&gt;•&amp;nbsp; &amp;nbsp; BISNIS DAN POLITIK DI WILAYAH ASIA PASIFIK - Bagaimana bisnis dan politik dipengaruhi di setiap negara Asia, terutama Indonesia, Jepang, Korea dan Cina, dengan struktur politik dan sosial yang berbeda.&lt;br /&gt;•&amp;nbsp; &amp;nbsp; AUSTRALIA DAN ASIA - Hubungan pemerintah dan sosial antara Australia dan negara-negara Asia lainnya, bagaimana hubungan dagang dan politik mempengaruhi setiap kebijakan, pertahanan, keamanan nasional, keamanan ekonomi, dll.&lt;br /&gt;•&amp;nbsp; &amp;nbsp; MASYARAKAT ASIA - Tentang struktur sosial yang berbeda dalam masyarakat di semua negara terkemuka di Asia.&lt;br /&gt;•&amp;nbsp; &amp;nbsp; PEDESAAN INDONESIA - Ekonomi dan Perubahan Sosial dalam desa Indonesia, kehidupan di pedesaan Indonesia, bagaimana ekonomi pedesaan dikembangkan dan dipelihara, bagaimana bisa rusak, masalah sosial dan ketidakstabilan yang disebabkan oleh kerusakan ekonomi pedesaan, dll.&lt;br /&gt;•&amp;nbsp; &amp;nbsp; HISTORIOGRAFI - Teori tentang bagaimana manusia menciptakan dan menganalisis sejarah.&lt;br /&gt;•&amp;nbsp; &amp;nbsp; ANTROPOLOGI - Teori standar antropologi yang membandingkan budaya2 dan masyarakat di satu negara dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai BA, saya teruskan dengan Graduate Diploma of Education dan menjadi seorang guru. Mata kuliahnya berkaitan dengan Pendidikan Anak, Psikologi Anak, Manajemen Sekolah, Pembuatan Kurikulum, Ujian, dll. Lalu saya dapat beasiswa untuk belajar di Universitas Indonesia selama 1 tahun saja, di Fakultas Sastra Indonesia. Pada akhir tahun 1995, saya sudah ingin masuk Islam, jadi saya dapat pekerjaan sebagai guru bahasa Inggris, dan menetap di Jakarta terus sampai sekarang. Dulu ada rencana berlanjut sampai kuliah S3, tetapi saya kena Hepatitis dari makan di warung2 di Jakarta, dan menjadi kurang sehat bertahun-tahun, jadi belum ada tenaga untuk kuliah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya sudah terbiasa belajar, pantau berita, dan membahas pendidikan, agama, politik, hubungan internasional, sejarah, bisnis, dan topik serupa selama puluhan tahun. Saya sering terima permintaan konsultasi terkait semua topik itu, dan saya berusaha untuk membantu semua orang, dengan harapan akan ada manfaatnya bagi kemajuan umat Islam dan bangsa Indonesia.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai membahas politik dunia dari usia 10 tahun, setelah tahu tentang Nelson Mandela yang dipenjarakan. Suatu hari, saya dimarahi ibu saya karena berdebat dengan orang dewasa sampai dia kalah. Kata Ibu, orang dewasa malu kalau kalah debat dengan anak SD. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya tertarik pada politik sejak kecil, dan ditambah dengan kuliah di Australia. Bagi saya, bidang2 pendidikan, agama, dan politik setara dengan bidang kesehatan bagi dokter. Kalau tidak boleh dibahas, apa gunanya belajar selama puluhan tahun?&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Sekian dulu. Semoga bermanfaat sebagai penjelasan.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Wassalamu&#39;alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;-Gene Netto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwpPNkpl-I7KMsVhBoKhRE6qtgRFWn6i4jUsLe5r99dd9UxD27FCaKvJvHKOgy1aFhzXAD4PcWp4zICo0e_WFny-SiNKgPa3t0-qV3v7c6X5igC5BcgS7TlOUDqxfdheC4jstFJq9uNvyW8_IRYnTY3KhYyG_UvH92a9P0IPtuyw5X2KEyEZIY/s750/Mata%20Kuliah%20Gene%20Netto,%20Di%20Universitas%20Griffith,%20Brisbane,%20Australia.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;500&quot; data-original-width=&quot;750&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwpPNkpl-I7KMsVhBoKhRE6qtgRFWn6i4jUsLe5r99dd9UxD27FCaKvJvHKOgy1aFhzXAD4PcWp4zICo0e_WFny-SiNKgPa3t0-qV3v7c6X5igC5BcgS7TlOUDqxfdheC4jstFJq9uNvyW8_IRYnTY3KhYyG_UvH92a9P0IPtuyw5X2KEyEZIY/s320/Mata%20Kuliah%20Gene%20Netto,%20Di%20Universitas%20Griffith,%20Brisbane,%20Australia.jpeg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2026/03/mata-kuliah-gene-netto-di-universitas.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwpPNkpl-I7KMsVhBoKhRE6qtgRFWn6i4jUsLe5r99dd9UxD27FCaKvJvHKOgy1aFhzXAD4PcWp4zICo0e_WFny-SiNKgPa3t0-qV3v7c6X5igC5BcgS7TlOUDqxfdheC4jstFJq9uNvyW8_IRYnTY3KhYyG_UvH92a9P0IPtuyw5X2KEyEZIY/s72-c/Mata%20Kuliah%20Gene%20Netto,%20Di%20Universitas%20Griffith,%20Brisbane,%20Australia.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-5639895983652609680</guid><pubDate>Mon, 02 Mar 2026 23:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2026-03-03T06:04:12.848+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><title>Apa Ada Doa Yang Terlalu &quot;Remeh&quot; Untuk Allah?</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Assalamu’alaikum wr.wb. Pada suatu malam, saya ada rencana bertemu seorang ustadz untuk makan malam. Saya sampai di mall duluan, dan menunggu lama. Akhirnya dia datang dan jelaskan bahwa parkiran di mall penuh. Saya bertanya, &quot;Kenapa tidak berdoa dan minta parkiran saja?&quot; Dia kelihatan bingung dan bertanya, &quot;Apa doanya dalam bahasa Arab untuk minta parkiran?&quot; Sekarang, saya yang jadi bingung. Berdoa kepada Allah tidak harus dalam bahasa Arab! Berdoa dalam bahasa Indonesia dan semua bahasa lain juga boleh. Contohnya: &quot;Ya Allah, tolong bantu saya dapat parkiran yang baik dan aman! Amin.&quot; Gitu aja kok repot?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia ketawa dan mulai bertanya. Masa semua orang berdoa minta parkiran? Apa Gene sudah pernah coba? Hasilnya apa? Saya jelaskan. Sudah menjadi kebiasaan saya sejak masuk Islam dulu. Rekor saya adalah 3 detik. Rata-rata dalam waktu 10-30 detik dapat parkiran, di semua mall, kapan saja, termasuk hari Sabtu dan Minggu yang paling ramai. Kadang saja bisa menunggu beberapa menit, tetapi jarang.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, &quot;Berdoalah kepada Allah dalam keadaan YAKIN DITERIMA dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.&quot; (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah ajarkan hal ini kepada seorang calon muallaf dari Eropa. Saya jelaskan, Allah Maha Mendengar dan Maha Kuasa, dan Allah bisa saja bantu kita dengan atur sebuah tempat parkir, KALAU kita minta tolong kepada-Nya. Orang Eropa itu coba berdoa sendiri pada sore itu, dan 5 detik kemudian dapat tempat parkir. Dia menjadi sangat kaget bisa berhasil dengan begitu cepat, dan mulai berpikir apakah Islam memang benar, dan Allah Mendengar dan Melihat dia setiap hari. Lalu setelah diskusi dengan saya 2 kali lagi, alhamdulillah dia masuk Islam. Sebelumnya dia ateis, tetapi setelah dapat pengalaman bahwa doanya bisa dikabulkan dengan cepat, dan bisa terjadi berkali-kali, dia berubah cepat dan merasa bahwa Allah memang “ada”, dan Allah memperhatikan dia, dan juga peduli pada dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;60. Dan Tuhanmu berfirman: &quot;Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina&quot;.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;(QS. Ghafir 40:60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda belum pernah berdoa untuk minta tempat parkir, atau minta hal-hal lain yang tergolong &quot;sangat kecil&quot;, yang mungkin dikatakan remeh atau tidak penting oleh banyak orang, silahkan coba saja sendiri! Dan insya Allah anda juga akan dapat hasil yang baik. Makin kecil dan sederhana perkaranya, makin mudah bagi Allah untuk mengaturnya bagi kita. Doa minta tempat parkir mudah diurus. Doa menjadi orang paling kaya di dunia jauh lebih sulit diatur. Dengan makin sering berdoa, dan makin sering merasa doa itu dikabulkan dengan cepat, insya Allah kita akan dapat kemauan untuk berdoa terus-terusan, sepanjang hari, sampai dapat perasaan bahwa kita sangat dekat dengan Allah, seakan-akan Allah siap melayani semua permintaan kita 24 jam.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang dibutuhkan, tugas kita hanya BERDOA DAN BERSABAR. Dan tentu saja perlu berusaha juga! Terserah kita berdoa kepada Allah sepanjang hari dan minta tolong dengan seribu hal yang tergolong besar dan kecil, atau tidak. Dan ternyata, tidak ada hal yang tergolong &quot;terlalu kecil&quot; atau &quot;remeh&quot; di sisi Allah. Semut saja diurus sama Allah. Masa menolong seorang hamba yang beriman dan bertakwa agar dapat tempat parkir dengan cepat akan membuat Allah repot? Berdoalah. Dan sesudahnya, berdoa lagi! Tanpa batas. Dan yakinlah bahwa Allah selalu ingin menolong kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat sebagai renungan.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Wa billahi taufiq wal hidayah,&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr.wb.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;-Gene Netto&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEPbDtEqGdArsDvnTXwwOkooKcTyOpKX3nD0uOmQPXtphmqX2m15xqo2oDQviBUVR0_ApERJxFBh5BF6qnefuT6p1iGkkTUs4eFXV4BR-ib8ESN-ltd_TkYs-MIDvJitgwGpP9iDUG4iuPqRjCW6jr0e9qAmpow_caqmxvh6LvNwTW04TQ5GSg/s1536/Apa%20Ada%20Doa%20Yang%20Terlalu%20Remeh%20Untuk%20Allah.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1024&quot; data-original-width=&quot;1536&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEPbDtEqGdArsDvnTXwwOkooKcTyOpKX3nD0uOmQPXtphmqX2m15xqo2oDQviBUVR0_ApERJxFBh5BF6qnefuT6p1iGkkTUs4eFXV4BR-ib8ESN-ltd_TkYs-MIDvJitgwGpP9iDUG4iuPqRjCW6jr0e9qAmpow_caqmxvh6LvNwTW04TQ5GSg/s320/Apa%20Ada%20Doa%20Yang%20Terlalu%20Remeh%20Untuk%20Allah.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2026/03/apa-ada-doa-yang-terlalu-remeh-untuk.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEPbDtEqGdArsDvnTXwwOkooKcTyOpKX3nD0uOmQPXtphmqX2m15xqo2oDQviBUVR0_ApERJxFBh5BF6qnefuT6p1iGkkTUs4eFXV4BR-ib8ESN-ltd_TkYs-MIDvJitgwGpP9iDUG4iuPqRjCW6jr0e9qAmpow_caqmxvh6LvNwTW04TQ5GSg/s72-c/Apa%20Ada%20Doa%20Yang%20Terlalu%20Remeh%20Untuk%20Allah.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-2292243090008254530</guid><pubDate>Wed, 25 Feb 2026 23:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2026-02-26T06:44:31.035+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">amal</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">anak yatim</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gene</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah Sedekah</category><title>Sedekah Untuk Anak Yatim Dibalas 18 Kali Lipat Dalam 18 Jam, Dalam Bentuk HP Baru</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Assalamu’alaikum wr.wb. Pada suatu hari, saya makan malam dengan seorang anak yatim yang saya kenal. Saat mau pulang, saya kasih dia Rp.150 ribu sebagai uang saku. Alhamdulillah, sudah bisa membuat anak yatim kenyang, sudah berikan uang saku, dan juga menghibur hatinya dengan diskusi agar dia dapat wawasan yang luas. Besok harinya, ada teman yang ajak saya minum kopi, tetapi katanya harus mampir ke Mall Ambassador dulu. Saya merasa capek, tetapi sudah lama tidak bertemu dia, jadi tidak enak menolak, jadi saya paksakan diri keluar. Saat ketemu, dia bilang mau lihat HP baru dulu. Yahhh, capek deh, kalau harus menunggu teman melihat HP berjam-jam. Tetapi ternyata, dia hanya mau lihat satu HP saja.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tokonya, saya duduk dan berdzikir saja karena bosan melihat HP padahal tidak bisa beli. Setelah dia sudah periksa semuanya, teman saya berpesan, “Minta DUA ya Mbak!” Saya kaget. Baru saja lihat, kok langsung beli dua? Saya bertanya, apa buat istrinya? Teman saya senyum. “Nggak. Buat kamu saja, biar kita sama!!” Sebelumnya, saya sudah sering bilang bahwa HP lama saya kurang enak dipakai dan sering error saat instal aplikasi terbaru. Ternyata, teman itu juga alami masalah yang sama, jadi dia sudah berniat beli dua HP baru, biar kami bisa senang pakai HP yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dipikirkan, saya merasa kaget. Kok bisa? Waktu diajak, saya tidak mau pergi karena capek, tetapi paksakan diri karena ingin silaturahim. Lalu dapat HP baru. Tiba-tiba saya ingat anak yatim dari satu hari sebelumnya. Saya kasih dia Rp.150 ribu saja, dan besok harinya saya dapat HP baru, dengan harga 2,7 juta. Saya pakai kalkulator. Rp. 2,7 juta / 150rb = 18. Jadi uang yang diberikan kepada anak yatim dibalas 18 kali lipat, dan dibalas persis 18 jam sesudahnya juga. KEBETULAN? Kalau kita yakin kepada Allah, tidak ada kebetulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda punya banyak uang, atau sedikit, jangan lupa anak yatim dan dhuafa. Uang yang diberikan kepada mereka tidak akan hilang. Tetapi itu adalah investasi yang paling aman, karena Allah SWT yang menjamin akan bayar kembali dengan berlipat ganda! Coba saja, dan jangan takut. Doa dari anak yatim itu lebih berharga daripada deposito yang paling bagus di bank. Doa itu membawa manfaat yang luas di dunia dan juga di akhirat, sedangkan deposito mungkin bermanfaat di dunia, tetapi tidak bisa selamatkan kita di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;245. Siapakah yang mau memberi PINJAMAN kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan MELIPAT GANDAKAN PEMBAYARAN KEPADANYA dengan LIPAT GANDA YANG BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki), dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.&lt;br /&gt;(QS. Al-Baqarah 2:245)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, “Aku dan pemelihara anak yatim di surga seperti ini (dan beliau memberi isyarat dengan telunjuk dan jari tengahnya, lalu membukanya.” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat sebagai renungan.&lt;br /&gt;Wa billahi taufiq wal hidayah,&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;-Gene Netto&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEdqCrMzxHpEWMykY3b58c-OyfZz4_iGl9KaQg42laRAWI0_YHXuk1L8_Cp-i6_xgXZ2wpKh57XMrCX-9hU9HawY8hMzrhuOKDnSMbbKJHtwQ6Izwvxz6Q03cBh7sgC54zLftr1k9MBI-sL8l5cNE06BJ4n_i9KupiO3UpGzAXaJxZMHFKYxjd/s1536/Sedekah%20Untuk%20Anak%20Yatim%20Dibalas%2018%20Kali%20Lipat%20Dalam%2018%20Jam,%20Dalam%20Bentuk%20HP%20Baru.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1024&quot; data-original-width=&quot;1536&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEdqCrMzxHpEWMykY3b58c-OyfZz4_iGl9KaQg42laRAWI0_YHXuk1L8_Cp-i6_xgXZ2wpKh57XMrCX-9hU9HawY8hMzrhuOKDnSMbbKJHtwQ6Izwvxz6Q03cBh7sgC54zLftr1k9MBI-sL8l5cNE06BJ4n_i9KupiO3UpGzAXaJxZMHFKYxjd/s320/Sedekah%20Untuk%20Anak%20Yatim%20Dibalas%2018%20Kali%20Lipat%20Dalam%2018%20Jam,%20Dalam%20Bentuk%20HP%20Baru.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2026/02/sedekah-untuk-anak-yatim-dibalas-18.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEdqCrMzxHpEWMykY3b58c-OyfZz4_iGl9KaQg42laRAWI0_YHXuk1L8_Cp-i6_xgXZ2wpKh57XMrCX-9hU9HawY8hMzrhuOKDnSMbbKJHtwQ6Izwvxz6Q03cBh7sgC54zLftr1k9MBI-sL8l5cNE06BJ4n_i9KupiO3UpGzAXaJxZMHFKYxjd/s72-c/Sedekah%20Untuk%20Anak%20Yatim%20Dibalas%2018%20Kali%20Lipat%20Dalam%2018%20Jam,%20Dalam%20Bentuk%20HP%20Baru.png" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-1370322785049950851</guid><pubDate>Wed, 28 Jan 2026 06:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2026-01-28T14:37:19.528+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kesehatan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pendidikan</category><title>Rakyat Indonesia Perlu Belajar Resusitasi Jantung Paru (RJP - CPR)</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIsiFILVMumeRtg-lGicc_5uhro2vvKTLuBkMGpmkZbX1bYaBET_Kzvx67t8fFf6XuzRkiMz2PPUHhFf8VcryhsvQSkpwiK8dEJclNlPaqL-MN85vDRkqF4MulWHwV6UeQDLtN25srEuV8Za2rzwSjQmjQ47fDs_8LPV3c7xFc93phiwtXEEGy/s903/Resusitasi%20Jantung%20Paru%20(RJP%20-%20CPR)%20versi%20Indonesia.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;903&quot; data-original-width=&quot;900&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIsiFILVMumeRtg-lGicc_5uhro2vvKTLuBkMGpmkZbX1bYaBET_Kzvx67t8fFf6XuzRkiMz2PPUHhFf8VcryhsvQSkpwiK8dEJclNlPaqL-MN85vDRkqF4MulWHwV6UeQDLtN25srEuV8Za2rzwSjQmjQ47fDs_8LPV3c7xFc93phiwtXEEGy/s320/Resusitasi%20Jantung%20Paru%20(RJP%20-%20CPR)%20versi%20Indonesia.jpeg&quot; width=&quot;319&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Apa ini bentuknya Resusitasi Jantung Paru (RJP - CPR) yang berlaku di Indonesia? Anak yang tenggelam dikocok-kocok dalam posisi terbalik, dan diharapkan bisa bernafas kembali? Dan kalau tidak bernafas, dinyatakan tewas saja? Musibah, dan takdir Allah, dan kami tidak menyangka? Dengan begitu banyak anak Indonesia yang tenggelam setiap tahun, pemerintah bisa saja MENDIDIK rakyat tentang tata cara melakukan RJP/CPR dengan benar, untuk selamatkan banyak anak yang tenggelam. Tetapi sepertinya tidak ada yang peduli. Ilmu penting itu hanya diajarkan kepada rakyat di negara maju saja, agar hanya mereka yang boleh selamatkan anak2nya. Di Indonesia, tidak perlu. Biarkan saja anak Indonesia tenggelam terus. Asal selalu “anaknya orang lain” dan bukan anak kita yang&amp;nbsp; tewas, betul? Kematian itu takdir. Selesai. Buat apa berusaha selamatkan anak Indonesia?&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32). Allah berfirman: “Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.”&amp;nbsp;&lt;br /&gt;(QS. Al Maidah: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ayat ini hanya boleh berlaku untuk orang kafir di negara maju. Mungkin para pemimpin agama dan pemerintah di Indonesia anggap 200 juta orang dewasa yang Muslim tidak perlu tahu caranya selamatkan nyawa anak Muslim yang tenggelam...&lt;br /&gt;-Gene Netto&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak berusia 13 tahun nyaris tewas tenggelam di kawasan Dermaga Tanjung Riau, Batam&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/reels/DT7NX4_gR48/ &quot;&gt;https://www.instagram.com/reels/DT7NX4_gR48/&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kronologis Anak 13 Tahun di Batam Nyaris Tewas saat Berenang di Dermaga Tanjung Riau Sekupang&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://batam.tribunnews.com/kota-batam/673738/kronologis-anak-13-tahun-di-batam-nyaris-tewas-saat-berenang-di-dermaga-tanjung-riau-sekupang &quot;&gt;https://batam.tribunnews.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2026/01/rakyat-indonesia-perlu-belajar.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIsiFILVMumeRtg-lGicc_5uhro2vvKTLuBkMGpmkZbX1bYaBET_Kzvx67t8fFf6XuzRkiMz2PPUHhFf8VcryhsvQSkpwiK8dEJclNlPaqL-MN85vDRkqF4MulWHwV6UeQDLtN25srEuV8Za2rzwSjQmjQ47fDs_8LPV3c7xFc93phiwtXEEGy/s72-c/Resusitasi%20Jantung%20Paru%20(RJP%20-%20CPR)%20versi%20Indonesia.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-1568212461059261615</guid><pubDate>Tue, 27 Jan 2026 06:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2026-01-27T13:47:31.139+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">guru</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kekerasan terhadap anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">parenting</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sekolah</category><title>Tidak Sah Kalau Bilang “Saya Dulu Dipukul Di Sekolah Dan Sukses Sebagai Dewasa”</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;[Komentar]: Di SMP saya dulu, tahun 1981, Kepala Sekolahnya memutar cincinnya dulu kalau mau menempeleng muridnya. Kalau ada muridnya berkelahi, dikasih sarung tinju, dan diadu tinju sampai kecapekan. Habis itu disuruh berdamai. Tiap reuni kami ketawaan mengingat masa2 itu dan berterima kasih dididik dengan cara spartan seperti itu. Gak peduli dibilang kejam dan brutal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Gene]: Assalamu’alaikum wr.wb. Mohon maaf pak, tetapi ada masalah dengan pola pikir itu. Kita tidak bisa ambil dua versi dari anak yang sama (misalnya 2 anak kembar), lalu satu dihajar terus di sekolah, dan satu lagi dikasih motivasi dan semangat, dan tidak pernah alami kekerasan. Lalu setelah 5, 10, dan 20 tahun, kita cek lagi dan membuat analisis.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bapak bilang “Saya dulu dihajar terus dan saya sukses! Hajar anak bukan masalah!” Coba kita kaji lebih dalam. Kalau 1.000 anak dihajar, lalu 300 berkumpul saat reuni dan merasa “sukses”, bagaimana dengan 700 orang yang lain? Apa kondisi hidup mereka diketahui? Sukses juga?&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kita lihat, dari 1.000 anak itu, berapa persen yang bercerai, selingkuh, kecanduan narkoba, hajar anak dan istri di rumah, sering pindah kerja, merasa depresi, berada di penjara, atau bunuh diri? Dan apa persentase dalam semua hal itu setara dengan rakyat secara umum? Dari penelitian seperti itu, baru kita bisa dapat gambaran. Secara umum, manusia selalu fokus pada yang baik dan berhasil. Contohnya, anak lulus pesantren sebagai hafiz Quran dan menjadi pejabat. Pasti dipamerkan terus. Orang lain, yang ditangkap polisi, akan disembunyikan. Orang lain yang menjadi kecanduan narkoba dan tewas tidak akan dibahas. Dan kondisi mereka itu tidak akan dikaitkan dengan pengalamannya pada waktu kecil.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau bapak dulu dihajar dan sekarang merasa “sukses”, dan berikan nilai keberhasilan sebagai 8/10 dalam kehidupan, bagaimana kalau saya bilang pengukuran yang sebenarnya BUKAN 1-10 saja, tetapi malah bisa jadi 1-100? Hanya saja, bapak tidak sadar ada penghitungan sampai 100 itu. Dianggap 10 sudah tinggi dan 8/10 sudah sangat bagus sekali. Tetapi kalau seandainya dihitung dari 100, maka 8/100 sangat rendah (walaupun memuaskan). Artinya, coba berpikir tentang APA yang seandainya bisa dicapai kalau bapak tidak pernah dihajar dulu dan malah dikasih motivasi? Apa hasilnya akan sama saja? Atau jauh lebih besar?&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ada guru yang berdebat dengan saya. Seorang mantan murid berterima kasih, dulu sering dihajar, dan sekarang berhasil sebagai polisi. Dia memukul tersangka dan memaksa mereka mengaku. Karena banyak tersangka mengaku, polisi itu dapat prestasi. Guru tersebut ikut bangga. Saya jelaskan masalahnya, tetapi guru itu tidak mau peduli. Katanya, orang yang tidak bersalah tidak mungkin mengaku. Pasti itu kriminal dan “dibantu” mengaku. Baik guru itu, maupun muridnya, merasa dalam kebenaran, dan tidak ingin melihat dari sisi tersangka yang takut dibunuh jadi mengaku, walaupun tidak bersalah.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya satu contoh dari berbagai macam masalah yang bisa muncul kalau anak dididik dengan kekerasan. Sudah ada data dari penelitian di seluruh dunia. Hasilnya dari kekerasan itu buruk terus, untuk BANYAK anak (tidak semuanya). Ada banyak yang alami efek yang luas di usia dewasa seperti menjadi depresi, pakai narkoba, DO dari sekolah atau universitas, selingkuh, sering cerai, bunuh diri, dll. Ada pengaruh dari pola pendidikan masa kecil. Tetapi kebanyakan orang tua tidak belajar tentang psikologi pendidikan, jadi tidak tahu. Dan banyak guru di sini juga tidak mau tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memukul anak BUKAN cara yang benar untuk mendidik anak. Kalau memang benar, dijamin ada matakuliah di Fakultas Pendidikan berjudul, “Tata Cara Hajar Anak Demi Hasil Pendidikan Yang Baik: 4 SKS.” Ternyata, tidak ada, di seluruh dunia!!! Coba berpikir kenapa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat sebagai renungan.&lt;br /&gt;Wa billahi taufiq wal hidayah,&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;-Gene Netto&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgR75GBLFpANwI5KuCZ85fSkutkHMTqfi2UmB9wzxrrcQEE8qxm2dAY-Ybpu00WL6GO9MoehwPZ6CmiQTd-Myn9yfvaBMGZW_tSU2msd0o7UpvhauQBUFirhyphenhyphenVsEsr5Mhm8orxOFKH3Zmitzryc5gLmDgAbiEQtGV9e_RXJQ6UvUnubx1X_hYws/s860/Tidak%20Sah%20Kalau%20Bilang%20%E2%80%9CDulu%20Dipukul%20Di%20Sekolah%20Dan%20Sukses%20Sebagai%20Dewasa%E2%80%9D.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;573&quot; data-original-width=&quot;860&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgR75GBLFpANwI5KuCZ85fSkutkHMTqfi2UmB9wzxrrcQEE8qxm2dAY-Ybpu00WL6GO9MoehwPZ6CmiQTd-Myn9yfvaBMGZW_tSU2msd0o7UpvhauQBUFirhyphenhyphenVsEsr5Mhm8orxOFKH3Zmitzryc5gLmDgAbiEQtGV9e_RXJQ6UvUnubx1X_hYws/s320/Tidak%20Sah%20Kalau%20Bilang%20%E2%80%9CDulu%20Dipukul%20Di%20Sekolah%20Dan%20Sukses%20Sebagai%20Dewasa%E2%80%9D.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2026/01/tidak-sah-kalau-bilang-dulu-dipukul-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgR75GBLFpANwI5KuCZ85fSkutkHMTqfi2UmB9wzxrrcQEE8qxm2dAY-Ybpu00WL6GO9MoehwPZ6CmiQTd-Myn9yfvaBMGZW_tSU2msd0o7UpvhauQBUFirhyphenhyphenVsEsr5Mhm8orxOFKH3Zmitzryc5gLmDgAbiEQtGV9e_RXJQ6UvUnubx1X_hYws/s72-c/Tidak%20Sah%20Kalau%20Bilang%20%E2%80%9CDulu%20Dipukul%20Di%20Sekolah%20Dan%20Sukses%20Sebagai%20Dewasa%E2%80%9D.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-4692476058159681231</guid><pubDate>Sat, 24 Jan 2026 11:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2026-01-24T18:16:05.544+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kekerasan terhadap anak</category><title>KASUS PENCABULAN DAN KEKERASAN TERHADAP ANAK – 2025</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Assalamu’alaikum wr.wb. Ini sebagian dari judul berita kekerasan terhadap anak selama 2025. Coba baca semuanya dan berpikir tentang masa depan puluhan ribu (atau ratusan ribu?) korban. Ini hanya contoh dari kasus yang masuk media, dan jumlah korban biasanya tidak lengkap. Kalau ditulis 5 anak dicabuli, jumlah aslinya bisa lebih banyak tetapi yang lain tidak mau lapor, atau tidak dicari. Mungkin ada ribuan kasus lain yang belum pernah dilaporkan, jadi tidak masuk berita dan tidak ketahuan. Kebanyakan kasus &quot;biasa&quot; (diperkosa/dicabuli oleh bapak tiri, bapak kandung, guru, tetangga, dsb.), dengan jumlah korban hanya 1-2 anak, tidak disimpan karena terlalu banyak setiap minggu. Artinya, daftar ini hanya perwakilan saja, dan bukan daftar lengkap (ada ratusan kasus lain yang saya hapus). TOLONG JAGA ANAK ANDA TERUS dan jangan berasumsi mereka akan aman. Ketika diberitahu anaknya dicabuli atau menjadi korban kekerasan, semua orang tua dalam semua kasus selalu mengatakan, &quot;KAMI TIDAK MENYANGKA!&quot;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Semoga informasi ini akan membuat para orang tua waspada terus. Dan semoga Allah SWT melindungi semua anak Indonesia. Aamiin, Aamiin, ya Rabbal &#39;Aalamiin.&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr.wb.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;-Gene Netto&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*GURU / SEKOLAH*&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 40 Siswi SMK di Kalideres Mengaku Dilecehkan Guru&lt;br /&gt;* Puluhan Korban Angkat Suara: Dugaan Kekerasan Seksual oleh Oknum Guru di Demak Terbongkar&lt;br /&gt;* Puluhan Siswi TK Al-Quran Dicabuli Seorang Kakek di Kabupaten Banjar&lt;br /&gt;* Guru di NTT yang Pertontonkan Video Porno ke 24 Siswa SD Jadi Tersangka&lt;br /&gt;* 23 Siswa SD di Labusel Jadi Korban Pelecehan Oknum Guru Olahraga&lt;br /&gt;* Kepala SD Swasta di Sukoharjo Ditangkap, Melecehkan 20 Siswa Laki-laki&lt;br /&gt;* Diajak Tonton Video di HP Sebelum Dicabuli Kepala Madrasah, Korban 19 Orang&lt;br /&gt;* Guru Madrasah Diniyah di Demak Cabuli 16 Anak SD&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Guru SD di Padang Pariaman Dipecat Usai Cabuli 16 Muridnya, Orangtua Korban Tak Lapor Polisi&lt;br /&gt;* Oknum Guru Olahraga yang Cabuli 15 Siswinya di Lubuklinggau Jadi Tersangka&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Korban Dugaan Pencabulan Guru SD di Lebak Banten Bertambah Jadi 14 Anak&lt;br /&gt;* Guru SD Swasta di Depok Diduga Lecehkan Belasan Siswi sejak Agustus 2024&lt;br /&gt;* Aksi Pelecehan Pada 9 Murid SD di Cikarang Bekasi, Guru Agama Dilaporkan&lt;br /&gt;* Modus Oknum Pembina Pramuka di Jambi, 9 Siswi Setor Hafalan Sambil Tutup Mata, Lalu Dicabuli&lt;br /&gt;* Bejat! Oknum Guru Agama di Pandeglang Cabuli 8 Siswi&lt;br /&gt;* Guru SD di Sikka NTT Ditahan Usai Cabuli 8 Siswi&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Kasus Oknum Guru di Mimika Cabuli 7 Murid Laki-laki&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Oknum Guru Honorer di Samarinda Diduga Cabuli 7 Muridnya&lt;br /&gt;* 7 Siswi SMP di Depok Diduga Dilecehkan Gurunya&lt;br /&gt;* Diduga Lecehkan 7 Murid Oknum Plt Kepsek SD di Kotawaringin Lama Ditangkap Polisi&lt;br /&gt;* Guru Ekskul Pramuka di Banjarmasin Cabuli 7 Siswanya&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Guru SD di Samarinda Ilir Cabuli Murid di Toilet, 6 Siswa Jadi Korban&lt;br /&gt;* Korban Pencabulan-Sodomi Guru di Asahan Jadi 6 Anak&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Jelang Pensiun, Guru di Indragiri Hulu Malah Cabuli Beberapa Siswi di Kantin&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Beberapa Siswa SMPN 1 Pinrang Sulsel Dilecehkan Oknum Guru Pria&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* ASN Guru Drumband di Lumajang Jadi Tersangka Kasus Pelecehan Seksual 6 Siswi&lt;br /&gt;* Guru di SDIT Mataram Diduga Cabuli 5 Siswanya&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Guru SMP di Natuna Riau Cabuli 5 Siswa Sesama Jenis&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Oknum Guru di Kubu Raya Diduga Cabuli 5 Siswinya&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Kepsek SD Tasikmalaya Diduga Cabuli 5 Remaja Putri&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Miris! Oknum Guru SD di Cirebon Ditahan, Diduga Cabuli 5 Murid&lt;br /&gt;* 5 Siswi SMP di Morotai Trauma Usai Dicabuli Gurunya&lt;br /&gt;* Kekerasan Seksual Terhadap 5 Siswi, Guru Agama di Luwu Timur Ditangkap&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Oknum Guru SD di Pemalang Cabuli 4 Siswi, Ancam Korban Tutup Mulut&lt;br /&gt;* Oknum Guru SMP di Kendari Diduga Cabuli 4 Siswinya&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Akal Bulus Oknum Kepsek PAUD di Polman Cabuli 4 Murid&lt;br /&gt;* Polsek Obi Halmahera Selatan Lambat Tangani Kasus Guru Sodomi 3 Siswa&lt;br /&gt;* Terbongkarnya Kasus Guru di Mesuji Lampung Sodomi 3 Siswa Sejak SD hingga SMP&lt;br /&gt;* Guru Gay Cabuli 3 Siswa di Kupang, Berkomplot dengan Mahasiswa dan Honorer (3 pelaku, 3 korban)&lt;br /&gt;* Oknum Guru SMA di Cianjur Cabuli 3 Siswi&lt;br /&gt;* Pengakuan 2 Siswa Korban Pencabulan Guru di Kupang, Disodomi di Kamar Mandi dan Rumah Pelaku Selama 3 Tahun&lt;br /&gt;* Diduga Cabuli 3 Muridnya, Oknum Guru di Kampar Ditangkap&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Bejat ! Oknum Guru di Teweh Selatan Barut Diduga Cabuli 3 Siswi&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Guru SD di Cilacap Ditangkap Usai Cabuli 3 Murid Lelaki&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Pilu 2 Bocah di Bandung Barat Dicabuli Guru Sekaligus Tetangganya&lt;br /&gt;* Eks Wakepsek SMPN di Tangerang Diduga Cabuli 2 Anak&lt;br /&gt;* Oknum Guru Madrasah di Riau Diduga Lecehkan 2 Bocah Laki-laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Siswa Kelas 11 Bima Patah Rahang Usai Dipukul 3 Oknum Guru&lt;br /&gt;* Guru di Manggarai NTT Diduga Pukul Siswa hingga Pingsan&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Oknum Guru SDN di Kotim Diduga Pukul Murid Hingga Muntah-muntah&lt;br /&gt;* Guru Tendang Perut Siswa SD di Merangin Jambi&lt;br /&gt;* Dua Siswa SMA Dianiaya Oknum Kepala Sekolah dan Guru SD di Kofiau Raja Ampat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Derita Batin 7 Gadis Belia Usai Dicabuli Oknum Guru Silat di Wonogiri&lt;br /&gt;* Cabuli 7 Murid Perempuan, Guru Karate di Pontianak Dibekuk Polisi&lt;br /&gt;* Guru Silat di Jambi Cabuli 7 Murid hingga Satu Korban Hamil&lt;br /&gt;* Guru Silat di Bukit Tinggi Tega Lecehkan Murid, Modus Minta Pijit Paha&lt;br /&gt;* Bejat! Guru Les di Pelalawan Cabuli 2 Anak di Bawah Umur&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Pelatih Silat di Kota Kediri Diamankan Polisi gegara Perkosa Siswi&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;*GURU / SEKOLAH - HANYA 1 KORBAN YANG LAPOR*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Keponakan Guru SMP Mesum di Linggau Speak Up, 3 Tahun Dicabuli Pelaku&lt;br /&gt;* Guru SD Di Kutai Timur Perkosa Murid Tiga Kali Seminggu Selama Setahun&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Guru Perempuan di Grobogan 2 Tahun Paksa Siswa Laki-laki Berhubungan&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Fakta-fakta Guru SD di Makassar Diduga Lecehkan Siswi 56 Kali Saat Les&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Cabuli Siswi 21 Kali di Dalam Kelas, Guru Agama di Sragen Ditangkap&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Mantan Guru di Lampung Ditangkap karena Sodomi Pelajar 15 Kali&lt;br /&gt;* Guru Madrasah di Sukabumi Perkosa Siswi Berkali-kali Sambil Direkam di Sekolah&lt;br /&gt;* Guru di NTB Setubuhi Siswinya Sejak Kelas 6 SD, Ancam Sebar Video&lt;br /&gt;* Guru Wali Kelas di Nagekeo NTT Cabuli Siswi SD Berulang Kali Selama Setahun&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Guru SD Setubuhi Siswi Berulang Kali, Modus Ancam Sebar Video&lt;br /&gt;* Guru Honorer SMP di Lampung Tengah Diduga Sodomi Murid&lt;br /&gt;* Oknum Guru SD di Palopo Sodomi Siswanya&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Oknum Guru BK Diduga Cabuli Pelajar Lelaki di Garut&lt;br /&gt;* Polisi Tangkap Kepsek yang Cabuli Siswi di Tangerang&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Siswi Autis di Tangsel Dicabuli Guru Agama di Kelas&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Guru MTs di Serang Cabuli Murid, Modus Bisa Sembuhkan Jerawat&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Diduga Cabuli Siswi, Guru Agama di Lebak Banten Dipolisikan&lt;br /&gt;* Guru SMK Lecehkan Siswi, Ancam Kurangi Nilai jika Korban Melapor&lt;br /&gt;* Guru di Nias Tersangka Pemerkosaan Siswi SD Tak Ditahan&lt;br /&gt;* Setubuhi Siswi Berkali-kali, Guru SD di Lombok Tersangka!&lt;br /&gt;* Tega, Oknum Guru di Gorontalo Diduga Cabuli Siswi SMA&lt;br /&gt;* Oknum Guru PPPK di Pangkalpinang Ditangkap karena Cabuli Muridnya&lt;br /&gt;* Guru SMP di Tuban Ditangkap, Cabuli Murid 14 Tahun 2 Kali&lt;br /&gt;* Siswa di Bondowoso Dicabuli di Musala, Pelaku Gurunya Sendiri&lt;br /&gt;* Guru di Tangerang Lecehkan Siswi SMP di Ruang Komputer&lt;br /&gt;* Siswi SD di Pinrang Sulawesi Selatan Dicabuli Kepsek di Sekolah&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Murid Laki-Laki Madrasah Ibtidaiah di Solok Selatan Dicabuli di Sekolah&lt;br /&gt;* Satpam Sekolah di Mojokerto Diduga Cabuli Siswi SD&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Penjaga Sekolah di Purbalingga Cabuli Siswi SD dalam Kelas&lt;br /&gt;* Siswi SLB di Lombok Diduga Disetubuhi di Toilet Sekolah-Kelamin Keluar Darah&lt;br /&gt;* Bejat! Guru BK SMP di Lubuklinggau Paksa Siswi Onani gegara Tolak Oral Seks&lt;br /&gt;* Siswi SMA Diduga Dilecehkan Oknum Guru di Ruang OSIS&lt;br /&gt;* Kasus Pelecehan Seksual di SMAN 4 Kota Serang, 3 Guru Dinonaktifkan&lt;br /&gt;* Oknum Kepsek SD Kampung Baru di SBT Maluku Rudapaksa Siswi Hingga Hamil&lt;br /&gt;* Diduga Lecehkan Siswi, Oknum Tenaga Honorer di SDN Gadog 1 Bogor Dipecat&lt;br /&gt;* Guru TK di Sragen Cabuli Murid di WC Sekolah&lt;br /&gt;* Kronologi Siswa Laki-laki di SMP Babel Dicabuli Teman di Toilet Sekolah&lt;br /&gt;* Nestapa Siswi SMA di Lampung Diperkosa Teman di Toilet Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*PESANTREN / SANTRI / RUMAH TAHFIZ*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*PESANTREN - TEWAS / DIBUNUH*&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* Tragedi Ambruknya Gedung Empat Lantai di Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, 63 Santri Tewas&lt;br /&gt;* 6 Santri Hanyut Saat Mandi di Krueng Cot Kuala Mane-Pidie, Aceh, 5 Meninggal, 1 Hilang&lt;br /&gt;* Kronologi 6 Santri di Bangkalan Tewas di Bekas Galian C, Berawal Saat 5 Santri Menolong 1 Temannya&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Atap Kamar Pondok Pesantren di Situbondo Ambruk, 1 Tewas dan 19 Luka-Luka&lt;br /&gt;* Penjelasan Ponpes Dalwa Pasuruan soal Satu Santri Tewas dan Belasan Luka saat Jatuh dari Tangga&lt;br /&gt;* Santri Ponpes di Lombok Tengah Tewas Diduga Dipukul Teman&lt;br /&gt;* Santri Ponpes di Wonogiri Meninggal dengan Luka Lebam, Diduga Di-bully&lt;br /&gt;* Santri di Ponpes Metro Lampung Meninggal Tak Wajar, Keluarga Menduga Ada Kekerasan&lt;br /&gt;* Kerap Dibully, Santri di Bogor Balas Aniaya Teman hingga Tewas&lt;br /&gt;* 6 Hari Koma, Santri Banyuwangi yang Dianiaya 6 Senior Meninggal Dunia&lt;br /&gt;* Santri di Gowa Dianiaya Senior Hingga Tak Sadarkan Diri&lt;br /&gt;* Santri Bacok Santri hingga Tewas di Bandung, Korban Lebih Dulu Tusuk Santriwati&lt;br /&gt;* Kronologi Santri di Jambi Meninggal, Diduga Dianiaya di Ponpes, Pulang dalam Kondisi Demam Tinggi&lt;br /&gt;* Santri Ponpes HST di Kalsel Ditusuk Saat Tidur Dengan Sajam Hingga Tewas&lt;br /&gt;* Kronologi Santri di Jambi Meninggal, Diduga Dianiaya di Ponpes, Pulang dalam Kondisi Demam Tinggi&lt;br /&gt;* Santri yang Tewas Tergantung di Mangkubumi Dikenal Sosok Baik dan Pendiam, Ponpes Bantah Korban Bullying&lt;br /&gt;* Cerita Pilu Santri Tewas Peluk Alquran Dalam Tragedi Kebakaran Ponpes di Pinrang&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Terseret Ombak Saat Berenang, Santri Asal Bandung Tewas di Pantai Pangandaran&lt;br /&gt;* Bocah 6 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Ponpes Ogan Ilir&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Pengurus Pesantren dan Seorang Santri di Tanjung Morawa Tewas Kesetrum Listrik&lt;br /&gt;* Santri di Sukabumi Tewas Diduga Tersengat Listrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*PESANTREN - DISODOMI / DIPERKOSA / DICABULI*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pimpinan Ponpes di Martapura Banjar Diduga Lecehkan Puluhan Santri, Korban Disodomi Hingga Oral Seks&lt;br /&gt;* Modus Keji Ustaz di Tulungagung Cabuli hingga Sodomi Belasan Santri&lt;br /&gt;* Miris Belasan Santri Putra Ponpes Tahfidz Al Quran di Bangka Selatan Diduga Disodomi Oknum Ustaz&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Parah..!! Belasan Santri di Kalteng Diduga Dicabuli-Disodomi oleh Senior&lt;br /&gt;* Dugaan Pencabulan-Sodomi di Pesantren Duren Sawit Jaktim, Polisi Sebut 5-7 Orang Terindikasi Jadi Korban&lt;br /&gt;* Dua Pengurus Pesantren di Balikpapan Jadi Tersangka Kasus Sodomi 2 Santri&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Tak Kerasan di Ponpes, Santri di Magetan Ternyata Disodomi Seniornya&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pengasuh Ponpes Miftahul Huda Sumbar Diduga Cabuli Puluhan Santriwati&lt;br /&gt;* Oknum Lora di Bangkalan Diduga Cabuli Puluhan Santri&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* 20 Santri Dicabuli Oknum Ketua Ponpes Lombok NTB, Korban Lapor Usai Nonton Film Walid &#39;Bidaah&#39;&lt;br /&gt;* Guru Silat di Ponpes Ogan Ilir Diduga Cabuli 16 Santri&lt;br /&gt;* 12 Santri Jadi Korban Pencabulan di Ponpes di Semarang&lt;br /&gt;* Oknum Pengasuh Ponpes di Sumenep Perkosa 10 Santriwati&lt;br /&gt;* Santri Laki-laki Korban Pencabulan di Ponpes Tulungagung Jadi 8 Anak&lt;br /&gt;* Delapan Santriwati Dicabuli di Soreang, Bandung&lt;br /&gt;* 7 Santri Ponpes di Kukar Dicabuli Ustaz Selama Setahun&lt;br /&gt;* Beberapa Santri di Pati Jadi Korban Pencabulan Pimpinan Ponpes&lt;br /&gt;* Oknum Guru Olahraga Cabuli 5 Santri di Ciamis, Aksinya Direkam di Ponsel&lt;br /&gt;* Santri Korban Pencabulan Oknum Guru Ponpes di Maros Bertambah Jadi 4 Orang&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Pria Paruh Baya Predator Seks Sesama Jenis, Cabuli 4 Santri di Tapsel&lt;br /&gt;* Pimpinan Ponpes Lombok Tengah Diduga Cabuli 3 Santriwati&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Miris! Oknum Pimpinan Ponpes di Tasik Cabuli 3 Santriwati&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Korban Perkosaan Pengasuh Ponpes di Kubu Raya Bertambah Jadi 3 Orang&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Guru Tahfiz di Labuhanbatu Selatan Cabuli 3 Murid, 1 Korban Hamil&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Tiga Santri Dipaksa Masturbasi Oknum Pengasuh Ponpes di Jombang&lt;br /&gt;* Pemilik Rumah Tahfiz di Gowa Perkosa 3 Santri&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Pengasuh Ponpes di Tangerang Cabuli 3 Santri Laki-laki, Paksa Nonton Porno&lt;br /&gt;* Pengasuh Ponpes di Kota Batu Diduga Cabuli 2 Santri Anak&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Modus Minta Pijat, Guru Ponpes di Tanjab Barat Jambi Cabuli 2 Santri Laki-Laki&lt;br /&gt;* Pengasuh Ponpes di Rembang Dipolisikan, Pelecehan Seks Terhadap 2 Anak&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Ajarkan Istinja, Kakek di Kota Batu Tersangka Pencabulan 2 Santriwati SD di Ponpes&lt;br /&gt;* Pengurus Ponpes di Lampung Tengah Bejat! Santriwati Dicabuli di Musala&lt;br /&gt;* Ketua Yayasan Ponpes di Tapsel Ditangkap Usai Perkosa Santri&lt;br /&gt;* Santri di Ogan Ilir Jadi Korban Oknum Guru, Diminta Pihak Ponpes Tutup Mulut&lt;br /&gt;* Cabuli Santri Sesama Jenis, Oknum Pengasuh Ponpes di Ngawi Ditahan&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;*PESANTREN - UMUM*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Langgar Aturan Ponpes, Santriwati di Kubu Raya Kalbar Dipukul Pakai Rotan 125 Kali&lt;br /&gt;* Oknum Pengabdi Pesantren di Asahan Sumatera Peras dan Ancam Bunuh Puluhan Santri&lt;br /&gt;* Santri di Lampung Dianiaya Pengurus Ponpes: Diikat, Dipukuli, Kepalanya Dibenturkan Ke Lantai, Kulit Disundut&lt;br /&gt;* Santri di Malang Disiksa Ustaz hingga Kaki Membusuk&lt;br /&gt;* Santri Bakar Pesantren di Aceh Besar gegara Sering Diolok Idiot&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Santri Ponpes di Sumbawa Diduga Dianiaya dan Dirundung Kakak Kelas di Asrama&lt;br /&gt;* Santri di Pasuruan Babak Belur Diduga Dihajar Pengurus Ponpes&lt;br /&gt;* Perundungan dalam Ponpes di Gunungkidul, Korban Santri Mengeluh Sakit pada Alat Kelamin&lt;br /&gt;* Santri 14 Tahun Asal Aceh Tengah Dihajar 3 Senior di Bireuen&lt;br /&gt;* Dikira Mencuri, Malah Disiksa, Santri Bengkulu jadi Korban Kekerasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*GURU NGAJI*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Modus Bejat Guru Ngaji Cabuli 16 Santri Termasuk Komika Eky di Makassar&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Korban Sodomi Oknum Guru Ngaji di Garut Bertambah Jadi 15 Anak&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Bejat! Dua Guru Ngaji di Cianjur Cabuli 14 Santriwati&lt;br /&gt;* 12 Bocah di Bawah Umur di Kebumen Diduga Dicabuli Oknum Guru Ngaji Asal Demak&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Dugaan Pencabulan di Tebet, Guru Ngaji Cabuli 10 Santri Dibawah Umur&lt;br /&gt;* Cabuli 9 Murid, Oknum Guru Ngaji di Puncak Cianjur Akhirnya Jadi Tersangka&lt;br /&gt;* Modus Turunkan Ilmu, Guru Ngaji Cabuli 7 Murid di Pangandaran&lt;br /&gt;* Bejat, Guru Ngaji di Bojong Pekalongan Cabuli 7 Santrinya&lt;br /&gt;* Guru Ngaji di Mataram Diduga Cabuli 6 Murid, Begini Modusnya&lt;br /&gt;* Cabuli 6 Murid, Guru Ngaji di Halmahera Selatan Jadi Tersangka&lt;br /&gt;* 5 Bocah Lelaki Dicabuli Guru Ngaji di Tarakan Kaltim&lt;br /&gt;* Lima Santriwati di Sukabumi Jadi Korban Pencabulan Oknum Guru Ngaji Saat Praktik Shalat&lt;br /&gt;* Modus Mengajar Ngaji, Pria di Makassar Cabuli 5 Anak di Masjid&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Modus Guru Ngaji Cabuli 4 Muridnya di Musala di Jember, Supaya Cepat Hafal Pelajaran Ngaji&lt;br /&gt;* Kronologi 4 Anak di Boyolali Disekap dan Dirantai Guru Ngaji&lt;br /&gt;* Oknum Guru Ngaji di Cianjur Cabuli 4 Muridnya&lt;br /&gt;* Guru Ngaji Diduga Lecehkan 3 Santriwati di Glenmore Banyuwangi&lt;br /&gt;* Guru Ngaji di Batang Terekam CCTV Diduga Cabuli Siswi SD, Terungkap 3 Korban&lt;br /&gt;* Guru Ngaji di Tangsel Cabuli 3 Murid, Pura-pura Bikin Les Privat&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Terungkap Modus Bejat Guru Ngaji di Batam Cabuli 3 Muridnya&lt;br /&gt;* Oknum Guru Ngaji di Ponpes Aceh Selatan: Pelaku Sodomi 2 Korban dari SD Hingga SMP&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Guru Ngaji di Bekasi Ditangkap Gegara Cabuli 2 Santri Kakak-Adik Laki-laki di Pesantren&lt;br /&gt;* Guru Ngaji di Kediri Cabuli Dua Anak SD&lt;br /&gt;* Guru Ngaji Lansia di Sinjai Diduga Cabuli Santri Usia 7 Tahun di Masjid&lt;br /&gt;* Malam Pilu Gadis 13 Tahun Dilecehkan Guru Ngaji di Bandung&lt;br /&gt;* Pilu Gadis di Sukabumi Dicabuli Guru Ngaji&lt;br /&gt;* Anak di Gresik Diperkosa Tetangga Sepulang Ngaji hingga Hamil 4 Bulan&lt;br /&gt;* Guru Ngaji di Lampung Utara Diduga Cabuli Murid 12 Tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kebanyakan kasus guru ngaji cabuli 1 anak tidak disimpan karena terlalu banyak setiap bulan. Seringkali tidak jelas jumlah korbannya berapa.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*DICABULI / DIPERKOSA - BANYAK KORBAN*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Korban Predator Seks di Jepara Bertambah Jadi 31 ABG&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Eks Juara Duta Budaya Berau Ditangkap, Cabuli 18 Anak&lt;br /&gt;* Cabuli 5 Bocah, 12 Anak Lain Diselidiki, Pelatih Voli Diringkus Polisi&lt;br /&gt;* Marbot di Ogan Ilir Sumsel Cabuli Belasan Bocah di Toilet Masjid&lt;br /&gt;* Mahasiswa-Motivator di Ciamis Diduga Cabuli 13 Pelajar Laki-laki&lt;br /&gt;* Polres Maluku Tenggara Tangkap Pelaku Pornografi Anak di Dobo, Banyak Korban&lt;br /&gt;* Korban Kakek Cabul di Padalarang Diduga Lebih dari 10 Bocah&lt;br /&gt;* Polres Flores Timur Dalami Pegawai Bank Diduga Cabuli 8 Remaja Laki-laki&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Heboh Dukun Cabuli Anak di Mojokerto, Korbannya 8 Orang&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Terungkap! Pria di Solo Cabuli 8 Anak Tetangga yang Masih Bocah&lt;br /&gt;* Korban Kakek Cabul di Kota Malang Bertambah Jadi 7 Anak Laki-Laki&lt;br /&gt;* Pria Paruh Baya Cabuli 7 Anak, Modus Kasih Mainan dan Uang&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Pria di Tangerang Cabuli Sejumlah Anak, Imingi Korban Uang-Makanan&lt;br /&gt;* Anaknya Korban Rudapaksa Penjaga SD, Sejumlah Orang Tua Lapor ke Polsek Soreang&lt;br /&gt;* Predator Seks Anak di Kalibata Jaksel Beraksi 12 Tahun, Ada Korban Anak dan Dewasa&lt;br /&gt;* Sejumlah Anak SD Jadi Korban Penculikan di Semarang, Dicabuli&lt;br /&gt;* ASN Diduga Cabuli 6 Remaja Penghuni Panti Sosial Pemprov Kalbar&lt;br /&gt;* Pemilik Panti Asuhan di Surabaya Cabuli 5 Anak Selama 3 Tahun&lt;br /&gt;* Pria 65 Tahun Warga Lubuk Linggau Cabuli 5 Anak di Masjid&lt;br /&gt;* Penculik Siswi SD di Mojokerto Sudah Beraksi 5 Kali, Korban Dicabuli&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Kakek di Bekasi Cabuli 5 Bocah dengan Modus Ajak Jalan-Jalan Naik Motor&lt;br /&gt;* Kronologi Pendeta di Blitar Cabuli 4 Anak Sopirnya&lt;br /&gt;* Empat Gadis di Tanah Datar Dicabuli Nelayan, Diimingi Uang Rp10.000&lt;br /&gt;* Aksi Bejat Pria Sikka Perkosa 4 Anak Kandung Bertahun-tahun&lt;br /&gt;* Dicabuli Pria Berusia 54 Tahun, 4 Anak di Siak Trauma Berat&lt;br /&gt;* Pria Diduga Cabuli 4 Siswi SMP Touna di Rumahnya Ternyata ASN&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Lansia di Joyoboyo Ditangkap Gegara Cabuli 4 Bocah&lt;br /&gt;* Pria di Bengkulu Cabuli 3 Bocah Laki-laki, Modus Beri Akun Game Online&lt;br /&gt;* 3 Anak Laki-laki Menjadi Korban Pencabulan di Masjid Tanjung Pasir, Tarakan&lt;br /&gt;* Tiga Remaja Dari Serang Digilir Pelajar SMA, Pelaku Ditahan&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Pemerkosa 3 Siswi SMP di Sukabumi Ditangkap!&lt;br /&gt;* Kapolres Ngada NTT Cabuli 3 Anak, Video Dikirim ke Situs Porno&lt;br /&gt;* Kakek 60 Tahun di Sorong Tega Cabuli 3 Anak Di Bawah Umur&lt;br /&gt;* 3 Bocah di Serang Dipaksa Nonton Video Porno dan Dicabuli Tetangga&lt;br /&gt;* Tiga Bocah Dicabuli Tetangga, Polres Bangka Tangkap Pria 41 Tahun&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Pura-pura Memijit, Pria Purworejo Cabuli 3 Bocah Laki-laki&lt;br /&gt;* Kakek 70 Tahun Di Serdang Bedagai Pelaku Pedofilia, 3 Anak Jadi Korban&lt;br /&gt;* Polisi Ringkus Pemulung yang Cabuli Tiga Bocah di Kuningan&lt;br /&gt;* Tukang Kebab Cabuli 3 Bocah Laki-laki di Bogor: Nonton Porno Sesama Jenis&lt;br /&gt;* Polisi Tangkap Pria Predator Seks Cabuli 3 Remaja di Kalibaru Jakut&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Pemuda Pengangguran Cabuli 3 Anak SD Laki-laki di Bandar Lampung&lt;br /&gt;* Pilu Bocah 5 Tahun di Garut Dicabuli Ayah-Paman-Kakek&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Tiga Kakak Beradik di Simalungun Sumatera Utara Diperkosa Ayah Kandung&lt;br /&gt;* Anak Disabilitas di Kupang Diperkosa Tetangga, Dua Adiknya Dicabuli&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* 2 Bocah Kakak Beradik Dicabuli Eks Kanitreskrim Polsek di Deli Serdang&lt;br /&gt;* Cabuli 2 Bocah di Toilet Gereja, Pelaku Ancam Korban Gunakan Pisau&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Siswi SD Bangkep Curhat ke Guru, Disetubuhi Ayah-Kakak Lalu Dijual Ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kasus 1-2 anak dicabuli oleh bapak kandung, bapak tiri, kakek tiri, paman, kakak ipar, dll. tidak disimpan karena terlalu banyak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*DIPERKOSA BERGILIR*&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*DIPERKOSA 7-20 PRIA*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Korban Prostitusi di Hotel Jaksel Dipaksa Layani 70 Pria Baru Dikasih Fee&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* 20 Pemuda Gorontalo Rudapaksa Gadis, Korban Digilir hingga Trauma&lt;br /&gt;* Siswi SMP di Halmahera Selatan Dirudapaksa Hingga Hamil, Pelaku 16 Orang&lt;br /&gt;* Gadis Cianjur Diperkosa 12 Pria Selama 4 Hari, Korban Trauma Berat&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* 12 Pria Keji Perkosa Bocah 13 Tahun di Malaka NTT&lt;br /&gt;* Gadis Kubu Raya Diperkosa 12 Orang, Hanya 1 Pelaku Dewasa&lt;br /&gt;* 11 Pria di NTT Cabuli Seorang Siswi SMA, 7 Pelaku Ditangkap dan 4 Buron&lt;br /&gt;* Sulit Bongkar Kasus ABG Diperkosa 11 Pria di Parigi Moutong Sulteng&lt;br /&gt;* Gadis Belia di Indragiri Hulu Diperkosa 10 Remaja Bejat Berulang Kali&lt;br /&gt;* Gadis ABG di Baubau Dicekoki Miras-Diperkosa 10 Remaja, 7 Pelaku Diamankan&lt;br /&gt;* Mahasiswi di Medan Diperkosa 10 Pria-Diancam Dibunuh, 4 Pelaku Ditangkap&lt;br /&gt;* Miris! Siswi SMP Diperkosa 9 Orang Usai Diajak Pesta Miras&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Remaja di Jambi Disekap Selama Dua Hari, Diperkosa 9 Pria&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Tragis! Dua Gadis di Bawah Umur ‘Digilir’ 8 Pemuda di Bangkalan&lt;br /&gt;* Siswi SMP di Lombok Tengah Diperkosa 8 Orang Setelah Pesta Miras&lt;br /&gt;* Siswi SMP di Palopo Dicekoki Miras Lalu Diperkosa 8 Pria, 4 Pelaku Ditangkap&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Remaja Disabilitas di Polman Sulbar Diperkosa 8 Pria, 5 Orang Ditangkap&lt;br /&gt;* Gadis 13 Tahun di Gorontalo Diperkosa 8 Pemuda Usai Dicekoki Miras&lt;br /&gt;* Siswi SD di Baubau Sulawesi Tenggara Dicabuli 8 Pria, 6 Pelaku Masih Bebas&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Remaja 15 Tahun Diperkosa oleh 8 Pemuda Mabuk di Makassar&lt;br /&gt;* Siswi MA di Jombang Diperkosa 7 Pemuda, Empat Pelaku Buron&lt;br /&gt;* 7 Pemuda Belu NTT Perkosa Remaja 16 Tahun di Rumah Dinas Polisi&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Miris! Bocah 14 Tahun di Pasuruan Diperkosa 7 Pria&lt;br /&gt;* Siswi SMP Dicekoki Miras &amp;amp; Diperkosa 7 Pria Bergiliran di Tangerang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*DIPERKOSA 4-6 PRIA*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 6 Pelajar SMP Karawang Perkosa Temannya: Direkam-Dilihatkan ke Orang Tua Korban&lt;br /&gt;* Gadis ABG di Kolaka Timur Dicekoki Miras-Diperkosa Pacar Bareng 6 Temannya&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Anak Kelas 6 SD di Sambas Diperkosa 6 Lelaki Bejat, 2 Pelaku Berusia 12 Tahun&lt;br /&gt;* 6 Pesilat Jember Rudapaksa Anak 14 Tahun di Jember&lt;br /&gt;* Siswi SMP di Pulau Seram Maluku Dicabuli 6 Pria Termasuk Kakek 77 Tahun&lt;br /&gt;* Remaja Flores Timur Dicabuli 5 Pria di Belakang Gedung SD&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Remaja 14 Tahun Diperkosa 5 Pria di Ambon hingga Masuk RS&lt;br /&gt;* Kenalan lewat Medsos, Gadis di Bengkulu Diperkosa 5 Pelajar&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Cewek ABG di Makassar Disekap dan Diperkosa Berhari-hari, 5 Pelaku Ditangkap&lt;br /&gt;* Anak Perempuan Dicekoki Obat-Diperkosa Geng 5 Pria di Pati&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Gadis Penjual Es Kelapa Muda di Medan Diperkosa Bergiliran 4 Remaja&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Siswi SMP di Serang Diperkosa 4 Pelajar SMA&lt;br /&gt;* Gadis di Sulawesi Rekam ABG Diperkosa 4 Orang&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Remaja 14 Tahun Disetubuhi Bergiliran 4 Lelaki di Pesisir Selatan, Sumatera Barat&lt;br /&gt;* Dibuat Mabuk, 2 Remaja Putri Diperkosa 4 Pria di Gorontalo&lt;br /&gt;* Siswi SMA di Grobogan Diperkosa dan Divideokan di Hotel, 4 Tersangka&lt;br /&gt;* Gadis Datang ke Pasar Melolo, Sumba Timur, Diperkosa 4 Lelaki Mabuk!&lt;br /&gt;* 4 Pria di Bekasi Perkosa ABG Usai Cekoki Korban Miras&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* ABG 13 Tahun Dicabuli 4 Pria di Simalungun&lt;br /&gt;* Gadis 14 Tahun Diperkosa 4 Pemuda di Cilacap, Dicekoki Minuman Keras&lt;br /&gt;* Bocah 13 Tahun Dicabuli 4 Pria Dewasa di Simalungun&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Polda Banten Bekuk 4 Tersangka Kasus Viral ABG Diperkosa&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Gadis Disekap dan Diperkosa di Samarinda, 4 Pelaku Ditangkap&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* 19 Hari Hilang, Perempuan 15 Tahun Ditemukan di Hotel Bersama 4 Pria&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* 4 Pria Pengangguran Perkosa Siswi SMA di Kuningan&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Miris! Gadis Penyandang Disabilitas Dicabuli 4 Pria di Serang&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Gadis 16 Tahun di Sulawesi Tengah Dicabuli Dua Sepupu, Ayah Kandung dan Paman&lt;br /&gt;* Gadis ABG di Muna Barat Diduga Diperkosa 4 Pria Usai Dicekoki Miras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*DIPERKOSA 3 PRIA*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Siswi SMA Diperkosa 3 Pria di Bone, Sulawesi Selatan, 1 Pelaku Guru PPPK&lt;br /&gt;* Remaja 14 Tahun di Parepare Diperkosa Bergilir 3 Temannya Usai Diajak Makan&lt;br /&gt;* Tiga Pemuda Cabuli Siswi SLTA Di Madina Secara Bergilir&lt;br /&gt;* Tiga Pemuda di Bandar Lampung Setubuhi Anak SMA Secara Bergiliran&lt;br /&gt;* 3 Pelajar Bandar Lampung Perkosa Siswi SMA Bergiliran&lt;br /&gt;* ABG Wanita di Jakbar Diperkosa 3 Orang Usai Dicekoki Alkohol&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Gadis Dicekoki Miras, Diperkosa 3 Remaja di Kembangan Jakbar&lt;br /&gt;* Anak SMP Hamil 5 Bulan Diperkosa 3 Pria Di Asahan&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Gadis ABG di Polman Diperkosa Pacar Bareng 3 Pria&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Anak Yatim di Karawang Diperkosa 3 Pemuda hingga Hamil&lt;br /&gt;* Wanita Dirampok dan Diperkosa 3 Pria di Empat Lawang Sumatera&lt;br /&gt;* Gadis Pekerja Warung di Jombang Dicekoki Miras dan Diperkosa 3 Pria&lt;br /&gt;* Pelajar Kepahiang Dicabuli 3 Remaja di Rejang Lebong&lt;br /&gt;* Anak Perempuan di Tasik Diperkosa 3 Pemuda hingga Hamil&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Disekap Sepekan, ABG 14 Tahun di Mataram Diperkosa 3 Pemuda&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Setelah Pesta Miras, 3 Pemuda di Gowa Perkosa Anak di Bawah Umur&lt;br /&gt;* Anak Diperkosa 3 Temannya, Ayah di Cilegon Lapor Polisi&lt;br /&gt;* 2 Gadis Putus Sekolah Diperkosa 3 Pemuda di Hotel Jombang&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* 3 Remaja di Polman Ketahuan Perkosa Gadis Usai Videonya Beredar&lt;br /&gt;* 3 Lansia di Bombana Sulawesi Tenggara Setubuhi Anak hingga Hamil&lt;br /&gt;* 3 Pelajar di Kota Bima Ditangkap gegara Perkosa Gadis 13 Tahun&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Dua Gadis di Bima Dicekoki Miras lalu Diperkosa 3 Pria&lt;br /&gt;* Gadis Cilik 10 Tahun Dijual Ibu untuk Dicabuli 3 Pria&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* 3 Pemuda di Serang Culik Gadis 15 Tahun, Korban Diperkosa-Dicekoki Miras&lt;br /&gt;* Gadis SMA di Bantul Diduga Diperkosa 3 Pria Usai Dicekoki Pil Koplo&lt;br /&gt;* Siswi SD di Bengkulu Selatan ‘Digarap’ 3 Orang, 2 Diantaranya Kakak Korban&lt;br /&gt;* Terungkap, Siswi SMA Flores Timur Pernah Diperkosa 3 Pria&lt;br /&gt;* 3 Pelaku Pencabulan Anak di Bojonegoro Termasuk Ayah dan Ayah Tiri&lt;br /&gt;* Pulang Nonton Dangdut, Bocah 13 Tahun Dicabuli 3 Pria&lt;br /&gt;* Remaja Perempuan di Malang Diduga Dirundung 3 Orang&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Remaja 15 Tahun di Kupang: Diimingi Jalan-jalan, Diperkosa 3 Teman&lt;br /&gt;* 3 Pemuda di Lampung Perkosa Perempuan Disabilitas, Dicekoki Tuak&lt;br /&gt;* Siswa SD di Gunungkidul Dicabuli Tiga Teman Laki-Laki&lt;br /&gt;* Siswi SMA Di Timika Diperkosa Tiga Pria Saat Mandi Di Tengah Hutan&lt;br /&gt;* Paman dan 2 Anaknya Cabuli Anak Yatim di Padangsidempuan Sumut&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kasus pemerkosaan bergilir dengan jumlah pelaku 2 pria dihapus.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*DISODOMI*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Geger Siswa SMA di Sulsel Sodomi 16 Bocah, Modus Kasih Duit dan Pinjamkan HP&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Fenomena “Boti” [Sodomi] Merebak di Cilegon, Kekerasan Seksual Terhadap Anak Laki-laki Meningkat&lt;br /&gt;* LPA Mataram Telusuri Dugaan Sodomi Anak SD sebagai Syarat Gabung Geng&lt;br /&gt;* Bocah 8 Tahun Diduga Sodomi 9 Anak di Bekasi, Aksinya Disaksikan Teman&lt;br /&gt;* Miris, Sejumlah Bocah di Jambi Disodomi Teman Mainnya&lt;br /&gt;* 6 Anak di Bawah Umur Diduga Jadi Korban Sodomi Duda di Parungpanjang Bogor&lt;br /&gt;* Pemilik Salon di Makassar Diduga Sodomi 4 Bocah Dalam 2 Tahun Terakhir&lt;br /&gt;* Modus Main Game Online, 3 Bocah di Tangsel Disodomi&lt;br /&gt;* Residivis Predator Seksual di Pariaman Ditangkap Usai Sodomi 3 Anak&lt;br /&gt;* Badut Jalanan Sodomi 2 Anak di Cikarang Bekasi, Pura-pura Sakit saat Ditangkap&lt;br /&gt;* Pegawai Indomaret Sodomi Bocah di Toilet Minmarket, Diduga Korban Kedua&lt;br /&gt;* Diimingi Wifi Gratis-Akun Game, 2 Remaja di Tasikmalaya Disodomi Pria Beristri&lt;br /&gt;* Seorang Santriwati di Banda Aceh disekap dan disodomi siswa SMA&lt;br /&gt;* Diimingi Layangan, Bocah 11 Tahun Disodomi Pelaku Empat Kali di Depok&lt;br /&gt;* Anak Diperkosa 3 Orang di Sanggau, Satu Pelaku Lakukan Sodomi&lt;br /&gt;* Petani di Karo Sodomi Bocah Berulang Kali, Modus Antar Sekolah-Belikan Mainan&lt;br /&gt;* Pelajar SMP di OKU Disodomi Tetangga Saat Tagih Utang&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Pria Paruh Baya di Berau Sodomi Bocah di Musala&lt;br /&gt;* Iming-iming Cemilan, Seorang Ustadz di Makassar Diduga Nekat Sodomi Anak 9 Tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*TEWAS / DIBUNUH*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*BAYI TEWAS / DIBUNUH*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Autopsi Ungkap Mayat Bayi di Tulungagung Dibuang ke Sungai Hidup-hidup&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Ulah Bejat Ayah Banting Bayi hingga Tewas di Ciputat&lt;br /&gt;* Ibu di Trenggalek Habisi Bayi yang Baru Dilahirkan karena Alasan Ekonomi&lt;br /&gt;* Polisi Cekik Bayinya hingga Tewas di Semarang&lt;br /&gt;* Akibat Malu, Ibu Muda di Magetan Bekap Bayi Baru Lahir Hingga Tewas&lt;br /&gt;* Balita Pontianak Tewas Dibanting Pacar Ibu, Tengkorak Retak&lt;br /&gt;* Bayi 1 Minggu Tewas Usai Dibanting Orang Tak Dikenal di HST&lt;br /&gt;* Bayi 2 Tahun di Sulsel Tewas Dianiaya Pacar Ibu Pakai Balok&lt;br /&gt;* Siswi SMK di Banjarnegara Melahirkan di Toilet Sekolah, Bayi Ditemukan Tewas&lt;br /&gt;* Wanita Muda Dibantu Ibunya Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkan di Bangka&lt;br /&gt;* Kronologi Ibu Bunuh-Kubur Bayinya di Magelang&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas dengan Luka Gigitan Anjing, Dibuang Orang Tuanya&lt;br /&gt;* Bayi Dibuang di Irigasi di Jember, Pelaku Siswi SMA&lt;br /&gt;* Polisi Tangkap Pelajar SMA Pelaku Pembuangan Mayat Bayi Dalam Ransel&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Siswi SMA di Lampung Selatan Kubur Bayi Hasil Hubungan Gelap&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Begini Cara 2 Pelaku Bunuh Sachroni dan 4 Anggota Keluarganya, Dipukul Pakai Pipa hingga Bayi Ditenggelamkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*BALITA TEWAS / DIBUNUH*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 3 Balita di Tapsel Usia 1, 3, dan 4 Tahun Tewas Jatuh ke Sumur saat Ayah Ibunya Bekerja&lt;br /&gt;* Balita 2 Tahun Tewas Dianiaya Pasutri Pengasuh di Kuansing Riau&lt;br /&gt;* Aceh Tenggara: Anak dan 4 Cucu Samidah Usia 26, 16, 13, 2 Tahun Dibantai Keponakan&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Balita 3 Tahun di Cilacap Tewas Dilempar dari Tebing, Ibu dan Selingkuhan Jadi Tersangka&lt;br /&gt;* Balita 4 Tahun di Kutai Barat Ditemukan Tewas di Kebun, Diduga Dicabuli-Dibunuh&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Anak 4 Tahun Tewas di Dalam Lipatan Istana Balon, Polres Kerinci Dalami Dugaan Kelalaian&lt;br /&gt;* Balita 4 Tahun di Bandung Tewas dengan Luka Bakar, Ibu Tiri Jadi Tersangka&lt;br /&gt;* Pilu! Bocah 4 Tahun di Bangkalan Dibanting dan Dibacok Paman hingga Tewas&lt;br /&gt;* Anak Usia 4 Tahun di Tangsel Tewas Usai Dianiaya Ayah dan Ibu Berkali-kali&lt;br /&gt;* Ditemukan Kakak-Adik Usia 8-4 Tahun Tewas Berpelukan di Lampung&lt;br /&gt;* Balita di Tapsel Tewas Dibanting Ayah Tiri karena Menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*ANAK TEWAS / DIBUNUH*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Siswa SD Usia 10 Tahun di NTT Meninggal Dihukum Guru: Kepala Dipukul Pakai Batu&lt;br /&gt;* Bocah Usia 5 Tahun yang Tewas Terbungkus Sarung di Bekasi Dibunuh Ortu&lt;br /&gt;* Tragis! Anak Usia 6 Tahun Tewas Usai Dianiaya 3 Hari oleh Ibu Tiri di Bogor&lt;br /&gt;* Bocah Usia 6 Tahun Ditemukan Tewas di Kebun Karet OKI, Sempat Diculik&lt;br /&gt;* Bocah Alvaro Usia 6 Tahun Hilang 8 Bulan, Ditemukan Tewas, Polisi Tangkap Tersangka&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Anak Usia 6 Tahun Tewas Terbakar di Aceh, Damkar Telat karena Lagi Makan&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Bocah 7 Tahun di Pasuruan Tewas Diduga Dibunuh Tetangganya&lt;br /&gt;* Akhir Tragis Bocah Usia 7 Tahun di Jember Tewas di Tangan Kekasih Ibunya&lt;br /&gt;* Ibu Tiri dan Ayah Kandung di Kutim Aniaya Anak Usia 8 Tahun hingga Tewas&lt;br /&gt;* Ayah Tega Cabuli dan Bunuh Anaknya Usia 8 Tahun di Semarang&lt;br /&gt;* Anak Usia 8 Tahun Tewas Tanpa Busana di Kos Penjaringan Jakut&lt;br /&gt;* Menguak Misteri Pembunuhan Sadis Anak Politisi PKS Usia 9 Tahun di Cilegon&lt;br /&gt;* Remaja Bengkulu Bunuh 2 Bocah Usia 8-9 Tahun, Buang Mayatnya ke Septic Tank dan Sungai&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Pemuda Punk Pontianak Aniaya Anak Pacar Usia 9 Tahun hingga Tewas&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Bocah 10 Tahun yang Tewas Tanpa Busana-Mulut Berbusa di Lampung Korban Pemerkosaan&lt;br /&gt;* Anak 11 Tahun di Banyuwangi Tewas Diduga Dicekik Ayah Tiri&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Viral Anak Usia 11 Tahun di Jaksel Diduga Dibunuh Sopirnya&lt;br /&gt;* Pria Bunuh Bocah Laki-laki 11 Tahun di Toilet Masjid di Majalengka gegara Melawan Saat Hendak Dicabuli&lt;br /&gt;* Bocah Laki-Laki Usia 12 Tahun di Padang Lawas Utara Dicabuli Dibunuh Pamannya&lt;br /&gt;* Keji Pria di NTT Bantai Istri dan 2 Anak Kandung Usia 14-8 Tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*REMAJA TEWAS / DIBUNUH*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Siswa SMP di Simalungun Ditemukan Tewas dengan Kondisi Terikat&lt;br /&gt;* Kronologi Santri Usia 13 Tahun di Lampung Tengah Dibunuh Saudara Kembar Lalu Jasad Dibuang ke Irigasi&lt;br /&gt;* ABG di Pinrang Sulsel Tewas gegara Kepala Dibenturkan saat Tolak Dicabuli, 11 Pelaku Ditangkap&lt;br /&gt;* Siswi SMP Usia 15 Tahun di Simalungun Dibunuh Pacar, Pakai Batu dan Ditusuk 10 Kali karena Kehamilan&lt;br /&gt;* Siswa SMP 3 Pasuruan Tewas Tersetrum Mikrofon di Sekolah&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Siswi MTsN Tewas Dalam Karung di Sumbar, 2 Pembunuhnya Ditangkap&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Pria di Maluku Bunuh Siswi MTS gegara Menolak Ajakan Bercinta&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Melawan Saat Dipalak, Pelajar SMK di Tulang Bawang Dibunuh Preman&lt;br /&gt;* Siswi SMA Anggota Paskibraka di Madina Dibunuh, Mayatnya Dikubur di Kebun Sawit&lt;br /&gt;* Dendam Diejek, Bocah Perempuan di Kolaka Timur Tewas Digorok Remaja&lt;br /&gt;* Pria 42 Tahun Bunuh Pacarnya yang Masih SMA Usai Dimintai iPhone&lt;br /&gt;* Siswi SMAN 1 Batuputih Meninggal Tersambar Petir Saat Kegiatan Pramuka&lt;br /&gt;* Anak Yatim Piatu Usia 18 Tahun Tewas usai Ditendang Polisi&lt;br /&gt;* Sabung Silat, Pelajar MTs di Kabupaten Mojokerto Tewas&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Kronologi Pesilat Boyolali Tewas Usai Ditendang 2 Senior Saat Latihan&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Seorang Pelajar di Sragen Meninggal Dunia Usai Ikuti Latihan Silat&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Pesilat Tewas Dikeroyok di Demak, Polisi Buru Pelaku&lt;br /&gt;* Atlet Taekwondo Jateng Usia 16 Tahun Meninggal, Diduga Kelelahan Saat Latihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*ANAK DIPERKOSA &amp;amp; DIBUNUH*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bocah 7 Tahun di Deliserdang Dibunuh Lalu MAYATNYA DIPERKOSA&lt;br /&gt;* Kronologi Bocah Usia 9 Tahun di Lampung Diracun Gorengan hingga Tewas lalu MAYATNYA DIPERKOSA&lt;br /&gt;* Remaja 16 Tahun Bunuh Siswi Kelas 6 SD di Cilincing, PERKOSA MAYAT KORBAN&lt;br /&gt;* Siswi SMP di Bengkayang Dibunuh Tetangganya, MAYATNYA DIPERKOSA&lt;br /&gt;* Pelaku Pembunuhan Siswi MTs Usia 16 Tahun di Tanah Datar Habisi Korban &amp;amp; PERKOSA JASADNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bocah 5 Tahun Tewas Terbungkus Karung di Konsel Diduga Korban Pelecehan&lt;br /&gt;* Malang Bocah 10 Tahun Diperkosa-Dibunuh di Pantai Nabire Papua Tengah&lt;br /&gt;* Gadis Disabilitas 11 Tahun Di Merauke Diculik, Diperkosa, Dan Dibunuh&lt;br /&gt;* Pedih! Sebelum Meninggal, Gadis 12 Tahun Ini Curhat ke Ibu Diperkosa Ayah Tirinya&lt;br /&gt;* Kenalan via Medsos Berakhir Tragis, Siswi SMP di Purwakarta Tewas Dibunuh &amp;amp; Diperkosa Mahasiswa&lt;br /&gt;* Kasus Mayat Remaja di Selokan di Pasaman, Mintana Diperkosa sebelum Dibunuh, Pelaku Teman Ayah Sendiri&lt;br /&gt;* Fakta Keji Pembunuhan Siswi SMA di Jombang: Dianiaya, Diperkosa Bergilir, dan Dibuang ke Sungai Hidup-Hidup Oleh 3 Pria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*ANAK TEWAS DARI BULLYING*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Diduga Dianiaya 3 Temannya, Siswa SD di Makassar Tewas&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Polisi Selidiki Kematian Anak SD di Pariaman, Diduga Akibat Perundungan Teman Sekolah&lt;br /&gt;* Siswa SD di Toboali Meninggal Dunia, Diduga Jadi Korban Bullying&lt;br /&gt;* Siswa SD Wonosobo Tewas Diduga Korban Bullying, Makamnya Dibongkar&lt;br /&gt;* Yakin Anak Tewas karena Bullying, Keluarga Siswa SD di Pekanbaru Lapor Polisi&lt;br /&gt;* Sepekan Dirawat di RS, Siswa SMPN Tangsel Korban Bullying Meninggal Dunia&lt;br /&gt;* Siswa SD di Riau Tewas Diduga Dipukuli 5 Kakak Kelas, Korban Muntah Darah dan Kejang&lt;br /&gt;* Pelajar SMP di Grobogan Dibully Hingga Tewas di Ruang Kelas Saat Jam Pelajaran&lt;br /&gt;* Bocah SD Tusuk Mati Pelajar MTs di Muratara Diduga Sering Dibully Korban&lt;br /&gt;* Sering Di-&quot;bully&quot; Pelajar SMP di Lampung Bunuh Teman Sekolah&lt;br /&gt;* Anak Disabilitas di Karawang Meninggal Setelah 9 Hari Koma karena Dikeroyok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*ANAK TEWAS TENGGELAM*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kasus pilihan saja. Anak tenggelam adalah berita harian.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 6 Anak Tewas Tenggelam di Kubangan di Balikpapan, Seluruh Korban Mati Lemas&lt;br /&gt;* 4 Siswa SMPN 7 Mojokerto Tewas Terseret Ombak Pantai Drini&lt;br /&gt;* Main di Lubang Galian Proyek Tol, 3 Bocah di Bekasi Tewas Tenggelam&lt;br /&gt;* 2 Bocah SD di Bekasi Tewas Tenggelam di Kolam Renang Sekolah&lt;br /&gt;* Siswi SD di Pangkalpinang Ditemukan Tenggelam di Kolam Renang&lt;br /&gt;* Perpisahan Siswa SD Tanah Laut, Kalsel, di Wahana Pemandian, Seorang Anak Tewas Tenggelam&lt;br /&gt;* Geger Siswa SD di Gunungkidul Tewas Tenggelam Usai Kegiatan Pramuka&lt;br /&gt;* Anak 6 Tahun Tewas Tersangkut Saluran Pembuangan Air Kolam Renang di Garut&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* 2 Bocah Kembar Tewas Tenggelam saat Berenang di Komplek Citraland Deli Serdang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*ANAK BUNUH DIRI*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Siswa SD di Cianjur Ditemukan Tewas di Rumahnya, Diduga Bunuh Diri&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Siswi 14 Tahun di Labusel Bunuh Diri Usai Depresi Diperkosa Abang-Sepupu&lt;br /&gt;* Siswi MTs Sukabumi Bunuh Diri Usai Di-bully: Ibu Pernah Lapor ke Sekolah&lt;br /&gt;* Siswa SMP di Sumbar Tewas Tergantung di Kelas Saat Teman-temannya di Lab&lt;br /&gt;* Siswa SMP di Denpasar Tewas Gantung Diri, Tinggalkan 2 Surat Permintaan Maaf&lt;br /&gt;* Remaja 15 Tahun di Rembang Ditemukan Gantung Diri&lt;br /&gt;* Kronologi Kasus Ibu Gantung Diri setelah Racuni Dua Anak di Kabupaten Bandung&lt;br /&gt;* Siswa Sekolah Internasional di Tangerang Tewas Terjatuh dari Lantai 8&lt;br /&gt;* Heboh Pelajar Diduga Bunuh Diri Usai Dibully gegara Lapor Teman Ngevape&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Pelajar SMA di Pekanbaru Ditemukan Tewas Gantung Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*UMUM*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Total Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Capai 96 Orang&lt;br /&gt;* Menkomdigi Temukan 5,5 Juta Konten Pornografi Anak dalam 4 Tahun Terakhir&lt;br /&gt;* Mobil MBG Tabrak Siswa di Cilincing Jakarta: 20 Orang Terluka&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Temuan KPAD Lembata NTT: 85 Persen Pelajar di 16 SMP-SMA Aktif Berhubungan Seks Bebas&lt;br /&gt;* 8 SMP di Kota Kupang Terpapar Pornografi dan Prostitusi Sesama Pelajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*UMUM - ANAK DICABULI / DIPERKOSA*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Siswi SD di Lombok Hamil dan Melahirkan, Korban &quot;Open BO&quot; karena Dijual Kakak Kandung&lt;br /&gt;* Pilu Bocah 5 Tahun di Garut Dicabuli Ayah-Paman-Kakek&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Pengakuan Anak 5 Tahun di Meulaboh Dicabuli Pria 71 Tahun&lt;br /&gt;* Miris! Pelajar SMP Nyaris Dimassa Usai Cabuli Balita di Dompu NTB&lt;br /&gt;* Diduga Kecanduan Video Porno, Bocah Usia 13 Tahun Cabuli Balita di Banjar&lt;br /&gt;* Kakak Beradik Yatim Piatu di Bogor Dicabuli Pamannya Sendiri Selama 7 Tahun&lt;br /&gt;* Pria Nunukan Cabuli 2 Kakak Beradik, Pelaku Punya Kelainan Seksual&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Keji! Balita di Pontianak Diperkosa Paman Tiri hingga Sifilis&lt;br /&gt;* Oknum Pendeta di Pontianak Diduga Cabuli Siswi Usia 8 Tahun&lt;br /&gt;* Marbut Masjid Cabuli Bocah 8 Tahun di Bandung&lt;br /&gt;* Bejat! Bocah 8 Tahun Diperkosa di Pasaman Barat, Sumbar, Korban Kesakitan, Kaki dan Tangan Diikat&lt;br /&gt;* Bocah SD Dicabuli Teman Orangtua di Depan Adik&lt;br /&gt;* Bocah Usia 9 Tahun Dilecehkan di Ruang Kerja Mapolresta Serang Kota&lt;br /&gt;* Pria di Jambi Ditangkap Usai Cabuli Bocah Perempuan di Teras Masjid&lt;br /&gt;* Kakek 72 Tahun di Luwuk Tersangka Pencabulan Anak di Masjid&lt;br /&gt;* Bocah Perempuan Dicabuli di Toilet Masjid Pancoran, Pelakunya ABG&lt;br /&gt;* Anak 15 Tahun di Bone Dicabuli Polisi, Ancam Sebar Video Korban&lt;br /&gt;* Modus Pasutri di Dharmasraya Cabuli Remaja Usia 15 Tahun hingga Hamil&lt;br /&gt;* 2 Muncikari Ditangkap Jajakan Anak di Bawah Umur Live Porno di Apartemen&lt;br /&gt;* Oknum ASN Pemprov Kalbar Terbukti Setubuhi Anak Panti di Toilet UPT&lt;br /&gt;* Diancam Akan Dibunuh, ABG di Muba Diperkosa Tetangganya&lt;br /&gt;* Kakek Berusia 82 Tahun Cabuli Gadis 12 Tahun di Jati Blora&lt;br /&gt;* Pria di NTT Perkosa dan Aniaya Siswi SMP hingga Pingsan&lt;br /&gt;* Ayah Bejat! Anak Tiri Diperkosa, Anak Kandung Dijual&lt;br /&gt;* Bocah 16 Tahun di Lampung Diculik-Diperkosa Selama 6 Bulan&lt;br /&gt;* Cinta Ditolak, Kakek di Bone Culik Siswi SMP Dibantu 4 Teman&lt;br /&gt;* Siswi SMA di Pesisir Selatan Melahirkan di Sekolah, Ternyata Diperkosa Paman&lt;br /&gt;* Siswi SMK di Serang Alami Rudapaksa, Dianiaya hingga 3 Kali Keguguran&lt;br /&gt;* Siswi SMK di Depok Diperkosa Kakek-Dinikahkan dengan Pelaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*UMUM - ANAK DISIKSA*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bocah 11 Tahun Disiksa Brutal Ayah Tiri di Mojokerto, Dicambuk Rantai Motor-Dipukul Besi&lt;br /&gt;* Bocah Disiksa hingga Kaki Bengkok di Nias Selatan, Tante Jadi Tersangka, Kakek-Nenek Diperiksa&lt;br /&gt;* Diduga Mencuri Ayam, Komplotan Remaja Disirami Air Keras hingga Dipukul Warga Sipil di Makodim Flores Timur&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Miris! Geng Pelajar Siram Air Keras ke Siswa SMK Jakut Biar Terlihat Eksis&lt;br /&gt;* Alasan Ayah Rantai Anaknya yang Punya IQ di Atas Rata-rata, Rasa Ingin Tahunya Besar&lt;br /&gt;* Viral! Anak 6 Tahun di Lampung Dirantai Orangtua karena Ditinggal Bekerja&lt;br /&gt;* Diduga Dipukul Guru, Siswa Kelas Tiga SD di Dairi Sumut Alami Patah Tulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*UMUM - ANAK KORBAN BULLYING*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Polisi Selidiki Kasus Siswi SD di Karawang Di-bully hingga Tangannya Patah&lt;br /&gt;* Siswi SD di Garut Dibully Kakak Kelas, Dipegangi Ramai-Ramai Lalu Dilecehkan&lt;br /&gt;* Siswi SD Tertembak Kakak Kelas di Manggarai hingga Peluru Tembus Otak&lt;br /&gt;* Siswa SDIT Ukhuwah Trauma, Dikeroyok 3 Teman Sekelas&lt;br /&gt;* Siswi MTs di Belitung Timur Jadi Korban Bullying hingga Terancam Lumpuh&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Siswa SMP di Kotaanyar Probolinggo Jadi Korban Bullying, Dipukul Teman, Masuk Rumah Sakit&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Siswi SMP di Bangka Barat Jadi Korban Bullying, Dipukul hingga Pingsan&lt;br /&gt;* Siswi SMP di Purworejo Jadi Korban Bullying, Dipukul 5 Kakak Kelas&amp;nbsp;&lt;br /&gt;* Siswi SMP di Bali Coba Bunuh Diri karena Jadi Korban Bullying&lt;br /&gt;* Siswa Baru SMPN 3 Doko Blitar Dikeroyok 20 Teman Sekolah saat MPLS, Keluarga Tolak Damai&lt;br /&gt;* Video Perundungan SMPN 1 Blora Viral: Korban Dipukul di Kamar Mandi&lt;br /&gt;* Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Pelajar SMA di Lubuklinggau Alami Bocor di Kepala&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*( - AKHIR - )*&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJ7BXMlPo6SDJ_QKNQr6jElaaJvOrjAiWcmcDSUYY08C33PlxdbcTdUI0LVKKhvuJr7EKYV0yLPzFn98c8dneU1UMj5dwIoxDj3-9h0363u0Z5BAi3hWb7ZWkMgSNoDsyqWA10hKbZW6Cw5kHz4PiuSsjXO1ECPTSd0V0HvxePnEeHLJrUPET2/s1024/KASUS%20PENCABULAN%20DAN%20KEKERASAN%20TERHADAP%20ANAK.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1024&quot; data-original-width=&quot;1024&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJ7BXMlPo6SDJ_QKNQr6jElaaJvOrjAiWcmcDSUYY08C33PlxdbcTdUI0LVKKhvuJr7EKYV0yLPzFn98c8dneU1UMj5dwIoxDj3-9h0363u0Z5BAi3hWb7ZWkMgSNoDsyqWA10hKbZW6Cw5kHz4PiuSsjXO1ECPTSd0V0HvxePnEeHLJrUPET2/s320/KASUS%20PENCABULAN%20DAN%20KEKERASAN%20TERHADAP%20ANAK.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2026/01/kasus-pencabulan-dan-kekerasan-terhadap.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJ7BXMlPo6SDJ_QKNQr6jElaaJvOrjAiWcmcDSUYY08C33PlxdbcTdUI0LVKKhvuJr7EKYV0yLPzFn98c8dneU1UMj5dwIoxDj3-9h0363u0Z5BAi3hWb7ZWkMgSNoDsyqWA10hKbZW6Cw5kHz4PiuSsjXO1ECPTSd0V0HvxePnEeHLJrUPET2/s72-c/KASUS%20PENCABULAN%20DAN%20KEKERASAN%20TERHADAP%20ANAK.png" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-1128450322889412085</guid><pubDate>Sat, 24 Jan 2026 11:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2026-01-24T18:08:48.307+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pendidikan</category><title>Bagaimana Rakyat Indonesia Bisa Menjadi Cerdas?</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;[Komentar]: Saya tertarik dengan paradigma korupsi rendah di negara maju, disebabkan sistem pendidikan bagus. Memang cukup janggal, Indonesia dengan budaya dan pembelajaran keislaman yang kental tapi justru terpuruk dalam moral, khususnya kejujuran. Saya tidak memiliki gagasan tentang sebuah sistem untuk memperbaiki semuanya karena ternyata faktor-faktornya komplit dan bikin pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Gene]: Assalamu’alaikum wr.wb. Tidak rumit. Tidak sulit. Tidak perlu bikin pusing. Sistem pendidikan yang bagus sudah ada di banyak negara. Contohnya, Finlandia, Denmark, Norwegia, Belgia, Jerman, Selandia Baru, Kanada, dll. Tinggal ditiru saja. Di atas sistem pendidikan sekolah itu, negara2 maju sediakan puluhan jalur bagi orang dewasa untuk belajar di komunitasnya. Ada gedung milik pemda yang khusus untuk belajar di mana2 (mirip banyaknya gedung puskesmas di sini). Ada aula, ruangan kelas, ada guru2 yang digaji, ada kelas sukarelawan, ada perpustakaan di semua kecamatan, dll. jadi akses terhadap pelatihan, ilmu, buku, dan pendidikan ada di mana2 bagi rakyat, baik anak maupun dewasa. Ada kursus yang murah, ada yang gratis. Banyak orang yang sudah pensiun malah siap menjadi pelatih. Ada yang digaji, ada yang sukarelawan. Membangun komunitasnya masing2. Sistemnya sudah begitu sejak puluhan tahun yang lalu. Sekarang juga ada versi online, lewat situs dan aplikasi, yang gratis atau murah juga. Di sini juga bisa. Tinggal ditiru saja sistemnya.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi daripada bangun sistem seperti itu, pemerintah dan pemda selalu lebih sibuk buka lahan kelapa sawit, dan tambang batu bara, dan tambang migas, dan seterusnya. Dan juga sibuk isi rekening masing2 dan mencari kekuatan bisnis dan politik bagi diri sendiri dan keluarganya, untuk 700 turunan. DARIPADA berusaha membuat rakyat cerdas. Kalau rakyat Indonesia bersatu, kita bisa berusaha bangun sistem pendidikan berbasis komunitas seperti di negara maju itu. Tidak harus datang dari atas, dari pemerintah. Dari bawah juga bisa. Misalnya, ada banyak masjid dengan aula yang hanya dipakai untuk acara pernikahan, dan selain itu kosong. Kenapa tidak ada puluhan macam kelas di situ setiap hari? Semua kantor kecamatan ada aula, yang sering kosong. Kenapa tidak ada banyak kelas yang tersedia di situ? Semua desa ada kantor desa, dan sering ada aula kecil. Bisa menjadi kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi rakyat harus bersatu dulu dan semangat berjuang. Tidak cukup diam saja dan menunggu “orang lain” melakukan perubahan. Rakyat harus ada kemauan untuk maju, dan siap berjuang sendiri. Tetapi kebanyakan orang malas berjuang. Maunya duduk manis di rumah, menunggu orang lain membuat anaknya cerdas. Dan kalau sudah dewasa dan menikah dan punya anak, buat apa perlu “belajar lagi” dan menjadi lebih cerdas lagi? Sekolah buat anak, bukan dewasa. Yang dewasa bisa duduk di sofa, merokok, minum kopi, dan nonton bola dan sinetron dan gosip tentang tetangga. Lebih enak daripada baca buku dan menuntut ilmu. Betul?&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama rakyat tidak mau berubah, negara ini tidak akan berubah. Tetapi kalau rakyat siap berubah, negara ini bisa maju cepat dan kalahkan banyak negara lain. Seharusnya INI yang menjadi temanya dalam khutbah Jumat dan semua pengajian, setiap minggu, selama 3 tahun, sampai terjadi perubahan!! Malah semua ustadz sibuk membahas kemenangan di surga dan hukum fiqih. Dan rakyat berusaha duduk di belakang dan cari tembok agar lebih enak tidurnya.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;11. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;(QS. Ar-Ra’d 13:11)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Coba cari ayat yang berbunyi, “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum pemerintah mereka berubah dan membangun sistem pendidikan berkualitas, yang bisa dinikmati oleh rakyatnya tanpa perlu berjuang sendiri”. Apakah ada??? Tidak ada!!!! Kenapa? Karena kuncinya BUKAN di sisi pemerintah, tetapi berada di sisi “kemauan rakyat”. Jadi solusinya adalah: “Bangun. Bersatu. Dan Berjuang Bersama Teman2.” Dan kalau tidak mau, jangan salahkan pemerintah terus. Lihat diri sendiri di cermin, dan bertanya kenapa ilmu2 yang anda miliki tidak pernah diajarkan kepada orang lain!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat sebagai renungan.&lt;br /&gt;Wa billahi taufiq wal hidayah&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;-Gene Netto&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg57i_wQTeiaLTtPoYdr5BwWIheJH7dQ6sCUEillnHMQJANjS94Omrf2YGk_AH2Tv7gORgdBRbnbo8caDaZa0TQl-bFBCfpaYEtVUsGdaxwT01c8vogAks9z4MK6IV1XJm80Bdiz-zqj2o0_MnJBpG-DO39HdXT277ecjEl1C88tGUsjThZage/s1536/Bagaimana%20Rakyat%20Indonesia%20Bisa%20Menjadi%20Cerdas.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1024&quot; data-original-width=&quot;1536&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg57i_wQTeiaLTtPoYdr5BwWIheJH7dQ6sCUEillnHMQJANjS94Omrf2YGk_AH2Tv7gORgdBRbnbo8caDaZa0TQl-bFBCfpaYEtVUsGdaxwT01c8vogAks9z4MK6IV1XJm80Bdiz-zqj2o0_MnJBpG-DO39HdXT277ecjEl1C88tGUsjThZage/s320/Bagaimana%20Rakyat%20Indonesia%20Bisa%20Menjadi%20Cerdas.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2026/01/bagaimana-rakyat-indonesia-bisa-menjadi.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg57i_wQTeiaLTtPoYdr5BwWIheJH7dQ6sCUEillnHMQJANjS94Omrf2YGk_AH2Tv7gORgdBRbnbo8caDaZa0TQl-bFBCfpaYEtVUsGdaxwT01c8vogAks9z4MK6IV1XJm80Bdiz-zqj2o0_MnJBpG-DO39HdXT277ecjEl1C88tGUsjThZage/s72-c/Bagaimana%20Rakyat%20Indonesia%20Bisa%20Menjadi%20Cerdas.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-6323920300851655687</guid><pubDate>Thu, 22 Jan 2026 09:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2026-01-22T16:22:24.295+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">guru</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kekerasan terhadap anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sekolah</category><title>Kenapa Ada Banyak Konflik Antara Siswa Dan Guru Sekarang? </title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;[Komentar]: Menurut saya, kekerasan boleh kalau masih dalam koridor mendidik. Murid jadi takut, termotivasi belajar, dan hormati gurunya. Zaman dulu, guru pakai kekerasan, murid tidak marah, tidak dendam. Zaman dulu, guru dihormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Gene]: Mohon maaf, tetapi orang yang anggap kekerasan dibutuhkan untuk anak belum memahami ilmu pendidikan, ilmu psikologi anak, dan ilmu parenting. Manusia mendidik anjing, kuda, dan binatang lain dengan kekerasan agar binatang itu taat. Apa cocok untuk manusia juga, yang punya otak? Tidak perlu dibedakan antara anjing dan manusia? Faktanya, banyak anak yang dipukul gurunya akan membencinya. Anak lebih mudah belajar dari orang yang disayangi, atau orang yang dibenci??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid tidak marah zaman dulu? Sudah survei berapa juta murid? Sudah baca berapa ratus artikel penelitian? Sudah bicara dengan orang tua yang anaknya bunuh diri setelah menjadi korban bullying dari gurunya? Sudah bicara dengan anak yang menjadi depresi? Sudah bicara dengan anak yang kecanduan narkoba? Atau apakah mereka tidak penting, dan boleh dibuang ke laut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya koreksi pernyataan anda: “Zaman dulu, anak DIPAKSA menghormati guru dan DIANCAM kalau tidak.” Lalu, ketika ancaman itu dihilangkan, anak yang tidak menghormati gurunya tidak perlu takut. Mereka tidak dipukul, ditendang, dan nilainya tidak diturunkan! Hasilnya: Banyak anak tidak mau hormati sebagian guru. Tetapi ada guru2 lain yang tetap dihormati. Jadi bedanya bukan pada anak zaman ini. Bedanya ada pada faktanya bahwa ancaman terhadap anak sudah dihapus, tetapi sikapnya dan ilmunya banyak guru tidak berubah.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apakah sekarang SEMUA guru tidak dihormati oleh SEMUA anak dalam SEMUA sekolah? Tentu saja tidak. Banyak guru masih dihormati dan disayangi! Artinya, ada sebagian guru yang sikap pribadinya tidak terhormat (mereka sombong, kasar, pemarah, dll.). Jadi guru yang itu saja yang tidak dihormati. Tetapi ada banyak guru lain, yang hatinya penuh kasih sayang, dan sangat menghormati dan menghargai siswanya, dan mereka sangat dicintai oleh siswanya.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi yang muncul di media adalah kisah tentang guru2 yang kurang baik, lalu mereka bela diri dengan mantra, “Niat saya mendidik”. Tetapi faktanya adalah guru2 itu kurang baik, dan bertindak dengan sikap yang tidak terhormat. Mereka tidak mau belajar, dan hanya teruskan pola pendidikan yang mereka terima 20 tahun yang lalu. Dan oleh karena itu, guru2 yang itu saja yang TIDAK DIHORMATI oleh sebagian anak. Kenapa? Karena ancaman terhadap anak dihapus, tetapi banyak guru tidak mau berubah dan belajar.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perumpamaan, seorang bapak mau beli mobil baru. Dia terbiasa dengan jenis mobil yang diproduksi 100 tahun yang lalu, karena dipakai bapaknya. Mobil itu sangat tidak aman. Di toko Toyota, dia minta mobil seperti itu. Ditawarkan mobil baru, yang jauh lebih baik, dia menolak. Yang zaman dulu cukup bagus, kenapa harus berubah? Kalau berjalan dengan kecepatan 20 km/jam, akan aman. Kenapa anak muda sekarang mau berjalan 100 km/jam, dalam mobil yang aman? Yang salah anak muda sekarang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak itu cerdas? Atau bodoh? Sudah ada ratusan kemajuan dalam ilmu penciptaan mobil. Tetapi dia tidak peduli karena terbiasa dengan sistem lama! Bukan karena terbukti lebih baik, tapi karena terbiasa!! Itu setara dengan guru yang mau teruskan pola pendidikan zaman dulu (dari 50-100 tahun yang lalu), dan abaikan ratusan kemajuan dalam ilmu pendidikan, psikologi anak, dan parenting. Sekarang ada pilihan. 1) Mau belajar, dan siap berubah, sesuai zaman ini? Atau 2) Mau berpegang teguh pada hal yang berlaku di zaman dulu? Ilmu sudah berubah, tetapi sebagian guru menolak belajar lalu jadikan anak kambing hitam agar gurunya tidak perlu berubah!&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat sebagai renungan.&lt;br /&gt;-Gene Netto&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0ygL1ri_CPZKglCO2gK5uGkWdjaMsN62_VYh3PIOmcEYayjOXOpfnuJT2wfdOG6Ggr5xRJYV_6AUxb71tDYE4RfRx_XcgnWqD1D56Bf3dvNVGG1oP-UVeYqyJH3GvWkGoAG_I5Rk0CJHyXv92OWqiCOPeG1kszAcGxYID4t6dvm4ZvJHRegvf/s1536/Kenapa%20Ada%20Banyak%20Konflik%20Antara%20Siswa%20Dan%20Guru%20Sekarang.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1024&quot; data-original-width=&quot;1536&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0ygL1ri_CPZKglCO2gK5uGkWdjaMsN62_VYh3PIOmcEYayjOXOpfnuJT2wfdOG6Ggr5xRJYV_6AUxb71tDYE4RfRx_XcgnWqD1D56Bf3dvNVGG1oP-UVeYqyJH3GvWkGoAG_I5Rk0CJHyXv92OWqiCOPeG1kszAcGxYID4t6dvm4ZvJHRegvf/s320/Kenapa%20Ada%20Banyak%20Konflik%20Antara%20Siswa%20Dan%20Guru%20Sekarang.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2026/01/kenapa-ada-banyak-konflik-antara-siswa.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0ygL1ri_CPZKglCO2gK5uGkWdjaMsN62_VYh3PIOmcEYayjOXOpfnuJT2wfdOG6Ggr5xRJYV_6AUxb71tDYE4RfRx_XcgnWqD1D56Bf3dvNVGG1oP-UVeYqyJH3GvWkGoAG_I5Rk0CJHyXv92OWqiCOPeG1kszAcGxYID4t6dvm4ZvJHRegvf/s72-c/Kenapa%20Ada%20Banyak%20Konflik%20Antara%20Siswa%20Dan%20Guru%20Sekarang.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-7532716737604944174</guid><pubDate>Wed, 14 Jan 2026 00:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2026-01-14T07:13:24.900+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><title>Rekaman Bodycam Menunjukkan Polisi Amerika Memberikan Resusitasi Jantung Paru pada Bayi</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Di Amerika, seorang polisi datang ke rumah orang dan temukan bayi yang tidak bernafas. Ambulance sudah dipanggil, tetapi belum sampai. Jadi polisi itu ikuti pelatihannya, dan langsung mulai Resusitasi Jantung Paru (RJP-CPR). Syukur, bayi itu mulai bernafas lagi dan selamat. Kalau hal yang sama terjadi di Indonesia, bayi yang tidak bernafas itu akan &quot;dibawa lari ke puskesmas&quot;. Dan setelah perjalanan 20 menit, di luar dugaan, anak yang tadinya mati tetap saja mati. Siapa yang bisa menyangka? Anak yang tidak bernafas selama 20 menit kok bisa tetap mati ya? Kenapa dokter tidak bisa hidupkan kembali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara maju, polisi, guru, satpam, petugas, dan orang yang kerja dalam ratusan bidang lain yang berhadapan dengan anak dan rakyat umum, diwajibkan belajar Resusitasi Jantung Paru (RJP - CPR). Di Indonesia, daripada belajar RJP, semuanya belajar kalimat sakral untuk membahas mayat anak yang mustahil dibantu, yaitu: “Ini Musibah, dan Takdir Allah, dan Kami Tidak Menyangka!”&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara lain, anak diselamatkan. Di Indonesia, anak dikuburkan. Kesannya di sini terlalu sulit untuk “belajar” cara menyelamatkan anak yang tidak bernafas, walaupun hanya butuh beberapa jam saja. Lebih mudah hafal kalimat sakral yang bantu semua orang lepaskan segala bentuk tanggung jawab, dan salahkan Tuhan saja.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat sebagai renungan.&lt;br /&gt;-Gene Netto&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekaman Bodycam Menunjukkan Polisi Amerika Memberikan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;
  &lt;o:AllowPNG/&gt;
 &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-ID&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;
   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;
   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;&amp;#45;-&quot;/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot;/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot;/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot;/&gt;
   &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot;/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot;/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;false&quot;
  DefSemiHidden=&quot;false&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;376&quot;&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;index 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;index 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;index 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;index 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;index 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;index 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;index 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;index 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;index 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Normal Indent&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;footnote text&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;annotation text&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;header&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;footer&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;index heading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;table of figures&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;envelope address&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;envelope return&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;footnote reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;annotation reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;line number&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;page number&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;endnote reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;endnote text&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;table of authorities&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;macro&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;toa heading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;List Bullet&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;List Number&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;List 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;List 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;List 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;List 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;List Bullet 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;List Bullet 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;List Bullet 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;List Bullet 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;List Number 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;List Number 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;List Number 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;List Number 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Closing&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Signature&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Body Text&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Body Text Indent&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;List Continue&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;List Continue 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;List Continue 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;List Continue 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;List Continue 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Message Header&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Salutation&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Date&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Body Text First Indent&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Body Text First Indent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Note Heading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Body Text 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Body Text 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Body Text Indent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Body Text Indent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Block Text&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Hyperlink&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;FollowedHyperlink&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Document Map&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Plain Text&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;E-mail Signature&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;HTML Top of Form&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;HTML Bottom of Form&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Normal (Web)&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;HTML Acronym&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;HTML Address&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;HTML Cite&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;HTML Code&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;HTML Definition&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;HTML Keyboard&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;HTML Preformatted&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;HTML Sample&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;HTML Typewriter&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;HTML Variable&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Normal Table&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;annotation subject&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;No List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Outline List 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Outline List 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Outline List 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Simple 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Simple 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Simple 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Classic 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Classic 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Classic 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Classic 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Colorful 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Colorful 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Colorful 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Columns 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Columns 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Columns 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Columns 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Columns 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Grid 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Grid 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Grid 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Grid 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Grid 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Grid 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Grid 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Grid 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table List 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table List 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table List 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table List 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table List 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table List 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table List 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table List 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table 3D effects 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table 3D effects 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table 3D effects 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Contemporary&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Elegant&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Professional&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Subtle 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Subtle 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Web 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Web 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Web 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Balloon Text&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Table Theme&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; QFormat=&quot;true&quot;
   Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; QFormat=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; QFormat=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; QFormat=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; QFormat=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; QFormat=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;41&quot; Name=&quot;Plain Table 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;42&quot; Name=&quot;Plain Table 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;43&quot; Name=&quot;Plain Table 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;44&quot; Name=&quot;Plain Table 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;45&quot; Name=&quot;Plain Table 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;40&quot; Name=&quot;Grid Table Light&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot; Name=&quot;Grid Table 1 Light&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot; Name=&quot;Grid Table 6 Colorful&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot; Name=&quot;Grid Table 7 Colorful&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;
   Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;
   Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;
   Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;
   Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;
   Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;
   Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;
   Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;
   Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;
   Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;
   Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;
   Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;
   Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;
   Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;
   Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;
   Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;
   Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;
   Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;
   Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot; Name=&quot;List Table 1 Light&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot; Name=&quot;List Table 6 Colorful&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot; Name=&quot;List Table 7 Colorful&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;
   Name=&quot;List Table 1 Light Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;
   Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;
   Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;
   Name=&quot;List Table 1 Light Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;
   Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;
   Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;
   Name=&quot;List Table 1 Light Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;
   Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;
   Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;
   Name=&quot;List Table 1 Light Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;
   Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;
   Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;
   Name=&quot;List Table 1 Light Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;
   Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;
   Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;
   Name=&quot;List Table 1 Light Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;
   Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;
   Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Mention&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Smart Hyperlink&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Hashtag&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Unresolved Mention&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
   Name=&quot;Smart Link&quot;/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-priority:99;
	mso-style-parent:&quot;&quot;;
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin-top:0cm;
	mso-para-margin-right:0cm;
	mso-para-margin-bottom:8.0pt;
	mso-para-margin-left:0cm;
	line-height:115%;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:12.0pt;
	font-family:&quot;Aptos&quot;,sans-serif;
	mso-ascii-font-family:Aptos;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-hansi-font-family:Aptos;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;
	mso-font-kerning:1.0pt;
	mso-ligatures:standardcontextual;
	mso-fareast-language:EN-US;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;span class=&quot;selectable-text&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Aptos&amp;quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Aptos; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;Resusitasi Jantung Paru &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp;pada Bayi&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=fbZQf7XNALw&quot;&gt;https://www.youtube.com/watch?v=fbZQf7XNALw&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgI7RRL9aJa9rO6eIpwIjzTTocOeYpt9DbcsPP7aiYzB1B1UwLE6yV5nYH1T1jOUXmnm6mLNAJOSJ_J4czvtgbPTJ4L104f6C5y_RLSqadlLX6W2_DiguLZpkso-EPqO74ca3n2fNMz1zmpv0UDeOtpnCLpxUIgohpcH2NFdRUCXCU1indvhvWD/s1461/Rekaman%20Bodycam%20Menunjukkan%20Polisi%20Amerika%20Memberikan%20RJP-CPR%20pada%20Bayi.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;782&quot; data-original-width=&quot;1461&quot; height=&quot;171&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgI7RRL9aJa9rO6eIpwIjzTTocOeYpt9DbcsPP7aiYzB1B1UwLE6yV5nYH1T1jOUXmnm6mLNAJOSJ_J4czvtgbPTJ4L104f6C5y_RLSqadlLX6W2_DiguLZpkso-EPqO74ca3n2fNMz1zmpv0UDeOtpnCLpxUIgohpcH2NFdRUCXCU1indvhvWD/w320-h171/Rekaman%20Bodycam%20Menunjukkan%20Polisi%20Amerika%20Memberikan%20RJP-CPR%20pada%20Bayi.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2026/01/rekaman-bodycam-menunjukkan-polisi.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgI7RRL9aJa9rO6eIpwIjzTTocOeYpt9DbcsPP7aiYzB1B1UwLE6yV5nYH1T1jOUXmnm6mLNAJOSJ_J4czvtgbPTJ4L104f6C5y_RLSqadlLX6W2_DiguLZpkso-EPqO74ca3n2fNMz1zmpv0UDeOtpnCLpxUIgohpcH2NFdRUCXCU1indvhvWD/s72-w320-h171-c/Rekaman%20Bodycam%20Menunjukkan%20Polisi%20Amerika%20Memberikan%20RJP-CPR%20pada%20Bayi.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-1397699189954373526</guid><pubDate>Wed, 14 Jan 2026 00:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2026-01-14T07:09:10.463+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><title>Anak Yang Tidak Bernafas Hanya Bisa Diselamatkan Dengan Resusitasi Jantung Paru</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Kapan rakyat Indonesia akan diberitahu bahwa seorang anak yang dibawa jalan-jalan selama 20 menit dalam keadaan tidak bernafas mustahil hidup kembali? Kalau tidak dilakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP - CPR) langsung di saat itu, di tempat kejadiannya, maka tidak mungkin anak itu bisa diselamatkan. “Dibawa lari ke rumah sakit” sama dengan “menjamin kematiannya”. Tetapi dalam semua berita baru, setiap kali orang dewasa ketemu anak yang tidak bernafas, yang baru saja tewas (biasanya tenggelam), tindakan yang sama selalu dilakukan: Mereka MENJAMIN anak itu mati dengan dibawa jalan-jalan selama 20 menit dalam keadaan tidak bernafas. Sudah jelas mereka “ingin menyelamatkan” anak itu. Tetapi tindakannya justru merupakan jaminan anak itu mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau seluruh rakyat dan semua anak sekolah bisa dididik tentang bahayanya demam berdarah, cara memberantas telur nyamuknya, dan cara hindari gigitan dari satu jenis nyamuk saja, pada jam tertentu saja, kenapa tidak bisa dididik juga tentang kewajiban melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP - CPR) langsung pada saat ketemu anak yang baru tenggelam atau tewas? Info demam berdarah bisa disebarkan, sampai semua orang hafal. Kenapa info RJP tidak bisa disebarkan juga? Berapa banyak anak bangsa harus tewas secara sia-sia, karena nyaris tidak ada orang dewasa yang mengerti apa yang perlu dilakukan?&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang baru saja tenggelam atau tewas BISA hidup kembali kalau dilakukan RJP dalam waktu 5-10 menit. (Kalau sudah tewas 30 menit lebih, tidak berguna lagi.) Kalau pemerintah tidak mau bertindak, rakyat bisa! Semua orang tua bisa minta pengurus sekolah dan pesantren melakukan pelatihan 1 hari. Karyawan bisa usulkan di PT-nya. PNS bisa minta diadakan di semua lembaga dan kementerian. Kalau dimulai sekarang, mungkin pada tahun depan kita bisa melihat berita yang berbeda: Anak yang tenggelam DISELAMATKAN dan hidup kembali karena dilakukan RJP dengan cepat!! Tetapi kalau 100 juta orang dewasa dan 80 juta anak sekolah dan santri juga diam dan tidak mau bertindak, maka berita tidak akan berubah: Anak yang baru saja tewas dijamin tidak bisa diselamatkan, karena dibawa jalan-jalan keliling kota sebelum dinyatakan “tetap mati” di puskesmas. Mau lihat berita yang mana?&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat sebagai renungan.&lt;br /&gt;-Gene Netto&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bocah 4 Tahun di Jambi Tewas Saat Bermain dalam Wahana Istana Balon&lt;br /&gt;Beberapa saat setelah balon dilipat, orang tua korban datang mencari anaknya. Pemilik kemudian membuka kembali lipatan balon dan menemukan korban dalam keadaan tidak sadarkan diri. G langsung dibawa ke RS DKT Sungai Penuh, namun dinyatakan meninggal dunia.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8237969/bocah-4-tahun-di-jambi-tewas-saat-bermain-dalam-wahana-istana-balon &quot;&gt;https://www.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMO8m-LTLgIYl1zf5NOUHPTxZrxGlDbdtxpIv1NuUM30G1rJFyjUcg7VWUVWQQWu8si60l3JJZEJmSScp_p3TRWb32YHBd-F897y7oWdMeeA1YEtVzMWYbJv1BcPi69OGol6OBBPnPB3IV0O0ScjmVH0XVcooUdnU25x1DTK3j1uEnQ9xV4UzE/s833/Anak%20Yang%20Tidak%20Bernafas%20Hanya%20Bisa%20Diselamatkan%20Dengan%20Resusitasi%20Jantung%20Paru.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;671&quot; data-original-width=&quot;833&quot; height=&quot;258&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMO8m-LTLgIYl1zf5NOUHPTxZrxGlDbdtxpIv1NuUM30G1rJFyjUcg7VWUVWQQWu8si60l3JJZEJmSScp_p3TRWb32YHBd-F897y7oWdMeeA1YEtVzMWYbJv1BcPi69OGol6OBBPnPB3IV0O0ScjmVH0XVcooUdnU25x1DTK3j1uEnQ9xV4UzE/s320/Anak%20Yang%20Tidak%20Bernafas%20Hanya%20Bisa%20Diselamatkan%20Dengan%20Resusitasi%20Jantung%20Paru.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2026/01/anak-yang-tidak-bernafas-hanya-bisa.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMO8m-LTLgIYl1zf5NOUHPTxZrxGlDbdtxpIv1NuUM30G1rJFyjUcg7VWUVWQQWu8si60l3JJZEJmSScp_p3TRWb32YHBd-F897y7oWdMeeA1YEtVzMWYbJv1BcPi69OGol6OBBPnPB3IV0O0ScjmVH0XVcooUdnU25x1DTK3j1uEnQ9xV4UzE/s72-c/Anak%20Yang%20Tidak%20Bernafas%20Hanya%20Bisa%20Diselamatkan%20Dengan%20Resusitasi%20Jantung%20Paru.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-5571201645992279218</guid><pubDate>Tue, 13 Jan 2026 23:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2026-01-14T06:54:20.127+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">indonesia</category><title>Kenapa Petugas Damkar Indonesia Tidak Punya Masker Oksigen?</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Sebuah pesantren di Jakarta Selatan kebakaran di basement. Santri berusaha padamkan api (tanpa ilmu, tanpa alat) sebelum petugas Damkar datang. Hasilnya, 23 santri sesak nafas dan dibawa ke rumah sakit. Saya cari videonya, dan di semua situs berita, saya lihat kalimat yang sama: PETUGAS DAMKAR KESULITAN PADAMKAN API KARENA TIDAK BISA MASUK BASEMENT KARENA ASAPNYA TEBAL. Saya bingung. Buat apa masker dan tabung oksigen bagi petugas Damkar kalau mereka takut pada asap? Lalu saya perhatikan videonya. Tidak ada satupun petugas yang pakai. Kok bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia, negara yang makin maju, dengan kereta cepat, industri pesawat, membuat kapal dan kapal selam sendiri, bisa kirim TNI dengan fasilitas lengkap ke negara lain untuk menjaga kedamaian, tetapi petugas Damkar TIDAK PUNYA MASKER DAN TABUNG OKSIGEN??? Pada tahun 2025??? Sebuah alat cukup sederhana yang sudah menjadi standar di semua negara barat sejak 1950, tetapi 75 tahun kemudian, Indonesia masih belum punya? DI IBU KOTA NEGARA?? Sehingga ketika terjadi kebakaran, petugas Damkar hanya bisa lihat dari kejauhan karena takut pada asap tebal???&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Siapa yang merasa malu?&amp;nbsp;&lt;br /&gt;-Gene Netto&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesantren Al-Mawaddah Ciganjur Kebakaran: 23 Santri Merasa Sesak Nafas&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://www.nu.or.id/jakarta/pesantren-al-mawaddah-ciganjur-kebakaran-23-santri-merasa-sesak-nafas-zlrsI &quot;&gt;https://www.nu.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ponpes Al Mawaddah di Jagakarsa Terbakar, Sejumlah Santri Jatuh Pingsan&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=zDIXf5A3wn8&quot;&gt;https://www.youtube.com/watch?v=zDIXf5A3wn8&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqGVCkhrJ1v492z2Dc6hJh8SxMx1okr6a0opfnHWTIMv06kV7tsHJJvbM7f_5WVwpAY-ifA41sYIY9lLz0BwhBfemt45ctnicLL76OIzzWtxzGUNycPa-JKr_YGoLZFP3aEAir07IQvSYOFHHad9nJqazmmgx-3JYXHxrMuZrV8-jZ3yeUpDS6/s1600/Kenapa%20Petugas%20Damkar%20Indonesia%20Tidak%20Punya%20Masker%20Oksigen.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;font-family: arial; margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1142&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqGVCkhrJ1v492z2Dc6hJh8SxMx1okr6a0opfnHWTIMv06kV7tsHJJvbM7f_5WVwpAY-ifA41sYIY9lLz0BwhBfemt45ctnicLL76OIzzWtxzGUNycPa-JKr_YGoLZFP3aEAir07IQvSYOFHHad9nJqazmmgx-3JYXHxrMuZrV8-jZ3yeUpDS6/s320/Kenapa%20Petugas%20Damkar%20Indonesia%20Tidak%20Punya%20Masker%20Oksigen.jpeg&quot; width=&quot;228&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2026/01/kenapa-petugas-damkar-indonesia-tidak.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqGVCkhrJ1v492z2Dc6hJh8SxMx1okr6a0opfnHWTIMv06kV7tsHJJvbM7f_5WVwpAY-ifA41sYIY9lLz0BwhBfemt45ctnicLL76OIzzWtxzGUNycPa-JKr_YGoLZFP3aEAir07IQvSYOFHHad9nJqazmmgx-3JYXHxrMuZrV8-jZ3yeUpDS6/s72-c/Kenapa%20Petugas%20Damkar%20Indonesia%20Tidak%20Punya%20Masker%20Oksigen.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-1345340868432426115</guid><pubDate>Tue, 13 Jan 2026 23:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2026-01-14T06:48:08.952+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gene</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><title>Sakit, Kok Malah Bersyukur? </title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Assalamu’alaikum wr.wb. Kemarin saya sakit kepala keras, meriang, dan lemas. Sepanjang hari kemarin ada sakit kepala ringan. Setelah maghrib, ada niat makan dan tidur cepat. Lalu saya dapat permintaan bicara dengan anak perempuan yang sudah murtad selama 2 tahun. Walaupun kurang enak badan, saya terima, dan diskusi lewat telfon dengan anak itu dan ibunya selama 3 jam. Ketika selesai, sudah jam 11 malam, saya belum makan, dan sudah mulai meriang. Jadi saya makan dulu, minum obat, dan tidur. Saat bangun subuh, sakit kepalanya tambah keras, jadi saya minum obat lagi dan tidur. Ketika bangun jam 2 siang, sakit kepala lebih keras lagi, dan saya merasa lebih meriang, dan mual, dan lemas.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berbaring di kasur dan mulai bersyukur. Kok Malah Bersyukur? Kenapa? Karena saya sadar bahwa punya kamar yang aman dan bersih, yang bebas dari segala gangguan. Ada listrik, AC, komputer, internet, HP, uang, kamar mandi yang bersih, makanan di dapur, tidak ada luka di tubuh, dan ada rumah sakit dan apotek yang dekat kalau dibutuhkan. Alasan-alasan untuk bersyukur ada ratusan, bahkan ribuan, kalau mau disadari. Apapun keadaan kita, apapun kondisi fisik kita, apapun lokasi kita, selalu ada banyak orang lain yang alami kesulitan yang lebih besar lagi. Dan kalau Allah berikan rasa sakit sekecil apapun, dijamin dosa kita akan diampuni. Alhamdulillah.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang bisa langsung mengeluh dan “salahkan Tuhan” kalau mau! (Kenapa saya harus sakit, padahal kemarin malam saya berdakwah, dan ada banyak tugas lain yang mau dikerjakan sekarang?!) Tetapi keluhan itu tidak membawa manfaat. Jadi orang yang beriman kepada Allah tidak akan mencari “alasan untuk mengeluh” tetapi malah akan mencari “alasan untuk bersyukur”. Dan kalau kita sadar atas semua nikmat yang Allah berikan, sangat tidak mungkin kita sanggup “bayar kembali” kepada Allah. Dan Allah juga tidak minta. Yang diminta oleh Allah sederhana saja: Beriman kepada Allah, selalu berbaik sangka kepada Allah, dan selalu mencari alasan untuk bersyukur! Dan ketika kita bersyukur, Allah berjanji bahwa kita akan diberikan lebih banyak kenikmatan lagi. Alhamdulillah. Kita wajib shalat, tetapi saya tidak sanggup bersujud karena rasa sakit akan bertambah, dan alhamdulillah boleh shalat duduk!! Alhamdulillah x 1.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, &quot;Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.&quot;&lt;br /&gt;(QS. Ibrahim 14:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat sebagai renungan.&lt;br /&gt;Wa billahi taufiq wal hidayah&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;-Gene Netto&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMrhqPhUJGbQPtlaFkKI1tWAE7zgE9X5BupgopN1BHx7cpAp5UsOuYcaD7YoFm3X1aZdcx4OTT1UeETlwcE7TPJI1uR3ILQccF34IgFksIXMj9MwYMbTybPwpVIUe2i6WQM8sYhPRoL4rWoZHuAwK3thXKzcw1apPrhoN-vYCxb-Swqdy0aAZR/s320/Sakit,%20Kok%20Malah%20Bersyukur.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;320&quot; data-original-width=&quot;320&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMrhqPhUJGbQPtlaFkKI1tWAE7zgE9X5BupgopN1BHx7cpAp5UsOuYcaD7YoFm3X1aZdcx4OTT1UeETlwcE7TPJI1uR3ILQccF34IgFksIXMj9MwYMbTybPwpVIUe2i6WQM8sYhPRoL4rWoZHuAwK3thXKzcw1apPrhoN-vYCxb-Swqdy0aAZR/s1600/Sakit,%20Kok%20Malah%20Bersyukur.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2026/01/sakit-kok-malah-bersyukur.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMrhqPhUJGbQPtlaFkKI1tWAE7zgE9X5BupgopN1BHx7cpAp5UsOuYcaD7YoFm3X1aZdcx4OTT1UeETlwcE7TPJI1uR3ILQccF34IgFksIXMj9MwYMbTybPwpVIUe2i6WQM8sYhPRoL4rWoZHuAwK3thXKzcw1apPrhoN-vYCxb-Swqdy0aAZR/s72-c/Sakit,%20Kok%20Malah%20Bersyukur.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-7119867123789497587</guid><pubDate>Mon, 22 Dec 2025 13:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-12-22T20:00:15.874+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">dakwah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gene</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">islam</category><title>Kalau Gene Netto Masuk Islam Karena Sinterklaus, Yang Murtad Menemukan Apa? </title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;[Pertanyaan]: Setelah Gene tahu Sinterklaus tidak nyata, agama Kristen ditinggalkan. Lalu, orang yang murtad menemukan apa ya sehingga mau tinggalkan Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Gene]: Assalamu’alaikum wr.wb. Yang masuk Islam setiap tahun di Indonesia ada puluhan ribu orang. Semua masjid besar punya daftar. Tetapi yang murtad sedikit, dan polanya hampir selalu sama. Anak remaja atau pemuda murtad karena sebab ini: 1) Dia benci orang tuanya, ada masalah keluarga. 2) Ada pacar non-Muslim. 3) Belajar filosofi (SMA atau kuliah). 4) Merasa Muslim keturunan, mungkin agama lain “lebih baik”. 5) Ada kejadian aneh seperti mimpi melihat salib, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang itu hampir selalu tidak rajin beribadah dan ilmu agama Islamnya rendah. Yang punya masalah keluarga ingin mencari “kenikmatan” dalam agama lain. Ada yang murtad hanya untuk menyakiti orang tuanya. Ada rasa benci dan emosi, jadi mereka merenung: “Kalau Islam benar, kenapa bapak/ibu begini?” Dianggap orang tua Muslim seharusnya “sempurna”. Kalau tidak, Islam yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang punya pacar Kristen utamakan cinta terhadap pacar. Kalau ditanya kenapa lebih mencintai pacarnya, daripada Allah dan Rasulullah SAW, mereka tidak bisa menjawab. Yang belajar filosofi utamakan pemikiran orang non-Muslim zaman dulu, dan tidak peduli pada pemikiran Rasulullah atau Firman Allah di dalam Al Qur’an. Dianggap ahli filosofi lebih paham tujuan hidup daripada Nabi Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang anggap dirinya “Muslim keturunan” merasa seharusnya cari agama sendiri. (Tetapi saat bapaknya bayar kuliah, mereka terima “uang keturunan”, tidak perlu dicari sendiri.) Yang dapat mimpi aneh, atau kejadian serupa, mencari penjelasan dari teman non-Muslim dan percaya pada jawabannya, dan tidak mencari penjelasan dari orang tua (yang dibenci) atau ustadz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 30 tahun berikan konsultasi, saya belum pernah dengar ada satu kasus di mana seorang Muslim pelajari ajaran Kristen dan Islam, pelajari Al Kitab dan Al Quran, lalu menggunakan LOGIKA untuk tinggalkan Islam dan memilih Kristen. Selalu dipilih karena masalah keluarga, pacar, merasa Islam keturunan, kejadian aneh, dsb. Yang belajar filosofi biasanya menjadi ateis dan meragukan semua agama. Jadi semuanya lepaskan akal yang sehat, dan mengikuti perasaan dan emosinya.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu orang yang diskusi dengan saya dulu. Di mengaku: tidak tahu Alkitab ditulis siapa, dan tidak yakin dia “mengikuti Yesus” dengan benar. Dia sepakat: Yesus adalah orang Yahudi, baca Taurat, dalam bahasa Ibrani, di Sinagoge, pada hari Sabtu! Yesus tidak masuk gereja, pada hari Minggu, untuk baca Alkitab, dalam bahasa asing, melakukan Misa, bernyanyi, menatap salib, dan berdoa kepada Yesus, dalam bahasa asing, dan tidak pernah membahas Trinitas. Tetapi dia masih memilih agama Kristen karena mencintai pacarnya, dan “semua agama sama”, jadi semua orang baik pasti masuk surga.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mereka menolak menggunakan logika, sulit dibantu. Allah sudah kasih mereka kenikmatan lahir sebagai Muslim, lalu mereka sendiri yang membuangnya. Tetapi kalau mereka bersedia diskusi berbasis logika, biasanya dalam beberapa jam (atau beberapa pertemuan) mereka kembali ke Islam.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100. Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.&lt;br /&gt;(QS. Yunus 10:100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Kepada Orang Tua: Membangun hubungan harmonis dengan anak. Sering peluk dan cium mereka, sampai dewasa (remaja juga butuh, laki-laki juga). Jangan menjadi marah. Kemarahan bukan solusi terhadap masalah: Hati anak perlu cinta, kasih sayang, diskusi, dan penerimaan, bukan kemarahan. Anak yang mencintai orang tuanya, akrab, sering dipeluk, dan dapat pendidikan Islam yang baik, akan taat pada orang tua, dan tidak akan murtad, insya Allah. Jawab pertanyaan mereka dengan logika, dan kalau sulit, cari bantuan. Insya Allah anak-anak Muslim yang dibesarkan seperti itu akan selamat, dan keimanan mereka terjaga.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Wa billahi taufiq wal hidayah.&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr.wb.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;-Gene Netto&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwh9zvF4dKAIBSzf8Kckf2cQISI6jLeFgut0-i4tIQOQrUl24AMfnbKVyhL8BS8cU6Kw-DnZ-nmP-T9me_KQbyTeVlWNfwSK_JbA3S3SVIMlRww4IpVy_P0NtTky7i0yvtxpAiRWZBbiCWezjMdX99cV-NhFd9CfoUHJMi7cboSKMDYRQ8cz0R/s1024/Kalau%20Gene%20Netto%20Masuk%20Islam%20Karena%20Sinterklaus,%20Yang%20Murtad%20Menemukan%20Apa.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1024&quot; data-original-width=&quot;1024&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwh9zvF4dKAIBSzf8Kckf2cQISI6jLeFgut0-i4tIQOQrUl24AMfnbKVyhL8BS8cU6Kw-DnZ-nmP-T9me_KQbyTeVlWNfwSK_JbA3S3SVIMlRww4IpVy_P0NtTky7i0yvtxpAiRWZBbiCWezjMdX99cV-NhFd9CfoUHJMi7cboSKMDYRQ8cz0R/s320/Kalau%20Gene%20Netto%20Masuk%20Islam%20Karena%20Sinterklaus,%20Yang%20Murtad%20Menemukan%20Apa.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2025/12/kalau-gene-netto-masuk-islam-karena.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwh9zvF4dKAIBSzf8Kckf2cQISI6jLeFgut0-i4tIQOQrUl24AMfnbKVyhL8BS8cU6Kw-DnZ-nmP-T9me_KQbyTeVlWNfwSK_JbA3S3SVIMlRww4IpVy_P0NtTky7i0yvtxpAiRWZBbiCWezjMdX99cV-NhFd9CfoUHJMi7cboSKMDYRQ8cz0R/s72-c/Kalau%20Gene%20Netto%20Masuk%20Islam%20Karena%20Sinterklaus,%20Yang%20Murtad%20Menemukan%20Apa.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-417143002999480138</guid><pubDate>Wed, 17 Dec 2025 02:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-12-17T09:11:24.804+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">dakwah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah Dakwah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">parenting</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pendidikan</category><title>Dakwah Berhasil Dengan Remaja Muslim Yang Mau Murtad</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Assalamu’alaikum wr.wb. Dua hari yang lalu saya diskusi dengan seorang anak laki-laki yang merasa ragu terhadap kebenaran Islam, dan juga tidak salat selama beberapa tahun. Dia telah diskusi dengan teman Kristen, dan ingin mendalami agama lain karena berpikir mungkin lebih bahagia kalau tinggalkan Islam. Alhamdulillah, dia masih bersedia diskusi dengan saya ketika ibunya memberi saran.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami diskusi selama hampir tiga jam. Saya jelaskan tentang agama Kristen, Alkitab, Yahudi, Taurat, Hindu, Buddha, Nirwana, dll. Ternyata, dia baru tahu sedikit, dan juga kurang paham ajaran Islam. Saya jelaskan, dalam semua kasus ada anak Muslim yang mau murtad, selalu ada pola yang sama. Saya sebutkan contohnya, lalu dia senyum lebar dan bilang, “Kok sepertinya membahas saya?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti banyak orang lain yang ingin murtad, dia benci bapaknya. Banyak anak seperti itu tidak ingin memahami Islam, dan hanya ingin Islam disalahkan. Yang dipikirkan, kalau bapaknya jelek, tidak mungkin Islam benar! Kalau Islam benar, bapaknya akan ikuti ajaran Islam dan menjadi baik. Ternyata tidak begitu, jadi Islam yang harus disalahkan!&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjelaskan ajaran Islam kepadanya dengan landasan logika, dan kami diskusi secara baik. Ternyata, dia juga termasuk anak yang memang mencari jawaban, dan sangat senang bisa memahami Islam dan kehidupannya lewat lensa logika. Dia mengaku sudah 5 tahun tidak shalat, dan tidak pernah berdoa atau minta apapun dari Allah.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berikan perumpamaan. Kalau saya memberikan nomor HP presiden, dan saya berkata, “Presiden sangat bangga dengan kamu, dan inginkan kamu menjadi bahagia dan sukses. Jadi, kalau kamu perlu bantuan apa pun, pakai nomor ini, hubungi presiden, dan tinggalkan pesan suara. Presiden tidak bisa bicara dengan kamu, tetapi dia akan dengarkan pesan kamu, dan akan berusaha memberikan yang kamu minta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya bertanya, maukah kamu pakai nomor itu? Dia ketawa dan menjawab, Iya, tentu saja!!!!! Saya berkata, kamu bisa hubungi Tuhan Yang Maha Esa setiap hari, tinggalkan pesan, dan minta apa saja. Jadi, daripada telfon presiden, kenapa tidak “telfon Allah”? Dia jauh lebih berkuasa, dan satu-satunya orang yang menghalangi kamu dari hubungi Allah setiap hari adalah kamu sendiri!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia ketawa dan langsung paham. Malam itu, ibunya memberi tahu saya bahwa dia langsung berubah setelah bicara dengan saya, menjadi lebih bahagia dan positif, dan ingin mulai belajar Islam lagi. Satu hari kemudian, anak itu kirim pesan kepada saya dan bilang dia mau pergi ke masjid untuk shalat. Saya kaget. Tidak menyangka dia akan berubah secepat itu. Alhamdulillah. Dia sudah berdoa (sesuai arahan saya), dan minta diberi petunjuk, minta dibuat yakin, dan minta bantuan dari Allah untuk berubah dan menjadi semangat shalat dan sering berdoa kepada Allah. Alhamdulillah, dalam 1 hari saja, doanya anak itu sudah dikabulkan. (Dan doanya saya dan ibunya juga!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jelaskan kepadanya bahwa itu cara termudah untuk mendapatkan BUKTI bahwa Allah selalu mendengarkan kita, yaitu minta kepada kepada-Nya sebanyak mungkin dan harus yakin bahwa Allah akan dengarkan kita. Semakin banyak yang kita minta, semakin banyak yang kita dapatkan. Alhamdulillah dia bisa langsung paham, dan tidak ingin tinggalkan Islam lagi.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Wa billahi taufiq wal hidayah,&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr.wb.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;-Gene Netto&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTRWi24uWrfdGuUvqNkR9AS_ZUj9nStkc951Ims1qV7fGNJn0ZNu76f_pK9EAlRtPCc27EXNbOladgPD-_lDBlyYIe9gy722u1qJuPJnFaBa_rJIFh2EYB_pirqGBwgcLqVjhdoXj8D5n5e-XXoOmtG_KKUcbgcmLCfr7L_Lus7HDGMOfG16pn/s1024/Dakwah%20Berhasil%20Dengan%20Remaja%20Muslim%20Yang%20Mau%20Murtad.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1024&quot; data-original-width=&quot;1024&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTRWi24uWrfdGuUvqNkR9AS_ZUj9nStkc951Ims1qV7fGNJn0ZNu76f_pK9EAlRtPCc27EXNbOladgPD-_lDBlyYIe9gy722u1qJuPJnFaBa_rJIFh2EYB_pirqGBwgcLqVjhdoXj8D5n5e-XXoOmtG_KKUcbgcmLCfr7L_Lus7HDGMOfG16pn/s320/Dakwah%20Berhasil%20Dengan%20Remaja%20Muslim%20Yang%20Mau%20Murtad.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2025/12/dakwah-berhasil-dengan-remaja-muslim.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTRWi24uWrfdGuUvqNkR9AS_ZUj9nStkc951Ims1qV7fGNJn0ZNu76f_pK9EAlRtPCc27EXNbOladgPD-_lDBlyYIe9gy722u1qJuPJnFaBa_rJIFh2EYB_pirqGBwgcLqVjhdoXj8D5n5e-XXoOmtG_KKUcbgcmLCfr7L_Lus7HDGMOfG16pn/s72-c/Dakwah%20Berhasil%20Dengan%20Remaja%20Muslim%20Yang%20Mau%20Murtad.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-6562431641102299632</guid><pubDate>Fri, 12 Dec 2025 11:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-12-12T18:05:01.277+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">guru</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kekerasan terhadap anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kesehatan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pesantren</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sekolah</category><title> Kronologi 6 Santri di Bangkalan Tewas di Bekas Galian C, Berawal Saat 5 Santri Menolong 1 Temannya</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Assalamu’alaikum wr.wb. Kemarin ada berita dari Balikpapan tentang 6 anak yang tenggelam di kubangan. Hari ini, ada berita itu lagi, tetapi saya bingung karena mereka dikatakan santri (kemarin tidak). Saya baca lagi dari atas dan baru sadar: INI KASUS BARU!! Tanggal 17 November 2025, ada 6 anak yang tenggelam dalam kubangan di Balikpapan. Tanggal 20 November 2025 ada 6 santri yang tenggelam dalam kubangan di Bangkalan, Jawa Timur!! Dalam 3 hari saja, 12 anak tewas secara sia-sia dengan cara yang sama. Dijamin semua orang akan berkata: “Ini Musibah, dan Takdir Allah, dan Kami Tidak Menyangka!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon tunggu dulu. Anak yang tenggelam tidak harus “tewas secara permanen”. Masih bisa hidup kembali KALAU ada yang melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP, atau CPR). Tidak sulit belajar. Cukup pelatihan beberapa menit, dan praktek pada boneka. Tetapi daripada belajar RJP, para guru, ustadz, dan orang dewasa yang lain selalu membawa anak itu ke puskesmas. Dan setelah TIDAK BERNAFAS selama 20 menit lagi, anak itu dinyatakan masih tewas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi anak-anak itu tidak tewas hanya karena tenggelam saja! Tetapi sebenarnya mereka tewas karena para guru, ustadz, dan orang dewasa yang lain melakukan kesalahan. Dan daripada belajar tentang Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR), 3 juta guru, dan 1 juta ustadz hanya angkat tangan dan berkata, “Kami tidak paham.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan riset, anak yang sudah tenggelam 0–5 menit lalu menerima RJP/CPR, bisa langsung hidup kembali tanpa efek samping. Kalau tenggelam 6–10 menit lalu terima RJP/CPR, bisa hidup kembali tetapi ada risiko alami gangguan otak. Kalau 10–15 menit, sudah 50-50, dan risiko cacat otak tinggi. Kalau 15–25 menit, jarang bisa hidup kembali dan risiko cacat otak sangat tinggi. Dan kalau 25-30 menit atau lebih, kemungkinan hidup kembali hampir nol.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ketika 80 juta anak Indonesia butuh guru dan ustadz yang mengerti RJP/CPR, tetapi semuanya “tidak paham” kenapa rakyat dan pejabat diam saja? Apa sulitnya pemerintah mewajibkan semua guru dan ustadz wajib belajar RJP/CPR dan dapat sertifikat P3K? Apa sulitnya 60 juta orang tua marah dan menahan SPP, dan memaksa guru dan ustadz belajar? Anak yang baru tenggelam butuh RJP/CPR. Tidak perlu dibawa jalan-jalan keliling kota! Dan kalau 3 juta guru dan 1 juta ustadz berkata, “Kami tidak tahu caranya,” ada solusi yang sederhana: BELAJAR!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat bagi para orang tua yang tidak ingin melihat anak bangsa tewas terus disebabkan para guru dan ustadz yang malas belajar!&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;-Gene Netto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kronologi 6 Santri di Bangkalan Tewas di Bekas Galian C, Berawal Saat 5 Santri Menolong 1 Temannya&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://surabaya.kompas.com/read/2025/11/21/082015478/kronologi-6-santri-tewas-di-bekas-galian-c-berawal-saat-5-santri-menolong-1&quot;&gt;https://surabaya.kompas.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqnBnn-mj9_8BcADyaR5SIRDoNuZi_pcbSvGtTRruy-aiHBG76W3le71Umy1nLOwIq-b4qpUQwI9yWWJC6_MRwgvfgSNOylKlJFeS3mrs8PROhM-qus1f-DsK1rFQDLDDV_UMsQgV9STIk1JslBzH10D_bfJWnrRecPTW03p5Y2jwmhy_D2U8X/s737/Kronologi%206%20Santri%20Tewas%20di%20Bekas%20Galian%20C,%20Berawal%20Saat%205%20Santri%20Menolong%201%20Temannya.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;737&quot; data-original-width=&quot;720&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqnBnn-mj9_8BcADyaR5SIRDoNuZi_pcbSvGtTRruy-aiHBG76W3le71Umy1nLOwIq-b4qpUQwI9yWWJC6_MRwgvfgSNOylKlJFeS3mrs8PROhM-qus1f-DsK1rFQDLDDV_UMsQgV9STIk1JslBzH10D_bfJWnrRecPTW03p5Y2jwmhy_D2U8X/s320/Kronologi%206%20Santri%20Tewas%20di%20Bekas%20Galian%20C,%20Berawal%20Saat%205%20Santri%20Menolong%201%20Temannya.jpeg&quot; width=&quot;313&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2025/12/kronologi-6-santri-di-bangkalan-tewas.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqnBnn-mj9_8BcADyaR5SIRDoNuZi_pcbSvGtTRruy-aiHBG76W3le71Umy1nLOwIq-b4qpUQwI9yWWJC6_MRwgvfgSNOylKlJFeS3mrs8PROhM-qus1f-DsK1rFQDLDDV_UMsQgV9STIk1JslBzH10D_bfJWnrRecPTW03p5Y2jwmhy_D2U8X/s72-c/Kronologi%206%20Santri%20Tewas%20di%20Bekas%20Galian%20C,%20Berawal%20Saat%205%20Santri%20Menolong%201%20Temannya.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-2293608033591396641</guid><pubDate>Fri, 12 Dec 2025 10:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-12-12T17:45:46.677+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">guru</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kesehatan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">orang tua</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pesantren</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sekolah</category><title> ANAK YANG BARU TENGGELAM BISA DISELAMATKAN!</title><description>&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;*MOHON DISEBARKAN*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum wr.wb. Banyak orang tidak tahu bahwa seorang anak yang baru saja tenggelam atau tewas BELUM “mati total”. Masih ada harapan bisa hidup kembali, tetapi ada syarat: Secepat mungkin, harus dilakukan *RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP-CPR).* Dicek dulu apa masih ada detak jantung. Kalau ada, berikan bantuan nafas. Kalau detak jantung dan nafasnya tidak ada, mulai kompresi dada 30 kali, bantuan nafas 2 kali, dan ulangi terus dengan pola itu selama 10 menit.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*JANGAN DIBAWA LARI KE PUSKESMAS!!* Kalau korban dibawa jalan-jalan dalam keadaan tidak bernafas selama 15-20 menit, ketika sampai puskesmas, dijamin 100% akan tetap tidak bernafas! Artinya: Bawa pergi = Menjamin anak itu tewas!! Kalau mau diselamatkan, wajib laksanakan RJP-CPR SECEPATNYA di lokasi kejadian.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan riset, anak yang baru tenggelam *0–5 menit* lalu menerima RJP/CPR, bisa langsung hidup kembali tanpa efek samping. Kalau *6–10 menit* lalu terima RJP/CPR, bisa hidup kembali tetapi ada risiko gangguan otak. Kalau *10–15 menit,* sudah 50-50, dan risiko cacat otak tinggi. Kalau *15–25 menit,* jarang bisa hidup kembali dan risiko cacat otak sangat tinggi. Dan kalau *25 menit* atau lebih, kemungkinan hidup kembali hampir nol.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resusitasi Jantung Paru (RJP-CPR) tidak sulit belajar. Cukup pelatihan 1 jam, dan praktek dengan boneka. Jangan biarkan anak Indonesia tewas terus hanya karena orang dewasa malas belajar. Kalau anda punya komunitas di sekolah, kampus, kantor, lembaga, jemaah pengajian, dll. coba cari informasi dari puskesmas atau rumah sakit terdekat. Hubungi petugas yang bisa datang dan memberikan pelatihan RJP 1 hari.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup belajar 1 kali saja, dan insya Allah akan diingat selama puluhan tahun. Sangat mudah dilaksanakan kalau sudah tahu caranya. Pahalanya sebesar apa kalau bisa selamatkan 1 nyawa? Jangan takut belajar!&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;-Gene Netto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*BERIKUT INI PROSEDUR RJP-CPR:*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Teks ini diberikan sebagai informasi umum saja. Sangat penting anda dapat pelatihan resmi dari tenaga medis yang ahli, agar bisa dipahami secara baik.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pastikan lokasinya aman.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;2. Periksa kesadaran, detak jantung, dan nafasnya.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;3. Dongakkan kepala ke belakang, periksa dan buka jalur nafasnya.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;4. Kalau ADA DETAK JANTUNG, tetapi tidak bernafas, berikan bantuan nafas, tanpa berhenti.&lt;br /&gt;5. Kalau TIDAK ADA DETAK JANTUNG, dan juga TIDAK BERNAFAS, mulai kompresi dada.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;6. Lakukan 30x kompresi dada, berhenti, berikan bantuan nafas 2x.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;7. Lanjut terus dengan kompresi dada 30x, bantuan nafas 2x.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;8. Kalau dalam waktu 15 menit tidak hidup kembali, boleh berhenti.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Kompresi dada diulang sebanyak 30 kali, dengan kecepatan 100‒120 kali/menit. Kompresi dada dilakukan dengan cepat dan kuat, dengan kedalaman minimal 5 cm dan maksimal 6 cm. (Tergantung usia korban, kegemukan, dll. Intinya, kalau kurang dalam, tidak berguna.) Untuk balita dan anak, lakukan kompresi dengan satu tangan. Untuk anak yang badannya besar, remaja, dan dewasa, pakai dua tangan. Lihat contohnya di video, dan cari pelatihan resmi agar bisa dipahami secara baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak video teknik RJP-CPR di YouTube. Semoga bermanfaat untuk berikan gambaran umum, sebelum anda bisa dapat pelatihan resmi.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami CPR / RJP&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://gleneagles.com.my/id/accident-emergency/cpr&quot;&gt;https://gleneagles.com.my/id/accident-emergency/cpr&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIDEO: Resusitasi Jantung Paru&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=2wZpmDXSvCA &quot;&gt;https://www.youtube.com/watch?v=2wZpmDXSvCA&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Video Edukasi RJP (Resusitasi Jantung Paru)&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=6__UmK2KlOg &quot;&gt;https://www.youtube.com/watch?v=6__UmK2KlOg&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantu Selamatkan Nyawa, Begini Trik CPR pada Orang Henti Jantung&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=um8pk24DUCQ &quot;&gt;https://www.youtube.com/watch?v=um8pk24DUCQ&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CPR compressions to Staying Alive by the BeeGees&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=0wARruhshko &quot;&gt;https://www.youtube.com/watch?v=0wARruhshko&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3AywQgDXip1KkZcQ82iAgmQGvdpgy_EzoxFU-gh0-XJ7ciMvfsieqsmwvTPUJjBooLliT6n4o5xvszYEnJLs1EfyVgouJoFpBvTmmrI1ml9_h_FFjwBwyrtBX9_Kmg4Iat3ySaNXJpPOiE_efO95Oz3ZQjLkXYEZje1h9iUXx1bViyA3XXcge/s956/RJP-CPR%20TEKNIK%202.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;956&quot; data-original-width=&quot;752&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3AywQgDXip1KkZcQ82iAgmQGvdpgy_EzoxFU-gh0-XJ7ciMvfsieqsmwvTPUJjBooLliT6n4o5xvszYEnJLs1EfyVgouJoFpBvTmmrI1ml9_h_FFjwBwyrtBX9_Kmg4Iat3ySaNXJpPOiE_efO95Oz3ZQjLkXYEZje1h9iUXx1bViyA3XXcge/s320/RJP-CPR%20TEKNIK%202.png&quot; width=&quot;252&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2025/12/anak-yang-baru-tenggelam-bisa.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3AywQgDXip1KkZcQ82iAgmQGvdpgy_EzoxFU-gh0-XJ7ciMvfsieqsmwvTPUJjBooLliT6n4o5xvszYEnJLs1EfyVgouJoFpBvTmmrI1ml9_h_FFjwBwyrtBX9_Kmg4Iat3ySaNXJpPOiE_efO95Oz3ZQjLkXYEZje1h9iUXx1bViyA3XXcge/s72-c/RJP-CPR%20TEKNIK%202.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-8928078102974163868</guid><pubDate>Tue, 04 Nov 2025 06:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-11-04T13:53:37.897+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kekerasan terhadap anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sosial</category><title>Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas dalam Kantong Plastik di Kampar, Ada Bekas Gigitan Anjing </title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Hal yang sama terulang terus. Ada bayi yang dilahirkan di luar nikah, jadi untuk menutupi rasa malunya di depan masyarakat (hanya rasa malu yang penting, nyawa tidak), ibunya membuang bayi tanpa dosa itu untuk menangis sendiri di tengah semak, atau di dalam kardus di belakang gedung. Kadang, dibunuh dulu, baru dibuang. Hal ini terjadi terus karena anak Indonesia bukan prioritas. Tidak ada usaha yang serius untuk mengurangi jumlah anak yang hamil di luar nikah. Dan tidak ada informasi tentang APA yang bisa dilakukan dengan sebuah bayi yang tidak diinginkan (sebelum dibunuh atau dibuang).&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada info bahwa (misalnya) bayi tersebut bisa ditinggalkan di puskesmas tanpa kesulitan, tanpa ibunya ditangkap, tanpa harus berikan nama. Dan tidak semua perempuan yang menjadi hamil itu adalah hasil hubungan di luar nikah. Sebagian disebabkan pemerkosaan. Oleh bapak kandung, bapak tiri, tetangga, kenalan medsos, guru ngaji, dukun, dll. Jadi perempuan yang hamil itu sudah menjadi korban, lalu menjadi korban kedua kalinya ketika tidak bisa dapat bantuan, dan merasa tidak ada pilihan selain bunuh dan buang bayi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ketika anak remaja bingung dan trauma, dan pemerintah TIDAK memberikan informasi atau bantuan, dan masayarakat hanya ingin menyebarkan gosip tanpa menolongnya juga, hasilnya seperti ini. Bayi yang tidak berdosa dibuang seperti sampah, lalu dimakan anjing, seperti sampah. Faktanya, 80 juta anak yang sudah besar tidak merupakan prioritas. Apalagi yang belum lahir.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang sama, ada ratusan ribu pasangan suami-istri yang sulit dapat keturunan, dan siap adopsi anak, tetapi prosesnya sulit. Kalau ada stok barang, dan ada calon konsumen, tetapi barang tersebut malah dibuang dan dibiarkan rusak, ruginya sangat jelas. Dalam dunia bisnis tidak masuk akal sedikitpun. Apalagi kalau membahas nyawa anak yang bersih dari dosa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat sebagai renungan. Walaupun tidak ada harapan akan terjadi perubahan, karena kebanyakan orang tidak akan peduli selain bilang, “Memprihatinkan ya”. Lalu kita semua akan lupa lagi sampai mayat bayi yang berikutnya ditemukan di tengah tumpukan sampah. Merdeka!!&amp;nbsp;&lt;br /&gt;-Gene Netto&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas dalam Kantong Plastik di Kampar, Ada Bekas Gigitan Anjing&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://suaraindonesia.co.id/news/peristiwa/68ff1612057a5/bayi-baru-lahir-ditemukan-tewas-dalam-kantong-plastik-di-kampar-ada-bekas-gigitan-anjing &quot;&gt;https://suaraindonesia.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8G-FyW6_Ne-LbkPzLQ8T5VVwsncy-q8UL_9URdccHDnjkSauby2D7Ens2D0wJwQqvnxS9piVndALeFCLFCR2Io5LZIrx15CZ96jvSx-3tQw5fNKxwo1ponuOfggBVCVqUmWYbyMyYxfcyG6GEqa7VTuO9bEtkYhLnXfg8XyQUnjz0kUTolCbM/s635/Bayi%20Baru%20Lahir%20Ditemukan%20Tewas%20dalam%20Kantong%20Plastik%20di%20Kampar%20Ada%20Bekas%20Gigitan%20Anjing%20-%20SUARA%20INDONESIA.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;506&quot; data-original-width=&quot;635&quot; height=&quot;319&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8G-FyW6_Ne-LbkPzLQ8T5VVwsncy-q8UL_9URdccHDnjkSauby2D7Ens2D0wJwQqvnxS9piVndALeFCLFCR2Io5LZIrx15CZ96jvSx-3tQw5fNKxwo1ponuOfggBVCVqUmWYbyMyYxfcyG6GEqa7VTuO9bEtkYhLnXfg8XyQUnjz0kUTolCbM/w400-h319/Bayi%20Baru%20Lahir%20Ditemukan%20Tewas%20dalam%20Kantong%20Plastik%20di%20Kampar%20Ada%20Bekas%20Gigitan%20Anjing%20-%20SUARA%20INDONESIA.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2025/11/bayi-baru-lahir-ditemukan-tewas-dalam.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8G-FyW6_Ne-LbkPzLQ8T5VVwsncy-q8UL_9URdccHDnjkSauby2D7Ens2D0wJwQqvnxS9piVndALeFCLFCR2Io5LZIrx15CZ96jvSx-3tQw5fNKxwo1ponuOfggBVCVqUmWYbyMyYxfcyG6GEqa7VTuO9bEtkYhLnXfg8XyQUnjz0kUTolCbM/s72-w400-h319-c/Bayi%20Baru%20Lahir%20Ditemukan%20Tewas%20dalam%20Kantong%20Plastik%20di%20Kampar%20Ada%20Bekas%20Gigitan%20Anjing%20-%20SUARA%20INDONESIA.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-4548041236846641187</guid><pubDate>Wed, 29 Oct 2025 14:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-10-29T21:03:25.191+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kekerasan terhadap anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pesantren</category><title>Asrama Putri Ponpes di Situbondo Ambruk, 1 Santriwati Meninggal-11 Luka</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Assalamu’alaikum wr.wb. Harap ingat: “Ini Musibah, dan Takdir Allah, dan Kami Tidak Menyangka!” Ketika anak tewas di pesantren atau sekolah, kalimat sakral itu sudah cukup sebagai penjelasan. Tidak ada pihak yang salah atau lalai. Tidak ada yang perlu ditangkap. Musibah saja. Kegiatan di pesantren harus segera mulai lagi bagi anak yang belum mati, dan gedung yang rusak harus dibangun kembali dengan uang rakyat.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, ketika bis masuk jurang, sikap itu tidak berlaku. Sopirnya ditangkap, tidak ada usaha beli bis baru dengan uang rakyat, dan sopir itu tidak disuruh segera mengantar penumpang lagi. Sopir itu tidak sengaja bunuh orang, tapi dianggap bersalah. Pengurus pesantren tidak sengaja bunuh orang, jadi bebas dari kesalahan?&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ketika melihat video berita di YouTube, saya kaget. Terkesan bahwa seluruh TKP sudah “bersih” ketika Polisi datang. Semua puing, beton, genteng, dll. sudah dipindah. Jadi kalau insinyur sipil mau periksa “tata cara bangunan itu jatuh”, sudah mustahil. Tidak bisa lihat apa yang jatuh duluan, atau jatuhnya ke mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa usaha pelaku membersihkan seluruh TKP bukan perkara hukum? Kalau seorang bapak membunuh anaknya lalu bilang “tidak sengaja”, apa juga boleh begitu? Ketika polisi datang, mayat anak sudah hilang dari rumah, darah sudah dibersihkan, dan barang-barang rusak sudah hilang sampai TKP menjadi steril dan bersih? Apa boleh dilakukan di semua TKP? Atau hanya boleh di pesantren saja?&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kondisi ini bisa menjadi bahan bagi mahasiswa fakultas hukum. Mereka bisa menulis makalah menarik tentang tipe orang yang kebal hukum, atau yang kena sanksi hukum, padahal perbuatannya mirip. Bedanya adalah satu pihak merupakan ahli agama di pesantren, dan pihak lain adalah orang biasa. Dan kalau seluruh barang bukti dihilangkan, apa di pesantren boleh, tetapi di rumah dilarang?&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa nyawa anak di pesantren kalah penting dengan nyawa anak di tempat lain? Sepertinya, investigasi terhadap anak yang tewas di rumah bisa luas dan lengkap. Tetapi bagi anak yang tewas di pesantren, ada kesan bahwa hukum negara kurang berlaku, dan tidak ada pelaku yang perlu bertanggung jawab, karena itu hanya musibah dan takdir Allah saja. Betul?&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat sebagai renungan.&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;-Gene Netto&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asrama Putri Ponpes di Situbondo Ambruk, 1 Santriwati Meninggal-11 Luka&lt;br /&gt;Musibah terjadi di Pondok Pesantren Salafiah Syafi&#39;iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani, Situbondo. Salah satu bangunan asrama putri di ponpes itu ambruk menewaskan seorang santriwati dan melukai 11 orang santriwati lainnya.&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://www.detik.com/jatim/berita/d-8184030/asrama-putri-ponpes-di-situbondo-ambruk-1-santriwati-meninggal-11-luka &quot;&gt;https://www.detik.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar Ponpes di Situbondo Ambruk, Belasan Santri Putri Tertimpa Reruntuhan &amp;amp; 1 Orang Tewas&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=gJVvxxzODlE&quot;&gt;https://www.youtube.com&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7NqjB8ovLuwZNZMDAE4qa8-jtYdrOqq704Seg_nlIivNjnoCfILwz5hG7gg6edu0NeRFFuB1A-922-xSpmZzGBqQdNxF-sjKXGBnv4phd6uCw52M3pIAgeSTdHDF039ZXqKGCtd2xPWb4QyKQtOQSo0GJg6EYQCp13ipJ6QMGgQwHRNKlAoly/s747/Asrama%20Putri%20Ponpes%20di%20Situbondo%20Ambruk%201%20Santriwati%20Meninggal-11%20Luka.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;596&quot; data-original-width=&quot;747&quot; height=&quot;319&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7NqjB8ovLuwZNZMDAE4qa8-jtYdrOqq704Seg_nlIivNjnoCfILwz5hG7gg6edu0NeRFFuB1A-922-xSpmZzGBqQdNxF-sjKXGBnv4phd6uCw52M3pIAgeSTdHDF039ZXqKGCtd2xPWb4QyKQtOQSo0GJg6EYQCp13ipJ6QMGgQwHRNKlAoly/w400-h319/Asrama%20Putri%20Ponpes%20di%20Situbondo%20Ambruk%201%20Santriwati%20Meninggal-11%20Luka.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2025/10/asrama-putri-ponpes-di-situbondo-ambruk.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7NqjB8ovLuwZNZMDAE4qa8-jtYdrOqq704Seg_nlIivNjnoCfILwz5hG7gg6edu0NeRFFuB1A-922-xSpmZzGBqQdNxF-sjKXGBnv4phd6uCw52M3pIAgeSTdHDF039ZXqKGCtd2xPWb4QyKQtOQSo0GJg6EYQCp13ipJ6QMGgQwHRNKlAoly/s72-w400-h319-c/Asrama%20Putri%20Ponpes%20di%20Situbondo%20Ambruk%201%20Santriwati%20Meninggal-11%20Luka.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-1459410392280383945</guid><pubDate>Tue, 28 Oct 2025 03:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-10-28T10:26:05.627+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kekerasan terhadap anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sekolah</category><title>Siswa SD di Cianjur Ditemukan Tewas di Rumahnya, Diduga Bunuh Diri</title><description>&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Assalamu’alaikum wr.wb. Berkali-kali ada berita dengan informasi yang sama. Seorang anak kecil tiba-tiba berubah, menjadi diam, murung, dan hanya ingin di kamar terus. Orang dewasa di sekitarnya selalu bingung. Mereka selalu “tidak paham” kenapa. Kalau seorang anak berubah dan menjadi murung, itu merupakan tanda dia sudah alami trauma. Dua kondisi yang paling umum adalah 1) Dia menjadi korban bullying, dan 2) Dia menjadi korban pencabulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarganya, gurunya, dan teman-temannya yang kenal anak itu bisa melihat perubahan tersebut. Tetapi dalam setiap kasus, semuanya “bingung”. Dalam beberapa kasus, anak tersebut bunuh diri. Ketika perubahan sikap itu muncul, anak itu perlu dibantu secara cepat. Tetapi yang sering terjadi adalah semua orang dewasa diam saja dan menunggu dia kembali normal. Lalu dia bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus ini, keluarganya merasa “kasihan” pada mayat korban, jadi tidak rela dilakukan autopsi dan investigasi polisi. Dalam kata lain, mereka tidak ingin korban dapat keadilan, dan pelakunya boleh dibiarkan melakukan kejahatan terhadap anak-anak yang lain. Biar ada banyak korban sekaligus. Biar banyak keluarga lain menderita juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang terulang, dan patut disayangkan. Pertama, banyak orang dewasa tidak sanggup mengingat satu fakta sederhana: Anak yang berubah menjadi murung telah mengalami trauma! Kedua, sering ada rasa “kasihan pada mayat”. Tetapi sikap itu sama dengan membebaskan pelaku untuk mengulangi perbuatannya. Keadilan bagi korban dibuang ke laut?&amp;nbsp; Rasa “kasihan pada mayat” lebih utama, seakan-akan mayat akan dapat suatu manfaat?&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua perubahan dibutuhkan. Pertama, pelatihan anti-pencabulan dan anti-bullying secara nasional. Semua orang dewasa perlu memahami tanda-tanda seorang anak mengalami trauma. Kedua, ketika anak wafat di luar dugaan, keluarga harus dukung investigasi polisi, demi mencari pelaku (kalau ada), agar bisa ditangkap, untuk selamatkan anak lain. Autopsi tidak mengganggu mayat seditpun! (Belum pernah ada mayat yang bangkit dan protes!)&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kedua perubahan ini tidak terjadi (dan sepertinya tidak ada yang cukup peduli), anak-anak Indonesia akan menjadi korban terus. Dan ribuan pelaku akan tetap bebas, karena tidak dicari polisi, karena keluarga korban menolak investigasi dan autopsi. Terkesan banyak orang tua telah mengalami pencucian otak agar punya rasa “kasihan pada mayat”. (Dari mana sikap umum itu??) Hasilnya adalah mereka tidak peduli pada keadilan, dan tidak mau melindungi anaknya orang lain! Ibaratnya mereka berkata, “Mayat anak saya lebih utama daripada anak lain yang masih hidup!!” Semua orang dewasa harus berubah, agar ribuan anak bisa diselamatkan dan tidak perlu menjadi korban!&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr.wb.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;-Gene Netto&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Siswa SD di Cianjur Ditemukan Tewas di Rumahnya, Diduga Bunuh Diri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak laki-laki berinisial MAA (10 tahun) di Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ditemukan tewas di rumahnya, Rabu (22/10). &quot;Memang ada kebiasaan yang berubah, biasanya cucu saya sering bermain di luar rumah bersama teman-temannya. Tapi, belakangan ini lebih memilih diam di dalam rumah, dan terlihat murung,&quot; tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://kumparan.com/kumparannews/siswa-sd-di-cianjur-ditemukan-tewas-di-rumahnya-diduga-bunuh-diri-267TUthPdbo/full &quot;&gt;https://kumparan.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2FGZMthl1zDb1gtV8bYTm4gVyxlXzpAagg9CGKrpcSyiIdidI3rNqNz6GgHlGXt9sFSoehMx36ZwBgjOe_WawWWiZcIZ4LhnL8m_f00K6JjVQce25YuUjBumsnpZX5iEX064IM0urqFp6OKiJi6CUioyi7ga_DtxiXZIl9s9aGEdN1dcQvYKa/s504/Screenshot%202025-10-27%20at%2017-51-57%20Siswa%20SD%20di%20Cianjur%20Ditemukan%20Tewas%20di%20Rumahnya%20Diduga%20Bunuh%20Diri%20kumparan.com.png&quot; style=&quot;font-family: arial; margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;428&quot; data-original-width=&quot;504&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2FGZMthl1zDb1gtV8bYTm4gVyxlXzpAagg9CGKrpcSyiIdidI3rNqNz6GgHlGXt9sFSoehMx36ZwBgjOe_WawWWiZcIZ4LhnL8m_f00K6JjVQce25YuUjBumsnpZX5iEX064IM0urqFp6OKiJi6CUioyi7ga_DtxiXZIl9s9aGEdN1dcQvYKa/w400-h340/Screenshot%202025-10-27%20at%2017-51-57%20Siswa%20SD%20di%20Cianjur%20Ditemukan%20Tewas%20di%20Rumahnya%20Diduga%20Bunuh%20Diri%20kumparan.com.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2025/10/siswa-sd-di-cianjur-ditemukan-tewas-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2FGZMthl1zDb1gtV8bYTm4gVyxlXzpAagg9CGKrpcSyiIdidI3rNqNz6GgHlGXt9sFSoehMx36ZwBgjOe_WawWWiZcIZ4LhnL8m_f00K6JjVQce25YuUjBumsnpZX5iEX064IM0urqFp6OKiJi6CUioyi7ga_DtxiXZIl9s9aGEdN1dcQvYKa/s72-w400-h340-c/Screenshot%202025-10-27%20at%2017-51-57%20Siswa%20SD%20di%20Cianjur%20Ditemukan%20Tewas%20di%20Rumahnya%20Diduga%20Bunuh%20Diri%20kumparan.com.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-8952900736255908724</guid><pubDate>Tue, 28 Oct 2025 03:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-10-28T10:19:41.428+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kekerasan terhadap anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pesantren</category><title>Santri Bunuh Diri, Investigasinya Nol, Pelaku Penyebab Trauma: AMAN</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKcA5DwHt0LQt_WbfW4GireJEKE9fvrGQokAlRN8HLKK81Aew7XvSwc7I4zGtkNOeSCyYebsIHr1hKG8wYj9cyfqmz_j0AAxEiOIy83WPkXuNzop3ggqQfdHKtbDls6LoCxW1CMG5vVtuVIjLEE0fH8jBTNA3IrxN6gBfX8Yn9mfWua8AnSG1T/s1024/Santri%20Bunuh%20Diri,%20Investigasinya%20Nol,%20Pelaku%20Penyebab%20Trauma-%20AMAN.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;font-family: arial; margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1024&quot; data-original-width=&quot;1024&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKcA5DwHt0LQt_WbfW4GireJEKE9fvrGQokAlRN8HLKK81Aew7XvSwc7I4zGtkNOeSCyYebsIHr1hKG8wYj9cyfqmz_j0AAxEiOIy83WPkXuNzop3ggqQfdHKtbDls6LoCxW1CMG5vVtuVIjLEE0fH8jBTNA3IrxN6gBfX8Yn9mfWua8AnSG1T/w400-h400/Santri%20Bunuh%20Diri,%20Investigasinya%20Nol,%20Pelaku%20Penyebab%20Trauma-%20AMAN.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum wr.wb. Ada berita tentang seorang anak yang bunuh diri, dan setelah beberapa hari, terungkap dia seorang santri. Saya cari beritanya di Google, tetapi malah ketemu beberapa kasus yang berbeda (3 santri bunuh diri di bulan Oktober 2025!) Pertanyaan saya, APA yang menimpa mereka sampai merasa tidak tahan, tidak bisa dapat bantuan, dan satu-satunya jalan keluar dari penderitaannya adalah bunuh diri? Kita tidak akan tahu. Selalu dianggap musibah dan takdir Allah. Jadi tidak perlu investigasi dari polisi (siapa yang mau bayar?)&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hal yang paling mungkin adalah mereka korban bullying atau pencabulan. Dalam kasus pencabulan di pesantren, biasanya ada korban lain. Jarang ada berita pencabulan dari pesantren dengan 1 korban saja. Tetapi siapa yang mau investigasi? Kalau pencabulan atau bullying, hampir terjamin ada beberapa atau bahkan puluhan korban lain. Seharusnya Kemenag, Kemen PPPA, KPAI, dan Polri sangat peduli dan wajib melakukan investigasi. Ternyata tidak. Setiap kasus hanya musibah dan takdir Allah. Semua orang dewasa selalu berkata, “Kami tidak menyangka!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah saya cari berita tentang santri yang bunuh diri, juga muncul kasus anak SD dan SMP (bukan santri) yang bunuh diri. Dan dalam setiap kasus, dicap musibah dan takdir Allah, dan tidak ada investigasi, jadi penyebabnya tidak ketahuan, dan pelaku (bullying atau pencabulan) aman. Tidak ada yang mencarinya. Saksi mata utama sudah tewas. Simsalambim, kasus itu dilupakan. Dan besoknya, ketika terjadi lagi di dengan anak yang lain, boleh dilupakan juga.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan anak dan santri Indonesia akan dinilai penting, dan patut dijaga dan dilindungi? Kenapa mereka bisa dibiarkan menjadi korban terus, tanpa ada yang peduli pada kondisi hidupnya, sampai akhirnya sebagian anak merasa terpaksa bunuh diri untuk akhiri penderitaan mereka? Kalau ada sumber pertolongan yang jelas, seharusnya tidak ada anak yang bunuh diri, dan kasus bullying dan pencabulan berhenti cepat. Kenapa tidak ada yang mau berusaha selamatkan para anak dan santri dari takdir yang buruk itu?&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr.wb.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;-Gene Netto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini beberapa kasus yang saya temukan hari ini. Mungkin ada yang lain. Semuanya judul berita asli. Kalau juga cari berita anak SD-SMP yang bunuh diri, hasilnya lebih banyak.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 15 Oktober 2025, santri bunuh diri di Merangin, Jambi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izin Mendadak, Santriwati Ini Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pesantren&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://www.batamnews.co.id/berita-39330-izin-mendadak-santriwati-ini-ditemukan-tewas-gantung-diri-di-pesantren.html &quot;&gt;https://www.batamnews.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 11 Oktober 2025, santri bunuh diri di Muara Enim, Sumsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri di Muara Enim Ditemukan Gantung Diri dalam Kamar, Polisi Selidiki&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8160473/santri-di-muara-enim-ditemukan-gantung-diri-dalam-kamar-polisi-selidiki &quot;&gt;https://www.detik.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 3 Oktober 2025, santri bunuh diri di Musi Rawas, Sumsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri Tewas Gantung Diri Tinggalkan Surat untuk Ibu: Gading Sudah Tak Kuat dengan Cobaan Ini&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://news.okezone.com/read/2024/10/03/610/3070605/santri-tewas-gantung-diri-tinggalkan-surat-untuk-ibu-gading-sudah-tak-kuat-dengan-cobaan-ini &quot;&gt;https://news.okezone.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 11 September 2025, santri bunuh diri di Mangkubumi, Tasikmalaya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri yang Tewas Tergantung di Mangkubumi Dikenal Sosok Baik dan Pendiam, Ponpes Bantah Korban Bullying&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://www.insiden24.com/berita/39615905635/remaja-yang-tewas-tergantung-di-mangkubumi-dikenal-sosok-baik-dan-pendiam-pihak-ponpes-bantah-korban-bullying&quot;&gt;https://www.insiden24.com&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 31 Juli 2025, siswi di asrama sekolah Islam bunuh diri di Tanjungpinang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswi yang Diduga Gantung Diri Hafidzah 30 Juz, Sekolah di SMA As-Sakinah Tanjungpinang&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://ulasan.co/siswi-yang-diduga-gantung-diri-hafidzah-30-juz-sekolah-di-sma-as-sakinah-tanjungpinang/ &quot;&gt;https://ulasan.co&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 26 April 2025, santri bunuh diri di Bener Meriah, Aceh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Santriwati di Bener Meriah Ditemukan Meninggal Tergantung di Pesantren&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://www.ajnn.net/news/seorang-santriwati-di-bener-meriah-ditemukan-meninggal-tergantung-di-pesantren/index.html &quot;&gt;https://www.ajnn.net&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2025/10/santri-bunuh-diri-investigasinya-nol.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKcA5DwHt0LQt_WbfW4GireJEKE9fvrGQokAlRN8HLKK81Aew7XvSwc7I4zGtkNOeSCyYebsIHr1hKG8wYj9cyfqmz_j0AAxEiOIy83WPkXuNzop3ggqQfdHKtbDls6LoCxW1CMG5vVtuVIjLEE0fH8jBTNA3IrxN6gBfX8Yn9mfWua8AnSG1T/s72-w400-h400-c/Santri%20Bunuh%20Diri,%20Investigasinya%20Nol,%20Pelaku%20Penyebab%20Trauma-%20AMAN.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-8457776280469254290</guid><pubDate>Sun, 26 Oct 2025 11:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-10-26T18:48:24.601+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sekolah</category><title>Anak Yang “Bodoh” Mungkin Punya Masalah Dengan Matanya</title><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLchp1ukvIO9oWPs7Ryuhq6cHzvaMha5GN48H1jZqbhCyVfj8vMG-asWXM-GSyCoSVI91L2sc0VCMxDnNgVd21h1wjFFOmLoKjEfs2v5MohGmWaGjmSGKDL2SQXrjbB12-gr5Uwjc7BhiADlrvIaST6e3YUHjfJDIF_hu3GulXAu3pBeYiBLC_/s1500/Anak%20Yang%20%E2%80%9CBodoh%E2%80%9D%20Mungkin%20Punya%20Masalah%20Dengan%20Matanya.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;998&quot; data-original-width=&quot;1500&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLchp1ukvIO9oWPs7Ryuhq6cHzvaMha5GN48H1jZqbhCyVfj8vMG-asWXM-GSyCoSVI91L2sc0VCMxDnNgVd21h1wjFFOmLoKjEfs2v5MohGmWaGjmSGKDL2SQXrjbB12-gr5Uwjc7BhiADlrvIaST6e3YUHjfJDIF_hu3GulXAu3pBeYiBLC_/w400-h266/Anak%20Yang%20%E2%80%9CBodoh%E2%80%9D%20Mungkin%20Punya%20Masalah%20Dengan%20Matanya.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Assalamu’alaikum wr.wb. Ada seorang anak SD yang cerdas dan cepat memahami sesuatu yang dijelaskan kepadanya, menurut anggota keluarganya. Tetapi anak laki-laki itu dicap “bodoh”, dan dianggap “lambat belajar” oleh guru kelasnya, jadi diyakini ada gangguan “cacat mental” yang membuatnya tidak bisa tangkap pelajaran di kelas. Guru itu suruh orang tuanya kirim anak itu ke SLB, karena dia dianggap beban bagi gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaranya anak itu konsultasi dengan saya, lalu saya dapat kesan anak itu “normal” dan bisa berpikir dan diskusi secara baik. Yang menjadi masalah, dia tidak suka baca buku jadi belajar dan kerjakan PR menjadi sulit. Saya bertanya, apa pernah dicek matanya dan telinganya? Ternyata belum. Setelah dicek, diketahui MATANYA MINUS 5 !!! Jelas dia tidak akan bisa baca tulisan di papan tulis. Gurunya selalu tempatkan “anak bodoh” itu di belakang, agar tidak mengganggu, jadi anak dengan mata minus akan makin menderita. Apalagi dilarang pindah tempat duduk.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya tentang guru itu. Dia PNS di SD negeri. Saya bisa paham kalau dia seorang guru honorer (dengan ilmu terbatas) di pelosok. Tetapi guru PNS yang profesional seharusnya punya ilmu pendidikan yang cukup, dan mau mencari akar masalah. Kalau ada anak “bermasalah” dan sulit belajar, selalu harus dimulai dengan pemeriksaan fisik. Guru tidak berikan petunjuk, orang tuanya tidak paham, dan anak itu tidak sanggup jelaskan apa yang dia rasakan. Hasilnya adalah anak cerdas malah dicap “bodoh” dan hanya bisa naik kelas karena pandai menghafal (daripada membaca).&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak anak mengalami gangguan serupa, dan menderita di kelas karena gurunya anggap anak itu “bodoh” dan tidak periksa matanya dulu? Jadi kalau ada orang lain yang menyatakan anak anda “bodoh” atau cacat mental, tetapi anda yakin tidak, tolong jangan percaya begitu saja. Ada banyak guru yang kurang profesional dan punya ilmu yang terbatas. Mereka dibayar untuk mendidik anak, tapi lebih inginkan yang mudah bagi dirinya. Jadi anak yang dianggap “tidak normal” dan sulit diatur mau dibuang dari kelasnya. Orang tualah yang harus protes dan cari informasi sendiri dari pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;-Gene Netto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2025/10/anak-yang-bodoh-mungkin-punya-masalah.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLchp1ukvIO9oWPs7Ryuhq6cHzvaMha5GN48H1jZqbhCyVfj8vMG-asWXM-GSyCoSVI91L2sc0VCMxDnNgVd21h1wjFFOmLoKjEfs2v5MohGmWaGjmSGKDL2SQXrjbB12-gr5Uwjc7BhiADlrvIaST6e3YUHjfJDIF_hu3GulXAu3pBeYiBLC_/s72-w400-h266-c/Anak%20Yang%20%E2%80%9CBodoh%E2%80%9D%20Mungkin%20Punya%20Masalah%20Dengan%20Matanya.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-657062430769606592</guid><pubDate>Sun, 26 Oct 2025 11:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-10-26T18:46:02.649+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kekerasan terhadap anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sosial</category><title>6 Pelajar SMP Karawang Perkosa Temannya: Direkam-Dilihatkan ke Orang Tua Korban</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Sudah ada banyak tulisan di media tentang “generasi emas” dan “bonus demografi”. Katanya, jumlah pemuda di Indonesia sangat besar, jadi hal itu bisa membawa masa depan yang berjaya. Jumlah pemuda yang besar mungkin bermanfaat. Tetapi bagaimana kalau otaknya rusak? Berapa persen dari anak Indonesia punya IQ yang tinggi dan hati yang baik? Mayoritas? Kalau 70% dari 100 juta anak baik, berarti ada 30 juta anak yang rusak. Dan bagaimana kalau SEBALIKNYA?! Yaitu, ada 30 juta anak yang baik, tetapi ada 70 juta anak yang ber-IQ rendah, dan hatinya juga rusak?! Mereka akan melakukan apa di masa depan? Sekarang saja di usia remaja sudah jelas ada banyak remaja yang rusak, apalagi menjadi dewasa dan lebih bebas nanti.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak anak yang bodoh, dan akhlaknya juga rusak? Berapa banyak yang sadis? Saya sudah baca ribuan artikel tentang kasus pemerkosaan bergilir. Dari semua remaja dan pemuda yang dapat tawaran “ikut perkosa anak perempuan”, ternyata 100% SETUJU. Tidak ada SATUPUN anak dalam puluhan tahun terakhir yang menolak tawaran itu, dan kabur cari bantuan, atau berusaha selamatkan korban.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berita di atas, 6 anak remaja itu melakukan kejahatan secara bersamaan, merekam kejahatan itu, sebarkan ke medsos, sampai dikasih lihat kepada orang tua korban. Apa mereka tidak berpikir akan ditangkap dan masuk penjara? Akalnya tidak ada? Bagaimana mau menjadi generasi emas kalau otaknya rusak seperti ini? Dan siapa yang mau berusaha memperbaiki keadaan ini? Tidak cukup menambahkan ujian di sekolah, atau ganti buku teks. Masalah seperti ini hanya bisa diatasi kalau 100 juta orang tua bersatu dan menuntut perubahan pendidikan yang membangun generasi yang berakhlak baik dan juga cerdas. Diam saja, dan berharap “semoga bukan anak saya yang diperkosa”, bukan solusi.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;-Gene Netto&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 Pelajar SMP Karawang Perkosa Temannya: Direkam-Dilihatkan ke Orang Tua Korban&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://kumparan.com/kumparannews/6-pelajar-smp-karawang-perkosa-temannya-direkam-dilihatkan-ke-orang-tua-korban-264m402Xlj8/full  &quot;&gt;https://kumparan.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDgjGWYYwpLORDoPY8RKdvstSW7b2GM-4e5hIHDJSUlM9jzxem1E_hCyQDDDiRhARg1uXQlFKDOEZ-XjMWiajRS_9uk4OjF0mhdlQCwlZqOJxHLRMK7gfi3LX7AY9RdqNYon7g8y_yEP6X4kTivWr_kM-5odHf86c3al7IVdDnwCJdGVI-IHUP/s583/6%20Pelajar%20SMP%20Karawang%20Perkosa%20Temannya%20Direkam-Dilihatkan%20ke%20Orang%20Tua%20Korban%202.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;font-family: arial; margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;521&quot; data-original-width=&quot;583&quot; height=&quot;358&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDgjGWYYwpLORDoPY8RKdvstSW7b2GM-4e5hIHDJSUlM9jzxem1E_hCyQDDDiRhARg1uXQlFKDOEZ-XjMWiajRS_9uk4OjF0mhdlQCwlZqOJxHLRMK7gfi3LX7AY9RdqNYon7g8y_yEP6X4kTivWr_kM-5odHf86c3al7IVdDnwCJdGVI-IHUP/w400-h358/6%20Pelajar%20SMP%20Karawang%20Perkosa%20Temannya%20Direkam-Dilihatkan%20ke%20Orang%20Tua%20Korban%202.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2025/10/6-pelajar-smp-karawang-perkosa-temannya.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDgjGWYYwpLORDoPY8RKdvstSW7b2GM-4e5hIHDJSUlM9jzxem1E_hCyQDDDiRhARg1uXQlFKDOEZ-XjMWiajRS_9uk4OjF0mhdlQCwlZqOJxHLRMK7gfi3LX7AY9RdqNYon7g8y_yEP6X4kTivWr_kM-5odHf86c3al7IVdDnwCJdGVI-IHUP/s72-w400-h358-c/6%20Pelajar%20SMP%20Karawang%20Perkosa%20Temannya%20Direkam-Dilihatkan%20ke%20Orang%20Tua%20Korban%202.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-2902822542728175594</guid><pubDate>Sun, 19 Oct 2025 08:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-10-19T15:59:07.136+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><title>Renungan Tentang Umat Islam Dari Sisi Bola: Mengapa Indonesia Peringkat 122 Di FIFA?</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRH6d53vUDIc84RmKppPgwJ8BU5D_9DOXoKFwL_bs_Z7gAEWH3GWbrg2v4qeOZuMICmuVH3MeN8PKxbtDeHsSs-7JMmRm9RJX8SNwUA-73LCDhcLSfjXxTJaSf7BR0JlO0IIzIP0LT0L9s4azidtgrU2MLlQdesKJn5azsEH_yQt0dwlnAil24/s1024/Gemini_Generated_Image_xywlplxywlplxywl.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;font-family: arial; margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1024&quot; data-original-width=&quot;1024&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRH6d53vUDIc84RmKppPgwJ8BU5D_9DOXoKFwL_bs_Z7gAEWH3GWbrg2v4qeOZuMICmuVH3MeN8PKxbtDeHsSs-7JMmRm9RJX8SNwUA-73LCDhcLSfjXxTJaSf7BR0JlO0IIzIP0LT0L9s4azidtgrU2MLlQdesKJn5azsEH_yQt0dwlnAil24/w400-h400/Gemini_Generated_Image_xywlplxywlplxywl.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum wr.wb. Ada berita tentang peringkat Indonesia di FIFA: Hanya bisa mencapai urutan 122 pada bulan Oktober 2025, dan tidak bisa masuk Piala Dunia. Di bawah ini ada beberapa negara di atas Indonesia dalam Peringkat FIFA. Jumlah penduduk = jumlah total, jadi kalau di Kroasia ada 4 juta warga, maka pria dewasa akan kurang dari 1 juta orang. Tetapi mereka di urutan 11 di FIFA. Sedangkan Indonesia, dengan sekitar 100 juta pria dewasa, berada di urutan 122.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Kroasia – populasi 4 juta (total, jadi kurang dari 1 juta pria dewasa).&amp;nbsp;&lt;br /&gt;18. Senegal - populasi 15 juta.&lt;br /&gt;43. Tunisia – populasi 11 juta.&lt;br /&gt;44. Republik Ceko – populasi 10 juta.&lt;br /&gt;68. Jamaika – populasi 3 juta&amp;nbsp;&lt;br /&gt;117. Gambia&amp;nbsp; – populasi 2,5 juta.&lt;br /&gt;121. Sierra Leone&amp;nbsp; – populasi 8,5 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaika, sebuah negara berkembang, dengan 870 ribu pria dewasa saja, bisa mencapai ranking 68 di FIFA. Sedangkan Indonesia, dengan stok 100 JUTA PRIA DEWASA, hanya bisa mencapai ranking 122, dan tidak sanggup masuk Piala Dunia…?&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KENAPA?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak Muslim akan mengatakan ini takdir: Allah tidak izinkan Indonesia dapat prestasi di dunia bola. Mungkin ada yang mengatakan 1.000 tahun yang lalu, ada Muslim bernama Al-Messi yang ciptakan bola sepak pertama di Mesir, jadi prestasinya orang itu cukup sebagai kebanggaan kita sekarang. Tetapi sebenarnya, kegagalan Indonesia, khususnya umat Islam, untuk dapat pencapaian yang tinggi di dunia bola adalah sebuah simbol. (Walaupun juga curang dengan pemain asing!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan kita hebat di dunia komputer, robot, sains, atau medis! Untuk tendang bola ke gawang saja tidak bisa! Allah kasih semua manusia otak dan kaki, dan dengan stok 870 ribu pria dewasa saja, Jamaika bisa dapat prestasinya jauh di atas Indonesia. Umat Islam di Indonesia punya stok 100 juta pria dewasa! Allah kasih mereka otak dan kaki juga, tetapi kita masih tidak bisa menemukan 11 orang yang lebih hebat dari orang Jamaika itu. Padahal di semua sekolah, kampung, dan kota di sini, ada puluhan juta anak yang main bola setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan suatu kegagalan yang jelas. Ada 240 juta Muslim di Indonesia. Banyak yang banggakan diri disebabkan prestasi zaman dulu dari beberapa orang Arab. Atau banggakan diri karena yakin masuk Surga, jadi anggap dunia tidak penting. Usahanya untuk mencari prestasi dan kemajuan bagi umat manusia tidak banyak. Dan untuk urusan tendang bola ke gawang saja tidak bisa, dan juga tidak malu. Allah kasih orang non-Muslim otak, badan, dan kesempatan yang sama dengan kita, dan mereka manfaatkan untuk mencari kemajuan dan prestasi. Tanpa berdoa kepada Allah, mereka melebihi kita. Kita dapat kesempatan juga, tetapi kita berdoa kepada Allah setiap hari, jadi kenapa pencapaian kita begitu kecil?&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan umat Islam akan bangun dari dunia mimpi? Kapan bisa ketemu 11 orang yang sanggup main bola? Bagaimana mau menjadi pemimpin dunia kalau dalam urusan tendang bola saja tidak bisa dapat prestasi? Orang non-Muslim seharusnya bisa tertarik pada Islam kalau melihat semua kelebihan kita di semua bidang. Tetapi setelah menyaksikan kita, mereka malah ketawa dan kabur. Jadi kita harus berubah. Kita harus bangun, bangkit, bersatu, dan menjadi pemimpin dunia, dan menjadi pemimpin dalam semua bidang. Jangan berharap bisa kirim robot ke planet Mars kalau tendang bola terlalu sulit!&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat sebagai renungan.&lt;br /&gt;Wa billahi taufiq wal hidayah,&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;-Gene Netto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FIFA/Coca-Cola World Ranking&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://inside.fifa.com/fifa-world-ranking/men&quot;&gt;https://inside.fifa.com/fifa-world-ranking/men&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxLa4avt7nHBS5wLn5kAyFGkz-MbB6wU6xvxwH9Sg6yyoyDCIwpGMILlW559biMrpb-_0-iyVR67j72gKdGr8TjKRJfUweeaqKQoKpMaBa3uOcbeFOVg1Vp_R89FP8kH5LyQ0X1odE11YH81bT4gkm-qmPdsivEzCi01GLVJwBCq0jYtxDukJF/s789/FIFA_Coca-Cola%20Men&#39;s%20World%20Ranking.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;565&quot; data-original-width=&quot;789&quot; height=&quot;286&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxLa4avt7nHBS5wLn5kAyFGkz-MbB6wU6xvxwH9Sg6yyoyDCIwpGMILlW559biMrpb-_0-iyVR67j72gKdGr8TjKRJfUweeaqKQoKpMaBa3uOcbeFOVg1Vp_R89FP8kH5LyQ0X1odE11YH81bT4gkm-qmPdsivEzCi01GLVJwBCq0jYtxDukJF/w400-h286/FIFA_Coca-Cola%20Men&#39;s%20World%20Ranking.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2025/10/renungan-tentang-umat-islam-dari-sisi.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRH6d53vUDIc84RmKppPgwJ8BU5D_9DOXoKFwL_bs_Z7gAEWH3GWbrg2v4qeOZuMICmuVH3MeN8PKxbtDeHsSs-7JMmRm9RJX8SNwUA-73LCDhcLSfjXxTJaSf7BR0JlO0IIzIP0LT0L9s4azidtgrU2MLlQdesKJn5azsEH_yQt0dwlnAil24/s72-w400-h400-c/Gemini_Generated_Image_xywlplxywlplxywl.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-83382074780190799</guid><pubDate>Sun, 19 Oct 2025 01:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-10-19T08:45:40.193+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><title>Ya Allah, Ada Apa Dengan Negara Ini?</title><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNbHD0HD9bF3ON4sIrTEFJnPZ9_ut77eLnm5XMqj49NSN8NYRWe-SJF6o7RiFLnXFV9puRvuodz0PbLf_rim3g1-UoHwZJhndnwoLMdkDDR0nOLpFSjBxhjumOvhmPoDzrhqj7kcrYKnGiATPjg55VEg8Ir-mGurp4B8jRS05Ag1g51-vjepH3/s1024/Gemini_Generated_Image_f5lgjff5lgjff5lg.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;font-family: arial; margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1024&quot; data-original-width=&quot;1024&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNbHD0HD9bF3ON4sIrTEFJnPZ9_ut77eLnm5XMqj49NSN8NYRWe-SJF6o7RiFLnXFV9puRvuodz0PbLf_rim3g1-UoHwZJhndnwoLMdkDDR0nOLpFSjBxhjumOvhmPoDzrhqj7kcrYKnGiATPjg55VEg8Ir-mGurp4B8jRS05Ag1g51-vjepH3/w400-h400/Gemini_Generated_Image_f5lgjff5lgjff5lg.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;[Pertanyaan]: Ya Allah, ada apa dengan negara ini? Kenapa ada banyak kerusakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Gene]: Assalamu’alaikum wr.wb. Banyak masalah di sini berawal dari sistem pendidikan yang kurang baik. Efeknya, banyak orang menjadi pemimpin, dapat tanggung jawab, tetapi mereka kurang pantas. Banyak sistem lain juga rusak, tetapi pendidikan yang terpenting. Pola pikir kita menentukan tindakan dan perbuatan kita. Anak yang dapat sistem pendidikan yang baik, dan keluarga yang baik, tidak menjadi orang jahat. Mereka senang berpikir, menggali ilmu, berbuat baik, menolong orang lain, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi banyak orang lain dapat pendidikan yang rusak, dan keluarganya juga rusak. Orang tuanya adalah hasil dari sistem yang rusak di zaman dulu. Sayangnya, mereka (anak dan orang tuanya) malas belajar sekarang, walaupun semua ilmu bisa diakses lewat internet. Hasilnya, banyak orang yang “tidak pantas” malah bisa menjadi pemimpin. Ada banyak pejabat nasional dan daerah, dan pemimpin di bidang politik, pendidikan, agama, rumah tangga, dan seterusnya, yang kurang berkualitas. Berapa banyak pria yang menikah tetapi kurang pantas menjadi suami atau bapak? Mereka tidak memahami tugasnya, malas belajar, dan tidak bisa memimpin diri sendiri, apalagi orang lain.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, banyak sistem dibiarkan rusak, karena para pemimpin sibuk kumpulkan kekayaan dan kekuasaan. Di negara maju, anak dan dewasa sering membaca, banyak berpikir, jadi IQ rakyat tinggi, dan rakyat menjadi sejahtera. Tetapi di sini, anak dan dewasa malas membaca, IQ rakyat rendah, banyak anak DO, dan umat Islam menghabiskan Rp. 2.200 triliun untuk beli rokok setiap tahun. Sekaligus mengaku miskin dan sulit maju karena dijajah Belanda zaman dulu. Beli buku, susah. Beli rokok, wajib. Anehnya, Jepang hancur 70 tahun yang lalu. Sekarang?&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar ra., Rasulullah SAW bersabda, &quot;Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu akan ditanya mengenai kepemimpinanmu. Imam (Penguasa) adalah pemimpin dan akan ditanya mengenai kepemimpinannya. Seorang laki-laki adalah pemimpin keluarganya dan bertanggung jawab mengenai kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin rumah tangga suaminya dan bertanggung jawab atas&amp;nbsp; kepemimpinannya. Pelayan (buruh) adalah pemelihara harta majikannya dan akan ditanya mengenai pemeliharaannya. Maka kamu sekalian adalah pemimpin dan masing-masing bertanggung jawab atas kepemimpinannya.&quot;&amp;nbsp; (HR. Bukhari &amp;amp; Muslim)&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya “pemimpin” adalah semua orang yang dapat tanggung jawab. Mereka punya kekuasaan, walaupun terbatas. Sayangnya, mereka tidak dibekali dengan ILMU MENJADI PEMIMPIN. Itulah hasil dari sistem pendidikan yang rusak, dan seringkali keluarganya rusak juga! Saat menjadi “pemimpin” (dapat tanggung jawab), mereka menciptakan kerusakan, atau teruskan yang sudah ada. Pejabat, suami, guru, karyawan, polisi, satpam, dll. adalah pemimpin. Ada tanggung jawab, dan perbuatan mereka berefek pada orang lain, jadi mereka tergolong “pemimpin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa solusinya? Sederhana. Kita harus bangun dari dunia mimpi, bersatu, siap membantu orang lain, dan membangun komunitas yang baik. Itu tanggung jawab kita semua, bukan “tugasnya pejabat”. Jangan menunggu orang lain muncul untuk memperbaiki Indonesia. Kita yang harus melakukannya!&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya? Mulai dengan diri sendiri, dan anak di rumah. Jangan merasa “puas” dengan ilmu yang dimiliki. Berusaha untuk belajar terus, setiap hari. Menjadi semangat mencari informasi, walaupun dianggap “tidak bermanfaat”. Belajar tentang negara lain, sejarah dunia, dan bidang yang kurang penting bagi anda. Contohnya: Sistem ekonomi di Cina apa? Kekaisaran Romawi runtuh kenapa? Apa air laut bisa menjadi air minum? Binatang apa yang paling beracun? Dan seterusnya.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengejar ilmu dunia dan ilmu agama terus, karena itu sumbernya peningkatan IQ. Dapat kemampuan berpikir dan membuat analisis! Mendidik anak dengan cara yang sama. Jangan berharap mendapat anak yang “diam dan taat”. Didik mereka untuk merasa mandiri, berpikir sendiri, ciptakan pendapat, dan berdebat secara baik. Bantu mereka dapat IQ dan kreativitas tinggi. Berikan buku, sumber ilmu dari internet, dan semangatkan mereka.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa berdoa kepada Allah, negara maju mereka berhasil. Sekitar 50% dari orang di barat sudah ateis sekarang. Di Cina, seluruh negara! Kita berdoa kepada Allah SWT setiap hari,&amp;nbsp; jadi seharusnya kita bisa melebihi mereka dalam semua bidang. Faktanya, banyak Muslim berdoa kepada Allah, tetapi tidak yakin doanya akan dikabulkan! Jadi kita butuh Allah, ilmu, dan semangat berjuang, tanpa menunggu orang lain! Dan daripada bakar Rp. 2.200 triliun per tahun untuk rokok, coba diberikan kepada anak yatim dan dhuafa! Minta doanya, dan merasa yakin Indonesia ini bisa maju. Kalau kita semangat, Allah akan semangat dukung kita juga. Jangan menunggu orang lain. Mulai mendidik anak anda sekarang juga.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat sebagai renungan.&lt;br /&gt;Wa billahi taufiq wal hidayah,&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;-Gene Netto&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2025/10/ya-allah-ada-apa-dengan-negara-ini.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNbHD0HD9bF3ON4sIrTEFJnPZ9_ut77eLnm5XMqj49NSN8NYRWe-SJF6o7RiFLnXFV9puRvuodz0PbLf_rim3g1-UoHwZJhndnwoLMdkDDR0nOLpFSjBxhjumOvhmPoDzrhqj7kcrYKnGiATPjg55VEg8Ir-mGurp4B8jRS05Ag1g51-vjepH3/s72-w400-h400-c/Gemini_Generated_Image_f5lgjff5lgjff5lg.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-25429998.post-4398325550191166705</guid><pubDate>Thu, 16 Oct 2025 05:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-10-16T12:04:21.326+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemerintah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sekolah</category><title>Jemaah Haji Dan Umrah Dapat Menteri, 80 Juta Anak Kenapa Diabaikan?</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Assalamu’alaikum wr.wb. Pada tahun 2024, tercatat 1,8 juta orang Indonesia melakukan Umrah dan 241 ribu orang melakukan Haji. Jadi totalnya adalah 2 juta orang yang pergi ke Saudi selama beberapa hari saja.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ada 80 JUTA ANAK INDONESIA YANG PERGI KE SEKOLAH SETIAP HARI, lalu dapat atap yang mau ambruk, WC yang rusak, tembok yang rusak, perpustakaan penuh buku teks kuno (bukan buku cerita), listrik yang sering putus, kelas panas tanpa kipas angin atau AC, pejabat yang tiba-tiba isi satu kelas dengan 50 anak, guru yang gajinya 300 ribu per bulan, guru yang cabuli anak, guru killer yang marah besar kalau anak lupa kerjakan PR, tempat bermain berisi perosotan buatan zaman Belanda, kebijakan pendidikan yang berubah terus, kurikulum yang berubah terus (ganti menteri, ganti kurikulum), dan setelah lulus dari SMA harus bersaing dengan puluhan ribu anak lain untuk menjadi kasir di Alfamart karena sulit dapat pekerjaan yang lain, atau bisa menggunakan keahlian matematika dan sejarah yang dipelajari untuk menjadi tukang ojek, lalu dilindas polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KENAPA orang kaya yang pergi ke Saudi selama beberapa hari bisa dapat seorang menteri untuk bantu mengatur semua urusan mereka secara baik, tetapi 80 juta anak bangsa tidak pernah dapat seorang menteri yang bertindak sebagai advokat mereka di tengah pemerintah? Kenapa tidak ada pejabat khusus yang memastikan kondisi hidup mereka, keluarga mereka, kesejahteraan mereka, perlindungan mereka, dan masa depan mereka merupakan PRIORITAS bagi pemerintah? Ada 80 juta anak yang butuh seorang pejuang dan juru bicara, yang bisa bicara atas nama mereka dan melindungi mereka dari orang dewasa yang bertindak seenaknya, membuat kebijakan seenaknya, mengubah lingkungan dan komunitas seenaknya, tanpa peduli pada dampaknya terhadap anak Indonesia.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: &quot;Barang siapa yang mempermudah kesulitan orang lain, maka Allah ta&#39;ala akan mempermudah urusannya di dunia dan akhirat.&quot; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon kepada Bapak Presiden untuk segera lantik Menteri Urusan Anak. Dan berikan dia kekuasaan hukum untuk panggil menteri dan pejabat lain, melakukan koordinasi, dan melarang pejabat bertindak seenaknya tanpa peduli pada efeknya terhadap 80 juta anak Indonesia. Presiden punya Paspampres untuk menjaganya dan punya banyak staf untuk mengatur semua urusannya. Siapa di dalam pemerintah yang menjaga dan mengurus 80 juta anak dan memikirkan masa depan mereka? Kenapa mereka tidak lebih utama dari 2 juta orang kaya yang mau pergi ke luar negeri selama beberapa hari?&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat sebagai renungan.&lt;br /&gt;Wa billahi taufiq wal hidayah,&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr.wb.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;-Gene Netto&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://genenetto.blogspot.com/2025/10/jemaah-haji-dan-umrah-dapat-menteri-80.html</link><author>noreply@blogger.com (Gene Netto)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>