<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036</atom:id><lastBuildDate>Wed, 06 Nov 2024 02:51:39 +0000</lastBuildDate><category>Hidup dan Kehidupan</category><category>Islami</category><category>Pengetahuan</category><category>Serba Serbi</category><category>Bunga Rampai</category><category>Kesehatan</category><category>Fonumena Alam</category><category>Kode Warna</category><category>Setitik Embun</category><category>Wachyuni Mandira</category><title>Blog Maz Sary</title><description></description><link>http://mazsary.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Banyu Biru)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-3864641875535650274</guid><pubDate>Wed, 14 Dec 2016 18:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-12-15T04:14:06.369+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bunga Rampai</category><title>Sifat Alam Tersurat di Quran </title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_7KN4H0Y_Yr_Lks3XyId7KURjsFEJ1gHbf8M8INjrt55A-d2tMpQfeX5CVCatgcIXOQGYLXkEVp_s3wnoXPLZuPeTTCs9DP1LmAvYLP-SZUrCc98awJkKhlc_wjcQg7iv5xZ_xzMgCsbr/s1600/sifat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="257" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_7KN4H0Y_Yr_Lks3XyId7KURjsFEJ1gHbf8M8INjrt55A-d2tMpQfeX5CVCatgcIXOQGYLXkEVp_s3wnoXPLZuPeTTCs9DP1LmAvYLP-SZUrCc98awJkKhlc_wjcQg7iv5xZ_xzMgCsbr/s400/sifat.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;; font-size: 9pt; font-style: normal;"&gt;Di awal 
abad ke-20, ilmuan Jerman Alfred Wegener mengungkapkan, benua di bumi telah 
ditempatkan bersamaan dengan awal fase pembentukan bumi. Para ahli geologi 
memahami bahwa yang dikatakan Wegener adalah benar pada tahun 1980, setelah 50 
tahun kematiannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;; font-size: 9pt; font-style: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;; font-size: 9pt; font-style: normal;"&gt;Penemuan -- yang dilakukan pada awal abad 20 -- 
gerakan kerak bumi dijelaskan oleh para ilmuwan sebagai berikut. Kerak terluar 
bumi dengan ketebalan 100 km persegi, terbagi atas dua bagian: yang disebut 
sebagai semacam piringan. Ada 6 piringan-piringan utama, dan beberapa berukuran 
kecil. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;; font-size: 9pt; font-style: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;; font-size: 9pt; font-style: normal;"&gt;Menurut teori yang disebut plate tectonics, piringan-piringan ini 
bergerak di atas bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Gerakan benua 
telah diukur yaitu 1 - 5 cm per tahun. Karena piringan-piringan tersebut 
terus-menerus bergerak, hal ini menyebabkan perubahan secara perlahan pada 
geografi bumi. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantik menjadi lebih lebar 
sedikit demi sedikit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;; font-size: 9pt; font-style: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;; font-size: 9pt; font-style: normal;"&gt;Fakta ilmiah itu, sesungguhnya telah tercantum pada 
Alquran. Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, 
padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. Begitulah perbuatan Alloh yang 
membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa 
yang kamu kerjakan. (Surat an-Naml, 88)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;; font-size: 9pt; font-style: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;; font-size: 9pt; font-style: normal;"&gt;Ada hal penting yang dinyatakan 
di sini: Allah telah menunjukkan gerakan gunung-gunung sebagai suatu gerakan 
terapung dalam ayat tersebut. Kini, ilmuan modern menggunakan istilah 
continental drift atau benua yang mengapung untuk mengatakan hal ini. 
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;; font-size: 9pt; font-style: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;; font-size: 9pt; font-style: normal;"&gt;Selain itu, Quran pun menyebutkan, gunung-gunung memiliki fungsi 
mencegah goncangan di permukaan bumi. Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh 
seorang pun pada zaman Al Quran diturunkan pertama kali. Ini merupakan fakta 
yang membawa pencerahan masa kini sebagai hasil penemuan geologi modern.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;; font-size: 9pt; font-style: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;; font-size: 9pt; font-style: normal;"&gt;Berdasarkan penemuan ini, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan 
tabrakan dari lapisan massive yang membentuk kulit bumi. Ketika dua lapisan tadi 
bertabrakan, lapisan yang lebih kuat berada di bawah lapisan lainnya, dan 
lapisan yang berada di atas mengkerut dan membentuk dataran tinggi atau gunung. 
Lapisan bawah bergerak di bawah tanah dan membentuk suatu lapisan bawah yang 
luas dan dalam. Ini berarti gunung-gunung yang terbentang di bawah daratan 
memiliki ukuran sama besarnya dengan yang terlihat di permukaan bumi. 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai 
berikut: Jika benua-benua berukuran lebih tebal, setebal gunung-gunung itu, 
kerak bumi akan terbenam lebih dalam di dalam lapisan. Dalam sebuah ayat, 
peranan gunung ditegaskan melalui sebuah perbandingan dengan pasak. Bukankah 
Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak? 
(Surat an-Naba, 6-7) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain gunung-gunung menggenggam lapisan 
dalam kerak bumi bersamaan dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi 
pada titik hubung lapisan-lapisan ini. Dengan cara ini, mereka mengokohkan kerak 
bumi dan menjaga agar tidak terapung di atas magma pada lapisan tersebut. 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, kita bisa mengandaikan gunung-gunung seperti paku yang 
menjaga lembaran-lembaran kayu tetap menyatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi pengokohan dari 
gunung-gunung ini dijelaskan dalam literatur ilmiah dengan terminologi isostasy. 
Isostasy diartikan sebagai keseimbangan dalam kerak bumi oleh suatu gerakan 
material bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan 
vital gunung-gunung yang ditemukan ahli geologi modern dan penelitian seismic 
telah dinyatakan dalam Alquran berabad-abad silam sebagai suatu contoh kearifan 
yang agung dalam karya-karya Tuhan. Dan telah kami jadikan di bumi ini 
gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu tidak goncang bersama mereka (Surat 
al-Anbiya: 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain, ahli oceanography masa kini, menemukan sifat 
lautan yang bertemu bersama yang sebelumnya, tidak berpadu satu sama lain. 
Penyebabnya, kekuatan fisika yang dinamakan ''tekanan/tegangan permukaan'', 
perairan pada laut-laut yang bersebelahan tidak menyatu. Ini karena perbedaan 
densitas/kerapatan laut-laut tersebut, tekanan/tegangan permukaan mencegahnya 
dari berpadu satu sama lain seakan-akan ada dinding tipis diantaranya. Sifat 
lautan itu pun tersurat di Alquran. Dia membiarkan dua lautan mengalir, yang 
keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui 
oleh masing-masing (Surat ar-Rahman: 19-20) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;; font-size: 9pt; font-style: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot;; font-size: 9pt; font-style: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2016/12/sifat-alam-tersurat-di-quran.html</link><author>noreply@blogger.com (Banyu Biru)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_7KN4H0Y_Yr_Lks3XyId7KURjsFEJ1gHbf8M8INjrt55A-d2tMpQfeX5CVCatgcIXOQGYLXkEVp_s3wnoXPLZuPeTTCs9DP1LmAvYLP-SZUrCc98awJkKhlc_wjcQg7iv5xZ_xzMgCsbr/s72-c/sifat.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-4889659981290602005</guid><pubDate>Sun, 27 Nov 2016 21:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-12-15T04:16:28.995+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bunga Rampai</category><title>Bu, Suaramu adalah Cinta </title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA4b_khKuR6qvuaClEOKSBkeU97avh-Uc3tZS8C-LfKk2LL7VaGRYrW796MW5NU1Buls6ax1Qh7vHYsxygtjDfVvBegTDmzypEq77yKvdSO0IM2gmsr8WCPDVx4LQ6AqhT0nlY84-LIhs4/s1600/ibu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA4b_khKuR6qvuaClEOKSBkeU97avh-Uc3tZS8C-LfKk2LL7VaGRYrW796MW5NU1Buls6ax1Qh7vHYsxygtjDfVvBegTDmzypEq77yKvdSO0IM2gmsr8WCPDVx4LQ6AqhT0nlY84-LIhs4/s400/ibu.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Hanya ingin..kunyanyikan&lt;br /&gt;senandung dari hatiku untuk Mama&lt;br /&gt;Hanya sebuah 
lagu sederhana&lt;br /&gt;Lagu cintaku, untuk Mama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu anak-anak, 
kenny&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarin, bertemu ibu lagi. Duh senangnya bisa memandang wajah 
syahdu itu. Alangkah bahagia tak terkira menuntaskan kerinduan menikmati binar 
matanya. Ia merengkuh saya, hangat dan erat. Salam yang saya sampaikan ketika 
membuka pintu, tak berjawab. Ibu hanya mengangguk dengan senyuman mengembang 
karena senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ibu, apa kabar???” kalimat pertama yang selalu saya 
singgahkan kepadanya setiap kali pulang. Ibu tak juga bersuara, ia malah sibuk 
meneliti tas saya, adakah bacaan yang saya bawa untuknya. Majalah tarbawi baru, 
segera saja beralih ke tangannya. Sejenak ia ke mushola, mengambil kacamata dari 
atas Al-qur’an yang tengah terbuka. Ia kembali ke samping saya dan kemudian 
tenggelam dalam samudera aksara. Setengah termenung, saya memandangnya. Dih Ibu, 
emang enak dicuekin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya faham, mengapa Ibu menjadi pendiam dan tak 
banyak bersuara. Rupanya batuk yang diderita selama beberapa hari ini, merampas 
suaranya untuk bertutur. Saya sampai tak tega mendengar parau tak terdengarnya 
ketika ia meminta saya menjadi imam shalat maghrib dan isya. Seraknya yang parah 
terdengar seperti desis aneh, mungkin Ibu juga tak suka mendengarnya. Makanya ia 
memilih memberi kode menangkupkan kedua tangan dan menempelkannya di pipi kiri 
sebagai isyarat hendak menjumpai peraduan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya dua hari bersamanya, 
saya tak dapat mengobrol dengannya, kecuali satu arah. Ibu sungguh-sungguh diam. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selalu ada yang berubah ketika pulang dan menjumpainya. Ibu tak sebugar 
dulu, tentu saja karena ia dilahap renta usia. Tangannya sekarang gemetar untuk 
saat-saat tertentu. Tubuhnya kian kerontang karena nafsu makan yang seringkali 
menurun. Lingkaran-lingkaran putih itu terlihat jelas di manik kedua matanya 
yang katanya sulit terpejam ketika malam menjelang. Belum lagi kerut merut yang 
mengukir wajah ayunya. Jika berjalan, langkahnya tak seperkasa dulu, hingga saya 
harus berlari-lari mensejajarinya. Dan sekarang, saya mendapatinya tanpa suara. 
Rabbi.. Engkau sebaik-baik pemberi kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Ibu bagus. Ia 
bercerita, ketika saya sudah mampu berbicara, ia paling suka mengajari saya 
menyanyi. Ia mengajak saya bergembira dengan menyanyi. Ia menyemangati saya juga 
lewat alunan suara merdunya. Waktu duduk di bangku SD kelas satu, saya terkena 
liver hingga sebulan tidak masuk kelas, rapor saya jeblok. Di teras depan rumah, 
ketika melihat saya bersedih, suaranya begitu dekat di telinga. Ia merengkuh 
saya dan bernyanyi:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Jangan putus asa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Itulah semboyan kita&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Maju terus maju&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jangan goncang 
atau bimbang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kukuhkan hatimu, capailah niatmu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kerahkan semua 
tenaga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jangan goncang atau bimbang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tidak akan pernah lupa 
senandung-senandung itu, berharap bisa meneruskannya untuk anak-anak saya kelak. 
Ada lagu yang paling saya suka :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jika aku sudah besar nanti&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ku 
pergi dengan ibu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ibu boleh pilih sendiri, kemana yang dituju&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jika Ibu 
pilih Jogya, Bandung dan Semarang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Aku yang beli karcisnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Karcis kapal 
terbang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak sengaja pada waktu berkumpul setelah lebaran idul fitri 
kemarin, saya mengajak teteh-teteh dan Ibu ‘konser’ bersama. Hampir bersepuluh 
kami menyanyi, mendendangkan sebuah lagu yang menjadi favorit kami sewaktu masih 
kecil dulu. Denting dawai gitar yang saya petik menambah kesan ‘indah’ itu 
:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Di matamu mama ada bintang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Gemerlapan bila ku pandang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Di 
matamu mama ada kasih sayang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Yang selalu bersinar tak pernah pudar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Di 
matamu mama ada kasih sayang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Yang selalu bersinar terang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah 
mengapa, Ibu tak ikut menyanyi. Ia malah sibuk memperhatikan kami satu persatu 
dan berkata hampir tak terdengar “Ehm, jangan bikin Ibu sedih atuh”.&lt;br /&gt;
Ah Ibu, 
rindu kudengar senandung cinta itu lagi. Suaramu adalah cinta, karena setiap 
tuturmu selalu saja bermakna. Seingat saya, ia tidak pernah marah dengan 
kata-kata yang kasar terhadap anak-anaknya, sejengkel apapun perasaanya. 
Suaranya paling terdengar tajam. Suatu saat Ibu memperingatkan kakak saya yang 
telah memarahi anaknya tanpa ampun. “Geulis, kata-kata seorang ibu adalah 
bertuah, berhati-hatilah. Ucapan seorang ibu adalah doa, jadi ucapkanlah yang 
baik-baik”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, Ibu, sungguh tidak nyaman ketika suaramu tak terdengar 
memenuhi udara, meski sosokmu begitu dekat. Bu, saya tak bisa menikmati dengan 
sempurna keindahan kebersamaan kemarin, meski tak berkurang eratnya rengkuhanmu, 
meski engkau masih melabuhkan tanganmu untuk membangunkan diri yang ditelan 
lelap. Sungguh, saya merasa sendiri kemarin meski kehadiranmu nyata, karena 
mungkin sapamu terbatas, kata-kata bijak itu tak lagi ada dan kau tak lagi 
bercerita tentang apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, bu, setelah sembuh, saya pasti mendengar 
lagi suara itu, sapamu, tuturmu, kata-kata bijakmu bahkan mungkin senandung 
cinta ketika kita ‘konser’ bersama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, bu segalanya tentangmu adalah 
cinta, meski itu hanya suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan saya tak bisa membayangkan, jika suara 
mu menghilang untuk seterusnya, karena sebuah takdir yang pasti kedatangannya. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allahu Rabbii, anugerahkan untuk ummi kesehatan yang barakah.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2016/11/hanya-ingin.html</link><author>noreply@blogger.com (Banyu Biru)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA4b_khKuR6qvuaClEOKSBkeU97avh-Uc3tZS8C-LfKk2LL7VaGRYrW796MW5NU1Buls6ax1Qh7vHYsxygtjDfVvBegTDmzypEq77yKvdSO0IM2gmsr8WCPDVx4LQ6AqhT0nlY84-LIhs4/s72-c/ibu.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-8721474835331755093</guid><pubDate>Thu, 24 Nov 2016 21:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-11-25T07:40:49.675+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islami</category><title> Asing di Tengah Ramai </title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLd5nDFsa2jpMiAUC2f8nY-R0JTQZaseHpDodo-BzCrR_Iu3SLfmH22i9nzqw4OV-5SaYFugLyrPWhUlMaPCNwACqiF17hTPHqjKC0qw6j_4bY8VVHxPc_VqxpanAR0jXtg6CSlJeSuIvQ/s1600/20bara-sekam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLd5nDFsa2jpMiAUC2f8nY-R0JTQZaseHpDodo-BzCrR_Iu3SLfmH22i9nzqw4OV-5SaYFugLyrPWhUlMaPCNwACqiF17hTPHqjKC0qw6j_4bY8VVHxPc_VqxpanAR0jXtg6CSlJeSuIvQ/s200/20bara-sekam.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di tengah-tengah para sahabat, Rasulullah SAW mewartakan kondisi umat Islam pada 
akhir zaman. Rasulullah bersabda, ''Pada akhir zaman nanti, umatku bagaikan 
memegang api membara di tangannya. Mereka asing di antara para 
manusia.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah seorang sahabat bertanya, ''Berarti umat Islam menjadi 
umat minoritas nantinya, ya Nabi Allah?''Rasulullah kemudian menjawab, ''Bukan, 
bukan!''''Lalu, bagaimana?'' tanya sahabat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Pada saatnya nanti hanya 
segelintir orang dari umatku yang tetap berpegang teguh pada Islam secara 
konsisten. Mereka ini bagaikan orang asing seperti Islam generasi awal,'' 
Rasulullah menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu, sewaktu Rasulullah mendakwahkan Islam 
kepada kaum kafir Quraisy, tanggapan sinis, skeptis disertai caci-maki, hinaan, 
bahkan siksaan mendera diri Nabi Muhammad SAW. Beliau dan para pengikutnya 
dengan lantang menyuarakan kebenaran Islam yang agung. Beliau berani menentang 
arus besar pemikiran, sikap, dan tindakan mayoritas umat dengan penuh keyakinan 
dan semangat juang kuat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dus, tradisi baru yang dikembangkan Rasulullah 
dan para sahabat dianggap keluar dari pakem, nyeleneh, menyimpang, melawan 
otoritaritas suci, dan, tentunya, asing di tengah-tengah tradisi kafir 
Quraisy.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Saat ini, jalan lurus Islam semakin banyak dilalui penduduk bumi. Di tiap 
jengkal tanah seantero bumi, telah tertanam benih-benih Islam. Ironinya, nomina 
kuantitas tidak seiring berkelindan dengan kualitas keberagamaan para 
pemeluknya. Masih relatif sedikit yang benar-benar mau menjalani Islam sebagai 
matan keyakinan dan cita-cita kehidupan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan, acapkali muka sinis, 
pandangan benci, ucapan sarkastis ditujukan dan ditimpakan kepada minoritas 
kecil ini. Tidak aneh, bila itu keluar dari musuh-musuh Islam, tetapi yang 
memprihatinkan justru keluar dari rahim kepribadian umat Islam sendiri. 
Tampaklah bahwa pewartaan Rasulullah beberapa abad yang lalu telah mewujud 
menjadi sebuah kenyataan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berat memang, menjalani kehidupan di era posmo 
ini sesuai dengan kaidah agama. Menggenggam kebenaran laksana menggenggam api 
membara. Bergegas ke masjid manakala suara adzan bergema, mengajak teman ikut 
kajian keislaman, terlibat dalam kegiatan dakwah, menolak ajakan teman untuk 
nonton film maksiat, seringkali dicap sebagai tindakan dan pandangan kuno. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak pelak, stigma konservatif, dogmatis, literalis, out of date, bahkan 
fundamentalis harus diterima lapisan minoritas umat ini. Sebaliknya, menjalankan 
agama semau gue, perilaku bebas nilai, hedonis, permisif, dan sekuler sangat 
lazim dan populer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang sedikit dan asing inilah yang harus kita jadikan 
referensi kehidupan. Meski sedikit, mereka tak lekang oleh waktu, tak lapuk 
diterpa zaman. Mereka adalah manusia suci pengusung panji-panji kebenaran. 
Mereka selalu meniti jalan kebenaran meski terlalu licin dan sempit. Lantas di 
manakah kita berpijak? (Farida Annur)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2016/11/asing-di-tengah-ramai.html</link><author>noreply@blogger.com (Banyu Biru)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLd5nDFsa2jpMiAUC2f8nY-R0JTQZaseHpDodo-BzCrR_Iu3SLfmH22i9nzqw4OV-5SaYFugLyrPWhUlMaPCNwACqiF17hTPHqjKC0qw6j_4bY8VVHxPc_VqxpanAR0jXtg6CSlJeSuIvQ/s72-c/20bara-sekam.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-9085980909991783595</guid><pubDate>Thu, 24 Nov 2016 20:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-12-15T04:18:02.959+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islami</category><title> Amar Ma'ruf Nahi Munkar</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaNght2EaH03VQyuer7mdjqUNYP4Aw1qMb6agPNcNKwHV-6AShTCclMZjfMfelTWdwkDn8MNiMkaevkNISKgXjZPJKLuI9XvxoxZQk9-N1LxXQM-x33uSHewIXplrrSgUSpH1Zu7U4Drdf/s1600/syariat+islam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="224" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaNght2EaH03VQyuer7mdjqUNYP4Aw1qMb6agPNcNKwHV-6AShTCclMZjfMfelTWdwkDn8MNiMkaevkNISKgXjZPJKLuI9XvxoxZQk9-N1LxXQM-x33uSHewIXplrrSgUSpH1Zu7U4Drdf/s320/syariat+islam.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;garamond&amp;quot;;"&gt;Rasulullah Saw bersabda, "Bersungguh-sungguhlah kalian dalam 
menyeru yang makruf, bersungguh-sungguh pulalah kalian dalam mencegah yang 
munkar. Jika tidak, maka Allah akan memberikan kekuasaan kepada orang-orang 
buruk di antara kalian, dan doa orang-orang baik di antara kalian (tetapi diam 
terhadap kemunkaran) tidak akan dikabulkan oleh Allah," (HR Imam 
Bazzar).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;garamond&amp;quot;;"&gt;Hadis di atas menjelaskan kepada kita akan kewajiban setiap 
Muslim untuk senantiasa melakukan aktivitas dakwah Islamiyah. Kita diperintahkan 
oleh Rasulullah Saw untuk senantiasa menegakkan kebenaran di manapun kita 
berada, dan dalam posisi apa pun. Seorang hakim yang baik, pastilah ia akan 
berusaha melandaskan keputusannya pada prinsip-prinsip keadilan dan kebenaran. 
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;garamond&amp;quot;;"&gt;Tidak mungkin ia akan melakukan berbagai upaya penyelewengan hukum. Ia 
akan bersikap tegas dan jujur, walaupun kasus yang sedang ditanganinya 
melibatkan kaum elite dan para pemimpin. Seorang politisi yang jujur, pastilah 
ia akan mengatakan kebenaran yang hakiki tanpa harus melakukan kebohongan 
publik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;garamond&amp;quot;;"&gt;Ia tidak akan memiliki keberanian untuk mempermainkan 
kepentingan rakyat demi memuaskan keinginan pribadinya. Begitu pula halnya 
dengan berbagai pekerjaan lainnya, seorang Muslim harus memiliki komitmen yang 
kuat untuk menegakkan amar makruf dan nahi munkar. Ia tidak boleh berdiam diri 
manakala melihat berbagai bentuk kezaliman dan kemunkaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;garamond&amp;quot;;"&gt;Bila umat 
Islam tidak melakukan kegiatan amar makruf nahi munkar, maka Allah akan 
menimpakan dua akibat. Pertama, Allah akan memberikan kekuasaan kepada 
orang-orang buruk di antara komponen suatu masyarakat dan bangsa. Seluruh aspek 
kehidupan akan dikendalikan dan diarahkan oleh orang-orang yang tidak bermoral, 
baik itu aspek politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, pertahanan keamanan, 
maupun aspek-aspek kehidupan lainnya. Yang akan terjadi adalah berbagai 
kehancuran dan kerusakan. Azab akan turun silih berganti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;garamond&amp;quot;;"&gt;Kedua, Allah 
tidak akan mengabulkan doa orang-orang baik di antara mereka, tetapi orang-orang 
baik tersebut diam dan tidak berbuat sesuatu untuk mencegah terjadinya 
kemaksiatan. Untuk itulah umat Islam harus senantiasa melakukan proses koreksi 
dan introspeksi secara terus-menerus. Bukan tidak mungkin, keterpurukan bangsa 
ini disebabkan oleh kelalaian umat Islam dalam beramar makruf dan nahi munkar. 
(Irfan Syauqi Beik)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;garamond&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2016/11/amar-maruf-nahi-munkar.html</link><author>noreply@blogger.com (Banyu Biru)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaNght2EaH03VQyuer7mdjqUNYP4Aw1qMb6agPNcNKwHV-6AShTCclMZjfMfelTWdwkDn8MNiMkaevkNISKgXjZPJKLuI9XvxoxZQk9-N1LxXQM-x33uSHewIXplrrSgUSpH1Zu7U4Drdf/s72-c/syariat+islam.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-76955157779477378</guid><pubDate>Thu, 24 Nov 2016 20:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-11-25T03:50:05.161+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islami</category><title> Agama yang Diridhoi </title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJx9f9s65lXKYZy7Yj8eVw5jiVQr399WtHZ9UTdMOdSa4VaN6Mi7nMRUNydHQ07gQo41xziAYpfau7dkc3eDpEYZRHG_fVEVQeLih8B-yWAPIF0AOY2ed8YRUrFuVaWes2jGzFLI5PjpqV/s1600/islam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJx9f9s65lXKYZy7Yj8eVw5jiVQr399WtHZ9UTdMOdSa4VaN6Mi7nMRUNydHQ07gQo41xziAYpfau7dkc3eDpEYZRHG_fVEVQeLih8B-yWAPIF0AOY2ed8YRUrFuVaWes2jGzFLI5PjpqV/s320/islam.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;garamond&amp;quot;;"&gt;Allah SWT berfirman: ''Dialah yang mengutus rasul-Nya dengan 
membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala 
agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci.'' (QS. 61: 9). Dari firman 
tersebut kita dapat menyimpulkan agama terbagi dalam dua bagian, yaitu agama 
yang berasal dari Allah, agama yang diridhoi yaitu Islam dan agama selain Islam 
atau dalam ayat itu disebut sebagai ad-diinu kullih. Ayat itu juga menegaskan 
Islam merupakan agama yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti bahwa Islam sebagai satu-satunya 
agama yang diridhoi Allah, dapat pula diperhatikan pada wahyu terakhir yang 
diterima oleh Rasulullah SAW tatkala beliau sedang melaksanakan haji wada' yang 
berbunyi: ''Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah 
Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agamamu (QS 5: 
3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lain Allah SWT menegaskan: ''Sesungguhnya agama (yang 
diridhoi) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah 
diberi al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena 
kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap 
ayat-ayat Allah sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.'' (QS 3: 
19).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;garamond&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;garamond&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Ayat lainnya dalam surat Ali Imran, Allah berfirman: ''Barangsiapa 
mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima 
(agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.'' 
(QS 3: 85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat di atas jelas menunjukkan Islam merupakan 
satu-satunya agama yang diridhoi dan benar. Islam merupakan agama yang sesuai 
dengan fitrah manusia dan Islam berbeda dengan agama-agama lainnya. Islam 
merupakan agama yang langsung Allah turunkan melalui rasul-rasul-Nya terdahulu 
hingga Nabi Muhammad SAW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;garamond&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah berfirman: ''Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang 
telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan 
apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah 
agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang 
musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu 
orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada-Nya (agama) orang yang 
kembali (kepada-Nya).'' (QS 42: 13).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam ayat lainnya Allah 
menjelaskan: ''Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana 
Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami 
telah memberikan wahyu kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yaqub, dan anak cucunya, 
Isa, Ayub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.'' (QS 
4: 163).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam praktik kehidupan agama saat ini, upaya pendangkalan dan 
penggembosan terhadap akidah umat Islam telah marak dilakukan, seperti dengan 
beredarnya paham semua agama sama, pernikahan beda agama, dan seterusnya. 
Karenanya, peningkatan akidah, keimanan, dan keyakinan umat Islam terhadap 
agamanya menjadi keharusan dalam menghadapi upaya-upaya pendangkalan akidah 
tersebut. Ini menjadi tugas dan kewajiban ulama, para ustaz, orang tua, dan 
semua umat Islam&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2016/11/agama-yang-diridhoi.html</link><author>noreply@blogger.com (Banyu Biru)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJx9f9s65lXKYZy7Yj8eVw5jiVQr399WtHZ9UTdMOdSa4VaN6Mi7nMRUNydHQ07gQo41xziAYpfau7dkc3eDpEYZRHG_fVEVQeLih8B-yWAPIF0AOY2ed8YRUrFuVaWes2jGzFLI5PjpqV/s72-c/islam.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Pematang Sari, Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-4.1075007 104.83962480000002</georss:point><georss:box>-4.1708522000000006 104.75894380000003 -4.0441492 104.92030580000002</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-2510338037601779178</guid><pubDate>Sun, 30 Oct 2016 23:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-11-19T02:37:21.290+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islami</category><title>Duduk dan Berjalan diatas Kuburan</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8fJY1_3rjsoh8ofUzUvia1znmNBuaKsIBMzPotF3NATjrhu5kwoFs-26kNiAbFkbeqGce03afgwiTiMfRu2FVqwh8XdLrwBwuBi7mz-v7oNutFpae7X9ex626gKByUun6ktN9wb9GAYFw/s1600/duduk+kuburan.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8fJY1_3rjsoh8ofUzUvia1znmNBuaKsIBMzPotF3NATjrhu5kwoFs-26kNiAbFkbeqGce03afgwiTiMfRu2FVqwh8XdLrwBwuBi7mz-v7oNutFpae7X9ex626gKByUun6ktN9wb9GAYFw/s200/duduk+kuburan.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;Rasulullah SAW melarang seseorang duduk diatas kuburan di beberapa 
haditsnya, diantaranya sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya seorang dari 
kalian yang duduk ditas bara api lalu membakar pakaian hingga menyisakan
 kulitnya lebih baik baginya daripada duduk diatas sebuah kuburan.” (HR.
 Muslim didalam “Shahih” nya)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;Sabdanya saw yang lain,”Sesungguhnya aku berjalan diatas bara api 
atau pedang atau aku menambal sandal dengan kakiku lebih aku sukai 
daripada berjalan diatas sebuah kuburan muslim.” (HR. Ibnu Majah, 
dishahihkan oleh al Bushairiy dan sanadnya baik menurut al Albani)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;Sabdanya saw yang lain,”Janganlah kalian duduk diatas kuburan dan janganlah shalat menghadapnya.” (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;Dari beberapa dalil diatas, para ulama madzhab Hanafi, Syafi’i, 
Hambali dan Zhahiriy berpendapat bahwa hal itu adalah makruh. Sementara 
Nawawi di dalam “al Majmu” mengatakan,”Makruh duduk diatas kuburan, 
bersandar dengannya dan kami pernah menyebutkan bahwa hal itu adalah 
makruh menurut kami (madzhab Syafi’i), demikian pula menurut jumhur 
ulama.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;Para ulama madzhab Maliki dan sebagian Hanafi membolehkan hal itu, 
mereka menyatakan bahwa hadits-hadits diatas maknanya adalah duduk untuk
 buang hajat diatas kuburan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;Dan pendapat yang paling tepat dalam permasalahan ini adalah pendapat
 jumhur ulama bahwa hadits-hadits tersebut menjelaskan tentang larangan 
dan tidak ada yang mengkhususkannya. (Markaz al Fatwa No. 64447)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;Sementara berjalan diatas kuburan menurut para ulama Hanafi adalah 
makruh. Ibnu Abidin yang dinukil dari bank fatwa mengatakan,”Dari Abu 
Hanifah bahwa janganlah menginjak kuburan kecuali darurat.” Sebagian 
dari mereka mengatakan,”Tidak mengapa menginjak kuburan sementara 
dirinya membaca (al Qur’an) atau bertasbih atau berdoa bagi mereka.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;Sementara para ulama Maliki berpendapat bahwa kuburan adalah tempat 
haram maka tidak seharusnya berjalan diatasnya jika ia berupa gundukan 
dan terdapat jalan selainnya. Adapun jika kuburan itu terhapus (rata) 
maka terdapat kebebasan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;Pemilik kitab “at Tahdzib” dari kalangan Syafi’i mengatakan bahwa 
tidaklah mengapa berjalan dengan menggunakan sandal diantara 
kuburan-kuburan. Mereka mengatakan bahwa pernyataan kuburan adalah 
tempat haram adalah penghargaan untuk si mayit karena itu makruh—menurut
 pendapat mereka yang masyhur—duduk diatasnya, bersandar dengannya, 
menginjaknya kecuali adanya kebutuhan seperti tidak bisa sampai ke suatu
 kuburan mayat kecuali dengan menginjaknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;Imam Nawawi mengatakan,”Hal itu—berjalan diatas kuburan—diharamkan 
berdasarkan lahiriyah hadits,’ ,”Sesungguhnya seorang dari kalian yang 
duduk ditas bara api lalu membakar pakaian hingga menyisakan kulitnya 
lebih baik baginya daripada duduk diatas sebuah kuburan.” (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;Para ulama Hambali mengatakan bahwa makruh menginjak kuburan dan 
berjalan diantarnya dengan menggunakan sandal berdasarkan hadits,”walau 
dengan menggunakan tamasyyuk (sejenis sandal).” Mereka 
mengatakan,”Tidaklah makruh berjalan diantaranya dengan menggunakan 
terompah yang sulit dilepasnya karena ia bukanlah sandal. Disunnahkan 
melepas sandal jika memasuki pemakaman berdasarkan hadits Basyir bin al 
Khashashiyah berkata,”Ketika aku berjalan menemani Rasulullah saw ada 
seorang laki-laki yang berjalan di kuburan dengan menggunakan dua 
sandal. Lalu beliau saw berkata,’Wahai pemilik dua sandal, celaka kamu 
lepaskan kedua sandalmu.’&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;Lalu lelaki itu pun menoleh dan tatkala dia mengetahui Rasulullah saw
 maka dia pun melepaskan dan menjauhkan kedua sandalnya.” Sebagai sebuah
 penghormatan bagi jenazah kaum muslimin kecuali jika dirinya khawatir 
adanya najis, duri, buminya panas atau dingin maka hal itu tidaklah 
makruh—yaitu berjalan dengan menggunakan sandal diantara 
kuburan—dikarenakan adanya uzur. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 
13929 – 13930)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;Dengan demikian makruh bagi seseorang melintasi atau berjalan diatas 
kuburan seorang muslim kecuali darurat atau tidak ada jalan selainnya 
demi menghormati mayat yang ada didalamnya, sebagaimana pendapat 
Syafi’i.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;Adapun terhadap kuburan orang-orang kafir atau musyrik maka 
dibolehkan melintasi atau berjalan diatasnya maupun duduk diatasnya 
karena tidaklah ada kemuliaan terhadap orang yang dikubur didalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt;Adab Mengantar Jenazah ke Pemakaman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairoh berkata,”Rasulullah saw 
bersabda,’Hak muslim tehadap muslim lainnya ada enam : Jika engkau 
bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, jika dia mengundangmu maka 
sambutlah, jika dia meminta nasehat darimu maka nasehatilah, jika dia 
bersin dan mengucapkan Alhamdulillah maka mohonkanlah hidayah (petunjuk)
 baginya, jika dia sakit maka kunjungilah dan jika dia meninggal dunia 
maka iringilah (mayat) nya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;Dari hadits diatas tampak bahwa diantara kewajiban kifayah kaum 
muslimin terhadap seorang muslim yang meninggal dunia adalah 
mengantarkannya ke pemakamannya baik orang yang meninggal itu dikenal 
atau tidak dikenalnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;Urgennya permasalahan mengiringi jenazah ini tampak dari pahala besar
 yang Allah siapkan bagi setiap orang yang mengiringinya hingga selesai 
dimakamkan, berdasarkan sabda Rasulullah saw,”Barangsiapa yang keluar 
dari rumahnya bersama jenazah kemudian mengiringinya hingga dimakamkan 
maka baginya pahala dua qirath yang setiap qirath-nya bagaikan satu 
gunung uhud dan barangsiapa yang menshalatinya kemudian pulang maka 
baginya satu qirath.” (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;Tentang adab mengiringi jenazah disebutkan didalam fatwa al Lajnah ad Daimah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;“Adapun mengiringi jenazah ke pemakaman hendaknya tanpa bersuara, 
tidak dengan berdzikir atau membaca al Qur’an sebagai bentuk pengamalan 
dari sunnah Rasulullah saw dan para Khulafa ar Rasydin dan para 
pendahulu di abad-abad pertama yang telah diakui kebaikannya oleh 
Rasulullah saw.” (al Lajnah ad Daimah li al Buhuts al Ilmiyah wa al 
Ifta’, fatwa no. 829)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: medium;"&gt;Wallahu A’lam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;Sumber :http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hukum-duduk-jalan-di-atas-kuburan.htm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2016/10/duduk-dan-berjalan-diatas-kuburan.html</link><author>noreply@blogger.com (Banyu Biru)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8fJY1_3rjsoh8ofUzUvia1znmNBuaKsIBMzPotF3NATjrhu5kwoFs-26kNiAbFkbeqGce03afgwiTiMfRu2FVqwh8XdLrwBwuBi7mz-v7oNutFpae7X9ex626gKByUun6ktN9wb9GAYFw/s72-c/duduk+kuburan.png" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-6636403122190115472</guid><pubDate>Fri, 28 Oct 2016 17:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-10-29T00:21:47.279+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islami</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Serba Serbi</category><title>Menghadapi Kebingungan Dan Kegelisahan </title><description>&lt;span style="font-size: large;"&gt;Renungkan kehidupan ini dengan mata hati agar anda mengetahui dengan 
sebenar-benarna bahwa dunia ini tidak ada yang sempurna, akan tetapi bila 
kekurangan yang ada bisa diperbaiki maka itulah tujuan yang bisa dicari dari 
hidup ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah selalu bahwa yang dituntut dari anda dan mampu anda 
lakukan adalah bekerja dan mengumpulkan sebab-sebab keberhasilan. Adapun hasil 
akhir dari pekerjaan tersebut berada di tangan Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;Bacalah kisah 
perjalanan orang-orang besar, perhatikan kehidupan mereka agar anda mengetahui 
bahwa dalam kehidupan mereka juga terdapat kekurangan, kegagalan, dan tidak 
semua yang dia usahakan mencapai keberhasilan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;Teliti dan hitung-hitung 
sifat-sifat kesempurnaan dan kemampuan yang anda miliki, nikmat dan anugrah yang 
telah diberikan Allah kepada anda menjadi tampak, juga agar anda mengetahui 
bahwa tidak hanya sifat-sifat kelemahan dan kekurangan yang ada pada diri 
anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah selalu kegiatan dan pekerjaan yang pernah anda lakukan dan 
memberikan keberhasilan tertinggi, lalu ulangi lagi mengingat hal tersebut 
setiap kali anda merasa bingung dan gelisah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;Bila anda menginginkan 
kesempurnaan dan sesuatu yang ideal, maka cara mencapainya, bukan hanya berhenti 
dan menunggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;Pergunakan akal anda dan pertimbangkanlah bila ada dua 
masalah, adakalanya anda harus mengerjakan satu demi satu, atau anda tidak 
melakukan sama sekali. Renungkanlah mana yang lebih utama untuk anda lakukan, 
anda tidak memiliki pilihan ketiga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;Bila anda mengalami kegagalan dalam 
suatu pekerjaan, berdo’alah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;Mohonlah balasan yang baik kepala Allah atas 
musibah yang anda hadapi dan mohonlah ampun kepada-Nya atas semua dosa-dosa 
anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Taken From “Kembangkan Potensi Anda Sepenuhnya" DR. Awadh 
Bin Muhammad Al-Qarni&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2016/10/menghadapi-kebingungan-dan-kegelisahan.html</link><author>noreply@blogger.com (Banyu Biru)</author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-4.1312979 104.89216680000004</georss:point><georss:box>-4.3846964 104.56944330000005 -3.8778994 105.21489030000004</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-323525920482779511</guid><pubDate>Wed, 30 Mar 2016 02:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-03T23:17:42.659+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hidup dan Kehidupan</category><title>Hormati, Cintai dan Sayangi Ayah Selagi Kamu Masih Ada Kesempatan</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXeEt7okUkCNdnZDRj8Gw_1snT2M6-2vnc34pZIK5eggSbiTfGITCQLNoSes_OnQn3JZtdoDsTCfEaWU5Xn7dUPywGJS_SOjXZdSsuAF86uxn1s3OmP0cOkEJkfd_NxQ2jNi9g9RIUijJ1/s1600/ayah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="125" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXeEt7okUkCNdnZDRj8Gw_1snT2M6-2vnc34pZIK5eggSbiTfGITCQLNoSes_OnQn3JZtdoDsTCfEaWU5Xn7dUPywGJS_SOjXZdSsuAF86uxn1s3OmP0cOkEJkfd_NxQ2jNi9g9RIUijJ1/s200/ayah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;segoe ui&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Tadi malam saya ingin
 menulis tentang kerinduan saya kepada Ayah, sosok yang hanya bisa 
menemani saya di dunia ini sampai usia 14 tahun karena Beliau 
ditakdirkan oleh Allah untuk berpulang kerahmatullah dengan cepat tanpa 
sempat melihat anak-anaknya dewasa. Tapi tulisan tentang Ayah yang saya 
rencanakan tidak sempat saya tulis sampai menjelang subuh, setelah 
shalat subuh saya tidur dan bangun sekitar jam 8. Saya buka facebook 
kemudian melihat sebuah postingan dengan judul yang menarik “JANGAN ADA 
YANG NANGIS SETELAH MEMBACA POSTINGAN INI”, saya penasaran dan kemudian 
membacanya sampai selesai, saya sarankan anda juga membaca sampai 
selesai tulisan bagus ini, selamat membaca…....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;segoe ui&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;JANGAN ADA YANG NANGIS SETELAH MEMBACA POSTINGAN INI.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;segoe ui&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dicek adalah inbox.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;segoe ui&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Hari
 ini dia melihat sesuatu yang tidak pernah dia pedulikan selama ini. Ada
 2 dua pesan yang selama ini ia abaikan. Pesan pertama, spam. Pesan 
kedua…..dia membukanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;segoe ui&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;segoe ui&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Diapun mulai membaca isinya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;“Assalamu’alaikum.
 Ini kali pertama Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba 
menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan 
itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak 
pandai mengetik. Ini pun kawan Bapak yang mengajarkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah !&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Saat
 kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu
 asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya 
anak lelaki Bapak sudah bisa me-manggil2 Bapak, sudah bisa me-manggil2 
Ibunya”.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Bapak
 sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak 
ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 
tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat 
banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya dengan 
mendengar gelak tawamu.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Saat
 kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak 
ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu 
dalam perjalanan.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya.&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Bapak jadi makin
 bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. 
Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Bapak sangat mengiginkan kamu 
menjadi anak yang pandai dan taat beribadah.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Masih
 ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam2 waktu itu 
Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara 
kawan2mu sudah memiliki.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Ketika
 kamu masuk SMP kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika 
pulang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah 
setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya 
pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika 
akan pergi bersama kawan-kawanmu.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Kamu
 sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai 
melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari kami
 saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Ketika
 mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. 
Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu 
pulang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan 
internet kamu, dengan dunia kamu.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Bapak
 bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting 
dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat 
nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat 
tabungan kamu saja?&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Kamu
 semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan 
jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara 
tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah 
kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah 
menjadi-jadi.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Bukan
 mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa 
terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat 
dulu lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Bapak tidak minta banyak…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Kadang-kadang,
 Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu.
 Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak.
 Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Andaipun kamu
 sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan 
sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Alloh.&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Alloh.&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;comic sans ms&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;segoe ui&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;&lt;a href="https://sufimuda.files.wordpress.com/2014/07/ayah.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira……………….&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;segoe ui&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Bagaimana tidak ?&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;segoe ui&amp;quot;; font-size: 14px;"&gt;Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2016/03/hormati-cintai-dan-sayangi-ayah-selagi.html</link><author>noreply@blogger.com (Banyu Biru)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXeEt7okUkCNdnZDRj8Gw_1snT2M6-2vnc34pZIK5eggSbiTfGITCQLNoSes_OnQn3JZtdoDsTCfEaWU5Xn7dUPywGJS_SOjXZdSsuAF86uxn1s3OmP0cOkEJkfd_NxQ2jNi9g9RIUijJ1/s72-c/ayah.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-7799975145147963981</guid><pubDate>Wed, 30 Mar 2016 02:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-30T09:23:23.996+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hidup dan Kehidupan</category><title>Titip Rindu untuk Ayah </title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg02sgKXA0vO1BuwXGbnU4Z5o-DvI7su94X1dYCmtwWP_nCZ5EwrddbaDrjrhxkYtBTWqA9GRoQDVqNpO1Gz3GHodeoVceaXh4aIWGt9p_qYOeG6uu0fGvSVg21Yrmjhp8bAXbb4g1IzQCl/s1600/241.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg02sgKXA0vO1BuwXGbnU4Z5o-DvI7su94X1dYCmtwWP_nCZ5EwrddbaDrjrhxkYtBTWqA9GRoQDVqNpO1Gz3GHodeoVceaXh4aIWGt9p_qYOeG6uu0fGvSVg21Yrmjhp8bAXbb4g1IzQCl/s1600/241.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; font-style: normal;"&gt;Seraut 
wajah penuh gurat. Membuatku selalu teringat larik Ebiet G Ade, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di 
matamu masih tersimpan selaksa peristiwa &lt;br /&gt;Benturan dan hempasan terpahat di 
keningmu &lt;br /&gt;Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras &lt;br /&gt;Namun kau 
tetap tabah &lt;br /&gt;Meskipun nafasmu kadang tersengal &lt;br /&gt;Memikul beban yang makin 
sarat &lt;br /&gt;Kau tetap bertahan&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;What should I say about him? 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedari kecil, aku tak terlalu dekat dengannya. Lumrah mungkin, karena 
seorang anak memang biasanya lebih dekat dengan ibunya. Sosok wanita yang 
senantiasa hadir di rumah, membimbing anak-anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak terlalu 
dekat dengannya. Sosok itu selalu pergi pagi pulang sore. Setiap beliau tiba, 
selalu kucari, adakah ia membawa bingkisan bagiku? Dan ibuku senantiasa 
menyuruhku menyiapkan makan baginya. Sebuah permintaan yang selalu kupenuhi 
sembari enggan menggelayuti jasad. Sebuah sikap yang selalu kusesali hingga saat 
ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok itupun jarang berbicara. Selalu kulihat ia bekerja dalam 
diam. Ah, satu sifat yang lewat kuteladani. Ya, ayah adalah sosok yang serba 
bisa menurutku. Dan jelas dambaan wanita masa kini. Karena beliau tidak pernah 
segan melakukan pekerjaan wanita, tanpa melalaikan amanahnya sebagai ayah. 
Bahkan kadang kupikir, di beberapa sisi beliau lebih jago dari ibuku. Beliau 
bisa menjahit dengan rapi dan sangat teliti. Membuatkan ciput untuk kakak 
perempuanku, sebagai orang pertama yang memakai kerudung di keluargaku. Memasak 
dengan sangat bersih dan apik. Membuat sendiri beberapa perkakas dapur dari 
kayu. Membersihkan halaman dan menggunting rumput. Pernah suatu kali, seorang 
sales mengira beliau adalah tukang kebun! Jadilah rumahku selamat dari serbuan 
sales. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; font-style: normal;"&gt;Benar, ayah adalah pekerja yang sangat teliti. Kadang aku dan juga kakak-kakakku 
sering gemas ... "Ayo dong Yah, cepetan dikit! Atau kita aja deh yang ngerjain". 
Tapi proses yang 'lambat' itulah yang mewujudkan hasil mengesankan. 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengecat ayunan taman bersama. Pergi ke pasar dengan pakaian lusuh. Beli 
sepeda, lalu kita kayuh bergantian. Menemaniku ke toko buku. Membelikanku 
gula-gula harum manis yang besar, karena saat itu aku malu memegangnya. 
Memboncengku di sepeda 'unta'. Menghadirkan bola basket saat aku memang sedang 
kepingin-kepinginnya. Mewariskan kepadaku beberapa buku sastra masih dengan 
ejaan lama. Berkolaborasi dengan ibuku, menjahitkan seprei berenda untuk Idul 
Fitri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi dari ayahku adalah, beliau tidak pernah mengeluh. 
Sungguh! Sosok itu memang jarang tersenyum. Beberapa temanku mengaku takut 
melihat ayahku. Wah, mereka belum tau saja bila isengnya kumat, ayahku bisa 
meniru sosok ibu via telpon, dan sudah beberapa teman yang tertipu! 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpaduan sinergis jarang tersenyum dengan tiada keluhan sedikit pun 
dari lisannya. Bahkan saat beliau sakit dan harus dirawat di rumah sakit 
-pertama dan hanya sekali dalam seumur hidupnya-, hingga sosok tegar itu menemui 
Izrail di sana. Akibat sakit yang menyerang hatinya. Akibat akumulasi zat-zat 
toksik ketika dulu beliau bekerja di pabrik belasan tahun lamanya. Sedikitpun 
tak pernah kudengar keluhan keluar dari lisannya. Padahal sering beliau tidak 
melalui malam dengan mata terpejam, karena sakit memerih di hatinya. Bahkan 
beliau menolak keinginanku untuk menemaninya di rumah sakit hanya karena 
khawatir mengganggu sekolahku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu ketika seorang sahabat bercerita 
kepada saya, kakunya ia membangun komunikasi dengan ayahnya. Aku hanya bisa 
terdiam miris. Menyembunyikan basah di mataku. Duhai sahabat, segeralah bangun 
komunikasi dengannya. Sebelum maut mewujudkan jarak antaranya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenang 
ayahku, selalu kuingat tanggal itu, 31 Agustus 1995. Paska kepulangannya dari 
Baitullah. Ternyata beliau pun harus berpulang pada Dzat yang selalu kita 
nantikan pertemuan dengan-Nya. Kamis mendung mendesak awan. Tubuhnya telah 
terbalut kain putih. Menyisakan seraut wajah bergurat. Tatkala wajahnya 
dipalingkan menghadap kanan. Dan gundukan tanah merah basah menindihnya, 
menghalangi kami sedikit demi sedikit ... menjarakkan kami kian jauh ... 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rabbi, &lt;br /&gt;Lapangkanlah kuburnya. &lt;br /&gt;Terangilah ia dengan cahaya-Mu 
yang tiada pernah pudar. &lt;br /&gt;Datangkanlah sosok tampan di hadapannya, sebagai 
wujud amal kebaikan beliau selama ini. &lt;br /&gt;Kutitipkan ia pada-Mu Ya Allah ... 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi, &lt;br /&gt;Rahmatilah hamba sebagai anak shaleh, agar mampu mendoakan 
kedua orang tua hamba. &lt;br /&gt;Sampaikan kepadanya, larik yang belum sempat 
kuverbalkan di hadapannya, bahwa Aku mencintainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau telah mengerti 
hitam dan merah jalan ini &lt;br /&gt;Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan 
&lt;br /&gt;Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari &lt;br /&gt;Kini kurus dan 
terbungkuk &lt;br /&gt;Namun semangatmu tak pernah pudar &lt;br /&gt;Meski langkahmu kadang 
gemetar &lt;br /&gt;Kau tetap setia&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Rindu Ayah. Sungguh. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2016/03/titip-rindu-untuk-ayah.html</link><author>noreply@blogger.com (Banyu Biru)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg02sgKXA0vO1BuwXGbnU4Z5o-DvI7su94X1dYCmtwWP_nCZ5EwrddbaDrjrhxkYtBTWqA9GRoQDVqNpO1Gz3GHodeoVceaXh4aIWGt9p_qYOeG6uu0fGvSVg21Yrmjhp8bAXbb4g1IzQCl/s72-c/241.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-2446861463088081251</guid><pubDate>Wed, 30 Mar 2016 02:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-30T09:10:22.209+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hidup dan Kehidupan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islami</category><title>Sandal Jepit Isteriku </title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEindah5WbKUidkg840kd0ZQ-Byv2lVX1-w_GLbnS37AO3UafLUb1X2H2wccCh2-BBml5zpkn92dlST9C6Smzo99tWHypamCx3IQ8Es25Y-M2pW0fmlQ-z8Nq_f-yO8eeQuHKwKkL68E0ewt/s1600/240.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="141" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEindah5WbKUidkg840kd0ZQ-Byv2lVX1-w_GLbnS37AO3UafLUb1X2H2wccCh2-BBml5zpkn92dlST9C6Smzo99tWHypamCx3IQ8Es25Y-M2pW0fmlQ-z8Nq_f-yO8eeQuHKwKkL68E0ewt/s200/240.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; font-style: normal;"&gt;Selera 
makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala 
ini. Duh... betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini makanan 
yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop ini rasanya manis bak 
kolak pisang, sedang perkedelnya asin nggak ketulungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ummi... Ummi, 
kapan kau dapat memasak dengan benar...? Selalu saja, kalau tak keasinan... 
kemanisan, kalau tak keaseman... ya kepedesan!" Ya, aku tak bisa menahan emosi 
untuk tak menggerutu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sabar bi..., rasulullah juga sabar terhadap 
masakan Aisyah dan Khodijah. Katanya mau kayak Rasul...? " ucap isteriku kalem. 
"Iya... tapi abi kan manusia biasa. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Abi tak 
tahan kalau makan terus menerus seperti ini...!" Jawabku dengan nada tinggi. 
Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala 
dalam-dalam. Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya sudah 
merebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepekan sudah aku ke luar kota. Dan tentu, ketika pulang benak 
ini penuh dengan jumput?jumput harapan untuk menemukan 'baiti jannati' di 
rumahku. Namun apa yang terjadi...? Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa 
yang kuimpikan. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. 
Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal burak (pecah). 
Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Piring-piring kotor 
berpesta pora di dapur, dan cucian... ouw... berember-ember. Ditambah lagi aroma 
bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan detergen tapi 
tak juga dicuci. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil 
mengurut dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ummi...ummi, bagaimana abi tak selalu kesal kalau keadaan 
terus menerus begini...?" ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. "Ummi... 
isteri sholihat itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai 
dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga. Harus bisa masak, nyetrika, 
nyuci, jahit baju, beresin rumah...?" Belum sempat kata-kataku habis sudah 
terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu 
pilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah...wanita gampang sekali untuk menangis...," batinku berkata 
dalam hati. "Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Katanya mau jadi isteri 
shalihat...? Isteri shalihat itu tidak cengeng," bujukku hati-hati setelah 
melihat air matanya menganak sungai dipipinya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; font-style: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
"Gimana nggak nangis! Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Rumah ini 
berantakan karena memang ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Jangankan untuk 
kerja untuk jalan saja susah. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya 
tak bertenaga sama sekali," ucap isteriku diselingi isak tangis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abi 
nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil muda..." Ucap isteriku 
lagi, sementara air matanya kulihat tetap merebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bi..., siang nanti 
antar Ummi ngaji ya...?" pinta isteriku. "Aduh, Mi... abi kan sibuk sekali hari 
ini. Berangkat sendiri saja ya?" ucapku. "Ya sudah, kalau abi sibuk, Ummi naik 
bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan," jawab isteriku. 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, kok bilang gitu...?" "Iya, dalam kondisi muntah-muntah seperti ini 
kepala Ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Apalagi ditambah berdesak? 
Desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Tapi mudah-mudahan sih nggak 
kenapa-kenapa," ucap isteriku lagi. "Ya sudah, kalau begitu naik bajaj saja," 
jawabku ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan hari ini ternyata diundur pekan depan. 
Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Entah kenapa hati 
ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Motorku sudah sampai di tempat 
isteriku mengaji. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini 
pertanda acara belum selesai. Kuperhatikan sepatu yang berjumlah delapan pasang 
itu satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu 
mahal. "Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun 
lucu-lucu," aku membathin sendiri. Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah 
sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Dug! Hati ini menjadi 
luruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh....bukankah ini sandal jepit isteriku?" Tanya hatiku. Lalu 
segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Tes! Air 
mataku jatuh tanpa terasa. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang 
sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Sampai-sampai kemana ia pergi 
harus bersandal jepit kumal. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus. "Maafkan 
aku Maryam," pinta hatiku. "Krek...," suara pintu terdengar dibuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku 
terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Kulihat dua ukhti berjalan 
melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah 
warna baju dan jilbab umminya. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, 
kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Namun, belum juga kutemukan Maryamku. 
Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum 
juga keluar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berbaya gelap dan 
berjilbab hitam melintas. "Ini dia mujahidahku!" pekik hatiku. Ia beda dengan 
yang lain, ia begitu bersahaja. Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah 
indah, ia hanya memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula warnanya. 
Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang 
memperhatikan isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum 
pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Aku terlalu sibuk memperhatikan 
kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak 
kelebihanmu, wahai Maryamku. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan 
Rasul-Nya. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak 
pernah kuurusi. Padahal Rasul telah berkata: "Yang terbaik di antara kamu adalah 
yang paling baik terhadap keluarganya." Sedang aku..? Ah, kenapa pula aku lupa 
bahwa Allah menyuruh para suami agar menggauli isterinya dengan baik. Sedang 
aku...? terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak 
dapat melakukannya. Aku benar-benar merasa menjadi suami terdzalim!!! 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maryam...!" panggilku, ketika tubuh berabaya gelap itu melintas. Tubuh 
itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan 
atas kehadiranku di tempat ini. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya 
mengembangkan senyum. Senyum bahagia. "Abi...!" bisiknya pelan dan 
girang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, aku baru melihat isteriku segirang ini. "Ah, kenapa 
tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?" sesal hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya aku 
membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia 
kembali mengembang dari bibirnya. "Alhamdulillah, jazakallahu...,"ucapnya dengan 
suara tulus. Ah, Maryam, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Lagi-lagi 
sesal menyerbu hatiku. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri 
zuhud dan 'iffah sepertimu? Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya 
menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku...? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2016/03/sandal-jepit-isteriku.html</link><author>noreply@blogger.com (Banyu Biru)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEindah5WbKUidkg840kd0ZQ-Byv2lVX1-w_GLbnS37AO3UafLUb1X2H2wccCh2-BBml5zpkn92dlST9C6Smzo99tWHypamCx3IQ8Es25Y-M2pW0fmlQ-z8Nq_f-yO8eeQuHKwKkL68E0ewt/s72-c/240.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-6095128797847067481</guid><pubDate>Sun, 24 Aug 2014 14:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-08-24T22:07:26.964+07:00</atom:updated><title>Memilukan Kisah Nyata Anak Durhaka Terhadap Ibu</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #ffd966;"&gt;&lt;i&gt;Berbaktilah kepada orang tua&lt;/i&gt;, itu adalah pelajaran mulia yang ada
 di setiap negara yang diterapkan pada anaknya sedini mungkin. Memang 
tugas kita adalah untuk membahagiakan kedua orang tua kita bagaimanapun 
keadaannya. mungkin ulasan berikut ini lebih 
menitikberatkan pada pertanyaan yaitu sudahkah anda berbakti pada orang 
tua anda? Kami berharap dengan contoh perlakuan anak durhaka ini menggugah pikiran anda agar lebih mencintai orang tua anda dengan membuat mereka bahagia dalam sisa hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3DlCkJ1Jp_dD_1H-bHGGJSPpXjI-nL13F6tS8Z3msjSYDvyQTMZkclS1L_9VOMbjPxqAQnNHMFMtJlVNGBHAejL7VW_dUbq1st-CRsHV0mDX9Y5uxangFqP_kK6Mlb3bRulHAAnroZiLT/s1600/sayang-orang-tua.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3DlCkJ1Jp_dD_1H-bHGGJSPpXjI-nL13F6tS8Z3msjSYDvyQTMZkclS1L_9VOMbjPxqAQnNHMFMtJlVNGBHAejL7VW_dUbq1st-CRsHV0mDX9Y5uxangFqP_kK6Mlb3bRulHAAnroZiLT/s1600/sayang-orang-tua.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;kisah cinta anak yang menggendong ibunya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #f6b26b;"&gt;Sebuah contoh kisah nyata seorang anak yang durhaka terhadap orang 
tuanya. yang sangat memilukan hati, bahkan membuat kita geram 
membacanya. Walaupun cerita ini sudah beberapa waktu yang lalu namun 
kisah ini akan menjadi contoh panutan yang tidak baik sepanjang jaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #f6b26b;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #f6b26b;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #f6b26b;"&gt;

Seorang ibu berusia 90 tahun ini mau tak mau harus dikurung dan tak 
diberi makan oleh anak-anaknya. Akibatnya, tubuh sang ibu hanya 
menyisakan tulang karena tak mendapat makan selama sebulan. Kejadian ini
 pun terungkap setelah tetangga bernama Xiang Xiang membongkar peristiwa
 tersebut.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: #f6b26b;"&gt;&lt;br /&gt;
Xiang menyaksikan sendiri bahwa ibu bernama Si Mei itu kelaparan. Xiang 
pun memutuskan untuk menolong sembunyi-sembunyi saat anak-anak Si Mei 
tidak ada di sana. “Aku berjalan ke rumah itu sembunyi-sembunyi. Saat 
wanita tua itu mendengar suaraku, kalimat pertama yang ia katakan, 
‘suapi aku..suapi aku’,” cerita Xiang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaMRFLMSTFozknTWGpwOJz8TOJz1S0ae86WKm2FMq0wt501l2-mB9AHQrZ_TRXflr7auitASDbOu2wkTJc2QDaEApIEHZ0xQwwEhe2DHKdZDdpjftw3Qy1AKsootZPfvK39cHJofyhdRez/s1600/anak-durhaka-tidak-memberi-makan-ibu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaMRFLMSTFozknTWGpwOJz8TOJz1S0ae86WKm2FMq0wt501l2-mB9AHQrZ_TRXflr7auitASDbOu2wkTJc2QDaEApIEHZ0xQwwEhe2DHKdZDdpjftw3Qy1AKsootZPfvK39cHJofyhdRez/s1600/anak-durhaka-tidak-memberi-makan-ibu.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&amp;nbsp; &lt;i&gt;Si Mei ketika ditemukan warga&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #ffd966;"&gt;&amp;nbsp;Lebih lanjut Xiang menuturkan, keluarga Si Mei sepertinya sengaja ingin 
membuat ibunya mati dengan cara membuatnya kelaparan. Jika Xiang tak 
memberi ibu tua itu bubur secara sembunyi-sembunyi, Si Mei tak akan 
makan apapun. Si Mei benar-benar tak diurus oleh keluarga dan 
anak-anaknya. Sampai-sampai ia buang air di tempat yang sama di mana ia 
tidur.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
Kesaksian Xiang Xiang ini sedikit menimbulkan pertanyaan kenapa ia tak 
langsung menghubungi polisi, menurut media Shanghaiist. Sedangkan 
dilansir dari Apple Daily, Menurut sumber Apple Daily, muncul sebuah 
keterangan bahwa anak Si Mei adalah anak adopsi yang juga sudah berumur 
60 tahun dan tak bisa mengurus ibunya lagi. Bahkan, sang anak pun tak 
bisa mengurus dirinya sendiri.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
Hingga saat ini, pihak berwajib masih menindak lanjuti kasus tersebut. 
Kemungkinan anak adopsi Si Mei atau keluarganya yang lain akan berurusan
 dengan hukum. Meski sudah diurus oleh Xiang, Tuhan pun mengambil nyawa 
Si Mei pada 14 Juni lalu. Sungguh memilukan kisah Si Mei. Semoga kisah ini dapat memberikan pelajaran bagi setiap 
anak agar selalu menyanyangi dan mengasihi ibunya dengan tulus dan tanpa
 pamrih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;Itu adalah sepenggalan kisah sedih yang dialami 
oleh seorang Ibu yang dulunya mati matian menjaga anak dan balasan yang 
didapat setelah dia tua. Berikut sepenggalan cerita sedih tentang 
seorang anak durhaka yang kemudian menyesali perbuatannya.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;span style="color: #ffd966;"&gt;Seorang perempuan renta memilih tinggal bersama anak bungsunya yang 
telah menikah. Semua anaknya yang lain telah berkeluarga dan tinggal di 
luar kota. Perempuan itu merasa bahagia dapat tinggal bersama anaknya, 
apalagi ditambah kehadiran cucunya yang baru berusia enam tahun. 
Celotehan dari mulut mugilnya menghapus kesepian dan kesendiriannya di 
masa tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempuan tua itu sudah sangat uzur. Lututnya sering gemetar tak kuat 
lagi menyangga beban tubuhnya sendiri. Tangannya pun sering bergetar 
saat memegang benda. Penglihatannya mulai rabun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah menjadi tradisi keluarga, setiap akhir minggu, seluruh anggota 
keluarga berkumpul untuk makan malam bersama. Di ruang makan yang cukup 
luas, berkumpul seluruh anak-anak perempuan tua itu membawa serta 
keluarganya. Mereka sengaja datang dari luar kota untuk merayakan 
tradisi keluarga yang sudah sejak dulu dilakukan. Saat seperti inilah 
yang sangat dinanti sang perempuan tua itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicUbXFOj0O3Vj5F3eusOqZD6AuzCl0ATDld9tAPjZQO8vkUrzvtX9_VRUqklBGEpXiPQRqCyuV6b8hepiPNxwFnscg1j8Wb5EtWhofeoeYbNGuAoxu0SJ9k2orjDzpb-JOB3X2eAv8AJjq/s1600/ibu-tua-makan-sendiri.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicUbXFOj0O3Vj5F3eusOqZD6AuzCl0ATDld9tAPjZQO8vkUrzvtX9_VRUqklBGEpXiPQRqCyuV6b8hepiPNxwFnscg1j8Wb5EtWhofeoeYbNGuAoxu0SJ9k2orjDzpb-JOB3X2eAv8AJjq/s1600/ibu-tua-makan-sendiri.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;ilustrasi&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;span style="color: #ffd966;"&gt;Saat yang paling membahagiakan si 
perempuan tua, justru menjadi saat tak menyenangkan bagi anak-anaknya. 
Pada saat makan malam seperti inilah, terkadang perempuan tua yang sudah
 pikun itu sering membuat kacau acara. Tangannya yang lemah dan gemetar 
serta penglihatan yang mulai rabun, membuatnya sulit untuk memilih serta
 menyantap makanan. Tak jarang, sendok dan garpu jatuh ke lantai, sayur 
sup tumpah membasahi taplak meja, karena ia tak mampu lagi menyangga 
mangkuk sup. Saat ia meraih gelas untuk minum, gelas itu malah jatuh ke 
lantai lalu pecah berantakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua anak dan menantunya menjadi jengkel dan gusar dengan tingkah 
perempuan tua itu. Mereka merasa sangat direpotkan dengan semua kejadian
 itu. Si sulung lalu berkata, "kita harus melakukan sesuatu. Aku sudah 
muak dan bosan melihat kejadian seperti ini terus menerus, sehingga kita
 tidak bisa menikmati makanan yang kita santap."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, mereka berembug dan akhirnya sepakat untuk membuatkan sebuah meja 
kecil untuk ibu mereka. Meja kecil itu ditempatkan di salah satu sudut 
ruang makan, terpisah dari meja makan utama. Di kursi serta meja itulah,
 perempuan tua itu akan duduk untuk menikmati makan malamnya, sendirian.
 Meja kecil itu juga dilengkapi dengan piring dan gelas kayu, agar tak 
pecah saat terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Acara makan malam berikutnya berlangsung sukses. Tak ada lagi kekacauan 
yang disebabkan oleh perempuan renta itu. Semua orang makan dengan 
lahap. anak-anaknya menyantap makanan dengan lahap tanpa terganggu oleh 
ulah sang nenek. Agar nenek tua itu tidak memecahkan piring serta gelas,
 anak-anaknya membuatkan juga mangkuk serta gelas dari kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah seterusnya, acara makan malam mereka tidak lagi terganggu 
sehingga mereka benar-benar menikmati kelezatan makanan yang mereka 
santap. Di sudut ruangan, perempuan itu tetap berusaha menikmati makan 
malamnya, meski kali ini ia harus tersingkir dari anak-anaknya sendiri. 
Perempuan tua itu merasa sangat sedih. Air matanya mengalir melewati 
gurat keriput di pipinya saat ia menyuapkan nasi ke mulutnya yang tak 
lagi bergigi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak si nenek disingkirkan di sudut ruangan, cucunya yang biasa bermain
 dengannya merekam kejadian yang menimpa neneknya itu ke dalam otaknya. 
Setiap acara makan malam bersama, ia selalu melihat kesedihan di wajah 
tua neneknya. Suatu malam, setelah acara makan malam bersama selesai, ia
 mengambil sepotong kayu dan meraut kedua ujungnya. Ayahnya yang melihat
 hal itu lalu bertanya, "Nak, kamu sedang membuat apa?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Oh, aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu, seperti halnya Ayah
 membuatkan untuk nenek. Kalau Ayah dan Ibu sudah tua seperti nenek, aku
 akan meletakkan meja ini di sudut ruang makan, persis seperti nenek," 
jawab anak itu sembari melanjutkan pekerjaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Jawaban spontan itu membuat kedua orangtuanya terkejut dan sangat 
terpukul. Mulut mereka terkatup rapat dan tidak mampu mengeluarkan satu 
kalimat pun. Mereka tidak menyangka bahwa anaknya yang baru berumur enam
 tahun, mampu berkata seperti itu. Bersamaan dengan itu, airmata mulai 
bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, 
mereka mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #ffd966;"&gt;&amp;nbsp;Setelah kejadian malam itu, Si Bungsu selalu memapah ibunya ke meja 
makan untuk bersantap dan duduk berkumpul bersama dengan anak-anaknya. 
Tak ada lagi omelan yang keluar dari mulut mereka pada saat ada piring 
yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak meja ternoda. Mereka makan 
bersama lagi di meja utama. Dan anak kecil itu, kini tak lagi meraut 
untuk membuat meja kayu.
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: #ffd966;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #ffd966;"&gt;
Semoga artikel diatas membuat anda sadar bahwa cinta kasih orang tua itu
 sepanjang jaman, yang akan diwariskan kelak untuk anak cucu kita. Mulai
 sekarang sayangi orang tua anda, mulailah dengan menelpon mereka hanya 
sekedar bertanya apa kabar akan membuat mereka senang, sebelum semuanya 
terlambat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: magenta;"&gt;&lt;i&gt;Sumber: http://www.anehdidunia.com/2014/08/memilukan-kisah-nyata-anak-durhaka.html &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2014/08/memilukan-kisah-nyata-anak-durhaka.html</link><author>noreply@blogger.com (Banyu Biru)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3DlCkJ1Jp_dD_1H-bHGGJSPpXjI-nL13F6tS8Z3msjSYDvyQTMZkclS1L_9VOMbjPxqAQnNHMFMtJlVNGBHAejL7VW_dUbq1st-CRsHV0mDX9Y5uxangFqP_kK6Mlb3bRulHAAnroZiLT/s72-c/sayang-orang-tua.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-2584131293241899382</guid><pubDate>Mon, 16 Jul 2012 06:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-07-16T13:15:24.888+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Setitik Embun</category><title>Pesan untuk Para Suami</title><description>Bila ada surga di dunia itu adalah rumah tangga yang bahagia, rumah tangga yang penuh dengan rasa sakinah, mawaddah dan rahmah. Dan bila ada neraka di dunia itu adalah rumah tangga yang hancur, suami istri saling menyalahkan, curiga, tidak saling mencintai dan jauh dari rasa sakinah mawaddah dan rahmah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya awali pesan ini dengan menggambarkan kedua hal di atas. Dengan menikah Anda tidak saja mendapatkan seorang istri, tetapi Anda mendapatkan seluruh dunia. Sebagaimana kita ingat rasul bersabda bahwa sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah istri sholihah. Yang akan menjadikan rumah kita bak surga, baiti jannati. Sejak pernikahan ini, mulai saat ini sampai akhir hayat Anda insya Allah, istri Anda akan menjadi mitra, patner dan sabahat terbaik. Dengan dialah, Anda berbagi berbagai kejadian, melewatkan hari dan tahun bersama. Dengannya lah Anda berbagi suka, duka, impian, harapan dan juga kecemasan. Ketika Anda sakit, dialah yang akan merawat, ketika Anda memerlukan pertolongan dia akan mengupayakan semua yang dia bisa lakukan bagimu. Ketika Anda berbagi rahasia padanya, dia akan menjaga rahasia itu dengan amanah; ketika Anda perlu nasehat, dia akan memberikan nasehat yang terbaik. Dan dia akan selalu bersamamu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika terbangun di pagi hari, yang pertama mata Anda lihat adalah dia. Dia akan selalu bersamamu, dan jika pada suatu waktu dia tidak ada di sisimu, maka secara emosi dia ada bersamamu. Dia memikirkan, berdoa untuk kebaikanmu dengan sepenuh hati, dan Anda ada dalam pikiran, doa dan hatinya. Ketika Anda tidur di malam hari, terakhir yang Anda lihat adalah dia; dan ketika Anda bermimpi, anda akan melihatnya dalam mimpimu. Kamulah dunianya dan dialah duniamu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*** &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hubungan antara seorang suami istri merupakan hubungan yang sangat penuh dengan hal yang mengagumkan. Tidak mudah digambarkan dengan kata-kata, betapa rasa cinta, kasih sayang, keintiman, kedamaian serta kesejukan yang ada mengisi hati kedua pasangan manusia. Penjelasan rasional adalah bahwa semua inilah anugerah dari Allah, dan semua itulah kehendak Allah. Dengan semua kuasa dan kehendakNya, Dialah yang menciptakan dan membuat perasaan ini hadir di hati pasangan suami istri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah mengingatkan kepada manusia yang mencari keberadaanNya bahwa salah satu tanda-tanda kekuasaanNya adalah Dia menjadikan rasa kasih dan sayang. Allah berfirman: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir". (QS. 30:21) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi hati manusia bukanlah sesuatu yang statis, tetapi sangat dinamis. Perasaan dapat berubah setiap waktu. Dan cinta pun dapat terbang dan hilang. Ikatan pernikahan pun bisa menjadi lemah bila tidak dijaga dengan baik dan kebahagian di dalam rumah tangga pun tidak bisa dijamin akan berlangsung terus. Perlu usaha dari kedua belah pihak suami istri untuk saling menjaga keberlangsungan cinta dan kasih mereka. Ibarat sebuah pohon, tanahnya perlu dirawat, dijaga dan dipupuk. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Oleh karenanya, inilah sedikit pesan dari saya bagi Anda para suami; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di  dunia kita, kita hidup di kehidupan yang sibuk dan melelahkan di kelilingi oleh  berbagai macam schedule dan deadline. Bagi pasangan, ini artinya kemungkinan  Anda tidak bisa meluangkan waktu bersama-sama dan berada sendiri di  tengah-tengah kesibukan kerja dan komitmen tugas. Anda jangan membiarkan hal ini  terjadi terus menerus. Cobalah sesekali Anda luangkan waktu untuk melakukan  kegiatan secara periodik dengan istri Anda. Ingat rasul juga pernah meluangkan  waktunya untuk berlomba lari dengan Aisyah r.a. Keluar dengan istri sesering  mungkin, lakukan aktivitas bersama, mengunjungi teman bersama, piknik bersama  atau sekedar berbelanja di mall bersama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selalu jaga romantika dalam  hubungan Anda. Kehidupan modern hampir mengubah kita menjadi robot atau mesin  teknologi tinggi tanpa emosi. Menunjukkan emosi dan perasaan yang Anda rasakan  perlu untuk menjaga ikatan pernikahan terhindarkan dari berkarat, peluruhan.  Sebagaimana rasul bersabda untuk menunjukkan rasa kasih dan sayang pada saudara  yang kita cintai, "Katakanlah kepadanya kalau engkau mencintai saudaramu,"  sebuah hadist untuk menunjukkan cinta kepada teman karena ikatan ukhuwah.  Terlebih lagi bila istri kita yang terikat dengan ikatan suci pernikahan,  nyatakanlah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan meremehkan hal-hal penting yang terlihat kecil,  seperti membawakan belanjaannya, memijit bahunya atau membukakan pintu mobil dan  sebagainya. Ingatlah bahwa rasul pernah menyediakan kakinya untuk membantu  istrinya naik ke atas unta. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usahakanlah untuk menyediakan waktu sholat  berjamaah dengan istri. Memperkuat hubungan Anda dengan Allah merupakan jaminan  terbaik agar pernikahan Anda akan selalu terjaga kuat. Merasakan kedekatan dan  kedamaain dalam hubungan Anda dengan Allah akan terimplikasikan dalam hubungan  Anda dengan istri di rumah. Ingatlah bagaimana rasul memberikan apresiasi yang  sangat besar bagi pasangan yang bangun malam hari untuk sholat layl (sholat  malam/tahajjud) bersama atau seorang istri/suami yang membangunkan pasangannya  untuk sholat layl sekalipun dengan memercikkan air di muka pasangannya.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lakukan usaha terbaikmu untuk menjadi terbaik bagi istri dengan  kata-kata dan dengan perbuatan. Bicaralah padanya dengan baik, senyum padanya,  minta nasehatnya, mintalah pendapatnya, dan luangkan waktu yang berkualitas  dengannya dan selalu ingat bahwa rasul bersabda "Yang terbaik diantara kamu  adalah terbaik memperlakukan istrinya". &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah hal biasa yang terjadi  dimana pasangan berjanji untuk mencintai dan menghormati istri/suaminya sampai  maut memisahkan mereka. Saya percaya bahwa janji ini adalah baik dan sangat  baik. Tetapi hal ini tidak cukup. Anda harus mencintai apa yang dicintai istri  Anda. Keluarganya, dan hal-hal yang dia cintai harus menjadi kecintaan Anda  pula. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak cukup pula mencintainya sampai maut memisahkan. Cinta tidak  boleh mati dan kita percaya bahwa ada kehidupan akhirat, kehidupan setelah mati.  Dan insya Allah, akan dipertemukan kelak di akhirat. Sebagaimana rasul mencintai  Khadijah istrinya yang telah menemani beliau selama 25 tahun, beliau terus  menerus mencintai khadijah dan mengingatnya. Setelah kematian khadijah beberapa  tahun berselang, rasulullah tidak pernah melupakannya bahkan sanak kerabat dan  teman khadijah beliau utamakan yang terkadang membuat Aisyah cemburu.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cintailah istri Anda, dan apa yang dicintainya. Cintailah ia tidak hanya  sampai maut memisahkan tetapi sampai Anda dikumpulkan bersama kelak di akhirat,  insya Allah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga nasehat atau ajakan ini dapat menambah kecintaan  Anda dan kecintaan istri Anda.</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2012/07/pesan-untuk-para-suami.html</link><author>noreply@blogger.com (Banyu Biru)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-6992842268140059646</guid><pubDate>Fri, 16 Dec 2011 13:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-26T12:24:31.905+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pengetahuan</category><title>Tanaman Tertua Di Dunia</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="color: #bf9000; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="unik"&gt;A&lt;/span&gt;da sebuah tanaman yang masih hidup selama Zaman Es terakhir dan tetap bertahan sampai sekarang di Californoa. Tanaman itu adalah Oak Jurupa yang merupakan Koloni dari Quercus palmeri.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000; text-align: justify;"&gt;Koloni Oak Jurupa ini telah bertahan selama 13.000 tahun dengan cara reproduksi klonal. Karena umurnya yang sangat tua, peneliti mengatakan bahwa Oak Jurupa adalah Tanaman Tertua Di Dunia!&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000; text-align: justify;"&gt;Oak Jurupa Bertahan Di Kondisi Ekstrem&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000; text-align: justify;"&gt;Oak Jurupa terdiri dari sebuah komunitas dimana bergenerasi seperti kloning. Para ilmuwan percaya dengan cara tersebut Oak Jurupa berhasil melewati situasi yang ekstrim dari Zaman Es terakhir hingga sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSc67u_3pOvwq1j-S1A_6qdzV-AOt4f9oud1PLLKobwzJhlWwWj0a7ErsIyrrWQ0tjMmSf3rPxBWs6Z61T9NXZv0J7SvFncl8fGxgk_94BX1pysLVTaS8kywfKQGOlmoZYyMQn623JE4Nc/s1600/Oak+Jurupa+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSc67u_3pOvwq1j-S1A_6qdzV-AOt4f9oud1PLLKobwzJhlWwWj0a7ErsIyrrWQ0tjMmSf3rPxBWs6Z61T9NXZv0J7SvFncl8fGxgk_94BX1pysLVTaS8kywfKQGOlmoZYyMQn623JE4Nc/s1600/Oak+Jurupa+1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2sa5V4Nqt7bsUyOjhtqj1Ajf2JRHpt91Lf2Vtg9CYkrpkDppjGyeE6PJ2h7gAG2MepdwBGFEF32A9lTyt-nXCFSXlfZy2NxZE_By34qMeLkfyYpoe6Qc5-5vZAOq28NbWniK3u-4I9rQ3/s1600/welcome_frontdoor.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2sa5V4Nqt7bsUyOjhtqj1Ajf2JRHpt91Lf2Vtg9CYkrpkDppjGyeE6PJ2h7gAG2MepdwBGFEF32A9lTyt-nXCFSXlfZy2NxZE_By34qMeLkfyYpoe6Qc5-5vZAOq28NbWniK3u-4I9rQ3/s1600/welcome_frontdoor.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Semoga Menambah Wawasn...&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2011/12/tanaman-tertua-di-dunia.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSc67u_3pOvwq1j-S1A_6qdzV-AOt4f9oud1PLLKobwzJhlWwWj0a7ErsIyrrWQ0tjMmSf3rPxBWs6Z61T9NXZv0J7SvFncl8fGxgk_94BX1pysLVTaS8kywfKQGOlmoZYyMQn623JE4Nc/s72-c/Oak+Jurupa+1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-5069287775050766430</guid><pubDate>Fri, 22 Jul 2011 06:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-22T23:31:04.557+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fonumena Alam</category><title>Danau Merah Di Sumatra Selatan</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIJKb-tRpDl0DgtEZqIeFiBh2sTL72K4vIqPIqMISLUjBnhl7bA95LqCtWZLp48Xb8NmYhJYI7wCLUoMUd1WCOvqaVbvHbrgrTxOLxKh2f8ojcqpKILvT47OcV-G6LUz_0m1FijUy-jqPZ/s1600/Danau+Merah+Di+Sumatra+Selatan.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIJKb-tRpDl0DgtEZqIeFiBh2sTL72K4vIqPIqMISLUjBnhl7bA95LqCtWZLp48Xb8NmYhJYI7wCLUoMUd1WCOvqaVbvHbrgrTxOLxKh2f8ojcqpKILvT47OcV-G6LUz_0m1FijUy-jqPZ/s400/Danau+Merah+Di+Sumatra+Selatan.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c;"&gt;&lt;span class="unik"&gt;D&lt;/span&gt;anau Merah Di Sumatra Selatan - Danau seluas enam hektar yang berwarna aneh yaitu seperti darah ditemukan oleh warga kota Pagaralam, Sumatra Selatan sehingga dikenal dengan Danau Merah Di Sumatra Selatan. Danau itu terletak di perbatasan Provinsi bengkulu atau lebih tepatnya terdapat di sekitar bukit Raje Mandare. Danau ini dapat dijangkau dengan berjalan kaki selama dua hari melintasi kawasan hutan serta bukit Rimbacandi di kdaerah Kelurahan Candi Jaya, Dempo Selatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c;"&gt;Asmidi warga setempat di Pagaralam menuturkan "kami bersama rombongan sebanyak 21 orang termasuk dua parataknormal melakukan ekspedisi di kawasan Rimbacandi dengan menelusuri tebing, hutan dan perbukitan selama dua hari baru sampai di lokasi danau merah tersebut.". Lokasi Danau Merah Di Sumatra Selatan tersebut terkenal dengan banyak tersimpan berbagai peninggalan bersejarah termasuk candi. "Namun anehnya meskipun dilihat dari permukaan berwarna merah, tapi ketika air diambil menggunakan tangan diangkat ke permukaan justru warnanya seperti biasa bening dan jernih". Lanjutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c;"&gt;Ia mengatakan, kemudian di daerah bukit Raje Mandare itu kondisi hutanya juga ada keanehan, untuk membedakan apakah daerah tersebut masih tanah Besemah atau bukan bisa dilihat dari pohon kayu. “Jadi kalau pohon kayu miring ke arah Pagaralam artinya masih masuk wilayah tanah Besemah, sedangkan kalau masuk daerah Bengkulu ia akan berlawanan arah miringnya,” ungkap dia. Itulah keanehan lain dari Danau Merah Di Sumatra Selatan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c;"&gt;Hewan dan binatang di Danau Merah Di Sumatra Selatan itu terbilang cukup jinak namun Asmidi menuturkan agar kita tidak berbicara atau berisik agar hewan-hewan tersebut tidak lari. Pihak pemerintah setempat untuk melakukan penelitian di daerah itu, terkendala masalah keterbatasan dana serta diperlukan tenaga ahli di bidangnya. Daerah tersebut merupakan aset wisata alam yang langka.&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2011/07/danau-merah-di-sumatra-selatan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIJKb-tRpDl0DgtEZqIeFiBh2sTL72K4vIqPIqMISLUjBnhl7bA95LqCtWZLp48Xb8NmYhJYI7wCLUoMUd1WCOvqaVbvHbrgrTxOLxKh2f8ojcqpKILvT47OcV-G6LUz_0m1FijUy-jqPZ/s72-c/Danau+Merah+Di+Sumatra+Selatan.JPG" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-3223934546091511079</guid><pubDate>Wed, 08 Jun 2011 06:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-08T21:28:27.090+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pengetahuan</category><title>40 Fakta Dunia Terunik</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="color: yellow;"&gt;
&amp;nbsp;Apa Sajakah Itu ?&lt;/div&gt;
&lt;ol style="color: yellow;"&gt;
&lt;li&gt;Coca-cola dulu berwarna hijau.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nama yang paling umum digunakan di dunia adalah Mohammed.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dalam bahasa inggris, semua nama benua diawali dan diakhiri dengan huruf vokal yang sama&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Otot terkuat yang ada di badan kita adalah lidah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setiap orang di USA punya 2 kartu kredit!&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;TYPEWRITER adalah kata terpanjang yang dapat diketik dalam satu baris tuts keyboard anda.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perempuan ngedip dua kali lebih banyak dari pada laki-laki.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menahan nafas tidak akan membuatmu mati.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setiap manusia tidak dapat menjilat siku tangannya sendiri.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kalau ada orang mengucapkan doa setiap kali ada yang bersin karena memang setiap kali kau bersin, jantungmu berhenti satu milisecond.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Secara fisik, setiap babi tidak bisa melihat ke langit.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ucapkan “sixth sick sheik’s sixth sheep’s sick” beberapa kali, nanti anda akan mahir berbahasa inggris!&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bersin terlalu keras dapat mematahkan tulang iga, memutuskan pembuluh darah di kepala atau leher dan mengakibatkan kematian.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setiap raja dalam kartu remi melambangkan raja-raja besar jaman dahulu kala:&amp;nbsp; ( Raja sekop - Raja Daud ) ( Raja keriting - Alexander Agung ) ( Raja hati - Raja Charlemagne ) ( Raja wajik - Julius Caesar )&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;111,111,111 x 111,111,111 = 12,345,678,987, 654,321&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kalau ada patung orang naik kuda dan dua kaki depan kuda itu naik di udara, itu tandanya orang itu mati dalam perang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kalau kaki kudanya cuma satu yang diangkat berarti orang itu cuma terluka dalam perang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kalau semua kaki kudanya menjejak tanah, berarti orang itu meninggal karena sakit.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apa persamaan rompi anti peluru, printer laser, tangga darurat dan wiper mobil? Jawabannya: semua ditemukan oleh perempuan! Hah!&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Satu-satunya makanan yang tidak bisa busuk? Jawaban: madu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buaya nggak bisa melet lidah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siput bisa tidur selama 3 tahun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Semua beruang kutub KIDAL!&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;American Airlines menghemat $40,000 tahun 1987 dengan cara mengurangi 1 buah olive dari setiap piring salad yang mereka sajikan untuk penumpang kelas 1.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Indera perasa kupu-kupu ada di kaki.&amp;nbsp;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gajah adalah satu-satunya hewan yang tidak bisa lompat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selama 4000 tahun belakangan ini, jenis hewan yang dipelihara di rumah cuma itu-itu saja.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Rata-rata manusia lebih takut pada laba-laba daripada kematian.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Shakespeare menemukan kata: “Assassination” dan “bump”&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dengan menggunakan cara mengetik 10 jari, STEWARDESSES adalah kata terpanjang yang bisa diketik hanya dengan jari-jari tangan kiri.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Semut selalu jatuh ke kanan setiap kali disemprot cairan anti hama&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kursi listrik ditemukan oleh seorang dokter gigi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jantung manusia dapat menyemprotkan darah sejauh 30 kaki.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dalam 18 bulan, 2 ekor tikus bisa punya lebih dari sejuta anak tikus!&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memakai headphone selama satu jam dapat menstimulasi perkembangan bakteri dalam telinga sebanyak 700 kali lipat!&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemantik ditemukan sebelum korek api.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setiap lipstik mengandung sisik ikan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seperti sidik jari, lidah manusia pun mempunyai kontur yang berbeda-beda.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;99% orang yang membaca tulisan ini mencoba mengalikan fakta no. 15&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dan akhirnya, 99% orang yang baca tulisan ini pasti mencoba Copas..hehehe&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="color: yellow; text-align: left;"&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Semga Menambah Wawasan&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2011/06/40-fakta-dunia-terunik.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-8231578620881068948</guid><pubDate>Sat, 04 Jun 2011 11:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-26T19:27:09.613+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islami</category><title>MENGHORMATI TETANGGA</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #ffd966; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;span class="unik"&gt;S&lt;/span&gt;esuatu yang tak dapat dihindari dalam hidup bermasyarakat adalah kehidupan bertetangga. Karena yang kita harapkan adalah hidup bermasyarakat dengan tenteram dan damai, tentunya kita juga harus hidup dengan tenteram dan damai bersama tetangga kita. Alangkah nyaman hidup bersama tetangga yang baik. Sebaliknya, alangkah sempitnya hidup bersama tetangga yang jelek,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang dinukil oleh Isma’il bin Muhammad bin Sa’d bin Abi Waqqash, dari ayahnya, dari kakeknya:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ: الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيءُ؛ وَأَرْبَعٌ مِنَ الشَّقَاءِ: الْجَارُ السُّوْءُ، وَالْمَرْأَةُ السُّوْءُ، وَالْمَرْكَبُ السُّوْءُ، وَالْمَسْكَنُ الضَّيِّقُ “&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Empat hal yang termasuk kebahagiaan seseorang: istri yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang baik, dan kendaraan yang nyaman. Dan empat hal yang termasuk kesengsaraan seseorang: tetangga yang jelek, istri yang jelek, kendaraan yang jelek, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahih-nya no. 1232 dan Al-Khathib dalam At-Tarikh 12/99.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Al-Imam Al-Albani mengatakan dalam Ash-Shahihah no. 282: “Ini adalah sanad yang shahih menurut syarat Syaikhain/Al-Bukhari dan Muslim.”) Di dalam Kitab-Nya yang mulia, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berbuat baik kepada tetangga.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;وَاعْبُدُوا اللهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;“Dan sembahlah Allah, dan jangan kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan berbuat baiklah kepada kedua orangtua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kalian miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (An-Nisa’: 36) &lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Betapa pentingnya berbuat baik kepada tetangga, sampai-sampai Jibril u menekankan dalam wasiatnya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;مَا زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِيْ بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;“Jibril selalu berwasiat kepadaku tentang tetangga sampai-sampai aku menyangka bahwa tetangga akan dijadikan sebagai ahli waris.” (HR. Al-Bukhari no. 6014 dan Muslim no. 2624)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Bahkan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengancam keras orang yang mengganggu tetangganya dalam sabda beliau yang dinukilkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ. قِيْلَ: مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الَّذِي لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ َوَائِقَهُ&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;“Demi Allah tidak beriman! Demi Allah tidak beriman! Demi Allah tidak beriman!” Beliau pun ditanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Jawab beliau, “Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR. Al-Bukhari no. 6016)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Dalam riwayat Al-Imam Muslim:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;“Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR. Muslim no. 46)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Kita adalah sosok yang telah dewasa. Akal kita telah mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk menurut pandangan syariat, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Namun tidak demikian dengan anak-anak kita. Sehingga justru kadang gangguan terhadap tetangga datang dari ulah anak-anak kita. Mungkin dengan teriakan-teriakannya, mungkin dengan tingkah lakunya yang mengganggu, kurang adabnya mereka, dan sebagainya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Untuk itu, semestinya kita mengajari mereka tentang adab-adab bertetangga, agar anak-anak kita pun mengerti bahwa tetangga adalah orang-orang yang harus dihormati dan dihargai, serta terlarang untuk disakiti.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Menjelaskan terlarangnya mengganggu tetangga&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Memberi penjelasan kepada anak-anak tentang sesuatu yang harus dilakukan atau dihindari dalam agama merupakan suatu hal yang penting. Ini akan memberikan motivasi kepada si anak untuk menjalankannya. Karena itu, penting pula kita jelaskan kepada anak-anak bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh kita untuk berbuat baik kepada tetangga kita. Beliau pun melarang kita mengganggu mereka, sebagaimana dalam sabda beliau di atas. Asy-Syaikh Al-’Utsaimin rahimahullahu menjelaskan bahwa sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu menunjukkan haramnya memusuhi tetangga, baik dengan ucapan ataupun perbuatan. Dengan ucapan, artinya tetangga mendengar segala sesuatu yang mengganggu dan merisaukannya, seperti memutar radio, televisi, atau yang lainnya sehingga mengganggu tetangga. Ini tak boleh dilakukan. Memutar bacaan Kitabullah sekalipun, kalau suaranya mengganggu tetangga, maka ini termasuk sikap memusuhi tetangga, sehingga tak boleh dilakukan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Adapun dengan perbuatan, seperti membuang sampah di sekitar pintu rumah tetangga, menyempitkan jalan masuk ke rumahnya, mengetuk-ngetuk pintunya, dan perbuatan lainnya yang memadharatkan tetangga. Termasuk pula jika dia memiliki tanaman di sekitar tembok tetangganya yang pengairannya mengganggu tetangga. Ini pun termasuk gangguan terhadap tetangga, sehingga tak boleh dilakukan. Dengan demikian, diharamkan mengganggu tetangga dengan gangguan apapun. Kalau dia lakukan hal ini, maka dia bukanlah seorang mukmin. Maknanya, dia tidak bersifat dengan sifat-sifat kaum mukminin dalam permasalahan yang menyelisih kebenaran ini. (Syarh Riyadhish Shalihin, 2/203)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Perlu pula kita jelaskan pada anak-anak bahwa mengganggu tetangga bisa menjerumuskan seseorang ke neraka. Sebaliknya, berbuat baik kepada tetangga bisa mengantarkan seseorang ke surga. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;قِيْلَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم: يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّ فُلاَنَةَ تَقُوْمُ اللَّيْلَ وَتَصُوْمُ النَّهَارَ وَتَفْعَلُ وَتَصَدَّقُ، وَتُؤْذِي جِيْرَانَهَا بِلِسَانِهَا. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لاَ خَيْرَ فِيْهَا، هِيَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ. قَالُوا: وَفُلاَنَةُ تُصَلِّي الْمَكْتُوْبَةَ وَتَصَدَّقُ بِأُثُوْرٍ (مِنَ الْأَقِطِ)، وَلاَ تُؤْذِي أَحَدًا. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: هِيَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Nabi pernah ditanya, “Wahai Rasulullah, si Fulanah itu biasa shalat malam, puasa di siang hari, melakukan kebaikan demikian, dan bersedekah, tapi dia suka mengganggu tetangga dengan lisannya.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Dia tidak punya kebaikan. Dia termasuk penduduk neraka.” Para sahabat bertanya lagi, “Sementara si Fulanah (wanita yang lain) hanya menjalankan shalat wajib, bersedekah hanya dengan sepotong keju, tapi tak pernah mengganggu siapa pun.” Rasulullah menyatakan, “Dia termasuk penduduk surga.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 119, dikatakan oleh Al-Imam Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 180 bahwa isnadnya shahih)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Memberikan makanan kepada tetangga&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Kadang terjadi, anak-anak memakan makanan yang dibawa dari rumah di hadapan anak-anak tetangga tanpa membaginya. Mereka biarkan teman-temannya menatap penuh selera tanpa bisa merasakannya. Terkadang yang seperti ini jadi biang keributan, karena si teman merengek pada orangtuanya yang mungkin saja tak mampu membelikan makanan serupa dengan segera. Atau bahkan terjadi pertengkaran gara-gara si teman tak bisa menahan dirinya sehingga meminta dengan paksa. Amatlah terpuji jika anak terbiasa membagi makanan dengan anak-anak tetangga. Begitu pula kita bisa melatih mereka untuk memberikan makanan yang kita miliki kepada tetangga.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memerintahkan hal ini kepada Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;يَا أَبَا ذَرٍّ، إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا، وَتَعَاهَدْ جِيْرَانَكَ&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;“Wahai Abu Dzar, jika engkau memasak makanan berkuah, perbanyak airnya, lalu bagi-bagikan ke tetanggamu!” (HR. Muslim no. 2625)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Demikian pula jika kita memiliki makanan lain selain makanan berkuah, minuman –seperti kelebihan susu perahan misalnya– dan sebagainya, maka selayaknya kita membaginya kepada para tetangga, karena ini adalah hak mereka. (Syarh Riyadhish Shalihin 2/203)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Terlebih lagi jika tetangga kita dalam keadaan kekurangan dan kelaparan, mestinya kita lebih memerhatikannya. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma pernah memberitahu Abdullah bin Az-Zubair radhiyallahu ‘anhuma bahwa dia pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;“Bukanlah seseorang yang sempurna imannya orang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 112, dishahihkan oleh Al-Imam Al-Albani dalam Shahih Al-Adabil Mufrad no. 82)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Melarang anak-anak mengambil barang milik tetangga Terkadang ada anak yang membawa mainan yang bukan miliknya sepulang dari bermain dengan anak tetangga. Setelah ditelusuri, dia mengambil mainan milik teman yang dia inginkan. Ada pula yang mengambil buah dari pohon tetangga tanpa seizin pemiliknya.&amp;nbsp; Ini semua adalah contoh perilaku tak terpuji yang bisa terjadi pada anak-anak.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Karena itu, anak perlu disadarkan bahwa mengambil barang orang lain tanpa izin atau mencuri adalah suatu hal yang terlarang. Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang keras akan hal ini. Lebih-lebih lagi mencuri milik tetangga, ini lebih besar lagi keharamannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Al-Miqdad ibnul Aswad radhiyallahu ‘anhu mengisahkan:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;سَأَلَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَصْحَابَهُ عَنِ الزِّنَا، قَالُوا: حَرَامٌ حَرَّمَهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ. فَقَالَ: لَأَنْ يَزْنِيَ الرَّجُلُ بِعَشْرِ نِسْوَةٍ أَيْسَرُ عَلَيْهِ مِنْ أَنْ يَزْنِيَ بِامْرَأَةِ جَارِهِ. وَسَأَلَهُمْ عَنِ السَّرِقَةِ، قَالُوا: حَرَامٌ، حَرَّمَهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ. فَقَالَ: لَأَنْ يَسْرِقَ مِنْ عَشْرَةِ أَهْلِ أَبْيَاتٍ أَيْسَرُ عَلَيْهِ مِنْ أَنْ يَسْرِقَ مِنْ بَيْتِ جَارِهِ&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabat beliau tentang zina. Para sahabat menjawab, “Haram, diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.” Lalu beliau bersabda, “Seseorang berzina dengan sepuluh orang wanita lebih ringan daripada berzina dengan istri tetangganya.” Kemudian beliau bertanya kepada para sahabat tentang mencuri. Para sahabat menjawab, “Haram, diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya.” Lalu beliau menyatakan, “Seseorang mencuri dari sepuluh rumah lebih ringan daripada mencuri dari rumah tetangganya.” (HR. Al- Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 103, dishahihkan oleh Al-Imam Al-Albani dalam Shahih Al-Adabil Mufrad no. 76)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Dengan mengajarkan adab-adab ini kepada anak-anak, diharapkan mereka tidak membuat berbagai ulah yang akan mengganggu atau bahkan merugikan tetangga. Begitu pula kita akan terjaga dari ancaman mengganggu tetangga, sekalipun gangguan itu bukan langsung berasal dari perbuatan kita melainkan dari tingkah polah anak-anak kita. Mudah-mudahan dengan itu kita dapat mewujudkan perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disampaikan oleh Abu Syuraih Al-Khuza’i radhiyallahu ‘anhu:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُحْسِنْ إِلَى جَارِهِ&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia berbuat baik kepada tetangganya.” (HR. Muslim no. 47)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2011/06/menghormati-tetangga.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-1484707567951151572</guid><pubDate>Wed, 01 Jun 2011 03:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-26T20:28:36.388+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Serba Serbi</category><title>JABON (JATI AMBON)</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;PERAWATAN JABON ( JATI AMBON )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Jabon – Proses Perawatan Bibit Jabon sangatlah sederhana, dengan cara penyiraman setiap hari dan dilakukan penyemprotan baik itu pestisida maupun fungisida secara berkala agar terhindar dari penyakit. Pemangkasan ranting tidak perlu dilakukan, namun jika dilakukan maka akan lebih baik dalam menghasilkan batang pohon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYhNtddRQhb4-i9cMe8vrgQSbElHHB-dAcR-vr767EeoR9nChUnID5CreKTe_Vpc3evWqWcTBDam6EzsZ3N2FW1XmPeMy6Yyw8U_EKBTMiNhwTWAFLy9nSCy-jZOspff-Uu_2O8q_GhKvn/s1600/jabon1.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;img border="0" height="304" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYhNtddRQhb4-i9cMe8vrgQSbElHHB-dAcR-vr767EeoR9nChUnID5CreKTe_Vpc3evWqWcTBDam6EzsZ3N2FW1XmPeMy6Yyw8U_EKBTMiNhwTWAFLy9nSCy-jZOspff-Uu_2O8q_GhKvn/s400/jabon1.JPG" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKOsoFmAURDOuSQ2mtLFud1KGv1wisynjnMGNf3-Z3AzzqlERcV9GhKvQ12FwNoR1XY_-vJARzyjUUnTkeLvGj1JCkomgU5RHu_5Fa9seZFO1-bg6b9V8rF-DsOhiVYDyLPqPjoPzrLLZb/s1600/jabon2.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKOsoFmAURDOuSQ2mtLFud1KGv1wisynjnMGNf3-Z3AzzqlERcV9GhKvQ12FwNoR1XY_-vJARzyjUUnTkeLvGj1JCkomgU5RHu_5Fa9seZFO1-bg6b9V8rF-DsOhiVYDyLPqPjoPzrLLZb/s400/jabon2.JPG" width="300" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Tanaman Jabon dalam Rehabilitasi lahan kritis,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;tanaman jabon ini bisa kita manfaatkan sebagai tanaman untuk konservasi di lahan kritis, untuk lahan kritis sangat membutuhkan unsur hara,tetapi karena lahan sudah mengalami kekurangan unsur hara maka bisa kita siapkan tipsnya yang ideal antara lain : Pertama siapkan lubang tanam ukuran 35x35x35 cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Kedua siapkan tanah yang diambil dari lahan yang subur ,yang diambil dari lapisan tanah atas atau top soil dari kebun atau hutan,tanah ini sangat banyak mengandung bakteri pengurai atau jamur mikoriza alami ,selain itu bisa diambil dari bawah pohon yang besar,seperti yang diketahui bahwa mikoriza bersimbiosis dengan akar sehingga menjaga kelembaban dimasa kekeringan dan cukup dibutukkan sekali seumur hidup tanaman. ( sumber dari BIOTEK LIPI ).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Penggunaan lapisan Top soil ini minimal 2 kg per lubang dicampurkan pada saat tanam. Penggunaan Furadan atau diazinon sebagai pencegah uret dan nematoda akar,seperti yang diketahui bahwa akar jabon sangat banyak yang serabut kecil sehingga rawan dimakan uret tanah dan nematoda, nematoda ini bila tidak ditangani di beberapa kejadian bisa menimbulkan “Sudden death ” atau kematian mendadak yang ditandai dengan pengguguran daun secara frontal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;untuk tahap pertama dibutuhkan npk 2 sendok makan per lubang,sebagai pemicu jabon tumbuh di lahan kritis.pupuk kandang bisa diberikan sesudahnya dengan dosis 3 kg per tanaman setiap 6 bulan sekali, untuk tahap awal penanaman pupuk kandang matang 2 kg per lubang. demikianlah tips penanaman jabon dilahan kritis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;tabel contoh penggunaan mikoriza&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgB12zLqE8R9J9ajl8eOf4ODqsbik0eUtpSrZsq1YuABnCCtptqpWJwpNBMfgpRMjKz31u8W59ExHy3cTmRDLg8wHa8qaLVwWcb8pZmoiFZOJVyr8-RgOoCPeVf9A1ISMdzyJHOVsAO94BE/s1600/jabon3.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;img border="0" height="267" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgB12zLqE8R9J9ajl8eOf4ODqsbik0eUtpSrZsq1YuABnCCtptqpWJwpNBMfgpRMjKz31u8W59ExHy3cTmRDLg8wHa8qaLVwWcb8pZmoiFZOJVyr8-RgOoCPeVf9A1ISMdzyJHOVsAO94BE/s320/jabon3.JPG" width="317" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Percobaan di Kabupaten Karangasem Propinsi Bali umur 4 dan 11 bulan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOr67cDq7GnGAH0SRaCpZVRIEV785iVa98juUAxz0XvnGQ5qOd_INi7mw7Kka74CSzazpXJuA6jHIZVZo4BuVo26XvtH4pihyUXMye9tE6OCYAsus9RxYOHjC_skqeZvjriKp_9f_7jEYZ/s1600/jabon4.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOr67cDq7GnGAH0SRaCpZVRIEV785iVa98juUAxz0XvnGQ5qOd_INi7mw7Kka74CSzazpXJuA6jHIZVZo4BuVo26XvtH4pihyUXMye9tE6OCYAsus9RxYOHjC_skqeZvjriKp_9f_7jEYZ/s320/jabon4.JPG" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Apa saja kelebihan jabon?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Banyak sekali kelebihan jabon dibanding dengan pohon kayu lain misalnya kita bandingkan dengan sengon, diantaranya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;1. Daunnya tidak disukai ternak, sehingga tidak perlu khawatir terjadi pencurian daun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;2. Daun jabon akan rontok sendiri, itu akan membuat kayu jabon lurus rata ke atas tidak ada benjolan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;3. Seperti di sebutkan di atas, tidak dihinggapi tumor karat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;4. Kayu jabon juga lebih banyak manfaatnya dibanding kayu sengon, lebih banyak diserap oleh banyak industri diantaranya kayu lapis, industri meubel, Tripleks, pulp, Papan, produsen peti buah, Alas sepatu, mainan anak-anak dan korek api.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;5. Perawatan lebih mudah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;6. Dapat bertumbuh di berbagai jenis tanah seperti; tanah liat, tanah lempung atau pun tanah berbatu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;7. Pertumbuhan lebih cepat ( Siap panen umur 4 – 5 tahun ).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Di bawah ini tulisan mengenai Jabon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Merupakan salah satu jenis kayu / pohon yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ekologi tumbuh pada :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Ketinggian : 10-2000m dpl&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Curah hujan : 1250-3000m/th&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Perkiraan suhu :100 C – 400 C&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Kondisi tanah (PH) :4,5 – 7,5.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Jabon memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya, termasuk albasia (sengon). Dari hasil uji coba yang telah kami lakukan, keunggulan tanaman jabon dapat diuraikan dari beberapa kriteria, diantaranya sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;• PERTUMBUHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Pertumbuhan pohon jabon sangat cepat bila dibandingkan dengan jenis kayu keras lainnya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;1. diameter batang dapat tumbuh berkisar 10cm/th&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;2. tinggi batang pada usia 12 tahun dapat mencapai 20 meter, sehingga pada usia 6-8 tahun sudah dapat dipanen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;• BATANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;1. Berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;2. Tidak memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;• PENANAMAN dan PERAWATAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Jabon merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan berkembang dan tidak memerlukan perlakuan khusus dalam budidayanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;• PEMASARAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Karena jenisnya yang berwarna putih agak kekuningan tanpa terlihat seratnya, maka kayu jabon sangat dibutuhkan pada industri kayu lapis (plywood), bahan baku meubel dan furniture, serta bahan bangunan non kontruksi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Keunggulan inilah yang membuat pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan, bahkan industri kayu lapis siap untuk membeli setiap saat dalam jumlah yang tidak terbatas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;• NILAI EKONOMIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Budidaya tanaman jabon akan memberikan berbagai keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan pada tanaman jabon setelah dipanen pada usia 8-10 tahun ( Asumsi Harga terendah, dan batang terkecil) pada setiap batang kayu jabon diperoleh :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;- tinggi batang yang bisa terjual rata-rata 12m&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;- diameter batang rata-rata 30 cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Maka dari tiap batang pohon jabon menghasilkan kayu yang bisa dijual sebanyak 1,5 kubik, sedangkan harga perkubik saat ini Rp 1.000.000,00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Sehingga harga terendah 1 batang pohon jabon usia 8-10 tahun minimal seharga Rp 1.500.000,00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;• INFORMASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Harga kayu jabon perkubik pada tahun 2009 :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;1.middle 30-39 Rp 1.000.000&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;2.middle 40-49 Rp 1.100.000&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;3.middle 50 up Rp 1.200.000&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Harga ini diprediksi akan mengalami kenaikan seiring dengan tingkat kebutuhan / permintaan yang semakin bertambah tiap tahunnya, sedangkan persediaan kayu jabon semakin lama semakin terbatas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Dalam 1 Ha lahan, dapat ditanam sebanyak 500 batang bibit jabon dengan jarak 4×5 m.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Prediksi Hasil :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;1 HA 800 Pohon dengan Masa Panen 5-6 Thn&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Dia.25 CM ,Tinggi 16 meter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Menghasilkan kayu lebih kurang 320 m3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Prediksi Harga 1,2 juta x 300 m3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Maka diperoleh Hasil Rp. 384.000.000,00/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhN4gL0l37KryqdyFR3an1t4mLiQEgv7fvnexw6SX-LS38mSm2lrFrzkwNARCCMXYRBZAkfka3GvYn6c5j3MJd7_0_mLZNvohWM0n7DGGW7o_MRsJWpPobt6T2FdtWALbX-khsFSWBGyrzf/s1600/jabon5.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhN4gL0l37KryqdyFR3an1t4mLiQEgv7fvnexw6SX-LS38mSm2lrFrzkwNARCCMXYRBZAkfka3GvYn6c5j3MJd7_0_mLZNvohWM0n7DGGW7o_MRsJWpPobt6T2FdtWALbX-khsFSWBGyrzf/s320/jabon5.JPG" width="224" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Sumber Data: Bpk Bagyo Ariyantono ( Aquaculture PT. WM )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2011/06/jabon-jati-ambon.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYhNtddRQhb4-i9cMe8vrgQSbElHHB-dAcR-vr767EeoR9nChUnID5CreKTe_Vpc3evWqWcTBDam6EzsZ3N2FW1XmPeMy6Yyw8U_EKBTMiNhwTWAFLy9nSCy-jZOspff-Uu_2O8q_GhKvn/s72-c/jabon1.JPG" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-6804553559454231914</guid><pubDate>Tue, 31 May 2011 09:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-11-27T01:22:35.218+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Wachyuni Mandira</category><title>BUMI DIPASENA &amp; WACHYUNI MANDIRA</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjA1O3ipdGfNT0zfUDK0JjfOIEg4lgyoF3X9bmdS4a08PxvA19gL8H7SCPgaRVFgTN6NDwl5Sn3HCmQ7Md5NsnqLPo2Urz3RfAdwRiXjf1PdHm4oYYlYO8LN0Yx3MlA0ILGd7cWA7VpZlT9/s1600/dmg_xp_dcd.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjA1O3ipdGfNT0zfUDK0JjfOIEg4lgyoF3X9bmdS4a08PxvA19gL8H7SCPgaRVFgTN6NDwl5Sn3HCmQ7Md5NsnqLPo2Urz3RfAdwRiXjf1PdHm4oYYlYO8LN0Yx3MlA0ILGd7cWA7VpZlT9/s640/dmg_xp_dcd.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigRY2lB0NIB9LX4d3-NXud5gGiCu18oI-2Y-SYbdiPDCwLFWEFV5NxYlN8qvYS8g-UlmlP3mdga1I6apUiIzBCiYzyigt0fFrRYwc9CX4JaCzf3kSAkz8ZtkVKBcYTtJRgoQipLLlpnm1E/s1600/dcd_1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigRY2lB0NIB9LX4d3-NXud5gGiCu18oI-2Y-SYbdiPDCwLFWEFV5NxYlN8qvYS8g-UlmlP3mdga1I6apUiIzBCiYzyigt0fFrRYwc9CX4JaCzf3kSAkz8ZtkVKBcYTtJRgoQipLLlpnm1E/s640/dcd_1.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6nM4r4m2lhwkpuWjAFoUDllvC1JsOAPnDjSXrinFURQJ_hqrCDkE9uFXn3N9l61yMsTmwFqUExG6J78SbYPTJny8kPSCXoT-ia1V7youV_ORPF_OZy7upgiaVfDN_dDjRhwfqEI52WgY4/s1600/BLK.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="401" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6nM4r4m2lhwkpuWjAFoUDllvC1JsOAPnDjSXrinFURQJ_hqrCDkE9uFXn3N9l61yMsTmwFqUExG6J78SbYPTJny8kPSCXoT-ia1V7youV_ORPF_OZy7upgiaVfDN_dDjRhwfqEI52WgY4/s640/BLK.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiO61izc9FA3WcAYTcZjU54XH_xlTyloK_kbsemLAsUOiDU8i_xowX0wsUndBAJkvplb2MhkBhi8Ss0BqsLWbnXma0I-OR9-1kTy-UQfseUu0YKjB4DIKXgNhXikt587mkED_WzHhQ9mEw6/s1600/bestari.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="409" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiO61izc9FA3WcAYTcZjU54XH_xlTyloK_kbsemLAsUOiDU8i_xowX0wsUndBAJkvplb2MhkBhi8Ss0BqsLWbnXma0I-OR9-1kTy-UQfseUu0YKjB4DIKXgNhXikt587mkED_WzHhQ9mEw6/s640/bestari.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpRh2eLKAkNmtu74H8qpoSG61cGasvUcGglVd-PIIQhX4kjVwTrm3MJZe9ioOdDJ4HOpfgTcnPEvIW55tAx6a7UxLJO7Kett-3Qc5YZ7Y4TP0hfWHpGY63db9vPTWB6kj9KqAKu5LoHdhC/s1600/Dipasena2+copy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpRh2eLKAkNmtu74H8qpoSG61cGasvUcGglVd-PIIQhX4kjVwTrm3MJZe9ioOdDJ4HOpfgTcnPEvIW55tAx6a7UxLJO7Kett-3Qc5YZ7Y4TP0hfWHpGY63db9vPTWB6kj9KqAKu5LoHdhC/s640/Dipasena2+copy.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-uyuVyqahsX4VjT2VFy_aLnQC07r9pnq27Soy6eXQNW9GK-BNoXTwrI1HErAPIxzzSlVbDXpqU3KMbm8gSEU34kH9U56gKCrUrSV43OLKVErSeOoYGi4m7-cucQff0tSDJKGh-67Qu4-f/s1600/WM_TBK_SORE.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-uyuVyqahsX4VjT2VFy_aLnQC07r9pnq27Soy6eXQNW9GK-BNoXTwrI1HErAPIxzzSlVbDXpqU3KMbm8gSEU34kH9U56gKCrUrSV43OLKVErSeOoYGi4m7-cucQff0tSDJKGh-67Qu4-f/s640/WM_TBK_SORE.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiutj8XkIu7N4S7Q-S7SdDENUrJALDgGC4_bNoaiUlmf_bOTzTUKgw1GZJ9hkLiGljiktfn4OFI679KqDNfW89R9MaEP-bYjoTv9P_y9hI-T5jcB62Sh_Q0omdl-fort1PXBv_gCqzft3_/s1600/IMG_3114.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiutj8XkIu7N4S7Q-S7SdDENUrJALDgGC4_bNoaiUlmf_bOTzTUKgw1GZJ9hkLiGljiktfn4OFI679KqDNfW89R9MaEP-bYjoTv9P_y9hI-T5jcB62Sh_Q0omdl-fort1PXBv_gCqzft3_/s640/IMG_3114.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
﻿﻿﻿﻿﻿ &lt;br /&gt;
﻿﻿﻿ &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyPAOxR_4O1JLFziqUQ4DbLRDa9Y2BTiU_xtWj5KBTpNVXJUk8ba5_GH51e8pCyYxAYwuI7YVm5C2bi8PzEvKR6hep4atcZmBxf_6zvSJ-BQh2HW9mP5cT24Pn1BF8lClCZzlw4Vip_Zuh/s1600/Transfortasi+air.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyPAOxR_4O1JLFziqUQ4DbLRDa9Y2BTiU_xtWj5KBTpNVXJUk8ba5_GH51e8pCyYxAYwuI7YVm5C2bi8PzEvKR6hep4atcZmBxf_6zvSJ-BQh2HW9mP5cT24Pn1BF8lClCZzlw4Vip_Zuh/s640/Transfortasi+air.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
﻿ &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLQweB-xBnrDYVgfpaLLod6dGnC0GqHBG8G2D0TsuJh0e7O6cLYBVgxtzoASueDMhqq5tnBF4KTVlQWTxi7Qf0COozAdw-6vrJwtFaglm0jSLOCtmx7GhMc5gHlE8C9LKGNZLxDEe-sFET/s1600/1000_Kinciri.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLQweB-xBnrDYVgfpaLLod6dGnC0GqHBG8G2D0TsuJh0e7O6cLYBVgxtzoASueDMhqq5tnBF4KTVlQWTxi7Qf0COozAdw-6vrJwtFaglm0jSLOCtmx7GhMc5gHlE8C9LKGNZLxDEe-sFET/s640/1000_Kinciri.jpg" width="489" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
﻿ &lt;br /&gt;
﻿ &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkIMaraEP8zXxnIuDu6p9cAroSa_bxbq_ROWJJqbDiot34HKLPEfMAXtY3ajLGuNUnl-L0eDgN1B814eyJgH7NqOg06D33wpjWWih6yrl51JmLZG9kNmAZH2zF2Zt3Q3yoKwPWKKjaTwlZ/s1600/00l.10r.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="508" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkIMaraEP8zXxnIuDu6p9cAroSa_bxbq_ROWJJqbDiot34HKLPEfMAXtY3ajLGuNUnl-L0eDgN1B814eyJgH7NqOg06D33wpjWWih6yrl51JmLZG9kNmAZH2zF2Zt3Q3yoKwPWKKjaTwlZ/s640/00l.10r.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpZSu1bLjjXINZ3ZWwjclFs2l0DvQUqS_wc5-QwuRi-9Oq7_fT_tOeyM6Tsz7ysfu9pr8QgBkaaKO5J7IJNGtnb0GyotqIlGj_A97qb5VjH-rqVA9GRrSXZ0u7SEcG49BK00NiEXF01gmz/s1600/78.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="500" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpZSu1bLjjXINZ3ZWwjclFs2l0DvQUqS_wc5-QwuRi-9Oq7_fT_tOeyM6Tsz7ysfu9pr8QgBkaaKO5J7IJNGtnb0GyotqIlGj_A97qb5VjH-rqVA9GRrSXZ0u7SEcG49BK00NiEXF01gmz/s640/78.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
﻿ &lt;br /&gt;
﻿ &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipdjuN7WUFcf0Gq3VPDWyFnpLSX7GOGQzXPmnj3PoSqCVLEWUltE7eIILqSIi4inmwOaRYuT42LoXaaqksObyvE5TQB-88CnP4Cy_k9fV5MHIEs50wMxrey82pLk4UkaZOmycR8Xvey01n/s1600/DSC00343.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipdjuN7WUFcf0Gq3VPDWyFnpLSX7GOGQzXPmnj3PoSqCVLEWUltE7eIILqSIi4inmwOaRYuT42LoXaaqksObyvE5TQB-88CnP4Cy_k9fV5MHIEs50wMxrey82pLk4UkaZOmycR8Xvey01n/s640/DSC00343.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilas20aLhrTsaZZrCd-BcPHw5hNjJ5sLbiS2hOdNpXXgoa4BtiqRXKGGwCwAn12Nmy9Vx8iB6llCPhVgO5hJ1ysiKXqe76uCN7xXtNQzC3ZRmyHLqFTPLVQBfDElHWLnxH3WOwDurwzj0_/s1600/BLK.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="401" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilas20aLhrTsaZZrCd-BcPHw5hNjJ5sLbiS2hOdNpXXgoa4BtiqRXKGGwCwAn12Nmy9Vx8iB6llCPhVgO5hJ1ysiKXqe76uCN7xXtNQzC3ZRmyHLqFTPLVQBfDElHWLnxH3WOwDurwzj0_/s640/BLK.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiEfB0pYqHppM5ZZswwPxJLWaEk1S5YliCU7x7Cw7ZtAR1raK7IIy6LSaFdWlLLztHwntCKdslo1N0N3CC0JC2GX0IV6_2wFd3Md08VzPYyGznDLW-lKuylwznqx8NSihOmDPyKnigWZIg/s1600/09032006213.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiEfB0pYqHppM5ZZswwPxJLWaEk1S5YliCU7x7Cw7ZtAR1raK7IIy6LSaFdWlLLztHwntCKdslo1N0N3CC0JC2GX0IV6_2wFd3Md08VzPYyGznDLW-lKuylwznqx8NSihOmDPyKnigWZIg/s640/09032006213.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitevbo_F3A7yw2l2rpmdqYEbcnJV2EC4j0lUPO6dV5GhGx1GHzciMneiYOEJpOfHEqMrdXrcxdbpIIlsDeDpIr1wlMJYI38ruPv3gHAgxlXmJb2GVoUNlA4qLRYF8PExzFiSF3u1anQgvP/s1600/DSC00322.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitevbo_F3A7yw2l2rpmdqYEbcnJV2EC4j0lUPO6dV5GhGx1GHzciMneiYOEJpOfHEqMrdXrcxdbpIIlsDeDpIr1wlMJYI38ruPv3gHAgxlXmJb2GVoUNlA4qLRYF8PExzFiSF3u1anQgvP/s640/DSC00322.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTohfpnus9ctnGy37hGcBZPtQ825bip8HkMvqNhKqzE1l81MNG1xmWezy0H8gzXQgKMSSy5Y_INDFUul3SLQpppAlGrSyI6bRRQydah2q_QRIuxlU9IWw_6w-q_BAnur4cfbcmhzO_IUhb/s1600/DSC00319.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTohfpnus9ctnGy37hGcBZPtQ825bip8HkMvqNhKqzE1l81MNG1xmWezy0H8gzXQgKMSSy5Y_INDFUul3SLQpppAlGrSyI6bRRQydah2q_QRIuxlU9IWw_6w-q_BAnur4cfbcmhzO_IUhb/s640/DSC00319.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMBYw__N-QT5ot9gjhQciFfDyforfh7d-oO5z3OyiERD9yr1I2RcnpJyNTBpFenopr_6ceiF_DT0GpedDaIeG_3vx4wwi1z9unQYsV7HRKZ1_kgUo1-FqO1gxzRnmhTJX2T8eLYMf9uqvk/s1600/DSC0x0043.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMBYw__N-QT5ot9gjhQciFfDyforfh7d-oO5z3OyiERD9yr1I2RcnpJyNTBpFenopr_6ceiF_DT0GpedDaIeG_3vx4wwi1z9unQYsV7HRKZ1_kgUo1-FqO1gxzRnmhTJX2T8eLYMf9uqvk/s640/DSC0x0043.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgj-uMJSLEnoVkncdttLTQ74dqRv3W4THz_IMsbDnuhmjlixxJl9QBZfThnCA3Cw2AeuKLSM37M_xsGhfjPnOLsRgKMFB6SBGTT2r13SpkLU_4zwesOrxZtPP0DW5wmFnZfL2AHVNtRbGDH/s1600/DSC00345.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgj-uMJSLEnoVkncdttLTQ74dqRv3W4THz_IMsbDnuhmjlixxJl9QBZfThnCA3Cw2AeuKLSM37M_xsGhfjPnOLsRgKMFB6SBGTT2r13SpkLU_4zwesOrxZtPP0DW5wmFnZfL2AHVNtRbGDH/s640/DSC00345.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiu7-73K0CJVgUIlEJGAqCCH3Q5cxzQrgbkVh-22IDmxfQyzGp7uw8VU8j09ln4yN45XyR50hBKs8bzS7ah62_Ux2sSuZsON9399idtURmZGfzlqM0a95Z2lOXdyKSWw_3Pb4wg41PBc-B9/s1600/DSC00341.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiu7-73K0CJVgUIlEJGAqCCH3Q5cxzQrgbkVh-22IDmxfQyzGp7uw8VU8j09ln4yN45XyR50hBKs8bzS7ah62_Ux2sSuZsON9399idtURmZGfzlqM0a95Z2lOXdyKSWw_3Pb4wg41PBc-B9/s640/DSC00341.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi32KsYqBh-mZe8G3cAk2zUCO4OXy1A9kc7ffe7Wl7968nLFJ5pGDfddGBlz_Y-Fbo_2XTnllPz0_2tfVTUe7GLmqzmYpYoKPxqbfg5mZjTuyj7vJ9VKZmOoW8zuX8Oh9dxdm97kUQteYxF/s1600/DSC00354.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi32KsYqBh-mZe8G3cAk2zUCO4OXy1A9kc7ffe7Wl7968nLFJ5pGDfddGBlz_Y-Fbo_2XTnllPz0_2tfVTUe7GLmqzmYpYoKPxqbfg5mZjTuyj7vJ9VKZmOoW8zuX8Oh9dxdm97kUQteYxF/s640/DSC00354.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKPgE79xYhN5HweelWTW00xB2H2Srl2OvSg5m8g3uvNblvx6NYaaHg27wAtogVZ4KRVZp3OWeKDS33pPbMI-XrUZfq_ZiS6K8Ca1yv4uFh9w8-vjebpXL0haHT4DapJde_dI8S5dYm6uPJ/s1600/DSC00351.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKPgE79xYhN5HweelWTW00xB2H2Srl2OvSg5m8g3uvNblvx6NYaaHg27wAtogVZ4KRVZp3OWeKDS33pPbMI-XrUZfq_ZiS6K8Ca1yv4uFh9w8-vjebpXL0haHT4DapJde_dI8S5dYm6uPJ/s640/DSC00351.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFOxlb3-gVlnFi5wrUbNwl-5V15w2zdyrT8raRt5AI9n0zTlyqhkwulLM-GWP88DPkyph3WMs41zQ4SKLxYTZpu6AxvykcVAAZhewEhiX17GZx_7hKVC6jvLNYt4TTO3GeC42mOqnnv3ZW/s1600/DSC00350.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFOxlb3-gVlnFi5wrUbNwl-5V15w2zdyrT8raRt5AI9n0zTlyqhkwulLM-GWP88DPkyph3WMs41zQ4SKLxYTZpu6AxvykcVAAZhewEhiX17GZx_7hKVC6jvLNYt4TTO3GeC42mOqnnv3ZW/s640/DSC00350.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe11VWzs9K9Z53bCIAUug7QPr3Kobe8fsB4AGl-tEnMQjMCfGJP5WUv3-YooZ_oMLv3lnyntxde6MpKcB9QehWRHJNEn8LYrNSJ6mwE6mv_Xi86cc7mC4fEVpgyKZ0JVBCezFGLiz2busg/s1600/greenbelt_1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="408" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe11VWzs9K9Z53bCIAUug7QPr3Kobe8fsB4AGl-tEnMQjMCfGJP5WUv3-YooZ_oMLv3lnyntxde6MpKcB9QehWRHJNEn8LYrNSJ6mwE6mv_Xi86cc7mC4fEVpgyKZ0JVBCezFGLiz2busg/s640/greenbelt_1.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5yZPyCDmala8f_aglUNt3SQOteLC2tYe7deNHy-U3aXTrBVfR56RgBdLXdk7IJ0cwruppN-yYmzsDW1UQm5el153g1unl1zs-dgAfjWwAP_TYS7HVfcx1vojO97wXoi8Vd82RNRb_tG7p/s1600/greenbelt_blok_4-5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="408" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5yZPyCDmala8f_aglUNt3SQOteLC2tYe7deNHy-U3aXTrBVfR56RgBdLXdk7IJ0cwruppN-yYmzsDW1UQm5el153g1unl1zs-dgAfjWwAP_TYS7HVfcx1vojO97wXoi8Vd82RNRb_tG7p/s640/greenbelt_blok_4-5.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVIbq5rFZaALognBnZKl32czxbS1LnTjzFAFMwpP1HpOnDaJLIJFEiSuV9zdvT_rP2Tw1SXXBzQXrMCXrF2ZZApOWtXzvxP0iLgRZMq0seRWXGT7H5NYK9EsKIMiFbEN7qf84190bfy6-9/s1600/hutan_mangrove_2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="419" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVIbq5rFZaALognBnZKl32czxbS1LnTjzFAFMwpP1HpOnDaJLIJFEiSuV9zdvT_rP2Tw1SXXBzQXrMCXrF2ZZApOWtXzvxP0iLgRZMq0seRWXGT7H5NYK9EsKIMiFbEN7qf84190bfy6-9/s640/hutan_mangrove_2.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCXXe9FlZ587-DbL8cfKStvClQPZsNDECsRJFEHFZRBGtxpJMd_3xlV3q2WTF9REnMl28Ed2L9vaBdBW0OBP-z3_2VslEYd-z34DX1-V-w89e_mC7XOAKzIcbh5oPzDb9Ykd6tyv81usEk/s1600/hutan_mangrove_3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="417" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCXXe9FlZ587-DbL8cfKStvClQPZsNDECsRJFEHFZRBGtxpJMd_3xlV3q2WTF9REnMl28Ed2L9vaBdBW0OBP-z3_2VslEYd-z34DX1-V-w89e_mC7XOAKzIcbh5oPzDb9Ykd6tyv81usEk/s640/hutan_mangrove_3.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6Cjp-80QXWZ0uolg9Yj9NovQTirZwDznBb3G2sa1MiKoW7QPYSsVvR-pwOgQqvY4p5pphSHEaBhp-1lDam9hdhrXrCMeBluaXG673CUN1Ig0fmlOdFA5Mlyicr39XHGK2WJuA0mwHhz9w/s1600/IMG_0005.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6Cjp-80QXWZ0uolg9Yj9NovQTirZwDznBb3G2sa1MiKoW7QPYSsVvR-pwOgQqvY4p5pphSHEaBhp-1lDam9hdhrXrCMeBluaXG673CUN1Ig0fmlOdFA5Mlyicr39XHGK2WJuA0mwHhz9w/s640/IMG_0005.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqr1tLumMciuS6lp-aRu4xIch_rnpYleuP7EP2UAF1a1pekuqs5PKWFNIOxUVbc8PsKczEKg-3V_nj_Hob5w_KJb-VVcZXyN-2xtwhttYjub5mmURwYP0fBtHzDHwvVo6RkGTdnAG9Bqd2/s1600/IMG_0006.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqr1tLumMciuS6lp-aRu4xIch_rnpYleuP7EP2UAF1a1pekuqs5PKWFNIOxUVbc8PsKczEKg-3V_nj_Hob5w_KJb-VVcZXyN-2xtwhttYjub5mmURwYP0fBtHzDHwvVo6RkGTdnAG9Bqd2/s640/IMG_0006.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8KNL1tNaRGJ_qKK52ojH-H_kyFM6n64TWRcsKHJM_iR37yH1sv_-mHI2GO9rOOFZWPewfZ-ClPQQlJ0VujjsGtAKLpkrQQ4hKB0bc58sisbWoPpOGHQw2Qjh8I7TifKKmdQ0m42XTaxHH/s1600/IMG_0019.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8KNL1tNaRGJ_qKK52ojH-H_kyFM6n64TWRcsKHJM_iR37yH1sv_-mHI2GO9rOOFZWPewfZ-ClPQQlJ0VujjsGtAKLpkrQQ4hKB0bc58sisbWoPpOGHQw2Qjh8I7TifKKmdQ0m42XTaxHH/s640/IMG_0019.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgl52_ppYjTPwiPdnm3ifTBlZAMkIJE4EbnLB7V78t_dtbudKc2cgreVcjM2J2viVVqUWAcCLbA4rlpoEEAxBN4PJLxHNt_YNBJsvH5UQOVh57Ez-E-Ym4UIyeNe9fIDxrZh3Vy0IPDBby3/s1600/IMG_0020.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgl52_ppYjTPwiPdnm3ifTBlZAMkIJE4EbnLB7V78t_dtbudKc2cgreVcjM2J2viVVqUWAcCLbA4rlpoEEAxBN4PJLxHNt_YNBJsvH5UQOVh57Ez-E-Ym4UIyeNe9fIDxrZh3Vy0IPDBby3/s640/IMG_0020.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXc3BuxQltdFIrThfQOO30y8uA0ERC6LwJmxGbt5GHaTTOPhZQ1Skt4lTKknZeBb8PstifkUe7SqEf2WToGnCn0ZzGDRgQbU3JJrNF2MSqiJ33Z-XvMis4iymfjRMeVSgu9l0Ljb1dbwHP/s1600/IMG_0021.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXc3BuxQltdFIrThfQOO30y8uA0ERC6LwJmxGbt5GHaTTOPhZQ1Skt4lTKknZeBb8PstifkUe7SqEf2WToGnCn0ZzGDRgQbU3JJrNF2MSqiJ33Z-XvMis4iymfjRMeVSgu9l0Ljb1dbwHP/s640/IMG_0021.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2YszGXlvDgiX9WxwbfVCYVGCFXl0JQlZImQRos0EuXC0ehQaNGPgwqEKQvTdoAJwlT8qGbNRQGfiNbDWTNPPVdHqLLVKqS-KRUKHZHGSKusRXCvv8dwiMGYHeHZlwp5Xst1YmuX4I6_1S/s1600/IMG_0028.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2YszGXlvDgiX9WxwbfVCYVGCFXl0JQlZImQRos0EuXC0ehQaNGPgwqEKQvTdoAJwlT8qGbNRQGfiNbDWTNPPVdHqLLVKqS-KRUKHZHGSKusRXCvv8dwiMGYHeHZlwp5Xst1YmuX4I6_1S/s640/IMG_0028.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvSU7gb7vVoQBw_j8iDf5VcnuCDFTrGHOfQHksuhIOqzmZ0lr_JxXRuRa25gm9ACg0oajBKJy85lUzPNXtQh2VrJulO3br3OfQJmqkc88qx7mPsgM1P91MUeFaNSv0DDevXH_EgSWuJfig/s1600/IMG_0048.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvSU7gb7vVoQBw_j8iDf5VcnuCDFTrGHOfQHksuhIOqzmZ0lr_JxXRuRa25gm9ACg0oajBKJy85lUzPNXtQh2VrJulO3br3OfQJmqkc88qx7mPsgM1P91MUeFaNSv0DDevXH_EgSWuJfig/s640/IMG_0048.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6ZMy0E7ewEEzetX0vQl80jBeGi62szLh6VsmvuT4hwlkzeTyLyaea-KFWu2-c3_1UxzXODEiuU851nqQgl-yypNdGpNJDguXNb0BR62V4GvsCGM9lI1EAmqV0YRTMCFL6U9N702wo4Psh/s1600/IMG_0072.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6ZMy0E7ewEEzetX0vQl80jBeGi62szLh6VsmvuT4hwlkzeTyLyaea-KFWu2-c3_1UxzXODEiuU851nqQgl-yypNdGpNJDguXNb0BR62V4GvsCGM9lI1EAmqV0YRTMCFL6U9N702wo4Psh/s640/IMG_0072.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_6pT2jwm-ML6WyKZhlKNEDd9giZh30wHLpKKE_ls3kvVlXdXNYGkA6MZud-kx6pErPiSPAC_RQ8N8STADA3j08TxxWFp1vPYO-jxefqWATDJrOAwdQVLcRvXNZL4ZkAX1tUAU7QNagtYD/s1600/IMG_0089.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_6pT2jwm-ML6WyKZhlKNEDd9giZh30wHLpKKE_ls3kvVlXdXNYGkA6MZud-kx6pErPiSPAC_RQ8N8STADA3j08TxxWFp1vPYO-jxefqWATDJrOAwdQVLcRvXNZL4ZkAX1tUAU7QNagtYD/s640/IMG_0089.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTLv7PMGOAJ-MM-jNtI3NtlpzF9GxwVksLhPve-63iHC1mv96PC9GXd3Drvp-FRNA3b5YVF6JBWQAI67MaGOgJoNlNraifjLalMpHGyTGYdHxT8dr-U8R0L5ZRVXvUhhyphenhyphenFGDv63fpi3A92/s1600/IMG_3105.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTLv7PMGOAJ-MM-jNtI3NtlpzF9GxwVksLhPve-63iHC1mv96PC9GXd3Drvp-FRNA3b5YVF6JBWQAI67MaGOgJoNlNraifjLalMpHGyTGYdHxT8dr-U8R0L5ZRVXvUhhyphenhyphenFGDv63fpi3A92/s640/IMG_3105.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsw9IpJbSKEXC2ryKdbxtUUo58l9Og2j045gliuTM8PayTWHDOdbcGkNiiQL4vpZWITxYiUl1QIu1Ss25mPIUMM39MA7HLJWZo7LkoA_aNq-UZtiHxqb50RtHOoKK3t3IkzCgEniiXM8N1/s1600/Inglet.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsw9IpJbSKEXC2ryKdbxtUUo58l9Og2j045gliuTM8PayTWHDOdbcGkNiiQL4vpZWITxYiUl1QIu1Ss25mPIUMM39MA7HLJWZo7LkoA_aNq-UZtiHxqb50RtHOoKK3t3IkzCgEniiXM8N1/s640/Inglet.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-5niJb2iEVRS4ybmThLGRYS-TvbVTPIqzq_Go45jxGr8L_ban2viTTMeKfiAp889BybK01uRLl_eMOVcIWizSbpYa9zEzROdNlcvwrt_N9sspvqLpCoqPCwWq9vk-wSkE2bLg9lPgDIxQ/s1600/P1010071.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-5niJb2iEVRS4ybmThLGRYS-TvbVTPIqzq_Go45jxGr8L_ban2viTTMeKfiAp889BybK01uRLl_eMOVcIWizSbpYa9zEzROdNlcvwrt_N9sspvqLpCoqPCwWq9vk-wSkE2bLg9lPgDIxQ/s640/P1010071.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhB2SxlP6_T4diNN3J_Skzsyyqpwra2A3od05GSsCDdf5hRbAfVi7fhcWDVizn2WuBK4RmAhW_RUl7i3oajiVy0Wq6Qmpke66xkkgBRyg-9xKOhclUqHE1r-70jKaVwx7zVieA8heIqgRzL/s1600/KANAL+copy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhB2SxlP6_T4diNN3J_Skzsyyqpwra2A3od05GSsCDdf5hRbAfVi7fhcWDVizn2WuBK4RmAhW_RUl7i3oajiVy0Wq6Qmpke66xkkgBRyg-9xKOhclUqHE1r-70jKaVwx7zVieA8heIqgRzL/s640/KANAL+copy.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVtY3V4CpsdIUvAnlZbUEAQ_V94WMOdB3EK0mgNTLjRSnC4a_1vpXjJaQj0tT5vHf3xCGHdrg1GXBgfbe_6rTFsT_f_s2EUWJonF_GEiMl_WzLwd__Ptg_IXqRqs7uStiFy0G8L9sH5HeK/s1600/lct_dcd.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVtY3V4CpsdIUvAnlZbUEAQ_V94WMOdB3EK0mgNTLjRSnC4a_1vpXjJaQj0tT5vHf3xCGHdrg1GXBgfbe_6rTFsT_f_s2EUWJonF_GEiMl_WzLwd__Ptg_IXqRqs7uStiFy0G8L9sH5HeK/s640/lct_dcd.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9bSKWKovqkr26EMSpVbnB_CDxMsiZh-XuS6aARKIVBulJ30GaWxfNJlfwmOTTHnJDPuTpDlBoOCiX5Oo24bl1CB0FcAOP_7pTg6vLDEHfEXqVvqY-Lj3InOXrH-lQ81SWRO0aGOEHsTpN/s1600/NAGARI_A.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9bSKWKovqkr26EMSpVbnB_CDxMsiZh-XuS6aARKIVBulJ30GaWxfNJlfwmOTTHnJDPuTpDlBoOCiX5Oo24bl1CB0FcAOP_7pTg6vLDEHfEXqVvqY-Lj3InOXrH-lQ81SWRO0aGOEHsTpN/s640/NAGARI_A.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0mNgmFQTnClc54l4p4ODq1HfDpNWwA3peCZWRKfvUF8V4rliUvpRP4w5Qfpib1d6dlBooX1TR4bUpALIrGr6VPg6jg_dCC_TZnqHE5xpF9nw4sv71Xg21HmQ6XzmYcTz_44QhgFvUZYi1/s1600/Muara_wm.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0mNgmFQTnClc54l4p4ODq1HfDpNWwA3peCZWRKfvUF8V4rliUvpRP4w5Qfpib1d6dlBooX1TR4bUpALIrGr6VPg6jg_dCC_TZnqHE5xpF9nw4sv71Xg21HmQ6XzmYcTz_44QhgFvUZYi1/s640/Muara_wm.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTUMVWj3fqCUiDyxgDGnNC90wzrQFEMO9Td4L5X2un6WME4uF2NRAfDaysK7N5LJJPS-SM8XaBrBACPdgaefh7mBZg_26DOgI9ytaGBLv3fvAVpumQMNJO4OkuRaO_EeYGERYwy-gxYSW1/s1600/P1010038.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTUMVWj3fqCUiDyxgDGnNC90wzrQFEMO9Td4L5X2un6WME4uF2NRAfDaysK7N5LJJPS-SM8XaBrBACPdgaefh7mBZg_26DOgI9ytaGBLv3fvAVpumQMNJO4OkuRaO_EeYGERYwy-gxYSW1/s640/P1010038.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8t7C0imS33UwuIG6U6J85M89eDTgiQl2MrkAZ9BVseXaR27wF8hKIO8eTZvz5nmxDM0Dj_ZMQDOm1jyeFpJONLk72PK67tpDYlvkEreGYWqfXcXMuXNxu9XUvbBwnTC8n8c2Jp4Y8PKRs/s1600/P1010084.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8t7C0imS33UwuIG6U6J85M89eDTgiQl2MrkAZ9BVseXaR27wF8hKIO8eTZvz5nmxDM0Dj_ZMQDOm1jyeFpJONLk72PK67tpDYlvkEreGYWqfXcXMuXNxu9XUvbBwnTC8n8c2Jp4Y8PKRs/s640/P1010084.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzfM5frs5g-46VU8v1P1fLI81eUDUbkWsPfLXHOIwoo9qRDcRUsZCMBhDTWrhBEUt6Lk0Y6a7BqObtWyiA_N6u-mkSLPUVW74mHm3F4roWm7K1ff41DvG-WwqmMeJFKfhj96ptgmyNUvjT/s1600/P1010102.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzfM5frs5g-46VU8v1P1fLI81eUDUbkWsPfLXHOIwoo9qRDcRUsZCMBhDTWrhBEUt6Lk0Y6a7BqObtWyiA_N6u-mkSLPUVW74mHm3F4roWm7K1ff41DvG-WwqmMeJFKfhj96ptgmyNUvjT/s640/P1010102.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0uGmhg8y0z-Cfv2R9sD9iS26sYIsXoHtjUolw3y_UvkrP_2F1vQtLNkQ93-tvWWV1MjB_9ixsaMGJeJTLMnF5wnJ33dcrrW31B_J_uX_jbjwid1UQefHeeFYfqlQpK8A-KQpTN152Fknc/s1600/ph_wm.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0uGmhg8y0z-Cfv2R9sD9iS26sYIsXoHtjUolw3y_UvkrP_2F1vQtLNkQ93-tvWWV1MjB_9ixsaMGJeJTLMnF5wnJ33dcrrW31B_J_uX_jbjwid1UQefHeeFYfqlQpK8A-KQpTN152Fknc/s640/ph_wm.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIdprnxvhpEppqdcmhhqkOMvoCzcZe30m5c0vviYCvcyMKBfci_4LgjPJF-ugaxK43OeYvjliDMbans-yna7BDJo_Uya0lEV8WIJbfDMCa7Dwe0UGfAPRX-cuqtvRisMgGxk2j0r7rrD60/s1600/powrplant+m.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="408" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIdprnxvhpEppqdcmhhqkOMvoCzcZe30m5c0vviYCvcyMKBfci_4LgjPJF-ugaxK43OeYvjliDMbans-yna7BDJo_Uya0lEV8WIJbfDMCa7Dwe0UGfAPRX-cuqtvRisMgGxk2j0r7rrD60/s640/powrplant+m.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDsagLG-YT9fzAOiPqTxi5Zw3C-FA3x8wf3NMUpDhyphenhyphenSqWA6NxASjJVRj8Vfyi6epzeAzfl2jRiE-qOUsrk4dFfezuuu7HsEZB4ymokV2__og8AlIyN7wtrOBvvEPhgYlWFF7SWE_lfOQGD/s1600/r%2526d61_dcd.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="433" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDsagLG-YT9fzAOiPqTxi5Zw3C-FA3x8wf3NMUpDhyphenhyphenSqWA6NxASjJVRj8Vfyi6epzeAzfl2jRiE-qOUsrk4dFfezuuu7HsEZB4ymokV2__og8AlIyN7wtrOBvvEPhgYlWFF7SWE_lfOQGD/s640/r%2526d61_dcd.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoI-Gpi9hS_CGqkolMwMX9qw-5kN9vmMlY41fZjHYqKU_gEab7Xy6LYQf9cLjU3i2iIy5F1qlzZ_I3C2CgWB2tBpyqyq5jtvQUm2deGVia_okhB-EouVEKnFk5IABqU89zNA5P1SF5Kj9y/s1600/SCD.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="395" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoI-Gpi9hS_CGqkolMwMX9qw-5kN9vmMlY41fZjHYqKU_gEab7Xy6LYQf9cLjU3i2iIy5F1qlzZ_I3C2CgWB2tBpyqyq5jtvQUm2deGVia_okhB-EouVEKnFk5IABqU89zNA5P1SF5Kj9y/s640/SCD.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgu-f7m609JWeQ9LXwTDY5s7gsT7qrKjK2fAOFS3-RogaCRlUt0JckbZcSGQOBQ4z3C-ZnZKaXWGuwlWZjQvJvf4J1_TjVoLZeyw2W5BQad_74X6NhLVCgfJ5Xr8frIjQBVgRyesI5NslQN/s1600/Tambak+operasi.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgu-f7m609JWeQ9LXwTDY5s7gsT7qrKjK2fAOFS3-RogaCRlUt0JckbZcSGQOBQ4z3C-ZnZKaXWGuwlWZjQvJvf4J1_TjVoLZeyw2W5BQad_74X6NhLVCgfJ5Xr8frIjQBVgRyesI5NslQN/s640/Tambak+operasi.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeMKyDPiezXYKCRSlyvVcvjjxOV3TFkjldOzSqyhAyKxYCQTRUCc9d6JdZWbVbrzk8riP1tXcrwfIRHGG2R3pYpDFY9TBbXy5yF-IgwIoBwd_nXodFZhlX3QPOgRHDy3533XkjPWUoFeZl/s1600/TAMBAK.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeMKyDPiezXYKCRSlyvVcvjjxOV3TFkjldOzSqyhAyKxYCQTRUCc9d6JdZWbVbrzk8riP1tXcrwfIRHGG2R3pYpDFY9TBbXy5yF-IgwIoBwd_nXodFZhlX3QPOgRHDy3533XkjPWUoFeZl/s640/TAMBAK.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiB0Y3X9WEL6vHPoZQNBL4LUnfLvwuZ7Z1CJG2EaQLXMCPR9NDLqRF4XCr_IuzbmXqjPDt2uqNRhOk0ff88IjkdRGeFJswA92puaiGSQM82bvkjRGa-Jj283bO-7sIcHkDO2N5oFLznqej1/s1600/Tbk_1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiB0Y3X9WEL6vHPoZQNBL4LUnfLvwuZ7Z1CJG2EaQLXMCPR9NDLqRF4XCr_IuzbmXqjPDt2uqNRhOk0ff88IjkdRGeFJswA92puaiGSQM82bvkjRGa-Jj283bO-7sIcHkDO2N5oFLznqej1/s640/Tbk_1.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvUaA4Mh4btYanmqM9UkuEEgmzNWOoeAal5VFFCn70iCqYdEWlcwVRjxr0UWTT_7rHgieyxTCjOhPR9Njft3TeuXR0UXFQ6exBSKyc-kYnGiXACABAq468ExEdOH47xycQWXqAPlUfcHrX/s1600/Tbk_2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvUaA4Mh4btYanmqM9UkuEEgmzNWOoeAal5VFFCn70iCqYdEWlcwVRjxr0UWTT_7rHgieyxTCjOhPR9Njft3TeuXR0UXFQ6exBSKyc-kYnGiXACABAq468ExEdOH47xycQWXqAPlUfcHrX/s640/Tbk_2.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiN_C5rPUPnBSW-LJflwFSfIX9Cw18Mp377j-US8V6-Hd57Wot_SuSFtDSuAgjdiJRSLgKUI1_RYYuX5fkmE3w_p6qEjBbosv1ElTX0HLlUU93e-5nNvZfA7BMWR4qlqMDWdACFeHz-Ypmm/s1600/tatakota_1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="395" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiN_C5rPUPnBSW-LJflwFSfIX9Cw18Mp377j-US8V6-Hd57Wot_SuSFtDSuAgjdiJRSLgKUI1_RYYuX5fkmE3w_p6qEjBbosv1ElTX0HLlUU93e-5nNvZfA7BMWR4qlqMDWdACFeHz-Ypmm/s640/tatakota_1.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtJtdKiYBSa4lhrMsL5cyKibwlKk2p8ZHQhNtHGnEGdh5x3DVAFL8d9hvv5aZEBjMCBatZzBQQy6t2-Y2g2QjDAVqupr-4r3s9_OR-_UIQSzGF8GyefeP0a_QcT1OGbhhSSTUalr3zujFf/s1600/Tbk_4.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtJtdKiYBSa4lhrMsL5cyKibwlKk2p8ZHQhNtHGnEGdh5x3DVAFL8d9hvv5aZEBjMCBatZzBQQy6t2-Y2g2QjDAVqupr-4r3s9_OR-_UIQSzGF8GyefeP0a_QcT1OGbhhSSTUalr3zujFf/s640/Tbk_4.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlBfKRLvQrRKjrdk4DPsEshxOfjEJyVhPA8JARLM5KZLSVL8YO4HTUyMMw3qkvmtoB7JINAl2heEeVD5eMECCXxPIPk5PpUK4kymqosKg1Mfe9PMYoWXV6k8mItwVcbeoP9nP0FFSVHczl/s1600/Tbk_3.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlBfKRLvQrRKjrdk4DPsEshxOfjEJyVhPA8JARLM5KZLSVL8YO4HTUyMMw3qkvmtoB7JINAl2heEeVD5eMECCXxPIPk5PpUK4kymqosKg1Mfe9PMYoWXV6k8mItwVcbeoP9nP0FFSVHczl/s640/Tbk_3.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwnhv3jHa-WRN_t9ipQJ5PVQB5y27uJn27GT-PT9rXX7nyrMECh0Xik6QWH6gXpDfMrJUPYc0Y_-geeKGb5ovkyXM-H1Imll7UA-ZHxfgpOEZybn3q1LjyXwIeZem3EfdVQeiqpJNuQygG/s1600/Tbk_AWS.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="408" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwnhv3jHa-WRN_t9ipQJ5PVQB5y27uJn27GT-PT9rXX7nyrMECh0Xik6QWH6gXpDfMrJUPYc0Y_-geeKGb5ovkyXM-H1Imll7UA-ZHxfgpOEZybn3q1LjyXwIeZem3EfdVQeiqpJNuQygG/s640/Tbk_AWS.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDeGH6jnRDbjLAp7zjfe9gC7McUzVx7ZpoDWNzz6-zUfNVwoRER039aDZ2Y3CUmxZ9q6NQV5-O0961Yfl79lfvfmnV49M3mTH3bj4QPkjupOcPqkdxqGSeIQYwJ3VUnJanm_sWQiEFCRjW/s1600/tp_dcd.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDeGH6jnRDbjLAp7zjfe9gC7McUzVx7ZpoDWNzz6-zUfNVwoRER039aDZ2Y3CUmxZ9q6NQV5-O0961Yfl79lfvfmnV49M3mTH3bj4QPkjupOcPqkdxqGSeIQYwJ3VUnJanm_sWQiEFCRjW/s640/tp_dcd.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFrYK_Mm1m0pHuEhfX7gnBw4mHsjiaem1XATNTeXbJPcTduTvberq1loBJMQVJlFnBC2kxfNWAzdjQr_rH_gLVZhd4QVwchpFqBCqnb-s5pDRrQzIwFMNktBgkn7h9EagpA6Gfhcon055M/s1600/Windu+2+copy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="356" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFrYK_Mm1m0pHuEhfX7gnBw4mHsjiaem1XATNTeXbJPcTduTvberq1loBJMQVJlFnBC2kxfNWAzdjQr_rH_gLVZhd4QVwchpFqBCqnb-s5pDRrQzIwFMNktBgkn7h9EagpA6Gfhcon055M/s640/Windu+2+copy.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdkROJCRE9WHp5fNv5nOXn3eJlXeOn_i8YMYuLKZEBwEpiwxT5Fq5Bnzmj-Lzhac3a46qN2g4SSK9mawnBZA244or2kQUz5YMU5QeTxK73yXE65Ldh-XmJiH0zgxGYtook0yB6mT7DOFur/s1600/wm_bw1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdkROJCRE9WHp5fNv5nOXn3eJlXeOn_i8YMYuLKZEBwEpiwxT5Fq5Bnzmj-Lzhac3a46qN2g4SSK9mawnBZA244or2kQUz5YMU5QeTxK73yXE65Ldh-XmJiH0zgxGYtook0yB6mT7DOFur/s640/wm_bw1.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidi3_PmlX5cLwtOXAo8pcte3xcYWxVRxDghGPe5niVd7zB_F8DVo-ZbQxX0FKsd1KUDqUQxbbi3AA_qbzlnsiKcahNiWMXDdFHPw0IQ7hiYtjeEsZiPUL4BuvzWofpPiSDtVpygzkkPG_w/s1600/P1010111.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidi3_PmlX5cLwtOXAo8pcte3xcYWxVRxDghGPe5niVd7zB_F8DVo-ZbQxX0FKsd1KUDqUQxbbi3AA_qbzlnsiKcahNiWMXDdFHPw0IQ7hiYtjeEsZiPUL4BuvzWofpPiSDtVpygzkkPG_w/s640/P1010111.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi35ZKJucjshxlhtnUFpDX4Eb45YDBaysz2O7DFdbwIMnk3khBI1GgeFeYhu_B807Iyw7pHDED61H92w7D246Ej0qYsJpoqnFzfwmGDICm98Kzij1Hs0RuOLoSlUFMgulWUuVqRd-m1vt1k/s1600/P1010098.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi35ZKJucjshxlhtnUFpDX4Eb45YDBaysz2O7DFdbwIMnk3khBI1GgeFeYhu_B807Iyw7pHDED61H92w7D246Ej0qYsJpoqnFzfwmGDICm98Kzij1Hs0RuOLoSlUFMgulWUuVqRd-m1vt1k/s640/P1010098.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9pbXB_xvciBoBuJyS4wx_OFbXKhSiIrkybRqq14OKCXK3S1SeJqfZLrM041oP8w10TVvt_2jx7xpGaKjcEFHONT6E7itxgkLKYqKuQul8Mq5-AALwS0qAmFCHDccAg5CzfHTs6RJTX0Bi/s1600/IMG_0092.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9pbXB_xvciBoBuJyS4wx_OFbXKhSiIrkybRqq14OKCXK3S1SeJqfZLrM041oP8w10TVvt_2jx7xpGaKjcEFHONT6E7itxgkLKYqKuQul8Mq5-AALwS0qAmFCHDccAg5CzfHTs6RJTX0Bi/s640/IMG_0092.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0tXVuuiSmPCXiOfyS6h70pPpMjAzsAItG5DvWic8uDHpF_BL9YN6KOB4kFBD2Nyx_3LZERFoDa_E4htvMYD2w8c1OckhjfNBWk3Lj3jkQS3GR6oOxtTHt_JsJr8p93drqIR2rtI0J4rsY/s1600/IMG_0023.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0tXVuuiSmPCXiOfyS6h70pPpMjAzsAItG5DvWic8uDHpF_BL9YN6KOB4kFBD2Nyx_3LZERFoDa_E4htvMYD2w8c1OckhjfNBWk3Lj3jkQS3GR6oOxtTHt_JsJr8p93drqIR2rtI0J4rsY/s640/IMG_0023.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjIzmYqT-84aFOjiOKC5dNMVdc9OHqEg25mhRJlbZ7xs5irak-W2SuH6STznnWoTwviyZEAxMreDc-N9uokkkzMjaN1SPoExj5P_o3rKhrBexT0CtlzminfXs1tCliPQsNoBY4pbeHoRbu/s1600/Area+Bestari.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjIzmYqT-84aFOjiOKC5dNMVdc9OHqEg25mhRJlbZ7xs5irak-W2SuH6STznnWoTwviyZEAxMreDc-N9uokkkzMjaN1SPoExj5P_o3rKhrBexT0CtlzminfXs1tCliPQsNoBY4pbeHoRbu/s640/Area+Bestari.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2011/05/fota-kawasan-pertambakan-pt-cpp.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjA1O3ipdGfNT0zfUDK0JjfOIEg4lgyoF3X9bmdS4a08PxvA19gL8H7SCPgaRVFgTN6NDwl5Sn3HCmQ7Md5NsnqLPo2Urz3RfAdwRiXjf1PdHm4oYYlYO8LN0Yx3MlA0ILGd7cWA7VpZlT9/s72-c/dmg_xp_dcd.JPG" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-4309159817328766539</guid><pubDate>Thu, 19 May 2011 05:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-26T20:46:31.967+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pengetahuan</category><title>Alasan Kenapa Lalat Susah Dipukul</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: left;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkf9P9wuA92vwDgbm6rv99DxmKALHqpc6ykvJOvDma1V2Rx4B4oxrrVxLqReTFKkxj5UizIYr0DoxyHpt_cM6SPfSMlKj-GVPXTbYkF0jLZVt7Z2nT3YpF5R7FwJJY7Z5ejNujxBEY8u3k/s1600/lalat3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" rea="true" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkf9P9wuA92vwDgbm6rv99DxmKALHqpc6ykvJOvDma1V2Rx4B4oxrrVxLqReTFKkxj5UizIYr0DoxyHpt_cM6SPfSMlKj-GVPXTbYkF0jLZVt7Z2nT3YpF5R7FwJJY7Z5ejNujxBEY8u3k/s200/lalat3.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="unik"&gt;S&lt;/span&gt;udah berapa kali Agan berhasil memukul lalat dengan tangan? Susah kan gan? Rahasia di balik kemampuan tersebut kini telah diketahui penjelasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama 20 tahun meneliti biomekanika sayap lalat, Michael Dickinson dari Institut Teknologi California (Caltech) baru memecahkannya sekarang. Itu pun karena dia selalu penasaran terhadap pertanyaan yang sederhana dan sering dilontarkan banyak orang yang ditemuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang saya punya jawabannya,” ujar Dickinson yang melakukan penelitian bersama Esther M dan Abe M Zarem. Ia menemukan rahasia tersebut setelah merekam manuver sejumlah lalat yang terancam pukulan menggunakan kamera digital yang dapat merekam dengan kecepatan dan resolusi tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka menemukan bahwa lalat dapat mengenali ancaman berdasarkan lokasi. Otanya akan menghitung seberapa jauh ancaman terhadapnya sebelum memutuskan untuk mengepakkan sayap dan kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memprediksi arah ancaman, kakinya bertumpu untuk terbang ke arah yang berlawanan. Semua persiapan meloloskan diri dapat dilakukannya dengan sangat cepat, hanya 100 milidetik setelah ia mendeteksi adanya bahaya.&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;“Ini menunjukkan begitu cepatnya otak lalat memproses informasi sensorik menjadi respons gerakan yang sesuai,” ujar Dickinson. Bahkan, lalat mengatur postur tubuhnya sesuai besar ancaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artinya, lalat telah mengintegrasikan dengan baik antara informasi visual dari mata dan informasi metasensorik di kakinya. Temuan ini memberikan petunjuk mengenai sistem saraf lalat dan menunjukkan bahwa di otaknya terdapat sistem pemetaan posisi ancaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sebuah transformasi rangsangan menjadi gerakan yang sedikit kompleks dan penelitian berikutnya mencari bagian otak yang mengaturnya,” ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sistem tersebut, Dickinson juga dapat menyarankan cara paling efektif memukul lalat. Menurutnya, waktu terbaik memukul lalat bukan saat posisinya siap terbang sehingga waktu yang dibutuhkannya untuk mengantisipasi ancaman tersebut relatif lebih lama. Tentu tak mudah melakukan gerakan akurat kurang dari 100 milidetik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2011/05/alasan-kenapa-lalat-susah-dipukul.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkf9P9wuA92vwDgbm6rv99DxmKALHqpc6ykvJOvDma1V2Rx4B4oxrrVxLqReTFKkxj5UizIYr0DoxyHpt_cM6SPfSMlKj-GVPXTbYkF0jLZVt7Z2nT3YpF5R7FwJJY7Z5ejNujxBEY8u3k/s72-c/lalat3.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-1302582180686894913</guid><pubDate>Fri, 15 Apr 2011 05:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-26T23:07:14.193+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hidup dan Kehidupan</category><title>INDAH PADA SAATNYA</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhR_RNc57fEHdbgPGrFuIZEeiozbhJo8ibdhZWYzX-YyX8eS7NU6iEF9gLwCiJexiMDys3ZoQyb1heklV5kmGts40aPuCaYKgtdzWw7gyu9wVcHPkQEsvAk4gCFgSHDQZb7bPJZjkrr3Yxz/s1600/my+butterfly+girl.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="159" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhR_RNc57fEHdbgPGrFuIZEeiozbhJo8ibdhZWYzX-YyX8eS7NU6iEF9gLwCiJexiMDys3ZoQyb1heklV5kmGts40aPuCaYKgtdzWw7gyu9wVcHPkQEsvAk4gCFgSHDQZb7bPJZjkrr3Yxz/s200/my+butterfly+girl.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="unik"&gt;A&lt;/span&gt;ku meminta pada Tuhan setangkai bunga segar, namun Ia memberi aku kaktus berduri. Aku meminta pada Tuhan binatang mungil nan cantik, namun Ia memberi aku ulat berbulu. Aku sedih dan kecewa, mengapa pemberian Tuhan tidak sesuai dengan permintaanku. Mungkin Tuhan mempunyai umat yang terlalu banyak untuk diurus. Namun beberapa waktu kemudian kaktus itu berbunga sangat indah dan ulatpun tumbuh dan berubah menjadi sekor kupu-kupu yang sangat cantik. Tuhan selalu melakukan segala perkara dengan benar. Cara Tuhan adalah cara yang terbaik, walaupun kelihatannya salah. Jika anda meminta sesuatu namun menerima yang lain dari Tuhan, percayalah. Pasti Tuhan memberikan apa yang kita minta pada waktunya. Tuhan tidak selalu memberi apa yang kita minta tapi Ia memberi apa yang kita perlukan. Seperti itulah jalan Tuhan, Ia merajut hal yang terbaik untuk kita, segala sesuatu indah pada waktunya. Duri hari ini adalah bunga hari esok.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjO-MRwQN9Ok14poYis4gd3y4Inpf7JetcGMCg-sm2e1fDaMV-7scNICHPKPhBdSe5uoTbeGPAMTyj94qALSGhMYS3TSaCRgkSaMcf7O5XcLkpcj986sTBbV31uaOxlf6oHWRIHlAsYjppR/s1600/my+butterfly+girl.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="159" rea="true" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjO-MRwQN9Ok14poYis4gd3y4Inpf7JetcGMCg-sm2e1fDaMV-7scNICHPKPhBdSe5uoTbeGPAMTyj94qALSGhMYS3TSaCRgkSaMcf7O5XcLkpcj986sTBbV31uaOxlf6oHWRIHlAsYjppR/s200/my+butterfly+girl.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;Sumber: http://rusdygunawan.blogspot.com &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2011/04/flower-and-butterfly-segala-sesuatu.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhR_RNc57fEHdbgPGrFuIZEeiozbhJo8ibdhZWYzX-YyX8eS7NU6iEF9gLwCiJexiMDys3ZoQyb1heklV5kmGts40aPuCaYKgtdzWw7gyu9wVcHPkQEsvAk4gCFgSHDQZb7bPJZjkrr3Yxz/s72-c/my+butterfly+girl.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-747723622951072030</guid><pubDate>Thu, 07 Apr 2011 05:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-26T21:43:27.047+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kesehatan</category><title>PENYAKIT HEPATITIS B</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie9lT3d9ItSa47o35jR1Gc0-34Sp8ykwS2jYzafthtCV5PS0lQ9anRCyaTk4g3AKqKPyNOec3v0eG8mSRGWOKnvZtfclijGvmXYXSXrZNf3N6itaiGYRxFIMKHMbz1vtq-2fXzfmVhyphenhyphenQYY/s1600/hepatitis.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie9lT3d9ItSa47o35jR1Gc0-34Sp8ykwS2jYzafthtCV5PS0lQ9anRCyaTk4g3AKqKPyNOec3v0eG8mSRGWOKnvZtfclijGvmXYXSXrZNf3N6itaiGYRxFIMKHMbz1vtq-2fXzfmVhyphenhyphenQYY/s1600/hepatitis.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b;"&gt;Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh "Virus Hepatitis B" (VHB), suatu anggota famili hepadnadvirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;Mula-mula dikenal sebagai "serum hepatitis" dan telah menjadi epidemi pada sebagian Asia dan Afrika. Hepatitis B telah menjadi endemik di Tiongkok dan berbagai negara Asia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;Penyebab Hepatitis ternyata tak semata-mata virus. Keracunan obat, dan paparan berbagai macam zat kimia seperti karbon tetraklorida, chlorpromazine, chloroform, arsen, fosfor, dan zat-zat lain yang digunakan sebagai obat dalam industri modern, bisa juga menyebabkan Hepatisis. Zat-zat kimia ini mungkin saja tertelan, terhirup atau diserap melalui kulit penderita. Menetralkan suatu racun yang beredar di dalam darah adalah pekerjaan hati. Jika banyak sekali zat kimia beracun yang masuk ke dalam tubuh, hati bisa saja rusak sehingga tidak dapat lagi menetralkan racun-racun lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Diagnosis Penyakit Hepatitis B&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;Dibandingkan virus HIV, virus Hepatitis B (HBV) seratus kali lebih ganas (infectious), dan sepuluh kali lebih banyak (sering) menularkan. Kebanyakan gejala Hepatitis B tidak nyata.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;Hepatitis B kronis merupakan penyakit nekroinflamasi kronis hati yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B persisten. Hepatitis B kronis ditandai dengan HBsAg positif (&amp;gt; 6 bulan) di dalam serum, tingginya kadar HBV DNA dan berlangsungnya proses nekroinflamasi kronis hati. Carrier HBsAg inaktif diartikan sebagai infeksi HBV persisten hati tanpa nekroinflamasi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;Sedangkan Hepatitis B kronis eksaserbasi adalah keadaan klinis yang ditandai dengan peningkatan intermiten ALT&amp;gt;10 kali batas atas nilai normal (BANN). Diagnosis infeksi Hepatitis B kronis didasarkan pada pemeriksaan serologi, petanda virologi, biokimiawi dan histologi. Secara serologi, pemeriksaan yang dianjurkan untuk diagnosis dan evaluasi infeksi Hepatitis B kronis adalah : HBsAg, HBeAg, anti HBe dan HBV DNA (4,5). &lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemeriksaan virologi, dilakukan untuk mengukur jumlah HBV DNA serum sangat penting karena dapat menggambarkan tingkat replikasi virus. Pemeriksaan biokimiawi yang penting untuk menentukan keputusan terapi adalah kadar ALT. Peningkatan kadar ALT menggambarkan adanya aktivitas kroinflamasi. Oleh karena itu pemeriksaan ini dipertimbangkan sebagai prediksi gambaran histologi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pasien dengan kadar ALT yang menunjukkan proses nekroinflamasi yang lebih berat dibandingkan pada ALT yang normal. Pasien dengan kadar ALT normal memiliki respon serologi yang kurang baik pada terapi antiviral. Oleh sebab itu pasien dengan kadar ALT normal dipertimbangkan untuk tidak diterapi, kecuali bila hasil pemeriksaan histologi menunjukkan proses nekroinflamasi aktif. Sedangkan tujuan pemeriksaan histologi adalah untuk menilai tingkat kerusakan hati, menyisihkan diagnosis penyakit hati lain, prognosis dan menentukan manajemen anti viral.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Pada umumnya, gejala penyakit Hepatitis B ringan. Gejala tersebut dapat berupa selera makan hilang, rasa tidak enak di perut, mual sampai muntah, demam ringan, kadang-kadang disertai nyeri sendi dan bengkak pada perut kanan atas. Setelah satu minggu akan timbul gejala utama seperti bagian putih pada mata tampak kuning, kulit seluruh tubuh tampak kuning dan air seni berwarna seperti teh.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada 3 kemungkinan tanggapan kekebalan yang diberikan oleh tubuh terhadap virus Hepatitis B pasca periode akut. Kemungkinan pertama, jika tanggapan kekebalan tubuh adekuat maka akan terjadi pembersihan virus, pasien sembuh. Kedua, jika tanggapan kekebalan tubuh lemah maka pasien tersebut akan menjadi carrier inaktif. Ketiga, jika tanggapan tubuh bersifat intermediate (antara dua hal di atas) maka penyakit terus berkembang menjadi hepatitis B kronis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;b&gt;Penularan Penyakit Hepatitis B&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hepatitis B merupakan bentuk Hepatitis yang lebih serius dibandingkan dengan jenis hepatitis lainnya. Penderita Hepatitis B bisa terjadi pada setiap orang dari semua golongan umur. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan virus Hepatitis B ini menular. Secara vertikal, cara penularan vertikal terjadi dari Ibu yang mengidap virus Hepatitis B kepada bayi yang dilahirkan yaitu pada saat persalinan atau segera setelah persalinan. Secara horisontal, dapat terjadi akibat penggunaan alat suntik yang tercemar, tindik telinga, tusuk jarum, transfusi darah, penggunaan pisau cukur dan sikat gigi secara bersama-sama serta hubungan seksual dengan penderita. .&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagai antisipasi, biasanya terhadap darah-darah yang diterima dari pendonor akan di tes terlebih dulu apakah darah yang diterima reaktif terhadap Hepatitis, Sipilis dan HIV. Sesungguhnya, tidak semua yang positif Hepatitis B perlu ditakuti. Dari hasil pemeriksaan darah, dapat terungkap apakah ada riwayat pernah kena dan sekarang sudah kebal, atau bahkan virusnya sudah tidak ada. Bagi pasangan yang hendak menikah, tidak ada salahnya untuk memeriksakan pasangannya untuk menenularan penyakit ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perawatan Penyakit Hepatitis B&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus menyebabkan sel-sel hati mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pada umumnya, sel-sel hati dapat tumbuh kembali dengan sisa sedikit kerusakan, tetapi penyembuhannya memerlukan waktu berbulan-bulan dengan diet dan istirahat yang baik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hepatitis B akut umumnya sembuh, hanya 10% menjadi Hepatitis B kronik (menahun) dan dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Saat ini ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk Hepatitis B kronis yang dapat meningkatkan kesempatan bagi seorang penderita penyakit ini. Perawatannya tersedia dalam bentuk antiviral seperti lamivudine dan adefovir dan modulator sistem kebal seperti Interferon Alfa (Uniferon).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt; Pengobatan Tradisional Hepatitis B&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain itu, ada juga pengobatan tradisional yang dapat dilakukan. Tumbuhan obat atau herbal yang dapat digunakan untuk mencegah dan membantu pengobatan Hepatitis diantaranya mempunyai efek sebagai hepatoprotektor, yaitu melindungi hati dari pengaruh zat toksik yang dapat merusak sel hati, juga bersifat anti radang, kolagogum dan khloretik, yaitu meningkatkan produksi empedu oleh hati. Beberapa jenis tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk pengobatan Hepatitis, antara lain yaitu temulawak (Curcuma xanthorrhiza), kunyit (Curcuma longa), sambiloto (Andrographis paniculata), meniran (Phyllanthus urinaria), daun serut/mirten, jamur kayu/lingzhi (Ganoderma lucidum), akar alang-alang (Imperata cyllindrica), rumput mutiara (Hedyotis corymbosa), pegagan (Centella asiatica), buah kacapiring (Gardenia augusta), buah mengkudu (Morinda citrifolia), jombang (Taraxacum officinale). " Semoga Bermanfaat "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f6b26b; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  sumber :http://id.wikipedia.org/       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2011/04/penyakit-hepatitis-b_07.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie9lT3d9ItSa47o35jR1Gc0-34Sp8ykwS2jYzafthtCV5PS0lQ9anRCyaTk4g3AKqKPyNOec3v0eG8mSRGWOKnvZtfclijGvmXYXSXrZNf3N6itaiGYRxFIMKHMbz1vtq-2fXzfmVhyphenhyphenQYY/s72-c/hepatitis.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-6222651833155645088</guid><pubDate>Wed, 30 Mar 2011 06:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-26T21:58:34.148+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hidup dan Kehidupan</category><title>Resep Kegembiraan Hidup Hari Ini !</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1gwaG7lNI-dMtVG6JQxJLxUi0AzlwZ8S2hNsWCu_nn5F0kfT9o9kVbEalKG5H8CjW-ObUPchoo8h1UO2gcbGwOc4c-0FCjLP7F2L0yM2pc8T4_wIbEL_-bym5FgcAYGademOjdUN4VZzM/s1600/my+beautiful+girl.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="304" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1gwaG7lNI-dMtVG6JQxJLxUi0AzlwZ8S2hNsWCu_nn5F0kfT9o9kVbEalKG5H8CjW-ObUPchoo8h1UO2gcbGwOc4c-0FCjLP7F2L0yM2pc8T4_wIbEL_-bym5FgcAYGademOjdUN4VZzM/s400/my+beautiful+girl.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;1.Hari ini saya bertekad berbahagia. Ini membuktikan bahwa apa yang dikatakan Abraham Lincoln itu benar. Ia berkata, “Kebanyakan orang berbahagia bila ia menghendaki bahagia dalam pikirannya.” Kebahagiaan berasal dari dalam, dari manusia itu sendiri, dan bukan dari luar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: cyan;"&gt;2. Hari ini saya mau menyesuaikan diri dengan kenyataan yang ada, dan tidak menuruti kemauan saya seenaknya sendiri. Saya akan menyesuaikan diri saya dengan keluarga saya, pekerjaan saya, serta nasib saya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: cyan;"&gt; 3. Hari ini saya mau memelihara badan saya sebaik-baiknya. Saya akan merawatnya, menjaganya, mengembangkannya, dan tidak menyalahgunakan atau melalaikannya, sehingga badan saya menjadi “mesin” yang sempurna untuk membahagiakan hidup saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: cyan;"&gt;  4. Hari ini saya mau memperkuat pikiran saya. Saya akan mempelajari sesuatu yang berguna. Saya tidak akan jadi orang berjiwa lemah. Saya akan membaca sesuatu yang menuntut usaha, pikiran, dan konsentrasi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: cyan;"&gt;5. Hari ini saya mau melatih jiwa saya dengan tiga cara. Saya akan berbuat baik terhadap orang lain dan tidak akan berprasangka buruk serta mencari kekurangan-kekurangan mereka. Saya akan berlatih melakukan paling sedikit dua hal seperti yang disarankan oleh William James.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: cyan;"&gt;  6. Hari ini saya mau bersikap wajar. Saya akan bertingkah wajar dan apa adanya. Saya akan berdandan sepantas mungkin dan serapi-rapinya. Saya akan berbicara pelan, bertindak sopan, dan bersikap rendah hati. Saya tidak akan mengkritik atau mencari-cari kesalahan orang lain dan tidak akan mengatur atau memperbaiki orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: cyan;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style="color: cyan;"&gt;7. Hari ini saya mau berusaha hidup untuk hari ini saja. Saya tidak akan menangani dan menyelesaikan semua persoalan hidup sekaligus. Hal-hal yang dapat saya selesaikan selama dua belas jam ini akan saya bereskan semua. Sebab kalau saya biarkan terus, akibatnya akan mengerikan sekali.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost" style="color: cyan;"&gt; 8. Hari ini saya mau membuat rencana. Apa-apa yang akan saya kerjakan tiap jamnya akan saya tulis di kertas. Saya tidak akan mengikuti rencana tersebut persis seperti yang telah tertulis, tapi pokoknya saya memiliki rencana tersebut. Dengan rencana ini, ada dua hal yang dapat saya hindarkan, yakni terburu-buru dan kebimbangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost" style="color: cyan;"&gt;  9. Hari ini saya mau meluangkan waktu barang setengah jam untuk beristirahat dan santai. Dalam waktu setengah jam tersebut antara lain saya akan memikirkan tentang Tuhan, untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai makna hidup saya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost" style="color: cyan;"&gt; 10. Hari ini saya tidak mau merasa takut, terutama tidak mau takut untuk berbahagia, untuk menikmati yang indah, untuk mencintai, dan meyakini bahwa yang saya cintai juga akan mencintai saya.  Bila kita mengikuti Program Hari Ini yang dibuat oleh Sibyl F. Partridge, kita bisa memperoleh sesuatu yang oleh orang Prancis disebut sebagai la joie de vivre atau kegembiraan hidup.  Semoga menginspirasi, sukses untuk Anda! Inspired by Dale Carnegie       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2011/03/resep-kegembiraan-hidup-hari-ini.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1gwaG7lNI-dMtVG6JQxJLxUi0AzlwZ8S2hNsWCu_nn5F0kfT9o9kVbEalKG5H8CjW-ObUPchoo8h1UO2gcbGwOc4c-0FCjLP7F2L0yM2pc8T4_wIbEL_-bym5FgcAYGademOjdUN4VZzM/s72-c/my+beautiful+girl.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-9076394060480575626</guid><pubDate>Sun, 20 Mar 2011 12:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-26T23:14:07.161+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hidup dan Kehidupan</category><title>JADIKAN SIKAP SEBAGAI ASET TERBESAR ANDA!</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Sikap bukan segalanya, tetapi itu satu hal yang dapat membuat perbedaan dalam hidup Anda. Ernest Campbell menceritakan kisah seorang wanita yang membeli seekor burung kakak tua di toko hewan peliharaan setempat karena ia kesepian. Ia membawa pulang burung itu, tetapi setelah beberapai hari, ia kembali ke toko itu dan mengeluh, “Burung kakak tua ini belum berkata sepatah kata pun!”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;“Apakah burung itu punya sebuah cermin?” Tanya pemilik toko. “Burung kakak tua suka melihat diri mereka sendiri di cermin.” Lalu wanita ini membeli sebuah cermin dan kembali pulang.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Keesokan harinya, ia kembali ke toko karena burung ini masih belum bersuara.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;“Bagaimana dengan sebuah tangga?” Tanya pemilik toko. “Burung kakak tua senang naik turun tangga.” Lalu ia membeli sebuah tangga dan kembali pulang.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Ia kembali lagi ke toko tersebut keesokkan harinya. Burung itu masih tetap tidak mengatakan sesuatu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;“Apakah burung ini memiliki ayunan.” Ia membeli ayunan dan pulang kembali.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Keesokan harinya ia kembali ke toko untuk memberi tahu pemilik toko bahwa burungnya sudah mati.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;“Saya sangat prihatin mendengar kabar itu,” kata pemilik toko. “Apakah burung itu pernah mengucapkan satu kata sebelum ia mati?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;“Ya,” jawab wanita itu. “Burung ini berkata, “Tidakkah mereka menjual makanan di sana?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Pelajaran dari kisah ini, kata Campbell, adalah bahwa apakah kita membeli cermin untuk berdandan, tangga untuk dapat naik lebih tinggi, dan ayunan di mana kita bisa mencari kesenangan, tetapi kita mengabaikan makanan untuk jiwa kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Sikap Anda tidak dapat menggantikan pertumbuhan pribadi. Sikap Anda mewarnai setiap aspek kehidupan Anda. Itu seperti kuas cat bagi pikiran Anda. Demikian kata John C. Maxwell.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2011/03/s-ikap-bukan-segalanya-tetapi-itu-satu.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-2093719253333916041</guid><pubDate>Thu, 17 Mar 2011 06:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-26T22:03:36.999+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pengetahuan</category><title>Kisah dan Sejarah Valentine</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEif0aiUBdfCB43aD9cUPcZi5DeKC9XPGYqLCVChTL7_7DHCv-G8jtTbEwz9xhn0JvzdjYSjH-aUP8IrDjiKEd_D_ZC3TYnMmTrTMXIzrW7w_tsE-VSVTaNwoMw6iyESm5oNkpphDtr83Y8n/s1600/valentine%2527s+day.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEif0aiUBdfCB43aD9cUPcZi5DeKC9XPGYqLCVChTL7_7DHCv-G8jtTbEwz9xhn0JvzdjYSjH-aUP8IrDjiKEd_D_ZC3TYnMmTrTMXIzrW7w_tsE-VSVTaNwoMw6iyESm5oNkpphDtr83Y8n/s200/valentine%2527s+day.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;span class="unik"&gt;S&lt;/span&gt;urga bukanlah surga bagiku jika di sana tidak pernah kujumpai orang-orang yang kukasihi dan mengasihiku.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;Sebuah kalimat yang sangat berani! Apalah artinya rumah mewah tanpa orang-orang yang kita kasihi. Semoga kita dapat saling mengasihi dan selalu berada bersama orang-orang yang kita kasihi di hari kasih sayang (Valentine's day) ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;br /&gt;
Sejarah Hari Valentine&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;Asal mula hari Valentine (Valentine's Day) tercipta pada jaman kerajaan Romawi. Menurut adat Romawi, 14 Februari adalah hari untuk menghormati Juno. Ia adalah ratu para dewa dewi Romawi. Rakyat Romawi juga menyebutnya sebagai dewi pernikahan. Di hari berikutnya, 15 Februari dimulailah perayaan ‘Feast of Lupercalia.’&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;Pada masa itu, kehidupan belum seperti sekarang ini, para gadis dilarang berhubungan dengan para pria. Pada malam menjelang festival Lupercalia berlangsung, nama-nama para gadis ditulis di selembar kertas dan kemudian dimasukkan ke dalam gelas kaca. Nantinya para pria harus mengambil satu kertas yang berisikan nama seorang gadis yang akan menjadi teman kencannya di festival itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;Tak jarang pasangan ini akhirnya saling jatuh cinta satu sama lain, berpacaran selama beberapa tahun sebelum akhirnya menikah. Dibawah pemerintahan Kaisar Claudius II, Romawi terlibat dalam peperangan. Claudius yang dijuluki si kaisar kejam kesulitan merekrut pemuda untuk memperkuat armada perangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ia yakin bahwa para pria Romawi enggan masuk tentara karena berat meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Akhirnya ia memerintahkan untuk membatalkan semua pernikahan dan pertunangan di Romawi. Saint Valentine yang saat itu menjadi pendeta terkenal di Romawi menolak perintah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersama Saint Marius secara sembunyi-sembunyi menikahkan para pasangan yang sedang jatuh cinta. Namun aksi mereka diketahui sang kaisar yang segera memerintahkan pengawalnya untuk menyeret dan memenggal pendeta baik hati tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia meninggal tepat pada hari keempat belas di bulan Februari pada tahun 270 Masehi. Saat itu rakyat Romawi telah mengenal Februari sebagai festival Lupercalia, tradisi untuk memuja para dewa. Dalam tradisi ini para pria diperbolehkan memilih gadis untuk pasangan sehari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan karena Lupercalia mulai pada pertengahan bulan Februari, para pastor memilih nama Hari Santo Valentinus untuk menggantikan nama perayaan itu. Sejak itu mulailah para pria memilih gadis yang diinginkannya bertepatan pada hari Valentine.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisah St. Valentine&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ketiga. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut, dan ia bukan satu-satunya. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun sayangnya keinginan ini bertepuk sebelah tangan. Para pria enggan terlibat dalam perang. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Hal ini membuat Claudius sangat marah, ia pun segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berfikir bahwa jika pria tak menikah, mereka akan dengan sennag hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Para pasangan muda menganggap keputusan ini sangat tidak manusiawi. Karena menganggap ini adalah ide aneh, St. Valentine menolak untuk melaksanakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini diketahui kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tak bergeming dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin, tanpa bunga, tanpa kidung pernikahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga suatu malam, ia tertangkap basah memberkati sebuah pasangan. Pasangan itu berhasil melarikan diri, namun malang ia tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis mati. Bukannya dihina, ia malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta itu adalah putri penjaga penjara. Sang ayah mengijinkannya untuk mengunjungi St. Valentine di penjara. Tak jarang mereka berbicara selama berjam-jam. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta itu. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di hari saat ia dipenggal,14 Februari, ia menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis itu atas semua perhatian, dukungan dan bantuannya selama ia dipenjara. Diakhir pesan itu, ia menuliskan : “Dengan Cinta dari Valentinemu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pesan itulah yang kemudian merubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Happy Valentine's Day       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2011/03/kisah-dan-sejarah-valentine.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEif0aiUBdfCB43aD9cUPcZi5DeKC9XPGYqLCVChTL7_7DHCv-G8jtTbEwz9xhn0JvzdjYSjH-aUP8IrDjiKEd_D_ZC3TYnMmTrTMXIzrW7w_tsE-VSVTaNwoMw6iyESm5oNkpphDtr83Y8n/s72-c/valentine%2527s+day.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1613589294019382036.post-7698142783979718916</guid><pubDate>Thu, 17 Mar 2011 06:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-26T23:19:57.416+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hidup dan Kehidupan</category><title>HARTA YANG PALING BERHARGA</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgINwnuOPfFCiiWdcTYaT5Zj83Q6-Qwfheneer5L9jw0hL59nvHoICbcqKMfye5PnV9KlhQyQyj4C6M7lHen-JsECc6yuSfXiAoYgoevP5zvN1-JPg8cMfMmp-fovM7kc4x9MarxW3Vq992/s1600/money2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="124" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgINwnuOPfFCiiWdcTYaT5Zj83Q6-Qwfheneer5L9jw0hL59nvHoICbcqKMfye5PnV9KlhQyQyj4C6M7lHen-JsECc6yuSfXiAoYgoevP5zvN1-JPg8cMfMmp-fovM7kc4x9MarxW3Vq992/s200/money2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: cyan; text-align: justify;"&gt;Mencari tahu opini orang, dengan pertanyaan apa harta yang paling berharga menurut mereka? Jawabannya beragam: Kesehatan, waktu, sahabat, damai sejahtera, sabar, harga diri, diri sendiri, dan yang paling banyak adalah...keluarga. Kemarin saya bertanya kepada sahabat saya yang mempunyai seorang anak usia sekitar tiga tahun, mau nggak dia menyerahkan anaknya untuk diadosi orang lain dengan nilai Rp.100 juta, yang langsung dijawab nggak. Bagaimana kalau 200, 300, 500, dan Rp.1 Miliar. Dia tetap gak mau. Wah kalau begitu kamu kaya dong, jawabku. Kok bisa? tanyanya. Ya, karena kamu punya harta yang nilainya melebihi Rp.1 Miliar. Wah persis seperti lagunya "Keluarga Cemara" ya...&lt;/div&gt;&lt;div style="color: cyan; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: cyan; text-align: justify;"&gt;Harta yang paling berharga&lt;/div&gt;&lt;div style="color: cyan; text-align: justify;"&gt;adalah keluarga&lt;/div&gt;&lt;div style="color: cyan; text-align: justify;"&gt;istana yang paling megah&lt;/div&gt;&lt;div style="color: cyan; text-align: justify;"&gt;adalah keluarga&lt;/div&gt;&lt;div style="color: cyan; text-align: justify;"&gt;puisi yang paling bermakna&lt;/div&gt;&lt;div style="color: cyan; text-align: justify;"&gt;adalah keluarga&lt;/div&gt;&lt;div style="color: cyan; text-align: justify;"&gt;mutiara yang paling indah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;adalah keluarga&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;Sebagai satuan terkecil dalam sebuah masyarakat, keluarga menjadi ajang pertumbuhan tunas-tunas bangsa. Dalam keluargalah anak-anak mengalami dinamika kehidupan manusia dengan neka ragam problema dan corak emosi yang dimunculkannya. Anak-anak belajar mengenali hampir semua hal, pertama-tama dan terutama dalam keluarga, kemudian di lingkungan hidup sekitar rumah, lalu ke sekolah, dan masyarakat. (Andrias Harefa)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: yellow;" /&gt; &lt;br style="color: yellow;" /&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt; Ada banyak harta yang berharga, tetapi kesehatan adalah harga yang paling berharga di dunia ini. Memiliki banyak uang tapi kondisi fisik yang tidak bisa menikmatinya, atau justru uang kita semakin habis karena penyakit berbahaya yang menggerogoti tubuh fisik kita. Apalah artinya kita bekerja selama puluhan tahun jika pada akhirnya kita tidak bisa berbahagia. (budivision.blog.friendster.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://mazsary.blogspot.com/2011/03/harta-yang-paling-berharga.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgINwnuOPfFCiiWdcTYaT5Zj83Q6-Qwfheneer5L9jw0hL59nvHoICbcqKMfye5PnV9KlhQyQyj4C6M7lHen-JsECc6yuSfXiAoYgoevP5zvN1-JPg8cMfMmp-fovM7kc4x9MarxW3Vq992/s72-c/money2.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>