<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" version="2.0">

<channel>
	<title>Gigsplay</title>
	
	<link>http://gigsplay.com/new</link>
	<description />
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jul 2012 16:59:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/GigsplayIndonesia" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="gigsplayindonesia" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item>
		<title>FiveLive Battlefield</title>
		<link>http://gigsplay.com/new/GigPreview-detail/fivelive-battlefield/</link>
		<comments>http://gigsplay.com/new/GigPreview-detail/fivelive-battlefield/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2012 11:34:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marnalaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Battlefield]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[FiveLive]]></category>
		<category><![CDATA[Gig Preview]]></category>
		<category><![CDATA[SMA 5 Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[spotlight]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigsplay.com/new/?post_type=os_gigpreview&amp;p=2090</guid>
		<description><![CDATA[Selain dikenal dengan siswanya yang berprestasi, SMA 5 Bandung dikenal sebagai salah satu sekolah yang kerap menghasilkan pensi berskala besar setiap tahunnya. Menarik menyaksikan dari tahun ke tahun SMA-SMA unggulan di Bandung selain bersaing dalam akademik namun juga ‘bertempur’ dalam mengadakan acara senang-senang yang telah menjadi budaya di sekolahnya masing-masing. Walau beberapa saat sempat vakum, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selain dikenal dengan siswanya yang berprestasi, SMA 5 Bandung dikenal sebagai salah satu sekolah yang kerap menghasilkan pensi berskala besar setiap tahunnya. Menarik menyaksikan dari tahun ke tahun SMA-SMA unggulan di Bandung selain bersaing dalam akademik namun juga ‘bertempur’ dalam mengadakan acara senang-senang yang telah menjadi budaya di sekolahnya masing-masing.</p>
<p>Walau beberapa saat sempat vakum, namun tahun-tahun terakhir SMA 5 cukup rajin menampakkan diri sebagai sekolah yang mengundang nama-nama besar demi gengsi antar remaja Bandung. Seakan tak mau kalah dengan teman-temannya di sekolah lain yang membuat acara serupa, sejumlah besar uang dikucurkan untuk mengangkat derajat sekolah.</p>
<p>Tahun lalu siswa-siswi SMA 5 Bandung menggelar FiveLive bertajuk Archipelago. Five berasal dari sekolah yang bersangkutan, sedangkan Live dalam konteks pertunjukan dimaksudkan sebagai kejadian langsung. Beberapa pihak juga menambahkan maksud Live sebagai acara yang terus diwariskan ke generasi berikutnya. Tak hanya bertahan satu atau dua waktu saja.</p>
<p>Tahun lalu mereka mendatangkan RAN, Barry Likumahuwa Project, Adhitia Sofyan, Gugun Blues Shelter, White Shoes and The Couples Company, Angsa dan Serigala, dan The Paps. Tahun ini siswa-siswi SMA 5 masih menampilkan nama-nama yang kerap dijumpai di berbagai pensi.</p>
<p>Gelaran FiveLive di tahun naga air akan mengusung Seringai, Netral, Soulvibe, Two Triple O, The Paps, dan Ramez sebagai penarik perhatian di akhir pekan pertama bulan Mei. Menarik menanti Seringai mengingat jarang sekali mereka bisa tampil di Bandung. Ingat, dalam album baru Seringai nanti akan ada lagu yang sudah sering mereka bawakan berjudul Dilarang Di Bandung. Kabarnya lagu ini diciptakan karena memang sangat sulit bagi mereka untuk tampil di Bandung karena satu dan lain hal.</p>
<p>Bagi Soulvibe, akhir pekan nanti merupakan yang kedua kalinya secara berturut-turut mereka tampil di Bandung. Pekan lalu mereka ikut serta meramaikan gelaran Trademark yang berlangsung di Paris Van Java. The Paps mungkin band yang dicintai oleh publik SMA 5. Tampil dua tahun berturut-turut merupakan bukti mengapa mereka menjadi salah satu kesayangan siswa-siswi SMA yang terletak di Jl Belitung tersebut.</p>
<p>Padatnya acara akhir-akhir ini termasuk pekan mendatang tak akan membuat FiveLive Battleship sepi. Untungnya membuat pensi adalah siswa sekolah yang bersangkutan pasti datang berbondong-bondong. Siapa juga yang mau ketinggalan cerita seru keesokan harinya ketika berjumpa di waktu sekolah?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigsplay.com/new/GigPreview-detail/fivelive-battlefield/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perahu Kota Innocenti Showcase</title>
		<link>http://gigsplay.com/new/GigPreview-detail/perahu-kota-innocenti-showcase/</link>
		<comments>http://gigsplay.com/new/GigPreview-detail/perahu-kota-innocenti-showcase/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2012 07:03:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marnalaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gig Preview]]></category>
		<category><![CDATA[Gigsplay]]></category>
		<category><![CDATA[Innocenti]]></category>
		<category><![CDATA[Perahu Kota]]></category>
		<category><![CDATA[spotlight]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigsplay.com/new/?post_type=os_gigpreview&amp;p=2082</guid>
		<description><![CDATA[Ketika meluncurkan vespa yang kelak akan sangat populer bernama Lambretta, Fernando Innocenti mungkin tak mengira bahwa nama belakangnya akan menjadi inspirasi nama band. Virus mods yang menyebar ke berbagai penjuru dunia hinggap pula di salah satu sudut Jakarta yang anak mudanya gemar mengidap berbagai sub-kultur dari negara asing. Innocenti terbentuk di Jakarta di tahun 2004. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika meluncurkan vespa yang kelak akan sangat populer bernama Lambretta, Fernando Innocenti mungkin tak mengira bahwa nama belakangnya akan menjadi inspirasi nama band. Virus mods yang menyebar ke berbagai penjuru dunia hinggap pula di salah satu sudut Jakarta yang anak mudanya gemar mengidap berbagai sub-kultur dari negara asing.</p>
<p>Innocenti terbentuk di Jakarta di tahun 2004. Ketertarikan pada skuter, The Who, dan berbagai pernak-pernik mods menyatukan mereka untuk menjadi salah satu pionir pengusung musik sub-kultur asal Inggris tersebut di Indonesia.</p>
<p>Setelah perubahan personil silih berganti, formasi Innocenti sekarang adalah vokalis Dizan Rilitanto, gitaris/vokalis Trisno Agung, drummer Imam Agnianto, bassis M Brama,  saksofonis Daniel Sukoco, dan trombonis Timi Turner. Kolektif yang memadukan kepingan musik soul, garage, dan RnB 60an ini telah menghasilkan dua buah album.</p>
<p>Album pertama mereka berjudul The Journey Of Mr. Who? dirilis pada 2008. Single pertama mereka yang judulnya sama dengan album bahkan sempat diputar oleh Mod Radio UK. 1 Mei 2011 giliran album mini Humaniora dilepas dengan menampilkan muka-muka baru yang belum ada di rilisan pertama. Album tersebut didekasikan bagi semua kelas pekerja di seluruh dunia.</p>
<p>Tepat setahun kemudian, lagi-lagi Innocenti melakukan sesuatu untuk menyambut Mayday.  Kali ini mereka akan menggelar showcase kecil-kecilan bertajuk Perahu Kota di salah satu sudut perkantoran paling gemerlap yang ada di Jakarta.</p>
<p>Innocenti tak sendirian. Ada Leonardo Ringo, Denny Frust &#8216;Monkey Boots&#8217;, dan Acum ‘Bangkutaman’ yang siap meramaikan perayaan hari buruh ala anak band. Tak ada embel-embel rilisan di Mayday kali ini. Yang ada hanyalah senang-senang kelas pekerja yang dipersembahkan oleh Innocenti. Berangkat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigsplay.com/new/GigPreview-detail/perahu-kota-innocenti-showcase/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Video: Aftercoma – Jelaga</title>
		<link>http://gigsplay.com/new/Video-detail/video-aftercoma-jelaga/</link>
		<comments>http://gigsplay.com/new/Video-detail/video-aftercoma-jelaga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2012 11:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rangga Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aftercoma]]></category>
		<category><![CDATA[Gigsplay]]></category>
		<category><![CDATA[Jelaga]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[spotlight]]></category>
		<category><![CDATA[Video clip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigsplay.com/new/?post_type=os_video&amp;p=2035</guid>
		<description><![CDATA[Director : Gio Blackbox DOP : Gio, BomBom of Letter D/Fear FX , Ojo of Cerahati, Okit of Cerahati, Eky of Fireworkprod Edited by : Gio Additional Editing and coloring by : Fatwerks Producer : Fatwerks Thanks to everybody involved in this video, you are all heroes, you&#8217;ll never be forgotten.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Director : Gio Blackbox<br />
DOP : Gio, BomBom of Letter D/Fear FX , Ojo of Cerahati, Okit of Cerahati, Eky of Fireworkprod<br />
Edited by : Gio<br />
Additional Editing and coloring by : Fatwerks<br />
Producer : Fatwerks</p>
<p>Thanks to everybody involved in this video, you are all heroes, you&#8217;ll never be forgotten.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigsplay.com/new/Video-detail/video-aftercoma-jelaga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Roadrunner Records Bangkrut?</title>
		<link>http://gigsplay.com/new/News-detail/roadrunner-records-bangkrut/</link>
		<comments>http://gigsplay.com/new/News-detail/roadrunner-records-bangkrut/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2012 11:27:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rangga Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gigsplay]]></category>
		<category><![CDATA[metal]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[news]]></category>
		<category><![CDATA[Roadrunner Records]]></category>
		<category><![CDATA[spotlight]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigsplay.com/new/?post_type=os_news&amp;p=2074</guid>
		<description><![CDATA[Berita mengejutkan datang dari skena musik rock dan metal dunia, Roadrunner Records, label yang membawahi banyak musisi rock &#38;  metal diseluruh dunia dikabarkan (27/4) menutup sejumlah kantor perwakilannya di beberapa cabang seperti Belanda, Inggris, Australia dan Canada. Puluhan staff di berbagai cabang tersebut kehilangan pekerjaan mereka. Penutupan tersebut terkait dengan diakuisisinya Roadrunner ke Warner Music [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gigsplay.com/new/wp-content/uploads/2012/04/Roadrunners.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2075" title="Roadrunners" src="http://gigsplay.com/new/wp-content/uploads/2012/04/Roadrunners-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Berita mengejutkan datang dari skena musik rock dan metal dunia, Roadrunner Records, label yang membawahi banyak musisi rock &amp;  metal diseluruh dunia dikabarkan (27/4) menutup sejumlah kantor perwakilannya di beberapa cabang seperti Belanda, Inggris, Australia dan Canada. Puluhan staff di berbagai cabang tersebut kehilangan pekerjaan mereka. Penutupan tersebut terkait dengan diakuisisinya Roadrunner ke Warner Music Group.</p>
<p>Sementara itu di Amerika Serikat, Roadrunner akan tetap menjadi sebuah label mandiri yang independen, meskipun 16 karyawannya telah di – PHK seperti yang dilansir oleh <em>Billboard</em>.</p>
<p>Secara internasional, staf Roadrunner akan terus menjalankan fungsinya seperti pemasaran, promosi dan publisistas. Tanggung jawab lain, terutama fungsi pendukung akan dilakukan oleh tim Warner Music.</p>
<p>Roadrunner Records didirikan di Belanda pada tahun 1980 dengan nama &#8220;Roadracer Records&#8221;. Mereka mulanya mengimpor produk dari AS ke Eropa. Tahun 1986 mereka membuka cabang di New York City dan kemudian di Inggris, Jerman, Perancis, Jepang, dan Australia. Terbitan awal mereka yang berhasil adalah King Diamond dan Annihilator. Mereka juga mengedarkan album-album awal Metallica di Skandinavia. Bulan Desember 2006, Warner Music Mengakuisisi saham mayoritas Roadrunner dan pada November 2010 Warner Music membeli sisa saham label metal terkemuka tersebut.</p>
<p>Roadrunner saat ini menangani band-band metal terkemuka dunia seperti Trivium, Still Remains, Killswitch Engage, Slipknot, Cradle of Filth, DevilDriver, Megadeth, Dream Theater, Dragon Force, Soulfly dan Stone Saur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigsplay.com/new/News-detail/roadrunner-records-bangkrut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rock In Celebes 2012</title>
		<link>http://gigsplay.com/new/GigPreview-detail/rock-in-celebes-2012/</link>
		<comments>http://gigsplay.com/new/GigPreview-detail/rock-in-celebes-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2012 08:43:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marnalaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gig Preview]]></category>
		<category><![CDATA[Gigsplay]]></category>
		<category><![CDATA[Rock in Celebes 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigsplay.com/new/?post_type=os_gigpreview&amp;p=2066</guid>
		<description><![CDATA[Untuk ketiga kalinya Rock In Celebes digelar di Makassar. Festival ini semakin menggenapkan Makassar sebagai tonggak perkembangan musikalitas di Sulawesi. Untuk itu semua, segenap pelaku skena Sulawesi patut berterima kasih pada Hardinansyah selaku pemilik Chambers yang mempunyai anak dimana-mana namun punya satu tujuan mulia yakni membangun Makassar. Di era individualistis seperti sekarang, tak banyak sosok [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk ketiga kalinya Rock In Celebes digelar di Makassar. Festival ini semakin menggenapkan Makassar sebagai tonggak perkembangan musikalitas di Sulawesi. Untuk itu semua, segenap pelaku skena Sulawesi patut berterima kasih pada Hardinansyah selaku pemilik Chambers yang mempunyai anak dimana-mana namun punya satu tujuan mulia yakni membangun Makassar.</p>
<p>Di era individualistis seperti sekarang, tak banyak sosok seperti Ardy, demikian ia dipanggil. Tak banyak yang masih sangat perduli terhadap kampung halamannya dan berbuat sesuatu yang hasilnya terlihat dengan jelas belakangan ini. Intinya, Makassar perlahan beranjak besar.</p>
<p>Pada 2010 Jong Celebes disuguhkan band black metal asal Swedia, Marduk. Mereka didampingi oleh pasukan perang dari Bandung yang baru-baru ini merilis album baru bertajuk Gemuruh Musik Pertiwi, Komunal. Tahun berikutnya aroma Bandung masih kental dengan kehadiran Burgerkill, Polyester Embassy, dan Seringai, plus Netral sebagai perwakilan ibukota.</p>
<p>Tahun ini bisa dibilang lebih menggelegar daripada tahun sebelumnya. Inilah yang diharapkan oleh muda-mudi Sulawesi dimana penyelenggaraan yang lebih baik, lebih megah dan lebih besar. Itu semua yang akan dilihat sebagai aspek perkembangan.</p>
<p>Suffocation, Psycroptic, Secondhand Serenade, Andra and The Backbone, The SIGIT, Deadsquad, Superman Is Dead merupakan nama-nama yang akan memastikan puluhan ribu anak muda Sulawesi tumpah ruah di Trans Studio Park Makassar. Tak ada hari Minggu yang lebih baik bagi penggemar musik disana dengan menyaksikan band-band tersebut mempertunjukkan kebolehannya masing-masing.</p>
<p>Percayalah tahun depan segalanya akan lebih dari tahun ini. Namun sebelumnya, nikmati dahulu Rock In Celebes 2012 sambil menunggu geliat kota-kota lain mengadakan gerakan serupa. Makassar telah membuktikan tak kalah dari kota-kota di Pulau Jawa. Kota mana berikutnya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigsplay.com/new/GigPreview-detail/rock-in-celebes-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Secondhand Serenade – Live in Bandung</title>
		<link>http://gigsplay.com/new/GigPreview-detail/secondhand-serenade-live-in-bandung/</link>
		<comments>http://gigsplay.com/new/GigPreview-detail/secondhand-serenade-live-in-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2012 07:58:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marnalaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Gig Preview]]></category>
		<category><![CDATA[Gigsplay]]></category>
		<category><![CDATA[Secondhand Serenade]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigsplay.com/new/?post_type=os_gigpreview&amp;p=2062</guid>
		<description><![CDATA[Ada semacam cemoohan yang populer di dunia maya tentang musisi luar negeri yang ingin atau akan mengadakan konser di Indonesia. Melihat maraknya konser internasional di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, tentu selera akan semakin mengerucut. Yang bikin tersenyum tentu bila band yang sudah lama ditunggu sampai mencapai titik putus asa kemudian bisa datang ke tanah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada semacam cemoohan yang populer di dunia maya tentang musisi luar negeri yang ingin atau akan mengadakan konser di Indonesia. Melihat maraknya konser internasional di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, tentu selera akan semakin mengerucut.</p>
<p>Yang bikin tersenyum tentu bila band yang sudah lama ditunggu sampai mencapai titik putus asa kemudian bisa datang ke tanah air. Sebaliknya, yang bikin mengernyitkan dahi adalah musisi yang berkali-kali datang. Seakan tak bosan menampakkan diri di depan penggemar Indonesia. Seakan punya kepercayaan diri yang cukup tinggi untuk menginjakkan kaki di bumi pertiwi.</p>
<p>Contoh kasus adalah Erlend Oye. Pertama kali pada 2006 datang bersama rekannya Eirik Glambek Boe yang tergabung dalam Kings Of Convenience, mereka mendapat sambutan sangat meriah. Kedua kalinya bersama The Whitest Boy Alive, <em>crowd</em> masih menikmati hentakan beat-beat minimalis yang jadi ciri khas musik kolektif yang berdomisili di Jerman tersebut.</p>
<p>Ketiga kali datang pada 2010 bersama Kings Of Convenience, <em>crowd</em> masih menyuguhkan kehangatan. Namun seiring berjalannya waktu hingga seringnya menemukan Erlend lalu lalang di sekitar kita (mengutip seorang teman yang mengatakan ‘seperti rakyat jelata’), bermuara pada imagi tak lagi spesial terhadap dirinya. Untuk ‘aksi’ Erlend menampakkan diri di Indonesia bulan-bulan terakhir tak usah diceritakan karena ini cerita yang sangat populer.</p>
<p>Kisah serupa ternyata juga dialami oleh John Vesely yang memakai pseudonym Secondhand Serenade. Langsung saja kita rangkum. Pada 2009 ia tampil di Java Rockin’land, 2011 memainkan <em>show</em> di dua kota, dan setahun kemudian datang lagi untuk tampil di 5 kota besar Indonesia. Untungnya kali ini sang musisi patah hati datang dengan embel-embel promosi album baru.</p>
<p>Ternyata kecerdasan dibutuhkan dalam mendatangi konser mana yang harus didatangi, mana yang sudah tapi ingin lagi, serta mana yang sudah dan tak akan datang lagi ke konser tersebut bahkan bila musisi yang bersangkutan datang untuk ke-3 kalinya dimana akan banyak tiket gratis bertebaran. Semoga penonton Indonesia adalah penonton yang cerdas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigsplay.com/new/GigPreview-detail/secondhand-serenade-live-in-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Matherfather: Nomor Terbaru Musik Alternatif</title>
		<link>http://gigsplay.com/new/Music-detail/matherfather-nomor-terbaru-musik-alternatif/</link>
		<comments>http://gigsplay.com/new/Music-detail/matherfather-nomor-terbaru-musik-alternatif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2012 07:54:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Arham</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gigsplay]]></category>
		<category><![CDATA[Matherfather]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[spotlight]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigsplay.com/new/?post_type=os_music&amp;p=2057</guid>
		<description><![CDATA[Mereka menamakan dirinya Matherfather. Sebuah grup musik alternatif asal Jakarta yang dikumpulkan dari berbagai jenis pengaruh seperti Incubus, Pearl Jam, As Tall as Lions, Switchfoot, dan beberapa pengaruh lain. Matherfather adalah Bayu (mic dan keyboard), Duke (gitar dan mic), Rico (gitar dan mic), Andre (bass dan mic), Gege (drum). Perjalanan gigs mereka cukup banyak, dimulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mereka menamakan dirinya Matherfather. Sebuah grup musik alternatif asal Jakarta yang dikumpulkan dari berbagai jenis pengaruh seperti Incubus, Pearl Jam, As Tall as Lions, Switchfoot, dan beberapa pengaruh lain.</p>
<p>Matherfather adalah Bayu (mic dan keyboard), Duke (gitar dan mic), Rico (gitar dan mic), Andre (bass dan mic), Gege (drum). Perjalanan gigs mereka cukup banyak, dimulai tahun 2006. Salah satu gigs terpenting yang pernah mereka sambangi adalah Launching EP Suri dan Firs Public Appearance of Raksasa.</p>
<p>Penampilan mereka di Band Battle for Incubus Opening Act Indonesian Concert mungkin menjadi satu pencapaian tersendiri bagi Matherfather. Mari menyimak salah satu lagu mereka dengan judul Someday.</p>
<p><iframe src="http://w.soundcloud.com/player/?url=http%3A%2F%2Fapi.soundcloud.com%2Ftracks%2F44507727&amp;show_artwork=true" frameborder="no" scrolling="no" width="100%" height="166"></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigsplay.com/new/Music-detail/matherfather-nomor-terbaru-musik-alternatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>August Burns Red – Live in Jakarta</title>
		<link>http://gigsplay.com/new/GigPreview-detail/august-burns-red-live-in-jakarta/</link>
		<comments>http://gigsplay.com/new/GigPreview-detail/august-burns-red-live-in-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2012 07:24:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marnalaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[August Burns Red]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Gig Preview]]></category>
		<category><![CDATA[Gigsplay]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigsplay.com/new/?post_type=os_gigpreview&amp;p=2049</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin tak banyak yang tahu bahwa nama August Burns Red berasal dari nama anjing kepunyaan mantan vokalis sekaligus salah satu pendiri band asal Manheim ini, Jon Hershey. Ketika masih duduk di bangku SMA, Hershey putus dari pacarnya yang bernama August. August sangat marah kepada Jon hingga membakar anjing kesayangan Jon yang diberi nama Red. Keesokan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin tak banyak yang tahu bahwa nama August Burns Red berasal dari nama anjing kepunyaan mantan vokalis sekaligus salah satu pendiri band asal Manheim ini, Jon Hershey. Ketika masih duduk di bangku SMA, Hershey putus dari pacarnya yang bernama August. August sangat marah kepada Jon hingga membakar anjing kesayangan Jon yang diberi nama Red. Keesokan harinya <em>headline</em> di koran lokal setempat adalah August Burns Red.</p>
<p><em>Headline</em> tersebut yang menjadi inspirasi mereka dalam mendeklarasikan nama band. Walau dalam perjalanannya di tahun-tahun mendatang mereka menyebutkan bahwa tak ada yang spesial dari nama tersebut. Tak ada maksud apa-apa dalam nama August Burns Red.</p>
<p>Kami sendiri berharap agar tak ada lagi kejadian membakar binatang peliharaan, terutama bagi penggemar berat band yang terbentuk tahun 2003 ini. Lebih jauh lagi, tak ada yang mengharapkan kejadian tersebut terulang ketika August Burns Red menyambangi Indonesia akhir pekan ini.</p>
<p>Unit metalcore ini terdiri dari vokalis Jake Luhrs, gitaris JB Brubaker, gitaris Brent Rambler, drummer Matt Greiner, dan bassis Dustin Davidson. Dalam beberapa kesempatan mereka menolak bila disematkan sebagai band christian rock. “Kristiani adalah kepercayaan, bukan genre musik”, ujar Brubaker dalam interview di majalah online Shout!.</p>
<p>Perdebatan seperti ini tak akan menemui ujung. Yang jelas, Brubaker dan kawan-kawan akan mengajak para penggemarnya mengucurkan keringat seraya bernyanyi gembira di konser yang akan berlangsung di GOR Bulungan tersebut. hadir sebagai pembuka adalah Blessthefall, band asal Arizona, juga dari Amerika.</p>
<p>Layaknya konser musik berdistorsi tinggi pengundang massa agresif yang diadakan di GOR Bulungan, pintu akan dibuka selepas maghrib dan diperkirakan selesai tak terlalu malam. Hadirin sekalian tentu diharapkan datang sesegera mungkin. Melawan kemacetan akhir pekan demi band idola? Berangkat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigsplay.com/new/GigPreview-detail/august-burns-red-live-in-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malam Santai di “Enjoy Yourself! On Record Store Day”</title>
		<link>http://gigsplay.com/new/GigReview-detail/malam-santai-di-enjoy-yourself-on-record-store-day/</link>
		<comments>http://gigsplay.com/new/GigReview-detail/malam-santai-di-enjoy-yourself-on-record-store-day/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2012 03:42:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Arham</dc:creator>
				<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[Gigs]]></category>
		<category><![CDATA[Gigsplay]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Monka Magic Store]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Reviews]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigsplay.com/new/?post_type=os_gigreview&amp;p=2037</guid>
		<description><![CDATA[Aksara kemang  dan Monka Magic, Minggu malam (22/4) mendadak dipenuhi kaum hipster Jakarta dan sekitarnya. Mereka berkumpul pada acaraEnjoy Yourself! On Record Store Day. Setelah berbincang-bincang tentang vinyl atau piringan hitam bersama Mayu Ramandho, Arian 13 dari Seringai, David Tarigan, Uri Putra dan Taufiq Rahman. Acara berlanjut pada peluncuran ulang album Love Among the Ruins [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gigsplay.com/new/wp-content/uploads/2012/04/Dear-Nancy.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2041" title="Dear Nancy" src="http://gigsplay.com/new/wp-content/uploads/2012/04/Dear-Nancy-300x198.jpg" alt="" width="300" height="198" /></a>Aksara kemang  dan Monka Magic, Minggu malam (22/4) mendadak dipenuhi kaum hipster Jakarta dan sekitarnya. Mereka berkumpul pada acaraEnjoy Yourself! On Record Store Day. Setelah berbincang-bincang tentang vinyl atau piringan hitam bersama Mayu Ramandho, Arian 13 dari Seringai, David Tarigan, Uri Putra dan Taufiq Rahman. Acara berlanjut pada peluncuran ulang album Love Among the Ruins dari Bangkutaman. Acara tersebut juga menghadirkan Dear Nancy, Polka Wars, Astrolab, Ballads of the Cliche dan Zeke Khaseli.</p>
<p>Tepat pukul 17.30, Sesosok pria gembul mirip Sir Dandy naik ke atas panggung.  Sosok pria tersebut  merupakan personel dari band folk asal Bekasi,<strong>Dear Nancy. </strong>Dengan sambutan hangat dari David Tarigan dan Ucup selaku MC, nomor andalan dari EP “My Little Story” langsung dimainkan. Lalu disambung dengan Lagu “Love” single yang diambil dari album terbaru Dear Nancy. Alunan musik folk dengan balutan dentingan <em>xylophone, </em>membuat suasana menjadi semakin hangat. Seolah tidak mau kalah dengan Bangkutaman, Dear Nancy pun menginstruksikan penonton untuk segera mengambil CD mereka lalu membayarkannya di kasir. CD “Love” dari Dear Nancy tersusun rapi dekat dengan tumpukan album “Love Among the Ruins” dari Bangkutaman.</p>
<p><strong>Polka Wars</strong> menjadi penampil selanjutnya, dibuka dengan intro bernuansa ambient yang sukses membuat penonton bergerombol memenuhi sekitar panggung. Disusul dengan “Horse Hooves” yang memberikan beat-beat repetitif yang aktraktif. “Tall Stories” menjadi lagu berikutnya. Di lagu ini, Giovanni Rahmadeva selaku drummer Polka Wars terlihat sangat enerjik. Hal itu terbukti dengan banyaknya penonton yang bermain <em>Air Drum (menggerakkan tangan seolah bermain Drum). </em>Lalu lagu selanjutnya adalah “Sanctuary”. Di saat pergantian lagu, terlihat sosok wanita cantik membawa instrumen <em>Trumpet.</em> Penonton dibuat penasaran dengan sosok wanita yang akan memainkan <em>Trumpet</em> . Kelar lagu “Sanctuary”, “Obese Elves” menjadi suntikan enerjik selanjutnya. Akhirnya, sosok wanita tersebut, menampakkan dirinya dan siap beperang Polka bersama kawan-kawanya. Namun sayang, wanita tersebut terlihat ragu-ragu dan cenderung kebingungan saat mengisi <em>Trumpet</em> pada lagu “Obese Elves”. Lagu “Cocaline” menjadi lagu penutup dari penampilan enerjik Polka Wars. Di lagu tersebut, pemain <em>trumpet </em>terlihatlebih yakin dibandingkan dengan lagu sebelumnya. Polka Wars sukses berperang ria, dengan suara distorsi gitar yang tipis dan beat drum yang sangat meghentak.</p>
<p><strong><a href="http://gigsplay.com/new/wp-content/uploads/2012/04/Polka-Wars1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-2044" title="Polka Wars" src="http://gigsplay.com/new/wp-content/uploads/2012/04/Polka-Wars1-300x198.jpg" alt="" width="300" height="198" /></a>Astrolab</strong>, band bergenre guitarpop atau spacementary asal kota kembang turut meramaikan Enjoy Yourself! On Record Store Day. “Crystal Clear” didaulat menjadi pembuka pada malam itu. Lalu dilanjutkan dengan “I Wish the Sun”  instrumen gitar terdengar lebih menonjol pada lagu ini. Astrolabs kembali menyapa penonton dengan “Let’s Taking It”. Namun sayang, sesekali terdengar suara vokal yang kurang nyaman di telinga. “Kami mohon maaf, jika <em>performance</em> kami mengecewakan bagi anda” ucap Danny, Vokalis Astrolab.  Selanjutnya , Danny jejingkrakan pada lagu “Sum”. Dan sebelum Astrolab membawakan lagu terakhir, Danny kembali meminta maaf. Astrolab mengakhiri penampilanya dengan lagu “Grey in Fall”. Di tengah keseruan Enjoy Yourself! On Record Store Day. Tiba-tiba ada seseorang berkemeja motif kotak berwarna merah, sibuk membagikan kartu nama. Dan ternyata orang tersebut adalah Basuki. Basuki adalah calon wakil gurbernur  pasangan dari calon gurbernur Jokowi. Banyak orang yang terheran-heran dengan aksi tersebut. Berkampanye disaat konser Indie.</p>
<p>Kelar Astrolab, David Tarigan dan Ucup kembali menguasai panggung. Sambil menunggu <strong>Ballads of the Cliche </strong>menyiapkan seluruh perangkatnya, David Tarigan dan Ucup menghibur penonton dengan paksa. “ YAA!!! Band selanjutnya punya gitaris yang jago sulap coy” teriak David Tarigan. Tanpa basa-basi  Erick Ballads of the Cliche langsung ditarik ke atas panggung, dan dipaksa buat nunjukin trik sulapnya. Erick terlihat pucat dan hanya menjadi korban <em>bulliying </em>David dan Ucup. Disisi lain, penonton sangat terhibur dengan guyonan nyeleneh khas David dan Ucup.</p>
<p><a href="http://gigsplay.com/new/wp-content/uploads/2012/04/Ballads-of-the-Cliche.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2038" title="Ballads of the Cliche" src="http://gigsplay.com/new/wp-content/uploads/2012/04/Ballads-of-the-Cliche-300x198.jpg" alt="" width="300" height="198" /></a>Kelar di <em>bully</em>, Erick mengajak kawan-kawanya langsung membuka penampilan mereka dengan memainkan lagu dari album “Love Parade”. Kelar lagu pertama Bobby selaku vokalis, menyapa penonton “Band kami terbentuknya tahun 2010. Masih muda kan? tujuanya cuman SATU!!! main di Aksara”. Lalu dilanjutkan dengan sesi curhat “ Polka Wars itu.. keponakan Gua lho, gitarisnya jago ya?? Gak kaya gitaris gua, mainya dari dulu cuman G,C,Am mulu”. Erick pun kembali di <em>Bully. </em>Tawa lantang dari penonton pun tercipta. Kelar lagu kedua, Bobby kembali bercerita bahwa lagu Ballads of the Cliche pernah menjadi <em>soundtrack </em>sinetron SMP (Senandung Masa Puber). Tiba-tiba Erick mengumumkan akan mengganti vokalis, “Buat lo yg ngerasa punya suara bagus. Kirim sample suara ke Heyfolks ye!!!”. Perdebatan antar personel semakin seru, penonton pun semakin bersemangat. “Hey Smiley!” menjadi lagu pencair suasana. Ballads of the Cliche berhasil memberikan atmosfir yang menyenangkan kepada penonton pada lagu terakhir “Old Friends”. Seluruh penghuni Monka Magic (penonton) pun asik berkaroke ria.</p>
<p>Ucup dan David Tarigan mengumumkan akan membagikan vinyl atau piringan hitam secara gratis. Hal tersebut yang membuat penonton tetap setia menunggu di depan panggung. Sesekali terlihat mereka berkosentrasi pada <em>gadget-</em>nya. Lalu sebuah lampu berbentuk tidak beraturan, mulai dipasang oleh <em>crew. </em>Tidak lama kemudian, munculah makhluk-mahkluk Salacca Zalacca yang tak pernah absen, yaitu Boylien, Kuda Putih, Manusia Piksel, Obama, Indian Girl, dan Panda. Saat itu Obama menggunakan kaos tim Basket LA Lakers. Seperti biasa perjalanan imajinasi dibuka oleh Kuda Putih yang berbicara ala seorang pramugari yang sedang memberi petunjuk tentang keselamatan berkendara. Sosok <strong>Zeke Khaseli</strong> lengkap  dengan kostum macannya akhirnya mucul dan langsung mengambil gitar andalanya. Intro diawali dengan Beatbox dari Angga “Indobeatbox”. Namun terjadi insiden kecil, yaitu, Zeke menjatuhkan sebuah Keyboard. “Rolling  Like a Stupid Stone” dikumandangkan, para makhluk pun bergentayangan mengelilingi Monka Magic. Lalu lagu dari album “Feel In Love With The Wrong Planet”. Saat memasuki lagu “Enter the Spider”, mic yang digunakan Zeke kembali terjatuh. Insiden tersebut membuat suasana menjadi sedikit mistis. Seolah makhluk gaib penghuni Monka Magic, sedang melakukan interaksi dengan makhluk Salacca Zalacca. “Don’t Worry Darlin” menjadi lagu <em>absurd</em> berikutnya. Mic yang digunakan Zeke Khaseli kembali terjatuh saat hendak menyanyikan bait pertama pada lagu tersebut. Lalu Manusia piksel dan Obama menghampiri penonton dan membagikan mainan anak-anak yang dapat berfungsi sebagai <em>Maracas.</em> Cholil dari Efek Rumah Kaca terlihat asik memainkan <em>Maracas </em>bersama Angan, anaknya yang baru berumur dua tahun.  Lalu dilanjutkan dengan “Jules et Jim”. Secara spontan penghuni Monka Magic ikut membantu zeke memanggil burung dan pohon, dengan meneriakan “C’mon Birds! C’mon Trees!!”. Setelah berhasil memanggil burung dan pohon, Zeke mengajak penghuni Monka Magic berkenalan dengan makhluk favoritnya, Boylien.</p>
<p><strong><a href="http://gigsplay.com/new/wp-content/uploads/2012/04/Zeke-Khaseli.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-2043" title="Zeke Khaseli" src="http://gigsplay.com/new/wp-content/uploads/2012/04/Zeke-Khaseli-300x198.jpg" alt="" width="300" height="198" /></a>Hujan meteor di Taman Mini// Ratusan suara anjing nggak berenti gong-gong // Boylien datang membawa misi // Mau jadi biksu pake jaket kulit // </strong></p>
<p>Lirik lagu “Boyelien 9 no. 1” menceritakan perjalanan panjang yang dilakukan oleh Boylien. “Bore You Tears” dipilih oleh Zeke sebagai destinasi akhir dari perjalanan makhluk Salacca Zalacca pada malam tersebut.</p>
<p>Akhirnya David Tarigan dan Ucup menepati janjinya, dengan membagikan vinyl secara gratis. Vinyl yang akan dibagikan adalah album dari raja pop Michael Jackson dan juga Dinosaur jr. David Tarigan memberikan pertanyaan mengenai lagu yang ada di dalam album Dinosaur Jr. Dia menginginkan vinyl tersebut jatuh kepada fans Dinosur jr, bukan kepada orang yang awam. Salah satu penonton pun berhasil menjawab dengan benar. Dilanjutkan dengan membagikan vinyl Michael Jackson. “ Siapa yang mau langsung naik keatas panggung aja!!!” ucap Ucup. Anto Arief dari 70’s Orgasm Club tanpa malu-malu langsung menghampiri MC. Namun, Anto tidak berhasil menjawab pertanyaan dimana kota kelahiran The Jackson 5. Vinyl tersebut jatuh ke tangan seorang jurnalis yang berhasil menjawab dengan semangat.</p>
<p>Kelar membagikan hadiah, acara berlanjut dengan pemutaran video clip Bangkutaman berjudul “Kabut”.  Akhirnya, Bangkutaman yang punya hajatan pun turut meramaikan suasana.Tepat pukul 21.46 Wahyu Acum selaku vokalis sekaligus pemain bas, langsung memainkan intro lagu. Seketika gemuruh penonton berdatangan. “Kera” menjadi lagu pembuka pada malam itu. Lalu dilanjutkan dengan “Kabut”. Acum bercerita sedikit tentang video klip “Kabut”. “Waktu dulu hidup kita masih ugal-ugalan, eh sekarang si Dedyk udah haji” ucapnya kepada Rekan (sebutan fans Bangkutaman). “Sleeping Sand” menjadi lagu inggris pertama yang dibawakan Bangkutaman pada malam itu. Tanpa basa-basi Justinus Irwin memainkan “Solomon Song” dengan medley. Nomor andalan Bangkutaman “Bunga Matahari” menjadi penghantar berikutnya. Kurniawan Bambang dari Ballads of the Cliche adalah rekan yang paling bersemangat menyanyikan lagu “Bunga Matahari”. “Catch Me When I Fall” menjadi lagu penutup pesta pada malam itu. Belum merasa puas, penonton pun memohon terjadinya <em>encore. </em>Namun sayang permintaan tersebut belum terkabulkan. Mungkin, itu adalah isyarat dari Bangkutaman. Jika, ingin mendengarkan lagu kami lebih banyak lagi, silahkan membeli album “Love Among the Ruins”.</p>
<p><strong>Tulisan: <a href="https://twitter.com/#!/akbarry" target="_blank">Akbarry Noor</a></strong></p>
<p><strong>Foto: <a href="http://www.facebook.com/sidainur" target="_blank">Ainur Rasyidah</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigsplay.com/new/GigReview-detail/malam-santai-di-enjoy-yourself-on-record-store-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Light Up 2012</title>
		<link>http://gigsplay.com/new/GigPreview-detail/light-up-2012/</link>
		<comments>http://gigsplay.com/new/GigPreview-detail/light-up-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 11:38:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marnalaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gig Preview]]></category>
		<category><![CDATA[Gigsplay]]></category>
		<category><![CDATA[Light Up 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigsplay.com/new/?post_type=os_gigpreview&amp;p=2029</guid>
		<description><![CDATA[Hampir setiap bulan kita bisa menikmati acara musik yang bertebaran di segala penjuru Universitas Parahyangan. Ada saja kreativitas para mahasiswa Ciumbeuleuit ini dalam bersenang-senang sejenak, menepi dari kepenatan perkuliahan. Pekan lalu ada Polyester Embassy yang menggebrak panggung PMKT yang diadakan oleh mahasiswa FISIP UNPAR. Dua pekan sebelumnya, ada Bottlesmoker dan Tulus yang dihadirkan oleh mahasiswa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir setiap bulan kita bisa menikmati acara musik yang bertebaran di segala penjuru Universitas Parahyangan. Ada saja kreativitas para mahasiswa Ciumbeuleuit ini dalam bersenang-senang sejenak, menepi dari kepenatan perkuliahan.</p>
<p>Pekan lalu ada Polyester Embassy yang menggebrak panggung PMKT yang diadakan oleh mahasiswa FISIP UNPAR. Dua pekan sebelumnya, ada Bottlesmoker dan Tulus yang dihadirkan oleh mahasiswa Teknik Informatika UNPAR. Pekan ini kembali mahasiswa teknik yang berkreasi. Sekarang giliran Teknik Industri unjuk gigi.</p>
<p>Light Up merupakan acara tahunan mahasiswa Teknik Industri UNPAR yang telah kokoh berdiri sebagai simbol aktualisasi dari tahun ke tahun. Walau popularitasnya belum setenar acara serupa di kampus berusia 57 tahun ini, namun rutinitas demikian diharapkan bisa memancing antusiasme penyelenggara agar setiap tahun bisa lebih canggih lagi.</p>
<p>Tahun ini mereka mendatangkan Ello dan White Shoes and The Couples Company sebagai magnet penarik massa yang konsentrasinya tentu berada di lingkaran Ciumbeuleuit. Banyak keriaan serupa di hari yang sama. Namun pengalaman membuktikan bahwa tiap acara yang dikreasikan oleh sesama teman mahasiswa, maka tak sulit mengumpulkan <em>crowd</em> dari kalangan yang sama.</p>
<p>Entah kapan terakhir kali melihat Ello tampil di acara mahasiswa. Di kampus pula. Oleh karena itu, berbahagialah para calon penonton pria karena dengan mudah akan menemukan gerombolan kaum hawa mengisi barisan depan penonton.</p>
<p>Bagi White Shoes and The Couples Company, ini merupakan penampilan mereka yang kesekian kalinya di Bandung pada 2012. Selalu merupakan pengalaman menarik menyaksikan sextet yang diilhami aksi panggung memukau ini.</p>
<p>Acara-acara seperti ini selalu jadi berkah bagi band-band kampus yang ingin mendapatkan kesempatan manggung. Maka bersyukurlah Luke and The Hobos, Tigatempe, Sick and Tired, Summer Souls, dan masih banyak lagi yang diberi sarana untuk menunjukkan kebolehan masing-masing. Bila kampus sendiri pun sulit mengakomodir talenta mahasiswanya, apa kata dunia?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigsplay.com/new/GigPreview-detail/light-up-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
