<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>g o m b a l m u k i y o</title>
	
	<link>http://gombalmukiyo.net</link>
	<description />
	<lastBuildDate>Wed, 07 Dec 2011 00:40:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/GombalMukiyo" /><feedburner:info uri="gombalmukiyo" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:browserFriendly></feedburner:browserFriendly><item>
		<title>Lelaki Tua Beruban itu Akhirnya Mati</title>
		<link>http://gombalmukiyo.net/?p=881</link>
		<comments>http://gombalmukiyo.net/?p=881#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 00:35:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Gombal's</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catetan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gombalmukiyo.net/?p=881</guid>
		<description><![CDATA[Sudah 3 bulan lelaki tua beruban itu &#8220;tinggal&#8221; di pojok stasiun Juanda. Tubuhnya kecil, perutnya sempit, matanya cekung seolah-olah ingin mengatakan sesuatu. Berbeda dengan tunawisma lain yang &#8220;menetap&#8221; di stasiun, ia tak pernah sekalipun kudengar bicara. Hanya matanya yang seolah mengatakan sesuatu, &#8220;tuan, nyonya, tidak bisakah kalian sopan sedikit jika lewat di depanku?&#8221; Entah oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah 3 bulan lelaki tua beruban itu &#8220;tinggal&#8221; di pojok stasiun Juanda. Tubuhnya kecil, perutnya sempit, matanya cekung seolah-olah ingin mengatakan sesuatu. Berbeda dengan tunawisma lain yang &#8220;menetap&#8221; di stasiun, ia tak pernah sekalipun kudengar bicara. Hanya matanya yang seolah mengatakan sesuatu, <em>&#8220;tuan, nyonya, tidak bisakah kalian sopan sedikit jika lewat di depanku?&#8221;</em></p>
<p>Entah oleh siapa, pagi ini ia ditemukan mati. Ketika saya berangkat ke kantor, kulihat kerumunan tukang ojek dan dua orang polisi yang sedang bertanya ke saksi. Di sampingnya kulihat sekotak kardus berisi lembaran ribuan, sempat pula sekelebat kulihat 20 dan 50 ribuan. Saya hanya menerka, uang itu dari siapa dan kemudian untuk apa. Selama 3 bulan lebih, belum sekalipun kulihat ia menadahkan tangan, mencoba mengharapkan sedekah seperti tunawisma lainnya. Mungkin saja untuk ongkos pak polisi yang mengeluarkan keringat karena akan mengangkat jasadnya, atau mungkin saja untuk tukang gali kubur nantinya, bisa juga itu uang tabungan si almarhum dan nantinya akan dikubur bersama.</p>
<p>Kemarin, sebelum mati, kulihat dua bungkus roti kempis di samping lelaki tua beruban itu. Sudah dua hari kulihat roti itu tidak disentuh, bergerak dari tempatnya pun tidak. Lelaki tua itu hanya tidur melingkar, menghadap ke jalanan. Dan itu jadi pertanda pertemuan terakhir saya dengannya. <em><strong>Semoga kau diberikan tempat yang nikmat disana, Lelaki Tua!</strong></em></p>
<p>Djuanda, 07122011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gombalmukiyo.net/?feed=rss2&amp;p=881</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngetweet = YM-an #nggombal</title>
		<link>http://gombalmukiyo.net/?p=856</link>
		<comments>http://gombalmukiyo.net/?p=856#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2011 05:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Gombal's</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catetan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosmed]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gombalmukiyo.net/?p=856</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya memang menyenangkan ketika satu, dua follower nyantel ke akun Twitter saya. Tapi perlahan trend folllower yang nyantel tadi dan saya kebetulan juga meng-folbeknya, karena dia teman saya, lama kelamaan kurang enak dipantengin TL-nya. Bukan karena saya kurang cocok dalam perbedaan karakter, tapi saya kurang faham dengan traffic TL teman saya tadi. Sekilas, antara TL [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://marioxiao.com/wp-content/uploads/2010/08/cute-twitters.jpg" alt="" width="500" height="304" /></p>
<p>Awalnya memang menyenangkan ketika satu, dua follower nyantel ke akun <strong><a href="http://twitter.com/nanangsari">Twitter</a></strong> saya. Tapi perlahan trend folllower yang nyantel tadi dan saya kebetulan juga meng-folbeknya, karena dia teman saya, lama kelamaan kurang enak dipantengin TL-nya. Bukan karena saya kurang cocok dalam perbedaan karakter, tapi saya kurang faham dengan traffic TL teman saya tadi. Sekilas, antara TL yang ia keluarkan melebihi kicauan yang dikeluarkan seorang artis sekaliber Sherina. Saya amati lagi, trend kicauannya hampir mirip orang chatting menggunakan fasilitas YM.</p>
<p>Aktivitas seseorang yang terekam lengkap melalui media sosial, terkadang begitu detil dan lengkap. Sampai pengguna sendiri tidak menyadari kalau mereka sedang mencatatkan tinta sejarah di beragam media sosial. Bisa jadi apa yang mereka tulis melebihi rumus 5W+1H yang selama ini jadi pakem penulisan &#8220;normal&#8221;.</p>
<p>Di satu sisi, berkicau di ranah publik mungkin berguna bagi si pemilik akun. Tapi di sisi lain, jika secara tidak  sadar sampai bocor ke publik, informasi yang terlalu lengkap tentang  seseorang bukanlah hal yang lazim untuk diumbar ke khalayak umum. Ada sesuatu hal yang sifatnya personal, dan kemungkinan orang lain tidak memiliki hak untuk mengetahuinya. Jadi mari mulai sekarang dipikirkan lagi informasi tentang apa saja yang akan anda keluarkan dan menjadi konsumsi publik.</p>
<p>Dan, setelah mempertimbangkan sesaat, saya memutuskan <a href="http://gombalmukiyo.net/?p=788">unfollow</a> teman saya tersebut. Saya yakin, follower itu akan bertambah seiring kualitas kicauan yang kita keluarkan. Jadi tidak usaha resah ketika follower di akun twitter anda baru segelintir orang.</p>
<p>Djuanda36, 15112011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gombalmukiyo.net/?feed=rss2&amp;p=856</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5cm #nggombal</title>
		<link>http://gombalmukiyo.net/?p=834</link>
		<comments>http://gombalmukiyo.net/?p=834#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 08:53:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Gombal's</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catetan]]></category>
		<category><![CDATA[5cm]]></category>
		<category><![CDATA[Donny Dhirgantoro]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat 5cm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gombalmukiyo.net/?p=834</guid>
		<description><![CDATA[Sore itu saya disodori satu buku oleh teman saya, Ain namanya. Dari judulnya, saya mulai menebak-nebak, &#8220;buku apa ini 5cm, ihh, jorok. Ain, punya loe panjangnya cuma segitu, 5cm doank?&#8221; Empunya cuma ketawa, &#8220;loe baca dulu deh, ntar juga tahu, paling ketagihan,&#8221; begitu kata Ain &#8220;Singo&#8221;. Sampai akhirnya saya menemukan segerombol begundal tengil di Kebun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gombalmukiyo.net/wp-content/uploads/2011/09/blog-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-835" title="blog-1" src="http://gombalmukiyo.net/wp-content/uploads/2011/09/blog-1-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Sore itu saya disodori satu buku oleh teman saya, Ain namanya. Dari judulnya, saya mulai menebak-nebak, <em>&#8220;buku apa ini 5cm, ihh, jorok. Ain, punya loe panjangnya cuma segitu, 5cm doank?&#8221; </em></p>
<p>Empunya cuma ketawa, <em>&#8220;loe baca dulu deh, ntar juga tahu, paling ketagihan,&#8221;</em> begitu kata Ain &#8220;Singo&#8221;.</p>
<p>Sampai akhirnya saya menemukan segerombol begundal tengil di Kebun Raya Bogor yang menamakan diri Ranger Sahabat 5cm. Mereka ini sederhana, kebangetan kocaknya, terutama si Ida. Belum lagi Sandra, lelaki paling konyol dengan sentilan-sentilan renyahnya. Ada juga Rian, yang suaranya mirip anak SMA, cempreng kemana-kemana.<em> &#8220;Gerombolan Si Berat yang sesungguhnya ini,&#8221; </em>batin saya waktu itu.</p>
<p>Perkenalan awal yang membuat saya jatuh hati ini akhirnya memaksa saya memutar otak untuk berburu bukunya <a title="5cm" href="http://5cm-legacy.com/blog/">Donny Dhirgantoro</a> ke Gramedia Pasar Baru. Tapi apa daya, ternyata stock saat itu habis, tidak tersisa, tandas. Lemas.</p>
<p>Akhirnya saya memutuskan pulang, mengurungkan niat membeli bukunya Mas Donny. Saya malah membeli bukunya Coelho, Brida dan Eleven Minutes.</p>
<p><a href="http://gombalmukiyo.net/wp-content/uploads/2011/09/blog-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-836" title="blog-2" src="http://gombalmukiyo.net/wp-content/uploads/2011/09/blog-2-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Paginya, saya memutar otak mencari pinjeman buku ini di kantor, maklum duit di kantong juga lagi mepet. Saya tanya satu persatu, tidak ada yang punya. Tapi sepertinya saat itu saya sedang berjodoh, teman saya tiba-tiba menawarkan diri, <em>&#8220;loe dari tadi ngapain, mo pinjem bukunya Mas Donny? gua ada noh di rumah, tapi besok ya!&#8221; </em>pucuk dicinta buku-pun tiba. Jingkrak-jingkrak bahagia.</p>
<p>Sekarang sedang proses menyelesaikan membaca. Terimakasih atas welcoming party-nya di Bogor dan Monas kemarin #hahaha, ngarepdotcom</p>
<p>Djuanda, 19092011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gombalmukiyo.net/?feed=rss2&amp;p=834</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doubt #nggombal</title>
		<link>http://gombalmukiyo.net/?p=819</link>
		<comments>http://gombalmukiyo.net/?p=819#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 03:38:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Gombal's</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catetan]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Doubt]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gombalmukiyo.net/?p=819</guid>
		<description><![CDATA[Doubt merupakan film produksi lama, kalau tidak salah 2008. Doubt disini artinya prasangka buruk, prasangka buruk seorang suster Aloysius (Meryl Streep) terhadap Pastor/Father Flynn (Philip Seymour Hoffman). Berdasarkan laporan suster James (Amy Adams) yang melihat Father Flynn mengembalikan sebuah celana dalam ke dalam loker milik Donald Miller, satu murid di sekolah paroki Santo Nikolas, suster [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="Doubt" src="http://christineaux.files.wordpress.com/2010/11/doubt-questioned.jpg" alt="" width="412" height="392" /></p>
<p><strong><a title="Doubt" href="http://www.imdb.com/title/tt0918927/">Doubt</a></strong> merupakan film produksi lama, kalau tidak salah 2008. Doubt disini artinya prasangka buruk, prasangka buruk seorang suster Aloysius <strong><a href="http://www.imdb.com/name/nm0000658/">(Meryl Streep)</a></strong> terhadap Pastor/Father Flynn <a href="http://www.imdb.com/name/nm0000450/"><strong>(Philip Seymour Hoffman)</strong></a>. Berdasarkan laporan suster James <a href="http://www.imdb.com/name/nm0010736/"><strong>(Amy Adams)</strong></a> yang melihat Father Flynn  mengembalikan sebuah celana dalam ke dalam loker milik Donald Miller, satu murid di sekolah paroki Santo Nikolas, suster Aloysius benar-benar berniat sepenuh hati membuktikan bahwa kecurigaannya terhadap Father Flynn yang  mengidap kelainan seksual bukanlah hanya kecurigaan semata, tapi memang  benar-benar fakta. Walaupun pada akhirnya, suster Aloysius mengalami doubt itu sendiri.</p>
<p>Saya merasa Film ini begitu sederhana, lugas namun berbobot. Setting sekitar tahun 1964, dengan mengambil latar gereja, ruang kelas, ruang kepala sekolah termasuk taman yang menjadi tempat paling apik terjadinya dialog-dialog berkesan antara suster James dengan Father Flynn. Empat bintang utama, Meryl Streep, Philip Seymor Hoffman dan Amy Adams juga bermain sangat lugas. Saya sendiri terkesan dengan akting Hoffman yang mampu melakukan <em>speech</em> mengagumkan setiap kali misa diadakan. Termasuk kutipan-kutipan yang keluarkan ketika memimpin misa. <em>&#8220;Hal yang harus kita takutkan hanyalah ketakutan itu sendiri.&#8221; </em></p>
<p>Beberapa <a title="bicara film" href="http://bicarafilm.com/baca/2009/12/25/doubt.html">resensi</a> yang peroleh dari sumber lain lebih banyak mengupas tentang apa sebenarnya motif suster Aloysius untuk membuktikkan bahwa Father Flynn seorang yang bersalah, <em>doubt </em>itu tadi. <a href="http://postinus.wordpress.com/2009/09/15/film-doubt-potret-kepemimpinan-yang-salah/">Sumber</a> lainnya lagi mengulas tentang manajerial dalam sebuah organisasi, dimana seorang pemimpin selalu benar, <em>the boss is always right</em>. Namun saya memiliki sisi ulasan lain, yakni tentang fenomena kekakuan dalam berkeyakinan. Sebut saja, agama!</p>
<p>Dalam beberapa adegan terlihat bahwa agama menjadi referensi paling utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Terlihat seperti ketika Horan, satu murid perempuan memakai penjepit rambut untuk memperindah rambutnya dan ternyata dilarang keras oleh suster Aloysius. Atau ketika Conroy mendengarkan radio transistor karena merasa jenuh dengan suasana kelas, dan lagi-lagi suster Aloysius melarangnya, lalu kemudian menghukumnya. Beragam kekakuan ini sebenarnya juga terjadi terhadap institusi sekolah yang menjadikan agama sebagai &#8220;mainstream&#8221; utama. Pesantren misalnya.</p>
<p>Teman saya, yang dititipkan kedua orangtuanya di pesantren, juga mengalami hukuman sejenis. Penyebabnya sederhana, teman saya ini boncengan dengan lawan jenisnya. Hukuman yang ia terima sebenarnya cukup lucu, rambutnya dihabisi, alias gundul. Dalam hal ini saya tidak mau berdebat dalam skala lebih serius, subjektifitas anda pasti lebih tajam dibandingkan pandangan saya.</p>
<p>Ketika menonton film ini, saya teringat dengan film Tanda Tanya dan Sang Pencerah, karya Hanung Bramantyo yang sempat bikin geger (MUI tepatnya). Pesan yang disampaikan dalam film Doubt sebenarnya sama dengan film Tanda Tanya dan Sang Pencerah. Seperti yang dikatakan Father Flynn bahwa, <em>&#8220;pendidikan progresif dan gereja yang ramah&#8221;</em> harus diterapkan si Santo Nikolas.</p>
<p>Setelah menonton Doubt, saya membayangkan bagaimana jika kemudian muncul film sejenis Doubt di negara ini, dengan mainstream utamanya mengupas habis kehidupan pesantren, termasuk didalamnya perilaku semua penghuni pesantren. Paling banter MUI akan mengeluarkan fatwa. Bukan begitu, kawan? <img src='http://gombalmukiyo.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Djuanda, 22072011</p>
<p>Gambar diembat dari <a href="http://christineaux.files.wordpress.com/2010/11/doubt-questioned.jpg"><strong>sini</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gombalmukiyo.net/?feed=rss2&amp;p=819</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mudik ala GFF #nggombal</title>
		<link>http://gombalmukiyo.net/?p=812</link>
		<comments>http://gombalmukiyo.net/?p=812#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 06:42:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Gombal's</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catetan]]></category>
		<category><![CDATA[gff]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[sppd]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gombalmukiyo.net/?p=812</guid>
		<description><![CDATA[Tahu, GFF? GFF adalah singkatan dari Garuda Frequent Flyer, sejenis layanan keanggotaan dari maskapai Garuda bagi mereka yang sering menggunakan jasa meburnya Garuda. GFF sendiri memiliki kategori keanggotaan yang berbeda-beda. Ada blue, silver, gold dan platinum. GFF ini bisa dikatakan sebagai tabungan &#8220;mileage&#8221; yang bisa ditukarkan untuk paket penerbangan ke seluruh Indonesia. Karena iming-iming beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahu, GFF?</p>
<p>GFF adalah singkatan dari Garuda Frequent Flyer, sejenis layanan keanggotaan dari maskapai Garuda bagi mereka yang sering menggunakan jasa meburnya Garuda. GFF sendiri memiliki kategori keanggotaan yang berbeda-beda. Ada blue, silver, gold dan platinum. GFF ini bisa dikatakan sebagai tabungan &#8220;mileage&#8221; yang bisa ditukarkan untuk paket penerbangan ke seluruh Indonesia. Karena iming-iming beberapa teman, akhirnya saya bikin GFF. Sekarang ini GFF saya masuk kasta Blue, alias masih amatir, kalah kasta dengan junior di divisi saya yang sudah Silver <img src='http://gombalmukiyo.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Di kantor tempat saya bekerja, rutinitas mebur atau dines adalah aktivitas wajib. Ada yang sebulan sekali, sebulan tiga kali, bahkan ada yang lebih. Bahkan ada beberapa biro yang kerjaannya khusus untuk mebur. Jadi pertanyaan di kepala saya adalah, <strong><em>&#8220;ini kantor atau travel agent?&#8221;</em></strong></p>
<p>Lalu apa hubungannya dines mebur dengan GFF?</p>
<p>Dines mebur, di kantor saya, bisa dipastikan memakai jasa maskapai manuk tadi. Dan tentu saja mereka memiliki GFF tersebut. Untuk mereka yang senior dalam hal per-meburan, tidak usah ditanya lagi GFFnya kategori apa. Platinum, minimal Gold. Pasti</p>
<p>Menjelang puasa lalu disambung lebaran, GFF adalah dewa penolong. Penyebabnya adalah karena tabungan mileage bisa ditukarkan dengan paket penerbangan, tentu tergantung berapa jumlah point yang diperoleh. Mereka yang mudik dengan GFF biasanya bangga, karena tidak sepeserpun mengeluarkan duit, paling banter 40 ribu buat boarding pass.</p>
<p>Monggo-monggo saja bisa berbangga diri punya tabungan mileage melimpah, trus bisa mudik pake pesawat, tp saya punya pendapat berbeda, <em>&#8220;kere amat sih lu mudik ngandelin GFF. Nggak cukup loe dari hasil dines mebur kesono-kemari&#8221; </em>*ngiri nih critanya <img src='http://gombalmukiyo.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gombalmukiyo.net/?feed=rss2&amp;p=812</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Cinta untuk PT. KAI (2) #nggombal</title>
		<link>http://gombalmukiyo.net/?p=801</link>
		<comments>http://gombalmukiyo.net/?p=801#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 04:02:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Gombal's</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catetan]]></category>
		<category><![CDATA[kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[PT. KAI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gombalmukiyo.net/?p=801</guid>
		<description><![CDATA[Selepas adzan Subuh, antrian mulai mengular. Ia mulai merapikan diri, mengusap sisa iler semalam, sambil mengucap syukur, &#8220;alhamdulillah, sepedaku masih ada&#8221; Namun ia mulai khawatir, karena beberapa orang yang mengantri di barisan belakang mulai resah. &#8220;Anjing PT. KAI, denger-denger kalo kita nggak dapet antrian 15 besar, tiket udah ludes. Dijual kemana aja tuh tiket?&#8221; tanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selepas adzan Subuh, antrian mulai mengular. Ia mulai merapikan diri, mengusap sisa iler semalam, sambil mengucap syukur, &#8220;alhamdulillah, sepedaku masih ada&#8221;</p>
<p>Namun ia mulai khawatir, karena beberapa orang yang mengantri di barisan belakang mulai resah.<em> </em></p>
<p><em>&#8220;Anjing PT. KAI, denger-denger kalo kita nggak dapet antrian 15 besar, tiket udah ludes. Dijual kemana aja tuh tiket?&#8221;</em> tanya seseorang ke temannya.</p>
<p>Ia menengok jam tangannya, jam lima pagi, dan antrian sudah begitu ganasnya.</p>
<p>Pukul tujuh pagi tepat, korden loket dibuka, sumringahlah para pengemis tiket mudik tersebut, tak terkecuali dirinya. Mulailah ia menghitung duit yang sudah dipersiapkan sebulan penuh untuk membeli tiket, 1,8 juta, pas untuk empat orang keluarganya.</p>
<p>Sambil menunggu gilirannya, ia menyempatkan diri berdoa, <em>&#8220;semoga tiket Taksaka masih tersedia, Tuhan!&#8221;</em> tapi di dalam hati ia bergumam,<em> &#8220;coba kalau Komisaris PT KAI berteman dekat dengan Tuhan, pasti setiap orang yang ngantri di Gambir ini dapat tiket.&#8221;</em></p>
<p>Tiba gilirannya di depan loket.</p>
<p><em>&#8220;Bapak, tiket untuk tanggal berapa, tujuan kemana?&#8221;</em> tanya petugas loket.</p>
<p>&#8220;<em>Jogja, Mbak. Untuk keberangkatan 2 hari sebelum lebaran, keretanya Taksaka,&#8221;</em> jawabnya dengan penuh harap.</p>
<p><em>&#8220;Bapak, maaf, untuk tujuan ke Yogyakarta, sementara belum bisa dipesan. Saya juga tidak tahu kenapa. Setahu saya, ini karena server pemesanan tiket untuk tujuan Jogja belum dibuka,&#8221; </em>ujar petugas loket dengan santainya.</p>
<p>Seperti disamber gledek, ia mulai lemas, pundaknya mulai lunglai, seperti tidak bertulang. Tapi ia tetap mencoba, perjuangannya tidak akan berhenti.</p>
<p>&#8220;<em>Mbak, tapi saya tidak mau kalau harus menunggu tapi ngantri mulai dari belakang, wong saya rela-relain tidur di stasiun untuk dapet tiket. Ini saya antrian nomor 3, mosok harus mulai dari belakang lagi. Saya nunggu di samping atrian, kalau servernya udah dibuka, tolong beri kode ke saya,&#8221;</em></p>
<p>10 menit berselang, petugas loket memberinya kode untuk maju ke depan. <em>&#8220;Mas, ini sudah dibuka servernya. Mas jadi beli tiket, khan?&#8221;</em> tanya petugas loket yang sepertinya iba melihat penampilannya sedari tadi.</p>
<p><em>&#8220;Ya, jadilah. Pie to mbaknya ini. Jogja, Taksaka ya, mbak. Empat kursi,&#8221;</em> jawabnya penuh semangat.</p>
<p>Pukul 07.45 pagi empat tiket tujuan Jogja sudah di tangan. Segera ia meluncur dengan sepedanya, kembali ke kos, ingin segera mandi, istirahat sebentar, lalu berangkat ke kantor karena takut kena dosa finger print.</p>
<p style="text-align: center;">&#8211;*&#8211;</p>
<p>Perjuangan untuk membeli tiket kereta api menjelang lebaran itu tidak gampang. Diperlukan tenaga ekstra untuk mendapatkannya. PT. KAI juga tidak peduli jika harga tiket yang ia patok setiap lebaran selalu merangkak naik tiap tahun. Model bukaan server yang diterapkan sebenarnya merupakan bagian dari permainan harga. Nalarnya, kalau saat ini PT. KAI mengatakan tiket untuk tanggal &#8220;25&#8243; sudah habis, ini sebenarnya bohong belaka. Karena terbukti ketika seorang kawan membeli tiket untuk tanggal yang sama, dan ini terlewat seminggu, tiket masih ada. Baik itu membeli di agen, atau lewat jalur &#8220;bypass&#8221; alias orang dalem.</p>
<p>Lebaran itu rutinitas tahunan, tapi mengapa PT. KAI belum pernah bisa memperbaiki dirinya dengan baik. Kelemahan yang terjadi di tahun sebelumnya sudah sepantasnya diperbaiki semaksimal mungkin untuk tahun-tahun berikutnya. Menaikkan harga tiket sampai 200% itu bukanlah jalan keluar.</p>
<p>Djuanda, 20072011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gombalmukiyo.net/?feed=rss2&amp;p=801</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Cinta untuk PT. KAI (1) #nggombal</title>
		<link>http://gombalmukiyo.net/?p=794</link>
		<comments>http://gombalmukiyo.net/?p=794#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jul 2011 05:06:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Gombal's</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catetan]]></category>
		<category><![CDATA[kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[PT. KAI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gombalmukiyo.net/?p=794</guid>
		<description><![CDATA[2010 Hari itu ia memutuskan untuk secepat mungkin menyelesaikan solat Tarawih di hari pertama bulan puasa. Solatnya pun tidak khusyuk, hanya sekedar basa-basi, karena melibatkan diri dalam keramaian kolektif di negeri ini dianggap penting, maka ia pun pura-pura meramaikan momen tersebut. Sampai akhirnya imam besar Istiqlal mengucapkan Assalamu&#8217;alaikum, maka secepat kilat pula ia menyambar sendal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>2010</strong></em></p>
<p>Hari itu ia memutuskan untuk secepat mungkin menyelesaikan solat Tarawih di hari pertama bulan puasa. Solatnya pun tidak khusyuk, hanya sekedar basa-basi, karena melibatkan diri dalam keramaian kolektif di negeri ini dianggap penting, maka ia pun pura-pura meramaikan momen tersebut. Sampai akhirnya imam besar Istiqlal mengucapkan Assalamu&#8217;alaikum, maka secepat kilat pula ia menyambar sendal yang tadi ia masukkan dalam plastik dan ditaruh di sampingnya ketika solat. Istiqlal adalah surganya maling sendal.</p>
<p>Segera ia meloncat ke sepedanya, mengayuhnya menuju ke Gambir. Sarung, jaket, minyak kayu putih dan nasi putih lengkap dengan lauk sudah sempurna masuk di tas. Semangat &#8217;45 tidur di Gambir untuk antri tiket mudik.</p>
<p>Sampai di Gambir, ia kebingungan dimana harus memarkir sepedanya. Ditambah sedari tadi petugas keamanan stasiun terlihat beringas melihat dirinya, &#8220;jangan-jangan calo nih bocah,&#8221; ujar salah satu petugas keamanan ke temannya.</p>
<p>Akhirnya seorang petugas menghampirinya, basa-basi seperti ayam mau kawin menanyakan apa keperluannya. Sambil sedikit memaksa ingin memeriksa apa isi tas yang ia bawa.</p>
<p>&#8220;Eh, mas! mau ngapain? sepedanya nggak boleh ditaruh disini, taruh di parkiran luar sana,&#8221; kata petugas yang sedari tadi mengincarnya.</p>
<p>&#8220;Saya mau antri tiket, buat mudik 30 hari lagi, pak. Kalau nggak antri 30 hari sebelumnya, saya bisa nggak dapet tiket donk, pak,&#8221; sambil memelas ia perlahan merayu petugas tersebut. Termasuk merayu agar sepeda kesayangannya diijinkan diparkir di sampingnya, di saat ia tidur nanti.</p>
<p>Karena kehebatannya dalam akting memelas, akhirnya si petugas luluh juga. Mungkin karena setelah melihat nasi bungkus di dalam tasnya, tadi saat memeriksa tasnya.</p>
<p>Segera ia mengucapkan terimakasih, melipat sepedanya, dan menuju antrian di loket. Padahal jam di dinding waktu itu masih menunjuk angka 10 malam, dan loket baru dibuka pagi harinya, pukul 07.00 pagi. Segera ia menggelar kardus, lalu melapisinya dengan koran, dengan harap agar tidak terserang masuk angin.</p>
<p>Gambir-Jakarta, 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gombalmukiyo.net/?feed=rss2&amp;p=794</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Unfollow Me</title>
		<link>http://gombalmukiyo.net/?p=788</link>
		<comments>http://gombalmukiyo.net/?p=788#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 08:10:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Gombal's</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catetan]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[Sosmed]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gombalmukiyo.net/?p=788</guid>
		<description><![CDATA[Untuk saya, blogger angin-anginan yang memiliki jumlah pengikut di Twitter 125, keberadaan follower merupakan hal penting. Bertambah satu follower saja dalam sehari, adalah karunia tak terhingga. Lalu jika ternyata ada teman saya meng-unfollow, kebakaran jenggotnya bukan maen, apalagi yang meng-unfollow adalah seseorang yang selama ini rajin saya intip TL-nya. Saya akui, antara aktivitas ngoceh, subjek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gombalmukiyo.net/wp-content/uploads/2011/07/unfollow_twitter.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-789" title="unfollow_twitter" src="http://gombalmukiyo.net/wp-content/uploads/2011/07/unfollow_twitter.jpg" alt="" width="460" height="250" /></a></p>
<p>Untuk saya, blogger angin-anginan yang memiliki jumlah pengikut di <a href="http://twitter.com/nanangsari">Twitter</a> 125, keberadaan follower merupakan hal penting. Bertambah satu follower saja dalam sehari, adalah karunia tak terhingga. Lalu jika ternyata ada teman saya meng-unfollow, kebakaran jenggotnya bukan maen, apalagi yang meng-unfollow adalah seseorang yang selama ini rajin saya intip TL-nya. Saya akui, antara aktivitas ngoceh, subjek ocehan, sampai fokus ocehan di Twitter memang harus sejalan. Kalau tidak punya fokus yang baik, dan hanya menggunakan Twitter sebagai katarsis pisuhan, risiko di unfollow harus siap dihadapi, dalam hal ini tentu saja saya orangnya (Jan-Chuk)</p>
<p>Sampai kemudian saya menemukan akun Twitter bernama <a href="http://twitter.com/#!/unfollowr">@unfollowr</a> ini. Dengan hanya memfollow si <a href="http://twitter.com/#!/unfollowr">@unfollowr</a> kita akan diberi pesan langsung siapa saja orang yang sudah tega mengunfollow diri kita. Hanya cukup menanti DM dari <a href="http://twitter.com/#%21/unfollowr">@unfollwr</a> *itu saja, nggak lebih</p>
<p>Jadi, tunggu apa lagi, mari selidiki siapa saja yang telah dengan tega mengunfollow Anda #hayah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gombalmukiyo.net/?feed=rss2&amp;p=788</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CCTV</title>
		<link>http://gombalmukiyo.net/?p=784</link>
		<comments>http://gombalmukiyo.net/?p=784#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2011 09:50:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Gombal's</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catetan]]></category>
		<category><![CDATA[CCTV]]></category>
		<category><![CDATA[SDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gombalmukiyo.net/?p=784</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kantor, ya tempat saya bekerja, sebut saja &#8220;K&#8221;, akhirnya memutuskan untuk memasang CCTV. Usut punya usut, ternyata pengadaan alat CCTV ini merupakan bagian dari pencegahan terhadap tindak pencurian yang marak di kantor saya. Saya jadi mumet, kantor sekecil ini, dengan pintu masuk dan keluar yang hanya satu pintu, gerbang utama, tapi barang segede [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu kantor, ya tempat saya bekerja, sebut saja &#8220;K&#8221;, akhirnya memutuskan untuk memasang CCTV. Usut punya usut, ternyata pengadaan alat CCTV ini merupakan bagian dari pencegahan terhadap tindak pencurian yang marak di kantor saya. Saya jadi <em>mumet</em>, kantor sekecil ini, dengan pintu masuk dan keluar yang hanya satu pintu, gerbang utama, tapi barang segede motor bisa dibawa ngacir maling. Apa nggak gila ituh? ini baru motor, belum barang-barang lain macam laptop, flashdisk, toner printer jadi barang yang paling &#8220;sering&#8221; raib sewaktu-waktu.</p>
<p>Saya jadi penasaran, apa benar CCTV ini bisa jadi penangkal mujarab untuk mencegah tangan-tangan jahil yang berkeliaran di kantor saya ini. Saya kok lebih percaya pada pendidikan moral manusianya dulu, termasuk perbaikan manajemen di bagian HRD. Sisanya baru serahkan pada teknologi macam CCTV.</p>
<p>Embohlah, opo yo tak pikir!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gombalmukiyo.net/?feed=rss2&amp;p=784</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Children Full of Life</title>
		<link>http://gombalmukiyo.net/?p=768</link>
		<comments>http://gombalmukiyo.net/?p=768#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jul 2011 08:51:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Gombal's</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catetan]]></category>
		<category><![CDATA[Children Full of Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gombalmukiyo.net/?p=768</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya saya mengirim kembali memori saya ke Kali Code, lalu beringsut pindah ke channel Youtube. Kalau boleh saya bilang, film ini sangat bagus. Pesan yang bisa menyentuh orang yang melihatnya. Teman sekantor saya sampai termehek-mehek Judulnya, Children Full of Life. Menceritakan tentang interaksi kelas antara Toshiro Kanamori dengan murid-muridnya. Yang paling menarik adalah metode menulis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gombalmukiyo.net/wp-content/uploads/2011/07/21.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-774" title="2" src="http://gombalmukiyo.net/wp-content/uploads/2011/07/21.jpg" alt="" width="504" height="360" /></a></p>
<p>Awalnya saya mengirim kembali memori saya ke Kali Code, lalu beringsut pindah ke channel Youtube. Kalau boleh saya bilang, film ini sangat bagus. Pesan yang bisa menyentuh orang yang melihatnya. Teman sekantor saya sampai termehek-mehek <img src='http://gombalmukiyo.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Judulnya, Children Full of Life. Menceritakan tentang interaksi kelas antara Toshiro Kanamori dengan murid-muridnya. Yang paling menarik adalah metode menulis yang dikembangkan menjadi medote mengajar, dan kemudian berkembang menjadi sarana story telling antar siswa. Juga tak ketinggalan kisah-kisah sedih yang mampu mengangkat semangat kita yang menontonnya.</p>
<p><object width="500" height="400"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/armP8TfS9Is?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/armP8TfS9Is?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="400" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><a href="http://gombalmukiyo.net/wp-content/uploads/2011/07/12.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-779" title="1" src="http://gombalmukiyo.net/wp-content/uploads/2011/07/12.jpg" alt="" width="504" height="360" /></a></p>
<p><a href="http://gombalmukiyo.net/wp-content/uploads/2011/07/31.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-780" title="3" src="http://gombalmukiyo.net/wp-content/uploads/2011/07/31.jpg" alt="" width="504" height="360" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gombalmukiyo.net/?feed=rss2&amp;p=768</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

