<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957</id><updated>2013-05-29T00:49:37.590-07:00</updated><category term='Beranda'/><category term='Pendidikan'/><category term='Serba Serbi'/><category term='Inspirasi'/><category term='Info Guru Bantu'/><title type='text'>Guru Bantu DKI Jakarta</title><subtitle type='html'>Guru Bantu, Honor Guru Bantu, Guru Bantu CPNS, Guru Bantu Sertifikasi, Sertifikasi Guru, Pendidik dan tenaga kependdidikan, NUPTK. Guru Bantu Mengabdi Untuk Negeri</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Guru Bantu DKI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05167819548720694153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-6609734122932364782</id><published>2013-05-29T00:49:00.002-07:00</published><updated>2013-05-29T00:49:37.595-07:00</updated><title type='text'>Terkait Honor GB-DKI: Proses Instan, Berbuah Kebingungan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita berbicara persoalan "instan" maka contoh yang paling dekat adalah Mie Instan, selalu instan dalam proses menuju mulut walau tersedia dengan variasi bungkus dan warna, urusan rasa tidak jauh berbeda, yang selalu sama adalah terteranya tulisan 100% halal.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mie Instan ini juga indentik dengan jenis makanan tanggap darurat bencana, sekedar mengganjal rasa lapar, atau mengantisipasi masuk angin, apakah penuh nutrisi? biarlah peneliti yang berkompeten menjawabnya, tapi dari dulu hingga kini, urusan rasa sesuai dengan standar bumbu yang menyertainya. Rasa Mie Instan bisa dipastikan tidak terkait sama sekali dengan koki/juru masak. Siapapun kokinya, jika cara instan hanya berorientasi kecepatan sebelum bertambah "teriakan" yang sudah menunggu hidangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mie Instan ini juga sering kali menjadi wakil atau bukti dari sebuah tindakan cepat pemerintah untuk merespon kritikan atas tindakan lambat dalam berbuat. Prosedurnya juga sederhana: siapkan mangkuk, panaskan segelas air, masukan mie instan, tambahkan bumbu, siap disajikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ilustrasi di atas, agak mirip jika tidak mau dikatakan sama dengan proses tertunda-tundanya Status CPNS dan pecairan Honor Guru Bantu DKI Jakarta. Persoalan tertundanya Status CPNS dan honor rutin Guru Bantu DKI ini akan terus di suarakan melalui berbagai cara, perorangan dan kelompok, secara lisan dalam berbagai kesempatan maupun melalui tulisan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merasa tidak ada tanggapan dan penjelasan yang berarti dari pemerintah, sebagian dari komunitas GB-DKI 21 Mei 2013 yang lalu dengan terpaksa melakukan tindakan unjuk rasa secara langsung yang dikoordinir oleh Forum Komunikasi Guru Bantu DKI Jakarta (FKGBI) dan Kemendikbud merspons dengan memfasilitasi dialog langsung dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target dari pertemuan ini adalah desakan terhadap percepatan pencairan Honor GB-DKI Jakarta. Tertundanya pencairan honor Guru Bantu DKI ini memang tidak dialami oleh semua GB DKI, setidaknya untuk guru yang bekerja pada tingkat SMA/K sudah dicairkan sekitar bulan April yang lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikutnya adalah &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti tahun-tahun sebelumnya, upaya &lt;a href="http://www.tribunnews.com/tag/pengentasan-kemiskinan"&gt;pengentasan kemiskinan&lt;/a&gt; diarahkan pada tidakan kuratif. Dalam musrenbang nasional 2013  pemerintah lagi-lagi menyodorkan pemberian Bantuan Langsung Tunai,  Raskin atau food for work sebagai resep. “Cara-cara tersebut sebenarnya  hanya menyelesaikan masalah diujungnya saja, tidak menyentuh akar  permasalahannya. Pemerintah lebih suka memilih cara instant supaya mudah  dihitung, terlihat hasilnya dan dinilai berhasil. Padahal upaya seperti  itu hanya sesaat, ungkap Said.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Petani saat ini mengalami tekanan  luar biasa, tidak hanya dari kondisi iklim yang terus berubah, namun  juga tekanan kebijakan. Melebarnya pintu impor pangan, rendahnya harga  produk pertanian lokal, rendahnya jaminan sosial menyebabkan petani  terus bergelut dengan kemiskinan. Semua itu diperparah dengan problem  mendasar yang tak kunjung diselesaikan, yaitu soal agraria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Said, &lt;a href="http://www.tribunnews.com/tag/pengentasan-kemiskinan"&gt;pengentasan kemiskinan&lt;/a&gt; adalah kewajiban negara bukan sekedar program biasa. Untuk mengentaskan  kemiskinan di pedesaan, kuncinya pada reforma sumber-sumber agraria.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Akses  terhadap sumber-sumber agraria harus diberikan sebesar-besarnya pada  petani. Hingga 2008 diprediksi tak kurang dari 18 juta Rumah tangga  petani gurem yang ada di pedesaan dengan penguasaan lahan hanya 0,25  ha," jelas Said.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/6609734122932364782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=6609734122932364782' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/6609734122932364782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/6609734122932364782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/05/terkait-honor-gb-dki-proses-instan.html' title='Terkait Honor GB-DKI: Proses Instan, Berbuah Kebingungan'/><author><name>Guru Bantu DKI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05167819548720694153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-4531650839693067692</id><published>2013-05-25T07:49:00.003-07:00</published><updated>2013-05-25T08:32:21.747-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Guru Bantu'/><title type='text'>Sejarah Guru Bantu DKI Jakarta, Mengingatkan Kembali Tanggung Jawab Pemerintah</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-SJ-XRaM4r48/UaDMzFsk8tI/AAAAAAAAAJA/U1ViY_CxDmg/s1600/Sejarah+GB.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-SJ-XRaM4r48/UaDMzFsk8tI/AAAAAAAAAJA/U1ViY_CxDmg/s1600/Sejarah+GB.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Guru Bantu DKI, Pasti semua tenaga pendidik yang memiliki NIGB memahami betul mengapa dan bagaimana yang bersangkutan mendapatkan Nomor Induk Guru Bantu (NIGB) itu, tulisan berikut kembali di munculkan untuk memberikan informasi kepada siapapun, termasuk para birokrat yang tidak mengerti, pura-pura tidak tahu, atau betul-betul tidak memahami sama sekali proses dan awal bermula adanya Guru Bantu di DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Guru Bantu DKI Jakarta berawal dari adanya Pengumuman Penerimaan Calon Guru Bantu. Penerimaan Calon Guru Bantu di lingkungan Propinsi DKI Jakarta di umumkan dengan nomor pengumuman 083/C5.14/LL.2003 pada tanggal 3 Pebruari 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pengumuman tersebut ditanda tangani oleh tiga pejabat pemerintah ;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in; text-align: justify;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Drs. H.      Sukesti Martono, M.M. NIP. 470043845 selaku Kepala Dinas Pendidikan      Menengah dan Tinggi Propinsi DKI Jakarta&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Ir. H.      Gito Utomo Purnomo, M.M. NIP 470036427 selaku Kepala Dinas Pendidikan Dasar Propinsi      DKI Jakarta&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Drs. H.      Zainal Arifin, M.M NIP 130803885 selaku Kepala BPG Jakarta&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Adapun isi pengumuman tersebut sbb ;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;Berdasarkan hasil ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in; text-align: justify;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;Rapat Koordinasi Departemen      Pendidikan Nasional tentang Pengadaan Guru Bantu tanggal 27-30 Januari      2003 di Pusdiklat Depdiknas, Sawangan, Depok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;Rapat Koordinasi Bagian Proyek      Peningkatan Mutu Guru DKI Jakarta pada Proyek Pengembangan BPG Jakarta      Tahun 2003, tentang Persiapan Program Guru Bantu tanggal 3 Pebruari 2003      di BPG Jakarta, Jl. Nangka No 60, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta      Selatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;Departemen Pendidikan Nasional bekerjasama dengan pemerintah propinsi DKI jakarta akan menerima Calon Guru Bantu Non PNS tingkat TK, SD, SLB, SLTP, SMU, dan SMK Swasta sejumlah 5.644 orang, dengan rincian sebagaimana terlampir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in; text-align: justify;" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;PERSYARATAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in; text-align: justify;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Warga Negara Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Mempunyai kompetensi yang diperlukan      di bidang pendidikan &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="text-indent: 0.25in;"&gt;Tingkat TK : lulusan DII PGTK atau SPG TK&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Tingkat SD : lulusan DII PGSD Prajabatan, PGSD Penyetaraan, SPG atau&amp;nbsp; SGO&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Tingkat SLTP, SMU dan SMK : lulusan S1 Kependidikan sesuai bidang studi /S1 Non Kependidikan + Akta IV.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in; text-align: justify;" type="1"&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ol&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Memiliki integritas yang tinggi      terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Guru tidak tetap non PNS di sekolah      swasta, atau caoln guru baru yang mempunyai rekomendasi dari Yayasan      Pendidikan Swasta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Berusia serenah rendahnya 18 tahun      dan setinggi tingginya 40 tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Berkelakuan baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sehat jasmani dan rohani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tidak berkedudukan sebagai anggota      atau pengurus partai politik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tidak pernah diberhentikan dengan      tidak hormat sebagai Pegawai Negeri atau Pegawai Swasta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tidak pernah dihukum penjara      berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang      tetap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Lulus seleksi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;B. PENDAFTARAN&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Pendaftaran&lt;br /&gt;Penerimaan pendaftaran, seleksi administrasi, pengisian biodata, dan pengambilan Nomor Peserta Ujian oleh&amp;nbsp; yang bersangkutan mulai tanggal 17 Februari 2003 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat Pendaftaran&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pendaftaran dilaksanakan di :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; Balai Penataran Guru Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; Jl. Nangka No. 60 Tanjung Barat, Jagakartsa, Jakarta Selatan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&amp;nbsp; Telp. 78844879, 7824149, Ext.102 Fax 7806827 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; &amp;nbsp; (seberang Komplek Ranco Indah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kelengkapan &lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Surat lamaran ditulis tangan dengan tinta hitam ditujukan kepada :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; Yth. Mendiknas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;c.q Gubernur Propinsi DKI Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; Jl. Medan Merdeka Selatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; Jakarta Pusat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Fotocopy STTB/Ijazah yang dilegalisir olah pejabat yang berwenang, sebanyak 1 (satu)&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; lembar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Fotocopy kartu tanda pencari kerja yang masih berlaku dan dilegalisir dari Depnaker&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; (AK.I)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pas photo hitam putih ukuran 3x4 cm sebanyak 4 (empat) lembar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Surat Keputusan pengangkatan guru honorer (Guru Tidak Tetap-GTT) yang telah ditanda tangani oleh Kepala Sekolah dan Pimpinan Yayasan Yang bersangkutan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kelengkapan administrasi dimasukkan dalam stofmap ;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="SV"&gt;TK warna kuning&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="SV"&gt;SD warna merah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="SV"&gt;SLB warna hijau&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="SV"&gt;SLTP warna biru&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="SV"&gt;SMU warna coklat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="SV"&gt;SMK warna orange&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kelengkapan alat tulis yang harus dibawa saat seleksi/test&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kartu Test&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pensil 2B&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Karet penghapus&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Alas untuk menulis'&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Rautan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 117.0pt; mso-list: l0 level3 lfo3; tab-stops: list 117.0pt; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 2.0in; mso-list: l0 level4 lfo3; tab-stops: list 2.0in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="3" style="margin-top: 0in; text-align: justify;" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;PELAKSANAAN SELEKSI :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-indent: .25in;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 1. Hari/tanggal&amp;nbsp;  : Minggu, 30 Maret 2003&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-indent: .25in;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 2. Waktu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; .: 07.30 – 14.00 WIB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-indent: .25in;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="4" style="margin-top: 0in; text-align: justify;" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Pengumuman kululusan diperkirakan      akan disampaikan antara 9-15 Mei 2003 di Kantor BPG Jakarta, Dinas      Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi, dan Sudin      Pendidikan Kotamadya masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Demikian untuk menjadi perhatian.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 12pt;"&gt;Sejarah singkat ini sebagai bukti yang sangat nyata bahwa semua instansi pemerintah yang terkait jelas telah melakukan rapat koordinasi terlebih dahulu, dan memahami kapasitas, tugas dan fungsi Guru Bantu. Bahkan lamaran sebagai Guru Bantu ditujukan kepada Mendiknas, cq Gubernur Propinsi DKI Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/4531650839693067692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=4531650839693067692' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/4531650839693067692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/4531650839693067692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/05/sejarah-guru-bantu-dki-jakarta.html' title='Sejarah Guru Bantu DKI Jakarta, Mengingatkan Kembali Tanggung Jawab Pemerintah'/><author><name>BUDI PURWANTO, S.Pd</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16408796583443127399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WA1GFBXOHi0/SZZGPRfRMNI/AAAAAAAAAAs/8ufd8FU7Wcc/S220/141.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-SJ-XRaM4r48/UaDMzFsk8tI/AAAAAAAAAJA/U1ViY_CxDmg/s72-c/Sejarah+GB.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-6359919150076734363</id><published>2013-05-16T20:23:00.001-07:00</published><updated>2013-05-16T20:23:38.082-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Guru Bantu'/><title type='text'>Terkait Status Guru Bantu DKI: Saatnya Pemerintah Melakukan Evaluasi Diri</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-E3aEAK0m690/UZWilQHnZ3I/AAAAAAAAAH0/5clkLOKm8Dg/s1600/Human.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://3.bp.blogspot.com/-E3aEAK0m690/UZWilQHnZ3I/AAAAAAAAAH0/5clkLOKm8Dg/s320/Human.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi diri adalah sikap terhadap diri mengenai apa yang seharusnya diperbuat setelah melakukan sesuatu. Berikut ini kami kembali mengingatkan pemerintah terkait Status Guru Bantu DKI Jakarta atas beberapa hal, Pemerintah beserta jajarannya yang terkait dengan persoalan ini agar dapat mengevaluasi kebijakan dan pandangannya, sehingga ada hal-hal baru yang lebih adil dan tidak menempatkan posisi Guru Bantu DKI pada satus quo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hal yang harus diperhatikan Pemerintah dan jajarannya dalam mengevaluasi diri terkait status Guru Bantu DKI adalah paling tidak meliputi 3 hal utama yaitu: Kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, Liberalisasi ekonomi dan demokratisasi,&amp;nbsp;Motivasi dan produktifitas kerja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang menghasilkan alat-alat komunikasi dan tranformasi informasi yang semakin canggih dan cepat, telah menimbulkan mobilitas yang tinggi dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Adanya satelit, handphone, internet, telah mempercepat semua orang untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Kemajuan itu semua tentu tidak bisa di nafikkan adalah hasil dari pendidikan yang terus berinovasi dan bermutasi menyesuaikan diri dengan perubahan dan tantangan yang ada. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan dan harapan Guru Bantu DKI Jakarta yang telah disampaikan melalau berbagai cara termasuk melalu media online seperti ini harus dimaknai oleh pemerintah dan jajarannya sebagai usaha dan upaya cerdas dari seorang pribadi maupun komunitas Guru Bantu DKI untuk menyampaikan harapannya secara beradab, bermartabat, dan bertanggung jawab, Tentu pemerintah yang aspiratif dan memiliki kepekaan tidak akan membaca tulisan ini sekedar membaca layaknya membaca cerita pendek dari sebuah karya fiksi semata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Liberalisasi Ekonomi dan Demokratisasi &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menggunakan laju pertumbuhan ekonomi sebagai indikator, bukan tingkat  PDB per kapita, juga tidak menghasilkan kesimpulan yang lebih tegas.  Banyak negara otoriter berhasil mengalami pertumbuhan ekonomi tinggi  seperti sejumlah negara Amerika Latin di tahun 1970- 1980-an dan Asia  Timur tahun 1980-1990-an. Sementara itu negara-negara berkembang yang  relatif demokratis, seperti Filipina, Fiji, atau India, setidaknya  hingga pertenganan 1990a-n, terpuruk pada siklus pertumbuhan rendah. &lt;a href="http://www.economics.harvard.edu/faculty/barro/barro.html" id="lpjm" title="Robert Barro"&gt;Robert Barro&lt;/a&gt; pernah melakukan studi tentang hal ini. Hasilnya, ia gagal membuktikan bahwa demokrasi menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski tidak ada bukti yang tegas bahwa demokrasi membawa kemakmuran,  bukan berarti demokrasi itu tidak penting. Ada banyak alasan lain, di  luar alasan ekonomi, untuk mengatakan bahwa demokrasi tetap sebuah  pilihan terbaik. Demokrasi itu sendiri bukanlah satu-satunya tujuan akhir. Demokrasi    akan berarti jika ia juga bisa membawa kesejahteraan. Dan negara-negara  maju   menjadi contoh bagi kita bagaimana demokrasi bisa bertahan dan  dipilih oleh   rakyat ketika ia berhasil menghasilkan kemakmuran bagi  masyarakatnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun pada kasus Guru Bantu DKI fakta berbicara lain, disamping pendapatan perkapita yang kecil, juga harus menunggu dalam ketidakpastian waktu untuk mendapatkannya, sementara kebutuhan yang mendesak untuk segera dipenuhi menyebabkan terpecahnya konsentrasi sementara disaat yang sama Guru Bantu DKI harus melaksanakan proses KBM dengan cara yang prima untuk menyesuaikan diri dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah. "Bagaimana bisa bekerja dengan konsentrasi penuh sementara persoalan di rumah masih tersisa sebegitu banyaknya" adakah guru yang yang bisa dengan antusias mengajar dan mendidik saat anggota keluarganya merengek rengek minta minum susu. Karena itulah kami menyampaikan &lt;a href="http://gurubantudki.blogspot.com/2013/05/petisi-guru-bantu-dki-untuk-presiden.html" target="_blank"&gt;Petisi&lt;/a&gt; terbuka untuk Pemerintah Republik Indonesia dan jajarannya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. &lt;b&gt;Motivasi dan Produktifitas Kerja &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada perbedaan pola kerja antara Guru Bantu DKI dengan Guru PNS lainnya. Jika berbeda kami meyakini Pemerintah tidak akan merubah status Exs Guru Bantu di di luar Jakarta menjadi PNS. sudah menjadi fakta dan hasil dari&amp;nbsp; banyak penelit ian&amp;nbsp; bahwa kesulitan ekonomi akan berdampak serius bagi kesetabilan mental dan moral. Jelas terekam bagaimana tragedi nasional pada tahun 1998 menimpa DKI Jakarta dan daerah-daerah lainnya, kesulitan ekonomi mengakibatkan "penjarahan" hal seperti ini juga terjadi di banyak negara. Apakah Guru Bantu DKI akan melakukan hal yang serupa? &lt;i&gt;&lt;b&gt;Jelas Tidak&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. tetapi akan menyebabkan melemahnya semangat, motivasi dan kinerja dalam melakukan tugas-tugas profesionalnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana bisa seseorang bekerja dalam beban yang sama, dengan mengeluarkan energi dan pemikiran yang relatif sama, mengajar dan mendidik anak-anak dari bangsa yang sama, dengan pemerintahan yang sama, dengan aturan dan berbagai regulasi yang sama, dan banyak persamaan lainnya tetapi berbeda dalam penghargaan dari sisi materinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Guru Bantu DKI tidak ada persoalan jika memandang penghargaan dari sisi profesi yang telah diberkan pemerintah selama ini, terutama penghargaan dalam pengakuan. Namun demikian Guru Bantu DKI tetap melihat ada ketidakadilan yang sangat terasa dan "menyakitkan" Dinyatakan lulus dalam sebuah seleksi yang dilaksanakan oleh pemerintah, namun dengan diterbitkannya regulasi yang terkait dengan Peran dan Status Guru Bantu Secara Nasional, Guru Bantu di Wilayah DKI Jakarta ternyata tidak dalam aturan yang sama. Alasannya adalah karena bekerja di "Instansi Swasta" lalu apakah pemerintah pernah mengevaluasi diri: Bahwa Pemrintahlah yang menempatkan Guru Bantu DKI pada sekolah swasta itu. Pada bagian inilah harus ada perhatian yang mendalam dan solusi yang adil dan bijak yang harus dilakukan oleh pemerintah pusat dan seluruh pihak yang terkait di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Motivasi dan produktifitas kerja Guru Bantu DKI Jakarta, dalam melakukan tugas-tugas profesionalnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanah UUD 1945 dan UU No.20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional Indonesia, sangat ditentukan oleh langkah-langkah strategis pemerintah dalam menyelesaikan Status kepegawaian Guru Bantu DKI Jakarta. Jika setiap guru bantu DKI Jakarta mengajar dan mendidik rata rata 100 Orang peserta didik warga Jakarta, maka jika dikaitkan dengan jumlah guru bantu DKI akan ada sekitar 500.000 orang yang ada dalam pendidikan dan pembinaannya. Tentu jumlah ini, tidak bisa dianggap sederhana jika Jakarta sebagai Ibu Kota Negara dianggap sebagai barometer mutu pendidikan nasional dan sebagai ukuran tingkat indeks pembangunan manusia (Human Development Index)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Guru Bantu DKI Jelas merasa sangat bertanggung jawab atas arah dan kemajuan Pendidikan Nasional Indonesia, bagaimana mengantarkan warga bangsa sebagai bangsa terdidik yang memiliki peradaban tinggi, budaya yang luhur dan memiliki karakter bangsa Indonesia yang luhur. Tentu bagian ini adalah tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat yang mencintai bangsa dan tanah airnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sering kita dengar pernyataan "Jangan tanyakan apa yang negara ini berikan untukmu, tapi tanyakanlah apa yang telah engkau berikan kepada negara ini" GB-DKI tidak akan menguraikan apa yang telah diberikan, tetapi Guru Bantu DKI Jakarta pasti dengan fasih dan tanpa kehilangan sedikitpun kalimat untuk dapat menjawabnya secara tegas, jelas, dan mudah di mengerti. Tapi apa ia, pertanyaan itu masih relevan jika ditanyakan kepada Guru Bantu DKI Jakarta, di saat yang sama status kepegawaian saudara-saudaranya sudah sangat jelas di daerah lain, dan daftar nama penghuni lembaga pemasyarakatan yang di"asramakan" Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin panjang, sementara di sisi lain GB-DKI Jakarta masih harus "berjuang" hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup minimal, ditengah komitmen dan konstribusinya sebagai "penerang" kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga catatan ini, menjadi perhatian kepada siapapun yang berkesempatan membaca, dan hendaknya menjadi renungan bahwa tulisan ini bukan sekedar hasil dari sebuah imajinasi./ Irwan Putra&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/6359919150076734363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=6359919150076734363' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/6359919150076734363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/6359919150076734363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/05/terkait-status-guru-bantu-dki-saatnya.html' title='Terkait Status Guru Bantu DKI: Saatnya Pemerintah Melakukan Evaluasi Diri'/><author><name>Guru Bantu DKI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05167819548720694153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-E3aEAK0m690/UZWilQHnZ3I/AAAAAAAAAH0/5clkLOKm8Dg/s72-c/Human.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-7207594650591562567</id><published>2013-05-15T03:50:00.000-07:00</published><updated>2013-05-15T05:47:23.129-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Guru Bantu Harus Sehat, Mengenang Dedikasi Seorang Sahabat</title><content type='html'>&lt;br /&gt;*Sebuah fiksi berdasarkan kisah nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-svFyMdTQuDg/UZOB0AE-QDI/AAAAAAAAAGk/yZJ-ms1Efdo/s1600/sabar.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="247" src="http://2.bp.blogspot.com/-svFyMdTQuDg/UZOB0AE-QDI/AAAAAAAAAGk/yZJ-ms1Efdo/s320/sabar.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setahun sudah aku menjadi guru bantu. Mata pelajaran yang kuampu semacam tambal sulam. Diakhir awal tahun ajaran baru, ada saja guru yang mengundurkan diri dari sekolah tempat aku mengajar. Alasannya klise: mengajar di sekolah swasta minus, tentu saja berhonor minus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika guru sejarah tidak ada, aku pun bisa mengajar sejarah. Ketika guru PPKN mengundurkan diri, akupun siap mengganti. Ketika ada kekosongan guru TIK, akupun bisa mengisinya. Itulah aku, meski jurusan kesarjanaanku Bahasa Indonesia, aku bisa menjadi guru apa saja. Tapi aku bukanlah penganut CBSA: catat buku sampai habis. Risikonya, aku harus bolak-balik baca buku materi, menyederhanakannya dalam skema. Praktis semalaman mempersiapkan diri sebelum mengajar keesokan harinya. Bukan lantaran ingin siap tapi lebih kepada karena memang banyak konsep yang baru yang tidak dikuasai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan di antara, kawan guruku ada satu guru yang menurutku berdedikasi. Dia guru agama. Bukan guru bantu, tapi guru honor swasta murni. Suaranya lantang, apalagi ketika melantunkan ayat- ayat suci al Quran. Aku kadang mencuri dengar dari kelas sebelah saat bersamaan mengajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak-anak SMP yang kebanyakan dari kaum pinggiran kota metropolitan dengan latar belakang beraneka ragam, dan sudah pasti ke sekolah dengan segudang masalah dari rumah, biasanya tidak bisa duduk tenang di kelas. Kebiasaan mereka berseloroh tidak ada ujung pangkal, berbicara kasar, dan kemauan belajar rendah. &amp;nbsp;Sebagai guru muda aku terkadang kewalahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soal kenakalan anak-anak, kepala sekolahku pernah bercerita ada guru muda juga waktu itu seketika mengundurkan diri. Alasannya ia sampai menangis di kelas lantaran kehabisan cara menenangkan kelas. Dan aku bisa bertahan di sana saja, sudah merupakan satu prestasi bagi kepala sekolah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi cerita ini menjadi lain ketika guru agama itu mengajar di kelas. Tidak ada riuh rendah. Guru pun tidak ada kata makian atau marah-marah. Dia lebih banyak duduk, tapi suara nyaringnya menjangkau sampai ke luar-luar. Bagiku, itu yang namanya kharisma. Tidak didapat dari bangku kuliah, tapi seketika memancar karena kecintaan dan ketulusan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari berikutnya, aku mengetahui alasan mengapa ia lebih sering duduk sewaktu mengajar. Saat itu mukanya terlihat menguning, dan duduk bersandar dengan lemah. Tapi senyum tidak pernah lepas dari wajahnya. "Istirahat saja dulu di rumah, jangan banyak mengisi ceramah di luar...biar cepat pulih," nasihat kepala sekolah. Obrolan berlanjut, dan kuketahuai dia ternyata menderita penyakit kuning.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku masih ingat ia tersenyum saja menanggapi nasihat kepala sekolah itu. Bagiku aku mengartikannya dengan bagaimana dia berhenti berceramah, sedangkan menggantungkan pendapatan dari mengajar saja tidaklah cukup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari berikutnya kondisinya melemah. Hingga suatu hari aku mendengar dia dirawat di rumah sakit. Aku mendampingi kepala sekolah menjenguknya. Di rumah sakit dia berusaha bangkit ketika melihat kami datang, dipaksakan. Senyum tetap mengembang. Tapi badan mengurus saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tak menyangka itu pertemuan terakhir dengannya. Ia meninggal bukan di rumah sakit, tapi di kampung halaman. Biaya rumah sakit teramat mahal baginya. Ia sendiri memilih pengobatan alternatif, tentu saja yang terjangkau. Dan garis kematian menyudahi penderitannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keesokan harinya aku mengantre di kantor pos untuk mengambil uang rapelan honor guru bantu tiga bulan. Antreannya mengular. Lumayan, rasa capek mengantre tertebus dengan besaran honor satu jutaan sekian. &amp;nbsp;Sejenak aku menghela napas panjang. Uang sejumlah ini cukup untuk menutup kebutuhan sehari-hari. Asalkan tidak sakit. Ada rasa takut sejenak menghampiri, bagaimana kalau tiba-tiba sakit? Astagfirullah, aku harus membuang pikiran itu. Aku harus sehat. Berusaha selalu mensugesti harus sehat. Guru bantu sepertiku meski mendapat honor tambahan, ternyata, tidak boleh sakit. Tidak ada jaminan kesehatan sama artinya dengan tidak boleh sakit. Sakit itu mahal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ah, tiba-tiba saja wajah guru agama itu membayang. Tempatkan dia di sisi-Mu. Amin./*hwH&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/7207594650591562567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=7207594650591562567' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/7207594650591562567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/7207594650591562567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/05/guru-bantu-harus-sehat.html' title='Guru Bantu Harus Sehat, Mengenang Dedikasi Seorang Sahabat'/><author><name>Heru Widhi Handayani</name><uri>https://plus.google.com/100358958704957935661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-qeuuA_ukxA8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABM/6YplXWZL5HU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-svFyMdTQuDg/UZOB0AE-QDI/AAAAAAAAAGk/yZJ-ms1Efdo/s72-c/sabar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-4573580535511475259</id><published>2013-05-14T19:23:00.002-07:00</published><updated>2013-05-15T05:49:57.915-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>GB DKI Itu: Bagai Rumah Berdinding Kaca.</title><content type='html'>&lt;div class="-cx-PRIVATE-webMessengerMessageGroup__content" id="id.650276291653499" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="-cx-PRIVATE-webMessengerMessageGroup__messageAndDebug clearfix"&gt;&lt;div class="-cx-PRIVATE-webMessengerMessageGroup__message direction_ltr"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-DeehQI-6dp0/UZLxGnIq9FI/AAAAAAAAAGQ/799fgciDfYs/s1600/Rumah+kaca-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="237" src="http://1.bp.blogspot.com/-DeehQI-6dp0/UZLxGnIq9FI/AAAAAAAAAGQ/799fgciDfYs/s320/Rumah+kaca-1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pernahkah  sahabat memperhatikan rumah yang sisinya berdinding kaca berwarna warni? Tentu  pernah ya, seperti apa fenomenanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terbit matahari di pagi hari, sinarnya  langsung memantul ke diding kaca berwarna warni itu, (saya analogikan dinding kaca berwarna warni itu : GB DKI dengan berbagai latar belakang) lalu sinarnya akan segera memantul kebanyak pandang  mata, efeknya akan timbul perhatian, persepsi, analisa tentang konstruksinya, tentang harganya, tentang siapa pemiliknya dan seperti apa desain interior didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mentari mulai tegak di atas kepala tentu sinarnya mulai redup, pantulan  mulai tumpul ke warna warni dinding rumah kaca itu, pandangan banyak mata berkurang dan mulai berpindah darinya. Orang-orang bisa saja mulai tertarik untuk memperhatikan fenomena yang lain, mungkin saja tidak terlalu mengagumkan tetapi bisa menarik perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika senja datang  sinarnya mulai temaram, sudut mata untuk memandangnya mulai terhalang oleh lampu-lampu kota megapolitan Jakarta yang gemerlapan. Mentari itu secara perlahan akan tenggelam dan hilang di balik gedung-gedung pencakar langit Jakarta. Matapun tidak lagi tertuju pada rumah itu, yang ada hanya kesan dalam ingatan bagi yang pernah melihatnya karena sinar yang terpantul ke matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya kepada kita semua, bagaimana  caranya agar rumah ini selalu menjadi perhatian, yang menimbulkan analisa, persepsi dan rasa penasaran?: Jawabnya "&lt;b&gt;nyalakan  lampu yang terang dari dalam&lt;/b&gt;" Tapi jika kita semua bergantung pada cahaya, apalagi mengandalkan sinar lampu yang bertumpu kepada bahan bakar pasti  akan redup sinarnya dan hilang pantulannya, karena bahan bakarnya akan habis, dan DPR RI pun telah menyetujui usulan Pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian harga BBM (Menaikan Harga BBM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah caranya agar  pantulannya Rumah Kaca GB-DKI tetap menuju banyak mata? Saya mengajak kita semua sahabat-sahabat saya yang budiman "Jangan  pernah bergantung pada cahaya karena selalu ada waktunya akan padam" lalu apakah kita akan kegelapan, tentu tidak, &lt;b&gt;Karena itu jadilah kita semua sebagai Bintang&lt;/b&gt;. Jadilah "&lt;b&gt;Superstar&lt;/b&gt;" GB  DKI akan selalu terlihat walau dihalangi oleh kabut yang kelam. Namun  begitu sahabat semualah yang menentukan arah dan masa depan GB-DKI Jakarta./Irwantra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="-cx-PRIVATE-webMessengerMessageGroup__debug"&gt;&lt;span class="-cx-PRIVATE-webMessengerMessageGroup__status"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/4573580535511475259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=4573580535511475259' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/4573580535511475259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/4573580535511475259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/05/gb-dki-itu-bagai-rumah-berdinding-kaca.html' title='GB DKI Itu: Bagai Rumah Berdinding Kaca.'/><author><name>Guru Bantu DKI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05167819548720694153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-DeehQI-6dp0/UZLxGnIq9FI/AAAAAAAAAGQ/799fgciDfYs/s72-c/Rumah+kaca-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-7441573031438113881</id><published>2013-05-11T01:56:00.002-07:00</published><updated>2013-05-11T02:05:03.734-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Guru Bantu'/><title type='text'>Dialah Pemimpin dan Guru Bantu Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-2GceZUhEyEg/UY4Hkgpd36I/AAAAAAAAAGA/CmM0eGkUNTI/s1600/Pemimpin.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="245" src="http://4.bp.blogspot.com/-2GceZUhEyEg/UY4Hkgpd36I/AAAAAAAAAGA/CmM0eGkUNTI/s320/Pemimpin.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu induk burung yang betubuh agak besar, dan dua ekor anaknya yang bersarang di pohon yang tinggi.(kita misalkan saja burung Elang Jawa), dan satu induk burung kecil dengan dua ekor anaknya yang bersarang di pohon yang rendah, (kita misalkan saja burung kutilang). Dua jenis burung ini ibarat dalam sinema elektronika (Sinetron) akan menjadi pemeran utama, dan kedua burung inilah yang akan menjadi analogi kehidupan kita termasuk guru bantu di DKI Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Burung elang ini adalah type burung pemakan daging, (karnivora) yang dalam hutan belantara Jakarta ini tidak terlalu sulit untuk mendapatkan makanannya, disamping karena tuannya memang memberikan makanan secara berkala, dia dapat memantau semua pergerakan mangsanya karena sarangnya yang tinggi, kalau di hutan lepas mungkin setinggi Tugu Monas, burung jenis ini jarang merasakan lapar, karena selain makanan pokoknya yang selalu tersedia, masih juga diberikan makanan tambahan untuk menjamin kompetensi dan keberlangsungan jam terbangnya membelah langit Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbeda dengan Burung Kutilang, untuk hidup di Kota Metropolitan Jakarta, sangat jelas tidak bisa bersarang di pohon yang tinggi, setinggi Tugu Monas itu, makanannya juga bukan kelas daging yang penuh dengan protein, tetapi buah dari tumbuhan liar dan jika beruntung sesekali mendapatkan "serangga" tidak pasti dapatnya, dan kapan bisa mendapatkannya. Kalaupun sesekali mendapatkan daging ya...kutilang ini luar biasa senangnya, karena untuk mendapatkannya terkadang harus sabar menunggu dalam waktu yang lama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Elang dan kutilang memang berbeda, baik status maupun lebar sayap dan kepakannya, tetapi soal kicauan, hanya kutilang ini yang bisa meramaikan pagi jari Kota Jakarta. Walaupun suara merdu kutilang ini dibutuhkan banyak orang, tapi agak sulit jika bersaing dalam memperoleh makanan itu, hanya satu sebabnya, komunitas Kutilang hidup dijakarta tanpa memiliki KTP DKI, tetapi memiliki Kartu Indentitas Indonesia. hanya titipan alam dimasa lalu, sebagai imigran dari sebuah kebijakan yang tidak berpihak kepadanya, tapi jangan lupa kicauannya tetap dibutuhkan untuk meramaikan pagi Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sahibul hikayat, Burung-burung kutilang ini mulai menuntut persamaan dalam hak-haknya. mereka meramaikan pagi jakarta dengan kacauannya, tetapi agak sulit mendapatkan buah-buahan dan serangga untuk makanan keluarganya, Kutilang ini mulai melakukan loby kesana dan kemari, yang semula kicauan merdunya terdengar indah, kini sesekali mulai serak dan resah. Kenapa resah? karena kutilang-kutilang dibelahan lain Nusantara sudah demikian jelas statusnya. Sementara kutilang jakarta masih berjuang untuk mendapatkannya, ternyata ada burung jenis lain yang juga sesekali berkicau, tetapi tampaknya lebih mendapatkan perhatian. Kutilang Jakarta merasa dirinya jenis burung dalam kelompok 1 (KI) sementara penguasa kota beribicara burung jenis (K2).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam satu kejadian Kutilang ini sedang mencari makanan buat anak-anaknya, karena sudah sedemikian lama menunggu tidak ada yang bisa di dapat. Kutilang ini mulai terbang agak jauh meninggalkan sarangnya, ditengah perjalanan Kutilang ini bertemu dengan pemangsa&amp;nbsp; jenis lain yang juga mencari makanan untuk anak-anaknya (di hutan jakarta itu tekanan keadaan bisa saja menjadikan semua yang hidup sebagai mangsa dari keadaan), sayangnya yang kutilang temui adalah pemangsa jenis&amp;nbsp; karnivora.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika bertemu dengan jenis karnivora, jelas sekali kutilang akan menjadi mangsa. Burung kutilang ini berusaha pergi menghindar dan menyelamatkan diri, tetapi keadaan terus memaksanya terdesak, namun kutilang ini tidak pernah berhenti untuk menyelamatkan diri walaupun sedah sangat jauh terbang meninggalkan anak-anaknya di sangkar yang menunggu makanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari kejauhan Kutilang ini melihat sesosok manusia, kutilang terbang ke arahnya, sementara pemangsa lain juga beberapa depa ada di belakangnya. Kutilang ini hinggap di bahunya, dengan wajah dan bahasa tubuh yang berharap perhatian, mohon di selamatkan dari tindakan ketidak adilan. Kutilang berkata dalam bahasa imajinernya: "Tuan tolong selamatkan saya, Saya teraniaya karena perlakukan yang sangat tidak adil. Saya menjadi mangsa dari yang meburu saya, saya harus bisa bertahan hidup, karena saya punya anak-anak yang menunggu saya, anak-anak saya berharap saya pulang dengan kabar suka cita dan membawakan makanan untuk mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Burung yang memburunya juga sampai, dan berkata: "Tuan serahkan buruan saya sudah berpuluh-puluh kilometer saya mengejarnya, jangan sampai pengorbanan saya sia-sia, saya hanya memcari makanan untuk anak-anak saya, yang saya tingggalkan disarangnya, dan mereka akan bersedih ketika pulang saya tidak membawakan apapun untuk mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sahabat semuanya. Jelas sekali ternyata orang yang bijak mengurangi perkataannya dan melebihkan tindakannya. Orang itu mengambil pisau yang terselip di pinggangnya, pisau kala itu dijadikan sebagai simbol kekuasaan loh. Ketika dia mengambil pisau dari sarungnya, Burung Kutilang berkata "Jangan bunuh saya Tuan, anak-anak saya menunggu kepulangan saya, mereka membutuhkan saya dalam pendidikan dan perkembangannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang itu merapatkan pisau ke kakinya, lalu menyayatkan daging betisnya. dan menyerahkan kepada burung pemakan daging itu, bawalah ini temui dan penuhi harapan keluargamu, lalu burung itu pergi. Orang itu juga membuka tasnya, dia mengambil beberapa buah dan bijian dan menyerahkannya kepada Burung Kutilang itu, "bawalah ini kepada anak-anakmu dan jangan patahkan harapan mereka, kamu telah berjihad untuk keluarga dan bangsamu" itu sungguh tindakan yang luar biasa....lalu burung kutilangpun kembali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah sahabat semua ingin tahu, siapakah orang itu? orang itu adalah Pimpimpin yang bijaksana, pemimpin yang tidak pernah mematahkan harapan sesiapapun, Pemimpin yang bertanggungjawab, pimimpin yang selalu sesuai antara ucapan dan perbuatan, dia Pemimpin sekaligus Guru. Guru Bantukah...atau Guru apa. Dia adalah Pemimpin sekaligus Guru Kehidupan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika tulisan ini, mirip dengan kenyataan di sekitar sahabat, ini mungkin saja kebetulan, atau bisa jadi gambaran dari kehidupan kita bersama. Maafkan jika ada yang tidak berkenan. /Irwantra&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/7441573031438113881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=7441573031438113881' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/7441573031438113881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/7441573031438113881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/05/dialah-pemimpin-dan-guru-bantu-kehidupan.html' title='Dialah Pemimpin dan Guru Bantu Kehidupan'/><author><name>Guru Bantu DKI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05167819548720694153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-2GceZUhEyEg/UY4Hkgpd36I/AAAAAAAAAGA/CmM0eGkUNTI/s72-c/Pemimpin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-2999475685736475063</id><published>2013-05-09T19:00:00.000-07:00</published><updated>2013-05-09T19:26:55.569-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Mimpi Guru Bantu Jadi Pegawai Negeri</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-DKsuLfRj7_c/UYxawFfHIII/AAAAAAAAAFg/YkCh6PEuSY4/s1600/Mimpi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-DKsuLfRj7_c/UYxawFfHIII/AAAAAAAAAFg/YkCh6PEuSY4/s1600/Mimpi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Ada yang menebar janji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;jadi pegawai negeri, sebentar lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #37404e; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Dan guru-guru bantu asyik masyuk di alam mimpi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Lupakan perut keroncongan lantaran makan sekali sehari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #37404e; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Ketika terjaga, dunia nyata nyinyir menyindir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #37404e; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Menggantung honor hingga purnama keempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show" style="background-color: white; color: #37404e; display: inline; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;Susu anak sudah lama takterbeli&lt;br /&gt;Anak tertua malah malu sekolah, bilang kapan bisa bayar ujian&lt;br /&gt;Kata bapak, nanti kalau bapak jadi pegawai negeri&lt;br /&gt;Kapan itu Pak?&lt;br /&gt;Nanti…suatu saat nanti….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini nak, ujian yang sebenarnya tengah kita hadapi&lt;br /&gt;Mari ikhlaskan hati&lt;br /&gt;Semoga kita lulus ujian hidup kali ini….&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/2999475685736475063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=2999475685736475063' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/2999475685736475063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/2999475685736475063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/05/mimpi-guru-bantu-jadi-pegawai-negeri.html' title='Mimpi Guru Bantu Jadi Pegawai Negeri'/><author><name>Heru Widhi Handayani</name><uri>https://plus.google.com/100358958704957935661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-qeuuA_ukxA8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABM/6YplXWZL5HU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-DKsuLfRj7_c/UYxawFfHIII/AAAAAAAAAFg/YkCh6PEuSY4/s72-c/Mimpi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-7399158112426959528</id><published>2013-05-09T01:37:00.001-07:00</published><updated>2013-05-15T06:36:25.212-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Guru Bantu'/><title type='text'>Petisi Terbuka Guru Bantu DKI Untuk Presiden Republik Indonesia</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;  &lt;o:AllowPNG/&gt; &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:TrackMoves/&gt;  &lt;w:TrackFormatting/&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;m:mathPr&gt;   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;   &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;   &lt;m:dispDef/&gt;   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Kepada Yth. &lt;br /&gt;Susilo Bambang Yudhoyono&lt;br /&gt;Presiden Republik Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tembusan: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan&lt;br /&gt;Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi&lt;br /&gt;Menteri Keuangan&lt;br /&gt;Gubernur DKI Jakarta&lt;br /&gt;Komisi X DPR-RI&lt;br /&gt;Komisi E DRPD DKI Jakarta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hormat,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Semoga Bapak senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, dan diberikan banyak kemudahan dalam memimpin pemerintahan dan rakyat Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Nq_cghTYl0w/UYxmgrHRgwI/AAAAAAAAAFw/w84Aor_Ix-I/s1600/BulanGB.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="298" src="http://1.bp.blogspot.com/-Nq_cghTYl0w/UYxmgrHRgwI/AAAAAAAAAFw/w84Aor_Ix-I/s320/BulanGB.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Melalui surat ini, Kami Guru Bantu DKI Jakarta, warga negara Republik Indonesia sebagai Pendidik, sebagai Ayah, sebagai Ibu, sebagai orang tua dari anak anak kami, dan sebagai guru dari anak didik kami&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;akan menyampaikan beberapa hal terkait dengan keberadaan terkini Guru Bantu DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon Bapak Presiden mencermatinya, menelaahnya secara dalam, dan jika berkenan untuk mencoba sedikit berempati atas apa yang kami rasakan saat ini, terkait dengan persoalan jangka pendek yang mendesak, dan persoalan jangka menengah yang kami selalu mengharapkan solusi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Adapun yang menjadi latar belakang Petisi ini adalah terkait dengan status Guru Bantu DKI Jakarta, status, kewajiban dan hak-haknya sebagai masyarakat dan tenaga pendidik yang secara langsung terlibat dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Pasal 31 UUD 1945&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;UU No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.56 Tahun 2012, tentang perubahan kedua atas PP.48 Tahun 2005 tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS khususnya (Pasal 4 ayat 1 dan ayat 2) dan (Pasal 6 ayat 1 dan ayat 3)&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 7 Tahun 2011 tentang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Honorarium Guru Bantu, (pasal 1 dan pasal 2)&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemerintah menentukan tenaga honorer kedalam kelompok (K1 dan K2) tetapi keberadaan Guru Bantu DKI tidak secara jelas dinyatakan pada kelompok yang mana.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Tuntutan Dan Saran&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 1.0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Belakangan ini berkembang wacana dan sibuknya tenaga honorer dalam pendataan sebagai CPNS, pemerintah melalui Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, memberikan kriteria, Kelompok/KI adalah mereka yang bekerja pada instansi pemerintah dengan pembiayaan APBN/APBD. Kelompok berikutnya/K2 adalah mereka yang bekerja Pada instansi pemerintah, tetapi tidak dibiayai oleh APBN/APBD, kedua kelompok ini merupakan pembahasan oleh pemerintah, dimanakah posisi Guru Bantu DKI. Kami mengharapkan pemerintah tegas dalam memposisikan kapasitas dan status Guru Bantu DKI&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1.0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1.0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi kami anggap terburu-buru dalam menentukan kalsifikasi Tenaga Honorer dalam bidang pendidikan karena sudah menjadi fakta hal apapun yang dilakukan dengan nafsu, pasti berkeinginan cepat selesai, Sehingga Guru Bantu DKI tidak teridentifikasi secara tegas, karena jika termasuk kelompok KI mestinya telah selesai, jika masuk K2 tidak tepat karena di biayai secara langsung oleh APBN setelah lulus seleksi yang diselenggarakan oleh pemerintah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1.0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1.0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Guru Bantu DKI tidak pernah mempersoalkan akan ditempatkan disekolah apa, hanya faktanya adalah Guru Bantu DKI ditempatkan di Sekolah Swasta oleh pemerintah, bukan berdasarkan keinginan dan kemauan guru itu sendiri. Jika Sekarang ternyata karena bekerja di Instansi Swasta menjadi persoalan, maka itu semua harusnya menjadi tanggung jawab pemerintah, bukan berarti Guru Bantu DKI yang harus menerima akibatnya, Pemerintah harus bertanggung jawab, dan segera mencarikan jalan keluarnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1.0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bekerja pada instansi pemerintah juga memiliki arti yang tidak baku, berbeda ketika seseorang bekerja di instansi swasta yang tidak ada intervensi pemerintah dalam proses dan aktifitas produksinya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ketika seorang Guru Bantu, bekerja di Sekolah Swasta, tidaklah secara otomatis mengandung arti bekerja pada instansi swasta, layaknya perusahaan swasta atau pabrik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1.0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;Guru bantu betul bekerja pada sekolah swasta, tetapi ijinnya dikeluarkan oleh pemerintah, kurikulumnya dari pemerintah, Ujian Nasional dan standarnya dari pemerintah, Ijazahnya dari pemerintah, diawasi secara ketat dan berkala oleh pemerintah, Guru Bantunya di SK kan oleh pemerintah dan lokasi bertugasnya ditempatkan pula oleh pemerintah , termasuk honornya juga dari pemerintah, serta mendidik anak bangsa Indonesia yang dipimpin oleh pemerintah, lalu masih relevankan mendikotomikan instansi pemeritah dan swasta dalam bidang pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1.0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1.0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;5.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemerintah Presiden SBY memiliki Menteri Koordinator yaitu Menko Kesra terkait dengan bidang pendidikan dan Menko Ekonomi terkait dengan bidang keuangan. Pertanyaannya apa yang mereka koordinasikan selama ini, apalagi sekarang Menko Ekonomi sekaligus merangkap Menteri Keuangan. Untuk apa Menteri Koordinator jika antara kementerian saling “membintangi” dan yang dirugikan adalah rakyat terutama dalam sektor pendidikan masyarakat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1.0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1.0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;Anggaran pendidikan masyarakat tertunda, Honor Guru Bantu DKI, untuk SD, SMP belum kunjung dicairkan oleh Pemerintah sampai sekarang Padahal sudah secara tegas dinyatakan dalam Permendiknas di atas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1.0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1.0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;6.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kami menuntut pemerintah agar mengurai kembali “benang kusut” ini, sehingga ada keadilan yang dirasakan oleh masyarakat terutama masyarakat yang terlibat langsung dalam proses pencerdasan bangsa sebagaimana di amantkan oleh UUD 1945, (Guru Bantu DKI) Pemerintah diharapkan mengintensifkan pola komunikasi public atas berbagai kendala dan hambatan, agar tidak terjadi kecurigaan dan prasangka khususnya dari Guru Bantu DKI Jakarta.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1.0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1.0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;7.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kami menuntut transparansi dan percepatan pencairan honorarium Guru Bantu, karena seharusnya dibayarkan setiap bulan, tetapi sebagian besar guru bantu belum menerimanya dalam kurun 4 bulan terakhir. &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Honor itu tidak semata-mata digunakan untuk kebutuhan konsumsi, tetapi juga untuk dukungan transportasi dari dan ke tempat kerja, hal ini yang sering sekali Pemerintah terkait tidak peka, tidak mengerti, dan tidak memiliki rasa empati, kalau tidak mau disebut tidak peduli.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1.0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 1.0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;8.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemerintahan yang Bapak Presiden pimpin akan berakhir tahun 2014, dan menurut Undang-Undang tidak akan dapat di pilih kembali, kami mengharapkan Bapak meninggalkan kenangan yang baik kepada Guru Bantu DKI, karena kami selalu menunggu dan mendukung jargon Bapak dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memimpin Pemerintahan yang selama ini begitu popular “Ayo Lanjutkan” pasti lebih cepat akan lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian petisi ini kami ajukan sebagai bentuk dari upaya&amp;nbsp; menyeimbangkan antara kewajiban dan hak-hak warga Negara, Serta dalam usaha menjamin kepastian dan&amp;nbsp; peningkatan mutu pendidikan menuju kearah yang lebih baik pada masa-masa mendatang. Terima Kasih atas perhatiannya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya/Kami yang bertanda-tangan dibawah ini, mengajukan Petisi mewakili &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Pribadi dan Guru Bantu DKI Jakarta, Pendidik dan masyarakat pada umumnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 09 Mei 2012/01.37&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-eG5jBJ5WO1I/UZOLEDu6w2I/AAAAAAAAAG0/rz77n_ZwMZo/s1600/signature.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="146" src="http://2.bp.blogspot.com/-eG5jBJ5WO1I/UZOLEDu6w2I/AAAAAAAAAG0/rz77n_ZwMZo/s200/signature.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/7399158112426959528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=7399158112426959528' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/7399158112426959528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/7399158112426959528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/05/petisi-guru-bantu-dki-untuk-presiden.html' title='Petisi Terbuka Guru Bantu DKI Untuk Presiden Republik Indonesia'/><author><name>Guru Bantu DKI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05167819548720694153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Nq_cghTYl0w/UYxmgrHRgwI/AAAAAAAAAFw/w84Aor_Ix-I/s72-c/BulanGB.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-7417567575780845567</id><published>2013-05-05T07:44:00.000-07:00</published><updated>2013-05-05T08:09:36.086-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Halusnya Perasaan Seorang Guru.</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-m5Ib_f_-yQk/UYZvbUcf95I/AAAAAAAAAFA/AycVk91rMSg/s1600/guruku.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="189" src="http://3.bp.blogspot.com/-m5Ib_f_-yQk/UYZvbUcf95I/AAAAAAAAAFA/AycVk91rMSg/s320/guruku.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Foto:Republika.co.id&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanpa bermaksud "membangkitkan batang terendam" cerita ini adalah nyata, bukan fiksi apalagi hayalan. Jika Guru sering diidentikkan dengan orang tua ke dua selain orang tua di rumah, sepertinya hal ini bukan asal sebut bagi keyakinan sebahagian kalangan walaupun tidak bisa dinafikkan ada banyak "tuduhan" miring kepada guru seperti di sinyalir oleh Ibu Heru Widhi Handayani dalam link berikut: &lt;a href="http://gurubantudki.blogspot.com/2013/05/catatan-2-mei-2013.html" target="_blank"&gt;Catatan 2 Mei 2013&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah proses KBM, tentu seorang guru akan berhadapan dengan banyak type dan karakter peserta didiknya, dan secara psyikologis terkadang guru-guru juga memahami bagaimana Siswa SMK dimasa-masa ketika berusia 16-17 Tahun, sering disebutkan sedang mencari jati diri, butuh perhatian, dan banyak istilah yang mengidentifikasi prilaku mereka yang telah diuraikan dalam psikologi pendidikan dan perkembangan.&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;Guru kita yang satu ini adalah guru yang tekun, dan penyabar kejadian ini sudah berlalu sekitar tujuh tahun yang lalu, Bapak guru ini juga sudah tidak mengajar setidaknya 6 tahun yang lalu memutuskan berubah pilihan pekerjaan, kabarnya dia memilih dan telah bekerja di perusahaan multinasional dalam bidang perminyakan. Mudah-mudahan dia membaca tulisan ini dan mengungkap kembali memorinya:)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;Kala itu berlangsung KBM Perhitungan Dasar Teknik Mesin. Guru telaten ini mendatangi setiap peserta didiknya dari meja ke meja, untuk memastikan&amp;nbsp; bahwa materi yang dia sampaikan dapat diterima dan dimengerti dengan baik oleh siswanya, satu siswa hari itu seperti tidak betah duduk di areanya, dan ada saja bahasa yang dia sampaikan untuk menarik perhatian, Guru kita inipun membimbingnya dengan sabar. Tibalah saatnya Guru ini memberikan soal latihan perhitungan dengan maksud untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;Sebagian besar siswa fokus dan serius mengerjakan tugas-tugasnya, tetapi tidak bagi seorang siswanya yang lain, Guru mendatangi mejanya dan bertanya "ada yang ingin kamu tanyakan Nak, adakah yang bisa Bapak bantu, apakah kamu bisa menyelesaikan tugas perhitungannya?" Siswa yang baik ini tidak menjawab, tetapi berkata "boleh juga ya kumis Bapak, kalau dibentuk seperti kumis Hitler, bagus loh Pak" tentu karena terdengar oleh sebagian besar siswa, ada kesan lucu sehingga kelas menjadi riuh dengan suara tawa, siswa baik ini melanjutkan, dikasih minyak taon Pak biar subur:)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;Pak Guru, berkata begini, ada ada saja kamu Nak, sambil menyentil keningnya "ayo kerjakan latihannya, yang lain hampir selesai". kerjakan, Bapak akan membantunya. Apa yang terjadi, sungguh di luar dugaan, bahkan diluar dugaan teman-teman sekelasnya. Siswa yang baik ini besoknya tidak hadir di sekolahnya berlanjut sampai satu minggu, ternyata kening yang 'Tersentil diantara dua alis, bengkak sebesar setengah bulatan telur, sehingga terpaksa dirawat oleh dokter. Hal ini diketahui setelah wali murid mendatangi sekolah dan mencari Gurunya.&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;Singkat cerita,&amp;nbsp; pertanggungjawabanpun di minta dan Guru kita berada dalam posisi yang tersudut. Mudah-mudahan tulisan ini menjadi hikmah bagi pembaca, Guru ini berkata kepada wali murid " Bapak, saya ikhlas menjadi Guru, dan saya tidak ada sedikitpun rasa dalam hati membeda-bedakan anak didik saya. Saya mohon dimaafkan jika karena tindakan saya, ada yang harus menanggung akibatnya, dan akibat itu sangat diluar niat, harapan dan dugaan saya.&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;"Saya akan betanggung jawab untuk semuanya, akan mengganti biaya yang telah dikeluarkan saat berobat, dan siap mempertanggungjawabkannya jika ternyata tindakan saya melawan hukum". dia melanjutkan "hal-hal yang bisa di hitung dan itu berupa kerugian, silahkan bapak hitung saya akan mengganti semuanya, dan hal-hal yang bersifat imaterial silahkan dinyatakan bentuk kompensasinya"&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;Perlu bapak ketahui, "saya adalah seorang Guru, yang tidak suka dengan segala bentuk kekerasan fisik juga kekerasan psykologis. Saya meyakini, walapun saya tidak mengharapkannya bengkaknya kening anak kita bukan karena sentilan jari saya pada keningnya, tetapi cerminan dari "bengkak"nya hati saya karena harus berusaha begitu keras menahan rasa sabar. Jika apa yang dirasakan oleh guru saat menghadapi satu persatu tingkah laku anak didiknya itu bisa Bapak hitung seperti Bapak menghitung biaya Anak kita berobat, maka saya pastikan: Habis harta Bapak, tidak akan bisa menyembuhkan dan membayar luka hati saya dan luka hati Guru.&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;Wali murid itu, tertunduk diam suasana yang semula agak keras spontan berubah jadi diam membisu, Dia berkata "maafkan saya Pak, saya telah ceroboh dan keterlaluan semestinya saya tidak serta merta mendengarkan laporan semata-mata versi anak saya, kalaupun itu benar, maka tidaklah semestinya saya berlaku seperti ini. Saya mohon maaf, dan saya berharap ada hikmah dari persoalan ini, Saya sadar dan saya tidak menyalahkan siapapun, saya mohon berkenan Bapak untuk terus mendidik putra saya.&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;Sahabat pembaca, demikianlah satu realita yang pernah ada, bisa jadi cerita jenis ini terjadi dan dialami di banyak tempat dan oleh banyak orang. Guru itu juga orang tua, orang tua dari anak-anaknya yang pendidikan anak anaknya&amp;nbsp; juga diserahkan ke pihak lain, tidak ada seorang gurupun yang merasa "superman"&amp;nbsp; mentang-mentang guru, anaknya tidak usah sekolah dirumah saja nanti di ajar dan di didik ayah ibunya yang kebetulan berprofesi seorang Guru.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;Lalu apakah dengan menyerahkan pendidikan putra dan putri kita kepada seorang guru, lalu tugas orang tua/wali menjadi selesai? Jika jawabannya (Ya) maka pantaslah guru menjadi sasaran dan alamat dari segala bentuk caci maki. Tetapi jika jawabannya (Tidak) sahabat pembaca akan mendapatkan jawaban secara langsung dari pengalaman langsung, apa itu???, sahabat akan mengerti jawaban yang lengkap dari satu pertanyaan sederhana: Apakah mudah dan apakah rasanya menjadi guru. Jika sahabat mengerti rasanya, bagikanlah, agar mereka yang menjawab ya, berani mencoba menjadi guru bagi putra dan putrinya di rumah/Irwan&lt;/div&gt;&lt;div class="date-header" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/7417567575780845567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=7417567575780845567' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/7417567575780845567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/7417567575780845567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/05/halusnya-perasaan-seorang-guru.html' title='Halusnya Perasaan Seorang Guru.'/><author><name>Guru Bantu DKI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05167819548720694153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-m5Ib_f_-yQk/UYZvbUcf95I/AAAAAAAAAFA/AycVk91rMSg/s72-c/guruku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-5368107797946626839</id><published>2013-05-02T03:23:00.000-07:00</published><updated>2013-05-05T06:36:42.378-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Catatan 2 Mei 2013 Hardiknas</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-2UKZTcqXpX8/UYI9WG_EYYI/AAAAAAAAACg/kp7McMVQpWA/s1600/220px-Ki_hajar_dewantara2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-2UKZTcqXpX8/UYI9WG_EYYI/AAAAAAAAACg/kp7McMVQpWA/s1600/220px-Ki_hajar_dewantara2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="background-color: white; line-height: 17px;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: lucida grande, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Catatan 2 Mei 2013&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;&lt;b&gt;Hari Pendidikan Nasional&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;Mau di bawa ke mana negeri ini ketika orang tua taklagi percaya sekolah sebagai institusi. Labrak sana labrak sini. Gebrak meja berkali-kali. Mulut menceracau menguatkan alibi. Tanpa basa-basi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;Berkilah dia yang paling mengerti bagaimana mendidik anaknya sendiri. Anak dipuja. Anak dibela. Kata-katanya adalah benar, bukan lagi dusta.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;Si anak merengek menyuguhkan muka manis. Merangkai kata merekayasa. Pastilah kena, pastilah orang tuanya percaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;Guru dianggap batu. Diam dan takperlu tahu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;Dan pasar menjelma di sekolah. Orang-orang tua berebut nyaring bicara. Mengobralkan kebenaran versi mereka. Menjual nama dengan potongan harga. Taklaku kata terimakasih di sini. Taklaku lagi welas asih.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;Padamu guru, di pundakmulah kini warisan Ki Hajar Dewantara kau tegakkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;budi pekerti kembali ditanam dalam-dalam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;meruapkan udara yang penuh cinta pada segenap kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;biofili, biofili...di mana-mana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"&gt;semoga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/5368107797946626839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=5368107797946626839' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/5368107797946626839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/5368107797946626839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/05/catatan-2-mei-2013.html' title='Catatan 2 Mei 2013 Hardiknas'/><author><name>Heru Widhi Handayani</name><uri>https://plus.google.com/100358958704957935661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-qeuuA_ukxA8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABM/6YplXWZL5HU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-2UKZTcqXpX8/UYI9WG_EYYI/AAAAAAAAACg/kp7McMVQpWA/s72-c/220px-Ki_hajar_dewantara2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-667877535084619564</id><published>2013-04-24T08:54:00.000-07:00</published><updated>2013-04-24T22:11:37.730-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Guru Bantu DKI, Majulah Jika Percaya Diri Jangan Hentikan Langkah.</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Ng_AMjYpkpk/UXf_3xq6-EI/AAAAAAAAAbM/nfHXb9R98ps/s1600/PD.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="189" src="http://2.bp.blogspot.com/-Ng_AMjYpkpk/UXf_3xq6-EI/AAAAAAAAAbM/nfHXb9R98ps/s320/PD.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Jika ingin meraih kesuksesan yang  menonjol dalam bidang yang kita tekuni, Kita harus bersedia memisahkan diri dari orang  kebanyakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesuksesan  adalah sesuatu yang diraih oleh kelompok  minoritas, bukan mayoritas  orang.&amp;nbsp; Saat menapaki tangga menuju  kesuksesan, Kita juga akan melihat  banyak orang yang, karena merasa iri  hati dan cemburu mengecilkan  seluruh pencapaian yang kita raih. Meskipun  demikian, jika memiliki  keberanian atas apa yang kita yakini, tidak ada  yang bisa menghentikan  langkah kaki.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda dan saya mengembangkan rasa percaya diri  dalam  keyakinan&amp;nbsp; dengan cara menjalankan pemikiran kita&amp;nbsp; sendiri secara  terus  menerus, menguji dan meyempurnakan pengetahuan serta melengkapi   pengalaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gunakan prinsip untuk menggali dan  menghubungkan,  memahami dan menerapkan informasi dalam bidang apapun  untuk membantu  menyelesaikan masalah dan mengarahkan pikiran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang yang  paling penting yang bisa saya dan anda&amp;nbsp;  percayai adalah diri kita sendiri! Jika  saya dan anda meragukan nilai dan  kemampaun yang kita miliki&amp;nbsp; untuk meraih apapun yang kita  pikirkan, saya dan anda tidak akan  bisa meraihnya. Keraguan diri itu membuat  kalah, karena kita menegaskan  diri kita untuk gagal pada alam bawah  sadar pikiran dan menguatkannya  menjadi fakta pada alam sadar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agar  sukses, kita semua harus  menghilangkan semua jejak keraguan diri.  Katakan kepada diri sendiri,  sesering mungkin bahwa kita bisa melakukan  segalanya, dan akan sukses  kapanpun kita menginginkannya. Gantikan  pikiran tentang keraguan diri  dengan pikiran optimisme untuk bisa melakukan yang tidak mungkin dilakukan oleh orang lain Sebagai  kunci&amp;nbsp; kesuksesan.kita Guru Bantu DKI seharusnya unik, berkarakter, konsisten, rendah hati dan mau berbagi, saya pikir itulah yang membuka jalan bagi kita untuk tampil dibarisan terdepan untuk menjawab semua tantangan yang ada. Semoga*/Irwantra&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/667877535084619564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=667877535084619564' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/667877535084619564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/667877535084619564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/04/guru-bantu-dki-majulah-jika-percaya.html' title='Guru Bantu DKI, Majulah Jika Percaya Diri Jangan Hentikan Langkah.'/><author><name>Kenbumi </name><uri>http://www.blogger.com/profile/04102376682315740483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-Lb-OyaeK3Kw/T0xnqQk-MLI/AAAAAAAAAKE/-CYbvldXKaA/s220/radiolagi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Ng_AMjYpkpk/UXf_3xq6-EI/AAAAAAAAAbM/nfHXb9R98ps/s72-c/PD.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-2016176336790465003</id><published>2013-04-23T12:32:00.002-07:00</published><updated>2013-04-24T22:12:59.538-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Pendidikan Di Tengah Persepsi dan Fenomena Sosial Masyarakat</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-DNM0HKmqyuo/UXbhjvVy12I/AAAAAAAAAEI/JxgnnaeHOWs/s1600/34preman.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-DNM0HKmqyuo/UXbhjvVy12I/AAAAAAAAAEI/JxgnnaeHOWs/s320/34preman.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan secara difinisi adalah perbuatan sadar untuk merubah keadaan dari tidak tahu menjadi tahu, disertai dengan perubahan tingkah laku (prilaku) kearah yang positif/kearah yang lebih baik sesuan norma agama, norma masyarakat dan negara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dibeberapa negara kawasan Asia, Eropa, Amerika dan negara maju lainnya, seorang kepala negara atau seorang Jenderla angkatan bersenjata "fasih" bermain piano, bermain saxophone, violin atau alat musik lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak juga ilmuan, yang memiliki hoby bahkan terampil bermain basket, bulu tangkis, bela diri dan berbagai jenis olah raga. Bahkan di negara lain banyak pemimpin atau rakyat biasa memiliki multi talenta, seorang rektor universitas sekaligus pemanjat tebing atau pembalap di jalur-jalur berbahaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Indonesia menjadi berbeda ada semacam persepsi yang bersifat identik. Kecerdasan, ilmuan, intelektual, identik dengan orang-orang bertubuh kecil, dan sering sakit-sakitan, tidak terlalu terampil olah raga, cenderung tertutup, dan agak kurang bergaul apalagi sampai mengikuti trend mode dan gaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seniman, kecuali yang profesional, identik dengan hidup "apa adanya" lusuh, tidak terawat, kadang makan terkadang tidak yang penting asyik asyik saja asal "kopi dan rokok tersedia"&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika yang bebadan "tegap dan berpostur besar"&amp;nbsp; seakan akan memiliki tato yang tersembunyi dibelakang pakaiannya, atau ada juga yang terlihat secara nyata bahkan sengaja memamerkannya, agar terlihat lebih sangar. sehingga dipersepsikan mereka adalah debt collector, preman, "tukang gebuk" berbadan besar seakan akan tidak suka berfikir dan berseni. Ini hanya pesrsepsi saja, maka terkadang kita menemukan ketika orang orang mengkritik Presiden SBY, tersebut dengan "Percuma Bertubuh Besar Tapi Tidak Mikir" tetapi pasti bukan karena itu juga lalu SBY terpaksa mengarang lagu dan bermutasi menjadi artis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Presiden SBY mungkin memang seperti itu dikaruniai postur yang ideal sebagai seorang presiden, gemar berolah raga sekaligus menggemari musik, indentik dengan banyak kepala negara di belahan dunia lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu persepsi dan fenomena di atas bukanlah gambaran khas Indonesia, dan tidak selalu seperti itu, namun demikian seperti itulah secara umum yang berlaku dan dipersepsian&amp;nbsp; oleh orang-orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenapa hal di atas bisa terjadi, mungkin saja karena pendidikan Indonesia tidak memiliki road map yang baku dan konsisten, contoh nyata adalah RSBI yang dibatalkan oleh MK, dan UN yang selalu menjadi cemoohan masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan yang baik tentu harus bermula dari keluarga. Tiga hal saja yang harus dikuasai oleh putra dan putri kita sebelum mereka memasuki jenjang pendidikan setingkat akademi, atau pendidikan tinggi&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Olah Rasa : Pendidikan agama, budi pekerti, bahasa, seni dan sastra&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Olah Pikir : Aritmatika, logika, dan pilsafat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Olah Raga: Dalam tubuh yang sehat akan terdapat jiwa yang sehat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Selebihnya adalah keterampilan produktif sesuai dengan bakat, minat, dan kompetensi yang dipersyaratkan oleh pendidikan lainjutan yang akan diikutinya, atau dipersyaratkan oleh dunia kerja yang akan dimasukinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih baik mempelajari sedikit hal, tetapi banyak dan mendalam, daripada mempelajari banyak hal tetapi sedikit sedikit&amp;nbsp; dan dangkal.&amp;nbsp; Pendidikan adalah proses pembebasan manusia dari keterbelakangan, dan penindasan. Keterbelakangan dan penindasan ekonomi, politik dan penindasan dari yang kuat kepada yang lemah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua dasar dari perjuangan adalah untuk mempertahankan hidup, tetapi banyak orang harus kehilangan kehidupannya karena soal yang sebenarnya sederhana saja. beberapa kejadian saling berakhir dengan kematian, karena memperebutkan sesuatu, atau karena ketersinggungan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu apa alasannya sampai terjadi korban, karena untuk mempertahankan hidup. Anehnya dengan alasan untuk mempertahankan hidup ternyata banyak orang kehilangan nyawa. Jika harus mempertahankan hidup, semestinyalah semua orang menjauhkan diri dari potensi kematian, dan pendidikanlah satu cara untuk membebaskannya./ Irwantra&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/2016176336790465003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=2016176336790465003' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/2016176336790465003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/2016176336790465003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/04/pendidikan-di-tengah-persepsi-dan.html' title='Pendidikan Di Tengah Persepsi dan Fenomena Sosial Masyarakat'/><author><name>Guru Bantu DKI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05167819548720694153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-DNM0HKmqyuo/UXbhjvVy12I/AAAAAAAAAEI/JxgnnaeHOWs/s72-c/34preman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-3829932228425968838</id><published>2013-04-22T08:53:00.000-07:00</published><updated>2013-04-24T22:14:37.848-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Guru Bantu'/><title type='text'>Pemerintah Bergerak Lambat, Honor Guru Bantu DKI Empat Bulan Tertahan</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;  &lt;o:AllowPNG/&gt; &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:TrackMoves/&gt;  &lt;w:TrackFormatting/&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;m:mathPr&gt;   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;   &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;   &lt;m:dispDef/&gt;   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-rITROsqSRz0/UXVb5EHhZUI/AAAAAAAAADk/EaC3rIWPjts/s1600/gb1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="261" src="http://4.bp.blogspot.com/-rITROsqSRz0/UXVb5EHhZUI/AAAAAAAAADk/EaC3rIWPjts/s320/gb1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mungkin itulah bedayan antara Gaji dan Honor. Begitu tanggapan seorang guru bantu DKI Jakarta mensikapi Honor Guru yang belum kunjung cair. Kalau gaji jelas priode pembayarannya, sebulan sekali setahun 12 kali setidaknya itu berlaku umum, walaupun bagi Pegawai Negeri Sipil menerima 13 kali dalam setahun.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Honor berbeda lagi pembayarannya, tidak tentu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan tidak pasti. Maksudnya walaupun tentu setiap bulan, tetapi selalu tidak pasti tanggalnya. Tidak ada kepastian akan diterima tanggal berapa persetiap bulannya. Bahkan memasuki tahun 2013 ini, urusan kepastian semakin buram. Buramnya tidak lagi terkait dengan tanggal yang tidak menentu, tetapi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;buramnya sudah terkait dengan bulan yang tidak pasti, karena sejak Januari tahun 2013 Guru Bantu DKI belum menerimanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di awal tahun 2013 Guru Bantu DKI bisa mengerti kenapa terlambat, selanjutnya berusaha memahami kenapa terlambat, karena itu merupakan bagian dari “tradisi” keterlambatan tahunan. Dapat dipahami dan dimengerti jika satu atau dua bulan terlambat. Jika sampai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;empat bulan atau lima bulan tertunda, mengutip satu kata dalam lagi H. Rhoma Irama, “terlalu” maksudnya identic dengan keterlaluan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Keterlaluan waktu tertunda itu setara dengan 1/3 tahun, lebih kurang 120 hari. Bagi PNS yang menerima gaji setiap bulan, hal seperti ni tidak terlalu menjadi persoalan, walapun masih banyak yang berharap peningkatan dari sisi jumlahnya. Tetapi berbeda dengan Guru Bantu DKI, hal seperti ini terkait langsung dengan hajat hidup 5000 lebih keluarga guru.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Honor itu tidak semata-mata digunakan untuk konsumsi, tetapi juga untuk dukungan transportasi dari dan ke tempat kerja, hal ini yang sering sekali Pemerintah terkait tidak peka, tidak mengerti, dan tidak memiliki rasa empati, kalau tidak mau disebut tidak peduli.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Guru Bantu DKI juga manusia yang komitmenya sama dengan PNS lainnya, bahkan militansi dan komitmenya sudah jelas untuk mendidik, mencerdaskan dan membangun karakter warga bangsa yang berbudaya. Tapi kenapa pemerintah tidak responsive, tidak cepat dalam menanggapi kondisi social ekonomi sebahagian profesi yang hidup di kota megapolitan Jakarta, dimana defenisi gratis dalam hidup telah terkubur dangan sangat dalam dibawah gedung gedung pencakar langit Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Persoalan tertundanya honor&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Guru Bantu DKI, disinyalir sangat erat hubungannya dengan lemahnya komunikasi public dan rendahnya kinerja pemerintah dalam melakukan tugas yang menjadi pekerjaan rutinnya. Lemahnya komuniukasi public pemerintah dibuktikan dengan tidak adanya penjelasan, mengapa tertunda, dan apa sebabnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lemahnya kinerja pemerintah dibuktikan dengan prosesnya, ini pekerjaan rutin tahunan yang dilakukan oleh orang –rang yang sudah berpengalaman, bukankah sudah menjadi keharusan semakin maju suatu bangsa dan pemerintahan, akan semakin modern dan cepat pula pola pelayanan yang diberikan kepada steakholdernya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tugas pemerintah itu melayani, karena itulah para guru sering mengajarkan “ jika ingin menjadi raja harus belajar dan tulus melayani dengan kualitas terbaik dan istimewa”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Keterlambatan ini sungguh memprihatinkan, pemerintah perlu memahami bahwa masalah adalah harapn yang tidak sesuai dengan kenyataan, hal ini terjadi karena perencanaan yang serampangan dan koordinasi yang menggampangkan keadaan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Perencanaan yang baik layaknya berhasil dan berbuah baik. Kinerja pemerintah dalam distribusi anggaran pendidikan sangat jelek. Tidak ada kecepatan dan kecermatan, padahal kerja seperti ini kerja pengulangan sepanjang tahun. Kabinet Indonesia bersatu SBY membentuk kementrian PAN dan Reformasi Birokrasi. Ini reformasi yang pantas dan sangat layak dipertanyakan, Reformasi semu dalam administrasi aparatur Negara. Rakyat tidak akan pernah melihat proses walaupun itu buah dari segala hasil seminar yang dilakukan di bulan. Rakyat akan menilai hasilnya, dan hasilnyan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ibarat orang pengemplang pajak selalu&amp;nbsp; &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&lt;/span&gt;akan melaporkan SPTnya NIHIL.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kementrian PAN dan Reformasi birokrasi tidak menanamkan layanan prima dan berkelas kepada para aparaturnya sehingga minim strategi dan minus inovasi dalam melaksanakan tugas dari tahun ketahun berjalan. Hal ini sangat memberi kesan kepada public bahwa program sangat berbanding terbalik dengan capaian, sama sekali tidak linier dan berhubungan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Santer terdengar kabar di banyak mass media, baik itu media cetak, media elektronik, dan media online, bahwa keterlambatan pencarian anggaran disebagian besar program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan masih “dibintangi” oleh Kementerian Keuangan, sehingga anggaran tertunda. Inilah indicator yang paling nyata dari lemahnya perencanaan dan koordinasi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah SBY memiliki Menteri Koordinator yaitu Menko Kesra terkait dengan bidang pendidikan dan Menko Ekonomi terkait dengan bidang keuangan. Pertanyaannya apa yang mereka koordinasikan selama ini, apalagi sekarang Menko Ekonomi sekaligus merangkap Menteri Keuangan. Untuk apa Menteri Koordinator jika antara kementerian saling “membintangi” dan yang dirugikan adalah rakyat terutama dalam sektor pendidikan masyarakat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Istilah selama ini dalam sirkus: Gajah bertarung gajah, yang lain terjepit di tengah dan pawangnya jadi penonton. Rakyat Indonesia tidak akan lupa bagaimana pemerintah mengawali perencanaan pendidikan nasional dan pengelolaan anggaran di tahun 2013 ini, terlambat, tertunda, danm tidak jelas tengat waktunya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mudah mudahan catatan ini terbaca oleh anda semua dan menggugah rasa kebangsaan Anda, sehingga anda semua bekerja lebih cepat, lebih cermat, dan berempati pada rakyatnya, dan jangan pernah lupakan pesan guru; Jika anda ingin menjadi raja dimasa depan, anda harus belajar dan tulus melayani di hari ini. Semoga Indonesia, khususnya pendidikan Nasional Indonesia, menjadi lebih baik dan terus berkembang di masa mendatang*/Irwantra.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/3829932228425968838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=3829932228425968838' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/3829932228425968838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/3829932228425968838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/04/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html' title='Pemerintah Bergerak Lambat, Honor Guru Bantu DKI Empat Bulan Tertahan'/><author><name>Guru Bantu DKI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05167819548720694153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-rITROsqSRz0/UXVb5EHhZUI/AAAAAAAAADk/EaC3rIWPjts/s72-c/gb1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-7858912319874471822</id><published>2013-04-21T03:07:00.004-07:00</published><updated>2013-04-24T22:17:39.807-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Guru Bantu'/><title type='text'>Perannya Di Butuhkan Keberadaanya Di Kerdilkan, Begitulah Pemerintah Memperlakukan Guru Bantu DKI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;  &lt;o:AllowPNG/&gt; &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:TrackMoves/&gt;  &lt;w:TrackFormatting/&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;m:mathPr&gt;   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;   &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;   &lt;m:dispDef/&gt;   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-UufuDMsFioI/UXO4kCD62FI/AAAAAAAAADM/orqURwXS3BY/s1600/Ki+Hajar+Dewantara.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-UufuDMsFioI/UXO4kCD62FI/AAAAAAAAADM/orqURwXS3BY/s320/Ki+Hajar+Dewantara.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Perannya Di Butuhkan Keberadaanya Di Kerdilkan, Begitulah Pemerintah Memperlakukan Guru Bantu DKI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Amandemen UUD 1945 merupakan babak baru bagi dunia ketatanegaraan dimana proses amandemen yang dilakukan sebanyak empat kali tersebut telah membawa perubahan isi yang&amp;nbsp;begitu banyak pada UUD 1945.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;Terkait dengan pendidikan, amandemen UUD 1945 juga membawa perubahan yang cukup signifikan dan memberikan kandungan paradigmatis yang menarik untuk dibahas. UUD 1945 sebelum amandemen mengatur masalah pendidikan dalamPasal 31 yang berisi dua ayat yang cukup ringkas, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Tiap-tiap Warganegara berhak mendapat pengajaran.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;emerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional&amp;nbsp;&amp;nbsp;yang diatur dengan undang-undang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pasal 31 berada pada bab yang sama, Bab XIII, dengan Pasal 32 yang mengatur &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;mengenai kebudayaan nasional. Bab XIII diberi nama bab Pendidikan. Pengelompokan ini menunjukkan&amp;nbsp;bahwa pendiri bangsa ini sudah sangat sadar bahwa pendidikan dan kebudayaan merupakan sisi mata uang yang tidak mungkin dipisahkan. Pendidikan merupakan cara menciptakan manusia Indonesia yang berkebudayaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pasca amandemen Pasal 31 mengalami perubahan besar dimana mendapatkan tiga tambahanayat dan adanya perubahan pemakaian istilah ‘pengajaran’ menjadi ‘pendidikan’. Adapun lengkapnya Pasal 31 UUD 1945 menjadi sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional,&amp;nbsp;yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh&amp;nbsp;persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;div&gt;Bahwa pendidikan adalah instrumen dalam menciptakan manusia Indonesia yang berkebudayaan merupakan suatu keniscayaan. Prinsip penting yang dibawa melalui amandemen adalah negara menegaskan posisinya sebagai aktor yang berperan aktif dalam memajukan pendidikan. Penegasan hal tersebut dapat dilihat pada ayat (2) yang mewajibkan warganegara mengikuti pendidikan dan pemerintah wajib membiayai. Selain itu, di ayat (4) ditegaskan bahwa politik anggaran dalam UUD 1945 memberikan porsi yang cukup besar bagi pendidikan. Ayat (4) mengatur bahwa anggaran pendidikan di negara ini proporsinya sekurang-kurangnya dua puluh persen (20%) dari AnggaranPendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="a"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Dari uraian diatas, terlihat dengan sangat jelas bahwa turunannya jika kita melihat dan menelaah secara mendalam tentang UU No. 20 Tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional Indonesia, yang kemudian diturunkan kembali berupa Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang standar pendidikan nasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt; dengan lingkup terdiri 8 standar, yaitu:&amp;nbsp; (1)&amp;nbsp; standar isi;&amp;nbsp; (2) standar proses; (3) standar kompetensi lulusan; (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan; (5) standar sarana dan prasarana; (6) standar pengelolaan; (7) standar pembiayaan; dan&amp;nbsp; (8) standar penilaian pendidikan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Jika kita tautkan dengan UUD 1945 Pasal 31 Ayat 4: &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh&amp;nbsp;persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Tampak jelas bahwa pemerintah berkewajiban membiayai 8 standar pendidikan nasional itu, salah satunya adalah menstandarkan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, pemerintah sesungguhnya telah berupaya kea rah itu namun standar yang dilakukan kepada Sumber daya Utama dalam KBM itu masih sebatas administrasi. Belum memasuki wilayah yang sangat substantif yaitu taraf hidup dan kesejahteraan ekonomi tenaga pendidik dan kependidikan terutama yang Non PNS. Padahal tugas sumber utama pendidikan ini bukanlah tugas main-main, sebagaimana diamanatkan pada ayat 5 pasal 31 UUD 1945.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Jika Pejabat Pemerintah atau PNS lainnya non guru, tidak masuk kerja, atau meninggalkan pekerjaan saat bertugas, mungkin ada perasaan yang tidak terlalu terbebani, tidak ada yang dirugikan selain makan gaji, tetapi kinerja rendah. Hal berbeda terjadi pada pendidik (red:Guru Bantu) jika tidak masuk kerja atau meninggalkan sekolah saat bertugas, hatinya bakal tidak pernah tenang, karena ada beberapa kelas yang ditinggalkan jika satu kelas 40 orang, dan ada 3 kelas yang tidak terjadi tatap muka, maka ada 120 orang yang ditelantarkan olehnya. Adakah PNS non guru yang melayani 120 orang dalam 1 hari kerja, mungkin ada, tetapi yang terjadi hanyalah hubungan motoric semata, berbeda ketika hubungan itu terjadi antara guru dan murid bukan semata hubungan motoric, lebih dari itu suasana emosional akan terganggu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Pemerintah dan rakyat perlu mengetahui Guru bantu itu rela membawa papan dan kapur tulis bahkan peralatan belajar siswa dan siswinya untuk mendidik anak bangsa jika Negara ini benar-benar Negara yang sudah ambruk dan bangkrut. Karena pada masa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lalupun Negara ini di dirikan oleh pejuang-pejuang yang sekaligus bekerja sebagai guru. Persoalannya tidak seperti itu, Negara ini Negara yang kaya, Negara yang tidak kekurangan. Jika pemerintah merasa pendidikan itu teramat penting, maka sudah menjadi keniscayaan bahwa investasi di bidang ini tidak hanya harus besar, tetapi harus terkola dengan baik, dengan cerdas, berkeadilan dan bertanggung jawab. Terbukti dengan jumlah rupiah yang bisa dikorupsi oleh orang-orang yang berada dipusaran pemerintahan atau berada dekat dengan orang yang berada di pusaran pemerintahan menjadi indikasi pengelolaan keuangan di bidang pendidikan, masih sebatas hitung dagang penjual di kaki lima.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Bagai mana UN 2013 dikelola, bagai mana dengan deretan nama narapidana karena menggunakan anggaran pendidikan. Apakah Negara ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;merasa lebih mulia jika pajak rakyatnya berakhir dipundi-pundi koruptor, atau di ivestasikan kepada sumber daya manusia pendidikan, yang belum jelas statusnya dimana Negara. Ibarat ilmu tajwid&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pemerintah menganggap guru bantu itu “&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;bagaikan Nun Mati diantara idgham billaghunah = Terlihat tetapi dianggap tidak ada&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Persoalannya adalah persoalan kemauan dan keseriusan pemerintah, karena pada posisi ini Guru Bantu DKI Jakarta bukanlah para pengemis jalanan, tetapi orang-orang yang menuntut haknya, karena sangat jelas terlihat pemerintah tidak berlaku adil dalam menempatkan dan menetapkan Posisi Guru Bantu DKI dalam system administrasi kepegawaian Negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Guru Bantu Adalah Kreteria K (Bukan KW/Banci)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jika belakangan ini berkembang wacana dan sibuknya tenaga honorer dalam pendataan sebagai CPNS, pemerintah melalui Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,  memberikan kriteria, Kelompok/KI adalah mereka yang bekerja pada instansi pemerintah dengan pembiayaan APBN/APBD. Kelompok berikutnya/K2 adalah mereka yang bekerja oada instansi pemerintah, tetapi tidak dibiayai oleh APBN/APBD, kedua kelompok ini merupakan pembahasan oleh pemerintah, dimanakah posisi Guru Bantu DKI. Inilah yang menjadi persoalan,  Reformasi apa sesungguhnya yang dilakukan oleh kementerian ini dalam bidang pendidikan terutama dalam penataan tenaga honorer, terlihat sangat terburu-buru dalam menetapkan, karena sudah menjadi fakta hal apapun yang dilakukan dengan nafsu, pasti berkeinginan cepat selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Kementerian PAN dan RB ini lupa atau tidak mau tahu, &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;masih ada sekelompok pendidik yang dibiayai oleh APBN di Tetapkan oleh Menteri &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pendidikan dan bertugas di sekolah swasta. Jika K1 hanya melengkapi administrasi saja tidak pernah melalui seleksi, dengan mempertimbangkan masa kerja dan sudah dianggap selesai, sementara K2, akan dilakukan melalu jalur seleksi.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tapi apa pemerintah pikir Guru Bantu DKI itu tiba tiba sim salabim menjadi guru, Prosesnya di awali dengan seleksi layaknya seleksi PNS, dibiayayai oleh APBN dan bekerja pada lembaga pendidikan yang mendidik dan mencerdaskan anak bangsa, Bangsa Indonesia sesuai amanat Konstitusi dan Undang-Undang yang sama, dengan mereka-meeka yang bekerja pada lembaga pendidikan Negeri. Disinilah terlihat pemerintah telah menetapkan standar ganda, ambivalensi dan bermuka dua, sehingga tidak berlebihan judul tulisan ini &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;“Perannya Di Butuhkan Keberadaanya Di Kerdilkan, Begitulah Pemerintah Memperlakukan Guru Bantu DKI”&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Formasi Yang Menjadi Alasan Pemerintah dalam Pengangkatan Guru Bantu Sebagai PNS di DKI.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Dari sedikit guru bantu yang ditetapkan oleh Gurbenur DKI Jakarta sebagai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;guru PNS, sementara ini diatara mereka masih berjuang untuk mencari tempat di Sekolah Negeri sebagai tempat mereka bekerja, alas an utamanya adalah pengangkatan guru bantu menjadi CPNS harus mempertimbangkan ketersedian Formasi.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini analisa tentang keberadaan guru di DKI Jakarta yang dikutip dari jaminan social Indonesia: Ledakan pensiun guru pada tahun 2012 merupakan masalah yang serius, mengapa? Karena dengan ledakan pensiunan tersebut, otomatis anggaran pensiun pun semakin besar. Belum lagi dengan masalah perbedaan jaminan pensiun antara guru pegawai negeri sipil (PNS), dengan guru non PNS. Bagi guru PNS tentu saja akan mendapat jaminan pensiun, namun bagi guru yang non PNS (swasta dan honorer) masa pensiun merupakan bencana besar lantaran mereka tidak mendapatkan jaminan apapun.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-NYhl7BRIOrU/UXO5mZYFR5I/AAAAAAAAADU/riMmjfp0x-s/s1600/Snap+2013-04-21+at+17.02.53.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;Tahun 2012 hingga tahun 2015, jumlah guru PNS sebanyak 33.716 orang. Sedangkan perkiraan guru memasuki usia pensiun di DKI Jakarta pada tahun 2011 berjumlah 1.189 guru, pada tahun 2012 berjumlah 1.610 guru, pada tahun 2013 berjumlah 1.592 guru, pada tahun 2014 berjumlah 1.568 guru dan pada tahun 2015 berjumlah 1.486 guru, sehingga total guru yang akan pensiun dalam lima tahun kedepan berjumlah 7.445 guru atau 19,74 % dari guru PNS yang ada saat ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-NYhl7BRIOrU/UXO5mZYFR5I/AAAAAAAAADU/riMmjfp0x-s/s1600/Snap+2013-04-21+at+17.02.53.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="167" src="http://2.bp.blogspot.com/-NYhl7BRIOrU/UXO5mZYFR5I/AAAAAAAAADU/riMmjfp0x-s/s400/Snap+2013-04-21+at+17.02.53.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;Seluruh guru di DKI Jakarta yang PNS sudah dipastikan memiliki anggaran jaminan pensiun. Anggaran dana tersebut sekitar 70% dari gaji pokok guru PNS. Sedangkan guru yang non PNS tergantung kebijakan dari yayasan tempat guru tersebut bekerja. “Semua guru PNS di Jakarta ini memiliki jaminan pensiun tetapi guru honorer dan Guru Tidak Tetap (GTT) pada sekolah swasta tegantung kepada kebijakan masing-masing lembaga&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;Pemda DKI Jakarta dalam mengatasi ledakan pensiun guru ini merencanakan &amp;nbsp;pengangkatan guru tidak tetap menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang kuotanya ditentukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan). Proses seleksinya sendiri sesuai dengan ketentuan yang berlaku, melalui testing. Dari data statistik tahun 2011 ini jumlah guru PNS di DKI Jakarta berjumlah 37.716 guru, sedangkan guru swasta di DKI Jakarta berjumlah 53.496 guru. Jumlah angka ini jelas menunjukan bahwa guru swasta lebih besar ketimbang guru PNS. Data statistik jumlah guru DKI Jakarta memasuki usia pensiun pada tahun 2010 sampai 2020, total berjumlah 18.320 orang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;Jika memang data diatas digunakan sebagai acuan dalam menentukan formasi guru, maka menjadi layak dan pantas guru bantu akan mendapatkan tempat, itupun jika pemerintah memiliki keberpihakan, dan seharusnya berpihak karena Proses administrasi, dan pengalaman guru bantu sudah terdata secara baik, tidak ada yang siluman tiba-tiba menjadi guru bantu di DKI Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;Pendidikan adalah proses pembebasan, demikian juga tulisan ini adalah buah dari pendidikan. Jika pemerintah merasa tulisan ini buah dari pendidikan yang salah dan tidak bermutu, maka rakyat Indonesia menunggu kerja keras pemerintah untuk memperbaikinya. [iP]&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/7858912319874471822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=7858912319874471822' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/7858912319874471822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/7858912319874471822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/04/perannya-di-butuhkan-keberadaanya-di.html' title='Perannya Di Butuhkan Keberadaanya Di Kerdilkan, Begitulah Pemerintah Memperlakukan Guru Bantu DKI'/><author><name>Guru Bantu DKI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05167819548720694153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-UufuDMsFioI/UXO4kCD62FI/AAAAAAAAADM/orqURwXS3BY/s72-c/Ki+Hajar+Dewantara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-6837341652618417123</id><published>2013-04-19T17:31:00.000-07:00</published><updated>2013-04-19T18:26:54.360-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba Serbi'/><title type='text'>Persiapan UN 2013 Matang, Hasilnya Pahit.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-fxZP4lf7heM/UXHusqLzV8I/AAAAAAAAACk/G-btaK6UrQ0/s1600/Nuh.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://1.bp.blogspot.com/-fxZP4lf7heM/UXHusqLzV8I/AAAAAAAAACk/G-btaK6UrQ0/s400/Nuh.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Jakarta&lt;/b&gt; - Sudah hampir seminggu, Mendikbud M Nuh  dipusingkan dengan pertanyaan soal kacaunya pelaksanaan Ujian Nasional  (UN) SMA 2013. Meski sebagai garda depan pendidikan Indonesia, M Nuh pun  seolah buntu menghadapi nasib UN SMU tahun ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Memang ini  kasus yang saya tak habis pikir. memang ini kasus yang sangat khusus,"  jawab M Nuh usai menghadiri acara Indonesian Young Leaders Forum 2013,  di Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Kamis (18/4/2013).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia  mengklaim kalau pelaksanaan dan persiapan oleh Kemendikbud sudah matang.  M nuh juga mengatakan, enam tender percetakan, hanya 1 yang kinerjanya  tidak beres yaitu PT Ghalia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Bukan, bukan karena kita, wong yang  lima percetakan itu oke kok. Dari enam percetakan itu, berapa sih yang  enggak bisa penuhi janjinya? Ya satu ini," paparnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di hadapan  wartawan M Nuh mengaku bingung terkait terjadinya masalah ini. dia lebih  memilih menyalahkan satu percetakan yaitu PT Ghalia. "Kalau cari  akarnya ya itu ada di percetakan itu (PT Ghalia)," sambung mantan  Menkominfo ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;M Nuh mengatakan, jika pada masa lalu ada 25  tender yang dimenangkan maka tahun ini dikerucutkan. Alasannya, semakin  banyak tender maka semakin banyak kebocoran soal UN dan sulit untuk  mengontrol.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"3 Tahun lalu yang muncul adalah isu kebocoran,  karena kita susah mengontrol 25 perusahaan percetakan, jadi ini kita  tarik," tegasnya./Detik&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/6837341652618417123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=6837341652618417123' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/6837341652618417123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/6837341652618417123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/04/persiapan-un-2013-matang-hasilnya-pahit.html' title='Persiapan UN 2013 Matang, Hasilnya Pahit.'/><author><name>Guru Bantu DKI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05167819548720694153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-fxZP4lf7heM/UXHusqLzV8I/AAAAAAAAACk/G-btaK6UrQ0/s72-c/Nuh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-2958001354183224970</id><published>2013-04-19T15:04:00.001-07:00</published><updated>2013-04-19T17:27:09.022-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Guru Bantu'/><title type='text'>Guru Bantu DKI Jakarta Jadi PNS, Masihkah Dipersulit Kalau Bisa Dipermudah(?)</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: white; width: 600px;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-fdPiQrNqOEI/UXHeN9H1cJI/AAAAAAAAACc/ZP71yBnE-3Y/s1600/Renungan-Islam-tentang-Ibu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://2.bp.blogspot.com/-fdPiQrNqOEI/UXHeN9H1cJI/AAAAAAAAACc/ZP71yBnE-3Y/s320/Renungan-Islam-tentang-Ibu.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Ada yang banyak tidak tahu apakah guru bantu itu, bahkan mungkin di kalangan media maupun pejabat pemangku kebijakan di negeri ini. Pemberitaannya semakin tenggelam di antara ingar-bingar pro kontra kurikulum 2013. Kalaupun ada pemberitaannya sering tertukar dengan istilah guru honorer (yang mengajar di sekolah negeri). &amp;nbsp;Sejak presiden&amp;nbsp; menginstruksikan langsung pangangkatan guru bantu menjadi PNS terakhir 2009, seluruh daerah melaksanakannya&amp;nbsp; tapi tidak dengan DKI Jakarta. Ini fakta. Ini nyata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Tahun 2003, saya mendengar kabar akan ada program guru bantu. &amp;nbsp;Guru bantu merupakan program&amp;nbsp;Pemerintah Pusat untuk mengatasai kekurangan tenaga guru secara nasional dengan dana yang terbatas pada 2003 dan 2004.&amp;nbsp;Di luar DKI Jakarta yang&amp;nbsp; berhak mengikuti tes tersebut rata-rata guru honor&amp;nbsp; di sekolah negeri.&amp;nbsp; Di DKI Jakarta guru bantu berasal dari guru-guru swasta.&amp;nbsp; Soal mengapa ada perbedaan ini, Pemda DKI Jakarta saat itu mempunyai guru PTT&amp;nbsp; (Pegawai&amp;nbsp; Tidak Tetap) di sekolah negeri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Merasa ada kesempatan saya lalu mendaftarkan diri dengan menyertakan rekomendasi dari kepala sekolah yang menyatakan bahwa saya sekurang-kurangnya telah berpengalaman tiga tahun mengajar. Tak selang berapa lama diadakan tes, semacam tes PNS, secara serentak. Jakarta dipusatkan di Gedung Olahraga Bung Karno.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Selepas tes diadakan pengumuman di kelima kantor walikota DKI Jakarta. Saat itu saya kebetulan berada di Jakarta Selatan mengikuti tes wawancara (akhir) untuk menjadi guru swasta di Labschool Kebayoran. Saya pun langsung meluncur menuju kantor walikota Jakarta Selatan.&amp;nbsp; Ternyata di kantor tersebut sudah ada serombongan orang yang bertujuan sama, melihat pengumuman yang dipajang di halaman kantor&amp;nbsp; itu. Alhamdulillah, nama dan nomor ujian saya tertera di sana. Saya lulus! Dalam hati saya berketetapan inilah jalan Tuhan bagi saya untuk mengajar anak-anak kurang mampu di tempat saya selama itu mengajar&amp;nbsp; ketimbang di Labschool yang notabene siswanya berasal dari kalangan mampu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Sejak itulah saya menyandang predikat guru bantu.&amp;nbsp;Guru kok (pem)bantu. Konotasi pembantu kan negatif, sama saja dengan babu—disuruh ini itu. Di lapangan saya sebagai guru bantu harus rela dituntut untuk mengerjakan ini-itu. Minimal dalam seminggu empat hari kerja. Namanya juga guru (pem)bantu, perintah kepala sekolah atau yayasan sekolah harus siap dilaksanakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Oya, waktu itu honor guru bantu Rp420 ribu yang biasanya diterima secara rapel dua-tiga bulan dan diambil langsung di kantor pos pusat di kotamadya. Jadi setiap dua-tiga bulan dipastikan kantor pos sesak dengan antrean guru bantu yang hendak ambil honor. Selain itu guru bantu ini tetap mendapatkan honor dari yayasan sekolah. Besarannya bergantung kepada kemampuan sekolah masing-masing. Yang jelas masih jauh di bawah upah minimum provinsi DKI Jakarta pada waktu itu sebesar Rp631.554.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Pada 2006 ada kenaikan honor menjadi Rp710 ribu. Sementara upah minimum provinsi&amp;nbsp;sebesar Rp819.100.&amp;nbsp;Terakhir, pada 2011 menjadi satu juta rupiah, sebagai pembanding upah minimum provinsi&amp;nbsp;Pemprov DKI Jakarta Rp1.290.000.Pembayarannya sudah berbeda, transfer via Bank DKI. Yang masih sama adalah keterlambatan pembayaran, biasanya awal-awal tahun serta ketidakjelasan tanggal berapa honor turun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Seiring waktu berjalan, ada embusan angin segar. Pada 2007 saya secara pribadi mendapat telepon langsung dari Kantor Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Utara yang memberitahukan saya untuk pemberkasan CPNS. Dari satu kecamatan Kelapa Gading hanya dua nama, salah satunya saya, yang mendapatkan kesempatan ini.&amp;nbsp; Ada perasaan bangga dari 6688 guru bantu saya salah satu yang terpilih. Segenap warga sekolah tempat saya mengajar memberikan ucapan selamat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Selepas pemberitahuan itu saya harus berjibaku dengan waktu pemberkasan yang&amp;nbsp; tak kurang dari satu minggu. Dalam sehari saya bisa berada di empat tempat dengan lokasi yang berjauhan untuk memenuhi persyaratan pemberkasan. Semuanya berakhir di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) di&amp;nbsp; Jakarta Selatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Beberapa hari kemudian saya mendapat panggilan dari Kantor Dinas Pendidikan Dasar di Rawabunga, Jakarta Timur. Di sana saya diminta menyerahkan berkas, dan didata kembali, langsung diinput di komputer. Kemudian dari petugasnya kami mendapatkan informasi untuk menunggu kabar selanjutnya. Sampai kapan itu? Jawabannya tidak kunjung datang hingga sekarang. Sayangnya, waktu itu saya masih polos sepolos guru-guru bantu yang lain yang pada saat itu mengikuti pemberkasan. Polosnya, kami tidak mempunyai bukti otentik tentang pemberkasan itu. Yang ada pada saya hanyalah selembar kertas kecil bukti setoran berkas telah lengkap dari LPMP dengan paraf petugas, tanpa ada stempel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Apakah saya merasa dirugikan dengan kejadian itu? Pasti. Pengumpulan berkas untuk kurun waktu sesingkat itu jelas memeras waktu, uang, tenaga, serta pikiran. Di sisi lain saya harus tetap melaksanakan kewajiban saya mengajar. Artinya saya baru berkesempatan mengurusnya sepulang sekolah selepas pukul satu siang. Waktu yang pendek untuk mengejar jam tutup kantor kasi, sudin, atau LPMP. Dalam hal ini saya masih bersyukur hanya jatuh sakit kecapekan ketimbang teman-teman senasib yang kala itu ada yang bercerita demi mengejar legalisir ijazah harus bolak-balik &amp;nbsp;saat itu juga via pesawat ke kampung halamannya di Sumatera sana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Waktu terus berjalan, angin segar kembali berembus, lebih segar dari sebelumnya. Tahun 2008 Pemerintah mengeluarkan PP 48 sebagai pengganti PP 43 2007 yang sebagian isinya adalah mengangkat semua “tenaga honorer” yang menjadi CPNS paling lambat 2009. Dalam peraturan perundang-undangan tersebut dijelaskan yang dimaksud dengan tenaga honorer adalah seseorang yang diangkat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian atau pejabat lain dalam pemerintahan untuk melaksanakan tugas tertentu pada instansi pemerintah atau yang penghasilannya menjadi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.&amp;nbsp; Guru bantu mempunyai surat keputusan menteri pendidikan nasional yang kami terima pada 2003. Sebagai guru bantu kami sudah gede rasa alias GR apalagi sudah mengantongi nomor induk tenaga honorer di DKI Jakarta artinya kami pun resmi menjadi bagian dari tenaga honorer Pemda DKI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Hampir di seluruh Indonesia melaksanakan instruksi ini. Pemerintah daerah mengangkat guru bantu di daerah mereka. Kerabat saya yang juga guru bantu di Yogyakarta yang tes guru bantunya setahun setelah saya, pada 2004,&amp;nbsp; juga telah PNS. Tapi lagi-lagi, yang di Jakarta, di pusat pemerintah negara ini, guru bantunya dibuat gigit jari. Pemerintah dalam hal ini Pemda DKI Jakarta waktu itu beralasan bahwa kata honorer merujuk pada mereka yang bekerja di instansi pemerintah. Pernyataan ini berakibat pada satu-dua guru bantu yang akhirnya mencari lagi “sawah” baru di sekolah negeri. &amp;nbsp;Alasan ini justru menjadi pembenaran bahwa dengan nyata&amp;nbsp; pemerintah masih mendikotomikan antara sekolah swasta dan sekolah negeri, guru swasta dan guru negeri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Tahun 2011 di akhir masa pemerintahan Gubernur Fauzi Bowo,&amp;nbsp; 850 guru bantu diangkat menjadi CPNS dan ditempatkan di sekolah negeri. Dari jumlah itu ada sekitar 165 yang belum bisa diangkat CPNS dikarenakan belum lolos berkas. Kebijakan ini pun akhirnya menuai dilema, di satu sisi sekolah swasta kehilangan asetnya berupa guru, di sekolah negeri terjadi keluhan guru honorer negeri karena keberadaan eksguru bantu ini menggeser mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Dalam pandangan saya, inilah hasil yang dituai pemerintah DKI Jakarta lantaran sejak awal salah dalam penetapan guru bantu berasal dari guru swasta demi mem-PNS-kan dulu guru PTT-nya. Dalam hal ini guru bantu menjadi korban sekaligus yang terombang-ambingkan dalam ketidakjelasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Seiring pergantian gubernur di DKI Jakarta, guru bantu pun berharap segera ada titik jelas kedudukan mereka. Pada Kamis, 28 Maret 2013, Gubernur Joko Widodo melantik 165 sisa guru bantu pada era Fauzi Bowo&amp;nbsp; yang belum diangkat menjadi CPNS. Dalam kesempatan itu dia menuturkan di Tempo.co akan ada pengangkatan guru bantu hingga 2015. Secara bertahap.&amp;nbsp; Dia juga sudah lama melayangkan perintah kepada BKD untuk menyelesaikan masalah guru bantu. “Tidak bisa jreng,” kata beliau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Akan selesaikah guru bantu sebanyak 5.720 diproses untuk CPNS hingga 2015? Dalam Tempo.co&amp;nbsp;Kepala Bidang Perencanaan dan Pemberdayaan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Maria Qibtya menyatakan DKI Jakarta memiliki 6.571 guru bantu. Dari jumlah tersebut baru 851 orang yang diproses untuk menjadi CPNS, termasuk yang 165 yang dilantik tersebut. Artinya masih ada 5.720 guru bantu yang masih belum jelas nasibnya. Masih menurut Tempo.co Maria menyebutkan, pihaknya sudah bersurat kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan terkait 5.720 orang tersebut. “Itu nanti Kemendikbud yang memutuskan bagaimana selanjutnya, DKI memroses sesuai kebutuhan DKI saja,” kata dia. Pernyataan pihak BKD tersebut tidak sejalan dengan Guburnur DKI Jakarta. BKD hanya memproses sesuai kebutuhan wilayahnya, sedangkan Jokowi menyatakan akan memproses guru bantu menjadi CPNS hingga 2015.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Saat ini muncul istilah honorer KI dan KII.&amp;nbsp; April ini ada uji publik kelayakan honorer KII. Setiap membicarakan kata honorer, saya harus berpikir kembali, untuk tidak dibilang gede rasa, bahwa honorer untuk guru adalah istilah bagi guru honor di sekolah negeri sedangkan guru bantu yang dibiayai dari APBN yang mengajar di sekolah swasta entah apa sebutannya? Kami sendiri tidak termasuk dalam KI maupun KII. Mungkin—menghibur diri—kami&amp;nbsp; di atas keduanya. Kuatir juga ada lantaran keseringan disalip dengan PTT maupun honorer yang muda-muda. Meminjam istilah anak muda guru bantu menjadi semakin galau di tengah-tengah kegalauan menunggu honor yang tidak turun-turun. Kumpul-kumpul berkas sudah keseringan dilakukan. Setiap awal bulan pun guru bantu tetap mengumpulkan surat keterangan aktif mengajar di LPMP sebagai syarat pencairan honor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Sejak Januari hingga artikel ini saya unggah guru bantu belum menerima honor. Sekadar intermezzo, saya jadi berpikir inilah bedanya kata honor dengan gaji: honor turunnya suka-suka sedangkan gaji sudah pasti tanggal turunnya. Soal keterlambatan honor, guru bantu sering mengeluhkan lewat media jejaring sosial. Ada juga yang melayangkan sms ke WakilGubernur Basuki Tjahaya Purnama. Saat ada kesempatan pertemuan dengan dengan Gubernur Joko Widodo pun juga ada yang menanyakan hal ini, di samping pertanyaan utama tentang pemrosesan CPNS untuk seluruh guru bantu DKI Jakarta. Semua jawabannya berujung pada penggalan syair lagu&amp;nbsp;&lt;i&gt;Bento&lt;/i&gt;: sabar, sabar, sabar, dan tunggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Guru bantu menjadi pekerjaan rumah bagi Jokowi. Ibarat pepatah Jawa, bapak polah anak kepradah. Bapak berulah, anaknya yang menanggung akibatnya. Pemerintah daerah lalu sebagai bapaknya, pemerintah sekarang anaknya. Ini tidak akan terjadi seandainya ada itikad baik pemerintah daerah waktu itu. Kalau di luar DKI Jakarta hampir tuntas, mengapa di daerah pusat pemerintahan negara Republik Indonesia tercinta ini justru menuai masalah? Sepuluh tahun sudah penantian dalam ketidakpastian. Sebagian dari kami sudah tidak muda lagi, rata-rata di atas kepala empat.&amp;nbsp; Dan di pundak Jokowi kami berharap semoga pekerjaan rumah ini bisa diselesaikan dengan nilai yang memuaskan. Amin./&lt;/span&gt;&lt;b class="_36"&gt;&lt;a data-hovercard="/ajax/hovercard/hovercard.php?id=100004132354110&amp;amp;extragetparams=%7B%7D" href="http://www.facebook.com/heru.w.handayani"&gt;Heru Widhi Handayani&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/2958001354183224970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=2958001354183224970' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/2958001354183224970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/2958001354183224970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/04/guru-bantu-dki-jakarta-jadi-pns.html' title='Guru Bantu DKI Jakarta Jadi PNS, Masihkah Dipersulit Kalau Bisa Dipermudah(?)'/><author><name>Heru Widhi Handayani</name><uri>https://plus.google.com/100358958704957935661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-qeuuA_ukxA8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAABM/6YplXWZL5HU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-fdPiQrNqOEI/UXHeN9H1cJI/AAAAAAAAACc/ZP71yBnE-3Y/s72-c/Renungan-Islam-tentang-Ibu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-6789544181945187708</id><published>2013-04-18T19:51:00.004-07:00</published><updated>2013-04-18T19:51:59.068-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba Serbi'/><title type='text'>UN 2013 : Federasi Serikat Guru Terima 1.000 Pengaduan dari Siswa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Omboe6qExCc/UXCvrZQtt4I/AAAAAAAAACM/zzazaBm7hOQ/s1600/un3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-Omboe6qExCc/UXCvrZQtt4I/AAAAAAAAACM/zzazaBm7hOQ/s1600/un3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta. Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang dinilai cukup buruk rupanya  diikuti dengan pengaduan dari siswa dan orangtua siswa. Federasi Serikat  Guru Indonesia (FSGI) menerima 1.000 pengaduan terkait UN.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kacau balau, kami membuka posko pengaduan di 12 provinsi dan 35  kabupaten/kota. Laporan tahun ini, capai angka 1.000 pengaduan. Ini  bahkan juga muncul &lt;em&gt;email&lt;/em&gt; yang menyebutkan tidak mau lagi  melaporkan ke Kemendikbud yang membantah tidak ada kecurangan,” ujar  Sekjend FSGI Retno Listiyarti kepada &lt;em&gt;detikcom&lt;/em&gt;, Jumat (19/4/2013).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun Retno menyebutkan FSGI tidak memiliki akses untuk  menindaklanjuti pengaduan tersebut. Walau kepercayaan para pengadu lebih  besar kepada FSGI yang menyatakan menentang pelaksanaan UN.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sebenarnya kami juga tidak akan menindaklanjuti karena tidak miliki  wewenang, tapi dari pengaduan inilah kami mengklasifikasikan. Kesimpulan  kami, kami menentang ujian nasional sejak dulu, jadi momentun UN 2013  adalah momentum untuk menghapus ujian nasional,” ujar Retno.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;FSGI menentang UN karena begitu banyak carut marut yang kerap terjadi  tiap tahunnya. Seperti isu jual beli kunci jawaban, dan soal yang  dinilai terlalu sulit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ini yang dirugikan banyak, ada dari orangtua yang dilibatkan jual  beli kunci jawaban, lalu murid-murid yang menyebutkan ada yang jual beli  kunci,” ujar Retno.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kami juga terima 97 pengaduan dari murid yang mengatakan ujian  nasional tahun ini sangat sulit, mereka adalah dari kelas atas. Mereka  sendiri merasa soal sangat sulit,” tambah Retno./Solopos.Com&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/6789544181945187708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=6789544181945187708' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/6789544181945187708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/6789544181945187708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/04/un-2013-federasi-serikat-guru-terima.html' title='UN 2013 : Federasi Serikat Guru Terima 1.000 Pengaduan dari Siswa'/><author><name>Guru Bantu DKI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05167819548720694153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Omboe6qExCc/UXCvrZQtt4I/AAAAAAAAACM/zzazaBm7hOQ/s72-c/un3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-7783140079493410665</id><published>2013-04-18T19:45:00.001-07:00</published><updated>2013-04-18T19:45:45.287-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Beranda'/><title type='text'>Ketika Mendikbud 'Tak Habis Pikir' Terkait Kacaunya UN 2013 </title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Omboe6qExCc/UXCvrZQtt4I/AAAAAAAAACI/s-oWqvoq0S8/s1600/un3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://2.bp.blogspot.com/-Omboe6qExCc/UXCvrZQtt4I/AAAAAAAAACI/s-oWqvoq0S8/s320/un3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; - Sudah hampir seminggu, Mendikbud M Nuh  dipusingkan dengan pertanyaan soal kacaunya pelaksanaan Ujian Nasional  (UN) SMA 2013. Meski sebagai garda depan pendidikan Indonesia, M Nuh pun  seolah buntu menghadapi nasib UN SMU tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang ini  kasus yang saya tak habis pikir. memang ini kasus yang sangat khusus,"  jawab M Nuh usai menghadiri acara Indonesian Young Leaders Forum 2013,  di Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Kamis (18/4/2013).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia  mengklaim kalau pelaksanaan dan persiapan oleh Kemendikbud sudah matang.  M nuh juga mengatakan, enam tender percetakan, hanya 1 yang kinerjanya  tidak beres yaitu PT Ghalia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan, bukan karena kita, wong yang  lima percetakan itu oke kok. Dari enam percetakan itu, berapa sih yang  enggak bisa penuhi janjinya? Ya satu ini," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan  wartawan M Nuh mengaku bingung terkait terjadinya masalah ini. dia lebih  memilih menyalahkan satu percetakan yaitu PT Ghalia. "Kalau cari  akarnya ya itu ada di percetakan itu (PT Ghalia)," sambung mantan  Menkominfo ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M Nuh mengatakan, jika pada masa lalu ada 25  tender yang dimenangkan maka tahun ini dikerucutkan. Alasannya, semakin  banyak tender maka semakin banyak kebocoran soal UN dan sulit untuk  mengontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"3 Tahun lalu yang muncul adalah isu kebocoran,  karena kita susah mengontrol 25 perusahaan percetakan, jadi ini kita  tarik," tegasnya.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/7783140079493410665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=7783140079493410665' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/7783140079493410665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/7783140079493410665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/04/ketika-mendikbud-tak-habis-pikir.html' title='Ketika Mendikbud &apos;Tak Habis Pikir&apos; Terkait Kacaunya UN 2013 '/><author><name>Guru Bantu DKI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05167819548720694153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Omboe6qExCc/UXCvrZQtt4I/AAAAAAAAACI/s-oWqvoq0S8/s72-c/un3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-625770379277433407</id><published>2013-04-18T19:41:00.002-07:00</published><updated>2013-04-18T19:41:25.680-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Beranda'/><title type='text'>Alasan BSNP, UN 2013 Harus Molor</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ht-dkurj4ow/UXCuo4VzxzI/AAAAAAAAACA/_7BoOALQqOE/s1600/177663_620.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="183" src="http://4.bp.blogspot.com/-ht-dkurj4ow/UXCuo4VzxzI/AAAAAAAAACA/_7BoOALQqOE/s320/177663_620.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #666666;"&gt;&lt;strong&gt;TEMPO.CO &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: #666666;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;:Anggaran Kementerian Pendidikan yang sempat dibintangi oleh Kementerian Keuangan dianggap sebagai penyebab molornya persiapan ujian nasional.  Menurut anggota Badan Standar Nasional Pendidikan Teuku Ramli Zakaria,  anggaran yang dibintangi itu mengakibatkan sejumlah keterlambatan,  semisal dalam sosialisasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; "Tahun lalu, sosialisasi ke Dinas Pendidikan sudah  dimulai bulan November tapi tahun ini karena tidak ada dana, baru  Februari dan Maret 2013," kata Ramli, Kamis, 18 April 2013. Menurut dia,  sosialisasi kali ini bahkan tidak dibiayai oleh kementerian tapi  menggunakan anggaran dinas. Begitu juga langkah selanjutnya, namun dia  enggan menyebutkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Mengenai pelelangan, Ramli mengaku tidak  tahu karena pihak yang berwenang lebih ke Badan Pengembangan dan  Pelatihan Kementerian Pendidikan. Untuk percetakan, kata Ramli, standar  operasionalnya memang tidak boleh lebih dari satu bulan. "Kalau naskah  terlalu lama di percetakan, takutnya bocor," kata Ramli. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Pemenang tender mengerjakan proses percetakan sekaligus distribusi ke  daerah-daerah. Naskah ujian SMA seharusnya sudah dikirimkan paling  lambat H-3, sedangkan untuk SMP H-7 dari waktu pelaksanaan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Ramli menuturkan, saat ini yang lebih diutamakan bagaimana Ujian  Nasional bisa berjalan lancar. "Prinsipnya semua harus berupaya keras  agar anak-anak tidak dirugikan dengan keterlambatan ini," ucap Ramli.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/625770379277433407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=625770379277433407' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/625770379277433407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/625770379277433407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/04/alasan-bsnp-un-2013-harus-molor.html' title='Alasan BSNP, UN 2013 Harus Molor'/><author><name>Guru Bantu DKI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05167819548720694153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ht-dkurj4ow/UXCuo4VzxzI/AAAAAAAAACA/_7BoOALQqOE/s72-c/177663_620.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-4987329398884058071</id><published>2013-04-18T19:37:00.001-07:00</published><updated>2013-04-18T19:37:17.215-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Beranda'/><title type='text'>Politisi PAN: Mendikbud Harus Mengakui UN 2013 Gagal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-97fns0MvV4o/UXCtmCEu-mI/AAAAAAAAAB4/YMSzJg_SbUw/s1600/Un2013+Tribun.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="http://2.bp.blogspot.com/-97fns0MvV4o/UXCtmCEu-mI/AAAAAAAAAB4/YMSzJg_SbUw/s320/Un2013+Tribun.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nasrullah Larada, anggota Komisi X DPR yang mengurusi bidang  pendidikan, tak habis pikir ujian nasional (UN) tahun ini bisa dua kali  ditunda.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tragedi itu ditambah kacaunya penyelenggaraan UN.  Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan, pemerintah dalam hal  ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), harus mengakui  bahwa pelaksanaan UN 2013 gagal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dalih apapun yang dilontarkan  Mendikbud, hanya lah upaya untuk menutup kelemahan dan kesalahan.  Tragedi ditundanya UN sampai dua kali di beberapa sekolah dan provinsi,  cermin bahwa fungsi kontrol dan pengawasan di Kemendikbud tidak  berjalan," tutur Nasrullah kepada Tribunnews.com di Jakarta, Jumat (19/4/2013).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia  juga tak bisa menerima dalih Mendikbud M Nuh, yang begitu saja melempar  kesalahan kepada pihak percetakan. Sebelumnya M Nuh mengatakan,  keterlambatan pengiriman naskah soal UN 2013 di 11 provinsi, sama sekali  tidak ada hubungannya dengan masalah tender perusahaan yang dilakukan  oleh kementeriannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ini bukan semata-mata sistem, tapi murni  percetakan. Nyatanya, dari enam percetakan, yang lima tidak ada masalah,  dan sudah selesai dikirim. Tender tidak masalah, sudah sesuai, tapi  kendala teknis saat di percetakan," papar Nuh saat melakukan inspeksi  mendadak di SMKN 6 Jakarta, Minggu (14/4/2013).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terkait itu,  Nasrullah mengatakan perlu dibentuk tim investigasi, baik itu dari Badan  Pemeriksa Keuangan (BPK) maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  untuk mengungkap tragedi yang mencoreng dunia pendidikan nasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurutnya,  BPK perlu segera melakukan audit investigasi dan Pemeriksaan dengan  Tujuan Tertentu (PDTT), mulai dari proses awal, tender, hingga  distribusi naskah UN.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Di sisi lain, KPK juga harus membentuk tim penyelidik untuk membongkar kasus kongkalikong proyek UN," tegasnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.tribunnews.com/2013/04/19/politisi-pan-mendikbud-harus-mengakui-un-2013-gagal" target="_blank"&gt;Tribun &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/4987329398884058071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=4987329398884058071' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/4987329398884058071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/4987329398884058071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/04/politisi-pan-mendikbud-harus-mengakui.html' title='Politisi PAN: Mendikbud Harus Mengakui UN 2013 Gagal'/><author><name>Guru Bantu DKI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05167819548720694153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-97fns0MvV4o/UXCtmCEu-mI/AAAAAAAAAB4/YMSzJg_SbUw/s72-c/Un2013+Tribun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-5951207061546239157</id><published>2013-04-18T19:26:00.003-07:00</published><updated>2013-04-18T19:26:25.707-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Guru Bantu'/><title type='text'>Guru Bantu Nasional Dapat Diangkat Menjadi CPNS</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Des3T7Gmzl0/UXCq6s3pr5I/AAAAAAAAABw/m_74BOAl_Mc/s1600/te2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://4.bp.blogspot.com/-Des3T7Gmzl0/UXCq6s3pr5I/AAAAAAAAABw/m_74BOAl_Mc/s320/te2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta-Humas BKN, Guru Bantu Nasional   yang diangkat Kementerian  Pendidikan Nasional dan dibiayai Anggaran   Pendapatan dan Belanja  Negara (APBN) dapat diangkat menjadi calon   pegawai negeri sipil (PNS)  jika memenuhi kriteria dalam proses   verifikasi dan validasi serta  memenuhi persyaratan lainnya. Guru Bantu   Nasional tersebut setelah  diangkat menjadi CPNS akan ditempatkan di   sekolah-sekolah negeri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian penjelasan yang disampaikan Direktur   Pengendalian Kepegawaian  I (Dalpeg I) Bosman Sitinjak dalam Audiensi   yang dilakukan Badan  Kepegawaian Negara (BKN) dengan Dewan Perwakilan   Rakyat Daerah (DPRD)  Kota Ternate di Ruang Rapat lantai 1 gedung I BKN   Pusat Jakarta, Rabu  (10/8). DPRD Kota Ternate dalam audiensi yang   menanyakan permasalahan  tenaga honorer dan penerimaan CPNS daerah   ditemui oleh  Direktur  Dalpeg I dan  Kepala Bagian (Kabag) Humas Tumpak   Hutabarat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bosman  Sitinjak lebih jauh menegaskan   bahwa hasil Verifikasi dan Validasi  tenaga honorer  akan diumumkan  BKN  setelah Pemerintah menerbitkan  Peraturan Pemerintah (PP) yang baru   tentang tenaga honorer. Verifikasi  dan validasi terhadap tenaga  honorer  kategori I telah dilakukan BKN  dari aspek kepegawaian dan  Badan  Pengawasan Keuangan dan Pembangunan  (BPKP)  dari aspek anggaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada    kesempatan yang sama Kabag Humas  Tumpak Hutabarat menyatakan bahwa   perlu pemetaan dan distribusi pegawai  dengan tepat dalam pengadaan PNS   daerah. Hal ini dimaksudkan agar tidak  terjadi ketimpangan jumlah   pegawai di daerah, dimana ada kelebihan  pegawai di suatu wilayah namun   kekurangan pegawai di  wilayah lainnya.  Selain itu, pemerintah daerah   (pemda) dan DPRD hendaknya  mempertimbangkan  APBD dalam  proses   penerimaan CPNS daerah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melalui  audiensi ini,      diharapkan   para anggota DPRD Kota Ternate  menyampaikan penjelasan yang telah   diberikan BKN kepada pihak-pihak  yang  berkepentingan. Dengan demikian,   Audiensi ini bermanfaat dalam  menegakkan Norma, Standar, dan Prosedur   (NSP) dalam bidang Kepegawaian.  (aman- tawur).&lt;/div&gt;Sumber : &lt;a href="http://bkn.go.id/in/berita/1644-guru-bantu-nasional-dapat-diangkat-menjadi-cpns.html"&gt;BKN&lt;/a&gt;&lt;div style="background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;"&gt;&lt;a href="http://datapendidik.blogspot.com/2012/06/guru-bantu-nasional-dapat-diangkan.html#ixzz2Qs7W7o8l" style="color: #003399;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/5951207061546239157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=5951207061546239157' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/5951207061546239157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/5951207061546239157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/04/guru-bantu-nasional-dapat-diangkat.html' title='Guru Bantu Nasional Dapat Diangkat Menjadi CPNS'/><author><name>Guru Bantu DKI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05167819548720694153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Des3T7Gmzl0/UXCq6s3pr5I/AAAAAAAAABw/m_74BOAl_Mc/s72-c/te2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-183624858152976951</id><published>2013-04-18T18:53:00.000-07:00</published><updated>2013-04-18T19:12:39.146-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Guru Bantu'/><title type='text'>Jokowi Lantik 165 Guru Bantu Jadi CPNS  </title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-JoKAj021qRI/UXCjV-7br2I/AAAAAAAAABo/-k01wrHcrOk/s1600/22713_620.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/-JoKAj021qRI/UXCjV-7br2I/AAAAAAAAABo/-k01wrHcrOk/s320/22713_620.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hari ini mengangkat 165 guru bantu  menjadi calon pegawai negeri sipil Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.  Para guru yang telah mengajar selama 10 tahun itu adalah bagian dari 851  guru bantu  yang masuk program perubahan status menjadi pegawai negeri sipil di DKI  sepanjang 2011 hingga 2012.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di hadapan para guru tersebut, Jokowi  mengatakan bahwa selama ini banyak guru bantu yang menanyakan status  kepegawaian mereka. "Saya sudah perintahkan lama ke Kepala BKD, tapi kan  harus ada kualifikasi, ada proses, tidak bisa langsung &lt;i&gt;jreng&lt;/i&gt;," ujarnya saat memberikan sambutan di Balai Agung, Kompleks Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Maret 2013.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala  Bidang Perencanaan dan Pemberdayaan Badan Kepegawaian Daerah (BKD)  Maria Qibtya mengungkapkan pemerintah merencanakan 851 guru bantu di DKI  Jakarta untuk diproses menjadi CPNS pada 2011 dan 2012. "Itu sudah  hasil dari pemerintah pusat dan Komisi II DPR pada 23 Maret 2011,"  katanya. Namun dari jumlah tersebut, baru 634 orang yang diproses  menjadi CPNS sepanjang 2011-2012. Sedangkan sisanya baru bisa diproses  tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Maria, DKI Jakarta memiliki 6.571 guru bantu.  Dari jumlah tersebut baru 851 orang yang diproses untuk menjadi CPNS.  Artinya, masih ada 5.720 guru bantu yang masih belum jelas nasibnya.  Maria mengatakan pihaknya sudah bersurat kepada Kementerian Pendidikan  dan Kebudayaan mengenai 5.720 orang tersebut. "Itu nanti Kemendikbud  yang memutuskan bagaimana selanjutnya, DKI memroses sesuai kebutuhan DKI  saja," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru yang baru saja diangkat, Ratih  Dewanti, mengatakan dia sudah 45 kali ikut demontrasi menuntut  pengangkatan para guru bantu. "Alhamdulillah sekarang ada hasilnya,"  kata. Ibu dari lima anak ini bertekad untuk menyekolahkan anaknya hingga  sarjana dengan penghasilannya yang sekarang. Selama ini para guru bantu  hanya mendapat gaji dari gaji pokok dari yayasan sekolah tempat mereka  mengajar. Setelah diangkat menjadi CPNS, mereka akan mendapat gaji  sebesar 80 persen dari jumlah gaji PNS sesuai golongan masing-masing,  ditambah tunjangan kinerja daerah yang jumlah terkecilnya Rp 2,9 juta.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.tempo.co/read/news/2013/03/28/083469878/Jokowi-Lantik-165-Guru-Bantu-Jadi-CPNS" target="_blank"&gt;Tempo.co &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/183624858152976951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=183624858152976951' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/183624858152976951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/183624858152976951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/04/jokowi-lantik-165-guru-bantu-jadi-cpns.html' title='Jokowi Lantik 165 Guru Bantu Jadi CPNS  '/><author><name>Guru Bantu DKI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05167819548720694153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-JoKAj021qRI/UXCjV-7br2I/AAAAAAAAABo/-k01wrHcrOk/s72-c/22713_620.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-5516074664573482723</id><published>2013-04-18T18:45:00.000-07:00</published><updated>2013-04-18T19:13:06.152-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Guru Bantu'/><title type='text'>Harapan Guru Bantu Kepada Jokowi</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-wozULEzypuo/UXChVe-_jBI/AAAAAAAAABg/BHXs8rPnMnQ/s1600/harapan-guru-bantu-pada-jokowi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://2.bp.blogspot.com/-wozULEzypuo/UXChVe-_jBI/AAAAAAAAABg/BHXs8rPnMnQ/s320/harapan-guru-bantu-pada-jokowi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Jokowi:Gubernur DKI Jakarta&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbagai harapan wong cilik berada di pundak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Jokowi diharapkan bisa membawa perubahan di Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Harapan tersebut pun turut datang dari Lauji. Pria yang sehari-hari  berprofesi sebagai guru bantu di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  di Jakarta Barat itu pun menaruh harapan agar dirinya beserta  rekan-rekan seprofesinya diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil DKI  Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya menaruh harapan yang sangat besar dari Pak Jokowi.  Semoga saya dan rekan-rekan saya sesama guru pembantu bisa diangkat  menjadi PNS," ujar Lauji yang saat itu menjadi salah satu peserta  Karnaval di depan Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Minggu (28/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lauji  yang sudah sejak tahun 2003 hingga saat ini menjadi seorang guru bantu  merasa seperti dianak tirikan saat kepemimpinan gubernur terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejak  dari 2003 saya menjadi guru pembantu, tapi tidak juga diangkat menjadi  PNS. Padahal dulu janjinya bakal diangkat, tapi giliran kita menuntut  untuk diangkat tapi saya malah di pingpong," kata Lauji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau  Foke tidak mau tahu sama guru pembantu yang mengajar di sekolah swasta  seperti saya, dia hanya ngurusin guru pembantu di sekolah-sekolah negeri  saja," kata Lauji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan bapak dua anak ini,  penghasilannya sebagai seorang guru pembantu rata-rata sebesar Rp 1,3  juta sebulan. Itu pun setelah digabungkan dengan bayarannya mengajar  pada tiap jamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dapat dari pusat (Pemprov) Rp 1 juta, lalu  tiap kita mengajar itu dibayar Rp 15 ribu sejamnya. Yaa total kurang  lebih Rp 1,3 juta sebulan," tutur warga Kebon Jeruk ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbulannya,  Lauji mengantongi Rp 1,3 juta dan tidak mendapatkan tunjangan-tunjangan  lain, seperti jaminan kesehatan maupun asuransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu dia, saya pasti bingung kalau istri atau anak saya sakit," ceritanya sambil menerawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah harapan pun terlontar dari bibir Lauji kepada Gubernur yang baru. Dirinya juga mengharapkan agar kinerja Jokowi terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semoga tidak awalnya saja dia (Jokowi) bekerja seperti ini. Semoga ada peningkatan di Jakarta," pungkas Lauji.&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.merdeka.com/jakarta/harapan-guru-bantu-pada-jokowi.html" target="_blank"&gt;Meredekadotcom &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/5516074664573482723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=5516074664573482723' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/5516074664573482723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/5516074664573482723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/04/harapan-guru-bantu-kepada-jokowi.html' title='Harapan Guru Bantu Kepada Jokowi'/><author><name>Guru Bantu DKI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05167819548720694153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-wozULEzypuo/UXChVe-_jBI/AAAAAAAAABg/BHXs8rPnMnQ/s72-c/harapan-guru-bantu-pada-jokowi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-2231959484089551571</id><published>2013-04-12T11:13:00.000-07:00</published><updated>2013-04-18T19:13:33.372-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Guru Bantu'/><title type='text'>Mendalami Model Pembelajaran Langsung</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://detik.ini.my.id/wp-content/uploads/2013/04/langsung.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Pembelajaran Langsung" class="size-medium wp-image-56" height="199" src="http://detik.ini.my.id/wp-content/uploads/2013/04/langsung-300x199.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt;Berbagai model pembelajaran yang  dikembangkan oleh para ahli pendidikan, pada dasarnya semua ditujukan  untuk meperoleh cara pembelajaran yang epektif dan efisian dalam proses  pembelajaran (proses mendidik dan mengajar). Pendidikan pada prinsipnya  adalah usaha sadar yang dilakukan oleh manusia dari tidak tahu menjadi  tahu, dan terjadi perubahan tingkah laku ke arah yang positif (Kognitif,  Apektif dan Psikomotorik). Namun demikian, apakah setiap model  pembelajaran bias diterapkan secara mandiri untuk mencapai tujuan  pendidikan itu sendiri, atau tujuan pendidikan akan diperoleh dengan  maksimal jika model yang digunakan dan diterapkan adalah model-model  pendidikan kombinasi dari berbagai model pembelajaran yang ada.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption alignleft" id="attachment_56" style="text-align: justify; width: 310px;"&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Pembelajaran Langsung&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulisan ini di inspirasikan oleh diskusi singkat dan sederhana dengan, yang tertarik mengkaji dan mendalami model pembelajaran &lt;i&gt;Direct Instruction. &lt;/i&gt;Penerapan Model &lt;i&gt;Direct Instructsion&lt;/i&gt; untuk pembelajaran desain Motif Bordir Kerawang Gayo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Model pembelajaran langsung adalah model  pembelajaran yang menekankan pada penguasaan konsep dan/atau perubahan  perilaku dengan mengutamakan pendekatan deduktif, dengan ciri-ciri  sebagai berikut: (1) transformasi dan ketrampilan secara langsung; (2)  pembelajaran berorientasi pada tujuan tertentu; (3) materi pembelajaran  yang telah terstuktur; (4) lingkungan belajar yang telah terstruktur;  dan (5) distruktur oleh guru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Guru berperan sebagai penyampai  informasi, dan dalam hal ini guru seyogyanya menggunakan berbagai media  yang sesuai, misalnya film, &lt;i&gt;tape recorder&lt;/i&gt;,&amp;nbsp; gambar,&amp;nbsp; peragaan,  dan sebaganya. Informasi yang disampaikan dapat berupa pengetahuan  prosedural (yaitu pengetahuan tentang bagaimana melaksanakan sesuatu)  atau pengetahuan deklaratif, (yaitu pengetahuan tentang sesuatu dapat  berupa fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi). Kritik terhadap  penggunaan model ini antara lain bahwa model ini tidak dapat digunakan  setiap waktu dan tidak untuk semua tujuan pembelajaran dan semua siswa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Bagaimana Tahapan Model Pembelajaran Direct Instruction?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahapan atau sintaks model pembelajaran langsung menurut Bruce dan Weil (1996), sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Orientasi&lt;/b&gt;. Sebelum menyajikan dan menjelaskan  materi baru, akan sangat menolong siswa jika guru/istruktur&amp;nbsp; memberikan  kerangka pelajaran dan orientasi terhadap materi yang akan disampaikan.  Bentuk-bentuk orientasi dapat berupa: (1) kegiatan pendahuluan untuk  mengetahui pengetahuan yang relevan dengan pengetahuan yang telah  dimiliki siswa; (2) mendiskusikan atau menginformasikan tujuan  pelajaran/pelatihan; (3) memberikan penjelasan/arahan mengenai kegiatan  yang akan dilakukan; (4) menginformasikan materi/konsep yang akan  digunakan dan kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran; dan(5)  menginformasikan kerangka pelajaran. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Presentasi&lt;/b&gt;. Pada fase ini guru/instruktur&amp;nbsp; dapat  menyajikan materi pelajaran baik berupa konsep-konsep maupun  keterampilan. Penyajian materi dapat berupa: (1) penyajian materi dalam  langkah-langkah kecil sehingga materi dapat dikuasai siswa dalam waktu  relatif pendek;(2) pemberian contoh-contoh konsep; (3) pemodelan atau  peragaan keterampilan dengan cara demonstrasi atau penjelasan  langkah-langkah kerja terhadap tugas; dan (4) menjelaskan ulang hal-hal  yang sulit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Latihan terstruktur&lt;/b&gt;. Pada fase ini guru memandu  siswa untuk melakukan latihan-latihan. Peran guru yang penting dalam  fase ini adalah memberikan umpan balik terhadap respon siswa dan  memberikan penguatan terhadap respon siswa yang benar dan mengoreksi  respon siswa yang salah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Latihan terbimbing&lt;/b&gt;. Pada fase ini guru memberikan  kesempatan kepada siswa untuk berlatih konsep atau keterampilan. Latihan  terbimbing ini baik juga digunakan oleh guru untuk mengases/menilai  kemampuan siswa untuk melakukan tugasnya. Pada fase ini peran guru  adalah memonitor dan memberikan bimbingan jika diperlukan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Latihan mandiri.&lt;/b&gt; Pada fase ini siswa melakukan  kegiatan latihan secara mandiri, fase ini dapat dilalui siswa jika telah  menguasai tahap-tahap pengerjaan tugas 85-90% dalam fase bimbingan  latihan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat uraian Bruce dan Weil (1996)  itu, tampak jelas bahwa proses pembelajaran sangat tergantung dan  berorientasi kepada aktivitas pendidik sebagai “Pemeran Utama” Jelas  berdasarkan fakta dan pengalaman, hal ini tidak selamanya tepat, dan  tidak dapat diterapkan dalam semua jenis program pembelajaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak ditemukan fakta, proses  pembelajaran tidak akan mencapai hasil maksimal jika dalam kegiatan  belajar dan mengajar itu lebih berpusat kepada pendidik. Menurut saya:  Pendidikan yang epektif adalah pendidikan yang menjadikan peserta didik  sebagai subjek, sebagai pemain utama, peran guru hanyalah sebagai  fasilitator, dan sudah barang tentu fasilitator yang kompeten dalam  bidangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Model pembelajaran secara individual  dalam pembelajaran keterampilan, diasumsikan lebih epektif mencapai  tujuan yang diharapkan, bukan hanya karena kemampuan dan tingkat  penerimaan informasi peserta didik yang berbeda-beda, lebih dari itu  hubungan psyikologis antara pendidik dan peserta didik menjadi “lebih  dekat”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Model pembelajaran dengan pendekatan  individual, akan lebih epektif dari pendekatan pembelajaran secara  komunal, jika orientasinya adalah penekanan pada konsep dan  prinsip-prinsip pengetahuan itu sendiri. Benar juga pendekatan komunal  tidak juga bisa&amp;nbsp; ditinggalkan jika pemahaman yang dibutuhkan adalah  pemecahan masalah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kasus Desain Motif Bordir,  &amp;nbsp;sebagai langkah sebaiknya perlu dilakukan upaya membandingkan  epektifitas pembelajaran dengan dua pendekatan: 1. Pendekatan  pembelajaran secara individual, dan 2. pendekatan pembelajaran secara  komunal, atau kombinasi kedua pendekatan itu. Akan tempak lebih jelas  pada jenis pembelajaran apa Model Pembelajaran &lt;b&gt;&lt;i&gt;Direct Instruction&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; itu mendapatkan respons yang baik dari peserta didik, tentu bukan hanya  respons tetapi tingkat ketercapaian tujuan akan menjadi sangat penting.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melibatkan peserta didik dalam  pengembangan desain secara penuh, pasti akan menumbuhkan kreatifitas,  karena desain bordir sering kali memiliki arti dan makna local sesuai  kedaerahannya. Maka setiap desain baru akan melahirkan arti dan makna  baru, baik dari bentuk, motif, warna, dan berbagai ornamen yang  ditampilkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada bagian inilah pembelajaran komunal  menjadi begitu penting, karena akan muncul adu argumentasi, “pertarungan  ide” dan hal positif lainnya, ranah apeksi peserta didik mulai bekerja,  kehalusan rasa mulai di aktualisasikan, sikap toleransi dalam  berdiskusi mulai tumbuh, kemahiran menggambarkan sketsa, dan keberanian  mengaktualisasikan pengetahuan, keterampilan dan sikapnya mulai muncul  karena mendapatkan tempat yang luas karena fasilitas guru/instrukturnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Model pembelajaran &lt;b&gt;&lt;i&gt;Direct Instruction&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; menurut saya adalah model pembelajaran konvensional, model pembelajaran  yang rutin, biasa, dan harusnya seperti itu. Tetapi pembelajaran yang  epektif dan epesien tidak lagi cukup hanya dengan menggunakan pendekatan  itu yang diakui atau tidak lebih berpusat kepada guru/instruktur. Di  sisi lain, dalam proses pembelajaran segala sesuatunya haruslah  berorientasi tujuan, karena itulah&amp;nbsp; pendidikan dan pelatihan kita, harus  lebih banyak memberikan posrsi dan kesempatan kepada peserta didik  untuk bisa mengembangkan dan mengatualisasikan dirinya dengan lebih  cepat, terarah, dan terukur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga Bermanfaat: Irwan Putra&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/2231959484089551571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=2231959484089551571' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/2231959484089551571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/2231959484089551571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/04/mendalami-model-pembelajaran-langsung.html' title='Mendalami Model Pembelajaran Langsung'/><author><name>Guru Bantu DKI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05167819548720694153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-401807227881185957.post-5341984453831581446</id><published>2013-04-12T11:00:00.000-07:00</published><updated>2013-04-18T19:13:58.101-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Guru Bantu'/><title type='text'>Puzzle</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Puzzle adalah suatu permainan yang  mengharuskan kita sebagai pemain menyusun kembali serpihan puzzle,  merepotkan? Pasti. Melelahkan tentu saja, namun ketika seluruh serpihan  tersusun sempurna, ada sensasi luar biasa yang terasa, ya, aku  berhasil…..!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-6GbfTApYRN0/UWhLjgBg09I/AAAAAAAAAW0/f4YuWYVZtR4/s1600/puzzle.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-6GbfTApYRN0/UWhLjgBg09I/AAAAAAAAAW0/f4YuWYVZtR4/s1600/puzzle.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Puzzle&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Serpihan puzzle adalah kepingan hidup  kita dan satu paket utuh puzzle adalah hidup kita yang telah diselimuti  semua asa dan keyakinan akan impian yang tercapai. Semua terbentuk  karena danya visi untuk berhasil. Sebagai remaja, siapa sich yang tidak  ingin berhasil, gak masalah kalo orang lein mengatakan kalo impian yang  iongin kita capai dibilang terlalu tinggi atau terlalu cetek.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalo kita  sebagai remaja pemimpi hebat memang memiliki impian dan tujuan yang  serius untuk mencapainya disertai usaha kerasa dan doa, semuanya akan  mungkin terlaksana. Yang menjalani seluruh mimpi itu adalah kita, maka  lakukanlah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hampir setiap prestasi besar didunia  dimulai dari sebuah visi: Sejak Ford hingga Disneyland, dari sony hingga  Microsoft menerima tantangan akan impian yang hebat dan cara  menantangnya lebih awal adalah dengan berani membayangkan apa yang akan  diraih. Jangan malu! Lantas buktikanlah!.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Visi kita dalam bermain puzzle menyusun  serpihan-serpihanya menjadi utuh kembali dan sesuai dengan apa yang kita  harapakan. Visi sendiri memiliki soulmate yaitu motivasi. Kita tidak  akan pernah dapat menyelesaikan secara utuh serpiha puzzle tanpa  semangat motivasi yang tinggi. Yang ada kita malah akan menyerah dan  mengaku kalah ditengah permainan dan apa yang kita harapkan tidak kan  pernah tercapai. Begitu pula dengan mimpi hebat kita, seperti puzzle  yang utuh. Lantas, kita menyerah… Guys, dont be a looser, keep  figthting! Jangan pernah berhenti bertarung hanya karena satu kekalahan.  Diam selama seditk dalam sebuah pertarungan massal hanya akan membuatmu  tertinggal beberapa langkah dari ribuan lawan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut marlin king seorang atlet  pancalomba olimpiade, rumus keberhasilan adalah : Visi + Gairah + Aksi =  Sukses. Langkah berikutnya adalah Take Action. Kita tidak akan  mendapatkan apapun bila kita tidak bergerak. Kita akan hanya akan  menjadi pemimpi hebat yang terbuang. Percuma bermimpi, lebih baik sama  sekali tidak bermimpi bila kepasifan diri kita terlalu dimanja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gordon Dryden dan Dr. Zeanettevos dalam  buku “ The Learning Revolution” pernah mendeskripsikan sebuah hal  mengenai puzzle. Khusunya pelajaran yang dapat dipetik dari sebuah  puzzle. Jika kita menyusun sepuluh ribu bagian dari puzzle besar satu  demi satu, kita butuh beberapa tahun untuk menyelesaikannya. Namun, kalo  kita melihat gambaran keseluruhan dari kemasannya kita akan tahu apa  yang sedang atau ingin kita bangun lalu, sangatlah mudah menempatkan  setiap bagian diposisinya masing-masing. Dari diskripsi singkat itu,  dapat dicerna untuk mencapai mimpi kita, kita harus mengenal apa yang  sesungguhnya kita impikan. Impian kita bukanlah impian sembarang, impian  kita adalah impian yang memiliki makna dan tujuan yang jelas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepiangan puzzle layaknya detail dari  gambaran besar apa yang ingin kita capai, untuk menyusunnya diuperlukan  visi, motivasi, serta aksi. Kini, saatnya kita beraksi dengan disertai  doa untuk menyusun kepingan puzzle menurut gambaran seharusnya. Keep  Fighting !Yakinlah bahwa suatu saat dari mulut kita akan terlontar “  Iya, Aku Berhasil….!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Eiits, namun permainan puzzle masih berlanjut, karena fase hidup tidak hanya satu…….! Semangat.!***&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.gurubantudki.co.vu/feeds/5341984453831581446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=401807227881185957&amp;postID=5341984453831581446' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/5341984453831581446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/401807227881185957/posts/default/5341984453831581446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.gurubantudki.co.vu/2013/04/puzzle.html' title='Puzzle'/><author><name>Guru Bantu DKI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05167819548720694153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-6GbfTApYRN0/UWhLjgBg09I/AAAAAAAAAW0/f4YuWYVZtR4/s72-c/puzzle.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>