<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064</atom:id><lastBuildDate>Sun, 08 Nov 2009 05:01:29 +0000</lastBuildDate><title>HARIMAU JAMBI</title><description /><link>http://harimaujambi.blogspot.com/</link><managingEditor>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>363</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/HarimauJambi" type="application/rss+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-5810736548554932409</guid><pubDate>Fri, 29 May 2009 11:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-29T19:04:46.435+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita Menarik</category><title>Pengembangan tenaga nulir akan membahayakan ASEAN</title><description>&lt;a href="http://www.greenpeace.org/raw/image_full/seasia/id/press/picture-desk/greenpeace-southeast-asia-clim.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 274px; CURSOR: hand; HEIGHT: 205px" alt="" src="http://www.greenpeace.org/raw/image_full/seasia/id/press/picture-desk/greenpeace-southeast-asia-clim.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Greenpeace memperingatkan: Pengembangan tenaga nuklir akan membahayakan ASEAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Manila/Jakarta/ Bangkok29 May 2009 – Greenpeace hari ini memperingatkan bahwa uji coba nuklir KoreaUtara baru-baru ini makin menegaskan hubungan berbahaya antara tenaga nuklir dan senjata nuklir, dan mendesak pemimpin-pemimpin ASEAN untuk meninggalkan ambisi nuklir mereka, atau membawa kawasan yang sebelumnya bebas dari senjata nuklir ini kepada resiko bahaya pengembangan senjata nuklir.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Desakan inimuncul di tengah-tengah kutukan dunia internasional kepada Korea Utara yang melakukan uji coba nuklir di awal pekan ini dan gelombang keprihatinan karena perkembangan ini makin memanaskan suhu konflik di kawasan ini. Menurut laporan,Korea Utara sudah mulai melakukan pemrosesan kembali tabung bahan bakar nuklir bekas untuk mengambil plutonium yang dibutuhkan untuk membuat senjata. Korea Utara punya banyak fasilitas nuklir, mulai dari rantai keseluruhan bahan bakar nuklir, termasuk fasilitas pengayaan dan pemrosesan kembali yang digunakan untuk memisahkan plutonium dari uranium yang telah terpakai. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Diperkirakan, cadangan plutonium negara ini cukup untuk memproduksi setengah lusin bom nuklir. “Tenaganuklir dan senjata nuklir adalah dua sisi pada koin yang sama. Keduanya berhubungan sangat erat dan batas yang memisahkannya sangat mudah untuk diseberangi. Pengembangan senjata menakutkan Korea Utara ini mutlak harus menjadi peringatan bagi komunitas ASEAN bahwa pengembangan tenaga nuklir akan sangat potensial memunculkan negara yang punya senjata nuklir,” ujar Tessa deRyck, Juru kampanye Nuklir Regional Asia Tenggara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Negara-negaraASEAN memang telah melontarkan rencana ambisius untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir, dimana beberapa negara seperti Indonesia, Filipina,Thailand, Vietnam dan Myanmar secara serius sedang mempertimbangkan untuk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklir dalam waktu dekat. Padahal, 10 negara anggota ASEAN telah mendeklarasikan kawasan ini sebaga zona bebas senjata nuklir pada Bangkok Treaty 1995. Uji coba Korea Utara telahmenunjukkan, bahwa bila pembangkit tenaga nuklir sudah ada, maka akan sangat sulit membatasi pengembangan senjata nuklir.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Makinmeningkatnya cadangan plutonium yang digunakan untuk kepentingan sipil menimbulkan kekhawatiran yang makin memuncak. Pembangkit listrik tenaga nuklir standar memproduksi sekitar 20 ton limbah yang mengandung radioaktif tinggi pertahun, dimana satu persen diantaranya adalah plutonium. Mengingat bahwa hanyalima kilogram plutonium bekas reaktor sudah cukup untuk membuat satu kepala bom nuklir (bom yang digunakan untuk menghancurkan Nagasaki pada 1945 dimana 50.000orang tewas mengandung 6, 1 plutonium) maka banyaknya cadangan plutonium tentu menjadi puncak kekhawatiran.Diperkirakan,rencana pembangunan pembangkit tenaga Nuklir di seluruh negara-negara ASEANakan mampu memproduksi hingga 200 bom nuklir per tahun. Selain itu fasilitas nuklir yang memerlukan pengamanan sangat ketat akan menjadi target dari serangan grup teroris dan ekstrimis. “Uji cobasenjata nuklir Korea Utara bisa memicu dimulainya lomba mengembangkan senjata nuklir di kawasan itu, yang akan mempengaruhi Asia Tenggara juga. Ini adalah arah yang sangat berbahaya. Asia Tenggara saat ini berada dalam posisi yang strategis untuk menjadikan kawasan ini bebas tenaga nuklir, termasuk resiko keamanan dan ekonomi, disamping ancaman kemungkinan pengembangan senjatanuklir. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;ASEAN harus memberi contoh dengan meninggalkan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir, dan fokus pada efisiensi energi dan pengembangan energi terbarukan yang sudah terbukti bisa menjadi solusi,”de Ryck menutup percakapan. Greenpeace adalah organisasi kampanye global independen, yang beraksi untuk mengubah sikap dan perilaku, untuk melindungi dan melestarikan lingkungan,serta mempromosikan perdamaian.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-5810736548554932409?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/pengembangan-tenaga-nulir-akan.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-2914169790994374209</guid><pubDate>Fri, 29 May 2009 10:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-29T17:22:51.240+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Konservasi Orangutan</category><title>GILA DALAM KURUNGAN</title><description>&lt;a href="http://orangutanprotection.com/uploaded/FIN_2720.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 215px; CURSOR: hand; HEIGHT: 125px" alt="" src="http://orangutanprotection.com/uploaded/FIN_2720.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;Kondisi orangutan di kebun binatang Indonesia.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Centre for Orangutan Protection (COP) mendesak Departemen Kehutanan untuk serius mengawasi pemeliharaan orangutan di kebun binatang. Desakan ini didasarkan pada hasil riset COP yang menunjukkan bahwa hampir seluruhorangutan yang berada di kebun binatang di Indonesia, saat ini beradadalam kondisi yang buruk. Para pengelola cenderung mengabaikan prinsip -prinsip kesejahteraan binatang (animal welfare) yang disepakati olehberbagai asosiasi kebun binatang seperti World Association of Zoos andAquariums (WAZA) dan Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI),yakni:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;1. bebas dari rasa lapar dan haus.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;2. bebas dari ketidaknyamanan secara fisik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;3. bebas dari luka, sakit dan penyakit.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;4. bebas mengekspresikan perilaku secara normal.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;5. bebas dari stress dan tekanan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;COP melakukan penilaian pada 28 orangutan di kebun binatang Surabaya,Solo, Yogya, Bandung dan Jakarta. Penilaian dilakukan hanya pada orangutanyang dipamerkan, tidak termasuk orangutan yang disembunyikan, dipakaiuntuk pertunjukan atau dalam masa karantina. COP menghabiskan 30.000 detik untuk menilai setiap individu orangutan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada umumnya, kebun binatang di Indonesia masih menggunakan kandang berjeruji untuk memamerkan orangutannya kepada pengunjung. Beberapa kebun binatang telah meninggalkan gaya kandang berjeruji dan menggantikannya dengan kurungan terbuka mirip pulau (&lt;em&gt;enclosure&lt;/em&gt;). Hampir seluruh orangutanyang dikurung dalam kandang berjeruji, kondisinya lebih burukdibandingkan yang ditempatkan di enclosure. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mereka tidak mendapatkan aksesair untuk diminum, minim interaksi sosial dengan orangutan lainnya dankandang kosong tanpa fasilitas bermain.“Mudah untuk mengenali gejala stress pada orangutan karena mirip denganmanusia. COP mendokumentasikan berbagai gejala stress dan gila sepertimembenturkan tubuh, memuntahkan makanan dan memakannya kembali, menjilatiputing susunya sendiri, minum air kencing serta menghabiskan waktu dengan tidur dan duduk bengong tanpa ekspresi,” kata Drh. Luki Wardhani,Captivity Researcher COP. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Menurutnya, hal ini seringkali disebabkan olehburuknya kualitas hidup orangutan tersebut.“Kebun binatang sebagai lembaga konservasi ex situ sudah seharusnya memperlakukan koleksi satwa sebagai spesimen hidup yang bernilai, bukan memperlakukannya seperti sekarang ini. Kebun binatang cenderungmengeksploitasi orangutan untuk hiburan dan lelucon bagi pengunjung. ,”kata Seto Hari Wibowo, Captivity Campaign Manager COP.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-2914169790994374209?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/gila-dalam-kurungan.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-4765410545944036034</guid><pubDate>Fri, 29 May 2009 09:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-29T16:58:45.448+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita Menarik</category><title>Biaya hidup di Kota Jambi</title><description>&lt;a href="http://platform.ak.facebook.com/www.new/app_full_proxy.php?app=82093492276&amp;amp;v=1&amp;amp;size=b&amp;amp;cksum=8f93de76960269ceab9df0d94f9fcb0b&amp;amp;src=http%3A%2F%2F72.14.181.54%2Ffb%2Fimages%2Fbiaya_hidup.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 130px; CURSOR: hand; HEIGHT: 97px" alt="" src="http://platform.ak.facebook.com/www.new/app_full_proxy.php?app=82093492276&amp;amp;v=1&amp;amp;size=b&amp;amp;cksum=8f93de76960269ceab9df0d94f9fcb0b&amp;amp;src=http%3A%2F%2F72.14.181.54%2Ffb%2Fimages%2Fbiaya_hidup.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Berdasarkan rumusan tertentu, Adnun telah menemukan besaran &lt;a onclick="(new Image()).src = '/ajax/ct.php?app_id=82093492276&amp;amp;action_type=3&amp;amp;post_form_id=0b6144405d1f857550502ffc585f7644&amp;amp;position=14&amp;amp;' + Math.random();ft(&amp;quot;4:9:63:0:0:::::557928787:1:82093492276:::0:5339666060637442510::0:qrt188:0:::&amp;quot;,&amp;quot;1243597612:2da5fcd68ca8136fee3c598d28841481&amp;quot;,&amp;quot;clk&amp;quot;,0,&amp;quot;nf&amp;quot;);return true;" href="http://apps.facebook.com/biaya_hidup/"&gt;biaya hidup&lt;/a&gt; yang dibutuhkannya.Dear rekans, untuk anda yang tinggal di kota Jambi maka besaran biaya hidup yang anda butuhkan adalah sebesar &lt;a onclick="(new Image()).src = '/ajax/ct.php?app_id=82093492276&amp;amp;action_type=3&amp;amp;post_form_id=0b6144405d1f857550502ffc585f7644&amp;amp;position=14&amp;amp;' + Math.random();ft(&amp;quot;4:9:63:0:0:::::557928787:1:82093492276:::0:5339666060637442510::0:qrt188:0:::&amp;quot;,&amp;quot;1243597612:2da5fcd68ca8136fee3c598d28841481&amp;quot;,&amp;quot;clk&amp;quot;,0,&amp;quot;nf&amp;quot;);return true;" href="http://apps.facebook.com/biaya_hidup/"&gt;Rp 1.114.960,-&lt;/a&gt; berdasarkan perhitungan berikut :UMR di Jambi X (Indeks Konjungtur di Jambi/100).Dari data Depnaker per 12/05/2009 maka rumusnya menjadi:Rp 724.000,- X (154/100) = Rp 1.114.960,-&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sumber : &lt;a href="http://apps.facebook.com/biaya_hidup/?ref=nf"&gt;http://apps.facebook.com/biaya_hidup/?ref=nf&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-4765410545944036034?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/biaya-hidup-di-kota-jambi.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-675421268179528171</guid><pubDate>Mon, 25 May 2009 07:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-25T15:09:56.306+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Konservasi Orangutan</category><title>Pulp giant APP set to assault Sumatra orangutan sanctuary</title><description>A massive logging operation planned by Asian Pulp and Paper and the Sinar Mas Group (APP/SMG) and associated companies is to include large portions of the only areas that Sumatran orangutans have ever successfully been re-introduced into the wild&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.wildlifeextra.com/go/news/sumatra-logging838.html?utm_campaign=Wildlife%20Extra%3A%20Orangutan%20forest%20in%20danger%3B%20Osprey%20%26%20Golden%20eagle%20chicks%3B%20Rare%20birds%3B%20Tigers%20killed%3B%20Leatherbacks%3B%20Rhino%20hunt.&amp;amp;utm_content=adnun.salampessy@gmail.com&amp;amp;utm_medium=Email&amp;amp;utm_source=VerticalResponse&amp;amp;utm_term=Read%20the%20full%20story%20%26raquo%3B#cr"&gt;Read the full story »&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.wildlifeextra.com/"&gt;http://www.wildlifeextra.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-675421268179528171?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/pulp-giant-app-set-to-assault-sumatra.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-6578614767939805503</guid><pubDate>Wed, 20 May 2009 06:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-20T13:34:52.181+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita Menarik</category><title /><description>&lt;h4&gt;Pelatihan Fasilitator Pendidikan Lingkungan&lt;/h4&gt; &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;F&lt;/span&gt;asilitator pendidikan lingkungan memegang peranan yang penting dalam proses peningkatan kesadaran dan kepedulian publik terhadap upaya-upaya terwujudnya kelestarian lingkungan. Upaya yang terus menerus dan konsisten merupakan syarat penting bagi suksesnya upaya tersebut diatas. Namun, perlu disadari, bahwa upaya “mencetak” fasilitator pendidikan lingkungan tidaklah semudah yang dibayangkan. &lt;p&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;B&lt;/span&gt;erangkat dari keinginan hal tersebut, I*ndonesia Initiative for Social Ecology Studies atau IISES *memberanikan diri untuk berbagi pengalaman proses memfasilitasi program pendidikan lingkungan dalam bentuk menyelenggarakan ”*Training Fasilitator Pendidikan Lingkungan*”. Training tersebut akan diselenggarakan dalam 2 (dua) tahap, yaitu : &lt;/p&gt;&lt;h5&gt; Tahap I&lt;/h5&gt; Hari/Tanggal : Rabu, 20 Mei 2009&lt;br /&gt;Waktu : 13.00 – 17.00 wib&lt;br /&gt;Tempat : Kantor Lenting/IISES&lt;br /&gt;Jln. Panorama Asri No. 15 Kel. Sindang Barang, Kota Bogor &lt;h5&gt; Materi :&lt;/h5&gt;  &lt;ol&gt;&lt;li&gt; Pemetaan peserta&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Apa itu pendidikan lingkungan?&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Apa itu fasilitator?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;h5&gt; Tahap II&lt;/h5&gt; &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;H&lt;/span&gt;ari/Tanggal : Senin, 25 Mei 2009&lt;br /&gt;Waktu : 13.00 – 17.00 wib&lt;br /&gt;Tempat : Kantor Lenting/IISES&lt;br /&gt;Jln. Panorama Asri No. 15 Kel. Sindang Barang, Kota Bogor &lt;h5&gt; Materi:&lt;/h5&gt;  &lt;ol&gt;&lt;li&gt; Apa itu Fasilitator Lingkungan? (lanjutan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Prinsip-prinsip dalam memfasilitasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Media yang digunakan dalam memfasilitasi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;B&lt;/span&gt;iaya untuk masing-masing tahap sebesar Rp. 25.000. Demikian pemberitahuan ini, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. &lt;h5&gt; Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:&lt;/h5&gt; Wika Handini&lt;br /&gt;Koordinator Pelatihan-IISES&lt;br /&gt;Email : ises.indonesia; &lt;a rel="nofollow" ymailto="mailto:w_handini@yahoo.com" target="_blank" href="http://us.mc01g.mail.yahoo.com/mc/compose?to=w_handini@yahoo.com"&gt;w_handini@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;HP : 08132357080&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;h1 id="message_view_subject"&gt;Indonesian Nature Conservation newsLetter 12-19b&lt;/h1&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-6578614767939805503?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/pelatihan-fasilitator-pendidikan.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-4772363969594643715</guid><pubDate>Sun, 17 May 2009 15:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-17T22:37:22.047+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita Menarik</category><title>Peta Burung Taman Nasional Baluran</title><description>&lt;img alt="" src="http://balurannationalpark.web.id/image/berita-peta-burung.jpg" align="left" height="117" width="168" /&gt;Mungkin ini bisa menjadi kabar gembira bagi para pengamat burung hobiis, peneliti burung atau masyarakat umum yang suka menikmati keindahan burung di alam. Taman Nasional Baluran telah mengeluarkan Peta Burung Taman Nasional Baluran. Peta yang didesain praktis dan familiar ini diharapkan bisa membantu para birdwatcher yang ingin mengamati burung di TN Baluran, peneliti atau akademisi yang ingin melakukan penelitian tentang burung atau masyarakat umum ketika mereka memasuki kawasan TN Baluran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://balurannationalpark.web.id/?mod=news&amp;amp;cmd=news_detail&amp;amp;newsid=19"&gt;Read more....&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://balurannationalpark.web.id/?mod=news&amp;amp;cmd=news_detail&amp;amp;newsid=19"&gt;http://balurannationalpark.web.id&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-4772363969594643715?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/peta-burung-taman-nasional-baluran.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-8833854464190751604</guid><pubDate>Sat, 16 May 2009 15:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-16T22:10:29.369+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ancaman Konservasi Harimau</category><title>Man-tiger conflict an election issue in Joynagar</title><description>Raktima Bose                                                                                                                                                                                  &lt;p&gt;KATAMARI (West Bengal): Sudhangsu Betal of this village in the Sunderbans still treasures the pugmarks of the Royal Bengal Tiger that strayed into his home a few months ago. His voice is choked for, the tiger later died in the custody of Forest department officials. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;For Mr. Betal and thousands of people living in villages on the edge of the mangrove forest and co-existing with the ferocious animal for generations, the tiger is not to blame. Rather, they allege, inefficiency on the part of political leaders and corrupt practices among the forest officials were the causes for the present situation. This is a major election issue in several such villages that fall under the Joynagar (SC) constituency, which goes to the polls on Wednesday. Almost entirely dependent on forest resources for sustenance, villagers of Katamari, Deulbari, Jharkhali and Debipur say lack of development force them to infiltrate tiger territories.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber :&lt;a href="http://www.hindu.com/2009/05/13/stories/2009051356962000.htm"&gt; http://www.hindu.com&lt;/a&gt; via Milist Save The Tiger&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-8833854464190751604?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/man-tiger-conflict-election-issue-in.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-4459429137227576649</guid><pubDate>Sat, 16 May 2009 14:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-16T21:52:05.492+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Vacancy Non Hewani/Flora</category><title>VACANCY : Jurnalis</title><description>Sebuah Kelompok Penerbit &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242485384_0"&gt;Koran&lt;/span&gt; Daerah Kompas Gramedia, membutuhkan tenaga dinamis dan menyukai tantangan untuk mengisi posisi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REDAKTUR kode (M - RED)&lt;br /&gt;     - S1 semua jurusan, usia maks. 35 thn.&lt;br /&gt;     - Pengalaman Redaktur 2 tahun dan Wartawan 5 tahun&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;WARTAWAN kode (M - &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242485384_1"&gt;WARTA&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;     - S1 semua jurusan, usia maks. 27 thn&lt;br /&gt;     - Fresh Graduate atau berpengalaman sebagai wartawan&lt;br /&gt;     - Bersedia mengikuti pelatihan wartawan&lt;br /&gt;     - Memiliki SIM C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOTOGRAFER kode (M - FOTO)&lt;br /&gt;     - S1 semua jurusan, usia maks. 27 thn&lt;br /&gt;     - Fresh Graduate, memahami teknik fotografi&lt;br /&gt;     - Bersedia mengikuti pelatihan wartawan&lt;br /&gt;     - Melampirkan contoh karya&lt;br /&gt;     - Memiliki SIM C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Umum : Bersedia ditempatkan di seluruh &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242485384_2"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kirim lamaran, CV, Foto 4x6 serta FC KTP ke:&lt;br /&gt;                      HR. PT INDOPERSDA PRIMAMEDIA&lt;br /&gt;                         Jl. Palmerah Selatan no 3&lt;br /&gt;                            Jakarta Pusat 10270&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau melalui email ke: &lt;a rel="nofollow" ymailto="mailto:persda.rekrutmen%40gmail.com" target="_blank" href="http://us.mc01g.mail.yahoo.com/mc/compose?to=persda.rekrutmen%40gmail.com"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242485384_3"&gt;persda.rekrutmen@ gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuliskan kode posisi di sudut kanan amplop atau subject email.&lt;br /&gt;Lamaran paling lambat 30 Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Milist Wartawan Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-4459429137227576649?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/vacancy-jurnalis.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-4043837030099770131</guid><pubDate>Sat, 16 May 2009 14:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-16T21:45:44.971+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita Menarik</category><title>Kursus Menulis Narasi - Pantau</title><description>&lt;div style="background-color: rgb(252, 250, 225); text-align: center;"&gt;&lt;span style="background-color: rgb(252, 250, 225); color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: rgb(252, 250, 225); color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Angkatan VII&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="background-color: rgb(252, 250, 225); color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;20 Mei – 12 Agustus 2009&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: center; background-color: rgb(252, 250, 225);"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="background-color: rgb(252, 250, 225); color: rgb(0, 0, 0); text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: rgb(252, 250, 225); text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Kursus ini seperti pesawat antariksa bagi saya, selalu membolak-balik antara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kenyataan dan penciptaan. Satu sisi, seorang penulis menciptakan sebuah &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1241589134_0"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1242485274_0"&gt;karya seni&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, sisi lain ada disiplin verifikasi yg terus menerus dibangun. Sungguh, ini seperti sebuah energi candu yg  menggairahkan dan saya menikmati dalam tiap ketegangannya.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1241589134_1"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242485274_1"&gt;Danu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Primanto&lt;/span&gt;, penulis &amp;amp; fotografer lepas bermukim di &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1241589134_2"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242485274_2"&gt;Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, peserta Kursus Narasi Agustus 2008. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: center; background-color: rgb(252, 250, 225);"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: center; background-color: rgb(252, 250, 225);"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="background-color: rgb(252, 250, 225); color: rgb(0, 0, 0); text-align: center;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Salah satu kelebihan dari Kursus Narasi Pantau adalah sebuah komunitas dan    pertemanan yang selalu menghidupkan motivasi untuk terus menulis. Kehadiran pengajar tamu dari berbagai macam background juga memberikan inspirasi tersendiri dan membuat saya kembali berfikir, "Untuk apa saya menulis?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: center; background-color: rgb(252, 250, 225);"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="background-color: rgb(252, 250, 225); text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sri Dewi Sushanty&lt;/span&gt;,&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;Konsultan junior bidang komunikasi, peserta kursus November 2008 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="background-color: rgb(252, 250, 225); text-align: right;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;span style="background-color: rgb(252, 250, 225);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kelas narasi ini juga telah menghadirkan tokoh-tokoh penulis seperti &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1241589134_3"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242485274_3"&gt;Arief Budiman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, Bre Redana, Daoed Joesoef, Donald K Emmerson, Fadjroel Rahman, Jean Jacques  Kusni, Julia Suryakusuma, Putu Oka Sukanta, Riri Riza &lt;/span&gt;dan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Samuel Mulia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; KURSUS ini dirancang untuk orang yang ingin belajar menulis panjang yang memikat sekaligus mendalam. Ia juga diperuntukkan bagi mereka yang berminat menulis esai atau narasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ia mengedepankan dasar-dasar etika jurnalisme serta belajar memahami mekanisme verifikasi, teknik wawancara, riset, menganalisis struktur bacaan, bahasa, penelusuran data serta editing. Ia menjadi landasan penting dalam belajar menulis yang baik, mulai tulisan feature hingga narasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pantau mulai menawarkan pengajaran genre ini pada media tahun 2001, setiap semester sekali, selama dua minggu. Peserta maksimal 16 orang. Jumlah ini dianggap optimal untuk sebuah metode pelatihan, yang berlangsung selama 12 hingga 16 sesi. Setiap sesi 90-menit diformat serius namun santai. Peserta bisa berdiskusi langsung. Total, Pantau sudah mengadakan 16 kali kursus ini. Peserta datang dari berbagai kota, dari Banda Aceh hingga &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1241589134_4"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242485274_4"&gt;Jayapura&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, dari &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1241589134_5"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242485274_5"&gt;Pontianak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; hingga Kucing, dari Ende hingga Kupang. Alumninya, kini mulai bermunculan. Ada yang menulis buku. Ada yang jadi pemimpin redaksi. Ada yang sekolah lanjut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pada 2006, paket semesteran tersebut ditambah dengan paket empat bulan (lima bulan bila terpotong hari libur nasional). Kursus ini berlangsung di &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242485274_6"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;, mulai setiap Mei dan November. Pantau telah menyelenggarakan enam kali kursus dengan total peserta 108 orang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kursus juga terkadang diadakan di luar Jakarta berdasarkan permintaan. Di Jakarta, kursus ini diikuti berbagai kalangan. Baik itu aktivis, pengacara, dokter, dosen, mahasiswa, arsitek, pekerja pertambangan, NGO dan lain-lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Harapannya, merangsang peserta membuat tulisan yang dalam, memikat dan analitis, enak dibaca dan mengalir. Cerita yang analitis dibutuhkan masyarakat untuk mengambil sikap terhadap pokok masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kursus diadakan sebanyak 18 sesi dengan frekuensi pertemuan mingguan, setiap Rabu malam pukul 19.00-21.00. Ini sengaja dibuat agar peserta punya waktu mengendapkan materi belajar, membaca dan mengerjakan tugas.  Kelas ditekankan pada banyak latihan. Kelas ini juga akan membicarakan karya-karya klasik nonfiksi Joseph Mitchell, Truman Capote, John Hersey, Gay Talese dan Ryszard Kapuscinski serta Pham Xuan An dari Saigon.&lt;br /&gt; Tugas akhir setiap peserta menulis sebuah narasi sekitar 5.000 kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INSTRUKTUR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Andreas Harsono&lt;/span&gt; -- Wartawan Jakarta, anggota International Consortium of Investigative Journalists. Pada 1999 mendapatkan Nieman Fellowship di Universitas Harvard. Menyunting buku "Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat." Kini menyelesaikan buku "From &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1241589134_6"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242485274_7"&gt;Sabang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; to Merauke: Debunking the Myth of Indonesian Nationalism, " yang membahas hubungan media dengan kekerasan etnik, agama dan nasionalisme di Indonesia dan Timor Lorosae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Budi Setiyono&lt;/span&gt; -- wartawan Jakarta , pernah bekerja untuk &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1241589134_7"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1242485274_8"&gt;Suara Merdeka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Semarang ) dan majalah Pantau ( Jakarta ). Dia co-editor buku "&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1241589134_8"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1242485274_9"&gt;Revolusi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Belum Selesai" yang berisi kumpulan pidato politik Presiden Soekarno serta "Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat." Kini menyelesaikan buku soal penyair A.S. Dharta dari Lembaga Kebudayaan Rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INSTRUKTUR TAMU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Martin Aleida&lt;/span&gt; -- seorang wartawan dan sastrawan, pernah menjadi wartawan di beberapa media di antaranya majalah kebudayaan Zaman Baru (1963), Harian Rakyat (1965), &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1241589134_9"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1242485274_10"&gt;Majalah Tempo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (1971 – 1984) dan NHK Jepang (1984 – 1985). Ia juga menulis karya di antaranya, Malam Kelabu, Ilyana dan Aku, 1998 (kumpulan cerpen), Layang-layang Itu Tak Lagi Mengepak Tinggi-tinggi, 1998 (novelette), Leointin Dewangga, 2003 (kumpulan cerpen), Jamangilak Tak Pernah Menangis, 2003 (novel). Ia mendapat penghargaan dari &lt;span style="border-bottom: medium none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1241589134_10"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242485274_11"&gt;Pusat Bahasa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; untuk kumpulan cerpen Leontin Dewangga, 2004 dan Do Karim, Aceh, 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maria Hartiningsih&lt;/span&gt; -- wartawan senior Harian Kompas, peraih ”&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1241589134_11"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1242485274_12"&gt;Yap Thiam Hien&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Award 2003”. Ia penulis yang mengerti isu perempuan dan HAM serta ikut mendorong jurnalisme damai. Ia tidak hanya konsen di dunia jurnalistik, tapi juga tercatat sebagai anggota badan pengurus LSM Lembaga Studi Advokasi Masyarakat (ELSAM) serta pembicara berbagai forum seminar dari lokal hingga internasional.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SYARAT DAN BIAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Peserta bisa dari berbagai latar belakang disiplin ilmu, minat atau profesi. Kursus ini banyak diikuti oleh kalangan aktivis, wartawan, dokter, pengacara, mahasiswa, dosen, peneliti, manajer dan sebagainya. Biaya kursus 4 juta rupiah dan bisa diangsur selama kursus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PESERTA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Peserta dibatasi 18 orang untuk memudahkan lalu-lintas ide dalam kelas. Peserta diharapkan mengirim biodata dan contoh tulisan agar instruktur bisa mengenal background dan kebutuhan masing-masing peserta. Peserta juga diminta mengerjakan tugas membaca, latihan meliput, serta menulis pekerjaan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Informasi hubungi:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Siti Nurrofiqoh&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;P a n t a u&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jl. Raya &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1241589134_12"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1242485274_13"&gt;Kebayoran Lama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;No 18 CD Jakarta Selatan 12220&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Telp/Fax. 021 722-1031/021- 7221055&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Email. &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1241589134_13"&gt;siti_pantau@ &lt;a target="_blank" href="http://yahoo.com/"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242485274_14"&gt;yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Website. &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.pantau.or.id/"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1241589134_14"&gt;www.pantau.or. id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mobile . 0813 82 460 455 – 0858 1414 5669&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-4043837030099770131?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/kursus-menulis-narasi-pantau.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-7287308285242064983</guid><pubDate>Sat, 16 May 2009 14:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-16T21:32:15.590+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Konservasi Orangutan</category><title>KRITIS, POPULASI ORANGUTAN DI TAMAN NASIONAL KUTAI - KALIMANTAN TIMUR</title><description>Centre for Orangutan Protection (COP) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk bertindak cepat menegakkan hukum guna menyelamatkan populasi terakhir Orangutan sub species morio (Pongo Pygmaeus Morio) yang berada di Taman Nasional Kutai - &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1242483956_0"&gt;Kalimantan Timur&lt;/span&gt;. Jumlah orangutan di Taman Nasional Kutai diperkirakan 600 individu pada tahun 2004, namun karena massive-nya perusakan maka populasi yang tersisa diperkirakan hanya tinggal 30 - 60 individu. Saat ini mereka hanya tersisa di blok Prevab - Mentoko yang dipisahkan oleh sungai Sengata / Papa Charlie dengan perusahaan tambang batubara Kaltim Prima Coal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para politisi dan pejabat pemerintah telah mensponsori dan membiarkan tindak kejahatan yang terus menerus terjadi di sana hingga hari ini.  Pemerintah Daerah Kalimantan Timur dengan seijin Departemen Kehutanan membangun jalan poros Bontang - Sengata sepanjang 60 km membelah Taman Nasional Kutai pada tahun 2002. Pembangunan ini telah menghancurkan&lt;br /&gt;habitat orangutan dan mengundang perambahan besar - besaran. Diperkirakan, 22.000 - 70.000 orang telah merambah dan menduduki Taman Nasional Kutai.  Ironisnya, Pemerintah malah menetapkan kawasan yang dirambah menjadi desa dan kecamatan seluas 23.712 hektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Taman Nasional Kutai sedang berubah menjadi sebuah kota yang lengkap dengan lapangan terbang, stasiun bahan bakar, pasar, menara telepon seluler (BTS), terminal bis, lokalisasi pelacuran. Hanya waktu yang akan membuktikan, apakah orangutan bisa bertahan di sana atau tidak,” kata Yon Thayrun, Habitat Campaign Manager COP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akar persoalan di Taman Nasional Kutai adalah penyalahgunaan kekuasan untuk mendapatkan keuntungan politik dan ekonomi. Guna memenangkan dukungan dalam Pemilihan Kepala Daerah, para kandidat dan para pejabat menarik dukungan masyarakat dengan memobilisasi pendudukan kawasan Taman Nasional. Strategi bagi - bagi tanah gratis tersebut berhasil. Solusi&lt;br /&gt;terbaik untuk Taman Nasional Kutai adalah menangkap dan memenjarakan para politisi dan pejabat korup tersebut. Ini akan membuat para pendukungnya meninggalkan lahan jarahan dan menghentikan aktivitas illegalnya,“ lanjut Yon Thayrun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-7287308285242064983?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/kritis-populasi-orangutan-di-taman.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-4906800791143091288</guid><pubDate>Sat, 16 May 2009 14:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-16T21:33:20.616+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Vacancy Non Hewani/Flora</category><title /><description>&lt;h1  style="text-align: left; outline-style: none; font-weight: bold;font-size:2em;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="outline-style: none;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;One of the fastest growing media company (newspaper and magazines) is seeking for young and talented professionals who have big passion to work in a fast moving and challenging environment to join our team as:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:'Arial Narrow';font-size:13;"  &gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;LITBANG (LT)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow';font-size:13;"  &gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Requirements:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow';font-size:13;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial',Narrow;font-size:13;"  &gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1242483351_0"&gt;Bachelor degree&lt;/span&gt; from Statistic or mathematics majored, with minimum GPA 3.00&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Preferable have experience in the   same position or in research&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Excellent in using SPSS and other statistic applications&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Excellent in &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1242483351_1"&gt;using Microsoft office&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Proficiency in English, both oral and     written&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Able to work under tight deadline and pressures&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Send your application along with &lt;span style="cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1237534891_3"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242483351_2"&gt;Curriculum Vitae&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; and &lt;/span&gt;&lt;span&gt;a recent photograph  to:&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1236941218_0"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1237534891_4"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;recruitment@ investor. &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: normal;" target="_blank" href="http://co.id/"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242483351_3"&gt;co.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-4906800791143091288?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/one-of-fastest-growing-media-company.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-4411248316997289539</guid><pubDate>Sat, 16 May 2009 14:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-16T21:25:29.613+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Vacancy Non Hewani/Flora</category><title>Vacancy - Corporate Secretary</title><description>One of the fastest growing media company (newspaper and magazines) is seeking for young and talented professionals who have big passion to work in a fast moving and challenging  environment to join our team as:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CORPORATE SECRETARY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Responsibilities:&lt;br /&gt;    * As Advisor about law’s company management and practice on legal-related-issues on company actions&lt;br /&gt;    * Act as a compliance officer who gives input to the Top Management in order to make sure that company fulfill and follow the Capital Market Law&lt;br /&gt;    * As a media relations who focuses on the company as &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242483340_0"&gt;Public Relations&lt;/span&gt; and promotions&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Requirements:&lt;br /&gt;    * Male / Female min. 35 years old with Master degree from reputable university majoring Business Law&lt;br /&gt;    * Experience min. 5 years as Corporate Secretary&lt;br /&gt;    * Understand the operation business process, regulation of tender,  &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1242483340_1"&gt;corporate laws&lt;/span&gt; and related laws&lt;br /&gt;    * Mastery of &lt;span style="background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1242483340_2"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1242483340_3"&gt;corporate law&lt;/span&gt; and go-public rules and issues&lt;br /&gt;    * Good understanding in drafting contract and legal&lt;br /&gt;    * Strong ability to analyze problems and offer practical solution&lt;br /&gt;    * Good knowledge in &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242483340_4"&gt;capital market regulation&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    * Good communication ( in English both oral and written), &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242483340_5"&gt;interpersonal skill&lt;/span&gt; &amp;amp; leadership&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Please send your application along with Curriculum Vitae and a recent photograph to :&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" ymailto="mailto:recruitment%40investor.co.id" target="_blank" href="http://us.mc01g.mail.yahoo.com/mc/compose?to=recruitment%40investor.co.id"&gt;recruitment@ investor. co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Milist Wartawan Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-4411248316997289539?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/vacancy-corporate-secretary.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-7558341549617964997</guid><pubDate>Sat, 16 May 2009 14:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-16T21:22:11.843+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Vacancy Non Hewani/Flora</category><title>VACANCY : Dicari Designer Cover</title><description>Penerbit Alvabet yang terus berkembang pesat mengajak Anda untuk berpartisipasi menjadi Desainer Cover (freelance) :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kualifikasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Berpengalaman sebagai desainer cover (dibuktikan dengan karya-karya yang telah diterbitkan) .&lt;br /&gt;§  Kooperatif dan sanggup bekerja sesuai deadline.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kirimkan segera CV dan Portofolio Anda via email ke: &lt;a rel="nofollow" ymailto="mailto:redaksi%40alvabet.co.id" target="_blank" href="http://us.mc01g.mail.yahoo.com/mc/compose?to=redaksi%40alvabet.co.id"&gt;redaksi@alvabet. co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormat kami,&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Divisi Redaksi&lt;br /&gt;Penerbit Alvabet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============ ========= ========= ========= ===&lt;br /&gt;Pustaka Alvabet&lt;br /&gt;Ciputat Mas Plaza Blok B/AD&lt;br /&gt;Jl. Ir. H. Juanda No. 5A, Ciputat&lt;br /&gt;Jakarta Selatan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1242483540_0"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; 15411&lt;br /&gt;Telp. +62 21  7494032,&lt;br /&gt;Fax. +62 21 74704875&lt;br /&gt;www.alvabet. &lt;a target="_blank" href="http://co.id/"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242483540_1"&gt;co.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Milist Jurnalisme&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-7558341549617964997?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/vacancy-dicari-designer-cover.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-9090113347440098693</guid><pubDate>Sat, 16 May 2009 13:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-16T20:26:04.363+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita Menarik</category><title>Menantang Hasil WOC-CTI, Nelayan Tradisional Bersatu Menghadapi Krisis Kelautan &amp; Perubahan Iklim</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:ZAqC1tEGJ00RlM:http://www.dkp.go.id/album/files/WOC11.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 91px;" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:ZAqC1tEGJ00RlM:http://www.dkp.go.id/album/files/WOC11.JPG" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;WOC-CTI, yang  membahas dampak perubahan iklim terhadap laut dan peran kelautan dalam perubahan iklim, hingga hari terakhir (15/11) tak menghasilkan kabar baik bagi nelayan  tradisional dan masyarakat yang tingal di pesisir, kelompok yang paling terkena dampak perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, industrialisasi dan privatisasi kawasan konservasi akan menjadi arah pengelolaan proyek CTI pada 6 negara. Itulah sebabnya, perwakilan nelayan-nelayan  tradisional dari 17 propinsi di Indonesia, yang baru mendeklarasikan organisasi nelayan tradisional pertama - KTNI, percaya bahwa kesatuan nelayan dan pengelolan pesisir berbasis kearifan masyarakat adalah kunci utama menghadapi krisis kelautan dan dampak perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Indonesia diakui sebagai negara kepulauan  dengan potensi sumber daya kelautan sangat besar. Namun sektor kelautan dan perikanan tidak menjadi agenda utama pembangunan dari semua rezim pengurus negara. Program pembangunan menitikberatkan pembangunan infrastruktur dan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1242479114_0"&gt;pertumbuhan ekonomi&lt;/span&gt; di darat. Padahal lebih 67 persen daerah Indonesia adalah kabupaten, kota pesisir atau yang berhadapan langsung dengan perairan laut. Dan lebih 65 persen total penduduknya tinggal dan menggantungkan hidup pada sumber daya pesisir dan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persolan perikanan dan kelautan dipandang hanya ”kegiatan industri” sehingga pendekatannya menggunakan pendekatan ”pasar”. Dalam pandangan negara, soal ini selalu terkait ”investasi”, sehingga melupakan modalitas sosial yang dimiliki masyarakat nelayan. Ini dibuktikan UU No.31 tahun 2004 tentang Perikanan, yang 48 pasalnya mengisyaratkan kepentingan industri perikanan, dan hanya 4 pasal berbicara perikanan tradisonal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampaknya, ada 80% dari 20 juta nelayan adalah penduduk miskin, mereka pontang-panting menghadapi penurunan hasil tangkap dan tingginya biaya melaut, akibat konflik antara nelayan dengan perusahaan besar, pencuri ikan illegal, pengusaha trawl, pertambangan dan industri pencemar lainnya. Akibatnya, Indonesia dipastikan akan mengalami krisis ikan pada 2015. Perubahan cuaca yang ekstrem, telah menyebabkan 4 dari 10 perahu nelayan tradisional tidak bisa melaut. Pada Desember 2008 - Maret 2009, sebanyak  46 orang nelayan meninggal di laut akibat cuaca ekstrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami telah mencermati lima hari penyelenggaraan WOC-CTI. Kami menilai pendekatan dan cara pemerintah bersama LSM konservasi internasional mengurangi dampak perubahan iklim akan membuat hidup kami makin susah. Kami yakin, jawaban mengatasi dampak perubahan iklim bukanlah memperbanyak kawasan konservasi laut. Kami telah memliki pengalaman panjang, bagaimana pengelolaan kawasan-kawasan tersebut membuat wilayah tangkap kami makin menyusut, memicu konflik dan pelanggaran HAM’, ujar Rudi Handiko nelayan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1242479114_1"&gt;Sulawesi Utara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, WOC-CTI sama sekali tak membicarakan solusi-solusi krisis yang dialami nelayan tradisional dan penduduk yang tinggal di pesisir. “Kami percaya sebuah kesatuan antar nelayan tradisional mendesak dibutuhkan menghadapi masalah-masalah ekonomi dan politik yang makin tak berpihak pada nelayan”, tambahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, pada tanggal 11-15 Mei 2009, perwakilan nelayan tradisional dari 17 propinsi berkumpul  di Manado, menyelenggarakan Kongres Nelayan pertama. Mereka sepakat membentuk organisasi Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI). “Kami percaya kesatuan nelayan tradisional dan model pengelolaan berbasis masyarakat pesisir adalah pengelolaan alternatif yang akan membantu kami menghadapi krisis kelautan dan dampak perubahan iklim” ungkap &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242479114_2"&gt;Dedy&lt;/span&gt; Ramanta selaku Sekretaris Nasional KNTI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CBCRM atau Community Base Coastal Resouces Manajement merupakan pengelolaan kawasan berbasis relasi sosio-ekologis antara nelayan dan dinamika lingkungan lautnya. Awig-awig di Nusa Tenggara Barat, Bapongka  di Sulawesi Tengah, Semah laut di &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1242479114_3"&gt;Bengkalis&lt;/span&gt;, Mappanretasi di Kalimantan Selatan, Nyadran laut di Jawa  dan masih banyak lainnya, merupakan model-model lokal yang telah berhasil melindungi sumber-sumber penghidupan nelayan tradisional. Model-model inilah yang telah dan berisiko dimusnahkan lewat penetapan kawasan-kawan konservasi, ala proyek CTI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Press Release Aliansi Manado&lt;br /&gt;Gambar : Dok. dkp.go.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-9090113347440098693?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/menantang-hasil-woc-cti-nelayan.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-4139291184566572687</guid><pubDate>Tue, 12 May 2009 08:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-12T15:56:32.516+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">VACANCY</category><title>VACANCY : in Chemonics International Inc</title><description>&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;C&lt;/span&gt;hemonics International Inc, a leading international consulting firm, seeks experienced professionals for an anticipated activity funded by the U.S. Agency for International Development (USAID) that supports improved forest governance and legal wood verification. &lt;h5&gt; Chemonics seeks applicants with experience and expertise in the following technical sectors:&lt;/h5&gt;  &lt;blockquote&gt;• Forestry and natural resource management&lt;br /&gt;• Policy issues related to forest conservation and sustainable forest management&lt;br /&gt;• Payments for environmental services and reduced carbon emissions&lt;br /&gt;• Legal wood verification and international trade standards&lt;br /&gt;• Resource rights and land tenure&lt;br /&gt;• GIS and spatial planning&lt;/blockquote&gt;  &lt;h5&gt; Qualifications:&lt;/h5&gt;  &lt;blockquote&gt;• Advanced degree relevant to at least one of the above technical areas&lt;br /&gt;• At least 5 years experience in a role relevant to the work listed above&lt;br /&gt;• Previous experience with USAID contractors and grantees desired&lt;br /&gt;• Proficiency in English and Indonesian languages preferred&lt;/blockquote&gt; &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;I&lt;/span&gt;nterested applicants should send a cover letter and resume to: &lt;a rel="nofollow" ymailto="mailto:IndonesiaForestryRecruit@gmail" target="_blank" href="http://us.mc01g.mail.yahoo.com/mc/compose?to=IndonesiaForestryRecruit@gmail"&gt;IndonesiaForestryRecruit@gmail&lt;/a&gt;.com as soon as possible. Please include a cover letter and identify your areas of expertise as they relate to this advertisement.  Only the strongest candidates will be contacted. No telephone enquiries, please. &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;C&lt;/span&gt;hemonics International (&lt;a rel="nofollow"&gt;www.chemonics.com&lt;/a&gt;) was founded in 1975 and is one of the largest U.S. consulting firms providing expertise in developing and emerging-market countries for initiatives financed by USAID. Chemonics is based in Washington, DC and has operated in Indonesia for over 20 years&lt;p&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h1 id="message_view_subject"&gt;[INCL English]Indonesia Nature Conservation newsLetter 12-18a&lt;/h1&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-4139291184566572687?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/vacancy-in-chemonics-international-inc.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-7266500246893022671</guid><pubDate>Tue, 12 May 2009 08:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-12T15:52:55.641+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">VACANCY</category><title>VACANCY : Ecosystem Manager - GIS Officer</title><description>&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;U&lt;/span&gt;RGENTLY REQUIRED &lt;ul&gt;&lt;li&gt; Job Title: GIS Officer&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Location: Banda Aceh&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Reports to:the Ecosystem Manager&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Starting date:as soon as possible&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;h5&gt; Background to the position:&lt;/h5&gt; &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;T&lt;/span&gt;he Leuser International Foundation (LIF) is currently implementing the Aceh Forest and Environment Project (AFEP), funded by the Multi Donor Fund, to help integrate environment and forest protection into the recovery and future development of Aceh.  To help implement this project, there is an opening for a GIS Officer based in Banda Aceh. &lt;h5&gt; Specific duties and responsibilities include :&lt;/h5&gt;  &lt;blockquote&gt;1. Work in close cooperation with the Ecosystem Manager and other project staff, and cooperate with all GIS related consultancies.&lt;br /&gt;2. Develop and manage map libraries and data dictionaries and ensure the quality of the data obtained; coordinate with other projects and agencies for data gathering and information sharing.&lt;br /&gt;3. Manage the operation and maintenance of software. Operate the software to create and produce GIS products requested.&lt;br /&gt;4. Prepare annual work plans, quarterly and monthly implementation plans and procurement plans for updating the existing GIS database and carrying on the work;  report regularly to the Ecosystem Manager; document all GIS division activities and prepare periodic reports to donors and other agencies.&lt;br /&gt;5. Conduct training for government agencies, NGOs and LIF staff as stated in the annual workplans.&lt;br /&gt;6. Respond to all map requests from other divisions in a timely manner; conduct ground truthing as required, and involve project field staff in this activity.&lt;br /&gt;7. Conduct special GIS studies, especially on deforestation rate through time series  in critical parts of the project area.&lt;br /&gt;8. Attend meetings, workshops etc.  representing LIF, prepare presentation materials regarding the project.&lt;br /&gt;9. Support spatial planning exercises and help BAPPEDA and BAPEDALDA to incorporate enviromental concerns into spatial planning&lt;/blockquote&gt;  &lt;h5&gt; Required Qualifications and Competencies:&lt;/h5&gt;  &lt;blockquote&gt;1. Familiar with ARCGIS v 9.3 and ENVI v 4.4&lt;br /&gt;2. Basic knowledge in mapping such as coordinates, projections and mapping procedure&lt;br /&gt;3. Familiar with GIS data sources&lt;br /&gt;4. Able to design the data base, inluding graphic data and non-graphic data&lt;br /&gt;5. Able to produce draft summary reports in English (assistance with editing will be provided)&lt;/blockquote&gt; &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;C&lt;/span&gt;ontract Type: Fixed Term Contract for one year (renewable) &lt;p&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;G&lt;/span&gt;rade &amp;amp; Salary: negotiable and depending on qualifications&lt;br /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;h5&gt; How to apply&lt;/h5&gt; 1. Closing date: 17 May  2009&lt;br /&gt;2. Submit a cover letter describing experience and qualifications based on list above, and CV to the following address: &lt;p&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;T&lt;/span&gt;he Personnel Officer&lt;br /&gt;Leuser International Foundation&lt;br /&gt;Jl. Bioteknologi No. 2 Kampus USU - Medan&lt;br /&gt;or&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" ymailto="mailto:leuserfoundation@gmail.com" target="_blank" href="http://us.mc01g.mail.yahoo.com/mc/compose?to=leuserfoundation@gmail.com"&gt;leuserfoundation@gmail.com&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;The LIF is an equal opportunity employer.  Women are also encouraged to apply. Only short listed candidates will be notified for interview.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h1 id="message_view_subject"&gt;[INCL English]Indonesia Nature Conservation newsLetter 12-18a&lt;/h1&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-7266500246893022671?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/vacancy-ecosystem-manager-gis-officer.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-447774534103590925</guid><pubDate>Sun, 10 May 2009 13:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-10T20:18:28.542+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ancaman Konservasi Harimau</category><title>Poachers shot dead tiger in Goa reserve</title><description>&lt;span class="headingnext"&gt;8 May 2009, 1202  hrs IST,                   &lt;artag&gt;IANS&lt;/artag&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PANAJI: A tiger believed to have died after being caught in a steel trap in Goa's Sattari wildlife sanctuary was actually shot dead by poachers, &lt;table style="margin-top: 6px; margin-right: 8px;" align="left" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td id="bellyad" align="left"&gt;&lt;iframe src="http://adstil.indiatimes.com/RealMedia/ads/adstream_sx.ads/www.economictimes.com/Stories/index.html/1447528806@Right3?" marginwidth="0" marginheight="0" hspace="0" vspace="0" bordercolor="#000000" align="left" scrolling="no" width="255" frameborder="0" height="250"&gt; &lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  a wildlife activist said  while alleging that the forest department was trying to cover up the incident. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Noted wildlife conservationist Rajendra Kerkar had last month provided the media with a photograph of the dead beast with a bloodied, fatal slash running horizontally from its rear torso. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Now, he says another photograph proves that the tiger was shot a little above its left flank by poachers since it was bleeding profusely. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "They shot the tiger because it was already injured and was of no use to them alive," Kerkar said. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; He added that the photo was taken from a cellphone camera by the poachers and transferred via bluetooth to the mobile phones of their friends, from where it was leaked. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kerkar alleged that the forest department was under pressure to cover up the poaching incident because several politicians run mining operations in the periphery of the wildlife reserve. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "The chief conservator of forests is under tremendous pressure to cover up the poaching. Mere acknowledgement of a resident tiger is very, very significant to Goa. The forest department has always been trying to scuttle efforts by wildlife enthusiasts to establish the presence of a tiger here. But this is different. A poached tiger makes it an extremely sensitive situation," he said. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; However, chief conservator of forests Shashi Kumar said that department was finding it difficult to piece together the tiger poaching incident. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Who gave Kerkar the photo? Why does he not tell us that? Why has he not been able to produce the person who took the photo?" Kumar asked. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Incidentally, the Supreme Court-appointed Central Empowered Committee on wildlife is yet to be intimated by the forest department about the alleged poaching incident. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "There has been no formal representation by the forest department yet. We will ask for a report from the state government if someone informs us formally in writing. As of now we have only read some newspaper reports about a killed tiger," CEC member Sanjiv Chadha said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://economictimes.indiatimes.com/Flora--Fauna/Poachers-shot-dead-tiger-in-Goa-reserve-says-wildlife-activist-/articleshow/4498510.cms"&gt;http://economictimes.indiatimes.com&lt;/a&gt; via Milist save The Tigers&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-447774534103590925?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/poachers-shot-dead-tiger-in-goa-reserve.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-2911272750904451306</guid><pubDate>Sun, 10 May 2009 12:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-10T19:47:06.628+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Konservasi Harimau</category><title>Presiden akan Melepas Empat Harimau Sumatera di Lampung</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.depkominfo.go.id/wp-content/themes/depkominfo/images/header.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 348px; height: 43px;" src="http://www.depkominfo.go.id/wp-content/themes/depkominfo/images/header.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="title"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:10;"&gt;Bandar Lampung, 5/5/2009 (Kominfo-Newsroom)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style="background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1241958493_7"&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono&lt;/span&gt; (SBY) dalam waktu dekat dijadwalkan akan berkunjung ke Lampung, sekaligus untuk melepas empat ekor Harimau Sumatera di Tampang &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1241958493_8"&gt;Belimbing&lt;/span&gt;, Kecamatan Bengkunat, &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1241958493_9"&gt;Lampung&lt;/span&gt; Barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Asisten II Bidang Ekubang Setda Provinsi Lampung Mundjidi Asmarantaka dalam keterangannya di Bandar Lampung, Selasa (5/5), mengatakan kedatangan Presiden tersebut dalam rangka memperingati Hari Konfersi Dunia, pada 8 Juni 2009.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt; "Presiden akan melepas empat ekor Harimau Sumatera yang berasal dari Aceh kembali ke habitatnya," katanya dan menambahkan, serangkaian persiapan sudah dilakukan, antara lain menggelar rapat yang dihadiri Protokol Gubernur, Polda Lampung, Korem, Dinas dan Biro Perekonomian. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Hasilnya, disepakati untuk melakukan survey kelayakan terhadap objek yang akan dikunjungi, sementara untuk mempersiapkan dan memantangkan rencana kunjungan Presiden tersebut, panitia akan melibatkan paspampres. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Survey segera dilakukan ke lokasi Tampang Belimbing Kecamatan Bengkunat pada 11 Mei 2009 ini, katanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Keberadaan habitat harimau Sumatera, memang sering terusik ulah manusia. Di Sumatera Selatan, baru-baru ini beberapa perambah hutan telah dimangsa harimau. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Sejumlah pihak, termasuk Badan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1241958493_10"&gt;Konservasi Sumber Daya Alam&lt;/span&gt; (BKSDA) mengakui, semakin sempitnya areal habitat harimau telah membuat terjadinya konflik antara manusia dengan harimau, sementara harimau Sumatera (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Panthera tigris sumatrae&lt;/span&gt;) hanya ditemukan di Pulau Sumatera. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:10;"&gt;Populasi liar harimau tersebut diperkirakan antara &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1241958493_11"&gt;400-500 ekor&lt;/span&gt;, terutama hidup di Taman-Taman Nasional di Sumatera. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:10;"&gt;Seperti diketahui, Presiden Yudhoyono telah dua kali mengunjungi Lampung dalam tahun 2009 ini. Sebelumnya, pada bulan Maret, juga datang ke Lampung untuk menghadiri pembukaan Tanwir &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1241958493_12"&gt;Muhammadiyah&lt;/span&gt; di Bandar Lampung sekaligus meresmikan Jalan Lintas Timur dan pembagian bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat di lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;(Gita/toeb)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.depkominfo.go.id/2009/05/05/presiden-akan-melepas-empat-macan-sumatera-di-lampung/"&gt;http://www.depkominfo.go.id&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-2911272750904451306?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/presiden-akan-melepas-empat-harimau.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-7287097390461673519</guid><pubDate>Wed, 06 May 2009 11:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-06T19:10:06.876+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ancaman Konservasi Harimau</category><title>Harimau makan kambing lagi di Aceh</title><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aceh Selatan, HarimauJambi&lt;/span&gt; -  Beberapa fenomena  alam  terkaitnya semakin  beraninya harimau sumatera mendekati desa pinggiran hutan terjadi lagi.  Hal ini ditunjukkan dengan munculnya sosok kucing besar Sumatera yang berkharismatik di beberapa desa di Aceh Selatan pada senin malam (4/5).  Hal ini dituturkan pada salah seorang konservasionis Ninuk Setya yang sedang melakukan penelitian di beberapa Desa sekitaran Aceh Selatan.  "Kemarin waktu ke desa ada cerita dari warga bahwa semalam ada harimau turun memakan kambing lagi, tetapi tidak sampai masuk koran, tidak ada wartawan yang masuk.  Tiap ke desa selalu ada cerita soal itu", Ujar &lt;a href="http://www.facebook.com/album.php?profile&amp;amp;id=1645184286"&gt;Ninuk Setya&lt;/a&gt;.  Menurutnya juga belum ada rekan peneliti harimau sumatera yang turun ke lokasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian harimau turun ke pinggiran kampung sudah sering terjadi di daerah aceh selatan dan sering memangsa ternak masyarakat setempat dan dapat mengakibatkan kematian pada si harimau (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tiger-human conflict&lt;/span&gt;) yang berstatus critically endangered (IUCN), Appendix I (CITES) dan dilindungi oleh pemerintah RI serta dunia internasional ataupun pada manusia.  Kejadian seperti ini sering menjadi dilema kuat, para pemerhati harimau dan pemerintah berusaha keras melindungi masyarakat dan harimau dari berbagai aspek secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;scientific&lt;/span&gt; dan informasi yang masuk.    Sehingga diharapkan manusia dan harimau dapat hidup berdampingan pada ekosistemnya masing-masing melalui program pembangunan yang berkelanjutan dan  memegang prinsip kelestarian dan bersahabat pada alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa harimau mendekati perkampungan ataupun peristiwa yang  mengindikasikan pada terjadinya THC (Tiger-Human Conflict) menunjukkan suatu fenomena dimana harimau berupaya untuk beradaptasi kepada perubahan lingkungan yang sebagian besar diakibatkan oleh aktivitas manusia yang tidak bersahabat pada alam.  Diharapkan para berbagai pihak (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;stakeholder&lt;/span&gt;) dari pemerintah, industri, akademisi, praktisi harimau dan masyarakat dapat saling bekerjasama dalam upaya pelestarian harimau sumatera dalam skala &lt;span style="font-style: italic;"&gt;landscape&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-7287097390461673519?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/harimau-makan-kambing-lagi-di-aceh.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-1654186557175913361</guid><pubDate>Wed, 06 May 2009 11:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-06T18:15:05.617+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Konservasi Harimau</category><title>Difficult to save tigers without protecting habitats</title><description>Special Correspondent                                                                                                                                                                                  &lt;center&gt;                                 &lt;span style="font-size:-2;"&gt;                                               — Photo: V.Ganesan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                                                 &lt;img src="http://www.hindu.com/2009/05/06/images/2009050661012001.jpg" align="middle" border="1" height="176" width="227" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Bittu Sahgal, Editor, Sanctuary Asia, and B. Sridhar of Bengal Tiger Lines, addressing the media in Chennai on Tuesday. &lt;/b&gt;                                                         &lt;/center&gt;                             &lt;p&gt;CHENNAI: An apex-level consultation involving Forest officials, scientists, wildlife experts and the corporate sector will be held in New Delhi in July to formalise the recommendations of the four national-level consultations on the future of the Bengal Tiger, Bittu Sahgal, Editor, &lt;em style=""&gt;Sanctuary Asia&lt;/em&gt;, said on Tuesday.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;A final set of recommendations would be prepared and submitted to the Prime Minister. Plans were also afoot to hold a public rally stressing the need for protecting the tiger. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;“We will force the agenda on the political system.” Sharing some of the important outcomes of the two-day consultation here with journalists, Mr. Sahgal said it would be difficult to save tigers without protecting habitats. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;With the systematic melting of the Himalayan Glaciers, the water source for the food basket States such as Uttar Pradesh (western part), Punjab and Haryana would be affected. This would force farmers and others to move south. Similar was the condition in the neighbouring Bangladesh, where the people were exposed to the dangers of submergence, he pointed out. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; One of the participants, Ritwick Dutta, an advocate, explained how to proceed legally against anti-forest activities. Belinda Wright, a conservationist, shared her knowledge of how poachers operate and explained the routes through which wildlife trophies were smuggled out. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Countering wildlife trade at the international and local levels, securing and expanding the critical habitat network, village resettlement, using science to guide park management, restoration of natural habitats and financing the restoration of natural habitats were some of the key recommendations made during the consultations.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.hindu.com/2009/05/06/stories/2009050661012000.htm"&gt;http://www.hindu.com&lt;/a&gt; via Milist Save The Tigers (06/05/2009)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-1654186557175913361?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/difficult-to-save-tigers-without.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-2757898451744556338</guid><pubDate>Fri, 01 May 2009 13:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-01T20:59:10.352+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita Menarik</category><title>Greenpeace Desak KPK Periksa Kembali MS Kaban</title><description>&lt;div class="Section"&gt;            &lt;div class="Image Dresser"&gt;         &lt;div class="Image Item-Dresser"&gt;&lt;a href="http://www.greenpeace.org/seasia/id/photosvideos/photos/20090430_kpk" onclick="window.open('/seasia/id/photosvideos/photos/20090430_kpk', 'item_3324950', 'height=520,width=465'); return false;"&gt;&lt;img style="width: 345px; height: 238px;" src="http://www.greenpeace.org/raw/image_big_teaser/seasia/id/photosvideos/photos/20090430_kpk.jpg" alt="Aktivis Greenpeace mengenakan topeng (kiri-kanan) Bupati Palalawan;  Gubernur Riau Rusli Zainak; Menteri kehutanan MS Kaban; wakil presiden  Jusuf kalla dan President Susilo Bambang Yudhoyono; Melakukan aksi di  depan kantor KPK untuk mendesak pemeriksaan ulang MS Kaban yang baru  saja memberi ijin pada 14 perusahaan untuk membabat lebih dari 100.000  hektar hutan di Riau." /&gt;&lt;/a&gt; &lt;p class="caption"&gt;Aktivis Greenpeace mengenakan topeng (kiri-kanan) Bupati Palalawan; Gubernur Riau Rusli Zainak; Menteri kehutanan MS Kaban; wakil presiden Jusuf kalla dan President Susilo Bambang Yudhoyono; Melakukan aksi di depan kantor KPK untuk mendesak pemeriksaan ulang MS Kaban yang baru saja memberi ijin pada 14 perusahaan untuk membabat lebih dari 100.000 hektar hutan di Riau. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/periksa_mskaban"&gt;Read more.........&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-2757898451744556338?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/greenpeace-desak-kpk-periksa-kembali-ms.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-7397979296054339868</guid><pubDate>Fri, 01 May 2009 13:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-01T20:40:37.764+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita Menarik</category><title>Hentikan Model Pengelolaan Air Berbasis Ekonomi dan Kembali ke Model yang Berdasarkan Kearifan Lokal</title><description>ebtWATCH Indonesia, Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air (KRuHA), Aliansi Rakyat  untuk Citarum (ARUM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pengelolaan air yang didorong oleh ADB  terbukti gagal untuk memenuhi kebutuhan rakyat atas air yang merupakan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1241182716_0" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;hak  asasi manusia&lt;/span&gt;. ADB terus menerus mendorong kepada pemerintah negara-negara peminjam, untuk menerapkan konsep air sebagai barang ekonomi sebagai prasyarat pinjaman. Air sebagai barang ekonomi dipastikan akan mendorong privatisasi,....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://adnunsalampessy.blogspot.com/2009/05/hentikan-model-pengelolaan-air-berbasis.html"&gt;Read more....&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-7397979296054339868?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/hentikan-model-pengelolaan-air-berbasis.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-737991004984900563</guid><pubDate>Fri, 01 May 2009 13:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-01T20:37:44.329+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perlomba'an</category><title>BENRON JABODETABEK</title><description>Dalam rangka meningkatkan pertukaran kebudayaan &amp;amp; saling pengertian antara  Jepang dan Indonesia, The Japan Foundation, &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1241182692_0"&gt;Jakarta&lt;/span&gt; bekerjasama dengan Perhimpunan Alumni dari  Jepang (&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1241182692_1"&gt;PERSADA&lt;/span&gt;) pada tahun  2009 ini kembali akan menyelenggarakan Lomba Pidato Bahasa Jepang bagi mahasiswa  dan masyarakat umum, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOMBA PIDATO BAHASA JEPANG&lt;br /&gt;BAGI  MAHASISWA &amp;amp; UMUM&lt;br /&gt;TINGKAT DAERAH JABODETABEK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://adnunsalampessy.blogspot.com/2009/05/benron-jabodetabek.html"&gt;Read more....&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-737991004984900563?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/benron-jabodetabek.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-3632875093485792296</guid><pubDate>Fri, 01 May 2009 13:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-01T20:32:08.659+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ancaman Konservasi Harimau</category><title>Harimau Terkam 55 Orang, Manusia Bunuh 15 harimau</title><description>&lt;div class="tanggal"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;       &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img style="width: 358px; height: 271px;" src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/15/2050435p.jpg" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                   &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://sains.kompas.com/read/xml/2009/05/01/19190159/Harimau.Terkam.55.Orang..Manusia.Bunuh.15.harimau.#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;KOMPAS/ANDY RIZA HIDAYAT&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;      &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Harimau bernama Danau saat dibawa menggunakan tandu untuk dipindahkan&lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://sains.kompas.com/read/xml/2009/05/01/19190159/Harimau.Terkam.55.Orang..Manusia.Bunuh.15.harimau." style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://sains.kompas.com/read/xml/2009/04/30/2351456/harimau.sumatera.diusulkan.untuk.diisolasi.dalam.tnbbs"&gt;Harimau Sumatera Diusulkan untuk Diisolasi dalam TNBBS&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://sains.kompas.com/read/xml/2009/04/16/10563776/dua.harimau.santap.kambing.tiap.malam"&gt;Dua Harimau Santap Kambing Tiap Malam&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://sains.kompas.com/read/xml/2009/04/07/03095154/kehidupan.liar.harimau.sumatera.menarik.minat.turis.eropa"&gt;Kehidupan Liar Harimau Sumatera Menarik Minat Turis Eropa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://sains.kompas.com/read/xml/2009/03/30/09193481/terjerat.perangkap.harimau.tetap.lolos"&gt;Terjerat Perangkap, Harimau Tetap Lolos&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://sains.kompas.com/read/xml/2008/11/28/20203543/si.loreng.yang.terancam.punah."&gt;Si Loreng yang Terancam Punah &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;                                Jumat, 1 Mei 2009 | 19:19 WIB&lt;/div&gt;       &lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - Berdasarkan data yang dihimpun dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Eyes on The Forrest (EoF) diketahui sebanyak 55 orang di Provinsi Riau tewas akibat diterkam harimau Sumatera (&lt;em&gt;Panthera tigris sumatrae&lt;/em&gt;) dalam dua belas tahun terakhir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Konflik antara harimau dan manusia ini juga telah merenggut sekitar 15 satwa berbulu belang tersebut," kata Direktur Program Kehutanan WWF Indonesia Ian Kosasih di Pekanbaru, Jumat (1/5).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ian menjelaskan, konflik ini sebagian besar muncul karena habitat alami harimau rusak akibat berubah fungsi menjadi kawasan perkebunan, permukiman dan hak konsesi perusahaan kehutanan. Berdasarkan data dari EoF diketahui bahwa Sejak tahun 1985 hingga 1997, kawasan tutupan hutan di Riau hanya sekitar 48 persen atau tinggal separuhnya saja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kondisi tersebut mengakibatkan meningkatkan konflik harimau dan manusia karena habitat si belang semakin berkurang," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ian juga menambahkan populasi harimau Sumatera di Riau pada saat ini diperkirakan hanya sekitar 400 ekor saja. Menurut aktivis lingkungan ini, langkanya hewan jenis tersebut membuat setiap ekor kematiannya menjadi sebuah tragedi awal kepunahan satwa yang dilindungi itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hutan Senepis di Riau menjadi kawasan dengan intensitas konflik antara harimau dan manusia tertinggi. "Setidaknya 147 dari 242 kasus atau 60 persen dari total kasus yang ada telah terjadi di wilayah Riau," katanya.&lt;/p&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : Antara&lt;br /&gt;http://sains.kompas.com/read/xml/2009/05/01/19190159/Harimau.Terkam.55.Orang..Manusia.Bunuh.15.harimau.&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-3632875093485792296?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/harimau-terkam-55-orang-manusia-bunuh.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5696302649886664064.post-2214194879977970979</guid><pubDate>Fri, 01 May 2009 13:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-01T20:26:26.975+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Konservasi Harimau</category><title>Harimau Sumatera Diusulkan untuk Diisolasi dalam TNBBS</title><description>&lt;div class="tanggal"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;       &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img style="width: 304px; height: 230px;" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/01/31/041327p.jpg" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                   &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://sains.kompas.com/read/xml/2009/04/30/2351456/harimau.sumatera.diusulkan.untuk.diisolasi.dalam.tnbbs#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;DOK KOMPAS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;      &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Seekor harimau sumatera di habitatnya.&lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                &lt;!--- video --&gt;                    &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;                            Kamis, 30 April 2009 | 23:51 WIB&lt;/div&gt;       &lt;p&gt;&lt;strong&gt;BENGKULU, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - Untuk menghindari konflik dan menciptakan kondisi aman bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan hutan sekitar Bengkulu, harimau Sumatera (&lt;em&gt;Panthera tigris&lt;/em&gt;) diusulkan di-&lt;em&gt;regrouping&lt;/em&gt; atau diisolasi di kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Ini karena banyak sekali laporan dari masyarakat yang kita terima tentang keresahan mereka bekerja di kebunnya akibat gangguan harimau," kata Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Komisi IV, Tantawi Jauhari di Bengkulu, Kamis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Tantawi gangguan Harimau Sumatera sebabkan aksi perambahan hutan dan pembukaan tambang di kawasan hutan dan perluasan areal perkebuanan sehingga habitatnya terganggu serta makanannya juga berkurang. Kondisi ini kata dia sebagian besar akibat ulah manusia yang sering memasang jerat terhadap satwa dilindungi itu sehingga meningkatkan konflik dengan manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Di wilayah Semidang Bukit Kabu, seekor harimau pernah dibunuh dan dijadikan beduk sehingga banyak harimau yang muncul dan memangsa manusia dan terjadi eksodus penduduk ke lokasi yang lebih aman," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk menghindari korban lebih banyak kata Tantawi sebaiknya Harimau Sumatera yang hidup di kawasan hutan Pulau Sumatera mulai dari Aceh hingga Provinsi Lampung agar diisolasi di TNBBS di kawasan ujung pulau Sumatera tepatnya antara Bengkunat dengan Belimbing sehingga tidak berkeliaran di Pulau Sumatera, ulangnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menanggapi hal ini Kabag Tata Usaha Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Supartono MSi mengatakan wacana ini sah-sah saja namun realisasinya tidak segampang yang dibayangkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kalau manusia bisa kita atur, apa satwa liar bisa, selain itu perlu diketahui yang berwenang untuk pengelolaan satwa liar siapa, saya pikir wacana silahkan saja," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Supartono mengatakan justru kondisi yang terjadi adalah adanya gangguan yang semakin parah terhadap habitat harimau Sumatera demikian juga dengan satwa dilindungi lainnya seperti Gajah Sumatera.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://sains.kompas.com/read/xml/2009/04/30/2351456/harimau.sumatera.diusulkan.untuk.diisolasi.dalam.tnbbs"&gt;www.kompas.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berlangganan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5696302649886664064-2214194879977970979?l=harimaujambi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://harimaujambi.blogspot.com/2009/05/harimau-sumatera-diusulkan-untuk.html</link><author>adnun.salampessy@gmail.com (Adnun Salampessy, S.Hut)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><language>en-us</language><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>
