<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>hermansbm.net</title>
	
	<link>http://hermansbm.net</link>
	<description>@hermansbm's life</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Apr 2013 10:20:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/hermansbm/DfhS" /><feedburner:info uri="hermansbm/dfhs" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:browserFriendly></feedburner:browserFriendly><item>
		<title>Tidak Makan Batu</title>
		<link>http://hermansbm.net/postingan/tidak-makan-batu/</link>
		<comments>http://hermansbm.net/postingan/tidak-makan-batu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Apr 2013 10:17:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hermansbm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Postingan]]></category>
		<category><![CDATA[batu]]></category>
		<category><![CDATA[grogi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[takut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansbm.net/?p=1034</guid>
		<description><![CDATA[Bertempur dengan kompetitor/saingan yang tangguh, berhadapan dengan lawan negosiasi, atau presentasi di depan belasan hingga ratusan orang kadang menimbulkan kegentaran tersendiri. Terkadang bahkan pikiran takut tersebut membuat kita mundur sebelum mencoba sehingga sudah kalah set di awal. Nah, dalam keadaan seperti itu, biasanya saya teringat pesan guru kehidupan yang pernah mengajar saya selama hampir sembilan [...]<div class="crp_related"><h5>Baca juga ya:</h5><ul><li><a href="http://hermansbm.net/cerita/2-aha-ilumine/"     class="crp_title">#2 &#8211; Aha! Ilumine!</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/pemikiran/misi21-dan-keberuntungan/"     class="crp_title">#Misi21 dan Keberuntungan</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/inspirasi-dari-buku-ibuk-selesaikan-misimu/"     class="crp_title">Inspirasi dari Buku &#8220;Ibuk&#8221;: Selesaikan Misimu</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/cerita/membangun-kehidupan/"     class="crp_title">membangun kehidupan</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/tentang-saya/belajar-dari-sebuah-tendangan/"     class="crp_title">Belajar dari Sebuah Tendangan</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" alt="" src="https://lh6.googleusercontent.com/-pH6_nB-Eu-k/UXUNcGr6bEI/AAAAAAAAAgQ/Iq6SMoNzEsQ/s200/tidak-makan-batu.jpg" width="200" height="200" /></p>
<p>Bertempur dengan kompetitor/saingan yang tangguh, berhadapan dengan lawan negosiasi, atau presentasi di depan belasan hingga ratusan orang kadang menimbulkan kegentaran tersendiri. Terkadang bahkan pikiran takut tersebut membuat kita mundur sebelum mencoba sehingga sudah kalah set di awal.</p>
<p>Nah, dalam keadaan seperti itu, biasanya saya teringat pesan guru kehidupan yang pernah mengajar saya selama hampir sembilan tahun sejak saya SMP. Pesan yang sudah lama sekali beliau sampaikan ketika saya akan bertanding untuk pertama kalinya di awal milenium ini.</p>
<p>Beliau adalah manusia paling tidak takut yang pernah saya kenal. Salah satu Tae Kwon Do-in (sebutan pegiat seni bela diri asal Korea) terbaik di Indonesia, langganan emas PON (Pekan Olahraga Nasional) dan tak terkalahkan di kejuaraan daerah. Ketika Tae Kwon Do resmi menjadi cabang Olimpiade pertama kalinya tahun 2000 di Sydney, beliau merupakan salah satu dari hanya tiga atlet Indonesia di cabang itu yang akan diberangkatkan. Namun, karena suatu alasan, beliau mundur sehingga Indonesia kehilangan peluang mendapatkan medali.</p>
<p>Pesannya sederhana, cukup masuk akal, dan agak menggelikan sebetulnya. “Lawanmu masih makan nasi sama seperti kamu. Dia tidak makan batu. Kalau dia makan batu, kamu baru boleh takut.” Intinya adalah selama kita masih berhadapan dengan manusia, tidak ada yang perlu ditakutkan dan peluang masih terbuka.</p>
<p>Saat itu sih Limbad belum dikenal. Tapi saya juga yakin kalau Limbad lebih suka makan beling atau paku daripada batu – dan nasi tetap jadi favoritnya</p>
<div class="crp_related"><h5>Baca juga ya:</h5><ul><li><a href="http://hermansbm.net/cerita/2-aha-ilumine/"     class="crp_title">#2 &#8211; Aha! Ilumine!</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/pemikiran/misi21-dan-keberuntungan/"     class="crp_title">#Misi21 dan Keberuntungan</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/inspirasi-dari-buku-ibuk-selesaikan-misimu/"     class="crp_title">Inspirasi dari Buku &#8220;Ibuk&#8221;: Selesaikan Misimu</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/cerita/membangun-kehidupan/"     class="crp_title">membangun kehidupan</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/tentang-saya/belajar-dari-sebuah-tendangan/"     class="crp_title">Belajar dari Sebuah Tendangan</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansbm.net/postingan/tidak-makan-batu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akrasia di Tahun Baru?</title>
		<link>http://hermansbm.net/postingan/akrasia-di-tahun-baru/</link>
		<comments>http://hermansbm.net/postingan/akrasia-di-tahun-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2013 08:48:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hermansbm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Postingan]]></category>
		<category><![CDATA[akrasia]]></category>
		<category><![CDATA[resolusi]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansbm.net/?p=1025</guid>
		<description><![CDATA[Akrasia? Apa itu? Apakah ada hubungannya dengan amnesia? Saya duga sebagian besar dari Anda tidak akrab dengan istilah tersebut. Namun, jika saya coba untuk tuliskan gejalanya, saya yakin hampir semua manusia pernah mengalami akrasia. Hmm.. gejala? Suatu penyakitkah? Well, akrasia sendiri bukanlah suatu penyakit dan tidak ada hubungannya dengan amnesia. Biar tidak bertambah bingung, kita langsung [...]<div class="crp_related"><h5>Baca juga ya:</h5><ul><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/kesejahteraan-karir-kesejahteraan-hidup/"     class="crp_title">Kesejahteraan Karir = Kesejahteraan Hidup</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/psikologi/pengaruh-media-sosial-terhadap-kepribadian/"     class="crp_title">Pengaruh Media Sosial terhadap Kepribadian</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/psikologi/psikologi-keberuntungan/"     class="crp_title">Psikologi Keberuntungan</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/punya-sohib-di-tempat-kerja-mempengaruhi-kinerja/"     class="crp_title">Punya Sohib di Tempat Kerja Mempengaruhi Kinerja?</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/psikologi/the-popular-unpopular-syndrome/"     class="crp_title">The Popular Unpopular Syndrome</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" alt="" src="https://lh5.googleusercontent.com/-UpOlLzAzueQ/UOP1WZYo2CI/AAAAAAAAAY0/qEbK3BgkAKQ/h120/fireworks+%281%29.jpg" width="119" height="120" /></p>
<p><strong>Akrasia? Apa itu? Apakah ada hubungannya dengan amnesia?</strong></p>
<p>Saya duga sebagian besar dari Anda tidak akrab dengan istilah tersebut. Namun, jika saya coba untuk tuliskan gejalanya, saya yakin hampir semua manusia pernah mengalami akrasia. Hmm.. gejala? Suatu penyakitkah?</p>
<p><em>Well</em>, akrasia sendiri bukanlah suatu penyakit dan tidak ada hubungannya dengan amnesia. Biar tidak bertambah bingung, kita langsung lihat saja yuk <em>simptom </em>utamanya.</p>
<p>Seseorang dianggap mengalami akrasia jika ia memiliki pengetahuan tentang sesuatu yang bila ia lakukan akan lebih baik dan ia ingin melakukannya, tapi… ia tidak mewujudkannya. Familiar? Biar saya perjelas. Contohnya adalah jika Anda tahu bahwa berolahraga itu baik untuk kesehatan dan Anda ingin sekali berolahraga, tapi Anda tidak merealisasikannya. Sudah lebih jelas? Menohok? <img src='http://i2.wp.com/hermansbm.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' data-recalc-dims="1" />  Semoga tidak ya… Hal ini wajar kok (tapi tidak baik he he).</p>
<p>Secara etimologi, akrasia berasal dari bahasa Yunani yaitu <em>a-krato</em>s. <em>Kratos</em>bermakna kekuatan, diawali dengan <em>a</em> berarti tidak memiliki kekuatan. Kalau dalam bahasa modern, menurut kamus Oxford, akrasia didefinisikan sebagai “kondisi pikiran di mana seseorang berperilaku bertentangan dengan penilaian terbaiknya karena keinginannya lemah.”</p>
<p><img class="alignnone" alt="" src="https://lh3.googleusercontent.com/-wKdGZQtVYO8/UOP1WSlirzI/AAAAAAAAAY4/5TyxnbDZci4/h120/akrasia.jpg" width="161" height="120" /></p>
<p><strong>Akrasia vs Prokrastinasi = ???</strong></p>
<p>Apakah akrasia sama dengan prokrastinasi? Apakah ada hubungannya?</p>
<p>Akrasia tidak sama dengan prokrastinasi tapi berhubungan. Prokrastinasi sendiri berarti melakukan hal-hal remeh di luar prioritas utama dan menunda prioritas utama tersebut. Jadi, kegiatan dalam prokrastinasi sudah dimasukkan dalam daftar yang harus dilakukan (<em>to do list</em>), sementara akrasia malah sama sekali belum ada dalam daftar tersebut.</p>
<p>Mengapa akrasia bisa terjadi? Berikut saya kutip 7 penyebab umumnya:</p>
<ol>
<ol>
<li>Anda tidak dapat menentukan apa yang Anda mau.</li>
<li>Anda merasa bahwa jika Anda melakukannya, maka hal tersebut akan membawa Anda ke sesuatu yang tidak Anda harapkan.</li>
<li>Anda tidak tahu cara untuk menuju ke kondisi yang Anda harapkan.</li>
<li>Anda mengharapkan hasil akhir yang bombastis tapi Anda tahu bahwa peluangnya kecil untuk bisa mencapainya.</li>
<li>Gambaran keadaan yang ideal bukan berasal dari Anda sendiri tapi dari orang lain.</li>
<li>Apa yang Anda lakukan saat ini lebih menghasilkan kenyamanan/hadiah dibandingkan dengan apa yang akan Anda lakukan di mana hadiahnya akan diterima nanti (jangka panjang).</li>
<li>Keuntungan dari apa yang akan dilakukan tersebut masih abstrak dan lama, sedangkan hal yang lain menyediakan keuntungan yang konkret dan segera.</li>
</ol>
</ol>
<p>Apakah Anda mengalami akrasia di tahun baru ini? Kira-kira langkah apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasinya? Sila berbagi di kolom komentar ya. Kalau mau sekalian berbagi resolusi tahun baru juga boleh lho. <img src='http://i2.wp.com/hermansbm.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' data-recalc-dims="1" /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Referensi:</p>
<ul>
<li><a href="http://book.personalmba.com/akrasia" target="_blank">http://book.personalmba.com/akrasia</a></li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Akrasia" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/Akrasia</a></li>
<li><a href="http://oxforddictionaries.com/definition/english/akrasia" target="_blank">http://oxforddictionaries.com/definition/english/akrasia</a></li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Procrastination" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/Procrastination</a></li>
</ul>
<div class="crp_related"><h5>Baca juga ya:</h5><ul><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/kesejahteraan-karir-kesejahteraan-hidup/"     class="crp_title">Kesejahteraan Karir = Kesejahteraan Hidup</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/psikologi/pengaruh-media-sosial-terhadap-kepribadian/"     class="crp_title">Pengaruh Media Sosial terhadap Kepribadian</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/psikologi/psikologi-keberuntungan/"     class="crp_title">Psikologi Keberuntungan</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/punya-sohib-di-tempat-kerja-mempengaruhi-kinerja/"     class="crp_title">Punya Sohib di Tempat Kerja Mempengaruhi Kinerja?</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/psikologi/the-popular-unpopular-syndrome/"     class="crp_title">The Popular Unpopular Syndrome</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansbm.net/postingan/akrasia-di-tahun-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencicipi Universitas Stanford</title>
		<link>http://hermansbm.net/postingan/mencicipi-universitas-stanford/</link>
		<comments>http://hermansbm.net/postingan/mencicipi-universitas-stanford/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2012 02:28:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hermansbm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Postingan]]></category>
		<category><![CDATA[course]]></category>
		<category><![CDATA[coursera]]></category>
		<category><![CDATA[free course]]></category>
		<category><![CDATA[free online course]]></category>
		<category><![CDATA[kelas daring]]></category>
		<category><![CDATA[kelas daring gratis]]></category>
		<category><![CDATA[kelas online]]></category>
		<category><![CDATA[kelas online gratis]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah daring]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah daring gratis]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah gratis]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah online]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah online gratis]]></category>
		<category><![CDATA[kursus online]]></category>
		<category><![CDATA[learning]]></category>
		<category><![CDATA[modern learning]]></category>
		<category><![CDATA[online class]]></category>
		<category><![CDATA[online course]]></category>
		<category><![CDATA[online learning]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran daring]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran online]]></category>
		<category><![CDATA[Stanford]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansbm.net/?p=1008</guid>
		<description><![CDATA[Sudah pernah dengar Universitas Stanford kan? Betul, universitas ternama yang akademisinya menghasilkan 29 hadiah Nobel itu! Percaya tidak, kalau saya bilang saya pernah mencicipi kuliah Universitas Stanford? Tanpa membayar biaya sepeser pun dan tanpa meninggalkan Indonesia lagi. Tidak percaya? Percaya tidak percaya, itulah yang saya alami. Mau tahu caranya? Selamat datang di era pendidikan digital! Zaman [...]<div class="crp_related"><h5>Baca juga ya:</h5><ul><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/bila-ilmu-kadaluarsa/"     class="crp_title">Bila Ilmu Kadaluarsa</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/menengok-teknologi-hr-di-masa-depan/"     class="crp_title">Menengok Teknologi HR di Masa Depan</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/bersiaplah-menyambut-spesies-baru-di-dunia-kerja/"     class="crp_title">Bersiaplah Menyambut Spesies Baru di Dunia Kerja</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/gaya-belajar-penting-nggak-sih/"     class="crp_title">Gaya Belajar: Penting Nggak Sih?</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/daftar-isi/"     class="crp_title">Daftar Isi</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" src="https://lh3.googleusercontent.com/-rQZdtrs_wc4/UMFO1s2PUZI/AAAAAAAAARE/VxNlHNfjDu0/s300/1.jpg" alt="" width="300" height="300" /></p>
<p>Sudah pernah dengar Universitas Stanford kan? Betul, universitas ternama yang akademisinya menghasilkan 29 hadiah Nobel itu! Percaya tidak, kalau saya bilang saya pernah mencicipi kuliah Universitas Stanford? Tanpa membayar biaya sepeser pun dan tanpa meninggalkan Indonesia lagi. Tidak percaya? Percaya tidak percaya, itulah yang saya alami. Mau tahu caranya? <img src='http://i2.wp.com/hermansbm.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' data-recalc-dims="1" /> </p>
<p>Selamat datang di era pendidikan digital!</p>
<p>Zaman sudah berubah. Materi pendidikan pun sekarang lebih mudah diakses – bahkan dari tempat duduk kita sekali pun. Tidak cuma Stanford. Tapi, kita juga bisa mencicipi kuliah Universitas Princeton, Universitas Melbourne, Universitas London, Universitas Sains &amp; Teknologi Hong Kong, sampai Institut Teknologi Delhi di India. Hingga saat ini, ada 33 kampus besar yang menawarkan ratusan kuliah yang bisa dinikmati di suatu situs pembelajaran digital bernama Coursera. Asyik kan?</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/-37UgLv2p9tM/UMFO1ipAw5I/AAAAAAAAARI/RAOoU3OUU6w/s300/2.jpg" alt="" width="300" height="115" /></p>
<p style="text-align: center;"><small><strong><em>(beberapa universitas terdaftar di Coursera)</em></strong></small></p>
<p>Beberapa waktu lalu saya sempat berbagi mengenai sumber-sumber materi pembelajaran di tulisan “<a href="http://hermansbm.net/postingan/bila-ilmu-kadaluarsa/" target="_blank">Bila Ilmu Kadaluarsa</a>”. Salah satu yang saya singgung di sana adalah <a href="https://www.coursera.org/">Coursera</a>, sebuah situs kuliah daring bin gratis. Nah, dalam kesempatan ini saya ingin membagikan pengalaman saya menggunakan jasa situs tersebut.</p>
<p>Pertama kali saya tahu Coursera ketika iseng menjelajah dunia maya. Tidak sengaja saya menemukan situs tersebut pada awal 2012. Waktu itu hanya ada lima mata kuliah yang ditawarkan. Lama tidak saya tengok, pertengahan tahun ini teman saya sempat menyebut nama situs tersebut sehingga memicu ingatan saya.</p>
<p>Lalu, saya membuka situs tersebut kembali dan ternyata sudah ada puluhan kuliah yang ditawarkan. Beberapa di antaranya menarik sehingga saya memutuskan untuk mencobanya. Saya mendaftarkan diri secara gratis dengan mengisikan email dan data pribadi, lalu dalam beberapa menit akun saya siap digunakan.</p>
<p>Kelas pertama yang saya ambil adalah mengenai <a href="https://www.coursera.org/course/insidetheinternet">Sejarah, Teknologi, dan Keamanan Internet</a>. Kelas ini tidak terlalu berat, namun cukup menantang untuk orang awam teknologi seperti saya. Bersamaan dengan kelas tersebut, saya mengambil beberapa mata kuliah lain yang lebih sulit dan sempat membuat saya tertatih-tatih mengejar materi. Beberapa kelas akhirnya terpaksa saya lepas setelah mempertimbangkan waktu belajar mandiri yang saya miliki.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/-MRkBa8CyBwg/UMFO1ohs8mI/AAAAAAAAARA/QJojJLhxInU/s300/3.jpg" alt="" width="300" height="146" /></p>
<p style="text-align: center;"><small><strong><em>(contoh video kuliah)</em></strong></small></p>
<p><strong>Bagaimana bentuk kuliahnya?</strong></p>
<p>Jadi setiap minggu sang dosen akan memberikan materi kuliah yang berbentuk video-video berdurasi total sekitar 1-2 jam. Biasanya satu video berdurasi sekitar 15-30 menit, sehingga dalam satu minggu ada sekitar 4-6 video. Pemecahan materi menjadi beberapa video ini sangat membantu untuk mencerna informasi. Video-video tersebut dapat kita unduh atau ditonton secara daring sesuai dengan waktu yang kita miliki dalam minggu yang telah ditentukan. Waktunya sangat fleksibel, sesuai dengan jadwal kita.</p>
<p><strong>Bagaimana cara evaluasinya?</strong></p>
<p>Biasanya di akhir keseluruhan materi per minggu, ada kuis yang digunakan untuk menguji pemahaman pembelajar. Selain itu, ada juga tugas tambahan yang relevan di beberapa kuliah. Kuis-kuis dan tugas tambahan tersebut yang kemudian digunakan untuk penilaian oleh sang dosen. Tentu saja ada tenggat waktu tertentu dalam mengerjakan kuis dan tugas tersebut. Bagaimana jika lewat tenggat waktu? Ada beberapa kuliah yang memberikan toleransi, namun ada juga yang tidak. Biasanya di awal kita akan diberikan jatah jumlah hari boleh terlambat yang bisa digunakan sewaktu-waktu. Oh ya, selain itu juga ada ujian akhir yang digunakan untuk mengevaluasi pemahaman kita terhadap materi secara keseluruhan.</p>
<p><strong>Kalau ada yang kurang jelas bagaimana?</strong></p>
<p>Situs Coursera menyediakan forum daring yang dapat digunakan untuk berdiskusi jika ada yang kurang jelas. Beberapa dosen pun membuka diri untuk dihubungi via media sosial secara pribadi jika ada kesulitan – biasanya mereka mencantumkan identitas Twitternya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/-l6UEjO2CKeY/UMFO2b7WaII/AAAAAAAAARM/owH0onHs9qs/s248/4.jpg" alt="" width="191" height="248" /></p>
<p style="text-align: center;"><small><strong><em>(sertifikat dari Coursera)</em></strong></small></p>
<p><strong>Apakah kuliah ini bersertifikat?</strong></p>
<p>Ya, jika kita mengikuti semua kuliah dengan baik, mengerjakan kuis dan tugas, serta memenuhi nilai minimal yang ditetapkan oleh sang dosen, otomatis kita akan mendapatkan sertifikat digital yang bisa kita unduh. Sertifikat ini merupakan sebuah tanda penghargaan, namun tidak bisa dikonversikan menjadi semacam SKS jika kita akhirnya mengambil kuliah sungguhan di kampus tersebut.</p>
<p>Nah, setelah membaca tulisan ini, adakah yang tertarik untuk memulai petualangan belajar mandiri? <img src='http://i1.wp.com/hermansbm.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' data-recalc-dims="1" /> </p>
<p><em><small>Originally posted in Nutrifood (internal) Portal on November 7th, 2012</small></em></p>
<div class="crp_related"><h5>Baca juga ya:</h5><ul><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/bila-ilmu-kadaluarsa/"     class="crp_title">Bila Ilmu Kadaluarsa</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/menengok-teknologi-hr-di-masa-depan/"     class="crp_title">Menengok Teknologi HR di Masa Depan</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/bersiaplah-menyambut-spesies-baru-di-dunia-kerja/"     class="crp_title">Bersiaplah Menyambut Spesies Baru di Dunia Kerja</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/gaya-belajar-penting-nggak-sih/"     class="crp_title">Gaya Belajar: Penting Nggak Sih?</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/daftar-isi/"     class="crp_title">Daftar Isi</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansbm.net/postingan/mencicipi-universitas-stanford/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bila Ilmu Kadaluarsa</title>
		<link>http://hermansbm.net/postingan/bila-ilmu-kadaluarsa/</link>
		<comments>http://hermansbm.net/postingan/bila-ilmu-kadaluarsa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2012 04:57:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hermansbm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Postingan]]></category>
		<category><![CDATA[bookbon]]></category>
		<category><![CDATA[Cina]]></category>
		<category><![CDATA[coursera]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[kadaluarsa]]></category>
		<category><![CDATA[menuntut ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Obsat]]></category>
		<category><![CDATA[TED]]></category>
		<category><![CDATA[TEDx]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansbm.net/?p=974</guid>
		<description><![CDATA[Ada pepatah mengatakan, “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China”. Terlepas interpretasi khusus mengenai ungkapan itu, saya sendiri mengartikannya sebagai sebuah motivasi untuk mengejar ilmu sejauh-jauhnya dan setinggi-tingginya. Ilmu itu ada asal kita mau berusaha mencarinya. Dan barangsiapa mendalami ilmu dengan benar, ia akan beroleh kebijakan. Nah, baru-baru ini saya membaca sebuah artikel dari blog Harvard Business Review yang [...]<div class="crp_related"><h5>Baca juga ya:</h5><ul><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/mencicipi-universitas-stanford/"     class="crp_title">Mencicipi Universitas Stanford</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/bersiaplah-menyambut-spesies-baru-di-dunia-kerja/"     class="crp_title">Bersiaplah Menyambut Spesies Baru di Dunia Kerja</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/gaya-belajar-penting-nggak-sih/"     class="crp_title">Gaya Belajar: Penting Nggak Sih?</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/ternyata-statistik-itu-berguna-beneran-ya/"     class="crp_title">Ternyata, Statistik Itu Berguna Beneran Ya!</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/cerita/berani-bermimpi-dalam-kegelapan-menghasilkan-cahaya-terang/"     class="crp_title">Berani Bermimpi dalam Kegelapan, Menghasilkan Cahaya Terang</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="200458957-001" src="http://i0.wp.com/farm3.staticflickr.com/2463/4065627169_48b2f19c0a.jpg?resize=225%2C225" alt="200458957-001" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Ada pepatah mengatakan, “<em>Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China</em>”. Terlepas interpretasi khusus mengenai ungkapan itu, saya sendiri mengartikannya sebagai sebuah motivasi untuk mengejar ilmu sejauh-jauhnya dan setinggi-tingginya. Ilmu itu ada asal kita mau berusaha mencarinya. Dan barangsiapa mendalami ilmu dengan benar, ia akan beroleh kebijakan.</p>
<p>Nah, baru-baru ini saya membaca sebuah artikel dari blog <em>Harvard Business Review</em> yang berjudul “<a href="http://blogs.hbr.org/cs/2012/09/mind_the_skills_gap.html"><em>Mind the (Skills) Gap</em></a>”. Artikel tersebut mencuplik sebuah penelitian menarik mengenai usia ilmu pengetahuan dalam dunia kerja. Penelitian itu mengungkapkan, bila dahulu ilmu dari perkuliahan bisa digunakan sepanjang karir, namun saat ini, ilmu seorang sarjana hanya dapat bertahan selama lima tahun saja!</p>
<p>Artinya, saat ini, ilmu yang didapat lebih cepat kadaluarsa dibandingkan zaman dulu. Berarti, kita harus terus belajar selepas dari bangku pendidikan formal supaya tidak tergilas oleh perkembangan ilmu itu sendiri. Sangat menantang bukan?</p>
<p>Gambaran ini saya rasa benar adanya. Kalau mengenai perkembangan ilmu di mana teori lama tergantikan dengan teori baru, tentu hal ini sudah terjadi sejak dulu kala. Sebutlah contoh terkenal di mana teori geosentris yang menyatakan bahwa bumi merupakan pusat tata surya tergantikan oleh teori heliosentris yang menegaskan bahwa mataharilah yang merupakan pusatnya. Hanya saja, perubahan zaman dulu tidak terlalu cepat. Tidak secepat sekarang. Saat ini, berkat perkembangan teknologi yang memungkinkan ilmuwan di seluruh dunia berkolaborasi nyaris tanpa batas, perkembangan ilmu bisa terjadi dalam kurun waktu yang sangat singkat – dalam hitungan hari, bahkan jam!</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i0.wp.com/farm1.staticflickr.com/56/145118335_1bab312db8_n.jpg?resize=186%2C239" alt="" data-recalc-dims="1" /><br />
<small><strong><em>(konsep tata surya, salah satu teori yang berubah)</em></strong></small></p>
<p>Teori tergantikan. Perspektif tergantikan. Paradigma tergantikan. Siapa yang tahu bahwa esok hari, ada ilmu baru yang muncul dalam bentuk alat baru atau metode baru yang menyebabkan pekerjaan kita berubah total? Menolak perubahan tersebut berarti memilih untuk tertinggal. Satu-satunya cara agar dapat menyatu seirama dengan dunia adalah dengan belajar dan belajar. Lalu bagaimana ini? Apakah kita harus sampai jauh-jauh pergi ke Cina untuk memperoleh ilmu?</p>
<p>Beruntungnya, seiring perkembangan ilmu dan zaman, banyak sumber pembelajaran terbuka yang bisa kita ikuti – bahkan hanya dengan duduk di kursi saja. Mulai dari forum diskusi di tengah kota seperti <a href="http://obrolanlangsat.com/">Obsat</a> (Obrolan Langsat), seminar yang membahas ide tidak biasa seperti <a href="http://www.tedxjkt.org/">TEDx</a>, bacaan blog keilmuan dan buku-buku elektronik yang bertebaran di dunia maya seperti <a href="http://bookboon.com/">bookboon</a>, kultwit (kuliah Twitter) dari akademisi terkemuka seperti <a href="https://twitter.com/yanuarnugroho">@yanuarnugroho</a> (WNI yang menjadi peneliti di The University of Manchester, Inggris), hingga kuliah daring yang menghadirkan pengajar kelas <em>Ivy League</em> seperti <a href="http://www.coursera.org/">coursera</a>.</p>
<p>Sumber-sumber di atas kebanyakan gratis, tidak dipungut biaya. Beberapa tidak memiliki batas geografis  dan terkadang tidak membutuhkan syarat khusus untuk dapat mengikutinya. Jika kita rajin mengunjungi sumber pembelajaran semacam itu, niscaya kita akan selalu <em>update</em> dan tidak ketinggalan informasi.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i2.wp.com/farm7.staticflickr.com/6136/6038789802_d021859da4.jpg?resize=350%2C232" alt="&quot;" data-recalc-dims="1" /></p>
<p style="text-align: center;"><small><strong><em>(TEDx, salah satu sumber ilmu gratis)</em></strong></small></p>
<p>Yang menjadi pertanyaan sekarang, bukan lagi bagaimana kita dapat memperoleh ilmu, namun apakah kita mau mencari ilmu itu? Seperti pada awal artikel ini dinyatakan, ilmu itu ada asal kita mau berusaha mencarinya. Semoga artikel ini menggugah rekan-rekan untuk tidak berhenti mencari ilmu dalam dunia yang berputar semakin cepat <img src='http://i1.wp.com/hermansbm.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' data-recalc-dims="1" /> </p>
<p>Catatan: bagi rekan-rekan yang memiliki sumber pembelajaran terbuka seperti contoh yang disebutkan pada artikel ini, silahkan untuk dibagikan pada bagian komentar <img src='http://i2.wp.com/hermansbm.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' data-recalc-dims="1" /> </p>
<p><em><small>Originally posted in Nutrifood (internal) Portal on October 1st, 2012</small></em></p>
<div class="crp_related"><h5>Baca juga ya:</h5><ul><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/mencicipi-universitas-stanford/"     class="crp_title">Mencicipi Universitas Stanford</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/bersiaplah-menyambut-spesies-baru-di-dunia-kerja/"     class="crp_title">Bersiaplah Menyambut Spesies Baru di Dunia Kerja</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/gaya-belajar-penting-nggak-sih/"     class="crp_title">Gaya Belajar: Penting Nggak Sih?</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/ternyata-statistik-itu-berguna-beneran-ya/"     class="crp_title">Ternyata, Statistik Itu Berguna Beneran Ya!</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/cerita/berani-bermimpi-dalam-kegelapan-menghasilkan-cahaya-terang/"     class="crp_title">Berani Bermimpi dalam Kegelapan, Menghasilkan Cahaya Terang</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansbm.net/postingan/bila-ilmu-kadaluarsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menurut Penelitian…</title>
		<link>http://hermansbm.net/postingan/menurut-penelitian/</link>
		<comments>http://hermansbm.net/postingan/menurut-penelitian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Sep 2012 01:18:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hermansbm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Postingan]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[African Journal of Agricultural Research]]></category>
		<category><![CDATA[Agnes Monica]]></category>
		<category><![CDATA[Inul Daratista]]></category>
		<category><![CDATA[kritis]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[skeptis]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansbm.net/?p=954</guid>
		<description><![CDATA[Baru-baru ini ada sebuah kasus lucu bin unik nan pelik di kalangan akademisi. Kasus tersebut merupakan pelecehan menurut LIPI seperti dikutip di sebuah sumber. Kasus tersebut konyol tapi menyedihkan karena melibatkan sebuah jurnal internasional yang kecolongan, yaitu African Journal of Agricultural Research. Betul, kasus yang saya maksudkan di sini adalah kasus nama penyanyi Agnes Monica [...]<div class="crp_related"><h5>Baca juga ya:</h5><ul><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/kesejahteraan-karir-kesejahteraan-hidup/"     class="crp_title">Kesejahteraan Karir = Kesejahteraan Hidup</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/pemikiran/misi21-dan-keberuntungan/"     class="crp_title">#Misi21 dan Keberuntungan</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/psikologi/apa-benar-uang-tidak-dapat-membeli-kebahagiaan/"     class="crp_title">Apa Benar Uang Tidak Dapat Membeli Kebahagiaan?</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/yang-saya-dapat-dari-buku-e-the-dancing-leader/"     class="crp_title">Yang Saya Dapat Dari Buku-e &#8220;The Dancing Leader&#8221;</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/menengok-teknologi-hr-di-masa-depan/"     class="crp_title">Menengok Teknologi HR di Masa Depan</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">Baru-baru ini ada sebuah kasus lucu bin unik nan pelik di kalangan akademisi. Kasus tersebut merupakan pelecehan menurut LIPI seperti dikutip di sebuah <a href="http://www.tempo.co/read/news/2012/08/29/079426219/LIPI--Jurnal-Inul-Adalah-Bentuk-Pelecehan" target="_blank">sumber</a>. Kasus tersebut konyol tapi menyedihkan karena melibatkan sebuah jurnal internasional yang kecolongan, yaitu <em><a href="http://www.academicjournals.org/ajar/" target="_blank">African Journal of Agricultural Research</a></em>. Betul, kasus yang saya maksudkan di sini adalah kasus nama penyanyi Agnes Monica dan pedangdut Inul Daratista yang <a href="http://sains.kompas.com/read/2012/08/29/13392470/Agnes.dan.Inul.Dicatut.di.Makalah.Jurnal.Internasional" target="_blank">dicatut dalam sebuah makalah penelitian</a> pada jurnal tersebut.</p>
<p style="text-align: center;"><iframe id="doc_77703" src="http://www.scribd.com/embeds/102668776/content?start_page=1&amp;view_mode=scroll&amp;access_key=key-1l6j9ajk4blr7igvb2dh" frameborder="0" scrolling="no" data-auto-height="true" data-aspect-ratio="0.772727272727273"></iframe></p>
<p>Makalah penelitian ini bisa dipastikan adalah hasil penjiplakan menurut sumber <a href="http://www.tempo.co/read/news/2012/08/29/061426215/LIPI-African-Journal-Kecolongan-Jurnal-Inul" target="_blank">ini</a>. Selain melakukan penjiplakan dan mencatut nama dua penyanyi Indonesia, sang pelaku Nono Lee juga mencatut satu nama lagi dalam makalah penelitian yang berbeda, yaitu Pejabat Palsu.</p>
<p style="text-align: center;"><iframe id="doc_28666" src="http://www.scribd.com/embeds/102930787/content?start_page=1&amp;view_mode=scroll&amp;access_key=key-1bws4vu9wf5f0f92sma2" frameborder="0" scrolling="no" data-auto-height="true" data-aspect-ratio="0.772727272727273"></iframe></p>
<p>Parah ya? Nah, kalau itu tadi adalah kasus yang baru saja terjadi, ada sebuah kasus lain yang sangat klasik dan sering sekali dikutip di seminar-seminar motivasi. Kasus ini melibatkan penelitian rekaan yang tidak pernah ada di bidang Psikologi.</p>
<p>Menurut penelitian di Universitas Yale berjudul <em>Yale Goal Study</em>, pada tahun 1953 sekelompok peneliti mewawancara lulusan universitas tersebut dan menanyakan apakah mereka menuliskan tujuan hidup yang ingin mereka capai secara spesifik. Hanya 3% yang menuliskan tujuan hidup mereka. Dua puluh tahun kemudian peneliti tersebut mewawancarai mereka kembali dan menemukan bahwa kelompok 3% tersebut memiliki kekayaan melebihi teman-teman mereka yang 97% jika digabungkan. Ada yang mengatakan mereka sangat bahagia, kesejahteraan hidupnya lebih tinggi, hubungan dengan keluarganya sangat harmonis, mencapai kesuksesan, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i1.wp.com/s0.geograph.org.uk/geophotos/03/06/73/3067328_1735399d.jpg?resize=288%2C384" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Anda pernah mendengar hal serupa? Mirip tapi tidak sama persis mungkin? Penelitian ini sangat sering dikutip di buku-buku <em>self-help</em> dan seminar-seminar pembangkit semangat. Sayangnya, penelitian tersebut tidak pernah ada&#8230;  Seorang penulis majalah <em>Fast Company</em>, yaitu Lawrence Tabak, mencoba menelusuri penelitian tersebut pada tahun 2007 dan tidak pernah menemukan bukti bahwa penelitian tersebut memang pernah terjadi (seperti dikutip dari buku <em>59 Seconds</em> oleh Prof. Richard Wiseman).</p>
<p>Bayangkan jika Anda menerima informasi yang salah ini kemudian menerapkannya, kira-kira apa yang akan terjadi? Tidak efektif dan tentu saja waktu Anda terbuang percuma karena mencoba metode yang belum terbukti secara empiris tersebut. Kesalahan informasi yang kita terima kemudian berujung pada kesalahan dalam hidup kita.</p>
<p>Sebagai penutup, pelajaran apa yang bisa kita petik bersama melalui kedua kasus tersebut? Saya rasa sederhana: kritis dalam menerima informasi. Jangan asal percaya dengan kata &#8220;menurut penelitian&#8230;&#8221;. Selain itu, kita juga harus skeptis layaknya peneliti, tidak hanya menerima informasi mentah-mentah tanpa mengorek asal muasalnya. Semoga mencerahkan <img src='http://i1.wp.com/hermansbm.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' data-recalc-dims="1" /> </p>
</div>
<div class="crp_related"><h5>Baca juga ya:</h5><ul><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/kesejahteraan-karir-kesejahteraan-hidup/"     class="crp_title">Kesejahteraan Karir = Kesejahteraan Hidup</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/pemikiran/misi21-dan-keberuntungan/"     class="crp_title">#Misi21 dan Keberuntungan</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/psikologi/apa-benar-uang-tidak-dapat-membeli-kebahagiaan/"     class="crp_title">Apa Benar Uang Tidak Dapat Membeli Kebahagiaan?</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/yang-saya-dapat-dari-buku-e-the-dancing-leader/"     class="crp_title">Yang Saya Dapat Dari Buku-e &#8220;The Dancing Leader&#8221;</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/menengok-teknologi-hr-di-masa-depan/"     class="crp_title">Menengok Teknologi HR di Masa Depan</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansbm.net/postingan/menurut-penelitian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gaya Belajar: Penting Nggak Sih?</title>
		<link>http://hermansbm.net/postingan/gaya-belajar-penting-nggak-sih/</link>
		<comments>http://hermansbm.net/postingan/gaya-belajar-penting-nggak-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2012 01:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hermansbm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Postingan]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[auditori]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[gaya]]></category>
		<category><![CDATA[gaya belajar]]></category>
		<category><![CDATA[kinestetik]]></category>
		<category><![CDATA[minat]]></category>
		<category><![CDATA[mitos]]></category>
		<category><![CDATA[passion belajar]]></category>
		<category><![CDATA[visual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansbm.net/?p=946</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian besar orang pasti pernah mendengar mengenai macam-macam gaya belajar. Gaya belajar visual berarti tipe orang yang lebih mudah belajar melalui gambar atau tulisan. Gaya belajar auditori lebih gampang melalui podcast atau mendengar ceramah. Gaya belajar kinestetik nyaman dengan gerakan. Namun, ternyata macam-macam gaya belajar ini merupakan teori yang kurang tepat. Sebuah penelitian juga menunjukkan [...]<div class="crp_related"><h5>Baca juga ya:</h5><ul><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/mencicipi-universitas-stanford/"     class="crp_title">Mencicipi Universitas Stanford</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/bila-ilmu-kadaluarsa/"     class="crp_title">Bila Ilmu Kadaluarsa</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/bersiaplah-menyambut-spesies-baru-di-dunia-kerja/"     class="crp_title">Bersiaplah Menyambut Spesies Baru di Dunia Kerja</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/ditolak-kerja-jangan-kecil-hati-dulu/"     class="crp_title">Ditolak Kerja? Jangan Kecil Hati Dulu</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/media-sosial-warisan-dan-kesan/"     class="crp_title">Media Sosial, Warisan, dan Kesan</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<p>Sebagian besar orang pasti pernah mendengar mengenai macam-macam gaya belajar. Gaya belajar visual berarti tipe orang yang lebih mudah belajar melalui gambar atau tulisan. Gaya belajar auditori lebih gampang melalui <em>podcast</em> atau mendengar ceramah. Gaya belajar kinestetik nyaman dengan gerakan. Namun, ternyata macam-macam gaya belajar ini merupakan teori yang kurang tepat. Sebuah <a href="http://www.psychologicalscience.org/journals/pspi/PSPI_9_3.pdf" target="_blank">penelitian</a> juga menunjukkan bahwa teori tersebut berdampak minimal pada hasil pembelajaran nyata.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i2.wp.com/farm4.staticflickr.com/3079/2605623669_8e287b3dec.jpg?resize=500%2C333" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sekarang jika saya bertanya, &#8220;Anda mau belajar suatu materi melalui tulisan dan gambar atau ceramah lisan dan <em>podcast</em> atau gerakan tertentu?&#8221;, apakah Anda akan memilih salah satu di antaranya jika Anda tidak saya beritahu tentang apa materi yang akan Anda pelajari? Normalnya Anda akan bertanya lebih dulu mengenai materi yang akan dipelajarinya. Tentu mempelajari persamaan matematika, musik, dan tarian akan membutuhkan metode belajar yang berbeda.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i2.wp.com/farm4.staticflickr.com/3651/3583835507_70dc089c19.jpg?resize=500%2C375" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Nah, sekarang seandainya Anda seorang pecinta sepakbola (atau materi lain apa pun), saya sangat yakin Anda tidak akan keberatan mendengarkan berita mengenai sepakbola, membaca materi mengenai sepakbola, atau mempelajari gerakan-gerakan sepakbola. Betul kan? Sudah tentu minat Anda akan suatu materi mengatasi keengganan Anda dalam mempelajari atau memperoleh informasi tentang materi tersebut. Bisa jadi memang kita semua memiliki preferensi dalam mempelajari sesuatu &#8211; entah melalui visual, auditori, maupun kinestetik &#8211; tapi ternyata ketika dihadapkan pada materi tertentu, preferensi tersebut terkalahkan oleh keinginan kita untuk mempelajarinya lebih dalam.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i2.wp.com/farm3.staticflickr.com/2557/4061903846_af849106be.jpg?resize=354%2C500" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Jadi kesimpulannya adalah lebih penting untuk mendefinisikan minat Anda ketimbang preferensi gaya belajar tertentu. <em>Passion matters</em><em>! </em> <img src='http://i2.wp.com/hermansbm.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' data-recalc-dims="1" /> </p>
<p><small>Diadaptasi dari artikel <a href="http://www.changemag.org/Archives/Back%20Issues/September-October%202010/the-myth-of-learning-full.html">http://www.changemag.org/Archives/Back%20Issues/September-October%202010/the-myth-of-learning-full.html</a></small></p>
<div class="crp_related"><h5>Baca juga ya:</h5><ul><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/mencicipi-universitas-stanford/"     class="crp_title">Mencicipi Universitas Stanford</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/bila-ilmu-kadaluarsa/"     class="crp_title">Bila Ilmu Kadaluarsa</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/bersiaplah-menyambut-spesies-baru-di-dunia-kerja/"     class="crp_title">Bersiaplah Menyambut Spesies Baru di Dunia Kerja</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/ditolak-kerja-jangan-kecil-hati-dulu/"     class="crp_title">Ditolak Kerja? Jangan Kecil Hati Dulu</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/media-sosial-warisan-dan-kesan/"     class="crp_title">Media Sosial, Warisan, dan Kesan</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansbm.net/postingan/gaya-belajar-penting-nggak-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dirgahayu de Britto, 64 Tahun Mengarungi Jaman</title>
		<link>http://hermansbm.net/postingan/dirgahayu-de-britto-64-tahun-mengarungi-jaman/</link>
		<comments>http://hermansbm.net/postingan/dirgahayu-de-britto-64-tahun-mengarungi-jaman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Aug 2012 04:48:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hermansbm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Postingan]]></category>
		<category><![CDATA[161]]></category>
		<category><![CDATA[64 tahun de Britto]]></category>
		<category><![CDATA[de Britto]]></category>
		<category><![CDATA[JB]]></category>
		<category><![CDATA[JB 161]]></category>
		<category><![CDATA[JBC]]></category>
		<category><![CDATA[JBC 161]]></category>
		<category><![CDATA[John de Britto]]></category>
		<category><![CDATA[Kolese de Britto]]></category>
		<category><![CDATA[LA]]></category>
		<category><![CDATA[LA 161]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansbm.net/?p=935</guid>
		<description><![CDATA[64 tahun yang lalu, SMA itu resmi berdiri. Ya, 19 Agustus 1948 SMA Kanisius Yogyakarta berdiri di Bintaran, gereja yang lokasinya digunakan untuk syuting film Soegija. SMA itulah yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya dua SMA legendaris di Yogyakarta. Saya tak pernah berhenti kagum ketika mendengar bahwa SMA Kolese de Britto dan SMA Stella Duce [...]<div class="crp_related"><h5>Baca juga ya:</h5><ul><li><a href="http://hermansbm.net/cerita/berani-bermimpi-dalam-kegelapan-menghasilkan-cahaya-terang/"     class="crp_title">Berani Bermimpi dalam Kegelapan, Menghasilkan Cahaya Terang</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/cerita/membangun-kehidupan/"     class="crp_title">membangun kehidupan</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/cerita/belajar-kepemimpinan-heroik-dan-nasionalisme-dari-soegija/"     class="crp_title">Belajar Kepemimpinan Heroik dan Nasionalisme dari Soegija</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/daftar-isi/"     class="crp_title">Daftar Isi</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/cerita/kekuatan-media-sosial/"     class="crp_title">Kekuatan Media Sosial</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i2.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/e/ec/Kolese_debritto_logo.jpg/150px-Kolese_debritto_logo.jpg?resize=150%2C177" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>64 tahun yang lalu, SMA itu resmi berdiri. Ya, 19 Agustus 1948 SMA Kanisius Yogyakarta berdiri di Bintaran, gereja yang lokasinya digunakan untuk syuting film <a href="http://hermansbm.net/cerita/belajar-kepemimpinan-heroik-dan-nasionalisme-dari-soegija/" target="_blank">Soegija</a>. SMA itulah yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya dua SMA legendaris di Yogyakarta.</p>
<p>Saya tak pernah berhenti kagum ketika mendengar bahwa SMA Kolese de Britto dan SMA Stella Duce 1 bermula dari SMA Kanisius ini. Berawal dari agresi militer Belanda, sekolah ini kemudian meliburkan dirinya dan murid-murid laki-laki ikut bertempur memerangi penjajah.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i1.wp.com/debritto.sch.id/images/photo/13.jpg?resize=400%2C300" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Ketika keadaan tidak kunjung jelas, maka Suster-suster Carolus Boromeus (CB) mendirikan sebuah sekolah khusus untuk murid-murid perempuan di Jl. Sabirin yang kemudian bernama SMA Stella Duce dan menjadi embrio Yayasan Tarakanita. Beberapa waktu kemudian, Romo-romo Jesuit (SJ) pun membuka sekolah untuk menampung murid-murid laki-laki di Bintaran yang kemudian dikenal dengan SMA Johanes de Britto (oleh karena itu sering dijuluki JB). Tak lama kemudian sekolah ini memiliki bangunannya sendiri di Jl. Laksda Adisucipto no. 161 (maka banyak yang menyebutnya dengan inisial LA 161). Tidak heran kemudian jika kesatuan sejarah ini juga menyatukan banyak siswa-siswi dalam berumah tangga, termasuk Om-Tante saya sendiri.</p>
<p>SMA Kolese de Britto sangat terkenal dengan kebebasannya. Saya sangat ingat ketika wawancara untuk masuk ke sekolah tersebut, saya harus menjawab sebuah pertanyaan, &#8220;Apa arti kebebasan untuk kamu?&#8221; Banyak remaja ingin sekolah di sana karena seragamnya bebas: kaos berkerah, jeans, dan sepatu sandal menjadi pemandangan tiap hari. Selain itu, siswa di sana boleh gondrong! Tidak ada aturan baku mengenai panjang rambut bagi siswa de Britto.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i1.wp.com/debritto.sch.id/images/photo/22.jpg?resize=400%2C310" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Mengapa kebebasan tersebut ada? Hal ini bermula dari tujuan sekolah agar dapat mendidik murid cerdas yang kurang mampu. Dulu keadaannya jauh lebih ekstrim: kaos bolong (bukan oblong), sarung butut, dan sandal jepit tipis menghiasi kelas-kelas. Mereka memang tidak memiliki uang untuk membeli seragam sehingga SMA Kolese de Britto menerapkan kebijakan non-seragam untuk sekolah, di mana kemudian kebijakan tersebut tetap ada ketika sekolah berevolusi status sosialnya &#8211; namun jangan salah, siswa cerdas kurang mampu juga tetap ada sampai sekarang dan subsidi silang diberlakukan.</p>
<p>Kebebasan lainnya adalah dalam ras, agama, dan ekspresi. Saya seorang WNI keturunan amat terkejut ketika masuk langsung dikatai &#8220;Cina!&#8221; oleh seorang kakak kelas. Namun saya ternyata salah tangkap, kakak kelas tersebut bukan mengatai namun memanggil. <em>Lha wong</em> senyatanya mata saya ini sipit <em>to</em> sehingga jelas sekali kalau disebut Cina. Jadi jangan heran kalau Anda masuk ke lingkungan sekolah itu akan terdengar ungkapan rasis yang sebetulnya adalah panggilan normal dank adang rasa sayang. Begitu pula kosakata kebun binatang akan Anda dengar sangat sering, namun bukan untuk memaki, melainkan hanya berefleksi. Guru saya yang mengajarkan, ketika Anda mengucapkan (maaf) &#8220;Bajingan!&#8221; dengan tatapan murka, berarti Anda memaki. Beda dengan ketika Anda mengucapkannya ketika Anda mendapat nilai 10 seoerti, &#8220;Bajingan! Aku dapat 10!&#8221;  yang berarti ungkapan kegembiraan. Toh, bajingan sendiri berarti tukang gerobak jaman dulu, apa yang kotor? Kotor hanya ketika digunakan untuk intensi memaki. Kemudian untuk agama, walaupun JB ini sekolah Katolik, namun banyak sekali warga non-Katolik yang bersekolah di sini. Pencipta logo JB Muslim, bahkan Presiden alumninya pun Muslim. Keren kan keberagamannya?</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i1.wp.com/debritto.sch.id/images/photo/16.jpg?resize=262%2C376" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Kalau sekolah ini dianggap sebagai manusia, usia delapan windu mungkin tidak muda lagi. Namun semangat untuk kebebasannya saya yakin masih tetap muda. Bersama dengan 7 saudara legendaris lainnya di seluruh Indonesia (SMA Kolese Kanisius Menteng, SMA Kolese Gonzaga Pejaten, SMA Kolese Loyola Semarang, SMK PIKA Semarang, SMA Kolese St. Petrus Kanisius Mertoyudan, SMK Mikael ATMI Solo, dan SMA Le Cocq d&#8217;Armandville Nabire), SMA Kolese de Britto masih sanggup untuk mencetak alumni hebat yang menjadi legenda hidup seperti Krisbiantoro (MC dan artis legendaris), FX. Sri Martono (Vice President Astra International),  A. Tony Prasetiantono (Dosen FEB UGM dan Komisaris Independen Permata Bank), Den Baguse Ngarso (Seniman Lokal Yogyakarta), Sakti (Sheila On 7), J. Kristiadi (Pengamat Politik CSIS), dan Mayong Suryo Laksono (Presenter).</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i0.wp.com/debritto.sch.id/images/photo/112.jpg?resize=450%2C338" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Saya tidak pernah lupa, bagaimana semangat ke-de-Britto-an selalu menyala dalam hati saya ketika Mars kami dinyanyikan bersama dengan tangan terkepal di dada. Mars inilah yang menjadi penyemangat kami ketika kami bertanding mewakili de Britto kala perlombaan antar sekolah &#8211; dan tentu saja pertandingan kehidupan. Mars yang selalu kami gemakan bersama-sama:</p>
<p><em>Akulah putra SMA de britto, gagahlah cita-citaku</em><br />
<em> Murni sejati jiwaku, jujur semangat hatiku</em><br />
<em> Itulah rencana hidupku, itulah tujuan niatku</em><br />
<em> Agar dapat menuang tenagaku bagi Tuhan dan bangsaku</em></p>
<p><em>Ayolah putra SMA de Britto, kuatkanlah hubunganmu</em><br />
<em> Selalu tetap bersatu, dengan semua kawanmu</em><br />
<em> Meskipun terpencar hidupmu, di kelak kemudian waktu</em><br />
<em> Ingat selalu di dalam hatimu, ialah de Britto contohmu!</em></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i0.wp.com/debritto.sch.id/images/photo/114.jpg?resize=432%2C338" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p><em>de Britto!!!</em> (dengan tangan terkepal ke udara)</p>
<p>Semoga semangat de Britto selalu hidup meniupkan napas kebebasannya. AMDG!</p>
<div class="crp_related"><h5>Baca juga ya:</h5><ul><li><a href="http://hermansbm.net/cerita/berani-bermimpi-dalam-kegelapan-menghasilkan-cahaya-terang/"     class="crp_title">Berani Bermimpi dalam Kegelapan, Menghasilkan Cahaya Terang</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/cerita/membangun-kehidupan/"     class="crp_title">membangun kehidupan</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/cerita/belajar-kepemimpinan-heroik-dan-nasionalisme-dari-soegija/"     class="crp_title">Belajar Kepemimpinan Heroik dan Nasionalisme dari Soegija</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/daftar-isi/"     class="crp_title">Daftar Isi</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/cerita/kekuatan-media-sosial/"     class="crp_title">Kekuatan Media Sosial</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansbm.net/postingan/dirgahayu-de-britto-64-tahun-mengarungi-jaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inspirasi dari Buku “Ibuk”: Selesaikan Misimu</title>
		<link>http://hermansbm.net/postingan/inspirasi-dari-buku-ibuk-selesaikan-misimu/</link>
		<comments>http://hermansbm.net/postingan/inspirasi-dari-buku-ibuk-selesaikan-misimu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2012 03:37:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hermansbm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Postingan]]></category>
		<category><![CDATA[9 Summers 10 Autumns]]></category>
		<category><![CDATA[Ibuk]]></category>
		<category><![CDATA[Iwan Setyawan]]></category>
		<category><![CDATA[Misi kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansbm.net/?p=923</guid>
		<description><![CDATA[(sampul depan buku &#8220;Ibuk&#8221;) Agak telat mungkin untuk membahas buku ini karena resensi buku &#8220;Ibuk&#8221; sudah diulas di berbagai media sejak diterbitkan Juni lalu. Sinopsis drama kehidupan yang dituliskan oleh Mas Iwan Setyawan (@Iwan9S10A) pun dapat dibaca dengan mudah ketika Anda mencarinya di Mbah Google. Salah satu yang saya suka adalah ulasan dari Kompas Female. Betul, butuh [...]<div class="crp_related"><h5>Baca juga ya:</h5><ul><li><a href="http://hermansbm.net/daftar-isi/"     class="crp_title">Daftar Isi</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/tidak-makan-batu/"     class="crp_title">Tidak Makan Batu</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/cerita/kekuatan-media-sosial/"     class="crp_title">Kekuatan Media Sosial</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/psikologi/psikologi-keberuntungan/"     class="crp_title">Psikologi Keberuntungan</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/cerita/2-aha-ilumine/"     class="crp_title">#2 &#8211; Aha! Ilumine!</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i0.wp.com/photo.goodreads.com/books/1338170622l/14624906.jpg?resize=270%2C400" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p style="text-align: center;">(<em>sampul depan buku &#8220;Ibuk&#8221;</em>)</p>
<p>Agak telat mungkin untuk membahas buku ini karena resensi buku &#8220;<a href="http://www.goodreads.com/book/show/14624906-ibuk" target="_blank">Ibuk</a>&#8221; sudah diulas di berbagai media sejak diterbitkan Juni lalu. Sinopsis drama kehidupan yang dituliskan oleh Mas Iwan Setyawan (<a href="https://twitter.com/Iwan9S10A" target="_blank">@Iwan9S10A</a>) pun dapat dibaca dengan mudah ketika Anda mencarinya di Mbah Google. Salah satu yang saya suka adalah ulasan dari <a href="http://female.kompas.com/read/2012/06/24/13394167/Ibuk.Inspirasi.Menjadi.Pribadi.Lebih.Berani" target="_blank">Kompas Female</a>. Betul, butuh keberanian untuk membacanya jika Anda telah melihat resensi-resensi tersebut.</p>
<p>Seperti buku pertamanya, &#8220;<a href="http://www.goodreads.com/book/show/10552747-9-summers-10-autumns" target="_blank">9 Summers 10 Autumns, dari Kota Apel ke The Big Apple</a>&#8220;, Mas Iwan Setyawan bertutur mengenai legitnya kehidupan dengan lika-liku nasib yang dialami oleh Mas Iwan sendiri dan keluarganya. Bagaimana seorang pengemudi angkot di Batu dan ibu rumah tangga yang putus sekolah berjuang ekstra keras demi pendidikan lima anaknya &#8211; termasuk Mas Iwan sebagai putra satu-satunya dalam keluarga itu &#8211; dikisahkan dengan apik dan menyentuh.</p>
<p>Buku keduanya, &#8220;Ibuk&#8221;, (menurut saya) lebih dalam. Sedalam penulisnya mengorek batin tokoh-tokoh dalam buku tersebut. Tidak hanya menampilkan perjuangan di luar, tapi juga pergulatan di dalam batin yang menonjol. Salah satu pergulatan batin yang saya jadikan refleksi atas kehidupan saya adalah pergulatan Mas Iwan untuk memutuskan pulang ke Batu atau tidak. Pergulatan yang dialami selama 10 musim gugur di New York ketika Mas Iwan berkarier di salah satu perusahaan riset pemasaran internasional. Membacanya, saya bagai merasakan pergulatan batin yang dialami oleh Mas Iwan sendiri. Dan apa yang membuatnya bertahan selama 10 tahun? Satu kalimat yang menguatkan yaitu (kurang lebih berbunyi), &#8220;misiku belum selesai, jangan pulang dulu&#8221;.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i1.wp.com/farm3.staticflickr.com/2194/2105216176_e6234ee50b.jpg?resize=500%2C336" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p style="text-align: center;">(<em>ilustrasi rumah</em>)</p>
<p>Kalimat itu diucapkan Mas Iwan ketika ia merasa sudah memiliki cukup tabungan untuk membangun kamarnya sendiri di Gang Buntu tempat tinggalnya. Ya, impian yang ia pendam sedari ia tinggal di rumah yang atapnya bocor ketika hujan itu. Namun, Mas Iwan berpikir, jika hanya membangun kamar saja rasanya masih belum cukup. Ia juga ingin membahagiakan saudara-saudara perempuannya, ia ingin membahagiakan bapaknya, dan ia ingin membahagiakan ibuknya. Maka ia bertahan di New York dengan kerinduan yang dalam akan kota Batu. Bertahan ketika hasrat untuk pulang ke Indonesia semakin bergejolak ketika kawan-kawan dekatnya mulai kembali ke negara masing-masing. Bertahan hingga menjadi salah satu direktur di perusahaan ternama tersebut, sampai akhirnya ia merasa cukup dengan 9 musim panas yang ia lewati. Sampai semua saudaranya berhasil ia bantu untuk kuliah dan menikah. Sampai bapak ibuknya memiliki rumah baru dan masa pensiun yang tenang. Sampai saat itulah, ia merasa bahwa misinya telah selesai dan saatnya memulai misi baru. Ketika itu, barulah ia pulang.</p>
<p>Kehidupan baru Mas Iwan di Indonesia pun dimulai. Saat ini, dari aktivitas yang beliau lakukan, saya menyimpulkan bahwa Mas Iwan memiliki misi baru yaitu menginspirasi 2-3 anak pengemudi angkot supaya dapat mengubah nasib keluarganya seperti beliau. Saya pernah menghadiri salah satu acara di mana Mas Iwan menjadi salah satu pembicaranya. Saya juga pernah melihat Mas Iwan dari dekat ketika beliau mengunjungi kantor saya di <a href="http://www.nutrifood.co.id" target="_blank">@nutrifood</a> suatu sore. Terlihat jelas di sorot matanya akan misi beliau yang baru dimulai itu. Salut untuk Mas Iwan yang berani menyelesaikan misinya satu demi satu. Bagaimana dengan misi kehidupan kita masing-masing? Beranikah kita bertahan <a href="http://hermansbm.net/postingan/jangan-menyerah-hingga-detik-terakhir/" target="_blank">tidak menyerah</a> untuk menyelesaikan misi itu? <img src='http://i1.wp.com/hermansbm.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' data-recalc-dims="1" /> </p>
<div class="crp_related"><h5>Baca juga ya:</h5><ul><li><a href="http://hermansbm.net/daftar-isi/"     class="crp_title">Daftar Isi</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/tidak-makan-batu/"     class="crp_title">Tidak Makan Batu</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/cerita/kekuatan-media-sosial/"     class="crp_title">Kekuatan Media Sosial</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/psikologi/psikologi-keberuntungan/"     class="crp_title">Psikologi Keberuntungan</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/cerita/2-aha-ilumine/"     class="crp_title">#2 &#8211; Aha! Ilumine!</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansbm.net/postingan/inspirasi-dari-buku-ibuk-selesaikan-misimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nutrifood Leadership Award, dari Masa ke Masa</title>
		<link>http://hermansbm.net/postingan/nutrifood-leadership-award-dari-masa-ke-masa/</link>
		<comments>http://hermansbm.net/postingan/nutrifood-leadership-award-dari-masa-ke-masa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2012 04:55:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hermansbm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Postingan]]></category>
		<category><![CDATA[Award]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[leader]]></category>
		<category><![CDATA[leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership Scholarship]]></category>
		<category><![CDATA[LS]]></category>
		<category><![CDATA[NLA]]></category>
		<category><![CDATA[Nutrifood]]></category>
		<category><![CDATA[Nutrifood Leadership Award]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansbm.net/?p=907</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Man, kamu mbok ikutan itu lho,&#8221; kata teman saya sambil menunjuk poster Leadership Scholarship 3 yang ditempel di papan pengumuman fakultas. Sebelumnya saya sendiri sudah membaca poster tersebut dan tertarik untuk ikut, namun tampaknya saya tidak memenuhi syarat semester minimal yang ditetapkan pada waktu itu. &#8220;Ya dicoba aja to. Kan ndak bakal tau kalau ndak dicoba,&#8221; teman saya mematahkan alasan yang saya lontarkan. [...]<div class="crp_related"><h5>Baca juga ya:</h5><ul><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/yang-saya-dapat-dari-buku-e-the-dancing-leader/"     class="crp_title">Yang Saya Dapat Dari Buku-e &#8220;The Dancing Leader&#8221;</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/jaman-hiper-spesialisasi/"     class="crp_title">Jaman Hiper-Spesialisasi</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/menengok-teknologi-hr-di-masa-depan/"     class="crp_title">Menengok Teknologi HR di Masa Depan</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/punya-sohib-di-tempat-kerja-mempengaruhi-kinerja/"     class="crp_title">Punya Sohib di Tempat Kerja Mempengaruhi Kinerja?</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/mencicipi-universitas-stanford/"     class="crp_title">Mencicipi Universitas Stanford</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<p>&#8220;Man, kamu <em>mbok</em> ikutan itu lho,&#8221; kata teman saya sambil menunjuk poster <strong>Leadership Scholarship 3</strong> yang ditempel di papan pengumuman fakultas. Sebelumnya saya sendiri sudah membaca poster tersebut dan tertarik untuk ikut, namun tampaknya saya tidak memenuhi syarat semester minimal yang ditetapkan pada waktu itu. &#8220;Ya dicoba <em>aja</em> to. Kan <em>ndak bakal tau </em>kalau <em>ndak</em> dicoba,&#8221; teman saya mematahkan alasan yang saya lontarkan. Akhirnya saya memutuskan, iseng-iseng berhadiah, untuk mengirimkan aplikasi <strong><a href="http://www.nutrifood.co.id/nla2012">Nutrifood Leadership Award</a> (NLA)</strong> yang waktu itu masih bernama <strong>Leadership Scholarship (LS)</strong>.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i2.wp.com/hermansbm.net/wp-content/uploads/2012/01/LS3.jpg?resize=505%2C715" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p style="text-align: center;">(<em>poster</em><strong><em> LS 3</em></strong><em> tahun 2008</em>)</p>
<p>Segera setelah saya mengirimkan aplikasi, saya melupakannya sama sekali. Sejujurnya, saya pesimis dari awal karena syarat semester yang tidak saya penuhi sehingga saya tidak ingat akan aplikasi tersebut. <em>Totally</em> iseng mengirimkannya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i1.wp.com/hermansbm.net/wp-content/uploads/2012/01/LS1A.jpg?resize=511%2C720" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i1.wp.com/hermansbm.net/wp-content/uploads/2012/01/LS1B.jpg?resize=511%2C720" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p style="text-align: center;">(<em>poster <strong>LS 1</strong> tahun 2006</em>)</p>
<p>Beberapa minggu kemudian, Mba <a href="http://www.twitter.com/Lydia_oct">@Lydia_oct</a> dari <strong><a href="http://www.twitter.com/nutrifood">@nutrifood</a></strong> menelepon saya pada siang yang terik untuk memberitahu bahwa saya berhak mengikuti seleksi selanjutnya. Saya bingung dan tidak mengerti seleksi apa yang dimaksud. Saya baru sadar beberapa saat kemudian ketika Mba <a href="http://www.twitter.com/Lydia_oct">@Lydia_oct</a> menjelaskan bahwa saya pernah mengirimkan aplikasi <strong>LS</strong> ke <strong><a href="http://www.twitter.com/nutrifood">@nutrifood</a></strong>. Parah ya? :p</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i2.wp.com/hermansbm.net/wp-content/uploads/2012/01/LS2.jpg?resize=504%2C720" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p style="text-align: center;">(<em>poster <strong>LS 2</strong></em> tahun 2007)</p>
<p>Segala akomodasi telah diatur oleh <strong><a href="http://www.twitter.com/nutrifood">@nutrifood</a> </strong>agar saya dapat mengikuti seleksi selanjutnya dengan lancar. Pada waktu itu, model seleksinya belum seperti <strong>NLA</strong> sekarang. Peserta yang lolos seleksi berkas dipanggil untuk di-<em>assess</em> kepemimpinan dan kepribadiannya, lalu jika layak akan lanjut ke <em>Focus Group Discussion</em>, dan jika lolos akan maju ke <em>interview</em> dengan <em>Board of Director</em> – 1 <em>interviewee</em> diwawancara oleh BANYAK <em>interviewer</em> (7 orang <em>interviewer</em> kalau tidak salah pada waktu saya maju ke tahap ini, cukup <em>keder</em> juga sih :p).</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i0.wp.com/hermansbm.net/wp-content/uploads/2012/01/LS4.jpg?resize=504%2C672" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p style="text-align: center;">(<em>poster <strong>LS 4</strong></em> tahun 2009)</p>
<p>Saya kemudian kembali ke Jogja dan meneruskan aktivitas kuliah serta organisasi yang padat. Tenggelam dalam kesibukan, saya tidak memikirkan hasil seleksi <strong>LS</strong> . Sampai pada suatu siang di kelas, telepon genggam saya bergetar dan nomor Jakarta tertera di layarnya. Tidak menduga sama sekali, ternyata telepon tersebut adalah telepon dari <strong><a href="http://www.twitter.com/nutrifood">@nutrifood</a></strong> yang mengabarkan bahwa saya menjadi salah satu dari 18 finalis <strong>LS</strong> – jumlah finalis paling sedikit sepanjang sejarah <em>event</em> ini. Saya menjadi peserta dengan angkatan kuliah termuda saat itu dan salah satu peserta pertama dari dua peserta asal Jogja karena itu adalah kali pertama <strong>LS</strong> melebarkan sayapnya keluar dari Jakarta-Bandung saja.</p>
</div>
<h2><strong>Evolusi Leadership Scholarship-<a href="http://www.nutrifood.co.id/nla2012">Nutrifood Leadership Award</a></strong></h2>
<div style="text-align: justify;">
<p>Evolusi? Ya, sejak pertama kali diadakan, <em>event</em> ini mengalami berbagai evolusi hingga saat ini. <strong>LS 3</strong> adalah bentuk evolusi <strong>Leadership Scholarship</strong> yang pertama di mana cakupan area peserta diperluas. Sejak saat itu, banyak sekali perubahan yang terjadi baik di sistem internal maupun eksternal. Tahun berikutnya di <strong>LS 4</strong>, syarat semester minimal diturunkan (mungkin karena ada saya kali ya yang waktu itu semesternya lebih muda tapi berhasil jadi finalis? *<em>pede mode on</em> :p). Evolusi selanjutnya ada di tahun 2010, di mana <strong>Leadership Scholarship</strong> resmi berubah nama menjadi <strong><a href="http://www.nutrifood.co.id/nla2012">Nutrifood Leadership Award</a></strong>. Perubahan nama tersebut menandai babak baru <em>event</em> tersebut tanpa mengurangi esensinya untuk mengapresiasi kepemimpinan mahasiswa di Indonesia.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i0.wp.com/hermansbm.net/wp-content/uploads/2012/01/NLA2010.jpg?resize=509%2C720" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p style="text-align: center;">(<em>poster <strong>NLA 2010</strong></em>)</p>
<p>Memasuki tahun 2011, evolusi besar terjadi. Format seleksi <strong><a href="http://www.nutrifood.co.id/nla2012">Nutrifood Leadership Award</a></strong> berubah nyaris total. Seleksi berkas yang semula melalui berkas kertas dan berkas surel, berubah menjadi pendaftaran via daring alias <em>online</em> di web <strong><a href="file:///C:/Users/paryono.herman/Desktop/www.nutrifood.co.id">www.nutrifood.co.id</a></strong>. Pendaftaran melalui jalur ini tentu lebih mempermudah peserta karena hanya tinggal mengisi formulir daring. Tidak ada biaya tambahan untuk mengirimkan dokumen dan tentu saja lebih <em>green</em> karena tidak harus mengirimkan dokumen kertas.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i0.wp.com/hermansbm.net/wp-content/uploads/2012/01/NLA2011.png?resize=699%2C490" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p style="text-align: center;">(<em>poster <strong>NLA 2011</strong></em>)</p>
<p>Peserta yang lolos seleksi berkas kemudian dipanggil di kota besar terdekat untuk mengikuti seleksi audisi. Audisi? <em>Yups</em>, peserta yang lolos seleksi berkas diseleksi ala audisi <strong><a href="http://www.l-men.com/category/loty">L-Men of The Year</a></strong> atau <strong><a href="http://www.hilo.co.id/pemilihan/green-ambassador">HiLo Green Ambassador</a>. </strong>Jika di audisi L-Men of The Year peserta harus bisa menunjukkan bentuk badan yang ideal serta mampu menginspirasi gaya hidup sehat, kemudian di HiLo Green Ambassador peserta harus memiliki kepedulian lingkungan dan mampu mempengaruhi orang lain turut peduli, di <strong><a href="http://www.nutrifood.co.id/nla2012">Nutrifood Leadership Award</a></strong> peserta harus dapat menunjukkan kepemimpinannya. Selesai seleksi audisi, 25 peserta terbaik dipilih dari 4 kota seleksi audisi untuk mengikuti final. Kali tersebut, peserta mendapatkan proyek sesuai dengan tema besar <strong>NLA 2011 </strong>untuk kemudian dipresentasikan di hadapan dewan juri secara tertutup.</p>
</div>
<h2><strong>Pengalaman Tak Terlupakan, Jaringan, dan Kesempatan</strong></h2>
<div style="text-align: justify;">
<p>Menjadi bagian dari <strong><a href="http://www.nutrifood.co.id/nla2012">Nutrifood Leadership Award</a></strong> sungguh tidak terlupakan. Mendaftar untuk ikut saja berarti sudah menunjukkan keberanian untuk maju bersaing. Bisa mengikuti tahap seleksi selanjutnya merupakan anugerah karena dapat bertemu dengan teman-teman hebat lainnya dari regional yang sama. Apalagi sampai pada tahap final, sungguh luar biasa. Finalis mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan mulai dari awal hingga akhir dengan berbagai macam kegiatan yang sudah disiapkan.</p>
<p>Teman-teman baru adalah hal paling penting yang saya dapat dalam <strong><a href="http://www.nutrifood.co.id/nla2012">Nutrifood Leadership Award</a></strong>. Dari  sana saya mengenal calon-calon pemimpin masa depan yang luar biasa dalam bidangnya masing-masing dan dapat membangun jaringan dengan mereka. Pertemanan ini pun berlanjut hingga ke jenjang pekerjaan profesional. Saya pun membayangkan seandainya nanti semua peserta <strong>NLA</strong> sudah menjadi pemimpin puncak pada bidang masing-masing, tentu akan mudah untuk berkolaborasi dan menciptakan dampak yang nyata.</p>
<p>Selain itu, berbagai kesempatan tentu kemudian muncul. Teman-teman alumni <strong>NLA</strong> sekarang berkarya di organisasi-organisasi terkemuka. Entah itu di perusahaan, NGO, maupun di institusi pendidikan. Tentu <strong>NLA</strong> berperan juga dalam menempa teman-teman alumni hingga dapat memiliki kesempatan tersebut. Mungkin saat ini belum banyak yang menjadi <em>public figure</em> dari <strong>NLA</strong> karena masih sangat muda, namun niscaya ke depannya akan semakin banyak alumni <strong>NLA</strong> yang dikenal luas di masyarakat.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i1.wp.com/hermansbm.net/wp-content/uploads/2012/01/NLA2012.jpg?resize=495%2C700" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p style="text-align: center;">(<em>poster <strong>NLA 2012</strong></em>)</p>
<p>Nah, bagi teman-teman yang tertarik untuk menjadi bagian dari ajang ini dan menjadi bagian dari cerita <strong><a href="http://www.nutrifood.co.id/nla2012">Nutrifood Leadership Award</a></strong> selanjutnya, silahkan mendaftar dan melihat informasi lebih lengkap di <strong><a href="http://www.nutrifood.co.id/nla2012">www.nutrifood.co.id/nla2012</a></strong>. Semoga testimoni singkat saya mengenai <strong><a href="http://www.nutrifood.co.id/nla2012">Nutrifood Leadership Award</a></strong> dapat menggugah teman-teman untuk mendaftarkan diri untuk merasakan pengalaman luar biasa tersebut. Selamat berjuang!</p>
</div>
<div class="crp_related"><h5>Baca juga ya:</h5><ul><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/yang-saya-dapat-dari-buku-e-the-dancing-leader/"     class="crp_title">Yang Saya Dapat Dari Buku-e &#8220;The Dancing Leader&#8221;</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/jaman-hiper-spesialisasi/"     class="crp_title">Jaman Hiper-Spesialisasi</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/menengok-teknologi-hr-di-masa-depan/"     class="crp_title">Menengok Teknologi HR di Masa Depan</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/departemen-manusia-hb/punya-sohib-di-tempat-kerja-mempengaruhi-kinerja/"     class="crp_title">Punya Sohib di Tempat Kerja Mempengaruhi Kinerja?</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/mencicipi-universitas-stanford/"     class="crp_title">Mencicipi Universitas Stanford</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansbm.net/postingan/nutrifood-leadership-award-dari-masa-ke-masa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Menyerah Hingga Detik Terakhir!</title>
		<link>http://hermansbm.net/postingan/jangan-menyerah-hingga-detik-terakhir/</link>
		<comments>http://hermansbm.net/postingan/jangan-menyerah-hingga-detik-terakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jul 2012 01:30:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hermansbm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Postingan]]></category>
		<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[anggar]]></category>
		<category><![CDATA[detik terakhir]]></category>
		<category><![CDATA[foil]]></category>
		<category><![CDATA[gigih]]></category>
		<category><![CDATA[jangan menyerah]]></category>
		<category><![CDATA[live streaming olimpiade]]></category>
		<category><![CDATA[london]]></category>
		<category><![CDATA[Nam Hyun Hee]]></category>
		<category><![CDATA[olimpiade]]></category>
		<category><![CDATA[olimpiade london 2012]]></category>
		<category><![CDATA[pantang menyerah]]></category>
		<category><![CDATA[Valentina Vezzali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansbm.net/?p=882</guid>
		<description><![CDATA[Minggu dini hari kemarin (29 Juli 2012), saya tidak sengaja menonton pertandingan anggar pada Olimpiade London 2012 secara langsung via Youtube. Pertandingan tersebut ternyata adalah pertandingan perebutan medali perunggu putri nomor Floret/Foil perorangan antara Valentina Vezzali (Italia) melawan Nam Hyun Hee (Korsel). (Valentina Vezzali &#8211; Italia) Sejatinya Vezzali dan Nam adalah atlet anggar nomor satu dan dua dunia [...]<div class="crp_related"><h5>Baca juga ya:</h5><ul><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/media-sosial-warisan-dan-kesan/"     class="crp_title">Media Sosial, Warisan, dan Kesan</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/menonton-olimpiade-london-2012-via-youtube/"     class="crp_title">Menonton Olimpiade London 2012 Via Youtube</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/mencicipi-universitas-stanford/"     class="crp_title">Mencicipi Universitas Stanford</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/ternyata-statistik-itu-berguna-beneran-ya/"     class="crp_title">Ternyata, Statistik Itu Berguna Beneran Ya!</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/daftar-isi/"     class="crp_title">Daftar Isi</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i0.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/7e/Pi040204d07.jpg?resize=500%2C301" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Minggu dini hari kemarin (29 Juli 2012), saya tidak sengaja menonton pertandingan anggar pada <a href="http://hermansbm.net/postingan/menonton-olimpiade-london-2012-via-youtube/" target="_blank">Olimpiade London 2012 secara langsung via Youtube</a>. Pertandingan tersebut ternyata adalah pertandingan perebutan medali perunggu putri nomor <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anggar#Nomor-nomor_dalam_anggar" target="_blank">Floret/Foil</a> perorangan antara <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Valentina_Vezzali" target="_blank">Valentina Vezzali</a> (Italia) melawan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nam_Hyun-Hee" target="_blank">Nam Hyun Hee</a> (Korsel).</p>
<p style="text-align: left;"><img src="https://lh5.googleusercontent.com/-RuP3Flg_oh0/UBVoUEej1II/AAAAAAAAAMc/FU-QzC88x-o/s465/valentinavezzali.jpg" alt="" width="465" height="240" /></p>
<p style="text-align: left;"><span style="text-align: center;">(</span><em style="text-align: center;">Valentina Vezzali &#8211; Italia</em><span style="text-align: center;">)</span></p>
<p style="text-align: left;">Sejatinya Vezzali dan Nam adalah atlet anggar nomor satu dan dua dunia (secara berurutan) yang sering bertemu di final kejuaraan anggar kelas dunia, namun entah kali ini mereka sial atau kenapa mereka justru bertemu di babak perebutan perunggu setelah keduanya kalah dalam babak semifinal. Saya pribadi menjagokan Nam karena ia mirip dengan pemain film drama Korea (baca: cantik :p) &#8211; dan setelah di-<em>google</em> ternyata ia memang pernah main film beneran berjudul <a href="http://wiki.d-addicts.com/Dr._Champ" target="_blank">Dr. Champ</a>.</p>
<p><img src="https://lh6.googleusercontent.com/-DVUULQTqGdY/UBVoTzB551I/AAAAAAAAAMY/Fdgy0Z9OFZ0/s486/Picture18.jpg" alt="" width="240" height="486" /></p>
<p><span style="text-align: center;">(</span><em style="text-align: center;">Nam Hyun Hee &#8211; Korea</em><span style="text-align: center;">)</span></p>
<p>Menurut yang saya amati, pertandingan anggar terdiri dari tiga babak di mana pemenang adalah yang membukukan poin paling banyak (catatan: saya baru sekali ini menonton anggar, jadi maaf kalau ulasannya terkesan amatir). Masing-masing babak berdurasi 3 menit, di mana jika pada babak terakhir poin masih sama, maka diberlakukan babak <em>sudden death</em> dengan waktu 1 menit. Poin sendiri diperoleh ketika ujung pedang ditusukkan ke badan lawan yang menggunakan pelindung.</p>
<p>Pada babak pertama, Nam di sudut merah dan Vezzali di sudut hijau tampil meyakinkan dan keduanya membukukan angka seri 2-2. Kemudian 3 menit selanjutnya, mulai terlihat Vezzali mendominasi sehingga poin total di babak kedua menjadi 4-6. Nah, yang paling menegangkan adalah pada 3 menit terakhir di mana hasil pertandingan sungguh di luar dugaan.</p>
<p>Pada 22 detik pertama babak ketiga, Nam tampil cerdas dan mulai merepotkan Vezzali sehingga kedudukan imbang 6-6.  Tidak lama kemudian, Vezzali dianggap melakukan pelanggaran sehingga dikenai peringatan pertama. Ketika waktu memasuki 1 menit 16 detik, Nam tampil menyerang dan membukukan 1 poin. Disusul 1 poin lagi di 10 detik berikutnya dan 10 detik kemudian Vezzali dianggap melakukan pelanggaran kedua sehingga poin bertambah 1 untuk Nam &#8211; kedudukan sementara 9-6. Tidak butuh waktu lama bagi Nam untuk melesakkan pedangnya lagi dan meninggalkan Vezzali 10-6 dengan waktu tersisa 1 menit 13 detik.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/-z783Qsu8Y3w/UBVify4DLFI/AAAAAAAAAHk/24o-jhuLih4/s768/Picture1.png" alt="" width="538" height="303" /></p>
<p style="text-align: center;">(<em>Nam sehabis mencetak poin &#8211; kedudukan sementara 10-6 [poin kesepuluh belum ditampilkan]</em>)</p>
<p>Dengan waktu yang ada dan jarak poin yang cukup lebar, saya rasa sebagian besar orang sudah hendak menyerah, namun tidak bagi Vezzali, ia mencoba merebut poin kembali sehingga poin menjadi 10-7 &#8211; tapi waktu tinggal tersisa 48 detik lagi, hampir mustahil untuk memenangi pertandingan ini.</p>
<p>Kepercayaan diri yang mulai tumbuh menjadi modal bagi Vezzali yang berupaya keras dan kembali membukukan poin menjadi 10-8 ketika waktu tersisa 29 detik. Namun, 7 detik kemudian Nam merobohkan semangat publik Italia yang saat itu menjadi suporter karena menambah poin kembali &#8211; 11-8. Tak sampai 2 detik, Nam meneror Vezzali sehingga jarak kembali melebar &#8211; 12-8, dengan sisa waktu 21 detik.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/-CSqmnxR9Ds8/UBVjVBaZXeI/AAAAAAAAAIo/QbxQyOVSPx8/s768/Picture3.png" alt="" width="538" height="302" /></p>
<p style="text-align: center;">(<em>Vezzali terlihat kecewa ketika jarak kembali lebar &#8211; kedudukan sementara 12-8</em>)</p>
<p>Beberapa detik kemudian, semua penonton sudah memprediksi bahwa Nam yang akan mendapatkan medali perunggu tersebut. Bahkan ketika tersisa 12 detik dan Vezzali berhasil mengecilkan jarak menjadi 12-9, komentator pun mengejek &#8220;<em>it will be all Italy on the podium, but only 12 seconds on the clock</em>&#8221; yang kurang lebih berarti: bisa jadi di podium nanti berasal dari Italia semua (karena finalnya adalah <em>all-Italian-final</em>)<em></em> tapi tinggal 12 detik lagi sehingga tidak mungkin itu terjadi. Tapi apa yang terjadi, ketika waktu menunjukkan kurang 9 detik lagi, Vezzali bangkit melawan sampai komentator terperangah dan berkata &#8220;<em>it is not over yet</em>&#8221; alias ini belum berakhir &#8211; poin menjadi 12-10.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-CNkB6sUTUO8/UBVmbyTp74I/AAAAAAAAALs/QaBhWWETrrg/s768/Picture5.png" alt="" width="538" height="302" /></p>
<p style="text-align: center;">(<em>Vezzali sedikit lega ketika memperkecil kekalahan &#8211; kedudukan sementara 12-10</em>)</p>
<p>Tak lama, 4 detik kemudian, skor menjadi 12-11 dan ketegangan tercipta ketika waktu tersisa tinggal 5 detik. Mampukah Vezzali setidaknya menyamakan keudukan? Tak dinyana, ketika waktu menunjukkan tinggal 1 detik, Vezzali berhasil menyamakan kedudukan dan memaksa Nam melawannya di babak <em>sudden death</em>! Fiuh!</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-DbrWsLCTkxE/UBVm1nTOenI/AAAAAAAAAME/fS_VoJOjZhQ/s768/Picture8.png" alt="" width="538" height="300" /></p>
<p style="text-align: center;">(<em>Vezzali menusuk Nam di detik terakhir sehingga kedudukan imbang 12-12</em>)</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-aHck2C57-kc/UBVm87HZa_I/AAAAAAAAAMM/n4J03dvP2cY/s768/Picture9.png" alt="" width="538" height="302" /></p>
<p style="text-align: center;">(<em>Pelatih Italia terlihat lega</em>)</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/-ywmG78owIsw/UBVidWycEnI/AAAAAAAAAHY/RPnpiOCetRI/s768/Picture10.png" alt="" width="538" height="300" /></p>
<p style="text-align: center;">(<em>Pelatih Korea &#8216;geregetan&#8217; tak percaya</em>)</p>
<p>Babak <em>sudden death</em> ini adalah babak penentuan. Siapa yang duluan mencetak poin, maka ia yang berhak menjadi pemenang. Setelah memperoleh istirahat selama 1 menit, Nam dan Vezzali kembali menacungkan pedangnya. Mereka berdua mulai mengadu pedang dan dengan tangkas memainkan jurus-jurus anggar. 5 detik, 10 detik, 20 detik, 30 detik&#8230; Belum terjadi apa-apa&#8230; Namun ketika memasuki detik ke-40, permainan mulai memanas dan&#8230; YAK! Vezzali berhasil merangsek menghasilkan poin kemenangan pada detik ke-47! <em>And here they are, all Italian on the podium!</em> <img src='http://i1.wp.com/hermansbm.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' data-recalc-dims="1" /> </p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/-9RFpQbwdxsA/UBVifvrAvPI/AAAAAAAAAHg/tP9yojf5sIM/s768/Picture11.png" alt="" width="538" height="297" /></p>
<p style="text-align: center;">(<em>Lampu hijau menyala pertanda sepersekian detik setelah Vezzali mencetak angka</em>)</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-YhRtK8R1jrQ/UBVixO1gmkI/AAAAAAAAAH4/EzwYiopedhc/s768/Picture12.png" alt="" width="538" height="303" /></p>
<p style="text-align: center;">(<em>Vezzali mencium lantai setelah kemenangan dramatisnya</em>)</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/-RxpUuNL_iwE/UBVi3mQFo8I/AAAAAAAAAIA/_nV3SERDtd8/s768/Picture13.png" alt="" width="538" height="303" /></p>
<p style="text-align: center;">(<em>Vezzali menangis terharu karena berhasil meraih medali</em>)</p>
<p>Bagaimana pertandingan tersebut menurut Anda? Saya rasa sangat layak tonton dan sungguh memukau. Vezzali yang merupakan peringkat pertama dunia dalam olahraga ini menunjukkan kualitasnya sebagai juara sejati &#8211; walaupun ini &#8216;hanya&#8217; perebutan perunggu.</p>
<p>Nah, setelah membaca narasi pertandingan seru tadi, mari kita memetik pelajaran darinya bersama-sama. Pesannya sederhana dan sudah pasti bisa ditebak, yaitu &#8220;Jangan menyerah hingga detik terakhir!&#8221; Siapa yang tahu hasil akhir suatu pertandingan? Siapa pula yang tahu nasib seseorang? Semustahil dan sesulit apa pun kondisi yang kita hadapi, percayalah masih ada harapan. Vezzali sudah membuktikan itu. Jangan menyerah! <img src='http://i1.wp.com/hermansbm.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' data-recalc-dims="1" /> </p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/-WFM32H9Bg2M/UBVjF3qQhfI/AAAAAAAAAII/Rg3fDQg1Rus/s768/Picture15.png" alt="" width="538" height="303" /></p>
<p style="text-align: center;">(<em>Vezzali yang tidak menyerah hingga detik terakhir!</em>)</p>
<div class="crp_related"><h5>Baca juga ya:</h5><ul><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/media-sosial-warisan-dan-kesan/"     class="crp_title">Media Sosial, Warisan, dan Kesan</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/menonton-olimpiade-london-2012-via-youtube/"     class="crp_title">Menonton Olimpiade London 2012 Via Youtube</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/mencicipi-universitas-stanford/"     class="crp_title">Mencicipi Universitas Stanford</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/postingan/ternyata-statistik-itu-berguna-beneran-ya/"     class="crp_title">Ternyata, Statistik Itu Berguna Beneran Ya!</a></li><li><a href="http://hermansbm.net/daftar-isi/"     class="crp_title">Daftar Isi</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansbm.net/postingan/jangan-menyerah-hingga-detik-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
