<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>HMJ AKUNTANSI</title><description>website yang menyediakan banyak artikel tentang pekerjaan tips-tips materi kuliah akuntansi manajemen yang memiliki ruang lingkup ekonomi yang luas serta berdaya saing global</description><managingEditor>noreply@blogger.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</managingEditor><pubDate>Tue, 29 Jul 2025 01:57:02 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">233</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:image href="http://3.bp.blogspot.com/_PZ4MFU8TaaY/TSghKloOA7I/AAAAAAAAAAQ/3Q1zlPZYZDk/s1600-R/94db8589.jpg"/><itunes:subtitle>website yang menyediakan banyak artikel tentang pekerjaan tips-tips materi kuliah akuntansi manajemen yang memiliki ruang lingkup ekonomi yang luas serta berdaya saing global</itunes:subtitle><itunes:category text="Government &amp; Organizations"><itunes:category text="Local"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Ruang Lingkup Analisis Makro Ekonomi</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2013/10/ruang-lingkup-analisis-makro-ekonomi.html</link><pubDate>Fri, 25 Oct 2013 21:05:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-4452954976826960866</guid><description>&lt;b&gt;A.	Dari Makro ke Mikroekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Aspek yang membedakannya adalah corak daro setiap analisi yang dibuat. Analisis- analisis dalam teori mikroekonomi pada umumnya meliputi bagian bagian kecil dari seluruh kegiatan perekonomian. Dalam teori mikroekonomi yang diteliti adalah kegiatan seorang konsumen, suatu perusahaan atau suatu pasar. dalam makroekonomi yang diperhatikan adalah tindakan konsumen secara keseluruhan, kegiatan-kegiatan keseluruhan pengusaha dan perubahan-perubahan seluruh kegiatan ekonomi.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;a.	Isu-Isu Utama Dalam Analisis Mikroekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1.	Menentukan Jenis Barang yang Perlu Diproduksi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pertanyaan pertama, apakah jenis barang dan jasa yang harus diproduksikan, merupakan persoalan yang akan menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang dijalankan dalam perekonomian. Dengan perkataan lain, pilihan-pilihan para konsumen merupakan faktor terpenting dalam menentukan jenis-jenis kegiatan memproduksi yang harus dijalankan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.	Menentukan Cara Memproduksi Yang Paling Efisien&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum menjalankan kegiatan produksinya, setiap pengusaha harus menyelesaikan persoalan kedua, yaitu: Bagaimana cara memproduksi barang yang akan dijual untuk memenuhi kebutuhna konsumen?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3.	Untuk Siapa Barang Akan Diproduksi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebagai akibata dari penggunaan faktor-faktor produksi dalam kegiatan menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat, akan tercipta aliran pendapatan kepada faktor-faktor produksi yang digunakan. Aliran ini akan menentukan corak distribusi pendapatan yang digunakan masyarakat. Dengan demikian, aliran pendapatan yang berlaku sebagai akibat kegiatan memproduksi barang dan jasa akan dapat memecahkan persoalan: untuk siapakah barang dan jasa diproduksi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;b.	Asal Mulanya Perkembangan Analisis Makroekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.	Perkembangan Teori Makroekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam tahun 1929-1932 terjadi kemunduran ekonomi diseluruh dunia, yang bermula dari kemerosotan ekonomi di Amerika Serikat. Periode itu dinamakan The Great Depression. Pada puncak kemerosotan itu, seperempat dari tenaga kerja ekonomi yang dicapai menganggur dan pendapatan nasionalnya mengalami kemerosotan yang sangat tajam. Kemerosotan ekonomi ini berpengaruh kesemua negara negara industri lain maupun ke negara negara miskin.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.	Pandangan Utama Teori Keynes&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Keynes berpendapat pengeluaran agregat, yaitu perbelanjaan ke masyarakat atas barang dan jasa, adalah faktor utama yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai sesuatu negara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;B.	Masalah Utama Dalam Perekonomian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dibagian ini secara ringkas akan dijelaskan masalah makroekonomi utama yang akan dihadapi disuatu negara  :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.	Pertumbuhan Ekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang di produksikan dalam masyarakat bertambah.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.	Kurva Kemungkinan Produksi dan Pertumbuhan Ekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam negara yang kurva batas produksinya adalah AB, kemakmuran masyarakat mencapai paling maksimum apabila kombinasi barang industri dan barang pertanian adalah seperti ditunjukkan oleh salah satu titik pada kurva AB misalnya titik P. Berarti untuk memaksimumkan kemakmuran masyarakat, negara itu harus menghasilkan Xo barang industri dan Yo barang pertanian. Dalam kenyataannya misalkan tingkat produksi yang dicapai negara tersebut hanyalah seperti ditunjukan oleh titik M, yaitu menghasilkan X1 barang industri dan Y1 barang pertanian. Pada periode berikutnya, pertambahan faktor-faktor produksi dan perkembangan teknologi memungkinkan negara itu memproduksi lebih banyak dan ini digambarkan oleh perubahan kurva kemungkinan produksi dari AB ke CD. Perubahan ini menyebabkan masyarakat dapat memproduksikan kombinasi barang industri pertanian seperti yang ditunjukan oleh titik titik pada kurva CD dan titik R menggambarkan suatu kombinasi yang dapat dicapai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpHWOKzuw-h7taYlPWCaYd_c4ihQWRTbKoVr2iXCnaW6PzbtUf4HmR3WxERIozr8ch739UoUT6myVtJhUTAJWaw5t5IBmuepB4fWtzGT6wfCvCkv_sB0gtbkduAHlk29xZUU7pArrgvOA/s1600/halaman10.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpHWOKzuw-h7taYlPWCaYd_c4ihQWRTbKoVr2iXCnaW6PzbtUf4HmR3WxERIozr8ch739UoUT6myVtJhUTAJWaw5t5IBmuepB4fWtzGT6wfCvCkv_sB0gtbkduAHlk29xZUU7pArrgvOA/s320/halaman10.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
3.	Pendapatan Naional dan Sebenarnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Grafik menggambarkan pendapatan nasional potensial, yaitu tingkat pendapatan nasional yang dicapai tenaga kerja sepenuhnya digunakan. Pendapatan nasioanl yang sebenarnya terwujud dari tahun ke tahun digambarkan oleh grafik yaitu garfik yang menunjukan pendapatan nasional yang sebenaranya pada beberapa tahun. &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguwId4JsFKdmyEUiI6SaMPS8U6pJIdgFnD_kO8KvxFfZxxF4_JGzLf9Lo2xdYRaV-J0OBMntaxUeIXONIt6b8zvBHDtUR26x8r1EYrU0i7H4PelwU-tsWrXJXPGaBWFEioqIZ3EwrGcnY/s1600/halaman+11.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguwId4JsFKdmyEUiI6SaMPS8U6pJIdgFnD_kO8KvxFfZxxF4_JGzLf9Lo2xdYRaV-J0OBMntaxUeIXONIt6b8zvBHDtUR26x8r1EYrU0i7H4PelwU-tsWrXJXPGaBWFEioqIZ3EwrGcnY/s320/halaman+11.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4.	Konjungtur  (Siklus Kegiatan Perusahaan)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam siklus ABCDE yang seperti terdapat dalam gambar, pergerakan dari A ke B dan dari C ke D menggambarkan kegiatan ekonomi yang sedang mengalami kemunduran. Sedangkan pergerakan dari B ke C dan dari D ke E menggambarkan kegiatan ekonomi mengalami perkembangan ekonomi yang terlalu pesat akan menimbulkan kenaikan harga harga atau lebih lazim dinyatakan sebagai inflasi.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvrtQyNttZAclM6YZiNMMH-m_LHDzokDI-8W3k7sWhV-D_x2uS6AQdV0g6e5xalCDBQZe5ZGgbsRSwJKujyvRqQvwVMzBbDplSN0ml72lO1U6g7EeulbzrkTBmnOEsoLOOCQNwmXFpP9g/s1600/halaman+12.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvrtQyNttZAclM6YZiNMMH-m_LHDzokDI-8W3k7sWhV-D_x2uS6AQdV0g6e5xalCDBQZe5ZGgbsRSwJKujyvRqQvwVMzBbDplSN0ml72lO1U6g7EeulbzrkTBmnOEsoLOOCQNwmXFpP9g/s320/halaman+12.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5.	Masalah Pengangguran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;a.	Sebab berlakunya pengangguran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Faktor utama yang menimbulkan pengangguran adalah kekurangan pengeluaran agregat. Disamping itu faktor-faktor lain yang menimbulkan pengangguran adalah menganggur karna ingin mencari kerja yang lebih baik, pengusaha modern mengurangi tenaga kerja,tidak sesuanya keterampilan yang dicari oleh industri industri.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;b.	Akibat buruk pengangguran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ditinjau dari sudut individe, pengangguran menimbulkan berbagai masalah ekonomi dan sosial kepada yang mengalaminya. Ketiadaan pendapatan menyebabkan para penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya. Apabila keadaan pengangguran disuatu negara sudah sangat buruk, kekacauan sosial dan politik selalu berlaku dan menimbulkan efek yang buruk kepada kesejahteraan masyarakat dan prospek pembangunan ekonomi dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6.	Masalah Inflasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Inflasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian.&lt;br /&gt;
Faktor-faktor penyebab inflasi:&lt;br /&gt;
a.	Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan-perusahaan untuk menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa.&lt;br /&gt;
b.	Pekerja-pekerja di berbagai kegiatan ekonomi menuntuy kenaikan upah.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
7.	Ketidakseimbangan  Neraca Pembayaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kegiatan ekspor dan impor merupakan bagian yang penting dari kegiatan perekonomian suatu negara. Istilah perekonomian terbuka berarti negara tersebut mempunyai hubungan ekonomi dengan negara negara lain, terutama ini digunakan untuk kegiatan impor dan ekspor.&lt;br /&gt;
a.	Kebaikan dan Keburukan Perekonomian Terbuka&lt;br /&gt;
Sejak lama ahli ekonomi klasik telah menunjukan bahwa kegiatan perdagangan luar negri sangat membantu pertumbuhan ekonomi suatu negara. Sebaliknya perlu disadari juga jika impor terlalu berlebihan dapat mengurangi kegiatan ekonomi dalam negri, hal tersebut berarti membuat masyarakat menggunakan produk luar negri.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
8.	Efek Dari Defisit dalam Neraca Pembayaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Neraca pembayaran adalah suatu ringkasan pembukuan yang menunjukan aliran pembayaran yang dilakukan dari negara-negara lain kedalam negri,dan dari dalam negeri ke negara-negara lain dalam satu tahun tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;C.	Alat Pengamat Prestasi Kegiatan Ekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Beberapa jenis data makroekonomi dapat digunakan untuk menilai prestasi kegiatan perekonomian pada suatu tahun tertentu dan perubahannya dari suatu periode ke periode lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.	Pendapatan Nasional&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Data pendapatan nasional menggambarkan tingkat produksi negara yang dicapai dalam satu tahun tertentu dan perubahannya dari tahun ke tahun.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;a.	Mengukur Prestasi Kegiatan Ekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pendapatan Nasional adalah istilah yang menerangkan tentang nilai barang barang dan jasa jasa yang diproduksikan suatu negara dalam suatu tahun tertentu. Pendapatan nasional dapat dibedakan menjadi dua yaitu Pendapatan Nasional Bruto (PNB) dan Produk Domestik Bruto (PDB). Produk nasional yang diwujudkan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara suatu negara dinamakan Produk National Bruto, sedangkan PDB adalah produk nasional yang di wujudkan oleh faktor faktor produksi di dalam negri dalam suatu negara.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;b.	Tingkat Pertumbuhan Ekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Data produk nasional dapat pula digunakan untuk menilai prestasi pertumbuihan ekonomi, dan menentukan tingkat kemakmuran masyarakat dan perkembangannya. Untuk menilai prestasi pertumbuhan ekonomi haruslah terlebih dahulu dihitung pendapatan nasional riil yaitu PNB atau PDB yang dihitung  menurut harga-harga yang berlaku dalam tahun dasar. Nilai yang diperoleh dinamakan PNB atau PDB menurut harga tetap yaitu hharga yang berlaku dalam tahun dasar. Tingkat presentasi tambahan pertumbuhan ekonomi dihitung dari pertambahan PNB atau PDB riil yang berlaku dari tahun ke tahun.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;c.	Tingkat Pertambahan Pengangguran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Untuk menentukan tingkat dan pertambahan kemakmuran penduduk perlu dihitung pendapatan perkapita di berbagai tahun.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;d.	Tenaga Kerja dan Pengangguran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pengangguran dalam suatu negara adalah perbedaan diantara angkatan kerja dengan penggunaan tenaga kerja yang sebenarnya. Yang dimaksudkan dengan angkatan kerja adalah jumlah tenaga kerja yang terdapat dalam suatu perekonomian pada suatu waktu tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
2.	Indeks Harga dan Tingkat Inflasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kenaikan harga-harga yang berlaku dari satu waktu ke waktu lainnya tidak berlaku secara seragam. Kenaikan-kenaikan tersebut biasanya berlaku ke atas kebanyakan barang, tetapi tingkat kenaikanya berbeda. Ada yang tinggi presentasinya dan ada yang rendah. Disamping itu sebagian barang tidak mengalami kenaikan. Berlakunya tingkat perubahan harga yang berbeda tersebut menyebabkan indeks harga perlu dibentuk untuk menggambarkan tingkat perubahan harga harga yang berlaku dalam suatu negara. Untuk mengukur tingkat inflasi, indeks harga yang selalu digunakan adalah indeks harga konsumen, atau lebih dikenal dengan istilah Consumer Price Index (CPI) yaitu indeks harga dari barang barang yang selalu digunakan para konsumen.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;a.	Cara Membentuk Indeks Harga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ada 3 langkah yang perlu dilakukan: &lt;br /&gt;
1. Memilih tahun dasar, yaitu tahun yang menjadi titik tolak dalam membandingkan perubahan harga, &lt;br /&gt;
2. Menentukan jenis jenis barang yang perubahan harga harganya akan diamati untuk membentuk indeks harga, dan &lt;br /&gt;
3. Menghitung indeks harga.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;b.	Menentukan Tingkat Inflasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tingkat inflasi terutama dimaksudkan untuk menggambarkan perubahan harga harga yang berlaku dari satu tahun ke tahun lainnya. Untuk menentukannya perlu diperhatikan data indeks harga konsumen dari suatu tahun tertentu dan seterusnya dibandingkan dengan indeks harga pada tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3.	Kedudukan Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Neraca pembayaran merupakan data yang memberi gambaran tentang lalu lintas perdagangan dan dana dari satu negara ke berbagai negara lain dalam satu tahun tertentu. Dua komponen dari neraca pembayaran yang harus diperhatikan adalah neraca perdagangan dan neraca keseluruhan&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;a.	Neraca perdagangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pertama-tama neraca pembayaran akan memberikan informasi mengenai nilai dan perkembangan ekspor dan impor. Ekspor dan impor adalah kegiatan yang selalu dilakukan setiap negara dan sampai dimana peranan kegiatan tersebut dalam perekonomian dapat diamati dari perkembangan neraca perdagangan. Defisit dalam neraca perdagangan, yang disebabkan oleh impor yang melebihi ekspor, mengurangi tingkat kegiatan ekonomi di dalam negri dan masalah pengangguran yang lebih serius akan dihadapi.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;b.	Neraca keseluruhan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Disamping menunjukan data ekspor dan impor, informasi penting yang lain dapat dilihat dari suatu neraca pembayaran adalah aliran modal jangka pendek dan jangka panjang. Aliran modal ini menggambarkan aliran neto modal asing yang dilakukan kesuatu negara. Dengan demikian pada hakikatnya neraca pembayaran menunjukan perimbangan mutasi-mutasi keuangan dari suatu negara kenegara lain. Perimnbangan ini dinamakan neraca keseluruhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4.	Kestabilan Kurs Valuta Asing&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Salah satu alat pengukur lain yang selalu digunakan untuk menilai keteguhan sesuatu ekonomi adalah perbandingan nilai sesuatu mata uang asing dengan nilai mata uang domestik. Perbandingan itu dinamakan kurs valuta asing. Kurs ini akan menunjukan banyaknya uang dalam negri untuk membeli satu unit valuta asing tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;D.	Kebijakan Makro Ekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bentuk-bentuk kebijakan ekonomi yang akan dilakukan sesuatu negara sangat tergantung kepada tujuan-tujuan yang ingin dicapainya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.	Tujuan-tujuan kebijakan ekonomi:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
a.	Menstabilkan Kegiatan Ekonomi&lt;br /&gt;
Tujuan menstabilkan ekonomi berarti pula keinginan untuk menghindari fulktuasi yang tajam dalam kegiatan ekonomi dari satu waktu ke waktu lainnya.&lt;br /&gt;
b.	Penggunaan Kerja Tanpa Inflasi&lt;br /&gt;
Berusaha mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh tanpa inflasi merupakan cita-cita yang paling ideal dibandingkan dengan tujuan lainnya.&lt;br /&gt;
c.	Menghindari Masalah Inflasi&lt;br /&gt;
Telah ditunjukkan bahwa inflasi menimbulkan beberapa akibat buruk ke atas kesejahteraan masyarakat dan kegiatan perekonomian. &lt;br /&gt;
d.	Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Teguh&lt;br /&gt;
Tujuan ini merupakan tujuan makroekonomi jangaka panjang. Sedikitnya ada sua alasan yang menyebabkan suatu negara harus berusaha mencapai pertumbuhan ekonomi yang teguh dalam jangka panjang: untuk menyediakan kesempatan kerja kepada tenaga kerja yang terus menerus bertambah dan untuk menaikkan tingkat kemakmuran masyarakat.&lt;br /&gt;
e.	Mengukuhkan Neraca Pembayaran dan Kurs Valuta Asing&lt;br /&gt;
Neraca pembayaran yang tidak kukuh akan mengurangi kemampuan suatu negara dalam menghadapi masalah pengaliran dana keluar negri yang melebihi dari keadaan yang biasanya berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
2.	Bentuk Bentuk Kebijakan Makroekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
a.	Kebijakan Fiskal&lt;br /&gt;
Akan dibuat perubahan dalam pengeluaran pemerintah atau pajak untuk mempengaruhi tingkat pengeluaran agregat.&lt;br /&gt;
b.	Kebijakan Moneter&lt;br /&gt;
Membuat perubahan dalam penawaran uang atau suku bunga untuk mempengaruhi pengeluaran agregat.&lt;br /&gt;
c.	Kebijakan Segi Penawaran&lt;br /&gt;
Dilakukan dengan mengurangi pajak, memberi intensif fiskal kegiatan perusahaan-perusahaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber Teori Pengantar MakroEkonomi edisi ke3 "&lt;b&gt;Sadono Sukirno&lt;/b&gt;"</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpHWOKzuw-h7taYlPWCaYd_c4ihQWRTbKoVr2iXCnaW6PzbtUf4HmR3WxERIozr8ch739UoUT6myVtJhUTAJWaw5t5IBmuepB4fWtzGT6wfCvCkv_sB0gtbkduAHlk29xZUU7pArrgvOA/s72-c/halaman10.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>SIKLUS KONVERSI</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2013/02/siklus-konversi.html</link><pubDate>Sun, 3 Feb 2013 10:28:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-8306312394616787454</guid><description>Siklus Konversi yang disebut juga sebagai Siklus Produksi adalah sekelompok kegiatan berulang pada aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan data yang berhubungan dengan pengkonversian sumber daya input, seperti bahan baku, tenaga kerja, dan overhead menjadi barang jadi atau jasa untuk dijual (Romney, Steinbart, Cushing, 1997).
Kegiatan pokok dalam siklus konversi
1. Perencanaan Produksi 
2. Permintaan Bahan Baku
3. Penugasan Karyawan 
4. Akuntansi Biaya 
5. Penyimpanan Barang 
1. Perencanaan produksi
 Menetapkan jadwal produksi, jenis barang yang akan diproduksi, banyak unit yang diproduksi dan anggaran biaya produksi.
 Membuat rancangan barang – barang yang akan diproduksi.
 Menyusun bill of materials atau rincian bahan baku 
 Membuat MRP (Material Requirement Plan) yaitu kebutuhan bahan baku selama proses produksi 
 Menyiapkan penugasan karyawan 
2. Metode produksi
 Pemrosesan Berkelanjutan 
 Pemrosesan Batch
 Pemrosesan Berdasarkan Pesanan 
3. Permintaan bahan baku
 Menyiapkan bahan baku dan bahan penolong kepada bagian gudang dengan menggunakan Material Requisition Form.
 Dalam Material Requisition Form, informasi yang paling penting adalah kode dan nama barang, jumlah unit barang yang diminta dan yang dapat dipenuhi oleh bagian gudang, tanda tangan.
4. Penugasan karyawan
 Penugasan karyawan dengan baik agar tercipta iklim kerja yang stabil.
 Masing – masing head Dept. harus dapat memperhitungkan penugasan dan pendapatan karyawannya, hal ini bisa dikontrol dengan menggunakan Kartu Kerja Karyawan, didalam kartu tersebut terdapat Jadwal Penugasan, Perhitungan pendapatan yang diterima dalam periode tertentu.
 Pada akhir bulan dari Kartu Karyawan ini dibuatkan Laporan Penugasan Karyawan 
5.  Akuntansi biaya
Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisis terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan mata uang. Penggunaan kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai. 
Mamfaat akuntansi biaya
Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat bagi manajemen untuk memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Manfaat biaya adalah menyediakan salah satu informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam mengelola perusahaannya, yaitu untuk perencanaan dan pengendalian laba; penentuan harga pokok produk dan jasa; serta bagi pengambilan keputusan oleh manajemen.
Klasifikasi biaya

1) Berdasarkan Fungsi Pokok Perusahaan
a. Factory Cost (Biaya produksi)
 Biaya Bahan Baku (Direct Material Cost)
 Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labour Cost)
 Biaya Tidak Langsung (Factory Overhead)
b. Commercial Expense (Operating Expense)
 Marketing and selling expense
 General and administration expense
2) Berdasarkan pengaruh Perubahan Volume Kegiatan Terhadap Biaya 
 a. Biaya Tetap 
 b. Biaya Variabel 
 c. Biaya Semi Variabel 
3) Berdasarkan Objek yang Dibiayainya 
 a. Biaya Langsung 
 b. Biaya Tidak Langsung 
Sistem akuntansi biaya

  Actual Cost System (Sistem Harga Pokok Sesungguhnya)
 Sistem Pembebanan harga pokok kepada produk atau pesanan yang dihasilkan sesuai dengan harga pokok yang sesungguhnya.
  Standart Cost System( Sistem Harga Pokok Standart)
Sistem pembebanan harga pokok kepada produk atau pesanan yang dihasilkan sebesar harga pokok yang telah ditentukan /ditaksir sebelum suatu produk atau pesanan dikerjakan.

6. System pengumpulan harga pokok
• Actual Cost System (Sistem Harga Pokok Sesungguhnya)
 Sistem Pembebanan harga pokok kepada produk atau pesanan yang dihasilkan sesuai dengan harga pokok yang sesungguhnya.
• Standart Cost System( Sistem Harga Pokok Standart)
Sistem pembebanan harga pokok kepada produk atau pesanan yang dihasilkan sebesar harga pokok yang telah ditentukan /ditaksir sebelum suatu produk atau pesanan dikerjakan.

</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>MENCARI GAGASAN DALAM USAHA</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2013/02/mencari-gagasan-dalam-usaha.html</link><pubDate>Sun, 3 Feb 2013 10:26:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-4698177206575588828</guid><description>Faktor Sukses dalam Usaha (Panggilan Jiwa)
• Cocok dengan diri kita: peluang itu bersifat personal, akrab dengan Anda, yang memerlukan kemampuan (skill), kepribadian, dan Anda sukai (sesuai dengan hobi dan minat)
• Akses: Anda dapat mengaksesnya. Hal ini berkaitan dengan jaringan, lingkungan dan pendukung 
• Potensial: komersialisasinya harus mampu memberikan tingkat pertumbuhan dan pengembalian investasi yang layak 
Analisis Usaha
(Ide Usaha yang Potensial dan Cocok dengan diri Anda)
1. Apa yang paling Anda senangi?
2. Apakah kegemaran atau hobi Anda?
3. Produk dan proses apa yang paling Anda ketahui?
4. Adakah sesuatu yang ingin Anda lakukan ketika sedang menganggur?
5. Apakah tujuan terpenting Anda dalam bisnis sendiri? Apakah mendapatkan keuntungan, kebebasan, atau yang lainnya?
6. Ide mana yang muncul sebagai respon terhadap 4 pertanyaan pertama di atas yang memenuhi tujuan pada pertanyaan no 5?
 Kuadran I (daerah kreatif)
 Terdapat orang-orang yang kecenderungan bisnisnya dipengaruhi oleh sifat yang mendominasi, serta pembawaan yang introvert. Oleh karena itu pada daerah ini akan kita temui kelompok entrepeneur yang menonjol dalam hal kreativitas.
 
Karakter: mendambakan kebebasan, berorientasi pada hasil akhir, biasa bekerja sendiri, tidak banyak bicara, tidak suka berhubungan dengan banyak orang.
Bidang usaha yg cocok: bidang produksi &amp; menghasilkan produk-produk tertentu. Dimana ambisi, kebebasan berkreasi, gagasan-gagasan inovasi bisa terlampiaskan. 
 Kuadran II (daerah konsultatif)
 Ditempati oleh mereka yang perilakunya dipengaruhi oleh sifat mendominasi, serta pembawaan yang ekstrovert. Pada daerah ini, kita jumpai kelompok wiraswastawan yang lebih cenderung memberikan konsultasi dan pengarahan.
Karakter: menyukai pergaulan, senang bertemu dengan publik, pandai berbicara, suka membantu dan menolong.
Bidang usaha yg cocok: konsultan, kursus, pelatih olah raga, distribusi dan perdagangan. 
 Kuadran III (daerah servis/pelayanan)
 Tempat orang-orang yang perilakunya dipengaruhi sifat condong melayani dengan pembawaan ekstrovert. Kelompok ini cenderung memberikan pelayanan kepada orang lain, menyukai persahabatan yang tulus, dan tidak berusaha mempengaruhi orang lain.
Karakter: memiliki kemampuan mengikuti orang yang dilayani, berlawanan dengan kelompok konsultatif yang justru berusaha mengendalikan orang lain.
Bidang usaha yg cocok: usaha jasa, misal: biro jasa, bengkel otomotif/elektronik, rumah makan/sakit/kos, sekolah, salon kecantikan, makelar, dll. 
 Kuadran IV (daerah analitis)
 Tempat orang-orang yang sifatnya condong memberikan layanan, tapi pembawaannya tertutup (introvert). Kesuksesannya lebih pada hal-hal yang rinci, mengupas masalah-masalah yang ruwet.
Karakter: kurang suka bertemu banyak orang, tekun &amp; teliti. Tipikal sedikit bicara banyak bekerja.
Bidang usaha yg cocok: usaha jasa, misal: penerjemah, reparasi perangkat elektronik, karya intelektual, perancang busana, laundry, jahit, dll. 
Metode Atm
• Mempelajari industri yang sudah ada 
• Mengkaji input dan output industri 
• Menganalisa trend populasi dan data demografi 
• Mengkaji trend ekonomi 
• Menganalisis terhadap perubahan sosial 
• Mengkaji pengaruh aturan baru 
• Meniru dan memodifikasi 4 P (Product, Price,  Place, Promotion)
 Mempelajari industri yang sudah ada 
 Tujuannya adalah untuk memperoleh informasi perusahaan-perusahaan (nama perusahaan, alamat, tanggal berdiri, produk yang dihasilkan, jumlah tenaga kerja, dll). 
(1) Apakah ada kebutuhan yang belum terpenuhi oleh industri lokal; 
(2) Men-support kebutuhan yang ada, dengan menyuplai komponen atau peralatan pendukung.
 Mengkaji input dan output industri 
 Tujuannya adalah untuk memperoleh informasi mengenai proses produksi (input-proses-output) suatu industri. 
(1) Apa bahan baku yang digunakan; 
(2) Bagaimana proses pengadaan bahan baku.

 Menganalisis terhadap perubahan sosial 
 Tujuannya adalah untuk memperoleh informasi mengenai perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. 
Misal: terjadi perubahan persepsi masyarakat mengenai pemakaian bahan pengawet, risiko penggunaan pestisida, makan berkolesterol tinggi, dll; 
 Mengkaji pengaruh aturan baru 
 Tujuannya adalah untuk memperoleh informasi mengenai aturan-aturan baru mengenai bisnis yang dikeluarkan oleh pemerintah.
(1) Aturan bisnis baru mendorong terciptanya peluang-peluang baru untuk memenuhi ketentuan tersebut; 
Ada 4 cara untuk  menilai apakah sebuah ide merupakan peluang yang baik
a. Market size
b. Market growth
c. Competitive situation
d. Competitive advantage 
Tips Praktis
Carilah Idea Bisnis dengan :
• Sering menghadiri pameran perdagangan dan investasi 
• Mempelajari keahlian tenaga kerja lokal 
• Investigasi material lokal dan sumber daya lain 
• Mengkaji peluang substitusi produk impor 
Quotation
“Ketika satu pintu tertutup maka pintu lain terbuka. Namun, kita seringkali terpaku menyesali pintu yang tertutup itu, hingga tak bisa melihat pintu lain yang terbuka bagi kita”
 - Alexander Graham Bell 
Teruslah Maju Dengan Ide-Ide Cemerlang

</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>Olimpiade Akuntansi SMA/SMK Se-wilayah 3 Cirebon</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2013/01/olimpiade-akuntansi-smasmk-se-wilayah-3_20.html</link><pubDate>Sun, 20 Jan 2013 18:05:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-8552576815182781270</guid><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEganjq-Ni_mvDHXCW-HnbuERDm6vhG1tsoP0HlZYy09DGiVFKZXBVjTUgFpSqByZe3ljXTptl16XHAGomBfjZESgzVvEt4PZWNA40K7CYm0_Qdf2jV3hW56rTcmN6xihK0YCdcs60YkQpc/s1600/brosur+OA+copy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="226" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEganjq-Ni_mvDHXCW-HnbuERDm6vhG1tsoP0HlZYy09DGiVFKZXBVjTUgFpSqByZe3ljXTptl16XHAGomBfjZESgzVvEt4PZWNA40K7CYm0_Qdf2jV3hW56rTcmN6xihK0YCdcs60YkQpc/s320/brosur+OA+copy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
-&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQamTFARBKMZAreieRWWf4OWIJ6dcKaFfP5CUTON4nuhoPnpXKnqJ8Z5tDcTeqea6eTOou0ephYmEBt-1_nhhIhqSHHP2yH3DOOsNdyLr5KQ4Z8iNoDYlAzuvYUtR10KvB6yKhxaSwqrc/s1600/brosur+OA+copy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="226" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQamTFARBKMZAreieRWWf4OWIJ6dcKaFfP5CUTON4nuhoPnpXKnqJ8Z5tDcTeqea6eTOou0ephYmEBt-1_nhhIhqSHHP2yH3DOOsNdyLr5KQ4Z8iNoDYlAzuvYUtR10KvB6yKhxaSwqrc/s320/brosur+OA+copy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
t&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmNyyUQmIQp0podeUWCJDxlNDlCVq-ODzBgo09QedyrBDHhhbr1X2vSZKiUUHxGcvMk60T4Sa9VeJYO8eH76sGzV6s7_HrEQeg_uykwqY0HiqlmLks9RYCaTpx8Pl9GabMqZrn10FbHy0/s1600/brosur+OA+copy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="226" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmNyyUQmIQp0podeUWCJDxlNDlCVq-ODzBgo09QedyrBDHhhbr1X2vSZKiUUHxGcvMk60T4Sa9VeJYO8eH76sGzV6s7_HrEQeg_uykwqY0HiqlmLks9RYCaTpx8Pl9GabMqZrn10FbHy0/s320/brosur+OA+copy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
style-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 115%; margin-right: -10.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiN6LOTal97NQJPDgXCFVPtkun9_U9ox0pKgyNE4FFi6M1qmn8wp4C6G2qO09sLBO25fwvf12kcgg0s7hyphenhyphendEK1Woth_PD2WNht-5h7kwy_8ai3ZPGCZna5eQJS5U0Wb3zpMy0EF7bvh3ho/s1600/brosur+OA+copy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiN6LOTal97NQJPDgXCFVPtkun9_U9ox0pKgyNE4FFi6M1qmn8wp4C6G2qO09sLBO25fwvf12kcgg0s7hyphenhyphendEK1Woth_PD2WNht-5h7kwy_8ai3ZPGCZna5eQJS5U0Wb3zpMy0EF7bvh3ho/s320/brosur+OA+copy.jpg" width="226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;
&lt;style&gt;
v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:shapedefaults v:ext="edit" spidmax="1028"/&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:shapelayout v:ext="edit"&gt;
  &lt;o:idmap v:ext="edit" data="1"/&gt;
 &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="height: 104px; left: 0px; margin-left: 547px; margin-top: 1px; mso-ignore: vglayout; position: absolute; width: 117px; z-index: -1;"&gt;&lt;img height="104" src="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUSER%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_image002.jpg" width="117" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="height: 107px; left: 0px; margin-left: -58px; margin-top: 3px; mso-ignore: vglayout; position: absolute; width: 134px; z-index: -2;"&gt;&lt;img height="107" src="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUSER%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_image004.gif" width="134" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 14.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;Olimpiade Akuntansi Tingkat SMA/MA &amp;amp; SMK &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 14.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 14.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;Se-wilayah III Cirebon&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; tab-stops: 35.25pt center 240.95pt left 398.25pt; text-align: center;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 14.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;HMJ AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 14.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;"&gt;UNSWAGATI CIREBON&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 14.0pt; line-height: 150%;"&gt; 2013&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;PERATURAN UMUM:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: .25in; mso-list: l4 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setiap
peserta terdiri dari 3 orang, yang ketiga – tiganya sesuai dengan yang telah
didaftarkan. Apabila salah satu peserta berhalangan hadir dapat digantikan oleh
peserta cadangan sesuai yang didaftarkan dan menghubungi panitia terlebih
dahulu, 30 menit sebelum acara dimulai.&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: .25in; mso-list: l4 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Apabila
pada saat pelaksanaan lomba peserta hadir tidak memenuhi syarat, maka tim
tersebut dinyatakan gugur / didiskualifikasi.&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: .25in; mso-list: l4 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setiap
sekolah mengirimkan 1 guru pembimbing untuk masing – masing tim. &lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: .25in; mso-list: l4 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;4)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setiap
peserta diwajibkan hadir 15 menit sebelum acara dimulai.&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: .25in; mso-list: l4 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;5)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setiap
peserta diwajibkan untuk membawa alat tulisnya masing – masing.&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: .25in; mso-list: l4 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;6)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Peserta
diperbolehkan membawa kalkulator selama kompetisi.&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: .25in; mso-list: l4 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;7)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setiap
peserta dilarang mengaktifkan handphone selama pelaksanaan lomba.&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: .25in; mso-list: l4 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;8)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dilarang
melakukan kecurangan dalam bentuk apapun, apabila selama perlombaan panitia
menemukan kecurangan maka tim tersebut akan langsung didiskualifikasi. &lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: .25in; mso-list: l4 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;9)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Peserta
tidak diperkenankan untuk meninggalkan ruangan selama kompetisi berlangsung, tanpa
seijin panitia.&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: .25in; mso-list: l4 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;10)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dilarang
melakukan segala tindakan yang menghambat jalannya kompetisi.&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: .25in; mso-list: l4 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;11)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Selama
acara berlangsung peserta diwajibkan memakai seragam lengkap beserta id card. &lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: .25in; mso-list: l4 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;12)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setiap
ketentuan di atas harus ditaati oleh semua peserta tanpa terkecuali, apabila
terdapat pelanggaran terhadap ketentuan – ketentuan di atas maka panitia berhak
untuk mendiskualifikasi tim yang melakukan pelanggaran baik sebelum, selama&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;maupun setelah kompetisi berlangsung. &lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: .25in; mso-list: l4 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;13)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Hasil
nilai dari setiap babak tidak diakumulasi.&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: .25in; mso-list: l4 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;14)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Keputusan
dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="margin-left: 0in;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;PERATURAN KHUSUS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="margin-left: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-align: justify;"&gt;
Kegiatan lomba olimpiade akuntansi tingkat sma/ma dan smk, masing –
masing diselenggarakan dalam 3 tahap, yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: .25in; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Babak
knock out&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; mso-list: l0 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;a.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Merupakan lomba dalam bentuk tes tulis dan dalam
pelaksanaannya tertutup bagi penonton.&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; mso-list: l0 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;b.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada babak ini setiap tim mengerjakan soal
berbentuk pilihan ganda sebanyak 100 soal dan siklus akuntansi secara bersama –
sama. &lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; mso-list: l0 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;c.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dari babak ini diambil 6 tim terbaik untuk
melanjutkan ke babak selanjutnya (time bound). &lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: .25in; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Babak
time bound&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: 35.45pt; mso-list: l3 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;a.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Babak
ini merupakan lomba dalam bentuk cerdas tangkas akuntansi yang dalam
pelaksanaannya terbuka bagi penonton.&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; mso-list: l3 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;b.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada babak ini terdiri dari 6 tim yang lolos
dari babak knock out.&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; mso-list: l3 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;c.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dari babak ini akan diambil 3 tim terbaik, dari
sma/ma maupun smk. &lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -28.4pt;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Babak final&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: 35.45pt; mso-list: l2 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;a.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Babak ini terdiri dari 3 tim yang lolos
dari babak time bound.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: 35.45pt; mso-list: l2 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"&gt;
&lt;span style="mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;b.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Babak
ini merupakan lomba dalam bentuk cerdas tangkas akuntansi, dalam pelaksanaannya
terbuka bagi penonton&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: 35.45pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Contact Persons:&lt;br /&gt;
twitter : @hmjak_unswagati&lt;br /&gt;
Facebook : Hmj Akuntansi Unswagati&lt;br /&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 115%; margin-right: -10.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 115%; margin-right: -10.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 115%; margin-right: -10.45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;.1&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;Fathul
Ajis&lt;span style="mso-tab-count: 2;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;08977856002&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 115%; margin-right: -10.45pt; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;Fauzi Nur Fajar&lt;span style="mso-tab-count: 2;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;083824473933&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 115%; margin-right: -10.45pt; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;Mulyawati
Intansari&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;08977072293&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: 115%; margin-right: -10.45pt; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;Neneng
Kinanti&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 2;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;087729279444&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="”fullpost”"&gt;

&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEganjq-Ni_mvDHXCW-HnbuERDm6vhG1tsoP0HlZYy09DGiVFKZXBVjTUgFpSqByZe3ljXTptl16XHAGomBfjZESgzVvEt4PZWNA40K7CYm0_Qdf2jV3hW56rTcmN6xihK0YCdcs60YkQpc/s72-c/brosur+OA+copy.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>Awali hari bugar dengan saluran cerna sehat</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2012/12/awali-hari-bugar-dengan-saluran-cerna.html</link><pubDate>Sun, 23 Dec 2012 11:55:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-995000479228140719</guid><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;
   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;
   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;
   &lt;w:CachedColBalance/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;
   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0in;
 mso-para-margin-right:0in;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0in;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-ansi-language:IN;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;div class="Section1"&gt;

&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Tahukah
anda,memulai hari yang menyenangkan dengan tubuh bugar dan sehat diawali dari
tidak mengabaikan kesehatan saluran cerna. Mengapa demikian? Karena, saluran
cerna merupakan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;cermin kesehatan umum,
dimana sebagai produksi imunitas untuk daya tahan tubuh berasal dari sana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Saluran
cerna dikatakan sehat jika:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Dapat
mencerna, menyerap dan memamfaatkan nutrisi secara optimal:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Fungsi
sistem imunitas terjaga sehingga daya tahan tubuh kuat: dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Keteratuan
usus membuang residu (tinja) yang berisi sisa makanan, kelembapan (air), kuman
kuman termasuk yang protogen serta berbagai toksin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Pembuangan residu yang
tidak teratur dan tidak lancar sangat merugikan, karena akan diserap kembali
oleh tubuh, termasuk toksin dan kuman potogen didalamnya. Jika hal ini
berkelanjutan akan menjadi masalah berkepanjangan, dan mengganggu sistem tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 7.1pt; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Bagaiman menjaga
saluran cerna sgar senantiasa sehat? Berbagai langkah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dapat anda lakukan antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Pola
hidup sehat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Olahraga
eratur&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Konsumsi
makan bergizi seimbang empat sehat lima sempurna dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Cukup
asupan serat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Hal yang penting perlu
diperhatikan adalah konsumsi serat anda yang sering kurang bahkan terlewat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari daftar makanan sehari hari. Padahal.
Fungsi serat sangat penting bagi kesehatan tubuh .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Berdasarkan sifat
kelarutannya, ada serat makanan larut, keduanya memiliki fungsi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;saling terkait untuk saluran kesehatan cerna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Sifat
dan fungsi serat tak larut antara lain menahan air, tidak difrementasi, memberi
volume dan berat feses, membersihkan usus besar, memberi rasa kenyang &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;serta memperlambat penyerapan gula.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Sifat
dan fungsi serat larut adalah peka sehingga memperlambat waktu mengosongan
lambung&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan membuat rasa kenyang lebih
lama , difrementasikan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;oleh bakteri
usus, memperlambat &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;menyerap an
karbohidrat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan lemak, mempengaruhi
komposisi &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;bakteri usus&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menjadi lebh baik (efek prebiotik) dan
meningkatkan penyerapan kalsium.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Lucida Calligraphy&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;’Maka dari itu mari kita sejak sekarang
awali hidup sehat dengan pola yang teratur agar terhindar dari berbagai macam
penyakit’&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;br clear="all" style="mso-break-type: section-break; page-break-before: always;" /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;

&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title/><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2012/11/setelah-data-dikumpulkan-maka-data.html</link><pubDate>Mon, 19 Nov 2012 21:33:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-2704969093822658280</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;
Setelah
&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;data dikumpulkan maka data disajikan.
Penyajian data dibuat untuk memberikan deskripsi mengenai data yang telah
dikumpulkan dan memudahkan untuk pengambilan keputusan. Bentuk penyajian data
bisa dalam bentuk tabel atau grafik. Adapun fungsi penyajian data tersebut
digunakan untuk :&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: .75in; mso-list: l0 level2 lfo1; tab-stops: list .75in; text-align: justify; text-indent: -27.0pt;"&gt;
&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;menunjukkan perkembangan suatu keadaan&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: .75in; mso-list: l0 level2 lfo1; tab-stops: list .75in; text-align: justify; text-indent: -27.0pt;"&gt;
&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;mengadakan perbandingan pada suatu waktu&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;tabel (&lt;i&gt;tables&lt;/i&gt;)
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-weight: bold; mso-bidi-language: TH;"&gt;adalah&lt;b&gt;
&lt;/b&gt;angka yang disusun sedemikian rupa menurut kategori tertentu sehingga
memudahkan pembahasan dan analisisnya&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;, sedangkan &lt;b&gt;grafik (&lt;i&gt;graphs&lt;/i&gt;)&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;merupakan gambar-gambar yang menunjukkan data secara visual, didasarkan
atas nilai-nilai pengamatan aslinya ataupun dari tabel-tabel yang dibuat
sebelumnya&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h1&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Penyajian data dalam bentuk tabel&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; tab-stops: list .75in; text-align: justify;"&gt;
Didasarkan
atas pengaturan datanya, tabel dapat dibedakan atas beberapa jenis, yaitu &lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: .5in; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 28.35pt; text-align: justify; text-indent: -.5in;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;a.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;tabel klasifikasi
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: .5in; tab-stops: list 28.35pt; text-align: justify; text-indent: -.5in;"&gt;
Tabel klasifikasi adalah tabel yang
menunjukkan pengelompokkan data.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: .5in; tab-stops: list 28.35pt; text-align: justify; text-indent: -.5in;"&gt;
Contoh&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: .5in; tab-stops: list 28.35pt; text-align: justify; text-indent: -.5in;"&gt;
&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tabel&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;jumlah kelahiran di kota ‘X’ pada th&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: .5in; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 28.35pt; text-align: justify; text-indent: -.5in;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;b.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;tabel kontingensi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
Tabel kontigensi
atau biasanya disebut tabel tabulasi silang atau crosstab merupakan tabel yang
disusun berdasarkan tabulasi data menurut 2 atau lebih kategori. Berikut ini
contoh penyajian data dalam bentuk tabel kontigensi.&lt;/div&gt;
&amp;nbsp;
&lt;br /&gt;
&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-insideh: .5pt solid windowtext; mso-border-insidev: .5pt solid windowtext; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;
  &lt;td style="border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 40.85pt;" valign="top" width="54"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 85.05pt;" valign="top" width="113"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="3" style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 265.7pt;" valign="top" width="354"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
JURUSAN&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 1;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 40.85pt;" valign="top" width="54"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 85.05pt;" valign="top" width="113"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 88.55pt;" valign="top" width="118"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
TI&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 88.55pt;" valign="top" width="118"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
SI&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
TK&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 2;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 40.85pt;" valign="top" width="54"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 85.05pt;" valign="top" width="113"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 88.55pt;" valign="top" width="118"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 88.55pt;" valign="top" width="118"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 3; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 40.85pt;" valign="top" width="54"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 85.05pt;" valign="top" width="113"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 88.55pt;" valign="top" width="118"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 88.55pt;" valign="top" width="118"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 88.6pt;" valign="top" width="118"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: .5in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 28.35pt; text-align: justify; text-indent: -.5in;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;a.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Tabel
distribusi frekuensi.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;Tabel distribusi
frekuensi adalah susunan data dalam suatu tabel yang telah diklasifikasikan
menurut kelas-kelas atau kategori tertentu. Dikenal dua bentuk distribusi
frekuensi menurut pembagian kelasnya, yaitu distribusi frekuensi kualitatif
(kategori) dan distribusi frekuensi kuantitatif (bilangan)&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; Pada
distribusi frekuensi kualitatif pembagian kelasnya didasarkan pada kategori
tertentu dan banyak digunakan untuk data berskala ukur nominal. Sedangkan
kategori kelas dalam tabel distribusi frekuensi kuantitatif, terdapat dua
macam, yaitu kategori data tunggal dan kategori data berkelompok (bergolong).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;Berikut ini contoh tabel
distribusi frekuensi untuk data kuantitatif kategori data tunggal:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_gmKxgts17sT5Rb6aqNcmrt_spI10_N55H43Uer9z4t73oVU0oN9j-XzgXEv-TF0QhTihc99ReRvWbux_GXIrqIzJf-8N1r-SR1MzD_WkE2eibQeZIpqWUtrrBhrcKZ7fJgVzwTZY6neS/s1600/1.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_gmKxgts17sT5Rb6aqNcmrt_spI10_N55H43Uer9z4t73oVU0oN9j-XzgXEv-TF0QhTihc99ReRvWbux_GXIrqIzJf-8N1r-SR1MzD_WkE2eibQeZIpqWUtrrBhrcKZ7fJgVzwTZY6neS/s1600/1.png" /&gt;&amp;nbsp;


&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;Berikut ini contoh tabel
distribusi frekuensi untuk data kuantitatif kategori data berkelompok:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;Tabel : Data Ulangan Matematika&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 92.25pt; width: 331px;"&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;
  &lt;td style="border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 28.35pt;" valign="top" width="38"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;No&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 106.35pt;" valign="top" width="142"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 113.4pt;" valign="top" width="151"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;Banyak siswa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 1;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 28.35pt;" valign="top" width="38"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 106.35pt;" valign="top" width="142"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;5 - 7&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 113.4pt;" valign="top" width="151"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;19&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 2; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 28.35pt;" valign="top" width="38"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 106.35pt;" valign="top" width="142"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;8 - 9&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 113.4pt;" valign="top" width="151"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;11&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
Pada contoh diatas ada 2 kelas/kelompok yaitu kelas I :
nilai 5 – 7, kelas II: nilai 8 – 9.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
Dalam tabel distribusi frekuensi data berkelompok ada
beberapa istilah:&lt;/div&gt;
&lt;ul type="disc"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;Bb = batas bawah kelas adalah
     nilai terbawah dari kelas&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;Ba = batas atas kelas adalah
     nilai teratas dari kelas&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;Tbb = tepi batas bawah kelas =
     bb – 0,5&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;Tba = tepi batas atas kelas =
     ba + 0,5&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;P = panjang kelas = tba – tbb&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;X = titik tengah kelas = (bb +
     ba)/2&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;F = frekuensi kelas adalah
     banyaknya data pada kelas &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
Contoh pada tabel diatas maka pada kelas I maka bb = 5, ba
= 7, tbb = 5- 0,5 = 4,5 , tba = 7 + 0,5 = 7,5 , p = 7,5 – 4, 5 = 3,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;x = (5 + 7)/2 = 6, f = 19&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;Berikut ini contoh tabel
distribusi frekuensi untuk data kualitatif:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7EWlWHi2HO2VqWyRciYYPJCxrdVluoQxjGvlnWX8R4xGrDwVF1Zov7cGKu-65EdBAcfPfT_EwgpZT3JvSrNNKR62ZSuESno6MchDTGiRStlGt3ePdijTTtYDtyim5zin8uY0UBIuwiG5X/s1600/1.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="185" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7EWlWHi2HO2VqWyRciYYPJCxrdVluoQxjGvlnWX8R4xGrDwVF1Zov7cGKu-65EdBAcfPfT_EwgpZT3JvSrNNKR62ZSuESno6MchDTGiRStlGt3ePdijTTtYDtyim5zin8uY0UBIuwiG5X/s640/1.png" width="640" /&gt;


&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;Pada tabel distribusi frekuensi kuantitatif
berkelompok, menurut aturan &lt;i&gt;Sturges, &lt;/i&gt;ada beberapa langkah yang perlu
dilakukan dalam menentukan kategori kelas, diantaranya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol start="1" type="1"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l0 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;Mengitung besarnya jangkauan data/&lt;i&gt;range&lt;/i&gt;
     (R).&lt;i&gt; Range&lt;/i&gt; = Nilai observasi terbesar – nilai observasi terkecil&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l0 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;Menentukan banyaknya kelas (K). Rumus: K =&amp;nbsp; 1 + (10/3) log n.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l0 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;Menentukan perkiraan interval kelas (P),
     yaitu besarnya jangkauan data dibagi dengan banyaknya kelas pengamatan.
     Rumus: P = R/K.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l0 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;Menentukan batas kelas. Nilai-nilai yang
     membatasi kelas yang satu dengan kelas yang lainnya disebut batas kelas.
     Dalam satu kelas ada dua batas kelas, yaitu : batas bawah kelas &lt;i&gt;(lower
     class limits)&lt;/i&gt; dan batas atas kelas &lt;i&gt;(upper class limits).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l0 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;Memasukkan data hasil pengamatan ke dalam
     masing-masing kelas yang sesuai, kemudian jumlahkan (&lt;i&gt;tabulasi&lt;/i&gt;)
     untuk mengetahui jumlah frekuensi masing-masing kelasnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;Contoh – 1:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt; Diketahui hasil survey penghasilan per hari dari
80 usaha rental mobil yang diambil secara acak dari seluruh usaha rental mobil
di Kota Bandung pada tahun 2004, diperoleh hasil sebagai berikut (satuan data
dalam puluhan ribu rupiah).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; mso-padding-alt: 0in 0in 0in 0in; mso-table-layout-alt: fixed;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;&lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; mso-padding-alt: 0in 0in 0in 0in; mso-table-layout-alt: fixed;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;&lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;53&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;54&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;60&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;60&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;61&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;61&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;61&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;62&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;62&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;62&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;62&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;62&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;63&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;63&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;65&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;65&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; mso-padding-alt: 0in 0in 0in 0in; mso-table-layout-alt: fixed;"&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;65&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;65&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;66&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;67&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;68&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;68&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;68&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;69&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;71&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;71&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;71&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;72&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;72&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;73&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;73&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;73&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; mso-padding-alt: 0in 0in 0in 0in; mso-table-layout-alt: fixed;"&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;73&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;74&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;74&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;74&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;75&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;75&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;75&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;75&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;75&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;75&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;75&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;76&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;76&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;76&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;76&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;77&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; mso-padding-alt: 0in 0in 0in 0in; mso-table-layout-alt: fixed;"&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;77&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;78&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;78&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;78&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;78&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;78&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;79&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;79&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;79&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;80&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;81&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;82&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;82&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;84&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;85&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;85&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; mso-padding-alt: 0in 0in 0in 0in; mso-table-layout-alt: fixed;"&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;85&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;86&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;86&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;87&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;88&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;88&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;88&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;89&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;90&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;93&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;93&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;94&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;95&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;95&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;96&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;97&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;Diminta :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt; Susunlah sebuah tabel distribusi frekuensi untuk data di atas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;B. Tabel Distribusi Frekuensi Relatif &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;Tabel distribusi
frekuensi relatif merupakan tabel distribusi frekuensi yang dinyatakan dalam
bentuk persentase. Frekuensi relatif merupakan frekuensi yang dinyatakan dalam
angka relatif atau dalam persentase. Besarnya frekuensi relatif (f&lt;sub&gt;r&lt;/sub&gt;)
tiap kelas adalah frekuensi absolut tiap kelas dibagi seluruh frekuensi dikali
100%.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;C. Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-language: TH;"&gt;Seringkali orang
tertarik untuk mengetahui dengan cepat banyaknya data yang memiliki nilai di
atas atau di bawah nilai tertentu. Untuk keperluan itu, kita harus menyusun
tabel frekuensi kumulatif. Frekuensi kumulatif (f&lt;sub&gt;c&lt;/sub&gt;) dari suatu tabel
frekuensi adalah frekuensi yang dapat menunjukkan jumlah frekuensi yang terletak
di atas atau di bawah suatu nilai tertentu dalam suatu interval kelas. Jadi
tabel distribusi frekuensi kumulatif adalah tabel frekuensi yang frekuensi tiap
kelasnya disusun berdasarkan frekuensi kumulatif. Frekuensi kumulatif didapat
dengan jalan menjumlahkan banyaknya frekuensi tiap-tiap kelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: .25in;" valign="top" width="24"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span class="”fullpost”"&gt;

&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_gmKxgts17sT5Rb6aqNcmrt_spI10_N55H43Uer9z4t73oVU0oN9j-XzgXEv-TF0QhTihc99ReRvWbux_GXIrqIzJf-8N1r-SR1MzD_WkE2eibQeZIpqWUtrrBhrcKZ7fJgVzwTZY6neS/s72-c/1.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>HARGA POKOK PENJUALAN (HPP)</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2012/07/harga-pokok-penjualan-hpp.html</link><category>Materi Kuliah Akuntansi</category><pubDate>Wed, 18 Jul 2012 20:22:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-8902964804365766692</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Pengertian Harga Pokok Penjualan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yang
 dimaksud dengan harga pokok penjualan adalah seluruh biaya yang 
dikeluarkan untuk memperoleh barang yang dijual atau harga perolehan 
dari barang yang dijual.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;Ada dua manfaat dari harga pokok penjualan.&lt;br /&gt;1. Sebagai patokan untuk menentukan harga jual.&lt;br /&gt;2.
 Untuk mengetahui laba yang diinginkan perusahaan. Apabila harga jual 
lebih besar dari harga pokok penjualan maka akan diperoleh laba, dan 
sebaliknya apabila harga jual lebih rendah dari harga pokok penjualan 
akan diperoleh kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Rumus Menghitung Penjualan Bersih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penjualan
 dalam perusahaan dagang sebagai salah satu unsur dari pendapatan 
Perusahaan. Unsur-unsur dalam penjualan bersih terdiri dari:&lt;br /&gt;- penjualan kotor;&lt;br /&gt;- retur penjualan;&lt;br /&gt;- potongan penjualan;&lt;br /&gt;- penjualan bersih.&lt;br /&gt;Untuk mencari penjualan besih adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penjualan bersih = penjualan kotor – retur penjualan – potongan penjualan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Diketahui penjualan Rp. 25.000.000,-&lt;br /&gt;Retur penjualan Rp. 125.000,-&lt;br /&gt;Potongan penjualan Rp. 150.000,-&lt;br /&gt;Hitunglah penjualan bersih!&lt;br /&gt;Penjulan bersih = Rp. 25.000.000,- – Rp. 125.000,- – Rp. 150.000,- = Rp. 24.725.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Rumus Menghitung Pembelian Bersih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pembelian bersih adalah sebagai salah satu unsur dalam menghitung harga pokok penjualan.&lt;br /&gt;Unsur-unsur untuk menghitung pembelian bersih terdiri dari:&lt;br /&gt;- pembelian kotor;&lt;br /&gt;- biaya angkut pembelian;&lt;br /&gt;- retur pembelian dan pengurangan harga;&lt;br /&gt;- retur pembelian;&lt;br /&gt;- potongan pembelian.&lt;br /&gt;Untuk menghitung pembelian bersih dapat dirumuskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembelian bersih = pembelian + biaya angkut pembelian – retur pembelian – potongan pembelian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Rumus Menghitung Harga Pokok Penjualan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk
 menghitung harga pokok penjualan harus diperhatikan terlebih dahulu 
unsur-unsur yang berhubungan dengan harga pokok penjualan.&lt;br /&gt;Unsur-unsur itu antara lain:&lt;br /&gt;- persediaan awal barang dagangan;&lt;br /&gt;- pembelian;&lt;br /&gt;- biaya angkut pembelian;&lt;br /&gt;- retur pembelian dan pengurangan harga;&lt;br /&gt;- potongan pembelian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rumus harga pokok penjualan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;HPP = Persediaan awal barang dagangan + pembelian bersih – persediaan akhir&lt;br /&gt;HPP = Barang yang tersedia untuk dijual – persediaan akhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;Barang yang tersedia untuk dijual = Persediaan awal barang dagangan + pembelian bersih.&lt;br /&gt;Pembelian bersih = Pembelian + biaya angkut pembelian – retur pembelian – potongan pembelian.&lt;br /&gt;Atau&lt;br /&gt;Barang yang tersedia untuk dijual = Persediaan awal + pembelian + beban angkut&lt;br /&gt;Pembelian – retur pembelian – potongan pembelian.&lt;br /&gt;Persediaan akhir barang yang tersedia (dikuasai) pada akhir periode akuntansi.&lt;br /&gt;Untuk menghitung Harga Pokok Penjualan.&lt;br /&gt;Perhatikan bagan di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxiDaSakt_tHwwF-RVTM31vgRvwojyD6L63LFE6p1Xq4R2pHyD5P121C507xI-smnhcjCKeNLMMVtULyyDn0kxCPqrBS6mC86cNmhGxIKYX5ikJVLkleD7JeghUyx3wXnBzcomQP5fnXAi/s1600-h/HPP.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316262603404882386" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxiDaSakt_tHwwF-RVTM31vgRvwojyD6L63LFE6p1Xq4R2pHyD5P121C507xI-smnhcjCKeNLMMVtULyyDn0kxCPqrBS6mC86cNmhGxIKYX5ikJVLkleD7JeghUyx3wXnBzcomQP5fnXAi/s400/HPP.JPG" style="cursor: pointer; display: block; height: 253px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 396px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Pengertian Laporan Laba Rugi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Laporan laba rugi adalah laporan yang menyajikan sumber pendapatan dan beban suatu perusahaan (dagang) selama periode akuntansi.&lt;br /&gt;Untuk Menghitung laba rugi perusahaan adalah:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Laba bersih = laba kotor – beban usaha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beban uasaha dalam perusahaan dagang ada dua kelompok.&lt;br /&gt;1. Beban penjualan ialah biaya yang langsung dengan penjualan.&lt;br /&gt;2. Beban administrasi/umum ialah biaya-biaya yang tidak langsung dengan penjualan.&lt;br /&gt;Untuk menghitung laba kotor adalah:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Laba kotor = penjualan bersih – harga pokok penjualan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk menghitung penjualan bersih adalah :&lt;br /&gt;Penjualan bersih = penjualan – retur penjualan dan pengurangan harga – potongan penjualan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Menyusun Laporan Laba Rugi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Laporan laba rugi dapat disajikan dalam dua bentuk yaitu single step dan multiple step.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Single Step/Langsung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Laporan
 single step/langsung yaitu laporan laba rugi di mana semua pendapatan 
dijumlahkan menjadi satu, demikian juga untuk bebannya, kemudian dicari 
selisihnya untuk mengetahui laba atau rugi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHSTAXahyRSSAUuuWYk7VWole6DUZMx31mL_b_wlspGQvOeJHb9y845vQosOwWqUBZgWdZU0I_vOuLy_4pOmWMc3-mgHDBqkUVsG-n8BwAYzY-XkP9cY_faRLon2y7tkroKqU2vySUltQk/s1600-h/Single+Step.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316269275105826274" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHSTAXahyRSSAUuuWYk7VWole6DUZMx31mL_b_wlspGQvOeJHb9y845vQosOwWqUBZgWdZU0I_vOuLy_4pOmWMc3-mgHDBqkUVsG-n8BwAYzY-XkP9cY_faRLon2y7tkroKqU2vySUltQk/s400/Single+Step.JPG" style="cursor: pointer; display: block; height: 614px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 500px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Multiple Step (Bertahap)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Laporan
 laba rugi bentuk multiple step (bertahap) adalah laporan laba rugi 
dengan mengelompokkan atau memisahkan antara pendapatan usaha dan 
pendapatan di luar usaha, dan memisahkan pula antara beban usaha dan 
beban di luar usaha, baru kemudian dicari selisihnya sehingga akan 
diperoleh laba atau rugi usaha.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiypLSsfEj686nqkR1luydjKX3u698jhKVnKIRJsxY4os-Neg1pZLWoEBcy0LpgyNJ1pbSJQJcpF_UH5PFpx7N6_VMNm0ON4eAuezpHqScP1e0tlC-maUUUDaHYDydOl2FMkD6tUCZDygM/s1600-h/Multiple+Step.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316270813618451474" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiypLSsfEj686nqkR1luydjKX3u698jhKVnKIRJsxY4os-Neg1pZLWoEBcy0LpgyNJ1pbSJQJcpF_UH5PFpx7N6_VMNm0ON4eAuezpHqScP1e0tlC-maUUUDaHYDydOl2FMkD6tUCZDygM/s400/Multiple+Step.JPG" style="cursor: pointer; display: block; height: 501px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 388px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Perusahaan Unsur Laporan Perubahan Modal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Laporan perubahan modal adalah laporan keuangan yang menyajikan perubahan modal selama satu periode akuntansi.&lt;br /&gt;Perubahan
 modal diakibatkan oleh adanya pengambilan pribadi, diperolehnya laba, 
dideritanya kerugian atau adanya setoran pribadi.&lt;br /&gt;Unsur-unsur laporan perubahan modal yaitu:&lt;br /&gt;- modal awal&lt;br /&gt;- laba atau rugi&lt;br /&gt;- pengambilan pribadi&lt;br /&gt;- setoran pribadi&lt;br /&gt;- modal akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Unsur-unsur Laporan Neraca.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Neraca adalah laporan keuangan yang menyajikan posisi ruangan perusahaan pada saat tertentu unsur-unsur neraca terdiri dari :&lt;br /&gt;- harta&lt;br /&gt;- kewajiban/utang&lt;br /&gt;- modal&lt;br /&gt;Bentuk laporan neraca terdiri dari dua bentuk yaitu bentuk laporan dan bentuk scontro/sebelah menyebelah.&lt;/span&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;

&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxiDaSakt_tHwwF-RVTM31vgRvwojyD6L63LFE6p1Xq4R2pHyD5P121C507xI-smnhcjCKeNLMMVtULyyDn0kxCPqrBS6mC86cNmhGxIKYX5ikJVLkleD7JeghUyx3wXnBzcomQP5fnXAi/s72-c/HPP.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>Laporan Keuangan PU Wajar Dengan Pengecualian</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2012/07/laporan-keuangan-pu-wajar-dengan.html</link><category>Berita Terkini</category><pubDate>Wed, 18 Jul 2012 20:20:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-679478441739878864</guid><description>&lt;span class="”fullpost”"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h2 class="itemTitle"&gt;
&lt;br /&gt;
                                                         &lt;/h2&gt;
&lt;div class="itemRatingBlock"&gt;
&lt;div class="itemRatingForm"&gt;

                           
                     &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="itemImageBlock"&gt;

                  &lt;span class="itemImage"&gt;
                  &lt;a class="modal" href="http://sda.pu.go.id/media/k2/items/cache/b6d7090a321aeca0f529ab265a288b1b_XL.jpg" rel="{handler: 'image'}" title="Click to preview image"&gt;
                        &lt;img alt="Laporan Keuangan PU Wajar Dengan Pengecualian" src="http://sda.pu.go.id/media/k2/items/cache/b6d7090a321aeca0f529ab265a288b1b_L.jpg" style="height: auto; width: 650px;" /&gt;
     
                  &lt;/a&gt;
                  &lt;/span&gt;
                                    
                  
                  
                  &lt;span class="itemImageCaption"&gt;Laporan Keuangan PU Wajar Dengan Pengecualian&lt;/span&gt;
                                                      
            &lt;/div&gt;
&lt;div class="itemIntroText"&gt;

                  Badan Pemeriksa Keuangan membeberkan hasil 
pemeriksaan terhadap laporan keuangan Kementerian Pekerjaan Umum. Dari 
hasil pemeriksaan, laporan itu mendapat cap Wajar Dengan Pengecualian 
(WDP).&lt;br /&gt;

            &lt;/div&gt;
Menurut Anggota BPK, Ali Masykur Musa, hal yang dicakup dalam 
pengecualian itu adalah penerimaan negara bukan pajak, persediaan, aset 
tetap, dan aset tak berwujud.&lt;br /&gt;

"Hal itu, karena nilai yang disajikan oleh Kementerian PU belum 
berdasarkan dokumen sumber yang memadai," kata dia di kantor Kementerian
 Pekerjaan Umum, Senin 25 Juni 2012.&lt;br /&gt;

Ali memaparkan, kelemahan-kelemahan atas sistem pengendalian internal
 dan ketidakpatuhan terhadap peraturan dan perundang-undangan adalah 
penganggaran belanja modal atas kegiatan yang tidak menambah aset tetap 
pada Direktorat Umber Daya Air minimal Rp2 miliar.&lt;br /&gt;

Selain itu, realisasi belanja pada LRA Satker Direktorat PPLP TA 2011
 belum diterbitkan surat perintah pembukuan dan pengesahan (SP3) minimal
 sebesar Rp4,67 miliar, pengakuan aset tetap ekstrakompatabel pada 17 
satuan kerja di lingkungan Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU sebesar
 Rp230,70 miliar yang dinilai tidak tepat.&lt;br /&gt;

Yang lainnya, kata Ali, yakni belum optimalnya pengelolaan BMN 
Rusunawa sebanyak 226,5 twin block senilai Rp2,44 triliun pada Satker 
Bangkim Strategis Ditjen Cipta Karya.&lt;br /&gt;

Selain itu, PU juga dinilai melakukan kesalahan penerapan tarif 
perhitungan pajak penghasilan jasa konstruksi, kelebihan pembayaran, dan
 denda keterlambatan atas paket pengadaan barang dan jasa serta beberapa
 aset tetap tanah belum dilengkapi bukti kepemilikan berupa sertifikat 
dan pengamanan aset tetap pada Kementerian PU yang belum sesuai 
ketentuan.&lt;br /&gt;

Dengan predikat ini, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan
 bahwa dirinya menerima kalau kementerian yang dipimpinnya masih 
dinobatkan dengan pengecualian. "Saya akui memang ada kelemahan dalam 
pengusahaan aset," ujarnya pada kesempatan yang sama. (umi)</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>Penyebab hilangnya konsentrasi</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2012/07/penyebab-hilangnya-konsentrasi.html</link><category>Tips-Tips</category><pubDate>Wed, 18 Jul 2012 20:07:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-7691129496561380446</guid><description>&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Rohman Hipni &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab hilangnya konsentrasi - Berikut ini beberapa penyebab hilangnya konsentrasi sebagaimana artikel yang saya kutip dari detikhealth berikut. Ketika Anda dihadapkan pada tugas sekolah atau suatu pekerjaan yang memeras otak, terkadang Anda kesulitan untuk berkonsentrasi dan membuat pekerjaan Anda tidak optimal. Otak Anda akan mengalami kurangnya konsentrasi ketika Anda dihadapkan pada kondisi tubuh tertentu. Berikut 9 alasan mengapa Anda sulit berkonsentrasi seperti dilansir dari prevention, Selasa (15/5/2012) antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadar hormon dan vitamin yang rendah&lt;br /&gt;Pikiran yang kadang linglung dapat menandakan defisiensi vitamin atau hormon, terutama jika Anda sedang merasa kelelahan. Sebagai contoh, jika Anda kekurangan hormon tiroid, metabolisme tubuh akan melambat, aliran darah berkurang dan fungsi sel otak tidak dapat bekerja optimal. Kurangnya vitamin B-12 dalam tubuh juga memiliki gejala yang sama. Anda dapat memeriksakan perihal defisiensi hormon dan vitamin ke dokter yang ditandai masalah kardiovaskular seperti hipertensi, kolesterol tinggi, sindrom metabolik atau pradiabetes. Jika masalah ini tidak ditangani, dapat menyebabkan penurunan kognitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon Anda telah rusak&lt;br /&gt;Wanita yang menjelang masa menopause (perimenopause) akan memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur. Kurangnya konsentrasi adalah keluhan umum dari wanita pada masa ini. Kebanyakan wanita menggambarkannya sebagai perasaan kabur, kosa kata berkurang, dan tidak dapat berpikir jernih. Tanda-tanda lain yang menunjuk ke perimenopause adalah berkeringat di malam hari dan kekeringan vagina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda menggunakan obat-obatan tertentu&lt;br /&gt;Penggunaan obat anti depresan dapat mempengaruhi mood dan konsentrasi Anda. Antihistamin dan obat penenang dapat menyebabkan kantuk, sedangkan antidepresan dan obat-obatan lain yang sejenis dapat menggangu kerja otak. Orang yang menggunakan obat statin kadang-kadang akan kehilangan kejernihan mental. Sebelum memutuskan untuk menggunakan obat-obatan, lebih baik konsultasi terlebih dahulu ke dokter. Tanyakan apakah ada obat yang diketahui menyebabkan gangguan konsentrasi ketika dikonsumsi atau saat Anda berhenti mengonsumsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda berhenti merokok&lt;br /&gt;Anda akan mengalami kesulitan berkonsentrasi saat Anda berhenti merokok karena pengaruh nikotin yang telah membuat Anda kecanduan. Tapi hal ini akan berlalu dan kesehatan mental Anda akan segera membaik seiring berkurangnya pengaruh buruk nikotin pada tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola makan yang buruk&lt;br /&gt;Kebiasaan makan yang buruk meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi dan penyakit terkait yang dapat merusak fungsi kognitif. Kelebihan berat badan atau obesitas membuat Anda lebih sulit untuk tetap aktif, padahal tubuh yang aktif penting untuk kesehatan otak. Makan ikan dan sayuran serta mengurangi makan daging dan makanan berlemak jenuh akan membuat otak Anda tajam kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda terlalu sibuk&lt;br /&gt;Anda mungkin sangat sibuk, sehingga aktivitas otak terlalu divorsir tanpa disertai aktivitas fisik yang dibutuhkan otak. Olahraga meningkatkan produksi zat yang dapat merangsang kerja otak dan memperlambat pembentukan plak yang menyebabkan penyakit Alzheimer. Mulailah berolahraga dan Anda akan merasakan otak lebih tajam dan lebih bisa fokus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda memiliki kecemasan yang berlebihan&lt;br /&gt;Ketika Anda terlalu mencemaskan sesuatu, Anda akan kesulitan berkonsentrasi melakukan pekerjaan Anda. Begitulah cara otak merespon ancaman nyata atau bayangan. Anda menjadi terlalu waspada terhadap lingkungan. Lakukanlah sesuatu yang menyenangkan untuk membersihkan kepala Anda dari hal-hal yang membuat cemas. Berbagi cerita dengan teman dekat juga dapat mengurangi kekhawatiran yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hal yang perlu Anda lakukan setiap hari&lt;br /&gt;Jika Anda memiliki daftar pekerjaan harian yang terlalu banyak dan membutuhkan daya ingat, bisa berarti Anda akan mengalami kelupaan dan gangguan kerja otak. Orang kadang tidak dapat mengikuti pikirannya karena terlalu banyak beban yang harus diingat di otaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menderita ADHD&lt;br /&gt;Seseorang dapat menderita Attention Deficit terdiagnosis Hyperactivity Disorder (ADHD) ketika dewasa yang ditandai dengan gejala ketidaksabaran, pelupa dan mengalami kesulitan menyelesaikan tugas kantor. Ketika Anda memiliki masalah dengan konsentrasi, periksakan segera ke dokter untuk mengetahui kemungkinan Anda menderita ADHD (ir/ir) / source : detikhealth.com&lt;br /&gt;Nah, itulah beberapa penyebab atau alasan anda susah melakukan konsentrasi mudah-mudahan bermanfaat, karena konsentrasi sangat penting sekali terhadap hasil kerja kita dalam menyelesaikan tugas sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;

&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>Mari Berkenalan dengan Petugas Pajak</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2012/06/mari-berkenalan-dengan-petugas-pajak.html</link><category>Info</category><category>Kerja</category><pubDate>Fri, 15 Jun 2012 19:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-4138188262234931900</guid><description>&lt;div class="entry"&gt;
Pembaca &lt;strong&gt;&lt;em&gt;opini&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;
 yang budiman, pada kesempatan kali ini saya tertarik untuk menulis 
salah satu karya seni&amp;nbsp; perang dari Tsun Tzu yang terkenal itu yaitu 
kenali dirimu, kenali lawanmu dan kenali medan perang. Tentunya pembaca 
akan heran, apa hubungannya teori tersebut dengan judul tulisan ini. 
Sekedar mencoba menyamakan kalimat itu, tidak salah juga bila Penulis 
menggambarkan sebagai berikut: sebagai wajib pajak untuk dapat memahami 
perpajakan, maka kita harus mengenali diri kita sendiri, baik itu 
kondisi usaha atau pekerjaan kita dan sebagainya. Nah lawan kita itu 
(tentu bukan dalam bentuk perlawanan pada konflik ya) tentu saja aparat 
perpajakan. Medan perangnya adalah peraturan dan iklim perpajakan di 
Indonesia. (walaupun akan ada diantara para pembaca yang tidak setuju 
dengan hal ini, bisa saya maklumi)&lt;br /&gt;


Terkait dengan aparat perpajakan, apakah yang harus kita ketahui 
tentang mereka ? kelemahannya &amp;nbsp;agar dapat kita lawan kah? Tentu tidak. 
Kita mengenal petugas pajak justru untuk memudahkan pekerjaan kita 
khususnya terkait aturan perpajakan. Kita harus bekerja sama dengan 
mereka dan untuk bisa bekerja sama, kita harus kenal mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


Pada &lt;strong&gt;&lt;em&gt;opini&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; kali ini, kita akan mengenal 
petugas pajak yang ada di Kantor Pelayanan Pajak ( bukan yang ada di 
Kantor Wilayah atau pun Kantor Pusat). Pengenalan yang kita lakukan 
adalah pada profesi dan jabatannya, bukan pada namanya. Kalau anda kenal
 orangnya, yah itu urusan masing-masing. Ada pun bagian atau seksi yang 
ada di kantor pajak adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;


&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Seksi Pelayanan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi Pengolahan Data dan Informasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi Ekstensifikasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi Pengawasan dan Konsultasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi Pemeriksaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi Penagihan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Subag Umum&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fungsional Pemeriksa&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Penjabaran tugas mereka terkait kepentingan wajib pajak, kita bagi 
atas dua bagian berdasarkan intensitas pertemuan dengan wajib pajak dan 
kebutuhan dalam kegiatan organisasi yaitu:&lt;br /&gt;


&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Internalisasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Eksternalisasi&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;Internalisasi&lt;/b&gt; disini maksudnya adalah seksi yang mengurusi kegiatan 
internal kantor pajak. Meskipun kegiatan mereka tak jarang bersentuhan 
dengan wajib pajak, tapi itu sangat jarang. Seksi yang terkait 
internalisasi adalah&lt;br /&gt;


&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Subag Umum&lt;/b&gt; yang bertugas mengurus sarana dan prasarana 
kelengkapan kegiatan kantor pajak, seperti bendaharawan gaji, 
administrasi pegawai dan bagian rumah tangga&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Seksi pengolahan data dan Informasi&lt;/b&gt;; bagian ini yang mengolah 
SPT yang anda sampaikan, pada seksi ini juga yang memberikan data dan 
informasi wajib pajak yang dibutuhkan oleh petugas pajak lainnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Seksi pemeriksaan&lt;/b&gt;; petugas di seksi ini menyiapkan seluruh data 
yang dibutuhkan dalam pemeriksaan, jika anda melakukan restitusi atau 
kelebihan pembayaran pajak maka petugas seksi ini yang mengetahui 
rencana dan proses pemeriksaan terhadap anda&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Seksi pelayanan&lt;/b&gt;; seksi ini sebenarnya tidak hanya mengurus 
internalisasi namun juga eksternalisasi (dalam hal ini adalah proses 
pendaftaran NPWP/PKP dan penyampaian SPT oleh Wajib Pajak, hanya saja 
karena bertemunya WP dan Petugas Cuma bisa di KPP, maka dimasukkan 
sebagai internalisasi). Untuk urusan internal, seksi ini mengurus arus 
dokumentasi SPT mulai dari yang disampaikan oleh wajib pajak ke seluruh 
seksi yang membutuhkan. Seksi ini mengurus banyak hal diantaranya 
konfirmasi faktur pajak, arsip dan dokumentasi Wajib Pajak, permohonan 
PKP/NPWP dan SPT wajib Pajak.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Berikutnya adalah &lt;b&gt;eksternalisasi &lt;/b&gt;(sebagian besar kegiatan seksi ini 
berhubungan langsung dengan wajib pajak baik di lapangan maupun di KPP) 
yang terdiri atas empat seksi lainnya yaitu :&lt;br /&gt;


&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Seksi ekstensifikasi&lt;/b&gt;; anda yang tidak memiliki NPWP atau pun 
yang sudah seharusnya jadi PKP namun belum memiliki NPWP dan atau PKP, 
anda akan bertemu petugas dari seksi ekstensifikasi. Demikian halnya 
dengan anda yang sedang melakukan kegiatan Membangun Sendiri (PPN pasal 
16D), bersiaplah dengan petugas ini (kadang dilapangan, yang sering 
datang adalah AR dari seksi Waskon).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;seksi pengawasan dan konsultasi&lt;/b&gt;; ini adalah seksi yang paling 
sibuk di Kantor Pelayanan Pajak. pelaksana dari seksi ini disebut 
sebagai Account Representative (AR) yang mengurusi seluruh kegiatan 
wajib pajak, mulai dari hal yang sangat sederhana sampai hal penerimaan 
pajak. apa pun yang ingin anda tanyakan tentang pajak, mereka selalu 
siap membantu anda. Karena begitu banyak nya tugas para AR ini, rasanya 
harus ada bagian khusus yang akan mengulas tentang apa saja tugas AR 
ini. Atau mungkin anda bisa tanya pada para AR apa saja tugas mereka ( 
tokh mereka akan senang hati menjawab pertanyaan anda tentang masalah 
perpajakan)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;fungsional pemeriksa pajak&lt;/b&gt;; tentu anda bertanya mengapa mereka 
tidak termasuk seksi pemeriksaan sedang pekerjaan mereka adalah 
melakukan pemeriksaan? Fungsional pemeriksa ini adalah jabatan 
fungsional yang diberikan kepada petugas pemeriksa sedangkan petugas 
seksi pemeriksaan adalah jabatan struktural. Pemeriksa pajak terdiri 
atas beberapa kelompok (pemimpin kelompok disebut supervisor), yang 
setiap kelompok terdiri atas beberapa tim yang dipimpin oleh ketua tim 
dan memiliki beberapa orang anggota tim pemeriksa. Jika SPT anda 
menyatakan lebih bayar, anda akan bertemu mereka. Atau kantor pusat anda
 sedang diperiksa, dan anda pegawai kantor cabang, bersiap sedialah 
bertemu mereka.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;seksi penagihan&lt;/b&gt;; kalau anda bertemu dengan petugas seksi 
penagihan (khususnya juru sita) anda harus tahu bahwa itu karena anda 
telah&amp;nbsp; memiliki utang pajak. Mungkin tidak perlu saya jelaskan lebih 
lanjut, karena ketika anda sudah bertemu dengan para juru sita, anda 
sudah tahu lebih banyak.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Oh iya, pimpinan dari Kantor Pajak ini disebut &lt;b&gt;Kepala Kantor&lt;/b&gt;, yang bertanggung jawab atas banyak hal di Kantor Pelayanan Pajak.&lt;br /&gt;


Semoga tulisan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;opini&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; ini dapat membantu 
anda dan memberi anda kemudahan dalam melaksanakan hak dan kewajiban 
perpajakan anda. dan satu hal lagi, jika anda pembaca budiman, merupakan
 petugas di KPP dan merasa ada yang kurang dari tulisan ini, koreksi dan
 masukannya sangat berarti bagi penambah waswasan dan pengetahuan kita 
khususnya untuk dapat memahami pajak dengan bahasa yang sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;h3 id="reply-title" style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i style="font-weight: normal;"&gt;sumber : http://mhs.blog.ui.ac.id/henry.truman/2012/05/18/mari-berkenalan-dengan-petugas-pajak/&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (Unknown)</author></item><item><title>Masyarakat Mentawai Harapkan Depot Pertamina</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2012/05/masyarakat-mentawai-harapkan-depot.html</link><category>Berita Terkini</category><pubDate>Tue, 22 May 2012 09:35:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-5127558286387379</guid><description>&lt;br /&gt;Nasional | Selasa, 22 Mei 2012 05:20 WIB &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metrotvnews.com, Padang: Masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, mengharapkan adanya depot bahan bakar minyak Pertamina di daerah yang berjarak sekitar 100 mil laut dari pantai Kota Padang itu. Hal itu dikatakan anggota DPRD Sumbar Zailis Usman di Padang, Selasa (22/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Zailis, warga menyampaikan keinginan tersebut kepada para anggota DPRD Sumbar dari daerah pemilihan Sumbar-I (Kota Padang dan Kepulauan Mentawai) saat kunjungan kerja ke Mentawai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, Kepulauan Mentawai yang terdiri atas tiga pulau besar masing-masing Sipora, Siberut dan Pagai Utara Selatan serta 99 pulau kecil lainnya masih menjadikan moda transpotasi laut sebagai andalan utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kapal-kapal nelayan banyak mendominasi usaha masyarakat di kepulaun itu, baik skala besar, menengah maupun kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendukung transportasi laut dan kegiatan ekonomi di bidang kelautan, maka mendesak adanya depot Pertamina untuk menjamin suplai bahan bakar minyak (BBM). Keberadaan depot Pertamina di Mentawai, katanya, sekaligus untuk mengatasi persoalan langkanya BBM yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelangkaan tersebut telah menyebabkan banyak persoalan di Mentawai baik di bidang transpotasi, ekonomi dan sosial ditengah masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Zailis, kelangkaan BBM di Mentawai telah menimbulkan biaya tinggi yang dapat merugikan masyarakat dan pembangunan daerah itu. Ia menyebutkan, harapan dan permintaan masyarakat Mentawai itu akan disampaikan anggota DPRD Sumbar kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Barat. (Ant/Wrt3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;

&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>Bank Dunia Keluarkan Data Lingkungan 200 Negara</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2012/05/bank-dunia-keluarkan-data-lingkungan.html</link><category>Berita Terkini</category><pubDate>Tue, 22 May 2012 09:31:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-2414309750214641224</guid><description>&lt;br /&gt;Internasional | Minggu, 20 Mei 2012 16:16 WIB &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;&amp;nbsp;ilustrasi &lt;br /&gt;Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Dunia mengeluarkan kompilasi tahunan data lingkungan yang mencakup lebih 200 negara. Data berisi informasi terkini mengenai pertanian, kehutanan dan biodiversitas, energi dan emisi serta sanitasi dan kelautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Little Green Data Book 2012 adalah perangkat yang penting bagi negara-negara untuk mengukur, menilai dan mengelola sumber daya alam mereka," kata Wakil Presiden untuk Pembangunan Berkelanjutan Bank Dunia Rachel Kyte dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Ahad (20/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rachel Kyte memaparkan, di antara beragam pengukuran berkelanjutan, "Little Green Data Book" dari Bank Dunia juga meliputi indikator "Adjusted Net Savings" yang memperhitungkan tingkat nilai ekonomi sesungguhnya setelah melihat catatan investasi SDM, pengurasan sumber daya alam dan tingkat kerusakan akibat polusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku tersebut juga mencakup indikator "Adjusted Net National Income", yang menghitung secara luas pendapatan nasional yang menyangkut dengan pengurasan energi, mineral dan sumber daya hutan. "Informasi dalam Little Green Data Book dapat membantu pembuat kebijakan, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperhitungkan nilai sumber daya alam dan peran mereka dalam pembangunan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memaparkan, data dalam buku tahun 2012 ini juga memperkenalkan seperangkat indikator dalam lingkungan kelautan, termasuk persentase wilayah perairan suatu negara yang di dalamnya merupakan area yang terlindungi, terumbu karang dan hutan bakau serta mencakup volume perikanan tangkap dan budidaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, eksploitasi berlebihan dan pengelolaan yang buruk terkait dengan sumber daya kelautan telah menghasilkan kesempatan yang hilang untuk mengembangkan tingkat kesejahteraan, meningkatkan risiko dalam ketahanan pangan global dan menghilangkan kesempatan ekonomi bagi kaum miskin dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kekayaan alam dari pangan perikanan, turisme berbasis alam, perlindungan pantai, penyimpanan karbon dan luasnya pengaturan ekosistem kelautan semuanya hanya bisa terjadi dengan kondisi laut yang sehat," kata Kyte.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Dunia memperkirakan kekayaan perikanan global, bila dikelola dengan baik, dapat menghasilkan antara 120 - 900 miliar dolar AS per tahun, dengan potensial terbesar di Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, lembaga keuangan multilateral itu juga menyatakan sektor kelautan dan perikanan sangat penting antara lain bagi negara-negara berkembang yang berbentuk kepulauan kecil. Sedangkan bagi negara-negara berpendapatan rendah, sumber daya alam menjadi aset penting yang dapat mencakup hingga sekitar 36 persen dari kekayaan total yang mereka miliki.(MI/BEY)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;

&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>Sektor kelautan&amp;perikanan diharapkan jadi arus utama ekonomi</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2012/05/sektor-kelautan-diharapkan-jadi-arus.html</link><category>Berita Terkini</category><pubDate>Tue, 22 May 2012 09:28:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-4399511948596959999</guid><description>&lt;br /&gt;Senin, 21 Mei 2012 05:32 WIB | 1484 Views&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Sektor kelautan dan perikanan di Indonesia diharapkan menjadi arus utama dalam bidang perekonomian di Tanah Air terlebih Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang terkemuka dengan eksistensi baharinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Potensi sektor kelautan dan perikanan Indonesia dapat menjadi arus utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam mendukung keamanan pangan," kata Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Andha Fauzie Miraza saat memimpin perayaan Hari Kebangkitan Nasional di Paviliun Indonesia, Expo 2012 Yeosu, Korea Selatan, seperti disampaikan dalam siaran pers KKP yang diterima di Jakarta, Minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keikutsertaan pemerintah Indonesia dalam Expo 2012 Yeosu tersebut juga merupakan upaya untuk mempertahankan eksistensi Indonesia di mata dunia internasional sebagai negara bahari dan kepulauan terbesar yang memiliki banyak sekali keanekaragaman hayati laut di dalam kawasan perairannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, menurut dia, dibutuhkan sebuah strategi yang tepat dalam mempromosikan potensi laut Indonesia di samping merebut peluang pasar produk perikanan di dunia internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keikutsertaan Indonesia dalam ajang ini adalah untuk membangun sebuah hubungan dan jejaring kerja sama internasional serta semua unsur yang terkait didalamnya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga mengatakan, ajang tersebut juga dinilai tepat sebagai sebuah sarana efektif dan efisien di dunia kelautan dan perikanan dalam mempercepat laju pertumbuhan pariwisata bahari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, keikutsertaan Indonesia dalam ajang ini juga bertujuan untuk mengangkat isu-isu kelautan ke kancah internasional serta dalam upaya memperkuat kapasitas Indonesia sebagai suatu bangsa yang tidak bisa dipisahkan dari sumber daya alam yang ada, khususnya sumber daya kelautan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paviliun Indonesia di kegiatan yang akan berlangsung selama tiga bulan (12 Mei - 12 Agustus) itu mengusung tema "Keindahan Indonesia: Memelihara Keragaman Tropis".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kegiatan ini, Paviliun Indonesia hingga Minggu (20/5) ini telah dikunjungi sebanyak 28 ribu orang semenjak dibuka tanggal 12 Mei 2012 atau rata-rata pengunjung adalah 3-4 ribu orang per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Indonesia sendiri menargetkan sebanyak 300 ribu orang yang akan berkunjung ke paviliun selama berlangsungnya pameran ini," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Expo 2012 Yeosu Korea Selatan merupakan pameran berskala internasional yang dapat menampung hingga 8 juta pengunjung dan diikuti lebih dari 130 negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;

&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>Sunrain, Perusahaan yang terdaftar di Shanghai, Memimpin Pengembangan Baru Industri Tenaga Panas Surya</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2012/05/sunrain-perusahaan-yang-terdaftar-di.html</link><category>Berita Terkini</category><pubDate>Tue, 22 May 2012 09:23:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-9008524783836233763</guid><description>&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AsiaNet 49397&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SHANGHAI, 21 Mei 2012 (ANTARA/PRNewswire-AsiaNet) --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sunrain Solar Energy Co., Ltd (kode saham: 603366SH) menerbitkan saham resmi lembar-A yang terdaftar di bursa utama Shanghai Stock Exchange, 21 Mei 2012. Sebagai pemimpin dunia dalam industri tenaga panas surya, Sunrain bertujuan membangun merek terkenal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sunrain, yang menjadi perusahaan pertama yang terdaftar di China dalam industri tenaga panas matahari, akan mendapatkan perhatian dalam hal konservasi energi dan pasar modal. Melalui ini, Sunrain akan memimpin revolusi dan mendorong pengembangan industri tenaga panas surya China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sunrain Solar Energy, yang mengkhususkan diri dalam pembuatan penelitian teknis dan promosi pasar energi tenaga panas surya, serta produk aplikasi energi baru lainnya, telah menyediakan solusi sistem air panas tenaga surya untuk ribuan keluarga di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Keuntungan bakat: Menyiapkan produk, bakat dan sistem nilai, serta pembentukan pusat penelitian teknik surya yang menguntungkan universitas dan perguruan tinggi terkemuka. Sunrain berfokus pada peningkatan karyawan yang berkontribusi terhadap Sunrain dan akhirnya seluruh industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Keuntungan skala: Dengan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan industri tenaga panas surya, Sunrain telah mencapai pertumbuhan pesat dan pangsa pasar yang meningkat. Dari tahun 2008 hingga 2011, pangsa pasar Sunrain masing-masing sebesar 3,6%, 5,7%, 7,3%, dan 8,2%, di peringkat pertama dalam industri. Pada tahun 2011, omset Sunrain melampaui 3 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Integrasi industri menyaksikan lompatan yang luar biasa. Selama proses ini, pusat di Lianyungang, Yanzhou dan Luoyang dibangun berturut-turut. Sunrain adalah perusahaan pertama dalam industri yang memproduksi tabung kasar, tabung hampa udara, dan sistem pemanas air tenaga surya dalam satu pabrik. Sunrain memiliki keunggulan kualitas tinggi, biaya rendah, dan efisiensi besar serta merupakan satu-satunya perusahaan yang dapat mengembangkan dan memproduksi tabung kaca hampa udara, tabung kaca panas, pipa pengunci panas kaca-logam, dan alat pengumpul panas surya plat datar pada saat yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sunrain telah menggiatkan produktivitas, pemasaran, penelitian dan program modal kerja lainnya. Ketika dilaksanakan, penjualan diperkirakan telah meningkat menjadi 3,36 miliar Yuan dengan laba bersih 0,355 miliar Yuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengan menjunjung tinggi Filsafat Manajemen "Menciptakan merek terkenal di dunia, membangun perusahaan selama seabad"," dan Gagasan Pengembangan "Menempa nilai dan kepentingan di masyarakat serta antara perusahaan dan penjual"," Sunrain membangun produk, bakat, dan nilai-nilai yang pada gilirannya membentuk keunggulan kompetitif dalam teknologi dan manajemen yang sangat efisien untuk pembangunan berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; http://www.sunrain.com/Global/Global.html &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;

&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>Sebuah Rantai Emas</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2012/04/sebuah-rantai-emas.html</link><category>Hiburan</category><pubDate>Fri, 13 Apr 2012 07:34:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-7558912706704974814</guid><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
Persahabatan adalah Rantai Emas,&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
Link bersahabat begitu dalam,&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
Dan seperti sebuah permata langka dan berharga&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
yang selalu berharga sepanjang masa ...&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
Memegang erat kebersamaan&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
Dengan rasa cinta yang mendalam dan benar,&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
Dan itu kaya dengan kenangan indah&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
dan kenangan juga ...&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
Waktu tidak dapat menghancurkan keindahannya&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
Karena, itu memori selama hidup,&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
Tahun tidak dapat menghapus kesenangan&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
Bahwa dari persahabatan memberi sukacita ...&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
Untuk persahabatan adalah karunia yang tak ternilai&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
Yang tidak dapat dibeli atau dijual,&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
Tapi untuk memiliki pemahaman teman&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
Bernilai jauh lebih daripada emas ...&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
Dan Rantai Emas Persahabatan&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
selayaknya dasi yang selalu di ikat erat&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;
Mengikat hati untuk bersama&lt;/div&gt;
meskipun tahun-tahun terlewati.&lt;span class="”fullpost”"&gt;

&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>Mahasiswa sebagai sparring partner dalam kampanye kampus</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2012/04/mahasiswa-sebagai-sparring-partner.html</link><category>Artikel</category><pubDate>Fri, 13 Apr 2012 07:27:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-8394967715245713249</guid><description>&lt;h2&gt;
&lt;center&gt;&lt;span style="color: #000099;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;table border="0"&gt;

&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;

&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;

Bahan ini cocok untuk Semua Sektor Pendidikan.&lt;br /&gt;

Nama &amp;amp; E-mail (Penulis): &lt;a href="mailto:umam_wb@plasa.com"&gt;nailul umam wibowo&lt;/a&gt;

&lt;br /&gt;Saya Guru di Surakarta

&lt;br /&gt;Tanggal: 26 januarai 2004

&lt;br /&gt;Judul Artikel: mahasiswa sebagai sparring partner dalam kampanye kampus

&lt;br /&gt;Topik: kampanye kampus dan pendidikan &lt;br /&gt;
Oleh Nailul Umam WB*&lt;/b&gt;

&lt;div align="justify"&gt;


Pemerintah pada Pemilu 2004 memperbolehkan partai politik (parpol) 
berkampanye di kampus. Hal ini memancing reaksi dari kalangan civitas 
akademika.  Menurut Malik Fajar, model kampanye kampus tidak sama dengan
 model kampanye pengerahan massa. Kampanye di kampus akan lebih 
mengedepankan ciri akademis dengan cara dialogis. Suatu model kampanye  
yang "akan bermanfaat bagi pendidikan politik para mahasiswa" (Republika
 26/2/2003). Parpol di perbolehkan kampanye sesuai  mekanisme kampanye 
yang ditetapkan oleh masing masing  kampus.  
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Hampir setiap kampus, mayoritas kalangan aktifis mahasiswa menolak 
kehadiran parpol untuk berkampanye. Setidaknya kalangan mahasiswa 
melihat dan mempunyai beberapa alasan mendasar atas penolakan mereka 
terhadap kampanye  di kampus. Pertama,  adanya alasan pinsipil dan 
perbedaan  diametral antara dunia politik dan dunia pendidikan. Kalangan
 pendidikan membangun bangsa  dalam jangka  panjang,  secara terarah dan
 berkesinambungan. Untuk itu tiap lembaga pendidikan, dalam hal ini 
kampus, telah mempunyai blue print  arah kebijakan dan tujuan 
pendidikan. Sementara partai politik lebih mementingkan kepentingan 
jangka pendek. Kalau toh dalam AD/ART dan janji  parpol tersebut 
mengemukakan  hal hal yang bersifat idealita,  itu berubah seratus 
delapan puluh derajat manakala mereka telah mendapatkan "kursi" di 
carinya, dan inilah fakta yang ada selama ini.   Kepentingan jangka  
pendek inilah yang membedakan  parpol dengan kampus/lembaga pendidikan. 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kedua, kekhawatiran politisasi kampus oleh pihak pihak tertentu. Dengan 
diperbolehkannya kampus dipakai sebagai ajang kampanye parpol, aktifis 
mahasiswa menduga adanya kepentingan dan konsesi tertentu dan juga 
kemudahan akses bagi kampus dalam melakukan sesuatu terutama dengan bila
 bekerjasama dengan parpol pemenang terutama yang di prediksikan 
pemenang pemilu. 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Ketiga, realitas  lapangan menunjukkan bahwa kinerja "wakil rakyat" 
belum memuaskan (untuk tidak mengatakan: mengecewakan!). Tingkah laku 
elit politik yang tak mencerminkan  kondisi rakyat kecil dan tidak 
adanya sense of crisis. Hal ini semakin menguatkan asumsi bahwa anggota 
legislative adalah wakil parpol yang tidak mewakili dan memperjuangkan 
kepentingan  rakyat kecil tetapi lebih mementingkan kepentingan golongan
 dan parpolnya. Di saat rakyat tercekik oleh kebutuhan ekonomi, politisi
 di beberapa DPRD seperti Boyolali, Sukoharjo  dan Sragen meminta dana 
purnabhakti 25-35 Juta atas perjuangan mereka di legislatif.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Alasan kampanye di kampus merupakan pendidikan politik mungkin ada 
benarnya. Selama ini pendidikan pilitik tak pernah ada dalam perkuliahan
 kecuali fakultas sosial politik.   Dengan demikian mahasiswa akan melek
 politik. Dan lagi pula kampanye tersebut parpol 'diharapkan" tidak 
membawa massa. Kampanye dalam bentuk diskusi dialogis, tiap jurkam 
memaparkan program parpolnya, calon presidennya dan menyampaikan 
janji-janjinya.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dengan demikian, agar terjadi keseimbangan atau balance dalam kampanye 
kampus, menurut penulis perlu beberapa tawaran alternatif. Pertama, 
karena yang maju dalam kampanye adalah tiap jurkam dengan segala program
 parpol dan hal positif lainnya, maka pihak aktifis mahasiswa dan 
akademisi kampus perlu memposisikan diri sebagai subyek kritis. Jurkam 
harus siap "dikuliti" porgram parpolnya -yang sering kali berbentuk 
konsep ideal--  dengan realita yang terjadi di lapangan, dengan kondisi 
utusannya yang menjadi wakil rakyat. Artinya akademisi dan aktifis 
kampus adalah subyek dan bukan obyek, bersikap positif dan lebih bijak 
terhadap parpol tetapi juga tidak meninggalkan sikap kritis yang menjadi
 tradisi keilmuan kampus. Pemilihan umum adalah wahana penyaluran 
aspirasi secara demokratis. Pemilih merupakan subyek yang bebas 
menentukan hak pilihnya  sesuai dengan aspirasinya, atau tidak memilih 
sama sekali dan aktif mengcounter parpol bila memang parpol di anggap 
membodohi kampus dan rakyat. Kondisi ini memungkinkan titik temu antara 
parpol, rektorat dan aktifis mahasiswa.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Wal hasil, kampus perlu aktif menjadi "sparring partner" parpol dalam 
memberi arah dan mengkontruksi sejarah masa depan bangsa. Upaya ini bisa
 dengan kerja sama melalui simbiosis mutualisme antara kampus dan 
parpol, dengan tetap kritis tentunya.   Bisa juga sparring partner ini 
dalam bentuk sikap oposisi kampanye. Bila parpol dengan janji janjinya, 
kampus dengan penilaian kritis. Dan jika perlu aktifis kampus 
mengkampanyekan  golongan putih (golput) sebagai salah satu pilihan 
masyarakat, dan sebagai sikap ketidak puasan dan kritis yang demokratis 
atas janji saat kampanye dan kenyataan yang ada pada parpol ketika telah
 memperoleh kursi.  Dengan adanya giolput parpol mengetahui seberapa 
besar kepercayaan pemilih.  Dan memungkinkan pengukuran secara nominal 
seberapa besar  golput pada berbagai macam pemilu yang akan ada. 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penulis adalah guru SLTP Al-Islam Kartasura (Alumni PM Gontor dan Tarbiyah FAI UMS )

 &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span class="”fullpost”"&gt;

&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>Korupsi Pendidikan sangat Merugikan Bangsa</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2012/04/korupsi-pendidikan-sangat-merugikan.html</link><category>Artikel</category><pubDate>Fri, 13 Apr 2012 07:24:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-8290987005885349955</guid><description>&lt;h2&gt;
&lt;center&gt;&lt;span style="color: #000099;"&gt;&lt;br /&gt; 
&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table border="0"&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;
&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;
Bahan ini cocok untuk Semua Sektor Pendidikan.&lt;br /&gt;
Korupsi Pendidikan sangat Merugikan Bangsa&lt;br /&gt;
Pengirim dan E-Mail: &lt;a href="mailto:mailsys@smu-net.com"&gt;SMUnet Administrator&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
SMUnet dikelola oleh Media Informasi Online &lt;br /&gt;
STIKOM Surabaya, &lt;a href="http://www.stikom.edu/" target="_blank"&gt;http://www.stikom.edu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Tanggal: 31 Mar 2003&lt;br /&gt;

&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;YOGYAKARTA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko 
Kesra) Jusuf Kalla Kalla menegaskan, korupsi yang 
terbesar di negeri ini justru dilakukan oleh 
kalangan pendidikan.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Korupsi dunia pendidikan itu berbentuk 
pengatrolan nilai dari oknum pendidik, untuk meluluskan 
peserta didiknya. Pada Rakernas Perguruan Tinggi 
se-Indonesia di Yogyakarta, Kamis (27/3), Menko 
Kesra mengatakan, selama ini kalangan pendidik akan 
sangat bangga jika anak didiknya dapat lulus 100%. 
\"Akibatnya sangat buruk, anak-anak menjadi 
merasa bahwa belajar itu tidak perlu.\"
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dia menjelaskan, sekarang ini kalangan pejabat, 
termasuk mereka yang duduk di dunia pendidikan, 
harus bisa tegas tidak meluluskan anak yang tidak 
pantas untuk naik kelas atau tidak pantas lulus 
karena nilainya memang kurang mencukupi. \"Bahkan 
perlu kita menertawakan sekolah-sekolah yang masih 
bangga dengan keberhasilannya meluluskan 100% 
anak didiknya.\"
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengatrolan nilai demi angka kelulusan semacam 
ini harus segera dihilangkan. Sebab menurut Menko, 
hal ini akan berakibat fatal, yaitu pembodohan 
dan menimbulkan kemalasan peserta didik.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengawasan BBM
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada kesempatan yang sama, Menko Kesra 
menandatangani kerja sama dengan 35 perguruan tinggi di 
Indonesia, untuk terlibat melakukan pemantauan dan 
evaluasi pelaksanaan PKPS BBM (Program Kompensasi 
Pengurangan Subsidi Bahan Bakan Minyak), yang 
akan dilaksanakan 2003 ini di sejumlah daerah.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Beberapa waktu lalu pihak Menko Kesra sudah 
meminta kesediaan kalangan perguruan tinggi untuk 
membantu mengawasi pelaksanaan PKPS BBM, demi 
mencegah kebocoran dan penyalahgunaan dana.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Ketua Pelaksana Koordinasi Sosialisasi dan 
Pemantauan PKPS BBM Kantor Menko Kesra Soedjono 
Poerwaningrat mengatakan, pemantauan dan evaluasi yang 
dilaksanakan oleh perguruan tinggi, berbeda dengan 
pemantauan yang dilakukan oleh unsur 
pemerintahan.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Ia mengatakan, pemantauan yang dilakukan oleh 
perguruan tinggi itu antara lain berupa sejauh mana 
pelaksanaan PKPS BBM berlangsung, sesuai dengan 
ketentuan sasaran yang dituju, jumlah dan mutu, 
serta waktu yang ditetapkan.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
\"Selain itu pihak perguruan tinggi akan 
menganalisis faktor penyebab bila terjadi ketidaktepatan, 
melakukan kajian evaluatif tentang efektivitas 
program, dan memberikan umpan balik kepada 
penyelenggara PKPS BBM tentang masalah, hambatan 
penyaluran kompensasi serta upaya perbaikan yang dapat 
ditempuh selama pelaksanaan program itu,\" 
jelasnya.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Disebutkan, selama tiga tahun terakhir ini dana 
PKPS BBM terus mengalami kenaikan. \"Pada 2000 
lalu sebesar Rp800 miliar, pada 2001 menjadi Rp2,2 
triliun, 2002 menjadi Rp2,8 triliun, dan pada 2003 
ini dialokasikan sebesar Rp4,4 triliun.\"
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Menurut Soedjono, tujuan program tersebut adalah 
untuk meringankan beban pengeluaran masyarakat 
khususnya yang tidak mampu, dengan kompensasi yang 
meliputi beras murah, bantuan pendidikan umum dan 
pendidikan agama, bantuan pelayanan kesehatan, 
bantuan bahan makanan untuk panti sosial, bantuan 
alat kontrasepsi, bantuan transportasi, 
pemberdayaan masyarakat pesisir, dana bergulir, dan 
penanggulangan pengangguran.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Perguruan tinggi yang terlibat dalam kerja sama 
pengawasan ini antara lain Institut Teknologi 
Bandung, Universitas Islam Indonesia, Universitas 
Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas 
Haluoleo, dan lain-lain. (media)
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span class="”fullpost”"&gt;

&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>Menko Perekonomian dan Meristek Teken Prasasti MP3EI di Pelalawan</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2012/04/menko-perekonomian-dan-meristek-teken.html</link><category>Berita Terkini</category><pubDate>Fri, 13 Apr 2012 07:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-7664622558100466557</guid><description>&lt;span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;img align="left" height="75" src="http://www.riauterkini.com/gambar/mp3.JPG" width="100" /&gt;Betempat
 di Langgam, Pelalawan dilakukan penandatanganan Prasasti MP3EI. Adalah 
Menko Ekuin Hatta Rajasa dan Menristek Husti M Hatta yang menenennya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riauterkini-PANGKALANKERINCI-Kecamatan
 Langgam Kabupaten Pelalawan ditunjuk BPPT Pusat sebagai salah satu 
kawasan industri hilir kelapa sawit wilayah Sumatera.
Guna menyukseskan program tersebut Selasa (10/4/12) bertempat di gedung 
daerah
Mangku Diraja, Menteri Perekonomian Ir. H. Hatta Rajasa, Menteri Riset 
dan Teknologi
Prof. Dr. Ir. H Gusti M. Hatta menanda tangani prasasti Masterplan 
Percepatan dan
Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada kesempatan tersebut, Merinstek menyebutkan, UU nomor  17 tahun 2007 tentang
RPJPN tahun-2025, telah menegaskan bahwa pembangunan ekonomi di arahkan kepada
peningkatan daya saing dan ekonomi berbasis pengetahuan. Hal ini sejalan dengan
MP3EI dengan mengintergrasikan 3 hal. Pertama, mengembangkan potensi ekonomi wilayah
enam koridor ekonomi Indonesia yaitu salah satu ekonomi sumatera, kedua memperkuat
konektivitas nasional yang integritasi secara lokal dan terhubung secara global,
ketiga memperkuat kemampuan SDM dan Iptek nasional untuk mendukung pengembangan
program utama di setiap koridor ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img align="left" src="http://www.riauterkini.com/gambar/mp3.JPG" /&gt;
Peningkatan kemampauan teknologi akan tumbuh lebih cepat apabila kemampuan inovasi
terus didorong dan dibuat dalam kerangka yang lebih sistematis dan kondusif,
sehingga setiap pemangku kepentingan seluruh stakholder dan sumber daya daerah,
dapat bekerja sama untuk bersinergi menghasilkan sesuatu yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Oleh karena itu, pengembangan, koridor ekonomi MP3EI harus di iringi, dengan
penguatan klaster inovasi sebagai centre of exelence dalam rangka mendukung
peningkatan kemampauan berinovasi untuk peningkatan daya saing. Pengembangan center
of exelence tersebut diharapkan terintegrasi kuat dengan klaster-klaster unggulan
yang terbentuk dalam kawasan yang dikenal dengan kawasan teknopolitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kabupaten Pelalawan yang termasuk dalam koridor ekonomi sumatera telah menetapkan
sistem inovasi daearah (Sida) sebagai tema penting dalam pengembangan daerahnya,
yang mendukung pengembangan kawasan teknopolitan, industri sawit. Kelapa sawit
merupakan kegiatan ekonomi utama di koridor sumatra, selain karet dan batubara.
Kabupaten Pelalawan telah melakukan lompatan pola pikir dengan menggagas pembangunan
teknopolitan untuk mendukung berkembangnya, potensi kelapa sawit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 
Sementara itu, Meteri Perekonomian, Hatta Rajjasa, mendukung Kabupaten Pelalawan
menjadi, kawasan teknolpolitan. Dengan, ditunjuknya kabupaten Pelalawan sebagai
kawasan tekonopolitan, akan mempercepat laju pertumubuhan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Hadir pada kesempatan tersebut,  Kepala BPPT Pusat yakni Dr. Ir. Marzan Azis
Iskandar, juga ikut membubuhkan tanda tangan MOU RPJMD Kabupaten Pelalawan, Gubernur
Riau Rusli Zainal, sejumlah Kepala Daerah, Dirut Perusahaan Kelapa Sawit.***(feb)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;

&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>Masalah Baru Ekonomi Lingkungan Hidup</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2012/03/masalah-baru-ekonomi-lingkungan-hidup.html</link><category>Artikel</category><pubDate>Wed, 14 Mar 2012 10:16:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-1733608105623461516</guid><description>&lt;br /&gt;Salah satu motif paling kuat dari globalisasi ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi yang tak kenal batas. Perdagangan internasional telah menjadi jaminan paling konkret sehingga produksi dalam negeri dapat ditingkatkan, standar hidup warga masyarakat suatu negara dapat diperbaiki, dan isolasi bangsa-bangsa dapat dibuka seluas-luasnya. Pertumbuhan ekonomi suatu negara, dengan demikian, menjadi dasar paling kuat dari keterlibatan banyak negara dalam perdagangan global.&lt;br /&gt;Tetapi, gagasan pertumbuhan ekonomi itu sendiri tidak tanpa kesulitan. Kesulitannya tidak terutama menyangkut manfaatnya sebagai alat ukur yang efektif bagi perbaikan taraf hidup masyarakat, melainkan menyangkut motifnya yang terdalam. Dalam hal yang pertama, gagasan pertumbuhan ekonomi dapat dilihat sebagai ukuran keberhasilan pemerintahan dalam mengembangkan ekonomi negaranya. Tetapi, dalam hal yang kedua, persoalan kita menjadi: Apa motif terdalam gagasan ini dan bagaimana pengaruhnya bagi konsep kesejahteraan bersama? Jika gagasan tersebut mewakili ambisi individualistis, bagaimana konsep pertumbuhan ekonomi ini dapat merusak kesejahteraan fisik manusia sekarang dan generasi manusia yang akan datang? Pertanyaan ini menyentuh kebijakan pembangunan, lingkungan hidup, dan relasi ekonomi dan ekologi.&lt;br /&gt;1. Perdagangan Internasional dan Lingkungan&lt;br /&gt;Dilihat dari sudut prestasi ekonomi yang dicapai manusia, pertumbuhan ekonomi dewasa ini mengalami kemajuan yang luar biasa. Sampai dengan awal abad ke-20, manusia baru bisa menghasilkan produk senilai $600 miliar. Tetapi menjelang akhir abad ke-20, yaitu tahun 1995, jumlah produk yang dihasilkan sudah mencapai nilai $31 triliun. Pada tahun 2040, kita dapat memperkirakan jumlah tersebut akan mencapai 3 kali dari prestasi terakhir ini. Faktor pendorong dapat dilihat pada apa yang terjadi selama tiga dasawarsa terakhir. Selain rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia yang mencapai 3% per tahun, perdagangan internasional mengalami perkembangan semakin cepat, rata-rata 5% per tahun. Pertumbuhan perdagangan dunia tersebut membawa akibat positif bagi pertumbuhan ekonomi banyak negara.&lt;br /&gt;Besarnya peranan perdagangan bagi pertutnbuhan ekonomi, dapat dilihat dari peranan yang diberikan oleh transportasi. Miliaran ton kargo dikirim dari satu negara ke negara lain dengan truk, kapal laut, dan pesawat pengangkut udara. Komoditi yang dikirim tidak hanya barang mentah, yang harus diproduksi di sebuah negara lain yang memiliki teknologi yang lebih canggih, melainkan juga barang yang langsung dikonsumsi. Buah-buahan dari Amerika Latin ke Amerika Utara, ke Eropa, bahkan ke Asia Tenggara. Dan minuman jus, soft drinks, bir, yang diproduksi di negara maju dapat dengan mudah masuk ke wilayah Asia dan Afrika. Begitu juga dengan daging sapi dari Eropa, Australia, dan Brasil, bisa dengan amat gampang dikirim berton-ton ke berbagai wilayah di Afrika dan Asia. Perdagangan internasional, dengan demikian, dimudahkan dengan lancarnya transportasi antar negara.&lt;br /&gt;Di balik keberhasilan yang menakjubkan dalam bidang transportasi, kita menyaksikan kerugian yang harus dialami oleh lingkungan hidup kita. Transportasi membutuhkan banyak energi, yang bisa menghabiskan cadangan minyak dunia dan meninggalkan polusi yang luar biasa besar. Emisi CO2, bisa mencapai dua atau tiga kali lebih besar dari sebelumnya. Maka, menjadi pertanyaan paling urgen yang harus dijawab manusia dewasa ini adalah bagaimana menghitung dan membebankan social costs, biaya sosial yang harus dibayarkan, karena kerugian atau kerusakan alam dan tata hubungan antara manusia dan alam: kemiskinan, penyakit, dan bahkan kerugian sosial budaya?&lt;br /&gt;Pertanyaan ini tidak hanya relevan untuk jasa transportasi, tetapi juga dapat dikenakan bagi industri yang meninggalkan limbah yang memiliki potensi perusakan lingkungan hidup, seperti industri makanan, pakaian, mobil, dan baja. Penerapan kebijakan social costs, dimaksudkan untuk memberi perlindungan lingkungan. Dalam praktek, social costs harus menjadi kebijakan pemerintahan setempat, karena merekalah yang memiliki otoritas untuk menentukan sejauh mana suatu komoditi dalam memenuhi syarat lingkungan hidup. Pemerintah memiliki tugas mengatur perdagangan yang adil. Sebagaimana halnya ia dianggap tidak adil jika ia memberi subsidi bagi perusahaan swasta berdasarkan aturan-aturan perdagangan yang adil, begitu juga ia akan dianggap tidak adil jika membiarkan perdagangan yang tidak adil, karena adanya pelanggaran terhadap standar lingkungan hidup yang sudah ditetapkan.&lt;br /&gt;2. Masalah Kapasitas Bumi&lt;br /&gt;Menggugat kebijakan pengembangan ekonomi tidak selalu dapat menguntungkan pertumbuhan ekonomi. Sudah lama sikap kritis ini disebut sebagai eco-imperialism. Ahli ekonomi yang pro pada tesis pertumbuhan ekonomi, menanggapi sinis gerakan lingkungan hidup. Kritik terhadap konsep pertumbuhan ekonomi dan perdagangan global, dinilai sebagai pandangan kritis yang tidak menguntungkan ekonomi.&lt;br /&gt;Berbagai asumsi dan kritik terhadap tesis pertumbuhan ekonomi, sebenarnya tidak sesederhana itu. Justru yang hendak dipersoalkan adalah mengenai kapasitas bumi, tempat di mana manusia hidup dan berproduksi. Inti pertanyaan lingkungan adalah: Sejauh mana kedekatan kita dengan keterbatasan kapasitas bumi? Sejauh mana kapasitas ruang bumi mendapat perhatian ekonomi global sehingga ruang bumi yang kita diami pantas bagi populasi manusia?&lt;br /&gt;Pertanyaan ini bukan suatu pertanyaan ekologis murni, tetapi sebenarnya merupakan pertanyaan ekonomi. Pertanyaan ini mencoba menyentuh dimensi ekonomi dari bumi yang kita diami ini. Apakah bumi kita begitu kaya sehingga menjadi jaminan bagi pertumbuhan ekonomi? Bagairnana jika kita melihat kenyataan yang sebenarnya dalam bidang kapasitas fotosintesis, air bersih, udara yang bersih dan sehat, bagi penduduk manusia.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan kapasitas fotosintesis alam, sering dikatakan oleh para ahli biologi, bahwa kehidupan muncul karena reaksi kimia (fotosintesis) yang mengubah radiasi matahari menjadi biomass (rumput, dedaunan, pohon dan sebagainya), yang kemudian dapat dimakan oleh binatang herbifora, dan secara tidak langsung oleh binatang karnifora. Menurut teori biologi tersebut, sinar matahari merupakan satu-satunya faktor yang menentukan fotosintesis.&lt;br /&gt;Selain fotosintesis, setiap tumbuhan dapat bertumbuh dengan baik jika iklimnya menunjang, persediaan air mencukupi, serta kualitas kesuburan tanah yang memadai. Jika demikian kenyataannya, pertanyaan penting yang harus diajukan adalah apakah persediaan makanan yang bersumber dari kegiatan fotosintesis dan pertumbuhan tumbuhan, dapat menjamin hidup penduduk umat manusia yang semakin membengkak? Jika pada tahun 2050 kita mcmperkirakan perkembangan penduduk mencapai 7,8 miliar, pertanyaan ini akan menjadi serius karena kegiatan fotosintesis alam memiliki keterbatasannya. Dari segi permasalahan ini, dapatkah ekonomi memiliki jawaban yang memuaskan.&lt;br /&gt;Selain masalah fotosintesis, masalah lain yang mendesak adalah masalah persediaan air minum. Bumi kita memang sebagian besar terdiri dari air, tetapi air yang pantas diminum hanya 3% dari total air yang ada di bumi. Itu pun termasuk air tanah, sungai, dan danau. Begitu juga, distribusi air minum pun berbeda-beda. Eropa, misalnya, sangat kaya akan air minum. Tetapi, dunia Afrika dan Timur Tengah, yang sebagian besar terdiri dari gurun pasir, air merupakan kenyataan yang langka. India dan Cina, di mana penduduk sangat banyak, juga mengalami kesulitan yang besar dengan air minum, jika tidak ada kebijakan mengenai pembatasan kependudukan. Maka, realitas bumi kita memiliki keterbatasan dalam bidang persediaan air minum dan air bersih yang pantas untuk hidup manusia.&lt;br /&gt;Ilustrasi tentang fotosintesis dan air di atas, sudah menunjukkan bahwa bumi memiliki keterbatasan riil terhadap kebutuhan manusia yang semakin meningkat jumlah. Yang lebih krusial adalah masalah ketiga, yaitu masalah polusi udara yang semakin kritis. Sejak tahun 1985 sudah diperingatkan bahwa lapisan ozon semakin tipis, dan karena itu, semakin banyak orang yang terkena sinar ultraviolet B. Akibatnya adalah jumlah penderita kanker kulit dan kataraks semakin banyak. Penipisan lapisan ozon ini berkaitan dengan pemakaian chlorofluorocarbons (CFCs) untuk lemari es dan air conditioners. Selain itu, penipisan lapisan ozon berhubungan dengan emisi karbon dari pembakaran minyak. Emisi ini mulai meningkat sejak tahun 1960 dan 1970-an. Di zaman sebelumnya, gas hasil pembakaran ini dapat diabsorpsi karena ada hutan dan lautan. Tetapi, sekarang carbon dioxide sudah tidak dapat lagi diabsorpsi lagi, sehingga akan terserap ke udara dan membuat udara semakin lama menjadi semakin panas. Pemanasan global merupakan akibat langsung dari penipisan lapisan ozon, berkurangnya hutan, dan penggunaan bahan bakar yang tidak dapat dibendung lagi.&lt;br /&gt;Dan masalah keempat adalah polusi air laut. Sudah dapat diduga, dewasa ini, bahwa sepertiga dari total jumlah ikan (laut dan air tawar) yang ada, sudah terkena racun, dan akibatnya, terjadi penurunan jumlah ikan yang dapat dikonsumsi. Kurang lebih tahun 1992, jumlah penangkapan ikan di Atlantik mengalami penurunan sekitar 69%, sementara, di Atlantik barat utara sendiri turun sampai 40%, dan penangkapan ikan di sekitar Namibia dan Afrika Selatan berkurang sampai dengan 50%. Gambaran yang sama, terjadi juga di banyak wilayah lain yang lebih besar, seperti Pasifik utara, laut hitam, laut tengah, dan lain-lain. Stok ikan semakin berkurang. Maka, dengan gambaran ini, kita boleh mengatakan bahwa sama seperti air dan udara, laut kita tampaknya telah menunjukkan batas nilai ekonomi bumi kita. Gagasan pertumbuhan ekonomi sebagaimana dianut oleh para pemikir ekonomi dewasa ini, tampaknya tidak cukup mendapat jaminan dari bumi yang sangat terbatas ini.&lt;br /&gt;Menghadapi kenyataan keterbatasan kapasitas bumi tersebut dan ketidakpastian mengenai pertumbuhan ekonomi itu sendiri, para etikawan ekonomi memilih untuk mengambil sikap berhati-hati. Deklarasi Rio de Janeiro tahun 1992 menegaskan precautionary principle ini dengan rumusan: in order to protect the environment, the precautionary approach shall be widely applied by States according to their capability. Where there are threats of serious or irreversible damage, lack of full scientific certainty shall not be used as a reason for postponing cost-effective measures to prevent environment degradation.”&lt;br /&gt;3. Dimensi Ekologi Ekonomi&lt;br /&gt;Persepsi bahwa lingkungan kita sudah mengalami luka yang serius, dan karena itu, tidak dapat menyokong masa depan manusia, menuntut kita untuk tidak hanya mengubah cara hidup kita, tetapi lebih dari itu, memaksa kita untuk melakukan perubahan dalam cara kita dalam menangani masalah ekonomi. Pemahaman yang tepat atas masalah, akan mendorong kita untuk melihat hubungan antara ekonomi dan ekologi, antara aktivitas ekonomi dan tuntutan ekologis.&lt;br /&gt;Pemikiran ini, scbenarnya dalam sejarah ekonomi, tidaklah Baru. John Ruskin, antara lain, telah lama berpikir bahwa ekonomi harus dibangun atas dasar kehidupan. Begitu juga dengan Georgescu-Roegen, yang mencoba melihat ekonomi sebagai subsistem biosfer yang terbuka. Menurut pandangan ini, ekonomi tidak hanya terdiri dari proses produksi, distribusi, dan konsumsi, melainkan justru dalam kegiatan tersebut, ekonomi melibatkan banyak segi lain yang selama ini tidak pernah dihitung dengan baik. Faktor nonekonomi yang dimaksud adalah faktor ekologis. Kita boleh menyebutnya sebagai faktor eko-ekonomi.&lt;br /&gt;Faktor eko-ekonomi yang dimaksud adalah: energi alam, modal alam, dan kepentingan masa depan. Alam merupakan faktor pertama dari eko-ekonomi. Yang termasuk di sini adalah minyak, gas, tanah, air tanah, hutan, persediaan ikan, dan lain sebagainya. Sebuah ekonomi yang baik dari segi eko-ekonomi, karena itu, adalah ekonomi yang memberi perhatian pada biaya kerusakan lingkungan, penghutanan kembali, biaya pemurnian minyak, dan biaya kesehatan lingkungan. Semua kegiatan produksi dan distribusi menuntut perhatian dan biaya kerusakan lingkungan.&lt;br /&gt;Faktor kedua adalah modal alam dan modal buatan manusia (mesin). Sejak Adam Smith dan Marx, mesin memainkan peranan yang amat penting dalam proses produksi. Tetapi, mesin ternyata tidak dapat menggantikan peranan modal alam. Gagasan substitutability, suatu gagasan yang menegaskan bahwa mesin dapat menggantikan modal alam, merupakan sebuah gagasan yang secara mendasar cacat. Yang benar adalah mesin dan alam merupakan dua modal produksi yang saling berkaitan satu sama lain. H. Daly, secara sinis menegaskan bahwa gagasan substitutability tidak dapat dipertahankan, dan kalau toh bisa dipertahankan, yang harus dipertahankan adalah gagasan bahwa alam yang harus menggantikan mesin. “There would have been no reason to accumulate man-made capital in the first place, since we are endowed by nature with a near perfect substitute. “Dengan tesis ini, Daly menjelaskan bahwa sumber daya alam seperti minyak dan batu bara dapat dilihat sebagai bahan baku, dan kerja, modal, dan mesin dapat mengubah bahan mentah tersebut dalam proses produksi. Keduanya merupakan semua yang dibutuhkan dalam proses produksi. Karena, alam juga merupakan modal yang penting dalam proses produksi, maka, untuk mempertahankan keberlangsungan proses produksi, kita harus dapat menahan diri dalam proses produksi. Dengan kata lain, seorang penangkap ikan, yang memiliki semua peralatan modern, sebaiknya tidak menangkap begitu banyak ikan, bukan karena teknologinya yang tidak memadai, tetapi karena tidak ada ikan lebih banyak lagi. Setiap penangkap ikan harus mengerti bahwa ikan membutuhkan waktu untuk berkembang dalam populasi yang memadai sehingga dapat ditangkap dan dikonsumsi. Semua pihak, yang menanamkan investasinya yang berhubungan dengan modal alam, harus dapat menahan diri untuk tidak mengkonsumsi alam habis-hahisan, dengan demikian, persediaan alam tetap ada.&lt;br /&gt;Faktor eko-ekonomi yang ketiga adalah waktu atau masa depan. Dalam praktek bisnis, waktu telah menjadi pertimbangan penting. Banyak kredit yang diluncurkan bank ke masyarakat, sebenarnya tidak lain dari usaha untuk menarik masa depan ke masa kini. Kebijakan ini ternyata efektif, karena kebijakan ini tidak hanya menguntungkan para nasabah bank, tetapi, kelangsungan bisnis bank juga dapat dipertahankan berkat bunga bank yang masuk akal. Tetapi, kelangsungan bisnis juga menuntut keadilan: bersikap adil terhadap generasi yang akan datang dan mutu hidup generasi yang akan datang. Karena itu, suatu bisnis yang baik dalam perspektif eko-ekonomi adalah bisnis yang memiliki jangkauan masa depan; ia tidak hanya mendasarkan diri pada preferensi individual sekarang, melainkan juga harus memberi perhatian pada preferensi komunitas dan sejarahnya. Kelangsungan alam tidak dapat dijamin dengan ekonomi bermotif individualistis, melainkan hanya berkembang dalam ekonomi sosial yang sensitif terhadap kesejahteraan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;

&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>Harga minyak naik jelang keputusan baru Fed</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2012/03/harga-minyak-naik-jelang-keputusan-baru.html</link><category>Berita Terkini</category><pubDate>Wed, 14 Mar 2012 09:55:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-7151321254930943167</guid><description>&lt;br /&gt;Rabu, 14 Maret 2012 &lt;br /&gt;London (ANTARA News) - Harga minyak dunia naik pada Selasa, didukung data ekonomi global yang optimis dan ketegangan Iran, sementara pedagang menunggu keputusan kebijakan moneter terbaru dari Federal Reserve AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, bertambah 82 sen menjadi 107,16 dolar AS per barel, lapor AFP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan April naik 1,14 dolar AS menjadi 126,48 dolar AS di London pada akhir perdagangan sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Selasa, semua mata tertuju pada Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bank sentral AS, yang tidak mungkin beranjak dari sikap kebijakan moneter longgar, meskipun pasar pekerjaan Amerika membaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Investor sedang menunggu pernyataan FOMC, pada 18.15 GMT," kata analis GFT, David Morrison.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak banyak yang diharapkan yang keluar dari ini, meskipun investor berharap bahwa Ketua The Fed Bernanke mungkin mengisyaratkan tentang stimulus moneter lebih lanjut ketika ia berbicara besok."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun sekarang ini tampaknya kurang mungkin mengikuti laporan pekerjaan AS pada Jumat yang lebih baik dari perkiraan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan untuk konsumsi minyak mentah lebih tinggi terangkat setelah data minggu lalu menunjukkan bahwa ekonomi AS menambahkan lebih dari 200.000 pekerjaan untuk ketiga bulan berturut-turut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada Februari. Amerika Serikat adalah pengguna minyak terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang keputusan suku bunga Fed, data AS bahwa penjualan ritel AS tumbuh 1,1 persen pada Februari dari Januari, kenaikan tertinggi dalam lima bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minyak juga mendapat dukungan dari berita bahwa kepercayaan investor Jerman melonjak ke tingkat tertinggi selama 21 bulan pada Maret, di tengah optimisme bahwa ekonomi terbesar Eropa itu dapat terhindar dari kondisi terburuk krisis utang zona euro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indeks ekspektasi ekonomi dari lembaga riset ZEW naik 16,9 poin pada Maret menjadi berdiri di plus 22,3 poin, tingkat tertinggi sejak Juni 2010, organisasi mengatakan dalam sebuah pernyataan, Selasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minyak mentah berjangka telah jatuh pada Senin karena investor cemas atas kekuatan dari permintaan di seluruh dunia menyusul data ekonomi lemah di China, yang merupakan negara konsumen energi terbesar dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harga berbalik dari kerugian kemarin dan dikoreksi lebih tinggi pada Selasa, didukung oleh keuntungan di pasar ekuitas global dan sentimen pasar yang lebih baik setelah data ekonomi Jerman kuat," kata analis Sucden, Myrto Sokou.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ZEW ... menunjukkan tanda-tanda menggembirakan tentang prospek ekonomi Jerman dan meningkatkan selera risiko," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat lain, pedagang terus mengawasi ketegangan antara produsen minyak mentah utama Iran dan Barat, kata analis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Perminyakan Kuwait Hani Hussein pada akhir pekan mengatakan bahwa ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz, saluran untuk seperlima dari pasokan minyak dunia, adalah penyebab utama kekhawatiran. (A026)&lt;br /&gt;Editor: B Kunto Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;

&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>2014, Pertumbuhan Pengusaha Capai Target</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2012/03/2014-pertumbuhan-pengusaha-capai-target.html</link><category>Info</category><pubDate>Mon, 5 Mar 2012 07:59:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-5750642847829822503</guid><description>&lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Indonesia akan jadi negara maju karena hanya tinggal beberapa persen lagi."&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

                
 &lt;strong&gt;JAKARTA, Jaringnews.com&lt;/strong&gt; - Hingga saat ini, jumlah 
pengusaha sukses Indonesia baru mencapai 1,56 persen atau sekitar 3,74 
juta dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 Data ini disampaikan oleh Deputi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil 
Menengah bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Agus Muharram di 
Jakarta, Sabtu (3/3).&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 Namun demikian, menurut Agus, melihat jumlah pengusaha yang terus 
tumbuh beberapa tahun ini, maka tahun 2014 diprediksi bakal bertambah 
menjadi sekitar 4,8 juta atau sekitar 2 persen dari jumlah penduduk 
Indonesia.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 "Pertumbuhan ini cukup signifikan, mengingat tiga tahun lalu hanya 
sebanyak 576 ribu pengusaha sukses di Indonesia," ujar Agus optimis.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 Ekonomi sebuah negara, lanjut Agus, akan berkembang dengan baik jika 
jumlah pengusaha suksesnya telah mencapai 2 persen dari total jumlah 
penduduk.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 "Indonesia akan jadi negara maju karena hanya tinggal beberapa persen lagi," tambahnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 Malaysia sebagai negara terdekat telah memiliki pengusaha sukses yang 
mencapai 5 persen. Begitupula dengan Singapura yang mencapai 7 persen.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 "Jadi kita masih tertinggal. Namun saya optimis kita akan mencapai angka 2 persen pada 2014," tegasnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;span class="”fullpost”"&gt;

&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>Swiss beri prioritas kuliah mahasiswa Indonesia</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2012/03/swiss-beri-prioritas-kuliah-mahasiswa.html</link><category>Berita Terkini</category><pubDate>Mon, 5 Mar 2012 07:57:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-2294207926336252961</guid><description>&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;London (ANTARA 
News) - Swiss memberikan peluang bagi mahasiswa Indonesia yang ingin 
menuntut ilmu dan melakukan riset untuk menyelesaikan  pendidikan 
tingkat S-2 dan S-3 nya di salah satu negara terkaya di dunia yang  
hanya berpenduduk 7,9 juta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Peluang emas bagi mahasiswa Indonesia itu disampaikan staff Pensosbud  
KBRI Bern, Budiman Wiriakusumah kepada ANTARA London, Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sejak dimasukannya Indonesia kedalam list negara yang menjadi prioritas 
Swiss membuat kesempatan emas ini terbuka lebar lebar bagi mahasiswa 
Indonesia untuk melakukan riset dan menyelesaikan  pendidikan tingkat 
S-2 dan S-3 nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dikatakannya KBRI Bern siap membantu mencarikan dan memberikan informasi
 untuk  kalangan mahasiswa Indonesia mendapatkan kesempatan emas belajar
 di Swiss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Mahasiswa  Indonesia S-2 dan S-3 yang memanfaatkan beasiswa yang 
diberikan pemerintah Swiss masih bisa dihitung dengan jari, ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Hal ini membuat KBRI Bern prihatin dan terus melakukan upaya paling 
tidak untuk memperkenalkan kepada kalangan mahasiswa di Indonesia  
penawaran beasiswa yang berharga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Swiss adalah negara yang tidak kaya akan sumber alamnya sehingga 
mengandalkan "brain power" nya untuk menjadikan negaranya kaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penduduk swiss tidak merasa puas  dengan hanya menyelesaikan pendidikan 
wajibnya, kebanyakan dari mereka terus melanjutkan pendidikan sampai 
kepada tingkat yang paling tinggi, bahkan terus mengambil kursus-kursus 
sepanjang hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Menurut Budiman Wiriakusumah, sistem pendidikan Swiss sangat erat 
hubungannya dengan tantangan untuk menghadapi perubahan sosial yang 
terjadi di Swiss dan dunia, sehingga segala permasalahan bangsa dapat 
ditemukan jalan keluarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Mutu pendidikan tingkat tinggi yang dimiliki Swiss ini memberikan 
kesempatan kepada mahasiswa asing termasuk Indonesia yang dianggapnya 
mempunya potensi yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Duabelas Universitas serta dua sekolah tinggi yang berada di 10 Kanton 
atau negara bagian di Swiss, siap menerima mahasiswa Indonesia, dari 
berbagai macam disiplin ilmu seperti, Sastra Jerman/Perancis, Ekonomi, 
dan Geologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Selain pendidikan Hubungan Internasional, Hukum Internasional dan masih 
banyak lagi, kualitas pendidikan Swiss yang sudah terkenal didunia, 
menghasilkan tokoh terkenal penerima penghargaan Nobel, seperti Albert 
Einstein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Universitas dan dua sekolah tinggi Federal yang diantara berlokasi di 
kota seperti Zurich, Jenewa dan Bern, masuk kedalam sepuluh peringkat 
kota ternyaman di dunia, merupakan tempat yang sangat ideal untuk 
menuntut ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Meskipun universitas tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah Kanton
 atau negara bagian di Swiss namun pemberian beasiswa kepada mahasiswa 
Indonesia dikoordinasikan oleh pemerintah Federal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut, mahasiswa Indonesia dapat 
mempelajarinya dengan mengakses tautan berikut:  
http://www.sbf.admin.ch/htm/themen/bildung/stipendien/eskas_laender/Indonesien_en.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Selain beasiswa mahasiswa Indonesia tingkat S-2 dan S-3 dunia pendidikan
 Swiss juga terbuka bagi mahasiswa-mahasiswa S-1 yang mampu membiaya 
sendiri  untuk kuliah di salah satu negara terkaya di dunia, dengan 
persyaratan yang bias diliat di 
http://www.crus.ch/information-programme/study-in-switzerland.html?L=2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
KBRI Bern selalu siap untuk dpat membantu kalangan mahasiswa Indonesia 
untuk memberikan informasi  guna mendapatkan kesempatan emas ini, 
demikian Budiman Wiriakusumah. (ZG)&lt;br /&gt;
         &lt;div class="mt10"&gt;
&lt;i&gt;Editor: B Kunto Wibisono&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;

&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>Kilas Ekonomi Penjualan Jayaboard Melonjak</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2012/03/kilas-ekonomi-penjualan-jayaboard.html</link><category>Berita Terkini</category><pubDate>Mon, 5 Mar 2012 07:49:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-969883507645290231</guid><description>&lt;span style="color: black; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: black; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: xx-small;"&gt;Senin, 5 Maret 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: black; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;
JAKARTA (Suara Karya): Booming industri properti berdampak positif bagi 
industri lain. Kalangan produsen gypsum dan plasterboard, bahan material
 utama untuk interior gedung dan rumah, ikut mengalami pertumbuhan pasar
 sangat signifikan. Banyaknya produk properti yang memakai gypsum 
mendorong peningkatan penjualan sangat tajam. PT Petrojaya Boral 
Plasterboard, produsen gypsum merek Jayaboard yang mendominasi pangsa 
pasar gipsum nasional melakukan ekspansi bisnis untuk memperkuat 
posisinya, terutama untuk mengimbangi pertumbuhan pesat industri 
properti. &lt;dd&gt;
 Menurut Presdir PT Petrojaya Boral Plasterboard Kil Joo Lee, perusahaan
 menambah kapasitas produksinya dengan membangun pabrik baru di Cilegon,
 Banten, dengan kapasitas mencapai 30 juta m2 per tahun. "Perusahaan ini
 memanfaatkan momentum pertumbuhan industri properti dan bangunan di 
Indonesia untuk melipatgandakan kapasitas produksi gipsumnya dari 35 
juta m2 menjadi 65 juta m2," katanya di Jakarta, akhir pekan kemarin. 
Dia mengatakan, penambahan kapasitas produksi akan membantu memperkuat 
pasar gipsum Jayaboard untuk menjadi pemain utama dalam bisnis produk 
interior bangunan di Indonesia. "Indonesia pasar yang bagus karena 
meningkatnya pemakaian gypsum untuk interior bangunan. Kami ingin 
mempertahankan posisi kami sebagai pemain utama untuk produksi gypsum 
ini," ujarnya. &lt;b&gt;(Novi)&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="”fullpost”"&gt;

&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>NASIONAL Senin, 05 Maret 2012 , 02:44:00 Bencana di Indonesia Terkonsentrasi di Jawa</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2012/03/nasional-senin-05-maret-2012-024400.html</link><category>Berita Terkini</category><pubDate>Mon, 5 Mar 2012 07:47:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-3515500817677985965</guid><description>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="width: 480px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td align="left" rowspan="3" valign="top" width="15"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
                &lt;td align="left" height="15" valign="top" width="470"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
                &lt;td align="left" rowspan="3" valign="top" width="15"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
                &lt;td align="left" valign="top" width="470"&gt;
    &lt;span class="tgl"&gt;
      &lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
                        &lt;a href="" name="news-foto"&gt;&lt;/a&gt; 
                   
        &lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JAKARTA &lt;/span&gt;-
 Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penaggulangan 
Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan ancaman bencana di 
Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa. Menurutnya, rata-rata dari tahun
 2002 hingga sekarang, lebih 50 persen kejadian bencana terjadi di Jawa.
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Data pada tahun 2011 dari 2.066 kejadian bencana, juga sekitar 827 
bencana atau 40 persen terjadi di Jawa. "Diproyeksikan trend bencana dan
 dampaknya di masa mendatang&amp;nbsp; makin besar. Tentu saja menjadi tantangan 
pembangunan karena bencana dapat menjadi faktor penghambat pembangunan,"
 kata Sutopo dalam rilisnya yang diterima JPNN di Jakarta, Minggu (4/3).
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Sutopo, bencana yang terjadi ini tentunya menyusutkan kapasitas 
produktif dalam skala besar yang berakibat kerugian finansial. 
Karenanya, bencana membutuhkan pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi 
agar kehidupan ekonomi kembali normal. Bencana memiliki dampak 
negative-sum game. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Suatu wilayah yang terkena bencana mengalami kemunduran ekonomi. 
Sementara wilayah yang tidak terkena bencana tidak mengalami kemajuan 
ekonomi," ucapnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sutopo menyebutkan ada beberapa faktor mengapa Jawa makin rentan 
terhadap bencana. Salah satunya adalah disparitas pembangunan ekonomi 
antar daerah di Jawa dan luar Jawa perbedaannya demikian besar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Disparitas ini dapat dilihat dari indikator makro pulau, yakni 
kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa terhadap nasional,
 yaitu dengan minyak dan gas (60,12%) dan tanpa minyak dan gas (64,78%).
 Sedangkan 40%&amp;nbsp; tersebar di luar Jawa," ujarnya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini pula kata dia menyebabkan urbanisasi terus meningkat. 
Disebutkan, ada sekitar 129 juta jiwa atau 59% penduduk Indonesia 
tinggal di Jawa. Akibatnya terjadi ekstraktif pembangunan yang 
menyebabkan kerusakan lingkungan. Tutupan hutan diperkirakan hanya 13% 
dari luas Jawa. Jauh dari idealnya 30%.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecenderungan tersebut akan mengancam daya dukung lingkungan, sehingga 
dalam jangka panjang diperkirakan akan memicu terjadinya tiga macam 
krisis, yaitu krisis air, pangan dan energi. Terbukti, daya dukung 
lingkungan Jawa sudah terlampaui saat ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Akibatnya watak hidrologi sungai-sungai di Jawa telah berubah dan mudah
 terjadi banjir dan kekeringan. Analisis risiko bencana menjadi faktor 
penting dalam perencanaan pembangunan," pungkasnya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(awa/jpnn) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span class="”fullpost”"&gt;

&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item><item><title>info ( olimpiade akuntansi periode 2011-2012 )</title><link>http://hmjakuntansiunswagati.blogspot.com/2012/02/perguruan-tinggi-sebagai-bagian-dari.html</link><category>Info</category><pubDate>Thu, 16 Feb 2012 21:29:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9212812241137247667.post-7655154130856561229</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Perguruan tinggi sebagai bagian dari
 pendidikan nasional merupakan pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan 
teknologi, sehingga diharapkan dapat berperan serta dalam mewujudkan 
cita-cita pendidikan nasional.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Oleh karena itu sebagai bentuk 
tanggungjawab Fakultas Ekonomi Universitas Swadaya Gunung Jati akan mengadakan kegiatan Olimpiade Akuntansi&amp;nbsp; 
tingkat SMA dan SMK Se-wilayah 3 Cirebon untuk membantu menciptakan 
lulusan SMA dan SMK yang memiliki keahlian di bidang akuntansi. Sasaran Olimpiade Akuntansi ini 
adalah Pelajar SMA dan SMK se-wilayah 3 Cirebon&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pelaksanaan Kegiatan:&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Hari/ tanggal &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;:&amp;nbsp; 22 dan 23 Febuari 2012&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Waktu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; 08.00 - 16.15 s/d Selesai&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tempat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Aula graha Sabha Kampus I Universitas Swadaya Gunung Jati Jln.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemuda No. 32&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;CP : M Fauzi Nur Fajar 087829567671 &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
NB: &lt;b&gt;FORMULIR PENDAFTARAN DAN 
RANGKAIAN ACARA-KONSEP ACARA DAPAT &lt;br /&gt;DATANG LANGSUNG KE SEKTERIAT HMJ AKUNTANSI&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Makasih &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>hmjakuntansi.fe.unswagati@gmail.com (HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi Unswagati)</author></item></channel></rss>