<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-7859963010518017932</atom:id><lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 10:58:05 +0000</lastBuildDate><title>HMSS</title><description>Himpunan Mahasiswa Sulawesi Selatan</description><link>http://hmss-stksbandung.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (H.M.S.S)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Himpunan Mahasiswa Sulawesi Selatan</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7859963010518017932.post-4758547347159648424</guid><pubDate>Wed, 26 Dec 2012 06:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-25T22:37:39.182-08:00</atom:updated><title>Penyakit ?</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://stanleybronstein.com/blog/blame.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="287" src="http://stanleybronstein.com/blog/blame.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bismillahirrahmanirrahim &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ini adalah sebuah artikel yang dikirimkan oleh Kakanda Mashud Mansyur selaku wakil ketua 1 HMSS, melalui Facebook di halaman HMSS STKS Bandung, admin berinisiatif sendiri untuk meng-copas artikel ini, dengan sedikit perubahan yang telah mendapatkan persetujuan dari sang penulis artikel itu sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berikut adalah ulasan selengkapnya,&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saya kira kita semua setuju dengan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa sebuah organisasi adalah sebuah sistem, itu adalah konsep dasar dalam organisasi.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Konsep itu sepertinya kurang berlaku dalam HMSS, Karena sebagian besar anggota HMSS kurang aktif di beberapa kegiatan HMSS itu sendiri. Tapi kita jangan berpikir sempit dengan hanya melihat di satu indikator saja, dimana ketika kita melihat satu penyakit kita langsung menvonis penyakit tersebut sebagai penyakit induk yang menyebabkan penyakit lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mari kita bahas penyakit di atas, "kurangnya keaktifan sebagian besar anggota HMSS di beberapa kegiatan atau mungkin semua kegiatan", hal itu bisa disebabkan oleh berbagai hal:&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Kurangnya kesadaran individu yang ada di dalam HMSS&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Kurang berjalannya organisasi&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Iklim interaksi yang kurang bagus di HMSS yang menyebabkan malasnya para anggota untuk bergabung hal itu di sebabkan oleh anggota itu sendiri : &lt;i&gt;patoa-toa'i&lt;/i&gt; (makassar lang.), &lt;i&gt;sok jago&lt;/i&gt;, &lt;b&gt;NATO&lt;/b&gt; (No Action Talk Only).&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Berpikir individu di HMSS, yang penting sayaji...,(cuman gw)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari empat indikator di atas mana yang lebih penting ? saya kira kita setuju yang lebih penting adalah poin 2,3, dan 4. mengapa ? karena dalam organisasi yang terpenting adalah organisasi bukan individu, sebab apa yang menjadi penyakit di individu pada sebuah organisasi itu cuman merupakan akibat dari penyakit organisasi itu sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jadi sudah jelas, kalau kita ingin menerapkan prinsip selesaikan masalah langsung pada akarnya, agar akar yang kita sembuhkan itu bisa memopong pohon HMSS, sebaiknya yang kita sembuhkan adalah penyakit 2,3 dan 4 diatas karena itu merupakan masalah-masalah organisasi di HMSS.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sekali lagi, kurangnya kesadaran individu itu cuman turunan dari masalah kurang berjalannya organisasi, iklim interaksi yang kurang baik, dan berpikir individu di HMSS. Ketika kita aktif tapi tidak memikirkan masalah 2,3,dan 4 diatas, itu sama saja kita aktif untuk diri kita sendiri saja, bukan untuk HMSS.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Itu tadi sebuah uraian panjang lebar dari Kakanda Mashud Mansyur mengenai penyakit yang ada di tubuh HMSS saat ini, dan untuk mengakhiri postingan kali ini, admin mengutip sedikit ungkapan dari Kakanda Akbar yang juga di copas dari halaman Facebook HMSS.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pohon yang kokoh karena dia punya akar yang kuat, bukan karena banyak atau siapa yang menyangganya, begitu pula dengan keindahan pohon, karena sering dirawat dan disiram, sekali lagi bukan siapa yg merawat dan menyiramnya. Karena pohon tidak butuh penyangga dan tidak perlu mengetahui siapa yang menyiramnya. Hanya butuh akar yg kokoh, dirawat dan disiram. Begitupula dengan HMSS.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jangan salahkan HMSS, mana kegiatannya ? Mana eksistensimu ? Tanya diri &lt;i&gt;ta'&lt;/i&gt;, dimana &lt;i&gt;ka&lt;/i&gt; setiap HMSS membutuhkan saya ? Apa kontribusiku kepada HMSS?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jangan NATO, jangan mau dicari sama HMSS &lt;i&gt;kodong&lt;/i&gt;. Cari &lt;i&gt;ki&lt;/i&gt; HMSS, Dimana dia ? Ada acara apa, bantu dia. Karena HMSS seperti tanaman baru mau tumbuh jadi pohon, siapa yang mau siram dan rawat ?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semua tergantung kita semua, supaya kelak akan jadi pohon yang kokoh dan indah. &lt;b&gt;Amin !&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://hmss-stksbandung.blogspot.com/2012/12/penyakit.html</link><author>noreply@blogger.com (H.M.S.S)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7859963010518017932.post-730501826631281816</guid><pubDate>Thu, 17 Sep 2009 03:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-25T22:22:34.828-08:00</atom:updated><title>Pesona Pantai Losari</title><description>&lt;center&gt;
&lt;img src="http://liputanmakassar.files.wordpress.com/2008/02/sunset1.jpg" width="300" /&gt;&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;
Bismillahirrahmanirrahim&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pesona Wisata Bahari - Semilir angin mamiri berhembus di pelupuk telinga kanan dan deburan ombak yang riuh di telingah kiri perasaan itu dapat kita rasakan pada saat berkunjung disalah satu daerah kepulauan di Indonesia timur yakni pantai losari yang terletak di makassar. Sore hari masyarakat makassar merbondong-bondong memadati pantai losari yang merupakan sebuah icon wisata yang indah di makassar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pantai ini memiliki keistimewaan dan keunikan yang sangat memesona. Ditemani deburan ombak yang memecah tanggul pantai dan kesejukan angin sepoi-sepoi, pengunjung dapat menyaksikan terbit dan terbenamnya matahari di satu posisi yang sama hingga menghilang dibalik laut lepas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Berbagai macam manusia losari yang kita jumpai pada tempat wisata ini. Dari pengunjung yang berasal dari luar kota makassar dan masyarakat makassar yang ingin melihat langsung keindahan pantai pada saat terbit dan terbenamnya matahari, dari pengamen yang mencari secentil kehidupan mereka dengan menjual suara yang parau dan petikan gitar yang indah, dari pengemis yang mengharapkan keibahan pengunjung wisata losari, pedagang asongan yang berharap dari hasil jualanan untuk kehidupan esok, sampai anak-anak losari yang bermandian merasakan kesejukan air pantai yang telah disinari oleh sang Mata Kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://hmss-stksbandung.blogspot.com/2009/09/pesona-pantai-losari.html</link><author>noreply@blogger.com (H.M.S.S)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7859963010518017932.post-2088381177903475315</guid><pubDate>Wed, 16 Sep 2009 08:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-25T22:27:02.140-08:00</atom:updated><title>Sejarah Sulawesi Selatan</title><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXHHaMIZD8zKSouX6DHr-IyCoAsVk84ALrtb1vwX8ratnxEBuMOE_5m_alXjr7sFBheo3KcjHflHxrJ5L6TQn6eldhSO74QaKC1bHy_2RRQ_8HW6Mz_-amXNIdpiUj14LZpDvTvzXEx68/s1600-h/Pmprov+Sulsel.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381975361600407698" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXHHaMIZD8zKSouX6DHr-IyCoAsVk84ALrtb1vwX8ratnxEBuMOE_5m_alXjr7sFBheo3KcjHflHxrJ5L6TQn6eldhSO74QaKC1bHy_2RRQ_8HW6Mz_-amXNIdpiUj14LZpDvTvzXEx68/s400/Pmprov+Sulsel.gif" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 385px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 369px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bismillahirrahmanirrahim&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekitar 30.000 tahun silam pulau ini telah dihuni oleh manusia. Penemuan tertua ditemukan di gua-gua dekat bukit kapur dekat Maros, sekitar 30 km sebelah timur laut dan Makassar sebagai ibukota Propinsi Sulawesi Selatan. Kemungkinan lapisan budaya yang tua berupa alat batu Peeble dan flake telah dikumpulkan dari teras sungai di lembah Walanae, diantara Soppeng dan Sengkang, termasuk tulang-tulang babi raksasa dan gajah-gajah yang telah punah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama masa keemasan perdagangan rempah-rempah, diabad ke-15 sampai ke-19, Sulawesi Selatan berperan sebagai pintu Gerbang ke kepulauan Maluku, tanah penghasil rempah. Kerajaan Gowa dan Bone yang perkasa memainkan peranan penting didalam sejarah Kawasan Timur Indonesia dimasa Ialu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada sekitar abad ke-14 di Sulawesi Selatan terdapat sejumlah kerajaan kecil, dua kerajaan yang menonjol ketika itu adalah Kerajaan Gowa yang berada di sekitar Makassar dan Kerajaan Bugis yang berada di Bone. Pada tahun 1530, Kerajaan Gowa mulai mengembangkan diri, dan pada pertengahan abad ke-16 Gowa menjadi pusat perdagangan terpenting di wilayah timur Indonesia. Pada tahun 1605, Raja Gowa memeluk Agama Islam serta menjadikan Gowa sebagai Kerajaan Islam, dan antara tahun 1608 dan 1611, Kerajaan Gowa menyerang dan menaklukkan Kerajaan Bone sehingga Islam dapat tersebar ke seluruh wilayah Makassar dan Bugis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perusahaan dagang Belanda atau yang lebih dikenal dengan nama VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) yang datang ke wilayah ini pada abad ke-15 melihat Kerajaan Gowa sebagai hambatan terhadap keinginan VOC untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di daerah ini. VOC kemudian bersekutu dengan seorang pangeran Bugis bernama Arung Palakka yang hidup dalam pengasingan setelah jatuhnya Bugis di bawah kekuasaan Gowa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belanda kemudian mensponsori Palakka kembali ke Bone, sekaligus menghidupkan perlawanan masyarakat Bone dan Sopeng untuk melawan kekuasaan Gowa. Setelah berperang selama setahun, Kerajaan Gowa berhasil dikalahkan. Dan Raja Gowa, Sultan Hasanuddin dipaksa untuk menandatangani Perjanjian Bungaya yang sangat mengurangi kekuasaan Gowa. Selanjutnya Bone di bawah Palakka menjadi penguasa di Sulawesi Selatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persaingan antara Kerajaan Bone dengan pemimpin Bugis lainnya mewarnai sejarah Sulawesi Selatan. Ratu Bone sempat muncul memimpin perlawanan menentang Belanda yang saat itu sibuk menghadapi Perang Napoleon di daratan Eropa. Namun setelah usainya Perang Napoleon, Belanda kembali ke Sulawesi Selatan dan membasmi pemberontakan Ratu Bone. Namun perlawanan masyarakat Makassar dan Bugis terus berlanjut menentang kekuasaan kolonial hingga tahun 1905-1906. Pada tahun 1905, Belanda juga berhasil menaklukkan Tana Toraja, perlawanan di daerah ini terus berlanjut hingga awal tahun 1930-an.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum Proklamasi RI, Sulawesi Selatan, terdiri atas sejumlah wilayah kerajaan yang berdiri sendiri dan didiami empat etnis yaitu ; Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada tiga kerajaan besar yang berpengaruh luas yaitu Luwu, Gowa dan Bone, yang pada abad ke XVI dan XVII mencapai kejayaannya dan telah melakukan hubungan dagang serta persahabatan dengan bangsa Eropa, India, Cina, Melayu dan Arab.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah kemerdekaan, dikeluarkan UU Nomor 21 Tahun 1950 dimana Sulawesi Selatan menjadi propinsi Administratif Sulawesi dan selanjutnya pada tahun 1960 menjadi daerah otonom Sulawesi Selatan dan Tenggara berdasarkan UU Nomor 47 Tahun 1960. Pemisahan Sulawesi Selatan dari daerah otonom Sulawesi Selatan dan Tenggara ditetapkan dengan UU Nomor 13 Tahun 1964, sehingga menjadi daerah otonom Sulawesi Selatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Periode Gubernur :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I. Gubernur Sulawesi&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; 1945 – 1949 DR. G. S.S.J. Ratulangi&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; 1950 – 1951 B. W. Lapian&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; 1951 – 1953 R. Sudiro&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; 1953 – A. Burhanuddin&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; 1953 - 1956 Lanto Dg. Pasewang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; 1956 – 1959 A. Pangerang Pettarani&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
II. Gubernur Sulawesi Selatan dan Tenggara :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; 1959 – 1960 A. Pangerang Pettarani&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; 1960 – 1966 A. A. Rivai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
III. Gubernur Sulawesi Selatan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;1966 – 1978 Ahmad Lamo (Dua periode)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;1978 – 1983 Andi Oddang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;1983 – 1993 A. Amiruddin (Dua periode)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;1993 - 2003 H. Z. B. Palaguna (Dua periode)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;2003 - 2008 H. M. Amin Syam&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;2008 -  Ahmad Tanribali Lamo  Pejabat Gubernur Sementara&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;2008 - Syahrul Yasin Limpo  sekarang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut catatan sejarah Budaya Sulsel, ada tiga kerajaan besar yang pernah berpengaruh luas yakni Kerajaan Luwu, Gowa, dan Bone, disamping sejumlah kerajaan kecil yang beraliansi dengan kerajaan besar, namun tetap bertahan secara otonom. Berbeda dengan pembentukan Propinsi lain di indonesia, Sulsel terbentuk menjadi satu kesatuan wilayah administratif tingkat propinsi, atas kemauan dan ikrar raja-raja serta masyarakat setempat sekaligus bergabung dalam negara kesatuan Republik Iindonesia, sehingga Sulsel menjadi salah satu propinsi di Indonesia yang diatur dalam UU Nomor 21 tahun 1950 dan Makassar sebagai pusat pemerintahan.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan undang-undang ini maka Wilayah Administratif Sulsel terbagi menjadi 21 daerah swantantra tingkat II dan 2 (dua) kotapraja yakni Makassar dan Parepare. Status Propinsi Administratif Sulawesi berakhir pada tahun 1960 yang ditetapkan dengan UU Nomor 47 Tahun 1960 dan secara otonom membagi Sulawesi menjadi Propinsi Sulawesi Selatan Tenggara beribukota Makassar dan Propinsi Sulawesi Utara-Tengah beribukota Manado.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Empat tahun kemudian pemisahan wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara ditetapkan dalam II Nomor 13 Tahun 1964 dan Sulawesi Selatan resmi menjadi daerah otonom dan terus disempurnakan dengan ditetapkannya UU No. 5 Tahun 1974 tentang pokok-pokok pemerintahan di daerah yang menggabungkan wilayah administratif daerah-daerah otonom dalam satu penyebutan yaitu Daerah Tingkat II atau Kotamdya dan Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya Propinsi daerah Tingkat I Sulawesi Selatan terbagi dalam 23 Kabupaten/Kotamadya serta 2 (dua) Kota Administratif yakni Palopo di Kabupaten Luwu dan Watampone di kabupaten Bone. Sedangkan yang sangat berarti adalah perubahan nama ibukota Propinsi sulawesi Selatan dari makassar ke Ujung Pandang yang ditetapkan dalam PP Nomor 51 tahun 1971 Lembaran negara Republik Indonesia Nomor 65 tahun 1971.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.sulsel.go.id/index.php/selayang-pandang/sejarah.html"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber : http://www.sulsel.go.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://hmss-stksbandung.blogspot.com/2009/09/sulawesi-selatan.html</link><author>noreply@blogger.com (H.M.S.S)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXHHaMIZD8zKSouX6DHr-IyCoAsVk84ALrtb1vwX8ratnxEBuMOE_5m_alXjr7sFBheo3KcjHflHxrJ5L6TQn6eldhSO74QaKC1bHy_2RRQ_8HW6Mz_-amXNIdpiUj14LZpDvTvzXEx68/s72-c/Pmprov+Sulsel.gif" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7859963010518017932.post-8409523633108343439</guid><pubDate>Wed, 16 Sep 2009 07:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-25T22:18:58.915-08:00</atom:updated><title>Himpunan Mahasiswa Sulawesi Selatan</title><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjx1e7UN36XBfwJRgIUhytHF6fxInOplE6GDbC1H6pDP6FJaCIZFltYI3ho-gf5K9x7ZXH78sIWMmGTmVfLWPLEHUkpV59eSo_a6hK34ldR2BQMQe5CLEURCQr6DUDry3tzMbMnd_bkxKg/s1600-h/images.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381972204090760658" src="https://twimg0-a.akamaihd.net/profile_images/2975072062/794bf04e73314a6e3eca2bab55f813a4.jpeg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 250px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 250px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bismillahirrahmanirrahim&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Himpunan Mahasiswa Sulawesi Selatan, Wadah perkumpulan mahasiswa STKS yang berasal dari Sulawesi Selatan.. Keberadaan himpunan ini sangat bermanfaat untuk menjalin komunikasi tiap-tiap mahasiswa dan sebagai wadah mepererat tali silaturahim serta saling membantu satu sama lain, sehingga diharapkan setiap mahasiswa berperan serta dan terlibat secara aktif. Selain itu HMSS sebagai pusat mencari informasi bagi calon mahasiswa mengenai pendaftaran STKS dan proses administrasi serta perkuliahan.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><link>http://hmss-stksbandung.blogspot.com/2009/09/himpunan-mahasiswa-sulawesi-selatan.html</link><author>noreply@blogger.com (H.M.S.S)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7859963010518017932.post-8286551642326687552</guid><pubDate>Tue, 20 Mar 2007 08:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-20T01:49:48.656-07:00</atom:updated><title/><description>Cara Pengisian Buku Tamu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik tombol Shout yang ada di sebelah kiri bawah buku tamu dibawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isikan kolom Name dengan Nama Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isikan kolom Web dengan alamat web/blog anda, kalau anda tidak memiliki web/blog anda dapat mengisinya dengan alamat FS atau FB, atau alamat situs apapun yang anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isikan kolom message dengan pesan yang anda ingin sampaikan, jika anda ingin menyisipkan "emot" silahkan klik tombol smiley yang ada disebelah kanan formulir.&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://shoutcamp.com/shout/show/shoutcamp.js?shoutname=buku_tamu250"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://shoutcamp.com/shout/static/shoutcamp.lib.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="shoutcamp_linkback_div"&gt;Free Shoutbox by &lt;a href="http://shoutcamp.com/" id="shoutcamp_linkback_a"&gt;ShoutCamp&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;</description><link>http://hmss-stksbandung.blogspot.com/2010/03/free-shoutbox-by-shoutcamp.html</link><author>noreply@blogger.com (H.M.S.S)</author></item></channel></rss>