<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ihya Ulumuddin</title>
	<atom:link href="https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com</link>
	<description>Menghidupkan Ilmu-Ilmu Islam</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Sep 2012 04:58:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ihyaulumuddin99.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://s0.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ihya Ulumuddin</title>
		<link>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/osd.xml" title="Ihya Ulumuddin" />
	<atom:link rel='hub' href='https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Harga Sehembus Nafas</title>
		<link>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/23/harga-sehembus-nafas/</link>
					<comments>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/23/harga-sehembus-nafas/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Luthfy Mukhtar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Sep 2012 04:58:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ihyaulumuddin99.wordpress.com/?p=92</guid>

					<description><![CDATA[Jangan rela jika hari demi hari belalu tanpa ada keinsyafan untuk mengoreksi diri kita. Kebaikan apa yang telah bertambah pada diri kita di hari kemarin, diminggu kemarin. Jika hari berlalu dengan sia–sia tanpa ada nilai yang bertambah, tanpa adanya kerinduan &#8230; <a href="https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/23/harga-sehembus-nafas/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jangan rela jika hari demi hari belalu tanpa ada keinsyafan untuk mengoreksi diri kita. Kebaikan apa yang telah bertambah pada diri kita di hari kemarin, diminggu kemarin. Jika hari berlalu dengan sia–sia tanpa ada nilai yang bertambah, tanpa adanya kerinduan kita kepada Allah SWT. Jika usia yang diberikan Allah SWT tidak kita manfaatkan sebagai kesempatan mendapatkan derajat kemuliaan dihadapan Allah SWT. Lalu apa yang kita pahami dari harga diri dan kemuliaan? Apakah selama ini kita mengira bahwa kemuliaan adalah mahalnya menu makan dan minum, atau bagusnya model baju dan tempat tinggal? Apa yang kita perjuangkan saat ini dan di hari–hari yang lalu? Apakah kita hanya memperjuangkan pangkat dihadapan manusia yang sebentar lagi berlalu? Apakah kita rela terjatuh dari mengabdikan hidup untuk Allah yang Maha Suci dan Abadi, menjadi mengabdikan diri untuk hawa nafsu yang rendah dan menjerumuskan?<span id="more-92"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita sadari bahwa nafas yang kita hembuskan adalah tanda kemurahan Allah SWT pada kita, hari-hari yang kita lalui adalah sebagian dari nikmat Allah yang tak terhingga nilainya. Apakah kita pernah berfikir jika berada pada hembusan nafas yang terakhir, harta kita sebanyak apapun tidak bisa kita tukar dengan sekali hembusan nafas lagi. Apakah kita pernah merenung jika setelah hari terakhir dalam hidup kita di dunia ini. Pangkat di dunia setinggi apapun tidak bisa untuk menambahkan satu hari untuk menyambung kehidupan kita. Dan disaat itu setelah nafas terakhir kita hembuskan tidak ada yang berguna bagi kita, kecuali ketulusan kita dengan Allah SWT saat kita masih bernafas.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada juga diantara kita yang menjadikan waktu tidak berguna dihadapan Allah, yaitu disaat kita kotori nikmat waktu itu, kita kotori dengan dosa-dosa. Dan alangkah mengerikanya jika ternyata nafas terakhir kita hembuskan, sementara Allah belum mengampuni dosa-dosa kita.</p>
<p style="text-align:right;"><em> (mutiara hikmah buya yahya)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/23/harga-sehembus-nafas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>8</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/2ff04c206b3801c6f00057a927116e3567db44a5dad04c761260c8d0e560a123?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ihyaulumuddin99</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Permohonan yang Bermakna</title>
		<link>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/23/permohonan-yang-bermakna/</link>
					<comments>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/23/permohonan-yang-bermakna/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Luthfy Mukhtar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Sep 2012 04:53:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[keagungan allah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ihyaulumuddin99.wordpress.com/?p=89</guid>

					<description><![CDATA[Saat kita melakukan kesalahan kepada orang tua kita. Yang semestiya harus kita lakukan jikalau kita hendak mengajukan permintaan adalah memohon maaf terlebih dahulu. Dan, bisa jadi permintaan yang kita ajukan akan menambah amarah orang tua kita, jika permohonan maaf belum &#8230; <a href="https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/23/permohonan-yang-bermakna/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saat kita melakukan kesalahan kepada orang tua kita. Yang semestiya harus kita lakukan jikalau kita hendak mengajukan permintaan adalah memohon maaf terlebih dahulu. Dan, bisa jadi permintaan yang kita ajukan akan menambah amarah orang tua kita, jika permohonan maaf belum kita sampaikan. Itu adalah yang terjadi antara anak sebagai seorang hamba, dan seorang Ayah yang juga seorang hamba. Bagaimana jika ternyata jalinan itu adalah antara kita dengan Allah Swt. Pantaskah kita mengajukan permohonan kepada Allah SWT sementara dengan dosa yang kita lakukanpun kita belum memohon ampun?</p>
<p style="text-align:justify;">Kalaupun meminta ampun akan tetapi tidak dibarengi keseriusan dalam memohon ampun. Sudahkah kita sadari nikmat yang dikaruniakan oleh Allah SWT dari mata, telinga, tangan, seperangkat anggota tubuh yang sempurna dan kenikmatan berupa pangkat, jabatan dan kedudukan serta berlimpah kenikmatan dan karunia lainnya, yang semestinya kita gunakan untuk mencari ridho Allah SWT namun akhirnya kita gunakan untuk melanggar-Nya?<span id="more-89"></span> Layakkah kita saat itu untuk mengajukan permohonan lagi sementara nikmat yang ada saja kita tidak bisa mensyukurinya?</p>
<p style="text-align:justify;">Dahulukan memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa dan akhiri pula dengan permohonan ampun atas sisa kelalaian kita disaat memohon.</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh orang yang tidak mengerti makna bersyukur ia tidaklah mengerti makna permohonan. Karena yang tidak bisa bersyukur artinya tidak kenal siapa yang memberinya nikmat. Yang tidak kenal siapa pemberi nikmat mungkinkah akan memohon secara sesungguhnya kepada-Nya? Tata krama memohon adalah jika kita memohon kepada Allah SWT dengan segala kelemahan dan kebutuhan kita kepada Allah SWT, sekaligus menyadari keagungan Allah SWT pengabul segala permohonan.</p>
<p style="text-align:justify;">Merenungi jati diri maknanya amat penting dalam irama memohon kepada Allah SWT. Berapa kali dalam sehari kita memohon kepada Allah SWT dan berapa banyak macam permohonan kita panjatkan kepada Allah SWT. Akan tetapi berapa banyak telah kita hadirkan kesadaran akan kelemahan kita? Atau yang terlahir justru harapan dan impian setelah pengabulan yang kadang hanya akan membawa kesombongan diri dengan rencana-rencana pasca pengabulan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh orang yang tidak mengerti makna bersyukur ia tidaklah mengerti makna permohonan. Apakah permohonan yang semacam ini adalah permohonan yang benar yang dibarengi dengan kerendahan dan rasa tawadhu di hadapan Allah SWT? Sungguh Allah SWT akan melihat apa yang ada di hati kita. Jangan hanya memohon dengan sejuta ungkapan indah tanpa sebuah keinsyafan sebagai pemohon. Akan tetapi memohonlah kepada Allah SWT dengan segala hati yang terjaga, bersih dan penuh kesadaran akan kelemahan kita dan keagungan Allah SWT. Sadarilah apa yang Anda ucapkan serta camkan permohonan Anda dalam sanubari. Dahulukan memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Wallahu a&#8217;lam bishshowab.</em></p>
<p style="text-align:right;"><em>(mutiara hikmah buya yahya)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/23/permohonan-yang-bermakna/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/2ff04c206b3801c6f00057a927116e3567db44a5dad04c761260c8d0e560a123?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ihyaulumuddin99</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sahabat Sejati</title>
		<link>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/23/sahabat-sejati/</link>
					<comments>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/23/sahabat-sejati/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Luthfy Mukhtar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Sep 2012 04:46:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ihyaulumuddin99.wordpress.com/?p=86</guid>

					<description><![CDATA[Kemuliaan hati adalah disaat Anda merasa senang jika di tegur dan di ingatkan oleh sahabat Anda. Dan sahabat Anda adalah yang gemar mengingatkan Anda jika anda bersalah. Alangkah indahnya jika persahabatan di jalin dalam irama meningkatkan kualitas diri agar semakin &#8230; <a href="https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/23/sahabat-sejati/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kemuliaan hati adalah disaat Anda merasa senang jika di tegur dan di ingatkan oleh sahabat Anda. Dan sahabat Anda adalah yang gemar mengingatkan Anda jika anda bersalah. Alangkah indahnya jika persahabatan di jalin dalam irama meningkatkan kualitas diri agar semakin dekat kepada Allah dan semakin cinta kepada Rasulullah SAW. Bukan sahabat Anda jika dia membiarkan Anda dalam kesalahan. Bukan sahabat Anda jika ia mendendam di saat Anda tegur dan ingatkan kala bersalah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada sesuatu yang tersimpan di lubuk hati kita, yang tidak tampak kecuali disaat kita mendengar atau melihat sahabat kita bersalah. Yaitu rasa ingin menegur dan menyapanya karena merindukan kebaikan untuk sahabatnya<span id="more-86"></span> tanda ketulusan dalam persahabatan atau rasa enggan dan acuh untuk menegurnya tanda kekotoran hati saat bersahabat.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada Sesuatu yang tersembunyi dilubuk hati kita yang tidak tampak kecuali disaat kita mendapat teguran dari teman kita. Yaitu kesombongan yang menjadikan kita tiba-tiba merasa dendam, sebel melihatnya dan tidak nyaman duduk disampingnya atau rasa terimakasih yang dalam tanda sebuah ketawadhuan dan kebesaran jiwa dalam menerima sebuah kebenaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang sahabat amat besar pengaruhnya dalam pembentukan karakter, sikap, tata krama dan akidah keimanan. Itulah yang dipahamkan Rasulullah untuk umat beliau dengan sabdanya <em>&#8220;sesorang itu akan mudah terbawa kepada agama sahabatnya, maka jika ingin melihat iman dan akhlaq seseorang lihatlah siapa yang menjadi teman dalam hidupnya!&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sahabat disini maknanya banyak, teman kerja, guru yang mengajar kita, termasuk anggota dalam sebuah lembaga terdapat makna pesahabatan. Maka disaat hubungan kawan dengan kawan, guru dengan murid, atau keberadakan anggota dalam sebuah lembaga jika tidak terdapat didalamnya makna saling memberi dan saling menerima teguran positif maka sungguh jalinan itu bukan dirajut karena Allah SWT, dan hati yang sombong amat susah menerima kebenaran biar sebaik apapun cara kebenaran itu disampaikan dan sehebat apapun orang yang menyampaikannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menciptakan keindahan bersahabat karena Allah SWT disini dibutukan dua hal:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama</strong> adalah ghiroh, yaitu rasa mencitai sahabatnya dan rasa tidak rela jika sahabatnya terjerumus dalam dosa. Seirama dengan makna hadits nabi <em>&#8220;Tidak sempurna iman sesorang sehingga ia benar-benar mencintai saudaranya seperti mencintai  dirinya sendiri&#8221;</em>. Agar kita senantiasa merasa tidak rela jika ada sahabat kita berbuat maksiat dan dimurkai oleh Allah SWT seperti halnya ia tidak rela jika dirinya di murkai oleh Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua</strong> adalah lapang dada. Yaitu menghadirkan penghargaan kepada saudara kita yang telah menegur dan mengingatkan kita dengan menginsyafi betapa berharganya sebuah teguran itu. Hindari sifatnya orang-orng sombong yang jauh dari hidayah Allah yang mudah rasa tersinggung, kecewa dan dendam disaat ada seorang sahabat yang mengingatkan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika ada orang menegur dan mengingatkan kita, maka lihatlah makna yang di sampaikan jangan mempermasalahkan cara yang menurut anda kurang menarik atau mungkin menyakitkan. Hati yang tulus dan tawadhu hanya akan melihat kebenaran dan kebaikan darimanapun datangnya dan bagaimanapun cara penyamapaiannya. Dan hati yang sombong amat susah menerima kebenaran biar sebaik apapun cara kebenaran itu disampaikan dan sehebat apapun orang yang menyampaikannya.</p>
<p style="text-align:right;"><em>(mutiara hikmah buya yahya)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/23/sahabat-sejati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/2ff04c206b3801c6f00057a927116e3567db44a5dad04c761260c8d0e560a123?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ihyaulumuddin99</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menggapai Nikmat Allah</title>
		<link>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/23/menggapai-nikmat-allah/</link>
					<comments>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/23/menggapai-nikmat-allah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Luthfy Mukhtar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Sep 2012 04:37:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ihyaulumuddin99.wordpress.com/?p=83</guid>

					<description><![CDATA[Allah SWT adalah tuhan kita yang maha pengasih dengan kasih yang tak berbatas. Senantiasa melimpahkan rahmatNya kepada semua hambaNya, baik hamba yang berbakti atau hamba yang durhaka. Dengan penuh kasih syang Allah SWT memberikan karunia yang beragam kepada semua hambaNya &#8230; <a href="https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/23/menggapai-nikmat-allah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Allah SWT adalah tuhan kita yang maha pengasih dengan kasih yang tak berbatas. Senantiasa melimpahkan rahmatNya kepada semua hambaNya, baik hamba yang berbakti atau hamba yang durhaka. Dengan penuh kasih syang Allah SWT memberikan karunia yang beragam kepada semua hambaNya termasuk hamba yang memusuhi Allah sekalipun. Kasih sayang Allah SWT tersebut adalah nikmat besar yang sering dilupakan oleh hamba-hambaNya. Dan dari nikmat tersebut tidak akan abadi dan berlanjut kehadiranya setelah kehidupan didunia ini kecuali nikmat yang di syukuri. Jika Allah telah berjanji akan menambah nikmat kepada hamba yang bersykur, maknanya adalah adalah Allah akan mejaga kelestariannya didunia dan di akhirat.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi dalam kehidupan kita ini seringkali lupa untuk bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang Allah berikan kepada kita. Ada dua hal yang menjadikan seorang hamba yang tidak bersyukur atas nikmat Allah SWT.<span id="more-83"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama</strong>, karena kurang menyadari akan agungnya nikmat tersebut. Maka suatu kemulyaan adalah bertafakkur akan nikmat Allah SWT. Nikmat mata, pendengaran dan semua yang Allah ciptakan pada diri kita, termasuk rasa lapar dan kantuk adalah nikmat Allah untuk kita agar kita lahap dalam menikmati makanan dan nyenyak dalam tidur.Dan semua yang ada disekitar kita, di hadirkan oleh Allah SWT adalah nikamat Allah sebagai tanda kasih sayang Allah SWT kepada kita. Orang tua kita adalah nikmat yang dihadirkan oleh Allah SWT untuk merawat kita disaat kita lemah dan belum mampu berbuat apa-apa, bahkan meminta tolongpun kita belum mampu.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi karena kaih sayang Allah, telah diberikan kepada orang tua kita, kasih–sayang dan jiwa pengabdian yang menjadikan ibunda kita denga penuh kesabaran rela kita kencing di atas pangkuanya. Rela kita bangunkan di saat mereka lelap dalam tidurnya hanya untuk menyusui kita dan begitu seterusnya dengan beragam kebaikan yang di titipkan oleh Allah SWT kepada orang tua kita untuk melayani kita. Sungguh semua nikmat didunia ini jika tidak disyukuri akan hilang kelak di akhirat. Bukan saja hilang, akan tetapi akan berubah menjadi becana dan sebab datangnya siksa di akhirat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua</strong>, tidak mengerti bagaimana bersyukur. Seorang hamba yang telah sadar akan nikmat Allah akan menyia-nyiakan nikmat tersebut adalah di kala tidak mengerti makna dan bagaimana bersyukur. Kadang cara bersyukur yang maknanya menggunakan dan menjaga nikmat agar senatiasa dalam ridho Allah akan berubah menjadadi suatu sebab murka Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh semua nikmat didunia ini jika tidak disyukuri akan hilang kelak di akhirat. Bukan saja hilang, akan tetapi akan berubah menjadi becana dan sebab datangnya siksa di akhirat.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka takutlah jika Allah SWT menyiksa kita karena mata kita, takutlah jika Allah SWT menyiksa kita karena pekerjaan kita dan takutlah jika nikmat Allah SWT yang di berikan kepada kita di dunia ini hanya untuk di jadikan sebab kita untuk masuk neraka Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang benar-benar menyadari nikmat Allah dan bisa Mensyukurinya dengan sungguh dan benar agar nikmat tersebut bisa kita rasakan sebagai nikmat didunia dan di akhirat.</p>
<p style="text-align:right;"><em> (mutiara hikmah buya yahya)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/23/menggapai-nikmat-allah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/2ff04c206b3801c6f00057a927116e3567db44a5dad04c761260c8d0e560a123?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ihyaulumuddin99</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna Ketulusan</title>
		<link>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/makna-ketulusan/</link>
					<comments>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/makna-ketulusan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Luthfy Mukhtar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Sep 2012 12:49:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ihyaulumuddin99.wordpress.com/?p=79</guid>

					<description><![CDATA[Sahabatku, saat kita berbuat baik kepada orang lain atau tamu yang datang kerumah kita. Ada makna kebaikan yang harus di cermati untuk bisa disebut sebagai ketulusan. Ketulusan sendiri adalah hal yang amat lembut bersembunyi dilubuk hati dan bukan kata terucap &#8230; <a href="https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/makna-ketulusan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sahabatku, saat kita berbuat baik kepada orang lain atau tamu yang datang kerumah kita. Ada makna kebaikan yang harus di cermati untuk bisa disebut sebagai ketulusan. Ketulusan sendiri adalah hal yang amat lembut bersembunyi dilubuk hati dan bukan kata terucap dengan lidah.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang yang tidak berimanpun bisa berbuat baik kepada orang lain dengan memberi pertolongan, penghormatan atau santunan materi. Artinya berbuat baik kepada sesama itu hal yang lazim di lakukan, baik bagi yang beriman atau yang tidak beriman.<span id="more-79"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Yang harus senantiasa kita cermati adalah hal yang akan menjadikan kebaikan itu bermakna adalah Ketulusan, yaitu perbuatan baik yang semata-mata kita lakukan hanya mengharap balasan dari Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;">Hati-hatilah!! Ternyata dalam Ketulusan ada virus yang menghancurkan makna ketulusan, virus yang amat halus, sehalus ketulusan itu sendiri. Virus tersebut adalah Riya, atau maksud yang tersembunyi di balik sebuah kebaikan yang dilakukan. Rasulullah SAW pernah menggambarkan virus tersebut seperti“ lembutnya langkah semut hitam yang berjalan dikegelapan malam di atas batu hitam “</p>
<p style="text-align:justify;">Dan kita mungkin tidak menyadari atau bahkan tidak merasakan kapan masuknya virus tersebut, tiba-tiba sudah ada didalam hati.</p>
<p style="text-align:justify;">Sahabatku saat kita berbuat baik kepada seseorang, namun terasa perbedaan dihati kita saat orang tersebut bersyukur kepada kita atau tidak bersyukur. Atau jika senyum orang yang kita santuni ada makna dihati kita, itu artinya ketulusan kita telah terjangkit virus Riya. Jika kita masih membedakan peminta-minta yang datang kerumah kita jika dengan segala kesopananya lalu kita beri sementara yang lain datang dengan kurang sopan lalu tidak kita beri  itu artinya ada virus Riya menjangkit ketulusan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Sadarilah!! Orang yang tidak tulus akan capek dengan kebaikannya. Begitu sebaliknya ketulusan akan menjadikan pelaku kebaikan dalam puncak kepuasan hati. Saat kita berbuat baik kepada orang lain  hanya sebagai basa-basi sosial dan hanya mengharap balasan kebaikan berupa materi. Disaat kebaikan yang dinanti tidak kunjung didapat, maka rasa jengkel tersembunyi akan menguasai hati kita dan menghantarkan kita untuk menghitung-hitung kebaikan yang pernah kita lakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbeda dengan orang-orang yang tulus, mereka akan melakukan segala kebaikan dengan penuh kepuasan dan harapan ridho Allah SWT. Tidak merasa sakit jika orang yang di perlakukan baik tidak mengerti arti terimakasih. Tidak merasa gundah disaat kebaikan mereka tidak dilihat dan dihargai oleh manusia. Sebab mereka hanya ingin kebaikannya dilihat oleh Allah SWT Yang Maha Melihat apa yang ada dihati hamba-hambanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Wallahu a&#8217;lam bissawab.</p>
<p style="text-align:right;"><em>(mutiara hikmah buya yahya)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/makna-ketulusan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/2ff04c206b3801c6f00057a927116e3567db44a5dad04c761260c8d0e560a123?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ihyaulumuddin99</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Semua Terlihat Jahat ?</title>
		<link>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/kenapa-semua-terlihat-jahat/</link>
					<comments>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/kenapa-semua-terlihat-jahat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Luthfy Mukhtar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Sep 2012 12:42:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ihyaulumuddin99.wordpress.com/?p=77</guid>

					<description><![CDATA[Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk berlapang dada. Jika kita harus marahpun tidak boleh mendendam. Inilah obat kesejukan hati, penghantar keindahan hidup dalam kebersamaan. Hati yang pendendam akan selalu tersiksa. Selama ia masih hidup bersama dengan sesamanya maka ia akan selalu &#8230; <a href="https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/kenapa-semua-terlihat-jahat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk berlapang dada. Jika kita harus marahpun tidak boleh mendendam. Inilah obat kesejukan hati, penghantar keindahan hidup dalam kebersamaan. Hati yang pendendam akan selalu tersiksa. Selama ia masih hidup bersama dengan sesamanya maka ia akan selalu menemukan kesalahan. Karena manusia adalah makhluk yang bisa bersalah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sahabatku, diceritakan ada seseorang yang mengeluhkan  rasa sakit di  setiap bagian tubuhnya apabila disentuh oleh jari telunjuknya. Dan Ia pun berusaha untuk  mengobati rasa sakitnya. Namun  sakit itupun tidak kunjung sembuh.<span id="more-77"></span> Sekujur tubuhnya masih saja terasa sakit jika disentuh  oleh jari telunjuknya. Sungguh orang tersebut tidaklah akan pernah menemukan obat jika ternyata yang di periksakan ke dokter adalah hanya bagian tubuh yang disentuh oleh jari telunjuknya saja. Sementara ia melupakan jari telunjuknya, yang justru merupakan sumber dari sakit itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Perumpamaan diatas adalah sebuah gambaran tentang sikap hati yang penuh dendam dan kedengkian. Ia akan sulit hidup didalam sebuah kebersamaan. Dalam pandangannya semua orang seolah-olah memusuhinya dan tidak ada yang benar. Padahal yang menjadikan orang lain menjadi tidak baik dalam pandangannya adalah karena hatinya sendiri yang telah kotor.</p>
<p style="text-align:justify;">Hati yang akan mudah tersinggung dan mendendam. Jika ada yang berbuat salah kepadanya akan selalu di ingat dan di simpan di dalam hatinya. Bahkan untuk seseorang yang secara tidak sengaja melakukan kesalahan kepadanya, maka sudah harga mati baginya untuk dicap sebagai  penjahat .</p>
<p style="text-align:justify;">Ia adalah jari yang sakit, disaat bersentuhan dengan anggota yang sehat akan merasa sakit .Dan tidak akan bisa sembuh kecuali jari itu sendiri yang harus di obati. Menyadari penyakit dendam didalam hatinya adalah langkah pertama menuju kesembuhan. Kemudian berlatih melihat orang lain dengan mata &#8220;husnudzon &#8221; serta melihat sisi positifnya. Dan juga menghidari membicarakan dan mendengar kejelekan orang lain .</p>
<p style="text-align:justify;">Ada  cara yang amat penting untuk menghancurkan dendam dan kebencian ini, yaitu memberi hadiah seperti yang pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW.  Seberat apapun jika kita marah kepada seseorang atau mendendamnya  maka berusahalah untuk bisa memberi hadiah untuk mengurangi rasa sakit di dalam hati. <em>&#8220;Tahaadhuu tahaabbuu&#8221;</em> salinglah engkau menberi hadiah niscaya engkau akan saling mencintai !</p>
<p style="text-align:justify;">Cara yang lain yang juga amat penting untuk mengobati hati yang sakit ini adalah mendoakan orang yang kita dendami dengan do&#8217;a  do&#8217;a yang baik dan menghindari  mendoakannya dengan do&#8217;a yang jelek. Sebab, sungguh do&#8217;a jelek yang dipanjatkan untuk orang yang didendami tidaklah memberi arti positif bagi yang berdo&#8217;a dan yang dido&#8217;akan. Bahkan penyakit dendam akan semakin subur di hati orang yang mudah mendo&#8217;akan orang lain dengan do&#8217;a-do&#8217;a yang jelek. Jika do&#8217;a itu di kabul akan menjadikan orang yang di do&#8217;akan semakin tidak baik, dan sangat mungkin yang berdo&#8217;a ini akan menuai kejahatan baru dari orang yang di doakan. Juga disabdakan oleh Rasulullah saw bahwa do’a jelek yang dipanjatkan akan di kembalikan kepada yang mendoakan itu sendiri</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi jika do&#8217;a baik dipanjatkan, maka di samping hati kita akan semakin bersih ternyata ada janji dari Allah SWT, bahwa Allah SWT akan terlebih dahulu memberi kepada orang yang telah mendoakan sesuai doa yang di panjatkan dibandingkan dengan yang didoakan. Subhanallah…..</p>
<p style="text-align:justify;">Dan setelah itu, untuk mengetahui apakah masih ada dendam di dalam hati kita  atau tidak? Tengoklah ke dalam hati kita masing-maing! Setelah kita berdoa sudahkah kita bisa dengan penuh kelegaan mendoakan orang-orang yang bermasalah dengan kita dengan doa yang baik? Jika belum bisa, nyatakanlah dengan pasti bahwa hati kita masih kotor.</p>
<p style="text-align:right;"><em>(mutiara hikmah buya yahya)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/kenapa-semua-terlihat-jahat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/2ff04c206b3801c6f00057a927116e3567db44a5dad04c761260c8d0e560a123?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ihyaulumuddin99</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasih Sayang Yang Teraniaya</title>
		<link>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/kasih-sayang-yang-teraniaya/</link>
					<comments>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/kasih-sayang-yang-teraniaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Luthfy Mukhtar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Sep 2012 12:34:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ihyaulumuddin99.wordpress.com/?p=75</guid>

					<description><![CDATA[Rasullah SAW pernah bercerita, “ada seorang wanita di siksa didalam api neraka disebabkan oleh seekor kucing. Kucing yang mati karena disekap dan tidak diberi makan dan juga tidak dilepas agar mencari makan sendiri”. Wanita itu tidak membunuh akan tetapi ia &#8230; <a href="https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/kasih-sayang-yang-teraniaya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Rasullah SAW pernah bercerita, “ada seorang wanita di siksa didalam api neraka disebabkan oleh seekor kucing. Kucing yang mati karena disekap dan tidak diberi makan dan juga tidak dilepas agar mencari makan sendiri”. Wanita itu tidak membunuh akan tetapi ia telah menghalangi Si kucing untuk mencari makan sendiri. Sekelumit makna kasih sayang yang dilalaikan ternyata  menghantar seseorang masuk api kedalam neraka. Pada kesempatan yang berbeda Rasulullah juga mengingatkan <em>&#8220;jangan engkau meremehkan dosa sekecil apapun, barangkali dosa itulah yang akan menghantarkanmu ke dalam neraka&#8221;</em>. Sahabatku, kisah yang tersebut adalah kisah seorang wanita dengan kucing, tetapi perjalanan dan kisah hidup tentu saja tidak  terbatas hanya pada seorang wanita dan seekor kucing . Kitapun punya banyak perjalanan kisah hidup dalam mengarungi bahtera kehidupan ini. Dan kita tidak sendiri, bukan hanya dengan seekor kucing akan tetapi kita dengan beragam makhluk Allah SWT.<span id="more-75"></span> Dan banyak dari kita ternyata tidak hanya sekelas wanita penyebab matinya  si kucing dalam kemampuan menganiaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita bisa sebagai Si Kaya yang tidak peduli dengan kehidupan Si Fakir hingga ia mati kelaparan, sementara dirumah kita banyak makanan yang terbuang. Kita bisa sebagai Dokter, Perawat atau Pelayan kesehatan Rumah Sakit yang ogah-ogahan memberi pertolongan dan tindakan emergency kepada pasien yang  tidak bisa memberi jawaban disaat ditanya siapa yang menanggung biayanya atau karena orang tersebut tidak beridentitas. Kita juga bisa menjadi orang yang hanya melihat diri dan hawa nafsu saja yang layak untuk di hargai hingga begitu mudah menipu sesama tanpa pernah merasakan hal itu sebagai kesalahan, yang terpenting hal tersebut menguntungkan diri dan hawa nafsu kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka dari itu, jika kita yang tengah berkuasa marilah kita lihat rakyat kita  dengan hati. Jika kita para Hartawan marilah kita lihat para fakir itu dengan hati. Jika kita para Dokter dan Pelayan kesehatan marilah kita lihat para pasien dengan hati. Jika kita para Ustadz dan Pembimbing, marilah kita lihat umat ini dengan hati. Jangan sampai kita  melihat mereka dengan rumus keberuntungan di dunia yang hanya akan menjadikan kita terjerumus kepada &#8220;aniaya&#8221; yang memusnahkan &#8220;kasih sayang&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Sadarilah bahwa kitapun bisa sakit, fakir dan terjepit. Sadarilah bahwa keberuntungan yang sesunggahnya adalah kelak disaat kita mengahadap Allah SWT ! Semoga Allah SWT memberikan kepada kita kesadaran dan keinsyafan.</p>
<p style="text-align:right;"><em>(mutiara hikmah buya yahya)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/kasih-sayang-yang-teraniaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/2ff04c206b3801c6f00057a927116e3567db44a5dad04c761260c8d0e560a123?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ihyaulumuddin99</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kerakusan adalah Kefakiran Tersembunyi</title>
		<link>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/kerakusan-adalah-kefakiran-tersembunyi/</link>
					<comments>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/kerakusan-adalah-kefakiran-tersembunyi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Luthfy Mukhtar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Sep 2012 12:26:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ihyaulumuddin99.wordpress.com/?p=72</guid>

					<description><![CDATA[Sahabatku, pernahkah kita merenungi nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita? Semenjak kita dilahirkan atau bahkan semenjak terbentuknya segumpal darah di perut ibunda kita hingga detik ini. Allah SWT dengan Kasih dan Rahmat-Nya tiada henti-hentinya mencurahkan nikmatNya kepada kita. &#8230; <a href="https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/kerakusan-adalah-kefakiran-tersembunyi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sahabatku, pernahkah kita merenungi nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita? Semenjak kita dilahirkan atau bahkan semenjak terbentuknya segumpal darah di perut ibunda kita hingga detik ini. Allah SWT dengan Kasih dan Rahmat-Nya tiada henti-hentinya mencurahkan nikmatNya kepada kita. Baik nikmat yang pernah dan selalu kita pinta atau yang tidak pernah kita pinta.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi kenapa semakin hari kita terus merasakan kekurangan? Padahal jika kita melihat baju yang kita kenakan, makanan yang kita makan saat ini, semua jauh lebih baik jika kita banding dengan masa-masa lalu.<span id="more-72"></span> Dahulu orang tidak merasa malu mengenakan baju yang bertambal atau makan hanya dengan ikan asin atau telor dadar yang kadang dicampur dengan tepung untuk bisa dibagi dengan saudara yang lainnya. Kendaraan hanya Delman atau Sepeda, namun justru yang demikian itu amat terasa sekali bahwa itu  adalah nikmat besar dari Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi kenapa disaat kemudahan diberikan oleh Allah SWT, beraneka ragam makanan masuk ke perut dan kendaraan yang bermacam-macampun bisa dinikmati, yang ada adalah justru &#8220;merasa kurang&#8221;! Jangankan bersyukur, menyadari kalau itu adalah nikmat saja belum bisa.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika benar hal ini terjadi , maka ada sesuatu yang rusak dalam <em>program hati</em> kita, yaitu adanya Virus Ketamakan yang akan menjadikan kita kebal nikmat hingga tidak bisa bersyukur walaupun Allah SWT telah memberi kita banyak nikmat.  Virus yang akan menjadikan orang kaya seperti tidak punya apa-apa. Virus  yang sangat merusak kinerja hati kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Sahabatku, kalau kita teliti dengan hati, ternyata Ada tiga hal yang menyebabkan virus tersebut masuk ke hati kita, yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama</strong>, kurang merenungi nikmat yang dianugerahkan oleh Allah SWT. Maka yang tidak merenungi nikmat Alah SWT tidak akan bisa mengagungkan nikmat tersebut, dan yang tidak bisa mengagungkan nikmat tidak akan bisa mensyukurinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua</strong>, selalu melihat kepada orang yang diberi kelebihan oleh Allah SWT dalam urusan dunia. Hal ini amatlah mempengaruhi ketamakan hati seseorang. Sehingga dengan berbagai cara mencari alasan untuk menjadikan dirinya butuh kepada hal-hal yang sebenarnya tidak dibutuhkannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ketiga</strong>, adanya kesombongan yang telah menjadikan seseorang gengsi melakukan kesederhanaan. Inginnya selalu dilihat dan diperhatikan oleh orang lain dengan segala kelebihan, baik dalam pekerjaan, cara berpakain, makanan minuman, tempat tinggal dan kendaraannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal jika kita semua kembali kepada kesederhanaan dan ketawadhuan yang diajarkan oleh Rosulullah SAW, maka  tidaklah kita akan tersiksa dengan gengsi dan gaya hidup. Dan jika  kita mendahulukan yang halal dan di ridhohi Allah SWT maka tidaklah kita akan tersiksa dengan kesederhanaan dalam hidup kita</p>
<p style="text-align:justify;">Sunguh… Jika kesadaran akan hal ini telah ada di hati kita, Maka menjadi tukang becak dan tukang kebun jauh lebih mulia dari seorang Direktur yang Korup. Menjadi tukang batu jauh lebih mulia dari seorang Ustadz yang menjual agamanya demi dunia. Menjadi pekerja yang jujur jauh lebih mulia dari seorang Saudagar yang curang. Dan pergi kesawah jauh lebih mulia walau tersengat panasnya matahari, daripada bekerja di ruangan ber-AC akan tetapi dimurkai oleh Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu juga jika menjadi orang kaya menjadilah orang kaya yang di ridhoi oleh Allah karena kaya yang tidak tamak. Menjadi ustadz yang mulya di hadapan Allah karena tidak tamak. Dan menjadi apapun  menjadilah orang kaya yang sesungguhnya yaitu kaya hati dengan menjadi orang tidak rakus akan dunia dan  pandai mensyukuri nikmat.</p>
<p style="text-align:right;"><em> (mutiara hikmah buya yahya)</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/kerakusan-adalah-kefakiran-tersembunyi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/2ff04c206b3801c6f00057a927116e3567db44a5dad04c761260c8d0e560a123?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ihyaulumuddin99</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membangun Dengan Cinta</title>
		<link>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/membangun-dengan-cinta/</link>
					<comments>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/membangun-dengan-cinta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Luthfy Mukhtar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Sep 2012 12:18:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ihyaulumuddin99.wordpress.com/?p=70</guid>

					<description><![CDATA[Diceritakan bahwa pada suatu ketika Al-Imam Muhammad Al-Baqir mendengar  berita tentang perzinaan. Seketika itu juga wajah beliau berubah menjadi pucat dan bibir bergetar yang disertai titikan air mata. Lalu perlahan beliau berkata :&#8221;mereka adalah umat nabi Muhammad SAW&#8221;. Padahal beliau &#8230; <a href="https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/membangun-dengan-cinta/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Diceritakan bahwa pada suatu ketika <em>Al-Imam Muhammad Al-Baqir</em> mendengar  berita tentang perzinaan. Seketika itu juga wajah beliau berubah menjadi pucat dan bibir bergetar yang disertai titikan air mata. Lalu perlahan beliau berkata :&#8221;mereka adalah umat nabi Muhammad SAW&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal beliau tidaklah mengenal orang yang telah berzina itu akan tetapi yang beliau sadari adalah bahwa yang terjatuh dalam zina tersebut adalah umat Nabi Muhammad SAW. Maka beliau pun menyesal dan menangisi hal itu. Apa yang telah dilakukan oleh Al-Imam Muhammad al-baqir adalah penerapan dari makna Hadits Nabi SAW <em>&#8220;tidak sempurna iman seseorang dari kamu  sehingga enggkau mencintai saudaramu seperti mencintai untuk dirimu sendiri&#8221;.<span id="more-70"></span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita melihat kesalahan itu terjadi pada saudara kita hendaklah kita melihat mereka dengan mata kasih dan disertai dengan do&#8217;a-do&#8217;a demi kebaikanya. Sebab jika bukan karena perlindungan Allah pada kita maka  kesalahan  itupun bisa saja terjadi pada diri kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi disaat kita melihat seseorang terjerumus dalam kemaksiatan justru kesombongan kitalah yang muncul.  Lalu terlalu cepat kita menilai mereka dengan mata picik dan merendahkannya. Hal ini dikarenakan pandangan kita yang picik memandang bahwa kita lebih baik daripada orang lain. Dan banyak dari kita tidak menyadari hal  bahwa hal itu adalah merupakan  sebuah kesombongan tersembunyi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh makna ketulusan akan menghantarkan seseorang untuk semakin baik kepada sesama, merindukan yang lainya agar mendapatkan kebaikan seperti yang telah ia peroleh. Artinya ada kemulyaan dan kehinaan yang tersembunyi di balik cara pandang kita. Dan akan sangatlah berbeda cara pandang orang yang senantiasa merindukan orang lain agar senantiasa dekat kepada Allah SWT dengan  pandangan orang yang meredahkan orang lain dan hanya  melihat dirinyalah orang yang paling mulia dan benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh, ketika kita melihat saudara kita mabuk-mabukan. Apa kira-kira yang ada di hati kita saat itu? Akankah hati kita trenyuh, menangis kemudian memohon kepada Allah agar mengangkat saudara kita dari kehinakan dan mengampuni dosa-dosanya. Atau justru malah sebaliknya, kita melihat mereka dengan mata picik, meremehkan  dan menghinakan mereka. Itu adalah dua cara pandang yang berbeda yang bersumber dari hati yang berbeda. Yang membedakan adalah &#8220;cinta&#8221; dan &#8220;kesombongan&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Menata hati agar senantiasa sadar akan kekurangan dirinya, akan meredam luapan semangat untuk memperhatikan cela orang lain dengan mata meremehkan. Dan hal itu akan menjadikan dirinya amat berhati-hati dalam melihat cela orang lain. Sebab semua kesalahan yang terjadi pada orang lain bisa saja terjadi pada dirinya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang ada adalah melihat kesalahan yang dilakukan orang lain dengan kecemburuan kasih, penyesalan yang dalam dan cinta serta rindu untuk membawanya kepada kesadaran dan taubat.  Lebih dari itu kesadaran makna  ini akan menghantarkan seseorang &#8220;jauh dari menggunjing&#8221; orang lain. Dan sungguh tidak ada gunjingan di suarakan kecuali disaat hilangnya rasa kasih dan cinta. Dan kesadaran inilah titik yang sering terlupakan untuk membangun sebuah bangsa dan negara.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu sebaliknya, hati yang dipenuhi sampah kesombongan akan selalu membuka mata seseorang agar senantiasa melihat cela orang lain dengan merendahkannya dan lupa akan kekurangan dirinya sendiri. Alangkah mudahnya menggunjing orang lain bagi orang yang seperti ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Bersama itu juga, akan hilang rasa kasih-sayang dan saling mencitai sebagai pertanda dari sebuah makna keimanan. Disinilah awal bencana. Selanjutnya akan sangat mudah terjadi kedholiman, kerakusan dan ketidakpedulian kepada sesama. Dan disaat itu, amatlah sulit dibangun suatu masyarakat , bangsa dan negeri yang aman, tentram dan damai.</p>
<p style="text-align:right;"><em> (mutiara hikmah buya yahya)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/membangun-dengan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/2ff04c206b3801c6f00057a927116e3567db44a5dad04c761260c8d0e560a123?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ihyaulumuddin99</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menggapai Kerinduan Dengan Kerinduan</title>
		<link>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/menggapai-kerinduan-dengan-kerinduan/</link>
					<comments>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/menggapai-kerinduan-dengan-kerinduan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Luthfy Mukhtar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Sep 2012 12:12:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ihyaulumuddin99.wordpress.com/?p=68</guid>

					<description><![CDATA[Suatu ketika, saat Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain (yang saat itu masih anak-anak) melihat seorang kakek yang  sedang berwudhu dengan cara yang salah. Muncullah keinginan dari dua cucu Rasulullah SAW ini untuk bisa mengingatkan orang tua tersebut, agar amal ibadahnya &#8230; <a href="https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/menggapai-kerinduan-dengan-kerinduan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Suatu ketika, saat Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain (yang saat itu masih anak-anak) melihat seorang kakek yang  sedang berwudhu dengan cara yang salah. Muncullah keinginan dari dua cucu Rasulullah SAW ini untuk bisa mengingatkan orang tua tersebut, agar amal ibadahnya benar tanpa menyinggung perasaanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian Sayyidina Hasan bersepakat dengan Sayyidina Husain untuk berlomba berwudhu dan menjadikan sang kakek sebagai juri yang akan menilai kebenaran wudhu mereka. Lomba berwudhupun dimulai. Dan di akhir perlombaan tersebut, sang kakekpun tersadar bahwa wudhu Sayyidina Hasan dan Husain lebih benar dan sempurna dari wudhunya sendiri.<span id="more-68"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah pelajaran dakwah dari cucu Rasulullah Saw, dengan menyertakan kemuliaan akhlak dan tatakrama dalam mengingatkan orang lain khususnya yang lebih tua.</p>
<p style="text-align:justify;">Sahabatku, mengingatkan orang lain artinya kita mengajak orang lain agar bisa lebih baik dan benar, bukan untuk menghukuminya sebagai yang salah dan terhinakan. Melihat orang lain dengan penuh kasih sayang dan menghargainya adalah pancaran ketulusan seorang penyeru kebaikan. Dari situlah kejayaan dihadapan Allah akan di peroleh. Pembelajaran ini sangat tepat bagi Juru dakwah.</p>
<p style="text-align:justify;">Disaat seseorang menyampaikan kebaikan haruslah ia melihat dirinya sebagai yang membutuhkan pahala dan penghargaan dari Allah SWT dibalik upaya dakwahnya sebelum melihat kepada orang lain sebagai orang yang mebutuhkan kepada ajakannya. Makna &#8220;membutuhkan&#8221; inilah yang menjadikan seseorang tidak kenal putus asa dalam mengenalkan kebaikan kepada orang lain. Hingga ia senatiasa mengambil cara yang paling indah agar ajakannya bisa diterima oleh orang lain sebagai perwujudan makna hikmah yang diajarkan oleh Allah kepada Rasulullah SAW yang sekaligus harus kita ikuti.</p>
<p style="text-align:justify;">Sahabatku, Sayyidina Hasan dan Sayyidia Husain dalam usianya yang masih amat dini ini sangat paham makna hikmah berdakwah karena mereka adalah cucu dari sumber hikmah Rasulullah Saw. Beliau berdua tidak ingin menyakiti hati orang tua tersebut dengan &#8220;salah menegur&#8221;  saat sang kakek salah didalam berwudhu. Maka dengan ketulusan dan kerendahan hati, mereka berperan sebagai orang yang ingin benar didalam berwudhu padahal sebenarnya mereka ingin membenarkan wudhu orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Alangkah mulianya akhlakmu wahai cucu Rasulullah Saw. Dan alangkah indahnya siapapun yang ingin mengajak kebaikan lalu mengajak dengan penuh kasih dan ketawadhuan. Sungguh dakwah bukanlah pamer ilmu atau bangga akan sebuah gelar. Akan tetapi dakwah harus berangkat dari keindahan menuju keindahan dan dengan cara yang indah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan setelah itu, mari kita bercermin, sadar diri dan mencermati diri dan sekitar kita! Dimana hikmah dan akhlak kita saat mengajak orang lain kepada kebaikan? Bisakah menuai hasil jika mulut dan lidah kita tidak luput dari kalimat cacian dan penghinaan terhadap orang yang kita anggap salah? Dimana kasih sayang dan kerinduan kita untuk merindukan orang lain kepada Allah SWT? Jangan sampai ajakan kita kepada Allah berubah menjadi ajakan kepada diri sendiri atau kelompok. Bisakah orang lain rindu kepada Allah jika yang mengajak bukanlah orang yang merindukan Allah SWT? Dari kerinduan kepada Allah inilah akan hadir ajakan yang dirindukan dan penuh kasih untuk menghantarkan hamba-hamba Allah kepada kerinduan kepada Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Wallahu a&#8217;lam bisshowab</em></p>
<p style="text-align:right;"><em>(mutiara hikmah buya yahya)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ihyaulumuddin99.wordpress.com/2012/09/22/menggapai-kerinduan-dengan-kerinduan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/2ff04c206b3801c6f00057a927116e3567db44a5dad04c761260c8d0e560a123?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ihyaulumuddin99</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
