<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1844596824050076887</id><updated>2024-11-08T07:03:51.554-08:00</updated><category term="Berita"/><title type='text'>Kapuas News</title><subtitle type='html'>Informasi Seputar Kapuas dan Sekitarnya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kapuas-news.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1844596824050076887/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapuas-news.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Kapuas News</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11476984998274158176</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8I34ruYC_XRtUOT2LrgsNeS_Qow6nnY66g_IeXlD5x-xNVeR9LsNzfmz0CHgtBmIhCyUZfHs0NTUpmDgSKRi1fnAUljNKUyDau3Eswo6yZlHXKp_cq8CcBKjfMYYFfvc/s220/k.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1844596824050076887.post-8738413984169841157</id><published>2014-11-26T19:03:00.004-08:00</published><updated>2014-11-26T19:03:13.197-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>DISHUB KAPUAS GELAR PENERTIBAN ANGKUTAN JALAN</title><content type='html'>&lt;b&gt;“Penertiban atas
angkutan Umum dan angkutan Barang yang digelar Dishubkominfo Kapuas tidak akan
membuahkan efek jera karena hingga saat ini&amp;nbsp; Perda
Kab. Kapuas No. 4 Tahun 2012 dan Perda Prov. Kalteng No. 7 Tahun 2012 Tak
Kunjung Diberlakukan”&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kuala
Kapuas –&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Baru
–baru ini Dinas Perhubkominfo Kapuas menggelar penertiban angkutan jalan yang
meliputi angkutan barang dan angkutan umum termasuk angkuta antar Provinsi.&lt;br /&gt;
Penertiiban ini akan berlangsung selama tiga hari (18-20/11) bekerja sama
dengan Satlantas Polres Kapuas dan dilaksanakan pada pagi dan sore hari, “Bila
memungkinkan maka penertiban ini akan kita laksanakan hingga akhir tahun. “Demikian
tutur Kabid LLAJ Sumarno beberapa waktu lalu” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa pelanggaran
terbanyak yang ditemui adalah pelanggaran oleh angkutan barang meliputi
KIR,&amp;nbsp; Ijin Angkutan dan beban maximum
(Tonase) yang pada saat penertiban ini digelar khusus angkuta hasil perkebunan&amp;nbsp; &amp;nbsp;dilakukan
pengecekan atau penimbangan terhadap beban dengan menggunakan Portable dan kepada
mereka yang terbukti melakukan pelanggaran kita beri sanksi berupa tilang serta
isi ditempat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sementara itu, ketika disinggung tentang anggkutan
hasil perkebunan seperti kelapa sawit yang pada saat penertiban ini digelar
rata –rata dengan beban 11 sampai 12,5 ton yang merupakan pelanggaran terhadap
Peraturan Daerah Kab. Kapuas No.4 Tahun 2012 tentang angkutan Jalan dan
Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan tengah No. 7 Tahun 2012 tentang aturan
Lalulintas di Ruas jalan umum dan jalan Khusus Untuk angkuatan hasil
Pertambangan dan Perkebunan, Sumarno mengatakan belum isa diterapkan secara
keseluruhan termasuk denda Rp. 50 Jt sebagaimana yang di isyaratkan ke dua
Peraturan Daerah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Di tempat terpiah, ketika disambangi di kediamannya,
Kadishubkominfo Kapuas Sofyan mengatakan kedepannya dan sesegera mungkin
Peraturan daerah Kapuas No. 4 Tahun 2012 termasuk pasal V ayat 16 tentang
besaran denda 50 Jt tersebut&amp;nbsp; akan kita
berlakukan karena memang kepada mereka pemegang Surat Ijin angkutan telah
berulang kali kita memberi sosialisasi atas Peraturan daerah ini mulai dari
surat edaran hingga penyampaian langsung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sementara itu, Sekretaris Lembaga Fifel Borneo Bung
Zul mengatakan lambannya terhadap penegakan ke dua Perda tersebut akan
melahirkan beban kerugian pada Pemerintah Daerah termasuk kerusakan jalan yang
diakibatkan kelebihan beban angkutan barang termasuk angkutan hasil perkebunan
yang rata rata di atas beban maximal 8 ton. Sehingga kalau hanya sekedar
penertiban di khuatirkan tidak akan memberi efek jera.&lt;br /&gt;
Kalau kita perhatikan dan kita buat hitung hitungan, betapa banyaknya angkutan
hasil perkebunan sawit yang berlenggang ria memanfaatkan jalan umum dan sejauh
ini tidak ada tindakan tegas terhadap mereka padahal ini bisa dikatkanan
sebagai pelanggaran berat yang bisa dijerat dengan denda 50 Jt.&lt;br /&gt;
“Seharusnya pihak DPRD Kapuas mendesak Pemerintah melalui dinas terkait untuk
segera memberlakukan dan menegakkan Peraturan Daerah tersebut, sebab sangat
disayangkan hinggga kini Pemerintah Kapuas tak kunjung memberlakukan Perda
tersebut. “Percuma kita buat Peraturan Daerah bila bukan untuk diberlakukan dan
ditegakkan, “Ucap Bung Zul.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;(LE.Nst-Biro Kapuas)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapuas-news.blogspot.com/feeds/8738413984169841157/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapuas-news.blogspot.com/2014/11/dishub-kapuas-gelar-penertiban-angkutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1844596824050076887/posts/default/8738413984169841157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1844596824050076887/posts/default/8738413984169841157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapuas-news.blogspot.com/2014/11/dishub-kapuas-gelar-penertiban-angkutan.html' title='DISHUB KAPUAS GELAR PENERTIBAN ANGKUTAN JALAN'/><author><name>Kapuas News</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11476984998274158176</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8I34ruYC_XRtUOT2LrgsNeS_Qow6nnY66g_IeXlD5x-xNVeR9LsNzfmz0CHgtBmIhCyUZfHs0NTUpmDgSKRi1fnAUljNKUyDau3Eswo6yZlHXKp_cq8CcBKjfMYYFfvc/s220/k.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>