<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128</id><updated>2025-11-29T14:50:43.363+07:00</updated><category term="Info Herba"/><category term="Hortikultura"/><category term="Aqidah Islam"/><category term="Artikel Ilmiah"/><category term="Mutiara Kisah"/><category term="Rahasia Sholat"/><category term="Tips Sehat Alami"/><category term="Unik"/><category term="Agrobisnis"/><category term="Pengobatan Islam"/><category term="Bisnis"/><title type='text'>Hudamagazine</title><subtitle type='html'>Ilmiah dan Mudah Dipahami</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>44</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-6140284600640769203</id><published>2011-11-16T14:54:00.002+07:00</published><updated>2012-01-17T17:11:20.064+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bisnis"/><title type='text'>Berani Jadi Pengusaha?</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYrRJJioqxq69u3u6ir1HgTYLd8GGcJKYh9wsBy4oiLQft2ou-ENEdW8tGFo32KjLF1y7AiPR6ln5Vhe3ha_eCOKMp7p_4ozjlnEz0JQWjdBcxekz0g1UbeloU8OQpdiFUzE0Ml3gmrKM/s1600/biografi-pengusaha1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYrRJJioqxq69u3u6ir1HgTYLd8GGcJKYh9wsBy4oiLQft2ou-ENEdW8tGFo32KjLF1y7AiPR6ln5Vhe3ha_eCOKMp7p_4ozjlnEz0JQWjdBcxekz0g1UbeloU8OQpdiFUzE0Ml3gmrKM/s200/biografi-pengusaha1.jpg&quot; width=&quot;196&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dari sekitar 240 juta penduduk Indonesia, baru sekitar 400 ribu yang memilih sebagai pengusaha, atau hanya sekitar 0,18% yang berani jadi pengusaha? Lainnya lebih memilih jadi karyawan atau pegawai negeri sipil alias PNS. Coba kalo ada pengumuman penerimaan PNS di departemen X, yang mendaftar bisa puluhan ribu, padahal yang diterima hanya beberapa ratus. Demikian juga, kalo ada lowongan pegawai di perusahaan Y, apalagi perusahaan itu bonafit, pasti yang menyetor berkas lamaran sampai berjibun. Tapi, kalo ada lowongan jadi pengusaha (emang pernah ada?), sepi-sepi aja tuh!&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Padahal menurut tokoh pengusaha Indonesia, Ir. Ciputra, agar masalah kemiskinan dan pengangguran teratasi, setidaknya diperlukan 4 juta pengusaha baru dinegara kita. Ya, dengan munculnya para pengusaha, berarti lapangan kerja terbuka semakin lebar. Jika dari 4 juta pengusaha masing-masing membutuhkan 10 tenaga kerja saja, berarti akan ada 40 juta orang yang dipekerjakan. Pengangguran akan berkurang, dan kemiskinan pun bisa teratasi, Jadi, pengusaha adalah sebuah profesi yang sangat mulia, lho. So, jika saat ini baru ada sekitar 400 ribu pengusaha di Indonesia, berarti ada lowongan jadi pengusaha sebanyak 3,6 juta! Wah, banyak juga ya?! Ada yang tertantang?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tapi, ngomong-ngomong, apa sih yang membuat orang Indonesia enggak berani melirik dunia yang satu ini? dari beberapa sumber yang dikumpulkan, kira-kira inilah biang keroknya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Penjajahan selama 3,5 Abad&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pernah membaca buku-buku sejarah, atau novel-novel bersetting sejarah? disana kamu bakal menemukan, bahwa pada saat kita dijajah belanda, kasta alias derajat tertinggi yang bisa diraih oleh inlander, alias kaum pribumi adalah ketika dia menjadi ambtenaar alias pegawai pemerintahan Belanda. Sekaya apapun seorang inlander, kalo dia hanya berprofesi sebagai saudagar, maka dia akan dicap rendah. Sama dengan orang kebanyakan. Memang hal tersebut sengaja dilestarikan oleh penjajah yang nggak ingin kaum pribumi hidup makmur berkecukupan. So, orang-orang jaman itu, berlomba-lomba sekolah, bukan untuk jadi pengusaha, tetapi hanya pengin diterima sebagai abtenaar.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Nah, ternyata mental seperti itu, diwarisi turun temurun hingga zaman sekarang, tuh! Bahkan, ada pedagang yang sukses yang rela mengeluarkan berpuluh-puluh juta rupiyah buat menyogok aparat agar anak-anaknya bisa jadi PNS. Dia nggak merasa bangga dengan profesi sebagai pedagang, dan menginginkan anaknya bisa jadi &#39;priyayi&#39; dengan statusnya sebagai PNS.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Sistem Pendidikan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurut Ir. Ciputra, pendidikan, apalagi di Indonesia juga cenderung membentuk orang untuk menjadi pekerja, bukan menjadi pengusaha. Menurut beliau, pendidikan kewirausahaan ternyata tidak didapat dibangku sekolah manapun, tetapi diperoleh dari kehidupan. Bahkan kita sering mengamati, justru orang-orang yang sukses jadi pengusaha, malah banyak yang sekolahnya nggak sukses-sukses amat. Misalnya Bill Gates, pendiri Microsoft Coorp yang juga salah satu orang terkaya di dunia, doski nggak menyelesaikan kuliahnya di Harvard University. Sementara orang yang nilainya selalu cemerlang, paling banter jadi dosen, pegawai sebuah peusahaan bonafit atau jadi ilmuan. So, pemikiran sebagian besar pelajar adalah sekolah yang baik, dapat nilai tinggi, dan setelah lulus, melamar kesana-kemari cari pekerjaan, ya jadi pengangguran intelektual. Duh, kesiaan deh Lu!&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Nggak Berani Nanggung Resiko&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Banyak orang takut bikin kesalahan, sehingga kita lebih senang tinggal di &#39;zona nyaman&#39;. Mungkin kita sering dinasehati oleh beberapa orang dewasa, &quot;Udahlah, nggak usah neko-neko... Yang penting kerja yang baik, dapat kerja terus menabung.&quot; Ini nih yang dituding oleh Purdi E. Chandra, bos Primagama sekaligus pendiri Entreprenuer University (EU) dalam situs resminya www.purdiechandra.net, sebagai biang kerok, bahkan bisa dibilang yang paling utama. Banyak dari kita yang ingi menjauh dari resiko, alias pingin yang aman-aman saja. Jadi pengusaha, konon resikonya lebih gede, karena kalo salah langkah, perusahaan bisa bangkrut dan modal kita melayang. Emangnya jadi pegawai enggak beresiko? Sebenarnya sama saja. Kalo berusahaan tempat kita bangkrut, kita juga kena PHK kan? bahkan, kalo semua orang berfikir harus jadi pencari kerja, nggak ada yang berani membuka lapangan kerja, negeri ini lama-lama akan hancur karena dipenuhi penganguran.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Nggak Punya Mimpi dan Tekad yang Besar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mimpi besar bukan sembarang mimpi, lho. Jangan menertawakan mimpi ya, karena banyak orang besar bisa sukses karena mimpi. Bahkan untuk menjadi seorang pengusaha, mimpi besar itu termasuk modal yang sangat penting. Begitu juga pendapat Robert Kiyosaki, penulis yang terkenal dengan bukunya yang best seller “Rich Dad Poor Dad”. Tulis beliau, agar kita bisa menjadi pengusaha, maka kita harus punya mimpi, kudu punya tekad besar, dan punya kemampuan untuk belajar, dan punya kemampuan menggunakan dengan benar aset kita, alias modal baik otak, informasi, uang, sumber saya fisik da sebagainya, yang merupakan pemeberian Alloh Subhanallohu Ta’ala.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Coba deh, saat melihat sosok pengusaha sukses misalnya, atau ketika kita memasuki sebuah hotel megah, mall yang besar dan ramai, ladang pertanian yang subur, perkebunan yang luas, peternakan dengan sapi yang gemuk dan putih, bayangkan kalo semua itu adalah milik kita. Mimpi kali yee... tapi, dari mimpilah kita akan memulai ‘petualangan’ dahsyat kita. Yuk, bermimpi!&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;5. Tidak Terbiasa Bekerja Keras&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penah dengar lagu yang terkenal dari Koes Ploes ini? “Bukan lautan, hanya kolam susu. Kail dan Jala ikut menghidupimu. Tiada topan tiada badai kau temui. Ikan dan udang ikut menghampirimu. Orang bilang tanah kita tanah surga. Tempat tongkat dan kayu jadi tanaman.”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Waah, kita tuh, sebagai penduduk indonesia, memang sangat-sangat dimanjakan oleh alam. Lautan kita memberikan berbagai macam hasil yang bisa kita manfaatkan. Tanah kita pun sangat subur, tongkat ditancapkan pun bisa jadi tanaman. Itu mungkin yang membuat bangsa kita relatif ‘manja’, ya? Bandingkan dengan para penduduk eropa atau amerika utara yang setiap musim dingin kudu kedinginan. Toh, karena alam enggak terlalu besahabat, mereka justru tertantang untuk melakukan hal-hal besar. Para pengusaha mereka berlayar sampai ke Asia Tenggara untuk mencari rempah-rempah dan berdagang. Hasilnya, sekarang mereka menjadi negara-negara yang maju.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sumber: majalah gizone edisi 18/th.2/Oktober 2010&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/6140284600640769203/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2011/11/berani-jadi-pengusaha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/6140284600640769203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/6140284600640769203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2011/11/berani-jadi-pengusaha.html' title='Berani Jadi Pengusaha?'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYrRJJioqxq69u3u6ir1HgTYLd8GGcJKYh9wsBy4oiLQft2ou-ENEdW8tGFo32KjLF1y7AiPR6ln5Vhe3ha_eCOKMp7p_4ozjlnEz0JQWjdBcxekz0g1UbeloU8OQpdiFUzE0Ml3gmrKM/s72-c/biografi-pengusaha1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-7768605765878123932</id><published>2011-03-05T07:03:00.015+07:00</published><updated>2011-03-05T07:44:29.658+07:00</updated><title type='text'>Free Download Anti Virus</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg5GEMbigSAKGoCEp9PEGkSAH0vOOGOn5yCO-NYsVRMxUYPuSErVl3lZcyprosNnkrnfqk0S_1jxO3dO7wMJELav0WnHWKRUFrJ3-QaQlJawC561USjV8qmtGrCv8xH4h0Y3Z0sqHBohM/s1600/Avira-Antivirus-Personal.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg5GEMbigSAKGoCEp9PEGkSAH0vOOGOn5yCO-NYsVRMxUYPuSErVl3lZcyprosNnkrnfqk0S_1jxO3dO7wMJELav0WnHWKRUFrJ3-QaQlJawC561USjV8qmtGrCv8xH4h0Y3Z0sqHBohM/s200/Avira-Antivirus-Personal.jpg&quot; width=&quot;163&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seperti kita ketahui bersama bahwa Virus adalah musuh utama pengguna komputer, terutama pengguna Computer  yang menggunakan operasi system Microsoft windows. Sampai saat  ini sudah jenis dan varian virus virus. Berbagai ulah dan aksi virus  yang menyerang System komputer kita antara lain menginfeksi suatu  software , merusak System vital operasi system, menyembunyikan dan  merusak data, menyebarkan email secara masal, hingga menjangkiti  jaringan atau koneksi  internet dan banyak lagi  ulah Virus ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentunya untuk menghadapi jahatnya virus  ini kita memerlukan senjata untuk menghadapi dan melakukan pencegahan  atau proteksi terhadap virus ini. Sebenarnya banyak sekali anti virus  yang dikembangkan oleh berbagai  penyedia software anti virus, namun dibawah ini hanya ada beberapa anti virus gratis yang saya ketahui.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Anti virus mancanegara:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://eset.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;»&amp;nbsp;NOD32&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://free.avg.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;»&amp;nbsp;AVG Free&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://avira.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;»&amp;nbsp;Avira&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://kaspersky.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;»&amp;nbsp;Kaspersky&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://norton.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;»&amp;nbsp;Norton&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://avast.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;»&amp;nbsp;Avast&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Anti virus lokal :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://smadav.net/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;»&amp;nbsp;Smadav&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://ansav.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;»&amp;nbsp;Ansav&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://pcmav.biz/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;»&amp;nbsp;PCMAV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa Anti virus mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, oleh karena itu kita harus bisa memilih anti virus yang tepat buat komputer kita, tentu disesuaikan dengan virus yang terdapat pada komputer kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekian dan semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/7768605765878123932/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2011/03/download-antivirus.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/7768605765878123932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/7768605765878123932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2011/03/download-antivirus.html' title='Free Download Anti Virus'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg5GEMbigSAKGoCEp9PEGkSAH0vOOGOn5yCO-NYsVRMxUYPuSErVl3lZcyprosNnkrnfqk0S_1jxO3dO7wMJELav0WnHWKRUFrJ3-QaQlJawC561USjV8qmtGrCv8xH4h0Y3Z0sqHBohM/s72-c/Avira-Antivirus-Personal.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-8807313201945798817</id><published>2010-10-20T06:12:00.015+07:00</published><updated>2012-03-04T16:35:13.648+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Agrobisnis"/><title type='text'>Budidaya dan Peluang Usaha Pepaya California</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixGtrVZj2L6p9poIMy_mWfkIe7sI0wuJL04Jee_JZ4of5sf91Z5MhInBEZk9sySSekA5F_xB9ROG42sUo_W3S8uNNopQ1K-Wf6pks4vc6mjf38v7oZtPQjlFL6FzZzrYQ_G7h2OeDideY/s1600/pepaya+california.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixGtrVZj2L6p9poIMy_mWfkIe7sI0wuJL04Jee_JZ4of5sf91Z5MhInBEZk9sySSekA5F_xB9ROG42sUo_W3S8uNNopQ1K-Wf6pks4vc6mjf38v7oZtPQjlFL6FzZzrYQ_G7h2OeDideY/s200/pepaya+california.jpg&quot; width=&quot;150&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Pernah denger pepaya California? Pepaya yang memiliki bentuk buah lebih kecil dan lebih lonjong ini berasal dari Amerika Tengah dan daerah Karibia. Ia dapat tumbuh subur sepanjang tahun di Indonesia. Setelah mengenal sedikit tentang pepaya ini langsung terpikir oleh saya, apa sih keunggulan pepaya california dibandingkan dengan pepaya lokal atau pepaya jenis lainnya? Keunggulannya bisa saya ketahui setelah saya membeli di pasar, ketika itu saya langsung terkesan dengan bentuknya yang lebih kecil dibandingkan pepaya lainnya, warnanya lebih mengkilap, bentuknya agak lonjong, daging buahnya tebal, bijinya lebih sedikit, dan rasanya manis, bahkan ada yang mengatakan manisnya nempel di lidah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika saya jalan-jalan di Pasar Wage (Purwokerto) saya melihat bahwa pepaya ini sangat populer dikalangan konsumen, tidak kalah dengan pepaya bangkok. Pepaya california dijual 4.000/kg sedangkan pepaya bangkok dijual 3.000/kg. Sedangkan di supermarket &lt;i&gt;–khusus buah-&lt;/i&gt; (Cherry) pepaya California harganya mencapai 8.000/kg. Wow, pasti pembaca kaget mendengarnya, pepaya California yang dibeli dari petani cuma 2.000/kg bisa dijual mencapai 8.000/kg. Hemm, itulah keunggulan pepaya California dibandingkan pepaya lainnya, dikarenakan untuk saat ini pepaya California adalah komoditi yang bernilai ekonomi tinggi serta primadona di antara jenis pepaya lain di pasaran, khususnya supermarket/hypermarket.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana, apakah pembaca berminat membudidayakan pepaya ini? Peluang pasar masih terbuka lebar, dan permintaan pasar akan pasokan pepaya California, khususnya supermarket/hypermarket di kota-kota besar dalam dan luar negeri cukup tinggi. Sementara itu, ketersediaan buah relatif terbatas, karena pepaya unggulan yang kecil mungil ini belum dikenal secara meluas di masyarakat petani. Lalu bagaimana sich cara membudidayakan pepaya ini? Berikut ini cara membudidayakan pepaya california.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mengenal Pepaya California&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pohon pepaya California lebih pendek dibanding jenis pepaya lain, paling tinggi lebih kurang 2 meter. Daunnya berjari banyak dan memiliki kuncung di permukaan pangkalnya. Buahnya berkulit tebal dan permukaannya rata, dagingnya kenyal, tebal, dan manis rasanya. Bobotnya berkisar antara 600 gram sampai dengan 2 Kg.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pepaya California tumbuh subur bila ditanam di lahan dengan ketinggian antara 300 hingga 500 meter diatas permukaan laut. Pohon pepaya ditanam dengan jarak dua setengah kali dua meter. Sehingga untuk satu hektar lahan dapat ditanam antara 1500 hingga 1700 pohon papaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Budidaya Pepaya California&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pembaca mengenal pepaya California, serta lahan yang ideal untuk menanam pepaya ini, maka hal pertama yang harus dilakukan untuk seseorang yang ingin membudidayakan pepaya California adalah pembibitan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembibitan dilakukan dengan menyemai terlebih dahulu benih pepaya California yang kita miliki. Benih ini bisa kita peroleh dari pepaya California yang sudah tua dan matang kemudian kita ambil bijinya, kemudian dibersihkan selaput yang menempel pada biji, dan dijemur ditempat yang teduh, pepaya ini bisa diperoleh dengan membeli di pasar atau toko buah dengan keteria buah tersebut besar, tidak cacat, tidak terserang hama penyakit dan matang di pohon. Namun, bagi pembaca yang tidak ingin repot, benih pepaya California ini bisa kita beli langsung dari para penjual/perkebunan pepaya california yang biasanya menjual benih dalam bentuk sachet atau botol. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pembibitan, sebenarnya benih bisa langsung kita tanam baik di pekarangan maupun di perkerbunan, namun pada umumnya para petani tidak langsung ditanam diperkebunan, dengan pertimbangan mempermudah perawatan, dan menghindari ganguan-gangguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum benih dimasukan ke dalam kantong/polibag benih perlu di rendam 1 hari atau cukup semalaman. Benih yang terapung dibuang, benih yang terapung menunjukkan benih kurang berkualitas. Terhadap benih yang telah lama disimpan sebaiknya perlu di berikan tambahan cairan bahan perangsang secukupnya agar cepat tumbuh menjadi kecambah. Bahannya mudah didapat di toko-toko tanaman, harganya pun relatif murah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah direndam semalaman langsung di bungkus dengan koran atau kandi atau kain atau kaos basah, lalu simpan ditempat yang lembab. Biasanya dalam waktu&amp;nbsp; 1 minggu sudah menampakan menjadi kecambah yang siap di pindahkan ke masing-masing polibag yang telah disediakan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Setelah pohon pepaya berumur kurang lebih 1 bulan, maka pepaya siap ditanam pada lahan/areal perkebunan yang dimiliki. Jarak tanam masing-masing pohon adalah 2 x 2,5 meter. Sebaiknya dilakukan pemupukan terlebih dahulu pada dasar lubang yang telah digali sebelum bibit ditanam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bibit pepaya California ditanam, maka kita lakukan pemeliharaan agar pepaya california dapat berbuah secara optimal. Pemeliharaan/perawatan intensif terhadap tanaman pepaya ini dilakukan sejak umur 3 bulan. Pemeliharaan mulai dari pemeliharaan lahan dan pemeliharaan tanaman. Pemeliharaan lahan dengan cara menjaga ketersedian air , kesuburan tanah, maupun dari gangguan gulma, sedangkan pemeliharaan tanaman bisa dilakukan dengan merawat&amp;nbsp; pohon agar tidak terserang hama dan penyakit. Salah satu hal yang penting diperhatikan dalam pemeliharaan ini adalah pemupukan. Jika pemupukan kurang maka pertumbuhan batang tanaman akan terhambat dan hasil buahnya juga kurang manis. Bahkan buah yang belum sempat berkembang bisa saja gugur jika pemupukan terlambat dilakukan. Kalau sudah begitu dapat dipastikan hasil panen tidak bagus dan yang rugi adalah petani pepaya itu sendiri. Pemupukan bisa dilakukan setiap 2-3 bulan sekali dengan menggunakan pupuk organik dan anorganik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pohon pepaya California sudah bisa dipanen setelah berumur 7 hingga 9 bulan. Pohonnya dapat berbuah hingga umur empat tahun. Dalam satu bulan bisa dipanen sampai empat kali. Sekali panen, setiap pohon pepaya California dapat menghasilkan 20 hingga 50 buah. Dengan sekali panen setiap minggu bisa mencapai 2 ton per hektar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kendala-Kendala&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, budidaya pepaya California bukan tanpa kendala. Sebab, pepaya ini lebih rentan terhadap hama dan penyakit, terutama hama ulat, bercak daun dan jamur. Hama menyerang batang, buah dan daunnya. Bercak daun biasanya menyebabkan daun mudah rontok, dan buah pepaya yang terserang jamur biasanya warnanya menjadi putih pucat, kulit buah tampak&amp;nbsp; mengkerut kisut. Untuk mencegah hama ini petani harus memberi pestisida. Pengendaliannya harus terpadu disertai pemberian kompos yang lebih banyak agar pertumbuhan tanaman lebih baik dan tahan terhadap hama dan penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mencegah tanaman pepaya agar tidak terkena penyakit, harus dipastikan bahwa tanah yang akan ditanami dengan bibit pilihan harus bebas dari bonggol sisa tanaman sebelumnya. Dengan adanya sisa bonggol tanaman sebelumnya dapat merangsang tumbuhnya jamur yang akan merusak bibit tanaman baru. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mudah kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana, apakah pembaca berminat membudidayakan pepaya California? Saya yakin usaha ini apabila ditekuni dengan sungguh-sungguh, maka akan membuahkan hasil/keuntungan yang besar. &lt;i&gt;Wallohu’alam.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huh, cape juga selama 2 jam menulis, walaupun ada yang &lt;i&gt;copy paste&lt;/i&gt; juga sich, &lt;i&gt;hehehe&lt;/i&gt;. Tapi, saya tetap semangat untuk mencoba menyusun sebuah artikel yang dapat membantu para pembaca yang ingin mengetahui cara membudidayakan pepaya California. Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat. Amien&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ditulis pada tanggal 19 Oktober 2010, jam 15.30-17.30 WIB, selepas sholat ashar di masjid Baitul Makmur, Grendeng-Purwokerto Utara.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sumber: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; http://masjamal.blogdetik.com dengan judul: &lt;i&gt;“Sukses Menanam Pepaya California”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; http://www.agrina-online.com dengan judul: &lt;i&gt;“Pepaya California Biar Kecil Bikin Untung”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; http://blog.agroprima.com&amp;nbsp; dengan judul: &lt;i&gt;“Budidaya Pepaya California di Lahan Perkebunan”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; http://www.agrokatesmandiri.com dengan judul:&lt;i&gt; “Pepaya California”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; http://vtrediting.wordpress.com dengan judul:&lt;i&gt; “Budidaya Pepaya California”.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/8807313201945798817/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/10/budidaya-dan-peluang-usaha-pepaya.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/8807313201945798817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/8807313201945798817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/10/budidaya-dan-peluang-usaha-pepaya.html' title='Budidaya dan Peluang Usaha Pepaya California'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixGtrVZj2L6p9poIMy_mWfkIe7sI0wuJL04Jee_JZ4of5sf91Z5MhInBEZk9sySSekA5F_xB9ROG42sUo_W3S8uNNopQ1K-Wf6pks4vc6mjf38v7oZtPQjlFL6FzZzrYQ_G7h2OeDideY/s72-c/pepaya+california.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-6320841306046259949</id><published>2010-10-16T20:06:00.013+07:00</published><updated>2012-03-04T16:35:13.649+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Agrobisnis"/><title type='text'>Budidaya, Khasiat dan Peluang Usaha Cincau Hijau (Rambat)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdztYqMOGTI4s-Ls7cFd-5yD2SuNGNLeTq7EgvPcSpevMK3AZhXwYr67O1Irhftb8GehKQ5VPQf19dKeoqDxY6-wR9FMg9q4fba0ooCFbE4VkYgOgvF6sK_qbmri5FeiX5nThnCb6kDgg/s1600/daun-cincau.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdztYqMOGTI4s-Ls7cFd-5yD2SuNGNLeTq7EgvPcSpevMK3AZhXwYr67O1Irhftb8GehKQ5VPQf19dKeoqDxY6-wR9FMg9q4fba0ooCFbE4VkYgOgvF6sK_qbmri5FeiX5nThnCb6kDgg/s200/daun-cincau.jpg&quot; width=&quot;136&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hemm, ketika saya mendengar tanaman ini langsung teringat masa kecil ku,..lho kok bisa?? ketika saya kecil biasanya saya sering bermain bersama teman-teman ke hutan sambil main ketapel dan mencari cincau hijau, ya kayak si bolang gitu...Masyarakat kami mengenal cincau hijau dengan sebutan cao-cao,..&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di daerah kami cincau ini sangat mudah ditemukan, terutama di hutan, yang berdekatan dengan desa kami. Masyarakat di desa saya mayoritas petani dan para “penggarap” lahan pemerintahan. Mereka pergi pagi hari dan pulang pada sore hari, duh pasti cape ya?? Begitulah rutinitas masyarakat di desa saya. Disela-sela rutinitasnya terkadang mereka mencari cincau hijau sambil mencari kayu bakar di hutan. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kalo kita melihat sejarah, ternyata cincau ini sudah dikenal oleh masyarakat kita, buktinya??? Buktinya nenek moyang kita sudah menggunakan tanaman ini sebagai ramuan obat untuk berbagai macam penyakit. Itulah kehebatan nenek moyang kita, tidak kalah dengan para dokter,..&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebelum kita mengenal tanaman ini lebih jauh, alangkah baiknya kita ucapkan bismillah terlebih dahulu, semoga dengan membaca artikel ini kita semua mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat didunia maupun di akhirat. Sudah siap?? Oke!!!&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Mengenal Tanaman Cincau Hijau &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cincau rambat (Cyclea barbata), sesuai dengan namanya merupakan tanaman berbatang lunak yang merambat dengan cara membelit. Batangnya berwarna hijau tua. Panjang batang bisa mencapai 4-5 m, untuk mencapai lokasi yang mendapat sinar matahari. Daunnya berbentuk jantung agak bulat, berwarna hijau tua dan dipenuhi bulu halus. Panjang dan lebar daun sekitar 10 cm. Ujung daun meruncing. Cincau rambat selalu berumah dua. Yakni bunga jantan dan betina berada pada dua tanaman yang berlainan. Bunga jantan maupun betina berupa dompolan pada malai kecil yang tumbuh menggantung dari bekas ketiak daun (ruas batang). Buahnya berupa beri yang juga membentuk dompolan dengan butiran lonjong ukuran 0,5 cm. Ketika muda, buah berwarna hijau dan menjadi putih kecokelatan ketika masak. Di dalam buah ini ada biji berwarna hitam yang bisa disemai.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cincau rambat membentuk rimpang (umbi) di dalam tanah. Panjang umbi bisa sampai 50 cm. dengan diameter 2-3 cm. Warna kulit umbi cokelat cerah dengan bagian dalam keputihan. Dengan adanya umbi ini, tanaman cincau yang pada musim kemarau mengering seluruhnya, pada awal musim penghujan akan menumbuhkan tanaman baru. Hemm, ini yang menyebabkan dulu saya&amp;nbsp; bingung, tanamannya udah saya bedol (baca: cabut) habis, kok masih numbuh juga? Itu jawabannya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sumber: &lt;i&gt;http://foragri.blogsome.com/&lt;/i&gt; dengan judul artikel&amp;nbsp; &lt;i&gt;“Industri Cincau Hijau Dan Cincau Hitam”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Manfaat Cincau Hijau&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurut penelitian, cincau hijau memiliki khasiat mengendalikan penyakit darah tinggi. Zat-zat yang terkandung dalam cincau hijau dapat manfaatkan sebagai bahan pembuat obat-obatan, di samping digunakan sebagai minuman penyegar. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tanaman yang bernama latin Cyclea barbata dan termasuk dalam suku sirawan-sirawanan (Menispermaceae) ini daunnya telah diteliti mengandung karbohidrat, polifenol, saponin, flavonoida dan lemak. Kalsium, fosfor, vitamin A dan B juga ditemukan dalam daun cincau hijau.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penelitian khasiat cincau untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi pernah dilakukan di tahun 1966 oleh Prof. Dr. Sardjito, Dr. Rajiman dan Dr. Bambang Suwitho dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Pada penelitian itu pasien diberi daun cincau segar sebanyak 5 gram yang digerus dengan 150 cc air matang kemudian diperas. Air perasan itu diberikan kepada pasien untuk diminum dua kali sehari.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Uji coba itu dilakukan kepada pasien tekanan darah tinggi dengan usia di atas 40 tahun. Hasilnya pasien mengalami penurunan tekanan darah secara signifikan. Seorang pasien usia 70 tahun dan tekanan darahnya mencapai 215mm/120mm mengalami penurunan tekanan darah menjadi 160mm/100mm dalam satu bulan setelah mengkonsumsi cincau. Keluhan pusing, sering lelah dan jalan sempoyongan hilang dan berat badan turun.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain itu kandungan serat di dalam cincau juga tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh Direktorat Gizi Departemen Kesehatan terhadap cincau mengungkapkan terdapat 6,23 gram per 100 gram kandungan serat kasar dalam gel cincau. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ini berarti bila cincau dikonsumsi bersama dengan buah dan sayur mayur sehari-hari bisa memadai untuk memenuhi kebutuhan serat harian sebesar 30 gram sehingga bisa membantu memerangi penyakit degeneratif seperti jantung koroner. Sementara itu kalori yang terkandung di dalamnya adalah 122 kalori dan protein sebesar 6 gram.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Manfaat Lain Cincau Hijau :&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Panas Perut, Tekanan Darah Tinggi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sediakan 20 helai daun cincau hijau lalu dicuci bersih. Remas-remas lalu beri 1 gelas air minum dingin lalu saring dengan kain. Tambahkan jeruk nipis sesuai selera. Biarkan di tempat dingin sampai menjadi agar-agar. Taruh di dalam gelas dan beri madu, atau sirup atau gula aren cair yang sudah dimasak dengan pandan lali diminum.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Disentri&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Buat ramuan seperti telah disebutkan pada nomor satu. Minum selama seminggu berturut-turut.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Sariawan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lakukan dengan ramuan seperti yang telah disebutkan pada nomor satu selama 5 – 7 hari berturut-turut.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Bisul&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sediakan daun cincau hijau secukupnya. Cuci bersih kemudian dilumatkan dan ditempelkan ke bagian yang bernanah. Ini berkhasiat untuk mengeluarkan nanahnya.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Demam &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ambil rimpang tanaman cincau, cuci bersih kemudian diiris halus. Rebus dengan air secukupnya. Minum ramuan tersebut setelah matang. Bisa juga rimpang tersebut diseduh dengan air panas secukupnya kemudian diminum. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sumber: &lt;i&gt;kompas.com &lt;/i&gt;@ Diyah Triarsari dengan judul artikel &lt;i&gt;“Cincau Hijau Kendalikan Hipertensi”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Budidaya Cincau Hijau&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah kita ketahui bahwa cincau ini mempunyai rimpang (umbi) maka cara pembudidayaannya cukup mudah yaitu: rimpang cincau rambat diambil dari pohonnya kemudian dipotong-potong sepanjang 2 cm, kemudian ditanam dalam tanah, maka dalam waktu antara 2-3 bulan, potongan rimpang akan menghasilkan individu tanaman baru. Cincau rambat bisa ditanam dengan dirambatkan pada tanaman lain. Misalnya lamtoro atau gamal. Bisa pula dibuatkan para-para dan pagar sebagai rambatan. Arah pagar sebaiknya dari utara ke selatan agar distribusi sinar matahari bisa merata. Dari satu individu tanaman, daunnya bisa dipanen sebulan sekali. Mudah kan??&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sumber: &lt;i&gt;http://foragri.blogsome.com/&lt;/i&gt; dengan judul artikel&amp;nbsp; &lt;i&gt;“Industri Cincau Hijau Dan Cincau Hitam”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Peluang Usaha Cincau Hijau&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Secara sederhana proses pembuatan yaitu dengan meremas-remas daun cincau hijau, sambil sedikit demi sedikit diberi air. Air hasil remasan ini disaring dan ditampung dalam wadah. Ampas dibuang dan air remasan daun yang berwarna hijau gelap itu didiamkan dalam wadah sekitar 1-2 jam sampai menggumpal membentuk agar-agar. Sambil menunggu mengerasnya cincau, kita bisa menyiapkan santan dengan gula merah. Caranya dibuat santan kental yang kemudian direbus bersamaan dengan gula merah. Karena kualitas gula merah yang dijual di pasaran sangat jelek, sebaiknya gula merah itu diiris halus kemudian direbus terlebih dahulu dengan air biasa. Setelah seluruh gula larut, air gula itu disaring untuk membuang kotoran yang terikut dalam gula merah. Baru kemudian cairan gula itu disatukan dengan santan untuk direbus ulang. Cincau hijau yang telah mengeras bisa langsung disendok sedikit demi sedikit, dicampur santan bergula dengan es dan langsung bisa dinikmati. Hemm, kok&amp;nbsp; jadi ingat masakannya emak...&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sumber: &lt;i&gt;http://foragri.blogsome.com/ &lt;/i&gt;dengan judul artikel&amp;nbsp; &lt;i&gt;“Industri Cincau Hijau Dan Cincau Hitam”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah kita mengetahui cara pembuatan cincau hijau yang sangat mudah mari kita bahas hal yang lebih penting, yaitu peluang usaha cinjau hijau. Apakah cincau ini bisa dijadikan usaha?? Hemm, bisa!!! Mari kita simak:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Banyak orang yang mengatakan bahwa cincau rambat aroma (rasa) cincaunya lebih lezat dan harum dibanding cincau perdu (tumbuhan perdu, daunnya halus dan licin) dan cincau hitam. Tapi kok, kita jarang menemukan cincau rambat dipasaran ya?? Jabawannya adalah karena produktivitas cincau perdu dan cincau hitam lebih tinggi dibanding cincau rambat. Itulah sebabnya tukang cincau selalu mengandalkan bahan dari tanaman cincau perdu dan cincau hitam, dan juga cincau rambat lebih banyak dibudidayakan secara terbatas untuk dikonsumsi di rumahtangga, terutama sebagai bahan obat tradisional. Budidaya cincau rambat juga masih sangat terbatas ini disebabkan oleh konsumen cincau rambat yang juga terbatas, tidak seluas konsumen cincau hijau dan cincau hitam. Namun demikian, cincau rambat masih memiliki peluang usaha yang cukup besar. Mari kita simak pembahasan selanjutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah kita mengetahui masalah yang dihadapi oleh seseorang yang mau usaha cincau rambat ini, maka saya akan mencoba memecahkan masalah tesebut dan menjadikan seseorang yang mau bisnis cincau rambat ini tidak ragu-ragu dalam melangkah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Solusi yang ditawarkan adalah: &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Memaksimalkan jumlah produksi tanaman cincau rambat, sehingga “tukang cincau” tidak hanya mengandalkan cincau perlu dan cincau hitam, melainkan cincau rambat juga.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Keterbatasan pemasaran cincau rambat dikarenakan konsumen cincau rambat ini masih terbatas, hal ini dikarenakan jumlah produk produsksinya yang terbatas, juga masyarakat lebih mudah menemukan cincau perdu dan cincau hitam dipasaran dibandingkan dengan cincau hijau, sehingga perlu pemasaran yang efektif guna memasarkan cincau rambat ini. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Perlu diingat, bahwa cincau rambat ini lebih disukai konsumen daripada cincau perdu dan cincau hitam, sehingga peluang pasar masih terbuka lebar.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah semua hal tersebut tercapai, Insya Alloh usaha cincau rambat ini akan berjalan dengan baik, sehingga kita akan menemukan peluang pasar yang lebih besar. &lt;i&gt;Amien&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Alhamdulilah, selesai juga pembahasannya, semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat bagi para pembaca. Ada ungkapan yang menarik yang berbunyi &lt;b&gt;“&lt;/b&gt;&lt;i&gt;Hidup tanpa ilmu adalah kebodohan, sedangkan ilmu tanpa amal adalah kesia-siaan”. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terimakasih dan semoga&amp;nbsp; bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Ditulis pada tanggal&amp;nbsp; 16 Oktober 2010, pukul 06.00 – 09.30 WIB, guna mengisi waktu kosong kuliah Metode dan Komunikasi Ilmiah (metil) yang diampu oleh Dr. Ir. Wilujeng Trisasiwi, MP. Ketua Jurusan Teknologi Petanian. Unsoed.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/6320841306046259949/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/10/budidaya-khasiat-dan-peluang-usaha.html#comment-form' title='41 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/6320841306046259949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/6320841306046259949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/10/budidaya-khasiat-dan-peluang-usaha.html' title='Budidaya, Khasiat dan Peluang Usaha Cincau Hijau (Rambat)'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdztYqMOGTI4s-Ls7cFd-5yD2SuNGNLeTq7EgvPcSpevMK3AZhXwYr67O1Irhftb8GehKQ5VPQf19dKeoqDxY6-wR9FMg9q4fba0ooCFbE4VkYgOgvF6sK_qbmri5FeiX5nThnCb6kDgg/s72-c/daun-cincau.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>41</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-8072699221006412305</id><published>2010-03-10T09:00:00.004+07:00</published><updated>2010-03-10T09:06:14.472+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Herba"/><title type='text'>Cara Alami Mengobati Sakit Gigi</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgt5nzNkpcMEUPXvR9PEWLFsIdz6TWiFox6z2W-isjEDvwXuZzJEA3AbbGcgrv_Ac9uwbML4NFeRvg9nTXDpyKpLx1Rda-EsulOhVlujS53R6Mkq2Dm8PPYyb57n0kNdzBCRPPRQXGlJKA/s1600-h/sakit+gigi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;169&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgt5nzNkpcMEUPXvR9PEWLFsIdz6TWiFox6z2W-isjEDvwXuZzJEA3AbbGcgrv_Ac9uwbML4NFeRvg9nTXDpyKpLx1Rda-EsulOhVlujS53R6Mkq2Dm8PPYyb57n0kNdzBCRPPRQXGlJKA/s200/sakit+gigi.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Ada yang bilang, lebik baik sakit gigi daripada sakit hati. Memang benar, sakit hati itu bikin susah. Tapi percayalah, sakit gigi juga bikin susah. Lebih baik, jangan kena dua-duanya deh!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Sakit gigi, sering kali dianggap sepele. Memang tidak mematikan, namun aktifitas sehari-hari bisa terganggu karenanya. Meski yang terserang sakit adalah gigi tetapi semua bagian tubuh akan terasa tersiksa dan menimbulkan gangguan seperti: sakit kepala, sulit tidur, emosi yang meningkat dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa keluhan sakit gigi yang umumnya dialami oleh masyarakat, apa saja ya?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Gigi Berlubang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan penyakit gigi yang paling umum. Menurut penelitian yang dilakukan dia Amerika, Eropa, dan Asia, 90% - 100% anak-anak dibawah umur 18 tahun terserang gigi berlubang. Namun banyak juga orang dewasa yang terserang penyakit ini.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kerusakan Jaringan Ikat Akar Gigi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Penyakit ini menyerang jaringan di sekeliling gigi yang terjadi pada pertemuan &lt;i&gt;dental plague&lt;/i&gt; (plak gigi) dengan gusi. Timbulnya penyakit ini disebabkan&lt;i&gt; toxin&lt;/i&gt; dan enzim yang dihasilkan kuman yang ada pada &lt;i&gt;dental plaque&lt;/i&gt; yang merembes keluar dari lapisan tersebut yang akhirnya masuk ke dalam jaringan gusi yang menyebabkan timbulnya iritasi, peradangan dan kerusakan jaringan yang berakibat jaringan tersebut diserang oleh bakteri lain yang menimbulkan infeksi pada akar gigi dan merusak &lt;i&gt;ligamentum periodensium.&lt;/i&gt; Akibatnya gigi menjadi goyah dan akhirnya tanggal lebih dini.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kerapuhan Gigi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Fluarosis&lt;/i&gt; atau kerapuhan gigi adalah penyakit gigi yang disebabkan oleh penggunaan fluoride yang berlebihan pada masa pembentukan gigi dan ini biasanya terjadi tanpa disadari. Bila sudah parah, lapisan email berubah warna menjadi putih seperti kapur dan akhirnya gigi menjadi rapuh dan mudah patah. Untuk mencegahnya disarankan untuk tidak menggunakan fluoride secara berlebihan. Dianjurkan banyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan berkalsium tinggi seperti kacang kedelai, sayuran dengan hijau daun, minyak wijen, serta mengonsumsi susu yang banyak mengandung kalsium sebagai makanan tambahan. Semua ini berguna untuk pembentukan gigi dan tulang.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mengobati Dengan Cara Alami&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Professor Hembing menyebutkan beberapa cara alami untuk mengobati sakit gigi, antara lain:&lt;br /&gt;
1. Cabai hijau dipotong ujungnya sedikit kemudian dibakar. Setelah panas, cabai ditempelkan pada bagian gigi yang sakit.&lt;br /&gt;
2. Cengkeh secukupnya disangrai kemudidan digiling halus. Masukkan bubuk cengkeh tersebut pada gigi yang berlubang secukupnya lalu ditutup dengan kapas.&lt;br /&gt;
3. Bawang putih secukupnya dihaluskan lalu ditempelkan pada gigi yang sedang sakit.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Disalin dari majalah elfata edisi 10 volume 07 tahun 2007 halaman 79, dengan judul aslinya: Lebih Baik Sakit Gigi?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/8072699221006412305/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/03/cara-alami-mengobati-sakit-gigi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/8072699221006412305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/8072699221006412305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/03/cara-alami-mengobati-sakit-gigi.html' title='Cara Alami Mengobati Sakit Gigi'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgt5nzNkpcMEUPXvR9PEWLFsIdz6TWiFox6z2W-isjEDvwXuZzJEA3AbbGcgrv_Ac9uwbML4NFeRvg9nTXDpyKpLx1Rda-EsulOhVlujS53R6Mkq2Dm8PPYyb57n0kNdzBCRPPRQXGlJKA/s72-c/sakit+gigi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-443632175068441444</id><published>2010-03-10T08:41:00.004+07:00</published><updated>2010-03-10T09:06:14.472+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Herba"/><title type='text'>10 Khasiat  Jambu Biji</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOOfCLXzskEVXQ3ZkAhJjwlLbmJOhTnrkPt13dFZyccWJ7QBTiMyMxbrd3PNChlFUIB32XGNeeXpyEj2QxmLOGbXf2m0yZ1kDhhHf7fUZpaoYxqqbUBAYNndv6zwHRe_ZMB-LFmaw_zMs/s1600-h/Khasiat+Jambu+Biji+%28Psidium+guajava+L.%29.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOOfCLXzskEVXQ3ZkAhJjwlLbmJOhTnrkPt13dFZyccWJ7QBTiMyMxbrd3PNChlFUIB32XGNeeXpyEj2QxmLOGbXf2m0yZ1kDhhHf7fUZpaoYxqqbUBAYNndv6zwHRe_ZMB-LFmaw_zMs/s200/Khasiat+Jambu+Biji+%28Psidium+guajava+L.%29.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ugh, sakit perut lagi! Rasanya melilit-lilit! Maagnya kumat lagi? Atau karena diare? Jangan khawatir, gunakan saja obat tradisional ini, dijamin rasanya juga enak. Apa itu? Ini dia jambu biji!&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Buah yang bernama latin &lt;i&gt;psidium guajava, Linn&lt;/i&gt;. Ini sering disebut sebagai jambu klutuk, ada juga yang menyebutnya bayawas, tetokal, tokal, atau jambu bender, dan malah jambu batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak Cuma maag dan diare yang bisa diobati dengan jambu biji. Buah ini juga merupakan obat untuk diabetes mellitus, masuk angin, beser, prolapsisani, sariawan, sakit kulit, dan luka baru. Cara-cara mengobati penyakit-penyakit itu, dapat kamu lihat dibawah ini:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Diabetes mellitus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bahan:&lt;/b&gt; 1 buah jambu biji setengah masak. &lt;b&gt;Cara membuat:&lt;/b&gt; buah jambu biji dibelah menjadi empat bagian dan direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Maag&lt;br /&gt;
Bahan:&lt;/b&gt; 8 lembar daun jambu biji yang masih segar. &lt;b&gt;Cara membuat:&lt;/b&gt; direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Diminum 3 kali sehari, pagi, siang dan sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Sakit perut (diare dan mencret)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bahan:&lt;/b&gt; 5 lembar daun jambu biji, 1 potong akar, kulit dan batangnya. &lt;b&gt;Cara membuat: &lt;/b&gt;direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih kemudian disaring untuk diambil airnya diminum 2 kali sehari pagi dan sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Sakit perut atau diare pada bayi yang masih yang masih menyusui&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bahan:&lt;/b&gt; jambu biji yang masih muda dan garam secukupnya. &lt;b&gt;Cara menggunakan:&lt;/b&gt; dikunyah oleh ibu yang menyusui bayi tersebut, airnya ditelan dan ampasnya dibuang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Masuk angin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bahan: &lt;/b&gt;10 lembar daun jambu biji yang masih muda, 1 butir cabai merah, 3 mata buah asam, 1 potong gula kelapa, garam secukupnya. &lt;b&gt;Cara membuat:&lt;/b&gt; semua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter air sampai mendidih kemudian disaring untuk diambil airnya. Diminum 2 kali sehari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Beser (sering kencing) berlebihan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bahan:&lt;/b&gt; 1 genggam daun jambu biji yang masih muda, 3 sendok bubuk beras yang digoreng tanpa minyak (disangan kalo dalam bahasa jawa). &lt;b&gt;Cara membuat:&lt;/b&gt; kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 2,5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas kemudian disaring. Diminum tiap 3 jam sekali 3 sendok makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Prolapsisani&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bahan: &lt;/b&gt;1 genggam daun jambu biji, 1 potong kulit batang jambu biji. &lt;b&gt;Cara membuat:&lt;/b&gt; direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: air ramuan tersebut dalam keadaan masih hangat dipakai untuk mengompres selaput lender poros usus (pusar) pada bayi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Sariawan&lt;br /&gt;
Bahan:&lt;/b&gt; 1 genggam daun jambu biji, 1 potong kulit batang jambu biji. &lt;b&gt;Cara membuat: &lt;/b&gt;direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Diminum 2 kali sehari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Sakit kulit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bahan:&lt;/b&gt; 1 genggam daun jambu biji yang masih muda, 7 bunga jambu biji. &lt;b&gt;Cara membuat:&lt;/b&gt; ditumbuk bersama-sama sampai halus untuk menggosok bagian kulit yang sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Obat luka baru&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bahan:&lt;/b&gt; 3 pucuk daun jambu biji. Cara membuat: dikunyah sampai lembut. &lt;b&gt;Cara menggunakan: &lt;/b&gt;ditempelkan pada bagian tubuh yang luka agar tidak mengeluarkan darah terus-menerus.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Ternyata banyak sekali manfaat buah jambu biji yang mudah didapat ini. Semoga kita bisa lebih bersyukur. &lt;b&gt;(alwi)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Disalin dari majalah elfata vol. 5 no. 06/2005 halaman: 47, dengan judul aslinya: Jambu Biji, Obat Siap Saji.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/443632175068441444/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/03/10-khasiat-jambu-biji.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/443632175068441444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/443632175068441444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/03/10-khasiat-jambu-biji.html' title='10 Khasiat  Jambu Biji'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOOfCLXzskEVXQ3ZkAhJjwlLbmJOhTnrkPt13dFZyccWJ7QBTiMyMxbrd3PNChlFUIB32XGNeeXpyEj2QxmLOGbXf2m0yZ1kDhhHf7fUZpaoYxqqbUBAYNndv6zwHRe_ZMB-LFmaw_zMs/s72-c/Khasiat+Jambu+Biji+%28Psidium+guajava+L.%29.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-3154134634083579307</id><published>2010-01-09T20:05:00.008+07:00</published><updated>2010-01-11T08:17:49.445+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Herba"/><title type='text'>Jahe, Rimpang dengan Sejuta Khasiat</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRwkzqoUC5cv62NepMgS95cHYo7D-556Ko9-ifLwXvoiyv7L7s-13sDTX2VAHs5nrLg63HIVrdl_URP3Q1dBj1bSg-tT1fY53TmiUSV7G15tZ99RoV_xyQsOmmj0bscGdkFbMda-xojbQ/s1600-h/jahe.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRwkzqoUC5cv62NepMgS95cHYo7D-556Ko9-ifLwXvoiyv7L7s-13sDTX2VAHs5nrLg63HIVrdl_URP3Q1dBj1bSg-tT1fY53TmiUSV7G15tZ99RoV_xyQsOmmj0bscGdkFbMda-xojbQ/s200/jahe.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;T&lt;/span&gt;anaman jahe telah lama dikenal dan tumbuh baik di negara kita. Jahe merupakan salah satu rempah-rempah penting. Rimpangnya sangat luas dipakai, antara lain sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biscuit, kembang gula dan berbagai minuman. Jahe juga digunakan dalam industri obat, minyak wangi dan jamu tradisional. Jahe muda dimakan sebagai lalaban, diolah menjadi asinan dan acar. Disamping itu, karene dapat memberi efek rasa panas dalam perut, maka jahe juga digunakan sebagai bahan minuman seperti bandrek, sekoteng dan sirup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jahe yang nama ilmiahnya &lt;i&gt;Zingiber officinale&lt;/i&gt; sudah tak asing bagi kita, baik sebagai bumbu dapur maupun obat-obatan. Begitu akrabnya kita, sehingga tiap daerah di Indonesia mempunyai sebutan sendiri-sendiri bagi jahe. Nama-nama daerah bagi jahe tersebut antara lain halia (Aceh), bahing (Batak karo), sipadeh atau sipodeh (Sumatera Barat), Jahi (Lampung), jae (Jawa), Jahe (sunda), jhai (Madura), pese (Bugis) lali (Irian)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jahe tergolong tanaman herba, tegak, dapat mencapai ketinggian 40 – 100 cm dan dapat berumur tahunan. Batangnya berupa batang semu yang tersusun dari helaian daun yang pipih memanjang dengan ujung lancip. Bunganya terdiri dari tandan bunga yang berbentuk kerucut dengan kelopak berwarna putih kekuningan. Akarnya sering disebut rimpang jahe berbau harum dan berasa pedas. Rimpang bercabang tak teratur, berserat kasar, menjalar mendatar. Bagian dalam berwarna kuning pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kandungan Rimpang Jahe&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sifat khas jahe disebabkan adanya minyak atsiri dan oleoresin jahe. Aroma harum jahe disebabkan oleh minyak atsiri, sedangkan oleoresinnya menyebabkan rasa pedas. Mnnyak atsiri dapat diperoleh atau diisolasi dengan destilasi uap dari rhizoma jahe kering. Ekstrak minyak jahe berbentuk cairan kental berwarna kehijauan sampai kuning, berbau harum tetapi tidak memiliki komponen pembentuk rasa pedas. Kandungan minyak atsiri dalam jahe kering sekitar 1 – 3 persen. Komponen utama minyak atsiri jahe yang menyebabkan bau harum adalah zingiberen dan zingiberol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleoresin jahe banyak mengandung komponen pembentuk rasa pedas yang tidak menguap. Komponen dalam oleoresin jahe terdiri atas gingerol dan zingiberen, shagaol, minyak atsiri dan resin. Pemberi rasa pedas dalam jahe yang utama adalah zingerol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Khasiat Jahe&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak dulu Jahe dipergunakan sebagai obat, atau bumbu dapur dan aneka keperluan lainnya. Jahe dapat merangsang kelenjar pencernaan, baik untuk membangkitkan nafsu makan dan pencernaan. Jahe yang digunakan sebagai bumbu masak terutama berkhasiat untuk menambah nafsu makan, memperkuat lambung, dan memperbaiki pencernaan. Hal ini dimungkinkan karena terangsangnya selaput lendir perut besar dan usus oleh minyak asiri yang dikeluarkan rimpang jahe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minyak jahe berisi gingerol yang berbau harum khas jahe, berkhasiat mencegah dan mengobati mual dan muntah, misalnya karena mabuk kendaraan atau pada wanita yang hamil muda. Juga rasanya yang tajam merangsang nafsu makan, memperkuat otot usus, membantu mengeluarkan gas usus serta membantu fungsi jantung. Dalam pengobatan tradisional Asia, jahe dipakai untuk mengobati selesma, batuk, diare dan penyakit radang sendi tulang seperti artritis. Jahe juga dipakai untuk meningkatkan pembersihan tubuh melalui keringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penelitian modern telah membuktikan secara ilmiah berbagai manfaat jahe, antara lain :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Menurunkan tekanan darah. Hal ini karena jahe merangsang pelepasan hormon adrenalin dan memperlebar pembuluh darah, akibatnya darah mengalir lebih cepat dan lancar dan memperingan kerja jantung memompa darah.&lt;br /&gt;
2. Membantu pencernaan, karena jahe mengandung enzim pencernaan yaitu protease dan lipase, yang masing-masing mencerna protein dan lemak.&lt;br /&gt;
3. Gingerol pada jahe bersifat antikoagulan, yaitu mencegah penggumpalan darah. Jadi mencegah tersumbatnya pembuluh darah, penyebab utama stroke, dan serangan jantung. Gingerol juga diduga membantu menurunkan kadar kolesterol.&lt;br /&gt;
4. Mencegah mual, karena jahe mampu memblok serotonin, yaitu senyawa kimia yang dapat menyebabkan perut berkontraksi, sehingga timbul rasa mual. Termasuk mual akibat mabok perjalanan.&lt;br /&gt;
5. Membuat lambung menjadi nyaman, meringankan kram perut dan membantu mengeluarkan angin.&lt;br /&gt;
6. Jahe juga mengandung antioksidan yang membantu menetralkan efek merusak yang disebabkan oleh radikal bebas di dalam tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jahe sebagai Obat Praktis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jahe merupakan pereda rasa sakit yang alami dan dapat meredakan nyeri rematik, sakit kepala, dan migren. Caranya, minum wedang jahe 3 kali sehari. Bisa juga minum wedang ronde, mengulum permen jahe, atau menambahkan jahe saat pada soto, semur, atau rendang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dau jahe juga berkhasiat, antara lain dengan ditumbuk dan diberi sedikit air dapat dipergunakan sebagai obat kompres pada sakit kepala dan dapat dipercikan ke wajah orang yang sedang menggigil. Sedangkan rimpangnya ditumbuk dan direbus dalam air mendidih selama lebih kurang ½ jam, kemudian airnya dapat diminum sebagai obat untuk memperkuat pencernaan makanan dan mengusir gas di dalamnya, mengobati hati yang membengkak, batuk dan demam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengobati rematik rematik siapkan 1 atau 2 rimpang jahe. Panaskan rimpang tersebut di atas api atau bara dan kemudian ditumbuk. Tempel tumbukan jahe pada bagian tubuh yang sakit rematik. Cara lain adalah dengam menumbuk bersama cengkeh, dan ditempelkan pada bagian tubuh yang rematik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jahe juga dapat digunakan untuk mengobati luka karena lecet, ditikam benda tajam, terkena duri, jatuh, serta gigitan ular. Caranya rimpang jahe merah ditumbuk dan ditambahkan sedikit garam. Letakkan pada bagian tubuh yang terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rimpang tumbuk juga dapat dipakai sebagai obat gosok pada penyakit gatal karena sengatan serangga.&lt;br /&gt;
Rimpang yang ditumbuk, dengan diberi sedikit garam, kemudian ditempelkan pada luka bekas gigitan ular beracun (hanya sebagai pertolongan pertama sebelum penderita dibawa ke dokter).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan dicampur lobak, jahe dapat digunakan untuk mengobati eksim. Parutan lobak dicampur dengan air jahe. Air jahe dapat diperoleh dengan memarut rimpang jahe, lalu diperas. Ramuan ini dioleskan ke bagian kulit yang terkena eksim. Biasanya dalam waktu 2 minggu saja penyakit sudah berkurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mencegah mabuk perjalanan, ada baiknya minum wedang jahe sebelum bepergian. Caranya: pukul-pukul jahe segar sepanjang satu ruas jari. Masukkan ke dalam satu gelas air panas, beri madu secukupnya, lalu diminum. Bisa juga menggunakan sepertiga sendok teh jahe bubuk, atau kalau tahan, makan dua kerat jahe mentah.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;Oleh : Sutrisno Koswara&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Sumber :&amp;nbsp; http://www.ebookpangan.com/&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/3154134634083579307/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/01/jahe-rimpang-dengan-sejuta-khasiat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/3154134634083579307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/3154134634083579307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/01/jahe-rimpang-dengan-sejuta-khasiat.html' title='Jahe, Rimpang dengan Sejuta Khasiat'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRwkzqoUC5cv62NepMgS95cHYo7D-556Ko9-ifLwXvoiyv7L7s-13sDTX2VAHs5nrLg63HIVrdl_URP3Q1dBj1bSg-tT1fY53TmiUSV7G15tZ99RoV_xyQsOmmj0bscGdkFbMda-xojbQ/s72-c/jahe.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-9182131922250510909</id><published>2010-01-07T09:31:00.022+07:00</published><updated>2012-03-04T17:03:54.083+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hortikultura"/><title type='text'>Budidaya  Kacang Tanah  (Arachis hypogaea L.)</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.Taxonomi &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi86POPbfXjt9pvl7FnoP8VNEWMiSV7eSpPU0ZZ9HORGgf3C3kSYJB6emNpLv0ayfsSV0CQD9IARl0LeqDNWer22BdkwxKEyzdVC2BkkURt7PiIkrNxhm5bw1X9fpOYzVLcX8mHURpVKNM/s1600-h/kacang+tanah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi86POPbfXjt9pvl7FnoP8VNEWMiSV7eSpPU0ZZ9HORGgf3C3kSYJB6emNpLv0ayfsSV0CQD9IARl0LeqDNWer22BdkwxKEyzdVC2BkkURt7PiIkrNxhm5bw1X9fpOYzVLcX8mHURpVKNM/s200/kacang+tanah.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Taxonomi secara lengkap adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Divisi : Spermatophyta&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sub-divisi : Angiospermae&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kelas : Dikotiledon&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ordo : Polipetales&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Famili : Leguminosae&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Genus : Arachis&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Species : Hypogaea&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sub-species : 1. fastigiata, 2. hypogaea&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Varietas : Gajah, Macan, Rusa, Anoa, Tupai, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Biji&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Biji kacang tanah terdiri dari dua keping dan lembaga, yang terbungkus kulit biji.Ukuran biji beragam, dari kecil (20 gram/100 biji) hingga besar (70 gram/100 biji).Umumnya mempunyai ukuran biji kecil (30-40 gram/100 biji) Kulit biji berwarna merah jambu, merah, coklat,merah tua atau ungu.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Bunga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bunga berbentuk kupu-kupu, berwarna kuning atau kuning kemerahan. Penyerbukannya adalah penyerbukan sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Akar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kacang tanah mempunyai akar tunggang, namun akar primernya tidak tumbuh secara dominan. Yang berkembang adalahperakaran serabut, yang merupakan akar sekunder.akar dapat tumbuh sedalam 40 cm. Pada akar tumbuh bintil-bintil akar atau nodul, berisi bakteri Rhyzobium japonicum.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Batang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kacang tanah termasuk tanaman semusim, berbatang jenis perdu, tidak berkayu. Tipe pertumbuhan ada yang tegak ada yang menjalar. Dari tipe tegak ada yang dapat mencapai tinggi batang 80 cm, tetapi rata-rata tinggi tanaman subur 50 cm. Tipe menjalar dapat tumbuh ke segala arah membentuk lingkaran, dengan garis tengah dapat mencapai 150 cm.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tanaman kacang tanah mulai berbunga pada umur 20 hari, dan akan membentuk bunga seterusnya hingga umur sekitar 80 hari.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;5. Buah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Buah berbentuk polong terdapat di dalam tanah, berisi 1 – 4 biji, umumnya 2 – 3 biji per polong. Bentuk polong ada yang berujung tumpul ada yang runcing. Bagian polong antara 2 biji dapat berbentuk pinggang atau tanpa pinggang. Polong tua ditandai oleh lapisan warna hitam pada kulit polong bagian dalam. Rendemen polong kering menjadi biji berkisar 50 – 70%. Jumlah polong per pohon bermacam-macam dari 50 – 250 polong per batang.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;TEKNOLOGI BUDIDAYA KACANG TANAH &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;A. Syarat Tumbuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Suhu dan iklim&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kacang tanah memerlukan klim yang lebih panas dibandingkan tanaman kedelai dan jagung. Suhu harian antara 25 – 35ºC sangat baik untuk pertumbuhan kacang tanah. Curah hujan 300 mm dari tanam hingga panen, memerlukan sinar matahari penuh dengan ketingian tempat 600 m dpl.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Tanah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tanah yang gembur dan tidak mendapat naungan merupakan persyaratan utama. tanaman kacang tanah memerlukan tanah yang struktrnya ringan, berdrainase baik dan cukup unsur hara NPK, Ca dan unsur mikro. tanah yang bertekstur lempung berpasir, liat lempung berpasir dan lempung berdebu sangat cocok untuk tanaman kacang tanah dengan pH 6 – 6,5.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;B. Pengolahan Tanah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Biasanya tanah diolah sedalam 25 -30 cm kemudian digemburkan. setelah gembur dubuat bedengan selebar 2,3 – 3,2 m. antara bedengan diberi selokan selebar 20 cm sedalam 25 cm. Permukaan bedengan dihaluskan higga rata benar.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;C. Penanaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jarak tanam antar tanaman yang dipakai 25 x 25 cm. Menanam dapat menggunakan tugal atau dibuat alur sedalam 3 – 4 cm. bila diketahi tanah yang banyak mengandung cendawan pembusuk, enih perlu di beri obat fungisida captan 2 – 3 gram/kg benih. Setelah benih ditanam perlu ditutupi dengan tanah gembur dan tidak perlu dipadatkan.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;D. Pemeliharaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Penyulaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penyulaman dilakukan pada tanaman berumur 10 – 15 hari setelah tanam.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Penyiangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penyiangan dilakukan bila tumbuh rerumputan yaitu paa umur sekiar 21 hari setelah tanam. Penyiangan cukup dilakukan hanya satu kali dai penanaman hingga panen karena biasanya pertanaman cepat sekali menutup. Kalau penyiangan kedua diperlukan, maka ini biasa dilakukan setelah sebagian besar dari pertananaman telah selesai berbunga penuh.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Pengairan dan drainase&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kebutuhan akan air atau kelembaban untuk kacang tanah ialah sejak bulan pertama setelah tanam sampai kira-kira 14 hari sebelum panen. Pengairan sebaiknya dilakukan pagi-pagi betul agar pada jam 07.00 – 08.00 air telah dapat dikeluarkan lagi dari petakan. Tanaman kacang tanah tidak tahan dengan genangan air&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Pemupukan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tanaman kacang tanah kebanyakan tidakdilakukan pemupukan oleh petani.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;PENGENDALIAN HAMA, PENYAKIT DAN GULMA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;A. Hama dan Pengendalian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hama yang biasa menyerang tanaman kacang tanah antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Ulat Jengkal (plusia chalcites)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;gejala : ulat memakan daun muda sehingga hanya tertinggal tulang-tulang daunnya saja. penuruna hasil dari serangan yang berat dapat mencapai 50%. hama ini bisa dikendalikan dengan insektisida (surecide, karphos, hostathion, azodrin dan sevin).&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Ulat penggulung daun (lamprosema Indicata)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;ulat ini memekan dan menggulung daun, tetapi tidak memekan urat daun. Ulat hidup dan berkepompong di dalam daun yang tergulung, sehingga sukar diberantas. hama ini bisa diberantas hanya dengan cara manual yaitu dengan car membuka daun yang menggulung dn memetikan ulatny.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Wereng Empoaska (Empoasc Flavescens).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;gejala : hama ini berupa wereng kecil berwarna hijau mengisap cairan sel daun sehingga bagian ujung daun berwarna kuning. daun yang terserang selain menguning juga menjadi kaku dan nampak menebal. bila serangan berat tanaman menjadi kerdil dan daun mudanya rontok. hama ini mudah diberantas dengan menggunakan sevin 85 WP.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;B. Penyakt dan Pengendalian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penyakit kacang tanah yang disebabkan oleh cendawan, bakteri, dan virus mempunyai potensi untuk merusak tanaman dan menurunkan hasil secara total. Penyakit yang biasa terdapat pada tkacang tanah antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Penyakit layu bakteri (psedudomonas solanacarum)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;gejala : penyakit ini mulai menyerang kacang tanah sejak tanaman berumur 14 hari hingga tanaman menjelang tua. tanaman yang terserang menjadi layu satu persatu, walaupu tidak kekeringan. tanaman yang telah layu akan mati keesokan harinya, pangkal batan dan akar membusuk, berwarna hitam. bila batang tanaman layu dikerat dan dimasukan kedalam air bersih, dari batang keluar semacam lendir, yang merupakan koloni bakteri. Cara pengendalian adalah dengan rotasi tanaman.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Penyakit bercak daun (cercospora sp)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;gejala serangan terlihat mula-mula pada permukaan bawa dari daun terlihat bercak berwarna coklat kehitaman. pada masing-masing daun terdapat beberapa bercak yang semakin lama makin melebar. serangan yang berat mengakibatkan ndaun berwarna hitam bahkan dapat menular ketangkai daun dan batang. tanaman yang terserang berat akan merontokan daun sebelum waktunya dan tanaman mati. penyakit ini bisa dikendalikan dengan rotasi tanaman, tanaman serempak dan varietas yang toleran. pemberantasan dengan fungisida seperti dithane, bravo, tilt.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Karat (Puccinia arachidis)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gejala serangan mula-mula di bagian bawah daun-daun tua terdapat totol kuningn yang lama-lama menjadi coklat tua. Dari totol coklat ini keluar spora berupa tepung halus, yang akan ditularkan oleh angina. Bila serangan berat, totol coklat tai dapat merata pada semua daun, sehingga tanaman berdaun kuning kecoklatan. Daun yang telah terserang berat akan mongering dan luruh sebelum waktunya.Pencegahan penyakit ini dengan rotasi tanaman, tanam serempak, dengan fungisida Dithane, Manep, Zineb dan juga dapat dianjurkan penggunaan varietas yang tahan.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;PANEN DAN PASCA PANEN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;A. Panen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pemanenan dilakukan bila minimal 75% polong telah tua. Tanda-tanda polong tua adalah bijitelah mengisi penuh, kulit polong telah berwarna hitam, kulit polong menjadi keras, kulit biji tipis dan mudah di kupas, kadar air biji telah menurun menjadi kurang dari 25%. Umur tanaman pada saat polong tua tergantung varietasnya. Varietas unggul berumur sekitar 100 hari sedangkan varietas lokal dapat dipanen pada umur sekitar 90 hari. Tanaman kacang tanah tetap hijau daunnya hingga polong tua dan siap dipanen apabila tidak terdapat infeksi cercospora sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pemanenan terbaik adalah dengan menggali dan membalikan tanah di daerah sekitar pohon sehingga polong terangkat ke atas. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan bajak atau cultivator. Polong yang telah terangkat dari tanah bersama dengan batangnya di petik. Panen dengan cara mencabut batang kacang kurang baik, karena banyak polong tertinggal dalam tanah.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;B. Pasca Panen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pengolahan hasil yang akan dibahas adalah memipil, menjemur, memilih dan penyimpanan.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Memipil&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memipil adalah memisahkan polong dari bagian-bagian lainnya ini dilakukan dengan tangan. bbBagian batang serta daun-daunnya pada umumnya diberikan pada ternak. Bila ini dikembalikan ke dalam tanah, alangah baiknya asal saja tanaman yang sakit seperti yang di serang cendawan sclerotium sudah dibuang.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Menjemur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hasil pipilan berupa polong segera di keringkan atau dijemur. Polong yang telah cukup kering akan berbunyi bila digoncang-goncang. Untuk penyimpanan berupa polong biasanya kadar lengasnya 8% atau kurang, sedangkan bila disimpan berupa biji kadar lengasnya 6%.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Sortasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Polong pipilan yang telah kering haruslah dibersihkan dulu dari kotoran-kotoran. setelah bersih barulah dipilih memisahkan polong-polong tua berisi daripada polong yang kurang berisi, yang sakit dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Penyimpanan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Syarat untuk menyimpan benih terutama bahwa keadaan semula benih itu harus bersih kualitasnya baik, kering. disamping itu tempat penyimpanannyapun harus baik.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dikebun-kebun bibit didirikan gudang-gudang tempat menyimpan benih. Alat-alat penyimpanan sementara biasanya terdiri dari karung goni.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menyimpan benih dimaksud untuk mempertahankan daya dan kecepatan berkecambahnya. Jadi dengan tempat penyimpanannya yang baik, maka kualitas benih dapat dipertahankan daalam waktu yang agak lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : http://joelyo1o1blog.blog.friendster.com/2008/11/budidaya-kacang-tanah/&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/9182131922250510909/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/01/budidaya-tanaman-kacang-tanah-arachis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/9182131922250510909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/9182131922250510909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/01/budidaya-tanaman-kacang-tanah-arachis.html' title='Budidaya  Kacang Tanah  (Arachis hypogaea L.)'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi86POPbfXjt9pvl7FnoP8VNEWMiSV7eSpPU0ZZ9HORGgf3C3kSYJB6emNpLv0ayfsSV0CQD9IARl0LeqDNWer22BdkwxKEyzdVC2BkkURt7PiIkrNxhm5bw1X9fpOYzVLcX8mHURpVKNM/s72-c/kacang+tanah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-5281702615391776245</id><published>2010-01-03T21:06:00.006+07:00</published><updated>2012-03-04T17:03:54.083+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hortikultura"/><title type='text'>Budidaya Pisang  (Musa spp)</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7VqAgDwQOLHxgSyphSAF7uS34X4Y7j4c3255dJsg56TPxGgGlhSnsd3yOzF9jNqhp3H9HlyIXL-MzOlRxZ5RVIq6gHRutpwfZE6zWvE_j5PSjv2Ak7POdiMoqZr0zGkPlM-z72sPX5yg/s1600-h/bananas.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7VqAgDwQOLHxgSyphSAF7uS34X4Y7j4c3255dJsg56TPxGgGlhSnsd3yOzF9jNqhp3H9HlyIXL-MzOlRxZ5RVIq6gHRutpwfZE6zWvE_j5PSjv2Ak7POdiMoqZr0zGkPlM-z72sPX5yg/s200/bananas.jpeg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;&lt;b&gt;EJARAH SINGKAT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan dan Tengah. Di Jawa Barat, pisang disebut dengan Cau, di Jawa Tengah dan Jawa Timur dinamakan gedang.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;JENIS TANAMAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Klasifikasi botani tanaman pisang adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Divisi : Spermatophyta&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sub divisi : Angiospermae&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kelas : Monocotyledonae&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keluarga : Musaceae&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Genus : Musa&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Spesies : Musa spp.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jenis pisang dibagi menjadi tiga:&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Pisang yang dimakan buahnya tanpa dimasak yaitu M. paradisiaca var Sapientum, M. nana atau disebut juga M. cavendishii, M. sinensis. Misalnya pisang ambon, susu, raja, cavendish, barangan dan mas.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Pisang yang dimakan setelah buahnya dimasak yaitu M. paradisiaca forma typicaatau disebut juga M. paradisiaca normalis. Misalnya pisang nangka, tanduk dan kepok.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Pisang berbiji yaitu M. brachycarpa yang di Indonesia dimanfaatkan daunnya. Misalnya pisang batu dan klutuk.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4. Pisang yang diambil seratnya misalnya pisang manila (abaca).&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;MANFAAT TANAMAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pisang adalah buah yang sangat bergizi yang merupakan sumber vitamin, mineral dan juga karbohidrat. Pisang dijadikan buah meja, sale pisang, pure pisang dan tepung pisang. Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. Daun pisang dipakai sebagi pembungkus berbagai macam makanan trandisional Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Batang pisang abaca diolah menjadi serat untuk pakaian, kertas dsb. Batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba, kambing) pada saat musim kemarau dimana rumput tidak/kurang tersedia. Secara tradisional, air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar racun.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;SENTRA PENANAMAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hampir di setiap tempat dapat dengan mudah ditemukan tanaman pisang. Pusat produksi pisang di Jawa Barat adalah Cianjur, Sukabumi dan daerah sekitar Cirebon. Tidak diketahui dengan pasti berapa luas perkebunan pisang di Indonesia. Walaupun demikian Indonesia termasuk salah satu negara tropis yang memasok pisang segar/kering ke Jepang, Hongkong, Cina, Singapura, Arab, Australia, Negeri Belanda, Amerika Serikat dan Perancis. Nilai ekspor tertinggi pada tahun 1997 adalah ke Cina.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;SYARAT TUMBUH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Iklim&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;a. Iklim tropis basah, lembab dan panas mendukung pertumbuhan pisang. Namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis. Pada kondisi tanpa air, pisang masih tetap tumbuh karena air disuplai dari batangnya yang berair tetapi produksinya tidak dapat diharapkan.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;b. Angin dengan kecepatan tinggi seperti angin kumbang dapat merusak daun dan mempengaruhi pertumbuhan tanaman.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;c. Curah hujan optimal adalah 1.520–3.800 mm/tahun dengan 2 bulan kering. Variasi curah hujan harus diimbangi dengan ketinggian air tanah agar tanah tidak tergenang.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Media Tanam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;a. Pisang dapat tumbuh di tanah yang kaya humus, mengandung kapur atau tanah berat. Tanaman ini rakus makanan sehingga sebaiknya pisang ditanam di tanah berhumus dengan pemupukan.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;b. Air harus selalu tersedia tetapi tidak boleh menggenang karena pertanaman pisang harus diari dengan intensif. Ketinggian air tanah di daerah basah adalah 50 - 200 cm, di daerah setengah basah 100 - 200 cm dan di daerah kering 50 – 150 cm. Tanah yang telah mengalami erosi tidak akan menghasilkan panen pisang yang baik. Tanah harus mudah meresapkan air. Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0,07%.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Ketinggian Tempat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tanaman ini toleran akan ketinggian dan kekeringan. Di Indonesia umumnya dapat tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 m dpl. Pisang ambon, nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1.000 m dpl&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;PEDOMAN BUDIDAYA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Pembibitan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pisang diperbanyak dengan cara vegetatif berupa tunas-tunas (anakan).&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;a. Persyaratan Bibit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tinggi anakan yang dijadikan bibit adalah 1-1,5 m dengan lebar potongan umbi 15-20 cm. Anakan diambil dari pohon yang berbuah baik dan sehat. Tinggi bibit akan berpengaruh terhadap produksi pisang (jumlah sisir dalam tiap tandan). Bibit anakan ada dua jenis: anakan muda dan dewasa. Anakan dewasa lebih baik digunakan karena sudah mempunyai bakal bunga dan persediaan makanan di dalam bonggol sudah banyak. Penggunaan bibit yang berbentuk tombak (daun masih berbentuk seperti pedang, helai daun sempit) lebih diutamakan daripada bibit dengan daun yang lebar.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;b. Penyiapan Bibit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bibit dapat dibeli dari daerah/tempat lain atau disediakan di kebun sendiri. Tanaman untuk bibit ditanam dengan jarak tanam agak rapat sekitar 2 x 2 m. Satu pohon induk dibiarkan memiliki tunas antara 7-9. Untuk menghindari terlalu banyaknya jumlah tunas anakan, dilakukan pemotongan/penjarangan tunas.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;c. Sanitasi Bibit Sebelum Ditanam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk menghindari penyebaran hama/penyakit, sebelum ditanam bibit diberi&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;perlakuan sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1) Setelah dipotong, bersihkan tanah yang menempel di akar.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2) Simpan bibit di tempat teduh 1-2 hari sebelum tanam agar luka pada umbi mengering. Buang daun-daun yang lebar.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3) Rendam umbi bibit sebatas leher batang di dalam insektisida 0,5–1% selama 10 menit. Lalu bibit dikeringanginkan. Jika tidak ada insektisida, rendam umbi bibit di air mengalir selama 48 jam. Jika di areal tanam sudah ada hama nematoda, rendam umbi bibit di dalam air panas beberapa menit.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Pengolahan Media Tanam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;a. Pembukaan Lahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pemilihan lahan harus mempertimbangkan aspek iklim, prasarana ekonomi dan letak pasar/industri pengolahan pisang, juga harus diperhatikan segi keamanan sosial. Untuk membuka lahan perkebunan pisang, dilakukan pembasmian gulma, rumput atau semak-semak, penggemburan tanah yang masih padat; pembuatan sengkedan dan pembuatan saluran pengeluaran air.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;b. Pembentukan Sengkedan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagian tanah yang miring perlu disengked (dibuat teras). Lebar sengkedan tergantung dari derajat kemiringan lahan. Lambung sengkedan ditahan dengan rerumputan atau batu-batuan jika tersedia. Dianjurkan untuk menanam tanaman legum seperti lamtoro di batas sengkedan yang berfungsi sebagai penahan erosi, pemasuk unsur hara N dan juga penahan angin.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;c. Pembuatan Saluran Pembuangan Air &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saluran ini harus dibuat pada lahan dengan kemiringan kecil dan tanah-tanah datar. Di atas landasan dan sisi saluran ditanam rumput untuk menghindari erosi dari landasan saluran itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Teknik Penanaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;a. Penentuan Pola Tanaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jarak tanam tanaman pisang cukup lebar sehingga pada tiga bulan pertama memungkinkan dipakai pola tanam tumpang sari/tanaman lorong di antara tanaman pisang. Tanaman tumpang sari/lorong dapat berupa sayur-sayuran atau tanaman pangan semusim. Di kebanyakan perkebunan pisang di wilayah Asia yang curah hujannya tinggi, pisang ditanam bersama-sama dengan tanaman perkebunan kopi, kakao, kelapa dan arecanuts. Di India Barat, pisang untuk ekspor ditanam secara permanen dengan kelapa.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;b. Pembuatan Lubang Tanam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ukuran lubang adalah 50 x 50 x 50 cm pada tanah berat dan 30 x 30 x 30 cm atau 40 x40 x 40 cm untuk tanah-tanah gembur. Jarak tanam 3 x 3 m untuk tanah sedang dan 3,3 x 3,3 m untuk tanah berat.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;c. Cara Penanaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penanaman dilakukan menjelang musim hujan (September-Oktober). Sebelum tanam lubang diberi pupuk organik seperti pupuk kandang/kompos sebanyak 15–20 kg. Pemupukan organik sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa buah.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Pemeliharaan Tanaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;a. Penjarangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk mendapatkan hasil yang baik, satu rumpun harus terdiri atas 3-4 batang. Pemotongan anak dilakukan sedemikian rupa sehingga dalam satu rumpun terdapat anakan yang masing-masing berbeda umur (fase pertumbuhan). Setelah 5 tahun rumpun dibongkar untuk diganti dengan tanaman yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;b. Penyiangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rumput/gulma di sekitar pohon induk harus disiangi agar pertumbuhan anak dan juga induk baik. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan penimbunan dapuran oleh tanah agar perakaran dan tunas bertambah banyak. Perlu diperhatikan bahwa perakaran pisang hanya rata-rata 15 cm di bawah permukaan tanah, sehingga penyiangan jangan dilakukan terlalu dalam.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;c. Perempalan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Daun-daun yang mulai mengering dipangkas agar kebersihan tanaman dan sanitasi lingkungan terjaga. Pembuangan daun-daun ini dilakukan setiap waktu.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;d. Pemupukan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pisang sangat memerlukan kalium dalam jumlah besar. Untuk satu hektar, pisang memerlukan 207 kg urea, 138 kg super fosfat, 608 kg KCl dan 200 kg batu kapur sebagai sumber kalsium. Pupuk N diberikan dua kali dalam satu tahun yang diletakkan di dalam larikan yang mengitari rumpun tanaman. Setelah itu larikan ditutup kembali dengan tanah. Pemupukan fosfat dan kalium dilaksanakan 6 bulan setelah tanam (dua kali dalam setahun).&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;e. Pengairan dan Penyiraman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pisang akan tumbuh subur dan berproduksi dengan baik selama pengairannya terjaga. Tanaman diairi dengan cara disiram atau mengisi parit-parit/saluran air yang berada di antara barisan tanaman pisang.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;f. Pemberian Mulsa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tanah di sekitar rumpun pisang diberi mulsa berupa daun kering ataupun basah. Mulsa berguna untuk mengurangi penguapan air tanah dan menekan gulma, tetapi pemulsaan yang terus menerus menyebabkan perakaran menjadi dangkal sehingga pada waktu kemarau tanaman merana. Karena itu mulsa tidak boleh dipasang terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;g. Pemeliharaan Buah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jantung pisang yang telah berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir harus dipotong agar pertumbuhan buah tidak terhambat. Setelah sisir pisang mengembang sempurna, tandan pisang dibungkus dengan kantung plastik bening. Kantung plastik polietilen dengan ketebalan 0,5 mm diberi lubang dengan diameter 1,25 cm. Jarak tiap lubang 7,5 cm. Ukuran kantung plastik adalah sedemikian rupa sehingga menutupi 15-45 cm di atas pangkal sisir teratas dan 25 cm di bawah ujung buah dari sisir terbawah. Untuk menjaga agar tanaman tidak rebah akibat beratnya tandan, batang tanaman disangga dengan bambu yang dibenamkan sedalam 30 cm ke dalam tanah.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Hama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;a. Ulat daun (Erienota thrax.)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagian yang diserang adalah daun. Gejala: daun menggulung seperti selubun g dan sobek hingga tulang daun. Pengendalian: dengan menggunakan insektisida yang cocok belum ada, dapat dicoba dengan insektisida Malathion.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;b. Uret kumbang (Cosmopolites sordidus)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagian yang diserang adalah kelopak daun, batang. Gejala: lorong-lorong ke atas/bawah dalam kelopak daun, batang pisang penuh lorong. Pengendalian: sanitasi rumpun pisang, bersihkan rumpun dari sisa batang pisang, gunakan bibit yang telah disucihamakan.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;c. Nematoda (Rotulenchus similis, Radopholus similis).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagian yang diserang adalah akar. Gejala: tanaman kelihatan merana, terbentuk rongga atau bintik kecil di dalam akar, akar bengkak. Pengendalian: gunakan bibit yang telah disucihamakan, tingkatkan humus tanah dan gunakan lahan dengan kadar lempung kecil.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;d. Ulat bunga dan buah (Nacoleila octasema.)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagian yang diserang adalah bunga dan buah. Gejala: pertumbuhan buah abnormal, kulit buah berkudis. Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang. Pengendalian: dengan menggunakan insektisida.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Penyakit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;a. Penyakit darah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penyebab: Xanthomonas celebensis (bakteri). Bagian yang diserang adalah jaringan tanaman bagian dalam. Gejala: jaringan menjadi kemerah-merahan seperti berdarah. Pengendalian: dengan membongkar dan membakar tanaman yang sakit.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;b. Panama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penyebab: jamur Fusarium oxysporum. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala: daun layu dan putus, mula-mula daun luar lalu daun di bagian dalam, pelepah daun membelah membujur, keluarnya pembuluh getah berwarna hitam. Pengendalian: membongkar dan membakar tanaman yang sakit.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;c. Bintik daun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penyebab: jamur Cercospora musae. Bagian yang diserang adalah daun dengan gejala bintik sawo matang yang makin meluas. Pengendalian: dengan menggunakan fungisida yang mengandung Copper oksida atau Bubur Bordeaux (BB).&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;d. Layu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penyebab: bakteri Bacillus . Bagian yang diserang adalah akar. Gejala: tanaman layu dan mati. Pengendalian: membongkar dan membakar tanaman yang sakit.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;e. Daun pucuk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penyebab: virus dengan perantara kutu daun Pentalonia nigronervosa. Bagian yang diserang adalah daun pucuk. Gejala: daun pucuk tumbuh tegak lurus secara berkelompok. Pengendalian: cara membongkar dan membakar tanaman yang sakit.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Gulma&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tidak lama setelah tanam dan setelah kanopi dewasa terbentuk, gulma akan menjadi persoalan yang harus segera diatasi. Penanggulangan dilakukan dengan:&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;a. Penggunaan herbisida seperti Paraquat, Gesapax 80 Wp, Roundup dan dalapon.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;b. Menanam tanaman penutup tanah yang dapat menahan erosi, tahan naungan, tidak mudah diserang hama-penyakit, tidak memanjat batang pisang. Misalnya Geophila repens.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;c. Menutup tanah dengan plastik polietilen.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;PANEN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Ciri dan Umur Panen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada umur 1 tahun rata-rata pisang sudah berbuah. Saat panen ditentukan oleh umur buah dan bentuk buah. Ciri khas panen adalah mengeringnya daun bendera. Buah yang cukup umur untuk dipanen berumur 80-100 hari dengan siku-siku buah yang masih jelas sampai hampir bulat. Penentuan umur panen harus didasarkan pada jumlah waktu yang diperlukan untuk pengangkutan buah ke daerah penjualan sehingga buah tidak terlalu matang saat sampai di tangan konsumen. Sedikitnya buah pisang masih tahan disimpan 10 hari setelah diterima konsumen.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Cara Panen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Buah pisang dipanen bersama-sama dengan tandannya. Panjang tandan yang diambil adalah 30 cm dari pangkal sisir paling atas. Gunakan pisau yang tajam dan bersih waktu memotong tandan. Tandan pisang disimpan dalam posisi terbalik supaya getah dari bekas potongan menetes ke bawah tanpa mengotori buah. Dengan posisi ini buah pisang terhindar dari luka yang dapat diakibatkan oleh pergesekan buah dengan tanah. Setelah itu batang pisang dipotong hingga umbi batangnya dihilangkan sama sekali. Jika tersedia tenaga kerja, batang pisang bisa saja dipotong sampai setinggi 1 m dari permukaan tanah. Penyisaan batang dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan tunas.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Periode Panen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada perkebunan pisang yang cukup luas, panen dapat dilakukan 3-10 hari sekali tergantung pengaturan jumlah tanaman produktif.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Perkiraan Produksi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belum ada standard produksi pisang di Indonesia, di sentra pisang dunia produksi 28 ton/ha/tahun hanya ekonomis untuk perkebunan skala rumah tangga. Untuk perkebunan kecil (10-30 ha) dan perkebunan besar (&amp;gt; 30 ha), produksi yang ekonomis harus mencapai sedikitnya 46 ton/ha/tahun.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;PASCAPANEN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Secara konvensional tandan pisang ditutupi dengan daun pisang kering untuk mengurangi penguapan dan diangkut ke tempat pemasaran dengan menggunakan kendaraan terbuka/tertutup. Untuk pengiriman ke luar negeri, sisir pisang dilepaskan dari tandannya kemudian dipilah-pilah berdasarkan ukurannya. Pengepakan dilakukan dengan menggunakan wadah karton. Sisir buah pisang dimasukkan ke dos dengan posisi terbalik dalam beberapa lapisan. Sebaiknya luka potongan di ujung sisir buah pisang disucihamakan untuk menghindari pembusukan.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1) Rismunandar. 1990. Bertanam Pisang. C.V. Sinar Baru. Bandung&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2) Rismunandar. 1990. Membudidayakan Tanaman Buah-buahan. C.V. Sinar Baru.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bandung.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3) Stover, R.H &amp;amp; N.W. Simmonads. 1993. Banana. Tropical Agriculture Series.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4) Hendro Soenarjono. 1998. Teknik Memanen Buah Pisang agar Berkualitas Baik.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Trubus no. 341&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/5281702615391776245/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/01/budidaya-pisang-musa-spp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/5281702615391776245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/5281702615391776245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/01/budidaya-pisang-musa-spp.html' title='Budidaya Pisang  (Musa spp)'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7VqAgDwQOLHxgSyphSAF7uS34X4Y7j4c3255dJsg56TPxGgGlhSnsd3yOzF9jNqhp3H9HlyIXL-MzOlRxZ5RVIq6gHRutpwfZE6zWvE_j5PSjv2Ak7POdiMoqZr0zGkPlM-z72sPX5yg/s72-c/bananas.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-2509349396399244529</id><published>2010-01-03T20:24:00.019+07:00</published><updated>2012-03-04T17:03:54.084+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hortikultura"/><title type='text'>Budidaya Ubi Kayu  (Manihot esculenta crantz)</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;KEADAAN UMUM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ubi kayu termasuk tanaman tropis, tetapi dapat pula beradaptasi dan tumbuh dengan baik di daerah sub tropis. Secara umum tanaman ini tidak menuntut iklim yang spesifik untuk pertumbuhannya. Namun demikian ubi kayu akan tumbuh dengan baik pada iklim dan tanah sbb:&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Iklim:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Curah hujan : 750 -1.000 mm/thn&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tinggi tempat : 0 -1.500 m dpl&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Suhu : 25 derajat - 28 derajat Celsius&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tanah:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tekstur : berpasir hingga liat, tumbuh baik pada tanah lempung&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;berpasir yang cukup hara&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Struktur : gembur&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;pH Tanah : 4,5 - 8 , optimal 5,8&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;BIBIT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bibit ubi kayu yang baik, berasal dari tanaman induk yang mempunyai persyaratan :&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Produksi Tinggi&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Kadar tepung tinggi&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Umur genjah ( 7 - 9 bulan )&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4. Rasa enak&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;5. Tahan terhadap Hama dan Penyakit &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdAQ22_xZZIiN07PWwnDKNU0taU7eYaUJx7GOzyMqnKK5ibRjlSIg0mlZ9mPl5zyOyeKD5K6HlsK2KoUGCz7eYIlMHdCx_fWRrCGxUXcTHCAaWITEmT_2mxSIZwnpz7p-6JtnzRfoF794/s1600-h/ubi+kayu.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdAQ22_xZZIiN07PWwnDKNU0taU7eYaUJx7GOzyMqnKK5ibRjlSIg0mlZ9mPl5zyOyeKD5K6HlsK2KoUGCz7eYIlMHdCx_fWRrCGxUXcTHCAaWITEmT_2mxSIZwnpz7p-6JtnzRfoF794/s200/ubi+kayu.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Ubi kayu ditanam dari stek batang, syarat stek batang ubi kayu yang siap ditanam adalah sbb:&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;a. Ubi kayu telah berumur 7-12 bulan, diameter 2,5-3cm, telah berkayu, lurus dan masih segar&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;b. Panjang stek 20 - 25 cm, bagian pangkal diruncingi, agar memudahkan penanaman, usahakan kulit stek tidak terkelupas, terutama pada bakal tunas &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;c. Bagian batang ubi kayu yang tidak dapat di gunakan untuk ditanam adalah 15-20 cm pada bagian pangkal batang dan 20 - 25 cm pada bagian ujung atau pucuk tanaman&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;&lt;b&gt;PENGOLAHAN TANAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Waktu mengerjakan tanah sebaiknya pada saat tanah tidak dalam keadaan becek atau berair, agar struktur tanah tidak rusak. Tujuan pengolahan tanah adalah agar tanah menjadi gembur sehingga pertumbuhan akar dan umbi berkembang dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara pengolahan:&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Tanah ringan/gembur : tanah dibajak atau di cangkul 1-2 kali sedalam kurang lebih 20 cm, diratakan langsung ditanami&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Tanah berat dan berair: tanah dibajak atau di cangkul 1 - 2 kali sedalam kurang lebih 20 cm, dibuat bedengan-bedengan atau guludan juga dibuat saluran drainase, baru dapat ditanam&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;PENANAMAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penanaman ubi kayu dapat dilakukan setelah bibit/stek dan tanah disiapkan. Waktu. yang baik untuk penanaman adalah permulaan musim hujan. Hal ini disebabkan ubi kayu memerlukan air terutama pada pertumbuhan vegetatif yaitu umur 4-5 bulan, selanjutnya kebutuhan akan air relatif lebih sedikit. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jarak tanam tanaman ubi kayu secara monokultur: 100 x 100 ; 100 x 60 ; 100 x 40.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jarak tanam tanaman ubi kayu secara tumpang sari:&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Ubi kayu dengan kacang tanah 200 x 60 cm.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Ubi kayu dengan jagung 100 x 60 cm.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara menanam ubi kayu dianjurkan stek tegak lurus atau minimal membentuk sudut 60 derajat dengan tanah dan kedalaman stek 10 - 15 cm.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;PEMUPUKAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk mencapai hasil yang tinggi perlu diberikan pupuk organik ( pupuk kandang, kompos dan pupuk hijau ) dan pupuk an organik ( Urea, TSP, KCL ). Pupuk organic sebaiknya diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah. Tujuan utama pemberian pupuk ini adalah untuk memperbaiki struktur tanah. Pupuk an-organik diberikan tergantung tingkat kesuburan tanah. Pada umumnya dosis pupuk anjuran untuk tanaman ubi kayu adalah:&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- Urea : 60 - 120 kg hl/ ha&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- TSP : 30 kg P205/ ha&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- KCL : 50 kg K20/ ha&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara pemberian pupuk adalah:&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Pupuk dasar : 1/3 bagian dosis Urea, KCL., dan seluruh dosis P (TSP) diberikan pada saat tanam&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Pupuk susulan : 2/3 bagian dari dosis Urea dan KCL diberikan pada saat tanaman berumur 3 - 4 bulan&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;PEMELIHARAAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pemeliharaan tanaman perlu dilakukan untuk mendapatkan tanaman yang sehat, baik, seragam dan memperoleh hasil yang tinggi. Pemeliharaan ubi kayu meliputi:&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Penyulaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apabila ada tanaman ubi kayu yang mati atau tumbuh sangat merana harus segera dilakukan penyulaman. Waktu untuk penyulaman paling lambat 5 minggu setelah tanam.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Penyiangan dan Pembumbunan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penyiangan dilakukan apabila sudah mulai tampak adanya gulma (tanaman pengganggu). Penyiangan kedua dilakukan pada saat ubi kayu berumur 2-3 bulan sekaligus dengan melakukan pembumbunan. Pembumbunan dilakukan untuk memperbaiki struktur tanah sehingga ubi kayu dapat tumbuh dengan sempurna, memperkokoh tanaman supaya tidak rebah.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pembuangan tunas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pembuangan tunas dilakukan pada saat tanaman berumur 1-1,5 bulan, apabila dalam satu tanaman tumbuh lebih dari dua tunas.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hama penting bagi tanaman ubi kayu adalah Tungau daun merah dan Kumbang. Sedangkan penyakit yang sering menyerang ubi kayu adalah Layu bakteri dan Bercak daun.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit pada tanaman ubi kayu adalah :&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Sanitasi lapang setelah panen ( sisa tanaman dibakar )&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Menggunakan bibit yang sehat dari varietas tahan penyakit&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Pengolahan tanah secara sempurna&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4. Pergiliran tanaman dengan palawija/tanaman lainnya&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;PANEN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kriteria ubi kayu yang optimal adalah pada saaat kadar pati optimal. Yakni ketika tanaman itu berumur 6-9 bulan apabila untuk konsumsi. Untuk pembuatan produk seperti tepung sebaiknya ubi kayu dipanen pada umur lebih dari 10 bulan, dan itu juga tergantung akan varietas yang ditanam. Ciri saat panen adalah warna daun menguning dan banya yang rontok.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara pemanenan dilakukan dengan membuat atau memangkas batang ubi kayu terlebih dahulu dengan tetap meninggalkan batang sekitar 15 cm untuk mempermudah pencabutan. Batang dicabut dengan tangan atau alat pengungkit dari batang kayu atau linggis. Hindari pemakaian cangkul, karena permukaannya yang lebar yang tanpa disadari dapat memotong ubi.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Umbi yang baik setelah panen hanya berumu 1-3 hari tergantung penyimpanan. Setelah itu umbi sudah melakukan banyak perombakan kalori. Bahkan, kadang umbi berwarna kebiruan apabila kandungan HCNnya tinggi. Dan munculnya warna ini sangat mempengaruhi kualitas tepung.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN) BIP Irian Jaya No. 150/95&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Diterbitkan oleh: Balai Informasi Pertanian Irian Jaya&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jl. Yahim – Sentani – Jayapura&amp;nbsp; (dengan sedikit tambahan dari http://pertanian.blogdetik.com/)&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/2509349396399244529/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/01/budidaya-ubi-kayu-manihot-esculenta.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/2509349396399244529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/2509349396399244529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/01/budidaya-ubi-kayu-manihot-esculenta.html' title='Budidaya Ubi Kayu  (Manihot esculenta crantz)'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdAQ22_xZZIiN07PWwnDKNU0taU7eYaUJx7GOzyMqnKK5ibRjlSIg0mlZ9mPl5zyOyeKD5K6HlsK2KoUGCz7eYIlMHdCx_fWRrCGxUXcTHCAaWITEmT_2mxSIZwnpz7p-6JtnzRfoF794/s72-c/ubi+kayu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-3950496182096606620</id><published>2010-01-03T07:57:00.008+07:00</published><updated>2012-03-04T17:03:54.084+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hortikultura"/><title type='text'>Budidaya Tanaman Jagung</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjd16mT3epOHRvbIgqVXUbgOG_NhTcg1WH_EpDvovdVUmz6Wqx6E3302oVEZiBWOMQbUGx9rYn4fWRojpbxBxJXjMzoLePqosFGcf4A_uiPfh36iq0_IvW5UQukBBl_N-qT3rY6wlz3rs/s1600-h/jagung.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjd16mT3epOHRvbIgqVXUbgOG_NhTcg1WH_EpDvovdVUmz6Wqx6E3302oVEZiBWOMQbUGx9rYn4fWRojpbxBxJXjMzoLePqosFGcf4A_uiPfh36iq0_IvW5UQukBBl_N-qT3rY6wlz3rs/s320/jagung.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;J&lt;/span&gt;agung (Zea mays. L.) merupakan kebutuhan yang cukup penting bagi kehidupan manusia dan hewan. Jagung mempunyai kandungan gizi dan serat kasar yang cukup memadai sebagai bahan makanan pokok pengganti beras. Selain sebagai makanan pokok, jagung juga merupakan bahan baku makanan ternak. Kebutuhan akan konsumsi jagung di Indonesia terus meningkat. Hal ini didasarkan pada makin meningkatnya tingkat konsumsi perkapita per tahun dan semakin meningkatnya jumlah penduduk Indonesia. Jagung merupakan bahan dasar / bahan olahan untuk minyak goreng, tepung maizena, ethanol, asam organic, makanan kecil dan industri pakan ternak. Pakan ternak untuk unggas membutuhkan jagung sebagai komponen utama sebanyak 51, 4 %.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Syarat Tumbuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Tanaman jagung mempunyai kemampuan beradaptasi terhadap tanah, baik jenis tanah lempung berpasir maupun tanah lempung dengan pH tanah 6 -8. Temperatur untuk pertumbuhan optimal jagung antara 24-30 °C. Tanaman jagung pacta masa pertumbuhan membutuhkan 45-60 cm air. Ketersediaan air dapat ditingkatkan dengan pemberian pupuk buatan yang cutup untuk meningkatkan pertumbuhan akar, kerapatan tanaman serta untuk melindungi dari rumput liar dan serangan hama.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BERCOCOK TANAM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;A. Benih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Selalu mempergunakan benih segar yang berkualitas dengan tingkat berkecambahnya 85 %.&lt;br /&gt;
2. Gunakan varietas benih yang telah mengalami perbaikan clan diakui oleh Pemerintah, belilah benih dari perusahaan benih.&lt;br /&gt;
3. Benih harus dari varietas yang cocok dengan kondisi setempat.&lt;br /&gt;
4. Jumlah benih yang dianjurkan untuk setiap ha adalah 25 kg.&lt;br /&gt;
5. Hindari terjadinya kecambah yangjelek, serangan serangga, penyakit, burung dan hewan pengerat.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;B. Jarak Tanam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
1. Jarak antar bedengan 75 -80 cm&lt;br /&gt;
2. Jarak antar tanaman pada bedengan 20 -25 cm&lt;br /&gt;
3. Kerapatan yang dianjurkan 53.333 tanaman / ha.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;C. Pelaksanaan Penanaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Persiapan Lahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Pemberian pupuk alami dan kompos pada lahan&lt;br /&gt;
b. Buat bedengan rendah dengan jarak antar bedeng 75 cm&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Waktu tanam dan kedalaman tanam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Waktu tanam pada saat musim hujan tiba&lt;br /&gt;
b. Masukan 1 benih pada tiap lubang&lt;br /&gt;
c. Kedalaman tanam tergantung pada jenis tanah, kelembapan dan suhu. Pada kondisi penanaman yang baik kedalaman ideal adalah 5 cm. Agar dapat berkecambah dengan baik, setelah benih ditaburkan, benih ditekan -tekan dengan kaki. Benih dapat masuk lebih dalam pada tanah berpasir dari &#39;padatanah berlempung&lt;br /&gt;
d. Tentukan lubang untuk pupuk dasar dengan menggunakan cangkir pupuk setelah benih ditaburkan. Pada kondisi suhu udara 24 -34 °C dan tanah berkelembaban ideal, maka benih jagung akan dapat berkecambah 4 -5 hari setelah ditaburkan.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;D. Pemupukan dan Pemeliharaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
1. Pemupukan yang dianjurkan, untuk pupuk organic ( pupuk kandang / kompos ) 20 ton / ha. Sedangkan untuk pupuk an organik : Urea 300 kg / ha, TSP 100 kg / ha, KCI 50 kg / ha. Pupuk dasar diberikan sebelum tanam atau bersamaan tanam sejumlah 20 ton / ha pupuk organic, 100 kg / ha Urea, 100 kg TSP, daD 50 kg / ha KCl dengan membuat larikan atau ditugalkan kemudian ditutup kembali dengan tanah dengan jarak 10 cm dari garis tanam / lubang tanam. Pupuk susulan diberikan 3 minggu setelah tanam berupa Urea 100 kg / ha, diteruskan pupuk susulan kedua pada tanaman berumur 5 minggu sejumlah 100 kg Urea / ha.&lt;br /&gt;
2. Penyiangan pertama dilakukan segera setelah rumput / gulma mulai tumbuh dengan cara pengerjaan tanah secara dangkal pada tanaman berumur 2 minggu. Penyiangan kedua dilakukan setelah tanaman berumur 3-4 minggu sekaligus dilakukan pembumbunan pada barisan tanaman jagung.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul&lt;br /&gt;
Jalan KH. Wahid Hasyim 210 Palbapang Bantul 55713&lt;br /&gt;
Telp. 0274-367541&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/3950496182096606620/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/01/budidaya-tanaman-jagung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/3950496182096606620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/3950496182096606620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/01/budidaya-tanaman-jagung.html' title='Budidaya Tanaman Jagung'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjd16mT3epOHRvbIgqVXUbgOG_NhTcg1WH_EpDvovdVUmz6Wqx6E3302oVEZiBWOMQbUGx9rYn4fWRojpbxBxJXjMzoLePqosFGcf4A_uiPfh36iq0_IvW5UQukBBl_N-qT3rY6wlz3rs/s72-c/jagung.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-4772688105317728655</id><published>2010-01-03T06:31:00.020+07:00</published><updated>2012-03-04T17:03:54.085+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hortikultura"/><title type='text'>Budidaya Jamur Tiram Putih</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4Xv1Hud8KrGMrTuixUkhpeL5t7KYDL2VeHHlL4ZwBYL6ofeAqL1hHDL5HpP_LeT5YrOncBpMWKGJchfyvecJgJLhmEP8i2A40d7uwaTHuwovjBzMdavKUWoY9H7ztkXCqx5MDXxXsxn0/s1600-h/jamur+tiram.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4Xv1Hud8KrGMrTuixUkhpeL5t7KYDL2VeHHlL4ZwBYL6ofeAqL1hHDL5HpP_LeT5YrOncBpMWKGJchfyvecJgJLhmEP8i2A40d7uwaTHuwovjBzMdavKUWoY9H7ztkXCqx5MDXxXsxn0/s200/jamur+tiram.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;J&lt;/span&gt;amur terdiri dari bermacam-macam jenis, ada yang merugikan dan ada yng menguntungkan bagi kehidupan manusia. Jamur yang merugikan antara lain karena bersifat patogen yaitu dapat menyebabkan penyakit pada manusia, hewan maupun tumbuhan. Diantara jamur yang menguntungkan manusia misalnya : &lt;i&gt;penicillium&lt;/i&gt; yang menghasilkan &lt;i&gt;antibiotik penisilin,&lt;/i&gt; jamur-jamur yang berperan dalam proses fermentasi makanan seperti kecap, tempe, tape, tauco dan lain-lain. Bahkan banyak jenis jamur yang dapat dikonsumsi (dimakan) antara lain jamur kuping, jamur tiram, jamur shiitake, jamur agaricus (campignon) dan jamur merang.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Dewasa ini budidaya jamur (Mushrooming the mushroom) yang dapat dimakan telah banyak dilakukan orang yaitu dengan menggunakan limbah pertanian sebagai media tumbuhnya. Budidaya jamur yang dapat dimakan (edible mushroom) merupakan salah satu cara mengatasi kekurangan pangan dan gizi serta menganekaragamkan pola komsumsi pangan rakyat. Dari analisa menunjukkan bahwa kandungan mineral jamur lebih tinggi daripada gading sapi dan domba, bahkan hampir dua kali lipat jumlah garam mineral dalam sayuran. Jumlah proteinnya dua kali lipat protein asparagus, kol, kentang dan empat kali lipat daripada tomat dan wortel serta enam kali lipat dari jeruk. Selain itu jamur juga mengandung zat besi, tembaga, kalium dan kapur, kaya vitamin B dan D, sejumlah enzim tripsin yang berperan sangat penting pada proses pencernaan, kalor dan kolesterolnya rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Beberapa keuntungan budidaya jamur yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Melalui pemanfaatan bahan-bahan limbah di sekitar kita akan menjadikan lingkungan kita bersih, indah dan sehat.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Budidaya jamur dapat diusahakan tanpa menggunakan lahan yang luas&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Produk Jamur dapat dimanfaatkan untuk menambah gizi atau menu serta dapat menambah pendapatan keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4. Kompos bekas media tanam dapat langsung digunakan untuk pupuk kolam ikan, makanan ikan dan untuk memelihara cacing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;BUDI DAYA JAMUR TIRAM PUTIH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jamur tiram putih merupakan salah satu jamur kayu yang sekarang telah banyak dibudidayakan orang. Media tanam atau substratnya yang sudah umum digunakan adalah gergajian kayu alba (sengon), tetapi sembarang gergajian kayu sebetulnya dapat digunakan, tentunya kayu yang tidak beracun, kemudian di campur dengan bahan-bahan yang lain dengan berbandingan tertentu. Adapun proses budidaya jamur tiram putih adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;A. Bahan dan Alat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Bahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bahan media tanam untuk jamur tiram putih adalah gergajian kayu (serbuk) dicampur dengan bahan-bahan dibawah ini dengan perbandingan sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;a) Serbuk Gergaji 100 kg&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;b) Bekatul atau dedak halus 10-15 kg&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;c) Kalsium carbonat/ kapur (CaCO3) 0,5 kg&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;d) Gips (CaSO4) 0,5 kg&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;e) Pupuk TSP 0,5 kg&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;f) Bibit 25 kantong&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;g) Air secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Disamping itu perlu disiapkan bahan-bahan yaitu kantong plastok tahan panas (ukuran 03 atau 04, 15 x 25 cm atau 17 x 30 cm), karet pengikat, potongan kertas koran, potongan pipa pralon (diameter 1” dan lebar 1 cm).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Alat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;a) Alat pencampur seperti sekop dan cangkul&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;b) Alat sterilisasi berupa : drum perebus dengan tutup dan sarangan, sumber panas (kompor minyak/ briket batu bara)&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;B. Proses pengomposan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebelum ditanam bibit, bahab-bahan media tanam tersebut di komposkan terlebih dahulu selama 15 hari dengan tahapan sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Serbuk gergaji yang telah benar-benar kering direndam dengan air bersih didalam suatu wadah selama 1 malam.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Tiriskan (sampai dikepal tidak pecah), selanjutnya tambahkan tambahkan kapur beserta bekaltul dan diaduk sampai rata. Biarkan dalam tumpukan selama 5 hari.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Tumpukan diaduk kembali dengan ditambahkan pupuk TSP dan biarkan selama 5 hari.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4. Bahan diaduk kembali dan tambahkan gips. Biarkan lagi tumpukan itu sampai 5 hari, maka proses pengomposan telah selesai.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;C. Proses Pembungkusan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bahan-bahan media tanam yang telah dikomposkan dimasukkan ke dalam kantong plastik. Kantong plastik pada kedua ujung pangkalnya ditekuk kedalam, sehingga setelah diisi dan dipadatkan kantong plastik dapat berdiri seperti botol. Kantong plastik diisi kurang lebih ¾ bagian, kemudian yang ¼ bagiannya ditekuk ke dalam.Untuk meletakkan kantong plastik yang telah diisi (polibek) pada posisi terbalik yaitu bagian yang ditekuk/ dilipat kedalam ditempatkan dibawah.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;D. Proses Sterilisari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Siapkan alat drum perebus beserta perlengkapannya. Sarangan diletakkan kira-kiran 1/3 bagian drum dari bawah. Isilah drum dengan air bersih kira-kira ¼ bagian drum. Sumber panas dinyalakan, sambil media tanam dimasukkan ke dalam platik besar tahan panas yang menjulur ke atas drum. Proses sterilisasi dengan uap ini dilakukan selama 6 – 8 jam pada suhu 90 – 95 C.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;E. Teknik Penanaman Bibit ( Inokulasi )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah proses sterilisasi selesai, polibek dari drum diambil keluar dan dibiarkan dingin. Bila telah dingin, proses inokulasi dapat dilakukan yaitu dengan cara memasukkan bibit dibagian atas, usahakan merata dibagian atas permukaan media dalam polibek. Untuk mengikatkan plastik agar kuat, ujung polibek dimasukan potongan pralon (cincin), kemudian ditutup dengan potongan kertas koran dan diikat dengan karet gelang. Saat inokulasi sebaiknya jangan sampai melebihi dari 24 jam setelah proses sterlisasi.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;F. Pemeliharaan dan Inkubasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Polibek yang telah di inokulasi ditempatkan pada rak-rak yang telah disediakan. Rak-rak ini sebaiknya ditempatkan dalam suatu ruangan agar suhu dan kelembabannya tidak terpengaruh oleh udara luar. Suhu dan kelembabannya diusahakan stabil sesuai dengan kondisi yang diinginkan bagi pertumbuhan jamur yaitu 24 – 28 C dan kelembaban udara 80 – 90 %. Polibek tersebut dibiarkan selama 6 – 8 minggu sampai miselium tumbuh memenuhi kantong palstik sehingga warnanya putih padat.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;G. Pembukaan Polibek&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah polibek berwarna putik kompak (umur 6 – 8 minggu), maka polibek dapat dibuka dengan melepas karet dan cincin pralon. Kemudian plastik yang terbuka disibakkan keluar agar permukaan media tumbuh jamur mendapatkan udara sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;H. Pemanenan Jamur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah 1 minggu dari pembukaan, jamur biasanya akan terbentuk tubuh / rumpun jamur dan sudah ada yang siap dipanen. Umur jamur dari ”singit”/ bakal jamur sampai panen sekitar 3 hari.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;I. Perawatan Media Polibek&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setiap polibek yang telah ditumbuhi miselium dapat tumbuh jamur berkali-kali, sampai 4 – 6 kali panen. Pemanenan ini dapat berlangsung selama 2 – 3 bulan dengan hasil total 75% dari berat serbuk gergaji kering untuk substratnya. Agar media tumbuh jamur berkali-kali maka perlu pemeliharaan. Adapun pemeliharaannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Media polibek yang telah tumbuh jamur sekali, permukaan bekas tumbuh jamur dikeruk atau dipotong 0,5– 1 cm. Kemudian disuntikkan kedalamnya larutan vitamin B kompleks sekitar 30 cc (2 butir Vit. B komplek dilarutkan dalam 1,5 liter air bersih).&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Setiap pagi dan sore permukaan media polibek disemprot dengan air bersih, Jangan sampai terlihat kering permukaannya.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Untuk media polibek yang telah tumbuh jamur kedua, ketiga dan seterusnya diperlakukan sama dengan point 1 dan 2, hanya saja jumlah vitamin B kompleks yang disuntikkan semakin berkurang sebanding dengan&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;berkurangnya media yang dipotong / dibuang.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;J. Pemberatantasan Penyakit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apabila proses sterilisasi berjalan dengan sempurna dan peralatan yang dipakai bersih dan steril, maka tidak ada kontaminasipada subsratnya. Apabila ada polibek terkontaminasi/ terkena penyakit, sebaiknya polibek tersebut dibuang saja agar tidak menular dan menyebabkan turunnya produksi.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Catatan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Peralatan yang dipakai pada saat penanaman bibit (inokulasi) harus bersih dan steril. Peralatan agar steril, dipanaskan / dicelup dengan air mendidih kemudian diolesi dengan alkohol 70 %. Sterilisasi peralatan harus dijaga selama inokulasi agar media polibek tidak terkontaminasi.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Penamanan bibit jamur diusahakan ditempat tertutup dan steril.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Pada saat mencampur bahan-bahan media tanam sebaiknya memakai masker agar uap hasil reaksi bahan-bahan tersebut tidak terhirup masuk ke dalam paru-paru.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;PENUTUP&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Budidaya jamur tiram putih tidaklah sulit dan tidak diperlukan keahlian khusus. Modal usahanya puntidaklah besar. Agrobisnis di masa sekarang dan akan datang sangatlah prospektus. Semoga tulisan ini bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;Klaten, Agustus 1999&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;Ditulis dan dipraktekkan&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;A. Sritopo, S.Pd.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;main&quot; style=&quot;visibility: visible;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;search&quot; style=&quot;visibility: visible;&quot;&gt;&lt;cite&gt;Sumber : www.scribd.com/doc/.../&lt;b&gt;Budi-Daya&lt;/b&gt;-&lt;b&gt;Jamur&lt;/b&gt;-&lt;b&gt;Tiram&lt;/b&gt;-Putih&amp;nbsp; &lt;/cite&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/4772688105317728655/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/01/budidaya-jamur-tiram-putih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/4772688105317728655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/4772688105317728655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/01/budidaya-jamur-tiram-putih.html' title='Budidaya Jamur Tiram Putih'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4Xv1Hud8KrGMrTuixUkhpeL5t7KYDL2VeHHlL4ZwBYL6ofeAqL1hHDL5HpP_LeT5YrOncBpMWKGJchfyvecJgJLhmEP8i2A40d7uwaTHuwovjBzMdavKUWoY9H7ztkXCqx5MDXxXsxn0/s72-c/jamur+tiram.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-3066353218095588814</id><published>2010-01-03T05:19:00.005+07:00</published><updated>2012-03-04T17:03:54.085+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hortikultura"/><title type='text'>Budidaya Tanaman Rosella</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKF406NB0jFFRA_D2zGZpuPgqeuwtLEYS2GNNQK0B9VrSxbVrpo_3Nk8qWXlhOh3I531nPHFbOoXHRrVealzxw9zxa2ekAOjsTtO9JJx5RvxWMgRKnrINNjr-mqwC6bbUBSW6-v6fQ0As/s1600-h/rosella.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKF406NB0jFFRA_D2zGZpuPgqeuwtLEYS2GNNQK0B9VrSxbVrpo_3Nk8qWXlhOh3I531nPHFbOoXHRrVealzxw9zxa2ekAOjsTtO9JJx5RvxWMgRKnrINNjr-mqwC6bbUBSW6-v6fQ0As/s200/rosella.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;R&lt;/span&gt;osella merupakan tumbuhan semusim, jadi hanya mengalami satu kali masa produktif. Sebaiknya rosela ditanam secara khusus tanpa diselingi tanaman lain untuk mengoptimalkan hasil panen. Kelopak bunga rosela dimanfaatkan sebagai bahan makanan yakni sirup ,selai atau tambahan pada puding. Kelopak bunga rosela bermanfaat sebagai antioksidan karena kandungan vitamin C (asam askorbat) antosianin, serat dan protein. Selain itu bijinya dapat dijadikan minuman kesehatan seperti kopi dengan rasa yang khas dan nikmat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Media Tanam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Lahan terbuka&lt;br /&gt;
Dibuat alur/bedengan setinggi 15-20 cm. Tanah diberi pupuk kandang 2 kg/10 m2.&lt;br /&gt;
Jarak tanam 1 x 1 meter. Jika tanah subur maka rosela umumnya tumbuh setinggi 2-3 m dan lebar tajuk 1-1,5 m.&lt;br /&gt;
b.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Polibag/pot&lt;br /&gt;
Untuk lahan yang sangat terbatas bisa menggunakan polibag dengan hasil tanam yang terbatas, biasanya tinggi pohon hanya mencapai 40 - 70 cm. Media polibag juga dapat dijadikan media penyiapan benih hingga berumur 1 bulan (15 - 20 cm).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pembenihan (skala kecil/pemula)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biji dibuat kecambah dengan cara direndam dalam air selama 24 jam dan ditutup dengan kapas basah selama 2-3 hari. Tanamlah biji yang telah menjadi kecambah langsung pada lahan yang telah disiapkan atau polibag. Basahi kapas setiap hari hingga semua biji berkecambah atau menyisakan biji tidak dapat berkecambah (biasanya sekitar 10 hari). Cara ini mengurangi kemungkinan rusaknya buji oleh serangga tanah atau pembusukan jika ditanam langsung, cara ini kurang efektif untuk penanaman skala besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Perawatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Umur 1-2 bulan tanaman diberi pupuk urea:NPK (4:3) 10-25 gram/pohon.&lt;br /&gt;
Untuk penanganan hama (biasanya ulat daun, belalang, kutu) gunakan pestisida organik, bisa dibuat sendiri dengan menggunakan sambiloto (Andrographidis paniculata) dan daun mimba (Azadirachta indica), caranya daun sambiloto dan mimba segar (atau kering) ditumbuk dan dicampur air (100 gram dalam 5 L air) disaring lalu disemprotkan ke seluruh bagian tanaman. Pada saat rosela berbunga (umur 3-4 bulan) memerlukan air yang lebih sedikit dan sinar matahari yang cukup untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas bunga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Panen dan Pascapanen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelopak rosela dapat dipanen saat biji telah tua (3-4 minggu) yang ditandai dengan kulit&lt;br /&gt;
pembungkus biji majemuk yang berwarna coklat dan sedikit terbuka/membelah. Pemetikan dilakukan dengan gunting atau pisau karena kelopak sulit dipetik dengan tangan tanpa bantuan alat, juga untuk menghindari rusaknya batang. Pemanenan dapat dilakukan 3-4 kali (selang 1-2 minggu) lalu jika tanaman sudah tak lagi berbunga dicabut dan diganti dengan pohon rosela yang baru. Kelopak yang telah dipetik dikumpulkan dan dicuci dengan air bersih lalu dijemur pada pukul 9.00-11.00 atau 14-16.00 selama 3 hari. Kelopak yang berkualitas memiliki aroma sitrus yang khas saat telah kering dan saat direndam dengan air panas (100 oC) warna merah dan rasa asamnya cepat larut. Setiap pohon dapat menghasilkan bunga 200-1000 gram kelopak basah atau 20-100 gram kelopak kering dan biji kering 2-3 kali bobot kelopak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : http://budidaya-rosella.blogspot.com/</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/3066353218095588814/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/01/budidaya-tanaman-rosella.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/3066353218095588814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/3066353218095588814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2010/01/budidaya-tanaman-rosella.html' title='Budidaya Tanaman Rosella'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKF406NB0jFFRA_D2zGZpuPgqeuwtLEYS2GNNQK0B9VrSxbVrpo_3Nk8qWXlhOh3I531nPHFbOoXHRrVealzxw9zxa2ekAOjsTtO9JJx5RvxWMgRKnrINNjr-mqwC6bbUBSW6-v6fQ0As/s72-c/rosella.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-1882950734034134259</id><published>2009-12-27T14:23:00.007+07:00</published><updated>2010-01-06T21:13:03.915+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel Ilmiah"/><title type='text'>Raihlah Kejayaan Islam dengan Berdakwah</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkbKWIiyCbZa2Ic_VjGYp9hIB-onUWfh-nzbYCMBUtf2jYx5d32p9Fvrt_gsCZfDHhv_u52YalojqSaPR2pfU783HLEPnEP0b_RyqxJ55qsZWy-7A5cHq-1mQwPeXZ_QOrUl5ZBugWLZQ/s1600-h/dakwah.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkbKWIiyCbZa2Ic_VjGYp9hIB-onUWfh-nzbYCMBUtf2jYx5d32p9Fvrt_gsCZfDHhv_u52YalojqSaPR2pfU783HLEPnEP0b_RyqxJ55qsZWy-7A5cHq-1mQwPeXZ_QOrUl5ZBugWLZQ/s320/dakwah.jpeg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;B&lt;/span&gt;angkitnya kembali semangat kaum muslimin mengajak saudaranya untuk kembali kepada ajaran Islam sangatlah patut kita syukuri. Namun, bagi pemperhati perjalanan pergerakan dakwah akan sangat terasa nyata bahwa telah terjadi perbedaan yang sangat tajam di antara kelompok yang ada. Ada yang menerjunkan diri kedalam kelompok praktis dengan membawa bendera dakwah, ada yang melalui jalur perebutan kekuasaan dengan mendirikan negara bayangan, ada yang melalui jalur menyucian hati ala sufi dan lain-lain. Mereka saling menyalahkan dan menghujat, akhirnya ada sekelompok orang yang ingin jadi pahlawan dengan berkata:&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; “ Mari kita bersatu ! munculkan persamaan, hilangkan perbedaan.” Yang lain berkata:”Semua saling melengkapi kekurangan masing-masing.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Sudah merupakan fitrah, manusia tidak akan bersatu ditengah perbedaab prinsip. Bagaimana bisa bersatu dalam suatu barisan antara sunnah dengan syiah misalkan, padahal syiah mencela sahabat sedangkan ahlussunnah memuliakannya ?! Bagaimana akan bersatu dua golongan yang satu menganggap kudeta militer adalah salah satu jalan syar’i sedangkan yang lainnya mengharamkannya, juga bagaimana...bagaimana...lainnya ?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjalanan islam sudah sangat panjang, sudah banyak pelajaran yang dapat kita petik darinya. Demi Alloh barang siapa sedikit saja mengeahui sejarah maka akan tahu bahwa kehancuran dan kemunduran umat ini disebabkan kelalaian mereka terhadap syari’at, sedangkan tidak ada yang membebaskan mereka dari kehancuran tersebut kecuali kembalinya mereka kepada syari’at. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Rosululloh bersabda:&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“ Apabila kalian berjualan dengan cara inah, kalian memegang ekor sapi, kalian ridho dengan bercocok tanam, kalian tinggalkan jihad, niscaya Alloh akan menimpakan kepada kalian kehinaan dan tidak akan mencabutnya sehinga kalian kembali kepada agama kalian.”(ash-shohihah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di hadist yang mulia ini Rosululloh menyebutkan &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;sebab, akibat,&lt;/span&gt; sekaligus &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;solusinya.&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Sebabnya pertama&lt;/span&gt; yaitu melakukan pelanggaran syar’i (jual beli inah: riba), &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;cinta dunia &lt;/span&gt;(ridho dengan bercocok tanam),&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt; ketiga: &lt;/span&gt;melinggalka kewajiban syar’i (meninggalkan jihad). Lalu bila semua ini terjadi &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;akibatnya&lt;/span&gt; adalah kehinaan yang kita rasakan ini. Apakah Rosululloh membiarkan kita dalam permasalahan tanpa memberiakan solusi ? Tidak, dan sekali tidak, jalan permasalahan yang besar ini telah terpampang jelas dihadapan kita yaitu:&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt; sehingga kalian kembali kepada agama kalian.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Wahai kaum muslimin, kembalilah pada ajaran isalam dalam semua segi, mulai dari aqidah, ibadah, muamalah, akhlak, kesucian hati dan lainnya, &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Wallohi,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;merupakan mimpi di siang bolong, kalau seseorang menginginkan kemenangan atas orang kafir sedangkan mayoritas umat islam masih doyan syirik,.&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Dan sebuah semustahilan kalau kejayaan akan muncul di saat bid’ah menggrogoti umat...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersihkan umat dari semua itu, lalu didiklah umat islam untuk kembali pada ajarannya yang murni sebagaimana yang dibawa Rosululloh dan diamalkan oleh para sahabatnya. Inilah yang diistilahkan oleh para ulama dengan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;tashfiyah wat tarbiyah*.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Wallohi inilah satu-satunya jalan menuju kejayaan umat, meskipun kelihatannya panjang dan tidak menjanjikan tapi yakinlah dengan solusi dari Rosululloh dan tengoklah bukti-bukti sejarah. Berdakwalah dengan ilmu dan iman, jangan sekedar semangat dan angan-angan. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Wallohul Musta’an&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;tashfiyah:&lt;/span&gt; memurnian syariat islam dari segala bentuk syirik, bid’ah, korofat dan pemikiran sesat.&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;tarbiyah:&lt;/span&gt; membina kaum muslimin dengan ajaran islam yang benar dan beramal padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;dikutip dari majalah al-furqon. Edisi 12 th. Ke-7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/1882950734034134259/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/raihlah-kejayaan-islam-dg-berdakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/1882950734034134259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/1882950734034134259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/raihlah-kejayaan-islam-dg-berdakwah.html' title='Raihlah Kejayaan Islam dengan Berdakwah'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkbKWIiyCbZa2Ic_VjGYp9hIB-onUWfh-nzbYCMBUtf2jYx5d32p9Fvrt_gsCZfDHhv_u52YalojqSaPR2pfU783HLEPnEP0b_RyqxJ55qsZWy-7A5cHq-1mQwPeXZ_QOrUl5ZBugWLZQ/s72-c/dakwah.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-3514148751612357791</id><published>2009-12-27T14:22:00.004+07:00</published><updated>2010-01-06T21:15:58.409+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Sehat Alami"/><title type='text'>Terapi yang Menyegarkan</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqhnZXdxzlMTpBKfOw_-MC_UD2717DRMHwNeY2EXc7ZXSUPq5YA7yf9Tdg6TA4O0Ga-pBTMkT79J71QAW7shtEGq_CJ6ymxr9fgqvwUF8E5-y70-FXfJXHVLLxtzbrfAUAW0F6klV2XaGf/s1600-h/gelas.jpeg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5312677552354274274&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqhnZXdxzlMTpBKfOw_-MC_UD2717DRMHwNeY2EXc7ZXSUPq5YA7yf9Tdg6TA4O0Ga-pBTMkT79J71QAW7shtEGq_CJ6ymxr9fgqvwUF8E5-y70-FXfJXHVLLxtzbrfAUAW0F6klV2XaGf/s320/gelas.jpeg&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: left; height: 132px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 99px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;C&lt;/span&gt;ukup dengan 6 gelas air (1,5 liter), tanpa pengeluaran lebih untuk obat, tablet, suntikan, diagnosa, biaya dokter dan lain-lain insya Alloh dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Seperti sakit kepala, tekanan darah tinggi, anemia reumatik, kegemukan, penyakit saluran pencernaan, diabetes dan lain-lain. Sepertinya sulit kita percaya bila kita belum mencobanya.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Berikut ini langkah-langkahnya:&lt;br /&gt;
1. Pagi hari begitu bangkit dari tempat tidur (belum sikat gigi lho!) minumlah sekitar 1,5 liter air.&lt;br /&gt;
2. Catat baik-baik, tidak boleh ada bentuk makanan maupun minuman lain yang boleh dikonsumsi dalam jangka waktu 1 jam sebelum dan sesudah meminum 1,5 liter air tersebut.&lt;br /&gt;
3. Tidak boleh mengkonsumsi minuman beralkohol pada malam sebelumnya.&lt;br /&gt;
4. Anda boleh mengganti air tersebut dengan air mineral (jika ingin).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah anda mampu mengkonsumsi 1,5 liter air sekaligus ?? Memulainya mungkin akan terasa sulit, tapi Anda bisa mulai dan meningkatkannya sedikit demi sedikit. Diawali dengan minum air 4 gelas sekaligus, diikuti dengan 2 gelas lagi selelah beberapa menit. Normalnya setelah itu, Anda akan ke kamar mandi 2-3x dalam satu jam, tetapi lama kelamaan akan semakin jarang. Berdasarkan pengalaman dan penelitian yang telah dilakukan dengan cara tersebut, Anda dapat mengatasi mual setelah 1 hari, keasaman setelah 2 hari, diabetes setelah 7 hari, hipertensi setelah 4 minggu, kanker setelah 4 minggu, tuberkulosis paru setelah 3 bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sarankan kepada Anda menderita arthritis (radang sendi) maupun reumatik untuk menerapkan terapi tersebut sebanyak 3x sehari; pagi, siang, dan malam, 1 jam sebelum datangnya waktu makan malam selama seminggu penuh; diikuti dengan 2x sehari sebagai penggantinya sehingga penyakit teratasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengkonsumsi air minum biasa dengan metode yang benar dapat membersihkan tubuh manusia dengan membantu kerja tubuh dalam memproduksi darah baru.&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; Wallohu’alam bishshowab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Dinukil dari buletin Ash Shihah edisi 05 / III / 2004, hal. 4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/3514148751612357791/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/terapi-yang-menyegarkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/3514148751612357791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/3514148751612357791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/terapi-yang-menyegarkan.html' title='Terapi yang Menyegarkan'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqhnZXdxzlMTpBKfOw_-MC_UD2717DRMHwNeY2EXc7ZXSUPq5YA7yf9Tdg6TA4O0Ga-pBTMkT79J71QAW7shtEGq_CJ6ymxr9fgqvwUF8E5-y70-FXfJXHVLLxtzbrfAUAW0F6klV2XaGf/s72-c/gelas.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-3336348356776904066</id><published>2009-12-27T14:21:00.003+07:00</published><updated>2010-01-06T09:20:18.828+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Herba"/><title type='text'>Awet Muda dengan Kedelai</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiERwJ8TTF9T9bR6JwK4fSQrRCyp7d3ENzvjZppV81gqU7q1HG9jNDdypCX8EE2AfAt8LpA-_4egvjJCZBgraKLzzkleeZlwZWrFRZ7jlGdEqbfKDNiBYOzht2hG4-X87xD7FgLf5-17FJ3/s1600-h/images.jpeg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5312676034050186258&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiERwJ8TTF9T9bR6JwK4fSQrRCyp7d3ENzvjZppV81gqU7q1HG9jNDdypCX8EE2AfAt8LpA-_4egvjJCZBgraKLzzkleeZlwZWrFRZ7jlGdEqbfKDNiBYOzht2hG4-X87xD7FgLf5-17FJ3/s320/images.jpeg&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: left; height: 125px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 150px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Produk dari kedelai ternyata punya khasiat yang tak bisa dipandang sebelah mata. Jangan lupa, ia pun bisa membuat kita awet muda. Benarkah ?&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kedelai bukan barang langka di negeri kita, bahkan sebaliknya. Makanan olahan dari kedelai pun sangat melimpah di temukan. Sebut saja tempe, tahu, kecap, dan tauco sudah akrab dengan lidah orang Indonesia. Kedelai ternyata punya khasiat hebat. Ini terkait kandungan kedelai berupa lesitin. Kenapa lesitin ? Lesitin merupakan senyawa &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;phosphatidyl choline&lt;/span&gt; yang terdapat didalam sari kedelai. Nah, senyawa &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;phosphatidyl choline&lt;/span&gt; umumnya ditemuka pada selaput sel tumbuhan dan hewan, serta dalam jaringan urat saraf atau otak kita. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Choline&lt;/span&gt;, sebagai bagian terbesar dari &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;phosphatidyl choline&lt;/span&gt;, dapat ditemukan didalam hati, oatmeal, kubis, dan kembang kol. Lesitin terdapat juga pada bunga matahari, lobak, dan kedelai. Kadungan lesitin dalam kedelai cukup tinggi, yaitu sekitar 20 – 22%&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Cegah Lemak di Pembuluh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lesitin bersifat mendorong pengangkutan asam lemak dari hati ke jaringan tubuh atau meningkatkan pembakaran lemak di hati. Selain itu, lesitin dapat mencegah tertimbunnya semak secara berlebihan. Di dalam tubuh, senyawa lesitin akan bekerja mengikis timbunan lemak pada dinding pembuluh nadi, yang kemudian larut dalam darah. Lesitin juga menurunkan kadar kolesterol. Lesitin dapat memasok choline pada tubuh dan meningkatkan pembentukan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;acethychlolline&lt;/span&gt;, zat untuk kepentingan neurotransmiter pada otak. Karena itu, lesitin juga diduga dapat membantu meningkatkan kemampuan belajar anak.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Selamat Datang Awet Muda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lesitin diduga dapat mencegah terjadinya penyakit jantung koroner, stroke, dan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;demensia&lt;/span&gt; -penurunan daya ingat karena terlambatnya pasokan oksigen ke otak akibat pembuluh darah yang tersumbat- pada penderita hipertensi dan diabetes. Bagi penderita pasca stroke, pasca by pass, dan perlemakan hati, lesitin dapat membantu kondisinya agar pembuluh darahnya tidak lagi tersumbat. Namun, mengapa lesitin disebut sebagai ”obat” awet muda ? Pada mereka yang hatinya banyak menganding lemak, biasanya pertukaran zat yang ada didalam tubuhnya tidak normal. Itu disebabkan karena hati yang seharusnya mencegah lemak dan menetralkan racun tidak bertugas dengan baik. Tubuh menjadi payah dan wajah akan tampak tua. Dengan adanya lesitin, kelebihan lemak didalam hati akan dikurangi. Kerjanya akan normal kembali sehingga tubuh akan kembali segar atau terasa lebih awet muda. Hal ini memang sesuai dengan fungsi lesitin, yaitu mendorong regenerasi sel agar tubuh menjadi bugar. Selain itu percobaan pada hewan terbukti dapat meningkatkan umur harapan hidupnya sampai 36%. Tapi ingat, kalau memang orangnya sudah tua, jelas tidak bisa berubah menjadi muda. Jadi, bila mengonsumsi kedelai, ia pun tetap awet tua. Pingin awet tua, eh muda ? konsumsilah produk kedelai.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Dinukil dari majalah elfata edisi 09 volume 07 tahun 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/3336348356776904066/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/awet-muda-dengan-kedelai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/3336348356776904066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/3336348356776904066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/awet-muda-dengan-kedelai.html' title='Awet Muda dengan Kedelai'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiERwJ8TTF9T9bR6JwK4fSQrRCyp7d3ENzvjZppV81gqU7q1HG9jNDdypCX8EE2AfAt8LpA-_4egvjJCZBgraKLzzkleeZlwZWrFRZ7jlGdEqbfKDNiBYOzht2hG4-X87xD7FgLf5-17FJ3/s72-c/images.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-3901119082032768986</id><published>2009-12-27T14:20:00.003+07:00</published><updated>2010-01-06T09:20:18.829+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Herba"/><title type='text'>Madu Lebah sebagai Makanan Obat dan Kecantikan</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiY83txm9wuZ74bBIwtp_9BZSIfDI3ARJ4dr1WRjY-yIVo2FJdsJaq-40bH5EGm8uJ2-cP4Cz_IrqMfaSeagH8gXKEissIfT_Vd6QvjHKdlrlXsyYqBUEpmXVZbZwh7tSwtHM6oIIozLhWZ/s1600-h/madu+1.jpeg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5312676585091190050&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiY83txm9wuZ74bBIwtp_9BZSIfDI3ARJ4dr1WRjY-yIVo2FJdsJaq-40bH5EGm8uJ2-cP4Cz_IrqMfaSeagH8gXKEissIfT_Vd6QvjHKdlrlXsyYqBUEpmXVZbZwh7tSwtHM6oIIozLhWZ/s320/madu+1.jpeg&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: left; height: 107px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 103px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selaras dengan perkembanngan dunia yang semakin canggih, dunia pengobatan juga semakin maju. Pengobatan dilakukan secara modern di rumah sakit-rumah sakit dengan berbagai kemudahan oleh para pakarnya. Namun, pengobatan yang mengikuti Al-Qur’an dan al Hadist masih tetap bisa mengambil tempat di dalam kehidupan masyarakat islam. Madu disebut dalam al-Qur’an dan hadist diantaranya yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;”Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl: 69)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Sebelumnya, Taurat juga pernah menyebutkan madu ini, yaitu ketika Nabiyulloh Ya’kub pergi ke Mesir bersama anak-anaknya untuk yang kedua kalinya, mereka disarankan untuk membawa madu untuk Fir’aun Mesir sebagai hadiah dari bangsa Israil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;”Pergunakanlah olehmu dua obat penyembuh yaitu madu dan al-Qur’an.”&lt;/span&gt; (HR. Majah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rosululloh Saw, bersabda: ”Barangsiapa yang menjilat maju sebanyak 3 kali pada setiap bulan, maka dia tidak akan terkena cobaan yang besar.” (HR. Ibnu Majah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Diriwayatkan dari Sulaiman Al-Hakim, dia pernah berkata: ”pergi´dan carilah madu untuk kemudian manfaatkanlah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Madu merupakan makanan yang manis, bergizi tinggi, bersih dan mempunyai manfaat yang banyak, mudah dicerna dan mudah diserap oleh tubuh. Kandungna gizi dalam 100 gr madu adalah air 20 gr, karbohidrat 79,5 gr, vitamin B2 0,04 mg, vitamin C 4 mg, fosfor 0,16 mg, kalsium 4 mg, asam sitrat 50 mg, protein 0,3 mg, niasin 0,2 mg, pantotenat 0,2 mg, besi 0,9 mg, seng 0,2 mg, dan potassium 0,2 mg.&lt;br /&gt;
Madu mempunyai beberapa enzim penghancur yang berfungsi mencerna serta membantu proses pencernaan dan penyerapan zat-zat makanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena makanan ini kaya akan gizi, madu dapat mengobati penyakit sulit tidur, luka bakar, dan mengurangi kejang perut, madu juga bisa menghilangkan kebiasaan mengompol pada anak-anak. Selain itu madu juga membantu menyembuhkan anemia, tukak lambung (maag), radang usus serta dapat menguatkan jantung dan ginjal. Madu juga mengandung anti septik ringan dan anti mikrobial yang dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri sehingga mempercepat penyembuhan luka.&lt;br /&gt;
Madu dapat digunakan untuk mengobati orang yang kecanduan minuman keras, karena didalamnya mengandung fruktosa yang dapat membantu terjadinya oksidasi pada alkohol dalam hati. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan Ibnu Juraij menceritakan: bahwa Az-Zuhri pernah menyatakan, ”Minumlah madu, karena madu berguna membaguskan hafalan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Madu lebah terkadang digunakan untuk alat-alat kecantikan. Dari beberapa penelitian madu dapat melembutkan dan memelihara kulit, sekaligus dapat mengobati pecah-pecah. Madu juga dapat mempecantik dan memperindah rambut. Sekarang madu sudah dijadikan sebagai campuran produk-produk sampo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Madu yang terbaik adalah yang paling jernih, yang putih dan tidak tajam serta yang paling manis. Madu yang diambil dari daerah gunung dan pepohonan liar memiliki keutamaan tersendiri daripada yang diambil dari sarang yang biasa dan itu tergantung dari tempat para lebah mengambil makanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agar madu tidak mudah rusak, dianjurkan supaya madu dimasukkan ke dalam wadah kaca, botol atau plastik yang tertutup agar uadara yang lembab tidak meresap ke dalamnya. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Wallohu’alam bishshowab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Dinukil dari Buletin Ash Shihah edisi 29 / VII / 2008 / 1429 H, hal. 9&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/3901119082032768986/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/bagaikan-sebuah-kapal-penumpang-arah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/3901119082032768986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/3901119082032768986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/bagaikan-sebuah-kapal-penumpang-arah.html' title='Madu Lebah sebagai Makanan Obat dan Kecantikan'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiY83txm9wuZ74bBIwtp_9BZSIfDI3ARJ4dr1WRjY-yIVo2FJdsJaq-40bH5EGm8uJ2-cP4Cz_IrqMfaSeagH8gXKEissIfT_Vd6QvjHKdlrlXsyYqBUEpmXVZbZwh7tSwtHM6oIIozLhWZ/s72-c/madu+1.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-5683404082944208857</id><published>2009-12-27T14:19:00.003+07:00</published><updated>2010-01-06T09:16:22.151+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel Ilmiah"/><title type='text'>Hendak Kalian Ajak Kemana Umat ini ???</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgErUNLXFJ1qStZtfOgn2hjumRb19pDtgffihhSd_Vuk3oHGbI0-CXxXE8kjPhG9x8bs6fG1AvkCUbRWgqbClLBlvP0SnmhcpaiEkZ1Bo_IlJaEWBUKfK961OqgNB6rnOUsCOaVIvQiQqa/s1600-h/tangan.jpeg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5312685078864718146&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgErUNLXFJ1qStZtfOgn2hjumRb19pDtgffihhSd_Vuk3oHGbI0-CXxXE8kjPhG9x8bs6fG1AvkCUbRWgqbClLBlvP0SnmhcpaiEkZ1Bo_IlJaEWBUKfK961OqgNB6rnOUsCOaVIvQiQqa/s320/tangan.jpeg&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: left; height: 96px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 96px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagaikan sebuah kapal penumpang, arah dan perjalanan mereka sangat ditentukan oleh benar dan tidaknya sang nahkoda dalam pengendalian dan mengarahkan kapal. Begitu juga dengan umat ini, umat yang kebanyakan di antara mereka adalah orang awam akan sangat tergantung kepada para pemimpin dalam urusan duniawi ataupun pemimpin agamanya.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Para pemegang urusan pemerintahan yang merupakan salah satu bagian dari &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;ulil amr&lt;/span&gt; sangat menentukan arah perjalanan kehidupan dunia umat, sedangkan para ulama yang merupakan bagian yang kedua dari &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;ulil amr&lt;/span&gt; sangat menentukan baik dan tidaknya perjalanan agama dari pengikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini sangat nampak dimata kita, tidaklah keluar darinya kecuali orang-orang yang dirohmati Alloh Ta’ala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alloh Ta’ala memuji dan mengangkat derajat para ulama yang bisa benar-benar menginginkan kebaikan untuk diri dan umatnya. Diantaranya firman Alloh (yang artinya) : &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Alloh menyatakan bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang menegakkan keadilan, para malaikat dan orang-orang yang berilmu...”(QS. Ali Imron: 18)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Namun bagi para ulama Su’ (jahat) yang menggunakan ilmu untuk membodohi orang yang memang masih bodoh, menipu umat untuk kepentingan hawa nafsunya, mengajak umat untuk ta’ashub dan fanatik terhadap kelompokanya merekalah orang sesat dan menyesatkan. Rosululloh memperingatkan dari mereka dengan sabda beliau: &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;”Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas umatku adalah pemimpin yang menyesatkan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan alangkah ironinya, alangkah banyaknya mereka di zaman yang semakin akhir ini, hal ini diisyaratkan oleh Rosululloh dalam sabda beliau: &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;”Alloh tidak akan mencabut ilmu sekaligus dari dadanya para ulama, namun Alloh mencabut ilmu dengan diwafatkannya para ulama, sehinnga mereka tidak ada, niscaya manusia akan mengambil pemimpin yang bodoh, mereka dimintai fatwa dan mereka berfatwa, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Mukhori Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu wahai para ulama, wahai para memimpin umat; wahai orang yang diberi amanat oleh Alloh untuk mengarahkan umat kepada jalan kebaikan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Jaga dan tunaikanlah amanat yang dibebankan Alloh kepada kalian untuk menyampaikan kebenaran yang terpancar dari al-Qur’an dan as-Sunnah !!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dulu, Alloh memerintahkan kepada Rosululloh untuk menyampaikan dan menjelaskan wahyu yang diturunkan kepadanya, sebagaimana firmannya: &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;...Dan kami turunkan kepadamu al-Qur’an, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka...(QS. An-Nahl: 44)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan perintah itu pun berlaku bagi para ulama yang merupakan pewaris mereka, sebagaimana sabda beliau: &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;”Para ulama adalah pewaris para nabi.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan simpan kebenaran, jangan sembunyikan wahyu Ilahi dari petunjuk nabawi umat...&lt;br /&gt;
Serta ajaklah umat ini agar hanya tunduk pada kebenaran, ajaklah mereka untuk menjadikan&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; wala’&lt;/span&gt; dan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;baro’&lt;/span&gt; mereka, suka dan benci mereka hanya kepada Alloh Ta’ala...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan giring mereka untuk ta’ashub dan fanatik kepada figur tertentu, kelompok dan golongan tertentu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tidak ada seorang pun yang ma’sum dari kesalahan kecuali Rosululloh, mengajak umat untuk ta’ashub kepada figur tertentu kecuali Rosululloh sama saja dengan mengajak mereka untuk ta’ashub kepada sesuatu yang pasti ada kesalahan didalamnya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga dengan ini semua kita termasuk orang yang dirohmati oleh Alloh dan termasuk yang disinyalir oleh Rosululloh: &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;”Orang yang menunjukkkan pada jalan kebenaan seperti orang yang melakukannya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga...Amin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Dinukil dari majalah alfurqon hal. 1 edisi 6 th. Ke-7 1429 / 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/5683404082944208857/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/hendak-kalian-ajak-kemana-umat-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/5683404082944208857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/5683404082944208857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/hendak-kalian-ajak-kemana-umat-ini.html' title='Hendak Kalian Ajak Kemana Umat ini ???'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgErUNLXFJ1qStZtfOgn2hjumRb19pDtgffihhSd_Vuk3oHGbI0-CXxXE8kjPhG9x8bs6fG1AvkCUbRWgqbClLBlvP0SnmhcpaiEkZ1Bo_IlJaEWBUKfK961OqgNB6rnOUsCOaVIvQiQqa/s72-c/tangan.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-7895422220612530903</id><published>2009-12-27T14:19:00.000+07:00</published><updated>2009-12-27T15:08:27.000+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Unik"/><title type='text'>Penguin, “Asin jadi Tawar”</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFROfZ8zNwJuYPvU_Jy1VpvjuHqihtTh-LFrMDqQuPHRSFAwJlCdtdx7hTHJOYfskTYwleUqe4ktwzrN7ktawwHjaiM4ETjP2rk6y6emavM3pReQZATHvLGoVrqUvAdYKTa0-ZyBnXyMCB/s1600-h/pinguin.jpeg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5312683674120538578&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFROfZ8zNwJuYPvU_Jy1VpvjuHqihtTh-LFrMDqQuPHRSFAwJlCdtdx7hTHJOYfskTYwleUqe4ktwzrN7ktawwHjaiM4ETjP2rk6y6emavM3pReQZATHvLGoVrqUvAdYKTa0-ZyBnXyMCB/s320/pinguin.jpeg&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: left; height: 94px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 128px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tidak ada seekorpun burung penguin yang hidup di kutub utara. Belahan Bumi bagian Utara bukanlah habitat alami penguin. Keseluruahan 17 sub spesies pinguin tinggal di Belahan Selatan Bumi.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Penguin adalah satu-satunya burung yang tidak bisa terbang namun bisa berenang. Walau bernapas dengan paru-paru, pinguin sering menyelam hingga sepanjang 18 menit, tanpa mengambil udara barang sekalipun. Selain ahli berenang, pinguin memiliki keunikan karena memiliki organ desalinasi khusus di daerah sekitar matanya. Dengan organ ini, penguain dapat mengubah air asin menjadi air tawar. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Masyaalloh !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Dinukil dari majalah elfata hal. 25 edisi 11 vol. 08 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/7895422220612530903/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/penguin-asin-jadi-tawar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/7895422220612530903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/7895422220612530903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/penguin-asin-jadi-tawar.html' title='Penguin, “Asin jadi Tawar”'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFROfZ8zNwJuYPvU_Jy1VpvjuHqihtTh-LFrMDqQuPHRSFAwJlCdtdx7hTHJOYfskTYwleUqe4ktwzrN7ktawwHjaiM4ETjP2rk6y6emavM3pReQZATHvLGoVrqUvAdYKTa0-ZyBnXyMCB/s72-c/pinguin.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-8915195206535759902</id><published>2009-12-27T14:17:00.002+07:00</published><updated>2009-12-27T15:08:27.001+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Unik"/><title type='text'>Paus Biru, “Paling Keras”</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVMqgBgibbFJtSD8EIbG0TdE9ViRL7P0lUtu6D_CZBsVIFhxe_AOZy0MjAFRlYgNsn_iDlSMfiXEX6UVRG13nd-BtfLMYDh1sCUNu052WcaQai2QRQD1Y_7_iFbiLsAcl2n-DG0g6Vk4CR/s1600-h/paus+biru.jpeg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5312682471501880290&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVMqgBgibbFJtSD8EIbG0TdE9ViRL7P0lUtu6D_CZBsVIFhxe_AOZy0MjAFRlYgNsn_iDlSMfiXEX6UVRG13nd-BtfLMYDh1sCUNu052WcaQai2QRQD1Y_7_iFbiLsAcl2n-DG0g6Vk4CR/s320/paus+biru.jpeg&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: left; height: 87px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 116px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurut para ilmuan, hewan yang memiliki suara paling keras adalah ikan Paus Biru &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;(Balaenoptera Musculus)&lt;/span&gt;, yang juga menyandang gelar sebagai terbesar di bumi.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Suara Ikan Paus Biru lebih keras daripada suara motor Harley Davidson. Lebih keras dari semua mesin pabrik. Bahkan lebih keras dari ledakan bom. Seberapa keras sih? Kerasnya mencapai 188 desibel ! Angka ini sama dengan 1 juta kali suara mesin jet yang mencapai tingkat kekerasan suara 120-130 desibel. Perlu diingat bahwa tingkat kekerasan suara bertambah secara logaritmis. Ini berarti setiap kenaikan 10 desibel berarti peningkatan itensitas suara hingga 10 kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syukurnya, iakan paus biru tinggalnya didalam laut tidak di darat. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Alhamdulillah,&lt;/span&gt; jadi kita tak bisa mendengarkan suara yang sangat memekakkan telinga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinukil dari majalah elfata hal. 25 edisi 11 vol. 08 2008&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/8915195206535759902/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/paus-biru-paling-keras.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/8915195206535759902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/8915195206535759902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/paus-biru-paling-keras.html' title='Paus Biru, “Paling Keras”'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVMqgBgibbFJtSD8EIbG0TdE9ViRL7P0lUtu6D_CZBsVIFhxe_AOZy0MjAFRlYgNsn_iDlSMfiXEX6UVRG13nd-BtfLMYDh1sCUNu052WcaQai2QRQD1Y_7_iFbiLsAcl2n-DG0g6Vk4CR/s72-c/paus+biru.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-8968855720477473608</id><published>2009-12-27T14:16:00.002+07:00</published><updated>2009-12-27T15:08:27.001+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Unik"/><title type='text'>Nyamuk Perumpamaan Sempurna dari Alloh</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGCD00Y-n28s-IjCmYeFhzaOWYQ3o_53-UW3OPumGqfznZRV_JGIl2n3IwCO4XpOG0pRzoODUR9ntqpplA97LGvMeIjzNCDA9IjrCxoptGaXUYLZccPeAPLWhlRsxfksqt9HNDZyA4Nw0I/s1600-h/nyamuk.jpeg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5312681802443180194&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGCD00Y-n28s-IjCmYeFhzaOWYQ3o_53-UW3OPumGqfznZRV_JGIl2n3IwCO4XpOG0pRzoODUR9ntqpplA97LGvMeIjzNCDA9IjrCxoptGaXUYLZccPeAPLWhlRsxfksqt9HNDZyA4Nw0I/s320/nyamuk.jpeg&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: left; height: 119px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 89px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Nyamuk boleh menjadi musuh bagi kenyamanan dan ketentraman bagi manusia. Hewan kecil ini kerap mengganggu kita dengan gigitan gatalnya. Bahkan berbagai penyakit mematikan bisa menyerang dan bisa ditularkan. Demam berdarah, malaria, chikungunya, filariasis dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Namun, serangga kecil ini juga menjadi istimewa, karena ia dijadikan perumpamaan oleh Alloh untuk menguji keimanan seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;“Sesungguhnya Alloh tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dai Robb mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Alloh menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Alloh, dan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan oleh Alloh kecualai orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Baqorah: 26)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Alloh menyesatkan manusia yang tidak yakin bahwa ayat ini turun dari Alloh. Sedangkan orang yang beriman yang diberi petunjuk, yakin bahwa Alloh Mahabenar dan Mahakuasa yang membuat perumpamaan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, sebab nyamuk adalah bukti penciptaan Alloh yang sangat sempurna. Nyamuk memiliki siklus hidup di dua alam. Fase telur, larva hingga kepompong berada di air, sedangkan fase udara hidup di udara. Dengan sayap yang tipis dan lemah, nyamuk mampu terbang hingga ratusan meter. Mulut pengisapnya yang begitu tipis dan lebah, mampu nenembus kulit tebal manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, meski dikenal karena gigitannya, namun ternyata hanya nyamuk betina sajalah yang menghisap darah. Itu pun bukan sebagai makanan pokok, melainkan sekedar cukup untuk mematangkan telur yang dikandungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seandainya seluruh ahli dan ilmuan dan seluruh sumber daya dikerahkan, niscaya mereka tak akan mampu menciptakan sesuatu yang menyamai seekor nyamuk. Allohu Akbar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Dinukil dari majalah ar-risalah hal. 62 No. 51 Th. V Rajab-Sya’ban 1426 H / September 2005&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/8968855720477473608/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/nyamuk-perumpamaan-sempurna-dari-alloh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/8968855720477473608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/8968855720477473608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/nyamuk-perumpamaan-sempurna-dari-alloh.html' title='Nyamuk Perumpamaan Sempurna dari Alloh'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGCD00Y-n28s-IjCmYeFhzaOWYQ3o_53-UW3OPumGqfznZRV_JGIl2n3IwCO4XpOG0pRzoODUR9ntqpplA97LGvMeIjzNCDA9IjrCxoptGaXUYLZccPeAPLWhlRsxfksqt9HNDZyA4Nw0I/s72-c/nyamuk.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-5034305838159526455</id><published>2009-12-27T14:15:00.000+07:00</published><updated>2010-01-06T09:18:41.377+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mutiara Kisah"/><title type='text'>Juwairiyah bintu Al Harist, “Jelita Penuh Berkah”</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjl8tMrzALzOUUqhMwetokdpQIaAiv7opTA8_WQbgAW6fTIDkLkarUmFHgMsrozUUXydkJ8aj2exEqPa-N78eHh-pPI9a4rAmDvohHDPMPmAidn2r5hSuQjrXg6EMQ-AjRxPxrGTNfZYZHP/s1600-h/bunga.jpeg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5312679171790941938&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjl8tMrzALzOUUqhMwetokdpQIaAiv7opTA8_WQbgAW6fTIDkLkarUmFHgMsrozUUXydkJ8aj2exEqPa-N78eHh-pPI9a4rAmDvohHDPMPmAidn2r5hSuQjrXg6EMQ-AjRxPxrGTNfZYZHP/s320/bunga.jpeg&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: left; height: 129px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 130px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pertengahan tahun ke 5 hijriah terjadi perang Khandaq. :@ Orang-orang Qurays dibantu bangsa Arab yang lain nekat menyerbu kaum muslimin dari luar Madinah. Sementara dari dalam, orang-orang Yahudi menghantam kaum muslimin dari jantung kota. Taknik perang parit yang belum dikenal bangsa Arab, ternyata ampuh untuk menahan laju serangan ribuan pasukan musuh. Dengan pertolongan Alloh, pasukan Quraisy yang dibantu oleh Bani Kinanah, Warga Tuhamah, suku Ghatafan dan Nejed kocar-kacir. Kaum Yahudi pun menerima balasan yang setimpal atas pengkhianatan yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Beberapa bulan setelah itu terdengar kabar bahwa Bani Mushtaliq mengumpulkan pasukan untuk memerangi kaum muslimin. Mereka dipimpin oleh Harits bin Dhirar. Rosululloh bersama para sahabat menyambut seruan perang tersebut. Kedua pasuka berhadapan di sebuah lembah penuh air ’Muraisi.’ Tidak berapa lama mereka saling melepas anak panah. Kemudian Rosululloh memerintahkan pasukan untuk melancarkan serangan secara serentak. Cara ini sangat :D efektif, sehingga pasukan muslimin menundukkan pasuka Musyrik. Cukup banyak pasukan musuh yang tewas, sedangkan para wanita dan anak-anak ditawan, binatang ternak dijadikan rampasan perang. Diantara tawanan ada &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Juwairiyah binti Al Harist.&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Ia adalah secantik-cantik :L wanita.&lt;/span&gt; Tatkala itu ia masih berumur 20 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil undian Juwairiyah adalah bagian untuk Tsabit bin Qais bin Syamas. :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juwairiyah menulis untuk Tsabit bin Qais bahwa dia hendak menebus dirinya. Tsabit sepakat. Juwairiyah pun segera mendatangi Rosululloh yang saat itu sedang berada bersama Aisyah, Ummul Mukminin. ’Aisayah mengisahkan pengalaman pribadinya tentang Juwairiyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;”Juawairiyah adalah seorang perempuan yang manis :k dan cantik, tiada seorang pun yang melihatnya melainkan akan jatuh hati :L kepadanya. Tatkala juwairiyah meminta kepada Rosululloh untuk membebaskan dirinya sedangkan –demi Alloh- aku telah melihatnya melalui pintu kamarku, maka aku merasa :( cemburu karena menduga bahwa Rosululloh akan melihat sebagaiman yang aku lihat,”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;” Ya Rosululloh, aku putri Harist bin Dhirar, pemimpin Bani Mushtaliq. Aku kini dalam kuasa Tsabit bin Qois. Aku telah sepakat dengannya untuk menebus diriku. Aku ke sini untuk meminta bantuanmu,”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Pinta Juwairiyah dengan gemetar dan :f ketakutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka menjadi ibalah :k hati Nabi Saw atas kondisi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;”Maukah engkau mendapatkan hal yang lebih baik dari itu ?”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;tanya Rosululloh Saw&lt;/span&gt;, &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;”Apakah itu ya Rosululloh ?”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Jawabnya dengan sopan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;”Aku tebus dirimu kemudian aku nikahi dirimu !.&lt;/span&gt;” Maka tersiratlah pada wajahnya yang cantik suatu kebahagian :L sedangkan dia hampir-hampir tidak perduli dengan kemerdekaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;”Mau Ya Rosululloh”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Maka Rosululloh Saw bersabda,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;”Aku telah melakukannya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
’Aisyah, Ummul Mukminin berkisah, ”Berita tersebar di tengah khalayak bahwa Rosululloh telah menikahi Juwairiyah binti al-Harist bin Adi Dhirar. Maka orang-orang berkata, ”Mereka (Bani musthaliq) adalah besan Rosululloh.” Maka mereka melepaskan tawanan perang dari Bani Musthaliq yang mereka bawa. Pernikahan Rosululloh dengan Juwairiyah menjadi sebab dibebaskannya seratus keluarga dari Bani Musthaliq. Aku tidak pernah mengetahui seorang wanita yang lebih berkah bagi kaumnya daripada Juwairiyah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seletah beberapa hari, Al Harist bin Abi Dhirar, ayah Juwairiyah datang menemui Rosululloh, Ia belum tahu kalau anaknya telah diperistri oleh Nabi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;”Anakku tidak berhak ditawan karena terlalu mulia dari hal itu,”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;serunya.&lt;/span&gt; :@&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;”Bagaimana pendapatmu seandainya anakmu disuruh memilih diantara kita, apakah anda setuju ?” &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;ucap Nabi memberi pilihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;”Baik,”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;katanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Al Harist bin Abi Dhirar mendatangi Juwairiyah dan menyuruh dirinya untuk memilih antara dirinya dengan Rosululloh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;”Aku memilih Alloh dan Rosul-Nya,”&lt;/span&gt; sebuah jawaban yang menunjukkan bahwa iman telah merasuk ke lubuk hati Juwairiyah. Jawaban seorang ibunda kaum Muslimin. :L&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juwairiyah menutup usianya saat berumur 65 tahun. Ia wafat pada zaman Muawiyah di Madinah tahun 56 H, dan dishalatkan oleh pemimpin Madianah waktu itu, Marwan bin Hakam. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Semoga Alloh selalu merahmatinya.&lt;/span&gt; :y&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Dikutip dari majalah elfata hal.76-77 edisi 11 vol.08 2008&lt;/span&gt; :L&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/5034305838159526455/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/juwairiyah-bintu-al-harist-jelita-penuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/5034305838159526455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/5034305838159526455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/juwairiyah-bintu-al-harist-jelita-penuh.html' title='Juwairiyah bintu Al Harist, “Jelita Penuh Berkah”'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjl8tMrzALzOUUqhMwetokdpQIaAiv7opTA8_WQbgAW6fTIDkLkarUmFHgMsrozUUXydkJ8aj2exEqPa-N78eHh-pPI9a4rAmDvohHDPMPmAidn2r5hSuQjrXg6EMQ-AjRxPxrGTNfZYZHP/s72-c/bunga.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-4905797328064720985</id><published>2009-12-27T14:13:00.002+07:00</published><updated>2010-01-06T09:18:41.377+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mutiara Kisah"/><title type='text'>Salman bin Badzakhsyan “Musafir Cinta dari Persia”</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPB289ENE_SJjYG6qxahJwTLIg_yEoaj8fOXPiu-duUXo12wSOqLSUuxmk9eCAjbGPwquSmMjdUgekbtogXCv57Tcph5FblDZm-BDx3m-_4dwVyD-VJxqNHDqg_AKENHsgrvo7-GsNcFVQ/s1600-h/love.jpeg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5312678504098140530&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPB289ENE_SJjYG6qxahJwTLIg_yEoaj8fOXPiu-duUXo12wSOqLSUuxmk9eCAjbGPwquSmMjdUgekbtogXCv57Tcph5FblDZm-BDx3m-_4dwVyD-VJxqNHDqg_AKENHsgrvo7-GsNcFVQ/s320/love.jpeg&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: left; height: 106px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 116px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Dilaporkan, 24.000 personel tentara siap menerjang Madinah dibawah komando Abu Sufyan dan ‘Uyainah bin Hishn. Mereka berniat membabat habis Islam dan kaum muslimin sampai ke akar-akarnya. Mereka bukan saja dari kalangan :@ &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;kuffar&lt;/span&gt; Quraisy. Beberapa suku dan kabilah yang menganggap Islam dan umat islam sebagai musuh bersama telah menyatukan kata, memerangi Rosululloh Saw dan para sahabatnya hingga tak tersisa. Mereka telah berangkat mewujudkan makar mereka.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; Mendengar kabar genting ini Rosululloh Saw segera mengumpulkan para sababat. Menghadapi mereka di luar Madinah jelas lebih berbahaya. Karenanya diputuskan untuk bertahan di dalam kota dan mempertahankan Islam sampai titik darang penghabisan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada sekian hari sampai datangnya pasukan Quraisy dan sekutunya.&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt; Di antara mereka yang gelisah menunggu hari pertempuran itu adalah seorang yang berperawakan jangkung dan berambut lebat.&lt;/span&gt; :t Dengan membawa kegelisahannya ia menuju ketempat yang cukup tinggi sampai ia bisa memandangi Madinah dan sekitarnya dengan leluasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat itulah ia menyadari sesuatu. Ada yang bisa dilakukan untuk mencegah pasukan sekutu masuk kedalam kota. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Setengah berlari ia menemui orang yang paling dikasihinya melebihi dirinya sendiri, :L yaitu Rosululloh Saw. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt; &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Ide sederhana: menggali parit !&lt;/span&gt; :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Madinah dikelilingi oleh benteng ciptaan Alloh berupa gunung-gunung batu yang terjal. Mustahil orang-orang Quraisy dan sekutunya mampu mendakinya dan sampai madinah dengan selamat. Namun demikian, ada areal terbuka yang bisa digunakan sebagai pintu masuk kota. Disepanjang areal terbuka inilah diusulkan digali parit yang tidak dapat dilewati oleh kuda perang terbaik sekalipun. Rosululloh bersuka cita mendengar usulan itu. Rencana brilian itu memang belum pernah dikenal oleh orang-orang arab, tetapi tidak ada pilihan lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggagas itu adalah sang musafir cinta dari negeri Persia,&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt; Salman bin Badzakhsyan&lt;/span&gt; yang lebih dikenal dengan &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Salman al-Farisiy.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Mari kita simak perjalanan :L cintanya...&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lahir dan dibesarkan di Isfahan. Ayahku seorang pejabat yang dihormati disana. Beliau sangat menyayangiku. Sedemikian sayangnya hingga aku tak diizinkan keluar rumah. Aku ditugasi menjaga api, sesembahan kami. Aku bertanggung jawab atas api itu, dan tidak boleh padam. Aku seorang Majusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayahku memiliki sebidang tanah. Suatu hari aku disuruh kesana. Di tengah perjalanan aku mendapati sebuah bangunan yang tampaknya dipenuhi oleh orang-orang yang sedang beribadah. Aku mendekati bangunan itu dan kulihat orang-orang yang ada di dalamnya tengah khusyu’ beribadah. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Dalam hati aku berkata,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Ini lebih baik daripada yang selama ini aku anut.”&lt;/span&gt; Aku juga sempat bertanya kepada mereka, dari mana asal-usul agama mereka. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Dari Syam (Syria),“&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Jawab mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Aku menikmati dan tetap berada di gereja itu sampai matahari terbenam, sampai ayahku menyuruh utusannya untuk menjemputku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyatakan ketertarikanku kepada agama yang baru kukenal itu. Perdebatan sengin terjadi antara aku dan ayahku. Hasilnya, tangan dan kakiku dibelenggu. Aku dalam pasungan setelah dalam pingitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku kirimkan sepucuk surat kepada oang-orang Nasrani; kunyatakan bahwa aku memeluk agama mereka. Aku juga meminta supaya diberitahu jika datang rombongan dari Syria. Permintaanku mereka kabulkan. Mereka mengabariku saat rombongan dari Syria itu datang.dengan berbagai cara akhirnya aku berhasil lepas dari belenggu dan bergabung dengan rombongan itu menuju Syria. Kutinggalkan ayah dan apiku yang sangat aku cintai menuju cinta sejati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesampainya di Syria aku bertanya siapa gerangan orang yang ahli dalam agama ini. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;”Uskup pengguni gereja,”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;jawab mereka.&lt;/span&gt; Maka aku datang kepadanya, kuceritakan ihwal diriku, dan keinginanku untuk berkhidmah kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak menyangka sama sekali sebelumnya, ternyata uskup itu seorang yang busuk. Ia kumpulkan sedekah dari masyarakat, namun alih-alih dibagikannya kepada fakir miskin, sedekah itu ia simpan untuknya sendiri. Singkat kata uskup itu meninggal dan posisinya digantikan oleh uskup yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kudapati ia seorang yang shalih. Karenanya aku lebih giat mempelajari agama ini darinya dan aku sangat mencintainya. Tak pernah aku mencintai manusia seperti aku cintaku kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjelang ajalnya ia berpesan kepadaku untuk menemui temannya di daerah Mosul. Maka setelah memakamkannya, aku pun berangkat ke Mosul. Demikianlah berturut-turut aku berpindah dari Mosul ke Nasibin lalu ke Amuria, sebuah kota yang termasuk wilayah Romawi. Uskup Amuria juga seorang yang sholih. Menjelang ajal dia berujar bahwa sudah tidak ada lagi orang yang sepertinya. Tetapi, katanya sudah dekat masa datangnya seorang Nabi terakhir. Ia akan hijrah ke suatu tempat yang di tumbuhi pohon kurma di antara dua bidang tanah yang berbatu-batu hitam. Dia tidak makan sedekah akan tetapi makan hadiah. Di pundaknya ada cap kenabian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari, dengan menggadaikan ternakku aku berhasil sampai ketanah seperti yang disyaratkan oleh uskup yang terakhir yang kutemui. Oleh orang yang membawaku aku dijual oleh seorag Yahudi Bani Quraizhah. Ku tunggu saat-saat itu.&lt;br /&gt;
Suatu hari ku dengar ribut-ribut suara tuanku dengan kawan-kawannya. Katanya ada seseorang yang datang dari Makkah mengaku sebagai Nabi. Mendengar suara itu tubuhku gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sore harinya, aku bersiap siap untuk menemui orang yang akan sangat aku cintai, jika memang benar dia orangnya. Aku berangkat ke Quba’. Di sana ku jumpai orang-orang dengan ciri-ciri orang yang diceritakan oleh kawan tuanku. Kepada mereka ku berikan segantang kurma sebagai sedekah. Semua memakannya kecuali satu orang saja. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Ini tanda pertama,”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;kataku dalam hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keesokan harinya aku kesana lagi. Ku bawa segantang kurma dan kuberikan sebagai hadiah. Semua memakannya, tak terkecuali satu orang yang kemarin tidak mau memannya. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“ini tanda kedua,”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;kumantapkan hatiku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hari kemudian aku menemui mereka sedang mengantarkan jenazah. Dan orang yang kemarin tidak memakan sedekah itu mengenakan dua lembar kain lebar. Aku berusaha melihatnya. Dia paham. Disingkapnya pundaknya. Dengan jelas kulihat cap kenabian, tanda ketiga itu. Melihat itu aku menangis dan menciumi beliau sejadi-jadinya. Aku masuk Islam dan kuceritakan perjalananku. Perjalanan menuju cinta yang tidak sia-sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Dikutip dari majalah ar-risalah hal. 48-49 no. 46 Th, Shafar –Rabi’ul awal 1426 H/April 2005&lt;/span&gt; :)&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/4905797328064720985/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/salman-bin-badzakhsyan-musafir-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/4905797328064720985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/4905797328064720985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/salman-bin-badzakhsyan-musafir-cinta.html' title='Salman bin Badzakhsyan “Musafir Cinta dari Persia”'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPB289ENE_SJjYG6qxahJwTLIg_yEoaj8fOXPiu-duUXo12wSOqLSUuxmk9eCAjbGPwquSmMjdUgekbtogXCv57Tcph5FblDZm-BDx3m-_4dwVyD-VJxqNHDqg_AKENHsgrvo7-GsNcFVQ/s72-c/love.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-8953571989468843034</id><published>2009-12-27T14:11:00.002+07:00</published><updated>2010-01-06T09:18:41.378+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mutiara Kisah"/><title type='text'>Pemuda dan Bidadari Bermata Jeli</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYN82pk6JuxMuNosF12daZapYPePj-5NfkRcXCTC5A_Noe5LEV9U1ex_f6E7o7ALAwP8dNyCCiSJdCRvGPkgXIOFbvNHtXHjubYBDQsDMaaMYJLgg01w1SHftYEoEMq2RlC1TgaNCp6lV8/s1600-h/bidadari.jpeg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5312680297833957682&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYN82pk6JuxMuNosF12daZapYPePj-5NfkRcXCTC5A_Noe5LEV9U1ex_f6E7o7ALAwP8dNyCCiSJdCRvGPkgXIOFbvNHtXHjubYBDQsDMaaMYJLgg01w1SHftYEoEMq2RlC1TgaNCp6lV8/s320/bidadari.jpeg&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: left; height: 113px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 150px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Abdul Wahid bin Zaid berkata,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Ketika kami sedang duduk-duduk di majelis kami, aku pun sudah siap dengan pakaian perangku, karena ada komando untuk siap-siap sejak senin pagi. Kemudian tiba-tiba saja ada yang membacakan ayat,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Sesungguhnya Alloh membeli dari orang-orang mukmin jiwa dan harta mereka dengan menberi surga.” (At-Taubah: 111).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Aku menyambut,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Ya, :L kekasihku.”&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Laki-laki itu berkata,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Aku bersaksi padamu wahai Abdul Wahid, sesungguhnya aju telah menjual jiwa dan hartaku dengan harapan aku memperoleh Surga.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Aku menjawab,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Sesungguhnya ketajaman pedang itu melebihi segala-galanya. Dan engkau sajalah orang yang aku sukai, aku khawatir manakala engkau tidak mampu bersabar :f dan tidak mendapatkan keuntungan dari perdagangan ini.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Laki-laki itu menjawab,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Wahai Abdul Wahid, aku telah berjual beli kepada Alloh dengan harapan mendapat surga, mana mungkin jual beli yang aku persaksikan.”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Dia berkata,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Nampaknya aku memprihatinkan kemampuan kami semua,...kalau orang kesayanganku mampu berbuat, mengapa kami tidak?” &lt;/span&gt;Kemudian lelaki itu menginfakkan seluruh hartanya di jalan Alloh kecuali seekor kuda, senjata dan sekedar bekal untuk perang. Ketika kami telah berada di medan perang dialah laki-laki pertama yang tiba di tempat tersebut. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Dia berkata,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Assalamu’alaika :) wahai Abdul Wahid.“&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Aku menjawab, &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Wa’alaikumsalam warahmatullah wa barokatuh, alangkah beruntungnya perniagaan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Kemudian kami berangkat menuju medan perang, &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;lelaki tersebut senantiasa berpuasa di siang hari dan qiyamulail pada malam harinya. Dia melayani kami dan mengembalakan hewan ternak kami serta menjaga kami ketika kami tidur,&lt;/span&gt; sampai kami tiba di Wilayah Romawi. Ketiak kami sedang duduk-duduk pada suatu hari , &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;tiba-tiba dia datang sambil berkata,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Betapa rindunya aku kepada bidadari bermata jeli.”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Kawan-kawanku berkata,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Sepertinya laki-laki itu sudah mulai :x linglung.”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Dia mendekati kami dan berkata,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Wahai Abdul Wahid, aku sudah tidak sabar lagi, aku sangat rindu kepada bidadari bermata jeli.”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt; Aku bertanya,&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; “Wahai saudaraku, siapa yang kamu maksud dengan bidadari bermata jeli :t itu.” &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Laki-laki itu menjawab,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“ketika itu aku sedang tidur, tiba-tiba aku bermimpi ada seseorang datang menemuiku,&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt; dia berkata,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Pergilah kamu menemui bidadari bermata jeli !.”&lt;/span&gt; Seseorang dalam mimpiku itu mendorongku untuk menuju sebuah taman di pinggir sebuah sungai yang berair jernih. Di taman itu ada beberapa pelayan cantik memakai perhiasan yang sangat indah sampai-sampai aku tidak mampu untuk mengungkapkan keindahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika para pelayan itu melihatku, mereka memberi kabar gembira sambil berkata, &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Demi Alloh, suami bidadari bermata jeli sudah  tiba.”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Kemudian aku berkata,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Assalamu’alaikunna, :L apakah diantara kalain ada bidadari bermata jeli?.”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Pelayan cantik itu menjawab,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Tidak, kami hanya sekedar pelayan dan pembantu bidadari bermata jeli. Silahkan maju :L terus !.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun meneruskan maju mengikuti perintahnya, aku tiba di sebuah sungai yanga mengalir air susu, tidak berubah rasa dan warnanya, berada disebuah taman dengan berbagai perhiasan. Di dalamnya juga terdapat pelayan yang cantik :o dengan mengenakan berbagai perhiasan. Begitu aku melihat mereka aku :L terpesona. Ketika mereka melihatku mereka memberi kabar gembira dan berkata kepadaku.&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;”Demi Alloh, suami bidadari bermata jeli sudah  tiba.”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Kemudian aku berkata,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Assalamu’alaikunna,:L apakah diantara kalain ada bidadari bermata jeli?.”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Mereka menjawab,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Waalaikumsallam wahai waliyulloh, kami hanya sekedar pelayan dan pembantu bidadari bermata jeli. Silahkan maju terus !.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun meneruskan maju, ternyata aku berada di sebuah sungai khamer berada di pinggir lembah, disana terdapat bidadari yang sangat cantik yang membuat aku lupa :o dengan kecantikan bidadari-bidadari yang telah aku lewati sebelumnya. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Aku berkata,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Assalamu’alaikunna, apakah diantara kalian ada bidadari bermata jeli?.”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Mereka  menjawab,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Tidak, kami hanya sekedar pelayan dan pembantu bidadari bermata jeli. Silahkan maju kedepan. ”&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berjalan maju, aku tiba di sebuah sungai yang mengalirkan madu asli di sebuah taman dengan bidadari-bidadari yang dangat cantik berkilauan wajahnya dan sangat jelita, :L membuat aku lupa dengan kecantikan para bidadari sebelumnya. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Aku berkata,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Assalamu’alaikunna, apakah diantara kalain ada bidadari bermata jeli?.”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Mereka  menjawab,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Wahai waliyur-rahman, kami hanya sekedar pelayan dan pembantu bidadari bermata jeli. Silahkan maju lagi. ” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berjalan maju mengikuti perintahnya, aku tiba di sebuah tenda terbuat dari mutiara yang dilubangi, didepan tenda terdapat seorang bidadari cantik dengan memakai pakaian dan perhiasan yang aku sendiri tidak mampu mengungkapkan keindahannya :o . Begitu bidadari itu melihatku dia memberi kabar gembira kepadaku dan memaggil dari arah tenda, &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Wahai bidadari bermata jeli, suamimu datang !”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian aku mendekati kemah tersebut lalu masuk. Aku mendapati bidadari itu duduk di atas ranjang yang terbuat dari emas, :$ bertahta intan dan berlian. Begitu aku melihatnya aku terpesona sementara &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;ia menyambutku seraya berkata,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Selamat datang waliyur-rahman, telah hampir tiba kita bertemu.” &lt;/span&gt;Aku pun maju untuk memeluknya, &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;tiba-tiba ia berkata,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Sebentar, belum saatnya engkau memelukku karena dalam tubuhmu masih ada ruh kehidupan. Tenanglah, :) engkau akan berbuka puasa di kediamanku, insya Alloh.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika itu aku bangun dari tidurku, :D &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;”Wahai Abdul Wahid, kini aku sudah tak sabar lagi, ingin bertemu dengan bidadari bermata jeli itu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Abdul Wahid menuturkan,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Belum lagi pembicaraan kami (cerita tentang mimpi) selesai, kami mendengar pasukan musuh telah mulai menyerang kami, maka kami pun bergegas mengangkat senjata, begitu pula dengan lelaki itu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah peperangan berakhir, kami menghitung jumlah para korban, kami menemukan sembilan orang musuh tewas dibunuh oleh lelaki itu, dan dia orang yang kesepuluh yang terbunuh. Ketika aku melintas di dekat jenazahnya aku lihat, tubuhnya berlumuran darah sementara bibirnya tersenyum :) yang mengantarkan pada akhir hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Subhanalloh !&lt;/span&gt; :L&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Dikutip dari majalah elfata hal. 30-32, edisi 09 volume 07 tahun 2007.&lt;/span&gt; ;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/8953571989468843034/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/pemuda-dan-bidadari-bermata-jeli.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/8953571989468843034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/8953571989468843034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/pemuda-dan-bidadari-bermata-jeli.html' title='Pemuda dan Bidadari Bermata Jeli'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYN82pk6JuxMuNosF12daZapYPePj-5NfkRcXCTC5A_Noe5LEV9U1ex_f6E7o7ALAwP8dNyCCiSJdCRvGPkgXIOFbvNHtXHjubYBDQsDMaaMYJLgg01w1SHftYEoEMq2RlC1TgaNCp6lV8/s72-c/bidadari.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1534257815247465128.post-8597116807541470854</id><published>2009-12-27T14:10:00.002+07:00</published><updated>2010-01-06T09:17:42.502+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aqidah Islam"/><title type='text'>Tiga Landasan Utama</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsQokg7GOmm-pwViEPmUynpAo7TD8nAEeFI8WHYpRwS78_l_NR-onjZ4edrtjDwINXWZv4LiKN_JzhLJCgwhA7DYHCqxpjfB21IlyIGrRFcfI55x4-osLafvy5lS_dsRL9z7llcfT73W1i/s1600-h/tiga+landasan.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5315629287678575090&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsQokg7GOmm-pwViEPmUynpAo7TD8nAEeFI8WHYpRwS78_l_NR-onjZ4edrtjDwINXWZv4LiKN_JzhLJCgwhA7DYHCqxpjfB21IlyIGrRFcfI55x4-osLafvy5lS_dsRL9z7llcfT73W1i/s320/tiga+landasan.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: left; height: 125px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 82px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tiga landasan utama yang harus dipelajari dengan sungguh-sungguh oleh setiap muslim dan muslimah adalah :t &lt;b&gt;pengenalan seorang hamba terhadap Rabb, agama, dan Nabinya yaitu Muhammad Saw.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jika kamu ditanya,&lt;/b&gt; “Siapakah Rabbmu?” &lt;b&gt; maka jawablah,&lt;/b&gt; “Rabbku adalah Alloh yang menciptakanku dan menciptakan seluruh alam dengan nikmat-Nya. Dialah sesembahanku dan tidak ada sesembahan bagiku selain Dia.”&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jika kamu ditanya,&lt;/b&gt; “Apakah agamamu?” &lt;b&gt;maka jawablah, &lt;/b&gt; “Agamaku adalah Islam. Islam adalah berserah diri kepada Alloh dengan bertauhid, tunduk kepada-Nya dengan berbuat ketaatan dan berlepas diri dari syirik dan pelakunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jika kamu ditanya,&lt;/b&gt; “Siapa nabimu?” &lt;b&gt;maka jawablah,&lt;/b&gt; “Nabiku adalah Muhammad bin Abdulloh bin Abdul Muthallib bin Hasyim. Hasyim berasal dari suku Quraisy dan suku Quraisy itu termasuk bangsa Arab. Sedangkan bangsa Arab itu berasal dari keturunan Ismail bin Ibrahim Al Khalil –semoga :y shalawat dan salam yang paling mulia dilimpahkan kepada beliau berdua dan juga Nabi kita. Amien..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dikutip dari kitab alwajibat “ Yang Wajib Diketahui Setiap Muslim” karya syaikh Abdulloh bin Ibrahim Al Qar’awi, penerbit media hidayah, hal 9-10 (yang sudah diterjemahkan)&lt;/i&gt; :d&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudamagazine.blogspot.com/feeds/8597116807541470854/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/tiga-landasan-utama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/8597116807541470854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1534257815247465128/posts/default/8597116807541470854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudamagazine.blogspot.com/2009/12/tiga-landasan-utama.html' title='Tiga Landasan Utama'/><author><name>Khoirul Huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01152202131061800010</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwiFwZKmrL-BVDXSr1moe3nNuvpVAl3d9Srrh9AJALtSiH6JUnV8VkI0zXYAQV1KgOqfZiLqv4fsL4gQCKOJVRlFn0pxGMK_o5k1bwlxrPtBuwt1oSvsnpH7uzpuIygk/s64/20160714_172737.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsQokg7GOmm-pwViEPmUynpAo7TD8nAEeFI8WHYpRwS78_l_NR-onjZ4edrtjDwINXWZv4LiKN_JzhLJCgwhA7DYHCqxpjfB21IlyIGrRFcfI55x4-osLafvy5lS_dsRL9z7llcfT73W1i/s72-c/tiga+landasan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>