<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7249518897514720031</id><updated>2024-12-18T19:31:37.868-08:00</updated><category term="Belajar Islam"/><category term="Remaja Merenung"/><category term="Mengenal Alquran"/><title type='text'>Remaja Islam Indonesia</title><subtitle type='html'>Hanya sekedar ingin berbagi untuk para Remaja Islam Di indonesia untuk jadi lebih baik lagi dalam menjalankan perintah Agama Islam</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://idremajaislam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10955207447722935461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7249518897514720031.post-6413056998793136816</id><published>2013-10-23T15:42:00.002-07:00</published><updated>2013-10-23T16:39:32.287-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Remaja Merenung"/><title type='text'>Apa Alasan Lelaki dan Perempuan Berpacaran dan Apa Pandangan agama</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgg7VTN4epa9O6upWDg6728pYKZ_aO16Gdu13gKlajrqwRM0gKxp8d75VLo96EcjI9IUJr9-qFPoXHwc8azSDGkv0GFjUPkfSLlo8ztM6yv_dzgHy2rQkN-a_8mC2xQq5qxhXxAgXCOyjs/s1600/Remaja+Islam+indonesia.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;228&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgg7VTN4epa9O6upWDg6728pYKZ_aO16Gdu13gKlajrqwRM0gKxp8d75VLo96EcjI9IUJr9-qFPoXHwc8azSDGkv0GFjUPkfSLlo8ztM6yv_dzgHy2rQkN-a_8mC2xQq5qxhXxAgXCOyjs/s320/Remaja+Islam+indonesia.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IdRemajaIslam - Assalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa Alasan Lelaki dan Wanita yang Menghalalkan Pacaran - Bukan anak muda bila tidak beralasan, bukan lelaki bila tidak berusaha untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Beberapa alasan lelaki dan wanita yang menghalalkan pacaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #6aa84f;&quot;&gt;Pacaran itu menambah semangat belajar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
Ini alasan yang lucu karena bertentangan dengan fakta yang ada. Mungkin pada awalnya semangat belajar karena ingin membuktikan kepada pacarnya kalau dia pinter. Nah, ini saja sudah bermasalah dengan niatnya, namun ke depan yang terjadi justru nilai jeblok bin hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena pacaran itu ibarat candu yang bikin ketagihan. Nafsu yang harus dipenuhi, Akhirnya malah kepala penuh dengan khayalan dan bayangan yang tidak semestinya. Jadi, mungkin tetapnya bila pacaran itu dikatakan belajar mengkhayal, atau malah lebih tepatnya belajar maksiat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #6aa84f;&quot;&gt;Pacaran itu menjalin tali silaturahmi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
Silaturahmi itu asalnya dari kata shilah yang berarti hubungan dan rahim yang berarti rahim bunda. Artinya, yang dimaksud dengan menjalin silaturahmi sebenarnya adalah menyambung antarkerabat dekat yang terhubung dengan rahim, atau mahram kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika serius menjalin tali silaturahmi, lebih utama ke orangtua sendiri, kakak-adik, kakek-nenek, paman-bibi, atau mahram lainnya. Bukan alasan pacaran mengatas namakan silaturahmi, padahal buyutnya pun beda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silaturahmi itu berpahala dan menambah rezeki, sedangkan pacaran itu aktivitasnya maksiat. Tiada pernah sama antara maksiat dan taat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6aa84f;&quot;&gt;Pacaran nggak ngapa-ngapain kok, cuma pegangan tangan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
Tau nggak, &quot;cuma&quot; itu kata yang berbahaya. Karena semua kemaksiatan awalnya juga &quot;cuma&quot;. Selingkuh itu awalnya, ya, &quot;cuma&quot; teman. Hamil itu juga awalnya &quot;cuma&quot; pegangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6aa84f;&quot;&gt;Pacaran nggak ngapa-ngapain kok, cuma telepon doang&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
Saya sudah bahas tentang &quot;cuma&quot; di atas tadi. It&#39;s your call.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6aa84f;&quot;&gt;Pacaran cuma katakan sayang? Katakan kangen?&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
Setiap amal dan lisan manusia akan Allah hisab, tiada satu pun yang luput dari pengawasan-Nya. Mengatakan kata-kata yang tidak hak bagimu dan tidak halal baginya adalah suatu kesalahan. Kehormatan wanita harus dijaga, kemuliaannya pun harus dilindungi. Itu berarti tidak mengucapkan kata-kata sebelum waktunya. Karena kata cinta dan sayang sebelum pernikahan adalah percuma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin kamu meremehkan kata-kata yang tak halal tersebut. Namun, ia ibarat bisikan setan yang merambat lewat pendengaran, lalu memicu untuk melakukan amal-amal terlarang lainnya. Ingat bahwa semua dosa besar diawali dengan kata &quot;cuma&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6aa84f;&quot;&gt;Pacaran itu kan tanda cinta, Allah kan memerintahkan manusia untuk mencinta?&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
Mulai puitis deh, bagus sih tapi salah. Allah memang Zat yang penuh cinta, karena Dia yang menurunkan rasa cinta bagi manusia. Karenanya Allah perintahkan untuk menikah agar cinta itu bisa diungkapkan dengan halal. Bukan dengan alasan cinta dari Allah malah kita bermaksiat kepada Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6aa84f;&quot;&gt;Pacaran kan buat dia bahagia, bukankah menyenangkan orang itu amal shaleh?&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
Bagaimana dengan orangtuamu, pernahkah engkau bahagiakan? Atau, senangkah orangtuamu menyaksikan engkau bermaksiat? Berhubungan tak tentu, dengan resiko yang begitu besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan &amp;nbsp;pula bahagia yang engkau berikan saat pacaran, lebih tepatnya adalah kenikmatan sementara, yang ada batasnya dan menuntut korban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tambahan lagi, sebenarnya siapa sih yang engkau bahagiakan, dirinya atau dirimu sendiri?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6aa84f;&quot;&gt;Pacaran itu kan penjajakan pranikah?&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
Begitu ya, penjajakan pranikah? Begitulah ciri-ciri lelaki miskin komitmen, penjajakan dahulu bukan akad dahulu. Masalahnya, nikahnya belum pasti kapan, bisa dua, tiga atau dua puluh tahun lagi. Sedangkan penjajakannya sudah jalan duluan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seringkali terjadi, penjajakan praputus, bukan penjajakan pranikah. Karena setelah penjajakan, lalu bosan, lalu cari yang lain lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6aa84f;&quot;&gt;Pacaran karena aku sayang kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
Itu adalah DUSTA! Bagaimana mungkin katakan sayang bila sebenarnya dia tiada pernah peduli dengan masa depan seseorang yang katanya dia sayang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pacaran itu adalah aktivitas maksiat&lt;/b&gt;, yang mengundang petaka dunia dan malapetaka akhirat. Bila serius sayang, tentu takkan rela bila tubuh yang disayanginya disentuh api neraka karena perbuatan maksiat.&lt;/blockquote&gt;
&lt;b&gt;Alkisah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebut saja Rendy, anak laki juragan kambing yang tinggal di perumahan elit kota ini. Wajahnya cool, badannya tegap dan berotot. Dengan penampilannya seperti ini, Rendy jadi idola di sekolahan. Jangan heran kalo pesonanya itu bisa membuat puluhan anak cewek merasa kudu bersaing untuk mendapatkan cintanya. Cinta dari seorang pria yang nyaris sempurna. Tentu, kalo kesempurnaan manusia hanya diukur dari bentuk luarnya; tubuh, wajah, dan pakaian yang membalut kulitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampang Rendy memang oke. Dengan kata lain, cowok putih manis ini punya semacam bargaining power (cieee..), untuk bisa pasang pesona. Artinya, nggak malu-maluin kalo berlomba untuk jual pesona dengan anak cowok lain. Boleh dibilang, Rendy memiliki segalanya; wajah kece, bodi keren, pakaian oke punya, dan duitnya kayak nggak pernah abis. Lihat aja dompet doi tebel terus. Maklum, bokapnya tajir banget sebagai jurkam alias juragan kambing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti kebanyakan remaja lainnya, Rendy juga udah berani deket-deketan ama anak cewek. Maksudnya tentu bukan deket-deketan kayak lagi naik angkot, tapi doi udah berani nge-date. Nah, gebetan Rendy ternyata keren juga, Non. Lolita, nama anak gadis itu. Ia emang kesengsem berat ama Rendy. Pun sebaliknya, Rendy juga ngebet banget pengen jadian sama Lolita yang emang teman satu sekolahnya. Klop. Jadilah, dua insan lain jenis ini mengukir kisah cinta. Dengan latar belakang kehidupan yang nyaris kayak dalam cerita novel atawa sinetron, Rendy-Lolita jadi favorit di sekolah. Akhirnya, atas keputusan beberapa orang teman sekolahnya, mereka dinobatkan sebagai pasangan paling romantis tahun ini. Pokoknya, kalo ada anak sekolah yang mau seru ama pasangannya, buatlah seperti contoh; Rendy-Lolita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai suatu ketika, pasangan favorit? ini bubar. Apa sebab? Lolita hamil dan Rendy nggak mau bertanggungjawab. Lolita bingung, sebab ia harus memilih di antara dua pilihan sulit baginya; membesarkan anaknya dengan risiko putus sekolah dan menanggung rasa malu atau, melakukan aborsi dengan risiko bagi keselamatan dirinya dan untuk melakukan itu ia sudah tahu hukumnya, dosa. Akhirnya, setelah mikir beribu kali, Lolita memutuskan untuk mengaborsi makhluk kecil yang tak berdaya itu. Mungkin karena pertimbangan bahwa ia musti meneruskan sekolah dan biar nggak malu. Sementara Rendy, ternyata doi bukanlah tipe lelaki jentel. Buktinya, doi berlepas tangan, bahkan konon doilah yang membujuk Lolita supaya melakukan aborsi. Alasannya, doi kudu lulus sekolah, kudu bisa kuliah, dan yang pasti memang belum siap jadi ortu. Nah, lho.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah satu kisah tragis akibat pacaran. Masih banyak kisah serupa yang berawal dari hubungan haram ini. Seperti yang udah banyak disinggung di buletin ini. Kita nggak pernah bosen untuk ngingetin, bahwa pacaran itu adalah pintu menuju zina. Hampir di setiap kesempatan kita juga mengkampanyekan, bahwa pacaran adalah perbuatan haram dan wajib dihindari oleh setiap orang yang merasa dirinya Muslim. Pacaran adalah sarana menuju seks bebas. Iya kan? Sebab pacaran sendiri adalah gaul bebas, maka biasanya ada hubungan yang sangat erat, dan nggak heran kalo kemudian melakukan seks bebas. Ih?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hubungan Rendy-Lolita yang kelewat hot dalam kisah fiktif di atas akhirnya berbuah malapateka. Yang rugi keduanya dan kedua ortunya. Udah gitu, dampak sekunder akibat gaul bebas ini makin tambah runyam; aborsi, kekacauan nasab (garis keturunan), dan penyakit menular seksual. Ih, serem amat ya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebabnya, tradisi jahiliyah ini mesti digugat keberadaannya. Sudah saatnya budaya yang lahir dari peradaban rusak ini diboikot, bahkan seharusnya dihilangkan dari daftar pergaulan muda-muda Islam. Jangan sampe kejadian serupa menimpa adik-adik kita yang mulai beranjak remaja. Pokoknya harus dihilangkan dari benak remaja Islam. Ya, untuk selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pacaran di mata remaja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Banyak teman remaja yang kalo ditanya tentang alasan mereka berpacaran acapkali memberikan alasan seperti ini: pacaran bisa meningkatkan semangat belajar; pacaran diakui mampu menghilangkan kejenuhan alias bikin hidup lebih hidup; pacaran juga untuk mengetahui pribadi pasangan dari yang dicintainya supaya kalo jadi nikah nggak perlu ragu-ragu lagi; pacaran pun diyakini bisa membawa rejeki nomplok (ih, matre amat?); bahkan ada yang mengaku sekadar iseng doang. Alasan lainnya, ada yang mengakui bahwa pacaran adalah jalan terbaik untuk menemukan cinta sejati alias bisa memilah dan memilih siapa pasangan yang memang oke punya (emangnya sepatu?). Dan seabrek alasan lainnya. Mari kita bahas alasan-alasan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pacaran bisa meningkatkan semangat belajar? Walah, kayaknya semut juga ketawa tuh kalo denger. Padahal kenyataan di lapangan sangat berbeda. Teori ama praktik bertolak belakang banget. Kalo emang pacaran bisa menambah semangat belajar, tapi kenapa banyak yang amburadul sekolahnya gara-gara menjalani aktivitas ini? Ingatannya sangat tajam kalo disuruh mengingat nama gacoannya, atau tentang kehidupan pasangannya, dan tentang beragam hal yang berkaitan dengan pasangannya. Tapi kalo ditanya tentang hukum gas ideal dalam pelajaran kimia langsung memantul sempurna alias kagak tahu. Tiap malam minggu selalu ada jadwal wakuncar alias waktu kunjung pacar. Lalu kapan mau belajarnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi di sampul bukunya ada foto yang ia sebut kekasihnya. Coba, maksud hati belajar, ternyata malah memandangi terus foto si dia. Di dinding kamarnya, bukannya dipenuhi dengan tulisan rumus-rumus fisika, matematika, atawa kimia yang emang bikin puyeng, tapi malah banyak ditempeli foto-foto pacarnya. Wah, gimana mau bisa belajar? Padahal, setahu penulis, banyak juga yang semangat belajarnya tinggi tanpa kudu menjalani pacaran. Sebaliknya, waktu sekolah dulu, ada teman penulis yang main api asmara, malah belajarnya tambah berantakan bin terbengkalai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo soal rajin dateng ke sekolah emang bener. Tapi yakinlah, tujuan utamanya bukan untuk belajar, tapi cuma pengen ketemu si dia. Bener kan? Aduh, kayaknya ada yang mesem-mesem aja kena sindir nih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan lain, pacaran katanya bisa bikin fresh pikiran kita. Aduh biyung, kayaknya perlu diedit lagi alasan ini. Yakinlah, itu cuma mengada-ada aja. Buktinya, malah banyak teman remaja yang dibikin puyeng tujuh keliling gara-gara pacaran. Bisa jadi sama puyengnya bila disuruh menurunkan rumus E=mc2. Salah-salah malah ngeluarin pernyataan yang bikin ngakak seisi kelas, sebab doi menyatakan bahwa E=mc2 artinya Einstein mencret-mencret!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba aja, bagi teman remaja yang udah saling mengikat janji, rasa ingin memiliki selalu ada. Makanya, setiap pasangannya? &amp;nbsp;jauh, ia rindu. Belum lagi kalo pulang sekolah atawa les malam hari, ada perasaan kalo nggak dianterin, takut kenapa-kenapa. Pokoknya jadi beban deh. Padahal sebelum jadian, boro-boro punya pikiran begitu. Bener nggak? Jadi emang tambah bikin pusing seratus keliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, temen remaja muslim, ada juga lho teman kamu yang pacaran dengan alasan untuk mengetahui kepribadiannya, supaya kalo jadian nikah nggak usah ragu en berabe lagi. Ya, siapa tahu, kali aja ada yang nyangkut satu untuk dijadikan istrinya nanti. Waduh, sepintas memang oke juga ya tujuannya? Tapi tetap aja alasan seperti ini nggak bisa dibenarkan. Kalo niatnya udah kuat untuk nikah, ngapain kudu pacaran segala? Sebab, kenyataannya banyak juga yang justru setelah berpacaran sekian tahun, malah bubar dengan alasan nggak ada kecocokan. Itu sih, bilang aja mau coba-coba. Lagipula, itu adalah wujud kepengecutan mereka, sebab, kalo udah nikah mungkin nggak bisa sembarangan mutusin. Makanya bagi mereka yang pengecut, pacaran adalah alternatif untuk coba-coba. Kalo nggak cocok kan bisa bilang goodbye. Celakanya, kalo sampe dicobain luar-dalam, wah? Cowok or cewek yang begitu ketahun banget niat jeleknya. Ih, jangan sampe deh kamu juga begitu rupa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagian, kalo alasannya adalah untuk mengetahui info tentang doi, tanya aja sama temannya yang yang emang udah akrab dan bisa dipercaya, atau bisa juga kepada keluarganya. Beres kan? Nggak sulit kok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan teman kamu yang model begini bisa kita mentahkan. Buktinya banyak juga pasangan yang tidak melalui proses pacaran, malah bahagia-bahagia aja tuh dalam rumah-tangganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sobat, bagi kamu yang laki, pacaran juga bisa nguras dompet kamu, lho. Dan tentu bagi yang cewek ketiban rejeki nomplok; dijajanin, main ke tempat hiburan, dibeliin baju, dan seabrek gula-gula? lainnya. Soalnya, malu dong kalo kebetulan ketemu sama teman lain, pas kamu lagi jalan sama pacar terus diledekin dengan plesetan syair lagu Iwan Fals: jalan berdampingan tak pernah jajan-jajan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, ini namanya cinta terpadu alias terpaksa pakai duit. Fakta ini jadi klop dengan tulisan-tulisan yang suka nemplok di pantat truk, Senyummu merobek kantongku!? (copeeet kali)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;Sikap kita&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;b&gt;Kawan, bagi kamu yang masih aktif pacaran, segera melakukan pembenahan; putusin aja pacar kamu. Pelajari Islam. Yakinlah, Allah pasti akan memberikan yang terbaik buat kamu. Nggak usah ragu, jodoh di tangan Allah, bukan di tangan hansip (maksudnya kalo kamu kepergok lagi begituan? sama hansip).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Bagi kamu yang belum terjun ke dalam aktivitas ini, hindari segala peluang yang bakal menyeret kamu ke dalam pergaulan bebas ini. Pelajari Islam, sering hadir di majlis taklim, pengajian sekolah dan bertemanlah dengan anak-anak sholeh di sekolah dan lingkungan tempat tinggalmu. Insya Allah itu bakal meredam keinginan kamu terhadap aktivitas gaul bebas yang emang berbahaya itu.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Firman Allah Swt:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS an-Nur [24]: 30).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sobat, pacaran adalah salah satu pemenuhan yang salah dari naluri mempertahankan jenis. Sebab, pemenuhan dan penyaluran yang sah menurut Islam adalah dengan menikah. Sabda Rasulullah saw.:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kamu memiliki kemampuan untuk menikah, maka nikahlah, sebab nikah itu dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan; tetapi barangsiapa belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab puasa itu baginya merupakan pelindungan? (HR Bukhari)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Allah juga menegaskan dalam firman-Nya:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri) nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. (QS an-Nur [24]: 33)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Jadi, alasan-alasan kamu yang menjalani aktivitas pacaran semuanya tertolak secara logika, apalagi hukum Islam. Alasan-alasan tersebut hanyalah justifikasi alias pembenaran terhadap maraknya perilaku seks bebas di kalangan remaja. Padahal semua itu dilarang dalam ajaran Islam. Sebab, kita hanya hidup dengan Islam, dan hidup hanya untuk Islam.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Buletin Studia – Edisi 069/Tahun ke-2)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;sukron untuk gaulislam.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IdRemajaIslam - Wa&#39;salamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idremajaislam.blogspot.com/feeds/6413056998793136816/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/apa-alasan-remaja-laki-laki-dan-perempuan-berpacaran-dan-apa-tanggapan-islam-tentang-fenomena-berpacaran-dikalangan-remaja-sekarang-ini.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/6413056998793136816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/6413056998793136816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/apa-alasan-remaja-laki-laki-dan-perempuan-berpacaran-dan-apa-tanggapan-islam-tentang-fenomena-berpacaran-dikalangan-remaja-sekarang-ini.html' title='Apa Alasan Lelaki dan Perempuan Berpacaran dan Apa Pandangan agama'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10955207447722935461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgg7VTN4epa9O6upWDg6728pYKZ_aO16Gdu13gKlajrqwRM0gKxp8d75VLo96EcjI9IUJr9-qFPoXHwc8azSDGkv0GFjUPkfSLlo8ztM6yv_dzgHy2rQkN-a_8mC2xQq5qxhXxAgXCOyjs/s72-c/Remaja+Islam+indonesia.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7249518897514720031.post-7313125021865652740</id><published>2013-10-23T14:28:00.000-07:00</published><updated>2013-10-23T14:28:05.366-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belajar Islam"/><title type='text'>Rukun IMAN</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBpg8itfLLCcuDIonrdni5V-yZbpwTgdzx2wBVb_qbgMR4_gpTugtHC8meHwWByoBmJvaxOB2jSi4e4-kEp_er8JxO1c1X6NgMYtU5cRkL3fK-9YVVEPnBBOAQ5wkmlxUcWJIzJO-INUA/s1600/Rukun+Iman+itu+ada+6.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;rukun iman itu ada enam&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;255&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBpg8itfLLCcuDIonrdni5V-yZbpwTgdzx2wBVb_qbgMR4_gpTugtHC8meHwWByoBmJvaxOB2jSi4e4-kEp_er8JxO1c1X6NgMYtU5cRkL3fK-9YVVEPnBBOAQ5wkmlxUcWJIzJO-INUA/s400/Rukun+Iman+itu+ada+6.jpg&quot; title=&quot;rukun iman itu ada enam&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;rukun iman itu ada enam&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IdRemajaIslam - Assalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Rukun Iman (bahasa arab: أركان الإيمان)&lt;/b&gt; yaitu pilar keimanan dalam Islam yang harus dimiliki seorang muslim. Jumlahnya ada enam. Enam rukun iman ini didasarkan dari ayat-ayat Al-Qur&#39;an dan Hadits Jibril yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang diriwayatkan dari Umar bin Khathab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iman secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan). Sedangkan secara istilah syar’i, iman adalah &quot;Keyakinan dalam hati, Perkataan di lisan, amalan dengan anggota badan, bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan maksiat&quot;. Para ulama salaf menjadikan amal termasuk unsur keimanan. Oleh sebab itu iman bisa bertambah dan berkurang, sebagaimana amal juga bertambah dan berkurang&quot;. Ini adalah definisi menurut Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Al Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, madzhab Zhahiriyah dan segenap ulama selainnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Syafi’i berkata,&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Iman itu meliputi perkataan dan perbuatan. Dia bisa bertambah dan bisa berkurang. Bertambah dengan sebab ketaatan dan berkurang dengan sebab kemaksiatan.”&lt;/blockquote&gt;
&amp;nbsp;Imam Ahmad berkata,&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Iman bisa bertambah dan bisa berkurang. Ia bertambah dengan melakukan amal, dan ia berkurang dengan sebab meninggalkan amal.”&lt;/blockquote&gt;
Imam Bukhari mengatakan,&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Aku telah bertemu dengan lebih dari seribu orang ulama dari berbagai penjuru negeri, aku tidak pernah melihat mereka berselisih bahwasanya iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang.”&lt;/blockquote&gt;
&lt;b&gt;Rukun Iman itu ada 6 Perkara :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Iman kepada Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah hingga dia mengimani 4 hal: Mengimani adanya Allah. Mengimani rububiah Allah, bahwa tidak ada yang mencipta, menguasai, dan mengatur alam semesta kecuali Allah. Mengimani uluhiah Allah, bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengingkari semua sembahan selain Allah Ta’ala. Mengimani semua nama dan sifat Allah (al-Asma&#39;ul Husna) yang Allah telah tetapkan untuk diri-Nya dan yang Nabi-Nya tetapkan untuk Allah, serta menjauhi sikap menghilangkan makna, memalingkan makna, mempertanyakan, dan menyerupakanNya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Iman kepada Malaikat-malaikat Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mengimani adanya, setiap amalan dan tugas yang diberikan Allah kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Iman kepada Kitab-kitab Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mengimani bahwa seluruh kitab Allah adalah ucapan-Nya dan bukanlah ciptaanNya. karena kalam (ucapan) merupakan sifat Allah dan sifat Allah bukanlah makhluk. Muslim wajib mengimani bahwa Al-Qur`an merupakan penghapus hukum dari semua kitab suci yang turun sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Iman kepada Rasul-rasul Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mengimani bahwa ada di antara laki-laki dari kalangan manusia yang Allah Ta’ala pilih sebagai perantara antara diri-Nya dengan para makhluknya. Akan tetapi mereka semua tetaplah merupakan manusia biasa yang sama sekali tidak mempunyai sifat-sifat dan hak-hak ketuhanan, karenanya menyembah para nabi dan rasul adalah kebatilan yang nyata. Wajib mengimani bahwa semua wahyu kepada nabi dan rasul itu adalah benar dan bersumber dari Allah Ta’ala. Juga wajib mengakui setiap nabi dan rasul yang kita ketahui namanya dan yang tidak kita ketahui namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Iman kepada Hari Akhi&lt;/b&gt;r&lt;br /&gt;
Mengimani semua yang terjadi di alam barzakh (di antara dunia dan akhirat) berupa fitnah kubur (nikmat kubur atau siksa kubur). Mengimani tanda-tanda hari kiamat. Mengimani hari kebangkitan di padang mahsyar hingga berakhir di Surga atau Neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Iman kepada Qada dan Qadar, yaitu takdir yang baik dan buruk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mengimani kejadian yang baik maupun yang buruk, semua itu berasal dari Allah Ta’ala. Karena seluruh makhluk tanpa terkecuali, zat dan sifat mereka begitupula perbuatan mereka adalah ciptaan Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Diantara dasar hukum yang disebut didalam Al-Qur&#39;an.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Katakanlah (wahai orang-orang yang beriman): “Kami beriman kepada Allah dan kitab yang diturunkan kepada kami, dan kitab yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan kitab yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kitab yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabb mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”&lt;br /&gt;—QS. Al-Baqarah: 136&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya.”&lt;br /&gt;— QS. Al-Anbiya`: 19-20&lt;/blockquote&gt;
Hadits Jibril, tentang seseorang yang bertanya kepada Nabi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;“Beritahukan kepadaku tentang Iman”. Nabi menjawab,”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.” ...Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku : “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?” Aku menjawab,”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,” Beliau bersabda,”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.”&quot;&lt;br /&gt;— HR Muslim, no. 8&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
IdRemajaIslam - Wa&#39;salamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh&lt;br /&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idremajaislam.blogspot.com/feeds/7313125021865652740/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/apa-itu-rukun-iman-penjelasan-dan-pengertiannya-secara-lengkap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/7313125021865652740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/7313125021865652740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/apa-itu-rukun-iman-penjelasan-dan-pengertiannya-secara-lengkap.html' title='Rukun IMAN'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10955207447722935461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBpg8itfLLCcuDIonrdni5V-yZbpwTgdzx2wBVb_qbgMR4_gpTugtHC8meHwWByoBmJvaxOB2jSi4e4-kEp_er8JxO1c1X6NgMYtU5cRkL3fK-9YVVEPnBBOAQ5wkmlxUcWJIzJO-INUA/s72-c/Rukun+Iman+itu+ada+6.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7249518897514720031.post-2394660274777433521</id><published>2013-10-23T14:07:00.002-07:00</published><updated>2013-10-23T14:07:51.375-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belajar Islam"/><title type='text'>Rukun ISLAM</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUQ8SYhQAHeNSGeLGSMYpJHWTZNh6khvHDWWz3J65OzL7ulDsK_FCuVZ1NvQ1ZqP55ejAsNlkVDDWXZATWWyYSe5NHcaMybZKHHiXVF6tq_1Cacd5z9diTVnQtlmwke37zkQPjCb8d_kg/s1600/rukun+islam.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;apa itu rukun islam&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUQ8SYhQAHeNSGeLGSMYpJHWTZNh6khvHDWWz3J65OzL7ulDsK_FCuVZ1NvQ1ZqP55ejAsNlkVDDWXZATWWyYSe5NHcaMybZKHHiXVF6tq_1Cacd5z9diTVnQtlmwke37zkQPjCb8d_kg/s320/rukun+islam.jpg&quot; title=&quot;apa itu rukun islam&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Apa itu rukun islam&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
IdRemajaIslam - Assalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Rukun Islam&lt;/b&gt; itu ada lima. Yang pertama dan yang paling besar adalah: Syahadah (persaksian) bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Berikut 5 perkara dari &lt;b&gt;RUKUN ISLAM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Mengucap dua kalimat syahadat dan menerima bahwa Allah itu tunggal dan Nabi Muhammad s.a.w itu rasul Allah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menunaikan salat lima kali sehari.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengeluarkan zakat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berpuasa pada bulan Ramadan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menunaikan Haji bagi mereka yang mampu.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;h3&gt;
A. Syahadat&lt;/h3&gt;
&lt;div&gt;
Syahadat (persaksian) ini memiliki makna mengucapkan dengan lisan, membenarkan dengan hati lalu mengamalkannya melalui perbuatan. Adapun orang yang mengucapkannya secara lisan namun tidak mengetahui maknanya dan tidak mengamalkannya maka tidak ada manfaat sama sekali dengan syahadatnya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Syahadat berasal dari kata bahasa Arab yaitu syahida (شهد), yang artinya ia telah menyaksikan. Kalimat itu dalam syariat Islam adalah sebuah pernyataan kepercayaan dalam keesaan Tuhan (Allah) dan Nabi Muhammad sebagai RasulNya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
Syahadat sering disebut dengan Syahadatain karena terdiri dari 2 kalimat (Dalam bahasa arab Syahadatain berarti 2 kalimat Syahadat). Kedua kalimat syahadat itu adalah:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Kalimat pertama :&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpNXz9LQH41ni0Jb-jrT2nPrZMQnrFD2WzAsnVwTcaePc4i0i5quSb9eMbAVmaWbNLzBJ-rQeBCbEFIE9bBfwSX4-Rtnbamr8_KpUMPnXBiyk0yWGvFLF4GgiFKZzmUx2jW3CEbdZw2Bs/s1600/Syahadat1.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kalimat syahadat&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;93&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpNXz9LQH41ni0Jb-jrT2nPrZMQnrFD2WzAsnVwTcaePc4i0i5quSb9eMbAVmaWbNLzBJ-rQeBCbEFIE9bBfwSX4-Rtnbamr8_KpUMPnXBiyk0yWGvFLF4GgiFKZzmUx2jW3CEbdZw2Bs/s320/Syahadat1.gif&quot; title=&quot;kalimat syahadat&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;kalimat syahadat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
ʾašhadu ʾal lā ilāha illa l-Lāh&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
artinya : Saya bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kalimat kedua :&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4SLSNNYJzLhmeWkh-e6kyfaVnnkove3F0KFvMiDvEPhXjI48-c38p6b3FAhAhiGQBNnKUInNYVIj_huqMQx5eLfEnRgtdj2bXdZ1qgq-YAj0GsshPiXcugDy3mzVX0O1i34Td9Le_AQw/s1600/Syahadat2.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kalimat syahadat&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;107&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4SLSNNYJzLhmeWkh-e6kyfaVnnkove3F0KFvMiDvEPhXjI48-c38p6b3FAhAhiGQBNnKUInNYVIj_huqMQx5eLfEnRgtdj2bXdZ1qgq-YAj0GsshPiXcugDy3mzVX0O1i34Td9Le_AQw/s320/Syahadat2.gif&quot; title=&quot;kalimat syahadat&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;kalimat syahadat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
wa ʾašhadu ʾanna muḥammadar rasūlu l-Lāh&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
artinya: dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;B. Shalat&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
Shalat lima waktu sehari semalam yang Allah syariatkan untuk menjadi sarana interaksi antara Allah dengan seorang muslim dimana ia bermunajat dan berdoa kepada-Nya. Juga untuk menjadi sarana pencegah bagi seorang muslim dari perbuatan keji dan mungkar sehingga ia memperoleh kedamaian jiwa dan badan yang dapat membahagiakannya di dunia dan akhirat.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Allah mensyariatkan dalam Shalat, suci badan, pakaian, dan tempat yang digunakan untuk Shalat. Maka seorang muslim membersihkan diri dengan air suci dari semua barang najis seperti air kecil dan besar dalam rangka mensucikan badannya dari najis lahir dan hatinya dari najis batin.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Shalat merupakan tiang agama. Ia sebagai rukun terpenting Islam setelah dua kalimat syahadat. Seorang muslim wajib memeliharanya semenjak usia baligh (dewasa) hingga mati. Ia wajib memerintahkannya kepada keluarga dan anak-anaknya semenjak usia tujuh tahun dalam rangka membiasakannya. Allah ta’ala berfirman :&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Sesungguhnya Shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman &quot;(An Nisa: 103)&lt;/blockquote&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Shalat wajib bagi seorang muslim dalam kondisi apapun hingga pada kondisi ketakutan dan sakit. Ia menjalankan Shalat sesuai kemampuannya baik dalam keadaan berdiri, duduk maupun berbaring hingga sekalipun tidak mampu kecuali sekedar dengan isyarat mata atau hatinya maka ia boleh Shalat dengan isyarat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Rasul &amp;nbsp;mengkhabarkan bahwa orang yang meninggalkan Shalatitu bukanlah seorang muslim entah laki atau perempuan. Ia bersabda :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;“Perjanjian antara kami dengan mereka adalah Shalat. Siapa yang meninggalkannya berarti telah kafir” Hadits shohih.&lt;/blockquote&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Shalatl lima waktu itu&lt;/b&gt; adalah &lt;b&gt;ShalatShubuh, ShalatDhuhur, ShalatAshar, ShalatMaghrib dan ShalatIsya’.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Waktu Shalat Shubuh&lt;/b&gt; dimulai dari munculnya mentari pagi di Timur dan berakhir saat terbit matahari. Tidak boleh menunda sampai akhir waktunya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Waktu Shalat Dhuhur&lt;/b&gt; dimulai dari condongnya matahari hingga sesuatu sepanjang bayang-bayangnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Waktu Shalat Ashar&lt;/b&gt; dimulai setelah habisnya waktu Shalat Dhuhur hingga matahari menguning dan tidak boleh menundanya hingga akhir waktu. Akan tetapi ditunaikan selama matahari masih putih cerah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Waktu Maghrib &lt;/b&gt;dimulai setelah terbenamnya matahari dan berakhir dengan lenyapnya senja merah dan tidak boleh ditunda hingga akhir waktunya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Waktu Shalat Isya’&lt;/b&gt; dimulai setelah habisnya waktu maghrib hingga akhir malam dan tidak boleh ditunda setelah itu.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Seandainya seorang muslim menunda-nunda sekali salat saja dari ketentuan waktunya hingga keluar waktunya tanpa alasan yang dibenarkan syariat diluar keinginannya maka ia telah melakukan &lt;b&gt;dosa besar&lt;/b&gt;. Ia harus bertaubat kepada Allah dan tidak mengulangi lagi.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;C. Puasa&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Puasa pada bulan Ramadan&lt;/b&gt; yaitu bulan kesembilan dari bulan hijriyah.&amp;nbsp;&lt;b&gt;Puasa adalah &lt;/b&gt;tindakan sukarela dengan berpantang dari makanan, minuman, atau keduanya, perbuatan buruk dan dari segala hal yang membatalkan puasa untuk periode waktu tertentu[1]. Puasa mutlak biasanya didefinisikan sebagai berpantang dari semua makanan dan cairan untuk periode tertentu, biasanya satu hari (24 jam), atau beberapa hari. Puasa lain mungkin hanya membatasi sebagian, membatasi makanan tertentu atau zat. Praktik puasa dapat menghalangi aktivitas seksual dan lainnya serta makanan&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sifat puasa:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Seorang muslim berniat puasa sebelum waktu shubuh (fajar) terang. Kemudian menahan dari makan, minum dan jima’ (mendatangi istri) hingga terbenamnya matahari kemudian berbuka. Ia kerjakan hal itu selama hari bulan Romadhon. Dengan itu ia menghendaki ridho Allah ta’ala dan beribadah kepada-Nya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Dalam puasa terdapat beberapa manfaat tak terhingga.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Di antara yang terpenting :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Merupakan ibadah kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya. Seorang hamba meninggalkan syahwatnya, makan dan minumnya demi Allah. Hal itu di antara sarana terbesar mencapai taqwa kepada Allah ta’ala.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adapun manfaat puasa dari sudut kesehatan, ekonomi, sosial maka amat banyak. Tidak ada yang dapat mengetahuinya selain mereka yang berpuasa atas dorongan akidah dan iman.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;h3&gt;
D. Zakat&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Zakat &lt;/b&gt;(Bahasa Arab: زكاة; transliterasi: Zakah) adalah jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya) menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Zakat terbagi atas dua jenis yakni:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Zakat fitrah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Zakat yang wajib dikeluarkan muslim menjelang Idul Fitri pada bulan suci Ramadan. Besar zakat ini setara dengan 3,5 liter (2,7 kilogram) makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Zakat maal (harta)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Zakat yang dikeluarkan seorang muslim yang mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak. Masing-masing jenis memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Ada delapan pihak yang berhak menerima zakat&lt;/b&gt;, tertera dalam Surah at-Taubah ayat 60 yakni:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Fakir - Mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Miskin - Mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup.[4]&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Amil - Mereka yang mengumpulkan dan membagikan zakat.[5]&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mu&#39;allaf - Mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan barunya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hamba sahaya - Budak yang ingin memerdekakan dirinya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gharimin - Mereka yang berhutang untuk kebutuhan yang halal dan tidak sanggup untuk memenuhinya.[6]&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fisabilillah - Mereka yang berjuang di jalan Allah (misal: dakwah, perang dsb)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ibnus Sabil - Mereka yang kehabisan biaya di perjalanan&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Allah telah memerintahkan setiap muslim yang memilki harta mencapai nisab untuk mengeluarkan zakat hartanya setiap tahun. Ia berikan kepada yang berhak menerima dari kalangan fakir serta selain mereka yang zakat boleh diserahkan kepada mereka sebagaimana telah diterangkan dalam Al Qur’an.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Nishab emas sebanyak 20 mitsqal. Nishab perak sebanyak 200 dirham atau mata uang kertas yang senilai itu. Barang-barang dagangan dengan segala macam jika nilainya telah mencapai nishab wajib pemiliknya mengeluarkan zakatnya manakala telah berlalu setahun. Nishab biji-bijian dan buah-buahan 300 sha’. Rumah siap jual dikeluarkan zakat nilainya. Sedang rumah siap sewa saja dikeluarkan zakat upahnya. Kadar zakat pada emas, perak dan barang-barang dagangan 2,5 % setiap tahunnya. Pada biji-bijian dan buah-buahan 10 % dari yang diairi tanpa kesulitan seperti yang diairi dengan air sungai, mata air yang mengalir atau hujan. Sedang 5 % pada biji-bijian yang diairi dengan susah seperti yang diairi dengan alat penimba air.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Di antara manfaat mengeluarkan zakat menghibur jiwa orang-orang fakir dan menutupi kebutuhan mereka serta menguatkan ikatan cinta antara mereka dan orang kaya&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan ruku&#39;lah beserta orang-orang yang ruku&#39;&quot;.QS (2:43)&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
&lt;h3&gt;
E. Haji&lt;/h3&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Rukun Islam kelima adalah haji&lt;/b&gt; ke baitullah Mekkah sekali seumur hidup. Adapun lebihnya maka merupakan sunnah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Haji (Bahasa Arab: حج‎; transliterasi: Hajj)&lt;/b&gt; adalah rukun (tiang agama) Islam yang kelima setelah syahadat, salat, zakat dan puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan) dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Zulhijah). Hal ini berbeda dengan ibadah umrah yang bisa dilaksanakan sewaktu-waktu.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Zulhijah ketika umat Islam bermalam di Mina, wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijah, dan berakhir setelah melempar jumrah (melempar batu simbolisasi setan) pada tanggal 10 Zulhijah. Masyarakat Indonesia lazim juga menyebut hari raya Idul Adha sebagai Hari Raya Haji karena bersamaan dengan perayaan ibadah haji ini.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Setiap jamaah bebas untuk memilih jenis ibadah haji yang ingin dilaksanakannya. Rasulullah SAW memberi kebebasan dalam hal itu, sebagaimana terlihat dalam hadis berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Aisyah RA berkata: Kami berangkat beribadah bersama Rasulullah SAW dalam tahun hajjatul wada. Di antara kami ada yang berihram, untuk haji dan umrah dan ada pula yang berihram untuk haji. Orang yang berihram untuk umrah ber-tahallul ketika telah berada di Baitullah. Sedang orang yang berihram untuk haji jika ia mengumpulkan haji dan umrah. Maka ia tidak melakukan tahallul sampai dengan selesai dari nahar.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Berikut adalah jenis dan pengertian haji yang dimaksud.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Haji ifrad, berarti menyendiri. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad bila sesorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah. Dalam hal ini, yang didahulukan adalah ibadah haji. Artinya, ketika mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, orang tersebut berniat melaksanakan ibadah haji dahulu. Apabila ibadah haji sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Haji tamattu&#39;, mempunyai arti bersenang-senang atau bersantai-santai dengan melakukan umrah terlebih dahulu di bulan-bulah haji, lain bertahallul. Kemudian mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji, ditahun yang sama. Tamattu&#39; dapat juga berarti melaksanakan ibadah di dalam bulan-bulan serta di dalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Haji qiran, mengandung arti menggabungkan, menyatukan atau menyekaliguskan. Yang dimaksud disini adalah menyatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama. Menurut Abu Hanifah, melaksanakan haji qiran, berarti melakukan dua thawaf dan dua sa&#39;i.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Berikut adalah kegiatan utama dalam ibadah haji berdasarkan urutan waktu:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Sebelum 8 Zulhijah, umat Islam dari seluruh dunia mulai berbondong untuk melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;8 Zulhijah, jamaah haji bermalam di Mina. Pada pagi 8 Zulhijah, semua umat Islam memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah. Jamaah kemudian berangkat menuju Mina, sehingga malam harinya semua jamaah haji harus bermalam di Mina.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;9 Zulhijah, pagi harinya semua jamaah haji pergi ke Arafah. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang luas ini hingga Maghrib datang. Ketika malam datang, jamaah segera menuju dan bermalam Muzdalifah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;10 Zulhijah, setelah pagi di Muzdalifah, jamaah segera menuju Mina untuk melaksanakan ibadah Jumrah Aqabah, yaitu melempar batu sebanyak tujuh kali ke tugu pertama sebagai simbolisasi mengusir setan. Setelah mencukur rambut atau sebagian rambut, jamaah bisa Tawaf Haji (menyelesaikan Haji), atau bermalam di Mina dan melaksanakan jumrah sambungan (Ula dan Wustha).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;11 Zulhijah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;12 Zulhijah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebelum pulang ke negara masing-masing, jamaah melaksanakan Thawaf Wada&#39; (thawaf perpisahan).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Dalam ibadah haji terdapat manfaat tak terhingga :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Pertama, haji merupakan bentuk ibadah kepada Allah ta’ala dengan ruh, badan dan harta.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kedua, ketika haji kaum muslimin dari segala penjuru dapat berkumpul dan bertemu di satu tempat. Mereka mengenakan satu pakaian dan menyembah satu Robb dalam satu waktu. Tidak ada perbedaan antara pemimpin dan yang dipimpin, kaya maupun miskin, kulit putih maupun kulit hitam. Semua merupakan makhluk dan hamba Allah. Sehingga kaum muslimin dapat bertaaruf (saling kenal) dan taawun (saling tolong menolong). Mereka sama-sama mengingat pada hari Allah membangkitkan mereka semuanya dan mengumpulkan mereka dalam satu tempat untuk diadakan hisab (penghitungan amal) sehingga mereka mengadakan persiapan untuk kehidupan setelah mati dengan mengerjakan ketaatan kepada Allah ta’ala.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;sukron untuk idwikipedia&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
IdRemajaIslam - Wa&#39;salamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idremajaislam.blogspot.com/feeds/2394660274777433521/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/apa-itu-rukun-islam-penjelasan-dan-pengertiannya-secara-lengkap.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/2394660274777433521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/2394660274777433521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/apa-itu-rukun-islam-penjelasan-dan-pengertiannya-secara-lengkap.html' title='Rukun ISLAM'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10955207447722935461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUQ8SYhQAHeNSGeLGSMYpJHWTZNh6khvHDWWz3J65OzL7ulDsK_FCuVZ1NvQ1ZqP55ejAsNlkVDDWXZATWWyYSe5NHcaMybZKHHiXVF6tq_1Cacd5z9diTVnQtlmwke37zkQPjCb8d_kg/s72-c/rukun+islam.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7249518897514720031.post-3960990641575371387</id><published>2013-10-22T02:08:00.002-07:00</published><updated>2013-10-22T02:08:38.635-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belajar Islam"/><title type='text'>Tara Cara dan Do&#39;a Sholat Jenazah Lengkap</title><content type='html'>IdRemajaIslam - Assalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk melengkapi mengenai tulisan yang berjudul &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/gambar-lengkap-panduan-tata-cara-mengurus-jenazah-sholat-jenazah-dan-pemakaman-jenazah-terlengkap.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tata Cara Mengurus Jenazah Terlengkap&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;, kami akan membuat tulisan mengenai &lt;b&gt;tata cara sholat jenazah&lt;/b&gt;&amp;nbsp;,Rukun, syarat, panduan tatacara sholat jenazah atau sholat mayit dibawah ini adalah sudah kami ringkas, dan kami lengkapi dengan beberapa dalil hadits dari Nabi SAW, rukun Shalat Jenazah &amp;nbsp;terdiri dari 8 rukun dan Hukum menjalankannya adalah &quot;Fardhu Kifayah&quot; artinya jika tidak ada yang menjalankan, semua akan berdosa. Shalat ini gak memakai ruku’, sujud, i’tidal dan tahiyyat, hanya dengan 4 takbir dan 2 salam, yang dilakukan dalam keadaan berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSOrzZrpnd3jbXgX9iV5JqARzZE696hp6bbMvgre4ORSsgr-3bkSTvIS6m8ZPL-xIw58z9Y3YcOTKeuQtLEDnkRJW4c6IRm0q_rymmK0P_57NZNSdCjcSvZ_qrA93SB_pn8KcL_3UAOqU/s1600/tata+cara+sholat+jenazah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;tata cara sholat jenazah&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSOrzZrpnd3jbXgX9iV5JqARzZE696hp6bbMvgre4ORSsgr-3bkSTvIS6m8ZPL-xIw58z9Y3YcOTKeuQtLEDnkRJW4c6IRm0q_rymmK0P_57NZNSdCjcSvZ_qrA93SB_pn8KcL_3UAOqU/s320/tata+cara+sholat+jenazah.jpg&quot; title=&quot;tata cara sholat jenazah&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Berikut ini adalah rukun sholat jenazah :&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Niat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap shalat dan ibadah lainnya kalo gak ada niat dianggap gak sah, termasuk niat melakukan Shalat jenazah. Niat dalam hati dengan tekad dan menyengaja akan melakukan shalat tertentu saat ini untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta&#39;atan kepada-Nya dalam agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.&quot; (QS. Al-Bayyinah : 5).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Hadits Rasulullah SAW dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya.&quot; (HR. Muttafaq Alaihi).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Berdiri Bila Mampu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Shalat jenazah sah jika dilakukan dengan berdiri (seseorang mampu untuk berdiri dan gak ada uzurnya). Karena jika sambil duduk atau di atas kendaraan [hewan tunggangan], Shalat jenazah dianggap tidak sah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Takbir 4 kali&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Aturan ini didapat dari hadits Jabir yang menceritakan bagaimana bentuk shalat Nabi ketika menyolatkan jenazah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Dari Jabi ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau takbir 4 kali.&lt;br /&gt;(HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355)&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Najasyi dikabarkan masuk Islam setelah sebelumnya seorang pemeluk nasrani yang taat. Namun begitu mendengar berita kerasulan Muhammad SAW, beliau akhirnya menyatakan diri masuk Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Membaca Surat Al-Fatihah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Doa Untuk Jenazah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya.&quot;&lt;br /&gt;(HR. Abu Daud : 3199 dan Ibnu Majah : 1947).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Doa Setelah Takbir Keempat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Misalnya doa yang berbunyi :&lt;br /&gt;&quot;Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu..&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Salam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Berikut ini adalah Tata Cara, Urutan dan Do&#39;a Sholat Jenazah :&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Lafazh Niat Shalat Jenazah :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Ushalli ‘alaa haadzal mayyiti fardlal kifaayatin makmuuman/imaaman lillaahi ta’aalaa..&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Artinya:&lt;br /&gt;
&quot;Aku niat shalat atas jenazah ini, fardhu kifayah sebagai makmum/imam lillaahi ta’aalaa..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Setelah Takbir pertama membaca: Surat &quot;Al Fatihah.&quot;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Setelah Takbir kedua membaca Shalawat kepada Nabi SAW :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Allahumma Shalli ‘Alaa Muhamad?&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Setelah Takbir ketiga membaca:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Ya Allah! Ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
atau bisa secara ringkas :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Allahummagh firlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu..&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Artinya:&lt;br /&gt;
&quot;Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat, sejahtera dan maafkanlah dia&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Setelah takbir keempat membaca:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Allahumma la tahrim naa ajrahu walaa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu..&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Artinya:&lt;br /&gt;
&quot;Ya Allah janganlah kami tidak Engkau beri pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya, dan berilah ampunan kepada kami dan kepadanya&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. &quot;Salam&quot; kekanan dan kekiri.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Catatan: Jika jenazah wanita, lafazh &lt;b&gt;‘hu’ &lt;/b&gt;diganti &lt;b&gt;‘ha’.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
IdRemajaIslam - Wa&#39;salamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;sukron untuk pengumulhikmah.blogspot.com&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idremajaislam.blogspot.com/feeds/3960990641575371387/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/tata-cara-panduan-sholat-jenazah-lengkap.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/3960990641575371387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/3960990641575371387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/tata-cara-panduan-sholat-jenazah-lengkap.html' title='Tara Cara dan Do&#39;a Sholat Jenazah Lengkap'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10955207447722935461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSOrzZrpnd3jbXgX9iV5JqARzZE696hp6bbMvgre4ORSsgr-3bkSTvIS6m8ZPL-xIw58z9Y3YcOTKeuQtLEDnkRJW4c6IRm0q_rymmK0P_57NZNSdCjcSvZ_qrA93SB_pn8KcL_3UAOqU/s72-c/tata+cara+sholat+jenazah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7249518897514720031.post-6705977899906725567</id><published>2013-10-22T00:51:00.004-07:00</published><updated>2013-10-22T02:14:14.481-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belajar Islam"/><title type='text'>Tata Cara Mengurus Jenazah Terlengkap</title><content type='html'>IdRemajaIslam - Assalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Tata Cara Mengurus Jenazah Terlengkap Rinciannya adalah sebagai berikut:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
1. Orang yang sedang sekarat&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;disyariatkan untuk ditalqini dengan kalimat &quot; Laa ilaaha illallah &quot; Berdasarkan sabda Nabi shallallahu &#39;alaihi wa sallam :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Talqinilah orang-orang yang akan mati dari kalian (dengan ucapan): &#39;Laa ilaaha illallah&#39;.&quot; (HR. Muslim dalam shahihnya)&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan kata &quot;Mautaakum&quot; dalam hadits ini adalah orang-orang sedang sekarat, yaitu orang yang sudah tampak padanya tanda-tanda kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
2. Bila sudah diyakini orang tersebut sudah meninggal,&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
Maka hendaklah kedua matanya dipejamkan, karena ada keterangan hadits tentang hal itu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
3. Diwajibkan memandikan jenazah/mayit muslim kecuali dia syahid (meninggal di medan perang fisabilillah).&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hal ini, dia tidak perlu dimandikan dan tidak perlu juga dishalatkan. Dia hanya cukup dikuburkan dengan pakaiannya. Karena Nabi shallallahu &#39;alaihi wa sallam tidak memandikan orang-orang yang meninggal di perang Uhud dan tidak pula menshalatkan mereka.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
4.&amp;nbsp;Cara memandikan jenazah&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
Alat-alat yang dipergunakan untuk memandikan jenazah adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kapas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dua buah sarung tangan untuk petugas yang memandikan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebuah spon penggosok&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Alat penggerus untuk menggerus dan menghaluskan kapur barus – Spon-spon plastik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Shampo&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sidrin (daun bidara)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kapur barus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masker penutup hidung bagi petugas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gunting untuk memotong pakaian jenazah sebelum dimandikan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Air&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengusir bau busuk dan &amp;nbsp;Minyak wangi Daun Sidr (Bidara)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;A.Menutup Aurat si Mayit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3Y5pdD5eGSXeHScfq1Urcm4jHJmsEdH6iyGFiSCbG_xNAGUEonT_VoQeqxOllzc-qkL_YiVd3layI303Of5M1jD9mcbq8Ni2xphF9wfK_dGG3niY0x13TifDwzn1Iur4TxCTP-mWYPds/s1600/tata+cara+mengurus+jenazah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;145&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3Y5pdD5eGSXeHScfq1Urcm4jHJmsEdH6iyGFiSCbG_xNAGUEonT_VoQeqxOllzc-qkL_YiVd3layI303Of5M1jD9mcbq8Ni2xphF9wfK_dGG3niY0x13TifDwzn1Iur4TxCTP-mWYPds/s320/tata+cara+mengurus+jenazah.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dianjurkan menutup aurat si mayit ketika memandikannya. Dan melepas pakaiannya, serta menutupinya dari pandangan orang banyak. Sebab si mayit barangkali berada dalam kondisi yang tidak layak untuk dilihat. Sebaiknya papan pemandian sedikit miring ke arah kedua kakinya agar air dan apa-apa yang keluar dari jasadnya mudah mengalir darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;B. Membersihkan Kotoran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3XvYwK15pQgMH3DDeQgt-1hmArJIy43XrWkgY_O36qKi-pekdZ30op6iwdLrZkSHIlPoayRtv-LIQRSQjW4L4ahXiKvHHQQ0V-3EJjB17_LNsNuLY6YfQfx-yQNQNKJ5-spjcFd1wrWY/s1600/tata+cara+mengurus+jenazah2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;145&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3XvYwK15pQgMH3DDeQgt-1hmArJIy43XrWkgY_O36qKi-pekdZ30op6iwdLrZkSHIlPoayRtv-LIQRSQjW4L4ahXiKvHHQQ0V-3EJjB17_LNsNuLY6YfQfx-yQNQNKJ5-spjcFd1wrWY/s320/tata+cara+mengurus+jenazah2.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang petugas memulai dengan melunakkan persendian jenazah tersebut. Apabila kuku-kuku jenazah itu panjang, maka dipotongi. Demikian pula bulu ketiaknya. Adapun bulu kelamin, maka jangan mendekatinya, karena itu merupakan aurat besar. Kemudian petugas mengangkat kepala jenazah hingga hampir mendekati posisi duduk. Lalu mengurut perutnya dengan perlahan untuk mengeluarkan kotoran yang masih dalam perutnya. Hendaklah memperbanyak siraman air untuk membersihkan kotoran-kotoran yang keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwBRp7dl4iZFSrmbLte5dEjlUHMU9-ESO4yQ5scEyV2mYtCI0wQnoYjsjWPoPQwAmipaRBQQFpWfb0KqzIjx8gwy0XTLj-ATrU5ht8g8eE5agKbun6vV6iSJPGcF42FzLiJkSVKNLdqJ0/s1600/tata+cara+mengurus+jenazah3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;145&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwBRp7dl4iZFSrmbLte5dEjlUHMU9-ESO4yQ5scEyV2mYtCI0wQnoYjsjWPoPQwAmipaRBQQFpWfb0KqzIjx8gwy0XTLj-ATrU5ht8g8eE5agKbun6vV6iSJPGcF42FzLiJkSVKNLdqJ0/s320/tata+cara+mengurus+jenazah3.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petugas yang memandikan jenazah hendaklah mengenakan lipatan kain pada tangannya atau sarung tangan untuk membersihkan jasad si mayit (membersihkan qubul dan dubur si mayit) tanpa harus melihat atau menyentuh langsung auratnya, jika si mayit berusia tujuh tahun ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;C. Mewudhukan Jenazah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya petugas berniat (dalam hati) untuk memandikan jenazah serta membaca basmalah. Lalu petugas me-wudhu-i jenazah tersebut sebagaimana wudhu untuk shalat. Namun tidak perlu memasukkan air ke dalam hidung dan mulut si mayit, tapi cukup dengan memasukkan jari yang telah dibungkus dengan kain yang dibasahi di antara bibir si mayit lalu menggosok giginya dan kedua lubang hidungnya sampai bersih.&lt;br /&gt;
Selanjutnya, dianjurkan agar mencuci rambut dan jenggotnya dengan busa perasan daun bidara atau dengan busa sabun. Dan sisa perasan daun bidara tersebut digunakan untuk membasuh sekujur jasad si mayit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;D. Membasuh Tubuh Jenazah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgo7AkN6T_7LKQHcoy4HDOnRlKCA_BAdS6onMzLEv-I4T8fARSTypF9ItdC2pFZQrud6f1Kbdv7tmQpw97NcdUvtZ15O016DVQQCzMCJ8ptFb_4-LI2QrbQTusKKutmvB3iKcGxoVs2Ut8/s1600/tata+cara+mengurus+jenazah4.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;145&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgo7AkN6T_7LKQHcoy4HDOnRlKCA_BAdS6onMzLEv-I4T8fARSTypF9ItdC2pFZQrud6f1Kbdv7tmQpw97NcdUvtZ15O016DVQQCzMCJ8ptFb_4-LI2QrbQTusKKutmvB3iKcGxoVs2Ut8/s320/tata+cara+mengurus+jenazah4.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu membasuh anggota badan sebelah kanan si mayit. Dimulai dari sisi kanan tengkuknya, kemudian tangan kanannya dan bahu kanannya, kemudian belahan dadanya yang sebelah kanan, kemudian sisi tubuhnya yang sebelah kanan, kemudian paha, betis dan telapak kaki yang sebelah kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjtUNUDR0n3KHFucOVPq_jQbycuPLTyNTmUFNHp6V3owYKqfHBZUtXGc-w2GZSVQBA-4Dpfd9k6AHrE9z3Lwtb6QXub030lII0V9kFB30kITbJsMG0SYs8QBAnDwLTKmQ87V_Wtr5A3-s/s1600/tata+cara+mengurus+jenazah5.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;145&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjtUNUDR0n3KHFucOVPq_jQbycuPLTyNTmUFNHp6V3owYKqfHBZUtXGc-w2GZSVQBA-4Dpfd9k6AHrE9z3Lwtb6QXub030lII0V9kFB30kITbJsMG0SYs8QBAnDwLTKmQ87V_Wtr5A3-s/s320/tata+cara+mengurus+jenazah5.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya petugas membalik sisi tubuhnya hingga miring ke sebelah kiri, kemudian membasuh belahan punggungnya yang sebelah kanan. Kemudian dengan cara yang sama petugas membasuh anggota tubuh jenazah yang sebelah kiri, lalu membalikkannya hingga miring ke sebelah kanan dan membasuh belahan punggung yang sebelah kiri. Dan setiap kali membasuh bagian perut si mayit keluar kotoran darinya, hendaklah dibersihkan.&lt;br /&gt;
Banyaknya memandikan: Apabila sudah bersih, maka yang wajib adalah memandikannya satu kali dan mustahab (disukai/sunnah) tiga kali. Adapun jika belum bisa bersih, maka ditambah lagi memandikannya sampai bersih atau sampai tujuh kali (atau lebih jika memang dibutuhkan). Dan disukai untuk menambahkan kapur barus pada pemandian yang terakhir, karena bisa mewangikan jenazah dan menyejukkannya. Oleh karena itulah ditambahkannya kapur barus ini pada pemandian yang terakhir agar baunya tidak hilang.&lt;br /&gt;
Dianjurkan agar air yang dipakai untuk memandikan si mayit adalah air yang sejuk, kecuali jika petugas yang memandikan membutuhkan air panas untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang masih melekat pada jasad si mayit. Dibolehkan juga menggunakan sabun untuk menghilangkan kotoran. Namun jangan mengerik atau menggosok tubuh si mayit dengan keras. Dibolehkan juga membersihkan gigi si mayit dengan siwak atau sikat gigi. Dianjurkan juga menyisir rambut si mayit, sebab rambutnya akan gugur dan berjatuhan.&lt;br /&gt;
Setelah selesai dari memandikan jenazah ini, petugas mengelapnya (menghandukinya) dengan kain atau yang semisalnya. Kemudian memotong kumisnya dan kuku-kukunya jika panjang, serta mencabuti bulu ketiaknya (apabila semua itu belum dilakukan sebelum memandikannya) dan diletakkan semua yang dipotong itu bersamanya di dalam kain kafan. Kemudian apabila jenazah tersebut adalah wanita, maka rambut kepalanya dipilin (dipintal) menjadi tiga pilinan lalu diletakkan di belakang (punggungnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Faedah Tata Cara Memandikan Jenazah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Apabila masih keluar kotoran (seperti: tinja, air seni atau darah) setelah dibasuh sebanyak tujuh kali, hendaklah menutup kemaluannya (tempat keluar kotoran itu) dengan kapas, kemudian mencuci kembali anggota yang terkena najis itu, lalu si mayit diwudhukan kembali. Sedangkan jika setelah dikafani masih keluar juga, tidaklah perlu diulangi memandikannya, sebab hal itu akan sangat merepotkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apabila si mayit meninggal dunia dalam keadaan mengenakan kain ihram dalam rangka menunaikan haji atau umrah, maka hendaklah dimandikan dengan air ditambah perasaan daun bidara seperti yang telah dijelaskan di atas. Namun tidak perlu dibubuhi wewangian dan tidak perlu ditutup kepalanya (bagi jenazah pria). Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam mengenai seseorang yang wafat dalam keadaan berihram pada saat menunaikan haji.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Orang yang mati syahid di medan perang tidak perlu dimandikan, namun hendaklah dimakamkan bersama pakaian yang melekat di tubuh mereka. Demikian pula mereka tidak perlu dishalatkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Janin yang gugur, bila telah mencapai usia 4 bulan dalam kandungan, jenazahnya hendaklah dimandikan, dishalatkan dan diberi nama baginya. Adapun sebelum itu ia hanyalah sekerat daging yang boleh dikuburkan di mana saja tanpa harus dimandikan dan dishalatkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apabila terdapat halangan untuk memamdikan jenazah, misalnya tidak ada air atau kondisi jenazah yang sudah tercabik-cabik atau gosong, maka cukuplah ditayamumkan saja. Yaitu salah seorang di antara hadirin menepuk tanah dengan kedua tangannya lalu mengusapkannya pada wajah dan kedua punggung telapak tangan si mayit.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hendaklah petugas yang memandikan jenazah menutup apa saja yang tidak baik untuk disaksikan pada jasad si mayit, misalnya kegelapan yang tampak pada wajah si mayit, atau cacat yang terdapat pada tubuh si mayit dll.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara Singkat Tata Cara memandikan Jenazah seperti ini:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
Pertama-tama, aurat jenazah ditutupi kemudian diangkat sedikit lalu bagian perutnya dipijat perlahan (untuk mengeluarkan kotorannya, pen.). Setelah itu orang yang memandikannya memakai sarung tangan atau kain atau semacamnya untuk membersihkannya (dari kotoran yang keluar, pen.). Kemudian diwudhukan seperti wudhu untuk shalat. Lalu dibasuh kepala dan jenggotnya (kalau ada) dengan air yang dicampur dengan daun bidara atau semacamnya. Selanjutnya, dibasuh sisi bagian kanan badannya kemudian bagian kiri. Kemudian basuh seperti tadi untuk yang kedua dan ketiga kali. Dalam setiap kalinya dipijat bagian perutnya. Bila keluar sesuatu (kotoran) hendaklah dicuci dan menutup tempat keluar tersebut dengan kapas atau semacamnya. Kalau ternyata tidak berhenti keluar hendaklah ditutup dengan tanah yang panas atau dengan metoda kedokteran modern seperti isolasi khusus dan semacamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian mengulangi wudhunya lagi. Bila dibasuh tiga kali masih tidak bersih ditambah menjadi lima atau sampai tujuh kali. Setelah itu dikeringkan dengan kain, lalu memberikan parfum di lipatan-lipatan tubuhnya dan tempat-tempat sujudnya. Lebih baik, kalau sekujur tubuhnya diberi parfum semua. Kafannya diberi harum-haruman dari dupa yang dibakar. Bila kumis atau kukunya ada yang panjang boleh dipotong, dibiarkan saja juga tidak apa-apa. Rambutnya tidak perlu disisir, begitu pula rambut kemaluan-nya tidak perlu dicukur dan tidak usah dikhitan (kalau memang belum dikhitan, pen.). Karena memang tidak ada dasar-dasar yang menerangkan hal tersebut. Dan bila jenazahnya seorang perempuan maka rambutnya dikepang tiga dan dibiarkan terurai ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Siapa Yang Berhak Memandikan Jenazah.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang paling berhak untuk memandikan, menshalatkan dan menguburkannya secara berurutan ialah mereka yang men-dapatkan wasiat untuk itu, kemudian ayah, kakek kemudian kerabat-kerabat terdekat yang berhak mendapatkan ashabah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara, untuk jenazah perempuan, yang paling berhak untuk memandikannya ialah orang yang mendapatkan wasiat untuk itu, kemudian ibu, nenek, lalu kerabat-kerabat perempuan terdekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi suami isteri diperbolehkan bagi salah seorang dari keduanya untuk memandikan yang lain (suami boleh memandikan isteri dan isteri boleh memandikan suami). Karena jenazah Abu Bakar As-Shiddiq dimandikan oleh isterinya dan Ali bin Abi Thalib radhiallahu &#39;anhu ikut memandikan jenazah isterinya Fatimah radhiallahu &#39;anha.&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
5. Tata&amp;nbsp;Cara Mengkafani Jenazah&lt;/h3&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;A. Kain Kafan Harus sudah Siap setelah Memandikan Jenazah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUonNU5WHz05xwy76MorDE_PcHPxEjqeYhEkSZPYV99Vwk_gYbGiFbjZfL5XjlQoO1Vn1XgO5Bhwqh0W43BE0zbnwP_GJ36XTcTzlopUSAIEQ9REvljzRoIzmF7XGnYphrEzH7ByTZiEs/s1600/tata+cara+mengkafani+jenazah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;145&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUonNU5WHz05xwy76MorDE_PcHPxEjqeYhEkSZPYV99Vwk_gYbGiFbjZfL5XjlQoO1Vn1XgO5Bhwqh0W43BE0zbnwP_GJ36XTcTzlopUSAIEQ9REvljzRoIzmF7XGnYphrEzH7ByTZiEs/s320/tata+cara+mengkafani+jenazah.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengkafani jenazah hukumnya wajib dan hendaklah kain kafan tersebut dibeli dari harta si mayit. Hendaklah didahulukan membeli kain kafannya dari melunaskan hutangnya, menunaikan wasiatnya dan membagi harta warisannya. Jika si mayit tidak memiliki harta, maka keluarganya boleh menanggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;B. Mengkafani Jenazah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrymOeDIz4ij49-GcYeIUNhflebmR0naB9Q7nSZMt2ByUK57PhG9bZ20p0ncYmPXag-gNyfuoWebgkdNf6yzX7Ekt0nIYm4sjuGBm8pjPy-S42LkBmGXzApRfc8zaDyAVZ7hOwvtn3lZI/s1600/tata+cara+mengkafani+jenazah2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;145&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrymOeDIz4ij49-GcYeIUNhflebmR0naB9Q7nSZMt2ByUK57PhG9bZ20p0ncYmPXag-gNyfuoWebgkdNf6yzX7Ekt0nIYm4sjuGBm8pjPy-S42LkBmGXzApRfc8zaDyAVZ7hOwvtn3lZI/s320/tata+cara+mengkafani+jenazah2.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Dibentangkan tiga lembar kain kafan, sebagiannya di atas sebagian yang lain. Kemudian didatangkan jenazah yang sudah dimandikan lalu diletakkan di atas lembaran-lembaran kain kafan itu dengan posisi telentang. Kemudian didatangkan hanuth yaitu minyak wangi (parfum) dan kapas. Lalu kapas tersebut dibubuhi parfum dan diletakkan di antara kedua pantat jenazah, serta dikencangkan dengan secarik kain di atasnya (seperti melilit popok bayi).&lt;br /&gt;
Kemudian sisa kapas yang lain yang sudah diberi parfum diletakkan di atas kedua matanya, kedua lubang hidungnya, mulutnya, kedua telinganya dan di atas tempat-tempat sujudnya, yaitu dahinya, hidungnya, kedua telapak tangannya, kedua lututnya, ujung-ujung jari kedua telapak kakinya, dan juga pada kedua lipatan ketiaknya, kedua lipatan lututnya, serta pusarnya. Dan diberi parfum pula antara kafan-kafan tersebut, juga kepala jenazah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzGK-WQSYK8tde2qmehWcT9otjnGwJxQkYD8iuxj0GcL1TNnpQlqX5wbyTmR9hUEPWzwYLINHbu2rxI9zaZiaU6FN6lA_2l-sNy5thDNG-D9R5iJr0-RS4icedba0DVSvc2L0rh_z_Dow/s1600/tata+cara+mengkafani+jenazah3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;145&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzGK-WQSYK8tde2qmehWcT9otjnGwJxQkYD8iuxj0GcL1TNnpQlqX5wbyTmR9hUEPWzwYLINHbu2rxI9zaZiaU6FN6lA_2l-sNy5thDNG-D9R5iJr0-RS4icedba0DVSvc2L0rh_z_Dow/s320/tata+cara+mengkafani+jenazah3.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya lembaran pertama kain kafan dilipat dari sebelah kanan dahulu, baru kemudian yang sebelah kiri sambil mengambil handuk/kain penutup auratnya. Menyusul kemudian lembaran kedua dan ketiga, seperti halnya lembaran pertama. Kemudian menambatkan tali-tali pengikatnya yang berjumlah tujuh utas tali. Lalu gulunglah lebihan kain kafan pada ujung kepala dan kakinya agar tidak lepas ikatannya dan dilipat ke atas wajahnya dan ke atas kakinya (ke arah atas). Hendaklah ikatan tali tersebut dibuka saat dimakamkan. Dibolehkan mengikat kain kafan tersebut dengan enam utas tali atau kurang dari itu, sebab maksud pengikatan itu sendiri agar kain kafan tersebut tidak mudah lepas (terbuka).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhc3MdHQY5NG59udpAQQwLznhRnDjWEk4Hf0TShquXgqDbB2SWSfxE0VPIeSOZNmqbPuf5Mwso75ETyUmvL1d1JlIgtsBpNMOxxgq5_cK5XukNmlu6t5NfrjRLOxhPPylGg-wC1XFYoGNg/s1600/tata+cara+mengkafani+jenazah4.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;145&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhc3MdHQY5NG59udpAQQwLznhRnDjWEk4Hf0TShquXgqDbB2SWSfxE0VPIeSOZNmqbPuf5Mwso75ETyUmvL1d1JlIgtsBpNMOxxgq5_cK5XukNmlu6t5NfrjRLOxhPPylGg-wC1XFYoGNg/s320/tata+cara+mengkafani+jenazah4.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Faedah :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;untuk jenazah laki-laki dikafani tiga lapis kain putih (satu untuk menutupi bagian bawah -semacam sarung- satu lagi untuk bagian atas -semacam baju- dan yang terakhir kain untuk pembungkusnya). Tidak perlu gamis (baju panjang) dan surban. Hal ini, sama seperti apa yang dilakukan terhadap jenazah Rasulullah shallallahu &#39;alaihi wa sallam. Tapi, tidak mengapa jika dikafani dengan gamis (baju panjang), izar (sema-cam sarung untuk menutupi bagian bawah) dan kain pembungkus.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Adapun jenazah perempuan, dikafani dengan lima lapis: Baju, kerudung, sarung untuk bagian bawah dan dua kain pembungkus.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Dan yang wajib, baik bagi jenazah laki-laki atau perempuan adalah menutupinya dengan satu lapis kain yang dapat menu-tupinya secara sempurna. Tetapi, bila ada jenazah laki-laki yang meninggal dalam keadaan ihram, maka dia cukup dimandikan dengan air dan daun bidara. Kemudian dikafani dengan sarung dan baju yang dipakai atau yang lainnya dan tidak perlu menutup kepala dan wajahnya, juga tidak usah diberi parfum. Karena pada hari Kiamat nanti dia akan dibangkitkan dalam keadaan membaca talbiyah: &quot;Labbaik allahumma labbaik&quot; seperti yang diriwayatkan dalam hadits shahih dari Rasulullah shallallahu &#39;alaihi wa sallam. Bila yang meninggal dalam keadaan ihram tadi seorang perem-puan maka dia dikafani seperti perempuan yang lain, hanya tidak perlu diberi wewangian, wajahnya tidak perlu ditutup dengan cadar, begitu pula tangannya tidak usah dipakaikan sarung tangan, tetapi cukup ditutup dengan kafan yang membungkusnya, seperti yang disebutkan dalam cara mengkafani jenazah perempuan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Dan anak kecil laki-laki, dikafani dengan satu lapis sampai tiga lapis, sementara anak kecil perempuan dikafani dengan satu gamis (baju panjang) dan dua kain pembungkus.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Cara Menshalatkan Jenazah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shalat jenazah, dilakukan dengan empat kali takbir. Setelah takbir pertama, membaca surat Al-Fatihah. Bila ditambah dengan membaca surat pendek lainnya atau dilanjutkan dengan membaca satu atau dua ayat, hal ini baik dan tidak apa-apa.&lt;br /&gt;
Sebab ada hadits shahih yang menyatakan hal tersebut sebagaimana diriwa-yatkan Ibnu Abbas radhiallahu &#39;anhu. Kemudian bertakbir kedua dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu &#39;alaihi wa sallam sama seperti dalam tasyahhud. Kemudian bertakbir ketiga dan membaca do&#39;a:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Ya Allah, ampunilah orang yang hidup dan orang yang mati di antara kami, orang yang hadir dan orang yang tidak hadir di antara kami, orang yang muda dan orang yang dewasa di antara kami, yang laki-laki dan perempuan di antara kami.&lt;br /&gt;
Ya Allah orang yang Engkau hidupkan di antara kami, hendaklah Engkau hidupkan dia atas ke-Islaman, dan orang yang Engkau wafatkan di antara kami, hendaklah Engkau wafatkan dia atas keimanan.&lt;br /&gt;
Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, muliakanlah tempat singgahnya, luaskanlah tempat masuknya, mandikanlah dia dengan air dan salju. Sucikanlah dia dari kesalahan-kesalahan sebagaimana dibersihkannya baju putih dari kotoran. Berilah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya. Masukkanlah ke dalam Surga dan jauhkanlah dia dari adzab kubur dan siksa Neraka. Luaskanlah kuburnya, berilah dia cahaya di dalamnya.&lt;br /&gt;
Ya Allah, janganlah Kau cegah kami (mendapat) pahalanya dan janganlah Kau sesatkan kami sesudahnya.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian bertakbir yang keempat dan selanjutnya bersalam satu kali saja ke sebelah kanan. Disunnahkan untuk mengangkat kedua tangan untuk setiap kali takbir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila yang meninggal masih kanak-kanak, maka sebagai ganti dari permohonan ampun yang ada dalam do&#39;a di atas, dibaca do&#39;a berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Ya Allah, jadikanlah dia sebagai simpanan pahala bagi kedua orangtuanya, sebagai pemberi syafaat yang diterima. Ya Allah, beratkanlah dengannya timbangan amal baik kedua (orangtua)nya, besarkanlah pahala keduanya, dan kumpulkan dia dengan orang-orang mu&#39;min shalih yang terdahulu. Jadikanlah dia berada dalam asuhan Ibrahim &#39;alaihis salam dan selamatkanlah dia dengan rahmatMu dari siksa Neraka.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Disunnahkan bagi yang menjadi imam shalat jenazah berdiri sejajar dengan kepala bila jenazahnya laki-laki, dan berdiri di tengah bila jenazahnya perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila jenazah yang dishalatkan lebih dari satu maka yang ada di depan imam adalah jenazah laki-laki dewasa dan jenazah perempuan dewasa posisinya setelah kiblat. Bila ditambah dengan jenazah anak-anak, maka jenazah anak laki-laki didahulukan atas jenazah perempuan, lalu jenazah anak perempuan. Posisi kepala anak laki-laki sejajar dengan kepala jenazah laki-laki dewasa dan pertengahan jenazah perempuan dewasa sejajar dengan kepala laki-laki dewasa. Begitu pula anak perempuan, posisi kepalanya sejajar dengan kepala perempuan dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Posisi makmum semuanya di belakang imam, kecuali bila ada seorang makmum yang tidak mendapatkan tempat di belakang imam, dia boleh berdiri di samping kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/tata-cara-panduan-sholat-jenazah-lengkap.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Klik disini untuk melihat Tata Cara Sholat Jenazah Secara Lengkap&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Tata Cara Menguburkan Jenazah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPnYQWOUNy8C3-2pze-bbTCKolrhSXwMfo57gCIuQo29Uj4PUoxlKlNUPxU1zCj-ZCZvlzxcn9bBT299t4aDpeuDv7HWHBbO7jgkNnS5yZzy9zIHVBOBaY56-pCcz1wrh8iY80Z_BoWtY/s1600/tata+cara+menguburkan+jenazah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPnYQWOUNy8C3-2pze-bbTCKolrhSXwMfo57gCIuQo29Uj4PUoxlKlNUPxU1zCj-ZCZvlzxcn9bBT299t4aDpeuDv7HWHBbO7jgkNnS5yZzy9zIHVBOBaY56-pCcz1wrh8iY80Z_BoWtY/s320/tata+cara+menguburkan+jenazah.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
Disunnahkan menyegerakan mengusungnya ke pemakaman tanpa harus tergesa-gesa. Bagi para pengiring, boleh berjalan di depan jenazah, di belakangnya, di samping kanan atau kirinya. Semua cara ada tuntunannya dalam sunnah Nabi.&lt;br /&gt;
Para pengiring tidak dibenarkan untuk duduk sebelum jenazah diletakkan, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam telah melarangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhW0iYqBlBUo9tRMkcCW9GWLEQZfl2BYzc5tnOIntE8DJMaTCPUbTk-s3IjvfH5ltuPvjk_kxGzglSETekuuEc_r8xZ6EiQRWxZX54mq8pmYOJEhHpIxi-t9IB9NkvEgXS0bU4aZ-iOVEY/s1600/tata+cara+menguburkan+jenazah3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;145&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhW0iYqBlBUo9tRMkcCW9GWLEQZfl2BYzc5tnOIntE8DJMaTCPUbTk-s3IjvfH5ltuPvjk_kxGzglSETekuuEc_r8xZ6EiQRWxZX54mq8pmYOJEhHpIxi-t9IB9NkvEgXS0bU4aZ-iOVEY/s320/tata+cara+menguburkan+jenazah3.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disunnahkan mendalamkan lubang kubur, agar jasad si mayit terjaga dari jangkauan binatang buas, dan agar baunya tidak merebak keluar.&lt;br /&gt;
Lubang kubur yang dilengkapi liang lahad lebih baik daripada syaq. Dalam masalah ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Liang lahad itu adalah bagi kita (kaum muslimin), sedangkan syaq bagi selain kita (non muslim).” (HR. Abu Dawud dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam “Ahkamul Janaaiz” hal. 145)&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lahad&lt;/b&gt; adalah liang (membentuk huruf U memanjang) yang dibuat khusus di dasar kubur pada bagian arah kiblat untuk meletakkan jenazah di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Syaq &lt;/b&gt;adalah liang yang dibuat khusus di dasar kubur pada bagian tengahnya (membentuk huruf U memanjang).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1Si7bU-zF0C5QkkEkHrqYFdGQDBHeR4_QILXjyZ2ctli4DGMgN-U2ExbW3b6CFoP7PFAt4ZbRkUL-imAmYWntXMVYLXo36LOV0lqiZscyOh13dI4zVakfpWCwzLc5RdrfIBypbQX7owk/s1600/tata+cara+menguburkan+jenazah3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;145&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1Si7bU-zF0C5QkkEkHrqYFdGQDBHeR4_QILXjyZ2ctli4DGMgN-U2ExbW3b6CFoP7PFAt4ZbRkUL-imAmYWntXMVYLXo36LOV0lqiZscyOh13dI4zVakfpWCwzLc5RdrfIBypbQX7owk/s320/tata+cara+menguburkan+jenazah3.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;A. Jenazah siap untuk dikubur. Allahul musta’an.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieAl5BSxA4AczFnbXnd9qiqEPqXouN4SFQDKgW-DLYwscm1y4argUY5M2403kISX13TmRKKwUi_eAW1aPp-zz4DbArCENUt-rGsSLK3ydLKxA3EJoQIHbXOFiix7yUZe5pn-jOSFDYIHU/s1600/tata+cara+menguburkan+jenazah4.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieAl5BSxA4AczFnbXnd9qiqEPqXouN4SFQDKgW-DLYwscm1y4argUY5M2403kISX13TmRKKwUi_eAW1aPp-zz4DbArCENUt-rGsSLK3ydLKxA3EJoQIHbXOFiix7yUZe5pn-jOSFDYIHU/s1600/tata+cara+menguburkan+jenazah4.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;B.&amp;nbsp;Jenazah diangkat di atas tangan untuk diletakkan di dalam kubur.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgr9M-OY3Pq6M-SpRvCH1fIZEgQYIYJuE_PwUn6nwCAAd4MAOlebMGyxmqPE86BjvHJ16euDaSFtwrvNrkIHFtLvvD4b_gLnS8YBUoRMxNhdDeRZWH2ynGSDlVJ1NbYaxNXyiRA91jC74c/s1600/tata+cara+menguburkan+jenazah5.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgr9M-OY3Pq6M-SpRvCH1fIZEgQYIYJuE_PwUn6nwCAAd4MAOlebMGyxmqPE86BjvHJ16euDaSFtwrvNrkIHFtLvvD4b_gLnS8YBUoRMxNhdDeRZWH2ynGSDlVJ1NbYaxNXyiRA91jC74c/s1600/tata+cara+menguburkan+jenazah5.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
C. Jenazah dimasukkan ke dalam kubur. Disunnahkan memasukkan jenazah ke liang lahat dari arah kaki kuburan lalu diturunkan ke dalam liang kubur secara perlahan. Jika tidak memungkinkan, boleh menurunkannya dari arah kiblat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D.&amp;nbsp;Petugas yang memasukkan jenazah ke lubang kubur hendaklah mengucapkan:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“BISMILLAHI WA ‘ALA MILLATI RASULILLAHI (Dengan menyebut Asma Allah dan berjalan di atas millah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam).”&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
ketika menurunkan jenazah ke lubang kubur. Demikianlah yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizIxsC2ByhXx94NlmL-i1VGRSuNAJVazPbJwnTjQkA0Guuhve6_DyHDnLASNFSh8Uru5o68C-SUeXPYWksU2ncR8o4qWx5CoOODfyi2kNslu4nqImZjpEqWkFZiSrQ_PwnI9lmQvcxOsU/s1600/tata+cara+menguburkan+jenazah6.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizIxsC2ByhXx94NlmL-i1VGRSuNAJVazPbJwnTjQkA0Guuhve6_DyHDnLASNFSh8Uru5o68C-SUeXPYWksU2ncR8o4qWx5CoOODfyi2kNslu4nqImZjpEqWkFZiSrQ_PwnI9lmQvcxOsU/s1600/tata+cara+menguburkan+jenazah6.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Disunnahkan membaringkan jenazah dengan bertumpu pada sisi kanan jasadnya (dalam posisi miring) dan menghadap kiblat sambil dilepas tali-talinya selain tali kepala dan kedua kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E.&amp;nbsp;Tidak perlu meletakkan bantalan dari tanah ataupun batu di bawah kepalanya, sebab tidak ada dalil shahih yang menyebutkannya. Dan tidak perlu menyingkap wajahnya, kecuali bila si mayit meninggal dunia saat mengenakan kain ihram sebagaimana yang telah dijelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIwSpQHOVp_6QdMDjRQ0SdYJE6v37u4q1FrpZB7i_9L3KnkFhKF0rQK3LBGNin_l7JJ56jiSjpVq6tx65y2Sy2RwJVANZP5wj3FfLgu3GMNO8dX9HygI5ui3MiujVuhJbW9iDMvMS5FqM/s1600/tata+cara+menguburkan+jenazah7.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIwSpQHOVp_6QdMDjRQ0SdYJE6v37u4q1FrpZB7i_9L3KnkFhKF0rQK3LBGNin_l7JJ56jiSjpVq6tx65y2Sy2RwJVANZP5wj3FfLgu3GMNO8dX9HygI5ui3MiujVuhJbW9iDMvMS5FqM/s1600/tata+cara+menguburkan+jenazah7.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
F.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Setelah jenazah diletakkan di dalam rongga liang lahad dan tali-tali selain kepala dan kaki dilepas, maka rongga liang lahad tersebut ditutup dengan batu bata atau papan kayu/bambu dari atasnya (agak samping).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiD2vIyVaw7_GjhEFutwBSNvrtvSrhusTQuKo45Q1m9h1T4z9fzyfX3l4kvMeu_X-DxSRo2tlJXiDWgOL8djceSLLe9JAXHJScAngVL33RPWaqXAtLAiHmnlmgqKGlDox2qBnOh2SF5Nkc/s1600/tata+cara+menguburkan+jenazah8.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;145&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiD2vIyVaw7_GjhEFutwBSNvrtvSrhusTQuKo45Q1m9h1T4z9fzyfX3l4kvMeu_X-DxSRo2tlJXiDWgOL8djceSLLe9JAXHJScAngVL33RPWaqXAtLAiHmnlmgqKGlDox2qBnOh2SF5Nkc/s320/tata+cara+menguburkan+jenazah8.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
G.&amp;nbsp;Lalu sela-sela batu bata-batu bata itu ditutup dengan tanah liat agar menghalangi sesuatu yang masuk sekaligus untuk menguatkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnfje-3XIlU1raWJ8b_ePKQou7mnqCl6nIEKhziJ-bG_fIVmwcNzGSNwoyFMJbVIdtohf8qpo1Tj9O_H4R3d75VI0gvPu_FJtvnrlEw5eO9bWM_bG0i65wWxJhfNETSqv6ZDWaxfYa3tM/s1600/tata+cara+menguburkan+jenazah9.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;145&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnfje-3XIlU1raWJ8b_ePKQou7mnqCl6nIEKhziJ-bG_fIVmwcNzGSNwoyFMJbVIdtohf8qpo1Tj9O_H4R3d75VI0gvPu_FJtvnrlEw5eO9bWM_bG0i65wWxJhfNETSqv6ZDWaxfYa3tM/s320/tata+cara+menguburkan+jenazah9.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
H.&amp;nbsp;Disunnahkan bagi para pengiring untuk menabur tiga genggaman tanah ke dalam liang kubur setelah jenazah diletakkan di dalamnya. Demikianlah yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam. Setelah itu ditumpahkan (diuruk) tanah ke atas jenazah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I.&amp;nbsp;Hendaklah meninggikan makam kira-kira sejengkal sebagai tanda agar tidak dilanggar kehormatannya, dibuat gundukan seperti punuk unta, demikianlah bentuk makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
J. Kemudian ditaburi dengan batu kerikil sebagai tanda sebuah makam dan diperciki air, berdasarkan tuntunan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam (dalam masalah ini terdapat riwayat-riwayat mursal yang shahih, silakan lihat “Irwa’ul Ghalil” II/206). Lalu diletakkan batu pada makam bagian kepalanya agar mudah dikenali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
K. Haram hukumnya menyemen dan membangun kuburan. Demikian pula menulisi batu nisan. Dan diharamkan juga duduk di atas kuburan, menginjaknya serta bersandar padanya. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam telah melarang dari hal tersebut. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
L. Kemudian pengiring jenazah mendoakan keteguhan bagi si mayit (dalam menjawab pertanyaan dua malaikat yang disebut dengan fitnah kubur). Karena ketika itu ruhnya dikembalikan dan ia ditanya di dalam kuburnya. Maka disunnahkan agar setelah selesai menguburkannya orang-orang itu berhenti sebentar untuk mendoakan kebaikan bagi si mayit (dan doa ini tidak dilakukan secara berjamaah, tetapi sendiri-sendiri!). Sesungguhnya mayit bisa mendapatkan manfaat dari doa mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faedah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut aturan syariat, kuburan itu dibuat dengan kedalaman sampai pertengahan tinggi seorang laki-laki dan dibuatkan ke dalamnya liang lahad di arah kiblat, dan jenazah diletakkan di dalam liang lahad dengan bertumpu pada sisi kanan badannya (miring ke kanan, pen.) kemudian tali-tali pengikat kafan itu dibuka, tidak dicabut tapi dibiarkan begitu saja, dan wajahnya tidak perlu disingkap baik jenazah laki-laki atau perempuan. Kemudian diberi batu bata besar yang didirikan dan (celah-celahnya) diberi adonan pasir supaya kuat dan bisa menjaganya (jenazah) agar tidak ber-jatuhan debu/tanah. Bila sulit mendapatkan batu bata boleh diganti yang lain seperti; papan, batu atau bambu yang dapat mengha-langi agar tanah tidak masuk ke dalam. Setelah itu, baru ditimbun dengan tanah. Dan disunnahkan ketika itu membaca:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Dengan nama Allah dan sesuai dengan ajaran Rasulullah.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Disyariatkan bagi yang belum menshalatkannya untuk menshalatkannya setelah dikuburkan. Karena Rasulullah shallallahu &#39;alaihi wa sallam pernah melaksanakan hal tersebut, tapi dengan catatan hal itu boleh dilakukan dalam jangka waktu satu bulan atau kurang, dari setelah dikuburkan. Bila sudah lewat dari satu bulan tidak disyariatkan lagi shalat di atas kuburan. Karena tidak ada keterangan bahwa Nabi shallallahu &#39;alaihi wa sallam melakukan shalat di atas kuburan setelah sebulan dari penguburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak boleh bagi keluarga jenazah membuat makanan untuk orang-orang. Berdasarkan perkataan seorang sahabat yang mulia Jarir bin Abdillah Al-bajali radhiallahu &#39;anhu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Dulu kami menganggap, berkumpulnya (orang-orang) di tempat keluarga mayit dan membuat makanan setelah penguburan, adalah termasuk &#39;niyahah&#39; (ratapan yang hukumnya haram).&quot; (HR. Imam Ahmad dengan sanad yang baik).&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun membuatkan makanan untuk keluarga yang berkabung atau tamu-tamu mereka maka tidak apa-apa. Bahkan dianjurkan oleh agama, agar para kerabat dan para tetangga membuat makanan bagi mereka. Karena, ketika Nabi shallallahu &#39;alaihi wa sallam mendengar kabar kematian Ja&#39;far bin Abi Thalib radhiallahu &#39;anhu di Syam, beliau meminta keluarga beliau untuk membuat makanan yang diberikan kepada keluarga Ja&#39;far. Beliau bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Sesungguhnya telah menimpa kepada mereka musibah yang telah menyibukkan mereka.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga jenazah boleh memanggil para tetangga dan yang lainnya untuk makan makanan yang telah dihadiahkan bagi mereka dan menurut pengetahuan kami tentang hukum syara&#39;, tidak ada batasan waktu untuk hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak dibolehkan bagi seorang perempuan berkabung atas kematian seseorang lebih dari tiga hari, kecuali yang meninggal adalah suaminya. Saat itu dia harus berkabung selama empat bulan sepuluh hari, kecuali kalau dia hamil maka sampai dia melahirkan. Berdasarkan hadits shahih dari Rasulullah shallallahu &#39;alaihi wa sallam tentang hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun bagi seorang laki-laki tidak boleh mempunyai masa berkabung atas kematian seorang kerabat dan yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disyariatkan bagi kaum pria untuk berziarah kubur dari waktu ke waktu. Tujuannya untuk mendo&#39;akan yang mati, memohon-kan rahmat untuk mereka, juga untuk mengingatkan akan kematian dan apa yang ada setelah itu. Karena Nabi shallallahu &#39;alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Ziarahilah kubur itu, sesungguhnya dia akan mengingatkan kalian tentang alam akhirat.&quot; (Hadits dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam Kitab Shahihnya)&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah shallallahu &#39;alaihi wa sallam juga mengajarkan kepada para sahabatnya apabila mereka berziarah kubur untuk mengucapkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Keselamatan untuk kalian wahai ahli kubur dari kaum mu&#39;minin dan muslimin, dan sesungguhnya kami --Insya Allah-- akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan untuk kalian. Semoga Allah merahmati orang-orang yang mati lebih dahulu dari kami dan juga orang-orang yang akan mati belakangan.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun kaum wanita, maka dia tidak boleh melakukan ziarah kubur, karena Rasulullah shallallahu &#39;alaihi wa sallam melaknat kaum wanita yang menziarahi kubur. Alasannya adalah karena takut terjadi fitnah dan tidak mampu menahan kesabaran. Begitu pula, mereka tidak boleh ikut mengantar jenazah sampai ke kuburan. Karena Rasulullah shallallahu &#39;alaihi wa sallam juga melarang hal tersebut. Akan tetapi, menshalatkan jenazah --baik di masjid maupun di tempat lain-- dibolehkan untuk pria dan wanita semuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IdRemajaIslam - Wa&#39;salamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;sukron untuk fadlihsan.wordpress.com&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idremajaislam.blogspot.com/feeds/6705977899906725567/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/gambar-lengkap-panduan-tata-cara-mengurus-jenazah-sholat-jenazah-dan-pemakaman-jenazah-terlengkap.html#comment-form' title='27 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/6705977899906725567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/6705977899906725567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/gambar-lengkap-panduan-tata-cara-mengurus-jenazah-sholat-jenazah-dan-pemakaman-jenazah-terlengkap.html' title='Tata Cara Mengurus Jenazah Terlengkap'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10955207447722935461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3Y5pdD5eGSXeHScfq1Urcm4jHJmsEdH6iyGFiSCbG_xNAGUEonT_VoQeqxOllzc-qkL_YiVd3layI303Of5M1jD9mcbq8Ni2xphF9wfK_dGG3niY0x13TifDwzn1Iur4TxCTP-mWYPds/s72-c/tata+cara+mengurus+jenazah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>27</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7249518897514720031.post-8078561449151448489</id><published>2013-10-21T14:14:00.002-07:00</published><updated>2013-10-22T10:56:18.020-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Remaja Merenung"/><title type='text'>Arti Dari Ta&#39;aruf</title><content type='html'>IdRemajaIslam - Assalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara bahasa ta&#39;aruf bisa bermakna ‘berkenalan’ atau ‘saling mengenal’. Asalnya berasal dari akar kata ta’aarafa. Seperti ini sudah ada dalam Al-Qur’an. Simak saja firman Allah (yang artinya),&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (ta’arofu) ...” (QS. Al Hujurat: 13).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieNdi8YB-vVJkg9Ry8Pp_iY6YKCq5u3YKNjT6QuvBkZwURGLP4xLS0udI1gK8jf5CfmXaQPe315lU_ocrsqrhNI4qxxqVXc-m9YcakoccSwD2LieQkIpm9aIUQkbT2bZd_TROc2owBKfI/s1600/taaruf.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;arti taarufan&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieNdi8YB-vVJkg9Ry8Pp_iY6YKCq5u3YKNjT6QuvBkZwURGLP4xLS0udI1gK8jf5CfmXaQPe315lU_ocrsqrhNI4qxxqVXc-m9YcakoccSwD2LieQkIpm9aIUQkbT2bZd_TROc2owBKfI/s320/taaruf.jpeg&quot; title=&quot;arti taarufan&quot; width=&quot;218&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Arti dari Ta&#39;aruf&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Kata li ta’aarafuu dalam ayat ini mengandug makna bahwa, aslinya tujuan dari semua ciptaan Allah itu adalah agar kita semua saling mengenalyang satu terhadap yang lain. Sehingga secara umum, ta’aruf bisa berarti saling mengenal. Dengan bahasa yang jelas ta’aruf adalah upaya sebagian orang untuk mengenal sebagian yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, kata ta’aruf itu mirip dengan makna ‘berkenalan’ dalam bahasa kita. Setiap kali kita berkenalan dengan seseorang, entah itu tetangga kita, orang baru atau sesama penumpang dalam sebuah kendaraan umum misalnya, dapat disebut sebagai ta’aruf. Ta’aruf jenis ini dianjurkan dengan siapa saja, terutama sekali dengan sesama muslimuntuk mengikat hubungan persaudaraan. Tentu saja ada batasan yang harus diperhatikan kalau perkenalan itu terjadi antara dua orang berlawanan jenis, yaitu pria dengan wanita. Untuk itu umat islam sudah menganjurkan memberlakukan hijab bagi wanita muslimah, yang bukan hanya berarti selembar jilbab dan baju kurung yang menutupi tubuhnya dari pandangan pria yang bukan mahram, tapi juga melindungi pergaulannya dengan lawan jenis yang tidak diizinkan syari’at. Contoh dari pergaulan yang tidak diizinkan syari’at ini ialah berduaan atau bercampur-baur antara beberapa orang yang berlainan jenis dalam satu tempat secara berbauran, pergi bersama pria yang bukan mahram, dan berbagai hal lain yang dilarang syari’at. Semua itu tidak otomatis menjadi halal bila diatasnamakan ta’aruf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ta’aruf atau perkenalan yang dianjurkan dalam islam adalah dalam batas-batas yang tidak melanggar aturan islam itu sendiri. Kalau dalam soalan makan, minum dan berpakaian saja islam memiliki aturan yang harus dijaga, misalnya tidak sembarang makan dan minum itu halal, dan tidak sembarang pakaian boleh dipakai, maka untuk hal-hal lain yang lebih kompleks islam tentu juga memiliki aturannya. Adab pergaulan, adab berkenelan, adab mengenal sesama muslim, juga memiliki aturan yang harus diperhatikan. Jadi jangan sekali-kali mencampuradukkan antara anjuran berkenalan atau mengenal sesama muslim dengan larangan-larangan agama seputar proses berkenalan tersebut. Bila dilakukan, maka hal itu sama saja dengan mencampuradukkan antara makanan halal dengan haram, dengan dalil karena manusiahidup harus makan, dan bahwa makan minum itu boleh dilakukan diluar puasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dalam makna khusus proses pengenalan sesorang terhadap pria atau wanita yang akan dipilih sebagai pasangan hidup sering juga disebut sebagai ta’aruf. Sebagai istilah ta’aruf tentu saja bebas nilai, sampai ada hal-hal yang memuat aplikasi dari hal-hal yang dianjurkan atau diwajibkan, atau sebaliknya, justru hal-hal yang tidak baik atau dilarang. Sejauh yang kami tahu, ungkapan ta’aruf ini tidak pernah disebutkan sebagai istilah khusus sengan arti perkenalan antar dua orang berlainan jenis yang ingin menjajaki kecocokan sebelum menikah. Karena tak ada penggunaan istilah yang sama untuk makna tersebut, maka sekali lagi kata ta’aruf ini masih bebas dinilai. Dan karna bebas nilai inilah, maka aplikasi ta’aruf ini pun bisa ditarik ulur menjadi nilai-nilai yang dianjurkan atau bahkan diwajibkan, atau sebaliknya, justru menjadi nilai-nilai yang dilarang dan diharamkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disadur oleh Mas Slamet dari buku Ustadz Abu ‘Umar Basyir “Ta’aruf Dulu Baru Menikah”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
@ Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 10 Sya’ban 1434 H&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IdRemajaIslam - Wa&#39;salamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idremajaislam.blogspot.com/feeds/8078561449151448489/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/arti-dari-taaruf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/8078561449151448489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/8078561449151448489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/arti-dari-taaruf.html' title='Arti Dari Ta&#39;aruf'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10955207447722935461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieNdi8YB-vVJkg9Ry8Pp_iY6YKCq5u3YKNjT6QuvBkZwURGLP4xLS0udI1gK8jf5CfmXaQPe315lU_ocrsqrhNI4qxxqVXc-m9YcakoccSwD2LieQkIpm9aIUQkbT2bZd_TROc2owBKfI/s72-c/taaruf.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7249518897514720031.post-868676884731624656</id><published>2013-10-21T13:40:00.001-07:00</published><updated>2013-10-22T10:54:59.014-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Remaja Merenung"/><title type='text'>25 Alasan remaja wanita tidak ingin berjilbab</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgliT4RZAvgJ20aysdJ_ohiqEl6wecI9BmesSO1Mf0hXsisaEJS502nzP1h-bLKR3PJFHgzGt6JtMRb37lF2wmn20OlAn6UcB1ge4eHyRp15nOiRNDbi9TDDfdjQbt_xWtfkCsGgGm82XM/s1600/Berhijab.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Alasan Remaja Wanita enggan berjilbab&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgliT4RZAvgJ20aysdJ_ohiqEl6wecI9BmesSO1Mf0hXsisaEJS502nzP1h-bLKR3PJFHgzGt6JtMRb37lF2wmn20OlAn6UcB1ge4eHyRp15nOiRNDbi9TDDfdjQbt_xWtfkCsGgGm82XM/s320/Berhijab.jpg&quot; title=&quot;Alasan Remaja Wanita enggan berjilbab&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Alasan Remaja Wanita enggan berhijab atau berjilbab&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
IdRemajaIslam - Assalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut beberapa alasan anak muda yang enggan berjilbab dan sanggahan halusnya. Semoga yang belum berjilbab mendapat hidayah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Saya nggak mau jilbaban! Jilbaban itu kuno | “Lha, itu zaman flinstones, lebih kuno lagi, nggak pake jilbab”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Tapi kan itu hal kecil, kenapa jilbaban harus dipermasalahin?! | “Yang besar2 itu semua awalnya dari perkara kecil yang diremehkan”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Yang penting kan hatinya baik, bukan lihat dari jilbabnya, fisiknya! | “trus ngapain salonan tiap minggu? make-upan? itu kan fisik? Dan Islam meyakini bahwa iman itu bukan hanya perkara hati, namun juga ditunjukkan dalam fisik atau amalan lahiriyah. Hati pun cerminan dari lahiriyah. Jika lahiriyah rusak, maka demikianlah hatinya”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Jilbaban belum tentu baik | “Betul, yang jilbaban aja belum tentu baik, apalagi yang … (isi sendiri)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Saya kemarin lihat ada yang jilbaban nyuri! | “So what? yang nggak jilbaban juga banyak yang nyuri, gak korelasi kali”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Artinya lebih baik jilbabin hati dulu, buat hati baik! | “Yup, ciri hati yang baik adalah jilbabin kepala dan tutup aurat”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Kalo jilbaban masih maksiat gimana? dosa kan? | “Kalo nggak jilbaban dan maksiat dosanya malah 2. Malah nggak jilbaban itu dosa besar. ″&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Jilbaban itu buat aku nggak bebas! | “Oh, berarti lipstick, sanggul, dan ke salon itu membebaskan ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Aku nggak mau dibilang fanatik dan ekstrimis! | “Nah, sekarang kau sudah fanatik pada sekuler dan ekstrim tidak mau taat”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Kalo aku pake jilbab, nggak ada yang mau sama aku!? | “Banyak yang jilbaban dan mereka nikah kok”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. Kalo calon suamiku gak suka gimana? | “Berarti dia tak layak, bila didepanmu dia tak taat Allah, siapa menjamin dibelakangmu dia jujur? Dan ingatlah al khobitsaatu lil khobitsiin, perempuan rusak ditakdirkan dengan lelaki yang sama. Demikian sebaliknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. Susah cari kerja kalo pake jilbab! | “Lalu enggan taat pada perintah Allah demi kerja? emang yang kasih rizki siapa sih? Bos atau Allah? Dan asalnya wanita itu berdiam di rumah: wa qorna fii buyutikunna (menetaplah kalian di rumah-rumah kalian)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13. Ngapa sih agama cuma diliat dari jilbab dan jilbab? | “Sama aja kayak sekulerisme melihat wanita hanya dari paras dan lekuk tubuh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14. Aku nggak mau diperbudak pakaian arab! | “Ini simbol ketaatan pada Allah, justru orang arab dulu (di zaman jahiliyah) gak pake jilbab. Syari’at jilbab ini untuk seluruh wanita, bukan hanya Arab sebagaimana ditegaskan dalam surat Al Ahzab ayat 59: “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: &quot;Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka&quot;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15. Jilbab cuma akal2an lelaki menindas wanita | “Perasaan yang adain miss universe laki2 deh, yang larang jilbab di prancis jg laki2″&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
16. Aku nggak mau dikendalikan orang tentang apa yang harus aku pake! | “Sayangnya sudah begitu, tv, majalah, sinetron, kendalikan fashionmu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
17. Jilbab kan bikin panas, pusing, ketombean | “Jutaan orang pake jilbab, nggak ada keluhan begitu, mitos aja”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
18. Apa nanti kata orang kalo aku pake jilbab?! | “Katanya tadi jadi diri sendiri, nggak peduli kata orang laen…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
19. Jilbab kan nggak gaul?! | “Lha mbak ini mau gaul atau mau menaati Allah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20. Aku belum pengalaman pake jilbab! | “Pake jilbab itu kayak nikah, pengalaman tidak diperlukan, keyakinan akan nyusul”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
21. Aku belum siap pake jilbab | “Kematian juga nggak akan tanya kamu siap atau belum dear”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
22. Mamaku bilang jangan terlalu fanatik! | “Bilang ke mama dengan lembut dan santun, bahwa cintamu padanya dengan menaati Allah penciptanya”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
23. Aku kan gak bebas ke mana-mana, gak bisa nongkrong, clubbing, gosip, kan malu sama baju! | “Bukankah itu perubahan baik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
24. Itu kan nggak wajib dalam Islam!? | “Kalo nggak wajib, ngapain Rasul perintahin semua wanita Muslim nutup aurat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
25. Kasi aku waktu supaya aku yakin jilbaban dulu | “Yakin itu akan diberikan Allah kalo kita sudah mau mendekat, yakin deh”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah wahai saudariku muslimah, tunggu apalagi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai kewajiban berjilbab sudah ditetapkan dalam Al Qur’an yang tiap hari kit abaca, di mana Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا&lt;br /&gt;
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: &quot;Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka&quot;. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59).&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat ini menunjukkan wajibnya jilbab bagi seluruh wanita muslimah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat lain yang menunjukkan wajibnya jilbab,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ …&lt;br /&gt;
“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, …” (QS. An Nur: 31).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil yang menunjukkan wajibnya jilbab juga hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ أُمِرْنَا أَنْ نُخْرِجَ الْحُيَّضَ يَوْمَ الْعِيدَيْنِ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ ، فَيَشْهَدْنَ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَدَعْوَتَهُمْ ، وَيَعْتَزِلُ الْحُيَّضُ عَنْ مُصَلاَّهُنَّ . قَالَتِ امْرَأَةٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِحْدَانَا لَيْسَ لَهَا جِلْبَابٌ . قَالَ « لِتُلْبِسْهَا صَاحِبَتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا »&lt;br /&gt;
Dari Ummu ‘Athiyyah, ia berkata, “Pada dua hari raya, kami diperintahkan untuk mengeluarkan wanita-wanita haid dan gadis-gadis pingitan untuk menghadiri jamaah kaum muslimin dan doa mereka. Tetapi wanita-wanita haid harus menjauhi tempat shalat mereka. Seorang wanita bertanya:, “Wahai Rasulullah, seorang wanita di antara kami tidak memiliki jilbab (bolehkan dia keluar)?” Beliau menjawab, “Hendaklah kawannya meminjamkan jilbabnya untuk dipakai wanita tersebut.” (HR. Bukhari no. 351 dan Muslim no. 890)&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Lisanul ‘Arob, jilbab adalah pakaian yang lebar yang lebih luas dari khimar (kerudung) berbeda dengan selendang (rida’) dipakai perempuan untuk menutupi kepala dan dadanya.[1] Jadi kalau kita melihat dari istilah bahasa itu sendiri, jilbab adalah seperti mantel karena menutupi kepala dan dada sekaligus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga Allah beri hidayah demi hidayah bagi yang belum berjilbab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[1] Lisanul ‘Arob, Ibnu Manzhur, 1: 272.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
@ Ummul Hamam, Riyadh, KSA, Ba’da Shubuh, 17 Rajab 1433 H&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyusun: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IdRemajaIslam - Wa&#39;salamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idremajaislam.blogspot.com/feeds/868676884731624656/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/alasan-remaja-wanita-tidak-ingin-berjilbab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/868676884731624656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/868676884731624656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/alasan-remaja-wanita-tidak-ingin-berjilbab.html' title='25 Alasan remaja wanita tidak ingin berjilbab'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10955207447722935461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgliT4RZAvgJ20aysdJ_ohiqEl6wecI9BmesSO1Mf0hXsisaEJS502nzP1h-bLKR3PJFHgzGt6JtMRb37lF2wmn20OlAn6UcB1ge4eHyRp15nOiRNDbi9TDDfdjQbt_xWtfkCsGgGm82XM/s72-c/Berhijab.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7249518897514720031.post-8983258954156283059</id><published>2013-10-21T12:00:00.000-07:00</published><updated>2013-10-23T14:11:32.112-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belajar Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mengenal Alquran"/><title type='text'>Sejarah Kitab Suci Alquran</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYAsZUeSLcKfYD86kn0W1Q4weQn3uLHfxgH6IlIGyL_2FARgqBCyrpCRcGj6KuTg5BlNl6lL-4MBmWH3H7EmuEeBY6PVXmg04z2wIBV9rw27vsgpKu8B241MWNaLydsoIqVYFiGR9UaCI/s1600/Sejarah+Alquran.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;sejarah alquran&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;278&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYAsZUeSLcKfYD86kn0W1Q4weQn3uLHfxgH6IlIGyL_2FARgqBCyrpCRcGj6KuTg5BlNl6lL-4MBmWH3H7EmuEeBY6PVXmg04z2wIBV9rw27vsgpKu8B241MWNaLydsoIqVYFiGR9UaCI/s400/Sejarah+Alquran.jpg&quot; title=&quot;sejarah alquran&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Mengenal Sejarah Kitab Suci Umat Islam yaitu Alquran&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
IdRemajaIslam - Assalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Al-Qur&#39;an&lt;/b&gt; memberikan dorongan yang besar untuk mempelajari sejarah dengan secara adil, objektif dan tidak memihak.&lt;br /&gt;
Dengan demikian tradisi sains Islam sepenuhnya mengambil inspirasi dari Al-Qur&#39;an, sehingga umat Muslim mampu membuat sistematika penulisan sejarah yang lebih mendekati landasan penanggalan astronomis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;Al-Qur&#39;an tidak turun sekaligus.&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
Al-Qur&#39;an turun secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.&lt;br /&gt;
Oleh para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah.&lt;br /&gt;
Periode Mekkah berlangsung selama 12 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dan surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat Makkiyyah.&lt;br /&gt;
Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat Madaniyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penulisan (pencatatan dalam bentuk teks) Al-Qur&#39;an sudah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;
Kemudian transformasinya menjadi teks yang dijumpai saat ini selesai dilakukan pada zaman khalifah Utsman bin Affan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;Pengumpulan Al-Qur&#39;an di masa Rasullulah SAW&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
Pada masa ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup, terdapat beberapa orang yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur&#39;an yakni &lt;b&gt;Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak diperintahkan.&lt;br /&gt;
Media penulisan yang digunakan saat itu berupa pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang.&lt;br /&gt;
Di samping itu banyak juga sahabat-sahabat langsung menghafalkan ayat-ayat Al-Qur&#39;an setelah wahyu diturunkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;Pengumpulan Al-Qur&#39;an di masa Khulafaur Rasyidin&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
Pada masa pemerintahan Abu Bakar&lt;/h4&gt;
Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, terjadi beberapa pertempuran (dalam perang yang dikenal dengan nama perang Ridda) yang mengakibatkan tewasnya beberapa penghafal Al-Qur&#39;an dalam jumlah yang signifikan.&lt;br /&gt;
Umar bin Khattab yang saat itu merasa sangat khawatir akan keadaan tersebut lantas meminta kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan seluruh tulisan Al-Qur&#39;an yang saat itu tersebar di antara para sahabat.&lt;br /&gt;
Abu Bakar lantas memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai koordinator pelaksaan tugas tersebut.&lt;br /&gt;
Setelah pekerjaan tersebut selesai dan Al-Qur&#39;an tersusun secara rapi dalam satu mushaf, hasilnya diserahkan kepada Abu Bakar.&lt;br /&gt;
Abu Bakar menyimpan mushaf tersebut hingga wafatnya kemudian mushaf tersebut berpindah kepada Umar sebagai khalifah penerusnya, selanjutnya mushaf dipegang oleh anaknya yakni Hafsah yang juga istri Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
Pada masa pemerintahan Utsman bin Affan&lt;/h4&gt;
Pada masa pemerintahan khalifah ke-3 yakni Utsman bin Affan, terdapat keragaman dalam cara pembacaan Al-Qur&#39;an (qira&#39;at) yang disebabkan oleh adanya perbedaan dialek (lahjah) antar suku yang berasal dari daerah berbeda-beda.&lt;br /&gt;
Hal ini menimbulkan kekhawatiran Utsman sehingga ia mengambil kebijakan untuk membuat sebuah mushaf standar (menyalin mushaf yang dipegang Hafsah) yang ditulis dengan sebuah jenis penulisan yang baku.&lt;br /&gt;
Standar tersebut, yang kemudian dikenal dengan istilah cara penulisan (rasam) Utsmani yang digunakan hingga saat ini.&lt;br /&gt;
Bersamaan dengan standarisasi ini, seluruh mushaf yang berbeda dengan standar yang dihasilkan diperintahkan untuk dimusnahkan (dibakar).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan proses ini Utsman berhasil mencegah bahaya laten terjadinya perselisihan di antara umat Islam di masa depan dalam penulisan dan pembacaan Al-Qur&#39;an.&lt;br /&gt;
Mengutip hadist riwayat Ibnu Abi Dawud dalam Al-Mashahif, dengan sanad yang shahih:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;b&gt;Suwaid bin Ghaflah &lt;/b&gt;berkata, &quot;Ali mengatakan: Katakanlah segala yang baik tentang Utsman.&lt;br /&gt;
Demi Allah, apa yang telah dilakukannya mengenai mushaf-mushaf Al Qur&#39;an sudah atas persetujuan kami.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Utsman&lt;/b&gt; berkata, &#39;Bagaimana pendapatmu tentang isu qira&#39;at ini?&lt;br /&gt;
Saya mendapat berita bahwa sebagian mereka mengatakan bahwa qira&#39;atnya lebih baik dari qira&#39;at orang lain.&lt;br /&gt;
Ini hampir menjadi suatu kekufuran&#39;.&lt;br /&gt;
Kami berkata, &#39;Bagaimana pendapatmu?&#39;&lt;br /&gt;
Ia menjawab, &#39;Aku berpendapat agar umat bersatu pada satu mushaf, sehingga tidak terjadi lagi perpecahan dan perselisihan.&#39;&lt;br /&gt;
Kami berkata, &#39;Pendapatmu sangat baik&#39;.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut &lt;b&gt;Syaikh Manna&#39; Al-Qaththan&lt;/b&gt; dalam Mahabits fi &#39;Ulum Al Qur&#39;an, keterangan ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Utsman telah disepakati oleh para sahabat.&lt;br /&gt;
Demikianlah selanjutnya Utsman mengirim utusan kepada Hafsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya.&lt;br /&gt;
Lalu Utsman memanggil Zaid bin Tsabit Al-Anshari dan tiga orang Quraish, yaitu Abdullah bin Az-Zubair, Said bin Al-Ash dan Abdurrahman bin Al-Harits bin Hisyam.&lt;br /&gt;
Ia memerintahkan mereka agar menyalin dan memperbanyak mushaf, dan jika ada perbedaan antara Zaid dengan ketiga orang Quraish tersebut, hendaklah ditulis dalam bahasa Quraish karena Al Qur&#39;an turun dalam dialek bahasa mereka.&lt;br /&gt;
Setelah mengembalikan lembaran-lembaran asli kepada Hafsah, ia mengirimkan tujuh buah mushaf, yaitu ke Mekkah, Syam, Yaman, Bahrain, Bashrah, Kufah, dan sebuah ditahan di Madinah (mushaf al-Imam).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Upaya-upaya untuk mengetahui isi dan maksud Al Qur&#39;an telah menghasilkan proses penerjemahan (literal) dan penafsiran (lebih dalam, mengupas makna) dalam berbagai bahasa.&lt;br /&gt;
Namun demikian hasil usaha tersebut dianggap sebatas usaha manusia dan bukan usaha untuk menduplikasi atau menggantikan teks yang asli dalam bahasa Arab.&lt;br /&gt;
Kedudukan terjemahan dan tafsir yang dihasilkan tidak sama dengan Al-Qur&#39;an itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Terjemahan&lt;/h3&gt;
&lt;b&gt;Terjemahan Al-Qur&#39;an&lt;/b&gt; adalah hasil usaha penerjemahan secara literal teks Al-Qur&#39;an yang tidak dibarengi dengan usaha interpretasi lebih jauh.&lt;br /&gt;
Terjemahan secara literal tidak boleh dianggap sebagai arti sesungguhnya dari Al-Qur&#39;an.&lt;br /&gt;
Sebab Al-Qur&#39;an menggunakan suatu lafazh dengan berbagai gaya dan untuk suatu maksud yang bervariasi;&lt;br /&gt;
kadang-kadang untuk arti hakiki, kadang-kadang pula untuk arti majazi (kiasan) atau arti dan maksud lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Terjemahan dalam bahasa Indonesia di antaranya dilaksanakan oleh:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Al-Qur&#39;an dan Terjemahannya, oleh Departemen Agama Republik Indonesia, ada dua edisi revisi, yaitu tahun 1989 dan 2002&lt;br /&gt;
Terjemah Al-Qur&#39;an, oleh Prof. Mahmud Yunus&lt;br /&gt;
An-Nur, oleh Prof. T.M. Hasbi Ash-Siddieqy&lt;br /&gt;
Al-Furqan, oleh A.Hassan guru PERSIS&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Terjemahan dalam bahasa Inggris&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
The Holy Qur&#39;an: Text, Translation and Commentary, oleh Abdullah Yusuf Ali&lt;br /&gt;
The Meaning of the Holy Qur&#39;an, oleh Marmaduke Pickthall&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Terjemahan dalam bahasa daerah Indonesia di antaranya dilaksanakan oleh:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Qur&#39;an Kejawen (bahasa Jawa), oleh Kemajuan Islam Jogyakarta&lt;br /&gt;
Qur&#39;an Suadawiah (bahasa Sunda)&lt;br /&gt;
Qur&#39;an bahasa Sunda oleh K.H. Qomaruddien&lt;br /&gt;
Al-Ibriz (bahasa Jawa), oleh K. Bisyri Mustafa Rembang&lt;br /&gt;
Al-Qur&#39;an Suci Basa Jawi (bahasa Jawa), oleh Prof. K.H.R. Muhamad Adnan&lt;br /&gt;
Al-Amin (bahasa Sunda)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Tafsir&lt;/h3&gt;
Upaya penafsiran Al-Qur&#39;an telah berkembang sejak semasa hidupnya Nabi Muhammad, saat itu para sahabat tinggal menanyakan kepada sang Nabi jika memerlukan penjelasan atas ayat tertentu.&lt;br /&gt;
Kemudian setelah wafatnya Nabi Muhammad hingga saat ini usaha menggali lebih dalam ayat-ayat Al-Qur&#39;an terus berlanjut.&lt;br /&gt;
Pendekatan (metodologi) yang digunakan juga beragam, mulai dari metode analitik, tematik, hingga perbandingan antar ayat.&lt;br /&gt;
Corak yang dihasilkan juga beragam, terdapat tafsir dengan corak sastra-bahasa, sastra-budaya, filsafat dan teologis bahkan corak ilmiah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Adab Terhadap Al Quran&lt;/h3&gt;
Ada dua pendapat mengenai hukum menyentuh Al-Qur&#39;an terhadap seseorang yang sedang junub, perempuan haid dan nifas.&lt;br /&gt;
Pendapat pertama mengatakan bahwa jika seseorang sedang mengalami kondisi tersebut tidak boleh menyentuh Al-Qur&#39;an sebelum bersuci.&lt;br /&gt;
Sedangkan pendapat kedua mengatakan boleh dan sah saja untuk menyentuh Al-Qur&#39;an, karena tidak ada dalil yang menguatkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pendapat pertama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum menyentuh sebuah mushaf Al-Qur&#39;an, seorang Muslim dianjurkan untuk menyucikan dirinya terlebih dahulu dengan berwudhu.&lt;br /&gt;
Hal ini berdasarkan tradisi dan interpretasi secara literal dari surat Al Waaqi&#39;ah ayat 77 hingga 79.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Terjemahannya antara lain:&lt;br /&gt;
56-77. Sesungguhnya Al-Qur&#39;an ini adalah bacaan yang sangat mulia,&lt;br /&gt;
56-78. pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),&lt;br /&gt;
56-79. tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (56:77-56:79)&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Penghormatan terhadap teks tertulis Al-Qur&#39;an adalah salah satu unsur penting kepercayaan bagi sebagian besar Muslim.&lt;br /&gt;
Mereka mempercayai bahwa penghinaan secara sengaja terhadap Al Qur&#39;an adalah sebuah bentuk penghinaan serius terhadap sesuatu yang suci.&lt;br /&gt;
Berdasarkan hukum pada beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim, hukuman untuk hal ini dapat berupa penjara kurungan dalam waktu yang lama dan bahkan ada yang menerapkan hukuman mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pendapat kedua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pendapat kedua mengatakan bahwa yang dimaksud oleh surat &lt;b&gt;Al Waaqi&#39;ah &lt;/b&gt;di atas ialah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Tidak ada yang dapat menyentuh Al-Qur’an yang ada di Lauhul Mahfudz sebagaimana ditegaskan oleh ayat yang sebelumnya (ayat 78) kecuali para Malaikat yang telah disucikan oleh Allah.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Pendapat ini adalah tafsir dari Ibnu Abbas dan lain-lain sebagaimana telah diterangkan oleh Al-Hafidzh Ibnu Katsir di tafsirnya.&lt;br /&gt;
Bukanlah yang dimaksud bahwa tidak boleh menyentuh atau memegang Al-Qur’an kecuali orang yang bersih dari hadats besar dan hadats kecil.&lt;br /&gt;
Pendapat kedua ini menyatakan bahwa jikalau memang benar demikian maksudnya tentang firman Allah di atas, maka artinya akan menjadi:&lt;br /&gt;
Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali mereka yang suci/bersih, yakni dengan bentuk faa’il (subyek/pelaku) bukan maf’ul (obyek).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataannya Allah berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Tidak ada yang menyentuhnya (Al-Qur’an) kecuali mereka yang telah disucikan&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;yakni dengan bentuk maf’ul (obyek) bukan sebagai faa’il (subyek).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang suci”&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dimaksud oleh hadits di atas ialah : Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali orang mu’min, karena orang mu’min itu suci tidak najis sebagaimana sabda Muhammad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Sesungguhnya orang mu’min itu tidak najis”&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Hubungan Dengan Kitab Kitab Lain&lt;/h3&gt;
Berkaitan dengan adanya kitab-kitab yang dipercayai diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Muhammad SAW dalam agama Islam (Taurat, Zabur, Injil, lembaran Ibrahim), Al-Qur&#39;an dalam beberapa ayatnya menegaskan posisinya terhadap kitab-kitab tersebut.&lt;br /&gt;
Berikut adalah pernyataan Al-Qur&#39;an yang tentunya menjadi doktrin bagi ummat Islam mengenai hubungan Al-Qur&#39;an dengan kitab-kitab tersebut:&lt;br /&gt;
Bahwa Al-Qur&#39;an menuntut kepercayaan ummat Islam terhadap eksistensi kitab-kitab tersebut. QS(2:4)&lt;br /&gt;
Bahwa Al-Qur&#39;an diposisikan sebagai pembenar dan batu ujian (verifikator) bagi kitab-kitab sebelumnya. QS(5:48)&lt;br /&gt;
Bahwa Al-Qur&#39;an menjadi referensi untuk menghilangkan perselisihan pendapat antara ummat-ummat rasul yang berbeda. QS(16:63-64)&lt;br /&gt;
Bahwa Al-Qur&#39;an meluruskan sejarah.&lt;br /&gt;
Dalam Al-Qur&#39;an terdapat cerita-cerita mengenai kaum dari rasul-rasul terdahulu, juga mengenai beberapa bagian mengenai kehidupan para rasul tersebut.&lt;br /&gt;
Cerita tersebut pada beberapa aspek penting berbeda dengan versi yang terdapat pada teks-teks lain yang dimiliki baik oleh Yahudi dan Kristen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IdRemajaIslam - Wa&#39;salamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Diambil dari Wikipedia Indonesia&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idremajaislam.blogspot.com/feeds/8983258954156283059/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/asal-usul-dan-sejarah-kitab-suci-alquran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/8983258954156283059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/8983258954156283059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/asal-usul-dan-sejarah-kitab-suci-alquran.html' title='Sejarah Kitab Suci Alquran'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10955207447722935461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYAsZUeSLcKfYD86kn0W1Q4weQn3uLHfxgH6IlIGyL_2FARgqBCyrpCRcGj6KuTg5BlNl6lL-4MBmWH3H7EmuEeBY6PVXmg04z2wIBV9rw27vsgpKu8B241MWNaLydsoIqVYFiGR9UaCI/s72-c/Sejarah+Alquran.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7249518897514720031.post-1360447498400266724</id><published>2013-10-21T11:35:00.001-07:00</published><updated>2013-10-22T10:49:48.161-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belajar Islam"/><title type='text'>Mengenal Allah swt </title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeQVpZ82TNFK2L-bqV4vgy3GTIYqIOrzm3rzUi_U8Q3LOy2-VqHMlPPzHBxShaAtZyLQqfonvfDukWuM4B4JBIAXa6obIDk5CklnyiYWa0ApVHU95MzvT0nsBx8QorVmnSki78PdHPw3o/s1600/Lafadz+allah+swt+dilangit.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Mengenal Allah Swt&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;277&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeQVpZ82TNFK2L-bqV4vgy3GTIYqIOrzm3rzUi_U8Q3LOy2-VqHMlPPzHBxShaAtZyLQqfonvfDukWuM4B4JBIAXa6obIDk5CklnyiYWa0ApVHU95MzvT0nsBx8QorVmnSki78PdHPw3o/s400/Lafadz+allah+swt+dilangit.jpg&quot; title=&quot;Mengenal Allah Swt&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Allah SWT maha besar pecipta semesta alam&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IdRemajaIslam - Assalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila anda ditanya: &quot;&lt;b&gt;Siapakah Tuhanmu ?&lt;/b&gt;&quot;, Maka katakanlah: &quot;&lt;b&gt;Tuhanku adalah Allah yang telah memelihara diriku dan memelihara semesta alam ini dengan segala nikmat yang dikaruniakan-Nya. Dan Dialah sembahanku, tiada bagiku sesembahan yang haq selain Dia.&lt;/b&gt;&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-fatihah: 2).&lt;/blockquote&gt;
Semua yang ada selain Allah disebut alam, dan saya (juga anda) adalah bagian dari semesta alam ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, jika anda ditanya: &quot;&lt;b&gt;Dengan perantaraan apakah anda mengenal Tuhan ?&lt;/b&gt;&quot;. &amp;nbsp;Maka hendaklah anda menjawab: &quot;&lt;b&gt;melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan melalui ciptaan-Nya. Diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah: malam, siang, matahari dan bulan. Sedangkan diantara ciptaan-Nya ialah: tujuh langit dan tujuh bumi beserta segala makhluk yang ada di langit dan di bumi serta yang ada di antara keduanya&lt;/b&gt;.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah ta&#39;ala berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (QS. &amp;nbsp;Fushshsilat: 37). &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang, yang mengikutinya dengan cepat. Dan (diciptakan-Nya pula) matahari , bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah Tuhan semesta alam.” (QS. Al-A’raf: 54).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan inilah yang berhak untuk disembah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalilnya, firman Allah ta’ala:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&amp;nbsp;“Hai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan air hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 21-22).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti kita ketahui pula, bahwa dengan memperhatikan tanda - tanda alam ini juga Nabi Ibrahim &#39;alaihi salam mengenal Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala, mengatakan: hanya pencipta segala sesuatu yang ada inilah yang berhak dengan segala macam ibadah.&lt;br /&gt;
Dan macam-macam ibadah yang diperintahkan Allah itu, antara lain: Islam, Iman, Ihsan, do’a, khauf (takut), raja’ (pengharapan), tawakkal, raghbah (penuh minat), rahbah (cemas), khusyu’ (tunduk), khasyyah (takut), inabah (kembali kepada Allah), isti’anah (memohon pertolongan), isti’adzah (memohon perlindungan), istighatsah (memohon pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan), dzabh (menyembelih), nazar, dan macam-macam ibadah lainnya yang diperintahkan oleh Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah Subahanahu wa ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah, maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah Allah).” (QS. &amp;nbsp;Al-Jin: 18).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, barangsiapa yang menyelewengkan ibadah tersebut untuk selain Allah, maka ia adalah musyrik dan kafir. Firman Allah ta’ala:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Dan barangsiapa menyembah Tuhan yang lain di samping (menyembah) Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.” (QS. Al-Mu’minun: 117).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
IdRemajaIslam - Wa&#39;salamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idremajaislam.blogspot.com/feeds/1360447498400266724/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/Mengenal-pencipta-langit-dan-bumi-yaitu-Allah-swt.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/1360447498400266724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/1360447498400266724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/Mengenal-pencipta-langit-dan-bumi-yaitu-Allah-swt.html' title='Mengenal Allah swt '/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10955207447722935461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeQVpZ82TNFK2L-bqV4vgy3GTIYqIOrzm3rzUi_U8Q3LOy2-VqHMlPPzHBxShaAtZyLQqfonvfDukWuM4B4JBIAXa6obIDk5CklnyiYWa0ApVHU95MzvT0nsBx8QorVmnSki78PdHPw3o/s72-c/Lafadz+allah+swt+dilangit.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7249518897514720031.post-3294400235700608659</id><published>2013-10-21T11:27:00.002-07:00</published><updated>2013-10-22T10:48:07.708-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belajar Islam"/><title type='text'>Mengenal Alquran</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvbLBRuJODrw9z16SQ2YPbUjwSr-gPN75Yw3XdqHV6zYRXaDBwcwirO3g9pkjr0IJDjiv7XlahF6mtSASIKebaVNyjED9QWxxSzVILMEh56CGmhnaenCfKmb2ME-XLSK5v_qktepdEoyM/s1600/al-quran.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Mengenal Alquran&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;275&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvbLBRuJODrw9z16SQ2YPbUjwSr-gPN75Yw3XdqHV6zYRXaDBwcwirO3g9pkjr0IJDjiv7XlahF6mtSASIKebaVNyjED9QWxxSzVILMEh56CGmhnaenCfKmb2ME-XLSK5v_qktepdEoyM/s400/al-quran.jpg&quot; title=&quot;Mengenal Alquran&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Mengenal Kitab Suci ALQURAN&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
IdRemajaIslam - Assalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi kaum Muslimin, sebutan bagi pengikut Islam, Al Qur’an merupakan perkataan Tuhan [Kalamullah] yang disampaikan [diwahyukan] melalu perantara Malaikat tertinggi Jibril [Roh Kudus] kepada Nabi Muhammad saw pada masa kenabiannya yaitu selama periode ± 23 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Al-Qur’ān (Arab: القرآن ) adalah kitab suci agama Islam.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Umat Islam percaya bahwa Al-Qur&#39;an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, dan bagian dari rukun iman, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Al Qur’an&lt;/b&gt; di turunkan dalam bahasa Arab murni sebagai berita gembira yang kemudian oleh Nabi disampaikan kepada umatnya. Bahasa Arab kemudian menjadi bahasa utama / penghubung dalam Islam walapun bagi Muslimin non Arab. Dibawah pengarahan Nabi sawl langsung, isi tiap - tiap wahyu di tulis dan di susun menjadi susunan yang sampai saat ini dikenal oleh kamum Muslimin. Karena hal itulah, hanya ada satu text al Qur’an yang diterima oleh seluruh sekolah dan umat Muslim di dunia dan tidak ada versi lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Al Qur’an&lt;/b&gt; merupakan pusat dari perwujudan sucinya Islam. Suara dari al Qur’an merupakan suara pertama dan terkhir yang di dengar oleh seorang Muslim dalam kehidupannya. Al Qur’an sebagai Kalamullah dan perwujudan Kehendak Tuhan [Sunnatullah] merupakan pedoman hidup yang sempurna bagi seorang Muslim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Al Qur’an&lt;/b&gt; merupakan sumber hukum dan sumber etika dalam Islam. Untuk itu baik di pandang secara Ilmu Pengetahuan ataupun Hukum Islam, keduanya bersumber dari al Qur’an. Mungkin tidak ada buku yang dipelajari oleh seluruh orang di dunia, sedalam dan sebanyak Muslim mempelajari al Qur’an. Dipandang dari kitab suci suatu agama, Islam memandang semua agama yang otentik di hubungkan oleh sebuah Kitab Suci. Hal ini mengapa kaum Muslim menyebut kaum Yahudi dan Nasrani sebagai “ahli kitab”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-&#39;Alaq ayat 1-5. Ditinjau dari segi kebahasaan, Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti &quot;bacaan&quot; atau &quot;sesuatu yang dibaca berulang-ulang&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kata Al-Qur’an&lt;/b&gt; adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja qara&#39;a yang artinya membaca.&lt;br /&gt;
Konsep pemakaian kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu surat Al-Qur&#39;an sendiri yakni pada ayat 17 dan 18 Surah Al-Qiyamah yang artinya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti {amalkan} bacaannya&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Kemurnian Kitab Al-Quran ini dijamin langsung oleh Allah, yaitu Dzat yang menciptakan dan menurunkan Al-Quran itu sendiri.&lt;br /&gt;
Dan pada kenyataannya kita bisa melihat, satu-satu kitab yang mudah dipelajari bahkan sampai dihafal oleh beribu-ribu umat Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Nama Nama Lain Al-Quran :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam Al-Qur&#39;an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur&#39;an itu sendiri.&lt;br /&gt;
Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Al-Kitab, QS(2:2),QS (44:2)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Al-Furqan (pembeda benar salah): QS(25:1)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adz-Dzikr (pemberi peringatan): QS(15:9)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Al-Mau&#39;idhah (pelajaran/nasehat): QS(10:57)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Al-Hukm (peraturan/hukum): QS(13:37)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Al-Hikmah (kebijaksanaan): QS(17:39)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Asy-Syifa&#39; (obat/penyembuh): QS(10:57), QS(17:82)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Al-Huda (petunjuk): QS(72:13), QS(9:33)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;At-Tanzil (yang diturunkan): QS(26:192)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ar-Rahmat (karunia): QS(27:77)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ar-Ruh (ruh): QS(42:52)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Al-Bayan (penerang): QS(3:138)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Al-Kalam (ucapan/firman): QS(9:6)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Al-Busyra (kabar gembira): QS(16:102)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;An-Nur (cahaya): QS(4:174)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Al-Basha&#39;ir (pedoman): QS(45:20)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Al-Balagh (penyampaian/kabar) QS(14:52)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Al-Qaul (perkataan/ucapan) QS(28:51)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Struktur dan Pembagian Al Quran&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Surat, ayat dan ruku&#39;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Al-Qur&#39;an terdiri atas 114 bagian yang dikenal dengan nama surah (surat).&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Setiap surat akan terdiri atas beberapa ayat, di mana surat terpanjang dengan 286 ayat adalah surat Al Baqarah dan yang terpendek hanya memiliki 3 ayat yakni surat Al Kautsar, An-Nasr dan Al-‘Așr.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Surat-surat yang panjang terbagi lagi atas sub bagian lagi yang disebut ruku&#39; yang membahas tema atau topik tertentu.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Makkiyah dan Madaniyah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sedangkan menurut tempat diturunkannya, setiap surat dapat dibagi atas surat-surat Makkiyah (surat Mekkah) dan Madaniyah (surat Madinah).&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pembagian ini berdasarkan tempat dan waktu penurunan surat dan ayat tertentu di mana surat-surat yang turun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah digolongkan surat Makkiyah sedangkan setelahnya tergolong surat Madaniyah.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Surat yang turun di Makkah pada umumnya suratnya pendek-pendek, menyangkut prinsip-prinsip keimanan dan akhlaq, panggilannya ditujukan kepada manusia.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sedangkan yang turun di Madinah pada umumnya suratnya panjang-panjang, menyangkut peraturan-peraturan yang mengatur hubungan seseorang dengan Tuhan atau seseorang dengan lainnya (syari&#39;ah).&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pembagian berdasar fase sebelum dan sesudah hijrah ini lebih tepat, sebab ada surat Madaniyah yang turun di Mekkah.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Juz dan manzil&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Dalam skema pembagian lain, Al-Qur&#39;an juga terbagi menjadi 30 bagian dengan panjang sama yang dikenal dengan nama juz.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pembagian ini untuk memudahkan mereka yang ingin menuntaskan bacaan Al-Qur&#39;an dalam 30 hari (satu bulan).&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pembagian lain yakni manzil memecah Al-Qur&#39;an menjadi 7 bagian dengan tujuan penyelesaian bacaan dalam 7 hari (satu minggu).&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kedua jenis pembagian ini tidak memiliki hubungan dengan pembagian subyek bahasan tertentu.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Menurut ukuran surat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kemudian dari segi panjang-pendeknya, surat-surat yang ada didalam Al-Qur’an terbagi menjadi empat bagian, yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;As Sab’uththiwaal (tujuh surat yang panjang)Yaitu Surat Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisaa’, Al-A’raaf, Al-An’aam, Al Maa-idah dan Yunus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Al Miuun (seratus ayat lebih), seperti Hud, Yusuf, Mu&#39;min dan sebagainya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Al Matsaani (kurang sedikit dari seratus ayat), seperti Al-Anfaal, Al-Hijr dan sebagainya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Al Mufashshal (surat-surat pendek), seperti Adh-Dhuha, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas dan sebagainya&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
Dipandang dari seluruh isi dan bagian, al Qur’an sangat menekankan arti pentingnya Ilmu Pengetahuan dan mendorong semua Muslim untuk mempelajari dan mendalami Pengetahuan yang tidak terbatas pada Hukum² Tuhan dan aturan agama, namun suatu bahasa yang indah dalam terminologinya yang beragam yaitu dinyatakan dengan pentingnya untuk mencari, merenungkan dan memikirkan alasan tentang proses dan mengapa alam semesta ini di ciptakan dan berbagai fenomena yang ada di dalamnya. Hal ini menandakan tentang arti pentinganya Ilmu pengetahuan sebagai aktifitas tertinggi dalam keagamaan dan merupakan salah satu tempat tertinggi dalam pandangan Tuhan. Inilah mengapa setiap pesan dari al Qur’an di terima dan di mengerti selalu di ikuti dengan pembuktian secara ilmiah.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Dengan definisi tersebut di atas sebagaimana dipercayai Muslim, firman Allah yang diturunkan kepada Nabi selain Nabi Muhammad SAW, tidak dinamakan Al-Qur’an seperti Kitab Taurat yang diturunkan kepada umat Nabi Musa AS atau Kitab Injil yang diturunkan kepada umat Nabi Isa AS.&lt;br /&gt;
Demikian pula firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang membacanya tidak dianggap sebagai ibadah, seperti Hadits Qudsi, tidak termasuk Al-Qur’an.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IdRemajaIslam - Wa&#39;salamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idremajaislam.blogspot.com/feeds/3294400235700608659/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/Mengenal-kitab-suci-alquran-umat-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/3294400235700608659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/3294400235700608659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/Mengenal-kitab-suci-alquran-umat-islam.html' title='Mengenal Alquran'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10955207447722935461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvbLBRuJODrw9z16SQ2YPbUjwSr-gPN75Yw3XdqHV6zYRXaDBwcwirO3g9pkjr0IJDjiv7XlahF6mtSASIKebaVNyjED9QWxxSzVILMEh56CGmhnaenCfKmb2ME-XLSK5v_qktepdEoyM/s72-c/al-quran.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7249518897514720031.post-6539113645932835399</id><published>2013-10-21T11:08:00.000-07:00</published><updated>2013-10-22T10:46:40.408-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belajar Islam"/><title type='text'>Mengenal Nabi Muhammad SAW secara singkat</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWbZpCdc4sPegnzTQJ8j1SNczx2nzZqoiCM2JuIqEqMZ-uLRMOa3RvmTWstyRFvIA2bI_F4BAJaob4-yb_FxUr6O3jwpZZbxpMjUer0EBlGFjnFvk65plcpFYD5jc-3xzi_2USmfIR_Qg/s1600/muhammad-shallallahu-alaihi-wa-sallam.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Mengenal Nabi Muhammad saw secara singkat&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;343&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWbZpCdc4sPegnzTQJ8j1SNczx2nzZqoiCM2JuIqEqMZ-uLRMOa3RvmTWstyRFvIA2bI_F4BAJaob4-yb_FxUr6O3jwpZZbxpMjUer0EBlGFjnFvk65plcpFYD5jc-3xzi_2USmfIR_Qg/s400/muhammad-shallallahu-alaihi-wa-sallam.jpg&quot; title=&quot;Mengenal Nabi Muhammad saw secara singkat&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Mengenal Nabi Umat Muslim yaitu Nabi Muhammad SAW&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
IdRemajaIslam - Assalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi dalam Islam merupakan orang yang dicintai dan dihormati oleh Muslim karena mereka merupakan orang – orang yang dipilih Tuhan untuk menyampaikan risalahNya kepada umat manusia. Umat Muslim tidak menuhankan Nabi Muhammad tetapi mereka menganggap sebagai manusia seperti yang lainnya. &amp;nbsp;Tetapi, walau bagaimanapun, beliau ialah dipercaya sebagai manusia yang paling sempurna yang bersinar bagaikan batu permata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau adalah Muhammad bin Abdullah, bin Abdul Mutthalib, bin Hasyim. Hasyim adalah termasuk suku Quraisy, suku Quraisy termasuk bangsa Arab, sedang bangsa Arab termasuk keturunan Nabi Ismail, putera Nabi Ibarahim Al-Khalil. Semoga Allah melimpahkan kepadanya dan &amp;nbsp;kepada Nabi kita sebaik-baik shalawat dan salam.&lt;br /&gt;
Beliau berumur 63 tahun; diantaranya 40 tahun sebelum beliau menjadi Nabi dan 23 tahun sebagai Nabi serta Rasul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau diangkat sebagai Nabi dengan “Iqra” ( )dan diangkat sebagai Rasul dengan surah “Al- Mudatssir.”&lt;br /&gt;
Tempat asal beliau adalah Makkah. Beliau diutus oleh Allah untuk menyampaikan peringatan untuk menjauhi syirik dan mengajak kepada tauhid.&lt;br /&gt;
Firman Allah ta’ala:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Wahai orang yang berkemul (berselimut)! Bangunlah, lalu sampaikanlah peringatan. Dan Tuhanmu agungkanlah. Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah. Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) &amp;nbsp;Tuhanmu bersabarlah.” (QS. Al-Mudatstsir:1-7).&lt;/blockquote&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Sejarah Singkat Nabi Muhammad SAW.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau lahir pada tahun 570 M dalam sebuah suku bangsa terkuat &amp;nbsp;di Arab pada masanya, yaitu mereka yang menguasai dan mengurus Ka’bah di Mekkah. Beliau ialah seorang yatim piatu yang diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib kemudian &amp;nbsp;pamannya [sepeninggal kakeknya]. Muhammad [saw] muda telah menunjukan kebaikan akhlaknya sebagai seorang yang paling dipercaya dalam kaumnya dan merupakan orang yang dicari untuk menyelesaikan berbagai perselihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada masa itu, bangsa Arab menyembah berbagai “Tuhan” atau berhala, setiap suku meletakan berhalanya di Ka’bah. &amp;nbsp;Bentuk kubus Ka’bah merupakan bentuk orisinil yang dibangun oleh Ibrahim untuk menggambarkan kemenangan agama yang Mengesakan Tuhan [Tauhid]. Tetapi ternyata seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya penduduk Arab, risalah ketauhidan Ibrahim as telah terlupakan dari semenanjung Arab. Nah, berbeda dengan kaummnya, Muhammad [saw] dimasa mudanya telah mempercayai bahwa hanya ada satu Tuhan [seperti halnya Ibrahim sebelum diutus menjadi rasul] dan beliau tidak pernah sekalipun ikut dalam penyembahan berhala yang dilakukan oleh kaummnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada usia 40 tahun, disaat salah satu perenungan yang telah menjadi kebiasaannya dalam mencari kebenaran Tuhan yang ia lakukan dalam sebuah &amp;nbsp;gua di puncak gunung di luar Mekkah, beliau pertama kali bertemu pertamakali dengan Malaikat Jibril yang diperintahkan untuk menyampaikan wahyu Kalamullah padanya, dan mengangkat beliau sebagai Utusan Allah [Rasulullah]. Untuk masa 13 tahun selanjutnya, kemudian beliau menyampaikan Kalamullah kepada penduduk Mekkah, mengajak mereka meninggalkan penyembahan berhala dan menganut agama Tauhid [seperti Ibrahim nenek moyang mereka]. Beberapa diantaranya kemudian menerima risalah yang beliau sampaikan, namun sebagian besar menolaknya terutama dari para pemukan sukunya, melawan mereka dengan kekerasan, dan memdanang sebuah agama baru dapat membahayakan keadaan ekonomi mereka serta dominasi mereka di masyarakat dalam mengendalikan Ka’bah. Namun ha ini tidak menghentikan Nabi, bahkan Nabi tetap menyampaikan Kalamullah kepada kaumnya dan Islam &amp;nbsp;mulai dianut oleh banyak penduduk Mekkah dan taat pada ajaran yang beliau sampaikan. Selain penganut yang bertambah, siksaan dari kaumnya [Quraisy] pun semakin meningkat, hingga pada suatu waktu nabi memerintahkan umat Muslim untuk berpindah [hijrah] ke suatu negeri bernama Abisina [sekarang Etiopia] dimana mereka mendapat perlingan dari seorang Raja Kristen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa dakwah di Mekkah ialah masa dakwah yang memiliki pengalaman rohani yang berat bagi Nabi dan periode ini telah membentuk suatu kelompok yang menjadi inti dari komunitas (kaum) agama yang segera akan cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia. Pada masa inilah Allah memerintahkan dan mengajarkan sholat kepada Nabi saw dan perintah lainnya. Pada tahun 622 M, Nabi di perintahkan untuk bermigrasi (Hijrah) ke Yathrib, sebuah kota perkebunan di utara Mekkah. Beliau pun mengikuti perintah suci ini dengan taat dan bermigrasi dengan para pengikutnya ke Yathrib yang dikemudian hari kenal dengan “Madinatul Nabi [Kotanya Nabi]” atau lebih dikenal dengan Madinah. Kejadian penting ini kemudian digunakan sebagai awal penanggalan Kalender Islam yaitu Kalender Hijriyah. Di Madinah, Nabi mulai membangun komunitas sosial Muslim pertama uang merupakan cikal bakal semua pelayanan sosial Islam dikemudian hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa pertempuran terjadi dalam menghadapi penduduk Mekkah dan sekutunya dimana Muslim mendapat kemenangan gemilang dalam menghadapi kekuatan yang jauh lebih besar. Kemudian, beberapa suku mulai bergabung dengan Islam dan beberapa tahun kemudian sebagian besar wilayah Arabia telah memeluk Agama Islam. Setelah beberapa pertempuran dan kejadian lainnya yang menuai menang, Nabi kembali ke Mekkah dengan kemenangan dan penduduknya menjadi suku Arab yang terakhir memeluk Islam. Beliau memaafkan semua musuh terdahulunya dan pasukan Ka&#39;bah, lalu memerintahkan menantu sekaligus sepupunya &#39;Ali untuk bergabung dengannya menghancurkan semua berhala di Ka’bah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi memulai kembali ritual haji seperti yang telah diajarkan Abraham secara murni (bukan seperti yang dilakukan berbagai suku lainnya). Nabi kemudian kembali ke Madinah dan mengajarkan haji ke Makkah kepada suku lainnya. Saat kembali dari Haji yang terakhir, &amp;nbsp;beliau memberikan suatu tanda akan terjadinya perpisahan. Segera setelah kejadian tersebut beliau jatuh sakit dan meninggal tiga hari kemudian yaitu ditahun 632 M. Beliau dikebumikan di Madinah di rumahnya di sebelah Masjid (Masjid Nabawi). Semua ajaran dan ketetapan (Sunnah) Nabi termasuk perkataannya (Hadith) menjadi petunjuk bagi Muslim dalam memahami al-Quran dan menjalankan agama mereka. Al Qur’an sendirimenerangkan bahwa Tuhan telah memilih Nabi sebagai teladan bagi Muslim untuk diikuti. Semua formula Nabi di semua aspek kehidupan dan pemikiran, semua perkataan dan perbuatannya kemudian dirangkum oleh banyak ulama / cendikiawan. Akhirnya mereka membaginya dalam buku – buku Hadits yang Shahih (otentik) untuk memisahkannnya dari pemalsuan. Sunnah Nabi akan selalu diingat setelah al Qur’an &amp;nbsp;sebagai sumber kedua dalam kehidupan Islami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IdRemajaIslam - Wa&#39;salamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idremajaislam.blogspot.com/feeds/6539113645932835399/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/Mengenal-Nabi-Muhammad-saw-Secara-Singkat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/6539113645932835399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/6539113645932835399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/Mengenal-Nabi-Muhammad-saw-Secara-Singkat.html' title='Mengenal Nabi Muhammad SAW secara singkat'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10955207447722935461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWbZpCdc4sPegnzTQJ8j1SNczx2nzZqoiCM2JuIqEqMZ-uLRMOa3RvmTWstyRFvIA2bI_F4BAJaob4-yb_FxUr6O3jwpZZbxpMjUer0EBlGFjnFvk65plcpFYD5jc-3xzi_2USmfIR_Qg/s72-c/muhammad-shallallahu-alaihi-wa-sallam.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7249518897514720031.post-3989382687975670503</id><published>2013-10-21T10:16:00.001-07:00</published><updated>2013-10-22T10:45:08.637-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belajar Islam"/><title type='text'>Landasan Utama Yang wajib Muslim Ketahui</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidzsBL_MNtkANrcAd9G0FAima5AkCTbJFFaLN0W7c7Tbm6o8k75DxmuxguyZQDGxnc9qgKlJzCDjC1v2jE6NP1sc2nd81VmBz4cc_VArZBFD342ba_jV11NJpTnRlZsMGwSbpsQr6paxs/s1600/SYARAH+TIGA+LANDASAN+UTAMA.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Landasan utama yang wajib umat muslim ketahui&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidzsBL_MNtkANrcAd9G0FAima5AkCTbJFFaLN0W7c7Tbm6o8k75DxmuxguyZQDGxnc9qgKlJzCDjC1v2jE6NP1sc2nd81VmBz4cc_VArZBFD342ba_jV11NJpTnRlZsMGwSbpsQr6paxs/s320/SYARAH+TIGA+LANDASAN+UTAMA.jpg&quot; title=&quot;Landasan utama yang wajib umat muslim ketahui&quot; width=&quot;212&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Landasan utama yang wajib umat muslim ketahui&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
IdRemajaIslam - Assalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah anda membaca tulisan yang berjudul&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/mengenal-islam.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;mengenal ISLAM&lt;/a&gt; sekarang dilanjutkan dengan landasan utama yang wajib diketahui umat ISLAM Ketahuilah, bahwa wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk mempelajari dan mengamalkan ketiga perkara ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.Bahwa Allah-lah yang menciptakan kita dan memberi rizki kepada kita. Allah tidak membiarkan kita begitu saja dalam kebingungan, tetapi mengutus kepada kita seorang Rasul; maka barangsiapa mentaati Rasul tersebut pasti akan masuk surga, dan barangsiapa menentangnya pasti akan masuk neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Mekah) seorang Rasul yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir’aun, maka Fir’aun mendurhakai Rasul itu, lalu &amp;nbsp;Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.” (QS. Al-Muzammil: 15-16).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
2.Bahwa sesungguhnya Allah tidak rela, jika dalam ibadah yang ditujukan kepada-Nya, Dia dipersekutukan dengan sesuatu apapun, baik dengan seorang malaikat yang terdekat atau dengan seorang Nabi yang diutus menjadi Rasul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Firman Allah ta’ala:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah, maka janganlah kamu menyembah seorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (QS. &amp;nbsp;Al-Jin: 18).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
3.Bahwa barangsiapa yang mentaati Rasulullah shallallahu &#39;alaihi wa sallam serta mentauhidkan Allah, tidak boleh mencintai orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, sekalipun mereka itu keluarga terdekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.” (QS. Al-Mujadilah: 22).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Perlu juga diketahui bahwa Islam yang merupakan tuntunan Nabi Ibrahim &#39;alaihis salam adalah ibadah kepada Allah semata dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, itulah yang diperintahkan Allah kepada seluruh ummat manusia dan hanya untuk itulah sebenarnya mereka diciptakan, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS.Adz-Dzariyat: 56).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Ibadah, dalam ayat ini mengandung pengertian tauhid. Dan perintah Allah yang paling agung adalah tauhid, yaitu memurnikan ibadah hanya untuk Allah semata. Sedangkan larangan Allah yang paling besar adalah syirik, yaitu: menyembah selain Allah di samping menyembah-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.” (QS.An-Nisa: 36).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
wajib bagi kita sebagai seorang muslim untuk mendalami empat masalah, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Ilmu, yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama Islam berdasarkan dalil-dalilnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Amal, yaitu menerapkan ilmu ini.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Da&#39;wah, yaitu mengajak orang lain kepada ilmu ini.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sabar, yaitu tabah dan teguh dalam mengahadapi segala rintangan dalam menuntut ilmu, mengamalkan dan berdakwah kepadanya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
Dalilnya, firman Allah ta’ala:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Demi masa. Sesungguhya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat-menasehati supaya menta&#39;ati kebenaran, dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Surah Al-‘Ashr: 1-3).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu ta’ala, mengatakan:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Seandainya Allah hanya menurunkan surat ini saja sebagai hujjah buat makhluk-Nya, tanpa hujjah lain, sungguh telah cukup surat ini sebagai hujjah bagi mereka.”&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Imam Al-Bukhari rahimahullahu ta’ala, mengatakan:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Bab: Ilmu didahulukan sebelum ucapan dan perbuatan.&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Dalilnya firman Allah ta’ala:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu.” (QS. Muhammad: 19).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam ayat ini, Allah memerintahkan terlebih dahulu untuk berilmu (berpengetahuan)… &amp;nbsp;Sebelum ucapan dan perbuatan. Kemudian apabila anda ditanya: &quot;apakah tiga landasan utama yang wajib diketahui oleh manusia? Maka hendaklah anda menjawab: &lt;b&gt;yaitu mengenal Tuhan Allah &#39;Azza wa Jalla, mengenal agama Islam, dan mengenal Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
IdRemajaIslam - Wa&#39;salamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idremajaislam.blogspot.com/feeds/3989382687975670503/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/landasan-utama-yang-wajib-muslim-ketahui.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/3989382687975670503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/3989382687975670503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/landasan-utama-yang-wajib-muslim-ketahui.html' title='Landasan Utama Yang wajib Muslim Ketahui'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10955207447722935461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidzsBL_MNtkANrcAd9G0FAima5AkCTbJFFaLN0W7c7Tbm6o8k75DxmuxguyZQDGxnc9qgKlJzCDjC1v2jE6NP1sc2nd81VmBz4cc_VArZBFD342ba_jV11NJpTnRlZsMGwSbpsQr6paxs/s72-c/SYARAH+TIGA+LANDASAN+UTAMA.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7249518897514720031.post-1478807063609678250</id><published>2013-10-21T09:50:00.001-07:00</published><updated>2013-10-22T10:44:03.033-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belajar Islam"/><title type='text'>Mengenal ISLAM </title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6bPbvr8zL_QwW1XZUkTHuugYVZbAoxP3vhOc3SmkUBfJXvBFx2-kEQ4mJAvIHFziKvnYdFKLtjG5qJLvEtYXK1H95aFc9o0wwSwilp_KOUy5olbnciYOwupnTruCpX3D28jzbgyQuCJI/s1600/mengenal-islam.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Mengenal ISLAM&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;252&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6bPbvr8zL_QwW1XZUkTHuugYVZbAoxP3vhOc3SmkUBfJXvBFx2-kEQ4mJAvIHFziKvnYdFKLtjG5qJLvEtYXK1H95aFc9o0wwSwilp_KOUy5olbnciYOwupnTruCpX3D28jzbgyQuCJI/s400/mengenal-islam.jpg&quot; title=&quot;Mengenal ISLAM&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Mengenal ISLAM&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
IdRemajaIslam - Assalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Islam&lt;/b&gt; adalah Agama yang berlandaskan pada penyerahan diri sepenuhnya pada Tuhan Yang Maha Esa. Nama agama ini yang umum di kenal ialah AL ISLAM, suatu kata yang berasal dari bahasa arab yang berarti kedamaian dan keselamatan, ini berarti bahwa jika kita mengikuti Jalan Tuhan maka kita akan mendapatkan keselamatan di kehidupan kini [dunia] dan setelahnya [akhirat]. Pesan utama dari Islam ialah menjalankan perintah Tuhan, yaitu Allah, dan ini merupakan fitrah dari manusia yang sebenarnya. Hal ini berari bahwa manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan [bukan terjadi dengan sendirinya] bukannya membuat suatu aturan baru tetapi harus kembali kepada kebenaran asalnya yaitu mengesakan Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebenaran mengesakan Tuhan ini telah di beritakan oleh semua Nabi terdahulu dan terutama oleh Ibrahim sebagai Nenek Moyang agama Monoteis. Islam sangat menghormati semua Nabi, tidak hanya Ibrahim sebagai nenek moyangnya bangsa semit [arab] namun juga semua Nabi Yahudi seperti Musa dan nabi Kristen. Nabi dan Utusan Tuhan [Rasulullah] Muhammad saw adalah penutup para Nabi dan Islam merupakan Agama terakhir sampai dengan tibanya hari kiamat. Dan ini merupakan akhir dari tradisi hukum Ibrahim. One should in fact properly speak of the Judeo-Kristen-Islamic tradition. Salah satu fakta yang membuktikan bahwa Yahudi-Kristen-Islamic merupakan satu tradisi, yaitu Islam banyak berbicara tentang sejarah Agama Ibrahim lainnya, dasar pelajaran utama yang dituangkan dalam “SEPULUH PERINTAH TUHAN” serta kepercayaan terhadap satu Tuhan. Senua hal itu selalu di perbarui dan di ulang oleh kitab – kitab suci bangsa Yahudi dan Kristen dan dinyatakan dengan sempurna dalam kitab suci umat Islam, al Qur’an.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
……. pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa[398] Karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS al maidah (5) : 3]&lt;/blockquote&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Islam&lt;/b&gt;&amp;nbsp;ialah &lt;b&gt;berserah diri kepada Allah dengan tauhid dan tunduk kepada-Nya dengan &amp;nbsp;penuh kepatuhan pada segala perintah-Nya serta menyelamatkan diri dari perbuatan syirik dan orang-orang yang berbuat syirik.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
Dan agama Islam, dalam pengertian tersebut mempunyai tiga tingkatan, yaitu: &lt;b&gt;Islam, Iman dan Ihsan;&lt;/b&gt; masing-masing tingkatan ada rukun-rukunnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Tingkatan Pertama: Islam&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun tingkatan Islam, rukunnya ada lima:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Syahadat (pengakuan dengan hati dan lisan) bahwa: “Laa Ilaaha Illallaah – Muhammad Rasulullah” (Tiada sesembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mendirikan shalat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menunaikan zakat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Puasa pada bulan Ramadhan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dan Haji ke Baitullah Al-Haram.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tingkatan kedua: Iman.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iman itu lebih dari tujuh puluh cabang. Cabang yang paling tinggi ialah syahadat. “La Ilaha Illallah”, sedang cabang yang paling rendah ialah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan sifat malu adalah salah satu cabangnya iman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rukun iman ada enam yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Iman kepada Allah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Iman kepada para Malaikat-Nya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Iman kepada kitab-kitab-Nya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Iman kepada para Rasul-Nya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Iman kepada hari akhirat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Iman kepada qadar , yang baik maupun yang buruk.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil keenam rukun ini, firman Allah ta’ala :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&amp;nbsp;“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malalikat, kitab-kitab dan Nabi-Nabi…” (QS.Al-Baqarah: 177).&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Dan firman Allah ta’ala:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir).” (QS. Al-Qamar: 49).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tingkatan ketiga: Ihsan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ihsan, rukunnya hanya satu, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Beribadahlah kepada Allah dalam keadaan seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Dalilnya, firman Allah ta’ala:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&amp;nbsp;“Sesunggunya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. An-Nahl:128).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Dan bertawakkallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, Y&lt;b&gt;ang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat) dan (melihat) pula perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud&lt;/b&gt;. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. &amp;nbsp;Asy-syuaraa’: 217-220). &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al-Qur’an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya…”. (QS. &amp;nbsp;Yunus: 61).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
IdRemajaIslam - Wa&#39;salamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idremajaislam.blogspot.com/feeds/1478807063609678250/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/mengenal-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/1478807063609678250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7249518897514720031/posts/default/1478807063609678250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idremajaislam.blogspot.com/2013/10/mengenal-islam.html' title='Mengenal ISLAM '/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10955207447722935461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6bPbvr8zL_QwW1XZUkTHuugYVZbAoxP3vhOc3SmkUBfJXvBFx2-kEQ4mJAvIHFziKvnYdFKLtjG5qJLvEtYXK1H95aFc9o0wwSwilp_KOUy5olbnciYOwupnTruCpX3D28jzbgyQuCJI/s72-c/mengenal-islam.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>