<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626</id><updated>2022-03-04T11:20:48.223+07:00</updated><category term="Catatan Hidup"/><category term="Indonesia"/><category term="Jalan-Jalan"/><category term="Islam"/><category term="Mahasiswa Santri"/><category term="Blogging"/><category term="Sosial"/><category term="Internasional"/><category term="Politik"/><category term="Kabar"/><category term="Kereta Api"/><category term="Kisah"/><category term="Sejarah"/><category term="Tulis-Menulis"/><category term="Napak Tilas"/><category term="Ponorogo"/><category term="Dead Rail Hunting"/><category term="Jakarta"/><category term="Lomba Blog"/><category term="Malang"/><category term="Museum"/><category term="Opini"/><category term="Surabaya"/><category term="Banten"/><category term="Blogwalking"/><category term="Dhoho"/><category term="Madura"/><category term="Media Sosial"/><category term="Penataran"/><category term="Review"/><category term="Asian Games"/><category term="Berita Riau"/><category term="Blogdetik"/><category term="Bogor"/><category term="Brantas"/><category term="Brantas Lebaran"/><category term="Covid-19"/><category term="Geopark Ciletuh"/><category term="Hoax"/><category term="Independen.id"/><category term="Kalireco"/><category term="LangitMusik"/><category term="Lebak"/><category term="Lokal Merak"/><category term="Makan-Minum"/><category term="Multatuli"/><category term="Palestina"/><category term="Pemandian"/><category term="Personal Branding"/><category term="Rohingya"/><category term="Semarang"/><category term="Sukabumi"/><category term="Tulungagung"/><category term="Wisata Air"/><category term="Yogyakarta"/><category term="riaubook"/><title type='text'>ikhalidian.my.id</title><subtitle type='html'>Karena hidup selalu punya cerita</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>93</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-2767313894864570274</id><published>2021-10-28T15:02:00.002+07:00</published><updated>2021-10-29T18:55:14.214+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Geopark Ciletuh"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jalan-Jalan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sukabumi"/><title type='text'>Jelajah ke Geopark Ciletuh</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-CedSZ3iWiSM/YXlxDz1JS_I/AAAAAAAAaMY/XE9msJz2HZg6wYsoQmNo0HlnmywxEqgzQCPcBGAsYHg/s2048/IMG_20210822_122040.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;geopark ciletuh dari puncak darma&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1536&quot; data-original-width=&quot;2048&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-CedSZ3iWiSM/YXlxDz1JS_I/AAAAAAAAaMY/XE9msJz2HZg6wYsoQmNo0HlnmywxEqgzQCPcBGAsYHg/w640-h480/IMG_20210822_122040.jpg&quot; title=&quot;geopark-ciletuh&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Pagi itu, Ayah sudah menyuruh kami sekeluarga untuk bersiap-siap. Beliau menjanjikan kami semua untuk menghabiskan akhir pekan dengan berwisata sambil menawarkan destinasinya. Saya pun berpikir ke mana kami bisa berlibur. Setelah berpikir agak lama, saya teringat dengan janji orang tua saya. Mereka berjanji untuk mengajak saya berwisata ke Geopark Ciletuh. Saya usulkan ke sana dan sekeluarga pun setuju. Namun, saat itu kami tak langsung berangkat. Kami harus menunggu adik menyelesaikan vaksinasi, yang katanya lama mengantri. Maka, kami baru berangkat setelah Ashar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Geopark Ciletuh adalah sebuah taman bumi (geopark) yang terbentuk dari runtuhan bebatuan dan letusan gunung berapi sejak jutaan tahun lalu. Reruntuhan tersebut membentuk bulatan besar di bumi berbentuk tapal kuda disebut amfiteater besar (mega amphitheater). Tak hanya membentuk amphitheater, namun juga membentuk pulau-pulau kecil di sekitar pantai. Geopark Ciletuh diakui oleh UNESCO pada tahun 2018 karena memiliki keragaman geologi, hayati, dan manfaat budaya yang besar. Secara administratif, Geopark Ciletuh sangat luas, ia meliputi 74 desa di 8 kecamatan di pesisir selatan Sukabumi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara bahasa, Ciletuh sendiri berasal dari bahasa Sunda berarti air keruh; gabungan dari dua kata yakni Ci (air) dan letuh (keruh), atau berarti pula “leubuh” tenggelam. Hal ini terkait erat dengan legenda Ratu Laut Jawa yang masyhur di pantai selatan Jawa khususnya Pelabuhan Ratu.&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Bagaimana Menuju Ke Sana?&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; height=&quot;450&quot; loading=&quot;lazy&quot; src=&quot;https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m18!1m12!1m3!1d5817.935730762016!2d106.45301259603825!3d-7.184278596057492!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!3m3!1m2!1s0x2e42a15a3aa27d77%3A0xd633d4931bd827fb!2sGeopark%20Ciletuh%20Palabuhanratu!5e0!3m2!1sid!2sid!4v1635349427031!5m2!1sid!2sid&quot; style=&quot;border: 0;&quot; width=&quot;600&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;Jarak dari Bogor menuju Geopark Ciletuh sangat jauh. Letaknya dari Pelabuhan Ratu saja masih harus menempuh jarak ±30 km. Kalau naik mobil, perjalanan kira-kira memakan waktu satu jam lebih. Belum lagi kalau macet, bisa lebih lama waktunya!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami berangkat dari Bogor setelah Ashar, kurang lebih pukul 15:30. Kami melewati Tol Lingkar Bogor yang lebih lancar, lalu melewati Jagorawi, hingga berakhir di Bocimi. Kami tidak menjumpai kemacetan sampai Cigombong (akhir dari tol Bocimi arah Sukabumi). Keluar tol, Jl. Raya Bogor-Sukabumi sudah macet. Jalan padat dengan kendaraan di dua arah, baik ke Bogor maupun ke Sukabumi. Parahnya lagi, truk-truk kontainer juga lewat jalan ini. Kemacetan panjang ini penyebabnya adalah karena jalan itu merupakan satu-satunya jalan penghubung dari Bogor ke Sukabumi dan sebaliknya. Sebenarnya ada beberapa jalan alternatif, namun hampir semuanya kembali ke jalan itu.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami pun mencari alternatif untuk sampai ke Ciletuh. Akhirnya kami menemukan jalan lain ke CIletuh, yaitu lewat daerah CIkidang. Jalur Cikidang ini tidak seramai jalur utama. Akan tetapi, jalur ini sempit, berliku, banyak tanjakan dan turunan curam. Kadang-kadang kami melalui jalan yang bersisian dengan jurang dan tebing. Bahkan, kami sempat gantian dengan mobil di arah berlawanan agar tidak lepas kontrol dan berakibat kecelakaan. Apalagi, kami melawati jalur Cikidang di malam hari. Jadi, kami perlu ekstra hati-hati agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, kelebihan jalur Cikidang adalah jalur ini langsung menuju ke Pelabuhan Ratu. Jalur Cikidang lebih cepat kira-kira 15 menit dari jalan utama (Cibadak) menurut Google Maps. Sepertinya jalur Cikidang dibangun dengan mengikuti kontur pegunungan, lain halnya dengan jalan raya yang dibagun mengelilingi pegunungan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, perjalanan belum berakhir. Setelah beristirahat sebentar di salah satu rumah makan di Pelabuhan Ratu, kami masih harus berjalan jauh lagi. Awalnya, perjalanan kami cukup baik selama melintas Jembatan Kuning dan daerah perkampungan yang relatif datar. Namun, setelah melewati perkampungan, lagi-lagi kami harus melewati jalan yang curam. Jalan ke Ciletuh berbukit, curam dan terkadang berbatasan dengan laut. Kurangnya penerangan memperburuk perjalanan kami. Salah sedikit, bisa-bisa mobil nyemplung ke laut.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya menyarankan untuk berangkat di pagi atau siang hari karena jalan dari Pelabuhan Ratu ke Ciletuh sangat ekstrem. Jika berangkat di pagi hari, kalian akan menemukan pemandangan bukit-bukit yang indah dan lautan luas menghampar di sebelahnya. Curamnya perjalanan tidak begitu berpengaruh asal tetap berhati-hati dan menguasai medan. Namun, jika kalian berangkat malam hari, ya kalian akan menemukan kondisi yang saya rasakan. Jangan lupa selalu cek kondisi kendaraan!&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Tiba dan Menginap&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Kami tiba di kawasan wisata Geopark Ciletuh sekitar pukul 22:00. Saya langsung mencari penginapan di google maps. Ayah menyuruh saya untuk mencari penginapan model Oyo atau Reddoorz yang fasilitasnya memadai dengan harga terjangkai. Saya menemukan 1-2 tempat. Sayangnya, semua tempat yang saya survei sudah penuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak berapa lama, ada salah seorang yang menawari kami penginapan. Dia langsung menawarkan rumah sekalian sama sarana beserta tarifnya. Namun, kami langsung curiga, jangan-jangan ini calo?! Ayah langsung menolak tawarannya. Si calo agak memaksa dan sempat mengejar kami dengan motornya. Setelah beberapa meter, dia sudah tak tampak lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami terus mencari penginapan. Ternyata, kami langsung menemukan penginapan yang sepertinya masih tersedia. Letaknya pun tak jauh dari pantai. Di depannya tertulis “Penginapan Samudra Jaya.” Kami pun langsung bertanya kepada penjaga di pos depan penginapan tersebut. Beruntung, masih ada kamar kosong. Kami pun masuk dan mengambil barang bawaan ke dalam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah merapikan barang bawaan, saya wudhu untuk melaksanakan sholat Maghrib dan Isya dengan jama’. Selepas sholat, orang tua dan adik sudah tidur duluan. Karena belum mengantuk, saya menyalakan televisi dan menonton pertandingan sepakbola, kebetulan yang main waktu itu Inter Milan melawan Genoa. Ketika rasa kantuk tiba, saya mematikan televisi lalu tidur.&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Jalan-jalan Pagi ke Pantai&lt;/h3&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-UUTCyl40LD0/YXl27QhbKaI/AAAAAAAAaMk/1CQl_4xQ5UIjR0eheqVCU7ybVMZtxL1tgCPcBGAsYHg/s2048/IMG_20210822_065215.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pantai pasir putih geopark ciletuh&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1536&quot; data-original-width=&quot;2048&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-UUTCyl40LD0/YXl27QhbKaI/AAAAAAAAaMk/1CQl_4xQ5UIjR0eheqVCU7ybVMZtxL1tgCPcBGAsYHg/w640-h480/IMG_20210822_065215.jpg&quot; title=&quot;pantai-pasir-putih-geopark-ciletuh&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Salah satu pantai di Geopark Ciletuh, bersebelahan dengan pantai Palangpang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;Saya terbangun jam 5 pagi. Langsung saya menunaikan shalat Subuh. Selepas shalat,saya pun membuka pintu kamar untuk memastikan apakah saya bisa berjalan-jalan keliling pantai. Ya kali pindah tempat tidur doang?! Namun, langit masih gelap. Untungnya, ibu yang baru selesai shalat Subuh mengajak saya jalan-jalan ke pantai sekalian cari sarapan. Langit waktu sudah mulai cerah.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami berdua berjalan kaki menuju pantai di balik penginapan. Jalan dari penginapan ke pantai sangat dekat, hanya berjarak kira-kira satu blok di samping penginapan. Pasir pantai dan semak belukar “menyambut” kami. Satu-dua rumah warga berdiri,ada pula semacam bagnunan terbengkalai di sana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami pun tiba di pantai yang lokasinya timur pantai Palangpang. Akan tetapi, pantainya sepi karena memang bukan destinasi wisata utama. Lagipula, pantai ini tak seluas pantai Palangpang. Meski begitu, pantai ini menyajikan pemandangan luar biasa. Bukit a la Geopark Ciletuh, Samudra Hindia di depan, dan pulau-pulau menjadi komposisi asik dan menarik. Saya pun tak melewatkan kesempatan untuk mengabadikan alam di sana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sebelah barat pantai ada muara sungai Ciwaru. Para nelayan menyandarkan perahu-perahu di sana. Di depan muara Ciwaru ada pasar ikan kecil. Walau kecil, pasar ikan lumayan ramai di pagi itu. Banyak nelayan menjajakan hasil laut dengan berbagai jenis dan ukuran. Ada ikan sepanjang tangan manusia, entah apa namanya. Sebelum kembali ke penginapan, kami membeli kudapan ringan dan air minum di salah satu toko kelontong di dekat pasar.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-S3sVmEBuDjg/YXoc8Fl-fWI/AAAAAAAAaNE/16h5_qBA2JIVCSSEBIJTkT3ogjRV-B4QgCPcBGAsYHg/s2048/IMG_20210822_082847.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;perahu nelayan muara sungai ciwaru&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1536&quot; data-original-width=&quot;2048&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-S3sVmEBuDjg/YXoc8Fl-fWI/AAAAAAAAaNE/16h5_qBA2JIVCSSEBIJTkT3ogjRV-B4QgCPcBGAsYHg/w640-h480/IMG_20210822_082847.jpg&quot; title=&quot;muara-sungai-ciwaru&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Perahu-perahu nelayan yang bersandar di muara sungai Ciwaru&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;Kami kembali ke penginapan lalu sarapan. Menu sarapan yang disediakan penginapan Samudra Jaya adalah nasi goreng. Saya menyantap sarapan ditemani kopi hangat dan jajanan sebagai penutup. Setelah sarapan, saya mandi dan bersiap-siap untuk berperahu ke sekitar Geopark Ciletuh.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;Berlayar di Geopark Ciletuh&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-7u6FPWwHRAI/YXo1tMCyO7I/AAAAAAAAaNQ/tPhSaHPgTFU0Pw8UHYziId8N8MLaK6kagCPcBGAsYHg/s2048/IMG_20210822_084308.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1536&quot; data-original-width=&quot;2048&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-7u6FPWwHRAI/YXo1tMCyO7I/AAAAAAAAaNQ/tPhSaHPgTFU0Pw8UHYziId8N8MLaK6kagCPcBGAsYHg/w640-h480/IMG_20210822_084308.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Ketika saya sudah siap, di depan kamar ada seseorang yang siap memandu kami. Saya sempaktan mengobrol bersamanya yang kebetulan juga salah satu pengelola kawasan wisata Geopark Ciletuh. Beliau banyak bercerita tentang gambaran tentang geopark dan kondisi wisata di Ciletuh selama pandemi yang katanya menurun. Beliau pun menawarkan paket wisata berupa perjalanan ke taman laut dengan perahu. Setelah sedikit tawar menawar hingga sepakat, kami bergegas pergi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelayaran dimulai dari muara tempat kapal-kapal nelayan bersandar. Kami naik perahu milik sang &lt;i&gt;guide&lt;/i&gt;. Beliau tidak nge-guide sendirian, tapi ditemani putranya yang kuliah di Jakarta, dan saudaranya dari Pelabuhan Ratu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia pun mengangkat jangkar, menyalakan mesin perahunya, dan memulai pelayaran. Perahu pun meninggalkan muara Ciwaru menuju laut lepas. Kebetulan, tak banyak wisatawan yang berlayar waktu itu karena masih dalam masa pandemi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah beberapa lama mengarungi samudera, bapak pemandu menghentikan mesin perahunya. Ia menunjukkan salah satu pulau kecil. Namanya pulau Mandra (namanya bukan dari H. Mandra om-nya si Doel lho ya!) Pulau Mandra terbentuk dari lahar dingin yang membeku selama 30 juta tahunan. Ukurannya hanya 0,5 meter persegi, tapi pulau ini yang membuka wawasan tentang sejarah geologis Indonesia. Pulau Mandra bersama beberapa kepulauan lain dulunya merupakan kawasan pegunungan api purba yang meletus dan longsor berjuta-juta tahun lalu. Longsoran ini membentuk kawasan tapal kuda di sekitar Samudra Hindia yang kini dikenal sebagai Geopark Ciletuh.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-R_SgdFXdkDA/YXo4NQ2UwlI/AAAAAAAAaNc/CzHZRQNK8mIfY8RuPoDxOn3z-Zbgw-PMQCPcBGAsYHg/s2048/IMG_20210822_083247.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pulau mandra geopark ciletuh&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1536&quot; data-original-width=&quot;2048&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-R_SgdFXdkDA/YXo4NQ2UwlI/AAAAAAAAaNc/CzHZRQNK8mIfY8RuPoDxOn3z-Zbgw-PMQCPcBGAsYHg/w640-h480/IMG_20210822_083247.jpg&quot; title=&quot;pulau-mandra-geopark-ciletuh&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pulau Mandra, salah satu pulau purba di Geopark Ciletuh&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;Kami melanjutkan pelayaran setelah meninggalkan pulau Mandra. Pelayaran melintasi Samudra Hindia ini terasa menyenangkan. Perahu-perahu nelayan mulai berlayar mengantarkan wisatawan. Ombak berdebur cukup deras menggoyangkan perahu kami. Saya tak lupa mengabadikan suasana lautan sambil menikmati derasnya ombak. Dengan hati-hati, saya ambil foto dan video menghindari mabuk laut atau HP tercebur ke laut. Di kejauhan tampak bagan-bagan milik nelayan untuk menangkap ikan di malam hari. Bentuknya seperti gubuk kecil yang di atasnya terdapat lampu menggantung. Saya teringat banyak lampu berpendar di atas laut ketika berangkat malam hari.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-MoiSVSOsNWY/YXo5Al3VVZI/AAAAAAAAaNk/wXhy6PDfM14VgbO4A_zFDXBsEbBW_HWYACPcBGAsYHg/s2048/IMG_20210822_085503.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1536&quot; data-original-width=&quot;2048&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-MoiSVSOsNWY/YXo5Al3VVZI/AAAAAAAAaNk/wXhy6PDfM14VgbO4A_zFDXBsEbBW_HWYACPcBGAsYHg/w640-h480/IMG_20210822_085503.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Salah satu bagan milik nelayan di laut lepas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Setelah mengarungi laut, sekali lagi ia menurunkan kecepatan perahunya. Kami melewati pulau Kunti. Jangan bayangkan pulau ini dihuni oleh kuntilanak, ya! Namanya seperti itu karena di pulau ini terdapat gua yang bergema seperti orang tertawa apabila dihantam ombak. Pulau Kunti terbentuk dari lempengan Eurasia yang bersubduksi kira-kira 65 juta tahun lalu. Pulau Kunti menjadi salah satu spot mancing favorit pengunjung karena dekat dengan pantai dan lebih besar dari pulau Mandra. Di pulau Kunti terdapat gua purba yang ukurannya cukup besar, dalamnya 9 meter dengan tinggi kira-kira 5 meter. Katanya, setiap orang yang masuk sana akan cepat dapat jodoh. Saya pun dijahili adik, ditawari masuk gua.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-_0WhZaThRdc/YXo8ORdWnXI/AAAAAAAAaNw/KuSumt4mAvY-myIQq-YHPGmEpj0eTu6VACPcBGAsYHg/s2048/IMG_20210822_084148.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pulau kunti geopark ciletuh&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1536&quot; data-original-width=&quot;2048&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-_0WhZaThRdc/YXo8ORdWnXI/AAAAAAAAaNw/KuSumt4mAvY-myIQq-YHPGmEpj0eTu6VACPcBGAsYHg/w640-h480/IMG_20210822_084148.jpg&quot; title=&quot;pulau-kunti-geopark-ciletuh&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pulau Kunti dengan gua jodohnya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Laju perahu melambat begitu tiba di pantai Cikadal. Perahu kami akhirnya tiba di pantai pasir putih. Beliau pun menyandarkan perahunya. Kami tak berhenti lama di situ karena hanya akan mengantarkan saudaranya menikmati pantai. Kami melanjutkan pelayaran untuk snorkeling ke taman laut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-txGh-JMsSFc/YXo9NfL16XI/AAAAAAAAaN4/zMX4s4VoCmwZcournWaT2N3G1paBa0EEwCPcBGAsYHg/s2048/IMG_20210822_085426.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pantai cikadal geopark ciletuh&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1536&quot; data-original-width=&quot;2048&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-txGh-JMsSFc/YXo9NfL16XI/AAAAAAAAaN4/zMX4s4VoCmwZcournWaT2N3G1paBa0EEwCPcBGAsYHg/w640-h480/IMG_20210822_085426.jpg&quot; title=&quot;pantai-cikadal-geopark-ciletuh&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pantai Cikadal dari kejauhan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kami melanjutkan pelayaran ke taman laut. Menurut pak &lt;i&gt;guide&lt;/i&gt;, taman laut yang akan kami tuju adalah spot snorkeling baru yang belum pernah dikunjungi, katanya sekalian launching. Kami pun senang sekali bisa snorkeling di tempat baru tersebut. Kalau kami puas, beliau akan mempromosikannya ke pengunjung lain.&lt;div&gt;&lt;p&gt;Jarak dari pantai ke taman laut baru itu cukup dekat. Perahu berlayar tak begitu lama hingga berhenti di taman laut. Saya dan adik mencoba snorkeling di sana, sedangkan ayah dan ibu menikmatinya dari perahu. Snorkeling kali ini didampingi oleh putranya g&lt;i&gt;uide&lt;/i&gt;. Sebelum snorkeling, saya mengenakan snorkel yang disediakan. Sementara itu, dia menyiapkan roti untuk umpan ikan-ikan di laut agar mau keluar karang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan, byur! Saya pun nyemplung ke laut menyusul rombongan (cuma berdua, koq!). Dari permukaan, tampak batu-batu karang tersusun indah. Dari batu karang, nampak ikan-ikan laut kecil keluar dari karang. Mereka tampak indah dengan warna yang bervariasi, mayoritas berwarna biru. Jernihnya laut memperindah pemandangan di balik snorkel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, kenikmatannya tak berlangsung lama. Air laut beberapa kali masuk ke dalam kacamata saya karena kacamatanya terlalu longgar. Akibatnya, saya pun megap-megap dan mata pun perih. Saya bahkan terpisah dari rombongan. Saya pun berusaha mencari perahu untuk naik dengan mengikuti sumber suara obrolan dari atas perahu yang terdengar dari laut. Seperti yang kita tahu, air adalah salah satu penghantar suara yang baik. Jadi saya berenang cepat-cepat menuju sumber suara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitu mendekati perahu, saya pun segera naik. Orang-orang di atas perahu kemudian bertanya mengapa naik duluan. Saya pun menjawab kalau kemasukan air laut. Ayah menenangkan dengan memberi air minum. Setelah terasa lebih tenang, saya mengencangkan snorkel dan mencoba snorkeling lagi . Awalnya saya berhasil menyusul rombongan, namun lagi-lagi air laut masuk ke kacamata. Saya pun menyerah dan segera naik ke perahu. Pak pemandu yang melihat saya meler-meler mengatakan dengan santai kalau air laut adalah obat Covid. Ya, tapi gak sampai kelabakan juga kali?!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adik saya pun naik perahu. Adik saya sepertinya menikmati snorkeling tadi, kelihatan dari mukanya yang berseri-seri setelah snorkeling. Pak pemandu&amp;nbsp;pun berkata bahwa adik sampai bernyanyi saking gembiranya. Kami semua kembali ke pantai untuk menjemput yang di pantai Cikadal.&lt;/p&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-permalink=&quot;https://www.instagram.com/p/CViAel4t7fy/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; data-instgrm-version=&quot;14&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border-radius: 3px; border: 0px; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.5) 0px 0px 1px 0px, rgba(0, 0, 0, 0.15) 0px 1px 10px 0px; margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0px; width: calc(100% - 2px);&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 16px;&quot;&gt; &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/CViAel4t7fy/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 19% 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;display: block; height: 50px; margin: 0px auto 12px; width: 50px;&quot;&gt;&lt;svg height=&quot;50px&quot; version=&quot;1.1&quot; viewbox=&quot;0 0 60 60&quot; width=&quot;50px&quot; xmlns:xlink=&quot;https://www.w3.org/1999/xlink&quot; xmlns=&quot;https://www.w3.org/2000/svg&quot;&gt;&lt;g fill-rule=&quot;evenodd&quot; fill=&quot;none&quot; stroke-width=&quot;1&quot; stroke=&quot;none&quot;&gt;&lt;g fill=&quot;#000000&quot; transform=&quot;translate(-511.000000, -20.000000)&quot;&gt;&lt;g&gt;&lt;path d=&quot;M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631&quot;&gt;&lt;/path&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/svg&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding-top: 8px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;color: #3897f0; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;&quot;&gt;View this post on Instagram&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 12.5% 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px;&quot;&gt;&lt;div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; flex-grow: 0; height: 12.5px; margin-left: 2px; margin-right: 14px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: 8px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;border-bottom: 2px solid transparent; border-left: 6px solid rgb(244, 244, 244); border-top: 2px solid transparent; height: 0px; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: auto;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;border-right: 8px solid transparent; border-top: 8px solid rgb(244, 244, 244); transform: translateY(16px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; flex-grow: 0; height: 12px; transform: translateY(-4px); width: 16px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;border-left: 8px solid transparent; border-top: 8px solid rgb(244, 244, 244); height: 0px; transform: translateY(-4px) translateX(8px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0px 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/CViAel4t7fy/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;A post shared by Ikhalid Rizqy Al Raihan (@ikhalidian)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//www.instagram.com/embed.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;p&gt;Begitu singgah di pantai, dua orang bersaudara tersebut sudah menunggu. Mereka pun naik perahu dan mengenakan pelampung. Semua siap untuk kembali ke muara Ciwaru. Hal lucu terjadi sebelum berangkat. Perahu tak sengaja bertabrakan dengan perahu nelayan lain yang baru datang. Mengetahui hal itu, pemandu bukannya marah-marah, malah bercanda dengan nelayan itu. Katanya sih untung saudara, jadi tidak masalah! Perahunya juga tidak mengalami kerusakan sehingga dapat berlayar dengan lancar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perahu kami berlayar kembali ke muara sungai Ciwaru. rutenya sama seperti kami berangkat. Setibanya di muara, kami turun dengan hati-hati lalu membayar tarif wisata. Tak lupa kami berterimakasih kepada pak Adi yang sudi mengantarkan kami berwisata di Ciletuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami segera kembali ke hotel. Waktu sudah menunjukkan hampir mendekati waktu Dzuhur. Begitu adzan berkumandang, kami shalat Dzuhur lalu berkemas dan bersiap-siap untuk pulang.&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Mampir ke Puncak Darma&lt;/h3&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Vog665nwfO8/YXo9z6gmfFI/AAAAAAAAaOE/l2dfm3fhBRIaicX1JmYLDmLGBhkttGiAgCPcBGAsYHg/s2048/IMG_20210822_121625.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;geopark ciletuh puncak darma&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1536&quot; data-original-width=&quot;2048&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Vog665nwfO8/YXo9z6gmfFI/AAAAAAAAaOE/l2dfm3fhBRIaicX1JmYLDmLGBhkttGiAgCPcBGAsYHg/w640-h480/IMG_20210822_121625.jpg&quot; title=&quot;puncak-darma-geopark ciletuh&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kawasan Geopark Ciletuh dari Puncak Darma&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam perjalanan pulang, kami semua merasa lapar setelah lama berlayar, terlebih saya sendiri yang kelabakan saat snorkeling. Kami pun mencari rumah makan sekitar Geopark Ciletuh&amp;nbsp; yang menyajikan kuliner khas laut. Saat mencari rumah makan, kami mencari rumah makan yang ramai. Biasanya, kalau ramai tandanya rumah makan tersebut enak.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, rumah makan yang ramai tak dapat kami jumpai. Mungkin karena lagi masa pandemi, kunjungan wisata sepi jadi rumah makan ikut kena getahnya. Setelah beberapa pencarian, kami menemukan rumah makan yang lumayan ramai. Ayah dan saya pun turun dari mobil. Namun, ayah malah cepat kembali ke mobil. Katanya, beliau ragu dengan pelayanannya. Iseng-iseng saya mengintip sambil mendekati salah satu meja. Ternyata benar, bukannya dilayani, kru rumah makan malah terlihat sibuk di meja kasir! Dengan muka kecewa saya kembali ke mobil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nama dan lokasi rumah makan tidak saya sebutkan untuk menjaga nama baik tempat tersebut. Pengalaman kalian mungkin berbeda ketika mengunjunginya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ayah pun menawarkan opsi lain, singgah ke objek wisata terdekat. tawaran pertama yang diajukan adalah Curug Cimarinjung. Air terjun yang dikenal karena tinggi dan pemandangan indah. Dari jalan terlihat curug dilatari tebing batu besar dan pemandangan sawah yang elok. Namun, kami menolak tawaran tersebut karena benar-benar lapar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perjalanan pun berlanjut. Ayah menawarkan pilihan lain. Pilihan tersebut adalah Puncak Darma. Kami pun menyetujuinya. Daripada tidak ke mana-mana, lebih baik ke Puncak Darma saja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Puncak Darma merupakan dataran tertinggi di Geopark Ciletuh. Ia berada di ketinggian 320 mdpl. Puncak Darma merupakan gerbang utama wisatawan ke Ciletuh. Kita dapat berfoto di sana dengan latar belakang Geopark Ciletuh yang unik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk masuk ke Puncak Darma, kami membayar tiket sebesar Rp 3000,00 di pos penjaga. Dengan membayar tiket, kita bisa berfoto di sana sampai puas. Di sana terdapat beberapa titik favorit foto, seperti patung huruf “PUNCAK DARMA” dan spot foto perahu. Namun, tanpa berfoto di kedua spot tadi, kita bisa mendapatkan foto yang menarik. Dari Puncak Darma, Geopark Ciletuh tampak seperti teluk besar membentuk tapal kuda. Sungguh pemandangan unik dan langka dari berbagai objek wisata di manapun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink=&quot;https://www.instagram.com/p/CUCOriKpORj/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; data-instgrm-version=&quot;14&quot; style=&quot; background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding:16px;&quot;&gt; &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/CUCOriKpORj/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot; background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;div style=&quot; display: flex; flex-direction: row; align-items: center;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;&quot;&gt; &lt;div style=&quot; background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot; background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 19% 0;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;&quot;&gt;&lt;svg width=&quot;50px&quot; height=&quot;50px&quot; viewBox=&quot;0 0 60 60&quot; version=&quot;1.1&quot; xmlns=&quot;https://www.w3.org/2000/svg&quot; xmlns:xlink=&quot;https://www.w3.org/1999/xlink&quot;&gt;&lt;g stroke=&quot;none&quot; stroke-width=&quot;1&quot; fill=&quot;none&quot; fill-rule=&quot;evenodd&quot;&gt;&lt;g transform=&quot;translate(-511.000000, -20.000000)&quot; fill=&quot;#000000&quot;&gt;&lt;g&gt;&lt;path d=&quot;M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631&quot;&gt;&lt;/path&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/svg&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding-top: 8px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot; color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;&quot;&gt;View this post on Instagram&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 12.5% 0;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;&quot;&gt;&lt;div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: 8px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot; background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot; width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: auto;&quot;&gt; &lt;div style=&quot; width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot; background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot; width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot; background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot; background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style=&quot; color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/CUCOriKpORj/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot; color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;A post shared by Ikhalid Rizqy Al Raihan (@ikhalidian)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;script async src=&quot;//www.instagram.com/embed.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengunjung Puncak Darma siang itu terbilang sedang, tidak ramai tidak pula sepi. Cuaca panas mungkin jadi penyebabnya. Kami sekeluarga pun bisa berfoto dengan leluasa. Tapi emang dasarnya agak malas difoto, saya lebih mengambil gambar pemandangan Geopark Ciletuh dari Puncak Darma. Sisanya, saya hanya foto-foto di patung “PUNCAK DARMA” dan foto dengan latar belakang Geopark Ciletuh. Maunya foto-foto di spot perahu, tapi saya takut perahunya roboh karena keberatan badan.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-QVhzJFsvgf4/YXpUduxQ_mI/AAAAAAAAaOQ/H_GsczBtNhghI_xG477Iv1MnsoiRw0kBgCPcBGAsYHg/s2048/IMG_20210822_121457.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;perahu puncak darma geopark ciletuh&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1536&quot; data-original-width=&quot;2048&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-QVhzJFsvgf4/YXpUduxQ_mI/AAAAAAAAaOQ/H_GsczBtNhghI_xG477Iv1MnsoiRw0kBgCPcBGAsYHg/w640-h480/IMG_20210822_121457.jpg&quot; title=&quot;perahu-puncak-darma-geopark-ciletuh&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Anjungan perahu di Puncak Darma&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;Setelah puas foto-foto, kami kembali ke mobil untuk pulang. Pemandangan Ciletuh selama perjalanan pulang sangat memukau, kontras dengan perjalanan ketika berangkat. Di sisi jalan terlihat tebing-tebing menjulang dan lautan luas menghampar. Jalanan yang naik turun bukan jadi halangan, tertutupi dengan pemandangan yang apik. Setibanya di Pelabuhan Ratu, kami menyempatkan makan siang di pasar ikan lalu kembali ke rumah.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/2767313894864570274/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2021/10/jelajah-ke-geopark-ciletuh.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/2767313894864570274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/2767313894864570274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2021/10/jelajah-ke-geopark-ciletuh.html' title='Jelajah ke Geopark Ciletuh'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-CedSZ3iWiSM/YXlxDz1JS_I/AAAAAAAAaMY/XE9msJz2HZg6wYsoQmNo0HlnmywxEqgzQCPcBGAsYHg/s72-w640-h480-c/IMG_20210822_122040.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>7</thr:total><georss:featurename>3FXR+4W2, Dusun I, Demangan, Kec. Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 63471, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.9022273999999992 111.4922661</georss:point><georss:box>-7.9107291044542443 111.48368303115234 -7.8937256955457542 111.50084916884765</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-9142737905944941871</id><published>2021-09-21T09:41:00.005+07:00</published><updated>2021-09-21T19:49:35.843+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan Hidup"/><title type='text'>Hiatus</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-tlj-8aPuqwk/YUjMAu5uv4I/AAAAAAAAZ7g/qtOs_ODpy88tzCZo9CX4I3Rwc0ljFnuwACLcBGAsYHQ/s960/To-Do-List-Plan-Pen-Tasks-Checklist-To-Do-Do-5807198.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;640&quot; data-original-width=&quot;960&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-tlj-8aPuqwk/YUjMAu5uv4I/AAAAAAAAZ7g/qtOs_ODpy88tzCZo9CX4I3Rwc0ljFnuwACLcBGAsYHQ/w640-h426/To-Do-List-Plan-Pen-Tasks-Checklist-To-Do-Do-5807198.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hiatus memiliki banyak makna, setidaknya itulah yang dijelaskan dalam&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.merriam-webster.com/dictionary/hiatus&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Merriam-Webster&lt;/a&gt; . Arti kata pertama adalah jeda atau selisih yang ada dalam objek material. Arti berikutnya adalah jeda di dalam waktu atau hal yang berlanjut. Kedua makna yang berbeda tersebut bermuara pada satu kesimpulan, yaitu adanya jeda atau selisih antara dua ruang atau waktu.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hiatus sendiri memiliki istilah sepasang. Istilah tersebut adalah vakum. Keduanya sering digunakan di kalangan umum untuk menggambarkan masa jeda yang diambil oleh seseorang di antara dua waktu pekerjaan. Bedanya, hiatus memiliki waktu yang telah ditentukan, sedangkan vakum tidak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penggunaan hiatus dalam budaya saat ini didominasi oleh para pekerja seni. Mungkin istilahnya lebih keren di media massa. Dari penelusuran saya di google (1 September), berita yang menggunakan istilah hiatus merujuk kepada artis-artis Korea yang kembali manggung setelah lama vakum. Media banyak menggunakan hiatus, entah keren-kerenan atau memang sudah ditentukan masa istirahatnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasanya cukup untuk membahas apa makna hiatus. Kali ini, saya ingin langsung berbagi cerita dari vakumnya blog ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya terakhir kali update blog pada 27 Agustus 2021 lalu yang berjudul “&lt;a href=&quot;https://www.ikhalidian.my.id/2021/08/perlunya-hati-dan-niat-yang-mantap.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Perlunya Hati dan Niat yang Mantap&lt;/a&gt;”. Artikel tersebut sebenarnya merupakan hasil tongkrongan saya dengan seorang teman semejak Idul Fitri yang lalu. Menuliskan cerita tongkrongan memang pernah saya coba, hasilnya adalah artikel yang berjudul “Menyelaraskan Personal Branding dan Relasi.” Alhamdulillah, interaksinya cukup baik. Banyak blogger yang berkomentar di blog saya. Sepertinya ini karena tulisannya sesuai dengan apa yang dibutuhkan orang dalam meniti kariernya. Namun, hasil kontras terjadi dalam artikel setelah ini. Saya menyelesaikan penulisan tersebut alakadarnya setelah mangkrak berbulan-bulan. Akhirnya saya tidak pede dengan hasilnya alhasil interaksi pun sangat minim.&lt;/p&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Mengapa sempat hiatus?&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Saya sempat berhenti ngeblog sementara waktu karena keterbatasan alat. Laptop yang saya gunakan sudah berumur lanjut. Laptop yang saya gunakan selama ini adalah Acer One, dibeli tahun 2015, saat masih mahasiswa baru. Dari awal masuk kuliah sampai mengerjakan skripsi, laptop itulah yang selalu menemani saya. terkadang saya juga menggarap urusan kantor pun ditemani laptop tersebut. Bahkan, saya pernah nekat menggunakannya untuk desain dengan Corel Draw dan editing video. Alhasil, performanya sudah tidak bisa diharapkan lagi. Sebentar-sebentar, ia sudah nge-lag. Butuh waktu lama untuk menunggu sampai kembali normal. Kadang-kadang saya tinggal untuk bikin kopi sembari menunggunya bisa digunakan lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, saya sempat galau untuk melanjutkan masa depan. Kegalauan saya lahir dari kebimbangan kapan dan di mana saya akan melanjutkan studi. Sudah hampir tiga tahun saya mengabdi dan belum ada kejelasan terkait masa depan. Di masa-masa itu, saya masih ragu memilih tempat kuliah (lagi). Beberapa tawaran kerja saya tolak agar saya bisa kuliah. Namun, hasilnya sama-sama nihil. Kondisi saya ini digambarkan dalam pepatah Minangkabau &quot;sikucapang sikucapeh, saikua tabang saikua lapeh &quot; yang artinya yang dikejar tidak dapat, yang sudah dipunyai lepas.&lt;/p&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Apa yang membuat kembali ngeblog lagi?&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Saya kembali mengumpulkan semangat untuk menyambung yang lama terputus, mengingat yang terlupa, dan mengerjakan apa yang belum dikerjakan. Hal pertama adalah perangkat yang sudah mumpuni. Saat saya pulang ke rumah selama dua pekan, saya ditawari laptop yang lebih baik. Kebetulan tetangga punya usaha laptop second dengan spesialisasi Lenovo ThinkPad. Spesifikasinya sudah tidak diragukan lagi. Ya sudah, saya ambil tawaran tersebut dan melepaskan laptop lama saya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di antara masa-masa kosong itu, saya membayangkan apa yang akan saya tulis di blog ini. Selama masa hiatus, saya bertemu dengan banyak orang, melalui banyak kejadian, membaca beberapa buku dan artikel, serta berplesir ke beberapa tempat. Dari beberapa pengalaman tersebut, kiranya ada beberapa yang saya rasa layak untuk dibagikan. Tinggal bagaimana saya menuangkannya ke dalam tulisan, seperti yang dikatakan Imam Syafii bahwa ilmu bagaikan tulisan dan tulisan adalah penikatnya, maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat.&lt;/p&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Apa yang harus dilakukan setelah masa hiatus?&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Banyak! Banyak yang harus saya lakukan setelah berlama-lama istirahat. Langkah pertama yang akan saya lakukan adalah sering-sering update blog ini. Tidak dari tampilan, tapi kontennya yang bertambah. Kebiasaan saya sebelumnya adalah gonta-ganti tampilan blog setelah lama tidak ngeblog. Untuk saat ini, saya akan fokus ke kontennya saja daripada buang-buang waktu untuk otak-atik layout, HTML, dan segala tetek bengeknya. Tentunya ini perlu inspirasi untuk mencari bahan yang pas dan meraciknya sampai menjadi konten yang berkualitas.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya adalah memperbanyak referensi untuk studi. Saya harus banyak-banyak mencari info untuk studi lanjut, baik di dalam maupun luar negeri. Saya mesti berdiskusi dengan banyak pihak tentang hal ini, mulai dari dosen, senior, atau teman-teman lain. Selain itu, saya harus pula mencari berita terkait informasi studi. Tak hanya itu, saya juga harus mempersiapkan berbagai persyaratan untuk melanjutkan kuliah lagi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak hanya tujuan studi, tapi juga bahan untuk apa yang mau diteliti untuk tesis. Myoritas perguruan tinggi yang saya cari menyaratkan pengiriman proposal tesis untuk pendaftaran. Maka dari itu, saya perlu mencari bahan-bahan bacaan untuk itu. Melihat pengalaman orang-orang yang sudah melanjutkan studi, ada yang mengembangkan skripsinya sebagai penelitian tesis. Lainnya ada yang mencari judul baru. Kiranya akan jadi pertimbangan saya untuk memilih pembahasan yang lebih tepat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, saya harus berlatih sebagai bekal persiapan kuliah. Sementara saya masih mengikuti kursus TOEFL yang sudah saya ceritakan sebelumnya. Tujuan saya agar mengerti skill apa saja yang harus dimiliki saat mengerjakan tes. Hitung-hitung sekalian mereview kembali pelajaran bahasa Inggris yang saya pelajari di masa sekolah dulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak lupa, saya juga perlu memulai transformasi nilai dan program kepada teman-teman staf baru. Sudah tiga tahun saya mengabdikan diri kepada universitas dan sudah banyak staf baru yang menggantikan mereka yang pulang. Hal ini bisa saya lakukan dengan saling mendengarkan keluh kesah mereka, mencarikan solusi terbaik, berbagi tugas, dan mendelegasikan beberapa tugas. Hal ini saya rasa perlu agar mereka siap bertugas apabila sewaktu-waktu saya harus kembali ke keluarga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cukup sekian dari apa yang saya tuliskan di sini tentang mengapa saya vakum sejenak dari blogging. Ngeblog terkadang menjemukan jadi perlu sedikit refreshing, tapi jangan terlalu lama refreshing-nya nanti malah keteteran. Untuk mengembalikannya, kita perlu banyak cari-cari inspirasi, bisa dari blogwalking, membaca buku atau artikel online, berjalan-jalan melihat alam sekitar dsb. Semakin banyak yang kita cari, semakin banyak inspirasi dan referensi masuk dalam diri kita. Wallahu a’lam.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/9142737905944941871/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2021/09/hiatus.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/9142737905944941871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/9142737905944941871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2021/09/hiatus.html' title='Hiatus'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-tlj-8aPuqwk/YUjMAu5uv4I/AAAAAAAAZ7g/qtOs_ODpy88tzCZo9CX4I3Rwc0ljFnuwACLcBGAsYHQ/s72-w640-h426-c/To-Do-List-Plan-Pen-Tasks-Checklist-To-Do-Do-5807198.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-7147846066501893758</id><published>2021-08-27T20:47:00.003+07:00</published><updated>2021-09-21T19:47:39.191+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan Hidup"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah"/><title type='text'>Perlunya Hati dan Niat yang Mantap</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-833MlJR8dHI/YSjs4r4UcKI/AAAAAAAAZ4U/EAk5otarJp80hQ6zf7Ox94MaOZfb0zZRwCLcBGAsYHQ/s1920/can-1373480_1920.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1280&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-833MlJR8dHI/YSjs4r4UcKI/AAAAAAAAZ4U/EAk5otarJp80hQ6zf7Ox94MaOZfb0zZRwCLcBGAsYHQ/w640-h426/can-1373480_1920.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Suatu hari, Buya Hamka pernah dikunjungi seorang tamu. Sang tamu kemudian berkata dengan berapi-api, “Subhanallah Buya! Sungguh saya tidak menyangka. Ternyata di Mekkah itu ada pelacur, Buya. Kok bisa ya Buya? Ih. Ngeri!” Dia menceritakan pula bahwa pelacur di sana berhijab dan bercadar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span id=&quot;docs-internal-guid-f195030d-7fff-3935-48a7-b508eab3e94f&quot;&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“O ya?”, sahut Buya Hamka. “Saya baru saja dari Los Angeles dan New York, dan masyaAllah, ternyata di sana tidak ada pelacur!” Jawab beliau tegas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Ah mana mungkin Buya, di Makkah saja ada kok. Apalagi di Amerika, pasti banyak lagi,” kata sang tamu, hampir tak percaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Kita ini memang hanya akan dipertemukan dengan apa-apa yang kita cari.” Jawab Hamka dengan tenang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&quot;Meskipun kita ke Mekkah, tetapi jika yang diburu oleh hati adalah hal-hal yang buruk, maka setan dari golongan jin dan manusia akan berusaha membantu kita untuk mendapatkannya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&quot;Meskipun kita ke Mekkah, tetapi jika yang diburu oleh hati adalah hal-hal yang buruk, maka setan dari golongan jin dan manusia akan berusaha membantu kita untuk mendapatkannya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Tetapi sebaliknya, sejauh perjalanan ke New York, Los Angeles, bila yang dicari adalah kebajikan dan kebaikan, maka segala kejelekan akan enggan dan bersembunyi” pesan beliau menutup percakapan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Ada pesan tersendiri dari percakapan antara Buya Hamka dan tamunya tersebut. Di manapun kita berada, jika kita mencari keburukan tempat tersebut, kita pasti akan menemukannya. Terlepas tempat tersebut adalah tempat suci sekalipun. Sebaliknya, kendati tempat yang kita tinggali adalah tempat yang buruk, jika hati kita dipenuhi kebaikan, maka kita akan menemukan kebaikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Sejatinya, hati kita adalah bagian penting dalam merespons semua perkara. Hati yang bersih akan melahirkan sikap dan perilaku yang baik,, seburuk apapun kondisi yang kita hadapi. Hati yang bersih akan menciptakan kedewasaan dalam bertindak. Tindakan yang tepat dapat menghasilkan buah yang baik bagi kemaslahatan bersama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Dulu, saya beberapa kali mendengar nasihat dari beberapa senior yang pernah merasakan asam garam hidup di luar pondok. Banyak yang memotivasi saya untuk melanjutkan studi sampai lulus di pondok. Sampai-sampai muncul pernyataan, “Di luar sana banyak maksiat di mana-mana!” Saya yang waktu itu masih bocah ingusan mengiyakan ungkapan tersebut. Dan, benar saja! Apa yang disampaikan terjadi dalam realitas kehidupan saya. Banyak hal yang saya temukan berbeda dengan apa yang didapatkan di pondok dulu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Namun, semakin waktu, saya mencoba menyikapi kemaksiatan yang ada di luar dengan lebih bijak secara perlahan. Pernah dalam suatu pertemuan antara mahasiswa HI di Riau, acara tersebut ditutup dengan party layaknya diskotik. Ada seorang teman yang dianggap pimpinan rombongan mencegat saya dan teman-teman untuk mengikuti acara tersebut. Gestur yang ditampilkannya lebih seperti pengaman mengusir kerumunan ketika seorang tamu VIP datang. Saya pun mundur ke pojok ruangan acara, mengambil air minum sambil sesekali joget-joget kecil di pojokan. Bagi saya waktu itu, ya kalau memang tidak baik, tinggalkan saja! Toh, masih ada orang lain yang memang tidak ikut party bahkan keluar ruangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Ada lagi cerita ketika malam takbiran di rumah. Waktu itu saya berisitirahat sejenak di teras masjid selepas melantunkan takbir. Tiba-tiba datang tiga orang anak mengajak saya pergi. Kebetulan saya membawa sepeda motor dan hanya motor itulah yang ada di masjid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Ayo, kak, ke depan!” kata seorang anak sambil menunjuk gerbang komplek. Sebut saja namanya Ical&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Mau ngapain?” tanyaku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Ke depan, kak! Jajan. PS-an” ujar temannya. Sebut saja Putra.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Mau naik apa?” Tanyaku lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Naik motor kakak, lah! Itu kan ada motor.” Jawab Ical.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Dalam hati saya berkata, ini gak bener! Lha wong ke masjid mau takbiran malah ngajak main PS. Mereka juga masih SD, masak main PS malam-malam? Lagipula, mau naik motor berempat, tidak aman juga.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Memori saya pun seketika kembali ke kejadian menyakitkan waktu KKN. Kala itu, saya melaksanakan KKN di desa Banaran di ujung timur Ponorogo yang terkenal bergunung-gunung. Saya pernah mengajak tiga orang anak keliling desa setelah mengajar TPA dengan naik motor. Jadilah saya nekat berboncengan empat. Begitu melewati tanjakan yang lumayan curam, tangan dan kaki saya tidak siap mengendalikan motor karena terganggu oleh anak-anak yang saya boncengi. Akhirnya, motor saya terguling jatuh ke sisi kiri jalan kampung. Untungnya tidak ada yang terluka parah. Tapi, saya diingatkan teman seposko untuk berhati-hati dan tidak sembarangan mengajak anak berjalan-jalan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Kembali ke cerita malam takbiran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Akhirnya, saya menolak ajakan bocah-bocah komplek tadi. “Udah, ah! Berangkat aja sono!” ujarku tegas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Ih, kak! Gak ada lagi!” Kata Putra sedikit memaksa. Saya pun mengingatkan kejadian saya dulu kepada anak-anak tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Ya udah, deh! Sama si Ahmad, dah!” Icad menyahut. Mereka bersiasat dengan mebujuk saya sambil membawa-bawa Ahmad (bukan nama aslinya), adik kelas saya di pondok yang baru saja lulus. Sepertinya, niat mereka agar saya dan Ahmad membarengi mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Enggak! Enggak! Lu ke sono aja sendiri, dah! Gua di sini aja, capek! Jawabku sambil mengusir mereka. Mereka pun pergi dengan muka masam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Padahal, niat awal saya ke masjid untuk takbiran. Begitu pula dengan anak-anak komplek tersebut. Lha, koq malah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: italic; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;ngajak &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;main PS?! Berarti niat mereka sudah tidak lagi untuk menggemakan asma Allah tersebut. Apalagi, pantaskah anak seusia sekolah main PS di rental malam-malam? Gimana reaksi orang tuanya kalau tahu anaknya melakukan demikian? Takbiran koq PS-an?!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Pada akhirnya, semua perbuatan kembali ke niat dalam diri masing-masing. Jika berniat melakukan hal baik, maka akan dimudahkan jalannya menuju kebaikan. Begitu pun sebaliknya, jika berniat hal jelek, maka ada saja kesempatan untuk berbuat jelek.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Namun, lain hal apabila kita berubah niat di tengah jalan. Bisa jadi ada bisikan-bisikan yang menghantui pikiran. Kita pun terbawa hawa nafsu dan bisikan setan selama mengerjakan sesuatu. Akibatnya, hal-hal buruk yang tidak kita inginkan pun akan terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 11pt; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Makanya, keteguhan hati dan ketulusan niat sangat perlu dalam melangkah. Hati dan niat yang kuat akan memantapkan lankah kita menuju proses yang positif maka hasilnya pun akan positif. Mintalah pertolongan kepada Allah agar hati kita kuat dan selalu dalam jalan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/7147846066501893758/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2021/08/perlunya-hati-dan-niat-yang-mantap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/7147846066501893758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/7147846066501893758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2021/08/perlunya-hati-dan-niat-yang-mantap.html' title='Perlunya Hati dan Niat yang Mantap'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-833MlJR8dHI/YSjs4r4UcKI/AAAAAAAAZ4U/EAk5otarJp80hQ6zf7Ox94MaOZfb0zZRwCLcBGAsYHQ/s72-w640-h426-c/can-1373480_1920.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-4057633380132051525</id><published>2021-05-21T06:55:00.003+07:00</published><updated>2021-09-26T21:14:17.459+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan Hidup"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Personal Branding"/><title type='text'>Menyelaraskan Personal Branding dan Relasi</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-f4Ox4OTs7oo/YKb2Xc3zJZI/AAAAAAAAZNo/R92ZBnoW3dAtGT-OckjarCGLQMgTgrzoACLcBGAsYHQ/s2048/5150333.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1365&quot; data-original-width=&quot;2048&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-f4Ox4OTs7oo/YKb2Xc3zJZI/AAAAAAAAZNo/R92ZBnoW3dAtGT-OckjarCGLQMgTgrzoACLcBGAsYHQ/w640-h426/5150333.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Tulisan ini adalah hasil nongkrong saya dengan teman berbeda di momen yang berbeda. Tongkrongan pertama bermula saat saya mengembalikan kunci motor seorang teman, lalu ngobrol hingga membahas tentang masa depan. Tongkrongan kedua di waktu buka puasa bersama, masih bercerita tentang kelanjutan studi ke depan (sama aja masa depan, sih!). Kedua momen tersebut memang terjadi berdekatan. Namun, setelah berkontemplasi dalam mimpi dan renungan &lt;strike&gt;sambil berak&lt;/strike&gt;, ada hal penting yang bisa saya ambil dari kedua tongkrongan tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span id=&quot;docs-internal-guid-6ce9d12e-7fff-4dc4-8d89-8119bd006bc4&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Bukan soal masa depan. Setiap orang punya masa depannya masing-masing yang menurut saya tidak perlu dibandingkan. Ada yang mau lanjut kuliah lagi, ada yang mau membuka bisnis, itu terserah masing-masing. Saya tidak mau membahas pilihan orang lain yang sama-sama baik. Yang ingin saya bahas adalah jalan menuju masa depan itu sendiri: Yakni membangun personal branding dan relasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Tulisan ini bukanlah tulisan dari seorang pakar bisnis atau tetek bengeknya. Ini adalah opini murni hasil renungan pribadi. Jadi, tulisan ini terbuka untuk diskusi. Silakan didiskusikan sekiranya perlu didiskusikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Personal branding adalah penting ketika kita memulai usaha di samping niat dan tekad yang kuat, usaha apapun itu! Personal branding penting karena dengannya lah kita mampu mengenalkan usaha kita lebih luas. Awalnya kita dikenal dulu aja, kira-kira begitulah kata teman saya. Bahkan, dia mengatakan kalau memulai usaha dari awal itu salah! Saya sendiri punya pendapat agak lain. Tidak salah jika ia mengatakan demikian, akan tetapi personal branding-lah yang menjadi langkah awal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; font-weight: 700; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Personal Branding sebagai Langkah Awal&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Personal branding adalah proses yang dilakukan seseorang dalam mempertahankan dan mempromosikan jati diri seseorang. Personal branding bisa diartikan sebagai bagaimana cara kita mengenalkan diri kita kepada khalayak ramai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Adalah hal wajar apabila seseorang suka dikenal eksistensinya. Rasa dikenal orang akan menimbulkan perasaan suka diakui, lebih jauh lagi sampai dipuji orang lain. Apalagi di era milenial, generasinya lebih fokus kepada eksistensi diri daripada sekadar materi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Hati senang walaupun tak punya uang.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Kira-kira lirik lagu itulah yang cukup mewakili. Orang zaman sekarang lebih mendahulukan eksis di media sosial. Makanya tidak heran ada beberapa orang yang mengorbankan rasa malu demi dikenal di dunia maya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Ada hal yang lebih penting dari proses tersebut; yakni apa yang akan kita perkenalkan kepada orang lain. Maksudnya adalah kita mengenalkan diri dengan karakter kita. Karakter itulah yang menciptakan persepsi bagaimana orang lain menilai kita. Dengan mengenal karakter, seseorang bisa menilai dan memutuskan untuk bekerjasama atau mempromosikan kita ke jenjang yang lebih tinggi. Kita ingin dikenal sebagai apa, nih? Apakah sebagai orang yang pekerja keras, kreatif, tekun atau yang laun. Nah, mengenalkan karakter kita juga adalah salah satu personal branding!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Banyak jalan untuk melakukan personal branding. Hal determinan pertama adalah menentukan siapa kita. Kita perlu mengetahui diri kita terlebih dahulu. Proses ini perlu banyak-banyak introspeksi diri, apa kelebihan dan kekurangan kita, apa tujuan personal branding kita, skill apa yang bisa kita tunjukkan, apa kontribusi untuk masyarakat dsb. Jika kita sudah bisa menentukan, kita pun bisa mengenal diri kita hingga bisa menjelaskannya kepada orang lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Orang yang punya jati diri adalah orang yang tahu diri.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Ada seorang teman yang curhat karena dia bingung bagaimana meneruskan kehidupan setelah wisuda. Dia dilema antara melanjutkan studi atau berwirausaha. Ia minder untuk melanjutkan program pascasarjana karena dia merasa dia tidak terlalu baik dalam akademik, sedangkan berwirausaha pun belum punya modal. Dalam curhatannya, ia mengaku bahwa akademiknya pas-pasan karena waktunya sebagian tersita untuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Buat saya, itu bukan masalah! Kegiatannya di UKM pun sudah bisa menjadi nilai lebih untuk pengenalan dirinya. Keorganisasian dan skill yang diasah selama beraktivitas di UKM merupakan modalnya. Kalau mau dikembangkan, perlulah kiranya untuk mempertanyakan lagi sumbangsih apa yang bisa diberikan dari apa yang telah digeluti di UKM-nya. Apabila ada kurang, baiknya ditingkatkan lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Ada pula yang berujar kalau lulusan pesantren tidak kalah dalam pengembangan citra diri. Kemampuan berbahasa bisa menjadi bekal utamanya. Dari kemampuan tersebut, alumni pesantren bisa mencari penghidupannya dengan mengajar bahasa asing di tempat tinggalnya. Dihitung-hitung, penghasilannya bisa dibilang lumayan apalagi kalau lingkungannya masih jarang orang yang bisa berbahasa asing. Tinggal melengkapi diri dengan kemampuan lain dan mempelajari kondisi sosial di sekitarnya agar dapat diterima oleh masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; font-weight: 700; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Sekolah untuk Membangun Relasi&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Masa pendidikan di sekolah merupakan masa membentuk jati diri. Sekolah adalah tempat belajar berbagai macam pengetahuan. Sekolah juga salah satu miniatur kehidupan bermasyarakat di mana siswa berlatih tata krama, bagaimana menghormati guru dan siswa lebih tua, teman sesama, dan adik kelas. Selain itu, sekolah merupakan tempat pengembangan diri siswa dengan kehidupan kurikuler dan ekstrakurikuler yang ada. Sarana prasarana sekolah pun dirancang untuk menunjang pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;ternyata, sekolah memiliki fungsi yang lebih dari itu! Sekolah juga merupakan wadah untuk mencari dan membangun relasi. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, ia adalah miniatur masyarakat. Ia sengaja didesain untuk menciptakan siswanya siap menghadapi masyarakat sebenarnya. Beberapa sekolah selalu menggaungkan jargon “Siap kuliah, Siap kerja!” Itu mungkin harapan agar lulusannya mampu melanjutkan masa depannya dengan kuliah dan bekerja di manapun. Sekolah pun membekali siswanya dengan berbagai keterampilan demi pencapaian itu. Akan tetapi, ada lagi yang lebih penting, yaitu bagaimana agar mereka mampu hidup bermasyarakat dalam dunia kerjanya. Maka, disiapkan pula tata krama dan tata laku yang harus ditaati siswa dalam kehidupan di sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Bagaimana sekolah bisa menjadi alat membangun relasi?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Sekolah dapat membangun relasi dari dua hal. Pertama, relasi bisa didapatkan dari branding sekolah berasal. Sudah lumrah di kalangan kita bahwa lulusan dari sekolah-sekolah unggulan mampu menciptakan masa depannya lebih cerah. Bisa berkuliah di luar negeri, kerja di perusahaan bergengsi, dapat promosi ke jenjang yang lebih tinggi, itulah contohnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Saya bukan ingin membesar-besarkan sekolah favorit atau mendiskreditkan sekolah yang bukan sekolah favorit, tapi itulah realita yang terjadi di masyarakat saat ini. Orang tua pun menyekolahkan anaknya ke sekolah-sekolah berlabel favorit agar anak berprestasi dan berprestise lebih daripada bersekolah di sekolah biasa. Akibatnya, teuntu ada kesenjangan antara siswa dari sekolah favorit dan sekolah non-favorit. Seakan-akan, sekolah favorit berisi murid-murid kaya dan berprestasi tinggi dan sekolah non-favorit berisikan murid yang kurang berprestasi. Jangankan buat mencarikan memfasilitasi prestasi, untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar saja kesusahan?!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;kedua, oran yang belajar dengan merantau dapat memiliki relasi lebih luas. Dengan mengenal teman dari latar belakang yang berbeda, kita dapat mengerti warna-warna orang dari berbagai daerah. Selain itu, ada pengalaman tersendiri ketika hidup di rantau orang. Sebagai perantau, kita harus bertahan hidup dengan suasana berbeda dari yang ada di rumah. Mau tidak mau kita harus berhubungan baik dengan orang-orang baru di sekitar kita dan saling membantu mereka, sebagai saudara senasib seperantauan sepenanggungan. Pengalaman ini yang membentuk hubungan lebih baik dibandingkan jika menetap di tempat tinggal sendiri. Selain mendapat ilmu pengetahuan, pelajaran hidup dan relasi pun didapatkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Terkadang, bersekolah di perantauan lebih diperhitungkan di masyarakat. Kita sering mendengar komentar “Wah, lulusan pesantren mana, nih?” “Masnya kuliah di mana?” atau sebangsanya. Terlebih jika kita hidup di masyarakat rural yang mayoritas tinggal di desa sendiri (hal ini pun agaknya sudah berubah mengingat kesempatan anak muda untuk merantau lebih besar). Masyarakat tentu akan memperhitungkan warganya yang kembali dari perantauan, lalu memanfaatkan mereka untuk berbagai keperluan karena dianggap lebih canggih dan berpengetahuan lebih luas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Tentu saja hal ini perlu diimbangi dengan sejauh mana kemampuan kita. Siapkah kita untuk kembali? Sudah cukupkah bekal kita yang akan dibawa ke masyarakat? Hal yang lebih dibutuhkan oleh masyarakat adalah apa yang bisa disumbangkan kepada masyarakat kelak. terlepas apa dan bagaimana kita belajar di luar sana. Oleh karenanya, kita perlu membekali sebelum kembali ke masyarakat. Jangan sampai kita mengecewakan keluarga karena merantau tanpa hasil berarti. Akhirnya, ia akan merusak nama baik kita, almamater, serta dapat memperburuk hubungan baik kita karena tidak dipercaya oleh orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Pada akhirnya, kita pun perlu memperbaiki diri serta membangun relasi baik dengan orang lain. Bukan maksud mencari muka, namun agar kepercayaan terbangun di antara sesama. Kalau rasa kepercayaan sudah terbangun, bukan tidak mungkin hubungan kita dengan siapapun akan terjaga. Dengan terjaganya hubungan baik, kesuksesan pun akan mampu dicapai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 10pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Wallahu a’lam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.freepik.com/vectors/marketing&quot;&gt;Marketing vector created by freepik - www.freepik.com&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/4057633380132051525/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2021/05/menyelaraskan-personal-branding-dan.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/4057633380132051525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/4057633380132051525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2021/05/menyelaraskan-personal-branding-dan.html' title='Menyelaraskan Personal Branding dan Relasi'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-f4Ox4OTs7oo/YKb2Xc3zJZI/AAAAAAAAZNo/R92ZBnoW3dAtGT-OckjarCGLQMgTgrzoACLcBGAsYHQ/s72-w640-h426-c/5150333.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-4443539989642091592</id><published>2021-04-20T20:50:00.002+07:00</published><updated>2021-04-20T20:50:37.061+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Blogging"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah"/><title type='text'>Tahun Baru, Alamat Baru</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-f8yjjsLy450/YH7b8XnsLFI/AAAAAAAAY-E/8ZmeS0uL9SUNq8wiOWDrvs6WYVfFwB_2QCLcBGAsYHQ/s2048/Tahun%2BBaru%2BAlamat%2BBaru.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1152&quot; data-original-width=&quot;2048&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-f8yjjsLy450/YH7b8XnsLFI/AAAAAAAAY-E/8ZmeS0uL9SUNq8wiOWDrvs6WYVfFwB_2QCLcBGAsYHQ/w640-h360/Tahun%2BBaru%2BAlamat%2BBaru.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Di tahun lalu, kita sudah berjuang melewati fase hidup yang berat. Tahun ini, kita sudah mampu sedikit berdamai dengan keadaan. Memang, pandemi belum usai. Namun, adaptasi kebiasaan baru (saya lebih suka istilah ini daripada new normal) membiasakan kita untuk melakukan sesuatu dengan cara baru dan berbeda. Yang paling terasa di sini adalah kuliah online. Dulu, mahasiswa mau gak mau harus bergegas siap-siap ke kelas untuk kuliah sebelum diusir dosen. Sekarang, mahasiswa sudah bisa kuliah di &lt;strike&gt;tempat tinggal&lt;/strike&gt; asrama masing-masing. Asal online dan berpakaian rapi sudah cukup buat kuliah. Akan tetapi, hal gak enak dari kuliah online adalah tugasnya. Numpuk, coy!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Saya sendiri tak ketinggalan untuk membuat hal baru. Paling penting adalah memperbarui niat nge-blog lagi. Maklum, saya baru menulis satu artikel sebelum artikel ini. Dikit banget, dah! 2021 sudah berjalan 4 bulan koq baru 1 artikel yang tayang?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Lha wong nganu! Udah gak pernah jalan-jalan lagi. Jadi bingung mau blognya mau diisi apa!&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Daripada bingung, saya akan bercerita tentang blog ini. Ada hal baru dari blog ini. Blog ini sudah ganti alamat ke ikhalidian.my.id. Meskipun ganti alamat, isinya tidak berubah, koq! Jadi, buat yang mau baca artikel terdahulu, cek saja arsip atau label! Ada cerita di balik pergantian alamat ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; font-weight: 700; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Gimana Ceritanya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Tahun 2020 lalu, saya sudah ada keinginan untuk menamai blog ini dengan ikhalidian. Lebih enak aja buat diucapkan daripada menggunakan nama sebelum ini (alraihan(dot)id, digunakan kurun waktu 2016-2017an). Namun, apa daya takdir tidak berjodoh. Ketika saya buka idwebhost, domain dengan nam tersebut tidak tersedia. Utak-atik nama,muncullah ide nama ianikhalid. Setelah buka-buka lagi idwebhost, nama itu ternyata tersedia. Saya belum kepikiran untuk melirik domain my.id, masih ngebet punya domain .com. Alasannya sih, waktu itu masih mikir domain my.id adalah domain murahan. Enggak bisa menarik pembaca sebanyak domain .com.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Setahun berlalu, saya masih mapan di alamat ianikhalid.com. Sebenarnya, masih pengen punya nama ikhalidian. Agak aneh kalau melafalkan ianikhalid. Gak marem rasanya di mulut! Cuman ya gimana lagi, udah terlanjur beli! Mosok sudah beli mahal-mahal tidak dimanfaatkan? Saya maksimalkan sebaik mungkin dengan artikel-artikel menarik seperti cerita jalan-jalan. Hasilnya lumayan, pengunjung pun meningkat! Komentar banyak berdatangan berbanding tahun-tahun sebelumnya yang sepi dari komentar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Sayang, romantisme (gak romantis-romantis amat, sih!) dengan ianikhalid.com harus berakhir pada Februari 2021 lalu. Ketika itu, saya yang jarang banget buka idwebhost kepikiran untuk membukanya lagi. Tiba-tiba, nongol notifikasi kalau domain.com-nya menuju jatuh tempo! Masalahnya bukan cuma jatuh tempo, tapi juga biaya perpanjangannya juga mahal!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Dari situlah terpikir untuk pindah alamat. Saya penasaran dengan domain my.id. Cek harga, ternyata murah pake banget! Lebih murah dari kuota bulanan. Setelah mendaftar, saya memilih metode pembayaran dengan transfer. Transfer ternyata tidak semudah biasanya; ATM yang saya tuju sedang dalam perbaikan. Pindah ke ATM lain, sama saja! Akhirnya pindah metode pembayaran ke pembayaran via Alfamart. Ternyata tidak mudah juga; Alfamart yang jadi tujuan saya berada di sekitar alun-alun Ponorogo yang jaraknya ± 7 km. Masuk Alfamart, ternya mbak-mbaknya malah gak paham. Piye tho mbak, mbak??? 😪. Saya pun pindah ke Alfamidi yang masih satu jalan. Untungnya kali ini mas-mas kasir paham. Saya kasih kode booking, langsung bisa bayar. Setelah membayar, saya pulang dan otak-atik blod. Akhirnya nama baru pun lahir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; font-weight: 700; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Ada Apa dengan ikhalidian?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Awalnya saya tidak ada bayangan apa-apa terkait nama ini. Ikhalidian hanyalah gabungan dari dua kata dalam nama saya: Ikhalid dan Ian. Ikhalid adalah nama depan, dan Ian adalah nama panggilan saya di rumah. Dua kata tersebut saya tuangkan dalam nama blog ini. Lha wong sudah dikasih nama bagus-bagus dari orang tua koq tidak digunakan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Selain itu, dibandingkan dengan nama sebelumnya, ikhalidian lebih enak diucapkan. Nama blog ini lebih enak diucapkan karena lebih mengalir di mulut saya. Apalagi, nama ikhalidian diakhiri dengan huruf “N” yang enteng, dibandingkan dengan ianikhalid yang berakhiran “D”. Kedengarannya seperti berakhiran “T” yang akibatnya bisa salah alamat. Mosok harus pake qolqolah biar gak salah?!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Lagipula, nama ikhalidian lebih runtut secara penulisan dibandingkan ianikhalid. Kebiasaan yang umum berlaku dalam penulisan nama adalah menuliskan nama depan baru diikuti julukannya. Contohnya: Surendro “Yoyo” Prasetyo (drummer Padi) atau Sergio “Checo” Perez (pembalap F1).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Hanya alasan tersebut di balik pemilihan nama ikhalidian. Itu saja!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Namun, ternyata menurut &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/2feldi/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Feldi&lt;/a&gt;, salah seorang sobat karib saya, susunan nama tersebut berarti kalau saya mau mencari pengikut. Itu terjadi ketika saya mengganti username &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/ikhalidian/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;instagram&lt;/a&gt; saya (saya sudah menggunakan ikhalidian sebagai username &lt;a href=&quot;https://twitter.com/ikhalidian&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Twitter&lt;/a&gt; dan Instagram sebelum nama blog ini). Feldi nyeletuk begitu mengetahui saya mengganti username, “Wih, mau nyari pengikut, nih?!” katanya. Waktu itu saya belum sadar betul akan hal itu. Akan tetapi, saya baru &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;ngeh&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt; kalau ternyata akhiran -ian diartikan sebagai teori, pemikiran, atau madzhab yang dinisbatkan kepada pencetusnya, seperti Grotian bagi teori hukum internasional yang digagas oleh Hugo Grotius. Ya, mudah-mudahan blog ini juga menelurkan buah pikir yang menginspirasi banyak orang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; font-weight: 700; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Mengapa my.id?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Domain my.id adalah domain level tinggi asli Indonesia selain .id dan turunannya. Domain ini ditujukan kepada blog personal di samping web.id. Untuk menggunakan domain ini, kita cukup melakukan verifikasi dengan alamat email aktif. Pendaftarannya bisa dilakukan di registrar-registrar resmi. Saya sendiri memesannya di idwebhost sejak 2016 ketika masih nekat pakai .id.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Menggunakan alamat my.id tentu saja ada alasannya. Alasan pertama adalah ia lebih murah. Harga domain my.id hanya berkisar Rp 10.000,00. Harga di setiap registrar mungkin akan berbeda. Silakan cek di setiap registrar terdaftar di &lt;a href=&quot;https://pandi.id/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;PANDI&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Buat blogger receh kayak saya, memilih domain my.id adalah pilihan yang pas. Dengan blog yang belum seberapa ini, blog bisa lebih berkualitas karena domain yang digunakan adalah domain level tinggi. Sudah top, murah pula! Tentu saja ada catatan: asalkan diisi dengan konten unik dan bagus.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Ada beberapa blogger yang menggunakan domain my.id yang biasa saya kunjungi. Ada &lt;a href=&quot;https://www.kanggmasjoe.my.id/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kanggmasjoe&lt;/a&gt; yang isinya curhatan pribadinya mas Dodo Nugraha. Adik-adik kelas alumni Gontor 2018 punya &lt;a href=&quot;http://inspiring.my.id&quot;&gt;inspiring.my.id&lt;/a&gt; untuk alamat website mereka. Ada banyak pula blogger dengan domain my.id yang kontennya seperti blog dengan domain .com. Kunjungan blognya juga cukup oke. Toh, kangmasjoe juga punya visitor yang lumayan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Mungkin itulah sedikit cerita di balik alamat baru blog ini. Mudah-mudahan bisa terus meningkatkan niat blogging saya (susah banget soalnya. Sumpah!) Saya menerima kritik, saran, dan masukan terkait apa yang perlu dibahas di blog ini. Semoga bisa menginspirasi teman-teman blogger lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/4443539989642091592/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2021/04/tahun-baru-alamat-baru.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/4443539989642091592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/4443539989642091592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2021/04/tahun-baru-alamat-baru.html' title='Tahun Baru, Alamat Baru'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-f8yjjsLy450/YH7b8XnsLFI/AAAAAAAAY-E/8ZmeS0uL9SUNq8wiOWDrvs6WYVfFwB_2QCLcBGAsYHQ/s72-w640-h360-c/Tahun%2BBaru%2BAlamat%2BBaru.png" height="72" width="72"/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-1194645658186412449</id><published>2021-01-11T08:31:00.005+07:00</published><updated>2021-09-26T21:14:44.745+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan Hidup"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Covid-19"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Indonesia"/><title type='text'>2020, Tahun untuk Bertahan</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-RWw40761j_s/X_unKW80OuI/AAAAAAAAYUY/c4RPaVlsV-0xIJ28VFxZpFjdBNMc_WbBgCLcBGAsYHQ/s1280/photo6330321339906370504.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;2020 tahun bertahan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;853&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-RWw40761j_s/X_unKW80OuI/AAAAAAAAYUY/c4RPaVlsV-0xIJ28VFxZpFjdBNMc_WbBgCLcBGAsYHQ/w640-h426/photo6330321339906370504.jpg&quot; title=&quot;2020-bertahan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Tahun 2020 sudah berlalu. Ia meninggalkan kesan mendalam bagi semua orang. Semua berubah, semua berbeda. Dulu yang bisa begini begitu, di tahun 2020 tak bisa lagi. Banyak pula yang akhirnya harus membubarkan diri karena tak kuat menahan gempuran keadaan.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Akar penyebabnya hanya satu, virus Corona! Virus yang terdeteksi di akhir tahun 2019 di China ini menyebar dengan cepat di seluruh dunia. Ia pun merambah Indonesia akhirnya pada Maret 2020 setelah berbagai upaya defensif dilakukan, mulai dari pengecekan suhu tubuh di setiap titik masuk, sampai upaya kocak pun dilakukan, salah satunya meluncurkan kalung anti corona. Entah apa efeknya, yang penting usaha dulu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Karena wabah ini pula Indonesia harus pontang-panting menangani pasien. Rumah sakit kewalahan menampung pasien. Berapa mobil ambulans harus berseliweran di jalanan untuk mengantar mereka yang sakit atau yang sudah meregang nyawa. Tenaga kesehatan harus berlelah-lelah melayani pasien sampai ada yang mengorbankan nyawa. Sampai 700 ribuan kasus terjadi, belum ada vaksin atau obat ampuh yang bisa menyembuhkan penyakit ini.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Tidak hanya masalah kesehatan, Covid-19 berimbas kepada perubahan pola sosial dan ekonomi negara. Orang-orang lebih memilih belanja secara daring dibandingkan di belanja di pusat perbelanjaan. Paling-paling, belanja di warung tetangga jadi solusi. Ke pasar jadi opsi darurat kalau kebutuhan di warung tidak dapat tercukupi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Bagi sebagian orang, tahun 2020 ini penuh dengan ketakutan. Takut keluar rumah, takut bekerja, takut sebagainya. Tahun ini pula, kita waspada. Waspada terhadap ancaman penyebaran, waspada terhadap ancaman keamanan karena lesunya ekonomi akibat pandemi, waspada terhadap fitnah-fitnah akibat wabah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Bagi saya, ada beberapa perubahan yang terjadi dalam hidup saya di tahun 2020. Saya harus mampu bertahan hidup dari serangan virus. Sebisa mungkin saya menghindari sakit agar tidak dikira kena virus Corona. Kan berabe kalau kena beneran, bisa-bisa satu lingkungan bisa tertular! Adapun usaha saya untuk tetap survive adalah menjaga kesehatan, tetap stay di kampus, mengenakan masker ke mana-mana, dan berolahraga.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;Tulisan saya ini terinspirasi dari tulisannya mas Anjas Permata di Kompasiana yang berjudul&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.kompasiana.com/thearchitect/5fe690f58ede4819b313ec82/2020-tahunnya-para-transformer&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;2020: Tahun Transformer!&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Di Kampus Aja&lt;/h3&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-7aE6ARFxN9E/X_up5W4tYdI/AAAAAAAAYU0/cvpV3-zjLNULkrDnodL05Jtwv7MneHKEgCPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200524_170416.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;senja di UNIDA Gontor&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-7aE6ARFxN9E/X_up5W4tYdI/AAAAAAAAYU0/cvpV3-zjLNULkrDnodL05Jtwv7MneHKEgCPcBGAsYHg/w640-h480/IMG_20200524_170416.jpg&quot; title=&quot;senja-unida-Gontor&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Menikmati senja di lapangan bola&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Sebenarnya saya tidak ada masalah ketika harus bermukim lama-lama di kampus, bahkan bisa dibilang betah. Akan tetapi, bermukim dalam kondisi serba tidak aman karena Covid-19 juga mengerikan. Serba dilema dalam kondisi seperti ini, mau jalan-jalan takut ketularan, mau di rumah bosan!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Dulu, kalau bosan dengan kerjaan kampus, saya bisa dan sempat buat refreshing, Minimal sepedaan atau berangkat ke kolam renang. Kalau ada teman, kami bisa berangkat ke telaga Ngebel. Atau bahkan bisa ngambil jatah buat nyepur di Malang. Pokoknya, asal ada uang dan waktunya mendukung, ayolah jalan-jalan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Namun, Covid-19 mengikis kesempatan refreshing saya. Ketika awal pandemi, saya jarang keluar kamar. Lama-lama, akhirnya bosan dan perlu juga buat pergi keluar. Ya udah, keluar kalau ada yang perlu misalnya belanja.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Bukan cuma bepergian, beranjak dari kamar pun jarang. Dari dulu saya memang orang yang jarang ke manapun kalau tidak perlu, kadang sampai mager. Paling-paling pergi sebentar untuk makan. Kadang-kadang juga patroli ke asrama-asrama mahasiswa sebentar lalu balik lagi. Saking jarang keluar kamar, saya sering ditanya orang-orang, “Kamu ke mana aja, lid?” Mereka sepertinya heran saya hampir tidak pernah keluar kamar. Yah, daripada keluar tanpa keperluan, mending mengerjakan segala sesuatu di kamar saja selagi mampu.&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Tidak Bisa Pulang&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-permalink=&quot;https://www.instagram.com/p/CAj0_H_D5nO/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; data-instgrm-version=&quot;13&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border-radius: 3px; border: 0px; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.5) 0px 0px 1px 0px, rgba(0, 0, 0, 0.15) 0px 1px 10px 0px; margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0px; width: calc(100% - 2px);&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 16px;&quot;&gt; &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/CAj0_H_D5nO/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 19% 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;display: block; height: 50px; margin: 0px auto 12px; width: 50px;&quot;&gt;&lt;svg height=&quot;50px&quot; version=&quot;1.1&quot; viewbox=&quot;0 0 60 60&quot; width=&quot;50px&quot; xmlns:xlink=&quot;https://www.w3.org/1999/xlink&quot; xmlns=&quot;https://www.w3.org/2000/svg&quot;&gt;&lt;g fill-rule=&quot;evenodd&quot; fill=&quot;none&quot; stroke-width=&quot;1&quot; stroke=&quot;none&quot;&gt;&lt;g fill=&quot;#000000&quot; transform=&quot;translate(-511.000000, -20.000000)&quot;&gt;&lt;g&gt;&lt;path d=&quot;M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631&quot;&gt;&lt;/path&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/svg&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding-top: 8px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;color: #3897f0; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;&quot;&gt; View this post on Instagram&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 12.5% 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px;&quot;&gt;&lt;div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; flex-grow: 0; height: 12.5px; margin-left: 2px; margin-right: 14px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: 8px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;border-bottom: 2px solid transparent; border-left: 6px solid rgb(244, 244, 244); border-top: 2px solid transparent; height: 0px; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: auto;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;border-right: 8px solid transparent; border-top: 8px solid rgb(244, 244, 244); transform: translateY(16px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; flex-grow: 0; height: 12px; transform: translateY(-4px); width: 16px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;border-left: 8px solid transparent; border-top: 8px solid rgb(244, 244, 244); height: 0px; transform: translateY(-4px) translateX(8px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0px 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/CAj0_H_D5nO/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;A post shared by Ikhalid Rizqy Al Raihan (@ikhalidian)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//www.instagram.com/embed.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;Tahun 2020 ini saya tidak bisa pulang ke rumah keluarga di Bogor. Saya terakhir melakukannya pada bulan Februari-Maret 2020. Tujuannya waktu itu untuk mengurus vaksinasi guna umroh sekeluarga (Rencananya berangkat bulan Ramadhan lalu. Qodarullah batal karena Covid-19). Alhamdulillah, saya tidak cuma menyelesaikan itu, namun juga bisa jalan-jalan dan reuni teman-teman lama yang masih tinggal di Jabodetabek. Jadi, meski tidak sempat pulang, selisihnya tidak lama sehingga saya tidak dikatain Bang Toyib, paling-paling ibu dan adik saya ditanya anak tetangga yang bingung, kenapa kak Ian gak pulang-pulang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akan tetapi, sekembalinya ke Ponorogo, babak baru dalam drama kehidupan terjadi. Kira-kira dua pekan setelah kembali ke Ponorogo, keluar berita yang mengumumkan kasus pertama corona di Indonesia. Setelah kasus itu, pemerintah masih mengeluarkan beberapa pernyataan pers dan belum menginstruksikan adanya PSBB, karantina wilayah, atau apapun istilahnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah sebulan berjalan, tepatnya di bulan April. Pemerintah baru mengeluarkan kebijakan PSBB, Jakarta yang menjadi wilayah pertama. Setelah itu, barulah daerah-daerah lain menyusul. Perbatasan-perbatasan antar kota dan antar provinsi dijaga ketat. Bahkan ada pula yang menutup total akses masuk seperti Tegal. Melihat itu, saya berpikir lebih baik menunda kepulangan saya untuk berlebaran bersama keluarga.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bulan Ramadhan berlalu, keluar larangan mudik lebaran. Ya sudah, mukim saja di kampus sampai lebaran. Tapi, justru ada kebahagiaan tersendiri ketika melakoni masa-masa mukim di sini. Masih ada beberapa mahasiswa dan staf yang tidak pulang, di antara sebabnya menyelesaikan skripsinya, rumahnya termasuk zona rawan, atau memang tidak mampu pulang lantaran kurang biaya. Bersama merekalah saya menikmati masa-masa libur di kampus. Mulai dari sahur sampai shalat tarawih. Berburu takjil pun kadang-kadang kami lakukan. Meskipun ada beberapa tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan, saya masih bisa enjoy karena masih bisa dikerjakan di tempat yang pas. Coba kalau pulang dan diberi tugas dari kantor, mood-nya enggak akan seperti ketika kerja di kampus.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-_vwBSELYxqQ/X_upCGBkFOI/AAAAAAAAYUs/XpovVtEP-tQc6I7zZP_jEdAgjnLBheZvACLcBGAsYHQ/s1280/photo6330321339906370505.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;lebaran di Unida Gontor&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;601&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-_vwBSELYxqQ/X_upCGBkFOI/AAAAAAAAYUs/XpovVtEP-tQc6I7zZP_jEdAgjnLBheZvACLcBGAsYHQ/w640-h300/photo6330321339906370505.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Bersama teman-teman staf Unida Gontor dan Dekan Fakultas Ushuluddin, Ust. Syamsul Hadi Untung, M.A,. M.L.S.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat Idul Fitri tiba, kami semua yang bermukim di kampus melaksanakan sholat Idul Fitri. Setelahnya, keluarga besar dosen-dosen yang tinggal di kampus menggelar &lt;i&gt;open house&lt;/i&gt; bersama. Para dosen yang bertempat tinggal di dalam kampus membawakan hidangan dari rumah masing-masing dan mengumpulkannya di taman di samping Gedung Utama untuk dinikmati bersama. Rata-rata, para hadirin adalah dosen dan keluarga yang tidak mudik dan staf-staf pengabdian. Kami menikmati hidangan pagi sambil bercengkrama lepas lalu foto-foto. Acara dimulai dari setelah sholat ‘Ied sampai matahari menyengat, kira-kira pukul 9.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akan tetapi, masa libur lebaran kami tidaklah lama. Kami harus menyiapkan kedatangan mahasiswa pasca liburan. Beberapa kali rapat dilakukan, segala persiapan harus dirancang matang-matang. Bahkan terkadang harus begadang untuk persiapan. Belum lagi harus merekrut mahasiswa yang siap membantu. Alhamdulillah, dengan berbagai usaha dan doa penyambutan mahasiswa dapat dilaksanakan.&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Masker ke Mana-Mana&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;Menyikapi pandemi Covid-19 yang semakin menjadi, pemerintah memberlakukan kebijakan 3M. yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Masker untuk saat ini telah menjadi kebutuhan setiap orang, sampai pernah harganya meroket akibat ulah oknum nakal yang menimbun atau menaikkan seenak udel. Penggunaannya pun wajib bahkan berlaku sanksi bagi pelanggarnya. Dari push-up, sanksi sosial sampai denda pernah diberlakukan. Akan tetapi, masih ada sebagian orang yang abai dengan ini, entah apa alasannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Begitu pula yang ada di UNIDA Gontor. Kampus mewajibkan masker bagi setiap penghuninya. Tentunya hal ini untuk menjaga keselamatan dan kesehatan semua civitas academica. Tidak hanya mewajibkan, UNIDA juga menyediakan masker, mulai dari yang diperjualbelikan di minimarket atau dibagikan secara cuma-cuma. Alhamdulillah, beberapa kali kami menerima bantuan dari berbagai pihak sehingga masker pun bisa dicukupi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Secara pribadi, saya sudah terbiasa mengenakan masker. Saya menggunakannya ketika bepergian ke luar rumah. Kalau untuk sekedar ke masjid atau ke komplek sebelah, saya tidak pernah memakainya. Namun, karena corona, mau tidak harus bermasker ke mana-mana. Keluar kamar pun harus pakai masker. Awalnya sih suka lupa-lupa ingat, tapi pernah suatu waktu ayah mengultimatum saya lewat telpon “Kak, keluar asrama pakai masker!”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah peringatan tersebut, saya pun rajin pakai masker ke mana-mana. Agar stok masker tercukupi, saya membeli masker kain agak banyak. Tinggal cari yang murah meriah, bisa dapat dua masker sekali beli. Saya memilih masker kain agar hemat. Masker kain bisa digunakan hingga 4 jam atau lebih tergantung bahan. Setelah dipakai, masker bisa dicuci dan disimpan untuk digunakan lagi. Tentu saja harus punya banyak agar bisa gonta-ganti. Ini bisa menghemat pengeluaran daripada menggunakan masker medis yang sekali pakai, buang, lalu beli lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Awalnya agak sesak kalau jalan kaki pakai masker, namun lama-lama terbiasa juga. Yang paling nggak enak kalau harus naik tangga, sampai tujuan pasti ngos-ngosan. Sama juga kalau saya mau mengobrol dengan orang, kadang obrolan harus terhenti karena engap dan harus buka masker. Saya termasuk orang yang kadang berbicara dengan cepat macam rapper. Kondisi ini menyulitkan kalau harus bermasker. Lepas dulu, baru bisa ngobrol.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Menjaga Kesehatan&lt;/h3&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Virus Corona bisa menyerang siapapun. Bagi yang memiliki imunitas tubuh yang cukup baik, mungkin tidak ada gejala-gejala yang terlihat bahkan ada istilah Orang Tanpa Gejala (OTG). Namun, imun tubuh tidak dapat diprediksi, kapan ia menguat kapan ia melemah. Kita tidak tahu kapan kita imun kita kuat. Yang kita bisa lakukan adalah menjaga kesehatan dan kekuatan imunitas tubuh kita.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Secara pribadi, saya menjaga kesehatan diri dengan mengusahakan makan sehat. Makanan sehat dan bergizi menambah asupan nutrisi yang baik untuk tubuh. Saya akhirnay berusaha untuk jangan sampai tidak makan. Dapur yang disediakan kampus sudah sangat cukup bagi saya. Kalau ada sedikit rejeki, saya membeli beberapa lauk yang ada di kantin. Atau kalau memang kehabisan, harus makan di kantin atau keluar buat cari makan. Pkoknya jangan sampai tidak makan!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Selain makan, saya menambah nutrisi dengan mengonsumsi suplemen. Alhamdulillah, kampus menyediakan beberapa suplemen seperti Vitamin C. Ketika ada stok vitamin, saya berusaha untuk memaksimalkannya sebaik mungkin. Bahkan, kantor saya pernah menyediakan madu untuk para stafnya. Saya pun memanfaatkannya dengan minum air hangat dicampur madu setiap bangun tidur. Minum air hangat dicampur dengan madu mempunyai banyak &lt;a href=&quot;https://cantik.tempo.co/read/1252734/5-khasiat-minum-madu-dan-air-hangat/full&amp;amp;view=ok&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;manfaat&lt;/a&gt;, seperti membantu masalah pencernaan, menurunkan berat badan, dan mencegah penyakit menular karena ia merupakan antimikroba.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Syukurnya, keluarga saya juga menganjurkan untuk mengonsumsi vitamin. Bahkan, ibu saya menyediakan stok vitamin dan habbatussauda&#39;. Setiap mengunjungi saya, ibu membelikannya di apotek. Pesan ibu memang harus dituruti untuk kebaikan diri, seperti &lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=a0fYWE3hLI4&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Jingle-nya Padi&lt;/a&gt;, band favorit saya&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Menghibur Diri dengan Hobi&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-2L3K0WSAe9c/X_uorPfPubI/AAAAAAAAYUk/wV1p3RIrvuYBtRWy7bsSSkUFAk7UzwiUACLcBGAsYHQ/s1280/photo6329963178288589662.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Menghibur dengan bersepeda&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-2L3K0WSAe9c/X_uorPfPubI/AAAAAAAAYUk/wV1p3RIrvuYBtRWy7bsSSkUFAk7UzwiUACLcBGAsYHQ/w640-h480/photo6329963178288589662.jpg&quot; title=&quot;Menghibur-dengan-bersepeda&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semakin bosan dengan lockdown, saya pun memutuskan untuk menghibur diri. Sebenarnya banyak cara yang sudah saya lakukan untuk mengusir kebosanan selama lockdown. Jika di kamar, saya menulis blog, nonton YouTube, baca buku, atau main game. Tapi lama kelamaan, menjalani rutinitas seperti itu-itu saja membosankan juga.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-permalink=&quot;https://www.instagram.com/p/CI-pJcejY0b/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; data-instgrm-version=&quot;13&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border-radius: 3px; border: 0px; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.5) 0px 0px 1px 0px, rgba(0, 0, 0, 0.15) 0px 1px 10px 0px; margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0px; width: calc(100% - 2px);&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 16px;&quot;&gt; &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/CI-pJcejY0b/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 19% 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;display: block; height: 50px; margin: 0px auto 12px; width: 50px;&quot;&gt;&lt;svg height=&quot;50px&quot; version=&quot;1.1&quot; viewbox=&quot;0 0 60 60&quot; width=&quot;50px&quot; xmlns:xlink=&quot;https://www.w3.org/1999/xlink&quot; xmlns=&quot;https://www.w3.org/2000/svg&quot;&gt;&lt;g fill-rule=&quot;evenodd&quot; fill=&quot;none&quot; stroke-width=&quot;1&quot; stroke=&quot;none&quot;&gt;&lt;g fill=&quot;#000000&quot; transform=&quot;translate(-511.000000, -20.000000)&quot;&gt;&lt;g&gt;&lt;path d=&quot;M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631&quot;&gt;&lt;/path&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/svg&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding-top: 8px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;color: #3897f0; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;&quot;&gt; View this post on Instagram&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 12.5% 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px;&quot;&gt;&lt;div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; flex-grow: 0; height: 12.5px; margin-left: 2px; margin-right: 14px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: 8px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;border-bottom: 2px solid transparent; border-left: 6px solid rgb(244, 244, 244); border-top: 2px solid transparent; height: 0px; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: auto;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;border-right: 8px solid transparent; border-top: 8px solid rgb(244, 244, 244); transform: translateY(16px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; flex-grow: 0; height: 12px; transform: translateY(-4px); width: 16px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;border-left: 8px solid transparent; border-top: 8px solid rgb(244, 244, 244); height: 0px; transform: translateY(-4px) translateX(8px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0px 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/CI-pJcejY0b/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;A post shared by Ikhalid Rizqy Al Raihan (@ikhalidian)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//www.instagram.com/embed.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;Akhirnya, saya mencoba kembali ke hobi lama, yakni bersepeda. Bersepeda sudah jadi salah satu hobi sejak kecil. Cuman, semenjak lockdown saya sudah jarang banget bersepeda takut hal macam-macam terjadi. Lha wong gowes harus keluar kampus dulu biar puas. Kalau hanya gowes di dalam sudah setiap hari sepertinya. Ke masjid, kantor, dapur, atau ke manapun pasti pakai sepeda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya akhirnya gowes ke salah satu tempat yang jadi jujukan gowes-nya orang Ponorogo, wabil khusus warga UNIDA yang suka bersepeda, yaitu bendungan Bendo. Saya bersepeda atas ajakan teman sekantor, Akbar. Awalnya, saya mau gowes sendirian saja menyusuri pedesaan atau ke kota Ponorogo. Namun, Akbar melihat saya bersiap-siap dengan memakai sepatu dan membawa tumbler. Dia yang tahu kalau saya mau bersepeda akhirnya ikutan juga. Dialah yang mengajak ke daerah Bendo. Namun, kami tidak sampai ke bendungan yang jaraknya lumayan jauh. Kami berdua hanya berhenti di jalan desa yang mengarah ke sana lalu berhenti di salah satu warung. Dia menawarkan diri untuk memfotokan saya kemudian kami nongkrong sambil menikmati cemilan yang dijual di warung tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Itulah tadi beberapa hal yang terjadi pada diri saya pada tahun 2020 lalu. Sebenarnya masih banyak hal yang bisa saya tulis di sini, namun peristiwa-peristiwa di atas ini yang paling membuat keseharian saya berubah. Semua yang saya lakukan ini adalah bentuk mengakali hidup agar bisa bertahan dan menikmati hidup di tengah ketakutan. Bagaimana dengan kalian?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sumber gambar :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.freepik.com/photos/christmas&quot;&gt;Christmas photo created by dashu83 - www.freepik.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/1194645658186412449/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2021/01/2020-tahun-untuk-bertahan.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/1194645658186412449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/1194645658186412449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2021/01/2020-tahun-untuk-bertahan.html' title='2020, Tahun untuk Bertahan'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-RWw40761j_s/X_unKW80OuI/AAAAAAAAYUY/c4RPaVlsV-0xIJ28VFxZpFjdBNMc_WbBgCLcBGAsYHQ/s72-w640-h426-c/photo6330321339906370504.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-6902388039142396663</id><published>2020-12-20T22:23:00.009+07:00</published><updated>2020-12-20T22:36:27.512+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bogor"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jalan-Jalan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Museum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Sejarah Terlupakan dari Museum Perjoangan Bogor</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-uD1MLa-S2SE/X91-UuJiWvI/AAAAAAAAYL4/J5jPdj2PipwT2eCLX0p_tM0rJlHIuIpVwCLcBGAsYHQ/s1280/koleksi%2Bmuseum%2BPerjoangan%2B%25285%2529.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-uD1MLa-S2SE/X91-UuJiWvI/AAAAAAAAYL4/J5jPdj2PipwT2eCLX0p_tM0rJlHIuIpVwCLcBGAsYHQ/w640-h480/koleksi%2Bmuseum%2BPerjoangan%2B%25285%2529.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Siang itu, cuaca di rumah agak mendung. Halaman depan agak gelap tertutup awan mendung. Hujan sepertinya tinggal menunggu perintah untuk turun. Saya masih berbaring di atas kasur menunggu bagaimana cuaca di kota Bogor selanjutnya, apakah hujan akan benar-benar turun atau hanya gelap diselimuti mendung. Masih terpikir rencana saya sejak bangun pagi, ingin mengunjungi museum yang ada di Bogor. Ya, museum jadi salah satu tempat jujukan favorit wisata saya! Banyak hal yang bisa dipelajari di sana seperti sejarah, budaya, alam dan sebagainya.&lt;span&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Melihat waktu yang sudah semakin siang, saya pun tergerak untuk bangun dari pembaringan. Kalau gak cepat-cepat, kapan mau berangkat? Keburu hujan, lho! Pikirku waktu itu. Ya sudah, saya nekat berangkat meskipun cuaca belum memberi kejelasan. Dengan membawa mulai secukupnya mulai dari air minum, notebook, payung untuk jaga-jaga, dan masker (Alhamdulillah, saya sudah terbiasa mengenakan masker selama bepergian sejak sebelum pandemi!). Tak lupa, saya pamit ke ibunda sebelum pergi. Ibu membekali saya dengan mantel takut kalau hujan turun di jalan. Segera saya tancap kunci motor lalu tancap gas meninggalkan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat setelah meninggalkan rumah, cuaca kota Bogor agak berubah, dari mendung ke agak cerah. Awan sudah mulai meninggalkan langit, menyisakan selembar dua untuk menaungi. Jalanan tidak terlalu macet karena sudah mendekati siang. Saya terus membelah jalan menuju Museum PETA yang menjadi tujuan awal. Saya arahkan motor ke fly over Martadinata yang pertama baru dicoba, lalu memutari Air Mancur, sampailah saya ke Museum Peta. Namun, apalah daya, museum itu sudah penuh dengan pengunjung yang datang berombongan. Saya pun harus mengurungkan niat karena tidak enak kalau harus menghadapi rombongan wisatawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya putar balik mencari jujukan lain.Setelah putar arah, saya baru terpikir untuk menjajaki Museum Perjoangan Bogor. Letaknya masih di pusat kota Bogor dan tak jauh dari Museum PETA. Sebelum tiba, saya harus berjibaku dengan banyak angkot ngetem yang menghalangi jalan karena masih dalam lingkungan Pasar Anyar. Setelah meliuk-liuk menerobos hadangan angkot dan lapak-lapak, saya pun tiba di Museum Perjoangan.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; aria-hidden=&quot;false&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;450&quot; src=&quot;https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m18!1m12!1m3!1d650.9445957352201!2d106.7877767669275!3d-6.5930223240336385!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!3m3!1m2!1s0x2e69c5b153d2279b%3A0x96418d0f7688c579!2sMuseum%20Perjuangan%20Bogor!5e1!3m2!1sid!2sid!4v1608351644520!5m2!1sid!2sid&quot; style=&quot;border: 0;&quot; tabindex=&quot;0&quot; width=&quot;600&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Tentang Museum Perjoangan Bogor&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Museum Perjoangan (sesuai ejaan aslinya, meski ada yang menulis Museum Perjuangan) Bogor adalah salah museum yang mendokumentasikan sejarah perjuangan Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya, khususnya di wilayah Bogor Raya. Museum ini terletak di Jl. Merdeka 56, Cibogor, Bogor Tengah, Kota Bogor. Pendiriannya diinisiasi oleh Mayjen Ishak Djuarsa, seorang pejuang PETA asal Bogor, eks Pangdam Iskandar Muda dan Sriwijaya serta eks Duta Besar RI untuk Kamboja dan Yugoslavia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-2-uvb4_hNZY/X92ABG5LIAI/AAAAAAAAYME/c6rJrInU6IIJ1ZoNak0nevbrE9gBLnvJgCLcBGAsYHQ/s1280/Gerbang%2Bmuseum%2BPerjoangan.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;gerbang Museum Perjoangan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-2-uvb4_hNZY/X92ABG5LIAI/AAAAAAAAYME/c6rJrInU6IIJ1ZoNak0nevbrE9gBLnvJgCLcBGAsYHQ/w640-h480/Gerbang%2Bmuseum%2BPerjoangan.jpg&quot; title=&quot;gerbang-museum-perjoangan-bogor&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pintu masuk Museum Perjoangan&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Museum Perjoangan didirikan pada tanggal 10 november 1957 di gedung bekas gudang ekspor milik pengusaha Belanda Wilhelm Gustaf. Gedung ini berkali-kali alih fungsi sebelum menjadi museum. Pernah menjadi pusat pergerakan di bawah Parindra, gudang senjata Jepang ketika menjajah, Dewan Pertahanan Karesidenan Bogor, Call Sign RRI Bogor, hingga kantor pemerintahan sementara Kabupaten Bogor. Terakhir, gedung ini digunakan oleh Umar bin Usman Albawahab hingga dihibahkan sebagai Museum Perjoangan Bogor.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-JuN5M2vi0gI/X92ABpLCNRI/AAAAAAAAYMM/jPlMeDryoioefQ6GAd1UaEcO41guw7lxACLcBGAsYHQ/s1280/Museum%2Bperjoangan%2Bdepan.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;depan Museum Perjoangan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-JuN5M2vi0gI/X92ABpLCNRI/AAAAAAAAYMM/jPlMeDryoioefQ6GAd1UaEcO41guw7lxACLcBGAsYHQ/w640-h480/Museum%2Bperjoangan%2Bdepan.jpg&quot; title=&quot;teras-museum-perjoangan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Bangunan Museum tampak depan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Museum ini pernah mengalami peralihan pengelolaan. Awalnya, museum dikelola oleh Yayasan Museum Perjoangan Bogor (YMPB). Namun, seiring dengan pengunduran diri Bapak Marjono selaku kepala yayasan, museum ini dikelola oleh Pemerintah Kota Bogor sejak Januari 2018. Saat ini, museum dijaga oleh beberapa orang saja. Salah satunya adalah penjaga tiket sekaligus guide museum ini.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-d3JVZG0sqPE/X92ABZsXfpI/AAAAAAAAYMI/o8_fAEA96k0OIPzWp3n0uMsqultgjBtYQCLcBGAsYHQ/s1280/Prasasti%2Bmuseum%2BPerjoangan.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;prasasti museum perjoangan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1280&quot; data-original-width=&quot;960&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-d3JVZG0sqPE/X92ABZsXfpI/AAAAAAAAYMI/o8_fAEA96k0OIPzWp3n0uMsqultgjBtYQCLcBGAsYHQ/w300-h400/Prasasti%2Bmuseum%2BPerjoangan.jpg&quot; title=&quot;museum-perjoangan-prasasti&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Penuh Senjata di Lantai Pertama&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Ih7UjjrOpfI/X92DjKYw8RI/AAAAAAAAYMo/hY3yCqQhUb0ekpOe0M7pW05_TXMDVkelQCLcBGAsYHQ/s1280/koleksi%2Bsenjata%2Bmuseum%2BPerjoangan.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;senapan museum perjoangan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Ih7UjjrOpfI/X92DjKYw8RI/AAAAAAAAYMo/hY3yCqQhUb0ekpOe0M7pW05_TXMDVkelQCLcBGAsYHQ/w640-h480/koleksi%2Bsenjata%2Bmuseum%2BPerjoangan.jpg&quot; title=&quot;senapan-museum-perjoangan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Memasuki Museum Perjoangan Bogor, atmosfer perjuangan saya rasakan dari halaman parkirnya. Di atas pintu museum tergambar relief menceritakan sepasukan tentara pelajar berperang mempertahankan kemerdekaan. Gawang pintunya khas dengan ornamen bernuansa kemiliteran dan di dalamnya bergambar Garuda Pancasila dan teks proklamasi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Saya pun masuk ke loket museum. Di sana sudah berjaga seorang bapak tua dengan pakaian seadanya. Saya pun membayar karcis masuk sebesar Rp 10.000,00. Sembari menyerahkan karcis, si bapak mengatakan dengan ramah, “Nanti kalau mau tanya-tanya, tanya saya aja ya!” Sambil memasukkan uang ke tasnya, bapak itu menyambung obrolannya, “Di sini boleh foto-foto, ambil video, dek! Silahkan!” Saya tersenyum lega mendengarnya. Saya kira aturan di museum ini ketat karena menyimpan koleksi yang sangat rahasia. ternyata, saya bebas mengambil gambar di sini. Salut juga sama bapak penjaga loket, di usianya yang sepuh, masih semangat dan ramah dalam menyambut pengunjung. Sayangnya tidak banyak yang mau belajar sejarah dari Museum Perjoangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-udJ2kmP_VLs/X92Di-7jO1I/AAAAAAAAYMg/UvhCyu2OFsYuP7Xkmc1HLboSjiy_ZbzzQCLcBGAsYHQ/s1280/koleksi%2Bsenjata%2Bmuseum%2BPerjoangan%2B%25282%2529.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;museum perjoangan senapan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-udJ2kmP_VLs/X92Di-7jO1I/AAAAAAAAYMg/UvhCyu2OFsYuP7Xkmc1HLboSjiy_ZbzzQCLcBGAsYHQ/w640-h480/koleksi%2Bsenjata%2Bmuseum%2BPerjoangan%2B%25282%2529.jpg&quot; title=&quot;senapan-museum-perjoangan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lantai satu museum penuh dengan koleksi seputar kemerdekaan Indonesia. Di sana terdapat senjata dari berbagai macam pabrikan. Senjata-senjata tersebut digunakan oleh para tentara dalam perang mempertahankan kemerdekaan. Senjata tersebut diproduksi dari berbagai pabrikan di beberapa negara seperti Jerman, Inggris dsb. Kebanyakan senjata yang dipajang di sini berbentuk senapan. Namun ada juga mortir dari hasil rampasan Jepang yang digunakan kembali oleh pejuang.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-8inYWL4Fv8o/X92DjOlXmvI/AAAAAAAAYMk/bx7pTaZSL2Af1lq53j0CdAOSMirJWBatgCLcBGAsYHQ/s1280/senjata%2BMuseum%2BPerjoangan.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;senjata museum perjoangan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-8inYWL4Fv8o/X92DjOlXmvI/AAAAAAAAYMk/bx7pTaZSL2Af1lq53j0CdAOSMirJWBatgCLcBGAsYHQ/w640-h480/senjata%2BMuseum%2BPerjoangan.jpg&quot; title=&quot;museum-perjoangan-senjata&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di lantai atas pun saya menemukan koleksi senjata. Berbeda dengan koleksi di lantai dasar, koleksi di sini adalah senjata-senjata tradisional. Mayoritas senjata tradisional yang ditemui di sini adalah keris, tapi di antaranya ada pula golok, kujang, dan parang. Tak lupa, beberapa pedang juga ada di sini. Koleksi senjata di sini dipamerkan dalam berbagai ukuran dan corak. Ia memiliki nilai historis tersendiri karena semua senjata itu digunakan oleh veteran perang dan beberapa pahlawan. Jadi, meski tak banyak varian, koleksi senjata tradisional di sini memiliki kesan bersejarah dan magis serta tak jemu untuk dilihat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-gACQbtVHFs4/X92Dj9TncvI/AAAAAAAAYMs/glqqF8-lkqk7KLGZGb8yv-3uZ57EnVk0wCLcBGAsYHQ/s1280/senjata%2Bmusem%2Bperjoangan%2B%25282%2529.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;museum perjoangan keris&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-gACQbtVHFs4/X92Dj9TncvI/AAAAAAAAYMs/glqqF8-lkqk7KLGZGb8yv-3uZ57EnVk0wCLcBGAsYHQ/w640-h480/senjata%2Bmusem%2Bperjoangan%2B%25282%2529.jpg&quot; title=&quot;keris-museum-perjoangan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Beberapa koleksi dari senjata tradisional&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;Koleksi Lainnya&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-PwytRxeCh1A/X94Z2LBGpAI/AAAAAAAAYNg/Yhp36o11WPsyGOkx8y1HJj--sfxAlQQXwCLcBGAsYHQ/s1280/Dalam%2Bmuseum%2BPerjoangan.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;interior museum perjoangan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-PwytRxeCh1A/X94Z2LBGpAI/AAAAAAAAYNg/Yhp36o11WPsyGOkx8y1HJj--sfxAlQQXwCLcBGAsYHQ/w640-h480/Dalam%2Bmuseum%2BPerjoangan.jpg&quot; title=&quot;interior-museum-perjoangan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Tampak dalam lantai satu Museum Perjoangan Bogor&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Tidak hanya senjata, lantai dasar Museum Perjoangan juga menyimpan koleksi lain seputar kemerdekaan. Museum ini mendokumentasikan berbagai kliping dari surat kabar. Klipingan berita tersusun dalam dua periode, yaitu berita dan maklumat masa kemerdekaan (1945-1948), dan maklumat masa perjuangan fisik (1948-1950). Dipamerkan pula siaran kilat dari Pemerintah Karesidenan Bogor tentang pemindahan kekuasaan dari pemerintah militer Inggris kepada militer Belanda bertitimangsa 22 Oktober 1946.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-IyHtHpUowZQ/X94Z-pFlMsI/AAAAAAAAYO8/P5Qof15upOo7100B_dyBY0weyqtfLyrHwCLcBGAsYHQ/s1280/potret%2Bpahlawan%2Bmuseum%2BPerjoangan.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pahlawan museum perjoangan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-IyHtHpUowZQ/X94Z-pFlMsI/AAAAAAAAYO8/P5Qof15upOo7100B_dyBY0weyqtfLyrHwCLcBGAsYHQ/w640-h480/potret%2Bpahlawan%2Bmuseum%2BPerjoangan.jpg&quot; title=&quot;foto-pahlawan-museum-perjoangan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Potret beberapa pahlawan kemerdekaan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salah satu kliping yang ada di museum ini adalah artikel yang ditulis Bung Hatta yang berjudul “Satoe Tahoen Kemerdekaan Indonesia”. Beliau menulis bahwa kemerdekaan Indonesia harus menjadi kesempatan bagi kaum buruh untuk sama-sama andil dalam mengisi kemerdekaan. Apa yang harus dilakukan para buruh untuk berkontribusi? “Jawabannya mudah. Itu bergantung kepada kaum buruh sendiri, hingga mana mereka cakap dan sanggup ikut menentukan nasib kita bersama.” tulisnya. Menurutnya, negara ini merdeka bukan hanya untuk satu-dua golongan, tapi untuk seluruh rakyatnya berdasarkan prinsip kedaulatan rakyat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-i3jD68s0sHU/X94Z8npXZbI/AAAAAAAAYOs/dutHjVovYAUOfYG1PDiKp7GwDp9NAhV2QCLcBGAsYHQ/s1280/koleksi%2Bperangko%2Bmuseum%2BPerjoangan.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;perangko museum perjoangan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-i3jD68s0sHU/X94Z8npXZbI/AAAAAAAAYOs/dutHjVovYAUOfYG1PDiKp7GwDp9NAhV2QCLcBGAsYHQ/w640-h480/koleksi%2Bperangko%2Bmuseum%2BPerjoangan.jpg&quot; title=&quot;perangko-museum-perjoangan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Salah satu koleksi perangko&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-F3YG8srcaCA/X94Z9BTTg0I/AAAAAAAAYOw/Rbjuh76CrRsvUmWpTeSMu5EqXrTHiB_kgCLcBGAsYHQ/s1280/koleksi%2Buang%2Bmuseum%2BPerjoangan.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;uang museum perjoangan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-F3YG8srcaCA/X94Z9BTTg0I/AAAAAAAAYOw/Rbjuh76CrRsvUmWpTeSMu5EqXrTHiB_kgCLcBGAsYHQ/w640-h480/koleksi%2Buang%2Bmuseum%2BPerjoangan.jpg&quot; title=&quot;koleksi-uang-museum-perjoangan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Contoh koleksi uang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Koleksi lain yang ada di lantai satu Museum Perjoangan adalah berbagai koleksi lainnya seperti uang kuno dan perangko. Uang-uang kuno yang ada berkisar dari zaman 1940-an seperti Oeang Repoeblik Indonesia (ORI), uang dari Belanda dan Jepang. Ada pula uang-uang yang diedarkan oleh karesidenan setempat seperti dari karesidenan Banten. Masa perjuangan fisik menghadapi agresi Belanda menyulitkan rakyat menjalankan roda ekonominya. Inilah yang memaksa pemerintah lokal mencetak uang sendiri. Adapun koleksi perangko yang ada di museum ini dikeluarkan dari berbagai zaman dan berbagai negara. Sebagai contoh, perangko dari Indonesia dari zman kemerdekaan hingga orde baru ada di sini. Perangko-perangko dari negara-negara asing seperti Belanda, Inggris, Jepang dan negara-negara lain.&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/--MMWUao2_KA/X94Z5p7N9jI/AAAAAAAAYOM/uO3AiGM7fL8ScXliB1vnUC9vXewHwRUqwCLcBGAsYHQ/s1280/koleksi%2Bmuseum%2BPerjoangan%2B%25283%2529.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;artefak museum perjoangan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/--MMWUao2_KA/X94Z5p7N9jI/AAAAAAAAYOM/uO3AiGM7fL8ScXliB1vnUC9vXewHwRUqwCLcBGAsYHQ/w640-h480/koleksi%2Bmuseum%2BPerjoangan%2B%25283%2529.jpg&quot; title=&quot;koleksi-artefak-museum-perjoangan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Mesin tik yang menjadi salah satu koleksi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-MCPb8DftHc8/X94Z7dGaehI/AAAAAAAAYOc/ShAGpBjoAOAPsT_6oRzHseM_sWxSXB2WwCLcBGAsYHQ/s1280/koleksi%2Bmuseum%2BPerjoangan%2B%25287%2529.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;koleksi dokumen museum perjoangan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-MCPb8DftHc8/X94Z7dGaehI/AAAAAAAAYOc/ShAGpBjoAOAPsT_6oRzHseM_sWxSXB2WwCLcBGAsYHQ/w640-h480/koleksi%2Bmuseum%2BPerjoangan%2B%25287%2529.jpg&quot; title=&quot;koleksi-dokumen&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Beberapa dokumen yang menjadi artefak&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari mana artefak tersebut didapatkan? Seluruh koleksi diperoleh dari hibah beberapa tokoh pejuang melalui ahli warisnya. Ahli waris menyerahkan barang-barang tersebut kepada YMPB. Namun, yayasan tidak serta merta mempublikasikan koleksi tersebut.Yayasan memverifikasi barang-barang hibah tersebut, melacak aspek historis dan fungsinya dahulu. Setelah tahap itu dilakukan, barulah yayasan bisa memamerkan artefak tersebut. Verifikasi tersebut terlihat dari setiap koleksi di museum. Seluruh artefak bertanda verifikasi dari yayasan atau tanda lain seperti surat pernyataan hibah. Proses verifikasi kadang melibatkan pihak eksternal seperti sekolah-sekolah. Nama sekolah pelaksana juga dapat dilihat di label verifikasi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-AOQvaWVxPdU/X94Z69M_R5I/AAAAAAAAYOY/xM8V-9unirIjAQbWItSV4kn6y-yydhG8QCLcBGAsYHQ/s1280/koleksi%2Bmuseum%2BPerjoangan%2B%25286%2529.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;foto museum perjoangan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-AOQvaWVxPdU/X94Z69M_R5I/AAAAAAAAYOY/xM8V-9unirIjAQbWItSV4kn6y-yydhG8QCLcBGAsYHQ/w640-h480/koleksi%2Bmuseum%2BPerjoangan%2B%25286%2529.jpg&quot; title=&quot;foto-museum&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Foto-foto peringatan revolusi fisik 1945-1950&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Drama Bercerita dari Diorama&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-QZ-S0GxGgYI/X94Z4cXrjzI/AAAAAAAAYN8/7gTMH6yP0wYEgLFIFAdTIPTyGsKdgRnfACLcBGAsYHQ/s1280/diorama%2Bmuseum%2Bperjoangan.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;diorama museum perjoangan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-QZ-S0GxGgYI/X94Z4cXrjzI/AAAAAAAAYN8/7gTMH6yP0wYEgLFIFAdTIPTyGsKdgRnfACLcBGAsYHQ/w640-h480/diorama%2Bmuseum%2Bperjoangan.jpg&quot; title=&quot;diorama-museum&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di Museum Perjoangan Bogor, saya menjumpai banyak diorama tentang pertempuran yang meletus di Bogor dan sekitarnya. Diorama ini dilengkapi dengan deskripsi singkat tentang peristiwa tersebut. Peristiwa yang diceritakan dalam diorama terjadi di masa mempertahankan kemerdekaan, tepatnya di kisaran 1940-an. Indonesia pada masa itu harus mati-matian mempertahankan kemerdekaannya dari Belanda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-ttZLDiC1yZY/X94Z3oUAOVI/AAAAAAAAYN0/1b26HviPeTghQj9VDKd4MMj-HL_zlEMKQCLcBGAsYHQ/s1280/diorama%2Bmaseng%2Bmuseum%2Bperjoangan.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;diorama maseng perjoangan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-ttZLDiC1yZY/X94Z3oUAOVI/AAAAAAAAYN0/1b26HviPeTghQj9VDKd4MMj-HL_zlEMKQCLcBGAsYHQ/w640-h480/diorama%2Bmaseng%2Bmuseum%2Bperjoangan.jpg&quot; title=&quot;diorama-maseng&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Diorama pertempuran Maseng&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Di antara peristiwa yang diabadikan dalam diorama adalah peristiwa Bojongkokosan, peristiwa Kota Paris, pertempuran Maseng, peristiwa Cemplang, perjuangan Kapten Muslihat, dan sebagainya. Diorama-diorama tersebut berada di sisi kanan kiri museum. Setiap tingkat mengoleksi berbagai diorama.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-4cIiHIGUth4/X94Z2NcPR4I/AAAAAAAAYNk/rQsHATjNF6koUnShqsq9U0p0HjO00Dm-ACLcBGAsYHQ/s1280/diorama%2Bbojongkokosan%2Bmuseum%2BPerjoangan.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;diorama bojongkokosan perjoangan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-4cIiHIGUth4/X94Z2NcPR4I/AAAAAAAAYNk/rQsHATjNF6koUnShqsq9U0p0HjO00Dm-ACLcBGAsYHQ/w640-h480/diorama%2Bbojongkokosan%2Bmuseum%2BPerjoangan.jpg&quot; title=&quot;diorama-bojongkokosan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;diorama pertempuran Bojongkokosan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Peristiwa Bojongkokosan yang terekam lewat diorama terjadi pada tanggal 9 Desember 1945. Kejadian ini bermula ketika pasukan Inggris beserta NICA hendak menguasai kembali Indonesia dan mengumpulkan pasukan Jepang yang ditawan untuk menambah kekuatan. Pasukan Sekutu pun berkonvoi dari Jakarta ke Bandung melewati Sukabumi. Rupanya konvoi tersebut telah diketahui oleh Tentara Keamanan Rakjat (TKR). TKR pun berencana menghadang konvoi Sekutu. Pada 9 Desember, pasukan TKR dibantu oleh beberapa laskar menghadang Sekutu di Bojongkokosan, Parungkuda, Sukabumi. Awalnya pasukan sekutu berhasil dihadang, namun, TKR mengalami kekalahan karena Sekutu menyerang balik lewat jalur darat dan udara. Meskipun kalah, perjuangan TKR dapat dihargai karena menyulitkan musuh mendapatkan kekuatan lebih besar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-fErYckDZAf0/X94Z3aBlgVI/AAAAAAAAYNw/UdSjPpUFA18-2ErkiJXJ3eSESfHTGuiNgCLcBGAsYHQ/s1280/diorama%2Bkota%2Bparis%2Bmuseum%2BPerjoangan.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;diorama kota paris perjoangan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-fErYckDZAf0/X94Z3aBlgVI/AAAAAAAAYNw/UdSjPpUFA18-2ErkiJXJ3eSESfHTGuiNgCLcBGAsYHQ/w640-h480/diorama%2Bkota%2Bparis%2Bmuseum%2BPerjoangan.jpg&quot; title=&quot;diorama-kota-paris&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Diorama pertempuran Kota Paris&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Peristiwa lain yang terekam adalah Pertempuran Kota Paris. Eits, tapi ini bukan terjadi di ibu kota Perancis, ya! Tapi peristiwa ini dinamakan demikian karena letaknya terletak di sebuah kawasan yang bernama Kota Paris, tepatnya di belakang Pasar Mawar. Pertempuran ini terjadi masih di kisaran tahun 1945-1946.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-1iO_KWfeVYE/X94Z3KjnIFI/AAAAAAAAYNs/FXL4-Wf9zZAuzbh2188XZmiSwkU6Pp3TwCLcBGAsYHQ/s1280/diorama%2Bkapten%2Bmuslihat%2Bmuseum%2Bperjoangan.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kapten muslihat diorama perjoangan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-1iO_KWfeVYE/X94Z3KjnIFI/AAAAAAAAYNs/FXL4-Wf9zZAuzbh2188XZmiSwkU6Pp3TwCLcBGAsYHQ/w640-h480/diorama%2Bkapten%2Bmuslihat%2Bmuseum%2Bperjoangan.jpg&quot; title=&quot;diorama-kapten-muslihat&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Diorama perjuangan Kapten Muslihat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ada diorama perjuangan Kapten Muslihat. Kapten Tubagus Muslihat merupakan salah satu pahlawan pejuang kemerdekaan pada masa Revolusi Fisik di Bogor. Ia ditugaskan memimpin Kompi IV Batalyon II TKR. Ia pula yang menjadi komandan pasukan TKR ketika menyerang markas-markas Inggris pada tahun 1945 di dekat Taman Topi. Dalam penyerangan tersebut, ia gugur terkena timah panas kiriman pasukan Inggris pada 25 Desember 1945. Namanya pun abadi di hati rakyat Bogor; dikenang sebagai pejuang, namanya disematkan untuk jalan, dan didirikan patung diri di lokasi pertempuran terakhirnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Sejarah yang Terlupakan&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-HBUanBduxg0/X94Z8Hs0PSI/AAAAAAAAYOk/rih58_YrdyE2bgsW4B2I_L6ylDVzpzEwwCLcBGAsYHQ/s1280/koleksi%2Bmuseum%2BPerjoangan%2B%25289%2529.jpg&quot; style=&quot;font-size: medium; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;museum perjoangan interior&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-HBUanBduxg0/X94Z8Hs0PSI/AAAAAAAAYOk/rih58_YrdyE2bgsW4B2I_L6ylDVzpzEwwCLcBGAsYHQ/w640-h480/koleksi%2Bmuseum%2BPerjoangan%2B%25289%2529.jpg&quot; title=&quot;interior-museum&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Salah satu sudut di lantai 2 museum&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya museum Perjoangan banyak menyimpan memori bagaimana kemerdekaan Indonesia diperjuangkan dari Bogor. Akan tetapi, ia seakan terlupakan seiring waktu terus berjalan dan pembangunan kota Bogor yang semakin modern, museum ini semakin terlupakan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari pengunjungnya saja, Museum Perjoangan sangat sepi. Pengunjung yang menyertai saya saja bisa dihitung jari. Siang itu, hanya ada saya sendiri, tiga orang kelompok mahasiswi, dan satu dua pengunjung lain. hal ini sangat kontras dengan pengunjung musem lain di Bogor yang pengunjungnya bisa sampai puluhan orang dalam satu waktu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Koleksi-koleksi di sana pun sudah hampir tidak terawat. Beberapa sudah tampak berdebu dan lusuh. meski demikian, koleksi-koleksi tersebut tampak awet. Jika ada sedikit kerusakan, kira-kira penyebabnya adalah usia barang tersebut yang sudah sangat kuno seperti dokumen-dokumen yang menguning. Sisanya masih tampak antik dan bernilai sejarah yang sulit dihitung harganya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-LCs2GoPJ9IU/X94Z-ZFQQlI/AAAAAAAAYO4/jZqkgosbnA8a_s4lj2UIgBH8lBmoT0PzwCLcBGAsYHQ/s1280/potret%2Bpahlawan%2Bmuseum%2BPerjoangan%2B%25283%2529.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pahlawan foto perjoangan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-LCs2GoPJ9IU/X94Z-ZFQQlI/AAAAAAAAYO4/jZqkgosbnA8a_s4lj2UIgBH8lBmoT0PzwCLcBGAsYHQ/w640-h480/potret%2Bpahlawan%2Bmuseum%2BPerjoangan%2B%25283%2529.jpg&quot; title=&quot;foto-pahlawan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Potret pejuang kemerdekaan di salah satu etalase&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Di akhir kunjungan, saya pun shalat Dzuhur di mushola yang terletak di dalam museum. Setelah shalat, sebetulnya ingin bertanya lebih lanjut tentang sejarah yang terkandung di museum ini. Cuma sayangnya, saya sudah lupa siapa pak tua ramah yang menawarkan dirinya di loket. Ada seorang bapak bertopi yang saat itu mendampingi kelompok mahasiswa tapi saya ragu apakah beliau orang yang dimaksud. Saya pun akhirnya terus memperhatikan museum yang penuh sejarah tersebut dari luar mushola. Setelah itu, saya pulang sambil berharap agar museum ini tidak terus terlupakan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;!--more--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;!--more--&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/6902388039142396663/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2020/12/museum-perjoangan-bogor.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/6902388039142396663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/6902388039142396663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2020/12/museum-perjoangan-bogor.html' title='Sejarah Terlupakan dari Museum Perjoangan Bogor'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-uD1MLa-S2SE/X91-UuJiWvI/AAAAAAAAYL4/J5jPdj2PipwT2eCLX0p_tM0rJlHIuIpVwCLcBGAsYHQ/s72-w640-h480-c/koleksi%2Bmuseum%2BPerjoangan%2B%25285%2529.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>16</thr:total><georss:featurename>Jl. Madusari II No.26, Majasem, Madusari, Kec. Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 63471, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.9052368 111.4600951</georss:point><georss:box>-8.4489309244501811 110.91077869375 -7.36154267554982 112.00941150625</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-2760468812409258657</id><published>2020-10-12T12:44:00.005+07:00</published><updated>2020-12-20T22:36:48.489+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Banten"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jalan-Jalan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kereta Api"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lokal Merak"/><title type='text'>Jelajah Sore ke Ujung Jawa dengan KA Lokal Merak</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-5YaPShNUWtY/X4Pa6b4vjqI/AAAAAAAAXNY/D0O9agcnvVMRmXjgz1Y7F80IfDJ3jIeUQCLcBGAsYHQ/s1280/KA%2BLokal%2BMerak.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-5YaPShNUWtY/X4Pa6b4vjqI/AAAAAAAAXNY/D0O9agcnvVMRmXjgz1Y7F80IfDJ3jIeUQCLcBGAsYHQ/w640-h480/KA%2BLokal%2BMerak.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;Catatan: Perjalanan ini dilakukan pada tanggal 5 Maret 2020. Waktu itu, pandemi COVID-19 belum menyerang negara kita. Maka Anda akan banyak mendapati gambar-gambar yang belum menunjukkan patuh protokol kesehatan. Bagi Anda yang hendak bepergian, tetap patuhi protokol kesehatan dengan mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan menjaga jarak aman. Jangan lupa! Jaga kesehatan diri dan keluarga selama masa pandemi ini. Stay safe and stay healthy!&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;Setelah menghabiskan waktu di &lt;a href=&quot;https://www.ianikhalid.com/2020/09/museum-multatuli.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Museum Multatuli&lt;/a&gt;, saya segera keluar dari museum untuk kembali ke stasiun Rangkasbitung. Waktu di jam hampir menunjukkan pukul 12 siang dan azan Dzuhur sudah berkumandang dari masjid agung. Lantaran saya sudah kadung memesan ojek online, saya pun berniat untuk mencari titik penjemputan yang mudah dijangkau. Akhirnya saya memilih Bank Syariah Mandiri sebagai titik penjemputan. Saya pun berjalan kaki melintasi Alun-Alun Rangkasbitung sambil sesekali mengambil gambar di sana. Setibanya di seberang bank, saya masih harus menunggu abang ojol menjemput. Setelah menunggu beberapa menit, abang ojol pun datang dan mengantar saya ke stasiun.&lt;span&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; aria-hidden=&quot;false&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;450&quot; src=&quot;https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m28!1m12!1m3!1d7930.592258590999!2d106.24676167224514!3d-6.355700081602976!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!4m13!3e0!4m5!1s0x2e4216d5dae405b7%3A0x9870568345b46442!2sMuseum%20Multatuli%2C%20Jalan%20Alun-Alun%20Timur%2C%20Rangkasbitung%20Barat%2C%20Kabupaten%20Lebak%2C%20Banten!3m2!1d-6.360644199999999!2d106.24694869999999!4m5!1s0x2e42172cb0a137e3%3A0x1c3d52a6123af3d5!2sStasiun%20Rangkasbitung%2C%20Muara%20Ciujung%20Timur%2C%20Kabupaten%20Lebak%2C%20Banten!3m2!1d-6.3526466!2d106.2515126!5e0!3m2!1sid!2sid!4v1602409938432!5m2!1sid!2sid&quot; style=&quot;border: 0;&quot; tabindex=&quot;0&quot; width=&quot;600&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Setelah perjalanan yang lumayan singkat, saya tiba di stasiun Rangkasbitung. Saya langsung mencari makan siang yang pas. Kebetulan stasiun Rangkasbitung berada di pojok pasar Rangkas. Akan banyak pedagang makan di sana. Saya pun memilih mie ayam yang warungnya berada di depan pintu masuk untuk pengguna KRL,agar tidak terlalu kenyang selama perjalanan. Selesai makan, saya berpindah ke loket KA lokal di sebelah barat stasiun. Biasanya, stasiun-stasiun yang melayani KA reguler dan KRL memisahkan lokasi pelayanan kedua kereta tersebut agar tidak terjadi penumpukan calon penumpang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Sebelumnya, saya tidak tahu bagaimana harus memesan KA Lokal Merak. Sebagaimana pengalaman saya bersama teman-teman ketika joyride jalur kantong, pemesanan tiket kereta lokalan hanya bisa dilakukan lewat aplikasi KAI Access dan dibayarkan via LinkAja. Berhubung tidak punya saldo LinkAja, saya sempat kebingungan gimana memesannya. Untung saja, tiket KA Lokal Merak bisa dipesan langsung di tempat setelah diberitahu oleh &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/iqbalulloh23/&quot;&gt;Balu&lt;/a&gt; lewat DM di Instagram. Saya pun segera memesan tiket KA Lokal Merak di loket yang harganya cuma Rp 3000,00, sangat murah buat joyride.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Tiket pun sudah di tangan! Saya pun melewati pemeriksaan tiket lalu masuk peron. Karena belum shalat Dzuhur, saya menunaikannya di musholla di barat peron. Setelah shalat, saya langsung masuk ke kereta yang tersedia di jalur 2. KA Lokal Merak yang saya naiki baru berangkat jam 12:55, sedangkan saya sudah di kereta sekitar jam 12:30. Jadi, ada waktu sekitar 15-20 menit untuk menunggu. Sembari menunggu, saya mencari tempat duduk karena KA Lokal Merak tidak menentukan kursi untuk penumpang.&lt;/p&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Dan Kereta pun Berangkat&lt;/h4&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Agfi9eb11_I/X4PcG878ExI/AAAAAAAAXQk/wSEzWz1wm24tmdnK4t1vDhBABFXyDBdFgCLcBGAsYHQ/s1280/Rute%2BKA%2BLokal%2BMerak.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;rute KA Lokal Merak&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Agfi9eb11_I/X4PcG878ExI/AAAAAAAAXQk/wSEzWz1wm24tmdnK4t1vDhBABFXyDBdFgCLcBGAsYHQ/w640-h480/Rute%2BKA%2BLokal%2BMerak.jpg&quot; title=&quot;rute-kereta-lokal-Merak&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Peta rute perhentian KA Lokal Merak&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Masinis KA Lokal Merak sudah membunyikan Semboyan 35 (isyarat berupa klakson kereta), tanda kereta siap berangkat. KA Lokal Merak perlahan berjalan meninggalkan stasiun Rangkasbitung. Setelahnya, ia berjalan melewati kerumunan pengendara yang berhenti di depan Jalan Perlintasan Langsung (JPL). Kondisi JPL siang itu cukup padat karena masih berada di sekitar pasar Rangkas. Beberapa langkah setelahnya, KA Lokal Merak meninggalkan keramaian kota Rangkasbitung.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;KA Lokal Merak menggunakan rangkaian kereta ekonomi dengan konfigurasi tempat duduk 2-3. Satu kereta (bukan gerbong, ya…!) memuat 106 penumpang. Namun, kereta di siang itu tidak terlalu padat. Ada kurang lebih 50 orang yang ada di satu kereta. Saya pun menyempatkan diri berjalan-jalan dari satu kereta ke kereta lain.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-s5eECSNpYMs/X4PcCSFVW0I/AAAAAAAAXPo/v1sdBF5kGx0ZXBKP-yMJjkNy6MrAlhEWACLcBGAsYHQ/s1280/Interior%2BKA%2BLokal%2BMerak.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Interior KA Lokal Merak&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-s5eECSNpYMs/X4PcCSFVW0I/AAAAAAAAXPo/v1sdBF5kGx0ZXBKP-yMJjkNy6MrAlhEWACLcBGAsYHQ/w640-h480/Interior%2BKA%2BLokal%2BMerak.jpg&quot; title=&quot;Interior-kereta-lokal-Merak&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Bagian dalam kereta penumpang KA Lokal Merak&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Tak berapa lama, KA Lokal Merak berhenti. Kereta berhenti di sebuah stasiun kecil. Papan namanya bahkan tidak terlihat dari jendela kereta. Kemungkinan stasiun tersebut adalah stasiun Jambu Baru. Kereta pun tak berhenti lama di sini. Untungnya, saya sempat mengambil gambar stasiun tersebut sesaat sebelum berangkat.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-7bXLKNxMisw/X4PcI2qq6WI/AAAAAAAAXQ4/AuRj32rQrvI32m1KNF9pTHSiee_MoRt_wCLcBGAsYHQ/s1280/Stasiun%2BJambu%2BBaru.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Stasiun Jambu Baru&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-7bXLKNxMisw/X4PcI2qq6WI/AAAAAAAAXQ4/AuRj32rQrvI32m1KNF9pTHSiee_MoRt_wCLcBGAsYHQ/w640-h480/Stasiun%2BJambu%2BBaru.jpg&quot; title=&quot;stasiun-jambu-baru&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Stasiun kecil yang kayaknya stasiun Jambu Baru&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Selama perjalan dengan KA Lokal Merak, goncangan di dalam kereta sangat terasa. Bunyi “glodak glodak” bogie kereta beradu dengan rel juga terdengar. Hal ini terjadi karena rel yang digunakan masih menggunakan standar R42, artinya setiap 1 meter batang rel beratnya 42 kg. Konstruksi rel semacam ini mempengaruhi beban gandar (beban kereta yang ditanggung oleh jalur rel) dan batas kecepatan kereta api. KA Lokal Merak pun berjalan tidak terlalu cepat, tidak secepat KA yang melintas di jalur utara Jawa karena konstruksi rel yang sedemikian.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Namun, perjalanan KA Lokal Merak yang lambat memberikan berkah tersendiri bagi saya. Perjalanan ini menyajikan pemandangan dengan nuansa hijau. Sawah-sawah yang luas diselingi pepohonan terlihat di depan mata; kontras dengan apa yang ada di kota besar macam Jakarta. Berkahnya adalah kesempatan untuk memfoto dengan hasil yang tidak blur dengan kamera HP. Lantaran asyik memotret, kereta sudah melewati dua stasiun, yakni stasiun Catang dan Cikeusal.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Hq6nlDVVSu8/X4PcFlomN0I/AAAAAAAAXQM/tUKpft2jKcYAlpGFLU67s4_69_9g-jjfgCLcBGAsYHQ/s1280/Pemandangan%2BKA%2BLokal%2BMerak%2B%25282%2529.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pemandangan dari dalam KA Lokal Merak&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Hq6nlDVVSu8/X4PcFlomN0I/AAAAAAAAXQM/tUKpft2jKcYAlpGFLU67s4_69_9g-jjfgCLcBGAsYHQ/w640-h480/Pemandangan%2BKA%2BLokal%2BMerak%2B%25282%2529.jpg&quot; title=&quot;pemandangan-dari-kereta-lokal-merak&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pemandangan indah dari balik jendela KA Lokal Merak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-bS1dWsZD_WA/X4PcHl5X4iI/AAAAAAAAXQs/caOou57SiyYvTH9LKAVyASjOPoom4crKgCLcBGAsYHQ/s1280/Stasiun%2BCikeusal.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Stasiun Cikeusal&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-bS1dWsZD_WA/X4PcHl5X4iI/AAAAAAAAXQs/caOou57SiyYvTH9LKAVyASjOPoom4crKgCLcBGAsYHQ/w640-h480/Stasiun%2BCikeusal.jpg&quot; title=&quot;stasiun-cikeusal&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Stasiun Cikeusal&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;KA Lokal Merak mulai masuk wilayah Serang. Pemberhentian pertama di kota ini adalah stasiun Walantaka. Stasiun kecil ini terletak paling timur di kota Serang. Mulai dari sinilah keseruan joyride dengan KA Lokal Merak dimulai.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-QX0MAOHDB5Q/X4PcMkt3JSI/AAAAAAAAXRc/xg1jJkyJ0ZM0YZNGuq59Xb_cpPF7eVBMQCLcBGAsYHQ/s1280/Stasiun%2BWalantaka.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Stasiun Walantaka&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-QX0MAOHDB5Q/X4PcMkt3JSI/AAAAAAAAXRc/xg1jJkyJ0ZM0YZNGuq59Xb_cpPF7eVBMQCLcBGAsYHQ/w640-h480/Stasiun%2BWalantaka.jpg&quot; title=&quot;stasiun-walantaka&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Stasiun Walantaka&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kalau kata Balu yang sudah pernah naik KA Lokal Merak sebelumnya, penumpang di sini dikenal barbar. Eits, bukan berarti mereka garang dan membawa senjata, ya! Maksudnya barbar di sini adalah penumpangnya terkenal ramai. Apalagi jika penumpangnya adalah ibu-ibu, pasti ramai dengan gosip dan obrolan mereka. Udah kayak obrolan di warung sayur!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Hal itu terbukti ketika KA Lokal Merak berangkat dari stasiun Walantaka. Kereta semakin riuh rendah oleh rombongan emak-emak dan penumpang lainnya. Entah dari mana saja dan ke mana saja mereka pergi, sepertinya mereka akan menunaikan tugas mereka, yakni berbelanja. Belum lagi ada penumpang yang membawa belanjaan dengan jumlah besar. Hal ini membuat kereta penuh hatta saya memilih duduk manis di kursi saja. Pengumuman dari kondektur pun hampir tidak terdengar, kalah suara dengan rombongan penumpang.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-OVxjA5vkTow/X4PcLiqGYGI/AAAAAAAAXRU/jUD_9dFiul0bo5eMXQ2Igpat55P_VW6mwCLcBGAsYHQ/s1280/Stasiun%2BSerang.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;penumpang turun di stasiun Serang&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-OVxjA5vkTow/X4PcLiqGYGI/AAAAAAAAXRU/jUD_9dFiul0bo5eMXQ2Igpat55P_VW6mwCLcBGAsYHQ/w640-h480/Stasiun%2BSerang.jpg&quot; title=&quot;penumpang-kereta-lokal-merak-stasiun-Serang&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Banyak penumpang yang turun di stasiun Serang&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Pengumuman tadi memberitahukan bahwa KA Lokal Merak tiba di stasiun Serang. Stasiun ini adalah stasiun terbesar di kota Serang. Di stasiun ini, banyak penumpang “barbar” turun. Dengan turunnya penumpang tadi, saya berharap keriuhan mulai mereda. Ternyata, tidak juga! Masih banyak penumpang naik di sini. Kereta pun harus berhenti cukup lama. Keramaian kereta pun berlanjut kembali dan saya lagi-lagi harus tetap duduk daripada tempat saya diambil orang lain.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Setelah berhenti cukup lama, KA Lokal Merak berangkat dari stasiun Serang. Suasana kota Serang yang tidak seramai Rangkasbitung dalam pandangan saya terlihat di sini. Dari jendela kereta, tampak bangunan tinggi berpadu dengan areal persawahan dan perkampungan warga. kombinasi antara kehidupan masyarakat urban dan rural terlihat di sini. Setelah perjalanan beberapa saat, kereta tiba di stasiun Karangantu.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-MTPxZfO83nM/X4PcJZ6dcWI/AAAAAAAAXQ8/hRrOBBfz9Z4524UOknhifUAuO09yMsVlACLcBGAsYHQ/s1280/Stasiun%2BKarangantu.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;stasiun Karangantu&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-MTPxZfO83nM/X4PcJZ6dcWI/AAAAAAAAXQ8/hRrOBBfz9Z4524UOknhifUAuO09yMsVlACLcBGAsYHQ/w640-h480/Stasiun%2BKarangantu.jpg&quot; title=&quot;stasiun-Karangantu&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Stasiun Karangantu&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Stasiun Karangantu masih berada di kota Serang. Stasiunnya tidak sebesar stasiun Serang, tapi ia punya keunikan tersendiri. Ia terletak di kawasan Banten lama atau wilayah eks istana kesultanan Banten. Ia dekat dengan Masjid Agung Banten. Menara masjid sampai terlihat dari kereta ketika kereta meninggalkan stasiun Karangantu. Setelah dari Karangantu, kereta berangkat kembali hingga tiba di stasiun Tonjongbaru. Stasiun ini terbilang kecil dan dekat dengan jalan raya. Saking dekatnya, kereta sampai menutupi JPL dan kendaraan yang lewat harus berhenti agak lama di situ. Kereta pun tak berlama-lama di stasiun Tonjongbaru karena takut dilempari sama pengguna kendaraan. Bukan, ding! Tapi karena sudah diisyaratkan berangkat oleh PPKA.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-QNTd8Jy2bqE/X4PcMTuY5zI/AAAAAAAAXRY/9JRZ7TpuW14GsDVeMNBqtLlmTEu3-PJfQCLcBGAsYHQ/s1280/Stasiun%2BTonjongbaru.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;perlintasan stasiun Tonjongbaru&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-QNTd8Jy2bqE/X4PcMTuY5zI/AAAAAAAAXRY/9JRZ7TpuW14GsDVeMNBqtLlmTEu3-PJfQCLcBGAsYHQ/w640-h480/Stasiun%2BTonjongbaru.jpg&quot; title=&quot;stasiun-Tonjongbaru&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Perhentian KA Lokal Merak bahkan menutupi perlintasan di stasiun Tonjongbaru&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;KA Lokal Merak pun meneruskan perjalanannya hingga masuk kota Cilegon. Nuansa kota Cilegon agak kontras dengan perjalanan sebelumnya. DI sini banyak berdiri pabrik mengingat Cilegon adalah salah satu kota industri besar. Salah satu industri besar di sini adalah PT Krakatau Steel. Hal itu terlihat juga dari banyaknya kendaraan berat seperti truk kontainer yang lewat jalan tol Jakarta-Merak, menunjukkan arus distribusi pendukung industri yang masif di daerah ini. KA Lokal Merak berhenti di 3 stasiun di kota ini, yaitu stasiun kota Cilegon, stasiun Krenceng, dan stasiun Merak.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-eAHzJTSgIgs/X4PcHgLZArI/AAAAAAAAXQo/g6RoBS4HiHgShVr43aw9uLLGlzZluPudACLcBGAsYHQ/s1280/Stasiun%2BCilegon%2B%25282%2529.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;stasiun Cilegon&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-eAHzJTSgIgs/X4PcHgLZArI/AAAAAAAAXQo/g6RoBS4HiHgShVr43aw9uLLGlzZluPudACLcBGAsYHQ/w640-h480/Stasiun%2BCilegon%2B%25282%2529.jpg&quot; title=&quot;stasiun-Cilegon&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Stasiun Cilegon difoto dari dalam KA Lokal Merak&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Tiba di Merak&lt;/h4&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-vKmtVPX6EmQ/X4PcFFlwclI/AAAAAAAAXQI/ZUljTwAmex4d7G1H4Lf_YjN2mc1aOU7rgCLcBGAsYHQ/s1280/Pelabuhan%2BMerak.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pelabuhan Merak&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-vKmtVPX6EmQ/X4PcFFlwclI/AAAAAAAAXQI/ZUljTwAmex4d7G1H4Lf_YjN2mc1aOU7rgCLcBGAsYHQ/w640-h480/Pelabuhan%2BMerak.jpg&quot; title=&quot;pelabuhan-Merak&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Selat Sunda dekat pelabuhan Merak diambil dari dalam kereta&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;KA Lokal Merak terus menyusuri rel waktu di siang jelang sore. Beberapa kilometer ia melangkah, kereta melewati dua tebing cukup tinggi seakan-akan membelahnya. Keluar dari bongkahan tebing, kereta melewati jalan besar bersisian dengan laut lepas. Pasti ini sudah dekat dengan Merak! Kapal-kapal gagah berlayar di tengah laut, ada pula yang lewat di pinggirannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Sebentar saja, pelabuhan Merak sudah terlihat terminal penumpangnya. Kondektur pun mengumumkan bahwa KA Lokal Merak tiba di stasiun Merak, stasiun akhir dari kereta ini. Para penumpang bersiap-siap turun, termasuk saya. Meski bersiap-siap turun, saya tetap duduk di tempat agar selamat.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-r_p5VvwknaI/X4PcG3GOq5I/AAAAAAAAXQg/chjGtAEjvrIC2DUZRou8Jm5dfntCV3NNQCLcBGAsYHQ/s1280/Peron%2BStasiun%2BMerak.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;peron stasiun Merak&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-r_p5VvwknaI/X4PcG3GOq5I/AAAAAAAAXQg/chjGtAEjvrIC2DUZRou8Jm5dfntCV3NNQCLcBGAsYHQ/w640-h480/Peron%2BStasiun%2BMerak.jpg&quot; title=&quot;peron-stasiun-Merak&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Suasana di stasiun Merak setelah kedatangan kereta&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kereta pun tiba di Merak. Semua penumpang yang di dalam turun. Saya turun dari pintu kanan dari arah datangnya kereta. Keluar dari kereta, saya tidak langsung keluar area stasiun melainkan kembali ke loket untuk memesan tiket perjalanan berikutnya. Setelah tiket di tangan, barulah saya keluar stasiun.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-QIQY8xyH-YQ/X4PcLGHGJgI/AAAAAAAAXRM/szOfxKSFJKYg7Q1TJm1KXkByM-W6PnSigCLcBGAsYHQ/s1280/Stasiun%2BMerak%2B%25283%2529.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;stasiun Merak&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-QIQY8xyH-YQ/X4PcLGHGJgI/AAAAAAAAXRM/szOfxKSFJKYg7Q1TJm1KXkByM-W6PnSigCLcBGAsYHQ/w640-h480/Stasiun%2BMerak%2B%25283%2529.jpg&quot; title=&quot;stasiun-Merak&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Stasiun Merak tampak depan&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Di luar stasiun ternyata ada juga rel kereta. Di atasnya ada satu gerbong kricak terparkir. Tepat di depan stasiun, ada musala kecil yang terhimpit oleh pagar tembok. Berhubung waktu Ashar sudah dekat, orang-orang terutama kaum Adam memenuhi musala untuk menunaikan hajatnya di hadapan Sang Pencipta.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-eKV0VdRYRSs/X4PcBiMNd7I/AAAAAAAAXPk/jbzUMBJlzBwzhJkP9kAgnKmJjt87102ZwCLcBGAsYHQ/s1280/Ballast%2Bdepan%2BStasiun%2BMerak.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;rel depan stasiun Merak&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-eKV0VdRYRSs/X4PcBiMNd7I/AAAAAAAAXPk/jbzUMBJlzBwzhJkP9kAgnKmJjt87102ZwCLcBGAsYHQ/w640-h480/Ballast%2Bdepan%2BStasiun%2BMerak.jpg&quot; title=&quot;depan-stasiun-Merak&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ternyata ada rel di depan stasiun Merak!&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Namun, saya memilih untuk langsung keluar dari kompleks stasiun. Jalan keluarnya terletak di ujung timur kompleks stasiun. Ia berupa pintu terbuka diapit oleh tembok dengan akses khusus bagi pejalan kaki yang memandu ke arahnya. Saya berjalan kaki mengikuti jalan berpagar besi tersebut sampai keluar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Di luar stasiun, banyak kendaraan berlalu lalang. Banyak truk kontainer, truk molen, dan kendaraan besar lain yang melintas jalan ini diselingi kendaraan-kendaraan lain seperti angkot, kendaraan pribadi dan sepeda motor. Perlu ekstra hati-hati untuk melintasi jalan ini. Salah fokus sedikit, bisa-bisa jadi korban tabrakan! Saya pun berhasil menyeberang jalan. Di seberang jalan, berjajar ruko-ruko dengan berbagai macam dagangan. Setelah beberapa langkah, saya akhirnya berinisiatif untuk membeli perbekalan di Indomaret. Setelah bekal dirasa cukup, saya kembali ke stasiun.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kembalinya ke stasiun, Alhamdulillah saya menjumpai momen spesial buat saya. Begitu masuk ke kompleks stasiun, lokomotif penarik KA Lokal Merak dilangsir ke arah Rangkasbitung. Lokomotifnya berposisi &lt;i&gt;long hood&lt;/i&gt; alias kabin masinis berada di belakang. Tak mau melewatkan momen itu, saya pun merekamnya di ponsel. Setelah lokomotif tersambung dengan rangkaian kereta, saya menuju mushola untuk menunaikan shalat Ashar lalu kembali ke stasiun untuk pulang.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-8Fa3yZ5LW_s/X4PcEPtBwaI/AAAAAAAAXP4/v3rKffXXBv01DVtsbUlGeiNjq0zSf3d4ACLcBGAsYHQ/s1280/KA%2BLokal%2BMerak%2B%25283%2529.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Langsiran lokomotif KA Lokal Merak&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-8Fa3yZ5LW_s/X4PcEPtBwaI/AAAAAAAAXP4/v3rKffXXBv01DVtsbUlGeiNjq0zSf3d4ACLcBGAsYHQ/w640-h360/KA%2BLokal%2BMerak%2B%25283%2529.jpg&quot; title=&quot;langsir-lokomotif-kereta-Merak&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Lokomotif yang dipindah arah di stasiun Merak&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kembali ke Rangkasbitung&lt;/h4&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-I6wJ5eOFs4o/X4PcBWwqlaI/AAAAAAAAXPc/tZjqGD4FpL86H8UOcY9ued4HJJRhNBztQCLcBGAsYHQ/s1280/Backride%2BKA%2BLokal%2BMerak.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;backride ke Rangkasbitung&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-I6wJ5eOFs4o/X4PcBWwqlaI/AAAAAAAAXPc/tZjqGD4FpL86H8UOcY9ued4HJJRhNBztQCLcBGAsYHQ/w640-h360/Backride%2BKA%2BLokal%2BMerak.jpg&quot; title=&quot;kembali-Rangkasbitung&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Waktunya kembali!&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Waktu sudah semakin sore. Waktunya kali ini untuk kembali ke stasiun. Karena sudah membeli tiket setelah tiba di Merak, saya langsung menuju pemeriksaan tiket. Setelah lolos pengecekan, saya langsung masuk kereta yang terparkir sejak kedatangannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Saya memilih tempat di rangkaian paling belakang. Itu saya lakukan untuk menjawab rasa penasaran seperti apa ujung rel paling barat di Jawa. Setiba di kereta paling belakang, saya mendekati bordes untuk mengobati penasaran. Ternyata, ujungnya berupa sepur badug! Sepur badug sendiri berarti sepur yang sudah berada di ujung. Sepur badug di stasiun Merak berupa tongkat dengan papan bulat merah dan papan persegi panjang berwarna hitam-putih bergaris, disebut dengan Semboyan 8G yang menandakan akhir jalur semua kereta api.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-lCmwmsPvRVU/X4PcM1c6tNI/AAAAAAAAXRg/3ltlSPX6ZVsydBNCB_i3FSGF15zFnPAMgCLcBGAsYHQ/s1280/Ujung%2Brel%2BStasiun%2BMerak.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;ujung rel di Merak&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-lCmwmsPvRVU/X4PcM1c6tNI/AAAAAAAAXRg/3ltlSPX6ZVsydBNCB_i3FSGF15zFnPAMgCLcBGAsYHQ/w640-h480/Ujung%2Brel%2BStasiun%2BMerak.jpg&quot; title=&quot;ujung-rel-stasiun-Merak&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ternyata seperti ini ujung rel paling barat di stasiun Merak!&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Setelah penasaran terobati, saya duduk di tempat kosong yang ada di kereta belakang. Di sana sudah duduk beberapa orang. Ada petugas berseragam, ada pula penumpang biasa. Para petugas ini sepertinya petugas KAI yang hendak kembali dari Merak ke rumah setelah bertugas. Uniknya, di kereta ada beberapa tukang jajanan yang membawa jajanannya di kereta. Meski demikian, mereka tidak berkeliling ke kereta-kereta seperti saat kita naik kereta di zaman dulu, tapi hanya duduk di kursi. Duduk-duduk gitu, ada saja yang membeli jajanan mereka. Saya pun ikut-ikutan membeli sebuah arem-arem (semacam lontong dengan isian). Enak dan mengenyangkan. Bukan cuma tukang jajanan, ada juga penjual pernak-pernik yang menumpang kereta ini. Sepertinya mereka dari pulau seberang yang datang dari pelabuhan atau pedagang sekitar pelabuhan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;KA Lokal Merak berangkat pada jam 15:50. Saya ke bordes lagi untuk mengambil video momen backride dari ujung barat Jawa. Setelah puas, sayya kembali ke kursi. Ternyata, kereta sudah cukup ramai dengan obrolan para penumpang di sana. Saya yang joyride sendirian hanya duduk menyimak apa yang mereka omongkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Semakin lama kereta berjalan, semakin ramai penumpang yang datang. Suasana dalam kereta pun semakin riuh. Hampir tak terdengar apa yang mereka bicarakan. Begitu memasuki kota Cilegon dan Serang, penumpang masuk bertambah. Saya pun pindah ke depan karena bosan dan ingin mencari tempat yang lebih tenang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Pencarian tempat duduk yang sepi tak membuahkan hasil. Setiap sudut-sudut kereta sudah penuh dengan penumpang. Ada yang menumpang sendiri, membawa keluarga, ada juga anak-anak sekolahan yang baru pulang sekolah. Beberapa tukang pikul masih ada di sini. Bahkan, sebagian penumpang memenuhi bordes kereta. Kondektur pun agak kewalahan bolak-balik kereta. Ya sudah! Saya pasrah saja berdiri di lorong-lorong yang tersisa. Daripada bosan, mending foto pemandangan lagi aja dari dalam kereta&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-aFfDA-r6QqA/X4PcGXLZ6UI/AAAAAAAAXQY/xl8JjTYWQSMzdmaOEa4Y7ml_WyBbZg_2gCLcBGAsYHQ/s1280/Pemandangan%2BKA%2BLokal%2BMerak.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;sekitar rel menjelang maghrib&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-aFfDA-r6QqA/X4PcGXLZ6UI/AAAAAAAAXQY/xl8JjTYWQSMzdmaOEa4Y7ml_WyBbZg_2gCLcBGAsYHQ/w640-h480/Pemandangan%2BKA%2BLokal%2BMerak.jpg&quot; title=&quot;Pemandangan-sekitar-jalur-KA-Lokal-Merak&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pemandangan dari dalam kereta menjelang Maghrib&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Beruntung, kereta mulai kosong ketika kereta hampir sampai di Rangkasbitung. Di stasiun Catang, sudah mulai banyak penumpang turun. Saya pun segera duduk keburu orang lain menempati. Sembari duduk, saya menikmati sangu yang masih tersisa di tas. Bekal yang saya beli di Merak tidak sempat saya makan karena tidak ada tempat duduk untuk makan. Masak makannya sambil berdiri?!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Hari semakin gelap. KA Lokal Merak masih terus mengangkut penumpang ke tujuannya. Begitu kereta tiba di stasiun Jambu Baru, sebagian penumpang sudah mulai turun lagi. Penumpang yang naik dari stasiun ini tidak begitu banyak. Saya pun semakin tenang karena tidak terlalu ramai seperti di awal naik dari Merak. KA Lokal Merak pun kembali berangkat. Menjelang maghrib, kereta tiba di stasiun akhir Rangkasbitung. Semua penumpang pun turun. Saya memilih turun agak telat agar tidak berdesakan dengan penumpang lain. Setelah turun dari kereta, azan maghrib bersahut-sahutan dari masjid-masjid sekitar. Saya segera keluar stasiun untuk mengakhiri perjalanan sore itu.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-ZT5O3SFMork/X4PcLGdOh5I/AAAAAAAAXRQ/5Av0RcFFr3ceujYtNHDlUinbat1aZ93ogCLcBGAsYHQ/s1280/Stasiun%2BRangkasbitung.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;peron stasiun Rangkasbitung&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-ZT5O3SFMork/X4PcLGdOh5I/AAAAAAAAXRQ/5Av0RcFFr3ceujYtNHDlUinbat1aZ93ogCLcBGAsYHQ/w640-h480/Stasiun%2BRangkasbitung.jpg&quot; title=&quot;stasiun-Rangkasbitung&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Alhamdulillah, akhirnya tiba di Rangkasbitung&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/2760468812409258657/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2020/10/jelajah-sore-ujung-jawa-ka-lokal-merak.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/2760468812409258657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/2760468812409258657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2020/10/jelajah-sore-ujung-jawa-ka-lokal-merak.html' title='Jelajah Sore ke Ujung Jawa dengan KA Lokal Merak'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-5YaPShNUWtY/X4Pa6b4vjqI/AAAAAAAAXNY/D0O9agcnvVMRmXjgz1Y7F80IfDJ3jIeUQCLcBGAsYHQ/s72-w640-h480-c/KA%2BLokal%2BMerak.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-2176792849031645887</id><published>2020-09-26T17:04:00.001+07:00</published><updated>2020-12-20T22:40:28.741+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Banten"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jalan-Jalan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lebak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Multatuli"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Museum"/><title type='text'>Museum Multatuli, Museum Sejarah Antikolonialisme Pertama di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-3v5fSSpl1ok/X27FsjmCUkI/AAAAAAAAW8M/MH91wc5g834OqmqEdhN484bdilKLSNRHgCPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_111156.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-3v5fSSpl1ok/X27FsjmCUkI/AAAAAAAAW8M/MH91wc5g834OqmqEdhN484bdilKLSNRHgCPcBGAsYHg/w640-h480/IMG_20200305_111156.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Museum Multatuli merupakan museum yang memamerkan sejarah kolonialisme Belanda di Lebak, Banten dan perjuangan Multatuli melawan praktiknya. Ia terletak di kawasan Alun-Alun Rangkasbitung, kelurahan Rangkasbitung Barat, kecamatan Rangkasbitung, Lebak. Dulunya bangunan tersebut merupakan kantor Wedana Lebak. Akan tetapi pada 2017, bangunan ini dialihfungsikan sebagai museum dan diresmikan pada bulan Februari 2018 oleh bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Direktur Jenderal Kebudayaan. Museum ini unik, karena ia adalah museum anti-kolonialisme pertama di Indonesia. Sebetulnya, museum serupa sudah ada di Amsterdam, Belanda. Namun, museum tersebut tidak memiliki afiliasi dengan museum yang ada di kota Rangkasbitung ini.&lt;span&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Letak Museum Multatuli sangat strategis sehingga rutenya mudah dijangkau. Saya berangkat dari stasiun Rangkasbitung menumpang ojek online. jaraknya hanya kurang lebih 1,5 km via Rangkasbitung Indah Plaza (Rabinza). Selama perjalanan, saya sesekali mengobrol bersama abang ojol tentang kawasan Lebak, sembari bercerita tentang sedikit pengalaman ke perkampungan masyarakat Baduy. Asyik mengobrol, tak terasa perjalanan kami sudah tiba di Alun-Alun Rangkasbitung. Dengan sedikit mengitari alun-alun, saya sudah sampai di Museum Multatuli.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-eeHH5P0GIsU/X27Fsp2p86I/AAAAAAAAW8M/epDAKezXdDYjXF0CIkukBGCWdpxLhnHMACPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_114615.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Selamat datan Museum Multatuli&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-eeHH5P0GIsU/X27Fsp2p86I/AAAAAAAAW8M/epDAKezXdDYjXF0CIkukBGCWdpxLhnHMACPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_114615.jpg&quot; title=&quot;Selamat-datang&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Begitu memasuki Museum Multatuli, saya disambut dengan gapura unik. Gapuranya terbuat dari susunan bambu-bambu membentuk segitiga mirip singgasana di serial Game of Thrones. Di dalam terdapat pendopo di sisi kiri saya dan patung-patung dan spot foto di sisi kanan. Di spot foto, berdiri patung Multatuli dengan pose duduk membaca dikelilingi oleh tiang-tiang tinggi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-51lkS0gGb9g/X27Fso-ozOI/AAAAAAAAW8M/Y1BvY48yB2scyz_UPcPiMHvWxfvRi9G5gCPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_104129.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Gapura Museum Multatuli&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-51lkS0gGb9g/X27Fso-ozOI/AAAAAAAAW8M/Y1BvY48yB2scyz_UPcPiMHvWxfvRi9G5gCPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_104129.jpg&quot; title=&quot;Gapura-museum-Multatuli&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-SoXur66zpss/X27FsiPQjuI/AAAAAAAAW8M/lyYcSbFKzwI5pe-lZf_Ixw8OiFgsXSNtgCPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_114022.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Patung Multatuli&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-SoXur66zpss/X27FsiPQjuI/AAAAAAAAW8M/lyYcSbFKzwI5pe-lZf_Ixw8OiFgsXSNtgCPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_114022.jpg&quot; title=&quot;Patung-Multatuli-Museum&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sebelum masuk museum, saya menyempatkan diri duduk sejenak di pendopo. Pendopo Museum Multatuli tidak terlalu tinggi namun cukup luas dan sejuk. Sejuknya pendopo terpengaruh oleh arsitekturnya yang semi terbuka dengan berlantaikan marmer. Pendopo museum penuh dengan nuansa kuning keemasan berpadu coklat dari lantai, tiang dan atapnya. Selain saya, ada beberapa orang tampak duduk-duduk santai menikmati siang di pendopo.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Ga__Cb8jJa8/X27FstC9KbI/AAAAAAAAW8M/UpuYHPPle4g_iN_4j8abTjW9WFBvfp3YACPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_104514.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pendopo Museum Multatuli&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Ga__Cb8jJa8/X27FstC9KbI/AAAAAAAAW8M/UpuYHPPle4g_iN_4j8abTjW9WFBvfp3YACPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_104514.jpg&quot; title=&quot;Pendopo-museum-Multatuli&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sebelum masuk, saya mendaftarkan diri dengan menulis biodata pengunjung di resepsionis. Pendaftaran masuk Museum Multatuli tidak ditarik biaya sepeserpun alias gratis, tis! Resepsionis juga menyediakan beberapa brosur terkait museum. Dari pintu masuk, saya disambut dengan patung potret Multatuli bertuliskan “Multatuli Eduard Douwes Dekker -- 2 Maret 1820-19 Februari 1887”. Terpampang pula &lt;i&gt;quote&lt;/i&gt; Multatuli berbunyi “Tugas manusia adalah menjadi manusia” bersanding dengan vektor wajah Multatuli di sisinya. Tulisan tersebut mengingatkan saya, sudahkah saya menjadi manusia seutuhnya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-AVXEu8jV-G0/X27Fsi48zYI/AAAAAAAAW8M/3-kfMJDTzqArPja6BDkwlNThY-6eQhDWwCPcBGAsYHg/s4160/Potret_Multatuli.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Potret Multatuli&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;4160&quot; data-original-width=&quot;3120&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-AVXEu8jV-G0/X27Fsi48zYI/AAAAAAAAW8M/3-kfMJDTzqArPja6BDkwlNThY-6eQhDWwCPcBGAsYHg/w240-h320/IMG_20200305_104527.jpg&quot; title=&quot;Potret-Multatuli&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Masuk ke ruang berikutnya, ada ruangan yang menceritakan awal mula kedatangan VOC ke Indonesia. Di sana diputarkan video mengenai kedatangan VOC ke Indonesia. Sebagaimana diketahui,tujuan awal VOC adalah untuk berdagang dan mencari hasil bumi di tanah Nusantara. Namun, yang terjadi adalah penjajahan, eksploitasi sumber daya yang mengakibatkan penderitaan panjang bagi rakyat. Selain video, di ruangan ini juga dipamerkan miniatur kapal yang digunakan VOC.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-5B1pPgvvoEo/X27FstR5OvI/AAAAAAAAW8M/iSV90Ke1MH8hglE2WmTyvbFswKYr8ao4ACPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_105057.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-5B1pPgvvoEo/X27FstR5OvI/AAAAAAAAW8M/iSV90Ke1MH8hglE2WmTyvbFswKYr8ao4ACPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_105057.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-csH2by3tNjs/X27Fsh8QNJI/AAAAAAAAW8M/bUwjLHfk8RgismYfYHY49_K0WguPkNfgQCPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_104823.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-csH2by3tNjs/X27Fsh8QNJI/AAAAAAAAW8M/bUwjLHfk8RgismYfYHY49_K0WguPkNfgQCPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_104823.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Beberapa komoditas yang diincar oleh VOC juga dijelaskan. Di antara hasil bumi yang dimaksud adalah pala, kopi, dan cengkeh. Di situ diterangkan asal mula tanaman, di mana tanaman tersebut dibudidayakan, serta kegunaannya bagi manusia. Alat-alat yang digunakan untuk mengolah tanaman tersebut juga dipamerkan seperti mesin giling kopi tradisional.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-J7hLkL9lwQE/X27Fsh9K5uI/AAAAAAAAW8M/eeGk3nDyeMcZIIggglBWEGZ8QuVgBx9DgCPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_105022.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-J7hLkL9lwQE/X27Fsh9K5uI/AAAAAAAAW8M/eeGk3nDyeMcZIIggglBWEGZ8QuVgBx9DgCPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_105022.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Ue9iZDoEbAs/X27FsmPzvlI/AAAAAAAAW8M/rmb0wkkkdycauP3OoMSA6DK_OAIMjTYNwCPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_105553.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Ue9iZDoEbAs/X27FsmPzvlI/AAAAAAAAW8M/rmb0wkkkdycauP3OoMSA6DK_OAIMjTYNwCPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_105553.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ada juga peta yang menerangkan tanam paksa. Sistem yang disebut dengan Cultuurstelsel dalam bahasa Belanda ini mewajibkan pemilik tanaman menyerahkan 20% tanahnya untuk ditanami tanaman ekspor. Bagi yang tidak memiliki tanah diwajibkan untuk menggarap lahan dengan komoditas ekspor. Namun, praktiknya tidak sesuai dengan aturan tertulis. Tuan tanah dirampas tanahnya melebihi yang disepakati untuk kepentingan penjajah. Begitu pula dengan para penggarap tanah. Mereka diperas tenaganya melebihi waktu yang ditentukan tanpa diberikan upah lembur.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-qEDIsl4bE80/X27FsoUQGEI/AAAAAAAAW8M/xZtSlMZi9zYTiGCeLOf5XY6BUL4YIOiqgCPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_105346.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-qEDIsl4bE80/X27FsoUQGEI/AAAAAAAAW8M/xZtSlMZi9zYTiGCeLOf5XY6BUL4YIOiqgCPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_105346.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-KqKMZjlWWP0/X27Fsj3qPGI/AAAAAAAAW8M/cEJSKls04HMQyOslyzemCm-qzYFLKVhYgCPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_105605.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-KqKMZjlWWP0/X27Fsj3qPGI/AAAAAAAAW8M/cEJSKls04HMQyOslyzemCm-qzYFLKVhYgCPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_105605.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-A9vRbfynAT4/X27FsmJguRI/AAAAAAAAW8M/dEjUoWvCEJM9Zi27MvZCBjUHGXwJ3ZRaACPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_105810.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;4160&quot; data-original-width=&quot;3120&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-A9vRbfynAT4/X27FsmJguRI/AAAAAAAAW8M/dEjUoWvCEJM9Zi27MvZCBjUHGXwJ3ZRaACPcBGAsYHg/w300-h400/IMG_20200305_105810.jpg&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kondisi demikian yang menyiksa rakyat Banten pada waktu itu. Karena penderitaan masyarakat semakin bertambah, rakyat Banten melakukan serangkaian aksi melawan kebijakan tanam paksa. Beberapa peristiwa yang terekspos di Museum Multatuli adalah Pemberontakan Haji Wakhia pada tahun 1854 dan Pemberontakan Nyimas Gamparan. Peristiwa pertama dipimpin oleh Haji Wakhia, seorang ulama dari Serang. Beliau bersama Tubagus Iskak memimpin gerakan rakyat melawan kolonial sejak 1850, memuncak pada 1 Mei 1854 dan berakhir ketika beliau berdua ditangkap dan dihukum mati pada 1856. Sedangkan, peristiwa Nyimas Gamparan terjadi pada tahun 1885 di beberapa tempat di Banten. Semua terekam dalam sebuah visual berbentuk &lt;i&gt;timeline &lt;/i&gt;berwarna merah. Selain dua peristiwa tadi, linimasa yang tertempel juga menampilkan peristiwa lain seperti pendirian Indische Partij dan Sarikat Islam hingga kemerdekaan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-fCP_OlRzOB8/X27ubYpAiLI/AAAAAAAAW-M/kVWOowXmHeI8FfBDFkMXeIkx4kdshOPQwCPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_112315.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-fCP_OlRzOB8/X27ubYpAiLI/AAAAAAAAW-M/kVWOowXmHeI8FfBDFkMXeIkx4kdshOPQwCPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_112315.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Selain linimasa sejarah perjuangan rakyat, Museum Multatuli juga menampilkan sejarah Lebak. Dimulai dari pendirian kabupaten Lebak pada tahun 1828 sampai era kemerdekaan Indonesia. Salah satu yang ditampilkan adalah sosok RTA Kartanegara, bupati Lebak ketiga yang berhasil memadamkan pemberontakan Nyimas Gamparan hingga diangkat menjadi bupati. Pembangunan jalur kereta api di Lebak pun diangkat dalam anjungan ini. Ketika Indonesia merdeka, kabar tentang proklamasi kemerdekaan disampaikan ke Lebak oleh beberapa tokoh. Linimasa ini diakhiri oleh kisah bupati RT Hardiwinangun yang ikut andil dalam kemerdekaan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-4D4AgN7brIo/X27Fsh0rQPI/AAAAAAAAW8M/vdYeqzSnkpUeibBFxekyXU-_JerhyXnwACPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_112829.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-4D4AgN7brIo/X27Fsh0rQPI/AAAAAAAAW8M/vdYeqzSnkpUeibBFxekyXU-_JerhyXnwACPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_112829.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Mengunjungi Museum Multatuli tentu saja tak boleh lupa membahas peran Multatuli dalam pengentasan kolonialisme di Banten. Multatuli, yang nama aslinya adalah Eduard Douwes Dekker, merupakan seorang pegawai residen Belanda yang ditugaskan di Lebak, karesidenan Banten. Di sana ia menemukan bahwa sistem kerja rodi menyengsarakan rakyat. Padahal, ia sendiri melaksanakan mandat dari pemerintah kolonial Belanda untuk mengawal sistem Tanam Paksa. Namun, rasa kemanusiaannya tergerak untuk peduli dengan warga Lebak. Untuk itu, ia melontarkan kritik kepada pemerintah sebagai kepeduliannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-FNzgCKqd1dE/X27FsmfcA1I/AAAAAAAAW8M/hTr_SphuRRIco-T_xUnbdoq0H1CxPLtiwCPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_111442.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Raja Willem III dan Surat Multatuli&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-FNzgCKqd1dE/X27FsmfcA1I/AAAAAAAAW8M/hTr_SphuRRIco-T_xUnbdoq0H1CxPLtiwCPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_111442.jpg&quot; title=&quot;Raja-Willem-III&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Awalnya, ia menulis surat kepada Raja Willem III, penguasa Belanda waktu itu. Dalam suratnya, ia memohon agar kerajaan memperhatikan penderitaan rakyat jajahan. Dengan tegas ia menulis:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&quot;Kepada Anda saya bertanya dengan penuh keyakinan: Apakah Kerajaan Anda ingin membuat lebih dari tiga puluh juta rakyat di Hindia Timur ditindas dan dihisap atas nama Anda?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Multatuli juga memberitahukan naskah bukunya yang akan terbit dalam surat tersebut. Namun, karena permintaanya tidak digubris oleh raja, ia segera menerbitkan Max Havelaar yang menjadi karya sastra fenomenal karena menggambarkan penderitaan rakyat jajahan secara apa adanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-DWkXXat0xl0/X27Fsn2pWpI/AAAAAAAAW8M/bwXt7mz0lwcPuvXVlqk_Mp_jnwxZSXLJACPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_111043.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-DWkXXat0xl0/X27Fsn2pWpI/AAAAAAAAW8M/bwXt7mz0lwcPuvXVlqk_Mp_jnwxZSXLJACPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_111043.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Di museum Multatuli pun dipamerkan beberapa versi dari Max Havelaar. Ada 13 naskah Max Havelaar dengan versi bahasa Belanda, Inggris, dan Indonesia. Setiap versi memiliki ciri khasnya sendiri sesuai dengan penerbit. Ada cetakan di era periode awal berbahasa Belanda. Cetakannya yang terbaru di antara koleksi tersebut sudah dilampirkan foto-foto tentang kondisi Hindia Belanda di masa itu. Buku-buku koleksi Max Havelaar bisa kita baca di tempat, dan difasilitasi bangku serta suasana yang asri. Selain Max Havelaar terdapat karya tulis yang lain seperti surat Sukarno kepada sahabatnya, Samuel Koperberg. Dalam suratnya, Bung Karno menceritakan kondisi dirinya dan tempat pengasingannya di Ende, Nusa Tenggara Timur. Sebagai pengetahuan, Bung Karno diasingkan oleh pemerintah kolonial di Ende pada tahun 1934-1938 karena ia memperjuangkan kemerdekaan Indonesia secara vokal. Karya tulis lain adalah buku pleidoi Bung Hatta dengan judul &lt;i&gt;Indonesia Vrij &lt;/i&gt;(Indonesia Merdeka) yang ditulis pada tahun 1928.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-YBQsk-r31tQ/X27Fshy455I/AAAAAAAAW8M/5IEBx0JiskoIoXvai2YD5b0rJeA2aLPnQCPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_110106.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-YBQsk-r31tQ/X27Fshy455I/AAAAAAAAW8M/5IEBx0JiskoIoXvai2YD5b0rJeA2aLPnQCPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_110106.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-4AtSxforKQ0/X27FshrX3-I/AAAAAAAAW8M/uCIPnkbSgJUjFq1qACWlR607GIYUvoJ8wCPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_111729.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;4160&quot; data-original-width=&quot;3120&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-4AtSxforKQ0/X27FshrX3-I/AAAAAAAAW8M/uCIPnkbSgJUjFq1qACWlR607GIYUvoJ8wCPcBGAsYHg/s320/IMG_20200305_111729.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Masih di tempat yang sama dengan koleksi Max Havelaar, ada potret beberapa tokoh Lebak dan tokoh lain yang pernah memiliki kesan dengan Lebak. Di antara figur yang terpampang adalah Maria Ulfah, Menteri Sosial pertama Indonesia; W.S. Rendra, penyair tenar yang pernah menulis sajak tentang rakyat Lebak berjudul Demi Orang-Orang Rangkasbitung; juga Tan Malaka yang pernah berjuang menyejahterakan para romusha di Banten, dan Misbach Yusa Biran, seorang putra daerah Lebak yang tersohor sebagai sutradara dan kolumnis. Selain potret tokoh-tokoh Banten, potret figur yang mengomentari Multatuli dan Max Havelaar juga dipamerkan beserta komentar mereka tentangnya. Tokoh-tokoh tersebut adalah Bung Karno, Raden Ajeng Kartini, Jose Rizal (pejuang kemerdekaan Filipina), Ahmad Subardjo, dan Pramoedya Ananta Toer.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-WtgtTtTBcJQ/X27Fsp1pmEI/AAAAAAAAW8M/dC4Duxeu_tYKM-z1Ys5jQCk2Th8TPKgfwCPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_110544.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-WtgtTtTBcJQ/X27Fsp1pmEI/AAAAAAAAW8M/dC4Duxeu_tYKM-z1Ys5jQCk2Th8TPKgfwCPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_110544.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-S1pixtbgISk/X27FslXhinI/AAAAAAAAW8M/T38Gggr3skgG4nDPMevKYOWrJ-5fm4kUwCPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_111430.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-S1pixtbgISk/X27FslXhinI/AAAAAAAAW8M/T38Gggr3skgG4nDPMevKYOWrJ-5fm4kUwCPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_111430.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ruangan terakhir yang saya kunjungi di Museum Multatuli adalah ruangan tentang seluk-beluk Lebak. Ruangan ini secara ringkas menampilkan tentang kehidupan masyarakat Baduy, penduduk asli Lebak. Diorama yang dipamerkan dalam ruangan ini adalah pakaian khas, alat tenun Baduy yang menjadi salah satu mata pencaharian mereka, dan beberapa motif kain tenun. Bagi kalian yang penasaran tentang masyarakat Baduy, ruangan ini dapat mengenalkan secara ringkas dan membuka wawasan kalian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-xZEC6IsY-S4/X27FsgLFQvI/AAAAAAAAW8M/ns1FKMHe0M4wrQUB6FHpfwtYSFaVVG3-ACPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_113113.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-xZEC6IsY-S4/X27FsgLFQvI/AAAAAAAAW8M/ns1FKMHe0M4wrQUB6FHpfwtYSFaVVG3-ACPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_113113.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-1eG7V1ueK70/X27Fsk6WFbI/AAAAAAAAW8M/ny3_6D5b68stLkT6yZlmKYgMx4Jw20SCQCPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_113431.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-1eG7V1ueK70/X27Fsk6WFbI/AAAAAAAAW8M/ny3_6D5b68stLkT6yZlmKYgMx4Jw20SCQCPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_113431.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-uMxK_4wSXCI/X27FspBqoHI/AAAAAAAAW8M/w2OIoCWZ310X7RY6_oQTYHfUrrtQssC-gCPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_113145.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-uMxK_4wSXCI/X27FspBqoHI/AAAAAAAAW8M/w2OIoCWZ310X7RY6_oQTYHfUrrtQssC-gCPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_113145.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Di pintu keluar, saya disambut dengan halaman belakang yang sama indah dengan halaman depan Museum Multatuli. Taman dengan nuansa kuning keemasan dari lantainya berpadu warna putih dari tembok bangunan ditambah tanaman-tanaman hijau menyegarkan pandangan mata. Toilet bagi pengunjung terletak di sisi belakang museum ini. Peta wilayah Lebak beserta petunjuk lokasi wisata buat yang penasaran untuk mengeksplorasi keindahan Lebak. Di sisi lain, terdapat jalan setapak menuju Perpustakaan Umum Saidjah-Adinda yang terletak persis di utara museum dengan konsep senada seperti taman belakang museum. Halaman belakang ini tempat cocok untuk beristirahat setelah menjelajah museum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-om11NLpCHOo/X27FsvbUh6I/AAAAAAAAW8M/ALxyGxtUBkAjTbaZWPHFZ8094MXTMuYiwCPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_113519.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-om11NLpCHOo/X27FsvbUh6I/AAAAAAAAW8M/ALxyGxtUBkAjTbaZWPHFZ8094MXTMuYiwCPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_113519.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-I234MqsdRKM/X27FspLMlHI/AAAAAAAAW8M/sM40Qsq2Go8mj_aIpV1RBQrMENYbrEj4ACPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_113928.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-I234MqsdRKM/X27FspLMlHI/AAAAAAAAW8M/sM40Qsq2Go8mj_aIpV1RBQrMENYbrEj4ACPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_113928.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-du5Ln-iSFO8/X27FskkfWDI/AAAAAAAAW8M/i87Yx5WYKiY4oWzVUWFzzXYlwmgFknMyACPcBGAsYHg/s4160/IMG_20200305_113905.jpg&quot; style=&quot;font-size: 14.6667px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-du5Ln-iSFO8/X27FskkfWDI/AAAAAAAAW8M/i87Yx5WYKiY4oWzVUWFzzXYlwmgFknMyACPcBGAsYHg/w400-h300/IMG_20200305_113905.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Museum Multatuli menawarkan pembelajaran tentang sejarah perjuangan Multatuli dan masyarakat Lebak menghadapi kolonialisme Belanda. Konsep museum sejarah dikemas dengan nuansa kekinian mengajak generasi muda mengkaji sejarah. Interior museum yang instagrammable semakin menarik minat untuk mencintai museum dan sejarah yang disajikannya. Museum Multatuli bisa menjadi tujuan buat kita, anak muda yang minat dengan kajian tentang masa lalu kelam kolonialisme.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent; color: black; font-size: 11pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; aria-hidden=&quot;false&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;450&quot; src=&quot;https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m18!1m12!1m3!1d416.7964074498638!2d106.24677574765043!3d-6.360641077696742!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!3m3!1m2!1s0x2e4216d5dae405b7%3A0x9870568345b46442!2sMuseum%20Multatuli!5e0!3m2!1sid!2sid!4v1601105906601!5m2!1sid!2sid&quot; style=&quot;border: 0;&quot; tabindex=&quot;0&quot; width=&quot;600&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/2176792849031645887/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2020/09/museum-multatuli.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/2176792849031645887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/2176792849031645887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2020/09/museum-multatuli.html' title='Museum Multatuli, Museum Sejarah Antikolonialisme Pertama di Indonesia'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-3v5fSSpl1ok/X27FsjmCUkI/AAAAAAAAW8M/MH91wc5g834OqmqEdhN484bdilKLSNRHgCPcBGAsYHg/s72-w640-h480-c/IMG_20200305_111156.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-1288987597151906005</id><published>2020-05-22T16:04:00.002+07:00</published><updated>2020-12-20T22:42:35.619+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dhoho"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jalan-Jalan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kereta Api"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Surabaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tulungagung"/><title type='text'>Cerita dari Kereta: Ekspedisi Jalur Kantong bagian III/habis (KA Dhoho Surabaya-Tulungagung via Kertosono)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;docs-internal-guid-cbeb7a65-7fff-a7d0-427f-d10ce7be6456&quot; style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-TwWF24PG_Oc/XseEm1YQSoI/AAAAAAAAVFQ/LTQFt4iYxGwvYSHCZPPIS8bJ9hSZK7DMQCK4BGAsYHg/IMG_20190722_165358.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dhoho, Surabaya, Tulungagung&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-TwWF24PG_Oc/XseEm1YQSoI/AAAAAAAAVFQ/LTQFt4iYxGwvYSHCZPPIS8bJ9hSZK7DMQCK4BGAsYHg/w640-h480/IMG_20190722_165358.jpg&quot; title=&quot;Dhoho di Tulungagung&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;docs-internal-guid-cbeb7a65-7fff-a7d0-427f-d10ce7be6456&quot; style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;docs-internal-guid-cbeb7a65-7fff-a7d0-427f-d10ce7be6456&quot; style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; font-style: italic; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Tulisan ini merupakan bagian terakhir cerita dari Ekspedisi Jalur Kantong. Untuk membaca cerita bagian sebelumnya klik di &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.ianikhalid.com/2019/09/ekspedisi-jalur-kantong-tulungagung-lawang-dhoho-penataran_22.html&quot; style=&quot;font-size: 11pt; font-style: italic; white-space: pre-wrap;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; font-style: italic; white-space: pre-wrap;&quot;&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.ianikhalid.com/2019/10/ekspedisi-jalur-kantong-lawang-surabaya.html&quot; style=&quot;font-size: 11pt; font-style: italic; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;docs-internal-guid-cbeb7a65-7fff-a7d0-427f-d10ce7be6456&quot; style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;docs-internal-guid-cbeb7a65-7fff-a7d0-427f-d10ce7be6456&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Kami telah tiba di Stasiun Surabaya Kota (Stasiun Semut). Hari itu, kami baru menyelesaikan jelajah singkat ke Tugu Pahlawan yang jaraknya dekat dari stasiun. Karena lelah, kami langsung mengambil tempat duduk terdekat di ruang tunggu. Kami melepaskan tas masing-masing di kursi agar tidak keberatan.&lt;span&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;docs-internal-guid-cbeb7a65-7fff-a7d0-427f-d10ce7be6456&quot; style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Setelah duduk, saya mengambil ponsel dan charger lalu mengisi daya di spot yang sudah disediakan. ALhamdulillah, lokasi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; font-style: italic; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;charging spot &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;dekat dengan kursi tempat kami sehingga cukup selangkah kami bisa ngecas HP. Agar tidak kelaparan di jalan, kami berinisiatif untuk patungan membeli bekal di warung-warung tersebut. Tidak ada besaran yang ditentukan, masing-masing bisa mengeluarkan semampunya, yang penting mau mengumpulkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id=&quot;docs-internal-guid-cbeb7a65-7fff-a7d0-427f-d10ce7be6456&quot; style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;docs-internal-guid-cbeb7a65-7fff-a7d0-427f-d10ce7be6456&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Setelah semua mengumpulkan, kami membagi tugas, &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/mas_rasyied/?hl=id&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Harun&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/iqbalulloh23/?hl=id&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Balu&lt;/a&gt; shalat Dzuhur duluan, &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/faiqtantomalifranufadlan/?hl=id&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Faiq &lt;/a&gt;dan &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/has_bee16/?hl=id&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Hasbi&lt;/a&gt; membeli makanan, dan saya menjaga barang bawaan. Shalat Dzuhur kami rencanakan bergantian agar bawaan tetap bisa dijaga. Saya pun duduk menjaga barang-barang, tak berapa lama terdengar suara dari pengeras suara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id=&quot;docs-internal-guid-cbeb7a65-7fff-a7d0-427f-d10ce7be6456&quot; style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;docs-internal-guid-cbeb7a65-7fff-a7d0-427f-d10ce7be6456&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Kereta Api Rapih Dhoho tujuan Blitar akan diberangkatkan 10 menit lagi....”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id=&quot;docs-internal-guid-cbeb7a65-7fff-a7d0-427f-d10ce7be6456&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Sontak saya pun kaget. Lalu saya panggil semua teman yang masih berpencar. Balu keluar dari kamar mandi dengan terburu-buru. Begitu pula dengan Hasbi dan Faiq yang sudah tiba dari warung, untungnya sudah membawa perbekalan. Saya pun segera menyuruh mereka untuk membawa barang-barang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Bawa aja semua barangnya!” seruku panik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Ane check-in duluan, ya…!” Hasbi membalas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Yo, ndang!” jawabku singkat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Namun, ternyata masih ada seorang lagi yang belum keluar. Harun masih di kamar mandi! Saat yang lain sudah berangkat, saya masih berdiri di belakang gerbang check-in menunggunya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Run…! Harun…!” teriakku di stasiun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Dia belum juga muncul!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Saya pun akhirnya menyerah dan masuk peron. Ternyata, Harun baru keluar kamar mandi. Ia berlari-lari kebingungan. Waktu itu, semboyan 40 (isyarat dari PPKA bahwa kereta siap diberangkatkan) hampir diberikan. Masinis juga hampir siap memberangkatkan. Itu tandanya kereta siap berangkat dan Harun bisa-bisa ketinggalan kereta. Beruntung, ia lolos check-in dan bisa masuk kereta. Saya pun merasa lega. Kembali saya berlari mengejar kereta namun dengan perasaan agak tenang karena tidak ada yang tertinggal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Saya masuk kereta, mencari teman-teman lain yang sepertinya sudah duduk. Tanpa sadar, Harun sudah berdiri di belakang. Kami berdua akhirnya mencari tempat duduk. Tempat di mana Balu, Hasbi, dan Faiq naik. Saya tidak mau duduk terpisah karena akan menyusahkan. Bisa jadi, akan banyak penumpang yang naik dan kereta akan penuh. Setelah melewati 2 atau 3 kereta, kami pun akhirnya saling bertemu dan bisa mendapatkan tempat duduk.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Setelah duduk dan menaruh barang, kami bercerita kenapa kita bisa hampir terlambat. Ternyata, Hasbi salah melihat jadwal. Hasbi kebagian tugas memesankan tiket kereta Dhoho karena dialah satu-satunya yang punya aplikasi LinkAja. Menurut pengakuannya setelah memesan tiket, KA Dhoho berangkat jam 12:20. Kami pun sebelum berangkat hanya mengiyakan. Ternyata, jadwal yang tertera di jadwal bukan jam 12:20, melainkan jam 12:10, lebih cepat dari yang kami tahu. Kami hanya tertawa-tawa mengingat kejadian tadi sebelum berangkat. Setelah asyik mengobrol, Faiq pun membagikan nasi bungkus yang telah ia beli.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Kami pun makan di atas kereta Dhoho. Menunya sederhana, nasi rames dengan porsi sedang. Yang penting waktu itu adalah perut terisi, tenaga tercukupi, perjalanan lancar terkendali. Cuaca panas menyengat kota Surabaya hingga menembus jendela kereta. AC kereta pun seperti hampir tidak terasa saking panasnya. Mau ditutup dengan gorden, tidak bisa melihat pemandangan. Sayang banget kalau jendelanya ditutup. Saya yang makan sembari melihat pemandangan pun harus menahan panas dari luar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Tak terasa KA Dhoho sudah memasuki stasiun Wonokromo. Di sini banyak kereta dari kota-kota lain berhenti di stasiun ini. Ia adalah pintu gerbang awal bagi kereta api ke Surabaya. Di sini banyak penumpang yang naik KA Dhoho menuju kota-kota lain. Setelah meninggalkan Wonokromo, KA Dhoho bergerak ke arah barat melintasi JPL 1A Wonokromo dan JPL 8 Ketintang menuju stasiun Sepanjang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-4GmHgTl30HY/XseEjFTFBpI/AAAAAAAAVEo/ygBC3dYGr1YUMrV86juFqCnAU41J__1LACK4BGAsYHg/IMG_20190722_123916.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dhoho, Sepanjang, Surabaya&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-4GmHgTl30HY/XseEjFTFBpI/AAAAAAAAVEo/ygBC3dYGr1YUMrV86juFqCnAU41J__1LACK4BGAsYHg/w640-h480/IMG_20190722_123916.jpg&quot; title=&quot;Stasiun Sepanjang&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Suasana penumpang di stasiun Sepanjang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;KA Dhoho pun tiba di stasiun Sepanjang. Stasiun Sepanjang sudah termasuk wilayah Kab. Sidoarjo. Stasiun ini tergolong sebagai stasiun kecil. Meskipun kecil, cukup ramai penumpang yang naik dari stasiun ini cukup banyak sehingga terlihat ramai dari dalam kereta. Mendengar nama stasiun ini, saya teringat lagunya The Rain yang berjudul “Sepanjang Jalan Kenangan.” Entah apakah ada jalan kenangan betulan di sini. Tentunya stasiun ini diambil dari nama kelurahan letak stasiun ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; font-weight: 700; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Tiba di Jombang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-wXAEklZph9c/XseEjfMjPUI/AAAAAAAAVEs/-6RRnBxoJ8IjbxPExRBzIge30iKs_e4XgCK4BGAsYHg/IMG_20190722_142553.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Jombang, Dhoho, Surabaya&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-wXAEklZph9c/XseEjfMjPUI/AAAAAAAAVEs/-6RRnBxoJ8IjbxPExRBzIge30iKs_e4XgCK4BGAsYHg/w640-h480/IMG_20190722_142553.jpg&quot; title=&quot;KA Dhoho di Stasiun Jombang&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;KA Dhoho dan KA Ketel parkir di stasiun Jombang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Setelah meninggalkan Sepanjang, saya tertidur pulas. Perjalanan singkat yang melelahkan membuat saya tertidur. Begitu bangun, tiba-tiba saya sudah berada di daerah Jombang. Tiba-tiba juga saya terpisah dari teman-teman lain. Mereka sepertinya bergeser ke tempat duduk di sebelah karena harus berbagi tempat dengan yang lain. Di depan saya pun sudah duduk tiga orang pemuda. Mereka tampak asyik mengobrol sambil tertawa lepas sampai berisik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Sejenak selepas saya terbangun, KA Dhoho berhenti di sebuah stasiun kecil di Jombang, saya lupa namanya. KA Dhoho ternyata harus bersilang dengan KA Logawa. Persilangan terjadi ketika ada dua kereta yang akan berpapasan dalam satu jalur. Ini wajar terjadi demi keselamatan kereta api. Prosedur yang biasa dilakukan adalah kereta dengan nomor perjalanan lebih besar akan menunggu di suatu stasiun menunggu kereta dengan nomor lebih kecil. Tidak hanya nomor perjalanan, persilangan kereta ditentukan dengan keterlambatan kereta atau faktor lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-mX5NJo7BOlY/XseEnPNd8YI/AAAAAAAAVFU/aNF6zVeJhHgukXscSOH5hpuTYrLYKCQxACK4BGAsYHg/IMG_20190722_154824.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dhoho, Jombang, Kertosono&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-mX5NJo7BOlY/XseEnPNd8YI/AAAAAAAAVFU/aNF6zVeJhHgukXscSOH5hpuTYrLYKCQxACK4BGAsYHg/w640-h480/IMG_20190722_154824.jpg&quot; title=&quot;Dhoho di Jombang&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Suasana di jalur Kertosono-Jombang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Perjalanan KA Dhoho di Jombang melewati sawah dan kebun jagung yang luas. Sawah-sawah waktu itu tidak ditanami padi karena sudah memasuki musim panen. Sedangkan ladang jagung waktu itu sudah siap panen. Selain itu, jalur kereta bersisian dengan jalan raya membuat pemandangan unik. Kita bisa melihat sepeda motor atau kendaraan lain “mengejar” kereta api yang kita tumpangi, namun selalu didahului oleh kereta api.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;KA Dhoho pun tiba di stasiun Jombang. Stasiun ini termasuk stasiun kereta api kelas besar di kecamatan Jombang Kota. KA Dhoho berhenti di Jombang sekitar pukul 14:30. Arus penumpang yang naik turun dari kereta ini cukup ramai, sehingga “mendorong” saya untuk keluar sejenak. Stasiun ini sendiri terletak di pusat kota, jadinya banyak orang yang naik turun di sini. Saya keluar untuk mengabadikan beberapa momen di stasiun. Ada satu kereta ketel yang terparkir di sini. Kereta ini berhenti di sini cukup lama, sekitar 5 menit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; font-weight: 700; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Putar Arah di Kertosono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; font-weight: 700; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; font-weight: 700; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-W7TJYDxoSfA/XseEk5WKzmI/AAAAAAAAVE8/wRZyt4ypr0AvIHs_-RdGN8-ux5GXQugKQCK4BGAsYHg/IMG_20190722_145843.jpg&quot; style=&quot;font-size: medium; font-weight: 400; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; white-space: normal;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kertosono, dhoho&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-W7TJYDxoSfA/XseEk5WKzmI/AAAAAAAAVE8/wRZyt4ypr0AvIHs_-RdGN8-ux5GXQugKQCK4BGAsYHg/w640-h480/IMG_20190722_145843.jpg&quot; title=&quot;Stasiun Kertosono&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Setelah berhenti lama di Jombang, KA Dhoho diberangkatkan oleh masinis. Setelah meninggalkan Jombang, penumpang KA Dhoho terasa semakin penuh. Ini karena banyak penumpang yang naik di stasiun ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Setelah beberapa saat “lepas landas” dari Jombang, pemandangan yang sama dengan sebelum tiba di stasiun Jombang tersaji. Rel kereta yang bersebelahan dengan jalan raya masih mendominasi. Hari yang semakin sore membuat cuaca tidak terlalu panas tapi tetap menyilaukan. Tanpa terasa KA Dhoho sudah tiba di stasiun Sembung. KA Dhoho tidak berhenti lama di sini. Hanya beberapa menit, kereta sudah berangkat meninggalkan Sembung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Setelah meninggalkan Sembung, saya pun kembali menikmati pemandangan dengan ditemani penumpang lain. Teman-teman yang lain berpencar di kursi-kursi lain karena saya sendiri yang turun di stasiun Jombang harus mencari kursi yang masih kosong. Tempat duduk yang saya sebelumnya harus saya relakan untuk orang lain jadi harus cari yang lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;KA Dhoho melewati jembatan besar yang di bawahnya mengalir sungai Brantas. Itu artinya kereta akan tiba di stasiun Kertosono. Kereta pun melewati proyek &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; font-style: italic; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;double track &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;yang waktu itu hampir rampung. Meski begitu, pengerjaan terus dilakukan dan material tersusun di kanan kiri jalur seperti batang rel, bantalan beton, dan batu kricak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;KA Dhoho pun tiba di stasiun Kertosono sekitar pukul 3 sore. Inilah momen yang kami tunggu-tunggu, yakni langsiran lokomotif dan putar arah lokomotif. Kereta berputar arah dari arah barat ke timur, tepatnya ke arah Kediri, Tulungagung, lalu Blitar. Kereta berputar arah dengan cara membalikkan posisi lokomotif dari barat ke timur dengan menggunakan meja putar (&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; font-style: italic; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;turntable&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;). Stasiun Kertosono adalah salah satu stasiun yang mempunyai fasilitas ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-xcbqVKpDcGA/XseEni2O2MI/AAAAAAAAVFY/HUxGq6_X4VEfgAcfNILtukq9Hula6C6PgCK4BGAsYHg/IMG_20190722_145823.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-xcbqVKpDcGA/XseEni2O2MI/AAAAAAAAVFY/HUxGq6_X4VEfgAcfNILtukq9Hula6C6PgCK4BGAsYHg/w640-h480/IMG_20190722_145823.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Begitu tiba di Kertosono, petugas l&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;angsir kereta sudah bersiap. Lokomotif pun dilepas dari rangkaian kereta. Lalu, lokomotif dilangsir ke arah barat kemudian dijalankan ke arah sebaliknya. Lokomotif berhenti di batas langsir kemudian dipindahkan jalurnya menuju jalur yang mengarah ke &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; font-style: italic; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;turntable.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt; Dalam melangsir kereta, masinis didampingi juru langsir yang membawa bendera merah sebagai penanda lokomotif jalan atau berhenti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-tiCRI4eeAUk/XseEjwoCxKI/AAAAAAAAVEw/NoOHnc1S3cgogAuFYJM21_s8pF6k9bGuACK4BGAsYHg/w640-h480/IMG_20190722_150008.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-svsmhEXQmMM/XseEklJU57I/AAAAAAAAVE4/bH0HEOXYEbgZBsXArG2IHW-IYR3y8o6JwCK4BGAsYHg/IMG_20190722_150340.jpg&quot; style=&quot;font-size: medium; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; white-space: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-svsmhEXQmMM/XseEklJU57I/AAAAAAAAVE4/bH0HEOXYEbgZBsXArG2IHW-IYR3y8o6JwCK4BGAsYHg/w640-h360/IMG_20190722_150340.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Wesel pun dipindahkan untuk mengarahkan lokomotif ke arah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; font-style: italic; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;turntable. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Begitu lokomotif mendekati &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; font-style: italic; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;turntable, &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;kami pun mencoba melihat prosesnya dari dekat. Balu pun bertanya kepada salah seorang petugas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Mas, boleh ke sana, ya?!” pinta Balu menunjuk ke &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; font-style: italic; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;turntable.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Monggo, mas! Tapi jangan lari-lari, ya!” Jawab si petugas mempersilahkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Yes, bisa lihat lokomotif putar balik! Kami segera mendekati &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; font-style: italic; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;turntable. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Dengan hati-hati kami melangkah agar tidak tersandung di rel. Setelah tiba di sana, kurang afdhol kalau hanya melihat lokomotif diputar. Ide gila kami keluar untuk ikut nimbrung membantu memutarkan lokomotif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Pak, tak bantu, ya!” Kata Balu spontan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Oke, monggo, Mas!” Jawab petugas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-KLhP-jNBuEY/XseEkWVaVGI/AAAAAAAAVE0/LFGoOerMdMow8hgCIKvC-kDLEEvZRASXwCK4BGAsYHg/IMG_20190722_150605.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-KLhP-jNBuEY/XseEkWVaVGI/AAAAAAAAVE0/LFGoOerMdMow8hgCIKvC-kDLEEvZRASXwCK4BGAsYHg/w640-h360/IMG_20190722_150605.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Alhamdulillah, bisa ikutan dorong lokomotif. Balu dan Faiq yang membantu petugas mendorong, saya dan Hasbi yang mendokumentasikan. Pemutaran lokomotif di &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; font-style: italic; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Turntable &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;dilakukan dengan tenaga manual. Caranya dengan mendorong gagang di masing-masing sisi. Ini dilakukan hingga lokomotif berganti haluan ke arah berlawanan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Lokomotif telah selesai diputar di &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; font-style: italic; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;turntable&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;. Kami pun kembali ke kereta. Katanya, memutar lokomotif itu capek, tapi seru dan asyik. Terima kasih para petugas langsir Kertosono!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-permalink=&quot;https://www.instagram.com/p/B0nk-l3A9g0/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; data-instgrm-version=&quot;12&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border-radius: 3px; border: 0px; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.5) 0px 0px 1px 0px, rgba(0, 0, 0, 0.15) 0px 1px 10px 0px; margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0px; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 16px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B0nk-l3A9g0/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 19% 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B0nk-l3A9g0/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;display: block; height: 50px; margin: 0px auto 12px; width: 50px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B0nk-l3A9g0/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;svg height=&quot;50px&quot; version=&quot;1.1&quot; viewbox=&quot;0 0 60 60&quot; width=&quot;50px&quot; xmlns:xlink=&quot;https://www.w3.org/1999/xlink&quot; xmlns=&quot;https://www.w3.org/2000/svg&quot;&gt;&lt;g fill-rule=&quot;evenodd&quot; fill=&quot;none&quot; stroke-width=&quot;1&quot; stroke=&quot;none&quot;&gt;&lt;g fill=&quot;#000000&quot; transform=&quot;translate(-511.000000, -20.000000)&quot;&gt;&lt;g&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;path d=&quot;M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631&quot;&gt;&lt;/path&gt;&lt;/span&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/svg&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B0nk-l3A9g0/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style=&quot;padding-top: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;color: #3897f0; font-size: 14px; font-style: normal; line-height: 18px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B0nk-l3A9g0/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Lihat postingan ini di Instagram&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B0nk-l3A9g0/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 12.5% 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; margin-left: 2px; margin-right: 14px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;border-bottom: 2px solid transparent; border-left: 6px solid rgb(244, 244, 244); border-top: 2px solid transparent; height: 0px; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: auto;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;border-right: 8px solid transparent; border-top: 8px solid rgb(244, 244, 244); transform: translateY(16px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; height: 12px; transform: translateY(-4px); width: 16px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;border-left: 8px solid transparent; border-top: 8px solid rgb(244, 244, 244); height: 0px; transform: translateY(-4px) translateX(8px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0px 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B0nk-l3A9g0/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;color: #c9c8cd; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sebuah kiriman dibagikan oleh Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan (@ianikhalid)&lt;/a&gt; pada &lt;time datetime=&quot;2019-08-01T10:43:28+00:00&quot; style=&quot;font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;1 Agu 2019 jam 3:43 PDT&lt;/time&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//www.instagram.com/embed.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Setelah kembali ke kereta, kami menunggu lokomotif disambungkan ke rangkaian kereta. Sambil menunggu, kami menemukan satu momen lagi, yaitu kereta produksi PT INKA untuk Filipina melewati stasiun Kertosono. Kereta jenis Diesel Multi Unit (DMU)/Kereta Rel Diesel (KRD) sedang diujicoba untuk diekspor ke negara mutiara laut orien. Setelah lokomotif disambung, KA Dhoho berangkat dari Kertosono.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-5Im2GkbgLDM/XseElSDn3MI/AAAAAAAAVFA/qABs5BAILhQhO2fyC0dHe8imk7K1IPaxACK4BGAsYHg/IMG_20190722_151247.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-5Im2GkbgLDM/XseElSDn3MI/AAAAAAAAVFA/qABs5BAILhQhO2fyC0dHe8imk7K1IPaxACK4BGAsYHg/w640-h360/IMG_20190722_151247.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; font-weight: 700; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Berpisah di Kediri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; font-weight: 700; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-HJfJNiDqfOs/XseElgInqBI/AAAAAAAAVFE/Vr4OKrNVdSM4DLeApLpP8aplXbpxDUxzACK4BGAsYHg/IMG_20190722_160808.jpg&quot; style=&quot;font-size: medium; font-weight: 400; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; white-space: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-HJfJNiDqfOs/XseElgInqBI/AAAAAAAAVFE/Vr4OKrNVdSM4DLeApLpP8aplXbpxDUxzACK4BGAsYHg/w640-h480/IMG_20190722_160808.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; font-weight: 700; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;KA Dhoho beranjak dari Kertosono ke Blitar melewati jalur Kertosono-Bangil yang dijuluki jalur kantong. Ekspedisi jalur kantong pun berlanjut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;KA Dhoho sekali lagi melewati sungai Brantas, sungai yang penting bagi Jawa Timur karena Brantas adalah salah satu sumber irigasi bagi masyarakat Jatim. Sepanjang perjalanan, sawah-sawah terhampar. Berbeda dengan di Jombang, sawah di sini tampak menghijau karena mungkin baru masuk musim panen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;KA Dhoho sempat berhenti di stasiun Purwoasri. Stasiun kecil ini terletak di Purwoasri, Kediri. Meskipun berhenti, kereta tidak menurunkan atau menaikkan penumpang. Kereta hanya menunggu bersilang dengan sesama KA Dhoho arah Kertosono. Setelah di Purwoasri, KA Dhoho berhenti lagi di stasiun Papar. Kali ini untuk menaikturunkan penumpang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;KA Dhoho pun tiba di stasiun Kediri sekitar pukul 4 sore. Stasiun Kediri termasuk stasiun besar dan melayani seluruh perjalanan kereta yang melewati rute ini. Di sinilah kami harus berpisah dengan Faiq yang turun dahulu mengingat ia pulang ke rumahnya di kota ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Ane pulang dulu, ya…!” kata Faiq.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;“Yo. Hati-hati!” jawab Balu disusul teman-teman yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Saya ikut-ikutan keluar seperti “melepas” kepergiannya. Di peron stasiun tampak banyak orang. Tak lama berselang, KA Gajayana masuk stasiun Kediri dari arah Malang. KA Dhoho pun harus menunggu Gajayana berhenti barulah bisa diberangkatkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; font-weight: 700; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Pulang ke Tulungagung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; font-weight: 700; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-pOLrSAU_7Ak/XseEmSDtP-I/AAAAAAAAVFM/odRg3Zvy7MsPhK3Kt-iuKooy0vseqkEugCK4BGAsYHg/IMG_20190722_165217.jpg&quot; style=&quot;font-size: medium; font-weight: 400; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center; white-space: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tulungagung, Kereta Api, dhoho&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-pOLrSAU_7Ak/XseEmSDtP-I/AAAAAAAAVFM/odRg3Zvy7MsPhK3Kt-iuKooy0vseqkEugCK4BGAsYHg/w640-h480/IMG_20190722_165217.jpg&quot; title=&quot;Dhoho di Tulungagung&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; font-weight: 700; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;KA Dhoho telah pergi meninggalkan Kediri. Perjalanan kami menuju Tulungagung praktis tanpa ditemani Faiq yang turun duluan. Namun, Dhoho masih tetap ramai seperti biasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Setelah Kediri, KA Dhoho hanya berhenti di dua stasiun, yaitu stasiun Ngadiluwih dan KRas. Kedua stasiun kecil ini terletak di Kab. Kediri. Karena kelas kecil, tak banyak penumpang yang naik turun di sini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-BdVc1O66IUY/XseEl-iKCmI/AAAAAAAAVFI/nnr6R6t-IyYcMyOZ390eNo7zUvfCwlc2QCK4BGAsYHg/IMG_20190722_162716.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-BdVc1O66IUY/XseEl-iKCmI/AAAAAAAAVFI/nnr6R6t-IyYcMyOZ390eNo7zUvfCwlc2QCK4BGAsYHg/w640-h480/IMG_20190722_162716.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;Perjalanan kami berakhir ketika kereta Dhoho masuk Tulungagung. Dhoho berhenti di stasiun Tulungagung kira-kira pukul 5 sore. Kami pun turun dari kereta dan keluar melewati pintu yang ada di selatan stasiun. Setelah keluar kami beristirahat sejenak menikmati seporsi bakso di warung seberang stasiun lalu berjalan kaki mencari bus menuju Trenggalek.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/1288987597151906005/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2020/05/ekspedisi-jalur-kantong-iii-dhoho-surabaya-tulungagung-kertosono.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/1288987597151906005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/1288987597151906005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2020/05/ekspedisi-jalur-kantong-iii-dhoho-surabaya-tulungagung-kertosono.html' title='Cerita dari Kereta: Ekspedisi Jalur Kantong bagian III/habis (KA Dhoho Surabaya-Tulungagung via Kertosono)'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-TwWF24PG_Oc/XseEm1YQSoI/AAAAAAAAVFQ/LTQFt4iYxGwvYSHCZPPIS8bJ9hSZK7DMQCK4BGAsYHg/s72-w640-h480-c/IMG_20190722_165358.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-1879468239000404002</id><published>2020-05-06T22:14:00.001+07:00</published><updated>2020-12-20T22:42:48.640+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jalan-Jalan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Museum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Napak Tilas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Surabaya"/><title type='text'>Mengenang Pertempuran Surabaya di Museum 10 November</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-0mtxTxXzTlE/XrJtXqowOSI/AAAAAAAAU_0/0l0TpK2cSqkf4rqGVd6hzDbtD0uxTkZxACPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_112442.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;tugu pahlawan, museum 10 november, 10 november, surabaya&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-0mtxTxXzTlE/XrJtXqowOSI/AAAAAAAAU_0/0l0TpK2cSqkf4rqGVd6hzDbtD0uxTkZxACPcBGAsYHg/s640/IMG_20190722_112442.jpg&quot; title=&quot;Tugu Pahlawan Surabaya&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Waktu menunjukkan pukul 09:50 ketika kami tiba di stasiun Surabaya Kota. Aku berpikir, masih ada waktu cukup lama untuk menunggu kereta berikutnya ke Tulungagung. Kereta yang akan kami naiki baru berangkat jam 12.00. Ada waktu sekitar 2 jam untuk menunggu kereta berikutnya. Lalu, buat apa menunggu berlama-lama di stasiun?&lt;span&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada menunggu lama di sana, kami berlima akhirnya sepakat untuk jalan-jalan di sekitar stasiun. Di luar stasiun mungkin saja ada tempat wisata menarik untuk dikunjungi. Setelah iseng-iseng googling, ternyata kami menemukan salah satu lokasi wisata. Jreng jreng, ternyata tempat itu adalah salah satu ikon kota Surabaya! Ia bahkan terpampang jelas dalam logo kota Pahlawan. Tempat tersebut adalah Tugu Pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berjalan sekitar 15 menit untuk tiba di sana. Jalan Stasiun yang memanjang di depan stasiun yang disebut juga dengan Stasiun Semut ini cukup lengang. Hanya ada beberapa kendaraan melintas dan banyak becak yang sedang beristirahat. Hal sama kami temukan pula di Jl. Kebonrojo setelahnya. Di sepanjang jalan itu, kami menemukan berbagai bangunan klasik penuh sejarah. Salah satu nya adalah Gedung Bank Mandiri yang berada tepat di persimpangan jalan. Bangunan klasik ini masih digunakan sebagai Kantor Cabang Niaga Bank Mandiri Surabaya. Saya sempat iseng mengintip karena kepo seperti&amp;nbsp; apa dalamnya&amp;nbsp; gedung ini. Katanya masih terpakai, koq terlihat tidak terawat dari luar?! Ternyata, masih ada orang bertransaksi di dalam. Ada pula satpam yang berjaga di pintu masuk yang letaknya agak masuk dari jalan raya. Untung tidak ketahuan satpam. Hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-X3QL4PJ1vaA/XrJtXjVgvlI/AAAAAAAAU_0/Ui9Z0Lao3dECEFwYDlyRKGPDOhIbkt7EQCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_114734.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-X3QL4PJ1vaA/XrJtXjVgvlI/AAAAAAAAU_0/Ui9Z0Lao3dECEFwYDlyRKGPDOhIbkt7EQCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_114734.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selain gedung Bank Mandiri, masih banyak gedung bersejarah lainnya di sepanjang Jl. Pahlawan. Ada Graha Pelni dan Gedung Bank Indonesia. Di sekitarnya terdapat kursi taman terpasang di trotoar. Terdapat pula restoran mewah bernama Surabaya Country. Restoran dengan gaya arsitektur Eropa klasik ini semakin menambah kemegahan kawasan Kota Lama Surabaya. Sebagiannya digunakan sebagai lapak tempat jual beli makanan. Satu lagi gedung penting di jalan ini, yaitu Kantor Gubernur Jawa Timur,tempat Ibu Khofifah Indar Parawansa berdinas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-STfsciJbWIU/XrJtXnq26uI/AAAAAAAAU_0/wrLZlx78ETM3IdyBlSbdqrkn12Un7MmVQCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_114750.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-STfsciJbWIU/XrJtXnq26uI/AAAAAAAAU_0/wrLZlx78ETM3IdyBlSbdqrkn12Un7MmVQCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_114750.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-2IXnU0793B4/XrJtXsrR5kI/AAAAAAAAU_0/6GoxD5TfzYIXyeOiKdTOEzunAfdcdIUbgCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_112922.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-2IXnU0793B4/XrJtXsrR5kI/AAAAAAAAU_0/6GoxD5TfzYIXyeOiKdTOEzunAfdcdIUbgCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_112922.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan ke Tugu Pahlawan, cuaca panas Surabaya mulai menyengat. Para pejalan kaki banyak yang berteduh atau duduk-duduk di kursi taman untuk melepas lelah. Kami berusaha mencari cara agar bisa berjalan terus mengejar waktu sambil menahan panas. Kami melepas jaket yang dikenakan dari Malang&amp;nbsp; agar tidak kegerahan. Sesekali kami berhenti untuk sekadar foto-foto. Untung saja, setelah kantor gubernur banyak pohon tegak berdiri. Kami pun tidak merasa kepanasan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-ItO3Y4rK_wE/XrJtXowTn3I/AAAAAAAAU_0/t9kP_ki3mAAl6jA1TkQEqNTJO4F0e5pIQCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_101849.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-ItO3Y4rK_wE/XrJtXowTn3I/AAAAAAAAU_0/t9kP_ki3mAAl6jA1TkQEqNTJO4F0e5pIQCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_101849.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-oZujj1svWCA/XrJtXr5bYTI/AAAAAAAAU_0/g0OlfBKF5qEytFeqjM-CywE_kiFryp7QQCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_101926.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-oZujj1svWCA/XrJtXr5bYTI/AAAAAAAAU_0/g0OlfBKF5qEytFeqjM-CywE_kiFryp7QQCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_101926.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugu Pahlawan merupakan salah satu tempat bersejarah sekaligus landmark kota Surabaya. Ia didirikan pada tanggal 10 November 1951 oleh Presiden Soekarno untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang gugur dalam perjuangan di Surabaya. Tugu Pahlawan&amp;nbsp; termasuk dalam kawasan Kota Tua Surabaya. Kompleks Tugu Pahlawan terdiri atas Monumen dan Museum 10 November. Tugu Pahlawan memiliki tinggi 41,15 meter dan berbentuk lingga (paku terbalik). Tugu ini diresmikan setahun berikutnya, tepat pada tanggal 10 November 1952.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-YrgkvUqi-hQ/XrJzg6Lq61I/AAAAAAAAVAU/lBEg4nYPX_QDDY-yvR6QWZgzpveQRKZZQCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_103410_HDR.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;surabaya, tugu, pahlawan, tugu pahlawan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1200&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-YrgkvUqi-hQ/XrJzg6Lq61I/AAAAAAAAVAU/lBEg4nYPX_QDDY-yvR6QWZgzpveQRKZZQCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_103410_HDR.jpg&quot; title=&quot;Tugu Pahlawan Surabaya&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kita masuk kawasan Tugu Pahlawan melalui areal parkir selatan. Di sana beberapa bus ukuran ¾ parkir memenuhi lapangan parkir. Bus-bus itu membawa rombongan para turis asing yang datang ke Surabaya dalam rangka suatu event. Kami disambut oleh beberapa relief berjajar menceritakan pertempuran Arek-Arek Suroboyo mengusir Sekutu. Selain itu, ada patung Soekarno-Hatta tegak berdiri dilatarbelakangi reruntuhan bangunan dengan pilar-pilar yang bertuliskan slogan-slogan pembakar semangat seperti “Merdeka Ataoe Mati.” Setelah melewati patung proklamator tersebut, barulah kami memasuki kawasan Tugu Pahlawan yang luasnya mencapai 1,3 hektar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-h6OberkXw0Y/XrJtXpDxcUI/AAAAAAAAU_0/H7s1Tvx-tZ8469stvhsRhZp0k7Q8q4vzgCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_102731.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-h6OberkXw0Y/XrJtXpDxcUI/AAAAAAAAU_0/H7s1Tvx-tZ8469stvhsRhZp0k7Q8q4vzgCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_102731.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Relief di gerbang Tugu Pahlawan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kami awalnya hendak berjalan di sekeliling Tugu Pahlawan. Karena cuacanya terlalu panas dan terburu-buru, kami pun langsung menuju Museum 10 November. Museum tersebut berada di sisi barat Tugu Pahlawan. Jalan menuju museum ditumbuhi pepohonan dan berhias patung tokoh-tokoh penting Surabaya, seperti patung Soerjo (gubernur Jawa Timur I), Doel Arnowo (walikota Surabaya 1950-1952, tokoh penggagas Tugu Pahlawan), dan Bung Tomo (pemimpin pejuang Pertempuran 10 November). Ada juga mobil Opel Kapitan milik Bung Tomo yang dijadikan koleksi museum, mengingatkan kita akan perjuangan Bung Tomo dalam mempertahankan Indonesia melawan penjajah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-_AjkKkK5NYQ/XrJtXo6MslI/AAAAAAAAU_0/Ybl_bDkXs08rkBMWX-Xfel7EbpD8nL1xgCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_103138.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-_AjkKkK5NYQ/XrJtXo6MslI/AAAAAAAAU_0/Ybl_bDkXs08rkBMWX-Xfel7EbpD8nL1xgCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_103138.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Jalan menuju Museum 10 November&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-W5LASx5DPbA/XrJtXksXnRI/AAAAAAAAU_0/v_nmrvqNdZI3hkmrZjgO4ogL-uLlVJTCgCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_103443_HDR.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-W5LASx5DPbA/XrJtXksXnRI/AAAAAAAAU_0/v_nmrvqNdZI3hkmrZjgO4ogL-uLlVJTCgCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_103443_HDR.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Mobil Opel Kapitan milik Bung Tomo&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1200&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-SY7uDxWw0UM/XrJtXhIFXiI/AAAAAAAAU_0/3cyQtebsbFQR3je78jI4Q81LH43AgJX_QCPcBGAsYHg/s320/IMG_20190722_103156.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gubernur Soerjo, gubernur pertama Jawa Timur&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-SY7uDxWw0UM/XrJtXhIFXiI/AAAAAAAAU_0/3cyQtebsbFQR3je78jI4Q81LH43AgJX_QCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_103156.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-SY7uDxWw0UM/XrJtXhIFXiI/AAAAAAAAU_0/3cyQtebsbFQR3je78jI4Q81LH43AgJX_QCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_103156.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-VZdQ8G_P618/XrJtXtsM2gI/AAAAAAAAU_0/H-Fby3-L7gI2gxHzuRNlrEwwm7P9CB5_wCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_103258.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1200&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-VZdQ8G_P618/XrJtXtsM2gI/AAAAAAAAU_0/H-Fby3-L7gI2gxHzuRNlrEwwm7P9CB5_wCPcBGAsYHg/s320/IMG_20190722_103258.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Doel Arnowo, Walikota Surabaya pencetus Tugu Pahlawan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Kami pun masuk Museum 10 November. Untuk masuk museum, dikenakan tiket masuk sebesar Rp 10.000,00 untuk umum. Setelah membayar, kami diperkenankan untuk turun. Lho, &lt;i&gt;koq&lt;/i&gt; turun? Iya! Posisi Museum 10 November berada di bawah tanah, tepatnya di kedalaman 7 meter di bawah permukaan tanah. Jadi, kita masuk museum dengan menuruni tangga. Museum ini sendiri dibuka pada 10 November 2001 oleh presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk melengkapi kesejarahan Tugu Pahlawan dan menghimpun koleksi seputar perjuangan Indonesia melawan&lt;br /&gt;Sekutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun menuruni tangga menuju lantai dasar Museum 10 November. Di sisi tangga disajikan relief yang menggambarkan Pertempuran 10 November 1945 yang meletus di Kota Pahlawan. Di bawah relief itu, terdapat prasasti berisi tulisan yang menggugah semangat juang. Salah satu prasasti berbunyi “Tetes air mata dan doa tulus bunda adalah bekal dan semangat dan tekad baja. Kami bangkit mengayuh langkah pasti, membuka dada menyerahkan jiwa dan raga bagi Ibu Pertiwi.” Prasasti tersebut sungguh mendeskripsikan bagaimana semangat juang Arek-Arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan dan memotivasi para pemuda yang berjihad demi bangsa dan negara. Di atas tangga tergantung sebuah hiasan berbentuk piramida terbalik dengan gambar kolase foto-foto Surabaya &lt;i&gt;tempo doeloe&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-1Qz2De12brQ/XrJtXh0KX6I/AAAAAAAAU_0/u2nsHVo6dTcH8vWSCPxOx5XTUEV6oNQGwCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_103744.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-1Qz2De12brQ/XrJtXh0KX6I/AAAAAAAAU_0/u2nsHVo6dTcH8vWSCPxOx5XTUEV6oNQGwCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_103744.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Setibanya di lantai dasar, kami melewati lorong menuju pintu masuk utama. Di sebelah kiri lorong terdapat foto-foto Surabaya zaman dulu. Foto berwarna hitam putih dengan dibingkai pigura berwarna coklat gelap menambah kesan klasik dari foto itu. Salah satu foto yang berhasil saya tangkap adalah foto viaduk Tugu Pahlawan. Di gambar itu tram masih menjadi transportasi andalan Kota Pahlawan. Tram masih digunakan di Surabaya sampai 1978 karena kalah bersaing dengan moda transportasi lainnya. Viaduk itu sendiri melintang di atas Jl. Pahlawan dan digunakan sebagai jalur kereta api lintas Surabaya. Setelah melewati lorong, kami pun tiba di ruang utama. Sebelum masuk, ada papan peringatan bertuliskan nama-nama pejuan kemerdekaan dalam pertempuran 1945 di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-_XgQ8o37xmY/XrJtXu392aI/AAAAAAAAU_0/JQSsmRJUD2cF7iQJOEG4GpPoN12t74BbACPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_103946.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-_XgQ8o37xmY/XrJtXu392aI/AAAAAAAAU_0/JQSsmRJUD2cF7iQJOEG4GpPoN12t74BbACPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_103946.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Lorong menuju pintu masuk museum&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-1yp2x5bJQ04/XrJtXn9PCMI/AAAAAAAAU_0/PJWQuWbV0okLOTQrV2UlV8bogidSRGRywCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_104013.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-1yp2x5bJQ04/XrJtXn9PCMI/AAAAAAAAU_0/PJWQuWbV0okLOTQrV2UlV8bogidSRGRywCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_104013.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-pe-HQbgtYuk/XrJtXqeGAOI/AAAAAAAAU_0/2iTkDZDzVmIe_fpaeiB_1k2p6y_D6CT1ACPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_104025.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-pe-HQbgtYuk/XrJtXqeGAOI/AAAAAAAAU_0/2iTkDZDzVmIe_fpaeiB_1k2p6y_D6CT1ACPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_104025.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Nama-nama pejuang yang gugur dalam Pertempuran 10 November&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Banyak benda-benda bersejarah yang dapat kami jelajahi. Kami menjumpai beberapa koleksi pribadi Bung Tomo seperti kalender tahun 1945. Kalender berwarna dasar putih ini masih jelas tulisannya. Tulisan hari dalam kalender tertulis dalam bahasa Arab dan Indonesia. Selain kalender juga ada kamera dan mesin tik. Museum ini juga menyiarkan rekaman pidato Bung Tomo. Rekaman ini diperdengarkan melalui speaker berbentuk radio jadul. “Radio” ini diletakkan di antara patung-patung pejuang. Salah satu cuplikan pidato Bung Tomo berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;“Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga.&lt;br /&gt;Saudara –saudara rakyat Surabaya, siaplah!keadaan genting! tetapi saya peringatkan sekali lagi jangan mulai menembak baru kalau kita ditembak maka kita akan ganti menyerang mereka itu kita tunjukkan bahwa kita ini benar-benar orang yang ingin merdeka!”&lt;/blockquote&gt;Di antara koleksi pribadi Bung Tomo lainnya yang dapat dijumpai di Museum 10 November adalah buku harian, peta pergerakan pejuang, radio, dan baju perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-73pEz15Zk94/XrJtXlhu14I/AAAAAAAAU_0/JlF27iEagc003KdwTG9W7ARryoYmVCiyQCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_104300.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-73pEz15Zk94/XrJtXlhu14I/AAAAAAAAU_0/JlF27iEagc003KdwTG9W7ARryoYmVCiyQCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_104300.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Mesin tik koleksi Bung Tomo&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Zt_VZ0w6rMw/XrJtXmkLRJI/AAAAAAAAU_0/uWrPI42bVBAxcq9BHVksxX4LfUWL000wACPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_104255.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Zt_VZ0w6rMw/XrJtXmkLRJI/AAAAAAAAU_0/uWrPI42bVBAxcq9BHVksxX4LfUWL000wACPcBGAsYHg/s320/IMG_20190722_104255.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-JKJvB5jYBIw/XrJtXs-zcqI/AAAAAAAAU_0/zYKJVUsgJzMwpjfDSM6dZjv81ByjoSBkgCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_110112.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-JKJvB5jYBIw/XrJtXs-zcqI/AAAAAAAAU_0/zYKJVUsgJzMwpjfDSM6dZjv81ByjoSBkgCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_110112.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Surat ultimatum dari Sekutu kepada pasukan RI&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-MBnLJqOzkPU/XrJtXjPvfYI/AAAAAAAAU_0/AyNGD8GD8vc6hxgVLY2P7_WaMKwKriQdACPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_110116.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-MBnLJqOzkPU/XrJtXjPvfYI/AAAAAAAAU_0/AyNGD8GD8vc6hxgVLY2P7_WaMKwKriQdACPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_110116.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Beberapa peralatan pribadi milik pasukan Sekutu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya koleksi milik Bung Tomo, koleksi lainnya juga ada di museum ini, seperti perangko jadul dan foto-foto sekitar Pertempuran 10 November. Bahkan, barang-barang milik prajurit Sekutu juga ditemukan di sini, seperti korek api, botol minum, dan pisau cukur. Tidak hanya itu, ada juga surat ultimatum yang dikeluarkan Sekutu kepada rakyat Indonesia untuk menyerahkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-_7o7ErhtjNM/XrJtXvf7kgI/AAAAAAAAU_0/NR8Hpd49ePwjP8r5WS3fGxleQpU7XkTJwCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_104526.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-_7o7ErhtjNM/XrJtXvf7kgI/AAAAAAAAU_0/NR8Hpd49ePwjP8r5WS3fGxleQpU7XkTJwCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_104526.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-oKirdtvRVW0/XrJtXt3fW-I/AAAAAAAAU_0/HOOElJ0DlywxdjdneLRaTWZzkgqyLGRzgCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_105317.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-oKirdtvRVW0/XrJtXt3fW-I/AAAAAAAAU_0/HOOElJ0DlywxdjdneLRaTWZzkgqyLGRzgCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_105317.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-kbkFrXXFOkE/XrJtXpbwHUI/AAAAAAAAU_0/blMCeg8zPW4sPqQiMeR4FBuuVpK7FJKGwCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_105322.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-kbkFrXXFOkE/XrJtXpbwHUI/AAAAAAAAU_0/blMCeg8zPW4sPqQiMeR4FBuuVpK7FJKGwCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_105322.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Berkunjung ke museum sejarah pertempuran, kurang lengkap jika tidak mengunjungi koleksi senjata. Ada beberapa pucuk senjata yang dipamerkan di Museum 10 November. Senjata api yang dipajang rata-rata adalah senjata laras panjang, meskipun ada beberapa pula senjata seperti pistol dan revolver. Ada senapan penghalau tank, senapan ringan, dan senapan mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-HluAyAXs7xk/XrJtXs_mZbI/AAAAAAAAU_0/JEDWS3ZsY1UIZ6IuPgGK7u-7yk47IA0igCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_105853.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-HluAyAXs7xk/XrJtXs_mZbI/AAAAAAAAU_0/JEDWS3ZsY1UIZ6IuPgGK7u-7yk47IA0igCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_105853.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Beberapa koleksi senjata di Museum 10 November&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-zuyQ5AauTwA/XrJtXhgMGTI/AAAAAAAAU_0/SoSskthxmSoAY7zIJHCYcyqpSFm3rIX8ACPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_105715.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-zuyQ5AauTwA/XrJtXhgMGTI/AAAAAAAAU_0/SoSskthxmSoAY7zIJHCYcyqpSFm3rIX8ACPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_105715.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.8px;&quot;&gt;Beberapa koleksi senjata di Museum 10 November (2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-elJbIswzQvU/XrJzg5nsGBI/AAAAAAAAVAU/4GDYWxgyTJc4FQuRKkB8C0iH8zw5JhNEQCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_105345.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-elJbIswzQvU/XrJzg5nsGBI/AAAAAAAAVAU/4GDYWxgyTJc4FQuRKkB8C0iH8zw5JhNEQCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_105345.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Peta pergerakan pasukan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Kami pun turun ke lantai dasar untuk melihat berbagai koleksi perang yang ada. Di sana ada patung 10 pejuang. Patung-patung tersebut menggunakan baju perang seakan-akan menggambarkan perjuangan para pahlawan. Di lantai dasar bagian tengah ada diorama besar yang menggambarkan pertempuran kala itu. Patung tersebut berbentuk sekumpulan orang dan seseorang yang mengangkat senjata di antara orang-orang lain yang terkulai. Sepertinya itu gambaran pemuda yang masih gigih berjuang di antara rekan-rekannya yang telah gugur. Di atas patung itu terpasang neon box dengan gambar Bung Karno dengan ucapan-ucapannya,&amp;nbsp; di antaranya “Merdeka ataoe Mati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-aDGSXby9vgs/XrJtXuSlzeI/AAAAAAAAU_0/YSs9QLo1QIkkPkjcCsRrJHeaDXySDeL0QCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_110536.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-aDGSXby9vgs/XrJtXuSlzeI/AAAAAAAAU_0/YSs9QLo1QIkkPkjcCsRrJHeaDXySDeL0QCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_110536.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Jslelp-G5k8/XrJtXuwHjII/AAAAAAAAU_0/QPCcp9uDV8ckhs8_WXgPdlDBNeBUGTicACPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_105350.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Jslelp-G5k8/XrJtXuwHjII/AAAAAAAAU_0/QPCcp9uDV8ckhs8_WXgPdlDBNeBUGTicACPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_105350.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Museum 10 November menyimpan berbagai diorama statis. Diorama ini menceritakan bagaimana Surabaya selama Pertempuran 10 November. Diorama didampingi dengan media audio visual. Video disajikan dalam 6 bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, Korea, Belanda, China, dan Jepang. Diorama yang paling menarik adalah diorama tentang pertempuran Hotel Yamato (kini Hotel Majapahit). Tentu kita semua ingat kalau hotel tersebut terkenal dengan peristiwa perobekan bendera Belanda oleh &lt;i&gt;Arek-Arek Suroboyo.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-CrLY29Jj89k/XrJtXr2nd8I/AAAAAAAAU_0/rr3EH7A-omM-_6jBZ3Q2iqjKkAsR3z5vwCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_105419.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-CrLY29Jj89k/XrJtXr2nd8I/AAAAAAAAU_0/rr3EH7A-omM-_6jBZ3Q2iqjKkAsR3z5vwCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_105419.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-QiBTGFM5RmU/XrJtXpeQLgI/AAAAAAAAU_0/jvAiARMCc-kSlnpV7fetJzXQ6j0Dj7tUQCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_110216.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-QiBTGFM5RmU/XrJtXpeQLgI/AAAAAAAAU_0/jvAiARMCc-kSlnpV7fetJzXQ6j0Dj7tUQCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_110216.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Sebagian dari diorama yang ada di Museum 10 November&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Tidak hanya menyimpan koleksi milik Bung Tomo, Museum 10 November juga menyimpan koleksi milik tokoh lain. Ia termasuk salah satu aktor kunci dalam Pertempuran Surabaya dari kalangan militer. Beliau adalah H. R. Mohamad. Tokoh yang memiliki nama lengkap Raden Mohamad Mangoendiprodjo ini merupakan pimpinan pasukan RI dalam Pertempuran 10 November. Beliau-lah yang menjadi kontak antara pasukan RI dan Sekutu dalam gencatan senjata pada 29 Oktober 1945 mengingat posisinya saat itu adalah pimpinan TKR di Jawa Timur. Namun, perjanjian tersebut batal dan Sekutu mengultimatum pasukan RI agar segera menyerahkan diri. Hal tersebut tentu ditolak oleh H.R. Mohamad beserta pasukan. Akhirnya, pecah lah pertempuran selama 22 hari hingga 10 November yang dipimpin oleh H. R. Mohamad sendiri. Atas jasa-jasanya dalam memimpin pasukan, negara memberikan berbagai apresiasi. Salah satunya dengan menempatkan memorabilia H.R. Mohamad khusus di Museum 10 November. Di tempat itu dipamerkan seragam, foto, dan kliping dari surat kabar tentang H. R. Mohamad. Tak lupa pula biodata beliau dipaparkan secara ringkas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-IVmkIFDcay8/XrJtXiAd4jI/AAAAAAAAU_0/gbXGVohnvOA3nAqAFUIYWJJ0Q7IMe2LdQCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_110515.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-IVmkIFDcay8/XrJtXiAd4jI/AAAAAAAAU_0/gbXGVohnvOA3nAqAFUIYWJJ0Q7IMe2LdQCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_110515.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Anjungan H. R. Mohamad&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Ada juga stan tentang sejarah Rumah Sakit Simpang. RS Simpang adalah salah satu rumah sakit tertua di Surabaya. Rumah sakit inilah yang menampung korban Pertempuran Surabaya. Namun, korban semakin membludak hingga akhirnya sebagian harus dilarikan ke Malang. Rumah sakit tersebut sudah tidak ada lagi, berganti menjadi Delta Plaza. Walakin, kita masih bisa melihat sejarah RS Simpang di Museum 10 November. Terdapat foto-foto dan narasi sejarah yang cukup mempresentasikan peran andil RS Simpang dalam perjuangan melawan Sekutu dalam Pertempuran 10 November.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-0AolHLnR0do/XrJtXsbsvZI/AAAAAAAAU_0/S069R92_TswPlOdMGWyxzSrwHRU8BQMCACPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_110552.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-0AolHLnR0do/XrJtXsbsvZI/AAAAAAAAU_0/S069R92_TswPlOdMGWyxzSrwHRU8BQMCACPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_110552.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Anjungan Rumah Sakit Simpang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Akhir perjalanan, kami dilepas dengan sebuah relief besar menggambarkan Surabaya saat ini. Bertuliskan “Surabaya Membangun” di bawahnya, relief ini benar-benar menjelaskan Surabaya yang terus membangun untuk masa depan. Pembangunan yang diinginkan dari gambar itu adalah pembangunan yang menyeluruh dan merata, baik dari segi ekonomi, pendidikan, sosial, dan budaya. Hal itu terpampang jelas dari elemen yang tergambar di relief itu. Pendidikan sudah berbasis teknologi. Pelayanan kesehatan terus berbenah. Masyarakat hidup berdampingan dalam kemajemukan seperti rumah-rumah ibadah yang terletak bersebelahan di gambar itu. Bahkan, relief itu memaparkan bahwa akan ada kereta rel tunggal (monorail). Kereta rel tunggal telah diwacanakan oleh Pemprov Jatim awal tahun ini. Semoga benar-benar terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/--U4Rdx5WpqA/XrJtXhBPJoI/AAAAAAAAU_0/o93-OrH_koQ1T25hrearLXkiAT1MdV4SwCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_111759.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/--U4Rdx5WpqA/XrJtXhBPJoI/AAAAAAAAU_0/o93-OrH_koQ1T25hrearLXkiAT1MdV4SwCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_111759.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Relief &quot;Surabaya Membangun&quot; di pintu keluar&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Kami pun keluar dari museum&amp;nbsp; 10 November. Pintu keluar mengarah ke balik museum. Di sini pun masih ada satu lagi monumen bersejarah. Ia adalah Makam Pahlawan Tak Dikenal. Konon katanya, ada banyak pejuang yang gugur dalam Pertempuran 10 November yang tidak diketahui identitasnya dimakamkan di kompleks Tugu Pahlawan. Kemudian, dibuatlah pusara besar untuk mengenang jasa-jasa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-1199REwT4RA/XrJtXjUjMVI/AAAAAAAAU_0/HM0tzmPw6i0dmSIkWawFEsnX6LRIFY3DgCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_112205.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-1199REwT4RA/XrJtXjUjMVI/AAAAAAAAU_0/HM0tzmPw6i0dmSIkWawFEsnX6LRIFY3DgCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190722_112205.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Makam Pahlawan Tak Dikenal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Setelah berjalan-jalan di kawasan Tugu Pahlawan, ada banyak hal yang kami dapatkan. Pertempuran 10 November mengingatkan kita bahwa kemerdekaan Indonesia diraih dengan perjuangan mengorbankan harta dan nyawa. Para pejuang yang gugur adalah pahlawan bangsa karena pengorbanan mereka mempertahankan Indonesia. Tugas kitalah yang melanjutkan jejak mereka, bagaimanapun caranya. Setelah pergi meninggalkan Tugu Pahlawan dengan membawa sejarah, kami pun bergegas menuju Stasiun Semut untuk perjalanan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk informasi mengenai Tugu Pahlawan silakan kunjungi:&lt;br /&gt;Instagram:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/museumtupal/?hl=id&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;@museumtupal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Twitter:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://twitter.com/museumtupal&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;@museumtupal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alamat:&amp;nbsp;Jl. Pahlawan, Alun-alun Contong, Kec. Bubutan, Kota SBY, Jawa Timur 60174&lt;br /&gt;Jam buka:&lt;br /&gt;Senin-Jum&#39;at: 08.00–16.00&lt;br /&gt;Sabtu &amp;amp; Minggu: 07.00–15.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/1879468239000404002/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2020/05/mengenang-pertempuran-surabaya-museum-10-november.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/1879468239000404002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/1879468239000404002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2020/05/mengenang-pertempuran-surabaya-museum-10-november.html' title='Mengenang Pertempuran Surabaya di Museum 10 November'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-0mtxTxXzTlE/XrJtXqowOSI/AAAAAAAAU_0/0l0TpK2cSqkf4rqGVd6hzDbtD0uxTkZxACPcBGAsYHg/s72-c/IMG_20190722_112442.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-1132651632983527088</id><published>2020-04-20T17:29:00.001+07:00</published><updated>2020-12-20T22:43:01.643+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jalan-Jalan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kalireco"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Malang"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pemandian"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Air"/><title type='text'>Pagi-pagi Berwisata Air di Kalireco</title><content type='html'>&lt;div data-en-clipboard=&quot;true&quot; data-pm-slice=&quot;1 1 []&quot;&gt;&lt;div data-en-clipboard=&quot;true&quot; data-pm-slice=&quot;1 1 []&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-gKT7BhY5HC0/Xp1wflY1mCI/AAAAAAAAUzQ/_dx4Y6U5f1YacaFljrSwoT1tzQIXPqr9ACPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190721_074517.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;wisata air-pemandian-kalireco-malang&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-gKT7BhY5HC0/Xp1wflY1mCI/AAAAAAAAUzQ/_dx4Y6U5f1YacaFljrSwoT1tzQIXPqr9ACPcBGAsYHg/s640/IMG_20190721_074517.jpg&quot; title=&quot;Pemandian Kalireco&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Assalamualaikum...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Alhamdulillah, setelah sekian lama vakum, akhirnya saya kembali lagi di sini dengan alamat baru. Tentunya blog ini masih seperti yang dulu, blog pribadi saya. Namun, dengan beberapa peningkatan dan penyesuaian agar blog ini semakin informatif dan enak dibaca.&lt;span&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan saya di salah satu wisata air di Malang. Wisata air ini memang tidak sebesar wahana wisata air lainnya di Malang. Namun, ia memiliki keistimewaan yaitu airnya berasal dari sumber air alami. Karena itu, airnya terasa sejuk dan segar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Catatan: Jalan-jalan ini dan cerita perjalanan saya selanjutnya yang akan terbit merupakan perjalanan saya sebelum wabah Covid-19. Jadi, tetap #dirumahsaja sambil membaca cerita saya, ya...!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Apa itu Kalireco?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemandian Kalireco adalah Wisata air berbentuk pemandian. Ia terletak di Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Namanya terdengar agak lucu. Namun, begitulah namanya!. Ia berasal dari gabungan dua kata dalam bahasa Jawa. &lt;i&gt;Kali &lt;/i&gt;berarti sungai dan &lt;i&gt;Reco &lt;/i&gt;berarti indah. Maka, Kalireco jika diterjemahkan berarti kali yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-cSRgfzItM0M/Xp1wfkUaXjI/AAAAAAAAUzQ/Z-nxsY0HmdkTQq7jC1QuCyOksqG2S4M5ACPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190721_074533.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-cSRgfzItM0M/Xp1wfkUaXjI/AAAAAAAAUzQ/Z-nxsY0HmdkTQq7jC1QuCyOksqG2S4M5ACPcBGAsYHg/s400/IMG_20190721_074533.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pemandian Kalireco dari sisi lain&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kalireco awalnya terdiri dari 3 kolam. Walakin, salah satu kolam sudah dibeli oleh pihak PT Otsuka dan satu lagi dijadikan tempat khusus perempuan, sebagaimana penuturan seorang Balu. Alhasil, tinggal satu kolam yang dapat digunakan untuk umum. Saya sendiri tidak mengetahui di mana dua kolam itu berada.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana Bisa ke Sana?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perjalanan dari jalan raya ke Kalireco tidak terlalu jauh. Cukup masuk ke Jl. Sumber Waras ke arah pabrik Otsuka. Nah, lokasinya berada sebelum pabrik. Ia berada di gang kecil antara Indomaret dan Alfamart, namanya Gang Temulawak. Masuk ke gang itu dan berjalanlah lurus! Kita sudah sampai di pemandian Kalireco.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gang Temulawak sangat sempit dan menurun. Gang ini hanya bisa muat untuk satu kendaraan roda dua. Jadi, bagi yang mengendarai mobil, sebaiknya parkir di sekitar bibir gang. Bisa juga parkir di halaman parkir dua minimarket yang mengapit gang. Hitung-hitung sekalian beli bekal, lah...! Asal kalau dibolehkan sama karyawannya, ya!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya mencoba suasana segarnya pagi di Kalireco bersama &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/mas_rasyied/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Harun&lt;/a&gt; cs dengan berjalan kaki dari kediaman mbahnya &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/iqbalulloh23/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Balu&lt;/a&gt; di Gg. Dahlia. Sebenarnya tidak jauh-jauh amat, cukup dengan berjalan kaki selama 10 menit, kita akan sampai di tujuan. Kami berjalan menyusuri kampung yang sudah mulai ramai dengan suasana pasar pagi. Meskipun cuaca cukup dingin, sudah banyak orang berlalu lalang dan bertransaksi jual beli. Mereka seperti sudah bersahabat dengan suhu dingin kota Malang. Kami terus berjalan santai hingga matahari sedikit muncul dari ufuk timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; aria-hidden=&quot;false&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;450&quot; src=&quot;https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m28!1m12!1m3!1d3952.477962126485!2d112.69814966432703!3d-7.844939580127038!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!4m13!3e3!4m5!1s0x2dd62b45a374ac65%3A0xee73c387398301d1!2sBidan%20Titik%20S%2C%20Jl.%20Sumbersekar%20No.234%2C%20Krajan%2C%20Kalirejo%2C%20Kec.%20Lawang%2C%20Malang%2C%20Jawa%20Timur%2065216!3m2!1d-7.847164899999999!2d112.6997317!4m5!1s0x2dd62b4e4fd2c007%3A0x20832adb654d11!2sPemandian%20Kalireco%2C%20Jalan%20Sumber%20Waras%202%2C%20Krajan%2C%20Kalirejo%2C%20Malang%2C%20Jawa%20Timur!3m2!1d-7.842724899999999!2d112.70105439999999!5e0!3m2!1sid!2sid!4v1587376606560!5m2!1sid!2sid&quot; style=&quot;border: 0;&quot; tabindex=&quot;0&quot; width=&quot;600&quot;&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Saya mengambil titik start dari Bidan Titik S karena ia terletak di ujung Gang Dahlia dan bersebelahan dengan rumah mbahnya Balu, mengingat&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Gang Dahlia&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;tidak tercantum di Google Map.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Kami pun telah tiba di depan gang Temulawak. Karena haus, kami pun mampir dulu di salah satu minimarket. Tidak banyak yang kami beli, hanya beberapa botol minuman ringan. Yang penting waktu itu adalah bagaimana menghilangkan dahaga. Perjalanan pun kami lanjutkan. Kami masuk gang Temulawak. Setelah berjalan kaki menuruni gang, akhirnya tiba di juga di pemandian Kalireco. Suara air sudah terdengar dari atas menuju pemandian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-blDVC6LiWwA/Xp1wfkp8nlI/AAAAAAAAUzQ/EuOMAsHu0XQdj0A8TMIxWOU5C3tfDHHgwCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190721_092442.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-blDVC6LiWwA/Xp1wfkp8nlI/AAAAAAAAUzQ/EuOMAsHu0XQdj0A8TMIxWOU5C3tfDHHgwCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190721_092442.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gang Temulawak, jalan kecil menuju Kalireco&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemandian Kalireco posisinya agak lebih rendah dari tanah. Kami pun berjalan lagi menuruni undak-undakan untuk masuk ke pemandian. Hawa sejuk sudah mulai terasa begitu kami tiba di kolam. Kami pun berehat sejenak untuk menikmati kesejukan hawa di sekitar pemandian. Terdapat dua kolam di sana, satu kolam untuk berendam atau main air dan sebelahnya untuk sarana mandi dan cuci. Tempatnya masih alami dan belum banyak diubah kecuali dipasang keramik di lantai kolam dan areal mencuci. Pemasangan keramik tentu saja untuk keamanan pengunjung dan warga yang menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Spgy4T1e_sU/Xp1wfvUx27I/AAAAAAAAUzQ/sybip1bgg04kePcGF5xOcbDuKqXgrW1nwCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190721_084830.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Spgy4T1e_sU/Xp1wfvUx27I/AAAAAAAAUzQ/sybip1bgg04kePcGF5xOcbDuKqXgrW1nwCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190721_084830.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pemandian Kalireco difoto dari atas&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Ada Apa di Kalireco?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Di Kalireco tentu saja ada pemandian dan tempat cuci. Selain itu, kita disajikan pula dengan pemandangan sawah yang menyejukkan mata. Sawah&lt;/span&gt;di sana berbentuk seperti terasering tapi jarak antara satu petak dengan yang lain cukup jauh. Sayang sekali, musim kemarau membuat sawah-sawah tampak kusam. Tanaman padi sudah dipanen dan hanya menyisakan batangnya yang masih tertanam. Di sela-sela pematang sawah tumbuh beberapa batang pohon pisang dan pohon-pohon lain yang menghijaukan pemandangan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-PjIwJgFyy_M/Xp12bpuKHNI/AAAAAAAAUzo/Vci6su2vmSYZhQ459sDi_yjwYKDDANbSwCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190721_081505.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-PjIwJgFyy_M/Xp12bpuKHNI/AAAAAAAAUzo/Vci6su2vmSYZhQ459sDi_yjwYKDDANbSwCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190721_081505.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Persawahan yang bersebelahan dengan Kalireco&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami pun tidak sabar lagi buat nyebur. Sebelum berenang, saya melakukan pemanasan tipis-tipis agar tidak kram. Meskipun hanya main air, saya tetap pemanasan daripada kram di tengah-tengah renang. Suhu air yang lebih rendah dari suhu udara bisa membuat badan rentan kram. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-5E8yMabc_qc/Xp1wfkbTT_I/AAAAAAAAUzQ/EC6s2Nec6voLC2mXGrilFklnus-2dl9XACPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190721_081417.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-5E8yMabc_qc/Xp1wfkbTT_I/AAAAAAAAUzQ/EC6s2Nec6voLC2mXGrilFklnus-2dl9XACPcBGAsYHg/s400/IMG_20190721_081417.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Air terjun kecil yang mengaliri pemandian Kalireco&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Ngapain Aja di Kalireco?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu lama-lama pemanasan, saya segera nyemplung ke kolam, menyusul Harun dan Balu yang sudah nyebur duluan. Saya berenang dari ujung kolam ke ujung lain. Kolamnya dangkal,&amp;nbsp;&lt;i&gt;koq&lt;/i&gt;!&amp;nbsp;Hanya kira-kira setinggi dada orang dewasa. Kita tidak perlu takut tenggelam. Ia juga tidak luas, jadi renang bolak-balik seperti di kolam renang saja tidak terasa. Lama-lama bosan sendiri seperti saya ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya pun bosan renang bolak-balik karena terlalu dekat. Akhirnya saya ikutan foto-foto bareng Harun &amp;amp; Balu. Kalireco juga bisa menjadi spot foto yang &lt;i&gt;instagrammable&lt;/i&gt;. Dilatari air terjun kecil yang mengalir di sela-sela bebatuan dan dikelilingi sawah, ia menjadi salah satu objek wisata dengan pemandangan yang sayang kalau tidak diabadikan. Harun dan Balu sudah lama foto-foto di sana, sejak saya renang bolak-balik. Kami bertiga foto sampai berganti-ganti pose.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-jo_JXoCnMiE/Xp11B7hwHEI/AAAAAAAAUzc/G6GCl5EcvO8GRf8GIcgw_-Z6iFwV5QccwCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190721_075234.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-jo_JXoCnMiE/Xp11B7hwHEI/AAAAAAAAUzc/G6GCl5EcvO8GRf8GIcgw_-Z6iFwV5QccwCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190721_075234.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-nz_wvrQvUGQ/Xp11B26062I/AAAAAAAAUzc/nqmlT6aZTZgHffkkyEjQkglM3fBJLvETwCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190721_075312.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-nz_wvrQvUGQ/Xp11B26062I/AAAAAAAAUzc/nqmlT6aZTZgHffkkyEjQkglM3fBJLvETwCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190721_075312.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Beberapa hasil jepretan kami di Kalireco&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Di air terjun terdapat beberapa anak kecil yang loncat-loncat. Air terjunnya kecil namun cukup tinggi. Air mengalir lumayan deras ke kolam. Air turun melewati bebatuan yang membentuk tebing. Tebingnya licin jadi saya tidak menganjurkan untuk loncat dari sana. Salah-salah yang ada malah terpeleset dan jatuh. Kan berabe!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-tVPZGciIw5I/Xp1wfobQzcI/AAAAAAAAUzQ/__JOlX2qE640C1Nt9Ecs0kIjpE9SXGGuACPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190721_081449.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-tVPZGciIw5I/Xp1wfobQzcI/AAAAAAAAUzQ/__JOlX2qE640C1Nt9Ecs0kIjpE9SXGGuACPcBGAsYHg/s400/IMG_20190721_081449.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di samping air terjun ada beberapa pancuran. Pancurannya dialirkan dari pipa paralon. Bagi yang ingin menikmati sensasi &quot;dihujani&quot; air dari atas, cukup berdiri di bawah pancuran dan air akan mengucur deras dari pipa. Saya mencobanya dan segar sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-permalink=&quot;https://www.instagram.com/p/B0T1IsQAqcM/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; data-instgrm-version=&quot;12&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border-radius: 3px; border: 0px; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.5) 0px 0px 1px 0px, rgba(0, 0, 0, 0.15) 0px 1px 10px 0px; margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0px; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 16px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B0T1IsQAqcM/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 19% 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B0T1IsQAqcM/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;display: block; height: 50px; margin: 0px auto 12px; width: 50px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B0T1IsQAqcM/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;svg height=&quot;50px&quot; version=&quot;1.1&quot; viewbox=&quot;0 0 60 60&quot; width=&quot;50px&quot; xmlns:xlink=&quot;https://www.w3.org/1999/xlink&quot; xmlns=&quot;https://www.w3.org/2000/svg&quot;&gt;&lt;g fill-rule=&quot;evenodd&quot; fill=&quot;none&quot; stroke-width=&quot;1&quot; stroke=&quot;none&quot;&gt;&lt;g fill=&quot;#000000&quot; transform=&quot;translate(-511.000000, -20.000000)&quot;&gt;&lt;g&gt;&lt;path d=&quot;M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631&quot;&gt;&lt;/path&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/svg&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B0T1IsQAqcM/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style=&quot;padding-top: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;color: #3897f0; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B0T1IsQAqcM/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;View this post on Instagram&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B0T1IsQAqcM/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 12.5% 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; margin-left: 2px; margin-right: 14px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;border-bottom: 2px solid transparent; border-left: 6px solid rgb(244, 244, 244); border-top: 2px solid transparent; height: 0px; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: auto;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;border-right: 8px solid transparent; border-top: 8px solid rgb(244, 244, 244); transform: translateY(16px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; height: 12px; transform: translateY(-4px); width: 16px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;border-left: 8px solid transparent; border-top: 8px solid rgb(244, 244, 244); height: 0px; transform: translateY(-4px) translateX(8px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;margin: 8px 0px 0px; padding: 0px 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B0T1IsQAqcM/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;color: black; font-family: arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; overflow-wrap: break-word; text-decoration: none; word-wrap: break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Meditation for your medicine . #water #waterfall #fresh #lawang #malang #exploremalang&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0px 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;A post shared by &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/iqbalulloh23/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; Iqbalulloh Azam Ramadhan&lt;/a&gt; (@iqbalulloh23) on &lt;time datetime=&quot;2019-07-24T18:38:37+00:00&quot; style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;Jul 24, 2019 at 11:38am PDT&lt;/time&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//www.instagram.com/embed.js&quot;&gt;&lt;/script&gt; &lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kami pun puas berenang di sana, matahari pun mulai naik. Itu berarti tandanya main air sudah selesai. Saya pun mandi dengan menggunakan tempat cuci di sebelah kolam. Tempat cuci dibuat dengan memasang lantai keramik dan beberapa pancuran air. Tempat ini dimanfaatkan oleh warga untuk mencuci baju atau mandi. Sebenarnya disediakan kamar mandi, cuman tidak saya gunakan karena tidak layak. Kamar mandinya hanya berlantaikan pecahan batu-batu. Atapnya pun sudah bolong tak terawat. Jadi,&amp;nbsp;&lt;i&gt;mending&lt;/i&gt; numpang mandi di tempat cuci saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-NsdJ5gy6_qg/Xp1wflUf7bI/AAAAAAAAUzQ/e_UekUthByUkDuVp26VTrswOq-fOUp_FQCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190721_081340.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-NsdJ5gy6_qg/Xp1wflUf7bI/AAAAAAAAUzQ/e_UekUthByUkDuVp26VTrswOq-fOUp_FQCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190721_081340.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah mandi dan berganti baju, kami naik lagi ke atas. Di parkiran ada penjaja jajanan murah meriah. Ada gorengan, berbagai makanan dan minuman ringan. terpisah, ada tukang pentol yang berjualan dengan motor. Kami akhirnya membeli pentol kuah dengan harga seporsinya Rp 5.000,00. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-raxdoVFcPiE/Xp1wfgHCIWI/AAAAAAAAUzQ/oaDAkLzOBrMvxcJT6diXdiw79D7UrAtkACPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190721_090517.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-raxdoVFcPiE/Xp1wfgHCIWI/AAAAAAAAUzQ/oaDAkLzOBrMvxcJT6diXdiw79D7UrAtkACPcBGAsYHg/s400/IMG_20190721_090517.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Aneka jajanan yang bisa dipilih di areal parkir&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemandian Kalireco sendiri tidak dipungut biaya. Namun, ada juga &lt;a href=&quot;https://www.nativeindonesia.com/segarnya-pemandian-kalireco/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;artikel&lt;/a&gt; yang menghimbau untuk memberikan dana sumbangan seikhlasnya jika diminta. Kami sendiri tidak melihat kotak atau tempat sumbangan untuk kebersihan pemandian Kalireco. Mungkin kami berangkat terlalu pagi waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Rm8u-VKluyE/Xp1wfrpGZRI/AAAAAAAAUzQ/0WqHln8ky0c5BFBFZYPEkBj0D6ifFPQCwCPcBGAsYHg/s1600/IMG_20190721_090948.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Rm8u-VKluyE/Xp1wfrpGZRI/AAAAAAAAUzQ/0WqHln8ky0c5BFBFZYPEkBj0D6ifFPQCwCPcBGAsYHg/s400/IMG_20190721_090948.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.8px;&quot;&gt;Katanya &lt;i&gt;sih &lt;/i&gt;mata airnya di sini&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebelum pulang ke rumah, saya sempatkan untuk menadahkan air minum. Kata Balu, sumber airnya justru di atas kolam. Lalu, kami berfoto kenangan kemudian berjalan kaki lagi ke rumah. Cuaca panas mulai melelahkan kami. Kami berlima tiba di rumah dengan wajah lelah sampai terkapar di ruang tamu.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/1132651632983527088/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2020/04/wisata-air-kalireco.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/1132651632983527088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/1132651632983527088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2020/04/wisata-air-kalireco.html' title='Pagi-pagi Berwisata Air di Kalireco'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-gKT7BhY5HC0/Xp1wflY1mCI/AAAAAAAAUzQ/_dx4Y6U5f1YacaFljrSwoT1tzQIXPqr9ACPcBGAsYHg/s72-c/IMG_20190721_074517.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-218250657073008817</id><published>2019-10-16T11:57:00.001+07:00</published><updated>2020-12-20T22:43:13.234+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jalan-Jalan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kereta Api"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Malang"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Penataran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Surabaya"/><title type='text'>Cerita dari Kereta: Ekspedisi Jalur Kantong bagian II (Lawang-Surabaya)</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-th6GTUWlY8s/XaaYEo-mU2I/AAAAAAAAR_M/CWRhDagR9jQHClxZDa88S06b-Goc8KKDQCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_095256.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-th6GTUWlY8s/XaaYEo-mU2I/AAAAAAAAR_M/CWRhDagR9jQHClxZDa88S06b-Goc8KKDQCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190722_095256.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;-en-clipboard: true;&quot;&gt;Tulisan sebelumnya ada di&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://ikhalidalraihan.blogspot.com/2019/09/ekspedisi-jalur-kantong-tulungagung-lawang-dhoho-penataran_22.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;-en-clipboard: true;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kami melanjutkan ekspedisi jalur kantong setelah menginap selama beberapa hari di kediaman keluarganya Balu. Awalnya, kami sudah berkemas-kemas dan menyiapkan diri sejak pagi sehabis shalat subuh. Setelah mandi dan sarapan, kami sempatkan untuk mengobrol sebentar sekaligus pamit dengan adik mbahnya Balu dan tetangganya yang masih saudaraan.&lt;span&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah pamitan dengan keluarganya Balu, kami barulah melanjutkan ekspedisi. Kami berjalan kaki dari rumah ke stasiun Lawang yang jaraknya tidak terlalu jauh. Cukup berjalan kaki sekitar 15 menit, kami sudah sampai di stasiun Lawang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-7B2cTBEHefQ/XaaYEg_-AxI/AAAAAAAAR_M/HQV4aAuwiQcUaTPCsb2bhyxQ-M1BMYY7wCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_070424.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-7B2cTBEHefQ/XaaYEg_-AxI/AAAAAAAAR_M/HQV4aAuwiQcUaTPCsb2bhyxQ-M1BMYY7wCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190722_070424.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Stasiun Lawang di Pagi Hari&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-mqbjwB_KbxA/XaaYEql2ehI/AAAAAAAAR_M/Q23VPDTn2AwCk3Qz_QRHPK2SjhNbUpfOACKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_070346.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-mqbjwB_KbxA/XaaYEql2ehI/AAAAAAAAR_M/Q23VPDTn2AwCk3Qz_QRHPK2SjhNbUpfOACKgBGAsYHg/s640/IMG_20190722_070346.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jam sudah menunjukkan pukul 06.50 ketika kami tiba di sana. Stasiun saat itu masih sepi, belum banyak penumpang yang datang. Petugas borading juga belum nampak. Kami pun sampai ragu, boleh gak kami masuk duluan?! Untung saja, tak seberapa lama, petugas boarding datang. Kami segera melakukan boarding dan masuk ke dalam stasiun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pagi itu, sudah lumayan banyak orang menunggu kereta. Stasiun Lawang sudah cukup ramai dengan calon penumpang yang akan naik dari stasiun ini. Matahari pagi yang baru terbit mengahangatkan stasiun sekaligus menyilaukan mata kami.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oh iya, ada satu yang tertinggal. Ekspedisi jalur kantong kali ini kami ketambahan personil. Kami saat ini ditemani oleh &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/faiqtantomalifranufadlan/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Faiq&lt;/a&gt;, saudara sepupunya &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/iqbalulloh23/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Balu&lt;/a&gt;. Faiq datang menyusul kami dari Kediri ke sini dalam rangka liburan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-TDrmI6S80dc/XaaYErFzFSI/AAAAAAAAR_M/BA8q3wHuq4UYdiyahbcM94Qn0kQ8Kti5gCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_071457.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-TDrmI6S80dc/XaaYErFzFSI/AAAAAAAAR_M/BA8q3wHuq4UYdiyahbcM94Qn0kQ8Kti5gCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190722_071457.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kami yang menunggu kereta&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sembari menunggu, saya pun iseng-iseng berburu foto dan video kereta, siapa tau ada kereta yang berhenti di sini. Hasilnya, hanya ada satu kereta yang berhenti di sini. KA Tersebut adalah KA Tambahan (ya! Namanya emang KA Tambahan...!) relasi Surabaya-Malang. Kereta ini adalah kereta kelas ekonomi premium yang menggunakan rangkaian Jayakarta Premium yang menganggur (&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;idle&lt;/span&gt;) di stasiun Surabaya Gubeng. Kereta ini dijalankan pagi hari karena siangnya harus digunakan kembali untuk perjalanan KA Jayakarta Premium.&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-bnpuLfLjpEA/XaaYEsobYAI/AAAAAAAAR_M/Lf-9WOz9r2UngCJ7N90KGSi8Jq0QZ-UjgCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_071430.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-bnpuLfLjpEA/XaaYEsobYAI/AAAAAAAAR_M/Lf-9WOz9r2UngCJ7N90KGSi8Jq0QZ-UjgCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190722_071430.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;KA Tambahan tiba di Lawang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tak lama setelah KA Tambahan datang, KA Penataran baru datang di stasiun Lawang. KA Penataran datang pada pukul 07.40. Tak lama berselang, KA Bima dari stasiun Gambir tiba di Lawang. Karena harus menunggu bersilang dengan Bima yang baru masuk, KA Penataran yang dijadwalkan berangkat pukul 07.49 harus berangkat pada pukul 07.52, telambat 4 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-KLxR2sBINWo/XaaYEtmX6nI/AAAAAAAAR_M/5THszca_6C8nQAzHTab0bUNiOHUHedszgCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_073849.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-KLxR2sBINWo/XaaYEtmX6nI/AAAAAAAAR_M/5THszca_6C8nQAzHTab0bUNiOHUHedszgCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190722_073849.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Stasiun Lawang menjelang kedatangan KA Penataran&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kereta yang kami naiki adalah kereta Penataran dengan nomor perjalanan 432. Penataran 432 berangkat dari stasiun asal Blitar pada jam 05.00. Adapun kereta ini menggunakan lokomotif CC 2017713. Rangkaian kereta yang kami naiki adalah kereta ekonomi dengan kode K3 0 66 71. Susunan kursinya adalah kursi 3-2.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Q9cA7esvSpE/XaaYEoTXXTI/AAAAAAAAR_M/Q_q4Eigd4a4itMWynmx4q3LhETCc1RqyQCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_074528.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Q9cA7esvSpE/XaaYEoTXXTI/AAAAAAAAR_M/Q_q4Eigd4a4itMWynmx4q3LhETCc1RqyQCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190722_074528.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Perjalanan dari Lawang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/--P92Jza6JJc/XaaYEr4GRSI/AAAAAAAAR_M/aBvU8Q0MFRwPtIzd8GenZCQvdWyfcoMEwCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_074115.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/--P92Jza6JJc/XaaYEr4GRSI/AAAAAAAAR_M/aBvU8Q0MFRwPtIzd8GenZCQvdWyfcoMEwCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190722_074115.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;KA Penataran berangkat meninggalkan stasiun Lawang yang merupakan salah satu stasiun kelas 1 di Kabupaten Malang. Semua perjalanan kereta berhenti di sini karena harus melakukan berbagai tahap pengecekan. Lintas Bangil-Malang merupakan salah satu lintasan kereta ekstrem.&amp;nbsp; Jalurnya menanjak curam sehingga penuh resiko.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-9N77xogSb1I/XaaYEhwi_JI/AAAAAAAAR_M/ZIobJNm9XlkfJsh50IR9I5gFukFl-FPKACKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_081350.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-9N77xogSb1I/XaaYEhwi_JI/AAAAAAAAR_M/ZIobJNm9XlkfJsh50IR9I5gFukFl-FPKACKgBGAsYHg/s640/IMG_20190722_081350.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pemandangan dari belakang kereta dengan latar gunung Arjuno&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;KA Penataran melintas langsung di 3 (tiga) stasiun, yaitu stasiun Sengon, Sukorejo, dan Wonokerto. Ketiga stasiun tersebut terletak di Kab. Pasuruan. Ketiga stasiun tersebut memang hanya digunakan ketika terjadi persilangan dan persusulan kereta terjadi. Sepanjang perjalanan tampak persawahan. Terkadang, ada juga lahan kering nampak sekali-dua.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami tak lupa untuk &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;backride&lt;/span&gt;&amp;nbsp;di sana selagi boleh. Seperti biasa, saya mengabadikan momen-momen dari balik kaca pintu kereta. Dari sana, nampak pemandangan dengan latar belakang gunung Arjuno gagah berdiri. Momen tersebut saya manfaatkan untuk mengambil video sambil mengenang ketika mendaki di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;backride&lt;/span&gt; itulah kecepatan kereta terasa lebih cepat. Perjalanan yang menurun menjadikan kereta melaju lebih kencang dari biasanya. Cepatnya laju kereta berlangsung hingga berhenti di stasiun Bangil.&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-permalink=&quot;https://www.instagram.com/p/B0Vtc9Fg14y/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; data-instgrm-version=&quot;12&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border-radius: 3px; border: 0px; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.5) 0px 0px 1px 0px, rgba(0, 0, 0, 0.15) 0px 1px 10px 0px; margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0px; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 16px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B0Vtc9Fg14y/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 19% 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B0Vtc9Fg14y/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;display: block; height: 50px; margin: 0px auto 12px; width: 50px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B0Vtc9Fg14y/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;svg height=&quot;50px&quot; version=&quot;1.1&quot; viewbox=&quot;0 0 60 60&quot; width=&quot;50px&quot; xmlns:xlink=&quot;https://www.w3.org/1999/xlink&quot; xmlns=&quot;https://www.w3.org/2000/svg&quot;&gt;&lt;g fill-rule=&quot;evenodd&quot; fill=&quot;none&quot; stroke-width=&quot;1&quot; stroke=&quot;none&quot;&gt;&lt;g fill=&quot;#000000&quot; transform=&quot;translate(-511.000000, -20.000000)&quot;&gt;&lt;g&gt;&lt;path d=&quot;M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631&quot;&gt;&lt;/path&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/svg&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B0Vtc9Fg14y/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style=&quot;padding-top: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;color: #3897f0; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B0Vtc9Fg14y/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;View this post on Instagram&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B0Vtc9Fg14y/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 12.5% 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; margin-left: 2px; margin-right: 14px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;border-bottom: 2px solid transparent; border-left: 6px solid rgb(244, 244, 244); border-top: 2px solid transparent; height: 0px; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: auto;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;border-right: 8px solid transparent; border-top: 8px solid rgb(244, 244, 244); transform: translateY(16px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; height: 12px; transform: translateY(-4px); width: 16px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;border-left: 8px solid transparent; border-top: 8px solid rgb(244, 244, 244); height: 0px; transform: translateY(-4px) translateX(8px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;margin: 8px 0px 0px; padding: 0px 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B0Vtc9Fg14y/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;color: black; font-family: arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; overflow-wrap: break-word; text-decoration: none; word-wrap: break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ada kalanya kita harus mengalah mundur jika dia tak menerima kita. Masih banyak orang lain yang mau menerima kita dan kesempatan lain untuk membenahi diri . Backride KA Penataran 432 (Blitar-Malang-Surabaya Kota) . Loc: petak Sukorejo-Wonokerto, Pasuruan . 🎶: Ilux-Mundur alon-alon . Thanks to @renggamaulanaadnan for the idea . #backride #munduralonalon #ilux #railfansindonesia #keretaapi #keretaapikita #railfans #keretaapiindonesia #dipolokomotifmojosari #dipolokomotifjatinegara #indonesianrailways #hobifotokeretaapi #semboyan35 #indonesianrailway #indonesianrailfans #cc20613100 #fotokeretakita #indonesiarailways #train #kereta #kai121 #bukansepurbiasa #railway #trainphotography&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0px 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;A post shared by &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/ikhalid_ra/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; Ikhalid Rizqy Al Raihan&lt;/a&gt; (@ikhalid_ra) on &lt;time datetime=&quot;2019-07-25T12:10:49+00:00&quot; style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;Jul 25, 2019 at 5:10am PDT&lt;/time&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//www.instagram.com/embed.js&quot;&gt;&lt;/script&gt; &lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;KA Penataran tiba di stasiun Bangil pada pukul 08.30. Stasiun Bangil merupakan stasiun utama di Kabupaten Pasuruan. Stasiun ini cukup besar, tersedia 9 jalur di stasiun ini. Stasiun ini cukup besar karena melayani pemberhentian menuju 2 arah berbeda, ke arah Malang dan Banyuwangi. Di sini, KA Penataran berhenti selama kira-kira 5 menit hingga kembali berangkat pada pukul 08.35.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-NFv0gqBtEBg/XaaYEoRch8I/AAAAAAAAR_M/v7o2vrL2Ytc03gMsIBNhQeFmPtJdefi9wCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_083120.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-NFv0gqBtEBg/XaaYEoRch8I/AAAAAAAAR_M/v7o2vrL2Ytc03gMsIBNhQeFmPtJdefi9wCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190722_083120.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Stasiun Bangil&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;KA Penataran lalu melanjutkan perjalanannya. Kami masih terus nge-&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;backride&lt;/span&gt;&amp;nbsp;selama perjalanan. Itu karena penumpang kereta semakin penuh. Kami tidak mau lagi berjalan melewati penumpang yang berdiri di lorong kereta. Lagipula, setelah berangkat dari Bangil, KA Penataran justru semakin ngebut. Kita yang berada di dalam seperti naik &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;roller coaster.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah &quot;kebut-kebutan&quot; di dalam kereta, KA Pentaran tiba di stasiun Porong jam 08.48. KA Penataran berhenti di sini hanya sebentar, cukup semenit saja. KA Penataran di sini bertemu sesama KA Penataran tujuan Malang. Ia pun berangkat kembali jam 08.49.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-HGjO0Nj8QnQ/XaaYEnVkweI/AAAAAAAAR_M/34SJAjZFvJg0IYVkzlSJik6elL0gJbi0wCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_084752.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-HGjO0Nj8QnQ/XaaYEnVkweI/AAAAAAAAR_M/34SJAjZFvJg0IYVkzlSJik6elL0gJbi0wCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190722_084752.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Dari stasiun Porong, KA Penataran melaju cukup kencang. KA Penataran lalu melewati kawasan banjir lumpur Porong. Banjir lumpur Lapindo yang terjadi pada 29 Mei 2006 ini menenggelamkan 16 desa di Sidoarjo. Bencana tersebut telah menenggelamkan rumah-rumah warga, merusak sarana umum, dan merusak lingkungan sekitar daerah terdampak. Kawasan sekitarnya menjadi lebih kering dan berbau belerang. Baunya bahkan sampai tercium ke dalam kereta yang kami naiki begitu melewati lumpur Lapindo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-a2MVor6QqdM/XaaYEuvKq7I/AAAAAAAAR_M/g5A4eoeIdTMl9PoGLR5NBkfpvoNMZreqgCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_090617.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-a2MVor6QqdM/XaaYEuvKq7I/AAAAAAAAR_M/g5A4eoeIdTMl9PoGLR5NBkfpvoNMZreqgCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190722_090617.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;KA Penataran lalu tiba di stasiun Tanggulangin pada jam 08.55. Stasiun ini tak begitu jauh dari lumpur Lapindo. KA Penataran hanya berhenti sebentar di sini, hanya sekitar 1 menit saja. Arus penumpang pun terlihat sepi di stasiun ini. Kemudian ia berangkat pada jam 08.56. Lalu Penataran berjalan hingga tiba di Sidoarjo jam 09.03. Cukup banyak penumpang yang turun di sini hingga keberangkatannya kembali pada jam 09.05.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-permalink=&quot;https://www.instagram.com/p/B1v31y7nDog/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; data-instgrm-version=&quot;12&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border-radius: 3px; border: 0px; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.5) 0px 0px 1px 0px, rgba(0, 0, 0, 0.15) 0px 1px 10px 0px; margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0px; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 16px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B1v31y7nDog/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 19% 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B1v31y7nDog/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;display: block; height: 50px; margin: 0px auto 12px; width: 50px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B1v31y7nDog/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;svg height=&quot;50px&quot; version=&quot;1.1&quot; viewbox=&quot;0 0 60 60&quot; width=&quot;50px&quot; xmlns:xlink=&quot;https://www.w3.org/1999/xlink&quot; xmlns=&quot;https://www.w3.org/2000/svg&quot;&gt;&lt;g fill-rule=&quot;evenodd&quot; fill=&quot;none&quot; stroke-width=&quot;1&quot; stroke=&quot;none&quot;&gt;&lt;g fill=&quot;#000000&quot; transform=&quot;translate(-511.000000, -20.000000)&quot;&gt;&lt;g&gt;&lt;path d=&quot;M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631&quot;&gt;&lt;/path&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/svg&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B1v31y7nDog/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding-top: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;color: #3897f0; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;&quot;&gt;View this post on Instagram&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 12.5% 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; margin-left: 2px; margin-right: 14px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;border-bottom: 2px solid transparent; border-left: 6px solid rgb(244, 244, 244); border-top: 2px solid transparent; height: 0px; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: auto;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;border-right: 8px solid transparent; border-top: 8px solid rgb(244, 244, 244); transform: translateY(16px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; height: 12px; transform: translateY(-4px); width: 16px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;border-left: 8px solid transparent; border-top: 8px solid rgb(244, 244, 244); height: 0px; transform: translateY(-4px) translateX(8px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;margin: 8px 0px 0px; padding: 0px 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B1v31y7nDog/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;color: black; font-family: arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; overflow-wrap: break-word; text-decoration: none; word-wrap: break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ketiga rangkaian lama dan baru bertemu. . In frame: KA Penataran tujuan Surabaya Kota bersilang dengan KA Mutiara Timur tujuan Banyuwangi Baru di stasiun Gedangan, Sidoarjo. . #railfansindonesia #keretaapi #keretaapikita #railfans #keretaapiindonesia #dipolokomotifmojosari #dipolokomotifjatinegara #indonesianrailways #hobifotokeretaapi #semboyan35 #indonesianrailway #indonesianrailfans #cc20613100 #fotokeretakita #indonesiarailways #train #kereta #kai121 #bukansepurbiasa #railway #trainphotography&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0px 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;A post shared by &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/ikhalid_ra/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; Ikhalid Rizqy Al Raihan&lt;/a&gt; (@ikhalid_ra) on &lt;time datetime=&quot;2019-08-29T12:32:23+00:00&quot; style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;Aug 29, 2019 at 5:32am PDT&lt;/time&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//www.instagram.com/embed.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;Berangkat dari Sidoarjo, Penataran kemudian melaju hingga ke stasiun KA Gedangan. Penataran tiba di stasiun Gedangan pada pukul 09.14. Ia harus berhenti lama di sini karena harus menunggu bersilang dengan KA Mutiara Timur. Penataran yang kami naiki baru berangkat dari Gedangan pada 09.18. Pemberhentian berikutnya adalah stasiun Waru. Kereta berhenti di Waru jam 09.23. Stasiun Waru adalah pemberhentian terakhir kereta ini di Sidoarjo sebelum menuju Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-DZaLfXa_Hos/XaaYEvgSZTI/AAAAAAAAR_M/w-OfUleTc3cDHxjqu8xfmaIF2R_31l-TwCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_092523.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-DZaLfXa_Hos/XaaYEvgSZTI/AAAAAAAAR_M/w-OfUleTc3cDHxjqu8xfmaIF2R_31l-TwCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190722_092523.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Berangkat dari Waru&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Tiba di Surabaya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;KA Penataran pun tiba di kota tujuan, Surabaya. KA Penataran menyusuri rel yang berdampingan dengan Jl Ahmad Yani beserta&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;frontage road.&lt;/span&gt; Penataran melewati banyak gedung-gedung ikonik mulai dari City of Tomorrow, Menara Avian, Graha Pena, UIN Sunan Ampel, Jatim Expo, hingga ke Royal Plaza.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemberhentian pertama Penataran di Surabaya adalah stasiun Wonokromo. Stasiun ini merupakan pertemuan antara lintas Surabaya-Kertosono dan Surabaya-Bangil. Stasiun ini pula mengingatkan saya ketika saya bersama kakek-nenek mencoba KA Komuter Supor (Surabaya-Porong) yang waktu itu masih baru diluncurkan, lupa tahun berapa. KA Penataran tiba di stasiun Wonokromo jam 09.31 dan berangkat kembali jam 09.33.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-permalink=&quot;https://www.instagram.com/p/B1_NK4UA6O4/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; data-instgrm-version=&quot;12&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border-radius: 3px; border: 0px; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.5) 0px 0px 1px 0px, rgba(0, 0, 0, 0.15) 0px 1px 10px 0px; margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0px; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 16px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B1_NK4UA6O4/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 19% 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B1_NK4UA6O4/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;div style=&quot;display: block; height: 50px; margin: 0px auto 12px; width: 50px;&quot;&gt;&lt;svg height=&quot;50px&quot; version=&quot;1.1&quot; viewbox=&quot;0 0 60 60&quot; width=&quot;50px&quot; xmlns:xlink=&quot;https://www.w3.org/1999/xlink&quot; xmlns=&quot;https://www.w3.org/2000/svg&quot;&gt;&lt;g fill-rule=&quot;evenodd&quot; fill=&quot;none&quot; stroke-width=&quot;1&quot; stroke=&quot;none&quot;&gt;&lt;g fill=&quot;#000000&quot; transform=&quot;translate(-511.000000, -20.000000)&quot;&gt;&lt;g&gt;&lt;path d=&quot;M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631&quot;&gt;&lt;/path&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/svg&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding-top: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;color: #3897f0; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;&quot;&gt;View this post on Instagram&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 12.5% 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; margin-left: 2px; margin-right: 14px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;border-bottom: 2px solid transparent; border-left: 6px solid rgb(244, 244, 244); border-top: 2px solid transparent; height: 0px; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: auto;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;border-right: 8px solid transparent; border-top: 8px solid rgb(244, 244, 244); transform: translateY(16px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; height: 12px; transform: translateY(-4px); width: 16px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;border-left: 8px solid transparent; border-top: 8px solid rgb(244, 244, 244); height: 0px; transform: translateY(-4px) translateX(8px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;margin: 8px 0px 0px; padding: 0px 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/B1_NK4UA6O4/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;color: black; font-family: arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; overflow-wrap: break-word; text-decoration: none; word-wrap: break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Awalnya, saya mengenal kereta api karena keluarga saya seringkali bepergian dengan kereta waktu kecil dulu. Dulu, kami biasa naik KRL untuk berlibur ke Jakarta hingga naik Argo Bromo Anggrek untuk mudik lebaran. . Sekarang, naik kereta api seperti hobi dan pilihan ketika bepergian. Pulang dari kampus ke rumah, mudik lebaran, hingga jalan-jalan mengisi liburan selalu dengan kereta api. . Namun, lebih dari itu... Dari kereta api, kami belajar memperkuat kekompakan. Dari kereta api, kami belajar mengenal dan menghargai orang lain. Dari kereta api, kami juga belajar mencintai sejarah. . Maka, karena naik kereta api, kita belajar banyak hal. . #AyoNaikKereta ...! Khususon buat yang belum di-tag @allone.sign @athamahdi @harisabdul46 Monmaap min @keretaapikita @kai121_ kalo nge-tag temennya kebanyakan 😁✌️#KAIGiveaway #HarpelnasKAI #railfansindonesia #keretaapi #keretaapikita #railfans #keretaapiindonesia #dipolokomotifmojosari #dipolokomotifjatinegara #indonesianrailways #hobifotokeretaapi #semboyan35 #indonesianrailway #indonesianrailfans #cc20613100 #fotokeretakita #indonesiarailways #train #kereta #kai121 #bukansepurbiasa #railway #trainphotography&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0px 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;A post shared by &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/ikhalid_ra/?utm_source=ig_embed&amp;amp;utm_campaign=loading&quot; style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; Ikhalid Rizqy Al Raihan&lt;/a&gt; (@ikhalid_ra) on &lt;time datetime=&quot;2019-09-04T11:27:22+00:00&quot; style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;Sep 4, 2019 at 4:27am PDT&lt;/time&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//www.instagram.com/embed.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;KA Penataran melanjutkan perjalanannya dari stasiun Wonokromo. Kereta waktu itu sudah sepi karena banyak pernumpang yang turun di Wonokromo. Kami pun bisa duduk di manapun dengan leluasa. Kami memilih tempat duduk di rangkaian paling belakang agar tidak berjalan jauh-jauh. Kami pun sempat mengobrol singkat dengan petugas. Pak petugas pun tahu kalau kami sekadar&amp;nbsp;&lt;i&gt;joyride.&lt;/i&gt; Setelah menempuh beberapa saat, KA Penataran tiba di stasiun Surabaya Gubeng jam 9.39, lebih cepat semenit dari jadwal. Kemudian ia berangkat kembali jam 09.41.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-fFzIlBpEFAg/XaaYEjE2a_I/AAAAAAAAR_M/2_3FeScKxAAnMkhLZo-_Eh37cRWty9MXQCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_094031.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-fFzIlBpEFAg/XaaYEjE2a_I/AAAAAAAAR_M/2_3FeScKxAAnMkhLZo-_Eh37cRWty9MXQCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190722_094031.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Persiapan berangkat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-gsVx3TeN16Q/XaaYEpOQQmI/AAAAAAAAR_M/hyi2qseoyg8lA1Sav9CbC6SiWZFUO7FggCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_093238.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-gsVx3TeN16Q/XaaYEpOQQmI/AAAAAAAAR_M/hyi2qseoyg8lA1Sav9CbC6SiWZFUO7FggCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190722_093238.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Stasiun Surabaya Gubeng&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-DnxKCe_uDGI/XaaYEjO_XtI/AAAAAAAAR_M/pmE9rrpoPVQaVPNrhtrECI-ZSBAxRZjYgCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_094209.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-DnxKCe_uDGI/XaaYEjO_XtI/AAAAAAAAR_M/pmE9rrpoPVQaVPNrhtrECI-ZSBAxRZjYgCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190722_094209.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kawis Nusantara yang sedang parkir di stasiun Surabaya Gubeng&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyusuri jalur dalam kota Surabaya, KA Penataran yang kami naiki akhirnya tiba di stasiun akhir Surabaya Kota. Stasiun yang dikenal juga dengan Stasiun Semut merupakan salah satu stasiun bertipe terminus (stasiun ujung tanpa jalur lanjutan) seperti stasiun Jakarta Kota, Tangerang, Merak dan stasiun Kertapati di Palembang. Penataran tiba di Surabaya Kota jam 09.53. kami pun mengakhiri perjalanan di sini sembari transit menunggu kereta berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Q7sIHubjO3s/XaaYEpFqkZI/AAAAAAAAR_M/GwCDoNZHqEYLG9Weu8WwghTYIvv32F5QQCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190722_095115.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Q7sIHubjO3s/XaaYEpFqkZI/AAAAAAAAR_M/GwCDoNZHqEYLG9Weu8WwghTYIvv32F5QQCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190722_095115.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Akhirnya tiba di Surabaya Kota&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/218250657073008817/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2019/10/ekspedisi-jalur-kantong-lawang-surabaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/218250657073008817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/218250657073008817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2019/10/ekspedisi-jalur-kantong-lawang-surabaya.html' title='Cerita dari Kereta: Ekspedisi Jalur Kantong bagian II (Lawang-Surabaya)'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-th6GTUWlY8s/XaaYEo-mU2I/AAAAAAAAR_M/CWRhDagR9jQHClxZDa88S06b-Goc8KKDQCKgBGAsYHg/s72-c/IMG_20190722_095256.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-8509490714272275598</id><published>2019-09-22T12:43:00.001+07:00</published><updated>2020-12-20T22:43:26.301+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dhoho"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jalan-Jalan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kereta Api"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Penataran"/><title type='text'>Cerita Dari Kereta: Ekspedisi Jalur Kantong bagian Pertama (Tulungagung-Lawang) dengan KA Dhoho-Penataran</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-kWO6nlrp3iQ/XYcAPkkprfI/AAAAAAAARrc/IhLVWTlhYAUBA0BrPBjMgvKBVEnoWOghACKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190720_144031.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-kWO6nlrp3iQ/XYcAPkkprfI/AAAAAAAARrc/IhLVWTlhYAUBA0BrPBjMgvKBVEnoWOghACKgBGAsYHg/s640/IMG_20190720_144031.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;-en-clipboard: true;&quot;&gt;Jalur kantong adalah jalur kereta api yang melintas dari Kertosono, Nganjuk ke Bangil, Pasuruan. Ia adalah jalur penting menghubungkan kota-kota utama seperti Kediri, Blitar, dan Malang. Jalur ini selalu dilalui oleh kereta-kereta dari Jakarta dan Bandung menuju kota-kota tersebut. Selain itu, terdapat pula armada kereta lokal untuk mengakomodasi masyarakat Jawa Timur yang bepergian antar kota.&lt;span&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kereta itu adalah kereta api Penataran. KA Penataran menurut ibu saya sudah ada sejak tahun 1970-an menurut penuturan orang tua saya. Kereta api ini melayani perjalanan Surabaya-Malang-Blitar. Kemudian, kereta Penataran berganti nama menjadi KA Dhoho, melewati Kertosono-Jombang dan mengakhiri perjalanan di Surabaya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya bersama &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/mas_rasyied/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Harun&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/iqbalulloh23/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Balu&lt;/a&gt;, dan &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/has_bee16/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Hasbi&lt;/a&gt; menjajal ekspedisi jalur kantong dengan KA ini. Perjalanan kami dimulai dari stasiun Tulungagung&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;menuju Lawang. Lanjut dari Lawang ke Surabaya Kota, dan perjalanan berakhir di Surabaya Kota via Kertosono ke Tulungagung. Karena &quot;ekspedisi&quot; ini dilakukan di hari yang berbeda, maka tulisan ini akan saya buat dalam tiga seri berbeda pula, seperti tulisan saya tentang ekspedisi jalur mati &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://ikhalidalraihan.blogspot.com/2019/04/stasiun-mati-ponorogo.html&quot; style=&quot;text-align: center;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ponorogo&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;-&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://ikhalidalraihan.blogspot.com/2019/06/stasiun-non-aktif-slahung.html&quot; style=&quot;text-align: center;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Slahung&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;. Kali ini, saya akan menceritakan ekspedisi dengan kereta api Dhoho-Penataran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Mengawali dari Tulungagung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-f7Frdj98OI8/XYcAPvPE7tI/AAAAAAAARrc/hhpyNgfa6NMtzCXsZCfDJiwgsAG5PquGgCKgBGAsYHg/s1600/IMG-20190720-WA0014.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;864&quot; data-original-width=&quot;1152&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-f7Frdj98OI8/XYcAPvPE7tI/AAAAAAAARrc/hhpyNgfa6NMtzCXsZCfDJiwgsAG5PquGgCKgBGAsYHg/s640/IMG-20190720-WA0014.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami memulai perjalanan dari Trenggalek, kota tempat tinggal Balu. Karena tidak ada layanan kereta api di Trenggalek, kami harus naik mobil ke Tulungagung. Perjalanan Trenggalek-Tulungagung menghabiskan waktu kurang lebih satu jam. Kebetulan, ibu dan mbahnya Balu juga ikut karena memang ingin bertemu keluarganya di Lawang, Malang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami tiba di stasiun Tulungagung kira-kira pada jam 12.15. Kami pun terburu-buru takut ketinggalan kereta. Untungnya kereta masih belum datang. Kami pun sempat kembali ke parkiran dan membawakan barang-barang mbahnya Balu. Setelah semua sampai di stasiun, Hasbi yang memesankan tiket melakukan proses boarding karena ia yang memesankan tiket untuk kami semua lewat aplikasi KAI Access. Begitu boarding selesai, kami semua bisa masuk ke dalam peron stasiun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Peron stasiun Tulungagung sudah penuh dengan calon penumpang. Para calong penumpang memadati stasiun bersiap-siap untuk menunggu kereta selanjutnya yang lewat. Karena itulah kami harus menyeberang ke peron lain yang agak kosong. Di situlah kami bertemu dengan saudara mbahnya Balu yang kebetulan ingin ikut ke Lawang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;KA Dhoho pun tiba tepat waktu. Kami segera masuk kereta agar dapat tempat. Kami berebutan dengan penumpang lain karena banyak juga yang ingin naik atau turun dari kereta. Dengan mendahulukan orang tua, kami baru duduk setelah ibu dan mbah-mbahnya Balu mendapatkan kursi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-6RKjR8xAJ3w/XYcAPuFTEzI/AAAAAAAARrc/MoEKeINCexcKaJUxbwcIbBWtn5cyoh77wCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190720_124233.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-6RKjR8xAJ3w/XYcAPuFTEzI/AAAAAAAARrc/MoEKeINCexcKaJUxbwcIbBWtn5cyoh77wCKgBGAsYHg/s400/IMG_20190720_124233.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rangkaian kereta (bukan gerbong, ya...) yang kami naiki adalah rangkaian kelas ekonomi dengan nomor K3 0 65 21. Umurnya lebih tua dari kedua orang tua saya. Kapasitasnya 106 penumpang a la kereta ekonomi PSO (public Service Obligation) alias KA subsidi. Uniknya, nomor rangkaian KA ini dihitung terbalik. Jika biasanya rangkaian kereta dari belakang lokomotif dinomori 1,2,3 dst., kalau kereta di perjalanan ini diberi nomor urut 5,4,3 sampai kereta paling belakang dinomori Ekonomi 1. Kami duduk di tepat di belakang lokomotif yang dihitung sebagai kereta ekonomi 5, alih-alih ekonomi 1.&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-bg66cV13r7c/XYcAPsASGVI/AAAAAAAARrc/EeQiZyk3KC8f6IeHCnTVfjDhKgd159vKACKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190720_124738.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-bg66cV13r7c/XYcAPsASGVI/AAAAAAAARrc/EeQiZyk3KC8f6IeHCnTVfjDhKgd159vKACKgBGAsYHg/s640/IMG_20190720_124738.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; text-align: start;&quot;&gt;Rangkaian kereta dengan nomor seri K3 0 65 21&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;Selama di kereta, saya banyak mengobrol dengan kakeknya Balu. Beliau mendoakan saya agar sukses dan sehat selalu. Obrolan kami berlanjut hingga KA Dhoho berhenti di stasiun Sumbergempol. Ketika berhenti di sana, tidak banyak penumpang yang naik turun. Kereta pun melanjutkan perjalanannya hingga di stasiun Ngunut. Di&amp;nbsp; Ngunut, KA Dhoho bertemu dengan sesama KA Dhoho yang menuju Kertosono hingga Surabaya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemberhentian selanjutnya adalah stasiun Rejotangan. Stasiun ini merupakan stasiun paling timur di Tulungagung. Di sinilah saya mengabadikan momen persilangan KA selama ekspedisi ini. Kali ini KA Dhoho bersilang dengan KA Brantas tujuan Pasar Senen yang melintas langsung. Setelah mendapatkan sinyal keluar dan PPKA mengeluarkan tanda boleh berangkat, KA Dhoho baru berangkat di stasiun Rejotangan.&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-trtp4_BXdRE/XYcAPhWnZNI/AAAAAAAARrc/gEIG4rsJYzIXZWi1XlpWp7zU7vsud07AwCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190720_130526.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-trtp4_BXdRE/XYcAPhWnZNI/AAAAAAAARrc/gEIG4rsJYzIXZWi1XlpWp7zU7vsud07AwCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190720_130526.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Menunggu bersilang dengan KA Brantas di stasiun Rejotangan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;KA Dhoho kemudian tiba di stasiun besar Blitar. Stasiun Blitar adalah stasiun pemberhentian akhir KA Dhoho. Namun, tak berarti ekspedisi jalur kantong saya berakhir. Itu karena KA ini akan lanjut berdinas kembali namun dengan nama berbeda, yakni Penataran.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Berangkat Sebagai KA Penataran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-2JK2od5vqso/XYcCZRCLpRI/AAAAAAAARro/HFJmUjtPXw4KjX7l9LbuHpqwzU4Cc42zQCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190720_144523.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-2JK2od5vqso/XYcCZRCLpRI/AAAAAAAARro/HFJmUjtPXw4KjX7l9LbuHpqwzU4Cc42zQCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190720_144523.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kereta yang kami naiki berangkat meninggalkan stasiun Blitar dengan nama KA Penataran. Saat ini kami duduk di KA Ekonomi 1, setelah sebelumnya berada di Ekonomi 5 tanpa berpindah kursi. Koq bisa? Selama berhenti di Blitar, KA Penataran tidak hanya berganti nama, namun juga susunan nomor kereta juga diganti. Penomoran kereta penumpang dikembalikan ke susunan yang normal. Dari depan kereta Ekonomi 1, kemudian Ekonomi 2, 3 dan seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-7vvMr1yd4Ik/XYcAPs12-KI/AAAAAAAARrc/gJ2ZwvRc5oAGMgSnfEpMnHEt8WrLkzuSACKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190720_131836.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-7vvMr1yd4Ik/XYcAPs12-KI/AAAAAAAARrc/gJ2ZwvRc5oAGMgSnfEpMnHEt8WrLkzuSACKgBGAsYHg/s640/IMG_20190720_131836.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Dipo Kereta Api Blitar&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;Selama perjalanan menyusuri Blitar, pemandangan indah persawahan Blitar menghampar di sepanjang jalan. Beberapa kali diselingi juga dengan suasana kota Blitar yang dikenal sebagai kota Proklamator karena di sinilah Presiden pertama Indonesia Soekarno menghabiskan masa kecilnya. Soekarno juga dimakamkan di kota ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Prama (istilah untuk pramugara KA) mulai berkeliling menjajakan makanan bagi para penumpang. Kebetulan,, kami semua belum makan siang sehingga rasa lapar melanda. Hanya ada dua menu yang disajikan waktu itu, yakni nasi krengsengan dan nasi pecel. Kala itu, waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 jadi mungkin menu lain sudah habis. Uniknya, makanan yang dijual tidak dikemas dalam box seperti di kereta jarak jauh, tapi dibungkus daun pisang dan kertas nasi seperti warung. Satu porsi nasi dihargai Rp 10.000,00. Kami semua memesan nasi pecel, kecuali mbahnya Balu memesan nasi krengsengan karena memang tersisa satu porsi.&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-B_L2bUgOtV8/XYcAPr7ux_I/AAAAAAAARrc/1p8z1uXqxBMKae8JpQPueYkU9YpkIpcbgCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190720_133822.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-B_L2bUgOtV8/XYcAPr7ux_I/AAAAAAAARrc/1p8z1uXqxBMKae8JpQPueYkU9YpkIpcbgCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190720_133822.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Nasi pecel khas KA Lokal Penataran&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;Setelah menempuh jarah yang lumayan, KA Penataran berhenti di stasiun Talun. Stasiun Talun terletak di Kabupaten Blitar. Stasiun kecil ini adalah stasiun tertinggi di Daop VII bersama-sama stasiun Garum dengan ketinggian +244 mdpl. Setelah itu barulah berhenti di Garum, stasiun ujung Daerah Operasi VII Madiun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Asyiknya Backride&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Buat para penghobi kereta, tentu sudah tak asing dengan istilah &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;backride&lt;/span&gt;. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Backride&lt;/span&gt; diartikan sebagai aktivitas naik kereta di buntut kereta alias bordes di rangkaian paling belakang. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Backride&lt;/span&gt; &amp;nbsp;disukai karena kita dapat mengintip penandangan dari balik kaca pintu bordes. Kita melihatnya seakan-akan berjalan mundur meninggalkan objek itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya, &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;backride&lt;/span&gt; adalah aktivitas yang tidak dibenarkan dalam kereta api. Bisa-bisa kita diperingatkan oleh Polsuska kalau kedapatan ngebordes lama-lama. Namun, kalau kita naik kereta lokal, hal &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;backride&lt;/span&gt; dapat dimaklumi. Ini karena setiap penumpang kereta lokal tidak mendapat tempat duduk dalam tiketnya. Jadi, mau duduk di mana aja terserah penumpang. Mau di kereta penumpang, kereta makan, atau di bordes sekalipun, penumpang dapat naik asal punya tiket.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-8jylpZNJ2xc/XYcAPrCVMSI/AAAAAAAARrc/KfxYLXnYKQonwETS8WQEVBE2MHRjqIzXgCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190720_152610.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-8jylpZNJ2xc/XYcAPrCVMSI/AAAAAAAARrc/KfxYLXnYKQonwETS8WQEVBE2MHRjqIzXgCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190720_152610.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami berempat melakukan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;backride&lt;/span&gt; setelah setelah stasiun Kesamben, Blitar. Stasiun Kesamben merupakan stasiun kelas III yang berada di Kesamben, Blitar. Setelah itu barulah kami beranjak dari tempat duduk kami ke kereta paling belakang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perjuangan luar biasa untuk berpindah dari kursi kami di depan ke kereta paling belakang. Kami harus melewati puluhan orang yang berdiri di lorong kereta. Belum lagi jika ada yang duduk neg-bordes atau &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;ngemper&lt;/span&gt; di lantai-lantai kereta. Kami harus berhati-hati dalam melangkah agar tidak menginjak orang lain. Tidak hanya itu, ada pula anak-anak kecil yang suka ke sana kemari yang harus kita lewati.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-cFyuPpivSW4/XYcAPgb2wqI/AAAAAAAARrc/aKvqJc7n_5AWBtYlW7gxQJEhiIGzlxPegCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190720_142609.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-cFyuPpivSW4/XYcAPgb2wqI/AAAAAAAARrc/aKvqJc7n_5AWBtYlW7gxQJEhiIGzlxPegCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190720_142609.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Berpapasan dengan KA Gajayana&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;Sesampainya di &quot;ekor&quot; kereta, saya merasa sedikit lega. Di sana sudah ada tiga orang, seorang laki-laki paruh baya dan dua orang perempuan muda, Namun, ternyata ada yang ketinggalan. Harun rupanya belum datang. Setelah menunggu beberapa saat, ia datang dengan jalan agak terpincang-pincang. Rupanya ia tak sengaja menendang koper seorang penumpang. Kami pun panik mendengarnya. Untungya dia mampu menahan sakitnya dan tetap mau nge-backride.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami bertiga akhirnya yang berfoto-foto menikmati suasana dari balik bordes. Tampak jelas sawah-sawah di belakang kami. Pemandangan terasa lebih indah setelah memasuki Malang.Jalur kereta terlihat membelah tebing. Belum lagi kita akan merasakan sensasi horor ketika kereta lewat di terowongan Eka Bakti Karya dan Dwi Bakti Karya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah puas foto-foto dan video, kami pun berkenalan dengan penumpang yang ikut &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;backride&lt;/span&gt;. Salah satunya dengan&amp;nbsp; perempuan muda yang sudah di situ sebelum kami. Riefcha, begitulah ia mengenalkan dirinya. Ia seumuran dengan saya dan juga sama-sama baru menyelesaikan studinya di salah satu PTN di Tulungagung. Kami saling membicarakan satu sama lain tentang skripsi dan kampus kami. Obrolan kami berlanjut hingga kereta Penataran tiba di Sumberpucung untuk menunggu Malioboro Ekspres.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-jU1set3XCX8/XYcAPpHRPwI/AAAAAAAARrc/Vuc0ZUxO5XE5n_i87JnlWNhHQ92ee5tQwCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190720_144328.jpg&quot; style=&quot;font-size: medium; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-jU1set3XCX8/XYcAPpHRPwI/AAAAAAAARrc/Vuc0ZUxO5XE5n_i87JnlWNhHQ92ee5tQwCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190720_144328.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Stasiun Sumberpucung&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-kWO6nlrp3iQ/XYcAPkkprfI/AAAAAAAARrc/IhLVWTlhYAUBA0BrPBjMgvKBVEnoWOghACKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190720_144031.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-kWO6nlrp3iQ/XYcAPkkprfI/AAAAAAAARrc/IhLVWTlhYAUBA0BrPBjMgvKBVEnoWOghACKgBGAsYHg/s640/IMG_20190720_144031.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Menunggu persusulan dengan KA Malioboro Ekspres&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Berakhir di Malang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perjalanan dengan KA Penataran mulai mendekati kota Malang. Saya pun mulai familiar dengan wilayah Malang ketika KA Penataran mulai berhenti di stasiun Kepanjen, salah satu kampung halaman saya. Keluarga ayah saya saat ini tinggal di dekat ibukota kabupaten Malang tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah berhenti selama beberapa menit di Kepanjen, KA Penataran melanjutkan perjalannya menyusuri kota Malang hingga berhenti di stasiun Malang Kota Lama. Stasiun Malang Kota Lama disebut demikian karena berdekatan dengan kawasan Kota Lama. Stasiun ini menjadi pintu gerbang bagi kereta api jarak jauh yang menuju Malang. Di sebelah kami, kereta api Malabar tujuan Bandung siap berangkat, yang ditarik lokomotif CC 206 13 55 yang terkenal di kalangan pecinta kereta api lantaran pernah terlibat &lt;a href=&quot;http://dephub.go.id/post/read/KA-MALABAR-ALAMI-KECELAKAAN-DI-TASIKMALAYA-61093&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kecelakaan KA Malabar di Tasikmalaya tahun 2014 lalu&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-7y-HTmtEiEk/XYcEu2LYbpI/AAAAAAAARr0/dJ8pARAUzMQPl37jObZSYZRtw1eM5obngCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190720_155852.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-7y-HTmtEiEk/XYcEu2LYbpI/AAAAAAAARr0/dJ8pARAUzMQPl37jObZSYZRtw1eM5obngCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190720_155852.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Stasiun Malang Kota Lama dari belakang KA Penataran&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-o0lI-77IXc0/XYcAPi8Vz-I/AAAAAAAARrc/gIGlcwVLXtwgwxU8IdIaXFNOD92ThQUUACKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190720_160539.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-o0lI-77IXc0/XYcAPi8Vz-I/AAAAAAAARrc/gIGlcwVLXtwgwxU8IdIaXFNOD92ThQUUACKgBGAsYHg/s640/IMG_20190720_160539.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Di sebelah kiri terlihat KA Malabar bersiap-siap meninggalkan stasiun Malang Kota Lama&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;Perjalanan berlanjut dari Malang Kota Lama. Saat itu kami masih berada di bordes menikmati &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;backride.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Tak jauh dari Malang Kota Lama, ternyata KA Penataran melintasi Kampung Wisata Jodipan. Kami pun tak mau menyia-nyiakan momen berharga ini. Saya dan Balu pun berbagi tugas untuk mendokumentasikan momen ini, saya merekam dari samping, sementara Balu merekam dari belakang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-fnZLUvkQAwo/XYcAPrhP7PI/AAAAAAAARrc/1aB_ObpiNlsv8FN_4nubBxZKqcwyy--tgCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190720_161453.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-fnZLUvkQAwo/XYcAPrhP7PI/AAAAAAAARrc/1aB_ObpiNlsv8FN_4nubBxZKqcwyy--tgCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190720_161453.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kampung wisata Jodipan tampak dari jendela KA Penataran&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;Sore yang cerah pada waktu itu membuat kami tak berhenti mengambil gambar kenangan. Di sisi jalur kereta banyak rumah kecil berdiri. Sangat berbahaya jika ada rumah atau bangunan di sekitar rel kereta. Terlebih banyak orang yang duduk-duduk di atas rel kereta. Ada juga anak-anak yang bermain layang-layang di sana.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-yuLWej7XJG4/XYcEu00FKVI/AAAAAAAARr0/ZFHjx_ZvqGYZwdPdDu3SnVtQ58djX9cAACKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190720_161316.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1200&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-yuLWej7XJG4/XYcEu00FKVI/AAAAAAAARr0/ZFHjx_ZvqGYZwdPdDu3SnVtQ58djX9cAACKgBGAsYHg/s320/IMG_20190720_161316.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;KA Penataran lalu berhenti di stasiun Malang. Stasiun ini tergolong stasiun besar dan banyak kereta api yang berakhir di stasiun ini. Banyak penumpang yang naik turun di stasiun ini, membuat siklus penumpang di sini sangat ramai sore itu. Kami pun harus keluar kereta untuk kembali ke tempat duduk kami. Ya, kami mengakhiri &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;backride&lt;/span&gt; di stasiun ini karena hari sudah semakin gelap dan kami juga mulai kelelahan.&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-777GQfBKoHY/XYcAPhFxrsI/AAAAAAAARrc/t51iTpSLMggo2-0omWt_Y6Calf4yn_isgCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190720_161729.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-777GQfBKoHY/XYcAPhFxrsI/AAAAAAAARrc/t51iTpSLMggo2-0omWt_Y6Calf4yn_isgCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190720_161729.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Stasiun Malang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;KA Penataran masih berjalan hingga berhenti di stasiun Lawang. KA Penataran tiba di stasiun Lawang kira-kira di jam 17.30. Hari sudah makin gelap menuju maghrib. Kami semua turun di sini dan menyambung dengan menyarter angkot ke rumah keluarganya Balu. Ekspedisi jalur kantong bagian I pun berakhir di sini.&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-zAQ14JMfW9M/XYcAPuqnfxI/AAAAAAAARrc/zVSz3xlj640LJOUipQ9Zlx8dG-1ZyASSgCKgBGAsYHg/s1600/IMG_20190720_172110.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-zAQ14JMfW9M/XYcAPuqnfxI/AAAAAAAARrc/zVSz3xlj640LJOUipQ9Zlx8dG-1ZyASSgCKgBGAsYHg/s640/IMG_20190720_172110.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Akhirnya tiba di Lawang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/8509490714272275598/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2019/09/ekspedisi-jalur-kantong-tulungagung-lawang-dhoho-penataran_22.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/8509490714272275598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/8509490714272275598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2019/09/ekspedisi-jalur-kantong-tulungagung-lawang-dhoho-penataran_22.html' title='Cerita Dari Kereta: Ekspedisi Jalur Kantong bagian Pertama (Tulungagung-Lawang) dengan KA Dhoho-Penataran'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-kWO6nlrp3iQ/XYcAPkkprfI/AAAAAAAARrc/IhLVWTlhYAUBA0BrPBjMgvKBVEnoWOghACKgBGAsYHg/s72-c/IMG_20190720_144031.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-297338198996618984</id><published>2019-08-09T13:44:00.001+07:00</published><updated>2020-12-20T22:44:02.329+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jakarta"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jalan-Jalan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kereta Api"/><title type='text'>Cerita dari Kereta: Menjajal Light Rail Transit (LRT) Jakarta</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-BrMDpEB1RqY/XUueLIEX53I/AAAAAAAAQ4k/a2okRxybYhwjYQBQiLKR8_BNe3KUD7diQCKgBGAs/s1600/IMG_20190611_112323.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-BrMDpEB1RqY/XUueLIEX53I/AAAAAAAAQ4k/a2okRxybYhwjYQBQiLKR8_BNe3KUD7diQCKgBGAs/s640/IMG_20190611_112323.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;-en-clipboard: true;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Setelah kembali dari mudik lebaran, masih ada sisa 5 hari untuk beristirahat di rumah sebelum kembali ke kampus. Di situlah mulai bingung mau merancang agenda di sisa hari di rumah ini. Mau keliling kota, udah bosan. Mau jalan-jalan, tidak ada teman. Seharian di rumah pun sangat membosankan.&lt;span&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rasa ingin bepergian pun menggebu-gebu ketika adik saya ingin jalan bareng teman sekolahnya. Ceritanya, temannya yang dari jauh akan datang untuk berlibur di Bogor. Dia berencana akan menginap di rumah untuk beberapa hari. Mereka akan menghabiskan waktu berkeliling Bogor dan Jakarta dengan teman lainnya yang tinggal tidak jauh dari rumah. Keder juga aku jadi orang yang paling ganteng di rumah...!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya, saya iseng-iseng mencoba &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;googling&lt;/span&gt; mencari event terdekat selama di rumah. Eh lha dalah, ternyata saya menemukan info uji publik &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Light Rail Transit&lt;/span&gt;&amp;nbsp;(LRT) Jakarta mulai dibuka tanggal 11 Juni. Segera saya klik link yang ada di profil instagram LRT Jakarta untuk mendaftarkan diri. Saya cepat-cepat daftar agar tidak kehabisan tiket.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya pun mencoba-coba mencari hari operasional yang tersedia. Ternyata, hari pertama pun saya masih bisa mendapatkan tiket. Setelah mengumpulkan e-formulir, saya mendapatkan 2 email dari LRT Jakarta sekaligus. Email pertama berisi konfirmasi, dan yang kedua adalah tiket elektronik. Tiketnya dapat dicetak karena dikirimkan dalam format pdf. Alhamdulillah, saya bisa mencoba LRT di hari pertama uji publiknya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tiket LRT sendiri menerangkan kapan jadwal operasionalnya. Dalam tiket tertulis jam operasionalnya, dari pukul 05.30-22.30. E-ticket hanya berlaku untuk sekali perjalanan namun kita bebas mau naik kapan saja asal masih di dalam jam operasional.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;LRT Jakarta merupakan salah satu moda transportasi terbaru di Jakarta. Ia melengkapi sarana transportasi umum berbasis rel setelah KRL Commuterline dan MRT Jakarta. Kereta LRT diproduksi oleh Hyundai Rotem, anak perusahaan raksasa Korea Hyundai. Sedangkan prasarananya berupa jalur, stasiun dan penunjang lainnya dikerjakan PT Jakarta Propertindo atau Jakpro, sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI Jakarta dalam bidang properti. Sedangkan, operator LRT adalah PT LRT Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pembangunan jalur LRT Jakarta saat ini sudah selesai di tahap I. Jalur tersebut terbentang dari Rawamangun sampai Kelapa Gading dengan relasi Velodrome-Boulevard Utara. Jalur LRT yang sudah rampung ini terbentang sepanjang kurang lebih 5 km.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Naik dari Bogor&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk mencoba LRT Jakarta dari Bogor, pertama saya menaiki KRL Commuter Line. Saya memang terbiasa naik KRL untuk perjalanan ke Jakarta karena tiketnya murah dan lebih cepat dibandingkan sarana lainnya. Saya kemudian turun di stasiun Manggarai. Stasiun Manggarai adalah stasiun terdekat menuju stasiun LRT Velodrome. Kita dapat mengggunakan semua KRL dari Bogor menuju segala stasiun, baik Red Line (Bogor-Jakarta Kota) atau Loopline (Bogor-Angke atau Jatinegara) karena semuanya berhenti di stasiun Manggarai sebagai stasiun transit.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya kemudian memesan Go-Jek dari Manggarai. Jarak dari Stasiun Manggarai ke stasiun Velodrome lumayan jauh, sekitar 6,8 km. Saya harus membayar Rp 18.000,00 untuk GoRide ke Velodrome. Saya bersyukur dapat driver yang sepantaran dengan saya. Kami pun mengobrol banyak selama di perjalanan, umumnya tentang kehidupan saya sebagai staf universitas dan kehidupannya sebagai guru honorer di daerah Cakung, Jakarta Timur. Kami saling berbagi pengalaman dan suka duka setelah lulus kuliah (kami kebetulan sama-sama &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;fresh graduate&lt;/span&gt;). Awalnya ia tak tahu stasiun Velodrome karena masih baru. Untungnya, Velodrome bersebelahan dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) jadi dia langsung tahu letaknya begitu saya tunjukkan posisi stasiun Velodrome di Google Maps. Maka, kami pun sepakat untuk turun di halte UNJ.&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;450&quot; src=&quot;https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m28!1m12!1m3!1d31731.717358801514!2d106.8517803107932!3d-6.202267946557579!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!4m13!3e6!4m5!1s0x2e69f4711cac0e99%3A0x47c98448b038a7d8!2sStasiun+Manggarai%2C+Jalan+Manggarai+Utara+1%2C+Manggarai%2C+Kota+Jakarta+Selatan%2C+Daerah+Khusus+Ibukota+Jakarta!3m2!1d-6.2098913!2d106.8502147!4m5!1s0x2e69f5f4d051f007%3A0x16a9fb3bb7fd441a!2sStasiun+Velodrom%2C+Jalan+Velodrome%2C+RW.6%2C+Rawamangun%2C+Kota+Jakarta+Timur%2C+Daerah+Khusus+Ibukota+Jakarta!3m2!1d-6.1927864!2d106.891093!5e0!3m2!1sid!2sid!4v1565237242382!5m2!1sid!2sid&quot; style=&quot;border: 0;&quot; width=&quot;600&quot;&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Mencoba LRT dari Stasiun Velodrome&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-6d_OtiE1pNU/XUueLBDv6mI/AAAAAAAAQ4k/9HSMnuz9fisdu8zDyfKc-d1yFNBWhrgOgCKgBGAs/s1600/IMG_20190611_111440.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-6d_OtiE1pNU/XUueLBDv6mI/AAAAAAAAQ4k/9HSMnuz9fisdu8zDyfKc-d1yFNBWhrgOgCKgBGAs/s640/IMG_20190611_111440.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Saya pun berjalan kaki ke stasiun Velodrome. Stasiun Velodrome ketika itu masih kinyis-kinyis baru selesai dibangun. Jalur LRT sepenuhnya dibangun melayang (elevated). Untuk mencapai atas stasiun tersedia eskalator di pintu masuk. Saya kemudian disambut oleh petugas keamanan yang memeriksa tiket online para penumpang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya naik eskalator ke peron stasiun di atas. Tiba di peron, saya langsung menghampiri loket kereta. Saya ke loket untuk menukarkan e-ticket dengan selembar tiket. Ternyata, saya diarahkan ke petugas jaga di sebelah loket. Saya pun menunujukkan e-ticket kepada mbak-mbak petugas dan diberikan tiket yang berbentuk kartu seperti tiket KMT (Kartu Multi Trip) KRL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-u0wg8wAenjI/XUueLLikWXI/AAAAAAAAQ4k/tA6l-e-oQZ0b1e9XzryHloodGxgaveRTACKgBGAs/s1600/IMG_20190611_112228.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-u0wg8wAenjI/XUueLLikWXI/AAAAAAAAQ4k/tA6l-e-oQZ0b1e9XzryHloodGxgaveRTACKgBGAs/s640/IMG_20190611_112228.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Tiket LRT ini dapat digunakan untuk sekali tap seperti di stasiun KRL. Kartu ini berlaku bagi pengguna setelah 2 jam pemakaian. Artinya kita bisa bolak-balik naik LRT (dalam masa uji publik) selama 2 jam asalkan kita belum &lt;i&gt;tap-out&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tiket pun sudah ada di tangan. Saya lalu tap-in sebagaimana saya tap-in masuk KRL. Setelah portal otomatis terbuka, saya menunggu kereta LRT di peron. Di sana sudah banyak masyarakat dan wartawan mengabadikan momen uji coba perdana. Saya pun tak mau ketinggalan untuk mengabadikan momen ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kereta LRT pun datang setelah menunggu agak lama. Kereta LRT berwarna kombinasi merah dan abu-abu terdiri dari dua rangkaian kereta. Kereta ini digerakkan oleh listrik aliran bawah berdaya 750 volt. Kereta LRT berjalan di atas rel selebar 1435 mm, lebar sepur standar internasional yang lebih lebar dari rel di Indonesia (1067 mm).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-0oni__xKeso/XUueLJ8dw_I/AAAAAAAAQ4k/GWsujTGE8D0x76e6S1zAgLRqmBPID2UzwCKgBGAs/s1600/IMG_20190611_112332.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-0oni__xKeso/XUueLJ8dw_I/AAAAAAAAQ4k/GWsujTGE8D0x76e6S1zAgLRqmBPID2UzwCKgBGAs/s640/IMG_20190611_112332.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Begitu kereta berhenti dengan sempurna, pintu otomatis atau &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Platform Screen Door&lt;/span&gt; (PSD) dibuka. PSD dibuat untuk mencegah penumpang terjatuh ke rel LRT. PSD terbuka tepat ketika pintu kereta LRT dibuka. Bayangin aja kalau PSD dan pintu kereta LRT posisinya tidak pas, bagaimana penumpang bisa masuk?!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya pun masuk ke dalam kereta LRT. Saya masuk ke kereta rangkaian belakang karena agak sepi. Kereta depan sudah ramai oleh penumpang, wartawan, dan petugas. Di dalam kereta, lagi-lagi banyak penumpang yang memfoto dan merekam video. Saya pun ikut memfoto, lumayan buat bahan blog ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Interior kereta agak mirip dengan interior KRL. Kursinya dibuat berjajar menempel di pintu. Ada tempat gantung untuk penumpang yang berdiri. Terdapat pula tempat untuk penumpang berkursi roda di pintu samping bordes yang didesain tanpa kursi. Fasilitas penunjang di setiap kereta adalah layar LCD di atas pintu dan bordes, alat pemadam api ringan (APAR), dan beberapa papan petunjuk. Layar LCD menunjukkan rute dan stasiun pemberhentian berikutnya. APAR terletak di sebelah bordes. Papan petunjuk berupa panduan evakuasi, tempat duduk prioritas, dan petunjuk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/--wMLJoBHixY/XUueLCxLfxI/AAAAAAAAQ4k/Cn8SHhN8o7ULBtQIF0r6lBKdeNWaHJA-gCKgBGAs/s1600/IMG_20190611_112356.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/--wMLJoBHixY/XUueLCxLfxI/AAAAAAAAQ4k/Cn8SHhN8o7ULBtQIF0r6lBKdeNWaHJA-gCKgBGAs/s640/IMG_20190611_112356.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-BbmjWJIF_J8/XUueLOEY56I/AAAAAAAAQ4k/qInOImxCpmkKwmWwIj8RwZuE7xYyCwZmQCKgBGAs/s1600/IMG_20190611_112405.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-BbmjWJIF_J8/XUueLOEY56I/AAAAAAAAQ4k/qInOImxCpmkKwmWwIj8RwZuE7xYyCwZmQCKgBGAs/s640/IMG_20190611_112405.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-X-C_45gvhmo/XUueLOdpk4I/AAAAAAAAQ4k/81ptNW6k540LI363DsnBNScBOj9kims0wCKgBGAs/s1600/IMG_20190611_112531.jpg&quot; style=&quot;font-weight: 400; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-X-C_45gvhmo/XUueLOdpk4I/AAAAAAAAQ4k/81ptNW6k540LI363DsnBNScBOj9kims0wCKgBGAs/s640/IMG_20190611_112531.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-7Xod7FUpRFs/XUueLBvZcdI/AAAAAAAAQ4k/0xsEYVOLvQIfSlZqkingPiWOjwXfRvE9QCKgBGAs/s1600/IMG_20190611_112604.jpg&quot; style=&quot;font-weight: 400; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-7Xod7FUpRFs/XUueLBvZcdI/AAAAAAAAQ4k/0xsEYVOLvQIfSlZqkingPiWOjwXfRvE9QCKgBGAs/s640/IMG_20190611_112604.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;LRT pun Berjalan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kereta LRT yang saya tumpangi perlahan meninggalkan stasiun Velodrome. LRT memulai perjalannya mengangkut penumpang yang antusias. Banyak masyarakat yang berfoto-foto. Ada pula beberapa orang petugas yang menginspeksi kereta LRT. Sementara itu, kereta masih terus berjalan melintasi jalur rel layang di Jakarta.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;LRT berjalan pada kecepatan 60-70 km/jam. Perjalanan LRT terasa halus. Tidak ada goncangan yang terasa sebagaimana naik kereta-kereta lain. Saya yang berdiri pun tidak merasakan goncangan berarti selama perjalanan. Kondisi di dalam kereta pun terasa bersih dan nyaman. AC kereta cukup sejuk. Kereta juga terasa tenang karena tidak ngebut. Di dalam kereta selalu disetel pengumuman tentang petunjuk keselamatan dalam LRT.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&#39;allowfullscreen&#39; webkitallowfullscreen=&#39;webkitallowfullscreen&#39; mozallowfullscreen=&#39;mozallowfullscreen&#39; width=&#39;320&#39; height=&#39;266&#39; src=&#39;https://www.blogger.com/video.g?token=AD6v5dw2JjSaze5JleUcknQ1C99icmdOFMm4AxZWAQz2NrfX4wJhQVSn4r_MpxBVMH0FkfSB3hO18cZkZIn9zuv7xQ&#39; class=&#39;b-hbp-video b-uploaded&#39; frameborder=&#39;0&#39; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selama perjalanan, gedung-gedung nampak berdiri. Gedung-gedung terlihat setengahnya tertutup oleh rel kereta. Ada yang hanya terlihat atap atau tulisannya saja. Rumah-rumah kelihatan kecil jika kita melihat dari jendela kereta. Terdapat salah satu tempat yang menarik perhatian saya selama perjalanan ini. Kereta LRT melintas di Gedung Advokat Hotman Paris. Ternyata, sang pengacara ngantor di situ, ya...! Maklum, saya yang jarang banget jalan-jalan di Jakarta antusias banget (baca: ndeso) begitu melihat kantornya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kereta berhenti di setiap stasiun LRT yang disinggahi. Di stasiun-stasiun pemberhentian, tidak banyak penumpang yang berhenti di sini kecuali petugas. Mayoritas penumpang sepertinya banyak memanfaatkan uji coba publik LRT ini untuk menjajal kereta LRT secara &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;full trip&lt;/span&gt;. Stasiun-stasiun pemberhentian tersebut adalah (berurutan dari Velodrome ke Boulevard Utara):&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Stasiun Equestrian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stasiun Pulomas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stasiun Boulevard Selatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stasiun Boulevard Utara&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-GVG4R0sNGCw/XUztkKUCjuI/AAAAAAAAQ9Q/8Pu9i1PmRiIjoHYhXNxWU0Tdrz426X0CQCKgBGAs/s1600/IMG_20190611_113226.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-GVG4R0sNGCw/XUztkKUCjuI/AAAAAAAAQ9Q/8Pu9i1PmRiIjoHYhXNxWU0Tdrz426X0CQCKgBGAs/s640/IMG_20190611_113226.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Stasiun Equestrian dari dalam LRT&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px; font-weight: bold;&quot;&gt;Tiba di Pemberhentian Akhir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah menempuh perjalanan selama kira-kira 15 menit, LRT akhirnya tiba di stasiun akhir Boulevard Utara. Stasiun ini terletak di Kel. Kelapa Gading Timur, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara. Stasiun LRT Boulevard Utara posisinya cukup strategis. Ia berada di atas Jl. Boulevard Raya dan berdekatan dengan Mall Kelapa Gading. Ia juga di atas kompleks ruko Kelapa Gading yang memiliki banyak perkantoran, bank,, restoran, dan minimarket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-k49ktW2SBbM/XUztkMSYbsI/AAAAAAAAQ9Q/AZWe4a7qwUc43c68jMkL7sL92U5TlxusQCKgBGAs/s1600/IMG_20190611_114010.jpg&quot; style=&quot;font-size: medium; margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-k49ktW2SBbM/XUztkMSYbsI/AAAAAAAAQ9Q/AZWe4a7qwUc43c68jMkL7sL92U5TlxusQCKgBGAs/s640/IMG_20190611_114010.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Stasiun Boulevard Utara&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya datang dengan &quot;disambut&quot; oleh petugas berseragam, mulai dari petugas keamanan kereta, petugas operator LRT, sampai petugas kepolisian. Tentunya bukan disambut beneran, tapi mereka sudah memenuhi peron stasiun. Mungkin untuk menjaga keamanan, atau juga untuk menunggu kereta LRT datang lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di stasiun ini saya meihat pula banyak orang yang &lt;i&gt;nangkring&lt;/i&gt; di jembatan penyeberangan antar peron. Beberapa di antara mereka terlihat membawa kamera. Mereka rata-rata mengambil gambar suasana stasiun atau sekadar menunggu kereta berikutnya datang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-A-f1EmD3_QE/XUztkFYVT7I/AAAAAAAAQ9Q/UE7tfN0eqjYiKKQQSwOtNiXs4O9KGcW8wCKgBGAs/s1600/IMG_20190611_114041.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-A-f1EmD3_QE/XUztkFYVT7I/AAAAAAAAQ9Q/UE7tfN0eqjYiKKQQSwOtNiXs4O9KGcW8wCKgBGAs/s640/IMG_20190611_114041.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Tangga penyeberangan antar peron di Stasiun Boulevard Utara&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya pun ingin mencari keberadaan tangga menuju ke penyeberangan tersebut. Saya akhirnya menghampiri gerbang keluar kemudian &lt;i&gt;tapping. &lt;/i&gt;Setelah &lt;i&gt;tap out, &lt;/i&gt;langsung saya keluar dari gerbang. Harapan saya waktu itu agar bisa menemukan tangga ke seberang sana dan naik LRT lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi ternyata, perkiraan saya salah besar. Tangga menuju penyeberangan berada di dalam stasiun LRT, tepatnya di depan tangga. Ketika keluar dari kereta&lt;i&gt;, &lt;/i&gt;saya tidak mencari tahu posisi tengga menuju penyeberangan. Begitu pula ketika &lt;i&gt;tap out,&lt;/i&gt;&amp;nbsp;saya tidak memperhatikan ada tangga di depannya. Sehingga saya baru menyadari kalau saya bisa menyeberang jika tidak &lt;i&gt;tap out &lt;/i&gt;di gerbang dahulu. Tiket pun sudah kadung dikembalikan. Hangus suda kesempatan saya untuk kembali ke stasiun Velodrome dengan LRT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, bagaimapun juga, yang penting sudah mencoba LRT! Waktu itu saya tidak terlalu memperhatikan rambu-rambu di stasiun LRT. Saat ini, informasi sudah tersedia lebih lengkap di stasiun. Salah satunya dengan adanya layar LCD yang menunjukkan kedatangan kereta LRT. Jadi, tidak ada lagi cerita kesasar atau salah turun kecuali kalau kamu memang lagi kurang fokus. Semoga ke depannya LRT Jakarta bisa terus berinovasi untuk melayani publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Update: Saat ini LRT Jakarta masih dalam masa uji coba. Uji coba yang dilakukan adalah uji coba e-ticketing dengan kartu bank. Selengkapnya dapat dilihat di situs &lt;a href=&quot;https://lrtjakarta.co.id/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;LRT Jakarta&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-permalink=&quot;https://www.instagram.com/p/Byknsf_DrHD/&quot; data-instgrm-version=&quot;12&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border-radius: 3px; border: 0px; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.5) 0px 0px 1px 0px, rgba(0, 0, 0, 0.15) 0px 1px 10px 0px; margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0px; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 16px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/Byknsf_DrHD/&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 19% 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/Byknsf_DrHD/&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;display: block; height: 50px; margin: 0px auto 12px; width: 50px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/Byknsf_DrHD/&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;svg height=&quot;50px&quot; version=&quot;1.1&quot; viewbox=&quot;0 0 60 60&quot; width=&quot;50px&quot; xmlns:xlink=&quot;https://www.w3.org/1999/xlink&quot; xmlns=&quot;https://www.w3.org/2000/svg&quot;&gt;&lt;g fill-rule=&quot;evenodd&quot; fill=&quot;none&quot; stroke-width=&quot;1&quot; stroke=&quot;none&quot;&gt;&lt;g fill=&quot;#000000&quot; transform=&quot;translate(-511.000000, -20.000000)&quot;&gt;&lt;g&gt;&lt;path d=&quot;M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631&quot;&gt;&lt;/path&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/svg&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/Byknsf_DrHD/&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding-top: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;color: #3897f0; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;&quot;&gt;View this post on Instagram&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 12.5% 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; margin-left: 2px; margin-right: 14px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;border-bottom: 2px solid transparent; border-left: 6px solid rgb(244, 244, 244); border-top: 2px solid transparent; height: 0px; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: auto;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;border-right: 8px solid transparent; border-top: 8px solid rgb(244, 244, 244); transform: translateY(16px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; height: 12px; transform: translateY(-4px); width: 16px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;border-left: 8px solid transparent; border-top: 8px solid rgb(244, 244, 244); height: 0px; transform: translateY(-4px) translateX(8px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;margin: 8px 0px 0px; padding: 0px 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/Byknsf_DrHD/&quot; style=&quot;color: black; font-family: arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; overflow-wrap: break-word; text-decoration: none; word-wrap: break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Akhirnya Indonesia punya moda transportasi baru lagi. Hari ini Light Rail Transit (LRT) Jakarta mulai diuji coba publik. Untuk bisa mengikuti uji coba, kita harus mendaftarkan diri secara online di website @lrtjkt (link di bio ybs.) #lrt #lrtjakarta #railfans #lightrail #railfansindonesia #jakarta #explorejakarta #railfans__ #keretaapi #transportation #publictransport #indonesia #keretacepat #railfansenthusias #bataviarailways&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0px 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;A post shared by &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/ikhalid_ra/&quot; style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; Ikhalid Rizqy Al Raihan&lt;/a&gt; (@ikhalid_ra) on &lt;time datetime=&quot;2019-06-11T14:05:28+00:00&quot; style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;Jun 11, 2019 at 7:05am PDT&lt;/time&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//www.instagram.com/embed.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/297338198996618984/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2019/08/menjajal-lrt-jakarta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/297338198996618984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/297338198996618984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2019/08/menjajal-lrt-jakarta.html' title='Cerita dari Kereta: Menjajal Light Rail Transit (LRT) Jakarta'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-BrMDpEB1RqY/XUueLIEX53I/AAAAAAAAQ4k/a2okRxybYhwjYQBQiLKR8_BNe3KUD7diQCKgBGAs/s72-c/IMG_20190611_112323.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-1630314937870843491</id><published>2019-07-14T06:40:00.003+07:00</published><updated>2020-12-20T22:44:16.254+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Brantas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Brantas Lebaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jalan-Jalan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kereta Api"/><title type='text'>Cerita dari Kereta: Naik Kereta Brantas Lebaran Kelas Bisnis</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-YbhwyHywYe4/XSmu7hisK-I/AAAAAAAAPUc/vCbXmDENAXA469w21YTYNB4kdFgNBvR2gCKgBGAs/s1600/IMG_20190525_165346.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-YbhwyHywYe4/XSmu7hisK-I/AAAAAAAAPUc/vCbXmDENAXA469w21YTYNB4kdFgNBvR2gCKgBGAs/s640/IMG_20190525_165346.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;-en-clipboard: true;&quot;&gt;Setelah melalui bulan Ramadhan dengan berpuasa dan beribadah, saatnya kini memasuki waktu Idul Fitri. Meskipun sudah terlambat sekian hari, tak ada salahnya kalau saya hadir dengan salam Idul Fitri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: &amp;quot;arabic typesetting&amp;quot;; font-size: 18pt;&quot;&gt;تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #222222;&quot;&gt;Semoga Allah menerima (puasa dan ibadah) dari kami dan (puasa dan ibadah) dari kalian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Permohonan maaf juga tak lupa disampaikan kepada kalian jika ada kekhilafan dan kesalahan baik dalam tulisan ini, komentar, atau yang lain.&lt;span&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Dalam budaya kita, Idul Fitri juga disebut dengan istilah lebaran. Lebaran ini memiliki akar kata dari bahasa Jawa &quot;wis bar&quot; yang artinya sudah selesai. Istilah lebaran sendiri menurut MA Salmun berasal dari tradisi Hindu yang bermaksud menandakan selesainya kewajiban berpuasa. Istilah ini menurutnya digunakan oleh para wali agar masyarakat Jawa yang dahulu masih beragama Hindu dapat menyesuaikan dengan agama Islam. Lebaran bisa juga berasal dari kata &quot;lebar&quot; (e dibaca seperti &quot;bebek&quot;); artinya luas dan dalam. Diharapkan setelah melaksanakan berpuasa, hati kita dapat terbuka lebar untuk saling memaafkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Lebaran selalu identik dengan mudik. Mudik berasal dari kata &quot;udik&quot; artinya kampung/desa. Mudik berarti kembali ke kampung. Mudik telah menjadi adat istiadat tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Menyambut libur lebaran, orang-orang akan bepergian jauh-jauh dari kota ke kampung halaman mereka. Mereka rela jauh-jauh meninggalkan rumah mereka untuk bertemu dengan orang tua dan karib kerabat di kampung, dan saling memaafkan satu sama lain. Sudah lumrah setiap tahun menjelang Idul Fitri jika jalanan padat dengan pemudik, angkutan umum selalu penuh bahkan ada yang kehabisan tiket.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Untuk menanggulangi meningkatnya penumpang angkutan umum, biasanya penyedia jasa transportasi akan menambah armadanya. PT KAI sebagai penyedia jasa transportasi angkutan massal berbasis rel akan menambah jumlah kereta api. Setiap Daerah Operasi (Daop) akan menyediakan beberapa angkutan tambahan dengan relasi beragam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Beberapa Daop menambah kereta untuk keperluan mudik lebaran dengan &quot;menggandakan&quot; kereta api yang sudah ada, seperti menyediakan kereta api Argo Muria Lebaran dengan jurusan yang sama dengan Argo Muria reguler, yakni Gambir-Semarang Tawang atau Gajayana Lebaran (Gambir-Malang, sama dengan Gajayana Reguler). Ada juga yang menyediakan angkutan lebaran dengan menggunakan kereta cadangan dengan relasi berbeda dengan kereta reguler, seperti Madiun Tambahan (Mantab) yang hanya beroperasi di musim liburan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;PT KAI Daop VII yang beroperasi di wilayah Madiun dan sekitarnya juga mengeluarkan armada tambahan untuk keperluan mudik lebaran. Daop VII mengeluarkan armada kereta api dengan menambah perjalanan kereta Brantas. Kereta Brantas yang ditambah untuk angkutan lebaran dinamai dengan Brantas Lebaran.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Tentang Brantas Lebaran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kereta Api Brantas Lebaran merupakan salah satu kereta api tambahan yang melayani rute Blitar-Pasar Senen pp. Brantas Lebaran merupakan kereta tambahan dari KA Brantas yang telah beroperasi secara reguler dengan rute yang sama. Brantas Lebaran merupakan campuran dua kelas, yakni bisnis dan ekonomi. Brantas Lebaran memiliki nomor perjalanan KA (perka) 7031 (Blitar-Pasar Senen) dan 7032 (Pasar Senen-Blitar).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Saya menggunakan kereta ini untuk pulang ke Bogor (turunnya di Pasar Senen, ya...) ada 25 Mei yang bertepatan dengan 20 Ramadhan 1440 lalu. Kereta Brantas tambahan kebetulan melakukan perjalanan perdananya. Perjalanan perdana ini bertepatan dengan dimulainya musim mudik untuk tahun ini yakni H-10 lebaran.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kereta Brantas Lebaran dijadwalkan berangkat dari Madiun pada pukul 16.50. Namun, kereta ini justru baru datang pada jam itu. Otomatis, keberangkatan kereta pun terlambat. Brantas Lebaran justru baru tiba di stasiun Madiun pada jam itu. Brantas Lebaran pun baru berangkat tepat pada pukul 17.00.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Brantas Lebaran memiliki susunan kereta 6-7 kereta ekonomi kereta makan, dan 3 kereta kelas bisnis. Saya menaiki kereta bisnis di rangkaian Bisnis 3. Rangkaian kereta bisnis yang digunakan adalah K2 0 82 42. Artinya, ini adalah K2 (kelas bisnis) 0 (tidak berpenggerak) 82 (produksi tahun 1982) 42 (nomor urut produksi ke-42). Posisinya ada di rangkaian paling belakang.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Menikmati Senja di Kereta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-2ktDESOAJ3Y/XSmu7l1ffUI/AAAAAAAAPUc/rfl_NRagTeMeFGOIjodCUPtMldTECJNYACKgBGAs/s1600/IMG_20190525_171140.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1280&quot; data-original-width=&quot;720&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-2ktDESOAJ3Y/XSmu7l1ffUI/AAAAAAAAPUc/rfl_NRagTeMeFGOIjodCUPtMldTECJNYACKgBGAs/s400/IMG_20190525_171140.jpg&quot; width=&quot;225&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Meskipun berangkat terlambat, kekecewaan saya di sore itu terobati tuntas. Pasalnya, begitu memasuki waktu senja cuaca cerah tersaji di balik jendela. Ya, saya sengaja mengambil kursi 3D yang bersebelahan dengan jendela supaya bisa melihat pemandangan dengan jelas.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Ketika saya mulai duduk di kursi kereta, saya &quot;disambut&quot; oleh pengumuman dari prami (pramugari) kereta. Prami menawarkan berbagai macam menu dari balik speaker.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Untuk kenyamanan anda, Kami menyediakan beberapa menu makanan, snack dan minuman untuk santap buka puasa Anda....!&quot; Kata sang prami dari speaker. Ia kemudian menawarkan&amp;nbsp; berbagai menu seperti nasi goreng, nasi rames, mie, dan berbagai macam snack. Mendekati waktu berbuka, pramugara dan pramugari kereta pun berkeliling kereta untuk menyajikan makanan kepada penumpang yang sedang duduk.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Langit kota Madiun seakan menyajikan senyumnya sore itu. Dari balik jendela, terhampar panorama kota Madiun dan sekitar dengan jelas. Jalan raya tergelar panjang, persawahan menghampar luas. Pohon-pohon berdiri tegak dan kabel-kabel menjulur panjang. Langit jingga sore hari menyirami alam di bawahnya sekaligus melatari alam di bawahnya. Cuaca yang cerah di sore itu menemani perjalanan saya bersama para penumpang di kereta Brantas Lebaran. Cuaca itu juga yang menjadi penghibur bagi yang ngabuburit menunggu buka puasa di kereta.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Tak lama, waktu berbuka puasa pun tiba. Waktu berbuka puasa di kereta api ditandai dengan suara pengumuman. &quot;Kami atas nama PT Kereta Api Indonesia mengucapkan selamat berbuka puasa...&quot; Kata pengumuman tersebut. Suaranya seperti pengumuman menjelang kereta api tiba di stasiun. Begitu mendengar pengumuman tersebut, saya beserta penumpang lain mulai membuka makanan dan menikmati buka puasa. Tak lupa doa berbuka puasa dipanjatkan&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arabic typesetting&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ&amp;nbsp;&amp;nbsp;وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Telah hilang rasa dahaga, dan telah basahlah kerongkongan, semoga pahala telah ditetapkan jika Allah menghendaki.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Kena Silang Terus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Silang dan susul adalah hal wajar dalam kereta api. Kereta-kereta akan saling mendahului atau bertemu satu sama lain di stasiun-stasiun. Persilangan dan persusulan kereta diatur dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka). Ini ditentukan oleh kelas kereta, nomor perjalanan, status kereta apak reguler atau tambahan, dan ketepatan waktu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Brantas Lebaran merupakan kereta tambahan. Kereta tambahan dalam perjalanannya biasa mengalah dengan kereta api reguler. Kereta api akan berhenti untuk menunggu lewat kereta api lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Hal ini pula yang terjadi dengan Brantas Lebaran yang saya naiki. Selama perjalanan kereta ini sering berhenti karena menunggu persilangan. Di awal perjalanan saja kereta ini bersilang dengan kereta Pasundan di Geneng dan satu lagi tidak tahu dengan kereta apa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Semalaman di Kereta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-ETtlkU4AEO0/XSmu7kJ9eNI/AAAAAAAAPUc/_w30fDQjJ381H5G5CsPv5bZMOktzL1JbQCKgBGAs/s1600/IMG_20190525_185539.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-ETtlkU4AEO0/XSmu7kJ9eNI/AAAAAAAAPUc/_w30fDQjJ381H5G5CsPv5bZMOktzL1JbQCKgBGAs/s640/IMG_20190525_185539.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Semalaman di perjalanan memiliki kesan tersendiri, apalagi di dalam kereta api. Perjalanan malam terasa khidmat dengan temaram lampu kereta dan goyangan kereta yang melintasi rel. Lampu-lampu berkelap-kelip seperti bintang menerangi malam. Belum lagi akan terlihat hiruk pikuk malam hari di kota-kota dapat terlihat melalui jendela kereta. Meskipun terkadang suara boogie kereta agak mengganggu, tapi itu tak mengurangi kenikmatan perjalanan malam.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Setelah berbuka puasa, saya kemudian menunaikan shalat maghrib jamak isya&#39;. Ada &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;rukhsah&lt;/span&gt;&amp;nbsp;keringanan untuk menjamak shalat apabila dalam halangan seperti dalam perjalanan. Adapun shalat yang bisa dijamak adalah Dzuhur dan ashar, serta Maghrib dan isya&#39;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Setelah shalat, saya melihat-lihat pemandangan dari balik jendela. Tidak banyak yang terlihat di sana kecuali lampu-lampu yang berkilau dari kejauhan. Sesekali lampu kendaraan berwarna kuning terpancar.&amp;nbsp; Jika melewati perlintasan kereta api, semakin terang cahaya karena banyak kendaraan yang berhenti dan lampu-lampu bangunan di sekeliling perlintasan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Bosan melihat pemandangan di luar, aku mencoba mendengarkan musik dari handphone. Duduk di depanku ada seorang wanita muda sedang merenung. Kursi 3D di kelas bisnis berhadapan dengan kursi nomor 2 di depannya sehingga rasanya sama saja seperti naik kereta ekonomi. Dia membawa barang banyak sehingga hampir memenuhi kursi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Untungnya ada seseorang lagi yang baru saja datang. Ia seorang laki-laki muda, mungkin usianya sedikit lebih tua dariku Ia berbaju koko dan bersarung seperti hendak menunaikan shalat, sepertinya dari pondok pesantren salaf (tradisional).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Ia kemudian memperkenalkan diri.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Saya Ahmad.&quot; Katanya sambil menjabat tanganku.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Saya agak kikuk membalasnya. Jarang-jarang ada orang yang mau memperkenalkan dirinya ketika di perjalanan. Namun, kali ini ia memperkenalkan dirinya dengan ramah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Karena penasaran, saya bertanya, &quot;Mau ke mana, mas?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Pasar Senen, mas!&quot; jawabnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Tak lupa ia berkenalan dengan penumpang perempuan yang duduk di depanku.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Ayu, mas!&quot; Jawab si wanita itu singkat dan lirih.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Awalnya aku agak kesal karena tidak bisa leluasa duduk. Di depan sudah ada penumpang, sekarang tambah lagi di sebelahnya! Rasanya ingin cepat-cepat cari tempat duduk kosong. menyesal juga karena salah pilih bangku. Harusnya pilih bangku lain, bukan di tempat sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Namun, kekesalanku itu seketika terhapus. Ahmad ternyata ramah sekali meskipun dengan penumpang yang baru ia kenal. Ia mula-mula bertanya kepada Ayu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Mau ke mana, mbak?&quot; tanyanya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Pasar Senen, mas.&quot; Jawabnya singkat. Mukanya seperti menahan sakit, mungkin mabuk perjalanan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Wah, kita turunnya samaan, ya!&quot; Serunya sambil tersenyum. &quot;Mbaknya naik dari mana?&quot; Ia lanjut bertanya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Saya naik dari Kediri, mas.&quot; Ayu menjawab.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Kalau saya naik dari Walikukun mbak. Ada perlu apa di Kediri?&quot; ujar Ahmad.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Saya pun semakin asyik menyimak obrolan mereka berdua.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Saya belajar bahasa Inggris, mas! di Pare.&quot; jawab Ayu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Wah, kalau gitu pinter bahasa Inggrisnya, dong!&quot; ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Ahmad bahkan lanjut mengetes Ayu beberapa ucapan dalam bahasa Inggris. Ayu justru malu-malu menjawab. Kala Ayu tak bisa menjawab, Ahmad melemparkan pertanyaannya padaku. Sedikit-sedikit aku bisa menjawab meskipun tidak terlalu fasih.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Dari situ identitasku mulai sedikit terkuak.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Mas dari Gontor, ya?!&quot; Ahmad secara spontan bertanya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Iya, Mas!&quot; Jawabku singkat sembari menahan malu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Gontor emang bagus-bagus bahasa Arab Inggrisnya!&quot; komentarnya disambut dengan senyum kagum dari Ayu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Mendengar komentarnya, saya merasa agak malu. Sebagai seorang yang pernah mengenyam pendidikan di sana, saya malu kalau ternyata tidak bisa menjawab ekspektasi orang-orang terhadap pendidikan saya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Saya dari pondok Kendal, mas!&quot; Kata Ahmad&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Kendal? Lha bukannya sampeyan naik dari Ngawi?&quot; Aku bercanda sambil pura-pura menyenggah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Iya. Di Ngawi ada daerah namanya Kendal, ustadz! Saya mondok di sana.&quot; Balasnya sambil tertawa. Kali ini Ahmad memanggil saya &quot;ustadz&quot;. Alhamdulillah ia tidak tersinggung dengan pertanyaan saya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Ia melanjutkan ceritanya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Saya lagi kurang fit, ustadz. Ini makanya saya dikasih obat-obat dari dokter.&quot; Katanya sambil menunjukkan obat-obatan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Rasanya kayak batuk terus panas gitu. Ya udah, saya kemarin pagi ke dokter. Dokter bilang saya harus banyak minum. Terus saya tanya, &#39;Dok, minumnya 8 liter, ya?&#39; terus dokternya jawab, &quot;8 gelas ustadz, bukan 8 liter.&quot; Lanjutnya&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Seumur-umur saya baru tau kalau minumnya 8 gelas tiap hari. Biasanya kan kita liat di iklan-iklan kan gitu, ya... Kirain 8 liter, ternyata 8 gelas.&quot; ujar Ahmad konyol. Kami bertiga tertawa mendengar ceritanya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Terus antum (Anda) ke sini naik apa?&quot; tanyaku.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot;Saya ke sini diantar mobil ustadz. Tadinya mau naik motor sendiri aja terus parkir di stasiun. Ternyata sebelum berangkat ada mobil yang jemput saya.&quot; Jawab Ahmad. Sepertinya, ia adalah santri senior atau ustadz di pondoknya, terlihat dari gaya bicaranya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kali ini saya terkagum-kagum setelah mendengar ceritanya. Pertama, saya kagum sama cara hidupnya yang sederhana. Ia mau berangkat sendiri meskipun sakit. Kebetulan ia ke Jakarta untuk pulang kampung. Rumahnya di Jakarta Selatan. Ia bertekad untuk bertemu keluarga di sana meskipun kondisi badannya tidak prima. Kedua, saya kagum dengan penghormatan santrinya untuk mengantar Ust. Ahmad ke stasiun. Begitu tahu gurunya ingin pulang dalam kondisi sakit, salah seorang santri berinisiatif mengantarnya dengan mobil. Saya kagum dengan takzim santri terhadap gurunya, sesuati yang mungkin mulai luntur di zaman ini.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Setelah itu, Ust. Ahmad mohon pamit. &quot;Saya pindah ke kursi depan, ya...! Istirahat dulu.&quot; Katanya sambil menunjuk kursi nomor 1 yang kebetulan kosong. Tinggallah saya dan Ayu berdua di situ.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kami pun mengobrol banyak hal di sana. Mulai dari kursus yang dia tekuni di Pare, kesehariannya di sana, sampai kehidupan pribadi masing-masing. Saya tahu sedikit tentang kursus bahasa di Pare karena beberapa teman belajar bahasa Inggris di sana.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Setelah asyik mengobrol, tak terasa Brantas Tambahan berhenti di stasiun Solo Jebres. Mumpung berhenti, saya menyempatkan waktu untuk mengambil gambar-gambar stasiun. Saya juga sempat mengobrol singkat dengan salah seorang pramugara kereta. Dia ternyata masih &lt;i&gt;trainee&lt;/i&gt;&amp;nbsp;alias dalam masa pelatihan. Saya bertanya tentang bagaimana mendaftar hingga kesan-kesannya selama menjalani masa pelatihan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kereta api Brantas Lebaran pun kembali berangkat dari Solo Jebres. Saya pun iseng ke kereta makan karena seharian menahan lapar. Ternyata, kereta makan malam itu sangat ramai lantaran banyak orang yang berbuka puasa jua. Saya pun harus mengantre cukup lama di sana. Untungya, saya masih kebagian nasi. Saya memesan seporsi nasi ayam. Sembari menunggu pesanan, saya mengobrol dengan pramugari yang melayani saya. Sambil melayani penumpang lain, ia bercerita banyak hal. Ia berkata bahwa dia dan semua kru terkejut karena kereta Brantas Lebaran ini sudah penuh penumpang sejak awal pemberangkatannya. Nasi yang disediakan pun habis sejak pertama kali dijajakan. Wajar, ini karena semua penumpang berbuka puasa dan butuh makan berat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Saya pun menikmati seporsi nasi ayam yang sudah dihangatkan. Satu porsinya dihargai Rp 35.000,00. Seporsi berisi nasi, ayam kecap dan sambal serta sayur. Menikmati makan malam di kereta rasanya luar biasa.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Saya pun kembali ke kereta saya. Saya pun lanjut bercengkrama dengan teman baru saya. Sampai tak terasa perjalanan Brantas Lebaran akan berhenti di stasiun Semarang Tawang. Mendekati Semarang Tawang, saya sempat merekam suara &lt;i&gt;announcer&lt;/i&gt; yang ikonik.&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-permalink=&quot;https://www.instagram.com/p/Bx8e3zJg7J_/&quot; data-instgrm-version=&quot;12&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border-radius: 3px; border: 0px; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.5) 0px 0px 1px 0px, rgba(0, 0, 0, 0.15) 0px 1px 10px 0px; margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0px; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 16px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/Bx8e3zJg7J_/&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 19% 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/Bx8e3zJg7J_/&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;display: block; height: 50px; margin: 0px auto 12px; width: 50px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/Bx8e3zJg7J_/&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;svg height=&quot;50px&quot; version=&quot;1.1&quot; viewbox=&quot;0 0 60 60&quot; width=&quot;50px&quot; xmlns:xlink=&quot;https://www.w3.org/1999/xlink&quot; xmlns=&quot;https://www.w3.org/2000/svg&quot;&gt;&lt;g fill-rule=&quot;evenodd&quot; fill=&quot;none&quot; stroke-width=&quot;1&quot; stroke=&quot;none&quot;&gt;&lt;g fill=&quot;#000000&quot; transform=&quot;translate(-511.000000, -20.000000)&quot;&gt;&lt;g&gt;&lt;path d=&quot;M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631&quot;&gt;&lt;/path&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/svg&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/Bx8e3zJg7J_/&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;padding-top: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;color: #3897f0; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/Bx8e3zJg7J_/&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;View this post on Instagram&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/Bx8e3zJg7J_/&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style=&quot;padding: 12.5% 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/Bx8e3zJg7J_/&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); line-height: 0; padding: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; margin-left: 2px; margin-right: 14px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;border-bottom: 2px solid transparent; border-left: 6px solid rgb(244, 244, 244); border-top: 2px solid transparent; height: 0px; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: auto;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;border-right: 8px solid transparent; border-top: 8px solid rgb(244, 244, 244); transform: translateY(16px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; height: 12px; transform: translateY(-4px); width: 16px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;border-left: 8px solid transparent; border-top: 8px solid rgb(244, 244, 244); height: 0px; transform: translateY(-4px) translateX(8px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;margin: 8px 0px 0px; padding: 0px 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/Bx8e3zJg7J_/&quot; style=&quot;color: black; font-family: arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; overflow-wrap: break-word; text-decoration: none; word-wrap: break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pengumuman kereta api Brantas Lebaran memasuki stasiun Semarang Tawang. CC: yang punya stasiun @mas_rasyied . #keretaapi #keretaapikita #railfans #keretaapiindonesia #dipolokomotifmojosari #dipolokomotifjatinegara #indonesianrailways #hobifotokeretaapi #semboyan35 #indonesianrailway #indonesianrailfans #cc20613100 #indonesiarailways #kai121 #railway #railfansindonesia #indorailwaypicture #semarangtawang&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0px 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;A post shared by &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/ikhalid_ra/&quot; style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; Ikhalid Rizqy Al Raihan&lt;/a&gt; (@ikhalid_ra) on &lt;time datetime=&quot;2019-05-26T23:59:28+00:00&quot; style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;May 26, 2019 at 4:59pm PDT&lt;/time&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//www.instagram.com/embed.js&quot;&gt;&lt;/script&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Namun, justru saya tertidur ketika kereta Brantas Lebaran tiba di Semarang Tawang. Saya baru bangun ketika kereta api sudah melintasi Jawa Tengah, sepertinya di kawasan Pekalongan. Kedua teman baru saya menjahili saya pas tidur. Mereka tertawa kecil ketika saya baru bangun. Agak kesal sih, tapi saya tahan karena kita baru saling kenal. Ahmad pun menyarankan saya untuk merubah posisi tidur. &quot;Antum selonjoran aja, ustadz! Sebelah kayaknya kosong.&quot; Katanya. Bangku sebelah yang kosong sejak awal pun saya manfaatkan untuk tidur selonjoran.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sahur di Kereta&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-FLNPtkgjTcY/XSnjXpjvKBI/AAAAAAAAPUo/ybI_0s0kFWoMjezQE26E4I_XxDNETVz8ACLcBGAs/s1600/61388853_1435345453273973_2902688567066035749_n.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1350&quot; data-original-width=&quot;1080&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-FLNPtkgjTcY/XSnjXpjvKBI/AAAAAAAAPUo/ybI_0s0kFWoMjezQE26E4I_XxDNETVz8ACLcBGAs/s640/61388853_1435345453273973_2902688567066035749_n.jpg&quot; width=&quot;512&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Sumber gambar: Instagram&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/ByhLJtugHYa/&quot;&gt;@keretaapikita&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kami semua pun tidur sampai kira-kira jam menunjukkan pukul 02.00. Jam 2 tepat, kami dibangunkan oleh para awak kereta membagikan makan sahur. Sahur dibagikan secara cuma-cuma oleh pihak KAI kepada para penumpang. Kebetulan, hari itu adalah hari pertama program sahur gratis di kereta.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Namun, saya tidak langsung menyantap sahur. Saya menunggu sekitar sejam untuk makan sahur. Sengaja saya makan sahur di akhir waktu karena terbiasa menjalankannya sesuai sunnah. Selain itu, saya mengakhirkan makan sahur karena tidak ada lagi yang dimakan kalau makan sahur duluan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kira-kira pukul 03.30 saya mulai makan sahur. Menu sahurnya sama seperti saya makan malam tadi, nasi ayam. Kru kereta juga menyediakan segelas air mineral untuk setiap penumpang. Saya menyantap sahur dengan sedikit ngantuk.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Setelah sahur, air minum pun saya sikat habis. Akan tetapi, rasa haus masih terasa. Untungnya, Ayu membawa air minum berbotol-botol. Ia juga menawarkan saya air minum. Tak malu-malu, saya langsung mengambil air minum dari botolnya. Kira-kira habis tiga gelas. Mohon jangan ditiru ya, netizen...!&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Waktu pun menunjukkan pukul 04.30. Saatnya adzan Subuh. Saya pun menunaikan shalat subuh di perjalanan. Setelah Shalat, saya kembali menikmati perjalanan sambil berbincang-bincang dengan Ayu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiba di Jakarta&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya Brantas Lebaran memasuki kota Jakarta. Padatnya Jakarta terlihat dengan banyak gedung-gedung berdiri dan &lt;i&gt;flyover&lt;/i&gt;&amp;nbsp;menjulang di jalanan kota. Kendaraan pun banyak lalu lalang di tengah gelapnya fajar. Suasana seperti ini akhirnya saya jumpai lagi setelah sekian lama tinggal di suasana pedesaan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kereta api Brantas Lebaran pun tiba di stasiun Jatinegara. Stasiun ini menjadi pintu gerbang bagi semua kereta jarak jauh. Hampir semua kereta berhenti di stasiun ini untuk menurunkan penumpang. Namun, Brantas Lebaran tertahan sinyal masuk sebelum berhenti di stasiun Jatinegara. Akibatnya, kereta berhenti di tengah jalan dan tidak bisa masuk stasiun sampai diizinkan oleh Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Sambil menunggu kereta masuk, saya sempat mengabadikan momen di sekitar stasiun Jatinegara dari dalam kereta. Saya pun sempat merekam KA Kutojaya Utara melintas langsung stasiun Jatinegara menuju Kutoarjo.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&#39;allowfullscreen&#39; webkitallowfullscreen=&#39;webkitallowfullscreen&#39; mozallowfullscreen=&#39;mozallowfullscreen&#39; width=&#39;320&#39; height=&#39;266&#39; src=&#39;https://www.blogger.com/video.g?token=AD6v5dyiP0e_tiC8ZdL4T-P-jmM_xMEX5Sfq5R5l45gUQr4cbiBb2BPwnbixf1I-azi03g0yQyFDcx2JSfG2MmUIXA&#39; class=&#39;b-hbp-video b-uploaded&#39; frameborder=&#39;0&#39; /&gt;&lt;/div&gt;Setelah mendapatkan sinyal masuk, kereta Brantas Lebaran pun masuk stasiun Jatinegara. Brantas Lebaran berhenti sebentar di sana untuk menurunkan penumpang. Kira-kira lima menit setelah itu, Brantas Lebaran kembali diberangkatkan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Brantas Lebaran pun menikung ke kanan menuju Pasar Senen. Brantas akhirnya tiba di Pasar Senen sekitar jam 05.45, terlambat dari perkiraan waktu yang tertera pada &lt;i&gt;Boarding Pass&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yakni 05.22. Keterlambatan ini karena banyak persilangan selama perjalanan. Begitu masinis mengumumkan kedatangan Brantas Lebaran di Pasar Senen, saya dan penumpang lain menyiapkan barang-barang bawaan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Brantas Lebaran pun berhenti di stasiun akhir Pasar Senen. Para penumpang pun berhamburan keluar. Saya baru turun dari kereta begitu penumpang agak sepi agar lebih tenang dan tidak perlu berdesakan. Ayu yang keluar agak duluan berjalan di depan, sedangkan Ahmad sudah keluar kereta lebih dahulu. Saya pun berpamitan, berpisah dengan mereka untuk melanjutkan perjalanan ke Bogor dengan KRL.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/1630314937870843491/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2019/07/brantas-lebaran-kelas-bisnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/1630314937870843491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/1630314937870843491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2019/07/brantas-lebaran-kelas-bisnis.html' title='Cerita dari Kereta: Naik Kereta Brantas Lebaran Kelas Bisnis'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-YbhwyHywYe4/XSmu7hisK-I/AAAAAAAAPUc/vCbXmDENAXA469w21YTYNB4kdFgNBvR2gCKgBGAs/s72-c/IMG_20190525_165346.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-5833046223152925174</id><published>2019-06-10T13:41:00.002+07:00</published><updated>2019-06-10T13:41:47.793+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dead Rail Hunting"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jalan-Jalan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Napak Tilas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ponorogo"/><title type='text'>Stasiun Non-Aktif Slahung, Terpojok di Antara Hiruk Pikuk Pasar</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-ydyddDOMKrQ/XP3w1J6dFrI/AAAAAAAAObc/CKD1VjZYyVQuth_hOGidPShtP55HPB2WACKgBGAs/s1600/IMG_20180917_112616.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-ydyddDOMKrQ/XP3w1J6dFrI/AAAAAAAAObc/CKD1VjZYyVQuth_hOGidPShtP55HPB2WACKgBGAs/s640/IMG_20180917_112616.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;-en-clipboard: true;&quot;&gt;Setelah meninggalkan &lt;a href=&quot;https://ikhalidalraihan.blogspot.com/2019/05/stasiun-non-aktif-balong-beralih-fungsi.html&quot;&gt;Stasiun Balong&lt;/a&gt; dengan berjuta rasa tak enak, saya dan &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/iqbalulloh23/&quot;&gt;Balu&lt;/a&gt; kembali melanjutkan perjalanan menjelajahi stasiun-stasiun mati di Ponorogo. Perjalanan kami mulai dari stasiun Balong, kemudian berbelok ke arah selatan melewati pasar Balong. Dari pasar Balong perjalanan masih panjang hingga ke kecamatan Slahung, destinasi kami. Stasiun Slahung-lah yang akan kami tuju.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perjalanan menuju stasiun Slahung diwarnai dengan rute yang variatif. Ketika masih berada di Balong, kondisi geografisnya masih berupa dataran rendah dengan persawahan di kanan kiri jalan. Namun, kondisi berbeda ketika memasuki kecamatan Slahung. Kecamatan Slahung merupakan salah satu kecamatan yang sebagian wilayahnya berupa perbukitan. Begitu pun dengan jalan menuju stasiun Slahung. Jalan Ponorogo-Pacitan yang mengarah ke sana memiliki karakteristik berkelok dengan tebing dan lembah di kanan kirinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang membuat saya takjub dengan di daerah ini adalah bagaimana rel kereta api dapat dibangun. Daerah bertebing seperti Slahung sepertiya agak susah untuk dibangun jalur kereta. Kalaupun dibangun bersisian dengan jalan raya seperti jalur di Ponorogo pada umumnya, menurut saya agak sulit dibangun juga karena di sisi jalan sudah berdiri tebing dan lembah yang agak dalam. Tapi ternyata jalur Balong-Slahung dibuat dengan membangunnya di tanah yang rata di sepanjang tebing. Balu-lah yang menemukan buktinya. Dia menemukan salah satu patok di perbukitan pinggir jalan. Ada beberapa kawasan di perbukitan yang sudah dihuni oleh warga. Kemungkinan daerah-daerah itulah yang dulunya dibangun rel di atasnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Tentang Stasiun Slahung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-LsrfeZfqjgw/XP32qruoX3I/AAAAAAAAOcQ/QkKBf2cnr0kuTqOZ4BCcfQIuC0YMQW49QCKgBGAs/s1600/IMG_20180917_112236.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-LsrfeZfqjgw/XP32qruoX3I/AAAAAAAAOcQ/QkKBf2cnr0kuTqOZ4BCcfQIuC0YMQW49QCKgBGAs/s320/IMG_20180917_112236.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Stasiun Slahung sendiri merupakan perpanjangan dari jalur Ponorogo-Balong. Ia baru diresmikan penggunaannya pada tahun 1922. Awalnya, pembangunan jalur kereta di Ponorogo direncanakan hanya sampai Balong. Namun, Pembangunan jalur tersebut diperpanjang hingga Slahung karena potensi batu gamping yang melimpah di kawasan Slahung. Adanya jalur kereta di Slahung dapat memudahkan arus distribusi gamping atau hasil bumi lain ke Ponorogo dan kota-kota lain.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-js0bgdRzxfc/XP3y5vBTWmI/AAAAAAAAOcA/cYEKm7c5_t4r3iZn_wS-p5BFTkeFd0flACKgBGAs/s1600/IMG_20180917_112305.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-js0bgdRzxfc/XP3y5vBTWmI/AAAAAAAAOcA/cYEKm7c5_t4r3iZn_wS-p5BFTkeFd0flACKgBGAs/s400/IMG_20180917_112305.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun, cerita manis kereta api di Slahung berakhir menyedihkan. Jalur Balong-Slahung ditutup pada tahun 1983, setahun lebih cepat dari jalur Ponorogo-Balong. Jalur Balong-Slahung harus ditutup lagi-lagi karena masalah okupansi. Kemudian, jalur Ponorogo-Balong menyusul pada 1984.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bekas stasiun Slahung terletak di belakang pasar Slahung. Posisinya meneyndiri di belakang kantor desa Slahung. Dari arah Balong, perjalanan berlanjut kira-kira 15 menit melewati Jl. Ponorogo-Pacitan. Setelah melewati persawahan di Balong, kita melewati perbukitan dan jalan yang berkelok-kelok. Begitu memasuki pasar Slahung, akan dijumpai lagi keramaian masyarakat karena adanya pasar dan terminal. Sebelum masuk pasar, kita akan menemukan SPBU dan balai desa Slahung. Di samping balai desa terdapat jalan bekas terminal yang mengantarkan kita ke bekas stasiun tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Stasiunnya berada di balik terminal Slahung. Jalanannya masih berpasir. Cuaca panas dan kering membuat debu beterbangan ketika kami melintasinya. Jaraknya tidak terlalu jauh, kira-kira 200 meter dari jalan raya. Setelah melewati terminal, ternyata ada beberapa rumah warga dan gudang yang ada di sana. Selain itu, tanah lapang terhampar di balik bangunan stasiun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena panas, kami pun memarkirkan sepeda motor di sebuah rumah kosong di seberang stasiun. Rumah itu penuh dengan nuansa klasik dengan cat warna kombinasi biru dan putih. Saya memperkirakan rumah tersebut adalah salah satu rumah dinas pegawai eks-stasiun jika dilihat dari arsitekturnya. Meskipun terlihat kosong, rumah itu terawat dengan baik. Ia pun nampak berpenghuni mungkin penghuninya sedang ada urusan di luar.&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-KcAWuO8pJbk/XP3w1NKgxCI/AAAAAAAAObc/fzL9-YDyTl8FMSEjy88RjrOnqLtAQuMMQCKgBGAs/s1600/IMG_20180917_112301.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-KcAWuO8pJbk/XP3w1NKgxCI/AAAAAAAAObc/fzL9-YDyTl8FMSEjy88RjrOnqLtAQuMMQCKgBGAs/s400/IMG_20180917_112301.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Emplasemen stasiun nonaktif Slahung&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami pun melanjutkan perjalanan di sekitar stasiun. Di sekitar stasiun terdapat tanah lapang yang sangat luas. Sepertinya lapangan ini adalah bekas emplasemen stasiun. Sayang sekali, tidak terlihat bekas-bekas jalur kereta api di sini. Tidak ada rel, bantalan rel atau apapun.&amp;nbsp; Tidak ada pula alat untuk mengganti posisi lokomotif seperti &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;turntable,&lt;/span&gt; segitiga pembalik atau &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;balloon loop.&lt;/span&gt; Padahal, itu semua penitng karena stasiun Slahung merupakan stasiun terminus.&amp;nbsp; Biasanya, stasiun terminus memiliki alat pemutar lokomotif agar lokomotif dapat melanjutkan perjalanan ke arah sebaliknya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami pun mencoba masuk ke dalam stasiun. Kondisi dalam stasiun gelap dan dingin. Stasiun ini digunakan sebagai gudang penyimpanan kunyit. Namun, ternyata ada seorang wanita paruh baya yang sedang duduk sendirian di dalam. Ia sedang sibuk membersihkan jahe yang sedang ditimbun. Ia membersihkannya dari kotoran mencabut akar-akar yang tersisa. Dari fisiknya, ia nampak berusia 50-60 tahunan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Cerita di Balik Stasiun Slahung&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-MwfKTjsUZno/XP3y5gBgrRI/AAAAAAAAOcA/rZaJT3tdmtYtA6F00eYF5PaKCOWB2SZ_QCKgBGAs/s1600/IMG_20180917_112252.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-MwfKTjsUZno/XP3y5gBgrRI/AAAAAAAAOcA/rZaJT3tdmtYtA6F00eYF5PaKCOWB2SZ_QCKgBGAs/s400/IMG_20180917_112252.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Bagian belakang stasiun Slahung&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami pun mendekati si ibu untuk mencari informasi tentang keberadaan stasiun ini. Untungnya, kali ini kami tak salah orang. Bu Surti menyambut kami dengan ramah dan keibuan. Leibih beruntungnya lagi, beliau merupakan salah seorang tokoh kunci di balik keberadaan stasiun ini. Kami pun asyik mengobrol dengannya sembari mencari tahu bagaimana stasiun Slahung di masa jayanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-QiPsbeEOANs/XP37D1Sum5I/AAAAAAAAOcc/CSaab6qMTFk90VeWZh8pg3ZHO2DeGcHnQCLcBGAs/s1600/Stasiun%2BSlahung%2B1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;480&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-QiPsbeEOANs/XP37D1Sum5I/AAAAAAAAOcc/CSaab6qMTFk90VeWZh8pg3ZHO2DeGcHnQCLcBGAs/s400/Stasiun%2BSlahung%2B1.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beliau sendiri adalah menantu dari salah seorang masinis. Pada saat mertuanya masih berdinas, beliau selalu bersama sang suami selalu menyertai bapak mertua berdinas di jalur Ponorogo-Slahung. Namun, bapak mertuanya sudah lama tiada. Sang suami pun sedang tidak ada di tempat. Kami tidak berhasil menjumpai suaminya yang siapa tahu bisa menjadi saksi hidup berikutnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah jalur Ponorogo-Slahung ditutup, beliau sekeluarga masih menetap di sekitar bekas emplasemen stasiun Slahung. Bahkan, keluarganya masih diberikan hak guna tanah di eks-stasiun Slahung. Tentunya dengan membayar sewa yang tidak disebutkan besarannya. Uang sewa diserahkan kepada pemerintah desa setempat. Pemberian hak tersebut mungkin karena keluarganya telah berjasa menjadi pegawai PJKA di stasiun Slahung.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beliau pun melanjutkan ceritanya. Tidak lagi soal bekas stasiun Slahung, namun soal keluarganya. Beliau menceritakan anak-anaknya yang kebanyakan pergi ke luar kota. Air mata beliau menetes dari sela-sela matanya. Nampak raut sedih terpancar dari mukanya. Akan tetapi, itu bukan air mata duka, namun itu air mata bahagia. Sambil menitikkan haru, beliau menceritakan dengan bangga anak-anaknya yang sudah sukses di luar sana. Ada yang menjadi dokter, ada pula yang menjadi isteri seorang petinggi tentara di Surabaya. Beliau menuturkan bahwa anak-anaknya sering menghubunginya via telepon menceritakan kehidupan masing-masing. Mereka juga selalu berkumpul setidaknya di hari raya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-lt6Vpj_gUss/XP37D8qS-II/AAAAAAAAOcg/xpWXkYkL34YovYyVzQOJgx32tdgltTGDwCLcBGAs/s1600/Stasiun%2BSlahung%2B2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;480&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-lt6Vpj_gUss/XP37D8qS-II/AAAAAAAAOcg/xpWXkYkL34YovYyVzQOJgx32tdgltTGDwCLcBGAs/s400/Stasiun%2BSlahung%2B2.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terakhir, beliau menasihati kami agar selalu kerja keras dan mendoakan orang tua. Karena berkat dua hal itu, kesuksesan bisa kita raih.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebelum pamitan, kami sempat mengabadikan interior bekas stasiun Slahung. Stasiun Slahung terbagi ke tiga ruangan. Satu ruangan yang kami tempati adalah ruang utama. Satu ruangan lebih kecil adalah loket dan ruangan lain yang berukuran sama besar dengan ruangan utama. Kemungkinan ruangan ini adalah bekas kantor kepala stasiun. Ruangan terakhir ini sangat gelap. Kami sampai harus menyalakan senter untuk bisa melihat dalammnya. Di dalamnya terdapat dipan kecil dari besi model lawas. Di sampingya ada mukena dan sajadah digantung pada seutas tali. Ruangan itu mungkin sepertinya digunakan oleh Bu Surti untuk beristirahat dan shalat. Kami tidak bisa masuk loket karena tertutup.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya kami berpamitan dengan Bu Surti dan meninggalkan eks-Stasiun Slahung. Sebelum benar-benar pergi, kami masih penasaran dengan luarnya. Akhirnya kami pun mendokumentasikan sekitar bekas stasiun. Kemudian, kami benar-benar pergi meninggalkan stasiun.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-permalink=&quot;https://www.instagram.com/p/Bn043x0HKGq/&quot; data-instgrm-version=&quot;12&quot; style=&quot;background: #fff; border-radius: 3px; border: 0; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.5) , 0 1px 10px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.15); margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 16px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/Bn043x0HKGq/&quot; style=&quot;background: #FFFFFF; line-height: 0; padding: 0 0; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 19% 0;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/Bn043x0HKGq/&quot; style=&quot;background: #FFFFFF; line-height: 0; padding: 0 0; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;div style=&quot;display: block; height: 50px; margin: 0 auto 12px; width: 50px;&quot;&gt;&lt;svg height=&quot;50px&quot; version=&quot;1.1&quot; viewbox=&quot;0 0 60 60&quot; width=&quot;50px&quot; xmlns:xlink=&quot;https://www.w3.org/1999/xlink&quot; xmlns=&quot;https://www.w3.org/2000/svg&quot;&gt;&lt;g fill-rule=&quot;evenodd&quot; fill=&quot;none&quot; stroke-width=&quot;1&quot; stroke=&quot;none&quot;&gt;&lt;g fill=&quot;#000000&quot; transform=&quot;translate(-511.000000, -20.000000)&quot;&gt;&lt;g&gt;&lt;path d=&quot;M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631&quot;&gt;&lt;/path&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/svg&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding-top: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;color: #3897f0; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;&quot;&gt;View this post on Instagram&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 12.5% 0;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translatex(0px) translatey(7px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; margin-left: 2px; margin-right: 14px; transform: rotate(-45deg) translatex(3px) translatey(1px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translatex(9px) translatey(-18px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;border-bottom: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-top: 2px solid transparent; height: 0; transform: translatex(16px) translatey(-4px) rotate(30deg); width: 0;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: auto;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;border-right: 8px solid transparent; border-top: 8px solid #f4f4f4; transform: translatey(16px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; height: 12px; transform: translatey(-4px); width: 16px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;border-left: 8px solid transparent; border-top: 8px solid #f4f4f4; height: 0; transform: translatey(-4px) translatex(8px); width: 0;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;margin: 8px 0 0 0; padding: 0 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/Bn043x0HKGq/&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none; word-wrap: break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;إنما المرء حديث بعده# فكن حديثا حسنا لمن وعى . Sesungguhnya seseorang itu akan menjadi bahan pembicaraan orang-orang sesudahnya.. . Maka jadilah bahan pembicaraan yang baik bagi orang yang mendengarnya (Ibnu Duraid). . 📍: Stasiun nonaktif Slahung (+154 mdpl). 📷: @iqbalulloh23 Credit to @maybiprabowo for guiding us here via @youtube #stasiun #slahung #ponorogo #daop7 #railway #keretaapikita #keretaapiindonesia #edansepur #galerisepurindonesia #railfan #railfansindonesia #fotokeretakita #kai121 #relmati #galerikereta #infoponorogo #igersponorogo&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;A post shared by &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/ikhalid_ra/&quot; style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; Ikhalid Rizqy Al Raihan&lt;/a&gt; (@ikhalid_ra) on &lt;time datetime=&quot;2018-09-17T11:58:04+00:00&quot; style=&quot;font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;Sep 17, 2018 at 4:58am PDT&lt;/time&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//www.instagram.com/embed.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada pesan yang dapat diambil dari perjalanan kali ini. Pertama, setiap benda pasti meninggalkan sejarah di dalamnya. Meskipun wujudnya sudah tak elok dan tak lagi digunakan, benda-benda tetap menginggalkan cerita. Kedua, tak semua orang sudi menerima kita. Saat itulah kita harus &lt;i&gt;muhasabah&lt;/i&gt; diri, apa yang kurang dari kita. Ketiga, doa orang tua selalu mengiringi langkah kita. Salah satu penentu kesuksesan kita adalah doa orang tua. Maka, kita harus selalu mencari keridhoan Allah dan keridhoan mereka dengan berbakti kepada kedua orang tua kita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ya, perjalanan saya menyusuri stasiun-stasiun mati di Ponorogo berakhir di stasiun Slahung. Sebagai stasiun terminus, Slahung tentu berperan besar dalam perkembangan transportasi berbasis rel di Ponorogo zaman dahulu. Tentunya saat ini stasiun Slahung bersama stasiun-stasiun lain di Ponorogo hanya beristirahat menikmati masa-masa indahnya mengakomodasi masyarakat kota reog.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/5833046223152925174/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2019/06/stasiun-non-aktif-slahung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/5833046223152925174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/5833046223152925174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2019/06/stasiun-non-aktif-slahung.html' title='Stasiun Non-Aktif Slahung, Terpojok di Antara Hiruk Pikuk Pasar'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-ydyddDOMKrQ/XP3w1J6dFrI/AAAAAAAAObc/CKD1VjZYyVQuth_hOGidPShtP55HPB2WACKgBGAs/s72-c/IMG_20180917_112616.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-1986657238865264541</id><published>2019-05-18T12:02:00.002+07:00</published><updated>2019-05-18T12:02:53.415+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dead Rail Hunting"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jalan-Jalan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Napak Tilas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ponorogo"/><title type='text'>Stasiun Non-aktif Balong yang Telah Beralih Fungsi</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-ALBYcTEU-rI/XN-AqBRbzrI/AAAAAAAAN6Q/iByunbFDMGUyKlaAwxjUZwh0LlqGxOqMwCKgBGAs/s1600/IMG_20180917_102008.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-ALBYcTEU-rI/XN-AqBRbzrI/AAAAAAAAN6Q/iByunbFDMGUyKlaAwxjUZwh0LlqGxOqMwCKgBGAs/s640/IMG_20180917_102008.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;-en-clipboard: true;&quot;&gt;Perjalanan saya dan &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/iqbalulloh23/&quot;&gt;Balu&lt;/a&gt; berlanjut dari &lt;a href=&quot;https://ikhalidalraihan.blogspot.com/2019/04/bekas-stasiun-jetis.html&quot;&gt;eks-stasiun Jetis&lt;/a&gt; ke arah selatan. Kami berdua menggeber sepeda motor melewati persawahan, hingga Pasar Ngasinan. Kami menemukan beberapa railbed (gundukan tanah) di sepanjang perjalanan. Dari pasar Ngasinan kami berbelok ke timur sampai berhenti di stasiun Balong. Ya, eks-stasiun Balong-lah yang menjadi destinasi napak tilas kami berikutnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Stasiun Balong sendiri terletak tidak tidak jauh dari pasar Balong. Ia berada di kawasan Desa Balong, Kec. Balong, Kab. Ponorogo. Seperti stasiun-stasiun lainnya, ia dibangun oleh Statspoorwegen pada tahun 1907 dan ditutup pada tahun 1984. Awalnya, stasiun ini akan menjadi stasiun terminus. Namun, seiring kebutuhan akan distribusi gamping dari Slahung, maka dibangun kembali jalur menuju Slahung yang akan dibahas kemudian. Stasiun ini termasuk dalam wilayah Aset Daerah Operasi VII Madiun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-QO-0sFcmGW0/XN-N-TonTaI/AAAAAAAAN6g/wATYGkTQsz0TSAASOmgm8DhkpO_mZ1cHQCLcBGAs/s1600/Jalur%2BJetis-Balong.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;727&quot; data-original-width=&quot;1293&quot; height=&quot;223&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-QO-0sFcmGW0/XN-N-TonTaI/AAAAAAAAN6g/wATYGkTQsz0TSAASOmgm8DhkpO_mZ1cHQCLcBGAs/s400/Jalur%2BJetis-Balong.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Jalur nonaktif petak Jetis-Balong&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di sepanjang jalur menuju stasiun masih terdapat rel yang terlihat di pinggir jalan Ngasinan. Bekas-bekas fondasi jembatan rel masih tampak di jalur ini.&amp;nbsp; DI sekitar stasiun pun masih terlihat beberapa ruas rel kereta api.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Stasiun Balong sendiri masih utuh kondisinya. Bangunannya masih terawat dengan baik. Tulisan &quot;BALONG +103&quot; masih tertera di sisi timur stasiun. Namun, di papan tersebut sudah dipasangi kaca dan huruf G pada papan tulisan ditulis ulang. Model bangunannya mirip dengan stasiun Jetis. Kemiripan ini karena keduanya sama-sama dibangun oleh SS. Pintunya berada di sebelah kiri dari , agak berbeda dengan stasiun Jetis yang pintunya terletak di tengah bangunan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-permalink=&quot;https://www.instagram.com/p/Bn2e2ynHK9K/&quot; data-instgrm-version=&quot;12&quot; style=&quot;background: #fff; border-radius: 3px; border: 0; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.5) , 0 1px 10px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.15); margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 16px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/Bn2e2ynHK9K/&quot; style=&quot;background: #FFFFFF; line-height: 0; padding: 0 0; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 19% 0;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/Bn2e2ynHK9K/&quot; style=&quot;background: #FFFFFF; line-height: 0; padding: 0 0; text-align: center; text-decoration: none; width: 100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;div style=&quot;display: block; height: 50px; margin: 0 auto 12px; width: 50px;&quot;&gt;&lt;svg height=&quot;50px&quot; version=&quot;1.1&quot; viewbox=&quot;0 0 60 60&quot; width=&quot;50px&quot; xmlns:xlink=&quot;https://www.w3.org/1999/xlink&quot; xmlns=&quot;https://www.w3.org/2000/svg&quot;&gt;&lt;g fill-rule=&quot;evenodd&quot; fill=&quot;none&quot; stroke-width=&quot;1&quot; stroke=&quot;none&quot;&gt;&lt;g fill=&quot;#000000&quot; transform=&quot;translate(-511.000000, -20.000000)&quot;&gt;&lt;g&gt;&lt;path d=&quot;M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631&quot;&gt;&lt;/path&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/g&gt;&lt;/svg&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding-top: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;color: #3897f0; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;&quot;&gt;View this post on Instagram&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;padding: 12.5% 0;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;align-items: center; display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translatex(0px) translatey(7px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; margin-left: 2px; margin-right: 14px; transform: rotate(-45deg) translatex(3px) translatey(1px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; transform: translatex(9px) translatey(-18px); width: 12.5px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;border-bottom: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-top: 2px solid transparent; height: 0; transform: translatex(16px) translatey(-4px) rotate(30deg); width: 0;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-left: auto;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;border-right: 8px solid transparent; border-top: 8px solid #f4f4f4; transform: translatey(16px); width: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f4f4f4; height: 12px; transform: translatey(-4px); width: 16px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;border-left: 8px solid transparent; border-top: 8px solid #f4f4f4; height: 0; transform: translatey(-4px) translatex(8px); width: 0;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;margin: 8px 0 0 0; padding: 0 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/Bn2e2ynHK9K/&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none; word-wrap: break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. . Stasiun mati meninggalkan... . Sejarah dan kenangan . Terima kasih dan special credit buat @maybiprabowo 📍: Stasiun nonaktif Balong (+103 mdpl) #galerisepurindonesia #bukansepurbiasa #keretaapiindonesia #keretaapi #keretaapikita #kereta #dipolokomotifmojosari #indonesianrailways #dipolokomotifjatinegara #railfans #indonesianrailway #kai121 #semboyan35 #fotokeretakita #cc20613100 #train #kereta_indo #ayonaikkereta #hobifotokeretaapi #railfans__ #keretaapi_id #daop7madiun&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;A post shared by &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/ikhalid_ra/&quot; style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; Ikhalid Rizqy Al Raihan&lt;/a&gt; (@ikhalid_ra) on &lt;time datetime=&quot;2018-09-18T02:49:14+00:00&quot; style=&quot;font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;Sep 17, 2018 at 7:49pm PDT&lt;/time&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//www.instagram.com/embed.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak seperti stasiun Jetis, bangunan stasiun Balong masih digunakan. Namun, bangunan ini beralih fungsi menjadi toko daging. Sebuah plang kecil berwarna biru di sebelah pintu masuk menunjukkan fungsinya sebagai kios daging. Kios buka di siang itu. Akan tetapi, ia tampak sepi. Hanya terlihat satu motor terparkir di depannya. Sedangkan, motor tunggangan kami diparkirkan di seberang jalan agar tidak perlu menyeberang jalan sehingga dapat meneruskan perjalanan lebih mudah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami lalu mencari belakang bangunan stasiun Balong. Diperkirakan di sanalah emplasemen stasiun berada. Kami menemukan sebatang besi bekas rel kereta api yang teronggok di belakang stasiun&amp;nbsp; Peron stasiun sendiri sudah tidak terlihat lagi. Bagian belakang stasiun yang merupakan lorong menuju peron sudah ditembok hingga tak terlihat lagi bekasnya. Selain itu, emplasemen stasiun sudah tak tampak bekasnya. Sebagian sudah didirikan bangunan di atasnya, sebagian lagi dipagari oleh penduduk sekitar. Hanya besi bekas rel yang tersisa di bekas emplasemen.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-Sh1Z4-G58Og/XN-RPuhWIoI/AAAAAAAAN64/lf1HHO60UAYG32g1mfpWCwYMPLAX86-1wCLcBGAs/s1600/MOV07879_Moment.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;480&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-Sh1Z4-G58Og/XN-RPuhWIoI/AAAAAAAAN64/lf1HHO60UAYG32g1mfpWCwYMPLAX86-1wCLcBGAs/s400/MOV07879_Moment.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah blusukan ke belakang stasiun, kami mencoba masuk ke dalam untuk melihat interior stasiun. Saat kami mencoba masuk ke dalam stasiun, kami ternyata &quot;disambut&quot; oleh tiga orang dewasa yang sedang duduk-duduk. Nampaknya mereka sedang asyik mengobrol. Ketika kami mencoba mengajak ngobrol, mereka justru menanggapi dengan dingin. Mungkin karena mereka tidak senang dengan kedatangan kami. Mungkin juga mereka melihat kami kurang sopan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-vlG41d8Avq8/XN-PmU9WhvI/AAAAAAAAN6s/9V1aEhsLahUmcuCUCzAxaInaY1WQ4qiTwCKgBGAs/s1600/IMG_20180917_102347.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-vlG41d8Avq8/XN-PmU9WhvI/AAAAAAAAN6s/9V1aEhsLahUmcuCUCzAxaInaY1WQ4qiTwCKgBGAs/s400/IMG_20180917_102347.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena tidak enak hati, kami pun hanya bertanya sekedarnya. Saya sempat mengabadikan interior stasiun yang sedikit banyak telah dirubah. Etalase dan kasir toko telah ditambah dan ruangan yang kira-kira&amp;nbsp; dulunya ruang kepala stasiun dijadikan kamar. Gambar Garuda Pancasila dipajang besar di atas kamar itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami pun mengakhiri blusukan kami ke stasiun Balong. Seandainya kami lebih menjaga unggah ungguh dalam beretika, tentu penjelajahan kami akan lebih leluasa. Lagipula, Tidak semua orang mau menerima orang lain dengan terbuka. Jika demikian, tak usah kita hiraukan orang-orang yang tak sudi dengan kita. Kami pun tancap gas melanjutkan napak tilas menuju stasiun terminus di Ponorogo, stasiun Slahung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber peta:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://legacy.lib.utexas.edu/maps/ams/java_and_madura/&quot;&gt;University of Texas Libraries&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/1986657238865264541/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2019/05/stasiun-non-aktif-balong-beralih-fungsi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/1986657238865264541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/1986657238865264541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2019/05/stasiun-non-aktif-balong-beralih-fungsi.html' title='Stasiun Non-aktif Balong yang Telah Beralih Fungsi'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-ALBYcTEU-rI/XN-AqBRbzrI/AAAAAAAAN6Q/iByunbFDMGUyKlaAwxjUZwh0LlqGxOqMwCKgBGAs/s72-c/IMG_20180917_102008.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-6281860946276330712</id><published>2019-04-30T23:01:00.003+07:00</published><updated>2019-05-01T20:48:45.196+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dead Rail Hunting"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jalan-Jalan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Napak Tilas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ponorogo"/><title type='text'>Menjelajahi Bekas Stasiun Jetis yang Menyendiri</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-oPK1CeptRa0/XMhZc3tUb7I/AAAAAAAANuM/SoZefrF1et4tC36FCULhxhzwpEFXIjR6ACKgBGAs/s1600/IMG_20180917_094536.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-oPK1CeptRa0/XMhZc3tUb7I/AAAAAAAANuM/SoZefrF1et4tC36FCULhxhzwpEFXIjR6ACKgBGAs/s640/IMG_20180917_094536.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setelah &lt;a href=&quot;https://ikhalidalraihan.blogspot.com/2019/04/stasiun-mati-ponorogo.html&quot;&gt;menjelajahi stasiun Ponorogo&lt;/a&gt;, saya bersama &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/iqbalulloh23/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Iqbalullah &quot;Balu&quot;&lt;/a&gt; melanjutkan pernelusuran kami ke stasiun-stasiun mati di kota Ponorogo. Kami bergerak ke arah selatan menuju arah Pacitan melewati kawasan Tonatan dan Ponorogo City Centre (PCC). Kemudian berbelok ke selatan menuju Jetis melewati kawasan Siman dan kampus tercinta UNIDA Gontor tentunya.&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-RURmVw_wDpU/XMhbz_NdpaI/AAAAAAAANuc/nN6-fmO9y5oijsg7tKZGJmvrYq8r77aTACLcBGAs/s1600/Screenshot%2B%25283%2529.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;661&quot; data-original-width=&quot;1362&quot; height=&quot;193&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-RURmVw_wDpU/XMhbz_NdpaI/AAAAAAAANuc/nN6-fmO9y5oijsg7tKZGJmvrYq8r77aTACLcBGAs/s400/Screenshot%2B%25283%2529.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setelah perjalanan sekitar 7 menit dan sempat berhenti sejenak untuk mengambil uang, kami pun menghentikan langkah kami di stasiun Jetis. Stasiun Jetis berada agak menjauh dari pasar Jetis, kira-kira 200 m di selatan pasar. Stasiun Jetis terletak persis di pinggir jalan raya Jetis (Jl. Gajahmada versi Google Maps). Meskipun menjauh dari pasar, eks stasiun masih terbilang strategis karena masih dekat dengan beberapa toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, ya! Sebelumnya, aku kelaskan sedikit informasi tentang bekas stasiun ini. Stasiun Jetis adalah stasiun kereta api non-aktif yang terletak di desa Jetis, Kec. Jetis, Kab. Ponorogo. Stasiun non-aktif ini berada di ketinggian +103 mdpl dan termasuk ke dalam Wilayah Aset Daop VII Madiun. Stasiun ini dibangun oleh Statspoorwegen (SS) dan dibuka tahun 1907 seiring perpanjangan jalur Madiun-Ponorogo hingga Balong. Pembangunan jalur tersebut dimaksudkan untuk mengakomodasi angkutan hasil bumi dari pelosok Ponorogo ke Madiun yang selanjutnya dipasarkan ke kota-kota besar lainnya. Namun, nasibnya sama dengan stasiun Ponorogo. Stasiun ini harus ditutup pada 1984 karena okupasi rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-IAAzq72dCuk/XMhv6zq4DRI/AAAAAAAANvM/fh0vBZuGw7oFULPjhTi0ZvekSS7c_-AWACKgBGAs/s1600/IMG_20180917_094602.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-IAAzq72dCuk/XMhv6zq4DRI/AAAAAAAANvM/fh0vBZuGw7oFULPjhTi0ZvekSS7c_-AWACKgBGAs/s400/IMG_20180917_094602.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kembali ke perjalanan! setelah tiba di eks-stasiun Jetis, kami pun memarkirkan tunggangan tepat di depan stasiun. Siang hari itu cukup cerah di sekitar Jetis dan cuacanya panas. Gaya arsitektur klasik a la SS masih kental dengan plesteran batu kali di bawahnya.&amp;nbsp; Seluruh temboknya dicat warna putih. Di bagian tengahnya terdapat pintu&amp;nbsp; dan jendela dari tripleks berwarna coklat. Keduanya diapit oleh dua tiang dari plesteran batu yang berwarna senada dengan warna dinding. Di bagian atas sisi utara bangunan tertulis &quot;DJETIS +103&quot;, sebuah tanda lokasi dan ketinggian stasiun berada. Tulisannya masih awet tulisannya karena dibuat dari cetakan semen. Ketika itu, nama stasiun dibuat dari semen yang dicetak, bukan dari plang besi seperti yang ada di stasiun-stasiun kereta saat ini.&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari depan, bangunannya masih terawat dan apik. Namun, saat kami blusukan lewat gang kecil di sebelah utara bangunan, ternyata kondisinya cukup menyedihkan! Ia tampak seperti rumah tua yang ditinggalkan oleh penghuninya. Peron stasiun menghadap ke timur dan agak menjorok ke dalam. Eks stasiun ini sempat digunakan sebagai rumah tinggal. Buktinya, banyak barang-barang rumah tangga berserakan di peron stasiun. Bekas peron kemudian digunakan sebagai pintu belakang rumah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-aNRBNpgBqJE/XMhuhgB4QUI/AAAAAAAANuw/07-ccaCI_E4NvHVkcEtvsN54mEsVWycXgCEwYBhgL/s1600/MOV07857_Moment.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;480&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-aNRBNpgBqJE/XMhuhgB4QUI/AAAAAAAANuw/07-ccaCI_E4NvHVkcEtvsN54mEsVWycXgCEwYBhgL/s400/MOV07857_Moment.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Saya juga menyempatkan untuk menyeberang stasiun. Di seberang stasiun terdapat 3 unit rumah yang juga sama-sama bergaya klasik. Rumah pertama dicat dua warna, biru muda di bagian atas dan biru dongker di bawahnya. Rumah kedua lebih kecil dari yang pertama. Rumah terakhir seukuran dengan yang pertama tetapi dicat dengan warna berbeda, yakni kombinasi antara krem dan coklat tua. Rumah terakhir ini yang paling terlihat dari luar karena posisinya yang menghadap langsung halaman. Sedangkan, dua rumah di sampingnya terlihat mojok. Ketiga rumah tersebut kemungkinan merupakan rumah dinas pegawai stasiun. Hal itu terlihat dari papan tanda aset PT KAI (masih menggunakan logo Perumka) di samping pintu rumah ketiga. Ketiga rumah tersebut masih berpenghuni dan terawat dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kami kembali ke depan stasiun. Kami mencoba membuka pintu depan untuk melihat interior stasiun. Ternyata pintunya dikunci. Sepertinya penghuni rumah ini telah mengunci rumah ketika pindah, atau mungkin PT KAI sebagai empunya bangunan yang menutup akses ke dalam untuk umum setelah si penghuni meninggalkan rumah. Kami terpaksa mengintip dari jendela. Ukuran jendelanya tinggi besar khas bangunan lawas. Namun, kita tidak bisa mengintip lebar-lebar karena bagian dalamnya dilapisi oleh kertas. Dari jendela yang hanya sedikit terbuka, nampaklah interior bekas stasiun. Terlihat dua tiang batu berdiri membatasi antar dua ruangan yang berbeda ukuran. Ruangan depan lebih luas dari yang belakang. Kemungkinan ruang yang lebih luas adalah ruang tunggu dan satunya adalah peron stasiun.&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-Ky6Jl74YVGs/XMhv65jdLpI/AAAAAAAANvM/JbzF1TUJO7gMPvYz8z-62I-9WRb8UTZxgCKgBGAs/s1600/IMG_20180917_095234.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-Ky6Jl74YVGs/XMhv65jdLpI/AAAAAAAANvM/JbzF1TUJO7gMPvYz8z-62I-9WRb8UTZxgCKgBGAs/s400/IMG_20180917_095234.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai iseng mengintip jendela stasiun, kami kembali ke peron stasiun. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, peron stasiun telah dijadikan halaman belakang oleh si penghuni rumah. Emplasemen stasiun pun sebagiannya telah tertutup oleh bangunan tinggi. Bangunan itu berdiri tepat di belakang bekas stasiun. Sepertinya bangunan itu adalah gudang barang-barnag pasar. Selain gudang, kawasan emplasemen stasiun dijadikan tanah lapang oleh penduduk. Ada juga beberapa rumah yang berdiri di areal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-1xn3rgSAoaM/XMhubBY0AfI/AAAAAAAANu4/_rpG3ioXkfQ-yYw-8E2F_PZmfUVDHVfAQCEwYBhgL/s1600/MOV07863_Moment.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;480&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-1xn3rgSAoaM/XMhubBY0AfI/AAAAAAAANu4/_rpG3ioXkfQ-yYw-8E2F_PZmfUVDHVfAQCEwYBhgL/s400/MOV07863_Moment.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami hendak beranjak dari stasiun, tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil kami. &quot;Woy...!&quot; Sontak kami pun terkejut. Awalnya kami mengacuhkan suara tersebut dan berniat untuk beranjak dari tempat itu. Namun, ternyata suara itu kembali menggema. Kami pun bertambah bingung. Akhirnya, kami memberanikan diri kembali ke belakang dan memeriksa keadaan. Kami pun membalikkan badan dan memandang ke belakang. Ternyata, kami melihat dua orang pria duduk di amben (balai-balai) bambu. Salah seorang dari mereka sudah tampak tua dan satu lagi lebih muda. Kami tampak saling menatap.&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-FMBDbZfgLDE/XMhujL0y3PI/AAAAAAAANvE/A5U3sYiGl-wB1HkQBsbgwCBpqFHFJemkgCEwYBhgL/s1600/MOV07863_Moment1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;480&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-FMBDbZfgLDE/XMhujL0y3PI/AAAAAAAANvE/A5U3sYiGl-wB1HkQBsbgwCBpqFHFJemkgCEwYBhgL/s400/MOV07863_Moment1.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kami pun mendekati mereka berdua dengan perasaan takut. Takut kalau ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Pelan-pelan kami mendekati mereka hingga jarak kami sejengkal dengan mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kakek tua tampak melambaikan tangan memanggil kami. Semakin dekat, kami pun berhadapan dengan beliau. Kemudian, beliau mempersilahkan kami duduk di sebelahnya. Balu-lah yang duduk di sebelahnya. Sementara, saya berdiri di depan mereka. Balai-balainya hanya cukup diduduki bertiga sedangkan kami sudah berempat di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbah Slamet (bukan nama aslinya) kemudian menanyakan asal kami. Karena menggunakan bahasa Jawa, Balu yang asli Trenggalek yang menjawab pertanyaan beliau. Ia kemudian yang paling banyak mengobrol dengan Mbah Slamet. Ia sangat fasih berbahasa berbahasa Jawa kromo (halus) sehingga hampir selalu bisa menanggapi apa yang dikatakan oleh Mbah Slamet. Sedangakan saya hanya menyimak sambil bersandar di tiang rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah basa-basi, beliau bercerita tentang bagaimana jalur ini masih ada. Sekali lagi dengan bahasa Jawa. Kata beliau, beliau tahu banyak tentang kereta api yang selalu lewat meskipun beliau jarang naik kereta. Ini karena beliau punya banyak teman yang dari Pacitan yang sering naik kereta api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai jalur yang sudah tak aktif, beliau ternyata masih membayar retribusi untuk KAI. Retribusi dibayar setiap 3 tahun sekali. Pihak KAI-lah yang datang ke sana menagih ke beliau dan para warga yang menempati wilayah aset. Namun, beliau tidak menyebutkan berapa nominal yang harus dibayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga berpesan kepada kami bahwa kita harus minta izin kalau mau mengambil sesuatu. Jangan mencuri, jangan mengambil hak milik orang lain. Beliau mungkn sejak awal telah memantau gerak-gerik kami selama napak tilas di stasiun. Sepertinya, Mbah Slamet melihat kami mengambil gambar dan video seperti pencuri, asal jepret tanpa permisi. Mendengar nasihat beliau, kami malu-malu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sedikit catatan napak tilas saya di eks Stasiun Jetis. Stasiun ini menyimpan sejarah yang besar sebagaimana stasiun Ponorogo. Sayangnya, saat ini ia dibiarkan berdiri mematung tanpa ada yang memedulikannya. Padahal, ia pernah menunjang perekonomian kota ini. Letaknya yang dekat dengan pasar Jetis menjadi bukti bahwa ia telah berjasa dalam peningkatan ekonomi masyarakat Kota Reog. Saat ini, biarlah ia menjadi saksi bahwa kereta api telah lalu lalang melintas jalanan Ponorogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nb: Mohon maaf apabila beberapa foto tidak berkualitas baik karena ia hasil capture dari video pribadi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel="related" href="http://be" title="Menjelajahi Bekas Stasiun Jetis yang Menyendiri"/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/6281860946276330712/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2019/04/bekas-stasiun-jetis.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/6281860946276330712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/6281860946276330712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2019/04/bekas-stasiun-jetis.html' title='Menjelajahi Bekas Stasiun Jetis yang Menyendiri'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-oPK1CeptRa0/XMhZc3tUb7I/AAAAAAAANuM/SoZefrF1et4tC36FCULhxhzwpEFXIjR6ACKgBGAs/s72-c/IMG_20180917_094536.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-2193334531181174885</id><published>2019-04-02T08:27:00.000+07:00</published><updated>2019-04-30T23:20:14.885+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dead Rail Hunting"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jalan-Jalan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Napak Tilas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ponorogo"/><title type='text'>Menyusuri Stasiun Ponorogo, Stasiun Mati yang (Dahulu) Menopang Ekonomi</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-Ixvk_tXrSCc/XKKmljYJk0I/AAAAAAAANRA/nl6HHb0plnsa6s-jIzfeC2txL3FcAnttQCEwYBhgL/s1600/DSC07826.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-Ixvk_tXrSCc/XKKmljYJk0I/AAAAAAAANRA/nl6HHb0plnsa6s-jIzfeC2txL3FcAnttQCEwYBhgL/s400/DSC07826.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;-en-clipboard: true;&quot;&gt;Tulisan ini merupakan sedikit perjalanan saya bersama&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/iqbalulloh23/?hl=id&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Iqbalullah &quot;Balu&quot; Azam&lt;/a&gt;, adik kelas saya dan sesama pecinta kereta api. Perjalanan kami dilakukan pada bulan September 2018 lalu. Kami menyusuri rel kereta dan stasiun non-aktif di Ponorogo, mulai dari stasiun Ponorogo, stasiun Jetis, Balong dan berakhir di stasiun Slahung. Setiap stasiun akan saya tuliskan catatan perjalanannya secara berseri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Stasiun Ponorogo merupakan stasiun kereta api non aktif yang terletak di Mangkujayan, Kec. Ponorogo, Kab. Ponorogo. Stasiun ini berada di sekitar Pasar Legi Songgolangit. Ia berada di ketinggian +99mdpl ini dan termasuk dalam kawasan Wilayah Aset Daerah Operasi (Daop) VII Madiun.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Stasiun Ponorogo dibangun sekitar tahun 1907 oleh Statspoorwegen seiring pembangungan Jalur Madiun-Ponorogo. Stasiun ini dibangun untuk memperlancar angkutan hasil pertanian dari Ponorogo ke Madiun untuk dikrimkan ke kota-kota lain atau diekspor. Stasiun Ponorogo awalnya merupakan stasiun terminus dari jalur tersebut. Akan tetapi, pembangunan jalur kereta api di Ponorogo dilanjutkan menuju Slahung keperluan distribusi bahan tambang. Jadilah stasiun ini awal dari alur Ponorogo-Slahung. Selain itu terdapat pulajalur kereta menuju Babadan namun jalur tersebut ditutup sejak penjajahan Jepang. Bekasnya pun hampir tidak terlihat lagi saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://surabayaonline.co/wp-content/uploads/2016/03/ka-ponorogo-800x445.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;445&quot; data-original-width=&quot;800&quot; height=&quot;222&quot; src=&quot;https://surabayaonline.co/wp-content/uploads/2016/03/ka-ponorogo-800x445.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Jalur KA Ponorogo-Slahung tahun 1970an&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Stasiun Ponorogo dulunya melayani angkutan penumpang dan barang dari Slahung dan Madiun atau sebaliknya. Sarana kereta api yang digunakan adalah kereta dengan lokomotif uap. Kereta api dari Slahung biasa mengangkut hasil bumi berupa sayuran yang kemudian dipasarkan di Ponorogo dan Madiun. Jalur tersebut melintasi beberapa ruas jalan raya di kota Ponorogo seperti Jl. Soekarno-Hatta, Jl. Gadjah Mada, dan Jl. Juanda. Karena melayani lokomotif uap, stasiun ini memliki meja putar (&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;turntable&lt;/span&gt;) untuk memutar lokomotif sehingga dapat digunakan untuk menarik kereta ke berbagai jalur.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sayang sekali, stasiun Ponorogo ditutup pada tahun 1984. Penutupannya seiring dengan penutupan jalur Madiun-Slahung. Jalur ini ditutup karena sepi peminat. Sejak awal dibuka hingga tahun itu, kereta api jalur tersebut hanya mengandalkan sarana kereta uap. Kereta uap berjalan sangat lambat sehingga kalah cepat dibandingkan alat transportasi lain. Hal inilah yang mengakibatkan kereta api okupansinya menurun sehingga harus ditutup.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-bhKCFkYrsrQ/XKKwZC8EKUI/AAAAAAAANRk/m-TC11iawb0BRACMe1Wf20jb36FWRvMpwCLcBGAs/s1600/DSC07823.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-bhKCFkYrsrQ/XKKwZC8EKUI/AAAAAAAANRk/m-TC11iawb0BRACMe1Wf20jb36FWRvMpwCLcBGAs/s400/DSC07823.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat ini, stasiun tersebut telah beralih fungsi. Bangunannya masih utuh, namun kini digunakan untuk warung pecel dan kios pulsa. Ia telah menyatu dengan kawasan Pasar Songgolangit seiring pembangunan pasar yang semakin pesat. Warung pecel tersebut selalu laris. Bahkan,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/channel/UCPv5YSIoYqo86JR_HqbkCrQ&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Maybi Probowo&lt;/a&gt; yang &quot;mengantarkan&quot; saya ke sana &lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=79CQ9na2YeU&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kehabisan pecel dan hanya memesan kopi.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-DEatSAOcDXM/XKKwzABPjYI/AAAAAAAANRw/pqnBNsbHkaQ36-BpJimrh9muOXssu7r9wCLcBGAs/s1600/DSC07825.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-DEatSAOcDXM/XKKwzABPjYI/AAAAAAAANRw/pqnBNsbHkaQ36-BpJimrh9muOXssu7r9wCLcBGAs/s400/DSC07825.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-axa2xBOZkoQ/XKKwytE4uYI/AAAAAAAANRs/lXJNJLKGikwFygGa9uSf4KEQAQX8ys4-gCLcBGAs/s1600/DSC07824.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-axa2xBOZkoQ/XKKwytE4uYI/AAAAAAAANRs/lXJNJLKGikwFygGa9uSf4KEQAQX8ys4-gCLcBGAs/s400/DSC07824.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Perjalanan kami dimulai dari kampus kami. Perjalanan dari kampus di daerah Siman ke sana menempuh sekitar 5-7 menit. Dari perempatan Gajah Mada belok kiri ke arah alun-alun Ponorogo melewati patung Warok dan kawasan Ngepos yang terkenal dengan satenya, kemudian lurus ke Polres Ponorogo di Jl. Bhayangkara. Kemudian belok kanan ke timur melalui Jl. Urip Sumoharjo menuju perempatan Sonnggolangit dan belok kiri ke utara di Jl. Soekarno-Hatta. Kira-kira 250 m setelah perempatan kami menjumpai warung dengan banner bertuliskan warung stasiun.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami pun mencicipi nasi pecel khas eks Stasiun Ponorogo. Rasanya kami beruntung karena bisa datang pagi-pagi dan dapat menikmati sepiring nasi pecel. Seperti nasi pecel pada umumnya, nasi disajikan dengan sayur-sayur bersiram saus kacang. Tidak lupa tempe goreng sebagai lauk pauk juga dihidangkan. Rasa bumbunya sedang, tidak terlalu pedas dan tidak juga terlalu manis. Tak lupa secangkir kopi panas setelah makan untuk memulai penjelajahan. Harganya pun sangat terjangkau, sekali makan cukup menghabiskan Rp 7000,00- Rp 10.000,00 tergantung lauk dan minuman yang dipilih.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sembari menikmpat sarapan nasi pecel, kami menyempatkan pula untuk mengobrol dengan penjual nasi pecel tersebut. Penjualnya adalah seorang wanita paruh baya, kira-kira usianya 40-an tahun. Ibu yang tidak sempat kami tanyakan namanya itu bercerita tentang warung itu. Kata beliau, warung pecel itu telah ada sejak stasiun aktif. Posisinya waktu itu agak masuk ke emplasemen. Meskipun stasiun kereta sudah tidak lagi aktif, warung pecel masih tetap berjualan hingga kini. Letaknya pun kini telah memenuhi setengah bangunan stasiun, berbagi tempat dengan kios pulsa di sebelahnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kenyang dengan sepiring pecel, kami pun mengunjungi bekas emplasemen stasiun. Emplasemen berada tepat di belakang warung. Emplasemen tersebut menyisakan rel kereta dengan jumlah sekitar 3-4 ruas. Emplasemen stasiun menyisakan ruang terbuka berukuran lumayan luas yang digunakan warga setempat untuk parkir kendaraan bongkar muat pedagang. Rumah-rumah warga mengitari kawasan eks-emplasemen stasiun.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-uDboSyRory4/XKKxZDImI1I/AAAAAAAANR8/EDNmR9d5WIE9AQuLoNAseTprBkLjo4oygCLcBGAs/s1600/DSC07829.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-uDboSyRory4/XKKxZDImI1I/AAAAAAAANR8/EDNmR9d5WIE9AQuLoNAseTprBkLjo4oygCLcBGAs/s400/DSC07829.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kondisi di bekas emplasemen stasiun Ponorogo&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami didampingi oleh serang warga sekitar untuk berkeliling kawasan eks-stasiun. Pak Amir (bukan nama sebenarnya) menceritakan kepada kami bahwa dahulu stasiun ini ramai dengan bongkar muat barang dagangan dari dan ke pasar Songgolangit. Beliau juga menunjukkan kepada kami salah satu jalur kereta yang diduga sepur lurus menuju Slahung. Rel tersebut sudah tertutup oleh bangunan toilet dan musholla.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-GuA3uQKSHws/XKKx7G5EzCI/AAAAAAAANSM/6MGVXiDWM8o4U8dFY9-3ZtesI2ZxgA1-gCLcBGAs/s1600/DSC07830.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-GuA3uQKSHws/XKKx7G5EzCI/AAAAAAAANSM/6MGVXiDWM8o4U8dFY9-3ZtesI2ZxgA1-gCLcBGAs/s400/DSC07830.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kondisi bekas rel di kawasan eks-stasiun Ponorogo&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-3jbfeVokP3E/XKKx7M5N7PI/AAAAAAAANSI/9cLUIvUKFeoEKWlguyGwqbvBBiT-UbTKwCEwYBhgL/s1600/DSC07831.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-3jbfeVokP3E/XKKx7M5N7PI/AAAAAAAANSI/9cLUIvUKFeoEKWlguyGwqbvBBiT-UbTKwCEwYBhgL/s400/DSC07831.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-vmIPQvPc4Gc/XKKyY3UwlgI/AAAAAAAANSc/LdlEln41gq0BqrNqCP4PnllPQZhRd6GiACEwYBhgL/s1600/DSC07834.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-vmIPQvPc4Gc/XKKyY3UwlgI/AAAAAAAANSc/LdlEln41gq0BqrNqCP4PnllPQZhRd6GiACEwYBhgL/s400/DSC07834.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Bekas &lt;i&gt;turntable &lt;/i&gt;yang jadi pembuangan bekas batok kelapa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Tak lupa beliau mengajak kami ke lokasi &lt;i&gt;turntable&lt;/i&gt;. Lokasinya berada kurang lebih 20 meter di sebelah barat stasiun. Saat ini &lt;i&gt;turntable&lt;/i&gt; tertutupi oleh pabrik tempe. Turntable hanya menyisakan lubang besar sedalam kira-kira 30 cm. Padahal, kedalamannya dahulu bisa lebih dalam dari yang terlihat saat ini. Saat kami ke sana, &lt;i&gt;turntable&lt;/i&gt;&amp;nbsp;hanya nampak seperempatnya karena sisanya dititup oleh warga menggunakan gedek (pagar dari anyaman bambu). Lubang bekasnya saat ini digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Lagipula, mau dijadikan apalagi kalau tidak dapat digunakan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Banyak sejarah tersimpan dalam stasiun ini. Stasiun ini menjadi saksi kereta api sempat melintasi kota Ponorogo. Tidak hanya itu, stasiun ini pula telah menyaksikan bahwa kereta api telah menopang perekonomian masyarakat Ponorogo. Letaknya yang berdekatan dengan Pasar Songgolangit menjadikannya salah satu transportasi andalan mereka bagi masyarakat khususnya para pelaku usaha di kawasan pasar. Perkembangan teknologi transportasi khusunya transportasi jalan raya menurunkan okupansi kereta api hingga akhirnya harus dihentikan operasionalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber gambar: pribadi dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://surabayaonline.co/2016/03/24/menghidupkan-kembali-jalur-ka-madiun-ponorogo-wacana-baru-mengembalikan-kejayaan-transportasi-massal/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;surabayaonline.co&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/2193334531181174885/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2019/04/stasiun-mati-ponorogo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/2193334531181174885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/2193334531181174885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2019/04/stasiun-mati-ponorogo.html' title='Menyusuri Stasiun Ponorogo, Stasiun Mati yang (Dahulu) Menopang Ekonomi'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-Ixvk_tXrSCc/XKKmljYJk0I/AAAAAAAANRA/nl6HHb0plnsa6s-jIzfeC2txL3FcAnttQCEwYBhgL/s72-c/DSC07826.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-558873917039295964</id><published>2019-02-04T07:20:00.001+07:00</published><updated>2019-05-24T10:55:13.522+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kabar"/><title type='text'>Pengumuman | I am Back</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-hUIiztfJIhM/XOdrEvCA0nI/AAAAAAAAODA/9NplRz1-A48dkSlGe7ll1HS851DCTcYrACLcBGAs/s1600/i%2Bam%2Bback.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;800&quot; data-original-width=&quot;1200&quot; height=&quot;425&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-hUIiztfJIhM/XOdrEvCA0nI/AAAAAAAAODA/9NplRz1-A48dkSlGe7ll1HS851DCTcYrACLcBGAs/s640/i%2Bam%2Bback.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am back...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditinggalkan hampir setahun (2018-2019) karena tuntutan akademik, akhirnya saya kembali aktif dalam blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depannya, blog ini (&lt;a href=&quot;https://ikhalidalraihan.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ikhalidalraihan.blogspot.com&lt;/a&gt;) akan memuat cerita-cerita perjalanan dan mungkin resensi buku dan catatan lain yang dirasa perlu. Untuk &quot;catatan receh&quot; seperti opini dan cerita-cerita lain, akan dimuat dalam&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://ikhalidalraihan.tumblr.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tumblr&lt;/a&gt;&amp;nbsp;saya. Hitung-hitung sekalian mengisi Tumblr yang udah lama tidak bisa diakses karena diblokir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk konten-konten opini yang masih ada di sini, akan saya pertahankan dan pindahkan secara bertahap ke Tumblr saya. Mohon maaf jika nanti ada beberapa tulisan yang mungkin akan tidak dapat diakses kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, saya berharap kritik dan saran yang membangun agar &quot;rumah&quot; ini dapat dinikmati bersama dan menjadi inspirasi bagi pembacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dan terimakasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhalid Al Raihan</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/558873917039295964/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2019/02/pengumuman-i-am-back.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/558873917039295964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/558873917039295964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2019/02/pengumuman-i-am-back.html' title='Pengumuman | I am Back'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-hUIiztfJIhM/XOdrEvCA0nI/AAAAAAAAODA/9NplRz1-A48dkSlGe7ll1HS851DCTcYrACLcBGAs/s72-c/i%2Bam%2Bback.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-3869217542706568911</id><published>2018-08-16T17:35:00.000+07:00</published><updated>2019-02-05T11:07:15.536+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mahasiswa Santri"/><title type='text'>Khutbatu-l Arsy Kedua di UNIDA Gontor sebagai Momentum Pembaharuan Niat</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;-en-clipboard: true;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-xTABgbvSMaE/XFkLx3WWeiI/AAAAAAAAMdc/7uwAMnMh4D4FkSHYKLHOMTVY4cYIgSJvwCKgBGAs/s1600/IMG_20180816_212559.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-xTABgbvSMaE/XFkLx3WWeiI/AAAAAAAAMdc/7uwAMnMh4D4FkSHYKLHOMTVY4cYIgSJvwCKgBGAs/s640/IMG_20180816_212559.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;-en-clipboard: true;&quot;&gt;Pekan Perkenalan Khutbatu-l &#39;Arsy telah dilaksanakan di Universitas Darussalam Gontor pada hari Rabu hingga Kamis 8-9 Agustus 2018 lalu. Khutbatu-l &#39;Arsy kali ini adalah penyelenggaraan yang kedua setelah yang pertama dilaksanakan tahun 2017 lalu. Khutbatu-l &#39;Arsy tahun ini dilaksanakan dengan prosesi yang sama dengan tahun lalu atau yang biasa diadakan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Apel Tahunan dilaksanakan terlebih dahulu dengan upacara bendera, kemudian dilanjutkan dengan penampilan-penampilan dan diakhiri dengan parade barisan mahasiswa antar program studi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-permalink=&quot;https://www.instagram.com/p/BmQPdFojl5W/?utm_source=ig_embed&quot; data-instgrm-version=&quot;9&quot; style=&quot;background: #fff; border-radius: 3px; border: 0; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.5) , 0 1px 10px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.15); margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: #F8F8F8; line-height: 0; margin-top: 40px; padding: 28.125% 0; text-align: center; width: 100%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: url(data:image/png; display: block; height: 44px; margin: 0 auto -44px; position: relative; top: -22px; width: 44px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 8px 0 0 0; padding: 0 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/BmQPdFojl5W/?utm_source=ig_embed&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none; word-wrap: break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;#repost @rijalyahya.96 . Pekan Perkenalan Khutbatul &#39;Arsy Universitas Darussalam Gontor 08 Agustus 2018 @unidagontor.students @sc_unidagontor @gontorgraphy @gontorwg @unidagontorgraphy @photo.unida.gontor @eventunida #unidagontor #gontor #gontorgraphy #mahasiswaponorogo&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;A post shared by &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/unidagontorgraphy/?utm_source=ig_embed&quot; style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; The Fountain of Wisdom&lt;/a&gt; (@unidagontorgraphy) on &lt;time datetime=&quot;2018-08-09T09:52:59+00:00&quot; style=&quot;font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;Aug 9, 2018 at 2:52am PDT&lt;/time&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;script async=&quot;&quot; defer=&quot;&quot; src=&quot;//www.instagram.com/embed.js&quot;&gt;&lt;/script&gt; &lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penampilan-penampilan dalam Apel Tahunan mempertunjukkan berbagai atraksi kesenian Indonesia dari mahasiswa UNIDA Gontor. Mahasiswa menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional seperti Kentongan dari Banyumas, Campursari dari Surakarta, Topeng Ireng dari Magelang, dan kombinasi antara Tari Malulo dari Kendari Sulawesi Tenggara dan Poco-Poco dari Malulo yang menjadi Tarian Indonesia Timur. Selain kesenian tradisional, mahasiswa UNIDA Gontor juga menampilkan atraksi ekstrem seperti Pencak Silat, Taekwondo, dan Lempar Pisau dan Kapak (Lempika) oleh Resimen Mahasiswa (Menwa). Terakhir, mahasiswa menampilkan puisi dan sebuah persembahan untuk Dr. Dihyatun Masqon, M.A. Beliau wafat pada hari Rabu, 28 Februari 2018 lalu. Kepergian beliau masih menyisakan duka bagi kami mengingat beliau telah berjasa untuk kemajuan UNIDA dan beliau khas dengan keramahannya kepada semua orang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah pertunjukan seni, Apel Tahunan berlanjut dengan parade barisan mahasiswa antar program studi. Seluruh mahasiswa ikut serta dalam barisan prodi, termasuk mahasiswa pascasarjana dan peserta Program Kaderisasi Ulama (PKU), kecuali mahasiswa S1 dari luar negeri. Mereka ada dalam barisan sendiri. Barisan mahasiswa asing berbeda dari tahun lalu. Jika tahun lalu mereka dipersatukan dalam satu barisan &quot;Mahasiswa Luar Negeri&quot;, kali ini barisan dibuat berdasarkan negara asal mereka. Ada barisan mahasiswa dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan Thailand.&amp;nbsp;Mungkin ini dibuat agar civitas academica UNIDA Gontor mengetahui negara asal mashasiswa. Selebihnya, seluruh mahasiswa ada dalam barisan prodinya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca juga:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://ikhalidalraihan.blogspot.com/2017/08/khutbatul-arsy-perdana-unida-gontor.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Alhamdulillah, Khutbatul Arsy Perdana di UNIDA Gontor Dilaksanakan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Khutbatu-l &#39;Arsy memiliki makna penting bagi mahasiswa UNIDA Gontor. Ia merupakan perpeloncoan bagi seluruh mahasiswa. Khutbatu-l &#39;Arsy adalah untuk mengenalkan universitas serta menguji kesanggupan dan keteguhan niat untuk ibadah &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;thalabul &#39;ilmi&lt;/span&gt; (mencari ilmu)&amp;nbsp;kepada mahasiswa baru serta memperbaharui niat untuk mahasiswa lama. Seakan-akan rektor sebagai kiai dalam universitas bertanya, &quot;Anak-anakku, kalian sudah kami kenalkan UNIDA Gontor dan kegiatannya. Siapkah kalian memperbaharui niat kalian untuk ibadah &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;thalabul &#39;ilmi&lt;/span&gt; dan hidup bermasyarakat di kampus ini??&quot;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Agenda penting lainnya dalam pekan perkenalan ini adalah Kuliah Umum tentang Kepondokmodernan yang disampaikan oleh Pimpinan Pondok dan Rektor UNIDA Gontor. Kuliah umum memperkenalkan sejarah UNIDA Gontor, sistem, nilai, dan langkah-langkah menuju &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;World Class University.&lt;/span&gt; Seluruh pihak ikut serta dalam agenda ini, mulai dari mahasiswa, dosen, staf, dan tenaga kependidikan. Kuliah umum dilaksanakan untuk menyamakan persepsi dalam internal kampus, agar semua memahami sistem dan nilai-nilai kepondokmodernan dalam UNIDA Gontor.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Baca juga:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://odiemencoret.blogspot.com/2018/07/khutbatu-l-arsy-ajang-pelurus-niat.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Khutbatu-l-Arsy Ajang Pelurus Niat Perjuangan - Odie Mencoret&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Khutbatu-l &#39;Arsy adalah pekan perkenalan UNIDA sebagai lembaga Gontor. Cita-cita Gontor adalah menjadi universitas Islam yang bermutu dan berarti. Para pendiri Gontor (KH. Ahmad Sahal, KH. Zainuddin Fannanie, KH. Imam Zarkasyi. Disebut juga dengan Trimurti) telah mencita-citakan Gontor menjadi universitas Islam sejak penyerahan wakaf tahun 1958, bahkan jauh sebelum itu. Meski demikian, apa yang dicapai oleh UNIDA Gontor masih jauh dari apa yang dicita-citakan para pendiri. Para pendiri mewakafkan Pondok waktu itu demi keberlangsungan pendidikan di Pondok Modern. Para pendiri kala itu berkaca dari pengalaman pondok-pondok pesantren tradisional tempat mereka belajar. Dalam kacamata mereka, pondok pesantren tradisional adalah milik kiai. Jika kiai wafat, maka kepemimpinan pondok akan diteruskan oleh keturunannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam Khutbatu-l &#39;Arsy, KH. Hasan menekankan bahwa kita harus tahu dan mengerti &quot;why&quot; dan &quot;what for&quot;. Mengapa dan untuk apa kita hidup, mengapa dan untuk apa kita belajar. Bahkan kita harus memahami mengapa dan untuk apa kita duduk (dalam pertemuan). Kita harus mengerti apa yang kita lakukan, mengapa kita melakukannya, apa tujuan kita melaksanakan sesuatu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selanjutnya, di atas pondok hanya Allah, di bawahnya hanya tanah. Gontor tidak di bawah yayasan, organisasi massa (ormas), atau organisasi politik (orpol) manapun. Bahkan yayasan berada di bawah otoritas pimpinan pondok. Gontor berdiri di atas dan untuk semua golongan. Gontor tidak boleh dibawa ke arah ormas atau orpol manapun siapapun yang menjadi kiainya. Pihak manapun tidak berhak mengintervensi Keterbukaan yes, intervensi no!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Islamisasi ilmu pengetahuan adalah &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;core&lt;/span&gt; UNIDA Gontor. Islamisasi ilmu pengetahuan lebih dari sekadar integrasi ilmu, islamisasi ilmu &quot;mengislamkan&quot; cara pandang terhadap ilmu pengetahuan. Islamisasi ilmu pengetahuan hadir karena ada &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;ghazwul fikri&lt;/span&gt; hebat yang hadir saat ini. Sekularisme, pragmatisme, liberalisme dan isme-isme menyimpang lainnya telah merambah ke dalam dunia pendidikan tinggi. Dalam proses islamisasi ilmu pengetahuan, seluruh mahasiswa dari prodi wajib mempelajari studi-studi Islam. Inilah yang dilakukan UNIDA Gontor untuk mencapai universitas Islam yang bermutu dan berarti. Siapapun yang memimpin UNIDA nantinya, islamisasi ilmu pengetahuan harus tetap menjadi &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;core.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;UNIDA Gontor mandiri dalam sistem, kurikulum, Sumber Daya Manusia (SDM), dan dana. Sistem pesantren menjadikan UNIDA Gontor mandiri serta mendidik kemandirian mahasiswa. Kurikulum UNIDA Gontor terintegrasi dengan mengacu pada Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT) dan mengintegrasikannya dengan kajian Islamisasi ilmu pengetahuan. Seluruh program studi (prodi) juga wajib mengikuti akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). UNIDA Gontor juga melatih mahasiswa untuk melaksanakan seluruh kegiatan mereka secara mandiri. Dosen dan tenaga kependidikan turut dilatih mandiri dengan mengajar dan ikut membimbing mahasiswa tanpa menanyakan upah. UNIDA Gontor mandiri dalam pendanaan dengan mengandalkan iuran mahasiswa dan unit-unit usaha, tanpa bergantung dari dana bantuan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagai mahasiswa santri, kita harus berkomitmen untuk ibadah mencari ilmu. Pendidikan pesantren UNIDA Gontor berorientasi pada pengajaran ayat-ayat Allah, penyucian jiwa (tazkiat an-nafs), dan pendidikan agama Islam serta pengetahuan umum&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot;; font-size: 20px; line-height: 1.45;&quot;&gt;كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولاً مِّنكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُم مَّا لَمْ تَكُونُواْ تَعْلَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; line-height: 1.45; orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah (As Sunah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui (Al-Baqarah 151).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; line-height: 1.45; orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;Terakhir, untuk menuju&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-style: italic; line-height: 1.45; orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;World Class University,&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: 10pt; line-height: 1.45; orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;UNIDA Gontor harus berkaca pada kuantitas dan kualitas mahasiswa, lulusan, dosen dan SDM penunjang lainnya. Kita harus berusaha mencapai standar yang telah ditetapkan oleh lembaga-lembaga pemeringkat seperti BAN-PT, ISO dll. Kendatipun, UNIDA Gontor harus bisa mencapai standar ranking yang telah digariskan oleh pondok, merujuk pada Piagam Penyerahan Wakaf tahun 1958, yakni menjadi universitas Islam yang bermutu dan berarti serta menjadi pusat pengkajian ilmu Islam, bahasa Arab, dan ilmu pengetahuan umum dengan berjiwa pondok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhir kata, perlu disampaikan bahwa Khutbatu-l &#39;Arsy di UNIDA Gontor adalah masa orientasi bagi seluruh &lt;i&gt;civitas academica &lt;/i&gt;UNIDA Gontor. Seluruh pihak terlibat dan semuanya melewati masa-masa perpeloncoan ini. Diharapkan semuanya menata niatnya kembali dalam menempuh studi di UNIDA Gontor.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tulisan ini adalah buah pikiran saya atas apa yang disampaikan dalam Khutbatu-l &#39;Arsy lalu, maka sangat mungkin terdapat kesalahan dalam penulisannya. Untuk itu, saya memohon maaf atasnya dan meminta kritik, saran dan koreksi dari semua pihak yang lebih memahami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Sumber gambar:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/unidagontorgraphy/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;https://www.instagram.com/unidagontorgraphy/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/fakultashumaniora/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;https://www.instagram.com/fakultashumaniora/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/3869217542706568911/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2018/08/khutbatul-arsy-kedua-unida-gontor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/3869217542706568911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/3869217542706568911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2018/08/khutbatul-arsy-kedua-unida-gontor.html' title='Khutbatu-l Arsy Kedua di UNIDA Gontor sebagai Momentum Pembaharuan Niat'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-xTABgbvSMaE/XFkLx3WWeiI/AAAAAAAAMdc/7uwAMnMh4D4FkSHYKLHOMTVY4cYIgSJvwCKgBGAs/s72-c/IMG_20180816_212559.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-5376391879172711741</id><published>2018-08-13T10:11:00.000+07:00</published><updated>2021-09-26T21:14:54.471+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Asian Games"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan Hidup"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Indonesia"/><title type='text'>Asian Games 2018: Daerah Bisa Apa?</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://cdn2.tstatic.net/jogja/foto/bank/images/pengisi-acara-pembukaan-asian-games-2018-dan-harga-tiket_20180808_213507.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn2.tstatic.net/jogja/foto/bank/images/pengisi-acara-pembukaan-asian-games-2018-dan-harga-tiket_20180808_213507.jpg&quot; data-original-height=&quot;393&quot; data-original-width=&quot;700&quot; height=&quot;354&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;-en-clipboard: true;&quot;&gt;Gaung Asian Games 2018 sudah terdengar membahana di Indonesia. Indonesia kali ini menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Asian Games ke-18 yang dimulai pada tanggal 18 Agustus 2018 (18-8-18). Angka cantik, tho?! Tahun ini, dua kota besar di Indonesia dipercaya untuk menghelat pesta olahraga se-Asia. Kota tersebut adalah Jakarta atau ibukota Indonesia dan Palembang yang merupakan ibukota provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Selain Jakarta dan Palembang, ada dua provinsi lagi sebagai tuan rumah penunjang, yaitu Jawa Barat dan Banten&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penyelenggaraan Asian Games tahun ini adalah penyelenggaraan kedua bagi Indonesia. Sebelumnya, Indonesia telah menyelenggarakan Asian Games saat Indonesia masih dipimpin presiden Sukarno, tepatnya pada tahun 1962. Indonesia menjadi tuan rumah dalam perhelatan keempat&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;sejak tanggal 24 Agustus sampai 4 September 1962.&amp;nbsp;Kurang lebih 1460 atlet dari 17 negara berpartisipasi dalam event olahraga ini. Terdapat 15 cabang olahraga dan satu cabang olahraga eksibisi yang dilombakan dalam Asian Games ini.&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;line-height: 1.45;&quot;&gt;Menyambut Asian Games 1962, Indonesia pun banyak membangun dan mendirikan infrastruktur megah.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pemerintah membangun stadion termegah di Indonesia, Gelora Bung Karno (GBK) dan komplek olahraga Senayan beserta fasilitas penunjang seperti Stadion renang, Stadion tenis, dan stadion madya. Tidak hanya itu, pemerintah mendirikan saluran televisi nasional yang kita kenal dengan Televisi Republik Indonesia (TVRI) untuk menyiarkan pembukaan Asian Games. TVRI memulai siaran pada hari pembukaan Asian Games tanggal 24 Agustus 1962. Jepang menjadi pemenang dalam Asian Games keempat dengan perolehan&amp;nbsp;73 medali emas, 65 medali perak, dan 23 perunggu (total 161 medali). Sedangkan Indonesia menjadi&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic; line-height: 1.45;&quot;&gt;runner-up&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;line-height: 1.45;&quot;&gt;dengan perolehan 21 medali emas, 26 perak, dan 30 perunggu (total 77 medali).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 1.45;&quot;&gt;Saat ini, Indonesia tengah bersiap-siap menanti Asian Games yang tinggal beberapa hari lagi. Indonesia sudah lama bersolek untuk menyambut tamu-tamu delegasi dari negara-negara Asia. Pemerintah mendirikan Indonesia Asian Games Organizing Commitee (INASGOC) yang bertugas sebagai panitia pelaksana (panpel) yang merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan Asian Games 2018. Sebagai pantia pelaksana, INASGOC melakukan revitalisasi&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic; line-height: 1.45;&quot;&gt;venue&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 1.45;&quot;&gt;&amp;nbsp;acara di empat provinsi tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1c/Gelora_Bung_Karno_stadium%2C_Jakarta.jpg/800px-Gelora_Bung_Karno_stadium%2C_Jakarta.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;450&quot; data-original-width=&quot;800&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1c/Gelora_Bung_Karno_stadium%2C_Jakarta.jpg/800px-Gelora_Bung_Karno_stadium%2C_Jakarta.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pasca renovasi (sumber:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gelora_Bung_Karno_stadium,_Jakarta.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Wikimedia Commons&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pembangunan dan revitalisasi dilaksanakan untuk menyukseskan Asian Games. Pemerintah membangun dan merenovasi sarana-saran yang akan digunakan sebagai lokasi perlombaan Asian Games. Bahkan, pemerintah melakukan revitalisasi jor-joran terhadap beberapa tempat perlombaan Asian Games. Salah satu tempat yang direnovasi adalah stadion Gelora Bung Karno (GBK). GBK dipercantik dengan menjadikannya &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;all-seater&lt;/span&gt; (semua tempat duduk dengan kursi tunggal). Pencahayaan di GBK pun ditingkatkan dengan lampu berkapasitas 3500 lux. Selain GBK, &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;venue&lt;/span&gt; &amp;nbsp;yang direnovasi besar-besaran adalah Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur. Velodrome ini dibangun dengan untuk menampung 2000 penonton. Velodrome Rawamangun sudah memenuhi standar internasional sehingga mendapatkan kategori 1 dalam sertifikasi oleh&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #2a2a2a; font-size: 10pt; letter-spacing: normal; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;Union Cycliste Internationale (UCI). Bahkan, velodrome dianggap sebagai arena balap sepeda terbaik se-Asia. Ada juga Jakarta Equestrian atau arena pacuan kuda di Pulomas, Jakarta Timur. Arena pacuan kuda ini dibangun agar berstandar internasional. Beberapa fasilitas ditambah seperti kandang kuda, klinik kuda, arena dengan rumput berkualitas, tribun berkapasitas 900 penonton, dan asrama bagi perawat kuda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;color: #2a2a2a; font-size: 10pt; letter-spacing: normal; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;Selain pembangunan arena pertandingan, pemerintah juga membangun sarana-prasarana penunjang. Di antara sarana penunjang adalah Light Rapid Transit (LRT). LRT ini akan menghubungkan antara Kelapa Gading dan Rawamangun. Jaraknya pendek saja, hanya 5,8 km. Namun, LRT Jakarta akan menghubungkan tempat penyelenggaraan penting Asian Games. LRT akan menghubungkan Mall Kelapa Gading dengan Velodrome Rawamangun. Hal ini tentu akan mempermudah akses transportasi bagi yang hendak menyaksikan perlombaan balap sepeda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2a2a2a; line-height: 19px;&quot;&gt;Lain Jakarta, lain Palembang. Kota terbesar di Sumatera Selatan tersebut punya cara tersendiri untuk menyambut Asian Games. Pemerintah di sana merenovasi Jakabaring Sports Complex yang telah menjadi tempat event-event olahraga kelas internasional. Beberapa lokasi yang dibangun kembali atau direnovasi adalah arena voli pantai, arena kano di Jakabaring, Stadion Gelora Sriwijaya, GOR Raung yang disponsori oleh ConocoPhilips, GOR Dempo dan sebagainya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2a2a2a; line-height: 19px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4b/LRT_Palembang_Depo_1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;674&quot; data-original-width=&quot;800&quot; height=&quot;268&quot; src=&quot;https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4b/LRT_Palembang_Depo_1.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kereta LRT Palembang (&lt;a href=&quot;https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:LRT_Palembang_Depo_1.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2a2a2a; line-height: 18.99147605895996px;&quot;&gt;Sumsel juga membangun Light Rapid Transit (LRT) Palembang. LRT Palembang memiliki satu jalur dengan panjang 24,5 km. LRT Palembang memiliki 13 stasiun dari Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sampai stasiun DJKA. Stasiun ini diharapkan dapat menunjang mobilitas masyarakat Palembang. Di antara stasiun LRT Palembang, terdapat dua stasiun LRT yang terhubung dengan arena Asian Games, yakni stasiun LRT Bumi Sriwijaya dan Jakabaring. Hal ini tentunya sangat mendukung akses bagi peserta, ofisial, dan penonton Asian Games.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2a2a2a; line-height: 18.99147605895996px;&quot;&gt;Selain pembangunan sarana prasarana, pemerintah Sumsel juga menjaga serta menjamin keamanan Sumsel selama penyelenggaraan Asian Games. Sumsel merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla, pemprov Sumsel menetapkan status Siaga Merah. Pemprov Sumsel beserta TNI, Manggala Agni, dan BNPB akan mengintensifkan patroli ke kawasan-kawasan rawan. Ini dilakukan karena bulan Agustus diperkirakan menjadi puncak musim kemarau. Musim kemarau pun rawan kebakaran hutan. Apabila kebakaran hutan terjadi, polusi udara bisa sampai ke Palembang dan mengganggu jalannya Asian Games.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;color: #2a2a2a; font-weight: bold; line-height: 18.99147605895996px;&quot;&gt;Daerah Bisa Apa?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;color: #2a2a2a; line-height: 18.99147605895996px;&quot;&gt;Asian Games memang hanya dilaksanakan di Jakarta dan Palembang. Mustahil sebuah penyelenggaraan agenda olahraga diadakan di banyak kota di Indonesia. Anggaran &amp;nbsp;yang diperlukan pun akan bertambah dan dana APBN bisa jebol untuk mempersiapkannya. Selain itu, penyelenggaraan akan tidak efisien karena jaraknya yang berjauhan dan membutuhkan biaya operasional yang besar. Maka, mayoritas even olahraga di dunia termasuk Asian Games diadakan di satu-dua kota.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2a2a2a; line-height: 18.984375px;&quot;&gt;Kalau Asian Games hanya di Jakarta dan Palembang, apakah daerah-daerah lain tidak perlu terlibat dalam Asian Games?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2a2a2a; line-height: 18.984375px;&quot;&gt;Tidak! Acara Asian Games ini adalah hajatan nasional. Semua komponen negara terlibat dalam menyukseskannya. Pemerintah bertanggungjawab atas penyediaan sarana dan prasarana. INASGOC menyiapkan pelaksanaan acara. TNI dan Polri menjamin keamanan acara dan sebagainya hingga tak saya mampu sebutkan satu per satu. Masyarakat pun banyak terlibat, entah sebagai relawan, pelaku usaha, atau meramaikan lewat karya-karya lukisan mural, gapura (pas juga untuk menyambut HUT RI ke-73).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2a2a2a; line-height: 18.984375px;&quot;&gt;Lalu, bagaimana dengan di daerah? Apa yang bisa dilakukan untuk menyambut Asian Games?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2a2a2a; line-height: 18.984375px;&quot;&gt;Untuk menyambut Asian Games, ada banyak yang bisa dilakukan oleh masyarakat di luar kota tuan rumah Asian Games. Asian Games merupakan hajatan nasional maka semuanya perlu mendukung kesuksesan Asian Games. Ada beberapa yang bisa dilakukan untuk mendukung lancarnya penyelenggaraan Asian Games tahun ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2a2a2a; line-height: 18.984375px;&quot;&gt;Pertama, kita bisa meramaikan kampung dengan pernak-pernik bertema Asian Games di lingkungan kita. Menyambut Asian Games, kita bisa menghias kampung dengan aneka rupa hiasan berbau Asian Games seperti gapura. Kebetulan, Asian Games akan dibuka tepat sehari setelah HUT RI ke-73. Masyarakat kita terbiasa mendirikan gapura untuk menyambut kemerdekaan RI di pintu masuk kampung-kampung. Sekarang, kita bisa membuat gapura kampung untuk menyambut hari kemerdekaan dan Asian Games sekaligus. Apalagi, Kemenkominfo mengadakan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.dukungbersama.id/lombagapura/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Lomba Gapura&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang berhadiah puluha juta rupiah. Pastinya tambah semangat bikin gapuranya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2a2a2a; line-height: 18.984375px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2a2a2a; line-height: 18.984375px;&quot;&gt;Kedua, selalu memperbaharui informasi tentang Asian Games. Kita bisa mengakses lewat media sosial dan situs-situs berita yang ada. Asian Games sendiri punya akun media sosial dan situs yang bisa kita jangkau untuk meng-&lt;i&gt;update&lt;/i&gt;-berita tentang perlombaannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2a2a2a; line-height: 18.984375px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2a2a2a; line-height: 18.984375px;&quot;&gt;Situs web:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.asiangames2018.id/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;https://www.asiangames2018.id/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;Facebook:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/asiangames2018/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;18th Asian Games Jakarta-Palembang 2018&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;Twitter:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://twitter.com/asiangames2018&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;@asiangames2018&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;Instagram:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/asiangames2018/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;@asiangames2018&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;YouTube:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/channel/UC7oWYw9vZbkDwCi81hJpZTQ&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;18th Asian Games 2018&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;Ketiga, mendukung Indonesia di setiap perlombaan Asian Games. Tim Indonesia bertarung di Asian Games tidak hanya untuk meraih medali, tapi juga untuk menjaga nama ibu pertiwi. Mereka telah berlatih keras untuk membanggakan keluarga, daerah, dan negara tentunya. Apalagi bertanding di rumah sendiri, pasti ada rasa bangga sekaligus beban. Mereka tentu tidak ingin menanggung malu karena kalah di kandang sendiri. Kita bisa mendukung Tim Indonesia dengan mendoakan dan menyaksikan setiap pertandingan Asian Games. Bisa juga dengan mengadakan nonton bareng (nobar) pertandingan-pertandingan besar. Dukungan kita untuk Indonesia di piala AFF U-16 lalu berbuah manis denagn hasil juara. Masak semangat kita kendor di Asian Games?!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;Kita juga bisa mendukung setiap putra daerah yang berlaga. Saya yang saat ini tinggal di kota Reog Ponorogo juga baru tahu ada atlet asal Ponorogo yang berlaga di Asian Games 2018. Mereka adalah&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://id.asiangames2018.id/athletes/athlete/BAYU-SAPUTRA-Galih-3018163/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Galih Bayu Saputra&lt;/a&gt; yang masuk di tim voli putra dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://id.asiangames2018.id/athletes/athlete/PAMUNGKAS-Aji-Bangkit-3025169/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Aji Bangkit Pamungkas&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang bermain di cabang pencak silat. Mari kita doakan semoga putra daerah kita masing-masing meraih hasil terbaik di Asian Games..&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://scontent.fsub1-1.fna.fbcdn.net/v/t1.0-9/37991245_1780441158703841_703058503945682944_n.jpg?_nc_cat=0&amp;amp;oh=4d83d0beb1c4ee2b26962244639f5dec&amp;amp;oe=5BFEFAA2&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;800&quot; data-original-width=&quot;532&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://scontent.fsub1-1.fna.fbcdn.net/v/t1.0-9/37991245_1780441158703841_703058503945682944_n.jpg?_nc_cat=0&amp;amp;oh=4d83d0beb1c4ee2b26962244639f5dec&amp;amp;oe=5BFEFAA2&quot; width=&quot;212&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1780441152037175&amp;amp;set=basw.AbpUbrc4fOIuB9cgvym8tWB47iqCPKBftHJrxwMKRwgQlKVyPqA_0Ocht4cQD6VSzd7uR5M9wLCeNcteZtMaQdG5eGioGFvs9DFSKG-FTxDislnf2CxNlGKrjRYmbbsCiftmkBE7fVaMStnRFlJXmlXg.1780441152037175.10160052037460105.2656968551194265.158385468167589.800705019969923.1907498372640501&amp;amp;type=1&amp;amp;opaqueCursor=AbovLPqczArbnbYgO69laoMzMEWASmVRQcbBK2vQuKpNgMlCQmxwIEL7ibZVPAAUUCBpjGDgNpNyLP9EUT1QyZSNhRJdj8NRzbWe_mz4-RO6MXy2K5WTMKkXwglJfUrJGhlrrOsrDEKfoGR_Va7crPp5TzPhlq8qWUC5YREGBT-J8jtb9mjtCc39JZpdMgBqk8KeAtaQmTY8tfXR7odCF5AmhW-d2T5-BphFkIMRA6I82bP2LD-2BUlLAeDemqglvwybUPaQyVBENEg2UwiWjBEcjDmXbMRmh5zRsF4Z4bGf72Sv1uNOozIlElFB_nt4-jDEghgoS4AcHliXgCB2gagTFtYCfLnqJ1TbkZQFmeXrHobKwxy7TTSS_52m6IzIcqWdsC7gc8UGaFOzCcc1D4XIbfe70EQMHcruyvB5vKk6YMXZYFZ5pZEY--u3b007-zZDoLncQtdzVZfskbZER5jYoimc-kzZs2sxQihxEVhem5_8iy0OSG95PsW2Wx_hUjKj1ehcD1HqvzZfXDvYKocI2btubnB30PycHubeJ0jlU0EKN8CwiF_9Tnb1_vv1fryD2RJMBTxJI4GFgFDydEclmkdx4G4dBO1KSzGFrhQ2U7fO-icXHE56UPUtUqHA_uQ3DBJonxFkXuC7wPMB2IjRTep6-x3CmTuDgBkpiyueHw&amp;amp;theater&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Facebook&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, menjaga keamanan lingkungan agar kondusif. Asian Games kan di Jakarta dan Palembang, koq daerah juga harus ikut menjaga keamanan? Iya, dong! Keamanan lingkungan dan daerah kota adalah tanggung jawab bersama. Apabila terjadi gangguan keamanan seperti tindak kriminal atau terorisme, maka akan mengganggu keamanan negara dan menghambat penyelenggaraan Asian Games. Indonesia akan dianggap rawan kejahatan dan tidak aman sehingga meresahkan para tamu yang bertandang. Lagipula, ancaman keamanan di daerah bisa merembet ke kota-kota penting Asian Games maka akan mengancam penyelenggaraan dan merusak citra Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;Itulah tadi beberapa langkah kita mendukung kesuksesan Asian Games dari daerah. Asian Games adalah hajatan kita bersama, maka ayo kita dukung bersama!&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sumber gambar header:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://jogja.tribunnews.com/2018/08/10/jadwal-opening-ceremony-asian-games-2018-ini-daftar-harga-dan-cara-pembelian-tiketnya&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;jogja.tribunnews.com&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/5376391879172711741/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2018/08/asian-games-2018-daerah-bisa-apa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/5376391879172711741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/5376391879172711741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2018/08/asian-games-2018-daerah-bisa-apa.html' title='Asian Games 2018: Daerah Bisa Apa?'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-3949303168869015521</id><published>2018-08-06T14:42:00.000+07:00</published><updated>2018-08-06T14:42:02.919+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jakarta"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jalan-Jalan"/><title type='text'>Lapangan Banteng, Taman Kota Jakarta yang Kembali Asri</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-jpKyRvzAv1o/W2f1eaQ6p3I/AAAAAAAAJfU/h9mh3wXrzqQGaWdmrrh7PdqOxvqp-eTgwCKgBGAs/s1600/IMG_20180607_165230_HDR.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1200&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-jpKyRvzAv1o/W2f1eaQ6p3I/AAAAAAAAJfU/h9mh3wXrzqQGaWdmrrh7PdqOxvqp-eTgwCKgBGAs/s400/IMG_20180607_165230_HDR.jpg&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style=&quot;-en-clipboard: true;&quot;&gt;&lt;b&gt;Lapangan Banteng, Taman Kota Jakarta yang Kembali Asri &lt;/b&gt;- Di akhir Juli, nama Lapangan Banteng kembali ramai setelah lama tak terdengar akibat revitalisasi. Lapangan Banteng kembali asri setelah diresmikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada hari Ahad, 29 Juli lalu. Namun, keindahan Lapangan Banteng pasca revitalisasi agak tercoreng oleh sebagian oknum saat peresmiannya. Sebagaimana seremoni peresmian fasilitias umum (fasum) pada umumnya, gubernur-lah yang meresmikan Lapangan Banteng dan dihadiri oleh jajaran pemerintah provinsi, keluarga perancang, dan warga Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Ph.D menyampaikan pidato sambutannya. Saat beliau menyebutkan siapa yang merancang revitalisasi Lapangan Banteng sebagai bentuk penghormatan, sebagian massa menyorakinya dan menyebut-nyebut Lapangan Banteng adalah hasil karya gubernur sebelumnya. Memang, gubernur sebelumnya, Pak Basuki Tjahaja Purna (Ahok) yang meresmikan, tapi Pak Anies tentu ikut serta dalam pembangunannya setelah beliau terpilih. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Mbok ya&lt;/span&gt; tolong hargai usaha mereka semua, lah... biar semua bisa menikmati indahnya dengan bahagia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak mau lagi membahas siapa yang membangun dan merancang Lapangan Banteng yang cantik ini. Sekarang, saya mau mengulas sedikit tentang perjalanan saya ke Lapangan Banteng pada Ramadhan lalu. Kebetulan saya mengunjunginya dua kali selama Ramadhan. Kala itu, lapangan hijau yang mengarah ke Pasar Baru, Jakarta Pusat itu masih dalam tahap revitalisasi. Mungkin karena masih dalam perbaikan dan karena banyak yang pulang kerja atau karena orang-orang kelelahan setelah berpuasa, Lapangan Banteng saat itu agak sepi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lapangan Banteng adalah taman kota di Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Lokasinya sangat strategis karena di antara kawasan perkantoran dan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;landmark&lt;/span&gt;&amp;nbsp;penting. Ia berada di sebelah timur Monas sejauh kira-kira 1 KM dan diapit oleh Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, dan&amp;nbsp;Hotel Borobudur. Lapangan Banteng juga dekat dengan Kementerian Luar Negeri dan RSPAD Gatot Soebroto. Aksesnya sangat mudah dan gampang dijangkau oleh angkutan umum dan pribadi. Lapangan Banteng kira-kira berukuran 230x250 M dengan posisi agak condong ke timur laut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lapangan Banteng berdiri pada abad XIX oleh Gubernur Jenderal Belanda Herman Willem Daendels. Dahulu, Lapangan Banteng disbut dengan Waterlooplein. Lapangan Banteng merupakan salah satu dari &amp;nbsp;lapangan utama di Weltevreden (sekarang Sawah Besar), yakni Buffelsveld (Lapangan Merdeka) dan Waterlooplein. Dinamakan Waterlooplein karena di lapangan ini terdapat patung peringatan pertempuran Waterloo di Belgia.&amp;nbsp;Waterlooplein dahulu digunakan sebagai lapangan militer Hindia Belanda.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada zaman penjajahan Jepang, dibangun patung singa di Lapangan Banteng sehingga namanya berganti menjadi Lapangan Singa. Setelah Indonesia Merdeka, Presiden Sukarno mengganti nama Lapangan Singa menjadi Lapangan Banteng sebagai simbol perlawanan terhadap kolonialisme Belanda.&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;line-height: 1.45;&quot;&gt;Presiden Sukarno juga membangun kembali Lapangan Banteng. Pada tahun 1960-an, Presiden mendirikan Monumen Pembebasan Lapangan Barat yang pembangunannya rampung pada tahun 1963.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 1.45;&quot;&gt;Monumen tersebut menandai kembalinya tanah Papua ke tanah air setalah penyerahan Papua kepada Indonesia pada tahun 1 Mei 1963.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lapangan Banteng terbagi ke tiga zona. Zona pertama adalah lapangan utama dengan Monumen Pembebasan Irian Barat, kedua adalah taman kota, dan ketiga adalah sarana olahraga.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-ztE51sHIDu0/W2f1zEzP4SI/AAAAAAAAJfc/yPZe0xaqd_s2iEQ54Amoqul_wd-C_-cswCKgBGAs/s1600/IMG_20180607_163447.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1200&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-ztE51sHIDu0/W2f1zEzP4SI/AAAAAAAAJfc/yPZe0xaqd_s2iEQ54Amoqul_wd-C_-cswCKgBGAs/s320/IMG_20180607_163447.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-soWvMhxFhTU/W2f1zOAo2fI/AAAAAAAAJfc/Kts_cxi2zbwhtqVcQuab-G1grvsmjF4PQCKgBGAs/s1600/IMG_20180606_160054_HDR.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1200&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-soWvMhxFhTU/W2f1zOAo2fI/AAAAAAAAJfc/Kts_cxi2zbwhtqVcQuab-G1grvsmjF4PQCKgBGAs/s320/IMG_20180606_160054_HDR.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Zona pertama merupakan zona utama. Di zona inilah Monumen Pembebasan Irian Barat berdiri. Di sebelah utara zona ini terdapat relief sejarah Indonesia sejak kemerdekaan, Konferensi Meja Bundar (KMB), hingga operasi militer dan penyerahan Irian Barat beserta kutipan dari tokoh-tokoh terkait pembebasan Irian Barat, seperti Presiden Sukarno, Laksamana Yos Soedarso, dan Gubernur Irian Barat Zainal Abidin Syah. Berseberangan dengan relief terdapat kolam dan amphiteater berbentuk setengah lingkaran. Tidak hanya amphiteater dan relief, di zona ini juga terdapat jalan taman dan hutan kota. Jalan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai trek lari.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-UsKV2GFYqBk/W2f5HnVNk_I/AAAAAAAAJfo/1n-woISYb2sY521jAH6Kpyz0NNICR_AwQCKgBGAs/s1600/IMG_20180607_165028_HDR.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1200&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-UsKV2GFYqBk/W2f5HnVNk_I/AAAAAAAAJfo/1n-woISYb2sY521jAH6Kpyz0NNICR_AwQCKgBGAs/s320/IMG_20180607_165028_HDR.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Salah satu kutipan dalam relief bersejarah dalam zona Monumen Pembebasan Irian Barat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Zona kedua Lapangan Banteng merupakan zona taman kota. Taman kota ini adalah tempat untuk bersantai-santai. Taman kota terdiri atas ruang terbuka hijau (RTH) lengkap dengan taman bermain anak-anak. Semua kalangan dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa bisa menikmati waktu senggang di sini. Anak-anak bisa bermain di arena bermain bersama orang tua, remaja melakukan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;jogging,&lt;/span&gt; berolahraga dan berswafoto. Orang dewasa bisa berolahraga ringan atau&amp;nbsp;berjalan-jalan keliling taman kota.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQpEINnsuFFd9D-p_DeJFPzzuihFZuaQg2tCm_tSIFZDaK9AoJP&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;183&quot; data-original-width=&quot;275&quot; src=&quot;https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQpEINnsuFFd9D-p_DeJFPzzuihFZuaQg2tCm_tSIFZDaK9AoJP&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Taman bermain anak dalam Lapangan Banteng (sumber:&lt;a href=&quot;https://megapolitan.kompas.com/read/2018/07/03/22221991/peresmian-lapangan-banteng-tunggu-kesiapan-area-main-anak&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kompas.com&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Zona ketiga Lapangan Banteng adalah lapangan sepakbola. Lapangan sepakbola dikelilingi oleh trek lari dan &amp;nbsp;memiliki bebrapa fasilitas seperti tribun, dan kamar kecil bagi penonton. Lapangan sepakbola di Lapangan Banteng dimiliki Asosiasi PSSI yang kemungkinan digunakan untuk keperluan pertandingan-pertandingan antar klub asosiasi. Ketika saya mengunjungi Lapangan Banteng, lapangan sepakbola masih dalam tahap renovasi berupa perbaikan tribun dan pemasangan fasilitas penunjang berupa kamar kecil.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat ini, Lapangan Banteng banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Mereka memanfaatkannya dengan cara beragam. Ada yang sekadar duduk-duduk, ada pula yang&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;line-height: 1.45;&quot;&gt;&amp;nbsp;berlari, bersepeda, melakukan&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic; line-height: 1.45;&quot;&gt;workout,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 1.45;&quot;&gt;berfoto-foto, hingga menjajal kemampuan memainkan&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic; line-height: 1.45;&quot;&gt;drone&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 1.45;&quot;&gt;. Pada kunjungan pertama saya ke sana, saya menjumpai satu tim pilot&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic; line-height: 1.45;&quot;&gt;drone&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;line-height: 1.45;&quot;&gt;mencoba mainannya di kawasan Monumen Pembebasan Irian Barat. Lalu lintas udara dan keindahan objek menjadikannya&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic; line-height: 1.45;&quot;&gt;spot&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 1.45;&quot;&gt;&amp;nbsp;yang pas untuk uji coba&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic; line-height: 1.45;&quot;&gt;drone&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 1.45;&quot;&gt;. Hasil foto dan video dengan drone pun bagus-bagus. Selain sekumpulan pengguna drone, pada Ramadhan lalu saya menjumpai sekelompok remaja yang asyik ngabuburit sambil menyaksikan drone berputar-putar di langit Lapangan Banteng. Ada juga sekelompok remaja sedang latihan bersama, entah&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic; line-height: 1.45;&quot;&gt;workout&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;line-height: 1.45;&quot;&gt;atau olahraga lain. Pokoknya setiap orang bisa menikmati Lapangan Banteng dengan cara masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://cdn2.tstatic.net/wartakota/foto/bank/images/20180701penampakan-terkini-taman-lapangan-banteng1_20180701_103731.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn2.tstatic.net/wartakota/foto/bank/images/20180701penampakan-terkini-taman-lapangan-banteng1_20180701_103731.jpg&quot; data-original-height=&quot;393&quot; data-original-width=&quot;700&quot; height=&quot;221&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Lapangan Banteng dilihat dari udara (sumber:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://wartakota.tribunnews.com/2018/07/01/berita-foto-beginilah-penampakan-terkini-taman-lapangan-banteng&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Warta Kota&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya sendiri menikmati indahnya Lapangan Banteng di sore hari Ramadhan dengan lari sore. Lari sore saya lakukan di zona Monumen Pembebasan Irian Barat atau zona utama. Saya memilih zona utama karena jalannya lebih panjang jadi saya bisa menempuh jarak lebih jauh dan waktu lebih lama dalam berlari. Selain itu, areal belakang amphiteater yang termasuk dalam zona utama terlindungi oleh pepohonan hijau sehingga terasa lebih teduh.&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-2AgTBgNDqqs/W2f5HkigoGI/AAAAAAAAJfo/vFT0zHLQRtMM6_b531u1p0qNDFRR1lJ9wCKgBGAs/s1600/IMG_20180607_164107.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;721&quot; data-original-width=&quot;720&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-2AgTBgNDqqs/W2f5HkigoGI/AAAAAAAAJfo/vFT0zHLQRtMM6_b531u1p0qNDFRR1lJ9wCKgBGAs/s320/IMG_20180607_164107.jpg&quot; width=&quot;318&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Hasil lari sore saya di Lapangan Banteng&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lapangan Banteng saat ini elok dan rapi. Alangkah lebih indah kalau kita bersama-sama menjaga. Pak Ahok beserta jajarannya telah membangun dan merancang desainnya, kemudian Pak Anies melanjutkan pembangunan dan meresmikannya. Mereka sama-sama telah membangun warisan Bung Karno. Kita sebagai warga seharusnya turut membantu mereka dengan memeliharanya tetap hijau. Lapangan Banteng adalah hak semua warga, dan kewajiban mereka adalah menjaganya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beli mangga di Pasar Menteng&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mangga sekilo lima ribu harganya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ayo sama-sama merawat Lapangan Banteng&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hijau lapangannya, bahagia semuanya&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m18!1m12!1m3!1d8102966.7270269375!2d106.50310508036503!3d-7.406803781259878!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!3m3!1m2!1s0x2e69f5cbff32cf03%3A0xc0f7ede65818fc6d!2sTaman+Lapangan+Banteng!5e0!3m2!1sen!2sid!4v1533541143188&quot; style=&quot;border: 0;&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/3949303168869015521/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2018/08/lapangan-banteng-taman-kota-jakarta.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/3949303168869015521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/3949303168869015521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2018/08/lapangan-banteng-taman-kota-jakarta.html' title='Lapangan Banteng, Taman Kota Jakarta yang Kembali Asri'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-jpKyRvzAv1o/W2f1eaQ6p3I/AAAAAAAAJfU/h9mh3wXrzqQGaWdmrrh7PdqOxvqp-eTgwCKgBGAs/s72-c/IMG_20180607_165230_HDR.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1855739987385852626.post-9197256975816693937</id><published>2018-07-13T11:04:00.002+07:00</published><updated>2018-07-15T18:21:44.175+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jakarta"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jalan-Jalan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Gedung Arca Museum Nasional Jakarta, Tempatnya Jejak Sejarah Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-NTLSt2BtppA/W0gkAZ93NEI/AAAAAAAAJFg/uoV1xUa3Z_Md8Ws6uSYhyEYhMx35LTelwCKgBGAs/s1600/PANO_20180622_113512.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;676&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;268&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-NTLSt2BtppA/W0gkAZ93NEI/AAAAAAAAJFg/uoV1xUa3Z_Md8Ws6uSYhyEYhMx35LTelwCKgBGAs/s640/PANO_20180622_113512.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;a aria-label=&quot;Photo - Landscape - Jul 12, 2018, 9:46:42 AM&quot; class=&quot;p137Zd&quot; href=&quot;https://photos.google.com/u/2/photo/AF1QipMfkowt83rERZ_3gSv6uBKBKLpAI9aMwC6OAlbv&quot; jsaction=&quot;click:eQuaEb;focus:AHmuwe; blur:O22p3e;&quot; tabindex=&quot;0&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;a aria-label=&quot;Photo - Landscape - Jul 12, 2018, 9:46:58 AM&quot; class=&quot;p137Zd&quot; href=&quot;https://photos.google.com/u/2/photo/AF1QipProXB-WdXA9Tokq37rZiXEl4NSe8bOpNzc-5ie&quot; jsaction=&quot;click:eQuaEb;focus:AHmuwe; blur:O22p3e;&quot; tabindex=&quot;0&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;RY3tic&quot; data-latest-bg=&quot;https://lh3.googleusercontent.com/jkPkIBELXhTPIBu8-57DJqFVzlvbOFplmJTE-4geN5Tcyb4kyBh94hGHu8MuUnLvOWfkXZXtEQDs7iJieYBHhIo7aSoyyHaMh8QZN09ytLZ-6oj7gwjNheZAeTSovqHD_cqqxNe3DOCXokc-vxYuKmwVMGTpuP9vu1M1snToCrUdh2lyOHlJgpOBvck2IiEBpIgobXDImpmfyDw7wEtlXfPvAh0wT_JHg1gt25AO4oF2Q8DGLfbODBhM62dyxVQ_YHuS6fBm_XhrLt1XTPPLpg7ZwYHN6H5dIhR30ipUz4tyjTSVwz2LfCKmqImjncJYuXQPtdmYudw3LCqgSxRTdECvJTkUnYq9Glv8wHZycevBG0Y0Imd-c_NKaVxRqiv4164wrBCw_kxafgtTTdq_-yTBmEdbYUemaMHo7Fd8n9QjJb9cQrEQz2KDe_v-USfIWxxA18BoNZe2Oentjyj2fCd4rfVvmadrm2ctbd70RuE9BQOo6nYdfdQvTXEVSNQx9P3TY98mpMwIUfmKHrJvsaEV6WItgMcUEygNE3QP7Vc4IcBHH78ikjVmPg_Ij8FIwnTQE9UIJAZGXHtcoM7tXvd4_ia3Nd1J7kLk5P8=w293-h220-no&quot; style=&quot;background-image: url(&amp;quot;https://lh3.googleusercontent.com/jkPkIBELXhTPIBu8-57DJqFVzlvbOFplmJTE-4geN5Tcyb4kyBh94hGHu8MuUnLvOWfkXZXtEQDs7iJieYBHhIo7aSoyyHaMh8QZN09ytLZ-6oj7gwjNheZAeTSovqHD_cqqxNe3DOCXokc-vxYuKmwVMGTpuP9vu1M1snToCrUdh2lyOHlJgpOBvck2IiEBpIgobXDImpmfyDw7wEtlXfPvAh0wT_JHg1gt25AO4oF2Q8DGLfbODBhM62dyxVQ_YHuS6fBm_XhrLt1XTPPLpg7ZwYHN6H5dIhR30ipUz4tyjTSVwz2LfCKmqImjncJYuXQPtdmYudw3LCqgSxRTdECvJTkUnYq9Glv8wHZycevBG0Y0Imd-c_NKaVxRqiv4164wrBCw_kxafgtTTdq_-yTBmEdbYUemaMHo7Fd8n9QjJb9cQrEQz2KDe_v-USfIWxxA18BoNZe2Oentjyj2fCd4rfVvmadrm2ctbd70RuE9BQOo6nYdfdQvTXEVSNQx9P3TY98mpMwIUfmKHrJvsaEV6WItgMcUEygNE3QP7Vc4IcBHH78ikjVmPg_Ij8FIwnTQE9UIJAZGXHtcoM7tXvd4_ia3Nd1J7kLk5P8=w293-h220-no&amp;quot;), url(&amp;quot;https://lh3.googleusercontent.com/jkPkIBELXhTPIBu8-57DJqFVzlvbOFplmJTE-4geN5Tcyb4kyBh94hGHu8MuUnLvOWfkXZXtEQDs7iJieYBHhIo7aSoyyHaMh8QZN09ytLZ-6oj7gwjNheZAeTSovqHD_cqqxNe3DOCXokc-vxYuKmwVMGTpuP9vu1M1snToCrUdh2lyOHlJgpOBvck2IiEBpIgobXDImpmfyDw7wEtlXfPvAh0wT_JHg1gt25AO4oF2Q8DGLfbODBhM62dyxVQ_YHuS6fBm_XhrLt1XTPPLpg7ZwYHN6H5dIhR30ipUz4tyjTSVwz2LfCKmqImjncJYuXQPtdmYudw3LCqgSxRTdECvJTkUnYq9Glv8wHZycevBG0Y0Imd-c_NKaVxRqiv4164wrBCw_kxafgtTTdq_-yTBmEdbYUemaMHo7Fd8n9QjJb9cQrEQz2KDe_v-USfIWxxA18BoNZe2Oentjyj2fCd4rfVvmadrm2ctbd70RuE9BQOo6nYdfdQvTXEVSNQx9P3TY98mpMwIUfmKHrJvsaEV6WItgMcUEygNE3QP7Vc4IcBHH78ikjVmPg_Ij8FIwnTQE9UIJAZGXHtcoM7tXvd4_ia3Nd1J7kLk5P8=w72-h54-k-rw-no&amp;quot;); opacity: 1;&quot;&gt;&lt;div aria-hidden=&quot;true&quot; class=&quot;eGiHwc&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div aria-hidden=&quot;true&quot; class=&quot;KYCEmd&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;RY3tic&quot; data-latest-bg=&quot;https://lh3.googleusercontent.com/NOIswQpdXnUjIpyqp1RaVeg5jumVISU1NE1fVmLooySl5pNInGDawATUhsD2QK0anyJxe5SKbGpVrFDcC-VdBLLII1FjAIxuAq8M2hnhB5RHqokfzTZhuqDOuDoNtB0l62KB7Usr9lXkzX-5P5jxllY3LbrwtYSN4hvEL1jy3zeCoRRsoCYc06xowUG6n-ttFtT-ii4aAWFZ2k47uCwz74xMWA_ptj3gzJW5QO6NF8gsuSN1K84NwCSv-MvqpIyM00EkpnqRoKQ-ZmPbWiLNI7ecy9waVDS5i6gMyfcQJW1yDAfAhigg4B829HuGNuki99FUFF8FkZnOuSGtqHyXzxbevGhZ5P4GnVyLk-mGCapSfgYA3eV9ECI-HypSt9E_kcOPcdrpPZ5c62gdyzel4x7EK0l_Mzr45skd_47dMi4cx0vZB2_Kg5TjMPTdnbCFEbhFlnBL0bumpj0SnAmUGNj1-xtQLRO4Qdiv9fPGQ9S0zJpZ8-IH0P1yJJvjlGEl2Vz9Hp76tGR6uFh0dVknLqlZdQY6BUTDnIWPAjg4Vck-_Q5kNSSfaQzxOlipWw1bHtzELLEVfLGN84FtgpFTotIjHYqoHdWasVEyZbc=w293-h220-no&quot; style=&quot;background-image: url(&amp;quot;https://lh3.googleusercontent.com/NOIswQpdXnUjIpyqp1RaVeg5jumVISU1NE1fVmLooySl5pNInGDawATUhsD2QK0anyJxe5SKbGpVrFDcC-VdBLLII1FjAIxuAq8M2hnhB5RHqokfzTZhuqDOuDoNtB0l62KB7Usr9lXkzX-5P5jxllY3LbrwtYSN4hvEL1jy3zeCoRRsoCYc06xowUG6n-ttFtT-ii4aAWFZ2k47uCwz74xMWA_ptj3gzJW5QO6NF8gsuSN1K84NwCSv-MvqpIyM00EkpnqRoKQ-ZmPbWiLNI7ecy9waVDS5i6gMyfcQJW1yDAfAhigg4B829HuGNuki99FUFF8FkZnOuSGtqHyXzxbevGhZ5P4GnVyLk-mGCapSfgYA3eV9ECI-HypSt9E_kcOPcdrpPZ5c62gdyzel4x7EK0l_Mzr45skd_47dMi4cx0vZB2_Kg5TjMPTdnbCFEbhFlnBL0bumpj0SnAmUGNj1-xtQLRO4Qdiv9fPGQ9S0zJpZ8-IH0P1yJJvjlGEl2Vz9Hp76tGR6uFh0dVknLqlZdQY6BUTDnIWPAjg4Vck-_Q5kNSSfaQzxOlipWw1bHtzELLEVfLGN84FtgpFTotIjHYqoHdWasVEyZbc=w293-h220-no&amp;quot;), url(&amp;quot;https://lh3.googleusercontent.com/NOIswQpdXnUjIpyqp1RaVeg5jumVISU1NE1fVmLooySl5pNInGDawATUhsD2QK0anyJxe5SKbGpVrFDcC-VdBLLII1FjAIxuAq8M2hnhB5RHqokfzTZhuqDOuDoNtB0l62KB7Usr9lXkzX-5P5jxllY3LbrwtYSN4hvEL1jy3zeCoRRsoCYc06xowUG6n-ttFtT-ii4aAWFZ2k47uCwz74xMWA_ptj3gzJW5QO6NF8gsuSN1K84NwCSv-MvqpIyM00EkpnqRoKQ-ZmPbWiLNI7ecy9waVDS5i6gMyfcQJW1yDAfAhigg4B829HuGNuki99FUFF8FkZnOuSGtqHyXzxbevGhZ5P4GnVyLk-mGCapSfgYA3eV9ECI-HypSt9E_kcOPcdrpPZ5c62gdyzel4x7EK0l_Mzr45skd_47dMi4cx0vZB2_Kg5TjMPTdnbCFEbhFlnBL0bumpj0SnAmUGNj1-xtQLRO4Qdiv9fPGQ9S0zJpZ8-IH0P1yJJvjlGEl2Vz9Hp76tGR6uFh0dVknLqlZdQY6BUTDnIWPAjg4Vck-_Q5kNSSfaQzxOlipWw1bHtzELLEVfLGN84FtgpFTotIjHYqoHdWasVEyZbc=w72-h54-k-rw-no&amp;quot;); opacity: 1;&quot;&gt;&lt;div aria-hidden=&quot;true&quot; class=&quot;eGiHwc&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div aria-hidden=&quot;true&quot; class=&quot;KYCEmd&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;-en-clipboard: true;&quot;&gt;&lt;b&gt;Gedung Arca Museum Nasional Jakarta, Tempatnya Jejak Sejarah Indonesia -&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Museum Nasional atau Museum Gajah merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi sejarah Indonesia. Museum Gajah terletak di Jl. Medan Merdeka Barat No. 12 Jakarta Pusat. Ia bersebelahan dengan kantor Kementerian Pertahanan RI. Museum Gajah berada di kompleks Medan Merdeka, maka ia masih berada dalam kawasan sekitaran Monumen Nasional (Monas).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-qDK3RzwIisE/W0gkvkL2F_I/AAAAAAAAJFs/ZbOSR3Ce4uILpQIVAemAkevsK8wrsHAygCKgBGAs/s1600/IMG_20180711_202738.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-qDK3RzwIisE/W0gkvkL2F_I/AAAAAAAAJFs/ZbOSR3Ce4uILpQIVAemAkevsK8wrsHAygCKgBGAs/s400/IMG_20180711_202738.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Langkah mula pendirian Museum Nasional adalah berdirinya perkumpulan ilmiah Belanda yang bernama&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;box-sizing: border-box; color: #222222; font-style: italic; letter-spacing: normal; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #222222; letter-spacing: normal; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #222222; letter-spacing: normal; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;pada 24 April 1778. Kemudian salah seorang pendirinya, JCM Radermacher, menyumbangkan rumahnya di kawasan Kali Besar (kira-kira di sekitar Tambora, Jakbar) untuk tempat penelitian. Sir Thomas Stamford Raffles yang pernah menguasai Jawa kemudian memindahkan koleksi tersebut ke sebuah bangunan di Jl. Majapahit no. 3 (sekarang kompleks Sekretariat Negara) karena bangunan di Kali Besar sudah tidak mampu menampung koleksi-koleksi. Pada tahun 1862, pemerintah Hindia Belanda kembali memindahkan museum ke lokasi saat ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #222222; letter-spacing: normal; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;Museum Nasional disebut pula dengan Museum Gajah karena di halaman museum terdapat patung gajah pemberian raja Siam (Thailand)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #222222; orphans: 2; widows: 2;&quot;&gt;&amp;nbsp;Chulalongkorn (Rama V). Rama V menyerahkannya pada tahun 1871 ketika ia mengunjungi Museum Nasional. Raja Siam terkesan dengan koleksi-koleksi museum hingga berinisiatif untuk memberikan hadiah sebagai bentuk persahabatan antar kedua negara. Maka patung gajah-lah yang menjadi hadiah sekaligus bukti persahabatan antara Siam dan Hindia Belanda (Indonesia).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-dU_Q4bprCVY/W0geHyTZgXI/AAAAAAAAJEc/It0TAYxa_MkWkJ_i1o39Wvf0XrTFH9KFQCKgBGAs/s1600/IMG_20180622_113617.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1200&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-dU_Q4bprCVY/W0geHyTZgXI/AAAAAAAAJEc/It0TAYxa_MkWkJ_i1o39Wvf0XrTFH9KFQCKgBGAs/s320/IMG_20180622_113617.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Patung Gajah pemberian Rama V dari Sian (Thailand)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Akses menuju Museum Nasional sangat terjangkau dan strategis.&amp;nbsp; Museum Nasional berseberangan tepat dengan halte bus Transjakarta Monas. Museum Nasional juga dilewati oleh bus wisata Jakarta. Jika hendak bepergian dengan Transjakarta, naiklah bis koridor 1 lalu turun di halte Monas. Jika menggunakan KRL Commuter Line, anda harus turun di stasiun Juanda. Sebenarnya, stasiun terdekat adalah stasiun Gambir, tapi KRL hanya melintas stasiun Gambir. Anda bisa turun di stasiun Gambir bagi yang menggunakan kereta api jarak menengah atau jauh. Setelah itu bisa disambung dengan transportasi online.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-qhXhSn2hDhM/W0geRCVHFgI/AAAAAAAAJEg/Q1K8UCwlSjwYjiYD6eB1cOZUaTpj3-mJwCKgBGAs/s1600/IMG_20180622_102848.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1200&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-qhXhSn2hDhM/W0geRCVHFgI/AAAAAAAAJEg/Q1K8UCwlSjwYjiYD6eB1cOZUaTpj3-mJwCKgBGAs/s320/IMG_20180622_102848.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Patung &quot;Ku Yakin Sampai di Sana&quot; karya Nyoman Nuarta&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Memasuki kawasan Museum Nasional, kita disambut taman kecil dengan patung gajah yang ikonik. Tidak hanya patung gajah, di sebelahnya terdapat patung berbentuk seperti pusaran air. Patung tersebut dinamai &quot;Ku Yakin Sampai di Sana&quot; karya Nyoman Nuarta. Patung tersebut terbuat dari perunggu. Makna patung tersebut adalah keyakinan dan tekad kuat ditambah dengan usaha keras akan melahirkan kesuksesan dan tercapainya segala harapan. Patung ini pula yang menginspirasi logo Museum Nasional.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-dZUrQVGItI4/W0gfKXFpYXI/AAAAAAAAJEs/1nwXXBE5e9kpbqJsFuTAPzUmNfCHGbkyQCKgBGAs/s1600/IMG_20180711_202804.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-dZUrQVGItI4/W0gfKXFpYXI/AAAAAAAAJEs/1nwXXBE5e9kpbqJsFuTAPzUmNfCHGbkyQCKgBGAs/s400/IMG_20180711_202804.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gedung Arca (Gedung B) Museum Nasional Jakarta&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Museum Nasional terdiri atas dua bangunan. Satu bangunan utama atau gedung A untuk ruang pameran dan satu gedung B yang juga disebut dengan ruang arca. Ruang B disebut dengan ruang arca karena gedung B menyimpan berbagai arca sejak zaman purbakala.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pintu masuk Museum Nasional berada di gedung B. Para pengunjung dikenakan tiket masuk seharga Rp 5.000,00 untuk orang dewasa dan Rp 2.000,00 untuk anak-anak. Tiket masuk akan lebih murah jika berombongan; Rp 3.000,00 untuk dewasa dan Rp 1.000,00 untuk anak-anak. Bagi turis asing dikenakan tiket Rp 10.000,00 per orang. Selain membayar tiket masuk, kita juga harus menulis identitas diri di buku tamu dan melewatkan pemeriksaan barang bawaan. Tas dan barang bawaan lain akan diperiksa isinya. Setelah menjalankan semua prosedur, kita diperbolehkan masuk ke dalam museum. Kita juga diberikan buku panduan singkat mengenai museum, mulai dari denah hingga keterangan singkat mengenai beberapa koleksi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Gedung B atau gedung arca Museum Nasional terdiri dari 4 (empat) lantai. Setiap lantai menyimpan koleksi-koleksi yang disesuaikan dengan tema. Selain menyesuaikan tema, koleksi-koleksi diurutkan dengan urutan zaman, mulai dari zaman prasejarah di lantai satu sampai ke zaman kerajaan-kerajaan Nusantara di tingkat berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Lantai satu Gedung Arca Museum Nasional bertemakan Manusia dan Lingkungan. Ruangan ini menyimpan koleksi artefak-artefak manusia purba dan berbagai informasi terkait masa prasejarah. Beberapa fosil tengkorak dipamerkan di ruangan ini. Ada juga diorama kehidupan manusia purba. &amp;nbsp;Salah satu yang menarik perhatianku adalah replika gua dengan fosil manusia di pojok ruangan. Fosil tersebut diduga merupakan fosil perempuan dengan usia berkisar 16-50 tahun.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-afHi-c0ZhKQ/W0giL-AwS8I/AAAAAAAAJE4/80DZrC5K3BIxaCIxxc8mmcBWtToCErWtgCKgBGAs/s1600/IMG_20180622_103251.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-afHi-c0ZhKQ/W0giL-AwS8I/AAAAAAAAJE4/80DZrC5K3BIxaCIxxc8mmcBWtToCErWtgCKgBGAs/s400/IMG_20180622_103251.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-LuTZAkRFVUY/W0giL6Wm1DI/AAAAAAAAJE4/S1ESqbCUKvIT7_d0rj_jUlWnKp1nJLx0QCKgBGAs/s1600/IMG_20180622_103302.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-LuTZAkRFVUY/W0giL6Wm1DI/AAAAAAAAJE4/S1ESqbCUKvIT7_d0rj_jUlWnKp1nJLx0QCKgBGAs/s400/IMG_20180622_103302.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-otyRWTP2Tjg/W0giw4YKY4I/AAAAAAAAJFA/C-eJZFBJiSkGTy2OltGfc0L37NJMfA4ZwCKgBGAs/s1600/IMG_20180622_103156.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-otyRWTP2Tjg/W0giw4YKY4I/AAAAAAAAJFA/C-eJZFBJiSkGTy2OltGfc0L37NJMfA4ZwCKgBGAs/s400/IMG_20180622_103156.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Lantai dua Gedung B (Gedung Arca ) Museum Nasional bertemakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek). Ruangan Iptek menyajikan berbagai informasi tentang penggunaan teknologi bagi kehidupan manusia. Dalam ruangan ini, dijelaskan bahwa manusia selalu mengembangkan ilmu dan teknologinya seperti dalam bahasa, astronomi, transportasi, arsitektur, makanan dan pengobatan, komunikasi, dan ekonomi. Sebagai contoh, ruangan ini menceritakan tentang perkembangan bahasa dan aksara dari bahasa dari bahasa kuno. Dalam bidang transportasi, museum menceritakan bagaimana manusia mengembangkan transportasi mulai dari perahu dan mobil lawas. Di bagian ini dipamerkan juga perahu dari semacam kayu kelapa berukuran &amp;nbsp;sangat panjang yang kira-kira digunakan oleh masyarakat pedalaman. Di sini juga ada bendera kapal yang bervariasi dengan artinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-4UPd21juiXs/W0gjEC3wBOI/AAAAAAAAJFI/Dtflm8PBLrwNgOeoLFX_oQfwMC2F-HX2QCKgBGAs/s1600/IMG_20180622_103442.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-4UPd21juiXs/W0gjEC3wBOI/AAAAAAAAJFI/Dtflm8PBLrwNgOeoLFX_oQfwMC2F-HX2QCKgBGAs/s400/IMG_20180622_103442.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-1FJQL182JL8/W0gjEC_UZQI/AAAAAAAAJFI/Fgh9I_AH_yIQPX66_wXs2X7S_cMa5JsIQCKgBGAs/s1600/IMG_20180622_103830.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-1FJQL182JL8/W0gjEC_UZQI/AAAAAAAAJFI/Fgh9I_AH_yIQPX66_wXs2X7S_cMa5JsIQCKgBGAs/s400/IMG_20180622_103830.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-IDvIMirRh90/W0gjEFAv8tI/AAAAAAAAJFI/a4_nzh48E4g1ImA0KFA7uLr6unJM__7rQCKgBGAs/s1600/IMG_20180622_104043.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-IDvIMirRh90/W0gjEFAv8tI/AAAAAAAAJFI/a4_nzh48E4g1ImA0KFA7uLr6unJM__7rQCKgBGAs/s400/IMG_20180622_104043.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-hBDigMtSRRE/W0gjTg11-ZI/AAAAAAAAJFM/67IHZu4tL8QFfP1bHpU7JpQzFctzv2GQwCKgBGAs/s1600/IMG_20180622_104052.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-hBDigMtSRRE/W0gjTg11-ZI/AAAAAAAAJFM/67IHZu4tL8QFfP1bHpU7JpQzFctzv2GQwCKgBGAs/s400/IMG_20180622_104052.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-tdRh8bFBeI0/W0gjTtt5dJI/AAAAAAAAJFM/XbDxAp471kENxtrjF6B2blbFQrmL2fR3wCKgBGAs/s1600/IMG_20180622_104508_HDR.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-tdRh8bFBeI0/W0gjTtt5dJI/AAAAAAAAJFM/XbDxAp471kENxtrjF6B2blbFQrmL2fR3wCKgBGAs/s400/IMG_20180622_104508_HDR.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-v-T93xX1LuI/W0gjEPcnyDI/AAAAAAAAJFI/FdiigtiheNwWqGhHzI0ghQ3DSUTlLv7DgCKgBGAs/s1600/IMG_20180622_104037.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-v-T93xX1LuI/W0gjEPcnyDI/AAAAAAAAJFI/FdiigtiheNwWqGhHzI0ghQ3DSUTlLv7DgCKgBGAs/s400/IMG_20180622_104037.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Lantai 3 (tiga) Gedung B (Gedung Arca) Museum Nasional bertema Organisasi Sosial dan Pola Pemukiman. Jangan bayangkan organisasi sosial dalam tema ini berarti organisasi masyarakat (ormas) dan organisasi politik (orpol) seperti yang ada sekarang, ya!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pertama kali mendengar tema&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Organisasi Sosial&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;, aku pun membayangkan Museum Nasional akan menceritakan berbagai ormas di Indonesia.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Bukan! Maksud organisasi sosial di sini adalah sistem sosial masyarakat Indonesia dari berbagai zaman dan daerah. Dalam ruangan ini dijelaskan tentang pola bermasyarakat dan berumah tangga. Lantai 3 museum ini memamerkan berbagai koleksi terkait struktrur sosial dan pemukiman masyarakat Indonesia pada zaman dahulu. Contohnya adalah perkakas rumah tangga dan rumah-rumah adat. Ada pula miniatur kompleks rumah (atau istana/keraton).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-R41DiIzZAqY/W0gjpDN6m2I/AAAAAAAAJFY/01cUbVWnUSwAbySR1ybvx0kf6w-RYxCAACKgBGAs/s1600/IMG_20180711_202722.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-R41DiIzZAqY/W0gjpDN6m2I/AAAAAAAAJFY/01cUbVWnUSwAbySR1ybvx0kf6w-RYxCAACKgBGAs/s400/IMG_20180711_202722.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-UHR8cdIUadc/W0gjpEk4-8I/AAAAAAAAJFY/l-932x1fSrQajRfUc2H6wwp__7zF84CNwCKgBGAs/s1600/IMG_20180711_202709.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-UHR8cdIUadc/W0gjpEk4-8I/AAAAAAAAJFY/l-932x1fSrQajRfUc2H6wwp__7zF84CNwCKgBGAs/s400/IMG_20180711_202709.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-m9HbamQHCj0/W0gjpBvbOtI/AAAAAAAAJFY/bB5ilCyKTUQ-FgnPgIh6uvqtjyHsqIPuwCKgBGAs/s1600/IMG_20180711_202600.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-m9HbamQHCj0/W0gjpBvbOtI/AAAAAAAAJFY/bB5ilCyKTUQ-FgnPgIh6uvqtjyHsqIPuwCKgBGAs/s400/IMG_20180711_202600.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-IrnbKNkVCxM/W0gjpPGVShI/AAAAAAAAJFY/vAsj8gdgcukCQWaHoz9TrRGzOUfeiu2nwCKgBGAs/s1600/IMG_20180711_202851.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-IrnbKNkVCxM/W0gjpPGVShI/AAAAAAAAJFY/vAsj8gdgcukCQWaHoz9TrRGzOUfeiu2nwCKgBGAs/s400/IMG_20180711_202851.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-ixPsUH_ML3s/W0gjpIUkm9I/AAAAAAAAJFY/gHYzA1q7mtshSa_dGEB4yuWl9SBEQw23gCKgBGAs/s1600/IMG_20180711_202542.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-ixPsUH_ML3s/W0gjpIUkm9I/AAAAAAAAJFY/gHYzA1q7mtshSa_dGEB4yuWl9SBEQw23gCKgBGAs/s400/IMG_20180711_202542.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-KqNyTKDKSrI/W0gjpE4UbaI/AAAAAAAAJFY/FD6hc2Txb5AO-DJvIQrOHW6YYIQaK6ErQCKgBGAs/s1600/IMG_20180622_105422.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1200&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-KqNyTKDKSrI/W0gjpE4UbaI/AAAAAAAAJFY/FD6hc2Txb5AO-DJvIQrOHW6YYIQaK6ErQCKgBGAs/s400/IMG_20180622_105422.jpg&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Lantai 4 (empat) Gedung B Museum Nasional menyimpan koleksi emas dan keramik. Jalan menuju lantai 4 berbeda dengan akses ke tempat lain, ia tidak dijangkau dengan eskalator seperti lantai-lantai di bawahnya. Kita harus menggunakan lift untuk naik ke lt. 4. Di lantai 4 ini terdapat koleksi benda-benda berbahan keramik seperti guci, cangkir, dan mangkok. Benda-benda tersebut merupakan keramik kuno yang ditemukan di Indonesia dan berasal dari Indonesia serta beberapa negara seperti Thailand, Vietnam dan RRC.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Selain koleksi keramik, terdapat pula koleksi emas dari Khasanah Wonoboyo peninggalan Kerajaan Medang (Mataram Kuno) pada abad VIII dan IX yang ditemukan di Wonoboyo, Klaten, Jawa Tengah pada tahun 1990. Terdapat pula Khasanah Muteran yang ditemukan di Muteran, Jawa Timur. Di antara kedua koleksi tersebut, Khasanah Wonoboyo-lah temuan yang paling fenomenal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ada juga koleksi-koleksi regalia (benda-benda pusaka kerajaan) di lantai 4 Gedung Arca Museum Nasional. Contoh regalia yang dipamerkan dalam Museum Nasional adalah tongkat raja-raja, payung, dan surat perjanjian. Kerajaan-kerajaan tersebut menyerahkan regalianya kepada pihak museum sejak museum dikelola oleh BG atau sejak zaman Hindia Belanda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Untuk alasan keamanan, pengunjung dilarang mengambil gambar di kawasan lantai 4 Gedung Arca Museum Nasional. Seluruh koleksi di lantai 4 bernilai sangat mahal sehingga rawan pencurian. Agar tidak memancing tindak kriminal pencurian, pihak Museum Nasional melarang semua pengunjung untuk mengambil foto atau video di ruangan ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Berjalan-jalan di Gedung Arca Museum Nasional sangat melelahkan. Untuk melepas lelah dan menyegarkan badan setelah menjelajahi museum, ada cafe yang terletak di lantai 1 (satu) di sebelah pintu masuk.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sekian catatan sederhanaku tentang perjalanan di Gedung Arca Museum Nasional. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Museum Nasional dan agenda-agendanya, dapat mengunjungi website Museum Nasional atau mengikuti akun media sosialnya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Web:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.museumnasional.or.id/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;https://www.museumnasional.or.id/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Facebook:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/museumnasionalindonesia/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;MUSEUM NASIONAL INDONESIA&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Twitter:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://twitter.com/museumnasional&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;@museumnasional&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Instagram:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/museum_nasional_indonesia&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;@museum_nasional_indonesia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Jadwal buka Museum Nasional:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Selasa-Jumat: 08.00-16.00&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sabtu-Ahad: 08.00-17.00&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Senin dan libur nasional &lt;b&gt;TUTUP&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://www.ikhalidian.my.id/feeds/9197256975816693937/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2018/07/gedung-arca-museum-nasional-jakarta.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/9197256975816693937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1855739987385852626/posts/default/9197256975816693937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://www.ikhalidian.my.id/2018/07/gedung-arca-museum-nasional-jakarta.html' title='Gedung Arca Museum Nasional Jakarta, Tempatnya Jejak Sejarah Indonesia'/><author><name>Ikhalid &quot;Ian&quot; Rizqy Al Raihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08964011043889184205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//4.bp.blogspot.com/-LbUXJ3ra0kk/XkIVVCXb0jI/AAAAAAAATe4/0eUcL6qaZHkGS7o98ruV2lRENdxz2W9CgCK4BGAYYCw/s113/20190722_101946.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-NTLSt2BtppA/W0gkAZ93NEI/AAAAAAAAJFg/uoV1xUa3Z_Md8Ws6uSYhyEYhMx35LTelwCKgBGAs/s72-c/PANO_20180622_113512.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>