<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Pengolahan &amp;amp; Analisis Data Kesehatan</title><description>Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan (SPSS, EPI INFO.6.04, Nutrysurvei, ITEMAN) Chi-Square dengan contoh kasus, Odds Ratio dengan contoh kasus, Validitas &amp;amp; Reliabilitas Instrumrnt Penelitian,Interrater Reliability , Uji Beda 2 Mean Independent (Parametrik &amp;amp; Non Parametrik), EPI INFO, ITEMAN, NUTRYSURVEI. serta bebarapa Variavbel penelitian kesehatan (TTU), News On-line dan Tutorial Blogger/mempercamtik tampilan Blog
Ikki&amp;quot;bondenk Blogs</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</managingEditor><pubDate>Fri, 4 Oct 2024 20:04:14 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">89</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:summary>Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan (SPSS, EPI INFO.6.04, Nutrysurvei, ITEMAN) Chi-Square dengan contoh kasus, Odds Ratio dengan contoh kasus, Validitas &amp;amp; Reliabilitas Instrumrnt Penelitian,Interrater Reliability , Uji Beda 2 Mean Independent (Parametrik &amp;amp; Non Parametrik), EPI INFO, ITEMAN, NUTRYSURVEI. serta bebarapa Variavbel penelitian kesehatan (TTU), News On-line dan Tutorial Blogger/mempercamtik tampilan Blog Ikki&amp;quot;bondenk Blogs</itunes:summary><itunes:subtitle>Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan (SPSS, EPI INFO.6.04, Nutrysurvei, ITEMAN) Chi-Square dengan contoh kasus, Odds Ratio dengan contoh kasus, Validitas &amp;amp; Reliabilitas Instrumrnt Penelitian,Interrater Reliability , Uji Beda 2 Mean Independent (Para</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Semoga Bermanfaat Kawan......</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/07/semoga-bermanfaat-kawan.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Sun, 11 Jul 2010 23:14:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-5291103199634572895</guid><description>&lt;span class="fullpost"&gt;Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh............&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bijak rasanya jika pertemuan ini tak diawali dengan proses perkenlan, iya salam kenal dan tentunya selamat datang semoga anda tidak nyasar kali &lt;span style="background-color: rgb(53, 28, 117);"&gt;&lt;/span&gt;ini........(&lt;a href="http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/p/about-me.html"&gt;&lt;span style="background-color: rgb(103, 78, 167); color: rgb(32, 18, 77);"&gt;untuk mengenal lebih jauh&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentunya tidak niatan tuk sok tahu apalagi menggurui, sekedar penegasan blog ini hanyalah media tuk menumpahkan kreatifitas dan berharap suatu saat nanti sebagai media informasi sarat akan edukasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teringat salah satu buku yang pernah saya baca (Analisis Wacana ” kebetulan punya teman yang dipinjamkan”) mengatakan bahwa “seorang penulis dalam merekontruksi kejadian akan terwarnai oleh idieologi sendiri sebagai subjektifitas penulis”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berangkat dari kutipan tersebut maka isi dari blog ini tak terlepas dari idiologi saya selaku muslim yang berlatar belakang pendidikan Kesehatan Masyarakat dan dikhususkan tentang Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan diantaranya memuat tentang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Pengetahuan Dasar Stattistik&lt;br /&gt;
2. &lt;a href="http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/03/mengenai-spss.html"&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Seputar SPSS&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
3. &lt;a href="http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/03/instalasi-epi-info-604.html"&gt;Seputar Epi INfo 6.04&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
4. &lt;a href="http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/uji-validitas-dan-reliabilitas.html"&gt;Uji Intrument ; Validitas dan Reliabilitas dengan SPSS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
5. &lt;a href="http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/iteman.html"&gt;ITEMAN.EXE ; Uji Validitas dan Reliabilitas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
6. &lt;a href="http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/interrater-reliability.html"&gt;Interrater Reliability&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
7. &lt;a href="http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/chi-square.html"&gt;Chi - Square (X2)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
8. &lt;a href="http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/odds-ratio.html"&gt;Odds Ratio (Risk)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
9. Uji Beda Dua Mean Independent (Parametrik &amp;amp; Non Parametrik)&lt;br /&gt;
10. Uji Beda Dua Mean Dependent (Parametrik &amp;amp; Non Parametrik)&lt;br /&gt;
11. Plus Tabel Distribusi (Z, T, F, r, X2)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ok coba kita rivew kebelakang kenapa kemudian blog yang anda baca kali ini hadir......!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar setahuan lalu, ketika sibuk-sibuknya menyelesaikan tugas akhir Study dan saat itu betpa sulitnya mendapatkan Tutorial pengolahan data kesehatan yang sifatnya praktis. seperti anda saat ini jalan satu-satunya ya kewarnet (warung inetrnet) kali saja dapat......dan ternyata sulitnya minta ampun, nah itulah yang menginspirasi saya tuk membuat blog yang anda liat saai ini....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu bagi teman-teman yang tertarik silakan Udduh sepuasnya. blog ini di posting buat kalian kok&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kata orang sih, pembentukan lingkunga menjadi alasan orang berbuat dan mengambil keputusan tertentu, termasuk dalam pembuatan blok ini, dan ijinkanlah saya melukiskan betapa indah dinamika, meskipun keras tetapi karena mereka semuanya tampak mudah dan tentunya asik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...langsung saja mereka adalah my best friend (@nton, Im@, Bojes, C3mm@, NyOnk, MaW@r, Didhi, CiN@, Farhu, Ulf@, IdHar, LuLu, Ayah Umar, Ninink dll) yang masing-masing telah menyelesaikan studinya dan saat ini melanjutkan kembali kehidupan yang sempat ditinggalkan selama 4 tahun lamaya demi kepentingan studi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan buat kalian teman-temanku Kata orang "hidup itu pilihan dan lucunya ketika telah memilih terkadang hidup memaksa kita untuk memilih yang lain dan saya ingin bilang ketika suatu saat nanti garis tangan meghasruskan teman-teman tuk meginjkakkan kaki ke Kendari saya ingin kalian tahu dan ingat bahwa kalian punya teman disana" ok&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tag:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Kendari, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-3.957962 122.5713329</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-4.000775 122.5129679 -3.915149 122.6296979</georss:box></item><item><title>Instrument Penelitian Kesehatan</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/06/teknik-pembuatan-instrumen-penelitian.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Mon, 28 Jun 2010 00:29:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-7616482196757122923</guid><description>&lt;b&gt;Teknik pembuatan instrumen penelitian bidang kesehatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada    dasarnya sebuah penelitian beranjak dari suatu masalah yang terjadi    ditengah-tengah masyarakat, kemudian menjadikan masalah tersebut  sebagai   undangan bagi kaum intelektual (akademisi) menganalisis  kemudian   menciptaan formulasi kebijakan yang terarah..&lt;br /&gt;Didalam  setiap   keputusan selayaknya didasari sebuah data yang objektif/akurat  agar   kebijakan yang dilakukan relefan dengan permasalaahn yang sedang  terjadi   ditengah-tengah masayarakat.&lt;br /&gt;Nah mendapatkan data yang  akurat   memerlukan sebuah Instrumen (alat ukur) tepat pula dimana alat  ukur   tersenut harus valid dan reliabel. Instrumen dibidang kesehatan  dapat   dikatakan susah-susah gampang. Susah karena bidang kesehatan  mempunyai   cakupan luas diseluruh aspek disiplin ilmu (psikologi,  sosial dll). Nah   kondosi inilah yang membuat Instrumen penelitian  terkadang tidak   menggunakan alat ukur fisik (penggaris, timbangan dll)&lt;br /&gt;Karena  itu   pda kesempatan ini, kita akan membahas Teknik pembuatan Intrumen    Penelitian kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sebuah instrumen yang baik tentunya    berawal dari Kerangka Konsep yang baik sebagai pijakan teori, agar    mendapatkan sepemahaman dalam mendefinisikan suatu permasalahan yang    ingin kita teliti (Kerangka Konsep).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membuat Batasan – batasan  yang jelas tanpa ada kalimat atau   definisi yang ambigu atau bermakna  ganda (Definisi   Oprasional”menyederhanakan / membuat definisi yang  sifatnya prsktis   agar mudah dalam pelaksanaan” dan Kriteria Objektif  “Memberikan batasan   yang jelas antara satu ketegori dengan kategori  lainnya atau subjek   satu dan subjek lainnya”)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudian  Memformulasikan kedalam item-item pertanyaan atau   pernyataan mengenai  suatu permasalahan (mengklasifikasikan nilai / skor   dari setiap item  mis; Sangat Setuju (skor 4), Setuju (3), Tidak  Setuju  (2) dan Sangat  Tidak Setuju (1) = favourable/positif. Sangat  Setuju  (1), Setuju (2),  Tidak Setuju (3) dan Sangat Tidak Setuju (3) =  Un  favourable/Negatif&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;i&gt;Catatan ; contoh diatas menggunakan skala Likert&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Jika    dalam pelaksanaannya nantinya seorang peneliti dibantu oelh seorang    Numerator maka terlebih dahulu menyamakan persepsi (agar segalany    terkesean ilmiah maka dilakukan uji Interrater Reliability)&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Melakukan  uji coba Instrumen untuk menentukan valid dan reliabel   dari Instrumen  yang kita buat. Uji VALIDIATSA DAN RELIABILITY klik   Disini &lt;a href="http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/uji-validitas-dan-reliabilitas.html" style="background-color: rgb(180, 167, 214);"&gt;SPSS&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/iteman.html" style="background-color: rgb(111, 168, 220);"&gt;ITEMAN&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Dan langkah terakhir, kelapangan untuk melakukan  pengumpulan   data .&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Beberapa  jenis bentuk pertanyaan dalam kuesioner&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pertanyaan   tertutup&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pertanyaan  Terbuka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kombinasi Tertutup dan terbuka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pertanyaan semi  terbuka&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Berikut contoh Instrumen penelitian kesehatan  (instrumen   sosial)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;CONTOH  INSTRUMEN  PENELITIAN KESEHATAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;GAMBARAN  PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;.............................................&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;A.   &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Nomor Responden     :  ..........&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;B. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Karakteristik responden&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jenis  Kelamin         : 1. Laki-laki                          2. Perempuan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Umur  Responden    : ........Tahun&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tempat Tinggal       : 1. Bersama  Orang Tua      2. Bersama   Keluarga            3. Kos&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Informasi  Tentang Ses         :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Teman / Sahabat / teman sepermainan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang  Tua&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Guru Disekolah (Sex Edukations)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seminar / Penyluhan  (pemerintah ataupun Swasta)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Media Massa (Cetak dan Elektronik)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;C.  &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Pengetahuan Siswa Tantang Seks Pranikah&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;i&gt;Jawablah  pertanyaan berikut sesuai dengan yang anda ketahui&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;table style="width: 594px;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="30"&gt;&lt;b&gt;I&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="431"&gt;&lt;b&gt;Pengetaian   Seksual  Pranikah&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td colspan="2" width="133"&gt;&lt;b&gt;Jawaban&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="30"&gt;1&lt;/td&gt; &lt;td width="431"&gt;Segala tingkah laku    yang didorong oleh hasrat   seksual baik dengan lawan jenis maupun    sesma jenis&lt;/td&gt; &lt;td width="66"&gt;Benar&lt;/td&gt; &lt;td width="67"&gt;Salah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="30"&gt;2&lt;/td&gt; &lt;td width="431"&gt;Merupakan perilaku    seksual yang dilakukan   tanpa melalui proses pernikahan yang resmi    menurut hukum maapun menurut agama   dan kepercayaan masing-masing&lt;/td&gt;    &lt;td width="66"&gt;Benar&lt;/td&gt; &lt;td width="67"&gt;Salah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="30"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="431"&gt;Perilaku yang    melibatkan sentuhan secara fisik   anggota badan atara peria dan   wanita  yang telah mencapai pada tahap hubungan   intim yang biasanya   dilakukan  oleh pasangan suami istri&lt;/td&gt; &lt;td width="66"&gt;Benar&lt;/td&gt;   &lt;td width="67"&gt;Salah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="30"&gt;&lt;b&gt;II&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td width="431"&gt;&lt;b&gt;Penyebab   Perilaku Seksual   Pranikah&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td colspan="2" width="133"&gt;&lt;b&gt;Jawaban&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="30"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="431"&gt;Rendahnya   pengetahuan  tentang kesehatan   reprosuksi&lt;/td&gt; &lt;td width="66"&gt;Benar&lt;/td&gt;    &lt;td width="67"&gt;Salah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="30"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td width="431"&gt;Pergaulan   semakain bebas serta kurangnya    pemantauan dari orang tua terhadap   anak sehingga remaja cenderung tak    terkontrol dan terawasi&lt;/td&gt; &lt;td width="66"&gt;Benar&lt;/td&gt; &lt;td width="67"&gt;Salah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="30"&gt;&lt;b&gt;III&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td width="431"&gt;&lt;b&gt;Kesehatan   Rproduksi remaja&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="66"&gt;Benar&lt;/td&gt; &lt;td width="67"&gt;Salah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="30"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="431"&gt;Ciri-ciri   seksual  primer remaja laki-laki   ketika telah mengalami mimpi basah&lt;/td&gt;   &lt;td width="66"&gt;Benar&lt;/td&gt; &lt;td width="67"&gt;Salah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="30"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="431"&gt;Ciri-ciri   seksual  primer pada remaja   perempauan jika ditandai dengna   membesarnya  payudara dan pinggil melebar&lt;/td&gt; &lt;td width="66"&gt;Benar&lt;/td&gt;   &lt;td width="67"&gt;Salah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="30"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td width="431"&gt;Ciri-ciri   seksual sekunder remaja laki-laki    ditandai dengan perubahan pita   suara menyebabkan suara lebih keras&lt;/td&gt;  &lt;td width="66"&gt;Benar&lt;/td&gt;   &lt;td width="67"&gt;Salah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="30"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="431"&gt;Ciri-ciri   seksual  sekunder remaja   perempuan  ketika telah mengalami   menarche&lt;/td&gt;   &lt;td width="66"&gt;Benar&lt;/td&gt; &lt;td width="67"&gt;Salah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="30"&gt;&lt;b&gt;IV&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="431"&gt;&lt;b&gt;Resiko   dan  Dampak Perilaku   Seksual Pranikah&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td colspan="2" width="133"&gt;&lt;b&gt;Jawaban&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="30"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td width="431"&gt;Dampak   seksual pranikah meningkatnya   pernikahan  diusia dini&lt;/td&gt; &lt;td width="66"&gt;Benar&lt;/td&gt; &lt;td width="67"&gt;Salah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="30"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="431"&gt;Tinggainya    angka kehamilan tidak diinginkan&lt;/td&gt; &lt;td width="66"&gt;Benar&lt;/td&gt;    &lt;td width="67"&gt;Salah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="30"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td width="431"&gt;Faktor   resiko kanker rahim dan kanker serviks   yang  diakibatkan pemaksaan   organ seksual yang belum matang sepenuhnya&lt;/td&gt;  &lt;td width="66"&gt;Benar&lt;/td&gt;   &lt;td width="67"&gt;Salah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="30"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="431"&gt;Resiko   penularan HIV  (Human Immunedevisiensi   Virus) / AIDS (Adquared   Immunodevisiensi  Sindrom) dan PMS (Penyakit Menular   Seksual)&lt;/td&gt;   &lt;td width="66"&gt;Benar&lt;/td&gt;  &lt;td width="67"&gt;Salah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="30"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td width="431"&gt;Tindakan   Aborsi akibat kehamilan tidak   diinginkan  pada remaja&lt;/td&gt; &lt;td width="66"&gt;Benar&lt;/td&gt; &lt;td width="67"&gt;Salah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="30"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="431"&gt;Secara    psikologi merasa bersalah /depresi/   takut dosa.&lt;/td&gt; &lt;td width="66"&gt;Benar&lt;/td&gt; &lt;td width="67"&gt;Salah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;D. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Sikap Siswa Terhadap   Seks Pranikah&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;i&gt;Berilah respon dari pernyataan berikut sesuai dengan yang   anda  rasakan, dengan memberi tanda centang pada kolom jawaban sesuai&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;table style="width: 592px;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td rowspan="2" width="35"&gt;&lt;b&gt;No&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td rowspan="2" width="406"&gt;&lt;b&gt;Pernyataan&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td colspan="5" width="151"&gt;&lt;b&gt;Jawaban&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="38" valign="top"&gt;SS&lt;/td&gt; &lt;td width="37" valign="top"&gt;S&lt;/td&gt; &lt;td colspan="2" width="38" valign="top"&gt;TS&lt;/td&gt;   &lt;td width="38" valign="top"&gt;STS&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="35" valign="top"&gt;1&lt;/td&gt; &lt;td width="406" valign="top"&gt;Bila ada teman anda yang melakukan perilaku   seksual    pranikah layaknya suami istri padahal mereka belum menikah, bagaimana      tanggapan anda mengenai tindakan tersebut&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td colspan="2" width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="35" valign="top"&gt;2&lt;/td&gt; &lt;td width="406" valign="top"&gt;Dizaman modern sekarang ini berpelukan   berciuman    (basah Kering) menyentuh / merabah bagian tubuh yang sensitif saat      berpacaran wajarkah&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td colspan="2" width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="35" valign="top"&gt;3&lt;/td&gt; &lt;td width="406" valign="top"&gt;Dengan alasan cinta, sayang, takut dibilang   tidak    gaul, menurut anda wajarkah seorang remaja melakukan seksual pranikah      dengan alasan tersebut&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td colspan="2" width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="35" valign="top"&gt;4&lt;/td&gt; &lt;td width="406" valign="top"&gt;Remaja Menukai mengakses informasi berbau   porno (Film,    gambar)&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td colspan="2" width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="35" valign="top"&gt;5&lt;/td&gt; &lt;td width="406" valign="top"&gt;Mendapati teman sekolah/sepermainan anda yang   hamil    diluar nikah, menurut anda wajarkah hal demikain&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td colspan="2" width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="35" valign="top"&gt;6&lt;/td&gt; &lt;td width="406" valign="top"&gt;Say No To seks Pranikah setujukan anda dengan   selogan    tersebut&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td colspan="2" width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="35" valign="top"&gt;7&lt;/td&gt; &lt;td width="406" valign="top"&gt;Ada teman anda yang menyatakan tidak ada   perilaku    seksual tanpa adanya pernikahan terlebih dahulu, menurut anada&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td colspan="2" width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="35" valign="top"&gt;8&lt;/td&gt; &lt;td width="406" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td colspan="2" width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="35" valign="top"&gt;9&lt;/td&gt; &lt;td width="406" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td colspan="2" width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="35" valign="top"&gt;10&lt;/td&gt; &lt;td width="406" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td colspan="2" width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="38" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr height="0"&gt;&lt;td width="35"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="406"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="38"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="37"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="38"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="38"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Keteranga ;&lt;br /&gt;SS        : Sangat Setuju&lt;br /&gt;S            :  Setuju&lt;br /&gt;TS        : Tidak Setuju&lt;br /&gt;STS     : Sangat  Tidak   Setuju</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Nutrisurvey</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/03/nutrisurvey.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Sun, 14 Mar 2010 22:57:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-1015571255128399305</guid><description>Ni satu lagi program kesehatan yang kali ini bisa dibagikan untuk  anda  yaitu, Nutrisurvey..! Nutrisurvey adalah program untuk mengalaisis   kandungan zat gizi bahan makanan dan atau resep makanan, menentukan   kebutuhan zat gizi berdasarkan umur, jenis kelamin dan aktifitas fisik   sampai pada penentuan status gizi secara individual, program ini banyak   digunakan bagi mereka yang berfofesi kesehatan gizi atau katakanlah  ahli  gizi apakah itu yang terintegrasi ke akademis atau praktis.&lt;br /&gt;
Seperti halnya program-program kesehatan lainnya dibuat untuk   memudahkan perhitingan yang secara manual bisa dilakukan namun terbilang   sulit dilakuakan apa lagi zaman sekarang ini, zaman dimana setiap  orang  menuntut efisiensi.&lt;br /&gt;
Nah sebelum melangkah lebih jauh tentunya&amp;nbsp; terlebih dahulu anda harus   memiliki program dikomputer anda yang telah terinstal dengan baik,   penulis menyarankan anda berkunjung ke &lt;a href="http://www.nutrisurvey.de/"&gt;www.nutrisurvey.de&lt;/a&gt;. Namun kali ini   tidak seperti epi info yang secara khusus penulis sediakan proses   instalasi karena terbilang rumit, untuk nutrisurvey anda bisa   melakukannya sendiri dirumah dengan dengan mengikuti instruksi instalasi   seperti sofware-sofware lainnya (kata orang” Next-Next saja, gampang   kan)</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Instalasi EPI INFO 6.04</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/03/instalasi-epi-info-604.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Sun, 14 Mar 2010 22:30:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-3898431039849381356</guid><description>Dibandingkan dengan sofware yang lain, Epi info sedikit lebih ribet dalam instalasinya, nah kemudian menginspirasi penulis memposting Tutorial kali ini....tapi sebulmnya marikita berkenalan lebih jauh dengan Epi INfo;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgg63dYvzDwYbqoHrviBLfR8PMZ_agxgqf0zwheYCHuwbphuiLOxUBKWmMjAShMtDsa0mHJL6eT7vdfqjco8P6MtMHh4q_RD6kqeO-mflsqSJldsGa6_iZcBGk1_L2-uKzSr1Yyc-bbU8A/s1600/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 166px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgg63dYvzDwYbqoHrviBLfR8PMZ_agxgqf0zwheYCHuwbphuiLOxUBKWmMjAShMtDsa0mHJL6eT7vdfqjco8P6MtMHh4q_RD6kqeO-mflsqSJldsGa6_iZcBGk1_L2-uKzSr1Yyc-bbU8A/s320/untitled.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496996439105555250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Epi Info 6.04 adalah sofware yang digunakan dalam bidang kesehatan dan dirancang menangani data dengan pendekatan Epidemiologi. Prangkat ini di produksi The Division of Surveillace and Prevention (CDC)Atlanta georgia bekerja sama dengan Word  Helath Organisation (WHO). Bagi anda yang menginginkan Sofware ini tentunya sangat disarankan untuk mengambilnya melalui situs resminya &lt;a href="http://www.blogger.com/www.cdc.gov/epiinfo/ei6.htm"&gt;www.cdc.gov/epiinfo/ei6.htm&lt;/a&gt; atau  &lt;a href="http://www.blogger.com/www.cdc.gov/epiinfo/ei2000.htm"&gt;www.cdc.gov/epiinfo/ei2000.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah dari situs-situs itulah anda bisa meng downloadnya secara gratis tentunya dan asiknya prangkat ini tidak banyak mengampil space di memori komputer anda, Pada dasarnya Epi Info 6.04 terdiri dari empat file aplikasi (exe) antara lain : EPI06_1.exe (1,367 Kb), EPI06_2.exe (1,311 Kb), EPI06_3.exe (1,330 Kb) dan 4bupdate.exe (1,267 Kb)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah anda sudah mempunyai empat file tadi, maka selanjutnya tentu proses instalasi pun menjadi langkah yang mesti dilakukan jika memang anda ingin memaksimalkan penggunaannya dikomputer anda. Ok saya naggap anda sudah memiliki file Epi Info 6.04, buatlah Folder tersendiri tuk menyimpan file tersebut dan tentu menjadi wewenang anda untuk menyimpannya di Drive mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang bukalah File yang tersimpan didalam Folder yang baru kita buat tadi, secara berturut turut file ke-1 sampai ke-4 akan di Ekspansi. Sekarang mari kita lakukan bersama-sama. Dobel Klik File EPI06_1.exe sampai tampil gambar berikut:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFtm9jN3i8UN9wd-mdcZnvGK_kW-F7NcudjYP2HPDGl4pCyCdqzLWN4IOF0G6Tl6zsCjMNp5mNk4sRLUDpGjcdudztrrsurLB0NiTHlWNKs7nJ7ipm6C8CMcoDSbs1VRPzngWcmhpH-XA/s1600/fa.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 203px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFtm9jN3i8UN9wd-mdcZnvGK_kW-F7NcudjYP2HPDGl4pCyCdqzLWN4IOF0G6Tl6zsCjMNp5mNk4sRLUDpGjcdudztrrsurLB0NiTHlWNKs7nJ7ipm6C8CMcoDSbs1VRPzngWcmhpH-XA/s400/fa.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496997672977595170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gambar 01&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ketiklah “Type” kemudian “Enter” dan selanjutnya tekan tombol “Y” pada kibord. Dan “Enter” klo lankah tersebut dilakukan dengan benar maka akan muncul file baru sebanyak 24 file. Nah lakukan hal yang sama pada sisa file Epi Info lainnya sampai masing-masing tampil 15 file untuk EPI06_2.exe dan EPI06_3.exe dan 21 file untuk 4bupdate.exe, sehingga total file 80 file dengan kapasitas 11,7 Mb. Seperti pada gambat berikut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFtm9jN3i8UN9wd-mdcZnvGK_kW-F7NcudjYP2HPDGl4pCyCdqzLWN4IOF0G6Tl6zsCjMNp5mNk4sRLUDpGjcdudztrrsurLB0NiTHlWNKs7nJ7ipm6C8CMcoDSbs1VRPzngWcmhpH-XA/s1600/fa.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 203px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFtm9jN3i8UN9wd-mdcZnvGK_kW-F7NcudjYP2HPDGl4pCyCdqzLWN4IOF0G6Tl6zsCjMNp5mNk4sRLUDpGjcdudztrrsurLB0NiTHlWNKs7nJ7ipm6C8CMcoDSbs1VRPzngWcmhpH-XA/s400/fa.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496997672977595170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 02&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua hal tersebut dilakukan, carilah file INTALL dari tumpukan file tadi, dan Doubel klik, kemudian ketik “D” kemudian “Enter” ketik “D” lalu letik “I” sampai tampil gambar berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKEC1xLZVE9-RHcj8zJJpxxqm6ZS6kNutIlAZhGJs6diSAKlPryEint3U-1r7kU9rqQABX-38xL6Dp6poZDAUoDAsq1eMnpxud-5JCyI59A73MlY8d2VaA6cyBPC5dXw1lY8HFH76PDEA/s1600/1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKEC1xLZVE9-RHcj8zJJpxxqm6ZS6kNutIlAZhGJs6diSAKlPryEint3U-1r7kU9rqQABX-38xL6Dp6poZDAUoDAsq1eMnpxud-5JCyI59A73MlY8d2VaA6cyBPC5dXw1lY8HFH76PDEA/s320/1.JPG" border="0" width="320" height="166" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOeOO2Hk7FfqgOV9VZYOgR2eaBOYPwK5TUC3ZseJQyvBVdTXlOBUBw6Sh-QzmgiTtbuvkRFpgPdKWk4usdyNGVKxQRzzTdJYEQG-7r8y8MTGl_2nJKAOTgdQAb8fWbJy58166f-fDjsIw/s1600/untitled3.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambat 03&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOeOO2Hk7FfqgOV9VZYOgR2eaBOYPwK5TUC3ZseJQyvBVdTXlOBUBw6Sh-QzmgiTtbuvkRFpgPdKWk4usdyNGVKxQRzzTdJYEQG-7r8y8MTGl_2nJKAOTgdQAb8fWbJy58166f-fDjsIw/s1600/untitled3.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Langkah berikutnya klik tombol “F8” di kibord untuk memilih semua driver monitor, dan kemudian tekan “F4”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOeOO2Hk7FfqgOV9VZYOgR2eaBOYPwK5TUC3ZseJQyvBVdTXlOBUBw6Sh-QzmgiTtbuvkRFpgPdKWk4usdyNGVKxQRzzTdJYEQG-7r8y8MTGl_2nJKAOTgdQAb8fWbJy58166f-fDjsIw/s1600/untitled3.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOeOO2Hk7FfqgOV9VZYOgR2eaBOYPwK5TUC3ZseJQyvBVdTXlOBUBw6Sh-QzmgiTtbuvkRFpgPdKWk4usdyNGVKxQRzzTdJYEQG-7r8y8MTGl_2nJKAOTgdQAb8fWbJy58166f-fDjsIw/s320/untitled3.JPG" border="0" width="320" height="166" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 04&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTzN_tJ4Fgvknp-_-XquwUJj71zAoJ3OMxFzyxPPKmALL7eJLHVzK_1cNXJxPTdQoRhVGkrI-ayhgNvQ_tZNjVKXiu3TkVAl6-MkXz0GisRHWD4Kf_IMWE7Lswt3OP4iM_fUAu0WgAbxo/s1600/untitled7.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya “F8” untuk memilih semua driver printer dan “F4” untuk melanjutkan proses. Setelah itu tekan “F4”&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsqWG8ATGNdS_yfTZQ1uXvz2RikCUV8w9A3isdkr_7LklFSB-_Oexq2qddjhaH3WvmLnFs0_cFi1rna83LpFqtH4XvYQ6jatkegiE8SBYz7JzZqMJNqgjGwWfRqtaZ8jukJ1lFMCCc4yA/s1600/untitled5.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsqWG8ATGNdS_yfTZQ1uXvz2RikCUV8w9A3isdkr_7LklFSB-_Oexq2qddjhaH3WvmLnFs0_cFi1rna83LpFqtH4XvYQ6jatkegiE8SBYz7JzZqMJNqgjGwWfRqtaZ8jukJ1lFMCCc4yA/s320/untitled5.JPG" border="0" width="320" height="165" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 05&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya “F8” untuk memilih semua group instal dan “F4” untuk  melanjutkan proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTzN_tJ4Fgvknp-_-XquwUJj71zAoJ3OMxFzyxPPKmALL7eJLHVzK_1cNXJxPTdQoRhVGkrI-ayhgNvQ_tZNjVKXiu3TkVAl6-MkXz0GisRHWD4Kf_IMWE7Lswt3OP4iM_fUAu0WgAbxo/s1600/untitled7.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTzN_tJ4Fgvknp-_-XquwUJj71zAoJ3OMxFzyxPPKmALL7eJLHVzK_1cNXJxPTdQoRhVGkrI-ayhgNvQ_tZNjVKXiu3TkVAl6-MkXz0GisRHWD4Kf_IMWE7Lswt3OP4iM_fUAu0WgAbxo/s320/untitled7.JPG" border="0" width="320" height="165" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 06&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;dan “F4” untuk  melanjutkan proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihm-Emadxpjw-1ZRmdcE8_VZaH2rBGVEJNFB6ddk-AyP6HRSIsMy0ZExzzDu_g4K7vrM0D9M_FlO8wXeFlpvYuLvLLjVr5Y0_O5aa942C1q5OZ_Ac5XAdYjgaPYtTHk7ewTj_H73Uinc8/s1600/untitled8.bmp" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihm-Emadxpjw-1ZRmdcE8_VZaH2rBGVEJNFB6ddk-AyP6HRSIsMy0ZExzzDu_g4K7vrM0D9M_FlO8wXeFlpvYuLvLLjVr5Y0_O5aa942C1q5OZ_Ac5XAdYjgaPYtTHk7ewTj_H73Uinc8/s320/untitled8.bmp" border="0" width="320" height="166" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 07&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Setelah itu tekan “F4”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXkZntTbNs0YyLeANfEsiizykbH3SKvA2MCKnOxtat0jDjvQBM3iiMSl0N2dhl18DDSHqDqPXa0Ij_pUkYgs3coFqffxGayhOyNmxxYNAhNtV7Pq2LLwjyodFAFGUn6jeUb3UhkXOawf4/s1600/untitled9.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXkZntTbNs0YyLeANfEsiizykbH3SKvA2MCKnOxtat0jDjvQBM3iiMSl0N2dhl18DDSHqDqPXa0Ij_pUkYgs3coFqffxGayhOyNmxxYNAhNtV7Pq2LLwjyodFAFGUn6jeUb3UhkXOawf4/s320/untitled9.JPG" border="0" width="320" height="165" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 08&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Enter. setelah proses instalasi selesai selanjutnya, carilah "Setup" kemudian Double klik&lt;br /&gt;Lihat gambar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRv7MjEWmfve1nbw6RldkEi-_qm1mINvZ47bnQx1gUbUU2cxrx6V4sQ7NYPefXwmFfwhlIiy_dsFSwqDe4vkCkLFw_DVq7o7cGWypsqeenZrJtl0UXSqWbqs_C1XCmJlqJlvS4eyNBKVw/s1600/untitled.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhorlGxU4xYbMTBBvU3DoGz9FmNBC97_bYjR9K6Uox7fVJsu3W6Fd1y23bziBgaWlUilXG3IIHI__ustuTLnpZ2fWq2jegAT3xcZqM38ZQyWpc-8whcCTsBfLDgCldIYA4uiQIAimG2WvM/s1600/untitled10.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhorlGxU4xYbMTBBvU3DoGz9FmNBC97_bYjR9K6Uox7fVJsu3W6Fd1y23bziBgaWlUilXG3IIHI__ustuTLnpZ2fWq2jegAT3xcZqM38ZQyWpc-8whcCTsBfLDgCldIYA4uiQIAimG2WvM/s320/untitled10.JPG" border="0" width="320" height="235" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmBxXaUzsOhc8EXfWvBNr3xQWDhEAptV-VJHlFC1ExZ6aPCCLgzAcg2IV24r_mwRWpOVvk0TJ2l_CPSRWtU9Ekg9NL5rZZH7rcgyT8UH4KYC0PXLQX-pRx7VmyLRGQZFVMiBO00aJ5zHQ/s1600/gnjxf.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 09&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvzPi9Xx8JYCQgAfoNvyrgb3SlFvBeXCteaXaEuzKBVZd71i4dB57hfSW67WL0zTIhEyRIoVQhTYj35CKvE4qIoqfcT1bpWYBZf5tDpLUTXO7vwFrW2qc7fTO6mmE8Lprj1skQdo6v7Y8/s1600/fgzfgfgb.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hingga tampak gambar berikut, kemudian "OK" jika anda ingin langsung masuk ke program&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_lWCvsHqF6hBV8mPA0qfkLx1gllOTm0p2thCitsWvY706U_SM8SdPTOp9r2uF6j7xWZizwdYXdjoZUXPrjoz1cyWi5kPoqsm-XINf_iyHFTrM5y_5SFfpOjDAM8b9yn5ClO_McQrOJOM/s1600/untitled11.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_lWCvsHqF6hBV8mPA0qfkLx1gllOTm0p2thCitsWvY706U_SM8SdPTOp9r2uF6j7xWZizwdYXdjoZUXPrjoz1cyWi5kPoqsm-XINf_iyHFTrM5y_5SFfpOjDAM8b9yn5ClO_McQrOJOM/s320/untitled11.JPG" border="0" width="320" height="177" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyNtnL8oG0z4IMj_DdRoda2pmeYnkpBUitcziTf6Rj-gh86hzGO2ox7xz8g8KG5Sg7s26swKGNRoGxH1wrqIcNVZ91N_weFS4EBSqYCDv6I8LZQdfz_o8nJ5J-_Wfp95LZYMAVKtgaXEY/s1600/2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 10&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYaeWMFpasUtFYo-R5_e-pvZqIGbjR3V8Af3blfs9m0ENdVIglp4Gv6hoeDmLaBstpbI7Foc8aYLUIdiJy-UQqWFGUvQ_cYMoODJPjhjrQi3EksNjSEJarXGM13RGXWAnqxiUlaIbRX8I/s1600/3.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;setelah itu ke tampilan depan komputer lalu paste untuk menampilkan di Desktop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIUgPtsQqeb8_zXFbdZCKnL1ECtj-57GbNR4HnQTudJwY9EHtYUCItkM3r8ewuuSLNUewiYE0MVUTP5IG0LAU7UwlXVfWFyXLsV9GYJ7UgLMbJx7ilKqh8mCk6HqoUhXBwu3ha2Vd5CEg/s1600/untitled12.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIUgPtsQqeb8_zXFbdZCKnL1ECtj-57GbNR4HnQTudJwY9EHtYUCItkM3r8ewuuSLNUewiYE0MVUTP5IG0LAU7UwlXVfWFyXLsV9GYJ7UgLMbJx7ilKqh8mCk6HqoUhXBwu3ha2Vd5CEg/s320/untitled12.JPG" border="0" width="320" height="181" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 11&lt;/div&gt;Jika sudah anda copy, silahkan Double klik Icon Epi info di Desktop, atu program kemudian Epi INfo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1hdJFjg1Bph6_ZGqJ_Hv-haFQf39JIrb2rdL9GkCh84GcMCLcnTxWGePgNJBAag-QpPWkoJWQfr1mFUojL9IM0TlArdpXQFkg94flFiIDR3FLb-ho20_9OSPBTCKltWCm3JJ2uuCU8ng/s1600/untitled.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1hdJFjg1Bph6_ZGqJ_Hv-haFQf39JIrb2rdL9GkCh84GcMCLcnTxWGePgNJBAag-QpPWkoJWQfr1mFUojL9IM0TlArdpXQFkg94flFiIDR3FLb-ho20_9OSPBTCKltWCm3JJ2uuCU8ng/s320/untitled.JPG" border="0" width="320" height="166" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 12&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Pada kesempatan ini cukup sampai sini dulu ya…entar dikesempatan berikutnya kita melangkah ke tahap aplikasi praksis Epi Info denngan contoh kasus tentunya agar memudahkan dalam memahaminya…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalat Mencoba….. dan sukses buat kita semua.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgg63dYvzDwYbqoHrviBLfR8PMZ_agxgqf0zwheYCHuwbphuiLOxUBKWmMjAShMtDsa0mHJL6eT7vdfqjco8P6MtMHh4q_RD6kqeO-mflsqSJldsGa6_iZcBGk1_L2-uKzSr1Yyc-bbU8A/s72-c/untitled.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengenai SPSS</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/03/mengenai-spss.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Sun, 14 Mar 2010 00:13:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-5526360994885261800</guid><description>&lt;h1&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan&lt;img title="Selebihnya..." src="http://ikkibondenk.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h1&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh06UKhK5LHE029QXq56wcfe5LpN_h9QduD9LmLwPf_dnV_XO7E3AhtNlFp6ERsfGxpROlCKje7DCF3m9GsTHssTWtfjXxGzlSO7juPOwLpWegeRpt_0ihBPhv6i-guy-5XaAdjRynxZ_8/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 86px; height: 86px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh06UKhK5LHE029QXq56wcfe5LpN_h9QduD9LmLwPf_dnV_XO7E3AhtNlFp6ERsfGxpROlCKje7DCF3m9GsTHssTWtfjXxGzlSO7juPOwLpWegeRpt_0ihBPhv6i-guy-5XaAdjRynxZ_8/s320/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496998565377040722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Pengolahan dan analisis dat&lt;/span&gt;a melalui program&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; SPSS&lt;/span&gt; sangatlah mudah tetapi bagi yang tidak menngtahuinya tetap saja buat mereka sulit. tanpa niatan mengurui sama sekali karena itu marilah kita sedikit – sedikit melihat pengoprasian SPSS dengan mengunakan comtoh kasus sehingga terkesan lebih aplikatif dengan langkah demilangkah, karena SPSS adalah salah satu program pengolahan dan analisis data karena itu sebelum mengetahui “Apa SPSS itu.? dan langkah -langkah pengoprasiannya” marilah kita liat jenis – jenis data terlebih dahulu:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Data dalam statistik secara umum dapat digolongkan menjadi 2 macam yaitu:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Numerik &lt;/span&gt;data ini terbagi atas dua yaitu &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;diskrit&lt;/span&gt; atau data yang&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; bernetuk  bilangan bulat&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;kontinu&lt;/span&gt; yang &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;berbentuk bilangan decimal&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kategorik&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Skala Pengukuran&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;em&gt;Skala nominal&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; adalah&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; skala yang tidak memiliki tingkatan atau jenjang&lt;/span&gt; (&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;data sati lebih tinggi dari yang lainnya&lt;/span&gt;) skala mengelompokkan obyek atau peristiwa dalam berbentuk kategori. Skala nominal diperoleh dari pengukuran nominal yaitu suatu proses mengklasifikasian obyek-obyek yang berbeda kedalam kategori-kategori berdasarkan beberapa karakteristik tertentu. Karakteristik data nominal adalah 1. Kategori data bersifat mutually eksklusif (setiap obyek hanya memiliki satu kategori) 2. Kategori data tidak disusun secara logis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;em&gt;Skala ordinal&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; adalah&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; jenis skala yang menunjukkan tingkat&lt;/span&gt;. Skala ini biasanya dipergunakan dalam menentukan ranking seseorang dibandingkan dengan yang lain. misalnya ranking siswa dikelas dibuat dari nilai tertinggi sampai nilai terendah. Ranking pertama dan kedua tidak memiliki jarak rentangan yang sama dengan rankin kedua dan ketiga. Contoh lain skala ordinal adalah nilai mahasiswa dalam bentuk huruf, A, B, C, D dan E. skala ordinal memiliki karakteristik: 1. Kategori data bersifat mutually eksklusif (setiap obyek hanya memiliki satu kategori) 2. Kategori data tidak disusun secara logis 3. Kategori data disusun berdasarkan urutan logis dan sesuai dengan besarnya karakteristik yang dimiliki&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;em&gt;Skala interval &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;adalah s&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;kala yang yang memiliki jarak yang sama antar datanya akan tetapi tidak memiliki nol mutlak&lt;/span&gt;. Nol mutlak artinya tidak dianggap ada. Salah satu cirri matematis yang dimiliki skala interval adalah penjumlahan. Dengan demikian, kita dapat membuat operasi penambahan atau pengurangan. Misalnya, jarak pada temperature tertentu. Jarak antara 250F dengan 500F sama dengan jarak 750F dengan 1000F. akan tetapi, skala suhu ini tidak memiliki titik nol mutlak sehingga kita tidak bisa melakukan operasi perkalian dan pembagian. Untuk itu maka ada satu lagi skala yaitu skala rasio.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;em&gt;Skala rasio&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; adalah &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;skala pengukuran yang memiliki nol mutla&lt;/span&gt;k sehingga dapat dilakukan operasi perkalian dan pembagian. Misalnya berat badan, tinggi badan, pendapatan dan lain sebagainya. untuk melakukan pengujian hipotesis, maka data yang kita miliki minimal berskala interval. jika data berskala nominal atau ordinal, data tersebut harus ditransfer dulu ke skala interval baru bisa di lakukan pengujian hipotesis.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;strong&gt;Sejarah SPSS&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;SPSS adalah progrsm / sofware yang digunakan untuk pengolahan dara statistik. dibandingkan dengan berbagai program olah data statistik lainnya SPSS semerupakan yang paling banyak digunakan dan diminati oleh para peneliti. SPSS sendiri di dikembangkan sekitar 1960 an sebagai perangkat lunak untuk sistim komputer Mainframe oleh Norman H Nie C Hadlay dan Dale Bent dari Stanford University, kemudian pada tahun 1984 muncul dengan versi PC bernama SPSS PC+ kemudian pada tahun 1992 tercipta untuk versi Windows dengan nama SPSS for Windows. setelah itu SPSS mengalami banyak perkembangandari waktu ke waktu dimana SPSS yang dahulu penggunaannya hanya terbatas pada ilmu sosial saja merembet ke didiplin ilmu yang lainnya misalnya industri, perbangkan, ekonomi, telkomunikasi, kesehatan dll. sehingga pada waktu itu SPSS yang semula akronim sari Statistical Package For Social Solutions mengalami tranformasi nama menjadi Statistical Sistim and Cervice Solutions.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;strong&gt;Mengenal Area Kerja SPSS&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menu utama dalam SPSS:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;File&lt;/span&gt; = berisi fasilitas &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;pengolahan / manajement data file&lt;/span&gt; (membuat data baru, membuka file data membaca file dll)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Edit&lt;/span&gt; = memodivikasi &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;(memngkopi, menghapus dan mengganti data&lt;/span&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;View &lt;/span&gt;= digunakan untuk&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; mengatur toolbar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Data&lt;/span&gt; = digunakan untuk &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;manajemen dan pengolahan data&lt;/span&gt; (membuat, mendefenisikan nama variabel, mengambil/menganalisis sebagian atau menggabungkan data)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Transform &lt;/span&gt;= digunakan untuk&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; transormasi / memodivikasi data&lt;/span&gt; (pengelompokan variabel, pembuatan variabel baru, serta fasilitasd matimatis +, -, x, % dll)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Analyze&lt;/span&gt; = memilih sebagian &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;prosedur statistik &lt;/span&gt;(univariat, bivariat dan multy variat)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Graph&lt;/span&gt; = &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Visualisasi data&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Untilities&lt;/span&gt; = menampilkan berbagai&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; informasi&lt;/span&gt; mengenai file&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Window&lt;/span&gt; = menu untuk &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;berpindah dari jendela satu kejendela lainny&lt;/span&gt;a (jendela data ke jendela output)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Help&lt;/span&gt; = membuat&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; informasi bantuan &lt;/span&gt;menggunakan berbagai fasilitas SPSS.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;secara umun tampilan SPSS terbagi dua area kerja (Data views yang berfungsi untuk menginput dan mengedit data dan Varaible View berfungsi untuk membuat dan mendefenisikan variabel).&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh06UKhK5LHE029QXq56wcfe5LpN_h9QduD9LmLwPf_dnV_XO7E3AhtNlFp6ERsfGxpROlCKje7DCF3m9GsTHssTWtfjXxGzlSO7juPOwLpWegeRpt_0ihBPhv6i-guy-5XaAdjRynxZ_8/s72-c/images.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>UJI Validitas dan Reliabilitas</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/uji-validitas-dan-reliabilitas.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Sun, 28 Feb 2010 21:18:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-219572821781059103</guid><description>&lt;span style="color: #000066; font-weight: bold;"&gt;A. VALIDITAS &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Ada dua syarat yang berlaku pada sebuah instrument penelitian yaitu keharusan sebuah &lt;span style="color: #000066;"&gt;instrumen tersebut untuk valid da reliabel&lt;/span&gt;. Seperti yang kita ketahui bersama Validitas itukan ketetapatan / kecermatan / kesesuaian suatu alat ukur dengan apa yang akan diukur, dengan kata lain suatu kuesioner dikatan valid jika pertanyaan itu mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh alat ukur tersebut. misalnya  mengukur kepuasan pasien maka pertanyaan yang harus diberikan untuk mengukur kepuasan pasien  adalah pelayanan, perawatan, sarana rumah sakit, dokter dll.&lt;br /&gt;
Ada tiga jenis validitas&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: #000066;"&gt;Face Validity&lt;/span&gt; : pengujian tipe ini dilakukan melalui penilaian melalui penilaian para ahli / orang lain mis: seberapa kemampuan sebuah sebuah pertanyaan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur contoh : seberapa jauh anda terlibat dalam penanggulanga DB.? apakah pertanyaan ini sudah mengukur keterlibatan responden.?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: #000066;"&gt;Construct Validity&lt;/span&gt; : sebera[a mampu sata atau beberapa pertanyaan mengukur sebuah konstruk tertentu, misalnya apakah pertanyaan A, B, C sudah bisa dikatakan mengukur konstruk X.? pengujian bisa dialkukan  denganh analisis faktor / kerelasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: #000066;"&gt;Criterian Validity&lt;/span&gt; : mengkur suat pendapat yang berasal dari partisipan berbeda misalnya sebuah pertanyaan sama diberikan kepada responden yang berbeda (responden pendidikan tinggi dan rendah)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;1.  Cara Mengukur Validitas&lt;br /&gt;
pada program SPSS teknik pengujian yang sering digunakan  para peneliti untuk mengukur validitas adalah dengan menggunakan &lt;i&gt;korelasi bivariate pierson &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;corected item – total correlation &lt;/i&gt;yang masing-masing langkah pengujiannya akan kita bahas satu persatu &lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;1.    Bivariate Pearson&lt;/span&gt; = analisis ini digunakan dengan cara mengkorelasikan item dengan skor total. skor total : penjumlahan dari keseluruhan item.  pengujiannya menggunakan uji 2 sisi dengan taraf signifikansi 0,05 dengan kriteria&lt;br /&gt;
-  Jika rhit &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt; rtabel maka instrumen / item – item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap total (dinyatakan valid)&lt;br /&gt;
-   sebaliknya Jika rhit &amp;lt;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: #000066; font-weight: bold;"&gt;B. RELIABILIY&lt;/div&gt;Pertanyaan dikatan reliable jika jawan seseorang terhadap pertanyaan  konsisiten atau satabil dari waktu ke waktu, jika seseorang di waktu tertentu ditanyakan mengenai suatu hal adalah (A) maka ketika dilakukan pertanaa ulang/kembali dengan pertanyaan yang sama dilain waktu maka jawannya etap (A).&lt;br /&gt;
Prinsip UJi:&lt;br /&gt;
- Uji validitas dilakukan masing- masing pertanyaan dari variabrl&lt;br /&gt;
- Uji eliability dilakuan erhadap seluruh ertanyaan ari variable&lt;br /&gt;
Antara pertanyaan variable dengan variable lain tidak dilaukan uji validitas dan realiabilitas secara bersama-sama mengingat setiap vaiabel memiliki karakteristik yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;
Contoh kasus:&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;seorang mahsisiwamelakukan penelitian sebagai tugas akhir study dengan menggunakan skala untuk mengetahui tingkat depresi pasien dengan 10 item pertanyaan dengan menggunakan skala likert, yaitu 1 = selalu, 2= sering, 3= kadang-kadang, 4= tidak pernah&lt;/i&gt;“&lt;br /&gt;
contoh Kuesioner peelitain&lt;br /&gt;
.....................................&lt;br /&gt;
Sehingga didapat data sebagai beikut (data Fiftiv)&lt;br /&gt;
&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="border-collapse: collapse; width: 491px;"&gt;&lt;col style="width: 36pt;" width="48"&gt;&lt;/col&gt;  &lt;col style="width: 31pt;" width="41"&gt;&lt;/col&gt;  &lt;col style="width: 37pt;" width="49"&gt;&lt;/col&gt;  &lt;col style="width: 35pt;" width="46"&gt;&lt;/col&gt;  &lt;col style="width: 38pt;" width="50"&gt;&lt;/col&gt;  &lt;col style="width: 35pt;" width="46"&gt;&lt;/col&gt;  &lt;col style="width: 33pt;" width="44"&gt;&lt;/col&gt;  &lt;col style="width: 34pt;" width="45"&gt;&lt;/col&gt;  &lt;col style="width: 31pt;" width="41"&gt;&lt;/col&gt;  &lt;col style="width: 29pt;" width="39"&gt;&lt;/col&gt;  &lt;col style="width: 32pt;" width="42"&gt;&lt;/col&gt;  &lt;tbody&gt;
&lt;tr height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;   &lt;td class="xl65" height="21" style="height: 15.75pt; width: 36pt;" width="48"&gt;No&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 31pt;" width="41"&gt;P1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 37pt;" width="49"&gt;P2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 35pt;" width="46"&gt;P3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 38pt;" width="50"&gt;P4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 35pt;" width="46"&gt;P5&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 33pt;" width="44"&gt;P6&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 34pt;" width="45"&gt;P7&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 31pt;" width="41"&gt;P8&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 29pt;" width="39"&gt;P9&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl66" style="width: 32pt;" width="42"&gt;P10&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;   &lt;td class="xl67" height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;   &lt;td class="xl67" height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;   &lt;td class="xl67" height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;   &lt;td class="xl67" height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;   &lt;td class="xl67" height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;5&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;   &lt;td class="xl67" height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;6&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;   &lt;td class="xl67" height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;7&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;   &lt;td class="xl67" height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;8&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;   &lt;td class="xl67" height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;9&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;   &lt;td class="xl67" height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;10&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;   &lt;td class="xl67" height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;11&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;   &lt;td class="xl67" height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;12&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;   &lt;td class="xl67" height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;13&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;   &lt;td class="xl67" height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;14&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;   &lt;td class="xl67" height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;15&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;   &lt;td class="xl67" height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;16&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;   &lt;td class="xl67" height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;17&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;   &lt;td class="xl67" height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;18&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;   &lt;td class="xl67" height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;19&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;   &lt;td class="xl67" height="21" style="height: 15.75pt;"&gt;20&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl68"&gt;4&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;untuk memudahkan anda dalam mengentry data ke SPSS maka anda bisa mendownload data diatas dalam format Excel guna efesiensi &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9050532/ValidiatsadanReliability.xls.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Klik Disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #000099; font-weight: bold;"&gt;Langkah pnyelesaian&lt;/div&gt;A. Uji Corelasi pearson product moment&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: #000099; font-weight: bold;"&gt;Ikuti langkah-langkah berikut&lt;/div&gt;1. Masuklah ke program SPSS Anda dengan mengetik program – desktop SPSS&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjh1qYUkqUKLSzLzBmtXT5haVRcCvOwXgEJLtXxQFlYJRTPobFrXIkNd3b-xoQDJTNZgg3x_IyF9sMa0vRFAaZVs69QFGRc1aBKStZM0pa6j_cVRI6S57w9XWLjx4PPUUsQW8NXGEBIypQ/s1600-h/Gambar+1.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446151853424802738" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjh1qYUkqUKLSzLzBmtXT5haVRcCvOwXgEJLtXxQFlYJRTPobFrXIkNd3b-xoQDJTNZgg3x_IyF9sMa0vRFAaZVs69QFGRc1aBKStZM0pa6j_cVRI6S57w9XWLjx4PPUUsQW8NXGEBIypQ/s400/Gambar+1.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 380px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 01&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.&lt;/span&gt; Buatlah nama variable satu persatu dengan mengklik jendela “Variable View” dan buatlah variable “Nor” dengan megketikkannya tanpa spasi di “Name” - pada kolom “Type” biarkan tetap “Numeric” - kolom “With” abaikan saja karena SPSS akan mengaturnya secara otomatis - kolom “Label” Nomer responden” - kolom “Values” abaikan saja.&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. &lt;/span&gt;Ulangi hal tsesebut dengan mebuat nama variable “pengetahuan 1, pengeathuan 2, pengetahuan 3 sampai 10” seperti gambar berikut:&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjD-gXruEGkX0Zmh_Qpnt3-Plk6Yg7xoVSCAPx6B-KZRbr_4xDKpVFaa2yN2xd3GVW3wGVC8-5Hl8CBbwHFG7ehcNZz2Q8LN-I6sUbXqnTnA1Y_TMXBxtC1-UA1ELyanU4VhsK8kl1DLK8/s1600-h/Gambar+2.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446149572039863458" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjD-gXruEGkX0Zmh_Qpnt3-Plk6Yg7xoVSCAPx6B-KZRbr_4xDKpVFaa2yN2xd3GVW3wGVC8-5Hl8CBbwHFG7ehcNZz2Q8LN-I6sUbXqnTnA1Y_TMXBxtC1-UA1ELyanU4VhsK8kl1DLK8/s400/Gambar+2.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 218px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 02&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. &lt;/span&gt;Entry data ke SPSS dengan mengklik “Data View” sehingga tampak seperti gambar dibawah ini:&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisx8f9_gx298IZsTsAPS9krJzk7lH0TteE5qZkyoXybvk8vwD1rcUlZkF0ZpoLUrRMU9-Rokix3fJMDvXMCQlVKUqB4dW3nZB8CBLqUV7mQPi-V6qWG4flHBtI3T8i9J7jH9xI67Jc0pU/s1600-h/Gambar+3.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446149576545225570" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisx8f9_gx298IZsTsAPS9krJzk7lH0TteE5qZkyoXybvk8vwD1rcUlZkF0ZpoLUrRMU9-Rokix3fJMDvXMCQlVKUqB4dW3nZB8CBLqUV7mQPi-V6qWG4flHBtI3T8i9J7jH9xI67Jc0pU/s400/Gambar+3.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 244px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 03&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. &lt;/span&gt;Kemudian melakukan analisis dengan memilih sub Analyze – sub menu Scale - Reliability Analisis.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6jiefnivear5YO_ZZPR9V2Wkzif2mgL1v1S99di9u6tgDPIKEIHo_BiEYT3sIY3tskDAB5gyuRNMqCL9eOf34KRlR7FuWjjotsMzlU4WezeGqyD-xoy2soJjakCyeXQ8WXhOjq8oOTyo/s1600-h/Gambar+4.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446149587441260850" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6jiefnivear5YO_ZZPR9V2Wkzif2mgL1v1S99di9u6tgDPIKEIHo_BiEYT3sIY3tskDAB5gyuRNMqCL9eOf34KRlR7FuWjjotsMzlU4WezeGqyD-xoy2soJjakCyeXQ8WXhOjq8oOTyo/s400/Gambar+4.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 331px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 437px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 04&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. &lt;/span&gt;Setelah menu tersebut akan mucul kotak dialog berikut (Reliability Analisis) Masukkan semua pertangaan e otak Item&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4YwzBnjmngQRO5TD0Jh6Lprx_gWOlhnlLne-kNcl_puiE8M8TK1w3TQdyLp06r4cuO8RPWvmQUjbueCcIlmP3H4UyHqaddKwlAzy5zdeDaF4oJCFww1KUZeXve0wptVFUhD9du5z8eA0/s1600-h/Gambar+5.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446149592203700354" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4YwzBnjmngQRO5TD0Jh6Lprx_gWOlhnlLne-kNcl_puiE8M8TK1w3TQdyLp06r4cuO8RPWvmQUjbueCcIlmP3H4UyHqaddKwlAzy5zdeDaF4oJCFww1KUZeXve0wptVFUhD9du5z8eA0/s400/Gambar+5.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 273px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 426px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 05&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. &lt;/span&gt;Pada “model” biarkan tetap pilihan pada Alpha“&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. &lt;/span&gt;Klik Options “Statistics” (gambar reliable analisis : item)&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4_124C3kXoXIZkpNpUJd5Jj4jH-CGGY6yAZQ_LWiwwiLZc3fXvADPYatHhpo6Vgpd1nDBjeqg7Sz1fEPacByz5RZEljeNktWFB8-7ddsv00URBFxS-wkKpk696WsIyAjEgt33Cf2jFv0/s1600-h/Gambar+6.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446149595094863106" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4_124C3kXoXIZkpNpUJd5Jj4jH-CGGY6yAZQ_LWiwwiLZc3fXvADPYatHhpo6Vgpd1nDBjeqg7Sz1fEPacByz5RZEljeNktWFB8-7ddsv00URBFxS-wkKpk696WsIyAjEgt33Cf2jFv0/s400/Gambar+6.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 365px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 431px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 06&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. &lt;/span&gt;Pada bagian  deskriptivs for“ klik pilihan “item”, “Scale”, “Scale item deleted”&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10. &lt;/span&gt;Klik “Continue”&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;11. &lt;/span&gt;Klik ok sesaat kemudian muncu hasil output seperti pada table dibawah ini.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQj7kQEcmaHHxzi2b-FBAwTCqN8O1CScZiqFt7-c57NzCMDBo38s_76_NUvB6j3ohlDY6hUKSYlmT3QZbCkmS_3u831IJmXd9lly7eEBrldMdf_2L3L6oqRUlkqblTFd7ufmBh3nJI9fA/s1600-h/jk.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446153796860300818" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQj7kQEcmaHHxzi2b-FBAwTCqN8O1CScZiqFt7-c57NzCMDBo38s_76_NUvB6j3ohlDY6hUKSYlmT3QZbCkmS_3u831IJmXd9lly7eEBrldMdf_2L3L6oqRUlkqblTFd7ufmBh3nJI9fA/s400/jk.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 353px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 458px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 07&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;12. &lt;/span&gt;Uji Validitas Kesimpulan : terlihat dari 10 peratanyaan ada dua pertanyaa yang r hasil &amp;lt; r="0,1373)"&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;13. &lt;/span&gt;Kemudian ketika hasilnya diketahui pilihannya dua (mengganti atau menghilanggkan pertanyaa yang tidak valid tadi) kemudian analisis ulang/kembali dengan langkah-langkah yang sama sampai didapatkan hasil yang semuanya valid.&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;14. &lt;/span&gt;Pada kesempatan ini penulis mengeluarkan pertanyaan yang dinyatakan tidak valid dan menganalisis kembali. (lakukanlah sendiiri) sampai tampil gambar berikut&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJjdir499Dw8SbRdUdU56m1hO4tTP8BBxfccEf-H_RR9SrRYr9UxZE597FVcqMGP_kgQkSwmU1DREKW-eDzJnpdZKXROMnvjW4BTHXFt9gGFDNCUIR3vkScRFVnXKlIThelwuIuesFuX4/s1600-h/Gambar+7.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446151088938204178" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJjdir499Dw8SbRdUdU56m1hO4tTP8BBxfccEf-H_RR9SrRYr9UxZE597FVcqMGP_kgQkSwmU1DREKW-eDzJnpdZKXROMnvjW4BTHXFt9gGFDNCUIR3vkScRFVnXKlIThelwuIuesFuX4/s400/Gambar+7.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 301px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 432px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 08&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;15. &lt;/span&gt;Uji Reliabilitas: setelah semua pertanyaan sudah valid semua, analisis selanjutnya dengan reliability. Untuk menetahui reliabilitas caranya dengan membandingkan nilai r hasil dengan nilai konstanta (0,6) “bisa juga dengan r table”. Dalam uji realibilitas sebagai nilai r hasil adalah nilai “alpha” (terletak diakhir output) ketentuan : bila r alpha &amp;gt; konstanta (0,6) maka pertanyaan dinyatakan reliable. Dari hasil uji diatas ternyata r Alpha(0.9762 lebih besar dibandingkan dengan 0.6 maka kedelapan pertanyaan datas dinyatakan reliable.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjh1qYUkqUKLSzLzBmtXT5haVRcCvOwXgEJLtXxQFlYJRTPobFrXIkNd3b-xoQDJTNZgg3x_IyF9sMa0vRFAaZVs69QFGRc1aBKStZM0pa6j_cVRI6S57w9XWLjx4PPUUsQW8NXGEBIypQ/s72-c/Gambar+1.bmp" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>UJI ITEMAN (VALIDITAS DAN RELIABILITAS)</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/iteman.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Sun, 28 Feb 2010 21:18:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-7580909108066667424</guid><description>&lt;div class="storycontent"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;UJI ITEMAN ( VALIDITAD DAN RELIABILITAS)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perlu diketahui bahwa uji korelasi seperti contoh pada uji validitas dan reliabilitas melakui program SPSS diatas digunakan untuk pertanyaan yang meggunakan skala/skor butir &lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;“kontinium” seperti skala likert (1-5 / 1-4) yang merupakan skala ordinal. Sedangkan untuk butir soal “dis-Kontinium” (misalnya soal obyektuf  skala  Gutman dengan skor 0 dan 1) &lt;/span&gt;maka menggunakan Program ITEMAN misalnya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berikut kita akan membahasnya secara lengkap dolengkapi dengan gambar disetiap langkah pengoprasiannya beserta contoh datanya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contoh kasus: &lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Seorang mahasiswi ingin melakukan pengujian validitas dan reliabilitas alat ukur dimana alat ukur yang diguakan terdiri dari 10 pertanyaan yang diberikan kepada 10 responden dan disetaip pertanyaan terdiri dari 2 pilihan dengan meggunakan skala gutman (skala untuk melihat ketegasan responden 0=salah dan 1=benar)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berikut ini contoh hasil data kuesionar penelitian (FIFTIV):&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;table style="border-collapse: collapse; width: 358pt;" width="477" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;col style="width: 33pt;" width="44"&gt;  &lt;col style="width: 32pt;" width="43"&gt;  &lt;col style="width: 34pt;" width="45"&gt;  &lt;col style="width: 37pt;" width="49"&gt;  &lt;col style="width: 38pt;" width="51"&gt;  &lt;col style="width: 38pt;" width="50"&gt;  &lt;col style="width: 37pt;" width="49"&gt;  &lt;col style="width: 38pt;" width="51"&gt;  &lt;col style="width: 36pt;" width="48"&gt;  &lt;col style="width: 35pt;" width="47"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 15pt; width: 33pt;" width="44" height="20"&gt;P1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-left: medium none; width: 32pt;" width="43"&gt;P2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-left: medium none; width: 34pt;" width="45"&gt;P3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-left: medium none; width: 37pt;" width="49"&gt;P4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-left: medium none; width: 38pt;" width="51"&gt;P5&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-left: medium none; width: 38pt;" width="50"&gt;P6&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-left: medium none; width: 37pt;" width="49"&gt;P7&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-left: medium none; width: 38pt;" width="51"&gt;P8&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-left: medium none; width: 36pt;" width="48"&gt;P9&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-left: medium none; width: 35pt;" width="47"&gt;P10&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;0&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl64" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;0&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelumnya di computer anda saaat ini seharusnya anda sudah memiliki program &lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;ITEMAN.EXE&lt;/span&gt; tapi kalau anda tidak memilikinya anda bias mengdownloadnya &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.ziddu.com/download/8890524/ITEMAN1.EXE.html"&gt;disini &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada dasarnya program&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt; ITEMAN&lt;/span&gt; terdiri dari 2 (dimana masing-masing sebagai Entry dan save data kemudian yang lainya sebagai analisis data) namun disetiap computer anda saat ini diberikan fasilitas “&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Notepad&lt;/span&gt;” sebagai pengimput data yang akan dianalisis oleh &lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;ITEMAN.EXE.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. &lt;/span&gt;Langkah pertama kliklah dikomputer anda“All Program” kemudian “Assesoris” lalu “Notepad” seprti pada gambar berikut:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRxz6OwRFSsUwqZl-uR4jYDr97Yso9bYAKqhA4Ttkl74uhqHws0LvKrQD0MS0UgkoD2S77mNq5X2hbiw03V_cCevum4hRIGTntI4NkX3EviKlvphOtRBSxhMR595t7bwyiSB0YhzhVutg/s1600-h/1.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 325px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRxz6OwRFSsUwqZl-uR4jYDr97Yso9bYAKqhA4Ttkl74uhqHws0LvKrQD0MS0UgkoD2S77mNq5X2hbiw03V_cCevum4hRIGTntI4NkX3EviKlvphOtRBSxhMR595t7bwyiSB0YhzhVutg/s400/1.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446525144381628898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Gambar 01&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. &lt;/span&gt;Sehingga akan muncul kotak dialog berikut:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4Dcylz6P7dkit3MkChn_l2iUNlM7jFWQDVBVy9pT6A_eteMReDiy5vHZCKzLYBCFy-W6Lbm5bK1IJhqqzAeNfWf-JqRAfIe_E6fKDwdIHr4sgqiIDMGHUzOCpUr7XSeqRjGDowB3Rm8g/s1600-h/2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 287px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4Dcylz6P7dkit3MkChn_l2iUNlM7jFWQDVBVy9pT6A_eteMReDiy5vHZCKzLYBCFy-W6Lbm5bK1IJhqqzAeNfWf-JqRAfIe_E6fKDwdIHr4sgqiIDMGHUzOCpUr7XSeqRjGDowB3Rm8g/s400/2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446525164339433714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Gambar 02&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. &lt;/span&gt;Kemudian entry data yang akan kita analisis dalam hal ini contoh data diatas, masing-masing sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;_10_O_N_10&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1111111111&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2222222222&lt;/p&gt; &lt;p&gt;YYYYYYYYYY&lt;/p&gt;(&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;DAN SETERUSNYA&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Ket  : baris pertama tanda (“_” berarti “Spasi”), (10 artinya sepuluh pertanyaan), (10 artinya sepuluh digit jawaban pertanyaan terhitung dari nomor)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. &lt;/span&gt;Sehingga tampak seperti gambar dibawah ini:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhoChpvy-IZpJuyZk3uuxos7XTaSsaq4U_wl1huaDtqAHBTZ7N9YUU3f6_zBEeYdRLEUD3803XqV8JLvYV6h4Jc7OWSDG2DNKfg9-LAG_Zl8-DeuqeXoxBvr0pVVo95YMo9l98TeyUAX4/s1600-h/3.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 349px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhoChpvy-IZpJuyZk3uuxos7XTaSsaq4U_wl1huaDtqAHBTZ7N9YUU3f6_zBEeYdRLEUD3803XqV8JLvYV6h4Jc7OWSDG2DNKfg9-LAG_Zl8-DeuqeXoxBvr0pVVo95YMo9l98TeyUAX4/s400/3.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446525171670292242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Gambar 03&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. &lt;/span&gt;Kemudian save dengan nama &lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;“latihan&lt;/span&gt;” :catatan: &lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;antara program ITEMAN dan Data yang di save melalui notaped satu folder)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. &lt;/span&gt;Nah sekarang masuklah ke program ITEMAN dengan mengklik ganda Program ITEMAN yang barusan Anda Download. Sehingga tampak gambar berikut:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcDngJDXiflTG3SJ0q1QLdreYfPUVZsGz6SrYkZ_E7-n9XlprXreyGT-NgfThco55wEhJ1T-cbZ3dB88ueo_3SRMMiXqM-osI4qMwWukH_mjThq_TCsUipF5Bq6Hm_HgmxljteRx9GqVc/s1600-h/4.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 231px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcDngJDXiflTG3SJ0q1QLdreYfPUVZsGz6SrYkZ_E7-n9XlprXreyGT-NgfThco55wEhJ1T-cbZ3dB88ueo_3SRMMiXqM-osI4qMwWukH_mjThq_TCsUipF5Bq6Hm_HgmxljteRx9GqVc/s400/4.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446527103269683538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Gambar 04&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. &lt;/span&gt;Pada “&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Enter The name of the input file&lt;/span&gt;:  ketikkan sesuai dengan nama file yang di notaped yaitu “&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;latihan.tx&lt;/span&gt;t” lalu Enter&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. &lt;/span&gt;Pada&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt; Enter the name of the output file&lt;/span&gt;: ketikkahn “&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;hsllatihan.txt&lt;/span&gt;” lalu Enter&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. &lt;/span&gt;Pada &lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Do you want the scores written to afile&lt;/span&gt;? (Y/N) ketikkan “&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Y&lt;/span&gt;” lalu enter&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10. &lt;/span&gt;Pada &lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Enter the name of the score file:&lt;/span&gt; ketikkan “&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;scrlatihan.txt&lt;/span&gt;” lalu enter&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgADOcgx8CX1DjVEU_DZafxEXQL7X7nAiVWdoXvP9quOw35x-18xIy2D29XcmcnKuBDgP1K7K_UIGN5EGLCszsOe0gyIjAQnfnFHG3rDSIIKUpCqcWulV69fXrX5_bKvQkJFwAnFbbXwQw/s1600-h/5.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 234px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgADOcgx8CX1DjVEU_DZafxEXQL7X7nAiVWdoXvP9quOw35x-18xIy2D29XcmcnKuBDgP1K7K_UIGN5EGLCszsOe0gyIjAQnfnFHG3rDSIIKUpCqcWulV69fXrX5_bKvQkJFwAnFbbXwQw/s400/5.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446527114166894082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Gambar 05&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;11. &lt;/span&gt;Jika anda berhasil maka program ITEMAN akan keluar dengan sendirinya menandakan anda sukses dalam menganalisis data tersebut. Dan sekarang untuk melihatn hasil analisis masukklah ke folder penyimpanan ITEMAN dan Data Notaped tadi seprti ini :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiArhPKZOhyphenhyphen4NGEykXAs5VQduhDno5CkI2DyuDkLBmcyZ4thD6XyI0soFv9deZyZ0zy_Rff7m-hcOlw5HByMEbNrqmMNLGQwbe-vt-i4dMTIn4m8oQmrc-6PfTHxMjHhvmN9mnW3Tutmv0/s1600-h/6.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 348px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiArhPKZOhyphenhyphen4NGEykXAs5VQduhDno5CkI2DyuDkLBmcyZ4thD6XyI0soFv9deZyZ0zy_Rff7m-hcOlw5HByMEbNrqmMNLGQwbe-vt-i4dMTIn4m8oQmrc-6PfTHxMjHhvmN9mnW3Tutmv0/s400/6.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446527120675166050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Gambar 06&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikOxkL8-w8H88efnj-uiQFXDYwp6_qUqX9_3K5p-u1qPW07N8ztHeqmA_Aesp8_cgeOXrRo_yhxyeeXvACkGNjn8NSCHD-KF63uY7DII-DVXOtKbtGfjVBxHys8bs2dF7HZyKfMJfcRdU/s1600-h/7.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 347px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikOxkL8-w8H88efnj-uiQFXDYwp6_qUqX9_3K5p-u1qPW07N8ztHeqmA_Aesp8_cgeOXrRo_yhxyeeXvACkGNjn8NSCHD-KF63uY7DII-DVXOtKbtGfjVBxHys8bs2dF7HZyKfMJfcRdU/s400/7.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446527133350948210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Gambar 07&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keseimpulan : terlihat di hasil analisis tuk melihat validitas dari pertanyaan silakan lihat di kolom "&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Poin Biser&lt;/span&gt;" dibandingkan r tabel 0.632 (lihat tabel r dengan jumlah responden 10) maka dari data diatas dapat dikatakan bahwa pertanyaan no 1, 2, 7, 8, 9 10 (dinyatakan tidak valid) atau &lt;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kemudian reliabel dengan melihat Alpha (0.682) lebih kecil dari r tabel maka dinyatakan tidak valid.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;untuk hasil yang maksimal sebaiknya dan seharusnya ketika terdapat pertanyaan yang tidak valid maka ada du alternatif yang pertama ganti pertanyaan tersebut atau menghilangkannya sampai semuanya valid dan selanjutnya reliable&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRxz6OwRFSsUwqZl-uR4jYDr97Yso9bYAKqhA4Ttkl74uhqHws0LvKrQD0MS0UgkoD2S77mNq5X2hbiw03V_cCevum4hRIGTntI4NkX3EviKlvphOtRBSxhMR595t7bwyiSB0YhzhVutg/s72-c/1.bmp" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Interrater Reliability</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/interrater-reliability.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Sun, 28 Feb 2010 21:18:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-4454307105527159586</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;UJI INTERRATER RELIAILITY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Pada penelitian kesehatan seringkali kita menggunakan teknik pengamatan (observasi), misalna ingin mengetahui perilaku perawat dalam melakukan ashan keperawatan , mengamati dokter dalam melakukan pegkajian terhadap pasien, dll. Dengan metode pengamatan observasi( seringkali antara peneliti dengan pengumpul data terjadi perbedaan persepsi  teradap kajian yang diamati. Agar data yang dihasilkan valid, maka harus ada penyamaan persepsi antara peneliti dengan si pengumpul data. Uji interrater reliability merupakan jenis uji yang digunakan untuk menyamakan persepsi dalam hal ini antara peneliti dan si pegunpul data. Alat yang digunakan untuk uji ini adalah uji statistic Kappa.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Ketentuan uji:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;- Kalau si pengumpul data banyak maka uji dilakukan terhadap masing-masing pengumpul data&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;- Dilakuka terhadap masing-masing pertanyaan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;- Peneliti dan si pegumpul data bersama-sama mengobservasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;- Waktu mengobservasi antara peneliti dan si pengumpul data tidak boleh berbeda&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Perinsip Uji :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;- Bila nilai koefisien kappa &amp;gt; 0,6 atau p value &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&amp;amp;&lt;/span&gt; alpha (0,05), maka persepsi antara peneliti dengan si   penumpul data sama&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;- Bila nilai koefisien kappa &amp;lt; 0,6 atau p value &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&amp;amp;&lt;/span&gt; alpha (0,05), maka persepsi antara peneliti dengan si penumpul data terjadi perbedaan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Contoh kasus&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Seorang peneliti melakukan peeliian terhadap perlaku perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan, kemudian dengan instrument lembar observasi peneliti melakuka pengamatan dank karena guna efesiensi waktu maka peneliti membutuhkan tim untuk membantu melakukan observasi maka sebelumnya harus  dilakukan uji interrater reliability”.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Apakah dalam melakukan pengkajian sampai evaluasi perawat melakukan engan baik ?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Baik                 2. Cukup.                     3. Kurang baik&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kemudian dilakukan uji coba dengan pengamatan terhadap 15 perawat hasilnya Sbb.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Tabulasi Data (Fiftif)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table style="border-collapse: collapse; width: 212px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;col style="width: 58pt;" width="77"&gt;  &lt;col style="width: 48pt;" width="64"&gt;  &lt;col style="width: 53pt;" width="71"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 15pt; width: 58pt;" width="77" height="20"&gt;NO prawat&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-left: medium none; width: 48pt;" width="64"&gt;Peneliti&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-left: medium none; width: 53pt;" width="71"&gt;numerator&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;5&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;6&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;7&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;8&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;9&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;10&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;11&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;12&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;13&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;14&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" height="20"&gt;15&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Ujilah apakah ada persamaan persepsi antara peneliti dengan si pengumpul data?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Langkah penyelesaian :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;1. &lt;/b&gt;Pilihlah program SPSS dengan mengklik Allprogram dan SPSS For Windows:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg85Ewd0TbI8E3xAZNJvoDhnt4K5IDr6U7XegN4W6iBUeVG6KbgbZaVdqhaPPds-6qB76l5evZjFg0WuxQzvdHf-5V1y9cQRgG-at5P1W7fBIM1-hERbTZRQ1BaY-Fw8slVe40HZ-rxq3E/s1600-h/Gambar%201.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg85Ewd0TbI8E3xAZNJvoDhnt4K5IDr6U7XegN4W6iBUeVG6KbgbZaVdqhaPPds-6qB76l5evZjFg0WuxQzvdHf-5V1y9cQRgG-at5P1W7fBIM1-hERbTZRQ1BaY-Fw8slVe40HZ-rxq3E/s400/Gambar%201.jpg" width="400" border="0" height="380" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Gambar 01&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;2. &lt;/b&gt;Buatlah nama variable dengan mengklik “Variable View” dam memasukkannya satu persatu “Penelitian” dengan megketikkannya di “Name” – pada kolom “Type” biarkan tetap “Numeric” – kolom “With” abaikan saja karena SPSS akan mengaturnya secara otomatis – kolom “Label” Ketikkan “Penelitian”- kolom “Values” sampai seperti gambar dibawah ini:&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjssuvnlrPApnEDYTt2opZM8zYbMp816C9IW5f-6Yu7SWAfmGqIrgNrjBe9cavWkkUkdGpv4c19uqHoWJVz6D1yAsuHBblCTr97e5PT8x1-oKOZ5-e2gYeC7JupcnZ6e5gQt5_-MPPbmFI/s1600-h/Gambar%202.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjssuvnlrPApnEDYTt2opZM8zYbMp816C9IW5f-6Yu7SWAfmGqIrgNrjBe9cavWkkUkdGpv4c19uqHoWJVz6D1yAsuHBblCTr97e5PT8x1-oKOZ5-e2gYeC7JupcnZ6e5gQt5_-MPPbmFI/s400/Gambar%202.jpg" width="400" border="0" height="183" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Gambar 02&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;3.  &lt;/b&gt;kemudian input atau entry data ke "Data View" sehingga tampak seperti gambar dibawah ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFz7hpn5T7HAWVcX9FCjQmooS7LVneME8JJFM6A-7cqJhUBDjHslddxMadY1DmVCK5WcfIYKwzhrtKIdw1x2Mv84qnBjihO2OxqCt448wbn8G-zoQw45s-LRgjAXQxp7F-juvRXkhQDo4/s1600-h/Gambar%2003.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFz7hpn5T7HAWVcX9FCjQmooS7LVneME8JJFM6A-7cqJhUBDjHslddxMadY1DmVCK5WcfIYKwzhrtKIdw1x2Mv84qnBjihO2OxqCt448wbn8G-zoQw45s-LRgjAXQxp7F-juvRXkhQDo4/s400/Gambar%2003.jpg" width="400" border="0" height="241" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; Gambar 03&lt;/div&gt;&lt;b&gt;4. &lt;/b&gt;Tibalah saatnya melakukan pengujian dengan mengklik tab menu “Analyze” – Sub menu “Desciptif” – sub-sub menu “Crostab” seasaat kemudian akan tampil gambar Crostab.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLIKTlSXY9hzd6NpmgRqQ6rjv9ZHPgali9CZNDnTdbH2tI5_K0z54FS-ucGVRLHVQB-CfaRcOgV-r_8t1KPewIAZzI9oYiqpfFQFqP1ZYklR_yTtgr3MiEb9e1hFExzk1zii0F2vsLG08/s1600-h/Gambar%204.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLIKTlSXY9hzd6NpmgRqQ6rjv9ZHPgali9CZNDnTdbH2tI5_K0z54FS-ucGVRLHVQB-CfaRcOgV-r_8t1KPewIAZzI9oYiqpfFQFqP1ZYklR_yTtgr3MiEb9e1hFExzk1zii0F2vsLG08/s400/Gambar%204.jpg" width="400" border="0" height="296" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Gambar 04&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;5. &lt;/b&gt;Pindahkan variable “Penelitian” ke “Row” dengan mengklik tanda panah. Begitupun variable “Numerator” ke “Column(s)” sepeti gambar dibawah berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEht9vUJu1Dd0mDWHfsjL4WmkQvY6ujS-srkcrHrFAsdrcTlixOLBQOBgsmk8uYqjno9FCCe1DBkHsafUpCgrDAtbcKdiFXxTjHZ8OLJcVPWPcgOTT1ZDK6DddTQbmDZHFF86g-zYT_9NvE/s1600-h/untitled.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEht9vUJu1Dd0mDWHfsjL4WmkQvY6ujS-srkcrHrFAsdrcTlixOLBQOBgsmk8uYqjno9FCCe1DBkHsafUpCgrDAtbcKdiFXxTjHZ8OLJcVPWPcgOTT1ZDK6DddTQbmDZHFF86g-zYT_9NvE/s400/untitled.jpg" width="400" border="0" height="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Gambar 05&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6.  &lt;/b&gt;Klik tombol “statistik“ dan klik “Kappa”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGuxgZdaRa-vkJJ9dMT_cLIxpKQPnoZ4kZXRYukI9IGhBwjOW3FyiPko_4Pv_d6xz7Sdi3IjITVCCe2iuFl06XhqMaDjA9x2VebeBP7inlAVx3q9iE-QdIhFgMYALhyLjJH4acBfmzscw/s1600-h/Gambar%205.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGuxgZdaRa-vkJJ9dMT_cLIxpKQPnoZ4kZXRYukI9IGhBwjOW3FyiPko_4Pv_d6xz7Sdi3IjITVCCe2iuFl06XhqMaDjA9x2VebeBP7inlAVx3q9iE-QdIhFgMYALhyLjJH4acBfmzscw/s400/Gambar%205.jpg" width="400" border="0" height="287" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Gambar 06&lt;br /&gt; &lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;7. &lt;/b&gt;Klik “cntinue” lalu “Ok” dan hasilnya sbb:&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjD1CJN2UGNU0kapGZ7HhNkiMJosD2XSk83AyqE13rIon4Zu_g2gk55LWOSLtLbqIoDpTdsyF7KagEOAvUh0ea5jpWhlvCz7rdvLTr_Z300Ru4VFjHywz92tAkg9xo8RBWkHVrf5KrEFEQ/s1600-h/Output%201.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjD1CJN2UGNU0kapGZ7HhNkiMJosD2XSk83AyqE13rIon4Zu_g2gk55LWOSLtLbqIoDpTdsyF7KagEOAvUh0ea5jpWhlvCz7rdvLTr_Z300Ru4VFjHywz92tAkg9xo8RBWkHVrf5KrEFEQ/s400/Output%201.jpg" width="400" border="0" height="223" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; Gambar 07&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:9pt;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;8. &lt;/b&gt;Interpretasi data : dari hasil uji koefisien kappa = 0.184 dan p value =0,265 dengan hasil ini berarti koefisie kappa &amp;lt; 0,6 dan p value &amp;gt;0,05, dengan demikian dapat disimulkan ada perbedaan persepsi mengenai perilaku perawat yang diamati antara peneliti denagn s pegumpul data (si pengumpul data harus di training terlebih dahulu sebelum melakukan observasi sungguhan)&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg85Ewd0TbI8E3xAZNJvoDhnt4K5IDr6U7XegN4W6iBUeVG6KbgbZaVdqhaPPds-6qB76l5evZjFg0WuxQzvdHf-5V1y9cQRgG-at5P1W7fBIM1-hERbTZRQ1BaY-Fw8slVe40HZ-rxq3E/s72-c/Gambar%201.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Odds Ratio</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/odds-ratio.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Sun, 28 Feb 2010 21:16:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-4631203752463174010</guid><description>CASE CONTROL: &lt;p&gt;Menurut murti (1997) penelitian akasus control adalah &lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;penelitian epidemiologi yang memepelajari hubungan antara pajanan dan penyakit, dengan cara membandingkan kelompok kasus dan kelompok control bedsarakan status pajanannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Era komputerisasi saat ini memeudahkan kita para akademisi maupun para praktisi kesehatan dalam melakukan analisis data salah satunya denagan memamfaatkan program SPSS. Tapi sebelum itu terlebih dahulu seperti biasa agar mudah dipahami dalam aplikasinya kita buatkan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;contoh kasus&lt;/span&gt; sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang mahasiswa ingin melakukan peelitian dengan rancangan penelitian case control atau kasus control dengan dengan pengujian analisis ord ratio &lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;(Risk dalam SPSS)&lt;/span&gt; dengan judul “a&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;nalisis factor resiko kejadian jantung kroner pada pasien di RS X tahun Y&lt;/span&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan didapatkan data sebagai berikut (Fiktif):&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;table style="border-collapse: collapse; width: 192pt;" width="256" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;col style="width: 48pt;" width="64"&gt;  &lt;col style="width: 96pt;" width="128"&gt;  &lt;col style="width: 48pt;" width="64"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="height: 15pt; width: 48pt;" width="64" height="20"&gt;No&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-left: medium none; width: 96pt;" width="128"&gt;Kebiasaan   merokok&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-left: medium none; width: 48pt;" width="64"&gt;JK&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;3&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;4&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;5&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;6&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;7&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;8&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;9&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;10&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;11&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;12&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;13&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;14&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;15&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;16&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;17&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;18&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;19&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;20&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;21&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;22&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;23&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;24&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;25&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;26&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;27&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;28&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;29&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;30&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;31&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;32&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;33&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;34&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;35&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;36&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;37&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;38&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;39&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;40&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;41&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;42&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;43&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;44&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;45&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;46&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;47&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;48&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;49&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;50&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;51&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;52&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;53&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;54&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;55&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;56&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;57&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;58&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;59&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; height: 15pt;" align="right" height="20"&gt;60&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;td class="xl63" style="border-top: medium none; border-left: medium none;" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;Download data diatas dalam bentuk Excel agar memudahkan dalam entry data jika nada inginj mencobanya dirumah &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9050597/OddsRatio.xls.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Klik disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Ket: Kebiasaan Merokok (1= perokok, dan 2=bukan perokok). JK (1= JK dan 2=Tidak JK)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Penelesaian dengan SPSS:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. &lt;/span&gt;Pilihlah program SPSS dengan mengklik Allprogram dan SPSS For Windows:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie4ln34S0RDoatUqjuMMvN7xLF3AygxXvZIMwAnhtcg38iDUUUm5De3IZLYXiEFamvqAmV3q1Nr0LOMrtqJNjqPIXSWRa5JIoSX1bzC4xURlUpdHS_NclS6r3KvBP0VoizvUN-BAJr5KA/s1600-h/Gambar+1.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 380px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie4ln34S0RDoatUqjuMMvN7xLF3AygxXvZIMwAnhtcg38iDUUUm5De3IZLYXiEFamvqAmV3q1Nr0LOMrtqJNjqPIXSWRa5JIoSX1bzC4xURlUpdHS_NclS6r3KvBP0VoizvUN-BAJr5KA/s400/Gambar+1.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446506991956176994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Gambar 01&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. &lt;/span&gt;Masuklah ke Variabel View dan buatlah variable “Merokok” dengan megketikkannya tanpa spasi di “Name” – pada kolom “Type” biarkan tetap “Numeric” – kolom “With” abaikan saja karena SPSS akan mengaturnya secara otomatis – kolom “Label” Ketikkan “Kebiasaan Merokok” – kolom “Values” kliklah tanda titik “…” sesaat akan tampil kotak dialog&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. &lt;/span&gt;Ketikkan angka “1” pada kolom “Value” kemudian pada kolom “Value Label” Ketikkan “Perokok” lalu  klik “Add” tuk memasukkan data, seperti pada gambar diatas,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgETZiDDJq8K7DoiLGIuHVhLcMkWtTu1McGUJwiT0b7s83Ov6clnTu6uoOHOxVJHL9walDl_FGIJHiHq9AkeR4z5ttP5F8t74CvI8fL73IbniiTsAn_dawcjrtr5qJToy8YZz7i4RJXPYw/s1600-h/Gambar+2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 225px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgETZiDDJq8K7DoiLGIuHVhLcMkWtTu1McGUJwiT0b7s83Ov6clnTu6uoOHOxVJHL9walDl_FGIJHiHq9AkeR4z5ttP5F8t74CvI8fL73IbniiTsAn_dawcjrtr5qJToy8YZz7i4RJXPYw/s400/Gambar+2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446502588552388658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Gambar 02&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. &lt;/span&gt;Ulangilah hal tersebut tetapi pada “Value” Ketikkan angka “2” lalu kolom “Value Label” ketikkan “”Buan Perokok” dan “Add” tuk memasukka data, kemudian klik “Ok” sehingga tampak seperti ini:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCst8xlH_aom6CYZ2m64ILxyA7NuIfrr_EOkdktVMbywUxo3SEGi4HG8NmQQ8Qrslmc1Jv6wctKiDjQeVLoU3Ok-61YT5rtiUS-G9lB7gqmaeWkHqfCyiW96PPuty-bNZ6RSMNX9wgXXo/s1600-h/Gambar+3.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 414px; height: 232px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCst8xlH_aom6CYZ2m64ILxyA7NuIfrr_EOkdktVMbywUxo3SEGi4HG8NmQQ8Qrslmc1Jv6wctKiDjQeVLoU3Ok-61YT5rtiUS-G9lB7gqmaeWkHqfCyiW96PPuty-bNZ6RSMNX9wgXXo/s400/Gambar+3.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446502591433758722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Gambar 03&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. &lt;/span&gt;Kemudian klik “OK”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. &lt;/span&gt;Pada kolom “missing” dan seterusnya abaikan saja&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. &lt;/span&gt;Pindahlah ke tampilan “Data View” dengan mengkliknya dan Etry data pada table diatas ke SPSS. Seperti gambar berikut:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOexSJWmXBabDSOdSBeSkxlUBVy8TcF4LS27j9f8vLpOJpgfbhIjl2fFDGS_85IjFtOMxEnJUZcOTTBPOU4oc_4J14tSycXBFzNmvLIM2kf120bXWG2wAYLQv79vUvUx3hOezEK0ANe48/s1600-h/Gambar+04.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 434px; height: 284px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOexSJWmXBabDSOdSBeSkxlUBVy8TcF4LS27j9f8vLpOJpgfbhIjl2fFDGS_85IjFtOMxEnJUZcOTTBPOU4oc_4J14tSycXBFzNmvLIM2kf120bXWG2wAYLQv79vUvUx3hOezEK0ANe48/s400/Gambar+04.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446502598706417058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Gambar 04&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. &lt;/span&gt;Tibalah saatnya melakukan pengujian dengan mengklik tab menu “Analyze” – Sub menu “Desciptif” – sub-sub menu “Crostab”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg03rhnbjgt-iF_Kw5LNsSLx01lyFwNSJG8ihempgv-4FEL3n0qRIiQwdEOWGlwAeK2QAjSjWCloeMib16OkClF7wKl1-jiLOGSOYinI8afXgIlUhyphenhyphenboz6MaMZuSr0tqChU5fjMsmsVhOU/s1600-h/Gambar+5.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 225px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg03rhnbjgt-iF_Kw5LNsSLx01lyFwNSJG8ihempgv-4FEL3n0qRIiQwdEOWGlwAeK2QAjSjWCloeMib16OkClF7wKl1-jiLOGSOYinI8afXgIlUhyphenhyphenboz6MaMZuSr0tqChU5fjMsmsVhOU/s400/Gambar+5.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446504470108450658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Gambar 05&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. &lt;/span&gt;seasaat kemudian akan tampil gambar Crostab. Pindahkan variable “Perokok” ke “Row” dengan mengklik tanda panah. Begitupun variable “Bukan Perokok” ke “Column(s)” sepeti gambar dibawah berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNHMAqpXPwjxjdEd-Xv4UaAcX3aTmmb6hQnGN2OH74G_37evJu3UJ0VtPMM3dP2Ie2DTZYW6Bg1J1q9IfRuwA6Dpcb-P2E1AYIZdna_TMPBztNr82HDPWYhpg2MjSMya7FbBDvLxaZ53g/s1600-h/Gambar+6.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 405px; height: 288px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNHMAqpXPwjxjdEd-Xv4UaAcX3aTmmb6hQnGN2OH74G_37evJu3UJ0VtPMM3dP2Ie2DTZYW6Bg1J1q9IfRuwA6Dpcb-P2E1AYIZdna_TMPBztNr82HDPWYhpg2MjSMya7FbBDvLxaZ53g/s400/Gambar+6.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446504477759736578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Gambar 06&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10. &lt;/span&gt;Klik tombol “statistik“ dan klik “Risk”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnUGz1b-piCvp7kc3DfLeQNwEqqAHORumoaUiK2HonmzbDDnRdLE-CyBkfPoL0yMKL-gO8buE7IQQZellClMKD1qTmP3oL4Kdylg63e2yTIPUEulgRsHcaP1uYWLPrUSemRtM361kF5mo/s1600-h/Gambar+7.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 334px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnUGz1b-piCvp7kc3DfLeQNwEqqAHORumoaUiK2HonmzbDDnRdLE-CyBkfPoL0yMKL-gO8buE7IQQZellClMKD1qTmP3oL4Kdylg63e2yTIPUEulgRsHcaP1uYWLPrUSemRtM361kF5mo/s400/Gambar+7.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446504481965947954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Gambar 07&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;11. &lt;/span&gt;Klik “cntinue” lalu “Ok” dan hasilnya sbb:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihArruxzRlzlNG-KSdIyI6RUGcunwQICAZXF5UkQIbRVrqFl5TSrHkPSMYnNNF_N6zMK8DXiai-LVDMZS5RHcwui2-FuREcvC18-7AQAayySNXrXuAc9kFega6rtWbFDNMuDKs1tlCYd4/s1600-h/Output+2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 472px; height: 265px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihArruxzRlzlNG-KSdIyI6RUGcunwQICAZXF5UkQIbRVrqFl5TSrHkPSMYnNNF_N6zMK8DXiai-LVDMZS5RHcwui2-FuREcvC18-7AQAayySNXrXuAc9kFega6rtWbFDNMuDKs1tlCYd4/s400/Output+2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446506984705511602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Gambar 08&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 102); font-weight: bold;"&gt;Interpretasi :&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;OR = 1 ;  factor resiko bersifat netral (atau Bukan factor reskiko)&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;OR &gt; 1 ; confient interval (CI) &gt; 1 è faktor resiko penyebab penyakit&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;OR &lt;&gt; 1 faktor pelindung atau protektif &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;12. &lt;/span&gt;Dari table analisis diatas diperoleh nilai&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt; OR&lt;/span&gt; pada baris Odds Ratio yaitu &lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;0,079 (95%CI:0.020 -0.311)&lt;/span&gt;  maka dapat disimpulan bahwa kebiasaan merokok merupakan factor resiko penyebab penyakit. Dimana &lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;OR (0.079) &gt; 1.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Kita disini dilihat bahwa kebiasaan merokok bukan faktor reiko malah sebagai vaktor pelindung atau protektif (kenapa demikian karena datanya fiftif / asal buat saja) tentunya berbeda halnya ketika datanya benar-benar hasil pengumpilan dilapangan, tulisan ini hanya keperluan latihan saja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie4ln34S0RDoatUqjuMMvN7xLF3AygxXvZIMwAnhtcg38iDUUUm5De3IZLYXiEFamvqAmV3q1Nr0LOMrtqJNjqPIXSWRa5JIoSX1bzC4xURlUpdHS_NclS6r3KvBP0VoizvUN-BAJr5KA/s72-c/Gambar+1.bmp" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">11</thr:total></item><item><title>Chi-Square</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/chi-square.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Sun, 28 Feb 2010 21:12:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-2440918443567321044</guid><description>&amp;nbsp;Analisis Hubungan Chi-Square&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uji ini digunakan untuk menguji ketergantungan (indenpendence) atau hubungan (assosiation) antara dua variabel yang berskala nominal, ordinal (kategorik -kategorik)&lt;br /&gt;
Syarat dan ketentuan  penggunaan Chi-Square:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;kedua variabel bersifat kategorik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;jumlah sel yang mempunyai nila harapan (Expected)  &amp;lt;&amp;gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;cara menguji x2&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;jika p value lebih kecil samadengan x (x2h&amp;gt;_x2t) maka ho ditolak artinya signifikan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;jika p value lebih besar x (x2h&amp;gt;x2t) mak ha diterima artinya tidak signifikan&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt; Pengoprasisn SPSS&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Contoh kasus :&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Sebuah penelitian dulakukan dengan judul fator-faktor yang berhubungan dengan kejadian Diare didaerah X tahun Y&lt;/i&gt;“&lt;br /&gt;
Dengan Hipotesis :&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ho ditolak yang berarti tidak ada hubungan /tidak bermakna jika P &amp;lt;&amp;gt;x2tabel. sebaliknya Ha diterima&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Berikut ini instrumen yang digunakan:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt; Jenis kelamin : 1. Laki-laki 2. Perempuan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Umur :…………..Tahun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apakah bapak/ibu BAB (Buang Air Besar) 3 atau lebih sehari: 1. Ya 2. Tidak&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Konsentrasi Feses saat BAB encer: 1. Ya 2. Tidak&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kebiasaan mencuci tangan sebelum makan: 1. Ya 2. Tidak&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Diare adalah buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali dalam satu hari dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih: &lt;b&gt;(1, 2, 3, 4)&lt;/b&gt; Ket. Favorabel&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dehidrasi berat adalah akibat fatal dari diare : &lt;b&gt;(1, 2, 3, 4) &lt;/b&gt;Ket. Favorabel&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Diare disebabkan karena gigitan Nyamuk : &lt;b&gt;(1, 2, 3, 4)&lt;/b&gt; Ket. Favorabel&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apakah bapak/ibu tau cara penularan Diare: &lt;b&gt;(4, 3, 2, 1)&lt;/b&gt; Ket. UnFavorabel&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyebab diare adalah Infeksi dari berbagai bakteri yang disebabkan oleh kontaminasi makanan maupun air minum :&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;(1, 2, 3, 4)&lt;/b&gt; Ket. Favorabel&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apakah bapak/ibu memiliki jamban : 1.Ya 2. Tidak&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;“Catatan : &lt;i&gt;tentunya instrumen yang digunakan dibuat sesempura mungkin agar mampu meminimalisir Bias (kesalahan sistematis yang bisa menyebabkan bertambah dan berkurangnya kekuatan hubungan) dan tentunya instrumen diatas jauh dari sempurna tetapi cukup digunakan untuk latihan&lt;/i&gt;“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" str="" style="border-collapse: collapse; width: 478px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" style="font-weight: bold; height: 15pt; width: 48pt;" width="64"&gt;NO&lt;/td&gt;&lt;td class="xl65" style="border-left: medium none; font-weight: bold; width: 29pt;" width="39"&gt;jk&lt;/td&gt;&lt;td class="xl65" style="border-left: medium none; font-weight: bold; width: 35pt;" width="47"&gt;umr&lt;/td&gt;&lt;td class="xl65" style="border-left: medium none; font-weight: bold; width: 33pt;" width="44"&gt;bab&lt;/td&gt;&lt;td class="xl65" style="border-left: medium none; font-weight: bold; width: 35pt;" width="46"&gt;fs&lt;/td&gt;&lt;td class="xl65" style="border-left: medium none; font-weight: bold; width: 32pt;" width="43"&gt;ct&lt;/td&gt;&lt;td class="xl65" style="border-left: medium none; font-weight: bold; width: 29pt;" width="39"&gt;p1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl65" style="border-left: medium none; font-weight: bold; width: 30pt;" width="40"&gt;p2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl65" style="border-left: medium none; font-weight: bold; width: 28pt;" width="37"&gt;p3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl65" style="border-left: medium none; font-weight: bold; width: 31pt;" width="41"&gt;p4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl65" style="border-left: medium none; font-weight: bold; width: 29pt;" width="38"&gt;p5&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;25&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;35&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;32&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;36&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;5&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;31&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;6&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;21&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;7&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;54&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;8&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;23&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;9&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;24&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;10&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;21&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;11&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;25&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;12&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;26&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;13&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;21&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;14&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;27&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;15&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;26&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;16&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;28&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;17&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;29&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;18&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;24&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;19&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;25&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;20&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;21&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;21&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;25&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;22&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;25&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;23&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;25&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;24&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;21&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;25&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;25&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;26&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;30&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;27&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;30&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;28&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;35&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;29&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;30&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;30&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;32&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;31&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;33&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;32&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;33&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;33&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;25&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;34&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;26&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;35&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;24&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;36&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;21&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;37&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;21&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;38&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;24&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;39&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;25&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;40&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;26&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;41&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;30&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;42&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;33&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;43&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;31&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;44&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;32&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;45&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;33&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;46&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;33&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;47&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;33&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;48&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;25&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;49&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;24&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;50&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;26&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;51&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;27&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;52&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;28&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;53&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;29&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;54&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;21&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;55&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;25&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr height="20" style="height: 15pt;"&gt;&lt;td class="xl65" height="20" num="" style="border-top: medium none; height: 15pt;"&gt;56&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;30&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td class="xl66" num="" style="border-left: medium none; border-top: medium none;"&gt;3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Jika anda ingin mencobanya sendiri, untuk memudahkan silakan download file excel dari data diatas guna efesiensi &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9050215/gila.xls.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;klik disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Keterangan : Jk = jenis kelamin (1=laki-laki, 2=perempuan), Umr =Umur Responden, BAB= buang air besar, fs = feses encer, ct =kebiasaan cuci tangan, P1-5 =pengetahuan 1-5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;A. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Langkah I Pengolahan Data&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Seperti yang dibahas sebelumnya ada dua tampilan SPSS (“Data View” dan “Variabel View”)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama-tama Klik “variabel view” untuk membuat nama variabel sesuai pada contoh data diatas dan urutken sesuai dengan dibawa ini:&lt;br /&gt;
-          Kolom Name : Ketiklah nama variabel “JK”&lt;br /&gt;
-         Kolom Type : karena datanya berbentuk angka maka pilihlah “Numeric” (Jenis Kelamin adalah Kategorik kemudian di numerikkan guna kepentingan Analisis)&lt;br /&gt;
-          Kolom Midth  : Abaikan saja karena SPSS akan mengaturnya sendiri&lt;a href="http://www.yahoomail.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
-          Kolom Decimal  : Ketiklah Anggka “0“&lt;br /&gt;
-          Kolom Label  :  isikan keterangan untuk  menjelaskan variabel (Jenis Kelamin)&lt;br /&gt;
-          Kolom Values  :  Keliklah tanda “…” pada sebelah kanan Kolom Values, maka akan tampak gambar seperti berukut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjC7wAV83Ksgbo-t3lWTb9ZDjTO6alOjGQpLVrZRkyc3tVZUyVrw5qcL_uit8hB4niZrRRsmwetclQg2xGmBInKU7E9rl9K0br5U53csum-E2G4ifp5cx2oz84ZydlMJ4dP_92BTXwIQn0/s1600-h/1.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448742102955812834" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjC7wAV83Ksgbo-t3lWTb9ZDjTO6alOjGQpLVrZRkyc3tVZUyVrw5qcL_uit8hB4niZrRRsmwetclQg2xGmBInKU7E9rl9K0br5U53csum-E2G4ifp5cx2oz84ZydlMJ4dP_92BTXwIQn0/s400/1.bmp" style="display: block; height: 225px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 01&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Pada kolom “&lt;b&gt;&lt;i&gt;Value&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;” ketikklah angka “&lt;b&gt;&lt;i&gt;1&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;”, =&amp;gt;  pada kolom “&lt;b&gt;&lt;i&gt;Value Label&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;” Ketiklah “&lt;b&gt;&lt;i&gt;Laki-Laki&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;”, kemudian klik “&lt;b&gt;&lt;i&gt;Add&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;” berikutnya ulangi hal yang sama namun pada kolom “&lt;b&gt;&lt;i&gt;Value&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;” ketikklah angka “&lt;b&gt;&lt;i&gt;2&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;”, =&amp;gt;  pada kolom “&lt;b&gt;&lt;i&gt;Value Label&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;” Ketiklah “&lt;b&gt;&lt;i&gt;Perempuan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;”, kemudian klik “&lt;b&gt;&lt;i&gt;Add&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;” =&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_U9o4E3obt-qcWdsEeN5X_WyyXkifwEh_GpAb85Zc9vGz_CxpsNScGJNt8S503PFL3IRA680WWdt59XGIiQGCvfjwV5BlLf2ZZkkmGgglddgIftqh9b8gdi7oS7ZLBP60s0TlgHCVPc0/s1600-h/2.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448742104894642514" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_U9o4E3obt-qcWdsEeN5X_WyyXkifwEh_GpAb85Zc9vGz_CxpsNScGJNt8S503PFL3IRA680WWdt59XGIiQGCvfjwV5BlLf2ZZkkmGgglddgIftqh9b8gdi7oS7ZLBP60s0TlgHCVPc0/s400/2.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 225px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;gambar 02&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Kemudian “&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ok&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;” sehingga seperti gambar berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrHqcVOkPXrGjy7N8y3xYVWF3cD8rh41dkd2le-0Ub_7p0OCIftWzuFvkOflWy_s-kk0PpHG6gqfRYeHK1COSM2ftpoJqO5s6DVj19ENpCI3ib9XSnRjWtIQZkSK1KqFCHCN0ruX9aSw4/s1600-h/3.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448742132833998786" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrHqcVOkPXrGjy7N8y3xYVWF3cD8rh41dkd2le-0Ub_7p0OCIftWzuFvkOflWy_s-kk0PpHG6gqfRYeHK1COSM2ftpoJqO5s6DVj19ENpCI3ib9XSnRjWtIQZkSK1KqFCHCN0ruX9aSw4/s400/3.bmp" style="display: block; height: 219px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 03&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ulangi seperti diatas hingga seperti gambar dibawah ini : &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWzHFXjTfKsb7W9S-q0eiUFjqHzGOYInpf9mPhUNWO2eUlB4rxTBEeVhgOknqgx1BL0bUQ71JdKHrZW3QetIIvDt2zoLg4CIMK6keznWEH5zKwN8nLk2S_pvpzRN1UIEi0etLtEKcPBUE/s1600-h/4.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448742135229594690" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWzHFXjTfKsb7W9S-q0eiUFjqHzGOYInpf9mPhUNWO2eUlB4rxTBEeVhgOknqgx1BL0bUQ71JdKHrZW3QetIIvDt2zoLg4CIMK6keznWEH5zKwN8nLk2S_pvpzRN1UIEi0etLtEKcPBUE/s400/4.bmp" style="display: block; height: 226px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 04&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya Pindah ke jendela View dan Entri data diatas kedalam sesuai urutas hingga tampak gambar seperti dibawah ini&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEir5iS7DfbfLU_vQKpJ0Sw7t8u10sO5TkkRLtAWgrmMCzHRqSQezqDsW8Hh_qwRc0FvEdRk1Z2jiIY3AfSwEQ_04g0W5_sI2t_DQAFOUTtIDAsckYYCVizAfDybkPq-Wqw9Q1YV80G1KNo/s1600-h/5.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448742139321923282" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEir5iS7DfbfLU_vQKpJ0Sw7t8u10sO5TkkRLtAWgrmMCzHRqSQezqDsW8Hh_qwRc0FvEdRk1Z2jiIY3AfSwEQ_04g0W5_sI2t_DQAFOUTtIDAsckYYCVizAfDybkPq-Wqw9Q1YV80G1KNo/s400/5.bmp" style="display: block; height: 224px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 05&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membuat Grup umur....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Caranya klik "Recorde" kemudian "Into Different Variabel" seperti dibawah ini:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_v9GSLFby2bCPZFonevHIQ3pSeIK3Q6vxM4iPIVzG4-IDQB-Kz-ah86GYj49-a43JLY3gEoavhYbmGGqifUiJo-RgS56sMLVGaIKa0aS9RDh5JEGYTrN-0gmQnUPjx90Ofr8QqCpJQiE/s1600-h/6.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450228372880079314" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_v9GSLFby2bCPZFonevHIQ3pSeIK3Q6vxM4iPIVzG4-IDQB-Kz-ah86GYj49-a43JLY3gEoavhYbmGGqifUiJo-RgS56sMLVGaIKa0aS9RDh5JEGYTrN-0gmQnUPjx90Ofr8QqCpJQiE/s400/6.bmp" style="display: block; height: 224px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 06&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hingga tampil kotak dialog berikut:&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmrZndNAc5nAlUiuAPqYJWpFz47IhYW-y_jZzjiLP4wlauMbho4dLdWP2QqMKUARW3wNTEGugqorzSSjmQ7E6vimjiGVdC2MEWqyIO4087C8eT7BwWWrCwsK-rgO281plWVzddliMEbEs/s1600-h/7.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450228384181394450" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmrZndNAc5nAlUiuAPqYJWpFz47IhYW-y_jZzjiLP4wlauMbho4dLdWP2QqMKUARW3wNTEGugqorzSSjmQ7E6vimjiGVdC2MEWqyIO4087C8eT7BwWWrCwsK-rgO281plWVzddliMEbEs/s400/7.bmp" style="display: block; height: 228px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 07&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Centang Variabel "umur" pindahkan ke "Numeric Variabel" kemudian pada "Output Variabel" ketikkan "Usia" dan "Change", lalu pada "Label" ketikkan "Usia Responden"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4nLPssUbEslNivihMBkxd1SAwNjWQOzKOxFlBynNRBv0iSEOQdADKXL08JuTgPXaLolhkJwpJxQSjpXYnGBmdLpBLLES41Q0_1FU5Us8DtEDbYke8V4tZDhbhkETM5owbuPmFbrRXfug/s1600-h/8.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450228391835207218" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4nLPssUbEslNivihMBkxd1SAwNjWQOzKOxFlBynNRBv0iSEOQdADKXL08JuTgPXaLolhkJwpJxQSjpXYnGBmdLpBLLES41Q0_1FU5Us8DtEDbYke8V4tZDhbhkETM5owbuPmFbrRXfug/s400/8.bmp" style="display: block; height: 216px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 08&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Setelah itu klik "Old and News Variable",&amp;nbsp; ketikkan angka "24" pada "Lowes Higthes", kemudian pada "News Value" pada "Value" ketikkan angka 1 (kode satu)"(yang berarti umur 24 tahun ke atas) kemudian "Add", angka "25" dan "35" pada "Range Throug" dan pada "News Value pada "Value" ketikkan angka "2" (kode dua) kemudian "Add", dan terakhir ketikkan angka "36" pada "Throug Higthes", kemudian pada "News Value" pada "Value" ketikkan angak 3 (Kode tiga) kemudian "Add".. seperti gambar dibawah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiudDWjf01YCiViuGxsBov6alZ0zYaihOUMFrOFbvpUjtAp7kiu-iA9k496ZKrWaEuf1FafBCSRUipN8YbuWyBkccbAA5SVbU207vG1SdYXINbmc4PcWo_FY61OdUdfrgTq3hE90foPVnM/s1600-h/9.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt; &lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450228396811232066" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiudDWjf01YCiViuGxsBov6alZ0zYaihOUMFrOFbvpUjtAp7kiu-iA9k496ZKrWaEuf1FafBCSRUipN8YbuWyBkccbAA5SVbU207vG1SdYXINbmc4PcWo_FY61OdUdfrgTq3hE90foPVnM/s400/9.bmp" style="display: block; height: 227px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 09&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian "OK" sehingga muncul variabel baru (Variabel Usia) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW_h-9bjJbUD2b08bP1hqS3P_81Bnmv2r0wLjdN6BRw7NYPSNKiim0TUntjrfZqxFCZS6rY4FWlXqsYDJx1-EOksgw73YDuZPaicJiT5AHIoVDNp-Knd0DWm0ZgC4_NgSTq8Ce5afuKgw/s1600-h/10.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450228404265032642" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW_h-9bjJbUD2b08bP1hqS3P_81Bnmv2r0wLjdN6BRw7NYPSNKiim0TUntjrfZqxFCZS6rY4FWlXqsYDJx1-EOksgw73YDuZPaicJiT5AHIoVDNp-Knd0DWm0ZgC4_NgSTq8Ce5afuKgw/s400/10.bmp" style="display: block; height: 214px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 10&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Kemudian kembali ke Jendela "Variabel View" lakukan hal yang sama seperti diatas sebelumnya (memberikan Values)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5FWjHSB8gKIuVKFFSk69bkqrMOl1IZaeAZDJXgm4EsRXS58A-0jSRdV9QStRplVl5H5rA7RRglc3ebMzp8N1_i0KjUWggeG4VYTOGrC77NaS19l2L_rzND43TSOCefWhGcGx5uInLuLI/s1600-h/11.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450234510054702962" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5FWjHSB8gKIuVKFFSk69bkqrMOl1IZaeAZDJXgm4EsRXS58A-0jSRdV9QStRplVl5H5rA7RRglc3ebMzp8N1_i0KjUWggeG4VYTOGrC77NaS19l2L_rzND43TSOCefWhGcGx5uInLuLI/s400/11.bmp" style="display: block; height: 246px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 11&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembali ke "Data View" untuk melihat Value labels, silakan klik "View" lalu "Values Label"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkdIc-plDEsJgVmRLwwsO_zNwkxwahdN3Y606ghD61hgJwscr0uzf052ZMZal0npGZs7nUoO8_Fy11uaaqmd90CGdEB4nQ7kGTgUoDLP3Qa731PGN87ZPJOoqq_qr4Xp0R8N5VW8BQvMo/s1600-h/12.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450234524903979074" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkdIc-plDEsJgVmRLwwsO_zNwkxwahdN3Y606ghD61hgJwscr0uzf052ZMZal0npGZs7nUoO8_Fy11uaaqmd90CGdEB4nQ7kGTgUoDLP3Qa731PGN87ZPJOoqq_qr4Xp0R8N5VW8BQvMo/s400/12.bmp" style="display: block; height: 193px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar 12&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hingga tampilan akan menjadi berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgP2X39bXjf-ShNcC6Asl1uLBBe6TdDT8gC-NziLmkQ8bB1fiwTsdyfVUoZH0CILmxESOLMCnQCtj_-BjcOYay1DP3FIb80RHPk4UkFjlrQuAtLpYsNVfSzBpe2VrHKEX_ZAh1To_yeB18/s1600-h/13.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450234534542021682" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgP2X39bXjf-ShNcC6Asl1uLBBe6TdDT8gC-NziLmkQ8bB1fiwTsdyfVUoZH0CILmxESOLMCnQCtj_-BjcOYay1DP3FIb80RHPk4UkFjlrQuAtLpYsNVfSzBpe2VrHKEX_ZAh1To_yeB18/s400/13.bmp" style="display: block; height: 214px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Gambar 13&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRVeiIx4wjzmHztnIm_GviQUVYN5bpIzmVxx2UcnGKlxshAJAkIZcvYrZkRQaO7EVJdbN4xloNIoAXhoHTtPmmNgqZz0Ow21GrsYrmLTtVWer9qApibY0N5LExUL9yCpATwi7hc_k49jg/s1600-h/14.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450234536449291938" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRVeiIx4wjzmHztnIm_GviQUVYN5bpIzmVxx2UcnGKlxshAJAkIZcvYrZkRQaO7EVJdbN4xloNIoAXhoHTtPmmNgqZz0Ow21GrsYrmLTtVWer9qApibY0N5LExUL9yCpATwi7hc_k49jg/s400/14.bmp" style="display: block; height: 262px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Gambar 14&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWpiZcXT_y8bQeKeABk-GFtKUkjhU0xDHUd7aCYP3zbmHkXww5exXnj_VymXGI_cKz-ncKjQHS24VST9kO7djXtKuKQs2kZ-4LPkEmThf_B5WHYIRYciEH9BkWZcJv_HPa1QNd1uMf7qE/s1600-h/15.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450234550063993474" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWpiZcXT_y8bQeKeABk-GFtKUkjhU0xDHUd7aCYP3zbmHkXww5exXnj_VymXGI_cKz-ncKjQHS24VST9kO7djXtKuKQs2kZ-4LPkEmThf_B5WHYIRYciEH9BkWZcJv_HPa1QNd1uMf7qE/s400/15.bmp" style="display: block; height: 251px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Gambar 15&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450555269144962242" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDLwNrIgF5W9qnILpsZICJII74R1L7Pn6Bop2KWw2OyoctstddsLU5MbCTfX6O7A3Wdj01UUCUdl-GPCDxY3OHVU6pb-Iq5I-mEl0I6QkUPtOXlv6lGHXCRMgEGyn5KBwNGBrJsOrHXcc/s400/16.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 282px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450555278908989138" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSUIHrqAqHCDgdovoslwX4CjPHcIanglQYyLay9U79ZA1i6mvBIPIDMbOf7MrBabSb_Ycsrfhl_bWbsfxgkndrNuhLv5cAlDz9RMnmClV8UOrxUskLVOWIDcgp0F8ogCbZ8akfKERybvg/s400/17.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 232px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450555283733272450" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8KxZEMLaIosYEzhefrQBe7b_tueWYoB7ejfI3_Y_JXZoEuukK_7CDN7ltNGHUKiTJseldSR0wTquNlQcdXYuFl_TuNYbxz0CaiNB_Ne1BqHLu45RlnvxytlMr7nUM7yspY86V2J8nGxA/s400/18.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 237px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450555283827116194" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ2L9dvpfbeUzQif_v7ufo-ueCBfNxNGYN4nPe2S5P4Z40w7-wA36rtJZ19hgQvHfbeHt8h13hxoPFnLOe5uJx3YAQ76_DXa85fMguvXfZgKqdWjoyKt27lVRII8bSASDXXTdvkrljgYw/s400/19.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 225px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450555293754318194" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEii5SlQIgMZXLM3PqBZQK2RQtcmp3P9ivb_THxPpIBUMftUEsJjtbJOW7VyfqdSAw5FGdxC7TpR6sH0Uek4zNKjK1vF2vWLSzBIKZCXlxkgGV8y3MILJ3W4YTxrtv8OPltmWbINTgD-7zM/s400/20.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 224px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450558792316303506" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsg5OSwrDG5OChV7sTR2ZEe2f6qFfasr7Z-CW3SZOgfqmD8CCfxr-LXU0w3qTMCkqmG9EMMlPyjzqBayygSAkDeA7wV4yB59DpesgnXNJGdxUEDU0779GEOTWgXT7xqIfs9cMrkMa0PKM/s400/21.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 217px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450558793487267154" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihJ8X8Ni5OHmnNhL_f_feV7xCNYqdHjOyeBBn8Zhrz42yvnSj504pV3rCdXRsneV44ud9ZVdIQbNBJacWqIO5IewinhrJldLtGY3HXfGMk5JMqI7-lnqLGNwLQY226R4uRUXrAmWQZ3fE/s400/22.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 274px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450558802853296114" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-di6-99U6UbUu-Df1OXgZJwVK2XHHFp-uGQ8RXjpun1J6J4JD_0G5bMKzjEytmmeLLmBTKx1suC3h4pLF0KMBgDfAl9dFrn9M7GQMQACrm3CNje_HkxoP73TrIcbD6JKqZ8PYWuEBxoI/s400/23.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 257px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450558806443876018" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiohjQpZMV4fFqyV1LLePPapusCUZAR5dszNSTy8PM6DmWpqNA_eNdRlOBAOPF6zEkgIsVr3UkKTjQIvMr1MH6Ohp9UY0xGHasKSXDJansjYcVw9PSLIyHj_eA85DRFuUEQWWVslGbGhMM/s400/24.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 238px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450558815058657682" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj51niNJpDyYqBSt9nz7d_pBhyphenhyphenBP0NH0Gmucszwydpwu6qS9-qHgbLSmWOQ_dQLqeSlAKw-B0Z1ewYNT6yJibMNc73_XKA2Wn_08y94LO2R57fodgAqd_jaFs9tHkpjtHzc-X8F7s21t_Q/s400/25.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 218px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451695514753758050" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYdU2vRkn-r4kmNbaSOlmnFh0gKXgPnaokR334e0tHAXOwzZSw_h1IohKcilkLTZYnLwGQaNLZGyCpuBYdHlYyX_a53etwxXArjqVPUsvL9wj7CC1srtxB4Nm243YubUAgGF23amkiwKY/s400/26.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 212px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451695520152985874" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlidUYWHngmAfCl8S-aP1pYcL1_0M3EOAkXOQdXXgIxNS-hjx59FxJbaeTEAJqoRLVNzkSKDASS4TsOrofuhyxnzHda_CjyAZ2v_rNDTxvyFstFi612B-IuFL7X9_h036Xq00BMMeMvCg/s400/27.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 294px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451695522265924754" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhN4rNNVeIIhstfKyv2J8zgTElpDj-wzz7pogvUq3HZdkFSVafEb39YRj1JiUj_3L5_ZY6g30MYkchPaHgmnmi7CqOZH002cs56NiAqRvpeGNb8hSZxTqQnysf_SlykjW0ZyFJjPCOIX50/s400/28.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 289px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451697908829113058" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmaWUX9NHVbzOn2Hr9mD_qIT1LPZMZCy7bk7qGkuwV_CgEUsnaJmhxiLZuETxCc0HKP31DtZ3XTgCmGnryGOVHly7eiZH_iPcCV-6zrfhjVUSeidZdhvvhRvaGy3PX0obGRvzmgEhOPKs/s400/out+1.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 333px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451697924600661874" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhF__iCcG7PRSN4L0pbRSjooHAft9EmiZ4cbj5Z5Wvsy43U93D_AXlS7HawWL_0d3BAytEUw7m8kADRbTKD5vi-WnbskdVGes61Po0HbnlN5THGuEC_HGxJO6zGkkK5kBNaja0DHupVhBo/s400/out+3.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 309px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451697921192684498" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdVuL5em7Tow80A2CUiWOD5mAKtSUXPLWg03kE5K0Pxe3mJOTRiIkgXxvvi9u2A1nMgt4CFXzv9N6s16GxoxIVZ7luZP4_1tj69heSgDhO56uYQ-7AHJryYrjUCjqaSCoBebfTtXPNujY/s400/out+2.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 346px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjC7wAV83Ksgbo-t3lWTb9ZDjTO6alOjGQpLVrZRkyc3tVZUyVrw5qcL_uit8hB4niZrRRsmwetclQg2xGmBInKU7E9rl9K0br5U53csum-E2G4ifp5cx2oz84ZydlMJ4dP_92BTXwIQn0/s72-c/1.bmp" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tinjauan Umum Tentang Kehamilan</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/tinjauan-umum-tentang-kehamilan.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Tue, 9 Feb 2010 22:20:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-8830768997792964165</guid><description>1. Pengertian Kehamilan&lt;span class="fullpost"&gt;Kehamilan merupakan konsepsi antara ovum/sel telur dan spermatozoa&lt;br /&gt;
yang disertai nidasi hasil konsepsi. Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai&lt;br /&gt;
partus kira-kira 280 hari/40 minggu/lebih dari 300 hari (43 minggu). Kehamilan&lt;br /&gt;
40 minggu biasa disebut kehamilan matur. Bila kehamilan 43 minggu disebut post&lt;br /&gt;
matur. Kehamilan antara 28-36 minggu disebut kehamilan prematur (Suryadi,&lt;br /&gt;
2006).&lt;br /&gt;
Masa kehamilan dibagi menjadi tiga trimester, yaitu trimester pertama,&lt;br /&gt;
dimulai dari proses konsepsi sampai usia kehamilan tiga bulan (0-12 minggu),&lt;br /&gt;
trimester kedua dihitung dari bulan keempat sampai kehamilan enam bulan (12-&lt;br /&gt;
28 minggu), dan trimester ketiga dihitung dari bulan ke tujuh sampai usia&lt;br /&gt;
kehamilan bulan (28-40 minggu). Pertumbuhan dan perkembangan janin dalam&lt;br /&gt;
kandungan. Proses pematangan telur dipengaruhi oleh hormon. Pada setiap&lt;br /&gt;
bulannya, indung telur wanita usia subur akan mengahasilkan satu atau dua telur&lt;br /&gt;
matang yang disebut ovum (Suryadi, 2006).&lt;br /&gt;
Masa remaja sampai masa dewasa awal (15-45 tahun) merupakan masa&lt;br /&gt;
reproduksi aktif, artinya masa dimana kesuburan berada dalam keadaan optimal,&lt;br /&gt;
yang perempuan mampu dan mudah menghamili (Suryadi, 2006).&lt;br /&gt;
Pada manusia, fertilisasi biasanya terjadi pada bagian tengah tuba fallopi.&lt;br /&gt;
Penetrasi spermatozoa ke dalam ovum mampu menembus zona pellucida melalui&lt;br /&gt;
bantuan enzim hyaluronidase dari akrosom. Pada fertilisasi, hanya ada satu&lt;br /&gt;
spermatozoa yang dapat menembus ovum, sebab sekali ovum telah mengalami&lt;br /&gt;
fertilisasi, maka dibentuk suatu pelindung disekitarnya yang mencegah&lt;br /&gt;
pemasukan spermatozoa lain.&lt;br /&gt;
Setelah terjadi fertilisasi, maka embrio yang berkembang dinamakan&lt;br /&gt;
blastokist. Pada perkembangan selanjutnya, hasil fertilisasi tumbuh dan&lt;br /&gt;
berkembang di kandungan selama kurang lebih 42 minggu. Selama kurun waktu&lt;br /&gt;
tersebut merupakan masa yang sangat penting dalam perkembangan bayi, antara&lt;br /&gt;
lain gizi tidak cukup terutama kekurangan zat besi (iron), penyakit infeksi,&lt;br /&gt;
perdarahan, maupun gangguan kehamilan lainnya yang secara langsung maupun&lt;br /&gt;
tidak langsung dapat mempengaruhi perkembangan hasil fertilisasi tersebut&lt;br /&gt;
(Suryadi, 2006).&lt;br /&gt;
3. Frekuensi Kehamilan&lt;br /&gt;
Frekuensi kehamilan bisa mempengaruhi konsumsi alamiah zat besi.&lt;br /&gt;
Karena pada ibu hamil dengan kehamilan berulang, maka tingkat kekhawatiran&lt;br /&gt;
mulai berkurang, sehingga pola konsumsi zat besi juga sudah tidak menjadi&lt;br /&gt;
perhatiaanya. Berikut adalah istilah untuk frekuensi kehamilan&lt;br /&gt;
a. Gravida yaitu wanita yang hamil.&lt;br /&gt;
b. Primigravida yaitu wanita yang pertama kali hamil.&lt;br /&gt;
c. Secundigravida, yaitu wanita yang hamil untuk kedua kalinya.&lt;br /&gt;
d. Primipara, yaitu wanita yang telah melahirkan seorang anak namun lahir&lt;br /&gt;
dalam keadaan matur atau pre matur.&lt;br /&gt;
e. Multipara adalah wanita yang telah melahirkan lebih dari seorang anak.&lt;br /&gt;
f. Grande multipara adalah wanita yang telah melahirkan 5 orang anak atau&lt;br /&gt;
lebih.&lt;br /&gt;
4. Komplikasi-Komplikasi Sebagai Akibat Langsung&lt;br /&gt;
Kehamilan.&lt;br /&gt;
a. Hiperemesis Gravidarum&lt;br /&gt;
Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang wajar&lt;br /&gt;
dan sering kedapatan pada kehamilan trimester I. Mual biasanya terjadi pada&lt;br /&gt;
pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Gejala-gejala ini&lt;br /&gt;
kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan&lt;br /&gt;
berlangsung selama kurang lebih 10 minggu.&lt;br /&gt;
Mual dan muntah terjadi pada 60-80 % primi gravida dan 40-60 % multi&lt;br /&gt;
gravida. Satu diantara seribu kehamilan, gejala-gejala ini menjadi berat.&lt;br /&gt;
Perasaan mual ini disebabkan karena meningkatnya kadar hormone estrogen&lt;br /&gt;
dan HCG dalam serum.&lt;br /&gt;
1. Etiologi&lt;br /&gt;
Beberapa faktor predisposisi dan faktor lain yang telah&lt;br /&gt;
ditemukan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
a. Faktor predisposisi yang sering dikemukakan adalah primigravida,&lt;br /&gt;
mola hidatidosa dan kehamilan ganda.&lt;br /&gt;
b. Masuknya vili khorilis dalam sirkulasi maternal dan perubahan&lt;br /&gt;
metabolik akibat hamil serta resistensi yang menurun dari pihak&lt;br /&gt;
ibu terhadap perubahan ini merupakan faktor organik.&lt;br /&gt;
c. Alergi. Sebagai salah satu respons dari jaringan ibu terhadap anak,&lt;br /&gt;
juga disebut sebagai salah satu faktor organik.&lt;br /&gt;
d. Faktor psikologik memegang peranan penting pada penyakit ini,&lt;br /&gt;
rumah tangga yang retak, kehilangan pekerjaan, takut terhadap&lt;br /&gt;
kehamilan dan persalinan, takut terhadap tanggung jawab sebagai&lt;br /&gt;
ibu, dapat menyebabkan konflik mental yang dapat memperberat&lt;br /&gt;
mual dan muntah sebagai ekspresi terhadap keengganan menjadi&lt;br /&gt;
hamil atau sebagai pelarian kesukaran hidup.&lt;br /&gt;
2. Gejala dan Tanda.&lt;br /&gt;
Hiperemisis Gravidarum, menurut berat ringannya gejala dapat&lt;br /&gt;
dibagi ke dalam tiga tingkatan.&lt;br /&gt;
a. Tingkatan I, muntah terus menerus yang mempengaruhi keadaan&lt;br /&gt;
umum penderita, ibu merasa lemah, nafsu makan tidak ada,berat badan&lt;br /&gt;
menurun dan merasa nyeri epigastrium. Nadi meningkat sekitar 100&lt;br /&gt;
per menit, tekanan darah sistolik menurun, turgor kulit mengurang,&lt;br /&gt;
lidah mengurang dan mata cekung.&lt;br /&gt;
b. Tingkatan II, penderita tampak lebih lemah dan apatis, turgor kulit&lt;br /&gt;
lebih mengurang, lidah mengering dan nampak kotor, nadi kecil dan&lt;br /&gt;
cepat, suhu kadang-kadang naik dan mata sedikit ikteris.Berat badan&lt;br /&gt;
turun dan mata menjadi cekung, tensi turun, hemokosentrasi, oliguria&lt;br /&gt;
dan konstipasi.&lt;br /&gt;
c. Tingkat III, keadaan umum lebih parah, muntah berhenti, kesadaran&lt;br /&gt;
menurun dari somnolen sampai koma, nadi kecil dan cepat ; suhu&lt;br /&gt;
meningkat dan tensi menurun. Komplikasi fatal terjadi pada susunan&lt;br /&gt;
saraf yang dikenal sebagai ensefalopati Wernicke, dengan gejala :&lt;br /&gt;
nistagmus, diplopia dan perubahan mental. Keadaan ini adalah akibat&lt;br /&gt;
sangat kekurangan zat makanan, termasuk vitamin B kompleks.&lt;br /&gt;
Timbulnya ikterus menunujukan adanya payah hati.&lt;br /&gt;
3. Diagnosis&lt;br /&gt;
Diagnosis hiperemesis gravidarum biasanya tidak sukar. Harus&lt;br /&gt;
ditentukan adanya kehamilan muda dan muntah terus-menerus,&lt;br /&gt;
sehingga mempengaruhi keadaan umum. Namun demikian harus&lt;br /&gt;
dipikirkan kehamilan muda dengan penyakit pielonefritis, hepatitis,&lt;br /&gt;
ulkus ventrikuli dan tumor serebri yang dapat pula memberikan gejala&lt;br /&gt;
muntah.&lt;br /&gt;
4. Prognosis&lt;br /&gt;
Dengan penanganan yang baik prognosis hiperemesis&lt;br /&gt;
gravidarum sangat memuaskan. Penyakit ini biasanya dapat&lt;br /&gt;
membatasi diri, namun demikian pada tingkatan yang berat,&lt;br /&gt;
penyakit ini dapat mengancam jiwa ibu dan janin.&lt;br /&gt;
b. Preeklampsia dan Eklampsia&lt;br /&gt;
Pre-eklampsia dan eklampsia merupakan kesatuan penyakit, yakni&lt;br /&gt;
yang langsung disebabkan oleh kehamilan walaupun belum jelas bagaimana&lt;br /&gt;
hal itu terjadi. Istilah kesatuan penyakit harus diartikan bahwa kedua peristiwa&lt;br /&gt;
dasarnya sama dan bahwa eklampsia merupakan peningkatan yang lebih berat&lt;br /&gt;
dan berbahaya dari pre-eklampsia, dengan tambahan gejala-gejala tertentu.&lt;br /&gt;
Pre-eklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi,&lt;br /&gt;
edema, dan proteinuria yang timbul karena kehamilan. Pre-eklampsia dibagi&lt;br /&gt;
dalam golongan ringan dan berat. Penyakit digolongkan berat bila satu atau&lt;br /&gt;
lebih tanda/gejala di bawah ini ditemukan :&lt;br /&gt;
1. Tekanan sistolik 160 mm Hg atau lebih, atau tekanan diastolik 110 mm&lt;br /&gt;
Hg atau lebih.&lt;br /&gt;
2. Proteinuria 5 gram atau lebih dalam 24 jam, 3 atau 4 + pada pemeriksaan&lt;br /&gt;
kulitatif.&lt;br /&gt;
3. Oliguria, air kencing 400 ml atau kurang dari 24 jam&lt;br /&gt;
4. Edema paru-paru atau sianosis.&lt;br /&gt;
Edema ialah penimbunan cairan secara umum dan berlebihan dalam&lt;br /&gt;
jaringan tubuh, dan biasanya dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta&lt;br /&gt;
pembekakan kaki, jari tangan, dan muka. Kenaikan berat badan ½ kg setiap&lt;br /&gt;
minggu dalam kehamilan masih dapat dianggap normal, tetapi bila kenaikan 1&lt;br /&gt;
kg seminggu beberapa kali, hal ini perlu menimbulkan kewaspadaan terhadap&lt;br /&gt;
timbulnya pre-eklampsia.&lt;br /&gt;
1. Etiologi&lt;br /&gt;
Beberapa teori menyebutkan bahwa pre-eklampsia disebabkan&lt;br /&gt;
oleh beberapa hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;
a. Bertambahnya frekuensi pada primigraviditas, kehamilan ganda,&lt;br /&gt;
hidramnion, dan mola hidatidosa.&lt;br /&gt;
b. Bertambahnya frekuensi dengan makin tuanya kehamilan&lt;br /&gt;
c. Terjadinya perbaikan keadaan penderita dengan kematian janin dalam&lt;br /&gt;
uterus.&lt;br /&gt;
d. Jarangnya terjadi eklampsia pada kehamilan-kehamilan berikutnya&lt;br /&gt;
e. Timbulnya hipertensi, edema, proteinuria, kejang dan koma.&lt;br /&gt;
Teori yang dewasa ini banyak dikemukakan sebagai sebab preeklampsia&lt;br /&gt;
ialah iskemia plasenta.&lt;br /&gt;
2. Patologi&lt;br /&gt;
Pre-eklampsia ringan jarang sekali menyebabkan kematian ibu.&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, sebagian besar pemeriksaan anatomi-patologik berasal&lt;br /&gt;
dari penderita eklampsia yang meninggal. Perdarahan, infrak, nekrosis, dan&lt;br /&gt;
trombosis pembuluh darah kecil pada penyakit ini dapat ditemukan&lt;br /&gt;
dalam berbagai alat tubuh. Perubahan ini mungkin sekali disebabkan&lt;br /&gt;
oleh vasospasmus arteriola. Penimbunan fibrin dalam pembuluh darah&lt;br /&gt;
merupakan faktor penting juga dalam patogenesis kelainan-kelainan&lt;br /&gt;
tersebut.&lt;br /&gt;
3. Diagnosis&lt;br /&gt;
Pada umumnya diagnosis pre-eklampsia didasarkan atas adanya&lt;br /&gt;
dua dari trias tanda utama : hipertensi, edema, dan proteinuria. Hal ini&lt;br /&gt;
memang berguna untuk kepentingan statistik, tetapi dapat merugikan&lt;br /&gt;
penderita karena tiap tanda dapat merupakan bahaya kendatipun terendiri.&lt;br /&gt;
Adanya satu tanda harus menimbulkan kewaspadaan, apalagi oleh karena&lt;br /&gt;
cepat tidaknya penyakit meningkat tidak dapat diramalkan, dan bila&lt;br /&gt;
eklampsia terjadi, maka prognosis bagi ibu maupun janin menjadi jauh&lt;br /&gt;
lebih buruk. Tiap kasus pre eklampsia oleh sebab itu harus ditangani&lt;br /&gt;
dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;
Diagnosis diferensial antara pre-eklampsia dengan hipertensi&lt;br /&gt;
menahun atau penyakit ginjal tidak jarang menimbulkan kesukaran.&lt;br /&gt;
Pada hipertensi menahun adanya tekanan darah yang meninggi&lt;br /&gt;
sebelum hamil, pada kehamilan muda, atau 6 bulan postpartum akan&lt;br /&gt;
sangat muda untuk membuat diagnosis. Untuk diagnosis penyakit ginjal&lt;br /&gt;
saat timbulnya proteinuria banyak menolong, proteinuria pada preklampsia&lt;br /&gt;
jarang timbul pada triwulan ke-3, sedang pada penyakit ginjal timbul lebih&lt;br /&gt;
dahulu. Test fungsi ginjal juga banyak berguna, pada umumnya fungsi ginjal&lt;br /&gt;
normal pada pre-eklampsia ringan.&lt;br /&gt;
c. Kelainan Dalam Lamanya Kehamilan&lt;br /&gt;
1. Abortus&lt;br /&gt;
Istilah abortus dipakai untuk menunjukan pengeluaran hasil&lt;br /&gt;
konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan, mempunyai&lt;br /&gt;
berat badan 297 gram waktu lahir. Akan tetapi, karena jarangnya janin&lt;br /&gt;
yang dilahirkan di bawah 500 gram dapat hidup terus, maka abortus&lt;br /&gt;
ditentukan sebagai pengakhiran kehamilan sebelum janin mencapai&lt;br /&gt;
berat 500 gram atau kurang dari 20 minggu. Abortus yang berlangsung&lt;br /&gt;
tanpa tindakan adalah abortus spontan. Abortus buatan adalah&lt;br /&gt;
pengakhiran kehamilan sebelum 20 minggu akibat tindakan.&lt;br /&gt;
2. Persalinan Preterm&lt;br /&gt;
Persalinan preterm yaitu persalinan yang terjadi pada&lt;br /&gt;
kehamilan 37 minggu atau kurang, merupakan hal yang berbahaya&lt;br /&gt;
karena mempunyai dampak yang potensial meningkatkan kematian&lt;br /&gt;
perinatal. Kematian perinatal umumnya berkaitan dengan berat lahir&lt;br /&gt;
rendah. Berat lahir rendah dapat disebabkan oleh bayi pre-term dan&lt;br /&gt;
pertumbuhan janin yang terhambat. Keduanya sebaiknya dapat&lt;br /&gt;
dicegah karena dampak yang negatif. Dampak negatif tidak saja&lt;br /&gt;
terhadap kematian perinatal tetapi juga terhadap morbiditas, potensi&lt;br /&gt;
generasi yang akan datang, kelainan mental dan beban ekonomi bagi&lt;br /&gt;
keluarga dan bangsa secara keseluruhan.&lt;br /&gt;
3. Kehamilan Lewat Waktu&lt;br /&gt;
Kehamilan umumnya berlangsung 40 minggu atau 280 hari&lt;br /&gt;
dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan aterm ialah usia kehamilan&lt;br /&gt;
antara 38 sampai 42 minggu dan ini merupakan periode dimana terjadi&lt;br /&gt;
persalinan normal. Kehamilan yang melewati 294 hari atau lebih dari&lt;br /&gt;
42 minggu lengkap disebut sebagai post term atau kehamilan lewat&lt;br /&gt;
waktu.&lt;br /&gt;
Kini dengan adanya pelayanan USG maka usia kehamilan dapat&lt;br /&gt;
ditentukan lebih tepat terutama bila dilakukan pemeriksaan pada usia&lt;br /&gt;
kehamilan 6-11 minggu sehingga penyimpangan hanya 1 minggu.&lt;br /&gt;
Kekhawatiran dalam menghadapi lewat waktu ialah meningkatnya resiko&lt;br /&gt;
kematian dan kesakitan perinatal. Resiko kematian perinatal kehamilan&lt;br /&gt;
lewat waktu ialah meningkatnya resiko kematian dan kesakitan perinatal&lt;br /&gt;
kehamilan lewat waktu dapat menjadi 3 kali dibandingkan kehamilan&lt;br /&gt;
aterm. Disamping itu ada pula komplikasi yang lebih sering&lt;br /&gt;
menyertainya seperti ; letak defleksi, posisi oksiput posterior, distosia&lt;br /&gt;
bahu dan perdarahan postpartum.&lt;br /&gt;
d. Kehamilan Ektopik&lt;br /&gt;
Kehamilan ektopik terjadi bila telur yang dibuahi berimplantasi&lt;br /&gt;
dan tumbuh di luar endometrium kavum uteri. Kehamilan ekstrauterin tidak&lt;br /&gt;
sinonim dengan kehamilan ektopik karena kehamilan pada pars intersitialis&lt;br /&gt;
tuba dan kanalis servikalis masih termasuk dalam uterus, tetapi jelas bersifat&lt;br /&gt;
ektopik.&lt;br /&gt;
Etiologi kehamilan ektopik telah banyak diselediki, tetapi sebagian&lt;br /&gt;
besar penyebabnya tidak diketahui. Tiap kehamilan dimulai dengan&lt;br /&gt;
pembuahan telur di bagian ampulla tuba, dan dalam perjalanan ke uterus telur&lt;br /&gt;
mengalami hambatan sehingga pada saat nidasi masih di tuba, atau nidasinya&lt;br /&gt;
di tuba dipermudah.&lt;br /&gt;
B. Tinjauan Umum Tentang Bayi Baru lahir&lt;br /&gt;
Bayi yang baru lahir dan dinyatakan normal adalah bayi yang lahir dari&lt;br /&gt;
kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dengan berat badan lahir 2500 gram&lt;br /&gt;
sampai dengan 4000 gram (Ayu, 2006).&lt;br /&gt;
1. Fisiologi&lt;br /&gt;
a. Metabolisme&lt;br /&gt;
Sistem metabolisme neonatus, pada jam pertama energi didapatkan&lt;br /&gt;
dari pembakaran karbohidrat, pada hari kedua berasal dari pembakaran&lt;br /&gt;
lemak. Setelah mendapatkan susu lebih kurang hari ke enam energi dari&lt;br /&gt;
lemak 60 % dan dari katbohidrat 40 %.&lt;br /&gt;
Dalam waktu dua jam setelah lahir akan terjadi penurunan kadar&lt;br /&gt;
gula darah, untuk menambah energi pada jam-jam pertama setelah lahir&lt;br /&gt;
diambil dari hasil metabolisme asam lemak sehingga kadar gula dapat&lt;br /&gt;
mencapai 120 mg/100 ml. Apabila karena sesuatu hal misalnya bayi dari ibu&lt;br /&gt;
yang menderita DM dan BBLR, perubahan glukosa menjadi glikogen&lt;br /&gt;
akan meningkat atau terjadi gangguan metabolisme asam lemak yang tidak&lt;br /&gt;
dapat memenuhi kebutuhan neonatus, maka kemungkinan bayi akan&lt;br /&gt;
menjadi hipoglikemia.&lt;br /&gt;
b. Suhu Tubuh&lt;br /&gt;
Segera setelah bayi lahir, bayi akan berada di tempat yang suhu&lt;br /&gt;
lingkungannya lebih rendah dari lingkungan dalam rahim. Suhu tubuh&lt;br /&gt;
neonatus yang normal yaitu sekitar 36,5 oC sampai 37 oC. Bila bayi&lt;br /&gt;
dibiarkan dalam suhu kamar (25 oC) maka bayi akan kehilangan panas&lt;br /&gt;
melalui evaporasi (penguapan), konveksi dan radiasi sebanyak 200&lt;br /&gt;
kalori/kg BB/menit, sedangkan pembentukan panas yang dapat&lt;br /&gt;
diproduksi hanya per sepuluh dari jumlah kehilangan panas di atas, dalam&lt;br /&gt;
waktu yang bersamaan. Hal ini akan menyebabkan penurunan suhu&lt;br /&gt;
tubuh sebanyak 2 oC dalam waktu 15 menit. Keadaan ini sangat berbahaya&lt;br /&gt;
untuk neonatus terlebih lagi bagi bayi BBLR, bayi dapat&lt;br /&gt;
mengalami asfiksia karena tidak sanggupmengimbangi penurunan suhu&lt;br /&gt;
tersebut dengan produksi panas yang dibuat sendiri.&lt;br /&gt;
Akibat suhu yang rendah metabolisme jaringan akan&lt;br /&gt;
meningkat dan berakibat lebih mudah terjadinya asidosis metabolik berat&lt;br /&gt;
sehingga kebutuhan oksigen akan meningkat. Selain itu hiportemi yang&lt;br /&gt;
terjadi pada neonatus dapat menyebabkan hipoglikemia&lt;br /&gt;
c. Respirasi&lt;br /&gt;
Saat dalam kandungan fetus sudah mengadakan gerakan napas,&lt;br /&gt;
tetapi liquor amni tidak sampai masuk ke dalam alveoli&lt;br /&gt;
fetus.Keseimbangan saturasi oksigen dipengaruhi oleh kosentrasi&lt;br /&gt;
oksigen dan karbonioksida. Keseimbangan saturasi oksigen sangat penting&lt;br /&gt;
bagi janin dalam rahim, bila terjadi kenaikan saturasi oksigen melebihi 50 %&lt;br /&gt;
akan terjadi apnoe, sebaliknya bila menurun lebih dari 25 % akan&lt;br /&gt;
mempengaruhi sensitifitas pusat pernapasan. Saturasi oksigen janin&lt;br /&gt;
dipengaruhi oleh sirkulasi otero- plasenter, karena selama dalam uterus,&lt;br /&gt;
janin mendapat O2 dari pertukaran gas melalui plasenta. Setelah fetus&lt;br /&gt;
lahir pertukaran gas berubah melalui paru-paru.&lt;br /&gt;
d. Kardiovaskuler&lt;br /&gt;
Masa fetus darah dari plasenta melalui vena umbulicalis masuk&lt;br /&gt;
ke tubuh janin. Sebagian darah dialirkan ke hati dan sebagian besar melalui&lt;br /&gt;
duktus venosus arantu akan mengalir ke vena cafa inferior menuju ke&lt;br /&gt;
atrium kanan dilanjutkan ke ventrikel kanan kemudian ke atrium kiri&lt;br /&gt;
melalui foramen ovale menuju ke nentrikel kiri yang kemudian dipompa ke&lt;br /&gt;
aorta. Sementara darah dari ventrikel kanan dipompa ke paru-paru, karena&lt;br /&gt;
terdapat tekanan dari paru-paru yang belum berkembang, darah yang&lt;br /&gt;
mengalir ke arteri pulmonalis ke paru hanya sebagian, dan yang sebagian&lt;br /&gt;
akan mengalir melalui duktus arteriosus botali ke aorta.&lt;br /&gt;
Darah dari aorta yang mengandung nutrisi dan oksigen akan&lt;br /&gt;
mengalir ke seluruh tubuh. Darah dari sel tubuh bersama sisa metabolisme&lt;br /&gt;
akan dialirkan ke plasenta melalui arteri umbilikalis.&lt;br /&gt;
Saat fetus lahir, segera bayi mengisap udara dan menangis kuat,&lt;br /&gt;
paru mengembang dan tekanan dalam paru menurun, tekanan aorta&lt;br /&gt;
desenden meningkat karena rangsang biokimia (PaO2 yang naik), darah&lt;br /&gt;
seolah terhisap ke paru, mengakibatkan duktus arteriosus botali tidak&lt;br /&gt;
berfungsi lagi. Dengan masuknya darah dari paru-paru ke dalam atrium&lt;br /&gt;
kiri menjadi lebih tinggi daripada tekanan di atrium kanan, hal ini&lt;br /&gt;
menyebabkan foramen ovale menutup secara fisiologis dan tidak&lt;br /&gt;
berfungsi lagi. Hal ini terjadi pada jam pertama kelahiran. Sirkulasi&lt;br /&gt;
janin berubah menjadi sirkulasi bayi yang hidup di luar badan ibu.&lt;br /&gt;
e. Traktus Digestivus&lt;br /&gt;
Saat kehamilan empat bulan alat pencernaan telah cukup&lt;br /&gt;
terbentuk dan janin telah dapat menelan air ketuban. Absorpsi air&lt;br /&gt;
ketuban terjadi melalui mukosa seluruh traktus disgestivus. Sisa&lt;br /&gt;
absorpsi berupa lanugo dan verniks kaseosa akan keluar bersama&lt;br /&gt;
meconium ada saat bayi lahir, yang keluar dalam satu jam setelah&lt;br /&gt;
kelahiran.&lt;br /&gt;
f. Keseimbangan Asam-Basa&lt;br /&gt;
PH darah waktu lahir rendah karena glikolisis anaerob. Dalam&lt;br /&gt;
24 jam pertama neonatus telah mengkompensasi asidosis ini (Ayu, 2006).&lt;br /&gt;
2. Klasifikasi bayi menurut berat bayi lahir&lt;br /&gt;
Klasifikasi bayi menurut berat bayi lahir terdiri atas dua yaitu:&lt;br /&gt;
a. Berat Badan lahir Rendah (BBLR)&lt;br /&gt;
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan berat bayi pada&lt;br /&gt;
saat lahir kurang dari 2500 gram. Sejak tahun 1961 WHO telah&lt;br /&gt;
mengganti istilah premature baby dengan low birth weight baby (bayi&lt;br /&gt;
dengan berat lahir rendah = BBLR). Hal ini dilakukan karena tidak semua&lt;br /&gt;
bayi dengan berat kurang dari 2500 gram pada waktu lahir bayi prematur.&lt;br /&gt;
Keadaan ini dapat disebabkan oleh :&lt;br /&gt;
1. Masa kehamilan kurang dari 37 minggu dengan berat yang sesuai (masa&lt;br /&gt;
kehamilan dihitung mulai dari hari pertama haid terakhir dari haid yang&lt;br /&gt;
teratur)&lt;br /&gt;
2. Bayi small for gestational age (SGA): bayi yang beratnya kurang dari&lt;br /&gt;
berat yang sesungguhnya menurut masa kehamilannya (kecil untuk masa&lt;br /&gt;
kehamilannya = KMK)&lt;br /&gt;
3. Kedua-duanya (poin 1 dan 2).(Hanifa Wiknjostoro,dkk, 2006).&lt;br /&gt;
WHO (1979) membagi umur kehamilan dalam tiga kelompok :&lt;br /&gt;
a. Pre-term : kurang dari 37 minggu lengkap (kurang dari 259 hari)&lt;br /&gt;
b. Term : mulai dari 37 minggu sampai kurang dari 42 minggu&lt;br /&gt;
lengkap (259 hari sampai 293 hari).&lt;br /&gt;
c. Post-term : 42 minggu lengkap atau lebih (294 hari atau lebih)&lt;br /&gt;
Ciri-ciri dan masalah kedua bentuk BBLR (SMK dan KMK) ini&lt;br /&gt;
berbeda-beda. Oleh karena itu perlu diketahui umur kehamilan dengan&lt;br /&gt;
mengetahui hari pertama haid terakhir, bunyi jantung pertama yang dapat&lt;br /&gt;
didengar (kehamilan 18-22 minggu), fetal queckening (kehamilan 16-18&lt;br /&gt;
minggu), tinggi fundus, dan fetal ultrasound : diameter biparietal atau bila&lt;br /&gt;
diduga KMK ratio lingkaran kepala terhadap lingkaran perut harus dinilai.&lt;br /&gt;
Secara klinik umur kehamilan dapat diketahui dengan mengukur berat lahir,&lt;br /&gt;
panjang badan, lingkaran kepala (occipito-frontal circumference).&lt;br /&gt;
Berdasarkan jenisnya bayi dengan berat badan lahir rendah dibagi&lt;br /&gt;
atas dua yaitu :&lt;br /&gt;
1. Bayi prematur&lt;br /&gt;
Makin rendah masa gestasi dan makin kecil bayi yang&lt;br /&gt;
dilahirkan maka makin tinggi morbiditas dan mortalitasnya. Dengan&lt;br /&gt;
pengelolaan yang optimal dan dengan cara-cara yang kompleks serta&lt;br /&gt;
alat-alat yang canggih maka Usher (1975) menggolongkan bayi&lt;br /&gt;
tersebut dalam tiga kelompok :&lt;br /&gt;
a. Bayi yang sangat prematur (extremely premature) : 24-30 minggu.&lt;br /&gt;
Bayi dengan masa gestasi 24-27 minggu masih sangat sukar hidup&lt;br /&gt;
terutama di negara yang belum atau sementara berkembang. Bayi&lt;br /&gt;
dengan masa gestasi 28-30 minggu masih mungkin dapat hidup&lt;br /&gt;
dengan perawatan yang sangat intensif (perawat yang sangat terlatih&lt;br /&gt;
dengan menggunakan alat-alat yang canggih) agar dicapai hasil yang&lt;br /&gt;
sangat optimum.&lt;br /&gt;
b. Bayi pada derajat premature yang sedang (moderately premature) :&lt;br /&gt;
31-36 minggu. Pada golongan ini kesanggupan untuk hidup jauh&lt;br /&gt;
lebih baik dari golongan pertama dan gejala sisa yang dihadapinya di&lt;br /&gt;
kemudian hari jauh lebih ringan, asal saja pengelolaan terhadap bayi&lt;br /&gt;
ini betul-betul intensif.&lt;br /&gt;
c. Borderline premature : masa gestasi 37-38 minggu. Bayi ini&lt;br /&gt;
mempunyai sifat-sifat prematur dan matur. Biasanya beratnya seperti&lt;br /&gt;
bayi matur dan dikelola seperti bayi matur, akan tetapi sering timbul&lt;br /&gt;
problematik seperti yang dialami bayi prematur, misalnya sindroma&lt;br /&gt;
gangguan pernapasan, hiperbilirubinemia, daya isap yang lemak dan&lt;br /&gt;
sebagainya, sehingga bayi ini harus diawasi dengan seksama.&lt;br /&gt;
2. Bayi kecil untuk masa kehamilan (KMK).&lt;br /&gt;
Banyak istilah yang dipergunakan untuk menunjukan bahwa&lt;br /&gt;
bayi KMK ini menderita gangguan pertumbuhan dalam uterus&lt;br /&gt;
(intrauterine growth retardation = IUGR) seperti pseudopremature,&lt;br /&gt;
small for dates, dysmature, fetal malnutrition syndrome, chronic fetal&lt;br /&gt;
distress, IUGR, dan Small for gestational age (SGA). Batasan yang&lt;br /&gt;
diajukan oleh Lubhenco (1963) adalah bahwa setiap bayi yang berat&lt;br /&gt;
lahirnya sama dengan atau lebih rendah dari 10 th percentile untuk masa&lt;br /&gt;
kehamilan pada Denver intrauterine growth curves adalah bayi SGA.&lt;br /&gt;
Kurva ini dapat pula dipakai untuk Standard intrauterine growth growth&lt;br /&gt;
chart of low birth weight Indonesian infants. Setiap bayi baru lahir&lt;br /&gt;
(premature, matur dan postmatur) mungkin saja mempunyai berat yang&lt;br /&gt;
tidak sesuai dengan masa gestasinya. Gambaran kliniknya tergantung&lt;br /&gt;
daripada lamanya, intensitas dan timbulnya gangguan pertumbuhan&lt;br /&gt;
yang mempengaruhi bayi tersebut.&lt;br /&gt;
Prognosis kedua jenis bayi dengan berat lahir rendah tersebut&lt;br /&gt;
di atas tergantung dari berat ringannya masalah perintal, misalnya&lt;br /&gt;
masa gestasi (makin muda masa gestasi/makin rendah berat bayi makin&lt;br /&gt;
tinggi angka kematian), afiksia/iskemia otak, sindroma gangguan&lt;br /&gt;
pernapasan, perdarahan intravertikuler, displasia btronkoplumonal,&lt;br /&gt;
retrolental fibroplasias, infeksi, gangguan metabolik (asidosis,&lt;br /&gt;
hipoglikemia, hiperbilirubenemia).&lt;br /&gt;
b. Berat Badan Lahir Normal (BBLN)&lt;br /&gt;
Keadaan bayi sangat tergantung pada pertumbuhan janin di dalam&lt;br /&gt;
uterus, kualitas pengawasan antenatal, penyakit-penyakit ibu waktu hamil,&lt;br /&gt;
penanganan persalinan dan perawatan sesudah lahir. Penanggulangan bayi&lt;br /&gt;
tergantung pada keadaannya apakah ia normal atau tidak. Diantara bayi&lt;br /&gt;
yang normal ada yang membutuhkan pertolongan medik segera (sindroma&lt;br /&gt;
gangguan pernapasan, asfiksia berat, perdarahan, hiperbilirubinemia oleh&lt;br /&gt;
karena ketidak cocokan golongan darah ibu dan anak dan lain-lain) dan&lt;br /&gt;
tindakan operatif seperti atresia ani, fistula trakeoesofagus, hernia&lt;br /&gt;
diafragmatika, atresia doudeni dan sebagainya.&lt;br /&gt;
Seorang bayi dinyatakan normal dipandang dari beratnya apabila&lt;br /&gt;
memiliki berat lahir 2500 sampai dengan 4000 gram. Secara umum dari&lt;br /&gt;
beratnya pada saat lahir sudah dapat diketahui bahwa bayi yang dilahirkan&lt;br /&gt;
memiliki berat yang normal atau tidak (Ayu, 2006).&lt;br /&gt;
Beberapa pemeriksaan fisik lain yang juga dapat dilakukan pada&lt;br /&gt;
bayi baru lahir normal dipandang dari keadaan gizi yaitu : Panjang badan&lt;br /&gt;
(PB) antara 48 sampai dengan 52 cm, Lingkar Lengan Atas (LLA) antara&lt;br /&gt;
10 sampai dengan 11 cm, Berat badan menurun pada hari kedua dan ketiga, dan&lt;br /&gt;
jangan sampai turun pada hari ke sepuluh sampai dengan empat belas (Ayu,&lt;br /&gt;
2006).       &lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>KUSTA</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/kusta.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Tue, 9 Feb 2010 22:19:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-4995839703422658236</guid><description>&lt;span class="fullpost"&gt;1. Definisi Penyakit Kusta&lt;br /&gt;
Kusta (lepra atau Hansen) adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae, (Manjoer, 2000). Menurut Sri Wahyuni, penyakit kusta merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh kuman kusta Mycobacterium leprae. Kuman ini menyerang kulit dan saraf tepi, seperti pada mata, tangan, dan kaki. Manusia satu-satunya yang diketahui merupakan sumber penularan. Penularan dapat melalui pernapasan dan kontak kulit dalam waktu lama. Kusta bukan penyakit keturunan, bukan penyakit kutukan, dan tidak menular setelah penderita berobat. Penyakit kusta juga tidak menular melalui luka-luka atau cacatnya. Sembilan puluh lima persen manusia kebal terhadap kuman kusta, (Depkes, 2005).&lt;br /&gt;
Mycobacterium leprae merupakan penyebab spesifik penyakit kusta yang pertama kali ditemukan oleh Gerhard Amaeur Hansen (1873), oleh karenanya penyakit ini disebut juga ” morbus hansen” (penyakit hansen). Sama halnya dengan Mycobacterium tuberculosis, M. Leprae termaksud dalam keluarga Mycobacterium. Dan keduanya merupakan kuman BTA (Basil tahan asam). Bentuk khas kuman kusta adalah bentuknya yang berupa batang yang lurus atau sedikit melengkung (Anonymous, 2005).&lt;br /&gt;
Kusta adalah penyakit kulit dengan perkembangan yang sangat lambat. Masa inkubasinya belum di ketahui dengan pasti, ada yang berpendapat 2-5 tahun (Depkes RI, 2004), ada pula yamg mengatakan antara 40 hari - 40 tahun (Wikipedia Kusta, 2009).&lt;br /&gt;
Penyakit kusta adalah penyakit yang menyerang syaraf kulit dan kemudian menyerang permukaan kulit, serta otot dibawah kulit. Penyakit ini disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae, dan jika tidak segera ditangani penderita akan kehilangan bagian tubuhnya hingga menuju&lt;br /&gt;
kematian atau mengalami cacat (Anonymous, 2004).&lt;br /&gt;
2. Sejarah&lt;br /&gt;
Konon, kusta telah menyerang manusia sejak 300 SM, dan telah dikenal oleh peradaban Tiongkok kuno, Mesir kuno, dan India.. Pada 1995,&lt;br /&gt;
World Health Organizatio (WHO) memperkirakan terdapat dua hingga tiga juta jiwa yang cacat permanen karena kusta. Walaupun pengisolasian atau pemisahan penderita dengan masyarakat dirasakan kurang perlu dan tidak etis, beberapa kelompok penderita masih dapat ditemukan di berbagai belahan dunia, seperti India dan Vietnam.&lt;br /&gt;
Menurut sejarah pemberantasan penyakit kusta di dunia dapat dibagi dalam tiga jaman, yaitu :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; a). Zaman Purbakala&lt;br /&gt;
Penyakit Kusta telah dikenal hampir 2000 tahun SM. Hal ini dapat diketahui dari peninggalan sejarah seperti di Mesir, di India 1400 SM, di Tiongkok 600 SM, di Mesopotamia 400 tahun SM. Pada zaman purbakala tersebut telah terjadi pengasingan secara spontan karena penderita merasa rendah diri dan malu, disamping itu masyarakat menjauhi merasa jijik dan takut.&lt;br /&gt;
Dalam kitab-kitab agama dapat juga menjelaskan mengenai sejarah penyakit kusta, seperti :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Agama Hindu&lt;br /&gt;
Dalam kitab Weda (1400 SM) penyakit kusta disebut Kustha, nama yang lazim juga disebut di Indonesia.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Agama Kong Hu Cu&lt;br /&gt;
Dalam buku Cina penganut agama Kong Hu cu, penyakit kusta disebut “Ta Feng” dan menurut mereka penyakit ini disebabkan oleh&lt;br /&gt;
hubungan kelamin yang tidak teratur. Penyakit ini dibawah pengaruh setan “Feng Shui” yang pada umumnya dianggap tidak dapat disembuhkan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Agama Kristen&lt;br /&gt;
Kata Kusta dicantumkan beberapa kali didalam injil dan kata ini adalh terjemahan dari bahasa ibrani “Zaraath”.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Menurut Herodous, kata Zaraath berarti kelainan kulit yang bersisik (Grambug, 1952) yang gambaran kliniknya tidak sesuai dengan penyakit kusta.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5. Agama Islam&lt;br /&gt;
Dalam agama Islam ditemukan dua istilah untuk pengertian kusta, yaitu dalam Al-Quran disebut “Al-Abras” dan dalam hadist disebut “Al-Majrum.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; b). Zaman Pertengahan&lt;br /&gt;
Kira-kira setelah abad ke-13 dengan adanya keteraturan ketatanegaraan dengan system feodal yang berlaku di Eropa mengakibatkan masyarakat sangat takut dan patuh terhadap penguasa dan hak asasi manusia tidak mendapat perhatian. Demikian pula yang terjadi pada penderita kusta yang umumnya merupakan rakyat biasa. Pada waktu itu penyakit dan obat-obatan belum ditemukan, maka penderita kusta diasingkan lebih ketat dan dipaksakan tinggal di Leprosaria/koloni perkampungan penderita kusta seumur hidup.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; c). Zaman Modern&lt;br /&gt;
Dengan ditemukannya kuman kusta oleh Gerhard Amaeur Hansen pada tahun 1873, maka mulailah era perkembangan baru untuk mencari obat anti kusta dan usaha penanggulangannya.&lt;br /&gt;
Demikian halnya di Indonesia, Dr. Sitanala telah mempolopori&lt;br /&gt;
perubahan system pengobatan yang tadinya secara isolasi, secara bertahap&lt;br /&gt;
dilakukan dengan pengobatan rawat jalan. (Depkes, 2005)&lt;br /&gt;
Perkembangan pengobatan selanjutnya adalah :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Pada tahun 1951 dipergunakan DDS sebagai pengobatan penderita kusta&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Pada tahun 1969 pemberantasan penyakit kusta mulai diintegrasikan di puskesmas.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; c. Sejak tahun 1982 Indonesia mulai menggunakan obat kombinasi Multi Drug Thetapy (MDT) sesuai rekomendasi WHO untuk tipe MB 24 dosis dan PB 6 dosis.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; d. Tahun 1997, pengobatan MDT diberikan sesuai dengan rekomendasi WHO yaitu tipe MB 12 dosis dan PB 6 dosis.&lt;br /&gt;
3. Etiologi&lt;br /&gt;
Mycobacterium Leprae merupakan basil tahan asam (BTA), bersifat obligat intraseluler, menyerang saraf perifer, kulit, dan organ lain seperti mukosa saluran napas bagian atas, hati, dan sumsum tulang kecuali susunan saraf pusat. Masa membelah diri Mycobacterium Leprae 12-21 hari dan masa tunasnya antara 40 hari-40 tahun (Manjoer, Arif, 2000).&lt;br /&gt;
4. Epidemiologi&lt;br /&gt;
Cara penularan yang pasti belum diketahui, tetapi menurut sebagian besar ahli melalui saluran pernapasan (inhalasi) dan kulit (kontak langsung yang lama dan erat). Kuman mencapai permukaan kulit melalui folikel rambut, kelenjar keringat, dan diduga juga melalui air susu ibu. Tempat implantasi tidak selalu menjadi tempat lesi (luka) pertama.&lt;br /&gt;
Timbulnya penyakit kusta pada seseorang tidak mudah sehingga tidak perlu ditakuti. Hal ini bergantung pada beberapa faktor, antara lain sumber penularan, kuman kusta, daya tahan tubuh, sosial ekonomi, dan iklim. Sumber penularan adalah kuman kusta utuh (solid) yang berasal dari pasien kusta tipe MB (Multi Basiler) yang belum diobati atau tidak teratur berobat. Kira-kira 5-15% dari semua penderita kusta dapat menularkan M. Leprae. Sebagian Besar (95%) manusia kebal terhadap kusta, hanya sebagian&lt;br /&gt;
kecil yang dapat ditulari (5%). Dari sebagian kecil ini 70% dapat sembuh dan hanya 30% yang dapat menjadi sakit. Insiden tinggi pada daerah tropis dan subtropis yang panas danlembab. Insiden penyakit kusta di Indonesia pada Maret 1999 sebesar 1.01 per 10.000 penduduk.&lt;br /&gt;
Kusta dapat menyerang semua umur, anak-anak lebih rentan daripada orang dewasa. Frekwensi tertinggi pada kelompok dewasa ialah umur 25 sampai dengan 35 tahun, sedangkan pada kelompok anak umur 10 sampai dengan 12 tahun.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Patogenesis.&lt;br /&gt;
Setelah Mycobacterium leprae masuk ke dalam tubuh, perkembangan penyakit kusta bergantung pada keteraturan seseorang. Respons tubuh setelah masa tunas dilampaui tergantung pada derajat sistem imunitas selular (cellular mediated immune) pasien. Kalau sistem imunitas selular tinggi, penyakit berkembang kearah tuberkulaid dan bila rendah, berkembang kearah lepromatosa. Mycobacterium leprae berpredileksi di daerah-daerah yang relative lebih dingin, yaitu daerah akral dengan vaskularisasi yang sedikit. Derajat penyakit tidak selalu sebanding dengan derajat infeksi karena respons imun pada tiap pasien berbeda. Gejala klinis lebih sebanding dengan tingkat reaksi selular daripada intensitas infeksi. Oleh karena itu penyakit kusta dapat disebut sebagai penyakit imunologik.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Manifestasi Klinis&lt;br /&gt;
Diagnosis didasarkan pada gambaran klinis, bakterioskopis, dan histopatologis. Menurut WHO (1995), diagnosis kusta ditegakkan bila terdapat satu dari tanda cardinal berikut :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Adanya lesi kulit yang khas dan kehilangan sensibilitas.&lt;br /&gt;
Lesi kulit dapat tunggal atau multiple, biasanya hipopigmentasi tetapi kadang-kadang lesi kemerahan atau berwarna tembaga. Lesi dapat bervariasi tetapi umumnya berupa macula, makul atau nodul. Kehilangan sensibilitas pada lesi kulit merupakan gambaran khas. Kerusakan syaraf terutama saraf tepi, bermanifestasi sebagai kehilangan sensibilitas kulit dan kelemahan otot. Penebalan saraf tepi saja tanpa disertai kehilangan sensibilitas dan atau kelemahan otot juga merupakan tanda kusta.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. BTA positif.&lt;br /&gt;
Pada beberapa kasus ditemukan basil tahan asam dari kerokan jaringan kulit. Bila ragu-ragu maka dianggap sebagai kasus dicurigai dan diperiksa ulang setiap 3 bulan sampai ditegakkan diagnosis kusta atau penyakit lain.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; c. Pemeriksaan Klinis&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Inspeksi. Pasien diminta memejamkan mata, menggerakkan mulut,bersiul, dan tertawa untuk mengetahui fungsi saraf wajah. Semua kelainan kulit di seluruh tubuh diperhatikan, seperti adanya macula, nodul, jaringan parut, kulit yang keriput, penebalan kulit, dan kehilangan rambut tubuh (alopesia dan madarosis).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Pemeriksaan sensibilitas pada lesi kulit dengan menggunakan kapas (rasa raba), jarum pentul yang tajam dan tumpul (rasa nyeri), serta air panas dan dingin dalam tabung reaksi (rasa suhu).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Pemeriksaan saraf tepi dan fungsinya dilakukan pada : n. auricularis magnus, n. ulnaris, n. radialis, n. medianus, n. peroneus, dan n. tibialis posterior. Hasil pemeriksaan yang perlu dicatat adalah pembesaran, konsistensi, penebalan, dan adanya nyeri tekan. Perhatikan raut muka pasien apakah ia kesakitan atau tidak saat saraf diraba.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Pemeriksaan fungsi saraf otonom, yaitu memeriksa ada tidaknya kekeringan pada lesi akibat tidak berfungsinya kelenjar keringat dengan menggunakan pensil tinta (uji Gunawan).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; d. Gejala Klinis&lt;br /&gt;
Tanda-tanda penyakit kusta berupa :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Bercak keputihan seperti panu yang kurang perasaannya atau mati rasa bila disentuh dengan kapas.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Pembengkakan dan bintik-bintik kemerahan tersebar di kulit.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Perubahan syaraf tepi (syaraf anggota badan dan muka) yaitu pembesaran urat syaraf kebanyakan di siku, dilipatan lutut, kadangkadan di leher dan di dahi.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; e. Masa Inkubasi&lt;br /&gt;
Kelainan penyakit kusta dapat timbul beberapa minggu, beberapa bulan, atau bertahun-tahun kemudian sesudah terjadi hubungan dengan penderita kusta yang efektif. Diperkirakan bahwa rata-rata masa inkubasi kusta adalah 3 tahun, meskipun dapat bervariasi antara beberapa minggu sampai 12 tahun lamanya. Diperkirakan masa tunas 2 sampai 5 tahun namun ada yang beranggapan masa tunas antara 40 hari sampai 40 tahun.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; f. Reaksi Kusta&lt;br /&gt;
Reaksi kusta atau reaksi lepra adalah suatu episode akut dalam perjalanan kronis penyakit kusta yang merupakan reaksi kekebalan&lt;br /&gt;
(respons seluler) atau reaksi antigen-antibodi (respons humoral) dengan akibat merugikan pasien. Reaksi ini dapat terjadi pada pasien sebelum mendapat pengobatan, selama pengobatan, dan sesudah pengobatan. Namun sering terjadi pada 6 bulan sampai setahun sesudah mulai pengobatan.&lt;br /&gt;
Jenis reaksi dibedakan atas 2 tipe yaitu :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Reaksi tipe 1 (reaksi reversal, reaksi upgrading, reaksi borderline). Terjadi pada pasien tipe borderline disebabkan meningkatnya kekebalan selular secara cepat. Pada reaksi ini terjadi pergeseran tipe kusta kearah PB. Faktor pencetusnya tidak diketahui secara pasti tapi diperkirakan ada hubungan dengan reaksi hipersensitivitas tipe lambat. Gejala klinis reaksi tipe I berupa perubahan lesi kulit, neuritis (nyeri tekan pada saraf), dan/atau gangguan keadaan umum pasien (gejala konstitusi)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Reaksi tipe II (reaksi eritema nodosum leprosum). Reaksi ini terjadi pada pasien tipe MB dan merupakan reaksi humoral, dimana basil kusta yang utuh maupun tak utuh menjadi antigen. Tubuh akan membentuk antibody dan komplemen sebagai respon adanya antigen. Reaksi kompleks imun terjadi antara antigen, antibody, dan komplemen. Kompleks imun ini dapat mengendap antara lain di kulit berbentuk nodul yang dikenal sebagai eritema nodosum leprosum (ENL), mata (iridosiklitis), sendi (arthritis), dan saraf (neuritis) dengan disertai gejala konstitusi seperti demam dan malaise, serta komplikasi pada organ tubuh lainnya. Hal-hal yang mempermudah terjadinya reaksi kusta adalah stress fisik (kondisi lemah, menstruasi, hamil, setelah melahirkan, pembedahan, sesudah mendapat imunisasi, dan malaria) dan stress mental. Perjalanan reaksi dapat berlangsung sampai 3 minggu. Kadang-kadang timbul berulang-ulang dan berlangsung lama.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; g. Pemeriksaan Bakteriologis&lt;br /&gt;
Ketentuan pengambilan sediaan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Sediaan diambil dari kelainan kulit yang paling aktif. Kulit muka sebaiknya dihindari karena alasan kosmetik, kecuali tidak ditemukan lesi di tempat lain. Pemeriksaan ulangan dilakukan pada lesi kulit yang sama dan bila perlu ditambah dengan lesi kulit yang baru timbul.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Lokasi pengambilan sediaan apus untuk pemeriksakan Mycobacterium leprae ialah:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Cuping telinga kiri/kanan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Dua sampai empat lesi kulit yang aktif di tempat lain.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Sediaan dari selaput lendir hidung sebaiknya dihindari karena:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Tidak menyenangkan pasien.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Positif palsu karena ada mikobakterium lain.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; c. Tidak pernah ditemukan Mycobacterium leprae pada selaput lendir hidung apabila sediaan apus kulit negatif.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; d. Pada pengobatan, pemeriksaan bakterioskopis selaput lendir hidung lebih dahulu negative dari pada sediaan kulit di tempat lain.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Indikasi pengambilan sediaan apus kulit:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Semua orang yang dicurigai menderita kusta.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Semua pasien baru yang didiagnosis secara klinis sebagai pasien kusta.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; c. Semua pasien kusta yang diduga kambuh (relaps) atau karena tersangka kuman resisten terhadap obat.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; d. Semua pasien MB setiap satu tahun sekali.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5. Pemeriksaan bakteriologis dilakukan dengan pewarnaan tahan asam, yaitu Ziehl Neelsen atau Kinyoun-Gabett.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 6. Cara menghitung BTA dalam lapangan mikroskop ada 3 metode, yaitu cara zig zag, huruf z, dan setengah/seperempat lingkaran. Bentuk kuman yang mungkin ditemukan adalah bentuk utuh (solid), pecahpecah (fragmented), granular (granulates), globus, dan clumps.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; h. Indeks Bakteri (IB)&lt;br /&gt;
Merupakan ukuran semikuantitatif kepadatan BTA dalam sediaan hapus. IB digunakan untuk menentukan tipe kusta dan mengevaluasi hasil pengobatan. Penilain dilakukan menurut skala logaritma Ridley sebagai berikut:&lt;br /&gt;
1 Bila tidak ada BTA dalam 100 lapangan pandang. &lt;br /&gt;
+1 Bila 1-10 BTA dalam 100 lapangan pandang.&lt;br /&gt;
+2 Bila 1-10 BTA dalam 10 lapangan pandang.&lt;br /&gt;
+3 Bila 1-10 BTA dalam rata-rata 1 lapangan pandang.&lt;br /&gt;
+4 Bila 11-100 BTA dalam rata-rata 1 lapangan pandang.&lt;br /&gt;
+5 Bila 101-1000 BTA dalam rata-rata 1 lapangan pandang.&lt;br /&gt;
+6 Bila &amp;gt; 1000 BTA dalam rata-rata 1 lapangan pandang.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; i. Indeks morfologi (IM)&lt;br /&gt;
Merupakan persentase BTA bentuk utuh terhadap seluruh BTA. IM digunakan untuk mengetahui daya penularan kuman, mengevaluasi hasil pengobatan, dan membantu menentukan resistensi terhadap obat.&lt;br /&gt;
Contoh menghitung IB dan IM sebagai berikut:&lt;br /&gt;
No Lokasi Pengambilan Kepadatan Solid Fragmentedi Granulated&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1 Daun telinga kiri 5+ 5 95&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2 Daun telinga kanan 4+ 6 94&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3 Paha kiri 4+ 3 97&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4 Bokong kanan 4+ 4 96 17+ 18 382 Sumber : Kapita Selekta Kedokteran Edisi 3 Jilid&amp;nbsp; IB = = 4.25+ IB = x 100% = 4.50%&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; j. Penatalaksanaan.&lt;br /&gt;
Tujuan utama program pemberantasan kusta adalah menyembuhkan pasien kusta dan mencegah timbulnya cacat serta memutuskan mata rantai penularan dari pasien kusta terutama tipe yang menular kepada orang lain untuk menurunkan insiden penyakit. Program Multi Drug Therapy (MDT) dengan kombinasi rifampisin, klofazimin, dan DDS dimulai tahun 1981. program ini bertujuan untuk mengatasi resistensi dapson yang mengeliminasi persistensi kuman kusta dalam jaringan. Rejiman pengobatan MDT di Indonesia sesuai rekomendasi WHO (1995) sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a). Tipe PB&lt;br /&gt;
Jenis obat dan dosis untuk orang dewasa:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Rifampisin 600 mg/bulan diminum didepan petugas.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. DDS tabelt 100 mg/hari diminum di rumah. Pengobatan enam dosis diselesaikan dalam 6-9 bulan. Dan setelah selesai minum 6 dosis dinyatakan RFT (Release From&lt;br /&gt;
Treatment = berhenti minum obat kusta) meskipun secara klinis&lt;br /&gt;
17+&lt;br /&gt;
4&lt;br /&gt;
18&lt;br /&gt;
18+328&lt;br /&gt;
xxxvi&lt;br /&gt;
lesinya masih aktif. Menurut WHO (1995) tidak lagi dinyatakan RFT&lt;br /&gt;
tetapi menggunakan istilah Completion Cure dan pasien tidak lagi&lt;br /&gt;
dalam pengawasan.&lt;br /&gt;
b). Tipe MB&lt;br /&gt;
Jenis obat dan dosis untuk orang dewasa:&lt;br /&gt;
1. Rifampisin 600 mg/bulan diminum didepan petugas.&lt;br /&gt;
2. Klofazimin 300 mg/bulan diminum didepan petugas dilanjutkan&lt;br /&gt;
dengan klorazimin 50 mg/hari diminum di rumah.&lt;br /&gt;
3. DDS 100 mg/hari diminum di rumah.&lt;br /&gt;
Pengobatan 24 dosis diselesaikan dalam waktu maksimal 36&lt;br /&gt;
bulan. Sesudah selesai minum 24 dosis dinyatakan RFT meskipun&lt;br /&gt;
meskipun secara klinis lesinya masih aktif dan pemeriksaan bakteri&lt;br /&gt;
positif. Menurur WHO (1998) pengobatan MB diberikan untuk 12&lt;br /&gt;
dosis yang diselesaikan dalam 12-18 bulan dan pasien langsung&lt;br /&gt;
dinyatakan RFT.&lt;br /&gt;
c). Dosis untuk anak&lt;br /&gt;
Klofajimin : Umur di bawah 10 tahun: Bulanan 100 mg/ bulan&lt;br /&gt;
Harian 50 mg/2 kali&lt;br /&gt;
/minggu.&lt;br /&gt;
Umur 11-14 tahun : Bulanan 100 mg/bulan&lt;br /&gt;
Harian 50 mg/3 kali&lt;br /&gt;
/minggu&lt;br /&gt;
xxxvii&lt;br /&gt;
DDS : 1-2 mg/kg berat badan.&lt;br /&gt;
Fifampisin : 10-15 mg/kg berat badan.&lt;br /&gt;
d). Pengobatan MDT terbaru&lt;br /&gt;
Metode ROM adalah pengobatan MDT terbaru. Menurut WHO&lt;br /&gt;
(1998), pasien kusta tipe PB dengan lesi hanya 1 (satu) cukup&lt;br /&gt;
diberikan dosis tunggal rifampisin 600 mg, ofloksasin 400 mg, dan&lt;br /&gt;
minosiklin 100 mg dan pasien langsung dinyatakan RFT, sedangkan&lt;br /&gt;
untuk tipe PB dengan -5 lesi diberikan 6 dosis dalam 6 bulan. Untuk&lt;br /&gt;
tipe MB diberikan sebagai obat alternative dan dianjurkan digunakan&lt;br /&gt;
sebanyak 24 dosis dalam 24 bulan.&lt;br /&gt;
e). Putus obat&lt;br /&gt;
Pada pasien kusta tipe PB Yang tidak minum obat sebanyak&lt;br /&gt;
4 dosis dari yang seharusnya maka dinyatakan DO, sedangkan pasien&lt;br /&gt;
kusta tipe MB dinyatakan DO bila tidak minum obat 12 dosis dari&lt;br /&gt;
yang seharusnya.&lt;br /&gt;
k. Evaluasi Pengobatan&lt;br /&gt;
Evaluasi pengobatan menurut Buku Panduan Pemberantasa&lt;br /&gt;
Penyakit Kusta Depkes (1999) adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
1. Pasien PB yang telah mendapat pengobatan MDT 6 dosis dalam waktu&lt;br /&gt;
6-9 bulan dinyatakan RFT tanpa diharuskan menjalani pemeriksaan&lt;br /&gt;
laboratorium.&lt;br /&gt;
xxxviii&lt;br /&gt;
2. Pasien MB yang telah mendapat pengobatan MDT 24 dosis dalam&lt;br /&gt;
waktu 24-36 bulan dinyatakan RFT tanpa diharuskan menjalani&lt;br /&gt;
pemeriksaan laboratorium.&lt;br /&gt;
3. RFT dapat dilaksanakan setelah dosis dipenuhi tanpa diperlukan&lt;br /&gt;
pemeriksaan laboratorium. Dikeluarkan dari register pasien dan&lt;br /&gt;
dimaksud dalam register pengamatan (surveillance) dan dapat&lt;br /&gt;
dilakukan oleh petugas kusta.&lt;br /&gt;
4. Masa pengamatan&lt;br /&gt;
Pengamatan setelah RFT dilakukan secara pasif:&lt;br /&gt;
1. Tipe PB selama 2 tahun.&lt;br /&gt;
2. Tipe MB selama 5 tahun tanpa diperlukan pemeriksaan&lt;br /&gt;
laboratorium.&lt;br /&gt;
5. Hilang /Out of Control (OOC).&lt;br /&gt;
Pasien PB maupun MB dinyatakan hilang bilamana dalam 1 tahun&lt;br /&gt;
tidak mengambil obat dan dikeluarkan dari register pasien.&lt;br /&gt;
6. Relaps (kambuh).&lt;br /&gt;
Terjadi bila lesi aktif kembali setelah pernah dinyatakan sembuh atau&lt;br /&gt;
RFT.&lt;br /&gt;
l. Indikasi Rujukan&lt;br /&gt;
1. Memastikan diagnosis penyakit kusta.&lt;br /&gt;
2. Neuritis akut dan subakut.&lt;br /&gt;
3. Reaksi ENL berat.&lt;br /&gt;
xxxix&lt;br /&gt;
4. Komplokasi pada mata&lt;br /&gt;
5. Reaksi terhadap anti kusta.&lt;br /&gt;
6. Tersangka resisten terhadap antikusta.&lt;br /&gt;
7. Pasien cacat yang memerlukan rehabilitasi medik.&lt;br /&gt;
8. Pasien dengan keadaan umum buruk atau darurat.&lt;br /&gt;
9. Pasien kusta yang membutuhkan latihan fisioterapi.&lt;br /&gt;
10. Pasien kusta yang membutuhkan terapi okupasi.&lt;br /&gt;
11. Luka lebar dan dalam pada anggota gerak.&lt;br /&gt;
12. Pasien kusta yang membutuhkan tindakan bedah septic.&lt;br /&gt;
13. Pasien yang memerlukan protese.&lt;br /&gt;
xl&lt;br /&gt;
m. Komplikasi.&lt;br /&gt;
Cacat merupakan komplikasi yang dapat terjadi pada pasien kusta&lt;br /&gt;
baik akibat kerusakan fungsi saraf tepi maupun karena neuritis sewaktu&lt;br /&gt;
terjadi kusta. Proses terjadinya cacat kusta dapat dilihat pada bagan&lt;br /&gt;
berikut :&lt;br /&gt;
Bagan : Proses Terjadinya cacat kusta.&lt;br /&gt;
Gangguan Fungsi Saraf Tepi&lt;br /&gt;
Sensorik Motorik Otonom&lt;br /&gt;
Anestesi Kelemahan Gangguan kelenjar&lt;br /&gt;
keringat, kelenjar&lt;br /&gt;
minyak, aliran darah&lt;br /&gt;
Tangan/kaki:&lt;br /&gt;
kurang rasa&lt;br /&gt;
Kornea mata&lt;br /&gt;
anestesi&lt;br /&gt;
Refleksi&lt;br /&gt;
kedipberkurang&lt;br /&gt;
Tangan/kaki:&lt;br /&gt;
lemah lumpuh&lt;br /&gt;
Mata&lt;br /&gt;
lagophthalmos&lt;br /&gt;
Kulit :&lt;br /&gt;
keringat/pecah&lt;br /&gt;
Luka infeksi&lt;br /&gt;
Mutilasi&lt;br /&gt;
Absorbsi&lt;br /&gt;
tulang&lt;br /&gt;
Buta&lt;br /&gt;
Jari&lt;br /&gt;
bengkok/kaku&lt;br /&gt;
Luka&lt;br /&gt;
Mutilasi&lt;br /&gt;
Absorbsi&lt;br /&gt;
tulang&lt;br /&gt;
Infeksi&lt;br /&gt;
Buta&lt;br /&gt;
Luka&lt;br /&gt;
Infeksi&lt;br /&gt;
xli&lt;br /&gt;
n. Rehabilitasi.&lt;br /&gt;
Usaha usaha rehabilitasi meliputi medis, okupasi, kejiwaan, dan&lt;br /&gt;
sosial. Usaha medis yang dapat dilakukan untuk cacat tubuh antara lain&lt;br /&gt;
operasi dan fisioterapi. Meskipun hasilnya tidak sempurna kembali ke&lt;br /&gt;
asal, fungsinya dapat diperbaiki. Lapangan pekerjaan dapat diusahakan&lt;br /&gt;
untuk pasien kusta yang sesuai dengan cacat tubuh. Terapi kejiwaan&lt;br /&gt;
berupa bimbingan mental diupayakan sedini mungkin pada setiap pasien,&lt;br /&gt;
keluarga, dan masyarakat sekitarnya untuk memberikan dorongan dan&lt;br /&gt;
semangat agar dapat menerima kenyataan dan menjalani pengobatan&lt;br /&gt;
dengan teratur dan benar sampai dinyatakan sembuh secara medis.&lt;br /&gt;
Rehabilitasi sosial bertujuan memulihkan fungsi sosial ekonomi pasien&lt;br /&gt;
sehingga menunjang kemandiriannya dengan memberikan bimbingan&lt;br /&gt;
sosial dan peralatan kerja, serta membantu pemasaran hasil usaha pasien,&lt;br /&gt;
(Manjoer, Arif 2000).&lt;br /&gt;
B. Tinjauan Umum Tentang Umur&lt;br /&gt;
Umur adalah salah satu karakteristik individu yang berpengaruh terhadap&lt;br /&gt;
suatu penyakit. Orang yang mempunyai karakteristik yang mudah terpapar dan&lt;br /&gt;
peka terhadap penyakit akan mudah jatuh sakit. Katakanlah bayi yang baru lahir&lt;br /&gt;
secara umum mempunyai kepekaan yang tinggi untuk terpapar terhadap suatu&lt;br /&gt;
penyakit. Sehingga umur merupakan salah satu karakteristik manusia yang dalam&lt;br /&gt;
epidemiologi merupakan variabel yang cukup penting, (Noor, 2000).&lt;br /&gt;
xlii&lt;br /&gt;
Pada dasarnya umur adalah suatu keadaan fisiologis yang dialami oleh&lt;br /&gt;
setiap manusia. Umur ini berawal sejak lahir sampai mencapai umur tertentu di&lt;br /&gt;
mana mulai terjadi perubahan-perubahan hemodinamik, yakni terjadinya&lt;br /&gt;
pengurangan kontraktilitas miokard yang memberi akibat isi secuncup jantung&lt;br /&gt;
(cardiac out put) dan aliran darah ke ginjal mengalami penurunan. Ini&lt;br /&gt;
dikemukakan oleh Alkatiri J.(1992) dalam Ela Pasisang (2004), sebagai&lt;br /&gt;
konsekuensi dari terjadinya penurunan tekanan darah perifer. Semakin tua&lt;br /&gt;
seseorang, maka risiko untuk mengalami berbagai macam jenis penyakit juga&lt;br /&gt;
semakin tinggi. Masa inkubasi penyakit kusta yang cukup lama menyebabkan&lt;br /&gt;
pada masa tua orang lebih sering ditemukan mengalami kusta. Karena masa&lt;br /&gt;
inkubasi yang mencapai 20 tahun menyebabkan penyakit ini akan muncul di usiausia&lt;br /&gt;
tersebut atau usia 40 tahun.&lt;br /&gt;
Namun, jika berbicara tentang angka kejadian (Insidence Rate) penyakit&lt;br /&gt;
kusta meningkat sesuai umur dengan puncak pada umur 10-20 tahun kemudian&lt;br /&gt;
menurun.(Depkes, 2005)&lt;br /&gt;
C. Tinjauan Umum Tentang Jenis kelamin&lt;br /&gt;
Karakteristik jenis kelamin dan hubungannya dengan sifat keterpaparan&lt;br /&gt;
dan tingkat kerentanan memang mempunyai peran tersendiri seperti halnya umur.&lt;br /&gt;
Rasio jenis kelamin harus selalu diperhitungkan pada peristiwa penyakit-penyakit&lt;br /&gt;
tertentu. Ada masalah kesehatan dimana tingkat penyebarannya banyak&lt;br /&gt;
ditemukan pada kelompok wanita saja dan ada pula masalah kesehatan yang lebih&lt;br /&gt;
banyak ditemukan pada kelompok pria saja.&lt;br /&gt;
xliii&lt;br /&gt;
Adanya perbedaan penyebaran yang seperti ini disebabkan karena&lt;br /&gt;
beberapa faktor sebagai berikut :&lt;br /&gt;
1. Karena terdapatnya perbedaan anatomi dan fisiologi antara wanita dengan&lt;br /&gt;
pria. Sebagai contoh masalah kesehatan yang penyebarannya dipengaruhi oleh&lt;br /&gt;
anatomi yaitu prostat hanya ditemukan pada kaum laki-laki saja.&lt;br /&gt;
2. Karena terdapatnya perbedaan kebiasaan hidup antara wanita dan pria.&lt;br /&gt;
Misalnya banyaknya ditemukan penderita kanker paru pada pria karena&lt;br /&gt;
memang kaum pria lebih banyak yang merokok dibanding kaum wanita.&lt;br /&gt;
3. Karena terdapat perbedaan tingkat kesadaran berobat antara wanita dan pria.&lt;br /&gt;
Pada umumnya wanita lebih banyak memiliki kesadaran yang lebih baik&lt;br /&gt;
untuk berobat dibanding kaum pria.&lt;br /&gt;
4. Karena terdapatnya perbedaan kemampuan diagnostik beberapa penyakit.&lt;br /&gt;
Ditemukannya lebih banyak penderita kencing nanah pada pria karena&lt;br /&gt;
penegakan diagnosanya lebih mudah (Asrul Azwar, 2002).&lt;br /&gt;
Seperti halnya pada penyakit kusta. Terdapat perbedaan terjadinya&lt;br /&gt;
suatu penyakit antara jenis kelamin pria dengan wanita, dan pada penyakit&lt;br /&gt;
kusta yang banyak menderita adalah pria yaitu 2:1, karena pria banyak&lt;br /&gt;
melakukan aktifitas di luar rumah.&lt;br /&gt;
D. Tinjauan umum tentang status imunisasi BCG&lt;br /&gt;
Imunisasi berasal dari kata imun, yang berarti kebal atau resistensi system&lt;br /&gt;
imunitas dalam tubuh ada dua yaitu : imunitas alamiah dan artificial. Bagi&lt;br /&gt;
keduanya dapat bersifat aktif dan pasif. Imunitas aktif adalah imunitas yang&lt;br /&gt;
xliv&lt;br /&gt;
didapat karena tubuh membuat antibody sendiri, sedangkan imunitas pasif berarti&lt;br /&gt;
tubuh mendapat antibody atau limfosit yang sensitized dari luar atau dari host lain&lt;br /&gt;
atau tidak membuat sendiri. Cepat lambatnya berbeda tergantung pada daya&lt;br /&gt;
antigenetik agen. Anak yang diimunisasi berarti diberikan kekebalan terhadap&lt;br /&gt;
suatu penyakit tertentu. Anak kebal atau resisten terhadap suatu penyakit, belum&lt;br /&gt;
tentu kebal terhadap penyakit lain (Noor, 2000).&lt;br /&gt;
Vaksinasi BCG memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit&lt;br /&gt;
tuberculosis(tbc). BCG diberikan 1 kali sebelum anak berumur 2 bulan. Vaksin&lt;br /&gt;
disuntikan secara intrakutan pada lengan atas, untuk bayi berumur kurang dari 1&lt;br /&gt;
tahun diberikan sebanyak 0,05 ml dan untuk anak berumur lebih dari 1 tahun&lt;br /&gt;
diberikan sebanyak 0,1 ml.&lt;br /&gt;
Dari hasil penelitian di Malawi, tahun 1996 didapatkan bahwa pemberian&lt;br /&gt;
vaksin BCG satu kali dapat memberikan perlindungan sebesar 50%, dengan&lt;br /&gt;
pemberian dua dosis dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit kusta&lt;br /&gt;
sampai mencapai 80 % (Depkes, 2005).       &lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kematian Neonatal</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/kematian-neonatal.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Tue, 9 Feb 2010 22:18:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-7677226940505847980</guid><description>&lt;span class="fullpost"&gt;Kematian menurut United Nation (UN) dan WHO didefenisikan sebagai menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup. (Juriati, 2005).&lt;br /&gt;
Kematian neonatal didefenisikan sebagai kematian bayi lahir hidup yang terjadi pada masa kelahiran sampai 28 hari setelah kelahirannya (bayi umur 1 bulan). Kematian neonatal dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu kematian neonatal awal dimana kematian bayi lahir yang pada masa kelahirannya sampai 7 hari setelah kelahirannya (minggu pertama) dan kematian neonatal akhir dimana kematian bayi lahir hidup yang terjadi pada masa 8 sampai 28 hari setelah kelahirannya (minggu II, III, IV). (Muchtar,1998).&lt;br /&gt;
Kematian bayi dan anak umur 5 tahun relatif tinggi. Dari hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2002-2003 angka kematian bayi kurang dari 1 tahun adalah 35 per 1000 kelahiran hidup, yang berarti ada 157.080 bayi meninggal setiap tahunnya. Angka kematian bayi yang baru lahir (neonatal) adalah 20 per 1000 kelahiran hidup, ini berarti dalam setahun ada 89.760 bayi beruumur 0- 28 hari yang meninggal atau 10 kematian setiap jam. Sedangkan kematian balita yaitu 46 per 1000 kelahiran hidup yang artinya ada 206.448 balita meninggal setiap tahunnya atau 24 balita meninggal setiap jam. (http://www.tempointeraktif.com).&lt;br /&gt;
Kemungkinan kematian bayi pada usia terlalu dini yang cenderung dilupakan perlu dipertimbangkan sebagai salah satu penyebab rendahnya pelaporan kasus kematian. Rasio kematian postnatal dan neonatal sangat dipengaruhi oleh keberhasilan program imunisasi dan manajemen penanggulangan bayi sakit. Apabila program berhasil, maka proporsi kematian postnatal dan neonatal akan menurun. (http://www.digilib.litbang.depkes.go.id). Karena itu pemerintah berencana merevitalisasi Gerakan Sayang Ibu, yang juga bertujuan untuk meminimalkan angka kematian ibu dan bayi. Gerakan Sayang Ibu, merupakan suatu gerakan yang dilaksanakan masyarakat bekerja sama dengan pemerintah untuk peningkatan perbaikan kualitas hidup perempuan melalui berbagai kegiatan yang mempunyai dampak terhadap upaya penurunan angka kematian ibu karena hamil, melahirkan dan nifas, serta penurunan angka kematian bayi (http://www.suarapembaruan.com).&lt;br /&gt;
Menurut Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan Azrul Azwar ada dua faktor yang menyebabkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia tinggi. Kedua faktor itu adalah faktor langsung dan faktor tidak langsung. Faktor langsung ini terkait dengan ilmu pengatahuan dan teknologi dibidang kedokteran, seperti pada angka kematian ibu berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001, faktor langsung tersebut adalah perdarahan, hipertensi atau tekanan darah tinggi saat kehamilan (eklampsia), infeksi, partus lama, dan komplikasi keguguran. Sementara faktor langsung penyebab angka kematian bayi baru lahir (neonatal) terutama disebabkan oleh asfiksia, infeksi, dan berat badan lahir rendah (BBLR). (http://www.suarapembaruan.com).&lt;br /&gt;
Pada periode neonatal bayi dalam proses adaptasi dengan dunia luar yang jauh berbeda dengan keadaan di dalam rahim. Perubahan yang paling besar dan paling dirasakan oleh bayi adalah perubahan suhu lingkungan yang menurun drastis yang dikenal dengan hipotermia yaitu suhu bayi kurang dari 36,5 (http://www.sehat2010.com)&lt;br /&gt;
Perubahan suhu yang sangat drastis ini merupakan trauma pertama yang dia rasakan dan untuk menghadapinya ,dia harus kehilangan panas tubuh akibat perpindahan panas, sehingga bila bayi baru lahir tidak segera dihangatkan dapat mengalami keadaan hipotermia yang irreversible (tidak dapat dipulihkan) dan menimbulkan gangguan metabolisme serta kematian.(Jumiarni,1995 dalam Laba,2004) Oleh karena angka kematian ibu dan perinatal terbesar di Negara berkembang maka WHO dan UNICEF mencetuskan ide health for all by the years 2000, dengan harapan setiap orang mendapatkan pelayanan kesehatan pada tahun 2000. Konsep pelaksanaan health for all by the years 2000 menjadi pelayanan kesehatan utama. Unsur pelayanan kesehatan utama (Manuaba,1998) mencakup:&lt;br /&gt;
a. Pengawasan kehamilan.&lt;br /&gt;
b. Meningkatkan gizi ibu hamil.&lt;br /&gt;
c. Pelaksanaan program keluarga berencana.&lt;br /&gt;
d. Imunisasi ibu.&lt;br /&gt;
e. Meningkatkan sistem rujukan.&lt;br /&gt;
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian neonatal yaitu:&lt;br /&gt;
1. Umur ibu saat melahirkan.&lt;br /&gt;
2. Paritas ibu.&lt;br /&gt;
3. Jarak kelahiran.&lt;br /&gt;
4. Berat badan lahir bayi rendah.&lt;br /&gt;
5. Pemanfaatan pelayanan antenatal / pemeriksaan kehamilan.&lt;br /&gt;
6. Status gizi ibu dan janin.&lt;br /&gt;
7. Sosial ekonomi keluarga&lt;br /&gt;
8. Pendidikan ibu.&lt;br /&gt;
9. Penyakit, cacat dan kelainan bawaan dari ibu.&lt;br /&gt;
Kematian neonatal sangat tergantung pada tindakan pencegahan, pemeriksaan antenatal serta pengobatan yang dilakukan terhadap segala macam penyakit sebagai akibat dari beberapa faktor risiko yang terjadi selama kehamilan dan pada saat persalinan. (Juriati,2005).&lt;br /&gt;
Upaya pencegahan yang dilakukan dalam usaha untuk mengurangi/menurunkan kejadian kematian neonatal antara lain :&lt;br /&gt;
1. Pemberian kekebalan pada bayi baru lahir terhadap tetanus melalui imunisasi tetanus toxoid pada ibu hamil, calon pengantin dan wanita usia subur.&lt;br /&gt;
2. Upaya pertolongan persalinan yang bersih dan aman melalui pelatihan atau pembinaan dukun bayi dan pemanfaatan tenaga bidan di desa.&lt;br /&gt;
3. Memasyarakatkan perilaku kehidupan keluarga sehat melalui dasawisma dan posyandu. &lt;br /&gt;
Pola penyebab kematian menunjukkan bahwa proporsi penyebab kematian neonatal kelompok umur 0-7 hari tertinggi adalah premature dan berat badan lahir rendah sebesar 35 %, kemudian asfiksia 33,6 %. Penyebab kematian neonatal kelompok umur 8-28 hari tertinggi adalah infeksi sebesar 57,1 % (termasuk tetanus, sepsis, pneumonia,dan diare). Dari gambaran penyakit penyebab kematian neonatal di Indonesia dan permasalahan kesehatan neonatal yang kompleks dimana dipengaruhi oleh faktor medis, sosial dan budaya (sama dengan permasalahan kesehatan maternal) maka : (http://www.digilib.litbang.depkes.go.id)&lt;br /&gt;
1. Bidan di desa atau petugas kesehatan harus mampu melakukan :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Perawatan terhadap bayi neonatal.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Promosi perawatan bayi neonatal kepada ibunya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; c. Pertolongan pertama pada bayi neonatal yang mengalami gangguan atau sakit.&lt;br /&gt;
2. Kepala Puskesmas dan jajarannya mempunyai komitmen yang tinggi dalam melaksanakan :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Deteksi dini penanganan bayi neonatal sakit.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Persalinan yang ditolong / didampingi oleh tenaga kesehatan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; c. Pembinaan bidan di desa dan pondok bersalin desa.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; d. Organisasi transportasi untuk kasus rujukan.&lt;br /&gt;
3. Kepala Dinkes Dati II dan atau rumah sakit Dati II dan jajarannya mempunyai komitmen yang tinggi dalam melaksanakan :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Fungsi Rumah Sakit sebagai pelayanan 24 jam.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Sistem yang tertata sehingga memberi kesempatan kepada keluarga bayi neonatal dari golongan tidak mampu untuk memberikan pelayanan standar, termsuk pertolongan gawat darurat di Rumah Sakit Dati II dengan biaya terjangkau.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; c. Pelayanan berkualitas yang berkesinambungan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; d. Pembinaan teknis profesi kebidanan untuk bidan yang bekerja di Puskesmas melalui pelatihan, penyegaran pengetahuan dan keterampilan, serta penanganan kasus rujukan.&lt;br /&gt;
4. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan neonatal emergency care di Puskesmas dan Rumah Sakit Dati II.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Variabel Perilaku Seks Pranikah</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/variabel-perilaku-seks-pranikah.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Tue, 9 Feb 2010 22:18:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-2221818274820915874</guid><description>&lt;span class="fullpost"&gt;Terjadinya perubahan fisik maupun psikis terutama pada alat reproduksi dengan aktifnya hormone seksual dalam tubuh manusia maka mulailah muncul dengan dorongan seksual yang mengebu-gebu pada masa remaja. Kondisi ini bila tidak dikendalikan maka bisa terjadi penyelewengan fungsi organ reproduksi yang dapat menyebabkan beberapa hal yang tidak diinginkan misalnya prilaku seks panikah, tertular Penyakit Menular Seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS, sampai terjadinya kanker ganas. (BKKBN, 2001).&lt;br /&gt;
Seks adalah bagian dari kehidupan manusia, sesuatu yang ada dan tidak bisa ditolak. Sesuatu yang muncul dan bisa menimbulkan berbagai masalah apabila tidak dikendalikan, diatur diredam secara baik. Seiring dengan perkembangan biologis pada umumnya, maka pada usia tertentu manusia, seseorang mencapai tahapan kematangan organ-organ seks. Ditandai oleh haid pertama (menarche) pada wanita (sekitar umur11 tahun) dan nokturnal emission (mimpi basah) yakni pengeluaran sperma (cairan yang antara lain berisikan sel kelamin laki-laki) pada pria (sekitar umur 13-14 tahun). Kematangan organ-organ seks secara biopsikologis ini, diikuti dengan kemampuan untuk melakukan hubungan seks dan sekaligus munculnya dorongan (hasrat) untuk melakukan hubungan tersebut. Dorongan atau hasrat ini mempunyai ciri kenikmatan bilamana dilakukan dan karena itu disebut sebagai dorongan dengan prinsip kenikmatan atau pleasure principle (Gunarsa, 1999).&lt;br /&gt;
Dorongan atau hasrat melakukan hubungan seks, selalu muncul jauh lebih awal pada kesempatan untuk melakukan secara bebas. Inilah yang terjadi pada remaja dengan gejolak hasrat seks-nya yang besar padahal ia belum menikah dan karena itulah muncul berbagai masalah seksualitas pada remaja salah satunya adalah perilaku seks bebas (Gunarsa, 1999).&lt;br /&gt;
Perilaku seks pranikah adalah tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenisnya maupun dengan sesama jenis. Dalam hal ini perilaku sesual remaja dapat ditujukan dalam tingkah laku yang bermacammacam, mulai dari perasaan tertarik sampai tingkahlaku berkencan, bercumbu dan bersenggama. Dalam hal ini tingkahlaku seksual diurtkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;
1. Berkencan&lt;br /&gt;
2. Berpegangan Tangan&lt;br /&gt;
3. mencium pipi (Ciuman kering)&lt;br /&gt;
4. Berpelukan&lt;br /&gt;
5. Mencium bibir (ciuman basah)&lt;br /&gt;
6. Memegang buah dada diatas baju&lt;br /&gt;
7. Memegang buah dada dibalik baju&lt;br /&gt;
8. Memegang alat kelamin diatas bahu&lt;br /&gt;
9. Memegang alat kelamin dibawah baju&lt;br /&gt;
10. Melakukan senggama. (Sarwono, 2006)&lt;br /&gt;
Menurut Sarlito (2003), perilaku seksual adalah tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenisnya maupun dengan sesama jenis. Perilaku seksual pada remaja timbul karena dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut yaitu perubahan hormonal, penundaan usia perkawinan, penyebaran irformasi melalui media massa, tabu-larangan, norma-norma dimasyarakat, serta pergaulan yang semskin bebas antara laki-laki dan perempuan. Remaja melakukan berbagai macam perilaku seksual beresiko yang terdiri atas tahapan-tahapan tertentu mulai dari berpegangan tangan, cium kering, cium basah, berpelukan memegang atau meraba bagian sensitif, petting, oral sex dan bersenggama (sexual intercourse). Selain itu aggressive sex ply merupakan bentuk perilaku seksual yang dilakukan dengan memaksa pasangan. (Irawati, 1999)&lt;br /&gt;
Prilaku seks pranikah ini memang kasat mata namun ini tidak terjadi dengn sendirinya melainkan didorong atau dimotivasi oleh faktor-faktor internal yang tidak dapat diamati secara langsung. Dengan demikian indivudu tersebut tergerak untuk melakukan prilaku seks pranikah.&lt;br /&gt;
Beberapa pola prilaku seksual yaitu :&lt;br /&gt;
a. Masturbasi&lt;br /&gt;
Masturbasi atau onani adalah salah bsatu cara yang dilakukan jika seseorang tidak mampu mengendalikan dorongan seksualnya dengan merangsang alat kelaminnya sediri dengan alat atau tanpa alat. Onani ini lebih dapat dikategorikan tindakan dengan resiko yang lebih kecil dibanding hubungan seksual dengan lain atau sesaman jenis, akan berbahaya ini dilakukan dengan cara yang tidak sehat dengan menggunakan alat yang bisa menyebabkan infeksi atau luka. Onani ini juga menimbulkan masalah jika terjadi ketergantungan / ketagihan, dan bisa menimbulkan perasaan bersalah.&lt;br /&gt;
b. Oral genital seks&lt;br /&gt;
Tipe ini sekarang banyak dilakukan untuk menghindari resiko kehamilan. Tipe seperti ini banyak dianggap lebih aman oleh kalangan remaja.&lt;br /&gt;
c. Petting&lt;br /&gt;
Adalah upaya membangkitkan dorongan seksual antara jenis kelamin tanpa melakukan tindakan intercourse. Petting adalah aktivitas saling mengesekakkna alat kelamin tanpa memasukannya kedalam liang senggama. Oleh remaja tindakan ini cukup memuaskan dan tidak mengandung resiko.&lt;br /&gt;
d. Seksual intercourse&lt;br /&gt;
Awalnya setiap remaja dan pasangan yang pernah mengalami hubungan seks pranikah merasakan sensasi kepuasan dan kenikmatan yang luar biasa bahkan ada yang merasa indah, namun berikutnya akan timbul berbagai perasaan yang bertentangan terutama perasaan bersalah, menyesal, berdosa khawatir atau takut hamil dan ketahuan orang tua. Biasanya perempuan lebih takut membicarakan pengalaman seksualnya kepada orang lain kerena khawatir akan dinilai buruk dibandingkan laki-laki yang menilai hubungan seksual sebagai pembuktian wujud kelaki-lakiannya (maskulinitas). (Notoatmodjo dalam Hasniah, 2005).&lt;br /&gt;
Faktor-Faktor Prnyebab Prilaku Seks pada Remaja: (Sarwono,2007)&lt;br /&gt;
a. Meningkatnya libido seksualitas.&lt;br /&gt;
b. Penundaan usia perkawinan.&lt;br /&gt;
c. Tabu-Larangan.&lt;br /&gt;
d. Kurangnya informasi tentang seks.&lt;br /&gt;
e. Pergaulan yang makin bebas.&lt;br /&gt;
Sementara Faktor-faktor Pendukung Perilaku Seks pada remaja Menurut para ahli, alasan seorang remaja melakukan seks .&lt;br /&gt;
a. Tekanan yang datang dari teman pergaulannya, Lingkungan pergaulan yang dimasuki oleh seorang remaja dapat juga berpengaruh untuk menekan temannya yang belum melakukan hubungan seks, bagi remaja tersebut tekanan dari teman-temannya yaitu dirasakan lebih kuat dari pada yang didapat dari pacarnya sendiri.&lt;br /&gt;
b. Adanya tekanan dari pacar, karena kebutuhan seorang untuk mencintai dan dicintai, seseorang harus rela melakukan apa saja terhadap pasangannya, tanpa memikirkan resiko yang akan dihadapinya. dalam hal ini yang berperan bukan saja nafsu seksual, melainkan juga sikap memberontak terhadap orang tuanya. Remaja lebih membutuhkan suatu hubungan, penerimaan, rasa aman, dan harga diri selayaknya orang dewasa.&lt;br /&gt;
c. Adanya kebutuhan badaniah, Seks menurut para ahli merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seseorang, jadi wajar jika semua orang tidak terkecuali remaja, menginginkan hubungan seks ini, sekalipun akibat dari perbuatannya tersebut tidak sepadan dengan resiko yang akan dihadapinya.&lt;br /&gt;
d. Rasa penasaran, Pada usia remaja, keingintahuannya begitu besar terhadap seks, apalagi jika teman-temannya mengatakan bahwa terasa nikmat, ditambah lagi adanya infomasi yang tidak terbatas masuknya, maka rasa penasaran tersebut semakin mendorong mereka untuk lebih jauh lagi melakukan berbagai macam percobaan sesuai dengan apa yang diharapkan.&lt;br /&gt;
e. Pelampiasan diri, faktor ini tidak hanya datang dari diri sendiri, misalnya karena terlanjur berbuat, seorang remaja perempuan biasanya berpendapat sudah tidak ada lagi yang dapat dibanggakan dalam dirinya, maka dalam pikirannya tersebut ia akan merasa putus asa dan mencari pelampiasan yang akan menjerumuskannya dalam pergaulan bebas. Faktor lainnya datang dari lingkungan keluarga. bagi seorang remaja mungkin aturan yang diterapkan oleh kedua orang tuanya tidak dibuat berdasarkan kepentingan kedua belah pihak (orang tua dan anak), akibatnya remaja tersebut merasa tertekan sehingga ingin membebaskan diri dengan menunjukkan sikap sebagai pemberontak, yang salah satunya dalam masalah seks. (Carles, 2008).&lt;br /&gt;
Motivasi tertentu akan mendorong seseorang untuk melakukan perilaku tertentu pula. Pada seorang remaja, perilaku seks pranikah tersebut dapat dimotivasi oleh rasa sayang dan cinta dengan didominasi oleh perasaan kedekatan dan gairah yang tinggi terhadap pasangannya, tanpa disertai komitmen yang jelas (menurut Sternberg hal ini dinamakan romantic love) atau karena pengaruh kelompok (konformitas), dimana remaja tersebut ingin menjadi bagian dari kelompoknya dengan mengikuti norma-norma yang telah dianut oleh kelompoknya, dalam hal ini kelompoknya telah melakukan perilaku seks&lt;br /&gt;
pranikah. (Dhede, 2002). Faktor lain yang dapat mempengaruhi seorang remaja melakukan seks pranikah karena ia didorong oleh rasa ingin tahu yang besar untuk mencoba segala hal yang belum diketahui. Hal tersebut merupakan ciri-ciri remaja pada umumnya. Disinilah masalah acapkali muncul dalam kehidupan remaja karena&lt;br /&gt;
mereka ingin mencoba-coba segala hal, termasuk yang berhubungan dengan fungsi ketubuhannya yang juga melibatkan pasangannya. Namun dibalik itu semua, faktor internallah yang paling mempengaruhi prilaku seksual remaja sehingga mengarahkan pada prilaku seks pranikah pada remaja. Dimana tanda-tanda internal tersebut seperti pendapat Hurlock (1991), seorang ahli psikologi perkembangan, yang mengemukakan tanda-tanda kelamin sekunder yang penting pada laki-laki dan perempuan. Menurut Hurlock, pada remaja putra: tumbuh rambut kemaluan, kulit mejadi kasar, otot bertambah besar dan kuat, suar besar, tumbuh kumis dan lai sebagainya. Sedangkan pada rekaja putri: pinggul melebar, payudara mulai tumbuh, tumbuh rambut kemaluan, mulai mengalami haid dan lain-lain. Seiring pertumbuhan primer dan skunder pada remaja kearah kematangan yang sempurna, muncul juga hasrat dan dorongan untuk menyalurkan keinginan seksualnya. Hal ini merupakan suatu yang wajar karena secara alamiah dorongan seksual itu memeng semestinya harus terjadi untuk menyalurkan kasih sayang antar dua insan, sebagai fungsi pengembangbiakan dan mempertahankan keturunan (Sarwono, 1994).&lt;br /&gt;
Dampak dari perilaku seksual pranikah pada remaja adalah semakin tingginya angka kehamilan yang tidak diinginkan. Hal ini disebsbkan hampir semua remaja yang pernah melakukan hubungan seks melakukannya tanpa menggunakan alat kontrasepsi sama sekali. Disamping itu kehamilan yang tidak diinginkan pad remaja seringkali berakhir dengan aborsi dan banyak diantaranya tidak berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli (Sarwono, 2003)&lt;br /&gt;
Resiko medis pengguguran kandungan pada remaja cukup tinggi seperti pendarahan, komplikasi akibat aborsi yang tidak aman sampai kematian ibu (Kilourne-Brook, 2000)&lt;br /&gt;
Dampak fisik lainnya sendiri menurut Sarlito (2003) adalah berkembangnya penyakit menular seksual (PMS) ddikalangan remaja, dengan frekuensi penderita PMS yang tertinggi antara usia 15-24 tahun. Infeksi PMS dapat menyebabkan kemandulan dan rasa sakit kronis serta meningkatkan resiko penularan HIV. Dampak psikologis dari perilaku seksual pranikah pada remaja diataranya perasan marah, takut, cemas, depresi, rendah diri, bersalah dan berdosa. Sedangkan dampak sosial yang timbul akibat perilaku seksual pranikah yang dilakukan sebelum saatnya antara lainnya dikucilkan, putus sekolah pada remaja perempuan yang hamil dan perubahan peran menjadi ibu, belum lagi tekanan dari masyarakat yang mencela dan menolak keadaan tersebut (Sarwono, 2003).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>VARIABEL REMAJA</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/variabel-remaja.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Tue, 9 Feb 2010 22:17:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-7707695194362883588</guid><description>&lt;span class="fullpost"&gt;Batasan remaja menurut WHO (1974), menderinisikan tentang remaja yang dikemukakan dalam tiga kriteria yaitu biologi, psikologik, dan sosial ekonomi masing-masing sebagai berikut:&lt;br /&gt;
1. Remaja adalah suatu masa dimana individu berkemban dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda sesuak sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual.&lt;br /&gt;
2. Remaja adalah suatu masa dimana individui mengalami perkembangan psikologik dan pola indentifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa.&lt;br /&gt;
3. Remaja adalah suatu masa dimana tejadi peralihan dari ketergantungan sosial ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif lebih mandiri (Sarwono,1998)&lt;br /&gt;
Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, dimana masa ini mengandung banyak perbahan alamiah secara langsung maupun tidak langsung yang berdampak pada berbagai permasalahan remaja.&lt;br /&gt;
Menurut hasil SUPAS pada tahun 1995, proporsi remaja di Indonesia berumur 10-24 tahun sebesar 31,39 % dari keseluruhan jumlah penduduk (BPS, 1995). Jumlah ini menimbulkan permasalahan kependudukan secara umum dan permasalahan lain, khususnya kesehatan remaja akibat munculnya perilaku yang mengkuatirkan (Rahail, 2001).&lt;br /&gt;
Ramonasari (1994) mengemukakan proses perkembangan remaja yang menyebabkan terjadinya perubahan fisik kadang-kadang menimbulkan rasacemas, takut, malu, merasa lain dan remaja menjadi bingung karena mereka tidak mempunyai pengetahuan yang cukup dan informasi yang jelas. Sementara itu, terjadi pula perubahan minat dan tingkat laku pada remaja seperti : mulai memperhatikan penampilan dirinya, mulai tertarik lawan jenisnya dan berusaha&lt;br /&gt;
menarik perhatian yang lain, bertingkah genit dan lebih bebas (Rahail, 2001). &lt;br /&gt;
Remaja menurut hukum, walaupun kensep tentang remaja di ndonesia belum dikenal dimana yang dikenal adalah konsep anak-anak dan dewasa, walaupun batasan yang diberikan untuk itupun bermacam-macam. Hukum perdata, misalnya memberikan batasan usia 21 tahun (atau kurang dari itu asalkan sudah menikah) untuk menyatakan kedewasaan sesorang. Dibawah usia tersebut seseorang masih membutuhkan wali (orang tua) untuk melakukan tindakan hukum perdata. Disis lain hukum pidana memberikan batasan usia 18 tahun sebagai usia dewasa (atau yang kurang dari itu tetap sudah menikah). anak-anak yang masih usia dibawah 18 tahun masih tanggung jawab orang tuanya kalau ia melanggar hukum pidana. Walapun demikian, sebagai pedoman umum dapat digunaan batasan usia 11-24 tahun dan belum menikah untuk remaja Indonesia dengan pertimbangan sebagai berikut:&lt;br /&gt;
1. Usia sebelas tahun adalah usia pada umumnya tanda-tanda seksual skunder telah tampak (kriteria fisik).&lt;br /&gt;
2. Dibanyak masayarakat indonesia, usia sebelas tahun sudah dianggab akil balik, baik menurut adat ataupun menurut agama, sehingga masyarakat tidak lagi memperlakukan mereka sebagai anak-anak (kriteria sosial).&lt;br /&gt;
3. Pada usia tersebut mulai ada tanda-tanda penyempurnaan perkembangan jiwa, seperti tercapainya identitas diri (ego identity, menurut Erikson), tercapainya fase genetikal dari perkembangan psikoseksual (menurut Freud) dan tercapainya puncak perkembangan kognitif (Piaget) maupun moral (Kholberg) (kriteria psikologi).&lt;br /&gt;
4. Batasan usia 24 tahun merupakan batas maksimal, yaitu untuk memberi peluang bagi mereka yang sampai batas usia tersebut masih menggantungkan diri pada orang tua, belum mempunyai hak-hak penuh sebagai orang dewasa (secara adat/tradisi), belum dapat memberikan pendapat sendiri, dan sebagainya, dengan perkataan lain, orang-orang yang sampai batas 24 tahun berlum dapat memenuhi persyaratan kedewasaan secara sosial mapun psikologi.&lt;br /&gt;
5. Dalam definisi diatas status perkawinan sangat menentukan, hal ini karena arti perkawinan masih sangat penting dalam masyarakat kita secara menyeluruh. Seorang yang sudah menikah, pada usia berapapun dianggap dan diperlakukan sebagai seorang dewasa penuh, baik secara hukum maupun dalam kehidupan masyarakat dan keluarga (Sawono,2007).&lt;br /&gt;
Secara psikologis remaja adalah usia dimana individu berintegrsi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkat yang sama. Sekurang-kurangnya dalam masalah hak. Mengenai umur masa remaja yang umum digunakan adalah menurut Luella Cole.(Awal,2007).&lt;br /&gt;
a. Usia 13 – 15 tahun (masa remaja awal)&lt;br /&gt;
b. Usia 15 – 18 tahun (masa remaja pertengahan)&lt;br /&gt;
c. Usia 18 – 21 tahuh (masa remaja akhir)&lt;br /&gt;
Batasan usia remaja berbeda-beda sesuai dengn sosial budaya setempat.&lt;br /&gt;
Menurut Word Health Organisation (WHO) batasan usia remaja adalah 12 sampai 24 tahun. Sedangkan dari segi pelayanan, difinisi remaja menurut Departemen Kesehatan adalah mereka yang berusia 10 samapai 19 tahun dan belum menikah. Sementara menurut Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak Reproduksi (BKKN) batasan usia remaja 10 – 21 tahun (BKKBN,2001).&lt;br /&gt;
Menurut Undang-Undang perkawinan, remaja adalah usia 16 tahun (wanita) dan 19 tahun (pria) atau usia minimal suatu perkawinan, usia kurang dari 21 tahun masih dibutuhkan izin dari oang tua untuk menikahkan, usia 21 tahun keatas pada fase ini sudah tidak dibutuhkan izin orang tua untuk menikahkan. Jadi usia 16 atau 19 sampai 21 tahun dianggap belum dewasa penuh sehingga disejajarkan dengan pengertian-pengertian “remaja” dalam ilmu sosial. (Sarwono,2007). Siswa (remaja) adalah kelompok yang temasuk dalam usia 13-18 tahun, namun ada juga yang menggolongkan remaja pada usia 12-17 tahun. Sementara dari kalangan lain ada yang meyakini bahwa yang disebut dalam fase femaja yaitu masa dimana seorang wanita mendapat haid pertama sementara bagi laki-laki saat mereka mendapatkan mimpi basah untuk yang pertama kalinya. (Pangkahila, dalam Muhammad 2006).&lt;br /&gt;
Sekolah merupakan lingkungan sekunder bagi anak yang sudah besekolah akan menghbiskan waktunya sebanyak sepertiga waktunya yaitu 7 jam dalam sehari. Pengaruh sekolah bagi anak-anak diharapkan mampu memberikan dampak yang positif terhadap pekembangn jiwa remaja, karena sekolah adalah lembaga pendidikan. Sebagimana halnya dengan kelurga, sekolah juga mengjrkan normanorma dan nilai-nilai budaya yang berlaku dalam wilayahnya. Remaja yang duduk dikelas tertinggi Sekolah Lanjutan Atas, pada fase ini remaja tersebut sudah mulai menggunakan pikirannya yang kritis, logis dan rasional. (Hamdi &amp;amp; Munawa 2005). Seorang psikolog. David Elkind menggambarkan sikap remaja yang egtosentris yaitu: (Yul 1998).&lt;br /&gt;
a. Merasa senang menjadi pusat perhatian (Imajinary Audience). Artinya dengan berpakaian yang unik, memaki asesoris, potongan rambut yang unik merupakan cara untuk menarik perhatian.&lt;br /&gt;
b. Merasa unik dan spesial (Personal Fable). Artinya bahwa pikiran mereka unik dan spesial ini mudah membawa remaja pada hal-hal yang buruk dan dapat menghancurkan karena mereka berpikir dapat menghindar dari bahaya yang dialami teman-temannya. Misalnya, remaja berpikir bahwa ia tidak akan kecanduan kalau mencoba merokok, memakai obat terlarang, tidak akan hamil melakukan seks bebas, tidak akan celaka bila mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Remaja juga senang mencoba atau bereksperimen terhadap hal-hal yang baru, namun sayangnya tidak disertai dengan cara berpikir yang matang, khususnya mengenai resiko yang akan terjadi.&lt;br /&gt;
Fred Mednick menggambarkan bahwa masa remaja bukan hanya satu tahap dalam kehidupan, seperti yang digambarkan orang selama ini. Masa remaja juga merupakan suatu sindroma, merupakan kumpulan suatu gejala dalam suatu penyakit. Jika sekali tahapan ini terlewati, ia tidak akan kembali. Bila pada remaja mengalami suatu tahapan, dimana secara kronologis dapat mencapai puncaknya, kita sama-sama dapat merasa lega. Sebaliknya, kadang-kdang terjadi bahwa remaja ‘menangkap’ suatau dalam perjalanan hidup mereka, dan timbul gejalagejala yang tidak dapat diketahui sebelumnya. (Mednick 2007).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>PENGAMBILAN KEPUTUSAN</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/pengambilan-keputusan.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Tue, 9 Feb 2010 22:16:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-6369641796323193707</guid><description>&lt;span class="fullpost"&gt;A.Definisi Pengambilan keputusan&lt;br /&gt;
Pengambilan keputusan (Decision making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. Pengambilan keputusan merupakan suatu hal penting yang tidak bisa dihindarkan dalam kehidupan sehari-hari. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif. Sebelum dijatuhkan, ada beberapa tahap yang mungkin akan dilalui oleh pembuat keputusan. Tahap tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah utama, menyusun alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan keputusan yang terbaik.&lt;br /&gt;
Secara umum pengambilan keputusan telah dikemukakan oleh banyak&lt;br /&gt;
ahli, diantaranya adalah :&lt;br /&gt;
1. G. R. Terry mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin.&lt;br /&gt;
2. Claude. S. George. Jr, mengemukakan bahwa pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan, penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternatif.&lt;br /&gt;
3. Horold dan Cyril O, Donnell, mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari suatu perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada keputusan, suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.&lt;br /&gt;
4. P. Siagian mengatakan, pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta dan data, penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan.&lt;br /&gt;
B. Fase pengambilan keputusan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Aktifitas Intelegensia adalah proses kreatif untuk menemukan kondisi yang mengharuskan keputusan dipilih atau tidak.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Aktifitas desain yaitu kegiatan yang mengemukakan konsep berdasar aktifitas desain meliputi : mengemukan cara-cara/metode, mengembangkan metode dan menganalisa tindakan yang dilakukan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Aktifitas pemilihan yaitu memilih dari satu sekian banyak alternatif dalam pengambilan keputusan yang ada. Pemilihan ini berdasar atas kriteria yang telah ditetapkan. Dari tiga aktifitas tersebut diatas dapat disimpulakan tahap pengambilan keputusan adalah :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Mengidentifikasi masalah utama&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Menyusun alternatif&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; c. Menganalisa alternatif&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; d. Mengambil keputusan yang terbaik&lt;br /&gt;
C. Tehnik pengambilan keputusan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Operational research / riset operasi yaitu penggunaan metode saintifik dalam analisa dan pemecahan persoalan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Liniear programming yaitu riset dengan rumus matematis&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Gaming war game yaitu teori penentu strategi&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Probability yaitu teori kemungkinan yang diterapkan pada kalkulasi rasional atas hal-hal tidak normal.(www.yahoo.com)&lt;br /&gt;
D. Proses pengambilan keputusan&lt;br /&gt;
Menurut G. R. Terry :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Merumuskan problem yang dihadapi&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Menganalisa problem tersebut&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Menetapkan sejumlah alternatif&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Mengevaluasi alternatif&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5. Memilih alternatif keputusan yang akan dilaksanakan&lt;br /&gt;
Menurut Petter Ducher :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Menetapkan masalah&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Menganalisa masalah&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; c. Mengembangkan alternatif&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; d. Mengambil keputusan yang tepat&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; e. Mengambil keputusan menjadi tindakan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>PROMOSI KESEHATAN</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/promosi-kesehatan.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Tue, 9 Feb 2010 22:16:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-8072554261176809799</guid><description>&lt;span class="fullpost"&gt;1. Pengertian&lt;br /&gt;
Secara defenisi istilah promosi kesehatan dalam ilmu kesehatan masyarakat (health promotion) mempunyai dua (2) pengertian. Pengertian promosi kesehatan yang pertama adalah sebagai bagian dari tingkat pencegahan penyakit. Maka promosi kesehatan dalam konteks ini adalah peningkatan kesehatan. Sedangkan pengertian yang kedua, promosi kesehatan diartikan sebagai upaya memasarkan, menyebarluaskan, mengenalkan atau “menjual” kesehatan. Dengan kata lain, promosi kesehatan adalah “memasarkan” atau “menjual” atau “memperkenalkan” pesan-pesan kesehatan atau “upaya-upaya” kesehatan, sehingga masyarakat “menerima”, atau “membeli” (dalam arti menerima perilaku kesehatan) atau “mengenal” pesan tersebut, yang akhirnya masyarakat mau berperilaku hidup sehat (Notoatmodjo, 2005).&lt;br /&gt;
Laurence Green (1984) dalam Notoatmodjo (2005) merumuskan bahwa defenisi promosi kesehatan sebagai berikut: “segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik, dan organisasi yang dirancang untuk memudahkan perubahan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi masyarakat”. Dari batasan ini jelas bahwa, promosi kesehatan adalah pendidikan kesehatan plus, atau promosi kesehatan adalah lebih dari pendidikan kesehatan. Promosi kesehatan bertujuan untuk menciptakan suatu keadaan, yakni perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi masyarakat.&lt;br /&gt;
Berdasarkan Piagam Ottawa (WHO, 1986), sebagai hasil rumusan Konferensi Internasional Promosi Kesehatan di Ottawa Canada, dalam Notoatmodjo (2005), menyatakan bahwa: “Health Promotion is the process of enabling people to increase control over, and improve their health. To reach a state of complete physical, mental and social, well being an individual or group must be able to identify and realize aspirations to satisfy needs, and to change or cope with the environment”. Dari kutipan diatas dinyatakan bahwa promosi kesehatan adalah suatu proses untuk memampukan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka. Dengan kata lain promosi kesehatan adalah upaya yang dilakukan terhadap masayarakat sehingga masyarakat mau dan mampu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri. Batasan promosi kesehatan ini mencakup dua (2) dimensi yakni “kemauan” dan “kemampuan”, atau tidak sekedar meningkatnya kemauan masyarakat seperti yang&lt;br /&gt;
dikonotasikan oleh pendidikan kesehatan. Lebih lanjut dikatakan bahwa, dalam mencapai derajat kesehatan yang sempurna baik fisik, mental, maupun sosial, masyarakat harus mampu mengenal dan mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya, dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya. Lingkungan di sini mencakup lingkungan fisik, lingkungan sosial budaya, dan lingkungan ekonominya.&lt;br /&gt;
Apabila ditinjau dari piagam Ottawa tentang promosi kesehatan (WHO, 1986), maka promosi kesehatan banyak disikapi sebagai suatu respon birokrasi terhadap perkembangan sosial dan kesehatan. Promosi kesehatan lebih menampilkan dirinya sebagai bentuk pendekatan dari atas ke bawah (top-down) dimana promosi kesehatan harus bekerja sangat keras, sedangkan kelompok sasaran atau masyarakat dalam situasi yang seringkali sebaliknya. Batasan promosi kesehatan yang lain dirumuskan oleh Yayasan kesehatan Victoria (Victoria Health Fundation-Australia, 1997), dalam Notoatmodjo, (2005) sebagai berikut: “Health promotion is program are design to bring about “change” within people, organization, communities, and their environment” hal ini berarti promosi kesehatan adalah program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan) baik di dalam masyarakat itu sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya. Berdasarkan dua (2) pengertian di atas maka promosi kesehatan merupakan salah satu aitem yang sangat penting dan harus terus diperhatikan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Promosi kesehatan&lt;br /&gt;
merupakan pendekatan yang mencakup pendidikan, prevensi dan proteksi, pada tingkat individu maupun pada tingkat komunitas.&lt;br /&gt;
Promosi kesehatan mencakup pendidikan kesehatan, karena esensi dari promosi kesehatan adalah pemberdayaan masyarakat. Sedangakan pemberdayaan adalah upaya untuk membuat kemandirian masyarakat sehingga mampu memlihara dan meningkatkan kesehatannya sendiri. Untuk itu tentu diperlukan upaya untuk merubah, menumbuhkan atau mengembangkan perilaku positif, dan hal tersebut merupakan kajian promosi kesehatan.&lt;br /&gt;
Promosi kesehatan juga mencakup penyuluhan kesehatan, karena dalam rangka pemberdayaan, tentu diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran, di samping pengetahuan sikap dan perbuatan. Untuk itu tentu diperlukan upaya penyediaan dan penyampaian informasi, yang merupakan bidang garapan penyuluhan kesehatan. Makna asli penyuluhan itu sendiri adalah pemberian penerangan dan informasi. Promosi kesehatan juga sejalan dengan komunikasi, informasi dan edukasi. Hal ini karena untuk melakukan pemberdayaan masyarakat tentu diperlukan upaya untuk membuka jalur komunikasi, yang selanjutnya diisi dengan penyampaian dan dimantapkan dengan edukasi.&lt;br /&gt;
Promosi kesehatan juga menampung aspirasi pemasaran sosial, karena promosi juga berarti mengenalkan produk (yaitu perilaku hidup sehat) secara luas kepada masyarakat sehingga mereka dapat menerima dan memanfaatkannya (mempraktekkannya) dalam kehidupan sehari-hari. Promosi kesehatan juga mengandung pengertian mobilisasi sosial, karena dalam promosi kesehatan diperlukan adanya advokasi kebijakan sehingga kebijakan yang ada dapat memberikan dukungan bagi pengembangan perilaku dan lingkungan sehat. Selain itu pembentukan opini publik yang merupakan salah satu upaya promosi kesehatan juga dapat diartikan sebagai memobilisasi masyarakat (untuk memilih perilaku hidup sehat).&lt;br /&gt;
Dengan demikian promosi kesehatan adalah proses memberdayakan/memandirikan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya melalui peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan, serta pengembangan lingkungan sehat. (Depkes RI, 2003).&lt;br /&gt;
2. Ruang Lingkup Promosi Kesehatan&lt;br /&gt;
Ruang lingkup atau bidang garapan promosi kesehatan baik sebagai ilmu (teori) maupun sebagai seni (aplikasi) mencakup berbagai cabang keilmuan lain. Ilmu-ilmu lain yang dicakup promosi kesehatan dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) bidang, (Notoatmodjo,2005) yaitu:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Ilmu perilaku, yakni ilmu-ilmu yang menjadi dasar dalam membentuk perilaku manusia, terutama psikologi, antropologi, dan sosiologi.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Ilmu-ilmu yang diperlukan untuk intervensi perilaku (pembentukan dan perubahan perilaku), antara lain pendidikan , komunikasi, manajemen, kepemimpinan dan sebagainya.&lt;br /&gt;
Di samping itu, promosi kesehatan juga didasarkan pada dimensi dan tempat pelaksanaanya, oleh sebab itu ruang lingkup promosi kesehatan dapat didasarkan pada 2 (dua) dimensi, yaitu dimensi aspek sasaran pelayanan kesehatan, dan dimensi tempat pelaksanaan promosi kesehatan atau tatanan (setting).&lt;br /&gt;
1. Ruang lingkup promosi kesehatan berdasarkan aspek pelayanan kesehatan, secara garis besar terdapat 2 (dua) jenis pelayanan kesehatan, yaitu:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Pelayanan preventif dan promotif, adalah pelayanan kelompok masyarakat sehat, agar kelompok ini tetap sehat dan bahkan meningkat status kesehatannya. Pada dasarnya pelayanan ini dilaksanakan oleh kelompok profesi kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Pelayanan kuratif dan rehabilitatif, adalah pelayanan kelompok masyarakat yang sakit, agar kelompok ini sembuh dari sakitnya dan menjadi pulih kesehatannya. Pada prinsipnya pelayanan jenis ini dilakukan oleh kelompok profesi kedokteran. Berdasarkan aspek pelayanan kesehatan di atas, maka promosi kesehatan mencakup 4 (empat) pelayanan yaitu:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a) Promosi kesehatan pada tingkat promotif&lt;br /&gt;
Sasaran promosi kesehatan pada tingkat pelayanan promotif adalah pada kelompok orang sehat, dengan tujuan agar mereka mampu meningkatkan kesehatannya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b) Promosi kesehatan pada tingkat preventif&lt;br /&gt;
Disamping kelompok orang sehat, sasaran promosi kesehatan pada tingkat ini adalah kelompok berisiko tinggi (high risk), misalnya kelompok ibu hamil dan menyusui, para pekerja seks dan lain sebagainya.Tujuan utama promosi kesehatan pada tingkat ini adalah untuk mencegah kelompokkelompok tersebut agar tidak jatuh atau menjadi/terkena sakit (primary prevention).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; c) Promosi kesehatan pada tingkat kuratif&lt;br /&gt;
Sasaran promosi kesehatan pada tingkat ini adalah para penderita penyakit (pasien), terutama untuk penderita penyakit-penyakit kronis seperti: Asma, Diabetes Miletus, Tuberculosis dan sebagainya. Tujuan promosi kesehatan pada tingkat ini adalah agar kelompok ini mampu mencegah penyakit tersebut untuk tidak menjadi lebih parah (secondary prevention).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; d) Promosi kesehatan pada tingkat rehabilitatif&lt;br /&gt;
Promosi kesehatan pada tingkat ini mempunyai sasaran pokok kelompok penderita atau pasien yang baru sembuh (recovery) dari suatu penyakit. Tujuan utama promosi kesehatan pada tingkat ini adalah agar mereka segera pulih kembali kesehatannya, dan atau mengurangi kecacatan seminimal mungkin.&lt;br /&gt;
2. Ruang lingkup promosi kesehatan berdasarkan tatanan (tempat pelaksanaan):&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Promosi kesehatan pada tatanan keluarga (rumah tangga) Promosi kesehatan pada tatanan keluarga, sasaran utamanya adalah orang tua, terutama ibu. Karena ibulah yang sangat berperan dalam keluarga untuk meletakkan dasar perilaku sehat pada anak-anak sejak lahir.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Promosi kesehatan pada tatanan sekolah Sasaran utamanya adalah guru, karena pada umumnya guru sangat dipatuhi oleh anak-anak dari pada orng tuanya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; c. Promosi kesehatan pada tempat kerja Sasaran utuma promosi kesehatan di tempat kerja adalah pimpinan perusahaan atau tempat kerja dengan memfasilitasi tempat kerja yang kondusif demi perilaku sehat untuk pekerjanya atau karyawan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; d. Promosi kesehatan di tempat-tempat umum (TTU) Di tempat-tempat umum juga perlu dilaksanakan promosi kesehatan dengan menyediakan fasilitas-fasilitas yang dapat mendukung perilaku sehat bagi pengunjungnya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; e. Pendidikan kesehatan di institusi pelayanan kesehatan Tempat-tempat pelayanan kesehatan seperti, rumah sakit, puskesmas dan lain-lain adalah tempat yang paling strategis untuk promosikesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tinjauan Umum Tentang Nyamuk Aedes aegypti</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/tinjauan-umum-tentang-nyamuk-aedes.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Tue, 9 Feb 2010 22:15:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-1756092571915636684</guid><description>Penyakit DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke tubuh manusia. Penyakit ini tergolong ganas karena dapat menimbulkan kematian pada penderitanya dalam waktu singkat akibat terjadinya pendarahan dan syok hebat. Namun yang menjadi lakon utama dalam penyebaran virus dengue itu adalah nyamuk Aedes. Nyamuk Aedes aegypti mulanya ditemukan di Mesir yang kemudian menyebar ke seluruh dunia melalui kapal laut dan kapal udara. Nyamuk ini hidup dengan baik di belahan dunia yang beriklim tropis dan subtropics seperti Asia, Afrika, Australia, dan Amerika. Nyamuk Aedes berperan sebagai perantara (vektor) dalam penularan virus dengue dari manusia ke manusia. Seseorang tidak akan tertular penyakit DBD apabila tidak digigit oleh nyamuk. Ada dua jenis nyamuk pembawa virus dengue yaitu Aedes aegypti dan aedes albopictus. Aedes aegypti lebih utama dalam menyebarkan virus dengue dibanding aedes albopictus yang relatif jarang. (Isna, 2008 )&lt;span class="fullpost"&gt;Nyamuk Ae.aegypti berkembang secara metamorphosa sempurna melalui empat stadium, yaitu telur-larva/jentik-pupa-dewasa. Tiga stadium diantaranya terjadi didalam air, sedangkan nyamuk dewasa adalah serangga terbang yang aktif mencari darah.&amp;nbsp; (Tesis Chasan S Kusnadi,1994)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.1. Taksonomi&lt;br /&gt;
Adapun taksonomi nyamuk Ae.aegypti (Adang iskandar, 1985) yaitu :&lt;br /&gt;
a. Phylum &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: Arthropoda&lt;br /&gt;
b. Kelas &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: Insekta&lt;br /&gt;
c. Ordo &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: Diptera&lt;br /&gt;
d. Family &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: culicidae&lt;br /&gt;
e. Sub family &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: Culicinae&lt;br /&gt;
f. Genus &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: Aedes&lt;br /&gt;
g. Species &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: Aedes aegypti&lt;br /&gt;
Nyamuk Aedes aegypti mempunyai badan kecil, berwarna hitam dengan bintik-bintik putih. Hidup di dalam dan di sekitar rumah, nyamuk ini bersarang dan bertelur di genangan air jernih, bukan di got atau selokan kotor. Bahkan, nyamuk ini sangat menyukai bak mandi, tampayan, vas bunga, tempat minum burung, perangkap semut dan lainnya. Kebiasaan lainnya adalah suka hinggap pada pakaian yang bergantungan di kamar dan menggigit atau menghisap darah pada siang hari.. Dalam hidupnya, nyamuk ini mempunyai perilaku: mencari darah, istirahat dan berkembang-biak. Di saat setelah kawin, nyamuk betina memerlukan darah untuk bertelur. Untuk itulah, nyamuk betina akan menghisap darah manusia setiap 2–3 hari sekali, selama pagi sampai sore hari pada waktu-waktu tertentu seperti pukul 08.00–12.00 dan 15.00–17.00. (Levi Silalahi, 2004)&lt;br /&gt;
Untuk mendapatkan cukup darah, nyamuk betina sering menggigit lebih dari satu orang. Nyamuk betina yang biasanya mencapai umur satu bulan ini mempunyai jarak terbang sekitar seratus meter. Setelah kenyang menghisap darah, nyamuk betina memerlukan istirahat 2–3 hari untuk mematangkan telur. Tempat istirahat yang disukainya adalah tempat-tempat lembab dan kurang terang, seperti kamar mandi, dapur, wc, baju yang digantung di dalam rumah, kelambu, tirai, tanaman hias di luar rumah. (Levi Silalahi, 2004)&lt;br /&gt;
2.2. Morfologi Aedes aegypti &lt;br /&gt;
2.2.1 Telur&lt;br /&gt;
Telur berwarna hitam dan setiap kali bertelur, nyamuk betina dapat mengeluarkan sekitar seratus butir telur dengan ukuran sekitar 0,7 milimeter perbutir. Telur nyamuk ini tidak berpelampung, sehingga satu per satu akan menempel ke dinding. &lt;br /&gt;
Secara fisik, telur nyamuk Aedes aegypti berbentuk lonjong dan mempunyai anyaman seperti kain kasa. Telur tampak satu per satu teratur di pinggiran kaleng, lubang pohon, alas pot bunga, dan lain sebagainya (Isna, 2008 )&lt;br /&gt;
Nyamuk akan bertelur dan berkembang biak di tempat penampungan air bersih, seperti tempat penampungan air untuk keperluan sehari-hari: Bak mandi, Wc, Tempayan, Drum air, Bak menara (tower air) yang tidak tertutup, sumur gali. Selain itu, wadah berisi air bersih atau air hujan: tempat minum burung, Vas bunga, Pot bunga, Ban bekas, potongan bambu yang dapat menampung air, Kaleng, Botol, tempat pembuangan air di kulkas dan barang bekas lainnya yang dapat menampung air walau dengan volume kecil, juga menjadi tempat kesukaannya. Telur akan diletakkan dan menempel pada dinding penampungan air, sedikit di atas permukaan air. Di tempat kering (tanpa air), telur dapat bertahan sampai enam bulan. Pada umunya telur akan menetas menjadi jentik dalam waktu kurang lebih 2 hari setelah telur terendam. (Levi Silalahi, 2004).&lt;br /&gt;
2.2.2 Jentik/Larva&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Stadium larva /jentik biasanya berlangsung 6-8 hari. Larva nyamuk Ae. Aegypti mempunyai ciri-ciri antara lain adanya corong udara pada segmen terakhir, pada segmen abdomen tidak ditemukan adanya rambut-rambut berbentuk kipas (palmatus hairs), pada corong udara terdapat pectan, sepasang rambut serta jumbai akan dijumpai pada corong (siphon),.setiap sisi abdomen segmen kedelapan ada comb scale sebanyak 8-21 atau berjejer 1 sampai 3, bentuk individu dari comb scale seperti duri, sisi thorax terdapat duri yang panjang dengan bentuk kurva dan adanya sepasang rambut di kepala&lt;br /&gt;
Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gambar :&amp;nbsp; Morfologi jentik Aedes aegypti&lt;br /&gt;
Sumber : pedoman praktek pengendalian vector dan binatang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pengganggu, Chasan s Kusnadi, 2003&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.2.3 Pupa (kepompong)&lt;br /&gt;
Jentik nyamuk akan tumbuh menjadi pupa nyamuk. Pupa nyamuk ini biasanya berada di bawah permukaan air. Pupa nyamuk yang masih dapat aktif bergerak di dalam air tanpa makan, itu akan memunculkan nyamuk Aedes aegypti baru setelah 1–2 hari. Pupa yang berbentuk terompet panjang dan ramping, sebagian kecil tubuhnya kontak dengan permukaan air (Levi Silalahi, 2004)&lt;br /&gt;
2.2.4 Nyamuk Dewasa&lt;br /&gt;
Nyamuk dewasa dengan panjang 3–4 milimeter, mempuyai bintik hitam dan putih pada badan dan kepala serta ring putih di kakinya (Levi Silalahi, 2004)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gambar :&amp;nbsp; Morfologi Nyamuk Dewasa Aedes aegypti&lt;br /&gt;
Sumber : pedoman praktek pengendalian vector dan binatang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pengganggu, Chasan s Kusnadi, 2003&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk lebih jelasnya berikut ini gambar siklus hidup Aedes aegypti&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : Pemberantasan Serangga dan Binatang Pengganggu, Depkes RI, 1985&lt;br /&gt;
Nyamuk jantan tidak bisa menggigit dan menghisap darah, ia hanya membantu membuahi nyamuk betina. Jika dilihat secara fisik, antene Ae. aegypti jantan berbulu lebih lebat di banding Ae. aegypti betina. Dari cara hinggapnya pun dapat dibedakan, nyamuk Aedes aegypti hinggap mendatar di tubuh manusia, berbeda dengan nyamuk anopheles yang hinggap menungging. Umur nyamuk betina berkisar antara 2 minggu sampai 3 bulan atau rata-rata 11/2 bulan dan tergantung suhu kelembaban udara sekelilingnya. Kepadatan nyamuk akan meningkat saat musim hujan. Jangkauan terbang nyamuk ini berkisar antara 100 – 400 meter. Untuk berkembang biak, nyamuk ini hanya bertelur di air bersih dan tidak bersarang di air got atau semacamnya. Aedes aegypti dapat berkembang di dalam air bersih yang menggenang lebih dari lima hari. Dapat berkembang biak di air dengan volume minimal 0,5 sentimeter atau sama dengan satu sendok teh. (Isna, 2008 )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Variabel Gastritis&lt;br /&gt;
1. Defenisi&lt;br /&gt;
Gastritis atau yang secara umum dikenal dengan istilah sakit “maag” atau sakit ulu hati ialah peradangan pada dinding lambung terutama pada selaput lendir lambung. Gastritis merupakan gangguan yang paling sering ditemui diklinik karena diagnosisnya hanya berdasarkan gejala klinis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gambar 3.1. Penyakit Gejala Gastritis&lt;br /&gt;
Radang lambung atau gastritis atau lebih dikenal juga dengan penyakit maag merupakan suatu gangguan pencernaan yang umum terjadi. Pada penyakit ini terjadi suatu iritasi atau peradangan pada dinding mukosa lambung sehingga menjadi merah, bengkak, berdarah dan luka. Radang lambung dapat berupa serangan akut atau gangguan kronis. Serangan akut terjadi mendadak misalnya setelah minum alcohol, kopi, makanan berbumbu banyak atau yang susah di cerna (Hembing, 2005).&lt;br /&gt;
2. Jenis Gastritis&lt;br /&gt;
Peradangan pada membrane mucus yang melapisi perut atau gastritis yang merupakan satun penyebab yang sering mengakibatkan terjadinya satu kondisi dimana orang kehilangan nafsu makan dan secara kontan merasakan adanya pembebanan dalam daerah diantara rongga perut dengan diafragma, menyemburkan likuida yang masam, menderita heartburn (rasa panas) dan mual-mual. Secara umum gastritis di bagi menjadi dua yaitu :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Gastritis akut (radang lambung akut)&lt;br /&gt;
Disebabkan oleh kuman-kuman (misalnya pada pneumonia), virus (influenza, variola, morbili, dan lain-lain) atau karena pengaruh makananminuman (bahan-bahan kimia-arsen, plumbun, obat-obat yang mengandung salisifat, asam-basa kuat). Terjadi radang difusdi mukosa lambung, dengan erosi-erosi yang mungkin berdarah. Sering kali nyeri epigastrium tiba-tiba dan hematemesis. Foto rontgent tidak memberi gambaran khas yang baik ialah dengan gastroskopi. Gastritis akut adalah proses peradangan jangka pendek yang terkait dengan konsumsi agen kimia atau makanan yang mengganggu dan merusak mukosa gastric. Agen semacam itu mencakup bumbu, rempahrempah, alkohol, obat-obatan, radiasi, chemoterapi, dan mikro-organisme infeksi. Gastritis akut adalah inflamasi akut dari lambung, biasanya terbatas pada mukosa. &lt;br /&gt;
Tanda- tanda klinis dari gastiris akut bila menunjukkan gejala-gejala yang berat :&lt;br /&gt;
Gastritis akut dapat dibagi atas dua golongan besar, yaitu :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1). Gastritis eksogen akut Tipe gastritis ini biasanya disebabkan oleh factor-faktor dari luar, seperti bahan kimia, oleh termis, mekanis iritasi bacterial.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2). Gastritis endogen akut Disebabkan oleh kelainan dalam badan dan dapat dibagi atas :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a). Gastritis infeksiosa akut Gastritis ini disebabkan oleh karena toksin atau bakteri yang beredar dalam darah dan masuk kedalam jantung. Gejala yang timbul bukan disebabkan oleh karena langsung dari mikoorganisme pada mukosa lambung, melainkan bahwa toksin yang dikeluarkan oleh mikroorganisme yang beredar melalui pembuluh darah dan menyebabkan nekrosis pada kelenjar-kelenjar lambung dan timbuol erosi.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b). Gastritis flegmono akut Gastritis ini merupakan suatu proses inflamasi bersifat purulen dari dinding lambung yang difus atau Local. Gejala-gejala yaitu keluhan yang diajukan timbulnya mendadak, yaitu nyeri hebat pada epigastrium, dengan nausea vomitus, perasaan tegang pada epigastrium, panas tinggi,&lt;br /&gt;
kelemahan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Gastritis kronik (radang lambung kronik)&lt;br /&gt;
Gastritis kronik ialah lambung yang mungkin mengalami inflamasi kronis dari tipe tertentu sehingga menyebabkan gastritis dari tipe yang spesifik. &lt;br /&gt;
Gastritis kronik terbagi dalam 3 yaitu maag kronis korpus atau tipe&lt;br /&gt;
A, maag kronis antrum atau B dan maag multifokal atau tipe AB. gastritis tipe A mampu menghasilkan imun sendiri. Tipe ini dikaitkan dengan atropi dari kelenjar lambung dan penurunan mukosa. Penurunan pada sekresi gastric mempengaruhi produksi anti bodi. Dan gastritis tipe B lebih lazim. Tipe ini dikaikan dengan infeksi bakteri Helicobacterpylori, yang menimbulkan ulkus pada dinding lambung. Sedangkan maag multifokal atau tipe AB yang distribusinya menyebar keseluruh gaster. Penyebarannya ke arah korpus meningkat seiring dengan lanjutnya usia.&lt;br /&gt;
Tanda klinis gastritis kronis mencakup anorexia, mual, muntah, kejang abdominal, diare, sakit epigastik, dan demam. Radang kronik dari mukosa lambung. Dikenal 3 bentuk, yaitu :&lt;br /&gt;
1). Gastritis kronik superfisialis Karakteristik terlihat, hiperemi yang merata pada membrane mukosa dengan edema, adanya eksudat serta sering dijumpai bercak kemerahan (purpuric spot) dan disertai erosi kecil.&lt;br /&gt;
2). Gastritie atrofikans kronika. Terlihat mukosa yang keabu-abuan atau kuning keabu-abuan, hipervaskularisasi pada submukosa dan mukosa tampak atrofis, dan sering ada pendarahan-pendarahan.&lt;br /&gt;
3). Gastritis hipertrofikans kronika Terlihat mukosa membengkak, longgar dan seperti spons, biasanya dengan nodulus yang granuler yang bila besar menyerupai polip. Sering erosi dan ulsera kecil-kecil.&lt;br /&gt;
3. Etiologi&lt;br /&gt;
Pada awalnya dipercaya radang disebabkan karena ketidakseimbangan antara factor asam lambung dan cairan perlindungannya. Namun pada tahun 1983, dokter Australia yaitu barry marshall menemukan adanya bakteri Helicobacter Pylori yang bias menjadi penyebab lain dari gastritis. Helicobacter Pylori adalah bakteri spiral garam negative yang berkolonisasi di epitel permukaan dinding gaster yang menghadapi lumen dibawah lapisan mucus. Organisme ini menghasilkan enzim yang mendegradasikan mucus juga mempunyai aktivitas urease. Helicobacter Pylori, bakteri berbentuk spiral berekor, diselubungi lapisan mirip rambut atau flagella. Panjang bakteri ini 2-3 mikron dengan lebar 0,5 mikron. Kuman Helicobacter Pylori punya kebolehan bertahan dan berkembang baik dalam lambung karena mempunyai enzim urease sehingga&lt;br /&gt;
terbentuk kabut hasil netralisasi asam lambung disekitarnya dengan ammonia yang “mengamankan” bateri ini. Gastritis atau penyakit maag dapat bersifat gangguan fungsional dan gangguan organik. Gangguan yang bersifat fungsional ini menunjukan tidak adanya luka pada lambung. Hal ini disebabkan adanya factor psikologis, ketidakteraturan makan, sehingga lambung menjadi sensitive bila asam lambung meningkat. Sedangkan gangguan organik menunjukan adanya luka yang jelas pada lambung, secara umum lapisan lambung dapat mengalami iritasi dan peradangan, karena beberapa penyebab yaitu :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; a). Gastritis Bakteriologis&lt;br /&gt;
Kuman ini telah ditemukan pada kasus 80% inflamasi kronik dan terdapathubungan yang kuat antara ditemukannya Helicobacter Pylori diatrum dan ulkus duodenum. Bakteri ini tumbuh dalam sel penghasil lendir lapisan lambung Helicobacter Pylori.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; b). Refluks Asam Empedu&lt;br /&gt;
Refluks gastro duodenum yang meyebabkan paparan asam empedu pada mukosa lambung diduga berperan sebagai penyebab gastritis.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; c). Stres&lt;br /&gt;
Gastritis akibat stres disebut pula gastritis akutdan gastritis erosi. Stress yang dilaporkan menimbulkan gastritis adalah luka baker, trauma kepala, akibat pembedahan mayor, trauma mulipel dan gagal panas.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; d). Alkohol&lt;br /&gt;
Pada alkoholisme dapat terjadi kelainan pada mukosa. Alkoholisme akuta dapat menyebabkan gastritis erosviva hemoragika yang berat.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; e). Gastritis erosive, hemorragik, dan gastropati.&lt;br /&gt;
Keluhan yang timbul berupa ulu hati yang seperti terbakar dan nyeri.keluhan lain berupa mual, muntah, diare, bahkan bias muntah darah. Penyebabnya antara lain : obat obatan (aspirin, NSAID), alkohol dan bahan korosif lain, trauma langsung pada lambung (laser, diatermi), kelainan pembuluh darah pada lambung, dan yang diketahui penyebabnya. Pada pemeriksaan terdapat nyeri tekan pada lambung (perut kiri atas) dan daerah ulu hati.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; f). Gastritis spesifik&lt;br /&gt;
Keluhan yang timbul adalah nyeri pada daerah ulu hati (anoreksia0. keluhan lain berupa mual dan bias muntah. Pada pemeriksaan bisa terdapat nyeri tekan pada daerah ulu hati atau bisa pula bertahan pada perut, tanpa tegangnya otot perut. Penyebabnya antara lain : infeksi (bakteri, virus, jamur, parasit dan nematode), bagian dari penyakit saluran pencernaan lain (penyakit crohn). Bila disebabkan oleh infeksi atau toksin biasanya kering disertai diare, nyeri perut yang hilang timbul, panas badan, menggigil, panas badan dan kejang otot.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; g). Gastritis kronis-non erosive&lt;br /&gt;
Keluhannya tidak enak pada ulu hati yang terkadang disertai mual, muntah, perasaan penuh di ulu hati. Pada penderita biasanya juga riwayat keluhan serupa yang sering timbul, dan pola makan yang tidak teratur. Pada pemeriksaan terdapat nyeri tekan pada daerah ulu hati. Penyebabnya antara lain infeksi (khususnya Helicobacter Pylori), gastropati reaktif, autoimun (pada anemia perniciosa), dan tumor pada lambung. Faktor kejiwaan/stress biasanya juga berperan dalam timbulnya serangan ulang pada penyakit ini.&lt;br /&gt;
4. Gejala&lt;br /&gt;
Gejala gastritis bermacam-macam, tergantung pada jenis gastritis yang mengalami gangguan pencernaan dan rasa tidak nyaman pada perut sebelah atas. Gejala-gejala yang sering dijumpai pada penyakit gastritis :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Perih di ulu hati&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Kalau buang air besar tidak teratur kadang-kadang mencret dan terkadang sembelit.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; c. Lambung terasa panas&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; d. Terasa mual dan enggan untuk makan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; e. Muntah darah atau cairan berwarna coklat.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; f. Kadang-kadang berat badan menurun&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; g. Perut rasanya sakit, pedih, melilit.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; h. Wajah pucat, kepala pusing, badan gemetaran.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; i. Diare ringan, tensi rendah, denyut jantung tidak teratur dan pingsan.&lt;br /&gt;
Gejala-gejala ini bisa datang dan pergi seperti gelombang, kadangkadang tanpa keluhan sama sekali. Gejala lainnya yang sering terjadi pada penyakit gastritis antara lain yaitu timbulnya luka pada dinding lambung. Kanker pada lambung, dan penyakit jantung. Untuk itu, kita harus waspada bila ada keluhan nyeri di ulu hati sebelum kita mengalami gastritis yang lebih akut lagi. Jika keluhan tersebut berasal dari penyakit jantung, sebaiknya ditangani dengan segera agar tidak berakibat fatal.&lt;br /&gt;
5. Diagnosa&lt;br /&gt;
Diagnosisnya tidak selalu dapat ditegakan hanya berdasarkan riwayat penyakit saja, karena tidak jarang gejala klinisnya tidak khas. Jadi untuk diagnosis diperlukan juga pemeriksaan penunjang lain seperti roentgen OMD dan endoskopi. Mengingat prevalensi keganasan yang sangat besar pada sakit maag harus disingkirkan kemungkinan kanker lambung sehingga pemeriksaan endoskopi menjadi standar pemeriksaan. Apalagi pada pasien dengan anemia, riwayat muntah darah, berak hitam, berat badan menurun. Dengan perkembangan teknologi yang ada pemeriksaan endoskopi menjadi lebih nyaman dan waktu pemeriksaan pun menjadi lebih singkat (sekitar 15 menit) dan dapat dilakukan dengan rawat jalan.&lt;br /&gt;
6. Upaya Pencegahan&lt;br /&gt;
Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya gastritis yaitu :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Mengatur pola makan yang normal, memilih makanan yang seimbang dengan kebutuhan dan jadwal makanan yang teratur.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yang berkadar gas tinggi, cabai, alcohol, dan pantang merokok.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; c. Makanan sebaiknya lunak, mudah dicerna, makan dengan porsi kecil tetapi sering.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; d. Hindari pemakaian obat yang dapat menimbulkan iritasi lambung misalnya aspirin, vitamin c, dan sebagainya.&lt;br /&gt;
7. Pengobatan&lt;br /&gt;
Pengobatan yang dilakukan terhadap penyakit gastritis bergantung pada penyebabnya. Pada banyak kasus gastritis, pengurangan dari asam lambung dengan bantuan obat sangat bermanfaat. Antibiotic digunakan untuk menghilangkan infeksi. Penggunaan dari obat-obatan yang mengiritasi lambung juga harus dihentikan. Pengobatan lain juga diperlukan bila timbul komplikasi atau akibat lain dari gastritis. Kategori obat pada gastritis adalah : &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Antacid : menetralisir asam lambung dan menghilangkan nyeri&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Acid bloker : membantu mengurangi jumlah asam lambung yang diproduksi.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; c. Proton pump inhibiator : menghenti kan produksi asam lambung dan menghambat Helicobacter Pylori.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; d. Cytoprotective agent : melindungi jaringan mukosa lambung dan usus halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Variabel Penyakit Malaria</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/variabel-penyakit-malaria.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Tue, 9 Feb 2010 22:14:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-7308495311479008021</guid><description>1. Pemberantasan Penyakit Menular&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Pengertian penyakit menular&lt;br /&gt;
Menurut Dep.kes RI ( 1995 , a.1) pemberatasan penyakit menular adalah “suatu upaya dibidang kesehatan untuk menghilangkan atau merubah cara perpindahan penyakit infeksi yang dapat berpindah dari orang yang satu ke orang yang lainya atau binatang kepada manusia”.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Tujuan pemberatasan penyakit menular&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1). Penyakit karantina atau penyakit wabah atau penyakit menular tertentu yaitu seperti poliomylitis, pes, difteri dan lain-lain&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2). Penyakit potensil wabah yang menular dalam waktu cepat dan memerlukan tindakan segera yaitu campak, rabies, diare dan pertusis.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3). Penyakit potensial wabah atau KLB lainya yaitu : malaria, hepatitis, encephalitis, trombosis, influenza, tetanus, meningitis dan antraks.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4). Penyakit menular yang tidak dapat berpotensial wabah tetapi di programkan yaitu cacing, leprae, sipilis, Gonorrhea, filariasis.&lt;br /&gt;
2. Penyakit Malaria&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Pengertian&lt;br /&gt;
Menurut Dep. Kes. RI (1995) malaria adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh parasit plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles yang telah terinfeksi. Penyakit ini bersifat musiman dan lokal (bila ada genangan air) serta dapat menyerang setiap orang dari semua golongan umur baik bayi, anak-anak maupun orang dewasa.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Epidemiologi&lt;br /&gt;
Pada dasarnya setiap orang dapat terkena malaria. Perbedaan prevalensi menurut umur dan jenis kelamin lebih berkaitan dengan perbedaan derajat kekebalan karena variasi keterpaparan gigitan nyamuk. Beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang dapat terinfeksi malaria adalah :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1) Ras atau suku bangsa&lt;br /&gt;
Prevalensi Hemoglobin S (HbS) pada penduduk Afrika cukup tinggi sehingga lebih tahan terhadap infeksi P.falciparum karena HbS menghambat perkembangbiakan P.falciparum.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2) Kurangnya enzim tertentu&lt;br /&gt;
Kurangnya enzim Glukosa 6 Phospat Dehidrogenase (G6PD) memberikan perlindungan terhadap infeksi P.falciparum yang berat. Defisiensi enzim G6PD ini merupakan penyakit genetik dengan manifestasi utama pada wanita. Kekebalan pada malaria terjadi apabila tubuh mampu menghancurkan Plasmodium yang masuk atau menghalangi perkembangbiakannya (Yayan Akhyar Israr, Agusnarizal. 2008).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; c. Etiologi&lt;br /&gt;
Malaria disebabkan parasit malaria, suatu protozoa darah yang termasuk dalam phyllum Apicomplexa, kelas Sporozoa, subkelas Coccidiida, ordo Eucoccidides, subordo Haemosporidiidea, famili Plasmodiidae, genus Plasmodium. Plasmodium merupakan protozoa obligat intraseluler. Pada manusia terdapat empat spesies yaitu Plasmodium vivax, Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae dan Plasmodium ovale. Penularan manusia dapat dilakukan oleh nyamuk betina dari tribus anopheles. Selain itu juga dapat ditularkan secara langsung melalui transfusi darah atau jarum suntik yang tercemar serta ibu hamil kepada bayinya.&lt;br /&gt;
Jenis penyakit malaria dapat dibedakan menjadi empat yaitu :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1). Malaria tertiana yang disebabkan oleh plasmodium vivax&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2). Malaria Quartana yang disebabkan oleh plasmodium malariae&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3). Malaria Tropika yang disebabkan oleh plasmodium falcifarum&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4). Malaria Ovale yang disebabkan oleh plasmodium ovale.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; d. Gejala Klinis&lt;br /&gt;
Secara klinis, gejala penyakit malaria terdiri dari beberapa serangan demam dengan interval tertentu dengan diselingi suatu periode (periode laten) dimana si penderita bebas sama sekali dari demam. Sebelum demam penderita biasanya merasa lemas, sakit kepala, tidak ada nafsu makan, mual-mual dan muntah Gejala serangan malaria biasanya terjadi pada 3 stadium atau masa yang saling berurutan yaitu : stadium dingin (cool stage), stadium demam (hot stage), stadium berkeringat (sweating stage).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1). Stadium dingin (Cool stage)&lt;br /&gt;
Stadium ini biasanya ditandai dengan menggigil dan perasaan sangat dingin, gigi gemeretak dan penderita biasanya menutupi tubuhnya dengan segala macam pakaian dan selimut yang tersedia. Nadi cepat dan lemah, bibir dan jari-jarinya pucat. Penderita mungkin muntah dan pada anak-anak sering terjadi kejang. Stadium ini biasanya terjadi dalam rentang waktu 15 menit sampai 1 jam.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2). Stadium demam&lt;br /&gt;
Penderita mulai merasa kepanasan, muka merah, kulit kering dan merasa panas seperti terbakar, sakit kepala yang semakin menjadijadi serta muntah yang menjadi lebih sering, nadi menjadi lebih kuat. Penderita sangat haus dan suhu badan meningkat sampai 41o C atau lebih. Stadium ini berlangung antara 2-4 jam.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3). Stadium berkeringat&lt;br /&gt;
Pada stadium ini penderita berkeringat banyak sekali. Suhu badan menurun dengan cepat, kadang di bawah normal. Penderita biasanya dapat tidur dengan nyenyak dan bila bangun akan merasa sangat lemah. Stadium ini berlanjut antara 2 jam sampai 4 jam.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; e. Patogenesis&lt;br /&gt;
Patogenesis malaria akibat dari interaksi kompleks antara parasit, inang dan lingkungan. Patogenesis lebih ditekankan pada terjadinya peningkatan permeabilitas pembuluh darah. Oleh karena skizogoni menyebabkan kerusakan eritrosit maka akan menyebabkan anemia. Beratnya anemia tidak sebanding dengan parasitemia, hal ini menunjukkan adanya kelainan eritrosit selain yang mengandung parasit. Diduga terdapat toksin malaria yang menyebabkan gangguan fungsi eritrosit dan sebagian eritrosit pecah saat melalui limpa sehingga parasit keluar. Faktor lain yang menyebabkan anemia mungkin karena terbentuknya antibodi terhadap eritrosit. Limpa mengalami pembesaran dan pembendungan serta pigmentasi sehingga mudah pecah. Dalam limpa dijumpai banyak parasit dalam makrofag dan sering terjadi fagositosis dari eritrosit yang terinfeksi maupun yang tidak terinfeksi. Pada malaria kronis terjadi hiperplasi dari retikulum disertai peningkatan makrofag.&lt;br /&gt;
Pada malaria berat mekanisme patogenesisnya berkaitan dengan invasi merozoit ke dalam eritrosit sehingga menyebabkan eritrosit yang mengandung parasit mengalami perubahan struktur dan biomolekuler sel untuk mempertahankan kehidupan parasit. Perubahan tersebut meliputi mekanisme transpor membran sel, penurunan deformabilitas, pembentukan knob, ekspresi varian non antigen di permukaan sel, sitoadherensi, sekuestrasi dan rosetting, peranan sitokin dan NO (Nitrik Oksida).&lt;br /&gt;
Menurut pendapat ahli lain patogenesis malaria berat atau malaria falciparum dipengaruhi oleh faktor parasit dan faktor penjamu (host). Yang termasuk ke dalam faktor parasit adalah intensitas transmisi, densitas parasit dan virulensi parasit. Sedangkan yang termasuk ke dalam faktor penjamu adalah tingkat endemisitas daerah tempat tinggal, genetik, usia, status nutrisi, dan status imunologi. Parasit dalam eritrosit (EP) secara garis besar mengalami 2 stadium, yaitu stadium cincin pada 24 jam&lt;br /&gt;
pertama dan stadium matur pada 24 jam kedua. Permukaan EP stadium cincin akan menampilkan antigen RESA (Ring Erytrocite Suirgace Antigen) yang menghilang setelah parasit masuk stadium matur. Permukaan membran EP stadium matur akan mengalami penonjolan dan membentuk knob dengan Histidin Rich Protein-1 (HRP-1) sebagai komponen utamanya. Selanjutnya bila EP tersebut mengalami merogoni, akan dilepaskan toksin malaria berupa GPI yaitu Glikosilfosfatidilinositol yang merangsang pelepasan TNF   dan Interleukin 1 (IL-1) dari makrofag.&lt;br /&gt;
Sitoadherensi adalah peristiwa perlekatan eritrosit yang telah terinfeksi P.falsiparum pada reseptor di bagian endotelium venule dan kapiler. Selain itu eritrosit juga dapat melekat pada eritrosit yang tidak terinfeksi sehingga terbentuk roset. Sitoadherensi menyebabkan eritrosit matur tidak beredar kembali dalam sirkulasi. Parasit dalam eritrosit matur yang tinggal dalam jaringan mikrovaskuler disebut eritrosit matur yang mengalami sekuestrasi. Hanya P.falsiparum yang mengalami sekuestrasi, karena pada plasmodium lainnya seluruh siklus terjadi pada pembuluh darah perifer. Sekuestrasi terjadi pada organ-organ vital dan hampir semua jaringan dalm tubuh. Sekustrasi tertinggi terdapat di otak, diikuti dengan hepar dan ginjal, paru, jantung dan usus. Sekuestrasi ini memegang peranan utama dalam patofisiologi malaria berat.&lt;br /&gt;
Rosseting adalah suatu fenomena perlekatan antara satu buah eritrosit yang mengandung merozoit matang yang di selubungi oleh sekitar 10 atau lebih eritrosit non parasit sehingga berbentuk seperti bunga. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya rosseting adalah golongan darah dimana terdapatnya antigen golongan darah A dan B yang bertindak sebagai reseptor pada permukaan eritrosit yang tidak terinfeksi parasit. Rosseting menyebabkan obstruksi aliran darah lokal atau dalam jaringan sehingga mempermudah terjadinya sitoadherensi. Sitokin terbentuk dari sel endotel, monosit dan makrofag setelah mendapat stimulasi dari toksin malaria. Sitokin ini antara lain TNF alfa (TNF  ), interleukin 1 (IL-1), IL-6, IL3, lymphotoxin (LT) dan interferon gamma (INF  ). Dari beberapa penelitian dibuktikan bahwa penderita malaria serebral yang meninggal atau dengan komplikasi berat seperti hipoglikemia mempunyai kadar TNF  yang tinggi. Demikian juga malaria tanpa komplikasi kadar TNF , IL-1, IL-6 lebih rendah dari malaria serebral. Walaupun demikian hasil ini tidak konsisten karena juga dijumpai penderita malaria yang mati dengan TNF normal atau rendah atau pada malaria serebral yang hidup dengan sitokin yang tinggi. Olehkarenanya diduga adanya peran dari neurotransmiter yang lain sebagai&lt;br /&gt;
free radical dalam kaskade ini seperti NO sebagai faktor yang penting dalam patogenesa malaria berat.&lt;br /&gt;
Menurut pendapat ahli lain, patogenesis malaria adalah mulitifaktorial dan berhubungan dengan hal-hal berikut:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; 1) Penghancuran eritrosit&lt;br /&gt;
Fagositosis tidak hanya pada eritrosit yang mengandung parasit tapi juga terhadap eritrosit yang tidak mengandung parasit sehingga menimbulkan anemia dan anoksia jaringan. Pada hemolisis intravaskuler yang berat dapat terjadi hemoglobinuria (black water fever) dan dapat menyebabkan gagal ginjal.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; 2) Mediator endotoksin-makrofag&lt;br /&gt;
Pada saat skizogoni, eritrosit yang mengandung parasit memicu makrofag yang sensitif endotoksin untuk melepaskan berbagai mediator. Endotoksin mungkin berasal dari saluran pencernaan dan parasit malaria sendiri dapat melepaskan faktor nekrosis tumor (TNF). TNF adalah suatu monokin yang ditemukan dalam peredaran darah manusia dan hewan yang terinfeksi parasit malaria. TNF dan sitokin lainnya menimbulkan demam, hipoglikemia dan sindrom penyakit pernafasan pada orang dewasa.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; 3) Sekuestrasi eritrosit yang terinfeksi&lt;br /&gt;
Eritrosit yang terinfeksi dengan stadium lanjut P.falciparum dapat membentuk tonjolan-tonjolan (knobs) pada permukaannya. Tonjolan tersebut mengandung antigen dan bereaksi dengan antibodi malaria dan berhubungan dengan afinitas eritrosit yang mengandung P.falciparum terhadap endotelium kapiler darah alat dalam, sehingga skizogoni berlangsung di sirkulasi alat dalam. Eritrosit yang terinfeksi menempel pada endotelium dan membentuk gumpalan yang membendung kapiler yang bocor dan menimbulkan anoksia dan edema jaringan (Yayan Akhyar Israr, Agusnarizal. 2008).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; f. Agent (penyebab malaria)&lt;br /&gt;
Malaria disebabkan oleh protozoa yaitu plasmodium yang terdiri dari 4 spesies yakni Plasmodium Vivax penyebab malaria Tertiana, Plasmodium Malariae penyebab malaria Quartana, Plasmodium Falcifarum penyebab malaria Tropika dan Plasmodium Ovale penyebab malaria Ovale.&lt;br /&gt;
Seorang penderita dapat saja dihinggapi oleh satu atau lebih dari plasmodium yang sering disebut sebagai infeksi campuran atau mixed infection yang biasanya terdiri dari 2 infeksi yaitu antara plasmodium falciparum dan plasmodium vivax atau dengan plasmodium malariae. Infeksi seperti ini biasanya terjadi pada daerah dengan angka penularan yang tinggi.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; g. Host (Manusia dan Nyamuk)&lt;br /&gt;
Penyakit malaria dapat menyerang manusia dari semua golongan umur. Perbedaaan angka kesakitan antara laki-laki dan wanita berbeda dan dari golongan umur dapat disebabkan oleh faktor pekerjaan, pendidikan, perumahan, migrasi dan perpindahan penduduk. Nyamuk anopheles sebagai host defenitif adalah vektor penyakit malaria. Jenis anopheles di Indonesia yang mempunyai potensi sebagai vektor penyakit malaria sejauh ini yang kita ketahui adalah A. aconitus, A Punculatus, A .Balabancis, A. Sundaicus, A. Makulatus, A. Subpictus, A. Barbirostis.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; h. Lingkungan (Environment)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1). Lingkungan fisik&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (a). Suhu udara&lt;br /&gt;
Suhu udara sangat mempengaruhi siklus gonotropik atau masa inkubasi ekstrinsik. Makin tinggi suhu (batas tertentu) makin pendek masa inkubasi ekstrinsik sebaliknya makin rendah suhu maka makin panjang masa inkubasi ekstrinsiknya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (b). Kelembaban Udara (Humiditi)&lt;br /&gt;
Kelembaban akan mempengaruhi kecepatan berkembang biaknya, menggigit dan kebiasaan waktu istirahat. Kelembaban yang rendah dapat memperpendek umur nyamuk. Karena bila kelembaban yang rendah maka suhu dalam tubuh nyamuk akan lebih rendah lagi.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (c). Hujan&lt;br /&gt;
Hujan mempengaruhi perkembangan larva nyamuk menjadi dewasa. Hujan juga dapat menciptakan breading pleace baru bagi perkembangbiakan nyamuk. Besar kecilnya pengaruh hujan terhadap perkembangbiakan nyamuk tergantung pada derasnya hujan, kuantitas hujan, jenis vektor dan jenis tempat perindukan. Hujan yang disertai panas yang berseling akan memperbesar kemungkinan perkembangbiakan nyamuk&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (d). Angin&lt;br /&gt;
Kecepatan angin berpengaruh terhadap jarak terbang dari nyamuk. Jarak terbang nyamuk (Flight Range) dapat diperpanjang atau diperpendek tergantung dari arah angin.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (e). Sinar matahari&lt;br /&gt;
A. Sundaicus suka pada tempat yang teduh, sedangkan A. hykronus lebih suka pada tempat yang terbuka dan terkena langsung sinar matahari sedangkan A. Barbirostis dapat berkembang biak pada tempat yang teduh atau tempat yang langsung terkena sinar matahari .&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2). Lingkungan kimia&lt;br /&gt;
Lingkungan kimia seperti kadar garam dari tempat perindukan dapat pula mempengaruhi perkembangbiakan nyamuk. Pada umumnya nyamuk dapat berkembangbiak pada kisaran kadar garam sekitar 13 % sampai 22 %. Jika kadar garam kurang dari kadar garam optimal maka nyamuk akan terpengaruh perkembangbiakannya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3). Lingkungan biologi&lt;br /&gt;
Tumbuhan bakau, lumut, ganggang dan berbagai tumbuhan liar lainya dapat mempengaruhi larva nyamuk karena dapat menghalangi sinar matahari yang akan masuk dan juga melindungi dari serangan makhluk hidup yang lain. Adanya predator seperti ikan kepala timah, grambusia, nila, mujair akan mempengaruhi populasi dari larva nyamuk.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4). Lingkungan sosial budaya&lt;br /&gt;
Faktor ini kadang sangat besar pengaruhnya dibandingkan dengan faktor lingkungan yang lainya. Kebiasaan masyarakat akan sangat mempengaruhi tingkat gigitan nyamuk dan tingkat penularan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; i. Penularan Malaria&lt;br /&gt;
Penularan penyakit malaria dapat di pengaruhi dua cara yaitu:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1). Penularan secara alamiah&lt;br /&gt;
Penularan secara alamiah adalah penularan yang terjadi karena gigitan nyamuk anopheles sebagai host definitive yang telah terinfeksi oleh plasmodium melalui manusia penderita sebagai host intermediate&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2). Penularan secara tidak alamiah&lt;br /&gt;
Penularan secara tidak alamiah dapat melalui:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (a). Malaria bawaan (Congenital) Yaitu penularan yang terjadi dari ibu yang terinfeksi kepada bayi yang ada dalam kandungan. Penularan ini terjadi melalui placenta dari ibu ke janin.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (b). Penularan secara mekanis Penularan yang terjadi melalui tranfusi darah atau melalui jarum suntik dan dapat terjadi bila jarum yang digunakan tidak steril lagi.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (c). Penularan secara oral (melalui mulut). Penularan secara oral telah dibuktikan pada burung, ayam, burung merpati dan monyet.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; j. Prognosis&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1) Prognosis malaria berat tergantung pada kecepatan dan ketepatan diagnosis serta pengobatan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2) Pada malaria berat yang tidak ditanggulangi, maka mortalitas yang dilaporkan pada anak-anak 15%, dewasa 20% dan pada kehamilan meningkat sampai 50%.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3) Prognosis malaria berat dengan kegagalan satu fungsi organ lebih baik daripada kegagalan 2 atau lebih fungsi organ.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (a). Mortalitas dengan kegagalan 3 fungsi organ adalah 50%&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (b). Mortalitas dengan kegagalan 4 atau lebih fungsi organ adalah 75%&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (c). Adanya korelasi antara kepadatan parasit dengan mortalitas yaitu:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Kepadatan parasit &amp;lt;100.000/ul,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Kepadatan parasit &amp;gt;100.000/uL, maka mortalitas &amp;gt;1%&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Kepadatan parasit &amp;gt;500.000/uL, maka mortalitas &amp;gt;50% (Yayan Akhyar Israr, Agusnarizal. 2008).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; k. Pencegahan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1) Usahakan tidur dengan kelambu, memberi kawat kasa, memakai obat nyamuk bakar, menyemprot ruang tidur, dan tindakan lain untuk mencegah nyamuk berkembang di rumah.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2) Usaha pengobatan pencegahan secara berkala, terutama di daerah endemis malaria.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3) Menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan ruang tidur, semak-semak sekitar rumah, genangan air, dan kandang-kandang ternak.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4) Memperbanyak jumlah ternak seperti sapi, kerbau, kambing, kelinci dengan menempatkan mereka di luar rumah di dekat tempat nyamuk bertelur.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5) Memelihara ikan pada air yang tergenang, seperti kolam, sawah dan parit. Atau dengan memberi sedikit minyak pada air yang tergenang.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 6) Menanam padi secara serempak atau diselingi dengan tanaman kering atau pengeringan sawah secara berkala&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 7) Menyemprot rumah dengan DDT.(Anna Ahira. 2009)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; l. Pemberantasan Penyakit Malaria&lt;br /&gt;
Pemberatasan penyakit malaria ditujukan untuk memutuskan mata rantai transmisi atau penularan penyakit pada satu atau lebih mata rantai agent, host, environment yang pada dasarnya ditujukan untuk pemberatasan vektor, penemuan penderita dan pengobatan malaria. Keadaan penyakit malaria di suatu daerah dapat ditentukan melalui pengamatan epidemiologi yaitu pengamatan secara terus menerus terhadap distribusi dan kecenderungan suatu penyakit melalui pengumpulan data yang sistimatis dan relevan atau ada hubungannya.&lt;br /&gt;
Dalam menilai beberapa situasi malaria dapat digunakan beberapa ukuran:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; 1). Annual Paracite Incidence (API)&lt;br /&gt;
API adalah jumlah penderita baru di suatu daerah per 1000 jumlah penduduk dalam jangka waktu satu tahun yang menggunakan satuan permil (0/00).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; 2). Annual Blood Eximination Rate (ABER)&lt;br /&gt;
ABER adalah jumlah persediaan darah yang diperiksa dari jumlah penduduk dalam satu tahun yang satuannya dinyatakan dalam prosen (%).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; 3). Slide Positive Rate (SPR)&lt;br /&gt;
SPR adalah prosentase dari persediaan darah yang positive dari sediaan darah yang diperiksa.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; 4). Parasite Formula (PF)&lt;br /&gt;
PF adalah porporsi dari setiap spesies parasit suatu daerah. Species yang mempunyai PF tertinggi disebut species yang dominan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; 5). Penderita demam klinis malaria&lt;br /&gt;
Unit-unit kesehatan yang belum mempunyai fasilitas laboratorium yang memadai dapat melakukan pemantauan terhadap penderita demam atau penderita yang menunjukan gejala klinis malaria. Hasil pengamatan biasanya dapat dinyatakan dalam porporsi penunjang unit kesehatan yang menderita demam atau menunjukan gejala klinis malaria.&lt;br /&gt;
Situasi malaria tingkat kecamatan dapat dinyatakan dalam beberapa strata yaitu :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (a). High Case Incidence (HCI) yaitu tingkat kasus lebih besar atau sama dengan lima per seribu penduduk (b). Midle Case Incident yaitu tingkat kasus antara satu per seribu penduduk sampai kurang dari lima per seribu penduduk.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (c). Low Case Incident (LCI) yaitu tingkat kasus yang kurang dari satu per seribu penduduk Kegiatan- kegiatan yang dilaksanakan dalam pemberantasan penyakit malaria antara lain:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Penyuluhan kesehatan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a). Penyuluhan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemberantasan penyakit malaria.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b). Memelihara kebersihan lingkungan secara teratur.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; c). Kebersihan dalam rumah seperti pencahayaan dan penghawaan yang cukup.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; d). Pemanfaatan air tergenang untuk kolam ikan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; e). Lubang-lubang angin sebaiknya menggunakan kawat kasa dan sebaiknya tidur menggunakan kelambu.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; f). Pemisahan kandang ternak dari rumah.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; g). Bila ada anggota keluarga yang sakit atau panas dingin segera dibawa ke puskesmas atau tempat pelayanan kesehatan yang terdekat atau segera menghubungi juru malaria desa.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; h). Bila diadakan penyemprotan masyarakat harus menerima dan membantu petugas.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2 Penemuan Penderita&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a). Tujuan&lt;br /&gt;
Tujuan pencarian penderita malaria adalah untuk menemukan penderita secara dini dan secepatnya memberikan pengobatan radikal terhadap penderita dengan darah positip.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b). Jenis kegiatan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (1). Active Case Detection&lt;br /&gt;
ACD adalah kegiatan pencarian penderita malaria secara aktif yang ada dimasyarakat di wilayah kerja puskesmas. Sasaran kegiatan ini adalah penduduk yang menderita atau penduduk yang pernah ada dalam bulan yang lalu, kemudian diambil sediaan darah dan diperiksa tenaga laboratorium. Untuk tenaga pelaksana ACD adalah JMD dan koordinator JMD.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (2). Pasive Case Dectection (PCD)&lt;br /&gt;
PCD adalah pencarian penyakit secara positip. Sediaan darah yang diambil dari penderita panas yang berkunjung ke unit kesehatan yang ada (Puskesmas,. Pustu, Pos kesehatan dan lain-lain). Sasaran malaria klinis baik yang akut maupun kronis, sedangkan penderita gagal berobat dan datang ke unit pelayanan kesehatan (UPK). Kegiatan ini dilaksanakan oleh petugas kesehatan diluar petugas malaria.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (3). Surveilens Migrasi&lt;br /&gt;
Sasaran kegiatan adalah semua penduduk yang baru pulang dari daerah endemik malaria. Waktu untuk kegiatan ini adalah sesuai dengan jadwal kunjungan JMD atau setiap hari kerja dengan memperhatikan setiap musim migrasi penduduk.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; c). Pemeriksaan Loboratorium&lt;br /&gt;
Sediaan darah yang yang telah dicatat dan diberi giemsa strain dan kemudian diperiksa apabila ditemukan sediaan darah positip harus dilaporkan segera untuk diadakan penyelidikan epidemologi. Data pemeriksaan mikroskopis tersebut dapat digunakan untuk pelaksanaan pemberantasan malaria sejak dini bahkan sampai pada penanganannya. Fungsi dan tujuan laboratorium malaria adalah :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (1). Pemeriksaan darah dalam jangka waktu yang pendek agar penderita dapat segera diobati dan penularan dapat dicegah.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (2). Mengirim sediaan darah yang sudah diperiksa oleh unit laboratorium.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (3). Menyiapkan data parasitologi untuk diperiksa.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (4). Memberitahukan pelaksanaan dilapangan untuk tindakan followupnya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; d). Peyelidikan Epidemologi&lt;br /&gt;
Dalam penyelidikan epidemologi dapat ditentukan bahwa apakah penderita tersebut termasuk :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (1). Indigenus (baru) sebagai indikasi baru untuk diadakan penyemprotan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (2). Relapse (kambuh) yang menunjukan kelemahan dalam sistim pengobatan radikal.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (3). Import (datang dari luar) yang menunjukan adanya mobilitas penderita sehingga perlu pengawasan penderita dari luar daerah&amp;nbsp; terutama dari daerah yang endemis malaria.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; e). Pengobatan&lt;br /&gt;
Tujuan pengobatan malaria adalah untuk mengurangi kesakitan, mencegah kematian bila mungkin penyembuhan penderita dan mengurangi kerugian akibat penyakit malaria.&lt;br /&gt;
Jenis- jenis pengobatan dalam pemberatasan Malaria:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (1). Pengobatan Presumtif adalah Pengobatan yang diberikan pada seseorang yang mengaku penderita malaria sebelum ada komfirmasi dari pihak laboratorium. Sudah pasti pengobatan malaria diubah menjadi pengobatan radikal bila ada penegasan hasil laboratorium. Obat yang digunakan adalah kloroquin dan primaquin dosis tunggal. Penggunan primaquin tergantung ada tidaknya plasmodium falcifarum yang pengobatanya diberikan di unit pelayanan kesehatan atau di lapangan atau obat diterima secara langsung di depan petugas.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (2). Pengobatan Radikal adalah pengobatan yang diberikan pada seseorang yang jelas positip malaria menurut pemeriksaan laboratorium. Jenis pengobatan ini untuk mencegah kekambuhan atau relapse. Cara pengobatan dengan dosis dan jenis obat tergantung jenis dan sensifitas parasit terhadap obat. Setelah selesai pengobatan penderita harus diperiksa ulang sediaan darahnya secara berkala.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; f). Pemberantasan vektor&lt;br /&gt;
Pemberantasan vektor nyamuk anopheles dapat diberantas melalui cara antara lain:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (1). Pemberantasan terhadap nyamuk dewasa Sampai saat ini di Indonesia cara utama yang dipakai untuk memberantas nyamuk anopheles dewasa adalah dengan penyemprotan rumah. Kaitannya yaitu dengan menyemprotkan racun serangga secara merata pada permukaan yang disemprot. Alasan disemprot secara merata di permukaan adalah: untuk per umbuhan telur nyamuk anopheles akan mengisap darah paling sedikit dua kali. Nyamuk anopheles akan hinggap di dinding rumah sebelum menghisap atau sesudah menghisap darah, dengan demikian nyamuk akan mati bila ia menempel pada dinding rumah. Dosis yang digunakan adalah dihitung dalam berat bahan aktif yang disemprotkan dalam tiap meter persegi permukaan. Saat ini racun serangga yang digunakan dalam pemberatasan penyakit malaria adalah : fenitrotion 40 wp dengan dosis 2 gr/m2, malathion 50 wp dosis 1-2gr/m2, primiposmetil dengan dosis 0,4 gr/ m2, bendiocrap dengan dosis pertama 0,4 gr/m2 dan dosis selanjutnya 0,2 gr/m2, landasihaloterin dengan dosis 25 mg/m2&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (2). Pemberatasan jentik nyamuk anopheles&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Pemberantasan secara kimia Pemberantasan cara ini menggunakan cara kimia yang dapat membunuh larva nyamuk. Jenis zat kimia atau larvasida yang sering digunakan dalam pemberantasan jentik nyamuk ini adalah :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1). Solar atau minyak tanah Pada umumnya dosis yang digunakan adalah 40-50 l/ha dan tidak banyak tumbuh-tumbuhan air pada tempat perindukan tersebut. Bila ditemukan banyak tumbuhan air maka dosis yang diperlukan dapat mencapai 180 l/ha.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2). Temofos dan fention Dosis yang digunakan pada umumnya adalah 55-110 kg/ha.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3). Pasir green Pada umumnya dosis yang digunakan adalah 1 kg/ha.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Pemberantasan secara biologis&lt;br /&gt;
Pemberantasan jentik nyamuk anopheles secara biologic dengan pengaturan populasi ikan pemakan jentik atau predator alami nyamuk. Kemampuan makan larva nyamuk antara 80-100 ekor larva setiap ekor ikan perhari. Tempat yang baik untuk berkembangbiak adalah pada air yang mengalir, air tergenang, air tawar atau air payau dan air yang jernih atau air yang berlumpur.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; c. Pengelolaan lingkungan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1). Perubahan lingkungan Upaya ini meliputi seluruh kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan fisik seperti penimbunan daerah genangan air, pembuatan DAM dan tanggul. Tindakan ini bertujuan untuk mencegah, mengurangi dan menghilangkan tempat perindukan nyamuk anopheles tanpa menimbulkan pengaruh yang kurang baik terhadap lingkungan hidup manusia.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2). Manipulasi lingkungan Kegiatan ini dilakukan dengan membersihkan tanaman atau lumut pada tempat perindukan dan pengubahan kadar garam sehingga tidak menguntungkan untuk nyamuk berkembangbiak dengan baik di tempat perindukan tersebut.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; m. Resistensi Obat&lt;br /&gt;
Resistensi obat adalah kemampuan sejenis parasit untuk terus hidup dalam tubuh manusia berkembangbiak dan menimbulkan gejala penyakit meskipun telah diberikan pengobatan yang teratur dengan dosis yang standar maupun dosis yang lebih tinggi yang masih bisa ditolerir oleh pemakai obat (Dep. Kes. 1993).&lt;br /&gt;
Resistensi obat pada peggunaan obat malaria dengan dosis standar adalah kloroquin dan parasit yang resisten terhadap obat adalah plasmodium faciparum. Laporan pertama tentang plasmodium yang resisten terhadap 4 Aminoquinolin berasal dari Venesuela (1959) dan Kolombia (1960) menyusul negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Di Indonesia untuk pertama kalinya dilaporkan pada tahun 1973 di Yogyakarta pada seorang penderita import dari Kaltim (Dep Kes 1993). Pengamatan lebih lanjut menunjukan bahwa penyebaran malaria falcifarum yang resisten lebih banyak ditemukan di kawasan timur Indonesia. Perlu diketahui bahwa resistensi dapat terjadi karena importasi atau secara spontan dari parasit lokal di mana mutasi dan seleksi genetik diduga sebagai penyebabnya. Kemudahan transportasi antar daerah atau pulau telah menimbulkan kemungkinan penyebaran penderita resisten ke daerah lain. Penentuan resisten atau tidaknya plasmodium falcifarum dilakukan dengan test in-vivo dan cara in-vitro (mikro/makro). Cara invivo dapat menunjukan derajat atau tingkat resistensi parasit. Cara Invitro tidak dapat menunjukan hal ini, tetapi cara ini mempunyai keuntungan lain oleh karena beberapa jenis obat dapat ditest pada saat yang bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Infeksi Menular Seksual (IMS)</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/08/infeksi-menular-seksual-ims.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Tue, 9 Feb 2010 22:13:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-7827527057281311659</guid><description>Infeksi menular seksual (IMS) adalah berbagai infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual, meskipun tidak selalu demikian, sebab dapat juga ditularkan (meskipun kecil peranannya) tanpa hubungan seksual, misalnya melalui suntikan, transfuse darah, kontak tubuh nonseksual, alat-alat atau benda lain.&lt;br /&gt;
Ada beberapa infeksi menular seksual yang telah dikenal antara lain sebagai berikut, yaitu :&lt;br /&gt;
1. Penyakit Sipilis&lt;br /&gt;
Nama sifilis sudah cukup terkenal diantara pelaku pelacuran, namun ia lebih jarang ditemukan daripada dengan penyakit kencing nanah. Karena ia sudah cukup sering sembuh sendiri dengan atau tanpa obat yang diberikan oleh penderita itu sendiri. Penyakit ini mempunyai bebrapa sinonim seperti penyakit perancis, penyakit darah kotor ataupun “hair cut” dan lain-lain. Yang digunakan penderitanya atau yang merasa menderita penyakit ini, untuk menutupi rasa malu penderita penyakit akibat hubungan kelamin yang bertentangan dengan moral. Infeksi sifilis diawali dengan timbulnya benjolan kenyal yang tidak terasa sakit. Pada stadium berikutnya, terjadi pembesaran limfe dan timbul nyeri otot sendi pada malam hari dan bila tidak diperhatikan bisanya timbul kelainan jantung dan susunan syaraf otak.&lt;br /&gt;
Sifilis pada umumnya terjangkit setelah hubungan seksual dan sebagai “agen” nya treponema pallidum yang ditularkan dengan persetubuhan lewat vagina maupun anus atau seks oral dengan orang yang terinfeksi, bahkan dapat ditularkan dari ibu yang menderita sifilis kepada bayinya. Gejala yang timbul pada tahap pertama atau primer adalah terbentuknya luka atau chancre mulai dari 2 sampai 3 minggu sesudah infeksi. Pada wanita, chancre menempati dinding pada bagian dalam vagina atau pada leher rahim atau kadang-kadang timbul dikelamin luar seperti pada labia.&lt;br /&gt;
Sedangkan pada pria lokasi yang paling sering adalah pada glanspenis. Bila orang terlibat pada seks oral, maka tempat chancre pada mulut, chancre ini akan hilang pada beberapa minggu, tetapi bila tidak diobati, penyakit akan berpindah pada tahap kedua. Pada tahap kedua mulai terjadi pada beberapa minngu ( 7-10 minggu ) sampai beberapa bulan kemudian dan diawali dengan timbulnya bercakbercak kulit yang tidak nyeri. Bercak ini terdiri dari bentol-bentol kemerahan pada kulit kemudian menjadi gelap warnanya kemudian pecah dan mengeluarkan cairan. Dapat juga muncul luka lecet di mulutnya, nyeri sendi dan bengkak, tenggorokan gatal, sakit kepala dan demam. Setelah lesi menjadi sembuh dan selanjutnya menjadi fase laten (tersembunyi) dan hanya dapat dideteksi dengan serologis, keadaan ini bisa berlangsung bertahun-tahun atau seumur hidup, tetapi penyakit ini bisa menggrogoti organ tubuh secara luas.&lt;br /&gt;
Pada stadium dini kerusakan sudah menyerang organ yang lebih banyak seperti pencernaan, hati, kulit, paru-paru dan otak. Asal penyakit ini tidak jelas, sebelum tahun 1492 belum dikenal di Eropa. Ada yang menganggap penyakit ini berasal dari penduduk Indian yang dibawa oleh anak buah Colombus waktu mereka kembali ke Spanyol pada tahun 1492. pada tahun 1492 terjadi epidemic di Napoli. Pada abad ke 18 baru diketahui bahwa penularan sifilis dan gonore disebabkan oleh senggama atau hubungan kelamin dan keduanya disebabkan oleh infeksi yang sama.&lt;br /&gt;
2. Gonore&lt;br /&gt;
Gonore atau penyakit kencing nanah, menjadi penyakit kelamin tersering yang ditemui di dunia kedokteran, ia mempunyai banyak nama yang digunakan oleh orang awam yang malu kalau ketahuan telah berbuat salah dengan melakukan hubungan kelamin di luar pernikahan, seperti kencing nanah, raja singa, penyakit anak muda dan lain sebagainya. Gonore ini merupakan infeksi seksual yang paling sering ditemukan yang disebabkan oleh bakteri gonococcus. Penularannya melalui hubungan kelamin yaitu genitor genital, oro genital dan ano genital. Masa tunas penyakit ini biasanya 3-5 hari. Masa tunas kadang singkat, hanya 12 jam ada juga yang lebih sampai 14 hari. Gejala yang timbul berupa adanya rasa sakit saat buang air kecil, pada pria berupa keluarnya cairan dari penis pada mulanya bening kemudian keruh, kuning kental (nanah) karena itu disebut kencing nanah. Pada wanita, sulit ditentukan masa tunas karena pada umumnya asimptomatis. Tempat utama yang diserang adalah leher rahim atau serviks yang disertai keluarnya cairan seperti nanah berwarna kuning kehijauan dari daerah kemaluan. Apabila tidak diobati atau pengobatan tidak tuntas, maka infeksi akan menjalar ke alat kelamin bagian dalam dengan gejala yang lebih berat bahkan dapat menyebabkan kemandulan. Dalam keadaan seerti ini, pengobatan akan&lt;br /&gt;
menjdi lebih sulit, lama dan mahal serat kemungkinan tetap mandul seumur hidup&lt;br /&gt;
3. HIV/AIDS&lt;br /&gt;
HIV atau Human Immunnodefesiency Virus adalah virus yang menyerang system kekebalan tubuh manusia dan kemudian menimbulkan AIDS. Virus ini menyerang salah satu jenis dari sel-sel darah putih yang bertugas menangkal infeksi. Sel darah putih tersebut limfosit yang disebut “sel T-4” atau sel penolong (helper) atau disebut juga “sel CD-4”. HIV termasuk retrovirus yaitu kelompok yang mempunyai kemampuan untuk “mengkopi cetak”materi genetic dari dalam materi genetic sel-sel yang ditumpanginya. Melalui proses ini HIV dapat mematikan sel-sel T-4.&lt;br /&gt;
Sedangkan AIDS atau acquired Immune Defeciency Syndrome merupakan kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya system kekebalan tubuh menyebabkan ODHA (orang dengan HIV/AIDS) amat rentan dan amat mudah terjangkit macam-macam penyakit . serangan penyakit yang biasanya penyakit yang tidak berbahaya pun lama kelamaan akan menyebabkan pasien akan sakit parah bahkan meninggal. Oleh karena penyakit yang menyerang sangat bervariasi, maka AIDS kurang tepat disebut dengan penyakit. Jadi defenisi yang tepat syndrome atau kumpulan gejala penyakit, masa tunasnya yaitu 5 sampai 10 tahun.(http://www.pms.com.id, 2 mei 2007).&lt;br /&gt;
a. Transmisi Seksual&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Ano genital yaitu hubungan seks melalui lubang anus/rectrum&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Oro genital, termasuk menelan sperma atau semen dari mitra seksual pengidap HIV&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Genitor genital yaitu hubungan seksual dengan alat kelamin.&lt;br /&gt;
b. Transmisi Non Seksual&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Transmisi parenteral yaitu penularan malalui jarum sunti serta lewat donor/trasfusi darah.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Trasmisi trasnplasental yaitu trasmisi dari ibu kepada janinnya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Transmisi trasplesental yaitu melalui traslasental alat tubuh.&lt;br /&gt;
Sebagian besar organ yang terinfeksi HIV tidak menunjukkan gejala (asimtomatik). Bila seseorang menderita AIDS maka akan muncul berbagai gejala seperti lemah berkepanjangan, diare lebih dari 1 bulan tanpa sebabyang jelas, adanya kanker pada kulit, penurunan berat badan secara drastic dan pembesaran kelenjar tanpa sebabyang jelas. Namun demikian gejala-gejala tadi belum bisa memastikan bahwa itu AIDS karena gejala tadi banyak dijumpai pada penyakit lain, untuk memastikan perlu dilakukan pemeriksaan darah di laboratorium.&lt;br /&gt;
4. Herpes Simpleks&lt;br /&gt;
Penyakit ini pernah menggoncangkan yang melakukan hubungan kelamin di luar pernikahan, karena infeksi ini belum ada obatnya, tak diketahui apakah pasangan seks yang baru atau digauli menderita penyakit ini, maka seumur hidup ia akan hilang timbul kembali pada keadaan tertentu bahkan cukup banyak merenggut nyawa. Istilah herpes&amp;nbsp; sendiri mungkin bisa berarti dua, yaitu herpeks simpleks dan herpes zoster yang mengenai kulit saja dan tidak dianggap sebagai penyakit kelamin, karena penularannya bukan melalui hubungan kelamin.&lt;br /&gt;
Virus herpes simpleks atau kadang-kadang dikenal sebagai herpes virus hominis mempunyai dua jenis, yaitu tipe 1 dan 2 serta biasanya disingkat dengan HSV2 seperi virus lain, ia juga memerlukan pabrik sintetis yang terdapat dalam sel untuk perkembangbiakkannya. Bagian-bagian virus ini dibuat di inti sel dan sitoplasma sel tubuh manusia. Penyakit ini mempunyai spectrum gejala yang luas dari yang tanpa gejala sampai yang fatal. Cukup banyak infeksi, pertama yang ringan atau tanpa bukti klinis. Ia mulai menunjukkan gejala 3 sampai 18 hari setelah ditularkan. Ia sangat menular seperti yang terlihat dalam suatu penelitian, bahwa tujuh dari delapan wanita yang berkontak dengan laki-laki yang sekarang menderita penyakit ini ternyata menderita penyakit ini sebelumnya. Umumnya pada wanita, setelah beberapa hari berhubungan seks dengan pasangan yang terinfeksi, dimulai rasa gatal, kesemutan dan nyeri seperti terbakar pada kemaluan dan diikuti rasa nyeri sewaktu buang air kecil, berhubungan kelamin dan buang air besar. Mungkin juga terdapat demam, sakit kepala, lesu dan nyeri jika di tekan pada kelenjar getah bening lipatan paha.&lt;br /&gt;
Belum dilihat adanya vaksin yang efektif dalam mencegah penyakit ini. Zat anti yang dibentuk tubuh kita tak cukup efektif dalam mencegah kekambuhan penyakit ini. Sehangga pencegahan yang terbaik dengan melakukan hubungan seks hanya dengan bukan penderita penyakit ini, yaitu istri anda sendiri.&lt;br /&gt;
5. Kandidiasis&lt;br /&gt;
Penyakit keputihan yang sering dikeluhkan oleh kaum wanita, karena ia dapat mengganggu kenyamanan penderitanya, baik karena menimbulkan bau busuk karena ia membasahi celana ataupun karena ia menimbulkan rasa gatal. Kandidiasis menjadi salah satu penyebab penyakit ini. Ada banyak jenis jamur kandida yang ada, namun penyebab tersering dijabat oleh Candidi Albicans, semua spesies candida yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia juga ditemukan sebagai penghuni didalam mulut, tinja dan liang kemaluan. Sehingga kadang-kadang ada kesulitan memastikan apakah jamur ini yang menjadi penyebab suatu infeksi jamur.&lt;br /&gt;
Selain alat kelamin, jamur candida biasa menyerang rongga mulut yang menimbulkan bercak putih pada selaput lendir mulut, lidah dan tenggorokan. Biasanya kelainan ini tidak terasa nyeri tetapi adanya robekan kulit di sudut mulut yang terasa nyeri. Bila kandidiasis menyerang daerah sekitar lubang dubur dan kulit kantong buah zakar, ia biasanya disertai kelainan pada sisi dalam paha, radang pada kemaluan dan liang senggama (vagina), penyebab rasa gatal keputihan serta kadang-kadang rasa nyeri pada saat berhubungan dan berkemih. Pada hakekatnya, kandidiasis bisa terjadi di seluruh bagian tubuh dengan penyebaran melalui darah. Ia bisa menimbulkan nanah, radang otak dan sebagainya. Bila kelainan terletak di kulit, obatnya bisa berupa salep yang dioleskan ke tempat yang dihinggapi jamur, juga saluran pencernaan dapat diberikan nistatin. Namun, bila ia telah menyebar ke alat-alat dalam, maka diperlukan obat-obat amfoterisin B yang harus diberikan dengan infuse dan pergantiannya bisa diberikan flusitosin.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>VARIABEL PERILAKU KESEHATAN</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/variabel-perilaku-kesehatan.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Tue, 9 Feb 2010 22:09:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-3480039147444142072</guid><description>&lt;span class="fullpost"&gt;Robert Kwick (2001) Menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme dan bahkan dapat dipelajari.Menurut ensiklopedia Amerika perilaku diartikan sebagai suatu reaksi dan aksi organisme terhadap lingkungannya. Perilaku manusia mempunyai pengaruh terhadap status kesehatan individu, kelompok kaum masyarakat.&lt;br /&gt;
Perilaku itu sendiri adalah suatu yang kompleks, merupakan resultante dari berbagai macam aspek internal maupun eksternal, fsikologis maupun fisik. Oleh karena demikian kompleksnya sehingga diperlukan pemahaman dan analisis yang mendalam.&lt;br /&gt;
Becker (1998) mengajukan klasifikasi perilaku yang berhubungan dengan&lt;br /&gt;
kesehatan (health related behavior) sebagai berikut :&lt;br /&gt;
a. Perilaku kesehatan (health behavior), yaitu hal-hal yang berkaitan dengan tindakan atau kegiatan seseorang dalam memelihara dalam meningkatkan kesehatannya.&lt;br /&gt;
b. Perilaku sakit (illness behavior), yaitu segala kegiatan atau tindakan yang dilakukan oleh seseorang individu yang merasa sakit, untuk merasakan dan mengenal keadaan kesehatannya atau rasa sakit.&lt;br /&gt;
c. Perilaku peran sakit (the sick role behavior), yakni segala tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh individu yang sedang sakit, untuk memperoleh kesembuhan.&lt;br /&gt;
Menurut Lawrence Green (1980) prilaku kesehatan dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu :&lt;br /&gt;
a. Faktor predisposisi (predisposing factor), yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai-nilai dan sebagainya dari seseorang.&lt;br /&gt;
b. Faktor-faktor pendukung (enabling factor) yang terwujud dalam linkungan fisik (tersedia atau tidaknya fasilitas kesehatan).&lt;br /&gt;
c. Faktor-faktor pendorong (reinforcing factor) yang terwujud dalam sikap dari petugas kesehatan. Biasanya seseorang tidak mau berobat ke Puskesmas atau Rumah Sakit atau sarana pelayanan kesehatan lainnya karena tidak tahu peranan sarana-sarana tersebut terhadap penyembuhan penyakit (factor predisposisi). Barangkali juga sarana-sarana tersebut jauh dari tempat tinggalnya (factor pendukung), mungkin juga ia tidak suka terrhadap petugas Puskesmas atau Rumah Sakit yang sikap dan perilakunya tidak dapat diterima (factor pendorong).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Pengetahuan&lt;br /&gt;
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu, menyaksikan, mengalami atau diajar sangat menentukan terjadinya pengetahuan pada seseorang. Pengetahuan atau kognitif merupakan dominan atau bagian yang sangat penting atau terjadinya tindakan seseorang (over behavior) sedangkan kedalaman pengetahuan dalam domain “Cognitive” dapat diketahui melalui tindakan cognitive yang mereka miliki mulai tindakan cognitive pertama (C1) yaitu tindakan pengetahuan yang paling rendah, dalam hal ini seseorang hanya mampu menyebut istilah-istilah saja berdasarkan apa yang telah dipelajari atau didengarnya, sampai pada tingkat C6 atau domain cognitive enam yaitu tingkatan pengetahuan yang paling tinggi dalam hal ini seseorang tidak hanya mampu menyebut istilah-istilah saja tetapi sudah mampu melakukan analisis dan penilaian terhadap apa yang diketahuinya.&lt;br /&gt;
Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Penelitian Rogers (1997) mengungkapkan bahwa sebelum mengadopsi perilaku baru (berprilaku baru), didalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan, yakni :&lt;br /&gt;
1. Awareness (kesadaran), dimana orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui terlebih dahulu terhadap stimulus (objek).&lt;br /&gt;
2. Interest (merasa tertarik) terhadap stimulus atau objek tersebut. Disini sikap suatu objek sudah mulai timbul.&lt;br /&gt;
3. Evaluation (menimbang-nimbang) terhadap baik dan tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya. Hal ini bearti sikap responden sudah lebih baik lagi.&lt;br /&gt;
4. Trial, dimana subjek mulai mencoba melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh stimulus.&lt;br /&gt;
5. Adaption, dimana subjek telah berprilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran, dan sikapnya terhadap stimulus.&lt;br /&gt;
Pengetahuan menurut Bloom merupakan bagian dari cognitive domain yaitu bagaimana terjadinya proses menjadi tahu, yang terdiri dari 6 (enam) tingkatan penerimaan suatu inovasi yaitu :&lt;br /&gt;
1. Tahu (know)&lt;br /&gt;
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya . termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau ransangan yang telah diterima.&lt;br /&gt;
2. Memahami (comprehension)&lt;br /&gt;
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui, dan dapat menginterpretasi materi tersebut secara benar. Orang yang paham terhadap objek dan materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan, dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari.&lt;br /&gt;
3. Aplikasi (Aplication)&lt;br /&gt;
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi rill (sebenarnya). Aplikasi disini, dapat diartikan aplikasi atau penggunaan hokum-hukum, rumus, metode, prinsip, dan sebagainya dalam konteks atau situasi yang lain.&lt;br /&gt;
4. Analisis (Analysis)&lt;br /&gt;
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi suetu objek kedalam komponen-komponen, tetapi masih di dalam struktur organisasi tersebut, dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata-kata kerja : dapat menggambarkan, membedakan, memisahkan, mengelompokkan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;
5. Sintesis (Synthesis)&lt;br /&gt;
Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintetis itu suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada.&lt;br /&gt;
6. Evaluasi (Evaluation)&lt;br /&gt;
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian-penilaian itu berdasarkan suatu kriteria yang ditemukan sendiri, atau mengunakan kriteriakriteria yang telah ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 2010 / 1431 H Kendari (Sulawesi Tenggara) dan Sekitarnya</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/02/jadwal-imsakiyah-puasa-ramadhan-2010.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Tue, 9 Feb 2010 22:05:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-8721593561059001920</guid><description>&lt;strong&gt;Inilah jadwal puasa Ramadhan 1431 H / 2010 untuk Kendari (Sulawesi Tenggara) dan Sekitarnya.&lt;/strong&gt;  Semoga jadwal ini bermanfaat khususnya untuk yang tinggal di wilayah  Kendari (Sulawesi Tenggara) dan Sekitarnya. Semoga kita semua diberi  kesehatan dan kelancaran oleh Allah SWT untuk menunaikan Ibadah Puasa  Ramadhan tahun 1431 H / 2010 Masehi ini sampai tuntas dan mendapatkan  pahala dari Allah SWT. &lt;br /&gt;
Ibadah puasa Ramadhan 2010 ini akan dimuali pada Rabu 11 Agustus  2010. Penentuan awal puasa ini berdasarkan kesepakatan berbagai  organisasi Islam di Indonesia. Semoga penentuan hari raya Idul Fitri  1431 H atau Lebaran 2010 nanti juga bisa serentak.&lt;span id="more-461"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 2010 / 1431 H Kendari (Sulawesi Tenggara) dan Sekitarnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfiles/10778488/jadwalimsakiyahpuasaramadhan2010-Palembang.pdf"&gt;Download disini &lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Posting ini didapat dari &lt;a href="http://borin.wordpress.com/2010/08/07/jadwal-imsakiyah-puasa-ramadhan-2010-1431-h-kendari-sulawesi-tenggara-dan-sekitarnya/"&gt;http://borin.wordpress.com/2010/08/07/jadwal-imsakiyah-puasa-ramadhan-2010-1431-h-kendari-sulawesi-tenggara-dan-sekitarnya/&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;       &lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>RATA – RATA GABUNGAN</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/01/rata-rata-gabungan.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Fri, 1 Jan 2010 23:56:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-7173055886229135755</guid><description>&lt;strong&gt;RATA – RATA GABUNGAN&lt;/strong&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memperoleh  distribusi yang lebih jelas tentang kumpulan data mengenai suatu  persoalan, apakah datanya mengenai Populasi ataupun Sampel. Selain  disajikan dalam bentuk table (Distribusi Frekuensi) dan Grafik, juga  masih diperlukan ukuran-ukuran yang merupakan wakil dari kumpulan data  tersebut. Beberapa macamnya adalah Rata-Rata hitung, Median dan Modus.  Namun pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Rata-Rata  hitung dengan Gabungan Data (Rata-rata Gabungan).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rata-rata gabungan adalah Rata-rata dari beberapa sub sampel lalu dijadikan satu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agar memudahkan kita untuk memahaminya, seperti biasa kita akan menggunakan contoh agar lebih praktik dalam pelaksanaannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contoh  : Tiga buah sampel, masing-masing berukuran 25, 30 dan 45 dengan  rata-rata masing-masing 123, 234, 348. Tentukan rata-rata gabungannya.?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxODZXyjOPLoAZczLFdQTEPraSjl_F8q1aDXPiyemuEvJ-qeIZd8KZ2GtL7Talaa9YRKFMY9qTozQRh2k_W_O6kf089pIhA-uA1Yac2ATtfYJsdySsYruU81fSL2ApPbi41nOVZ47ic6I/s1600/untitled.bmp"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 401px; height: 183px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxODZXyjOPLoAZczLFdQTEPraSjl_F8q1aDXPiyemuEvJ-qeIZd8KZ2GtL7Talaa9YRKFMY9qTozQRh2k_W_O6kf089pIhA-uA1Yac2ATtfYJsdySsYruU81fSL2ApPbi41nOVZ47ic6I/s320/untitled.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534101479546465794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="59" height="11"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terima Kasih Telah Berkunjung, Semoga Bermanfaat……..Insya Allah……!&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxODZXyjOPLoAZczLFdQTEPraSjl_F8q1aDXPiyemuEvJ-qeIZd8KZ2GtL7Talaa9YRKFMY9qTozQRh2k_W_O6kf089pIhA-uA1Yac2ATtfYJsdySsYruU81fSL2ApPbi41nOVZ47ic6I/s72-c/untitled.bmp" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>DISTRIBUSI DATA BERKELOMPOK</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/01/distribusi-data-berkelompok-pada.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Fri, 1 Jan 2010 23:52:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-4520772885966500685</guid><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;DISTRIBUSI DATA BERKELOMPOK&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Pada  dasarnya penyajian data dilakukan agar memudahkan kita untuk melakukan  presentasi serta membuat kesimpulan kuantitatif maupun kesimpulan  kualitatif, seperti yang kita ketahui bersama ada dua macam metode  penyajian data yaitu dengan table (Distribusi Frekuensi dan Grafik) Pada  Kesempatan yang lalu kita telah membahas tentang Pengajian data dengan  menggunakan Grafik, Kesempatan kali ini kita akan mengupas tentang  pengajian data dengan table tetapi hanya terkhusus pada distribusi  frekuensi berkelompok mengingat distribusi ini berbeda dan sedikit  membutuhkan sentuhan formula untuk melakukannya dibandingkan distribusi  frekuensi data tunggal yang lebih mudah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi sebelum kita mulai,  sebaiknya kita berkenalan dengan apa itu distribusi frekuensi,  Distribusi frekuensi adalah penyusunan bahan-bahan atas dasar nilai  variable dan frekuensi tiap-tiap nilai variable atau katalain menyusun  data berdasarkan kelompok serta mendistribusikannya berdasarka  variable-variabel tertentu dari hasil sebuah pengamatan, penelitian  apakah sumber datanya primer atau sekunder.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila data variable  banyak dan mempunyai nilai minimal kecil serta nilai maksimal yang besar  maka perlu melakukan pengelompokan data karena jika hal itu tidak  dilakukan maka akan membingungkan kita dalam membaca table karena  terlalu panjang kebawah dalam penyusunannya dan tentunya juga akan  banyak memakan ruang dalam kertas anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk memudahkan dalam pelaksanaannya, kita akan menggunakan contoh data berikut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="253"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="bottom" width="35"&gt;&lt;p&gt;9&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="36"&gt;&lt;p&gt;17&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="37"&gt;&lt;p&gt;7&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="39"&gt;&lt;p&gt;8&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="39"&gt;&lt;p&gt;6&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="33"&gt;&lt;p&gt;9&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="35"&gt;&lt;p&gt;24&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td valign="bottom" width="35"&gt;&lt;p&gt;5&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="36"&gt;&lt;p&gt;25&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="37"&gt;&lt;p&gt;12&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="39"&gt;&lt;p&gt;9&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="39"&gt;&lt;p&gt;26&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="33"&gt;&lt;p&gt;26&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="35"&gt;&lt;p&gt;5&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td valign="bottom" width="35"&gt;&lt;p&gt;10&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="36"&gt;&lt;p&gt;30&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="37"&gt;&lt;p&gt;35&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="39"&gt;&lt;p&gt;10&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="39"&gt;&lt;p&gt;17&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="33"&gt;&lt;p&gt;29&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="35"&gt;&lt;p&gt;8&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td valign="bottom" width="35"&gt;&lt;p&gt;6&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="36"&gt;&lt;p&gt;11&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="37"&gt;&lt;p&gt;32&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="39"&gt;&lt;p&gt;28&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="39"&gt;&lt;p&gt;18&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="33"&gt;&lt;p&gt;9&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="35"&gt;&lt;p&gt;14&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td valign="bottom" width="35"&gt;&lt;p&gt;9&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="36"&gt;&lt;p&gt;24&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="37"&gt;&lt;p&gt;31&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="39"&gt;&lt;p&gt;29&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="39"&gt;&lt;p&gt;11&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="33"&gt;&lt;p&gt;10&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="35"&gt;&lt;p&gt;28&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt; Dan sekarang, untuk membuat daftar distribusi frekuensi dengan panjang kelas yang sama, mari kita lakukan sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tentukan &lt;strong&gt;Rentan&lt;/strong&gt;g (Range) = data terbesar – data terkecil. “&lt;strong&gt; 35 – 5 = 30&lt;/strong&gt; ” &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tentukan &lt;strong&gt;Banyak Kelas&lt;/strong&gt; yang diperlukan, banyak kelas dapat dilakukan menggunakan aturan &lt;em&gt;Sturges&lt;/em&gt;, Yaitu :&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Banyak kelas Interval = 1 + (3,3) log n,  “ &lt;strong&gt;1 + (3,3) log 35 = 6, 1&lt;/strong&gt;” dimana n adalah banyak data dan hasilnya dijadikan bilangan bulat menjadi &lt;strong&gt;6 &lt;/strong&gt;(* Perlu diketahui : dalam matimatik /statistic symbol n digunakan untuk sampel dan N (Kapital) untuk Populasi)&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Panjang Kelas (p) : Rentang : Banyak Kelas, “&lt;strong&gt;30 : 6 =  5&lt;/strong&gt;”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memilih  Ujung bawah Kelas pertama, bias diambil sama dengan data terkecil atau  nilai yang lebih kecil dari data terkecil dengan catatan selisihnya  harus kurang dari panjang kelas yang telah ditentukan. Contoh kali ini  menggunakan nilai terkecil yaitu &lt;strong&gt;5&lt;/strong&gt;. Sehingga Distribusi Frekuensi berkelompoknya sebagai berikut :&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="358"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="34"&gt;&lt;p&gt;No&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="67"&gt;&lt;p&gt;Nilai&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td width="87"&gt;&lt;p&gt;Frekuensi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Relatif (%)&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="93"&gt;&lt;p&gt;Frekuensi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kumulatif (%)&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td width="34"&gt;&lt;p&gt;1&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="67"&gt;&lt;p&gt;5 10&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td width="87"&gt;&lt;p&gt;42.9&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="93"&gt;&lt;p&gt;42.9&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td width="34"&gt;&lt;p&gt;2&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="67"&gt;&lt;p&gt;11 15&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td width="87"&gt;&lt;p&gt;11.4&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="93"&gt;&lt;p&gt;54.3&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td width="34"&gt;&lt;p&gt;3&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="67"&gt;&lt;p&gt;16 20&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td width="87"&gt;&lt;p&gt;8.6&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="93"&gt;&lt;p&gt;62.9&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td width="34"&gt;&lt;p&gt;4&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="67"&gt;&lt;p&gt;21 25&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td width="87"&gt;&lt;p&gt;8.6&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="93"&gt;&lt;p&gt;71.5&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td width="34"&gt;&lt;p&gt;5&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="67"&gt;&lt;p&gt;26 30&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td width="87"&gt;&lt;p&gt;20&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="93"&gt;&lt;p&gt;91.5&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td width="34"&gt;&lt;p&gt;6&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="67"&gt;&lt;p&gt;31 35&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td width="87"&gt;&lt;p&gt;8.6&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="93"&gt;&lt;p&gt;100&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" width="101"&gt;&lt;p&gt;Jumlah&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td width="87"&gt;&lt;p&gt;100&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="93"&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p&gt;Nah  jika bentuknya seperti ini akan lebih mudah di interpretasikan dan di  bandingkan karena menampilkan data observasi dengan persentase  (Frekuensi Relatif) dari seluruh observasi. Sementara Frekuensi  Kumulatif  adalah persentase observasi dibawah batas atas setiap  interval secara berturut-turut, yang diperoleh dari menambahkan  frekuensi relative, yang sangat berguna bagi kita untuk menarik  kesimpulan kuantitatif dari data diatas.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terima Kasih Telah Berkunjung, Semoga Bermanfaat……..Insya Allah……!&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;</description></item><item><title>KESALAHA DALAM PENELITAN</title><link>http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/01/kesalaha-dalam-penelitan.html</link><author>noreply@blogger.com (Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan)</author><pubDate>Fri, 1 Jan 2010 23:49:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4789817377455865383.post-8437085777822392786</guid><description>&lt;span class="fullpost"&gt;KESALAHA DALAM PENELITAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diatas lagit masih ada langit, tak ada gading yang tak retak. Munhkin inilah peribahasa yang tepat untuk mengawali pembahasan kita kali ini. Tak ada yang sempurna termasuk dalam sebuah penelitian, dimana sebuah kesalahan tak mungkin terhindarkan tetapi tetap ada usaha untuk meminimalisir kesalahan tersebut itulah kemudian didalam statistic kita mengenal alpha 0,05 atau tingkat kepercayaan 95 % kata lain dari 100 ada kemungkinan salah 5 % bahkan ada yang menggunakan 0,01 atau 0,001 untuk penelitian yang sifatnya trial and erornya berakibat fatal. Biasanya yang menggunakan apha 0,05 penelitian social karena manusia terbilang dinamis, Sedangkan kurang dari itu untuk uji laboratorium dan lain sebagainya. Kemungkinan salah disini tidak berarti mutlah.&lt;br /&gt;
Seperti yang diuraikan diatas kita mampu memilimalisir kesalahan dengan tiga cara:&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Memperbanyak jumlah sampel.&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Menggunakan instrument / alat ukur penelitian yang tepat.&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Menggunakan Uji Statistik yang tepat pula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga Bermanfaat……!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>