<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>IKMA MALAYSIA</title><link>http://ikmalaysia.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/ikmalaysia" /><description>Situs Resmi Ikatan Mahasiswa Al-Amin Malaysia</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</managingEditor><lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 20:04:36 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">76</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info uri="ikmalaysia" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Situs Resmi Ikatan Mahasiswa Al-Amin Malaysia</itunes:subtitle><feedburner:emailServiceId>ikmalaysia</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><title>Ibuku Bernama Palestine</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/GxAGOC6-IsY/ibuku-bernama-palstine.html</link><category>CERPEN</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Thu, 03 Jun 2010 06:57:27 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-6302705838937004732</guid><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/TAdFhQPlaxI/AAAAAAAAAQQ/79wmewogNd8/s1600/Blood_Rose.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" gu="true" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/TAdFhQPlaxI/AAAAAAAAAQQ/79wmewogNd8/s200/Blood_Rose.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;By: &lt;b&gt;Ahmady&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Takbir…!!!” ALLAHU AAKBAR!!!” Takbir..!!!” ALLAHU AKBAR…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara itu menghentam telingaku ketika imam baru saja selesai mengucap salam pertama shalat Jum’at. Club pendukung perjuangan bumi kudus Palestina mengadakan demonstrasi mengutuk penjajahan ‘Israel’ terhadap nyawa-nyawa tak berdosa Palestina. Para peserta demo memegangi spanduk bertuliskan “PALESTINE…! WE CARE”, “PALESTINE WILL BE FREE” dan banyak lagi kalimat-kalimat yang menyulut nyali jihad para pendemo. Tak kalah kalilmat berbahasa arab “KHAIBAR-KHAIBAR YA YAHUUD, JAISYU MUHAMMAD SAUFA YA’UD” sama persis yang di laungkan orator kemudian di sambut serentak oleh semua orang yang berkerumun di halaman masjid ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun ini-tepatnya bulan Mei, genap 62 tahun penjajahan Yahudi terhadap kaum muslimin tepat di jantung jazirah. Usianya genap sebaya dengan ibuku. Wanita yang kekal bertahta dihati itu sejenak manyapaku, wajahnya yang telah kecut oleh usia dan sinar matahari kini meninggalkan sesudut harapan. Sesaat wajah itu terbawa hadir diruangan Masjid ini dibawa oleh angin surga yang dihembuskan oleh kipas angin Panasonic tak jauh berada di depanku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nikmatnya ketika aku dapat hadir lebih awal dari pada biasanya. Seampai di masjid, aku meluru ke bagian depan, Farhan, kawan yang tadi memboncengku kebagian bahagiaku kali ini ketika aku sampaikan bahwa hari Jum’at ini tidak seperti jum’at biasanya. Aku mengangguk ketika ia mengajakku berebut shaf yang terdepan. Wajah ibuku, kembali hadir ketika kipas angin kembali menghembusku, seakan ia ingin berkata “Apa kata ibu, Nikmat bukan, kali ini kamu seperti mendapatkan segunung emas, bukan saja seekor onta. kamu seperti medapat telur busuk kalau selalu hadir terlambat untuk sholat Jum’at. Apa lagi kalau khatib sudah naik ke mimbar, malaikat sudah menutup buku.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah azan belum juga berangkat… pilih telur busuk daripada seekor onta ya?” begitu suaranya terngiang-ngiang di telingaku dengan nada geramnya. Namun hari jumat ini sepertinya menjadi hari yang sudah lama ia janjikan. Hari yang dihadiahkan senyuman buatku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak dapat kupungkiri memang, ketika Khatib berseru kepada sekalian jama’ah untuk bertaqwa dan menghitung diri. Dilanjutkan dengan bab yang sama sekali tak terlintas difikiranku sebelumnya. Bahwa ada perbedaan antara kalimat ‘ba’athnakum dan arsalnaakum’ demikian pula perbedaan antara kalimat tajri tahtahal anhar yang ada di surat at-taubah dengan tajri mintahtihal anhar di surat-surat yang lainnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sontak gelaran buat para shahabat radiallahu anhum wa radhuu’anhu itu menusuk-nusuk setiap pori-poriku mengalirkan air sungai dari surga yang diinjeksikan ke setiap nadi. Kepahamanku yang sangat minim tentang khutbah berbahasa arab cukup membuatku malu andai saja para shahabat yang di jamin surganya menontonku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka korbankan semuanya untuk mendukung Islam. Prihatin, bukan saja aneh ketika tidak satupun pemimpin dunia sekarang ini semulia Umar yang sangat perduli teradap rakyatnya hingga sanggup bergerilya di malam hari. Malu ketika tidak ada saudara sesetia Abu Bakar yang merogoh kantong membeli Bilal dan memberikan sebagian besar isinya untuk maula-nya. Itulah yang terjadi dengan keluargaku sekarang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Khatib undangan dari Iraq itu menjelma seperti pesulap yang mengantarkan aku kesebuah tempat yang bersepadan antara masa lalu, masa kini dan akan datang. Masa itupun berterbangan membawaku mengunjungi seluruh jazirah, ke langit-langit Jerussalem, Tebing barat, Gaza dan kembali lagi kelagit-langit negriku yang memantulkan bayangan batu-batu beserakan dan puing-puing runtuhan bangunan akibat gempa juga semburan lumpur yang mengecat muka bumiku berwarna coklat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu penerbanganku mendarat di langit-langit rumah sakit, tempat ibu dirawat. Selang-selang menjulur dari hidung beliau sedang tangannya bengkak disatroni jarum yang menusuk nadi. Di sampingnya monitor yang menunjukkan angka-angka dan garis-garis seperti yang biasa aku lihat di televisi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leukemia yang menggelayuti beliau berada di stasiun tiga, terapi belum juga dapat dilanjutkan lagi-lagi karena biaya. Sungguh himpitan ekonomi ini menjadi cobaan berat bagiku. Ya tuhan usaha apa lagi yang hamba bisa lakukan untuk menyelamatkan ibu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paman bibiku sudah aku temui, jawabannya seputar “sepupumu mau berkhitan dan butuh biaya untuk syukuran” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidah jauh beda dengan uwakku yang bercaramah panjang lebar, seperti tahu saja apa mauku sebelum aku mengutarakannya. Mereka beralasan kalau anaknya akan mendaftar di perguruan tinggi. Tetangga kanan kiri juga tidak luput mendengar keluhan ku, aku putuskan untuk mendatangi saudagar kain pemegang asset besar di pasar kotaku. Namun jawabnya, “Coba kamu cari lembaga sosial yang melayani masalah kesehatan, atau minta pinjaman di Bank, atau ada baitulmal yang bersedia membantumu nak” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bukan meminta nasehat pak, aku butuh uang untuk ibuku, kalau tak lebih dari kata-kata yang mampu bapak sumbangkan. Lebih baik lain kali saja” Gerutuku dalam hati, tapi diam-diam kupikirkan usulnya. Sambil setengah mengangguk aku berpamitan sembari menyusun rencanaku yang selanjutnya. Walaupun aku tahu belum ada satu baitulmal-pun di negri ini. Ataupun tidak ada Bank yang melayani pinjaman hanya alasan nyawa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
@@@&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mbak saya ingin tau administrasi Ibu saya” kepada resepsionis berjilbab itu aku alamatkan pertanyaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ibu Mas namanya siapa” Jawab perempuan itu sambil meraih mouse sedang tangan kirinnya menggapai fail yang dihulurkan coleganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ibuku bernama Falesthin, pasien leukemia” mendengarnya mereka berpandangan satu sama lain seperti ada perkataanku yang tidak dapat ditangkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa mbak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, nggak mas apa tadi, ehmmm… ejaannya”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“F A L E S T H I N”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf ya mas…” setelah bebereapa saat kemudian, sepertinya ada bebaban berat mengantung padu di kepalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Medi, Mediterrani” lantas jawabku sebelum sang perawat salah memanggilku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf ya mas Medi, rasanya kurang etis kalau saya mengatakan langsung, karena ini menyangkut pengobatan juga, Dokter Surya yang pantas menjelaskan kepada Mas Medi” Perempuan itu lalu menunjukkan ruangan dokter yang harus aku temui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mediterrani anakku, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mudah-mudahan Allah selalu merahmati mu nak. Ibu selalu berdoa untuk keselamatanmu. Dan memohon agar Yang Maha Kuasa menjauhkanmu dari fitnah dunia juga fitnah akhirat. Setiap yang hidup bakal mati nak, hanya waktu yang dapat menjawab pertanyaan itu, bagai mana caranya manusia mati hanya Allah yang maha tau. Janganlah penyakit ibu ini kamu jadikan penghalang kau meraih cita-citamu” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Remuk redam terasa dadaku, gerimis mulai melanda di pelupuk mata ketika membaca surat dari ibu. Mungkinkah ini pesan terakhir yang mampu beliau titipkan lewat dokter yang merawatnya itu. Bagaimana akan ku raih bintang tanpamu ibu? Bagai mana aku mengukir nama ketika ibu harus pergi? Untuk siapa ku perjuangkan semua ini? Ya Allah… ini masih di persimpangan jalan, jangan dulu kau pisahkan aku dengan ratuku. Jangan dulu kau coba aku ketika aku sedang keletihan dan lemah mencari belas kasihan. Seperti bah yang tak dapat dibendung, semakin deras air mataku menggenang tak tertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ibu selalu teringat kata-katamu. Kau ingin membangun yayasan untuk anak yatim, membangun baitulmal untuk membantu orang-rang miskin, membangun rumah sakit untuk orang fakir, mendirikan yayasan beasiswa untuk anak pintar, dan banyak lagi cita-citamu nak. Hanya tinta pena yang mampu ibu bekalkan, karena hanya itu yang ibu mampu belikan untukmu. Tugas membesarkan mu sudah ibu penuhi, kini izinkan ibu mengantarmu di persimpangan hidup ibu. Tidak ada yang lebih membahagiakan ibu selain melihatmu sukses, kemudian melangkah agar semua mimpi jadi kenyataan” Semakin deras air mata mengalir dan menggoncang benteng jiwaku yang dulu teguh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika aku terbang kemasa lalu mengingat masa remajaku 6 tahun dahulu. Saat istirahat menanam padi di sawah, aku menerawang langit yang cerah, di atas awan sana aku lukiskan bangunan-bangunan bernama cita-cita. Ibu mengamini sembari membantuku mengecat dinding-dindingnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ibu… tidak ada yang lebih membahagiakan anakmu selain melihat ibu sembuh. semua pintu sudah aku ketuk ibu…. Semua meja aku datangi, tangan-tangan pejabat sudah ku jabat. Namun tiada Hartawan sedermawan Abu Bakar, tidak ada pemimpin setunduk Umar. Mereka tidak perduli ibu… Ya Allah kuatkan lah hambamu” Entah kapan waktunya terakhir aku mengusap air mata, tapi waktu itu, di ruangan yang serba putih, di depan dokter yang berpakaian bersih, sepertinya airmataku pasrah menggenangi atmosfer rumah sakit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua yang kumampu sudah kulakukan ya Allah, Aku sudah mendatangi tetanggaku seperti yang ibu lakukan ketika malam-malam mencari sebatang jarum untuk menjahit bajuku upacaraku, Aku tebalkan mukaku kepada saudara-saudaraku seperti ibu ketika mencari pinjaman uang untuk iuran ujianku. Aku datangi meja-meja pejabat seperti ibu mengemis kepada kepala sekolah untuk menunda uang bangunan penendaftaran SMA-ku. Aku salami tangan-tangan pejabat seperti Ibu menyalami guru ngajiku. ALLAHU AKBAR..!!! Hati ku bertakbir, getir mengingati jerih pahit ibuku. Ternyata ini tidak sebarapa dibanding pengorbananmu ibu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu, bukan salah eyang memberi nama Falesthin untuk ibu, Namun kenapa nasib ibu sama dengan Palestina. Mereka menjerit, melaung minta pertolongan, tapi dunia seakan buta dan tuli. Aku bukan tabib yang manjur menyembuhkan ibu, aku tak punya harta untuk membayar semua ibu. Dua tangan dan kakiku seperti tangan dan kaki mereka, menggandeng sepanduk pembala nasib. Mereka tak punya jubah kebesaran dan tahta kekuasaan begitu juga aku, mereka hanya menyandang doa yang terangkai erat di setiap sudut spanduk-spanduknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HIDUP… HIDUP ISLAM…!!!” suara orator yang lain membuyarkan wajah Ibu dari mataku. Lalu dijawab sorakan serentak para peserta demo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali lelaki yang mengikat kepalanya dengan kain bertuliskan syahadatain itu mengancam “LAKNAT… LAKNAT YAHUDI…!!!” semakin gencar orasinya berbahasa melayu saat menyadari hanya orang-orang melayu yang ada disekitarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku terpegun heran, di mana Al-Aqsa fans yang lain. Kenapa ada dua aqsa dalam satu kampus? Kenapa tidak kami bergabung seperiti sapu lidi sehingga menjadi kuat? Kenapa tidak kami bersorak serentak sehingga seantero alam mendengarnya? Kemana pemuda-pemuda berkulit barsih dan mencung menghilang? Kemana darah-darah Arab sedang mengalir? Kemana otot-otot pemuda Afrika beristirahat? Kenapa mereka membiarkan muda-mudi yang kerdil ini berteriak? Suara yang seukuran tubuh kami mereka biarkan melaung-laung hingga serak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agaknya begini kampusku mewakili wacana dunia, ternyata seperti ini pemandangan peta umat manusia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bendera ‘Israel’ yang aku pijak ini mengingatkan tentang kerudung ibu yang berwarna putih-biru. Warna darah di sepanduk bergambar anak kecil yang sedang terluka pula mengrimku kembali kerumah sakit tempat Ibu terbaring tak berdaya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau berjuang sendiri nak? Kemana Yerussalem, kemana Saudi? Kemana Misro? Kemana kaka-kakakmu? Bukankah kita masih punya saudara nak, kenapa tidak minta uwakmu Indonesi? Atau bibikmu Maly?” kertas bisu itu mengancamku dengan berbagai pertanyaan yang aku sendiri tak tahu harus menjawab apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka semua punya keluarga Ibu, aku tak enak hati, dan malu sendiri bila harus minta kepada mereka lagi bu. Sebagian mereka sudah membantuku, tapi sebagian pura-pura tidak tahu” Kututurkan jawaban untuk ibu pada kertas yang lusuh tak bermaya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk Ibu nak, hijrahlah kemana saja kamu inginkan. Temukan mata pena untuk kau tuangkan tinta mu, temukan kertas-kertas untuk kau tuliskan penamu. Tinggalkan ibu disini sendiri, Tuhan maha kaya, semoga Dia membuka pintu hati kakak-kakakmu. Semoga Dia menginsafkan uwak dan bibimu.” Amin, ku usap mataku untuk keseian kalinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita tidak punya banyak waktu lagi, ibumu harus segera diterapi. Baik mendatangkan dokter pakar dari Singapura atau menghantar kesana.” Tegas Dokter Surya ketika menyadari aku selesai membaca surat Ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kami tidak punya biaya, dokter.” Sambil mengusap air mata yang tersiasa aku menuntut ide dari sang dokter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kabarnya kamu mendapat tawaran beasiswa dari SMA-mu untuk kuliah di Malaysia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar dokter, tapi saya bingung, seperti memadamkan api dibadan dengan telapak tangan.” Jawabku bermadah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ular yang berjalan mulus tak pernah kehilangan bisa, Medi.” Entah dari mana dokter muda itu tahu namaku. Tatapan matanya mengatakan ia ingin sekali menolongku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya tahu apa yang sedang kamu kamu rasakan, sudah banyak pasien saya seperti ini. Kamu termasuk orang yang paling tangguh yang pernah aku temui dengan usia semuda ini. Bahkan aku pernah mengalaminya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksud Dokter?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika hampir sidang kedokteran, ayah saya menigggal secara mendadak. Saya punya pilihan untuk terbang ke tanah air dari Australia atau konsentrasi dengan sidang saya. Pilihan yang sangat sulit bagi saya waktu itu, untung saja keluarga saya mengerti lalu menyuruh saya untuk konsentrasi.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiranku masih terfokus pada surat ibu yang semakin lama semakin kusut aku remas. Namun, kesan dokter yang menguatkan itu perlahan kutangkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau tidak kamu ambil tawaran ini, apa konsekuensinya?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tahun depan dokter, itupun kalau tak di ambil orang lain.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kamu ingin membiarkan kesempatan emas itu di ambil orang lain?” tanpa sempat aku jawab sang dokter meneruskan kata-katanya. “Ibumu ingin sekali kamu melanjutkan tahun ini, Cuma kamu yang jadi harapan beliau. Janganlah kecewakan beliau Medi. Beliau tidak ingin melihat wajah kamu ketika sadar nanti. Itulah pesan beliau. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang harus saya lakukan dokter?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetap berdoa untuk ibu kamu, ini ada tiket pesawat ke Singapura serta sedikit uang yang dapat kamu gunakan untuk ongkos ke Malaysia, tapi hanya satu jalan saja. Dan ini rekomendasi serta surat-surat rujukan rumah sakit, tolong kamu serahkan ke Rumah sakit di Singapura.” Sambil menyodorkan dua lembar amplop sang dokter dengan yakin mematungkan badanku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bengong sesaat seperti tidak percaya dengan apa yang sedang aku dengar. “Malaikat atau manusia yang berdiri putih bersih di depanku ini?” Gemuruhku dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta.. tapi dokter…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang dokter kemudian mencatatkan nama dan nomor telephon di balik kartu namanya sendiri tanpa menghiraukan aku. “Alamat rumah sakit di Singapura semua ada di sini. Yang ini nama dan nomor handphone sahabat saya di Kuala Lumpur. Dia sedang melanjutkan doctoral filosofi ilmu Kimia di Universiti Islam Antarabangsa Malaysia. Mudah-mudahan dapat membantu kamu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MASYA ALLAH…. Engkau memang maha kaya, baru saja aku lipat surat ibu, sekarang engkau kirimkan malaikat serba putih meringakan bebanku. Tak sedikitpun keraguan atas Mu ya Allah, Aku sudah tak berdaya menolak pertolonganmu lagi. Aku kini semakin yakin, bahwa inilah tunas ikhtiar yang pernah aku tanam, inilah suburnya doa yang selama ini aku sirami. Sungguh engkau tak pernah tidur ya Allah, walau sesaatpun. Engkau juga tak pernah lupa walau sedetikpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesampainya di Singapura nanti jangan lupa kabari saya. Asal surat itu sudah sampai, proses yang selanjutnya biar pihak rumah sakit yang mengurus. Sekarang yang terpenting surat ini secepatnya sampai ke sana.” Tutur Dokter Surya menjawab kekhawatiranku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Singapura… Malaysia… aku datang… Ibu… Aku titipkan Ibu pada Allah melalui tangan Dokter Surya.” Tanpa ragu sedikitpun aku melangkah meninggalkan Ibu yang sedang terbaring di rumah sakit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
@@@&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Medi” Tangan berbulu setengah kaku sedang merangkul pundakku. Ghulam, teman sekelas yang gempal berbagsa India Tamil itu mengejutkan ku yang sedang mengerumuni tempat demonstrasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bhay… you surprised me. Kesi hoon bhay” Gayaku menirukan Syaif Ali Khan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tik hey… Ap kesi hoon” Kali ini dia tak meniru siapa-siapa. Menurutku dia tidak kalah tanding dengan Abishek Bachan kalau bersanding dengan Aisywarya ray. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“By the way, I found this in my box, I think it is for you.” Sambil menghulurkan sampul surat yang bukan dari dalam Malaysia. Perangkonya bertuliskan “Dengan pajak kita berzakat, derajat umat kian terangkat,” dan bergambar bangunan yang menyerupai supermarket, kelapa sawit, padi dan emas di buat dengan super expose yang sangat menarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suratku, kenapa bisa di kotak pos India ini? Ah… pasti ada yang tidak beres. Pantas saja dulu Dabo, taman satu kamar asal Guinea itu menjemput surat dari luar. Ternyata benar katanya, kalau kiriman mau selamat di kampus ini, harus punya alamat pos di luar. Dia sendiri sering tidak menerima kiriman abangnya dari Jepang. Ya Allah, kali ini engkau kirimkan malaikat berkulit hitam menolongku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, thank you so much bhay…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memberi isyarat kepada Farhan untuk pulang ke asrama dan berpamitan dengan Ghulam, aku dan kawanku melesat dengan motornya ke kamar kami masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terimakasih ya Far…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke Jumpa lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buat ananda Mediterrani &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
di sebrang…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga yang kuasa selalu melimpahkan rahmat buat mu. Alhamdulillah, berkat doamu kiranya kesehatan Ibu sekarang semakin pulih. Anakku, sepertinya Tuhan mengizinkan Ibu untuk merayakan kesuksesanmu. Ibu sangat bersyukur punya anak seperti kamu, rahmat tuhan bertebaran di mana-mana nak, rahmat-Nya untuk ibu di kirimkan lewat tanganmu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lihatlah betapa maha kayanya Dia, kakak-kakakmu kini bekerja sama membangun usaha untuk mengganti pengobatan ibu. Saudi yang sudah lama belum punya anak, sebentar lagi menjadi bapak. Uwak dan bibimu juga menjadi pertimbangan mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari nak, kita bangun kembali gedung cita-cita itu. Gedung yang berpondasikan mimpi, berwarna harapan, berpagar ikhtiar. Daun pintu yang kau inginkan terbuat dari keyakinan, tabirnya bersulam kepercayaan, jendelanya berkaca tatapan masa depan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anakku,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tajamkan mata penamu, cairkan tintamu, lembutkan tarian jarimu serta susunlah kertas-kertasmu. Setelah baris-baris kertas itu kau penuhi dengan angka perjuangan, jilidlah mereka dengan tali yang berpintal doa. Sampullah dengan pekertimu dan serahkanlah ke meja sebuah bangsa, bacakan pada kalangan manusia, suluh dengan lampu sebuah agama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keraskan bacaanmu nak. Agar telinga raja tersentuh suaranya, imam-imam jamaah tak lupa berjabat mesra, penggawa kerajaan bersiaga. Agar air sastrawan ikut mengalir di sungai tintamu. Agar musuh menjadi surut, perbedaan menjadi kerut, pengkhianat bertekuk lutut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anakku, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu menunggumu membawa kabar yang tertunda, di persimpangan tempat kita menanam usaha, menyirami doa, menyemai mimpi memupuk harap. Agar semua sakit terobati, semua luka tersembuhkan. Agar semua tangis menjadi tawa, semua lara menjadi suka, semua hangat menjadi dingin, dan semua keruh menjadi bening. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam dan bingkisan doa dari Ibumu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kursi yang bernama rindu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“SUBHANALLAH… ALHAMDULILLAH YA ALLAH… setahun bagai satu kelipan-Mu, satu Palestina telah Engkau selamatkan. Kelipan yang selanjutnya… Selamatkanlah Palestina yang lain… Amiin…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
@@@&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-6302705838937004732?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/GxAGOC6-IsY" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-03T06:57:27.422-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/TAdFhQPlaxI/AAAAAAAAAQQ/79wmewogNd8/s72-c/Blood_Rose.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2010/06/ibuku-bernama-palstine.html</feedburner:origLink></item><item><title>Dilema Berfikir</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/SBeApMe06is/dilema-berfikir.html</link><category>Artikel IKMA</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Sun, 09 May 2010 20:04:22 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-6541760343906249762</guid><description>Dilema Berfikir&lt;br /&gt;
By; Ahmady&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/S-d3W6S8sYI/AAAAAAAAAP0/bnAJ5amtwVE/s1600/think.gif" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/S-d3W6S8sYI/AAAAAAAAAP0/bnAJ5amtwVE/s320/think.gif" tt="true" width="232" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kadang-kadang seseorang berfikir karena dia tidak punya pilihan. Layaknya orang yang terhalang tembok dari sinar matahari, mereka harus berfikir untuk memecahkan tembok itu, karena kalau tidak berfikir ia tidak dapat merasakan nikmatnya metahari bersinar (&lt;em&gt;everest effect&lt;/em&gt;).&lt;/blockquote&gt;Berfikir adalah sesuatu yang misteri. Apa yang difikirkan seseorang belum tentu dapat dideteksi oleh orang lain, sebagian orang mengatakan bahwa bagaimana cara kita berbicara adalah cara kita berfikir. Tidak salah, apabila seseorang itu petah berbicara, dapat dipastikan ia lihai dalam berfikir, begitu juga sebaliknya. Tapi itu semua tidak mutlak adanya. Seseorang yang tidak dapat berfikir dengan baik, dia gagal untuk berkomunikasi dengan baik. baik melalui tulisan, pandangan, maupun pendengaran. artinya orang tersebut tidak sadar sepenuhnya apa yang terjadi di sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kita berada dalam tahap kesadaran yang penuh, berarti kita berada dalam kaya akan pikiran. Dari itu kita dapat mendengar, melihat, membaca, berbicara dan beraksi dengan baik. Sebaliknya ketika kita tidak dapat berfikir dengan baik maka kita tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, kalau sudah begitu kita tidak bisa mengorganisir pikiran kita terhadap hal-hal baru yang datang kepada kita. Akibatnya kita akan menyalahkan sesuatu atau seseorang yang ada di sekitar kita. Kita cenderung mengatakan dia, kamu, si anu dan itu dari pada aku dan ini. Pemikiran yang baik berpengaruh kepada organisasi yang baik, hal ini akan masuk akal seperti: Mangapa aku di sini? Apa yang aku lakukan? Sesuatu yang masuk akal dengan baik pula akan menciptakan hubungan yang baik sedangkan Sesuatu yang masuk akal dengan tidak baik akan menyebabkan hubungan yang kurang baik dan menyebabkan seseorang itu menetukan pilihan yang salah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pilihan yang tidak tepat juga berimbas kepada kebiasaan yang tidak baik. Seperti kebiasaan bersumpah demi Allah sedangkan perbuatannya tidak menunjukkan demikian ataupun gampang sekali mengiyakan atau menyetujui sesuatu dan mengumbar janji tanpa meninjau kembali konsistensinya terhadap hal-hal tersebut, dalam artian tidak membuktikan kata-katanya dengan perbuatan. Akibatnya, mudah terpengaruh dengan apa yang biasa di panggil &lt;em&gt;Gazwul Fikri&lt;/em&gt; atau perang pemikiran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir dengan baik dan menyadari sepenuhnya keadaan setempat akan mendorong seseorang memiliki kecerdasan emotional. sehingga seseorang itu dapat mengontrol emosinya serta dapat mentolerir hal negatif yang datang kepadanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa kita musti berfikir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang-kadang seseorang berfikir karena dia tidak punya pilihan. Layaknya orang yang terhalang tembok dari sinar matahari, mereka harus berfikir untuk memecahkan tembok itu, karena kalau tidak berfikir ia tidak dapat merasakan nikmatnya metahari bersina (&lt;em&gt;everest effect&lt;/em&gt;). Hal ini sama saja seperti kiriman lambat datang, bagimana agar aku tetap bisa makan? Sebagian yang lain justru berfikir untuk mendatangkan masalah baru, aku ingin mencari pendapatan sampingan agar punya uang lebih, dengan demikian aku bisa menabung. Di sini ada beberapa hal yang membuat orang itu berfikir.&lt;br /&gt;
1. Reaksi terhadap sesuatu tertentu (&lt;em&gt;reactive thinking&lt;/em&gt;) seperti lelaki yang mempunyai dua istri. mau tidak mau dia harus berfikir untuk mengatasi masalah-masalah beristri dua dibanding dengan orang yang hanya beristri satu.&lt;br /&gt;
2. Berfikir karena suka untuk berfikir. Seperti Imam Ghazali&lt;br /&gt;
3. Berfikir untuk suatu yang menantang ide-ide baru. Seperti pembuatan pesawat telepon.&lt;br /&gt;
4. Berfikir untuk menjadi seorang yang dekat dengan Allah seperti dalam surat Ali-Imran ayat 190-200.&lt;br /&gt;
5. Berfikir untuk protes sesuatu yang kurang berkenan ataupun untuk membetulkan sesuatu. &lt;br /&gt;
6. Berfikir untuk mencari kesalahan orang lain. Seperti bawahan yang ingin menjatuhkan atasan. Intensitas yang tinggi dalam poin ini akan menyebabkan seseorang itu cenderung kufur kepada nikmat Tuhan. Ini karena kebiasaan menyalahkan keadaan, padahal yang disalahkan mempunyai otoritas yang lebih tinggi. Seperti menyaklahkan hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa seseorang itu tidak dapat berfikir dengan baik?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hal ini diyakini sebagai hal-hal yang menghambat sesorang itu berfikir dengan baik. &lt;br /&gt;
1. Karena kita menganggap diri kita sendiri, mengingkari keberadaan orang lain. Kita seperti dalam kotak hitam yang tidak ingin bersosialisasi dengan orang lain. sehingga pikiran kita buntu karena tidak ada yang mendoronga kita berfikir. Kotak hitam tersebut tidah pernah menyisakan tempat untuk orang lain, seperti orang tua, calon anak, calon istri, orang -orang sekampung kaum sebangsanya apatah lagi umat satu agama.&lt;br /&gt;
2. Anggapan bahwasanya hanya ada dua hal di muka bumi ini, kalau tidak halal maka haram, kalau tidak hitam maka putih (&lt;em&gt;Polarization).&lt;/em&gt; Kenyataannya di dunia masih ada makruh, mubah dan sunnah, maupun kelabu merah dan biru (&lt;em&gt;fuzzy logic&lt;/em&gt;). Ataupun ada istilah red herring yang mencoba mengatasi masalah dengan mengungkapkan alasan. &lt;br /&gt;
3. Karena ada kekuasaan yang menghalangi seseorang itu berfikir. Seperti suami yang tidak mengizinkan istri mencari uang. Oleh itu sang istri tidak pernah berfikir bagaimana mencari uang.&lt;br /&gt;
4. Karena lemahnya kecerdasan emosional (EQ). Kecerdasan emotional membantu seseorang itu memahami sesuatu seperti apa yang sedang di rasakan orang lain, dari itu ia akan mencoba menolong orang yang mempunyai masalah yang sama dengannya. &lt;br /&gt;
5. Gangguan mental. Sangat jelas orang ini membutuhkan psikiatri untuk bisa kembali berfikir.&lt;br /&gt;
6. Tidak melihat kemungkinan yang lain (&lt;em&gt;in sigmoid&lt;/em&gt;). Kita menganggap hanya bisa dapat C, oleh itu kita tidak berfikir bagaimana mendapatkan A. Karena A tidak pernah terlintas dalam pikiran kita.&lt;br /&gt;
7. Pemikiran katak rebus (&lt;em&gt;boiled frog&lt;/em&gt;). Ini adalah seseorang yang selalu merasa bahwa dirinya tidak punya masalah. Seperti katak yang di rebus perlahan-lahan, ia tidak menyadari kalau maut sedang mengancam. Setelah katak itu sadar, air telah mendidih dan sudah tidak berdaya untuk lompat keluar manci. Bahayanya, hukum alam mengatakan penyesalan tidak pernah datang dipermulaan. Ketika nasi telah jadi bubur, semua usaha akan sia-sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ular yang halus jalannya tidak perna kehilangan bisa. Begitu istilahnya, pemikiran boleh tajam dan maju terus kedepan tanpa harus menabur keributan di sana-sini. Sudah tidak zamnnya lagi perjuangan dengan otot lalu otak di nomor-sekiankan. Allah SWT telah menentukan ke-vitalan mental manusia mengungguli makhluk-makhluk lainNya. Di tangan kita kemudi semua pemikiran, supaya perang pemikiran bisa kita menangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Dari berbagai sumber&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-6541760343906249762?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/SBeApMe06is" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-05-09T20:04:22.761-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/S-d3W6S8sYI/AAAAAAAAAP0/bnAJ5amtwVE/s72-c/think.gif" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2010/05/dilema-berfikir.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pengumuman</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/WrmDo9BY8zk/pengumuman.html</link><category>Pengumuman</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Thu, 03 Jun 2010 02:48:25 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-8161989031158587557</guid><description>Assalamu'alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;
Semoga teman-teman semua dalam keadaan sehat tidak kurang suatu apapun. Mengingat sudah masuk semester baru dan kita juga belum punya agenda, maka kepengurusan IKMA mengajak semua anggota untuk berkumpul dengan tujuan evaluasi. InsyaAllah musyawarah ini akan diadakan pada:&lt;br /&gt;
Hari: Jum'at 7 Mei 2010&lt;br /&gt;
Jam : 9 pm&lt;br /&gt;
Tempat : HS building LR20&lt;br /&gt;
Demikian pengumuman ini disampaikan, terimakasih atas kerjasamanya.&lt;br /&gt;
NB: Diharap untuk semua kawan-kawan membawa slip nilai semester3 beserta financial statement. Untuk teman-teman Siak cukup membawa syarat-syarat proposal yang sudah diumumkan oleh ketua Siak (Sdr. Aman Sahroni).&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Wassalamu'alaikum. Wr. Wb.&lt;br /&gt;
Tertanda&lt;br /&gt;
M. Ahmadi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-8161989031158587557?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/WrmDo9BY8zk" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-03T02:48:25.589-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2010/05/pengumuman.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kembali ke Kampus</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/NFMP8EEvG0w/kembali-ke-kampus.html</link><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Tue, 27 Apr 2010 12:28:40 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-852601107396435037</guid><description>&lt;b&gt;Kembali ke Kampus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Oleh: Admin&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Bagi kita yang percaya manusia diciptakan lelaki dan perempuan, maupun bumi ini ada dua kutub: utara dan selatan, tentunya percaya juga bahwa sejarah ada dua: kesuksesan dan kegagalan. Sejarah mana yang akan kita ulangi? &lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/Se0h6HkKSAI/AAAAAAAAACA/e9OB56SHdLA/s1600/kontributor.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/Se0h6HkKSAI/AAAAAAAAACA/e9OB56SHdLA/s200/kontributor.gif" width="190" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="goog_1349403954"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1349403955"&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span id="goog_1952423081"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1952423082"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Liburan telah membawa kita melanglang buana ke tempat-tempat yang ingin kita kunjungi dan idamkan ketika kita sibuk kuliah. Sebagian tempat memang kita wajar dan boleh untuk kita mengunjunginya manakala sebagian tempat yang lain terhalang oleh otoritas, agama, adat dan kesopanan dari sepadan hasrat dan keinginan kita, meskipun kita mampu siribukali mengunjunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun waktu memanggil kita kembali ke kampus untuk melajutkan lagi perjuangan yang selama beberapa tempo tertunda. Hendaknya istirahat sejenak telah membekalkan bingkisan-bingkisan manfaat yang akan menguatkan kita meneruskan pergelutan di medan ilmu ini. Namun biarlah bingkisan-bingkisan itu dibaluti niat yang baru, dijinjing dengan semangat yang kuat dan diikat dengan simpul strategi yang kukuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Niat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Siapa yang tidak hafal cuplikan hadits Nabi yang bermakna "Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung kepada niatnya". Demikian potongan matan ampuh yang menghiasi bab-bab permulaan sebagian besar kitab-kitab hadits. Niat tentunya boleh luntur diterpa angin liburan dan ribut keseharian. kadang kita lupa niat, kita bahkan tidak tahu apa yang sedang kita lakukan. Alangkah baiknya kalau niat kita diperbarui agar kesibukan kampus yang kita jalani sehari-hari akan berbuah pahala selain ilmu mejadi pohonnya. Kita berikan komitmen terhadap sesuatu yang lebih dari sekedar kata-kata dengan penuh semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Semangat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ambillah semangat itu dari mana saja kau temukan. Sebagian orang akan mendapatkan semangatnya kembali dari orang yang mereka sayangi seperti ibu, ayah, keluarga, istri maupun suami atau orang tertentu yang mereka sayangi. Manakala sebagian yang lain akan memompa semangatnya kembali ketika kejenuhan datang tiba-tiba. Bagi golongan pertama, beruntunglah kalau orang yang mereka sayangi tersebut selalu ada untuk mereka, apa bila semangat mulai lutur, menjaga komunikasi dengan mereka adalah langkah yang tepat. Bagi golongan yang lain, biasanya tidak perduli dengan ribut maupun petir. Mereka biasanya mempunyai semangat baja yang tak mudah lentur, namun adakalanya ia patah dan harus di sepuh kembali. Rasa takut gagal dapat membantu seseorang itu tampil dengan semangat mematahkan ketakutan itu. Falsafah barat yang mengatakan "Fear is the great motivator" ada benarnya, penulis sendiri pernah mengalami. DI tahun pertama kuliah, mata kuliah Psikologi menjadi momok bagi penulis. Rasa takut gagal mulai bercokol, dari itu berbagai cara dilakukan untuk lepas mata kuliah ini. Akhirnya tidak hanya lulus tapi penulis mendapat prediket yang sangat baik. Demikian rasa takut menjadi pendorong yang sangat hebat yang manghantar seseorag mengatur strategi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Strategi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Strategi juga menjadi salah satu yang harus dibenahi. Garis-garis yang kita gambar ada kalanya melenceng dan kabur oleh hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti ada mata kuliah yang tidak lulus, nilai yang menurun, mata kuliah yang tidak ditawarkan dan lain sebagainya. Kita bukan orang yang menjalani kehidupan seperti air mengalir yang tidak tahu di mana akan bermuara. Pertanyaan-petanyaa n seperti: Sudah berapa umurku? Siapa orang yang menjadi temanku? Tinggal berapa ongkosku? Akan ke mana aku selepas ini? Apa yang sudah aku berikan untuk orang tuaku? apa yang harusa aku bawa pulang nanti? Penulis yakin itu semua ada dalam buku harian kita. Jadi kita bisa berjalan tidak jauh dari garisan yang kita gambar sendiri. Gunakan alas kaki jika jalan berkerikil dan tuntun saja kereta ketika ada tanjakan. Targetkan sesuatu menjadi tali tambatan, supaya apa yang akan kita raih tak jauh bila kita tergelincir.    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi kita yang percaya manusia diciptakan lelaki dan perempuan, maupun bumi ini ada dua kutub: utara dan selatan, tentunya percaya juga bahwa sejarah ada dua: kesuksesan dan kegagalan. Sejarah mana yang akan kita ulangi? Kalau sejarah kegagalan, anggap saja hidup ini bagai air yang mengalir dan jangan tanyakan dosa kalau kita tak tau di mana ia akan bermuara. Jangan hitung waktu dan bekal yang telah kita habiskan kalau kita tak yakin itu tak akan dipertanyakan. Bagi kita yang ingin mengulang sejarah kesuksesan, kita seharusnya menyengaja perbuatan kita dengan perhitungan akhirat, gauli mereka yang akan mendorong kita dan jauhi yang akan menenggelamkan. Dan merasa takut akan tergelincir dengan mengikat diri dengan tambatan serta menyerahkan semua usaha kepada Yang Maha Kuasa bukannya pasrah pada nasib. Wallahu a'lam... (Admin)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-852601107396435037?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/NFMP8EEvG0w" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-27T12:28:40.215-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/Se0h6HkKSAI/AAAAAAAAACA/e9OB56SHdLA/s72-c/kontributor.gif" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2010/04/kembali-ke-kampus.html</feedburner:origLink></item><item><title>Stasiun Terakhir</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/NXTY2zjVIts/stasiun-terakhir.html</link><category>CERPEN</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Tue, 20 Apr 2010 23:32:27 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-608813158994096465</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/S86ZXFEeZUI/AAAAAAAAAPw/vXyq3OOepnY/s1600/facility-bus-stand1%5B1%5D.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="224" src="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/S86ZXFEeZUI/AAAAAAAAAPw/vXyq3OOepnY/s320/facility-bus-stand1%5B1%5D.jpg" width="320" wt="true" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kali ini aku ingin menjadi kertas putih tempat Suri menuliskan cerita, menjadi kanvas tempat ia melukiskan kisah, menjadi selimut untuk ia bersemadi, menjadi dahan rindang untuk ia berteduh, menjadi tikar utuk ia meluruskan kaki, dan nenjadi langit biru tempat ia menatap harapan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;strong&gt;Stasiun Terakhir &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Oleh: Ahmady&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tit… tit…” Tiba-tiba Hp Sony Ericsson K530i ku berdering, antara sadar dan tidak, namun ibu jariku langsung melesat membuka inbox sekenanya. “7.30pg d bastop t’akir. atw tdk sm se x.” Begitulah nada sms yang kuterima. Tengah malam itu, aku memang keletihan, karena seharian aku tidak istirahat, 1 hari sebelumnya kelasku mulai jam 8.00 pagi sampai 3.30 sore. Sehabis kelas aku hantar temanku yang sedang sakit ke Klinik Idham, Ong Tai Kim. Ditambah diskusi tugas mata kuliah statistik dengan Profesor Saodah Wok yang lumayan njlimet. Otakku terasa mendidih dibayangi pening yang kian mendenyut, mungkin karena porsi minumku yang juga agak berkurang belakangan ini, sehingga otakku kekurangan oksigen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suriyanti, mahasiswi tahun dua fakultas Ekonomi yang cerdas itu berasal dari Riau. Rumahnya di sebuah desa di Kabupaten Siak, meski kelahiran Jawa, dia tidak pernah kembali menjenguk tanah kelahirannya. Sejak umur 3 tahun, sang bapak memboyong keluarganya pindah ke Sumatra, mengikuti program transmigrasi pemerintahan al-marhum Pak Harto. Setelah malang melintang di tanah melayu, akhirnya keluarga itu menetap di desa yang sekarang mereka tinggali, Kecamatan Jati Baru, Kabupaten Siak. Alasannya satu, demi pendidikan anak-anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak habis fikir, mengapa tiba-tiba dia mengirim sms seperti itu. Tidak ada hal aneh yang terjadi hari-hari sebelumnya, dia hanya menulis dalam Facebook bahwa dunia tidak adil terhadapnya. Masih sebuah teka-teki yang belum terjawab, karena handphone nya tidak aktif ketika aku hubungi. Kiriman SMS-ku juga tidak dibalas, entah masuk atau tidak, namun pertanyaan yang berputar-putar di kepalaku semakin ligat mencari jawaban yang tak kunjung ku temukan. Lantas kenapa ada pilihan “Atau tidak sama sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa kali mail voice, akhirnya handphone-ku menyerah kalah, tidak ada satu sen pun yang tersisa. Aku lalu lari ke kafe Bilal, mendatangi mesin pulsa, karena tidak ada toko yang buka pagi-pagi buta begini. Mesin pulsa, tak ubahnya seperti mesin bantu lainnya, yang sejatinya mengurangi intensitas keramahan umat manusia, dan mengurangi satu poin sisi silaturrahim kemanusiaan itu memang sedang tidak ramah padaku. Pulsa lima Ringgit-an yang aku cari sedang tidak tersedia, melainkan tiga puluh dan lima puluh, ah… apakah handphone-ku harus sarapan kenyang pagi ini? apa harus melayang bajet makanku satu minggu ini? Barangkali, ini yang tidak adil. Akhirnya aku tunda untuk mengisi pulsa sehabis kelas nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas T-Test mata kuliah statistik dengan Profesor Saodah Wok belum juga aku rampungkan. Tinggal menyalin saja di final draft. Hasil kalkulasiku, mean berbeda 0,02 dari output SPSS komputer, tapi itu tidak menjadi masalah kata Bang Ayub, asisten dosenku. Asalkan kalkulasinya benar, itu akan diterima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah empat hari ini tidak ada kabar dari Suriyanti. Facebook-nya juga tidak pernah di update, e-mail yang aku kirim dua hari yang lalu belum juga kunjung dibalas. Aku hanya ingin dia tahu, kalau aku ingin sekali menemuinya hari itu, namun malangnya kelasku mulai jam delapan pagi, tugasan yang harus di hantar sebelum kelas pun juga belum disalin. Buntu sekali rasanya pikiranku waktu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari kelima aku buka Facebook. Gembira sekali aku ketika ada kotak masuk, face book yang sengaja aku seting menggunakan bahasa Jawa aku kelik di “Kiriman nang tembok” tulisannya: “Aku sudah di Indo, kamu nggak salah, kenapa harus minta maaf? Chatting besok malam bisa Nan? aku OL jam 8 WIB ya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ok, kita ketemu jam 8 WIB alias 9 Mly.” Reply-ku setuju. Sepertinya banyak sekali yang ingin ia ceritakan. Entah karena 5 hari tidak SMS-an atau mungkin baru sekarang dia bersedia untuk curhat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Curhat kali ini mungkin lebih dahsyat dari curhat-curhat sebelumnya. Kalau dulu tentang orang tuanya yang punya warung mi ayam di belakang Istana Siak, tentang kakaknya yang kuliah di Pekan Baru dengan biaya sendiri dan menjadi penjaga masjid, sehingga bisa kridit sepeda motor sendiri, tentang roommate yang tidak pernah ambil tahu tentang kaeadaannya, sehingga ketika kiriman telat, ia rela makan Supermi daripada harus ngutang, atau tentang dosen Ekonomi Mikronya yang selalu pilih kasih terhadap mahasiswa internasional, terutama anak Indonesia. Dan seabrek masalah yang dibagi rata denganku. Anehnya, aku justru tidak merasa keberatan dengan masalahnya, melainkan senang hati mendengarkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barangkali aku lebih beruntung. Menjadi lelaki yang bebas melangkah dan panjang depa. Dengan kelelakian yang aku sandang, al-marhum bapakku selalu mewanti-wanti, “ Anak lanang kui mikul duwur mendem jeru.” Kata beliau, jadi anak lelaki sejati harus bisa mengangkat derajat keluarga setinggi-tingginya dan menghilangkan kesusahan sebisa-bisanya, beliau tidak ingin anak lelakinya menjadi beban orang tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga tidak keberatan ketika aku curhat tentang kehidupanku. Kubagi padanya pengalaman kerja sebagai tukang photocopy sambilan di perpustakaan kampus. Dari bos yang agak cerewet tetapi baik hati, gadis melayu yang alergi dengan bahasanya sendiri, yang tidak mahu salinan timbal-balik karena alasan mooting , teman satu profesi yang mengutip kertas sortiran untuk catatan di kelas, sampai kerja lembur hari Sabtu dan Minggu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang jelas hidup ini terasa ringan ketika dia ada di sini, namun ketika dia tiada, kata ringan seakan-akan terhapus dari kamus makhluk penghuni planet bumi. Menjadikan hidup semuanya terasa berat. Padahal dulu dia yang selalu memberi kekuatan padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu harus bersyukur, ada kesempatan kerja sambilan, yang jelas kamu punya banyak pengalaman daripada kawan-kawan yang tidak pernah bekerja, aku suka itu.” Kali ini, sepertinya giliranku yang berperan sebagai salju untuk menyejukkna hatinya, sebagai oli pelicin yang menghilangkan karat di dadanya, sebagai psikolog yang mendengarkan semua masalahnya, dan sebagai gelas ketika kesedihannya ditumpahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Assalamu’alaikum, ada apa Suri?” Tepat jam 9 malam aku kirim di wall-nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarum panjang jam dinding sudah merapat ke angka 1, hampir 5 menit berlalu namun tiada balasan. Aku coba di Yahoo, ku ucapkan salam dan tanya kabarnya, ternyata dia belum juga on-line. Antara Facebook dan Yahoo aku klik bergiliran, namun Suri belum kunjung on-line. Sesekali aku buka Menitriau dan Youtube. Film Sang Pemimpi yang aku tunggu-tungggu belum juga keluar bajakannya di laman video itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Idan, kawan satu fakultas ku, film itu bakal dapat merubah mental kawan-kawan satu angkatannya yang sama-sama mendapat beasiswa. Dia sendiri sudah membaca ulang bukunya tiga kali. Entah berapa dia digaji penerbitnya, sehingga tidak bosan-bosannya mempromosikan buku tersebut kepada kawan-kawannya. Alasannya simpel, kawannya akan mendapat pencerahan setelah membacanya, karena membandingkan keadaan mereka yang serba ada dengan tokoh-tokoh dalam buku itu. Terutama kepada Imran, figur yang dulu dikenal sederhana, sekarang ingin sekali tinggal di asrama Ruqayya, asrama elit yang membangun ruang perbandingan dan menggali lubang perbedaan antara mahasiswa kampus. Sesuai dengan penghuninya, asrama itu digelar “Rumah Kaya” plesetan sekaligus kepanjangan dari Ru dan Qayya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagiku, buku itu seperti buku-buku lainnya yang menyentuh sisi kemanusiaan melalui kemiskinan dan himpitan hidup. Filmnya menggambarkan kisah sedih anak-anak miskin yang ingin sekolah. Sayangnya dunia nyata ini bukanlah novel ataupun film. Sebagian orang hidup dan menjalani kehidupan seperti air mengalir, sedangkan yang lain membanting tulang mencari hidup itu sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya tidak berhasil menjadi pancerahan bagi penonton atau pembaca yang dihatinya ada penyakit, kata ustaz Rahman, Pembina halaqah mingguanku, “Fi qulubihim marodhun.” Film-film bermutu dan buku-buku jitu hanya sebagai bubur dan nasi yang santapan harian yang tiada meninggalkan bekas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Plug.” Suara itu mendesirkan aliran darahku yang sedang mendidih. “Wassalam, sudah baca Menitriau, Berita Siak?” Tiba-tiba ada pesan masuk di laman Yahoo. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf terlambat, ngantri.” Barangkali terlambat ngantri di warnet, begitu persepsiku terhadap sahabatku ini. Dulu, dia sendiri yang bersikeras disiplin tentang waktu, mental jam kampung yang biasa molor satu jam tidak akan diterapkannya di Malaysia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jauh-jauh menyebrang selat Melaka, kenapa jam karet tidak ditanggalkan di kampung?” begitu hujjahnya dulu. Menurutnya, kami akan ketinggalan jauh kalau selalu terlambat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, Indonesia akan satu langkah lebih maju ke depan jika jam masuk sekolah diajukan setengah jam.” Seperti pidatonya Datin Seri Rosmah Mansor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan dulu diajukan setengah jam, gurunya masuk tepat waktu saja sudah untung. Yang ada, mereka masuk ke kelas setelah gosip hangat pagi hari sudah sejuk dibicarakan, setelah anak-anak nakal keluar dan berdrama di kaki lima.” Aku menimpali kata-katanya yang berapi-api membakar semangat patriotisme pembela hak anak sekolah dan wali murid atas SPP yang mereka keluarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Ada apa di Menitriau? Sebentar aku baca dulu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Warung di Gusur, Pedagang Minta Ganti Rugi” Kalimat teror yang menuntut simpati itu terpampang di halaman depan sebagai headline.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kuganyang isinya, ternyata pemerintah daerah tidak mau menanggapi tuntutan ganti rugi. Karena tanah tersebut awalnya milik dinas penerangan yang memang terbengkalai sejak krisis moneter tahun 1997. Lalu tahun ini dipindah-tangankan kepada perusahaan telekomunikasi swasta yang sedang naik daun untuk dijadikan tempat mendirikan tower.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentang tuntutan ganti rugi?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan ganti rugi, tepatnya solusi.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi di situ ditulis ganti rugi.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau seperti tidak tahu media saja, propaganda. Meskipun tidak sekolah tinggi, orang-orang kampung termasuk bapakku masih maklum mana yang hak dan mana yang batil. Mereka tidak minta ganti rugi melainkan minta solusi kepada pemerintah daerah. Bukankah ini kewajiban orang tengah untuk mencarikan solusi? Kalau pemda tidak bisa menjadi orang tengah, bagai mana nasib rakyat? Mereka kaget karena kehilangan pekerjaan secara drastis, tanpa di beri tahu sebelumnya bahwa warung akan digusur. Padahal mereka sudah 13 tahun mencari makan di situ.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu apa hubungannya kau pulang ke tanah air? Dengan tidak memberi tahu aku sebelumnya, kau kira aku tidak khawatir?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf kalau aku sudah bikin kau khawatir. Tapi aku juga tidak mudah untuk mengucapkan selamat tinggal. Karena aku belum tentu bisa kembali lagi ke UIA”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Apa masalahnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Simple.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau simple kenapa tidak kita selesaikan bersama disini? Kenapa harus pulang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Simpel utuk dikatakan rumit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah begitu Suriyanti Rahayu putri Primanto? Kalau begitu ceritakan sekarang, siapa tahu aku bisa membantumu.” Kalimat ajaib mengantongi salju dari Antartika itulah yang acap kali ia lontarkan ketika aku dirudung masalah, terlebih ketika dulu aku curhat dan tertekan karena selalu di curigai Polis Diraja Malaysia dan RELA gara-gara ototku banyak menyembul, kulitku yang agak hangus dengan wajah jerawatan. Mataku merah ditambah daging yang menumpuk agak padat dan rambut kurang terurus. Paket itu membuat tangan-tangan kerajaan itu mengira aku adalah pendatang tanpa izin yang kehabisan visa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kewibawaan mereka dimataku pun sirna begitu saja, bagimana tidak! karena tampangku kerap kali menjadi barometer dan alasan utama untuk melempar curiga kepadaku, Lebih-lebih lagi satpam kampus, sok selektif kalau ada mahasiswa yang pulang dari belanja, padahal hampir tiap hari mahasiswa kecolongan laptop dan handphone, namun mereka tak begitu peduli seperti pedulinya pada fisikku. Aneh!! Satu hal lagi, mungkin mereka lupa, bahwa cuma seragam itu yang sedikit membuat mereka lebih beruntung dan manis di sebalik kulit hitam dan badannya yang kurang keras. Ingin sekali aku katakan pada mereka “Don’t judge the book by its cover!” Tapi Alhamdulillah sejauh ini sabar masih menjadi opsi terbaik ku, ya Allah jadikan aku hamba Mu yang senantiasa bersabar…, amin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini aku ingin menjadi kertas putih tempat Suri menuliskan cerita, menjadi kanvas tempat ia melukiskan kisah, menjadi selimut untuk ia bersemadi, menjadi dahan rindang untuk ia berteduh, menjadi tikar utuk ia meluruskan kaki, dan nenjadi langit biru tempat ia menatap harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terimakasih Hannan. Setidaknya aku tidak sendiri dengan ketidak-adilan ini. Aku sangat beruntung punya sahabat seperti kamu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Suri… Suri, kau boleh mengaggapku sebagai sahabat, kakak, adik, kawan atau apa sajalah yang kau suka. Asalkan itu tidak mengkhianati simpatiku terhadapmu. Tapi jauh dilubuk hatiku, aku ingin punya istri seperti kamu. Selain cantik, kau juga pandai, lemah lembut, pengertian dan bersuara merdu seperti Siti Nurhaliza”. Lirihku membatin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu naifkah sehingga kau berorasi tentang keadilan di siang bolong. Maksudku di zaman seperti ini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, hanya karena aku perempuan, aku yang jadi korban keadaan, hanya karena aku adik, harus terus mengalah dengan kakak.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Suri tuhan sedang menguji kita, percayalah, semua sudah ada yang mengatur.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa harus aku Hannan, kenapa bukan kakakku yang berhenti kuliah, kalau dia berhenti kuliah dan membantu bapakku cari uang, kan bisa membiayai aku kuliah ???????????” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak kurang tanda tanyanya tuh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku serius!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf Suriyanti Rahayu putri Primanto.” Begitulah kami saling mengelus dada satu sama lain tanpa kontak fisik sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah Hannan Iskandar putra Waraqah”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah sudah kamu tanyakan kepada bapakmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Belum. Waktunya belum sesuai, keadaan masih kelam kabut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Biar aku terka, pasti bapakmu punya alasan dan pertimbangan yang sangat matang, bisa jadi ide ini dari Ibumu, beliau masih anugrah teragungmu bukan? Shoot the moon you will get stars, if you shoot the star you will not get any.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudnya Han? Dari mana kamu dapat wejangan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Redaksi aslinya aku tidak pasti, omongan siapa itu tidak penting bagiku. Yang jelas Madam Saodah sedang bicara tentang prioritas ketika mengucapkannya”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lantas apa hubungannya denganku Hannan? Maklum aku kan tidak belajar sastra Inggris”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berarti kaulah bintangnya, bintang… coba bayangkan, kalau kakakmu yang berhenti kuliah, padahal tinggal dua semester lagi. Belum tentu cukup untuk membiayai kau dan adik-adikmu. Bisa-bisa kalian kehilangan kesempatan kedua-duanya. Kau kan tahu, di sini biaya hidup bisa dua kali lipat dari Riau, nah… untuk saat ini, biaya kakakmu masih bisa diatasi. Kalau kakakmu sudah lulus S1 nanti, barang kali bisa mencari pekerjaan yang layak dengan gaji yang boleh dihandalkan buat meneruskan kuliahmu dan adik-adikmu”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu kalau aku lulus S1 tidak bisa mencari kerja yang bergaji lumayan? Gitu? Tolong jangan remehkan perempuan Han.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bicara bukan atas nama jender Putri Primanto. Aku cuma ingin kamu sabar dan tidak panik, itu saja. Lagipula kalaupun pindah atau berhenti, kenapa harus secepat itu? Apakah ini sudah menjadi keputusan terakhir keluargamu? ”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kakekku dirawat di Rumah Sakit Tabrani Pekan baru, sudah tiga minggu, jantungnya bengkak dan berair. Sampai sekarang dokter belum menemukan penyebabnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“O, ya? Lalu sekarang bagaimana keadaannya?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semakin lemah, mereka merekomendasikan ke Hospital Putra Melaka atau ke Singapura. Bapakku memilih Melaka, selain dekat dan ongkosnya yang terjangkau, juga ada penunjuk jalannya”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku!, makanya aku pulang sekalian mengurus administrasinya, karena tidak ada lagi yang bisa mengurusnya kesana-kemari. Ayahku harus cari uang dan megurusi masalah penggusuran itu. Sementara ibuku harus menjaga kakekku di rumah sakit, sedangkan kakakku sebentar lagi ujian semester, lagipula dia tidak boleh meniggalkan masjid terlalu lama. Adikku masih kecil-kecil, mereka kami titipkan ke tetangga kalau aku dan bapakku sedang ada urusan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tuh khan, betapa maha adilnya Tuhan Suri. Kau lupa, bahwa Tuhan meletakkan surat an-Nisa untuk mewakili kaummu di kitab suci? Kau diberikan kekuatan sebesar itu meskipun kau wanita. Aku yang lelaki saja belum tentu bisa melakukan tugas mulia itu. Bersyukurlah Suri, berarti kamu diberi kesempatan untuk menguji kesabaranmu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku harus belajar Hannan, IPK-ku semester kemaren turun. Semester ini aku ingin sekali mengejar ketinggalan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau kira, dirumah dan mengurusi keluarga itu tidak belajar? Untuk apa IPK tinggi kalau dengan sekitar kita buta dan tuli, tidak ambil tahu? Anggaplah ini ujian orang yang sedang belajar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi aku harus bagaimana? Bapakku sudah menyuruhku berhenti kuliah di Malaysia. Nanti kalau ada rezeki nyambung di dalam negri saja, katanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi begitu keputusannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Belum aku pastikan, entah karena sedang tertekan atau sadar sepenuhnya waktu beliau berkata seperti itu. Menurutmu bagaimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pendapatku? Hmm… maaf ya. Aku mau tanya, apa barang-barangmu sudah kau bawa semuanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baru aku bawa dua tas, masih tersisa dua kardus buku dan satu tas pakaian. Itupun aku mau minta roommate untuk memaketkan ke rumahku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan dulu Suri, please… maaf bukannya aku mau mendahului kehendak bapakmu. Ya… kalau aku boleh kasih ide, study leave saja dulu, siapa tahu keadaannya akan segera berubah. Kamu terus berusaha, biar aku bantu do’a dari sini ya. Dan yang di sini biar aku yang bereskan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh benar., sepertinya idemu bagus juga. Terimakasih banyak ya.. kalau begitu akan aku bicarakan dengan keluargaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau setuju, berjanjilah padaku Suri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang bisa aku janjikan padamu Hannan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menangi hati orang tuamu. Tidak perlu berargumen, cukup katakan pada mereka, bahwa sangat rugi kalau kita harus keluar dari UIA ini, ribuan mahasiswa yang mendaftar tidak terpanggil. Di mana lagi kita mau cari universitas Islami seperti ini di sekitar kita?” Tanpa meminta jawaban, aku tahu suri sangat maklum arah bicaraku. Di kampus ini manusia jenis apa saja bisa ditemui, terutama mahasiswa yang berasal dari Arab atau Timur Tengah, tempat Islam diturunkan. Sedikit sebanyak bisa akrab dengan bahasa Qur’an. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga saja orang tua Suri akan mengerti, kalau toh nanti mau mendaftar di dalam negri, untuk mendapatkan universitas yang bermutu, berapa puluh juta Rupiah yang harus ditebus, alasannya untuk membayar uang bangunan. Diterima atau tidak itu masalah nanti, biasanya uang tidak kembali kalau pandaftaran ditolak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heran!! Apakah universitas-universitas itu membangun setiap tahun? Sehingga uang bangunannya melangit. Waktu aku pulang kampung, orang tua temanku menanyakan uang bangunan di UIA tempat aku belajar ini. Mereka membandingkan dengan uang bangunan tempat anak mereka belajar di universitas terkenal di tanah Jawa, mereka sangat kaget karena aku katakan tidak ada uang bangunan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mujur saja mereka para tauke getah atau bos kelapa sawit, yang rata-rata punya truk lebih dari dua. Ataupun pemilik kebun kelapa sawit lebih 6 hektar. Giliran orang tuaku? Atau mungkin orang tua Suri? Dari situ aku bisa mengambil pelajaran, dengan mutu yang sama, berguru di negri orang belum tentu lebih mahal dari negri sendiri. Rasanya ingin sekali aku memberi tahu para orang tua di kampungku untuk mengirim anaknya ke luar negri, bahwa dengan biaya yang sama kita juga bisa mendapatkan pendidikan yang layak atau bahkan lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akan kucoba, terima kasih Hannan. Aku tidak tahu, tadinya pikiranku sangat suntuk, tapi sekarang agak sedikit lega.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu berterimakasih terlalu banyak Suri, cukup lakukan satu perkara. Kau akan selalu ada untukku. Tak penting sebagai apa, asalkan itu tidak terasa berat di hatimu. Kalau kau tak keberatan juga, aku akan selalu ada untukmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Doakan aku Hannan, aku juga tak ingin kenangan kita di stasiun terakhir itu hilang begitu saja.” Ternyata gadis bernama Suri itu masih menyimpan kenangan lalu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin, sebenarnya dia tahu bahwa aku mengambil fotonya waktu dompetnya terjatuh. Berarti dia tahu kalau sebenarnya aku menaksir dia sejak dulu. Berarti, berarti dan berarti… ah, kenapa kisahku seperti kisah-kisah dalam novel romantis, mungkinkah akhirnya akan happy ending juga. Stasiun terakhir… tempat aku berjumpa pertama kali dengan gadis teguh bernama Suri. Kisahku berawal di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tunggu kedatanganmu Suri, di stasiun terakhir berwarna merah. Ketika kau datang nanti, akan kumerahkan seluruh isi kampus ini, bersamamu…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-608813158994096465?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/NXTY2zjVIts" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-20T23:32:27.853-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/S86ZXFEeZUI/AAAAAAAAAPw/vXyq3OOepnY/s72-c/facility-bus-stand1%5B1%5D.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2010/04/stasiun-terakhir.html</feedburner:origLink></item><item><title>Ringkasan Khutbah Prof. Al Saadi</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/cm3WfqBSjSQ/ringkasan-khutbah-prof-al-saadi.html</link><category>Artikel IKMA</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Tue, 06 Oct 2009 00:22:08 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-204480728891248914</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SjEVwaNIZEI/AAAAAAAAAJI/oXGZ5KtIbE8/s1600/abdul%2520razak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SjEVwaNIZEI/AAAAAAAAAJI/oXGZ5KtIbE8/s320/abdul%2520razak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;friday 25 september 2009&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
oleh: Hambari Nursalam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara keseluruhan khutbah beliau tadi membahas tentang istiqamah dalam beribadah dan juga tentang kasih sayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di awal khutbah beliau menyebutkan tentang surat Hud karena di dalamnya ada ayat yang memerintahkan Rasulullah saw secara langsung untuk beristiqamah, “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah tobat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.“ (QS. Hud: 112)  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut mufassir Abdullah bin Abbas ra, ayat inilah yang terasa sangat berat bagi Rasulullah saw karena istiqamah bukanlah merupakan suatu yang mudah untuk melaksanakannya. Apalagi beliau mengemban amanah untuk menyampaikan risalah islam kepada seluruh umat manusia yang akan berhadapan dengan berbagai cobaan dan tantangan, apabila tidak ada istiqamah pada diri beliau sudah barang tentu usaha beliau tidak  berhasil. Maka keistiqamahan Rasulullah inilah yang perlu dicontoh oleh segenap kaum muslimin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita umat muslim baru saja melewati bulan Ramadan yang di dalamnya kita berpuasa dan di dalamnya telah diberikan berbagai keistimewaan dan kebaikan oleh Allah swt. Selama sebulan tersebut kita bersemangat beribadah. Namun sekarang Ramadan telah berlalu. Maka apakah kita tidak lagi bersemangat dan gemar beribadah? Dikatakan “apabila kita beribadah hanya kerena Ramadan maka Ramadan telah berlalu namun apabila kita beribadah karena Allah, sesungguhnya Dia maha kekal”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka sudah sepatutnya setelah melewati puasa dan lebaran kita tetap  konsisten dalam beribadah pada Allah swt. Karena Allah menyukai amal yang dilalukan sedikit tapi berterusan dari pada amalan yang banyak tapi hanya sesekali. Di dalam al qur’an disebutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami adalah Allah.” Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Jangan kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. (QS. Fushilat : 30-32)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami adalah Allah.” Kemudian mereka meneguhkan pendirian” dari potongan ayat ini memiliki maksud yaitu dalam beramal haruslah memenuhi dua aspek supaya amal diterima oleh Allah dan tidak sia-sia, pertama adalah iman dan kedua adalah istiqamah. Iman bisa diibaratkan seperti sebidang tanah yang diatasnya dibangun sebuah bangunan (amal), tentu tidak mungkin untuk mendirikan bengunan tanpa ada tanah. Kemudian dalam beramal haruslah beristiqamah (berterusan), salah satu nilai dari amalan akan dilihat dari keistiqamahannya. Allah tidak menilai hasil dari amalan tapi yang dinilai ialah proses. Dan tentunya dalam beramal tentunya diniatkan hanya karena Allah, (innamal a’malu binniyaat).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“maka malaikat akan turun kepada mereka” maksudnya malaikat turun kepada orang yang beriman dan beritiqamah untuk memberikan kabar gembira. Para malaikat turun pada tiga masa: pertama, ketika nyawa dicabut dan sampai tenggorokan. Pada masa ini adalah masa ditutupnya pintu ampunan Allah. Ketika nyawa sudah sampai di tenggorokan, seseorang akan merasa bingung dan takut, bagi yang amalnya saleh maka tampak di pandangannya pemandangan surga. Sedangkan yang banyak dosa telah tampak pemandangan neraka. Pada saat ini datang malaikat manenangkan orang yang beriman dengan mengatakan: “Jangan kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih”. Kedua, malaikat turun pada masa jenazah telah seleseai dikebumikan, para malaikat akan memberikan pertanyaan-pertanyaan, pada saat ini arang yang beriman akan ditenangkan oleh para malaikat dengan mengatakan: “Jangan kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih”. Ketiga, malikat turun ketika hari kebangkitan. Pada masa itu semua orang akan merasa bingung tidak tahu akan kemana, namun bagi orang yang beriman malaikat akan datang kepada mereka dan mengiringinya seraya mengatakan: “Jangan kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. “Kami adalah pelindung-pelindungmu di dunia dan akhirat”. “Bagi kalian di dalamnya apa yang kalian inginkan dan kalian minta”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah selalu memenggalakkan kepada para sahabat dan umatnya untuk selalu beristiqamah dalam beramal. Dalam hadits beliau bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebaik-baik amalan kepada Allah adalah perbuatan yang dikerjakan secara berterusan walaupun sedikit." (HR: Muslim).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika beliau ditanya oleh seorang sahabat, beliaupun menyuruh sahabat tersebut untuk beristiqamah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku berkata, “Wahai Rasulullah katakanlah kepadaku satu perkataan dalam Islam yang aku tidak akan bertanya kepada seorang pun selain engkau. Beliau bersabda, “Katakanlah, “Aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqamahlah (jangan menyimpang).” (HR Muslim dari Sufyan bin Abdullah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada momentum lebaran kaum muslimin hendaknya meningkatkan rasa saling menyayangi, mengasihi dan mencintai pada sesama. Pada hari raya idul fitri kaum muslimin saling bersalam-salaman, saling bermaafan, dan saling menebarkan senyuman. Hal ini hendaknya berterusan untuk mengekalkan kasih sayang antar sesama. Karena kasih sayang adalah bagian dari pokok ajaran islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam islam diajarkan kasih sayang baik kepada manusia, binatang, tumbuhan maupun yang lainnya. Sebagaimana disebutkan dalam suatu hadits: ''Sesungguhnya Allah menuntut kebaikan itu atas segala sesuatu. Maka jika kamu membunuh, perbaikilah cara pembunuhan itu, dan jika kamu menyembelih, perbaikilah cara penyembelihan! Dan hendaklah masing-masing kamu menajamkan pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah juga diutus untuk membawa kasih sayang diantara manusia baik umat muslim maupun kaum kafir. Disebutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”. (QS. At Taubah:128)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, “Rasulullah saw mencium cucunya, Hasan bin Ali ra. Waktu itu al-Aqra’ berkata, ‘Ya Rasulullah, saya punya sepuluh orang anak, dan belum pernah kucium seorang pun’. Rasulullah saw menoleh ke al-Aqra seraya bersabda, ‘Siapa saja yang tidak mau mengasihi maka tidak akan dikasihi”.(HR. Bukhari Muslim) dan masih banyak hadits dalam versi lain yang meyebutkan “Siapa saja yang tidak mau mengasihi maka tidak akan dikasihi”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada khutbah yang kedua beliau menyebutkan tentang keutamaan puasa sunnah enam hari di bulan syawal, dalam hadist: Dari Abu Ayyub Al Anshari, Rosulullah bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Romadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa puasa Ramadan+puasa eanam seperti puasa setahun? Disebutkan dalam al qur’an:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat Maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)”. (Al An’am:160)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi puasa sebulan sama seperti puasa sepuluh bulan. (puasa Ramadan rata-rata 29/30hari kali 10=10 bulan, untuk menggenapkan setahun maka di tambah puasa syawal 6, (6hari kali 10=60 hari/2bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau juga menyebutkan bahwa puasa syawal boleh dilakukan pada permulaan, pertengahan, akhir bulan syawal. Juga tidak diharuskan berturut-turut selama 6 hari, boleh terpisah. Asal tidak pada satu syawal karena pada hari itu haram berpuasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian beliau ada ditanya tentang mengqada’ puasa bagi orang yang sedang berhalangan, haid nifas dll. Apakah mengqada puasa Ramadan dahulu atau puasa syawal, karena dikhawatirkan apabila mengqada’ dahulu akan terlewatkan puasa syawal. Beliau menjelaskan bahwa menurut fuqaha dibolehkan untuk mendahulukan puasa syawal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga beliau ditanya tentang boleh tidaknya menggabungkan puasa syawal dan qada’ puasa Ramadan. Beliau menjelaskan bahwa hal itu tidak dibolehkan karena menggabungkan dua hal yang berbeda dalam satu niat, puasa syawal adalah sunnah hukumnya sedangkan qada’ puasa Ramadan adalah wajib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-204480728891248914?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/cm3WfqBSjSQ" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-06T00:22:08.977-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SjEVwaNIZEI/AAAAAAAAAJI/oXGZ5KtIbE8/s72-c/abdul%2520razak.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2009/10/ringkasan-khutbah-prof-al-saadi.html</feedburner:origLink></item><item><title>Di Lipatan Sajajadah Ramadhan (Bag 4)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/JQSTnt5zJWM/di-lipatan-sajajadah-ramadhan-bag-4.html</link><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Thu, 01 Oct 2009 00:21:55 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-2202349683426479399</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SsRWu24DnOI/AAAAAAAAAOg/YJAFE4SEp_A/s1600-h/sajadah-300x225.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" iq="true" src="http://1.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SsRWu24DnOI/AAAAAAAAAOg/YJAFE4SEp_A/s200/sajadah-300x225.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Oleh: Ahmady &lt;br /&gt;
Setelah dua jam menjaring matahari melalui jendela kaca bus mini, akhirnya aku sampai di desaku, aku hampir lupa untuk mengucapkan selamat tinggal kepada gadis yang duduk di sebelahku, melainkan hanya tahu namanya Irma, dan memperkenalkan namaku. Dari obrolan singkat tidak lebih 25 menit itu kutangkap kedewasaan melebihi usianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku turun setelah menyerahkan ongkos kepada sopir dan berterimakasih atas jasanya. Rasanya lebih lama kali ini aku meninggalkan kampung halaman, melebihi waktu aku pulang untuk pertama kali dari tanah Jawa, agaknya nostalgia baru akan ku mulai dari detik ini. Di antara kerikil yang berserakan di atas jalan menuju rumah ku, kucari-cari celah untuk kusembunyikan wajahku dari orang-orang di sekelilingku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepada Dewi, yang selalu berfigur “dia” setiap kali aku mengalamatkan namanya, aku malu karna aku terpaksa membuat dia tahu perasaanku. Kepada Edi aku seperti hama yang datang ingin merusak tanaman yang sekian lama ia pagari. Kepada kakakku, Ibuku, orang kampung, terlepas mereka tahu ataupun tidak tahu, jangan di pertanyakan lagi, malu kepada kedua orang itu saja cukup membuat duniaku sempit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari mana kang?” seseorang mengagetkan aku dari belakang.&lt;br /&gt;
“Mau pulang? Ayo naik, aku mau ke rumah Pak RK, kan melewati rumah sampean.” &lt;br /&gt;
Belum sempat aku jawab partanyaan yang satu dan yang berikutnya, dia lalu menyuruhku lompat ke tempat duduk belakang. Menyadari aku hanya diam selain mengucapkan terimakasih, dia lalu tidak dapat menahan perasaan ingin tahunya.&lt;br /&gt;
“Sampean tadi dari mana kang?” kali ini lebih lemah lembut.&lt;br /&gt;
“Dari Rumah teman, di Dayun. Barusan kamu bilang mau kemana Min?” Aku tidak ingin Amin bertanya macam-macam lagi.&lt;br /&gt;
“Mau ke rumah Pak RK kang, ada pembagian tugas untuk membantu Amil, malam Rabu kemaren ada musyawarah antara pengurus masjid, Amil dan pemuda RT satu, dua dan tiga.”&lt;br /&gt;
“RT satu, dua dan tiga saja?”&lt;br /&gt;
“Ia kang, yang bernaung di Masjid Sya’baniyyah. Ikut yuk kang, hanya beberapa orang kamaren yang bersedia, banyak yang lagi subuk, lagi pula Pak Mahmud Kemaren nanyain sampean, tapi sampeannya nggak ada. Dapat THR&lt;em&gt; lho&lt;/em&gt; kang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua setengah meter Amin mempersuasi aku, sejanak ku tata kata-kata amin satu persatu, sebentar, kemaren ada musyawarah, ada Pak Mahmud, Imam shalat taraweh, ada THR, ah... mau kutaroh dimana lagi muka ku, karena ujung-ujungnya ada THR terus aku mengiyakan.&lt;br /&gt;
“Ah, aku mungkin agak sibuk Min, jadi sepertinya aku nggak bisa, maaf ya” Aku merasa malu, musyawarah tidak ikut, masa giliran ada THR di ujung cerita Amin, aku jadi ikut.&lt;br /&gt;
“Ya kang... tidak apa-apa. Sampai sini saja ya, buru-buru ni nanti ditunggu kawan-kawan” &lt;br /&gt;
Sepertinya Amin tidak mau orang lain menunggunya begitu lama, hmm... i’tikad yang baik, gumamku dalam hati. &lt;br /&gt;
“Aduh, ini sudah lumayan banget Min, Terimakasih banyak ya... oh iya, eh...”&lt;br /&gt;
“Kenapa kang?” &lt;br /&gt;
“Tidak, Cuma mau ngomong, hati-hait ya...” Apa masih layak aku kirim salam untuk Pak RK dan hadirin yang lain? Aku bertanya dalam hati. Hatiku juga yang menjawab ‘tidak’.&lt;br /&gt;
Tinggal hanya dua ratus meter menuju pintu rumahku, kelihatannya tidak ada siapa-siapa. Lebih baik Amin tidak menghantarku sampai di halaman rumah, tidak perlu ada kejadian penting, aku langsung menembus pintu dan menuju kamarku, kuletakkan tas dan kuraih handuk, lalu aku melangkah kekamar mandi setelah ku lepas pakaianku. &lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Is, Ismail, bangun, kamu sudah asharan? Sudah hampir habis asharnya” Kakakku membuyarkan fantasiku.&lt;br /&gt;
Ya Allah, matahari sudah hampir menghilang, ku tatap jam dinding, 6.45 sore. Kain sarung yang tadi aku gunakan untuk shalat zuhur ternyata masih melekat di pinggangku, aku pulas di atas sajadahku, sukurlah sakit kepala yang tadi datang, sekarang sudah hilang dengan sendirinya. Secepat kilat aku mengambil wudhu, hanya tinggal sekitar satu setengah menit memasuki waktu diharamkan shalat, karena hanya tinggal kuning-kuning yang aku lihat. Tapi, asalkan &lt;em&gt;Takbiratul Ihram-&lt;/em&gt;ku berada di hujung waktu yang halal, shalatku masih diterima meski nanti salamnya berada di waktu yang haram, begitu penjelasan Ibu Marfu’ah, &lt;em&gt;garuwa&lt;/em&gt; guru ngajiku sewaktu di SMP. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pak Hasan sendiri menerangkan panjang lebar tentang Shalat, kalau aku ketiduran sebelum waktu shalat, dan terbangun setelah habis waktu shalat tersebut, aku boleh meng-&lt;em&gt;qadha &lt;/em&gt;setelah bangun, insya-Allah shalatku diterima, hal ini diperbolehkan meskipun tidak ada di zaman Rasulullah, menurutnya Fikih itu bukan mutlak dari Al-qur’an, kecuali ada totok-tombok dari para Ulama terdahulu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya, Ahmad bin Hambal akan berpakaian biasa, kadang berwudhu, kadang tidak ketika mengkaji ilmu Fikih kepada Abu Abdillah Muhammad bin Idris. Berbeda ketika beliau menuntut ilmu Hadits, beliau akan memastikan mempunyai wudhu, berpakaian rapi dan serba putih, dan mengenakan sorban pengikat kepala. Baginya hal itu lambang penghormatan beliau terhadap ilmu Hadits di samping penghormatan kepada gurunya, Imam Syafi’i. Menurunya, ilmu Hadits mempelajari wahyu Allah sedangkan Ilmu Fikih lebih kepada ijtihad manusia. Tuhan lebih tahu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ibu bikin bukaan apa hari ini?” &lt;br /&gt;
Sarat makna aku melontar pertanyaan kepada ibuku, di dalamnya aku bertanya kabar, memohonan maaf, dan mewartakan kesehatanku.&lt;br /&gt;
“Hm…, Bue bikin kolak pisang, sama bikin bakwan, jam berapa kamu nyampe tadi?” &lt;br /&gt;
Jawaban ibu yang disertai senyuman mengabarkan aku tentang kesehatannya, kemaafannya dan pertanyaan kabarnya kembali kepadaku, belum lagi menu yang beliau siapakan, praktis dia menyambut kedatanganku dengan suka cita. Entah bakwan kesukaan mas Yanto, atau kesukaanku yang ibu buat sore itu aku tidak ingin komentar, &lt;br /&gt;
“Jam satu, tadi habis sholat Zuhur langsung ketiduran. Ada yang belum siap bu...?”&lt;br /&gt;
“Sudah kok, tinggal nunggu nasinya tanak. Kamu ngaji aja gi, ibu sudah lama nggak dengar kamu ngaji”&lt;br /&gt;
“Ya sudah kalau begitu bu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedari tadi aku memang sudah menyentuh Qur’an, ingin mengkaji dan menderesnya, tapi wajah ibu kan sangat teduh dan sayang untuk tidak kusapa dulu. Akhirnnya aku turuti apa yang barusan dikatakan Ibu, dan sejurus aku ke Roma melewati Qur’an. Kembali ku tinggalkan ibu dan kamarku, aku mengujungi kerajaan Romawi di bawah kekuasaan Raja Heraclius melewati terjemahan dan tafsirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersambung...&lt;br /&gt;
*Amil: pengurus masjid yang bertugas membagi zakat fitrah&lt;br /&gt;
*Garuwa: Istri kiai, guru, atau orang yang dihormati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-2202349683426479399?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/JQSTnt5zJWM" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-01T00:21:55.626-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SsRWu24DnOI/AAAAAAAAAOg/YJAFE4SEp_A/s72-c/sajadah-300x225.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2009/10/di-lipatan-sajajadah-ramadhan-bag-4.html</feedburner:origLink></item><item><title>Menagih janji pasti</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/_B0hmGplZDA/menagih-janji-pasti.html</link><category>Puisi IKMA</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Tue, 06 Oct 2009 00:28:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-2946343377237712604</guid><description>Oleh: Idho Al-fayyadh &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SrSgVtWdLFI/AAAAAAAAAOQ/HvCOxPItQUU/s1600-h/dew11.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" iq="true" src="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SrSgVtWdLFI/AAAAAAAAAOQ/HvCOxPItQUU/s200/dew11.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Izinkanlah ku berdoa… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi hati ku yang risau…&lt;br /&gt;
Mengenang perjalanan jauh…&lt;br /&gt;
Mencari sisa-sisa cinta…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dinginnya nafas embun…&lt;br /&gt;
Dalam taburan rintik-rintik hujan…&lt;br /&gt;
Di antara temaramnya para bintang…&lt;br /&gt;
Dan di tengah syahdunya sautan ayam…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Izinkanlah ku berdoa…&lt;br /&gt;
Demi hati ku yang risau…&lt;br /&gt;
Mengenang perjalanan jauh…&lt;br /&gt;
Mencari sisa-sisa cinta…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ketika esok mata terbuka…&lt;br /&gt;
Ku ingin berada di telaga…&lt;br /&gt;
Sekelilingnya di hiasi indah ilalang…&lt;br /&gt;
Yang ikut bersujud pada Penciptanya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabut pekat tak terlihat…&lt;br /&gt;
Bersaing dengan dayu angin…&lt;br /&gt;
Mendung gelap telah kalah…&lt;br /&gt;
Terbawa arus lembut cahaya surya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya bertasbih sendu…&lt;br /&gt;
Suasana tahmid terdengar indah…&lt;br /&gt;
Bersatu padu dengan kekuatan takbir…&lt;br /&gt;
Mengesakan sapaan la ilaha illa anta..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yakin dengan keagungan firmanMu…&lt;br /&gt;
Karena semua makhluk turut menjadi saksi…&lt;br /&gt;
Bahwa Engkau tak memungkiri…&lt;br /&gt;
Janji-janji kebahagiaan buat kami…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-2946343377237712604?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/_B0hmGplZDA" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-06T00:28:00.510-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SrSgVtWdLFI/AAAAAAAAAOQ/HvCOxPItQUU/s72-c/dew11.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2009/09/menagih-janji-pasti.html</feedburner:origLink></item><item><title>Salam Lebaran...</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/X3dnN9zHdig/salam-lebaran.html</link><category>Pengumuman</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Fri, 18 Sep 2009 03:13:02 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-2834404525453911236</guid><description>Pengurus Ikatan Mahasiswa Al-Amin 2009/2010 pingin ngucapin salam lebaran nih...&lt;br /&gt;
jangan sedih ya karena ga pulang kampung...&lt;br /&gt;
Insya Allah Ramadhan yang kita lalui di perantauan ini mendapat pahala yang setimpal dari Yang Maha Kuasa....&lt;br /&gt;
Untuk Warga IKMA yang sangat dibanggakan...&lt;br /&gt;
Selamat Hari Raya... &lt;br /&gt;
Maaf Lahir Batin...&lt;br /&gt;
Minal Aidin wal Faizin... &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SrNb0jNuTII/AAAAAAAAAOI/IiZaktGQTzg/s1600-h/lebaran.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" iq="true" src="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SrNb0jNuTII/AAAAAAAAAOI/IiZaktGQTzg/s400/lebaran.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-2834404525453911236?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/X3dnN9zHdig" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-18T03:13:02.090-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SrNb0jNuTII/AAAAAAAAAOI/IiZaktGQTzg/s72-c/lebaran.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2009/09/salam-lebaran.html</feedburner:origLink></item><item><title>Di Lipatan Sajadah Ramadhan (Bag 3)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/Z3THaactksI/di-lipatan-sajadah-ramadhan-bag-3.html</link><category>Cerbung</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Thu, 17 Sep 2009 14:11:51 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-159019961652689582</guid><description>&lt;div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color: purple; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ternyata mereka bersepakat ingin aku pulang, karena sudah empat tahun aku tidak lebaran di kampungku, barusaja aku pulang dari tanah Jawa, ingin aku melamarnya,&amp;nbsp;tapi aku hanya seperti bajingan, karena dia sudah terlanjur dekat dengan kawanku sendiri yang sudah aku kenal sejak SD.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Sewaktu nonton TV aku tidak tahu kenapa mataku lekat tidak bisa terbuka, padahal aku baru saja mengecas HP ku, dengan setengah sadar setengah tidak aku melangkah menuju kamar, kamar yang disediakan keluarga temanku itu cukup untuk menhantarku ke selat impian. Acara konsert &lt;em&gt;live&lt;/em&gt; Westlife malam itu berlalu saja tanpa aku, ah... sayang sekali padahal tidak selalu aku mendapatkan&amp;nbsp;kesempatan seperti itu, lagu &lt;em&gt;If I let You Go&lt;/em&gt; menawan mataku, akibatnya mataku sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali aku menemuinya malam itu, kulihat dia tersenyum padaku, tapi di belakangku ada teman ku yang juga memandang kearahnya, aku tak tahu senyum itu untuk siapa, aku merasa aku menjadi penghalang mereka. Soal kecewa jangan lagi ditanya, yang jelas aku juga ingin memilikinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayup-sayup kudengar ada suara yang sedang bertanya-jawab, seketika itu impianku buyar, agaknya tidurku masih dalam fasa kedua atau tiga dan belum masuk ke fasa &lt;em&gt;rapid eye movement&lt;/em&gt;, sehingga otakku gampang saja menerima rangsangan ketika ada yang menarik perhatianku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kenal suara itu dan aku tahu dari mana asalnya. Aku meloncat dari amben dan spontan bertanya kepada ayah kawanku,&lt;br /&gt;
“&lt;em&gt;Sinten pak?”&lt;/em&gt; (Dari siapa pak)&lt;br /&gt;
“Katanya temanmu” Pak Marjan menghulurkan HP pada ku.&lt;br /&gt;
“Assalamualaikum”&lt;br /&gt;
“Waalaikum salam, kamu lagi di Dayun ya?”&lt;br /&gt;
“Iya ada apa Ed?” Kelihatannya Edi sudah bertanya ke Pak Marjan keberadaanku, karna aku tidak mungkin akan memberitahunya nanti.&lt;br /&gt;
“Seharusnya aku yang tanya sama kamu Is, kenapa kamu minggat begitu saja? Kmu tidak seharusnya bersikap seperti itu, kasihankan Ibu kamu? Kmu ada masalah apa? Kenapa kamu tidak cerita ke aku kalau kamu tadak berani cerita sama keluargamu?”&lt;br /&gt;
Ku biarkan Edi ngomel sampai tiga depa panjangnya, aku diam saja, mungkin dia tidak akan percaya dengan perasaanku, toh dia yang membuat aku begini.&lt;br /&gt;
“Apa Ibuku yang nyuruh kamu telpon aku, atau masku?”&lt;br /&gt;
“Masmu “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata mereka bersepakat ingin aku pulang, karena sudah empat tahun aku tidak lebaran di kampungku, barusaja aku pulang dari tanah Jawa, ingin aku melamarnya, tapi aku hanya seperti bajingan, karena dia sudah terlanjur dekat dengan kawanku sendiri yang sudah aku kenal sejak SD.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kuselidiki nantinya, Edi di suruh oleh masku untuk menelpon aku, karena masku sedikit sebanyak mengerti perasaan ibuku. Meski tidak diucapkan melalui kalimat, ibuku menyimpan rahasia dengan dia. Sebelum masku menyuruh Edi untuk menelponku, ia memberi tahu tentang kekaburanku. Waktu itu aku seperti buronan, lalu Edi menceritakan kepada dia. Dia lalu mengerti sebenarnya ini semua adalah salah faham. Dia yang merasa bersalah lalu mendatangi ibuku dan mengatakan sebabnya aku meninggalkan rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir satu jam aku berbual dengan Edi malam itu, akhirnya kalimat yang seperti sebuah jimat Edi menasehatiku,&lt;br /&gt;
“Semuanya sudah ada yang mengatur Is, percaya saja sama Yang di Atas. Kasihan Ibu kamu, pulanglah karena sebentar lagi mau lebaran”&lt;br /&gt;
“Baiklah, besok juga aku pulang” ku kubur dalam dalam dan ku ketepikan kekecewaanku, untuk hati Ibu.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SrKBBIZ9Z8I/AAAAAAAAAN4/a1Pf-aVJtL0/s1600-h/SajadahSatuan.gif" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" mq="true" src="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SrKBBIZ9Z8I/AAAAAAAAAN4/a1Pf-aVJtL0/s320/SajadahSatuan.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Sekitar jam sepuluh pagi, aku sudah siap mandi, ingin sekali aku habiskan pagi ini dengan menyambung tidur lagi, tapi apa kata tuan rumah nanti, di rumahku saja aku tidah pernah tidur pagi setelah subuh, aku teringat almarhum ayahku pernah memberitahu aku, sederhana saja bahwa tidur pagi itu manjauhkan aku dari rezeki. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku duduk di teras sambil ditemani Marsani,&amp;nbsp;Ia memilih untuk diam semenjak aku mengutarakan niat untuk pulang pagi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Marsani mengerti tugasnya untuk manghantar aku ke simpang jalan besar untuk menyetop bus mini. Dia lalu mengeluarkan motornya dan memeriksanya sambil sedikit mengelap sepeda motor tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selang beberapa menit ada suara sepeda motor lain kian mendekat, Ibu Marsani pulang dengan belanjaan di &lt;em&gt;obrok&lt;/em&gt; belakangnya. Entah jam berapa beliau keluar pagi tadi, aku tidak melihatnya. Sambil membuka topeng muka yang di gunakan untuk penghalang debu, beliau lalu mengabari Marsani, &lt;br /&gt;
“Gula di kadai Ah tiong 5.500 Rupiah San, &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; biasanya” sepertinya kalimat itu sudah dihapalnya sewaktu di perjalanan tadi.&lt;br /&gt;
“&lt;em&gt;Kok&lt;/em&gt; mahal mak” respon Marsani tidak ingin Ibunya bicara sendiri, padahal aku yakin dia tidak tahu persis harga tolak gula yang dijual di warungnya.&lt;br /&gt;
“Emak tancap ke kedai Ah pek, ternyata di sana cuma 5.450 Rupiah”&lt;br /&gt;
“&lt;em&gt;Whalah&lt;/em&gt; 50 perak aja emak milih yang lebih jauh tiga kilo meter?” setengah bertanya Marsani meledek ibunya.&lt;br /&gt;
“50 perak kali 50 kilo San, kamu ini sepele, &lt;em&gt;ga &lt;/em&gt;tau orang dagang”&lt;br /&gt;
Ibu Marsani memang sangat perhitungan orangnya, meski tidak pelit tapi beliau sangat teliti, kalau pun barang itu bukan untuk di jual lagi, keperluan hariannya pun di beli setelah melalui seleksi harga-harga seantero pasar, ketelitian itulah yang membawa Beliau dan Pak Marjan memenuhi panggilan Illahi ketanah suci tahun lalu. Banyak orang bilang, kalau orang dagang itu pasti pelit, tapi tidak dengan Ibu Sunarti, beliau masih dapat membedakan mana sedekah dan mana jualan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&lt;em&gt;Lho-lho&lt;/em&gt; &lt;em&gt;kok&lt;/em&gt; ada tas segala mau kemana ini Ismail Amrullah” Ibunya&amp;nbsp;Marsani selalu memanggilku dengan nama penuh pemberian orang tuaku semenjak beliau mengenalku.&lt;br /&gt;
“&lt;em&gt;Bade mantuk bu&lt;/em&gt;” (mau pulang bu)&lt;br /&gt;
“&lt;em&gt;Kok mantuk piye?”&lt;/em&gt; (Pulang bagaimana maksud kamu?)&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;“Ibu bade kirim dungo selametan&lt;/em&gt;” (Ibu mau mangadakan acara selamatan) setiap lima waktu, aku yakin Ibuku selalu mendoakan kesejahteraan leluhur dan almarhum bapakku, jadi alasan itu bukan bohong kukira.&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;“Tak&lt;/em&gt; pikir kamu mau tinggal dulu sehari atau dua hari lagi di sini, &lt;em&gt;yo wes mengko kirim salam kanggo Ibu mu yo”&lt;/em&gt; (ya sudah, sampaikan salam untuk Ibumu”&lt;br /&gt;
“&lt;em&gt;Enggeh bu&lt;/em&gt;, Insya Allah” (Iya bu,Insya Allah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mencium tangan Ibu Sunarti dan Pak Marjan, aku lalu meniggalkan kampung itu untuk sementara, aku yakin aku akan datang lagi suatu saat nanti, karena aku sudah terlanjur menganggap mereka seperti orang tuaku sediri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersambung...&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
*Obrok (Jawa): Keranjang yang mudah dibongkar-pasang di sepeda motor, diletakkan di tempat duduk belakang, digunakan untuk mengangkut barang.&lt;br /&gt;
*Perak:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kata ini diigunakan untuk menggantikan kata Rupiah dalam percakapan orang Jawa, biasanya disebut untuk nominal yang kecil.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-159019961652689582?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/Z3THaactksI" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-17T14:11:51.447-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SrKBBIZ9Z8I/AAAAAAAAAN4/a1Pf-aVJtL0/s72-c/SajadahSatuan.gif" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2009/09/di-lipatan-sajadah-ramadhan-bag-3.html</feedburner:origLink></item><item><title>Di Lipatan Sajadah Ramadhan (Bag 2)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/oXvaBT7ATKI/di-lipatan-sajadah-ramadhan-bag-2.html</link><category>Cerbung</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Thu, 17 Sep 2009 13:08:57 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-2660308270844356484</guid><description>&lt;div class="separator" style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SrJ7aZatk0I/AAAAAAAAANo/n_Umb-wX1f4/s1600-h/1028780_sajadah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" mq="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SrJ7aZatk0I/AAAAAAAAANo/n_Umb-wX1f4/s200/1028780_sajadah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mas Anto duduk merenungi Yamaha Vega-nya di beranda samping rumah, kami memanggilnya emper. Dulu emperan ini keliling rumah membentuk liter U, kanan, kiri, dan belakang. Emper kiri kami gunakan sebagai tempat meletakkan barang yang benar-sudah tudak di pakai, emper belalakang pula tempat menumpuk kayu bakar dan perkakas dapur, seperti periuk, belangah dan lainnya yang umumnya berwarna gelap. Sedangkan emperan kanan rumah kami jadikan tempat istirahat setelah semua orang pulang kerja. Emperan itu juga tempat Mas Anto dan aku mengotak-hiatik sepeda motor , misalnya menampal ban, mengelap dan macam-macam lagi. Sejak aku SMA, emperan tersebut sedikit demi sedikit aku kurangi dan ku rapihkan seperlunya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadilah emperan itu tinggal satu sisi sebelah kanan rumah, tempat aktivitas dan gudang simpanan barang bekas jadi satu.&lt;br /&gt;
“ Aku mau pinjam uang sama si Sarmin Bu...” Mas Ikrar Muliyanto memulai bicara sambil mengelap sepeda motornya.&lt;br /&gt;
“ Mau dibikin apa Yan...?”&lt;br /&gt;
“ Beli motor”&lt;br /&gt;
“ Beli motor? Lha motor mu ini mau kamu jual?” Ibuku keheranan.&lt;br /&gt;
“ Untuk Ismail, biar dia betah di rumah, mungkin dia malu pake motor peninggalan Bapak, sebentar lagi kan mau lebaran”&lt;br /&gt;
“ Memangnya, adikmu kabur gara-gara motor?”&lt;br /&gt;
“ Trus kenapa? Aku tahu buk... perasaan anak muda”&lt;br /&gt;
“Tapi adikmu &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; seperti anak muda yang lain Yan, &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; seperti yang kamu fikirkan”&lt;br /&gt;
“Lha trus Kenapa? Bue tahu Ismail pergi kemana dan sebabnya apa?”&lt;br /&gt;
“ Bue ngak tau, orang pamit aja nggak” sambil menanggalkan baju basahan ibu sambil lalu.&lt;br /&gt;
“ Di rekeningku ada, tapi &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; nyukupi, malam ini paling aku mau &lt;em&gt;ngomong&lt;/em&gt; sama Sarmin” &lt;br /&gt;
“ Kamu nggak malu Yan?” Ibu tahu Mas Yanto &lt;em&gt;ngajak&lt;/em&gt; serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu paling ahli dalam masalah satu ini, baginya ada hal-hal yang harus dihindari dalam bergaul, meskipun aturan itu tidak tertulis, tapi beliau tetap menganggapnya sebagai peraturan. Meskipun tidak ada sekolah yang pernah disinggahinya, tapi ajaran-ajaran akhlak lengket di tangannya. Meskipun tidak ada resantren yang pernah beliau inapi, namun pengalaman hidupnya cukup di dijadikan mata pelajaran bagi anak-anaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Malu kenapa bu?”&lt;br /&gt;
”Kemaren waktu Sarmin &lt;em&gt;nginap&lt;/em&gt; di puskesmas saja, kamu &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; bantu berobatnya, boro-boro, kamu malah beli bas sama alat-alat karaokeanmu itu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mas Yanto berhenti ngelap motornya seketika merekam setiap kata ibu. Dia teringat waktu Sarmin keluar dari Puskesmas, pernah mengutarakan niat ingin meminjam uang sama mas Yanto, Sarmin mau menebus sepeda motornya yang di bengkel akibat kemalangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu itu mas yanto sudash nggak punya tabungan karena habis dibelikan satu set sound system, akhirnya sepeda motor si Sarmin mondok dua bulan di bengkel sampai Sarmin dapat gaji. &lt;br /&gt;
“Itu kan sudah lama banget bu, aku yakin Sarmin sudah lupa”&lt;br /&gt;
“Tapi gaji kamu kan lebih tinggi To..? yang ini apa Sarmin juga lupa? Kamu supir, dia cuma kenek”&lt;br /&gt;
“Ya sudah kalau Ibu nggak &lt;em&gt;ngizinin”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
“Ibu bukannnya tidak &lt;em&gt;ngizinin&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;cuma&lt;/em&gt; &lt;em&gt;pingin ngingetin&lt;/em&gt; kamu, supaya kamu tau ada hal-hal yang patut dan tidak patut di dunia ini, bukan &lt;em&gt;cuma ngitung&lt;/em&gt; dosa atau&amp;nbsp;pahala saja nak...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuliah pagi itu hanya berakhir sampai disitu, setelah bersih-bersih di kamar mandi yang jaraknya hanya sembilan meter dari emperan itu, ibu lalu masuk ke dapur, mendapatkan kembali beras yang di rendamnya malam tadi. Malam ini giliran keluarga kami membawa &lt;em&gt;jaburan&lt;/em&gt;, Ibu, seperti waktu aku masih kecil, mau membuat kueh pipis untuk di bawa ke masjid. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu itu hanya beras satu-satu nya bahan kueh yang Ibu punya. Setelah ditumbuk menjadi tepung, Ibu mencapur dan memasaknya dengan santan, daun pandan dan sedikit gula, setelah setengah masak, ibu membungkusnya dengan daun pisang. Mencari daun pisang dan daun pandan-lah tugasku waktu itu. Sangat sederhana, dan bahan-bahan itulah yang kami ada waktu itu, kalau ada pisang yang sedang masak, Ibu menambah inti spesial, maka jadilah kueh pipis pisang resepi Ibuku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah siap dibungkus, tugasku yang terakhir adalah menggunting lebihan daun pisang supaya kelihatan rapi, sekaligus memasukkan ke dalam dandang untuk dikukus. Ibu tidak mengizinkan aku ikut membungkus, takut tidak jadi, karna bikin kuehnya pas-pasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Kata bas di gunakan untuk menyebut &lt;em&gt;speaker&lt;/em&gt; yang besar, ia sangat mudah untuk dialamatkan kepada benda tersebut, karena bagi orang desa, suara yang besar-besar tone nya berasal dari benda itu.&lt;br /&gt;
*Jaburan: Kueh-kueh atau makanan ringan yang dihidangkan selepas shalat Tarawih.&lt;br /&gt;
Bersambung...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-2660308270844356484?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/oXvaBT7ATKI" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-17T13:08:57.874-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SrJ7aZatk0I/AAAAAAAAANo/n_Umb-wX1f4/s72-c/1028780_sajadah.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2009/09/di-lipatan-sajadah-ramadhan-bag-2.html</feedburner:origLink></item><item><title>Di Lipatan Sajadah Ramadhan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/qMRIcUlbRaY/di-lipatan-sajadah-ramadhan.html</link><category>Cerbung</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Thu, 17 Sep 2009 11:02:01 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-4943435431241480273</guid><description>&lt;div class="separator" style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SrJ5DLZp0xI/AAAAAAAAANg/m6t7hkwbJl8/s1600-h/sajadah-azizi2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" mq="true" src="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SrJ5DLZp0xI/AAAAAAAAANg/m6t7hkwbJl8/s200/sajadah-azizi2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://ikmalaysia.blogspot.com/"&gt;Oleh: Ahmady&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shoalat tarawih baru berjalan empat rekaat, waktu itu tiba-tiba angin bertiup sangat kencang, membuat panik anak anak yang solat di barisan belakang. Semua mmengomel-ngomel “Angin, angin, hujan, hujan” ku lirikkan mata, mereka ada yang berdesak-desakan mengatur kembali posisinya yang sedari tadi semrawut. Ada yang tolak-menolak, masing-masing ingin membetuli diri, seolah merasa bersalah terhadap tuhan, karena solat sambil main-main. Sehingga tuhan menurunkan hujan dan angin ribut, sebagai teguran terhadap tingkah laku mereka. Itu lah yang berputar di kepala mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diam-diam aku pun ikut panik, betapa tidak, atap zeng dibuatnya berbunyi-bunyi. Tabir penghijab antara jamaah putra dengan jamaah putri pun tersibak keatas, hinga menyentuh lampu neon yang di gantung agak rendah, kepalaku saja sampai padanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku yang tadinya kepanasan, kini tidak lagi, justru kedinginan tertiup angin yang lewat dari celah-celah dinding yang agak jarang. Hatiku risau “Jangan-jangan akan terjadi apa-apa” ada- ada saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak-anak kembali sibuk, dan berebut tempat menghindar dari bocoran, ketika kembali kulirik, mereka suadah berbaris rapi tanpa suara, sepertinya mereka juga merinding dengan keadaan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba teringat oleh pikiranku ketika seusia mereka, saat waktunya solat terawih pasti sibuk dengan pena dan buku, kononnya untuk catatan amaliah romadhon. Ya, namanya juga anak SD,harus ikut apa kata guru, entah apa faedahnya, aku pun tak ambil pusing waktu itu. Apa yang aku tahu, mencari tanda tangan sebanyak-banyaknya, supaya ketika selesai ramadhan, buku tersebut bisa di setor ke guru. Setelah diadakannya evaluasi, bagi yang rajin salat tarawih- atau yang rajin datang hanya sekedar untuk mencari tanda tangan pun- biasa nya mendapat imbalan dari guru, bahkan mereka akan memberikan sejenis piagam penghargaan, yang membuat bangga. Begitulah beberapa tahun dahulu, masa-masa penuh ceria yang tak kan mungkin akan kutemukan lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam itu, malam kedua aku shalat tarawih di masjid itu. Masjid seukuran 20 kaki persegi yang cukup memberiku ketenangan. Konon nya masjid ini berdiri belasan tahun yang lalu, praktis saat berdirinya dusun ini, dusun Bangun gajah yang jauh dari keramaian kota. Masjid Nurul Iman itu tak tersentuh pembangunan sejak berdiri untuk yang pertama kali, tak juga mendapat perhatian pemerintah daerah. Padahal rumah-rumah di sekelilingnya telah lebih tinggi dan besar dari masjid itu sendiri, dari pada rumah-rumah transmigrasi belasan tahun lalu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski begitu, sebenarnya dusun itu jauh dari istilah daerah terisolasi. Karena, meski jauh di dalam, akan tetapi jalan nya licin oleh roda-roda pengangkut kelapa sawit. Selain penghasil kelapa sawit terbesar di kecamatan Dayun, tempat itu memiliki air yang sangat jernih seperti air botol aqua. Itu yang membuat aku betah disana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku lari meninggalkan rumah, karna aku merasa kecewa dengan seseorang. Dia tidak pernah menganggap keberadaan ku, aku bersikap bisu terhadap siapa saja yang ada di rumahku, padahal dibulan puasa kami selalu makan sahur dan buka bersama, tapi kali ini aku hanya mengambil jatah ku dan memakannya di dalam kamarku. hingga suatu hari ibuku menjadi mangsa kekecewaanku, tentunya sebagai anak yang tak ingin melukai hati ibu, aku tak ingin itu berlarut. Sehingga pada suatu pagi, aku putuskan untuk pergi kerumah teman ku yang berjarak 2 jam perjalanan dengan minibus. Itu pun karena aku tak tahan mendengar tangisan ibuku semalaman. Ibu begitu prihatin terhadap ku, meski aku tak pernah mengadu, tapi beliau dapat menangkap kesedihan ku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ Kenapa Is kamu seperti ini?” Tangis ibu dipundak ku malam itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa Ibu punya salah sama kamu? Ngomong Is... Jangan buat Ibu seperti ini” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak menjawab sepatah kata pun, sehingga basah punggung ku oleh tangisan Ibu, ”Maafkan Ismail Bu.. Is tidak bermaksud menyakiti Ibu, apa lagi sampai membuat Ibu menangis, tidak Bu.. sungguh tidak, Is pun tidak bisa mengatakan ini pada Ibu, berat Bu, seberat memikul gunung” aku hanya mengeluh di dalam hati membiarkan Ibu tersedu-sedu di pundakku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa Ibu sangat merasa bersalah dengan sikapku? Begitu inginnya Ibu menghiburku, tapi semua tak berarti bagiku. Karna tak seorang pun mengerti hatiku. Ingin kucari obat itu di dusun sahabat karibku. Barang kali aku akan terhibur, atau sekurang-kurang nya menghilangkan rasa bersalah Ibu. ”Maafkan Is Ibu, tak biasanya Is meninggalkan rumah tanpa berpamitan dengan Ibu” Ku tekad menghibur diri dari keruntuhan hatiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersambung.. ..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-4943435431241480273?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/qMRIcUlbRaY" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-17T11:02:01.131-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SrJ5DLZp0xI/AAAAAAAAANg/m6t7hkwbJl8/s72-c/sajadah-azizi2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2009/09/di-lipatan-sajadah-ramadhan.html</feedburner:origLink></item><item><title>PUASA: mencegah virus</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/SzCoNnKHcp4/puasa-mencegah-virus.html</link><category>Artikel IKMA</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Fri, 28 Aug 2009 23:26:04 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-2164605462671844571</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SpeSs1MMpjI/AAAAAAAAANQ/FIQzuQ1VKXQ/s1600-h/ramadan_devil1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="228" src="http://1.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SpeSs1MMpjI/AAAAAAAAANQ/FIQzuQ1VKXQ/s200/ramadan_devil1.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: 'comic sans ms';"&gt;Oleh: Ahmadi&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Dengan tubuh yang sehat manusia bisa melakukan apa saja yang sulit dilakukan orang sakit, merealisasikan impian, dan mengerjakan hal yang telah direncanakan.&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="background-color: blue; color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puasa merupakan kewajiban bagi setiap muslim, tujuannya adalah supaya muslim yang beriman menjadi lebih bertaqwa. Semua muslim mafhum dengan kuliah ini, apalagi kalangan mahasiswa ilmu wahyu, yang notabenenya mumpuni dalam bidang fiqih ibadah seperti ini. Namun masalahnya, adakan mereka sadar adalagi satu kepentingan yang sejalan dengan kepentingan taqwa, yaitu sehat jasmani. Bukankah sehat itu sendiri tujuan puasa juga?Dengan tubuh yang sehat manusia bisa melakukan apa saja yang sulit dilakukan orang sakit, merealisasikan impian, dan mengerjakan hal yang telah direncanakan. Di waktu virus yagn sedang ganas merebak ini, langkah menariknya bila kita simak kiat-kiat berikut untuk menjaga kesehatan kita di bulan puasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Makan sahur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kesehatan dan tenaga itu berasal dari makanan, dan makan itu dilakukan ketika sahur, maka kita tidak mempunyai pilihan untuk tidak sahur, demikian kalau sehat menjadi prioritas kita. Dengan sahur kita akan mempunyai tenaga lebih dari yang tidak sahur, dengan demikian produktivitas kita bisa dikekalkan seperti waktu tidak berpuasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Minum air&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan dikira kalau kebutuhan air dalam tubuh kita menurun karena puasa, justru lebih dari itu. Kehidupan normal, tubuh kita membutuhkan minimal 2 liter satu hari atau 8 gelas. begitu juga dengan bulan puasa. Kalau anda punya masalah dengan perhitungan air yang 2 liter sehari ini, caranya: hitunglah dengan menggunakan botol air mineral yang kecil (500 ml). Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, anda hanya perlu mengalikannya dengan angka 4. Pastikan dalam senggang waktu dari buka ke sahur, anda menghabiskan 4 botol air putih. (tidak harus belil, isi ulang saja).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Tidur yang cukup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandai-pandailah untuk menghitung dan menambahkan durasi tidur anda. Cukupkan 6 jam sehari semalam. Ingat, kurang tidur akan melemahkan sistem kerja otak, apabila otak sudah lemah, metabolisme tubuh kita juga melemah, konsekuensinya imun kita juga akan melemah dan sangat rentan ditulari virus. Jangan kawatir, asalkan tugas tidak terbengkalai, tidurlah atas nama kesehatan. apalagi waktu berpuasa, tidur akan membawa pahala dengan tujuan menghindari rusaknya pahala puasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Jaga menu makanan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai mahasiswa yang bijaksana, tentunya kita sangat arif dalam memilih makan. Jadikan makanan sehat jadi prioritas no 1, soal enak biarlah no 13. Bisa jadi hal yang anda sukai enaknya itu tidak baik bagi anda, juga barangkali anda tidak menyebutnya enak karena anda tidak terbiasa dengan makanan itu. Dari itu, biasakanlah memilih makanan yang sehat. Lagi-lagi agama menuntut kita untuk mengkonsumsi makanan yagn halal lagi baik (baik untuk kesehatan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Kurangi minum es &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Poin no 5 ini sangat erat hubungannya dengan no 4, hanya ini ada spesifikasi. Memang sangat nikmat untuh berbuka dengan es, tapi batasilah minumnya. Ini demi kesehatan anda, (lagi-lagi atas nama kesehatan). Penyanyi Siti Nurhaliza menghindari es untuk suaranya, sebenarnya lebih dari itu. Menjauhi es membantu kita menghindari barbagai penyakit seperti demam, sakit kepala, batuk, nyeri tulang (reumatik) dll yang kesemuanya ini mengganggu kita dalam berakitivitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian, ternyata makan sahur, minum air, tidur yang cukup, menjaga menu makanan dan menjauhi es dapat menjaga kita tetap sehat di bulan puasa ini. jangan sampai momen puasa yang seharusnya adalah momen untuk memperebut pahala dan mengumpul ilmu jadi bulan-bulanan waktu untuk ke klinik atau di tempat tidur. Alangkah ruginya kalau kita tidak punya energi untuk mengejar target Ramadhan kita, padahal kiat-kiat itu sangat mudah. Berdoa supaya Yang Maha Kuasa selalu menjaga kita&lt;span style="background-color: blue; color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-2164605462671844571?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/SzCoNnKHcp4" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-28T23:26:04.678-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SpeSs1MMpjI/AAAAAAAAANQ/FIQzuQ1VKXQ/s72-c/ramadan_devil1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2009/08/puasa-mencegah-virus.html</feedburner:origLink></item><item><title>Istiqamah Menjalankan Amalan Kecil</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/eKSxr8bpN_w/istiqamah-menjalankan-amalan-kecil.html</link><category>Artikel IKMA</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Fri, 28 Aug 2009 02:12:33 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-1525563556808039908</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SpeRlbHEhAI/AAAAAAAAANI/hGvOqnZtQMI/s1600-h/relentless_fighter_of_allah_by_b92r.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="272" src="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SpeRlbHEhAI/AAAAAAAAANI/hGvOqnZtQMI/s400/relentless_fighter_of_allah_by_b92r.jpg" width="247" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;aiknya amal perbuatan itu, sebagai dari hasil baiknya budi dan hati, dan baiknya hati adalah hasil dari kesungguhan menjalankan perintah Allah, yaitu tidak bergerak dari apa yang didudukkan oleh-Nya (Ibnu Atha'ilah).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;aiknya amal sangat tergantung dari baiknya hati, dan baiknya hati sangat tergantung dari istikomahnya diri untuk selalu dekat dengan Allah. Demikian kiranya maksud pernyataan Imam Ibnu Atha'ilah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;audaraku, istikomah dalam kebaikan adalah hal penting dalam hidup. Sebab, sebuah amal yang dilakukan secara istikamah, walaupun kecil, perlahan tapi pasti akan mendekatkan kita kepada Allah. Karena itu, tidak ada amal kecil menurut pandangan Allah. Yang menentukan besar kecilnya sebuah amal adalah keikhlasan hati saat melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;da&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt; sebuah kisah tentang Imam Al Ghazali. Suatu malam Hujjatul Islam ini bermimpi berada di Hari Perhitungan. Dari sekian banyak amalnya, ada satu amal yang sangat disukai Allah melebihi amal-amal lainnya. Ternyata bukan shalat, puasa, bukan karya-karya besarnya, atau hafalan Alqurannya, namun karena keikhlasannya menolong seekor lalat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;C&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;eritanya, saat ia sedang menulis, tiba-tiba seekor lalat jatuh ke dalam tinta. Segera saja Imam Al Ghazali mengambil lalat itu, membersihkan tinta dari tubuhnya, lalu melepaskannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Kisah ini tentunya jangan sampai mengecilkan arti ibadah, menuntut dan menyebarkan ilmu, atau berjihad di jalan Allah. Kisah ini semata-mata menunjukkan betapa sesuatu yang kita anggap remeh bisa bernilai istimewa di sisi Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;arena itu, orang ikhlas tidak pusing memikirkan besar kecilnya amal. Yang ia pikirkan adalah bagaimana agar amal tersebut diterima Allah dan bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;ejatinya, tidak ada sesuatu yang besar di dunia ini tanpa kehadiran yang kecil. Semua yang besar tersusun dari hal-hal kecil. Buku misalnya. Ia adalah kumpulan bab; bab adalah kumpulan paragraf; paragraf adalah kumpulan kalimat; kalimat adalah kumpulan kata; kata adalah kumpulan huruf; dan huruf adalah kumpulan titik. Maka setebal apapun buku, hakikatnya adalah kumpulan dari titik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;emikian pula dengan kesalehan dan kemuliaan akhlak. Ia adalah kumpulan dari amal kebaikan yang dilakukan terus-menurus dengan penuh keikhlasan. Seseorang dianggap ahli tahajud bila setiap malam ia istikomahan menjalankannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;ebaliknya, kita sulit menyebutnya ahli tahajud bila ia hanya sekali dua kali melakukan tahajud. Intinya, akhlak mulai lahir dari kebiasaan, kebiasaan lahir konsistensi kita menjalankan sebuah amal, walau amal itu kita dianggap ringan dan kecil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;ila yang besar itu bentukan yang kecil, maka kita jangan sekali-kali menyepelekan yang kecil. Sebaliknya, kita harus membiasakan diri melakukan hal-hal kecil secara istikamah, selain menjalankan perintah-perintah yang wajib.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;enyum dengan tulus adalah hal kecil yang nilai kebaikannya luar biasa. Termasuk pula memungut sampah, membersihkan kamar mandi, mengongkosi teman, berbagi makanan, meminjamkan buku, menengok orang sakit, memaafkan yang bersalah, bersedekah, mau mendengarkan, ucapan yang baik, dsb. Andai kita istikamah (konsisten) melakukannya, jangan heran bila Allah akan mengangkat derajat kita di hadapan manusia lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;da&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt; baiknya kita mulai membuat program untuk membiasakan diri melakukan hal-hal kecil bernilai ibadah. Saat bangun tidur misalnya, istikamahlah berzikir, membersihkan tempat tidur, membersihkan diri, berwudhu, menyapa atau tersenyum manis kepada anak dan pasangan kita. Atau saat berjumpa orang lain, dahulukan diri untuk tersenyum, mengucapkan salam, menyapa dengan penuh kesopanan. Saat hendak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; beraktivitas dahului dengan membaca basmalah dan mengakhirinya dengan hamdalah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Ketika hendak tidur, kita bisa mengawalinya dengan berwudhu, shalat witir, dzikir, atau membebaskan pikiran dari kedengkian dan kebencian terhadap orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;audaraku, terus dan teruslah melakukan amal-amal kecil. Insya Allah, dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, Allah akan mengaruniakan kita kemuliaan akhlak. Amin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;"&lt;u&gt;By putri sulung"&lt;/u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-1525563556808039908?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/eKSxr8bpN_w" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-28T02:12:33.310-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SpeRlbHEhAI/AAAAAAAAANI/hGvOqnZtQMI/s72-c/relentless_fighter_of_allah_by_b92r.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2009/08/istiqamah-menjalankan-amalan-kecil.html</feedburner:origLink></item><item><title>TEMAN SEJATI DALAM ISLAM</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/K-zT5u3IX-A/teman-sejati-dalam-islam.html</link><category>Artikel IKMA</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Fri, 28 Aug 2009 02:07:38 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-8424538225162157375</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SpeQRdOrpNI/AAAAAAAAANA/wvh1zuDWUSQ/s1600-h/happy-ramadhan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SpeQRdOrpNI/AAAAAAAAANA/wvh1zuDWUSQ/s200/happy-ramadhan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Oleh: Putri Sulung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hidup ini tak akan lelah andai ditemani teman sejati..segala susah dan senang diharungi bersama.segala cabaran dan kejayaan di orak menjadi satu kenangan yg indah. istilah SAHABAT adalah definisi yg paling tepat untuk menggambarkan teman sejati..keakraban sebuah hubungan yg x pernah putus walaupun berpisah didunia, malah &lt;st1:state w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt; bertemu pula diakhirat &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;hatta, Rasulullah tercinta sendiri mempunyai ramai sahabat yg para ulamak dan sejarawan menafsirkan bahawa, keakraban mereka sehingga tidak sanggup melihat sahabat yg lain susah dan menderita walau sedikit pn. perkara yg baik disokong, yg buruk ditegur..sungguh indah persahabatan yg digambarkan..&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;nabi Adam AS juga ketika dicipta sebagai manusia pertama disyurga kesunyian tanpa teman disisi. melayan resah dan gembira, mengharung langkah-langkah kehidupan dan berkongsi hati dan jiwa. lantaran itu Allah menjadikan Hawa pendamping setia drpd tulang rusuk baginda, tempat terbitnya segala perasaan iaitu paling hampir dengan hati.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;kisah ini bukanlah gambaran tentang kisah cinta yg paling agung di abad manusia, tetapi refleksi kelahiran teman sejati dari dalam diri seseorang yg benar-benar mendambakan teman sejati disisi. teman sejati lahir dri hati yg tulus dan suci serta ketinggian peribadi dan pekerti.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;bayangkanlah, tatkala bersendiri mengharungi kesusahan, tertekan dengan pelbagai masalah, siapakah orang pertama yg terbayang dimata kita?org2 yg sekurang2nya apabila mengingatinya dapat mengurangkan beban yg digalah, mengatasi kebuntuan diri.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;namun, sukarnya mencari teman sejati ibarat mencari mutiara bernilai dilautan. lalu, bagaimana?jawapannya mudah..lahirnya teman sejati adalah dari peribadi yg mulia. andai baik peribadi dan akhlak kita, maka baiklah teman kita. begitu juga sebaliknya. ibarat menanam benih yg sihat, dibajai dengan akhlak mulia dan disirami dengan keikhlasan, maka hasilnya adalah pohonan rimbun yg begitu byk manfaatnya..maksudnya, memberi lah dahulu dengan ikhlas maka yg diterima juga adalah yg baik2 belaka.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;persahabatan itu tinggi nilainya. mereka yg bersahabat saling berkorban antara satu sama lain dan mencintai setulus hati. ia adalah amanah yg terlukis dalam janji Allah bahawa mereka yg saling mencintai antara satu sama lain kerana &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;Allah serta berpisah keranaNya dijamin lindungan 'Arasy di mahsyar kelak. mereka ini saling nasihat menasihati kearah kebaikan serta saling menjaga sahabatnya agar tidak jatuh kelembah kehinaan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;kesimpulannya, teman sejati itu adalah insan yg lahir dari diri sendiri. yg berada disekeliling kita termasuk ibu, ayah, isteri, suami, adik dan sesiapa sahaja. yg paling penting, mereka adalah yg sering memberi sinar dan menghambat mendung yg merentasi dalam kehidupan. dan mereka juga adalah org2 yg sering mendoakan dan menjalinkan hubungannya dengan kita hanya kerana Allah..&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;wallahualam..&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;semoga kita beroleh teman sejati dambaan syurga..amin..&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-8424538225162157375?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/K-zT5u3IX-A" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-28T02:07:38.993-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SpeQRdOrpNI/AAAAAAAAANA/wvh1zuDWUSQ/s72-c/happy-ramadhan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2009/08/teman-sejati-dalam-islam.html</feedburner:origLink></item><item><title>Assalamu'alaikum wr wb</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/2R_sdbNCvAA/assalamualaikum-wr-wb.html</link><category>Artikel IKMA</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Fri, 28 Aug 2009 02:06:06 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-4259914415551155194</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SpeNIepPLhI/AAAAAAAAAM4/TqbyvcJ94Q0/s1600-h/ramadhan_masjid.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SpeNIepPLhI/AAAAAAAAAM4/TqbyvcJ94Q0/s200/ramadhan_masjid.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Oleh: Nur Sa'idah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;ulung do'akan semoga kita semua tetap dalam rangkulan kasih sayang yang maha segalanya serta di beri kemudahan dalam segala urusan.AMIN…ALLAHUMMA AMIN….^_^.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;ahabat-sahabatqu yang di rahmati ALLAH,,,Tanpa kita sadari kini udah hampir 2 tahun kita menimba ilmu di kampus biru yang kita cintai ini.ujian demi ujian,rintangan demi rintangan kini telah kita lalui bersama,walupun pada hakikatnya diantara kita berbeda2.y itulah arti sebuah perjuangan…he…..^_^&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;ahabat-sahabat yang qu cintai dan yang qu banggakan karena ALLAH …Pada kesempatan ini,ana ingin mengucapkan selamat menyambut "RAMADHAN KARIM" ya…semoga puasa kita tahun ini lebih baik dari pada tahun yang sebelumnya.Begitu juga dengan amal-amal kita yang lain,,,AMIN…&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;atu perminta'an Ana buat sahabat-sahabat semua,Semoga persahabatan and tali silaturrahmi di antara kita semua tetap berkelanjutan sampai ke yaumil akhir nanti.Jujur,,,selama Ana bergaul,berteman,bersahabat,bersama teman-teman semua, banyak sekali pelajaran,ilmu pengetahuan,pengalaman dll yang yang bisa Ana jadikan teladan dan bimbingan buat diri Ana sendiri&lt;span style="color: magenta;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: magenta; font-size: 14pt;"&gt;"TANPA SAHABAT-SAHABAT SEMUANYA SIAPALAH ANA"…???&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: magenta; font-size: 14pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: magenta; font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;ahabat-sagabatqu yang qu sayangi,,,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Antum semua telah banyak mengajar ana akan arti sebuah kehidupan yang sebenarnya,Apa lagi dalam sebuah persahabatan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Bila Ana mengenang kembali kebersama'an kita ini,sebak rasa di dada ingin menangis rasanya..karena Ana sangat merasakan ketenangan,kenyamanan serta ketentraman bila bersama sahabat-sahabatqu sekalian.Apa lagi ketika kita masih bisa belajar bersama di Al-amin dahulu…kita belajar bersama,makan bersama,bahkan berjuang dan berperang dalam menimba ilmu pun kita tetap bersama&lt;span style="color: blue;"&gt;."YA ALLAH ALANGKAH INDAHNYA DAN UNIKNYA TALI PERSAHABATAN KAMI INI&lt;/span&gt;"semoga ALLAH tetap mengekalkannya sampai di ke yaumil Akhir nanti.AMIN…^_^&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small; position: relative; z-index: -1;"&gt;&lt;span style="height: 1056px; left: -120px; position: absolute; top: -408px; width: 816px;"&gt;&lt;img height="1056" src="file:///C:/DOCUME%7E1/stu_lab/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.jpg" v:shapes="_x0000_s1026" width="816" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;ahabat-sahabatqu…&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;"&gt;&amp;nbsp;P&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;ada kesempatn ini juga,Ana mohon ma’af zahir dan batin dari dunia hingga akherat atas segala silap and salah yang pernah ana lakukan terhadap sahabat-sahabatqu sekalian.Baik yang Ana sengaja maupun tidak selama kita berteman,bersahabat,belajar,bermain,bergurau serta lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Ana juga mohon do’anya y….tuk sepengetahuan sahabat-sahabatqu sekalian….sem ni Ana lum bisa tuk meneruskan pelajaran seperti biasa.Alhmdulillah Ana di izinkan tuk istirahat dulu…karena ingin berobat.jadi,Ana mohon do’a dari sahabat-sahabatqu semua,smoga Ana di berikan kesembuhan dengan secepatnya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Sehingga kita semua di berikan kesempatan untuk bertemu,belajar serta berjuang bersama kembali seperti sedia kala.Amin…Namun,jika pertemuan kita hanya setakat sampai di sini saja,semoga tali persaudara’an,persahabatan di antara kita berkekalan sampai ke yaumil akhir nanti.AMIN….Halalkan makan minum Ana ya sahabat-sahabatqu.Salam sayang and selamat berjuang sahabat-sahabatqu……!!!ALLAHUAKBAR…!!!Wassalm wr wb….&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;  &lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-4259914415551155194?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/2R_sdbNCvAA" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-28T02:06:06.770-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SpeNIepPLhI/AAAAAAAAAM4/TqbyvcJ94Q0/s72-c/ramadhan_masjid.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2009/08/assalamualaikum-wr-wb.html</feedburner:origLink></item><item><title>PANTUN-PANTUN MENYAMBUT BULAN RAMADHAN</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/vRIY_DKtttg/pantun-pantun-menyambut-bulan-ramadhan.html</link><category>Puisi IKMA</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Fri, 28 Aug 2009 02:04:34 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-6646273880133895683</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SpeLEk_H_RI/AAAAAAAAAMw/F2x0b8UntRw/s1600-h/Ramadan_Kareem_by_P_R_O.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SpeLEk_H_RI/AAAAAAAAAMw/F2x0b8UntRw/s200/Ramadan_Kareem_by_P_R_O.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Oleh: Nur Sai'dah&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 24pt;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;epasar seni membeli lukisan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Lukisan di beli untuk hiasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Walau jemari tiada bersalaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Ma’af lahir batin menyambut Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #00cc00; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 24pt;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #00cc00; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;ari zapin rentak melayu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #00cc00; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Rentak langkah hitung delapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #00cc00; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Bulan Ramadhan di ambang pintu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #00cc00; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Khilaf dan salah mohon di ma’afkan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #00cc00; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #00cc00; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 24pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 24pt;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; I&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;kan sembilang di balik biang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ditangkap nelayan di air masin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sa’ban hilang Ramadhan menjelang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Moho ma’af zahir dan batin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: magenta; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 24pt;"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: magenta; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;amba ini Hamba sejati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: magenta; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Terlahir di bumi untuk mengabdi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: magenta; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Kata salah mungkin menyakiti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: magenta; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Mohon ma’af diberi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: magenta; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: magenta; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: magenta; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 24pt;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;ulan Ramadhan Bulan mulia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tak lama lagi datang menyapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Suci hati suci jiwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Semoga kita menjadi Insan yang Bertaqwa&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 24pt;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;ain songket dari melaka&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: yellow; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Di pakai oleh si datuk patin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Selamat menyambut bulan puasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Mohon ma'af zahir dan batin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Sungguh indah mentari pagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ku hirup udaranya segarkan hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sudah lama kita menanati-nanti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bulan ramadhan yang penuh kasih sayang ilahi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Mohon ma’af bila ada kata-kata yang menyakiti hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Agar puasa tahun ini di berkahi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;AMIN…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-6646273880133895683?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/vRIY_DKtttg" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-28T02:04:34.510-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SpeLEk_H_RI/AAAAAAAAAMw/F2x0b8UntRw/s72-c/Ramadan_Kareem_by_P_R_O.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2009/08/pantun-pantun-menyambut-bulan-ramadhan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Marhaban Ya Ramadhan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/pXU2YIPPKmI/marhaban-ya-ramadhan.html</link><category>Puisi IKMA</category><category>Artikel IKMA</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Fri, 28 Aug 2009 00:44:44 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-5446844044321191371</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SpeJfASI1bI/AAAAAAAAAMo/cyTmU-JsPcg/s1600-h/Holy_Ramadan_2_by_Funtoon.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SpeJfASI1bI/AAAAAAAAAMo/cyTmU-JsPcg/s200/Holy_Ramadan_2_by_Funtoon.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Oleh:&amp;nbsp;&lt;a href="http://ikmalaysia.blogspot.com/" target="_blank"&gt; Nur Sa'idah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 24pt;"&gt;&amp;nbsp;Assalamu’alaikum wr wb…..&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: lime; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 24pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: lime; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 24pt;"&gt; &lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: lime; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 24pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 18pt;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;oga kita semua tetap dalm rangkulan kasih sayangnya ALLAH kapan n di mana j AMMIN……ALLAHUMMA AMIN……..^_^.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: -1;"&gt;&lt;span style="height: 1056px; left: -123px; position: absolute; top: -317px; width: 828px;"&gt;&lt;img height="1056" src="file:///C:/DOCUME%7E1/stu_lab/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.jpg" v:shapes="_x0000_s1026" width="828" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: lime; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 24pt;"&gt;&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: lime; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 24pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #ff33cc; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #ff33cc; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;R&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #ff33cc; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;iau negeri nan asri…&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #ff33cc; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tempat bertahta para sultan…&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #ff33cc; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sambut ramadhan sucikan diri…&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #ff33cc; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;salam ma’af jua saya haturkan…&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #ff33cc; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;"selamat menyambut bulan maghfiroh…&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mohon ma’af zahir dan batin”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;ahabat-sahabatqu yang di rahmati ALLAH…..&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Pada kesempatan yang amat berbahagia ini,,,izinkanlah Ana mengucapkan “SELAMAT MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADAN…,{MOHON MA’AF ZAHIR DAN BATIN}.MARHABAN YA…RAMADAN KARIM 1430 H…”.semoga puasa bulan Ramadan kita tahun ini lebih baik dari yng sebelumnya,begitu juga dengan amal2 kita diterima disisinya,bekal kita di akherat kelak.AMMIN ROBBAL ALAMIN…^_^&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-5446844044321191371?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/pXU2YIPPKmI" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-28T00:44:44.987-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SpeJfASI1bI/AAAAAAAAAMo/cyTmU-JsPcg/s72-c/Holy_Ramadan_2_by_Funtoon.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2009/08/marhaban-ya-ramadhan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Sadarkan kami</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/TuwsPheAFmI/sadarkan-kami.html</link><category>Puisi IKMA</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Thu, 20 Aug 2009 01:49:57 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-3493653324793402698</guid><description>&lt;div class="separator" style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/So0Ms_bXowI/AAAAAAAAALo/IXdAs3s6YjU/s1600-h/merenung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" sj="true" src="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/So0Ms_bXowI/AAAAAAAAALo/IXdAs3s6YjU/s320/merenung.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://ikmalaysia.blogspot.com/"&gt;Oleh: Muhammad Rasyid Ridho&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah sampai kapan… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada yang dapat memastikan… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu yang di berikan… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KasihNya pada kita masih di tetapkan… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adakah masih mungkin… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuk percaya dengan sangat yakin… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahwa diri kita terjamin… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari siksa hasil kemarin... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami tak sabar menanti… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan panjang ini berhenti… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesejukan hampir membuat mati… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segumpal darah bernama hati… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami mesti selalu bersyukur… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih Kau berikan masa tuk bersungkur… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di mana insan masih terlelap tidur… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dosa kami jauh tak terukur… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahai tuhan pemilik bumi… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuatkanlah jiwa-jiwa ini… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan seluruh sanak famili… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kejaran bayang-bayang kami… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Izinkanlah ya Allah… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerinduan ini tercurah… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PadaMu di hari akhirah… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami pohon dengan hati yang pasrah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-3493653324793402698?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/TuwsPheAFmI" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-20T01:49:57.906-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/So0Ms_bXowI/AAAAAAAAALo/IXdAs3s6YjU/s72-c/merenung.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2009/08/sadarkan-kami.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kacamata barat, lepaskan sekarang juga</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/lIs8H9WE14Q/kacamata-barat-lepaskan-sekarang-juga.html</link><category>Artikel Pengunjung</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Fri, 24 Jul 2009 04:15:59 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-7553874514594391850</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SmmXnMv-YoI/AAAAAAAAALg/MIX9zXWgRSk/s1600-h/2052379919_6e16419976_o.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SmmXnMv-YoI/AAAAAAAAALg/MIX9zXWgRSk/s200/2052379919_6e16419976_o.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Oleh: Iwan Gunawan&lt;br /&gt;
Dalam keseharian kita sering menemukan berbagai kendala dan masalah bahkan disepanjang mata memandang. Kita lihat di terminal beberapa orang yang merokok seenaknya, membuang sampah di sembarang tempat, bahkan sampai di dalam bis kita harus rela berdesak – desakan. Belum lagi ternyata setelah terlepas dari suasana bis yang sangat sempit itu, kita sering kehilangan barang baik handphone lah, dompet lah, atau laptop sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua kejadian dan permasalahan yang kita lalui tidak sering membuat kita merasa jengkel dan frustasi. Seakan sudah tidak ada lagi manusia yang berbuat baik di dunia ini. Di kamar, di kampus, di jalan, di kantor, di toko, di mobil, semuanya serba bermasalah. Yang lebih bermasalah lagi orang yang sering berbuat salah tapi tidak mau bahkan tidak mengakui bahwa dirinya salah. Dunia ini sudah cukup sempit dengan makhluk yang bernama masalah, maka dari itu jangan kita persempit lagi dengan menambah maslah.&lt;br /&gt;
Ya memang bukan manusia namanya jika tidak pernah melakukan kesalahan, hanya saja kita juga diberikan kekuatan oleh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah untuk meminimalisir agar terhindar dari berbuat kesalahan. Dalam al-Quran Allah berfirman :&lt;br /&gt;
“ Dan berbuat baiklah kalian, karena sesungguhnya Allah mencintai orang – orang yang berbuat baik “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam ayat lain Allah berfirman :&lt;br /&gt;
“ jika kalian berbuat baik maka sesungguhnya efek dari kebaikan itu akan kembali lagi kepada kalian, dan jika kalian berbuat jahat,  maka sesungguhnya kejahatan itu akan kembali kepada kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan masih banyak lagi ayat – ayat llain yang menyeru kita agar berbuat baik. Pada intinya syariat islam menyuruh kita berbuat baik kepada siapa, dimana, dan kapan saja kita berada. Bukankah manusia yang paling baik adalah mereka yang menebar manfaat di mana saja mereka berada. “ khoirun nasi anf’uhum lin nas” begitu sabda nabi memberitakan kepada manusia agar senantiasa memberiikan kenyamanan kepada siapa saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang mari kita renungkan makna “ baik “ yang sudah berabad – abad disabdakan oleh nabi, dan tertera dalam nash al-Quran. Nampaknya  di zaman ini sedikit sekali orang yang menggunakan kacamata “ baik ”. Dalam dunia bisnis, belajar, bergaul, bahkan dalam masalah agama sekaipun.  Coba kita tengok kepda para pedagang atau para pebisnis, sudah jarang sekali mereka memakai kacamata “ baik “ tapi lebih memilih kacamata “ untung ”.  melakukan berbagai macam cara asal mendapat keuntungan besar tanpa melihat akibat  efek dari perbuatannya  yang sudah tidak mempedulikan lagi kebaikan atau keburukan bagi orang lain. Di matanya yang ada hanya untung. Seorang pengajar yang melihat dengan kaca mata ini maka yang menjadi sasaran utamanya bukan pemahaman siswa atau kemajuannya. akan tetapi lebih menitik beratkan kepada berapa gaji yang ia dapatkan perbulannya.  Lebih ironisnya jika seorang da’i dan para intelek di negara kita enggan menyampaikan ceramahnya hanya gara – gara mata mereka yang sudah lengket dengan kaca mata untung/rugi ( baca : barat ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kacamata untung/rugi yang dibawa oleh budaya barat ini, kini mengakar kuat di seluruh aspek. Kaca mata barat ini berhasil melemahkan sendi – sendi nilai islam yang sangat mulia dan menjunjung tinggi kesejahteraan. Hampir di seluruh segi kehidupan kita melihat dengan kacamata ini, dan hampir tidak melirik kepada kacamata islam yang mengajarkan untuk melihat segala sesuata dengan kacamata baik, buruk , halal atau haram. Telah lama kaca mata ini menghilang semenjak barat menularkan virus westernisasinya ke seluruh dunia, tidak terlepas negara – negara islam.&lt;br /&gt;
Satu hal lagi warisan dari virus westernisasi, yaitu pandangan atau cara pandang “ yang penting saya enak / senang “. Virus ini masih sangat sering kita jumpai dan bahkan mungkin kita rasakan oleh pribadi kita masing – masing. Dalam mengerjakan berdialog, berdiskusi, berbicara, bergaul, dimanapun dan dengan siapapun terkdang kita masih terjangkit oleh virus berbahaya ini. Virus yang mengandakan kurang matangnya kedewasaan kita, bersikap egois yang merupakan ciri khas anak – anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, mulai saat ini, marilah kita tinggalkan kacamata barat ini yang hanya menitik beratkan pada materi semata. Mulailah berbisnis dengan allah melalui amal baik kita karena prioritasnya bukan lagi materi, tapi ridho Allah. Maka saya sangat setuju seperti yang dikatakan oleh Aagym, berbisnis dengan Allah tidak selalu rugi, bahkan sudah pasti untung. Berbeda dengan bisnis dengan manusia yang belum jelas keuntungannya dan banyak mengalami kerugian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa kita tidak ingat dengan firman Allah :&lt;br /&gt;
“ Barang siapa yangmengerjakan amal baik, maka baginya pahala sepuluh kali lipat. Dan barang siapa yang mengerjakan amal buruk, maka baginya balasan serupa seperti amal buruknya, sedang mereka tidak akan dirugikan. “ ( Q. S. Al an’am 160 )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam salah – satu hadis qudsi Allah juga berfirman :&lt;br /&gt;
“ jika hambaku berniat untuk berbuat  baik, maka tuliskanlah baginya satu kebaikan. Apabila dia melaksanakannya maka tuliskan bagi dia sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat. Jika hambaku berniat untuk melakukan kejahatan akan tetapi dia tidak melakukannya, maka tuliskan baginya satu kebaikan, jika dia melakukannya tulis baginya satu kejahatan. Apabila dia beristighfar maka hapuslah kesalahannya. “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alangkah buruknya jika kita tidak lagi mengindahkan bahkan tidak mau memakai kacamata kebesaran kita. Mari kita sebarkan keberkahan ketentraman di mana saja kita berada, bersama siapa saja, dan kapan saja. Keuntungan duniawi tidaklah akan menambah kejayaan di sisi Allah, tapi kebaikan kita akan sangat memberikan manfaat bagi orang banyak, bahkan mengangkat derajat kita di sisi Allah dan makhluknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahai generasi muslim di mana saja engkau berada, wahai mujahid Allah apapun yang sedang  engkau lakukan, lepaskanlah kacamata jelek itu, mari kita sama – sama memakai kacamata kejayaan islam dan jangan pernah engkau lepaskan sepanjang hayatmu. Sinari kehiduan seperi matahari menyinari bumi. Usirlah kebathilan seperti mentari mengusir kegelapan. Karena kita generasi harapan, karena kita calon penggenggam dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iwan Gunawan&lt;br /&gt;
Penulis adalah mahasiswa S1 azhar university Cairo – Egypt fakultas ushuluddin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-7553874514594391850?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/lIs8H9WE14Q" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-07-24T04:15:59.481-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SmmXnMv-YoI/AAAAAAAAALg/MIX9zXWgRSk/s72-c/2052379919_6e16419976_o.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2009/07/kacamata-barat-lepaskan-sekarang-juga.html</feedburner:origLink></item><item><title>Menggugah Semangat Pemuda Muslim</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/U_P6fZAa_mA/menggugah-semangat-pemuda-muslim.html</link><category>Artikel IKMA</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Sun, 23 Aug 2009 19:51:12 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-2791654403197536222</guid><description>&lt;div class="separator" style="border: medium none; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SpIADEmaNhI/AAAAAAAAAMg/JgDM8sq_O8A/s1600-h/pemuda.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SpIADEmaNhI/AAAAAAAAAMg/JgDM8sq_O8A/s320/pemuda.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;OLEH: Hambari Nursalam&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam salah satu ceramahnya Syeikh Dr.Yusuf Al Qardawi yang berjudul “Risalah lis Sabab al Muslim” atau berarti, pesan untuk pemuda muslim. yang disiarkan secara langsung di stasiun televisi Al Jazeera menarik untuk disimak, terutama bagi kalangan kaum muda muslim. Dalam ceramah tersebut beliau menggugah semangat pemuda muslim untuk bangkit dan maju. Karena beliau sangat prihatin dengan keadaan pemuda muslim hari ini yang terpuruk dalam kemunduran dan kurang mengikuti pedoman islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam ceramah tersebut beliau menyebutkan bahwa ada beberapa hal yang patut dilakuan oleh pemuda muslim untuk menyongsong kebangkitan kembali. Diantaranya, pemuda muslim harus selalu menjadi yang terbaik dalam segala hal. Tidak menerima apa adanya dan merasa puas dengan keadaan sekarang. Di dalam islam diajarkan untuk selalu meraih keberhasilan, baik untuk urusan dunia maupun urusan akhirat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemuda muslim juga dituntut untuk selalu bekerja sama (baca:berjama’ah), dalam kerja da’wah untuk menyebarkan syi’ar islam. tugas da’wah adalah kewajiban untuk semua muslim dan merupakan tugas besar yang tidak akan mampu dilakukakan dengan bersendirian. Maka sangat dibutuhkan penyatuan barisan dan gerakan secara bersama. Berjama’ah juga mampu menguatkan pemuda muslim pada ketaatan kepada Allah SWT dan dijauhkan daripada maksiat serta godaan syaitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu pemuda muslim sudah sepatutnya mencontoh pemuda muslim terdahulu, yaitu para pemuda cemerlang di zaman Rasulullah SAW maupun sesudahnya. Para pemuda terdahulu berlomba-lomba untuk berkorban serta menyumbangkan jasa untuk pengembangan da’wah islam. Pada usia sangat muda mereka sudah mampu memimpin pasukan dan mampu menaklukkan di berbagai wilayah di dunia. Misalnya, Musailamah bin Abdul Malik mampu menaklukkan China, Muhammad bin Qasim bin Muhammad menaklukkan India, Musa bin Nusair dan Thariq bin Ziad menaklukkan Andalusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemuda muslim harus meninggalkan sifat suka meniru-niru budaya pemuda barat yang tidak memiliki nilai moral dan tidak memiliki tujuan hidup yang jelas. Sebagai pemuda muslim hendaknya menjadikan islam sebagai pandangan hidup. Karena dengan menjadikan islam sebagai pandangan akan timbul kekuatan yang luar bisa pada diri pemuda muslim, sehingga dengan demikian mampu bangkit untuk mencapai kemajuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan melihat beberapa hal diatas, sangat sesuai sekali untuk diambil perhatian oleh para pemuda muslim masa kini. Melihat kondisi umat islam sekarang ini yang sedang berada dalam ketertinggalan, maka pemuda-pemuda muslim merupakan kunci kebangkitan. Apabila semua pemuda muslim telah menyadari serta mau memulai langkah ke arah kebangkitan maka kegemilangan islam mendatang tinggal menunggu waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan pemuda&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemuda mempunyai potensi besar untuk perubahan. Maka sangat sesuai apabila tugas tugas besar diamanahkan ke tangan para pemuda. Sejarah telah membuktikan betapa para pemuda telah mampu mensukseskan berbagai agenda besar serta mampu mewarnai dunia. Kalau kita perhatikan dalam sirah nabi misalnya, Rasulullah SAW dalam memulai agenda da’wahnya dengan target para generasi muda atau pun pemimpin. Dengan cara itu beliau telah mampu membina asas perjuangannya dengan dukungan para pemuda. Sehingga hasilnya benar-benar luar biasa, da’wah islam mampu tetap kokoh dari pada tekanan dan penindasan. serta tetap teguh walaupun diperangi dari dalam oleh kaum kafir Quraiys dan kaum munafik Yahudi, dan serangan dari luar yaitu kerajaan Parsi dan Romawi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perjuangan menyebarkan da’wah islam yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, maka tersebutlah nama-nama tokoh muda yang selalu mendampingi beliau, seperti Abu Bakar, Umar bin Khatab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdur Rahman bin Auf, Saad bi Abi Waqas, Zubair bin Awwam, Zaid bin Harits, Bilal bin Rabah, mereka yang termasuk Assabiqunal awwalun (orang-orang terdahulu masuk islam), dan sahabat-sahabat yang lain. mereka memiliki kesetiaan yang sangat kuat sehingga mampu membuat gentar para pemuka kaum, kaisar maupun raja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan generasi sesudahnya juga telah membuktikan betapa para pemuda mampu mewarnai dunia. Diantaranya khalifah Umar bin Abdul Aziz, beliau memerintah di masa usia yang masih sangat muda. Dengan kesederhanaannya namun beliau memiliki keberhasilan yang luar bisa dalam kepemimpinannya. Dimasa kepemimpinannya umat islam berada pada tingkat sangat makmur, sehingga diilustrasikan pada masa itu dokter susah sekali mendapatkan rakyat yang sakit karena tidak ada yang sakit, begitu pula orang kaya dermawan susah sekali untuk bersedekah karena tidak ada yang miskin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitupula yang telah dibuktikan oleh sultan Muhammad Al Fatih yang dalam usia muda telah mampu memimpin pasukan perang dan berhasil menaklukan kota Konstantinopel. Juga yang dilakukan oleh sultan muda legendaris Salahudin Al Ayyubi yang dengan keberanian dan keimanannya mampu mengalahkan tentara salib serta merebut tanah Baitul Maqdis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sejarah perjuangan Indonesia pula banyak sekali yang membuktikan bahwa para pemuda muslim sangat berperan penting dalam upaya memperjuangan kemerdekaaan. Para pemuda kita telah berani berkorban dan mempertaruhkan nyawa mereka untuk berperang melawan penjajah. Sumpah Pemuda yang terjadi pada 28 Oktober 1928 merupakan salah satu wujud kepedulian mereka dalam rangka memulai langkah perjuangan menuju negara Indonesia yang merdeka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pemuda pulalah yang telah berusaha dan berkorban untuk mewujudkan terjadinya reformasi pada sebelas tahun yang lalu. Sehingga terjadi perubahan besar di negara kita dan sekarang bisa malaksanakan demokrasi dengan leluasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa bukti di atas sudah seharusnya menjadikan para pemuda muslim hari ini untuk menyadari akan kekuatannya. Dan hal ini hendaknya mampu menggugah semangat mereka untuk segera bangkit dari ketertinggalan ke arah kemajuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saatnya untuk bangkit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Umat islam pernah mencapai kegemilangan pada suatu ketika dahulu. Sejak terbentuknya negara islam di Madinah yang yang dipimpin langsung oleh Rasulullah, dilanjutkan beberapa zaman sesudahnya yaitu kekhalifahan khulafaurrasyidin, pemerintahan bani Umayyah, Bani Abbasiyah, kerajaan islam Andalusia, dan kerajaan Turki Usmani. Umat islam pada masa itu menjadi pusat peradaban dan menjadi kiblat ilmu pengetahuan. Umat islam pada masa itu pula hidup mulia dan terhormat disegani oleh semua penduduk dunia. Peta wilayah kekuasaan islam terbentang luas dari timur hingga ke barat, dari daratan Indonesia hingga ke Maroko. Namun sejak jatuhnya Kekuasaan Turki Usmani pada tahun 1924, umat islam terperosok kepada kemunduran. Kekuasaan adidaya yang dimiliki lenyap sehingga wilayah islam dengan mudah dibagi-bagi serta menjadi rebutan bangsa barat. Umat islam pula menjadi korban penjajahan hingga berlarut-larut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka sudah saatnya generasi muda islam untuk segera bangkit, karena para pemuda muslim mempunyai tanggung jawab besar untuk memulai perjuangan. Sudah terlalu lama umat islam berada dalam kemunduran. Umat islam sudah tidak sepatutnya untuk tetap terlena, umat islam harus menyiapkan segalanya untuk bangkit. Diantaranya tentu saja harus berkaca dari pengalaman sejarah, seperti bagaimana generasi terdahulu mampu mencapai kemenangan dan kegemilangan. Semangat juang untuk mengangkat kalimatullah harus kembali dihidupkan pada diri setiap pemuda muslim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Generasi muda islam masa kini haruslah berpegang teguh pada ajaran al Qur’an supaya memiliki kekuatan dan keimanan yang teguh serta mempunnyai panduan dalam berjuang. Dalam bukunya yang berjudul Ma’alim fith Thariq, Sayyid Qutb menerangkan bahwa salah satu cara umat islam untuk mampu mencapai kemajuan ialah dengan menciptakan generasi-generasi yang unggul ‘jiilul qur’ani al farid’, sebagaimana telah dicontohkan oleh para sahabat. Yaitu pribadi-pribadi mengikuti ajaran al Qur’an dalam kehidupannya. Karena al Qur’an adalah petunjuk bagi umat serta merupakan salah satu peninggalan yang istimewa dari Rasulullah untuk umatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pemuda muslim tidak perlu ragu terhadap keberhasilannya, karena Alllah telah menjanjikan kejayaan bagi umat islam, hanya saja waktunya yang belum diketahui. Namun pasti cepat atau lambat kejayaan islam akan tercapai. Pemuda muslim harus selalu ingat bahwa Allah akan selalu menolong mereka selama mereka mau menolong agama Allah. Sebagaimana yang dinyatakan di dalam al Qur’an: "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS.Muhammad: 7)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian sangat sayang sekali seandainya dalam proses kebangkitan ini pemuda muslim lalai dan tidak turut serta mengambil bagian, karena dengan atau pun tanpa kita niscaya kejaayaan islam yang dijanjikan Allah tetap akan menjadi kenyataan. Karena Allah maha kuasa atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Link Terkait: &lt;a href="http://eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/hambari-nursalam-mahasiswa-international-islamic-university-malaysia-menggugah-semangat-pemuda-muslim.htm"&gt;Eramuslim&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-2791654403197536222?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/U_P6fZAa_mA" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-23T19:51:12.112-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SpIADEmaNhI/AAAAAAAAAMg/JgDM8sq_O8A/s72-c/pemuda.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2009/07/menggugah-semangat-pemuda-muslim.html</feedburner:origLink></item><item><title>“PEMILIHAN UMUM” Antara Maslahat dan Tuntutan Syariat</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/Ziu3r_gold0/pemilihan-umum-antara-maslahat-dan.html</link><category>Artikel IKMA</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Wed, 01 Jul 2009 18:12:55 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-4988317860123220794</guid><description>&lt;div class="separator" style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SkwHWvmO-ZI/AAAAAAAAAKY/A_ejV56czUI/s1600-h/925969_logo2partai.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SkwHWvmO-ZI/AAAAAAAAAKY/A_ejV56czUI/s200/925969_logo2partai.jpg" xj="true" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Oleh: &lt;a href="http://www.ikmalaysia.blogspot.com/"&gt;Khairil Anwar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pemilihan umum executive tinggal menghitung jari, para Capres dan Cawapres siap dengan strateginya masing- masing. Provokasi dan dan propaganda adalah hal yang wajar dalam kondisi disaat ini, dalam usaha mengambil hati rakyat indonesia. Dengan capability dan confidence yang mereka miliki, mereka maju kehadapan mewakili ratusan juta umat dengan membawa sejuta harapan ingin membawa perubahan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pesta yang dikenal dengan pesta demokrasi aspirasi ini bukan hanya terkhusus untuk kalangan ningrat dan aparat akan tetapi pestanya seluruh lapisan masyarakat, inilah indahnya sebuah demokrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Akan tetapi masih ada segelintir masyarakat yang kurang open (jawa) akan pentingnya sebuah demokrasi, segelintir golongan ini bukanlah hanya dari golongan yang tidak pernah mengecap dunia pendidikan, akan tetapi juga dipelopori oleh kalangan terpelajar dengan memilih abstain sebagai pilihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan fenomena kian maraknya prilaku abstain dalam setiap pemilihan umum ini didorong oleh faktor politis dan faktor ideologis. Faktor politis, mereka beranggapan bahawa tidak ada calon dalam pemilu yang sesuai dengan aspirasi, harapan dan keinginan mereka dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera, sehingga abstainlah menjadi pilihan mereka. Adapun faktor ideologis, golongan yang memilih abstain sebagai pilihan berkeyakinann bahwa ikut serta dalam pemilihan umum adalah haram hukumnya dan mereka dasarkan keyakinan ini atas pandangan ulama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kita melihat kembali padangan ‘ulama akan hukum keikut sertaan dalam pemilihan umum, tentunya tidak seluruh ulama’ mendukung dan bersetuju atas keharaman berpartisipasi dalam pemilihan umum. Artinya para ulama berbeda pendapat tetang hal ini, dan perbedaan pendapat para ulama’ mengenai hukum keikut sertaan dalam pemilihan umum ini terdapat dua pendapat : &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendapat pertama: ulama’ as-salafiah, golongan ulama ini mengharamkan ikut serta dalam pemilihan umum dan ini dikarenakan pemilu merupakan perwujudan dari sistem demokrasi dan sistem demokrasi bukanlah sistem islami (kafir). Dan kedua–dua system ini saling bertolak belakang dari segi asas dan masdarnya. Sebagai contoh dalam sistem demokrasi dikatakan bahwa\\\" السيادة والسلطان للأمة أو للشعب \\\"kekuasaan tertinggi terletak ditangan rakyat ataupun ummat, dan implementasi dari bentuk kekuasaan rakyat dalam menetukan sebuah urusan dan masalah diantaranya adalah pemilihan umum. Sedangkan dalam sistem pemerintahan islam\\\" السيادة لشرع \\\" و \\\" السلطان للأمة \\\" . &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kekuasaan tertinggi diberikan dan di ladaskan berdasarkan sya’riat sedangkan kekuasaan umat dibawah naungan syariat artinya kekuasaan ummat dibatasi oleh kekuasaan syariat. Jadi secara tidak langsung, ikut serta dalam pemilu berarti kita mengakui sistem kafir dan ini termasuk dalam hal yang menafikan keimanan.&lt;br /&gt;
Pendapat kedua: jumhur ulama, golongan ulama ini memperbolehkan bahkan menganjurkan untuk bermusyarokah dalam pemilu, karena bukan berarti dengan ikut serta dalam pemilihan umum kita harus mengakui bahwa sistem demokrasi lebih baik dari pada sistem Islam, akan tetapi; pembolehan ini didasarkan atas beberapa alasan yang pertama: kemaslahatan yang terdapat didalam pemilihan umum kedua: pemilihan umum adalah sarana melakasanakan amru bil ma’ruf wa nahyu an al-munkar ketiga: pemilihan umum juga seiring dengan tuntutan syaria’h. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan inilah pendapat yang rajih&amp;nbsp; Syariah telah menegaskan sebagaimana termaktub didalam al-quran dan hadist akan urgensi seorang pemimpin dalam sebuah negara, dan ini bisa kita lihat melalui perintah syariat dalam mentaati ulil amri setelah metaati allah dan rasullnya sebagai mana allah berfirman “ hai orang- orang beriman taaitilah allah, rasul dan para pemimpin kamu” secara mafum muafaqahnya dalam koteks ayat ini menyatakan bahwa selain kita dituntut untuk mentaati pemimpin juga kita dituntut terlebih dahulu untuk memilih seorang pemimpin karena kita tidak akan disuruh untuk mentaati kepada seorang pemimpin sedangkan pemimpin itu tidak wujud, jadi secara ringkasanya ayat ini mengandung dua makna perintah menentukan seorang pemimpin dan perintah mentaati seorang pemimpin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berkenaan dengan pemilihan seorang pemimpin, didalam al-quran dan hadis tidak akan kita dapati ayat yang menjelaskan akan sistem dan tata cara pemilihan pemimpin, akan tetapi syariat hanya menetapkan asas–asas ( mabadi’ ) yang harus dipenuhi dalam iktiar al-khalifah ataupun pemimpin dan adapun bentuk dari sistem ikhitar tersebut islam memberikan kebebasan kepada umatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Dan ketiadaan system ini didalam syariat bukan berarti islam tidak mencakup dari hal yang demikian dan hanya mengatur hubungan hamba dengan tuhannya, akan tetapi ada hikmah yang terkandung disebaliknya. Dan ketiadaan system ini menyebabkan timbulnya perbedaan sistem pemilihan pemimpin dari masa ke masa. Dan perbedaan ini dapat kita lihat terhadap perbedaan system ikhtiar al-khalifah(pemimpin) setelah kewafatan rasul yang dikenal zaman khulafa ar-rasyidin dan zaman kerajaan abasiah dan umaiah yang mana terdapat 4 cara sebagaimaa berikut: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. al-intikhab &lt;br /&gt;
Dalam sistem ini, pencalonan, pemilihan dan pelantikan pemimpin hanya akan dilaksanakan setelah kewafatan pemimpinya dan proses pencalonan dan pemilihan hanya diberikan kepada ahli hilli wa al-aqdiأهل الحل والعقد ( legislative), karena hanya merekalah yang mengetahui dirayah dan syahsiah seorang pemimpin, baik itu dirayah as-siasiah , ad-diniah wa al-ilmiah wa tsaqafiah. Sistem ini berlaku dimasa pengangkatan abu bakar as-siddiq sebagai khalifah setelah kewafatan rasul SAW dan juga ali bin abi thalib setelah wafatnya usman bin affan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. al-istikhlaf &lt;br /&gt;
Dalam sistem ini, pencalonan dan pemilihan pemimpin telah dilaksanakan dimasa kepemimpinan khalifah atau imam pada masa itu, akan tetapi pelantikanya hanya akan dilaksanakan setelah wafatnya imam tersebut. Sistem ini berlaku dimasa pelantikan khalifah umar sebagai imam al-ummah, yang mana saidina umar menerima wasiat dari saidina abu bakri untuk memimpin umat setelah sepeninggalannya nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. al-ikhtiar&lt;br /&gt;
Adapun dalam sistem ikhtiar ini, daftar nama–nama calon yang akan menggantikan imam yang memimpin pada masa itu sudahlah disiapkan, tinggal lagi pemilihann serta pelatikannya hanya akan dilaksanakan setelah sepeninggalan imam tersebut. dan hak memilih calon pemimpin hanya diberikan kepada ahlu ikhtiar أهل الحل والعقد ( legislative), bukan kepada semua khalayak ramai. Dan sistem ini berlaku pelaksanaannya dikala ketaulian kalaifah ustman bin affan menjadi khalifah yang ke-tiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. al-waratsah &lt;br /&gt;
Dalam sistem ini, tahta kepemimpian diberikan secara turun temurun atau lebih dikenal dengan sistem waris tahata seperti dalam sistem monarchy absolute. System ini berlaku dimasa kerajaan umaiyah dan abasiah. &lt;br /&gt;
Begitulah gambaran bentuk dari sistem pemilihan pemimpin sepeninggalan Rasulallah SAW, yang mana sistem ini dibuat atas kebijakasanaan umat pada masa itu demi mencapai kemaslahatan bersama. Jadi apakah bentuk sistem pemilihan pemimpin yang sesuai pada masa sekarang ini ?. Syekh Abdul Aziz Izat Al-khiyat berpendapat bahwa sistem intikhab adalah sistem yang sesuai, akan tetapi syekh Al-khiyat menambahkan pentingnya keikut sertaan seluruh umat dari seluruh lapisan masyarakat dalam proses pemilihan pemimpin seperti pelaksanaanya pada masa sekarang ini dan bukan hanya diberikan kepada orang-orang tertentu saja seperti kepada ahli hilli wa alaqdi ( legislative), dan karena tujuan asal dari diadakannya intikhab itu adalah proses dalam menilai keridhaan ummah terhadap calon yang bakal memimpin,apakah seorang calon itu di terima dihati rakyat ataupun ditolak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sini dapat kami simpulkan bahwa pemilihan umum adalah suatu proses pemilihan yang sesuai dengan maslahat dan tuntutan syariat. Adapun kemaslahatan yang dapat diambil dari proses pemilihan umum diantaranya: Pemilihan umum sebagai barometer mengukur keridhaan ummat terhadap calon yang akan memimpin dan keridhaan ummah terhadap siapa yang akan memimpin adalah hal sangat penting bagi diri seorang pemimpin dalam menjalankan tampuk kepemimpinan. Selanjutnya Pemilihan umum adalah sebuah wahana dalam beramar ma’ruf dan mencegah kemungkaran, ini dapat dilaksanakan dengan cara menggunakan hak suara kita untuk memilih calon yang layak, yang akan memperjuangkan kemaslahatan umat dan mencegah jatuhnya tampuk kepemimpinan ketangan orang yang durjana yang akan mempora-porandakan kepentingan ummah. Sekian dan terima kasih .&lt;br /&gt;
Penulis : Mahasiswa S1 fakultas usul al-fiqh Universiatas Islam Antarabangsa Malaysia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-4988317860123220794?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/Ziu3r_gold0" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-07-01T18:12:55.338-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SkwHWvmO-ZI/AAAAAAAAAKY/A_ejV56czUI/s72-c/925969_logo2partai.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">7</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2009/07/pemilihan-umum-antara-maslahat-dan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Al-Amin Voice Nasyed Club</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/g7Ta5Zn2lOA/al-amin-voice-nasyed-club.html</link><category>Al-Amin Voice</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Thu, 25 Jun 2009 01:14:07 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-4818831076353216331</guid><description>&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 16pt;"&gt;A.The Profile of Al-Amin Voice&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SkMpdbVUy0I/AAAAAAAAAKQ/WAHSib6_f10/s1600-h/DSCN2973.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; K&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;elompok seni yang beraliran musik ‘akapel‘ ini dibentuk atas dasar&amp;nbsp; kesedaran dalam diri kami pencinta nayid tanah air indonesia,dan atas dasar keprihatinan kami tehadap kondisi&amp;nbsp; umat dan khususnya para kawula muda mudi yang &amp;nbsp;mulai jauh dari nilai - nilai keislaman, khususnya dalam hal pemilihan mereka terhadap hiburan. Memang tidak bisa dinafikan bahwasannya Islam memperbolehkan umatnya untuk menikmati hiburan karena hiburan itu indah, akan tetapi; islam memberikan batasan – batasan serta panduan dalam berhibur. Nah…. bermula dari keprihatinan inilah kami mencoba membudayakan nasyed sebagai altenative hiburan yang mana saat ini mulai asing di telinga anak kawula muda sekarang. Dan keinginan utuk membentuk kumpulan nasyed ini semangkin jelas ketika kami menamatkan pengajian atau kursus khusus pengembangan bahasa arab yang diadakan di KUIS ( Kolej Universitas Islam Selangor ) . Pada waktu itu kami diminta oleh pihak penganjur ( kolej )&amp;nbsp; menampilkan seni kebudayaan daerah asal dimana kami dilahirkan ( indonesia) untuk acara penutupan kursus tersebut. dengan serta merta kami menyetujui permintaan tersebut . Walhamdulillah performace perdana al-amin voice mendapat sambutan baik dari penonton dan khususnya pihak penganjur. Dan pendek cerita bermula dari sinilah AL-AMIN voice mulai mensenandungkan tembang – tembang islam khas &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:country-region w:st="on"&gt;indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dan kami mohon doa semoga apa yang kami perbuat ini&amp;nbsp; dicatat&amp;nbsp; sebagai amal ibadah kami.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SkMpdbVUy0I/AAAAAAAAAKQ/WAHSib6_f10/s1600-h/DSCN2973.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SkMpdbVUy0I/AAAAAAAAAKQ/WAHSib6_f10/s320/DSCN2973.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 16pt;"&gt;B.The Personel of al-amin voice&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 11pt;"&gt;Chairil Anwar &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 11pt;"&gt;Ahmad Nuryani &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 11pt;"&gt;Muhammad Rasyid Ridho&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 11pt;"&gt;Muhammad Ahmadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 11pt;"&gt;Firman Santosa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Aman Sah Roni&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;(EX- AL-AMIN VOICE)&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;C. ACHIEVEMENT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“ NAIB JOHAN “&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; pada acara arabic &lt;i&gt;Cultural Night&lt;/i&gt; di Internatioal Islamic University. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Lagu yang pernah dinyanyikan &amp;nbsp;: &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;persatuan&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;neo sholawat &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;i&gt;maa lii robbun siwahuu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;i&gt;gurrobaa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;just give me one &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-4818831076353216331?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/g7Ta5Zn2lOA" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-25T01:14:07.525-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_5ogN0AHDvS0/SkMpdbVUy0I/AAAAAAAAAKQ/WAHSib6_f10/s72-c/DSCN2973.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2009/06/al-amin-voice-nasyed-club.html</feedburner:origLink></item><item><title>KATA - KATA MUTIARA  DAN DO'A</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/V4dJ267N5BQ/kata-kata-mutiara-dan-doa.html</link><category>Artikel IKMA</category><category>Lomba Penulisan Artikel</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Wed, 24 Jun 2009 11:22:04 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-7368708335688812171</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Oleh: &lt;a href="http://ikmalaysia.blogspot.com/"&gt;Nur Sa'idah&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://bima.ipb.ac.id/%7Eanita/iwish.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="125" src="http://bima.ipb.ac.id/%7Eanita/iwish.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Assalamu'alaikum wr wb...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;"RUMUS KESUKSESAN"&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TUJUAN + PRINSIP + PERENCANAAN + KETEKUNAN + KESABARAN + KEBANGGAAN = KESUKSESAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman-teman... selamat mencoba rumus di atas ya.... karena ana juga lagi mencobanya sekarang..... rumus ni adalah pemberian dari seorang kakak kelas yang tidak akn pernah ana lupakan semua jasa baiknya,ana harap rumus tersebut bermanfaat buat kita semua amin..... demi menjalankan amanah yang sedang kita pikul ni....^_^.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Hadiah yang paling berharga buat teman adalah: bertimbang rasa dan sedia mema'afkan kesalahannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika anda ingin berjaya janganlah hanya melihat anak tangga saja, akan tetapi, berusahalah untuk menaiki tangga tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perubahan tidak di mulai dari orang lain, akan tetapi dari diri sendiri.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"5 Sabda nabi {Tafsir hanafi}, Jangan tidur sebelum melakukan 4 perkara":&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Menghatamkan Al-qur'an.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menjadikan nabi sebagai penolongmu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membuat ummat islam senang kepadamu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan ibadah haji dan umrah.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aisyah bertanya : Bagai mana aku melakukan dalam satau (1) malam? maka beliau menjawab:&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Apabila membaca AL- Qur'an surat Al-ikhlas,berarti engkau telah menghatamkan Al- Qur'an.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apabila bersolawat, berarti engkau telah menjadikan Nabi sebagai penolong.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apabila engkau beristighfar,berarti engkau telah membuat ummat islam senang kepadamu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dan apabila engkau mengucapkan " SUBHAANALLAH WALHAMDULILLAH WALAA ILAA HAILLALLAH WOLLOHU AKBAR", berarti engkau telah melakukan ibadah haji".&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sidang pembaca yang budiman!!!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada kesempatan yang berbahagia ni, ana pengen berbagi pengalamna ni....! jujur ana bukan sombong atau takabbur, hadits ini ana udah pernah mengamalkan semenjak ana menjumpainya wa insya Allah, sampai sekarang masih ana amalkan. Memang benar2 terbukti sesuai dengan kandungan hadis tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apalagi sebelum kita tidur kita dahului dengan membaca &lt;i&gt;Ta'awuz&lt;/i&gt; lalu membaca AL- Fatihah, dilanjutkan dengan 3 kul, baru kita hembuskan keseluruh anggota badan kita, sebagai mana yang pernah di amalkan oleh Rasulullah saw.InsyaALLA&amp;nbsp; teman- teman,kita akan mendapatkan perlindungan dari yang maha segalanya sewaktu kita tidur sehingga kita di bangunkan kembali. Bahkan di sepertiga malam jika kita sudah niat untuk bangun, insya Allah kita akan di bangunkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teman-teman qu yang budiman!!!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Ni pengalam Ana sendiri... Ana pernah di bangunkan oleh seorang yang berpakain putih. Pada malam tu, ana kepingin banget bangun tuk solat malam, walhamdulillah ana bangun, akan tetapi yang amat paling and sangaT menyedihkan, ana hanya bangun sebentar kemudian tertidur lagi. Karena ana ngerasa ketakutan pada waktu tu....hiks....3X. Alangkah meruginya diri ni teman-teman....*_*&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu permintaan ana buat teman-teman, jika suatu malam teman2 terbangun di sepertiga malam, bangunlah segera dengan di barengi membaca &lt;i&gt;ta'awuz&lt;/i&gt;, insya Allah syaitan akan segera menjauh. insya Allah... Selamat mencoba teman-teman... &lt;i&gt;Wassalamu'alaikum...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-7368708335688812171?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/V4dJ267N5BQ" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-24T11:22:04.553-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">7</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2009/06/kata-kata-mutiara-dan-doa.html</feedburner:origLink></item><item><title>Mencari Jati Diri</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/ikmalaysia/~3/pG-N7XSL0rQ/mencari-jati-diri.html</link><category>Artikel IKMA</category><category>Lomba Penulisan Artikel</category><author>noreply@blogger.com (Ikma Malaysia)</author><pubDate>Wed, 24 Jun 2009 10:53:29 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9170251139351398191.post-2602785622764131504</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Oleh: &lt;a href="http://ikmalaysia.blogspot.com/"&gt;Idho Hz&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_20IyHWg9tAA/SUD4DKoZUZI/AAAAAAAAAAo/v6gKrR2PzOE/S660/Girl_Walking_In_The_Hazy_Light.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_20IyHWg9tAA/SUD4DKoZUZI/AAAAAAAAAAo/v6gKrR2PzOE/S660/Girl_Walking_In_The_Hazy_Light.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;b style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Oh Tuhan….&lt;br /&gt;
Siapalah diri ini, tanpa kasih-Mu….&lt;br /&gt;
Ku tahu… ku berdosa…&lt;br /&gt;
Larangan-Mu... tak ku jaga…&lt;br /&gt;
Di hatiku… hanya dunia….&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah ungkapan yang sesuai untuk di utarakan, di mana diri kita terutama diri ini pribadi telah jauh dari norma-norma ajaran islam yang sebenarnya. Terpancar dari perbuatan-perbuatan kita yang memang di penuhi oleh pengagungan dunia. Sedangkan Rasulullah S.A.W sebagai sebaik-baik tauladan telah menerangkan dengan jelas tata cara atau jalan-jalan mana yang harus kita tempuh untuk mengharungi kehidupan yang tidak kekal ini, yaitu dengan petunjuk Alquran dan Assunnah beliau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Judul yang tertera di atas menunjukkan lemahnya diri ini, dan sebagai manusia yang lemah saya ingin mengutarakan secara jujur bahwa dunia telah memenuhi jiwa ini. Salah satunya adalah wanita. Kehadiran wanita adalah termasuk sebuah cobaan dari Allah untuk melalaikan para lelaki dari segala bentuk kecintaan kita kepada-Nya, begitu juga sebaliknya terciptanya lelaki juga sebagai fitnah bagi para wanita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sebagai penganut Islam yang mulia, kita sekarang telah jauh dari landasan cinta sesungguhnya. Keadaan dan situasi telah melarutkan kita kepada kebebasan bergaul di antara lawan jenis, mengkeramatkan cinta insan di atas segala-galanya yang sebenarnya hanya berlandaskan nafsu semata. Padahal Allah telah menetapkan bahwa kecintaan manusia itu harus tidak lebih dari cinta kepadaNya dan rasul-Nya. Kita sadar Allah sebenarnya adalah yang nomor satu di hati kita walaupun terkadang kita tidak membenarkannya dengan perbuatan, tapi satu hal yang kita anggap enteng adalah cinta kepada rasulNya. Padahal firman Allah Azza wajalla:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" &lt;i&gt;Nabi (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang Mukmin dari pada diri mereka sendiri&lt;/i&gt;"(QS Al-Ahzab [33]: 6).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang juga di dukung oleh hadis assyarif: " &lt;i&gt;Salah seorang di antara kamu tidak beriman, sehingga dia mencintai aku lebih dari cintanya terhadap orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia&lt;/i&gt; (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim melalui Anas bin Malik).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i&gt;Mendambakan pasangan&amp;nbsp; memang merupakan&amp;nbsp; fitrah&amp;nbsp; sebelum&amp;nbsp; dewasa,&amp;nbsp; dan dorongan yang sulit di bendung setelah dewasa, karena di sebutkan bahwa terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan, harta benda, dan lain-lain&lt;/i&gt;( ali-imran :14). &lt;br /&gt;
Sementara&amp;nbsp; psikolog berpendapat bahwa perempuan berjalan di bawah bimbingan perasaan, sedang&amp;nbsp; lelaki di&amp;nbsp; bawah pertimbangan&amp;nbsp; akal. Walaupun kita sering mengamati bahwa&amp;nbsp; perempuan&amp;nbsp; bukan&amp;nbsp; saja menyamai lelaki dalam hal kecerdasan,&amp;nbsp; bahkan&amp;nbsp; terkadang melebihinya. Keistimewaan wanita adalah pada perasaannya yang sangat halus. Sedang keistimewaan utama&amp;nbsp; lelaki&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp; konsistensinya&amp;nbsp; serta&amp;nbsp; kecenderungannya berpikir secara praktis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dari itu wanita sering terlalu ikut perasaan dengan siap sedia atau menerima dengan suka rela di perbodoh oleh para lelaki penerkam buas yang senantiasa mencari mangsa. Hawa nafsu telah mengalahkan akal, sehingga anak-anak muda saling cinta-menyinta, sayang –menyayang, berumbar janji-janji manis yang hujungnya akan berakhir pada seks. Dalam&amp;nbsp; pandangan&amp;nbsp; ajaran&amp;nbsp; Islam,&amp;nbsp; seks bukanlah sesuatu yang kotor&amp;nbsp; atau&amp;nbsp; najis,&amp;nbsp; tetapi&amp;nbsp; bersih&amp;nbsp; dan harus&amp;nbsp; selalu&amp;nbsp; bersih.&amp;nbsp; Mengapa menjadi kotor&amp;nbsp; atau perlu dihindari, ia karena bukan melalui jalan yang halal. Agama&amp;nbsp; mensyariatkan&amp;nbsp; dijalinnya&amp;nbsp; pertemuan&amp;nbsp; antara&amp;nbsp; pria&amp;nbsp; dan wanita, dan kemudian&amp;nbsp; mengarahkan&amp;nbsp; pertemuan&amp;nbsp; itu&amp;nbsp; sehingga terlaksananya "perkawinan", dan beralihlah kerisauan pria&amp;nbsp; dan wanita menjadi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;ketenteraman. Kita sudah tidak menghiraukan itu semua, sehingga dunia ini telah di penuhi oleh segala yang bersifat material dan kehawa nafsuan. Zaman kita mungkin telah sampai pada zaman yang telah di katakana rasullulah: "Akan datang waktunya umatku akan mencintai lima lupa kepada yang lima:&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp; Mereka cinta kepada dunia. Tetapi mereka lupa kepada akhirat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp; Mereka cinta kepada harta benda. Tetapi mereka lupa kepada hisab.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp; Mereka cinta kepada makhluk. Tetapi mereka lupa kepada al-Khaliq.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp; Mereka cinta kepada dosa. Tetapi mereka lupa untuk bertaubat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp; Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah. Tetapi mereka lupa kepada kubur".&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tidakkah kita dapat merenungkan sebab apakah semua perkara di atas terjadi? Semua terjadi berkat peran besar hawa nafsu. Untuk itu sebaiknya kita selalu membenahi diri kita dengan selalu beristighfar dan memikirkan tempat kita di akhirat. Karena sebenarnya kita menempah tempat kita dengan amal-amal kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kita harus selalu sadar bahwa cinta terlarang yang kita lakukan adalah sebuah cobaan dari Allah, dan semua cobaan adalah untuk menilai diri kita apakah kita muslim yang baik atau tidak. Karena firman Allah:&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Laki-laki yang berzina tidak (pantas) mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak pantas dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau1aki-laki musyrik &lt;/i&gt;(QS Al-Nur [24): 3).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walhasil, seperti pesan surat Al-Nur (24): 26,&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji. Dan Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kalau kita tidak segera sadar untuk memilih jati diri , maka lambat laun kita akan menyesal akibat hawa nafsu kita. Maka&amp;nbsp; sesuatu yang perlu kita&amp;nbsp; ingat adalah bahwa dunia ini tidak kekal, dan maut senantiasa mengintai kita, lalu kuburan akan menjadi tempat persinggahan kita, dan arah terakhir kita adalah akhirat. Dan hanya orang yang takut pada Allah sajalah yang akan menikmati hasil sempurna di sana kelak, yaitu surga yang indah. &lt;i&gt;Wallahu a`lam…! &lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170251139351398191-2602785622764131504?l=ikmalaysia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ikmalaysia/~4/pG-N7XSL0rQ" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-24T10:53:29.266-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_20IyHWg9tAA/SUD4DKoZUZI/AAAAAAAAAAo/v6gKrR2PzOE/s72-c/Girl_Walking_In_The_Hazy_Light.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://ikmalaysia.blogspot.com/2009/06/mencari-jati-diri.html</feedburner:origLink></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

