<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3451549392050216274</atom:id><lastBuildDate>Fri, 30 Aug 2024 07:31:06 +0000</lastBuildDate><category>Sandy Sarti</category><category>Cerpen</category><category>Empat Cinta</category><title>.::my imaGHYnation::.</title><description>[movie, book, writting]</description><link>http://imaghy.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Eghy Dot Net)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><copyright>&amp;copy; eghy. All right reserved.</copyright><itunes:keywords>cerpen,novel,buku,skenario,film,short,story,book,scenario,screenplay,movie</itunes:keywords><itunes:subtitle>[movie, book, writting]</itunes:subtitle><itunes:category text="TV &amp; Film"/><itunes:category text="TV &amp; Film"/><itunes:category text="Education"/><itunes:author>::eghy::</itunes:author><itunes:owner><itunes:email>eghy.deka@gmail.com</itunes:email><itunes:name>::eghy::</itunes:name></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3451549392050216274.post-9156793847537100451</guid><pubDate>Sat, 04 Aug 2007 20:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-17T16:00:28.075+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sandy Sarti</category><title>S&amp;S</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1Y1es6njvrw8TzO6F8xjNE9oZsUtRGu-kSNWKVK9pXk0v7OailqX-XmV3W8qRpyM4OMmqmtv8pToFxDeHnt4-Whi74Lw5bKKaEWucIeZRVsFWPWNn6TtDESDsRvyW__DHNmWgl5fAVdTt/s1600-h/ss1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5092041438618677138" style="margin: 0px auto 10px; display: block; cursor: pointer; text-align: center;" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1Y1es6njvrw8TzO6F8xjNE9oZsUtRGu-kSNWKVK9pXk0v7OailqX-XmV3W8qRpyM4OMmqmtv8pToFxDeHnt4-Whi74Lw5bKKaEWucIeZRVsFWPWNn6TtDESDsRvyW__DHNmWgl5fAVdTt/s320/ss1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://imaghy.blogspot.com/2007/07/s-1.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1Y1es6njvrw8TzO6F8xjNE9oZsUtRGu-kSNWKVK9pXk0v7OailqX-XmV3W8qRpyM4OMmqmtv8pToFxDeHnt4-Whi74Lw5bKKaEWucIeZRVsFWPWNn6TtDESDsRvyW__DHNmWgl5fAVdTt/s72-c/ss1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>eghy.deka@gmail.com (::eghy::)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3451549392050216274.post-3788565697610594438</guid><pubDate>Sat, 04 Aug 2007 16:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-17T16:03:06.834+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sandy Sarti</category><title>Sinopsis</title><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguiJZwVv851VLxCJ8A-3uhm3L4G8_VLkPxR9yOMJxngbrV_G8Mb2cpA_pQ4uf-hkskvQ5rGdDhmFJ-nIejuyhcwkDXBs_XTgdzVOIksLMZBa77voO1DI-SFXSK0pNyP2hM88Cy5DqVMH8l/s1600-h/ss2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5107762548391035122" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguiJZwVv851VLxCJ8A-3uhm3L4G8_VLkPxR9yOMJxngbrV_G8Mb2cpA_pQ4uf-hkskvQ5rGdDhmFJ-nIejuyhcwkDXBs_XTgdzVOIksLMZBa77voO1DI-SFXSK0pNyP2hM88Cy5DqVMH8l/s320/ss2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;SINOPSIS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memutuskan memberi hadiah sekotak kondom sebagai kado perkawinan terjadi begitu saja. Sama sekali tak pernah direncanakan oleh SANDY sebelumnya. Tapi lebih di luar dugaan lagi saat SANDY memenangkan hadiah utama sebuah mobil Jaguar X-Type dari undian kondom yang dibelinya ini! Meski untuk klaim hadiah ini, SANDY harus berjuang keras dan dibatasi oleh waktu. Akibat kecerobohannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Tuesday, January 29, 2008&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini diawali saat SANDY menolak ajakan hangout teman kerjanya karena harus mencari kado untuk perkawinan RAKA. SANDY yang pelupa “diingatkan” oleh reminder PDA phone-nya akan hal ini (beli kado). Sore itu pun SANDY mampir ke mall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lobby sebuah mall, SANDY tak sengaja menabrak SPG berpakaian sexy sampai handphone CDMA-nya jatuh. Ujung-ujungnya SPG ini menawarkan product kondom bermerk “Sarti”. SPG ini cukup lihai merayu SANDY untuk membeli product ini. SPG ini juga bisa meyakinkan SANDY bahwa kondom ini juga bisa dijadikan kado. SANDY setuju untuk membeli sekotak besar kondom Sarti. Karena ada undian berhadiah, SPG meminta nomer handphone SANDY untuk dicantumkan di struk pembelian (carbonize rangkap 3). Undian ini berhadiah utama sebuah Jaguar X-Type dan diundi malam Minggunya. Meski SANDY tak terlalu berharap akan memenangkan undian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di foodcourt mall yang sama, SANDY mencari makan. Di sini ia diservice waitress cantik berwajah lugu bernama SUCI. Baik SANDY maupun SUCI sudah sama-sama merasakan “getaran” di hati masing-masing. SANDY mencari alasan untuk dapat berkenalan dengan SUCI. SANDY ingat bahwa ia belum mempunyai partner di pesta perkawinan RAKA. Ia pun meminta SUCI bersedia menemaninya. SUCI tak bisa memberi jawaban bisa atau tidak. Dan karena SUCI tidak memiliki handphone dan tak hafal (cuma alasan, karena masih ragu dengan SANDY) nomer telpon kosan atau tempat kerja, SANDY memberikan kartu namanya. Ternyata kartu nama SANDY habis. Di dompet SANDY menemukan struk kondom Sarti yang memang ada nomer handphone-nya. SANDY memberikannya pada SUCI. Keputusan yang akan ia sesali jika SANDY tahu akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saturday, February 2, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANDY mendapat telpon yang mengaku dari undian kondom Sarti. Semula SANDY tak yakin saat ia disebutkan telah memenangkan hadiah utama sebuah Jaguar X-Type. Tapi setelah menyalakan tv, ia baru percaya karena undian ini memang disiarkan langsung di sebuah stasiun televisi swasta. Dan SANDY punya waktu 4 hari (sampai dengan hari Rabu) untuk mengklaim hadiah ini. Dan ia juga diharuskan membawa kartu identitas diri (copy dan aslinya untuk verifikasi) serta struk &lt;b&gt;ASLI&lt;/b&gt; pembelian kondom Sarti. Tapi SANDY lupa di mana ia menyimpan struk ini! Setelah mencari-carinya di kamar dibantu MAMI tapi tetap tak ia temukan, SANDY baru ingat bahwa struk ini ia kasihkan ke SUCI. Malam itu juga SANDY ke tempat kerja SUCI. Sayang, SUCI sudah pulang dari sore. Tadinya SANDY berniat akan kembali lagi saja keesokan harinya. Tapi menurut seorang waitress yang bernama MAYANG –teman kerja suci–, SUCI cuti selama 3 hari (Minggu – Selasa) karena ada keperluan keluarga. Hari Rabu pun SUCI offday. Sedangkan Kamis SUCI masuk jam 2 siang. SANDY terpaksa menyusul SUCI ke kosannya (alamat dari MAYANG). Dan sampai kosan SUCI pun, SUCI sudah berangkat pulang kampung. Untunglah IRA mau mencarikan alamat kampung SUCI. IRA menemukan sebuah surat &lt;b&gt;di atas majalah&lt;/b&gt; di atas lemari. Surat dari HAIKAL –adik SUCI– dengan alamat di &lt;i&gt;Papan Panggeulisan&lt;/i&gt; – Bandung. Malam itu juga SANDY mengejar SUCI ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bus malam jurusan Bandung dan sekitarnya, SANDY berangkat dari terminal. Sial baginya karena harus duduk terjepit di tengah-tengah. Di sebelah kanannya cowok berlogat Jawa medok bernama JONO yang berisik ngoceh melulu. Dan di sebelah kirinya justru kebalikannya. Seorang cowok “pendiam” yang sama sekali nggak ngomong apa-apa bernama BIMO. Ternyata BIMO adalah salah satu komplotan perampok yang biasa beroperasi di atas bus antarkota. Bersama komplotannya yang lain –LEXY dan BOTAK– mereka pun merampok seluruh penumpang saat bus sedang berhenti di sebuah jalanan sepi. Aksi mereka cukup lancar karena meski memang terkesan PAK ASEP –sopir bus– terlihat ditodong BOTAK, tapi semua hanyalah akting belaka. PAK ASEP sudah bersekongkol dengan mereka. SANDY yang berniat melawan justru kena apes. Ia diturunkan paksa di tengah jalan. Tas yang berisi dompet, iPod dan handphone berhasil dirampas BIMO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalanan yang sepi. Kiri kanan sawah, tak ada rumah penduduk. Mobil-mobil yang lewat juga tak ada yang mau memberinya tumpangan. Sampai sebuah taksi melintas. Itu pun sopir taksi ini –SUGENG– hanya bisa mengantar SANDY sampai pool taksi. SANDY terpaksa setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di pool taksi, SANDY tak menemukan uang di sakunya untuk membayar argo taksi. SANDY hanya menemukan selembar uang seribuan. SANDY ingat bahwa ia habis kerampokan. Tapi SUGENG tak mau tahu, Karena tak punya jaminan, SANDY dipaksa untuk mencuci taksi SUGENG sebagai gantinya. SANDY tak punya pilihan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Sunday, February 3, 2008&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang Shubuh, SANDY baru selesai mencuci taksi SUGENG. Rasa letih dan kantuk menyerang. Tapi SANDY tetap harus melanjutkan perjalanan mencari alamat SUCI. SANDY kembali mencari tumpangan. Setelah cukup lama menunggu, sebuah CR-V berhenti. DINO –yang pegang setir– bertanya apa SANDY bisa nyetir. SANDY setuju untuk nyetir. DINO turun. Tapi bukan pindah duduk tapi malah pergi. DINO bilang mobilnya masih tertinggal di club. CR-V ini milik JESSICA (tergeletak di bangku tengah) yang saat itu tak sadarkan diri karena mabuk berat. Jadi DINO meminta SANDY untuk mengantarkan JESSICA tanpa memberitahukan SANDY harus diantar ke mana. Sempat SANDY hujan-hujanan untuk ganti ban yang kempes di tengah jalan, SANDY memutuskan masuk ke sebuah hotel karena tak tak harus mengantar JESSICA ke mana. Sambil menunggu JESSICA bangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat tertidur sebentar di sofa hanya memakai handuk karena baju basah, SANDY terbangun jam 10 siang. JESSICA masih di tempat tidur belum juga sadarkan diri. Setelah SANDY mandi dan sarapan, SANDY berniat memakai bajunya. Baru ia akan memakai celana, JESSICA bangun. SANDY tentu senang. Tapi justru JESSICA yang kaget melihat SANDY hanya memakai handuk dan sedang memegang celana. Apalagi saat ia tahu saat ini ia berada di kamar hotel dan hanya berdua saja dengan SANDY. JESSICA menuduh SANDY yang enggak-enggak. SANDY berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Tapi JESSICA tetap tak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, tiba-tiba menerobos masuk 2 orang berseragam polisi (HANAPI dan PIERE), 2 orang berperawakan militer (PAK GUNAWAN –papa JESSICA–, seorang TNI berpangkat jendral– dan AJUDAN-nya) serta SECURITY HOTEL. SANDY ditangkap dan digelandang ke kantor polisi dengan tuduhan penculikan. Rupanya JESSICA memang telah 2 hari tak pulang ke rumah akibat depresi gara-gara pacarnya selingkuh. Karena tak pernah menjawab telponnya dan tak ada kabar, PAK GUNAWAN mengira JESSICA diculik. Apalagi saat ditemukan, JESSICA sedang bersama SANDY di sebuah kamar hotel (dan SANDY hanya memakai handuk). JESSICA yang memang salah sangka pada SANDY, tak berusaha mencegah melihat SANDY ditangkap. Meski ia bisa melihat sorot mata SANDY yang tak bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sel tahanan kepolisian, SANDY satu sel dengan UJANG (kasus narkoba). Dan malamnya, mereka berdua mendapat 2 orang “teman” baru saat BIMO dan LEXY (dengan kondisi babak belur bekas dihajar massa) ditangkap. Karena SANDY ribut dan berkelahi dengan BIMO dan LEXY, SANDY pun dipindahkan ke sel sebelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu SANDY sama sekali tak bisa tidur. Perasaan gelisah dan banyaknya nyamuk membuatnya tak bisa memejamkan mata. Dan tengah malam, giliran PAK ASEP yang tertangkap dan dimasukkan ke sel di mana SANDY berada. Meski kesal pada komplotan ini, SANDY merasa “enggan” untuk ribut dengan PAK ASEP. SANDY menanyakan pada PAK ASEP soal keberadaan barang-barang yang mereka rampas. PAK ASEP tidak tahu pasti. Tapi sebagian barang yang belum sempat mereka jual ke penadah, disita dan dijadikan barang bukti oleh polisi. Dan SUKMA, seorang polwan yang simpati pada nasib SANDY bersedia menyimpankan SIM dan KTP SANDY. Tapi tas dan dompetnya tetap “dipinjam” untuk barang bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain sisi, diceritakan tentang SUCI yang mengajukan cuti untuk menyunatkan HAIKAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Monday, February 4, 2008&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi SUCI mendapat telpon dari kepolisian, mengabarkan soal penangkapan PAK ASEP yang ternyata adalah ayah dari SUCI. SUCI pun langsung ke kantor polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum SUCI datang ke kantor polisi, SANDY telah dibebaskan oleh JESSICA dan DINO. Saat SUCI sampai di kantor polisi, SANDY baru saja pergi diantar oleh JESSICA untuk mencari alamat SUCI. Tapi SANDY balik lagi karena ingat KTP dan SIM-nya belum ia ambil. SANDY kaget melihat SUCI ada di kantor polisi dan sedang membezuk PAK ASEP. Ada perasaan rindu yang menyergapnya. SUCI pun merasakan hal yang sama. Selanjutnya SANDY langsung to the point menanyakan soal struk kondom Sarti berisi nomer handphone SANDY. SANDY pun lupa mengambil KTP dan SIM-nya. SUCI, SANDY dan JESSICA pergi ke rumah SUCI untuk mencari struk ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kertas yang dicari tidak ketemu. SUCI sudah mengobrak-abrik tas dan seisi kamar dibantu oleh JESSICA, tapi tetap tak ketemu. SUCI juga ingat bahwa kemarin saat ia menjemur pakaian, ia menemukan kertas yang ikut tercuci di saku jaketnya. Sayang, kertas itu pun tak ia temukan. Namun untuk berterus terang pada SANDY, SUCI tak berani. SANDY hopeless. Ia berniat meminjam handphone JESSICA untuk menelpon ke Jakarta. Tapi dipotong SUCI yang coba menelpon IRA untuk minta tolong dicarikan di kamar kos. Dan IRA berhasil menemukan struk kondom Sarti ada &lt;b&gt;di dalam majalah&lt;/b&gt; di atas lemari kamar kos SUCI dan IRA. SANDY semangat lagi untuk mengajar Jaguarnya. Meski keki karena yang dicari-carinya sampai ke Bandung justru berada di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Tuesday, February 5, 2008&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JESSICA yang telah jatuh hati pada SANDY bersedia mengantar SANDY dan SUCI ke Jakarta sebagai bentuk permintaan maafnya pada SANDY. Sebelum mobil masuk tol, SANDY muter balik untuk mengambik SIM dan KTP-nya di kantor polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Sunday, February 10, 2008&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ending cerita ini, di pesta pernikahan RAKA. Atas permintaan khusus SANDY, RAKA juga mengundang orang-orang yang terlibat dengan SANDY dalam pencarian struk kondom Sarti dan memenangkan Jaguar yaitu SPG kondom Sarti, MAMI, FARAH, JESSICA, DINO, IRA, ROY, SUGENG, JONO, PAK GUNAWAN, AJUDAN PAK GUNAWAN, SUKMA, HANAPI, PIERE, SECURITY HOTEL, ROOMBOY HOTEL, HAIKAL, NENEK SUCI, ALINE, SURYA, MAYANG, TUKANG OJEK dan SOPIR TAKSI, yang sebagian dijemput langsung oleh SANDY dengan Jaguar barunya. Dan sebagai partner SANDY hari itu adalah SUCI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANDY memberikan surprise pada RAKA se-mobil box kondom Sarti sebagai kado. &lt;/div&gt;</description><link>http://imaghy.blogspot.com/2007/07/sinopsis.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguiJZwVv851VLxCJ8A-3uhm3L4G8_VLkPxR9yOMJxngbrV_G8Mb2cpA_pQ4uf-hkskvQ5rGdDhmFJ-nIejuyhcwkDXBs_XTgdzVOIksLMZBa77voO1DI-SFXSK0pNyP2hM88Cy5DqVMH8l/s72-c/ss2.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>eghy.deka@gmail.com (::eghy::)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3451549392050216274.post-7757807787627317617</guid><pubDate>Sat, 04 Aug 2007 15:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-17T16:04:07.489+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sandy Sarti</category><title>Profil Tokoh</title><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBcLLnjaqIjfj1yMFVVzBSwIr-fTJt54kMmzP9cX7YprieRmwFzfkDZc6nPCaEX8i0BIEcH-MaK2kLIZKR7MXSkDuYLE6nz5OjopBY32bsdKaw4u9cwzLXqd5an3XX4iNQZJD2KRHYWA1C/s1600-h/ss1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5107769501943087362" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBcLLnjaqIjfj1yMFVVzBSwIr-fTJt54kMmzP9cX7YprieRmwFzfkDZc6nPCaEX8i0BIEcH-MaK2kLIZKR7MXSkDuYLE6nz5OjopBY32bsdKaw4u9cwzLXqd5an3XX4iNQZJD2KRHYWA1C/s320/ss1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROFIL TOKOH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SANDY&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY seorang pemuda bertampang ganteng berusia 25 tahun. SANDY adalah seorang karyawan perusahaan periklanan. Jabatannya tidak diketahui pasti. Hanya kerjanya setiap hari berhadapan dengan komputer. SANDY termasuk orang yang melek pada teknologi. Hal ini menyebabkan ia menjadi ketergantungan pada teknologi. Terutama untuk mengingatkan pada suatu hal seperti reminder di PDA phone, alarm untuk bangun tidur, dsb. Tipologi fisik boleh atletis. Sifat yang menonjol dari SANDY adalah jahil, pelupa, ceroboh, cenderung cuek dan tak mudah percaya. Tapi di lain sisi ia orang yang akan berjuang habis-habisan untuk sesuatu yang ia percayai. SANDY juga seorang yang humoris, setia kawan dan sedikit mudah terpancing emosinya (tapi mudah juga emosinya reda/pemaaf). SANDY telah jatuh hati pada SUCI sejak pertemuan pertama. SANDY pun meminta SUCI untuk jadi partner-nya di pesta perkawinan RAKA sebagai alasan untuk bisa mendapatkan nomer telpon SUCI dan memperlancar pendekatan. Sayang, SUCI tak ada nomer telpon yang bisa dihubungi. Cerobohnya SANDY yang memberikan struk pembelian kondom Sarti karena kartu namanya habis. Lagipula SANDY memang cuek dan tak terlalu berharap bisa memenangkan undian kondom Sarti berhadiah utama sebuah mobil Jaguar X-Type. Tapi saat ia terbukti memenangkannya, SANDY harus pontang-panting mengejar SUCI sampai Bandung. Akhir cerita ini SANDY berhasil bertemu SUCI setelah mengalami beberapa petualangan selama pengejarannya ke Bandung (dirampok di bus, menyuci taksi akibat tak punya ongkos untuk membayar taksi, ketitipan JESSICA yang teler berat, ganti ban hujan-hujanan, dituduh penculik dan dipenjara di kantor polisi). Rupanya struk yang dicarinya justru berada di kamar kos SUCI di Jakarta. Di pesta perkawinan RAKA, SANDY datang dengan cewek baru (SUCI) dan yang terpenting mobil baru (Jaguar X-Type).&lt;br /&gt;CASTING:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SUCI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SUCI seorang gadis cantik dan lugu berusia 20 tahun. SUCI adalah gadis asal Bandung yang karena harus membiayai sekolah adiknya –HAIKAL– ia harus merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai waitress di sebuah foodcourt mall. SUCI lahir dan besar dari keluarga yang berantakan. Ibunya telah meninggal. Ayahnya –PAK ASEP– doyan judi dan main perempuan. SUCI tak mengira bahwa kertas yang diberikan SANDY berisi nomer handphone SANDY berhadiah mobil Jaguar. Bahkan ia sampai lupa menyimpannay di mana. Tipologi fisik bisa leptosom (kurus). SUCI sangat menyayangi HAIKAL. Dan saat SUCI cuti pulang kampung untuk menyunatkan HAIKAL, SANDY sedang mengejarnya untuk mengambil struk kondom Sarti yang ada padanya. Akhir cerita ini, ternyata struk ini tertinggal di Jakarta, tidak terbawa olehnya pulang kampung. SUCI diam-diam mencintai SANDY sejak pertama kali mereka bertemu. Tapi SUCI berusaha mengalah pada JESSICA yang rupanya juga mencintai SANDY. Tapi di akhir cerita, SANDY memilih SUCI, bukan JESSICA. Dan di hari perkawinan RAKA, ia lah yang menjadi partner SANDY dengan Jaguar barunya.&lt;br /&gt;CASTING:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;JESSICA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;JESSICA adalah gadis cantik berusia 20 tahun. Tipologi fisik ideal dan sexy. JESSICA masih kuliah di Bandung. Papanya (PAK GUNAWAN) seorang TNI berpangkat jendral. JESSICA memiliki karakter gaul, suka clubbing, hura-hura dan cukup loyal pada teman terutama pada orang yang ia sayang. Di sisi lain, sebagai anak tunggal, ia juga memiliki sifat manja. Perasaannya cukup sensitif. Sehingga saat pacarnya selingkuh, ia sampai depresi dan pergi dari rumah. PAK GUNAWAN menyangka JESSICA diculik. Sehingga saat mendapat laporan kalau mobil JESSICA ditemukan di sebuah hotel dan menginap dengan registrasinya pun menggunakan KTP JESSICA (aneh kalau benar-benar diculik. Sebenarnya memang bukan diculik), PAK GUNAWAN langsung menangkap SAND yang saat itu sedang berdebat dengan JESSICA dan SANDY yang hanya memakai handuk! SANDY yang tak tahu apa-apa malah dijebloskan ke penjara! Di cerita ini, JESSICA malah jatuh hati pada SANDY. Tapi SANDY menganggapnya tak lebih dari sekedar teman.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Note:&lt;/b&gt; diutamakan pemeran JESSICA menguasai Bahasa Sunda.&lt;br /&gt;CASTING:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;MAMI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;MAMI adalah ibu dari SANDY dan FARAH. MAMI berusia 40 tahun. Suaminya telah meninggal. Selain sebagai ibu rumah tangga, pekerjaannya tidak diceritakan secara pasti. MAMI memiliki hobby memasak. Karakter MAMI humoris dan cenderung bawel. Dan sebagai ibu, MAMI juga gampang cemas jika sesuatu terjadi pada anak-anaknya. Tak heran, saat SANDY pergi mengejar SUCI ke Bandung dan tak ada kabar beritanya, MAMI sampai memasang iklan berita orang hilang di koran. Tipologi fisik tidak mutlak. Yang jelas harus berwajah ceria dan nampak awet muda.&lt;br /&gt;CASTING:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;FARAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;FARAH gadis tomboy berusia 19 tahun. FARAH adalah adik dari SANDY. FARAH tercatat sebagai mahasiswi jurusan Teknik Listrik di sebuah universitas di Jakarta. Selain tomboy, karakter yang lainnya adalah FARAH gemar memperbaiki peralatannya sendiri. Seperti saat AC di kamarnya mati, ia sendiri yang membetulkannya. Dan karena kecerobohan SANDY yang menaikkan meteran listrik untuk menyalakan tv dan menonton acara undian kondom Sarti, FARAH sampai kesetrum. Tapi tak sampai mati. Ini cerita komedi, bukan tragedi.&lt;br /&gt;CASTING:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;IRA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;IRA adalah teman kos SUCI. Usia IRA 20-an tahun. Tipologi fisik sexy dengan penampilan cukup menggoda. IRA ini yang memberikan alamat SUCI di kampung pada SANDY. IRA juga yang menemukan struk kondom Sarti di dalam majalah. Padahal, alamat SUCI ada di amplop yang ditaruh di atas majalah ini! Karakter IRA type cewek yang suka menolong. Suka menolong temannya seperti SUCI, menolong orang lain sekalipun seperti SANDY; dan terutama menolong pacarnya –ROY–. Sebagai anak kos, ia dan ROY relatif bebas untuk melakukan apa saja di kosan. Di cerita ini, IRA dan ROY beperan sebagai “pemanis” cerita.&lt;br /&gt;CASTING:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PAK ASEP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;PAK ASEP adalah ayah dari SUCI dan HAIKAL. PAK ASEP berusia 50-an tahun. Bekerja sebagai sopir bus antarkota. Tipologi fisik leptosom (kurus). Kegemarannya pada judi dan main perempuan membuat SUCI dan HAIKAL terlantar. Selepas SMU, SUCI harus bekerja di Jakarta untuk membiayai sekolah HAIKAL. HAIKAL sendiri ikut NENEK-nya (ibu dari mendiang BU ASEP). Dan karena pergaulan, PAK ASEP sering bersekongkol dengan komplotan BIMO dkk. –segerombolan perampok yang sering beroperasi di atas bus antarkota–. Di akhir cerita, PAK ASEP sadar bahwa ia telah menelantarkan SUCI dan HAIKAL. Saat ia tertangkap polisi, orang yang pertama membezuknya adalah SUCI, bukan teman-temannya. Ia sangat terharu pada pengabdian SUCI sebagai anak meski selama ini tak pernah ia berikan kasih sayang yang cukup. Dan yang lebih ia sesali, salah satu korban yang ia rampok adalah SANDY, teman SUCI. Bahkan PAK ASEP sempat 1 sel dengan SANDY. Dan sebagai orang tua, PAK ASEP bisa melihat bahwa SUCI mencintai SANDY.&lt;br /&gt;CASTING:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;BIMO&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;BIMO adalah salah satu anggota komplotan perampok yang biasa beroperasi di atas bus antarkota. Komplotan ini beranggotakan BIMO, LEXY, BOTAK dan sering pula bersekongkol dengan PAK ASEP sebagai sopir bus untuk memperlancar aksi mereka. Usia BIMO 30-an tahun. Tipologi fisik atletis (kekar) dengan badan penuh tato. Berwajah angker dan tak kenal kompromi. Saat SANDY berusaha melawan, ia lah yang mendorong SANDY keluar dari bus. Nasibnya harus berakhir di sel tahanan kepolisian. Ia dan LEXY ditangkap setelah sebelumnya babak belur dihajar massa.&lt;br /&gt;CASTING:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;LEXY&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;LEXY adalah satu kawanan perampok bersama BIMO, LEXY, BOTAK dan PAK ASEP. Tipologi fisik leptosom (kurus, tinggi). Tampang LEXY layaknya preman pada umumnya. Meski berprawakan kurus, tubuh LEXY juga dipenuhi dengan tato dan memiliki bekas luka di wajahnya. Sebagai orang Medan, logat LEXY kental dengan aksen Bataknya. Ia juga gemar memakai celana pendek kolor sehingga tato di kakinya kelihatan. Usia LEXY 35-an tahun. Di akhir cerita, dia dan komplotannya (kecuali BOTAK yang masih buron) berhasil diringkus polisi dan ditahan di tahanan kepolisian. Sempat 1 sel dengan SANDY, sebelum SANDY dipindahkan karena terlibat perkelahian dengannya dan BIMO.&lt;br /&gt;CASTING:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;BOTAK&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;BOTAK adalah satu-satunya komplotan BIMO cs. yang belum tertangkap di akhir cerita. Padahal memiliki tipologi fisik piknis (gendut) dan gerakannya agak lamban. BOTAK berusia 35-an tahun. Mendapat julukan BOTAK karena ia memang berpenampilan botak (gundul). Kebiasannya yang lain gemar mengunyah permen karet.&lt;br /&gt;CASTING:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;JONO&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;JONO adalah teman duduk di bus SANDY. Usia JONO 30-an tahun. Type fisik tidak mutlak. Ciri khasnya adalah logat bicaranya Jawa medok. Memiliki sifat sedikit angkuh. Tapi diam saja (tak melawan) saat terjadi perampokan di bus.&lt;br /&gt;CASTING:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SUGENG&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SUGENG adalah sopir taksi yang menyuruh SANDY mencuci taksinya karena SANDY tak bisa membayar argo taksi dan tak juga memiiliki jaminan. Usia SUGENG bisa 40 – 45 tahun. Tipologi fisik piknis (gendut) dan brewokan. Tapi tidak mutlak. Karakternya angkuh dan tak mau tahu kalau penumpangnya tak punya uang. Ia akan meminta jaminan atau memberikan hukuman sebagai gantinya.&lt;br /&gt;CASTING:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PAK GUNAWAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;PAK GUNAWAN adalah papa dari JESSICA. Usia sekitar 40-an tahun. Seorang jendral dengan jabatan penting dan masih sering dikawal oleh AJUDAN-nya. Karakternya keras pada orang lain. Tapi sangat menyayangi JESSICA sehingga cenderung memanjakan anak semata wayangnya ini. Kesibukannya membuat JESSICA kurang perhatian. Perhatian baginya cukup dengan memenuhi semua kebutuhan anaknya. JESSICA pun sering merasa kesepian hingga terjerumus dalam dunia malam. Apalagi IBU GUNAWAN juga sibuk sebagai pengusaha.&lt;br /&gt;CASTING:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;DINO&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;DINO adalah teman dekat JESSICA. Tipologi fisik boleh leptosom (kurus). Usianya 22 tahun. Kegemarannya sama dengan JESSICA yaitu clubbing dan hura-hura. DINO memiliki sifat setia kawan. Tak heran saat kabur dari rumah, JESSICA kabur ke apartment DINO. Saat JESSICA tak sadarkan diri karena mabuk berat, DINO pun berniat mengantarkan JESSICA pulang (ke rumahnya atau apartment-nya). Tapi pengaruh alkohol membuatnya ia asal saja menitipkan JESSICA pada SANDY karena mobilnya sendiri masih tertinggal di club. Selain itu, alam bawah sadarnya juga yakin bahwa SANDY bukanlah orang yang jahat. Meski akibatnya SANDY harus berurusan dengan polisi karena dituduh sebagai penculik JESSICA. Di akhir cerita, bersama JESSICA, ia juga yang membebaskan SANDY dari tahanan.&lt;br /&gt;CASTING:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;RAKA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;RAKA adalah sahabat SANDY. Usia RAKA 25 tahun. Memiliki sifat humoris. Tak heran SANDY cuek saja mengkadonya kondom. Bahkan tak cuma sekotak seperti rencana SANDY semula, tapi se-mobil box kondom Sarti sebagai rasa ikut senang karena SANDY telah memenangkan Jaguar dari kondom ini. RAKA muncul di ending cerita.&lt;br /&gt;CASTING:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;UJANG&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;UJANG adalah pemuda usia 30 tahun teman satu sel SANDY karena kasus narkoba, sebelum SANDY dipindahkan ke sel sebelah karena berkelahi dengan BIMO dan LEXY. Type fisik leptosom (kurus) khas pemakai narkoba. Gaya bicaranya juga kurang jelas karena pengaruh narkoba yang sering dikonsumsinya. UJANG lah yang berteriak memanggil polisi saat terjadi perkelahian di sel.&lt;br /&gt;CASTING:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;HAIKAL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;HAIKAL adalah tokoh anak kecil berusia 7 tahunan. HAIKAL adalah adik dari SUCI, atau anak bungsu dari PAK ASEP. HAIKAL sangat menyayangi SUCI sebagaimana SUCI menyayangi adiknya ini. Berkat SUCI jua lah, HAIKAL masih bisa terus sekolah karena PAK ASEP tak bisa diandalkan sebagai orang tua. Meski begitu, kadang HAIKAL masih mendamba sosok orang tua seperti anak-anak seusianya. Apakagi ibunya telah meninggal saat ia masih bayi. Tapi beruntunglah, HAIKAL masih mendapat kasih sayang dari SUCI dan NENEK-nya.&lt;br /&gt;CASTING:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;NENEK&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;NENEK adalah nenek dari SUCI dan HAIKAL. NENEK adalah mertua PAK ASEP. Karena PAK ASEP tak bisa diandalkan sebagai orang tua, ia harus merawat HAIKAL sementara SUCI bekerja di Jakarta. Usia 60-an tahun. Ciri khas NENEK adalah logat bicara dengan aksen Sunda yang kental.&lt;br /&gt;CASTING:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SELAIN TOKOH-TOKOH DI ATAS, MASIH ADA PEMAIN-PEMAIN TAMBAHAN. ANTARA LAIN:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;PACAR JESSICA.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;SPG KONDOM SARTI, &lt;i&gt;yang merayu SANDY di lobby mall untuk membeli kondom Sarti.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;ALINE, &lt;i&gt;resepsionist rekan kerja SANDY.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;COWOK BANCI, &lt;i&gt;yang bawa Jaguar dan nyaris menabrak motor yang dikemudikan SANDY.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;MC UNDIAN KONDOM SARTI, &lt;i&gt;yang menelpon SANDY dan memberitahukan bahwa SANDY telah memenangkan hadiah utama sebuah mobil Jaguar X-Type.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;MAYANG, &lt;i&gt;teman kerja suci yang memberikan alamat kos SUCI pada SANDY.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;SOPIR TAKSI dan TUKANG OJEK, &lt;i&gt;yang mengantarkan SANDY ke mall.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;ROY, &lt;i&gt;pacar IRA.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;2 BENCONG TERMINAL, &lt;i&gt;yang menggoda SANDY saat SANDY akan mencari bus jurusan Bandung.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;CALO BUS, &lt;i&gt;yang menawarkan dan mengantar SANDY ke bus.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;PARA PENUMPANG BUS, &lt;i&gt;yang ikut jadi korban perampokan komplotan BIMO dkk.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;HANAPI dan PIERE, &lt;i&gt;polisi yang menangkap SANDY di hotel. Mereka juga memiliki andil penangkapan BIMO, LEXY dan PAK ASEP.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;SUKMA, &lt;i&gt;polwan yang menolong SANDY menyimpankan SIM dan KTP SANDY.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;SECURITY HOTEL, &lt;i&gt;yang melaporkan pada polisi keberadaan JESSICA.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;ROOMBOY HOTEL, &lt;i&gt;yang mengantar SANDY dan JESSICA, juga pesanan SANDY ke kamar hotel.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;SURYA, &lt;i&gt;rekan kerja SANDY.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;RATIH, &lt;i&gt;adik sepupu SUCI yang memberitahukan SUCI ada telpon dari kepolisian.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;ISTRI RAKA.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;DLL.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;</description><link>http://imaghy.blogspot.com/2007/07/profil-tokoh.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBcLLnjaqIjfj1yMFVVzBSwIr-fTJt54kMmzP9cX7YprieRmwFzfkDZc6nPCaEX8i0BIEcH-MaK2kLIZKR7MXSkDuYLE6nz5OjopBY32bsdKaw4u9cwzLXqd5an3XX4iNQZJD2KRHYWA1C/s72-c/ss1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>eghy.deka@gmail.com (::eghy::)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3451549392050216274.post-4971313723965662894</guid><pubDate>Sat, 04 Aug 2007 03:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-17T17:46:11.671+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sandy Sarti</category><title>Page 1 - 10</title><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIk9c658t6HQ7pGp7k7_MQ_7LMwNuwgWW2iKIOceS5jdR9Ci3hVD_Z8bhdajfAvRzfy0P-a3mojWaWkG9kP3YynmJvuOzdLp3kXCWD02dSiCVr5P39PL9H31MTfyLMk5uSTeB2XWCUYzDn/s1600-h/ss2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5107781502081712402" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIk9c658t6HQ7pGp7k7_MQ_7LMwNuwgWW2iKIOceS5jdR9Ci3hVD_Z8bhdajfAvRzfy0P-a3mojWaWkG9kP3YynmJvuOzdLp3kXCWD02dSiCVr5P39PL9H31MTfyLMk5uSTeB2XWCUYzDn/s320/ss2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;SKENARIO&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;1. EXT./INT. KANTOR SANDY: LOBBY-R. RESEPSIONIST. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;SANDY, ALINE&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Note: Tuesday, January 29, 2008&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY masuk ke kantor sambil berbicara di handphone. SANDY melempar senyum pada&lt;br /&gt;ALINE yang sedang sibuk dandan di mejanya.&lt;br /&gt;SANDY menaruh tas di ruang kerjanya untuk keluar lagi masih sambil menelpon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;LATAR GELAP TRADE MARK “PRODUCTION HOUSE”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE IN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;2. INT. KOSAN SUCI &amp;amp; IRA: KMR. SUCI &amp;amp; IRA. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;SUCI, IRA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SUCI sedang serius membaca surat sambil berkalungkan handuk.&lt;br /&gt;IRA pamit berangkat kerja.&lt;br /&gt;SUCI melipat surat, memasukkan ke dalam amplop dan menyimpannya di dalam lemari.&lt;br /&gt;SUCI beranjak ke kamar mandi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE OUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE IN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;3. INT. KANTOR SANDY: TOILET. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;SANDY, 2 REKAN KERJA SANDY&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;2 orang cewek REKAN KERJA SANDY sedang asyik ngobrol di toilet cewek sambil dandan.&lt;br /&gt;REKAN KERJA SANDY 1 sedang memakai make-up.&lt;br /&gt;REKAN KERJA SANDY 2 sedang ganti baju.&lt;br /&gt;SANDY masih asyik menelpon hingga tak sadar salah masuk ke toilet cewek.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;REKAN KERJA SANDY 1 + 2&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;(Bersamaan, menjerit)&lt;br /&gt;Wuaaa…! &lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;REKAN KERJA SANDY 2 yang belum sempat memakai baju dan hanya memakai bra warna pink, cepat-cepat menutupi dadanya dengan bajunya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;SANDY&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Kaget) Sorry!&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY cepat-cepat keluar lagi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[1]------------------- &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;REKAN KERJA SANDY 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kuatir, malu) Lo sempet liat ya, Sand?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tenang, gue gak sempet liat bra pink lo…!&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;REKAN KERJA SANDY 2 menahan malu.&lt;br /&gt;SANDY masuk ke toilet.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;4. EXT./INT. KAMPUS JESSICA: TMP. PARKIR-DLM. MOBIL JESSICA-DLM. MOBIL PACAR JESSICA. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;JESSICA, PACAR JESSICA, FIGURAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Gerakan SANDY masuk toilet disambung gerakan JESSICA keluar dari mobil.&lt;br /&gt;JESSICA bergegas ke kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POV: JESSICA melihat mobil PACAR-nya parkir tak jauh darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JESSICA berniat memberi kejutan. Berjalan mengendap-endap.&lt;br /&gt;Di dalam mobilnya, PACAR JESSICA sedang bercumbu dengan seorang cewek.&lt;br /&gt;JESSICA shock dan menggebrak mobil PACAR-nya dengan keras.&lt;br /&gt;PACAR JESSICA dan SELINGKUHAN-nya kaget dan menghentikan kegiatan.&lt;br /&gt;PACAR JESSICA keluar cepat untuk mengejar JESSICA.&lt;br /&gt;JESSICA masuk ke mobilnya dan melesat pergi.&lt;br /&gt;PACAR JESSICA kesal karena tak berhasil mengejar JESSICA.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE OUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE IN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;5. INT. KANTOR SANDY: R. SANDY. SORE.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;ALINE (VO), SANDY&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terdengar suasana “berisik” perkantoran. Suara dering telpon, printer, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CU: tangan (SANDY) menekan tombol “ENTER”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;ALINE (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berbicara di telpon) Megah Sekali Advertising, sore…&lt;br /&gt;(Pause)&lt;br /&gt;Pak Sandy? Ditunggu…&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;FX: dering telpon.&lt;/i&gt; &lt;div align="center"&gt;-------------------[2]------------------- &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;CU: tangan (SANDY) menekan tombol “SPEAKER” pesawat telpon.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;ALINE (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Di telpon) Sand, telpon dari Pak Cokro. Wah, dapet kakap neh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bisa aja lo. Thank you, Sayang…&lt;br /&gt;(Pause)&lt;br /&gt;(Menekan tombol “SPEAKER” dan mengangkat gagang telpon) Sore, dengan Sandy di sini…&lt;br /&gt;(penonton tak perlu tahu percakapan selanjutnya)&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;CU: PDA phone SANDY berbunyi alarm reminder: JANGAN LUPA BELI KADO UNTUK RAKA!!!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE IN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;6. INT. KANTOR SANDY: R. RESEPSIONIST. SORE.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;SANDY, ALINE&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Camera move to ruang resepsionist.&lt;br /&gt;ALINE sedang beres-beresin meja, file, buku, pulpen, dsb. bersiap-siap untuk pulang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mengagetkan) Dor!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ALINE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Latah) Kutil – kutil – mana – kutil!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Tertawa puas) Hahaha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ALINE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Manja) Sandy, ah…. rese!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lo mau pulang bareng gue nggak, Say?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ALINE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Heran, sambil membuka headphone) Loh, pulang? Bukannya malem ini anak-anak pada mau nge-rave? Kan ada rave party di daerah Bogor. Elo nggak ikut, Sand?&lt;br /&gt;(Keluarkan perlengkapan make-up dari tas seperti bedak, sisir, dsb.&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[3]------------------- &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lain kali deh, Say. Gue mau nyari kado. Sobat gue merit minggu depan.&lt;br /&gt;(Menaikkan resleting jaket) Kalo gitu gue duluan deh, Say. Bye…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ALINE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Merapikan rambut) Ngati-ati lo. Kayaknya tadi mendung deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Plesetan) Mendung bukan berarti panas, kan?&lt;/blockquote&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;7. EXT. KNTR. SANDY: TMPT. PARKIR-JALANAN. SORE.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;SANDY&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terdengar suara motor digas-gas. Sebuah motor bebek melesat. Pengemudinya memakai jaket dan helm.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;8. EXT. JALANAN: TAK JAUH DARI KNTR. SANDY. SORE.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;SANDY, COWOK BANCI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sebuah Jaguar meluncur dengan kecepatan tinggi.&lt;br /&gt;Sementara dari arah lain motor SANDY pun melesat dengan kecepatan lumayan. Arahnya memotong jalur Jaguar ini.&lt;br /&gt;Suara rem dan klakson terdengar keras. SANDY berhasil mengerem tepat waktu sampai bagian belakang motor terangkat. Dan Jaguar ini terus melesat. Perlihatkan pada penonton bagian belakang Jaguar. Merk Jaguar X-Type.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Membuka kaca helm, kesal) Woi, brengsek! Lo pikir jalanan bapak lo?!&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Segera SANDY menurunkan kaca helm dan tancap gas mengejar Jaguar ini.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;9. EXT. JALANAN. SORE.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;SANDY, COWOK BANCI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Motor SANDY berhasil mensejajari Jaguar tadi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[4]------------------- &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jaguar berhenti. Kaca jendela turun. Seorang cowok berwajah bersih terlihat di belakang kemudi.&lt;br /&gt;SANDY hentikan motor di samping Jaguar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Buka helm, masih kesal) Udah hampir nabrak gue mo kabur, lagi, lo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;COWOK BANCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Suara kecewek-cewekan) Eh, ganteng. Mau &lt;i&gt;Ik&lt;/i&gt; monon, nggak?&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY kaget setelah tahu cowok ini gay. Ia jadi ilang mood untuk berantem.&lt;br /&gt;SANDY pakai helmnya dan tancap gas melesat cepat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;COWOK BANCI (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Loh, kok kabur? Jadi mau dimonon, nggak?!&lt;/blockquote&gt;FADE OUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE IN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;10. EXT. MALL. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ESTABLISH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara ramai mall dengan background musik.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;11. INT. MALL: LOBBY. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;SPG KONDOM “SARTI”, SANDY, FIGURAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Seorang SPG cantik berpakaian sexy terlihat sedang menawarkan productnya pada setiap pengunjung khususnya pengunjung cowok. Penonton belum tahu product apa ini.&lt;br /&gt;SANDY masuk dan terlihat sedang ngobrol di telpon dengan handphone lipat.&lt;br /&gt;SPG sedang merayu seorang cowok yang sedang bersama ceweknya. Tapi rupanya ceweknya nggak suka melihat cowoknya didekati SPG cantik berpakaian minim ini. SPG balik badan akan mencari target yang lain tepat saat SANDY lewat.&lt;br /&gt;SANDY yang sedang fokus dengan obrolan di telpon tak melihat SPG ini. SANDY menabrak SPG ini.&lt;br /&gt;Suara musik background berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SLOW MOTION: handphone SANDY jatuh, menyusul kotak product yang tadi dipegang SPG. Sebagian isinya tumpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CU: kotak ini ternyata kondom dengan merk “SARTI”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[5]------------------- &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SPG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kaget dan buru-buru jongkok untuk mengambil kardus kondom) Maaf, saya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Adu muka) Wow, sexy banget…&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Akibatnya, SANDY salah ambil. Bukan handphone-nya yang ia ambil tapi malah memegang tangan SPG.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kaget) Eh, sorry…&lt;i&gt;SANDY ambil handphone-nya dan buru-buru bangun.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SPG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Tersipu) Saya yang seharusnya minta maaf. Hp-nya kenapa-kenapa, nggak?&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SPG bangkit setelah setelah kondom yang tercecer ia masukkan ke kardusnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Akting) Oh, gapapa. Gue yang nabrak elo. Jadi gue yang salah. Ini CDMA (sok meremehkan) cuma nomer cadangan.&lt;br /&gt;(Melihat product di tangan SPG) Itu product lo?&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SPG mengangsurkan product dan SANDY menerimanya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mikir) Sarti? Apaan tuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SPG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Agak malu-malu, pelan) Kondom.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY lalu melihat dari atas ke bawah SPG ini. Dari belahan dadanya yang rendah sampai rok mini dengan paha yang putih mulus.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menggumam) Cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SPG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kurang suka, suara meninggi) Maksud lo?!&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[6]-------------------&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Gagap) B-bu-kan…! (Mencari alasan untuk ngeles) Maksud gue, ini merk baru? Cocok gue nggak tau. Maksud gue, pantes gue nggak tau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SPG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Memang Sarti merk baru. Sarti itu singkatan dari sarung tinju.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;CU: kardus kondom Sarti di tangan SANDY.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DISSOLVE TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;12. INT. MALL: LOBBY-STAND KONDOM SARTI. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;SPG KONDOM “SARTI”, SANDY, FIGURAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kita melihat kotak besar yang telah dibungkus rapih dengan kertas kado sedang dimasukkan SPG ke paperbag. Paperbag diserahkan pada SANDY.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SPG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Genit) Buat kado nih? Buat situ sendiri enggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menelan ludah) Gue masih bujangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SPG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Justru karena situ masih bujang (senyum menggoda).&lt;br /&gt;Oh ya… (mengambil buku bon) Kita lagi ada undian berhadiah utama mobil Jaguar X-Type…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Memotong, tapi percaya nggak percaya) Oh ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SPG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Melanjutkan info) Diundi malam Minggu ini. So, boleh minta nomer handphone-nya, kan? (Bersiap-siap menuliskan nomer handphone di struk/bon)&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY menyebutkan angka dan ditulis oleh SPG.&lt;br /&gt;SPG menyobek bon paling atas berwarna putih pada SANDY.&lt;br /&gt;SANDY langsung melipat dan mengantonginya dengan asal di saku jaket.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[7]------------------- &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SPG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Simpan di dompet aja. Sini aku pegangin paperbag-nya (ulurkan tangan meminta paperbag).&lt;br /&gt;(Mengingatkan) Undiannya malam Minggu, ya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Senyum, tak terlalu antusias) Oh gitu?&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY kasihkan paperbag ke SPG. Mengambil struk dan memasukannya dalam dompet.&lt;br /&gt;Tanpa sepengetahuan SANDY, SPG memasukkan 1 kondom sample ke saku jaket SANDY.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE OUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE IN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;13. INT. MALL: FOODCOURT. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;SANDY, SUCI, ALINE (VO), FIGURAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY mengeluarkan sebuah kartu nama dari dompet.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;ALINE (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Background suara ramai) Cepetan, Sand…&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Terlihat SANDY sedang berbicara di telpon dengan PDA phone-nya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sabar dong, Say. Nih, kosong delapan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ALINE (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Memotong, sedikit teriak karena suara berisik di sekitarnya) CDMA-nya, Sand… GSM-nya gak aktif!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sorry, lupa. Kosong dua satu…&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Seorang waitress yang akan kita kenal sebagai SUCI datang menghampiri ke meja SANDY dan memberikan menu pada SANDY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SLOWMOTION: adu pandang SANDY dan SUCI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik SANDY maupun SUCI seperti merasakan desiran halus di hati masing-masing. Sampai SANDY lupa sedang berbicara dengan ALINE di telpon.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[8]------------------- &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;ALINE (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Teriak) Sand, berapa capcus…?!&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Terlihat SANDY menerima menu dari SUCI dan menyebutkan pesanannya. Sementara PDA phone-nya tergeletak di meja.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Tersenyum) Makasih, ya…&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SUCI mencatat pesanan di buku kecil.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(“Membalas” senyum SANDY) Ada lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ALINE (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kesal) Sandyyyyy reseeeeeee…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menutupi PDA phone dengan menu, senyum lagi) Sementara itu dulu.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Terdengar suara telpon diputus.&lt;br /&gt;SUCI pergi diikuti tatapan mata SANDY seolah enggan untuk melepaskannya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ingat sesuatu) Oh my God, Aline!&lt;br /&gt;(Mengambil menu yang menutupi PDA phone)&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Terlihat SANDY menepuk jidatnya sendiri.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;14. INT. MALL: FOODCOURT. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;SANDY, SUCI, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY merokok sambil memegang sebuah undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CU: tulisan “To: Sandy &amp;amp; Partner”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUCI datang membawa pesanan SANDY.&lt;br /&gt;SANDY terus memperhatikan SUCI yang sibuk memindahkan pesanan dari nampan ke meja dengan sedikit grogi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDI (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ni cewek manis juga.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;POV: SANDY membaca nama “Suci” di name tag SUCI.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[9]------------------- &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berpikir mencari topik pembicaraan) Suci baru ya, kerja di sini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Memindahkan nampan kecil berisi bill ke meja) Baru tiga bulan sih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oh, 3 bulan? Pantes masih grogi (tersenyum). Enggak, maksud saya… saya sering makan di sini. Mungkin saya saja yang nggak hoki, makan bukan pas di shift kamu jaga.&lt;br /&gt;(Menemukan ide) Oh ya, kamu bisa nolong saya, nggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menatap SANDY) Minta tolong apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menunjukkan undangan) Temenin saya ke pesta perkawinan sahabat saya. Oh ya, Minggu depan kamu masuk apa? Minggu depan loh. Jadi Minggu besok, besoknya lagi. (Membaca undangan) Tanggal 10 Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mengingat-ingat) Minggu saya shift pagi pulang jam empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Melihat peluang) Nah! Bisa dong…?&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Meski SUCI mulai jatuh hati pada SANDY, tapi tetap saja ada sedikit keraguan di hatinya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saya nggak bisa janji. Lihat nanti deh…&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY buru-buru mengambil dompet mencari kartu nama. Tapi nggak ketemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CU: tangan (SANDY) mengambil struk kondom Sarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANDY memberikan struk pada SUCI yang langsung menaruhnya di kantong di depan roknya –semacam custom waitress–.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[10]------------------- &lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;b&gt;[MORE]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://imaghy.blogspot.com/2007/07/page-1-10.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIk9c658t6HQ7pGp7k7_MQ_7LMwNuwgWW2iKIOceS5jdR9Ci3hVD_Z8bhdajfAvRzfy0P-a3mojWaWkG9kP3YynmJvuOzdLp3kXCWD02dSiCVr5P39PL9H31MTfyLMk5uSTeB2XWCUYzDn/s72-c/ss2.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>eghy.deka@gmail.com (::eghy::)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3451549392050216274.post-9045326411372391326</guid><pubDate>Sat, 04 Aug 2007 02:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-17T17:46:50.418+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sandy Sarti</category><title>Page 11 - 20</title><description>&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;[SCENE 14 - CONT'D]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kamu telpon saya ya, bisa enggaknya. Tapi maaf, kartu nama saya abis. Di situ ada nomer hp saya kok. Kamu ada nomer yang bisa saya hubungi? Oh ya, kenalin dulu (ulurkan tangan). Sandy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menyambut tangan SANDY) Suci. Saya nggak punya handphone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nomer rumah? Tempat kerja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saya di sini kos. Ada telpon kosan (“terpaksa” berbohong) tapi saya lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Agak kecewa) Oke-oke. Kalau gitu kamu telpon saya bisa atau enggaknya, ya?&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;FADE OUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE IN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;15. EXT. RUMAH SANDY. SORE.&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Note: Saturday, February 2, 2008&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ESTABLISH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari beranjak senja. Terlihat lampu-lampu mulai menyala.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;16. INT. RUMAH SANDY: KMR. FARAH. SORE.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   FARAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;FARAH tiduran di tempat tidur dengan posisi tengkurap memeluk bantal guling sambil membaca majalah. FARAH mengipas-ngipas sebuah kertas karena merasa gerah.&lt;br /&gt;FARAH meraih remote AC di tempat tidur dan memencet tombol remote.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Wah, AC gue ngajakin ribut lagi nih!&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[11]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;FARAH beranjak dari tempat tidur dan merasakan desiran angin di bawah AC untuk kemudian melangkah keluar kamar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;17. INT. RUMAH SANDY: DAPUR. SORE.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   MAMI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;MAMI (dengan custom dapur) sedang mengaduk adonan kue.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;18. INT. RUMAH SANDY: KMR. SANDY. SORE.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terdengar suara musik mengalun.&lt;br /&gt;SANDY sedang tidur dengan wajah ditutupi sebuah majalah pria dewasa. Sementara notebook di meja menyala. Dari sini sumber suara musik terdengar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;19. INT./EXT. RMH. SANDY: R. DEPAN-TERAS. SORE.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   FARAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;FARAH keluar dari ruang depan ke teras rumah di mana meteran listrik berada.&lt;br /&gt;FARAH menurunkan meteran listrik.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;20. INT. RMH. SANDY: DAPUR. SORE.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   MAMI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;MAMI masih mengaduk adonan kue saat tiba-tiba lampu mati. Mesin pengaduk juga berhenti. Karena hari belum terlalu gelap, MAMI masih terlihat walau samar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kesal) Aduh, kok mati lampu lagi sih?!&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;21. INT. RUMAH SANDY: KMR. SANDY. SORE.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY masih terlelap. Majalah pria dewasa yang tadi menutupi mukanya telah jatuh ke lantai.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[12]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terlihat pergantian lampu dari masih menyala ke mati. Tapi notebook masih menyala karena ada cadangan energi battery. Hanya musik yang tadinya terdengar stereo dari speaker aktif, kini terdengar agak sember karena hanya dengan speaker notebook.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;22. INT. RMH. SANDY: R. DEPAN-R. TENGAH. SORE.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   FARAH, MAMI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;FARAH masuk dari teras ke ruang depan. Menjadikan lampu handphone sebagai senter.&lt;br /&gt;FARAH masuk ke ruang tengah. Di saat yang bersamaan, MAMI muncul dari dapur membawa lilin. Keduanya nyaris bertabrakan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kaget) Aduh, Farah! Kamu ngagetin mami saja!&lt;br /&gt;Mati lampu lagi, Rah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Farah yang sengaja nurunin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Protes) Ya ampun, Farah, mami lagi bikin kue, juga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Membela diri) Sebentar doang, Mi. AC di kamar Farah mati, mau Farah cek.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;FARAH lalu masuk kamar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;FARAH (VO – CONT’D)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berseru) Tolong jangan dimatiin dulu, Mi, meterannya! Farah takut kesetrum!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Geleng-geleng kepala) Iya – iya.&lt;br /&gt;(Menggumam) Tadi udah masukin telor belum, ya? Oh ya, Sandy masih tidur. Di sini harus aku taruh lilin.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;MAMI mencari-cari lilin di buffet.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE OUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE IN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[13]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;23. INT. MALL: FOODCOURT. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SUCI, MAYANG, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SUCI telah mengganti uniform-nya dengan pakaian bebas. Terlihat ia sedang berpamitan dengan cara berpelukan dengan teman kerjanya yang bernama MAYANG. Tak lama SUCI keluar dari foodcourt membawa amplop berisi surat. Biarkan penonton menebak-nebak surat ini gaji, surat PHK atau apa? Sebenarnya ini ijin cuti.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;24. EXT. APARTMENT DINO &amp;amp; SEKITARNYA. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ESTABLISH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah apartment yang cukup megah sekitar 30-an lantai di antara beberapa gedung yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camera move to kamar di lantai 15.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;25. INT. APARTMENT DINO: R. TENGAH. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   JESSICA, DINO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Nampak sebuah ruangan yang cukup mewah dengan tv plasma 29”, notebook mutakhir di meja, keyboard di pojok kamar, PS-3 di rak tv, dsb.&lt;br /&gt;Di meja: tergeletak 3 handphone canggih. Majalah dan beberapa kaset DVD ada juga di sana. Terdapat juga 2 bungkus besar kacang kulit dan sebuah botol minuman beralkohol ukuran besar serta 2 gelas yang 1 masih penuh dan yang 1 tinggal setengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan tv, seorang cewek cantik yang akan kita kenal sebagai JESSICA, nampak sedang merokok dan nonton tv. Tapi tatapannya kosong.&lt;br /&gt;Acara tv menyiarkan siaran langsung sebuah undian berhadiah. Ada beberapa hadiah di sana seperti tv, motor, kulkas, dsb. Hadiah utama terpisah dari yang lain. Sebuah Jaguar.&lt;br /&gt;Terlihat JESSICA mengeluarkan foto dari dompet. Foto dirinya dengan seorang cowok. JESSICA mengambil korek dan membakar foto di atas asbak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DINO keluar dari kamar mandi dengan celana pendek, bertelanjang dada dan handuk yang masih melingkar di leher. DINO kaget melihat api menyala di dalam asbak.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;DINO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Panik) Lo udah gila ya, Jes?!&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;DINO buru-buru berlari ke meja dan menyiram asbak dengan gelas yang isinya tinggal setengah.&lt;br /&gt;Tapi api malah membesar karena yang disiram tadi minuman beralkohol. Dengan handuk di lehernya yang masih basah, DINO berhasil juga memadamkan api.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[14]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;DINO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Lega) Aduh, Jessicaaaa… Kalo kebakaran gimana?! Inget, Jes, pemanasan global udah semakin gawat! Bahkan diperkirakan tahun dua ribu sekian, salju di Kutub Utara mencair. Kalo sampe beneran terjadi, kita semua bisa kelelep!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ketus) Bodo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DINO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bodo-bodo. Kalau kita berdua mati? Elo stress mau mati jangan ajak-ajak gue dong…! Berantem sama cowok, putus, kabur dari rumah, gue tampung di sini, masa iya lo mau bunuh gue juga?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ngambek) Oh, jadi gitu?! Perhitungan nih? (Bangkit berdiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DINO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Eh, lo mau ke mana? (menekan bahu JESSICA halus agar duduk lagi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Duduk kembali) Gue butuh ketenangan, Din. Bukan omelan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DINO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ya udah, sorry deh. Jangan ngambek. Gue cuma nggak mau elo bertindak bodoh aja. Eh…, (mengalihkan pembicaraan, menunjuk ke tv) Jes, itu undian apa?&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;INSERT: acara penarikan undian di tv.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Masih dengan sisa suntuknya) Tau. Kondom, ‘kali!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DINO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Nggak yakin) Kondom?&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[15]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;26. INT. RUMAH SANDY: KMR. SANDY-R. TENGAH. SORE.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, MC UNDIAN (VO)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;FX: suara lagu yang berasal dari PDA phone SANDY yang tergeletak di tempat tidur. Ada panggilan masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANDY sempat terlihat bergerak tapi tidak bangun.&lt;br /&gt;PDA phone SANDY terus berbunyi sampai akhirnya dengan malas SANDY meraba-raba mencari asal suara masih dengan mata terpejam.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Suara khas bangun tidur) Hallo…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MC UNDIAN (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Selamat malam. Benar ini dengan Sandy Gumilar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Betul…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MC UNDIAN (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kami dari Undian Kejutan persembahan Kondom Sarti…&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY menguap. Terlihat kurang antusias mendengar penjelasan MC UNDIAN di telpon.&lt;br /&gt;SANDY membuka mata dan duduk di pinggiran tempat tidur. Ia baru sadar bahwa lampu mati. Hanya notebooknya yang menyala.&lt;br /&gt;SANDY masih mendengar penjelasan di telpon saat ia bangun untuk memencet saklar lampu di tembok. Tapi lampu tetap tak menyala.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MC UNDIAN (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dan selamat karena Anda memenangkan hadiah utama berupa…&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY keluar dari kamar ke ruang tengah yang penerangannya hanya dengan lilin.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MC UNDIAN (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menegaskan) Anda baru saja memenangkan sebuah Jaguar X-Type loh, Pak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Lempeng) Oh ya?&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;INTERCUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[16]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;27. INT. STUDIO: LOKASI SYUTING UNDIAN KONDOM “SARTI”-RUANG TENGAH RMH. SANDY. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   MC UNDIAN, SANDY (VO), FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Suasana semarak penarikan undian kondom Sarti.&lt;br /&gt;Seorang MC yang “ditemani” seorang cewek cantik sedang menelpon ke para pemenang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MC UNDIAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mulai takjup dengan kecuekan SANDY) Pak Sandy, apa bapak sedang menonton tivi sekarang?&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;INTERCUT:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tau nih, rumah saya gelap! Mungkin mati lampu.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;CUT BACK TO:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;AUDIENS yang menonton langsung acara ini di studio, riuh oleh tawa.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MC UNDIAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ah, sayang sekali. Undian ini disiarkan langsung di Gombal Tv. Coba cek meteran Anda, siapa tahu hanya turun? Ada yang menyalakan air barangkali… (tersenyum)&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Suasana studio kembali ramai oleh riuh tawa AUDIENS.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTERCUT:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mulai penasaran karena kengototan sang penelpon) Sebentar saya cek keluar mati lampu atau hanya turun.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;28. INT./EXT. RMH. SANDY &amp;amp; SEKITARNYA: R. DPN.-TERAS-R. TENGAH. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, MC UNDIAN, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY keluar dari ruang depan ke teras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POV: SANDY melihat sekeliling. Dan hanya rumahnya yang mati lampu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[17]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY mencari meteran dan “blar” lampu menyala.&lt;br /&gt;SANDY buru-buru masuk ke ruang tengah, mengambil remote dan menyalakan tv.&lt;br /&gt;Di layar kaca terlihat MC UNDIAN yang menelponnya sedang menunggu “kabar” dari SANDY. Background “Undian Kejutan Kondom Sarti”. Nampak kertas-kertas warna-warni, balon, dsb. berjatuhan sebagai tanda hadiah utama telah diundi. Di situ juga nampak sebuah Jaguar X-Type.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SPLIT SCREEN&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MC UNDIAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana, Pak Sandy? Sudah menyalakan tivi? Kami ucapakan selamat ya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Girang, tapi masih belum begitu yakin) Saya menang Jaguar?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MC UNDIAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Meyakinkan) Ya, betul, Anda memenangkan satu unit Jaguar X-Type terbaru persembahan dari kondom Sarti! Selalu gunakan kondom Sarti untuk kenyamanan Anda. Sekali lagi kami ucapkan selamat…! (pause)&lt;br /&gt;Tapi maaf. Kalau saya boleh tahu, apakah Anda sudah menikah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Belum sih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;AUDIENS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berseru) Wuuuu….!!!&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Suara tepuk tangan AUDIENS terdengar bergemuruh.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MC UNDIAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berteriak, bersaing suara dengan suara gemuruh tepuk tangan AUDIENS) Pak Sandy…, tolong jangan ditutup dulu telponnya! Kami akan mencatat data-data Anda…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Girang) Cihuy… Yess – yess – yess…!!! Jaguar yess – yess – yess…!!!!&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[18]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;29. INT. RUMAH SANDY: R. TENGAH. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, MAMI, FARAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY masih bicara di PDA phone-nya. Kali ini ia sambil memegang KTP.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Bicara di telpon, menyebutkan nomer KTP) Kosong sembilan, lima tiga, sepuluh, kosong sembilan, kosong sembilan…&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;MAMI keluar masih dengan custom dapur sambil membawa adonan kue. Kali ini ngaduknya pakai adukan kue non-listrik. MAMI melirik sekilas ke tv.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kamu yang naikin meteran ya, Sand?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ke MAMI, dengan telunjuk di bibir) Sssst… Sandy menang Jaguar, Mi!&lt;br /&gt;(Melanjutkan pembicaraan di telpon) Oke, Mbak. Jadi klaim paling telat empat hari dari besok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Belum percaya) Menang Jaguar? Ah, kamu ngimpi ‘kali, Nak…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ke MAMI, menunjuk ke tv) Itu acaranya disiarin di tivi kok…!&lt;br /&gt;(Ke penelpon) Minggu, Senin, Selasa, Rabu… Berati Rabu dong, Mbak? Kalau sampai Rabu saya nggak klaim?&lt;br /&gt;(Pause)&lt;br /&gt;Dilelang?!&lt;br /&gt;(Pause)&lt;br /&gt;Oke. Kalau begitu saya akan segera mengambil Jaguar saya.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;MAMI melihat ke tivi yang sedang manayangkan iklan karena memang acaranya sudah selesai.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Iklan tuh, Sand?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oke, Mbak. Saya bawa struk aslinya, pasti! Makasih ya, Mbak. Malam…&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[19]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY menutup telpon dan langsung memeluk MAMI kuat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Aduh, Sandy, kamu apa-apaan sih…? Adonan mami tumpah nih…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hore, Mi, Sandy dapet Jaguar!!! Tadi disiarin di tipi! (Menekankan) Ini beneran, bukan mimpi!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sandy, udah lepasin! Adonan mami nanti tumpah, Sand…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Melepaskan pelukan) Pokoknya, kalau kita mau jalan-jalan, nggak akan kerepotan lagi pake Kijang tua mami yang sering ngadat itu…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Eh, menghina kamu. Memangnya undian apa sih, Sand, kok hadiahnya Jaguar keren amat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kelepasan) Sarti. Eh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Bingung) Sarti? Apa itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Cari jawaban selain kata “kondom”) Itu, Mi, sarung tinju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sarung tinju? Kamu beli sarung tinju buat apa? Buat ninju mami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Buat kado Raka. Raka kan dari dulu pengen banget jadi petinju, Mi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Raka temen sekolah kamu, kan?&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[20]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;[MORE]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://imaghy.blogspot.com/2007/07/page-11-20.html</link><thr:total>0</thr:total><author>eghy.deka@gmail.com (::eghy::)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3451549392050216274.post-7192667667042875108</guid><pubDate>Fri, 03 Aug 2007 15:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-17T17:51:14.873+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sandy Sarti</category><title>Page 21 - 30</title><description>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;[SCENE 29 - CONT'D]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Iya, Mi, Raka. Ada berapa sih temen Sandy yang namanya Raka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Loh, bukannya kata kamu dia terobsesi jadi astronot?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Sadar telah salah mencari alasan) Eh iya, anu, itu dulu. Maksud Sandy, dia pengen main tinju nanti di luar angkasa!&lt;br /&gt;(Ingat sesuatu) Oh ya, Mi, Sandy harus nyari struk Sarti-nya dulu.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY buru-buru mau masuk kamar.&lt;br /&gt;Tiba-tiba FARAH keluar kamar dengan kondisi gosong kesetrum.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kaget) Wuaaaa...! Siapa lo? (Ke MAMI) Siapa nih, Mi? Asisten baru mami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menaruh adonan kue di meja) Bukan tuh, mami juga nggak kenal. Sudah lah, Sand, kita cari truck sarung tinjumu cepat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Masuk kamar, meralat) Struk, Mi, bukan truck!&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;MAMI menyusul SANDY masuk kamar SANDY.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Histeris) Kalian jahaaaaaaat…..!!!&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;30. INT. APARTMENT DINO: R. TENGAH. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; DINO, JESSICA (VO)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terdengar suara orang sedang mandi.&lt;br /&gt;Sementara itu, DINO nampak asyik makan kacang, merokok dan nonton tv.&lt;br /&gt;Di meja, nampak 3 buah handphone mutakhir, majalah yang telah “beralih fungsi” menjadi tatakan gelas, botol minuman telah berkurang drastis isinya, asbak yang telah penuh dengan puntung rokok dan kulit kacang berserakan di meja.&lt;br /&gt;Salah satu handphone menyala.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[21]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;DINO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Teriak) Jes, telpon, Jes…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tolong liat, Din, dari siapa?&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;DINO mengambil handphone dan melihat caller ID di LCD.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;DINO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Sedikit terkejut) Bokap lo, Jes!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jangan diangkat, Din. Biarin aja. Gue males kalau disuruh pulang!&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;DINO menaruh handphone yang masih berbunyi di meja dan kembali pada kegiatannya.&lt;br /&gt;Kembali handphone berbunyi dan bergerak-gerak di meja. Handphone yang lain.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;DINO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jes, telpon lagi ke CDMA lo…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang nelpon?&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;DINO melihat caller ID.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;DINO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Privat number…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Angkat aja, Din!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DINO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gue takut bokap lo, Jes!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bokap gue nggak tahu nomer CDMA gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DINO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berarti cowok lo dong? (Meralat) Maksud gue mantan elo?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalau bener dia, bilang aja suruh pergi ke neraka sama cewek barunya!!!&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[22]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;31. INT. KOSAN SUCI &amp;amp; IRA: KMR. SUCI &amp;amp; IRA. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;SUCI, IRA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SUCI sedang berkemas. Nampak ia mengeluarkan isi dari tas gendongnya. Baju kotor ia lempar ke keranjang baju kotor, make-up ia taruh di atas meja. Terakhir ia mengeluarkan sebuah majalah remaja dari tas dan menaruhnya di atas lemari.&lt;br /&gt;SUCI membuka lemari, memilih-milih baju untuk dimasukkan ke tas. Sebagian baju yang nggak akan ia bawa ia taruh di tempat tidur. Sebuah surat (=scene 2) dari dalam lemari ia taruh di atas majalah di atas lemari.&lt;br /&gt;IRA nampak memperhatikan teman kamarnya tanpa tahu harus membantu apa.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;IRA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kapan elo balik, Ci?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalau nggak Rabu ya Kamis. Aku cuti sampai Selasa. Tapi Rabu aku off dan Kamis aku masuk closing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;IRA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalau gue nggak ada, kunci pintu depan di tempat biasa, ya?&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;32. INT. RMH. SANDY: KMR. SANDY-R. TENGAH. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" sice="1"&gt;   SANDY, MAMI, FARAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Suasana kamar SANDY berantakan. Buku, majalah, CD/DVD, bertebaran di mana-mana.&lt;br /&gt;SANDY membuka laci meja dan memeriksa isinya.&lt;br /&gt;MAMI yang bingung malah “tak bisa” berbuat apa-apa.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Memangnya kamu taruh di mana struk itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Panik) Kalau Sandy inget mah, Sandy nggak bakal begini, Mi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kamu inget-inget aja dulu. (Mengambil bungkusan kado isi kondom Sarti) Kamu tinggal di dalemnya, ‘kali?&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY kaget. Biar bagaimanapun, MAMI tak boleh tahu bahwa Sarti itu merk kondom.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[23]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jangan dibuka, Mi! Nggak mungkin di dalemnya. Bodoh aja kalau Sandy ngasih kado sekalian struk pembeliannya.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY mengambil jaket di kapstock dan memeriksa sakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SLOW MOTION: SANDY menemukan sebuah kondom yang masih terbungkus. Kondom yang dimasukkan diam-diam oleh SPG (=scene 12).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Aneh, kok ada kondom di jaket gue?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Penasaran) Apaan itu, Sand?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kaget, panik) Oh, anu, Mi, permen karet!&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY buru-buru membuka dan memasukkan kondom ke mulutnya. Mengunyah perlahan dengan tampang dinormal-normalkan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tu kan, permen karet (buru-buru membuang bungkus kondom ke tempat sampah).&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY menahan rasa aneh kondom yang dikunyahnya. Melanjutkan mengecek saku jaket.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kondom rasa apa neh?!&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY menemukan secarik kertas dari saku jaketnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Harap-harap cemas) Ketemu, Sand?&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;CU: bill foodcourt 2 hari yang lalu (=scene 14).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MAMI (CONT’D)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Coba mami lihat! (merebut kertas dari tangan SANDY)&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Kesempatan ini digunakan oleh SANDY untuk memuntahkan kondom di mulutnya ke tangan dan membuangnya cepat ke tempat sampah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MAMI (CONT’D)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Loh, kok kwetiaw goreng, french fries…?&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[24]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Tepuk jidat, ingat sesuatu) Oh my God!&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY buru-buru memakai jaketnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Loh, kamu mau ke mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Struknya kebawa temen, Mi! Sandy harus mengambilnya. Soalnya Rabu Sandy harus klaim Jaguarnya. Kalo enggak, bakal dilelang tu Jaguar. Kan sayang…&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY keluar kamar cepat dan terdengar dua buah jeritan bersamaan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;FARAH(VO) + SANDY (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Bersamaan)&lt;br /&gt;Aaaa….!!!&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Terdengar suara orang jatuh.&lt;br /&gt;MAMI cepat-cepat keluar dari kamar SANDY.&lt;br /&gt;Di ruang tengah, FARAH yang cuma pakai handuk dan rambut juga dibebat dengan handuk kecil, jatuh terduduk sambil membetulkan handuknya.&lt;br /&gt;SANDY bangun sambil meringis kesakitan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kesal) Kalo jalan liat-liat dong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Membela diri) Elo yang kalo jalan main selonong aja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menengahi) Sudah-sudah, jangan ribut.&lt;br /&gt;Sandy, katanya mau ke tempat teman kamu? (Melihat jam di tembok. Jam 8.20) Keburu malem loh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Farah tu, Mi. Tau orang lagi buru-buru, juga!&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY menuju ruang  depan dan keluar menuju garasi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berhasil berdiri dengan susah payah) Sandy mau ke mana, Mi, buru-buru banget?&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[25]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kakakmu menang undian mobil Jaguar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Histeris) Menang Jaguar?!? Wah, enak dong, nanti Farah bisa minjem Jaguar dia. (Berlagak sedih) Yah, Kijang kutukan mami nggak kepakai lagi dong…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Sok marah) Eh, menghina mobil mami, ya! Kamu sama aja dengan kakakmu.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;33. EXT. RUMAH SANDY: GARASI: MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sebuah motor bebek terparkir di samping sebuah mobil Kijang tua.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Merogoh kantong celana) Yah…, kunci ketinggalan, lagi!&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY masuk kembali.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;34. INT. RUMAH SANDY: KMR. SANDY. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY memasukkan dompet dan PDA phone ke tas kecil. Notebook masih terlihat menyala. Terakhir SANDY menyambar kunci motor di meja.&lt;br /&gt;SANDY keluar dari kamar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;35. INT./EXT. RMH. SANDY: KMR. FARAH-R. TENGAH-GARASI. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, FARAH, MAMI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;FARAH yang telah memakai celana pendek dan kaos keluar dari kamar untuk menjemur handuk. Dan FARAH melintas di depan kamar SANDY tepat saat SANDY keluar dari kamar. SANDY kembali menabrak FARAH.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[26]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Jatuh) Aow! (Sewot) Hobby banget sih lo nabrak gue?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Elo aja yang lewat timing-nya nggak pernah tepat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Bangun) Awas ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Awas apa?&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;MAMI keluar dengan cetakan kue di tangan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Melerai) Aduh-aduh, sudah dong, Sandy, Farah. (Heran) Loh, kamu sudah ke tempat teman kamu, Sand? (Penasaran) Terus-terus, gimana? Ketemu nggak struk yang kamu cari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Sambil jalan) Jalan juga belum, Mi. Farah, lagi, bikin tambah lama da tuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mencibir) Yeee…&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY keluar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rah, tolong matiin notebook gue!&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;36. EXT. RUMAH SANDY: GARASI. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, FARAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY duduk di atas motor. Memasukkan kunci kontak. Tapi SANDY merasa ada yang nggak beres.&lt;br /&gt;CU: ban belakang motor kempes.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kesal) Yah, brengsek! Pake kempes, lagi!&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY menendang ban motor kesal. Untuk kemudian membuka gerbang dan lari ke arah jalan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[27]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;CU: kunci motor belum dicabut.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;37. INT. KOSAN SUCI &amp;amp; IRA: KMR. SUCI &amp;amp; IRA-R. DEPAN. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SUCI, IRA, ROY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SUCI mengikat terakhir tali sepatunya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Bangkit) Aku berangkat sekarang ya, Ra.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SUCI dan IRA berpelukan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;IRA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ngati-ati lo. Jangan lupa oleh-olehnya.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SUCI keluar kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CU: majalah remaja di atas lemari. Di atas majalah tergeletak sebuah amplop (=scene 2 &amp;amp; 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruang depan ROY –PACAR IRA– sedang merokok saat SUCI keluar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;ROY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Basa-basi) Ke mana, Ci, malem-malem?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pulang ke Bandung. Nitip Ira ya…&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SUCI keluar ke teras.&lt;br /&gt;IRA sudah berdiri di depan pintu kamar.&lt;br /&gt;ROY bangkit dari duduknya dan mematikan rokok di asbak.&lt;br /&gt;Tangan IRA menarik tangan PACAR-nya masuk ke dalam.&lt;br /&gt;Dari luar kamar nampak siluet di gordyn IRA dan ROY masuk kamar untuk kemudian berciuman.&lt;br /&gt;ROY mendorong tubuh IRA ke tempat tidur dan “blip” lampu mati.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE OUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE IN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;38. EXT. JALANAN: DPN. RMH. SANDY. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, SOPIR TAKSI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY menyetop taksi. Masuk ke taksi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SPLIT  SCREEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[28]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;39. EXT. JALANAN: DPN. KOSAN SUCI &amp;amp; IRA. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SUCI, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SUCI menyetop angkot. SUCI lalu masuk ke dalam angkot.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;40. EXT./INT. JALANAN: DLM. TAKSI. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, SOPIR TAKSI, TUKANG OJEK, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jalanan macet. SANDY kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POV: SANDY melihat deretan TUKANG OJEK di pinggir jalan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Tak sabar) Bang, saya berhenti sini aja deh!&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY keluar dari taksi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;41. EXT. JALANAN. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, TUKANG OJEK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY naik ke jok motor TUKANG OJEK. Motor segera melesat ke jalanan yang padat. Meliuk-liuk di antara mobil-mobil yang terjebak stuck.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE OUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE IN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;42. EXT. MALL. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, TUKANG OJEK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ESTABLISH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah motor berhenti di depan mall.&lt;br /&gt;SANDY turun dan memberikan ongkos pada TUKANG OJEK yang menerimanya dengan senyuman.&lt;br /&gt;SANDY setengah berlari masuk ke dalam mall.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[29]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;43. EXT./INT. TERMINAL: DALAM BUS. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SUCI, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SUCI memandang berkeliling. Dan tatapannya berhenti di kerumunan awak-awak bus yang sedang asyik bermain kartu ditemani beberapa wanita penghibur. SUCI nampak kecewa karena yang dicarinya tak ada.&lt;br /&gt;SUCI melangkah masuk ke sebuah bus jurusan Bandung dan sekitarnya. Sesekali masih menoleh keluar, ke arah kerumunan awak bus tadi.&lt;br /&gt;SUCI menemukan tempat duduk yang sekiranya aman dan nyaman.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;44. INT. MALL: DEPAN BUTIK. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY jalan dengan tergesa-gesa. Tapi saat berpapasan dengan 2 cewek bule berpakaian sexy, SANDY masih sempet menggodanya sampai meleng salah belok. SANDY menabrak keca etalase sebuah butik.&lt;br /&gt;PENGUNJUNG MALL banyak yang mentertawakannya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mengangkat tangan) Tenang… tenang. Under control – under control. I’m okay…! (berlalu seperti tak terjadi apa-apa)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;45. INT. MALL: FOODCOURT. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, MAYANG, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari tikungan SANDY datang mendekat ke arah camera sambil mengusap-usap jidatnya. SANDY masuk ke foodcourt. Melihat ke sekeliling tapi SANDY tak melihat SUCI.&lt;br /&gt;MAYANG datang menghampiri SANDY.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MAYANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ramah) Ada yang bisa saya Bantu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Agak kaget) Oh, saya nyari Suci. Dia libur atau… (kuatir SUCI sudah tak kerja lagi di situ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAYANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sucinya udah pulang tadi sore. Ada pesen buat Suci?&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[30]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;[MORE]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://imaghy.blogspot.com/2007/07/page-21-30.html</link><thr:total>0</thr:total><author>eghy.deka@gmail.com (::eghy::)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3451549392050216274.post-6106560281529966238</guid><pubDate>Thu, 02 Aug 2007 14:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-17T17:54:57.236+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sandy Sarti</category><title>Page 31 - 40</title><description>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;[SCENE 45 - CONT'D]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Sedikit lega karena SUCI bukan sudah tak kerja lagi) E…, besok lagi deh saya balik lagi. Kalau boleh tahu, besok dia masuk apa ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAYANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Besok Suci cuti. Ada keperluan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kaget, panik) Cuti? Berapa hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAYANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menghitung) Minggu, Senin, Selasa… Rabu dia masuk apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAYANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mengingat-ingat) Kayaknya Rabu dia off.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;What?! Masuk kerja lagi hari apa, (membaca name tag di uniform MAYANG) May?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAYANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kamis, shift closing. Masuk jam dua-an lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mampus gue! Elo tau kosan dia di mana? (Memohon) Please – please…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAYANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Elo bawa kendaraan apa naik angkutan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Naik angkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAYANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Elo bisa naik… (memberikan clue angkutan ke kosan SUCI)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;46. EXT. KOSAN SUCI &amp;amp; IRA: TERAS. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, IRA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ESTABLISH&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[31]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY membuka gerbang kosan SUCI dan masuk dengan tergesa-gesa.&lt;br /&gt;Suasana di dalam sepi. Nampak lampu kamar SUCI mati sementara kamar/ruangan lain menyala.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ragu-ragu) Kok sepi, ya? Eh, suara apa itu di kamar? (Menguping ke jendela) Jangan-jangan Suci lagi… Ah, bodo! Gue ketok aja.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Saat akan mengetuk SANDY melihat bell. SANDY memencet bell.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FX: suara bell.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Permisi… Malam…!&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Lampu di kamar SUCI nampak menyala. SANDY terlihat lega sekaligus kuatir “SUCI sedang apa?”&lt;br /&gt;Handle pintu bergerak-gerak. Muncul IRA dengan rambut agak acak-acakan. Tak sadar 2 kancing baju atas belum dikancingin.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;IRA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Sebal “acaranya” terganggu) Maaf, cari siapa ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Bisa menebak IRA abis ngapain) Sorry, ganggu malem-malem. Sucinya ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;IRA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Dengan tatapan “Oh, temen Suci”). Elo siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Salah tingkah ditatap cewek baru “bangun tidur”) G-gue Sandy. Bisa dikatakan temennya Suci. Gue ada perlu dengan Suci. Penting. (Menekankan) Sangat penting!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;IRA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yah, Sucinya udah berangkat. Pulang kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kaget, mencari kejujuran di mata IRA) Pulang kampung? Kapan? Jam berapa dia berangkat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;IRA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tadi sekitar jam sembilanan lewat dikit.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[32]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Melihat jam di PDA phone. 10.13 pm) Elo tahu alamat dia nggak, di kampung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;IRA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yah, gue nggak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Memohon) Bisa tolong cariin, nggak? ‘Cus ini penting banget. Malem ini juga gue ngejar dia ke sana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;IRA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Nggak tega melihat mimik serius dan memelas SANDY) Sebentar gue cariin di kamar. Elo tunggu di sini. Oh ya, duduk aja. Mau minum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oh no, thank’s. Nggak usah. Makasih ya…&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;IRA masuk ke dalam.&lt;br /&gt;SANDY di luar mondar-mandir dengan rokok mengepul.&lt;br /&gt;Rangkaian gambar SANDY dalam berbagai posisi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;47. INT. KOSAN SUCI &amp;amp; IRA: KMR. SUCI &amp;amp; IRA. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   IRA, ROY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;IRA mengacak-acak isi lemari. Sementara ROY terlihat suntuk “kena tanggung”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;ROY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Memainkan asap rokok dengan bibirnya) Bilang aja nggak ada, Ra!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;IRA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kasihan, Yang. Kayaknya penting banget. Orang dikejar ke Bandung sekarang juga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ROY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kamu nggak kasihan sama aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;IRA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berhenti sebentar dari kegiatannya. Menatap ROY meminta pengertian) Kamu nginep, kan?&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;ROY tak menjawab. Hanya membuang asap rokok kuat-kuat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[33]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;IRA mengambil majalah di atas lemari. Di atasnya ada amplop surat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CU: Nama “HAIKAL” di amplop. Di bawahnya alamat “Jl. Welirang No. 29 RT. 08/09 Papan Panggeulisan – Bandung”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;IRA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berseru) Ini dia!&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;CU: ROY menghisap rokok kuat-kuat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DISSOLVE TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;48. EXT. KOSAN SUCI &amp;amp; IRA: TERAS. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, IRA, ROY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;CU: bibir (SANDY) menghempaskan asap rokok dengan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IRA keluar.&lt;br /&gt;SANDY langsung menghampirinya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Harap-harap cemas) Gimana? Ada alamat Suci di kampung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;IRA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menyerahkan amplop) Ini. Moga aja alamatnya jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menerima amplop, membaca alamat) Oh, jelas – jelas. Thank’s banget ya… (menyebut nama tapi tak tahu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;IRA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menyebut nama) Ira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Thank’s ya, Ra…&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY tak ingin lagi berlama-lama untuk segera mengejar SUCI. Dan juga nggak enak telah merusak acara IRA.&lt;br /&gt;Sepeninggal SANDY, IRA kembali masuk.&lt;br /&gt;Siluet gordyn bayangan IRA yang “ditangkap” bayangan ROY.&lt;br /&gt;Lampu mati.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE OUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE IN&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[34]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;49. EXT. TERMINAL. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, 2 BANCI TERMINAL, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ESTABLISH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana terminal yang masih ramai meski sudah cukup larut. Penumpang yang mencari angkutan, pedagang makanan, pedagang kaki lima, calo penumpang, dsb.&lt;br /&gt;SANDY move to camera. Terlihat bingung karena tak biasa ke terminal apalagi di jam-jam seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POV: SANDY melihat cewek yang membelakanginya. SANDY mendekat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ragu-ragu, mencolek pundak) Permisi numpang tanya. Bus ke Bandung ngetemnya di mana, ya…&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Cewek ini menoleh bertepatan dengan datangnya seorang cewek lain berbadan gagah, nyeker dan high heels-nya ditenteng.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;BANCI 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ke temennya) Aduh, bo, cepet juga &lt;i&gt;jij&lt;/i&gt; dapet langganan. &lt;i&gt;Ik&lt;/i&gt; nggak nemu tuh kondom rasa nanasnya. Malah sepokat &lt;i&gt;Ik&lt;/i&gt; putus (menaruh sepatu di bangku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BANCI 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hush, langganan langganan sembarangan! Mas ini mau ke Bandung. (Ke SANDY) Ganteng, bus antarkota (menunjuk) di sebelah sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BANCI 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ke SANDY) Aduh, bo, jam &lt;i&gt;segindang&lt;/i&gt; ke Bandung. Mendingan ikut kita yuk…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;BANCI 2 yang berbadan lebih cowok ternyata lebih agresif dibanding temannya. Dia mulai mencolek-colek SANDY, mengelus tangan SANDY, mengelus pinggang dan mengarah ke selangkangan.&lt;br /&gt;SANDY segera menepis tangan gede ini. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kesal, ke BANCI 2) Tolong dong jangan kurang ajar! Megang megang, lagi! Sama-sama punya juga megang megang punya orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BANCI 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Nggak menyerah) Duh, galak amat, sih. &lt;i&gt;Ik&lt;/i&gt; isep &lt;i&gt;jij&lt;/i&gt; baru merem melek!&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[35]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY segera pergi dari situasi tak nyaman ini ke area bus antarkota. SANDY sempat mengambil secara diam-diam sebelah sepatu BANCI 2 dan menaruhnya di atas gerobak bakso.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;50. EXT./INT. TERMINAL: DLM. BUS. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, CALO PENUMPANG, PAK ASEP, JONO, BIMO, LEXY, BOTAK, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Seorang CALO PENUMPANG terlihat bertanya akan ke mana pada SANDY. SANDY menjawabnya. CALO ini mengantar SANDY ke sebuah bus yang mulai penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INSERT 1: PAK ASEP sedang main kartu diapit 2 orang cewek dewasa berpakaian terbuka dan berdandan menor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANDY masuk bus. Di deretan tengah bangku 3 SANDY duduk. Dipinggir jendela JONO memakai kacamata hitam hingga terlihat makin kampungan. JONO bertanya untuk membuka topik pembicaraan. SANDY menanggapi obrolan JONO dengan kurang antusias.&lt;br /&gt;Masuk dari depan LEXY (bercelana pendek kolor) dan BOTAK. Dari belakang BIMO dan duduk di sebelah kiri SANDY. SANDY berfirasat nggak enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INSERT 2: BANCI 2 sedang perang mulut dan menuduh BANCI 1 yang menyembunyikan sebelah sepatunya. Nampak sepatu masih di atas gerobak).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;51. EXT./INT. JALANAN: DLM. BUS. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;SANDY, JONO, BIMO, PAK ASEP, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bus meluncur di jalanan yang mulai sepi. Terlihat masuk ke sebuah tol.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;JONO (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Dengan logat Jawa medok) Sering ke &lt;i&gt;Mbandung&lt;/i&gt;?&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;JONO menoleh ke arah SANDY. Penonton pun tahu bahwa barusan suara JONO.&lt;br /&gt;Terlihat SANDY berusaha keras terbebas dari obrolan-obrolan nggak penting ini karena ia sedang kalut.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Males-malesan) Nggak juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JONO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Dialek Jakarta dengan aksen Jawa) Gua bisa seminggu sekali ke &lt;i&gt;Mbandung&lt;/i&gt;. Dan gua selalu &lt;i&gt;nae’ bes A-Ce&lt;/i&gt; kayak begini. (MORE)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[36]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;JONO (CONT’D)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Males &lt;i&gt;buanget&lt;/i&gt; gua &lt;i&gt;nae’ bes&lt;/i&gt; bukan &lt;i&gt;A-Ce&lt;/i&gt;. Gerah! Apalagi kalo siang.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY masih berusaha tersenyum. Tapi tak menimpali.&lt;br /&gt;SANDY berpikir keras untuk “membungkam” mulut JONO. Lalu melihat ke BIMO yang terlihat sedang merencanakan sesuatu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Boss, kira-kira sampai Bandung jam berapa, ya?&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;BIMO tak menyahut atau pun sekedar menoleh ke arah SANDY.&lt;br /&gt;SANDY makin bete.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bolot ‘kali ni orang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JONO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mpunya ade’&lt;/i&gt; cewek, &lt;i&gt;Mbang&lt;/i&gt;?&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY terpaksa menimpali karena pertanyaan JONO mengingatkannya pada FARAH dan MAMI.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kenapa emangnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JONO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ya… ndak apa-apa. Gua cuma tanya saja kok.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY keluarin iPod dari mini bag-nya. Putar musik kencang dan berusaha meremin mata. Posisi memaksa kepalanya agak miring ke kanan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DISSOLVE TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;52. EXT./INT. JALANAN: AULA GEDUNG-DEPAN STAGE. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, DALANG, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ESTABLISH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana ramai orang hilir mudik. Ada spanduk “Acara Nonton Bareng”. Nampak SANDY berjalan menuju aula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CU: “Tiket Acara Nonton Bareng De’ Java” (plesetan dari film De’ Javu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANDY berhenti sebelum masuk gedung aula karena merasa ada yang aneh. Ia melihat baju yang ia pakai. Kaos, jeans dan sneaker. Dan semua orang yang masuk aula &lt;/i&gt;(MORE)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[37]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;(CONT'D)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;memakai pakaian kebaya dan pakaian khas Jawa lengkap dengan blangkon. Dan hanya dia yang memakai kostum “normal”.&lt;br /&gt;SANDY masuk dengan ragu-ragu. Di dalam, bukan film tapi wayang kulit!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DISSOLVE TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;53. INT. DALAM BUS. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, JONO, BIMO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY membuka mata bangun dari mimpi. Sebuah wajah berkacamata hitam tepat diwajahnya mangap dengan nafas teratur. SANDY kaget, menutup hidung dan mendorong muka JONO “menjauh” darinya.&lt;br /&gt;SANDY mengerjai JONO yang sedang tidur dengan cara menempelkan lakban hitam ke kacamata JONO.&lt;br /&gt;SANDY berusaha merem lagi. Kali ini merubah posisi dengan kepala agak miring ke kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JONO bangun dan panik karena gelap tak bisa melihat.&lt;br /&gt;SANDY telah tidur kembali.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DISSOLVE TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;54. INT. MALL: OULET BAJU WANITA. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, BIMO (VO), FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY “sok” memilih-milih baju meski aneh karena ada di area baju daleman cewek. Rupanya tak jauh di depan SANDY, nampak dengan posisi membelakangi, seorang cewek rok mini sedang menelpon dari handphone-nya.&lt;br /&gt;Selangkah demi selangkah SANDY mendekati sasaran.&lt;br /&gt;SANDY memutari cewek ini.&lt;br /&gt;Ternyata patung!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;BIMO (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ayo, jangan ada yang berani melawan kalau nggak mau kepalanya bolong. Kumpulin handphone, dompet, jam, perhiasan…!&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;DISSOLVE TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;55. EXT./INT. JALANAN SEPI: DLM. BUS. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, BIMO, LEXY, BOTAK, PAK ASEP, JONO, PARA PENUMPANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Suara keras tadi membangunkan SANDY dari mimpi.&lt;br /&gt;Perampokan yang dikomandani oleh BIMO sedang berlangsung. Semua komplotan membawa pistol.&lt;br /&gt;SANDY mematikan iPod dan melihat ke luar. Jalanan sepi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[38]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di depan, BOTAK sambil mengunyah permen karet,  menyandera PAK ASEP.&lt;br /&gt;LEXY (bercelana pendek kolor) sedang mengumpulkan barang dengan tas besarnya.&lt;br /&gt;BIMO mondar-mandir dengan pistol di tangan.&lt;br /&gt;Suasana mencekam seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANDY bergerak cepat memasukkan dompet dan iPod ke mini bag-nya lalu mendorong dengan kaki tas ke kolong bangku. Terlihat SANDY sedang berpikir untuk melawan atau kabur.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kesal) Ni sopir bukannya jalanin mobil cari kantor polisi?!&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;56. INT. RMH. SANDY: R. TENGAH-KMR. FARAH. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   MAMI, FARAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;MAMI berdiri di depan pintu kamar FARAH. MAMI terlihat mengetuk pintu kamar FARAH. Cukup lama sampai pintu kamar dibuka dan muncul FARAH dengan wajah kusut abis bangun tidur.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Sambil berbalik arah ke tempat tidurnya lagi) Ada apa sih, Mi, malem-malem bangunin Farah? (Membuang badan ke kasur dan memeluk guling dan mata merem)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kuatir) Kakakmu sudah jam (melihat ke jam di tembok. Jam 2.20) segini belum pulang juga? Mami kuatir dia kenapa-napa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alah, biasanya nggak pulang juga mami cuek. Apalagi besok dia libur. Palingan juga jeb-ajeb, Mi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jeb-ajeb? Apa itu, Rah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Clubbing, Mi. Udah lah, mami nggak usah kuatir berlebihan seperti itu. Sandy udah gede. Nanti juga pulang, Mi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya… soal Jaguar itu loh…&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[39]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Bangun duduk masih dengan mata merem) Iya juga sih, Mi, Farah juga penasaran. Mami udah telpon?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mami gimana sih? Daripada mami bangunin Farah mendingan juga telpon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ya udah, kamu telpon, gih. Hp mami di kamar.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;FARAH mengambil handphone-nya di atas meja. Lalu mencari nama “Sandy” dan mendialnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;57. EXT./INT. JALANAN: DLM. BUS. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, BIMO, LEXY, BOTAK, PAK ASEP, JONO, PARA PENUMPANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Suasana bus cukup mencekam karena perampokan masih berlangsung.&lt;br /&gt;LEXY sedang merampas harta benda seorang ibu-ibu yang ingin melawan tapi lebih banyak takutnya daripada beraninya. Berhasil LEXY merampas perhiasan ibu ini dan memasukkannya ke tas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FX: suara lagu nada panggil di PDA phone SANDY (=scene 26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANDY kaget, karena ia hapal betul itu suara PDA phone-nya. Penumpang lain juga nampak tegang. Suara PDA SANDY mengundang perhatian BIMO dkk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CU: kaki (SANDY) menarik tas kecilnya dengan ujung sepatu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Duh, siapa lagi sih yang nelpon di saat gak tepat gini?!&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;BIMO mendekat ke arah sumber suara, ke arah SANDY.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;BIMO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hp siapa yang bunyi? (Ke SANDY) Hp elo?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oh, denger juga. Kirain budek. Tadi gue ajak ngobrol diem aja!&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[40]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;[MORE]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://imaghy.blogspot.com/2007/07/page-31-40.html</link><thr:total>0</thr:total><author>eghy.deka@gmail.com (::eghy::)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3451549392050216274.post-7209739604359787384</guid><pubDate>Tue, 31 Jul 2007 20:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-17T17:56:04.844+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sandy Sarti</category><title>Page 41 - 50</title><description>&lt;div align="right"&gt;&lt;b&gt;[SCENE 57 - CONT'D]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;BIMO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Membentak) Eh, budek lo ya?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berharap bunyi telpon segera berhenti) B-bukan. G-gue gak bawa hp!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JONO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dia boong, Bang! Handphone-nya ada itu di kolong jok! (menunjuk ke bawah)&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;DISSOLVE TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;58. INT. ARENA TINJU. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;SANDY, JONO, WASIT JELMAAN BIMO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Suasana riuh sebuah pertandingan tinju SANDY melawan JONO.&lt;br /&gt;Dalam satu kesempatan, SANDY mengirim pukulan dengan tangan kiri.&lt;br /&gt;JONO masih berhasil menghindar. Tangan kiri SANDY lewat sekian senti dari kepalanya.&lt;br /&gt;Dengan tangan kanan, SANDY kirim lagi sebuah hook keras dan…&lt;br /&gt;Pukulan mendarat telak di perut JONO, yang langsung terlempar melayang sampai keluar ring tinju.&lt;br /&gt;Sementara SANDY dengan tangan “freeze” tapi masih bergetar ala Jet Lee lengkap dengan raungan harimau dari mulut SANDY.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Dengan wajah sangat puas) Wuuuuu…..! &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Wasit langsung mendekati SANDY dengan isyarat tangan pertandingan dihentikan. Tiba-tiba wasit mengeluarkan pistol dan menodongkan ke kepalanya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;WASIT JELMAAN BIMO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lo bener-bener bolot, ya! Ambil handphone lo cepat!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Bingung memandang wasit) Handphone?&lt;br /&gt;(Mengucek-ucek matanya)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;59. INT. DALAM BUS. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;SANDY, BIMO, LEXY, BOTAK, PAK ASEP, JONO, PARA PENUMPANG&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sosok wasit berubah jadi BIMO.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[41]------------------- &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;BIMO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mengancam) Ambil cepat! Atau kepala lo gue ledakin?!&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Suasana makin mencekam.&lt;br /&gt;Dengan berat hati SANDY merunduk untuk mengambil tas di dekat kakinya.&lt;br /&gt;JONO menyaksikan dengan seyum sinis kemenangan.&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;BIMO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ke JONO) Eh lo, ngapain elo senyum-senyum sendiri? Serahin dompet, handphone (melihat jam) jam tangan lo sekalian! Cepaaaaaaaat….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Lirih, dengan mimik puas) Mampus!&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;60. INT. RUMAH SANDY: KMR. FARAH. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;FARAH, MAMI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;FARAH menekan tombol tutup karena tak berhasil menelpon SANDY.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nggak diangkat, Mi. Tidur ‘kali, Mi. Atau lagi on the way?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Duh, mami makin cemas nih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menggoda) Cemas sama Sandy apa Jaguarnya, Mi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jaguarnya dong kamu ini gimana sih? Eh, maksud mami…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Memotong, mencibir) Yee…&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;61. EXT./INT. JALANAN: DLM. BUS. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;SANDY, JONO, BIMO, LEXY, BOTAK, PAK ASEP, PARA PENUMPANG, FIGURAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;PDA phone SANDY sudah tak berbunyi. Sementara BIMO sedang sibuk merampas barang-barang JONO. Masih sambil menunduk, SANDY melihat sedikit peluang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[42]------------------- &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY melihat sepasang sepatu JONO tergeletak tak jauh darinya. Sepatu kulit pantofel yang cukup keras.&lt;br /&gt;Dengan tangan kiri SANDY mengambil mini bag-nya, dan dengan tangan kanan ia meraih sepatu kiri JONO.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;SANDY (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mengerutkan hidung) Busyet, bau banget ni sepatu! Kalo keburu gue pingsan gimana gue bisa kabur? &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Secepat kilat SANDY bangun dan memukul kepala BIMO dengan sepatu. Tepat saat BIMO sedang menggerakkan kepala. Sepatu melayang tanpa mengenai sasaran. Justru karena memukul dengan sekuat tenaga, SANDY terjerembab ke lantai bus.&lt;br /&gt;LEXY yang sedang merampas barang-barang penumpang tak jauh di depan posisi SANDY berada, buru-buru berlari ke arah SANDY.&lt;br /&gt;BIMO juga tak menyangka akan diserang tiba-tiba oleh SANDY. Spontan ia menendang perut SANDY dengan ujung sepatunya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menahan sakit) Hekh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BIMO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Membentak) Bangun lo!&lt;br /&gt;(Sambil merampas tas SANDY)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;LEXY datang dan langsung menondongkan pistol ke kepala SANDY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INSERT: dua penumpang cewek yang ketakutan. Satu menutup mukanya dengan kedua tangan. Yang satu komat-kamit membaca doa dengan mata terpejam.&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;LEXY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mengancam, jari siap menarik pelatuk pistol) Jangan coba-coba melawan kau! Cukup sekali tarik, pecah lah pala kau!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BOTAK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berseru, masih mengunyah permen karet) Tembak aja, &lt;i&gt;man…&lt;/i&gt;! &lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Dari kaca di atasnya, PAK ASEP melirik melihat adegan ini dengan ekspresi gelisah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;BOTAK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ke PAK ASEP, lirih) Jalan, Sep!&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;BIMO menyeret SANDY ke pintu belakang. Pistol LEXY masih menempel di kepala SANDY.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div aling="center"&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[43]------------------- &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;LEXY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ke BIMO) Lempar keluar saja, &lt;i&gt;lay&lt;/i&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BIMO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ke KONDEKTUR) Buka pintu!&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;KONDEKTUR membuka pintu. Bus berjalan makin cepat.&lt;br /&gt;BIMO mendorong tubuh SANDY.&lt;br /&gt;Dengan gerak tangan cepat, SANDY masih sempat memelorotkan celana LEXY.&lt;br /&gt;LAXY kaget dan buru-buru menaikkan celananya.&lt;br /&gt;SANDY melompat dan jatuh bergulingan di aspal.&lt;br /&gt;Pintu tertutup dan melaju cepat dengan asap knalpot mengepul di kegelapan malam.&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Tertawa puas telah mengerjai LEXY) Emang enak! Preman pake kolor doang. Eh, (ingat kembali) gue kan abis dirampok? Ngapain gue ketawa? &lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY bangun dengan terhuyung.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;62. EXT./INT. RMH. SANDY: R. TENGAH-GARASI-R. DEPAN. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;MAMI, FARAH&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;MAMI menonton tv di ruang tengah dengan gelisah. Pikirannya jelas tidak ke tv yang ditontonnya.&lt;br /&gt;Terdengar suara gaduh dari luar rumah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kaget) Siapa? Sandy, ya? &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;MAMI buru-buru keluar.&lt;br /&gt;Sampai garasi, MAMI melihat pintu pagar terbuka. Dilihatnya mobil Kijang masih ada. Tapi motor SANDY sudah tak di tempat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Teriak) Farah – Farah…!&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;MAMI masuk dan menggedor-gedor pintu kamar FARAH.&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Memanggil, membangunkan FARAH) Farah, bangun, Nak…! Farah…! &lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Pintu terbuka dan muncul FARAH dengan muka “kasur”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[44]------------------- &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menguap) Ada apa lagi sih, Mi…?!&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;MAMI meraih tangan FARAH dan menariknya.&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ikut mami. Lihat ini!&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Sampai keduanya di garasi.&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Protes) Mami ini apa-apaan sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menunjuk) Lihat, kakakmu bawa motor, enggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kaget) Ngg-nggak, Mi! Terus…, motor dia ke mana?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Justru itu mami mau nanya sama kamu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bener kok, Mi, tadi motor Sandy kempes makanya dia nggak bawa motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tadi mami denger suara berisik dari sini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Melihat pagar yang terbuka) Serius, Mi? (Kuatir) Jangan-jangan… (saling pandang dengan MAMI) Hi… Farah jadi takut, Mi! &lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;FARAH segera masuk ke dalam.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mengikuti FARAH) Kalau bener maling, mami harus ngomong apa kalau kakakmu pulang, Rah? Dan… (kuatir, berdoa) di mana dia sekarang? Semoga Kau lindungi dia, Tuhan…&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;CUT TO &lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[45]------------------- &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;63. EXT. RUMAH SUCI. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;SUCI, HAIKAL, NENEK&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ESTABLISH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUCI datang dengan semangat karena rasa kangen pada adik dan neneknya. SUCI mengetuk pintu.&lt;br /&gt;NENEK dan HAIKAL (yang memang telah menunggu) muncul saat pintu terbuka.&lt;br /&gt;SUCI memeluk NENEK untuk melepas kangen.&lt;br /&gt;HAIKAL mencium tangan SUCI.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;64. EXT. JALANAN SEPI. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;SANDY, FIGURAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Suasana jalanan sepi. Kiri kanan sawah. Tak ada rumah penduduk.&lt;br /&gt;SANDY terlihat mencari tumpangan pada setiap mobil yang lewat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;65. EXT. RMH. SANDY: GARASI. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;FARAH, MAMI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;FARAH ditemani MAMI mengunci pagar garasi dengan gembok baru;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CU: gembok lama tergeletak di bawah bekas digergaji/dipotong;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambil kepala dan bahu menjepit handphone menelpon SANDY.&lt;br /&gt;FARAH memberitahu handphone SANDY tak aktif.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;66. EXT./INT. JALANAN: DLM. TAKSI. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;SANDY, SUGENG&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;CU: dari kaca mobil kita melihat SANDY menyandarkan kepala ke bangku sambil memejamkan mata. Ia nampak lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, terlihat bahwa SANDY sedang di dalam taksi yang dikemudikan SUGENG.&lt;br /&gt;Taksi terus melaju di jalanan yang cukup lengang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[46]------------------- &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;67. EXT./INT. JALANAN: DLM. TAKSI-DEPAN POOL TAKSI. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;SANDY, SUGENG&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di depan sebuah pool taksi, taksi berhenti.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SUGENG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Membangunkan) Jang, sampai sini aja, ya?&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;SANDY yang tertidur meski tak nyenyak, membuka matanya.&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Tak mendengar jelas) Saya, Pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUGENG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata saya tadi, saya cuma bisa mengantar sampai sini. Situ bisa nyambung dari depan sana (menunjuk) untuk ke Bandung. Saya harus kembali ke pool.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Terpaksa menurut) Oh, gitu ya, Pak? &lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY melirik argo dan sibuk mencari uang di semua sakunya. Nihil. Terakhir SANDY hanya menemukan selembar uang seribuan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ingat sesuatu) Oh my God, gue kan abis dirampok! (Ke SUGENG) Maaf, Pak, saya baru inget kalau saya abis dirampok di bus. Jadi… (dengan berat hati) saya nggak ada uang tuh. Cuma ada seribu. Gimana dong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUGENG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Marah) Alasan! Kalau nggak punya uang jangan naik taksi! &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Nampak SANDY kurang terima dituduh seperti itu. Tapi ia tak bisa berbuat apa-apa. Juga saat SUGENG turun dan membuka pintu menyuruhnya keluar, SANDY pun keluar.&lt;br /&gt;SUGENG menggeledah SANDY mencari sesuatu yang bisa dijadikan jaminan (seperti handphone, dompet, dsb.). Tapi SUGENG tak menemukan apa-apa.&lt;br /&gt;SUGENG menyuruh SANDY masuk lagi. Ia pun kembali masuk.&lt;br /&gt;Taksi melesat masuk ke dalam pool dengan kasar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[47]------------------- &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;68. EXT./INT. CLUB: DANCE FLOOR. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;JESSICA, DINO, FIGURAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ESTABLISH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar suara musik house/remix kencang dari sebuah club.&lt;br /&gt;Di dance floor yang padat, banyak pengunjung club sedang menikmati anthem-anthem yang dimainkan DJ sambil bergoyang asyik mengikuti beat-beat musik.&lt;br /&gt;Di sebuah sudut, nampak JESSICA ditemani DINO sedang joget gila-gilaan dengan gelas minuman di tangan dan rokok mengepul dari bibirnya.&lt;br /&gt;Tak lama JESSICA dengan terhuyung berjalan ke meja untuk menuang minuman ke gelas.&lt;br /&gt;DINO datang untuk mencegah JESSICA minum lagi karena sudah nampak teler berat, tapi JESSICA menepis tangan dan mendorong pelan DINO dan bersikeras untuk minum lagi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;69. EXT. POOL TAKSI: DPN. WARUNG ROKOK. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;SANDY, SUGENG, 2 SOPIR TAKSI REKAN SUGENG&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY sedang mencuci taksi milik SUGENG. Sesekali terlihat ia menyeka peluh (atau air yang muncrat dari ember) dengan punggung tangannya.&lt;br /&gt;Sementara SUGENG dan 2 REKANNYA sedang duduk, ngopi dan merokok di depan warung rokok yang ada dalam pool.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;70. INT./EXT. CLUB: TEMPAT PARKIR. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;JESSICA, DINO, FIGURAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;DINO memapah JESSICA keluar dari club menuju tempar parkir.&lt;br /&gt;JESSICA masih nampak sadar meski terlihat kepayahan. Sebelum masuk mobil, JESSICA masih “berusaha” membakar korek untuk menyulut rokok di bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CU: tangan (JESSICA) menyalakan korek.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DISSOLVE TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;71. EXT. POOL TAKSI: WARUNG ROKOK. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;SANDY, SUGENG, 2 SOPIR TAKSI REKAN SUGENG, PENJAGA WARUNG&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;CU: korek yang tadi menyala kini nampak telah membakar rokok di bibir. Asap pun mengepul ke udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini nampak yang merokok itu SANDY.&lt;br /&gt;SANDY menerima kembalian 2 buah permen dari PENJAGA WARUNG.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[48]------------------- &lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;SANDY “menyempatkan” pamit pada SUGENG dan 2 REKANNYA.&lt;br /&gt;SUGENG cs cuek sedang asyik main gaple.&lt;br /&gt;SANDY beranjak pergi dengan wajah kesal. Merasa tak dihargai sama sekali.&lt;br /&gt;SANDY berhenti karena merasa menginjak sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CU: sepatu (SANDY) menginjak kotoran kucing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANDY terlihat merencanakan sesuatu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;72. EXT. POOL TAKSI: WARUNG ROKOK-JALANAN. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;SUGENG, 2 SOPIR TAKSI REKAN SUGENG, PENJAGA WARUNG, SANDY&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SUGENG cs masih asyik main gaple. Yang kalah nampak wajahnya dilukisi dengan spidol.&lt;br /&gt;SUGENG beranjak ke taksinya untuk mengambil sesuatu.&lt;br /&gt;SUGENG meraih handle pintu. Merasa memegang sesuatu.&lt;br /&gt;SUGENG mencium tangannya. Tercium kotoran kucing. Nampak marah sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INSERT: SANDY berjalan setengah berlari mencari aman dengan ekspresi puas.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE OUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE IN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;73. INT. RUMAH SUCI: HALAMAN. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;SUCI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ESTABLISH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Note: Sunday, February 3, 2008&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana sudah mulai terang.&lt;br /&gt;SUCI sedang menjemur pakaian dengan hanger.&lt;br /&gt;Di kantong jaket, SUCI menemukan secuil kertas yang ikut tercuci. SUCI melihat kertas ini sekilas dan yakin ini bukan kertas penting, SUCI meremas lalu membuangnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;74. EXT. JALANAN: DEPAN POOL TAKSI. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;SANDY, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Gerakan tangan SUCI membuang kertas disambung gerakan kepala SANDY menghindari sebuah benda yang meluncur ke arahnya.&lt;br /&gt;Ternyata seorang cewek “tak sengaja” melemparnya dari sebuah mobil.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[49]------------------- &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY yang kaget sekaligus kesal, meneriakinya.&lt;br /&gt;Si cewek yang sadar kalau lemparannya nyaris mengenai SANDY, keluarkan kepala di jendela dan acungkan 2 jari telunjuk dan tengah sambil berseru “Pease!”&lt;br /&gt;SANDY memungut benda tersebut, merasa tak asing dengan benda ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CU: bungkus kondom Sarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANDY melemparkannya ke arah mobil tadi pergi.&lt;br /&gt;SANDY yang sedang mencari tumpangan, melanjutkan kegiatannya. Tapi tak ada mobil yang mau berhenti untuk memberinya tumpangan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;75. EXT./INT. JALANAN: DLM. MOBIL JESSICA. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;DINO, JESSICA, SANDY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sebuah CR-V berjalan di antara lalu-lalang mobil yang mulai nampak ramai.&lt;br /&gt;Terlihat mobil ini dibawa oleh DINO.&lt;br /&gt;Di bangku tengah nampak JESSICA tergeletak dengan kondisi awut-awutan.&lt;br /&gt;DINO melihat SANDY melambaikan tangan meminta tumpangan.&lt;br /&gt;CR-V berhenti di depan SANDY.&lt;br /&gt;Kaca sebelah kiri turun sehingga DINO dan SANDY bisa saling melihat satu sama lain.&lt;br /&gt;DINO bertanya apakah SANDY bisa menyetir?&lt;br /&gt;SANDY menjawab bisa.&lt;br /&gt;DINO keluar dari mobil dan SANDY jalan memutar.&lt;br /&gt;DINO menyerahkan kunci mobil pada SANDY yang segera masuk dan menyalakan mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POV: SANDY melihat DINO menyeberang jalan dan melambaikan tangan pada SANDY.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Keluarkan kepala, teriak) Eh, lo mau ke mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DINO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Teriak dari seberang jalan) Boss, tolong anterin temen gue (sambil menunjuk). Mobil gue ketinggal di club! &lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;SANDY menengok ke bangku belakang dan melihat JESSICA tergeletak.&lt;br /&gt;Sementara DINO masuk ke sebuah taksi yang melintas dan jalan ke arah yang berlawanan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Keluarkan kepala) Gue anter ke ma… (dilihatnya DINO sudah tak ada)&lt;br /&gt;(Bingung) Aduh, ada-ada aja. Gue anter ke mana nih? (Kuatir) Idup atau nggak ni cewek?&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[50]------------------- &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;b&gt;[MORE]&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;</description><link>http://imaghy.blogspot.com/2007/07/page-41-50.html</link><thr:total>0</thr:total><author>eghy.deka@gmail.com (::eghy::)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3451549392050216274.post-5450333409669661677</guid><pubDate>Mon, 30 Jul 2007 21:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-09-23T05:14:53.528+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sandy Sarti</category><title>Page 51 - 60</title><description>&lt;b&gt;&lt;div align="right"&gt;[SCENE 75 - CONT'D]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY semula akan mengecek denyut jantung JESSICA. Saat sadar ada tonjolan di sana, SANDY urungkan niat. Ia lalu meraih tangan JESSICA yang terkulai dan mengecek denyut nadi JESSICA. Nampak SANDY lega karena denyut nadi JESSICA masih ada.&lt;br /&gt;SANDY ke posisi semula.&lt;br /&gt;Mobil berjalan dengan perlahan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;76. EXT./INT. JALANAN: DLM. MOBIL JESSICA. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   SANDY, JESSICA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mobil JESSICA yang dibawa SANDY terus melaju. Di atas dashboard nampak aksesori/gantungan logo TNI bergoyang-goyang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menggumam, bingung) Gue bawa ke mana nih? Mana bau neraka banget ni mobil!&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY menekan parfum mobil di dashboard.&lt;br /&gt;SANDY meraih rokok yang tergeletak di dashboard dan membakarnya.&lt;br /&gt;Asap keluar dari jendela kanan yang ia buka sedikit.&lt;br /&gt;JESSICA belum sadarkan diri.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Atau gue langsung nyari alamat Suci aja, ya? Tapi ni cewek…?&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Dari kaca nampak titik air dari gerimis yang mulai turun.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ah, ujan, lagi!&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY membuang rokok keluar. Munutup kaca jendela dan menyalakan wiper.&lt;br /&gt;Mobil terus berjalan di bawah hujan yang mulai deras.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;77. EXT. RUMAH SUCI. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   SUCI, HAIKAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SUCI dibantu HAIKAL buru-buru mengangkat jemuran karena hujan turun dengan cukup deras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SLOW MOTION: kaki (SUCI) menginjak kertas yang tadi ia buang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[51]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;78. INT./EXT. DLM. MOBIL JESSICA: JALANAN. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   SANDY, JESSICA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY merasa mobil anjlok.&lt;br /&gt;Di luar masih hujan.&lt;br /&gt;SANDY menepikan mobil, berhenti dan menarik tuas rem tangan.&lt;br /&gt;SANDY keluar dan mengecek ban depan kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CU: ban kempes.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kesal, menendang ban) Oh shit! Kempes, lagi! Sempurna banget cobaan gue! Gara-gara Sarti nih nasib gue jadi begini!&lt;/blockquote&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;79. EXT. RUMAH SUCI. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   SUCI, HAIKAL, NENEK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SUCI keluar dari rumah bersama HAIKAL yang telah memakai baju koko dan membawa plastik (isi kain sarung).&lt;br /&gt;NENEK melepas keduanya di pintu.&lt;br /&gt;Karena masih hujan, SUCI membuka payung untuknya dan HAIKAL.&lt;br /&gt;SUCI dan HAIKAL mencari angkutan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;80. EXT. JALANAN: DLM. MOBIL JESSICA. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   SANDY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dengan hujan-hujanan SANDY mengeluarkan peralatan (seperti: dongkrak, besi, kunci pas, dsb.) dan membawanya ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MONTAGE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian clip:&lt;br /&gt;Suasana masih hujan.&lt;br /&gt;SANDY memasang dongkrak.&lt;br /&gt;SANDY membuka ban.&lt;br /&gt;SANDY mendorong ban cadangan ke depan.&lt;br /&gt;SANDY memasang ban cadangan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[52]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;81. EXT. JALANAN: DEPAN KLINIK. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   SUCI, HAIKAL, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SUCI dan HAIKAL turun dari angkot.&lt;br /&gt;SUCI membayar angkot.&lt;br /&gt;HAIKAL membuka payung.&lt;br /&gt;SUCI mengambil alih payung dari tangan HAIKAL.&lt;br /&gt;SUCI menggandeng HAIKAL masuk ke sebuah klinik.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;82. EXT./INT. JALANAN: DLM. MOBIL JESSICA. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   SANDY, JESSICA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rupanya SANDY telah selesai memasang ban dengan terakhir memasukkan ban yang kempes ke bagasi mobil.&lt;br /&gt;Hujan masih turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SLOW MOTION: SANDY membasuh mukanya dengan air hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANDY masuk ke mobil.&lt;br /&gt;Mobil kembali berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CU: dongkrak tertinggal di pinggir jalan (sudah dicopot tapi lupa dimasukkan ke mobil oleh SANDY).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE OUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE IN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;83. EXT./INT. JALANAN: DPN. HOTEL-TMP. PARKIR-DLM. MOBIL JESSICA. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   SANDY, JESSICA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY melewati tanda “MASUK” ke sebuah hotel. SANDY berhenti dan memundurkan mobil. Mobil masuk ke area parkir hotel.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;84. INT. HOTEL: LOBBY. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   SANDY, JESSICA, RESEPSIONIST HOTEL, ROOMBOY, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY sedang registrasi dengan KTP JESSICA sambil asyik mengunyah permen karet.&lt;br /&gt;JESSICA terlihat sedang duduk di sofa tunggu dengan kacamata hitam.&lt;br /&gt;Seorang WANITA berdiri di sebelah kanan SANDY.&lt;br /&gt;Seorang ANAK KECIL berdiri di sebelah si WANITA (sepertinya anaknya).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[53]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;CU: tangan ANAK KECIL meremas dengan tangan kiri pantat kiri si WANITA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spontan, sang WANITA menampar SANDY dan menuduh SANDY telah kurang ajar.&lt;br /&gt;SANDY hendak protes saat dilihatnya&lt;br /&gt;ANAK KECIL menjulurkan lidah padanya.&lt;br /&gt;RESEPSIONIST terlihat menahan tawa.&lt;br /&gt;Terlihat SANDY menemukan ide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANDY menerima kunci dari RESEPSIONIST. Diam-diam SANDY menempelkan permen karet dari mulutnya ke rambut si WANITA. Lalu memasukkan diam-diam bungkus permen karet ke saku celana si ANAK. SANDY pun berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ANAK menarik-narik baju si WANITA.&lt;br /&gt;Si WANITA masih bicara dengan RESEPSIONIST.&lt;br /&gt;Si ANAK menarik-narik lagi baju si WANITA.&lt;br /&gt;Si WANITA menoleh.&lt;br /&gt;Si ANAK memberitahu ada permen karet di rambut si WANITA.&lt;br /&gt;Si WANITA panik dan menarik rambutnya.&lt;br /&gt;Terlihat kepala botak si WANITA. Ternyata tadi wig.&lt;br /&gt;RESEPSIONIST tak bisa menahan tawanya. Ia tertawa sambil menutupi wajah dengan kertas.&lt;br /&gt;Si WANITA menemukan bungkus permen di saku celana si ANAK. Si WANITA menjewer kuping si ANAK dengan kuat.&lt;br /&gt;Si ANAK menahan sakit penuh dengan ekspresi bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANDY memapah JESSICA dibantu ROOMBOY masuk ke lift.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;85. INT. HOTEL: KAMAR. HOTEL. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   SANDY, JESSICA, ROOMBOY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY dibantu ROOMBOY membaringkan JESSICA ke tempat tidur.&lt;br /&gt;ROOMBOY pamit pada SANDY.&lt;br /&gt;SANDY mengambil tas JESSICA dan mengambil selembar uang untuk tip pada ROOMBOY.&lt;br /&gt;ROOMBOY tersenyum dan mengucapkan terima kasih, lalu keluar dan menutup pintu kamar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;86. INT. HOTEL: KAMAR. HOTEL. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   SANDY, JESSICA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY menutup pintu kamar.&lt;br /&gt;Dari luar nampak pesan “Do Not Disturb” telah menggantung di handle pintu.&lt;br /&gt;Nampak jaket, baju dan celana jatuh ke lantai.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[54]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Selanjutnya nampak SANDY yang kini telah memakai handuk dan bertelanjang dada.&lt;br /&gt;SANDY menjemur pakaiannya yang basah ke tempat handuk.&lt;br /&gt;SANDY membuang badannya ke sofa. Nampak ia letih sekali.&lt;br /&gt;JESSICA tergeletak di tempat tidur belum sadarkan diri.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DISSOLVE TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;87. EXT. JALANAN BERKELOK: PINGGIR TEBING/JURANG. SORE.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   SANDY, JESSICA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY menyender di mobil Jaguar yang masih baru.&lt;br /&gt;JESSICA yang berpakaian sexy mendorongnya dengan penuh nafsu membara.&lt;br /&gt;SANDY menggoda JESSICA dengan cara menghindar dari “terkaman” JESSICA.&lt;br /&gt;JESSICA yang penasaran mengejar SANDY. Sorot matanya nampak penuh dengan gairah.&lt;br /&gt;Di belakang mobil JESSICA berhasil “menangkap” SANDY dan langsung memepet tubuh SANDY ke mobil.&lt;br /&gt;SANDY merasa mobil bergerak maju dan…&lt;br /&gt;Jaguar masuk jurang!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Shock) Jaguar gue…!&lt;/blockquote&gt;DISSOLVE TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;88. INT. HOTEL: KAMAR. HOTEL. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   SANDY, JESSICA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY tersadar dari mimpinya dengan posisi jatuh dari sofa hanya memakai handuk. Nafasnya terengah-engah. Keringat membasahi wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BCU: bagian bawah perut (SANDY), handuk yang menonjol.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Garuk-haruk kepala) Ah, cuma ngimpi. Wah, keramas dah gua.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY melihat jam di tembok. Jam 10 siang.&lt;br /&gt;SANDY meraih telpon dan mendial nomer.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Di telpon) Mbak, minta sebungkus Marlboro Light, susu anget dua, (menekankan) anget ya jangan panas!&lt;br /&gt;(Pause) Makannya… mmm… (berpikir) nasi uduk nggak ada, ya?&lt;br /&gt;(Pause) Bubur ayam deh. (MORE)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[55]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY (CONT’D)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Pause) Apa? Abis? Baru jam segini? Apa aja lah. Nasi tumpeng juga boleh.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY menutup gagang telpon.&lt;br /&gt;Dilihatnya JESSICA masih tergeletak di tempat tidur.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Wah, kebo juga ni cewek! Atau jangan-jangan… (kuatir)&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY memegang denyut nadi JESSICA. Lega, karena nadi JESSICA masih berdenyut.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalau mati pasti gue yang repot! Minum apa dia sampai hangeover seharian begini? Kencing kuda liar, ‘kali. Gue mandi aja dulu ah, biar seger.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY beranjak ke kamar mandi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;89. INT. HOTEL: KAMAR. HOTEL. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   SANDY, ROOMBOY (= scene 84 &amp;amp; 85), JESSICA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY keluar dari kamar mandi masih hanya dengan handuk dan bertelanjang dada, buru-buru ke depan bukain pintu.&lt;br /&gt;ROOMBOY telah menunggu di depan pintu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sorry, Mas, kelamaan ya? Abis mandi.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;ROOMBOY masuk membawa trolley makanan (1 bungkus Marloboro Light, 2 gelas susu, 2 botol air mineral dan 2 piring nasi goreng) dan memindahkan isinya ke meja.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;ROOMBOY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Silakan, Pak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ok, thank’s.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;ROOMBOY hendak keluar tapi balik lagi. Terlihat ia akan menyampaikan sesuatu pada SANDY tapi ragu-ragu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Heran) Ada apa, Mas?&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[56]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;ROOMBOY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anu, cuma mau ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Penasaran) Mau anu – mau anu, apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ROOMBOY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mau nawarin anu, siapa tau bapak butuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nawarin apa? Narkoba, ya? Wah-wah, gila aja lo nawarin gue narkoba!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ROOMBOY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bukan. Ini (mengambil sesuatu di saku bajunya dan menyerahkannya pada SANDY).&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;CU: kondom Sarti di tangan (SANDY).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kesal tapi juga pengen ketawa) Buat apa, nih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ROOMBOY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Senyum) Yah, siapa tau bapak memerlukannya (melirik dengan ekor mata ke JESSICA). Lagi ngetop tuh, Pak, merk Sarti. Banyak jenis dan rasanya. Murah, Pak. Sama bapak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Memotong) Gak-gak! Makasih (mengembali-kan kondom Sarti).&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;ROOMBOY keluar kamar sambil garuk-garuk kepala.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Brengsek! Sarti lagi – Sarti lagi! Nasib gue gak jelas nih gara-gara struk Sarti sialan!&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY meminum susunya setengah dan bersiap untuk makan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Uh, gue dipanggil “bapak”. Tampang gue udah tua banget, apa?&lt;br /&gt;(Ke JESSICA) Eh, nama lo siapa? Lupa tadi baca di KTP lo di depan. Jessica! Yah, Jessica. Gue makan dulu yah. Sumpah gue laper banget. (MORE)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[57]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY (CONT’D)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tenang, jatah lo nggak bakal gue embat. (Mulai menyuap dengan lahap) Sorry, bukan gue ngerampok neh. Justru gue yang abis dirampok semalem. Lo cepetan bangun deh. Perjalanan gue masih panjang nih…&lt;/blockquote&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;90. EXT. RUMAH SUCI: HALAMAN. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   SUCI, HAIKAL, NENEK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sebuah taksi masuk ke halaman rumah SUCI. Keluar dari taksi SUCI yang membawa beberapa paperbag dan HAIKAL yang telah memakai sarung. SUCI menuntun HAIKAL yang berjalan mengangkang (habis sunatan).&lt;br /&gt;NENEK keluar membantu SUCI membawakan barang bawaan SUCI.&lt;br /&gt;Ketiganya masuk ke dalam rumah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;HAIKAL (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Sedih) Coba ada ayah ya, Teh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menghibur) Sudah lah, Ical. Kan Teh Uci dan Nini ada nemenin Ical. Ayah juga besok-besok pasti juga pulang.&lt;/blockquote&gt;FADE OUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE IN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;91. EXT. HOTEL: TEMPAT PARKIR. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   SECURITY HOTEL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SECURITY HOTEL berhenti di depan CR-V JESSICA. Ia buru-buru mengeluarkan kertas dari saku bajunya dan mencocokkan dengan plat mobil JESSICA.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;92. INT. HOTEL: LOBBY. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   SECURITY HOTEL, HANAPI (VO)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;CU: tangan (SECURITY HOTEL) mendial nomer telpon. Di samping pesawat telpon, tergeletak KTP JESSICA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FX: nada sambung telpon.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[58]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;HANAPI (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Polrest Bandung, selamat siang…&lt;/blockquote&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;93. INT. KANTOR POLISI: R. INTROGASI. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   HANAPI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;CU: tangan (HANAPI) mencari nama “Jendral Gunawan” di handphone dan menekan tombol “Panggil”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;94. INT. HOTEL: KAMAR. HOTEL. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;   SANDY, JESSICA, PAK GUNAWAN, HANAPI, PIERE, AJUDAN PAK GUNAWAN, SECURITY HOTEL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY hendak memakai celananya yang sudah kering.&lt;br /&gt;JESSICA bergerak-gerak.&lt;br /&gt;SANDY menghampiri JESSICA masih dengan memegang celananya.&lt;br /&gt;Mata JESSICA terbuka perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POV: JESSICA melihat ke atas. Lampu kamar yang samar. Sosok SANDY yang juga masih samar. Lama-lama nampak sosok SANDY yang mulai jelas dan terang. SANDY tersenyum padanya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Terkejut dan duduk) Siapa lo?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;(Tersenyum, lega) Bagus lah lo akhirnya bangun juga. Minum se-ember semalem ya, Neng?&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;JESSICA melihat SANDY yang hanya  memakai handuk dan sedang memegang celana.&lt;br /&gt;JESSICA segera loncat berdiri dan “mengecek” payudara serta resleting celananya.&lt;/i&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lo… lo ngapain gue? Di mana neh? (melihat sekeliling)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tenang. Kita di hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kaget) Di hotel?!&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[59]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;JESSICA berusaha jalan tapi terhuyung.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;SANDY langsung menangkapnya tapi JESSICA menepis tangan dan mendorongnya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Membentak) Jangan sentuh gue!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berusaha tenang) Duh, galak amat. Gue nggak seperti dugaan lo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Tak percaya) Mana ada maling ngaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Membela diri) Tapi nggak semua yang nggak ngaku itu maling!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Secara logika aja. Nggak mungkin lo nggak ambil kesempatan saat gue nggak sadarkan diri. Di hotel, cuma berdua, pula! Itu buktinya! (menunjuk SANDY yang hanya memakai handuk, tanpa baju dan memegang celana)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Spontan menjatuhkan celana ke lantai) Duh, gimana gue harus jelasin ke elo?&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Tiba-tiba pintu didobrak dari luar.&lt;br /&gt;SANDY dan JESSICA sama-sama menoleh ke pintu melihat siapa yang datang.&lt;br /&gt;Masuk 2 orang polisi (HANAPI dan PIERE) dengan pistol mengarah ke SANDY, PAK GUNAWAN, AJUDAN PAK GUNAWAN dan SECURITY HOTEL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POV: PAK GUNAWAN melihat celana tergeletak di dekat kaki SANDY yang hanya memakai handuk dan bertelanjang dada.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;HANAPI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Angkat tangan!&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY mengangkat tangan cepat dan handuknya tak sengaja melorot.&lt;br /&gt;JESSICA yang berdiri persis di depan SANDY membuang muka cepat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menjerit) Aow!&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY baru sadar handuknya melorot. Cepat ia menaikkan handuk dan mengaitkan kuat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[60]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;b&gt;[MORE]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://imaghy.blogspot.com/2007/07/page-51-60.html</link><thr:total>0</thr:total><author>eghy.deka@gmail.com (::eghy::)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3451549392050216274.post-4390256560104174983</guid><pubDate>Mon, 30 Jul 2007 19:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-17T17:57:34.055+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sandy Sarti</category><title>Page 61 - 70</title><description>&lt;b&gt;&lt;div align="right"&gt;[SCENE 94 - CONT'D]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;PAK GUNAWAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berseru) Jessica!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Histeris) Papa….!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;JESSICA berlari ke PAK GUNAWAN dan memeluknya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PAK GUNAWAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Membelai rambut JESSICA) Kamu tak apa-apa, Nak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Terisak di dekapan PAK GUNAWAN) Untung papa cepat-cepat datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PAK GUNAWAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ke HANAPI dan PIERE) Saya serahkan penculik anak saya pada bapak-bapak sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PIERE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Sikap hormat) Siap, Pak!&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;PIERE mengeluarkan borgol dan menurunkan tangan SANDY dari belakang.&lt;br /&gt;HANAPI masih menodongkan pistol ke arah SANDY.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Membela diri) Pak, kalian salah tangkap! Saya bukan penculik, Pak. (Memohon) Tolong jangan tangkap saya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PIERE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Memborgol tangan kanan SANDY) Pen-jelasannya nanti di kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Hopeless) Oke-oke. Bapak boleh menangkap saya. (Menyindir) Meski saya protes minta surat penangkapan saya juga percuma, bapak akan tetap menangkap saya juga. Tapi, ijinkan saya memakai baju dan celana saya! Masa saya cuma pakai handuk begini?! Emangnya saya maling ayam, apa! (Menyindir PAK GUNAWAN dengan suara pelan) Anak bapak kan bukan ayam?&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;AJUDAN PAK GUNAWAN nampak marah dan kaget pada keberanian SANDY pada atasannya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[61]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;PIERE berhenti saat akan memasukkan borgol ke tangan kiri SANDY dan memandang HANAPI minta persetujuan.&lt;br /&gt;HANAPI malah memandang PAK GUNAWAN untuk meminta persetujuan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;PAK GUNAWAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Emosi) Biarin saja, Pak, begitu. Buat pelajaran dia berani-beraninya menculik anak saya! Untung kita datang tepat waktu. Telat sedikit saja, saya nggak tahu nasib anak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Protes) Tapi, Pak…&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;PIERE memborgol tangan kiri SANDY. Hingga kini, kedua tangan SANDY terborgol keduanya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Tak tega) Kasihan dong, Pa. Biarin lah dia memakai bajunya.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;PAK GUNAWAN mendekati SANDY dengan tampang “seram”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;PAK GUNAWAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengar, anak saya masih juga membela kamu. (Ke PIERE) Pak, buka borgolnya.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;PIERE membuka borgol di tangan SANDY.&lt;br /&gt;Dengan cepat SANDY memakai celana dan kaosnya. Jaket ia tenteng sekaligus untuk menutupi tangannya yang diborgol.&lt;br /&gt;HANAPI dan PIERE menggiring SANDY dengan pistol di tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SLOW MOTION: SANDY melewati JESSICA. Keduanya beradu pandang. Nampak wajah SANDY yang kesal dan kecewa pada JESSICA. Sedang JESSICA diserang getaran-getaran halus di hatinya menatap sorot mata tajam SANDY. Namun segera JESSICA “mengusir jauh-jauh” perasaan ini.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE OUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE IN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;95. EXT. KANTOR POLISI. SORE.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ESTABLISH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor polisi dengan papan namanya. Suasana sore mulai gelap.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[62]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;96. EXT./INT. KNTR. POLISI: SEL TAHANAN #1. SORE.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;SANDY, UJANG, SUKMA, PIERE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;SANDY berdiri termenung sambil memegang terali sel. Tatapan matanya kosong. Pikirannya menerawang jauh.&lt;br /&gt;UJANG di pojok sel sedang menikmati asap rokoknya seolah cuek dengan keadaannya.&lt;br /&gt;Suara derap sepatu mendekat dan suara kunci (pintu penghubung ruang introgasi dan area sel) dibuka.&lt;br /&gt;Muncul seorang polwan bernama SUKMA membawa plastik berisi beberapa nasi bungkus, ditemani PIERE.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pak, bebaskan saya. Saya nggak bersalah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PIERE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Terkesan acuh sudah biasa menghadapi hal-hal seperti ini) Tunggu nanti kamu juga diproses. Tunggu nanti kamu juga diproses.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SUKMA memberikan 2 bungkus nasi untuk SANDY dan UJANG lewat celah antara terali besi dan diterima oleh UJANG keduanya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ke SUKMA) Ibu, tolongin saya. Saya bukan penculik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUKMA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menatap SANDY) Nanti hukum yang akan bicara. Saya tak punya wewenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Emosional) Hukum yang mana? Yang menangkap orang yang jelas-jelas tak bersalah? Kalian salah menangkap saya. (Menekankan) Saya nggak kenal siapa sebelumnya Jessica. Apalagi papanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUKMA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menenangkan) Yang penting sekarang kamu makan. Kalau memang benar kamu tidak bersalah, kamu pasti tak akan lama di sini.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;FADE OUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE IN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[63]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;97. INT. KNTR. POLISI: SEL TAHANAN #1. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, UJANG, HANAPI, PIERE, BIMO, LEXY, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Terlihat 2 bungkus nasi tergeletak di lantai. 1 bungkus masih dalam keadaan utuh belum dibuka (jatah SANDY). 1 lagi telah dibuka dan kini dijadikan oleh SANDY dan UJANG sebagai asbak.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;UJANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menasehati) Makan lah. Nanti sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menghempaskan asap dengan kuat ke udara, mendesah) Sampai kapan gue di sini… (Ganti topik) Lo kenapa sampai sini?&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;UJANG memberi isyarat tangan dengan jempol menjetikkan jari manis. Bahasa tangan untuk obat atau narkoba.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;UJANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kembali ke topik tentang nasib SANDY) Lu tu tahanan spesial di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kerutkan dahi) Spesial?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;UJANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Titipan jendral! Makanya polisi di sini nggak ada yang berani nyolek lu. Semua nunggu titah sang jendral. Mungkin besok lu  diperbal. Jendral kan hari Minggu juga libur. ‘Kali…&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Tiba-tiba terdengar riuh derap sepatu mendekat cepat.&lt;br /&gt;SANDY dan UJANG berdiri.&lt;br /&gt;Masuk HANAPI &amp;amp; PIERE membawa tahanan baru yakni&lt;br /&gt;BIMO dan LEXY (bercelana pendek kolor) yang babak belur.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Penuh dendam) Yeah, ketemu lagi di sini!&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;HANAPI membuka kunci sel #1.&lt;br /&gt;PIERE mendorong BIMO dan LEXY masuk ke sel.&lt;br /&gt;Dari celah terali besi, HANAPI membuka borgol di tangan BIMO dan LEXY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah HANAPI &amp;amp; 2 keluar, SANDY mendekati BIMO yang sedang menahan sakit.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[64]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menarik kerah kaos BIMO) Mana tas gue?!&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Melihat BIMO yang kondisinya lebih parah dibanding dirinya, LEXY berusaha mendorong SANDY.&lt;br /&gt;SANDY melepaskan cengkeraman tangannya dari kerah kaos BIMO. Ia balik badan mundur. Tapi secepat kilat ia membalikkan badan lagi dan mengirim pukulan dan mendarat telak di wajah BIMO.&lt;br /&gt;BIMO terhuyung dan tersandar ke tembok.&lt;br /&gt;LEXY berusaha melindungi BIMO dan membalas dengan cara memukul perut SANDY.&lt;br /&gt;Suasana jadi kisruh. Terjadi duel bebas antara LEXY dan BIMO.&lt;br /&gt;UJANG berlari ke pintu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;UJANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Teriak) Pak…, ada yang berantem!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ayo, maju lo berdua gue nggak takut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;LEXY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jangan cari mati lo di sini!&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;LEXY memukul wajah SANDY dengan tangan kanan.&lt;br /&gt;SANDY berhasil menghindar dengan cara menunduk. SANDY memelorotkan celana LEXY.&lt;br /&gt;LEXY mundur untuk menaikkan celana.&lt;br /&gt;Sebuah pukulan SANDY mendarat telak di perut LEXY. Bertepatan dengan&lt;br /&gt;HANAPI, PIERE dan SUKMA datang.&lt;br /&gt;SANDY mendorong LEXY yang makin kepayahan dan jatuh menimpa BIMO.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;PIERE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Membentak) Sandy, hentikan!&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SUKMA membuka kunci sel dan berjaga-jaga di luar sel.&lt;br /&gt;HANAPI &amp;amp; PIERE masuk meringkus SANDY.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berontak) Lepasin, Pak! Mereka telah merampok saya!&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;HANAPI &amp;amp; PIERE menyeret SANDY keluar sel.&lt;br /&gt;SUKMA menutup dan mengunci sel #1 lalu membuka sel #2.&lt;br /&gt;HANAPI &amp;amp; PIERE mendorong SANDY masuk.&lt;br /&gt;Nampak 2 TAHANAN lain sudah ada di dalam.&lt;br /&gt;SUKMA mengunci pintu sel #2.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[65]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;PIERE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mengancam) Awas kalau kamu berkelahi lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Histeris dan mengguncang-guncang besi) Bebasin saya, Pak! Saya nggak salah…!&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Ketiga polisi keluar dari area sel.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;98. INT. KNTR. POLISI: SEL TAHANAN #2. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, PAK ASEP, HANAPI, PIERE, SUKMA, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Suasana sel area nampak sepi.&lt;br /&gt;Di sel #2, 2 TAHANAN telah tertidur dengan beberapa kali terlihat menepuk nyamuk.&lt;br /&gt;SANDY berdiri merenung sambil memegangi besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar riuh langkah derap sepatu mendekat.&lt;br /&gt;2 TAHANAN yang tadi tidur bangkit dan duduk.&lt;br /&gt;Masuk HANAPI &amp;amp; PIERE menggiring PAK ASEP.&lt;br /&gt;SUKMA bertugas berjaga-jaga.&lt;br /&gt;PAK ASEP yang utuh tidak babak belur,  dimasukkan ke sel #2.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;HANAPI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ke PAK ASEP) Tinggal kurang satu lagi. Kalian bisa reunian lagi di sini dengan formasi lengkap (terkekeh).&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Semua POLISI keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAK ASEP tersenyum pada SANDY dan 2 TAHANAN lain sebagai tanda perkenalan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mengingat-ingat) Apa kita pernah ketemu sebelumnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PAK ASEP&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mengamati wajah dan penampilan SANDY) Kamu penumpang bus jurusan Bandung, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Iya. Bapak…?&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[66]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;PAK ASEP&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saya sopir bus yang kamu naiki.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Di luar dugaan, SANDY malah menyalami PAK ASEP.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oh iya. Kok bapak dibawa ke sini…&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;99. INT. KNTR. POLISI: SEL TAHANAN #1 &amp;amp; #2. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, PAK ASEP, BIMO, LEXY, UJANG, SUKMA, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Di sel #1, UJANG telah tidur dengan mulut menganga.&lt;br /&gt;BIMO dan LEXY tidur sambil sesekali mengerang kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sel #2, 2 TAHANAN telah tidur. Salah satunya dengan posisi duduk dan memeluk lutut.&lt;br /&gt;PAK ASEP dengan wajah serius dan sedih sedang ngobrol dengan PAK ASEP.&lt;br /&gt;SUKMA masuk sel area untuk kontrol.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;100. INT. KNTR. POLISI: SEL TAHANAN #2 &amp;amp; #1. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, SUKMA, PAK ASEP, BIMO, LEXY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Terlihat SANDY sedang berbicara serius dan memohon  pada SUKMA.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Makin jelas kan, Bu, kalau saya korban salah tangkap? Saya justru korban perampokkan mereka! Aneh, jika benar saya ini penculik, tak mungkin diwaktu yang sama juga saya sedang dirampok!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUKMA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mengerti) Tapi saya bisa apa? Papa cewek yang sama kamu itu jendral yang cukup berpengaruh di sini. Apalagi memang kebetulan juga anaknya beberapa hari tak pulang. Dan saat ditemukan, ia sedang bersama kamu. Tapi, soal tas kamu nanti saya usahakan.&lt;br /&gt;Palingan kamu bisa ambil nanti SIM sama KTP kamu. Kartu ATM dan iPod kalau memang masih ada. Tapi tas kemungkinan besar masih kita perlukan untuk barang bukti.&lt;br /&gt;(Ke PAK ASEP) Gimana, Pak? Kapok?&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[67]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;PAK ASEP&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saya kapok, Bu. Saya ingat anak-anak saya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUKMA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berdoa saja besok mereka datang menengok bapak. Untung bapak nggak digebukin massa seperti dua temen bapak.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;INSERT: BIMO dan LEXY yang mengerang kesakitan di selnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SUKMA (CONT’D)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalian istirahat saja. Terutama kamu, Sandy. Semoga cuma malam ini kamu menginap di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Terharu) Makasih, Bu.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SUKMA menatap SANDY dengan penuh rasa iba dan simpati. Sebagai seorang wanita yang kebetulan juga masih single, ia menyayangkan bertemu SANDY di tempat seperti ini.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SUKMA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saya ke depan dulu. Kamu masih ada rokok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Tersenyum) Makasih, Bu. Ada kok. PAK ASEP bawa stok kretek banyak dari luar.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;PAK ASEP tersenyum mendengar ucapan SANDY.&lt;br /&gt;Dan memang, berbeda sikap SANDY pada BIMO dan LEXY, pada PAK ASEP, ia malah cukup “akrab”. Padahal ia telah tahu bahwa PAK ASEP juga kawanan BIMO cs. Entahlah, ada keengganan tersendiri untuk ribut dengan PAK ASEP.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;101. INT. KNTR. POLISI: SEL TAHANAN #2. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, PAK ASEP, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Sementara PAK ASEP dan 2 TAHANAN lain telah tidur, SANDY masih gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MONTAGE:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANDY tiduran terlentang. Matanya menatap kosong langit-langit sel.&lt;br /&gt;SANDY berganti posisi miring ke kanan.&lt;br /&gt;SANDY berdiri termenung berpegangan terali besi.&lt;br /&gt;SANDY tiduran miring ke kiri.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[68]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY duduk di pojokan sambil merokok.&lt;br /&gt;SANDY telah tiduran dengan posisi meringkuk. Terlihat ia kedinginan dan sesekali menepuk nyamuk yang mengigitnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;102. INT. RUMAH SUCI: KAMAR SUCI. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SUCI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;SUCI tiduran terlentang. Matanya menerawang ke langit-langit kamar. Seperti kontak batin dengan SANDY yang juga gelisah tak bisa tidur di sel tahanan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;103. EXT. RUMAH SUCI &amp;amp; SEKITARNYA. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SUCI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;ESTABLISH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat lampu di kamar SUCI yang masih menyala sementara di sekitarnya nampak gelap.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE OUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE IN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;104. EXT. KANTOR POLISI. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ESTABLISH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana sudah terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Note: Monday, February 4, 2008&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;105. EXT. RUMAH SUCI: HALAMAN. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SUCI, RATIH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;CU: kertas yang kemaren dibuang oleh SUCI disapu dan dimasukkan ke dalam serokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat yang menyapu adalah SUCI.&lt;br /&gt;Datang dengan tergesa-gesa adik sepupu SUCI –RATIH–.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[69]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;RATIH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Memanggil) Teh Uci!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kaget, berhenti menyapu) Iya, ada apa, Tih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;RATIH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada telpon, Teh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Telpon? Dari siapa yang pagi-pagi nelpon? (Menebak-nebak) Dari Jakarta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;RATIH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bukan, Teh. Dari kepolisian.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;CU: wajah SUCI yang panik.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;106. EXT. KANTOR SANDY. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ESTABLISH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana pagi yang cerah. Kita dengar suara gaduh/sibuk di kantor SANDY.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;107. INT. KNTR. SANDY: R. RESEPSIONIST-R. SANDY. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   ALINE, SURYA, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;REKAN-REKAN KERJA SANDY nampak sibuk.&lt;br /&gt;ALINE yang sedang sibuk menjawab telpon yang masuk dengan headphone-nya, memencet ini-itu tombol di pesawat telpon.&lt;br /&gt;Beberapa yang lain hilir mudik dan sibuk dengan urusan masing-masing.&lt;br /&gt;Ruang SANDY dengan bangku yang kosong.&lt;br /&gt;Beberap file tergeletak di meja kerja SANDY.&lt;br /&gt;SURYA masuk dan menumpuk file di atas tumpukan file.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;108. EXT./INT. KNTR. POLISI: R. INTROGASI-LOBBY. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;   SANDY, HANAPI, PIERE, JESSICA, DINO, SUCI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;SANDY sedang bercakap-cakap dengan JESSICA dan DINO yang datang untuk membebaskannya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;-------------------[70]-------------------&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;b&gt;[MORE]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://imaghy.blogspot.com/2007/08/page-61-70.html</link><thr:total>0</thr:total><author>eghy.deka@gmail.com (::eghy::)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3451549392050216274.post-5574867966898381597</guid><pubDate>Sun, 29 Jul 2007 18:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-17T18:04:56.518+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sandy Sarti</category><title>Page 71 - 80</title><description>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;[SCENE 108 - CONT'D]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;HANAPI &amp;amp; PIERE meminta maaf dan menjabat tangan penuh rasa penyesalan.&lt;br /&gt;SANDY, JESSICA dan DINO melangkah keluar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lo ke mana sekarang, Sand?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gue harus nyari alamat temen gue, Jes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Keberatan kalau gue anter? Itung-itung sebagai permintaan maaf gue…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Boleh nolak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Enggak.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY dan JESSICA tertawa.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;DINO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jes, kalau gitu gue duluan ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oke, Din. Thank’s ya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DINO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jangan makasih sama gue. Makasih sama (menunjuk SANDY) dia.&lt;br /&gt;(Ke SANDY) Sekali lagi, gue minta maaf ya, Sand… (memeluk SANDY)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Bercanda) Lain kali kalau mau nitip cewek jangan yang lagi teler. Jadi kalau gue bawa ke hotel gue bisa langsung bersenang-senang. Nggak perlu nunggu dianya sadar.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Ketiganya tertawa.&lt;br /&gt;JESSICA mencubit pinggang SANDY.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Meringis) Adaow…!&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;DINO menyalami JESSICA. Lalu pergi ke arah mobilnya.&lt;br /&gt;JESSICA mengajak SANDY ke lokasi CR-V-nya diparkir.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[71]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lo nyetir ya, Sand? Gapapa, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oke.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;JESSICA melempar kunci mobil yang langsung ditangkap SANDY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama mobil JESSICA keluar dari area kantor polisi.&lt;br /&gt;Hampir bersamaan sebuah angkot berhenti. Turun dengan tergesa-gesa SUCI dan langsung masuk ke kantor polisi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;109. EXT./INT. JALANAN: DLM. MOBIL JESSICA. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;    SANDY, JESSICA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mobil JESSICA melaju dengan kecepatan sedang.&lt;br /&gt;Sesekali JESSICA mencuri-curi pandang ke arah SANDY.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Membuka omongan) Gue punya tebakan, Jes. Elo suka french fries, nggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lumayan. Kenapa emang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ok. Kentang kentang apa yang paling gak enak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gue tau. Kentang alias kena tanggung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Wooo, ngeres! Salah. Yang bener kentang-kep basah oleh nyokap lagi nonton bokep! (tertawa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Tersenyum) Gak lucu – gak lucu!&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;JESSICA terus memperhatikan SANDY yang sibuk nyetir.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mana gue nyangka, Jes, dalam sehari semalem dua kali kepala gue ditodong pistol. Malem sama perampok, justru siangnya sama polisi!&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[72]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY dan JESSICA tertawa.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih gue heran adalah, hukum di negara kita yang gue rasa aneh. Gue cuma ngimpi bercinta sama seorang cewek aja, masa tu cewek masukin gue ke penjara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kerutkan dahi) Hah? Jadi elo sempet ngimpi bercinta sama gue?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Begitulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Sok marah) Kurang ajar lo ya!&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;JESSICA mencubit pinggang SANDY. Tapi kali ini SANDY berhasil menghindar.&lt;br /&gt;JESSICA terus memperhatikan SANDY yang sedang sibuk mengemudi. Getaran di hatinya makin kuat menyergap.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Lirih) Maafin gue ya, Sand. Elo udah nganterin gue, ngejaga gue, ujan-ujanan ganti ban, eh malah gue kirim lo ke penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;It’s ok, Jess (tersenyum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya gue sempet inget-inget, dongkrak gue di mana? Gue cari nggak ada. Eh, di belakang gue liat ban kempes. So, gue tahu elo pasti yang ganti ban gue. Udah gitu Dino nelponnya telat. Kalau siang atau sorenya dia langsung nelpon gue, mungkin lo nggak sampai jadi santapan nyamuk di sel. Sekali lagi, I’m so sorry, Sand…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Tarik nafas dalam) Sudah lah, Jess. Gue juga salah. Ngabisin rokok lo, buka tas lo, make duit lo tanpa sepengetahuan elo, juga make KTP elo buat resgistrasi di hotel (tertawa).&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[73]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Iya, kayaknya penculik tolol cuma elo doang deh, yang nyulik cewek tapi make KTP korban lo buat nginep di hotel!&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Tiba-tiba SANDY mengerem mendadak.&lt;br /&gt;Keduanya sampai badan condong ke depan tapi ketahan seatbelt.&lt;br /&gt;Tapi tak lama mobil jalan dan mengambil arah memutar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Bingung) Loh – loh, kok balik lagi, Sand?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lupa! KTP gue masih di kantor polisi!&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Mobil JESSICA melaju dengan kecepatan cukup tinggi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;110. EXT. KANTOR. POLISI: LOBBY. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;    SANDY, JESSICA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mobil JESSICA masuk ke tempat parkir kantor polisi.&lt;br /&gt;SANDY keluar terburu-buru untuk masuk ke lobby.&lt;br /&gt;JESSICA mengikuti di belakang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;111. INT. KNTR. POLISI: R. INTROGASI/R. BEZUK. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;    SUCI, PAK ASEP, SANDY, JESSICA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SUCI sedang berbincang-bincang serius dengan PAK ASEP. Terlihat mata SUCI sembab seperti habis menangis. PAK ASEP sendiri nampak sedih. Tapi berusaha mati-matian untuk terlihat tegar di depan SUCI.&lt;br /&gt;Masuk SANDY dan JESSICA.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Surprise) Suci?!&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SLOW MOTION: SUCI menoleh ke arah SANDY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CU: ekspresi muka SUCI dan SANDY yang sama-sama memancarkan rasa rindu yang terpendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUCI tak akan mengira akan bertemu SANDY lagi dengan di sini bukan di Jakarta. Hati yang mulai bergelora dengan api cinta yang mulai tumbuh sejak pertemuan pertama mereka, kini hadir kembali. Bahkan terasa lebih kuat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[74]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY pun sama sekali tak akan menduga akan bertemu SUCI di sini. Apalagi sedang bersama PAK ASEP!&lt;br /&gt;JESSICA terlihat cemburu menyaksikan SANDY dan SUCI saling pandang penuh perasaan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Memandang SUCI dan PAK ASEP bergantian) Suci, PAK ASEP…? Kalian…?&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;PAK ASEP juga terkejut mengetahui bahwa SUCI mengenal SANDY. Orang yang pernah ia rampok dan teman curhat di sel. Dan sebagai orang tua, ia bisa melihat SANDY dan SUCI saling mencintai.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;PAK ASEP&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menarik napas panjang) Ya, dia anak perempuan yang saya ceritakan ke kamu, Sand…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Belum yakin benar) Suci, benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mengangguk perlahan) Benar, Sand. (Menyeka sisa-sisa air mata di pipinya cepat agar tak terlihat habis menangis di depan SANDY)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;112. EXT. KANTOR. POLISI: LOBBY. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;    SANDY, SUCI, JESSICA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY, SUCI dan JESSICA berjalan tergesa-gesa menuju mobil JESSICA terparkir.&lt;br /&gt;SANDY membuka kunci dengan remote dan masuk ke belakang kemudi.&lt;br /&gt;SUCI masuk di depan di samping SANDY atas permintaan SANDY, untuk menunjukkan jalan ke rumah SUCI.&lt;br /&gt;JESSICA “mengalah” duduk  di tengah.&lt;br /&gt;Mobil melaju ke jalanan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Untung ketemu elo di sini, Ci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tapi kamu udah sempet ke rumah aku, Sand?&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[75]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;113. EXT./INT. RMH. SANDY: TERAS-R. DEPAN-R. TENGAH. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;    MAMI, FARAH, PEMBACA BERITA TV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;MAMI membukakan pintu untuk JESSICA yang baru pulang kuliah.&lt;br /&gt;MAMI menanyakan apa sudah ada kabar dari SANDY?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Belum tuh, Mi. Hp-nya susah dihubungin! (masuk ke dalam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menutup pintu dan mengikuti FARAH) Ke mana kakakmu ya, Rah? (cemas)&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Di ruang tengah, FARAH melihat es jeruk yang tinggal setengah di meja, didekatnya tergeletak tabloid tentang masak-memasak. Tv nampak menyala. Acara berita kriminal. Rupanya tadi MAMI sedang menonton tv sambil baca tabloid.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Meminum habis es jeruk di meja)&lt;br /&gt;Segar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kamu tumben jam segini udah pulang, Rah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nggak ada kelas, Mi. Dosennya nggak ada.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Di tv, seorang pembaca berita sedang memberitakan berita kriminal.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;PEMBACA BERITA TV&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gerombolan perampok yang biasa beroperasi di bus antarkota semalam berhasil diringkus Tim Buru Sergap Kepolisan Bandung. Dua pelaku sempat babak belur dihajar massa, seorang lagi yang ternyata seorang sopir bus antarkota yang berkomplot dengan gerombolan ini, berhasil ditangkap tak lama kemudian. Tapi masih ada seorang pelaku lagi yang masih buron dengan inisial BT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mengambil remote tv) Ganti ya, Mi? (Memindah saluran tv ke acara musik)&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;MAMI ingin protes tak tak jadi. Ia tak mau mengganggu FARAH yang terlihat letih sepulang dari kampus.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[76]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;114. EXT./INT. JALANAN: DLM. MOBIL JESSICA. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;    SANDY, SUCI, JESSICA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY mengemudikan kendaraan dengan cukup cepat. Sesekali terlihat melirik ke arah SUCI yang duduk di sampingnya.&lt;br /&gt;JESSICA melihatnya dengan mimik cemburu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gue sempet nonton tuh siarannya, Sand, di apartment Dino. (Mengingat-ingat) Kalau nggak salah, orang yang ditelpon bilang lampu di rumahnya mati. Jadi elo yang ditelpon sama MC?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Iya gue. Nah, pas listrik diturunin, gue lagi tidur. Dan pas gue naikin, gue nggak tahu adek gue di kamar kesetrum!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI + JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Bersamaan)&lt;br /&gt;Kesetrum?!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yup. Meteran memang sengaja diturunin sama adek gue, Farah, karena dia lagi benerin AC di kamarnya. AC di kamarnya emang udah waktunya minta ganti.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Ketiganya tertawa.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Kuatir) Sand…&lt;br /&gt;(pause) kalau struk itu nggak ketemu gimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Artinya sia-sia perjuangan gue jauh-jauh ke sini. Sia-sia gue ngejar elo ke tempat kerja elo, ke kosan, di bus gue diramp… (tak melanjutkan karena tak enak dengan SUCI). Maksud gue…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menunduk, lirih) Maafin ayahku ya, Sand…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sudah lah, Ci, gue gapapa kok… (meraih tangan SUCI)&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;CU: tangan (SANDY) menyentuh tangan (SUCI). Keduanya saling pandang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[77]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY (CONT’D)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;PAK ASEP banyak cerita soal lo berdua. Beliau sadar kalau selama ini udah nelantarin kalian. Gue yakin beliau sangat menyesal. Oh ya (ingat sesuatu) adek lo siapa namanya, Ci?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Haikal. Kenapa emang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bokap lo niat mau nyunatin tadinya. Eh, belum sempet keburu… (tak meneruskan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Iya, makanya aku cuti ya karena itu. Ical sunatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ke JESSICA) Wah, kita harus cari kado, Jes, buat adeknya Suci. Kado apa ya bagusnya? Gimana kalau kondom?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bersamaan)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI:&lt;/b&gt; Jangan ngaco deh!&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA:&lt;/b&gt; Gila lo ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Iya, pede banget kamu kenalan sama aku ngasih nomer telpon di struk kondom!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gue lupa, sumpah! (tertawa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sand, di depan ada mall. Kita cari makan dulu, ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berakting sebagai sopir) Baik, Nyonya…&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Clip-clip berikut menggambarkan kedekatan SANDY dengan SUCI dan kecemburuan JESSICA yang berusaha menarik perhatian SANDY. Juga kecemasan MAMI dan FARAH serta situasi di kantor SANDY.&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[78]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;115. EXT./INT. MALL: TEMPAT PARKIR-LOBBY. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;    SANDY, SUCI, JESSICA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY membukakan pintu untuk SUCI tapi tidak untuk JESSICA.&lt;br /&gt;JESSICA turun dengan ekspresi cemburu. Apalagi saat melihat SANDY jalan menggandeng tangan SUCI.&lt;br /&gt;Ketiganya masuk ke lobby mall.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;116. INT. MALL: TOKO BAJU. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;    SANDY, SUCI, JESSICA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;JESSICA memilihkan beberapa baju untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANDY (yang masih memakai baju, celana dan jaket yang sama dengan saat berangkat) yang malah sibuk memilihkan baju untuk SUCI (tapi sambil bercanda. Seperti mengambilkan baju cewek anak-anak dan meminta SUCI untuk mencobanya).&lt;br /&gt;JESSICA “memaksa” SANDY untuk mencoba beberapa baju di fitting room. JESSICA nampak iri karena setiap kali selalu SANDY bertanya apa cocok atau nggak meski ia telah memberikan pendapatnya untuk SANDY.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;117. INT. MALL: TOKO BUKU-STATIONARY. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;    SANDY, SUCI, JESSICA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SUCI yang merasa tak enak pada JESSICA, berusaha  “menjauh” dengan pura-pura sibuk mencari sesuatu di stationary.&lt;br /&gt;JESSICA mengambil sebuah buku dan meminta pendapat SANDY. Tapi SANDY menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANDY (telah memakai pakaian baru) dan pergi ke stationary membawa 2 rambu tanda panah biru lurus dan tanda “dilarang masuk”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUCI sempat kaget saat SANDY muncul. Tak menyangka kalau SANDY akan mengejarnya. Padahal ia sengaja memisah dari rombongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANDY meminta SUCI memegang tanda “dilarang masuk” di depan. Ia sendiri menempelkan dengan cara memegang dengan tangan tanda panah biru lurus di punggung SUCI mengarah ke bawah dan menyuruh SUCI untuk mengaca di cermin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUCI tahu maksud SANDY dan keduanya tertawa. SUCI bergerak seolah-olah akan memukul SANDY dengan sesuatu. SANDY berhasil menghindar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JESSICA datang dan melihat kedekatan SANDY dan SUCI. Ekspresinya makin suntuk.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[79]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;118. INT. MALL: RESTAURANT. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;    SANDY, SUCI, JESSICA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY tetap menghargai semua kebaikan JESSICA. Ia membiarkan JESSICA menunjukkan perhatiannya seperti membakarkan rokok, menuangkan minum, dsb.&lt;br /&gt;Sikap SUCI yang sedikit “berubah”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;119. INT./EXT. REDAKSI SURAT KABAR: R. TAMU-HALAMAN/TEMPAT PARKIR. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;    MAMI, FARAH, REDAKTUR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;FARAH memasukkan kertas-kertas dan sebuah foto SANDY ukuran close-up ke amplop berukuran besar.&lt;br /&gt;MAMI mengucapkan terima kasih pada REDAKTUR untuk segera pamit dan keluar.&lt;br /&gt;MAMI dan FARAH berjalan menuju parkiran di mana sebuah mobil Kijang tua terparkir. FARAH masuk di belakang kemudi dan MAMI di sisi yang lain.&lt;br /&gt;Kijang keluar dari tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ESTABLISH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat papan nama “Koran Lampu Kuning”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;120. INT. KNTR. SANDY: R. SANDY-R. RESEPSIONIST. SORE.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;    SURYA, ALINE, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Meja kerja di ruang SANDY nampak file/map (=scene 107) yang telah menggunung.&lt;br /&gt;SURYA keluar dari dalam dan telah bersiap-siap untuk pulang.&lt;br /&gt;ALINE juga sedang berkemas-kemas untuk pulang.&lt;br /&gt;Beberapa KARYAWAN keluar dan menyapa keduanya untuk pamit.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SURYA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalau sampai besok Sandy belum masuk juga, sebagai rekan kerja yang baik kita harus nolongin dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ALINE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mengambil tas di laci) Caranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SURYA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kita buang komputer canggihnya biar space di meja cukup untuk file tugas-tugas dia.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Keduanya tertawa.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE OUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[80]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[more]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://imaghy.blogspot.com/2007/08/page-71-80.html</link><thr:total>0</thr:total><author>eghy.deka@gmail.com (::eghy::)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3451549392050216274.post-3283285370289468056</guid><pubDate>Sat, 28 Jul 2007 23:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-17T18:06:27.340+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sandy Sarti</category><title>Page 81 - 90</title><description>&lt;b&gt;&lt;u&gt;121. EXT./INT. RMH. SUCI: HALAMAN-R. DEPAN/R. TENGAH. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;    SANDY, SUCI, JESSICA, HAIKAL, NENEK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mobil JESSICA masuk ke halaman rumah SUCI.&lt;br /&gt;HAIKAL dan NENEK keluar untuk melihat siapa yang datang.&lt;br /&gt;SANDY dan JESSICA yang membawa beberapa bungkusan keluar dari mobil dan berjalan mengiringi SUCI sebagai tuan rumah.&lt;br /&gt;SUCI mengenalkan HAIKAL, NENEK, SANDY dan JESSICA.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ni, ini Sandy temen Uci di Jakarta. Dia nyusul Uci ke sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menjabat tangan) Sandy, Nek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ini Jessica yang nganter kita ke sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menjabat tangan) Jessica, Nek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NENEK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Bahasa campuran Sunda dan Indonesia) &lt;i&gt;Mangga – mangga, kalebet…&lt;/i&gt; Silakan masuk… Tapi maaf, kondisinya beginih. Maklum orang kampung.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Semuanya masuk ke dalam rumah.&lt;br /&gt;SUCI mempersilakan SANDY dan JESSICA duduk.&lt;br /&gt;Background agak samar foto-foto keluarga SUCI menempel di tembok.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ke HAIKAL) Namanya siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;HAIKAL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mencium tangan JESSICA) Ical, Teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Memberika paperbag) Ical, ini ada sedikit oleh-oleh dari Teh Uci dan A’ Sandy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Aduh, Jess, ngerepotin. Makasih ya. (Ke HAIKAL) Ical, bilang apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;HAIKAL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hatur nuhun&lt;/i&gt;, Teh….&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[81]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;NENEK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berbisik ke SUCI) &lt;i&gt;Kunaon maneh teu ngomong rek mawa batur. Nini teu masak!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;[= Gimana kamu nggak bilang mau bawa tamu. Nenek nggak masak!]&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;JESSICA tak sengaja mendengar obrolan NENEK dan SUCI.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hapunten, Ni, teu kedah ngarepotkeun. Kaleresan tadi rerencangan mampir ngagaleuh mameun.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;[= Maaf, Nek, tak usah merepotkan. Kebetulan tadi kita mampir membeli makanan.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ke JESSICA setengah berbisik) Pada ngomong apa sih, Jes?&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;JESSICA mengambil bungkusan besar di meja isi makanan yang tadi di bawa SANDY dan menyerahkan pada NENEK.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;NENEK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Nuhun nya’, nini jadi isin. Nini ngarepotkeun maneh kabeh.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;[= Makasih ya, nenek jadi gak enak. Nenek jadi ngerepotin kalian.]&lt;br /&gt;(sambil menerima bungkusan dari JESSICA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Teu naon-naon, Ni. Kaleresan tadi ngalangkung payuneun warung.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;[= Gapapa, Nek. Kebetulan tadi lewat depan warung.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berbisik ke JESSICA) Ah, gue tahu kalo itu. (Sok tau) Gegaresan…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ih, ngarang!&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;HAIKAL yang penasaran merebut bungkusan di tangan NENEK.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ical, jangan bikin malu teteh deh. Lagian kamu jalannya juga belum bener, kan?&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[82]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;HAIKAL tak jadi melihat bungkusan di tangan NENEK. Malah ia mendekati SUCI.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;HAIKAL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Teh Uci, kabar ayah gimana, Teh? Ical kangen…&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;NENEK berhenti di depan pintu dapur. Karena sebenarnya ia akan menanyakan hal ini pada SUCI sejak tadi. Hanya tak enak saja karena ada SANDY dan JESSICA.&lt;br /&gt;SANDY dihinggapi rasa haru mendengar pertanyaan polos HAIKAL. Ia mendekati HAIKAL dan membelai rambutnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ical, ayah sehat kok. Ayah juga nitip salam buat Ical. Juga buat (menoleh ke NENEK) nenek. Tadi kita semua dari sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menahan air mata yang menggantung di kelopak mata) Nanti ya Teh Uci ceritain. Sekarang Ical ke kamar cobain baju baru hadiah Teh Jessica. Minta bantu nini.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Jawaban SUCI untuk NENEK juga sebagai kode bahwa waktunya tidak tepat.&lt;br /&gt;NENEK masuk ke dapur dengan perasaan agak kecewa.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;122. INT. RMH. SUCI: KMR. SUCI-R. DEPAN/R. TENGAH. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;    SUCI, SANDY, JESSICA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SUCI dibantu JESSICA mencari kertas struk kondom Sarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INSERT: SANDY menunggu (di ruang tengah/depan karena tak enak masuk kamar cewek) dengan gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana kamar SUCI agak berantakan. Tapi yang dicari tetap tidak ditemukan.&lt;br /&gt;Terakhir SUCI mengecek kantong jaketnya dan tetap tak ada.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gimana, Ci?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Bingung, terlihat menyerah) Aku juga nggak tahu di mana tu kertas? Duh, gimana ya? Kasihan Sandy. Tapi udah kita cari-cari emang nggak ada!&lt;/blockquote&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[83]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;123. INT./EXT. RMH. SUCI: KMR. SUCI-R. DEPAN/R. TENGAH-HALAMAN. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;    SUCI, SANDY, JESSICA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SUCI dan JESSICA keluar dari kamar.&lt;br /&gt;SANDY yang sedang melihat foto-foto keluarga SUCI (atau foto PAK ASEP) di tembok untuk mengusir rasa gelisah, segera menghampiri keduanya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Harap-harap cemas) Gimana, Ci? Ketemu nggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Perasaan tak enak hati) Maaf, Sand, aku udah geledah seisi tas dan lemari tapi tetep nggak ada. Gimana nih?&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY terdiam penuh rasa kecewa. Dengan pasrah ia duduk di bangku.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Pasrah, mendesah panjang) Yah, mungkin belum rejeki gue.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;FLASH BACK: SUCI teringat secuil kertas yang ia temukan saat ia menjemur pakaian (=scene 73).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUCI segera bergegas ke halaman dengan membawa senter.&lt;br /&gt;SANDY dan JESSICA yang penasaran mengikuti SUCI.&lt;br /&gt;SUCI mencari ke pelosok halaman tapi tak menemukan kertas yang dicari.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Penasaran, cemas) Lo buang, Ci?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Gugup) Nggak-nggak. Siapa tau aja jatuh di sini.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SUCI tak berani cerita pada SANDY soal kemarin ia membuang kertas dari saku jaket. Rasa bersalah semakin menyerangnya.&lt;br /&gt;SANDY merasa ada sesuatu yang disembunyikan SUCI tapi tak enak untuk mendesaknya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[84]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;124. INT.RMH. SUCI: KMR. SUCI-R. DEPAN/R. TENGAH-HALAMAN. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;    SUCI, SANDY, JESSICA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Suasana hening.&lt;br /&gt;SANDY, SUCI dan JESSICA bermain dengan pikiran masing-masing.&lt;br /&gt;Tatapan mata SANDY kosong. Angannya melayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MONTAGE:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clip potongan-potoangan adegan:&lt;br /&gt;- SANDY didorong keluar di bus oleh BIMO (=scene 61)&lt;br /&gt;- SANDY mencuci taksi SUGENG (=scene 69)&lt;br /&gt;- SANDY ganti ban mobil JESSICA sambil hujan-hujanan (=scene 80)&lt;br /&gt;- SANDY ditangkap POLISI (=scene 94)&lt;br /&gt;- SANDY tidur dengan posisi meringkuk di sel yang penuh nyamuk dan kedinginan (=scene 101)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JESSICA berusaha menghibur SANDY. Ia meraih tangan SANDY dan menggenggamnya erat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sudah lah, Sand. Mending sekarang kamu istirahat dulu. Tuhan pasti punya rencana di balik ini semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mendesah) Thank’s ya, Jes.&lt;br /&gt;(Pause) Oh ya, pinjem handphone lo dong. Gue harus kasih kabar ke Jakarta. Orang-orang kantor pasti pada nyariin gue. Apalagi orang-orang rumah.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;JESSICA mengambil handphone di tasnya.&lt;br /&gt;SUCI teringat sesuatu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jes, boleh aku pakai dulu, nggak? Coba aku nelpon Ira. Siapa tahu struk-nya ada di kamar kos.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;JESSICA memandang SANDY minta persetujuan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Melihat sedikit harapan)&lt;br /&gt;Oh, ya udah.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;JESSICA memberikan handphone-nya pada SUCI.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[85]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SUCI memencet nomer handphone IRA.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;125. INT. KOSAN SUCI &amp;amp; IRA: KMR. SUCI &amp;amp; IRA-R. DEPAN. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;    IRA, ROY, SUCI (VO)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;IRA sedang bercumbu dengan PACAR-nya di kamar kos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CU: di dekat lampu duduk, tergeletak handphone dan kondom Sarti; tangan (ROY) mengambil kondom Sarti; tangan (IRA) mematikan lampu; handphone yang menyala dalam temaram karena ada panggilan masuk.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;ROY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Merasa terganggu, kesal) Siapa sih?!&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;CU: nomer di LCD tak dikenal. Tangan (IRA) meraih handphone.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;IRA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menggumam) Siapa ya?&lt;br /&gt;(Memencet tombol OK) Hallo…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ra, sorry. Ini Uci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;IRA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada apa, Ci?&lt;/blockquote&gt;CUT BACK TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;126. INT. RMH. SUCI: R. DEPAN/R. TENGAH. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;    SUCI, SANDY, JESSICA, IRA (VO), NENEK, HAIKAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SUCI masih menelpon IRA.&lt;br /&gt;JESSICA dan terutama SANDY menantinya dengan penuh harap.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Di telpon) Ra, tolong cariin kertas kecil, struk kond…eh, (tak enak bilang kondom ke IRA)&lt;br /&gt;(Ke SANDY) merk-nya apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anu, Sarti!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Struk Sarti. Pokoknya ada nomer hp-nya Sandy! (MORE)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[86]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SUCI (CONT’D)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tolongin ya, Ra, please… Kasihan Sandy jauh-jauh ke sini nyari kertas itu! Tolong ya, Ra…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;IRA (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di mana, Ci?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tolong cek di tas kecil aku atau di kantong-kantong celana di tempat cucian. Di lemari atau cek di selipan-selipan buku. Aku juga lupa. Sekali lagi makasih, Ra. Nanti kabarin aku ke nomer ini, ya…&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SUCI menyerahkan handphone pada JESSICA.&lt;br /&gt;Muncul NENEK dan HAIKAL membawa makanan yang tadi dibawa oleh SANDY dan JESSICA. HAIKAL telah memakai kaos baru pembelian JESSICA. Tapi masih tetap memakai kain sarung.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Eh, Ical jangan banyak jalan dulu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NENEK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mangga, Neng, ayeuna urang mam.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;[= Silakan, Nak, waktunya kita makan.]&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SUCI dan JESSICA beranjak ke dapur membantu membawakan makanan dan peralatan makan.&lt;br /&gt;SANDY menyiapkan meja.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Aduh, Nek, makasih. Jadi ngerepotin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NENEK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Dengan bahasa campuran) Ah, &lt;i&gt;teu&lt;/i&gt; repot. Malah &lt;i&gt;maneh duaan&lt;/i&gt; yang repot.&lt;/blockquote&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;127. INT. KOSAN SUCI &amp;amp; IRA: KMR. SUCI &amp;amp; IRA. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;    IRA, ROY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Suasana kamar SUCI dan IRA makin berantakan.&lt;br /&gt;IRA mengambil majalah di atas lemari.&lt;br /&gt;ROY “mengganggu” dari belakang.&lt;br /&gt;Keduanya hanya berbelitkan sprey/selimut.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[87]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;128. INT. RMH. SUCI: R. DEPAN/R. TENGAH. MALAM.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;    SANDY, SUCI, JESSICA, NENEK, HAIKAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Suasana makan malam yang hangat.&lt;br /&gt;SANDY banyak bercerita lucu yang mengundang tawa yang lain.&lt;br /&gt;Terlihat JESSICA makin perhatian pada SANDY seperti menyuapi SANDY dengan alasan mencicipi suatu makanan yang belum dimakan SANDY.&lt;br /&gt;SUCI menyaksikan kedekatan keduanya dengan iri. Tapi tak bisa berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;Diam-diam NENEK memperhatikan kegundahan hati SUCI.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;HAIKAL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Polos) Teh Jessica sama Aa’ Sandy pacaran, ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Tersipu malu tapi senang) Ih, Ical kok nanyanya gitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Merasa tertohok dengan pertanyaan HAIKAL) Ical, gak boleh kurang ajar, ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mengalihkan pembicaraan) Ayo, gue doang neh yang bukan orang Bandung. Tapi ada yang tau gak apa beda Bandung jaman dulu dan sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ah gampang. Dulu Bandung lautan api, sekarang Bandung lautan asmara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hush! (melirik ke HAIKAL) Under eighteen, Jes! Jawaban lo juga salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yang bener apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bandung dulu banyak jalan berlobang-lobang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Memotong) Bandung sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bandung sekarang banyak lobang berjalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[88]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;CU: kaki (SUCI) menendang kaki (SANDY).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANDY memandang SUCI bingung?&lt;br /&gt;SUCI melirik ke arah HAIKAL dan NENEK sebagai jawabannya.&lt;br /&gt;SANDY mengangguk-angguk  tanda paham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FX: handphone JESSICA berbunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANDY, SUCI dan JESSICA nampak tegang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE OUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE IN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;129. EXT./INT. JALANAN: DLM. MOBIL JESSICA. PAGI.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;"&gt;    SANDY, SUCI, JESSICA, TUKANG KORAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Note: Tuesday, February 5, 2008&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ESTABLISH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar suara musik mengalun.&lt;br /&gt;Terlihat bahwa musik berasal dari mobil JESSICA yang melaju dengan kecepatan sedang.&lt;br /&gt;SANDY nampak mengemudi sambil mengangguk-anggukkan kepala mengikuti alunan musik. SANDY terlihat sumringah.&lt;br /&gt;Mobil berhenti di lampu merah.&lt;br /&gt;TUKANG KORAN menawarkan koran pada JESSICA. Tapi JESSICA lebih tertarik ngobrol  dengan SANDY. TUKANG KORAN menawarkan pada SUCI.&lt;br /&gt;SUCI melihat foto SANDY ada di koran. SUCI membuka jendela dan membelinya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sand, lihat, kamu masuk koran!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ah, masa?&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;CU: koran di tangan SUCI yang memberitakan “Info Orang Hilang” dengan foto SANDY di sampingnya.&lt;br /&gt;JESSICA yang merasa kalah set dengan SUCI, merebut koran dari tangan SUCI.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Eh, bener, Sand! Siapa yang masang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Tertawa) Mami sama adek gue emang unik Kita emang &lt;i&gt;uniquee familiy&lt;/i&gt;. Apalagi mendiang bokap gue.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[89]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kenapa mendiang bokap lo, Sand?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gue pernah digampar gara-gara manggil beliau &lt;i&gt;Dedi&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Manggil &lt;i&gt;daddy&lt;/i&gt; doang lo digampar? Lo manggil nyokap apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lah cocok. &lt;i&gt;Mommy daddy&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bokap gue emang namanya Dedi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sialan! (tersenyum) Kena mulu gue.&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SANDY melirik dari kaca, melihat SUCI mengalah dengan cara membaca buku.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ci, lo termasuk kutu buku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Tersentak) Ya, Sand?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lo termasuk kutu buku, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nggak juga sih. Ada apa memang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalo lo kutu buku, lo cocok sama gue. Gue kutu kupret! (tertawa)&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;SUCI tersenyum.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Change topic) Dunia emang aneh. Capek-capek gue bertualang ke negeri sebrang, eh, yang gue cari ternyata ada di Jakarta (tertawa).&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------[90]-------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;[MORE]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://imaghy.blogspot.com/2007/08/page-81-90.html</link><thr:total>0</thr:total><author>eghy.deka@gmail.com (::eghy::)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3451549392050216274.post-5500091331276005273</guid><pubDate>Thu, 26 Jul 2007 22:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-17T18:07:04.872+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sandy Sarti</category><title>Page 91 - 94</title><description>&lt;b&gt;[SCENE 129 - CONT'D]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Negeri sebrang, Sand?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Iya. Negeri sebrang Jakarta (tertawa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Padahal, Sand, Ira nemu surat Ical buat aku ya di atas majalah di atas lemari. Nah, struk itu ada di dalem majalah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kan gue udah bilang, Sand, bahwa pasti Tuhan punya rencana di balik ini semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Iya, rencana Tuhan, motor gue ilang dan gue dapet Jaguar sebagai gantinya. Dan rencana Tuhan juga ngirim gue ke penjara untuk kenalan sama calon mertua (tertawa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;JESSICA terkesiap mendengar kalimat SANDY.&lt;br /&gt;SUCI tersenyum kecil penuh rasa bahagia.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JESSICA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lah, elo ketemu papa kan di hotel, Sand?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SUCI kaget mendengar omongan JESSICA. Terlihat kuatir bahwa yang dimaksud “calon mertua” oleh SANDY adalah PAK GUNAWAN. Bukan PAK ASEP.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Sadar udah kelepasan. Tak mau merusak suasana) Iya sih, Jes, di hotel bukan di penjara. Maksud gue, gue di penjara ketemu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mendadak SANDY inget sesuatu menyebut kata “penjara”. Saat ada jalan memutar, SANDY membelokkan mobil untuk memutar ke arah balik.&lt;br /&gt;Mobil terlihat melesat dengan cepat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI (VO) + JESSICA (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Bersamaan) Loh, kok muter, Sand?!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;KTP sama SIM gue masih di kantor polisi!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------[91]-------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mobil menjauh.&lt;br /&gt;Terdengar suara berisik suasana pesta.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE OUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADE IN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;130. EXT./INT. RMH. RAKA: PESTA PERKAWINAN RAKA. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;    RAKA, ISTRI RAKA, TAMU-TAMU UNDANGAN, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Note: Sunday, February 10, 2008&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ESTABLISH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana meriah sebuah pesta perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camera move ke dalam. Nampak RAKA dan ISTRI RAKA sibuk menyambut jabat tangan TAMU-TAMU UNDANGAN dengan senyum terus merekah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;131. EXT./INT. RMH. RAKA: TMPT. PARKIR-PESTA PERKAWINAN RAKA. SIANG.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;    SANDY, SUCI, FARAH, MAMI, JESSICA, DINO, HAIKAL, NENEK, SUKMA, PAK GUNAWAN, AJUDAN P. GUNAWAN, SECURITY HOTEL, HANAPI, PIERE, ROOMBOY HOTEL, SUGENG, JONO, ALINE, SURYA, IRA, ROY, SPG KONDOM “SARTI”, MAYANG, SOPIR TAKSI (=scene 38 &amp;amp; 40), TUKANG OJEK (=scene 40 &amp;amp; 41), RAKA, ISTRI RAKA, TAMU-TAMU UNDANGAN, FIGURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sebuah Jaguar masuk ke pelataran parkir.&lt;br /&gt;Seorang TUKANG PARKIR memandu Jaguar ini mencari parkiran.&lt;br /&gt;3 mobil lain yang masih rombongan Jaguar ini mengikuti di belakang Jaguar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jaguar keluar: SANDY yang menggandeng SUCI, FARAH dan MAMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belakang Jaguar, sebuah CR-V, keluar: JESSICA, DINO, HAIKAL, NENEK dan SUKMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil di belakang CR-V, keluar dari mobil: AJUDAN PAK GUNAWAN membukakan pintu untuk PAK GUNAWAN. Diikuti: SECURITY HOTEL, HANAPI, PIERE, ROOMBOY HOTEL, SUGENG dan JONO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mobil ke-4, turun dari mobil: ALINE, SURYA, IRA, ROY, SPG KONDOM “SARTI” dan MAYANG.&lt;br /&gt;Tak lama juga muncul sebuah motor yang dibawa TUKANG OJEK memboncengi SOPIR TAKSI (yang mengantar SANDY ke mall).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh rombongan ini masuk untuk memberikan selamat pada RAKA dan ISTRINYA.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------[92]-------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY mendekati RAKA dan memberikan pelukan pada sahabatnya ini.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jadi juga lo merit, man! (tertawa, menepuk bahu RAKA dan melepaskan pelukan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;RAKA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nah, elo cepetan lah nyusul gue. Itu (melirik ke SUCI) udah dapet calon. Tunggu apa lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SUCI nampak tersipu malu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Menyalami ISTRI RAKA) Selamat ya. Nitip Raka.&lt;br /&gt;(Ke RAKA) Boleh gue peluk nggak neh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;RAKA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Bersalaman dengan SUCI) Boleh, asal yang ini boleh gue peluk juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oh, silakan. Gue peluk nih (gerakan seolah-olah akan memeluk ISTRI RAKA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUCI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Mencubit pinggang SANDY) Apa-apaan sih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY dan RAKA sama-sama tertawa. Terlihat sekali keakraban keduanya.&lt;br /&gt;SUCI dan ISTRI RAKA nampak maklum. Meski dijadikan “korban” keakraban keduanya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;RAKA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Ke ISTRINYA) Kayaknya bukan mereka deh yang ngiri ngeliat kita, Ma. Justru kita yang ngiri ngeliat mereka berdua (tertawa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ah, lo bisa aja. (Menggoda) Ehm, “mama” nih. Gue juga boleh dong. (Ke SUCI) “Mama” cie… (tertawa)&lt;br /&gt;(Ke SUCI) Sebelum kita makan kita culik mereka dulu, yuk…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SANDY membisikkan sesuatu ke telinga RAKA. Lalu menyeretnya ke lobby.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------[93]-------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di luar SANDY terlihat menelpon seseorang dengan handphone-nya (handphone baru. Karena yang satu rusak saat bertabrakan dengan SPG kondom Sarti di mall dan PDA phonenya dirampas BIMO di bus).&lt;br /&gt;Tak lama masuk sebuah mobil box bertuliskan “Kondom Sarti”.&lt;br /&gt;Suara tepuk tangan terdengar riuh dari seluruh tamu yang hadir.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT TO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;132. BACKGRUND GELAP: CREDIT TITLE.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;    RAKA (VO), SANDY (VO)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;RAKA (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gila lo, kapan gue punya anak?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANDY (VO)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Makenya abis maen. Pas punya lo udah menciut karena kecapekan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terdengar tawa SANDY dan RAKA.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TAMAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;u&gt;Jakarta, August 4, 2007&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------[94]-------------------</description><link>http://imaghy.blogspot.com/2007/07/page-90-94.html</link><thr:total>0</thr:total><author>eghy.deka@gmail.com (::eghy::)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3451549392050216274.post-4788337163724996279</guid><pubDate>Thu, 28 Jun 2007 20:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-09-09T12:10:45.622+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen</category><title>Antara Masih Ada atau Telah Tiada</title><description>MEZTY menyapu seluruh ruangan dengan matanya sampe bersih-sih. Sampe gak ada sebiji sampah pun yang tersisa! Konon dulu ibunya ngidam vacuum cleaner :D (hah! Jadi ngelantur da tuh). Bukan, bukan! Ms. Flirting kali ini bukan lagi nyari cowok-cowok “lucu” yang bisa digebet. Bukan juga nyari anak-anak yang punya utang untuk ditagih. Lagu lama. Temen-temennya kalo minjemnya aja semangat tapi pas ditagih mendadak mereka amnesia. Kali ini Mezty cari cewek tomboy sohibnya. Sudah 30 menit sejak Pak Luyowa -Dosen Pengantar Filsafat- ngerendeng dengan filsafat-filsafat gak pentingnya di depan, tapi Velia belum muncul juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan-jangan ni bocah masih tewas di kosannya! Secara semalem freetalk-an ma gw sampe Shubuh. Dasar kebo!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Bletak!&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; Konsentrasi Mezty buyar saat di belakangnya sebuah spidol whiteboard mendarat ke tembok dan nyaris mengenainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu &lt;i&gt;yo mbok&lt;/i&gt; menghargai saya, &lt;i&gt;Nduk&lt;/i&gt;! Lagian ngobrol kok sendirian!” repet Pak Luyowa yang udah tenar dengan julukan Si Kompor Jawa. Secara udah item plus logatnya yang sangat-sangat rasis. “&lt;i&gt;Mbok&lt;/i&gt; ajak-ajak temen, &lt;i&gt;Nduk&lt;/i&gt;, kalau mau ngobol. Tapi sana &lt;i&gt;ndi&lt;/i&gt; lapangan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mezty langsung bete. Sementara yang lain malah cengengesan. Bahkan dengan ekor matanya Mezty bisa menangkap Avi yang ngatain ‘MAMPUS!’ lengkap dengan monyongnya yang sumpah, nyaingin monyongnya Tukul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Mezty sibuk nelpon ke hp Velia sesaat setelah Pak Luyowa melanjutkan bahasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sial, mailbox! Dia beneran masih molor ato lupa di mana kelas Pak Luyowa, ya? Ato jangan-jangan… dia beneran, lagi, nyusul Greg?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Wush…!!&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali sebuah spidol meluncur cepat ke arahnya. Mezty spontan merem pasrah. Sejenak terlintas semua di otaknya, bayangan mama papanya, adek serta keponakannya. Terekam juga adegan saat dia ujan-ujanan sama Bimo -the mantans- sambil nenteng galon kosong, pula! Terakhir, dia inget saat ia ngejar maling jemuran yang nekat ngembat pakaian dalemnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kali ini cewek cantik ini beruntung karena sepersekian detik sebelum ni spidol mendarat di jidatnya, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Blar!&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; sebuah payung&lt;sup&gt;&lt;b&gt;1&lt;/b&gt;&lt;/sup&gt; terbuka dan menyelamatkan jidat manisnya dari cedera fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mezty yang udah merem pasrah heran karena gak ada sesuatu yang mengenai dirinya. Padahal ia udah yakin banget tu spidol tepat ke arah jidatnya. Dan pas ia membuka mata, nampak Okip sedang mengkuncupkan payung sambil senyum penuh jumawa ke arahnya. Dan semua rekaman yang tadi langsung muter cepat dengan kusut dan segera berganti adegan saat ia dikejar-kejar anjing dan sukses nyemplung di lubang jalan yang belum ditutup :D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Back to present,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking sibuknya lirak-lirik nyariin di mana Velia duduk bikin Mezty gak ngeh kalo sedari tadi cowok yang ngefans berat ma dia ini duduk persis di sebelahnya. Dan tetep, meski barusan banget Okip udah nyelametin dirinya dari marabahaya yang bisa menyebabkan benjol permanent di jidatnya, sama sekali gak bikin Mezty jadi jatuh simpati dengan cowok ceking ini. Sebab Mezty udah terlanjur cinta mati ma IM3-nya Indosat. Jadi gak kepikiran tuh untuk pindah ke simPATI. Eh, gak penting ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;1.&lt;/b&gt; Dan elo gak perlu protes, kok bisa-bisanya di kelas ada yang bawa-bawa payung? Cowok pula!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;#&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Velia cuma bisa membisu sambil ngitungin ubin&lt;sup&gt;&lt;b&gt;2&lt;/b&gt;&lt;/sup&gt;. Sementara sup buah di depannya ia cuekin. Ya iya, orang udah dari 2 menit 39 detik yang lalu kosong, pindah ke perut dia! Tau, tiap lagi di situasi yang sulit seperti ini Velia hawanya pengen minuuum terus. Masih keturunan lumba-lumba, kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Vel…” Greg yang duduk di depannya memanggilnya lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Velia tak bergeming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Velia…” panggil Greg lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini Velia mendongak. Tapi bukannya nyahutin Greg, Velia malah manggil waitress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak, teh botol 2. Yang duingin banget. Thanks ya, Mbak…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Greg bete kelamaan dicuekin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dua, Vel? Gue gak. Satu aja buat elo. Lagian…” kalimat Greg berhenti di situ sambil menghitung jumlah botol, gelas dan mangkok di meja yang telah kosong. Sebotol fanta, semangkok es campur, 2 gelas es teh manis dan terakhir semangkok sup buah. Masih juga nekat mesen teh botol dingin. Padahal es jeruknya aja masih setengah. Seperempatnya batu es yang udah jadi air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buat gue dua-duanya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;”HAH?!”&lt;/b&gt; Greg gak bisa nyembunyiin rasa takjubnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buru-buru dia ngelongok ke bawah bangku Velia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ngapain lo?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, enggak. Takut elo ngompol aja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sialan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya ketawa. Sebuah kondisi yang mencairkan suasana yang sedari tadi udah kayak kuburan. Saking sepinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lo belum berubah ya, Vel? Doyan minum kalo lagi grogi. Kebalikannya Hafi cowok lo, yang kata lo gak doyan minum tapi doyan beser ha-ha-ha-ha… Lo berdua emang cocok. Satu sama lain saling mengisi. Kayak baut ma garpu ha-ha-ha-ha-ha….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baut ma garpu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gitu deh pokoknya ha-ha-ha….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cocok dari mana? Secara gue ma dia beda banget. Gue benci film horor dia fans berat film-film setan. Gue suka pantai dia suka gunung. Mana orangnya cuek banget ma gue…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi elo cinta, kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya nih. Heran gue.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Greg berusaha keras menekan gemuruh di dadanya. Meski ia bisa ketawa ngebahas Velia dengan Hafi, tapi tetep aja dia makan ati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalo gak gue yang minta, dia gak bakal sadar ngasih gue cokelat lah, jemput gue lah…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gak kayak gue?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ih…, ge-er banget lo! Iya sih. Kalo elo kan tau banget gue lagi pengen apa, lagi perlu apa, lagi mikirin apa. Elo emang soulmate gue banget, Greg…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Greg makin nyesek. Tiap kata “soulmate” disebut dia makin merasa dunia ini kejam. &lt;i&gt;’Sebodo soulmate kek, belahan jiwa kek, kalo hati lo tetep juga lo kasih ke cowok lain!’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Emang kita soulmate, Vel?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya iyalah. Kan elo juga yang bilang gitu kalo kita ini soulmate?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Meski… Meski elo bukan milik gue?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya…, soulmate kan gak harus pacaran, gak harus kawin. Tapi dengan siapapun kita menghabiskan sisa hidup kita nanti, tetep aja kita ini sebenarnya satu jiwa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan,” Greg tarik napasnya, “seandainya keadaan memaksa lo untuk memilih antara gue ma Hafi, siapa yang elo pilih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Velia kembali terdiam. &lt;i&gt;Tough question&lt;/i&gt;. Baginya Greg adalah cowok paling baik dan pengertian yang pernah ia kenal. Label soulmate gak sembarangan ia ikrarkan. Tapi tetap saja, rasa cintanya pada sosok cuek nan misterius bernama Hafi gak bisa ia ingkari. Sosok yang ia kenal jauh sesudah kedekatannya dengan Greg. Dan kalo ia disuruh memilih, jelas bukan hal yang gampang. Gampangan juga ngalahin Kobe Bryant main basket 1 on 1&lt;b&gt;&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Vel…, lo gapapa, kan? Masa jawab gitu aja gak bisa? Lo tinggal bilang, ‘Gw milih Hafi. &lt;i&gt;And I’ll stay away from your life&lt;/i&gt;. Untuk ngasih kesempatan lo berdua merajut hari-hari bersama. &lt;i&gt;With love…&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa sih, Greg, harus gitu? Gue gak bisa kalo lo minta gue milih satu di antara kalian! Gue milih lo berdua, lah! Lo juga kenapa sih gak bisa begini aja?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Vel, gue menghargai cowok lo, lah. Gue gak mau jadi parasit hubungan lo berdua.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu kan cuma perasaan lo aja, Greg!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Paling gak gue menghargai perasaan gue sendiri, Vel…” ujarnya lirih. Pedih! “Lo gapapa kan kalo gue pergi dari Jakarta ini, Vel?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang tadi sempet bikin suasana jadi mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Elo mau ke mana sih, Greg?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Velia sadar kalo alasan kepergian cowok di depannya ini karena dia. Juga Hafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Don’t know, hi.”&lt;/i&gt; Greg tarik napas (lagi). Hobby kali.&lt;b&gt;&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;&lt;/b&gt; “Gue ngerasa Jakarta udah ngedidik gue jadi &lt;i&gt;looser&lt;/i&gt;, Vel. Pecundang! Berkali-kali gue gagal di sini. Gagal dalam hal cinta, karier… Berapa kali gue harus menelan pil pahit kayak gini, coba? Ya cewek gue selingkuh lah, tunangan gue nipu gue lah, beda agama lah, terakhir ya… elo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja juga. Gak pernah betah. Atasan rese lah, difitnah temen sekantor lah, ditipu orang lah. Gue capek, Vel. Capek! Mungkin ini saatnya gue harus pergi meninggalkan Jakarta tercinta ini. Meninggalkan orang-orang yang gue cintai, orang-orang yang udah ngelukain gue, ninggalin… elo…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elo bisa kok hidup tanpa gue, Vel. Toh lo tau gimana cara ngubungin gue. Lo tau nomer hp gue, tau email gue. Toh gue gak punya peranan yang berarti dalam kehidupan lo, Vel. Ada gak ada gue, gak gitu ngaruh,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lo gak berhak ngomong gitu, Greg!” potong Velia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lo udah punya pengganti gue. Bahkan lebih. Karena kali ini lo sayang ma dia, cinta ma dia. Beda dengan gue di mana perasaan gue ini searah dari gue ke elo tapi gak sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lo rela kan gue pergi, Vel? Terserah lo mo bilang gue katro kek, kampungan kek, lo sobek-sobek mulut gue juga gapapa hehe… Gak lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lo harus ngertiin posisi gue. Gue cuma pengen ambil jalan yang terbaik buat elo, cowok lo dan tentu saja buat gue,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lo rela kan, Vel?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Gue gak rela, Greg. Gue mau elo tetep di sini nemenin gue.’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalo itu yang terbaik buat elo, gue gak bisa berbuat apa-apa, Greg. &lt;i&gt;Go away… I can do nothing&lt;/i&gt;.” Velia berusaha menahan bulir-bulir yang menggantung di kedua pelopak matanya. “Gue hargai keputusan lo. Gue juga hargai perasaan lo. Seperti lo menghargai perasaan gue selama ini. Gue…, gue gak bisa ngomong apa-apa, Greg. Gue percaya lo gak akan pergi begitu saja dari kehidupan gue. Boleh secara fisik lo pergi. Tapi lo masih mau nelpon gue kan, Greg?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I-iya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih mau bales sms gue, kirim email gue, friendster message…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, Vel, itu pasti.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lo gak akan ganti nomer, kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enggak lah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski udah menduganya, tetep saja Greg gak nyangka Velia akan begitu saja ngerelain dia pergi. Sama sekali gak niat nyegah ato bagusnya lagi mau nerima perasaan cintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini Greg kembali harus menelan kekecewaan. Dan meski saling mengklaim bahwa mereka soulmate, kali ini Greg gak bisa baca isi hati cewek cantik di depannya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Should I tell you something, hi?&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“He-heh?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;One thing you should to know.&lt;/i&gt; Gue punya keyakinan kalo suatu saat lo akan jadi milik gue.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Let see&lt;/i&gt;, Greg.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Cus I love you&lt;/i&gt;, Vel…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Yeah, I know. But please, don’t say it anymore&lt;/i&gt;. Seperti kata lo juga kan, kalo cinta itu gak harus diucapin?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Greg cuma tersenyum. Senyum garing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali suasana mati. 30 detik, semenit, 2 menit, 4 menit…, sampe Velia kembali melambaikan tangan memanggil waitress. Setelah menghabiskan sedotan terakhir teh botolnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“V-Vel…?! Lo gak kembung?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang mo pesen lagi? Orang gue minta bill!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, biar aja gue yang bayar, Vel!” Greg buru-buru bangun. Tapi kalah cepet dengan Velia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“GAK! Selama ini lo selalu maksa buat bayarin gue. Kali ini lo harus ngalah. Untuk yang terakhir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ‘terakhir’ Velia barusan membuat Greg tertegun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Ya Tuhan, kuatkan hati hamba…’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Gubrakh – gubrakh!!!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“SIAPA YANG DI DALEM LAMA BANGET?! GANTIAN, DONG! GUE JUGA KAN MO MANDI! KALO MO NGINEP JANGAN DI KAMAR MANDI. SANA DI HOTEL…!”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara stereo nan cempreng Rima membuyarkan lamunan Velia. Ia berusaha mengembalikan nyawa yang sempet terbang flash back ke masa lalu ke raganya. Saat dia melihat ke cermin, ia baru sadar kalo ia mo mandi. Naked, bro!&lt;b&gt;&lt;sup&gt;5&lt;/sup&gt;&lt;/b&gt; Dan saat ia melihat ke jam di tembok, ia langsung kaget. &lt;b&gt;”Omaigat, 2 jam gue ngelamun! Ah, telat deh gue!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Byur – byur!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“HAH, BARU MANDI?! DARI TADI NGAPAIN SEEEH…? AWAS YA KALO &lt;i&gt;DILDO&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt; GUE DIPAKE!”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt; Tadinya gue mau tulis domba. Masalahnya gak lazim nongkong di café kok ya ada domba segala. Lagian ngitung domba kan obat amnesia?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.&lt;/b&gt; Ada gak sih basket &lt;i&gt;1 on 1&lt;/i&gt;?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Bukannya gitu. Kalo gak napas mati dong?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.&lt;/span&gt; Gue nyesel gak di sana saat itu :P.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.&lt;/span&gt; Tau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dildo&lt;/span&gt;, kan? Yang gak tau cepetan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;googling&lt;/span&gt;!&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;#&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Belum selesai Pak Luyowa dengan pidato penutupnya, Mezty udah buru-buru kabur dari kelas. “Maaf, Pak, udah kebelet…!” pamitnya manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Gue harus segera ke kosan Velia. Feeling gue&lt;/i&gt; something wrong with her&lt;i&gt;.’&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brakht!&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking buru-burunya jalan, Mezty tabrakan dengan seseorang. Lebih tepatnya nabrak dari samping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, pake mata dong kalo jalan!” repetnya sambil benerin tatanan rambutnya. Dasar cewek, sempet-sempetnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Brengsek lo ya? Elo yang nabrak gue tapi elo yang sewot!” yang ditabrak gak kalah nyolot sambil mungutin kertas-kertas dan file yang jatuh berarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumben kali ini Mezty gak nimpalin. Justru ia merhatiin si cewek yang barusan ditabrakanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Gue kayak kenal nih ma ni cewek. Tu kan, rambutnya belah pinggir. Jaketnya gue juga kenal. Jaket ketat pink, size-nya 36B&lt;/i&gt;.&lt;sup&gt;7&lt;/sup&gt;&lt;i&gt; Eh…'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yo oloooo, Velia…! Mo ke mana lo buru-buru?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, gue kira siapa. Kelas Pak Luyowa di mana? Lah, kok elo masih di sini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Neng, ni jam berapa? Udah bubar lah! Lagian lo ke mana aja sih? Pasti bangun kesiangan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya neh, Mez, tiba-tiba gue kepikiran Greg terus. Ada apa, ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya iyalah. Cowok sebaik itu lo sakitin. Jangan harap dia mau ketemu lo lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, cowok gitu ya, Mez?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya gak semua sih. Tapi menurut gue wajar dia pergi dari elo. Elonya aja gak punya hati, udah jadian ma Hafi, masih aja rendeng-rendeng ma dia. Itu namanya lo ngasih harapan, tau!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok gue sih yang salah? Gue kan cuma gak mau dia ngejauhin gue gara-gara gak menerima cintanya doang, Mez?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yah, sedikit jaga jarak lah. Akhirnya dia juga kan yang ambil keputusan untuk ambil jarak di antara lo berdua. Sampe di mana dia sekarang aja lo gak tau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya ya, kenapa juga hp-nya gak pernah aktif ya…?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mati kali!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, sembarangan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan Greg-nya tapi nomernya yang mati. Udah, lo berdoa aja semoga dia bahagia dengan dunianya yang baru.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enggak, Mez, gue harus ketemu dia. Harus!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mo ngapain? Mo bikin dia sakit lagi? Sudahlah, Vel, beri dia waktu buat ngelupain perasaannya ke elo. Bukan malah lo udak-udak lagi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;"Tiga bulan memang belum cukup, Mez?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiga tahun kalo perlu. Elo sih gak pernah jatuh cinta. Ngelupain perasaan cinta tu gak gampang. Apalagi model kayak Greg. Tipe-tipe dia tu susah untuk suka ma cewek. Tapi sekalinya dia suka ma cewek, susah ngelupainnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tau dari mana lo? Ngarang ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sembarangan! Buktinya dia tetep kekeh nungguin lo. Gak tergoda sama sekali untuk nyolek gue. Padahal dia tau kalo gue jomblo. Tampang gue juga menang dari elo."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ye..., narsis!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lah, kenyataannya? Ngaku aja deh kalo gue emang lebih cantik dari elo, iya kan? Ukuran aja gue yang kalah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ih, malah ngelantur. Pokoknya tekad gue sudah bulat. Gue harus ketemu dia!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngapain kalo udah ketemu? Satu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang jelas gue mau kita temenan lagi. Deket lagi kayak dulu. Dia salah satu temen gue yang terbaik. Gue gak mau kehilangan dia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke, kalo dia mau. Kalo dia gak mau ketemu elo lagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu urusan nanti."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke. Yang kedua, lo tau di mana dia sekarang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enggak..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uh, oneng! Kita cari di mana? Jakarta aja luas gimana Indonesia?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita ke rumahnya dulu di Bogor. Baru kita tanya alamat dia sekarang di mana ma keluarganya. Terserah lo mau ikut ato gak," putus Velia dan langsung ngeloyor pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"S-sekarang, Vel?" Mezty gak yakin saat Velia jalan ke parkiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"As soon as possible,"&lt;/i&gt; sahut Velia sambil keluarin remote kunci dari saku celananya. Dan sekejap kemudian Xenia silver yang membawa kedua cewek cantik ini telah melaju ke arah Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7.&lt;/span&gt; Damn!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;#&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VELIA menyalakan wiper saat gerimis mulai turun sambil menoleh ke Mezty. "Lo ngerasa ada yang aneh gak, Mez?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mezty kerutkan dahi. "Aneh? Gak tuh. Gue ngerasa baik-baik saja. Maksud lo gerimis? Gerimis air, kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Coba deh lo rasain." Velia mengurangi tekanan gas di kaki dan menginjak persneling perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa?" Mezty masih bingung. "Lo kentut, ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ih, ternyata elo yang oneng. BAN KEMPES!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"HAH?!"&lt;/span&gt; seru Mezty. "Terus gimana? Yah... mana jalanan sepi. Kita lagi di mana nih, Vel?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gue juga gak tau. Yang gue tau kita sekarang ada di tengah tol!" sebisa mungkin Velia arahin mobil ke pinggir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Duh, apes banget sih kita? Di tengah tol ban kempes. Ujan pula! Sekalian aja disambir petir!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JUEGHERRR...!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"AH...!!!!"&lt;/span&gt; jerit keduanya saat tiba-tiba beneran suara petir menggelegar sampe getarannya begitu terasa ke kaca mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang gimana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidur! Ya ganti ban lah..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ujan, Vel?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gue tau ujan. Tapi masa iya kita diem aja ban kita kempes?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah, tunggu ujan reda kek...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalo ujannya sebentar. Ujan begini mah awet. Udah," Velia buru-buru merapatkan jaketnya. Lalu, "tolong ambil payung di bangku belakang. Lo yang megang payung. Kita ambil peralatan dulu di belakang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mezty hanya bisa pasrah. Mana dia nyangka perjalanan nemenin Velia akan ketemu hal-hal yang gak enak seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lo bisa ganti ban, Vel?" Mezty sangsi saat Velia keluarin dongkrak dan besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bisa lah. Velia!" Velia takabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pernah sebelumnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belum hehehe...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, cumi-cumi lo!" Mezty makin gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;"Tenang dong, Mez. Gak percuma kan gue rajin main basket?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa hubungannya, jablay?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, elo sih ngomong jablay. Sial lagi da tuh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Now what, Vel?!" &lt;/span&gt;Mezty dengan mimik takut akan kesialan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Liat, kita ganti ban pake apa?" sahut Velia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mm-maksud lo, Vel? Tu dongkrak, besi..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"GUE GAK BAWA BAN SEREP!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Ah, mampus gue!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;JUEDHERRRRHH!!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"WUAAA.....!!!!"&lt;/span&gt; keduanya langsung kabur masuk dengan nutup pintu sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lo ngati-ngati dong, Mez! Jangan sembarangan ngomong!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya deh, ampuuun...." dengan muka pucat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JUEDDHERR...!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"EH KONT*** GEDE MAMPUS!!!" &lt;/span&gt;Mezty latah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Mezty!!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya-iya, ampuuun-ampun-ampun..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tas gue mana - tas gue mana!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mo ngapain, Vel?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nelpong bengkel kek, derek kek, perek kek..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;JEGGGHERRRRR!!!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"KYAAAA....!!!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Elo juga sama aja!" gerutu Mezty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uh, brengsek uups, gak boleh ngomong kasar. Tagihan gue lupa belum gue bayar. Telpon gue gak bisa keluar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya udah pake punya gue aj..." omongan Mezty menggantung saat dilihatnya hp mati, "lowbat, Vel..." sambungnya lirih. "Esia lo?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita udah di luar kota, Mezty cantik....!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang gimana? Mana ujan makin gede, banyak petir, gelap, uh.... Takut diseruduk dari belakang, Vel..." keluh Mezty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita berdoa aja semoga gak terjadi apa-apa dengan kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tok - tok - tok!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba seseorang yang gak jelas siapa karena memakai jas hujan mengetuk kaca jendela di samping Velia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"V-vel...," Mezty gemeteran, "i-itu siapa...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Velia berusaha tenang. Dari kaca tengah dia bisa melihat kerlip lampu mobil polisi parkir di belakang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dasar penakut lo, Mez. Tu polisi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tok - tok - tokh...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Polisi? Ngapain? Razia, ya? Gak di club gak di jalan tol, hobi banget mereka razia orang. Digaji, pula!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya ya. Tapi bagus lah, kita kan lagi butuh bantuan, Mez?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tok - tok - tok - tokh!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat sore, Mbak..!" seru polisi dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nanti kalo dia nanya SIM gimana? Lo udah jadi bikin SIM, Vel?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Oh iya!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Velia urung pencet tombol open saat inget dia gak punya SIM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tokh - tokh - tokh - tokh!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah buka aja deh, Vel, berisik tau!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan Velia turunin kaca. Gemericik air hujan masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat sore, Mbak," sapa polisi tetap berusaha ramah.&lt;sup&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sore, Pak. Anu, Pak, kita kempes ban! Dan sialnya kita lupa bawa ban serep! Mana hp juga mati. Bapak bisa tolongin kita cari derek atau apa gitu?" repet Velia sambil harap-harap cemas ni polisi gak nanyain SIM dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh begitu. Tapi itu kalian naro besi sembarangan. Membahayakan mobil lain loh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"OMAIGAT....! Mezty, besi ma dongkrak belum kita masukin lo gimana seeeh?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok gue? Gue kan megang payung!" Mezty jelas gak mau disalahin begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya udah, mana payung? Sini gue aja yang masukin!" Ke polisi, "Maaf, Pak, tadi buru-buru di luar dingin banget. Banyak petir, pula. Oh ya, soal derek gimana, Pak?" Velia kasih kode 'permisi' ke polisi agak minggir karena dia mau buka pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke nanti kita panggilkan derek tol," belum minggir juga jadi Velia belum bisa buka pintu. "Tapi sebelumnya bisa liat surat-suratnya, Mbak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;?!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;!?!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;---&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;8. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Maklum yang di dalem cakep, coba jenggotan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;#&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebuah taksi berjalan perlahan menerobos gelap sore dan hujan lebat. Sementara 2 orang penumpang di dalamnya komat-kamit gak jelas. Antara berdoa dan menggigil kedinginan. Yup, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;they're Velia and Mezty&lt;/span&gt;. Dengan negosiasi tingkat tinggi plus buka paha tinggi-tinggi, mereka berhasil damai dengan polisi tadi. Bahkan mereka bisa membuat polisi ini sibuk cari derek dan mencarikan mereka berdua taksi. Sebab menunggu mobil ke bengkel dan ganti ban jelas makan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Neng, kayaknya kita gak bisa lewat," ujar si abang taksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hah?! Memangnya kenapa, Pak?" Velia panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada pohon tumbang jadi mobil ndak bisa lewat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Elo yakin ini jalan ke rumah Greg, Vel?" Mezty moodnya makin ngedrop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya iya. Ini bener Jalan Kelelawar kan, Pak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya betul, Neng."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emangnya gak ada jalan lain gitu, Pak?" Mezty berusaha cari alternatif lain. "Muter mungkin, Pak? Jauh dikit gapapa deh. Yang penting temen saya ini bisa ketemu Gatot Kacanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduh, maaf banget, Neng, ini satu-satunya jalan masuk ke Jalan Kelelawar. Lagipula sebentar lagi saya harus pulang ke pool. Maaf ya, Neng, saya cuma bisa mengantar sampai sini. Neng berdua bawa payung, kan? Kalau ndak bawa saya ada plastik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Velia dan Mezty saling pandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya udah, Mez, mau gimana lagi? Balik ke Jakarta ya tanggung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa gak sebaiknya kita cari hotel dulu, Vel? Besok pagi baru kita ke sini lagi. Lo gak liat jalanannya gelap gitu? Mana masih ujan di luar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Duh, maap ya, Mez, elo jadi repot gara-gara gue. Tanggung kita udah di sini. Masuk ke dalem gak jauh kok. Di depan ada pangkalan becak. Kita bisa naek dari depan sana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya..., ayo," Mezty gak punya pilihan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Velia buru-buru buka tas untuk ambil dompet. Tapi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mez, dompet gue ma elo, gak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enggak. Tadi lo ambil STNK en cari duit buat nyogok polisi, dompetnya lo taro mana? Lo masukin tas lagi, gak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Ya Tuhaaaaaan...., Mezty, gue taro di dashboard!&lt;/span&gt; Yah..., lo bawa duit gak?" sambil ngelirik argo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uang cash gue tinggal cepek. Nanti naek becak pake apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gue ada recehan."&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;#&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Gimana nih? Kita nginep di tempat Greg malem ini, Vel?" Mezty sedekep kuat ngusir dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalo dia ada sih gapapa. Baju lo basah, gak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya basah lah! Trus, seandainya Greg gak ada gimana? Elo pake ada acara dompet ketinggalan. Di sini ATM di mana, lagi? Sepanjang jalan hutan! Emang setan pake ATM juga?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ih, lo asal ya kalo ngomong?! Syerem tau, Mez!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih jauh, Vel?" Mezty udah gak sabar. Jalannya becak yang lelet karena nanjak, hujan dan rasa capek bikin dia gak bisa nikmatin travel dadakan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gak. Dikit lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di sini ada hotel?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gak tau juga," sahut Velia. Lalu, "Mang!" panggilnya ke abang becak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Punten, Neng?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Di dieu aya hotel, Mang?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Teu aya atuh, Neng. Hotel ayana di kota. Di dieu mah kampung..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mampus deh!" rutuk Mezty. "Hotel bisa take away gak, ya? Delivery gitu anter jemput?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bisa kali. Elo coba aja telpon Grand Hyatt Bali mau jemput kita gak pake heli?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bali?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kali aja. Eh, Mang, gapura masuk ya, Mang...! Nah, bentar lagi kita sampe, Mez. Duuuh..., gak sabar gue ketemu Greg. Gue cantik gak - cantik gak, Mez?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hayah! Sempet-sempetnya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yak, stop, Mang!" seru Velia. Keduanya pun turun. Hujan sudah reda. &lt;span&gt;Ta&lt;/span&gt;&lt;span&gt;pi s&lt;/span&gt;&lt;span&gt;uasana sudah gelap. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Baraha, Mang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tilu puluh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"HAH?! Mahal pisan atuh, Mang!"&lt;/span&gt; jerit Velia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya nih si abang eh, mamang. Gak tau kita udah abis-abisan apah?" Mezty bantuin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Jalanana nanjak, Neng. Hujan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;"Good..., kemaleman, keujanan, mobil masuk bengkel, henpon mati, ketilang dan sekarang kita jatuh fakir!" dumel Mezty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Duh, Mezty, maaph," sambil kumpulin semua recehan di kantong baju, celana dan jaketnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cukup gak, Vel?" Mezty worry juga ngeliat duit yang terkumpul belum ada tanda-tanda cukup. Secara ribuan melulu! Untungnya Velia menemukan selembar 20 ribuan di saku belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;#&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Lo yakin ini rumah Greg, Vel?" Mezty berusaha meyakinkan diri pada apa  yang  mereka alami dan terutama yang sedang dihadapi. Sebuah rumah bercat hijau muda dengan tulisan besar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;---------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DIKONTRAKAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Hub. H. Dadang 0818696005&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;---------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sepi. Gak ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka pindah ke mana, ya?" gumam Velia lemes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi elo yakin ni rumahnya?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banget! Tiga kali gw ke sini ma Greg ya emang ini! Tuh, di kaca jendela ada sticker &lt;i&gt;Inter Milan&lt;/i&gt;-nya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cari siapa, Non, malem-malem begini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"KYAAA...!"&lt;/span&gt; Mezty langsung menjerit kaget saat tiba-tiba seorang bapak-bapak muncul dari kegelapan pake sarung dan nenteng senter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Punten, Pak, kita nyari Greg," sahut Velia cepat. "Tapi kok sepi, ya? Apa mereka sudah pindah? Tapi..., pindah ke mana? Bapak tau mereka pindah ke mana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian pasti bukan keluarganya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"K-kita temannya, Pak, dari Jakarta."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm, pantas kalian tidak tahu kabar Nak Greg."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"M-memangnya Greg kenapa, Pak?!" Velia panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keluarga Greg pindah dan rumah ini dijual kepada Haji Dadang seminggu setelah..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Setelah apa, Pak?!" &lt;/span&gt;kejar Velia dan Mezty berbarengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Greg kecelakaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"GREG KECELAKAAN?!?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Motor yang dibawa Greg ditemukan dalam kondisi menabrak pohon. Tapi Greg tidak ditemukan. Ada yang melihatnya jatuh ke jurang. Tapi sampai sekarang mayatnya tidak ditemukan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kabar ini tangis Velia langsung pecah di pelukan Mezty. Mezty sendiri gak bisa ngomong apa-apa. Dia tau gimana rasanya ditinggal pergi seorang sahabat. Karena dia juga mengenal baik siapa Greg. Ia pun merasa sangat kehilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian boleh menginap di rumah saya. Saya RT di sini. Sudah terlalu malam jika kalian memaksa pulang. Itu pun jika kalian bersedia tidur di tempat yang seadanya. Saya juga punya anak gadis seusia kalian. Kalian bisa meminjam bajunya. Saya lihat baju kalian basah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada pilihan lain bagi keduanya. Mezty memapah Velia menuju rumah bapak-bapak ini. Dia juga sadar, kondisi mereka tak memungkinkan untuk kembali ke Jakarta malam ini juga. Apalagi dengan kondisi Velia yang masih terlihat shock berat.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;#&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih, Pak, untuk semuanya," ujar Mezty pada polisi yang nyaris menilang mereka kemaren. "Tanpa jas hujan, ni polisi ganteng juga ya, Vel..." bisiknya pada Velia yang cuma duduk di bangku dengan tatapan kosong. "Baik, lagi. Gue pikir dompet lo gak bakal balik. Eh, malah dipegangin. Mobil lo juga diawasin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian langsung pulang ke Jakarta?" tanya polisi ini. Di seragamnya tertulis nama SUGENG. "Teman kamu baik-baik saja?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh iya, Pak... Sugeng. Dia baru saja kena musibah. Teman dekatnya dikabarkan meninggal karena kecelakaan."&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;"Oh, saya ikut berduka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih, Pak," masih Mezty yang nyahut. Velia masih matung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke, kalian hati-hati. Jangan sampai kena tilang oleh yang lain. Saya harus patroli dulu. Sudah siang. Selamat siang..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siang, Pak. Sekali lagi terima kasih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengurus pembayaran bengkel, Mezty mengajak Velia pergi. Kali ini terpaksa dia yang bawa mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Vel, kita cari baju dulu, yuk. Sekalian makan. Ayo lah, sedih boleh tapi gak boleh berlebihan, dong... Gue rasa di atas sana Greg juga gak mau ngeliat cewek yang dia sayang sedih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Umur gak ada yang tau ya, Mez?" ujar Velia lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, itu dia. So, elo gak boleh berlarut-larut dalam kesedihan. Kita berdoa saja Greg di sana tenang di sisi-Nya."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;#&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah warung tenda di pinggir jalan, Velia dan Mezty beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok lo ngajak gue makan di sini, Vel?" tanya Mezty heran sejenak setelah mereka memesan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gue pernah makan di sini ma Greg," jawab Velia dalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh..." Mezty jadi paham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Permisi, Mbak..." seorang pengamen memakai topi masuk membawa gitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;On a cobweb afternoon &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;In a room full of emptiness &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;By a freeway i confess &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I was lost in the pages &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Of a book full of death &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Reading how we'll die alone &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;And if we're good we'll lay to rest &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anywhere we want to go&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mez, itu kayak... Greg ya?" ujar Velia pada pengamen yang berdiri menyampingi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"MANA?!"&lt;/span&gt; Mezty gak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu yang lagi nyanyi! Suaranya juga mirip. Dan... dan lagu itu... Itu kan lagu yang dia suka banget? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Like A Stone&lt;/span&gt;-nya Audioslave!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, gak mungkin, Vel! Greg kan udah... udah gak ada?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi serius, Mez! Iya, kan?" Velia makin yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I-iya sih," bulu di tangan Mezty langsung pada bangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Greg!!"&lt;/span&gt; panggil Velia agak ragu-ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pengamen ini menoleh, "Mbak manggil saya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"K-kamu G-greg... b-bukan?" Velia antara ragu dan takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf, Mbak, kalian salah orang. Saya Ujang. Permisi..." pengamen ini mengeluarkan bungkus permen tempat menaruh uang dan mengangsurkannya pada semua yang ada di situ. Termasuk pada mereka berdua. Pengamen ini gak sadar sesuatu jatuh dari saku celananya saat dia mengambil bungkusan permen ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera Mezty memasukkan beberapa lembar uang ke dalamnya. Velia masih juga tertegun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih..." pengamen ini pun pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gila, Mez, menurut lo gimana? Beneran mirip banget ma Greg, kan?! Ato cuma karena gue lagi mikirin dia aja?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang jelas gak mungkin Greg. Aneh lah. Orang yang udah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pergi&lt;/span&gt;... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;datang&lt;/span&gt; lagi. Hi...., gue jadi takut, Vel! Tapi emang mirip sih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesanan mereka datang. Seorang pelayan membawa nampan berisi 2 piring kwetiaw sapi dan 2 botol minuman dingin. "Silakan dinikmati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makasih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbak, fotonya jatuh tuh!" si pelayan menunjuk sebuah foto di bawah meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Foto?!" Velia buru-buru mengambil foto tersebut. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat foto itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Foto siapa, Vel?" Mezty penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Velia terpaku sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mezty yang makin penasaran buru-buru merebut foto di tangan sahabatnya ini. Dan ia pun terkejut saat melihat gambar Velia di sana. Pose dirinya dengan seorang cowok. Greg!&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;#&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;3 am @ kosan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://imaghy.blogspot.com/2007/06/antara-masih-ada-atau-telah-tiada.html</link><thr:total>3</thr:total><author>eghy.deka@gmail.com (::eghy::)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3451549392050216274.post-8821530227188970263</guid><pubDate>Tue, 24 Jan 2006 10:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-07-21T21:40:24.686+07:00</atom:updated><title>Belajar Nulis</title><description>Bikin blog lagi. Blog yang ke-4. Rencana di sini nanti gw mo posting semua tulisan-tulisan gw, terutama cerpen-cerpen yang gw tulis dari jaman Fir'aun doeloe. Moga aja sempet gw updated terus. Amin...</description><link>http://imaghy.blogspot.com/2006/01/belajar-nulis.html</link><thr:total>0</thr:total><author>eghy.deka@gmail.com (::eghy::)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3451549392050216274.post-437508033075259677</guid><pubDate>Sun, 27 Nov 2005 14:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-16T04:28:16.147+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen</category><title>Cinta Itu Mencekik Leher</title><description>Sudah setengah jam Nathan asyik termenung. Meski jari-jemarinya terlihat menari-nari di senar gitar di pangkuannya, tapi tetap jelas terlihat dari sorot matanya kalo otaknya sedang melayang ke mana-mana. Sebuah suasana yang gak karuan. Kadang dengan cuek dia menyanyi [baca: menggumam] &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Reason&lt;/span&gt;-nya Hoobastank dengan irama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Begadang&lt;/span&gt;-nya Bang Oma, kadang pula dia sibuk nyari chord yang pas untuk suara adzan. Gak kebayang, kan? Over creative sih! Yang bener aja, mana boleh adzan diiringi musik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aldo yang sejak tadi setia menemani sohib kosnya ini jelas mulai bete. Setengah jam juga berasa sejam setengah! But, wait... wait! Aldo? Setia nemenin orang yang lagi bete? Jujur, bukan Nathan sih yang ia temenin. Ia lagi ngincer banana split di bawah jempol Nathan yang tinggal sepotong. Meski nyohor ke dunia ini [cie...!] kalo Nathan benci sama yang namanya pisang, tapi dalam situasi kayak geneh, seekor singa pasti akan dengan senang hati mencabik-cabik siapa saja yang sudah mengusik ketenangannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak terdengar Nathan sedang memainkan intro melody &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Numb&lt;/span&gt;-nya Linkinpark. Gak lama kemudian,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;blockquote&gt;Waktu ku kecil&lt;br /&gt;Ku tak tahu apa yang nyempil...&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Spontan Aldo langsung nutupin kedua kupingnya dengan asbak dan linggis [udah, gak pake protes deh!]. Baru setelah yakin kalo Nathan udah kelar nyanyinya, ia keluarkan asbak dan linggis dari kupingnya pelaaaaaan-pelaaaaaaaaaaan. Tapi...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TIDAK SEMUA LAKI - LAKI...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aaaargh...!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Aldo pun gak kuat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cukup-cukup! &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CUKUP, THAN, ENUF!&lt;/span&gt; Sumpah gue gak tahan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nathan langsung menoleh ke Aldo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aldo, itu gak ada di cerita?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi ini tulus, Than. Hayah, jadi homo-homoan begini?! Pokoknya gue udah gak kuat nunggu lebih lama lagi. Titip eh, titit aduuuuh, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TITIK!&lt;/span&gt; Bener juga akhirnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nungguin siapa lo? Gue gak minta lo temenin, lagi. Oh, mo minjem gitar, ya? Bilang dong. Atau... lo mo minjem CD bokep? Lo kira kamar gue Glodok, apa?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aldo gak nyahut. Cuma matanya saja yang flirting ke arah banana split. Nathan pun paham isi otak cowok buluk di depannya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gitu aja malu. Aldo... Aldo. Makanya beli kaos kaki baru! Ada kok yang ceban tiga. Kaos kaki bolong kok dilestarikan. Cewek cakep baru harus dan wajib kita lestarikan. Sekarang, elo elo juga kan yang ribet sendiri pas mo ngapel? Malu kalo Nuke bisa ngeliat jempol kaki lo masih bisa beredar ke mana-mana meski lo pake kaos kaki. Iya, kan? Mending kalo gak bau. Sedunia beserta seluruh makhluk-makhluk di dalamnya juga tau kalo jempul elu nauzubile baunya! Ikan pari lo rendem ma kaos kaki lo juga celeng!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebagai temen lo yang paling ganteng dan baek, gue pasti minjemin kok," sambil nyopot kaos kaki. Lalu, "Wahai, Aldo...., terimalah ini....!" sambil melempar kedua kaos kakinya tepat ke muka Aldo. Selanjutnya, tanpa merasa ada yang salah, tangan yang abis megang kaos kaki itu langsung mencomot banana split yang posisinya persis di bawah kakinya. Banana split yang sejak setengah jam lebih yang lalu telah diincer Aldo itu kini telah masuk ke mulut Nathan utuh-utuh! Aldo yang berhasil menguasai diri setelah berhasil mengenyahkan benda terkutuk dari mukanya, melihat adegan ini dengan shock dan menelan ludah. Nasib...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengherankan adalah:&lt;br /&gt;#1 Kok ya masih selera gitu Aldo sama tu kue meski jelas-jelas dari tadi posisinya sangat berdekatan dengan kaki yang dibalut kaos kaki bau?!&lt;br /&gt;#2 Nathan kok gak ya muntah-muntah? Wuih, hebat banget!&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[pim, 112505; 12.15 pm]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Malem itu Aldo berniat mo numpang sms saat dilihatnya di kamarnya Nathan lagi ngetik di notebook dengan posisi kayang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan, Than... Lo lagi ngapain?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gue lagi bikin puisi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngapain juga sambil jungkir balik begitu elo ngetiknya?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biar gue bisa menghayati dengan puisi yang gue tulis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aldo pun membaca judul puisi di monitor: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KAU TELAH MEMBUATKU JUNGKIR BALIK SETELAH PERTEMUAN ITU, LIA...!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ampun deh lo, Than! Judul puisi lo panjang amat? Kalah koran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampu Ijo&lt;/span&gt;!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan susah payah Nathan bangun dibantu Aldo. Lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolong ambilin susu gue, Do."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aldo lalu meraih gelas di meja yang isinya tinggal setengah dan mengangsurkannya ke Nathan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Thank's," ujar Nathan yang kemudian meminum isinya. "Lo mau?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aldo menerima kembali gelas dari Nathan dan menciumnya. Jidatnya berkerut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baunya aneh. Susu apa nih? Susu onta, ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan. Susu minggu kemaren," jawab Nathan enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Hueks!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Prang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pyar!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aldo langsung melempar gelas di tangannya. Dan tangannya langsung mencengkeram kuat lehernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gue bisa ikutan gila lama-lama berteman sama lo!" keluh Aldo lupa mo numpang sms. Ia berniat keluar kamar. Tapi gak jadi. "Sebentar, Than. Lia? Siapa tuh? Cewek baru lo?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lo tau, gak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enggak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Elo mo tau, gak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ENGGAK."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"LO HARUS TAU! Lo tadi udah nanya. Duduk dan dengerin gue cerita!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lama gak?" tanya Aldo penuh rasa kuatir. "Gue ada janji mo dinner ma Nuke!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ye-elah. Paling 2 jam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"HAH?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah dengerin aja apa susahnya sih? Gue per-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;quick &lt;/span&gt;biar cepet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lia itu nama seorang cewek..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, Lia tu cewek. Gue baru tau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kodok! Kalo gue lagi cerita, JANGAN DIPOTONG!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya deh. Lanjutin cerita lo."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gue nemunya secara gak sengaja di sebuah kopaja yang lagi ngetem. Yah, kira-kira seminggu sebelum lebaran kemaren lah. Jam 8 malem."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lo lagi ngapain di kopaja itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gue lagi ngisi acara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksud lo ngamen?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yup."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahasa lo!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktu itu gue lagi bawain &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Reason&lt;/span&gt;. Di belakang gue liat ada cewek yang ngikutin gue nyanyi. Anaknya sumpah cantik!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia bawa-bawa anak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolol banget sih lo! Maksud gue tu cewek!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Duh, bahasa lo perlu perbaikan deh, Than. Jangan pake bahasa kanguru!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lo aja yang lelet bin lemot! Mencerna kalimat gitu aja gak paham. Pasti mata kuliah Elektronika Dasar lo dapet D!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah, tu kan malah ngelantur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Elo pake protes!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahasa lo emang aneh, Than!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"KAPAN KELARNYA CERITA GUE, SAPI?!?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Njut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tu cewek asli cantik. Model rambutnya mirip rambut gue."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Trus kenapa kalo rambut dia mirip rambut elo? Cantik?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Stop! &lt;/span&gt;Motong kalimat gue sekali lagi, gue potong leher lo pake kondom bekas!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aldo langsung cep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ok, gue terusin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi melihat ada cewek cantik yang ngikutin gue nyanyi, gue jadi semangat nyanyinya. Sampe salah-salah. Pas gue ngontekin penumpang, dia gue lewatin. Gue ngontekin pernumpang di sebelahnya. Eh, gak taunya temen gue!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah aja gue ngobrol-ngobrol. Ujung-ujungnya gue minta dia untuk minta nomer telpon ke tu cewek. Sumpah, gue gak berani minta langsung. Asli, mendadak gue jadi minder gitu. Anaknya cantik sih. Kalo cuma Natalie Portman, Natalie Ibruglia, Natalie Sarah, Nadia Saphira, Nadya Hutagalung, Nirina Zubir, Nugie, Nanda Mikola, Nenek Lo, semua jelas lewat! Bahkan, cewek yang gue plot jadi cewek tercantik sedunia -Ashlee Simpson- juga maaf-maaf... kalah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;man&lt;/span&gt;!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nathan ambil rokok sebatang dan menyulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan setelah pertemuan itu, Do, tiap sore sampe malem gue nongkrong di tempat kopaja ngetem kalo sore. Gue jelas pengen ketemu tu cewek lagi. Juga pengen ketemu temen gue -Ochi-. Tololnya gue, gue lupa minta nomer telpon Si Ochi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa malem gue mantekin tu kopaja -yang meski kadang sampe abis tu kopaja tapi tetep gak tetemu juga itu wanita nan aduhai- gue ketemu juga ma Ochi. Langsung aja gue minta nomer telpon tu bidadari. Nomer telpon rumah. Namanya Lia. Detik itu juga gue langsung nelpon. Sayang, Lia belum pulang. Meski rada bete, tapi minimum pencarian gue mulai menemukan titik cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malem itu gue begadang total cuma pengen nelpon Lia pagi-pagi bener. Tapi dasar sial, jam 5 Shubuh gue ambruk. Pas bangun gue langsung loncat pas gue liat udah jam 10. Tanpa cuci muka apalagi mandi plus onani he-he-he, gue ke wartel. Maklum lagi miskin pulsa. Dan... pagi itu berhasil juga gue ngobrol sama Lia. Meski rada-rada gak connect gara-gara nyawa gue yang belum balik dan dia yang juga baru bangun tidur, gue berhasil dapetin nomer telpon kantor sekalian nomer bra -hayah-, terakhir boong. Gak usah nanya entar gue juga tau kalo udah jadian. Eh, sampe mana tadi? Oya, sampe nomer telpon. Sayangnya, hp dia baru ilang. Jadi komunikasi rada susah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;But anyhoo...&lt;/span&gt;, 'Kafilah harus tetap menggonggong dan biarkan anjing berlalu'. Tul, gak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya gue tau kegiatan utama dia. Dia udah kerja jadi kasir di sebuah salon di Poins. Waktu gue nunggu dia di tongkrongan kopaja, dia pulang malem terus. Pantesan gue gak ketemu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa kali konak-konakan eh, kontak-kontakan, kita janjian ketemuan di tempat dia nunggu mobil pulang kerja. Ya di kopaja itu tadi. Memang, kopaja itu lah satu-satunya angkutan kalo dia pulang. Mana jam setengah sembilan udah abis, lagi. Kalo mau ya ngojek or by taxi. Tapi dia dijemput kalo keabisan mobil. Gue sempet kebat-kebit takut yang jemput cowoknya. Untung bukan. Kalo gak bokapnya ya abangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malem itu ujan gede. Kopaja udah abis. Sialnya, gue rada-rada lupa face dia! Ya, walhasil gue sering salah orang yang gue pikir Lia gara-gara rambutnya mirip. Hasilnya, nihil! Malem itu gue gak ketemu dia. Sedih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gue gak nyerah. Justru serangan gue makin gencar. Nelpon bisa sehari 3 kali plus bangunin sahur, ketemuan di tempat dia nunggu mobil, pokoknya gencar deh. Nah, di sinilah inti permasalahannya:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;/span&gt;Doi punya latar belakang yang buruk soal relationship sama cowok. Dua hubungan terakhirnya berakhir tragis. Yang pertama, Lia ditinggal kawin seminggu sebelum hari pertunangannya. Bangsat banget tu cowok! Tega-teganya cewek secantik dia disakitin! Tapi itu masih belum seberapa, Do. Cowok terakhirnya tewas akibat kecelakaan! Gue aja sampe merinding ngedengernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat kejadian itu dia jadi trauma berat untuk membina hubungan serius dengan cowok. Bahkan sampe pernah dibawa ke psikiater sama ortunya saking depresinya tu cewek. Ujung-ujungnya dia jadi sering bengong gak keruan. Dan rasa percayanya sama cowok ILANG! Gila gak tuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah beratnya tugas gue. Gue harus bisa ngembaliin kepercayaan dia. Selama ini belum ada yang berhasil. Psikiater aja gagal! Berat gak tuh tugas gue?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.&lt;/span&gt; Dia punya prinsip: &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;'Siapa yang yang nyimpen rasa cinta ke gue padahal gue udah percaya sama dia sebagai sobat, maka tu cowok bakal gue benci!'&lt;/span&gt;  Sadis, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan dari dia udah gue dapetin. Tapi akan sia-sia. Gue gak mungkin berani nembak dia. Gue gak mau kehilangan dia, Do!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. &lt;/span&gt;Anaknya moody. Moody Koesnady! Kalo lagi asyik ya asyik. Tapi kalo lagi bete sumpah ngebetein. Kalo cuma dibantingin telpon sih udah makanan gue kalo dia lagi bete. Akibatnya gue yang harus pinter-pinter ngeliat&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;situasi - kondisi - toleransi - pandangan - jangkauan. Jangan disingkat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. &lt;/span&gt;Saingan gue banyak yang jelas-jelas lebih ganteng dari gue, lebih tajir dan lebih jelas statusnya. Mereka udah pada kerja semua. Gue? Cuma pengangguran tulen yang hobi showbiz alias show di biz. Berat, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, Do, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;GUE HARUS GIMANA?&lt;/span&gt; Maju terus dengan resiko kehilangan dia akibat merusak kepercayaan yang udah menodai persahabatan kita berdua dengan perasaan cinta atau mundur dan ikhlas menerima kenyataan berstatus 'hanya' sebagai sobat dia? Gue udah terlanjur sayang, Do, sama dia! Seperti kata pepatah 'Nasir sudah jadi tukang bubur'. Perasaan cinta gue gak mungkin gue cabut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, jatuh cinta begini amat. Seperti nyekek leher sendiri! Wanita memang sanggup bikin dunia ini jungkir balik. Tapi sanggup juga bikin kita jungkir balik. Semua jadi serba salah, ya gak, Do? Aldo!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"SETAAAAAAN, LO MALAH MOLOR!!!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[deborah ac x.deres-depok, 112505; 2 pm]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;'Gue lagi banyak masalah, than,' ujar Lia di telpon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Oh, kalo gitu maafin gue deh, Li,' ucap Nathan masygul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Bisa gak untuk gak ganggu gue beberapa hari ini?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Gue gak bisa, Li.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Tapi, Than...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Oke-oke. Mungkin ini saat yang tepat untuk gue buka semua ke elo. Tadinya gue gak mau lewat telpon. Tapi what eveh-lah. Lo gak mau ketemuan ma gue sekarang. Terserah elo. Elo mo marah ma gue atau lo mau musuhin gue setelah gue ngomong ini, itu hak lo. Tapi saran gue, prinsip elo soal temen yang nembak elo trus lo musuhin, gue rasa salah. Semua orang berhak untuk mencintai dan dicintai. Emang kita bisa milih siapa yang akan kita cintai dan siapa yang bakal mencintai kita? Enggak, kan? Cinta gak pernah salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kasus. Kalo ada sobat lo yang suka sama elo, apa dia salah? Enggak, kan?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ujung sana Lia cuma diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Gue ngelakuin ini bukan juga sebagai permintaan balas jasa karena gue udah berhasil ngebantu elo ngelupain masa lalu elo. Ngelupasin si Apri bangsat atau Dian lo yang udah tenang di alam sana. Gak, Li. Gue ngelakuin ini semua atas dasar tulus pengen nolong elo. Tapi bener kan kalo lo udah bisa menghapus bayangan mereka dari pikiran elo?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'I-iya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Syukurlah. Sekarang gue mau tanya. Tapi lo harus jujur. Seandainya gue punya feeling sama elo, apa elo bakal negebenci gue, mushin gue dan mutusin tali persahabatan dan kebersamaan kita yang udah kita jalin?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Enggak...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Loh, kok enggak? Bukankah gue udah ngerusak persahabatan kita, Li?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lia cuma diem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Lia... Asal lo tau. Semua yang udah gue lakuin buat elo meski itu gak seberapa, karena gue sayang sama elo. Dari pertama gue ngeliat elo, gue udah jatuh hati sama elo. Apakah gue salah, Lia? Apakah perasaan gue ini juga salah?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Gue udah tau dari awal, Than.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'J-jadi lo udah tau? Dari mana lo tau? Lo punya bakat ngeramal? Eh, sorry. Candaan gue gak di situasi yang tepat.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Dari mata lo.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nathan tarik napasnya dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Lo udah tau dari mula kalo gue sayang sama elo, Lia. Dan... gue juga udah tau kalo lo &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;GAK&lt;/span&gt; punya perasaan yang sama kayak gue. Iya, kan?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lia kembali diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Jujurlah, Li.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Lo akan ngejauhin gue, Than?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Bah. Itu pertanyaan gue buat elo, Lia!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Than, lo terlalu baik buat gue...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Stop, Lia. Jangan berlebihan. Yang gue lakukan itu belum seberapa. Asal lo tau, lo udah bikin semangat hidup gue bangkit lagi. Gue juga punya masa lalu yang kelam soal cewek. Cewek gue mutusin gue di hari ulang tahun gue. Dan itu kado terlaknat dalam hidup gue.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Than, gue sayang sama elo. Tapi sebatas teman. Bahkan lebih dari itu. &lt;i&gt;You're my hero, Than.&lt;/i&gt; Tapi plis, jangan putus tali persahabatan ini ya, Than...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nathan termenung. Meski sudah menduga kejadian ini, namun tak urung bikin rontok hatinya mendengar kalimat Lia ini. Sampai pembicaraan telpon terputus, Nathan gak bisa ngomong banyak. Hatinya serasa diiris-iris pisau karat dan ditaburi jeruk nipis. Perih!&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[deborah ac-x. deres, 112705; 2.31 pm]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Udah, Than, udah!" Aldo berusaha mencegah Nathan untuk minum lagi demi melihat kondisi Nathan yang udah ampun-ampunan nyedihinnya. Beberapa botol minuman berkadar alkohol tinggi telah nampak kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan cegah gue, Do! Biarin gue minum sampe ambruk. Udah lama gue gak buka botol kayak gini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi lo udah ngabisin 3 botol sendirian, Than! Murni pula gak pake campuran lo!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"It's okay, Do. I'm fine!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Than, ini cuma soal cewek. Lo gak perlu sampe kayak gini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"TAU APA LO SOAL INI, DO!!!"&lt;/b&gt; tensi suara Nathan menaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gue tau soal apa? Jelas, Than, kita ini cowok. Ditolak cewek bukan akhir dari segalanya. Kita masih bisa hunting cewek lain. Masih banyak di luar sana wanita-wanita cantik yang statusnya masih available. Gak kalah cantik sama Lia lo itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Elo pikir gue sama kayak elo yang gampang bisa suka sama cewek, Do?! Lagian, gue bukan minum baygon. Lo gak usah takut..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Hueks - hueks!&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai ngomong gitu Nathan nembak. Mirip adegan di sinetron tentang cewek SMU yang mual-mual di kamar mandi seabis nginep di kosan cowoknya padahal "cuma" 2 minggu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebagai sahabat, Aldo yang ngebantu mijitin tengkuk Nathan, nyuruh dia rebahan dan ngebantu ngebersihin kamarnya. Kali ini Aldo melakukannya dengan ikhlas. Gak pake embel-embel ngincer banana split. Cuma abis itu dia nyulik hp Nathan -yang udah terbang ke langit- buat nelpon Nuke. "Cuma" sejam.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[271105, 5.40pm @ PIM]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nathan lagi melototin layar ponsel di tangannya. Biasanya sih kalo udah gini dia teken angka 9 en hold 3 detikan. Speed dial ke nomer kantor Lia. Nomer rumah angka 8. Tapi kali ini dia bimbang karena ia udah niat untuk ngelupain cewek ini. Need process-lah untuk bisa keep in touch lagi sama cewek yang udah bikin dia kebat-kebit en reject dia ini. Salah satu prosesnya ya jangan nelpon dulu. Apalagi ketemuan. Pengalaman dia setelah puluhan kali [busyet!] direject ya gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Lia beda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sama sekali gak bisa hapus tu cewek dari hatinya. Gak bisa lupa biar kata cuma sedetik! Dahsyat bener efek cintanya kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan selanjutnya ia mutusin untuk nelpon juga meski masih ada sedikit keraguan di hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Siang bisa dibantu?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Lia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti biasanya, Nathan pencet tuts 1 sebagai "password" biar Lia tau kalo dia yang nelpon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tuts.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Hai, sayang...' sambut Lia pas tau kalo itu Nathan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan mereka emang aneh. Meski Lia udah jelas-jelas ngerejct Nathan, tapi tetep aja panggilan 'Sayang' gak bisa lepas. Akibatnya Nathan sendiri suka cuek manggil Lia dengan 'Cinta'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Hai, cinta...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tu kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'G-gue cuma mo ngingetin elo buat makan siang, Li. Udah jam satu. Nanti mag lo kumat. Lo punya mag, kan?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Iya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Punya lambung, kan?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Punya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Punya hati juga, kan?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Hati gue buat elo kali, hihihi...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia yang bikin Nathan dan sejuta cowok-cowok lain di dunia bingung menghadapi cewek. Kalo gak ada perasaan ya jangan ngasih harapan kek. Meski itu cuma lewat omongan basi. Lah, ngapain gue jadi sewot?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Udah ya, Li.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Kok gitu doang?' rajuk Lia manja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Abis ngapain lagi?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ya udah,' dengan nada ngambek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Lia - Lia... Tau gak sih lo?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Enggak.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Mau tau gak?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Mau-mau,' Lia cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Tadinya gue pengen ngelupain elo untuk sementara. Tapi gue gak bisa! Sementara aja gak bisa apalagi selamanya. Apa ini yang disebut cinta sejati, ya?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Maybe, Than.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Tapi kenapa cinta sejati gue mentok di kata TIDAK?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Eh, kapan kita maen ke kosan elo, Than? Gue pengen deh maen ke kosan lo,' Lia alihin pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Oh, nanti deh gue jemput pulang kerja. Jam 6, kan?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Yup.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Okeh. Seeyaa, my litle star...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Litle star&lt;/i&gt; adalah panggilan lain Nathan untuk Lia selain panggilan 'Cinta'.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[271105, 6.30pm @ PIM]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Sorry ya, Li, ibu kos sekeluarga lagi pada ke Bogor," ujar Nathan malem itu. Sambil nunggu kopaja terakhir berangkat, mereka duduk berdua di samping kopaja. "Lain kali aja, ya? Lagian kan udah malem. Nanti elo keabisan mobil. Lo pindah aja deh. Rumah lo bener-bener untouchtable."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Padahal kan gue pengen berduaan sama elo malem ini, Than. Gue lagi bete. Gue pengen ngobrol-ngobrol sambil main gitar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gue juga pengen, Li. Tapi di mana? Kosan gue dikunci gerbangnya. Bisa aja sih loncat. Tapi masuknya gimana? Kamar gue di atas. Makanya gue ma Aldo pengen pindah kos. Nanti aja deh kalo udah pindah. Okeh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagian, lo kan lagi sariawan? Kok malah pengen ngobrol-ngobrol? But it's ok. Nanti gue kasih vitamin C pasti sembuh. Vitamin cium hehe..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wuuu, maunya...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya ketawa bareng plus adegan cubit-cubitan. Ih, kayak film layar tancep jadul, ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Than..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kadang kita baru merasa butuh sesuatu saat kita kehilangan yah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya sih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gue mau jujur sama elo. Kemaren saat elo jarang nelpon gue -biasanya kan lo minimal nelpon tiga kali sehari!- dan gak pernah jemput, gue ngerasa ada yang hilang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gak ada yang bawel ngingetin lo makan, ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gak ada yang nemenin lo lewat telpon pas mo bobo?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He-eh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gak ada yang bangunin lo pagi-pagi kalo lo mo jalan gawe?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gitu deh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sama! Gue juga aneh saat gak ada yang gue bawelin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gue baru nyadar, Than..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nyadar apa?" kejar Nathan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalo gue sayang elo."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"APA?!?"&lt;/b&gt; Nathan kurang yakin dengan pendengarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gak ada siaran ulang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Serius, Lia?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Serius."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh Tuhan, jika ini sebuah mimpi, tolong jangan bangunkan aku, ya Tuhan. Dan jika ini adalah kenyataan, tolong jangan jadikan ini hanya sebuah mimpi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan jadikanlah abadi, ya Tuhan..." sambung Lia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Amin," ujar keduanya bareng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Li, boleh minta waktu sebentar gak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lo mau ke mana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mo terbang ke langit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ih, mulai aneh-aneh lagi, ya..." sambil kembali menyerang Nathan dengan cubitan-cubitan kecil. Tawa kedua insan yang sedang kasmaran ini sanggup menelan suara deru kopaja dan suara berisik kendaraan-kendaraan yang lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;#&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[271105, 7pm @ PIM. Dedicated to: &lt;b&gt;Evhy&lt;/b&gt;]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://imaghy.blogspot.com/2007/08/cinta-itu-mencekik-leher.html</link><thr:total>0</thr:total><author>eghy.deka@gmail.com (::eghy::)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3451549392050216274.post-1590478276957838934</guid><pubDate>Tue, 06 Sep 2005 05:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-09-09T11:44:53.500+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Empat Cinta</category><title>EC</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 442px; height: 663px;" src="http://www.geocities.com/eghysite/books/4cinta/cover.jpg" /&gt; &lt;/div&gt;</description><link>http://imaghy.blogspot.com/2007/08/ec.html</link><thr:total>0</thr:total><author>eghy.deka@gmail.com (::eghy::)</author></item></channel></rss>