<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Iman Brotoseno</title>
	<atom:link href="http://blog.imanbrotoseno.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.imanbrotoseno.com</link>
	<description>living in my viewfinder</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Mar 2026 09:30:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>
	<item>
		<title>Media negara dan kedaulatan komunikasi</title>
		<link>http://blog.imanbrotoseno.com/media-negara-dan-kedaulatan-komunikasi/</link>
					<comments>http://blog.imanbrotoseno.com/media-negara-dan-kedaulatan-komunikasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[iman]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 09:30:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERBANGSA]]></category>
		<category><![CDATA[BISNIS & PEMASARAN]]></category>
		<category><![CDATA[PENYIARAN & MEDIA]]></category>
		<category><![CDATA[Media Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Media Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Penyiaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pers dan Media]]></category>
		<category><![CDATA[Public Service Media]]></category>
		<category><![CDATA[TVRI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://blog.imanbrotoseno.com/?p=4382</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam sebuah talkshow Menyongsong Indonesia Maju di TVRI Sumatera Selatan belum lama ini, anggota DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyampaikan sebuah pemantik diskusi tentang penggabungan RRI, TVRI dan Antara menjadi sebuah institusi media negara komunikatif, efisien dan efektif, dengan rujukan BBC ( British Broadcasting Corporation ) di Inggris yang menjadi salah satu sumber terpercaya dalam pencarian informasi. Sebenarnya wacana penggabungan RRI dan TVRI sudah masuk dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Radio Televisi Republik Indonesia (RTRI) yang menjadi usul inisiatif DPR sejak tahun 2012, dan pada 2015 masuk dalam daftar Prioritas Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR RI Periode 2014-2019. Tapi sampai hari ini pembahasan masih berjalan di tempat, sedangkan perhatian publik atas proses pembahasannya nyaris tidak ada. Namun sekarang ide inovasi penggabungan itu kelak juga menyasar ke kantor berita LKBN Antara yang juga dilebur menjadi satu. Indonesia sudah ketinggalan jika dibanding negara negara lain, dimana kita masih memaknai penyiaran sebagai metode penyiaran teresterial melalui pemancar TV atau Radio saja. Sementara jika kita melihat di luar, broadcasting menjadi salah satu elemen multiplatform yang terintegrasi dalam konvergensi media. Semua ini menyatukan 3 C &#8211; Computing, Communication, dan Content yang menyatukan aspek informasi komputer, jejaring telekomunikasi, dan penyedia konten ( termasuk televisi, penerbit berita, radio, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/media-negara-dan-kedaulatan-komunikasi/">Media negara dan kedaulatan komunikasi</a> first appeared on <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dalam sebuah talkshow  Menyongsong Indonesia Maju  di TVRI Sumatera Selatan belum lama ini, anggota DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyampaikan sebuah pemantik diskusi tentang penggabungan RRI, TVRI dan Antara menjadi sebuah institusi media negara  komunikatif, efisien dan efektif, dengan rujukan BBC ( British Broadcasting Corporation ) di Inggris yang menjadi salah satu sumber terpercaya dalam pencarian informasi.</em></p>
<p>Sebenarnya wacana penggabungan RRI dan TVRI sudah masuk dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Radio Televisi Republik Indonesia (RTRI)  yang menjadi usul inisiatif DPR sejak tahun 2012, dan pada 2015 masuk dalam daftar Prioritas Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR RI Periode 2014-2019. Tapi sampai hari ini pembahasan masih berjalan di tempat, sedangkan perhatian publik atas proses pembahasannya nyaris tidak ada. Namun sekarang ide inovasi penggabungan itu kelak juga menyasar ke kantor berita LKBN Antara yang juga dilebur menjadi satu.</p>
<p>Indonesia sudah ketinggalan jika dibanding negara negara lain, dimana kita masih memaknai  penyiaran sebagai metode penyiaran teresterial melalui pemancar TV atau Radio saja. Sementara jika kita melihat di luar, broadcasting menjadi salah satu elemen multiplatform yang terintegrasi dalam konvergensi media. Semua ini menyatukan 3 C &#8211;  Computing, Communication, dan Content yang menyatukan aspek informasi komputer, jejaring telekomunikasi, dan penyedia konten ( termasuk televisi, penerbit berita, radio, musik, film, dan hiburan ).  </p>
<p>Untuk itu penggabungan Televisi, Radio dan Internet sekaligus merupakan sebuah keniscayaan seperti banyak negara negara lain yang memiliki PSM atau Public Service Media yang beberapa diantaranya sekaligus menjadi menjadi media negara seperti BBC Inggris, DW (Deutsche Well) Jerman, TRT (Türkiye Radyo ve Televizyon Kurumu ) Turki  atau RTTL (Radio-Televisão Timor Leste) Timor Leste.<br />
<span id="more-4382"></span></p>
<p><strong>Kriteria dan prinsip</strong><br />
Dengan adanya perluasan definisi penyiaran, maka media apapun baik itu televisi dan radio atau media digital memiliki tugas utama untuk &#8221; Inform, Educate, Entertain “  &#8211; menginformasi, mendidik dan menghibur &#8211; yang menjadi rangkaian prinsip yang berasal dari BBC yang didirikan tahun 1922. Sehingga Public Service Media (PSM) adalah organisasi media multiplatform milik publik yang menyediakan berita, hiburan, dan pendidikan yang relevan dan tidak memihak kepada audiensnya. Dalam konteks inilah TV publik harus menjadi ajang percakapan semua lapisan masyarakat, sehingga semua pihak tergerak untuk memecahkan persoalan sehari-hari. Jika kita mengacu pada BBC, mereka setiap pagi memiliki program BBC Breakfast dimana selain berita rutin juga membahas public service policy serta mitigasi problem sosial.  Mungkin bagi masyarakat Indonesia, hal hal seperti ini kurang menarik dimana pada jam jam yang sama, TV swasta sudah menggelar tayangan variety show infotainment.  Tapi yang menarik, dalam jurnal yang dirilis “ Statista “ tanggal 29 Juli 2024 di Amerika, ternyata BBC masih mendominasi 33 % dari seluruh khalayak pemirsa TV di Inggris. </p>
<p><strong>Tantangan dan Inovasi</strong><br />
PSM harus bisa menciptakan inovasi yang membedakan dengan media komersial lainnya, misalnya dalam mengedukasi publik melalui program pendidikan dimana TV swasta enggan melakukan hal ini karena kurang menguntungkan secara komersial. Sebagaimana contoh inovasi oleh VRT ( Vlaamse Radio- en Televisieomroeporganisati ),  TV Publik di Belgia yang meluncurkan EDUbox. Sebuah konsep pendidikan inovatif pelajar kelas menengah. EDUbox dirancang untuk digunakan di kelas, di mana siswa dapat mempelajari mata pelajaran secara mandiri terutama isu-isu sosial terkini, polarisasi, disinformasi, budaya, berita palsu, kecerdasan buatan, media sosial, kesehatan, keberlanjutan pendidikan, keuangan, hingga migrasi dan keamanan siber. </p>
<blockquote><p>
Demikian pula di India, TV publik melakukan pembelajaran matematika untuk siswa. Sehingga PSM Indonesia kelak, tentu saja bisa mengapdosi inovasi terobosan metode pengajaran terhadap siswa, apalagi perhatian Presiden Prabowo Subianto yang besar terhadap soal pendidikan siswa, terutama science dan Bahasa Inggris. </p></blockquote>
<p><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2025/01/tv-psb-e1737279923926.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2025/01/tv-psb-e1737279923926.jpg" alt="" width="500" height="283" class="alignleft size-full wp-image-4387" /></a>Sejumlah media publik juga memainkan peran penting dalam penyampaian pesan layanan publik dalam situasi bencana. NHK Jepang memiliki hampir 1000 kamera yang tersebar di titik titik rawan seperti lereng gunung, aliran sungai dan pinggir pantai untuk memantau keadaan darurat yang mungkin terjadi seperti tsunami dan gempa bumi. Sehingga mereka bisa memperingati warga sesaat lebih awal sebelum bencana alam menerjang.</p>
<p>Meskipun kebebasan pers diakui dan dijamin oleh undang-undang, ada batasan-batasan yang ditetapkan terutama terkait dengan isu keamanan nasional, kebhinekaan, dan ancaman konten negatif seperti hoax atau berita bohong. Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) mengatur konten digital untuk menjaga kedaulatan informasi serta melindungi hak-hak pengguna. Dalam era media sosial, media publik menghadapi tantangan baru dimana informasi dapat menyebar dengan cepat dan sulit untuk dikontrol. Pemerintah harus mencari keseimbangan antara pengaturan konten dan membiarkan ruang bagi kebebasan berpendapat.</p>
<p><strong>Model pembiayaan </strong><br />
Anggaran merupakan aspek utama dalam pengelolaan PSM, terlebih televisi dan media baru OTT ( Over The Top ) merupakan elemen yang paling besar memakan biaya operasional.  BBC memiliki anggaran 90 Trilyun setahun, sementara NHK sebesar 70 Trilyun sehingga bisa membuat program televisi berkualitas dan mendunia. Jumlah anggaran TVRI &#038; RRI jika digabung tidak sampai 3 % dari anggaran BBC. Disini kita bisa melihat beberapa metode pembiayaan dari beberapa negara lain yang bisa menjadi referensi seperti </p>
<p><em>1) Advertising atau Iklan</em>. Pemasukan dari iklan merupakan metode yang layak untuk mendapatkan sumber pendanaan tambahan. PSM mempunyai kelebihan dibanding media penyiaran lain untuk menawarkan nilai kepada pengiklan karena jangkauan, keragaman, konten berkualitas tinggi, dan kepercayaan publik mereka. KBS di Korea Selatan, misalnya, menyediakan peluang global bagi pengiklannya, dengan saluran KBS WORLD yang menjangkau 140 juta rumah tangga di 113 negara. Sementara itu, SBS di Australia menawarkan peluang bagi pengiklan untuk menjangkau 99% populasi negara tersebut. </p>
<p><em>2) Pajak Alternatif</em>. Pajak ini mengumpulkan dana untuk media publik dengan mengenakan pajak pada industri, bukan pada publik.  Bentuk pendanaan dipakai Pemerintah Spanyol untuk RTVE (Radiotelevisión Española), sebuah TV publik milik negara, dengan undang undang tahun 2009 yang mengatur penyiaran public RTVE didanai oleh kombinasi subsidi pemerintah serta pajak yang diambil dari TV swasta ( 3% ), perusahaan pembayaran (1,5% ), dan perusahaan telekomunikasi ( 0,9%). Semua dari pendapatan kotor.  Secara total, pajak ini menyediakan sekitar 600 juta euro untuk RTVE.  Di Thailand, mereka menggunakan pajak serupa, yang dipungut pada industri minuman keras dan tembakau. Termasuk Turki yang memungut pajak dari setiap penjualan handphone untuk menjadi pemasukan TV publik mereka. </p>
<p><em>3) Pajak Media Publik Langsung</em>. Perpajakan tahunan dengan metode pendanaan publik langsung. Bentuknya dan kriterianya bisa beragam tergantung pada konteksnya. Negara negara Skandinavia umumnya memakai skema ini, seperti di Swedia, biaya tersebut dikumpulkan melalui slip pajak dari pembebanan 1% dari pendapatan kena pajak siapa pun yang berusia di atas 18 tahun, dengan batas maksimal SEK 1.300 per orang per tahun.</p>
<p><em>4) Pendanaan Pemerintah </em><br />
Pendanaan untuk media publik berasal langsung dari negara sebagai bagian dari keseluruhan belanja pemerintah. Model ini dapat menyiratkan hubungan yang lebih langsung antara pemerintah dan media. Jenis pendanaan ini menyebabkan organisasi media dianggap sebagai media negara misalnya China Media Group yang memilki CTGN dan CCTV berada di dalam Departemen Publisitas, tempat mereka menerima pendanaannya.<br />
<em><br />
5) Retribusi Rumah Tangga</em><br />
Karakteristik utama pungutan rumah tangga adalah penerapannya yang universal bagi semua penduduk, dimana pajak dipungut untuk setiap rumah tangga, terlepas dari berapa banyak orang yang tinggal di rumah tersebut atau apakah mereka menggunakan penyiaran publik atau tidak. Di Jerman, pungutan rumah tangga bulanan telah diterapkan sejak 2013, dengan beberapa pengecualian untuk membayarnya. Biaya saat ini adalah €18,36 per bulan. </p>
<p><em>6) Biaya Lisensi</em><br />
Biaya lisensi membebankan biaya tetap kepada orang yang memiliki televisi, tetapi baru-baru ini, diperluas untuk mencakup perangkat apa pun yang digunakan untuk menerima atau menayangkan program secara langsung melalui layanan TV daring. Banyak organisasi media publik lainnya telah mengadopsi biaya lisensi:  SABC Afrika Selatan, KBS Korea Selatan, GBC Ghana adalah beberapa di antaranya. Bagi negara negara Eropa termasuk ORF Austria atau France Télévisions  60 % anggarannya dari biaya lisensi. Hanya BBC, atau NHK Jepang, yang bergantung 100 % anggaran dari dana lisensi. </p>
<p><em>7) Layanan Berlangganan</em><br />
Hingga saat ini, belum ada organisasi media publik yang mengadopsi model berlangganan tertentu, seperti yang digunakan oleh Spotify atau Netflix. Namun, perdebatan tentang pendanaan media publik di masa depan semakin mempertimbangkannya sebagai opsi alternatif.<br />
Model pendanaan media publik yang paling mendekati layanan berlangganan adalah model filantropi di Amerika Serikat. Model ini terdiri dari sumbangan amal untuk mengamankan dukungan finansial bagi media publik. Public Broadcasting Service (PBS) menerima sumbangan melalui PBS Foundation sementara National Public Radio (NPR) juga menerima sumbangan dana abadi melalui NPR Foundation.<br />
<strong><br />
Media negara dalam kedaulatan komunikasi</strong><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2025/01/edubox.png"><img decoding="async" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2025/01/edubox.png" alt="" width="594" height="330" class="alignleft size-full wp-image-4386" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2025/01/edubox.png 594w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2025/01/edubox-300x167.png 300w" sizes="(max-width: 594px) 100vw, 594px" /></a><br />
Selama ini kita masih tergantung dari pasokan berita agensi dan media barat. Ini berbahaya, karena membuat warga masuk dalam polarisasi, sehingga ada kecenderungan untuk mencari informasi di media sosial yang sesuai dengan pandangan mereka, karena sudah terpapar polarisasi ini. <em>Peter Dahlgren (2009) dalam Media and Political Engagement</em> menyebut polarisasi itu adalah “cyberghettos” atau bermakna perkampungan terisolasi dalam dunia maya. Ini semacam menciptakan ruang gema yang berputar di situ situ saja mengelilingi sebuah kelompok pengguna.  Saat ini muncul ketergantungan media-media massa di Indonesia ke kantor kantor berita negara maju. Sebanyak 60% hingga 70% berita media di seantero dunia bersumber dari Associated Press (AP) yang beroperasi di 110 negara,  United Press International (UPI) beroperasi di  114 negara, Reuters milik Inggris beroperasi di 153 negara, dan Agence France Presse (AFP) di 147 negara. </p>
<p>Agar menciptakan perspektif yang adil dan sesuai sikap politik luar negeri bebas aktif.  Kita tidak saja menerima informasi dari negara barat tapi juga dari Russia atau China, dan yang lebih penting kita adalah leader, berdaulat dalam menciptakan narasi, bukan sekadar follower.  Ketika Presiden Prabowo Subianto menyampaikan di depan pemimpin negara negara D 8 di Kairo, semestinya menjadi International headline jika saja kita memiliki media yang mampu mengorkestrasi narasi secara global.  Kedaulatan media menjadi sangat penting untuk menghindari perangkap hegemoni dari kekuatan kekuatan dominatif di dunia.</p>
<p><strong>Kedaulatan Komunikasi sebagai Soft Power</strong><br />
Ujung dari semua ini adalah bagaimana kedaulatan komunikasi menjadi kebijakan soft power untuk memproyeksikan national brand di manca negara, sehingga media menjadi bagian dari soft power diplomacy dari Indonesia.  Wally Olins menulis dalam jurnalnya   <em>‘ Making  a National Brand ‘( The New Public Diplomacy : Soft Power in International Relations &#8211;  2005 ),</em> untuk program national brand perlu melibatkan dan mendapatkan dukungan dari media. Kita juga melihat ekspor K-Pop dan drama melalui KBS, media milik Korea Selatan. Selama ini drama Korea memiliki karakteristik berbeda terutama jika dibandingkan produk Amerika. Drama Korea lebih berisi nilai yang bisa diterima ke negara Asia lainnya, misalnya dengan nilai-nilai kekeluargaan. Sementara TRT Turki juga memproduksi drama seri kebesaran imperium Turki masa silam yang sekarang menjadi tontonan menarik di negara negara mayoritas muslim.  Dari contoh tersebut, maka media tidak saja berperan sebagai agen pemberitaan tetapi bertransformasi sebagai konten kreator.</p>
<blockquote><p>
<em>Joseph Nye</em> menggambarkan istilah soft power <em>( Soft power : The means to success in world politics  &#8211;  2004 )</em> sebagai kemampuan suatu negara untuk membujuk yang muncul dari daya tarik budaya, cita-cita politik, dan kebijakannya. Sementara hard power &#8211; kemampuan untuk memaksa yang tumbuh dari kekuatan militer atau ekonomi suatu negara.</p></blockquote>
<p><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2025/01/TV-e1737280155511.jpg"><img decoding="async" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2025/01/TV-e1737280155511.jpg" alt="" width="600" height="452" class="alignleft size-full wp-image-4388" /></a><strong>Aspek Regulasi</strong><br />
Kedaulatan komunikasi media di Indonesia diatur oleh sejumlah regulasi dan kebijakan Pemerintah yang bertujuan untuk melindungi kepentingan nasional serta memastikan media berfungsi dengan baik sebagai alat penyampaian informasi yang akurat dan berimbang.  Kita perlu memperbaharui sejumlah undang-undang seperti UU Penyiaran dan UU Pers yang usianya lebih dari 20 tahun serta tidak sesuai perkembangan jaman, terutama era media sosial. Pemerintah perlu mendorong kebijakan tentang keberagaman konten dan perlindungan terhadap hak konsumen media. </p>
<p>Perlu payung hukum Undang Undang Media Negara yang menggabung TVRI, RRI dan Antara. Media diharapkan berperan sebagai alat edukasi publik dan penyampai informasi yang akurat. Penyebutan klausul media negara menjadi penting untuk status penguatan Lembaga. Kemudian lembaga semacam Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Dewan Pers berfungsi  mengawasi dan memastikan bahwa media mematuhi regulasi tersebut.  Seberapa kuat kewenangan pengawasan ini, bisa dilihat studi kasus di Turki ketika otoritas regulasi media Turki semacam KPI yang bernama Radyo ve Televizyon Üst Kurulu (RTÜK) bisa meminta ke pengadilan  untuk memblokir akses ke layanan berita daring berbahasa Turki dari Deutsche Welle (DW) dan Voice of America (VOA) dengan dalih mereka tidak membayar lisensi sesuai yang diamanatkan aturan.</p>
<p><strong>Penutup</strong><br />
Tujuan utama Public Service Media adalah menyediakan berbagai konten berkualitas yang dapat diakses oleh publik yang beragam termasuk mancanegara. Liputan berita domestik dan internasional yang tidak memihak juga merupakan inti dari media publik untuk menginformasikan pemahaman global tentang dunia yang kompleks.  Media layanan publik juga dapat didefinisikan melalui komitmen mereka terhadap sejumlah prinsip utama seperti peran masyarakat sipil dalam menjaga akuntabilitas kepada publik, aksesbilitas yang menjangkau seluruh populasi, ketidakberpihakan dalam pemberitaan, kemandirian dalam organisasi, merepresentasi keberagaman, clearing house atas berita hoaks dan terakhir universalisme nilai nilai tayangan.</p>
<p>Namun, media publik memerlukan perlindungan hukum, tata kelola, peraturan yang ketat dan transparansi untuk menjaga independensi mereka dari campur tangan politik dan komersial, sementara sumber pendanaan publik ( biaya lisensi atau pajak ) disamping dana dari negara akan membantu memastikan bahwa mereka bertanggung jawab kepada publik. </p>
<p>Langkah-langkah menjaga kedaulatan komunikasi memerlukan dukungan yang kuat dari para pemimpin politik tentang peran yang dimainkan media publik. Upaya untuk memperkuat kedaulatan ini dilakukan dengan cara yang tidak melanggar hak-hak individu dan kebebasan sipil, serta harus berfokus pada penyampaian informasi yang adil dan seimbang kepada masyarakat. PSM sebagai media negara harus untuk menyeimbangkan antara kebebasan berekspresi dengan tanggung jawab sosial dan keamanan nasional. Hal ini juga sesuai komitmen Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia memiliki flagship media yang kuat, kredibel dan bisa membawa suara bangsa ke pentas dunia, serta menjadi organisasi media yang kompetitif dan inovatif dalam era globalisasi ini.</p><p>The post <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/media-negara-dan-kedaulatan-komunikasi/">Media negara dan kedaulatan komunikasi</a> first appeared on <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://blog.imanbrotoseno.com/media-negara-dan-kedaulatan-komunikasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peran TVRI dalam Penyiaran Nasional</title>
		<link>http://blog.imanbrotoseno.com/peran-tvri-dalam-penyiaran-nasional/</link>
					<comments>http://blog.imanbrotoseno.com/peran-tvri-dalam-penyiaran-nasional/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[iman]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Dec 2024 15:21:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERBANGSA]]></category>
		<category><![CDATA[REFLEKSI]]></category>
		<category><![CDATA[Media Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Multipleksing]]></category>
		<category><![CDATA[Penyiaran]]></category>
		<category><![CDATA[Public Service Media]]></category>
		<category><![CDATA[RTRI]]></category>
		<category><![CDATA[TV Publik]]></category>
		<category><![CDATA[TVRI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://blog.imanbrotoseno.com/?p=4373</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keberadaan televisi di era internet ini akhirnya terganggu – disrupted &#8211; oleh kehadiran media baru dimana mengubah pola masyarakat menonton televisi. Penonton tidak sepenuhnya terpaku oleh jam siaran dan waktu siaran. Di era internet orang bisa menonton TV kapan saja, dimana saja dan yang lebih penting adalah topik apa yang digemari. Abrahamson (2017) dalam tulisannya berjudul Social Media Is the New Television memaparkan bahwa saat ini media sosial menjadi televisi baru bagi khalayaknya khususnya kaum muda. Menurutnya, kaum muda sudah mulai menjauhi layar televisi. Perhatian penonton, papar Abrahamson semakin menjauhi layar televisi dan terus bergerak menuju perangkat seluler dan media sosial. Mengutip Insight Tubular, 87% generasi muda di Amerika menggunakan smartphone dan 92% dari mereka menjelajah di perangkat lain saat menonton program TV. Mereka sering menggunakan perangkat layar kedua untuk menghabiskan waktu di jejaring sosial, mengobrol tentang konten yang mereka tonton atau terlibat dengan konten yang berbeda. Teknologi internet ikut mempengaruhi terhadap perkembangan pertelevisian baik di tingkat nasional maupun global. Aspek positif penerapan teknologi Internet sangat membantu dalam aspek televisi sebagai fungsi informasi. Dalam produksi berita atau informasi, khalayak sangat diuntungkan karena segala informasi dapat disajikan dengan sangat cepat dan aktual. Berkat teknologi streaming, sebuah siaran tidak dibatasi lagi oleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/peran-tvri-dalam-penyiaran-nasional/">Peran TVRI dalam Penyiaran Nasional</a> first appeared on <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Keberadaan televisi di era internet ini akhirnya terganggu – disrupted &#8211; oleh kehadiran media baru dimana mengubah pola masyarakat menonton televisi. Penonton tidak sepenuhnya terpaku oleh jam siaran dan waktu siaran. Di era internet orang bisa menonton TV kapan saja, dimana saja dan yang lebih penting adalah topik apa yang digemari.  Abrahamson (2017) dalam tulisannya berjudul Social Media Is the New Television memaparkan bahwa saat ini media sosial menjadi televisi baru bagi khalayaknya khususnya kaum muda. Menurutnya, kaum muda sudah mulai menjauhi layar televisi. Perhatian penonton, papar Abrahamson semakin menjauhi layar televisi dan terus bergerak menuju perangkat seluler dan media sosial. </p>
<p>Mengutip Insight Tubular, 87% generasi muda di Amerika menggunakan smartphone dan 92% dari mereka menjelajah di perangkat lain saat menonton program TV. Mereka sering menggunakan perangkat layar kedua untuk menghabiskan waktu di jejaring sosial, mengobrol tentang konten yang mereka tonton atau terlibat dengan konten yang berbeda.</p>
<p>Teknologi internet ikut mempengaruhi terhadap perkembangan pertelevisian baik di tingkat nasional maupun global. Aspek positif penerapan teknologi Internet sangat membantu dalam aspek televisi sebagai fungsi informasi. Dalam produksi berita atau informasi, khalayak sangat diuntungkan karena segala informasi dapat disajikan dengan sangat cepat dan aktual. Berkat teknologi streaming, sebuah siaran tidak dibatasi lagi oleh sekat-sekat kewilayahaan.</p>
<p>Pada bagian tertentu teknologi baru ini berdampak secara positif, tetapi juga berdampak negatif kepada bisnis TV yang semakin tertekan dengan kehadiran streaming online. Banyaknya penyediaan konten yang tersedia secara online membuat audiens lebih cenderung untuk menonton melalui internet. Audiens merasa sudah tidak memerlukan TV untuk mencari informasi dan hiburan. Dengan demikian, mengubah lanskap cara menonton konten dan menyebabkan penurunan jumlah pemirsa yang menonton tayangan langsung di TV. Data Nielsen mencatat penonton siaran TV berkurang 5,4 % setiap tahun sementara disisi sebaliknya, tingkat penayangan streaming online semakin meningkat.</p>
<p>Data dari Asia Magnite, mengatakan bahwa 88% dari pengguna di Indonesia, atau sekitar 197 juta orang menggunakan open internet, dan terlibat dalam beragam aktivitas seperti streaming video, game, musik, serta membaca berita digital setidaknya dua kali dalam seminggu. Dalam fenomena ini maka industri TV tidak bisa mengabaikan terjadinya perubahan pola menonton audiens yang semakin bergeser ke TV terkoneksi internet. Ini membuat anggaran media untuk dialokasikan ke saluran digital dengan TV terkoneksi internet juga terus semakin membesar.<br />
<span id="more-4373"></span></p>
<p><strong>TVRI dalam perspektif kepublikan</strong><br />
<a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2024/12/Studio-TVRI-1-e1737280613587.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2024/12/Studio-TVRI-1-e1737280613587.jpg" alt="" width="600" height="337" class="alignleft size-full wp-image-4377" /></a>Sebagaimana prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ( RPJMN ) bahwa tugas dan fungsi TVRI adalah mewujudkan transformasi digital di bidang penyiaran meliputi membangun infrastruktur penyiaran digital dan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK ). Transformasi digital sudah dilakukan dengan migrasi dari siaran analog ke digital serta memasuki era media baru.</p>
<p>TV Swasta sudah memasuki ruang baru penyiaran ini karena salah satu perkembangan signifikan lainnya adalah pesatnya popularitas streaming TV seiring dengan meningkatnya popularitas layanan streaming yang diselingi iklan</p>
<p>Roadmap Pengembangan TVRI menjadi World Class Broadcaster dilakukan dalam  10 tahun yang meliputi 5 tahun pertama (2022-2026) meletakan fondasi yang kuat untuk Teknologi digital, kemudian dan 5 tahun kedua (2027-2031) menjadi pemain global dalam konten digital dunia. Apakah target ini terlalu muluk untuk diterapkan ? Hal itu tidak mustahil mengingat saat ini TVRI sudah memilki fondasi yang kuat menuju penyiaran kelas dunia.  Jaringan infrastruktur transmisi TVRI adalah yang terluas di Indonesia sampai wilayah pedalaman, pelosok dan perbatasa dengan menjangkau hampir 78 % populasi.  Dengan proyek Digitalization Broadcasting System berupa bantuan loan dari Perancis akan mengubah penampakan TVRI, berupa penambahan jaringan transmisi hingga 95 % dari coverage populasi, modernisasi studio di TVRI Nasional dan seluruh TVRI penyiaran daerah, serta peningkatan capacity building dalam segi sumber daya manusia.</p>
<p>TVRI telah melalui persimpangan jalan tersebut, kini harus cepat cepat memutuskan mengikuti arus zaman agar tidak tergerus kencangnya arus perkembangan teknologi. Sebelumnya dalam layanan TV konvensional, banyak kalangan kerap membandingkan konten TVRI yang dianggap kurang menarik minat masyarakat jika dibanding TV swasta. Sebagai lembaga penyiaran publik, TVRI bisa dibilang memperoleh kepemirsaan yang sangat kecil dibandingkan dengan lembaga penyiaran swasta dengan merujuk angka kepemirsaan yang rendah. Jika berkaca pada Nielsen, program program yang disukai masyarakat adalah drama sinetron. Memang hasil riset ini hanya menjadi referensi buat TVRI karena berbasis hasil responden di 11 kota besar saja, sementara pemirsa TVRI jauh melewati kota kota besar sampai pelosok negeri.</p>
<p>Apakah TVRI harus membuat program seperti swasta ? TVRI tidak harus bersaing dengan TV swasta karena konsep dan karakteristik media penyiaran publik sangat berbeda.   Penyiaran publik adalah penyiaran yang dimiliki negara, Pemerintah, organisasi publik sebagai tandingan swasta.  Penyiaran ini didalamnya ada ‘ pelayanan publik ‘ berupa penyebarluasan program kepentingan dan minat publik seperti pendidikan, budaya dan informasi yang membantu masyarakat dalam kehidupan sehari hari. Konsep yang digunakan adalah media audience as public, bukan sebagai konsumen.</p>
<p>Khalayak sebagai warga negara harus dididik, diberi informasi sekaligus dihibur. Dengan kata lain public harus dilayani sehingga mereka bisa menampulkan hak dan tugasnya secara demokratis. Dalam konteks ini TV publik tidak berkepentingan dengan hedonisme konsumen ( penyiaran komersial ).  Berbeda dengan TV swasta yang memandang konsep khalayak sebagai audience as market. Media memberikan informasi kepada warga hanya sebagai kepentingan pendukung. Tujuannya membuat konsumen sadar tentang produk dan jasa serta mengikat mereka dalam program hiburan.  </p>
<p>Pertanyaannya apakah TV Publik masih relevan dengan perkembangan jaman yang cepat bergerak ini. Dalam konteks inilah TV publik harus menjadi ajang percakapan semua lapisan masyarakat, sehingga semua pihak tergerak untuk memecahkan persoalan sehari-hari. Dalam konteks ini, bolehlah kita belajar dari BBC TV Publik Inggris yang mungkin merupakan TV Publik terbaik di dunia.</p>
<p>Dalam jurnal yang dirilis “ Statista “ tanggal 29 Juli 2024 di Amerika, ternyata BBC masih mendominasi 33 % dari seluruh khalayak pemirsa TV di Inggris. Kemudian diikuti oleh Lembaga penyiaran swasta ITV 20 %, dan Channel 4 sebesar 10,8 %. Konten produksi lembaga penyiaran Inggris ini pun berhasil menembus platform OTT internasional seperti Netflix dan Amazon. </p>
<p>Belum lama Pemerintah mengatur ketentuan pemberian alat kontrasepsi bagi siswa dan remaja. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 28 Tahun 2024 terkait pelaksanaan Undang-Undang No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Hanya saja tidak dilakukan sosialisasi yang terukur sehingga publik tidak mendapatkan pencerahan sesungguhnya, ditambah berita berita klik bait akhirnya hanya menyisakan tuduhan bahwa Pemerintah melegalkan seks bebas. Padahal Kementerian Kesehatan memastikan bahwa edukasi terkait kesehatan reproduksi, termasuk penggunaan kontrasepsi, hanya ditujukan kepada remaja yang sudah menikah dengan tujuan menunda kehamilan karena kesiapan calon ibu yang mungkin terbatas oleh masalah ekonomi atau kesehatan.</p>
<p>Berita diatas mengingatkan bagaimana BBC pernah mengangkat topik tentang rencana pemerintah Inggris untuk menyediakan dana bagi kampanye mempertahankan keperawanan bagi kaum (remaja) wanita, yakni dengan mengatakan &#8220;Tidak!&#8221; ketika diajak berhubungan intim oleh pasangannya. Acara yang dipandu mantan anggota parlemen Inggris, Robert Kilroy menjadi acara Talk Show paling menarik dan sekaligus mencerdaskan.</p>
<p>Sebenarnya banyak topik yang relevan dalam budaya kita yang bisa menjadi topik debat yang melibatkan masyarakat biasa di layar kaca, seperti kenaikan harga beras, bahaya zat pewarna dalam makanan, disiplin warga pada aturan, prostitusi remaja, kualitas pendidikan dll karena itu menyangkut hajat hidup orang banyak juga.</p>
<p>Bahkan TV publik harus memberikan perhatian kepada kelompok kelompok kelompok budaya, tradisi bahkan politik yang selama ini diabaikan ekosistem Pemerintahan. Dalam siarannya, TV publik harus melaporkan realitas di lapangan secara adil dan jujur dari pada hasil wawancara dengan tokoh-tokoh politik sehingga TV publik dapat mendorong masyarakat untuk bersimpati dengan kaum lemah. <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2024/12/Keberagaman-e1737280322108.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2024/12/Keberagaman-e1737280322108.jpg" alt="" width="600" height="342" class="alignleft size-full wp-image-4375" /></a></p>
<p>Lebih jauh lagi, TV publik bisa mencerdaskan masyarakat dengan ilmu pengetahuan. Salah satu program dengan nilai kepemirsaan tinggi di BBC adalah tentang science – ilmu pengetahuan dan perjalanan. TVRI adalah ruang untuk mempromosikan keragaman budaya Tndonesia dan pentingnya melestarikan tradisi. Hingga kini, kebanyakan karakter yang tergambar dalam TV Indonesia adalah perspektif Jakarta dan kelas menengah perkotaan dengan background  kelompok etnik dominan seperti Jawa dan Sunda. Jarang sekali menyinggung etnis etnis lainnya.</p>
<blockquote><p>Saat ini dengan kelincahan TV swasta untuk bersaing secara komersial membuat TVRI ketinggalan setidaknya dari segi anggaran. TVRI masih tergantung sepenuhnya dari APBN, yang mana anggaran TVRI hanya seujung kuku dibanding BBC yang anggarannya 90 T trilyun setahun atau NHK yang 70 Trilyun setahun. Namun TVRI masih memiliki kepercayaan di mata masyarakat sebagaimana laporan Reuters Institute Digital News Report 2024, nilai kepercayaan publik terhadap berita berita yang dikeluarkan di Indonesia &#8211; brand trust &#8211; adalah TVRI &#038; Kompas di urutan pertama dengan nilai 61 % kemudian disusul CNN dengan nilai 60 %.</p></blockquote>
<p>Sebenarnya dalam Peraturan Pemerintah diatas TVRI dimungkin untuk menarik iuran dari publik seperti masa orde baru dan sebagaimana BBC dan NHK melakukan sampai saat ini, Apakah Pemerintah ingin melihat melihat pola pola yang berlaku di negara lain. Turki pernah memasukkan komponen iuran untuk TRT &#8211; TV publik Turki &#8211; sekian persen dari iuran listrik warga walau sekarang dihapus dan diganti dengan pajak cukai yang dipungut dari setiap pembelian perangkat gadget dan seluler. Ini bentuk iuran warga yang dipungut secara tidak langsung, karena warga tidak pernah menyadari bahwa dari harga handphone yang dibelinya, ada sebagian komponen diambil Pemerintah untuk TV Publik. </p>
<p>Memang hal iuran TV masih sulit diwujudkan mengingat adanya resistensi dari masyarakat.  Ini yang membedakan dengan kultur masyarakat Inggris atau Jepang dimana mereka merasa TV publik sebagai representasi mereka sehingga tidak berkeberatan untuk membayar iuran.</p>
<p>Salah satu cara meningkatkan pendapatan adalah menaikan harga rate iklan. Saat ini TVRI boleh berjualan slot iklan atau blocking time dalam siarannya, hanya saja harga itu sangat murah karena dibatas aturan Pemerintah terkait PNBP.  TVRI mempunyai potensi yang luar biasa terutama dengan jaringan infrastruktu transmisi di seluruh negeri yang membuat jangkauan siaran TVRI jauh lebih luas dari TV swasta.  TVRI juga memiliki 34 stasiun penyiaran daerah yang independen dan bisa membuat konten konten lokal sendiri.</p>
<p>Bahkan dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah No 4/2024 awal tahun ini merupakan momentum buat TVRI untuk bergerak lebih lincah karena Pemerintah memberikan keleluasaan  operasional kepada direksi tanpa harus direcoki konflik konflik dengan dewan pengawas sebagaimana kerap terjadi di masa lalu.  Optimalisasi asset –  tanah TVRI di seluruh Indonesia  rata rata terletak di area premium, sewa mux ( transmisi penyiaran ), kerja sama siaran dengan stake holder maupun swasta semua dimungkin untuk menambah pemasukan PNBP untuk negara.</p>
<p>PP TVRI yang baru juga memuat ketentuan pendelegasian kewenangan pembinaan kepegawaian dari Presiden ke Direktur Utama. Selama ini status pegawai TVRI adalah pegawai Kementerian Kominfo yang “ ditugaskan “ di TVRI sehingga menyulitkan pembinaan internal, karena kadang pegawai yang dipasok kurang sesuai dengan kebutuhan TVRI. Dengan adanya penguatan dari Presiden, maka kedepan TVRI bisa mengelola kepegawaiannya, termasuk melakukan rekruitmen dan melakukan desain kebutuhan pegawai sendiri.<br />
<strong><br />
Perubahan Lembaga Penyiaran Publik menuju Public Service Media</strong><br />
Revisi UU Penyiaran yang sudah lebih berusia 20 tahun harus segera dilakukan agar penyiaran publik bisa sejalan dengan konvergensi media sebagai ekses dari kemajuan  teknologi,  khususnya  dari  munculnya  Internet  dan  digitalisasi informasi. Kelak UU Penyiaran yang baru, harus membuka ruang untuk lahirnya satu undang-undang khusus, yakni UU RTRI ( Radio Televisi Republik Indonesia ), sehingga menjadi proteksi bagi lembaga penyiaran publik sebagai media utama.  </p>
<p>Kendati demikian di tengah perkembangan industri media saat ini terdapat tantangan yang cukup besar untuk menarik perhatian konsumen. Sebab, dewasa ini masyarakat digempur dengan jutaan konten dari berbagai channel sedangkan perhatian mereka cukup terbatas. Sehingga diperlukan pendekatan multi channel dari seluruh rangkaian kegiatan teresterial dan digital melalui internet. Penonton akan tertarik pada layanan streaming karena tayangannya yang berkualitas tinggi, serta mampu menghadirkan beragam konten yang baru dan inovatif. Termasuk mengaitkan program televisi dengan percakapan media sosial  sebagai bagian dari komunikasi publik. </p>
<p>Sebagai Public Service Media bisa menyediakan ruang ruang publik di dunia maya untuk mendiskusikan berbagai hal, termasuk politik secara demokratis. Media sosial, menurut Jae Kook Lee (2014) dalam Social Media, Network Heterogeneity, and Opinion Polarization, membuat orang bisa dengan bebas tanpa sekat untuk memaparkan pandangan yang berbeda, walau di sisi lain muncul kekhawatiran media sosial justru menghasilkan masyarakat yang kian terpecah belah akibat polarisasi pandangan yang semakin hari semakin keras.<br />
Meskipun demikian para ahli komunikasi massa masih punya keyakinan bahwa TV tidak akan mati karena media sosial tidak memproduksi konten, tetapi hanya menyiarkan konten. Televisilah yang memproduksi konten tersebut.</p>
<p>Untuk itu penggabungan RRI dan TVRI merupakan keniscayaan, sebagai bagian dari perubahan konsep penyiaran publik menuju Public Service Media sebagaimana terjadi di negara negara lain yang sudah menggabungkan TV, Radio dan Internet sekaligus.  Konvergensi media ini menyatukan 3 C &#8211; Computing, Communication, dan Content) yang akan menyatukan aspek informasi komputer, jejaring telekomunikasi, dan penyedia konten ( termasuk disini Televisi, penerbit buku, koran, majalah, radio, musik, film, dan hiburan ). Pada akhirnya, perubahan teknologi dan peningkatan penggunaan internet tidak serta merta membuat  “ televisi “ sebagai sebuah konsep yang sedang sekarat, namun sebaliknya justru televisi edang mengalami revolusi akibat budaya digital yang dikaitkan dengan percepatan perubahan sosial masyarakat.</p>
<p>Memasuki usianya yang ke 62, TVRI bisa tetap kompetitif dan mengambil porsi pasarnya, dengan mengembangkan inovasi serta menawarkan pengalaman menonton yang lebih menarik. Dunia pertelevisian memiliki peran yang signifikan dalam budaya kita, baik dari segi hiburan maupun informasi. Secara umum meningkatkan keragaman representasi, dan mengutamakan kualitas agar bisa meningkatkan dampak positif industri  pertelevisian.  Dari perspektif analitis, konvergensi media dipengaruhi oleh konvergensi teknologi untuk layanan terkoneksi yang inovatif. Konvergensi juga mengarah pada konvergensi unit usaha seperti media, komunikasi dan internet. Sektor media massa inti seperti pers dan penyiaran yang tidak mau mengikuti perkembangan telekomunikasi dan internet akan terkucilkan dari perkembangan jaman.</p><p>The post <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/peran-tvri-dalam-penyiaran-nasional/">Peran TVRI dalam Penyiaran Nasional</a> first appeared on <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://blog.imanbrotoseno.com/peran-tvri-dalam-penyiaran-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang Bapa Paus</title>
		<link>http://blog.imanbrotoseno.com/selamat-datang-bapa-paus/</link>
					<comments>http://blog.imanbrotoseno.com/selamat-datang-bapa-paus/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[iman]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 16:54:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AGAMA]]></category>
		<category><![CDATA[BERBANGSA]]></category>
		<category><![CDATA[REFLEKSI]]></category>
		<category><![CDATA[TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Wahib]]></category>
		<category><![CDATA[Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Paus Fransiskus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://blog.imanbrotoseno.com/?p=4363</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam rapat lintas Kementerian dan Lembaga untuk menyambut kedatangan Paus Fransiskus di Hotel Borobudur disebutkan bahwa Vatikan meminta Toyota Inova dan menolak Mercedes yang disediakan Pemerintah Indonesia. Pak Suparman, Dirjen Bimas Katolik yang duduk disebelah saya berbisik, “ Supir Paus akan dilatih paspampres selama seminggu untuk membiasakan mengemudikan Toyota Innova dan sekaligus mengenal jalan jalan Jakarta “. Ini memang bukan hal luar biasa, karena setelah ditahbiskan menjadi pemimpin umat Katolik sedunia. Ia menolak memakai mobil dinas jenis BMW dan Mercedes yang digunakan pendahulunya, ia justru memilih menggunakan mobil bekas jenis Renault keluaran tahun 1984. Kardinal Bergoglio yang berasal dari Argentina itu kemudian memilih Fransiskus sebagai nama regnalnya. Nama kepausan itu diambil dari Fransiskus dari Asisi. Santo Fransiskus adalah salah satu tokoh yang paling dihormati dalam Katolik karena kerendahan hatinya serta semangat pengabdian pada kaum papa. Selama berabad-abad, paus hanya membasuh kaki pria sebelum Jumat Agung. Namun Paus mendobrak tradisi itu. Ia membasuh dan mencium kaki salah satu narapidana perempuan di penjara di Casal del Marmo, Roma, Italia, Kamis, 28 Maret 2013. Tahanan itu seorang muslim Serbia yang tengah menjalani proses hukuman di Italia. Paus Fransiskus kembali membuat pernyataan yang kontroversial bagi umat Katolik. Dalam wawancara dengan harian terbitan Italia, La [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/selamat-datang-bapa-paus/">Selamat Datang Bapa Paus</a> first appeared on <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam rapat lintas Kementerian dan Lembaga untuk menyambut kedatangan Paus Fransiskus di Hotel Borobudur disebutkan bahwa Vatikan meminta Toyota Inova dan menolak Mercedes yang disediakan Pemerintah Indonesia.  Pak Suparman, Dirjen Bimas Katolik yang duduk disebelah saya berbisik, “ Supir Paus akan dilatih paspampres selama seminggu untuk membiasakan mengemudikan Toyota Innova dan sekaligus mengenal jalan jalan Jakarta “.</p>
<p>Ini memang bukan hal luar biasa, karena setelah ditahbiskan menjadi pemimpin umat Katolik sedunia. Ia menolak memakai mobil dinas jenis BMW dan Mercedes yang digunakan pendahulunya, ia justru memilih menggunakan mobil bekas jenis Renault keluaran tahun 1984.</p>
<p>Kardinal Bergoglio yang berasal dari Argentina itu kemudian memilih Fransiskus sebagai nama regnalnya. Nama kepausan itu diambil dari Fransiskus dari Asisi. Santo Fransiskus adalah salah satu tokoh yang paling dihormati dalam Katolik karena kerendahan hatinya serta semangat pengabdian pada kaum papa.</p>
<p>Selama berabad-abad, paus hanya membasuh kaki pria sebelum Jumat Agung. Namun Paus mendobrak tradisi itu. Ia membasuh dan mencium kaki salah satu narapidana perempuan di penjara di Casal del Marmo, Roma, Italia, Kamis, 28 Maret 2013. Tahanan itu seorang muslim Serbia yang tengah menjalani proses hukuman di Italia.<br />
<span id="more-4363"></span></p>
<p>Paus Fransiskus kembali membuat pernyataan yang kontroversial bagi umat Katolik. Dalam wawancara dengan harian terbitan Italia, La Repubblica, 9 Oktober 2013. Paus asal Argentina itu meyakini akan adanya Tuhan namun, bukan Tuhan Katolik. &#8220;Tuhan bukan Katolik. Tuhan adalah universal, dan kita adalah umat Katolik karena cara kita memuja Dia,&#8221; ujar Paus. Barangkali ini seperti Konsili Vatikan II tahun 1965 yang membongkar prinsip Extra Ecclesiam Nulla Salus &#8211; Tidak ada keselamatan di luar Gereja.</p>
<p>Ia aktif dalam mempromosikan dialog antar agama, mengunjungi tempat-tempat suci dan berdialog dengan pemimpin agama lain. Paus merasa marah dan muak  terhadap pembakaran Al Qur’an di Swedia.  Ia mengutuk dan menolak mengizinkan tindakan tersebut sebagai bentuk kebebasan berbicara. Bahkan Paus Fransiskus bertemu dengan keluarga-keluarga Palestina, pada Rabu 22 November 2023, di kediamannya di Vatikan, di mana dia menggambarkan situasi di Gaza sebagai tindakan genosida.</p>
<p>Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, mengatakan bahwa menjadi homoseksual bukanlah kejahatan, dan menyerukan untuk diakhirinya undang-undang yang melarang homoseksualitas. Ia mengundang sekelompok perempuan transgender, banyak di antaranya adalah pekerja seks atau migran dari Amerika Latin, pada jamuan makan siang di Vatikan untuk memperingati “ Hari Orang Miskin Sedunia “ November 2023 silam.  Meski demikian, Paus mengatakan bahwa homoseksual adalah dosa. Namun ketika Paus harus memberi pernyataan terkait pilihan seks tertentu, “ Ketika seorang gay mencari Tuhan, siapakah saya berani menghakimi ? “.</p>
<blockquote><p>Paus Fransiskus ditanya anak kecil bernama Emanuelle: Ayahnya atheis meninggal dunia. Tapi sebelumnya dia menyuruh anak anaknya dibaptis. Apakah ayahnya akan masuk surga ? Jawaban Paus ini sangat menyentuh hati. <em>Its God who decides</em>.  Apakah Tuhan akan meninggalkan lelaki yang baik itu ? Tuhan tentu akan senang dengan Tindakan ayahmu. Berdoalah untuk ayahmu.</p></blockquote>
<p>Kardinal Justinus Darmoyuwono dalam wawancara dengan Majalah Tempo, mengatakan orang atheis bisa masuk surga jika dia berbuat baik. Apakah kita mesti terkurung dalam pagar agama untuk semangat kemanusiaan. Apakah Kardinal in juga menggugat mengapa diciptakan manusia berbeda etnis, agama kalau pada akhirnya juga menuju sebuah jalan yang sama padaNya. </p>
<p>Saya percaya Paus adalah orang baik ketika ia melewati seorang suster yang menunggu di pinggir jalan. Suster itu menangis terharu, seolah tak percaya Paus membuka jendela dan melambaikan tangan dengan senyum tulus.</p>
<p>Tiba tiba saya teringat catatan harian Ahmad Wahib di bulan September 1969, tentang persahabatannya dengan teman  teman asramanya yang beragama Katolik.  Ia memang tinggal di Asrama Katolik <em>Realino</em> di Jogjakarta. Bagaimana dia bisa bergaul akrab dengan pastor pastor. Ahmad Wahib juga tak ragu memboncengkan seorang suster ke gerejanya. Pemuda kelahiran Sampang, Madura ini seperti menggugat.  Haruskah aku memusuhi mereka yang bukan Islam dan sampai hatikah Tuhan memasukan mereka ke dalam api neraka ? </p>
<p>Ini adalah penggalan dari catatan harian yang menggetarkan dari seorang pluralis. Tentu Paus Fransiskus akan menganggap Ahmad Wahib masuk surga juga. Saya mengutipnya, karena catatan harian saat itu , berisi pergulatan pemikirannya tentang pluralisme dan masih relevan ketika persoalan keragaman masih menjadi issue bangsa ini. Mempersaingkan religi, memaksakan kesamaan, menarik garis mungkin menjadi suplemen kebencian.</p>
<p>Selamat datang Bapa suci di bumi Pancasila.</p><p>The post <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/selamat-datang-bapa-paus/">Selamat Datang Bapa Paus</a> first appeared on <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://blog.imanbrotoseno.com/selamat-datang-bapa-paus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melawan Ekspor Paksa</title>
		<link>http://blog.imanbrotoseno.com/melawan-ekspor-paksa/</link>
					<comments>http://blog.imanbrotoseno.com/melawan-ekspor-paksa/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[iman]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2023 13:07:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERBANGSA]]></category>
		<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[ENERGI & PERTAMBANGAN]]></category>
		<category><![CDATA[SOEKARNO]]></category>
		<category><![CDATA[jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Nikel]]></category>
		<category><![CDATA[Perdagangan Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[WTO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://blog.imanbrotoseno.com/?p=4349</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hasil putusan sidang di Organisasi Perdagangan Dunia ( WTO ) menyatakan Indonesia melanggar ketentuan WTO terkait dengan kebijakan larangan ekspor dan hilirisasi biji nikel dalam negeri. Indonesia dianggap melanggar ketentuan WTO Pasal XI.1 GATT 1994 dalam sengketa yang terdaftar pada dispute settlement (DS) 592. Terkait Indonesia yang kalah gugatan di WTO, Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menyatakan Pemerintah akan melakukan banding atas putusan tersebut. Dengan tegas Jokowi melihat Indonesia memiliki potensi keuntungan yang besar dalam hal menciptakan produk turunan produksi baterai kendaraan listrik. Semua ini akan membawa nilai tambah pemasukan negara yang sebelumnya Indonesia hanya mendapatkan Rp 19 &#8211; 20 triliun per tahun dari ekspor nikel mentah. Namun, setelah dilakukan hilirisasi, nilai ekspor Nikel melonjak tajam menjadi Rp 300 triliun per tahun. Jokowi menegaskan bahwa pemerintah tak akan menyerah begitu saja. Dia pun membandingkan langkah Uni Eropa tersebut dengan era penjajahan Belanda yang menerapkan sistem tanam paksa. “Hati-hati. Dulu zaman VOC, zaman kompeni, itu ada yang namanya kerja paksa, ada yang namanya tanam paksa. Zaman modern ini muncul lagi, ekspor paksa. Ekspor paksa. Kita dipaksa untuk ekspor,” kata Jokowi dalam sambutannya pada CEO Forum XIII bertajuk &#8216;Tantangan dan Langkah Percepatan Pemulihan 2023&#8217; di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/12/2022). Perlawanan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/melawan-ekspor-paksa/">Melawan Ekspor Paksa</a> first appeared on <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hasil putusan sidang di Organisasi Perdagangan Dunia ( WTO ) menyatakan Indonesia melanggar ketentuan WTO terkait dengan kebijakan larangan ekspor dan hilirisasi biji nikel dalam negeri. Indonesia dianggap melanggar ketentuan WTO Pasal XI.1 GATT 1994 dalam sengketa yang terdaftar pada dispute settlement (DS) 592.</p>
<p>Terkait Indonesia yang kalah gugatan di WTO, Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menyatakan Pemerintah akan melakukan banding atas putusan tersebut.  Dengan tegas Jokowi melihat Indonesia memiliki potensi keuntungan yang besar dalam hal menciptakan produk turunan produksi baterai kendaraan listrik. Semua ini akan membawa nilai tambah pemasukan negara yang sebelumnya Indonesia hanya mendapatkan Rp 19 &#8211; 20 triliun per tahun dari ekspor nikel mentah. Namun, setelah dilakukan hilirisasi, nilai ekspor Nikel melonjak tajam menjadi Rp 300 triliun per tahun.</p>
<p>Jokowi menegaskan bahwa pemerintah tak akan menyerah begitu saja. Dia pun membandingkan langkah Uni Eropa tersebut dengan era penjajahan Belanda yang menerapkan sistem tanam paksa.<br />
 “Hati-hati. Dulu zaman VOC, zaman kompeni, itu ada yang namanya kerja paksa, ada yang namanya tanam paksa. Zaman modern ini muncul lagi, ekspor paksa. Ekspor paksa. Kita dipaksa untuk ekspor,” kata Jokowi dalam sambutannya pada CEO Forum XIII bertajuk &#8216;Tantangan dan Langkah Percepatan Pemulihan 2023&#8217; di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/12/2022).</p>
<p>Perlawanan Jokowi ini mengingatkan Bung Karno yang menolak eksplorasi habis habisan sumber daya mineral Indonesia oleh bangsa asing. “ Biarlah kita menunggu sampai Indonesia memiliki insinyur insinyur sendiri “,  begitu katanya kepada Waperdam Chaerul Saleh yang mendesak agar daerah konsensi di perluas, artinya ia memikirkan bahwa hasil tambang ini semestinya dinikmati rakyat Indonesia sendiri.<br />
<span id="more-4349"></span></p>
<p>Dalam buku <em>“ The New Ruller of the World “</em>, John Pilger menggambarkan konferensi di Geneva, Swiss November tahun 1967. Dikatakan, menyusul diperolehnya hadiah terbesar ( baca : turunnya Bung Karno ). The Time Life Corporation mensponsori konferensi istimewa yang dalam waktu 3 hari merancang mengambil alih kekayaan Indonesia.</p>
<p>Para pesertanya terdiri kapitalis kapitalis paling berkuasa di dunia seperti David Rocklefeller, General Motors, Imperial Chemical Industries, British American Tobacco, Bristish Leyland, American Express, Goodyear, Siemens, US Steel, International Paper Corporation, AT &#038; T, Caltex, perusahaan minyak, perbankan dan industri pertambangan lainnya.</p>
<p>Diseberang meja, duduk peserta dari Indonesia, yakni para ekonom ekonom serta Jenderal Ibnu Soetowo yang menghubungkan para industrialis barat dengan Soeharto, pemimpin baru Indonesia. Ibnu Soetowo yang saat itu sebagai Menteri Pertambangan &#038; Perminyakan diperkenalkan kepada korporasi asing melalui Julius Tahija.<br />
Para CEO CEO korporasi ini sudah mempunyai amunisi, yakni UU Penanaman Modal Asing 1967 yang sangat pro investor. UU yang ditandatangani bulan April 1967, memang dibuat terburu buru dan langsung disodorkan ke Jenderal Soeharto.</p>
<p><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2023/02/Jokowi-Freeport-e1676120362441.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2023/02/Jokowi-Freeport-e1676120362441.jpg" alt="" width="500" height="281" class="alignleft size-full wp-image-4350" /></a>Saat itu Rocklefeller banyak mendiktekan klausul klausul Undang Undang ini yang sangat menguntungkan mereka. Ia sudah berperan seperti Gubernur Van Imhoff yang menyodorkan Perjanjian Ponorogo kepada Mataram tahun 1743. Jika waktu itu VOC bisa memaksa Mataram untuk tidak berlayar atau membuat kapal. UU PMA juga memaksa pembebasan pajak untuk jangka waktu 5 tahun pertama.</p>
<p>Walhasil dalam 3 hari itu Indonesia dibagi bagi untuk para korporasi asing. Freeport mendapat bukit tembaga di Papua ( walau penghasilan terbesarnya justru dari emas ), sebuah konsorsium Eropa mendapatkan nikel. Raksasa Alcoa mendapatkan bauksit. Sekelompok perusahaan Amerika, Eropa dan Jepang mendapatkan kayu kayu dari hutan di Sumatera dan Kalimantan. Masih banyak lagi. Pembagian ini sangat rinci dan tidak menyisakan daerah konsensi kosong.</p>
<p>Langkah penolakan Jokowi sekali lagi menunjukan keberanian untuk berdikari dalam ekonomi seperti sikap politik Bung Karno dalam butir butir Trisakti yakni berdaulat di bidang politik, berdikari berdiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan.  Sudah sekian lama kita dijajah oleh kesewenangan korporasi asing terhadap pengelolaan sumber daya mineral kita. </p>
<p>Tahun 1976, ketika produksi minyak Caltex masih hampir sejuta barel sehari, kita sudah ketakutan meminta Caltex memberi potongan satu dollar dari keuntungan Caltex yang waktu itu masih AS $ 2,30 untuk setiap barrel minyak yang mereka hasilkan.<br />
Kita sempat tak punya gigi untuk meminta jatah yang lebih baik dari Freeport. Waktu itu tak terbayangkan meminta jatah dari 90,64 persen saham mereka untuk dialihkan ke dalam negeri. Membayangkan merevisi perjanjian kontrak karya saja, kita tidak berani. </p>
<blockquote><p>Tidak salah kalau kontrak politik antara VOC dan Mataram, ratusan tahun kemudian dianggap direpresentasikan dalam kontrak karya pertambangan. Hampir puluhan tahun UU Pertambangan menempatkan posisi perusahaan sejajar dengan negara. Perubahan harus disetujui keduabelah pihak. Bahkan bisa jadi perusahaan lebih kuat kedudukannya dari negara, sehingga negara dipaksa tutup mata kalau hasil sampingan Freeport, yakni Emas – lebih besar daripada tembaga.<br />
Dengan disetujuinya Undang Undang pertambangan, maka posisi negara berubah menjadi lebih kuat diatas perusahaan. Karena ia memangku status pemberi izin. Kalau diartikan bisa sewaktu waktu mencabut izin itu. Sehingga Jokowi bisa memaksa membeli  51 persen saham atas nama Indonesia.</p></blockquote>
<p>Seperti perjuangan menguasai Freeport. Kini sekali lagi Jokowi akan terus melawan, menolak kesewenang wenangan asing yang memaksa Indonesia membuka keran ekspor nikel mentah. Mereka merasa bangsa Indonesia seharusnya sudah cukup puas dengan penerimaan hasil ekspor nikel mentah dan atas nama liberalisasi perdagangan. Mereka merasa berhak menikmati keuntungan yang berlimpah ruah dari hasil turunan produk nikel milik Indonesia.  Bung Karno pernah mengkritik pola pikir imperialisme yang seolah mengatakan bangsa Indonesia sudah cukup hidup segobang sehari.</p>
<p>Penolakan terhadap sikap Indonesia, secara tidak langsung menunjukan negara negara tersebut menjadi agen kapitalisme, ketika kepentingan korporasi masuk melalui negara. Seperti yang digambarkan Bung Karno puluhan tahun lalu dalam eksepsinya di Pengadilan kolonial. “ Imperialisme adalah politik luar negeri yang tidak bisa dielakan dari negara negara yang mempunyai kapitalisme keliwat matang. Yang dimaksud mereka ialah kapitalisme dengan pemusatan perusahaan perusahaan yang dijalankan sampai sejauh jauhnya “.</p>
<p>Jadi tak salah juga kalau kita berpikir “ Mining is God’s way of saying that you’re making too much money “. Selalu saja ada kepentingan dibalik itu dan perusahaan perusahaan raksasa dengan tenang dan tersenyum menunggu saat yang tepat untuk kembali menguasai negeri jajahan melalui barang dan produk olahan mereka.</p>
<p>Kemungkinan bentrokan kepentingan itu sudah diprediksi dalam buku  “ GATT dan WTO : Sistem, Forum dan Lembaga Internasional di Bidang Perdagangan “ ( 1996 ) karya Kartodjoemana. Dimana pengaruh positif dari bergabungnya Indonesia dalam organisasi WTO adalah Indonesia mendapatkan perlindungan dalam kegiatan perdagangan internasional. Indonesia diuntungkan dengan meluasnya pangsa pasar bagi komoditas-komoditas ekspor Indonesia.<br />
Namun berbergabungnya Indonesia dalam WTO juga memberikan dampak negatif, yaitu Industri Indonesia kalah bersaing dengan industri-industri negara maju dalam konteks perdagangan internasional, selain munculnya ketergantungan terhadap produk-produk negara maju dan cendurung merugikan Indonesia.</p>
<p>Perlawanan Jokowi terhadap dampak globalisasi seperti sudah diingatkan Joseph E. Stiglitz, peraih nobel tahun 2001 bidang ekonomi dalam bukunya “ Making Globalization Work “ (2006 ). Mantan Ketua Dewan Penasihat Ekonomi Bill Clinton dan Kepala ekonomi di Bank Dunia itu berpendapat bahwa globalisasi memberikan janji besar untuk kebaikan, tetapi aturan tatanan ekonomi internasional yang dirancang oleh negara-negara kaya justru untuk melayani kepentingan mereka. Sehingga mereka tidak adil dalam ekosistem perdagangan.</p>
<p>Stiglitz mengatakan negara maju memanipulasi aturan perdagangan internasional untuk melindungi pabrik dan petani mereka dari produsen yang lebih efisien di negara berkembang. Perusahaan multinasional menghindari tanggung jawab atas kerusakan yang mereka lakukan. Sementara itu, sistem keuangan internasional, yang dipimpin oleh IMF, memberi penghargaan kepada pemberi pinjaman yang boros (yang kaya) dan menghukum debitur yang malang ( yang miskin).<br />
Stiglitz sering memunculkan konsep eksternalitas yang negatif, seperti biaya yang dibebankan Individu, perusahaan, atau negara pada bangsa lain, atau bagaimana kelompok yang berkepentingan di negara maju mendapatkan keuntungan dari bantuan dari pemerintah mereka, tetapi bantuan ini mengorbankan orang di negara berkembang yang mencoba untuk bersaing. Misal ribuan petani kapas Amerika yang kaya mendapat miliaran dolar dari subsidi pemerintah walaupun ini menekan harga kapas dunia, yang semakin memiskinkan jutaan petani kapas di Afrika.</p>
<p><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2023/02/VOC-e1676120695378.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2023/02/VOC-e1676120695378.jpg" alt="" width="400" height="200" class="alignleft size-full wp-image-4353" /></a>Stiglitz berpendapat bahwa kepentingan khusus telah mendistorsi tatanan ekonomi dunia dan lembaga internasional yang menjalankannya. Solusi yang disukainya adalah reformasi skala besar di lembaga internasional yang ada dan pembentukan lembaga baru seperti sistem cadangan global — untuk membuat perdagangan lebih adil.</p>
<p>Jokowi mendobrak tatanan baru perdagangan Internasional dengan mengajarkan untuk melihat kepentingan bangsa. Jokowi akan terus memegang janji itu dengan tidak akan membiarkan bangsa ini hanya menjadi target market dari produk produk yang ironisnya dihasilkan dari bumi Indonesia sendiri. Kita bisa mencemooh Hugo Chavez karena keberaniannya menasionalisasi perusahaan perusahaan asing. Alasannya karena bisa menghambat investasi. Padahal kita lupa, ketika kelak suatu hari tiba dimana hasil tambang mineral habis. Kita sudah tidak punya apa apa lagi untuk dikelola. </p>
<p>Sampai sekarang kata kata Bung Karno akan selalu terngiang ngiang, mengingatkan kita untuk jangan menjadi bangsa kuli <strong>“ …. dan sejarah akan menulis disana, diantara benua Asia dan benua Australia, antara lautan Teduh dan lautan Indonesia, adalah hidup suatu bangsa yang mula mula mencoba untuk hidup kembali sebagai bangsa. Akhirnya kembali menjadi satu kuli diantara bangsa bangsa – kembali menjadi een natie van koelies, en een kolie onder de naties. “</strong></p>
<p>Kita memang harus berani bersuara untuk mengubah tatanan dunia yang tidak adil ini. Kelak sejarah akan mengajarkan bahwa kita memang bukan bangsa kuli karena berani mengelola hasil bumi sendiri demi kemakmuran rakyat.</p><p>The post <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/melawan-ekspor-paksa/">Melawan Ekspor Paksa</a> first appeared on <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://blog.imanbrotoseno.com/melawan-ekspor-paksa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bung Karno &#038; TVRI</title>
		<link>http://blog.imanbrotoseno.com/bung-karno-tvri/</link>
					<comments>http://blog.imanbrotoseno.com/bung-karno-tvri/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[iman]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 May 2021 23:38:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERBANGSA]]></category>
		<category><![CDATA[OLAHRAGA]]></category>
		<category><![CDATA[SEJARAH]]></category>
		<category><![CDATA[SOEKARNO]]></category>
		<category><![CDATA[TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[Aset TVRI]]></category>
		<category><![CDATA[Asian Games]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Karno]]></category>
		<category><![CDATA[Maladi]]></category>
		<category><![CDATA[Sukarno]]></category>
		<category><![CDATA[TVRI]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan TVRI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.imanbrotoseno.com/?p=4140</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ide tentang siaran Televisi sudah dipikirkan Bung Karno sebelum Pemilu tahun 1955. Hanya saja situasi politik saat itu masih belum mengijinkan pembentukan televisi nasional dan proyek itu masih dianggap terlalu mahal, sehingga harus ditunda.  Tapi menjelang perhelatan Asian Games IV tahun 1962, mantan Menteri Olahraga Maladi mengingatkan kembali Bung Karno tentang pentingnya kehadiran televisi. Maladi percaya bahwa siaran olahraga melalui televisi akan membangkitkan nasionalisme dan kebanggaan bangsa yang sempat dikacaukan berbagai gejolak pada awal kemerdekaan Indonesia.  Bung Karno saat itu melihat tidak ada masalah dengan pendanaan karena Indonesia memilki dana pampasan perang dari Jepang. Dengan televisi, masyarakat di pelosok tanah air tak cuma mendengar suara tapi bisa melihat bagaimana para atlet Indonesua berjuang di pentas olahraga terbesar Asia itu.  Sebagai seorang yang sudah keliling dunia, tentu Bung Karno paham bagaimana peran televisi, sebagai sebuah sarana untuk menunjukan kebesaran bangsa Indonesia ke seluruh dunia. Ia menggambarkan televisi sebagai alat untuk pembangunan bangsa, revolusi, dan pembentukan manusia Indonesia.   Pada 23 Oktober 1961, Bung Karno mengirimkan telegram dari Wina, Austria kepada Maladi. Isinya, memerintahkan kepada mantan kiper nasional yang dipercaya menjadi Menteri Penerangan untuk mendirikan stasiun televisi di Indonesia. Dalam telegramnya, Presiden Sukarno memutuskan agar proses pembangunan diserahkan kepada Nippon Electric Company [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/bung-karno-tvri/">Bung Karno & TVRI</a> first appeared on <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ide tentang siaran Televisi sudah dipikirkan Bung Karno sebelum Pemilu tahun 1955. Hanya saja situasi politik saat itu masih belum mengijinkan pembentukan televisi nasional dan proyek itu masih dianggap terlalu mahal, sehingga harus ditunda. </p>



<p>Tapi menjelang perhelatan Asian Games IV tahun 1962, mantan Menteri Olahraga <strong><em>Maladi </em></strong>mengingatkan kembali Bung Karno tentang pentingnya kehadiran televisi. Maladi percaya bahwa siaran olahraga melalui televisi akan membangkitkan nasionalisme dan kebanggaan bangsa yang sempat dikacaukan berbagai gejolak pada awal kemerdekaan Indonesia. </p>



<p>Bung Karno saat itu melihat tidak ada masalah dengan pendanaan karena Indonesia memilki dana pampasan perang dari Jepang. Dengan televisi, masyarakat di pelosok tanah air tak cuma mendengar suara tapi bisa melihat bagaimana para atlet Indonesua berjuang di pentas olahraga terbesar Asia itu. </p>



<p>Sebagai seorang yang sudah keliling dunia, tentu Bung Karno paham bagaimana peran televisi, sebagai sebuah sarana untuk menunjukan kebesaran bangsa Indonesia ke seluruh dunia. Ia menggambarkan televisi sebagai alat untuk pembangunan bangsa, revolusi, dan pembentukan manusia Indonesia.  </p>



<p><span id="more-4140"></span></p>



<p>Pada 23 Oktober 1961, Bung Karno mengirimkan telegram dari Wina, Austria kepada Maladi. Isinya, memerintahkan kepada mantan kiper nasional yang dipercaya menjadi Menteri Penerangan untuk mendirikan stasiun televisi di Indonesia. Dalam telegramnya, Presiden Sukarno memutuskan agar proses pembangunan diserahkan kepada <em>Nippon Electric Company (NEC).</em></p>



<div class="wp-block-image">
<figure class="alignleft size-large is-resized"><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2021/05/BK-GBK.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-4154" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2021/05/BK-GBK.jpg" alt="" width="364" height="287" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2021/05/BK-GBK.jpg 571w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2021/05/BK-GBK-300x237.jpg 300w" sizes="(max-width: 364px) 100vw, 364px" /></a></figure>
</div>



<p class="has-text-align-left">Seiring dengan telegram tersebut, Bung Karno juga memutuskan untuk memasukkan stasiun televisi dalam proyek pembangunan sarana ASIAN GAMES IV di Jakarta.</p>



<p>Keputusan itu diwujudkan melalui Surat Keputusan Menteri Penerangan No. 20/SKM/1961 tentang pembentukan <strong>Panitia Persiapan Televisi (P2T)</strong> pada 25 Juli 1961. </p>



<p>SK tersebut diperkuat oleh arahan Presiden Sukarno untuk segera mempersiapkan proyek televisi dengan membangun studio di Senayan, membangun dua pemancar 100 watt dan 10 kw dengan tower 80 meter, dan mempersiapkan program dan sumber daya manusia terkait pertelevisian. Dengan hadirnya TVRI, Indonesia menjadi salah satu dari empat negara di Asia yang memiliki stasiun televisi, di belakang Jepang, Filipina, dan Thailand. </p>



<p>Perhatian Presiden Sukarno pada pembentukan Televisi nasional ini sangat besar.  <strong><em>M. Sutarto  &#8211; </em></strong>saat itu Direktur PFN &#8211; yang ditunjuk sebagai ketua P2TV diperintahkan untuk belajar pertelevisian di Amerika selama 5 bulan. Selain itu dibentuk tim teknis berjumlah 20 orang. Tim tersebut diambil dari Pusat Perfilman Negara (PFN) dan Radio Republik Indonesia (RRI). </p>



<p>Teknisi tersebut pada awal tahun 1962 dikirim keluar negeri untuk mempelajari tata cara penyiaran televisi selama tiga bulan. Sebanyak 16 orang dikirim untuk dilatih oleh tim NHK di Jepang. Sisanya mengikuti pelatihan di Inggris oleh tim BBC</p>



<div class="wp-block-image">
<figure class="alignleft size-large is-resized"><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG_0287-1.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-4156" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG_0287-1.jpg" alt="" width="344" height="257" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG_0287-1.jpg 640w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG_0287-1-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 344px) 100vw, 344px" /></a></figure>
</div>



<p>Sejak dibentuk, P2TV hanya memiliki waktu persiapan selama 10 bulan.</p>



<p>Salah satu tugas P2TV adalah melakukan penelitian lokasi studio maupun pemancar. Setelah melalui penelitian lapangan, diputuskan pembangunan studio di Senayan, yang tadinya merupakan Kompleks <em>Akademi Penerangan Indonesia</em>.</p>



<p>Stasiun pemancar awalnya disarankan dibangun di atas Hotel Indonesia, dengan pertimbangan letaknya di tengah kota dan menara yang diperlukan cukup setinggi 45 meter. Usul lain disarankan didirikan di bekas Gedung Perfini, Jl. Tendean, karena pertimbangan dengan daya pancar sepuluh kilowatt dapat menjangkau hingga wilayah Bogor. Namun, keputusan akhirnya ditetapkan di lokasi TVRI sekarang yang bersebelahan komplek Gelanggang Olah Raga yang dekat dengan kompleks berlangsungnya Asian Games IV.</p>



<p>Selain membangun stasiun televisi dan menyiapkan berbagai perangkat pendukungnya, pemerintah membeli 10 ribu pesawat televisi untuk dibagikan ke seluruh pelosok tanah air. <em>Thayeb Moh Gobel</em> dipercaya memproduksinya dengan menggandeng mitranya dari Jepang, Matsushita Electric Industrial. </p>



<p>Pada 17 Agustus 1962, TVRI mulai mengadakan siaran percobaan acara HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta. Siaran percobaan ini menggunakan pemancar cadangan berkekuatan 100 watt. Menjelang pembukaan Asian Games, 24 Agustus 1962, Gobel dan Matsushita memberikan televisi hitam putih produk pertama mereka kepada Ibu Negara,<strong><em> Fatmawati</em></strong>. </p>



<p>Saat Asian Games berlangsung, TVRI terus menyiarkan pertandingan berbagai cabang olahraga. Beberapa tahun kemudian Harian Kompas, 21 Agustus 1975, pernah mengenang peristiwa tersebut dengan artikel yang mengatakan reporter yang menyiarkan adalah <strong><em>Alex Leo</em></strong>. <em>&#8220;Selamat pagi, Biro Radio dan Televisi Organising Commite Asian Games IV,&#8221; </em>ucap Alex Leo. </p>



<div class="wp-block-image">
<figure class="alignleft size-large is-resized"><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG_0290-1.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-4157" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG_0290-1.jpg" alt="" width="377" height="235" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG_0290-1.jpg 702w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG_0290-1-300x186.jpg 300w" sizes="(max-width: 377px) 100vw, 377px" /></a></figure>
</div>



<p>Ketika Asian Games usai pada 4 September 1962, TVRI belum siap dengan program siaran, dan baru kembali mengudara pada 5 September 1962. Materi siaran adalah film produksi PFN yang hanya memunculkan suara penyiar tanpa gambar. Durasi siaran 30 menit selama 5 kali seminggu, dari Senin hingga Jumat. </p>



<p>Pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, tak ada siaran. Pada 12 November 1962, TVRI mulai menyiarkan program rutin setiap hari dari studio.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><br />Sebagai dasar hukum kedudukan TVRI, maka dikeluarkan Keppres No. 318/1962 tentang pengintegrasian TVRI ke dalam Yayasan Gelora Bung Karno. Tetapi pada tanggal 20 Oktober 1963, dikeluarkan Keppres baru No. 215/1963 tentang pembentukan <strong><em>Yayasan TVRI</em></strong> dengan Pimpinan Umum Presiden Sukarno sendiri.  Dengan keluarnya Keppres ini, artinya TVRI menjadi Lembaga sendiri diluar Yayasan Gelora Bung Karno dan kedudukannya langsung dibawah Presiden Sukarno. Pada 1964 mulai dirintis pembangunan stasiun penyiaran daerah. seperti pembangunan TVRI Stasiun Yogyakarta. Status TVRI sebagai Yayasan berlangsung hingga 1975.</p>
</blockquote>



<p>Hubungan Bung Karno dengan TVRI sangat erat. Saat itu TVRI sudah bertugas untuk menyiarankan seluruh acara kenegaraan.  Bahkan Bung Karno memiliki pembawa acara atau reporter TVRI yang sangat dikenal seperti <em>Eddi Elison</em>.</p>



<div class="wp-block-image">
<figure class="alignleft size-large is-resized"><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2021/05/maulwi-saelan-saksi-mata-penderitaan-bung-karno-nWN-thumb-1.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-4158" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2021/05/maulwi-saelan-saksi-mata-penderitaan-bung-karno-nWN-thumb-1.jpg" alt="" width="373" height="248" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2021/05/maulwi-saelan-saksi-mata-penderitaan-bung-karno-nWN-thumb-1.jpg 620w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2021/05/maulwi-saelan-saksi-mata-penderitaan-bung-karno-nWN-thumb-1-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 373px) 100vw, 373px" /></a></figure>
</div>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Ada kisah menarik yang menggambarkan hubungan dekat Bung Karno dengan reporter TVRI itu. Dalam semua plot buku putih orde baru tentang G 30 S.</p>
<p>Semua dimulai dengan kisah dalam acara Munastek di Istora Senayan, dimana Bung Karno menerima surat dari seorang tentara yang memberi tahu bahwa gerakan akan dimulai malam ini.</p>
<p>Kemudian selanjutnya Bung Karno memberi wejangan soal wayang dalam episode <em>Barata Yudha</em> yang diartikan jangan ragu ragu untuk bertindak walau harus berhadapan dengan saudara sendiri.</p>
<p>Ternyata ada penjelasan yang luput dari skenario yang dirancang untuk menjatuhkan Bung Karno. Justru kesaksian <em>Eddi Elison,</em> reporter TVRI yang bertugas malam 30 September akhirnya mementahkan skenario tersebut.</p>
<p>Menurutnya ia diperintahkan <strong><em>Kolonel Maulwi Saelan</em></strong> untuk jadi MC dalam acara Munastek di Istora Senayan. Begitu memasuki Istora Senayan, ia langsung melihat spanduk di belakang mimbar yang berisi kutipan perintah <em>Khresna</em> kepada <em>Arjuna </em>dalam bahasa Sansekerta, yang mana Arjuna bimbang dalam perang Baratha Yudha karena harus berhadapan dengan saudara saudaranya sendiri.  </p>
<p>Kutipan dari <em>Bhagavad Gita</em>, itu seharusnya ditulis <em>Karmane Fadikaraste Mapalesyu Kadtyana</em> ( kerjakan semua tugasmu tanpa menghitung untung rugi ).</p>
<p>Namun pada malam itu ditulis <em>Karamani Evadi Karatse Mafealesui Kadatyana</em>. Sebagai orang yang mengerti hikayat Barata Yudha, Eddi Elison mengetahui penulisannya salah. Presiden pasti cermat dalam membaca sesuatu.</p>
<p>Saat itu sirene sudah meraung raung, artinya konvoi Presiden sudah mendekat yang artinya tak ada waktu untuk membetulkan. Maka secara spontan ia mendekati Bung karno ketika mendekati mimbar dan meminta maaf karena kesalahan tulis. Seketika Bung Karno membalikkan tubuhnya menecrmati isi spanduk, sambil mengangguk angguk.</p>
<p>Kemudian di atas panggung, Bung Karno memanggil Eddi serta menguraikan isi kutipan perintah Khresna tersebut. Bung Karno terpaksa membicarakan <em>Bhagavad Gita</em> akibat panitia salah tulis, bukan seperti kesaksian mantan ajudan Kolonel Bambang Widjanarko bahwa operasi penculikan akan dilakukan sehingga Bung Karno perlu memberikan isyarat motivasi keberanian terhadap penculik Jenderal Jenderal.</p>
</blockquote>



<p>Tanpa melupakan sejarah, TVRI memang tak bisa bisa dilepaskan pembentukannya oleh Bung Karno. Sejarah juga mencatat pidato terakhir Bung Karno  <strong>‘ Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah ‘</strong> atau yang terkenal disingkat Jasmerah dalam pidato hari ulang tahun Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966. </p>



<p><em>“ Hasil-hasil positif yang sudah dicapai di masa yang lampau jangan dibuang begitu saja. Membuang hasil-hasil positif dari masa yang lampau tidak mungkin. Sebab, kemajuan yang kita miliki sekarang ini adalah akumulasi hasil-hasil perjuangan di masa lampau, yaitu hasil-hasil macam-macam perjuangan dari generasi nenek moyang kita sampai kepada generasi yang sekarang ini “.</em></p>



<div class="wp-block-image">
<figure class="alignleft size-large is-resized"><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2021/05/Keragaman-Kebudayaan-Indonesia.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-4159" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2021/05/Keragaman-Kebudayaan-Indonesia.jpg" alt="" width="365" height="273" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2021/05/Keragaman-Kebudayaan-Indonesia.jpg 860w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2021/05/Keragaman-Kebudayaan-Indonesia-300x225.jpg 300w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2021/05/Keragaman-Kebudayaan-Indonesia-768x577.jpg 768w" sizes="(max-width: 365px) 100vw, 365px" /></a></figure>
</div>



<p>TVRI adalah sebuah rumah sejarah peradaban bangsa dari masa ke masa, sehingga kita bisa terus berkaca untuk selalu menjaga persatuan.  Bung Karno juga mengingatkan bangsa Indonesia tentang sejarah bangsa Indonesia, siapa bangsa Indonesia, dan apa yang harus dilakukan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan dan persatuan. Ia mengingatkan bangsa Indonesia bisa saja menghadapi konflik sesama anak bangsa.</p>



<p><em>“ Saya sadar bahwa saya akan tenggelam. Namun biarkan saya rela tenggelam, agar rakyat Indonesia dengan demikian tetap bersatu, tidak terpecah belah “.</em></p>



<p>Pidato terakhir Bung Karno disiarkan di TVRI itu masih relevan dengan situasi bangsa saat ini, sehingga tagline TVRI <strong><em>‘ Media Pemersatu Bangsa ‘</em></strong> akan hidup dalam sanubari bangsa Indonesia sesuai pesan Bung Karno.</p><p>The post <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/bung-karno-tvri/">Bung Karno & TVRI</a> first appeared on <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://blog.imanbrotoseno.com/bung-karno-tvri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tentang Lockdown</title>
		<link>http://blog.imanbrotoseno.com/tentang-lockdown/</link>
					<comments>http://blog.imanbrotoseno.com/tentang-lockdown/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[iman]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2020 17:21:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[DALAMNEGERI]]></category>
		<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[HUKUM & ETIKA]]></category>
		<category><![CDATA[LUAR NEGERI]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[pandemik]]></category>
		<category><![CDATA[wabah]]></category>
		<category><![CDATA[WeChat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.imanbrotoseno.com/?p=4088</guid>

					<description><![CDATA[<p>Definition of lockdown. 1 : the confinement of prisoners to their cells for all or most of the day as a temporary security measure. 2 : an emergency measure or condition in which people are temporarily prevented from entering or leaving a restricted area or building (such as a school) during a threat of danger. Lockdown tiba tiba menjadi istilah yang ramai diperbincangkan saat pandemik Covid 19 menjadi hantu yang menakutkan di seluruh dunia. Banyak orang di Indonesia meminta agar Pemerintah melakukan lockdown sebagaimana yang dilakukan di beberapa negara seperti Cina dan Italy untuk mencegah penyebaran virus. Para pemimpin Cina tampaknya berusaha menutupi ketika virus mulai terkuak secara luas awal tahun ini. Pihak berwenang pada awalnya memberangus dokter dokter yang berusaha memperingatkan masyarakat umum tentang virus baru yang mematikan itu. Tanpa adanya keterbukaan justru membuat penularan semakin menyebar. Sejak itu, Beijing mulai membalikkan secara agresif. Kampanye relasi publik yang digambarkan oleh pemimpin Cina Xi Jinping sebagai perang rakyat,  menggabungkan ilmu pengetahuan dengan teknik-teknik Maois sebelumnya. Ketika penguasa memerintahkan lockdown kota Wuhan pada tanggal 23 Januari jam 2 pagi, maka banyak warga seketika menyerbu toko toko serba 24 jam untuk mengumpulkan bahan makanan yang bisa dibeli.  Ada juga yang mencoba kabur [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/tentang-lockdown/">Tentang Lockdown</a> first appeared on <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Definition of lockdown. 1 : the confinement of prisoners to their cells for all or most of the day as a temporary security measure. 2 : an emergency measure or condition in which people are temporarily prevented from entering or leaving a restricted area or building (such as a school) during a threat of danger.</em></p>





<p>Lockdown tiba tiba menjadi istilah yang ramai diperbincangkan saat pandemik Covid 19 menjadi hantu yang menakutkan di seluruh dunia. Banyak orang di Indonesia meminta agar Pemerintah melakukan lockdown sebagaimana yang dilakukan di beberapa negara seperti Cina dan Italy untuk mencegah penyebaran virus.</p>



<p>Para pemimpin Cina tampaknya berusaha menutupi ketika virus mulai terkuak secara luas awal tahun ini. Pihak berwenang pada awalnya memberangus dokter dokter yang berusaha memperingatkan masyarakat umum tentang virus baru yang mematikan itu. Tanpa adanya keterbukaan justru membuat penularan semakin menyebar. Sejak itu, Beijing mulai membalikkan secara agresif. Kampanye relasi publik yang digambarkan oleh pemimpin Cina <em><strong>Xi Jinping</strong></em> sebagai <em>perang rakyat</em>,  menggabungkan ilmu pengetahuan dengan teknik-teknik Maois sebelumnya.</p>



<p><a href="https://www.npr.org/sections/goatsandsoda/2020/03/03/809965742/personal-essay-from-wuhan-living-in-hell">Ketika penguasa memerintahkan lockdown kota Wuhan</a> pada tanggal 23 Januari jam 2 pagi, maka banyak warga seketika menyerbu toko toko serba 24 jam untuk mengumpulkan bahan makanan yang bisa dibeli.  Ada juga yang mencoba kabur dengan kendaraan ke kota lain saat dini hari. Semakin pagi, situasi kota sudah terkunci ketika seluruh moda transportasi – bus, kereta, pesawat dan kendaraan pribadi dilarang beroperasi.  Selain itu aparat berjaga jaga di pintu tol atau perbatasan kota mencegah siapapun masuk atau keluar.  Pasukan militer menjaga kompleks perumahan dan melarang isi rumah untuk keluar rumah.</p>



<p><span id="more-4088"></span></p>



<p>Larangan mengemudikan kendaraan hanya bertahan 6 jam, karena Pemerintah kota menyadari dengan tidak beroperasinya transportasi massal, maka kendaraan pribadi dibutuhkan untuk mengantar tenaga medis, perawat dan dokter menuju rumah sakit. Bahkan pemerintah kota meminta relawan untuk bisa mengantar tenaga medis ini dengan memberikan ijin khusus mengemudikan mobil.</p>



<p>Pemerintah membuka lowongan bagi sepuluh ribu relawan yang tugasnya, pergi dari rumah ke rumah untuk mengecek suhu tubuh dan mengantar bahan makanan. Supermarket dan<a href="https://www.businessinsider.sg/wuhan-residents-coronavirus-lockdown-forced-order-food-apps-delivered-home-2020-3?r=US&amp;IR=T"> toko serba ada telah menyiapkan layanan pembelian grup di aplikasi WeChat</a>. Hal ini berakibat permintaan untuk layanan pengiriman makanan menjadi meroket. Bagi sebagian orang, mengorganisir pembelian secara kelompok adalah satu-satunya cara mereka mendapatkan lebih banyak jatah bahan makanan.  Tugas relawan lainnya adalah mengantar tenaga medis  atau menjemput korban positif dari rumah untuk dibawa ke rumah sakit.</p>



<figure class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<ul class="blocks-gallery-grid">
<li class="blocks-gallery-item">
<figure><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" class="wp-image-4094" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Bloomberg-1024x682.jpg" alt="" data-id="4094" data-full-url="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Bloomberg.jpg" data-link="http://blog.imanbrotoseno.com/?attachment_id=4094" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Bloomberg-1024x682.jpg 1024w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Bloomberg-300x200.jpg 300w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Bloomberg-768x512.jpg 768w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Bloomberg.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</li>
</ul>
</figure>



<p>Awalnya penguasa mengizinkan penduduk untuk meninggalkan rumah mereka setiap tiga hari sekali. Namun ketika jumlah korban semakin meningkat, mereka akhirnya sama sekali dilarang keluar dari rumah masing masing, sehingga mendorong penduduk untuk menimbun makanan atau mengandalkan relawan masyarakat untuk mengirimkan makanan ke rumah mereka. </p>



<p>Di benua lain, saat Perdana Menteri <em>Giuseppe Conte</em> mengumumkan Italy menjadi negara yang dikarantina sepenuhnya. Maka semua aktivitas sekolah, kantor, perdagangan ditutup dengan pengecualian apotek, toko bahan makanan, dan kios koran karena pemerintah menganggap media cetak tetap penting untuk penyampaiaan informasi.  Semua penduduk diminta untuk berdiam dalam rumahnya dan tidak melalukan aktivitas publik. Bagi mereka yang masih harus pergi ke kantor atau membawa anjingnya berjalan jalan di taman, diminta untuk membawa surat jalan yang tetap diperiksa oleh polisi.</p>



<p>Dalam penerapannya kadang terjadi kesimpangsiuran informasi. Dalam pidato yang disampaikan Perdana Menteri Giuseppe Conte dengan mengumumkan semua perusahaan kecuali toko kelontong dan apotek tutup hingga 25 Maret, tetapi mengatakan taman akan tetap terbuka untuk olahraga. Namun saat yang bersamaan, keluar petunjuk terbaru dari Kementerian Dalam Negeri yang menetapkan semua penduduk Italia harus membawa formulir &#8221; sertifikasi otomatis &#8221; untuk meninggalkan rumah mereka, dengan alasan yang sah seperti pekerjaan yang penting atau kebutuhan kesehatan</p>



<p>Instruksi yang tampaknya saling bertentangan menghasilkan interpretasi berbeda beda atas peraturan Pemerintah. Harian nasional <strong>Corriere della Sera</strong> memuat artikel berjudul &#8221; Walks Not Allowed &#8221; pada saat yang sama dengan surat kabar <strong>La Reppublica</strong> menyatakan &#8220;Going For A Walk Is Not Banned “..</p>



<figure class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<ul class="blocks-gallery-grid">
<li class="blocks-gallery-item">
<figure><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="681" class="wp-image-4096" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Alberto-Pizzoli-AFP-Getty-Image-1024x681.jpg" alt="" data-id="4096" data-full-url="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Alberto-Pizzoli-AFP-Getty-Image.jpg" data-link="http://blog.imanbrotoseno.com/?attachment_id=4096" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Alberto-Pizzoli-AFP-Getty-Image-1024x681.jpg 1024w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Alberto-Pizzoli-AFP-Getty-Image-300x200.jpg 300w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Alberto-Pizzoli-AFP-Getty-Image-768x511.jpg 768w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Alberto-Pizzoli-AFP-Getty-Image-1536x1022.jpg 1536w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Alberto-Pizzoli-AFP-Getty-Image.jpg 2000w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</li>
</ul>
</figure>



<p>Kekacauan juga terjadi di Cina terutama dalam distribusi makanan untuk warga. Beberapa distrik bahkan mulai mengatur layanan pengiriman kelompok, melarang supermarket menjual kepada individu dan memaksa masyarakat untuk membeli bahan makanan dalam jumlah besar.  Para pemasok beralasan kekurangan tenaga pengiriman untuk pengiriman makanan ke individu, sehingga lebih memilih mengirim untuk kelompok.</p>



<p>Warga juga tidak bisa menolak harga bahan makanan yang ditetapkan semena mena dari pemasok. Mereka juga tidak protes jika seperti sayur atau daging yang dikirim ke rumahnya, dalam kondisi tidak segar.  Untuk penduduk Wuhan yang tidak dapat memesan makanan dalam jumlah besar dengan tetangga dan tidak memiliki akses ke makanan di daerah mereka, dibiarkan bergantung pada sisa makanan yang mereka miliki. Bahkan mereka yang memiliki bayi juga kesulitan mendapatkan susu.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;<em>Saya masih tidak tahu di mana harus membeli bahan makanan setelah kami selesai makan apa yang kami miliki di rumah. Aku merasa seperti seorang pengungsi &#8220;</em> kata Pan Hong Sheng seorang warga kepada AFP.</p>
</blockquote>



<p>Bagaimana jika lockdown diterapkan di kota kota / wilayah Indonesia. Payung hukum yang relevan adalah UU Karantina Kesehatan No 6 tahun 2018, dimana dalam salah satu pasal disebutkan <strong><em>Karantina Wilayah</em></strong> <em>adalah pembatasan penduduk dalam suatu wilayah termasuk wilayah pintu masuk beserta isinya yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi.</em></p>



<p>UU Karantina Kesehatan memang mengatur jenis jenis karantina mulai dari karantina rumah, rumah sakit, wilayah sampai pembatasan social skala besar. Semua termasuk tata cara dan pengawasan oleh petugas kesehatan dan aparat kepolisian.  Namun dalam keadaan darurat yang dimaknai &#8221; sebagai kegentingan yang memaksa dan situasi yang mengancam terhadap kehidupan bangsa dan keberadaannya &#8220;, maka wabah pandemik Covid 19, bisa saja dimaknai ancaman serius existensi bangsa Indonesia. Sehingga ketika opsi Lockdown akan diambil seperti di Cina, bisa jadi butuh UU yang lebih &#8216; kuat &#8216; seperti Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.23 Tahun 1959 tentang pencabutan Undang Undang No. 74 Tahun 1957 dan Penetapan Keadaan Bahaya.</p>



<p>Dalam Perpu yang sangat <em>powerful</em> dan sampai saat ini belum dicabut, ada penerapan darurat sipil atau militer untuk segala sesuatu yang bersifat mendesak untuk menghadapi situasi akibat perang, bencana, kekacauan sipil atau setelah terjadinya kudeta.</p>



<p>Dalam International Covenant for Civiland Political Rights (ICCPR) juga diatur mengenai <em>“ state of emergency ”</em>. Berdasarkan 4 ayat (1) ICCPR,  keadaan darurat dimaknai sebagai <em>“ situasi yang mengancam terhadap kehidupan bangsa dan keberadaannya ”.</em></p>



<p>Dikaitkan dengan hukum internasional mengenai hak asasi manusia, keadaan darurat merupakan keadaan adanya pembatasan dan pengecualian pelaksanaan hak-hak sipil dan politik. Dalam prinsip-prinsip Siracusa diatur tentang keadaan <em>public emergency </em>dalam prinsip no. 39, yaitu keadaan adanya ancaman terhadap kehidupan suatu bangsa yang berpengaruh pada seluruh populasi atau seluruh atau sebagian wilayah suatu negara.</p>



<p>Tak hanya itu saja, keputusan pemberlakukan status darurat khusus ini juga merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1960 tentang Permintaan dan Pelaksanaan Bantuan Militer. Kedua aturan hukum ini bisa digunakan pemerintah, tatkala ancaman terhadap pertahanan dan keamanan sudah tak terbendung lagi.  Coba bayangkan jika Perpu ini dipakai sebagai payung hukum penerapan lockdown di Indonesia.</p>



<figure class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-3 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<ul class="blocks-gallery-grid">
<li class="blocks-gallery-item">
<figure><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="639" class="wp-image-4099" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Jianghan-District-on-Feb-11-DANIEL-XIE-1024x639.jpg" alt="" data-id="4099" data-full-url="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Jianghan-District-on-Feb-11-DANIEL-XIE-scaled.jpg" data-link="http://blog.imanbrotoseno.com/?attachment_id=4099" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Jianghan-District-on-Feb-11-DANIEL-XIE-1024x639.jpg 1024w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Jianghan-District-on-Feb-11-DANIEL-XIE-300x187.jpg 300w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Jianghan-District-on-Feb-11-DANIEL-XIE-768x479.jpg 768w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Jianghan-District-on-Feb-11-DANIEL-XIE-1536x959.jpg 1536w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Jianghan-District-on-Feb-11-DANIEL-XIE-2048x1278.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</li>
</ul>
</figure>



<p>Wewenang penguasa darurat sipil atau militer dalam Perpu No 23 tahun 1959 sangat luas termasuk memerintah dan mengatur badan keamanan, kepolisian, memeriksa orang, membatasi orang keluar rumah, melarang rapat rapat umum atau mencegah orang memasuki gedung sampai melakukan penyadapan radio komunikasi ( bisa seluler untuk jaman sekarang ). Bahkan jika darurat militer yang diterapkan, maka wewenangnya dalam sebuah wilayah bisa mengambil kekuasaan sipil mengenai ketertiban dan keamanan umum, termasuk mengatur badan-badan pemerintah sipil serta pegawai-pegawainya.</p>



<p>Perpu memberi hak kepada penguasa untuk melarang dan membatasi lalu-lintas di darat, di perairan dan di udara. Selain itu berhak melarang orang meninggalkan daerah yang dinyatakan dalam keadaan darurat militer, termasuk disini menolak orang memasuki suatu daerah. Ketika Cina ketika memberlakukan lockdown di Wuhan, <a href="https://www.bloomberg.com/news/features/2020-03-13/life-under-coronavirus-lockdown-in-wuhan-china">selain melarang orang keluar kota</a>, ada 5 juta warga Wuhan yang tidak bisa memasuki kota karena saat itu sedang berada di luar kota untuk liburan dan perayaan tahun baru Cina.</p>



<p>Perpu ini juga memberi wewenang menguasai dan mengatur perlengkapan-perlengkapan pos, telekomunikasi dan elektronika. <a href="https://www.wsj.com/articles/how-china-slowed-coronavirus-lockdowns-surveillance-enforcers-11583868093">Sama seperti di Cina</a> yang menyadap informasi dari operator seluler yang dikelola pemerintah untuk melacak orang-orang yang menyelinap untuk kabur keluar.  Penguasa lokal juga meminta bantuan perusahaan teknologi untuk mengembangkan aplikasi untuk memisahkan individu yang sehat dari individu yang berisiko tinggi membawa virus.</p>



<p>Dalam Perpu No 23 tahun 1959, Pemerintah bisa memaksa penduduk bekerja demi kepentingan penguasa. Cina juga melakukan dengan memaksa tenaga medis dan dokter untuk terus bekerja tanpa pasokan perlindungan medis kepada dokter, perawat yang berisiko terkena penularan virus.  Mereka, para dokter tidak bisa menolak atau melakukan mogok kerja, karena diancam ijin praktek akan dicabut jika menolak bekerja. </p>



<figure class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-4 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<ul class="blocks-gallery-grid">
<li class="blocks-gallery-item">
<figure><img loading="lazy" decoding="async" width="800" height="533" class="wp-image-4100" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/coronavirus-italy-in-lockdown-what-does-it-mean-2.jpg" alt="" data-id="4100" data-full-url="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/coronavirus-italy-in-lockdown-what-does-it-mean-2.jpg" data-link="http://blog.imanbrotoseno.com/?attachment_id=4100" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/coronavirus-italy-in-lockdown-what-does-it-mean-2.jpg 800w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/coronavirus-italy-in-lockdown-what-does-it-mean-2-300x200.jpg 300w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/coronavirus-italy-in-lockdown-what-does-it-mean-2-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>
</li>
</ul>
</figure>



<p>Wewenang menahan dan menangkap orang juga diamanatkan dalam penerapan darurat militer. Seperti di Italy, dimana pemerintah dari sebuah negara demokratis justru memakai cara cara yang dianggap bertentangan dengan hak asasi manusia. Memaksa warga untuk berdiam di rumah masing masing.  </p>



<p><a href="https://www.aljazeera.com/news/2020/03/italy-punishment-time-coronavirus-200312171128553.html">Pada hari ketiga pelaksanaan lockdown di Italy</a>, tercatat 161 orang telah dinyatakan bersalah karena melanggar aturan keluar dari rumah dengan ancaman hukuman penjara 3 bulan atau denda 206 euro. Jenis jenis pelanggarannya ada yang karena menyelenggarakan prosesi pemakaman, membuka toko atau jalan jalan di taman. Sekelompok 5 pria di Mantova, dan seorang wanita berusia 17 tahun yang sedang menemui pacarnya di Milan, ditangkap dengan tuduhan &#8220;berada di jalan yang tidak perlu &#8221; dan&#8221; bergerak tanpa alasan yang sah &#8220;.</p>



<p>Jika Indonesia akan memakai cara lockdown seperti itu, pertanyaannya bagaimana dengan tingkat kepatuhan warga seandainya Pemerintah daerah memaksa warganya untuk mengisolasi dalam rumah dan tidak melakukan aktivitas publik.  Warga Cina yang memiliki sistem kepatuhan lewat partai tentu terbiasa dengan pola pola top down seperti ini. Italy walau awalnya mengalami kesulitan memaksa, akhirnya berhasil patuh karena tingkat kesadaran tinggi dari masyarakatnya yang relatif modern dan terdidik. Sementara Korea Selatan bisa melakukan pemantauan dengan ketat tanpa harus lockdown, karena disiplin militer menjadi hal sehari hari bagi penduduk. Memang secara resmi Korea Selatan masih dalam keadaan perang dengan tetangganya di utara.</p>



<p>Disini pemerintah bisa mematikan seluruh moda transportasi publik seperti kapal, kereta, bus dan pesawat terbang.  Juga bisa menutup pusat perdagangan, dan kantor kantor. Tapi mampukah memaksa 2,5 juta pengemudi ojek untuk berhenti bekerja. Ini bagian dari pekerja informal, seperti buruh harian, PKL, pedagang di pasar, UMKM, pekerja lepas yang berjumlah 74 juta orang dan mencari nafkah secara harian. Apakah mereka yang melanggar aturan berkumpul di pinggir jalan akan ditangkap aparat ?</p>



<figure class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-5 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<ul class="blocks-gallery-grid">
<li class="blocks-gallery-item">
<figure><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="490" class="wp-image-4102" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Wuhan’s-Jiang’an-District-DANIEL-XIE-1024x490.jpg" alt="" data-id="4102" data-full-url="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Wuhan’s-Jiang’an-District-DANIEL-XIE-scaled.jpg" data-link="http://blog.imanbrotoseno.com/?attachment_id=4102" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Wuhan’s-Jiang’an-District-DANIEL-XIE-1024x490.jpg 1024w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Wuhan’s-Jiang’an-District-DANIEL-XIE-300x144.jpg 300w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Wuhan’s-Jiang’an-District-DANIEL-XIE-768x367.jpg 768w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Wuhan’s-Jiang’an-District-DANIEL-XIE-1536x735.jpg 1536w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Wuhan’s-Jiang’an-District-DANIEL-XIE-2048x980.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</li>
</ul>
</figure>



<p>Memang dalam UU Karantina Kesehatan, kebutuhan hidup dasar orang termasuk makanan hewan ternak yang berada di wilayah karantina menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat. Masalahnya apakah Pemerintah mampu menyediakan bahan makanan bagi seluruh penduduk dalam wilayah yang di lockdown.</p>



<p>China yang memiliki cadangan devisa US $ 3000 Milyar saja tidak serta merta menanggung kebutuhan hidup 11 juta penduduk Wuhan. Dalam kesulitan itu, warga diminta Pemerintah untuk menyumbangkan beras dan minyak goreng untuk memberi makan staf medis di rumah sakit utama Wuhan, karena tidak ada cukup makanan untuk menjamin makanan bagi mereka. Warga mengeluh, kami adalah pembayar pajak. Bukankah seharusnya pemerintah bisa menyediakan itu ?</p>



<p><a href="https://edition.cnn.com/2020/01/31/economy/china-economy-coronavirus/index.html">China mengalami kerugian US $ 62 </a>milyar selama 4 bulan akibat pandemik ini. China juga harus mengalokasikan $ 12,6 miliar sejauh ini untuk belanja perawatan dan peralatan medis. Sementara cadangan devisa Indonesia sekitar U$ $ 131 milyar, mampukah menanggung secara ekonomi jika harus melakukan lockdown. Memang Lockdown adalah salah satu metode pencegahan penyebaran virus yang efektif. Namun dengan keterbatasan yang ada, lockdown membuat dampak sosial yang berat, bahkan berpotensi timbulnya chaos karena masyarakat justru hidup dalam lembah kemiskinan karena tidak bisa mencari nafkah.</p>



<p>Dibalik semua itu, penerapan lockdown secara tegas telah membuat penduduk Wuhan kehilangan pekerjaan dan kesulitan mencari bahan makanan. Rasa marah, kuatir, bosan, tak berdaya bercampur aduk jadi satu. Pertanyaan besar kapan ini akan berakhir. Apakah kita berani mengambil resiko dengan semua ini ?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="447" class="wp-image-4106" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Wuchang-train-station-on-Feb-5-DANIEL-XIE-1024x447.jpg" alt="" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Wuchang-train-station-on-Feb-5-DANIEL-XIE-1024x447.jpg 1024w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Wuchang-train-station-on-Feb-5-DANIEL-XIE-300x131.jpg 300w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Wuchang-train-station-on-Feb-5-DANIEL-XIE-768x335.jpg 768w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Wuchang-train-station-on-Feb-5-DANIEL-XIE-1536x670.jpg 1536w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2020/03/Wuchang-train-station-on-Feb-5-DANIEL-XIE-2048x893.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>&nbsp;</p>



<p><em>photography : Daniel Xi, Bloomberg, Alberto Pizolli / Getty Images</em></p><p>The post <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/tentang-lockdown/">Tentang Lockdown</a> first appeared on <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://blog.imanbrotoseno.com/tentang-lockdown/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sang Raksasa muda, Indonesia</title>
		<link>http://blog.imanbrotoseno.com/sang-raksasa-muda-indonesia/</link>
					<comments>http://blog.imanbrotoseno.com/sang-raksasa-muda-indonesia/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[iman]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Sep 2019 05:19:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERBANGSA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[PERJALANAN]]></category>
		<category><![CDATA[POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[SEJARAH]]></category>
		<category><![CDATA[SOEKARNO]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[National Geographic Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[orde lama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.imanbrotoseno.com/?p=4059</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sekitar 60 bocah berkumpul di bantaran sungai yang berumput di dataran tinggi Sumatra, tak jauh dari BukitTinggi. Mereka berjejer dalam satu barisan panjang yang berawal dari lokasi penggalian di sisi sebuah bukit. Mereka memindahkan bebatuan dari satu orang ke orang berikutnya, menumpuk bebatuan tersebut di samping gubuk beratap seng yang tak berdinding dan berlantai. Bocah – bocah itu berkumpul setiap akhir pekan selama dua bulan terakhir untuk membangun sekolah mereka dan akan terus melanjutkannya selama satu tahun hingga selesai. “Di Indonesia”, kata salah seorang guru mereka, “kami menyebutnya gotong royong, bahu membahu untuk menolong sesama”. Hasrat untuk maju menyelimuti negeri berpenduduk 79 juta jiwa. Demikian tertuang dalam artikel tentang Indonesia di NATIONAL GEOGRAPHIC edisi September 1955 . Saat itu, bangsa dari negeri yang belia ini memiliki semangat dalam mengasah potensi untuk menjadi salah satu negara terkuat di Timur Jauh. Indonesia, sebuah bangsa yang baru berusia 10 tahun, sangat menggantungkan diri pada semangat gotong royong dalam upayanya bertahan hidup. Dengan populasi yang menduduki urutan keenam terbesar di dunia dan berpotensi menjadi salah satu negara terkuat di Timur Jauh, republik yang belia ini masih tertatih tatih akibat ekonomi yang karut marut dan kemelut politik yang diwariskan oleh satu dekade agresi mantan penjajah, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/sang-raksasa-muda-indonesia/">Sang Raksasa muda, Indonesia</a> first appeared on <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sekitar 60 bocah berkumpul di bantaran sungai yang berumput di dataran tinggi Sumatra, tak jauh dari BukitTinggi. Mereka berjejer dalam satu barisan panjang yang berawal dari lokasi penggalian di sisi sebuah bukit. Mereka memindahkan bebatuan dari satu orang ke orang berikutnya, menumpuk bebatuan tersebut di samping gubuk beratap seng yang tak berdinding dan berlantai.</p>



<p>Bocah – bocah itu berkumpul setiap akhir pekan selama dua bulan terakhir untuk membangun sekolah mereka dan akan terus melanjutkannya selama satu tahun hingga selesai. “Di Indonesia”, kata salah seorang guru mereka, “<em>kami menyebutnya gotong royong, bahu membahu untuk menolong sesama”.</em></p>



<p>Hasrat untuk maju menyelimuti negeri berpenduduk 79 juta jiwa. Demikian tertuang dalam artikel tentang Indonesia di NATIONAL GEOGRAPHIC edisi September 1955 . Saat itu, bangsa dari negeri yang belia ini memiliki semangat dalam mengasah potensi untuk menjadi salah satu negara terkuat di Timur Jauh.</p>



<p>Indonesia, sebuah bangsa yang baru berusia 10 tahun, sangat menggantungkan diri pada semangat gotong royong dalam upayanya bertahan hidup. Dengan populasi yang menduduki urutan keenam terbesar di dunia dan berpotensi menjadi salah satu negara terkuat di Timur Jauh, republik yang belia ini masih tertatih tatih akibat ekonomi yang karut marut dan kemelut politik yang diwariskan oleh satu dekade agresi mantan penjajah, revolusi, dan perang saudara.</p>



<p>Namun kini Indonesiat tengah menegakkan tubuhnya, berupaya menangani masalah-masalah yang paling mendesak – khususnya pendidikan – dan “saling membantu satu sama lain” untuk menuju kedewasaan. Lebih dari 16.000 kilometer panjang dan lebar kepulauan tersebu dijelajahi untuk menyaksikan Indonesia bekerja keras demi sebuah proyek besar pembaharuan bangsa.</p>



<p>Masyarakat di republik yang baru ini masih berupaya mengenali  negaranya sendiri serta saling membandingkan perilaku dan aspirasi antar daerah dalam setiap kesempatan. Ini bukanlah tugas yang mudah. Bangsa Indonesia terdiri dari 79 juta jiwa yang berbicara dalam 2.000 bahasa daerah dan hidup berkelompok di ribuan pulau yang tersebar di khatulistiwa. Namun beberapa karakteristik nampak sama jelasnya di berbagai daerah di kepulauan tersebut. Masyarakat Indonesia sangat ramah, sangat sopan, sangat bersih – dan tidak terburu – buru. Di setiap daerah, siapapun bias merasakan energi anak muda yang berlebih.  Bertubuh lentur dengan proporsi yang baik dan berotot, mereka berjalan dengan kepala tegak, bangga, dan melangkah selincah penari. Kenyataannya, sebagian besar diantara mereka dapat menari. Jarang sekali mereka meninggikan nada bicara kecuali ketika tertawa dan tampak tidak pernah marah. Namun jika mereka benar – benar mengamuk, waspadalah “Amok” alias mengamuk adalah istilah yang berasal dari wilayah ini.</p>



<p><span id="more-4059"></span></p>



<p>Sikap  mereka terhadap waktu juga diberi sebuah istilah  : jam karet, waktu yang dapat di ulur – ulur. Sikap mereka yang santai dapat semakin dipahami ketika menyadari salah satu fakta tak menyenangkan : standar penghasilan  di Indonesia hanya berkisar 50 dolar AS per kapita per tahun. Mungkin salah satu penyebabnya adalah Iklim Indonesia yang lembut kerap membuat sebuah usaha yang sederhana dapat bertahan lama. Tanpa suhu dingin ataupun serangan angin kencang yang harus dilawan, gubuk yang terbuat dari daun palem sudah cukup memberi perlindungan. Sebuah sarung dan beberapa kaos mencukupi perlengkapan pakaian. Harga beras dipatok pada batas yang wajar dan tanah sempit manapun akan menghasilkan pisang, singkong, kelapa, sukun, dan sejenisnya. Di sebuah negara yang masyarakatnya selalu mengumbar senyum dan mengalami panen sebanyak dua hingga tiga kali setahun, penduduknya tidak terlalu dipusingkan dengan krisis keuangan.  </p>



<p><img loading="lazy" decoding="async" width="400" height="481" class="wp-image-4066" style="width: 400px;" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/09/Jakarta-1955.jpg" alt="" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/09/Jakarta-1955.jpg 442w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/09/Jakarta-1955-249x300.jpg 249w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Perjalanan kami dimulai di Jakarta yang masih dikenal oleh banyak orang barat sebagai Batavia. Saat penjajah Belanda mendirikan pos perdagangan, kota tersebut masih menyentuh Laut Jawa. Kini dengan mendangkalnya sungai – sungai, terdapat hampir dua kilometer daratan lumpur dan kolam-kolam ikan yang memisahkan genteng-genteng rumah dengan lautan ; kota yang menjadi gerbang utama Indonesia lewat jalur udara itu telah berkembang 16 kilometer menuju daratan yang lebih tinggi dan cenderung yang sehat. Kampanye penyemprotan DDT yang kerap dilakukan untuk melawan perkembangbiakan nyamuk anopheles berhasil menambah kawasan permukiman yang aman di Jakarta.  </p>



<p>Di luar pertumbuhan masih yang membentuk sebuah metropolis dengan lebih dari 2,5 juta penduduk, Jakarta masih memiliki suasana pedesaan yang mencolok. Dengan segelintir gedung bertingkat dan berbagai jalan dengan bungalo berpohon rindang. Kota tersebut bagaikan sekumpulan kampung yang padat. Bahkan di distrik perkantoran yang panas, burung layang – layang beterbangan keluar masuk gedung – gedung bank yang berdiri tegak, di atas kepala para juru tulis yang tertunduk.</p>



<p>Terdapat banyak toko di Jakarta, tetapi Anda tidak perlu mendatanginya ; cepat atau lambat semua barang akan mendatangi pintu depan rumah. Pedagang keliling yang memikul barang jajaan yang terpasang di kedua ujung batang bambu tidak hanya membawa daging, tahu, ikan, telur, dan sayuran, tetapi juga panic penggorengan, furnitur, kain batik, minuman ringan, mainan, dan penganan.</p>



<p>Pertumbuhan kota secara alamiah membuat lahan tempat tinggal berkurang ; Sebagian besar rumah dihuni oleh dua keluarga dan rumah manapun yang tidak dihuni untuk waktu yang lama akan segera diambil alih oleh pedagang ilegal yang enggan diusir oleh  pemerintah. Untuk memenuhi permintaan yang mendesak, proyek – proyek perumahan baru yang terencana dengan baik seperti Kebayoran, sebuah kecamatan yang terdiri dari sekitar 7.500 bangunan, telah dibangun dan masih banyak yang dalam tahap perencanaan.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Surabaya, seperti yang kami lihat, tampak seperti Jakarta yang lain. Mungkin sebuah “statistik” dapat menceritakan kisah tentang Surabaya. Ketika kantor US Information Service di sana membuat iklan lowongan kerja untuk satu posisi juru ketik, tak satu pun pelamar datang selama berminggu – minggu. Namun, ketika kantor itu mengiklankan lowongan untuk seorang seniman pembuat poster, 50 pelamar langsung datang – sebagian besar adalah seniman berkualitas!</p>
</blockquote>



<p>Di Celebes yang dinamakan kembali menjadi Sulawesi oleh Republik, untuk pertama kalinya kami diresahkan oleh masalah keamanan di Indonesia. Jalan yang menyusuri sisi kanan bandara Makassar menjadi tidak aman setelah 9,5 kilometer : perampok dan pemberontak yang saling memperebutkan “wilayah kekuasaan” seringkali menyerangnya. Sementara di sepanjang pelabuhan Makassar yang bersebelahan dengan pasar rotan terbesar di Indonesia, kami menyaksikan kapal – kapal tertambat saling berdampingan, mengingatkan siapapun pada keahlian pelaut Sulawesi.</p>



<p>Sebelum caravel – caravel Belanda atau Portugis pertama memasuki perairan ini, Perahu perahu besar Makassar telah berlayar sepanjang pesisir Cathay menuju Formosa dan kearah Barat ke Madagaskar, bernavigasi menggunakan bintang dengan akurasi yang mengagumkan. Dengan lingkungan yang halus, dek yang mulus, tiang yang tinggi, dan dua dayung panjang yang dipasang di kedua sisi belakang kapal sebagai kemudi bawah air, perahu tersebut merupakan kapal yang luar biasa tangguh.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Di Manado di bagian utara Sulawesi,  banyak cerita mengenai orang – orang Minahasa. Sebagian besar di antara mereka memeluk agama Kristen, berpendididkan, memiliki banyak keahlian, dan sangat bangga akan proses westernisasi yang mereka jalani. Kopi, kopra, kelapa kering, dan keahlian berdagang memberikan penghidupan yang baik bagi mereka. Sebuah pelabuhan baru seharga 43 juta dolar AS di Bitung baru setengah jadi, seharusnya akan semakin memacu perekonomian mereka. John Moningka, petani asal Sulawesi utara mendapat hadiah traktor di Amerika Serikat saat mengikuti program kunjungan ke AS. Berbekal traktor itu, ia bertekad mengembangkan pertanian di kampungnya di Tomohon.</p>
</blockquote>



<figure class="wp-block-image"><img loading="lazy" decoding="async" width="720" height="484" class="wp-image-4069" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/09/John-Moningka.jpg" alt="" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/09/John-Moningka.jpg 720w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/09/John-Moningka-300x202.jpg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></figure>



<p>Tanpa jalur penerbangan langsung, yang dapat membawa kami dari Sulawesi, kami mundur kembali ke Surabaya kemudian ke utara ke Banjarmasin di pesisir selatan Borneo. Inggris mengontrol ujung utara Borneo yang terdiri dari Sarawak, Brunei, dan Borneo Utara. Wilayah Indonesia, dinamakan Kalimantan. Jika digabung, wilayah – wilayah tersebut menjadi salah satu pulau terbesar di dunia dan salah satu yang paling minim dijelajahi. Mudah bagi kami untuk mengetahui alasannya ketika terbang melintasi Laut Jawa ; dari ketinggian 8.000 kaki pada hari yang cerah, pucuk – pucuk pohon di hutan tumbuh meluas bagaikan selimut hingga pegunungan terjauh.</p>



<p>Martapura bermakna “Gerbang Menuju Intan” – batu permata yang terdapat di berbagai aliran sungai di pulau tersebut dan didulang seperti emas. Namun Kalimantan juga menghasilkan banyak karet, batu bara, merica, dan – yang paling penting – minyak. Di wilayah Indonesia, ladang minyak bumi terdapat di sekitar Balikpapan, Sanga-sanga, dan di Pulau Tarakan, dan dioperasikan oleh <strong>Bataafsche Petroleoum Maatschappij </strong>– yang lebih dikenal sebagai BPM, salah satu cabang pembantu <strong>Royal Dutch Shell.</strong></p>



<p>Situasi perminyakan ini menarik disimak untuk beberapa alasan. BPM mendominasi produksi minyak Kalimantan, tetapi di Sumatra, perusahaan tersebut turut ditemani oleh dua perusahaan AS, Standard – Vacuum dan Caltex Pacific. Ketiganya mengontrol sumber minyak yang diperkirakan lebih dari satu miliar barel. Pembagian keuntungan yang diterima oleh pemerintah Indonesia setiap tahun mencapai 60 juta dollar AS.</p>



<p>Namun artikel ini tidak berhubungan dengan masalah keuangan. Cerita ini terkait dengan bertemunya teknologi Barat dengan aspirasi bangsa Indonesia di tengah perjalannya. Contohnya Balikpapan. Ketika pasukan Jepang menarik diri tahun 1945, kota, tempat pelatihan, dan perkantoran dibiarkan hancur ditelan asap, Menara-menara penyuling minyak jadi tumpukan material yang semrawut, tanki – tanki penyimpanan minyak ambruk seperti roti kosong yang remuk. Kini, kurang lebih sepuluh tahun kemudian, Balikpapan telah beroperasi kembali dalam kapasitas penuh dengan 4,500 pegawai yang menangani 2,7 juta ton minyak mentah per tahun. <em>“ Kami tidak hanya belajar bagaimana cara mengebor, menyuling, serta mengirim minyak</em>, “ kata tuan rumah kami, Hj. Houtman, direktur yang ramah di Balikpapan. <em>“ Kami harus membangun sebuah kota dari awal, dari kursi dokter gigi hingga rumah jagal, dari bioskop hingga pengendalian malaria ”.</em></p>



<p>Ia juga menghadapi masalah lain, Perang dan revolusi yang berlangsung bertahun – tahun meninggalkan kenangan pahit bagi banyak orang Belanda dan Indonesia. Dapatkah mereka bekerja berdampingan dalam keakraban yang dipaksakan pada sebuah industri yang dijalankan di kota yang sama ?</p>



<p>Kenyataannya, mereka telah melakukan hal itu, saya menyaksikan orang Indonesia, Belanda, Eurasia, dan China di Balikpapan yang tidak hanya bekerja berdampingan, tetapi bermain tenis, berenang, berdansa bersama, dan bertukar lelucon. Saya menyaksikan sesuatu yang lebih penting: Saya menyaksikan BPM secara aktif mendorong program “regionalisasi”nya, yang berarti semakin banyak jabatan akan diserahkan kepada orang Indonesia. Saat ini jumlah orang Eropa di Balikpapan hanya setengah dari jumlah pegawai dan merupakan persentase yang kecil dibandingkan jumlah total angkatan kerja ; jumlahnya akan menurun apabila para “pribumi” mendapatkan pengalaman dan pelatihan yang meningkat.</p>



<p>WJH Wenselaar yang menjalankan sekolah teknik di Balikpapan, memberitahu bahwa ia memiliki 100 lelaki Kalimantan yang tengah mengikuti kursus penuh waktu, 140 mengikuti kursus sekali seminggu, dan 110 orang mendaftarkan diri dalam kelas malam regular. Di dalam ruangan – ruangan yang dilengkapi oleh peralatan dan fasilitas modern ( banyak di antaranya di desain dan dibangun oleh para siswa ) mereka mempelajari segalanya, dari pemasangan pipa hingga peleburan eletrikal.</p>



<p><img loading="lazy" decoding="async" width="400" height="295" class="wp-image-4075" style="width: 400px;" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/09/Pekerja-farmasi-di-Bandung.jpg" alt="" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/09/Pekerja-farmasi-di-Bandung.jpg 500w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/09/Pekerja-farmasi-di-Bandung-300x221.jpg 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Padanya ditanyakan mengenai kebiasaan – kebiasaan kerja. Ia berpikir sesaat kemudian berkata : <em>“ Hal terpenting adalah Anda tidak meremehkan mereka. Jika Anda jujur dan berterus terang serta tidak mempersulit keadaan, jika Anda berperan sebagai seorang ayah yang tak terlalu menggurui, mereka akan berdisiplin, bekerja keras, dan berupaya untuk belajar mandiri. Saya beritahu Anda, saya sangat puas terhadap pencapaian pemuda – pemuda ini !”</em></p>



<p>Di Sumatera, di seberang Laut Jawa dari Kalimantan, kami menyaksikan perusahaan AS mengatasi pembangunan yang dimulai dari nol. Caltex memulai ekplorasinya dalam skala besar di dekat Pekanbaru pada tahun 1935; mereka menemukan minyak empat tahun kemudian, tetapi terpaksa membiarkan Jepang menikmati hasil dari sumur pertamanya pada masa pendudukan. Tim – tim pertama datang kembali ke Pekanbaru pada tahun 1949.</p>



<p> “ <em>Saya baru tiba dari pusat perminyakan di Amerika Selatan”</em>,  kata istri manajer operasional, “ <em>dan aku mengharapkan sesuatu yang serupa, suasana yang indah dan fasilitas yang lengkap. Aku turun dari pesawat lalu diantar ke dermaga dan kucium bau sungai dan kudengar monyet bersahut -sahutan di hutan, terus kukatakan pada diriku sendiri bahwa keadaannya akan berbeda di kamp. Keadaannya memang berbeda, lebih parah.</em>” Ia bertahan dan kini Kamp Rumbai yang dia tempati sudah hampir menyerupai lingkungan tempat tinggal yang mewah di California meski gerombolan monyet masih membuat keributan setiap pagi dari hutan sekitar.</p>



<p>Produksi minyak yang di dukung oleh investasi sebesar 70 juta dolar AS itu melaju kencang; kini produksinya mencapai 50.000 barel per hari. Namun aktivitas tersebut menghadapi beberapa kesulitan. Salah satunya adalah masalah jalan. Di daerah tropis ini, beberapa kilometer dari khatulistiwa, truk – truk Caltex menggunakan ban khusus untuk permukaan es dan juga rantai</p>



<p> “Kami tidak memiliki pasir atau tanah padat apapun untuk membangun jalan “, jelas sang manager administrasi dan pelayanan di Kamp Rumbai. “Kami hanya mengeraskan tanah dan menyiraminya dengan minyak. Jika hujan deras, kami harus membangunnya kembali, rata – rata setiap enam minggu!”</p>



<p>Masalahnya lainnya adalah satwa – gajah, ular, harimau. “Kami tidak menanam pipa minyak di sekitar sini,” kata sang manajer, “seringkali ada gajah yang menggalinya. Di selatan, mereka sering merusak kabel – kabel telepon dan mengusutkannya seperti spaghetti.”</p>



<p>Namun, Sumatra lebih dari sekedar kebun binatang alami dan sumber minyak. Pulau itu disebut “Pulau Pengharapan,” dan itulah yang dipercayai oleh penduduk Indonesia yang padat. “Sumatra,”kata Duta Besar AS Billy Kelly di Medan,” merupakan masa depan Indonesia. Ukurannya tiga kali Jawa dengan jumlah penduduk yang hanya seperempat Jawa. Sumatra memiliki semuanya : batubara, minyak, karet, tea, kopi, tembakau, tenaga air, tanah air, tanah subur yang banyak – dan penduduk yang rajin dan mandiri. “Namun, pembangunan tidak akan tercapai dalam satu malam. Terdapat masalah – masalah yang sama wilayah lainnya di Indonesia : investasi asing minim, jumlah teknisi terlatih di bidang apapun sangat sedikit, dan ada masalah keamanan di tiap perkebunan besar. Namun suatu saat semuanya akan teratasi. Anda lihat saja,”</p>



<figure class="wp-block-image"><img loading="lazy" decoding="async" width="750" height="514" class="wp-image-4073" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/09/Petani-Karet.jpg" alt="" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/09/Petani-Karet.jpg 750w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/09/Petani-Karet-300x206.jpg 300w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" />
<figcaption>Pekerja di pabrik Karet Pulau Sumatera</figcaption>
</figure>



<p>Demikian setelah mengunjungi sebuah pabrik baru di Medan yang didirikan oleh seorang veteran Indonesia dengan menggunakan uang pinjaman dari pemerintah. Menggunakan mesin-mesin modern, 600 karyawan perempuannya yang direkrut dari kampung-kampung Batak menghasilkan dua juta kaos setiap tahun. Jumlah pinjaman, 68.200 dolar AS dan nilai jual pabrik saat ini, 333.000 dolar AS.</p>



<p>Republik Indonesia tentu saja dapat mencapai banyak hal melalui usahanya sendiri dan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan, upaya Indonesia dapat semakin produktif. “Ambil contoh pertanian,” kata Ambrose Lewis, ahli teknik pertanian yang telah bekerja di Sumatra selama dua tahun. <em>“ Petani Indonesia menganggap hasil panennya sudah cukup baik, tapi kini telah diperkenalkan beberapa varietas Amerika Tengah yang dapat meningkatkan hasil panen hingga 300 persen dengan menggunakan pupuk dalam jumlah yang lebih sedikit. Selain itu jagung baru ini diperkirakan lebih sedikit. Selain itu, jagung baru ini diperkirakan lebih bergizi. Atau beras. Kurang  lebih seperempat petani di Jawa menggunakan benih improvisasi kami dan memperoleh panen 20 hingga 30 persen lebih banyak. Kini kami mencobanya di Sumatera.”</em></p>



<p>Ketika Marco Polo pertama kali melihat Indonesia, ia menulis tentang Jawa dan menulis, “Kekayaan pulau ini sungguh luar biasa.” Namun, 663 tahun kemudian, Indonesia berjuang keras menghadapi pendapatan perkapita yang minim. Status kemerdekaan selama 10 tahun belum menghasilkan peningkatan standar kehidupan dibandingkan masa sebelum perang. Mengapa ?</p>



<p>Mantan Menteri Keuangan Dr. Sumitro Djojohadikusumo menjelaskan, <em>“Banyak yang tak menyadari bahwa penjajahan Jepang yang berlangsung selama beberapa tahun, perseteruan  internal, dua agresi militer, gangguan terhadap sumber daya alam produktif, gangguan sosial, dan semua yang diakibatkan oleh hal- hal tersebut, menimbulkan pengaruh yang dapat dirasakan selama bertahun – tahun ke depan”.</em></p>



<p>Angka – angka statistik mendukung pernyataan Sumitro. Sebagai contoh, dibawah, penjajahan Jepang, hasil, panen karet menurun hingga sekitar 20 persen, kopi hampir 30 persen, tea turun hingga lima persen. Lalu bayangkan sebuah permasalahan yang terkait erat dengan kemampuan bangsa tersebut dalam bekerja : kesehatannya. Di timur Jawa saja, 50 persen penduduk menggigil dalam sekurang-kurangnya satu serangan malaria pertahun. Hampir dua setengah juta menderita tuberkulosis, dan 600.000 buta – mayoritas disebabkan oleh trachoma.</p>



<p>Kekuatan medis seperti apa yang dimiliki oleh Indonesia untuk menghadapi situasi tersebut ? Kurang lebih satu dokter untuk setiap personil 57.000 jiwa ! Kurangnya personil terlatih berlaku di setiap bidang ekonomi – pengacara, ahli teknik, ahli pertanian, guru, tukang pipa, tukang listrik. Sebutkan saja, dan Indonesia telah tertulis di atas kertas dan merupakan rencana yang baik. Masalahnya, siapa yang akan mengimpletasikannya dan kapan ?</p>



<p>Mungkin salah satu fakta terpenting adalah kenyataan bahwa Indonesia sangat ingin belajar. Banyak orang-orang kaya di seluruh Indonesia berupaya sebaik mungkin, melawan segala rintangan, untuk membantu diri sendiri dan negara mereka agar tumbuh dan menjadi dewasa. Haroun el-Raschid, mantan Hakim Ketua Sumatra, yang kini menjabat sebagai kepala sekolah hukum yang didirikan di Padang bersama lima guru lainnya. Gaji bulanannya tidak akan mencukupi untuk membeli sebuah ban mobil. Ada juga seorang siswa sekolah menengah di Surakarta yang belajar di pagi hari dan kemudian mengajar di sore hari.</p>



<p>Melalui upaya-upaya seperti itulah Indonesia berhasil memotong tingkat buta hurufnya dari sekitar 93 persen menjadi 45 persen dan berharap untuk mengentaskannya pada 1961. Indonesia telah berhasil meningkatkan jumlah sekolah dasar dari 18.000 tahun 1940 menjadi 2.700, siswa dari dua juta menjadi 32.000 hari ini, sekolah menengah dari 144 menjadi 2.700, siswanya dari dua juta menjadi lebih dari delapan juta. Jumlah buku, peralatan laboratorium, dan guru masih menyedihkan, dan  proses belajar kerap berlangsung di gubuk-gubuk beratap daun nipah. Namun, pencapaian Indonesia cukup mengesankan.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Para pelajar pelajar cilik di Kalimantan menggunakan batu tulis saat belajar di kelasnya karena buku buku tulis masih mahal dan langka. Pendidikan menjadi salah satu prioritas di negeri yang muda ini, juga digunakan untuk menyebarluaskan salah satu modal yang dimiliki Indonesia, yaitu Bahasa Indonesia.</p>
</blockquote>



<figure class="wp-block-image"><img loading="lazy" decoding="async" width="720" height="491" class="wp-image-4071" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/09/Guru-Kalimantan.jpg" alt="" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/09/Guru-Kalimantan.jpg 720w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/09/Guru-Kalimantan-300x205.jpg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></figure>



<p>Di bidang medis, seorang dokter Kalimantan yang wilayah kerjanya meliputi sebuah hutan dengan kurang lebih 300.00 penghuni ; untuk mencapai sektor utara ia harus berjalan kearah hulu menggunakan perahu motor tempel selama enam jam. Dengan perawat-perawat tak berpengalaman, tanpa ahli anestesi, tanpa sinar X, sebuah tempat tidur lipat tua yang berfungsi sebagai meja operasi, dan sebuah lampu minyak sebagai alat penerang, tempat tidur tanpa seprai dan sebuah tungku arang untuk dapur, lelaki ini terus bekerja dengan efektivitas yang semakin meningkat.</p>



<p>DI beberapa daerah jika Anda bertanya kepada seorang lelaki di sawah mengenai jarak yang harus ditempuh untuk mencapai sebuah kota, ia akan menghitungnya menggunakan jumlah bakul nasi yang harus di masak selama perjalanan. Namun, dalam masyarakat Indonesia yang luas, sebuah kesadaran mengenai arti waktu bagi Republik yang masih muda ini menjadi semakin jelas. Mereka paham, kemerdekaan saja tak cukup sebagai solusi. Mereka tahu bahwa sementara ekonomi mereka bergantung pada tanah yang subur yang menjadi fondasi konkretnya, superstruktur bisnisnya masih goyah, dan upaya menyelamatkannya harus segera dimulai sebelum terlambat.</p>



<p>Seorang pengusaha dalam bidang industry di Medan mengatakan, “Kami tengah melakukan kemajuan. Perdagangan ekspor dan impor kami akhirnya mencapai titik keseimbangan. Namun, untuk menanggulangi pokok permasalahannya dibutuhkan 25 tahun, atau mungkin seratus tahun. Saya bertanya kepada diri sendiri, bersediakah dunia memberi kami waktu barang lima tahun saja?”</p>



<p style="text-align: left;">Itulah pertanyaan yang diingat ketika meninggalkan Indonesia. Di bandara Kemayoran, bendera-bendera dari 29 negara yang telah menghadiri Konferensi Asia Afrika di Bandung yang bersejarah masih berkibar. <em>“ Selamat Jalan! ”</em> sahut teman-teman Indonesia. <em>“ Semoga nasib baik menyertaimu disini</em>.” Kami membalas, <em>“ Selamat tinggal, Semoga nasib baik menyertaimu di sini.” </em>Kami berharap mereka memperolehnya.</p>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-4077" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/09/Hatta-1956.jpg" alt="" width="574" height="372" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/09/Hatta-1956.jpg 480w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/09/Hatta-1956-300x194.jpg 300w" sizes="(max-width: 574px) 100vw, 574px" /></figure>



<p><strong>Disalin National Geographic Indonesia berdasarkan artikel dari National Geographic Edisi September 1955</strong></p><p>The post <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/sang-raksasa-muda-indonesia/">Sang Raksasa muda, Indonesia</a> first appeared on <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://blog.imanbrotoseno.com/sang-raksasa-muda-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Kuba</title>
		<link>http://blog.imanbrotoseno.com/mengenal-kuba/</link>
					<comments>http://blog.imanbrotoseno.com/mengenal-kuba/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[iman]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Aug 2019 00:10:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LUAR NEGERI]]></category>
		<category><![CDATA[PERJALANAN]]></category>
		<category><![CDATA[POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[SEJARAH]]></category>
		<category><![CDATA[SOEKARNO]]></category>
		<category><![CDATA[TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[Adam Malik]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Karno]]></category>
		<category><![CDATA[Fidel Castro]]></category>
		<category><![CDATA[Guys Dur]]></category>
		<category><![CDATA[Havana]]></category>
		<category><![CDATA[Karibia]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Komunis]]></category>
		<category><![CDATA[Kuba]]></category>
		<category><![CDATA[Non Blok]]></category>
		<category><![CDATA[Old Havana]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialis]]></category>
		<category><![CDATA[Sukarno]]></category>
		<category><![CDATA[Wahyu Muryadi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.imanbrotoseno.com/?p=4015</guid>

					<description><![CDATA[<p>Terik matahari menyengat begitu menjejakkan kaki di terminal kedatangan Bandara Jose Marti, Havana yang sepintas seperti bangunan tua Halim Perdana Kusumah. Udara panas yang menyentuh 38 derajat Celcius tak menghalangi antusias yang meluap luap karena akhirnya bisa mengunjungi negara Kuba. Negara yang terletak di kawasan Karibia ini terasa akrab bagi karena hubungan sejarah kedua negara, terutama periode perang dingin. Gambar gambar keakraban Bung Karno dan Fidel Castro banyak memenuhi literatur sejarah. Bahkan Bung Karno adalah kepala negara pertama yang mengunjungi Kuba pada tahun 1960 sejak Fidel Castro menggulingkan Rezim Batista yang tiran dan didukung Amerika. Perjalanan memasuki Ibu kota Havana, kita melihat dominasi bangunan dan rumah tua yang mengesankan negeri yang terbelakang. Jalanan sepi dengan mobil yang tak terlalu banyak, sehingga hampir tak pernah ada kemacetan. Beberapa warga tampak antri di pinggir jalan menunggu kendaraan umum. Perjalanan tak sampai 45 menit sudah memasuki pusat kota yang terbagi dua antara Old Havana dan New Havana. Khususnya bagian Old Havana memang tidak banyak mengalami perubahan sejak dulu hingga saat ini. Sementara bagian New Havana mulai tumbuh dengan munculnya beberapa gedung baru seperti perkantoran atau Hotel. Namun menurut penuturan warga, secara umum tidak banyak yang berubah sejak era Batista. Old Havana merupakan bagian [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/mengenal-kuba/">Mengenal Kuba</a> first appeared on <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Terik matahari menyengat begitu menjejakkan kaki di terminal kedatangan Bandara Jose Marti, Havana yang sepintas seperti bangunan tua Halim Perdana Kusumah. Udara panas yang menyentuh 38 derajat Celcius tak menghalangi antusias yang meluap luap karena akhirnya bisa mengunjungi negara Kuba.</p>
<p>Negara yang terletak di kawasan Karibia ini terasa akrab bagi karena hubungan sejarah kedua negara, terutama periode perang dingin. Gambar gambar keakraban Bung Karno dan Fidel Castro banyak memenuhi literatur sejarah. Bahkan Bung Karno adalah kepala negara pertama yang mengunjungi Kuba pada tahun 1960 sejak Fidel Castro menggulingkan Rezim Batista yang tiran dan didukung Amerika.</p>
<p>Perjalanan memasuki Ibu kota Havana, kita melihat dominasi bangunan dan rumah tua yang mengesankan negeri yang terbelakang. Jalanan sepi dengan mobil yang tak terlalu banyak, sehingga hampir tak pernah ada kemacetan. Beberapa warga tampak antri di pinggir jalan menunggu kendaraan umum. Perjalanan tak sampai 45 menit sudah memasuki pusat kota yang terbagi dua antara Old Havana dan New Havana.</p>
<p>Khususnya bagian Old Havana memang tidak banyak mengalami perubahan sejak dulu hingga saat ini. Sementara bagian New Havana mulai tumbuh dengan munculnya beberapa gedung baru seperti perkantoran atau Hotel. Namun menurut penuturan warga, secara umum tidak banyak yang berubah sejak era Batista.</p>
<p>Old Havana merupakan bagian dari sejarah panjang sejak era Spanyol di Kuba. Bangunan bangunan tua eksotis masih berdiri tegak dan menjadi denyut nadi kehidupan warga Havana. Fidel Castro tidak membangun atau mengubah struktur lingkungan dan arsitek di kawasan kota. Walau beberapa tempat terkesan kumuh, karena penduduk Kuba umumnya berada dalam garis kemiskinan, namun kawasan ini menjadi obyek wisata yang paling sering dikunjungi turis mancanegara.</p>
<p>Para penduduk menyewakan rumahnya untuk wisatawan yang ingin bermalam. Turis turis berjalan dengan nyaman dan aman, karena angka kriminal sangat rendah disini. Ada pameo di Kuba bahwa orang lebih takut dengan penjara daripada neraka. Beberapa polisi terlihat berjaga jaga di pojokan. Memang turisme menjadi sumber pendapatan utama setelah ambruknya Uni Sovyet yang menjadi penyokong utama perekonomian Kuba. Dengan embargo ekonomi dari Amerika saja, jumlah turis yang datang bisa mencapai 4 juta orang pertahun.<br />
<span id="more-4015"></span></p>
<p><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/Gus-Dur.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-full wp-image-4020" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/Gus-Dur.jpg" alt="" width="450" height="280" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/Gus-Dur.jpg 450w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/Gus-Dur-300x187.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a>Old Havana berdekatan dengan pelabuhan dan laut dimana toko toko, bar, café jalanan, restoran, gallery, hotel bercampur dengan rumah rumah penduduk. Salah satu bar dan restoran yang terkenal adalah <em>“ Floridita “</em>. yang menjadi tempat kesukaan sastrawan Ernest Hemingway. Di sebuah pojokan lain, kira kira 2 blok jauhnya ada <em>“ La Bodegita Del Medio </em>“.</p>
<p>Gus Dur semasa jadi Presiden pernah berkunjung ke sini. Beliau hanya minum juice dan fotonya sempat dipasang didinding restorant. Fidel Castro memang sangat pemilih dalam menemui pemimpin negara yang berkunjung ke Kuba. Gus Dur satu satunya Presiden Indonesia yang ditemui Fidel Castro selain Bung Karno. Bahkan dalam kunjungan Presiden SBY saat itu hanya ditemui oleh Raul Castro. Kepala protokoler Istana Wahyu Muryadi pernah mengisahkan kunjungan Fidel ke hotel tanpa pemberitahuan. Sang El Comandante tiba tiba muncul di hotel dan memaksa masuk ke kamar suite Presiden Gus Dur.<br />
<em>“ Its Okay Mr President, Don’t be in a hurry “</em> demikian Fidel Castro tiba tiba hadir di kamar Gus Dur yang masih memakai sandal jepit.</p>
<p>Adam Malik, ketika menjadi Wapres dan memimpin delegasi Indonesia dalam KTT Non Blok tahun 1979 di Havana, juga sempat dikunjungi oleh Fidel Castro di hotel. Mungkin Fidel mengetahui latar belakang Adam Malik sebagai Trostsky dan mantan Duta besar Indonesia di Moscow. Harian Kompas sempat menulis berita ini dimana secara mendadak pada malam hari, tiba tiba Fidel datang ke hotel dimana delegasi Indonesia menginap. Begitu mendadaknya tanpa pemberitahuan sebelumnya, sehingga Adam Malik hanya bisa menjamu Fidel dengan rempeyek yang dibawa dari Jakarta.</p>
<p><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/Penjual-PKL.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-full wp-image-4024" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/Penjual-PKL.jpg" alt="" width="350" height="494" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/Penjual-PKL.jpg 350w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/Penjual-PKL-213x300.jpg 213w" sizes="(max-width: 350px) 100vw, 350px" /></a>Negara memang memonopoli perekonomian. Hampir semua unit usaha dimiliki negara melalui BUMN setempat seperti pabrik, perusahaan taxi, hotel, restaurant, toko sembako, supermarket sampai barber shop dengan pengecualian lapak atau toko kecil yang boleh dimiliki warga. Dalam sistem komunis, maka negara melarang warga jadi kaya sehingga warga tidak boleh melakukan diversifikasi bisnis. Mereka hanya boleh berdagang di satu lapak, tidak boleh memiliki lapak yang berbeda. Tak ada PKL memenuhi trotoar atau jalan. Kalaupun ada, mereka sangat tertib dan tidak mengganggu kenyamanan. Para pedagang eceran yang berjualan juga harus mendapat ijin dari negara dan membayar retribusi yang sangat murah.</p>
<p>Karena berdekatan dengan laut, maka sepanjang Old Havana menuju New Havana terbentang kawasan bernama “ Malecon “. Sebuah kawasan troatar luas dengan konsep water front city sepanjang 15 kilometer. Setiap sore banyak warga yang jalan jalan disini sambil menikmati suasana. Ada juga sebagian yang memancing. Banyak aktivasi dilakukan di kawasan Malecon, seperti saat ini ada bazaar dan pertunjukan musik dalam memperingati saat Fidel Castro menjejaki kakinya di Kuba dengan kapal boat dari Mexico. Seorang diplomat asing mengatakan, Kuba bukan komunis sebenarnya. Mana ada komunis dimana ada bar bar dengan music hidup, festival, pesta dan perempuan perempuan berpakaian minim.</p>
<p>Memang kota tua Havana ini merupakan kawasan hunian miskin, maka sangat lazim kita melihat penduduk duduk didepan rumah atau di depan gang sambil berkecengkerama dengan tetangga. Ketika revolusi Kuba terjadi, banyak pemilik bangunan yang pergi keluar dari Kuba, sehingga Fidel Castro memberikan kepada orang orang miskin untuk ditinggali. Umumnya mereka tinggal di lantai atas, dan lantai bawah jadi toko milik negara. Warisan sistem komunal masih kental, sehingga kadang mereka biasa meminta bumbu dapur atau makanan kepada tetangga.</p>
<p><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/warga.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-full wp-image-4026" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/warga.jpg" alt="" width="450" height="299" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/warga.jpg 450w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/warga-300x199.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a>Jangan coba coba mengajak bicara soal politik pada rakyat Kuba. Karena mereka yang tadinya ramah, sertamerta menarik diri dan mengangkat bahu. Kehebatan Fidel Castro adalah bisa membuat rakyat Kuba pecaya diri dengan nasionalismenya. Fidel bisa meyakinkan jalan ‘ susah ‘ ini sebagai bagian dari keadilan sosial seluruh negeri. Walau ada 5 juta warga Kuba di perantauan seperti Miami, tapi mereka tak memutuskan tali hubungan dengan tanah airnya. Saat ini mereka bisa bolak balik dari Miami ke Havana untuk menengok kerabatnya dan membawa dollar dollar yang dibutuhkan untuk devisa Kuba.</p>
<p>Salah satu bentuk propaganda Pemerintah ini bisa dilihat dengan beberapa toko buku yang khusus menjual buku, novel sampai komik tentang sosialisme serta perjuangan Fidel Castro mensejahterakan rakyat. Sayang buku buku itu dijual dalam Bahasa Spanyol<br />
Banyak pedagang PKL yang berjualan di tangga tangga rumah. Gloria yang sepintas mirip artis sinetron Indonesia harus membantu ibunya berjualan dan menjaga lapaknya siang hari. Jika malam ibunya akan bergantian berjualan. Gloria tampak senang ketika tamu Indonesianya memborong tas tas kain bergambar Che Guevara.</p>
<p><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/toko-jualan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4034" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/toko-jualan.jpg" alt="" width="700" height="450" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/toko-jualan.jpg 700w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/toko-jualan-300x193.jpg 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a></p>
<blockquote><p>Wajah wajah cantik perempuan latin seperti Gloria memang pemandangan biasa di Havana. Sebagaimana pria pria latin, mereka tetap terlihat festive dan charming walau sebenarnya hidup miskin. Seorang diplomat Indonesia di Havana mengatakan, banyak warga Indonesia yang masih bujangan dan bekerja – sektor perhotelan, keuangan &#8211; di sekitar Karibia seperti Cayman Islands, Bahamas umumnya memilki kekasih perempuan Kuba yang dikunjungi setiap akhir pekan. Bagi perempuan Kuba, berhubungan dengan pria asing yang berpenghasilan dollar, juga merupakan jalan keluar dari susahnya hidup.</p></blockquote>
<p>Internet menjadi barang langka. Mereka yang berlangganan telepon seluler paska bayar memiliki kuota data yang sangat sedikit dan harga yang sangat mahal. Jika kuota habis maka ia harus menunggu tanggal 1 awal bulan berikutnya. Opsi lain adalah membeli voucher wifi, dimana di beberapa tempat seperti taman, restaurant, kita bisa mengakses internet berbekal dengan voucher. Seorang teman mengatakan, di Kuba kita bisa terbebas dari godaan social media. Betapa tidak, bagi turis satu satunya cara bisa berselancar hanya di hotel hotel tertentu yang kadang hanya bisa mengakses internet di lobby saja.</p>
<p><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/old-havan2-copy.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-full wp-image-4036" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/old-havan2-copy.jpg" alt="" width="333" height="500" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/old-havan2-copy.jpg 333w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/old-havan2-copy-200x300.jpg 200w" sizes="(max-width: 333px) 100vw, 333px" /></a>Warga negara Kuba mendapat subsidi dari negara untuk membeli bahan makanan dan kebutuhan lainnya. Seorang insinyur atau dokter berpenghasilan 50 dollar sebulan dan mereka masih bisa hidup. Tentu dengan keterbatasan barang barang yang harus dibeli dengan atrian. Belum lagi air bersih kadang bisa berhari hari tidak keluar dari kran.<br />
Warga tidak bisa bebas membeli barang barang yang diinginkan di toko. Mereka hanya bisa membeli barang barang yang saat itu ada di toko, karena bisa jadi esok harinya barang itu sudah tidak ada lagi. Itupun barang yang boleh dibeli dijatah, misalnya tiap orang hanya boleh membeli 2 paket berisi ayam potong.</p>
<p>Istri Duta besar Republik Indonesia di Havana menceritakan bagaimana staff dapurnya harus membeli ikan laut secara gelap, karena secara resmi nelayan harus menjual hasil tangkapannya kepada negara. Kelak negara yang akan menyalurkan ke warga melalui toko toko milik negara juga. Semua kelangkaan bahan makanan hanya terjadi di masyarakat, sementara hotel hotel dan restaurant – karena dimiliki negara – tetap melayani tamu tamu dengan standar kelasnya. Turispun seolah tidak merasakan kesusahan warga Kuba.</p>
<p>Satu hal, warga mendapat pendidikan dan kesehatan gratis. Banyak klinik klinik kesehatan di penjuru kota untuk melayani warga. Mereka juga bisa memperoleh obat obatan secara gratis, walau tetap harus antri juga. Salah satu kelebihan Kuba. Walau mereka miskin, namun angka literasi dan kesehatan warga adalah salah satu yang tertinggi di dunia. Anggaran belanja negaranya mengalokasikan 35 % untuk sektor kesehatan. Riset dan penelitian medis mendapat perhatian besar dari negara, sehingga Kuba bisa menghasilkan obat obatan yang ironisnya hak patennya dibeli oleh perusahaan perusahaan Amerika atau Eropa. Mereka juga mencetak dokter dokter yang diekspor ke negara negara lain. Kuba juga mengirimkan dokter dokter ke Venezuela yang dibarter dengan minyak.</p>
<p><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/antri.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-full wp-image-4038" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/antri.jpg" alt="" width="375" height="500" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/antri.jpg 375w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/antri-225x300.jpg 225w" sizes="(max-width: 375px) 100vw, 375px" /></a>Fidel bagaimanapun memprioritaskan kesejahteraan bagi warganya dengan prinsip prinsip sosialisme. Sebelum revolusi Kuba, dari 6 juta rakyat sebagian besar rakyat hidup dalam kemiskinan, kelaparan, tanpa sanitasi, air bersih dan listrik. Hampir 90 % anak anak saat itu terkena infeksi parasit karena orang tua mereka tidak mampu membelikan baju dan alas kaki. Sebagian rakyat Kuba saat itu menjadi buruh petani perkebunan &#8211; yang dikuasai tuan tanah dan korporasi asing &#8211; hanya bisa bekerja 4 bulan dalam setahun, terutama dalam masa panen.</p>
<p>Sementara di Havana, ibu kota dimana masyarakat kelas bergelimang kehidupan hedon. Sangat kontras dengan ribuan anak anak yang tidur di jalanan tanpa ada kesempatan mengenyam pendidikan. Dalam buku <em>‘ Fidel Castro – What did he find at the victory of the revolution ‘, </em>disebutkan saat itu di Havana ada 26.710 orang hidup dalam judi. 11.500 hidup dari prostitusi dan 15.064 hidup di jalanan.</p>
<p>Pendidikan dan kesehatan merupakan program utama Fidel untuk mensejahterakan rakyatnya. Dari 1,6 juta anak anak saat itu, separuhnya tidak bisa bersekolah, sehingga dalam tahun awal kekuasaanya ada 69 barak militer yang diubah jadi sekolah untuk 40 ribu anak. Total ada 11,000 sekolah di daerah pedesaan yang telah dibangun. Ini di luar membangun 100 rumah sakit dan klinik di pedalaman Kuba. Fidel juga membagikan tanah tanah kepada rakyat melalui program landreform agraria. Ketika banyak warga asing dan kelas atas kabur keluar negeri, Fidel mempersilahkan warga menempati rumah rumah dan flat yang ditinggalkan pemiliknya.</p>
<p>Banyak gedung gedung dan rumah peninggalan era Batista yang beralih fungsi sosialnya saat Fidel Castro berkuasa. Sebuah gedung tinggi bekas bank dan korporasi besar diubah jadi sebuah rumah sakit terbesar – sejenis RSCM &#8211; di Havana. Kawasan elite seperti Menteng di Jakarta bekas rumah rumah orang kaya dijadikan kawasan kedutaan besar di Havana.</p>
<p><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/malecon3.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-full wp-image-4040" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/malecon3.jpg" alt="" width="450" height="338" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/malecon3.jpg 450w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/malecon3-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a>Kuba sangat identik dengan mobil mobil antiknya. Kendaraan ini umumnya diimpor dari Amerika masa rezim Batista sebelum Castro menggulingkannya, masih digunakan jadi transportasi bagi warga. Perusahaan negara memoles mobil mobil tua ini dengan cantik dan dijadikan bagian atraksi turis untuk keliling kota. Ramon, seorang supir yang bekerja pada perusahan taxi milik negara menjelaskan karena kekehabisan onderdil asli, maka mobil mobil ini harus dikanibalisasi atau menggunakan onderdil mobil mobil Korea Selatan. Ramon juga menjadi guide untuk berkeliling kota. Ketika kami melewati kawasan kedutaan ia menunjuk kedutaan Korea Utara dan mengatakan. <em>Their leader is crazy</em>. Sambil menunjuk kepalanya. Saya mengatakan, bahwa Korea Utara itu komunis. Begitu juga Kuba. Sambil tersenyum Ramon berkata “ Ya. Kuba juga komunis “.</p>
<p><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/Musuem.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignright size-full wp-image-4042" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/Musuem.jpg" alt="" width="400" height="300" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/Musuem.jpg 400w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/Musuem-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></a>Dalam setiap perjalanan ke negara lain, saya selalu meluangkan waktu mengunjungi Museum museumnya. Mantan Gubernur Jakarta, Ali Sadikin pernah mengatakan suatu kota dikatakan berbudaya atau tidak, dilihat dari jumlah museum yang dimiliki. Jadilah Ramon membawa saya ke museum revolusi Kuba. Museum ini bekas istana kepresidenan Batista. Kalau kita melihat film <em>“ The Godfather II “ </em>, ada suatu adegan fiksi dimana Presiden Batista bersama tamu tamunya termasuk Michael Corleone mengadakan pesta tahun baru di istana ini. Tak berapa lama, datang beberapa pemimpin militernya yang mengatakan Havana tak bisa dipertahankan lagi, sehingga Batista mengucapkan pidato perpisahan dan melarikan diri ke luar negeri.</p>
<p>Ketika prajurit prajurit Fidel memasuki Istana, mereka menembaki dan lubang lubang peluru masih dibiarkan membekas di tembok tembok sebagai ingatan peristiwa ini. Dari diorama yang ada tampak foto Bung Karno bersama Fidel Castro. Memang Fidel mengganggap Presiden Indonesia saat itu sebagai sosok yang dikagumi. Bahkan Fidel mengutus Che Guevara ke Indonesia untuk mengadopsi pemikiran pemikiran Bung Karno dalam melawan kolonialisme dan imperialisme. Konon dalam kunjungannya ke Kuba, Bung Karno mengajarkan kepada Fidel soal kemandirian dan bagaimana negara mensejahterakan rakyat. Hasil diskusi mereka diwujudkan Fidel dengan serangkaian kebijakan seperti program landreform agraria, pendidikan dan kesehatan bagi rakyatnya.</p>
<p>Dipenghujung kekuasaannya, Bung Karno sempat menulis surat khusus kepada Fidel Castro. Surat itu dititipkan pada Duta Besar Indonesia, AM Hanafi yang memang seorang Soekarnois. Tak ada yang tahu apa isi surat itu. Yang jelas awal orde baru, hubungan Kuba dan Indonesia memburuk, bahkan sampai 1972 Indonesia tidak membuka kedutaannya disana. Duta besar AM Hanafi menjadi eksil dan pelarian politik di Eropa sejak saat itu.</p>
<p><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/bk1.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-full wp-image-4048" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/bk1.jpg" alt="" width="400" height="450" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/bk1.jpg 400w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/bk1-267x300.jpg 267w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></a>Setelah Fidel Castro meninggal dunia, Kuba mereformasi perekonomiannya. Mereka ingin mencontoh Vietnam dan Cina, bagaimana tetap mempertahankan symbol komunisme tetapi menjalankan perekonomian secara bebas seperti prinsip prinsip kapitalisme. Duta besar Indonesia di Havana menjelaskan bagaimana akhir akhir ini para perancang ekonomi Kuba secara intens melakukan studi banding ke Cina dan Vietnam.Mungkin Fidel Castro tak bisa membayangkan dari alam kubur bahwa akhirnya Kuba harus menyerah dari mimpi kemandirian yang dicanangkan sejak dulu.</p>
<p>Musim panas saat ini di Kuba membuat malam semakin lambat. Matahari masih bersinar terang sampai jam 8 malam, dan setelah senja membuat pendar langit menuju gelap terasa melankolis. Havana terus menggeliat dimana bar bar dan resto semakin ramai. Ramon yang menyudahi tour keliling kota bertanya sambil matanya berbicara penuh arti,<em> “ Where are you gonna do tonight ? </em>“. Jalanan semakin ramai ketika beberapa warga menari salsa di trotoar dengan iringan musik jalanan. Tawa tawa perempuan perempuan Kuba yang menggelitik.. Malam ini masih panjang. Cuba ? Si !</p>
<p><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/Mobil-2.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-4045" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/Mobil-2.jpg" alt="" width="600" height="399" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/Mobil-2.jpg 600w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/Mobil-2-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a> <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/mobil3.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-4046" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/mobil3.jpg" alt="" width="600" height="399" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/mobil3.jpg 600w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/mobil3-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a> <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/Malecon.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-4049" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/Malecon.jpg" alt="" width="600" height="450" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/Malecon.jpg 600w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/08/Malecon-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a></p><p>The post <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/mengenal-kuba/">Mengenal Kuba</a> first appeared on <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://blog.imanbrotoseno.com/mengenal-kuba/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peran Tionghoa dalam keprajuritan dan pertempuran di Indonesia</title>
		<link>http://blog.imanbrotoseno.com/peran-tionghoa-dalam-keprajuritan-dan-pertempuran-di-indonesia/</link>
					<comments>http://blog.imanbrotoseno.com/peran-tionghoa-dalam-keprajuritan-dan-pertempuran-di-indonesia/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[iman]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2019 04:37:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERBANGSA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[SEJARAH]]></category>
		<category><![CDATA[TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[imlek]]></category>
		<category><![CDATA[John Lie]]></category>
		<category><![CDATA[NKRI]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberontakan Pecinan]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sunan Kuning]]></category>
		<category><![CDATA[Sunan Pakubuwono II]]></category>
		<category><![CDATA[Surjo Budihandoko]]></category>
		<category><![CDATA[Tionghoa]]></category>
		<category><![CDATA[Tony Wen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.imanbrotoseno.com/?p=4001</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prabowo mengingat jaman di Timor Timur, ada 2 sukarelawan Tionghoa yang ikut bertempur bersamanya tahun 1978. Domingus asal Ossue dan Roberto Lin Lin Kai dari Vikeke. Mereka ikut bertempur tanpa jabatan, tanpa ikatan dinas demi merah putih. Mantan KSAL Bernard Sondakh punya kisah menarik tentang seorang perwira etnik Tionghoa yang berdinas di KRI. Masa itu persoalan rasial masih sangat terasa. Perwira ini sering diejek dengan panggilan ‘ Cino ‘ dan disepelekan oleh teman temannya. Suatu hari ada kebakaran di kamar mesin, dan semua berlarian mencari selamat. Justru si ‘ cino ‘ ini yang seorang diri masuk ke kamar mesin, berjuang memadamkan api. Setelah api padam, dengan baju kotor ia berkata di depan Komandan dan teman teman perwiranya, “ ternyata hanya perwira Cino yang tidak takut mati “. Sayangnya karena kekecewaan yang berat, kelak ia meminta berhenti dari TNI AL. Persis cerita di atas, Ben Sondakh melanjutkan, kisah seorang perwira Marinir etnik Tionghoa yang paling berani dalam pertempuran di Timor Timur. Dia yang selalu diejek, ternyata menunjukan keberanian yang luar biasa. Sayang akhirnya gugur dalam pertempuran jarak dekat. Mantan gubernur Sumatera Selatan, Asnawi Mangkualam pernah menuturkan pengalamannya dalam ‘ Perang kota 120 jam ‘ di Palembang 1 Januari 1947. Saat itu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/peran-tionghoa-dalam-keprajuritan-dan-pertempuran-di-indonesia/">Peran Tionghoa dalam keprajuritan dan pertempuran di Indonesia</a> first appeared on <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Prabowo mengingat jaman di Timor Timur, ada 2 sukarelawan Tionghoa yang ikut bertempur bersamanya tahun 1978. Domingus asal Ossue dan Roberto Lin Lin Kai dari Vikeke. Mereka ikut bertempur tanpa jabatan, tanpa ikatan dinas demi merah putih.</p>
<p>Mantan KSAL Bernard Sondakh punya kisah menarik tentang seorang perwira etnik Tionghoa yang berdinas di KRI. Masa itu persoalan rasial masih sangat terasa. Perwira ini sering diejek dengan panggilan ‘ Cino ‘ dan disepelekan oleh teman temannya. Suatu hari ada kebakaran di kamar mesin, dan semua berlarian mencari selamat. Justru si ‘ cino ‘ ini yang seorang diri masuk ke kamar mesin, berjuang memadamkan api. Setelah api padam, dengan baju kotor ia berkata di depan Komandan dan teman teman perwiranya, “ ternyata hanya perwira Cino yang tidak takut mati “. Sayangnya karena kekecewaan yang berat, kelak ia meminta berhenti dari TNI AL.</p>
<p>Persis cerita di atas, Ben Sondakh melanjutkan, kisah seorang perwira Marinir etnik Tionghoa yang paling berani dalam pertempuran di Timor Timur. Dia yang selalu diejek, ternyata menunjukan keberanian yang luar biasa. Sayang akhirnya gugur dalam pertempuran jarak dekat.</p>
<p>Mantan gubernur Sumatera Selatan, Asnawi Mangkualam pernah menuturkan pengalamannya dalam ‘ Perang kota 120 jam ‘ di Palembang 1 Januari 1947. Saat itu ia masih Letnan bersama Kapten Makmun Murod dan Kapten Ryacudu memimpin laskar rakyat menghadapi Belanda yang menyerbu Palembang. Ia mengenang ada satu anggotanya keturunan Tionghoa yang bernama Sing yang berbaur bersama rakyat lainnya, bertempur untuk negerinya. “ Pak As, saya kena “ Segera Letnan Asnawi menyambut tubuh Sing yang hampir rubuh dengan dada berlumuran darah. Akhirnya Sing meninggal karena luka yang parah.</p>
<p>Tahun 1950, setelah menerima pengakuan kedaulatan dari Belanda, negeri ini melakukan pembangunan segala bidang termasuk pertahanan. Maka TNI AU membuka pendaftaran menjadi pilot pesawat . Setelah melalui seleksi dari 300 peserta, dipilih 60 pemuda pilihan yang akan diberangkatkan ke sekolah pilot Transocean Air Lines Oakland Alameda ( TALOA ) Academy of Aeronautics di Bakersfield California. Mereka adalah instruktur dan navigator dari pilot pilot generasi awal TNI AU. Diantaranya Omar Dhani, Saleh Basarah, Sri Mulyono Herlambang dan juga 2 orang etnik Tionghoa. Gan Sing Liep dan The Tjing Hoo.</p>
<p>Nama mereka tercatat dalam sejarah resmi TNI AU sebagai navigator pesawat Hercules dalam konflik Trikora. Saat itu dilakukan operasi penerjungan di daerah sekitar Merauke yang didukung 3 pesawat Hercules. Kedua perwira Tionghoa tadi menjadi navigator di 2 pesawat tersebut.</p>
<p>Kapten Benny Moerdani yang menjadi komandan dalam operasi Naga, sempat memancarkan kekuatiran sebelum lepas landas. Barangkali pertama kali, ia harus melakukan operasi lintas udara di daerah musuh yang sama sekali buta. Letkol Udara Moh Slamet lalu menghampiri Kapten Benny Moerdani. “ jangan khawatir, saya pilihkan the best navigator – Mayor Gan “. Rupanya di kalangan AURI, Mayor Gan dikenal sebagai navigator terbaik.<br />
Gan Sing Liep yang lahir di Tuban 1928 kemudian berganti nama menjadi Sugandi. Ia pensiun dalam pangkat Marsekal pertama, serta dimakamkan di TMP Kalibata.<br />
<span id="more-4001"></span></p>
<p>Dalam konfrontasi dengan Malaysia, banyak pilot pilot Tionghoa yang menjadi tulang punggung AURI. Salah satu pilot tempur yang terkenal, seorang Tionghoa asal Maluku bermarga Tjong. Dalam suatu kesempatan, dengan membawa Mig 21 dia berhadapan dengan sepasang Hawker Hunter dari Royal Australian Air Force yang berpangkalan di Butterworth , Penang. Ia pensiun dalam pangkat Marsekal Pertama dan dekat dengan Jend Benny Moerdani.</p>
<p>Cuplikan kisah diatas menunjukan bukti historis keterkaitan hubungan etnik Tionghoa di Indonesia dengan dunia militer, walau dalam keseharian, hal tersebut masih dipersepsikan sebagai hal yang terpisah.<br />
Di Jawa timur mengenal folkflore yang ditradisikan dalam pertunjukan ludruk, seperti tembang. “ Es gandul ditaleni merang. Cina gundul ora wani perang – Es tergantung diikat jerami. Tionghoa gundul tidak berani maju perang “.</p>
<blockquote><p>Padahal sejak abad 17 orang orang Cina telah memberikan sumbangan penting di bidang militer dan teknologi. Ketika Mataram menyerang Giri tahun 1636, Sunan Giri mendapat bantuan 250 orang Cina penembak tepat, termasuk seorang komandan yang menangani senjata api yang telah ikut berjuang bersama Trunojoyo. Selain ahli dalam perdagangan, Banyak mereka juga ahli dalam seni bela diri, termasuk menggunakan tongkat. Tidak heran, karena tradisi kungfu yang telah ada di Cina daratan.</p></blockquote>
<p>Dalam geger pecinan tahun 1740 – 1743, keberanian orang Tionghoa menyerang Belanda telah mengejutkan Pakubuwana II, karena selama ini Tionghoa diidentikan dengan perempuan yang tidak memiliki kekuatan sendiri dan hanya cocok untuk perdagangan saja. Sterotipe Tionghoa tidak berani memegang senjata terus diabadikan melalui tradisi lisan.</p>
<p>Aksi militer geger pecinan adalah aksi mereka yang paling spektakuler, yakni persekutuan Tionghoa bersama Jawa melawan VOC. Para pejuang Tionghoa- Jawa mampu meluluhlantakan Keraton Mataram di Kartasura, dan mengangkat Mas Garendi sebagai raja baru. Raja ini dijuluki sebagai Sunan Kuning, mengambil referensi etnis berkulit kuning etnis Tionghoa.</p>
<p>Perang Pecinan sebenarnya menjadi rangkaian perang panjang berbagai perang di tanah Jawa. Perang ini juga melibatkan pasukan Bugis dan Madura, sehingga disebut perang ini lebih besar dari skala Perang Diponegoro ( 1825 – 1830 ). Anehnya perang ini dilupakan ( dihapuskan ? ) dalam sejarah nasional Indonesia.<br />
Perang yang disebut ‘ Perang Tjina melawan Ollanda ‘ merupakan salah satu perang besar terhadap VOC. Seandainya koalisi Jawa – Tionghoa bisa menghabisi VOC, maka besar kemungkinan tidak ada penjajahan Belanda di negeri ini. Sayang sejarah tidak mengenal kata ‘ seandainya ‘. Besarnya skala perang ini, dianggap seperti perang Sepoi yang dihadapi kolonialisme Inggris di India.<br />
Dimulai sejak pembantaian orang Tionghoa oleh VOC di Batavia. Diperkirakan 7 ribu sampai 10 ribu orang Tionghoa dibunuh dalam pembantaian selama 2 hari itu.</p>
<p>Melihat pembantaian massal itu, pasukan Tionghoa dipimpin Sepanjang, yang disebut Kumpeni sebagai Khe Panjang alias Tay Wan Soey berusaha menyerbu Batavia, yang dimulai dari benteng Tangerang. Orang Jawa kelak mengenalnya sebagai Kapiten Sepanjang yang memimpin pasukan koalisi Tionghoa – Jawa melawan VOC</p>
<p>Pasukan Tionghoa yang tersisa bergabung dan menyingkir ke wilayah Mataram, melintasi Cirebon, Losari , Tegal dan sampai Lasem. Saat itu peranakan Tionghoa sudah kawin membaur di wilayah pesisir utara. Bahkan Bupati Mataram di wilayah pesisir diketahui berdarah Tionghoa, seperti Bupati Lasem, Tumenggung Widyaningrat alias Oei Ing Kiat.</p>
<p><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/02/cina4.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4006" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/02/cina4.jpg" alt="" width="500" height="357" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/02/cina4.jpg 500w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/02/cina4-300x214.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a>Awalnya Sunan Pakubuwono II mendukung pemberontakan Tionghoa melawan VOC. Panglima pasukan Tionghoa dari wilayah Mataram adalah Singseh dengan perwiranya Leyang, Etik, Epo. Panglima pasukan tionghoa dari wilayah Batavia dipimpin Kapiten Sepanjang Di wilayah perbatasan Jawa Tengah- Jawa Timur ada pasukan Tionghoa dipimpin Encik Mas, Encik Lika, Encik Putih yang mengambil posisi di sekitar Blora. Pasukan ini menghadap pasukan Madura yang diperintahkan residen VOC di Surabaya untuk membunuhi orang Tionghoa di wilayahnya.</p>
<p>Benteng VOC di Kartasura jatuh yang membuat pasukan Tionghoa- Jawa semakin bersemangat menyerang benteng di Semarang. Pertempuran Semarang sangat mengerikan. Korban bergelimpangan di kedua belah pihak. Koalisi Jawa Tionghoa dipimpin Kapiten Sepanjang dan Singseh dari pasukan Tionghoa. Dan dari Pasukan Jawa dipimpin Patih Notokusumo. Ketika itu Raden Mas Said, kelak dijuluki pangeran Sambernyawa dan menjadi Mangkunegara I, sudah bergabung dan sekaligus belajar ilmu militer dari Kapiten Sepanjang.</p>
<p>Kelak Sunan berbalik memihak VOC dan memusuhi laskar Tionghoa. Para bangsawan yang kecewa membentuk pasukan gabungan jawa- Tionghoa melawan VOC dan Sunan Pakubuwono II. Koalisi ini juga harus menghadapi pasukan Bugis, Ambon dan Madura.</p>
<p>Sekitar bulan Feb – Maret 1742. Berkumpul 3 brigade Jawa dan 3 Brigade Tionghoa di bawah pimpinan Raden Mas Garendi atau Sunan Amangkurat V ( Sunan Kuning ) . Ia dinobatkan menjadi raja, untuk menggantikan Sunan Pakubuwono II yang dianggap mengingkari perjuangan dengan berbalik memihak Belanda.</p>
<p>Sunan yang masih remaja ini bersama pasukan Jawa – Tionghoa menyerang Kartasura, ibu kota Mataram. Pasukan Tionghoa dipimpin panglimanya Entik, Macan dan Pibulung. Sementara pasukan Jawa dibawah komando Kertawirya, Wirajaya dan Martapura. Secara khusus Kapiten Sepanjang dan Singseh, bersama Patih Mangunoneng mengawal Sunan muda itu. Mereka bertempur diwilayah Salatiga sampai Boyolali.</p>
<p>Akhirnya Keraton Kartasura jatuh ke pasukan koalisi Jawa Tonghoa. Dalam keadaan kacau balai Sunan Pakubuwono II melarikan diri bersama pasukan VOC yang mengevakuasi melalui pintu belakang, kabur ke arah timur, melalui Magetan, terus mendaki Gunung Lawu dan menuju Madiun sampai ke Ponorogo.</p>
<p>Pasukan Amangkurat V terus dikepung dari pasukan Pakubowono II yang dibantu VOC, Bugis, Madura yang membuatnya lama kelamaan kehabisan tenaga. VOC sempat menawari Kerajaan Mataram di bagi dua, asal Sunan Amangkurat V mau meninggalkan pasukan Tionghoa. Namun Sunan muda ini menolak berkhianat kepada pasukanTionghoa yang sudah sekian lama berperang bersama pasukan Jawa.</p>
<p>Dalam bulan Septemberur 1743, Sunan Kuning dan Kapiten Sepanjang bergabung dengan laskar Untung Surapati bergerilya di selatan Surabaya. Dalam sebuah pertempuran Sunan terpisah dengan Kapiten Sepanjang daninduk pasukan. Sunan Kuning yang terpisah dengan panglimanya Kapiten Sepanjang bagaikan layangan putus. Akhirnya Sunan Kuning menyerah kepada VOC yang kemudian membawanya ke Batavia, dan kelak dibuang ke Sri Langka.<br />
Pasukan Jawa Tionghoa dipimpin Kapitan Sepanjang terus berjuang dan menyingkir ke arah Banyuwangi. Catatan terakhir tentang Kapitan Sepanjang adalah, tahun 1750 dia pindah ke Bali dan mengabdi pada salah satu kerajaan di sana.</p>
<p>Semasa revolusi kemerdekaan, di Solo dibentuk Barisan Pemberontak Rakyat Tionghoa ( BPRT ) tgl 4 Januari 1946. Pembentukan Badan ini dihadiri wakil wakil Keraton Kasunanan Solo dan Pura Mangkunegara. Barangkali ini semacam repertoar sejarah masa lalu, saat Kapiten Sepanjang, Singseh ( Tan Sin Ko ) bersama Pangeran Mangkubumi, Sunan Amangkurat V dan Pangeran Sambernyawa bersama melawan VOC dan Keraton Kartasura yang dikuasai pengaruh Kumpeni.</p>
<p>Salah satu tokoh BPRT adalah Tony Wen alias Bun Kin To, seorang tionghoa asal Bangka. Sebelum perang dunia II, Tony Wen pernah menjadi pemain bola di klub bola terkenal UMS. Tony Wen terlibat dalam pasukan gerilya yang disebut ‘ International Volunteer Brigade ( IVB ) yang berjuang disekitar Magelang. IVB menghimpun pemuda India, Filipina, Tionghoa dan kebangsaan lain yang bersimpati pada kemerdekaan Indonesia. Kelompok IVB sepertinya terinspirasi Brigade Internasional dalam perang Spanyol ( 1936 – 1938 ) yang menghimpun pemuda sosialis dan komunis Internasional melawan kubu fasis Jenderal Franco.</p>
<p><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/02/cina3.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4004" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/02/cina3.jpg" alt="" width="500" height="288" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/02/cina3.jpg 500w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2019/02/cina3-300x173.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a>Tak ketinggalan di kota Pemalang berdiri Laskar Tionghoa. Tony Wen kemudian menjadi pelaksana penyelundupan candu atas gagasan AA Maramis. Operasi dimulai 7 Maret 1948 dengan mengangkat setengah ton candu dari pantai Popoh, selatan Kediri lalu melewati selat Lombok untuk menghindari blockade Belanda di Laut Jawa dan Sumatera.<br />
Tony Wen akhirnya sampai di Singapura dan membuka kontak dengan pedagang candu. Tony Wen juga dua kali membawa candu 2 ton dengan pesawat carteran Catalina. Operasi lanjutannya di Singapura dilakukan dengan bantuan John Lie. Jaringan Tony Wen akhirnya terbongkar, dan dia ditangkap polisi Inggris di Singapura serta ditahan sampai pengakuan kedaulatan Indonesia tahun 1949.</p>
<p>Masih di Jawa Tengah, dalam pertempuran palagan Ambarawa, ada sosok pejuang Tionghoa yang dilupakan sejarah. Sosok itu adalah Kho Sien Ho alias Surjo Budihandoko. Ia menjadi komandan tertinggi Laskar Rakyat Magelang dan Kedu. Alumnus Akedemi Militer Whampoa, Tiongkok bersama BKR merampas senjata Jepang dan melawan tentara Inggris dan NICA di Amabarawa. Kho Sien Ho adalah wakil Surjo Sumpeno ( kelak jadi Panglima di Jawa Tengah dan aspri Presiden Soeharto ) di front Magelang – Kedu saat itu.</p>
<p>Salah satu menantu Kho Sien Ho, yakni Ganda Winata masuk TNI AL, dan menjadi perwira instruktur KKO ( Marinir ). Di Kota Kudus lahir pasukan Matjan Poetih, yang berintikan priyayi kelas menengah, aktivis PNI dan tokoh tokoh Tionghoa.</p>
<p>Sejak peristiwa G 30 S, orang Tionghoa dicurigai sebagai agen komunis sehingga harus mengalami nasib sama seperti kader PKI lainnya. Bedanya untuk orang Tionghoa ini, prasangka komunis menjadi satu paket dengan prasangka rasial. Orang Tionghoa entah itu Islam, Katolik, Protestan harus rela meninggalkan budayanya.</p><p>The post <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/peran-tionghoa-dalam-keprajuritan-dan-pertempuran-di-indonesia/">Peran Tionghoa dalam keprajuritan dan pertempuran di Indonesia</a> first appeared on <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://blog.imanbrotoseno.com/peran-tionghoa-dalam-keprajuritan-dan-pertempuran-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membangun percakapan digital</title>
		<link>http://blog.imanbrotoseno.com/membangun-percakapan-digital/</link>
					<comments>http://blog.imanbrotoseno.com/membangun-percakapan-digital/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[iman]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2018 16:37:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BISNIS & PEMASARAN]]></category>
		<category><![CDATA[BLOGGERS]]></category>
		<category><![CDATA[SOCIAL MEDIA]]></category>
		<category><![CDATA[brand awareness]]></category>
		<category><![CDATA[digital marketing]]></category>
		<category><![CDATA[e marketing]]></category>
		<category><![CDATA[new wave marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.imanbrotoseno.com/?p=3982</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kehadiran internet khususnya media sosial telah mengubah banyak hal, misalnya pola komunikasi orang-orang masa kini di media sosial. Percakapan, dialog, diskusi mendapat tempat di ruang-ruang media sosial tersebut. Itu pulalah yang menjadi model percakapan di antara para konsumen sekarang ini. Sebab itu, di era percakapan ala media sosial ini, pemasar kudu bisa memahami dan mengerti pola komunikasi para konsumen sendiri. Sebab itu, era yang sering digaungkan sebagai era New Wave Marketing di mana telah terjadi horisontalisasi segala bidang. “ Promosi yang sifatnya satu arah sudah kurang signifikan lagi. Pemasar kudu bisa menciptakan percakapan bagi konsumennya. Tidak sekadar menciptakan, tapi juga terlibat dalam percakapan sejajar dengan konsumennya. Sebab itu, di era ini, promotion adalah conversation “ Sekarang, semakin banyak merek yang terjun ke media-media sosial. Ada yang sukses membangun percakapan dan melakukan customer engagement di media-media ini. Namun, tak sedikit, yang masih kelihatan kikuk—entah karena tidak tahu atau memang menganggap hal itu sekadar tempelan semata. Tak jarang, kita temui di linimasa Twitter, Instagram, akun merek yang berkomunikasi searah. Sekadar berpromosi dan minus dialog. Mereka masih terjebak pola konservatif pemasaran. Promosi discount harga, jualan store atau outlet, sampai terus berkata ‘ kecap no 1 ‘ diantara merek lain. Lebih dari itu, ada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/membangun-percakapan-digital/">Membangun percakapan digital</a> first appeared on <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kehadiran internet khususnya media sosial telah mengubah banyak hal, misalnya pola komunikasi orang-orang masa kini di media sosial. Percakapan, dialog, diskusi mendapat tempat di ruang-ruang media sosial tersebut. Itu pulalah yang menjadi model percakapan di antara para konsumen sekarang ini. Sebab itu, di era percakapan ala media sosial ini, pemasar kudu bisa memahami dan mengerti pola komunikasi para konsumen sendiri.</p>
<p>Sebab itu, era yang sering digaungkan sebagai era New Wave Marketing di mana telah terjadi horisontalisasi segala bidang.<br />
<em><br />
“ Promosi yang sifatnya satu arah sudah kurang signifikan lagi. Pemasar kudu bisa menciptakan percakapan bagi konsumennya. Tidak sekadar menciptakan, tapi juga terlibat dalam percakapan sejajar dengan konsumennya. Sebab itu, di era ini, promotion adalah conversation “</em></p>
<p>Sekarang, semakin banyak merek yang terjun ke media-media sosial. Ada yang sukses membangun percakapan dan melakukan customer engagement di media-media ini. Namun, tak sedikit, yang masih kelihatan kikuk—entah karena tidak tahu atau memang menganggap hal itu sekadar tempelan semata. Tak jarang, kita temui di linimasa Twitter, Instagram, akun merek yang berkomunikasi searah. Sekadar berpromosi dan minus dialog. Mereka masih terjebak pola konservatif pemasaran. Promosi discount harga, jualan store atau outlet, sampai terus berkata ‘ kecap no 1 ‘ diantara merek lain.</p>
<p>Lebih dari itu, ada merek yang ingin membangun percakapan, tapi selalu kebentur dengan kesulitan mendapatkan ide percakapan.</p>
<p>Menciptakan percakapan yang seru memang tidak gampang. Pemasar butuh ide-ide. Lois Kelly—co-founder serta mitra Beeline Labas—seperti dikutip dalam buku “Connect! Surfing New Wave Marketing” (2010) memaparkan ada sembilan ide untuk membangun percakapan.<br />
<span id="more-3982"></span></p>
<p><em>Pertama, aspirasi dan kepercayaan (aspiration).</em> Pemasar bisa melempar ide seputar hal-hal yang memberi aspirasi baru sekaligus membangkitkan kepercayaan bagi pengikut, komunitas, maupun konsumennya. Misalnya, aspirasi membangun strategi pemasaran yang ramah lingkungan dan sebagainya.</p>
<p><em>Kedua, pertempuran kecil melawan besar.</em> Pemasar bisa melempar ide, isu, maupun cerita-cerita tentang kisah dari kelompok kecil “melawan” kelompok besar—seperti merek-merek lokal menghadapi invansi merek-merek global dan sebagainya.</p>
<p><em>Ketiga, tren.</em> Pemasar bisa melemparkan ide-ide seputar persoalan yang sedang ramai diperbincangkan, entah di media, komunitas, maupun di media-media sosial. Biasanya, ide-ide yang sedang tren di masyarakat maupun di pasar akan dengan mudah mendapatkan respons dari orang lain mengingat ide maupun isu itu terkait dengan kehidupan mereka. Misalnya, isu terancamnya Twitter dari pemblokiran karena dianggap sebagai ancaman negara dari non militer. Lalu, percakapan digiring pada dampaknya pada bisnis dan marketing.</p>
<p><em>Keempat, kegelisahan</em>. Pemasar bisa memulai percakapan dengan menyinggung hal-hal yang menjadi bagian dari kegelisahan komunitas konsumennya. Untuk menangkap dan memahami kegelisahan ini memang tidak mudah. Misalnya, merek kecantikan bisa membangun percakapan seputar menopause, kulit keriput, yang bisa menjadi kegelisahan terpendam dari para konsumen, khususnya konsumen perempuan.</p>
<p><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2018/10/digital1.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3984" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2018/10/digital1.jpg" alt="" width="700" height="290" srcset="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2018/10/digital1.jpg 700w, http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2018/10/digital1-300x124.jpg 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a></p>
<p><em>Kelima, ide kontradiktif.</em> Pemasar juga bisa melemparkan ide-ide yang sifatnya kontroversial, tidak umum, unik, gila, dan sebagainya. Ide model ini dengan mudah akan memancing dialog yang seru di kalangan konsumen.</p>
<p><em>Keenam, kepribadian dan kisah pribadi</em>. Pemasar bisa menggunakan cerita maupun kisah pribadi maupun merek untuk membangun percakapan. Biasanya, percakapan yang berawal dari kisah nyata ini memancing percakapan yang sifatnya intensif dan intim.</p>
<p><em>Ketujuh, cara maupun tip melakukan sesuatu (how to).</em> Salah satu yang menarik di media sosial adalah informasi yang sifatnya how to. Mengingat audiens di media sosial mempunyai segambreng persoalan dan membutuhkan pemecahan. Nah, pemasar bisa mencari ide yang pas terkait dengan tip memecahkan dan melakukan sesuatu ini.</p>
<p><em>Kedelapan, kisah glomour.</em> Banyak kisah-kisah glamour yang bisa dijadikan ide pemasar membangun percakapan. Dari soal gaya hidup, kisah norak, kisah selebriti, dan sebagainya.</p>
<p><em>Kesembilan, acara-acara musiman.</em> Pemasar bisa memanfaatkan seasonal event untuk menemukan ide percakapan. Misalnya, Piala Dunia, Tahun Baru, dan sebagainya.</p>
<p>Membangun percakapan di social media merupakan salah satu strategi komunikasi yang bisa membangun brand awareness. Jika kita bisa menguasai ini, maka kita akan lebih mudah masuk untuk memperkenalkan brand kita ( produk, orang maupun institusi ). Ini akan mengajak orang untuk terlibat dalam percakapan ini, termasuk munculnya testimoni, sharing experience. Ini bisa membenarkan apa yang disebut teori Groundswell dimana orang untuk memenuhi kebutuhannya, lebih memilih informasi dari orang lain daripada produsen resmi.</p><p>The post <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/membangun-percakapan-digital/">Membangun percakapan digital</a> first appeared on <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://blog.imanbrotoseno.com/membangun-percakapan-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
