<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pendapat.Net</title>
	<atom:link href="http://pendapat.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pendapat.net</link>
	<description>Media Kekinian</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Apr 2018 06:43:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.9.8</generator>
	<item>
		<title>Toyota C-HR, Mobil Futuristis Kesukaan Orang Indonesia?</title>
		<link>https://pendapat.net/toyota-c-hr-mobil-futuristis-kesukaan-orang-indonesia/</link>
		<comments>https://pendapat.net/toyota-c-hr-mobil-futuristis-kesukaan-orang-indonesia/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2018 06:42:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[dannyherm]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Otomotif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://pendapat.net/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Redaksi agak kaget pas denger Toyota C-HR bakal masuk Indonesia, maklumlah redaksi Pendapat.Net ga gitu-gitu amat soal otomotif. Tapi kita tahu bahwa mobil ini terlalu sempurna buat dilaunching di Indonesia (Ini bukan pesan sponsor sama sekali). Apakah berlebihan? Kyknya enggak deh. Lirik saja body bagian belakang dan bagian depan, isinya otot-otot kekar. Toyota C-HR ini [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Redaksi agak kaget pas denger Toyota C-HR bakal masuk Indonesia, maklumlah redaksi Pendapat.Net ga gitu-gitu amat soal otomotif. Tapi kita tahu bahwa mobil ini terlalu sempurna buat dilaunching di Indonesia (Ini bukan pesan sponsor sama sekali).</p>
<p>Apakah berlebihan? Kyknya enggak deh. Lirik saja body bagian belakang dan bagian depan, isinya otot-otot kekar. Toyota C-HR ini serasa mobil konsep yang jadi mobil beneran. Kita tahu kan, mobil konsep selalu tampil lebay, kece badai, eh pas keluar versi produksi massanya, biasanya kurus kering dan jauh ganteng sama versi prototypenya.</p>
<p>Tapi untuk Toyota C-HR, ini nampaknya salah satu mobil yang versi konsep dan kenyataannya hampir mirip. Dan sudah bisa dipastikan, ini bakal dirame-ramekan sama penikmat mobil dalam negeri.</p>
<p>Efek apa yang terasa, ketika kita pakai mobil seperti ini:</p>
<ol>
<li>Macho look, dengan base SUV, bertulang, tajam, dan kekar, sudah pasti kita terasa sangat kekar ketika menggunakan mobil ini. Padahal secara harga, mobil ini katanya masih selevel dengan Honda HRV atau Nissa Juke.</li>
<li>Futuristis. Nantinya kalo sobat pake nih mobil, coba perhatikan deh pas di lampu merah, bakal jadi tontonan massa deh. Nah pas banget tuh, lagi diperhatiin, buka kaca mobil dikit, biar makin &#8220;famous&#8221; tuh wajah. Serasa artis semalam-lah.</li>
</ol>
<p>Sangat tidak berlebihan sih, kalo kita bilang, mobil ini bakal menjadi salah satu mobil tercantik dan terfuturistis di kelasnya untuk Indonesia.</p>
<p>Ya udah, ayolah buruan datengin dealer, coba kita pastikan kapan resmi dilaunchingnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://pendapat.net/toyota-c-hr-mobil-futuristis-kesukaan-orang-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alay yang Sebenar-benarnya</title>
		<link>https://pendapat.net/alay-yang-sebenar-benarnya/</link>
		<comments>https://pendapat.net/alay-yang-sebenar-benarnya/#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2018 12:15:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[dannyherm]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://pendapat.net/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan sering banget denger kalimat &#8220;Duh Alay banget lu&#8221; atau kata-kata sejenisnya. Ini semacam &#8220;penohokan&#8221; kepada seseorang yang dianggap tingkahnya, bahasanya, atau apapun yang dilakukannya, yang kurang bermutu, norak, dan terkesan murahan. Lucunya, kata &#8220;Alay&#8221; ini erat sekali ditempelkan kepada mahluk berumur muda yang sedang mencari jati diri. Tapi apakah benar seperti itu? Terkadang orang [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan sering banget denger kalimat &#8220;Duh Alay banget lu&#8221; atau kata-kata sejenisnya. Ini semacam &#8220;penohokan&#8221; kepada seseorang yang dianggap tingkahnya, bahasanya, atau apapun yang dilakukannya, yang kurang bermutu, norak, dan terkesan murahan.</p>
<p>Lucunya, kata &#8220;Alay&#8221; ini erat sekali ditempelkan kepada mahluk berumur muda yang sedang mencari jati diri. Tapi apakah benar seperti itu?</p>
<p>Terkadang orang yang begitu cepat menilai bahwa sesuatu itu Alay, justru merekalah yang paling alay loh. Misalnya, ada seorang gadis remaja menggunakan celana ketat dan diangkat setinggi-tingginya ke perut. Trus mendadak ada seorang wanita dewasa ngomong &#8220;Duh pakaiannya Alay banget sih&#8221;.</p>
<p>Mari kita cermati, mengapa si wanita dewasa tersebut mengatakan hal-hal seperti itu Alay, padahal ga ada yang salah dengan gaya pakaian tersebut. Selidik demi selidik, ternyata wanita berperawakan dewasa itulah yang Alay, karena dia menghubung-hubungkan gaya berpakaian yang sebenarnya biasa aja terhadap kealay-an seseorang.</p>
<p>Trus, apakah pakaian wanita tersebut sudah cukup oke dan tidak alay? Lalu apa standardnya bahwa pakaian itu tidak Alay. Sepenglihatan Mr Pendapat, justru kadang-kadang wanita-wanita model seperti itulah yang cukup Alay. Ngelihat gaya pakaian yang tidak sesuai dengan pikirannya sendiri, langsung dicap Alay.</p>
<p>Bener ga guys? Apa pendapatmu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://pendapat.net/alay-yang-sebenar-benarnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mobil Kecil untuk Indonesia</title>
		<link>https://pendapat.net/mobil-kecil-untuk-indonesia/</link>
		<comments>https://pendapat.net/mobil-kecil-untuk-indonesia/#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2018 05:17:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[dannyherm]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Otomotif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://pendapat.net/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Mr Pendapat keliling-keliling di bidang otomotif, ada satu pertanyaan yang mengganjal di kepala. Mengapa mobil kecil tidak laku di Indonesia? Karena ketidak-lakuannya itulah mengapa produksi mobil-mobil kecil yang kece tidak ada di Indonesia. Semua suka mobil keluarga. 7 penumpang. Bukan apa-apa sih, cuma kita kan tahu bahwa Indonesia itu secara umum jalannya kecil, dan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika Mr Pendapat keliling-keliling di bidang otomotif, ada satu pertanyaan yang mengganjal di kepala. Mengapa mobil kecil tidak laku di Indonesia? Karena ketidak-lakuannya itulah mengapa produksi mobil-mobil kecil yang kece tidak ada di Indonesia.</p>
<p>Semua suka mobil keluarga. 7 penumpang.</p>
<p>Bukan apa-apa sih, cuma kita kan tahu bahwa Indonesia itu secara umum jalannya kecil, dan sebagian kota besar pasti macetnya luar biasa, apalagi Jakarta. Tapi mobil-mobil raksana seolah menjadi favorit di Indonesia.</p>
<p>Pernah ga kepikiran, bahwa sebaiknya kita pakai mobil ala Smart Fortwo aja. Soalnya banyak banget mobil-mobil raksasa SUV dan MPV bertebaran di jalanan, dan isinya cuma 1 penumpang, which is supir itu sendiri. Lalu selama berbulan-bulan 6 bangku sisanya akan diselimuti oleh debu, karena hampir tidak ada penumpang.</p>
<p>Apalagi kalau Jomblo naik MPV pula, mungkin nafsunya ingin berkeluarga cukup tinggi, jadi beli mobil keluarganya aja dulu, sebelum nanti berkeluarga. Hehe.</p>
<p>Memang mobil, masih merupakan salah satu lambang kesuksesan bagi banyak orang, mirip dengan rumah. Jadi mobil dan rumah yang besar, identik sekali dengan kesuksesan yang besar pula. Tapi tentu jangan terlalu kebesaran, karena kalau rumah kebesaran namanya gudang, kalau mobil kebesaran namanya truk.</p>
<p>Jepang terkenal dengan produk-produk minimalisnya, rumah kecil dan mobil kecil. Mereka suka seperti itu, dan gaya berpakaian mereka pun cenderung minimalis. Sebenarnya mendatangkan mobil-mobil kecil yang lucu-lucu itu, tidak sulit juga ke Indonesia, asal laku. Tapi banyak survey menunjukkan bahwa mobil kecil tidak laku di Indonesia saat ini (baca:2018).</p>
<p>Ada sesuatu yang lucu. Seringkali orang, jika melihat Ferari sedang berlari di jalanan, langsung berkata &#8220;Gileee mobilnya hebat banget&#8221;. Banyak orang tahu &#8220;melihat&#8221; yang keren. Padahal jika mereka sadari, mobil tersebut penumpangnya cuma dua orang, pintunya pun cuma dua. Anehnya ketika mereka mengaplikasikannya ke diri mereka sendiri, malah belinya mobil besar berpintu empat dan berkursi tujuh. Unik bukan?</p>
<p>Nah, kalian suka dengan artikel ini, silahkan berkomentar, apa pendapat kalian?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://pendapat.net/mobil-kecil-untuk-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Toyota C-HR, Seperti Mobil Konsep Masa Depan</title>
		<link>https://pendapat.net/toyota-c-hr-seperti-mobil-konsep-masa-depan/</link>
		<comments>https://pendapat.net/toyota-c-hr-seperti-mobil-konsep-masa-depan/#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2018 06:37:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[dannyherm]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://pendapat.net/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Sudah pernah lihat Toyota C-HR? Belum pernah, waduh lihat dulu deh, sebelum bentar lagi mengaspal di Indonesia. Kita akan membahas mengenai informasi bahwa Toyota C-HR ini akan segera di-launching di Indonesia, seperti dikutip dari berita CNN Indonesia. Berikut adalah yang menarik dari mobil ini: Bentuknya se-tipe dengan Nissan Juke yang fenomenal, tetapi lebih bersegi dan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah pernah lihat Toyota C-HR? Belum pernah, waduh lihat dulu deh, sebelum bentar lagi mengaspal di Indonesia.</p>
<p>Kita akan membahas mengenai informasi bahwa Toyota C-HR ini akan segera di-launching di Indonesia, seperti dikutip dari berita CNN Indonesia.</p>
<p>Berikut adalah yang menarik dari mobil ini:</p>
<ol>
<li>Bentuknya se-tipe dengan Nissan Juke yang fenomenal, tetapi lebih bersegi dan tajam-tajam membuatnya lebih futuristis lagi.</li>
<li>Diproduksi di dalam negeri. Kemungkinan besar mobil ini bisa diproduksi di Pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang berada di Karawat, Jawa Barat. Semoga dengan begitu, maka harga jual lokalnya tidak semahal mobil import yah.</li>
<li>Secara lekuk tubuh, bisa jadi mirip Lexus juga.</li>
<li>Bukan tergolong mobil mewah, jadi kemungkinan akan beli-able (dapat dibeli) oleh masyarakat menengah, dan pasti bakal beredar di jalanan lebih ramai.</li>
</ol>
<p>Jika mobil ini sudah meluncur nanti, hmmm bisa-bisa anak muda milenial pada jual mobil sekarangnya, dan buru-buru mengganti dengan Toyota C-HR yang memang seperti robot modern. Sangat berbeda dengan mobil-mobil pada umumnya. Ada sih mobil yang mirip, seperti Lexus, tetapi harganya begitu tinggi.</p>
<p>Apa pendapat kamu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://pendapat.net/toyota-c-hr-seperti-mobil-konsep-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nuro, Mobile Kece Masa Depan</title>
		<link>https://pendapat.net/nuro-mobile-kece-masa-depan/</link>
		<comments>https://pendapat.net/nuro-mobile-kece-masa-depan/#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2018 06:36:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[dannyherm]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://pendapat.net/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Nuro adalah sebuah mobil kece besutan karyawan eks Google. Lihat deh gambarnya atau googling aja langsung. Nah kalo karyawan eks Google resign, biasanya pasti bikin produk kompetitor dan startup yang canggih. Kalo kalian resign, gimana? Cuma pindah-pindah kerjaan? Wah kok obrolannya jadi ngelindur yah. Kita lanjut. Jadi mobil ini secara tampak luar memang fururistis banget [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Nuro adalah sebuah mobil kece besutan karyawan eks Google. Lihat deh gambarnya atau googling aja langsung. Nah kalo karyawan eks Google resign, biasanya pasti bikin produk kompetitor dan startup yang canggih. Kalo kalian resign, gimana? Cuma pindah-pindah kerjaan? Wah kok obrolannya jadi ngelindur yah.</p>
<p>Kita lanjut. Jadi mobil ini secara tampak luar memang fururistis banget dan warnanya yang bikin ngiler.</p>
<p>Mengapa yah pabrikan mobil yang besar tidak memproduksi massa mobil-mobil minimalis yang kece badai supaya jalanan kelihatan manis dikit dan ga terlalu identik dengan kekerasan. Biar stigma “Jalanan itu keras Bung” hilang. Coba kalau mobil di jalanan bentuknya begini semua, hmmm rasanya udah hidup jaman robot banget yah. Atau mungkin ada yang niat bikin mobil modifikasi dengan bentuk seperti ini.</p>
<p>Ada yang menarik sebenarnya di benak Mr Pendapat, mengapa yah mobil konsep atau mobil listrik itu selalu berbentuk sangat futuristis dan ketika dijadikan produksi massa maka bentuknya udah tidak begitu keren dan cenderung biasa-biasa saja. Mengapa tidak membuat bentuk mobil sekarang seperi Nuro ini. Hmmm memusingkan.</p>
<p>Mobil Nuro ini, oleh pembuatnya ditujukan untuk perjalanan pendek dan antar jemput barang dan makanan. Jadi fungsinya lebih ke komersil. Dan mobil ini dirancang otonomous, jadi ga perlu ada supir lagi deh.</p>
<p>Nah gimana tanggapan kamu? Suka dengan mobil ini? Apa pendapat kamu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://pendapat.net/nuro-mobile-kece-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Kamu Mesti Nge-Vlog?</title>
		<link>https://pendapat.net/mengapa-kamu-mesti-nge-vlog/</link>
		<comments>https://pendapat.net/mengapa-kamu-mesti-nge-vlog/#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2018 06:35:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[dannyherm]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://pendapat.net/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Nge-vlog, Vlogging, istilah baru yang cukup menarik. Vlogging ini kira-kira artinya merekam secara live setiap kegiatan sehari-hari seseorang. Lalu mengapa mesti nge-vlog? Apakah ini termasuk penyakit narsisme? Nge-vlog itu ternyata penting loh, karena kegiatan itu secara alami akan merekam seluruh aktivitas keseharian anda, dan akan menjadi memori yang anda kenang, baik saat susah maupun senangnya. [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Nge-vlog, Vlogging, istilah baru yang cukup menarik. Vlogging ini kira-kira artinya merekam secara live setiap kegiatan sehari-hari seseorang.</p>
<p>Lalu mengapa mesti nge-vlog? Apakah ini termasuk penyakit narsisme?</p>
<p>Nge-vlog itu ternyata penting loh, karena kegiatan itu secara alami akan merekam seluruh aktivitas keseharian anda, dan akan menjadi memori yang anda kenang, baik saat susah maupun senangnya. Tapi kalau nge-vlog cuma nunjukkin yang senang-senangnya atau make-up vlog mungkin cukup sulit juga kamu akan menemukan memori dirimu yang sebenarnya di masa lalu.</p>
<p>Jadi kalau mau dikenang, hmmm agak sulit yah?</p>
<p>Tapi ada banyak alasan mengapa orang nge-vlog, awalnya adalah untuk mencari uang tambahan di aplikasi Youtube, karena youtube memang menayangkan iklan di vlog-vlog penggunanya dengan iming-iming share keuntungan. Meski belakangan hari sistem monetisasi ini nampaknya sudah tidak menjanjikan.</p>
<p>Bahkan nge-vlog ini diangkat ke layar lebar Indonesia di sebuah film berjudul TRIP N VLOG #PULANG KAMPUNG. Cukup unik yah, kita jadi bingung, ini vlog beneran atau memang film nih?</p>
<p>Nah buat kamu yang belum nge-vlog, ada baiknya kamu mulai dari sekarang, rekam seluruh aktivitas anak, istri atau anggota keluarga yang lain. Ga harus dipublikasikan juga kok. Bisa di-upload ke Youtube dan jangan lupa untuk di-private kan.</p>
<p>Suka dengan artikel ini, atau kalian ada ide lain? Apa pendapat kamu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://pendapat.net/mengapa-kamu-mesti-nge-vlog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Si Tukang Left Grup Whatsapp</title>
		<link>https://pendapat.net/si-tukang-left-grup-whatsapp/</link>
		<comments>https://pendapat.net/si-tukang-left-grup-whatsapp/#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2018 06:34:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[dannyherm]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://pendapat.net/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Gimana dengan judulnya? Pasti kalian senyum-senyum, karena mungkin kalian adalah salah satu pelakunya atau ada teman kalian yang selalu jadi Tukang Left. Di Whatsapp kalian, ada berapa grup? Mungkin kalian akan bergabung di Grup Kantor, Keluarga, Reunian, Kampus/Sekolah, Hobby, Kompleks, dan lain sebagainya. Dan di grup Whatsapp, selalu aja ada tingkah-tingkah laku aneh para membernya [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Gimana dengan judulnya? Pasti kalian senyum-senyum, karena mungkin kalian adalah salah satu pelakunya atau ada teman kalian yang selalu jadi Tukang Left.</p>
<p>Di Whatsapp kalian, ada berapa grup? Mungkin kalian akan bergabung di Grup Kantor, Keluarga, Reunian, Kampus/Sekolah, Hobby, Kompleks, dan lain sebagainya. Dan di grup Whatsapp, selalu aja ada tingkah-tingkah laku aneh para membernya (Akan dibahas di artikel lain).</p>
<p>Kali ini, kita akan membahas Si Tukang Left.</p>
<p>Berikut adalah beberapa alasan-alasan yang memungkinkan seseoang left dari grup Whatsapp:</p>
<ol>
<li>Tersinggung sama isi chat.</li>
<li>Bermusuhan dengan salah satu member grup.</li>
<li>Cari perhatian untuk dibujukin.</li>
<li>Punya karakter ngambekan.</li>
<li>Muak dengan konten-konten chat atau gambar-gambar yang kurang senonoh.</li>
<li>Malu sama mantan yang juga anggota grup.</li>
<li>Chat terlalu banyak dan mengganggu.</li>
</ol>
<p>Whatsapp merupakan cara baru berkomunikasi, meskipun dulu sudah ada yang namanya mIRC, dan dalam sebuah grupnya pun jumlahnya bisa ribuan, sehingga sulit untuk mengikut pembicaraan di dalam. Di Whatsapp sekarang bisa lebih private sehingga bisa membicarakan hal-hal yang lebih personal, namun Whatsapp ini adalah sebuah social experiment bagimana kita dalam bersosialisasi sesungguhnya. Whatsapp ini memberikan kita benchmark yang lebih nyata mengenai karakter seseorang dalam sebuah komunitas.</p>
<p>Jadi buat kamu yang bergabung dalam sebuah grup Whatsapp, sebaiknya jangan suka left-right, left-right yah, kadang-kadang justru merusak reputasi kita dalam lingkungan pertemanan kita.</p>
<p>Nah, pernahkah kalian Left dari sebuah Grup Whatsapp? Jika pernah, kalian lakukan karena alasan nomor berapa? Apa pendapat kamu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://pendapat.net/si-tukang-left-grup-whatsapp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa ada yang Gila-gilaan Mendukung, Padahal Yang didukung Kenal juga enggak?</title>
		<link>https://pendapat.net/mengapa-ada-yang-gila-gilaan-mendukung-padahal-yang-didukung-kenal-juga-enggak/</link>
		<comments>https://pendapat.net/mengapa-ada-yang-gila-gilaan-mendukung-padahal-yang-didukung-kenal-juga-enggak/#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2018 06:33:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[dannyherm]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://pendapat.net/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Judulnya kece yah? Wah Mr Pendapat ikut menyeruduk isu politik nih&#8230; Betul, ini memang isu politik, dan ga usah sok-sokan ga terpapar isu politik deh. Tapi tulisannya netral kok, kalau gak netral berarti Jambrud. Mari kita simak yah&#8230; Heran gak sih, banyak yang gila-gilaan mendukung seseorang, padahal yang didukung sama sekali ga kenal. Sebenarnya kita [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Judulnya kece yah? Wah Mr Pendapat ikut menyeruduk isu politik nih&#8230;</p>
<p>Betul, ini memang isu politik, dan ga usah sok-sokan ga terpapar isu politik deh. Tapi tulisannya netral kok, kalau gak netral berarti Jambrud.</p>
<p>Mari kita simak yah&#8230;</p>
<p>Heran gak sih, banyak yang gila-gilaan mendukung seseorang, padahal yang didukung sama sekali ga kenal. Sebenarnya kita yakin kebanyakan pendukung yang &#8220;gila&#8221; banget di sosial media, sebenarnya gak kenal-kenal banget dengan sosok yang didukungnya. Begitu juga sebaliknya, yang didukung juga mungkin sama sekali ga kenal &#8220;orang yang mendukungnya&#8221;. Bukan kakek, bukan paman, bukan sepupu, apalagi orang tua.</p>
<p>Uniknya pembelaan itu terkadang bisa melampaui batasan moral, batasan agama, misalnya &#8220;Mengucapkan kata-kata kotor&#8221;, yang dosanya ditanggung oleh &#8220;Pendukung&#8221;, dan yang didukung ga ada urusan sama sekali. Unik yah&#8230;</p>
<p>Ada juga yang gila-gilaan mendukung, padahal setiap hari masih suka melanggar aturan lalu lintas, buang sampah sembarangan, naik motor tanpa bawa STNK, terlambat ke kantor, kerja ga becus, kurang bahagia pernikahannya. Lah, terus yang didukung itu apa? Mendukung negara? Mendukung pemerintah?</p>
<p>Bagaimana mungkin seseorang begitu &#8220;getol&#8221; nya mendukung pemerintah, negara atau seseorang untuk menjadi pemimpin, padahal keluarganya di rumah &#8220;cukup berantakan&#8221;. Bahkan pekerjaannya sehari-hari pun kurang terurus dan kurang ada peningkatan.</p>
<p>Ini fenomena unik loh&#8230; dan Mr Pendapat kebingungan, ini termasuk nafsu model apa yah.</p>
<p>Ada yang lebih seru&#8230;</p>
<p>Sebenarnya dampak langsung dari &#8220;Maniac&#8221; nya dukungan-dukungan tersebut juga gak ada. Sedangkan dampak tidak langsung juga masih belum ada kepastian. Tetapi memang upaya mendukung itu baik dan positif, ketimbang tidak peduli sama sekali.</p>
<p>Tetapi kita perlu dengan serius berpikir, sudah bereskah diri kita sendiri di dalam rumah, sehingga kita bisa gila-gilaan mendukung hal-hal lain.Mr Pendapat berpendapat, bahwa jika kita sudah bagus dalam menjalani pekerjaan kita, menjalani keluarga, menyayangi anak-anak kita, berprilaku baik dalam berkendara dan bermasyarakat, maka ini adalah &#8220;dukungan&#8221; dan sumbangsih terbesar kita untuk negara ini.</p>
<p>Mendukung sebaiknya jangan gila-gilaan, apalagi bukan sodaraan sama yang didukung. Kalau sodaraan, itu namanya Nepotisme dong, hmmm nanti kita bahas di artikel yang lain yah. Dahulukan &#8220;sikap&#8221; diri sendiri ketika berkeluarga, menggunakan fasilitas umum dan bekerja. Mendukung itu suatu hal yang baik, tetapi dahulukan dari hal-hal terkecil dan terdekat dalam hidup kita.</p>
<p>Berikut ukuran, bahwa anda sudah mendukung dan menjadi gila:</p>
<ol>
<li>Mengucapkan kata-kata kotor kepada lawan dari orang yang anda dukung.</li>
<li>Menyampaikan informasi yang seolah-olah sebuah &#8220;kepastian&#8221; jika yang anda dukung menang, padahal tidak ada yang tahu masa depan.</li>
<li>Jika anda belum bisa mencintai anak, istri, suami, rekan kerja, tetangga, pimpinan dalam bekerja, maka usahakan terlebih dahulu untuk berinteraksi baik kepada ring 1 dalam hidup anda, sebelum mendukung secara gila para &#8220;calon pemimpin&#8221; yang anda sendiri gak kenal-kenal amat.</li>
<li>Dukunglah diri anda sendiri untuk berprestasi di tengah-tengah keluarga, pekerjaan dan masyarakat.</li>
</ol>
<p>Setuju samaMr Pendapat, sampaikan pendapatmu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://pendapat.net/mengapa-ada-yang-gila-gilaan-mendukung-padahal-yang-didukung-kenal-juga-enggak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Notifikasi Whatsapp jika nama kita di Mention</title>
		<link>https://pendapat.net/notifikasi-whatsapp-jika-nama-kita-di-mention/</link>
		<comments>https://pendapat.net/notifikasi-whatsapp-jika-nama-kita-di-mention/#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2018 06:32:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[dannyherm]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://pendapat.net/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Whatsapp sedang menguji sebuah fitur baru ala Twitter yaitu Mention. Mention, yang diwakili oleh symbol &#8220;@&#8221; (baca:at), memang cukup menarik, apalagi bagi anda yang tergabung di banyak grup. Bahkan ada grup yang menghasilkan 1000 chat dalam waktu 1 harian saat anda fokus bekerja. Coba bayangkan jika anda harus membacanya satu-persatu, hanya untuk memahami trend pembicaraan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Whatsapp sedang menguji sebuah fitur baru ala Twitter yaitu Mention. Mention, yang diwakili oleh symbol &#8220;@&#8221; (baca:at), memang cukup menarik, apalagi bagi anda yang tergabung di banyak grup.</p>
<p>Bahkan ada grup yang menghasilkan 1000 chat dalam waktu 1 harian saat anda fokus bekerja. Coba bayangkan jika anda harus membacanya satu-persatu, hanya untuk memahami trend pembicaraan atau sekedar kepo, apakah ada nama kita disebut.</p>
<p>Itu pekerjaan melelahkan. Memang sudah sewajarnya Notifikasi mention ini segera dilaunching, karena fungsi mention di Whatsapp saat ini, hampir kurang berguna, hanya sekedar gaya-gayaan pakai sebutan nama.Nah, dikutip dari Ubergizemo Senin (15/1/2018), WhatsApp saat ini sedang menguji fitur tersebut. Semoga pengujian ini tidak memakan waktu lama, karena pasti semua user sudah menunggu-nunggu fitur ini. Jangan sampai aplikasi pesaing serupa terlebih dahulu me-launchingnya.</p>
<p>Mungkin dengan fitur ini, hoax soal denda bayar, bagi anggota grup yang cuma &#8220;suka membaca&#8221; atau &#8220;memantau&#8221; akan tidak muncul lagi.</p>
<p>Apakah kamu juga menunggunya?Apa pendapat kamu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://pendapat.net/notifikasi-whatsapp-jika-nama-kita-di-mention/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Ada Orang yang “Pengen Kelihatan Kaya”? Ini jawabannya.</title>
		<link>https://pendapat.net/mengapa-ada-orang-yang-pengen-kelihatan-kaya-ini-jawabannya/</link>
		<comments>https://pendapat.net/mengapa-ada-orang-yang-pengen-kelihatan-kaya-ini-jawabannya/#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2018 06:31:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[dannyherm]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://pendapat.net/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Sepanjang hidup kamu, pasti sering mendengar judul ini. Memang ini telah menjadi sebuah kondisi di tengah masyarakat kita yang masih banyak diliputi oleh pergumulan ekonomi. Ekonomi merupakan tantangan khusus di Negara berkembang seperti Indonesia. Namun, di tengah-tengah kesulitan ekonomi, juga terdapat banyak ironi kesombongan. Sebelum jadi artikel yang terlalu “moral”, langsung saja, kita cermati, alasan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sepanjang hidup kamu, pasti sering mendengar judul ini. Memang ini telah menjadi sebuah kondisi di tengah masyarakat kita yang masih banyak diliputi oleh pergumulan ekonomi. Ekonomi merupakan tantangan khusus di Negara berkembang seperti Indonesia.</p>
<p>Namun, di tengah-tengah kesulitan ekonomi, juga terdapat banyak ironi kesombongan.</p>
<p>Sebelum jadi artikel yang terlalu “moral”, langsung saja, kita cermati, alasan mengapa banyak orang yang “Pengen Kelihatan Kaya”, sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Kemungkinan besar, orang tersebut menghabiskan setengah hidupnya dengan kesulitan ekonomi yang berat, dan kemudian terjadi perubahan ekonomi mendadak, yang membuat orang tersebut terkejut dengan kondisi perekonomiannya yang baru. Dan disinilah terjadi “kelupaan diri”, dan muncullah usaha untuk membalas luka-luka atau kelemahan-kelemahan masa lalu, dengan menampilkan kehidupan yang “Sok Kaya”.</li>
<li>Orang tersebut menghabiskan hidup tanpa terlalu sering melihat kehidupan yang miskin di luar lingkungannya. Sehingga orang tersebut, hampir tidak memahami seperti apa rasanya miskin dan kesulitan ekonomi. Sehingga “menampilkan kehidupan yang kaya” bagi dia adalah sebuah standard yang biasa. Orang seperti ini memiliki insting empati yang sangat rendah, dan tidak menyadarinya.</li>
<li>Orang tersebut sulit untuk puas terhadap dirinya sendiri dan sulit untuk selesai dengan dirinya sendiri. Selalu merasa tidak puas dan ingin kebanjiran pujian dan sanjungan.</li>
</ol>
<p>Seperti itulah, analisa sederhana, mengapa banyak orang “Pengen kelihatan kaya”. Apa pendapat kamu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://pendapat.net/mengapa-ada-orang-yang-pengen-kelihatan-kaya-ini-jawabannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
