<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss version="2">
	<channel>
		<title>Visit Indonesia News RSS</title>
		<link>http://www.indonesia.travel/id/destination/</link>
		<description>Destination in indonesia</description>
		<language>English</language>
					<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/indonesia-travel/destination/id" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="indonesia-travel/destination/id" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item>
				<title>Batutumongga: Menyaksikan Keindahan Bentang Alam Toraja dari Ketinggian</title>
				<link>http://www.indonesia.travel/id/destination/890/batutumongga-menyaksikan-keindahan-bentang-alam-toraja-dari-ketinggian</link>
				<description>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #ff0000; font-size: xx-large;"&gt;B&lt;/span&gt;atutumongga dapat menjadi salah satu pilihan destinasi wisata alam selagi Anda mengunjungi &lt;a href="http://www.indonesia.travel/id/destination/477/tana-toraja" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Tana Toraja&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://www.indonesia.travel/id/discover-indonesia/region-detail/45/sulawesi-selatan" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Sulawesi Selatan&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Batutumonga terletak di lereng Gunung Sesean yang merupakan gunung tertinggi di Toraja. Gunung ini dinobatkan sebagai tempat terbaik untuk menyaksikan keindahan Tana Toraja dari ketinggian termasuk panorama Kota Rantepao.&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="float: left; margin: 6px;" src="http://indonesia.travel/public/media/images/upload/poi/Batutumongga%20-%20Bodytext.jpg" alt="" width="359" height="239" /&gt;Berada di Batutumongga, Anda dapat menghirup segarnya udara pegunungan sambil menikmati panorama alam yang membentang di bawahnya. Batu-batu makam yang tersebar dan rumah-rumah tradisional serta sawah yang menghampar menjadi pemandangan yang spektakuler dipandangi dari Batutumongga. Di kejauhan, tampak pula bentang Kota &lt;a href="http://www.indonesia.travel/id/destination/753/rantepao" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Rantepao&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, ibukota kabupaten Toraja Utara yang juga merupakan pintu masuk ke negeri yang subur dan makmur ini. Rantepao berjarak sekira 20 km atau sekira 1&amp;ndash;1,5 jam perjalanan berkendara. Bahkan tanpa bermaksud melebih-lebihkan, saat pagi hari di Batutumongga, kabut dan sekumpulan awan putih bersih yang membalut langit Tana Toraja akan menghadirkan kesan seolah Anda sedang berada di negeri awan.&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Semua pesona pemandangan tersebut dapat Anda nikmati sambil menyesap kopi toraja yang hangat atau mengudap makanan ringan di &lt;em&gt;coffee shop&lt;/em&gt; yang seolah tahu pasti dari sudut mana pemandangan terindah dapat dipandangi. Beberapa &lt;em&gt;home stay&lt;/em&gt; juga tersedia di Batutumongga, siap menyambut Anda yang ingin bermalam di keheningan alam pegunungan yang indah dan menenangkan. Suara jangkrik mungkin akan menjadi satu-satunya nyanyian yang Anda dengar saat malam hari di Batutumongga.&lt;/p&gt;</description>
			</item>
					<item>
				<title>Pulau Malenge: Meresapi Kesahajaan Suku Bajoe dan Nuansa Alam Hutan Tropis </title>
				<link>http://www.indonesia.travel/id/destination/880/pulau-malenge-meresapi-kesahajaan-suku-bajoe-dan-nuansa-alam-hutan-tropis</link>
				<description>&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="vertical-align: middle; margin: 6px;6px solid black;" src="http://indonesia.travel/public/media/images/upload/poi/Malenge00001.jpg" alt="" width="397" height="265" /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menyelam, &lt;em&gt;snorkeling&lt;/em&gt;, berenang adalah beberapa kegiatan andalan saat mengunjungi kawasan cantik &lt;a href="http://indonesia.travel/id/destination/321/taman-nasional-kepulauan-togean" target="_blank"&gt;Taman Nasional Kepulauan Togean&lt;/a&gt;, tak terkecuali saat datang ke pulau yang satu ini: Pulau Malenge. Pulau Malenge, dapat saja menjadi salah satu pulau favorit Anda di antara puluhan pulau yang tercakup dalam kompleks wisata bahari andalan &lt;a href="http://indonesia.travel/id/discover-indonesia/region-detail/44/sulawesi-tengah" target="_blank"&gt;Sulawesi Tengah&lt;/a&gt; di Togean.&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pulau Malenge sebenarnya meliputi dua bagian pulau, yaitu Pulau Papan yang dihuni suku Bajoe dan Pulau Kadoda yang berupa &lt;em&gt;cottage&lt;/em&gt; meliputi 8 kamar. Kedua pulau tersebut dihubungkan jembatan kayu panjang yang memukau sejauh 1.800 m. Pastikan Anda membidikan kamera ke arahnya untuk menangkap moment saat anak-anak sekolah berjalan melintasinya secara berkelompok. Objek unik ini juga sangat sempurna apabila Anda foto dari atas bukit di Pulau Papan.&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain memiliki gugusan pantai yang indah dan pemandangan alam yang memesona, Pulau Malenge terbilang unik dengan kondisi alamnya yang masih diliputi hutan tropis nan rimbun. Kehidupan masyarakat suku Bajoe dengan kederhanaan dan keterikatan mereka dengan laut adalah hal menarik untuk diamati.&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pulau Malenge merupakan satu dari 6 pulau terbesar yang terletak di sebelah utara kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean. Secara administratif, pulau seluas sekira 12,21 km&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;ini masuk dalam wilayah Kecamatan Walea, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah.&lt;/p&gt;</description>
			</item>
					<item>
				<title>Pulau Sipora: Menantang Empat Ombak Kelas Dunia di Mentawai</title>
				<link>http://www.indonesia.travel/id/destination/875/pulau-sipora-menantang-empat-ombak-kelas-dunia-di-mentawai</link>
				<description>&lt;p&gt;&lt;img style="vertical-align: text-bottom; margin: 6px auto; display: block;" src="http://indonesia.travel/public/media/images/upload/poi/Foto%20Mentawai%20-%20Gallery%20(3).jpg" alt="" width="383" height="255" /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pulau Sipora merupakan pulau terkecil namun yang paling strategis dan memadai di kawasan &lt;a href="http://www.indonesia.travel/id/destination/62/kepulauan-mentawai" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Kepulauan Mentawai&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Sumatera Barat. Dibandingkan 4 pulau besar lainnya di Mentawai, posisi Pulau Sipora tepat berada di tengah-tengah antara Kepulauan Pagai dan &lt;a href="http://www.indonesia.travel/id/destination/873/pulau-siberut" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Pulau Siberut&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Di pulau ini pula terletak ibu kota kabupaten &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.indonesia.travel/id/destination/62/kepulauan-mentawai" target="_blank"&gt;Kepulauan Mentawai&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, yaitu Tua Pejat.&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan area seluas sekira 845 km&amp;sup2;, Pulau Sipora diperkirakan memiliki 10-15% hutan hujan yang masih alami. Sebagian besar penduduk Sipora memiliki mata pencaharian sebagai petani atau nelayan.&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pulau Sipora menjadi daya tarik wisata sebab di sekitarnya terdapat beberapa tempat wisata berselancar yang memukau. Waktu paling baik untuk mengunjungi Pulau Sipora demi selancar adalah bulan April hingga Oktober. Meski begitu, Anda tetap dapat menikmati gulungan ombak yang menantang di Pulau Sipora hampir sepanjang tahun.&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="float: left; margin: 6px;" src="http://indonesia.travel/public/media/images/upload/poi/Upload%20Sipora%201.jpg" alt="" width="311" height="207" /&gt;Titik berselancar kelas dunia, &lt;em&gt;Hollow Trees&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Lance&amp;rsquo;s Left&lt;/em&gt; berada di bagian ujung selatan pulau ini. Sejumlah titik berselancar yang tersohor lainnya berada di barat laut Pulau Sipora, yaitu di antaranya &lt;em&gt;Telescopes, Iceland&lt;/em&gt;, and &lt;em&gt;Scarecrows&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hollow Trees&lt;/em&gt; juga dikenal sebagai HT atau Lance&amp;rsquo;s Right. Ombak yang berbentuk silinder (dikenal dengan &lt;em&gt;right tube&lt;/em&gt;) ini selama 10 tahun terakhir kerap muncul di majalah-majalah dan video-video berselancar dunia. Saat ombak jenis ini datang tidak terlalu besar, akan ada 3 zona &lt;em&gt;take off&lt;/em&gt; yang menantang Anda untuk dapat melakukan manuver selancar. Saat ombak yang lebih besar datang, bagian atas ombak yang pecah (&lt;em&gt;peak&lt;/em&gt;) akan terhubung dengan &lt;em&gt;barrel&lt;/em&gt; secara terus-menerus yang akan membuat peselancar dengan keterampilan rata-rata ternganga.&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berhati-hatilah dengan yang dinamakan &lt;em&gt;The Surgeon Table&lt;/em&gt; di titik selancar ini; ombak ini seolah-olah memang ada untuk mengangkat para peselancar hingga berada dipuncak ombak seolah-olah sebagai sebuah piala atau trophy. &lt;em&gt;Hollow Trees&lt;/em&gt; tidak dianjurkan untuk peselancar pemula karena tantangan ombaknya hadir bagi mereka dengan keterampilan yang memadai dan ahli.&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;img style="float: right; margin: 6px;" src="http://indonesia.travel/public/media/images/upload/poi/Upload%20Sipora.jpg" alt="" width="320" height="212" /&gt;Lance&amp;rsquo;s Left&lt;/em&gt; adalah jenis ombak yang kuat dan paling konsisten di Pulau Sipora dan sekitarnya. Memiliki karakteristik ombak dengan dua &lt;em&gt;barrel&lt;/em&gt; yang berbeda dan sejumlah zona &lt;em&gt;take-off&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Lance&amp;rsquo;s Left&lt;/em&gt; (jika didukung kondisi yang sempurna) dapat menjadi salah satu ombak yang paling indah di planet ini. Banyak orang menyebut dan membandingkan &lt;em&gt;Lance&amp;rsquo;s Left&lt;/em&gt; sebagai ombak &lt;em&gt;Money Trees&lt;/em&gt; dari &lt;a href="http://www.indonesia.travel/id/destination/689/pantai-plengkung" target="_blank"&gt;G-Land&lt;/a&gt; versi Mentawai. Pergerakan ombak di permukaan laut akibat dari perbedaan tekanan udara dan angin (&lt;em&gt;swell&lt;/em&gt;) yang lebih besar mampu menciptakan zona &lt;em&gt;take-off&lt;/em&gt; vertikal dan &lt;em&gt;barrel&lt;/em&gt; yang sempurna. Saat ombaknya tidak terlalu besar, &lt;em&gt;Lance&amp;rsquo;s Left&lt;/em&gt; cocok untuk peselancar dengan kemampuan menengah.&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Di barat laut Pulau Sipora, terdapat 2 jenis ombak terkenal lainnya. &lt;em&gt;Telescopes&lt;/em&gt; adalah jenis ombak yang sangat panjang, semi &lt;em&gt;hollow&lt;/em&gt; (ombak bergulung dengan lubang di bagian tengah), dan nyaris sempurna untuk selancar. Banyak peselancar yang telah berselancar &lt;em&gt;Telescopes&lt;/em&gt; mengakui bahwa ombak ini adalah&amp;nbsp; salah satu ombak terbaik di Indonesia. &lt;em&gt;Telescopes&lt;/em&gt; yang tidak terlalu besar menantang Anda dengan jenis ombak berbentuk silinder yang cocok untuk peselancar tingkat menengah. Lokasi ombak &lt;em&gt;Telescopes&lt;/em&gt; berada paling dekat dengan pusat pemukiman masyarakat di Tuapejat (ibu kota kabupaten), yaitu sekira 5 km arah Barat.&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Scarecrows&lt;/em&gt; adalah jenis ombak dengan zona &lt;em&gt;take off&lt;/em&gt; kiri yang membentuk dinding gelombang disambung dengan &lt;em&gt;barrel&lt;/em&gt; yang bergulung cepat. Cocok bagi peselancar tingkat menengah.&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Photo Courtesy&lt;/em&gt; by Bayu Marthen&lt;/p&gt;</description>
			</item>
					<item>
				<title>Danau Limboto</title>
				<link>http://www.indonesia.travel/id/destination/870/danau-limboto</link>
				<description>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Danau Limboto seluas 3.000 hektar jelas memiliki peran penting bagi wilayah sekitarnya sebagai daerah resapan air bagi daerah di sekitarnya. Letak administratif danau ini berada di Kecamatan Limboto, &lt;a href="http://www.indonesia.travel/id/discover-indonesia/region-detail/43/gorontalo" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Gorontalo&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat sekitarnya, danau ini adalah salah satu tempat yang menarik sebagai tujuan wisata. Pagi hari ataupun menjelang senja merupakan waktu paling baik untuk mengunjungi Danau Limboto. Saat Matahari terbit atau tenggelam, pemandangan danau kian semarak oleh kilau cahaya Matahari yang jatuh di permukaan air danau dan warna langit yang berubah warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memancing, berkeliling danau dengan berperahu, atau menikmati pemandangan bunga teratai dan eceng gondok mekar adalah beberapa daya tarik yang dapat Anda lakukan di danau ini. Kekayaan danau berupa ikan air tawar pun dapat dimanfaatkan untuk memancing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danau Limboto juga merupakan muara dari lima sungai besar, yaitu: Sungai Bone Sungai Bolango, Sungai Daenaa, Sungai Alo, Sungai Bionga, dan Sungai Molalahu. Air Danau Limboto dialirkan melalui Sungai Topadu yang bermuara di &lt;a href="http://www.indonesia.travel/id/destination/336/teluk-tomini-dan-pantai-olele" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Teluk Tomini&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; dengan jarak sekitar 10 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada era 1950-an, danau yang memiliki kedalaman hingga 27 m ini pernah menjadi landasan mendarat bagi pesawat amphibi yang ditumpangi Presiden Soekarno. Bung Karno saat itu tengah melakukan kunjungan ke Gorontalo. Sayangnya, kian tahun danau ini semakin dangkal saja. Diperkirakan saat ini kedalaman danau hanya sekira 3-7 m saja. Pendangkalan Danau Limboto diakibatkan oleh erosi dan sedimentasi&amp;nbsp; yang diakibatkan kegiatan pertanian yang tidak mengindahkan konservasi tanah dan pembukaan hutan. Hal ini hendaknya menjadi perhatian bagi pihak terkait mengingat peran penting danau tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pun juga menjaga danau ini menjadi tanggung jawab bersama. Apabila dibiarkan maka diprediksikan 15 tahun lagi danau ini akan lenyap atau rata dengan permukaan darat. Padahal, Danau Limboto sangat vital perannya sebagai tangkapan air hujan untuk mencegah banjir di Gorontalo.&lt;/p&gt;</description>
			</item>
					<item>
				<title>Pulau Sepa</title>
				<link>http://www.indonesia.travel/id/destination/869/pulau-sepa</link>
				<description>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pulau ini menjadi salah satu yang tersisa di &lt;a href="http://www.indonesia.travel/id/destination/726/taman-nasional-laut-kepulauan-seribu" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; masih memiliki pesisir pasir pantai terbaik dan belum tergerus abrasi laut. Berlokasi di salah satu gugusan pulau, Pulau Sepa nyatanya memang memiliki pasir putih yang landai dan jernih untuk aktivitas snorkling dan diving.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="float: right; margin: 6px;" src="http://indonesia.travel/public/media/images/upload/poi/sepa1.jpg" alt="" width="315" height="210" /&gt;Nuansa tropis Pulau Sepa nan alami dan menyegarkan akan menyapa Anda saat tiba di pulau ini. Keindahan Pulau Sepa berpadu dengan akomodasi yang tertata apik. Pulau seluas 7 hektare ini dikelola PT. Pulau Sepa Permai yang membangun cottage dan mengelola sebuah lokasi penangkaran penyu sisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Sepa menjadi tempat favorit bagi para penyelam, karena memang diving dan snorkeling merupakan kegiatan utama di pulau ini. Dengan keindahannya tidaklah mengherankan apabila pulau ini dijuluki, &lt;em&gt;"The Paradise for Diver in Jakarta"&lt;/em&gt;. Air lautnya yang berwarna biru kehijauan, begitu jernih dan bersih. Anda dapat melihat langsung dari permukaan saat clown fish mengintip di antara anemon. Terumbu karang di perairan ini juga cukup indah menghiasi keindahan ragam bawah lautnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantai Pulau Sepa masih alami dan bersih dapat digunakan berenang dengan aman oleh orang dewasa maupun oleh anak-anak. Pulau ini juga menjadi lokasi yang mengasyikkan untuk aktivitas memancing.&lt;/p&gt;</description>
			</item>
					<item>
				<title>Pulau Pari</title>
				<link>http://www.indonesia.travel/id/destination/868/pulau-pari</link>
				<description>&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="vertical-align: middle; margin: 6px; 6px solid black;" src="http://indonesia.travel/public/media/images/upload/poi/Pulau%20Pari_00001.jpg" alt="" width="395" height="263" /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #ff0000; font-size: xx-large;"&gt;D&lt;/span&gt;inamai &lt;em&gt;pari&lt;/em&gt; karena bentuk pulau ini apabila Anda lihat dari foto udara nampak seperti ikan pari. Percaya atau tidak, cobalah gunakan salah satu mesin pencari peta satelit di internet untuk melihat bentuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Pari adalah destinasi sempurna untuk merasakan keindahan panorama pantai dalam balutan ketenangan di salah satu gugusan di &lt;a href="http://www.indonesia.travel/id/destination/726/taman-nasional-laut-kepulauan-seribu" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.indonesia.travel/id/discover-indonesia/region-detail/30/dki-jakarta" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;DKI Jakarta&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Dengan suasana pulau yang masih asri dan belum ramai wisatawan, pulau ini menjadi pilihan sempurna yang menjanjikan kesegaran dan kepuasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temukan di Pulau Pari sebuah pantai yang begitu elok bernama Pantai Pasir Perawan. Pantai ini berupa sebuah lagoon atau wilayah laut yang tenang dengan kedalaman hingga 5 meter dan dikelilingi pulau-pulau dan batu karang sepanjang pinggiran slope-nya. Pantai yang begitu tenang, bersih, dan indah tersebut telah melenakan banyak wisatawan yang menyambanginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantai Pasir Perawan memiliki lingkungan yang masih asri dan tenang. Menghadap ke utara Laut Jawa, struktur pesisirnya memanjang berkelak-kelok dengan pasir putih begitu lembut. Keindahan ini dilengkapi panorama bibir pantai berupa hutan bakau yang rindang begitu indah sekaligus unik. Apa keunikannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Pari memiliki keunikan berupa cekungan yang mampu menampung serapan air hujan yang jatuh ke permukaan. Akibatnya air di Pulau Pari menjadi air tawar tidak seperti di pulau lain yang memiliki standar terbaik berupa air payau. Adanya cekungan di daratan Pulau Pari telah berdampak pada heterogenitas vegetasi pulau ini. Apabila umumnya pulau di pesisir hanya dapat ditemui vegetasi berupa mangrove dan pohon kelapa maka di Pulau Pari jika Anda perhatikan seksama dapat ditemukan pohon pisang, pohon pinus, pohon cemara, pohon buah naga, pohon mangga, pohon jambu air, petai cina, palem, pohon srikaya, pohon jamblang, dan sebagainya. Jelas itu bukan vegetasi khas wilayah pesisir tetapi jutru di Pulau Pari mampu tumbuh dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Pari terbagi dua bagian wilayah, yaitu bagian kepala (timur pulau) dan bagian badan hingga ekor (barat pulau). Dua wilayah ini berbeda fungsinya dimana di bagian barat berupa cekungan menjadi lokasi pemukiman penduduk dan vegetasi air tawar. Sementara itu, pada bagian timur berupa pesisir pantai yang luas dan begitu elok untuk ditelusuri dengan berjalan kaki. Di bagian ini terdapat hutan mangrove alami yang dijaga kelestariannya oleh masyarakat sebagai penahan abrasi laut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Pari sendiri memiliki luas sekira 43 hektare dengan populasi penduduk sekira 700 orang. Pulau ini tidak seramai &lt;a href="http://www.indonesia.travel/id/destination/729/pulau-pramuka" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Pulau Pramuka&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; atau pun &lt;a href="http://www.indonesia.travel/id/destination/728/pulau-tidung" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Pulau Tidung&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; tetapi suasananya yang sepi dan rapi membuat banyak wisatawan jatuh hati. Tata ruang dan kebersihan lingkungan pulau ini sangat diperhatikan penduduknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pulau Pari pemukiman penduduk ditumbuhi pepohonan rindang dengan jarah antarrumah yang tidak berdempetan. Hal ini berbeda sekali dengan Pulau Tidung atau Pulau Pramuka yang padat pemukiman dan penginapan. Jumlah wisatawan ke Pulau Pari maksimal 300 pengunjung. Hal ini berbeda dengan Pulau Tidung dimana setiap minggunya mencapai rata-rata 1500 pengunjung, bahkan dapat mencapai 4000 orang saat liburan panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Pari dikembangkan menjadi salah satu pulau dengan konsep ekowisata karena memiliki kekayaan dan keanekaragaman hayati ekosistem laut. Di sini terdapat rumah konservasi penelitian biota laut dan riset pengembangan untuk kelestarian perairan di Teluk Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Pari juga dikenal karena keberhasilannya dalam budidaya rumput laut apalagi setelah beroperasinya Pusat Pengembangan Oseanografi (P2O) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak 1997. Di pulau ini ditemukan banyak terumbu karang hidup seperti &lt;em&gt;soft corals&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;brain corals&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;labirith corals&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;pakis laut&lt;/em&gt;, dan lainnya. &lt;em&gt;Lagoon&lt;/em&gt; yang luas di Pulau pari dilengkapi hutan bakau yang lebat menjadikan tempat ini ideal bagi ikan-ikan untuk berkembang biak. Oleh karena itu pula, bahkan rumpon-rumpon di sini sering dihuni ikan-ikan besar saat sedang musimnya.&lt;/p&gt;</description>
			</item>
					<item>
				<title>Kompleks Candi Arjuna</title>
				<link>http://www.indonesia.travel/id/destination/861/kompleks-candi-arjuna</link>
				<description>&lt;p&gt;&lt;img style="vertical-align: text-bottom; margin: 6px auto; display: block;" src="http://indonesia.travel/public/media/images/upload/poi/Candi%20Arjuna%20dan%20Sumur%20Jalatunda%20-%20Gallery%20(3).jpg" alt="" /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di sinilah eksotisme sejarah berusia ribuan tahun telah berharmoni bersama keindahan dan sejuknya udara pegunungan. Kompleks Candi Arjuna adalah candi bercorak Hindu peninggalan abad ke-7 yang teguh menantang dinginnya cuaca di &lt;a href="http://indonesia.travel/id/destination/450/dataran-tinggi-dieng" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Dataran Tinggi Dieng&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Mengunjungi Kompleks Candi Arjuna di ketinggian sekira 2.093 m dpl, mungkin dapat jadi pilihan wisata&amp;nbsp; budaya dan wisata alam sekaligus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa dingin pegunungan sudah akan terasa menggigit kulit setibanya di pintu masuk kawasan Kompleks Candi Arjuna bahkan pukul 9 pagi. Terlebih lagi, hujan baru saja selesai mengguyur tanah tempat bersemayamnya para dewa tersebut. Tak ayal, gugusan pegunungan dan bukit-bukit yang gagah sebagai latar belakang candi pun tertutup kabut. Semakin siang, kabut kian surut dan hilang menampilkan pemandangan utuh gunung yang nampak hijau di kejauhan. Seolah tak terpengaruh segala perubahan cuaca dan musim selama ribuan tahun lamanya, beberapa candi yang berada dalam satu kompleks itu tetap kokoh&amp;nbsp; berdiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibangun pada 809 M, Kompleks Candi Arjuna merupakan candi hindu tertua di Pulau Jawa dan tempat pemujaan Dewa Siwa. Hal ini didasarkan keberadaan Lingga dan Yoni di dalam candi utama. Selain itu, ditemukan pula beberapa arca, seperti Dewi Durga, Ganesha, dan Agastya yang kini tersimpan di&lt;a href="http://indonesia.travel/id/destination/245/museum-kailasa" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt; Museum Kailasa&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompleks Candi Arjuna terdiri dari 5 candi yaitu, Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Sembadra, Candi Srikandi, dan Candi Puntadewa. Secara arsitektur, Candi Arjuna mirip dengan candi di India selatan dan diduga mendapat pengaruh dari budaya India. Candi-candi yang terbuat dari batuan andesit tersebut tidak memiliki banyak relief pada dindingnya. Hanya ada relief ketiga Dewa Trimurti yaitu Siwa, Wisnu, dan Brahma yang dipahatkan di Candi Srikandi dan bukannya di candi utama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompleks Candi Arjuna ini ditemukan pertama kali tahun 1814 oleh seorang tentara Inggris, yaitu van Kinsbergen. Saat ditemukan, candi-candi tersebut terendam air rawa-rawa, berbeda dari kebanyakan candi lain yang biasanya terendam tanah. Proses pengeringan air rawa baru dimulai lebih dari 40 tahun kemudian. Rumput hijau seperti karpet tampak tumbuh subur di pelataran candi, membingkai kerikil yang memenuhi pelataran terdekat dengan candi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diketahui secara pasti siapa yang memberi nama candi-candi tersebut. Akan tetapi, hal yang pasti adalah bahwa nama-nama candi tersebut diberi nama sesuai tokoh pewayangan. Candi Arjuna adalah candi utamanya yang berhadapan dengan Candi Semar dengan bentuk memanjang beratap limasan. Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra berjejer ke samping sebelah kirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kompleks wisata &lt;a href="http://indonesia.travel/id/destination/450/dataran-tinggi-dieng" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Dataran Tinggi Dieng&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; terdapat 19 candi tetapi hanya delapan yang masih utuh berdiri.&lt;/p&gt;</description>
			</item>
					<item>
				<title>Candi Pawon</title>
				<link>http://www.indonesia.travel/id/destination/853/candi-pawon</link>
				<description>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img style="margin: 5px; float: left; border: 5px solid white;" src="http://cdn.indonesia.travel/media/images/upload/poi/gal_pawon_01.jpg" alt="" width="250" height="333" /&gt;Sementara sebagian besar candi dibangun sebagai tempat pemujaan atau pun makam maka Candi Pawon ternyata memiliki fungsi yang lain yaitu dibangun sebagai tempat penyimpanan senjata. Senjata tersebut dikenal dengan nama &lt;em&gt;vajranala&lt;/em&gt;, yaitu senjata Raja Indera dalam mitologi India yang konon bentuknya serupa halilintar. Candi Pawon yang keberadaannya disebut-sebut di dalam prasasti Karang Tengah (824 M) berlokasi di Desa Brojonalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, &lt;a href="http://www.indonesia.travel/id/discover-indonesia/region-detail/32/jawa-tengah" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Jawa Tengah&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Candi Pawon yang kokoh disebut-sebut sebagai bagian dari &lt;a href="http://www.indonesia.travel/id/destination/233/borobudur" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Candi Borobudur&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; sebab reliefnya dipercaya sebagai permulaan relief Candi Borobudur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal nama candi ini, terdapat banyak penafsiran menyangkut asal-usulnya. J.G. de Casparis, menafsirkan nama Pawon berasal dari bahasa Jawa, yaitu &lt;em&gt;&amp;#39;awu&amp;#39;&lt;/em&gt; yang berarti &lt;em&gt;abu&lt;/em&gt;. Kata tersebut kemudian mendapat awalan &lt;em&gt;&amp;#39;pa&amp;#39;&lt;/em&gt; dan akhiran &lt;em&gt;&amp;#39;an&amp;#39;&lt;/em&gt; yang menunjuk pada suatu tempat, yaitu perabuan. Sementara itu, dalam bahasa Jawa percakapan, kata &lt;em&gt;&amp;#39;pawon&amp;#39;&lt;/em&gt; mempunyai arti &lt;em&gt;dapur&lt;/em&gt;. Candi Pawon juga memiliki nama lain, yaitu Candi Bajranalan, nama tersebut diduga berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu &lt;em&gt;&amp;#39;vajra&amp;#39;&lt;/em&gt; yang berarti halilintar dan kata &lt;em&gt;&amp;#39;anala&amp;#39;&lt;/em&gt; yang artinya api. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan suci Buddha ini berjarak tepat 1.750 m dari &lt;a href="http://indonesia.travel/id/destination/233/borobudur" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Candi Borobudur&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; yang super megah itu dan 1.150 m dari &lt;a href="http://www.indonesia.travel/id/destination/740/candi-mendut" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Candi Mendut&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Lokasinya berada tepat di antara kedua candi itu. Kemiripan motif pahatan atau relief pada ketiga candi tersebut dan letaknya yang berada pada satu poros garis lurus menjadi dasar asumsi bahwa jelas ada keterkaitan yang kuat di antara ketiganya. Poerbatjaraka berpendapat bahwa Candi Pawon merupakan &lt;em&gt;upa angga&lt;/em&gt; (bagian dari) Candi Borobudur. Penelitian secara lengkap pada reliefnya menunjukkan bahwa relief pada Candi Pawon merupakan permulaan relief dari Candi Borobudur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahan batu gunung api, Candi Pawon merupakan monumen Buddha yang dibangun dengan menggabungkan seni arsitektur Hindu Jawa kuno dan India. Candi yang pernah dipugar tahun 1903 dan selesai pada 1904 ini memiliki fitur teras dan tangga yang terbilang lebar. Anda akan disuguhi beragam hiasan stupa dengan relief pada dinding bagian luarnya berupa pohon hayati (kalpataru) yang diapit dengan pundi-pundi dan kinara-kinari. Kinari adalah sebentuk makhluk setengah manusia setengah burung dimana ia berkepala manusia tapi berbadan burung.&lt;/p&gt;</description>
			</item>
					<item>
				<title>Air Terjun Cunca Rami</title>
				<link>http://www.indonesia.travel/id/destination/827/air-terjun-cunca-rami</link>
				<description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;img style="vertical-align: text-bottom; margin: 6px auto; display: block;" src="/public/media/images/upload/poi/2-1-of-1-82.jpg" alt="" width="594" height="396" /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p align="justify"&gt;Kegiatan berenang memang menjadi favorit banyak orang. Selain menyenangkan, kegiatan ini pun merupakan olah raga menyehatkan. Berenang di kolam renang mungkin sudah biasa namun bagaimana apabila sesekali berenang di kolam renang alami yang sumber airnya melimpah dari air terjun yang indah?&lt;/p&gt;
&lt;p align="justify"&gt;Nah, apabila Anda berkesempatan mengunjungi &lt;strong&gt;&lt;a href="http://indonesia.travel/id/destination/444/flores" target="_top"&gt;Pulau Flores&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; bagian Barat, sempatkan waktu Anda untuk menyambangi dan berenang di Air Terjun Cunca Rami. Air terjun ini adalah satu dari tiga air terjun di tengah hutan tropis Flores yang eksotis dan alami di kawasan Manggarai Barat. Pesona air terjun alami ini dapat Anda nikmati tepatnya di Desa Cunca Lolos yang merupakan pintu pendakian ke puncak Mbeliling, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, &lt;strong&gt;&lt;a href="http://indonesia.travel/id/discover-indonesia/region-detail/37/nusa-tenggara-timur" target="_blank"&gt;Nusa Tenggara Timur&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p align="justify"&gt;Berada di dalam kawasan Hutan Mbeliling, air terjun ini adalah atraksi ekowisata utama bagi hutan yang berfungsi sebagai sumber air bagi daerah sekitar termasuk &lt;strong&gt;&lt;a href="http://indonesia.travel/id/destination/92/labuan-bajo" target="_blank"&gt;Labuan Bajo&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;. Berjarak sekira 30 kilometer dari &lt;strong&gt;&lt;a href="http://indonesia.travel/id/destination/92/labuan-bajo" target="_blank"&gt;Kota Labuan Bajo&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&amp;mdash;ibukota Manggarai Barat yang sekaligus pintu masuk untuk menikmati keindahan alam &lt;strong&gt;&lt;a href="http://indonesia.travel/id/destination/444/flores" target="_blank"&gt;Flores&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&amp;mdash;perjalanan berkendara menuju Desa Cunca Lolos adalah sekira 1 jam. Dari desa ini, perjalanan akan dilanjutkan dengan berjalan kaki (&lt;em&gt;trekking&lt;/em&gt;) selama kurang lebih 1 jam.&lt;/p&gt;
&lt;p align="justify"&gt;Berada di ketinggian sekitar 1200 m dpl, kontur jalur menuju air terjun dominan menurun dengan melintasi medan yang bervariasi sejauh kurang lebih 2 kilometer. Sekembalinya dari air terjun, bersiap-siaplah untuk melintasi jalur mendaki.&lt;/p&gt;
&lt;p align="justify"&gt;Dalam perjalanan menuju air terjun cantik ini, Anda tidak akan bosan dengan suguhan pemandangan alam yang bervariasi. Jalur &lt;em&gt;trekking&lt;/em&gt; dimulai dari perkampungan penduduk, melewati hutan pohon kemiri dan ladang penduduk yang mayoritas petani. Anda akan pula melintasi persawahan yang subur dan melihat kerbau-kerbau pembajak sawah bebas berkeliaran. Saat tiba untuk menyeberangi sungai kecil yang jernih, Anda sudah akan sampai di Cunca Rami. Dari kejauhan, pesona air terjun yang di kiri dan kananya dipenuhi pepohonan yang hijau sudah akan nampak dalam pandangan.&lt;/p&gt;
&lt;p align="justify"&gt;Air terjun ini kian terkenal di kalangan wisatawan karena debit airnya cukup besar. Selain itu, air terjun bertingkat tiga dengan ketinggian mencapai 100 meter itu memiliki kolam alami yang cukup besar menampung aliran air yang jatuh sehingga sangatlah cocok untuk tempat &amp;nbsp;berenang. Sebagai kawasan yang belum banyak dikunjungi wisatawan dan belum dikembangkan, air terjun ini masih sangat jernih dan bersih. Latar alam pegunungan dan hutan tropis hijau alami serta udara pegunungan sejuk adalah penambah kecantikan air terjun ini.&lt;/p&gt;
&lt;p align="justify"&gt;Cunca Rami berasal dari bahasa flores; &lt;em&gt;cunca&lt;/em&gt; artinya air terjun dan &lt;em&gt;rami&lt;/em&gt; berarti hutan. &amp;nbsp;Jadi, Cunca Rami dapat diartikan air terjun di tengah hutan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Photo credit&lt;/em&gt;: Purwadi Teguh Al Rosyid&lt;/p&gt;</description>
			</item>
					<item>
				<title>Taman Nasional Kelimutu</title>
				<link>http://www.indonesia.travel/id/destination/814/taman-nasional-kelimutu</link>
				<description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa bilang yang menarik dari Taman Nasional Kelimutu hanyalah &lt;strong&gt;&lt;a href="http://indonesia.travel/id/destination/78/danau-kelimutu" target="_blank"&gt;Danau Kelimutu&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;? Meski tak dipungkiri bahwa keberadaan danau unik dan hanya ada di Indonesia ini adalah salah satu daya tarik utama namun Taman Nasional Kelimutu juga menyimpan beragam potensi wisata menarik lainnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Taman Nasional Kelimutu mencakup luas wilayah sekira 5356,50 ha yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No.679/Kpts-II/1997, Tanggal 10 Oktober 1997. Taman nasional ini merupakan yang terkecil dari enam taman nasional di kawasan &lt;strong&gt;&lt;a href="http://indonesia.travel/id/destination/73/bali" target="_blank"&gt;Bali&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; dan Nusa Tenggara. Secara adminitratif lokasinya berada di 3 kecamatan, yaitu: Kecamatan Detsuko, Kecamatan Wolowaru, dan Kecamatan Ndona Kabupaten Ende, Provinsi &lt;strong&gt;&lt;a href="http://indonesia.travel/id/discover-indonesia/region-detail/37/nusa-tenggara-timur" target="_blank"&gt;Nusa Tenggara Timur&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski luasnya terbilang kecil tetapi taman nasional dengan bentang alamnya yang unik dan indah ini menyimpan kekayaan flora dan fauna yang beragam, beberapa bahkan terbilang langka dan juga endemik. Kekayaan dan keindahan bentang alam tropis di tanah &lt;strong&gt;&lt;a href="http://indonesia.travel/id/destination/444/flores" target="_blank"&gt;Flores&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; ini semakin menarik untuk disambangi sebab di kawasan inilah terdapat Danau Kelimutu (Danau Tiga Warna) yang melegenda itu. Topografi taman nasional ini juga bervariasi mulai dari bergelombang ringan sampai berat&amp;mdash;berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan tingkat kemiringan lereng yang sangat terjal dan curam. Secara umum, ketinggian kawasan Taman Nasional Kelimutu berkisar antara 1.500 - 1.731 m dpl; titik tertinggi terdapat di puncak Gunung Kelibara, sekira 1.731 m dpl.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdapat beragam jenis flora di kawasan Taman Nasional Kelimutu, yaitu sekira 100 spesies dalam 36 family dan 2 (dua) diantaranya merupakan jenis endemik Kelimutu yaitu uta onga (&lt;em&gt;Begonia kelimutuensis&lt;/em&gt;) dan turuwara (&lt;em&gt;Rhondodenron renschianum&lt;/em&gt;). Beberapa flora lain yang ada di Taman Nasional Kelimutu adalah ajang kode (&lt;em&gt;Toona spp.&lt;/em&gt;), cemara (&lt;em&gt;Casuarina equisetifolia&lt;/em&gt;), kawah (&lt;em&gt;Anthocephalus cadamba&lt;/em&gt;), kesambi (&lt;em&gt;Schleichera oleosa&lt;/em&gt;), kesi (&lt;em&gt;Canarium spp&lt;/em&gt;.), kodal (&lt;em&gt;Diospyros ferra&lt;/em&gt;), sita (&lt;em&gt;Alstonis scholaris&lt;/em&gt;), bunga abadi edelweiss, dan masih banyak lagi yang lainnnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, beberapa jenis satwa endemik Flores seperti burung gerugiwa (&lt;em&gt;Monarcha sp&lt;/em&gt;) juga menghuni kawasan taman nasional. Burung pengicau endemik yang memiliki 11 suara kicauan yang berbeda ini disebut-sebut sebagai burung arwah, mengingat burung ini jarang terlihat. Hewan endemik lainnya, diantaranya adalah jenis mamalia yaitu tikus lawo (&lt;em&gt;Rattushainaldi&lt;/em&gt;), tikus gunung (&lt;em&gt;Bunomys naso&lt;/em&gt;), deke (&lt;em&gt;Papagomys armandvillei&lt;/em&gt;), dan wawi ndua (&lt;em&gt;Susheureni&lt;/em&gt;). Jenis satwa lain, diantaranya ayam hutan (&lt;em&gt;Gallus gallus&lt;/em&gt;), banteng (&lt;em&gt;Bos javanicus javanicus&lt;/em&gt;), kijang (&lt;em&gt;Muntiacus muntjak nainggolani&lt;/em&gt;), rusa (&lt;em&gt;Cervus timorensis&lt;/em&gt;), babi hutan (&lt;em&gt;Sus sp&lt;/em&gt;.), elang (&lt;em&gt;Elanus sp.&lt;/em&gt;), srigunting (&lt;em&gt;Dicrurus sulphurea&lt;/em&gt;), luwak (&lt;em&gt;Pardofelis marmorata&lt;/em&gt;), trenggiling (&lt;em&gt;Manis javanica&lt;/em&gt;), landak (&lt;em&gt;Hystrix brachyura brachyura&lt;/em&gt;), kancil (&lt;em&gt;Tragulus javanicus javanicus&lt;/em&gt;), dan lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Taman Nasional Kelimutu juga merupakan habitat bagi sekira 19 jenis burung yang terancam punah. Burung-burung tersebut diantaranya punai flores (&lt;em&gt;Treron floris&lt;/em&gt;), burung hantu wallacea (&lt;em&gt;Otus silvicola&lt;/em&gt;), cabai emas (&lt;em&gt;Dicaeum annae&lt;/em&gt;), sikatan rimba-ayun (&lt;em&gt;Rhinomyias oscillans&lt;/em&gt;), burung madu matari (&lt;em&gt;Nectarinia solaris&lt;/em&gt;), kancilan flores (&lt;em&gt;Pachycephala nudigula&lt;/em&gt;), sepah kerdil (&lt;em&gt;Pericrocotus lansbergei&lt;/em&gt;), tesia Timor (&lt;em&gt;Tesia everetti&lt;/em&gt;), opior jambul (&lt;em&gt;Lophozosterops dohertyi&lt;/em&gt;), opior paruh tebal (&lt;em&gt;Heleia crassirostris&lt;/em&gt;), kehicap flores (&lt;em&gt;Monarcha sacerdotum&lt;/em&gt;), dan elang flores (&lt;em&gt;Spizaetus floris&lt;/em&gt;).&lt;/div&gt;</description>
			</item>
			</channel>
</rss>
