<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>agribisnis.co.id</title>
	<atom:link href="http://agribisnis.co.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://agribisnis.co.id</link>
	<description>agribisnis.co.id</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Aug 2024 23:51:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>
	<item>
		<title>Petani Nganjuk Senang Mendapat Akses Listrik PLN</title>
		<link>https://agribisnis.co.id/petani-nganjuk-senang-mendapat-akses-listrik-pln/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hafizh Husain]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 May 2024 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Agribisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[berita petani]]></category>
		<category><![CDATA[cerita petani]]></category>
		<category><![CDATA[cerita petani desa]]></category>
		<category><![CDATA[petani berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[petani desa]]></category>
		<category><![CDATA[petani indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://agribisnis.co.id/?p=6802</guid>

					<description><![CDATA[<p>PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mencatat sebanyak 2.494 orang petani di Kabupaten Nganjuk telah merasakan manfaat listrik PLN untuk kegiatan pertanian mereka selama lima tahun terakhir. Data hingga Maret 2024 menunjukkan adanya penambahan 344 orang petani di Kabupaten Nganjuk yang beralih menggunakan listrik PLN. Peningkatan jumlah petani yang menggunakan listrik PLN ini [&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id/petani-nganjuk-senang-mendapat-akses-listrik-pln/">Petani Nganjuk Senang Mendapat Akses Listrik PLN</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id">agribisnis.co.id</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="ez-toc-container" class="ez-toc-v2_0_76 counter-flat ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction">
<div class="ez-toc-title-container"><p class="ez-toc-title" style="cursor:inherit">Daftar Isi</p>
</div><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-1" href="https://agribisnis.co.id/petani-nganjuk-senang-mendapat-akses-listrik-pln/#Kisah_Petani_Nganjuk_Dari_Diesel_ke_Listrik_PLN">Kisah Petani Nganjuk: Dari Diesel ke Listrik PLN</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-2" href="https://agribisnis.co.id/petani-nganjuk-senang-mendapat-akses-listrik-pln/#Meningkatkan_Efisiensi_dan_Produktivitas">Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-3" href="https://agribisnis.co.id/petani-nganjuk-senang-mendapat-akses-listrik-pln/#PLN_Siap_Dukung_Pertumbuhan_Sektor_Pertanian">PLN Siap Dukung Pertumbuhan Sektor Pertanian</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-4" href="https://agribisnis.co.id/petani-nganjuk-senang-mendapat-akses-listrik-pln/#Dampak_Positif_Elektrifikasi_Pertanian">Dampak Positif Elektrifikasi Pertanian</a></li></ul></nav></div>

<p>PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mencatat sebanyak 2.494 orang petani di Kabupaten Nganjuk telah merasakan manfaat listrik PLN untuk kegiatan pertanian mereka selama lima tahun terakhir. Data hingga Maret 2024 menunjukkan adanya penambahan 344 orang petani di Kabupaten Nganjuk yang beralih menggunakan listrik PLN.</p>
<p>Peningkatan jumlah petani yang menggunakan listrik PLN ini didorong oleh upaya pemasaran intensif dan ekstensif yang dilakukan oleh PLN. Para petani di Nganjuk merasakan manfaat nyata dari penggunaan listrik PLN dalam kegiatan pertanian mereka, khususnya untuk sistem pengairan.</p>
<h1><strong>Kisah Petani Nganjuk: Dari Diesel ke Listrik PLN</strong></h1>
<p>Sumartono, seorang petani berusia 62 tahun dari Dusun Mojorebun, Kabupaten Nganjuk, menceritakan pengalamannya menggunakan diesel untuk pengairan selama 40 tahun. Ia mengungkapkan bahwa penggunaan diesel selain mahal juga sulit mendapatkan bahan bakarnya.</p>
<p>&#8220;Jika sebelumnya pengairan menggunakan diesel selain lebih mahal juga susah mendapat bahan bakarnya. Dalam 1 (satu) kali penyiraman kebutuhan bahan bakar diesel mencapai 3 liter atau senilai Rp27.000, sementara untuk listrik PLN hanya membutuhkan Rp5000. Penghematan mencapai 81%,&#8221; ungkap Sumartono.</p>
<p>Selain lebih hemat secara operasional, Sumartono juga merasakan manfaat lain dari penggunaan listrik PLN. Proses penyiraman menjadi lebih cepat dan teratur, serta tidak lagi terkendala oleh keterbatasan kuota bahan bakar diesel.</p>
<p>&#8220;Petani di sini memanfaatkan listrik untuk mengusir hama dan menekan biaya pemeliharaan pertanian yang sebelumnya masih menggunakan cara tradisional,&#8221; tambah Sumartono.</p>
<h1><strong>Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas</strong></h1>
<p>Heppy, seorang petani kebun jeruk di Desa Bolo, Kecamatan Ujung Pangkah Gresik, juga merasakan manfaat serupa. Ia sebelumnya menggunakan mesin diesel untuk mengoperasikan sumur bor yang mengairi 40 hektare lahan pertaniannya.</p>
<p>&#8220;Semenjak menggunakan listrik PLN kami beralih ke pompa elektrik tipe submersible pump sehingga pengairan menjadi sangat lancar dan produktivitas pohon meningkat sehingga hasil buah melimpah. Hasil panen kami naik menjadi 150%,&#8221; tutur Heppy.</p>
<p>Pengalaman positif juga dialami oleh Bambang Supeno, pengelola penggilingan padi berdaya 131 kVA. Ia merasakan penghematan biaya operasional sebesar 40 &#8211; 50% setelah beralih dari mesin diesel ke listrik.</p>
<p>&#8220;Berkat penghematan biaya operasi, produksinya meningkat menjadi 48 ton/bulan atau meningkat 30% dari biasanya,” terang Bambang.</p>
<h1><strong>PLN Siap Dukung Pertumbuhan Sektor Pertanian</strong></h1>
<p>General Manager PT PLN (Persero) UID Jawa Timur, Agus Kuswardoyo, menyatakan bahwa total pelanggan sektor pertanian atau yang disebut electrifying agriculture di Jawa Timur mencapai 152.269 pelanggan dengan daya terpasang 1.207.709 kVA.</p>
<p>&#8220;Dengan kecukupan daya di Jawa Timur, PLN siap mendukung penuh pertumbuhan di sektor pertanian untuk menggerakkan roda perekonomian,&#8221; kata Agus dalam siaran pers.</p>
<h1><strong>Dampak Positif Elektrifikasi Pertanian</strong></h1>
<p>Penggunaan listrik PLN dalam kegiatan pertanian membawa dampak positif yang signifikan, antara lain:</p>
<table>
<thead>
<tr>
<th>Dampak Positif</th>
<th>Deskripsi</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td>Penghematan Biaya Operasional</td>
<td>Penggunaan listrik PLN lebih hemat dibandingkan dengan penggunaan diesel, sehingga dapat menekan biaya operasional para petani.</td>
</tr>
<tr>
<td>Peningkatan Efisiensi</td>
<td>Listrik PLN memungkinkan penggunaan pompa air yang lebih efisien, sehingga proses pengairan menjadi lebih cepat dan teratur.</td>
</tr>
<tr>
<td>Peningkatan Produktivitas</td>
<td>Pengairan yang lebih efisien dan teratur dapat meningkatkan produktivitas tanaman, sehingga hasil panen menjadi lebih melimpah.</td>
</tr>
<tr>
<td>Peningkatan Kualitas Produk</td>
<td>Penggunaan listrik PLN dapat membantu menekan biaya pemeliharaan dan meningkatkan kualitas produk pertanian.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Elektrifikasi pertanian merupakan langkah penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian di Indonesia. Program ini memberikan manfaat nyata bagi para petani, seperti penghematan biaya, peningkatan efisiensi, dan peningkatan produktivitas. PLN berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan sektor pertanian dengan menyediakan akses listrik yang handal dan terjangkau.</p>
<p><a href="https://surabaya.bisnis.com/read/20240521/531/1767365/2494-petani-di-nganjuk-akses-listrik-pln-untuk-pertanian" rel="nofollow noopener" target="_blank">[Sumber]</a></p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id/petani-nganjuk-senang-mendapat-akses-listrik-pln/">Petani Nganjuk Senang Mendapat Akses Listrik PLN</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id">agribisnis.co.id</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia dan Vietnam Jalani Kerjasama Pertanian Lahan Rawa</title>
		<link>https://agribisnis.co.id/indonesia-dan-vietnam-jalani-kerjasama-pertanian-lahan-rawa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hafizh Husain]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 May 2024 22:26:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Agribisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[agribisnis indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kerjasama]]></category>
		<category><![CDATA[kerjasama bidang pertanian indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[rawa]]></category>
		<category><![CDATA[Vietnam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://agribisnis.co.id/?p=6799</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indonesia dan Vietnam, dua negara dengan potensi lahan rawa yang luas, sepakat untuk memperkuat kerjasama di sektor pertanian, khususnya dalam pengembangan teknologi lahan rawa. Langkah ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mengatasi tantangan pangan di masa depan. Kunjungan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, ke Vietnam pada Minggu, 19 Mei 2024, [&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id/indonesia-dan-vietnam-jalani-kerjasama-pertanian-lahan-rawa/">Indonesia dan Vietnam Jalani Kerjasama Pertanian Lahan Rawa</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id">agribisnis.co.id</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="ez-toc-container" class="ez-toc-v2_0_76 counter-flat ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction">
<div class="ez-toc-title-container"><p class="ez-toc-title" style="cursor:inherit">Daftar Isi</p>
</div><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-1" href="https://agribisnis.co.id/indonesia-dan-vietnam-jalani-kerjasama-pertanian-lahan-rawa/#Alasan_Indonesia_dan_Vietnam_bekerja_sama_dalam_pertanian_lahan_rawa">Alasan Indonesia dan Vietnam bekerja sama dalam pertanian lahan rawa</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-2" href="https://agribisnis.co.id/indonesia-dan-vietnam-jalani-kerjasama-pertanian-lahan-rawa/#Yang_Menjadi_Fokus_Utama_Kerjasama">Yang Menjadi Fokus Utama Kerjasama</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-3" href="https://agribisnis.co.id/indonesia-dan-vietnam-jalani-kerjasama-pertanian-lahan-rawa/#Digitalisasi_Sangat_Penting">Digitalisasi Sangat Penting</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-4" href="https://agribisnis.co.id/indonesia-dan-vietnam-jalani-kerjasama-pertanian-lahan-rawa/#Sama-sama_Mengoptimalkan_Lahan_Rawa">Sama-sama Mengoptimalkan Lahan Rawa</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-5" href="https://agribisnis.co.id/indonesia-dan-vietnam-jalani-kerjasama-pertanian-lahan-rawa/#Komitmen_Kuat_antar_Kedua_Negara">Komitmen Kuat antar Kedua Negara</a></li></ul></nav></div>

<p>Indonesia dan Vietnam, dua negara dengan potensi lahan rawa yang luas, sepakat untuk memperkuat kerjasama di sektor pertanian, khususnya dalam pengembangan teknologi lahan rawa. Langkah ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mengatasi tantangan pangan di masa depan. Kunjungan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, ke Vietnam pada Minggu, 19 Mei 2024, menjadi momentum penting dalam penguatan kerjasama tersebut. Pertemuan dengan Menteri Pertanian dan Pembangunan Desa Vietnam, Le Minh Hoan, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian dan Pembangunan Desa Republik Sosialis Vietnam (MARD) menghasilkan kesepakatan strategis untuk pengembangan teknologi lahan rawa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h1><strong>Alasan Indonesia dan Vietnam bekerja sama dalam pertanian lahan rawa</strong></h1>
<table>
<thead>
<tr>
<th><strong>Alasan</strong></th>
<th><strong>Indonesia</strong></th>
<th><strong>Vietnam</strong></th>
<th><strong>Manfaat Bersama</strong></th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td><strong>Potensi Lahan Rawa</strong></td>
<td>Memiliki luas lahan rawa yang besar, sekitar 14 juta hektar</td>
<td>Memiliki luas lahan rawa yang signifikan, terutama di wilayah Mekong Delta</td>
<td>Pemanfaatan lahan rawa yang optimal untuk meningkatkan produksi pangan</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Tantangan Pangan</strong></td>
<td>Menghadapi tantangan dalam meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan</td>
<td>Menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk yang terus meningkat</td>
<td>Peningkatan produksi pangan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan regional</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Teknologi Pertanian</strong></td>
<td>Memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi pertanian, khususnya untuk lahan rawa</td>
<td>Memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi pertanian, khususnya untuk lahan rawa</td>
<td>Pertukaran pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Akses Pasar</strong></td>
<td>Memiliki akses pasar yang luas untuk produk pertanian</td>
<td>Memiliki akses pasar yang luas untuk produk pertanian</td>
<td>Peningkatan akses pasar untuk produk pertanian kedua negara</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Kerjasama Bilateral</strong></td>
<td>Memiliki hubungan bilateral yang baik dengan Vietnam</td>
<td>Memiliki hubungan bilateral yang baik dengan Indonesia</td>
<td>Penguatan hubungan bilateral melalui kerjasama di sektor pertanian</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Ketahanan Pangan Regional</strong></td>
<td>Berkontribusi pada ketahanan pangan regional</td>
<td>Berkontribusi pada ketahanan pangan regional</td>
<td>Peningkatan ketahanan pangan regional melalui kerjasama dan kolaborasi</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<h1><strong>Yang Menjadi Fokus Utama Kerjasama</strong></h1>
<p>Fokus utama kerjasama ini adalah pada peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman padi. Kedua negara sepakat untuk mengembangkan varietas bibit padi unggul, teknologi mekanisasi, dan pertanian presisi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen dan efisiensi penggunaan sumber daya.</p>
<p>Selain itu, kedua negara juga bersepakat untuk mengembangkan sistem pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan komitmen global untuk menjaga kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan.</p>
<p>&#8220;Kami berharap melalui kerjasama yang kuat dengan pemerintah Vietnam, kita dapat mendorong pengembangan mesin pertanian modern, memperkuat sistem pengelolaan irigasi, serta memfasilitasi akses pasar,&#8221; ujar Mentan Andi Amran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h1><strong>Digitalisasi Sangat Penting</strong></h1>
<p>Pentingnya digitalisasi dan penggunaan mesin pertanian presisi juga ditekankan dalam pertemuan tersebut. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan lahan rawa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h1><strong>Sama-sama Mengoptimalkan Lahan Rawa</strong></h1>
<p>Indonesia dan Vietnam menghadapi tantangan yang sama dalam mengoptimalkan lahan rawa untuk produksi pangan. Indonesia, melalui program prioritas, berupaya untuk meningkatkan indeks tanam dan produksi beras nasional dengan mengoptimalkan lahan rawa untuk penanaman padi 2-3 kali dalam setahun. Program ini juga mencakup perluasan areal tanam dan sistem tanam terpadu pada lahan sawah dataran rendah (padi gogo) di area perkebunan.</p>
<p>Vietnam, di sisi lain, menunjukkan minat yang tinggi terhadap buah Salak Bali. Permintaan yang tinggi di Vietnam, dengan harga mencapai 250 ribu Dong Vietnam per kg atau sekitar 157 ribu Rupiah per kg, membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengekspor buah Salak Bali.</p>
<p>Kerjasama ini tidak hanya berfokus pada teknologi dan produktivitas pertanian, tetapi juga pada akses pasar. Kedua negara sepakat untuk membentuk Kelompok Kerja Pertanian (Working Group on Agriculture) yang akan membahas penyelesaian berbagai hambatan akses pasar komoditas pertanian, serta mobilisasi investasi pertanian kedua negara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h1><strong>Komitmen Kuat antar Kedua Negara</strong></h1>
<p>Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) on Agriculture Cooperation oleh kedua Menteri Pertanian menjadi bukti komitmen kuat kedua negara untuk memperkuat kerjasama di sektor pertanian. MoU ini menginisiasi pembentukan Kelompok Kerja Pertanian (Joint Agricultural Working Group) yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan rencana kerja konkret dalam pembangunan pertanian yang saling menguntungkan.</p>
<p>Kerjasama antara Indonesia dan Vietnam dalam pengembangan teknologi pertanian lahan rawa memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan di kedua negara. Dengan memanfaatkan teknologi dan pengalaman yang saling melengkapi, kedua negara dapat mencapai hasil yang optimal dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat.</p>
<p><a href="https://nasional.tempo.co/read/1869779/indonesia-dan-vietnam-perkuat-kerjasama-teknologi-pertanian-lahan-rawa" rel="nofollow noopener" target="_blank">[Sumber]</a></p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id/indonesia-dan-vietnam-jalani-kerjasama-pertanian-lahan-rawa/">Indonesia dan Vietnam Jalani Kerjasama Pertanian Lahan Rawa</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id">agribisnis.co.id</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Replanting Pohon Sawit oleh Cisadane Sawit Raya</title>
		<link>https://agribisnis.co.id/replanting-pohon-sawit-oleh-cisadane-sawit-raya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hafizh Husain]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 May 2024 04:44:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Agribisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Perkebunan]]></category>
		<category><![CDATA[agribisnis sawit]]></category>
		<category><![CDATA[agrikultur sawit]]></category>
		<category><![CDATA[area sawit]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis kelapa sawit]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya kelapa sawit]]></category>
		<category><![CDATA[industri kelapa sawit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://agribisnis.co.id/?p=6793</guid>

					<description><![CDATA[<p>Emiten perkebunan sawit, PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) optimistis bahwa program peremajaan sawit (PSR) atau replanting sawit tidak akan mengganggu produksi sawit perusahaan. Sekretaris Perusahaan CSRA, Iqbal Prastowo, menjelaskan bahwa replanting yang dilakukan dengan metode yang tepat tidak akan menurunkan produksi sawit CSRA. &#8220;Tentunya akan ada penurunan produksi, namun bukan hal yang mengkhawatirkan bagi [&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id/replanting-pohon-sawit-oleh-cisadane-sawit-raya/">Replanting Pohon Sawit oleh Cisadane Sawit Raya</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id">agribisnis.co.id</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="ez-toc-container" class="ez-toc-v2_0_76 counter-flat ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction">
<div class="ez-toc-title-container"><p class="ez-toc-title" style="cursor:inherit">Daftar Isi</p>
</div><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-1" href="https://agribisnis.co.id/replanting-pohon-sawit-oleh-cisadane-sawit-raya/#Sudah_Dihitung_Secara_Matang">Sudah Dihitung Secara Matang</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-2" href="https://agribisnis.co.id/replanting-pohon-sawit-oleh-cisadane-sawit-raya/#Usia_Pohon_Ideal">Usia Pohon Ideal</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-3" href="https://agribisnis.co.id/replanting-pohon-sawit-oleh-cisadane-sawit-raya/#Jika_Pohon_Sawit_Tidak_Diremajakan">Jika Pohon Sawit Tidak Diremajakan</a></li></ul></nav></div>

<p>Emiten perkebunan sawit, PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) optimistis bahwa program peremajaan sawit (PSR) atau replanting sawit tidak akan mengganggu produksi sawit perusahaan. Sekretaris Perusahaan CSRA, Iqbal Prastowo, menjelaskan bahwa replanting yang dilakukan dengan metode yang tepat tidak akan menurunkan produksi sawit CSRA.</p>
<p>&#8220;Tentunya akan ada penurunan produksi, namun bukan hal yang mengkhawatirkan bagi produktivitas perusahaan,&#8221; ungkap Iqbal kepada Kontan, Senin (20/5).</p>
<p>&nbsp;</p>
<h1><strong>Sudah Dihitung Secara Matang</strong></h1>
<p>Iqbal menambahkan bahwa CSRA melakukan peremajaan pohon sawit berdasarkan perhitungan yang matang. &#8220;Perusahaan melakukannya dengan berbagai pertimbangan yang terukur,&#8221; tegasnya. CSRA menerapkan metode tanam sisip dalam proses replanting sawit. Metode ini merupakan metode tanam ganda dengan pengaturan waktu tanam dan panen. Tanaman kedua ditanam setelah tanaman pertama mencapai tahap reproduksi sebelum siap dipanen.</p>
<p>&#8220;Tergantung proses replanting. Bila tanam sisip, maka tidak mengganggu. Bila replanting total, maka tidak ada produksi karena harus land clearing,&#8221; jelas Iqbal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h1><strong>Usia Pohon Ideal</strong></h1>
<p>Iqbal melanjutkan bahwa replanting ideal dilakukan pada pohon sawit yang berusia 25 tahun. Pasalnya, itu adalah usia produktif untuk pohon sawit.</p>
<p>&#8220;Usia produktif tanaman sawit dengan pemupukan dan perawatan yang tepat adalah usia 8 &#8211; 25 tahun (prime production age). Setelah usia tersebut, produktivitas berangsur menurun,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kendati di atas usia 25 tahun pun, pohon sawit masih bisa berproduksi. Asal dilakukan praktik agronomi yang baik, serta menggunakan bibit sawit yang unggul.</p>
<p>&#8220;Produksi saat di usia 25 tahun masih bagus bila dilakukan praktik agronomi yang baik, serta menggunakan bibit sawit yang unggul,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h1><strong>Jika Pohon Sawit Tidak Diremajakan</strong></h1>
<table>
<thead>
<tr>
<th>Aspek</th>
<th>Dampak Positif</th>
<th>Dampak Negatif</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td>Biaya</td>
<td>Tidak perlu mengeluarkan biaya replanting</td>
<td>Keuntungan perusahaan menurun</td>
</tr>
<tr>
<td>Produksi</td>
<td>Produksi sawit tetap tinggi</td>
<td>Kualitas sawit menurun</td>
</tr>
<tr>
<td>Lingkungan</td>
<td>Tidak perlu membuka lahan baru</td>
<td>Lahan menjadi tidak produktif</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://industri.kontan.co.id/news/cisadane-sawit-raya-csra-optimistis-replanting-pohon-sawit-tak-ganggu-produksi" rel="nofollow noopener" target="_blank">[Sumber]</a></p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id/replanting-pohon-sawit-oleh-cisadane-sawit-raya/">Replanting Pohon Sawit oleh Cisadane Sawit Raya</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id">agribisnis.co.id</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Gabah Sudah Mulai Naik</title>
		<link>https://agribisnis.co.id/harga-gabah-sudah-mulai-naik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hafizh Husain]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 May 2024 04:33:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Agribisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[gabah]]></category>
		<category><![CDATA[gabah petani]]></category>
		<category><![CDATA[harga gabah]]></category>
		<category><![CDATA[harga gabah kering]]></category>
		<category><![CDATA[produksi gabah kering]]></category>
		<category><![CDATA[Serap Gabah]]></category>
		<category><![CDATA[Serapan Gabah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://agribisnis.co.id/?p=6791</guid>

					<description><![CDATA[<p>Panen raya padi di Indonesia diperkirakan akan segera berakhir pada bulan Mei 2024. Menjelang akhir panen raya, harga gabah di tingkat petani mulai menunjukkan tren kenaikan. Hal ini dikonfirmasi oleh Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, yang menyatakan bahwa harga gabah di tingkat petani saat ini sudah mencapai Rp 7.000/kg untuk kualitas terbaik. Kenaikan Harga [&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id/harga-gabah-sudah-mulai-naik/">Harga Gabah Sudah Mulai Naik</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id">agribisnis.co.id</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="ez-toc-container" class="ez-toc-v2_0_76 counter-flat ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction">
<div class="ez-toc-title-container"><p class="ez-toc-title" style="cursor:inherit">Daftar Isi</p>
</div><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-1" href="https://agribisnis.co.id/harga-gabah-sudah-mulai-naik/#Kenaikan_Harga_Gabah">Kenaikan Harga Gabah</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-2" href="https://agribisnis.co.id/harga-gabah-sudah-mulai-naik/#Dampak_Kenaikan_Harga_Gabah">Dampak Kenaikan Harga Gabah</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-3" href="https://agribisnis.co.id/harga-gabah-sudah-mulai-naik/#Penjelasan">Penjelasan</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-4" href="https://agribisnis.co.id/harga-gabah-sudah-mulai-naik/#1_Dampak_Positif">1. Dampak Positif</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-5" href="https://agribisnis.co.id/harga-gabah-sudah-mulai-naik/#2_Dampak_Negatif">2. Dampak Negatif</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-6" href="https://agribisnis.co.id/harga-gabah-sudah-mulai-naik/#Upaya_Bulog_Menjaga_Stabilitas_Harga_Beras">Upaya Bulog Menjaga Stabilitas Harga Beras</a></li></ul></nav></div>

<p>Panen raya padi di Indonesia diperkirakan akan segera berakhir pada bulan Mei 2024. Menjelang akhir panen raya, harga gabah di tingkat petani mulai menunjukkan tren kenaikan. Hal ini dikonfirmasi oleh Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, yang menyatakan bahwa harga gabah di tingkat petani saat ini sudah mencapai Rp 7.000/kg untuk kualitas terbaik.</p>
<h1><strong>Kenaikan Harga Gabah</strong></h1>
<p>Menurut Bayu, kenaikan harga gabah di tingkat petani disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, panen raya yang segera berakhir menyebabkan pasokan gabah di pasaran semakin menipis. Kedua, permintaan beras di pasar domestik masih cukup tinggi. Ketiga, Bulog sebagai pembeli utama gabah di tingkat petani meningkatkan penyerapan gabah untuk memenuhi kebutuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).</p>
<h1><strong>Dampak Kenaikan Harga Gabah</strong></h1>
<table>
<thead>
<tr>
<th>Aspek</th>
<th>Dampak Positif</th>
<th>Dampak Negatif</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td>Petani</td>
<td>Peningkatan pendapatan</td>
<td>Meningkatnya biaya produksi</td>
</tr>
<tr>
<td>Konsumen</td>
<td>Kenaikan harga beras</td>
<td>Daya beli konsumen menurun</td>
</tr>
<tr>
<td>Pemerintah</td>
<td>Peningkatan stok beras</td>
<td>Tekanan inflasi</td>
</tr>
<tr>
<td>Ekonomi Nasional</td>
<td>Peningkatan kesejahteraan petani</td>
<td>Peningkatan biaya pangan</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h2><strong>Penjelasan</strong></h2>
<h3><strong>1. Dampak Positif</strong></h3>
<ul>
<li><strong>Peningkatan pendapatan petani:</strong> Kenaikan harga gabah akan meningkatkan pendapatan petani. Hal ini akan meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong mereka untuk meningkatkan produktivitas padi.</li>
<li><strong>Peningkatan stok beras:</strong> Kenaikan harga gabah akan mendorong petani untuk menjual gabah mereka ke Bulog. Hal ini akan meningkatkan stok beras pemerintah dan menjaga stabilitas harga beras di pasar domestik.</li>
</ul>
<h3><strong>2. Dampak Negatif</strong></h3>
<ul>
<li><strong>Meningkatnya biaya produksi:</strong> Kenaikan harga gabah akan meningkatkan biaya produksi bagi petani. Hal ini karena petani harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli pupuk, pestisida, dan tenaga kerja.</li>
<li><strong>Kenaikan harga beras:</strong> Kenaikan harga gabah akan menyebabkan kenaikan harga beras di pasar. Hal ini akan menurunkan daya beli konsumen, terutama bagi masyarakat miskin.</li>
<li><strong>Tekanan inflasi:</strong> Kenaikan harga beras dapat menyebabkan tekanan inflasi. Hal ini karena beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia.</li>
<li><strong>Peningkatan biaya pangan:</strong> Kenaikan harga beras akan meningkatkan biaya pangan secara keseluruhan. Hal ini dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.</li>
</ul>
<h1><strong>Upaya Bulog Menjaga Stabilitas Harga Beras</strong></h1>
<p>Bulog sebagai BUMN yang ditugaskan untuk menjaga stabilitas harga beras di pasar domestik, terus berupaya untuk menyerap gabah dari petani. Hingga minggu ke-3 bulan Mei 2024, Bulog telah menyerap gabah petani sebesar 1.050 juta ton atau setara 535 ribu ton beras. Bulog menargetkan penyerapan beras hingga akhir masa panen raya bisa lebih dari 600 ribu ton.</p>
<p><iframe title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/XnGGRGwvNrE?si=V334LHbAST3HhV33" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Panen raya padi di Indonesia diperkirakan akan segera berakhir pada bulan Mei 2024. Menjelang akhir panen raya, harga gabah di tingkat petani mulai menunjukkan tren kenaikan. Kenaikan harga gabah memberikan dampak positif bagi para petani dan dapat mendorong peningkatan produktivitas padi. Bulog sebagai BUMN yang ditugaskan untuk menjaga stabilitas harga beras di pasar domestik, terus berupaya untuk menyerap gabah dari petani.</p>
<p><a href="https://industri.kontan.co.id/news/panen-raya-segera-berakhir-bulog-harga-gabah-di-tingkat-petani-sudah-mulai-tinggi" rel="nofollow noopener" target="_blank">[Sumber]</a></p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id/harga-gabah-sudah-mulai-naik/">Harga Gabah Sudah Mulai Naik</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id">agribisnis.co.id</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yang Dilakukan Pemerintah Untuk Harga Jagung</title>
		<link>https://agribisnis.co.id/yang-dilakukan-pemerintah-untuk-harga-jagung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hafizh Husain]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 May 2024 08:18:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Agribisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[harga jagung]]></category>
		<category><![CDATA[harga jagung hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Jagung Terjun Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[hasil jagung]]></category>
		<category><![CDATA[jagung]]></category>
		<category><![CDATA[jagung indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jagung nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://agribisnis.co.id/?p=6783</guid>

					<description><![CDATA[<p>Harga jagung di tingkat petani kerap mengalami fluktuasi, terutama saat panen raya. Hal ini tentu merugikan para petani jagung. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah Indonesia telah menggulirkan sejumlah jurus untuk mendongkrak harga jagung petani yang anjlok. Jurus Pemerintah Dongkrak Harga Jagung Petani Mendorong Serapan Jagung: Bulog dan sektor privat didorong untuk menyerap jagung petani sebanyak-banyaknya. [&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id/yang-dilakukan-pemerintah-untuk-harga-jagung/">Yang Dilakukan Pemerintah Untuk Harga Jagung</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id">agribisnis.co.id</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="ez-toc-container" class="ez-toc-v2_0_76 counter-flat ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction">
<div class="ez-toc-title-container"><p class="ez-toc-title" style="cursor:inherit">Daftar Isi</p>
</div><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-1" href="https://agribisnis.co.id/yang-dilakukan-pemerintah-untuk-harga-jagung/#Jurus_Pemerintah_Dongkrak_Harga_Jagung_Petani">Jurus Pemerintah Dongkrak Harga Jagung Petani</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-2" href="https://agribisnis.co.id/yang-dilakukan-pemerintah-untuk-harga-jagung/#Mendorong_Serapan_Jagung">Mendorong Serapan Jagung:</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-3" href="https://agribisnis.co.id/yang-dilakukan-pemerintah-untuk-harga-jagung/#Menetapkan_Fleksibilitas_Harga_Acuan">Menetapkan Fleksibilitas Harga Acuan:</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-4" href="https://agribisnis.co.id/yang-dilakukan-pemerintah-untuk-harga-jagung/#Menghentikan_Impor_Jagung_Sementara">Menghentikan Impor Jagung Sementara:</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-5" href="https://agribisnis.co.id/yang-dilakukan-pemerintah-untuk-harga-jagung/#Mendorong_Pelaku_Usaha_Ternak_Menyerap_Jagung_Dalam_Negeri">Mendorong Pelaku Usaha Ternak Menyerap Jagung Dalam Negeri:</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-6" href="https://agribisnis.co.id/yang-dilakukan-pemerintah-untuk-harga-jagung/#Dampak_Jurus_Pemerintah_Dongkrak_Harga_Jagung_Petani">Dampak Jurus Pemerintah Dongkrak Harga Jagung Petani</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-7" href="https://agribisnis.co.id/yang-dilakukan-pemerintah-untuk-harga-jagung/#Harapan_Petani_Jagung_untuk_Pemerintah">Harapan Petani Jagung untuk Pemerintah</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-8" href="https://agribisnis.co.id/yang-dilakukan-pemerintah-untuk-harga-jagung/#Harga_Jagung_yang_Stabil_dan_Menguntungkan">Harga Jagung yang Stabil dan Menguntungkan:</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-9" href="https://agribisnis.co.id/yang-dilakukan-pemerintah-untuk-harga-jagung/#Bantuan_Permodalan">Bantuan Permodalan:</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-10" href="https://agribisnis.co.id/yang-dilakukan-pemerintah-untuk-harga-jagung/#Akses_Pasar_yang_Luas">Akses Pasar yang Luas:</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-11" href="https://agribisnis.co.id/yang-dilakukan-pemerintah-untuk-harga-jagung/#Infrastruktur_yang_Memadai">Infrastruktur yang Memadai:</a></li></ul></nav></div>

<p>Harga jagung di tingkat petani kerap mengalami fluktuasi, terutama saat panen raya. Hal ini tentu merugikan para petani jagung. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah Indonesia telah menggulirkan sejumlah jurus untuk mendongkrak harga jagung petani yang anjlok.</p>
<h1><strong>Jurus Pemerintah Dongkrak Harga Jagung Petani</strong></h1>
<ul>
<li>
<h2><strong>Mendorong Serapan Jagung:</strong></h2>
<ul>
<li>Bulog dan sektor privat didorong untuk menyerap jagung petani sebanyak-banyaknya.</li>
<li>Penyerapan jagung petani oleh Bulog hingga 14 Mei 2024 mencapai 16.000 ton.</li>
<li>Fasilitasi pendistribusian jagung dari wilayah surplus ke wilayah defisit mencapai 75 ton.</li>
</ul>
</li>
<li>
<h2><strong>Menetapkan Fleksibilitas Harga Acuan:</strong></h2>
<ul>
<li>Kebijakan fleksibilitas harga acuan jagung di tingkat petani dan peternak berlaku 25 April hingga 31 Mei 2024.</li>
<li>Hal ini dilakukan untuk memberikan kepastian harga bagi petani dan peternak.</li>
<li>Harga acuan penjualan (HAP) jagung pakan kadar air 15% di tingkat produsen naik menjadi Rp5.000 per kilogram.</li>
<li>Harga jagung pakan dengan kadar air 20% di tingkat peternak naik menjadi Rp4.725 per kilogram.</li>
</ul>
</li>
<li>
<h2><strong>Menghentikan Impor Jagung Sementara:</strong></h2>
<ul>
<li>Keputusan ini diambil untuk menjaga harga jagung petani saat panen raya.</li>
<li>Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo agar pemerintah berperan sebagai stabilisator harga pangan.</li>
</ul>
</li>
<li>
<h2><strong>Mendorong Pelaku Usaha Ternak Menyerap Jagung Dalam Negeri:</strong></h2>
<ul>
<li>Pemerintah mendorong pelaku usaha ternak menyerap jagung dalam negeri sebanyak-banyaknya.</li>
<li>Hal ini untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan jagung.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<h1><strong>Dampak Jurus Pemerintah Dongkrak Harga Jagung Petani</strong></h1>
<table style="width: 461px;">
<thead>
<tr>
<th style="width: 153px;">Dampak</th>
<th style="width: 308px;">Penjelasan</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td style="width: 153px;"><strong>Harga Jagung Petani Meningkat</strong></td>
<td style="width: 308px;">Rata-rata harga jagung pakan di tingkat peternak per 17 Mei 2024 turun signifikan 35,3% dibandingkan harga tiga bulan lalu. Hal ini menunjukkan jurus pemerintah efektif dalam mendongkrak harga jagung petani.</td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 153px;"><strong>Stabilitas Harga Jagung</strong></td>
<td style="width: 308px;">Jurus pemerintah diharapkan dapat menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani dan peternak. Hal ini penting untuk menjaga kesejahteraan petani dan peternak.</td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 153px;"><strong>Peningkatan Kesejahteraan Petani</strong></td>
<td style="width: 308px;">Jurus pemerintah diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani jagung. Hal ini karena petani jagung dapat memperoleh harga yang lebih baik untuk hasil panennya.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h1><strong>Harapan Petani Jagung untuk Pemerintah</strong></h1>
<p>Petani jagung di Indonesia memiliki beberapa harapan untuk pemerintah, diantaranya:</p>
<h2><strong>Harga Jagung yang Stabil dan Menguntungkan:</strong></h2>
<ul>
<li>Petani jagung berharap agar pemerintah dapat menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani.</li>
<li>Harga jagung yang stabil dan menguntungkan akan memberikan kepastian pendapatan bagi petani jagung.</li>
<li>Hal ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani jagung dan mendorong produksi jagung di Indonesia.</li>
</ul>
<h2><strong>Bantuan Permodalan:</strong></h2>
<ul>
<li>Petani jagung membutuhkan bantuan permodalan untuk membeli input produksi, seperti pupuk, benih, dan pestisida.</li>
<li>Bantuan permodalan akan membantu petani jagung meningkatkan produktivitas dan hasil panennya.</li>
<li>Hal ini penting untuk meningkatkan pendapatan petani jagung dan memperkuat ketahanan pangan nasional.</li>
</ul>
<h2><strong>Akses Pasar yang Luas:</strong></h2>
<ul>
<li>Petani jagung membutuhkan akses pasar yang luas untuk menjual hasil panennya.</li>
<li>Pemerintah diharapkan dapat membantu petani jagung dalam mencari pasar yang potensial.</li>
<li>Hal ini penting untuk meningkatkan pendapatan petani jagung dan mendorong pengembangan sektor pertanian di Indonesia.</li>
</ul>
<h2><strong>Infrastruktur yang Memadai:</strong></h2>
<ul>
<li>Petani jagung membutuhkan infrastruktur yang memadai, seperti jalan, irigasi, dan gudang penyimpanan.</li>
<li>Infrastruktur yang memadai akan membantu petani jagung dalam mengangkut hasil panennya dan menjaga kualitas hasil panennya.</li>
<li>Hal ini penting untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani jagung.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://ekonomi.bisnis.com/read/20240517/99/1766411/begini-jurus-ri-dongkrak-harga-jagung-petani-yang-anjlok" rel="nofollow noopener" target="_blank">[Sumber]</a></p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id/yang-dilakukan-pemerintah-untuk-harga-jagung/">Yang Dilakukan Pemerintah Untuk Harga Jagung</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id">agribisnis.co.id</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penanaman Mangrove oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM)</title>
		<link>https://agribisnis.co.id/penanaman-mangrove-oleh-pt-permodalan-nasional-madani-pnm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hafizh Husain]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 May 2024 08:12:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Agribisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Perkebunan]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[hutan]]></category>
		<category><![CDATA[lahan mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[pantai]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman]]></category>
		<category><![CDATA[tanam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://agribisnis.co.id/?p=6782</guid>

					<description><![CDATA[<p>PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Peduli kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Kali ini, PNM Peduli menyerahkan sumur bor untuk warga Desa Eretan Wetan dan Desa Ilir Pantai Panjiwa, Kandanghaur, Indramayu. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat (17/5/2024) dan mendapat perhatian langsung dari Bupati Indramayu, Hj Nina Agustina. [&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id/penanaman-mangrove-oleh-pt-permodalan-nasional-madani-pnm/">Penanaman Mangrove oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id">agribisnis.co.id</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="ez-toc-container" class="ez-toc-v2_0_76 counter-flat ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction">
<div class="ez-toc-title-container"><p class="ez-toc-title" style="cursor:inherit">Daftar Isi</p>
</div><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-1" href="https://agribisnis.co.id/penanaman-mangrove-oleh-pt-permodalan-nasional-madani-pnm/#Respon_Bupati_Indramayu">Respon Bupati Indramayu</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-2" href="https://agribisnis.co.id/penanaman-mangrove-oleh-pt-permodalan-nasional-madani-pnm/#Harapan_Direktur_Utama_PNM">Harapan Direktur Utama PNM</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-3" href="https://agribisnis.co.id/penanaman-mangrove-oleh-pt-permodalan-nasional-madani-pnm/#Dampak_Positif_dari_Program_PNM_Peduli">Dampak Positif dari Program PNM Peduli</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-4" href="https://agribisnis.co.id/penanaman-mangrove-oleh-pt-permodalan-nasional-madani-pnm/#Tanggung_Jawab_Sosial_dan_Lingkungan_PNM">Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PNM</a></li></ul></nav></div>

<p>PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Peduli kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Kali ini, PNM Peduli menyerahkan sumur bor untuk warga Desa Eretan Wetan dan Desa Ilir Pantai Panjiwa, Kandanghaur, Indramayu.</p>
<p>Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat (17/5/2024) dan mendapat perhatian langsung dari Bupati Indramayu, Hj Nina Agustina. Pengeboran sumur dan penanaman pohon mangrove merupakan hasil kerjasama PNM dengan Kodim 0616 Indramayu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h1><strong>Respon Bupati Indramayu</strong></h1>
<p>Bupati Indramayu, Hj Nina Agustina, menyampaikan rasa terimakasihnya kepada PNM atas kepeduliannya terhadap kebutuhan masyarakat Indramayu. Sumur bor yang diserahkan oleh PNM diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih. Hj Nina Agustina juga berharap PNM dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Indramayu.</p>
<p>Senada dengan Bupati Indramayu, Lektol Inf. Yanuar Setyaga, Dandim 0616 Indramayu, menyambut baik kerjasama dengan PNM dan berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h1><strong>Harapan Direktur Utama PNM</strong></h1>
<p>Arief Mulyadi, Direktur Utama PNM, menyatakan antusiasmenya atas kerjasama yang baik antara PNM dengan pemerintah daerah. Ia berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut dan menegaskan bahwa kegiatan PNM tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan.</p>
<p>Lebih rinci, Arief Mulyadi menerangkan bahwa fokus utama PNM adalah menaikkan seluruh indikator pada SDGs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.</p>
<p>“Melalui pilar ekonomi kita perangi kemiskinan dan kelaparan, kita ciptakan kehidupan yang sehat, kita wujudkan pendidikan berkualitas. Kita juga sangat konsen dalam membangun kesetaraan gender. Terkait dengan sumur bor ini kita peduli dengan kebutuhan air bersih masyarakat,” papar Arief Mulyadi.</p>
<p>Menutup keterangannya, Arief Mulyadi menyambut gembira penyerahan sumur bor yang dilanjutkan dengan penanaman pohon mangrove di Pantai Panjiwa Sumbermas Indramayu dan berharap kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat Indramayu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h1><strong>Dampak Positif dari Program PNM Peduli</strong></h1>
<table>
<thead>
<tr>
<th>Program PNM Peduli</th>
<th>Dampak Positif</th>
<th>Penjelasan</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td><strong>Penyerahan Sumur Bor</strong></td>
<td><strong>Meningkatkan Akses Air Bersih</strong></td>
<td>Sumur bor yang diserahkan oleh PNM akan membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih yang lebih mudah. Hal ini akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh air yang tidak bersih.</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Penanaman Pohon Mangrove</strong></td>
<td><strong>Menjaga Kelestarian Lingkungan</strong></td>
<td>Penanaman pohon mangrove akan membantu menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah abrasi pantai. Hal ini akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjaga ekosistem pesisir.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Program PNM Peduli memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Indramayu. Sumur bor yang diserahkan oleh PNM akan membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih yang lebih mudah. Penanaman pohon mangrove juga akan membantu menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah abrasi pantai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h1><strong>Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PNM</strong></h1>
<p>Program PNM Peduli merupakan wujud nyata dari tanggung jawab sosial dan lingkungan PNM. PNM berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya.</p>
<p>PNM Peduli Serahkan Sumur Bor dan Tanam Mangrove di Indramayu merupakan bukti nyata dari komitmen PNM dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Program ini memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan di Indramayu.</p>
<p><a href="https://market.bisnis.com/read/20240518/192/1766581/pnm-peduli-serahkan-sumur-bor-dan-tanam-mangrove-di-indramayu" rel="nofollow noopener" target="_blank">[sumber]</a></p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id/penanaman-mangrove-oleh-pt-permodalan-nasional-madani-pnm/">Penanaman Mangrove oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id">agribisnis.co.id</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Bahan Pangan Mulai Naik, Siap-Siap!</title>
		<link>https://agribisnis.co.id/harga-bahan-pangan-mulai-naik-siap-siap/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hafizh Husain]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2024 09:16:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Agribisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[bahan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[harga bahan pokok]]></category>
		<category><![CDATA[harga bahan pokok di pasar]]></category>
		<category><![CDATA[harga bawang di pasar]]></category>
		<category><![CDATA[harga pasar]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://agribisnis.co.id/?p=6772</guid>

					<description><![CDATA[<p>Harga pangan di Indonesia menunjukkan tren kenaikan pada hari ini, Kamis (16 Mei 2024). Berdasarkan data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), beberapa komoditas seperti beras, telur, bawang putih, bawang merah, dan cabai rawit mengalami peningkatan harga. Daftar Harga Bahan Pangan Komoditas Kenaikan/Penurunan Harga Beras Premium +0,71% Rp15.650/kg Beras Medium +0,07% Rp13.520/kg Telur Ayam [&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id/harga-bahan-pangan-mulai-naik-siap-siap/">Harga Bahan Pangan Mulai Naik, Siap-Siap!</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id">agribisnis.co.id</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="ez-toc-container" class="ez-toc-v2_0_76 counter-flat ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction">
<div class="ez-toc-title-container"><p class="ez-toc-title" style="cursor:inherit">Daftar Isi</p>
</div><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-1" href="https://agribisnis.co.id/harga-bahan-pangan-mulai-naik-siap-siap/#Daftar_Harga_Bahan_Pangan">Daftar Harga Bahan Pangan</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-2" href="https://agribisnis.co.id/harga-bahan-pangan-mulai-naik-siap-siap/#Penyebab_Harga_Bahan_Pangan_Variatif">Penyebab Harga Bahan Pangan Variatif</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-3" href="https://agribisnis.co.id/harga-bahan-pangan-mulai-naik-siap-siap/#1_Faktor_Pasokan_dan_Permintaan">1. Faktor Pasokan dan Permintaan:</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-4" href="https://agribisnis.co.id/harga-bahan-pangan-mulai-naik-siap-siap/#2_Faktor_Biaya_Produksi">2. Faktor Biaya Produksi:</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-5" href="https://agribisnis.co.id/harga-bahan-pangan-mulai-naik-siap-siap/#3_Faktor_Kebijakan_Pemerintah">3. Faktor Kebijakan Pemerintah:</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-6" href="https://agribisnis.co.id/harga-bahan-pangan-mulai-naik-siap-siap/#4_Faktor_Spekulasi_dan_Manipulasi_Pasar">4. Faktor Spekulasi dan Manipulasi Pasar:</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-7" href="https://agribisnis.co.id/harga-bahan-pangan-mulai-naik-siap-siap/#5_Faktor_Global">5. Faktor Global:</a></li></ul></nav></div>

<p>Harga pangan di Indonesia menunjukkan tren kenaikan pada hari ini, Kamis (16 Mei 2024). Berdasarkan data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), beberapa komoditas seperti beras, telur, bawang putih, bawang merah, dan cabai rawit mengalami peningkatan harga.</p>
<h1><strong>Daftar Harga Bahan Pangan</strong></h1>
<table>
<thead>
<tr>
<th>Komoditas</th>
<th>Kenaikan/Penurunan</th>
<th>Harga</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td>Beras Premium</td>
<td>+0,71%</td>
<td>Rp15.650/kg</td>
</tr>
<tr>
<td>Beras Medium</td>
<td>+0,07%</td>
<td>Rp13.520/kg</td>
</tr>
<tr>
<td>Telur Ayam Ras</td>
<td>+Rp130</td>
<td>Rp30.670/kg</td>
</tr>
<tr>
<td>Bawang Putih</td>
<td>+0,19%</td>
<td>Rp43.060/kg</td>
</tr>
<tr>
<td>Bawang Merah</td>
<td>+Rp130</td>
<td>Rp47.710/kg</td>
</tr>
<tr>
<td>Cabai Merah Keriting</td>
<td>+Rp670</td>
<td>Rp45.840/kg</td>
</tr>
<tr>
<td>Cabai Rawit Merah</td>
<td>+5,55%</td>
<td>Rp45.440/kg</td>
</tr>
<tr>
<td>Daging Sapi Murni</td>
<td>+Rp950</td>
<td>Rp136.500/kg</td>
</tr>
<tr>
<td>Daging Ayam</td>
<td>+Rp250</td>
<td>Rp38.380/kg</td>
</tr>
<tr>
<td>Tepung Terigu Curah</td>
<td>+0,1%</td>
<td>Rp10.410/kg</td>
</tr>
<tr>
<td>Jagung Pakan</td>
<td>+0,18%</td>
<td>Rp5.720/kg</td>
</tr>
<tr>
<td>Biji Kedelai Impor</td>
<td>-0,08%</td>
<td>Rp12.080/kg</td>
</tr>
<tr>
<td>Tepung Terigu Kemasan</td>
<td>-0,4%</td>
<td>Rp13.350/kg</td>
</tr>
<tr>
<td>Minyak Goreng Curah</td>
<td>-1,01%</td>
<td>Rp15.700/liter</td>
</tr>
<tr>
<td>Minyak Goreng Kemasan Sederhana</td>
<td>-0,06%</td>
<td>Rp17.860/liter</td>
</tr>
<tr>
<td>Gula Pasir</td>
<td>Stabil</td>
<td>Rp18.380/kg</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h1><strong>Penyebab Harga Bahan Pangan Variatif</strong></h1>
<p data-sourcepos="3:1-3:82">Harga pangan yang variatif, dengan tren naik dan turun yang tidak menentu, menjadi salah satu isu penting yang dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia. Fluktuasi harga ini dapat berdampak signifikan pada ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, dan stabilitas ekonomi.</p>
<p data-sourcepos="5:1-5:168">Memahami berbagai faktor yang mendasari variasi harga pangan sangatlah penting untuk merumuskan solusi yang tepat dan efektif. Berikut adalah beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap fluktuasi harga pangan:</p>
<h2 data-sourcepos="7:1-7:37"><strong>1. Faktor Pasokan dan Permintaan:</strong></h2>
<ul data-sourcepos="9:1-9:26">
<li data-sourcepos="9:1-9:26"><strong>Pasokan:</strong> Cuaca, hama penyakit tanaman, dan bencana alam dapat mengganggu produksi pangan, sehingga menurunkan pasokan dan mendorong kenaikan harga.</li>
<li data-sourcepos="10:1-11:0"><strong>Permintaan:</strong> Pertumbuhan populasi, perubahan pola konsumsi, dan peningkatan pendapatan masyarakat dapat meningkatkan permintaan pangan, yang berimbas pada kenaikan harga.</li>
</ul>
<h2 data-sourcepos="12:1-12:29"><strong>2. Faktor Biaya Produksi:</strong></h2>
<ul data-sourcepos="14:1-14:174">
<li data-sourcepos="14:1-14:174"><strong>Harga Pupuk dan Pestisida:</strong> Kenaikan harga pupuk dan pestisida akibat faktor geopolitik, seperti perang atau sanksi ekonomi, dapat meningkatkan biaya produksi pangan dan memicu kenaikan harga.</li>
<li data-sourcepos="15:1-16:0"><strong>Biaya Tenaga Kerja:</strong> Kenaikan upah minimum dan biaya logistik dapat meningkatkan biaya produksi pangan dan berimbas pada harga jual.</li>
</ul>
<h2 data-sourcepos="17:1-17:35"><strong>3. Faktor Kebijakan Pemerintah:</strong></h2>
<ul data-sourcepos="19:1-21:0">
<li data-sourcepos="19:1-19:122"><strong>Subsidi dan Pajak:</strong> Kebijakan subsidi dan pajak yang diterapkan pemerintah dapat memengaruhi harga pangan di pasaran.</li>
<li data-sourcepos="20:1-21:0"><strong>Peraturan Perdagangan:</strong> Kebijakan perdagangan internasional, seperti tarif dan kuota impor, dapat mempengaruhi pasokan dan harga pangan di dalam negeri.</li>
</ul>
<h2 data-sourcepos="22:1-22:45"><strong>4. Faktor Spekulasi dan Manipulasi Pasar:</strong></h2>
<ul data-sourcepos="24:1-26:0">
<li data-sourcepos="24:1-24:132"><strong>Permainan Spekulasi:</strong> Spekulasi di pasar komoditas pangan dapat memicu fluktuasi harga yang tidak wajar dan merugikan konsumen.</li>
<li data-sourcepos="25:1-26:0"><strong>Manipulasi Pasar:</strong> Praktik manipulasi pasar, seperti penimbunan bahan pangan, dapat menciptakan kelangkaan artifisial dan mendorong kenaikan harga.</li>
</ul>
<h2 data-sourcepos="27:1-27:21"><strong>5. Faktor Global:</strong></h2>
<ul data-sourcepos="29:1-29:193">
<li data-sourcepos="29:1-29:193"><strong>Kondisi Ekonomi Global:</strong> Krisis ekonomi global, inflasi, dan fluktuasi nilai tukar mata uang dapat mempengaruhi harga pangan di level internasional dan berimbas pada harga di dalam negeri.</li>
<li data-sourcepos="30:1-31:0"><strong>Bencana Alam Global:</strong> Bencana alam global, seperti kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan, dapat mengganggu produksi pangan di berbagai negara dan memicu kenaikan harga pangan secara global.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://ekonomi.bisnis.com/read/20240516/12/1765946/harga-pangan-hari-ini-16-mei-telur-cabai-merangkak-naik" rel="nofollow noopener" target="_blank">[Sumber]</a></p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id/harga-bahan-pangan-mulai-naik-siap-siap/">Harga Bahan Pangan Mulai Naik, Siap-Siap!</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id">agribisnis.co.id</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petani Terdampak Banjir akan Mendapatkan Bantuan Benih</title>
		<link>https://agribisnis.co.id/petani-terdampak-banjir-akan-mendapatkan-bantuan-benih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hafizh Husain]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2024 04:36:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Agribisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Agribisnis pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[agrikultur pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[benih]]></category>
		<category><![CDATA[benih bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[berita pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://agribisnis.co.id/?p=6767</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan memberikan bantuan benih bagi para petani di wilayahnya yang terdampak banjir. Hal ini dilakukan setelah adanya pemantauan dan identifikasi lahan pertanian seluas 10 hektare yang terdampak banjir di Ogan Komering Ulu (OKU). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, banjir yang terjadi pada Senin (6/5/2024) lalu telah menyebabkan [&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id/petani-terdampak-banjir-akan-mendapatkan-bantuan-benih/">Petani Terdampak Banjir akan Mendapatkan Bantuan Benih</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id">agribisnis.co.id</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="ez-toc-container" class="ez-toc-v2_0_76 counter-flat ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction">
<div class="ez-toc-title-container"><p class="ez-toc-title" style="cursor:inherit">Daftar Isi</p>
</div><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-1" href="https://agribisnis.co.id/petani-terdampak-banjir-akan-mendapatkan-bantuan-benih/#Respon_Kepala_Dinas_Pertanian_Provinsi_Sumsel">Respon Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumsel</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-2" href="https://agribisnis.co.id/petani-terdampak-banjir-akan-mendapatkan-bantuan-benih/#Pendataan_Terus_Dilakukan_Oleh_PJ_Gubernur_Sumsel">Pendataan Terus Dilakukan Oleh PJ Gubernur Sumsel</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-3" href="https://agribisnis.co.id/petani-terdampak-banjir-akan-mendapatkan-bantuan-benih/#Dampak_Banjir_di_Sumatera_Selatan_Bagi_Petani">Dampak Banjir di Sumatera Selatan Bagi Petani</a></li></ul></nav></div>

<p>Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan memberikan bantuan benih bagi para petani di wilayahnya yang terdampak banjir. Hal ini dilakukan setelah adanya pemantauan dan identifikasi lahan pertanian seluas 10 hektare yang terdampak banjir di Ogan Komering Ulu (OKU).</p>
<p>Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, banjir yang terjadi pada Senin (6/5/2024) lalu telah menyebabkan kerusakan di berbagai aspek, mulai dari 1.695 rumah terendam, jembatan gantung rusak, dan sekitar 10 hektare lahan pertanian terendam.</p>
<h1><strong>Respon Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumsel</strong></h1>
<p>Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Sumsel, Bambang Pramono mengatakan, untuk 10 hektare lahan sawah yang terendam banjir, dari identifikasi petugas organisme pengolahan tanaman dan perubahan iklim di lapangan, saat ini lahan yang tergenang banjir belum ada yang rusak total.</p>
<p>&#8220;Sedang kita pantau, saat ini belum ada yang rusak total. Masih bisa kita tunggu 2-3 hari. Kalau dalam seminggu surut tidak akan merusak tanaman karena sekarang usianya (padi) sudah di atas satu bulan,&#8221; katanya, Selasa (14/5/2024).</p>
<p>Menurut Bambang, apabila ditemukan lahan pertanian yang rusak total atau tidak bisa panen, maka sesuai kebijakan Pj Gubernur Sumsel, akan diberikan bantuan berupa benih baru ke petani yang lahannya terdampak.</p>
<p>&#8220;Termasuk juga asuransi untuk lahan yang rusak akibat banjir bagi petani yang terdaftar,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/J2Q5BFoBWEg?si=58xJIs0bLC6ZZxQa" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<h1><strong>Pendataan Terus Dilakukan Oleh PJ Gubernur Sumsel</strong></h1>
<p>Sementara itu, Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni mengatakan, begitu terjadi bencana, pihaknya telah menurunkan tim untuk terus melakukan pendataan, baik warga terdampak maupun penghitungan berbagai kerusakan.</p>
<p>&#8220;Akan terus kita maksimal hitungan ini untuk menentukan langkah apa yang patut kita lakukan selanjutnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Untuk anggaran, kata Fatoni, pihaknya mungkin akan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memberikan bantuan bagi daerah yang terdampak bencana.</p>
<p>&#8220;Bantuan itu bisa dari kabupaten, provinsi, dan pusat. Jadi kalau dari pusat kita sampaikan melalui surat, lalu di provinsi dan kabupaten kita lakukan optimalisasi anggarannya,&#8221; pungkasnya.</p>
<h1><strong>Dampak Banjir di Sumatera Selatan Bagi Petani</strong></h1>
<table>
<thead>
<tr>
<th>Kategori Dampak</th>
<th>Dampak</th>
<th>Penjelasan</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td><strong>Produksi</strong></td>
<td>Penurunan hasil panen</td>
<td>Banjir dapat merusak tanaman dan menghambat proses panen, sehingga hasil panen menurun.</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Keuangan</strong></td>
<td>Kerugian finansial</td>
<td>Petani mengalami kerugian finansial akibat kerusakan tanaman, kehilangan hasil panen, dan biaya perbaikan infrastruktur.</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Kesehatan</strong></td>
<td>Penyakit</td>
<td>Banjir dapat menyebabkan penyebaran penyakit seperti diare, leptospirosis, dan penyakit kulit.</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Sosial</strong></td>
<td>Kerusakan infrastruktur</td>
<td>Banjir dapat merusak infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan irigasi, sehingga akses ke pasar dan sumber daya lainnya terganggu.</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Lingkungan</strong></td>
<td>Kerusakan lingkungan</td>
<td>Banjir dapat menyebabkan erosi tanah, pencemaran air, dan kerusakan ekosistem.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: left;"><a href="https://www.detik.com/sumbagsel/sumbagseljaya/d-7340743/pemprov-sumsel-siapkan-bantuan-benih-bagi-petani-yang-terdampak-banjir" rel="nofollow noopener" target="_blank">[Sumber]</a></p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id/petani-terdampak-banjir-akan-mendapatkan-bantuan-benih/">Petani Terdampak Banjir akan Mendapatkan Bantuan Benih</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id">agribisnis.co.id</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produksi Kelapa Sawit Jadi Perhatian Kementan</title>
		<link>https://agribisnis.co.id/produksi-kelapa-sawit-jadi-perhatian-kementan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hafizh Husain]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2024 04:25:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Agribisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Perkebunan]]></category>
		<category><![CDATA[agribisnis sawit]]></category>
		<category><![CDATA[agrikultur sawit]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya kelapa sawit]]></category>
		<category><![CDATA[ekpsor sawit indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[hasil sawit]]></category>
		<category><![CDATA[industri kelapa sawit]]></category>
		<category><![CDATA[kelapa sawit indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://agribisnis.co.id/?p=6765</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan terus berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas kelapa sawit. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar sosialisasi penilaian fisik kebun program peremajaan kelapa sawit pekebun di wilayah timur Pandeglang. Sosialisasi ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk terus mendorong peningkatan produksi dan produktivitas kelapa sawit. [&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id/produksi-kelapa-sawit-jadi-perhatian-kementan/">Produksi Kelapa Sawit Jadi Perhatian Kementan</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id">agribisnis.co.id</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="ez-toc-container" class="ez-toc-v2_0_76 counter-flat ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction">
<div class="ez-toc-title-container"><p class="ez-toc-title" style="cursor:inherit">Daftar Isi</p>
</div><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-1" href="https://agribisnis.co.id/produksi-kelapa-sawit-jadi-perhatian-kementan/#Penjelasan_Dirjenbun">Penjelasan Dirjenbun</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-2" href="https://agribisnis.co.id/produksi-kelapa-sawit-jadi-perhatian-kementan/#Sejalan_dengan_Penjelasan_Dirjenbun">Sejalan dengan Penjelasan Dirjenbun</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-3" href="https://agribisnis.co.id/produksi-kelapa-sawit-jadi-perhatian-kementan/#Alasan_Kelapa_Sawit_Menjadi_Perhatian_Kementerian_Pertanian_Kementan">Alasan Kelapa Sawit Menjadi Perhatian Kementerian Pertanian (Kementan)</a></li></ul></nav></div>

<p>Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan terus berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas kelapa sawit. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar sosialisasi penilaian fisik kebun program peremajaan kelapa sawit pekebun di wilayah timur Pandeglang.</p>
<p>Sosialisasi ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk terus mendorong peningkatan produksi dan produktivitas kelapa sawit.</p>
<h1><strong>Penjelasan Dirjenbun</strong></h1>
<p>Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun), Andi Nur Alam Syah mengungkapkan bahwa penilaian fisik kebun merupakan salah satu cara untuk memonitor dan memastikan pelaksanaan pembangunan kebun kelapa sawit melalui kegiatan peremajaan sudah berjalan sesuai dengan Surat Edaran nomor 168/SE/KB.410/E/02/2024.</p>
<p>&#8220;Surat Edaran dapat digunakan sebagai panduan bagi kepala dinas yang membidangi perkebunan di provinsi maupun di Kabupaten/kota, saat melakukan penilaian fisik kebun pada peremajaan kelapa sawit pekebun yang menggunakan pendanaan BPDPKS,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Andi Nur menekankan bahwa penilaian fisik kebun ini memiliki indikator dan kriteria yang menjadi pedoman yang disesuaikan dengan aspek teknis budi daya kelapa sawit yang baik demi meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit agar memenuhi standar yang diharapkan.</p>
<h1><strong>Sejalan dengan Penjelasan Dirjenbun</strong></h1>
<p>Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Ardi Praptono mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi ini akan dilakukan secara berjenjang mulai dari level pusat sampai level kabupaten menggunakan dana swakelola peremajaan kelapa sawit pekebun yang bersumber dari BPDPKS.</p>
<p>Ardi mengajak semua pihak yang terlibat dalam program peremajaan kelapa sawit untuk bersama-sama mewujudkan komitmen meningkatkan produksi dan produktivitas kebun kelapa sawit rakyat yang pada akhirnya memberikan peningkatan kesejahteraan pekebun kelapa sawit.</p>
<p>&#8220;Semoga semua langkah yang kita lakukan dalam akselerasi program peremajaan sawit pekebun termasuk kegiatan penilaian fisik kebun ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat perkebunan kelapa sawit nasional, termasuk pekebun kelapa sawit,&#8221; harap Ardi.</p>
<h1><strong>Alasan Kelapa Sawit Menjadi Perhatian Kementerian Pertanian (Kementan)</strong></h1>
<p>&nbsp;</p>
<table style="height: 1392px;">
<thead>
<tr style="height: 24px;">
<th style="height: 24px;">Alasan</th>
<th style="height: 24px;">Penjelasan</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr style="height: 192px;">
<td style="height: 192px;"><strong>Komoditas strategis:</strong></td>
<td style="height: 192px;">Kelapa sawit merupakan komoditas strategis bagi Indonesia karena merupakan sumber devisa utama, penyerap tenaga kerja terbesar, dan pendorong pertumbuhan ekonomi.</td>
</tr>
<tr style="height: 120px;">
<td style="height: 120px;"><strong>Kontribusi terhadap PDB:</strong></td>
<td style="height: 120px;">Industri kelapa sawit menyumbang sekitar 3,5% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2022.</td>
</tr>
<tr style="height: 168px;">
<td style="height: 168px;"><strong>Penyerap tenaga kerja:</strong></td>
<td style="height: 168px;">Sektor kelapa sawit menyerap jutaan tenaga kerja di Indonesia, mulai dari petani, pekerja di pabrik pengolahan, hingga sektor transportasi dan logistik.</td>
</tr>
<tr style="height: 144px;">
<td style="height: 144px;"><strong>Sumber pendapatan ekspor:</strong></td>
<td style="height: 144px;">Ekspor kelapa sawit merupakan sumber devisa utama bagi Indonesia, mencapai USD 35,5 miliar pada tahun 2022.</td>
</tr>
<tr style="height: 144px;">
<td style="height: 144px;"><strong>Pengembangan ekonomi daerah:</strong></td>
<td style="height: 144px;">Perkebunan kelapa sawit berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi di daerah-daerah penghasil, terutama di wilayah pedesaan.</td>
</tr>
<tr style="height: 144px;">
<td style="height: 144px;"><strong>Sumber bahan baku industri:</strong></td>
<td style="height: 144px;"> Minyak kelapa sawit merupakan bahan baku penting untuk berbagai industri, seperti makanan, kosmetik, dan biofuel.</td>
</tr>
<tr style="height: 144px;">
<td style="height: 144px;"><strong>Sumber energi terbarukan:</strong></td>
<td style="height: 144px;">Minyak kelapa sawit dapat diolah menjadi biodiesel, yang merupakan bahan bakar terbarukan yang ramah lingkungan.</td>
</tr>
<tr style="height: 24px;">
<td style="height: 24px;"><strong>Pencegah erosi tanah:</strong></td>
<td style="height: 24px;">Perkebunan kelapa sawit dapat membantu mencegah erosi tanah dan menjaga kesuburan tanah.</td>
</tr>
<tr style="height: 120px;">
<td style="height: 120px;"><strong>Penyerap karbon:</strong></td>
<td style="height: 120px;">Pohon kelapa sawit menyerap karbon dioksida dari atmosfer, sehingga membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.</td>
</tr>
<tr style="height: 168px;">
<td style="height: 168px;"><strong>Peningkatan kesejahteraan masyarakat:</strong></td>
<td style="height: 120px;"> Industri kelapa sawit dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan pembangunan infrastruktur.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><a href="https://ditjenbun.pertanian.go.id/kementan-terus-pantau-produksi-dan-produktivitas-kelapa-sawit/" rel="nofollow noopener" target="_blank">[Sumber]</a></p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id/produksi-kelapa-sawit-jadi-perhatian-kementan/">Produksi Kelapa Sawit Jadi Perhatian Kementan</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id">agribisnis.co.id</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia Singgung Pemantauan Hutan</title>
		<link>https://agribisnis.co.id/indonesia-singgung-pemantauan-hutan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hafizh Husain]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 May 2024 02:36:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[menjaga hutan]]></category>
		<category><![CDATA[menjaga lingkungan hutan]]></category>
		<category><![CDATA[pemantauan hutan]]></category>
		<category><![CDATA[perhutanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://agribisnis.co.id/?p=6748</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indonesia menegaskan pentingnya parameter detil dan pengecekan lapangan untuk akurasi pemantauan hutan, terutama dalam pengambilan kebijakan. Hal ini mengemuka dalam menanggapi kebijakan Uni Eropa Deforestation-free Regulation (EUDR) yang hanya berbasis pada parameter makro dan umum. Pentingnya Parameter Detil dan Pengecekan Lapangan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong menyatakan bahwa dana dan informasi yang [&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id/indonesia-singgung-pemantauan-hutan/">Indonesia Singgung Pemantauan Hutan</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id">agribisnis.co.id</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="ez-toc-container" class="ez-toc-v2_0_76 counter-flat ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction">
<div class="ez-toc-title-container"><p class="ez-toc-title" style="cursor:inherit">Daftar Isi</p>
</div><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-1" href="https://agribisnis.co.id/indonesia-singgung-pemantauan-hutan/#Pentingnya_Parameter_Detil_dan_Pengecekan_Lapangan">Pentingnya Parameter Detil dan Pengecekan Lapangan</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-2" href="https://agribisnis.co.id/indonesia-singgung-pemantauan-hutan/#Pemantauan_Hutan_di_Indonesia">Pemantauan Hutan di Indonesia</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-3" href="https://agribisnis.co.id/indonesia-singgung-pemantauan-hutan/#Peran_Multi_Pihak_dalam_Pemantauan_Hutan">Peran Multi Pihak dalam Pemantauan Hutan</a></li><li class='ez-toc-page-1'><a class="ez-toc-link ez-toc-heading-4" href="https://agribisnis.co.id/indonesia-singgung-pemantauan-hutan/#Pentingnya_Pemantauan_Hutan">Pentingnya Pemantauan Hutan</a></li></ul></nav></div>

<p>Indonesia menegaskan pentingnya parameter detil dan pengecekan lapangan untuk akurasi pemantauan hutan, terutama dalam pengambilan kebijakan. Hal ini mengemuka dalam menanggapi kebijakan Uni Eropa Deforestation-free Regulation (EUDR) yang hanya berbasis pada parameter makro dan umum.</p>
<h1><strong>Pentingnya Parameter Detil dan Pengecekan Lapangan</strong></h1>
<p>Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong menyatakan bahwa dana dan informasi yang akurat sangat penting, khususnya terkait kebijakan yang berdampak pada ekonomi global. EUDR, menurutnya, seharusnya mempertimbangkan parameter yang lebih detil dan perlunya pengecekan lapangan.</p>
<p>&#8220;EUDR seharusnya mempertimbangkan parameter yang lebih detil dan perlunya pengecekan lapangan. Hal ini bisa kita kembangkan lebih jauh melalui sistem pemantauan hutan yang kuat,&#8221; ujar Alue Dohong dalam sesi Side Event pada Forum PBB untuk Kehutanan (United Nation Forum on Forest/UNFF) ke-19 di New York, Amerika Serikat, Kamis (9/5/2024).</p>
<p>Plt Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Agus Justianto menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang menggambarkan kondisi lapangan dengan akurasi sangat tinggi. Oleh karena itu, pemantauan hutan menggunakan teknologi penginderaan jauh perlu disempurnakan dengan pengecekan lapangan.</p>
<h1><strong>Pemantauan Hutan di Indonesia</strong></h1>
<p>Indonesia memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dalam pemantauan sumber daya hutan untuk mendukung pengelolaan hutan lestari. Saat ini, Indonesia telah membagi tutupan lahan ke dalam 23 kelas berdasarkan kondisi lapangan, termasuk area tutupan hutan dan area tutupan non hutan.</p>
<p>Seluruh data tutupan lahan menjadi pertimbangan utama dalam merumuskan kebijakan untuk mendukung praktik pengelolaan hutan lestari. Seluruh data spasial pemantauan hutan Indonesia saat ini tersaji secara akurat melalui Sistem Monitoring Hutan Nasional (SIMONTANA).</p>
<h1><strong>Peran Multi Pihak dalam Pemantauan Hutan</strong></h1>
<p>Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Profesor Indroyono Soesilo menyampaikan bahwa pelaku usaha pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) melakukan pemantauan sumber daya hutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini telah berkontribusi pada penurunan laju deforestasi di Tanah Air.</p>
<p>&#8220;Keterlibatan multi pihak dalam pemantauan hutan, termasuk anggota APHI, telah berkontribusi pada penurunan laju deforestasi di Indonesia,&#8221; katanya.</p>
<h1><strong>Pentingnya Pemantauan Hutan</strong></h1>
<table>
<thead>
<tr>
<th><strong>Aspek</strong></th>
<th><strong>Manfaat Pemantauan Hutan</strong></th>
<th><strong>Contoh Dampak Positif</strong></th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td><strong>Pengelolaan Hutan</strong></td>
<td>&#8211; Memastikan pengelolaan hutan lestari</td>
<td>&#8211; Meningkatkan produktivitas hutan</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&#8211; Mencegah penebangan liar dan ilegal</td>
<td>&#8211; Menjaga kelestarian keanekaragaman hayati</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&#8211; Memantau perubahan tutupan lahan</td>
<td>&#8211; Meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hutan</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Mitigasi Bencana</strong></td>
<td>&#8211; Mendeteksi kebakaran hutan secara dini</td>
<td>&#8211; Mengurangi risiko banjir dan tanah longsor</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&#8211; Memantau kondisi lereng gunung</td>
<td>&#8211; Memantau perubahan iklim</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&#8211; Memantau pergerakan satwa liar</td>
<td>&#8211; Meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Ekonomi</strong></td>
<td>&#8211; Meningkatkan nilai ekspor produk hutan</td>
<td>&#8211; Meningkatkan pendapatan negara</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&#8211; Menarik investasi di sektor kehutanan</td>
<td>&#8211; Menciptakan lapangan kerja</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&#8211; Memantau perdagangan kayu ilegal</td>
<td>&#8211; Meningkatkan daya saing produk hutan di pasar internasional</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Sosial</strong></td>
<td>&#8211; Meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan</td>
<td>&#8211; Menjaga hak-hak masyarakat adat</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&#8211; Memantau konflik lahan</td>
<td>&#8211; Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&#8211; Memantau dampak pembangunan terhadap masyarakat</td>
<td>&#8211; Meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar hutan</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Ilmu Pengetahuan</strong></td>
<td>&#8211; Meningkatkan pemahaman tentang ekosistem hutan</td>
<td>&#8211; Mengembangkan teknologi pemantauan hutan</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&#8211; Memantau perubahan iklim</td>
<td>&#8211; Melakukan penelitian dan pengembangan di bidang kehutanan</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&#8211; Meningkatkan kerjasama internasional di bidang kehutanan</td>
<td>&#8211; Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hutan</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Indonesia mendorong penguatan akurasi pemantauan hutan dengan parameter detil dan pengecekan lapangan. Hal ini penting untuk pengambilan kebijakan yang tepat, seperti menanggapi kebijakan EUDR. Pemantauan hutan di Indonesia melibatkan multi pihak dan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh serta pengecekan lapangan.</p>
<p><a href="https://ekonomi.bisnis.com/read/20240510/99/1764394/indonesia-dorong-penguatan-akurasi-pemantauan-hutan-singgung-kebijakan-eudr" rel="nofollow noopener" target="_blank">[Sumber]</a></p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id/indonesia-singgung-pemantauan-hutan/">Indonesia Singgung Pemantauan Hutan</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://agribisnis.co.id">agribisnis.co.id</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
