<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Dian Sastrowardoyo</title>
	
	<link>http://blog.diansastrowardoyo.net</link>
	<description>You are what you love Charlie, not who loves you..</description>
	<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 11:04:09 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
	<language>en</language>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/inidisas" /><feedburner:info uri="inidisas" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><creativeCommons:license>http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/</creativeCommons:license><image><link>http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/</link><url>http://creativecommons.org/images/public/somerights20.gif</url><title>Some Rights Reserved</title></image><meta xmlns="http://pipes.yahoo.com" name="pipes" content="noprocess" /><item>
		<title>Lux Yogyakarta trip (photo journal)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/inidisas/~3/QbLrHBoLWFc/</link>
		<comments>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/08/11/lux-yogyakarta-trip-photo-journal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 08:58:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisnu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Foto Jurnal]]></category>

		<category><![CDATA[jalan2 ke luar kota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.diansastrowardoyo.net/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[
hanya ada di Yogya

Patung Nyi Chondrolukito, pesinden terkenal; mural art di fly over lempuyangan; d&#8217;omah backyard Tembi

Pasar Legi Kotagede sabtu pagi

lupis n me

dari pasar ke pasar, legi ke bantul
 
di panti asuhan yatim putri, jalan pramuka-giwangan. Aku suka tanggapan anak-anak panti, pinter, aktif dan berani, kanan bawah bersama 10 volunteer yang mengajar berbagai keterampilan

ini dia salah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/jogja01.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-141" title="jogja at a glance" src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/jogja01.jpg" alt="" width="500" height="286" /></a></p>
<p>hanya ada di Yogya</p>
<p><a href="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/jogja02.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-142" title="jogja02" src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/jogja02.jpg" alt="" width="500" height="444" /></a></p>
<p>Patung Nyi Chondrolukito, pesinden terkenal; mural art di fly over lempuyangan; d&#8217;omah backyard Tembi</p>
<p><a href="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/pasar01.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-143" title="pasar legi kotagede" src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/pasar01.jpg" alt="" width="500" height="250" /></a></p>
<p>Pasar Legi Kotagede sabtu pagi</p>
<p><a href="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/pasar02.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-144" title="pasar02" src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/pasar02.jpg" alt="" width="500" height="293" /></a></p>
<p>lupis n me</p>
<p><a href="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/pasar03.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-146" title="pasar bantul" src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/pasar03.jpg" alt="" width="500" height="283" /></a></p>
<p>dari pasar ke pasar, legi ke bantul</p>
<p><a href="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/rpanti-asuhan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-147" title="panti-asuhan yatim putri" src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/rpanti-asuhan.jpg" alt="" width="500" height="374" /></a> </p>
<p>di panti asuhan yatim putri, jalan pramuka-giwangan. Aku suka tanggapan anak-anak panti, pinter, aktif dan berani, kanan bawah bersama 10 volunteer yang mengajar berbagai keterampilan</p>
<p><a href="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/wmakan02.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-149" title="makan di sapibali" src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/wmakan02.jpg" alt="" width="500" height="374" /></a></p>
<p>ini dia salah satu tempat makan favoritku di Jogya </p>
<p><a href="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/wmakan01.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-148" title="tongseng n klathak untuk makan siang" src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/wmakan01.jpg" alt="" width="500" height="424" /></a></p>
<p>sate klathak dan tongseng untuk makan siang</p>
<p> </p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/inidisas/~4/QbLrHBoLWFc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/08/11/lux-yogyakarta-trip-photo-journal/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/08/11/lux-yogyakarta-trip-photo-journal/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Lux trip to kudus (photo journal)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/inidisas/~3/8ZM4ZyKtdsU/</link>
		<comments>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/08/04/lux-trip-to-kudus-photo-journal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 06:14:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisnu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Foto Jurnal]]></category>

		<category><![CDATA[jalan2 ke luar kota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.diansastrowardoyo.net/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Akhir pekan  kemaren aku diundang Tim Lux utk berpartisipasi dalam program CSR &#8216;berikan sentuhan cantikmu&#8217; ke Kudus, Jawa Tengah. Sebenarnya program ini sudah berjalan dari beberapa bulan sebelumnya dan ini adalah kota ke-8 , namun buatku ini adalah kota pertama yang aku ikuti. Di kota sebelumnya (kalau gak salah ada Bogor, Sukabumi,Tasikmalaya,Pekalongan, Kuningan dan sisanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir pekan  kemaren aku diundang Tim Lux utk berpartisipasi dalam program CSR &#8216;berikan sentuhan cantikmu&#8217; ke Kudus, Jawa Tengah. Sebenarnya program ini sudah berjalan dari beberapa bulan sebelumnya dan ini adalah kota ke-8 , namun buatku ini adalah kota pertama yang aku ikuti. Di kota sebelumnya (kalau gak salah ada Bogor, Sukabumi,Tasikmalaya,Pekalongan, Kuningan dan sisanya aku lupa) Tamara dan Luna yang ikutan. kegiatan ini sengaja diadakan bukan di kota-kota besar supaya lebih impactful dan bermanfaat langsung, karena kalo di kota-kota besar kegiatan seperti ini bukanlah hal baru.</p>
<p>Dari Semarang ke Kudus, sebenarnya  jaraknya cuma 40 km. Namun karena kondisi jalan yang banyak perbaikan, jarak tempuh menjadi 2 jam lebih,</p>
<p>Ini pertama kali aku ke Kudus, dan sebelumnya aku cuma familiar dengan nama Sunan Kudus, pabrik rokok Djarum dan Soto-nya :) Ternyata aku dapat beberapa info baru.misalnya di sini terkenal dengan sate kerbau dan jarang sekali ada masakan  dari daging sapi, konon waktu jaman Sunan Kudus dulu sapi itu tidak boleh dipotong karena keramat (?) (sekali lagi konon, jadi aku gak tahu versi aslinya, buat yang lebih tahu sejarahnya silakan share ya karena aku juga penasaran). Terus ada dodol kudus (yang buatku terlalu manis), dan sepanjang jalan banyak rumah khas dengan ornamen atap yang menarik, sayang aku gak sempat motretin karena masih ngantuk ( harus bangun pagi buat mengejar pesawat pertama dari Jakarta ke Semarang, jadinya lebih memilih mencoba tidur lagi di mobil.)</p>
<p>Acara Lux sendiri sebenarnya simple,gabungan antara program CSR dan apresiasi kepada pelanggan setia Lux. Kami mendatangi beberapa pasar tradisional dan supermarket dan berdialog langsung dengan pengunjung dan juga kunjungan ke Panti Asuhan. selain memberi sumbangan,Pihak Lux bersama-sama 10 volunteer perempuan dari kota Kudus juga memberikan semacam workshop kecil-kecilan tentang membangkitkan percaya diri dan kewirausahaan.</p>
<p><a href="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/kudus3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-139" title="kudus" src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/kudus3.jpg" alt="" width="500" height="557" /></a></p>
<p>dr kiri atas : liat truk minyak tanah yang mengiklankan pentingnya gas hehehe;liat satu rumah tua di jl. a yani kudus (dibangun th 1836) yang berubah fungsi menjadi FO;ini namanya  garang asam before n after,so yummy! ;kebetulan pas ada pameran produk unggulan dari kudus, aku gak tahu dr limbah apa ya keranjang ini</p>
<p><a href="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/kudus1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-137" title="kudus1" src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/kudus1.jpg" alt="makan soto kudus di kudus" width="500" height="258" /></a></p>
<p>makan soto kudus di kudus,ibu ramidjan taman bojana yang katanya sudah berjualan lebih dari 30 tahun.</p>
<p><a href="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/kudus2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-138" title="kudus2" src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/kudus2.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p>pasar jember yang di kudus,dan di panti asuhan aisyiyah (mohon maaf kalo salah tulis)</p>
<p> </p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/inidisas/~4/8ZM4ZyKtdsU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/08/04/lux-trip-to-kudus-photo-journal/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/08/04/lux-trip-to-kudus-photo-journal/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>l’oreal 100 year celebration ( photo journal)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/inidisas/~3/HfHCzv7IzCw/</link>
		<comments>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/08/04/loreal-100-year-celebration-a-photo-journal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 02:08:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisnu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Foto Jurnal]]></category>

		<category><![CDATA[jalan2 ke luar kota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.diansastrowardoyo.net/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Sometimes ago, I and Melissa Karim were invited by l&#8217;oreal Professionnel to attend its 100 years celebration.Beruntung kami bisa hadir dalam sebuah perayaan besar dari brand yg telah menjadi living heritage kota paris sendiri

things that i like

spt biasa (show off) time

dari presentasi tentang visi l&#8217;oreal ke depan di malam perayaan 100 tahun l&#8217;oreal. grafis-nya cantik. 

beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sometimes ago, I and Melissa Karim were invited by l&#8217;oreal Professionnel to attend its 100 years celebration.Beruntung kami bisa hadir dalam sebuah perayaan besar dari brand yg telah menjadi living heritage kota paris sendiri</p>
<p><a href="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/paris-pic-1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-135" title="paris signage" src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/paris-pic-1.jpg" alt="" width="500" height="236" /></a></p>
<p>things that i like</p>
<p><span style="color: #0000ee; text-decoration: underline;"><a href="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/paris-pic-4.jpg"></a><a href="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/paris-pic-41.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-132" title="at a glance" src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/paris-pic-41.jpg" alt="" width="500" height="257" /></a></span></p>
<p>spt biasa (show off) time</p>
<p><a href="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/paris-pic-2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-134" title="l\'oreal vision" src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/paris-pic-2.jpg" alt="" width="500" height="207" /></a></p>
<p>dari presentasi tentang visi l&#8217;oreal ke depan di malam perayaan 100 tahun l&#8217;oreal. grafis-nya cantik. </p>
<p><a href="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/paris-pic-3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-133" title="part of l\'oreal show" src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2009/08/paris-pic-3.jpg" alt="" width="500" height="255" /></a></p>
<p>beberapa slideshow dan hairshow event dari top hairdresser dunia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/inidisas/~4/HfHCzv7IzCw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/08/04/loreal-100-year-celebration-a-photo-journal/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/08/04/loreal-100-year-celebration-a-photo-journal/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>tulisan di kompas 14 Feb 2009 : Melihat Lebih Jauh</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/inidisas/~3/CM6sH412mUE/</link>
		<comments>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/02/14/tulisan-di-kompas-14-feb-2009-melihat-lebih-jauh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 11:21:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian Sastrowardoyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.diansastrowardoyo.net/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Aku nemu sebuah tulisan di koran Kompas hari ini (14 feb 2009) yang sangat inspiratif. hal 5 judulnya melihat lebih jauh oleh Herry Tjahjono. Salut kepada penulis dan koran Kompas atas tulisannya dan semoga tidak keberatan aku kutip di sini, karena aku merasa ini bermaanfaat banget buat diketahui banyak orang  Versi lengkap artikel tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku nemu sebuah tulisan di koran Kompas hari ini (14 feb 2009) yang sangat inspiratif. hal 5 judulnya melihat lebih jauh oleh Herry Tjahjono. Salut kepada penulis dan koran Kompas atas tulisannya dan semoga tidak keberatan aku kutip di sini, karena aku merasa ini bermaanfaat banget buat diketahui banyak orang  Versi lengkap artikel tersebut aku dapat setelah googling dari alamat berikut dan aku copy lagi di bawah</p>
<p><a href="http://yalun.wordpress.com/2009/02/14/melihat-lebih-jauh/">melihat-lebih-jauh</a> </p>
<p>http://yalun.wordpress.com/2009/02/14/melihat-lebih-jauh/</p>
<p class="MsoNormal"><span><strong>Melihat lebih jauh</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><strong>oleh: Herry Tjahjono</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Ada dua kisah nyata inspiratif yang akan saya adaptasi. Pertama tentang seorang tukang pipa (plumber). Alkisah, bos perusahaan otomotif terbesar di Jerman sedang pusing karena pipa keran airnya bocor, ia takut anaknya yang masih kecil terjatuh. Setelah bertanya ke sana-kemari, ditemukan seorang tukang terbaik. Melalui pembicaraan telepon, sang tukang menjanjikan dua hari lagi untuk memperbaiki pipa keran sang bos. Esoknya, sang tukang justru menelepon sang bos dan mengucapkan terima kasih. Sang bos sedikit bingung. Sang tukang menjelaskan, ia berterima kasih sebab sang bos telah mau memakai jasanya dan bersedia menunggunya sehari lagi. Pada hari yang ditentukan, sang tukang bekerja dan bereslah tugasnya, lalu menerima upah. Dua minggu kemudian, sang tukang kembali menelepon sang bos dan menanyakan apakah keran pipa airnya beres. Namun, ia juga kembali mengucapkan terima kasih atas kesediaan sang bos memakai jasanya. Sebagai catatan, sang tukang tidak tahu bahwa kliennya itu adalah bos perusahaan otomotif terbesar di Jerman. Cerita belum tamat. Sang bos demikian terkesan dengan sang tukang dan akhirnya merekrutnya. Tukang itu bernama Christopher L Jr dan kini menjabat GM Customer Satisfaction &amp; Public Relation Mercedes Benz. Dalam sebuah wawancara, Christopher menjawab, ia melakukan semua itu bukan sekadar tuntutan after sales service atas jasanya sebagai plumber. Jauh lebih penting, ia selalu yakin tugas utamanya bukanlah memperbaiki pipa bocor, tetapi keselamatan dan kenyamanan orang yang memakai jasanya. Christopher melihat lebih jauh dari tugasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kisah lain. Ada juga kisah dari teman saya, James Gwee, tentang Mr Lim yang sudah tua dan bekerja ”hanya” sebagai door checker (memeriksa engsel pintu kamar hotel) di sebuah hotel berbintang lima di Singapura. Puluhan tahun ia jalankan pekerjaan membosankan itu dengan sungguh- sungguh, tekun, dan sebaik-baiknya. Ketika ditanya apakah ia tak bosan dengan pekerjaan menjemukan itu, Mr Lim mengatakan, yang bertanya adalah orang yang tidak mengerti tugasnya. Bagi Mr Lim, tugas utamanya bukanlah memeriksa engsel pintu, tetapi memastikan keselamatan dan menjaga nyawa para tamu. Dijelaskan, mayoritas tamu hotelnya adalah manajer senior dan top manajemen. Jika terjadi kebakaran dan ada engsel pintu yang macet, nyawa seorang manajer senior taruhannya. Jika ia meninggal, sebagai decision maker, perusahaannya akan menderita. Jika perusahaannya menderita dan misalnya bangkrut, sekian ribu karyawannya akan menderita. Belum lagi keluarganya, termasuk anak istri manajer itu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Demikian jauh pandangan Mr Lim, dan ia bukan sekadar door checker. Beberapa pelajaran Christopher L Jr dan Mr Lim relatif manusia sejenis. Keduanya bukan kelas manusia sedang atau biasa (good people). Mereka jenis ”manusia besar atau manusia berlebih” (great people) meski jabatan atau pekerjaan formal di suatu saat demikian ”rendah dan biasa saja”. Sikap mental mereka jauh lebih tinggi dari jabatan dan pekerjaan formalnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dua kisah itu memberikan beberapa pelajaran berharga. Pertama, untuk menjadi manusia besar tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan teknis seseorang mengerjakan tugasnya. Kemampuan dan kompetensi teknis (hard competence) boleh sama atau biasa saja, tetapi sikap mental atau soft competence yang lebih akan menentukan seseorang menjadi manusia besar atau tidak. Kedua, untuk bisa mempunyai soft competence dimaksud, kita perlu berontak dan bangun dari tidur panjang selama ini, keluar dari zona nyaman good. Sebagai manusia minimalis, pekerja atau pemimpin apa adanya (yang penting job description dijalankan), target kerja atau key performance indicator (KPI) tercapai, beres! Itulah tipikal manusia biasa saja. Upaya ini memerlukan pengorbanan diri sebab hanya dengan menjadi good people seperti selama ini saja, toh tak ada yang mengusik kita, tetap bisa bekerja dengan nyaman, dan seterusnya. Maka, pemberontakan untuk bebas dari kondisi good people itu harus dari diri sendiri dulu. Ingat petuah Jim Collins, good is the enemy of great. Ketiga, langkah lebih konkret selanjutnya adalah sikap mental untuk ”melihat lebih”! Christopher L Jr plumber yang ingin memastikan kliennya nyaman dan selamat. Mr Lim door checker yang ingin menjamin tamu hotelnya terjaga nyawanya dari bahaya kebakaran. Melihat lebih jauh, beyond the job! Keempat, setelah mampu melihat lebih, barulah kita mampu ”memberi lebih” (giving more). Hanya dengan melihat lebih dan memberi lebih, kita mampu menjadi manusia besar yang tidak hanya bekerja sebatas KPI. Kita akan mampu bekerja dengan memberikan key values indicator (KVI), nilai-nilai lebih, mulia, unggul, berguna bagi setiap pengguna atau penikmat hasil kerja kita. Itulah Christopher L Jr dan Mr Lim. Rindu pemimpin besar Betapa bangsa ini rindu seorang pemimpin hasil pemilu yang layak disebut pemimpin besar, great leader. Mereka yang kini sedang giat berkompetisi dan perang iklan dengan saling sorot KPI masing-masing. Perhatikan dengan saksama, maka segenap janji kampanye, termasuk realisasinya, konteksnya masih sebatas pemenuhan KPI. Ini berlaku baik bagi yang masih berkuasa maupun mantan dan juga calon yang baru. Semua bicara tentang KPI kepemimpinan, belum menyentuh KVI kepemimpinan. Para pemimpin dan bahkan kita semua demikian bangga dan terpesona sendiri saat mampu memenuhi ”KPI kehidupan” kita masing-masing, yang biasanya memang bersifat kuantitatif, materiil, dan mudah diukur. Padahal, untuk menjadi great people, great leader, great father, great manager, dan seterusnya, lebih diperlukan kemampuan mempersembahkan ”KVI kehidupan” kita, yang biasanya justru tidak mudah diukur. Bangsa ini sangat memerlukan Christoper L Jr dan Mr Lim sebanyak mungkin dan sesegera mungkin. Sebagai catatan akhir, seorang office boy yang mampu mempersembahkan KVI nilainya tak kalah dengan seorang CEO yang hanya memberikan KPI-nya. Jika kita ”mau” melihat lebih jauh, kita akan ”mampu” melangkah lebih jauh.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Herry Tjahjono</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Corporate Culture Therapist &amp; President The XO Way, Jakarta</span></p>
<p><!--EndFragment--></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/inidisas/~4/CM6sH412mUE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/02/14/tulisan-di-kompas-14-feb-2009-melihat-lebih-jauh/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/02/14/tulisan-di-kompas-14-feb-2009-melihat-lebih-jauh/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Drupadi di hongkong film festival</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/inidisas/~3/NYNRv4sTapQ/</link>
		<comments>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/02/14/drupadi-di-hongkong-film-festival/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 10:49:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian Sastrowardoyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.diansastrowardoyo.net/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Just got the news that Drupadi is officially invited to hv the screening in Hongkong Film festival March-April 2009. So excited to hear that.  Thx to all. 
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Just got the news that Drupadi is officially invited to hv the screening in Hongkong Film festival March-April 2009. So excited to hear that.  Thx to all. </p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/inidisas/~4/NYNRv4sTapQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/02/14/drupadi-di-hongkong-film-festival/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/02/14/drupadi-di-hongkong-film-festival/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Perempuan dan Film</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/inidisas/~3/-biUky_CU5A/</link>
		<comments>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/02/14/perempuan-dan-film/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 10:33:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian Sastrowardoyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.diansastrowardoyo.net/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Notes : ini tulisanku yg  semula dibuat sebagai salah satu dari rangkaian promo film Drupadi, Namun karena satu sebab, tidak jadi dipublikasikan dan aku putuskan untuk dmuat di blog  saja. Terima kasih kepada mbak Leila S. Chudori yang membantu mengedit dan merapikan bahasa :)
 Perempuan dan Film
oleh Dian Sastrowardoyo
 
Sebagai seorang perempuan saya menyadari betapa dekatnya saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--StartFragment--><span style="color: #0000ff;">Notes</span><span style="color: #ff0000;"> : ini tulisanku yg  semula dibuat sebagai salah satu dari rangkaian promo film Drupadi, Namun karena satu sebab, tidak jadi dipublikasikan dan aku putuskan untuk dmuat di blog  saja. Terima kasih kepada mbak Leila S. Chudori yang membantu mengedit dan merapikan bahasa :)</span></p>
<p><span lang="FI"><strong> Perempuan dan Film</strong></span></p>
<p>oleh Dian Sastrowardoyo</p>
<p> </p>
<p><span lang="FI">Sebagai seorang perempuan saya menyadari betapa dekatnya saya dengan film. Bukan hanya sebagai pekerja film, tetapi juga sebagai penikmat film sebagai oksigen hidup saya.<span>  </span>Bagi saya, banyak sekali fase dalam kehidupan seorang perempuan yang bisa dirayakan dengan menyaksikan sebuah film.<span>  </span>Saat saya tengah ’<em>down tempo’ </em></span><span lang="FI">(ini terminologi yang saya gunakan bersama teman-teman ketika kami memerlukan ’asupan semangat’) misalnya, saya pasti menghabiskan waktu luang saya untuk menyaksikan sederet <em>feel good movie </em></span><span lang="FI">bersama teman-teman saya. Inilah serangkaian film yang memang dibuat untuk pasar penonton perempuan yang sedang merasa perlu diingatkan bahwa mereka pasti bisa melalui semuanya. </span></p>
<p><span lang="FI">Serangkaian judul film yang pernah menjadi menu <em>girls movie night </em></span><span lang="FI">kami antara lain adalah: <em>The Sweetest Thing </em></span><span lang="FI">(Roger Kumble, 2002<span> </span>), <em><span> </span>Shop Girl </em></span><span lang="FI">(anand<em> tucker 2005,</em></span><span lang="FI">)<em> Sex And The City</em></span><span lang="FI"> (Michael Patrick King, 2008)<em> </em></span><span lang="FI">bahkan<em> Charlie’s Angels </em></span><span lang="FI">: the movie, (McG 2000).<em> </em></span><span lang="FI">Walaupun itu adalah film-film ringan, namun cukup efektif untuk membuat kami lebih optimistis saat membaca <em>credit tittle</em></span><span lang="FI"> di penghujung film. Saya menyadari bahwa film ternyata kini telah berubah fungsinya menjadi salah satu alat bertahan, <em>survival essentials,</em></span><span lang="FI"> untuk seseorang individu. Tidak hanya perempuan, tetapi para lelaki (terutama mereka yang masih lajang dan memiliki banyak waktu untuk dihabiskan sendirian) berupaya mempertahankan kewarasannya di tengah riuh rendahnya hidup<span>  </span>hanya dengan bermodalkan stok koleksi dvd di kediamannya. Dengan kata lain, film menjadi sebuah eskapisme dari kerutinan sehari-hari yang mendera, yang kelak menciptakan sebuah renungan tentang hidup.</span></p>
<p><span lang="FI"><span> </span><span> </span>Namun, selain pengisi jiwa, di dunia industri, film juga memiliki pengaruh yang luar biasa. Jika kita meneropong gaya hidup perempuan melintasi masa misalnya, film dapat menjadi sumber yang sangat mudah untuk dijadikan referensi. Dari perspektif perkembangan <em>fashion </em></span><span lang="FI">dan<span>  </span>gaya hidup, kita sudah bisa menjejerkan beberapa judul film yang berhasil menangkap detail <em>fashion </em></span><span lang="FI">dan gaya hidup<em> </em></span><span lang="FI">yang sangat menarik seperti <em>The</em></span><span lang="FI"> <em>Devil Wears Prada </em></span><span lang="FI">(David frankel,2006);<em> Sex &amp; The City</em></span><span lang="FI"> (Michael Patrick King, 2008)<em>, Marie Antoniette</em></span><span lang="FI"> (sofia coppola, 2006)<em>, Darlings</em></span><span lang="FI">, <em>pret a porter : ready to wear (robert altman, 1994) </em></span><span lang="FI">dan <em>Annie Hall</em></span><span lang="FI"> (Woody Allen, 1977)<em>.</em></span><span lang="FI"> Film telah menjadi artefak budaya yang selalu menjadi ’teks’, dimana kita di dalamnya, kita ’membaca’ atau memahami lebih jauh mengenai kebudayaan manusia.<span>  </span>Dalam hal ini, ’teks’ </span>dalam film kita lihat sebagai isi (content) yang kompleks dari kejadian-kejadian<span>  </span>(gambar, kata, bunyi) yang berhubungan satu sama lain didalam sebuah<span>  </span>konteks yang bisa menjadi cerita atau narasi. <span lang="FI">Namun marilah kita coba melihat lebih dalam lagi tentang bagaimana film selama ini mempersepsikan perempuan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Perempuan sebagai objek di dalam Film</strong></p>
<p class="MsoNormal">Apa yang kita bayangkan dari film-film seperti <em>James Bond, Scream, I Know What You Did Last Summer, American Pie,</em><span> </span><em>Bourne Ultimatum?</em><span> Film-film ini menggambarkan perempuan dengan keindahan fisik yang luar biasa (yang biasanya jauh sekali dari penampilan perempuan sehari-hari), dengan wajah yang cantik dan tubuh yang sempurna, dan dengan baju dan penampilan yang sengaja memfokuskan pada keindahan tubuh tertentu. Buah dada yang besar, kaki luar biasa jenjang dan rambut bak mayang terurai adalah penampilan dari figur perempuan yang menjadi resep membuat film yang laku di pasaran. Di dalam film, perempuan sering sekali digambarkan sebagai pemanis, penghias, dan tidak memiliki urgensi kepentingan peran apapun terhadap jalan cerita keseluruhan. Mereka muncul<span>  </span>sebagai sosok yang perlu diselamatkan atau ditolong. Ini adalah sudut pandang pembuatan film yang sangat patriarkis, atau lebih parah lagi bersifat </span><em>phallocentric. </em><span><span> </span>Film-film ini menggunakan sudut pandang laki-laki. Maksudnya adalah bahwa yang membuat film ini mengandaikan bahwa yang menonton film itu<span>  </span>adalah laki-laki semua, atau cerita yang digarap menggunakan cara pikir laki-laki. Yang menarik dalam hal ini adalah: bagaimana penonton film menyaksikan film yang berlogika maskulin, ini berarti membuat perempuan membaca teks yang tidak bisa menggambarkan perempuan secara utuh. Perempuan dilihat hanya sebatas definisi fisiknya saja: memiliki tubuh dengan buah dada, pinggang yang kecil, kaki yang ramping dan rambut panjang. Sementara perempuan sebenarnya jauh lebih plural daripada definisi yang sederhana itu. Ada banyak sekali dimensi kehidupan, karakter dan cara pikir perempuan yang tentunya tidak akan dipahami oleh sang pembuat film yang maskulin itu, karena tentunya mereka tidak pernah mempunyai pengalaman hidup sebagai perempuan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Yang<span>  </span>kurang menguntungkan bagi kita adalah para penonton perempuan saat menonton film sejenis ini menjadi terbiasa membaca diri nya sendiri dengan sudut pandang laki-laki; dari sebuah sudut pandang yang meredusir atau menyederhanakan sosok perempuan. Perempuan hanya didefinisikan dari fisik belaka. Pada gilirannya, kitapun mengukur ke-‘perempuan’an kita<span>  </span>sebatas penampilan fisik saja, sehingga kita sebagai kaum perempuan di zaman modern ini jadi terlalu repot dan terlalu sibuk mendefinisikan diri kita sebagai perempuan melalui segi penampilan fisik. Karena kita terlanjur memiliki peikiran bahwa definisi fisik adalahlah satu-satunya definisi yang menjadikan kita perempuan, maka kita terlalu sadar diri <em>(self-conscious</em><span>) terhadap bentuk tubuh kita(apakah kulit saya cukup normal untuk kulit ‘perempuan’? rambut saya cukup ‘perempuan’? apakah bentuk kaki atau lengan saya cukup ‘perempuan’? apakah buah dada saya cukup ukurannya sehingga cukup ‘sah’ untuk menjadikan saya ‘perempuan’?). Tanpa kita sadari kita terlalu banyak menghabiskan energi, waktu, dan uang demi merawat bahkan memodifikasi bentuk tubuh yang kita miliki. Kita lupa dengan multi dimensi lain yang dimiliki oleh perempuan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Namun kabar baik bagi para penonton perempuan adalah, saat ini telah lahir<span>  </span>sineas perempuan yang memiliki wewenang untuk menentukan isi film yang menggambarkan komplesitas perempuan.</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"><strong>Perempuan yang menciptakan teks tentang perempuan.</strong></p>
<p class="MsoNormal">Seorang sutradara perempuan, penulis skenario perempuan, produser perempuan memiliki kuasa atau wewenang untuk menciptakan representasi perempuan yang melawan sistem patriarkis. Melalui film-film seperti ini, para penonton perempuan dapat ‘membaca’ teks yang karya sineas perempuan juga. Kita jadi dapat lebih mengerti diri kita sebagai perempuan dengan melihat bagaimana perempuan lain mencoba menulis tentang dirinya atau tentang apa yang dia pahami tentang perempuan, tentunya lengkap dengan berbagai aspek yang multi dimensional akan menjadi seorang perempuan.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Film-film yang mampu berbicara yang lahir dari sineas perempuan adalah <em>The Piano</em><span> (Jane Campion, 1993), </span><em>Monster</em><span> (Patty Jenkins, 2003), </span><em>Virgin Suicides</em><span>(Sofia Coppola, 1999), Lost in Translation (Sofia Coppola, 2003</span><em>), Monalisa Smile</em><span> (mike newell, 2003) ,Frida (Julie Taymor,2002) </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Sementara beruntunglah kita, di Indonesia walaupun dunia film masih tergolong baru lahir, banyak juga tokoh sineas perempuan yang langsung ikut mewarnai menu perfilman nasional: Nan T. Achnas dengan film <em>Pasir Berbisik</em><span> (2001), Nia Dinata dan kawan-kawan dengan rangkaian film pendek “</span><em>Perempuan Punya Cerita</em><span> (2007).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Dengan dosis sehat menonton film perempuan seperti ini, kita jadi tidak terjebak dalam definisi dangkal yang itu-itu saja dalam memaknai diri kita masing-masing sebagai kaum perempuan. Kita juga dapat lebih menghormati ke’perempuan’an kita yang lebih utuh yang lebih lengkap dengan multi dimensi kehidupan kita dengan berbagai peran dan tantangannya. Kita dapat lebih berani menciptakan definisi diri kita sendiri yang lebih independen, tidak lagi bergantung pada peradaban patriarki untuk memberikan definisi mereka yang terbatas untuk menandai kita perempuan, tidak lagi tunduk dengan pendapat yang diberikan dari luar tetapi lebih mandiri untuk menciptakan pendapat dari dalam. Mari kita membebaskan diri dari sistem penandaan maskulin, mari kita ciptakan sendiri logika dan cara berpikir feminin yang bebas dari judgement, dogma, cara pandang yang misoginis.</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span>____</p>
<p class="MsoNormal">beberapa film unik pilihan Dian Sastrowardoyo untuk dinikmati bersama cocktail &amp; nibbles kegemaran di rumah ;</p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">The Science of Sleep, Michel Gondry,2006</li>
<li class="MsoNormal">Eternal Sunshine of the Spotless Mind Michel Gondry,      2004,</li>
<li class="MsoNormal">Little Children, todd field 2006</li>
<li class="MsoNormal">Juno, Jason reitman, 2007.ellen page bermain      cemerlang, dan script nya<span>  </span>yang ditulis oleh Diablo Cody bagus sekali, tidak tendensius</li>
<li class="MsoNormal">Persepolis, Vincen paronnaud dan marjane satrapi,      2007, animasi,biography, drama, diangkat dari grafik novel berjudul sama      karya marjane satrapi, tentang kisah hidupnya.Poignant coming-of-age story      of a precocious and outspoken young Iranian girl that begins during the      Islamic Revolution.</li>
<li class="MsoNormal">The Darjeeling limited, Wes Anderson 2007 action,      comedy, drama pemain owen nilson dan adrien broody</li>
<li class="MsoNormal">The fall, tarsem Singh 2006, action, drama, fantasy :      anak kecil yg jadi Alexandria ( catinca vutaru) akingnya natural dan fyi      Bali menjadi salah satu lokasi<span>  </span>syutingnya, menggambarkan panorama keindahan ubud dan tari kecak</li>
<li class="MsoNormal">Sideways, Alexander payne, 2004 comedy, drama,      romance</li>
<li class="MsoNormal">Into the wild. Sean penn 2007</li>
<li class="MsoNormal">La vie en rose (la mome) Olivier dahan, 2007,      biografi, drama, musical, menceritakan kisah hidup penyanyi legendaries      perancis, edit piaf.marrion cotillard memperoleh oscar sebagai artis      terbaik dalam film ini</li>
<li class="MsoNormal">I’m not there, todd Haynes, 2007 biography drama      musical, tentang bob Dylan Ruminations on the life of Bob Dylan, where six      characters embody a different aspect of the musician&#8217;s life and work.      Plotnya sedikit rumit dan melompat-lompat, tapi di sini kita bisa melihat      akting cate blancett sebagai bob Dylan</li>
<li class="MsoNormal">Berbagi suami, nia dinata 2006, drama. 3 cerita      dengan benang merah poligami</li>
<li class="MsoNormal">Memories of matsuko (kiraware matsuko no issho),      tetsuya nakashima, 2006, drama</li>
<li class="MsoNormal">Running with scissors, ryan Murphy 2006, drama</li>
<li class="MsoNormal">Rindu kami padaMu, garin Nugroho, 2004, drama,      tentang kehidupan di sebuah pasar,</li>
</ul>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p><!--EndFragment--></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/inidisas/~4/-biUky_CU5A" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/02/14/perempuan-dan-film/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/02/14/perempuan-dan-film/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>iklan organics</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/inidisas/~3/IUKZD24ZXAI/</link>
		<comments>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/02/06/iklan-organics/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 15:48:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian Sastrowardoyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.diansastrowardoyo.net/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[I found an organics ad i&#8217;ve done long time ago ( for Thailand country) in youtube. The ad that I never watched it before.
I guess I understand why Thomas L. Friedman said that the world is flat now, and ( corrected by ) Pak Hermawan Kartajaya &#8221; the world is still round, the market is [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I found an organics ad i&#8217;ve done long time ago ( for Thailand country) in youtube. The ad that I never watched it before.</p>
<p>I guess I understand why Thomas L. Friedman said that the world is flat now, and ( corrected by ) Pak Hermawan Kartajaya &#8221; the world is still round, the market is already flat&#8221;</p>
<p>as the net is a borderless world, everybody who has an access to the net, has the same opportunity to fail or succeed in almost everything. don&#8217;t you think, in a way, internet is more democratic than real life?</p>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=-r0Bi7yWxls&amp;feature=related">organics on youtube</a></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/inidisas/~4/IUKZD24ZXAI" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/02/06/iklan-organics/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/02/06/iklan-organics/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>I Wanted To Be a Bond Girl</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/inidisas/~3/wj2p6ZNI15g/</link>
		<comments>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/02/04/i-wanted-to-be-a-bond-girl/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 17:06:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisnu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.diansastrowardoyo.net/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[ 
disclaimer
first, I don&#8217;t remember when  exactly i wrote this n why i kept it in unpublished folder
second,as the last Bond movie&#8217;s gone for months, I&#8217;ve tried to recall who&#8217;s the bond girl name ( couldn&#8217;t remember. but don&#8217;t bother to browse in imdb),and can&#8217;t help thinking why those character is easily forgotten 
 
Since I was young [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p><span style="color: #ff0000;">disclaimer<br />
first, I don&#8217;t remember when  exactly i wrote this n why i kept it in unpublished folder</span><span id="more-69"></span></p>
<p><span style="color: #ff0000;">second,as the last Bond movie&#8217;s gone for months, I&#8217;ve tried to recall who&#8217;s the bond girl name ( couldn&#8217;t remember. but don&#8217;t bother to browse in imdb),and can&#8217;t help thinking why those character is easily forgotten </span></p>
<p> </p>
<p>Since I was young I always wanted to be a Bond girl. Went to Harvard, know how to kick ass, and look smashing as always, and of course have a great sense of art and music, and a great sense of humor. The thing is , actually those Bond girls die sooner than the others (he&#8230; he.. he..), not to mention that most of the time they are lonely too. Not much guy dare to pick them up, and not much guy amuses them too.</p>
<p>I used to want that much for my self coz, I&#8217;ve always imagined that THERE IS that guy, out there, I used to call whoever he might be my &#8220;James Bond&#8221;. The one so perfect,  so  unreachable, and he would only go for the best which is Bond girl. So that was what I  was trying to be.</p>
<p>But then it&#8217;s not long before I finally hit the reality: that James Bonds don&#8217;t exist. Even if it does it&#8217;s only gonna be in those heads of ego-narscistic-megalomaniac-phallocentric-alpha male men that just don&#8217;t go out much. That&#8217;s the main reason why they developed such delusional idea that they could real life James Bond, simply be cause they didn&#8217;t have anybody to slap them in the face to tell &#8216;em that they&#8217;re not. In reality they are just those people with most of the time have nothing to do so they could spend most of their time in front of a mirror and embrace themselves.</p>
<p>In reality, I learnt that even the most successful men wouldn&#8217;t go for the perfect girl. They would go for the mediocre, the less successful girl, the less attractive girl. Maybe it&#8217;s just to ensure them with security that this one would need them and stand by them for as long as they live, even though if they&#8217;re being an asshole most of the time.</p>
<p>Now that really surprises me. The fact that those Bond-alpha-type-man cannot compete. Those men are suddenly smaller than I think! I know that mom had always talked about to respect men and to play dumb around them, but I never realize that it&#8217;s gonna be this extreme.</p>
<p>But, again, this is one of my extreme thoughts, and I admit I tend to exaggerate things hahaha</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/inidisas/~4/wj2p6ZNI15g" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/02/04/i-wanted-to-be-a-bond-girl/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://blog.diansastrowardoyo.net/2009/02/04/i-wanted-to-be-a-bond-girl/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>drupadi photo behind the scene</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/inidisas/~3/SAS3ECw7B0U/</link>
		<comments>http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/drupadi-photo-behind-the-scene/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 05:59:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisnu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.diansastrowardoyo.net/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[












]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/drupadi-photo-behind-the-scene/img_0050/' title='img_0050'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/img_0050-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/drupadi-photo-behind-the-scene/img_0064/' title='img_0064'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/img_0064-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/drupadi-photo-behind-the-scene/img_0075/' title='img_0075'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/img_0075-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/drupadi-photo-behind-the-scene/img_0084/' title='img_0084'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/img_0084-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/drupadi-photo-behind-the-scene/img_0098/' title='img_0098'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/img_0098-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/drupadi-photo-behind-the-scene/img_0163/' title='img_0163'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/img_0163-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/drupadi-photo-behind-the-scene/img_1121/' title='img_1121'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/img_1121-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/drupadi-photo-behind-the-scene/img_9360/' title='img_9360'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/img_9360-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/drupadi-photo-behind-the-scene/img_9417/' title='img_9417'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/img_9417-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/drupadi-photo-behind-the-scene/img_9487/' title='img_9487'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/img_9487-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/drupadi-photo-behind-the-scene/img_9756/' title='img_9756'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/img_9756-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/drupadi-photo-behind-the-scene/img_9820/' title='img_9820'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/img_9820-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/drupadi-photo-behind-the-scene/img_9933/' title='img_9933'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/img_9933-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/inidisas/~4/SAS3ECw7B0U" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/drupadi-photo-behind-the-scene/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/drupadi-photo-behind-the-scene/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>drupadi photo adegan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/inidisas/~3/Ip2696jXp80/</link>
		<comments>http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/photo-adegan-dan-behind-the-scene-drupadi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 05:05:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisnu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Movie]]></category>

		<category><![CDATA[acting]]></category>

		<category><![CDATA[film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.diansastrowardoyo.net/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[











]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/photo-adegan-dan-behind-the-scene-drupadi/img_0702/' title='img_0702'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/img_0702-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/photo-adegan-dan-behind-the-scene-drupadi/img_0303/' title='img_0303'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/img_0303-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/photo-adegan-dan-behind-the-scene-drupadi/img_0725/' title='img_0725'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/img_0725-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/photo-adegan-dan-behind-the-scene-drupadi/img_0917/' title='img_0917'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/img_0917-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/photo-adegan-dan-behind-the-scene-drupadi/img_1070/' title='img_1070'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/img_1070-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/photo-adegan-dan-behind-the-scene-drupadi/img_1129/' title='img_1129'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/img_1129-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/photo-adegan-dan-behind-the-scene-drupadi/img_1753/' title='img_1753'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/img_1753-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/photo-adegan-dan-behind-the-scene-drupadi/img_1831/' title='img_1831'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/img_1831-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/photo-adegan-dan-behind-the-scene-drupadi/wx7y9423/' title='wx7y9423'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/wx7y9423-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/photo-adegan-dan-behind-the-scene-drupadi/wx7y9457/' title='wx7y9457'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/wx7y9457-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/photo-adegan-dan-behind-the-scene-drupadi/wx7y9545/' title='wx7y9545'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/wx7y9545-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/photo-adegan-dan-behind-the-scene-drupadi/wx7y9609/' title='wx7y9609'><img src="http://blog.diansastrowardoyo.net/wp-content/uploads/2008/08/wx7y9609-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/inidisas/~4/Ip2696jXp80" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/photo-adegan-dan-behind-the-scene-drupadi/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://blog.diansastrowardoyo.net/2008/08/26/photo-adegan-dan-behind-the-scene-drupadi/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
