<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" gd:etag="W/&quot;AkMGRX05fip7ImA9WxBbGE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385</id><updated>2010-03-17T05:20:24.326-07:00</updated><title>INTELEKTUAL   KULDESAK</title><subtitle type="html">untuk pencerahan pemikiran</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>67</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/IntelektualKuldesak" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="intelektualkuldesak" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry gd:etag="W/&quot;DEMHQXw_eip7ImA9WxBbGE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-8937512603584787479</id><published>2010-03-17T04:41:00.000-07:00</published><updated>2010-03-17T04:47:10.242-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-17T04:47:10.242-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan" /><title>Memaknai Ulang KESUKSESAN</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S6DBMRsMlyI/AAAAAAAAAbs/XYbThXgcraI/s1600-h/kunci-sukses.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S6DBMRsMlyI/AAAAAAAAAbs/XYbThXgcraI/s320/kunci-sukses.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449567965769668386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sukses, sebuah kata singkat yang sangat banyak makna dan menjadi keinginan banyak orang saat ini. Sehingga banyak orang akan melakukan berbagai cara untuk dapat meraih kesuksesan tersebut. Ada yang berusaha mendapatkannya dengan menempuh pendidikan formal yang tinggi dan ada yang berusaha mendapatkannya secara singkat melalui cara-cara yang melanggar norma dan agama. Begitulah sukses, ibarat manusia yang berusaha menangkap burung, bisa namun  sangat susah. Dibutuhkan strategi, teknik, cara, pengorbanan dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika seseorang meraih suatu pencapaian dalam hidupnya, misalnya dalam hal jabatan, beberapa orang menilai dia sudah sukses. Penilaian itu muncul dengan membandingkan kondisi yang di alaminya sebelum pencapaian dan kondisi yang di alaminya setelah pencapaian tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan bagi seseorang yang sudah meraih pencapaian itu, dia juga akan menilai orang yang tidak mendapat pencapaian seperti dirinya adalah orang yang belum sukses. Sebegitu gampangkah mengukur kesuksesan?!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walaupun sukses menjadi keinginan banyak orang, -bahkan semua orang-, tapi setiap orang memiliki pengertian yang berbeda-beda dalam memahami makna sukses itu sendiri. Ada sebagian orang memaknainya adalah KEKAYAAN. Kelompok ini umumnya mencurahkan hidupnya untuk menumpuk harta. Mereka melihat uang sebagai simbol kesuksesan. Itulah sebabnya mereka menjadi serakah dan amat mendewakan uang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Uang menjadi oksigen yang mutlak diperlukan bagi kehidupan mereka. Sayangnya orang-orang seperti ini hidupnya hampa. Mereka umumnya cepat curiga terhadap orang lain. Amat sulit bagi mereka untuk berpikir positif terhadap orang lain. Kalau ada yang mencoba dekat, mereka lantas berpikir, "Jangan - jangan orang ini mau mengambil harta saya." Seorang Mahaguru Kebijaksanaan pernah berkata orang yang menomorsatukan harta tidak akan menemukan arti hidup yang sejati. "Sebab di mana hartanya berada, di situlah pula hatinya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;berada," demikian nasihat Sang Mahaguru. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya tidak memungkiri bahwa kekayaan "khususnya uang" penting bagi hidup. Siapa sih yang tidak butuh uang? Sebuah lembaga keagamaan dan lembaga sosial pun butuh uang untuk kegiatan operasionalnya. Mana bisa kita mendirikan tempat ibadah tanpa uang yang merupakan sumbangan dari orang lain? Uang memang penting tapi uang bukan segalanya. Uang adalah sarana untuk membuat hidup kita makin berarti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain kekayaan, ada juga orang yang mengidentikkan kesuksesan dengan ketenangan hidup. Kelompok ini tidak suka macam - macam. Sebagian bahkan cenderung pasif dan menjauhkan diri dari kehidupan masyarakat. Sikap seperti ini juga merupakan sebuah pilihan dan kita tidak bisa mengatakan itu keliru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada juga orang yang mengidentikkan kesuksesan dengan ketenaran. Mereka rela menempuh jalan panjang yang menanjak demi popularitas. Terkadang perjalanan panjang ini sangat melelahkan sehingga beberapa memilih jalan pintas dengan mempraktekkan cara - cara kurang terpuji, seperti (maaf) menjual diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Paham bahwa kesuksesan identik dengan ketenaran biasanya hanya terbukti kebenarannya pada tahap awal. Lambat laun, seiring makin meningkat popularitas, banyak hal-hal tertentu terjadi yang pada akhirnya membuat seorang tokoh publik (public figure) terpaksa menolak paham ini. Misalnya dengan hilangnya privacy yang bersangkutan karena setiap gerak - geriknya senantiasa diawasi masyarakat lewat pers. Terkadang saya sendiri amat iba melihat bagaimana kehidupan seorang artis "diobok - obok" secara berlebihan oleh media massa. Pihak media selalu mengatakan bahwa apa yang disajikannya adalah untuk memuaskan rasa ingin tahu pembaca atau penonton. Mungkin ada benarnya juga. Yang pasti, jelaslah sudah bahwa kesuksesan tidak identik dengan ketenaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya ada juga yang mendefiniskan kesuksesan dengan kesehatan yang prima. Terhadap definisi ini terkadang saya mengajukan pertanyaan reflektif, bukankah ada begitu banyak orang dengan kesehatan yang amat prima namun hidupnya kosong? Mereka sama sekali tidak berkarya dan berusaha menjadikan hidupnya lebih berarti. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, apa makna SUKSES itu sebenarnya?! Dalam sebuah artikel yang pernah saya baca ada delapan cakupan yang harus dimiliki dalam kehidupan ini untuk bisa dikatakan SUKSES, yaitu KEBAHAGIAN, KESEHATAN, KEUANGAN, KEAMANAN, KUALITAS PERSAHABATAN, HUBUNGAN KELUARGA YANG BAIK, PENGHARAPAN MASA DEPAN dan KEDAMAIAN PIKIRAN.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena terlalu banyaknya standarisasi SUKSES bagi setiap orang, maka kita perlu memaknai ulang apa itu SUKSES. Kenapa demikian? Karena ita tidak akan pernah bisa mengukur angka kebahagian untuk dikatakan SUKSES. Kita tidak akan pernah bisa mengukur seberapa sehat kita  seharusnya untuk mengatakan SUKSES. Kita tidak akan pernah bisa mengukur berapa uang yang harus di dapat untuk dikatakan SUKSES. Kita tidak akan pernah bisa mengukur seberapa damai pikiran kita agar bisa dikatakan SUKSES, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Delapan cakupan tersebut semuanya adalah sesuatu hal yang tak terbatas, ditambah lagi bahwa manusia tidak akan pernah bisa merasa puas terhadap pencapaian-pencapaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut saya, sukses bukanlah sebuah tujuan hidup karena kita tidak bisa mengukur dimana titik tujuan itu. Tapi sukses adalah sebuah perjalanan hidup. Jika kita telah berhasil meraih sebuah impian, kita toh tetap harus meneruskan perjalanan. Selama kita masih dalam perjalanan, maka selama itu pulalah kita akan berusaha mendapatkan SUKSES tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan ketika kita belum meraih pencapaian SUKSES, toh itu juga bukan berarti kita bisa dikatakan gagal. Karena yang namanya sebuah perjalanan hidup itu bisa sangat pendek, bisa panjang dan tidak diketahui kapan akhirnya. Kalau ternyata pada Kilometer 26 kita belum mendapatkan pencapaian, mungkin pencapaian sukses itu akan kita dapatkan di Kilometer 29, atau Kilometer 32, atau Kilometer 40 atau di kilometer lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan akhirnya, yang dapat kita yakini bersama adalah bahwa perjalanan hidup itu akhirnya adalah disaat kita menutup mata dan kembali kehadirat-Nya. Dan sebagai manusia, kita tidak pernah tahu kapan waktu itu datang. Sehingga yang hanya dapat kita lakukan saat ini hanyalah terus menempuh perjalanan dengan benar dan menghargai setiap proses yang dialami dalam perjalanan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-8937512603584787479?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/8937512603584787479/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=8937512603584787479" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/8937512603584787479?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/8937512603584787479?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2010/03/memaknai-ulang-kesuksesan.html" title="Memaknai Ulang KESUKSESAN" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S6DBMRsMlyI/AAAAAAAAAbs/XYbThXgcraI/s72-c/kunci-sukses.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUIARH0_cSp7ImA9WxBbFk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-2405484516860268087</id><published>2010-03-14T14:52:00.001-07:00</published><updated>2010-03-14T14:52:25.349-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-14T14:52:25.349-07:00</app:edited><title>Father And Son (Ronan Keating &amp; Yusuf Islam)</title><content type="html">&lt;div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S51Y6wUr3RI/AAAAAAAAAbk/Mm224H00Jqg/s1600-h/yusufislam_wideweb__430x313.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 233px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S51Y6wUr3RI/AAAAAAAAAbk/Mm224H00Jqg/s320/yusufislam_wideweb__430x313.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448608890615487762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Father And Son&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Father:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;It's not time to make a change&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Just relax take it easy&lt;/div&gt;&lt;div&gt;You're still young that's your fault&lt;/div&gt;&lt;div&gt;There's so much you have to know&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Find a girl, settle down&lt;/div&gt;&lt;div&gt;If you want, you can marry&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Look at me I am old&lt;/div&gt;&lt;div&gt;But I'm happy&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;I was once like you are now&lt;/div&gt;&lt;div&gt;And I know that it's not easy&lt;/div&gt;&lt;div&gt;To become when you've found&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Something going on&lt;/div&gt;&lt;div&gt;But take your time think a lot&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Think of everthing you've got&lt;/div&gt;&lt;div&gt;For you will still be here tomorrow&lt;/div&gt;&lt;div&gt;But your dreams may not...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Son:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;How can I try to explain?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;When I do it turns away again&lt;/div&gt;&lt;div&gt;And it's always been the same&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Same old story&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;From the moment I could talk&lt;/div&gt;&lt;div&gt;I was ordered to listen&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Now there's a way, and I know&lt;/div&gt;&lt;div&gt;That I have to go away&lt;/div&gt;&lt;div&gt;I know, I have to go...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Father:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;I was once like you are now&lt;/div&gt;&lt;div&gt;And I know that it's not easy&lt;/div&gt;&lt;div&gt;To become when you've found&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Something going on&lt;/div&gt;&lt;div&gt;But take your time think a lot&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Think of everthing you've got&lt;/div&gt;&lt;div&gt;For you will still be here tomorrow&lt;/div&gt;&lt;div&gt;But your dreams may not...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Son:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;All the times, that I've cried&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Keeping all the things I knew inside&lt;/div&gt;&lt;div&gt;And it's hard&lt;/div&gt;&lt;div&gt;But it's harder to ignore it&lt;/div&gt;&lt;div&gt;If they were right I'd agree&lt;/div&gt;&lt;div&gt;But it's them they know&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Not me That I have to go away&lt;/div&gt;&lt;div&gt;I know, I have to go...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ok, I have to go.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;--------------------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada catatan yang ingin saya tulis tentang lagu ini, hanya sekedar ingin berkontempelasi dengan lirik-liriknya yang sarat makna. Semoga selalu tercerahkan&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-2405484516860268087?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/2405484516860268087/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=2405484516860268087" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/2405484516860268087?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/2405484516860268087?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2010/03/father-and-son-ronan-keating-yusuf_14.html" title="Father And Son (Ronan Keating &amp; Yusuf Islam)" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S51Y6wUr3RI/AAAAAAAAAbk/Mm224H00Jqg/s72-c/yusufislam_wideweb__430x313.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0YHQng5cCp7ImA9WxBbFkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-4604056644062200109</id><published>2010-03-13T04:14:00.000-08:00</published><updated>2010-03-15T15:12:13.628-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-15T15:12:13.628-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resensi" /><title>Mengendalikan Diri</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S5uD_MwhiYI/AAAAAAAAAa8/z0Dq14cCSLk/s1600-h/heru-haidir71.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S5uD_MwhiYI/AAAAAAAAAa8/z0Dq14cCSLk/s320/heru-haidir71.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448093296014494082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pertama &lt;/span&gt;adalah mengendalikan diri dengan menggunakan prinsip kemoralan. Setiap agama pasti mengajarkan kemoralan, misalnya tidak mencuri, tidak membunuh, tidak menipu, tidak berbohong, tidak mabuk-mabukan, tidak melakukan tindakan asusila. Saat ada dorongan hati untuk melakukan sesuatu yang negatif, coba larikan ke rambu-rambu kemoralan. Apakah yang kita lakukan ini sejalan atau bertentangan dengan nilai-nilai moral dan agama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya kita mendapat kesempatan untuk mendapat untung dengan cara yang tidak wajar. Bahasa yang lebih langsung adalah kesempatan untuk korupsi. Saat terjadi konflik diri antara ya atau tidak, mau melakukan atau tidak, kita dapat mengacu pada prinsip moral di atas. Agama mengajarkan kita untuk tidak mencuri atau mengambil barang yang bukan milik kita, tanpa seijin pemiliknya. Kalau kita teguh dengan prinsip moral ini maka kita tidak akan mau korupsi. Korupsi itu dosa. Korupsi itu karma buruk. Bisa masuk neraka lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kedua &lt;/span&gt;adalah dengan menggunakan kesadaran. Kita sadar saat suatu bentuk pikiran atau perasaan yang negatif muncul. Pada umumnya orang tidak mampu menangkap pikiran atau perasaan yang muncul. Dengan demikian mereka langsung lumpuh dan dikuasai oleh pikiran dan perasaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya seseorang menghina atau menyinggung kita. Kita marah. Nah, kalau kita tidak sadar atau waspada maka saat emosi marah ini muncul, dengan begitu cepat, tiba-tiba kita sudah dikuasai kemarahan ini. Jika kesadaran diri kita bagus maka kita akan tahu saat emosi marah ini muncul. Kita akan tahu saat emosi ini mulai mencengkeram dan menguasai diri kita. Kita tahu saat kita akan melakukan tindakan ”bodoh” yang seharusnya tidak kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita berhasil mengamati emosi maka kita dapat langsung menghentikan pengaruhnya. Kalau masih belum bisa atau dirasa berat sekali untuk mengendalikan diri, larikan pikiran kita pada prinsip moral. Biasanya kita akan lebih mampu mengendalikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika sudah melakukan jurus satu, prinsip moral, dan jurus dua, kesadaran, ternyata kita tetap sulit mengendalikan diri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan yang &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ketiga &lt;/span&gt;yaitu dengan &lt;a href="http://www.denyrendra.com/2009/12/memecahkan-misteri-kehidupan.html"&gt;perenungan&lt;/a&gt;. Saat kita sudah benar-benar nggak tahan, mau ”meledak” karena dikuasai emosi, saat kita mau marah besar, coba lakukan perenungan. Tanyakan pada diri sendiri pertanyaan, misalnya, berikut ini:&lt;br /&gt;- Apa sih untungnya saya marah?&lt;br /&gt;- Apakah benar reaksi saya seperti ini?&lt;br /&gt;- Mengapa saya marah ya? Apakah alasan saya marah ini sudah benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melakukan perenungan kerap kali maka kita akan mampu mengendalikan diri. Prinsip kerjanya sebenarnya sederhana. Saat emosi aktif maka logika kita nggak akan jalan. Demikian pula sebaliknya. Jadi, saat kita melakukan perenungan atau berpikir secara mendalam maka kadar kekuatan emosi atau keinginan kita akan menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Keempat &lt;/span&gt;adalah dengan menggunakan kesabaran. Emosi naik, turun, timbul, tenggelam, datang, dan pergi seperti halnya pikiran. Saat emosi bergejolak sadari bahwa ini hanya sementara. Usahakan tidak larut dalam emosi. Gunakan kesabaran, tunggu sampai emosi ini surut, baru berpikir untuk menentukan respon yang bijaksana dan bertanggung jawab. Oh ya, tahukah anda bahwa kata bertanggung jawab itu dalam bahasa Inggris adalah responsibility, yang bila kita pecah menjadi response-ability atau kemampuan memberikan respon? Kalau sudah menggunakan kesabaran masih juga belum bisa, bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kelima &lt;/span&gt;yaitu menyibukkan diri dengan pikiran atau aktivitas yang positif. Pikiran hanya bisa memikirkan satu hal dalam suatu saat. Ibarat layar bioskop, film yang ditampilkan hanya bisa satu film dalam suatu saat. Nah, film yang muncul di layar pikiran inilah yang mempengaruhi emosi dan persepsi kita. Saat kita berhasil memaksa diri memikirkan hanya hal-hal yang positif maka film di layar pikiran kita juga berubah. Dengan demikian pengaruh dari keinginan atau suatu emosi akan mereda.(&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-4604056644062200109?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/4604056644062200109/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=4604056644062200109" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/4604056644062200109?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/4604056644062200109?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2010/03/mengendalikan-diri.html" title="Mengendalikan Diri" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S5uD_MwhiYI/AAAAAAAAAa8/z0Dq14cCSLk/s72-c/heru-haidir71.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A04DQHw7eyp7ImA9WxBUGEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-7365866719258406266</id><published>2010-03-05T23:11:00.000-08:00</published><updated>2010-03-05T23:19:31.203-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-05T23:19:31.203-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan" /><title>Apakah Tuhan juga Menciptakan Kejahatan?</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S5IBmhnNxqI/AAAAAAAAAa0/r_h2eFZ4ptQ/s1600-h/alberteinstein-300x292.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 292px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S5IBmhnNxqI/AAAAAAAAAa0/r_h2eFZ4ptQ/s320/alberteinstein-300x292.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445416660813858466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan." Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya Bertanya sesuatu?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Tentu saja," jawab si Profesor Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?" Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah,Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya." Profesor itu terdiam. Nama mahasiswa itu adalah "Albert Einstein"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-7365866719258406266?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/7365866719258406266/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=7365866719258406266" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/7365866719258406266?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/7365866719258406266?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2010/03/apakah-tuhan-juga-menciptakan-kejahatan.html" title="Apakah Tuhan juga Menciptakan Kejahatan?" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S5IBmhnNxqI/AAAAAAAAAa0/r_h2eFZ4ptQ/s72-c/alberteinstein-300x292.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkYARnkzfCp7ImA9WxBUFkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-6773741415353289733</id><published>2010-03-03T12:58:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T13:02:27.784-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-03T13:02:27.784-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resensi" /><title>Soekarno vs Hatta</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S47OLcCI1DI/AAAAAAAAAas/srXyZ9RAEgs/s1600-h/37493-34.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 258px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S47OLcCI1DI/AAAAAAAAAas/srXyZ9RAEgs/s320/37493-34.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444515695436551218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soekarno dan Hatta adalah dua pribadi berbeda yang berhasil disatukan alam. Keretakan mengemuka karena Hatta tak sepaham dengan konsep demokrasi terpimpinnya Soekarno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya kepemimpinan Soekarno dan Mohammad Hatta seperti langit dan bumi. Soekarno bersikap bak mercusuar. "Dia itu insiyur artis dengan cita-cita politik yang tinggi," kata pengamat sosial Selo Soemardjan. Sebaliknya, Mohammad Hatta cenderung bersikap low profile dalam menyikapi gaya Soekarno. Perbedaan tadi lambat laun mengakar di antara mereka. Puncak keretakan kedua tokoh proklamator tak pelak mencuat pertengahan 1950. Buntutnya, putra kelahiran Bukit Tinggi 12 Agustus 1902 itu memilih mundur sebagai wakil presiden. Uniknya, persahabatan mereka tetap utuh sampai Bung Karno menghembuskan napas pada 1970.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, jurang antara Soekarno dan Hatta terlihat sejak sama-sama menggalang kekuatan pada 1920. Kala itu, kedua putra Indonesia tersebut getol berjuang melawan Belanda dengan cara masing-masing. Hatta remaja yang tengah belajar di Belanda membentuk Perhimpunan Indonesia. Pada waktu bersamaan, Soekarno juga giat memperjuangkan lahirnya negara Indonesia. Prinsip perjuangan kelompok mereka pun berseberangan. Kendati begitu, hubungan individu Soekarno-Hatta sangat erat, meski terpisahkan jarak dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Soekarno-Hatta mengharum setelah Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan 17 Agustus 1945. Dwitunggal ini pun berbagi tugas untuk mengangkat nama Indonesia di mata internasional. Bung Hatta yang piawai berdiplomasi ditugasi mengikuti konferensi tingkat dunia. Sementara Bung Karno tetap berperan sebagai penggelora semangat revolusi rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, perbedaan pribadi dan model kepemimpinan yang mencolok bukan menjadi masalah besar. Karena, "warna-warni" yang mereka miliki bisa saling mengisi untuk memperjuangan Indonesia Satu. Belakangan, kerikil-kerikil perpecahan menajam. Bahkan, Bung Hatta menilai perjuangan Soekarno semakin menyimpang dari tujuan kemerdekaan. Kenyataan yang dikhawatirkan Bangsa pun terjadi, saat Soekarno berkeras mencanangkan Demokrasi Terpimpin. Hatta menganggap sikap Presiden tadi sebagai perang terbuka. Ia balik menyerang dengan mengecam konsep Demokrasi Terpimpin. Di mata Hatta, Demokrasi Terpimpin adalah bentuk kediktatoran. "Pertempuran" tak kunjung padam. Puncaknya terjadi ketika Hatta mengundurkan diri sebagai wakil presiden, 1956 atau tepat 11 tahun setelah proklamasi kemerdekaan. "In a good Minangkabau style, ya, saya mundur saja. Saya kasih kamu kesempatan karena semua pihak makan di sekitar kamu," kata wartawan senior Rosihan Anwar mengutip pernyataan Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan Hatta mengagetkan sejumlah kalangan. Mereka menyayangkan pilihan tersebut. Lembaga perwakilan rakyat yang ada pada saat itu sulit meredam emosi Hatta. Upaya mempertemukan Soekarno-Hatta juga kerap menemui jalan buntu. Akhirnya, mereka membiarkan kontroversi tersebut berlanjut. Hatta yang gusar terus melancarkan kritik dengan berbagai cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, Soekarno tak pernah membantah serangan sahabat karibnya. Bung Karno hanya mengucapkan terima kasih atau sesekali menanyakan kapan mereka bisa bertemu. "Ruang pribadi mereka terjaga. Inilah uniknya karena secara politik bermusuhan, tapi pribadi tidak," kata sejarawan Taufik Abdullah. Sikap negarawan dan persahabatan pribadi di antara keduanyalah yang membuat mereka tak bermusuhan. Soekarno pernah melamar Rahmi Rachim untuk Hatta . Sedangkan Hatta pernah menjadi wali ketika Guntur Sukarnoputra menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, episode pentas Dwitunggal berakhir. Bung Karno terus melenggang sampai jatuh dari tampuk kekuasaannya. Sementara Hatta berjuang dengan caranya sendiri, yaitu berbagi ilmu buat anak-anak didik dan keluarganya. Tetap dengan gaya khas Hatta yang sederhana dan membumi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-6773741415353289733?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/6773741415353289733/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=6773741415353289733" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/6773741415353289733?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/6773741415353289733?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2010/03/soekarno-vs-hatta.html" title="Soekarno vs Hatta" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S47OLcCI1DI/AAAAAAAAAas/srXyZ9RAEgs/s72-c/37493-34.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU4BQHY7eip7ImA9WxBUFUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-8456121784021389060</id><published>2010-03-02T22:25:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T22:32:31.802-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-02T22:32:31.802-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi" /><title>Hari Ini Milik Anda</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S44CX_2JyXI/AAAAAAAAAak/EQedqlDuLHE/s1600-h/pelangi2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S44CX_2JyXI/AAAAAAAAAak/EQedqlDuLHE/s320/pelangi2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444291610836322674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya menyapa Anda inilah hari Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup Anda hanya hari ini, atau seakan-akan Anda dllahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Anda tak akan tercabik-cabik diantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acapkali menakutkan. Pada hari ini pula, sebaiknya Anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, Anda harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu', bacaan al-Qur'an yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari dimana Anda hidup saat inilah sebaiknya Anda membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyakbanyaknya pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Ber-istighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezeki, isteri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan Anda hari dengan penuh keridhaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian dan kebencian. Jangan lupa, hendaklah Anda goreskan pada dinding hati Anda satu kalimat (bila perlu Anda tulis pula di atas meja kerja Anda): Harimu adalah hari ini. Yakni, bila hari ini Anda dapat memakan nasi hangat yang harum baunya, maka apakah nasi basi yang telah Anda makan kemarin atau nasi hangat esok hari (yang belum tentu ada) itu akan merugikan Anda? Jika Anda dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin, atau mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda percaya pada diri sendiri, dengan semangat dan tekad yang kuat Anda, maka akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada prinsip: aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri Anda setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi, dan mensucikan setiap amalan. Dan itu, akan membuat Anda berkata dalam hati, "Hanya hari ini aku berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akan pernah mencela, menghardik dan juga membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan rumah dan kantor agar tidak semrawut dan berantakan. Dan karena hanya ini saja aku akan hidup, maka aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur kata dan tindak tandukku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, mengerjakan shalat sesempurna mungkin, membekali diri dengan shalat-shalat sunah nafilah, berpegang teguh pada al-Qur'an, mengkaji dan mencatat segala yang bermanfaat. Aku hanya akan hidup hari ini, karenanya aku akan menanam dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri, baik sifat takabur, ujub, riya', dan buruk sangka. Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara kehidupan, maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada siapapun. Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukkan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu yang orang dizalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mengasihi mereka yang menderita, menghormati orang-orang alim, menyayangi anak kecil, dan berbakti kepada orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akan mengucapkan, "Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedetik pun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi." "Wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka, aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Aku pun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin tak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan dan tidak ada satu pun darinya yang dapat disebutkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hari ini milik Anda", adalah ungkapan yang paling indah dalam "kamus kebahagiaan". Kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang paling indah dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari Buku La Tahzan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-8456121784021389060?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/8456121784021389060/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=8456121784021389060" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/8456121784021389060?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/8456121784021389060?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2010/03/hari-ini-milik-anda.html" title="Hari Ini Milik Anda" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S44CX_2JyXI/AAAAAAAAAak/EQedqlDuLHE/s72-c/pelangi2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0ABR3w8cCp7ImA9WxBUEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-2792276880505798104</id><published>2010-02-24T07:27:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T13:09:16.278-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-24T13:09:16.278-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan" /><title>Kekuatan itu bernama Cinta</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S4VR_aFUfhI/AAAAAAAAAac/rfsb7mo7LBc/s1600-h/beban_hidup.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 215px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S4VR_aFUfhI/AAAAAAAAAac/rfsb7mo7LBc/s320/beban_hidup.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441845874522357266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana mungkin seorang mampu bekerja di luar batas kemampuan nya dan menghabiskan seluruh tenaganya hingga tidak mengenal lelah? Atau bagaimana mungkin seorang pelaut yang harus berlayar hingga bertahun-tahun meninggalkan keluarga tercinta? Atau seorang kuli yang harus bekerja di tengah panas terik dan dingin nya malam? Kadang semua dirasakan diluar batas kemampuan manusia, namun contoh-contoh ini merupakan sebuah realitas kekinian yang sangat sering kita jumpai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan apa yang mereka miliki hingga mampu mendorong mereka begitu kuat secara fisik dan tangguh secara mental? Sedangkan disudut-sudut tempat lain, banyak kita jumpai mereka-mereka yang mengeluh hanya karena persoalan yang tak lebih besar dari ujung kuku mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan itu adalah Cinta......&lt;br /&gt;Cintalah yang melahirkan kekuatan sehingga mereka tersebut mampu melakukan pekerjaan diluar batas kemampuan mereka sendiri. Cinta yang melahirkan harapan dan pengabdian bagi kepada siapakah mereka mempersembahkan hasil kerja mereka; ntah itu kepada keluarga nun jauh disana; kepada masyarakat banyak yang membutuhkan karya mereka; kepada alam yang mengasuh mereka; kepada masa depan kehidupan yang sejahtera; atau kepada hati tempat cinta itu mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bila kita berkeluh kesah hanya karena harus memperpanjang waktu kerja beberapa jam saja, maka kenanglah orang-orang yang terus melakukan hal diluar batas kemampuan mereka yang dipersembahkan kepada kita. Salah satunya adalah Ayah kita.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan singkat ini tiba-tiba mengalir ketika mendengarkan lagu lama Ebiet G Ade, yang berjudul Titip Rindu Untuk Ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Benturan dan hempasan terpahat di keningmu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;namun kau tetap tabah hm...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Meski nafasmu kadang tersengal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;memikul beban yang makin sarat&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kau tetap bertahan&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;kini kurus dan terbungkuk hm...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Namun semangat tak pernah pudar&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;meski langkahmu kadang gemetar&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kau tetap setia&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, dalam hening sepi kurindu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;untuk menuai padi milik kita&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Anakmu sekarang banyak menanggung beban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Apa-apa yang telah kita lakukan saat ini mungkin sangat jauh dari apa-apa yang pernah Ayah kita kerjakan. Beban hidup yang saat ini mungkin kita alami, mungkin sangat jauh dari beban hidup yang pernah Ayah kita alami. Namun, ternyata Dia mampu bertahan dengan segala keterbasannya. Dan itu tentu saja karena cintanya kepada kita, anak-anaknya. Dan karena hal itu, aku pun mengatakan "Terima Kasih Ayah atas pelajaran tentang keikhlasan dalam melakukan hal-hal diluar batas kemampuan hingga aku mampu bertahan dalam segala beban yang ada pundak hingga saat ini"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-2792276880505798104?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/2792276880505798104/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=2792276880505798104" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/2792276880505798104?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/2792276880505798104?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2010/02/kekuatan-itu-bernama-cinta.html" title="Kekuatan itu bernama Cinta" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S4VR_aFUfhI/AAAAAAAAAac/rfsb7mo7LBc/s72-c/beban_hidup.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0ENSH0yeSp7ImA9WxBUEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-5684712446786256448</id><published>2010-02-23T23:30:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T13:08:19.391-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-24T13:08:19.391-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini" /><title>Good Governance; Sebuah Strategi dan Keharusan</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S4TYdqzJeHI/AAAAAAAAAaU/NM9KBwCCxGs/s1600-h/bureaucracy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 314px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S4TYdqzJeHI/AAAAAAAAAaU/NM9KBwCCxGs/s320/bureaucracy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441712253987027058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara analogi, governance dalam konteks organisasi secara umum, baik berupa organisasi perusahaan maupun organisasi publik atau sosial lainnya, maka dapat diartikan pula sebagai suatu sistem dan struktur yang baik dan benar yang menciptakan kejelasan mekanisme hubungan organisasi baik secara internal maupun eksternal. Good governance terwujud dalam implementasi dan penegakan (enforcement) dari sistem dan struktur yang telah tersusun dengan baik. Implementasi dan penegakan tersebut bertumpu pada, umumnya, lima prinsip yang universal yaitu: responsibility, accountability, fairness, independency, dan transparency. Kelima prinsip fundamental tersebut dapat dijelaskan secara singkat berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Responsibility&lt;/span&gt;: kesesuaian di dalam pengelolaan perusahaan terhadap prinsip korporasi yang sehat serta peraturan perundangan yang berlaku;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Accountability&lt;/span&gt;: kejelasan fungsi, struktur, sistem dan prosedur pertanggungjawaban organ perusahaan sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Fairness:&lt;/span&gt; perlakuan yang adil dan setara di dalam memenuhi hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundangan yang berlaku;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Independency&lt;/span&gt;: pengelolaan secara profesional, menghindari benturan kepentingan dan tekanan pihak manapun sesuai peraturan perundangan yang berlaku;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Transparency&lt;/span&gt;: keterbukaan informasi di dalam proses pengambilan keputusan dan di dalam mengungkapkan informasi material dan relevan mengenai perusahaan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Kelima prinsip tersebut bukanlah harga mati atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;one size fits all,&lt;/span&gt; artinya dalam menerapkan dan menegakkan good governance kelima prinsip tersebut disesuaikan dengan budaya dan problem masing-masing institusi yang akan menjalankannya. Disamping itu, apabila menilik berbagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;code of conduct&lt;/span&gt; ataupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;best practice&lt;/span&gt; dari berbagai institusi di berbagai negara, maka kelima prinsip dasar tersebut hampir selalu dapat ditemukan karena sifatnya yang universal. Namun demikian, perlu diperhatikan pula bahwa kelima prinsip ini sifatnya evolutionary in nature, artinya berkembang sesuai kebutuhan dan dinamika masyarakat yang menerapkan dan menegakkannya. Juga, praktik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;good governance&lt;/span&gt; di berbagai institusi di beberapa negara mengajarkan bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;good governance is about time as well&lt;/span&gt;, artinya penerapan dan penegakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;good governance&lt;/span&gt; tidak semudah membalikkan telapak tangan, melainkan akan terkait erat dengan waktu, mengingat perubahan yang akan dilakukan adalah tidak sedikit dan tidak sederhana, terutama pada aspel mental dan budaya masyarakat yang akan menerapkan dan menegakkan good governance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari pula bahwa untuk dapat mengadakan perbaikan, penataan, reformasi, atau transformasi dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;existing performance&lt;/span&gt; ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;future performance&lt;/span&gt; DPRD dibutuhkan strategi yang tepat. Lembaga Administrasi Negara dalam kertas kerjanya mengajukan beberapa strategi yang diharapkan dapat diterapkan secara efektif pada sektor publik, yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pemberantasan KKN. Sebagai prasyarat penerapan good governance adalah adanya pemerintah yang bersih (clean government). Untuk mewujudkan clean government perlu adanya komitmen dari seluruh komponen bangsa dalam upaya pemberantasan KKN. Namun upaya Pemberantasan KKN tidak cukup dilakukan hanya dengan komitmen semata, diperlukan pula upaya nyata yang sungguhsungguh baik dalam pencegahan, penanggulangan, dan pemberantasannya. Komitmen harus diwujudkan dalam bentuk strategi yang komprehensif yang mencakup aspek preventif (mencegah terjadinya korupsi dengan menghilangkan/meminimalkan faktor-faktor penyebab atau peluang korupsi), detektif (mengidentifikasi terjadinya perbuatan korupsi), dan represif (menangani atau memproses perbuatan korupsi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku) yang dilaksanakan secara intensif dan berkelanjutan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Reformasi birokrasi/administrasi publik. Pemerintah merupakan unsur yang paling berperan dalam penyelenggaraan negara. Pemerintah dari tingkat pusat, propinsi maupun kabupaten/kota melakukan fungsi-fungsi pengaturan dan pemberian pelayanan. Upaya mewujudkan good governance perlu dilakukan terlebih dahulu dengan menempatkan pemerintah dalam fungsi yang sebenarnya melalui reformasi birokrasi sehingga akan terwujud clean government yang menjadi prasyarat utama untuk mewujudkan good governance. Reformasi birokrasi dapat dilakukan antara lain melalui upaya managerial efficiency and effectiveness dalam penggunaan sumber-sumber daya, kemitraan dengan sektor swasta dalam penyediaan pelayanan, desentralisasi, dan penggunaan teknologi informasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyempurnaan berbagai peraturan perundang-undangan. Salah satu fungsi DPRD yaitu fungsi legislasi adalah meyusun peraturan perundang-undangan yang mengatur kehidupan masyarakat dan negara. Namun demikian, tidak serta merta seluruh kehidupan masyarakat diatur melalui peraturan perundang-undangan. Peraturan hanya dibuat jika perlu intervensi pemerintah untuk mengatur. Penyusunan peraturan yang efisien akan berdampak pada efektivitas dalam hal penegakan hukumnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kejelasan fungsi dan peran setiap instansi pemerintah. Kejelasan fungsi dan peran yang dijalankan oleh setiap instansi pemerintah dalam penyelenggaraan negara. Hal tersebut diwujudkan dalam hubungan antar instansi pemerintah, antara instansi pemerintah dengan legislatif, antara instansi pemerintah dengan masyarakat (publik), dengannya akan menghindari terjadinya tumpang tindih peran yang dilaksanakan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peningkatan kapasitas dan kapabilitas. The right man on the right place menjadi pertimbangan utama dalam menempatkan orang-orang yang tepat pada setiap posisi manajerial dan fungsional untuk menjamin DPRD berfungsi efektif dan dapat menghasilkan kinerja yang optimal. Pengembangan sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan peningkatan kinerja organisasi. Hal ini perlu diikuti pula dengan evaluasi kinerja. Tentunya agar dapat berjalan dengan baik sesuai rencana dan harapan, maka harus dimulai sejak pemilihan calon anggota dewan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peningkatan akuntabilitas. Setiap instansi pemerintah dituntut untuk mempertanggungjawabkan setiap amanah yang diberikannya termasuk penggunaan anggaran yang dipercayakan kepadanya. Untuk dapat melakukan tugas yang akuntabel tentunya perlu disusun terlebih dahulu rencana strategis dan rencana operasional tahunan, mengembangkan pola-pola pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas-tugas yang transparan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transparan dalam pengambilan keputusan. Transparan tentang bagaimana keputusan diambil. Keputusan diambil dengan mempertimbangkan informasi yang berkualitas, saran stakeholders, nara sumber/ahli serta mempertimbangkan berbagai dampak yang mungkin ditimbulkan. Agar setiap keputusan yang telah diambil dapat dipertanggungjawabkan secara proses, maka perlu dilakukan dokumentasidokumentasi tertentu berkaitan dengan proses tersebut, sehingga setiap kesalahankesalahan atau penyimpangan-penyimpangan dalam pengambilan keputusan dapat dideteksi dari hasil dokumentasi tersebut. Dokumentasi ini memiliki arti penting dalam upaya secara terus menerus memperbaiki sistem manajemen pemerintahan dalam rangka menciptakan pemerintahan yang bersih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penerapan nilai budaya kerja dalam praktek penyelengaraan negara. Pengembangan nilai budaya kerja dengan mengadopsi nilai-nilai moral dan etika yang dianggap baik dan positif, yang meliputi nilai sosial budaya yang positif yang relevan, norma atau kaidah, etika dan nilai kinerja yang produktif yang bersumber dari agama, falsafah, tradisi, dan metode kerja modern sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Nilai tersebut dipedomani dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kinerja dalam penyelenggaraan pemerintahan negara.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemanfaatan Teknologi Informasi. Pemanfaatan teknologi informasi dalam setiap proses penyelenggaraan pemerintahan akan mendorong: (a) transparansi, aksesibilitas informasi, dan akuntabilitas; (b) pengambilan keputusan yang didukung dengan informasi yang akurat; (c) partisipasi publik; dan (d) meningkatkan kualitas pelayanan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Code of Conducts. Upaya lain yang dilakukan untuk mewujudkan good governance adalah dengan menerapkan code of conducts bagi para pejabat publik. Code of conducts merupakan prinsip-prinsip yang harus ditaati oleh setiap pejabat public secara individual baik dalam tingkah laku ketika mereka berhubungan dengan publik dan pihak legislatif, maupun dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga terhindar dari praktek diskriminasi dan pelecehan, praktek pengelolaan informasi yang dapat disampaikan kepada publik dan yang harus dirahasiakan, praktek penggunaan fasilitas-fasilitas yang diberikan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan untuk kepentingan pribadi, keterlibatan dalam organisasi politik, praktek penggunaan pengaruh untuk kepentingan pribadi, keterlibatan dengan pekerjaan di luar kantor pada jam kerja, praktek KKN, dan larangan menerima berbagai pemberian dari pihak lain yang memiliki kaitan dengan pelaksanaan tugas. Penyusunan strategi dibutuhkan untuk menentukan arah perubahan yang akan dilakukan. Namun demikian, strategi juga akan menjadi sekedar penyusunan kertas kerja saja apabila tidak disertai kebulatan tekad dan semangat untuk benar-benar menerapkan dan menegakkannya. Setiap pengangkatan anggota dewan tidak bersifat “gratis”, tetapi kelak di ujung masa jabatannya akan dimintai pertanggungjawaban atau akuntabilitasnya. Pada dasarnya akuntabilitas merupakan salah satu bentuk konsekwensi dari penerimaan suatu tugas. Pertanggungjawaban ini harus disampaikan kepada pihak yang telah mengangkat/menunjukya untuk melakukan tugas tersebut, dalam hal ini adalah rakyat. DPRD harus dapat menjelaskan setiap langkah strategis yang sudah dicanangkan disertai penjelasan atas pencapaian atau realisasinya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hambatan dalam pelaksanaan good governance&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Belum adanya sistem akuntansi pemerintahan daerah yang baik yang dapat mendukung pelaksanaan pencatatan dan pelaporan secara handal.Sangat terbatasnya jumlah personil pemerintah daerah yang berlatar belakang pendidikan Akuntansi, sehingga mereka tidak begitu peduli dengan permasalahan ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Belum adanya standar akuntansi keuangan sektor publik yang baku.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penguatan fungsi pengawasan dapat dilakukan melalui optimalisasi peran DPRD sebagai kekuatan penyeimbang (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;balance of power&lt;/span&gt;) bagi eksekutif daerah dan partisipasi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung melalui LSM dan organisasi social kemasyarakatan di daerah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(social contro&lt;/span&gt;l)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-5684712446786256448?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/5684712446786256448/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=5684712446786256448" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/5684712446786256448?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/5684712446786256448?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2010/02/good-governance-sebuah-strategi-dan.html" title="Good Governance; Sebuah Strategi dan Keharusan" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S4TYdqzJeHI/AAAAAAAAAaU/NM9KBwCCxGs/s72-c/bureaucracy.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUIEQHk-fSp7ImA9WxBVGUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-1869692940141996252</id><published>2010-02-23T12:07:00.000-08:00</published><updated>2010-02-23T22:38:21.755-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-23T22:38:21.755-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lagu" /><title>Download Lagu-Lagu Demonstrasi</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S4THMOXu1OI/AAAAAAAAAaM/IP1j6dVPaGs/s1600-h/megaphone.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 217px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S4THMOXu1OI/AAAAAAAAAaM/IP1j6dVPaGs/s320/megaphone.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441693262600393954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demonstrasi tidak bisa dilarang, apalagi dimatikan. Karena Demonstrasi merupakan sesuatu yang sah dan hak. Demonstrasi adalah sebuah akibat, bukan sebab. Dia akan  selalu muncul tak terhindarkan ketika ketidakadilan masih ada, sebesar apapun usaha untuk mematikannya. Untuk para demonstran, lagu-lagu yang mampu "menggetarkan" hati sangat diperlukan agar perjuangannya membela kaum-kaum tertindas selalu semangat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajak Bintang Merah&lt;br /&gt;Size 3,51 MB | &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8712102/BintangMerah.mp3.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i45.tinypic.com/16b0sgp.jpg" rel="bookmark" title="Download" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darah Juang&lt;br /&gt;Size 3,72 MB | &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8711939/DarahJuang.mp3.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i45.tinypic.com/16b0sgp.jpg" rel="bookmark" title="Download" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugur Bunga&lt;br /&gt;Size 6,82 MB | &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8711691/GugurBunga.mp3.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i45.tinypic.com/16b0sgp.jpg" rel="bookmark" title="Download" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hymne HMI&lt;br /&gt;Size 1,94 MB | &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8711262/HymneHMI.mp3.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i45.tinypic.com/16b0sgp.jpg" rel="bookmark" title="Download" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju Tak Gentar&lt;br /&gt;Size 3,34 MB | &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8711195/MajuTakGentar.mp3.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i45.tinypic.com/16b0sgp.jpg" rel="bookmark" title="Download" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mars Mahasiswa&lt;br /&gt;Size 3,02 MB | &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8711018/MarsMahasiswa.mp3.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i45.tinypic.com/16b0sgp.jpg" rel="bookmark" title="Download" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajak Orang Tua&lt;br /&gt;Size 897,68 KB | &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8710908/OrangTuaWSRendra.mp3.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i45.tinypic.com/16b0sgp.jpg" rel="bookmark" title="Download" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Hijau Hitam&lt;br /&gt;Size 2,25 MB | &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8710801/HijauHitam.mp3.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i45.tinypic.com/16b0sgp.jpg" rel="bookmark" title="Download" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Pertiwi&lt;br /&gt;Size 2,69 MB | &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8710692/IbuPertiwi.mp3.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i45.tinypic.com/16b0sgp.jpg" rel="bookmark" title="Download" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Raya&lt;br /&gt;Size 842,66 KB | &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8710575/IndonesiaRayaInstrument.Mp3.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i45.tinypic.com/16b0sgp.jpg" rel="bookmark" title="Download" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya Pembebasan&lt;br /&gt;Size 1,61 MB | &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8709795/BudayaPembebasan.mp3.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i45.tinypic.com/16b0sgp.jpg" rel="bookmark" title="Download" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buruh Tani&lt;br /&gt;Size 2,96 MB | &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8709672/BuruhTani.mp3.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i45.tinypic.com/16b0sgp.jpg" rel="bookmark" title="Download" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berderap dan Melaju&lt;br /&gt;Size 1,53 MB | &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8709140/BerderapdanMelaju.mp3.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i45.tinypic.com/16b0sgp.jpg" rel="bookmark" title="Download" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagimu Negeri&lt;br /&gt;Size 2,45 MB | &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8708581/BagimuNegri.Mp3.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i45.tinypic.com/16b0sgp.jpg" rel="bookmark" title="Download" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-1869692940141996252?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/1869692940141996252/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=1869692940141996252" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/1869692940141996252?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/1869692940141996252?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2010/02/download-lagu-lagu-demonstrasi.html" title="Download Lagu-Lagu Demonstrasi" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S4THMOXu1OI/AAAAAAAAAaM/IP1j6dVPaGs/s72-c/megaphone.gif" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0AGRn0-cSp7ImA9WxBUEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-2140849306193533609</id><published>2010-02-22T13:50:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T13:08:47.359-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-24T13:08:47.359-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel" /><title>Minta Maaf Lebih Ampuh Lewat Telinga Kanan</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S4L8pdQV0dI/AAAAAAAAAaE/xczWN13p84E/s1600-h/P0S4lvfVWf.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 250px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S4L8pdQV0dI/AAAAAAAAAaE/xczWN13p84E/s320/P0S4lvfVWf.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441189088974983634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seringkali Anda berbuat salah kepada seseorang dan mungkin berniat untuk meminta maaf kepada orang yang telah disakiti. Tapi banyak pertimbangan yang membuat orang terkadang sulit untuk meminta maaf.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejumlah peneliti dari University of Valencia, Spanyol akan membantu Anda mengatasi masalah sulitnya untuk meminta maaf. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka menyarankan, sebaiknya permintaan maaf dilakukan dengan cara mengungkapkannya melalui telinga kanan orang yang akan memberi maaf.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Telegraph melansir, studi yang dilakukan para peneliti tersebut menunjukkan bahwa telinga kanan lebih mudah menerima suara ketimbang telinga kiri ketika seseorang dalam keadaan marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti melakukan penelitian, terhadap sekira 30 orang berusia muda. Ujicoba dilakukan dengan membangkitkan amarah ke30 pemuda tersebut dengan cara memaki atau membuatnya kesal dengan pernyataan-pernyataan yang menyudutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mencapai titik amarah, peneliti kemudian mengukur detak jantung, tekanan darah dan level hormon testosteron seluruh partisipan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dalam keadaan marah, telinga kanan akan lebih mudah menerima suara orang lain. Seluruh proses kerja di otak kiri lebih banyak dipengaruhi dari sumber suara di telinga kanan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;sumber : http://apakabardunia.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-2140849306193533609?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/2140849306193533609/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=2140849306193533609" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/2140849306193533609?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/2140849306193533609?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2010/02/minta-maaf-lebih-ampuh-lewat-telinga.html" title="Minta Maaf Lebih Ampuh Lewat Telinga Kanan" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S4L8pdQV0dI/AAAAAAAAAaE/xczWN13p84E/s72-c/P0S4lvfVWf.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D04ERXY-cSp7ImA9WxBUEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-8528461596116482623</id><published>2010-02-21T03:56:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T13:11:44.859-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-24T13:11:44.859-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi" /><title>Kesedihan Juga Menawan/ Gede Prama</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S4Eo2Gp_mRI/AAAAAAAAAZ8/RVKG8IOJXfQ/s1600-h/armysunset.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S4Eo2Gp_mRI/AAAAAAAAAZ8/RVKG8IOJXfQ/s320/armysunset.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440674734805063954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; "Kebahagiaan yang dicari, kesedihan yang didapat", demikianlah keluhan demikian banyak manusia. Entah itu di gunung atau di pantai, di desa atau di kota, di rumah mewah atau rumah sederhana, berpendidikan tinggi atau berpendidikan rendah, sebagian diisi oleh manusia dengan keluhan seperti ini. Lebih-lebih di rumah Indonesia yang menyimpan demikian banyak pekerjaan rumah dari kepemimpinan sampai dengan pengangguran. Sehingga dalam kesederhanaan pemahaman dapat disimpulkan, dalam banyak komunitas manusia, kesedihan serupa dengan musuh, penyakit, hantu bahkan setan yang menakutkan. Tidak ada pilihan lain selain mengusirnya jauh-jauh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, siapa saja yang pernah menyelam ke dalam lapisan-lapisan dalam kehidupan - entah melalui pengetahuan, pengalaman apa lagi meditasi - pasti pernah melihat kalau kesedihan bukan lawan (apalagi musuh) kebahagiaan. Kesedihan, di kedalaman renungan seperti ini, juga berfungsi tidak berbeda dengan kebahagiaan. Bukankah kesedihan ada untuk merasakan kedalaman kebahagiaan? Tidakkah ada yang melihat, kalau kebahagiaan kehilangan kedalamannya ketika kesedihan ditolak? Adakah yang pernah merasakan getaran-getaran rasa yang mendalam justru ketika kesedihan meluncur demikian dalamnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sejarah digunakan sebagai sumur-sumur pemahaman, ia menyimpan banyak sekali manusia mengagumkan justru karena pernah menyelam dalam di kedalaman kesedihan. Mahatma Gandhi yang legendaris itu, yang mengusir penjajah secara elegan melalui gerakan-gerakan antikekerasan, melalui masa-masa kesedihan yang amat panjang. Dari masa mudanya yang keras di Afrika Selatan sampai masa tuanya yang tertembak. Dalai Lama yang menyentuh itu, sebagian lebih hidupnya di pengasingan. Kendati hari-harinya berisi kesedihan, kesedihan dan kesedihan, ia tampak semakin kuat melalui senyumannya yang amat khas. Nelson Mandela lain lagi. Dalam kurun puluhan tahun tokoh Afrika Selatan ini dipenjara secara amat mengenaskan. Namun pengalaman yang demikian mengenaskan ini juga yang membuat seorang Nelson Mandela demikian kuatnya. Dan kemudian demikian dikagumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia kita mengenal Mohammad Hatta. Sebagian lebih hidupnya berisi terlalu banyak kesedihan. Hidup miskin dan teramat sederhana. Mundur dari singgasana kekuasaan. Kembali ke kehidupan orang biasa dengan menjadi dosen perguruan tinggi setelah lama duduk di singgasana kekuasaan. Salah seorang puterinya bahkan pernah bertutur, kalau gaji pensiunannya tidak cukup digunakan bahkan untuk membayar listrik dan tagihan air minum saja. Namun, bukankah deretan kesedihan ini juga yang membuat Hatta demikian bercahaya hidupnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tataran bangsa, Jepang mulai bangkit kekuatannya beberapa tahun setelah berenang di tengah samudera air mata berupa dua kotanya dijatuhi bom atom. Amerika menjadi demikian maju karena pada awalnya dibentuk oleh manusia-manusia perantauan yang ditempat asalnya kebanyakan mengalami kesedihan. Negara-negara yang kerap dilanda kesedihan akibat bencana alam seperti Taiwan, seperti menyimpan tenaga hidup yang tidak habis-habisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dalam totalitas sejarah seperti ini, layak direnungkan kembali menghadirkan wajah kesedihan yang serba hitam, gelap dan buruk. Lebih dari itu, keserakahan untuk hanya menerima kebahagiaan dan membuang kesedihan, tidak saja membuat kebahagiaan berwajah hambar, juga membuat peradaban manusia bergerak dari satu wilayah dangkal ke wilayah dangkal yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinari cahaya terang seperti inilah, maka penyelam-penyelam dalam di samudera kehidupan tidak sedikit yang menyarankan manusia menyelami serangkaian kedalaman kesedihan. Penyair menyentuh yang bernama Kahlil Gibran, yang pernah menghasilkan karya master piece berupa Sang Nabi dengan demikian apiknya menulis: "Tatkala kita bercengkerama dengan kebahagiaan di ruang tamu, kesedihan sedang menunggu di tempat tidur!" Psikiater kondang James Scott pernah menyimpulkan kalau jiwa manusia justru jadi kuat setelah melalui serangkaian kesedihan. Penulis jernih Jan Goldstein malah punya pengalaman tangan pertama, kalau duka cita yang mendalam menghasilkan banyak sekali kesucian. Setidaknya itu yang ia ceritakan dalam karya menyentuhnya yang berjudul Sacred Wounds.&lt;br /&gt;Maulana Jalaluddin Rumi lebih mengagumkan lagi. Tidak saja pesan-pesannya yang menyentuh, tetapi pilihan bahasanya juga memperterang kejernihan. Dalam salah satu karyanya, Rumi pernah mengandaikan manusia serupa dengan sayur-sayuran. Di alam bebas, sayur-sayuran masih amat mentah. Salah-salah bisa jadi sampah. Namun, melalui hawa-hawa panas dapurlah, sayur-sayuran dibuat menjadi matang, kemudian melangkah meyakinkan menjadi satu dengan kehidupan manusia. Bukankah manusia juga serupa? Awalnya hanya bahan mentah, namun dapur kesedihanlah yang membuatnya menjadi lebih berguna dan bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di salah satu pojokan karyanya, Rumi seperti tidak memberikan pilihan lain terkecuali mengalami sendiri kesedihan. Terutama bagi manusia yang mau bertumbuh di ladang-ladang rohani. Coba perhatikan salah satu saran Rumi terhadap orang-orang yang ingin menjadi lelaki sejati: "Hanya melalui kesedihan, melalui penderitaan yang disertai dengan kesabaran, manusia bisa bertumbuh menjadi laki-laki sejati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hamparan kejernihan seperti ini, Indonesia memang masih menyimpan banyak kesedihan, umat manusia pasti masih akan menemui kesedihan, cuman bukankah kesedihan juga yang membawa manusia ke serangkaian kekuatan sekaligus kebahagiaan yang mendalam?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-8528461596116482623?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/8528461596116482623/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=8528461596116482623" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/8528461596116482623?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/8528461596116482623?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2010/02/kesedihan-juga-menawan-gede-prama.html" title="Kesedihan Juga Menawan/ Gede Prama" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S4Eo2Gp_mRI/AAAAAAAAAZ8/RVKG8IOJXfQ/s72-c/armysunset.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEMDRHk5fCp7ImA9WxBVFks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-1455603402522022583</id><published>2010-02-20T03:43:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T03:47:55.724-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-20T03:47:55.724-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi" /><title>Kumpulan Puisi Wiji Tukul</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S3_L1ywUllI/AAAAAAAAAZ0/8YiefnW9P2s/s1600-h/wiji-tukul.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S3_L1ywUllI/AAAAAAAAAZ0/8YiefnW9P2s/s320/wiji-tukul.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440290999904802386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Peringatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika rakyat pergi&lt;br /&gt;Ketika penguasa pidato&lt;br /&gt;Kita harus hati-hati&lt;br /&gt;Barangkali mereka putus asa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau rakyat bersembunyi&lt;br /&gt;Dan berbisik-bisik&lt;br /&gt;Ketika membicarakan masalahnya sendiri&lt;br /&gt;Penguasa harus waspada dan belajar mendengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila rakyat berani mengeluh&lt;br /&gt;Itu artinya sudah gawat&lt;br /&gt;Dan bila omongan penguasa&lt;br /&gt;Tidak boleh dibantah&lt;br /&gt;Kebenaran pasti terancam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila usul ditolak tanpa ditimbang&lt;br /&gt;Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan&lt;br /&gt;Dituduh subversif dan mengganggu keamanan&lt;br /&gt;Maka hanya ada satu kata: lawan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Sampai di Luar Batas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau lempar aku dalam gelap&lt;br /&gt;Hingga hidupku menjadi gelap&lt;br /&gt;Kau siksa aku sangat keras&lt;br /&gt;Hingga aku makin mengeras&lt;br /&gt;Kau paksa aku terus menunduk&lt;br /&gt;Tapi keputusan tambah tegak&lt;br /&gt;Darah sudah kau teteskan&lt;br /&gt;Dari bibirku&lt;br /&gt;Luka sudah kau bilurkan&lt;br /&gt;Ke sekujur tubuhku&lt;br /&gt;Cahaya sudah kau rampas&lt;br /&gt;Dari biji mataku&lt;br /&gt;Derita sudah naik seleher&lt;br /&gt;Kau menindas&lt;br /&gt;Sampai&lt;br /&gt;Di luar batas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Bunga dan Tembok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seumpama bunga&lt;br /&gt;Kami adalah bunga yang tak&lt;br /&gt;Kau hendaki tumbuh&lt;br /&gt;Engkau lebih suka membangun&lt;br /&gt;Rumah dan merampas tanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seumpama bunga&lt;br /&gt;Kami adalah bunga yang tak&lt;br /&gt;Kau kehendakiadanya&lt;br /&gt;Engkau lebih suka membangun&lt;br /&gt;Jalan raya dan pagar besi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seumpama bunga&lt;br /&gt;Kami adalah bunga yang&lt;br /&gt;Dirontokkan di bumi kami sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kami bunga&lt;br /&gt;Engkau adalah tembok itu&lt;br /&gt;Tapi di tubuh tembok itu&lt;br /&gt;Telah kami sebar biji-biji&lt;br /&gt;Suatu saat kami akan tumbuh bersama&lt;br /&gt;Dengan keyakinan: engkau harus hancur!&lt;br /&gt;Dalam keyakinan kami&lt;br /&gt;Di manapun – tirani harus tumbang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku bukan artis pembuat berita&lt;br /&gt;tapi aku memang selalu kabar buruk buat&lt;br /&gt;penguasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;puisiku bukan puisi&lt;br /&gt;tapi kata-kata gelap&lt;br /&gt;yang berkeringat dan berdesakan&lt;br /&gt;mencari jalan&lt;br /&gt;ia tak mati-mati&lt;br /&gt;meski bola mataku diganti&lt;br /&gt;ia tak mati-mati&lt;br /&gt;meski bercerai dengan rumah&lt;br /&gt;ditusuk-tusuk sepi&lt;br /&gt;ia tak mati-mati&lt;br /&gt;telah kubayar yang dia minta&lt;br /&gt;umur-tenaga-luka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata-kata itu selalu menagih&lt;br /&gt;padaku ia selalu berkata&lt;br /&gt;kau masih hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku memang masih utuh&lt;br /&gt;dan kata-kata belum binasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Jadi…&lt;br /&gt;Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan&lt;br /&gt;di sana bersemayam kemerdekaan&lt;br /&gt;apabila engkau memaksa diam&lt;br /&gt;aku siapkan untukmu: pemberontakan!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-1455603402522022583?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/1455603402522022583/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=1455603402522022583" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/1455603402522022583?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/1455603402522022583?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2010/02/kumpulan-puisi-wiji-tukul.html" title="Kumpulan Puisi Wiji Tukul" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S3_L1ywUllI/AAAAAAAAAZ0/8YiefnW9P2s/s72-c/wiji-tukul.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D04GQnY7eSp7ImA9WxBUEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-483785891580582875</id><published>2010-01-30T05:58:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T13:12:03.801-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-24T13:12:03.801-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resensi" /><title>Dunia ini memerlukan Pemimpin</title><content type="html">&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S2RCv1tt5QI/AAAAAAAAAYg/pkH3dbtkI0I/s1600-h/piramid_senja.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S2RCv1tt5QI/AAAAAAAAAYg/pkH3dbtkI0I/s320/piramid_senja.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432540440155776258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dunia ini memerlukan Pemimpin;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menggunakan pengaruh mereka pada waktu yang tepat dan untuk alasan yang tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengambil bagian kesalahan sedikit lebih besar dan bagian penghargaan yang sedikit lebih kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang memimpin dirinya sendiri secara sukses sebelum berusaha memimpin orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terus mencari jawaban yang paling baik, bukan jawaban yang tidak asing lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menambahkan nilai kepada orang dan organisasi yang meraka pimpin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bekerja demi keuntungan orang lain dan bukan untuk hasil pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengendalikan dirinya sendiri dengan kepala dan&lt;br /&gt;mengendalikan orang lain dengan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengetahui jalan, melewati jalan itu dan menjadi petunjuk jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengilhami dan memotivasi dan bukannya mengintimidasi dan memanipulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang hidup dengan orang lain untuk mengetahui masalah mereka&lt;br /&gt;dan hidup dengan Tuhan supaya bisa memecahkan masalah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menyadari bahwa pendirian mereka lebih penting daripada kedudukan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mencetak pendapat dan bukannya mengikuti pengumpulan pendapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang memahami bahwa sebuah lembaga adalah pencerminan watak mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak pernah menempatkan dirinya diatas orang lain&lt;br /&gt;kecuali dalam memikul tanggung jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang akan jujur dalam hal-hal kecil seperti dalam hal-hal besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mendisiplinkan diri sendiri sehingga mereka tidak didisiplinkan oleh orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menghadapi kemunduran dan mengubahnya menjadi awal yang baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengikuti pedoman moral yang menunjuk ke arah yang benar tidak perduli apa&lt;br /&gt;kecendurangan yang ada&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;(dirangkum dari Buku "Developing the Leader within You" karangan John C Maxwell)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-483785891580582875?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/483785891580582875/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=483785891580582875" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/483785891580582875?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/483785891580582875?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2010/01/dunia-ini-memerlukan-pemimpin.html" title="Dunia ini memerlukan Pemimpin" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/S2RCv1tt5QI/AAAAAAAAAYg/pkH3dbtkI0I/s72-c/piramid_senja.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D04HRH09cCp7ImA9WxBUEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-8387339374450840769</id><published>2009-12-08T08:16:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T13:12:15.368-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-24T13:12:15.368-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan" /><title>Memecahkan Misteri Kehidupan</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/Sx581AfrjlI/AAAAAAAAAX4/tWexlkOYb04/s1600-h/lilin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/Sx581AfrjlI/AAAAAAAAAX4/tWexlkOYb04/s320/lilin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412901052253703762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Where did we come from?&lt;br /&gt;Why are we here?&lt;br /&gt;Where do we go when we die?&lt;br /&gt;What lies beyond&lt;br /&gt;And what lay before?&lt;br /&gt;Is anything certain in life?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They say " Life is too short"&lt;br /&gt;"The here and the now"&lt;br /&gt;And " You`re only given one shot"&lt;br /&gt;But could there be more&lt;br /&gt;Have I lived before&lt;br /&gt;Or could this be all that we`ve got?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(spririt carries on - dream theater)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepenggal awal lirik lagu ini sebenarnya merupakan pertanyaan yang selalu ada di benak kita yang mau berpikir.  Pertanyaan yang sering mengganggu setiap perjalanan kita, termasuk perjalanan hidup ini. Mungkin bisa juga disebut pertanyaan usil namun penting, karena hingga kini disaat ilmu pengetahuan sudah jauh berkembang belum ada sebuah  konsensus secara berjamaah yang memutuskan jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sudah tidak mampu lagi menterjemahkan sesuatu hal, maka kita akan menyebutnya dengan Misteri. Tapi banyak orang yang ketika dihadapkan dengan sebuah misteri maka dia akan takluk dan tidak mampu berbuat apa-apa lagi.  Yang muncul kemudian adalah sikap pasrah dengan kondisi yang ada, tidak mau berbuat apa-apa lagi karena merasa awal dan akhir sebuah kehidupan tidak mampu mereka ketahui. Lalu ketika sudah berhadapan dengan Misteri kehidupan, maka  kita kemudian akan menjadi manusia yang tidak mampu melihat, mendengar dan membaca tanda-tanda kehidupan. Dan kita  sebutlah ketidakberdayaan itu menjadi sebuah bentuk kebetulan. Padahal tidak ada yang kebetulan dari setiap kejadian yang kita alamani. Hanya karena ketidakmampuan kita menterjemahkan Misteri itu saja kita menyebutnya kebetulan. Lalu haruskah menyerah dengan keadaan ketidakmampuan menterjemahkan misteri kehidupan itu?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, saat seorang sahabat kehidupan berdialektika secara imajiner dengan dirinya sendiri, dan muncullah  sebuah kesimpulan sederhana tentang kehidupan. Bahwa ada orang yang sudah berjuang dengan sekuat tenaga, berjalan  pada sebuah lintasan kecerdasan dan melewati lorong keikhlasan, toh akhirnya ketika Sang Waktu membuka tabir  misterinya berujung pada hasil kegagalan. Tapi ada orang yang hanya membutuhkan sedikit usaha tanpa tenaga,  berjalan pada sebuah lintasan keberuntungan, dan melewati lorong keangkuhan namun Sang Waktu membuka tabir  misterinya dengan sebuah kesuksesan. Lalu, adilkah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sahabat kehidupan menganggap itu adalah ketidakadilan dan bentuk lain dari pendzoliman. Tapi bagi  Misteri kehidupan, menganggap itu adalah sebuah bentuk keadilan. Bahkan keadilan paling hakiki sebenarnya. Karena Manusia Pejuang dan Manusia Beruntung juga tidak pernah tahu awal dan akhir dari sebuah misteri kehidupan. Mereka sama-sama bergerak dengan cara masing-masing tanpa juga saling mengetahui akhir dari perjalanan kehidupan mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaaaaah,,, begitu lah realitas kehidupan sebenarnya. Tidak selamannya mereka-mereka yang menanam benih lalu kemudian juga akan menuai buahnya. Bisa saja buah itu matang disaat si penanam tidak ditempat. Atau bisa saja  ada anak kecil yang kebetulan lewat lalu mencurinya. Atau bisa saja takdir menghendaki buah itu mati sebelum ia matang. Begitu juga pejuang pejuang kemerdekaan, mereka juga tidak pernah tahu apakah negara ini sudah merdeka  atau belum disaat peluru kematian hinggap di tubuh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi paling tidak,,, ada keindahan menjadi pejuang menaklukkan misteri kehidupan ini. Kita akan belajar bagaimana sebuah proses dari awal menuju akhir itu sendiri. Dalam proses menjalani awal dan akhir kehidupan itu kita akan banyak melihat, mendengar, dan membaca tanda-tanda kehidupan yang bagi banyak orang tidak mampu mereka terjemahkan. Dan dengan anugrah bisa melihat, mendengar dan membaca tanda kehidupan itu akan memudahkan kita melalui jalan kehidupan yang penuh misteri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan lain dari menjadi pejuang kehidupan ini adalah kita akan melalui setiap proses dengan konsisten dan tidak terburu-buru. Sikap tidak konsisten dan buru-buru itu akan membawa kita menghilangkan banyak sekali keindahan dalam melalui proses kehidupan ini. Seperti saat kita mengendarai mobil dengan kencang, kita tidak akan mampu  melihat keindahan pemandangan disisi kita. Banyak pelajaran tentang hidup yang bisa kita dapatkan dengan  memperhatikan lingkungan disekitar kita, dan itu hanya bisa dilakukan tanpa buru-buru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke penggalan lirik lagu diatas,,, kita tidak pernah tahu bagaimana awal dan akhirnya kehidupan ini.  Tiga pertanyaan usil tapi penting tentang kehidupan (dari mana kita sebelum lahir, mengapa kita ada disini dan kemana kita setelah mati nanti) menyimpan bagian-bagian gelap yang tidak mampu dipecahkan. Maka cara tercerdas yang harus dilakukan adalah terus berikhtiar dan berjuang memecahkan misteri kehidupan dengan menjadi Pejuang  Kehidupan dan menikmati keindahan dari proses perjuangan itu. Seorang bijak pernah mengatakan bahwa keindahan itu adalah bahasanya Tuhan. Artinya jika kita sudah bisa melihat keindahan dari sebuah perjuangan, walaupun perjuangan itu berat maka sebenarnya kita sudah berkomunikasi dengan Tuhan kita, pemilik dari Misteri Kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;Aku ingin menjadi ombak yang akan terus bergerak dan&lt;br /&gt;Aku ingin menjadi samudera yang mampu menampung segalanya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-8387339374450840769?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/8387339374450840769/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=8387339374450840769" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/8387339374450840769?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/8387339374450840769?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2009/12/memecahkan-misteri-kehidupan.html" title="Memecahkan Misteri Kehidupan" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/Sx581AfrjlI/AAAAAAAAAX4/tWexlkOYb04/s72-c/lilin.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D04BSHY-eip7ImA9WxBUEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-2308969377231241931</id><published>2009-12-01T08:06:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T13:12:39.852-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-24T13:12:39.852-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi" /><title>Perjalanan Ke Dalam Hati</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SxU_06n7kII/AAAAAAAAAXw/p-Zvp83rDuw/s1600/child_cloud_small.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SxU_06n7kII/AAAAAAAAAXw/p-Zvp83rDuw/s320/child_cloud_small.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410300705678004354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hati adalah tempat bertanya. Hati adalah cermin. Apa yang kita lakukan terus-menerus akan berpengaruh dan berbekas pada hati. Hal-hal terpuji akan membuat hati mengkilap dan cemerlang. Sementara hal-hal tercela akan membentuk asap hitam kelam yang menumpuk sedikit demi sedikit dan membuat hati menjadi gelap-gulita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama-lama hati yang gelap akan menebal dan terkunci. Ini menghalangi kita melihat kebenaran. Karena itu kita perlu membersihkan hati kita dari benih-benih penyakit hati. Ada tiga penyakit yang paling sering menghinggapi hati kita. Ini juga adalah tiga dosa paling awal sejak keberadaan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama, sombong dan arogan&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Ini adalah penyakit iblis yang menolak ketika diperintahkan bersujud pada Adam. ''Ia diciptakan dari tanah, sedangkan aku dari api,'' ujar Iblis. Ini sikap rasialis seperti yang ditunjukkan oleh Hitler maupun rezim Apharteid di Afrika Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sadar kita pun sering merasa lebih mulia dari orang lain semata-mata karena faktor SARA. Penyakit sombong sering muncul dalam bentuk merasa lebih penting, lebih tahu, lebih benar, dan lebih taat, dari orang lain. Perasaan paling tahu dan paling benar membuat kita menutup telinga. Kita tak merasa perlu mendengarkan orang lain. Kita justru sibuk memaksakan ''agenda'' kita pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar dari sombong adalah kebiasaan membanding-bandingkan diri kita (comparing) dengan orang lain. Membanding-bandingkan akan membuat kita terombang-ambing. Kita merasa super kalau berhadapan dengan orang yang ada di bawah kita, tapi ironisnya kita akan merasa rendah diri di saat yang sebaliknya. Padahal satu-satunya perbandingan yang baik adalah membandingkan diri Anda terhadap potensi Anda sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua, serakah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini penyakit Adam yang tetap memakan pohon yang dilarang Tuhan. Padahal ada berjuta-juta pohon yang disediakan dan hanya satu pohon itu yang dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar serakah adalah scarcity mentality (mentalitas kelangkaan), yaitu perasaan bahwa segala sesuatu sangat terbatas, sehingga berprinsip 'Saya akan mengambil bagian saya dulu sebelum kehabisan.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang serakah menganggap dunia seperti sepotong kue. ''Kalau Anda mendapatkan potongan besar, sisanya tinggal sedikit untuk saya.'' Karena itu, saya akan mengambilnya dulu. Semua persoalan yang kita hadapi di negara ini, baik KKN, upah minimum yang tak cukup untuk hidup layak, atau persoalan tarik-ulur otonomi daerah, sebenarnya berakar dari keserakahan, yaitu keinginan menguasai dan tiadanya keinginan untuk berbagi dengan pihak lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga, penyakit iri dan dengki&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Ini penyakitnya Qabil yang merasa iri terhadap Habil yang mendapatkan istri lebih cantik. Akar penyakit ini adalah kecenderungan kita untuk selalu bersaing (competing) dengan orang lain. Kita memandang dunia sebagai medan pertempuran. Kita memandang setiap orang sebagai pesaing kita. Karena itu kita berjuang mengalahkan mereka. Kita ingin lebih pandai, lebih hebat, dan lebih populer. Kita berduka melihat orang lain sukses. Kita sedih melihat kawan naik pangkat. Kita pusing melihat tetangga membeli mobil baru. Orang yang bermental seperti ini tak perduli dengan prestasinya sendiri. Yang penting, ia lebih tinggi dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa kita dipenuhi manusia-manusia yang mengidap penyakit ini. Saya biasa menyingkatnya dengan AIDS (Arogan, Iri, Dengki, Serakah). Itu sebabnya masalah kita tak kunjung usai. Tapi daripada melihat orang lain, marilah kita melihat diri kita sendiri. Karena, bukan mustahil kita pun ''terinfeksi'' penyakit AIDS ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa, kepemimpinan selalu dimulai dari diri sendiri. Karena itu, mulai lah melakukan perjalanan ke dalam. Yaitu, menyelami hati kita masing-masing dan mendeteksi adanya benih-benih AIDS ini dalam hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya pasti sulit. Saya teringat kata-kata mantan Sekjen PBB, Dag Hammersjold, yang banyak melakukan perjalanan antarnegara dan antarbenua. ''Perjalanan yang paling panjang dan paling melelahkan adalah perjalanan masuk ke dalam diri kita sendiri.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(dari Embun Pagi-nya Hendry Risjawan/ Trainer Club Indonesia)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-2308969377231241931?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/2308969377231241931/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=2308969377231241931" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/2308969377231241931?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/2308969377231241931?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2009/12/perjalanan-ke-dalam-hati.html" title="Perjalanan Ke Dalam Hati" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SxU_06n7kII/AAAAAAAAAXw/p-Zvp83rDuw/s72-c/child_cloud_small.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEYMR3Y-fyp7ImA9WxNXEU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-2363610057160822048</id><published>2009-09-28T00:08:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T00:16:26.857-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-28T00:16:26.857-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi" /><title>Sesuatu Yang Membuatmu Bertahan</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SsBihHQ7T6I/AAAAAAAAAWQ/rGZB3B-mkIQ/s1600-h/Bertahan_hidup.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 194px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SsBihHQ7T6I/AAAAAAAAAWQ/rGZB3B-mkIQ/s320/Bertahan_hidup.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386413475360362402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia...&lt;br /&gt;Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...&lt;br /&gt;Tuhan sudah menghitung airmatamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja...&lt;br /&gt;Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon.&lt;br /&gt;Tuhan selalu berada disampingmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi...&lt;br /&gt;Tuhan punya jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...&lt;br /&gt;Tuhan dapat menenangkanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...&lt;br /&gt;Tuhan sedang berbisik kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur..&lt;br /&gt;Tuhan telah memberkatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...&lt;br /&gt;Tuhan telah tersenyum padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...&lt;br /&gt;Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap... TUHAN TAHU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(dari berbagai sumber)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-2363610057160822048?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/2363610057160822048/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=2363610057160822048" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/2363610057160822048?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/2363610057160822048?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2009/09/sesuatu-yang-membuatmu-bertahan.html" title="Sesuatu Yang Membuatmu Bertahan" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SsBihHQ7T6I/AAAAAAAAAWQ/rGZB3B-mkIQ/s72-c/Bertahan_hidup.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk8FR38zfSp7ImA9WxNREEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-465045464701658879</id><published>2009-09-04T07:30:00.000-07:00</published><updated>2009-09-04T07:33:36.185-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-04T07:33:36.185-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lain-Lain" /><title>Kasus Anggota DPR</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SqElHQGJ8PI/AAAAAAAAAVw/apZKd0wx31Q/s1600-h/5010_214054335273_903895273_7459469_2268900_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SqElHQGJ8PI/AAAAAAAAAVw/apZKd0wx31Q/s320/5010_214054335273_903895273_7459469_2268900_n.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377620236567179506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cerita ini terjadi di kalangan angota dewan yang terhormat, seorang anggota dewan pada suatu siang ditelepon oleh seorang perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara disana berkata: "selamat siang bapak anggota dewan", dari suarannya perempuan itu masih muda. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"siang",ini siapa yahh??".tanya anggota dewan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya Ane , yang pernah tidur bersama bapak waktu itu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hah???",terdengar penasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"klo bapak tidak ingin rahasia itu terbongkar bapak harus memberi saya uang tutup mulut",&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ok baiklah " jawab anggota dewan itu pasrah... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia berpikir dimana dia pernah meniduri wanita tersebut. Beberapa hari kemudian si anggota dewan itu menyerahkan sejumlah uang di suatu tempat yang telah ditentukan. Tetapi setelah beberapa hari kemudian wanita itu menelepon lagi dan memintakan hal yang sama, dan anggota dewan yang terhormat itu mengabulkan lagi permintaannya tetap dengan penasaran. Setelah beberapa minggu kemudian wanita itu meminta lagi hal yang sama dengan ancaman yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dengan pasrahnya anggota dewan tersebut mengabulkannya tetapi pada akhir pembicaraan si anggota dewan bertanya lagi ....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;" ok lah, aku kabulkan tapi jangan bikin penasaran gitu dong. Saya cuman mo tanya emangnya kita pernah tidur bersama dimana??" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wanita itu menjawab dg lembutnya:&lt;br /&gt;"kita khan pernah tidur bersama pada waktu  Presiden membacakan pidatonya di GEDUNG DPR"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-465045464701658879?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/465045464701658879/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=465045464701658879" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/465045464701658879?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/465045464701658879?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2009/09/kasus-anggota-dpr.html" title="Kasus Anggota DPR" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SqElHQGJ8PI/AAAAAAAAAVw/apZKd0wx31Q/s72-c/5010_214054335273_903895273_7459469_2268900_n.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUMHQ3Y-fCp7ImA9WxBUEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-3788147645578210535</id><published>2009-07-09T06:55:00.000-07:00</published><updated>2010-02-24T13:37:12.854-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-24T13:37:12.854-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini" /><title>Bagimu POLIGAMI-MU, Bagiku MONOGAMI-KU</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SlYtSfeRlPI/AAAAAAAAAVk/NOz0RJ-h-Wc/s1600-h/42-199078812.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 181px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SlYtSfeRlPI/AAAAAAAAAVk/NOz0RJ-h-Wc/s200/42-199078812.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356518602513159410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Isu tentang Poligami merupakan bahasan yang sangat menarik untuk dibicarakan. Ada kelompok yang pro dan ada pula kelompok yang kontra. Dan soal perang urat syaraf sudah sering terjadi antara dua kelompok ini. Secara bahasa Poligami adalah ikatan perkawinan di mana salah satu pihak mengawini beberapa lawan jenisnya dalam waktu yang bersamaan, Jadi poligami di sini  adalah ikatan perkawinan di mana seorang suami punya beberapa istri dalam waktu bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita membahas tentang Poligami maka tidak akan terlepas dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Surat An-Nisa ayat 3&lt;/span&gt;. Bagi kelompok yang Pro Poligami, surat ini selalu menjadi dasar hukumnya sebuah poligami itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sebelum terlalu jauh mentelaah, perlu diketahui tentang riwayat pernikahan Rasullallah dan motif dibalik pernikahan tersebut agar menjadi pemahaman kita bersama.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menikah dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Khadijah&lt;/span&gt; seorang janda kaya raya di masa itu, Khadijah menginginkan Rasul menjadi pemimpin perniagaannya. Dan selama menikah, Khadijah banyak membantu Rasullallah dalam melakukan dakwah mensyiarkan agama Islam. Tahun 619 M pada usia Rasul 49 tahun, Khadijah wafat. Sehingga jika dihitung maka usia pernikahan Rasullallah dengan Khadijah adalah selama 24 tahun, dan selama itu pulalah Rasullallah melakukan praktik monogami.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menikah dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saudah binti Zam’a&lt;/span&gt;(70 tahun/ janda beranak 12). Dinikahi karena ingin mengabdi dengan Rasul untuk menjaga Fatimah yang masih berusia 10 tahun dan agar terhindar dari godaan kaum musyrikin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menikah dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aisyah binti Abu Bakar&lt;/span&gt; yang masih berusia 6 tahun. Namun Aisyah baru dibawa ke rumah Rasul ketika berusia 10 tahun. Sebelumnya Abu Bakar sudah menawarkan kepada sahabat-sahabatnya untuk menikahi Aisyah ditolak. Maka untuk menyelamatkan nama baik saudaranya tersebut, akhirnya Rasullallah bersedia mempersunting Aisyah. Dan akhirnya Aisyah diharapkan oleh Abu Bakar untuk merekam sunnah Nabi dalam kehidupan rumah tangga serta menjadi corong bagi kaum wanita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menikah dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hafsa binti Umar&lt;/span&gt;(35 thn), janda Ummar bin Khatab. Hafshah merupakan salah seorang perempuan pertama di dalam Islam yang hafal dengan seluruh surat dan ayat al-Qur’an (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hafidzah&lt;/span&gt;). Pernikahan ini dimaksudkan agar keotentikan al-Qur’an bisa tetap terjaga dan untuk melindungi janda sahabat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menikah dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ummu Salamah&lt;/span&gt;(62 tahun), seorang janda yang  suaminya syahid di Habsyi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menikah dengan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Zainab binti Jahsy&lt;/span&gt; (usia 45 tahun), seorang janda  dari  Zaid bin Haritsah (anak angkat Nabi). Peristiwa pernikahan ini disertai dengan turunnya surat Al Ahzab ayat 37 tentang  menghalalkan menikahi bekas istri anak angkat bila telah dicerai. Dan akhirnya Islam menghapuskan status anak angkat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menikah dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Juwariyah binti Mustaliq&lt;/span&gt; (65 tahun) seorang  janda beranak 17 yang sebelumnya adalah seorang tawanan, yang dinikahi untuk dijadikan da’iyah bagi kaumnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menikah dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ummu Habibah binti Abu Sufyan&lt;/span&gt; (47 tahun), seorang janda syuhada, dinikahi sekaligus untuk melunakkan hati ayahnya yang masih merupakan tokoh Kafir Quraisy di Makkah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menikah dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Safiyah binti Huyai&lt;/span&gt; (53 tahun) janda dua kali dan beranak 10, yang merupakan wanita Yahudi yang merupakan  tawanan perang Khaibar. Dinikahi Nabi dengan mahar pembebasannya untuk dijadikan da’iyah bagi kaumnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menikah dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maimunah&lt;/span&gt;(63 tahun), seorang janda terlantar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menikah dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mariyah al-Kibtiyyah&lt;/span&gt; (25 tahun), pernikahannya ini pun bertujuan untuk memerdekakan Mariyah dan menjaga iman Islamnya. Mariyah merupakan seorang budak yang dihadiahkan oleh Raja Muqauqis dari Iskandariyah Mesir&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Demikian sejarah pernikahan Rasullallah, SAW yang kesemuanya jika disimpulkan adalah bahwa perbuatan Rasullallah dalam berpoligami memiliki sebuah landasan historis yang logis. Ada beberapa hal yang perlu diluruskan kembali terhadap pemahaman akan poligami yang selama ini dipahami sebagai sebuah anjuran kepada laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Latar Belakang An Nisa 3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, saya ingin menekankan bahwa tidak ada ayat-ayat Al-Quran yang turun secara sporadis tanpa ada hal-hal yang melatarbelakanginya. Al-Quran turun karena ada hal-hal historis yang logis. Turunnya ayat poligami itu berkaitan dengan kekalahan umat Islam dalam perang Uhud di tahun 625 M. Saat itu, banyak sekali prajurit muslim yang gugur di medan tempur dan mereka meninggalkan anak-anak yatim beserta istrinya. Saat itu, masyarakat Islam masih sangat terbatas, dan turunnya ayat poligami tampaknya didasarkan pada dua hal. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, untuk menjaga keutuhan masyarakat Islam yang secara kuantitas masih sangat sedikit. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, agar mereka yang akan bertindak sebagai pengayom anak-anak yatim dan janda korban perang dapat berlaku lebih adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi objek dalam poligami itu sekali lagi adalah janda dan anak yatim korban dari perang. Jika kita kembalikan ke kontek kekinian, maka dasar yang menjadi sebab poligami sudah sangat jauh dari relevan terhadap kondisi pada masa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bisakah Manusia berlaku adil?!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semangat pada ayat di atas, bagi kelompok Pro Poligami adalah diperbolehkan menikahi lebih dari satu orang wanita jika bisa berlaku adil. Adil bagi mereka adalah perlakuan yang sama dalam meladeni isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah atau material. Keadilan atas  siapa? Tentu yang dimadu (perempuan). Dari sudut pandang siapa keadilan itu? Ya, jelas sudut pandang perempuan. Sebab, yang menjadi objek poligami adalah perempuan; yang makan hati dan tahu takaran keadilan poligami adalah perempuan itu sendiri, utamanya yang dimadu. Sehingga sebenarnya laki-laki tidak akan tahu kadar keadilan yang harus diberikan kepada Istri-istrinya. Maka yang terjadi adalah keadilan dalam berpoligami hanya dilakukan berdasarkan pemahaman laki-laki/ suami saja, padahal belum tentu keadilan yang diberikan kepada Istri-Istri tersebut dirasakan adil juga oleh para istri. Lalu jika keadilan itu dipahami sebagai sebuah bentuk adil dalam "kecenderungan hati" atau dalam bentuk Rohaniah/ Spiritual, maka siapa yang tahu hati seseorang selain dirinya dan Tuhan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pertanyaan berikutnya adalah bagaimana mengukur rasa sayang yang Suami berikan kepada Istri itu adalah sama rata dan sama rasa?! Tidak ada ukuran yang valid untuk mengukur sebuah rasa yang bernama Kasih dan Sayang, karena rasa adalah hal yang abstrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, adil yang bagaimana yang bisa diberikan oleh seorang manusia kepada manusia lainnya?! Bahkan dalam surat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;An-Nisa ayat 129&lt;/span&gt; diperjelas lagi:&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="font-style: italic;"&gt;Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Poligami Bukan Sunnah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, ayat tersebut bagi kalangan yang propoligami dipelintir menjadi "hak penuh" laki-laki untuk berpoligami. Dalih mereka, perbuatan itu untuk mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW. Menjadi menggelikan ketika praktik poligami bahkan dipakai sebagai tolok ukur keislaman seseorang: semakin aktif berpoligami dianggap semakin baik poisisi keagamaannya. Atau, semakin bersabar seorang istri menerima permaduan, semakin baik kualitas imannya. Slogan-slogan yang sering dimunculkan misalnya, "poligami membawa berkah", atau "poligami itu indah", dan yang lebih populer adalah "poligami itu sunah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam definisi fikih, sunah berarti tindakan yang baik untuk dilakukan. Umumnya mengacu kepada perilaku Nabi. Namun, amalan poligami, yang dinisbatkan kepada Nabi, ini jelas sangat distorsif. Alasannya, jika memang dianggap sunah, mengapa Nabi tidak melakukannya sejak pertama kali berumah tangga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita tahu di atas, Rasulullah SAW melepas status keperjakaan beliau pada usia 25 tahun (tahun 595 M) dengan mempersunting sorang wanita bernama Siti Khadijah r.a. pernikahan ini berlangsung selama 24 tahun (619 M) dan berakhir dengan wafatnya sang istri tercinta. Dalam kurun waktu ini, Rasulullah menghabiskan waktunya dengan bermonogami, hanya dengan Khadijah. Baru setelah wafatnya Khadijah, Rasulullah mulai berpoligami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman tentang Sunah adalah penerapan Nabi SAW terhadap wahyu yang diturunkan. Pada kasus poligami Nabi sedang mengejawantahkan Ayat An-Nisa 2-3 mengenai perlindungan terhadap janda mati dan anak-anak yatim. Sehingga kita dapat menemukan bukti bahwa poligami Nabi adalah media untuk menyelesaikan persoalan sosial saat itu, ketika lembaga sosial yang ada belum cukup kukuh untuk solusi. Bukti bahwa perkawinan Nabi untuk penyelesaian problem sosial bisa dilihat pada teks-teks hadis yang membicarakan perkawinan-perkawinan Nabi. Kebanyakan dari mereka adalah janda mati, kecuali Aisyah binti Abu Bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Poligami adalah masalah Budaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, praktik poligami bukanlah persoalan teks, berkah, apalagi sunah, melainkan persoalan budaya. Dalam pemahaman budaya, praktik poligami dapat dilihat dari tingkatan sosial yang berbeda. Bagi kalangan miskin atau petani dalam tradisi agraris, poligami dianggap sebagai strategi pertahanan hidup untuk penghematan pengelolaan sumber daya. Tanpa susah payah, lewat poligami akan diperoleh tenaga kerja ganda tanpa upah. Kultur ini dibawa migrasi ke kota meskipun stuktur masyarakat telah berubah. Sementara untuk kalangan priayi, poligami tak lain dari bentuk pembendamatian perempuan. Ia disepadankan dengan harta dan takhta yang berguna untuk mendukung penyempurnaan derajat sosial lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dirujuk ke zaman Rasullallah,SAW maka dizaman itu Islam membutuhkan banyak tentara untuk melancarkan ekspansinya sehingga dengan memperbanyak keturunan dan menikahi wanita yang memiliki anak maka akan semakin memperkuat posisi Islam dalam menjalankan misi ekspansinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Khatimah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan poligami vs monogami sudah terlalu mengakar di tengah masyarakat, sehingga berbagai dalil akan dikeluarkan untuk meneguhkan argumen masing-masing. Saya berpendapat bahwa pernikahan yang ideal dalam Islam adalah Monogami, bukan Poligami, walaupun dalam Islam sendiri Poligami juga di atur dan disahkan. Dan Poligami tersebut hanyalah sebuah proses jalan menuju kesempurnaan pernikahan itu, yaitu monogami. Setiap ibadah yang kita kerjakan selalu berdasar pada sebuah keyakinan, dan saya hanya akan berkata untuk para laki-laki: "&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Bahagiakan Diri Dengan Satu Istri&lt;/span&gt;" dan untuk para Wanita : "&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Katakan tidak pada Poligami&lt;/span&gt;"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-3788147645578210535?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/3788147645578210535/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=3788147645578210535" title="13 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/3788147645578210535?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/3788147645578210535?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2009/07/bagimu-poligami-mu-bagiku-monogami-ku.html" title="Bagimu POLIGAMI-MU, Bagiku MONOGAMI-KU" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SlYtSfeRlPI/AAAAAAAAAVk/NOz0RJ-h-Wc/s72-c/42-199078812.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">13</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE8BSH88fyp7ImA9WxJVEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-1119782542434069503</id><published>2009-06-22T11:49:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T13:07:39.177-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-26T13:07:39.177-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini" /><title>Kami Butuh Tayangan Berkualitas</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/Sj_VkkgfjOI/AAAAAAAAAQY/kG_N_50F7wo/s1600-h/kill_your_tv001.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/Sj_VkkgfjOI/AAAAAAAAAQY/kG_N_50F7wo/s200/kill_your_tv001.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350229706591407330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini masih tentang tayangan televisi seperti tulisan saya sebelumnya yang berjudul &lt;a href="http://www.denyrendra.co.cc/2008/11/idola-cilik.html"&gt;Idola Cilik&lt;/a&gt;. Tayangan televisi sepertinya sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat kita, terutama untuk masyarakat golongan menengah ke bawah. Paling tidak bagi mereka, tayangan yang diberikan oleh Televisi mampu sedikit banyak memberikan hiburan bagi mereka disaat berbagai persoalan hidup menimpa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelisahan tentang tayangan televisi ini tiba-tiba ingin saya tulis kembali ketika berbincang-bincang dengan teman-teman membahas tayangan televisi di zaman kami dulu. Dan kemudian teringat akan diskusi ringan dengan teman yang seorang wartawan, dia pernah mengatakan bahwa sebuah media itu ideal nya tidak memberikan sesuatu yang menghibur saja tapi juga harus mendidik. Dan dia juga menegaskan bahwa kalau mau media itu menjadi barang yang laku di pasar, maka suguhkanlah sesuatu yang menghibur. Kenapa begitu? Jawabnya seperti yang saya sampaikan di atas, bahwa persoalan hidup saat ini sudah semakin kompleks. Apalagi di musim-musim Pemilu dan Pilpres seperti ini, sepertinya masyarakat sudah resah dengan janji-janji surga Sang Penjual Mimpi (baca: Capres dan Cawapres) akan harapan Indonesia yang lebih baik. Dan akhirnya, hiburan yang murah meriah pun menjadi sasaran sebagai obatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi bisa diibaratkan dengan agresi tentara bersenjata lengkap menyerbu sasaran yang tak berdaya dari pintu ke pintu, dari bilik yang satu ke bilik yang lain. Analog ini nampaknya bukan serampangan. Pasalnya, daya jangkau televisi sangat luas disertai dengan sifat pandang dengarnya yang serempak dapat mudah menyusup ke wilayah tersempit sekali pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Degradasi Moral&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita lihat menjadi apa yang kita pikirkan dan apa yang kita pikirkan akan menjadi apa yang kita kerjakan. Kira-kira begitu makna Cogito Ergo Sum-nya &lt;a href="http://www.denyrendra.co.cc/2008/08/ren-descartes.html"&gt;Rene Descartes&lt;/a&gt;. Kita bayangkan saja ketika dalam satu hari kita menonton tanyangan televisi minimal 5-8 jam satu hari, maka dalam waktu itu jugalah doktrin-doktrin baru masuk ke otak kita sehingga menjadi apa-apa yang kita pikirkan dan kerjakan. Lalu bagaimana yang terjadi jika tayangan televisinya tidak mendidik??? Maka degradasi moral lah yang terjadi. Kita perhatikan saja trend berpakaian siswi SMU saat ini yang lebih "gaul" katanya kalau menggunakan rok sejengkal di atas lutut. Belum lagi pola dan tingkah mereka terhadap guru. Guru sepertinya menjadi sebuah mainan baru yang menghibur bagi para siswa yang ditonjolkan di televisi. Yang akhirnya tidak lagi bermuara kepada kenakalan remaja tapi sudah kepada kejahatan remaja. Jadi, perbuatan melecehkan guru, melawan orang tua, membunuh, balas dendam dan sebagainya sudah dianggap hal yang wajar dan memang harus menjadi sebuah kewajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Selalu ada bahan untuk dibicarakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika sedang bersiap-siap menuju kantor, sambil melihat siaran televisi ternyata sudah di suguhkan dengan berita Cici Paramida dan Manohara. Kemudian pergi ke kantor, sambil bekerja melihat tayangan televisi, ternyata ada berita lagi tentang pacar Dwi Andika yang katanya direbut oleh Mandala. Eh, sore nya... malamnya... masih berita-berita seputar gossip artis yang terekspos. Sepertinya berita tentang Pilpres sudah kalah menarik daripada kasus-kasus di atas. Maka tidak salah, para ibu-ibu dan remaja-remaja putri banyak yang tidak akan kehilangan bahan untuk dibicarakan ketika mereka mengumpul. Gossip, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan fenomena tersebut. Dan gossip sama saja dengan membicarakan keburukan orang lain. Membicarakan keburukan orang lain sama saja dengan ghibah, dan hukum ghibah itu ketika yang kita bicarakan adalah hal sebenarnya maka sama saja kita menghujat orang tersebut dan ketika yang kita bicarakan itu adalah hal yang tidak sebenarnya maka sama saja kita memfitnah orang tersebut. Baik dari sudut pandang agama atau sudut pandang sosial, menghujat dan menghina adalah sama-sama perbuatan yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Cukup dengan bermimpi saja, karena semua menjadi mungkin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Benar adanya bahwa semua hal itu diawali dengan mimpi. Namum makna mimpi disini saya pikir perlu diluruskan kembali agar ada pemahaman bersama tentang mimpi seperti apa yang seharusnya. Seharusnya, mimpi adalah menjadi jalan bagi seseorang untuk melakukan proses perjuangan (usaha) untuk mewujudkannya. Sehingga tidak cukup dengan menjadi pemimpi saja!!! Lihatlah tayangan televisi kita saat ini, kita semua disulapnya menjadi generasi pemimpi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alkisah, seorang gadis miskin bertemu pria kaya lalu pacaran dan menikah, tapi kemudian tersiksa oleh ibu mertua dan ipar-iparnya,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;namun akhir cerita berujung bahagia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa mudahnya hidup ini dalam tayangan televisi !!! Atau alkisah lainnya,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;seorang anak yang tesiksa oleh ibu dan saudara tirinya yang hanya dengan memanggil Ibu Peri maka segala kesedihan akan terobati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kisah lainnya,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sekelompok anak kecil yang memiliki kekuatan istimewa mampu terbang, mengeluarkan tenaga gaib dan mampu membasmi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; semua musuh dengan jurus-jurus andalannya. Sepertinya tidak ada hal yang tidak mungkin dalam imaginasi tayangan televisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa peran tokoh agama dalam tayangan televisi??? Mereka hanya ada di tayangan didikan subuh yang ketika banyak orang masih tertidur atau lagi sibuk persiapan pribadi ke tempat kerja. Sisanya tokoh agama menjadi kekuatan penghusir hantu, jin dan sejenisnya. Hidup tidak cukup dengan bermimpi saja, padahal alam semesta yang luas ini menuntut kita menjadi pejuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Mengembalikan Hukum Rimba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semangat kekerasan kembali di "hidupkan" oleh tayangan televisi. Sepertinya balas dendam dan membunuh menjadi keharusan untuk membalas segala perbuatan jahat seseorang kepada kita. Generasi ini juga akan mempunyai sifat egois yg tinggi, cuek dengan sekitar, bahkan (paling parah) tidak mempunyai empati dan simpati terutama kepada orang lain yg mengalami musibah. Akibatnya jelas, kasih sayang sesama akan hilang dan yang ada dan tumbuh adalah rasa curiga dan tidak percaya dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Semua menjadi mudah dan ada jalan keluarnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Anda mau tau peruntungan anda, silahkan ketik PRIMBON kirim ke 90xx. Kami pasti akan memberikan peruntungan anda dengan akurat"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Anda mau tau aktifitas sehari-hari saya, silahkan ketik DIAN SASTO kirim ke 90xx. Sms yang kamu terima langsung dari HP saya"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Anda mau tau ramalan hidup anda, silahkan ketik PAPA kirim ke 90xx."&lt;/span&gt; Dan lain-lain !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padalah sudah jelas-jelas tertulis dalam iklan tersebut (walaupun ditulis dengan font yang kecil) bahwa hal diatas adalah layanan hiburan semata. Tapi ternyata masih ada juga orang-orang yang terpedaya dengan hal ini. Seperti nya layanan SMS seperti ini sudah menjadi kultus kontemoporer (berhala gaya baru) yang diyakini dan dipercayai oleh manusia yang katanya berakal. Belum lagi acara-acara televisi yang melakukan kompetisi dengan menggunakan SMS sebagai jurinya. Maka cara paling tepat untuk menjadi seorang Penyanyi, Artis, Duta ini Duta itu, Putri ini Putri itu, bahkan sampai menjadi Da'i pun cukup dengan memikat hati penonton (agar penonton menjadi iba) dan mereka mendukungnya dengan mengirim SMS sebanyak-banyaknya. Maka terciptalah generasi instan tak berbakat yang tenar hanya karena dikasihani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Umbar Aib adalah kewajaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan fenomena teranyar adalah seputar Reality Show saat ini. Sepertinya umbar mengumbar aib menjadi sesuatu yang indah untuk disaksikan. Dan walaupun itu hanya sebagian sebuah rekayasa, sekali lagi sebuah REKAYASA, tapi tetap saja yang menonton terbawa emosinya oleh tayangan itu. Sebut saja Termehek-Mehek, Masihkan Kau Mencintaiku, Tiada yang Abadi dan tayangan sejenisnya. Hanya demi sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rating&lt;/span&gt;, dengan bahagianya bahkan terhibur kita akan tayangan umbar aib tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari laba dan ikut mencerdaskan bangsa merupakan dua kepentingan yang sama-sama harus dihasilkan dalam dunia televisi. Namun perlu dipilah, mana yang kepentingan makro dan mana yang kepentingan mikro. Jangan hanya karena tuntutan mencari profit, generasi muda Indonesia hancur karena tayangan televisi. Lakukan gerakan sederhana mulai saat ini, untuk tidak menonton tayangan televisi yang tidak berkualitas !!! Semoga tayangan televisi kedepan, tidak hanya memberikan suguhan yang menghibur namun juga mendidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-1119782542434069503?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/1119782542434069503/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=1119782542434069503" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/1119782542434069503?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/1119782542434069503?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2009/06/kami-butuh-tayangan-berkualitas.html" title="Kami Butuh Tayangan Berkualitas" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/Sj_VkkgfjOI/AAAAAAAAAQY/kG_N_50F7wo/s72-c/kill_your_tv001.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0YEQHw4fyp7ImA9WxJbEU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-7219664436796904663</id><published>2009-05-13T23:15:00.000-07:00</published><updated>2009-07-20T09:58:21.237-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-07-20T09:58:21.237-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini" /><title>Catatan Pemilu 2009</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/Si4mfay3MiI/AAAAAAAAAOw/NsMfuAsAK9M/s1600-h/kpu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 135px; height: 108px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/Si4mfay3MiI/AAAAAAAAAOw/NsMfuAsAK9M/s200/kpu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345252128945812002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, bangsa ini mampu melaksanakan pemilu dengan lancar. Walaupun sempat diwarnai beberapa protes, namun sekali lagi Rakyat membuktikan rasionalitas dan kedewasaannya dalam menggunakan hak politiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, kesuksesan pemilu ini ternodai oleh masih kacaunya Daftar Pemilih Tetap (DPT). Akibat dari kekecauan tersebut, banyak warga negara Indonesia yang kehilangan haknya. Mereka yang telah datang ke TPS dengan niat menunaikan hak sebagai warga negara terpaksa pulang ke rumah tanpa ada “tinta di jari tangannya”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, masalah ini ini tidak diangkat secara memadai, padahal hilangnya hak warga negara untuk memilih adalah masalah besar. Hilangnya hak untuk memilih merupakan kedaulatan yang hilang. Apa penyebab hilangnya hak warga negara tersebut? Siapa yang yang bertanggung jawab? Apa yang harus dilakukan agar kasus ini tidak terjadi pada Pilpres 2009 atau Pemilu 2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Administrasi Kependudukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya masyarakat yang tidak bisa memilih meupakan muara dari buruknya data kependudukan yang digunakan KPU sebagai bahan dasar pembuatan DPT. Data kependudukan yang berada di Departemen Dalam Negeri (Depdagri) tesebut tidak layak sebagai data aktual yang sesuai dengan fakta di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas ini merupakan bukti dari buruknya kinerja birokrasi selama ini. Data kependudukan yang dimiliki selama jauh dari kesesuaian dengan fakta. Di satu sisi, terdapat penduduk yang memiliki dua atau lebih nomor induk kependudukan, namun di sisi sisi lain terdapat pula penduduk yang tidak memiliki nomor induk kependudukan atau namanya tidak terdapat pada data base kependudukan. Akibatnya buruknya data kependudukan Depdagri dirasakan pada pemilu sekarang. Pada saat data base tersebut dipergunakan, muncul kekacauan yang berkaitan hilangnya hak rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kinerja KPU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak masyarakat yang kehilangan hak pilihanya yang disebabkan karena namanya tidak tercantum dalam DPT juga merupakan akibat dari buruknya kinerja KPU. Seharunya, KPU mampu memutakhirkan data mentah dari Depdagri, sehingga menjadi data yang berkesesuaian dengan fakta di masyaakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalam KPU memperbaiki data mengakibatkan data tetap buruk. Meski telah dilakukan proses pemutakhiran. Terdapat dua kemungkian di balik kesalahan tersebut. Pertama, karena ketidaktahuan KPU, kedua karena kesengajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah KPU sengaja melakukan hal tersebut? Apakah KPU melakukan tindakan konspirasi, sehingga menguntungkan konstestan pemilu? Jika jawabannya tidak mungkin, meskipun cukup banyak dugaan adanya manipulasi data dengan keterblibatan KPU daerah, maka penyebab buruknya DPT karena ketidakmapuan. Dengan kata lain, data DPT yang buruk tersebut disebabkan oleh kinerja dan kualitas anggota KPU yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan yang terlontar ke publik sebagai apologi dari buruknya DPT, yakni kurangnya dana dan waktu, sulit untuk diterima. Sebagai lembaga yang memiliki otoritas untuk menyelenggarakan pemilu, KPU seharunya mampu menyusun DPT dengan lebih baik. KPU memiliki sumber dana yang memadai yang tersebar di seluruh Republik Indonesia dengan anggaran yang tercukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perbaiki Kualitas Data Kependudukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini dapat menjadi cambuk bagi Depdagri untuk memberbaiki sistem data base kependudukan. Sistem sekarangan yang memungkinan seserang memiliki KTP lebih dari satu, misalnya, harus diubah. Seorang individu hanya bisa memiliki satu nomor induk kependudukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan yang telah diimplementasikan beberapa tahu lalu, yakni komputerisasi KTP tampaknya perlu diteruskan dengan beberapa perbaikan. Dengan dilakukan komputerisasi KTP, seorang individu hanya mungkin memiliki satu nomor induk kependudukan. Dengan demikian, kekacauan data penduduk tidak akan terjadi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi sumber daya manusia, Depdagri perlu melakukan reformasi birokrasi secara internal. SDM yang tidak mungkin diperbaikui, maka sebaiknya diganti dengan SDM dari kaum muda yang fresh gradurate. Sementara itu, yang masih memungkinkan untuk diperbaiki kinerjanya tetap dipertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Akhir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kasus adanya penduduk yang tidak bisa menyalurkan hak pilihnya sebaiknya tidak terulang pada pilpres dan pemilu mendatang. Kasus tersebut jika terus terulang berbahaya bagi konsolidasi demokrasi, oleh karena itu, persoalan memilih data mentah meminta sebagai bahan DPT sebaiknya dipertimbangkan secara matang. Dedagri telah terbukti tidak bisa diandalkan. Jika Depdagri tidak menunjukkan perbaikan dalam data kependudukan, sebaiknya dipilih sumber lain. Data BPS, misalnya, bisa dijadikan bahan pertimbangan. Namun demikian, yang terpenting adalah kesungguhan dan keseriusan dalam proses pemutakhiran data mendatang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan data kepedudukan mana yang akan dijadikann bahan mentah sebagai data pemilih perlu dilandasi filsofi menjamin hak seluruh rakyat. Dengan demikan, hak rakyat untuk menentukan wakil-wakilnya tidak akan terenggut oleh administrasi yang buruk. Tanpa adanya proses administrasi kependudukan yang baik, sulit memujudkan demokrasi yang terkonsolidasi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-7219664436796904663?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/7219664436796904663/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=7219664436796904663" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/7219664436796904663?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/7219664436796904663?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2009/05/catatan-pemilu-2009.html" title="Catatan Pemilu 2009" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/Si4mfay3MiI/AAAAAAAAAOw/NsMfuAsAK9M/s72-c/kpu.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU8GSH4-cSp7ImA9WxJVEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-1537764400941296993</id><published>2009-04-28T19:39:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T13:23:49.059-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-26T13:23:49.059-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi" /><title>Temukan Cinta Anda</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/Si4m6_n5rEI/AAAAAAAAAO4/06l0kV9hRO8/s1600-h/awan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 138px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/Si4m6_n5rEI/AAAAAAAAAO4/06l0kV9hRO8/s200/awan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345252602688416834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan, pekerjaanpun menjadi menggembirakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda tak bisa mencintai rekan-rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kerja anda. Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bila toh anda juga tak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadi tujuan tampak menyenangkan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apapun yang bisa anda cintai dari kerja anda : tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela. Apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda ada di situ? Tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah di sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-1537764400941296993?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/1537764400941296993/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=1537764400941296993" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/1537764400941296993?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/1537764400941296993?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2009/04/temukan-cinta-anda.html" title="Temukan Cinta Anda" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/Si4m6_n5rEI/AAAAAAAAAO4/06l0kV9hRO8/s72-c/awan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU8HSXw4eCp7ImA9WxJVEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-9091021404486987923</id><published>2009-03-18T09:13:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T13:23:58.230-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-26T13:23:58.230-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi" /><title>Delapan Kado Terindah</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/Si4nSn7ELgI/AAAAAAAAAPA/LgQROb6c9XM/s1600-h/kado.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 189px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/Si4nSn7ELgI/AAAAAAAAAPA/LgQROb6c9XM/s200/kado.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345253008643206658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;KEHADIRAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita juga bisa hadir di hadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadilah kehadiran anda sebagai pembawa kebahagiaan.&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;MENDENGAR&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan anda dalam keadaan betul-betul rileks dan bisa menangkap utuh apa yang bisa disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan manispun akan terdengar manis baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DIAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya ”ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasehati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KEBEBASAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah ”Kau bebas berbuat semaumu”. Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertangung jawab atas segala hal&lt;br /&gt;yang ia putuskan atau lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KEINDAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang indah. Selain keindahan penampilan pribadi, andapun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TANGGAPAN POSITIF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi anda. Ingat-ingat pula, pernahkah anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KESEDIAAN MENGALAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila anda memikirkan hal ini, berarti anda siap memberikan kado ”kesediaan mengalah”. Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SENYUMAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-9091021404486987923?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/9091021404486987923/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=9091021404486987923" title="10 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/9091021404486987923?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/9091021404486987923?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2009/03/delapan-kado-terindah.html" title="Delapan Kado Terindah" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/Si4nSn7ELgI/AAAAAAAAAPA/LgQROb6c9XM/s72-c/kado.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">10</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D04NQXgyeSp7ImA9WxBUEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-7899580908192148986</id><published>2009-02-22T22:27:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T13:13:10.691-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-24T13:13:10.691-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan" /><title>Abang Kecil itu.....</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/Si4nk0KQ6_I/AAAAAAAAAPI/KFvpHkD_BV4/s1600-h/friendship2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 167px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/Si4nk0KQ6_I/AAAAAAAAAPI/KFvpHkD_BV4/s200/friendship2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345253321165827058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku akan memulai dengan mengatakan bahwa kau tidak hanya seorang saudara, kau lebih dari itu. Kau adalah adik, kau adalah sahabat dan kau juga adalah mitra. Aku ingin berbincang dengan kau disini saudaraku, sehingga semua orang tau betapa aku bangga bisa mengenalmu.&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau adalah temanku,,,&lt;br /&gt;Dulu kita selalu bertemu, paling tidak dulu hampir setiap hari kita berjumpa. Kau adalah teman yang baik, yang tidak hanya hadir di saat senang tapi juga merelakan dirimu untuk hadir disaat susah. Sangat jelas dalam ingatanku ketika ulang tahunmu tgl 13 januari tahun lalu. Ketika kami, memberikan kejutan padamu. Hahahahaha,,, maafkan aku kawan kalau air campuran telur, tepung dan berbagai sampah itu membuatmu marah. Tapi itu karena kami sangat peduli padamu kawan, dan itu merupakan bukti kau teman yang baik sehingga kami selalu mengingat hari kelahiranmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kawan, hanya engkau mungkin seingatku teman yang tidak pernah merendahkan teman lain dalam bercanda. Dan aku juga masih ingat, betapa engkau sangat melindungi teman-teman yang lain ketika teman-teman kita lagi ada masalah. Kau memang lebih muda dariku, tapi aku juga heran mengapa teman-teman seumuranmu semuanya memanggilmu 'abang'. Aku tak tau mengapa teman-teman seumuranmu mengatakan itu, padahal badanmu juga tidak terlalu besar dibanding mereka. Tapi itu mungkin menjadi bukti bahwa engkau sangat dihargai diantara teman-teman seumuranmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau masih ingat masa kita di SMU dulu? Kita pernah satu band teman! Ntah sudah berapa panggung yang kita isi dengan band Jaguar Insting kita. Kau tau tidak teman, bahwa gebukan drum mu itu memacu adrenalinku untuk bernyanyi lebih semangat lagi. Masih ingat kan dengan band kita itu??? Ada Exuan dan Fadly yang maen gitar, Iyan yang maen bass, lalu aku yang Vocalis dan ada Rika yang mengurus Band kita. Itu masa-masa paling indah kawan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan asal kau tau juga teman, dulu waktu kau meminjam setelan jas ku untuk ujian Tugas Akhir Diploma 3 mu, kau adalah orang pertama yang mengenakannya. Padahal jas itu ku siapkan dan tidak akan kugunakan sebelum untuk ujian skripsi Sarjanaku.Tapi aku bangga padamu sehingga aku tidak ragu untuk mengikhlaskanmu menjadi yang pertama mengenakan setelan jas itu. Sekalian biar menjadi motivasi teman-teman mu yang lain agar mereka juga semangat menyelesaikan kuliah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau juga adalah adik yang baik,,,&lt;br /&gt;Bagiku dan juga teman-temanmu yang seumuranku, sangat merasa terhargai dengan sikapmu. Kau begitu sopan kepada kami. Kau juga royal dan loyal kepada kami. Bisa ku hitung dengan jari tangan ini berapa kalimat yang hanya kau ucapkan jika kumpul bersama kami. Sepertinya kau tidak mau mendominasi senior-seniormu sehingga kau mengurangi kata-kata yang keluar dari mulutmu. Dan aku juga sangat terhargai dengan sikapmu yang selalu ingin tau banyak hal tentang kehidupan dariku. Tidak ada waktu yang kita lalui tanpa pertanyaan-pertanyaan darimu kepadaku. Kadang kau bertanya kepadaku tentang masalahmu dengan pacarmu, adikmu, temanmu dan kadang kau bertanya kepadaku tentang berbagai masalah kehidupan ini. Tapi asal kau tau saja adikku, bahwa aku sangat suka kalau kau bertanya tentang politik dan tentang gerakan mahasiswa. Tidakkah kau sadari aku begitu semangat menjelaskannya padamu? Hahahahaaaaaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kau juga adalah mitra yang baik,,,&lt;br /&gt;Ketika aku dipercaya menjadi Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Rengat dan Sekitarnya (IPMRS) Pekanbaru melalui forum Musyawarah Besar IV tgl 17 September 2006 yang lalu, hasil Mubes itu ku terima langsung darimu sebagai salah satu Presidium Sidang. Kau memimpin sidang mubes itu dengan baik kawan! Dan akupun tidak ragu untuk memintamu menjadi mitra ku sebagai Bendahara Umum mendampingi mengurus lembaga ini. Dan perjuangan kita pun berlanjut selama satu priode dengan dimulai saat kita dilantik hingga Mubes V kembali mengantar kita mengakhiri masa bakti kita. Terlalu banyak kenangan kita dalam perjuangan ini mitraku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temanku, Adikku dan Mitraku,,,&lt;br /&gt;Pertemuan beberapa minggu yang lalu denganmu di meja bilyard masih sangat aku ingat. Biasanya hampir tiap minggu yah kita beradu kemampuan di meja bilyard dan ruang karaoke?! Yah tapi karena kesibukkan ku, hari-hari seperti itu sudah sangat lama tidak kita lalui. Masa-masa seperti itu sudah mulai hilang sejak aku sudah disibukkan dengan pekerjaanku. Dan satu hal kawan, pertandingan bilyard malam itu kau kalah dengan ku. Kau harus masih harus banyak belajar sepertinya. Atau kau masih ingat dengan meja bulat di sekretariat kita??? Meja itu adalah meja yang selalu kau gunakan untuk main domino bersama teman-teman kita!! Masih ingat kan???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,,,&lt;br /&gt;Kau harus tau, aku menunggumu malam itu. Setelah mendapat informasi dari teman kita, aku langsung datang untuk menunggu kedatanganmu bersama teman-teman kita. Cukup lama kami menunggumu, ntah sudah berapa batang rokok yang ku habiskan sambil menunggumu. Tapi kau tak juga kunjung datang Saudaraku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika kau datang dengan mobil berwarna putih itu, tanganku ini yang menyambutmu, mengangkatmu dan memindahkanmu dan membawamu keluar dari mobil putih yang tidak ku suka itu. Kau harus tau itu Saudaraku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku tidak yakin kau tau itu!&lt;br /&gt;Buktinya ketika ku panggil namamu, kau hanya diam saja tanpa ada reaksi apa-apa. Bahkan ketika aku berteriak memanggilmu sambil tanganku menyentuh pipimu dan mengguncang badanmu, tapi kau tetap saja tidak membalas panggilanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dokter di rumah sakit itu sudah seperti Tuhan saja kawanku, Dengan seenaknya dia katakan kau sudah tidak tertolong lagi. seakan-akan ajal manusia ada ditangannya dan dia adalah Yang Maha Penolong. Tau apa dia tentang ajal manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin aku juga mengantarmu ke tempat istirahat terakhirmu, tapi maafkan aku Saudaraku aku harus berangkat esok paginya. Tapi aku sangat yakin, akan ada banyak orang-orang yang akan mengantarkanmu istirahat nantinya. Kau tau karena apa?? Itu karena kau adalah orang yang Baik !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun pada pukul 20.00 wib tanggal 20 februari itu engkau sudah di vonis wafat, tapi yang aku tau itu hanyalah proses berpisahnya jiwa dari raga manusia. Dan kau akan tetap hidup di alam mu yang baru dan juga akan tetap hidup dalam hati kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan wahai Adikku. Temanku dan juga Mitra ku!&lt;br /&gt;Tidak ada ganjaran selain surga bagi mereka yang baik selama di dunia !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(catatan ini ku tulis dalam penerbangan Jogyakarta – Jakarta, karena ku lihat engkau ada disana melambai sambil tersenyum pada ku di antara awan-awan di langit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;WELDY HARTANADIJAYA bin H. ARDIANSYAH&lt;br /&gt;Lahir tanggal 13 Januari 1985 di Rengat&lt;br /&gt;Wafat tanggal 20 Februari 2009 di Jalan Raya Duri – Pekanbaru KM 43 Minas dalam sebuah kecelakaan antara mobil Sedan Toyota Corrola BM 1634 LH miliknya dengan Mini Bus Toyota Kijang BM 1013 AW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyelesaikan pendidikan di SD Negeri 02 Rengat (1991-1997), SMP Negeri 01 Rengat (1997-2000), SMU Negeri 01 Rengat (2000-2003), Diploma 3 Jurusan Akuntansi Universitas Riau (2003-2006) dan Strata 1 Jurusan Akuntansi Universitas Riau (2007-)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SrngZ8M9dRI/AAAAAAAAAV4/waoUjMqSz4I/s1600-h/2640_143273030273_903895273_6299178_4522637_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SrngZ8M9dRI/AAAAAAAAAV4/waoUjMqSz4I/s400/2640_143273030273_903895273_6299178_4522637_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384581565759976722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-7899580908192148986?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/7899580908192148986/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=7899580908192148986" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/7899580908192148986?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/7899580908192148986?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2009/02/abang-kecil-itu.html" title="Abang Kecil itu....." /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/Si4nk0KQ6_I/AAAAAAAAAPI/KFvpHkD_BV4/s72-c/friendship2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEcEQ3gyeyp7ImA9WxBUEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-2318353171370073128</id><published>2009-01-27T18:58:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T13:13:22.693-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-24T13:13:22.693-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resensi" /><title>Intelektual Kuldesak dan Mitos</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/Si4oQEBFhFI/AAAAAAAAAPQ/PxoyyY2I9po/s1600-h/plym-valley-way-18.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 127px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/Si4oQEBFhFI/AAAAAAAAAPQ/PxoyyY2I9po/s200/plym-valley-way-18.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345254064156673106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika membahas masalah sosial maka kita juga perlu untuk membahas berbagai bentuk dari kesalahan pemikiran yang digunakan manusia dalam memperlakukan masalah sosial yang disebut oleh para ilmuwan dengan sebutan &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;intellectual cul-de-sac&lt;/span&gt; yang menggambarkan kebuntuan pemikiran. Ada dua jenis kesalahan berpikir, yakni intellectual cul-de-sac yang terjadi akibat penggunaan logika yang tidak benar dan &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;mitos,&lt;/span&gt; yaitu sesuatu yang tidak benar, tetapi dipercayai oleh banyak orang termasuk oleh para ilmuwan. Dua bentuk kesalahan ini acapkali menghampiri kita dan membuat pemahaman kita terhadap masalah sosial yang dikritisi menjadi tidak tepat dan pada akhirnya tidak bisa menemukan solusi tepat.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menyambung postingan sebelumnya yang berjudul Rekayasa Sosial, yang merupakan resensi dari buku dengan judul serupa, kali ini saya akan membedah lebih dalam lagi buku Kang Jalal ini. Buku ini pada intinya berisi argumentasi penulis yang mengatakan bahwa perubahan sosial yang bergerak melalui rekayasa sosial harus diawali dengan perubahan cara berpikir. Tidak akan mungkin perubahan dapat terjadi jika manusia masih terjebak dalam pola pikir yang salah. Hal ini pula yang menjadi misi penulis dalam menerbitkan kumpulan materi kuliah ini menjadi sebuah buku, yakni untuk merubah pola pikir masyarakat yang sering kali oleh pihak-pihak tertentu diberikan pengacauan intelektualitas, demikian istilah penulis untuk menggambarkan kondisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, intellectual cul-de-sac terbagi atas beberapa jenis, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;a. Fallacy of Dramatic Instance&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemikir jenis ini biasa melakukan apa yang disebut penulis sebagai over-generalisation, yakni penggunaan satu atau dua kasus untuk menggambarkan kondisi sebara umum (general). Padahal setiap masalah meskipun memiliki kesamaan tipe pastilah berbeda secara kondisional. Kita tidak jarang melakukan over-generalisation ini saat memandang dan menilai seseorang atau sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;b. Fallacy of Retrospective Determinism&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Istilah ini menggambarkan kebiasaan orang untuk melihat suatu masalah sosial yang sedang terjadi dengan melacaknya secara historis dan menganggapnya selalu ada dan tak bisa dihindari. Kerancuan seperti ini pada akhirnya membuat kita bersikap fatalis, menyerah pada keadaan, dan selalu melihat kebelakang. Akhirnya, ide-ide untuk mengeluarkan gagasan-gagasan perubahan tidak bisa diaktualisasikan. Misalnya, orang yang berpendirian tipe ini akan menganggap masalah kemiskinan sebagai masalah yang sudah sejak dulu ada sepanjang sejarah bangsa dan tidak bisa diberantas, maka untuk apa kita meributkan upaya untuk memberantas kemiskinan itu? Bayangkan kalau setengah saja dari populasi rakyat Indonesia berpikiran seperti ini maka kemiskinan akan sangat sulit diberantas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;c. Post Hoc Ergo Propter Hoc&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya apabila ada satu peristiwa yang terjadi dalam urutan temporal, maka kita menyebabkan hal pertama sebab dan hal kedua akibat. X datang sesudah Y, maka Y dianggap sebagai sebab dan Y akibat. Padahal keadaan itu tidak ada sangkut-pautnya dengan peristiwa tsb. Untuk lebih jelasnya diberikan contoh :&lt;br /&gt;Ada orangtua yang lebih mencintai seorang anak dibandingkan anak lain hanya karena orang tua itu kebetulan naik pangkat atau ekonominya menjadi lebih stabil setelah kelahiran anak kedua. Ketika zaman anak pertama, keadaan jauh lebih buruk. Orang tua itu berkata : “inilah anak emas saya. Anak ini selalu membawa keberuntungan”. Itulah sebabnya orangtua lebih mencintai anak keduanya daripada yang lain.&lt;br /&gt;Pemikiran tipe ini dapat mengakibatkan kita tidak tepat dalam melihat sebab dan akibat dari suatu permasalahan sosial dan akhirnya tidak tepat dalam menentukan solusi untuk mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;d. Fallacy of Misplaced Concretness&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tipe ini bisa dimaknai sebagai kekeliruan berpikir yang terjadi karena kita seolah-olah menganggap persoalan yang sedang dibicarakan itu konkret padahal pada kenyataannya ia sangat abstrak. Atau dapat dikatakan, kita mengonkretkan sesuatu yang sejatinya adalah abstrak. Misalnya ada pertanyaan: mengapa umat islam secara ekonomi dan politik lemah? Jawabannya : kita lemah karena sistem. Saat ini kita kembali ke zaman jahiliyah. Lalu apa yang bisa kita lakukan? Jawabannya : kita harus mengubah sistem, tetapi sistem itu sendiri pada dasarnya abstrak. Dan kita memandang sistem itu mudah berubah karena kekonkretannya. Contoh lainnya adalah ungkapan yang mengatakan: ”ini semua sudah takdir Allah”. Ketika terjadi permasalahan sosial dan kita menganggapnya sebagai takdir Allah, maka selesailah sudah perdebatan karena orang cenderung merasa tidak ada lagi yang dapat dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;e. Argumentum ad Verecundiam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berargumen atas dasar otoritas. Ada orang yang sering kali berbicara menggunakan otoritas yang telah diakui keberadaannya sebagai dasar pijakan yang kuat baginya untuk berargumentasi. Padahal kalau mau ditelusuri, secara kontekstual, ia bisa saja dipahami secara berbeda. Orang menggunakan otoritas untuk membela paham dan kepentingannya sendiri.&lt;br /&gt;Misalnya : si A mengutip ayat al-Qur’an untuk memaksa lawannya berhenti dengan argumentasinya (apabila ia membantah ayat tsb dikatakan kafir karena tidak mengindahkan perintah yang ada dalam Qur’an). Padahal bisa saja timbul perbedaan pendapat dalam interpretasi makna ayat tersebut. Dan kalaupun si B ingin membantah yang ingin ia katakan adalah penyalahgunaan otoritas Qur’an bukan pada ayat itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;f. Fallacy of Composition&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk tipe pemikiran ini, penulis telah memberikan contoh yang menarik, yakni ketika ada satu keluarga disatu kampung yang memelihara ayam petelor mendapatkan untung besar. Melihat itu, berbondong-bondong masyarakat di kampung itu latah beternak ayam petelor dengan harapan bisa meraih untung besar. Akibatnya, mereka semua satu penduduk itu bangkrut karena banyaknya pasokan telur tidak diimbangi dengan permintaan pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;g. Circular Reasoning&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Artinya logika yang berputar-putar. Pembicaraan yang dilakukan tak terarah dan mengulang hal-hal yang telah dibicarakan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan mitos, penulis membahas dua jenis mitos, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;a. Mitos Deviant&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mitos ini berawal dari pandangan bahwa masyarakat itu stabil, statis, dan tidak berubah-ubah. Kalaupun terjadi perubahan, maka perubahan itu adalah penyimpangan dari sesuatu yang stabil. Mitos ini berkembang dari teori ilmu sosial yang disebut structural functionalism (fungsionalisme struktual). Menurut teori ini, kalau mau melihat perubahan sosial, kita harus mau melihat struktur dan fungsi masyarakat. Jadi kalau ada dinamika sosial, maka harus ada statistika sosial.&lt;br /&gt;Analisis fungsional bisa dilakukan, misalnya dalam memandang persoalan kemiskinan. Kemiskinan meskipun ia tidak diinginkan, namun secara fungsional tetap diperlukan. Orang miskin diperlukan untuk melakukan pekerjaan2 berbahaya yang tak mungkin dilakukan orang kaya, orang miskin memberikan pekerjaan kpd LSM yang meneliti prospek kemiskinan di suatu negara, dll.&lt;br /&gt;Jika analisis fungsional ini terus menerus dilakukan dan dijadikan rujukan, kita bisa menjadi pro status quo. Kita melihat perubahan tidak lagi sesuatu yang diharapkan. Misalnya pelacuran, akan dianggap memiliki fungsi untuk mencegah suami-suami yang akan berpoligami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;b. Mitos Trauma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perubahan mau tidak mau menimbulkan reaksi. Bisa berbentuk krisis emosional dan stress mental. Perubahan juga berpotensi menimbulkan disintegrasi pada awalnya. Bisa berbetuk disintegrasi sosial dan disintegrasi individual.&lt;br /&gt;Misalnya : ada teori yang dinamakan Cultural Lag (kesenjangan kebudayaan). Perubahan yang terjadi disuatu tempat belum tentu terjadi di tempat lain pada waktu yang bersamaaan. Dan apabila kedua ini bersatu, berpotensi menimbulkan “kegamangan”.&lt;br /&gt;Contoh : sebuah perusahaan yang telah dilengkapi peralatan komputer canggih, namun karyawan2nya tidak mau atau belum belajar mengoperasikannya. Walhasil, komputer hanya menjadi pajangan untuk memperlihatkan “kelas” dari perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan sosial juga berpotensi menimbulkan krisis. Orang yang tidak siap dengan perubahan cenderung bersikap antipati terhadap perubahan. Orang menolak perubahan biasanya disebabkan karena basic security nya terancam. Jadi, ia merasa lebih nyaman dengan keadaan yang lama. Sikap antipati ini membuat orang menciptakan defensive mechanism. Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa perubahan sosial juga mendatangkan masalah sosial baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan sosial juga berpotensi menimbulkan krisis. Orang yang tidak siap dengan perubahan, yakni golongan orang yang sudah merasa nyaman dengan kondisinya saat ini cenderung bersikap antipati terhadap perubahan. Sikap antipati ini membuat orang menciptakan defensive mechanism. Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa perubahan sosial juga mendatangkan masalah sosial baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya penulis mengungkapkan makna dari rekayasa sosial yang sebenarnya dapat dengan mudah kita temukan dikehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua macam bentuk perubahan sosial, yakni perubahan sosial yang terjadi secara terus-menerus, tetapi berlangsung secara perlahan tanpa kita rencanakan disebut unplanned social change (perubahan sosial yang tidak terencana). Hal ini disebakan oleh perubahan dalam bidang teknologi atau globalisasi. Bentuk kedua adalah perubahan sosial yang kita rencanakan tujuan dan strateginya yang disebut planned social change (perubahan sosial terencana). Seringkali disebut juga dengan istilah social engineering atau social planning. Contoh dari planned social change adalah pembangunan (development) yang berkisar pada bagaimana mengubah satu masyarakat dengan mengubah sistem ekonominya yang biasanya berpegang pada Ekonomi Klasik. Penulis mengatakan bahwa sebenarnya selama Orde Baru kita telah melakukan rekayasa sosial dengan pola development.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab terakhir penulis memaparkan tentang revolusi. Pada umumnya, revolusi terjadi ketika banyak orang merasa tidak puas dengan keadaan yang terjadi. Krisis yang melanda menuntut hadirnya suatu perubahan fundamental dan holistik, adanya reformasi yang mungkin sebelumnya sudah terjadi dirasa berjalan terlalu lamban dan tidak menyelesaikan permasalahan. Dari kondisi inilah kemudian perubahan total dianggap perlu sebagai jawaban, perubahan ini disebut revolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi sendiri dapat diartikan sebagai bentuk dari perubahan sosial yang paling spektakuler yang menyentuh seluruh aspek kehidupan berbangsa, dalam buku tersebut bahkan dikatakan bahwa revolusi menutup satu zaman dan membuka zaman baru tanpa menyisakan hal apapun seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi memang perubahan yang cepat, tetapi tidak semua perubahan yang cepat disebut revolusi. Menurut Sztompka, setidaknya ada lima ciri dari revolusi yang membedakannya dari perubahan sosial lainnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Revolusi menghasilkan perubahan dengan skala paling luas dan menyentuh seluruh dimensi kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perubahan pada revolusi bersifat radikal, fundamental, dan mengakar pada inti permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perubahan terjadi dengan sangat cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Revolusi menunjukkan perubahan yang paling nyata; karena itu paling dikenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Revolusi menimbulkan reaksi emosional dan intelektual yang besar dari seluruh pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis selanjutnya memaparkan empat mazhab teori revolusi yang masing-masing memiliki karakter khusus, yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;1. Mazhab Behavioral&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Inti dari mazhab ini adalah revolusi ditandai dengan perubahan perilaku manusia yang fundamental. Teori ini dikemukan oleh Pitirim Sorokin pada tahun 1925 dimana ia melihat berdasarkan pengalamannya saat Revolusi Rusia tahun 1917. Ia mengatakan bahwa dalam revolusi selalu terjadi penyimpangan perilaku individu. Hal ini dapat terjadi karena adanya represi (tekanan) dari elite penguasa terhadap kebutuhan masyarakat. Adanya kekecewaan dan kemarahan yang dirasakan rakyat pada puncaknya akan menghadirkan revolusi yang dilakukan rakyat terhadap penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;2. Mazhab Psikologis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut teori ini, revolusi terjadi akibat adanya perbedaan antara situasi yang diharapkan dengan kenyataan di lapangan. Meskipun demikian, tidak semua penderitaan menimbulkan pemberontakan. Untuk mencapai revolusi, masyarakat harus merasakan adanya pernderitaan dan ketidakadilan tersebut. Penulis mengambil contoh kondisi di Indonesia yang ada sekian juta masyarakat miskin namun tidak memberontak. Mereka tidak melihat kemiskinan itu sebagai bentuk ketidakadilan, tetapi mereka menganggap bahwa menjadi miskin adalah takdir hidupnya. Hal inilah yang menurut penulis menjadi penyebab mengapa Indonesia belum terjadi revolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;3. Mazhab Struktural&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut mazhab ini, penyebab revolusi berasal dari struktural antara warga negara dan negara yang besifat makrostruktural, bukan pada tataran individual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;4. Mazhab Politik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mazhab ini melihat revolusi sebagai bentuk politik dari pihak-pihak yang ingin mengendalikan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup dari saya, semoga tercerahkan !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(resensi buku: Rekayasa Sosial/ Jalaluddin Rahmat)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-2318353171370073128?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/2318353171370073128/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=2318353171370073128" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/2318353171370073128?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/2318353171370073128?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2009/01/intelektual-kuldesak-dan-mitos.html" title="Intelektual Kuldesak dan Mitos" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/Si4oQEBFhFI/AAAAAAAAAPQ/PxoyyY2I9po/s72-c/plym-valley-way-18.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE4HQXYzfCp7ImA9WxJVEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472629546416850385.post-462761427526396907</id><published>2009-01-25T00:37:00.000-08:00</published><updated>2009-06-26T13:08:50.884-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-26T13:08:50.884-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini" /><title>Tetap Saja Itu Adalah Pembunuhan</title><content type="html">Beberapa media beberapa hari ini kembali mengangkat beberapa kasus aborsi yang terjadi di Jakarta dan beberapa kota lain. Perasaan sedih tentu saja yang akan kita rasakan ketika mendengar berita ini. Ntah apa yang ada di pikiran orang tua sang "calon anak" tersebut sehingga tega melakukan pembunuhan terhadap darah daging nya sendiri. Kasus ini segera ditanggapi oleh MUI, oleh Komisi Fatwa dikatakan bahwa aborsi bisa dilakukan karena beberapa hal, seperti menyangkut keselamatan ibu dan beberapa hal lainnya. Tapi aborsi tetaplah sebuah upaya pembunuhan secara berencana!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah beberapa gambar calon bayi yang di aborsi. Bagi anda yang tidak merasa kuat untuk melihatnya saya sarankan untuk tidak melanjutkan membaca posting ini.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SXwrxLC5IUI/AAAAAAAAAK8/OTHFr7Y01d4/s1600-h/image001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SXwrxLC5IUI/AAAAAAAAAK8/OTHFr7Y01d4/s320/image001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295155385659367746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada kehamilan muda (dibawah 1 bulan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kehamilan muda, dimana usia janin masih sangat kecil, aborsi dilakukan dengan cara menggunakan alat penghisap (suction). Sang anak yang masih sangat lembut langsung terhisap dan hancur berantakan. Saat dikeluarkan, dapat dilihat cairan merah berupa gumpalan-gumpalan darah dari janin yang baru dibunuh tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kehamilan lebih lanjut (1-3 bulan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini, dimana janin baru berusia sekitar beberapa minggu, bagian-bagian tubuhnya mulai terbentuk. Aborsi dilakukan dengan cara menusuk anak tersebut kemudian bagian-bagian tubuhnya dipotong-potong dengan menggunakan semacam tang khusus untuk aborsi (cunam abortus). Anak dalam kandungan itu diraih dengan menggunakan tang tersebut, dengan cara menusuk bagian manapun yang bisa tercapai. Bisa lambung, pinggang, bahu atau leher. Kemudian setelah ditusuk, dihancurkan bagian-bagian tubuhnya. Tulang-tulangnya di remukkan dan seluruh bagian tubuhnya disobek-sobek menjadi bagian kecil-kecil agar mudah dikeluarkan dari kandungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SXwsDvLmDqI/AAAAAAAAALE/5TFWM94DocI/s1600-h/image002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SXwsDvLmDqI/AAAAAAAAALE/5TFWM94DocI/s320/image002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295155704597188258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam klinik aborsi, bisa dilihat potongan-potongan bayi yang dihancurkan ini. Ada potongan tangan, potongan kaki, potongan kepala dan bagian-bagian tubuh lain yang mungil. Anak tak berdosa yang masih sedemikian kecil telah dibunuh dengan cara yang paling mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aborsi pada kehamilan lanjutan (3 sampai 6 bulan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini, bayi sudah semakin besar dan bagian-bagian tubuhnya sudah terlihat jelas. Jantungnya sudah berdetak, tangannya sudah bisa  menggenggam.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SXws36AUAkI/AAAAAAAAALU/Gv9Lw6TRb_w/s1600-h/image004.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 246px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SXws36AUAkI/AAAAAAAAALU/Gv9Lw6TRb_w/s320/image004.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295156600855855682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tubuhnya sudah bisa merasakan sakit, karena jaringan syarafnya sudah terbentuk dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aborsi dilakukan dengan terlebih dahulu membunuh bayi ini sebelum dikeluarkan. Pertama, diberikan suntikan maut (saline) yang langsung dimasukkan kedalam ketuban bayi. Cairan ini akan membakar kulit bayi tersebut secara perlahan-lahan, menyesakkan pernafasannya dan akhirnya setelah menderita selama berjam-jam sampai satu hari bayi itu akhirnya meninggal. Selama proses ini dilakukan, bayi akan berontak, mencoba berteriak dan jantungnya berdetak keras. Aborsi bukan saja merupakan pembunuhan, tetapi pembunuhan secara amat keji. Setiap wanita harus sadar mengenai hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aborsi pada kehamilan besar (6 sampai 9 bulan)&lt;br /&gt;Pada tahap ini, bayi sudah sangat jelas terbentuk. Wajahnya sudah kelihatan, termasuk mata, hidung, bibir dan telinganya yang mungil. Jari-jarinya juga sudah menjadi lebih jelas dan otaknya sudah berfungsi baik. Untuk kasus seperti ini, proses aborsi dilakukan dengan cara mengeluarkan bayi tersebut hidup-hidup, kemudian dibunuh. Cara membunuhnya mudah saja, biasanya langsung dilemparkan ke tempat sampah, ditenggelamkan kedalam air atau dipukul kepalanya hingga pecah. Sehingga tangisannya berhenti dan pekerjaan aborsi itu selesai. Selesai dengan tuntas hanya saja darah bayi itu yang akan mengingatkan orang-orang yang terlibat didalam aborsi ini bahwa pembunuhan keji telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SXws3mq9LHI/AAAAAAAAALM/FyCSUjGTug4/s1600-h/image003.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 223px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SXws3mq9LHI/AAAAAAAAALM/FyCSUjGTug4/s320/image003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295156595666005106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Semua proses ini seringkali tidak disadari oleh para wanita calon ibu yang melakukan aborsi. Mereka merasa bahwa aborsi itu cepat dan tidak sakit, mereka tidak sadar karena dibawah pengaruh obat bius. Mereka bisa segera pulang tidak lama setelah aborsi dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aborsi adalah proses yang sangat mengerikan, menyakitkan, dan benar-benar tidak manusiawi. Kematian bayi yang tidak berdosa itu tidak disaksikan oleh sang calon ibu. Seorang wanita yang kelak menjadi ibu yang seharusnya memeluk dan menggendong bayinya, telah menjadi algojo bagi anaknya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472629546416850385-462761427526396907?l=www.denyrendra.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.denyrendra.com/feeds/462761427526396907/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5472629546416850385&amp;postID=462761427526396907" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/462761427526396907?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5472629546416850385/posts/default/462761427526396907?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.denyrendra.com/2009/01/tetap-saja-itu-adalah-pembunuhan.html" title="Tetap Saja Itu Adalah Pembunuhan" /><author><name>Deny Rendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00795127826038435136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="18416204098801018176" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_aUnjdnzofHM/SXwrxLC5IUI/AAAAAAAAAK8/OTHFr7Y01d4/s72-c/image001.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></entry></feed>
