<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Syiar Islam | Intisari Muslim</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/intisarimuslim" /><description>&lt;b&gt;Puji syukur kami pnjtkan kpd Allah swt. Yg mna tlh memberi kami kepercayaan membangun &lt;a href="http://petualang-82.blogspot.com/"&gt;site&lt;/a&gt; yg sgt sdrhna ini.

Selanjutnya Kritik srt saran sgt kami harpkn, demi kemajuan &lt;a href="http://petualang-82.blogspot.com/"&gt;site&lt;/a&gt; ini.

Akhirulkalam, kami ucapkan trima kasih yg sbsar2nxa kpd semua pihak yg tlh terlibat dlm pembuatan &lt;a href="http://petualang-82.blogspot.com/"&gt;site&lt;/a&gt; ini. Tnp kalian, kami bukanlah apa2.

smoga bermanfaat&lt;/b&gt;</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</managingEditor><lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 05:56:30 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">817</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="intisarimuslim" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Puji syukur kami pnjtkan kpd Allah swt. Yg mna tlh memberi kami kepercayaan membangun site yg sgt sdrhna ini. Selanjutnya Kritik srt saran sgt kami harpkn, demi kemajuan site ini. Akhirulkalam, kami ucapkan trima kasih yg sbsar2nxa kpd semua pihak yg tlh </itunes:subtitle><itunes:summary>Puji syukur kami pnjtkan kpd Allah swt. Yg mna tlh memberi kami kepercayaan membangun site yg sgt sdrhna ini. Selanjutnya Kritik srt saran sgt kami harpkn, demi kemajuan site ini. Akhirulkalam, kami ucapkan trima kasih yg sbsar2nxa kpd semua pihak yg tlh terlibat dlm pembuatan site ini. Tnp kalian, kami bukanlah apa2. smoga bermanfaat</itunes:summary><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">intisarimuslim</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><title>Wanita Dulu Dan Sekarang</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/02/wanita-dulu-dan-sekarang.html</link><category>Khasanah</category><category>kajian</category><category>Remaja islam</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Tue, 07 Feb 2012 04:12:15 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-1538941240341967204</guid><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;  – Allah SWT menciptakan makhuknya berpasang-pasangan. Di antara&lt;br /&gt;
makhluknya yang paling indah dan sempurna adalah&lt;br /&gt;
manusia. Allah SWT juga telah menurunkan&lt;br /&gt;
petunjuknya yang paling sempurna. Sehingga, bila&lt;br /&gt;
manusia menerima dan mengamalkan petunjuk itu,&lt;br /&gt;
betapa indahnya manusia itu. Sebaliknya, bila ia menolaknya, betapa rendah dan jeleknya manusia itu,&lt;br /&gt;
bahkan Al-Qur’an menyebutnya lebih hina dari&lt;br /&gt;
binatang. Allah SWT menjadikan keindahan ada dalam wanita&lt;br /&gt;
meskipun pada hakikatnya antara pria dan wanita&lt;br /&gt;
sama di hadapan Allah SWT. Hanya saja, Allah&lt;br /&gt;
menjadikan keindahan itu ada pada wanita karena&lt;br /&gt;
kelembutan, kasih sayang, dan emosinya yang lebih&lt;br /&gt;
daripada kaum pria. Betapa indahnya sang wanita jika dihiasi dengan syariat Allah. Ia menjadi anak&lt;br /&gt;
yang taat kepada Allah dan kedua orang tuanya. Jika&lt;br /&gt;
ia menikah, ia menjadi penyayang bagi suaminya. Jika&lt;br /&gt;
ia menjadi ibu, ia menyayangi dan mendidik anak-&lt;br /&gt;
anaknya dengan sebaik mungkin. Dari wanita&lt;br /&gt;
shalehah seperti inilah lahir pejuang-pejuang yang tangguh dan pemimpin yang bijaksana. Perhatikan&lt;br /&gt;
keadaan wanita pada masa Rasulullah saw. dengan&lt;br /&gt;
generasi salafus saleh sesudahnya. Mereka, kaum&lt;br /&gt;
wanita itu, ada di balik segala keberhasilan dan&lt;br /&gt;
kecemerlangan peradaban Islam. Apakah wanita&lt;br /&gt;
dewasa ini bisa mengikuti jejak para pendahulunya? Marilah kita lihat kenyataannya. Wanita dalam Al-Qur’an Di dalam Al-Qur’an terdapat 114 surah. Di dalamnya&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;  tidak ada satu pun surah tentang pria (ar-rijal), tapi&lt;br /&gt;
menariknya ada surah tentang wanita (An-Nisaa’),&lt;br /&gt;
bahkan lebih spesifik ada surah Maryam, meskipun&lt;br /&gt;
dia bukan nabi. Umar ra. memerintahkan kepada&lt;br /&gt;
wanita untuk mempelajari surah An-Nuur (cahaya) karena di dalamnya mengandung pelajaran bagi&lt;br /&gt;
kaum wanita agar lebih bercahaya. Keberadaan&lt;br /&gt;
kaum wanita sama dengan kaum pria di hadapan&lt;br /&gt;
Allah. Allah SWT berfirman (yang artinya), “Maka, Rabb&lt;br /&gt;
mereka memperkenankan permohonannya (dengan&lt;br /&gt;
berfirman): ‘Sesungguhnya Aku tidak menyia-&lt;br /&gt;
nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara&lt;br /&gt;
kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena)&lt;br /&gt;
sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain …’.” (Ali Imran, 3: 195). “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik&lt;br /&gt;
laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan&lt;br /&gt;
beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan&lt;br /&gt;
kepadanya kehidupan yang baik …” (An-Nahl: 97). Keberadaan wanita sebagaimana pria dalam&lt;br /&gt;
kehidupan ini mengalami ujian yang bermacam-&lt;br /&gt;
macam. Namun, mereka harus tetap tegar dan&lt;br /&gt;
shalehah seperti yang dicontohkan Al-Qur’an&lt;br /&gt;
dengan Asiyah, istri Fira’un yang sabar dalam&lt;br /&gt;
menghadapi ujian dari suaminya, atau seperti Maryam yang tabah menghadapi ujian hidup tanpa&lt;br /&gt;
suami. (Lihat At-Tahrim 11-12). Sebaliknya, jangan&lt;br /&gt;
seperti istri Nabi Nuh a.s. dan Nabi Luth a.s. yang&lt;br /&gt;
berkhianat terhadap suaminya dan tidak taat kepada&lt;br /&gt;
Allah. (At-Tahriim: 10). Wanita pada Masa Rasulullah Rata-rata kaum wanita pada masa Rasulullah saw.&lt;br /&gt;
tidak ketinggalan ikut berlomba meraih kebaikan,&lt;br /&gt;
meskipun mereka juga sibuk sebagai ibu rumah&lt;br /&gt;
tangga. Mereka ikut belajar dan bertanya kepada&lt;br /&gt;
Rasulullah saw. Wanita yang paling setia kepada Rasulullah adalah&lt;br /&gt;
Khadijah yang telah berkorban dengan jiwa dan&lt;br /&gt;
hartanya. Kemudian Aisyah, yang banyak belajar dari&lt;br /&gt;
Rasulullah kemudian mengajarkannya kepada kaum&lt;br /&gt;
wanita dan pria. Bahkan, ada pendapat ulama yang&lt;br /&gt;
mengatakan, seandainya ilmu seluruh wanita dikumpulkan dibanding ilmu Aisyah, maka ilmu&lt;br /&gt;
Aisyah akan lebih banyak. Begitulah Rasulullah saw.&lt;br /&gt;
memuji Aisyah. Ada seorang wanita bernama Asma binti Sakan. Dia&lt;br /&gt;
suka hadir dalam pengajian Rasulullah saw. Pada&lt;br /&gt;
suatu hari dia bertanya kepada Rasulullah,”Ya&lt;br /&gt;
Rasulullah saw., engkau diutus Allah kepada kaum&lt;br /&gt;
pria dan wanita, tapi mengapa banyak ajaran syariat&lt;br /&gt;
lebih banyak untuk kaum pria? Kami pun ingin seperti mereka. Kaum pria diwajibkan shalat Jum’at,&lt;br /&gt;
sedangkan kami tidak; mereka mengantar jenazah,&lt;br /&gt;
sementara kami tidak; mereka diwajibkan berjihad,&lt;br /&gt;
sedangkan kami tidak. Bahkan, kami mengurusi&lt;br /&gt;
rumah, harta, dan anak mereka. Kami ingin seperti&lt;br /&gt;
mereka. Maka, Rasulullah saw. menoleh kepada sahabatnya sambil berkata, “Tidak pernah aku&lt;br /&gt;
mendapat pertanyaan sebaik pertanyaan wanita ini.&lt;br /&gt;
Wahai Asma, sampaikan kepada seluruh wanita di&lt;br /&gt;
belakangmu, jika kalian berbakti kepada suami kalian&lt;br /&gt;
dan bertanggung jawab dalam keluarga kalian, maka&lt;br /&gt;
kalian akan mendapatkan pahala yang diperoleh kaum pria tadi.” (HR Ibnu Abdil Bar). Dalam riwayat Imam Ahmad, Asma meriwayatkan bahwa suatu kali dia berada dekat Rasulullah saw. Di&lt;br /&gt;
sekitar Rasulullah berkumpullah kaum pria dan juga&lt;br /&gt;
kaum wanita. Maka beliau bersabda, “Bisa jadi ada&lt;br /&gt;
orang laki-laki bertanya tentang hubungan seseorang&lt;br /&gt;
dengan istrinya atau seorang wanita menceritakan&lt;br /&gt;
hubungannya dengan sumianya.” Maka tak seorang pun yang berani bicara, maka saya angkat suara.&lt;br /&gt;
“Benar ya Rasulullah, ada pria atau wanita yang&lt;br /&gt;
suka menceritakan hal pribadi itu.” Rasulullah&lt;br /&gt;
menimpali, “Jangan kalian lakukan itu, karena itu&lt;br /&gt;
jebakan syaitan seakan syaitan pria bertemu dengan&lt;br /&gt;
syaitan wanita, kemudian berselingkuh dan manusia pada melihatnya.” Ada juga wanita yang tabah dalam kehidupan rumah&lt;br /&gt;
tangga yang serba pas-pasan tapi tidak pernah&lt;br /&gt;
mengeluh seperti Asma’ binti Abi Bakar dan&lt;br /&gt;
Fatimah. Kutub Tarajim membenarkan cerita tentang&lt;br /&gt;
Fatimah. “Suatu saat dia tidak makan berhari-hari&lt;br /&gt;
karena nggak ada makanan, sehingga suaminya, Ali bin Abi Thalib, melihat mukanya pucat dan&lt;br /&gt;
bertanya,”Mengapa engkau ini, wahai Fatimah, kok&lt;br /&gt;
kelihatan pucat?” Dia menjawab,”Saya sudah tiga hari belum makan,&lt;br /&gt;
karena tidak ada makanan di rumah.” Ali menimpali,”Mengapa engkau tidak bilang&lt;br /&gt;
kepadaku?” Dia menjawab,”Ayahku, Rasulullah saw.,&lt;br /&gt;
menasehatiku di malam pengantin, jika Ali membawa&lt;br /&gt;
makanan, maka makanlah. Bila tidak, maka kamu&lt;br /&gt;
jangan meminta.” Luar biasa bukan? Ada juga wanita yang diuji dengan penyakit, sehingga&lt;br /&gt;
dia datang kepada Rasulullah saw. meminta untuk&lt;br /&gt;
didoakan. Atha’ bin Abi Rabah bercerita bahwa Ibnu&lt;br /&gt;
Abbas r.a. berkata kepadaku,”Maukah aku&lt;br /&gt;
tunjukkan kepadamu wanita surga?” Aku menjawab,”Ya.” Dia melanjutkan,”Ini wanita hitam yang datang ke&lt;br /&gt;
Rasulullah saw. mengadu, ‘Saya terserang epilepsi&lt;br /&gt;
dan auratku terbuka, maka doakanlah saya.’&lt;br /&gt;
Rasulullah saw. bersabda, “Jika kamu sabar, itu lebih&lt;br /&gt;
baik, kamu dapat surga. Atau, kalau kamu mau, saya&lt;br /&gt;
berdoa kepada Allah agar kamu sembuh.” Wanita itu berkata,”Kalau begitu saya sabar, hanya&lt;br /&gt;
saja auratku suka tersingkap. Doakan supaya tidak&lt;br /&gt;
tersingkap auratku.” Maka, Rasulullah saw. mendoakannya. Ada juga wanita yang ikut berperang seperti Nasibah&lt;br /&gt;
binti Kaab yang dikenal dengan Ummu Imarah. Dia&lt;br /&gt;
becerita,”Pada Perang Uhud, sambil membawa air&lt;br /&gt;
aku keluar agak siang dan melihat para mujahidin,&lt;br /&gt;
sampai aku menemukan Rasulullah saw. Sementara,&lt;br /&gt;
aku melihat pasukan Islam kocar-kacir. Maka, aku mendekati Rasulullah sambil ikut berperang&lt;br /&gt;
membentengi beliau dengan pedang dan terkadang&lt;br /&gt;
aku memanah. Aku pun terluka, tapi manakala&lt;br /&gt;
Rasulullah saw. terpojok dan Ibnu Qamiah ingin&lt;br /&gt;
membunuhnya, aku membentengi beliau bersama&lt;br /&gt;
Mush’ab bin Umair. Aku berusaha memukul dia dengan pedangku, tapi dia memakai pelindung besi&lt;br /&gt;
dan dia dapat memukul pundakku sampai terluka.&lt;br /&gt;
Rasulullah saw. bercerita,”Setiap kali aku melihat&lt;br /&gt;
kanan kiriku, kudapati Ummu Imarah membentengiku&lt;br /&gt;
pada Perang Uhud.” Begitu tangguhnya Ummu&lt;br /&gt;
Imarah. Ada juga Khansa yang merelakan empat anaknya&lt;br /&gt;
mati syahid. Ia berkata,”Alhamdulillah yang telah&lt;br /&gt;
menjadikan anak-anakku mati syahid.” Begitulah peranan wanita pada masa Rasulullah saw.&lt;br /&gt;
Mereka berpikir untuk akhiratnya, sedang wanita&lt;br /&gt;
sekarang yang lebih banyak memikirkan dunia,&lt;br /&gt;
rumah tinggal, makanan, minuman, kendaraan, dan&lt;br /&gt;
lain-lain. Kaum Wanita paa Masa Berikutnya Ketika Utsman bin Affan mengerahkan pasukan&lt;br /&gt;
melawan manuver-manuver Romawi, komandan&lt;br /&gt;
diserahkan kepada Hubaib bin Maslamah al-Fikir. Istri&lt;br /&gt;
Hubaib termasuk pasukan yang akan berangkat&lt;br /&gt;
perang. Sebelum perang dimulai, Hubaib memeriksa&lt;br /&gt;
kesiapan pasukan. Tiba-tiba istrinya bertanya,”Di mana saya&lt;br /&gt;
menjumpai Anda ketika perang sedang&lt;br /&gt;
berkecamuk?” Dia menjawab,”Di kemah komandan Romawi atau di&lt;br /&gt;
surga.” Ketika perang sedang berkecamuk, Hubaib berperang&lt;br /&gt;
dengan penuh keberanian sampai mendapatkan&lt;br /&gt;
kemenangan. Segera dia menuju ke kemah&lt;br /&gt;
komandan Romawi menunggui istrinya. Yang&lt;br /&gt;
menakjubkan, saat Hubaib sampai ke tenda itu, dia&lt;br /&gt;
mendapatkan istrinya sudah mendahuluinya. Allahu Akbar. Pada masa Dinasti Abbasiyah yang dipimipin oleh&lt;br /&gt;
Harun al-Rasyid, ada seorang Muslimah disandera&lt;br /&gt;
oleh tentara Romawi. Maka, seorang ulama bernama&lt;br /&gt;
Al-Manshur bin Ammar mendorong umat Islam untuk&lt;br /&gt;
berjihad di dekat istana Harun al-Rasyid dan dia pun&lt;br /&gt;
menyaksikan ceramahnya. Tiba-tiba ada kiriman bungkusan disertai dengan surat. Surat itu lalu dibuka&lt;br /&gt;
dan dibaca oleh ulama tadi dan ternyata berasal dari&lt;br /&gt;
seorang perempuan dan berbunyi,”Aku mendengar&lt;br /&gt;
tentara Romawi melecehkan wanita Muslimah dan&lt;br /&gt;
engkau mendorong umat Islam untuk berjihad, maka&lt;br /&gt;
aku persembahkan yang paling berharga dalam diriku. Yaitu, seuntai rambutku yang aku kirimkan&lt;br /&gt;
dalam bungkusan itu. Dan, aku memohon agar rambut&lt;br /&gt;
itu dijadikan tali penarik kuda di jalan Allah agar aku&lt;br /&gt;
dapat nantinya dilihat Allah dan mendapatkan&lt;br /&gt;
rahmatnya.” Maka, ulama itu menangis dan seluruh&lt;br /&gt;
hadirin ikut menangis. Harun al-Rasyid kemudian memutuskan mengirim pasukan untuk membebaskan&lt;br /&gt;
wanita Muslimah yang disandera itu. Seorang istri Shaleh bin Yahya ditinggal suaminya dan&lt;br /&gt;
hidup bersama dua anaknya. Ia mendidik anak-&lt;br /&gt;
anaknya dengan ibadah dan qiyamul lail (shalat&lt;br /&gt;
malam). Ketika anak-anaknya semakin besar, dia&lt;br /&gt;
berkata,”Anak-anakku, mulai malam ini tidak boleh&lt;br /&gt;
satu malam pun yang terlewat di rumah ini tanpa ada yang shalat qiyamullail.” “Apa maksud ibu?” tanya mereka. Ibu menjawab,”Begini, kita bagi malam menjadi tiga&lt;br /&gt;
dan kita masing-masing mendapat bagian sepertiga.&lt;br /&gt;
Kalian berdua, dua pertiga, dan saya sepertiga yang&lt;br /&gt;
terakhir. Ketika waktu sudah mendekati subuh, saya&lt;br /&gt;
akan bangunkan kalian.” Ternyata kebiasan ini berlanjut sampai ibu mereka&lt;br /&gt;
meninggal. Dan amalan itu tetap dilanjutkan oleh dua&lt;br /&gt;
anak itu karena mereka sudah merasakan nikmatnya&lt;br /&gt;
qiyamullalil. Wanita Dewasa Ini Kalau kita perhatikan perkembangan wanita dewasa&lt;br /&gt;
ini, memang cukup mengkhawatirkan, meskipun di&lt;br /&gt;
lain pihak masih banyak kaum wanita berjilbab yang&lt;br /&gt;
semarak. Bahkan, pengajian-pengajian justru dipenuhi&lt;br /&gt;
oleh kaum wanita. Tapi, melihat berbagai upaya&lt;br /&gt;
musuh Islam untuk menghancurkan kaum hawa dengan berbagai cara melalui media massa&lt;br /&gt;
yangdestruktif (merusak), maka tantangannya&lt;br /&gt;
semakin berat. Kalau tidak berbekal ilmu agama yang&lt;br /&gt;
cukup dan disertai semangat juang yang tinggi,&lt;br /&gt;
niscaya wanita pada zaman sekarang sulit untuk&lt;br /&gt;
selamat. Bayangkan, kehidupan masyarakat di sekeliling kita sampai pergaulan di tingkat nasional&lt;br /&gt;
dan internasional sudah sangat bejat. Kebejatan itu&lt;br /&gt;
diliput dan disampaikan ke rumah-rumah kita melalui&lt;br /&gt;
saluran-saluran TV. Dan, yang tidak puas ditambah&lt;br /&gt;
dengan VCD dan internet. Sehingga, waktu untuk&lt;br /&gt;
beribadah kepada Allah semakin terpinggirkan atau tergeser oleh otak yang merekam semua adegan itu. Sementara, penangkalnya relatif kecil, dengan cara&lt;br /&gt;
tradisional melalui pengajian minimal seminggu&lt;br /&gt;
sekali. Maka, kita perlu kunci-kunci keselamatan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber: Muslimahzone.com  /@cwi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-1538941240341967204?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-07T19:12:15.348+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pengorbanan Cinta Salman Al-Farisi radhiallahu ‘anhu</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/02/pengorbanan-cinta-salman-al-farisi.html</link><category>Al-kisah</category><category>Kisah teladan</category><category>Remaja islam</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Sun, 05 Feb 2012 14:59:34 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-165694897228346591</guid><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;  &lt;br /&gt;
Muslimahzone.com – Alangkah bahagianya bila kita dapat menikahi seseorang yang kita cintai.&lt;br /&gt;
Namun, bagaimana bila seseorang yang kita cintai&lt;br /&gt;
pada takdir yang ditetapkan-Nya harus menikah&lt;br /&gt;
dengan orang lain atau bahkan sahabat kita sendiri.&lt;br /&gt;
Hal ini bukan cerita dongeng, pengorbanan demikian&lt;br /&gt;
pernah dialami oleh salah seorang sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, ia adalah Salman Al-&lt;br /&gt;
Farisi radhiallahu ‘anhu. Cintanya harus dikorbankan&lt;br /&gt;
untuk saudaranya yang ia cintai karena Allah. *** Salman al-Farisi pada awal hidupnya adalah seorang&lt;br /&gt;
bangsawan dari Persia, sebagai seorang Persia ia&lt;br /&gt;
menganut agama Majusi, tapi ia tidak merasa nyaman&lt;br /&gt;
dengan agamanya. Kemudian ia mengalami&lt;br /&gt;
pergolakan batin untuk mencari agama yang dapat&lt;br /&gt;
menentramkan hatinya. Pencarian agamanya membawa hingga ke jazirah Arab dan akhirnya&lt;br /&gt;
memeluk agama Islam. Ia menjadi pahlawan dengan ide membuat parit&lt;br /&gt;
dalam upaya melindungi kota Madinah dalam&lt;br /&gt;
pertempuran khandaq.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; Setelah meninggalnya Nabi&lt;br /&gt;
Muhammad, ia dikirim untuk menjadi gubernur di&lt;br /&gt;
daerah kelahirannya, hingga ia wafat. Salman&lt;br /&gt;
termasuk sahabat nabi yang dekat bahkan ada sebuah riwayat Rasulullah saw menyatakan,&lt;br /&gt;
“Salman termasuk keluraga bagi kami.” Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah.&lt;br /&gt;
Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai&lt;br /&gt;
wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil&lt;br /&gt;
tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih.&lt;br /&gt;
Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa&lt;br /&gt;
tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci. Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah&lt;br /&gt;
bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah&lt;br /&gt;
tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat,&lt;br /&gt;
rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu&lt;br /&gt;
dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis&lt;br /&gt;
pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab&lt;br /&gt;
dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam&lt;br /&gt;
khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu&lt;br /&gt;
kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan&lt;br /&gt;
dengannya, Abud Darda’. ”Subhanallaah.. wal hamdulillaah..”, girang Abud&lt;br /&gt;
Darda’ mendengarnya. Mereka tersenyum bahagia&lt;br /&gt;
dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa&lt;br /&gt;
cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju&lt;br /&gt;
sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah.&lt;br /&gt;
Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa. ”Saya adalah Abud Darda’, dan ini adalah saudara&lt;br /&gt;
saya Salman seorang Persia. Allah telah&lt;br /&gt;
memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah&lt;br /&gt;
memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia&lt;br /&gt;
memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah&lt;br /&gt;
Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya&lt;br /&gt;
datang untuk mewakili saudara saya ini melamar&lt;br /&gt;
putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud&lt;br /&gt;
Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling&lt;br /&gt;
murni. ”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah,&lt;br /&gt;
”Menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang&lt;br /&gt;
mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini&lt;br /&gt;
bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang&lt;br /&gt;
utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya&lt;br /&gt;
serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri&lt;br /&gt;
menanti dengan segala debar hati. ”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata&lt;br /&gt;
suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara&lt;br /&gt;
mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua&lt;br /&gt;
yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah&lt;br /&gt;
saya menjawab bahwa puteri kami menolak&lt;br /&gt;
pinangan Salman. Namun jika Abud Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka&lt;br /&gt;
puteri kami telah menyiapkan jawaban&lt;br /&gt;
mengiyakan.” Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan,&lt;br /&gt;
ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik&lt;br /&gt;
kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu&lt;br /&gt;
mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan&lt;br /&gt;
indah karena satu alasan; reaksi Salman. Bayangkan&lt;br /&gt;
sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan&lt;br /&gt;
sebentuk malu yang membuncah dan bertemu&lt;br /&gt;
dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang&lt;br /&gt;
belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya.&lt;br /&gt;
Mari kita dengar ia bicara. ”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan&lt;br /&gt;
nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan&lt;br /&gt;
pada Abud Darda’, dan aku akan menjadi saksi&lt;br /&gt;
pernikahan kalian!” teman baik ku dunia akhirat.&lt;br /&gt;
Dan aku akan menjadi saksi pernikahan bersejarah&lt;br /&gt;
kalian!” air mata kasih dan syukur membening suasana redup di suatu petang itu. /@cwi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-165694897228346591?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-06T05:59:34.239+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>SADARLAH BAHWA ALLAH-LAH YANG MENGATUR SEGALA SESUATU DALAM SETIAP DETAIL NYA</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/02/sadarlah-bahwa-allah-lah-yang-mengatur.html</link><category>Khasanah</category><category>Ikhtiar</category><category>Hikmah</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Thu, 02 Feb 2012 03:40:21 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-8847988796620774835</guid><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;    Kebanyakan orangsenang ketika hal-hal terjadi sesuai dengan keinginan mereka, tetapi mudah kesal ketika hal-hal kecil tidak sesuai dengan keinginan mereka.Tetapi, seseorang memercayai Allah (khususnya muslim) tidak boleh memiliki sifat seperti itu. Dalam Al-Qur'an, Allah mengungkapkan kabar baik bahwa Ia telah menentukan setiap peristiwa yang terjadi hanyalah demi kebaikan hamba-Nya yang benar, dan tidak ada yang harus menjadi kesedihan atau kesulitan bagi mereka. Seseorang yang mengetahui kebenaran ini didalam hatinya, dapat menyenangi hal apapun yang ia jalani dan berkah yang terdapat di balik hal itu. Banyak orang tidak memikirkan bagaimana mereka tercipta ataupun mengapa mereka ada. Meskipun hati nurani mereka membimbing mereka agar sadar tentang keajaiban dan sempurnanya dunia yang dimiliki oleh Sang Pencipta, banyak sekali cinta yang mereka rasakan untuk kehidupan dunia ini, atau keengganan mereka untuk menghadapi kebenaran, membawa mereka untuk menyangkal realitas mengenai keberadaan-Nya. Mereka menolak bukti bahwa setiap kejadian dari hidup mereka telah ditentukan sesuai dengan rencana dan tujuan, tetapi perilaku mereka menunjukkan aksi yang salah, yakni menganggap hal-hal yang terjadi hanyalah kebetulan ataupun keberuntungan. Bagaimanapun, itu hanyalah pandangan sekilas dari manusia yang menghalangi mereka untuk melihat kebaikan/sisi positif dari suatu kejadian dan mengambil pelajaran dari kejadian tersebut. Adajuga mereka, yang sadar akan keberadaan Tuhan, dan memahami bahwa Dialah yang telah menciptakan seluruh alam semesta. &lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;  Mereka mengakui bukti bahwa Allah-lah yang menurunkan hujan atau mengatur terbit dan terbenamnya matahari. Mereka mengakui bahwa selain karena kuasa Allah, tidak ada satupun kejadian yang dapat terjadi. Namun, ketika terjadi sedikit insiden kecil dalam hidup mereka, mereka tidak dapat berpikir mengenai kekuasaan Allah. Namun demikian, Dialah yang mentakdirkan seorang maling untuk mencuri ke rumah seseorang saat malam, menjadikan suatu halangan yang membuat seseorang jatuh, sebidang tanah yang subur untuk menghasilkan tanaman menjadi gersang, perdagangan agar menguntungkan, ataupun panci masakan yang terlupakan di kompor. Setiap kejadian termasuk dalam hikmah Allah yang tak terbatas dan sesuai dengan rencana-Nya yang luhur. Setetes noda lumpur pada celana kita, sebuah tusukan pada ban, jerawat muncul di wajah seseorang, penyakit, atau hal yang tidak diinginkan, semuanya dimasukkan kedalam kehidupan seseorang dengan rencana tertentu. Tidak ada seseorang yang mengalami—mulai dari ia membuka matanya—dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dan terpisah dari Allah. Semua kehidupan, secara keseluruhan diciptakan oleh Allah, satu- satunya yang memegang kendali atas alam semesta. Ciptaan Allah adalah sempurna, tanpa cacat, dan penuh dengan tujuan. Ini adalah bagian dari takdir yang diciptakan oleh Allah, seseorang tidak boleh mendiskriminasi suatu kejadian dengan menetapkan suatu kejadian buruk dan jahat. Apa yang menjadi kewajiban pada seseorang adalah untuk mengenali dan menghargai kesempurnaan dari semua kejadian, dan untuk percaya dengan semua kepastian yang terletak didalamnya, terlebih dari itu kita juga harus sadar mengenai kebijakan Allah yang tak terbatas, semua dirancang untuk mengarah kepada tujuan yang luar biasa. Memang, bagi mereka yang percaya dan mengenali kebaikan dalam segala hal yang menimpa mereka, baik di dunia ini dan dunia luar merupakan bagian dari suatu kebaikan yang kekal. Dalam Al-Qur’an, Allah menarik perhatian kita kepada fakta tersebut, hampir di setiap halaman. Inilah sebabnya mengapa kegagalan untuk mengingat bahwa segala sesuatu menurut takdir tertentu merupakan kegagalan bagi seseorang yanb beriman. Takdir yang sudah ditentukan oleh Allah itu unik, dan dialami oleh seseorang persis seperti yang telah Allah tetapkan. Orang awam bisa merasakan keyakinan pada takdir hanya sebagaicara untuk “menghibur saat terjadi bencana.” Takdirditahbiskan oleh Allah adalah unik, dan dialami oleh seseorang dalam persis cara Allah telah ditakdirkan. Orang biasa merasakan keyakinan pada takdir hanya sebagai cara untuk "menghibur saat terjadi bencana". Seorang mukmin, di sisi lain, mencapai pemahaman yang benar terhadap takdirnya, sepenuhnya menangkap bahwa itu adalah program yang sempurna satu-satunya yang dirancang khusus untuknya. Takdir adalah agenda sempurna yang seluruhnya dikembangkan untuk seseorang untuk masuk surga. Hal ini penuh dengan berkat dan untuk tujuan ilahi. Setiap kesulitan yang ditemui seseorang di dalam dunia ini akan menjadi sumber kebahagiaan tak terbatas, suka cita, dan damai di akhirat. Ayat “Karena seseungguhnya sesudah kesulitan datang kemudahan.” (Q.S. Al-Insyirah : 5) menarik perhatian kita pada fakta ini, dalam takdir seseorang, kesabaran, dan keberanian dari seseorang yang beriman adalah ditakdirkan bersama dengan imbalannya masing-masing di akhirat. Ini mungkin terjadi selama hari itu, bahwa orang beriman akan menjadi jengkel atau khawatir tentang hal-hal tertentu yang telah terjadi. Alasan utama dari rasa jengkel tersebut adalah kegagalannya untuk mengingat bahwa kegagalan dalam hidupnya adalah bagian dari takdir yang khusus diciptakan oleh Allah. Padahal, ia akan dihibur dan tenang ketika ia diingatkan tentag tujuan penciptaan Allah. Inilah sebabnya mengapaorang beriman harus belajar untuk terus diingat bahwa semuanya sudah ditakdirkan, serta mengingatkan orang lain mengenai fakta ini. Dia harus menunjukkan kesabaran dalam menghadapi kejadian tersebut bahwa Allah telah ditakdirkan untuknya, di relung tanpa batas waktu, menaruh kepercayaan kepada-Nya, dan berusaha untuk mengenali alasan-alasan di balik itu. Mereka yang berusaha memahami alasan ini akan—dengan izin Allah—sukses. Meskipun mereka mungkin tidak selalu bisa mendeteksi tujuan mereka yang sebenarnya, mereka harus tetap diyakinkan bahwa, ketika sesuatu terjadi, tentu saja untuk beberapa yang baik dan untuk tujuan.  /@cwi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-8847988796620774835?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-02T18:40:21.426+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>SEORANG MUSLIM TIDAK AKAN MERASA TAKUT MATI MELAINKAN MELIHATNYA SEBAGAI KESENANGAN YANG INDAH</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/02/seorang-muslim-tidak-akan-merasa-takut.html</link><category>Khasanah</category><category>Ikhtiar</category><category>Hikmah</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Wed, 01 Feb 2012 10:12:30 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-817831015691866781</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Adnan Oktar: Takut kematian. Kita sudah melihat di sini bahwa materi tidak ada yang nyata; maksud saya Allah telah menciptakannya sebagai citra dalam otak kita. Materi tidak memiliki titik awal maupun akhir. Dan karena Allah terus menerus menjalankan gambar untuk kita, karena Dia menciptakan gambar secara terus-menerus, hal ini semakin memperlihatkan bahwa tidak ada kematian yang sebenarnya di sini. Benar? Dan karena Allah menciptakan keindahan seperti itu, mengapa kita harus takut? Kita tidak takut mati, kita takut Allah. Kita menganggap kematian sebagai jalan untuk mencapai Allah, sebagai sebuah kesukacitaan. Dan menjadi takut mati ...&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   &lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;  akankah PKK takut kematian? Maksud saya apakah orang-orang yang tidak percaya kepada Allah tidak takut mati, mereka cukup tidak takut. Orang-orang menjadi bom manusia lalu pergi dan meledak sendiri. Maksud saya tidak ada yang menyatakan bahwa orang yang tidak takut kepada Allah, yang tidak beriman kepada Allah akan takut mati, justru sebaliknya, orang-orang semacam itu tidak akan takut mati; itu adalah sebaliknya. Artinya seorang muslim dikatakan tidak memiliki iman hanya karena takut mati, hanya karena ia harus percaya. Yang secara eksplisit terlihat; baik komunis maupun fasis tidak takut mati, mereka semua sangat aneh. Semua orang tahu ini, mereka sangat aneh dalam hal ini. Seorang Muslim akan takut tidak menyenangkan Allah, akan takut tidak bisa mendapatkan ridho Allah, ia akan takut kehilangan cinta Allah. Dia akan takut bahwa Allah tidak akan mencintainya.   /@cwi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-817831015691866781?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-02T01:12:30.688+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Berpikirlah Sejak Anda Bangun Tidur</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/01/berpikirlah-sejak-anda-bangun-tidur.html</link><category>Muhasabah</category><category>Remaja islam</category><category>Hikmah</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Sat, 14 Jan 2012 05:49:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-2159303015272723288</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-jshg0I9tqiA/TUAe9KgxA3I/AAAAAAAAAVA/J1gDwEXsc6E/s1600/timthumb.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://4.bp.blogspot.com/-jshg0I9tqiA/TUAe9KgxA3I/AAAAAAAAAVA/J1gDwEXsc6E/s320/timthumb.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 




Tidak diperlukan kondisi khusus bagi seseorang untuk memulai berpikir. Bahkan bagi orang yang baru saja bangun tidur di pagi hari pun terdapat banyak sekali hal-hal yang dapat mendorongnya berpikir.

Terpampang sebuah hari yang panjang dihadapan seseorang yang baru saja bangun dari pembaringannya di pagi hari. Sebuah hari dimana rasa capai atau kantuk seakan telah sirna. Ia siap untuk memulai harinya. Ketika berpikir akan hal ini, ia teringat sebuah firman Allah:

"Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha." (QS. Al-Furqaan, 25: 47)

Setelah membasuh muka dan mandi, ia merasa benar-benar terjaga dan berada dalam kesadarannya secara penuh. Sekarang ia siap untuk berpikir tentang berbagai persoalan yang bermanfaat untuknya. Banyak hal lain yang lebih penting untuk dipikirkan dari sekedar memikirkan makanan apa yang dipunyainya untuk sarapan pagi atau pukul berapa ia harus berangkat dari rumah. Dan pertama kali ia harus memikirkan tentang hal yang lebih penting ini.

Pertama-tama, bagaimana ia mampu bangun di pagi hari adalah sebuah keajaiban yang luar biasa. Kendatipun telah kehilangan kesadaran sama sekali sewaktu tidur, namun di keesokan harinya ia kembali lagi kepada kesadaran dan kepribadiannya. Jantungnya berdetak, ia dapat bernapas, berbicara dan melihat. Padahal di saat ia pergi tidur, tidak ada jaminan bahwa semua hal ini akan kembali seperti sediakala di pagi harinya. Tidak pula ia mengalami musibah apapun malam itu. Misalnya, kealpaan tetangga yang tinggal di sebelah rumah dapat menyebabkan kebocoran gas yang dapat meledak dan membangunkannya malam itu. Sebuah bencana alam yang dapat merenggut nyawanya dapat saja terjadi di daerah tempat tinggalnya.
&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
Ia mungkin saja mengalami masalah dengan fisiknya. Sebagai contoh, bisa saja ia bangun tidur dengan rasa sakit yang luar biasa pada ginjal atau kepalanya. Namun tak satupun ini terjadi dan ia bangun tidur dalam keadaan selamat dan sehat. Memikirkan yang demikian mendorongnya untuk berterima kasih kepada Allah atas kasih sayang dan penjagaan yang diberikan-Nya.

Memulai hari yang baru dengan kesehatan yang prima memiliki makna bahwa Allah kembali memberikan seseorang sebuah kesempatan yang dapat dipergunakannya untuk mendapatkan keberuntungan yang lebih baik di akhirat. Ingat akan semua ini, maka sikap yang paling sesuai adalah menghabiskan waktu di hari itu dengan cara yang diridhai Allah.

Sebelum segala sesuatu yang lain, seseorang pertama kali hendaknya merencanakan dan sibuk memikirkan hal-hal semacam ini. Titik awal dalam mendapatkan keridhaan Allah adalah dengan memohon kepada Allah agar memudahkannya dalam mengatasi masalah ini. Doa Nabi Sulaiman adalah tauladan yang baik bagi orang-orang yang beriman: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni'mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh" (QS. An-Naml, 27 : 19)

Bagaimana kelemahan manusia mendorong seseorang untuk berpikir?Tubuh manusia yang demikian lemah ketika baru saja bangun dari tidur dapat mendorong manusia untuk berpikir: setiap pagi ia harus membasuh muka dan menggosok gigi. Sadar akan hal ini, ia pun merenungkan tentang kelemahan-kelemahannya yang lain. Keharusannya untuk mandi setiap hari, penampilannya yang akan terlihat mengerikan jika tubuhnya tidak ditutupi oleh kulit ari, dan ketidakmampuannya menahan rasa kantuk, lapar dan dahaga, semuanya adalah bukti-bukti tentang kelemahan dirinya.

"Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." (QS. Ar-Ruum, 30: 54)

Bagi orang yang telah berusia lanjut, bayangan dirinya di dalam cermin dapat memunculkan beragam pikiran dalam benaknya. Ketika menginjak usia dua dekade dari masa hidupnya, tanda-tanda proses penuaan telah terlihat di wajahya. Di usia yang ketigapuluhan, lipatan-lipatan kulit mulai kelihatan di bawah kelopak mata dan di sekitar mulutnya, kulitnya tidak lagi mulus sebagaimana sebelumnya, perubahan bentuk fisik terlihat di sebagian besar tubuhnya. Ketika memasuki usia yang semakin senja, rambutnya memutih dan tangannya menjadi rapuh.


Bagi orang yang berpikir tentang hal ini, usia senja adalah peristiwa yang paling nyata yang menunjukkan sifat fana dari kehidupan dunia dan mencegahnya dari kecintaan dan kerakusan akan dunia. Orang yang memasuki usia tua memahami bahwa detik-detik menuju kematian telah dekat. Jasadnya mengalami proses penuaan dan sedang dalam proses meninggalkan dunia ini. Tubuhnya sedikit demi sedikit mulai melemah kendatipun ruhnya tidaklah berubah menjadi tua. Sebagian besar manusia sangat terpukau oleh ketampanan atau merasa rendah dikarenakan keburukan wajah mereka semasa masih muda.


Pada umumnya, manusia yang dahulunya berwajah tampan ataupun cantik bersikap arogan, sebaliknya yang di masa lalu berwajah tidak menarik merasa rendah diri dan tidak bahagia. Proses penuaan adalah bukti nyata yang menunjukkan sifat sementara dari kecantikan atau keburukan penampilan seseorang. Sehingga dapat diterima dan masuk akal jika yang dinilai dan dibalas oleh Allah adalah akhlaq baik beserta komitmen yang diperlihatkan seseorang kepada Allah.

Setiap saat ketika menghadapi segala kelemahannya manusia berpikir bahwa satu-satunya Zat Yang Maha Sempurna dan Maha Besar serta jauh dari segala ketidaksempurnaan adalah Allah, dan iapun mengagungkan kebesaran Allah. Allah menciptakan setiap kelemahan manusia dengan sebuah tujuan ataupun makna. Termasuk dalam tujuan ini adalah agar manusia tidak terlalu cinta kepada kehidupan dunia, dan tidak terpedaya dengan segala yang mereka punyai dalam kehidupan dunia. Seseorang yang mampu memahami hal ini dengan berpikir akan mendambakan agar Allah menciptakan dirinya di akhirat kelak bebas dari segala kelemahan.

Segala kelemahan manusia mengingatkan akan satu hal yang menarik untuk direnungkan: tanaman mawar yang muncul dan tumbuh dari tanah yang hitam ternyata memiliki bau yang demikian harum. Sebaliknya, bau yang sangat tidak sedap muncul dari orang yang tidak merawat tubuhnya. Khususnya bagi mereka yang sombong dan membanggakan diri, ini adalah sesuatu yang seharusnya mereka pikirkan dan ambil pelajaran darinya.

 

DIAMBIL DARI "BAGAIMANA SEORANG MUSLIM BERPIKIR?" 
KARYA HARUN YAHYA, ROBBANI PRESS, INDONESIA, 2000

 

/@cwi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-2159303015272723288?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-14T20:49:00.632+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-jshg0I9tqiA/TUAe9KgxA3I/AAAAAAAAAVA/J1gDwEXsc6E/s72-c/timthumb.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ledakan Besar "Big Bang" Menggema  ke Segenap Penjuru Peta Galaksi</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/01/ledakan-besar-big-bang-menggema-ke.html</link><category>kajian</category><category>Tahukah antum ?</category><category>Saint Al-Qur'an</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Sat, 14 Jan 2012 05:47:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-6909694436922245233</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; font-family: Arial; font-size: 11px;"&gt;&lt;center style="text-align: center;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f0000; font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 0px; -webkit-border-vertical-spacing: 0px; font-size: 36px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" height="123"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;&lt;div class="ayetler" style="color: black; font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="hygbold" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; margin-top: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
&lt;span&gt;Melalui dua proyek besar pemetaan galaksi yang dilakukan hingga kini, para ilmuwan telah membuat penemuan yang memberikan dukungan sangat penting bagi teori&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;i&gt;"Big Bang"&lt;/i&gt;. Hasil penelitian tersebut disampaikan pada pertemuan musim dingin&amp;nbsp;&lt;i&gt;American Astronomical Society&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span&gt;Luasnya penyebaran galaksi-galaksi dinilai oleh para astrofisikawan sebagai salah satu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;waris&lt;span&gt;an terpenting dari tahap-tahap awal alam semesta yang masih&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ada&lt;span&gt;&amp;nbsp;hingga saat ini. Oleh karenanya, adalah mungkin untuk mengacu pada informasi tentang penyebaran dan letak galaksi-galaksi sebagai "sebuah jendela yang membuka pengetahuan tentang sejarah alam semesta."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;Dalam penelitian mereka yang berlangsung beberapa tahun, dua kelompok peneliti yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;berbeda&lt;span&gt;, yang terdiri dari ilmuwan Inggris, Australia dan Amerika,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;berhasil membuat&amp;nbsp;&lt;span&gt;peta tiga dimensi dari sekitar 266.000 galaksi. Para ilmuwan tersebut membandingkan data tentang penyebaran galaksi yang mereka kumpulkan dengan data dari&amp;nbsp;&lt;i&gt;Cosmic Background Radiation&lt;/i&gt;&amp;nbsp;[Radiasi Latar Alam Semesta] yang dipancarkan ke segenap penjuru alam semesta, dan membuat penemuan penting berkenaan dengan asal usul galaksi-galaksi. Para peneliti yang mengkaji data tersebut menyimpulkan bahwa galaksi-galaksi terbentuk pada materi yang terbentuk 350.000 tahun setelah peristiwa&amp;nbsp;&lt;i&gt;Big Bang&lt;/i&gt;, di mana materi ini saling bertemu dan mengumpul, dan kemudian mendapatkan bentuknya akibat pengaruh gaya gravitasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="left" border="0" cellpadding="10" cellspacing="1"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span&gt;&lt;img height="198" src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/big_bang.jpg" width="198" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="dipnot" style="color: black; font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 10px; text-decoration: none;"&gt;Menurut teori&amp;nbsp;&lt;i&gt;Big Bang&lt;/i&gt;, segala sesuatu berawal dari ledakan satu titik tunggal berkerapatan tak terhingga dan bervolume nol. Seiring dengan berjalannya waktu, ruang angkasa mengembang dan ruang yang memisahkan antara benda-benda langit pun mengembang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span&gt;Penemuan tersebut membenarkan teori&amp;nbsp;&lt;i&gt;Big Bang&lt;/i&gt;, yang menyatakan bahwa jagat raya berawal dari ledakan satu titik tunggal bervolume nol dan berkerapatan tak terhingga yang terjadi sekitar 14 miliar tahun lalu. Teori ini terus-menerus dibuktikan kebenarannya melalui sejumlah pengkajian yang terdiri dari puluhan tahun pengamatan astronomi, dan berdiri tega&lt;/span&gt;r&lt;span&gt;&amp;nbsp;tak terkalahkan di atas pijakan yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;teramat&lt;span&gt;&amp;nbsp;kokoh.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Big Bang&amp;nbsp;&lt;/i&gt;diterima oleh sebagian besar astrofisikawan masa kini, dan menjadi bukti ilmiah yang membenarkan kenyataan bahwa Allah telah menciptakan alam semesta dari ketiadaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;Dalam penelitiannya selama sepuluh tahun, Observatorium Anglo-Australia di negara bagian New South Wales, Australia, menentukan letak 221.000 galaksi di jagat raya dengan menggunakan teknik pemetaan tiga dimensi. Pemetaan ini, yang dilakukan dengan bantuan teleskop bergaris tengah 3,9 meter pada menara observatorium&lt;/span&gt;&amp;nbsp;itu&lt;span&gt;, hampir sepuluh kali lebih besar dari penelitian serupa sebelumnya.&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/073.htm#notes"&gt;(1)&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Di bawah pimpinan Dr. Matthew Colless, kepala observatorium tersebut, kelompok ilmuwan ini pertama-tama menentukan letak dan jarak antar-galaksi. Lalu mereka membuat model penyebaran galaksi-galaksi dan mempelajari variasi-variasi teramat kecil dalam model&lt;/span&gt;&amp;nbsp;ini&lt;span&gt;&amp;nbsp;secara amat rinci. Para ilmuwan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;tersebut&lt;span&gt;&amp;nbsp;mengajukan hasil penelitian mereka untuk diterbitkan dalam jurnal&amp;nbsp;&lt;i&gt;Monthly Notices of the Royal Astronomical Society&amp;nbsp;&lt;/i&gt;[Warta Bulanan Masyarakat Astronomi Kerajaan]&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;Dalam pengkajian serupa yang dilakukan oleh Observatorium Apache Point di New Mexico, Amerika Serikat, letak dari sekitar 46.000 galaksi di wilayah lain dari jagat raya juga dipetakan dengan cara serupa dan penyebarannya diteliti. Penelitian ini, yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;m&lt;span&gt;engguna&lt;/span&gt;k&lt;span&gt;an teleskop Sloan bergaris tengah 2,5 meter,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;diketuai oleh&lt;span&gt;&amp;nbsp;Daniel Eisenstein dari Universitas Arizona, dan akan diterbitkan dalam&amp;nbsp;&lt;i&gt;Astrophysical Journal&amp;nbsp;&lt;/i&gt;[Jurnal Astrofisika]&lt;i&gt;.&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/073.htm#notes"&gt;(2)&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;Hasil yang dicapai oleh dua kelompok peneliti ini diumumkan dalam pertemuan musim dingin&amp;nbsp;&lt;i&gt;American Astronomical Society&lt;/i&gt;[Masyarakat Astronomi Amerika] di San Diego, California, Amerika Serikat pada tanggal 11 Januari 2005.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="right" border="0" cellpadding="10" cellspacing="1"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span&gt;&lt;img height="100" src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/cobe.jpg" width="200" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="dipnot" style="color: black; font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 10px; text-decoration: none;"&gt;Data yang diperoleh dari satelit COBE pada tahun 1992 mengungkap adanya fluktuasi sangat kecil pada pancaran Radiasi Latar Alam Semesta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="baslik2bordo" style="color: #7f0000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;
&lt;span&gt;Bukti Penting Yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Semakin Mengukuhkan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Big Bang&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span&gt;Data yang diperoleh&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dari&amp;nbsp;&lt;span&gt;hasil kerja panjang dan teliti membenarkan sejumlah perkiraan yang dibuat puluhan tahun silam di bidang astronomi tentang asal usul galaksi. Di tahun 1960-an, para perumus teori memperkirakan bahwa galaksi-galaksi mungkin mulai terbentuk di wilayah-wilayah di mana materi berkumpul dengan kerapatan yang sedikit lebih besar segera setelah peristiwa&amp;nbsp;&lt;i&gt;Big Bang&lt;/i&gt;. Jika perkiraan ini benar, maka cikal bakal galaksi-galaksi itu seharusnya dapat teramati dalam bentuk fluktuasi sangat kecil pada tingkat panas di sisa-sisa radiasi dari&lt;i&gt;Big Bang&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan dikenal sebagai Radiasi Latar Alam Semesta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;Radiasi Latar Alam Semesta adalah radiasi panas yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;baru&lt;span&gt;&amp;nbsp;mulai dipancarkan 350.000 tahun&lt;/span&gt;setelah&lt;span&gt;&amp;nbsp;peristiwa&amp;nbsp;&lt;i&gt;Big Bang&lt;/i&gt;. Radiasi ini, yang dipancarkan ke segenap penjuru di alam semesta, me&lt;/span&gt;nampilkan potret&lt;span&gt;&amp;nbsp;sekilas dari jagat raya berusia 350.000 tahun, dan dapat dipandang sebagai fosil [sisa-sisa peninggalannya] di masa kini. Radiasi ini, yang pertama kali ditemukan pada tahun 1965, diakui sebagai bukti&amp;nbsp;&lt;/span&gt;mutlak&lt;span&gt;&amp;nbsp;bagi&amp;nbsp;&lt;i&gt;Big Bang&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang di&lt;/span&gt;serta&lt;span&gt;i berbagai pengkajian dan pengamatan, dan diteliti secara sangat mendalam. Data yang diperoleh dari satelit COBE (&lt;i&gt;Cosmic Background Explorer&lt;/i&gt;[Penjelajah Latar Alam Semesta]) pada tahun 1992 membenarkan perkiraan yang dibuat di tahun 1960-an dan mengungkap bahwa&amp;nbsp; terdapat gelombang-gelombang kecil pada Radiasi Latar Alam Semesta.&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/073.htm#notes"&gt;(3)&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Meskipun ketika itu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;sebagian keter&lt;span&gt;kaitan antara gelombang kecil tersebut dengan pembentukan galaksi telah ditentukan,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;hubungan&lt;span&gt;&amp;nbsp;ini&amp;nbsp;&lt;/span&gt;saat itu&amp;nbsp;&lt;span&gt;belum dapat diperlihatkan secara&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pasti&lt;span&gt;&amp;nbsp;hingga&amp;nbsp;&lt;/span&gt;baru-baru ini&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;Namun, kaitan penting itu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;telah&amp;nbsp;&lt;span&gt;berhasil di&lt;/span&gt;rangkai&lt;span&gt;&amp;nbsp;dalam&amp;nbsp;&lt;/span&gt;sejumlah&amp;nbsp;&lt;span&gt;pengkajian&amp;nbsp;&lt;/span&gt;terakhir&lt;span&gt;. Kelompok Colless dan kelompok Eisenstein telah mene&lt;/span&gt;mu&lt;span&gt;kan ke&lt;/span&gt;sesuai&lt;span&gt;an antara gelombang-gelombang kecil yang terlihat pada Radiasi Latar Alam Semesta dan yang ter&lt;/span&gt;amati&lt;span&gt;pada jarak antar-galaksi. Dengan demikian&amp;nbsp;&lt;/span&gt;telah&amp;nbsp;&lt;span&gt;di&lt;/span&gt;buktikan secara&amp;nbsp;&lt;span&gt;pasti&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;bahwa cikal bakal galaksi terbentuk di tempat-tempat di mana materi yang muncul 350.000 tahun menyusul peristiwa&amp;nbsp;&lt;i&gt;Big Bang&lt;/i&gt;&amp;nbsp;saling berkumpul dengan kerapatan yang sedikit lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;Dalam&amp;nbsp;&lt;/span&gt;jumpa pers&lt;span&gt;&amp;nbsp;mengenai pokok bahasan tersebut, Dr. Eisenstein mengatakan bahwa pola tersebarnya galaksi-galaksi di segenap penjuru langit bersesuaian dengan gelombang suara yang memunculkan pola penyebaran itu. Para peneliti berpendapat bahwa gravitasi mempengaruhi gelombang dan mengarahkan bentuk galaksi. Eisenstein membuat pernyataan berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;span&gt;"Kami menganggap hal ini sebagai bukti&amp;nbsp;&lt;/span&gt;kuat&amp;nbsp;&lt;span&gt;bahwa gravitasi telah memainkan peran utama dalam m&lt;/span&gt;em&lt;span&gt;bentuk cikal bakal&amp;nbsp;&lt;/span&gt;[&lt;span&gt;galaksi] di dalam latar gelombang mikro (yang tersisa dari peristiwa&amp;nbsp;&lt;i&gt;Big Bang&lt;/i&gt;) menjadi galaksi-galaksi dan kelompok-kelompok galaksi yang kita saksikan di sekeliling kita."&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/073.htm#notes"&gt;(4)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;span&gt;Dalam sebuah pernyataan kepada lembaga pemberitaan AAP, Russell Cannon, dari kelompok peneliti yang lainnya, mengatakan bahwa penemuan-penemuan tersebut memiliki nilai teramat penting, dan merangkum hasil penting penelitian itu dalam uraian berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;span&gt;"Apa yang telah kami lakukan memperlihatkan pola galaksi-galaksi, penyebaran galaksi-galaksi yang kita saksikan di sini dan saat ini, sepenuhnya cocok dengan pola lain yang terlihat pada sisa-sisa peninggalan peristiwa&amp;nbsp;&lt;i&gt;Big Bang&lt;/i&gt;…"&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/073.htm#notes"&gt;(5)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;span&gt;Sejumlah penemuan juga diperoleh&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dari pengkajian tentang&amp;nbsp;&lt;span&gt;kadar materi dan energi yang membentuk alam semesta, serta bentuk geometris alam semesta. Menurut data ini, alam semesta terdiri dari 4% materi biasa, 25% materi gelap (yakni materi yang tidak dapat diamati tapi ada secara perhitungan), dan sisanya energi gelap (yakni energi misterius [yang tidak diketahui keberadaannya] yang menyebabkan alam semesta&amp;nbsp;&lt;/span&gt;mengembang dengan kecepatan lebih besar&amp;nbsp;&lt;span&gt;dari yang diperkirakan). Sedangkan bentuk geometris alam semesta adalah datar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="baslik2bordo" style="color: #7f0000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;
&lt;span&gt;Dukungan bagi&amp;nbsp;&lt;i&gt;Big Bang&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="left" border="0" cellpadding="10" cellspacing="1"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;span&gt;&lt;img height="161" src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/martin_rees.jpg" width="121" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="dipnot" style="color: black; font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 10px; text-decoration: none;"&gt;Sir Martin Rees&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span&gt;Sejumlah penemuan yang dicapai dalam pengkajian ini telah semakin memperk&lt;/span&gt;okoh&lt;span&gt;&amp;nbsp;teori&amp;nbsp;&lt;i&gt;Big Bang&lt;/i&gt;. Dr. Cannon mengatakan bahwa penelitian tersebut menambah bukti yang sangat kuat bagi teori&amp;nbsp;&lt;i&gt;Big Bang&lt;/i&gt;&amp;nbsp;tentang asal usul alam semesta dan menegaskan dukungan i&lt;/span&gt;tu&lt;span&gt;&amp;nbsp;dalam perkataan berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;span&gt;"&lt;/span&gt;Kita telah mengetahui sejak lama bahwa teori terbaik bagi [asal usul] alam semesta adalah&amp;nbsp;&lt;span&gt;&lt;i&gt;Big Bang&amp;nbsp;&lt;/i&gt;--&lt;/span&gt;bahwa alam semesta terbentuk melalui suatu ledakan raksasa pada satu ruang teramat kecil dan sejak itu mengembang secara terus-menerus&lt;span&gt;."&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/073.htm#notes"&gt;(6)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
Dalam sebuah ulasan tentang penelitian tersebut,&amp;nbsp;&lt;span&gt;Sir Martin Rees,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ahli astronomi terkenal dari Universitas&lt;span&gt;Cambridge,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;mengatakan bahwa meskipun menggunakan teknik-teknik statistik dan pengamatan yang berbeda&lt;span&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;kelompok-kelompok tersebut telah sampai pada satu kesimpulan yang sama, dan ia menganggap hal ini sebagai sebuah petunjuk akan kebenaran hasilnya&lt;span&gt;.&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/073.htm#notes"&gt;(7)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;Physicsweb.org,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;salah satu situs ilmu-ilmu fisika terpenting di&amp;nbsp;&lt;span&gt;Internet,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;memberi tanggapan bahwa pengkajian-pengkajian tersebut&amp;nbsp;&lt;span&gt;"&lt;/span&gt;memberikan bukti lebih lanjut bagi teori dasar&amp;nbsp;&lt;i&gt;Big Bang&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dengan tambahan model pengembangan alam semesta&lt;span&gt;."&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/073.htm#notes"&gt;(8)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Berkat ilmu pengetahuan modern yang memungkinkan pengamatan radiasi latar alam semesta dan benda-benda langit, para ilmuwan memperoleh pemahaman bahwa alam semesta memiliki suatu permulaan (&lt;i&gt;Big Bang&lt;/i&gt;) dan kemudian mengalami perluasan&lt;span&gt;(&lt;/span&gt;Pengembangan&lt;span&gt;).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Akan tetapi, pengetahuan mendasar ini sama sekali bukanlah hal baru bagi umat manusia&lt;span&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Di dalam Al&amp;nbsp;&lt;span&gt;Qur'an&lt;/span&gt;semenjak&amp;nbsp;&lt;span&gt;1&lt;/span&gt;.&lt;span&gt;400&amp;nbsp;&lt;/span&gt;tahun terakhir umat manusia telah mengetahui dua fakta ini, yang hanya mampu diketahui para ilmuwan di dalam mahaluasnya ruang angkasa di abad ke-20&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="baslik2bordo" style="color: #7f0000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;
&lt;span style="letter-spacing: 0px;"&gt;Dua Informasi Penting mengenai Model Baku Pembentukan Alam Semesta disebutkan di dalam Al&lt;span&gt;&amp;nbsp;Qur'an&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
Di dalam Al&amp;nbsp;&lt;span&gt;Qur'an,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dan di dalam Taurat dan Injil yang isinya telah mengalami perubahan setelah diwahyukannya, Allah telah mewahyukan bahwa alam semesta dan seluruh&amp;nbsp;&lt;span&gt;mater&lt;/span&gt;i diciptakan dari ketiadaan&lt;span&gt;;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;di dalam Al Qur'an, satu-satunya naskah yang belum mengalami perubahan, Dia memfirmankan satu rahasia menakjubkan yang lain: alam semesta tengah mengalami pengembangan&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pembentukan alam semesta menjadi "ada" dari "ketiadaan" diberitakan di dalam Al&amp;nbsp;&lt;span&gt;Qur'an&lt;/span&gt;&amp;nbsp;sebagaimana berikut&lt;span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="AyetBoldAlnti" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; margin-top: 0px; padding-left: 1.1cm; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
Dia Pencipta langit dan bumi&lt;span&gt;. (Q&lt;/span&gt;S. Al An'aam&lt;span&gt;, 6:101)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
Mengembangnya alam semesta, salah satu di antara bidang-bidang utama penelitian ilmu pengetahuan modern, diwahyukan dalam ayat ini&lt;span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="AyetBoldAlnti" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; margin-top: 0px; padding-left: 1.1cm; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya&lt;span&gt;. (Q&lt;/span&gt;S. Adz Dzaariyaat&lt;span&gt;, 51:47)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
Sebagaimana telah kita pahami, dua bagian penting dari penjelasan yang menjadi rujukan tentang asal usul alam semesta, yakni&amp;nbsp;&lt;span&gt;&lt;i&gt;Big Bang&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dan Mengembangnya alam semesta, diberitakan dalam Al&amp;nbsp;&lt;span&gt;Qur'an&amp;nbsp;&lt;/span&gt;di masa ketika sarana pengamatan astronomi masih sangat terbatas. Hal ini memperlihatkan bukti nyata bahwa Al&amp;nbsp;&lt;span&gt;Qur'an&amp;nbsp;&lt;/span&gt;telah diwahyukan oleh Allah&lt;span&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Penemuan-penemuan ilmu pengetahuan terkini sepenuhnya cocok dengan apa yang diberitakan di dalam Al&amp;nbsp;&lt;span&gt;Qur'an,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dan pengkajian-pengkajian terakhir ini sekali lagi mengarahkan perhatian kepada kesesuaian yang erat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;
&lt;div align="left" class="dipnot" style="color: black; font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 10px; text-decoration: none;"&gt;
&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="" id="notes" name="notes"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;1- "Galaxy patterns reveal missing link to Big Bang," January 12, 2005, online at: http://info.anu.edu.au/mac/Media/Media_Releases/_2005/_January/_120105redshift.asp&lt;br /&gt;2- "Detection of the Baryon Acoustic Peak in the Large-Scale Correlation Function of SDSS Luminous Red Galaxies", submitted to Astrophysical Journal on December 31st, 2004. See. Sloan Digital Sky Survey, "THE COSMIC YARDSTICK--Sloan Digital Sky Survey astronomers measure role of dark matter, dark energy and gravity in the distribution of galaxies," January 11, 2005, online at: http://www.sdss.org/news/releases/20050111.yardstick.html&lt;br /&gt;3- "Galaxy patterns reveal missing link to Big Bang", January 12, 2005&lt;br /&gt;4- Deborah Zabarenko, "'Cosmological ruler' helps measure the universe," January 11, 2005, online at: http://www.reuters.com/newsArticle.jhtml?type=scienceNews&amp;amp;storyID=7297222&lt;br /&gt;5- "Scientists Score Galaxy Breakthrough," AAP, January 13, 2005, online at: http://www.macnewsworld.com/story/Scientists-Score-Galaxy-Breakthrough-39646.html&lt;br /&gt;6- "Scientists Score Galaxy Breakthrough", AAP.&lt;br /&gt;7- Maggie McKee, "Big bang sound waves explain galaxy clustering," NewScientist.com News Service, January 12, 2005, online at: http://www.newscientist.com/article.ns?id=dn6871; Mark Peplow, "Echoes of Big Bang found in galaxies," News@nature.com, January 12, 2005, online at: http://www.nature.com/news/2005/050110/full/050110-8.h&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="left" class="dipnot" style="color: black; font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 10px; text-decoration: none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="left" class="dipnot" style="color: black; font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 10px; text-decoration: none;"&gt;
sumber:&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/073.htm"&gt;http://www.harunyahya.com/indo/artikel/073.htm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;@cwi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-6909694436922245233?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-14T20:47:00.095+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perkembangan Terakhir Tentang Manusia Flores</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/01/perkembangan-terakhir-tentang-manusia.html</link><category>kajian</category><category>Tahukah antum ?</category><category>Dunia dalam islam</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Fri, 13 Jan 2012 05:44:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-8676783540476390065</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; font-family: Arial; font-size: 11px;"&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" height="123"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;&lt;div class="ayetler" style="color: black; font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="ayetler" style="color: black; font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="hygbold" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; margin-top: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;Pernyataan para pendukung evolusi bahwa&amp;nbsp;&lt;i&gt;Homo floresiensis&lt;/i&gt;&amp;nbsp;merupakan suatu spesies tersendiri yang terpisah dari manusia zaman modern semakin memudar di hadapan penentangan yang semakin menguat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;The Times Online&lt;/i&gt;, edisi internet dari surat kabar&lt;i&gt;The Times&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;The Sunday Times&lt;/i&gt;, merangkum sejumlah perkembangan terakhir seputar bahasan tersebut dalam kalimat berikut:&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;div class="hygint" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1.1cm; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
"Sebuah temuan yang diumumkan sebagai penemuan terbesar di bidang antropologi selama seabad telah terpuruk dan menjadi salah satu sengketa tersengit di bidang itu."&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/065.htm#notes"&gt;(1)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
Perkembangan yang menyulut api perselisihan tersebut adalah adanya para pakar lain yang mendukung pandangan para ilmuwan Indonesia yang berkeberatan atas dikemukakannya&lt;i&gt;&amp;nbsp;H. floresiensis&lt;/i&gt;&amp;nbsp;sebagai suatu spesies tersendiri yang terpisah dari&amp;nbsp;&lt;i&gt;Homo sapiens&lt;/i&gt;. Yang terkemuka dari sederetan ilmuwan tersebut adalah ilmuwan Australia Dr. Maciej Henneberg dan Dr. Alan Thorne, dan para peneliti dari&amp;nbsp;&lt;i&gt;Field Museum&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Chicago di Amerika.&lt;br /&gt;
Sejumlah sanggahan baru, sebagaimana yang dilontarkan oleh para ilmuwan Indonesia, menegaskan bahwa Manusia Flores mungkin telah menderita penyakit syaraf yang dikenal sebagai&amp;nbsp;&lt;i&gt;microcephaly&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(kelainan berupa kepala yang berukuran kecil). Dukungan penting bagi pandangan ini datang dari Profesor Maciej Henneberg, ilmuwan anatomi dan pakar palaeopatologi selama 32 tahun. Henneberg, ketua&amp;nbsp;&lt;i&gt;Departement of Anatomical Sciences&lt;/i&gt;,&amp;nbsp;&lt;i&gt;the University of Adelaide&lt;/i&gt;, Australia, pertama-tama mengkaji hasil pengukuran tengkorak Manusia Flores yang diterbitkan di situs internet majalah&amp;nbsp;&lt;i&gt;Nature&lt;/i&gt;. Di sinilah ilmuwan tersebut teringat akan tengkorak lain dengan bentuk dan ukuran yang mirip. Tengkorak tersebut adalah spesimen&lt;i&gt;&amp;nbsp;Homo sapiens&amp;nbsp;&lt;/i&gt;berusia 4.000 tahun yang didapatkan dalam penggalian di pulau Kreta. Tengkorak milik individu&amp;nbsp;&lt;i&gt;H. sapiens&lt;/i&gt;&amp;nbsp;ini memiliki ukuran agak kecil, dan para ilmuwan yang menelitinya telah menjelaskan fenomena ini sebagai&amp;nbsp;&lt;i&gt;microcephaly&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
Berdasarkan hasil perbandingan statistik yang ia lakukan pada 15 hasil pengukuran tengkorak, ilmuwan Australia itu mengungkapkan bahwa terdapat "perbedaan tidak nyata" antara keduanya. Henneberg, yang sanggahannya diberitakan dalam jurnal terkenal terbitan Amerika Serikat&amp;nbsp;&lt;i&gt;Science&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/065.htm#notes"&gt;(2)&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;, menyimpulkan bahwa ukuran tengkorak Manusia Flores diakibatkan oleh&amp;nbsp;&lt;i&gt;microcephaly&lt;/i&gt;. Peneliti tersebut juga menyatakan bahwa anatomi wajah Manusia Flores masih dalam batas&amp;nbsp;&lt;i&gt;H. sapiens&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
Pengkajian lain oleh Henneberg yang mengungkap hasil mengejutkan tentang Manusia Flores adalah perhitungannya tentang tulang lengan depan (radius) yang ditemukan di dalam sebuah gua. Dari panjang tulangnya, yang ditetapkan sebagai 210 mm (8,3 inci), Henneberg menghitung bahwa pemiliknya bertinggi tubuh antara 151 dan 162 cm (4,9 - 5,3 kaki). Angka ini agak lebih besar daripada 1 meter (3 kaki) yang diduga merupakan ukuran tinggi Manusia Flores, dan masih dalam batas yang dianggap normal untuk manusia zaman sekarang. Henneberg mengumumkan kesimpulan yang ia capai sebagai hasil dari penelitian ini:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
"Hingga tambahan tulang-tulang lain dari 'spesies baru' dugaan ini diketemukan, saya akan tetap menyatakan bahwa suatu kondisi yang sudah sangat dikenal yang diakibatkan oleh penyakitlah yang menjadi penyebab timbulnya penampakan khusus dari rangka tersebut."&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/065.htm#notes"&gt;(3)&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;table align="left" border="0" cellpadding="0" cellspacing="10"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;img height="267" src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/florensis.jpg" width="400" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="dipnot" style="color: black; font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 10px; text-decoration: none;"&gt;Sebagaimana dijelaskan para ilmuwan, perbedaan dalam hal ukuran tengkorak maupun struktur rahang antara Manusia Flores dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Homo sapiens&amp;nbsp;&lt;/i&gt;dapat dijelaskan dengan fenomena&amp;nbsp;&lt;i&gt;microcephaly&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(kelainan berupa ukuran kepala yang kecil).&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Peneliti evolusi manusia terkemuka lainnya, antropolog Dr. Alan Thorne dari&amp;nbsp;&lt;i&gt;Australian National University&lt;/i&gt;, menyatakan penemuan Manusia Flores hanya memperlihatkan bahwa "tak seorang pun memperkirakan sesuatu seperti itu ada di sana," dan menyebutkan bahwa adalah melebih-lebihkan fakta untuk menyatakan&amp;nbsp;&lt;i&gt;H. floresiensis&lt;/i&gt;&amp;nbsp;mewakili suatu spesies tersendiri.&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/065.htm#notes"&gt;(4)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Robert Martin, ilmuwan primatologi dari&amp;nbsp;&lt;i&gt;Field Museum&lt;/i&gt;Chicago, dan arkeolog James Phillips melontarkan pernyataan berikut yang mendukung teori&amp;nbsp;&lt;i&gt;microcephaly&lt;/i&gt;berkaitan dengan volume otak Manusia Flores yang berukuran kecil:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
"Satu-satunya tengkorak adalah milik seorang perempuan yang menderita&amp;nbsp;&lt;i&gt;microcephaly&lt;/i&gt;, suatu kelainan yang jarang terjadi yang berakibat pada kepala dan otak yang berukuran kecil.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Microcephaly&lt;/i&gt;menyebabkan wajah tumbuh pada laju yang normal, tapi kepalanya tidak. Orang [tersebut] akhirnya berdahi miring dan tanpa dagu -- persis seperti&lt;i&gt;Hobbit&lt;/i&gt;."&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/065.htm#notes"&gt;(5)&amp;nbsp;&lt;/a&gt;(&lt;i&gt;Hobbit&lt;/i&gt;: Julukan untuk Manusia Flores yang diambil dari film&amp;nbsp;&lt;i&gt;The Lord of the Rings&lt;/i&gt;.)&lt;/blockquote&gt;
Karena sejumlah sanggahan ini, tidak beralasannya penggambaran Manusia Flores sebagai suatu spesies tersendiri yang terpisah dari&amp;nbsp;&lt;i&gt;H. sapiens&lt;/i&gt;&amp;nbsp;sekali lagi terungkap. Pengkajian oleh Henneberg sudah pasti berperan besar dalam hal ini: karena individu&amp;nbsp;&lt;i&gt;H. sapiens&amp;nbsp;&lt;/i&gt;yang berusia 4.000 tahun dikabarkan telah menderita kelainan&amp;nbsp;&lt;i&gt;microcephaly&lt;/i&gt;, lalu mengapa Manusia Flores, dengan ukuran tengkorak yang sama, digambarkan sebagai suatu spesies yang berbeda?&lt;br /&gt;
Barangkali penafsiran paling mencolok tentang debat seputar Manusia Flores ini berasal dari Robert Matthews, seorang penulis ilmu pengetahuan yang berpengalaman untuk surat kabar Inggris&amp;nbsp;&lt;i&gt;The Sunday Telegraph&lt;/i&gt;. Matthews mendukung gagasan&amp;nbsp;&lt;i&gt;microcephaly&lt;/i&gt;, dan mengecam keinginan sebagian kalangan untuk menampilkan Manusia Flores sebagai suatu spesies tersendiri. Ia juga mengutip skandal Manusia Nebraska, salah satu skandal terbesar dalam sejarah paleoantropologi, dalam mengungkap betapa tidak beralasannya keinginan itu. Dengan judul utama&amp;nbsp;&lt;i&gt;"Big Claims, meagre evidence; welcome to palaeontology&lt;/i&gt;" (Klaim Besar, bukti sangat kurang; selamat datang di palaeontologi), Matthews menulis:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
"Minggu yang lain, dan perseteruan yang lain lagi di kalangan ilmuwan tentang sejumlah tulang kuno dan pernyataan tentang telah ditemukannya suatu spesies manusia baru yang lain lagi. Kali ini perselisihan tersebut tertuju pada penemuan tulang belulang berusia 18.000 tahun milik sejenis manusia dengan tinggi badan 3 kaki di pulau Flores, Indonesia.&lt;br /&gt;
... para ilmuwan yang menggalinya telah menerbitkan makalah di jurnal&amp;nbsp;&lt;i&gt;Nature&lt;/i&gt;, mengumumkannya sebagai suatu spesies baru manusia, dan memberinya nama Latin yang terdengar indah:&amp;nbsp;&lt;i&gt;Homo floresiensis&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
Kemudian, sebagaimana kebiasaan lama, para ilmuwan lain bermunculan untuk membantah klaim tersebut sebagai terlalu dini. Seorang pakar terkemuka di bidang palaeoanatomi mengatakan kepada jurnal tandingan&lt;i&gt;&amp;nbsp;Science&amp;nbsp;&lt;/i&gt;bahwa tengkorak berusia 18.000 tahun yang seukuran dengan jeruk besar tersebut mirip dengan tengkorak yang ditemukan di pulau Kreta yang merupakan milik spesimen berusia 4.000 tahun dari jenis&amp;nbsp;&lt;i&gt;Homo sapiens&amp;nbsp;&lt;/i&gt;kuno yang sudah terlalu sering, dengan&amp;nbsp;&lt;i&gt;microcephaly&amp;nbsp;&lt;/i&gt;sekunder, suatu keadaan yang ditandai dengan tengkorak yang secara tidak wajar berukuran kecil.&lt;br /&gt;
...&amp;nbsp;&lt;i&gt;Microcephaly&lt;/i&gt;&amp;nbsp;sekunder memiliki banyak sekali penyebab, mulai dari infeksi virus selama kehamilan hingga luka atau kekurangan gizi ketika baru lahir. Spesimen-spesimen tersebut ditemukan di sebuah gua di suatu pulau. Siapakah yang bisa mengatakan bahwa pulau itu belum pernah dilanda wabah virus 18.000 tahun lalu yang menyebabkan berjangkitnya kelainan tersebut? Atau mungkin penghuni [pulau itu] telah terkena wabah itu di tempat lain di gugusan kepulauan Indonesia, dan telah diusir ke Flores karena penampakan mereka yang aneh.&lt;br /&gt;
Atau mungkin saja bahwa mereka yang mengidap&amp;nbsp;&lt;i&gt;microcephaly&lt;/i&gt;&amp;nbsp;sekunder dapat bertahan hidup dan bahkan beranak pinak: kelainan itu tidak selalu harus dihubungkan dengan kecerdasan yang rendah.&amp;nbsp; Sebenarnya, [tingkat kecerdasan] bukan dikarenakan ukuran otak yang kecil saja: penentu terpenting adalah jumlah bagian [otak yang berwarna] abu-abu. Karena bagian ini tidak terawetkan pada sisa-sisa peninggalan fosil, kita tidak memiliki gambaran apakah para "&lt;i&gt;hobbit"&lt;/i&gt;tersebut cerdas, bodoh atau biasa saja. Apa yang jelas adalah bahwa para palaeontolog terlalu bernafsu mendasarkan klaim besar pada bukti yang sudah dipastikan sangat kurang. Ini adalah kecenderungan kuat yang tidak begitu membantu mereka di masa lalu. Pada tahun 1922, pakar fosil Amerika, Henry Fairfield Osborn menjadi judul utama pemberitaan dengan mengumumkan penemuan tentang apa yang ia nyatakan sebagai kera mirip manusia pertama yang pernah ditemukan di Amerika, yang ia beri nama&amp;nbsp;&lt;i&gt;Hesperopithecus&lt;/i&gt;&amp;nbsp;( yang berarti&amp;nbsp;&lt;i&gt;"Ape from the Land of the Evening Sun"&amp;nbsp;&lt;/i&gt;atau Kera dari Daratan Matahari Sore").&lt;br /&gt;
Ilmuwan anatomi terkenal Profesor Grafton Elliot Smith dari&amp;nbsp;&lt;i&gt;London University&amp;nbsp;&lt;/i&gt;melangkah lebih jauh, ia bersikukuh bahwa&lt;i&gt;Hesperopithecus&lt;/i&gt;&amp;nbsp;setidaknya merupakan "anggota paling awal dan paling primitif dari keluarga manusia yang masih dapat ditemukan". Namun apakah bukti dari klaim yang lantang ini? Sebuah gigi tunggal yang sudah menjadi fosil yang ditemukan di Nebraska.&lt;br /&gt;
Tanggapan Prof Smith kepada mereka yang meragukan kearifan berpegang pada bukti yang sangat sedikit sungguh mirip dengan apa yang kini sedang dilakukan oleh para penemu Manusia&amp;nbsp;&lt;i&gt;Hobbit&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dari Flores: "Orang akan memandang kesimpulan yang demikian sangat penting dengan keraguan", ujar Prof Smith, "jika saja bukan karena kepakaran para ilmuwan Amerika di bidang itu yang tidak perlu dipertanyakan lagi."&lt;br /&gt;
Gertakan itu tidak menyurutkan langkah&amp;nbsp;&lt;i&gt;the American Museum of Natural History&amp;nbsp;&lt;/i&gt;untuk mencari bukti lebih lanjut. Bukti itu ditemukan di saat yang tepat di Nebraska, dan mengungkap bahwa "&lt;i&gt;Hesperopithecus&lt;/i&gt;" tak lebih dari seekor babi punah. Prof Smith di kemudian hari menjadikan dirinya tenar dengan membuat gambar populer dari manusia&amp;nbsp;&lt;i&gt;Neanderthal&lt;/i&gt;sebagai manusia berpenampilan dungu yang sedang mengunyah tulang, sembari pula mendukung klaim bahwa potongan-potongan tengkorak yang ditemukan di Inggris pada tahun 1912 adalah milik nenek moyang tertua&amp;nbsp;&lt;i&gt;H. sapiens&lt;/i&gt;yang pernah diketahui. Di kemudian hari diketahui bahwa manusia Neanderthal "khas bikinan" Prof Smith sebenarnya adalah seorang pria yang diketahui pasti tidak bertubuh normal dan bungkuk karena menderita radang sendi. Sedangkan mengenai potongan tulang tengkorak, ternyata berasal dari sebuah lubang galian di Sussex yang dikenal sebagai Piltdown; kelanjutannya bisa dipahami.&lt;br /&gt;
Tampaknya, tak satu pun dari kejadian ini menyurutkan semangat para palaeontolog untuk terus mengkhayal tentang keberadaan lebih banyak lagi "spesies" di luar pohon kekerabatan manusia. Semua yang dibutuhkan adalah beberapa potongan tulang yang tidak biasa ditambah dengan kamus bahasa Latin yang bagus, dan tempat dalam sejarah palaeontologi pun akan diperoleh.&lt;br /&gt;
Semuanya tampak bergantung pada bisa tidaknya potongan tulang tersebut dianggap "tidak seperti biasanya" sehingga berada di luar batasan spesies mana pun yang diketahui. Orang ngeri membayangkan kesimpulan apa yang akan dicapai para palaeontolog jika mereka diberi tulang belulang seorang cebol zaman sekarang dan seorang penambang minyak dari Texas."&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/065.htm#notes"&gt;(6)&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class="baslik2bordo" style="color: #7f0000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-weight: bold; text-decoration: none;"&gt;
Kesimpulan:&lt;/div&gt;
Fakta yang terungkap melalui perkembangan ilmiah terkini tentang Manusia Flores maupun pelajaran dari sejarah sebagaimana yang diingatkan oleh Matthews adalah: Para ilmuwan evolusionis dan media massa sama-sama sangat bernafsu untuk menampilkan dan memberitakan fosil-fosil yang baru ditemukan sebagai spesies baru. Hasilnya, hampir setiap penemuan fosil diumumkan dengan kehebohan dan kegemparan besar oleh media massa, meskipun klaim ini lalu dengan senyap terbantahkan di kemudian hari.&lt;br /&gt;
Perkataan berikut dari Robert Locke, editor pelaksana majalah&amp;nbsp;&lt;i&gt;Discovering Archaeology&lt;/i&gt;, tentang penelitian di bidang palaeoantropologi adalah menyerupai gambaran tentang keraguan dan propaganda fanatik yang melingkupi pengkajian di bidang ini:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
"Mungkin tidak ada bidang ilmu pengetahuan yang lebih banyak dipenuhi persengketaan daripada pencarian tentang asal usul manusia. Para paleontolog terkemuka saling tidak sepakat bahkan mengenai bagan paling mendasar dari pohon kekerabatan manusia sekalipun. Cabang-cabang baru bermunculan di tengah-tengah keriuhan, hanya untuk kemudian layu dan mati di hadapan temuan-temuan fosil baru."&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/065.htm#notes"&gt;(7)&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
Akan tetapi, skenario khayal evolusi manusia, yang dipertahankan keberadaannya melalui propaganda, hasutan, pemutarbalikan fakta dan bahkan pemalsuan, akan pasti tersingkirkan di hadapan penemuan-penemuan ilmiah modern. Hal ini dikarenakan temuan ilmiah nyata mengungkap bahwa kehidupan terlalu rumit untuk dapat terbentuk melalui ketidaksengajaan, dan bahwa mekanisme mutasi acak dan seleksi alam tidak dapat menjelaskan keberadaan informasi genetik pada DNA suatu spesies. Klaim evolusi seputar masalah tersebut tidak lagi memiliki dasar ilmiah di hadapan penemuan-penemuan yang dibuat hampir setiap harinya. Karenanya tak dapat dihindarkan, upaya dari mereka yang meyakini bahwa memaparkan kisah khayal tentang masa lampau berdasarkan kemiripan antartulang sebagai ilmu pengetahuan akan berakhir dengan kegagalan.&lt;br /&gt;
Manusia diciptakan oleh Allah, beserta seluruh perangkat sempurna pada tubuhnya. Hal ini dinyatakan Allah dalam Al Qur'an:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;div class="ayetler" style="color: black; font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (Al Qur'an, 32: 7-9)&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;Keterangan gambar:&amp;nbsp;&lt;span class="dipnot" style="color: black; font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 10px; text-decoration: none;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Sebagaimana dijelaskan para ilmuwan, perbedaan dalam hal ukuran tengkorak maupun struktur rahang antara Manusia Flores dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Homo sapiens&amp;nbsp;&lt;/i&gt;dapat dijelaskan dengan fenomena&amp;nbsp;&lt;i&gt;microcephaly&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(kelainan berupa ukuran kepala yang kecil).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;
&lt;div align="left" class="dipnot" style="color: black; font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 10px; text-decoration: none;"&gt;
&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="" id="notes" name="notes"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;1- Nigel Hawkes, "Kidnap marks the latest chapter in Hobbit's story," Times Online, December 4, 2004; online at: http://www.timesonline.co.uk/article/0,,3-1386936,00.html&lt;br /&gt;2- Michael Balter, "Skeptics Question Whether Flores Hominid Is a New Species," Science, Vol 306, Issue 5699, 1116 , November 12, 2004&lt;br /&gt;3- Maciej Henneberg, "Why The 'Hobbitt' May Not Be a New Species of Humans;" online at: http://www.thinkinganglicans.org.uk/archives/000884.html&lt;br /&gt;4- Heather Catchpole, "Tiny Human a Big Evolutionary Tale," October 27, 2004; online at: http://dsc.discovery.com/news/afp/20041025/tinyhuman.html&lt;br /&gt;5- Jim Ritter, "Experts here knock claim of new 'Hobbit' species," Chicago Sun-Times, November 16, 2004; online at: http://www.suntimes.com/output/news/cst-nws-human16.html&lt;br /&gt;6- Robert Matthews, "Big claims, meagre evidence; welcome to palaeontology," The Telegraph, December 8, 2004; online at: http://gardening.telegraph.co.uk/connected/main.jhtml?xml=/connected/2004/12/08/ecrqed08.xml&lt;br /&gt;7- Robert Locke, "Family Fights," Discovering Archaeology, July/August 1999, h. 36-39&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div class="dipnot" style="color: black; font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 10px; text-decoration: none;"&gt;
&amp;nbsp;sumber:&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/065.htm"&gt;http://www.harunyahya.com/indo/artikel/065.htm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;@cwi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-8676783540476390065?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-13T20:44:00.155+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>LUBANG HITAM</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/01/lubang-hitam.html</link><category>kajian</category><category>Saint Al-Qur'an</category><category>Syiar Islam</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Fri, 13 Jan 2012 05:41:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-8415245415216304678</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; font-family: Arial; font-size: 11px;"&gt;&lt;center&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Geneva; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 0px; -webkit-border-vertical-spacing: 0px; font-size: 12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" height="123"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;Abad ke-20 menyaksikan banyak sekali penemuan baru tentang peristiwa alam di ruang angkasa. Salah satunya, yang belum lama ditemukan, adalah&amp;nbsp;&lt;em&gt;Black Hole&amp;nbsp;&lt;/em&gt;[Lubang Hitam]. Ini terbentuk ketika sebuah bintang yang telah menghabiskan seluruh bahan bakarnya ambruk hancur ke dalam dirinya sendiri, dan akhirnya berubah menjadi sebuah lubang hitam dengan kerapatan tak hingga dan volume nol serta medan magnet yang amat kuat. Kita tidak mampu melihat lubang hitam dengan teropong terkuat sekalipun, sebab tarikan gravitasi lubang hitam tersebut sedemikian kuatnya sehingga cahaya tidak mampu melepaskan diri darinya. Namun, bintang yang runtuh seperti itu dapat diketahui dari dampak yang ditimbulkannya di wilayah sekelilingnya. Di surat Al Waaqi'ah, Allah mengarahkan perhatian pada masalah ini sebagaimana berikut, dengan bersumpah atas letak bintang-bintang:&lt;br /&gt;
&lt;div class="AyetBoldAlnti" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; margin-top: 0px; padding-left: 1.1cm; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui. (QS. Al Waaqi'ah, 56: 75-76)&lt;/div&gt;
&lt;div align="center"&gt;
&lt;img height="188" src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/black_holes.jpg" width="408" /&gt;&lt;/div&gt;
Istilah "lubang hitam" pertama kali digunakan tahun 1969 oleh fisikawan Amerika John Wheeler. Awalnya, kita beranggapan bahwa kita dapat melihat semua bintang. Akan tetapi, belakangan diketahui bahwa ada bintang-bintang di ruang angkasa yang cahayanya tidak dapat kita lihat. Sebab, cahaya bintang-bintang yang runtuh ini lenyap. Cahaya tidak dapat meloloskan diri dari sebuah lubang hitam disebabkan lubang ini merupakan massa berkerapatan tinggi di dalam sebuah ruang yang kecil. Gravitasi raksasanya bahkan mampu menangkap partikel-partikel tercepat, seperti foton [partikel cahaya]. Misalnya, tahap akhir dari sebuah bintang biasa, yang berukuran tiga kali massa Matahari, berakhir setelah nyala apinya padam dan mengalami keruntuhannya sebagai sebuah lubang hitam bergaris tengah hanya 20 kilometer (12,5 mil)! Lubang hitam berwarna "hitam", yang berarti tertutup dari pengamatan langsung. Namun demikian, keberadaan lubang hitam ini diketahui secara tidak langsung, melalui daya hisap raksasa gaya gravitasinya terhadap benda-benda langit lainnya. Selain gambaran tentang Hari Perhitungan, ayat di bawah ini mungkin juga merujuk pada penemuan ilmiah tentang lubang hitam ini:&lt;br /&gt;
&lt;div class="AyetBoldAlnti" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; margin-top: 0px; padding-left: 1.1cm; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan (QS. Al Mursalaat, 77: 8)&lt;/div&gt;
Selain itu, bintang-bintang bermassa besar juga menyebabkan terbentuknya lekukan-lekukan yang dapat ditemukan di ruang angkasa. Namun, lubang hitam tidak hanya menimbulkan lekukan-lekukan di ruang angkasa tapi juga membuat lubang di dalamnya. Itulah mengapa bintang-bintang runtuh ini dikenal sebagai lubang hitam. Kenyataan ini mungkin dipaparkan di dalam ayat tentang bintang-bintang, dan ini adalah satu bahasan penting lain yang menunjukkan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah:&lt;br /&gt;
&lt;div class="AyetBoldAlnti" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; margin-top: 0px; padding-left: 1.1cm; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
Demi langit dan Ath Thaariq, tahukah kamu apakah Ath Thaariq? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus. (QS. At Thaariq, 86: 1-3)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class="baslik2" style="color: #7f0000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-weight: bold; text-decoration: none; text-transform: uppercase;"&gt;
PULSAR: BINTANG BERDENYUT&lt;/div&gt;
&lt;div class="AyetBoldAlnti" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; margin-top: 0px; padding-left: 1.1cm; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
Demi langit dan Ath Thaariq, tahukah kamu apakah Ath Thaariq? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus. (QS. At Thaariq, 86: 1-3)&lt;/div&gt;
&lt;table align="right" border="0" cellpadding="10" cellspacing="0" style="width: 100px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td height="336" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;
&lt;div align="center"&gt;
&lt;img height="250" src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/pulsar.jpg" width="210" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="boxtext" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 10px; font-style: normal; font-weight: bolder; text-align: center; text-decoration: none;"&gt;Pulsar adalah sisa-sisa bintang padam yang memancarkan gelombang radio teramat kuat yang menyerupai denyut, dan yang berputar pada sumbunya sendiri dengan sangat cepat. Telah dihitung bahwa terdapat lebih dari 500 pulsar di galaksi Bima Sakti, yang di dalamnya terdapat Bumi kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Kata "Thaariq," nama surat ke-86, berasal dari akar kata "tharq," yang makna dasarnya adalah memukul dengan cukup keras untuk menimbulkan suara, atau menumbuk. Dengan mempertimbangkan arti yang mungkin dari kata tersebut, yakni "berdenyut/berdetak," "memukul keras," perhatian kita mungkin diarahkan oleh ayat ini pada sebuah kenyataan ilmiah penting. Sebelum menelaah keterangan ini, marilah kita lihat kata-kata selainnya yang digunakan dalam ayat ini untuk menggambarkan bintang-bintang ini. Istilah "ath-thaariqi" dalam ayat di atas berarti sebuah bintang yang menembus malam, yang menembus kegelapan, yang muncul di malam hari, yang menembus dan bergerak, yang berdenyut/berdetak, yang menumbuk, atau bintang terang. Selain itu, kata "wa" mengarahkan perhatian pada benda-benda yang digunakan sebagai sumpah – yakni, langit dan Ath Thaariq.&lt;br /&gt;
Melalui penelitian oleh Jocelyn Bell Burnell, di Universitas Cambridge pada tahun 1967, sinyal radio yang terpancar secara teratur ditemukan. Namun, hingga saat itu belumlah diketahui bahwa terdapat benda langit yang berkemungkinan menjadi sumber getaran atau denyut/detak teratur yang agak mirip pada jantung. Akan tetapi, pada tahun 1967, para pakar astronomi menyatakan bahwa, ketika materi menjadi semakin rapat di bagian inti karena perputarannya mengelilingi sumbunya sendiri, medan magnet bintang tersebut juga menjadi semakin kuat, sehingga memunculkan sebuah medan magnet pada kutub-kutubnya sebesar 1 triliun kali lebih kuat daripada yang dimiliki Bumi. Mereka lalu paham bahwa sebuah benda yang berputar sedemikian cepat dan dengan medan magnet yang sedemikian kuat memancarkan berkas-berkas sinar yang terdiri dari gelombang-gelombang radio yang sangat kuat berbentuk kerucut di setiap putarannya. Tak lama kemudian, diketahui juga bahwa sumber sinyal-sinyal ini adalah perputaran cepat dari bintang-bintang neutron. Bintang-bintang neutron yang baru ditemukan ini dikenal sebagai "pulsar." Bintang-bintang ini, yang berubah menjadi pulsar melalui ledakan supernova, tergolong yang memiliki massa terbesar, dan termasuk benda-benda yang paling terang dan yang bergerak paling cepat di ruang angkasa. Sejumlah pulsar berputar 600 kali per detik.&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/069.htm#dipnot" name="dipnot"&gt;&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Kata "pulsar" berasal dari kata kerja&amp;nbsp;&lt;em&gt;to pulse&amp;nbsp;&lt;/em&gt;. Menurut kamus&amp;nbsp;&lt;em&gt;American Heritage Dictionary,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;kata tersebut berarti bergetar, berdenyut. Kamus&amp;nbsp;&lt;em&gt;Encarta Dictionary&amp;nbsp;&lt;/em&gt;mengartikannya sebagai berdenyut dengan irama teratur, bergerak atau berdebar dengan irama teratur yang kuat. Lagi menurut&amp;nbsp;&lt;em&gt;Encarta Dictionary,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;kata "&amp;nbsp;&lt;em&gt;pulsate&amp;nbsp;&lt;/em&gt;", yang berasal dari akar yang sama, berarti mengembang dan menyusut dengan denyut teratur yang kuat.&lt;br /&gt;
Menyusul penemuan itu, diketahui kemudian bahwa peristiwa alam yang digambarkan dalam Al Qur'an sebagai "thaariq," yang berdenyut, memiliki kemiripan yang sangat dengan bintang-bintang neutron yang dikenal sebagai pulsar.&lt;br /&gt;
Bintang-bintang neutron terbentuk ketika inti dari bintang-bintang maharaksasa runtuh. Materi yang sangat termampatkan dan sangat padat itu, dalam bentuk bulatan yang berputar sangat cepat, menangkap dan memampatkan hampir seluruh bobot bintang dan medan magnetnya. Medan magnet amat kuat yang ditimbulkan oleh bintang-bintang neutron yang berputar sangat cepat ini telah dibuktikan sebagai penyebab terpancarnya gelombang-gelombang radio sangat kuat yang teramati di Bumi.&lt;br /&gt;
Di ayat ke-3 surat Ath Thaariq istilah "an najmu ats tsaaqibu," yang berarti yang menembus, yang bergerak, atau yang membuat lubang, mengisyaratkan bahwa Thaariq adalah sebuah bintang terang yang membuat lubang di kegelapan dan bergerak. Makna istilah "adraaka" dalam ungkapan "Tahukah kamu apakah Ath Thaariq itu?" merujuk pada pemahaman. Pulsar, yang terbentuk melalui pemampatan bintang yang besarnya beberapa kali ukuran Matahari, termasuk benda-benda langit yang sulit untuk dipahami. Pertanyaan pada ayat tersebut menegaskan betapa sulit memahami bintang berdenyut ini. (Wallaahu a'lam)&lt;br /&gt;
Sebagaimana telah dibahas, bintang-bintang yang dijelaskan sebagai Thaariq dalam Al Qur'an memiliki kemiripan dekat dengan pulsar yang dipaparkan di abad ke-20, dan mungkin mengungkapkan kepada kita tentang satu lagi keajaiban ilmiah Al Qur'an.&lt;br /&gt;
&lt;div class="baslik2" style="color: #7f0000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-weight: bold; text-decoration: none; text-transform: uppercase;"&gt;
BINTANG SIRIUS (SYI'RA)&lt;/div&gt;
&lt;table align="left" border="0" cellpadding="10" cellspacing="0" style="width: 100px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td height="295" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;
&lt;div align="center" class="boxtext" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 10px; font-style: normal; font-weight: bolder; text-align: center; text-decoration: none;"&gt;
&lt;img height="201" src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/sirius.jpg" width="250" /&gt;&lt;br /&gt;Bintang Sirius [Syi’ra] muncul di Surat An Najm (yang berarti "bintang"). Bintang ganda yang membentuk bintang Sirius ini saling mendekat dengan sumbu kedua bintang itu yang berbentuk busur setiap 49,9 tahun sekali. Peristiwa alam tentang bintang ini diisyaratkan dalam ayat ke-9 dan ke-49 dari Surat An Najm.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Ketika pengertian-pengertian tertentu yang disebutkan dalam Al Qur'an dikaji berdasarkan penemuan-penemuan ilmiah abad ke-21, kita akan mendapati diri kita tercerahkan dengan lebih banyak keajaiban Al Qur'an. Salah satunya adalah bintang Sirius (Syi'ra), yang disebut dalam surat An Najm ayat ke-49:&lt;br /&gt;
&lt;div class="AyetBoldAlnti" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; margin-top: 0px; padding-left: 1.1cm; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
… dan bahwasanya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi'ra (QS. An Najm, 53: 49)&lt;/div&gt;
Kenyataan bahwa kata Arab "syi'raa," yang merupakan padan kata bintang Sirius, muncul hanya di Surat An Najm (yang hanya berarti "bintang") ayat ke-49 secara khusus sangatlah menarik. Sebab, dengan mempertimbangkan ketidakteraturan dalam pergerakan bintang Sirius, yakni bintang paling terang di langit malam hari, sebagai titik awal, para ilmuwan menemukan bahwa ini adalah sebuah bintang ganda. Sirius sesungguhnya adalah sepasang dua bintang, yang dikenal sebagai Sirius A dan Sirius B. Yang lebih besar adalah Sirius A, yang juga lebih dekat ke Bumi dan bintang paling terang yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Tapi Sirus B tidak dapat dilihat tanpa teropong.&lt;br /&gt;
Bintang ganda Sirius beredar dengan lintasan berbentuk bulat telur mengelilingi satu sama lain. Masa edar Sirius A dan B mengelilingi titik pusat gravitasi mereka yang sama adalah 49,9 tahun. Angka ilmiah ini kini diterima secara bulat oleh jurusan astronomi di universitas Harvard, Ottawa dan Leicester.&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/069.htm#dipnot" name="dipnot"&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Keterangan ini dilaporkan dalam berbagai sumber sebagai berikut:&lt;br /&gt;
Sirius, bintang yang paling terang, sebenarnya adalah bintang kembar… Peredarannya berlangsung selama 49,9 tahun.&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/069.htm#dipnot" name="dipnot"&gt;&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Sebagaimana diketahui, bintang Sirius-A dan Sirius-B beredar mengelilingi satu sama lain melintasi sebuah busur ganda setiap 49,9 tahun.&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/069.htm#dipnot" name="dipnot"&gt;&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah garis edar ganda berbentuk busur dari dua bintang tersebut yang mengitari satu sama lain.&lt;br /&gt;
Namun, kenyataan ilmiah ini, yang ketelitiannya hanya dapat diketahui di akhir abad ke-20, secara menakjubkan telah diisyaratkan dalam Al Qur'an 1.400 tahun lalu. Ketika ayat ke-49 dan ke-9 dari surat An Najm dibaca secara bersama, keajaiban ini menjadi nyata:&lt;br /&gt;
&lt;div class="AyetBoldAlnti" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; margin-top: 0px; padding-left: 1.1cm; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
dan bahwasanya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi'ra (QS. An Najm, 53: 49)&lt;/div&gt;
&lt;div class="AyetBoldAlnti" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; margin-top: 0px; padding-left: 1.1cm; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
maka jadilah dia dekat dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). (QS. An Najm, 53: 9)&lt;/div&gt;
Penjelasan dalam Surat An Najm ayat ke-9 tersebut mungkin pula menggambarkan bagaimana kedua bintang ini saling mendekat dalam peredaran mereka. (Wallaahu a'lam). Fakta ilmiah ini, yang tak seorang pun dapat memahami di masa pewahyuan Al Qur'an, sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah Yang Mahakuasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;
&lt;div class="dipnot" style="color: black; font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 10px; text-decoration: none;"&gt;
&lt;a href="" name="#dipnot"&gt;&lt;/a&gt;Daftar pustaka:&lt;br /&gt;1. Double Pulsar Found," January 9, 2004; www.atnf.csiro.au/news/press/double_pulsar/&lt;br /&gt;2. Leicester edu dept of Physics &amp;amp; astronomy; www.star.le.ac.uk/astrosoc/whatsup/stars.html; University of Ottowa;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;www.site.uottawa.ca:4321/astronomy/index.html#Sirius; Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;http://cfa-www.harvard.edu/~hrs/ay45/Fall2002/ChapterIVPart2.pdf&lt;br /&gt;3. "Exposes Astronomiques, La troisième loi de KEPLER;" http://www.astrosurf.com/eratosthene/HTML/exposetheoastro.htm&lt;br /&gt;4. http://www.dharma.com.tr/dkm/article.php?sid=87&lt;/div&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" class="dipnot" style="color: black; font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 10px; text-decoration: none;"&gt;
&amp;nbsp;sumber;&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/069.htm"&gt;http://www.harunyahya.com/indo/artikel/069.htm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;@cwi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-8415245415216304678?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-13T20:41:00.749+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Laporan tentang Penciptaan dan Evolusi oleh Panitia Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan, Sidang Parlemen Dewan Eropa adalah Bukti Kepanikan Serius di Kalangan Materialis</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/01/laporan-tentang-penciptaan-dan-evolusi.html</link><category>kajian</category><category>Dunia dalam islam</category><category>Syiar Islam</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Thu, 12 Jan 2012 05:36:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-3848403683606746272</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; font-family: Arial; font-size: 11px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; font-family: Arial; font-size: 11px;"&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" height="123"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;&lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" height="52"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
Laporan tentang Penciptaan dan Evolusi oleh Panitia Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan, Sidang Parlemen Dewan Eropa adalah Bukti Kepanikan Serius di Kalangan Materialis&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
Kedatangan karya besar Harun Yahya “&lt;em&gt;Atlas Penciptaan&lt;/em&gt;” di Eropa telah memunculkan kepanikan besar di kalangan kaum materialis dan Darwinis di seantero benua itu. Mereka berkata bahwa&amp;nbsp;&lt;em&gt;Atlas Penciptaan&lt;/em&gt;, yang mereka katakan tidak memiliki kemiripan dengan karya mana pun yang menentang evolusi yang mereka saksikan sebelumnya, adalah ancaman yang jauh lebih besar dari sudut pandang sistem pemikiran mereka sendiri dibandingkan seluruh karya anti-Darwinis lain hingga kini; sedemikian hingga mereka bahkan benar-benar berupaya melarang buku tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
Tidak ada keraguan bahwa ketakutan ini adalah bukti terpenting tentang kebenaran dan nilai penting informasi dalam Atlas tersebut. Penemuan-penemuan ilmiah dalam buku itu, yang meruntuhkan evolusi, telah menyadarkan banyak orang Eropa bahwa bertahun-tahun mereka telah dibohongi. Misalnya, sebuah jajak pendapat baru-baru ini oleh&amp;nbsp;&lt;em&gt;Science Actualités&lt;/em&gt;&amp;nbsp;di Prancis menyingkapkan bahwa&amp;nbsp;&lt;strong&gt;92% orang tidak yakin bahwa manusia muncul menjadi ada melalui evolusi, sedangkan hanya 5% percaya evolusi&lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
Masyarakat Eropa, yang telah mulai sadar bahwa evolusi adalah dongeng yang disebabkan keterbelakangan abad ke-19, kini telah menyaksikan, dengan bukti melimpah yang mendukung, bahwa Penciptaan telah dibuktikan. Awal pencerahan pemikiran di Eropa ini telah menimbulkan kegelisahan mendalam di kalangan kelompok materialis, ateis dan Darwinis. Salah satu isyarat terakhir dari kegelisahan ini adalah laporan yang disusun Panitia Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan, Sidang Parlemen Dewan Eropa. Dokumen ini, yang berjudul&amp;nbsp;&lt;em&gt;“The Dangers of Creationism in Education“&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(Bahaya Paham Penciptaan dalam Pendidikan), disusun oleh penganut paham sosialis asal Prancis Guy Lengagne. Keputusasaan mereka di hadapan bukti bahwa evolusi tidaklah ilmiah jelas terlihat hampir di setiap baris laporan itu.&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
(Petikan langsung dari laporan itu dikutip di bawah ini. Sudah pasti Allah dan kaum beriman terbebas dari pernyataan mana pun di dalamnya yang tidak memperhatikan penghargaan dan penghormatan semestinya.)&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
1- Panitia tersebut memaparkan bagaimana keyakinan terhadap evolusi telah menurun dan semakin banyak orang menerima fakta Penciptaan di Eropa di tahun-tahun belakangan:&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div class="menu2baslik" style="color: #660000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 19px; font-weight: normal; text-decoration: none;"&gt;
Butir 2&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
… Kini teori-teori penganut paham penciptaan cenderung merambah Eropa dan penyebarannya berpengaruh pada sejumlah besar negara anggota Dewan Eropa.&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
2- Alasan upaya mempertahankan Darwinisme agar tetap hidup adalah dukungan yang dianggap ilmiah yang diberikannya bagi paham materialisme. Keruntuhan Darwinisme bermakna hilangnya satu dari landasan-landasan utama paham materialisme dan ateisme. Laporan tersebut benar-benar menggambarkan bagaimana pengajaran Penciptaan telah melemahkan cara pandang, dengan kata lain paham materialisme, “yang dengan sabar telah dibangun” selama bertahun-tahun:&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div class="menu2baslik" style="color: #660000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 19px; font-weight: normal; text-decoration: none;"&gt;
Butir 5&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
Kita sedang menyaksikan tumbuhnya pola pemikiran, yang lebih baik untuk menanamkan ajaran agama, yang&lt;strong&gt;sedang menyerang bagian paling inti dari pengetahuan yang dengan sabar telah kita bangun tentang alam kehidupan, evolusi, asal usul kita dan kedudukan kita di alam semesta.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
&lt;br /&gt;
3- Ada kekhawatiran nyata dalam laporan tersebut bahwa orang-orang muda mulai menyaksikan kebenaran. Apa yang diistilahkan sebagai “kebingungan pemikiran” sesungguhnya adalah kewaspadaan dalam berpikir. Akal yang telah dilumpuhkan oleh propaganda materialis, ditipu oleh kebohongan-kebohongan evolusionis, dan diajari berpikir hanya dalam satu arah, kini mulai berpikir tanpa prasangka dan menyaksikan bahwa evolusi tidaklah didukung oleh ilmu pengetahuan:&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div class="menu2baslik" style="color: #660000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 19px; font-weight: normal; text-decoration: none;"&gt;
Butir 6&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
Terdapat&amp;nbsp;&lt;strong&gt;bahaya nyata berupa KEBINGUNGAN SERIUS yang sedang ditanamkan ke dalam benak anak-anak kita…&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;em&gt;[penekanan ditambahkan]&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
4- Isyarat bahwa orang-orang mulai memiliki keraguan tentang teori evolusi, yang telah ditampilkan sebagai fakta tak terbantahkan selama 150 tahun terakhir, adalah satu di antara tanda-tanda terpenting keruntuhan evolusi. Ketika mereka yang merasakan kecurigaan yang beralasan seperti itu mulai mengkaji dan menyelidiki masalah tersebut sedikit lebih dalam mereka akan menyadari betapa mereka bertahun-tahun telah dibohongi oleh dongeng evolusi. Itulah penyebab bunyi tanda bahaya para Darwinis:&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div class="menu2baslik" style="color: #660000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 19px; font-weight: normal; text-decoration: none;"&gt;
Butir 9&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
… Melalui sarana-sarana ini para pendukung penciptaan …&amp;nbsp;&lt;strong&gt;menanamkan keraguan dan kebingungan di dalam benak mereka.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
5- Laporan itu menyatakan bahwa ini adalah kali pertama peradaban materialis Eropa telah menghadapi ancaman sedemikian serius. Ini, selanjutnya, adalah bukti ketepatan dan kekuatan informasi yang terkandung dalam buku&amp;nbsp;&lt;em&gt;Atlas Penciptaan&lt;/em&gt;. Informasi dalam buku tersebut telah mendorong kaum materialis mengambil tindakan pencegahan dalam berbagai bentuk untuk kali pertama:&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div class="menu2baslik" style="color: #660000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 19px; font-weight: normal; text-decoration: none;"&gt;
Butir 17&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
Penelitian tentang&amp;nbsp;&lt;strong&gt;pengaruh menguat para pendukung penciptaan&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;menunjukkan bahwa silang-pendapat antara paham penciptaan dan evolusi melebar jauh melebihi perseteruan pemikiran.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Jika kita tidak hati-hati, nilai-nilai yang merupakan hal paling hakiki dari Dewan Eropa akan berada dalam ancaman langsung&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;para fundamentalis pendukung penciptaan. Adalah bagian dari peran anggota parlemen Dewan Eropa untuk bertindak sebelum terlalu terlambat.&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
6- Rendahnya jumlah penganut Darwinisme di negara-negara berbahasa Inggris seperti Amerika Serikat dan Australia adalah kenyataan yang membuat para Darwinis sangat cemas:&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div class="menu2baslik" style="color: #660000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 19px; font-weight: normal; text-decoration: none;"&gt;
Butir 37&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
Namun begitu, paham penciptaan (atau paham penciptaan baru)&amp;nbsp;&lt;strong&gt;masih sangat mapan di negara-negara berbahasa Inggris, khususnya di Amerika Serikat dan Australia.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;…&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Di bulan Juli 2005&lt;/strong&gt;,&amp;nbsp;&lt;em&gt;Pew Research Center&lt;/em&gt;mengadakan jajak pendapat yang menunjukkan bahwa&amp;nbsp;&lt;strong&gt;64% warga Amerika memilih pengajaran perancangan cerdas disamping teori evolusi dan bahwa 38% mendukung penghapusan sama sekali pengajaran evolusi di sekolah-sekolah milik umum.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;... Kini, 20 dari 50 negara bagian Amerika sedang menghadapi kemungkinan penyesuaian kurikulum sekolahnya yang memihak perancangan cerdas.&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
7- Namun, penyebab sesungguhnya ketakutan di kalangan materialis adalah kenyataan bahwa peradaban materialis Eropa yang didasarkan pada Darwinisme sebentar lagi akan lenyap. Di mata kaum materialis, karya-karya yang menyingkap ketidakabsahan paham materialisme merupakan “ancaman” paling serius terhadap rencana-rencana Eropa.&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div class="menu2baslik" style="color: #660000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 19px; font-weight: normal; text-decoration: none;"&gt;
Butir 38&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
Banyak orang berpikir bahwa fenomena ini hanya menimpa Amerika Serikat dan bahwa,&amp;nbsp;&lt;strong&gt;kalaulah tidak mungkin berdiam diri terhadap apa yang sedang terjadi di sisi lain Samudera Atlantik, bukanlah tugas Dewan Eropa untuk menangani masalah ini.&amp;nbsp;&lt;u&gt;Namun tidaklah demikian.&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Sebaliknya,&amp;nbsp;&lt;u&gt;tampaknya sangat mendesak bagi kita untuk mengambil tindakan pencegahan semestinya di 47 negara anggota kita.&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
8- Satu di antara hal yang secara khusus dicermati para Darwinis adalah kegiatan intelektual yang dilakukan kalangan Muslim sejak tahun 1980-an yang secara intelektual menghancurkan Darwinisme.&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div class="menu2baslik" style="color: #660000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 19px; font-weight: normal; text-decoration: none;"&gt;
Butir 39&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
&lt;strong&gt;Di samping paham penciptaan Kristen kini terdapat paham penciptaan Muslim:&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;pembuktian paham penciptaan dari sumber Kristen diterima luas di kalangan Muslim seiring dengan kebangkitan pergerakan Islam di awal tahun 1980-an.&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
9- Buku Adnan Oktar “&lt;em&gt;Atlas Penciptaan&lt;/em&gt;” secara khusus dianggap berbahaya bagi Darwinisme. Buku ini telah sampai di negara-negara Eropa dan telah menimbulkan kepanikan serius di kalangan Darwinis:&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div class="menu2baslik" style="color: #660000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 19px; font-weight: normal; text-decoration: none;"&gt;
Butir 40&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
… Alhasil, kita telah menyaksikan beberapa upaya dari berbagai pergerakan ini di benua Eropa-Asia di beberapa tahun terakhir, dengan sekolah-sekolah terlihat sebagai sasaran utama.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Awal 2007 menyaksikan serangan penganut penciptaan Turki Harun Yahya, yang mengirimkan karya terakhir dan sangat-mewahnya, berjudul “&lt;em&gt;Atlas Penciptaan&lt;/em&gt;”, yang menyatakan kecaman terhadap kebohongan teori evolusi, ke sejumlah besar sekolah Prancis, Belgia, Spanyol dan Swiss....&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
10- Dampak buku&amp;nbsp;&lt;em&gt;Atlas Penciptaan&lt;/em&gt;&amp;nbsp;di Eropa dan karya-karya lain Adnan Oktar yang melemahkan Darwinisme di Turki dipaparkan di paragraf-paragraf lain laporan itu:&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div class="menu2baslik" style="color: #660000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 19px; font-weight: normal; text-decoration: none;"&gt;
Butir 54&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
Dai Islam Turki&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Harun Yahya, yang nama aslinya Adnan Oktar, adalah satu di antara tokoh yang paling melambangkan gerakan ini.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Ia berusia sekitar lima puluh tahun dan telah menerbitkan karya-karya tentang penciptaan atau agama selama sekitar dua puluh tahun. Ia juga memiliki rumah penerbitan sendiri,&amp;nbsp;&lt;em&gt;Global&lt;/em&gt;, yang berkantor pusat di Istanbul. Pada tahun 1991, Oktar mendirkan yayasan ilmu pengetahuan dan penelitian&amp;nbsp;&lt;em&gt;Bilim Arastirma Vakfi&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(BAV).&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Sejak pendiriannya, BAV sangatlah giat berupaya agar paparan apa pun tentang evolusi dihilangkan dari pendidikan Turki. Yayasan ini juga menyelenggarakan banyak konferensi tentang paham penciptaan di kota-kota kecil dan besar penting di Turki. …&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div class="menu2baslik" style="color: #660000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 19px; font-weight: normal; text-decoration: none;"&gt;
Butir 55&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
Karya terkini Harun Yahya muncul di bulan Desember 2006 dan diberi judul&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“&lt;em&gt;Atlas Penciptaan&lt;/em&gt;”. Ini adalah buku besar dan jilid pertama dari serangkaian tujuh jilid.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Buku ini berupaya&amp;nbsp;&lt;strong&gt;menyanggah Darwinisme dan teori evolusi dalam 772 halaman penuh gambar. Kesimpulannya jelas:&amp;nbsp;&lt;em&gt;“penciptaan adalah fakta”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;and&amp;nbsp;&lt;em&gt;“evolusi adalah penipuan”&lt;/em&gt;.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Lebih jauh, sang pengarang mengecam tajam&amp;nbsp;&lt;em&gt;“kaitan rahasia antara Darwinisme dan ideologi-ideologi penumpah darah, seperti fasisme dan komunisme”&lt;/em&gt;.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Di awal tahun 2007 Yahya melancarkan serangan dengan tujuan penyebarluasan besar-besaran karyanya di Eropa dan seluruh dunia.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
&lt;em&gt;Di Prancis:&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="menu2baslik" style="color: #660000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 19px; font-weight: normal; text-decoration: none;"&gt;
Butir 57&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
&lt;em&gt;Serangan Harun Yahya&lt;/em&gt;: Di awal 2007, penganut penciptaan Turki Harun Yahya mengirimkan karyanya yang berjudul “&lt;em&gt;Atlas Penciptaan&lt;/em&gt;” ke sejumlah besar sekolah dan pusat informasi Prancis. …&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
&lt;br /&gt;
11- Tak punya sanggahan ilmiah apa pun terhadap isi buku&amp;nbsp;&lt;em&gt;Atlas Penciptaan&lt;/em&gt;, para Darwinis menggunakan watak Abad Pertengahan dan berupaya melarang buku tersebut. Namun sesungguhnya pemikiran tidak dapat dihentikan dengan cara melarangnya. Pada kenyataannya, yang menyebabkan kepanikan itu di kalangan kaum materialis Eropa adalah karena mereka telah menyaksikan keruntuhan evolusi yang tak dapat dicegah.&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div class="menu2baslik" style="color: #660000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 19px; font-weight: normal; text-decoration: none;"&gt;
Butir 57&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
… Sebagai tanggapan, Menteri Pendidikan, Gilles de Robien, menyeru para kepala kantor pendidikan agar memastikan bahwa buku ini&amp;nbsp;&lt;em&gt;"yang tidak sesuai dengan isi kurikulum yang dirumuskan oleh Kementerian, tidak tersedia di pusat-pusat informasi di sekolah”&lt;/em&gt;. Hervé LeGuyader, Profesor Biologi Evolusi di Universitas Paris VI, ditugaskan oleh Inspektorat Pendidikan Nasional Umum untuk membuat telaah rinci terhadap atlas ini. …&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
12- Ini adalah kali pertama mereka mendapati sebuah buku yang sedemikian telak meruntuhkan evolusi yang dipenuhi bukti-bukti yang mendukung, hingga mengguncang para Darwinis. Kenyataan bahwa informasi yang dikandung dalam buku tersebut tak terbantahkan telah mengejutkan para Darwinis, yang mengakuinya sendiri:&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div class="menu2baslik" style="color: #660000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 19px; font-weight: normal; text-decoration: none;"&gt;
Butir 57&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
… Ia [Hervé LeGuyader]menganggap buku tersebut&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“JAUH LEBIH BERBAHAYA daripada upaya-upaya penganut penciptaan sebelumnya, yang seringkali berasal dari Inggris”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Ia yakin bahwa ...cara yang digunakan sang pengarang dapat&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“TERBUKTI SANGAT MENGENA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;untuk masyarakat awam&lt;/em&gt;. …&amp;nbsp;&lt;em&gt;[penekanan ditambahkan]&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
13- Keadaannya sama di banyak negara Eropa.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Atlas Penciptaan&lt;/em&gt;&amp;nbsp;telah sampai di banyak negara. Dihadapkan pada bukti nyata dalam&amp;nbsp;&lt;em&gt;Atlas Penciptaan&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dan tidak mampu memberikan sanggahan ilmiah apa pun, kaum Darwinis berupaya agar buku tersebut dilarang.&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div class="menu2baslik" style="color: #660000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 19px; font-weight: normal; text-decoration: none;"&gt;
Butir 59&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
&lt;em&gt;Kegiatan Harun Yahya di Swiss berbahasa Prancis&lt;/em&gt;: Di bulan Maret 2007, sejumlah besar sekolah di Swiss berbahasa Prancis juga menerima karya Harun Yahya “&lt;em&gt;Atlas Penciptaan&lt;/em&gt;”. …&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div class="menu2baslik" style="color: #660000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 19px; font-weight: normal; text-decoration: none;"&gt;
Butir 63&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
&lt;em&gt;Upaya pendukung penciptaan menyusup ke sekolah-sekolah Belgia&lt;/em&gt;: Setelah Prancis, dan bersamaan dengan serangan di Swiss, Harun Yahya melancarkan penyebarluasan&amp;nbsp;&lt;em&gt;Atlas Penciptaan&lt;/em&gt;nya di Belgia di bulan Maret 2007. Dalam surat edaran tertanggal 22 Maret 2007, Marie Arena, Menteri urusan pendidikan wajib dan pembangunan sosial,&amp;nbsp;&lt;strong&gt;memperingatkan&amp;nbsp;&lt;em&gt;“seluruh pegawai pendidikan tentang nilai-nilai yang dianjurkan oleh buku ini”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dan kemudian berkata bahwa ia&amp;nbsp;&lt;em&gt;“mengandalkan setiap orang agar WASPADA [...] untuk memastikan bahwa [buku] itu bagaimana pun tidak (boleh) menjadi satu sarana pendidikan bagi murid-murid”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;[penekanan ditambahkan]&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div class="menu2baslik" style="color: #660000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 19px; font-weight: normal; text-decoration: none;"&gt;
Butir 74&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
Sebulan setelah Prancis,&amp;nbsp;&lt;em&gt;Atlas Penciptaan&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Harun Yahya diterima oleh sejumlah profesor di fakultas biologi Universitas Barcelona dan oleh perpustakaan universitas itu.&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
14- Bagian akhir laporan itu sekali lagi menegaskan bagaimana peradaban materialis Eropa berada dalam ancaman besar. Isyarat bagaimana Darwinisme didukung karena alasan ideologis terlihat jelas. Apa yang dimaksud laporan tersebut dengan kata-kata “bertindak sebelum hal itu terlalu terlambat ” adalah kekhawatiran atas kehancuran mutlak Darwinisme, dan yang berarti pula terhapusnya materialisme secara menyeluruh.&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;div class="menu2baslik" style="color: #660000; font-family: 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 19px; font-weight: normal; text-decoration: none;"&gt;
Butir 104&lt;/div&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
Pengkajian terperinci tentang&amp;nbsp;&lt;strong&gt;PENGARUH MENGUAT PARA PENDUKUNG PENCIPTAAN&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;menunjukkan bahwa perbincangan antara paham penciptaan dan paham evolusi melebar jauh melebihi perseteruan pemikiran.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Jika kita tidak hati-hati, nilai-nilai yang merupakan hal paling hakiki dari Dewan Eropa akan berada dalam bahaya ancaman langsung oleh para fundamentalis pendukung penciptaan.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Adalah bagian dari peran anggota parlemen Dewan Eropa untuk&amp;nbsp;&lt;strong&gt;bertindak sebelum terlalu terlambat.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;em&gt;[penekanan ditambahkan]&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="hyg" style="font-family: Geneva, Arial, Helvetica, san-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; margin-top: 0px; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 0px; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;@cwi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-3848403683606746272?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-12T20:36:00.227+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Islam: Agama yang Berkembang Paling Pesat  di Eropa</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/01/islam-agama-yang-berkembang-paling.html</link><category>kajian</category><category>Dunia dalam islam</category><category>Syiar Islam</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Thu, 12 Jan 2012 05:33:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-2745593672061054491</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Tqlua-URWko/S5Jx_Hva0ZI/AAAAAAAAAHg/t2bsVF8qSog/s1600/islam_mosque_r190x.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="235" src="http://3.bp.blogspot.com/-Tqlua-URWko/S5Jx_Hva0ZI/AAAAAAAAAHg/t2bsVF8qSog/s320/islam_mosque_r190x.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 





Selama 20 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 juta; sekarang, angka ini telah mencapai 1,5 miliar. Kini, setiap empat orang salah satunya adalah Muslim. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus bertambah dan Islam akan menjadi agama terbesar di dunia. Peningkatan yang terus-menerus ini bukan hanya dikarenakan jumlah penduduk yang terus bertambah di negara-negara Muslim, tapi juga jumlah orang-orang mualaf yang baru memeluk Islam yang terus meningkat, suatu fenomena yang menonjol, terutama setelah serangan terhadap World Trade Center pada tanggal 11 September 2001. Serangan ini, yang dikutuk oleh setiap orang, terutama umat Muslim, tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang (khususnya warga Amerika) kepada Islam. Orang di Barat berbicara banyak tentang agama macam apakah Islam itu, apa yang dikatakan Al Qur'an, kewajiban apakah yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim, dan bagaimana kaum Muslim dituntut melaksanakan urusan dalam kehidupannya. Ketertarikan ini secara alamiah telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam. Demikianlah, perkiraan yang umum terdengar pasca peristiwa 11 September 2001 bahwa "serangan ini akan mengubah alur sejarah dunia", dalam beberapa hal, telah mulai nampak kebenarannya. Proses kembali kepada nilai-nilai agama dan spiritual, yang dialami dunia sejak lama, telah menjadi keberpalingan kepada Islam.

Hal luar biasa yang sesungguhnya sedang terjadi dapat diamati ketika kita mempelajari perkembangan tentang kecenderungan ini, yang mulai kita ketahui melalui surat-surat kabar maupun berita-berita di televisi. Perkembangan ini, yang umumnya dilaporkan sekedar sebagai sebuah bagian dari pokok bahasan hari itu, sebenarnya adalah petunjuk sangat penting bahwa nilai-nilai ajaran Islam telah mulai tersebar sangat pesat di seantero dunia. Di belahan dunia Islam lainnya, Islam berada pada titik perkembangan pesat di Eropa. Perkembangan ini telah menarik perhatian yang lebih besar di tahun-tahun belakangan, sebagaimana ditunjukkan oleh banyak tesis, laporan, dan tulisan seputar "kedudukan kaum Muslim di Eropa" dan "dialog antara masyarakat Eropa dan umat Muslim." Beriringan dengan berbagai laporan akademis ini, media massa telah sering menyiarkan berita tentang Islam dan Muslim. Penyebab ketertarikan ini adalah perkembangan yang terus-menerus mengenai angka populasi Muslim di Eropa, dan peningkatan ini tidak dapat dianggap hanya disebabkan oleh imigrasi. Meskipun imigrasi dipastikan memberi pengaruh nyata pada pertumbuhan populasi umat Islam, namun banyak peneliti mengungkapkan bahwa permasalahan ini dikarenakan sebab lain: angka perpindahan agama yang tinggi. Suatu kisah yang ditayangkan NTV News pada tanggal 20 Juni 2004 dengan judul "Islam adalah agama yang berkembang paling pesat di Eropa" membahas laporan yang dikeluarkan oleh badan intelejen domestik Prancis. Laporan tersebut menyatakan bahwa jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di negara-negara Barat semakin terus bertambah, terutama pasca peristiwa serangan 11 September. Misalnya, jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di Prancis meningkat sebanyak 30 hingga 40 ribu di tahun lalu saja.

Gereja Katolik dan Perkembangan Islam

Gereja Katolik Roma, yang berpusat di kota Vatican, adalah salah satu lembaga yang mengikuti fenomena tentang kecenderungan perpindahan agama. Salah satu pokok bahasan dalam pertemuan bulan Oktober 1999 muktamar gereja Eropa, yang dihadiri oleh hampir seluruh pendeta Katolik, adalah kedudukan Gereja di milenium baru. Tema utama konferensi tersebut adalah tentang pertumbuhan pesat agama Islam di Eropa. The National Catholic Reporter melaporkan sejumlah orang garis keras menyatakan bahwa satu-satunya cara mencegah kaum Muslim mendapatkan kekuatan di Eropa adalah dengan berhenti bertoleransi terhadap Islam dan umat Islam; kalangan lain yang lebih objektif dan rasional menekankan kenyataan bahwa oleh karena kedua agama percaya pada satu Tuhan, sepatutnya tidak ada celah bagi perselisihan ataupun persengketaan di antara keduanya. Dalam satu sesi, Uskup Besar Karl Lehmann dari Jerman menegaskan bahwa terdapat lebih banyak kemajemukan internal dalam Islam daripada yang diketahui oleh banyak umat Nasrani, dan pernyataan-pernyataan radikal seputar Islam sesungguhnya tidak memiliki dasar. (1)
&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
Mempertimbangkan kedudukan kaum Muslim di saat menjelaskan kedudukan Gereja di milenium baru sangatlah tepat, mengingat pendataan tahun 1999 oleh PBB menunjukkan bahwa antara tahun 1989 dan 1998, jumlah penduduk Muslim Eropa meningkat lebih dari 100 persen. Dilaporkan bahwa terdapat sekitar 13 juta umat Muslim tinggal di Eropa saat ini: 3,2 juta di Jerman, 2 juta di Inggris, 4-5 juta di Prancis, dan selebihnya tersebar di bagian Eropa lainnya, terutama di Balkan. Angka ini mewakili lebih dari 2% dari keseluruhan jumlah penduduk Eropa. (2)

Kesadaran Beragama di Kalangan Muslim Meningkat di Eropa

Penelitian terkait juga mengungkap bahwa seiring dengan terus meningkatnya jumlah Muslim di Eropa, terdapat kesadaran yang semakin besar dalam menjalankan agama di kalangan para mahasiswa. Menurut survei yang dilakukan oleh surat kabar Prancis Le Monde di bulan Oktober 2001, dibandingkan data yang dikumpulkan di tahun 1994, banyak kaum Muslims terus melaksanakan sholat, pergi ke mesjid, dan berpuasa. Kesadaran ini terlihat lebih menonjol di kalangan mahasiswa universitas.(3)

Dalam sebuah laporan yang didasarkan pada media masa asing di tahun 1999, majalah Turki Aktüel menyatakan, para peneliti Barat memperkirakan dalam 50 tahun ke depan Eropa akan menjadi salah satu pusat utama perkembangan Islam.

Islam adalah Bagian Tak Terpisahkan dari Eropa

Bersamaan dengan kajian sosiologis dan demografis ini, kita juga tidak boleh melupakan bahwa Eropa tidak bersentuhan dengan Islam hanya baru-baru ini saja, akan tetapi Islam sesungguhnya merupakan bagian tak terpisahkan dari Eropa.

Eropa dan dunia Islam telah saling berhubungan dekat selama berabad-abad. Pertama, negara Andalusia (756-1492) di Semenanjung Iberia, dan kemudian selama masa Perang Salib (1095-1291), serta penguasaan wilayah Balkan oleh kekhalifahan Utsmaniyyah (1389) memungkinkan terjadinya hubungan timbal balik antara kedua masyarakat itu. Kini banyak pakar sejarah dan sosiologi menegaskan bahwa Islam adalah pemicu utama perpindahan Eropa dari gelapnya Abad Pertengahan menuju terang-benderangnya Masa Renaisans. Di masa ketika Eropa terbelakang di bidang kedokteran, astronomi, matematika, dan di banyak bidang lain, kaum Muslim memiliki perbendaharaan ilmu pengetahuan yang sangat luas dan kemampuan hebat dalam membangun.

Bersatu pada Pijakan Bersama: "Monoteisme"

Perkembangan Islam juga tercerminkan dalam perkembangan dialog antar-agama baru-baru ini. Dialog-dialog ini berawal dengan pernyataan bahwa tiga agama monoteisme (Islam, Yahudi, dan Nasrani) memiliki pijakan awal yang sama dan dapat bertemu pada satu titik yang sama. Dialog-dialog seperti ini telah sangat berhasil dan membuahkan kedekatan hubungan yang penting, khususnya antara umat Nasrani dan Muslim. Dalam Al Qur'an, Allah memberitahukan kepada kita bahwa kaum Muslim mengajak kaum Ahli Kitab (Nasrani dan Yahudi) untuk bersatu pada satu pijakan yang disepakati bersama:

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." (QS. Ali 'Imran, 3: 64)

Ketiga agama yang meyakini satu Tuhan tersebut memiliki keyakinan yang sama dan nilai-nilai moral yang sama. Percaya pada keberadaan dan keesaan Tuhan, malaikat, Nabi, Hari Akhir, Surga dan Neraka, adalah ajaran pokok keimanan mereka. Di samping itu, pengorbanan diri, kerendahan hati, cinta, berlapang dada, sikap menghormati, kasih sayang, kejujuran, menghindar dari berbuat zalim dan tidak adil, serta berperilaku mengikuti suara hati nurani semuanya adalah sifat-sifat akhak terpuji yang disepakati bersama. Jadi, karena ketiga agama ini berada pada pijakan yang sama, mereka wajib bekerja sama untuk menghapuskan permusuhan, peperangan, dan penderitaan yang diakibatkan oleh ideologi-ideologi antiagama. Ketika dilihat dari sudut pandang ini, dialog antar-agama memegang peran yang jauh lebih penting. Sejumlah seminar dan konferensi yang mempertemukan para wakil dari agama-agama ini, serta pesan perdamaian dan persaudaraan yang dihasilkannya, terus berlanjut secara berkala sejak pertengahan tahun 1990-an.

Kabar Gembira tentang Datangnya Zaman Keemasan

Dengan mempertimbangkan semua fakta yang ada, terungkap bahwa terdapat suatu pergerakan kuat menuju Islam di banyak negara, dan Islam semakin menjadi pokok bahasan terpenting bagi dunia. Perkembangan ini menunjukkan bahwa dunia sedang bergerak menuju zaman yang sama sekali baru. Yaitu sebuah zaman yang di dalamnya, insya Allah, Islam akan memperoleh kedudukan penting dan ajaran akhlak Al Qur'an akan tersebar luas. Penting untuk dipahami, perkembangan yang sangat penting ini telah dikabarkan dalam Al Qur'an 14 abad yang lalu:

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. (QS. At Taubah, 9: 32-33)

Tersebarnya akhlak Islami adalah salah satu janji Allah kepada orang-orang yang beriman. Selain ayat-ayat ini, banyak hadits Nabi kita SAW menegaskan bahwa ajaran akhlak Al Qur'an akan meliputi dunia. Di masa-masa akhir menjelang berakhirnya dunia, umat manusia akan mengalami sebuah masa di mana kezaliman, ketidakadilan, kepalsuan, kecurangan, peperangan, permusuhan, persengketaan, dan kebobrokan akhlak merajalela.  Kemudian akan datang Zaman Keemasan, di mana tuntunan akhlak ini mulai tersebar luas di kalangan manusia bagaikan naiknya gelombang air laut pasang dan pada akhirnya meliputi seluruh dunia. Sejumlah hadits ini, juga ulasan para ulama mengenai hadits tersebut, dipaparkan sebagaimana berikut:

Selama [masa] ini, umatku akan menjalani kehidupan yang berkecukupan dan terbebas dari rasa was-was yang mereka belum pernah mengalami hal seperti itu. [Tanah] akan mengeluarkan panennya dan tidak akan menahan apa pun dan kekayaan di masa itu akan berlimpah. (Sunan Ibnu Majah)

… Penghuni langit dan bumi akan ridha. Bumi akan mengeluarkan semua yang tumbuh, dan langit akan menumpahkan hujan dalam jumlah berlimpah. Disebabkan seluruh kebaikan yang akan Allah curahkan kepada penduduk bumi, orang-orang yang masih hidup berharap bahwa mereka yang telah meninggal dunia dapat hidup kembali. (Muhkhtasar Tazkirah Qurtubi, h. 437)

Bumi akan berubah seperti penampan perak yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan ... (Sunan Ibnu Majah)

Bumi akan diliputi oleh kesetaraan dan keadilan sebagaimana sebelumnya yang diliputi oleh penindasan dan kezaliman. (Abu Dawud)

Keadilan akan demikian  jaya sampai-sampai semua harta yang dirampas akan dikembalikan kepada pemiliknya; lebih jauh, sesuatu yang menjadi milik orang lain, sekalipun bila terselip di antara gigi-geligi seseorang, akan dikembalikan kepada pemiliknya… Keamanan meliputi seluruh Bumi dan bahkan segelintir perempuan bisa menunaikan haji tanpa diantar laki-laki.  (Ibn Hajar al Haitsami: Al Qawlul Mukhtasar fi `Alamatul Mahdi al Muntazar, h. 23)

Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas, Zaman Keemasan akan merupakan suatu masa di mana keadilan, kemakmuran, keberlimpahan, kesejahteraan, rasa aman, perdamaian, dan persaudaraan akan menguasai kehidupan umat manusia, dan merupakan suatu zaman di mana manusia merasakan cinta, pengorbanan diri, lapang dada, kasih sayang, dan kesetiaan. Dalam hadits-haditsnya, Nabi kita SAW mengatakan bahwa masa yang diberkahi ini akan terjadi melalui perantara Imam Mahdi, yang akan datang di Akhir Zaman untuk menyelamatkan dunia dari kekacauan, ketidakadilan, dan kehancuran akhlak. Ia akan memusnahkan paham-paham yang tidak mengenal Tuhan dan menghentikan kezaliman yang merajalela. Selain itu, ia akan menegakkan agama seperti di masa Nabi kita SAW, menjadikan tuntunan akhlak Al Qur'an meliputi umat manusia, dan menegakkan perdamaian dan menebarkan kesejahteraan di seluruh dunia.

Kebangkitan Islam yang sedang dialami dunia saat ini, serta peran Turki di era baru merupakan tanda-tanda penting bahwa masa yang dikabarkan dalam Al Qur'an dan dalam hadits Nabi kita sangatlah dekat. Besar harapan kita bahwa Allah akan memperkenankan kita menyaksikan masa yang penuh berkah ini.

Rujukan: 
1. "Europe's Muslims Worry Bishops," National Catholic Reporter, 22 Oktober 1999
2. "Muslims in Europe," The Economist, 18 Oktober 2001.
3. Time, 24 Desember 2001.



smber: http://www.harunyahya.com/indo/artikel/067.htm

/@cwi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-2745593672061054491?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-12T20:33:00.213+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-Tqlua-URWko/S5Jx_Hva0ZI/AAAAAAAAAHg/t2bsVF8qSog/s72-c/islam_mosque_r190x.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jaringan Informasi Lumba-Lumba vs. Internet</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/01/jaringan-informasi-lumba-lumba-vs.html</link><category>kajian</category><category>Tahukah antum ?</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Wed, 11 Jan 2012 05:26:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-1848686975381872425</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 




بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين, وصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-FwXZL3UKgkU/TwWlmwvoolI/AAAAAAAAAg0/Uc3YvlYRnc4/s1600/lumba-lumba.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="162" src="http://3.bp.blogspot.com/-FwXZL3UKgkU/TwWlmwvoolI/AAAAAAAAAg0/Uc3YvlYRnc4/s320/lumba-lumba.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Temuan-temuan seorang ahli zologi telah memandu para insinyur yang membangun jaringan-jaringan rumit seperti World Wide Web dan jejaring kisi-kisi listrik ke arah baru: lumba-lumba.

David Lusseau dari Universitas Otago memelajari suatu kelompok yang terdiri atas 64 lumba-lumba hidung botol selama rentang masa tujuh tahun (David Lusseau, "The Emergent Properties of a Dolphin Social Network"). Ia menemukan di antara mereka adanya suatu tatanan sosial yang mirip dengan yang ada pada manusia dan jaringan buatan manusia. Telaah matematis Lusseau diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society (Lusseau, 2003 The emergent properties of a dolphin social network. Proceedings of the Royal Society of London-
Series B (Supplement): DOI 10.1098/rsbl.2003.0057).

Banyak jaringan rumit, termasuk masyarakat manusia, memiliki ciri-ciri yang memungkinkan pertukaran cepat informasi di kalangan anggotanya.

Kajian oleh peneliti Selandia Baru ini menunjukkan bahwa masyarakat binatang juga tersusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan penerusan informasi secara cepat dan efisien. Makhluk-makhluk berumur panjang seperti gorila, kijang, gajah, dan lumba-lumba hidung botol bergantung pada lingkungan mereka dalam penyampaian informasi.

Dalam pengamatan-pengamatannya, Lusseau memusatkan diri pada anggota-anggota kawanan yang lebih sering tampak bersama. Ia menyadari bahwa kelompok ini terdiri sebagian besar atas betina-betina dewasa, dan mereka berfungsi sebagai pusat-pusat penyampaian informasi bagi masyarakatnya.

Untuk mengukur aliran informasi dalam sebuah sistem, cukuplah dengan melihat pada titik-titik pusat yang dilalui aliran informasi itu dan menghitung jumlah unsur yang diperlukan dalam perjalanan itu dari titik pangkal hingga titik ujung. Lusseau menggunakan teknik pengukuran ini, yang disebut dengan “diameter”. Ketika hasil-hasil yang diperolehnya menggunakan cara ini dibandingkan dengan data yang diungkapkan oleh Internet, ia mendapati dirinya berhadapan dengan kenyataan yang menakjubkan.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;

Lamanya penyampaian informasi bertambah ketika sejumlah besar titik yang membentuk hubungan-hubungan pada Internet dibuang. Ketika hanya 2% simpul dengan kaitan terbanyak pada Internet dikeluarkan dari sistem, diperlukan dua kali jauhnya untuk berjalan dari satu unsur ke unsur lainnya. Akan tetapi, di kalangan lumba-lumba, keadaannya berbeda.

Lusseau memantau lumba-lumba menggunakan tanda-tanda pada sirip-sirip punggung dan mengamati bahwa ketika anggota-anggota yang bertindak sebagai pusat komunikasi meninggalkan kelompoknya, masyarakat lumba-lumba menunjukkan daya tahan yang besar. Kepaduan masyarakat lumba-lumba tidak terpengaruh oleh ketiadaan anggota-anggota kunci. Daya tahan ini memungkinkan masyarakat lumba-lumba tetap terus berada dalam keadaan sehat bahkan jika sepertiga anggotanya hilang.

Sang peneliti menyatakan bahwa berkat sistem ini, jaringan dapat tetap bertahan bahkan di hadapan bencana kematian. Lebih lagi, ia berpendapat bahwa sifat-sifat ini dapat diterapkan pada jaringan buatan manusia seperti World Wide Web.

Sebagaimana kita lihat, ada penataan pada lumba-lumba yang terlindung lebih baik daripada jaringan komunikasi yang membangun Internet dan berfungsi lebih ampuh pada saat simpul-simpul utama tercerabut. Adanya ciri seperti itu pada lumba-lumba berarti bahwa aneka syarat mesti diperhitungkan. Misalnya, beberapa tahap, seperti menghitung beban yang akan ditimpakan pada titik-titik hubungan dalam rangka menata Internet dan menaksir di awal bagaimana keseluruhan jaringan akan terpengaruh jika titik-titik itu tercerabut dari sistem, dilakukan oleh para insinyur jaringan dan ini membuat informasi berjalan dalam sistem seefisien mungkin. Keberadaan para insinyur yang menghitung dan menata aliran informasi pada Internet menunjukkan adanya kecerdasan unggul yang mengatur jaringan informasi pada lumba-lumba dan banyak mahluk hidup lain sejenisnya di alam. Tidak dapat diragukan bahwa kecerdasan unggul ini adalah Allah yang Mahatahu, Mahakuasa.

Penciptaan jaringan informasi pada lumba-lumba ini adalah perwujudan dari namaNya yang Maha Pengasih. Kasih Allah diwujudkan dalam jaringan informasi ini sebagaimana berikut:

Cara makhluk-makhluk hidup seperti lumba-lumba, yang tinggal dalam perairan terbuka dan dekat dengan permukaan, berperilaku sebagai satu kelompok amatlah penting. Gaya hidup ini memberikan keuntungan dalam hal bersiaga terhadap pemangsa, maupun ketika berburu.

Berkat arus informasi yang sinambung di kalangan betina-betina dewasa di dalam kelompok, anggota-anggota lain dipasok dengan informasi tentang kedudukan mangsa dan pemangsa, yang akibatnya kelompok ini dibantu dalam berperilaku secara padu. Jika aliran informasi pada lumba-lumba ini menjadi timpang karena kehilangan satu lumba-lumba yang diakibatkan oleh pemangsa, maka larinya lumba-lumba lain akan tidak berarti, dan anggota-anggota yang tak berpeluang berkomunikasi akan terpaksa menyebar dan akhirnya menjadi santapan pemangsa-pemangsa lainnya. Akan tetapi, jaringan informasi yang diciptakan pada lumba-lumba oleh Allah tidak terputus pada saat-saat seperti itu, dan membuat para anggota kawanan bertahan hidup dengan menjaga kepaduan kelompok.

Allah mewahyukan hal berikut ini dalam salah satu ayat Al Qur'an:


وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

"Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang." (QS Asy Syu'araa 26:9)

#Sumber
HarunYahya.com

/@cwi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-1848686975381872425?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-11T20:26:00.214+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-FwXZL3UKgkU/TwWlmwvoolI/AAAAAAAAAg0/Uc3YvlYRnc4/s72-c/lumba-lumba.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>ANTARA SABAR DAN MENGELUH</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/01/antara-sabar-dan-mengeluh.html</link><category>kajian</category><category>Al-kisah</category><category>Remaja islam</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Wed, 11 Jan 2012 05:10:01 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-3050267686048100966</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GI2NLdG8ix8/S5EObkKhw6I/AAAAAAAAAHU/QFCBzJV6AS0/s1600/qqqqq.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="227" src="http://2.bp.blogspot.com/-GI2NLdG8ix8/S5EObkKhw6I/AAAAAAAAAHU/QFCBzJV6AS0/s320/qqqqq.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 





Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya.
"Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu,tidak lain kerana itu pasti kerana tidak pernah risau dan bersedih hati."
Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, "Apakah katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati kerana risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal ini."

Abu Hassan bertanya, "Bagaimana hal yang merisaukanmu ?"
Wanita itu menjawab, "Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan pada aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan yang satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, "Hai adikku, sukakah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing ?"
Jawab adiknya, "Baiklah kalau begitu ?"
Lalu disuruh adiknya baring dan disembelihkannya leher adiknya itu. Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancut keluar dan lari ke bukit yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu sehingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas, ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya habis melecur kulit badannya. Berita ini terdengar kepada anakku yang telah berkahwin dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pengsan hingga sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua."
&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
Lalu Abul Hassan bertanya, "Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu ?"
Wanita itu menjawab, "Tiada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia belaka."
Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat dijadikan tauladan di mana kesabaran sangat digalakkan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap terkena musibah dan dugaan dari Allah. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda dalam firman Allah dalam sebuah hadith Qudsi,:
" Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang Mukmin, jika Aku ambil keksaihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syurga baginya."

Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama dan hukumnya haram. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda,:
" Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh dan menghina nasab orang."
Dan sabdanya pula, " Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahiliyyah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotongnya bagi pakaian dari wap api neraka." (Riwayat oleh Imam Majah)
Semoga kita dijadikan sebagai hamba Tuhan yang sabar dalam menghadapi segala musibah.


sumber: http://islammuda.blogspot.com/2009/06/apakah-kalian-rampas-akwatnya-jika.html

/@cwi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-3050267686048100966?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-11T20:10:01.204+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-GI2NLdG8ix8/S5EObkKhw6I/AAAAAAAAAHU/QFCBzJV6AS0/s72-c/qqqqq.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Keajaiban Penciptaan Pada Unta</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/01/keajaiban-penciptaan-pada-unta.html</link><category>Tahukah antum ?</category><category>Saint Al-Qur'an</category><category>Muhktamar</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Tue, 10 Jan 2012 05:25:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-8138701325403362359</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 




بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين, وصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :

Lima puluh lima derajat celcius adalah suhu yang panas membakar. Itulah cuaca panas di gurun pasir, daerah yang tampak tak bertepi dan terhampar luas hingga di kejauhan. Di sini terdapat badai pasir yang menelan apa saja yang dilaluinya, dan yang sangat mengganggu pernafasan. Padang pasir berarti kematian yang tak terelakkan bagi seseorang tanpa pelindung yang terperangkap di dalamnya. Hanya kendaraan yang secara khusus dibuat untuk tujuan ini saja yang dapat bertahan dalam kondisi gurun ini.

Kendaraan apapun yang berjalan di kondisi yang panas menyengat di gurun pasir, harus didisain untuk mampu menahan panas dan terpaan badai pasir. Selain itu, ia harus mampu berjalan jauh, dengan sedikit bahan bakar dan sedikit air. Mesin yang paling mampu menahan kondisi sulit ini bukanlah kendaraan bermesin, melainkan seekor binatang, yakni unta.

Unta telah membantu manusia yang hidup di gurun pasir sepanjang sejarah, dan telah menjadi simbul bagi kehidupan di gurun pasir. Panas gurun pasir sungguh mematikan bagi makhluk lain. Selain sejumlah kecil serangga, reptil dan beberapa binatang kecil lainnya, tak ada binatang yang mampu hidup di sana. Unta adalah satu-satunya binatang besar yang dapat hidup di sana. Allah telah menciptakannya secara khusus untuk hidup di padang pasir, dan untuk melayani kehidupan manusia. Allah mengarahkan perhatian kita pada penciptaan unta dalam ayat berikut:


أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ

Artinya : "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan." (QS. Al-Ghaasyiyah, 88:17)

Jika kita amati bagaimana unta diciptakan, kita akan menyaksikan bahwa setiap bagian terkecil darinya adalah keajaiban penciptaan. Yang sangat dibutuhkan pada kondisi panas membakar di gurun adalah minum, tapi sulit untuk menemukan air di sini. Menemukan sesuatu yang dapat dimakan di hamparan pasir tak bertepi juga tampak mustahil. Jadi, binatang yang hidup di sini harus mampu menahan lapar dan haus, dan unta telah diciptakan dengan kemampuan ini.
&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
Unta dapat bertahan hidup hingga delapan hari pada suhu lima puluh derajat tanpa makan atau minum. Ketika unta yang mampu berjalan tanpa minum dalam waktu lama ini menemukan sumber air, ia akan menyimpannya. Unta mampu meminum air sebanyak sepertiga berat badannya dalam waktu sepuluh menit. Ini berarti seratus tiga puluh liter dalam sekali minum; dan tempat penyimpanannya adalah punuk unta. Sekitar empat puluh kilogram lemak tersimpan di sini. Hal ini menjadikan unta mampu berjalan berhari-hari di gurun pasir tanpa makan apapun.

Kebanyakan makanan di gurun pasir adalah kering dan berduri. Namun sistem pencernaan pada unta telah diciptakan sesuai dengan kondisi yang sulit ini. Gigi dan mulut binatang ini telah dirancang untuk memungkinkannya memakan duri tajam dengan mudah.

Perutnya memiliki disain khusus tersendiri sehingga cukup kuat untuk mencerna hampir semua tumbuhan di gurun pasir. Angin gurun yang muncul tiba-tiba biasanya menjadi pertanda kedatangan badai pasir. Butiran pasir menyesakkan nafas dan membutakan mata. Tapi, Allah telah menciptakan sistem perlindungan khusus pada unta sehingga ia mampu bertahan terhadap kondisi sulit ini. Kelopak mata unta melindungi matanya dari dari debu dan butiran pasir. Namun, kelopak mata ini juga transparan atau tembus cahaya, sehingga unta tetap dapat melihat meskipun dengan mata tertutup. Bulu matanya yang panjang dan tebal khusus diciptakan untuk mencegah masuknya debu ke dalam mata. Terdapat pula disain khusus pada hidung unta. Ketika badai pasir menerpa, ia menutup hidungnya dengan penutup khusus.

Salah satu bahaya terbesar bagi kendaraan yang berjalan di gurun pasir adalah terperosok ke dalam pasir. Tapi ini tidak terjadi pada unta, sekalipun ia membawa muatan seberat ratusan kilogram, karena kakinya diciptakan khusus untuk berjalan di atas pasir. Telapak kaki yang lebar menahannya dari tenggelam ke dalam pasir, dan berfungsi seperti pada sepatu salju. Kaki yang panjang menjauhkan tubuhnya dari permukaan pasir yang panas membakar di bawahnya. Tubuh unta tertutupi oleh rambut lebat dan tebal. Ini melindunginya dari sengatan sinar matahari dan suhu padang pasir yang dingin membeku setelah matahari terbenam. Beberapa bagian tubuhnya tertutupi sejumlah lapisan kulit pelindung yang tebal. Lapisan-lapisan tebal ini ditempatkan di bagian-bagian tertentu yang bersentuhan dengan permukaan tanah saat ia duduk di pasir yang amat panas. Ini mencegah kulit unta agar tidak terbakar. Lapisan tebal kulit ini tidaklah tumbuh dan terbentuk perlahan-lahan; tapi unta memang terlahir demikian. Disain khusus ini memperlihatkan kesempurnaan penciptaan unta.

Marilah kita renungkan semua ciri unta yang telah kita saksikan. Sistem khusus yang memungkinkannya menahan haus, punuk yang memungkinkannya bepergian tanpa makan, struktur kaki yang menahannya dari tenggelam ke dalam pasir, kelopak mata yang tembus cahaya, bulu mata yang melindungi matanya dari pasir, hidung yang dilengkapi disain khusus anti badai pasir, struktur mulut, bibir dan gigi yang memungkinkannya memakan duri dan tumbuhan gurun pasir, sistem pencernaan yang dapat mencerna hampir semua benda apapun, lapisan tebal khusus yang melindungi kulitnya dari pasir panas membakar, serta rambut permukaan kulit yang khusus dirancang untuk melindunginya dari panas dan dingin.

Tak satupun dari ini semua dapat dijelaskan oleh logika teori evolusi, dan kesemuanya ini menyatakan satu kebenaran yang nyata: Unta telah diciptakan secara khusus oleh Allah untuk hidup di padang pasir, dan untuk membantu kehidupan manusia di tempat ini.

Begitulah, kebesaran Allah dan keagungan ciptaan-Nya tampak nyata di segenap penjuru alam ini, dan Pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu. Allah menyatakan hal ini dalam ayat Al-quran: 

إِنَّمَا إِلَهُكُمُ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَسِعَ كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا

Artinya : "Sesungguhnya, Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan – Nya meliputi segala sesuatu." (QS. Thaahaa, 20:98)

#Sumber
HarunYahya.com

/@cwi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-8138701325403362359?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-10T20:25:00.525+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jilbab Hati Dan Jilbab Kepala</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/01/jilbab-hati-dan-jilbab-kepala.html</link><category>kajian</category><category>Remaja islam</category><category>Hikmah</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Tue, 10 Jan 2012 05:06:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-1576192580335202967</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-iLmJV55ccSg/TEBY1dt7GiI/AAAAAAAAAOc/TSDuwe4MHVA/s1600/muslimaha0.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="230" src="http://4.bp.blogspot.com/-iLmJV55ccSg/TEBY1dt7GiI/AAAAAAAAAOc/TSDuwe4MHVA/s320/muslimaha0.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 



Kala menulis ini , saya lagi nonton iklan premier ayat – ayat cinta the movie di sebuah station tv . Entahlah apa saya harus bangga karena ada sebuah film yang berkomitmen dalam sebuah ajaran agama , terutama pemakaian Hijab atau Jilbab bagi kaum perempuannya , cuma agak sedikit terkecoh saat melihat Aisha membuka jilbabnya dan berpakaian tidur lengan pendek , Ya Allah , ada apa ini . Meski itu di rumah , lalu apakah memang di perbolehkan ? Mungkin juga karena saya memang belum menonton Film nya kali ya , jadi itu seperti ada yang hilang.

Sebenarnya persoalan atau tema Jilbab ini , mungkin akan jadi perbincangan sepanjang masa . Menilik di masa lalu , saat Jilbab masih menjadi suatu keanehan di negeri yang mayoritas penduduknya muslim ini , banyak kasus dulu , orang yang mengenakan jilbab di bilang mengikuti aliran sesat , untuk urusan sekolah mereka di persulit , apalagi untuk kerja , kayaknya sulit banget .

Tapi salut buat perjuangan mereka yang kekeuh mempejuangkan jilbab sebagai pakaian syar`i dan identitas sebagai muslimah.

Kalau dulu yang pake Jilbab , identik dengan orang yang sudah bergelar hajjah , orang tua , dan yang bersekolah di madrasah .

Ya.. jilbab juga menjadi tema sentral dalam setiap cerpen atau novel islami yang terbit , jadinya booming dech di taon 2000.

Tapi menarik , sekarang lagi dibahas mengapa tema nya selalu sama , tentang hidayah yang di dapat untuk mengenakan jilbab , bukan pada konsistensi si pemakai.

Mohon maaf , ada trend di kalangan artis yang ramai – ramai memakai jilbab , namun tak kalah menariknya adalah mereka yang melepas jilbab saat di rundung masalah . Sebenarnya mereka memakai jilbab hanya untuk eksistensi atau sekedar menarik simpati publik , entahlah . Saya juga tak pantas memberikan penilaian , saya juga manusia biasa yang tak luput dari salah.


&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;

Di sisi lain ada selebriti yang sudah pulang berhaji dan mendapat gelar hajjah , justru tidak mengenakan hijab dengan alasan masih ada pekerjaan duniawi yang dia kejar . Sebegitu penting kah nilai dunia ini dibandingkan dengan Tuhan . Apakah dengan jilbab , seluruh popularitasnya akan hilang ? rezekinya mendadak hilang ? apakah dengan memakai kerudung atau jilbab ia akan kehilangan kecantikan ?

Lalu saya juga melihat betapa cantiknya Rianti pemeran Aisha yang mengenakan cadar plus hijabnya , dia terlihat cantik dan anggun sekali , semua orang memujanya . tapi sekali lagi kita dihadapkan pada kenyataan ia tak mengenakan jilbab setelah syuting film itu selesai . Apakah memang hidayah jilbab itu tidak nyampe meski ia sudah mendalami karakter Aisha ? menurut opini saya , ia gagal memerankan peran itu . Maaf ya ini opini pribadi saya . Yang menarik adalah Saskia yang memerankan noura yang jahat , dengan penampilan nya yang syar`i dengan jilbab yang ia kenakan sehari – hari , tapi saya rasa ia memang telah mendapatkan hidayah jauh dari sebelum main film ini.



Saya berharap memang ada alasan masuk akal . Tapi yang saya lihat adalah seorang seleb bergelar diva penyanyi baru pulang haji , pertama kali ia berkomitmen menutup penampilan , tapi kok saya liat sekarang , rok nya juga tambah pendek , selutut . Lalu ada juga artis yang pulang haji dan bergelar hajjah , masih nyaman saja mengenakan pakaian u can see tapi menutup bagian lehernya . Astagfirullah hal azim . Ketika di tanya sungguh simple jawabannya

” Yang penting hati saya sudah berjilbab “

Sama seperti jawaban Dessy Ratnasari saat ia membuka jilbabnya , lalu Ulfa pun juga mulai melakukannya sekarang ( Mohon maaf pada artis yang saya sebutkan di atas , saya percaya kalian punya alasan yang kuat juga )

hemm … lalu sebenarnya yang bagus yang mana

Jilbab hati atau jilbab kepala ?

Mungkin kita harus meninjau dulu apa sich jilbab hati dan jilbab kepala itu ?

menurut pengertian pribadi saya

Jilbab hati itu adalah seseorang yang memiliki hati dengan sebuah pelindung yang melindunginya dari berbuat yang dilarang agama , menyadari sepenuhnya kewajiban seorang muslimah , berprilaku syar`i sesuai Islam

Jilbab kepala adalah identitas dan penutup aurat bagi seorang muslimah.

Menurut hemat saya jika ia sudah mengenakan jilbab hati , berarti ia akan sadar juga mengenakan jilbab kepala , karena esensinya ia sudah sadar sepenuhnya mengenai kewajiban sebagai seorang muslimah .

Jadi bagus mana ? yang berjilbab hati atau jilbab kepala ?

saya juga tidak mau menilai jelek pada mereka yang berjilbab tapi pakaiannya ketat , atau mungkin menurut pendapat orang tingkahnya tidak sesuai dengan jilbab yang ia kenakan . Tapi bagi saya ada rasa syukur ketimbang mereka yang tetap mencari alasan masuk akal demi menghindari untuk memakai Jilbab , bagi saya mereka lebih munafik.

Tapi ya sudahlah , masing – masing punya alasan kuat , biarlah Allah saja yang menentukan hidayah untuk mereka.

Yang jelas yang lebih baik adalah memakai JILBAB HATI dAN Jilbab Kepala

buat mbak Inneke Koesherawati , mbak Novia kolopaking , Ibu Neno Warisman , Ibu Ratih Sanggarwati , Che – che Kirani , Saskia Adya Mecca , Cici Tegal , dll

teruslah istiqomah mengenakan jilbab yang Syar`i , mendengungkan identitas dan Keislaman seorang Muslimah sejati.

Juga buat para blogger – blogger di wordpress ini yang mengenakan Jilbab , mbak Nin , chigo , takocan , amel dll ( maaf saya tidak ingat untuk menyebutkan satu per satu ) , tetaplah istiqomah memakai jilbab , jadilah oase di tengah padang yang gersang . Doa saya dan juga para lelaki muslim yang ingin ada syar`i di dunia ini mengiringi perjuangan kalian , dan Tentunya Allah SWT selalu bersama kalian


sumber: http://islammuda.blogspot.com/2011/04/penutup-hati-muslimah.html

/@cwi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-1576192580335202967?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-10T20:06:00.163+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-iLmJV55ccSg/TEBY1dt7GiI/AAAAAAAAAOc/TSDuwe4MHVA/s72-c/muslimaha0.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Doa Tidak Dikabulkan Mungkin Ini Sebabnya</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/01/doa-tidak-dikabulkan-mungkin-ini.html</link><category>Muhasabah</category><category>Siraman rohani</category><category>Syiar Islam</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Mon, 09 Jan 2012 05:18:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-1771093560133897957</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-YdHmWk9a0to/TUAbZtnt8YI/AAAAAAAAAU0/NvUDxZElejw/s1600/timthumb.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://4.bp.blogspot.com/-YdHmWk9a0to/TUAbZtnt8YI/AAAAAAAAAU0/NvUDxZElejw/s320/timthumb.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 



 
بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :



Allah telah menjanjikan bahwa Dia selalu akan mengkabulkan doa seorang mukmin yang berdoa kepada-Nya dan menetapkan beberapa syarat agar doa tersebut dikabulkan. selain syarat-syarat yang harus dipenuhi, Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- juga telah memeringatkan ummatnya akan hal-hal yang dapat menahan doa kita dan menjadikannya tidak diterima dan tidak pula dikabulkan.

Adapun hal-hal yang dapat menahan doa kita dan menjadikannya tidak dikabulkan adalah sebagai berikut :

1. Kurangnya adab dalam berdoa kepada Allah. maksudnya berdoa kepada Allah akan hal-hal yang sebenarnya Allah membencinya, seperti berdoa untuk memutus tali silaturahmi, atau perkara yang dilarang. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

لا يزال يستجاب للعبد ما لم يدع بإثم أو قطيعة رحم

Artinya : "Doa seorang hamba akan selalu dikabulkan selama tidak berdoa untuk suatu yang berdosa atau untuk memutus tali silaturahmi." (HR Muslim)

2. Berdoa dengan berteriak keras-keras, dan dengan kata-kata yang kurang layak diucapkan kepada Allah. menangis ketika berdoa adalah diperbolehkan, akan tetapi berlebihan dalam menangis tidaklah baik. Allah berfirman :

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Artinya : "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS Al-A'raaf : 55)
&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
3. Masuknya barang-barang yang haram kedalam rumah kita. seperti harta yang berasal dari pekerjaan haram, makanan dan minuman yang haram, atau barang-barang yang dibeli dengan uang haram. rumah, pakaian yang haram. dan juga pekerjaan yang haram.

4. Memakan makanan yang haram, meminum minuman yang haram, memakai pakaian yang haram, memakan harta haram bukan berarti menggunakan harta haram untuk makan saja, akan tetapi menggunakan untuk membeli barang-barang yang digunakan adalah termasuk memakan harta yang haram. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ الطَّيِّبَ وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ قَالَ (يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ ، وَقَدْ غُذِّىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ

Artinya : "Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik. dan Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman sebagaimana yang diperintahkan kepada para rosul. beliau membaca, "Wahai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." dan membaca, "Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu." kemudian beliau menyebutkan seseorang yang bepergian jauh, kucel dan acak-acakan, mengetadahkan kedua tangannya ke langit dan berkata, "Ya Robb, ya Robb." sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan memakan barang yang haram, bagaimana mungkin akan dikabulkan?!" (HR Muslim)

5. Buru-buru agar doanya cepat dikabulkan. ini juga tidak baik, malahan ini termasuk yang menahan doa dan menyebabkan tidak dikabulkan. biasanya orang mengatakan, "saya sudah sering berdoa, tapi tidak dikabulkan juga." kata-kata inilah yang dimaksud buru-buru dalam doa. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

يستجاب لأحدكم ما لم يعجل ، يقول دعوت فلم يستجب لي

Artinya : "Akan dikabulkan doa seseorang jika tidak buru-buru, berkata : saya telah berdoa tapi belum dikabulkan juga." (HR Bukhori dan Muslim)

6. Menggantungkan dalam berdoa, seperti perkataan, "Ya Allah, ampunilah hamba jika Engkau berkehendak." atau "rahmatilah hamba jika Engkau mau." karena doa adalah pengharapan, permintaan yang ingin dikabulkan. jadi harus dengan kata-kata yang menunjukkan keyakinan tersebut. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

لا يقولن أحدكم اللهم اغفر لي إن شئت اللهم ارحمني إن شئت ، ليعزم المسألة فإنه لا مستكره له

Artinya : "Jangan salah seorang diantara kalian mengatakan (dalam doanya) : Ya Allah, ampunilah hamba jika Engkau mau. ya Allah, rahmatilah hamba jika Engkau mau. agar menunjukkan keyakinan dalam doanya karena tidak ada yang memaksanya (untuk berdoa)." (HR Bukhori dan Muslim)

Tidak harus seseorang melakukan semua hal ini dan menyebabkan doanya tidak dikabulkan, akan tetapi cukup melakukan satu saja diantara 6 hal diatas, maka doanya tidak akan dikabulkan.

Sudahkah kita mengoreksi diri akan cara kita berdoa? bagaimana kita berdoa? kata-kata apa yang kita ucapkan? dan yang paling penting, keyakinan apa yang kita yakinin akan doa kita? kita harus luruskan kembali hal-hal yang masih bengkok dalam diri kita agar termasuk orang-orang dicintai Allah dan dikabulkan doanya.

Read more: http://www.artikelislami.com/2011/07/doa-tidak-dikabulkan-mungkin-ini.html#ixzz1iabxZOsU

/@cwi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-1771093560133897957?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-09T20:18:00.206+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-YdHmWk9a0to/TUAbZtnt8YI/AAAAAAAAAU0/NvUDxZElejw/s72-c/timthumb.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tawakal Saja Biar Allah yang Menyegerakannya</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/01/tawakal-saja-biar-allah-yang.html</link><category>Muhasabah</category><category>Ikhtiar</category><category>Remaja islam</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Mon, 09 Jan 2012 04:59:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-4798481050299417649</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 



Oleh: Shita Ismaida
 

&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-8e8HGWhgWfk/TwWerEh1sMI/AAAAAAAAAgo/CvtzEfffVUo/s1600/muslimah-berdoa-250x205.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="205" src="http://1.bp.blogspot.com/-8e8HGWhgWfk/TwWerEh1sMI/AAAAAAAAAgo/CvtzEfffVUo/s320/muslimah-berdoa-250x205.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; font-weight: bold;"&gt;Ilustrasi (Erina Prima)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&amp;nbsp;Ada serumput bahagia menghempas jiwa, ada kesejukan mengalir tenang membasahi hati dalam raga, ada bias-bias cahaya yang terus memancar terang untuk memapah tiap langkah agar dapat berjalan.
Sejenak merenung, ada banyak permohonan yang hampir tak pernah putus terpanjatkan kepadaNya, namun…hingga sekarang belum juga terwujud.
Ada banyak permintaan yang terucap kepadaNya, namun hingga detik ini belum juga terpenuhi.  Mungkin, saya pernah merasakan lidah yang hampir kelu karena terus bermunajat namun belum juga terijabah, atau kelelahan batin yang begitu meletihkan karena doa yang hampir selalu terucapkan, namun belum juga terjawab.
Sungguh, tiap-tiap bait dalam doa yang terucapkan bagi saya itu adalah energi yang membentuk ketahanan kita dalam menghadapi ujian hidup. Ia adalah senjata, karena dengannya kita mendapat bantuan dari yang Maha Kuat.
Ya…kekuatan iman kita justru akan semakin tampak tatkala kita berupaya sekuat tenaga dan terus menerus memanjatkan doa, namun kita belum juga merasakan perubahan.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
Kembali teringat akan sebuah kutipan kata yang begitu membekas dan mengena di hati “Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat ia tetap totalitas dalam berdoa tapi ia belum juga melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab berputus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan karena ia yakin bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat untuk dirinya.”
Hampir sama kondisinya dengan orang yang menaiki gunung tinggi. Ia dianjurkan untuk tidak terlalu sering melemparkan pandangannya ke atas gunung yang harus ia daki, karena bisa memunculkan ketidakpercayaan diri dan membebani langkahnya untuk terus mendaki. Tapi, ketika ia turun dari tempat yang tinggi, ia juga dianjurkan untuk tidak terlalu sering melihat jauh ke bawah. Karena jauhnya daratan yang ia lihat bisa menimbulkan kelemahan pada jiwa.
Adalah suatu kefitrahan bila kita merasa resah atas tiap bait-bait doa yang belum terjawab. Tawakal saja…bila kita tak pernah berhenti berdoa, dalam tiap kesunyian kita terus mengiba dengan penuh harap dan cemas dalam doa.
Bukankah orang-orang yang memohon dan menginginkan doanya segera terkabul, cepat terwujud adalah bukti dari kelemahan iman?
“Sesungguhnya Allah tidak pernah mengabulkan doa dari hati yang lalai.”
Akhirnya kita masih memiliki sumber kegembiraan sejati yaitu doa yang membuat keimanan kita semakin hari semakin kuat.
Maka sekarang tawakal saja…biar Allah yang menyegerakannya, menyegerakan kita dalam kebaikan yang menghantarkan kita menuju keridhaanNya.
Wallahu’alam Bish Showwab..


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/09/12100/tawakal-saja-biar-allah-yang-menyegerakannya/#ixzz1iaX2WZpu

/@cwi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-4798481050299417649?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-09T19:59:00.466+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-8e8HGWhgWfk/TwWerEh1sMI/AAAAAAAAAgo/CvtzEfffVUo/s72-c/muslimah-berdoa-250x205.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tak Ingin Menggugat Allah</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/01/tak-ingin-menggugat-allah.html</link><category>Muhasabah</category><category>Ikhtiar</category><category>Hikmah</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Sun, 08 Jan 2012 04:55:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-6519428739192914288</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 




Oleh: kiptiah hasan
 
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-X4-UCel_8gU/TwWds6Y2gFI/AAAAAAAAAgc/ClCwFHI9vGo/s1600/ikhwan-sendiri-250x205.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="205" src="http://1.bp.blogspot.com/-X4-UCel_8gU/TwWds6Y2gFI/AAAAAAAAAgc/ClCwFHI9vGo/s320/ikhwan-sendiri-250x205.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; font-weight: bold;"&gt;Ilustrasi (Facebook)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
- Kawan, kita ini adalah hamba Allah yang tercipta dengan sebaik-baik bentuk. Sebaik-baik takdir yang Allah tetapkan dalam kitab Lauh Mahfuzh. Bilamana kini kita dalam kondisi tak mengenakkan – menurut kita – dan kita telah jatuh bangun dalam usaha memperbaikinya kemudian belum ada tanda-tanda Allah untuk memberikan setitik bantuanNya. Apakah kemudian kita akan menggugat Allah? Mungkin kita akan teringat akan firman Allah yang akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut berusaha untuk mengubahnya terlebih dahulu.
Belajar berprasangka baik kepada Allah. Ayat tersebut adalah motivasi untuk kita terus berusaha memperbaiki keadaan dalam diri dan lingkungan. Berusaha menuju arah yang lebih baik. Karena Allah adalah sebaik-baik pemberi janji dan tak pernah ingkar janji. Jika keadaan kita belum berubah, mungkin memang takdir Allah untuk memberikan kita jalan seperti itu. Jalani saja, karena bisa jadi takdir itu adalah rencana Allah untuk membuka takdir-takdir berikutnya dari arah yang tak pernah kita sangka.  Takdir yang membawa kita pada cahaya kebenaran. Yang terpenting, jika jasad kita terlumuri dosa maka jangan sampai hati kita tertutupi hijab yang tebal dengan Allah. Sungguh, Allah hanya menilai isi hati hamba-hambaNya.
Seorang penjahat kelas kakap yang hatinya masih terus mengingat Allah sedang raganya mengharuskannya untuk berbuat sesuatu yang hatinya tak ingini, bisa lebih mulia di hadapan Allah. Ia memiliki hati yang tak tertutupi hijab antara dirinya dan Allah, dan cahaya keimanan akan mudah merasuki hatinya. Kemudian ia masih berbuat kejahatan, apakah bisa kita menilainya termasuk golongan penghuni neraka? Hanya Allah yang bisa menilai setiap perbuatan hambaNya. Kadang Allah menjadikan kemaksiatan sebagai caraNya untuk lebih mendekatkan Dia dan hambaNya. Tinggal hamba itu menunggu suatu episode hidup berikutnya.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
Tapi jangan sampai kita mencoba untuk mencicipi kemaksiatan guna mendekatkan diri kepada Allah. Karena yang berkata itu adalah hawa nafsu dan bukan takdir. Hawa nafsu akan menjatuhkan kita pada jurang kebinasaan terdalam.
Jadikan segala cobaan yang sedang kita hadapi sebagai bekal untuk mendekatkan diri kepada Allah bukan yang lain. Apapun keadaan kita kini, terimalah. Robekkan tirai penghalang interaksi hati kita dan Allah. Dengan berjalannya waktu kita akan merasakan perubahan dalam diri. Meskipun dalam keadaan yang sama. Perubahan helaan nafas yang kian dekat dengan Allah. Lantunan istighfar yang senantiasa menjadi irama hati. Hal tersebut adalah semanis-manisnya iman. Karena Allah Maha Tahu yang terbaik untuk hambaNya.
Mungkin bukan dengan jalan kelapangan, bukan dengan jalan kemudahan, bukan dengan jalan kemewahan, Allah mendekati kita. Biarkan Allah berbuat sekehendakNya, Allah Maha berkuasa dan sebagai makhluk kita hanya bisa menuruti. Menjalankan takdir sebaik-baiknya. Karena kemudahan pun bisa jadi menjadi tabir antara kita dan Allah. Tapi keadaan apapun tak akan berpengaruh jika hanya Allah yang ada di dalam hati. Semuanya akan terasa indah dan mudah.
Kawan, mari kita selalu berusaha menikmati takdirNya. Berusaha mengecap kepahitan semanis madu. Berusaha menikmati manisnya madu secukupnya. Hingga kelak Allah memutar roda takdirnya, kita akan terbiasa.
Kawan, mari kita berusaha untuk meramaikan kesunyian hati dengan dzikir mengingatNya. Berdzikir dalam keheningan dan keramaian. Merasakan Allah hadir dalam helaan nafas.
Kawan, kita ini adalah hamba terpilih. Terpilih untuk menikmati proses degradasi moral dan proses penyucian kembali jiwa yang lama melanglang. Itulah realita takdir. Allah Yang Maha Mensucikan jiwa hamba-hambaNya yang merangkak pada cahayaNya. Allah Yang Maha Menghinakan hamba-hambaNya yang menghalau cahayaNya dengan berbagai alasan.
Allahua’lam.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/01/17374/tak-ingin-menggugat-allah/#ixzz1iaVyzz00

/@cwi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-6519428739192914288?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-08T19:55:00.044+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-X4-UCel_8gU/TwWds6Y2gFI/AAAAAAAAAgc/ClCwFHI9vGo/s72-c/ikhwan-sendiri-250x205.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ada Apa dengan Ayat Kursi?</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/01/ada-apa-dengan-ayat-kursi.html</link><category>kajian</category><category>Tafsir</category><category>Muhktamar</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Sun, 08 Jan 2012 04:40:01 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-1175346285975201774</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; line-height: 17px;"&gt;&lt;h2 class="singlePageTitle" style="font-size: 1.1em; font-weight: bold; font: normal normal normal 1.4em/normal 'trebuchet ms', arial, tahoma, sans-serif; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 3px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div class="filedto" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/category/tsaqafah-islamiyah/al-quran/tafsir-ayat/" rel="category tag" style="color: #336699; text-decoration: none;" title="Lihat seluruh tulisan dalam Tafsir Ayat"&gt;Tafsir Ayat&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="tanggal" style="color: #3399cc; font-family: arial; font-size: 10px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 2px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="postedby"&gt;Oleh:&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/author/widus/" style="color: #336699; text-decoration: none;" title="Profil dari H. Muhammad Widus Sempo, MA"&gt;H. Muhammad Widus Sempo, MA&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;hr align="left" color="#EEEEEE" noshade="noshade" size="1px" /&gt;
&lt;div align="right" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/12/17659/ada-apa-dengan-ayat-kursi/email/" rel="nofollow" style="color: #336699; text-decoration: none;" title="Kirim"&gt;&lt;img alt="Kirim" class="WP-EmailIcon" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/plugins/wp-email/images/email_famfamfam.png" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; opacity: 100;" title="Kirim" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/12/17659/ada-apa-dengan-ayat-kursi/print/" rel="nofollow" style="color: #336699; text-decoration: none;" title="Print"&gt;&lt;img alt="Print" class="WP-PrintIcon" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/plugins/wp-print/images/printer_famfamfam.gif" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; opacity: 100;" title="Print" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="isipost" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;div id="dd_ajax_float" style="-webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-attachment: scroll; background-color: white; background-image: none; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat; border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; display: block; float: left; font-family: Arial; font-size: 10px; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: -120px; margin-right: 10px; margin-top: 10px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; position: fixed; text-align: center; top: 16px; z-index: 9999;"&gt;
&lt;div class="dd_button_v" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 4px; padding-right: 4px; padding-top: 2px;"&gt;
&lt;fb:like class=" fb_edge_widget_with_comment fb_iframe_widget" href="http%3A%2F%2Fwww.dakwatuna.com%2F2011%2F12%2F17659%2Fada-apa-dengan-ayat-kursi%2F" layout="box_count" send="true" show_faces="true" style="display: inline-block; position: relative;" width="50"&gt;&lt;span style="position: relative;"&gt;&lt;iframe class="fb_ltr" id="f3c64e7b2" name="f32a9978d" scrolling="no" src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?api_key=0472b341afe2d51e4d8a3220a4bfa002&amp;amp;channel_url=https%3A%2F%2Fs-static.ak.fbcdn.net%2Fconnect%2Fxd_proxy.php%3Fversion%3D3%23cb%3Df125eae88%26origin%3Dhttp%253A%252F%252Fwww.dakwatuna.com%252Ff3d560521%26relation%3Dparent.parent%26transport%3Dpostmessage&amp;amp;extended_social_context=false&amp;amp;href=http%253A%252F%252Fwww.dakwatuna.com%252F2011%252F12%252F17659%252Fada-apa-dengan-ayat-kursi%252F&amp;amp;layout=box_count&amp;amp;locale=id_ID&amp;amp;node_type=link&amp;amp;sdk=joey&amp;amp;send=true&amp;amp;show_faces=false&amp;amp;width=55" style="border-bottom-style: none; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; border-width: initial; border-width: initial; height: 92px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; position: relative; vertical-align: text-bottom; width: 55px;" title="Like this content on Facebook."&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;/fb:like&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="clear: left; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="dd_button_v" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 4px; padding-right: 4px; padding-top: 2px;"&gt;
&lt;iframe allowtransparency="true" class="twitter-share-button twitter-count-vertical" frameborder="0" scrolling="no" src="http://platform.twitter.com/widgets/tweet_button.1324331373.html#_=1325767090289&amp;amp;_version=2&amp;amp;count=vertical&amp;amp;enableNewSizing=false&amp;amp;id=twitter-widget-2&amp;amp;lang=id&amp;amp;original_referer=http%3A%2F%2Fwww.dakwatuna.com%2F2011%2F12%2F17659%2Fada-apa-dengan-ayat-kursi%2F&amp;amp;size=m&amp;amp;text=Ada%20Apa%20dengan%20Ayat%20Kursi%3F&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.dakwatuna.com%2F2011%2F12%2F17659%2Fada-apa-dengan-ayat-kursi%2F&amp;amp;via=dakwatuna" style="height: 62px; width: 55px;" title="Twitter Tweet Button"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="clear: left; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="dd_button_v" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 4px; padding-right: 4px; padding-top: 2px;"&gt;
&lt;div id="___plusone_0" style="-webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-attachment: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; display: inline-block; float: none; font-size: 1px; height: 60px; line-height: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 0px; vertical-align: baseline; width: 50px;"&gt;
&lt;iframe allowtransparency="true" frameborder="0" hspace="0" id="I1_1325767090588" marginheight="0" marginwidth="0" name="I1_1325767090588" scrolling="no" src="https://plusone.google.com/_/+1/fastbutton?url=http%3A%2F%2Fwww.dakwatuna.com%2F2011%2F12%2F17659%2Fada-apa-dengan-ayat-kursi%2F&amp;amp;size=tall&amp;amp;count=true&amp;amp;annotation=&amp;amp;hl=en-US&amp;amp;jsh=m%3B%2F_%2Fapps-static%2F_%2Fjs%2Fwidget%2F__features__%2Frt%3Dj%2Fver%3DVk6--PKhoiU.id.%2Fsv%3D1%2Fam%3D!CONMiKjES8GIhnU5QQ%2Fd%3D1%2F#id=I1_1325767090588&amp;amp;parent=http%3A%2F%2Fwww.dakwatuna.com&amp;amp;rpctoken=173998963&amp;amp;_methods=onPlusOne%2C_ready%2C_close%2C_open%2C_resizeMe" style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; height: 60px; left: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; position: static; top: 0px; visibility: visible; width: 60px;" tabindex="-1" title="+1" vspace="0" width="100%"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="clear: left; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="dd_button_v" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 4px; padding-right: 4px; padding-top: 2px;"&gt;
&lt;div id="dd_comments" style="clear: both !important; font-family: arial; height: 60px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; width: 50px;"&gt;
&lt;a class="clcount" href="http://www.dakwatuna.com/2011/12/17659/ada-apa-dengan-ayat-kursi/#respond" style="background-image: url(http://www.dakwatuna.com/wp-content/plugins/digg-digg/image/comments-count.png?c13ed3); background-position: 0% 0%; background-repeat: no-repeat; color: #444444; display: block; font-size: 20px; height: 34px; line-height: 24px; padding-bottom: 4px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 4px; position: relative; text-align: center; text-decoration: none; width: 50px;"&gt;&lt;span class="ctotal"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a class="clink" href="http://www.dakwatuna.com/2011/12/17659/ada-apa-dengan-ayat-kursi/#respond" style="background-image: url(http://www.dakwatuna.com/wp-content/plugins/digg-digg/image/comments-link.png?c13ed3); background-repeat: no-repeat; color: #336699; display: block; height: 16px; margin-top: 3px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center; text-decoration: none; width: 50px;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="clear: left; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="dd_button_v" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 4px; padding-right: 4px; padding-top: 2px;"&gt;
&lt;span class="db-wrapper db-clear db-medium" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline-block; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: bottom; zoom: 1;"&gt;&lt;span style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="db-container db-submit" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="db-body db-medium" style="-webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-attachment: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://widgets.digg.com/img/button/diggThisMedium_3.0cab1d23.png); background-position: 0px 0px; background-repeat: no-repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; display: inline-block; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; height: 68px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center; width: 54px; zoom: 1;"&gt;&lt;span class="db-count" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #403f07; display: block; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: bold; height: 29px; line-height: 1; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 11px; width: 44px;"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;a class="db-anchor" href="" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #336699; cursor: pointer; display: block; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; height: 24px; margin-bottom: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; text-indent: -10000px; width: 46px;"&gt;digg&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="clear: left; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="dd_button_extra_v" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 1px; padding-left: 4px; padding-right: 4px; padding-top: 1px;"&gt;
&lt;div class="st_email_custom" st_processed="yes" style="background-image: url(http://www.dakwatuna.com/wp-content/plugins/digg-digg/image/email.png?c13ed3); background-position: 3px 4px; background-repeat: no-repeat; border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; cursor: pointer; margin-bottom: 2px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 3px; padding-left: 4px; padding-right: 4px; padding-top: 2px;"&gt;
&lt;span id="dd_email_text" style="font-size: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 18px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;email&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="clear: left; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="dd_button_extra_v" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 1px; padding-left: 4px; padding-right: 4px; padding-top: 1px;"&gt;
&lt;div id="dd_print_button" style="background-image: url(http://www.dakwatuna.com/wp-content/plugins/digg-digg/image/print.png?c13ed3); background-position: 3px 2px; background-repeat: no-repeat; border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; cursor: pointer; margin-bottom: 2px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 3px; padding-left: 4px; padding-right: 4px; padding-top: 1px;"&gt;
&lt;span id="dd_print_text" style="font-size: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 14px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="javascript:window:print()" style="color: black; text-decoration: none;"&gt;print&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="clear: left; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="dd_content_wrap" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;div class="wp-caption alignright" id="attachment_17660" style="-webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; -webkit-border-bottom-left-radius: 3px 3px; -webkit-border-bottom-right-radius: 3px 3px; -webkit-border-top-left-radius: 3px 3px; -webkit-border-top-right-radius: 3px 3px; background-attachment: scroll; background-color: transparent; background-image: url(http://www.dakwatuna.com/wp-content/themes/dakwatuna6/images/onbg.gif?c13ed3); background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat-x; border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; float: right; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; margin-right: 10px; margin-top: 5px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 4px; text-align: center; width: 260px;"&gt;
&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2011/12/ayat-kursi.jpg?c13ed3" rel="shadowbox[sbpost-17659];player=img;" style="color: #336699; text-decoration: none;" title="ayat-kursi"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-17660" height="205" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2011/12/ayat-kursi-250x205.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; opacity: 100;" title="ayat-kursi" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="wp-caption-text" style="font-size: 11px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 4px; padding-right: 4px; padding-top: 0px;"&gt;
Ilustrasi (jualkhat.wordpress.com)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
Firman Allah SWT:&lt;/div&gt;
&lt;div class="arabic" data-flexie-id="1" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 30pt; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ ﴿٢٥٥﴾&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;em&gt;“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(QS. Al-Baqarah [2]: 255)&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
Sebelum terlalu jauh menelaah kandungan makna Ayat Kursi, hemat penulis, seyogianya menelusuri pemberitaan hadits tentang kemuliaannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
Sabda Rasul SAW:&lt;/div&gt;
&lt;div class="arabic" data-flexie-id="2" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 30pt; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;
عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ e: «يَا أَبَا الْمُنْذِرِ، أَتَدْرِى أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ؟» قَالَ: قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: «يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِى أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ؟». قَالَ: قُلْتُ: اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ. قَالَ: فَضَرَبَ فِى صَدْرِى، وَقَالَ «وَاللَّهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِر»[&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/12/17659/ada-apa-dengan-ayat-kursi/#_ftn1" style="color: #336699; text-decoration: none;" title=""&gt;[1]&lt;/a&gt;]&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;em&gt;“Ubayyi bin Ka’b berkata: Rasul Saw bersabda: (Wahai Abu al-Mundzir! Apakah Anda tahu ayat yang mana di kitab Allah SWT yang paling agung?). Aku menjawab: hanya Allah dan Rasul-Nya yang tahu. Dia kemudian berkata lagi: (Wahai Abu al-Mundzir! Apakah Anda tahu ayat yang mana di kitab Allah SWT yang paling agung?). Aku menjawab:&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;span class="arabic" data-flexie-id="3" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ&lt;/span&gt;&lt;em&gt;, maka beliau pun menepuk dadaku dan berkata: (semoga engkau mudah menimba ilmu dan kelak menjadi alim, wahai Abu al-Mundzir!)”[&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/12/17659/ada-apa-dengan-ayat-kursi/#_ftn2" style="color: #336699; text-decoration: none;" title=""&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;[2]&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;]&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
Dan sabdanya:&lt;/div&gt;
&lt;div class="arabic" data-flexie-id="4" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 30pt; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ t: أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ&amp;nbsp;&lt;em&gt;e&lt;/em&gt;&amp;nbsp;قَالَ: «سُوْرَةُ البَقَرَةِ فِيْهَا آَيَةٌ سَيِّدَةُ آَيِ الْقُرْآنِ، لاَ تُقْرَأُ فِيْ بَيْتٍ، وَفِيْهِ شَيْطَانٌ إِلاَّ خَرَجَ مِنْهُ: آيَةُ الكُرْسِيِّ».&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;em&gt;“Abu Hurairah&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;RA&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;berkata: Rasul Saw bersabda: (di Surah Al-Baqarah terdapat ayat yang merupakan Sayyidah (ratu, miss universe) ayat-ayat Al-Qur’an, dia tidak dibaca di dalam sebuah rumah yang dihuni setan, kecuali setan tersebut keluar. Ayat itu adalah Ayat Kursi.)”[&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/12/17659/ada-apa-dengan-ayat-kursi/#_ftn3" style="color: #336699; text-decoration: none;" title=""&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;[3]&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;]&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
Kedua periwayatan tersebut menggarisbawahi kemuliaan Ayat Kursi dengan memberi dua label kemuliaan: Pertama: ayat yang paling agung, dan kedua:&amp;nbsp;&lt;em&gt;Sayyidah&lt;/em&gt;&amp;nbsp;ayat-ayat Al-Qur’an. Tentunya, ini mengundang tanya: “ada apa dengan Ayat Kursi? Makna apa yang dibiaskan ke alam kehidupan manusia sehingga dia mendapatkan kemuliaan seperti ini?”&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
Hemat penulis, Dia&amp;nbsp;&lt;em&gt;miss universe&amp;nbsp;&lt;/em&gt;ayat-ayat Al-Qur’an karena mengoleksi makna ketauhidan yang sempurna. Di sana ada ketauhidan zat, nama dan sifat-sifat Allah SWT. Olehnya itu, bukan hal yang aneh jika di pentas ayat-ayat ketauhidan dia mendapatkan kehormatan dan keagungan. Dia telah mementaskan pesona makna-makna ketauhidan yang tidak ditemui pada ayat-ayat lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
Telaah seperti ini telah disuarakan sejak dini oleh Imam al-Ghazali, beliau berkata:&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;em&gt;“tujuan utama ilmu-ilmu Al-Qur’an adalah untuk mengetahui Allah, zat dan sifat-sifat-Nya. Sementara itu, Ayat Kursi menyebutkan zat, sifat dan perbuatan Allah SWT yang tidak disinggung oleh ayat-ayat lain. Olehnya itu, dia Sayyidah ayat-ayat Al-Qur’an.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;em&gt;Firman-Nya: (&lt;/em&gt;&lt;span class="arabic" data-flexie-id="5" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;em&gt;) menunjukkan zat-Nya, firman-Nya: (&lt;/em&gt;&lt;span class="arabic" data-flexie-id="6" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;لاَ إَلهَ إِلاَّ هُوَ&lt;/span&gt;&lt;em&gt;) mengisyaratkan ketauhidan zat, dan firman-Nya:&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;span class="arabic" data-flexie-id="7" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;الْحَيُّ القَيُّوْمُ)&lt;/span&gt;&lt;em&gt;) menegaskan sifat zat dan kemuliaannya.&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;span class="arabic" data-flexie-id="8" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;القَيُّوْمُ)&lt;/span&gt;&lt;em&gt;) Yang berdiri sendiri, tidak tergantung kepada zat lain, dan tempat bergantung semua entitas kehidupan. Tentunya, yang demikian itu puncak dari sebuah kemuliaan dan keagungan.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;em&gt;Firman&lt;/em&gt;&lt;em&gt;-N&lt;/em&gt;&lt;em&gt;ya:&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;span class="arabic" data-flexie-id="9" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;(لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ)&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;menyuguhkan penyucian dan kemuliaan terhadap-Nya dari segala sifat kemusnahan (seperti sifat-sifat makhluk) yang mustahil didapatkan dalam diri-Nya, firman-Nya: (&lt;/em&gt;&lt;span class="arabic" data-flexie-id="10" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;لَهُ مَا فِيْ السَّموَاتِ وَمَا فِيْ الأَرْضِ&lt;/span&gt;&lt;em&gt;) isyarat terhadap kepemilikan mutlak. Sesungguhnya dari Dia segala sesuatu, dan kepada-Nya tempat kembali segala sesuatu, dan firman-Nya: (&lt;/em&gt;&lt;span class="arabic" data-flexie-id="11" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;مَنْ ذَ الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ&lt;/span&gt;&lt;em&gt;) isyarat terhadap kepemilikan tunggal atas kekuasaan dan hukum. Sesungguhnya barang siapa yang memiliki hak memberi syafaat, maka ia pun memiliki dengan sendirinya hak untuk memuliakan diri-Nya. Tentunya, ini menunjukkan kepemilikan tunggal terhadap kekuasaan dan hukum-Nya dan menafikan dari diri-Nya persekutuan dengan makhluk apapun terhadap kepemilikan tersebut.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;em&gt;Firman-Nya:&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;span class="arabic" data-flexie-id="12" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِم وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ)&lt;/span&gt;&lt;em&gt;) menegaskan sifat ilmu Allah SWT yang meliputi segala sesuatu dan menafikan ilmu terhadap yang lain, kecuali ilmu itu sendiri datang dari-Nya sebagai bentuk anugerah terhadap hamba sesuai dengan keinginan-Nya, firman&lt;/em&gt;&lt;em&gt;-N&lt;/em&gt;&lt;em&gt;ya: (&lt;/em&gt;&lt;span class="arabic" data-flexie-id="13" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّموَاتِ وَالأَرْضِ&lt;/span&gt;&lt;em&gt;) pernyataan terhadap keagungan dan kesempurnaan kekuasaan-Nya. Di sana masih banyak rahasia yang terselubung di balik makna&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;span class="arabic" data-flexie-id="14" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;(الكُرْسِيِّ)&lt;/span&gt;&lt;em&gt;, sifatnya, dan bagaimana ia meliputi langit dan bumi, yang karena keterbatasan tingkat pengetahuan manusia, maka di sini tidak dijelaskan, [&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/12/17659/ada-apa-dengan-ayat-kursi/#_ftn4" style="color: #336699; text-decoration: none;" title=""&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;[4]&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;]&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;dan firman-Nya: (&lt;/em&gt;&lt;span class="arabic" data-flexie-id="15" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;وَلاَ يَؤُوْدُهُ حِفْظُهُمَا&lt;/span&gt;&lt;em&gt;) isyarat terhadap sifat-sifat kekuatan Allah SWT (qudrah) dan penyucian terhadap-Nya dari segala bentuk kelemahan dan kekurangan.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;em&gt;Firman-Nya: (&lt;/em&gt;&lt;span class="arabic" data-flexie-id="16" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;وَهُوَ العَلِيُّ العَظيْمُ&lt;/span&gt;&lt;em&gt;) isyarat terhadap ketinggian dan keagungan kedua sifat Allah itu sendiri yang tidak pernah habis memberikan pemaknaan bagi mereka yang ingin mengais darinya makna-makna ketauhidan.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;em&gt;Sekarang, jika Anda menelaah koleksi makna-makna ini, kemudian Anda membaca ayat-ayat Al-Qur’an, saya pastikan Anda tidak akan menjumpai kumpulan makna ketauhidan, penyucian, dan penjelasan ketinggian sifat-sifat-Nya seperti apa yang ada dalam Ayat Kursi. Olehnya itu, sangat wajar jika ia digelar sebagai Sayyidah ayat-ayat Al-Qur’an.”[&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/12/17659/ada-apa-dengan-ayat-kursi/#_ftn5" style="color: #336699; text-decoration: none;" title=""&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;[5]&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;]&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
Jika kita kembali menengok Ayat Kursi, maka ia akan memperlihatkan 10 penggalan kalimat [&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/12/17659/ada-apa-dengan-ayat-kursi/#_ftn6" style="color: #336699; text-decoration: none;" title=""&gt;[6]&lt;/a&gt;] yang memberikan pemaknaan tersendiri. Olehnya itu, Ayat kursi tidak menggunakan huruf (&lt;span class="arabic" data-flexie-id="17" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;و&lt;/span&gt;) yang berarti: (dan) sebagai kata penghubung antara satu penggalan kalimat dengan kalimat lain. Sistematika seperti ini telah menjadi kaidah baku dalam menyusun rangkaian kalimat. Mereka sepakat bahwa kalimat yang berdiri sendiri dalam memberikan pemaknaan jika dihubungkan dengan kalimat lain dengan kata penghubung akan melahirkan kerancuan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
Jarullâh az-Zamakhsyari berkata:&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;em&gt;“jika Anda bertanya: “Bagaimana penggalan-penggalan kalimat Ayat kursi terangkai tanpa menggunakan kata penghubung?”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;em&gt;Saya menjawab: “tidak ada satu penggalan kalimat pun dalam ayat itu kecuali datang memberikan penjelasan tersendiri. Dan penjelasan mereka terpadu dan menyatu terhadap apa yang dijelaskan. Seandainya antara satu penggalan kalimat dengan kalimat lain disisipi kata penghubung, maka keterpaduan yang harmonis tersebut dalam memberikan pemaknaan akan rusak.””[&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/12/17659/ada-apa-dengan-ayat-kursi/#_ftn7" style="color: #336699; text-decoration: none;" title=""&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;[7]&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;]&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
Maka dari itu, Wajar jika Dr. Majidah Muhammad Mohna dalam kupasannya menyimpulkan bahwa ada empat sebab utama yang melatarbelakangi penamaan Ayat Kursi sebagai ratu ayat-ayat Al-Qur’an:&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
Pertama: Ayat kursi mencakup Zat Allah yang Agung, sifat-sifatnya, dan 11 kata ganti (dhamir&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;span class="arabic" data-flexie-id="18" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;هُوَ&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, dan&amp;nbsp;&lt;em&gt;هُ&lt;/em&gt;) yang berarti: (dia, atau Nya). Semua kata ganti ini kembali kepada Zat Allah yang Mulia (الله).&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
Tentunya, semua ayat-ayat di dalam Al-Qur’an mengikut ke Ayat Kursi, seperti ayat-ayat kisah, perumpamaan, ancaman dan janji, kabar gembira dan buruk, perintah dan larangan. Yang demikian itu karena segala sesuatu selain daripada Zat Allah mengikut kepada-Nya, bukan hanya itu, tapi semua sifat-sifat Allah yang terdapat di beberapa tempat disatukan dalam ayat ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
Kedua: Dengan 11 kata ganti tersebut Ayat Kursi seperti menutupi Zat dan kesempurnaan sifat-sifat Allah dengan tirai misteri yang mengundang para pemerhati tema-tema Al-Qur’an untuk mengungkap rahasia ketauhidan di balik tirai maknawi tersebut. Olehnya itu, penyebutan kata ganti berkali-kali menyimpan rahasia-rahasia yang butuh penalaran lebih lanjut. Para sufi meyakini bahwa dengan menyebut (&lt;span class="arabic" data-flexie-id="19" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;هُو&lt;em&gt;َ&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;) berulang kali, seseorang bisa saja merasakan dirinya seperti di alam lain yang diselimuti oleh cahaya-cahaya ketauhidan, berlayar di lautan makna yang tidak bertepi dan hanyut dalam penghayatan. Jika kondisi seperti ini berlangsung lama maka orang tersebut boleh jadi hanya menyebut (&lt;span class="arabic" data-flexie-id="20" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;هُ&lt;/span&gt;), tanda bahwa dia benar-benar hanyut dan tenggelam di lautan ketauhidan yang memukau.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
Kedua: Kemuliaan Ayat Kursi dari ayat-ayat lain memberi indikasi kuat bahwa ciptaan-ciptaan Allah bukan pada satu tingkat. Setiap dari mereka punya keistimewaan tersendiri dari yang lain. Itu wajar saja karena yang memberi kemuliaan dan keistimewaan adalah Allah yang jika berkehendak pasti terjadi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
Keempat: yang memberikan penamaan terhadap Ayat Kursi dengan nama&amp;nbsp;&lt;em&gt;Sayyidah&lt;/em&gt;&amp;nbsp;adalah Rasul Saw. Tentunya ini menunjukkan bahwa nama itu mulia, dan jika nama mulia pasti yang menyandang penamaan tersebut juga ikut mulia. [&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/12/17659/ada-apa-dengan-ayat-kursi/#_ftn8" style="color: #336699; text-decoration: none;" title=""&gt;[8]&lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
Di penghujung tulisan singkat ini, saya mengajak pemerhati tema-tema keislaman untuk menyimpulkan makna-makna ketauhidan yang dipercikkan Ayat Kursi:&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;em&gt;“Ayat Kursi adalah matahari ketauhidan yang menyinari kehidupan manusia. Di sana ada sapaan yang menyuarakan ketauhidan zat, nama dan sifat-sifat-Nya. Sejukkan rohani Anda dengan melantunkan ayat ini siang dan malam, pinang miss universe ayat-ayat Al-Qur’an tersebut dengan membuat diri Anda terbuai dan hanyut oleh ketinggian makna ketauhidan yang dipancarkan dan rahasia-rahasia kehidupan yang dikemas dan ditutupi oleh tabir maknawi. Mari bersama-sama budayakan cinta Ayat Kursi dan membacanya setiap hari!”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;strong&gt;Catatan Kaki:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
[1] Syekh Ali bin Sultân Muhammad al-Qârî berkata:&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;em&gt;“sabdanya: (&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="arabic" data-flexie-id="21" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;) dengan nada perintah. Asal kata kerja tersebut adalah: (&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="arabic" data-flexie-id="22" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;لِيَهْنِئَكَ&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;), huruf hamzahnya (&lt;/em&gt;&lt;em&gt;ء&lt;/em&gt;&lt;em&gt;) dijatuhkan supaya ringan diucapkan, artinya: (supaya engkau mudah menimba ilmu). Orang Arab sering sekali menggunakan kalimat tersebut dalam memberikan doa dan ucapan selamat, seperti: (&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="arabic" data-flexie-id="23" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;لِيَهْنِئَكَ الْوَلَدُ&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;), artinya: (semoga anakmu mendatangkan kebahagiaan terhadapmu dan keluarga). Ucapan Rasul Saw tersebut merupakan doa terhadap Abu al-Mundzir agar mudah baginya menuntut ilmu dan kelak menjadi alim. Tentunya, doa itu mengindikasikan bahwa dia seorang alim yang sarat dengan ilmu. Di lain sisi, ia juga menyiratkan kemuliaan orang yang berilmu pengetahuan.”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;[Lihat: Syekh Ali bin Sultân Muhammad al-Qârî,&amp;nbsp;&lt;em&gt;Mirqâtul al-Mâfâtîh syarh Misykâtul Mashâbîh,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;ditahkik oleh Syekh Jamal Aetâni, Dar Kutub Ilmiah, Beirut, cet. 1, 1422 H/2011 M, vol. 5, hlm. 19]&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
[2]&amp;nbsp;&lt;em&gt;Shahîh Muslim&lt;/em&gt;, Kitab Shalâtul Musâfirîn, bab Fadlu Surah Al-Kahfi wa Ãyat Al-Kursi, hadits. No: 1921, hlm. 374-375&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
[3] Imam al-Hakim&lt;em&gt;, al-Mustadrak ala As-Shahîhain,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;kitab Tafsir, bab min Surah Al-Baqarah, hadits. No: 3085, vol. 2, hlm. 312&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
[4] yang terlihat oleh penulis dari pernyataan Imam al-Gazâli di atas adalah kecenderungan kuat beliau untuk tidak memberikan pemaknaan terlalu jauh terhadap (&lt;span class="arabic" data-flexie-id="24" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;الكرسي&lt;/span&gt;). Di sini ulama berbeda pendapat dalam menyikapi mufradat-mufradat seperti itu&amp;nbsp;&lt;em&gt;(Mutasyabihat).&lt;/em&gt;Para Ulama Salaf&amp;nbsp;&lt;em&gt;(Sahabat, Tabiin dan generasi setelah Tabiin (Tabi’ Tabiin))&amp;nbsp;&lt;/em&gt;tidak terlalu jauh memberikan penta’wilan&lt;em&gt;,&lt;/em&gt;&amp;nbsp;bahkan di antara mereka ada yang tidak ingin menta’wilkan, mengingat zat Allah SWT di luar dari jangkauan pengetahuan manusia. Olehnya itu, karena zat-Nya tidak diketahui, maka sifat-sifat-Nya yang berkaitan dengan (&lt;span class="arabic" data-flexie-id="25" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;الكرسي&lt;/span&gt;) pun tidak diketahui. Mereka mengatakan Allah SWT punya kursi yang sifat dan bentuknya hanya Dia yang tahu. Beda halnya dengan ulama yang datang setelah tiga kurun waktu tersebut, khususnya ulama-ulama sekarang, mereka berupaya menta’wilkan mufradat-mufradat seperti ini sesuai dengan konteks kalimat yang ada tanpa melanggar batasan-batasan Aqidah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
Syekh Abu Suud, salah seorang mufassir di zaman pemerintahan dinasti Utsmani, berkata:&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;em&gt;“Di sana tidak ada kursi, duduk dan berdiri, tetapi itu adalah perumpamaan terhadap kebesaran dan kekuasaan Allah yang mutlak, serta ilmu-Nya yang menyeluruh.”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;[Lihat:&amp;nbsp;&lt;em&gt;Tafsir Syekh Abi as-Suud,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;vol. 1 hlm. 296]&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;em&gt;&lt;/em&gt;Lain halnya dengan Imam Hasan al-Bashri, beliau melihat bahwa (&lt;span class="arabic" data-flexie-id="26" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;الكرسي&lt;/span&gt;) di sini adalah Arsy, dan ini dilegitimasi oleh Syekh Ibn Asyur, beliau berkata:&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
&lt;em&gt;“itulah penafsiran yang paling nampak, karena (&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="arabic" data-flexie-id="27" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;الكرسي&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;) tidak pernah disebutkan di dalam Al-Qur’an kecuali pada ayat ini, sementara Arsy penyebutannya berkali-kali, dan keduanya tidak pernah disebutkan bersamaan. Seandainya&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(&lt;span class="arabic" data-flexie-id="28" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;الكرسي&lt;span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;itu bukan Arsy, maka pasti ia disebutkan bersamaan.”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;[Lihat:&amp;nbsp;&lt;em&gt;at-Tahrîr wa at-Tanwîr,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;vol. 3, hlm. 23]&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
[5] Lihat: Imam Abi Hâmid al-Ghazâli,&amp;nbsp;&lt;em&gt;Jawâhir Al-Qur’an wa Duraruh,&lt;/em&gt;&amp;nbsp;ditahkik oleh Syekh Muhammad Rasyîd Ridhâ, Dar Ihya’ al-Ulum, cet. 3, 1411 H/1990 M, hlm. 73-75&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
[6] Inilah penggalan-penggalan kalimat tersebut:&lt;span class="arabic" data-flexie-id="29" data-flexie-parent="true" style="direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-size: 20pt; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;(الله),) لا إَلهَ إِلاَّ الله هُو الحَيُّ القَيُّوْمُ), (لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ), (لَهُ مَا فِيْ السَّموَاتِ وَمَا فِيْ الأَرْضِ), (مَنْ ذَ الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ), يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ)), (وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ), (وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّموَاتِ والأرْضَ), (وَلاَ يَؤُوْدُهُ حِفُظُهُمَا) dan (وَهُوَ العَلِيُّ العَظِيْمُ).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
[7]&amp;nbsp;&lt;em&gt;Tafsir al-Kassyâf,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;vol. 1, hlm. 483&lt;/div&gt;
&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
[8] Lihat: Dr. Majidah Muhammad Mohna&lt;em&gt;, Khutuwât ala ash-Shirât al-Mustakîm (at-Tauhid),&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Matbaah as-Syarq al-Haditsah, Kairo,&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;hlm. 100-101&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; line-height: 17px;"&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/12/17659/ada-apa-dengan-ayat-kursi/#ixzz1iaS9EQax" style="color: #003399; text-decoration: none;"&gt;http://www.dakwatuna.com/2011/12/17659/ada-apa-dengan-ayat-kursi/#ixzz1iaS9EQax&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;@cwi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-1175346285975201774?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-08T19:40:01.688+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Petualang Cinta Bermodal Al-Qur’an</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/01/petualang-cinta-bermodal-al-quran.html</link><category>Khasanah</category><category>Al-kisah</category><category>Cerita pendek</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Sat, 07 Jan 2012 04:32:02 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-8709501695396743189</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 



Oleh: Jaufa
 
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-KzDFCnUQLSw/TwWYRaO7KEI/AAAAAAAAAgQ/AXAOUy1XN5Q/s1600/al-quran-250x205.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="205" src="http://4.bp.blogspot.com/-KzDFCnUQLSw/TwWYRaO7KEI/AAAAAAAAAgQ/AXAOUy1XN5Q/s320/al-quran-250x205.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; font-weight: bold;"&gt;Ilustrasi (inet)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Anak kecil mana yang tidak lucu? Pun juga murid-murid ku, walau mereka sudah mulai beranjak remaja bahkan sudah ada beberapa di antaranya memasuki jenjang SMP semester depan, namun bagiku mereka tetaplah anak-anak yang polos dan lugu. Kebandelan mereka di kelas dan terkadang suka malas menghafalkan ayat pendek yang ku tugaskan sedikit pun tidak mengurangi rasa sayangku kepada mereka. Walau terkadang aku suka jengkel juga, ketika mereka bersemangat menceritakan artis Korea kesukaan mereka namun tidak antusias dengan Sirah Nabawiyah yang ku coba ceritakan semenarik mungkin. Hah… salah siapa ini? Aku gurunya yang tidak bisa menciptakan suasana kelas yang asyik… atau tantangan zaman yang memang sudah sebegitu hebatnya. Terkadang aku berfikir keras, bagaimana caranya pelajaran Islam bisa disampaikan dengan metode yang sedemikian kreatifnya sehingga tidak kalah dengan Girl Generation ataupun Super Junior. Ada yang puny ide? Hmmfph…
“Laoshi[1]…” Alika, gadis manis blesteran Taiwan-Pakistan mampir ke meja ku. Ku tutup bahan ajar yang baru saja kusampaikan di kelas dan membalas panggilannya dengan sebuah senyuman.
“Yaps…?” respon ku kemudian. Alika tersenyum tak kalah manisnya, dan seperti biasa agak sedikit malu-malu melanjutkan kalimatnya.
“Papa mengajak Laoshi makan malam hari ini, Laoshi sibuk nggak?”
“Makan malam?”
“Um…” Alika mengangguk mantab dan menjelaskan bahwa Papanya ingin menjamu Aa Gym, yang kebetulan diundang para pekerja ke Taiwan. Rekan-rekan pekerja di Taiwan memang rutin mengadakan tabligh akbar dan dai kondang di tanah air rutin dihadirkan untuk menarik minat para jamaah.
“Oke…” jawabku singkat. Barangkali saja Mr. Hisyam, ayahnya Alika membutuhkan penerjemah. Walau bahasa Cina ku masih sangat ala kadarnya, tapi tampaknya masih lumayan jika dibandingkan dengan Aa Gym, hehehe.
“Xie-xie Laoshi…” Alika tersenyum lebar, ku tatap senyuman yang begitu manis. Alika sungguh benar-benar cantik… dengan kulit putih warisan ibunya dia memiliki bola mata yang bulat turunan dari ayahnya. Bibirnya penuh dan berwarna pink, bulu matanya lentik dan alis matanya tebal, ditambah lagi bola mata berwarna kecoklatan yang selalu berbinar-binar.
“Bu ke qi…” ku colek hidungnya, dan kini dia tersenyum tersipu malu-malu.
***
&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
“Mencari pasangan yang bagus agamanya itu sangat penting….” Mr. Hisyam memecah keheningan di dalam mobil sedan mungilnya. Hanya ada dia, aku dan Alika yang sudah tertidur. Alika duduk di depan, di sebelah Mr. Hisyam dan aku di belakang.
Sama sekali tidak ingat, tadi kami berbicara apa, hingga Mr. Hisyam bercerita panjang lebar mengenai pasangan hidup. Bahkan kini dia mulai bercerita mengenai istrinya.
“Istriku sangat parah….” Lanjutnya, menatap nanar ke arah jalan.  Sebenarnya aku tidak suka dia bercerita mengenai istrinya, namun aku pun tidak punya cara untuk menghentikannya.
“Bagaimana dia bisa memberikan pendidikan agama yang bagus untuk anak-anaknya jika dia tidak mau belajar agama dengan baik?” Keluh Mr. Hisyam. Ternyata istri Mr. Hisyam merupakan orang Taiwan yang memeluk Islam setelah menikah dengannya. Berdasarkan penuturannya, istrinya hanya sekedar bersyahadat dan tidak makan babi saja, selepasnya dia tidak mau peduli dengan segala hal yang berkaitan dengan Islam yang menurutnya memberatkan. Hah… kisah yang sangat umum memang di Taiwan, pemuda ataupun pemudi yang masuk Islam hanya demi sebuah pernikahan.
“Tapi kamu kan kepala keluarga… kamu yang seharusnya mendidik, mengajarkan dan mengarahkan istrimu.” Balasku. Karena bagaimanapun.. itu tugas kepala keluarga kan? Dan sebelum memutuskan, semestinya mereka sudah paham akan menghadapi permasalahan ini?
“Kamu tidak kenal istriku… dia orangnya keras kepala sekali.” Kali ini aku tidak ingin beradu argumen lagi. Ku dengarkan saja ceritanya, barangkali dia memang butuh teman untuk berbagi unek-unek. Untungnya perjalanan dari Restoran Halal di pusat kota ke asrama ku hanya memakan waktu tiga puluh menit saja. Jadi aku tidak usah berlama-lama mendengarkan keluh kesah Mr. Hisyam.
“Jazakallah…” ucapku dan mendaratkan ciuman ke pipi Alika yang masih tertidur pulas. Capek sekali tampaknya.
“Waiyyaki…” balas Mr. Hisyam cepat dan memutar arah mobilnya setelah memastikan aku masuk ke dalam asrama.
Cerita Mr. Hisyam mengenai keluarganya masih terngiang-ngiang, bahkan setelah membersihkan diri dan bersiap-siap ke peraduan. Hm… tentunya ini bukan satu-satunya kasus terhadap pasangan seperti Mr. Hisyam dan istrinya. Ya Allah… berikanlah hidayah-Mu…
***
Suasana kantor masjid terasa panas, panas luar dalam padahal musim panas masih dua bulan lagi menjelang. Tidak tahu apa yang terjadi, namun segerombolan pekerja Indonesia yang aktif di masjid tengah duduk berkerumun di salah satu pojok kantor. Aku tidak tertarik dengan apa yang tengah mereka perbincangkan, makanya hanya numpang lewat saja dan mengambil tas yang tergeletak di sebelah mereka.
“Wanita sok alim ini nih salah satunya.” Seorang mbak dengan penuh amarah mengucapkan kata-kata yang penuh unsur sarkasme tersebut.
“Wah… lagi perang dunia nih kayaknya…” bisik hati kecil ku. Ku percepat langkahku dan segera pergi menyelamatkan diri. Aku paling tidak suka terlibat dengan permasalahan para pekerja, karena biasanya hanya karena permasalahan kecil yang dibesar-besarkan.
“Lihat saja kan… pasang muka tak berdosa gitu.” Kalimat memojokkan  lainnya, dari wanita yang sama tampaknya. Tidak ingin nguping, tapi terdengar.
“Yakin mbak ini?” kali ini suara Mas Ardi yang terdengar, ketua para pekerja di masjid tersebut.
“Mbak Dewi… Mbak…” terdengar suara Mas Ardi memanggil namaku. Huaaaa…. Maksud hati mau kabur malah dilibatkan gini. Sedikit enggan, kubalikkan tubuhku yang sudah sampai di depan pintu.
“Ya Mas?”
“Bisa ke sini sebentar nggak mbak?” Huks…. Gimana mau jawab tidak? Akhirnya dengan berat, ku mendekat dan duduk di antara mereka. Tatapan mata yang ada di situ tampak tidak bersahabat. Dua orang mbak-mbak, yang satu berurai air mata, yang satu membelalak ke arah ku. Mbak-mbak dan mas-mas yang hadir pun turut mengalihkan pandangan ke arah ku disertai bisik-bisik. Risih… sangat sirih sekali berada di sana.
“Ada apa mas?” tanyaku penuh basa-basi.
“Ayo mbak Ulfa silakan diklarifikasi.” Mas Ardi menujukan kalimatnya ke salah satu di antara wanita yang sedang bersengketa tersebut. Ternyata yang bernama Ulfa mbak yang tidak henti-hentinya melotot ke arah ku, dan yang tadi berkata-kata kasar. Kayaknya kata-kata kasarnya ditujukan ke mbak satunya, yang masih saja berurai air mata.
“Mas Ardi saja… emosi saya mas! Emosi!” Mas Ardi tampak enggan, namun dia tidak punya pilihan.
“Jadi begini mbak Dewi…” Mas Ardi memotong kalimatnya, menunjukkan betapa berat bagi beliau untuk melanjutkan kalimat berikutnya.
“Sebelumnya saya mohon maaf ya mbak… Tapi ini kita ingin tabayyun… dan meluruskan semua permasalahan yang ada. Apalagi berita ini sudah beredar di antara mbak-mbak, nama Mbak Dewi bisa buruk gara-gara hal ini.” Mas Ardi kembali memotong kalimatnya, dan perasaanku mulai nggak enak. Setelah berkali-kali memperbaiki posisi duduknya, akhirnya Mas Ardi menjelaskan apa yang terjadi, persengketaan antara Mbak Ulfa dan Mbak Wati. Mbak Ulfa yang dicampakkan, karena sang pria bertemu dengan Mbak Wati. Aku menyimak baik-baik dan terus menebak apa sangkut pautnya dengan diriku.
“Nah… beliau juga menyatakan, bahwa sebelum dengan mbak Wati dan mbak Ulfa, beliau memiliki hubungan khusus dengan Mbak Dewi.”
“H-E-HHHH Apa???” tanyaku terkejut
“Huh… pakai acara pura-pura terkejut lagi.” Mbak Ulfa masih saja sinis terhadapku, tampaknya dia benar-benar sakit hati dicampakkan.
“Maa-mas dan mbak-mbak semua, saya memang tidak pernah ada hubungan istimewa apapun dengan beliau. Silahkan orang yang bersangkutan di telpon dan dihadirkan ke sini… untuk mengklarifikasi semuanya. Terus terang, saya merasa dirugikan dalam hal ini.” Jawabku tegas. Rasa kesal ku telah menjalar ke ubun-ubun. Astaghfirullah … sungguh aku tidak habis pikir, bisa-bisanya orang membuat fitnah terhadap dirinya sendiri.
“Iya Mbak… Tapi kita tidak ingin hal ini menimbulkan permasalahan di masjid. Karena bagaimana pun beliau orang penting di masjid. Jangan sampai, gara-gara hal ini, beliau jadi menarik diri dari masjid.” Tambah Mas Ardi, bijaksana.
“Saya paham mas. Namun ini memang harus dituntaskan oleh orang yang bersangkutan. Mas tahu siapa saya, dan saya benar-benar tidak pernah memiliki hubungan istimewa dengan beliau. Dan kalau mbak-mbak ini sedang berseteru memperebutkan beliau, itu urusan kalian, saya jangan dibawa-bawa.” Kutatap mbak Ulfa dengan tajam, menaikkan posisiku bukan di tempat yang bisa di hujat dan dimarahi seenaknya. Kali ini matanya tidak berani lagi melotot ke arahku.
“Saayyaa..saaayyyaa juga tidak ingin masalah ini berkelanjutan…. Sayyaa… sayyaa.. huhuhuhu…” Mbak Wati yang sedari tadi diam mencoba angkat bicara, namun yang ada justru isak tangisnya yang semakin menjadi-jadi.
“Saya tidak pernah ingin merebut pacar orang… Beliau waktu itu bilang ingin menikah dengan saya… Makanya saya sambut niatnya dengan baik… karena saya juga sudah ingin menikah secepatnya…. Saya sama sekali tidak tahu… kalau ternyata beliau juga menjanjikan hal yang sama ke Mbak Ulfa dan Mbak Dewi…”
“Mbak… saya tegaskan… saya tidak punya hubungan apapun dengan beliau!” potongku kesal.  Mbak Wati tidak menggubris kalimat ku.
“Mbak-mbak ini pada tau kan kalau beliau sudah menikah? Sudah punya istri dan anak dan belum bercerai hingga detik ini??? Dan mbak-mbak tau nggak hukum di Taiwan, kalau seorang pria hanya diperbolehkan memiliki seorang istri???” Aku semakin kesal dengan “kebodohan” mereka.
“Ini saya kembalikan saja… Saya tidak mau benda suci ini justru menjadi awal persengketaan…” Mbak Wati menyodorkan sebuah Al-Qur’an terjemahan bahasa Indonesia ke Mas Ardi. Mas Ardi meminta Mbak Wati untuk tetap menyimpannya, namun beliau menolak dengan air mata yang mengalir semakin deras.
“Ho… jadi itu penyebabnya!” gumam ku dalam hati. Sekarang semua permasalahan jelas sudah!
***
“Sister… ini saya punya Al Quran dengan terjemahan bahasa Indonesia.” Adegan yang terjadi beberapa bulan yang lalu hadir kembali ke memori ku. Saat Mr. Hisyam menghampiriku yang tengah berada di ruang kantor masjid, dan menyodorkan sebuah Al-Qur’an cantik berwarna abu-abu. Ku sambut pemberiannya dengan senang hati.
“Jika ada teman-teman yang membutuhkan, mereka bisa menghubungi  nomor saya. Tinggal sms kan nama dan alamat mereka, saya akan langsung kirimkan. For free.. !” lanjutnya kali ini menyodorkan kartu namanya.
“Wow.. subhanallah… Anda juga bisa titipkan beberapa Al Quran ke saya, nanti bagi mbak-mbak yang datang ke masjid dan butuh Al Quran terjemahan bahasa Indonesia, saya tinggal kasih.”
“Tidak… kamu berikan saja nomor telpon saya, nanti saya yang akan kirim langsung ke mereka.”
“ Hm… okey…. Anda baik sekali.” Jawabku kemudian, tanpa rasa curiga apapun. Yang ada di pikiranku hanya betapa baiknya Mr. Hisyam dan sangat peduli dengan rekan-rekan muslim lainnya. Pemerintah Indonesia yang ada di Taiwan saja… belum pernah menghadiahi warganya Al Quran terjemahan bahasa Indonesia. Sedikit pun aku tidak pernah berfikir, bahwa kebaikannya itu merupakan cara untuk menggaet pekerja-pekerja dari Indonesia. Dia memang pernah menyampaikan kepadaku, bahwa dia iri dengan pria-pria yang menikahi wanita Indonesia. Karena dalam pandangannya wanita Indonesia begitu lembut, penurut, dan paham akan agama. Sosok ideal dalam bayangannya untuk menjadi ibu dari anak-anaknya. Lagi… bagiku dulu itu hanya sekedar pandangan saja… sekedar pendapat saja… Bukan sebuah obsesi yang menjadikannya orang yang berani melakukan hal-hal di luar batas.
“Laoshi……” Alika yang baru beres dari kelas berlari menuju kea rah ku, yang hendak keluar dari area masjid.
“Alika…” ku peluk gadis manis tersebut, dan seperti biasa, menghadiahkan ciuman di kedua pipi nya yang lembut. Dari kejauhan tampak sosok Mr. Hisyam, yang baru saja turun dari mobilnya. Dia datang ke masjid untuk menjemput anaknya. Dia melambai kan tangan dari jauh, tidak ku hiraukan dan buru-buru menuju pemberhentian bus.
Sembari menunggu bus datang, cepat kuraih telpon genggamku dan menelpon temanku…
“Yow… Dew-dew… ada yang bisa kubanting?” balas suara dari ujung sana.
“Hentikan penyebaran no Mr. Hisyam.. no untuk mendapatkan Al Qur’an secara gratis itu lho… “
“Wow.. ada yang serius tampaknya nih…”
“Iya pake banget… I’ll tell you later. Ini mau naik bus dulu.” Jawab ku singkat dan segera naik ke atas bus. Beep.
– Tamat
Catatan Kaki:
[1] Laoshi = guru


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/10/15402/petualang-cinta-bermodal-al-quran/#ixzz1iaPvEg2V

/@cwi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-8709501695396743189?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-07T19:32:02.053+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-KzDFCnUQLSw/TwWYRaO7KEI/AAAAAAAAAgQ/AXAOUy1XN5Q/s72-c/al-quran-250x205.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Allah Ada di Dekatku</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/01/allah-ada-di-dekatku.html</link><category>Syiar Islam</category><category>Remaja islam</category><category>Hikmah</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Sat, 07 Jan 2012 04:14:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-1557523751923795904</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 




Oleh: kiptiah hasan
 


&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-WN8a2JZDwi0/TwWUHL3ud6I/AAAAAAAAAf4/k89VusaeQu8/s1600/Allah-3-250x205.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="205" src="http://2.bp.blogspot.com/-WN8a2JZDwi0/TwWUHL3ud6I/AAAAAAAAAf4/k89VusaeQu8/s320/Allah-3-250x205.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; font-weight: bold;"&gt;Ilustrasi (temonsoejadi.wordpress.com)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&amp;nbsp;Ternyata Allah begitu dekat, melebihi dekatnya urat nadi pada tubuh kita.
Pada Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 186,
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
Bahkan jika kita berjalan mendekat kepada Allah, Allah akan berlari menyambut kita. Kasih sayang Allah begitu terasa, walaupun ketika kita dalam keadaan sulit sekalipun. Karena Allah tak inginkan kita lemah jika hanya memberikan kita kesenangan dan kemudahan dan Allah tak inginkan kita terus menerus berurai airmata tanpa di selingi kebahagiaan yang menerbitkan rasa syukur.
Tak perlu jauh-jauh mencari sebuah kebahagiaan, tak perlu risau dengan kesulitan. Tak perlu biaya mahal untuk mendekatiNya, tak perlu jauh-jauh mencariNya. Karena Allah ada di hati orang-orang yang beriman. Asalkan keyakinan tumbuh di dalam hati, keyakinan akan apa yang di berikan Allah adalah yang terbaik dan akan ada hikmah setelahnya maka apapun yang terjadi bisa di syukuri, Insya Allah. Bila sekarang kita mengalami kondisi yang kurang baik atau dalam kata lain sedang dalam ujian, yakinlah bahwa setelah kesulitan ada kemudahan dan Allah tidak semata-mata memberikan kesulitan tanpa adanya pelajaran dan janji peningkatan derajat bagi mereka yang mampu melaluinya dengan sabar dan tawakkal.
&lt;span class="fullpost"&gt;
Kebahagiaan yang tak mampu di sandingkan dengan kemewahan duniawi, kedekatan kepada Allah. Selalu merasa dekat, merasa di awasi, hingga apapun yang kita lakukan menjadi terkontrol dan memiliki nilai positif di mata Allah.
Jika terkadang kita merasa di abaikan manakala sulit mencari telinga yang mampu menampung segala resah dan masalah yang sedang di alami, tapi sesungguhnya telinga Allah akan selalu ada dan setia setiap saat mendengar keluh kesah hambaNya. Karena fitrah manusia adalah berkeluh kesah dan sebaik-baik berkeluh kesah hanyalah pada Allah. Allah tak akan pernah bosan mendengarkan hambaNya yang meminta, sebanyak apapun. Hanya kepada Allah manusia menyembah dan hanya kepada Allah manusia meminta pertolongan, bukan yang lain. Allah adalah tempat meminta segala sesuatu. Allah justru akan benci kepada hambaNya yang tak pernah meminta, karena merupakan hamba yang sombong. Karena sejatinya manusia tak mampu berbuat apa-apa melainkan karena kekuatan dari Allah. Jikalau doa kita tak langsung di kabulkan, baiknya adalah selalu berprasangka baik. Bisa jadi doa tersebut tak baik untuk kita atau belum saatnya atau mungkin di simpan untuk di akhirat kelak dan berbuah pahala.
Lalu apakah kedekatan kita dengan Allah bisa muncul dengan tiba-tiba tanpa adanya usaha terlebih dahulu ?
Seperti sepasang kekasih yang saling mencintai. Pada awalnya mereka tak saling mengenal, apalagi timbul sebuah rasa. Namun karena intensitas pertemuan yang makin tinggi dari waktu ke waktu sehingga menimbulkan rasa kasih dan sayang. Pertemuan-pertemuan tersebut menimbulkan pemahaman dan pengenalan terhadap diri masing- masing. Rasa kasih sayang yang timbul lambat laun menimbulkan rasa cinta, tatkala kekasihnya meminta sesuatu darinya maka tak akan sanggup dia untuk menolak permintaannya. Begitu pun dengan Allah. Allah tak akan melekat dalam hati jika kita tak ingin mengenalNya. Dengan belajar mengenal Allah, melalui ibadah dan menjalankan segala perintahNya serta menjauhi segala larangannya maka Allah akan dekat kepada kita. Apapun yang kita minta selama itu baik untuk kita, Allah tak akan segan untuk memberinya. Jikalau Allah memberikan sesuatu yang tidak kita sukai, yakinlah bahwasanya apa yang kita suka belum tentu yang terbaik untuk kita dan apa yang Allah berikan adalah yang terbaik yang kita butuhkan.
Jadi, bahagia itu adalah dekatnya kita dengan Sang Pencipta bukan yang lain. Di mana ketenteraman itu akan muncul melebihi segala kenikmatan duniawi. Kesulitan pun menjadi indah tatkala Allah menjadi tumpuannya. Sungguh, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.
Allahua’lam.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/12/17358/allah-ada-di-dekatku/#ixzz1iaL8WkeY

/@cwi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-1557523751923795904?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-07T19:14:00.709+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-WN8a2JZDwi0/TwWUHL3ud6I/AAAAAAAAAf4/k89VusaeQu8/s72-c/Allah-3-250x205.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tauhid, Menggugurkan Dosa</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/01/tauhid-menggugurkan-dosa.html</link><category>Muhktamar</category><category>Syiar Islam</category><category>Hikmah</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Fri, 06 Jan 2012 06:02:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-3370042335752139801</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 

Tauhid memiliki kedudukan yang sangat agung dan utama di dalam agama Islam, karena sesungguhnya tauhid merupakan inti ajaran Islam ini.

Imam Ibnu Abil ‘Izzi Al-Hanafi –rahimahullah- berkata, “Ketahuilah, bahwa tauhid merupakan awal dakwah seluruh para rasul, awal tempat singgah perjalanan, dan awal tempat berdiri seorang hamba yang berjalan menuju Allah.” (Minhatul Ilahiyah Fi Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah, hal. 45).

Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah –rahimahullah- berkata, “Sesungguhnya Allah ‘Azza Wa Jalla telah mengutus para Rasul-Nya, menurunkan kitab-kitab-Nya, menciptakan langit-langit dan bumi, agar Dia dikenal, diibadahi, ditauhidkan, dan agar agama itu semuanya bagi Allah, semua ketaatan untuk-Nya, dan dakwah hanya untuk-Nya.”

Kemudian beliau menyebutkan beberapa ayat Al-Qur’an (Adz-Dzariyat: 56; Ath-Thalaq: 12; Al-Maidah: 97), lalu berkata, “Allah memberitakan bahwa tujuan penciptaan dan perintah adalah agar dikenal nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya, hanya Dia yang diibadahi, tidak disekutukan.”  (Ad-Da’ wad Dawa’, hal:196, tahqiq Syeikh Ali bin Hasan, penerbit: Dar Ibnil Jauzi).

Oleh karena itulah, tidak mengherankan bahwa tauhid memiliki banyak sekali keutamaan. Di antara keutamaannya adalah bahwa tauhid menggugurkan dosa-dosa. Inilah di antara dalil yang menunjukkan hal tersebut:

1- Dosa sepenuh bumi gugur dengan tauhid.

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَأَزِيدُ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَجَزَاؤُهُ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا أَوْ أَغْفِرُ وَمَنْ تَقَرَّبَ مِنِّي شِبْرًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ ذِرَاعًا وَمَنْ تَقَرَّبَ مِنِّي ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا وَمَنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً وَمَنْ لَقِيَنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطِيئَةً لَا يُشْرِكُ بِي شَيْئًا لَقِيتُهُ بِمِثْلِهَا مَغْفِرَةً

Dari Abu Dzarr, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman, ‘Barangsiapa membawa satu kebaikan, maka dia mendapatkan balasan sepuluh kalinya, dan Aku akan menambahi. Barangsiapa membawa satu keburukan, maka balasannya satu keburukan semisalnya, atau Aku akan mengampuni. Barangsiapa mendekat kepada-Ku sejengkal, niscaya Aku mendekatinya sehasta. Barangsiapa mendekat kepada-Ku sehasta, niscaya Aku mendekatinya sedepa. Barangsiapa mendatangi-Ku dengan berjalan, niscaya Aku mendatanginya dengan berjalan cepat. Barangsiapa menemui-Ku dengan dosa sepenuh bumi, dia tidak menyekutukan sesuatupun dengan-Ku, niscaya Aku menemuinya dengan ampunan seperti itu.’” (Hadits shahih riwayat Muslim no. 2687; Ibnu Majah, no. 3821; Ahmad, no. 20853).

Dalam hadits lain diriwayatkan,

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلَا أُبَالِي يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِي يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِي لَا تُشْرِكُ بِي شَيْئًا لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

Dari Anas bin Malik , dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allah Tabaraka Wa Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam, sesungguhnya selama engkau berdoa kepada-Ku dan mengharap kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni untukmu dosa yang ada padamu, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai awan di langit, kemudian engkau mohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menghadap-Ku dengan dosa sepenuh bumi, kemudian menemui-Ku, engkau tidak menyekutukan sesuatupun dengan-Ku, niscaya Aku menemuimu dengan ampunan seperti itu.” (Hadits shahih riwayat Tirmidzi, no. 3540. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).
&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;

Hadits ini memuat tiga sebab untuk meraih ampunan Allah, yaitu: berdoa disertai dengan harapan, istighfar (mohon ampun), dan tauhid. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali –rahimahullah- berkata, “Sebab ke tiga di antara sebab-sebab ampunan adalah tauhid. Ini adalah sebab yang terbesar. Barangsiapa kehilangan tauhid, maka dia telah kehilangan ampunan dari Allah. Dan barangsiapa menghadap Allah dengan membawa tauhid, maka dia telah membawa sebab ampunan yang paling besar. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“Sesungguhnya, Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (Q.S. An-Nisa’/4: 48, 116).

Maka, barangsiapa menghadap Allah dengan bertauhid, walau dengan membawa dosa sepenuh bumi, maka Allah akan menemuinya dengan ampunan sepenuh bumi juga. Tetapi ini bersama dengan kehendak Allah ‘Azza wa Jalla. Jika Dia menghendaki, Dia akan mengampuninya; Namun, jika Dia menghendaki, Dia akan menyiksanya dengan sebab dosa-dosanya. Kemudian, akhirnya dia tidak kekal di dalam neraka, namun akan keluar darinya, kemudian akan measuk ke dalam surga.” (Jami’ul ‘Uluum wal Hikam, juz 1, hal. 416-417, dengan penelitian Syu’aib Al-Arnauth dan Ibrahim Baajis, penerbit. Muassasah Ar-Risalah).

2- Sembilan puluh sembilan lembar catatan keburukan gugur dengan tauhid.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

إِنَّ اللَّهَ سَيُخَلِّصُ رَجُلًا مِنْ أُمَّتِي عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَنْشُرُ عَلَيْهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ سِجِلًّا كُلُّ سِجِلٍّ مِثْلُ مَدِّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَقُولُ أَتُنْكِرُ مِنْ هَذَا شَيْئًا أَظَلَمَكَ كَتَبَتِي الْحَافِظُونَ فَيَقُولُ لَا يَا رَبِّ فَيَقُولُ أَفَلَكَ عُذْرٌ فَيَقُولُ لَا يَا رَبِّ فَيَقُولُ بَلَى إِنَّ لَكَ عِنْدَنَا حَسَنَةً فَإِنَّهُ لَا ظُلْمَ عَلَيْكَ الْيَوْمَ فَتَخْرُجُ بِطَاقَةٌ فِيهَا أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ فَيَقُولُ احْضُرْ وَزْنَكَ فَيَقُولُ يَا رَبِّ مَا هَذِهِ الْبِطَاقَةُ مَعَ هَذِهِ السِّجِلَّاتِ فَقَالَ إِنَّكَ لَا تُظْلَمُ قَالَ فَتُوضَعُ السِّجِلَّاتُ فِي كَفَّةٍ وَالْبِطَاقَةُ فِي كَفَّةٍ فَطَاشَتِ السِّجِلَّاتُ وَثَقُلَتِ الْبِطَاقَةُ فَلَا يَثْقُلُ مَعَ اسْمِ اللَّهِ شَيْءٌ

Sesungguhnya, Allah akan membebaskan seorang lelaki dari umatku di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat. Akan dibentangkan padanya 99 lembaran (catatan amal keburukan), tiap-tiap lembaran seukuran sejauh pandangan mata. Kemudian Allah bertanya, “Apakah engkau mengingkari sesuatu dari lembaran (catatan amal keburukan) ini? Apakah para (malaikat) penulis-Ku al-Hafizhun (yang mencatat) menzhalimimu?”

Maka, hamba tadi menjawab, “Tidak wahai Rabbku.” Allah bertanya lagi, “Apakah engkau memilik alasan?” Maka, hamba tadi menjawab, “Tidak wahai Rabb-ku.” Maka, Allah berfirman, “Benar, sesungguhnya di sisi Kami engkau memiliki satu kebaikan. Sesungguhnya pada hari ini engkau tidak akan dizhalimi. Kemudian, dikeluarkan sebuah bithaqah (karcis) yang bertuliskan: Asyhadu alla ilaaha illa Allah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu warasuluhu (Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah adalah hambaNya dan Rasul-Nya. Allah berfirman, “Datangkanlah timbanganmu.” Hamba tadi berkata, “Wahai Rabb-ku, apa (pengaruh) karcis ini terhadap lembaran-lembaran ini.” Maka, Allah berfirman, “Sesungguhnya engkau tidak akan dizhalimi.” Rasulullah bersabda, “Maka, lembaran-lembaran itu diletakkan di atas satu daun timbangan, dan satu karcis tersebut diletakkan di atas satu daun timbangan yang lain. Maka, ringanlah lembaran-lembaran itu, dan beratlah karcis tersebut. Maka, sesuatupun tidak berat ditimbang dengan nama Alah.” (H.R. Ahmad, II/213; Tirmidzi, no:2639; Ibnu Majah, no. 4300; dari Abdullah bin Amr bin Al-‘Ash. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh (wafat th 1285 H) –rahimahullah- berkata di dalam kitabnya Fathul Majid:

“Barangsiapa mengatakan Laa ilaaha illa Allah dengan sempurna, yang mencegahnya dari syirik besar dan syirik kecil, maka orang ini tidak akan terus-menerus melakukan suatu dosa, sehingga dosa-dosanya diampuni dan diharamkan dari neraka.

Dan jika dia mengatakannya dengan sifat yang mencegahnya dari syirik besar, tanpa syirik kecil, dan setelah itu dia tidak melakukan perkara yang membatalkannya, maka hal itu merupakan kebaikan yang tidak bisa ditandingi oleh kejelekan apapun juga. Sehingga timbangan kebaikannya menjadi berat dengan hal itu, sebagaimana tersebut di dalam hadits bithaqah, sehingga dia diharamkan dari neraka, tetapi derajatnya di surga berkurang sekadar dosa-dosanya.” (Fathul Majid I/139-140, tahqiq Dr. Al-Walid bin Abdurrahman bin Muhammad Aalu Furrayyan, penerbit: Majlis Islam Al-Asiawi).

Setelah kita mengetahui hal ini, maka hendaklah kita memperhatikan tauhid dengan sebenar-benarnya, memahaminya, dan mengamalkannya, sehingga kita meraih keutamaannya. Hanya Allah tempat memohon pertolongan.

Penulis: Ustadz Abu Isma’il Muslim Atsari (Anggotad Dewan Redaksi Majalah As-Sunnah, Pengasuh Ma’had Ibnu Abbas As-Salafy, Masaran, Sragen, Jawa Tengah)

Artikel www.muslim.or.id



/@cwi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-3370042335752139801?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-06T21:02:00.246+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengapa Allah tidak Mengaruniakan pada Setiap Manusia untuk Selalu Berbuat Baik Saja?</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/01/mengapa-allah-tidak-mengaruniakan-pada.html</link><category>Muhasabah</category><category>Muhktamar</category><category>Syiar Islam</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Fri, 06 Jan 2012 04:26:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-2967091021907340421</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GlFf2d68z4g/TwWWpIHyLgI/AAAAAAAAAgE/fEsMsYwVk0M/s1600/ilustrasi-manusia-orang-250x205.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="205" src="http://2.bp.blogspot.com/-GlFf2d68z4g/TwWWpIHyLgI/AAAAAAAAAgE/fEsMsYwVk0M/s320/ilustrasi-manusia-orang-250x205.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; font-weight: bold;"&gt;Ilustrasi (inet)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Beberapa waktu yang lalu ada teman yang bertanya, “Mengapa iman manusia (biasa seperti kita) itu kadang naik kadang turun?” Kemudian belum lama ini ada juga yang bertanya, “Mengapa Allah tidak mengaruniakan pada setiap manusia untuk selalu berbuat baik. Apa susahnya bagi Allah Yang Maha Berkehendak untuk menjadikan manusia ini untuk bertaqwa semuanya, sehingga tidak aka nada azab dari-Nya.”
Saat itu saya hanya bisa menjawab bahwa semua itu sudah menjadi fitrah bagi manusia biasa seperti kita ini. Ya, karena kita ini manusia biasa, bukan malaikat yang kadar ketaatannya tetap terjaga, pun bukan nabi yang kadar keimanannya semakin tinggi.
Siang tadi secara tidak sengaja saya menemukan tulisan dari Imam Ja’far Shadiq yang kurang lebih sebagai berikut, “Bayangkanlah seseorang yang (memiliki) tubuh sehat dan aqidah benar serta berada dalam kehidupan yang nyaman, sementara orang lain menyiapkan kebutuhan hidupnya tanpa usaha dan amal. Apakah seorang yang berakal dengan nalurinya akan rela dan mau menerima kondisi orang di atas yang tanpa upaya apapun memperoleh imbalan dan pahala? Meraih pahala dan imbalan merupakan sebuah kenikmatan tersendiri bagi orang yang bersalah.”
Bertolak dari kalimat mulia tersebut saya coba kaitkan dengan realita di kehidupan kita. Misalnya saja kita kaitkan dengan para siswa yang sedang menempuh ujian. Apa susahnya sih seorang guru atau penilai untuk memberikan nilai tinggi dan meluluskan semua siswanya. Tinggal kasih kunci jawaban dan hasilnya siswa akan lulus semua, meskipun tanpa belajar atau bahkan tidak perlu susah payah datang tiap hari untuk mengikuti pelajaran.
Bisa juga kita umpamakan dengan sebuah kejuaraan olah raga. Dalam ajang Piala Dunia misalnya, bisa saja setiap tim yang akan berlaga langsung diberi piala. Mereka tidak perlu bersusah payah latihan kemudian bertanding di lapangan. Mereka hanya perlu membentuk tim dan kemudian tim tersebut akan mendapat piala secara cuma-cuma tanpa usaha dan bertanding untuk mendapatkan piala tersebut.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
Dari kedua contoh tersebut kita dapat menilai bahwa hasil ujian bagi siswa ataupun piala bagi tim tersebut bukan hanya tidak bernilai, akan tetapi tidak akan ada kenikmatan dan kebanggaan saat menerima hasil ujian atau piala tersebut. Semua itu karena dalam mendapatkannya tidak ada usaha yang perlu dilakukan.
Akan tetapi jika hasil kelulusan atau piala tersebut tidak diberikan kepada semua siswa atau tim, mereka akan berjuang lebih keras lagi untuk meraih kesuksesan. Seorang siswa akan belajar lebih giat agar bisa lulus. Sebuah tim akan berlatih dan bertanding sebaik-baiknya untuk mendapatkan piala. Mereka akan terpacu dan percaya bahwa setiap imbalan yang akan diterimanya seiring dengan usaha yang dilakukannya. Mereka akan merasakan kenikmatan, kebanggaan, dan kebahagiaan saat menerima imbalan tersebut. Seorang siswa akan merasa puas bahwa hasil jerih payahnya dalam menuntut ilmu berbuah hasil baik dan kelulusan. Begitu juga sebuah tim akan merasakan hegemoni yang luar biasa saat memenangi sebuah turnamen yang semua itu diraih atas hasil kerja keras mereka.
Kembali kita kaitkan dengan kadar ketaatan manusia, Allah sudah berjanji bahwa balasan bagi hamba-Nya yang bertaqwa adalah surga yang di dalamnya penuh dengan kenikmatan. Tapi bukan hanya di situ saja yang ingin Allah berikan pada hamba-Nya. Allah menginginkan hamba-Nya merasakan kenikmatan berlipat ganda pada hamba-Nya yang bertaqwa. Surga itu sendiri sudah nikmat, seperti halnya kelulusan atau piala tadi. Tapi Allah masih menambah kenikmatan dengan memberikan kesempatan bagi kita untuk berlomba-lomba menggapai surga tersebut. Dengan demikian jika kita menginginkan kenikmatan berlipat ganda di surga-Nya, kita harus meraihnya dengan memperbanyak amal shalih.
Semoga setiap usaha yang kita lakukan diridhai Allah dan mengantarkan kita pada kenikmatan yang berlipat-lipat di surga nanti. Amin Ya Robbal‘alamin&amp;nbsp; 


&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Oleh: Maulud Mustofa&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;: http://www.dakwatuna.com/2011/07/10414/mengapa-allah-tidak-mengaruniakan-pada-setiap-manusia-untuk-selalu-berbuat-baik-saja/#ixzz1iaOArebn

/@cwi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-2967091021907340421?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-06T19:26:00.692+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-GlFf2d68z4g/TwWWpIHyLgI/AAAAAAAAAgE/fEsMsYwVk0M/s72-c/ilustrasi-manusia-orang-250x205.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dosa Selalu Menggelisahkan Jiwa</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/01/dosa-selalu-menggelisahkan-jiwa.html</link><category>Mukhtamar</category><category>Muhasabah</category><category>Syiar Islam</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Thu, 05 Jan 2012 06:00:16 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-3683322042820966806</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 


Kebaikan selalu menentramkan jiwa dan kejelekan selalu menggelisahkan jiwa. Itulah realita yang ada pada umumnya manusia.

Dari cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Al Hasan bin ‘Ali, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ

“Tinggalkanlah yang meragukanmu dan beralihlah pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa.”[1]

Dalam lafazh lain disebutkan,

فَإِنَّ الخَيْرَ طُمَأْنِيْنَةٌ وَإِنَّ الشَّرَّ رِيْبَةٌ

“Kebaikan selalu mendatangkan ketenangan, sedangkan kejelekan selalu mendatangkan kegelisahan.”[2]

Dalam hadits lainnya, dari Nawas bin Sam’an, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِى نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ

“Kebaikan adalah dengan berakhlak yang mulia. Sedangkan kejelekan (dosa) adalah sesuatu yang menggelisahkan jiwa. Ketika kejelekan tersebut dilakukan, tentu engkau tidak suka hal itu nampak di tengah-tengah manusia.”[3]

An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Dosa selalu menggelisahkan dan tidak menenangkan bagi jiwa. Di hati pun akan tampak tidak tenang dan selalu khawatir akan dosa.”[4]

Sampai-sampai jika seseorang dalam keadaan bingung, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan menanyakan pada hatinya, apakah perbuatan tersebut termasuk dosa ataukah tidak. Ini terjadi tatkala hati dalam keadaan gundah gulana dan belum menemukan bagaimanakah hukum suatu masalah. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menasehatkan pada Wabishoh,

اسْتَفْتِ نَفْسَكَ ، اسْتَفْتِ قَلْبَكَ يَا وَابِصَةُ – ثَلاَثاً – الْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ ، وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِى النَّفْسِ وَتَرَدَّدَ فِى الصَّدْرِ وَإِنْ أَفْتَاكَ النَّاسُ وَأَفْتَوْكَ

“Mintalah fatwa pada jiwamu. Mintalah fatwa pada hatimu (beliau mengatakannya sampai tiga kali). Kebaikan adalah sesuatu yang menenangkan jiwa dan menentramkan hati. Sedangkan kejelekan (dosa) selalu menggelisahkan jiwa dan menggoncangkan hati.”[5]
&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah menjelaskan, “Hadits Wabishoh dan yang semakna dengannya menunjukkan agar kita selalu merujuk pada hati ketika ada sesuatu yang merasa ragu. Jika jiwa dan hati begitu tenang, itu adalah suatu kebaikan dan halal. Namun jika hati dalam keadaan gelisah, maka itu berarti termasuk suatu dosa atau keharaman.”[6] Ingatlah bahwasanya hadits Wabishoh dimaksudkan untuk perbuatan yang belum jelas halal atau haram, termasuk dosa ataukah bukan. Sedangkan jika sesuatu sudah jelas halal dan haramnya, maka tidak perlu lagi merujuk pada hati.

Demikianlah yang namanya dosa, selalu menggelisahkan jiwa, membuat hidup tidak tenang. Jika seseorang mencuri, menipu, berbuat kecurangan, korupsi, melakukan dosa besar bahkan melakukan suatu kesyirikan, jiwanya sungguh sulit untuk tenang.

Lantas bagaimana jika ada yang melakukan dosa malah hatinya begitu tentram-tentram saja? Jawabannya, bukan perbuatan dosa atau maksiat dibenarkan. Yang benar adalah itulah keadaan hati yang penuh kekotoran, yang telah tertutupi dengan noda hitam karena tidak kunjung berhenti dari maksiat. Allah Ta’ala berfirman,

كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS. Al Muthoffifin: 14). Jika hati terus tertutupi karena maksiat, maka sungguh sulit mendapatkan petunjuk dan melakukan kebaikan. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Jika hati sudah semakin gelap, maka amat sulit untuk mengenal petunjuk kebenaran.”[7]

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ

Allahumma inni as-aluka fi’lal khoiroot, wa tarkal munkaroot. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mudah melakukan berbagai kebajikan dan meninggalkan berbagai kemungkaran.[8]

Diselesaikan di siang hari di Panggang-Gunung Kidul, 15 Syawal 1431 H (23/09/2010)

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id

[1] HR. Tirmidzi no. 2518 dan Ahmad 1/200. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[2] HR. Al Hakim 2/51 dalam Mustadroknya. Al Hakim mengatakan bahwa hadits ini sanadnya shahih. Adz Dzahabi menegaskan bahwa hadits ini shahih.

[3] HR. Muslim no. 2553.

[4] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, Dar Ihya’ At Turots, 1392, 16/111.

[5] HR. Ad Darimi 2/320 dan Ahmad 4/228. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini dho’if. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirihi. Lihat Al Irwa’ no. 1734.

[6] Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali, Darul Muayyid, hal. 304.

[7] Ad Daa’ wad Dawaa’, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, cetakan pertama, 1424 H, hal. 107.

[8] HR. Tirmidzi no. 3233, dari Ibnu ‘Abbas. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.



/@cwi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-3683322042820966806?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-05T21:00:16.306+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Maksiat Menggelapkan Hati</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/01/maksiat-menggelapkan-hati.html</link><category>Muhasabah</category><category>kajian</category><category>Syiar Islam</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Thu, 05 Jan 2012 05:58:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-5598008397092919451</guid><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; 


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Setiap hari tidak bosan-bosannya kita melakukan maksiat. Aurat terus diumbar, tanpa pernah sadar untuk mengenakan jilbab dan menutup aurat yang sempurna. Shalat 5 waktu yang sudah diketahui wajibnya seringkali ditinggalkan tanpa pernah ada rasa bersalah. Padahal meninggalkannya termasuk dosa besar yang lebih besar dari dosa zina. Saudara muslim jadi incaran untuk dijadikan bahan gunjingan (alias “ghibah”). Padahal sebagaimana daging saudaranya haram dimakan, begitu pula dengan kehormatannya, haram untuk dijelek-jelekkan di saat ia tidak mengetahuinya. Gambar porno jadi bahan tontonan setiap kali browsing di dunia maya. Tidak hanya itu, yang lebih parah, kita selalu jadi budak dunia, sehingga ramalan primbon tidak bisa dilepas, ngalap berkah di kubur-kubur wali atau habib jadi rutinitas, dan jimat pun sebagai penglaris dan pemikat untuk mudah dapatkan dunia. Hati ini pun tak pernah kunjung sadar. Tidak bosan-bosannya maksiat terus diterjang, detik demi detik, di saat pergantian malam dan siang. Padahal pengaruh maksiat pada hati sungguh amat luar biasa. Bahkan bisa memadamkan cahaya hati. Inilah yang patut direnungkan saat ini.

Ayat yang patut jadi renungan di malam ini adalah firman Allah Ta’ala,

كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS. Al Muthoffifin: 14)

Makna ayat di atas diterangkan dalam hadits berikut.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِى ذَكَرَ اللَّهُ ( كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ) »

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.”[1]

Al Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah dosa di atas tumpukan dosa sehingga bisa membuat hati itu gelap dan lama kelamaan pun mati.” Demikian pula yang dikatakan oleh Mujahid, Qotadah, Ibnu Zaid dan selainnya.[2]
&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;

Mujahid rahimahullah mengatakan, “Hati itu seperti telapak tangan. Awalnya ia dalam keadaan terbuka dan jika berbuat dosa, maka telapak tangan tersebut akan tergenggam. Jika berbuat dosa, maka jari-jemari perlahan-lahan akan menutup telapak tangan tersebut. Jika ia berbuat dosa lagi, maka jari lainnya akan menutup telapak tangan tadi. Akhirnya seluruh telapak tangan tadi tertutupi oleh jari-jemari.”[3]

Penulis Al Jalalain rahimahumallah menafsirkan, “Hati mereka tertutupi oleh “ar raan” seperti karat karena maksiat yang mereka perbuat.”[4]

Ibnu Taimiyah rahimahullah menyebutkan perkataan Hudzaifah dalam fatawanya. Hudzaifah berkata, “Iman membuat hati nampak putih bersih. Jika seorang hamba bertambah imannya, hatinya akan semakin putih. Jika kalian membelah hati orang beriman, kalian akan melihatnya putih bercahaya. Sedangkan kemunafikan membuat hati tampak hitam kelam. Jika seorang hamba bertambah kemunafikannya, hatinya pun akan semakin gelap. Jika kalian membelah hati orang munafik, maka kalian akan melihatnya hitam mencekam.”[5]

Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan, “Jika dosa semakin bertambah, maka itu akan menutupi hati pemiliknya. Sebagaimana sebagian salaf mengatakan mengenai surat Al Muthoffifin ayat 14, “Yang dimaksud adalah dosa yang menumpuk di atas dosa.”[6]

Inilah di antara dampak bahaya maksiat bagi hati. Setiap maksiat membuat hati tertutup noda hitam dan lama kelamaan hati tersebut jadi tertutup. Jika hati itu tertutup, apakah mampu ia menerima seberkas cahaya kebenaran? Sungguh sangat tidak mungkin. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Jika hati sudah semakin gelap, maka amat sulit untuk mengenal petunjuk kebenaran.”[7]

Perbanyaklah taubat dan istighfar, itulah yang akan menghilangkan gelapnya hati dan membuat hati semakin bercahaya sehingga mudah menerima petunjuk atau kebenaran.

Ya Allah, tunjukkanlah hati kami ini agar selalu taat pada-Mu dan berusaha menjauhi setiap maksiat yang benar-benar telah Engkau larang, apalagi dosa syirik dan kekufuran. Amin Yaa Mujibbas Saailin.

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

 

Disusun di malam hari, 7 Syawal 1431 H (15/09/2010) di Panggang – Gunung Kidul

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id

 

 

[1] HR. At Tirmidzi no. 3334, Ibnu Majah no. 4244, Ibnu Hibban (7/27) dan Ahmad (2/297). At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.

[2] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, Muassasah Al Qurthubah, 14/268.

[3] Fathul Qodir, Asy Syaukani, Mawqi’ At Tafasir, 7/442.

[4] Tafsir Al Jalalain, Al Mahalli dan As Suyuthi, Mawqi’ At Tafasir, 12/360

[5] Majmu’ Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Darul Wafa’, cetakan ketiga, 1426, 15/283

[6] Ad Daa’ wad Dawaa’, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, hal. 70.

[7] Ad Daa’ wad Dawaa’, hal. 107.

/@cwi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-5598008397092919451?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-05T20:58:00.401+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Membuka Pintu Rizki dengan Istighfar</title><link>http://petualang-82.blogspot.com/2012/01/membuka-pintu-rizki-dengan-istighfar.html</link><category>kajian</category><category>Syiar Islam</category><category>Hikmah</category><author>noreply@blogger.com (Dede Suhaya)</author><pubDate>Wed, 04 Jan 2012 05:55:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5269069787744872390.post-2922384664146710443</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 
“AJIMAT ROJO BRONO: Suatu ritual khusus yang apabila Anda menjalankan dengan benar, insyaAllah dalam waktu 3 hari Anda akan segera mendapat rizqi, untuk menambah modal atau melunasi hutang tanpa tumbal. Mahar kesepakatan”.

“GOMBAL GENDERUWO: Usaha seret, atau sering tertipu, banyak saingan, untuk apa bingung. Dengan ajimat Gombal Gendruwo bisnis akan kembali lancar, disegani dan dapat menetralkan kekuatan jahat yang ingin merusak. Mahar kesepakatan”.

Demikian tawaran pelancar rizki dalam sebuah iklan yang dipasang salah satu ‘Gus’ yang memimpin sebuah “Padepokan Ilmu Hikmah dan Seni Pernafasan Tenaga Dalam” di kota Malang.[1]

“Sarana spiritual kerezekian yang ada di majelis kami biasa dinamakan Bukhur Qomar. Untuk mendapatkan dayanya: tanamlah Bukhur Qomar di tempat usaha, lalu baca Sholawat Nariyah 11 x bakda subuh, untuk lafal Kamilatan dibaca 41 x. InsyaAllah dalam waktu tidak lama anda akan berhasil”.

Demikan jawaban seorang ‘Gus’ pemimpin sebuah “Majlis Taklim wa Dzikr” di Semarang, tatkala ditanya dalam sebuah rubrik “Konsultasi Gaib” tentang piranti pembuka rizki.[2]

Dua contoh di atas merupakan segelintir dari puluhan bahkan mungkin ratusan tawaran pembuka pintu rizki yang ada di media massa. Belum jika kita mau mencermati tawaran-tawaran pelancar lainnya yang ada di media elektronik dan dunia maya.

Yang jadi pertanyaan:

Bisakah para pelaku penawaran di atas mendatangkan dalil dari al-Qur’an dan hadits -yang merupakan pedoman hidup umat Islam- sebagai landasan dari amaliah atau ajian yang mereka obral? Ataukah Islam tidak menyentuh permasalahan rizki serta melewatkan hal penting tersebut dari sorotannya?

Seorang muslim yang cerdas, tentunya akan memilah dan memilih apa yang ia baca, melihat dan mendengar, serta memfilter hal-hal yang tidak memiliki landasan syar’i dari yang mempunyainya. Dia sadar betul bahwa hidupnya di dunia hanyalah sekali, sehingga tidak akan sembarangan tatkala menempuh suatu langkah atau mengambil suatu keputusan. Apalagi jika hal itu berkaitan dengan nasibnya di akhirat kelak.

Dorongan mencari rizki kerap menyebabkan banyak orang terpental dari jalan yang lurus. Padahal Islam, sebagai agama sempurna yang mengatur seluruh dimensi kehidupan seorang hamba, telah memberikan solusi yang begitu jelas dalam usaha memperlancar rizki.

Di antara tuntunan yang ditawarkan untuk menggapai tujuan tersebut: memperbanyak istighfar. Dalil tuntunan tersebut firman Allah ta’ala,

“فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً . يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَاراً”

Artinya: “Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu” (QS. Nuh: 10-12)

&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;

Ayat di atas menjelaskan dengan gamblang bahwa di antara buah istighfar: turunnya hujan, lancarnya rizki, banyaknya keturunan, suburnya kebun serta mengalirnya sungai.

Karenanya, dikisahkan dalam Tafsir al-Qurthubi, bahwa suatu hari ada orang yang mengadu kepada al-Hasan al-Bashri tentang lamanya paceklik, maka beliaupun berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”. Kemudian datang lagi orang yang mengadu tentang kemiskinan, beliaupun memberi solusi, “Beristighfarlah kepada Allah”. Terakhir ada yang meminta agar didoakan punya anak, al-Hasan menimpali, “Beristighfarlah kepada Allah”.

Ar-Rabi’ bin Shabih yang kebetulan hadir di situ bertanya, “Kenapa engkau menyuruh mereka semua untuk beristighfar?”.

Maka al-Hasan al-Bashri pun menjawab, “Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Namun sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh: “Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu”.

Adapun dalil dari Sunnah Rasul shallallahu’alaihiwasallam yang menunjukkan bahwa memperbanyak istighfar merupakan salah satu kunci rizki, suatu hadits yang berbunyi:

“مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ”

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka”  (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir).

Maka silahkan perbanyaklah istighfar, serta tunggulah buahnya… Jika buahnya belum terlihat juga, perbanyaklah terus istighfar dan jangan pernah berputus asa! Di dalam setiap kesempatan, kapan dan di manapun memungkinkan; di waktu-waktu kosong saat berada di kantor, ketika menunggu dagangan di toko, saat menunggu burung di sawah dan lain sebagainya..

Catatan penting:

1. Pilihlah redaksi istighfar yang ada tuntunannya dalam al-Qur’an ataupun hadits Nabi shallallahu’alaihiwasallam dan hindarilah redaksi-redaksi yang tidak ada tuntunannya. Di antara redaksi istighfar yang ada haditsnya:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

Astaghfirullâh. HR. Muslim. [3]

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه

Astaghfirullôhal ‘azhîm alladzî lâ ilâha illâ huwal hayyul qoyyûm wa atûbu ilaih.

HR. Tirmidzi dan dinilai sahih oleh al-Albani.[4]

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْت

“Allôhumma anta robbî lâ ilâha illa anta kholaqtanî wa anâ ‘abduka wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’ûdzubika min syarri mâ shona’tu, abû’u laka bini’matika ‘alayya, wa abû’u bi dzanbî, faghfirlî fa innahu lâ yaghfirudz dzunûba illa anta”. HR. Bukhari.[5]

Redaksi terakhir ini kata Nabi shallallahu’alaihiwasallam merupakan sayyidul istighfar atau redaksi istighfar yang paling istimewa. Menurut beliau, fadhilahnya: barangsiapa mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan, lalu meninggal di sore harinya maka ia akan dimasukkan ke surga. Begitu pula jika diucapkan di malam hari dengan meyakini maknanya, lalu ia meninggal di pagi harinya maka ia akan dimasukkan ke surga.

2. Tidak ada hadits yang menentukan jumlah khusus tatkala mengucapkan istighfar, semisal sekian ratus, ribu atau puluh ribu. Yang ada: perbanyaklah istighfar di mana dan kapanpun kita berada, jika memungkinkan, tanpa dibatasi dengan jumlah sekian dan sekian, kecuali jika memang ada tuntunan jumlahnya dari sosok sang maksum shallallahu’alaihiwasallam.

3. Hendaklah tatkala beristighfar kita menghayati maknanya sambil berusaha memenuhi konsekwensinya berupa menghindarkan diri dari berbagai macam bentuk perbuatan maksiat. Hal itu pernah diisyaratkan oleh al-Hasan al-Bashri tatkala berkata, sebagaimana dinukil al-Qurthubi dalam Tafsirnya,

“استغفارنا يحتاج إلى استغفار”

“Istighfar kami membutuhkan untuk diistighfari kembali”.

Semoga Allah senantiasa melancarkan rizki kita dan menjadikannya berbarokah serta bermanfaat dunia akherat, amien.

Wallahu ta’ala a’lam. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.

@ Kedungwuluh Purbalingga, 5 Rabi’uts Tsani 1431 H / 21 Maret 2010 M

—

Catatan Kaki

[1] Lihat: Tabloid Posmo edisi 566, 24 Maret 2010 (hal. 04).

[2] Periksa: Ibid (hal. 14).

[3] Redaksi lengkap haditsnya:

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ: “كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا وَقَالَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ”. قَالَ الْوَلِيدُ فَقُلْتُ لِلْأَوْزَاعِيِّ كَيْفَ الْاسْتِغْفَارُ قَالَ تَقُولُ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ.

Tsauban bercerita, “Jika Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam selesai shalat beliau beristighfar tiga kali, lalu membaca “Allahumma antas salam wa minkas salam tabarokta ya dzal jalali wal ikrom”. Al-Walid (salah satu perawi hadits) bertanya kepada al-Auza’i, “Bagaimanakah (redaksi) istighfar beliau?”. “Astaghfirullah, astaghfirullah” jawab al-Auza’i.

[4] Redaksi lengkap haditsnya adalah:

“مَنْ قَالَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ غُفِرَ لَهُ وَإِنْ كَانَ فَرَّ مِنْ الزَّحْفِ”

“Barangsiapa mengucapkan “Astaghfirullahal azhim alladzi la ilaha illah huwal hayyul qoyyum wa atubu ilaih” niscaya akan diampuni walaupun lari dari medan perang”.

[5] Redaksi lengkap haditsnya sebagai berikut:

عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “سَيِّدُ الِاسْتِغْفَارِ: “اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ” إِذَا قَالَ حِينَ يُمْسِي فَمَاتَ دَخَلَ الْجَنَّةَ أَوْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ, وَإِذَا قَالَ حِينَ يُصْبِحُ فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ مِثْلَهُ”.

Dari Syaddad bin Aus, bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Istighfar yang paling istimewa adalah: “Allôhumma anta robbî lâ ilâha illâ anta kholaqtanî wa anâ ‘abduka wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, abû’u laka bini’matika ‘alayya wa abû’u laka bidzanbî, faghfirlî fa innahu lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta, a’ûdzubika min syarri mâ shona’tu” (Ya Allah, Engkaulah Rabbku itdak ada yang berhak disembang melainkan diriMu. Engkau telah menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu dan aku akan setia di atas perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku mengakui nikmat-Mu untukku dan aku mengkaui dosaku. Maka ampunilah diriku, sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa melainkan diri-Mu. Aku memohon perlindungan dari-Mu dari keburukan perbuatanku). Andaikan seorang hamba mengucapkannya di sore hari kemudian ia mati maka akan masuk surga atau akan termasuk penghuni surga. Dan jika ia mengucapkannya di pagi hari lalu meninggal maka ia akan mendapatkan ganjaran serupa”.

—

Penulis: Ustadz Abdullah Zaen, Lc, MA
Artikel www.tunasilmu.com, dipublish ulang oleh www.muslim.or.id

 

/@cwi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5269069787744872390-2922384664146710443?l=petualang-82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-04T20:55:00.648+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

