<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule" version="2.0">

<channel>
	<title>Rainbow of Life</title>
	
	<link>http://irenesalomo.com</link>
	<description>We never have only one color in life</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 17:08:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/irenesalomo/feed" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="irenesalomo/feed" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><creativeCommons:license>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/2.0/</creativeCommons:license><image><link>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/2.0/</link><url>http://creativecommons.org/images/public/somerights20.gif</url><title>Some Rights Reserved</title></image><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">irenesalomo/feed</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Tips untuk Produktif di Depan Komputer</title>
		<link>http://irenesalomo.com/2012/01/tips-untuk-produktif-di-depan-komputer/</link>
		<comments>http://irenesalomo.com/2012/01/tips-untuk-produktif-di-depan-komputer/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 14:21:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Irene Salomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irenesalomo.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Komputer dan Internet memang sangat memudahkan hidup kita saat ini, namun harus diakui jika tidak digunakan dengan bijak akan menjadi bumerang yang menghabiskan waktu kita dengan sia-sia. Pekerjaan penting yang harus diselesaikan menjadi terbengkalai, yang lebih sayangnya lagi, mestinya kita bisa berkreasi atau melakukan hal-hal bermanfaat, malah kehabisan waktu untuk hal-hal yang gak terlalu penting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Komputer dan Internet memang sangat memudahkan hidup kita saat ini, namun harus diakui jika tidak digunakan dengan bijak akan menjadi bumerang yang menghabiskan waktu kita dengan sia-sia. Pekerjaan penting yang harus diselesaikan menjadi terbengkalai, yang lebih sayangnya lagi, mestinya kita bisa berkreasi atau melakukan hal-hal bermanfaat, malah kehabisan waktu untuk hal-hal yang gak terlalu penting seperti chatting, facebook, twitter, online video, email dll.</p>
<p>Hal ini juga yang aku alami, saat pengendalian diri sedang tidak terlalu baik, keasyikan membaca blog orang lain ataupun FB, gak terasa 2 jam sudah berlalu tanpa manfaat yang benar-benar penting.</p>
<p>Ketika aku melakukan evaluasi, semakin menghayati bahwa hidupku di dunia ini benar-benar singkat, kalau ga digunakan dengan sebijak mungkin, akan berlalu begitu aja tanpa manfaat yang nyata buat diri sendiri maupun orang lain. Nah beberapa hari lalu, waktu aku sedang <em>browsing </em>salah satu <a href="http://angelinaveni.com/">blog</a>, menemukan tulisan yang membahas berbagai tools untuk meningkatkan produktivitas khususnya dalam menggunakan komputer.</p>
<p>Ada beberapa ide-ide penulis yang udah aku terapkan, namun ada beberapa ide-ide baru yang ingin aku terapkan. Salah satunya dalam hal evaluasi waktu yang terpakai untuk system/aplikasi/website. <em>Tool</em> yang digunakan adalah <a href="https://www.rescuetime.com/">RescueTime</a>. <span id="more-299"></span>Tool ini memberikan versi gratisan dan versi berbayar, tentunya aku pake versi gratisan <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Caranya sangat mudah:</p>
<ol>
<li>Daftar ke website <a href="https://www.rescuetime.com/" target="_blank">RescueTime</a></li>
<li>Download dan install aplikasinya ke komputer yang kita gunakan</li>
<li>Setelah beberapa saat, cek Dashboard kita dengan login ke website tersebut.</li>
<li>Di Dashboard akan ditampilkan <em>report </em>dari penggunaan waktu kita, misalnya berapa lama waktu kita habiskan di FB, yahoo messenger, program Office, dsbnya</li>
</ol>
<p>Yang aku suka dari aplikasi ini adalah:</p>
<ol>
<li>memberikan skala produktivitas untuk tiap system yang kita akses, dan kita bisa mengatur skala produktivitas untuk tiap kategori system sesuai keinginan. Misalnya skala -2 (very distracting) untuk <em>Social Networking</em>, terus nanti di repot akan ditampilkan nilai produktivitas kita untuk periode waktu tertentu, misalnya dalam 1 hari.</li>
<li>Pengguna juga diberi kebebasan untuk mengatur kategori dari system atau website yang kita akses, apakah termasuk <em>communication, business, utilities, </em>dll.</li>
<li>RescueTime tidak hanya menge<em>track</em> website yang kita gunakan tapi juga aplikasi offline yang sedang kita pakai, dari sini kita bisa mengetahui seberapa produktif kita ketika bekerja di depan komputer.</li>
<li>Ketika menge<em>track</em> website yang kita akses, dia hanya mencatat dari tab browser yang saat ini kita gunakan, jadi tab-tab lain yang juga terbuka tidak akan tercata. Ini cocok banget untuk aku yang terbiasa membuka banyak tab browser <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<p>Berikut beberapa video tentang RescueTime:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><iframe src="http://player.vimeo.com/video/6672283?title=0&amp;byline=0&amp;portrait=0" frameborder="0" width="400" height="250"></iframe></p>
<p><a href="http://vimeo.com/6672283">RescueTime Time Tracking Overview</a> from <a href="http://vimeo.com/user2330971">Tony Wright</a> on <a href="http://vimeo.com">Vimeo</a>.</p>
<p><iframe src="http://player.vimeo.com/video/6759972?title=0&amp;byline=0&amp;portrait=0" frameborder="0" width="400" height="250"></iframe></p>
<p><a href="http://vimeo.com/6759972">RescueTime Reports</a> from <a href="http://vimeo.com/user2330971">Tony Wright</a> on <a href="http://vimeo.com">Vimeo</a>.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Selamat Berproduktif Ria <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<img style="&quot;border: none;" src="http://signatures.mylivesignature.com/54489/384/75DA30EF687E7C8495EE2FE8D65F8093.png" style="border:none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irenesalomo.com/2012/01/tips-untuk-produktif-di-depan-komputer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Iman yang Sabar Menanti</title>
		<link>http://irenesalomo.com/2012/01/iman-yang-sabar-menanti/</link>
		<comments>http://irenesalomo.com/2012/01/iman-yang-sabar-menanti/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 08:43:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Irene Salomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[faith]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irenesalomo.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Genesis 12:1-5, 15:1-6, 21:1-5 &#8220;Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran&#8221; (Kejadian 15:6) Sebagai manusia di zaman modern, kita biasanya tidak suka untuk menunggu terlalu lama. Fastfood, Internet, makanan &#38; minuman instan, transportasi, alat-alat komunikasi, semua fasilitas ini dapat memenuhi keinginan kita dengan cepat. Sehingga ketika seseorang berjanji pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Genesis 12:1-5, 15:1-6, 21:1-5</strong></p>
<p><strong></strong>&#8220;Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran&#8221; (Kejadian 15:6)</p>
<p>Sebagai manusia di zaman modern, kita biasanya tidak suka untuk menunggu terlalu lama. <em>Fastfood, </em>Internet, makanan &amp; minuman instan, transportasi, alat-alat komunikasi, semua fasilitas ini dapat memenuhi keinginan kita dengan cepat. Sehingga ketika seseorang berjanji pada kita, kitapun berharap janji tersebut dapat <strong>segera</strong> direalisasikan. Kita tidak suka menunggu realisasi yang terlalu lama dan kita menganggap hal itu sebagai janji-janji gombal.</p>
<p>Salah satu janji yang Tuhan berikan pada Abraham ketika ia <strong>berusia 75 tahun</strong> (Genesis 12:4b) adalah menjadikannya bangsa yang besar (Genesis 12:2). Tetapi hingga usia Abraham dan Sarai istrinya yang lanjut, mereka masih belum memiliki satupun anak (Genesis 15:2-3) Dari sudut pandang ilmu kedokteran, Sarai sudah tidak mungkin untuk melahirkan. Apalagi Sarai adalah wanita yang mandul (Genesis 11:30). Namun, Tuhan kembali datang pada Abraham meneguhkan janji-Nya bahwa keturunan Abraham akan sebanyak bintang-bintang di langit (Genesis 15:5). Abraham pun meresponi janji ini dengan percaya pada Tuhan (Genesis 15:5). Tuhan menepati janji-Nya dan mengaruniakan Ishak pada mereka. Namun, Abraham harus menunggu selama <strong>25 tahun</strong> (Genesis 21:5)</p>
<p>Apakah kita sering kali tidak sabar menunggu pertolongan atau jawaban doa kita dari Tuhan? Apakah kita merasa Tuhan tidak mungkin menolong kita lagi? Marilah kita belajar dari teladan Abraham yang tetap sabar menanti janji Tuhan selama <strong>25 tahun</strong>.</p>
<p style="text-align: center;"><em>Allah selalu memberikan pertolongan tepat pada waktu-Nya</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<img style="&quot;border: none;" src="http://signatures.mylivesignature.com/54489/384/75DA30EF687E7C8495EE2FE8D65F8093.png" style="border:none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irenesalomo.com/2012/01/iman-yang-sabar-menanti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengubah User Interface pada form IBM BPM dengan CSS</title>
		<link>http://irenesalomo.com/2012/01/mengubah-user-interface-pada-form-ibm-bpm-dengan-css/</link>
		<comments>http://irenesalomo.com/2012/01/mengubah-user-interface-pada-form-ibm-bpm-dengan-css/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 04:19:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Irene Salomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[BPM]]></category>
		<category><![CDATA[ibm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irenesalomo.com/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[Silahkan mengunduh file berikut untuk tutorial tentang salah satu contoh menggunakan CSS untuk mengubah user interface pada form IBM BPM atau yang lebih dikenal dengan WebSphere Lombardi mengubah warna font IBM BPM dengan CSS]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Silahkan mengunduh file berikut untuk tutorial tentang salah satu contoh menggunakan CSS untuk mengubah <em>user interface</em> pada <em>form</em> <em>IBM BPM</em> atau yang lebih dikenal dengan <em>WebSphere Lombardi</em></p>
<p><a href="http://irenesalomo.com/wp-content/uploads/2012/01/mengubah-warna-font-IBM-BPM-dengan-CSS.pdf">mengubah warna font IBM BPM dengan CSS</a></p>
<img style="&quot;border: none;" src="http://signatures.mylivesignature.com/54489/384/75DA30EF687E7C8495EE2FE8D65F8093.png" style="border:none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irenesalomo.com/2012/01/mengubah-user-interface-pada-form-ibm-bpm-dengan-css/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>How do You Send Christmas Greetings?</title>
		<link>http://irenesalomo.com/2011/12/how-do-you-send-christmas-greetings/</link>
		<comments>http://irenesalomo.com/2011/12/how-do-you-send-christmas-greetings/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Dec 2011 09:06:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Irene Salomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irenesalomo.com/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Since I used mobile phone in late primary school, Christmas always becomes a very busy moment to send and reply SMS of Christmas greetings from my friends and relatives. Thanks to Internet, these several years I may use email/FB/other social media to send Christmas greetings . But this year, I&#8217;m thinking something else. I realize [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Since I used mobile phone in late primary school, Christmas always becomes a very busy moment to send and reply SMS of Christmas greetings from my friends and relatives. Thanks to Internet, these several years I may use email/FB/other social media to send Christmas greetings <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . But this year, I&#8217;m thinking something else. I realize that most of my childhood friends are not in Jakarta anymore and we don&#8217;t contact each other very regularly. Although, we grew together, spent our teenage life, learned, laughed and cried together, served God and learned Bible together, and had so many other memorable things happening in the past, but since graduated from high school, we have walked on our own paths, pursued our own dreams, had different new friends &amp; environments. Our lives really have changed a lot! Some of us even aren&#8217;t close anymore.</p>
<p><span id="more-255"></span></p>
<p>So this year through Christmas moment, I want to &#8216;reconnect&#8217; again with them by traditional yet more powerful communication than SMS/Internet which is talking. I can&#8217;t go to their place, so I use phone to call them <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Yeah, it&#8217;s little bit cost-inefficient, but that is really worthy. I called some of my besties from Jambi, gave them Christmas greetings, then asked about their life at this moment, their family, their job, ministry, plans, life struggles, and shared mine too. It&#8217;s really great time to talk with them again, although I already met them this year, yet we still miss each others. This communication helps me to care and build our relationship again. I also feel sad when I heard several other friends are now struggling spiritually and it motivates me to pray and care about them more. In these next days, I will call some close friends from other cities too <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>I need to admit that maintaining good relationship with friends is not easy things to do, especially if we stay in a very hectic and busy city like Jakarta. After working for whole day, I tend to stay at home just relaxed with myself, book, and computer. Having so so many friends in some different cities is a challenge for me too. I also already have some new communities in Jakarta. Those really take time. But I realize now that my life on earth is very short, while family and friends are God&#8217;s blessings that are much more important than other things -career, money, achievements, etc. I should treasure these blessings more and more.</p>
<p>So I think calling my old friends regularly is a very good idea to keep connecting with them. I sound very traditional <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  but I still believe in the power of ability God created in us to have close relationship with others &#8211; talking.</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">- Merry Christmas everyone!</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">- May God&#8217;s love and joy flow from our heart to others</span> -</p>
<img style="&quot;border: none;" src="http://signatures.mylivesignature.com/54489/384/75DA30EF687E7C8495EE2FE8D65F8093.png" style="border:none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irenesalomo.com/2011/12/how-do-you-send-christmas-greetings/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thanksgiving Thursday – Orang-Orang Religius</title>
		<link>http://irenesalomo.com/2011/12/thanksgiving-thursday-%e2%80%93-orang-orang-religius/</link>
		<comments>http://irenesalomo.com/2011/12/thanksgiving-thursday-%e2%80%93-orang-orang-religius/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 09:19:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Irene Salomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[ibm]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[thanksgiving thursday]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irenesalomo.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Bagi teman-teman yang ingin membaca ungkapan syukur teman2 lainnya, silahkan mengunjungi blog Thanksgiving Thursday. Di minggu ini, karena mengalami beberapa kejadian unik, aku ingin bersyukur u/pengalaman bertemu dengan orang-orang religius dari agama lain. Orang-orang Hindu di Bali Beberapa bulan yang lalu, aku berlibur ke Bali selama beberapa hari. Selain menikmati pemandangan alam yang indah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://irenesalomo.com/wp-content/uploads/2011/12/TT-button.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-192" title="TT button" src="http://irenesalomo.com/wp-content/uploads/2011/12/TT-button.png" alt="" width="250" height="171" /></a></p>
<p>Bagi teman-teman yang ingin membaca ungkapan syukur teman2 lainnya, silahkan mengunjungi blog <a href="http://thanksgiving-thursday.blogspot.com/" target="_blank">Thanksgiving Thursday</a>. Di minggu ini, karena mengalami beberapa kejadian unik, aku ingin bersyukur u/pengalaman bertemu dengan orang-orang religius dari agama lain.</p>
<p><span><strong>Orang-orang Hindu di Bali</strong></span></p>
<p>Beberapa bulan yang lalu, aku berlibur ke Bali selama beberapa hari. Selain menikmati pemandangan alam yang indah, hal menarik lainnya adalah menyaksikan kehidupan orang-orang Bali, khususnya kehidupan beragama mereka. Bisa dibilang, di depan tiap rumah atau toko, di dalam mobil, mereka selalu meletakkan sesajen bunga. Mereka juga sangat taat berdoa dan menjalankan berbagai ritual keagamaan, hampir setiap hari aku selalu melihat upacara-upacara perayaan dan banyak orang aktif berpartisipasi. Mereka bahkan rela mengorbankan waktu kerja, uang, tenaga, demi mengikuti seluruh ritual keagamaan tersebut. Menurut cerita sopir yang mengantarkan kami, orang-orang Bali memang sangat serius dalam menjalankan kehidupan beragama, mereka rela hanya tidur beberapa jam demi menyiapkan sesajen, rangkaian bunga yang indah, dan segala tetek bengek u/upacara keagamaan.<span id="more-191"></span></p>
<p>Ketika akan memasuki pura, kami juga diberitahu beberapa peraturan yang harus ditaati, seperti cara berpakaian dan tempat2 apa yang tidak boleh dimasuki. Pokoknya mereka benar-benar menaruh hormat pada dewa dan tempat sucinya. Ketika menyaksikan semua ini, aku berpikir udah seberapa sungguh-sungguh sikapku dalam beribadah di gereja, maupun ibadah pribadi. Kadang-kadang masih telat datang ke gereja, belum benar-benar mempersiapkan hati ketika beribadah, waktu saat teduh gak benar-benar fokus untuk berkomunikasi dengan-Nya. Intinya aku merasa kesungguhanku masih sangat jauhhhh banget dari standar <strong>terbaik</strong>. Padahal Allah yang aku sembah adalah Allah yang hidup, yang rela datang ke dunia demi untuk memulihkan relasiNya dengan manusia yang sebelumnya rusak karena dosa. Aku bersyukur karena kehidupan orang-orang Bali ini mengingatkanku lagi, sebagai anak Tuhan yang telah ditebus, untuk lebih sungguh-sungguh dalam berelasi dengan-Nya, <em>not take Him as granted</em>.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>IBMer dari India</strong></span></p>
<p>Untuk keperluan sebuah project yang cukup mendesak, kantorku mendatangkan seorang ahli dari India (kita sebut saja namanya K) untuk project yang sedang aku tangani. Tadinya, aku tidak terlalu memusingkan kehadiran orang ini karena aku cukup punya banyak pengalaman berteman dengan orang-orang India dan aku menganggap diri sendiri sudah &#8216;ahli&#8217; dalam berelasi dengan saudara-saudara India <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Firasat tidak enak mulai muncul ketika beberapa hari sebelum tiba di jakarta, K mengirimkan email dengan beberapa pertanyaan seperti: adakah tersedia makanan <span style="text-decoration: underline;">vegetarian India</span> di jakarta? di mana letak kuil India di jakarta? Jasa telekomunikasi apa yang murah untuk telp ke India? Untungnya salah satu teman IBMer ku di jakarta juga berasal dari India sehingga dia memberikan beberapa rekomendasi tempat makan dan kuil India, juga menyarankan aku u/membelikan gado-gado kepada K karena harga makanan India lebih mahal. Aku pun kembali lega dan yakin tidak akan ada masalah <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Tibalah hari pertama kedatangan K, ketika jam makan siang lagi-lagi K mengingatkan bahwa dia vegetarian. Aku terus mengiyakan n dengan PD + semangat 45 membawa dia bersama customerku ke food court. Sampai di satu stand makanan yang menjual bermacam2 masakan, aku langsung menunjukkan pada K, 1 masakan tumis sayuran hijau yang sudah tersedia (dalam hati berkata &#8220;Ini dia pasti bisa makan <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8220;).</p>
<p>K segera menggeleng-gelengkan kepala, sambil menunjuk masakan daging lain yang juga disajikan stand ini. Kemudian, K menjelaskan panjang lebar apa yang dia maksud dengan &#8216;vegetarian&#8217;. Ternyata pengertiannya adalah makanan vegetarian tidak boleh <strong>dimasak di tempat yang sama</strong> dengan segala macam daging, termasuk telur, dia juga tidak boleh makan bawang maupun bawang bombay.</p>
<p>Saat itu juga aku langsung lemas dan shock. Kalo syaratnya seperti itu, mana ada tempat makan di daerah sudirman yang memenuhi syaratnya. Akhirnya dia gak jadi makan n kembali melanjutkan pekerjaan. Tinggallah aku bersama customer sibuk berdiskusi makanan apa yang masih bisa K makan ya? Customerku menyarankan u/mencoba Gado-gado Boplo  yang kami asumsikan &#8216;hanya&#8217; menjual gado-gado.</p>
<p>Sekitar jam 3, dengan meminjam mobil dan supir customer, kami (aku dan customer) mengantar K ke gado-gado Boplo di daerah kuningan. Sampai di sana, K melihat menu gado-gado dan langsung menunjuk foto gado-gado yang ada TELUR di dalamnya. Merasa tidak puas, aku menjelaskan:</p>
<p style="padding-left: 30px;">&#8220;Tapi telurnya nanti bisa dipisah kok, jadi gak perlu pake telur <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="padding-left: 30px;">K langsung membantah: &#8220;gak bisa karena mereka dimasak di satu tempat yang sama juga!&#8221;.</p>
<p>Aku dan customer langsung lemes lagi.  K bahkan bilang:</p>
<p style="padding-left: 30px;">&#8220;Lebih baik, aku <span style="text-decoration: underline;">mati kelaparan</span> daripada makan makanan yang tidak vegetarian. Dari lahir aku ga pernah makan makanan yang tidak vegetarian. Dalam keluarga kami, makan makanan seperti itu benar2 dosa yang besar&#8221;</p>
<p>Akhirnya kami memutuskan ke plaza semanggi supaya K bisa beli buah. Ketika mendengar supermarket, K langsung nyeletuk berarti mahal donk?? Aku bilang gak, harga barang di supermarket jakarta standar kok kecuali supermarket yang khusus menjual barang import. K akhirnya mengerti, maklum karena menurutnya di India harga barang supermarket lebih mahal.</p>
<p>Sesampai di supermarket, K melihat makanan ringan yang dijual seperti keripik, kacang, dll. Dia tertarik membeli keripik pisang dan keripik kentang keju. Tentunya sambil bertanya apa aja kandungan dalam keripik2 itu, supaya memenuhi standard vegetariannya. Dia juga terus menkonversi harga keripik yang 8,000/100 gr itu ke dalam Rupee, berpikir-pikir apakah termasuk mahal/murah, baru akhirnya memutuskan u/membeli.</p>
<p style="padding-left: 30px;">K                               : &#8220;Ya, ini cukup u/makan siang&#8230;&#8221; (sambil menenteng 2 plastik keripik pisang &amp; kentang, masing2 100 gr.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Aku &amp; customer : Apa?? 2 bungkus kripik cukup u/makan siang??</p>
<p style="padding-left: 30px;">Aku                         : Kamu mo beli buah dulu ga? ada pisang, apel, dll</p>
<p style="padding-left: 30px;">K                              : Hmm&#8230;&#8230;*berpikir2* oya boleh deh&#8230;.</p>
<p>Akhirnya aku membawa K untuk membeli pisang, dan aku juga baru tahu menurut K, kalo pisang di India yang udah matang berwarna ijo, jadi ketika dia mo beli pisang, dia langsung memilih yang warna ijo. Untung aku langsung menjelaskan pisang di Indo yg udah matang berwarna kuning :p, karena sebenarnya dia suka pisang yang kematangan. Ketika sampai di kasir, K nyeletuk &#8220;Selama 27 tahun hidupku, ini pertama kalinya aku beli makanan di luar untuk diri sendiri&#8221;. Aku dan customer langsung tercengang kaget lagi.</p>
<p>Rencananya, K akan tinggal di jakarta selama 2 minggu dan hari itu, aku cukup pusing gimana cara dia makan ya selama 2 minggu. Syukurlah, dari rekomendasi 3 tempat makan yang dikasih teman Indiaku, <strong>cuma</strong> ada satu yang benar2 memenuhi syarat yaitu Komala Restaurant di Sarinah Plaza. Selain vegetarian, restoran ini juga menjual makanan India, managernya juga orang India Tamil, sama persis dengan K <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Sehingga malam itu juga, aku nganter K ke Komala. Intinya, di hari itu aku merasa mengurus K ini lebih sulit daripada ngerjain project di customer kami ini.</p>
<p>Tadinya, kami berencana u/tiap pagi ke Komala membeli makan siang dulu, eh ternyata Komala baru buka jam 11 siang  &amp; ga ada jasa pengantaran makanan lagi. Akhirnya selama ± 1 minggu ini, K bertahan dengan makan buah pisang u/sarapan + makan siang (aku curiga sepertinya dia juga ogah dengan buah2an lain yang perlu dipotong, kuatir pisau n tempat pemotongannya udah dipake buat motong yang lain). Kemudian tiap malam, aku men<em>drop</em> dia di Komala.</p>
<p>Menurut K, di India sendiri dia selalu makan masakan rumah, karena tidak tinggal bersama ortu, dia punya satu <em>maid</em> yang khusus masak untuknya. Ternyata selain harus vegetarian, cara masaknya pun cukup spesial yaitu tidak boleh dicicipi, harus higienis, kalo orang yang memasak baru bangun tidur, dia harus mandi terlebih dahulu, udah dipersembahkan kepada dewa mereka.</p>
<p>Keunikan K lainnya yang tidak pernah aku temui dari teman-teman India adalah, dia sangat sangat perhitungan dalam menggunakan uang. Contoh ketika dia titip beli SIM Card, berkali2 dia mengingatkan bahwa dia cuma tinggal di jakarta selama 2 minggu, jadi tolong beli yang paling murah, gak perlu u/telepon internasional. Terus waktu akan menukarkan mata uang dollar &amp; rupee ke Rupiah, dia juga terus membanding-bandingkan antar 1 tempat dengan yang lain, sampe akhirnya dia ketemu <em>money changer </em>yang menurutnya paling menguntungkan yaitu di plaza sarinah juga. Waktu pertama kali menukar uang di tempat customer, setelah penjual memberi tahu nilai tukar rupiah, aku memberitahu ke K kalo ini nilai yang sangat ok.</p>
<p style="padding-left: 30px;">K                 : &#8220;Tunggu sebentar, aku nanti cek di internet dulu&#8221;  (padahal saat itu, kami baru akan mencari makan di food court kantor customer &amp; K sama sekali tidak punya uang Rupiah karena satu hari sebelumnya dia ga berani menukarkan di <em>money changer </em>bandara yang menurut info dari temannya lebih mahal)</p>
<p style="padding-left: 30px;">Aku           : &#8220;Gak usah cek lagi, ini nilai tukarnya udah bagus. Biasa juga begitu&#8221; (mengeluarkan jurus sedikit memaksa, karena berpikir perhitungan K udah mulai keterlaluan)</p>
<p style="padding-left: 30px;">K                : &#8220;Kamu yakin?&#8221;</p>
<p style="padding-left: 30px;">Aku          : &#8220;Iya yakin!&#8221;</p>
<p>Ketika K mengeluarkan US Dollarnya dari dompet, penjaga <em>money changer</em> langsung bilang, mereka ga menerima US Dollar yang udah terlipat. Aku pun baru teringat di Indonesia ada peraturan yang agak aneh seperti ini &amp; lupa memberitahu K. Dia langsung kaget &amp; gak habis pikir kenapa ada peraturan seperti ini di Indonesia <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Untungnya dia membawa sejumlah Rupee &amp; mereka mau menerima Rupee yang sudah terlipat. Waktu penjaga <em>money changer </em>bilang nilai tukar 1 Rupee = Rp 150. K lagi2 berhitung:</p>
<p style="padding-left: 30px;">K             : &#8220;Tapi kemarin aku lihat di Internet 1 Rupee = Rp 170&#8243;</p>
<p style="padding-left: 30px;">Aku       : &#8220;Yah&#8230;itu cuma beda Rp 20, gak berarti apa2 di sini&#8221; *dalam hati bilang, ya ampun&#8230;.20 rupiah aja dipermasalahkan*</p>
<p style="padding-left: 30px;">K            : &#8220;Oh gitu ya? ok ok deh&#8221;</p>
<p>Akhirnya setelah cukup lama tawar menawar di <em>money changer </em>itu, K berhasil menukarkan uangnya.</p>
<p>Tadinya aku dan customer berpikir mungkin K ini dari latar belakang keluarga yang memang terbiasa u/hemat. Tadinya aku bahkan berpikir, apa jangan2 managernya di India yang meminta dia untuk mengontrol pengeluaran ya? padahal kedatangan dia ke sini juga diongkosi IBM Indonesia &amp; setauku orang IBM yang travel ke tempat lain biasanya cukup boros menghabiskan uang, terutama untuk makan.</p>
<p>Akhirnya, aku baru mendapat jawaban di hari ketiga ketika dia menjelaskan bahwa menurut kepercayaannya, mereka tidak diperbolehkan u/menghabiskan uang terlalu banyak. Mereka harus beramal dan memberi lebih banyak, jadi konsumsi barang2 mewah, gadget, pemborosan dsbnya tidak diizinkan. Dalam hati aku bilang, &#8220;ooh&#8230;&#8230;pantesan perhitungan sekali dan HPnya luarrrrr  biasa jadul. Seumur-umur belum pernah ketemu orang di IBM apalagi yang techie kayak dia, yang HPnya sejadul itu <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> &#8221;</p>
<p>Kesalehan K lainnya adalah dia tidak diizinkan menonton filem, kecuali film-film tertentu yang cuma berisi pemandangan, katanya seumur hidup dia cuma nonton 7-8 film. Di akhir pekan, dia memilih untuk pergi ke kuil India, baginya pergi ke kuil dan main cricket adalah bentuk relaksasi menggantikan nonton film. K mengaku tiap hari berdoa 2 jam, yaitu dari jam 5-7 pagi. Aku benar-benar salut untuk kesalehannya ini.</p>
<p>Sedangkan alasan mengapa mereka sangat ketat mengenai makanan adalah karena semua hewan, bahkan pohon adalah ciptaan Tuhan yang masih bersaudara dengan manusia sehingga seharusnya kita tidak memakan mereka. Tiap makanan juga punya karakter beda-beda, karakter terbaik adalah di sayuran. Sedangkan bawang &amp; bombay karakternya akan menimbulkan nafsu jahat pada manusia. Begitu juga, kalo kita makan daging, karakter kita akan mirip dengan karakter hewan. &#8220;You are what you eat&#8221;, begitu penjelasan dari K.</p>
<p>Tapi K mengingatkan bahwa tidak semua orang India seperti dia, buktinya teman-teman India aku yang lain tidak ada yang seperti dia. K juga mengaku bahwa di India sendiri dia sering kali kerepotan mencari makanan. Untungnya di India banyak kuil yang bisa menyediakan makanan vegetarian murni yang udah dipersembahkan secara gratis. Gak heran, waktu K bilang ke teman-temannya kalo dia akan ke Indonesia, mereka semua terkaget-kaget <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Meskipun terus terang cukup merepotkan, aku tetap bersyukur dengan kehadiran K yang mendorong aku untuk lebih taat dan berkomitmen menyenangkan hati-Nya. Di sisi lain, aku semakin menghayati anugerah keselamatan yang Tuhan berikan dengan cuma-cuma dan telah Ia bayar dengan harga yang mahal di atas kayu salib. Jika manusia harus berusaha sendiri dan mengandalkan usaha atau kebaikannya, alangkah tidak mudah dan pastinya mustahil untuk menjadi sempurna sesuai dengan standar dari Tuhan yang mahaSempurna.</p>
<p><em>&#8220;Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.&#8221;</em>  <em>Efesus 2:8-9</em></p>
<img style="&quot;border: none;" src="http://signatures.mylivesignature.com/54489/384/75DA30EF687E7C8495EE2FE8D65F8093.png" style="border:none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irenesalomo.com/2011/12/thanksgiving-thursday-%e2%80%93-orang-orang-religius/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang Kaya yang Bodoh</title>
		<link>http://irenesalomo.com/2011/11/orang-kaya-yang-bodoh/</link>
		<comments>http://irenesalomo.com/2011/11/orang-kaya-yang-bodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 11:34:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Irene Salomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[money]]></category>
		<category><![CDATA[sermon note]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irenesalomo.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Judul postingan ini emang terdengar aneh dan kurang logis, orang kaya kok bodoh? Gimana bisa jadi kaya kalo bodoh? Topik inilah yang aku dengar dari kotbah gereja hari minggu yang lalu dengan ayat referensi: Luke 12:13-21, 31-34. Jadi ceritanya ada orang kaya yang tiba2 panennya sukses besar, sampe lumbungnya udah gak muat menampung hasil panen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul postingan ini emang terdengar aneh dan kurang logis, orang kaya kok bodoh? Gimana bisa jadi kaya kalo bodoh? Topik inilah yang aku dengar dari kotbah gereja hari minggu yang lalu dengan ayat referensi: Luke 12:13-21, 31-34.</p>
<p>Jadi ceritanya ada orang kaya yang tiba2 panennya sukses besar, sampe lumbungnya udah gak muat menampung hasil panen tersebut. setelah berpikir keras, dia pun memutuskan u/bangun lumbung yang lebih besar lagi. Sampe di sini, kita pasti merasa ga ada yang salah, ceritanya sangat normal n juga sesuai dengan strategi bisnis masa kini. Nah, permasalahannya adalah ada isu ketamakan seperti yang Yesus katakan dalam Luke 12:15 dan Luke 12:19, bahasa Indonesia bahkan lebih jelas lagi dengan menggunakan kalimat &#8220;Jiwaku, ada padamu banyak barang,&#8230;beristirahatlah, makanlah, minumlah, dan bersenang2lah&#8230; memperlihatkan bahwa orang kaya ini menempatkan harta sebagai pegangan dan jaminan hidupnya.</p>
<p>Jadi Tuhan Yesus menyebut orang kaya tsb bodoh bukan karena inteligensinya <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Supaya kita tidak salah paham, Tuhan sama sekali tidak menentang kekayaan, uang, dan segala harta materi dunia. Abraham, Raja Salomo, Ayub yang bahkan adalah orang terkaya di sebelah timur pada masa itu (Job 1:1-3) adalah 3 contoh tokoh dalam Alkitab yang luarrrr biasa kaya, dan masih banyak contoh dalam Alkitab di mana <span style="text-decoration: underline;"><strong>salah satu</strong></span> tanda berkat Allah adalah lewat kekayaan materi.</p>
<p>Yang Allah tentang adalah sikap hati yang salah terhadap harta, yaitu <strong>ketamakan</strong>. Pengkotbah hari minggu lalu, Pak Johan Djuandi membagikan definisi yang cukup mendalam terhadap kata <em>ketamakan:<span id="more-132"></span> </em></p>
<blockquote><p>Menempatkan rasa aman pada tempat yang salah, yaitu harta atau hal-hal lain di luar Tuhan. Sehingga nilai atau keberlangsungan hidupnya bergantung pada harta. Bukan lagi pada Tuhan yang adalah jaminan kekal.</p></blockquote>
<p>Manusia yang kuatir sering kali mencari rasa aman, salah satunya lewat harta. Padahal harta yang sifatnya sementara ini tidak akan pernah memberi rasa aman. Contoh yang paling nyata adalah kasus bunuh diri yang meningkat drastis setelah krisis ekonomi tahun 2008, banyak eksekutif2 perusahaan ternama yang mengakhiri hidup mereka dengan tragis. Salah satunya milyader Jerman yang memiliki perusahaan berpenghasilan $40 Miliar, bunuh diri pada tahun 2009 karena perusahaannya mengalami kerugian besar (<em>Sumber: <a href="http://online.wsj.com/article/SB123125518158857415.html" target="_blank">The Wall Street Journal</a></em><a href="http://online.wsj.com/article/SB123125518158857415.html" target="_blank"> </a> ). Saat aku mengoogle, masih ada banyak lagi kasus2 suicide yang dilakukan oleh para milyader dan eksekutif tersebut <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> . Menurut analisis dari pengkotbah, salah satu yang menyebabkan mereka melakukan bunuh diri adalah karena selama ini harta dan kesuksesan adalah jaminan rasa aman dalam hidup mereka, jadi waktu itu semua hilang sekejap, mereka juga seolah2 kehilangan harapan hidup.</p>
<p>Di Luke 12:21  ada kalimat &#8220;kaya di hadapan Allah&#8221;, maksudnya adalah <span style="text-decoration: underline;">manusia yang sudah memiliki atau hidup dalam kerajaan Allah yang Tuhan berikan</span>. Kerajaan Allah tidak semata-mata terbatas pada masuk Sorga setelah meninggal nanti. Alangkah sempitnya, kalau semata-mata yang kita harapkan hanya sorga. Kerajaan Allah juga termasuk <em>hidup di bawah otoritasNya dan sesuai dengan nilai-nilai yang telah Ia berikan</em>. Jadi hidup kita <strong>bukan bergantung dari apa yang kita miliki, tapi siapa yang memiliki atau menguasai dan memegang hidup kita</strong>.</p>
<p>Romans 8:38-39  adalah satu jaminan dari Allah sendiri bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan kita, inilah satu-satunya jaminan yang bisa memberikan rasa aman kekal.</p>
<p>Ya, harus diakui sebagai manusia kita cenderung <span style="color: #ff0000;">mengukur berkat Tuhan dari apa yang bisa kita genggam</span>. Tapi kita lupa, bahwa <strong>di tangan siapa hidup kita berada </strong>adalah hal yang jauh lebih penting dan bernilai kekal.</p>
<p>Kata-kata Tuhan Yesus pada Luke 12:33 mungkin terdengan ekstrim, khususnya di terjemahan bahasa Indonesia, dikatakan &#8220;Juallah <strong>segala</strong> milikmu&#8230;&#8221; tapi sebenarnya makna kalimat Yesus adalah bukan harafiah, tapi dia ingin supaya kita tidak terikat dengan harta yang kita miliki saat ini.</p>
<blockquote><p>&#8220;Life becomes more secured when we detached our life more from wealth possessions&#8221;</p></blockquote>
<p>Sebagai aplikasi, Pak Johan mengajak kita berpikir apa buah atau hasil dari orang yang hidupnya sudah di tangan Tuhan? Menurut beliau, hidup kita seharusnya <span style="color: #0000ff;">lebih bermurah hati dalam berbagi</span>.  Karena kita tahu bahwa kita sudah memiliki harta yang paling bernilai, sehingga harta duniawi yang sekarang kita pegang tidaklah terlalu berharga atau sayang u/dibagi dengan orang lain. Sebagai ilustrasi, jika kita tiba-tiba mendapatkan istana Buckingham <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  aku yakin melepaskan rumah yang kita tinggali sekarang bukanlah perkara yang terlalu sulit. Salah satu contoh lain dalam Alkitab adalah Zakheus di Luke 19:1-10. Zakeus yang tadinya adalah <strong>kepala cukai </strong>dengan kebiasaan memeras, hidupnya bergantung pada hartanya yang melimpah, tapi suatu saat dia berjumpa dengan Tuhan Yesus, menemukan jaminan rasa aman hidup yang sesungguhnya dalam Tuhan. Hasilnya, tujuan hidupnya pun berubah menjadi memberi pada orang lain bahkan dalam jumlah yang sangat luar biasa (Luke 19:8). <span style="text-decoration: underline;">Ketika kita menempatkan Tuhan sebagai rasa aman dan jaminan hidup, semakin mudah kita melepaskan harta duniawi ini</span>. Contoh lain adalah kesaksian hidup ci timbul dari Kampung Mangga Ubi, yang aku rangkumkan di <a href="http://irenesalomo.com/2011/11/beberes-kampung-mangga-ubi-videos/" target="_blank">sini</a></p>
<p>Bagi aku pribadi, hal yang perlu terus direfleksikan n dipelajari adalah bagaimana memandang dan mengalami bahwa <span style="color: #0000ff;"><strong>hidup dalam Tuhan adalah harta yang paling berharga dan tak ternilai</strong></span>, sehingga aku bisa memandang berkat-berkat materi sebagai &#8216;kurang berharga&#8217; dan hanyalah titipan Tuhan yang perlu aku salurkan lagi pada orang lain yang lebih membutuhkan. Selain itu, juga perlu lebih rutin mengevaluasi hati dan pikiranku supaya tidak sampai  &#8216;attached&#8217; ke harta duniawi <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<img style="&quot;border: none;" src="http://signatures.mylivesignature.com/54489/384/75DA30EF687E7C8495EE2FE8D65F8093.png" style="border:none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irenesalomo.com/2011/11/orang-kaya-yang-bodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beberes Kampung Mangga Ubi – Video</title>
		<link>http://irenesalomo.com/2011/11/beberes-kampung-mangga-ubi-videos/</link>
		<comments>http://irenesalomo.com/2011/11/beberes-kampung-mangga-ubi-videos/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 16:48:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Irene Salomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ministry]]></category>
		<category><![CDATA[Social]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irenesalomo.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Detail tentang pelayanan di mangga ubi bisa teman-teman baca di sini Thanks untuk Ko Adi dan tim yang udah mendokumentasikan momen ini &#38; memberi izin u/aku publish di personal blog ini BTW foto seorang ibu yang teman2 lihat sebelum memutar video ini adalah ci timbul, salah satu janda kristen yang tinggal di kampung ubi. Beliau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Detail tentang pelayanan di mangga ubi bisa teman-teman baca di <a href="http://irenesalomo.com/2011/11/beberes-kampung-mangga-ubi/" target="_blank">sini</a></p>
<p>Thanks untuk Ko Adi dan tim yang udah mendokumentasikan momen ini &amp; memberi izin u/aku publish di personal blog ini <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>BTW foto seorang ibu yang teman2 lihat sebelum memutar video ini adalah ci timbul, salah satu janda kristen yang tinggal di kampung ubi. Beliau bersedia supaya rumahnya dibongkar agar tanahnya bisa dibangun life center 5 roti dah 2 ikan di Kampung Mangga Ubi. Dalam kondisinya yang sederhana, dia mempersembahkan tanah tsb <strong>tanpa syarat</strong>, sedangkan dia sendiri mengontrak rumah lain yang sangat sederhana. Bagi sebagian besar dari kita, tindakannya benar2 tidak masuk akal. Namun begitulah salah satu cara Tuhan menggerakkan hati manusia.  Beliau benar2 &#8216;Janda dengan 2 keping uang&#8217; pada masa kini<br />
Semoga teladan hidup ci Timbul dan video ini bisa mendorong kita u/lebih peduli dan berbagi dengan sesama kita.<br />
<object width="400" height="224" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowfullscreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.facebook.com/v/10150351703512828" /><embed width="400" height="224" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.facebook.com/v/10150351703512828" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" /></object></p>
<img style="&quot;border: none;" src="http://signatures.mylivesignature.com/54489/384/75DA30EF687E7C8495EE2FE8D65F8093.png" style="border:none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irenesalomo.com/2011/11/beberes-kampung-mangga-ubi-videos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>How to Add Video from Youtube to WordPress</title>
		<link>http://irenesalomo.com/2011/11/how-to-add-video-from-youtube-to-wordpress/</link>
		<comments>http://irenesalomo.com/2011/11/how-to-add-video-from-youtube-to-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 07:05:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Irene Salomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lessons Learned]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irenesalomo.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[As I said in my previous post, migrating blog from blogspot to wordpress needs can not migrate the youtube videos embedded in previous blog. Since I&#8217;m a newbie in WP, it takes while for me to finally know how to embed youtube video in WordPress :p.At first, I thought it can be done by clicking [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>As I said in my <a href="http://irenesalomo.com/2011/11/good-bye-blogspot-welcome-to-wordpress-bagaimana-migrasi-dari-blogspot-ke-wordpress/" target="_blank">previous post</a>, migrating blog from blogspot to wordpress needs can not migrate the youtube videos embedded in previous blog. Since I&#8217;m a newbie in WP, it takes while for me to finally know how to embed youtube video in WordPress :p.At first, I thought it can be done by clicking <strong>Add Video </strong>Link in WordPress Editor pages like this</p>
<p><a href="http://irenesalomo.com/wp-content/uploads/2011/11/add-video-to-blog.jpg"><img class="size-medium wp-image-158 alignnone" title="add video to blog" src="http://irenesalomo.com/wp-content/uploads/2011/11/add-video-to-blog-300x107.jpg" alt="" width="342" height="121" /></a></p>
<p>Then, I just realized that it can only put video URL link that can be clicked by readers :p. I tried around 2-3 other tutorials, yet it still didn&#8217;t work.</p>
<p>Thanks to <a href="http://www.gie.web.id/how-to-put-youtube-video-in-wordpress-post.htm" target="_blank">Ogie</a> who put the right steps in his blog:</p>
<p style="padding-left: 30px;">1. Copy video&#8217;s embed HTML</p>
<p><a href="http://irenesalomo.com/wp-content/uploads/2011/11/add-video-to-blog2.jpg"><img class="size-medium wp-image-159 alignleft" title="add video to blog2" src="http://irenesalomo.com/wp-content/uploads/2011/11/add-video-to-blog2-300x248.jpg" alt="" width="387" height="320" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="padding-left: 30px;"><span id="more-156"></span></p>
<p style="padding-left: 30px;">2. Change WP Editor tab from <strong>Visual</strong> to <strong>HTML </strong>and paste the video&#8217;s embed code from previous step. <strong>Caution: </strong>this won&#8217;t work if you don&#8217;t change to <strong>HTML</strong> tab<strong><br />
</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><a href="http://irenesalomo.com/wp-content/uploads/2011/11/add-video-to-blog3.jpg"><img class="size-medium wp-image-162 alignnone" title="add video to blog3" src="http://irenesalomo.com/wp-content/uploads/2011/11/add-video-to-blog3-300x152.jpg" alt="" width="349" height="176" /></a><strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"> 3. Click <strong>Preview </strong>or<strong> Publish</strong>, hola&#8230;.you can see the embed youtube video now <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<img style="&quot;border: none;" src="http://signatures.mylivesignature.com/54489/384/75DA30EF687E7C8495EE2FE8D65F8093.png" style="border:none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irenesalomo.com/2011/11/how-to-add-video-from-youtube-to-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Good bye Blogspot, welcome to WordPress – Bagaimana Migrasi dari Blogspot ke WordPress</title>
		<link>http://irenesalomo.com/2011/11/good-bye-blogspot-welcome-to-wordpress-bagaimana-migrasi-dari-blogspot-ke-wordpress/</link>
		<comments>http://irenesalomo.com/2011/11/good-bye-blogspot-welcome-to-wordpress-bagaimana-migrasi-dari-blogspot-ke-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 08:47:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Irene Salomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lessons Learned]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irenesalomo.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kurang lebih 2 tahun 9 bulan menggunakan jasa blogspot u/ngeblog, pada bulan oktober akhirnya aku memutuskan u/menyewa domain irenesalomo dan hosting di http://omnivps.com/ sebagai tempat blog. Alasan migrasi ini sangat simple, yaitu: dari dulu punya &#8216;cita-cita&#8217; untuk punya domain sendiri, kalau perlu dengan nama sendiri juga *narcis mode:ON* lagi pengen mencoba CMS WordPress yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah kurang lebih 2 tahun 9 bulan menggunakan jasa blogspot u/ngeblog, pada bulan oktober akhirnya aku memutuskan u/menyewa domain irenesalomo dan hosting di <a href="http://omnivps.com/" target="_blank">http://omnivps.com/</a> sebagai tempat blog. Alasan migrasi ini sangat simple, yaitu:</p>
<ul>
<li>dari dulu punya &#8216;cita-cita&#8217; untuk punya domain sendiri, kalau perlu dengan nama sendiri juga *narcis mode:ON* <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </li>
<li>lagi pengen mencoba CMS WordPress yang kata orang memberikan lebih banyak fleksibilitas u/para developer</li>
<li>sambil belajar manage hosting sendiri, kalau pas rajin terpikir untuk sekalian bikin website di subdomain ini.</li>
<li>harga sewa hosting sekarang ini super murah, aku cukup membayar 200,000/tahun alias per 365 hari! untuk sewa domain &amp; hosting</li>
<li>salah satu cara memovitasi diri untuk lebih banyak menulis (amin..)</li>
</ul>
<p>Mungkin ada yang bertanya, kenapa gak dari dulu aja ya? sebenarnya dulu sempat mempertimbangkan menggunakan wordpress, tapi di tahun 2009 menurut artikel yang aku baca, belum ada fasilitas migrasi blog dari WP ke Blogspot, sedangkan kalau dari blogspot bisa migrasi ke WP dengan mudah. Waktu meliat-liat theme WP juga sepertinya gak semenarik blogspot. Kenyataannya di tahun 2011 (bahkan mungkin dari sebelumnya), sudah ada plugin buat migrasi dari WP ke blogspot, theme WP juga gak kalah bagus dari Blogspot.</p>
<p>Tadinya aku menargetkan diri menggunakan hanya 2x weekend u/melakukan migrasi, ternyata oh ternyata karena ada masalah ketika menggunakan plug-in u/migrasi secara otomatis, ditambah kemalasan pribadi akhirnya prosesnya baru selesai setelah ± 1 bulan. Aku akan coba share beberapa pengalaman yang didapat dari proses migrasi ini:</p>
<h2><span style="color: #99cc00;"><strong><span style="text-decoration: underline;"><span id="more-87"></span></span>Hal yang berhasil dilakukan secara otomatis</strong></span></h2>
<h4 style="padding-left: 30px;"></h4>
<h4 style="padding-left: 30px;"><strong><strong><strong>»<strong><strong>»</strong></strong></strong></strong> Migrasi Blogspot ke WordPress tanpa plugin </strong></h4>
<p>Ceritanya, setelah berhasil menginstall WordPress versi terbaru ke hosting, aku langsung semangat tool yang udah tersedia u/melakukan migrasi secara otomatis lewat Dashboard WP &#8211;&gt;Tools &#8211;&gt; Import &#8211;&gt; Blogger. Sayangnya, setelah<em></em> dijalankan muncul error seperti ini:</p>
<p><a href="http://irenesalomo.com/wp-content/uploads/2011/11/domain_errorImport.png" target="_blank"><img title="domain_errorImport" src="http://irenesalomo.com/wp-content/uploads/2011/11/domain_errorImport-300x181.png" alt="" width="300" height="181" /></a></p>
<p>Setelah mencoba berbagai trik di google sampai meminta admin hosting mengecek setting protocol hosting, dan tetap tidak berhasil, akhirnya ada 1 tutorial yang memberi trik u/mengconvert blog dari blogspot ke format WordPress dulu lewat website <a href="http://blogger2wordpress.appspot.com/" target="_blank">ini</a>. Kemudian file tsb diupload lewat tool dari dashboard WP yang khusus u/import WordPress. Setelah tertunda 2 minggu, akhirnya cara ini berhasil mengimport seluruh blog posting, maupun comments <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<h4 style="padding-left: 30px;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong>»<strong><strong>»</strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong> </strong></strong>Melakukan redirection dari <a href="http://irenesalomo.blogspot.com/" target="_blank">blog lama</a> ke blog baru. </strong></h4>
<p>Karena blog lama sudah eksis hampir 2 tahun, pasti masih ada teman-teman yang mengakses blog lama. Mungkin juga search engine google masih mengarahkan hasil pencarian ke blog lama. Sedangkan aku juga gak mau mendelete blog lama di blogspot. Tapi tetap mau migrasi secara penuh. Solusinya adalah dengan <strong>redirection</strong>, apa artinya? Artinya setiap orang yang masih mengakses link blog aku yang lama, browsernya akan diarahkan secara otomatis ke blog yang baru di WP, tanpa orang tersebut perlu tau alamat blog yang baru. Nah, setelah sampai di blog WP yang baru, orang itu baru akan &#8216;ngeh&#8217; kalo aku udah migrasi ke WP.Teknik redirection sangat efektif khususnya kalo website kita punya Search Engine Optimization (SEO) yang cukup tinggi, artinya cukup dikenal oleh mesin pencari Google.</p>
<p>Setelah mencoba dengan berbagai script yang hasilnya kurang memuaskan alias gagal karena struktur link address alias <strong>permalink</strong> blogspot dan WP sangat berbeda. Contohnya, struktur link address di blogspot adalah&#8230;..blogspot/(angka tahun)/(angka bulan)/judul tulisan, sedangkan WP adalah &#8230;..wordpress/(angka tahun)/(angka bulan)/(angka tanggal)/judul tulisan. Akhirnya, aku baru tau ternyata WP udah menyediakan <a href="%20http://wordpress.org/extend/plugins/blogger-to-wordpress-redirection/" target="_blank">plugin</a> yang bisa melakukan redirection scr otomatis.</p>
<h4 style="padding-left: 30px;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong>»<strong><strong>»</strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong> </strong></strong>Meneruskan jumlah visitor counter dari blog lama</strong></h4>
<p>Tadinya, aku pikir visitor counter di blog baru harus mulai dari 1 lagi, padahal jumlah visitor di blog lama sudah mencapai ribuan. Emang gak fantastis sih, tapi tetap berasa sayang juga kalo harus hilang semuanya. Ternyata ada <a href="http://wordpress.org/extend/plugins/wordpress-hit-counter/" target="_blank">plugin visitor counter</a> di WP yang memiliki pilihan untuk mengeset initial number, jadi gak mesti mulai dari 1, yay! <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><span style="text-decoration: underline; color: #99cc00;"><strong>Hal yang harus (terpaksa) dilakukan </strong><strong>secara</strong> manual dan gagal termigrasi<br />
</span></h2>
<p>&nbsp;</p>
<h4 style="padding-left: 30px;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong>»<strong><strong>» </strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong>Migrasi tags, theme &amp; widget dari blogspot</h4>
<p>Entah mengapa, format dan isi yang tereksport dari blogspot cuma sampai level posting dan comment, sedangkan theme dan tags dari postingan aku sama sekali tidak terlihat lagi. Untuk theme tidak terlalu masalah, karena aku memang berencana sekalian mengganti theme blog, yang repot adalah tags atau dalam WP istilahnya category. Aku terpaksa harus bikin category baru dan melabeli tiap postingan dengan category2 itu. Aku tidak terlalu mempermasalahkan widget karena WP juga kaya akan plug in yang menarik. Ntah mengapa, aku merasa widget Blogspot juga sedikit memperlambat proses loading blog.</p>
<h4 style="padding-left: 30px;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong>»<strong><strong>» Nama commentor berubah menjadi Irene Salomo</strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></h4>
<p>Karena aku juga memutuskan menggunakan system comment dari <a href="http://disqus.com/" target="_blank">Disqus</a> yang lebih indah dan mudah dimanage, aku mengimport comment2 lama ke disqus. sayangnya nama commentor yang muncul semuanya menjadi &#8220;Irene Salomo&#8221;. Lucunya di Menu Sidebar sebelah kanan: <strong>Recent Comments </strong>nama commentor yang original masih ada :p.</p>
<p style="padding-left: 30px;"> <strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong>»<strong><strong>» Tag <em>read more</em> di postingan dan video yang diattach dari youtube menghilang<br />
</strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kesimpulan aku, migrasi dari blogspot ke wordpress sama sekali tidak sulit, hanya perlu waktu, ketekunan dan memilih-milih resources tutorial yang tepat di google, karena tutorial yang ada berjibun jumlahnya. Kesalahan yang aku lakukan adalah langsung mencoba tutorial yang aku temukan, sebelum membaca sampai bagian terakhir dan membandingkannya dengan tutorial lain yang sebenarnya lebih komplit dan tepat. Sehingga aku sempat agak &#8216;tertipu&#8217; dengan salah satu tutorial yang lebih banyak menggunakan script manual, padahal sudah ada plug in yang bisa melakukan hal yang sama. Langkah selanjutnya sekarang adalah lebih rajin nulis dan sedikit demi sedikit mempercantik personal website ini <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Referensi </strong>yang sangat menyelamatkan:</p>
<p><a href="http://bloggertowp.org/migrate-from-blogger-to-wordpress-best-tutorial/" target="_blank">http://bloggertowp.org/migrate-from-blogger-to-wordpress-best-tutorial/</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<img style="&quot;border: none;" src="http://signatures.mylivesignature.com/54489/384/75DA30EF687E7C8495EE2FE8D65F8093.png" style="border:none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irenesalomo.com/2011/11/good-bye-blogspot-welcome-to-wordpress-bagaimana-migrasi-dari-blogspot-ke-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thanksgiving Thursday – Training, Break, Salmon</title>
		<link>http://irenesalomo.com/2011/11/thanksgiving-thursday-training-break/</link>
		<comments>http://irenesalomo.com/2011/11/thanksgiving-thursday-training-break/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2011 00:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Irene Salomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[ibm]]></category>
		<category><![CDATA[thanksgiving thursday]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irenesalomo.com/2011/11/thanksgiving-thursday-training-break-salmon/</guid>
		<description><![CDATA[One of my blogger friend -Ci Shinta created a blog dedicated to let us share His kindness and to express our gratitude. You can find and read other people&#8217;s thanksgiving in here. I believe it&#8217;s wonderful to count God&#8217;s blessings, though we as humans tend to forget or take them as granted. So it inspires [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" href="http://4.bp.blogspot.com/-35Lit4GS2Mw/Tr04zZgFsyI/AAAAAAAAANA/l9kI1TFBk50/s1600/TT+button.png"><img src="http://4.bp.blogspot.com/-35Lit4GS2Mw/Tr04zZgFsyI/AAAAAAAAANA/l9kI1TFBk50/s1600/TT+button.png" alt="" width="250" height="171" border="0" /></a></div>
<p>One of my blogger friend -Ci Shinta created a blog dedicated to let us share His kindness and to express our gratitude. You can find and read other people&#8217;s thanksgiving in <a href="http://thanksgiving-thursday.blogspot.com/" target="_blank">here</a>. I believe it&#8217;s wonderful to count God&#8217;s blessings, though we as humans tend to forget or take them as granted. So it inspires me to write what I&#8217;m thankful for especially this week.</p>
<p>Since Wednesday &#8211; Friday, I had a training called Global Sales School (GSS) held by my company. Honestly, I felt so reluctant to join this because I&#8217;m not interested at all to be a salesperson, though my job title is &#8216;Technical <span style="text-decoration: line-through;">Sales</span>&#8216;, I focus more on technical side, not into the sales part. Apart from that, this training requires us to do so many assignments and readings before this 3 days face-to-face session, and even after sessions. Being in the 4th quarter of the year and having many tasks, I didn&#8217;t see any urgency in this training, other than to pass this as soon as possible. My motivation is only to avoid retaking GSS next year.</p>
<p><a name="more"></a><br />
As our group met the trainer in the first day, my perception towards GSS was totally changed  Previously, I thought we will be presented with so many selling strategy and methods. In fact, we still listened to that kind presentation, but we had many more simulations or <strong>sales call. </strong>Basically it&#8217;s a one-on-one role play between a customer and a salesperson. There was an experienced salesperson from IBM played role as customer with different scenarios, while we played as salespeople. There were totally 6 &#8216;customers&#8217; coming from India, Malaysia, and Indonesia. I got opportunities to handle 1 &#8216;customers&#8217; from each of those countries. Each of them gave me different impressions, experiences, and suggestions.We were also divided into several teams so we could observe our team mates during their sales call.<span id="more-5"></span></p>
<p>I like this training because mainly it taught me about different communication skills, like how to share technical value to business people who don&#8217;t understand about computer at all, how to show empathy to customers, how to handle objections properly, and the most interesting part is we can do those by asking the right question, instead of bluffer that is commonly done by some salespeople. I believe what I got from this training is very applicable in real world, my relationship with other people, God&#8217;s ministry, not only for my job. So I really thank God for this opportunity.</p>
<p>Besides of that learning part, this GSS was also fun because it gives me &#8216;break&#8217; for 3 days from my daily routine job, though at night I still checked email and did some tasks, at least I was refreshed. This GSS venue is in Intercontinental Hotel and I think our lunch is amazing. We had it in Java Restaurant, I thought they served Javanese food, but guess what &#8211; when I came in there was sushi and sashimi (salmon), my favorite food <img src='http://irenesalomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , so actually it&#8217;s a buffet restaurant with various menu. Their salmons are very fresh and the sushi is also good. Thank God for providing such special lunch during GSS.</p>
<table class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><a style="margin-left: auto; margin-right: auto;" href="http://4.bp.blogspot.com/-kpxfnl188Xw/Tr0_oHFfCFI/AAAAAAAAANI/Sw5uG7nk00Y/s1600/10112011230.jpg"><img src="http://4.bp.blogspot.com/-kpxfnl188Xw/Tr0_oHFfCFI/AAAAAAAAANI/Sw5uG7nk00Y/s400/10112011230.jpg" alt="" width="400" height="300" border="0" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;">One of my plate with Sashimi and sushi</td>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;"></td>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;"></td>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>I myself really hope there are more salespeople who can apply what we have learned from GSS. So <span style="text-decoration: line-through;">our </span> focus isn&#8217;t just in selling products, but the most important is customers can get value and benefit from our solutions.</p>
<img style="&quot;border: none;" src="http://signatures.mylivesignature.com/54489/384/75DA30EF687E7C8495EE2FE8D65F8093.png" style="border:none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irenesalomo.com/2011/11/thanksgiving-thursday-training-break/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

