<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-22633592</atom:id><lastBuildDate>Wed, 11 Jan 2012 20:11:49 +0000</lastBuildDate><category>Poetry</category><category>Filmmaking</category><category>Tour with my film</category><category>My life in Korea</category><category>Fiction</category><category>News</category><category>Interview with</category><category>Review</category><category>Festivals</category><title>where's ifa?</title><description>someone who can't tell the difference between the falling rain and loneliness</description><link>http://isfansyah.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>84</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/isfansyah" /><feedburner:info uri="isfansyah" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>isfansyah</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-6254516700395432219</guid><pubDate>Sun, 11 Sep 2011 20:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-11T13:55:38.571-07:00</atom:updated><title>Paris</title><description>Saya sedang berada di Paris untuk audio mixing film saya yang kedua, Sang Penari. Terakhir saya update blog ini saat saya berada di India 2 tahun yang lalu untuk mixing Garuda Di Dadaku. Ini tidak sengaja, hanya saja mungkin saat saya berada di luar negeri waktu saya jadi agak longgar untuk menulis. Kali ini saya menulis dari iphone dengan aplikasi blogspot yang baru saja saya download. Mudah-mudahan dengan fasilitas ini saya jadi lebih sering menulis di blog saya ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-6254516700395432219?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/P9_FaqwXRkE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/P9_FaqwXRkE/paris.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2011/09/paris.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-3258272672183184916</guid><pubDate>Fri, 13 Mar 2009 05:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-12T22:14:33.673-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tour with my film</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Filmmaking</category><title>MINGGU KEDUA DI CHENNAI</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SbnrbylKTwI/AAAAAAAAAnA/78MXdeRqIJY/s1600-h/gdd+vertikal.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 281px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SbnrbylKTwI/AAAAAAAAAnA/78MXdeRqIJY/s400/gdd+vertikal.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312536098126843650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah hampir masuk minggu ketiga di Chennai untuk post produksi Garuda Di Dadaku. Jika sesuai dengan rencana kurang dari seminggu lagi semua proses Garuda Di Dadaku sudah selesai. Proses color grading sudah beres diminggu pertama, hasilnya sangat memuaskan setelah melihat hasil print. Semua musik untuk scoring dan soundtrack sudah terdengar, dahsyat. Sudah saya bilang, saya berada di tengah orang-orang yang tepat untuk mengerjakan Garuda Di Dadaku, semua bekerja pada porsi yang tepat. Ini ada bocoran untuk teaser poster. Selamat menikmati sebuah film keluarga Indonesia, selamat menunggu tanggal 18 Juni 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-3258272672183184916?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/jDQx-lGsAOk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/jDQx-lGsAOk/minggu-kedua-di-chennai.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SbnrbylKTwI/AAAAAAAAAnA/78MXdeRqIJY/s72-c/gdd+vertikal.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2009/03/minggu-kedua-di-chennai.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-7782424662580642602</guid><pubDate>Sun, 14 Dec 2008 06:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-13T23:15:21.039-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Filmmaking</category><title>HERE IS IFA</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SUSx7UZpkCI/AAAAAAAAAms/C_dKo_0jfBA/s1600-h/Behind+the+scene+GDD+1503.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SUSx7UZpkCI/AAAAAAAAAms/C_dKo_0jfBA/s320/Behind+the+scene+GDD+1503.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279540295831752738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Wuuaaah..lama sekali tidak menulis atau bahkan sekedar membuka blog saya sendiri. Artinya pasti memang banyak sekali yang terjadi dalam hidup saya selama ini :) Intinya saya memutuskan untuk meninggalkan Korea pada bulan September. Dan mulai saat itu waktu seperti berjalan dengan sangat cepat, atau mungkin juga terlalu banyak yang harus saya kerjakan sampai membuat adanya jarak antara saya dengan internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya saja, mulai saat itu saya terlalu sibuk menyiapkan film panjang saya yang pertama, GARUDA DI DADAKU. Setelah menyelesaikan shoting selama bulan November, film itu sekarang masuk tahap editing dan rencana akan release pada bulan Juni 2009. Sebuah film anak dan sepak bola Indonesia. Film ini diproduksi oleh SBO Films, sister company dari Salto Films. Dan karena beberapa hal itu pula akhirnya film RUMAH DAN MUSIM HUJAN menjadi film panjang kedua saya dan mudah-mudahan bisa diproduksi pada bulan Maret 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini juga sekaligus mengabarkan kalo saya sudah resmi kembali dan ada di tanah air, kalaupun saya masih harus ke Korea lagi pasti hanya untuk menyelesaikan beberapa urusan sekolah yang belum sempat terselesaikan sebelum saya pulang. Kabar lain, film pendek saya HUAN CHEN GUANG juga sudah mulai jalan-jalan bersama project film 9808. Setelah International Premiere di Pusan Int'l Film Festival, awal tahun depan akan Europe Premiere di Int'l Film Festival Rotterdam. Dan juga film SETENGAH SENDOK TEH yang sudah mulai diputar di Indonesia dan berhasil membuat bosan penonton :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kabar dan cerita singkatnya. Kalimat yang lagi ngetrend dan terdengar dimanapun saya bertemu teman-teman adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ifaaa..kamu kuruuuus bangeeeet!! turun berapa kiloo?? Gimana caranyaaa???"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-7782424662580642602?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/rlHiqmZr1TM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/rlHiqmZr1TM/here-is-ifa.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SUSx7UZpkCI/AAAAAAAAAms/C_dKo_0jfBA/s72-c/Behind+the+scene+GDD+1503.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>6</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/12/here-is-ifa.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-5488050874835659568</guid><pubDate>Wed, 16 Jul 2008 06:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-15T23:27:58.521-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Filmmaking</category><title>9808 MOVIE TRAILER</title><description>&lt;embed src="http://blip.tv/play/AcKoCo3pAw" type="application/x-shockwave-flash" width="430" height="265" allowscriptaccess="always"allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;A group of filmmakers from various background, visual artists, musicians, and other creative/arts workers collaborate to honor a decade of Indonesian Reform era (1998-2008) by preparing 10 self funded short films inspired by May'98 events. This project is expected to initiate a dialogue within the public, especially among the students in an attempt to empower the public to address issues and to say something through audio-visual-medium.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-5488050874835659568?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/Q0AhtCaerXI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/Q0AhtCaerXI/9808-movie-trailer.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/07/9808-movie-trailer.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-4484088475258336120</guid><pubDate>Wed, 02 Jul 2008 17:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-02T10:19:07.855-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tour with my film</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My life in Korea</category><title>BUSAN ASIAN SHORT FILM FESTIVAL 2008</title><description>Beberapa foto dari website Busan Asian Short Film Festival 2008.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_KE2K8Lk1JME/SGu20mIoWqI/AAAAAAAAAak/qh-QlXAcTqk/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_KE2K8Lk1JME/SGu20mIoWqI/AAAAAAAAAak/qh-QlXAcTqk/s400/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218465607945050786" /&gt;&lt;/a&gt;Guest Visit dan foto bareng penonton anak-anak SMP setelah pemutaran Setengah Sendok Teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_KE2K8Lk1JME/SGu4clZnAoI/AAAAAAAAAbE/c6JZ2NC1dwU/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_KE2K8Lk1JME/SGu4clZnAoI/AAAAAAAAAbE/c6JZ2NC1dwU/s400/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218467394454225538" /&gt;&lt;/a&gt;Wawancara dengan sebuah majalah lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_KE2K8Lk1JME/SGu3ZD5HRmI/AAAAAAAAAa0/cauXNV908Hk/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_KE2K8Lk1JME/SGu3ZD5HRmI/AAAAAAAAAa0/cauXNV908Hk/s400/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218466234408322658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_KE2K8Lk1JME/SGu3hwvJulI/AAAAAAAAAa8/JG64EY0pWmM/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_KE2K8Lk1JME/SGu3hwvJulI/AAAAAAAAAa8/JG64EY0pWmM/s400/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218466383885089362" /&gt;&lt;/a&gt;Open Talk tentang film pendek di Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-4484088475258336120?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/HcwmAFt_UVU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/HcwmAFt_UVU/busan-asian-short-film-festival-2008.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://bp3.blogger.com/_KE2K8Lk1JME/SGu20mIoWqI/AAAAAAAAAak/qh-QlXAcTqk/s72-c/1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/07/busan-asian-short-film-festival-2008.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-6680747634096194042</guid><pubDate>Sat, 28 Jun 2008 10:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-28T04:15:14.854-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My life in Korea</category><title>LONELY VACATION</title><description>나 어제 방학데 경주에서 갔어요.&lt;br /&gt;경주부터 부산까지 부스로 1시간 걸러요.&lt;br /&gt;이것는 사진을 찍었어요.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SGYbWho9DsI/AAAAAAAAAZ0/nJCACN3PBAA/s1600-h/DSC03019.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SGYbWho9DsI/AAAAAAAAAZ0/nJCACN3PBAA/s400/DSC03019.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216887292156513986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SGYc18Zj_EI/AAAAAAAAAaU/4uV4SSklInc/s1600-h/DSC03021.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SGYc18Zj_EI/AAAAAAAAAaU/4uV4SSklInc/s400/DSC03021.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216888931427286082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SGYdHWOWb2I/AAAAAAAAAac/Lp8AYuTJ6aY/s1600-h/DSC03043.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SGYdHWOWb2I/AAAAAAAAAac/Lp8AYuTJ6aY/s400/DSC03043.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216889230417358690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SGYb4DfU-HI/AAAAAAAAAaE/VV8A-EhSdxM/s1600-h/DSC03038.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SGYb4DfU-HI/AAAAAAAAAaE/VV8A-EhSdxM/s400/DSC03038.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216887868178626674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SGYcCzoGOyI/AAAAAAAAAaM/cIGV6MPpWgY/s1600-h/DSC03029.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SGYcCzoGOyI/AAAAAAAAAaM/cIGV6MPpWgY/s400/DSC03029.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216888052899003170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-6680747634096194042?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/yyozyfxLOKk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/yyozyfxLOKk/lonely-vacation.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SGYbWho9DsI/AAAAAAAAAZ0/nJCACN3PBAA/s72-c/DSC03019.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/06/lonely-vacation.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-4874441180002973668</guid><pubDate>Sun, 15 Jun 2008 17:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-15T11:44:21.960-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My life in Korea</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Filmmaking</category><title>SEMESTER MUSIM SEMI SELESAI</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SFVi7hc3BKI/AAAAAAAAAZs/gxBleordjPE/s1600-h/DSC02780.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SFVi7hc3BKI/AAAAAAAAAZs/gxBleordjPE/s400/DSC02780.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212180918482437282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya selesai juga semester musim semi dan mulai menikmati liburan musim panas setelah hampir sebulan di hajar demikian banyak tugas akhir semester. Evaluasi dari semester kemaren adalah jangan terlalu banyak mengambil kelas untuk semester musim gugur yang akan datang. Belajar di kelas ternyata memang masih membosankan, belum lagi kewalahan membagi waktu mengerjakan tugas di akhir semester. Lebih baik sedikit duduk di kelas dan perbanyak jalan-jalan. Dan target semester depan adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;film sound.&lt;/span&gt; Berikut ini sedikit review untuk beberapa kelas yang aku ambil di semester musim semi kemaren :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Modern Film Theory&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kelas ini ternyata mempelajari tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;National France Cinema&lt;/span&gt; dan lebih fokus ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Francois Truffaut&lt;/span&gt; selama setengah semester. Sedangkan setengahnya lagi tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Asian Cinema&lt;/span&gt; yang fokus ke Hong Kong dan Taiwan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Wong Kar Wai, Edward Yang dan Tsai Ming Liang).&lt;/span&gt; Aku sendiri nggak begitu tahu tentang apa yang mereka diskusikan karena kemampuan bahasa koreaku yang belum bisa mengikuti proses perkuliahan yang sangat cepat. Kelas ini hanya aku manfaatkan untuk menonton film dan belajar bahasa korea. Di saat aku sudah menyiapkan presentasi tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tsai Ming Liang&lt;/span&gt;, dosen di kelas ini malah menyuruh aku untuk menyiapkan presentasi tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Indonesian Cinema&lt;/span&gt;. Jadi di akhir semester sebelum ujian mereka jadi tahu sejarah film Indonesia sejak jaman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Loetoeng Kasaroeng, Usmar Ismail &lt;/span&gt;sampai MFI. Dan memang benar, sangat malu saat harus bilang bahwa film terbaik Indonesia yang berjudul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ekskul&lt;/span&gt; itu mengambil musik dari film korea yang berjudul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tae Guk Ki.&lt;/span&gt; Dan parahnya lagi tanpa sengaja hari itu aku memakai kaos &lt;span style="font-style: italic;"&gt;MK pictures,&lt;/span&gt; PH yang memproduksi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tae Guk Ki&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Producing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mata kuliah dengan dosen yang mengajar dengan bahasa korea tercepat, belum lagi dialeg Busan yang kadang orang korea (Seoul) pun nggak ngerti artinya apa. Untung saja kelas ini di tengah semester di isi dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Im Kwon Taek Masterclass&lt;/span&gt;. Bersama lima orang teman tergabung di kelompok tiga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Naeng Jeong Blues)&lt;/span&gt; dan memproduksi film pendek adaptasi dari sebuah novel,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; To Be or Not To Be&lt;/span&gt;. Dari awal aku udah kesulitan karena novel itu berbahasa korea. Di proses &lt;span style="font-style: italic;"&gt;script development&lt;/span&gt; kalo teman yang lain pegang naskah, aku pegang kamus Indonesia-Korea keluaran Pusat Studi Korea UGM. Shoting menyenangkan, bonus salah casting. Pemain tiba-tiba saja potong rambut setelah hari pertama dari tiga hari shoting yang di jadwalkan. Aku yang di produksi ini ada di departemen sinematografi senyum-senyum aja di saat yang lain marah-marah pasca peristiwa rambut itu. Hasilnya tidak terlalu menyenangkan, tapi proses yang sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cinematography&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Agak belajar banyak di kelas ini mulai dari kamera 16mm sampai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Camera Language. &lt;/span&gt;Walaupun ujian akhir semester kelas ini sedikit aneh. Tanpa di kasih tahu sebelumnya tiba-tiba saja sudah diberi jatah filmstock 16mm 400 feet. Harus menulis cerita saat itu juga dan shoting saat itu juga di studio. Mungkin karena aku masih eman-eman aja liat filmstock yang digunakan asal-asalan. Akhirnya di kelas ini untuk ujian aku bikin film pendek berjudul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kom (Dream)&lt;/span&gt;. Hasilnya tidak cukup bagus karena kameramen yang selalu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;out focus&lt;/span&gt; dan dosen yang salah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;format ratio&lt;/span&gt; waktu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;telecine.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Digital Film Workshop&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kelas dengan kelompok yang paling menyenangkan. Ini satu-satunya kelas mahasiswa tahun kedua yang aku ambil. Dari awal kelompokku udah terlihat asyik. Di tugas pertama aku bikin scene pembunuhan yang jadi tugas terbaik. Trus aku sempet ninggalin kelompok ini saat mereka ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;openclass&lt;/span&gt; selama dua hari di pedesaan dan aku harus ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jeonju Film Festival.&lt;/span&gt; Lalu di tugas akhir semester membuat film pendek dengan judul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Balkan Gudu (The Red Shoes).&lt;/span&gt; Ceritanya simpel, tentang seorang perempuan ABG yang tiba-tiba saja sepatu hak tinggi-nya jadi berasa sakit setelah cintanya ditolak. Tugasnya adalah bagaimana menggambarkan bahwa sakit yang dirasakan gadis itu ada di di kaki dan hatinya. Aku yang jadi kameramen cukup terbilang sukses di kelas ini. Hasil filmnya lumayan, tapi semua temen-temen kelompokku jadi terlihat lemas karena ada masalah teknis di sound ruang screening saat pemutaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Directing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di kelas ini aku belajar banyak tentang adaptasi. Mulai adaptasi dari berita di koran, artikel di majalah, foto sampai judul lagu. Setiap minggu harus mempresentasikan cerita hasil adaptasi. Adaptasi dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;remake&lt;/span&gt; memang cara yang cukup populer untuk nelajar film disini. Sebelum membuat film sendiri, beberapa kali ada tugas untuk re-make beberapa scene dari film yang udah ada. Aku membayangkan seperti band yang membawakan lagu orang lain terlebih dahulu sebelum mereka menciptakan lagu sendiri. Di akhir semester masing-masing diberi tugas personal. Tugas akhir semester berupa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;film essay&lt;/span&gt; tentang emosi. Aku membuat film tentang perasaan kangen terhadap keluarga. Konsepnya apa yang aku lihat disini beda dengan apa yang aku dengar. Aku melihat Korea, tapi yang ada di telingaku adalah suara-suara di Indonesia. Sebenernya hasil filmnya biasa, hanya beberapa stok gambar di korea yang aku beri ilustrasi musik dan suara-suara kedua keponakanku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Adam dan Dinda)&lt;/span&gt; yang sedang belajar membaca dan menyanyi. Tapi berhasil menjadi tugas terbaik dan dengan sukses membuat beberapa orang menangis pada saat pemutaran tugas di ruang screening.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-4874441180002973668?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/nuwStBdS-tQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/nuwStBdS-tQ/semester-musim-semi-selesai.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SFVi7hc3BKI/AAAAAAAAAZs/gxBleordjPE/s72-c/DSC02780.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/06/semester-musim-semi-selesai.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-2053110989271602054</guid><pubDate>Tue, 13 May 2008 08:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-13T02:11:06.317-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Filmmaking</category><title>HUBERT BALS SUPPORT PROJECT "RUMAH DAN MUSIM HUJAN"</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SClaNCx4EuI/AAAAAAAAAY8/bg3J9W5sUzw/s1600-h/postcard-photo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SClaNCx4EuI/AAAAAAAAAY8/bg3J9W5sUzw/s400/postcard-photo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199786424906814178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="c_wfm_main_1_UserControl_main1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ada kabar bagus saat saya berada di Jeonju Film Festival. Beberapa hari selama disana saya menempati sebuah kamar hotel yang sangat mewah tapi tanpa koneksi internet. Dan hal terbodoh yang saya lakukan adalah saat saya memutuskan untuk tidak membawa laptop. Saya pikir saya hanya pergi ke sebuah kota di sebelah Busan, seperti dari Jogja pergi ke Semarang, buat apa bawa laptop. Tapi hal itu yang menyiksa saya selama di Jeonju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam terakhir saya dipindah ke sebuah kamar yang lebih kecil tapi berfasilitas komputer lengkap dengan koneksi internetnya. Dan di tengah malam saat saya kembali ke kamar, internet tersebut benar-benar membawa berita bagus. Sebuah email dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hubert Bals Fund&lt;/span&gt; di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;International Film Festival Rotterdam.&lt;/span&gt; Mereka mengabarkan bahwa mereka telah memutuskan untuk mensupport project &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rumah dan Musim Hujan&lt;/span&gt; dengan judul versi bahasa Inggris &lt;span style="font-style: italic;"&gt;One Day When The Rain Falls. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: left; font-style: italic;"&gt;&lt;span id="c_wfm_main_1_UserControl_main1"&gt;&lt;br /&gt;The Hubert Bals Fund is designed to bring remarkable or urgent feature films and feature-length creative documentaries by innovative and talented filmmakers from developing countries closer to completion. The HBF provides grants that often turn out to play a crucial role in enabling these filmmakers to realize their projects. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="c_wfm_main_1_UserControl_main1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="c_wfm_main_1_UserControl_main1"&gt;Although the Fund looks closely at the financial aspects of a project, the decisive factors remain its content and artistic value. Since the Fund started in 1988, close to 600 projects from independent filmmakers in Asia, the Middle East, Eastern Europe, Africa and Latin America have received support. Approximately 80% of these projects have been realised or are currently in production. Every year, the IFFR screens completed films supported by the Fund.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="c_wfm_main_1_UserControl_main1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="c_wfm_main_1_UserControl_main1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="c_wfm_main_1_UserControl_main1"&gt;Begitulah yang tertulis di &lt;a href="http://professionals.filmfestivalrotterdam.com/eng/hubert_bals_fund.aspx"&gt;website&lt;/a&gt; mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang membuat lebih menyenangkan adalah pagi harinya. Saya agak terlambat untuk sarapan di restaurant hotel. Sarapan adalah salah satu waktu yang tepat untuk bertemu dengan tamu festival yang lain. Di sebuah meja sudah ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;John Torres (Filipina)&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Israel dan Laura Cardenas (pasangan sutradara suami-istri dari Meksiko), Mathias (Argentina).&lt;/span&gt; Saya yang duduk sambil senyum-senyum langsung ditanya oleh Israel, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kenapa senyum-senyum?".&lt;/span&gt; Saya hanya bilang, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Maaf kalo kamu akan lihat saya senyum-seyum seharian ini, saya dapet Hubert Bals!"&lt;/span&gt;. Mereka mereka langsung teriak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Haaah!! Israel dan Laura juga dapet!! di email semalam.."&lt;/span&gt; Semua yang ada di meja itu langsung tertawa ngakak. Dan hal yang lebih menyenangkan lagi, malamnya saat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Closing Ceremony,&lt;/span&gt; film &lt;span style="font-style: italic;"&gt;John Torres&lt;/span&gt; berikutnya juga mendapatkan support funding juga dari program &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Work in Progress" &lt;/span&gt;di Jeonju, film &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mathias&lt;/span&gt; juga mendapatkan film terbaik di sesi kompetisi international. Ternyata meja yang digunakan untuk sarapan di pagi hari itu penuh dengan kemenangan. Dan sangat menyenangkan untuk berbagi kebahagiaan bersama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-2053110989271602054?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/dPWgYy9PG5k" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/dPWgYy9PG5k/hubert-bals-support-project-rumah-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SClaNCx4EuI/AAAAAAAAAY8/bg3J9W5sUzw/s72-c/postcard-photo.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/05/hubert-bals-support-project-rumah-dan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-1596874816957111727</guid><pubDate>Sat, 10 May 2008 11:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-13T01:31:38.773-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tour with my film</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Festivals</category><title>CATATAN JEONJU INT'L FILM FESTIVAL 2008</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SClQMSx4EtI/AAAAAAAAAY0/SMx7FkAQaqE/s1600-h/DSC02655.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SClQMSx4EtI/AAAAAAAAAY0/SMx7FkAQaqE/s200/DSC02655.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199775416905634514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jeonju sangat menyenangkan, festival maupun kotanya. Ada suasana Jogja disana, atau mungkin saya yang terlalu ingin menciptakan suasana Jogja disana. Bertemu teman-teman lama dan berkenalan dengan teman-teman baru. Film dan makanan, mungkin dua kata itu yang paling tepat untuk menggambarkan Jeonju selama berada disana kemaren. Ditambah saya berhasil mendapatkan tiket untuk melihat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Night &amp;amp; Day"&lt;/span&gt;, film terbaru dari sutradara Korea yang saya kagumi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hong Sang Soo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setengah Sendok Teh&lt;/span&gt; di putar di Megabox Cinema Street. Berikut petikan dialog saya dan penonton di dua sesi Q&amp;amp;A selama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jeonju International Film Festival 2008.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Penonton 1 (P1) : Saya melihat warna kostum yang digunakan pemain semakin lama semakin berwarna, mengikuti emosi film. Apakah itu sengaja di desain sebelumnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ifa (I) : Pada awalnya memang saya mendesain warna dan karakter setiap baju yang dikenakan pemain di film ini.  Warna dan karakter baju selalu mengikuti emosi setiap karakter. Tapi di proses editing saya mengubah cerita film ini dan setiap scene menjadi berlompat-lompatan. Jadi saya pikir desain baju di draft akhir film yang baru saja kita lihat ini sudah tidak berfungsi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;P1 : Apa yang kamu maksud dengan tidak berfungsi lagi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Menurut saya, unsur yang paling penting dalam sebuah film adalah cerita. Jadi saat saya sadar bahwa sesuatu yang tidak bagus terjadi di film saya, satu hal terpenting yang harus diselamatkan adalah cerita. Karena alasan itu saya mengorbankan desain kostum yang sudah saya buat agar cerita yang ada di film saya tetap mengalir dengan baik. Tentu saja kostum tetap berfungsi, tapi tidak berfungsi seperti yang saya rencanakan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;P2 : Kenapa warna yang digunakan di film ini cenderung merah, apakah juga untuk mencerminkan emosi cerita dan karakter?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Itu akibatnya, akibatnya warna merah di film ini bisa mewakili emosi cerita dan karakter, tapi bukan sebab. Ada beberapa sebab, saya memutuskan untuk menggunakan warna merah sebagai warna dominan setelah saya menemukan lokasi. Saya pikir warna merah adalah warna yang paling tepat untuk menunjukkan karakter kota saya, karena lokasi yang saya pilih di kota saya berwarna itu, bioskop, bis kota dll. Tapi mungkin sebab yang justru paling realistis adalah karena alasan tekhnis. Di kota tempat saya membuat film ini tidak tersedia peralatan yang bisa saya gunakan untuk membuat karakter cahaya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daylight&lt;/span&gt;, hampir semua peralatan lampu yang tersedia adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tungsten.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;P3 : Jika dilanjutkan lagi, akan seperti apa hubungan setiap karakter di film ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Saya tidak pernah tahu akan seperti apa. Mungkin ending di film ini seperti hidup kita hari ini, sekarang pun saya tidak tahu apa yang akan terjadi nanti dan besok. Tapi saya suka dengan komentar salah seorang teman setelah menonton film saya beberapa waktu yang lalu, menurut dia tokoh suami yang ada di film ini akhirnya mati, karena saya meletakkan shot ruang tamu yang kosong di akhir film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;P3 : Kenapa kamu menggunakan shot yang panjang dan lama, dan dialog yang diulang-ulang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Di film ini saya ingin membuat film yang membosankan, tapi penonton tetap bertahan sampai film selesai. Saya pikir kebosanan identik dengan sesuatu yang lama dan berulang-ulang, karena itu lah saya selalu membuat setiap dialog di film ini menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;repetitif.&lt;/span&gt; Kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"aku cinta kamu"&lt;/span&gt; yang sebenarnya manis dan romantis pun terbukti menjadi sangat membosankan jika di ulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;P4 : Adakah sutradara lain yang menginspirasi sebelum kamu buat film ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Setelah naskah dari film ini selesai dibuat, saya menonton salah satu film &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tsai Ming Liang.&lt;/span&gt; Kemudian saya ingin melakukan seperti apa yang ia lakukan dengan alasan yang sederhana. Sepertinya sangat enak membuat film seperti apa yang ia buat : hanya meletakkan kamera, duduk, teriak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"action!"&lt;/span&gt;, tidur, kemudian bangun dan teriak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"cut!"&lt;/span&gt;. Shotnya dia begitu panjang. Tapi setelah saya mencoba, ternyata sama sekali tidak mudah. Justru sangat susah untuk menjaga aliran cerita dan emosi dengan shot yang panjang dan diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;P5 : Kenapa Half Teaspoon?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Sebenernya bukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Half Teaspoon&lt;/span&gt;, original title untuk film ini adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setengah Sendok Teh&lt;/span&gt;. Hanya saja saat di bahasa inggriskan menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Half Teaspoon&lt;/span&gt;. Dua kata itu memang mempunyai arti sama, tapi mempunyai kesan atau bahkan emosi yang sama sekali berbeda. Awalnya hanya karena saya suka kata itu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setengah Sendok Teh.&lt;/span&gt; Tapi akhirnya saya putuskan untuk menjadi judul karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Half Teaspoon&lt;/span&gt; merepresentasikan karakter utama di film ini. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Half&lt;/span&gt;  berarti tidak kosong dan tidak penuh. Abu-abu, ragu-ragu dan seperti hanya karena tidak bisa mengambil keputusan iya atau tidak, hitam atau putih, kosong atau penuh. Itulah karakter utama di film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;P6 : Kenapa kopi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Saya suka kopi, semua orang sebenernya tahu bahwa rasa kopi itu pahit. Tapi banyak yang suka. Buat saya seperti itulah hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;P6 : Di filmmu ada dialog "aku benci hari selasa", ada apa dengan hari selasa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Bisa kita skip pertanyaan ini?&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Moderator menjawab bisa)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;P7 : Sampai kapan kamu mau membuat film yang berat dan gelap?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Moderator (M) yang sudah melihat film saya sebelumnya membantu untuk menjawab)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M : Kebetulan saya sudah melihat film-film Ifa sebelumnya. Justru menurut saya Ifa baru saja mulai membuat film yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Benar, ini film pertama yang saya ceritakan dengan berat. Tapi kalo mau dilihat dengan sederhana, film ini sebenarnya sangat sangat sangat ringan. Hanya kisah cinta segitiga biasa. Sebelumnya saya selalu mengambil tema yang berat dan saya ceritakan dengan sederhana. Film saya sebelumnya tentang gempa bumi di kota saya yang menewaskan lebih dari 6000 orang, itu hal sayang sangat berat, tapi saya ceritakan dengan ringan. Di film ini saya mencoba sebaliknya, cerita dan tema yang sangat ringan tapi saya ceritakan dengan berat. Saya baru mulai, belum saatnya ditanya kapan harus berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;P1 : Bagaimana komentar kamu tentang film Indonesia yang lain di sesi ini, "Hullahoop Soundings"?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Edwin adalah salah satu filmmaker yang dekat dengan saya. Saya bukan hanya temannya, tapi saya juga salah satu dari fans Edwin. Kamu bisa tahu, sangat susah untuk tidak menyukai sebuah film yang dibuat oleh sutradara yang kita idolakan, walaupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hullahoop Soundings &lt;/span&gt;bukan film terbaik Edwin. Maksud saya fiilm ini belum bisa mewakili Edwin seperti yang saya kenal, untuk lebih mengenal Edwin kamu harus melihat film-filmnya yang lain. Mungkin karena ini film &lt;span style="font-style: italic;"&gt;remake&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;P7 : Bisa kasih tahu apa yang sekarang sedang kamu kerjakan atau yang akan kamu kerjakan sebagai pembuat film?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : Tahun ini saya harus menyelesaikan program saya di Pusan, kemudian tahun depan saya baru bisa membuat film panjang saya yang pertama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-1596874816957111727?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/UocUQowrk2E" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/UocUQowrk2E/catatan-jeonju-international-film.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SClQMSx4EtI/AAAAAAAAAY0/SMx7FkAQaqE/s72-c/DSC02655.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/05/catatan-jeonju-international-film.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-7319647457888834629</guid><pubDate>Tue, 29 Apr 2008 18:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-29T12:05:38.929-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My life in Korea</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Filmmaking</category><title>9808, PROJECT MELAWAN LUPA</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SBdxdA5OiXI/AAAAAAAAAYk/4_lZWUl8Px8/s1600-h/mini9808-01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SBdxdA5OiXI/AAAAAAAAAYk/4_lZWUl8Px8/s400/mini9808-01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194745438465329522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebulan setelah sampai di Korea, beberapa teman pembuat film di Indonesia mempunyai inisiatif untuk berbuat sesuatu di tahun 2008 dalam rangka sepuluh tahun setelah peristiwa Mei 1998. Saya langsung mengiyakan tanpa berpikir panjang karena buat saya sangatlah menyenangkan melakukan hal  yang positif bersama-sama, apapun itu. Beberapa bulan kemudian, jadilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Huan Chen Guang&lt;/span&gt; untuk project ini. Film ini lahir karena saya harus berada di sebuah ruang  yang baru dan sangat asing saat mencoba mengingat-ingat lagi tentang peristiwa Mei '98. Sepuluh tahun setelah peristiwa itu, saya berada di sebuah negara yang bahkan mempunyai huruf yang tidak mampu saya baca pada waktu itu, saya hidup di sebuah asrama yang katanya international tapi 90 persen dari mereka yang tinggal disini adalah warga Cina, dan banyak hal yang baru lainnya. Hal tersebut yang menjadikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Huan Chen Guang&lt;/span&gt; akhirnya lahir untuk project ini. Mencoba menghubungkan dengan sebuah peristiwa di masa lalu dan sebuah peristiwa yang baru saya alami di masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja saya masih berada di Indonesia saat sepuluh tahun sejak peristiwa itu, tentu saya juga akan membuat hal yang berbeda. Dari sini saya belajar sedikit banyak tentang hubungan membuat film dan ruang si pembuat film. Saya sendiri mempunyai hubungan emosional yang sangat kuat dengan Mei 1998. Mungkin karena saya waktu itu sedang terlalu bersemangat untuk belajar menghadapi UMPTN sedangkan semua orang justru sibuk turun ke jalan dan membuat saya gagal mencapai lokasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;try out&lt;/span&gt; karena terkena gas air mata tepat pagi hari setelah Moses Gatotkaca meninggal. Atau beberapa kali saya yang harusnya masih tidur tapi harus mengantar bapak ke kantor yang memutuskan tidak membawa motor karena sorenya pasti terjebak demo. Sebuah peristiwa yang asyik untuk seorang anak yang lulus SMA di tahun 1998. Setelah kenyataan mengharuskan bahwa sepuluh tahun setelah peristiwa itu saya harus tinggal di negara lain, jadilah&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Huan Chen Guang&lt;/span&gt; untuk project 9808 bersama 10 film pendek yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Click &lt;a href="http://9808films.wordpress.com/"&gt;here&lt;/a&gt; for detail about 9808 project.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-7319647457888834629?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/uO327JyniKw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/uO327JyniKw/9808-project-melawan-lupa.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SBdxdA5OiXI/AAAAAAAAAYk/4_lZWUl8Px8/s72-c/mini9808-01.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/04/9808-project-melawan-lupa.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-7862098962533200596</guid><pubDate>Tue, 29 Apr 2008 17:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-29T11:24:31.723-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tour with my film</category><title>SETENGAH SENDOK TEH DI JEONJU INT'L FILM FESTIVAL 2008</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SBdmYw5OiVI/AAAAAAAAAYU/BhBGZrY43eQ/s1600-h/kb20050324-jiff.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SBdmYw5OiVI/AAAAAAAAAYU/BhBGZrY43eQ/s320/kb20050324-jiff.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194733270822979922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setengah Sendok Teh&lt;/span&gt; Korean premiere di Jeonju International Film Festival. Festival ini adalah festival terbesar kedua di Korea setelah Pusan dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setengah Sendok Teh&lt;/span&gt; akan diputar dua kali (6, 7 Mei/20.00/Megabox) di program &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cinemascape&lt;/span&gt;.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Cinemascape introduces the latest works of masters which open a horizon of new aethetics and the films of remarkable new director"&lt;/span&gt;, begitu yang tertulis di definisi program katalog festival.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang awalnya membuat senang tapi akhirnya bikin males juga adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setengah Sendok Teh&lt;/span&gt; yang diputar satu sesi dengan film pendek &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jia Zhangke.&lt;/span&gt; Jia adalah salah satu filmmaker generasi keenam China yang mulai dikenal setelah filmnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Pickpocket&lt;/span&gt;. Males juga lama-lama mendengar kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Waah hebat, satu section ama Jia Zhangke!"&lt;/span&gt; Satu hal yang bikin tambah semangat justru karena satu section juga dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hollahoop Sounding&lt;/span&gt;, film pendek terbaru Edwin. Sudah lama saya ingin menonton film ini setelah kemaren premiere bareng di Rotterdam. Film ini adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;remake&lt;/span&gt; dari karya tugas akhir &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Joel Coen (No Country For Old Man)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sabar untuk berangkat ke Jeonju, sebuah kota kecil di Korea yang sangat terkenal dengan makanan traditionalnya. Katanya Bibimbap di Jeonju enak banget, padahal di Pusan rasanya nggak karuan. Besok kita coba!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Click &lt;a href="http://eng.jiff.or.kr/02_program/FilmView.aspx?section=0006&amp;amp;subsec=0008&amp;amp;seq=411&amp;amp;page=1"&gt;here&lt;/a&gt; for details.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-7862098962533200596?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/kgpkVGMBClY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/kgpkVGMBClY/setengah-sendok-teh-di-jeonju-intl-film.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/SBdmYw5OiVI/AAAAAAAAAYU/BhBGZrY43eQ/s72-c/kb20050324-jiff.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/04/setengah-sendok-teh-di-jeonju-intl-film.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-5912584081392593728</guid><pubDate>Fri, 18 Apr 2008 10:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-18T03:27:48.554-07:00</atom:updated><title>SUPPORT FOR RADIOHEAD MUSIC VIDEO CONTEST</title><description>Click this video for support Indonesian videomaker in Radiohead official music video contest.&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://api.aniboom.com/embedded.swf?videoar=204673"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="sameDomain"&gt;&lt;param name="quality" value="high"&gt;&lt;embed src="http://api.aniboom.com/embedded.swf?videoar=204673" quality="high" width="425" height="355" allowscriptaccess="sameDomain" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-align:center;font-size:12px;"&gt;&lt;a href="http://www.aniboom.com"&gt;Watch more cool animation and creative cartoons at aniBoom&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Concept and video work by Wahyu Aditya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;The side effect of war could contaminate the point of view of each person that involved. What happen if your parents become one of the killing machine of your country? what do you do if your country like to attack a weak country to become their alliance in the future? what should we do?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-5912584081392593728?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/zla1J7YcZ20" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/zla1J7YcZ20/support-for-radiohead-music-video.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/04/support-for-radiohead-music-video.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-1554617568900874044</guid><pubDate>Mon, 07 Apr 2008 16:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-07T09:48:01.512-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Interview with</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tour with my film</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Filmmaking</category><title>INTERVIEW WITH HONGKONG BEATS MAGAZINE</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R_pOGbXdw5I/AAAAAAAAAXQ/j4VEYfctPC0/s1600-h/beats2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R_pOGbXdw5I/AAAAAAAAAXQ/j4VEYfctPC0/s200/beats2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186543793202906002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;BEATS is first and foremost a music magazine, with an eye and ear towards what's happening in dance clubs around the city. But it's much more than that. Beats is simply your monthly guide to entertainment. We'll tell you what's happening both locally and around the world when it comes to music, movies, DVDS, travel, books, food and more. We'll talk to the hottest emerging and established artists, whether they sing the songs, make the grooves, roll the cameras or act before your eyes. If something's happening in entertainment, we'll be sure to find out about it, because we want you to know too. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beats Magazine (BM) : Describe your piece, Half Teaspoon, in your words?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ifa Isfansyah (II) : Half Teaspoon is a pack of my dreams that I wish to never come true. A dream of sip in a mixture of three teaspoon coffee and half teaspoon sugar, a dream of watch movie in cheap theater, a dream of being unfaithful to my lover, a dream of take a bus to travel everywhere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;BM : What were the inspirations for the ideas of your piece?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II : In the beginning, I just want to make a boringness movie that make audience keep watching untill the end of my movie. I don’t know what kind of a movie that I want to make, what kind of a boringness that I want to create. A boringness is always identically with something not interesting. People always try and try to escape if they feel boring. What will happen if we face that feeling? Half Teaspoon start from that point.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;BM : How was the process of turning this idea in your head into an actual media form?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II : I more often to come to the painting/photography exebithion. I still didn’t know why people can enjoy and see the static picture for a long time. Normally, people can enjoy the painting/picture not longer that 1 minute and leave it. But someday, I found someone who stand and watch one picture for 30 minutes. I don’t know what he’s thingking about? What will he get if watch the picture for 30 minutes? Why he decide to leave that picture after 30 minute? I want to know the answer of all my question. So, I try to watch the same picture for 30 minutes, but I feel so boring in 5 minutes. After 5 minutes, I get more visual experience. But the most important is I get more psychologycally experiece : the first one minute I feel something beautiful, next two minutes I feel so lonely, next one minute I feel boring and the last one minute I missing someone. From that point, I want to create Half Teaspoon like a painting or photography exebithion and have a story inside. I want my boringness stock was empty before start to shot Half Teaspoon, just for one mission : a comfortable borringness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;BM : Toughest part of the process?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II : I have two toughest part and both have a relation. First, I feel difficult to direct and explain my concept to my actor/actress. Because all of them is our parents. The Husband (played by Suhartono) is my father, The Wife (played by Titi Dibyo) is my cinematographer’s mother and The Bus Driver (played by Suparwoto) in my editor’s father. Especially my father, he like my previous movie very much (Be Quiet, Exam is in Progress!) and that movie have a different style with Half Teaspoon. Maybe he feel confuse when realise what kind of a movie that I will make in Half Teaspoon. Finally, I just say to them : play your role untill you feel so boring, if you start to feel boring just raise your hand..i will say cut. In one short scene in this film, I can have a 10-15 minutes footage. That’s why I have length feature film in the first draft of editing, 72 minutes. That’s mean also I have second toughest part. I like the first version, I really feel boring when I watched, but I also feel uncomfortable, I didn’t want it. I cut and cut again untill I have 18 minutes version. In this part, the story was change and very different with the script that we use for shooting. But, that is filmmaking and I like it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;BM : What's next after you've won the IFVA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II : First, I must finish my scholarship program in Pusan, South Korea, and also prepare for my first length-feature film, One Day When The Rain Falls. I make my first feature with Fourcolours Films and still looking for any kind of co-production or funding. I also co-founded the Jogja-Netpac Asian Film Festival and this year on progress for the 3rd round. This year, I also start to developed a new distribution system in Indonesia, KoperasiFilm.com, a project that aims to establish an online archive and store so that Indonesian independent films may be appreciated in a larger scale.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;BM : Last question, describe about yourself?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II : I was born, grew up and spend my whole life in Jogjakarta, Indonesia, the city that I love it very much. I founding Fourcolours Films in my hometown and has been actively producing short films. I was just an ordinary boy next door before I started making film. I suddenly have a particular weight that I have to carry along because I started it all in the city where there was no such thing before. Now I’m living in Pusan South Korea for one and a half year. Leaving all that I love in my hometown just to learn, improve and enhance what I’ve chose; filmmaking.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-1554617568900874044?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/T9Nqn3Qc0oE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/T9Nqn3Qc0oE/interview-with-hongkong-beats-magazine.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R_pOGbXdw5I/AAAAAAAAAXQ/j4VEYfctPC0/s72-c/beats2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/04/interview-with-hongkong-beats-magazine.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-3855958872864039206</guid><pubDate>Tue, 25 Mar 2008 02:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-24T20:16:20.695-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tour with my film</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My life in Korea</category><title>HALF TEASPOON WIN A GRAND PRIZE IN HONGKONG INDEPENDENT FILM VIDEO AWARD 2008</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R-hodrXdw3I/AAAAAAAAAXA/V6ospB_yxZ4/s1600-h/2e9fc62180.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R-hodrXdw3I/AAAAAAAAAXA/V6ospB_yxZ4/s400/2e9fc62180.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181506230356394866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Taken from www.filmfestivalworld.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hurray, creative talents! More than 20 local and Asian directors have just received prizes from the 13th Hong Kong Independent Short Film and Video Awards (ifva) and are prepared to radiate their creative energies in the city and around the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The ifva is the most active promoter of creative media in Hong Kong and Asia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From this year’s ifva award-winning works, one can see the diversity of styles and possibilities of “Moving the Images.” “Merry X’mas” by the Open Category Gold award winner AU Man-kit Jevons, as the jury Elaine Chow said, “is genuine and rather touching” showing the ordeal of poverty on a little girl. “A very direct way of letting viewers feel the problems of the blind and the response they elicit” as commented by the jury Chan Pik-yu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Voice in the Darkness” by Lee Ka-wai and Lau Chui-ting, Gold award winners of the Youth Category, brings the audience to the darkness through lens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leong Suet-yan Cherry reveals her great potential in joining the rapid-growing local animation field with her Gold-awarded work “The Hole” using paper-cutting techniques with a “delightful surprise” (commented by the jury Lo Che-ying Neco).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isfansyah Ifa from Indonesia impresses the jury of the Asian New Force Category with his highly stylized work “Half Teaspoon.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suwichakornpong Anocha from Thailand plays around with the real and the fabricated real with respects to the ontology of filmmaking in his work “Jai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The full list of Awards include:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Single-Screen-Based Interactive Media Category-&lt;br /&gt;Gold Award: "With hold"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silver Award: "Alliance"&lt;br /&gt;Director: kWONG Wing-fat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;and "Rubbing Tool"&lt;br /&gt;Director: KWOK Yu-ho, CHAN Wai-yu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Special Mention: "Pixsonic Playground"&lt;br /&gt;Director: CHEUNG Hon-him, LAM Chi-fai, Jason&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Animation Category-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gold Award: "The Hole"&lt;br /&gt;Director: LEONG Suet-yan, Cherry&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silver Award:  "Link"&lt;br /&gt;Director: CHUI Chun-yu, CHAN Wai-yee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Special Mention&lt;br /&gt;The Red Buds&lt;br /&gt;Director: LEUNG Man-ki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;and "Wisdom Tree"&lt;br /&gt;Director: HO Man-kit, TSUI Ka-hei, TSUI Ka-long, CHAN Siu-chung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Open Category-&lt;br /&gt;Gold Award: "Merry X’mas"&lt;br /&gt;Director: AU Man-kit, Jevons&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silver Award: Wong Tsz Ching in "Search for Wong Tsz Ching"&lt;br /&gt;Director: WONG Tsz-ching&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;and The Young Dream&lt;br /&gt;Director: CHOW Tze-chun, LAI On-ching&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Special Mention: "Variable"&lt;br /&gt;Director: WONG Wai-kit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Youth Category-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gold Award: "Voice in the Darkness"&lt;br /&gt;Director: LEE Ka-wai, LAU Chui-ting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silver Award: "Family"&lt;br /&gt;Director: HONG Chun-wai, LAM Chi-Kin, CHAN Fu-lim, TANG Ho-man&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Special Mention: "GameLive"&lt;br /&gt;Director: FONG Ching-kui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;and "Lost View"&lt;br /&gt;Director: CHAN Kai-lun, CHAN Shun-wa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Deliverance"&lt;br /&gt;Director: KWAN Tsz-wai, Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asian New Force Category-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grand Prize: "Half Teaspoon"&lt;br /&gt;Director: ISFANSYAH Ifa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jia"&lt;br /&gt;Director: SUWICHAKORNPONG Anocha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Special Mention: "Bare"&lt;br /&gt;Director:  Santana ISSAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Independent Short Film and Video Awards (ifva), hosted annually by the Hong Kong Arts Centre, has been actively promoting innovative creative media since 1995. In addition to supporting short film, video, and interactive media, ifva also organizes pre- and post-award activities to enhance public awareness of creative media and encourage media interaction. Committed to developing local indie talent, ifva seeks to break new ground and push the boundaries of innovation and creativity.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-3855958872864039206?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/oP4d25sbCUM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/oP4d25sbCUM/half-teaspoon-win-grand-prize-in.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R-hodrXdw3I/AAAAAAAAAXA/V6ospB_yxZ4/s72-c/2e9fc62180.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/03/half-teaspoon-win-grand-prize-in.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-62185652459411856</guid><pubDate>Mon, 24 Mar 2008 15:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-24T09:05:42.411-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My life in Korea</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Filmmaking</category><title>DIRECTOR AND MONITOR</title><description>Beberapa bulan terakhir ini saya sedang tidak percaya dengan sebuah monitor saat produksi. Film saya yang terakhir saya selesaikan tanpa melihat monitor. Beberapa kali mengerjakan tugas penyutradaraan di kampus, saya juga mengabaikan monitor. Saya merasa lebih nyaman untuk mengoreksi acting pemain saya langsung dari sebelah kamera, dengan cara ini juga menuntut saya menjadi lebih percaya dengan kameramen saya. Mungkin hanya karena saya sedang belajar fokus pada sebuah acting, bukan pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mise en scene&lt;/span&gt; seperti biasanya. Ditambah  juga saya sedang tidak harus mempertanggungjawabkan apa yang saya kerjaankan kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang sedang saya gemari ini jelas bukan sebuah cara yang baru, justru cara yang sangat klasik yang selalu dilakukan oleh semua sutradara jaman sebelum ditemukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;video sender&lt;/span&gt;  untuk mengantarkan gambar dari kamera ke sebuah monitor. Karena itulah setiap ada kesempatan bertemu sutradara generasi tua (yang sempat melewati jaman belum bisa memakai monitor), saya pasti tergoda untuk menanyakan hubungan director dan monitor ini. Senin (24/3) kemaren saya kembali berkesempatan bertemu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Im Kwon Taek&lt;/span&gt; saat kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R-fO9rXdw2I/AAAAAAAAAW4/YCLWrk9Qo7Q/s1600-h/653.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R-fO9rXdw2I/AAAAAAAAAW4/YCLWrk9Qo7Q/s320/653.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181337455321531234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ifa Isfansyah&lt;/span&gt; : Dimanakah posisi anda saat menyutradarai film?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Im Kwon Taek&lt;/span&gt; : Sebanyak 69 judul film saya selesaikan dengan hanya berada di sebelah kamera, selebihnya (31 judul) saya selesaikan dengan sesekali melihat monitor karena sudah ditemukan fasilitas itu. Saya akui monitor memang sebuah alat yang efektif untuk seorang sutradara mengoreksi gambar. Tapi saya tidak terlalu percaya dengan apa yang saya lihat di monitor. Saya lebih percaya dengan apa yang saya lihat langsung dengan mata saya. Pertanyaan bagus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-62185652459411856?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/BXvslosizLo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/BXvslosizLo/director-and-monitor.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R-fO9rXdw2I/AAAAAAAAAW4/YCLWrk9Qo7Q/s72-c/653.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/03/director-and-monitor.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-3351970156900944736</guid><pubDate>Sun, 16 Mar 2008 14:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-16T08:04:36.606-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My life in Korea</category><title>TERSESAT DI BUSAN</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R9027vEarXI/AAAAAAAAAWw/7JD7hE6TiAI/s1600-h/DSC02133.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R9027vEarXI/AAAAAAAAAWw/7JD7hE6TiAI/s400/DSC02133.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178355546421112178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Weekend kemaren sempet iseng naik bis tanpa liat jalur, asal naik aja bis yang pertama kali datang di halte. Ternyata jalur 133 itu naik ke sebuah tempat terpencil sampai mentok dan berhenti di garasi bis. Karena sudah diniati untuk tersesat ya jadinya malah sekalian jalan-jalan.&lt;br /&gt;Asyiknya justru nemu lapangan bola yang asyik dan sore itu kebetulan untuk pertandingan bola bapak-bapak. Lumayan, hampir dua jam kesampaian nonton bola di lapangan setelah berkali-kali melewatkan liga champion. Dari awal kick off aku udah megang tim merah, kebetulan juga maennya bagus. Ternyata benar, skor akhir 3-1 untuk tim merah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-3351970156900944736?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/3Gxro7vWLoA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/3Gxro7vWLoA/tersesat-di-busan.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R9027vEarXI/AAAAAAAAAWw/7JD7hE6TiAI/s72-c/DSC02133.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/03/tersesat-di-busan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-505446071988613437</guid><pubDate>Tue, 26 Feb 2008 19:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-26T11:48:46.248-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My life in Korea</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Filmmaking</category><title>MEMBUNUH (WAKTU) KOREA</title><description>Liburan musim dingin benar-benar sangat lama. Setelah stock rasa kesepian saya sudah habis beberapa bulan yang lalu, sekarang giliran stock rasa bosan saya yang habis. Benar-benar sudah tidak bisa lagi merasakan bagaimana rasa bosan itu. Akhirnya (waktu) Korea benar-benar berhasil saya bunuh dengan sebuah kegiatan yang mempesona : menulis buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya menulis sebuah buku dengan judul yang sangat dahsyat : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JADILAH SUTRADARA FILM : SEBUAH PANDUAN UNTUK GENERASI PENERUS PERFILMAN INDONESIA.&lt;/span&gt; Hahahahaha…Sebuah judul yang sangat sombong!!! Saya suka!! Alhamdulillah, akhirnya saya sombong. Mudah-mudahan kalo sudah cetak nanti bisa selesai dibaca sambil cengar cengir oleh para generasi penerus perfilman Indonesia yang sekarang mungkin masih SMP/SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kasih bocorannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEBELUM MEMBUAT FILM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jangan terburu-buru membuat film. Yang terpenting adalah kamu tahu dan sadar bahwa kamu ingin menjadi seorang sutradara. Memang benar untuk bisa disebut sutradara adalah kita harus membuat film. Tapi film hanyalah media dan pilihan untuk menyampaikan apa yang kamu tahu dan ada di kepalamu, jadi kalo kamu tidak tahu apa-apa filmmu juga nanti tidak akan berarti apa-apa. Yang harus kamu lakukan pertama kali adalah bahwa kamu harus yakin suatu saat nanti kamu akan menjadi seorang sutradara besar. Mulai sekarang, apa yang kamu lakukan adalah perjalanan hidupmu untuk meraih impianmu itu. Semakin kontroversial, kisah perjalanan hidupmu menuju sutradara semakin menarik. Kamu harus sadari itu. Sabar dulu, jangan terburu-buru membuat film. Karena film pertama itu sangat penting untuk orang menjadi tahu siapa dirimu. Sekarang beraktifitaslah seperti biasa, hanya saja dalam sebuah kesadaran bahwa suatu saat nanti kamu akan menjadi seorang sutradara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu bisa buktikan ini. Carilah tahu siapa Steven Spielberg dulu pada waktu remaja, siapa Jean-Luc Godard pada saat SMP. Siapa Garin Nugroho pada waktu masih hidup di Jogja. Tidak ada yang langsung membuat film. Garin Nugroho saat di Jogja adalah………………………………………………………………………………………………………………………………&lt;br /&gt;………………………………………………………………………………………………………………………………….........&lt;br /&gt;...................................................................................................................................................................&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah ke-13 : Nonton Film Jelek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jangan anggap remeh langkah ini. Paksa mata dan hatimu untuk menonton film jelek hingga selesai, ini sangat penting. Mintalah referensi film jelek kepada temanmu. Atau mintalah reverensi film bagus kepada temanmu yang selera filmnya berbeda dengan kamu. Saya tidak akan menyarankan kamu untuk menonton film bagus, karena kamu pasti sudah melakukan tanpa saya sarankan. Tapi sekali lagi saya mohon, tontonlah film jelek. Saya tidak perlu kasih referensi disini, banyak sekali film jelek di Indonesia dan manfaatkanlah itu menjadi sebuah kelebihan. Dan yang paling penting adalah paksa dirimu menonton hingga film itu selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menonton jadikanlah dirimu benar-benar sebagai penonton. Bukan kritikus atau bahkan pembuat film. Harus menonton dan dengan iklas menerima apa yang ada film itu. Jangan biarkan otakmu ataupun mulutmu mengejek film itu atau bahkan menjelek-jelekkan film itu kepada orang lain. Tapi terimalah film itu dengan iklas setelah selesai menonton, jangan ucapkan sepatah katapun. Ini pekerjaan susah, ini tantangan. Kalopun kamu liat sebuah film horor yang setannya pake celana jeans, kamu harus diam. Kalopun kamu liat film tentang anak SMP tapi aktornya kumisan, kamu harus diam. Jangan ketawa!!! Ketawa itu artinya mengejek di permainan ini, kamu kalah kalo tertawa. Begitu seterusnya. Dan kalopun kamu ketahuan temanmu bahwa kamu menonton film yang masya Allah jelek itu, jangan malu. Cukup senyum saja bila di tanya. Ingat, ini latihan, jangan menjelek-jelekkan film orang lain walaupun setelah itu kamu muntah di kamarmu. Kalopun kamu benar-benar tidak bisa diam dan ingin mengeluarkan sesuatu yang ada di pikiranmu setelah menonton, maka catatlah. Kamu masih punya catatan kecil di sakumu. Yang perlu kamu lakukan adalah ingat baik-baik nama sutradara film itu. Sesuatu yang harus kamu pelajari dari kasus ini adalah bahwa suatu saat nanti kamu sangat mungkin membuat sebuah film yang jelek. Padahal kamu sudah berusaha sebaik mungkin tapi filmmu tetep saja jelek, ini sangat mungkin terjadi. Segeralah tebus kesalahanmu itu dengan membuat film bagus. Kalopun kamu akhirnya menjadi seorang sutradara yang membuat film setan bercelana jeans itu, paling tidak kamu tidak menjelek-jelekkan film orang lain. Ini penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah ke-14 : Olah Raga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah, kamu butuh olah raga. Paling tidak setelah kamu meluangkan waktu untuk menonton TVRI di langkah ke-12 dan dengan sukses menonton film jelek di langkah ke-13, pasti kamu mengalami kondisi stress yang berlebih. Maka berolah ragalah agar pikiranmu tenang. Bisa jadi kamu mengalami kondisi kejiwaan yang parah setelah menonton dua hal tersebut dan mengalami emosi yang sangat luar biasa, ingin membanting TV, ingin menjungkir balikkan tempat tidur sampai ingin melempari kaca kantor PH yang memproduksi film tersebut. Percayalah, dengan berolah raga akan mengalihkan semua energi emosimu. Kamu akan merasa segar kembali untuk melaksanakan aktifitas yang lain berhubungan menyiapkan fisik dan mentalmu untuk menjadi seorang sutradara besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihlah olah raga yang kamu suka. Mulai dari bermain basket, sepak bola sampai lari-lari kecil di halaman depan. Tapi saya sarankan untuk berlatih berenang, jangan takut air. Jangan sampai kamu yang tidak bisa berenang dan takut melihat air suatu saat nanti ingin membuat film dengan judul Air Merah. Jangan sampai itu terjadi dengan kamu, kamu harus dekat dengan space yang ada di filmmu. Belajarlah berenang jika kamu besok suatu saat punya keinginan membuat film tentang air, ini investasi. Banyak sekali sutradara yang tidak bisa bermain bola tapi membuat film tentang sepak bola atau tidak pernah naik kereta api tapi suka dengan setting kereta api yang katanya alat transportasi paling romatis. Kamu harus menjadi sutradara yang dekat dan paham betul dengan sesuatu yang kamu kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kamu tipe orang yang alergi olah raga, maka jangan lakukan dulu langkah ke-12 dan 13, berbahaya..&lt;br /&gt;………………………………………………………………………………………………………………………………………&lt;br /&gt;…………………………………………………………….......................................................................................&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah ke-24 : Kenali Agamamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terdengar aneh dan tiba-tiba menjadi sok moralis dan religius. Tapi ini benar dan tidak salah cetak, kenalilah agamamu! Bagaimanapun agama itu penting. Paling tidak kamu harus tahu seperti apa agamamu itu mengatur hidupmu. Apa yang dilarang oleh agamamu, apa yang dianjurkan oleh agamamu. Yang islam pergilah ke masjid, yang katolik atau kristen pergilah ke gereja, demikian juga agama yang lain. Minimal kamu tahu dasar-dasar ajaran agamamu. Kalopun ada sesuatu yang kamu tidak setuju tentang apa yang diajarkan di dalam agamamu, tanyakan ke yang lebih tahu. Cobalah baca kitabmu, cari tahu apa yang ada disana.&lt;br /&gt;Selain itu, kamu juga boleh untuk mencoba mengerti apa yang diajarkan agama lain, bahkan kamu sangat boleh untuka membandingkan. Cobalah temui temanmu yang mengerti agama lain. Ajaklah berdiskusi. Jangan berdebat dan kemudian saling membenci agama masing-masing. Agama adalah masalah sensitif, tapi jadikanlah ini menjadi ringan. Bicarakan agama dengan temanmu seperti kamu membicarakan masalahmu dengan pacarmu. Dan sadari betul bahwa ini kamu lakukan bukan untuk menjadi ahli agama, tapi untuk menjadi seorang sutradara. Kalo kamu temukan sesuatu yang menarik di agamamu atau agama orang lain, catat. Kamu masih mempunyai catatan kecil rahasia kita kan di sakumu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kebetulan kamu orang yang tidak percaya dengan agama dan memutuskan untuk tidak memiliki agama, itu tidak masalah. Yang harus kamu lakukan adalah temukan alasan kenapa kamu menjauhi agama. Argumenmu harus lebih kuat daripada apa yang ada di agama itu sendiri. Kamu adalah calon sutradara, calon pemimpin. Apa yang kamu lakukan bisa jadi dilakukan oleh orang lain. Makanya kamu harus selalu punya alasan yang orang lain bisa mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah ke-25 : Nongkrong di Lokalisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kamu boleh jalan-jalan ataupun sekedar duduk di daerah yang tidak moralis, carilah lokalisasi terdekat di kotamu. Kamu kan sudah belajar tentang agama sebelumnya, jadi langkah ini aman untuk dijalani. Saya sarankan untuk lebih aman lagi, jangan bawa uang. Di lokalisasi ini semuanya sangat filmis. Kamu harus bisa tangkap itu. Bagaimana dialog-dialog antara pedagang dan konsumen sangat menarik, atau bahkan sekedar cara mereka menawarkan dagangan. Bersikaplah seperti orang biasa, jangan tegang dan jangan mencatat di tempat itu juga. Kamu harus gunakan daya ingatmu dengan baik di sini. Kalo kamu temukan yang menarik, kamu catat setelah kamu keluar dari daerah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan terburuk adalah kamu bertemu dengan tetanggamu. Dan saya kembali menyarankan, jawablah dengan jawaban seperti yang teman-teman di usiamu lakukan, seperti “sedang penelitian” atau “lagi jadi volunter sebuah LSM”. Jangan karena saking paniknya kamu jawab “lagi refreshing” seperti yang saya lakukan dulu. Itu bisa menyebabkan salah paham yang berkepanjangan. Atau juga jangan kamu jawab dengan jujur “saya kan mau jadi sutradara, jadi harus ke lokalisasi”, itu juga terdengar aneh. Kamu harus sadar bahwa calon profesimu itu beda dengan profesi-profesi yang lain. Jadi masih terdengar aneh jika ada orang mau jadi sutradara. Selain karena langkah ini juga bukan langkah wajib, ini langkah pilihan, tapi penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu kamu lakukan adalah berada di tempat itu, merasakan dan melihat apa yang sebenarnya terjadi disana. Bagaimana mereka menjalani pekerjaan mereka. Lebih baik lagi kalo kamu bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Sebelum ini mungkin kamu merasa bahwa lokalisasi adalah sebuah tempat yang penuh dengan dosa dan hal-hal negatif lainnya. Tapi kamu akan menjadi tahu bahwa disana penuh juga dengan kesedihan, keputusasaan, penyesalan, rasa takut dan keterpaksaan di balik kedipan mata mereka.&lt;br /&gt;………………………………………………………………………………………………………………………………………&lt;br /&gt;…………………………………………………........................................................................................................&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;JALAN-JALAN DENGAN FILMMU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Langkah berikutnya adalah langkah yang paling asyik dan menyenangkan, tour with your film. Intinya adalah sebuah film harus di tonton. Jadi mulailah jalan-jalan dengan filmmu. Kemanapun kamu pergi, pastikan di dalam tas membawa DVD filmu. Kalo ada kesempatan bertemu dengan orang yang layak untuk kamu beri, berikanlah. Tapi pakailah strategi. Kamu harus dikenal sebagai sutradara, bukan sales DVD. Jadi tetaplah punya harga diri sebagai seorang seutradara, tidak asal ketemu dan langsung memberi film seperti seorang mahasiswa sekolah film pada umumnya. Ingat, sutradara bukan mahasiswa sekolah film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Festival&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Festival adalah cara yang paling tepat. Di acara inilah pestanya para orang film. Cari tahulah festival-festival yang penting untuk perjalanan karirmu. Baik di dalam negeri ataupun luar negeri. Jika di ibaratkan bahwa sebuah festival adalah perjalanan karirmu sebagai seorang pembuat film, maka jangan mulailah dari atas. Hindari dulu festival-festival kelas A. Carilah dulu festival yang paling dekat dengan lingkunganmu. Kalo memang di tingkat RT rumahmu ada festival film, daftarkan filmu. Pokoknya mulailah dari yang paling bawah. Daftarkan filmmu ke festival film yang ada di Indonesia. Manfaatkanlah internet, carilah dari situ.&lt;br /&gt;Banyak pembuat film yang mengikutkan filmnya ke sebuah festival untuk mencari kemenangan, kamu jangan lakukan ini. Ikutkanlah sebuah festival film agar filmmu di tonton orang dan di apresiasi di sebuah tempat yang tepat. Kemenangan? Itu bonus, bukan tujuan. Jika filmmu berhasil diputar di sebuah festival maka hadiri festival itu dengan senjatamu : DVD yang ada di tasmu. Siapa tahu di festival itu kamu akan bertemu orang yang kamu anggap harus melihat filmmu. Minimal tulislah nama judul film dan alamat email di DVD filmmu. Kalo memang dirasa perlu buatlah kartunama dan cantumkan pekerjaanmu : filmmaker.&lt;br /&gt;Dibawah ini saya catat beberapa sebab kenapa pembuat film tidak mengirimkan filmnya ke festival :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1.    Tidak tahu informasi mengenai festival film.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Filmmaker yang mempunyai alasan seperti ini termasuk dalam kategori susah untuk di tolong karena termasuk seorang filmmaker yang malas. Informasi tentang festival film jelas tersebar luas di internet. Salah satu cara selain mencari sendiri di internet adalah dengan cara ikut milis yang berhubungan dengan film seperti dunia film, indomovie, konfiden, indonesian filmmaker dsb. Di milis itu banyak informasi tentang sebuah festival film. Atau bisa bisa masuk : filmfestivalworld.com. Bisa juga menjadi member shortfilmdepot.com atau reelport.com. Di beberapa website itu banyak sekali informasi tentang festival film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2.    Terlalu banyak informasi sehingga tidak tahu festival mana yang akan diikuti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini alasan yang sangat logis. Banyak sekali festival film di dunia ini. Tapi paling tidak bisa dimulai dari yang paling dekat. Di Indonesia ada festival film pendek yang diselenggarakan oleh Konfiden (Komunitas Film Independen), daftarkan filmmu dan hadiri festival itu. Kalo kamu berasal dari luar Jakarta dan kebetulan punya uang cukup, naiklah kereta ekonomi. Ingat perjalananmu akan semakin menarik menjadi biografi jika nanti kamu menjadi seorang sutradara besar. Selain itu banyak juga festival yang lain seperti Mafvie Fest di Malang, Jember Film Festival, Festival Film Dokumenter di Jogja, Ok Video, Hello Fest dan banyak lagi. Ingat, jangan mengikutkan sebuah film di festival untuk mencari kemenangan.&lt;br /&gt;Setelah kamu puas filmmu jalan-jalan di dalam negeri, cari tahulah festival-festival yang ada di luar negeri. Jangan dulu festival kelas A seperti Berlin, Venice ataupun Cannes. Mulailah dari yang paling dekat seperti Singapore Int’l Film Festival atau Cinemanila Film Festival. Setelah itu kamu bisa mencoba ke festival seperti Pusan Int’l Film Festival, International Film Festival Rotterdam, Short-Short Film Festival di Tokyo, Clermont-Ferrand Short Film Festival, Hamburg Int’l Short Film Festival atau Oberhousen Short Film Festival. Kalo sudah berhasil diputar di beberapa festival seperti ini, biasanya filmmu akan jalan-jalan dengan sendirinya. Kamu hanya tinggal membuka email untuk mengecek programmer-programmer yang meminta filmmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;3.    Mahal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Iya, memang mahal untuk mengirim DVD preview copy dari Indonesia ke sebuah festival di luar negeri. Beberapa solusi yang saya lakukan adalah : Titip. Biasanya dari Indonesia pasti ada yang berangkat ke sebuah festival penting di luar negeri. Carilah informasi itu dan titipkan film kamu. Kalo kamu ingin menjadi seorang penitip yang tidak bertanggung jawab ya titiplah begitu saja. Tapi kalo kamu ingin menjadi penitip yang sedikit bertanggung jawab, bukalah website festival yang akan di datangi orang yang kamu titipi itu. Carilah guest list yang ada di website itu dan catatlah nama dan hotel tempat menginap tamu tersebut. Setelah itu kamu bisa siapkan amplop-amplop berisi filmmu yang sudah tertata rapi berdasarkan hotel tempat tamu itu menginap. Atau berikanlah filmmu dan percayakan bahwa filmmu akan diberikan kepada programmer yang hadir di festival itu. Cara yang lain adalah dengan mengajak teman untuk mendaftarkan ke sebuah festival yang sama. Semakin banyak teman yang bisa kamu ajak, maka biaya pengiriman akan jauh lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;4.    Mutung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apa sih bahasa Indonesianya? Tapi mutung adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan sebab ini. Ini adalah sebab psikologis seseorang tidak mengirimkan filmnya ke sebuah festival. Biasanya filmmaker yang seperti ini mendaftarkan filmnya di sebuah festival untuk mencari kemenangan. Di saat filmnya ternyata tidak menang ia menjadi mutung untuk mengikutkan filmnya ke sebuah festival film yang lain. Bahakan parahnya lagi filmmaker seperti ini biasanya terus memusuhi sebuah festival film. Hanya doa dan bujukan pacar yang bisa menyelesaikan masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang penting juga, carilah festival yang bisa memberi tiket jika filmmu berhasil diputar seperti : Short-Short Film Festival di Jepang, Almaty Int’l Film Festival di Kazakhstan, Hongkong Independent Film-Video Award dan masih banyak lagi. Begitu kamu ada kesempatan ke luar negeri, bawalah senjatamu : DVD, kartunama dan broken englishmu. Jadilah Sutradara!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bersahabat dengan Programer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Profesi ini mungkin belum di kenal di negara kita. Tapi seorang programmer adalah jabatan yang sangat penting dalam sebuah festival. Dia lah yang akan memilih film-film yang akan diputar di festivalnya. Kalo kamu merasa bahwa festival ada;ah jenjang karirmu, maka bersahabatlah dengan programmer. Jangan ada niatan untuk mendekati programmer karena agar filmmu diputar, tidak sama sekali. Tapi bersahabatlah seperti kamu bersahabat dengan temanmu yang lain. Berperilakulah seperti biasa. Pastikan dia memiliki filmu dan menonton, dan bersikaplah seperti layaknya seorang teman kerja atau teman main, jangan ada tendensi apa-apa.&lt;br /&gt;Karena semakin kamu mengenal………………………………………………………………………………………………………………………&lt;br /&gt;…………………………………………………………………………………………………………………………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah cuplikan (3%) dari buku “sombong” yang saya tulis untuk membunuh (waktu) Korea. Kabar buruknya adalah saya tidak tahu kapan buku ini akan terbit. Saya juga tidak tahu apakah ada penerbit yang tertarik. Dan saya juga tidak tahu kapan saya punya uang untuk menerbitkan buku ini sendiri. Yah..maklum, orang sombong yang masih pemula. Sombong tapi gak ada modal. Mungkin saya akan lebih belajar lagi untuk lebih menjadi sombong yang bertanggung jawab, maksudnya sombong yang dibarengi dengan kekuatan modal. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-505446071988613437?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/-SPa9LIOU1k" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/-SPa9LIOU1k/membunuh-waktu-korea.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><thr:total>6</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/02/membunuh-waktu-korea.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-533248553716857157</guid><pubDate>Wed, 20 Feb 2008 15:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-20T07:45:49.980-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My life in Korea</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Festivals</category><title>시네마테크의 친구들 모였네</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R7xKvDHIH1I/AAAAAAAAAWo/bjg8czEyeUE/s1600-h/cine21-01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R7xKvDHIH1I/AAAAAAAAAWo/bjg8czEyeUE/s400/cine21-01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169088644463992658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;시네마테크의 친구들 영화제가 1월8일 오후 7시30분 서울아트시네마에서 개막했다. 올해로 3회째를 맞은 이번 영화제는 개막작 버스터 키튼의 무성영화 &lt;셜록 주니어&gt;를 시작으로 마쓰모토 도시오의 &lt;수라&gt;, 장 비고의 &lt;라탈랑트&gt;, 에미르 쿠스투리차의 &lt;집시의 시간&gt; 등 총 30편의 영화를 상영한다. 영화배우 권해효의 사회로 진행된 개막식에선 영화진흥위원회 안정숙 위원장, ‘시네마테크의 친구들’의 대표인 박찬욱 감독이 축사를 했고 이두용, 배창호, 이명세, 김종관, 진원석, 이재용 감독도 참석해 자리를 빛냈다. 사진은 개막식 뒤 리셉션 자리에서 대화를 나누고 있는 인도네시아의 이파 감독, 김종관 감독, 이재용 감독(가운데 왼쪽부터).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taken from &lt;a href="http://www.cine21.com/Article/article_view.php?mm=001001001&amp;article_id=49834"&gt;CINE21 FIlm Magazine.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-533248553716857157?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/x_YqT1_vSdw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/x_YqT1_vSdw/blog-post.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R7xKvDHIH1I/AAAAAAAAAWo/bjg8czEyeUE/s72-c/cine21-01.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/02/blog-post.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-8086472429534761871</guid><pubDate>Tue, 19 Feb 2008 18:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-19T10:38:42.194-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tour with my film</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Festivals</category><title>ASIAN PREMIERE SETENGAH SENDOK TEH</title><description>Setengah Sendok Teh Asian Premiere di Hongkong Independent Film Video Award 2008, 22 Maret 2008 pukul 4.30 pm, kategori Asian New Force Competition.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R7sfMjHIH0I/AAAAAAAAAWg/q-m_cuajwFk/s1600-h/13ifva_festival_brochure_Page_01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R7sfMjHIH0I/AAAAAAAAAWg/q-m_cuajwFk/s400/13ifva_festival_brochure_Page_01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168759297781800770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R7sfFjHIHzI/AAAAAAAAAWY/AtU7A44378U/s1600-h/13ifva_festival_brochure_Page_10.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R7sfFjHIHzI/AAAAAAAAAWY/AtU7A44378U/s400/13ifva_festival_brochure_Page_10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168759177522716466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R7se_DHIHyI/AAAAAAAAAWQ/DYdDQX2mEns/s1600-h/13ifva_festival_brochure_Page_11.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R7se_DHIHyI/AAAAAAAAAWQ/DYdDQX2mEns/s400/13ifva_festival_brochure_Page_11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168759065853566754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari awal niat untuk ikut festival ini memang hanya karena tahu kalo 10 finalist akan dibiayai untuk berangkat ke Hongkong. Akhirnya Setengah Sendok Teh berhasil masuk (akhirnya) 11 finalist dari 600 judul film yang masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo Setengah Sendok Teh, berjuanglah lagi!! Kali ini kamu tak temani..nggak menang nggak papa, yang penting kita jalan-jalan ke Hongkong :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-8086472429534761871?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/1Qw5QYrY9as" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/1Qw5QYrY9as/asian-premiere-setengah-sendok-teh.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R7sfMjHIH0I/AAAAAAAAAWg/q-m_cuajwFk/s72-c/13ifva_festival_brochure_Page_01.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/02/asian-premiere-setengah-sendok-teh.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-1730934143557434438</guid><pubDate>Mon, 18 Feb 2008 14:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-18T07:00:53.683-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My life in Korea</category><title>KULIAH LAGI</title><description>Liburan musim dingin di Korea memang terlalu lama, tiga setengah bulan. Minggu kemaren sudah selesai KRS untuk semester depan dan awal Maret sudah mulai masuk hari pertama. Akhirnya kuliah lagi juga. Aku pikir dulu setelah selesai kuliah di ISI aku nggak akan kuliah lagi karena memang nggak suka. Ternyata hari ini aku melakukan hal itu lagi, kuliah. Ngisi KRS di ISI beda 180 derajat dengan di sini. Selama 8 tahun kuliah ISI aku KRS menggunakan mesin ketik manual, disini KRS di urus dari rumah karena semuanya ada di internet. Tapi aku tetap saja datang ke kampus karena nggak dong apa arti mata kuliah dalam bahasa Korea di website mereka. Akhirnya aku ngambil 15 sks semester ini. Itu pun masih di suruh nurunin lagi sama beberapa dosen karena katanya terlalu banyak dan mungkin sudah nggak perlu buat aku. Padahal aku pengen ngambil 18 sks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Modern Film Theory&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku ambil karena aku nggak begitu ngerti apa isi mata kuliah ini. Dan juga karena aku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;respect&lt;/span&gt; sama dosennya yang kebetulan juga salah satu programmer di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Women International Film Festival.&lt;/span&gt; Dia juga ngajar di mata kuliah documentary yang tidak ada rencana aku ambil. Sering ngobrol setiap hari Rabu kalo pas ketemu di program &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wednesday Doc&lt;/span&gt; di kampus. Aku pikir aku memang harus ambil salah satu mata kuliahnya dosen perempuan ini, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nam In Young.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cinematography&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semester kemaren sempet ketemu dosennya dan aku janji untuk ambil mata kuliahnya. Kebetulan juga dosen yang baik, sering nelpon hanya untuk ngajak makan malam bareng dia dan istrinya di rumahnya yang kebetulan deket asrama. Dan juga aku sudah janji sama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kelik (DOP di beberapa filmku) &lt;/span&gt;untuk ambil mata kuliah ini dan cerita ke dia kalo pulang ke Jogja. Paling nggak janji dengan dua orang itu adalah alasan yang cukup kuat untuk aku ambil mata kuliah ini. Selain memang karena aku pengen tahu lebih tentang 16mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Producing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mata kuliah ini harus aku ambil. Sempet mikir lama karena aku tahu dosennya hanya bisa bahasa Korea dan Prancis, nggak bisa bahasa Inggris. Akhirnya tetep aku ambil, itung-itung sekalian belajar bahasa Korea kalo memang nggak dong yang ia terangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Directing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dua kali di tolak masuk mata kuliah ini. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Prof Lee&lt;/span&gt; pikir aku sudah nggak butuh lagi mata kuliah ini. Tapi aku ngotot dan jelasin kalo aku bener-bener butuh. Aku sama sekali belum pernah dapat apa itu directing dari sebuah kelas yang formal. Kebetulan aku juga nggak suka sama dosen mata kuliah ini, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cong Chang Lee.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Digital Film Production&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mata kuliah bikin film digital 10 menit. Aku pasti akan banyak belajar banyak di kelas ini dan bagaimana produksi dengan temen-temen disini. Walaupun mata kuliah ini yang pasti akan banyak menyita waktu, tapi sepertinya menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masih ada lagi yang pengen banget aku ambil kayak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sound Technology, Film Grammar dan Scriptwriting. &lt;/span&gt;Tapi aku benar-benar belum bisa mengalahkan waktu karena jamnya barengan. Mudah-mudahan semester depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fa, selamat belajar!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-1730934143557434438?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/PNW9eJwmb64" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/PNW9eJwmb64/kuliah-lagi.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/02/kuliah-lagi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-4995518285532210097</guid><pubDate>Wed, 06 Feb 2008 11:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-07T09:50:08.848-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Filmmaking</category><title>SETENGAH SENDOK TEH : CATATAN SUTRADARA</title><description>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Saya tulis dua hari setelah menyelesaikan editing Setengah Sendok Teh)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide awalnya saya ingin membuat film yang membosankan tapi penonton tetap bertahan duduk dan menikmati film saya sampai selesai. Saya belum juga tahu film seperti apa yang ingin saya buat, kebosanan seperti apa yang ingin saya sampaikan. Perasaan bosan memang selalu identik dengan sesuatu yang harus dihindari. Begitu merasa bosan kita langung mencari solusi agar kebosanan itu hilang. Bagaimanakah jika kebosanan itu kita hadapi atau bahkan kita nikmati, apa yang akan terjadi? dari sinilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setengah Sendok Teh&lt;/span&gt; berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6ma1VNQxFI/AAAAAAAAAWI/TJJnXyCrMqY/s1600-h/still-setengah-sendok-teh-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6ma1VNQxFI/AAAAAAAAAWI/TJJnXyCrMqY/s320/still-setengah-sendok-teh-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163828688773497938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa bulan kemudian saya sering lebih meluangkan waktu untuk melihat pameran foto ataupun lukisan di Jogja. Saya sebenarnya sampai sekarang saya tidak begitu tahu kenapa seseorang bisa menikmati sebuah karya lukisan ataupun foto dalam waktu yang relatif lama. Karya itu adalah karya statis dan sama sekali tidak bergerak. Bagaimana cara menikmati selain hanya dengan melihat dan menyimpan visual tersebut di dalam memori kepala kita. Pertanyaan tersebut membuat saya lebih sering datang ke sebuah pameran, tidak hanya untuk melihat karya yang dipamerkan tapi untuk mengamati orang yang datang melihat pameran. Dari pengamatan saya, setiap orang hanya berdiri di depan sebuah karya foto atau lukisan selama 5-10 detik, memutari seluruh karya dan keluar. Sesekali mereka bercakap-cakap (baca : berdiskusi) dengan teman mengenai karya yang baru saja dilihat. Sampai suatu hari saya menemukan seseorang yang berdiri menikmati karya sebuah foto sampai 30 menit. Apa yang dia lihat? Apa yang dia pikirkan? Apa yang dia dapat? Dan kenapa di menit ke 30 dia memutuskan untuk pergi? Saya ingin tahu jawaban dari semua pertanyaan saya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba mengamati foto yang sama. Lima menit saya sudah bosan dan keluar. Selama lima menit tersebut kemudian saya kembali berpikir apa yang saya dapat. Banyak pengalaman visual yang saya dapatkan daripada saya hanya memandang foto tersebut selama lima detik. Saya jadi bisa tahu bahwa di sudut foto tersebut ada sebuah benda kecil berwarna merah yang saya tidak tahu itu apa, jumlah kursi di foto tersebut adalah 34 buah dan sebagainya dan sebagainya. Selain itu ada yang menurut saya lebih penting, Saya mendapatkan juga pengalaman psikologis yang berbeda dari sekedar saya &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6mZ3FNQxDI/AAAAAAAAAV4/MZTFWRlL4Pw/s1600-h/still-setengah-sendok-teh-5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6mZ3FNQxDI/AAAAAAAAAV4/MZTFWRlL4Pw/s320/still-setengah-sendok-teh-5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163827619326641202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;melihat foto tersebut selama lima detik. Satu menit pertama saya merasakan sebuah keindahan, dua menit setelahnya saya merasa kesepian, satu menit kemudian saya merasakan kebosanan, menit terakhir saya merasakan kerinduan. Dari perasaan itu kemudian saya mendatangi lagi pameran yang sudah pernah saya datangi sebelumnya, mencoba menikmati dengan cara saya yang baru. Saya bisa bertahan hingga dua jam lebih dalam menikmati sebuah pameran dan mendapatkan pengalaman psikologis yang berbeda. Dari situlah saya menghabiskan perasaan bosan saya. Saya benar-benar ingin menjadi seseorang yang sudah tidak mempunyai stok bosan lagi sebelum saya memulai membuat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setengah Sendok Teh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ lah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setengah Sendok Teh&lt;/span&gt; saya tulis. Saya ingin membuat sebuah film layaknya sebuah pameran foto ataupun lukisan. Gambar diam yang disusun menjadi sebuah film bercerita. Tujuannya hanya satu, kebosanan yang nyaman. Buat saya cerita yang ada di dalamnya bisa saya temukan nanti kapanpun. Menulis naskah film buat saya adalah sebuah perjalanan. Saya bisa saja mulai berjalan entah kemana dan tidak tahu kemana, karena saya hanya ingin berjalan. Tapi bisa saja saya menyiapkan segala sesuatunya dulu sampai benar-benar siap baru saya memulai sebuah perjalanan. Atau kadang di tengah perjalanan saya menemukan sebuah kompas ataupun peta yang membuat tujuan perjalanan kita semakin jelas mau kemana, bisa juga setelah saya terlalu lelah dengan perjalanan yang tidak tentu arah, memutuskan untuk berhenti, saya justru menemukan sebuah peta yang menunjukkan bahwa  jalan yang saya tempuh ternyata salah sehingga saya harus mengulang darimana saya tadi mulai berjalan. Dan saya ibaratkan perjalanan itu tidak akan pernah selesai sampai film itu selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6mZllNQxCI/AAAAAAAAAVw/1nZZlFzqL-0/s1600-h/still-setengah-sendok-teh-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6mZllNQxCI/AAAAAAAAAVw/1nZZlFzqL-0/s320/still-setengah-sendok-teh-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163827318678930466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Memulai proses &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setengah Sendok Teh&lt;/span&gt; merupakan sebuah proses membuat film yang baru buat saya. Biasanya saya selalu mencari cerita terlebih dahulu kemudian setelah itu teknis pasti akan menyesuaikan cerita yang saya punya. Di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setengah Sendok Teh&lt;/span&gt; saya justru menemukan teknis yang akan saya pakai terlebih dahulu, cerita kemudian bisa menyesuaikan. Saya tidak begitu peduli dengan apakah itu benar atau salah karena apa yang saya rasakan ini benar-benar mengganggu pikiran saya sehingga harus di keluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbekal ingin membuat film dengan pola yang membosankan itulah kemudian saya berangkat. Kebosanan itu juga saya terapkan dalam memilih lokasi shoting maupun pemain. Pilihan-pilihan seperti lokasi bioskop, bis kota, rumah makan dan ruang tamu merupakan sebuah lokasi yang mengalami fase &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“hidup segan mati tak mau”.&lt;/span&gt; Semua pernah melewati masa kejayaan dan sampai sekarang masih tetap bertahan dalam kondisi yang kristis. Saya memutuskan untuk tidak begitu peduli dengan karakter, maksud saya disini adalah penonton tidak harus tahu detail tentang karakter di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setengah Sendok Teh&lt;/span&gt;, tidak harus tahu seperti apa wajahnya dan siapa namanya. Ini sebuah film yang lebih mengutamakan hubungan emosi antar ketiga tokoh, bukan karakter masing-masing tokoh. Karena itu saya selalu berusaha mengambil adegan dari jarak jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6mZVFNQxBI/AAAAAAAAAVo/vQcslAhF2Ko/s1600-h/still-setengah-sendok-teh-4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6mZVFNQxBI/AAAAAAAAAVo/vQcslAhF2Ko/s320/still-setengah-sendok-teh-4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163827035211088914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sangat sulit untuk menerapkan apa yang ada di kepala saya ini kepada para pemain. Semua pemain adalah orang tua para pembuat film ini. Tokoh Pria Ruang tamu adalah ayah saya, tokoh pria di dalam bus adalah ayah editor saya dan tokoh wanita penjaga bioskop adalah ibu kameramen saya. Ayah saya pada awalnya seperti tidak bisa memahami anaknya ingin membuat film yang seperti apa di Setengah Sendok Teh. Kebetulan beliau suka dengan film saya sebelumnya , &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mayar &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Harap Tenang Ada ujian! &lt;/span&gt;Mungkin ada perasaan tidak rela anaknya membuat film serius semacam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setengah Sendok Teh.&lt;/span&gt; Saya hanya bilang kepada semua pemain, mainkan adegan yang ada di naskah ini selama mungkin sampai benar-benar merasa bosan. Kalo memang sudah tidak mampu lagi menahan kebosanan itu, silahkan tunjuk jari. Dalam satu scene yang pendek permainan bisa berlangsung selama 10-15 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shoting tidak ada masalah yang berarti karena semuanya sudah kita sepakati pada saat latihan. Kebosanan-kebosanan yang ditemukan pada saat latihan sudah diubah menjadi adegan yang nyaman. Hanya beberapa kru teknis yang sedikit terlihat kaget dan bertanya-tanya film seperti apakah yang sedang saya buat. Hampir semua kru sudah sangat terbiasa bekerja dengan saya yang tidak pernah membuat sesuatu yang aneh dimata mereka. Saya menambahkan adegan menyanyi di scene kamar hotel yang sekarang justru menjadi scene favorit saya di film ini. Saya selalu  berusaha membuat adegan menyanyi di semua film saya mulai dari saya membuat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Air Mata Surga&lt;/span&gt;, film pertama saya. Biasanya lagu yang dinyanyikan saya temukan di lokasi shoting. Dan juga televisi, saya suka bentuk dan suara televisi. Buat saya televisi adalah sebuah penemuan yang masih saya kagumi sampai detik ini. Saya menghormati itu dengan selalu berusaha menampilkan figure televisi di dalam film saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6mZFlNQxAI/AAAAAAAAAVg/pZ0qik2mTvs/s1600-h/still-setengah-sendok-teh-3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6mZFlNQxAI/AAAAAAAAAVg/pZ0qik2mTvs/s320/still-setengah-sendok-teh-3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163826768923116546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Versi awal editing keseluruhan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setengah Sendok Teh&lt;/span&gt; adalah 72 menit. Saya pernah memaksakan diri menonton versi itu sekali dan memang benar-benar bosan, tapi tidak nyaman. Beberapa adegan saya potong dan adegan yang tidak diperlukan saya buang. Jadilah versi 18 menit. Di editing inilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setengah Sendok Teh&lt;/span&gt; mengalami perubahan cerita yang sangat besar. Naskah draft terakhir yang dipakai untuk shoting sangat berbeda dengan hasil akhir film ini. Dua belas scene yang ada di&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Setengah Sendok Teh &lt;/span&gt;menjadi berloncat-loncatan di saat editing, tapi saya suka draft terakhir versi 18 menit ini. Saya sangat tahu kalau saya sudah mengingkari konsep cerita atau bahkan konsep kebosanan yang ingin saya buat sejak awal, tapi memang seperti itulah perjalanan. Dan saya suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Catatan saya untuk film Harap Tenang, Ada Ujian! bisa dibaca &lt;a href="http://www.fourcoloursfilmsindonesia.com/productionnote"&gt;disini&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-4995518285532210097?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/uzkLN6Ejr04" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/uzkLN6Ejr04/setengah-sendok-teh-catatan-sutradara.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6ma1VNQxFI/AAAAAAAAAWI/TJJnXyCrMqY/s72-c/still-setengah-sendok-teh-1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/02/setengah-sendok-teh-catatan-sutradara.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-7970598808005654302</guid><pubDate>Thu, 31 Jan 2008 14:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-01-31T07:03:17.611-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My life in Korea</category><title>SALJU PERTAMA</title><description>Salju pertama di hidupku. Akhirnya turun salju juga di Busan. Buat orang Busan ini merupakan keajaiban juga karena Busan adalah satu-satunya kota di Korea yang tidak pernah ada salju. Jadi hari kemaren itu aku bukan satu-satunya orang yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nggumun&lt;/span&gt; ketika salju tiba-tiba turun tengah malam sampai siang keesokan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6HinlNQw9I/AAAAAAAAAVI/xohUirdcswM/s1600-h/DSC01982.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6HinlNQw9I/AAAAAAAAAVI/xohUirdcswM/s320/DSC01982.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161655817573811154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6HifFNQw8I/AAAAAAAAAVA/WaXuPfibgM0/s1600-h/DSC01971.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6HifFNQw8I/AAAAAAAAAVA/WaXuPfibgM0/s320/DSC01971.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161655671544923074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6HiQVNQw7I/AAAAAAAAAU4/ASvbxUan0kY/s1600-h/DSC02033.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6HiQVNQw7I/AAAAAAAAAU4/ASvbxUan0kY/s320/DSC02033.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161655418141852594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6HiHlNQw6I/AAAAAAAAAUw/2PLiaib76wI/s1600-h/DSC02025.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6HiHlNQw6I/AAAAAAAAAUw/2PLiaib76wI/s320/DSC02025.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161655267817997218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6Hh0VNQw5I/AAAAAAAAAUo/6L_bK4kM6TY/s1600-h/DSC02036.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6Hh0VNQw5I/AAAAAAAAAUo/6L_bK4kM6TY/s320/DSC02036.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161654937105515410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6HhplNQw4I/AAAAAAAAAUg/-2c7a7a712c/s1600-h/DSC02023.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6HhplNQw4I/AAAAAAAAAUg/-2c7a7a712c/s320/DSC02023.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161654752421921666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-7970598808005654302?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/pwsAXKUCQE4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/pwsAXKUCQE4/salju-pertama.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R6HinlNQw9I/AAAAAAAAAVI/xohUirdcswM/s72-c/DSC01982.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/01/salju-pertama.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-9183594050996337003</guid><pubDate>Fri, 25 Jan 2008 02:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-01-24T18:57:40.885-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Interview with</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tour with my film</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My life in Korea</category><title>INTERVIEW DENGAN KBS</title><description>Minggu kemaren habis di wawancara sama KBS, sebuah stasiun televisi dan radio di Korea. Bisa di dengarkan &lt;a href="http://world.kbs.co.kr/indonesian/town/town_people_detail.htm?No=2100#"&gt;disini.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-9183594050996337003?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/1kQqOb9TgoA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/1kQqOb9TgoA/interview-dengan-kbs.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/01/interview-dengan-kbs.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-3629227603224223922</guid><pubDate>Fri, 25 Jan 2008 01:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-01-24T17:31:05.315-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Filmmaking</category><title>CERITA NOMOR 7269</title><description>&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;From: Nicholas Wu&lt;br /&gt;To: isfansyah@yahoo.com&lt;br /&gt;Sent: Wednesday, January 23, 2008 12:25:47 PM&lt;br /&gt;Subject: RE: Song Permition&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;               &lt;div style="font-family: times new roman; font-size: 12pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  _filtered {font-family:PMingLiU;panose-1:2 2 3 0 0 0 0 0 0 0;}  _filtered {font-family:Tahoma;panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;}  _filtered {font-family:PMingLiU;panose-1:2 2 3 0 0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;font-size:12.0pt;font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink  {color:blue;text-decoration:underline;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed  {color:blue;text-decoration:underline;} span.EmailStyle17  {font-family:Arial;color:navy;font-weight:normal;font-style:normal;text-decoration:none none;}  _filtered {margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;} div.Section1  {} --&gt; &lt;/style&gt;    &lt;div class="Section1"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Dear Ifa Isfansyah,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Thank you for your email.&lt;br /&gt;Regret to reply you that we don’t approve this kind of audio master request due to our company policy.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Considering that the charge will be over for your budget, we would suggest you considering of other options.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Thank you.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Best regards,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Nicholas Wu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;SONY BMG MUSIC&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;ENTERTAINMENT ( TAIWAN ) LTD.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-3629227603224223922?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/TlXycoTpFTk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/TlXycoTpFTk/cerita-nomor-7269.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/01/cerita-nomor-7269.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-22633592.post-8098462161466054395</guid><pubDate>Thu, 24 Jan 2008 15:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-01-24T07:16:04.602-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Festivals</category><title>HARI PERTAMA SETENGAH SENDOK TEH</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R5ircVNQw2I/AAAAAAAAAUQ/wxobxipye-U/s1600-h/KICX3255.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R5ircVNQw2I/AAAAAAAAAUQ/wxobxipye-U/s400/KICX3255.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159061876370359138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari pertama &lt;a href="http://professionals.filmfestivalrotterdam.com/eng/search/film.aspx?id=aa4bb12a-a99e-45c4-bf07-2c0ed86d3f1c"&gt;Setengah Sendok Teh&lt;/a&gt; diputar di Rotterdam. Kim Jong Kwan mengirimkan foto ini lewat email beberapa menit setelah pemutaran Setengah Sendok Teh. Hari ini kembali diputar untuk kedua kalinya jam 8 malam waktu Rotterdam. Selamat berjuang Setengah Sendok Teh!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22633592-8098462161466054395?l=isfansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isfansyah/~4/uuQ2xkHHqWA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/isfansyah/~3/uuQ2xkHHqWA/hari-pertama-setengah-sendok-teh.html</link><author>noreply@blogger.com (IFA ISFANSYAH)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_KE2K8Lk1JME/R5ircVNQw2I/AAAAAAAAAUQ/wxobxipye-U/s72-c/KICX3255.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://isfansyah.blogspot.com/2008/01/hari-pertama-setengah-sendok-teh.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>

