<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;DEUHR3g6fip7ImA9WhRRFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195</id><updated>2011-11-27T15:23:56.616-08:00</updated><title>'Isy Kariman Au Mut Syahidan (Hidup Mulia atau Mati Syahid)</title><subtitle type="html">"Sesungguhnya orang-orang yang mengira bahwa Islam bisa tegak tanpa tetesan darah yang tertumpah dan tubuh yang terkoyak, mereka itu orang-orang yang bingung dan tidak mengetahui hakikat dan tabi'at dien ini. Ketahuilah, sesungguhnya hidupmu adalah jihad, kemuliaanmu ada pada jihad, dan eksistensimu terikat erat dengan jihad!!" (DR. Abdullah Azzam).</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://satriahitam.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid" /><feedburner:info uri="isykarimanaumutsyahidanhidupmuliaataumatisyahid" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry gd:etag="W/&quot;AkIERHk7fip7ImA9WBNSE08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-115132850518341971</id><published>2006-06-26T20:15:00.000-07:00</published><updated>2006-06-26T06:28:25.706-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-06-26T06:28:25.706-07:00</app:edited><title>ILMU: Dahsyatnya Neraka</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Dahsyatnya &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Neraka&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Bismillahirrahmanirrahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia yang durhaka dan senantiasa bergelimang dengan maksiat dan dosa, tidakkah kedahsyatan jahannam menggetarkan hatimu? Allah menyediakan bagi hamba-hamba-Nya yang ingkar lagi sombong. Ingatlah tatkala jahannam ditarik dengan 70.000 tali kekang dan setiap tali ditarik oleh 70.000 malaikat, saat itu orang-orang kafir dalam kehinaan, mereka berharap seandainya dapat menebus semua itu dengan emas sebesar dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh besar kehinaan dan kecelakaan para penghuninya. Sungai neraka adalah darah dan nanah busuk yang menggelegak, minumannya adalah air yang mendidih, naungannya adalah awan hitam yang panas, anginnya adalah samum yang membawa hawa panas, makanannya adalah zaqqum yang jika setetesnya jatuh ke bumi, niscaya hancurlah dunia dan seisinya, bahan bakarnya adalah manusia dan batu api, panasnya membakar kulit hingga ke ulu hati, pakaiannya adalah baju ter yang membakar, kedalamannya sejauh batu yang diluncurkan selama 70 tahun. Suara neraka akan meraung geram kepada penghuninya. Mereka akan dibelenggu dengan rantai besi membara dan dipukul dengan palu godam, yang jika mengenai sebuah gunung niscaya gunung tersebut akan menjadi abu, wajah-wajah mereka diseret di atas bara api sedang tangan mereka terikat. Duhai … kecelakaan apalagi yang pedih besar dari itu semua. Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari siksa Jahannam … Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;LOKASI NERAKA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika surga terletak di langit ke tujuh, maka sebagian salaf berkata neraka terletak di dasar bumi yang ke tujuh (begitu pendapat Ibnu Mas’ud dan lainnya). Namun para jumhur tawaqquf (berdiam diri) dalam masalah ini, dan inilah pendapat yang dipilih oleh As-Suyuthi dan Waliyullah Ad-Dahlawi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;br /&gt;PEMANDANGAN LAIN DI JAHANNAM&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Di Jahannam terdapat sebuah gunung api Shu’uda yang Allah memerintahkan orang kafir (Al-Walid bin Mughirah) untuk mendakinya. (Lihat QS. Al-Muddatstsir: 17). Menurut riwayat Imam Ahmad, setiap kali dia meletakkan tangannya di atas gunung tersebut, maka tangannya langsung meleleh. Dan ketika diangkat kembali seperti semula. Dia akan menghabiskan waktu selama 70 tahun untuk mendakinya, dan menuruninya selama 70 tahun juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;B. Di Jahannam juga terdapat lembah Al-Ghayy, yaitu lembah di dasar Jahannam yang dialiri nanah bercampur darah dari para penghuni neraka. Lembah ini disediakan Allah kepada mereka yang meremehkan shalat dan mengikuti syahwatnya. (Lihat QS. Maryam: 59).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;C. Juga lembah Atsam yang berisi ular dan kalajengking, adzab di dalamnya berlipat-lipat. Lembah ini diperuntukkan bagi mereka yang berbuat syirik, berzina dan membunuh jiwa tanpa hak. (Lihat QS. Al-Furqan: 68).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;D. Ada juga lembah Maubiqa yang berisi nanah di dalam neraka Jahannam. Allah menyiapkannya untuk para penyembah berhala. (Lihat QS. Al-Kahfi: 51-52).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;E. Ada juga sebuah rumah bernama Al-Falaq, Ibnu Rajab mengatakan jika pintunya dibuka, maka seluruh penduduk neraka akan menjerit karena tidak mampu menahan panasnya. Wallahu a’lam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;F. Di Jahannam juga terdapat penjara Bulas dimana orang-orang yang menyombongkan diri akan digiring seperti semut-semut kecil berbentuk manusia, mereka diselimuti dengan kobaran api dan terbenam dalam keringat dan nanah yang bercampur darah penduduk neraka. (HR. Ahmad, hasan).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;G. Belenggu Jahannam. Di dalam Jahannam ada tiga belenggu; Al-Aghlal, yaitu belenggu dari besi membara yang dipasang dileher penduduk neraka. (QS. Saba: 33), Al-Ashfad, yaitu tali api yang sangat kuat sehingga membuat seseorang tak berdaya. (QS. Ibrahim: 49) dan As-Salasil, yaitu rantai besi yang panjangnya 70 hasta. (QS. Al-Haqqah: 32).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;H. Cambuk Jahannam. Allah berfirman: “Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.” (QS. Al-Hajj: 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;PARA PENJAGA NERAKA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah menggambarkan tentang karakter malaikat penjaga neraka, mereka adalah makhluk yang sangat keras dan kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”&lt;/span&gt; (QS. At-Tahrim: 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;MAKANAN DAN MINUMAN DI NERAKA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;A. Pohon Zaqqum, mayangnya seperti kepala syetan, tumbuh di bawah dasar neraka Jahim, setiap yang memakannya, maka ususnya akan terburai. (QS. Ash-Shaffat: 62-68).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;B. Pohon Dhari, yaitu pohon duri yang sangat keras, tidak dapat menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar, karena ia menyumbat tenggorokan, tidak keluar dan tidak juga masuk ke dalam perut, demikian menurut Ibnu Abbas. (QS. Al-Ghasiyah: 6).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;C. Ghislin, yaitu nanah bercampur darah yang keluar dari tubuh penduduk neraka. (QS. Al-Haqqah: 35-37).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;D. Al-Hamim, yaitu air yang sangat panas yang akan disuguhkan dengan besi panas yang ujungnya dibengkokkan. (QS. An-Naba’: 24-25).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;E. Al-Ghassaq, air yang sangat dingin. Menurut Ibnu Umar ia adalah nanah kental yang jika setetesnya ditumpahkan di barat bumi, niscaya penduduk timur akan mencium baunya yang sangat busuk.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;F. Ash-Shadid, (QS. Ibrahim: 16), yaitu air nanah bercampur darah. Ibnu Rajab berkata, air shadid akan membuat wajah mereka hangus, sekaligus membuat seluruh kulit kepala dan rambutnya mengelupas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;PINTU-PINTU NERAKA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahannam memiliki 7 pintu yang tiap-tiap pintu telah ditetapkan golongan yang akan memasukinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.”&lt;/span&gt; (QS. Al-Hijr: 43-44).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Juraij berkata tentang ayat tersebut: “Yang pertama adalah Jahannam, kemudian neraka Ladza, neraka Huthamah, neraka Sa’ir, neraka Saqar, Jahim dan Hawiyah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu-pintu neraka tertutup rapat, sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka.”&lt;/span&gt; (QS. Al-Humazah: 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Mereka berada di dalam neraka yang ditutup rapat.”&lt;/span&gt; (QS. Al-Balad: 20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rajab berkata: “Pintu-pintu neraka akan selalu tertutup sebelum dimasuki oleh penghuninya nanti pada hari kiamat. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an: &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya.”&lt;/span&gt; (QS. Az-Zumar: 71).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;GAUNG KEGERAMAN SUARA NERAKA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang kafir dapat mendengar raungan suara neraka yang penuh dengan kegeraman dari jarak yang jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya.”&lt;/span&gt; (QS. Al-Furqan: 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga firman-Nya: &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah lantaran marah.&lt;/span&gt;” (QS. Al-Mulk: 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ka’ab pernah berkata kepada Umar bin Khaththab: “Demi Allah, Neraka Jahannam akan mengeluarkan gaung suaranya. Tidak ada satu malaikat yang dekat kepada Allah atau makhluk yang lain kecuali akan terjatuh di atas kedua lututnya sambil berkata: “Ya Allah, pada hari ini hendaklah manusia mengurus dirinya sendiri-sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;KADAR HAWA DAN PANAS NERAKA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Api kalian yang ada sekarang ini yang digunakan bani Adam untuk membakar hanyalah 1/70 dari api neraka jahannam." &lt;/span&gt;(HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rajab menukil pendapat Ka’ab kepada Umar bin Khaththab: “Seandainya neraka Jahannam dibuka seukuran hidung lembu di bumi sebelah timur, dan ada seseorang di belahan bumi bagian barat, pasti otaknya akan meleleh karena tidak mampu menahan panasnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara penyebab hawa dan panas neraka sedemikian memuncak adalah tidak berfungsinya 3 unsur pendingin dari panas bagi manusia, yaitu air, angin dan naungan untuk berteduh. Air di jahannam adalah hamim (air panas yang menggelegak), anginnya adalah samum (angin yang amat panas), sedang naungannya adalah yahmum (naungan berupa potongan-potongan asap hitam yang juga panas). (Lihat QS. Al-Waqi’ah: 41-44).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;PERMOHONAN PENDUDUK NERAKA KEPADA PENDUDUK SURGA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penduduk neraka merasa iri dengan apa yang Allah berikan kepada penduduk surga berupa makanan dan minuman yang sangat nikmat, mereka merengek sekiranya di antara penduduk surga ada yang mau memberikan sedikit saja kepada mereka. Di antara penduduk surga ada yang merasa iba, hingga hampir-hampir memberikannya. Namun Allah mengharamkan manakan dan minuman itu bagi penduduk neraka. (Lihat QS. Al-A’raf: 44-50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;BAHAN BAKAR NERAKA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;”&lt;/span&gt; (QS. At-Tahrim: 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian mufassir mengatakan bahwa batu tersebut adalah batu korek atau belerang, ada yang mengatakan batu berhala yang dahulu disembah orang musyrik, mereka menjadi bahan bakar neraka sebagai penghinaan atas sesembahan mereka, begitu pula para penyembahnya. (Lihat QS. Al-Anbiya’: 98-99).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;KONDISI PENGHUNI NERAKA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;A. Wajah mereka cacat dan terbakar. (QS. Al-Mukminun: 104).&lt;br /&gt;B. Setiap kulit mereka matang karena terbakar, maka Allah akan mengganti kulit yang baru, begitulah seterusnya. (QS. An-Nisa’: 56).&lt;br /&gt;C. Wajah yang hangus menghitam, karena kepala mereka akan disematkan mahkota api.&lt;br /&gt;D. Penduduk neraka akan mengeluarkan bau yang sangat busuk dari tubuh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;PAKAIAN DI NERAKA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;A. Pakaian dari Qathiran yang terbuat dari tembaga yang dilebur. (QS. Ibrahim: 49-50).&lt;br /&gt;B. Tikar dan selimut api (Mihad dan Ghawasy). (QS. Al-A’raf: 41).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;SUMUR DAN JURANG NERAKA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedalamannya sebagaimana yang digambarkan Rasulullah saw. dalam riwayat Muslim dari Abu Hurairah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada suatu hari kami bersama Nabi saw. Lantas kami mendengar suara benda jatuh, kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Tahukah kalian, suara apakah itu?” Kami menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Nabi saw. bersabda: “Itu adalah suara batu yang dikirim dari neraka jahannam sejak 70 tahun yang lalu. Dan sekarang baru sampai ke dasar neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;LUAS JAHANNAM&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui luas dan besarnya jahannam, dapat dibayangkan seandainya jahannam itu memiliki 70.000 tali kekang dan setiap tali kekang dipegang oleh 70.000 malaikat (Shahihul Jami’ 7.878). Juga dengan mengetahui besarnya tubuh para penghuninya, yang gerahamnya sebesar gunug Uhud, jarak antara kedua pundaknya sama dengan perjalanan 3 hari, tempat duduknya sejauh Makkah dan Madinah, bahkan seandainya seorang penduduk neraka menangis, maka air matanya yang menetes dapat menjadikan sebuah perahu berlayar di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;BERBAGAI BENTUK SIKSAAN BAGI PENDUDUK NERAKA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Seringan-ringan siksa adalah seseorang yang memakai terompah dari bara api, sehingga menyebabkan otaknya mendidih. (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;B. Kepala mereka akan disiram dengan air panas sehingga melelehkan otak mereka, begitu pula isi perut dan kulit mereka. (QS. Al-Hajj: 19-21).&lt;br /&gt;C. Wajah mereka akan diseret di atas bara api, juga dibolak-balik seperti daging bakar. (QS. Al-Ahzab: 66).&lt;br /&gt;D. Wajahnya akan dihitamkan seperti tertutup kepingan malam yang gelap gulita. (QS. Yunus: 27).&lt;br /&gt;E. Dikepung api dari segala penjuru. (QS. Al-Ankabut: 55 dan Az-Zumar: 16).&lt;br /&gt;F. Api membakar hati penduduk neraka, sehingga dari hati mereka keluar api.&lt;br /&gt;G. Isi perut manusia akan terburai (menimpa kepada Amru bin Luhay, orang yang pertama kali merubah ajaran tauhid nabi Ibrahim menjadi penyembahan terhadap berhala).&lt;br /&gt;H. Terjun dari atas neraka, yaitu bagi mereka yang bunuh diri dengan menjatuhkan dirinya dari tempat yang tinggi.&lt;br /&gt;I. Tidak pernah mati selamanya. (QS. Ibrahim: 17).&lt;br /&gt;J. Siksaannya tidak pernah berhenti. (QS. Al-Mukmin: 49-50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;JERITAN, RINTIHAN DAN LOLONGAN PENDUDUK NERAKA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kengerian neraka; penduduknya merintih dan menjerit serta melolong seperti keledai yang meringkik keras, yang demikian itu karena saking pedihnya siksa yang dirasakan. (Lihat QS. Al-Anbiya’: 100, Hud: 106 dan Fathir: 37).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk neraka akan menangis sampai air mata mereka habis, sehingga yang keluar dari matanya adalah darah, ya darah, bukan air lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka merintih dan memohon agar dapat dikeluarkan dari siksa neraka, mereka berjanji akan beramal shalih jika dikembalikan di dunia. Namun harapan mereka adalah harapan kosong dan doa mereka adalah doa yang sia-sia. Malaikat berkata: “Sesungguhnya kalian akan tetap berada di neraka ini.” (QS. Az-Zukhruf: 77).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;SIAPAKAH PENDUDUK NERAKA?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari Al-Qur’an dan Sunnah yang shahih disimpulkan bahwa penduduk neraka adalah orang yang musyrik, kafir, munafik, orang-orang sombong, orang-orang yang tidak mengingkari Thaghut (sesembahan yang disembah selain Allah) dan pemimpin zalim, para pezina dan homoseks, peminum khamer (minuman keras), pemakan riba (seperti bunga Bank), uang judi (seperti togel, siji, Asuransi dll) dan harta anak yatim tanpa alasan yang benar, pembunuh orang mukmin tanpa hak, pelaku bunuh diri, orang yang tidak mau berjihad dan tidak mau membantu kaum muslimin yang tertindas dan diperangi, orang yang meninggalkan shalat, zakat, dan shaum (puasa), para dayyuts (orang yang membiarkan perbuatan maksiat terjadi di hadapannya) dan orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dll. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;ULAR DAN KALAJENGKING JAHANNAM&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjelaskan firman Allah: &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan.”&lt;/span&gt; (QS. An-Nahl: 88).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud berkata: “Yaitu kalajengking yang taringnya seperti pohon kurma yang panjang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam As-Sudi mengatakan bahwa ia adalah ular-ular di dalam neraka. Riwayat tentang ular dan kalajengking di neraka tidak ada yang marfu’ sampai ke Nabi saw, kebanyakan mauquf pada sahabat dan sebagian israiliyat. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-115132850518341971?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G6NG2JWzTJOTjFF9zmLHXdvFCbM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G6NG2JWzTJOTjFF9zmLHXdvFCbM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G6NG2JWzTJOTjFF9zmLHXdvFCbM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G6NG2JWzTJOTjFF9zmLHXdvFCbM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/3QJ_0s0HSZM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/115132850518341971/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=115132850518341971&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/115132850518341971?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/115132850518341971?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/3QJ_0s0HSZM/ilmu-dahsyatnya-neraka.html" title="ILMU: Dahsyatnya Neraka" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/06/ilmu-dahsyatnya-neraka.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0cHSXY6eyp7ImA9WBNTGUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-115097399694470446</id><published>2006-06-22T17:40:00.000-07:00</published><updated>2006-06-22T04:17:18.813-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-06-22T04:17:18.813-07:00</app:edited><title>ILMU: Anda Ingin Masuk Surga ???</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#3366ff;"&gt;&lt;strong&gt;Indahnya Surga&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Bismillahirrahmanirrahiim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, tidakkan kalian menginginkan keindahan surga yang disediakan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang Islam dan shalih? Yang belum pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan terbetik dalam hati? Dapatkan kita bayangkan, tempat tinggal penghuni surga yang dibangun Allah dengan tangan-Nya sendiri berbentuk istana, yang bahan bangunannya adalah batu bata emas dan perak sebening kaca, buah-buahannya lebih lembut dari keju, lebih manis dari madu, sungai-sungai mengalirkan susu, madu, arak yang tak memabukkan, air jernih yang tidak berubah rasanya, keelokkan wajah penghuninya bagai bulan di malam purnama, kecantikan bidadarinya tak terbayangkan jelitanya, mulusnya, putihnya, kemontokkan payudaranya, dipingit di dalam kemah, belum pernah tersentuh oleh jin dan manusia, yang selalu tersenyum dan mengucapkan kalimat yang menyenangkan suami mereka, kendaraannya adalah unta dan kuda bersayap yang terbuat dari mutiara, begitu pula tanah dan debunya, makanan dan minumannya adalah hidangan istimewa yang tak terbayangkan kelezatannya, kasur dan permadaninya adalah kasur tebal dan sutra halus, gelas dan piringnya terbuat dari emas dan perak … ah sungguh sebuah janji yang tak pernah diingkari oleh Yang Maha Rahman. Apalagi jika Allah menyingkap tirai-Nya, dan terlihatlah wajah-Nya yang mulia, sebagai nikmat teragung bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;NAMA-NAMA SURGA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Surga memiliki nama-nama yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Di antaranya: Jannatul Firdaus yang merupakan tertinggi derajatnya, ia terletak di bawah Arsy Ar-Rahman. Kemudia Jannatun Na’im (yang penuh kenikmatan), Jannatu Adn, Darus Salam (negeri yang penuh keselamatan), Jannatu Ma’wa dan Darul Khuldi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;SUNGAI-SUNGAI DI SURGA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sungai di surga adalah sesuatu yang pasti, ia terus mengalir dan tidak pernah berhenti, terletak di bawah ghuraf (mahligai), istana-istana dan taman-taman penghuni surga. Sungai-sungai tersebut berupa sungai madu, sungai khamer (arak) yang tidak memabukkan, sungai susu dan sungai air jernih yang tidak pernah berubah rasanya. Sungai-sungai surga memancar dari bagian atas surga, kemudian mengalir turun ke bawah menuju ke semua tingkatan-tingkatan surga sebagai tersebut dalam hadits shahih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“… Sesungguhnya Firdaus itulah tempat terbaik dan tertinggi derajatnya. Di atas Firdaus terdapat Arsy Allah, dan dari situ mengalir sungai-sungai surga.”&lt;/span&gt; (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata air surga ada yang bernama salsabila, yang akan diberikan kepada orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah (muqarrabin), sedang para abrar (orang yang berbuat baik), maka Allah memberi mereka air yang diberi campuran kafur (air dingin) yang aromanya wangi) dan zanzabil/jahe (air hangat yang juga beraroma segar). (QS. Al-Insan: 5 dan 17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;MAHLIGAI DAN ISTANA SURGA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mahligai dan istana surga terbuat dari emas dan mutiara terbaik yang disediakan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Sesungguhnya orang beriman disediakan di surga, istana dari satu mutiara yang berongga. Panjangnya adalah 60 mil. Di dalamnya terdapat pelayan-pelayan.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;YANG PERTAMA KALI MASUK SURGA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama kali masuk surga adalah Rasulullah saw. dan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Kelompok pertama yang akan masuk surga tanpa hisab berjumlah 70.000 orang. Mereka saling bergandengan tangan hingga masuk surga semuanya. Wajah mereka seperti rembulan saat purnama. (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat lain disebutkan bahwa mereka adalah orang yang tidak meruqyah dan tidak minta diruqyah, tidak melakukan tathayyur dan hanya bertawakkal kepada Rabb mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“… adapun tiga orang yang pertama kali masuk surga adalah syahid, seorang hamba yang tidak disibukkan oleh dunia dan taat kepada Rabbnya dan orang fakir yang memiliki tanggungan namun ia menjaga diri dari meminta-minta.”&lt;/span&gt; (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Orang-orang miskin akan masuk surga terlebih dahulu dari orang-orang kaya karena mereka tidak memiliki sesuatu untuk dihisab. Selisih waktu antara keduanya adalah 40 tahun.&lt;/span&gt; (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim menyimpulkan bahwa tidak semua penduduk surga yang pertama kali masuk surga akan lebih tinggi kedudukkannya dari yang terakhir, boleh jadi yang terakhir kali mendapatkan derajat yang lebih agung, semisal orang kaya yang pandai bersyukur dan bertaqarrub kepada-Nya dengan berbagai kebajikan dan shadaqah. Ia lebih tinggi dari orang fakir, karena sang fakir tidak mampu berbuat sebagaimana yang diperbuat olehnya. (Hadiul Arwah, Ibnul Qayyim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;ANGIN DAN BAU SURGA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bau aroma surga bisa dicium dari jarak 100 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim berkata: “Aroma surga itu ada dua macam: Pertama, aroma yang bisa ditemui di surga yang dicium oleh para arwah dan tidak bisa dicium orang-orang lainnya. Kedua, aroma yang bisa diketahui dengan panca indera seperti halnya aroma bunga dan lain sebagainya. Aroma jenis kedua bisa dijangkau seluruh penghuni surga di akhirat kelak, baik dari tempat yang jauh atau tempat yang dekat. Adapun aroma surga di dunia, maka ia hanya bisa dicium oleh orang-orang yang dikehendaki Allah, seperti para nabi dan rasul. Aroma yang dicium Anas bin Nadhir saat berjihad sebelum ia syahid bisa dikategorikan pada aroma jenis ini. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;HUBUNGAN INTIM DI SURGA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam menafsirkan firman Allah yang berbunyi: &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Sesungguhnya penghuni surga itu bersenang-senang dalam kesibukan.”&lt;/span&gt; (QS. Yaa Siin: 55).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Al-Auzai’i dan Muqatil berkata: Kesibukan mereka adalah memecah keperawanan istri-istrinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda tentang hubungan jimak para penghuni surga: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Di surga, seorang mukmin diberi kekuatan sekian banyak menggauli wanita.”&lt;/span&gt; (HR. Tirmidzi, shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Umamah berkata: “Rasulullah saw. pernah ditanya: “Apakah penghuni surga melakukan hubungan suami istri?” Beliau saw. menjawab: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Penis yang tidak pernah lemas, syahwat yang tidak pernah padam dan jimak demi jimak.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sa’id bin Jubair pernah berkata: “Sesungguhnya nafsu syahwat (penduduk surga) mengalir dalam tubuhnya selama 70 tahun. Selama waktu itu ia merasakan kenikmatan yang tiada taranya dan tidak terkena kewajiban mandi jinabat. Mereka tidak merasakan loyo atau kekuatannya menurun. Justru hubungan seksual mereka mencapai kenikmatan dan kepuasan.” Wallahu a’lam bish shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;BANGUNAN SURGA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bangunannya terbuat dari batu bata emas dan perak, adukkannya beraroma kesturi yang sangat harum, kerikilnya terbuat dari mutiara lu’lu dan yaquth dan tanahnya terbuat dari za’faran, seperti tepung putih yang beraroma kesturi. Di antara bentuk bangunannya adalah kubah-kubah indah yang terbuat dari mutiara. Rasulullah menjanjikan barangsiapa yang shalat sunnah 12 rakaat sehari semalam, maka Allah akan membangunkan sebuah rumah untuknya di surga .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;DERAJAT DI SURGA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Sesungguhnya di surga terdapat 100 tingkatan yang disediakan Allah bagi yang berjihad di jalan-Nya. Jarak antara satu tingkat dengan tingkatan yang lain seperti jarak antara langit dan bumi. Maka jika kalian minta kepada Allah, mintalah surga Firdaus …”&lt;/span&gt; (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat tertinggi di surga adalah al-wasilah yang terletak di surga tertinggi. Ia hanya dihuni oleh seseorang, yaitu Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;BUAH-BUAHAN DAN TANAMAN DI SURGA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Buah-buahan di surga banyak yang serupa dengan buah-buahan di dunia, dilihat dari bentuk dan namanya, bedanya bahwa di surga buah tersebut tidak layu, busuk, tua atau mengecil dan berkurang sebagaimana buah yang di dunia. Di antara nama buah yang disebut dalam Al-Qur’an adalah delima dan anggur (QS. Ar-Rahman: 68).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata: “Apabila penghuni surga tertarik untuk memetik buah-buah surga, maka buah-buahan tersebut mendekat kepadanya hingga ia dapat mengambil mana yang ia sukai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga berkata: “Buah-buahan di surga seperti anggur, ia lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, lebih lembut dari tepung dan di dalamnya tidak ada biji. Adapun tanaman di surga, setelah benihnya disebar, maka tumbuh dalam sekejap dan siap panen saat itu juga.” (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;KEADAAN PARA PENGHUNI SURGA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Para penghuni surga, mulus, tampan dan bercelak, mereka akan senantiasa muda dan pakaiannya tidak pernah lusuh. Golongan pertama yang masuk surga kelihatan seperti bulan purnama. Mereka tidak pernah kencing dan berak. Mereka tidak beringus dan meludah. Sisir mereka terbuat dari emas dan bejananya terbuat dari misk. Dan perasapannya terbuat dari kemenyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penghuni surga kebanyakan adalah orang miskin dan lemah. Rasulullah saw. adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu surga. (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara ciri penghuni surga adalah sebagaimana sabda Nabi saw.: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Maukah aku tunjukkan tentang penghuni surga? Ia adalah orang yang lemah dan merendahkan diri (tawadhu). Jika ia bersumpah atas nama Allah, pasti Allah memperkenankan sumpahnya.”&lt;/span&gt; (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terbanyak dari penghuni surga adalah umat Nabi Muhammad saw, Rasulullah menyebutkan bahwa penghuni surga berjumlah 120 shaf (barisan) dan ummat Muhammad berjumlah 80 shaf dari 120 shaf tadi (2/3 penduduk surga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;BIDADARI SURGA, PESONA DAN KECANTIKANNYA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bidadari surga adalah makhluk berkelamin wanita yang diciptakan Allah untuk penghuni surga. Al-Qur’an dan Sunnah menggambarkan tentang keindahan dan kesempurnaan penciptaan mereka. Digambarkan bahwa mereka adalah bidadari yang cantik jelita, putih bersih, dipingit di dalam kemah, senantiasa menundukkan pandangan. Allah menyebut mereka dengan khairatun hisan (Bidadari yang baik dan cantik), mereka perawan, penuh cinta dan sebaya, payudaranya montok dan kulitnya mulus. Dalam hadits Bukhari disebutkan, kalau sekiranya salah seorang bidadari surga datang ke dunia, pasti ia menyinari langit dan bumi dan memenuhi antara langit dan bumi dengan aroma yang harum semerbak. Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga lebih baik dari pada dunia dan isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa bidadari tersebut diciptakan Allah dari za’faran surga. Maka Ibnu Qayyim berkomentar: “Jika penciptaan manusia yang tergolong makhluk yang paling sempurna diciptakan dari bahan baku berupa tanah, kemudian berubah menjadi sosok yang paling bagus. Maka bagaimana sosok yang diciptakan dari za’faran yang ada di surga?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;YANG TERAKHIR KALI MASUK SURGA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hamba yang terakhir kali masuk surga adalah orang yang melintasi titian, terkadang jalan dan terkadang merangkak dan terkadang dilalap api hingga hangus. Allah memerintahkannya untuk masuk surga, namun ia melihat seakan surga telah penuh sesak. Allah berkata kepadanya bahwa ia akan diberi kenikmatan sepuluh kali dunia dan isinya, hingga ia merasa dipermainkan Allah. Namun Allah berfirman: “Itulah derajat penghuni surga yang paling rendah kelasnya.” (sebagaimana yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;PINTU-PINTUNYA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di dalam surga terdapat delapan pintu, di antaranya adalah pintu Ar-Rayyan yang diperuntukkan bagi orang yang shaum. Seorang wanita yang rajin shalat lima waktu dan shaum, lalu meninggal sedangkan suaminya ridha, maka ia akan dipersilahkan untuk masuk surga dari pintu manapun yang ia sukai. Pintu surga senantiasa terbuka, orang yang shalat akan masuk pintu shalat, yang berjihad akan dipanggil dari pintu jihad dan yang bershadaqah akan masuk dari pintu shadaqah (HR. Bukhari Muslim). Luas dan lebar pintu surga seperti jarak pengendara tercepat selama tiga hari. Jarak antara satu pintu dengan pintu lainnya seperti antara Makkah dengan Bushra. (Muttafaq alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;POHON, TAMAN DAN NAUNGAN DI SURGA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalamnya terdapat pohon yang apabila seorang pengembara itu berjalan di bawah naungannya selama 100 tahun ia belum keluar dari naungannya, pohon-pohonnya kekal dan buahnya dekat lagi rendah menjuntai, sehingga mudah diambil. Seluruh pohon di surga batangnya terbuat dari emas (Shahihul Jami’ 5523). Ibnu Abbas berkata, “Di antara penghuni surga ada yang rindu kangen dengan hiburan di dunia. Lalu Allah mengutus angin dan menggerak-gerakkan pohon tersebut, kemudian pohon tersebut memberikan semua hiburan yang pernah ada di dunia”.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;MAKANAN DAN MINUMAN DI SURGA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penduduk surga akan dihidangkan makanan dan minuman lezat yang sangat mengundang selera, apapun yang mereka inginkan pasti mereka dapatkan. Rasulullah saw. bersabda, “Penghuni surga akan makan dan minum enak-enak. Mereka tidak mengeluarkan ingus dari hidungnya, tidak buang air besar dan tidak buang air kecil. Makanan mereka berubah menjadi serdawa yang beraroma kesturi.” (HR. Muslim). Hidangan bagi mereka yang pertama kali adalah daging hati ikan paus, kemudian disembelihkan baginya sapi yang makanan sehari-harinya adalah rumput surga. (HR Muslim). Adapun tempat makan dan minummereka berupa gelas dan piring yang terbuat dari emas dan perak. Allah berfirman, “Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala bening laksana kaca. Yaitu kaca-kaca yang terbuat dari erak yang telah diukir mereka dengan sebaik-baiknya”. (QS. Al-Insan: 15-16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;SERUAN DI SURGA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di surga akan ada seorang penyeru yang berkata, &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Sesungguhnya sekarang tibalah saatnya kalian sehat wal afiat dan tidak menderita sakit selama-lamanya. Sekarang tibalah saatnya bagi kalian bersenang-senang dan tidak sengsara selama-lamanya”.&lt;/span&gt; (HR Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam hadits lain disebutkan: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Penghuni surga akan masuk surga dan penghuni neraka akan masuk neraka, kemudian penyeru berdiri di antara mereka dan berkata, wahai penghuni surga, sekarang tidak ada lagi kematian. Wahai penghuni neraka, sekarang tidak ada lagi kematian. Semuanya kekal abadi di tempat masing-masing”.&lt;/span&gt; (HR Al-Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;PEMANDANGAN LAIN DI SURGA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Para penghuni surga akan dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Lihat firman Allah pada surat Al-Kahfi 30-31. Kasur surga adalah kasur tebal lagi empuk. Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Lihat QS Ar-Rahman 54 dan 76, al-Ghasyiyah: 13-16. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;B. Kemah, ranjang dan sofa di surga. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya bagi setiap orang mukmin di surga disiapkan kemah dari suatu mutiara lu’lu yang berongga. Tingginya enam puluh mil. Di dalamnya terdapat keluarganya dan orang beriman berjalan mengelilingi mereka. Sebagian mereka tidak bisa melihat sebagian yang lain.” (HR Bukhari Muslim). Allah ta’ala berfirman, mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli. (QS. Ath-Thur:20)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;C. Pelayan di surga &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang senantiasa sibuk melayani para penghuni surga adalah wildanun Mukhalladun. Mereka adalah anak orang-orang muslim yang meninggal sewaktu kecil. Allah ta’ala berfirman, “Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir”. (QS. Al-Waqi’ah: 17-18)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;D. kendaraan mereka adalah kuda dan unta bersayap yang terbuat dari&lt;br /&gt;Mutiara yaquth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;PASAR DI SURGA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda, &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Sesungguhnya di surga terdapat pasar yang didatangi penghuni surga setiap hari jum’at. Angin utara berhembus dan menerpa wajah dan pakaian mereka hingga membuat mereka semakin tampan dan menarik. Dalam keadaan seperti itu, mereka pulang menemui istrinya masing-masing. Istri-istri mereka berkata, “Demi Allah, Anda kok semakin tampan dan ganteng saja. Mereka menjawab, “Kalian juga semakin cantik dan ayu”.&lt;/span&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-115097399694470446?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/i5wpZXCckA15qHhFQaEPK91Yauk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/i5wpZXCckA15qHhFQaEPK91Yauk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/i5wpZXCckA15qHhFQaEPK91Yauk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/i5wpZXCckA15qHhFQaEPK91Yauk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/J1RYaACljxQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/115097399694470446/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=115097399694470446&amp;isPopup=true" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/115097399694470446?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/115097399694470446?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/J1RYaACljxQ/ilmu-anda-ingin-masuk-surga_22.html" title="ILMU: Anda Ingin Masuk Surga ???" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/06/ilmu-anda-ingin-masuk-surga_22.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUAGQ38-fip7ImA9WBNTFE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-115042372177311130</id><published>2006-06-16T09:00:00.000-07:00</published><updated>2006-06-15T19:08:42.156-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-06-15T19:08:42.156-07:00</app:edited><title>SYAIR: Sejahteralah engkau wahai Quds</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Sejahteralah engkau wahai Quds&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Sejahteralah engkau wahai Quds, sungguh untuk pengorbanan&lt;br /&gt;Kami mempunyai kekuatan, jika dunia mengerahkan kekuatan&lt;br /&gt;Selamanya, kami tak kan menyerah, selamanya&lt;br /&gt;Aku berharap bersama hari ini ada hari esok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersatu hatiku dan tekadku untuk berjihad&lt;br /&gt;Aku tak kan melenceng, tak kan jemu, tak kan melunak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untukmu, wahai Quds kesejahteraan, wahai negeriku&lt;br /&gt;Jika penjahat menembakkan anak peluru&lt;br /&gt;Aku menjaganya dengan hatiku (Aku akan menahannya dengan dadaku)&lt;br /&gt;Sejahteralah engkau sepanjang masa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim aku, jemariku adalah yang membangun&lt;br /&gt;Masjidil Aqsha yang telah engkau tentukan&lt;br /&gt;Berdirinya sakhrah di tengah-tengah kami&lt;br /&gt;Sepanjang masa, tempat aku berdiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk perjuangan dan jihad membela negeri&lt;br /&gt;Aku tidak akan melenceng, tidak akan jemu, tidak akan melunak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untukmu, wahai Quds kesejahteraan, wahai negeriku&lt;br /&gt;Jika penjahat menembakkan anak peluru&lt;br /&gt;Aku menjaganya dengan hatiku (Aku akan menahannya dengan dadaku)&lt;br /&gt;Sejahteralah engkau sepanjang masa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi kemuliaan, wahai putera-puteri Quds, Demi kemuliaan&lt;br /&gt;Dengan Qudsku jayakanlah masa depan&lt;br /&gt;Tebusan untuk Quds bukan untuk dunia&lt;br /&gt;Aku posisikan Islam hanya untuk Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping kiri adalah jantung hatinya&lt;br /&gt;Dan negeriku berada di samping kanannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untukmu, wahai Quds kesejahteraan, wahai negeriku&lt;br /&gt;Jika penjahat menembakkan anak peluru&lt;br /&gt;Aku menjaganya dengan hatiku (Aku akan menahannya dengan dadaku)&lt;br /&gt;Sejahteralah engkau sepanjang masa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-115042372177311130?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/dr5ZY1GnkdAOCbRzKLgrsxYYcxA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/dr5ZY1GnkdAOCbRzKLgrsxYYcxA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/dr5ZY1GnkdAOCbRzKLgrsxYYcxA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/dr5ZY1GnkdAOCbRzKLgrsxYYcxA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/aik_kzfKs0Y" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/115042372177311130/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=115042372177311130&amp;isPopup=true" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/115042372177311130?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/115042372177311130?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/aik_kzfKs0Y/syair-sejahteralah-engkau-wahai-quds.html" title="SYAIR: Sejahteralah engkau wahai Quds" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/06/syair-sejahteralah-engkau-wahai-quds.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0cDSH88eyp7ImA9WBJbFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114854107893333162</id><published>2006-05-25T14:10:00.000-07:00</published><updated>2006-05-25T00:11:19.173-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-05-25T00:11:19.173-07:00</app:edited><title>SYAIR: Hai Kaumku, kapankah kita akan bangun …</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#3366ff;"&gt;&lt;strong&gt;Hai Kaumku, kapankah kita akan bangun …&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Hai kaumku, kapankah kita akan bangun …&lt;br /&gt;Sementara ayah dan ibu kita telah dibunuh …&lt;br /&gt;Saudara laki-laki kita disembelih …&lt;br /&gt;Saudara perempuan kita dinodai kehormatannya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai kaumku, sampai kapan kita terus tidur …&lt;br /&gt;Pasukan syetan telah membakar rumah kita …&lt;br /&gt;Ladang dan sawah kita hancur sebelum dituai …&lt;br /&gt;Hewan ternak kita mati bergelimpangan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai kaumku, janganlah kita takut kepada mereka …&lt;br /&gt;Balaslah serangan mereka dengan kekuatan kita …&lt;br /&gt;Mereka manusia juga sama seperti kita …&lt;br /&gt;Mereka ketakutan bila mendengar suara takbir kita …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai kaumku, inilah pedang titipan Rasulullah …&lt;br /&gt;Untuk menebas batang leher mereka …&lt;br /&gt;Inilah panah titipan Sa’ad bin Abi Waqqas …&lt;br /&gt;Untuk memanah kepala-kepala mereka …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai kaumku, janganlah kita bersikap lemah …&lt;br /&gt;Dan janganlah kita bersedih hati …&lt;br /&gt;Padahal kitalah orang-orang yang paling tinggi …&lt;br /&gt;Jika kita orang-orang yang beriman …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai kaumku, janganlah kita berbantah-bantahan …&lt;br /&gt;Yang menyebabkan kita menjadi gentar …&lt;br /&gt;Dan hilang kekuatan kita untuk melawan mereka …&lt;br /&gt;Hingga kita pun mudah dihancurkan oleh mereka …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai kaumku, selagi kita berjual beli dengan inah riba …&lt;br /&gt;Dan lebih memilih buntut sapi daripada pergi berjihad …&lt;br /&gt;Niscaya Allah akan menimpakan kehinaan kepada kita …&lt;br /&gt;Dan tidak pernah lepas dari kita sampai kita kembali kepada agama Allah …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai kaumku, marilah kita berangkat bersama…&lt;br /&gt;Baik dalam keadaan merasa ringan ataupun berat …&lt;br /&gt;Dan berjihadlah dengan harta dan diri kita di jalan Allah…&lt;br /&gt;Dan itu lebih baik bagi kita jika kita mengetahui …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai kaumku, mereka menunggu dari kita dari dua kebaikan …&lt;br /&gt;Yaitu kita hidup sebagai orang yang mulia …&lt;br /&gt;Atau kita mati sebagai syuhada di jalan Allah …&lt;br /&gt;Bukankah itu adalah sebuah cara yang luar biasa …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai kaumku, Allah akan teguhkan kedudukan kita di muka bumi…&lt;br /&gt;Karena kita selalu mendirikan shalat, tunaikan zakat …&lt;br /&gt;Kita menyuruh berbuat makruf dan mencegah kemungkaran …&lt;br /&gt;Kepada Allahlah kembali segala urusan …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai kaumku, janganlah kita berduka cita …&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah bersama kita …&lt;br /&gt;Karena kita orang-orang yang beriman …&lt;br /&gt;Cukuplah Allah menjadi Penolong kita …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai kaumku, marilah kita bertakwa kepada Allah …&lt;br /&gt;Dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya …&lt;br /&gt;Dan janganlah sekali-kali kita mati …&lt;br /&gt;Melainkan dalam keadaan beragama Islam …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai kaumku, sesungguhnya tonggak kekuatan agama kita …&lt;br /&gt;Adalah Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk ke jalan kebenaran …&lt;br /&gt;Dan pedang (jihad) sebagai jalan meraih kemenangan …&lt;br /&gt;Cukup hanya Allahlah yang menjadi pemberi petunjuk dan kemenangan bagi kita …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai kaumku, kita sang kesatria yang pemberani …&lt;br /&gt;Ketika kita berhadapan dengan pasukan mereka …&lt;br /&gt;Kita berikan hukuman kepada para tokoh-tokoh mereka …&lt;br /&gt;Dan membuat mereka menjadi ketakutan …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai kaumku, kitalah orang-orang yang apabila diseru untuk shalat …&lt;br /&gt;Di saat kita dalam keadaan bertempur …&lt;br /&gt;Segera kita hadapkan wajah kita ke arah Hijaz dan bertakbir …&lt;br /&gt;Dan ketika Jibril mendengar takbir kita, ia pun ikut bertakbir …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai kaumku, masihkah kita tidur sementara kita berakidah …&lt;br /&gt;Bisakah kita terbangun dari tidur kita wahai kaumku …&lt;br /&gt;Fajar yang indah menghampiri kita untuk memulai kehidupan hari ini …&lt;br /&gt;Sementara malam sudah berlari bersama setan yang ketakutan …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai kaumku, Allah Pelindung kita yang beriman …&lt;br /&gt;Dia mengeluarkan kita dari kegelapan kepada cahaya …&lt;br /&gt;Dan orang-orang kafir, pelindung mereka ialah setan …&lt;br /&gt;Yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan …&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114854107893333162?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/32dTZ4u_sOmX1GMP4Tsq4PktmG8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/32dTZ4u_sOmX1GMP4Tsq4PktmG8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/32dTZ4u_sOmX1GMP4Tsq4PktmG8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/32dTZ4u_sOmX1GMP4Tsq4PktmG8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/_GxzUa25Plw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114854107893333162/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114854107893333162&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114854107893333162?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114854107893333162?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/_GxzUa25Plw/syair-hai-kaumku-kapankah-kita-akan.html" title="SYAIR: Hai Kaumku, kapankah kita akan bangun …" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/05/syair-hai-kaumku-kapankah-kita-akan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk8AQX07fip7ImA9WBJbEk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114820484001666557</id><published>2006-05-21T13:00:00.000-07:00</published><updated>2006-05-21T02:47:20.306-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-05-21T02:47:20.306-07:00</app:edited><title>SYAIR: "MUJAHIDAH DARI BUMI JIHAD.."</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff99ff;"&gt;"MUJAHIDAH DARI BUMI JIHAD.."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Puisi seorang Akhwat yang tidak mau disebut namanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku Wanita Mujahidah Sejati... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bilakah khan datang seorang peminang menghampiriku mengajak tuk berjihad..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Aku selalu siap dengan semua syarat yang diajukannya..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mungkin ku pilih dirimu..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;bila dunia lebih kau damba..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Terlupa kampung halaman, sanak saudara bahkan harta yang terpendam.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hidup terasing apa adanya.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;asalkan di akhirat bahagia.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bila aku setuju dan kaupun tidak meragukanku.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bulat tekadku untuk menemanimu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku Wanita mujahidah pilihan.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yang mengalir di nadiku darah lelaki yang berjihad.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bilakah khan datang menghampiriku seorang peminang yang penuh ketawadhu`an.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kelak bersamanya kuarungi bahtera lautan jihad.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Andai tak siap bisa kau pilih.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Agar kelak batin, jiwa dan ragamu tak terusik, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;terbebani dengan segala kemanjaanku, kegundahanku, kegelisahanku..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;terlebih keluh kesahku.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebab meninggalkan dakwah karena lebih mencintaimu.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dan menanggalkan pakaian taqwaku karena laranganmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mungkin aku memilihmu...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;bila yang fana lebih kau cinta.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lupa akan kemilau dunia dan remangnya lampu kota..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;lezatnya makanan dan lajunya makar durjana.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Meniti jalan panjang di medan jihad.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yang ada hanya darah dan airmata tertumpah..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;serta debu yang beterbangan,keringat luka dan kesyahidan pun terulang.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jika masih ada ragu tertancap dihatimu.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Teguhkan `azzam`ku tuk lupa akan dirimu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku wanita dari bumi Jihad.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dengan sekeranjang semangat berangkat ke padang jihad... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Persiapkan bekal diri menanti pendamping hati, pelepas lelah serta kejenuhan..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;tepiskan semua mimpi yang tak berarti... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Adakah yang siap mendamaikan Hati ?????? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Karena tak mungkin kulanjutkan perjalanan ini sendiri..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;tanpa peneguh langkah kaki.. pendamping perjuangan.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yang melepasku dengan selaksa do`a.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;meraih syahid.. tujuan utama.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Robbi.. terdengar panggilanMu tuk meniti jalan ridhoMu.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kuharapkan penolong dari hambaMu... menemani perjalanan ini.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114820484001666557?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VkfkBC0mVcWiF7qyKkRG_jquEYE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VkfkBC0mVcWiF7qyKkRG_jquEYE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VkfkBC0mVcWiF7qyKkRG_jquEYE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VkfkBC0mVcWiF7qyKkRG_jquEYE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/y3Uab1WyrmU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114820484001666557/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114820484001666557&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114820484001666557?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114820484001666557?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/y3Uab1WyrmU/syair-mujahidah-dari-bumi-jihad.html" title="SYAIR: &quot;MUJAHIDAH DARI BUMI JIHAD..&quot;" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/05/syair-mujahidah-dari-bumi-jihad.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEUFSHwyfip7ImA9WBJbEEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114809221905211788</id><published>2006-05-20T09:26:00.000-07:00</published><updated>2006-05-19T19:30:19.296-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-05-19T19:30:19.296-07:00</app:edited><title>SYAIR: PERJUANGANKU</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;PERJUANGANKU&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Neraka Amerika dan sekutunya terbentang di bumi …&lt;br /&gt;Tentara Kafir dipencundangi di mana-mana …&lt;br /&gt;Dan singa-singa Akidah masih teguh …&lt;br /&gt;Memberi pelajaran bagi musuhnya …&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mendulang kematian pada musuhnya …&lt;br /&gt;Dan terus mengejar kepala-kepala kekufuran …&lt;br /&gt;Dan setiap mujahid yang jujur pada Allah …&lt;br /&gt;Pastikan menang dan jaya …&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku muslim tidak takut pada tentara musuh …&lt;br /&gt;Walaupun mereka telah siap menyerang …&lt;br /&gt;Akan kubakar mereka dengan apiku …&lt;br /&gt;Karena perjuanganku tidak mengenal batas …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan kujadikan pagi mereka sehitam malam …&lt;br /&gt;Yang gelap dan berpetir …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan kami kobarkan perang melawan mereka …&lt;br /&gt;Dan kami kan terus maju menghalangi mereka …&lt;br /&gt;Kan kami kembalikan hak yang terampas …&lt;br /&gt;Dengan seluruh kekuatan kan kami halangi mereka …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan senjata Al-Haq yang tajam ini …&lt;br /&gt;Kan kami bebaskan bumi Islam …&lt;br /&gt;Tuk kembalikan kesucian negeri Islam …&lt;br /&gt;Setelah hina di bawah penjajahan yang menjijikkan …&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114809221905211788?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1lGWctfY00a00SBhY9kSjVDaXLs/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1lGWctfY00a00SBhY9kSjVDaXLs/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1lGWctfY00a00SBhY9kSjVDaXLs/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1lGWctfY00a00SBhY9kSjVDaXLs/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/aXHieukk-z8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114809221905211788/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114809221905211788&amp;isPopup=true" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114809221905211788?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114809221905211788?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/aXHieukk-z8/syair-perjuanganku.html" title="SYAIR: PERJUANGANKU" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/05/syair-perjuanganku.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE4CRXczfip7ImA9WBJUGEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114788678737031222</id><published>2006-05-18T00:15:00.000-07:00</published><updated>2006-05-17T10:29:24.986-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-05-17T10:29:24.986-07:00</app:edited><title>RENUNGAN: Ada Apa Dengan Cinta?</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Ada Apa Dengan&lt;/span&gt; Cinta?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;"La yu'minu ahadukum hatta yuhibbu li akhihi ma yuhibbu li nafsihi". "Tiada beriman seseorang diantara kamu hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya." &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim ini adalah antara hadits-hadits pendek tetapi banyak memberikan kesan kepada kehidupan manusia seluruhnya seandainya ia dihayati sepenuhnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu adalah kasih-sayang. Cinta itu merupakan elemen motivasi yang paling kuat dalam hidup manusia. Orang yang hidup tanpa wujudnya perasaan cinta di dalam dirinya kehidupannya adalah kosong dan sia-sia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita ini pembaca komik-komik kungfu Cina, kita akan dapati seorang hero itu akan melakukan apa saja demi menyelamatkan kekasihnya dan orang-orang yang dicintainya. Dengan semangat cinta itu juga dia berhasil mencapai kedudukan tertinggi dalam ilmu persilatan yang dipelajarinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kerana cinta jugalah, kita mendengar kata-kata, "Lautan api sanggup ku renangi demi untuk membuktikan cintaku padamu." atau kata-kata, "Ambillah kapak dan belahlah dadaku ini." Orang yang tidak bercinta tidak akan sanggup mengeluarkan kata-kata yang membunuh diri seperti ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seseorang itu adalah menipu sekiranya mengatakan dirinya tidak memerlukan cinta. Kerana cinta itu satu perasaan luhur anugerah Allah swt. kepada semua hamba-hambaNya. Orang yang bercinta merasakan hidupnya berwarna-warni dan senantiasa merasakan keindahan karena dilamun perasaan cinta. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka alangkah ruginya seandainya dalam diri kita ini tiada pernah merasakan apa yang dinamakan perasaan cinta dan kasih sayang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cintanya Nabi saw kepada umatnya tidak pernah padam. Hatta sehingga saat sakaratulmaut pun, Nabi saw masih mengingati umatnya. Nabi begitu kasihkan kita sebagai umatnya sehingga umat akhir zaman ini dimohon diberikan berbagai nikmat dan rahmat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Umat terdahulu seperti kaum 'Aad telah dimusnahkan akibat keengganan mereka tunduk kepada ajaran Nabi Hud a.s, kaum Sodom pun telah dibalikkan bumi mereka karena mereka ingkar kepada ajaran Nabi Luth a.s, kaum Nabi Nuh pun telah ditenggelamkan karena mereka menolak ajaran Nabi Nuh. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun, disebabkan doa Rasulullah saw, umat akhir zaman ini diberi peluang untuk bertobat sehingga hari Akhirat, malah di dalam bulan Ramadhan, dikaruniakan pula satu malam yang mana ianya lebih baik daripada seribu bulan. Umat akhir zaman ini masih belum dimusnahkan walaupun sudah seribu satu maksiat merajalela di muka bumi ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cinta para sahabat kepada Rasulullah saw. tiada taranya. Kisah perang Uhud membuktikan tujuh sahabat Nabi termasuk seorang wanita, sanggup mengorbankan nyawanya dengan membentuk perisai bagi melindungi nyawa Rasulullah saw.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cinta Sahabat Abu Bakar ra. kepada Rasulullah saw. pula, sanggup membiarkan ular mematuk kakinya ketika sama-sama bersembunyi di gua Tsur. Cinta Sahabat Umar ra. terhadap Rasullah saw, sampai beliau tidak dapat menerima kenyataan pada awalnya ketika wafatnya Nabi saw, cintanya Sahabat Utsman ra. kepada Nabi saw. sehingga beliau sanggup membelanjakan keseluruhan kekayaannya demi perjuangan Islam. Cintanya Sahabat Ali ra, beliau sanggup menggantikan tempat tidur Nabi saw. dalam peristiwa hijrah walaupun itu adalah pilihan untuk mati. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Muadzin Rasulullah, Bylal bin Rabah terus jatuh sakit dan akhirnya menyusuli kewafatan Nabi saw apabila beliau diberitahu yang Nabi saw. telah tiada lagi di muka bumi. Ini semua adalah sebagian kisah cinta generasi sahabat kepada Nabi saw. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cinta generasi sahabat sesama mereka, juga dinukilkan dalam peristiwa Hijrah. Tanyalah diri kita pada hari ini, siapakah di antara kita yang sanggup menceraikan salah satu dari isteri-isterinya untuk diberikan kepada sahabat yang dicintainya? Tanyalah kepada diri kita, siapakah yang sanggup membagikan hartanya jadi 2 demi untuk sahabat yang dicintainya? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan cinta golongan Muhajirin dan Anshar itu, golongan Anshar sanggup menceraikan satu isteri-isteri mereka untuk menjadi pasangan saudaranya dari golongan Muhajirin. Golongan Anshar sanggup membagi 2 harta kekayaan mereka demi cinta mereka kepada golongan Muhajirin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adakah cinta kita sudah menyamai cinta mereka? Berapa banyak di antara kita yang menginfakkkan barang-barang yang paling disukai untuk diberikan kepada pelarian-pelarian perang yang seagama dengan kita? Adakah baju dan pakaian yang kita infakkan itu pakaian yang buruk dan lusuh ataupun masih cantik dan masih disukai oleh kita sendiri? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyakkah yang sanggup memberikan infak sehingga kita sendiri tidak dapat makan untuk sehari? Sedangkan itulah yang dilakukan oleh Nabi dan para sahabat, menginfakkkan semua rezeki yang mereka dapat pada hari itu kepada golongan yang lebih memerlukan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu suci. Tetapi ia menjadi kotor bila kita sempitkan cinta itu hanya untuk cinta lelaki dan perempuan. Cinta lelaki dan perempuan itu suci jika telah disambung dengan ikatan pernikahan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan cinta itu luas. Cinta kita kepada Allah Yang Maha Pencipta, cinta kepada Rasul, cinta kita kepada ibu bapak dan cinta kita kepada saudara-saudara Islam yang lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam hari ini telah kehilangan cinta dan rasa cinta. Umat Islam hari ini hanya mengenal cinta yang dicorakkan oleh musuh-musuh Islam yaitu cinta pacaran, yaitu cinta Valentine. Cinta yang dibaluti oleh nafsu yang melenakan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam yang cintakan saudaranya tidak akan membiarkan negerinya ditempati pangkalan-pangkalan tentara kafir untuk menyerang saudaranya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam yang cintakan saudaranya tidak akan menggunakan undang-undang yang dzalim untuk menindas saudaranya itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam yang cintakan saudaranya akan bangkit menyahut seruan Jihad bila saatnya telah tiba. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak menyahut seruan Jihad berarti kita tidak cinta kepada Islam. Menghalang seruan Jihad menunjukkan kita sudah hilang perasaan cinta itu dalam diri kita. Takut-takut untuk membantu gerakan Jihad menunjukkan kita masih lemah imannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ini semua menunjukkan cinta kita adalah cinta kepada dunia dan takut kepada mati. Tidak pernah memohon untuk mati syahid, berarti kita lebih mencintai neraka dari syurga. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Love is a verb. Maka buktikanlah cinta kita melalui perbuatan. Islam tidak akan tegak jika perbuatan kita masih tidak berlandaskan syariat Islam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Islam akan terus tertindas jika kita masih belum memboikot produk kapitalis-kapitalis Yahudi dan Nashrani beserta sekutunya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Islam akan terus didzalimi, jika kita masih belum mau bergerak dalam gerakan Islam, menyokong dan membantu Islam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Islam akan terus diperintah, jika ayat-ayat Al-Quran itu hanya tercetak indah di mushaf-mushaf dan tersusun di rak-rak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Islam akan makin dipermainkan, jika kita masih menyakini kata-kata intelektual kuffar daripada nasehat para ulama pewaris nabi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Islam akan terus berpecah-belah, jika kita masih diselebungi semangat kebangsaan tidak bertempat yang akhirnya menutup usaha menegakkan Khilafah Islamiyah yang satu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka didiklah diri kita ini untuk mencintai Islam sepenuh hati karena hati yang cinta kepada Islam saja yang akan terus hidup dan bersemangat untuk memastikan Negara Islam akan ditegakkan kembali. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114788678737031222?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7yPtVF7FLXRhrPmEQNgai4mj5KA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7yPtVF7FLXRhrPmEQNgai4mj5KA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7yPtVF7FLXRhrPmEQNgai4mj5KA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7yPtVF7FLXRhrPmEQNgai4mj5KA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/KNq0uRoIAH8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114788678737031222/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114788678737031222&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114788678737031222?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114788678737031222?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/KNq0uRoIAH8/renungan-ada-apa-dengan-cinta.html" title="RENUNGAN: Ada Apa Dengan Cinta?" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/05/renungan-ada-apa-dengan-cinta.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUYHR385eyp7ImA9WBJUEUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114710362644613951</id><published>2006-05-08T22:48:00.000-07:00</published><updated>2006-05-08T19:52:16.123-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-05-08T19:52:16.123-07:00</app:edited><title>SYAIR: Yaa Allah, maafkanlah aku</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;Yaa Allah, maafkanlah aku&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yaa Allah, yaa robbal 'alamiin&lt;br /&gt;Tanpa sengaja terkadang aku menyakiti hati saudaraku seiman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allah, maafkanlah aku&lt;br /&gt;Terkadang aku tanpa sengaja mengerdilkan semangat juang saudaraku&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allah, maafkanlah aku&lt;br /&gt;Disaat saudaraku giat mengajak hamba-hambaMu yang lain, aku mengusiknya&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allah, maafkanlah aku&lt;br /&gt;Tanpa hidayah dan bimbinganMu, mampukah aku menuju ridhoMu&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allah, maafkanlah aku&lt;br /&gt;Jauhkanlah hati ini dari rasa dengki kepada saudara-saudaraku&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allah, maafkanlah aku&lt;br /&gt;Lembutkanlah hatiku, perkataanku kepada saudara-saudaraku&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allah, maafkanlah aku&lt;br /&gt;Engkaulah yang Maha lembut dan bijaksana&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allah, maafkanlah aku&lt;br /&gt;Tuntunlah aku menuju kearifan dan kebijakasanaan RasulMu dalam menyampaikan risalahMu&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allah, ampunilah aku, ampunilah aku, ampunilah aku&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;by Icha Rochimin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114710362644613951?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2RjSOHZmdB82-7CbFTbj6oF9894/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2RjSOHZmdB82-7CbFTbj6oF9894/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2RjSOHZmdB82-7CbFTbj6oF9894/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2RjSOHZmdB82-7CbFTbj6oF9894/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/ZeJlOH_YbTs" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114710362644613951/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114710362644613951&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114710362644613951?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114710362644613951?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/ZeJlOH_YbTs/syair-yaa-allah-maafkanlah-aku.html" title="SYAIR: Yaa Allah, maafkanlah aku" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/05/syair-yaa-allah-maafkanlah-aku.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUEARH87eyp7ImA9WBJVE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114637764491719737</id><published>2006-04-30T13:04:00.000-07:00</published><updated>2006-04-29T23:14:05.103-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-04-29T23:14:05.103-07:00</app:edited><title>SOAL: Apakah Anda termasuk kelompok THAIFAH MANSHURAH ???</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#9999ff;"&gt;&lt;strong&gt;SIFAT-SIFAT THAIFAH MANSHURAH&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;THAIFAH MANSHURAH bukan monopoli perseorangan di luar yang lain atau milik satu kelompok di luar yang lain, yang tunduk mengikuti hawa nafsu, keinginan-keinginan dan pemisahan-pemisahan para pemilik jama’ah-jama’ah atau partai-partai … akan tetapi ia adalah Thaifah Rabbaniyah yang dikenal melalui ciri dan sifat serta karakteristik yang ditunjukkan oleh nash-nash Al-Kitab dan As-Sunnah. Siapa yang melekat padanya ciri dan sifat tersebut, maka dia termasuk di antara Thaifah Najiyah Manshurah, baik orang menerimanya ataupun menolaknya. Dan siapa yang tidak melekat padanya ciri dan sifat tersebut, maka dia tidak tergolong di antara Thaifah Manshurah, meskipun dia mengaku-aku - dengan lesannya seribu kali-bahwa dia termasuk darinya, dan termasuk di antara ahlinya … !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tolok ukur untuk menentukan siapa yang tergolong Thaifah Manshurah dan siapa yang tidak, adalah dengan melihat sebesar mana ciri dan sifat karakter Thaifah Manshurah tadi melekat padanya … bukan cuma sekedar pengakuan bergabung atau menisbatkan diri … dan mengaku sesuatu yang tidak ia miliki dan tidak ada padanya … !!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman: &lt;span style="color:#33ff33;"&gt;"Wahai orang-orang beriman, mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian lakukan. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian lakukan."&lt;/span&gt; (QS. Ash-Shaff: 2-3).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi seseorang memiliki sebagian sifat-sifat dari Thaifah Manshurah … dan diketahui bahwa dia punya sifat-sifat tersebut lebih banyak dari yang lain … maka saat itu dikatakan tentangnya: Pada dirinya terdapat ciri-ciri dan sifat Thaifah Manshurah … sesuai dengan kadar kepemilikannya atas ciri-ciri dan sifat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi unsur-unsur Thaifah Manshurah berbeda-beda kadarnya di antara mereka, sesuai dengan kedekatan atau jauhnya mereka dari kesempurnaan ciri-ciri dan sifat Thaifah Manshurah yang melekat pada diri mereka masing-masing … dan atas dasar kadar perbedaan ciri dan sifat ini, maka berbeda-beda pula tingkatan mereka menurut kuat atau lemahnya iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini kami sampaikan kepada Anda ciri-ciri dan sifat Thaifah Manshurah yang paling utama dan paling menonjol … sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Kitab dan As-Sunnah. Kami simpulkan dalam poin-poin sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sifat Pertama:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;ITTIBA’ (MENGIKUTI SUNNAH) BUKAN IBTIDA’ (MEMBUAT BID’AH) MENCARI PETUNJUK MELALUI PEMAHAMAN SALAFUSH SHALEH TERHADAP NASH-NASH AL-KITAB DAN AS-SUNNAH.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;DI ANTARA sifat-sifat Thaifah Manshurah yang paling khusus adalah mereka berjalan mengikuti Minhaj Nubuwwah (metode kenabian); shirathal mustaqim … Hawa nafsu dan beraneka macam jalan yang diadakan oleh kaum musyrikin dan ahli bid’ah tidak dapat memalingkan pandangan mereka. Dalam seluruh urusan mereka, baik kehidupan dunia dan akherat, mereka selalu meneladani peri kehidupan Nabi saw. dan para sahabatnya -semoga Allah meridhai mereka semua--. Peri keadaan mereka, selamanya adalah mengikuti dan meneladani kebaikan dari para pendahulu mereka, bukan ibtidaa’ (membuat bid’ah) dan membuat hal-hal yang baru di dalam agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sifat Kedua:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;JIHAD FIE SABILILLAH&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;JIHAD FIE SABILILLAH merupakan sifat kedua dari golongan Thaifah Manshurah. Sifat ini hampir-hampir dikenal melalui mereka, dan mereka dikenal melalui sifat ini. Keduanya tak terpisahkan seperti tak terpisahkannya bayangan dengan benda aslinya, tak terpisahkan dari mereka dalam keadaan apapun. Apabila antara mereka dengan jihad fie sabilillah terpisah oleh penghalang -karena keadaan di luar kebiasaan--, maka kita lihat cita-cita dan obsesi mereka adalah bekerja guna menyingkirkan penghalang dan perintang tersebut, agar mereka bisa memulai kembali berperang dan berjihad fie sabilillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat mereka, selalu mencari-cari celah-celah dan front-front jihad … kemudian jika celah tersebut ditutup … maka mereka kembali membuka celah lain untuk menghidupkan faridhah (kewajiban) jihad fie sabilillah.&lt;br /&gt;Mereka adalah orang-orang yang berjihad di jalan Allah dan tidak takut celaan orang-orang yang suka mencela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sifat Ketiga:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;BERWALA’ DAN MEMUSUHI KARENA ALLAH&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;DI ANTARA sifat karakter Thaifah Manshurah adalah mereka berwala’ (Menjadikan sahabat setia, mendukung dan menolongnya) dan mencintai karena Allah … memusuhi dan membenci karena Allah … mereka lemah lembut terhadap orang-orang beriman, belas kasih antara sesama mereka dan keras terhadap orang-orang kafir … tak mengenal wala’ kecuali wala’ akidah yang ditegakkan karena Allah Ta’ala: &lt;span style="color:#33ff33;"&gt;"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersamanya adalah keras terhadap orang-orang kafir, berkasih sayang sesama mereka." &lt;/span&gt;(QS. Al-Fath: 29).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa yang murtad di antara kalian dari agamanya, maka kelak Allah mendatangkan kaum yang Dia mencintai mereka dan merekapun mencinta-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin, bersikap keras terhadap orang-orang kafir, berjihad di jalan Allah dan tidak takut celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, Dia berikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui."&lt;/span&gt; (QS. Al-Maidah: 54).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sifat Keempat:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;SYUMUL/KOMPREHENSIP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YANG KAMI MAKSUD dengan sifat ini ialah bahwa Thaifah Manshurah di antara sifatnya adalah mengambil Islam secara keseluruhan tanpa mengabaikan salah satu aspek di antara aspek-aspeknya, atau menaruh perhatian pada sebagian aspek dan mengabaikan aspek yang lain, dengan tetap memperhatikan skala prioritas dan keseimbangan, apa yang perlu didahulukan atau diakhirkan menurut tuntutan maslahat-maslahat syar’i, mendahulukan yang paling penting atas yang penting ketika terjadi benturan kepentingan pada saat yang bersamaan, tanpa meremehkan perkara yang penting itu atau melalaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bukanlah jama’ah yang manhaj-manhajnya serta aktifitas-aktifitasnya hanya tegak dan terfokus pada aspek dakwah dan tabligh, atau mau’izhah dan irsyadat saja … !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bukanlah jama’ah yang manhaj-manhajnya dan perhatian-perhatiannya hanya terfokus pada jihad saja … !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Sifat Kelima:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;WASATHIYAH DAN I’TIDAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI ANTARA sifat utama Thaifah Manshurah yang membedakan mereka dengan thaifah-thaifah dan firqah-firqah yang lain adalah "Wasathiyah dan I’tidal" (tengah-tengah, adil, pilihan, terbaik). Mereka berada di posisi tengah-tengah dalam semua aspek kehidupan agama dan dunia mereka, di mana mereka tidak bersikap ghuluw (melewati batas) ataupun Jafaa’ (menjauh), tidak Ifrath (berlebih-lebihan) maupun Tafriith (melalaikan), tidak Israaf (terlalu boros) ataupun Taqtiir (terlalu hemat).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;"Demikianlah Kami jadikan kalian sebagai ummat "Wasathan" (yang adil dan terbaik) agar kalian jadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul jadi saksi atas (perbuatan) kalian."&lt;/span&gt; (QS. Al-Baqarah: 143).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sifat Keenam:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;ILMU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI ANTARA sifat utama dari Thaifah Manshurah juga adalah "Ilmu", bahwasanya mereka adalah ulama (orang-orang yang berilmu) dalam urusan agama dan dunia mereka, sebab di antara tuntutan-tuntutan dari sifat mereka yang telah disebutkan di atas menghendaki mereka adalah ulama … ini bukan berarti bahwa semua individu dari Thaifah Manshurah adalah orang-orang alim yang menonjol dalam pencarian ilmu dan pencapaiannya. Mereka berada pada satu level tingkatan dalam soal ilmu dan pencapaiannya, hanya saja sebutan mereka sebagai Thaifah Manshurah tidak boleh kosong dari ulama rabbaniyun dan amilun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengukuhkan hal ini ialah bahwa Thaifah Manshurah, termasuk di antara sifat-sifat mereka --seperti telah diutarakan di atas-memerintah yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, berperang di jalan Allah, dan agama ini tegak dan menang melalui perantaraan mereka, dan bahwasanya mereka adalah orang-orang yang adil dan moderat … ahli ittibaa’ dan iqtidaa’ … tugas ini tak mungkin dikerjakan kecuali oleh orang-orang yang berilmu dan beramal, atau orang yang terpenuhi pada diri mereka sejumlah ilmu syar’i yang cukup lumayan … jika tidak, maka orang yang tak tahu sesuatu adalah seperti orang tak mempunyainya, tak mungkin dia dapat memberikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman: &lt;span style="color:#33ff33;"&gt;"Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan ummat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung."&lt;/span&gt; (QS. Ali Imran: 104).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sifat Ketujuh:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;SABAR DAN TEGUH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGI TUGAS BESAR yang terpikul di atas pundak Thaifah Manshurah, maka bisa dikata mereka adalah thaifah yang terus menghadapi ujian … mereka dengan ujian adalah dua sekawan yang tak pernah saling berpisah … jika disebut Thaifah Manshurah, maka disebut pula ujian … disebut pula rasa sakit dan luka … !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara tuntutan ujian dan cobaan … adalah sabar dan teguh hati di dalam memperjuangkan kebenaran, meskipun panah-panah kebatilan amat banyak dan gencar menyerang mereka … !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian yang tidak dihadapi dengan kesabaran dan keteguhan hati … ataupun keikhlasan … justru diiringi dengan kedongkolan dan sikap berpaling … maka ia akan menjadi siksa balasan bagi orangnya di dunia dan di akherat … dan ia adalah sikap yang tak terpuji dalam menghadapi ujian … dan ia adalah tanda yang menunjukkan celaka dan lemahnya iman orang yang mendapat ujian … sedangkan Thaifah Manshurah adalah makhluk ciptaan yang paling jauh dari sifat-sifat yang tercela ini … !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thaifah Manshurah tanpa ujian … tanpa luka dan rasa sakit … tanpa penderitaan ataupun tetesan darah … tanpa kesabaran dan keteguhan hati … maka mereka sekali-kali tak akan menjadi Thaifah Manshurah yang beroleh keridhaan Allah, yang Nabi saw. telah menyebutkan sifat-sifat mereka dalam banyak hadits … !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh alangkah sangat menggelikanku, orang yang terpedaya oleh lamunannya, yang sering mengaku-aku menyebut dirinya sebagai "Salafy Atsari" (pengikut manhaj salafush shaleh dan hadits), yang mendekat kepada istana-istana penguasa Thaghut yang zhalim … yang tak pernah sama sekali diketahui bahwa di suatu masa dia pernah diuji karena membela agama Allah … yang suka menggelari para mujahidin dengan sebutan aktivis teroris (neo Khawarij) … ketika mereka mengatakan tanpa rasa malu sama sekali --menyucikan dirinya dan orang yang segolongan dengannya--: "Kami adalah Thaifah Manshurah … jika bukan kami … lantas siapa mereka …?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Omongan kosong! … lamunan tak bermakna! … Tipu daya Iblis! … Kalaulah mereka mengetahuinya !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thaifah Manshurah … mereka adalah para pelopor di setiap medan dan kancah kebaikan serta kontribusi mereka dikenal dengan jihad dan perang (mereka) … menyampaikan kebenaran secara terang-terangan … tampil di tengah-tengah manusia yang memusuhi mereka dan menyelisihi mereka … tidak takut karena Allah, celaan orang yang mencela … sifat-sifat ini tak mungkin timbul kecuali bersama dengan ujian … kesabaran dan keteguhan hati dalam memperjuangkan kebenaran, sebesar apapun pengorbanannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Thaifah Manshurah Apa dan Siapa, oleh Syaikh Abdul Mun’im Musthofa Halimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SATRIA SEJATI&lt;br /&gt;"Putera Islam"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114637764491719737?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DT68cSxorEF0SSYzMAn8vBi4uMo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DT68cSxorEF0SSYzMAn8vBi4uMo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DT68cSxorEF0SSYzMAn8vBi4uMo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DT68cSxorEF0SSYzMAn8vBi4uMo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/W3-g6Qvxk-o" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114637764491719737/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114637764491719737&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114637764491719737?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114637764491719737?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/W3-g6Qvxk-o/soal-apakah-anda-termasuk-kelompok.html" title="SOAL: Apakah Anda termasuk kelompok THAIFAH MANSHURAH ???" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/04/soal-apakah-anda-termasuk-kelompok.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkYCQHs_eyp7ImA9WBJVE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114637416147874142</id><published>2006-04-30T12:08:00.000-07:00</published><updated>2006-04-29T22:16:01.543-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-04-29T22:16:01.543-07:00</app:edited><title>ILMU: KEBERADAAN THAIFAH MANSHURAH</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#66ffff;"&gt;&lt;strong&gt; KEBERADAAN THAIFAH MANSHURAH&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;SEBELUM KITA membicarakan lebih jauh tentang sifat-sifat Thaifah Manshurah, serta pentingnya memperbanyak jumlahnya dibandingkan thaifah yang lain. Maka risalah kali ini kami akan mengukuhkan lebih dahulu keberadaan thaifah ini dan kesyar’iyan wujudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kami katakan: Telah mutawatir dalil-dalil shahih yang menunjukkan keberadaan Thaifah Manshurah serta kelangsungan serta kelangsungannya hingga hari kiamat, bahwasanya ia adalah kelompok yang mendapat pertolongan yang senantiasa tampil membela kebenaran, tidak membahayakan (menggoyahkan tekad) mereka orang yang menelantarkan mereka atau menyelisihi mereka hingga kiamat tiba … di antaranya adalah hadits yang datang dalam Shahih Muslim:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Tsauban, dia berkata: "Rasulullah saw. bersabda: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;"Akan senantiasa ada di antara ummatku sekelompok orang yang tampil membela kebenaran, tidak membahayakan mereka orang yang menelantarkan (tidak menolong) mereka sehingga datang ketetapan Allah, sedang mereka tetap dalam keadaan demikian."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan dari sahabat Mughirah bin Syu’bah, dia berkata: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;"Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Akan senantiasa ada di antara ummatku, sekelompok kaum yang tampil ditengah-tengah manusia, sehingga datang pada mereka ketetapan Allah sedang mereka dalam keadaan unggul."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan dari Jabir bin Samurah, dari Nabi saw, bahwasanya beliau bersabda: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;"Agama ini senantiasa akan tegak, berperang membelanya sekelompok kaum muslimin hingga hari kiamat tiba."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dan dari Jabir bin Abdullah, dia berkata: &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;"Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;"Akan senantiasa ada di antara ummatku sekelompok orang yang berperang membela kebenaran, mereka terus wujud hingga hari kiamat."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan dari ‘Imran bin Hani’, dia berkata: "Aku mendengar Mu’awiyah berkhotbah di atas mimbar: "Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;"Akan senantiasa ada di antara ummatku, sekelompok orang yang menegakkan perintah/agama Allah, tidak membahayakan mereka orang yang menelantarkan mereka atau orang yang menyelisihi mereka, sehingga datang ketetapan Allah, sedang keadaan mereka unggul atas manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dari ‘Imran bin Hushain, dia berkata: &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;"Rasulullah saw. bersabda:&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;"Akan senantiasa ada di antara ummatku sekelompok orang yang berperang membela kebenaran, menang atas orang yang memusuhi mereka, sehingga orang terakhir di antara mereka memerangi Al-masih Dajjal." &lt;/span&gt;(Shahih, Sunan Abu Dawud).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan dari Salamah bin Nufail Al-Kindi, dia berkata: &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;"Ketika aku sedang duduk di dekat Rasulullah saw, tiba-tiba ada seorang lelaki bertanya: "Wahai Rasulullah, orang-orang sudah tidak lagi mengurus kuda mereka dan meletakkan senjata mereka dan mereka mengatakan: "Tak ada lagi jihad, perang telah usai!"&lt;/span&gt; Rasulullah saw. menghadapkan wajahnya dan berkata: "&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Mereka dusta!!. Sekarang telah datang masa perang dan akan senantiasa ada di antara ummatku sekelompok orang yang berperang membela kebenaran dan Allah memalingkan hati banyak kaum pada mereka dan memberi rezeki mereka dari (harta musuh) mereka hingga kiamat tiba, sehingga janji Allah datang. Kuda itu tertambat pada ubun-ubunnya kebaikan hingga hari kiamat."&lt;/span&gt; (Shahih, Sunan An-Nasa’i. 3333).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan dari Mu’awiyah bin Qurrah dari ayahnya: "Rasulullah saw. bersabda: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;"Akan senantiasa ada di antara ummatku sekelompok orang yang diberi pertolongan, tidak membahayakan mereka orang yang menelantarkan mereka hingga kiamat tiba."&lt;/span&gt; (Shahih Ibnu Majah 6).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;"Akan senantiasa ada di antara ummatku sekelompok orang-orang yang konsisten membela agama Allah, tidak membahayakan mereka orang yang menyelisihinya!."&lt;/span&gt; (Shahih Sunan Ibnu Majah 7).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan dari Amru bin Syu’aib, dari ayahnya, dia berkata: "Pernah suatu ketika Mu’awiyah berdiri di atas mimbar menyampaikan khotbah, lalu dia berkata: "Di mana gerangan ulama-ulama kalian? Di mana gerangan ulama-ulama kalian? Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;"Tidak akan terjadi hari kiamat melainkan ada sekelompok di antara ummatku yang memerangi manusia. Mereka tidak mempedulikan orang yang menelantarkan mereka ataupun orang yang menolong mereka."&lt;/span&gt; (Shahih Ibnu Majah 9).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan dari Abu Inabah Al-Khaulani, dan dia adalah sahabat yang pernah shalat menghadap dua kiblat bersama Rasulullah, dia berkata: "Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;"Allah senantiasa akan menumbuhkan satu tanaman (generasi) dalam agama ini yang Dia pekerjakan mereka untuk menta’ati-Nya." &lt;/span&gt;(Shahih Ibnu Majah 8).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Serta banyak lagi hadits-hadits dan nash-nash lain yang menunjukkan eksistensi Thaifah Manshurah ini, bahwasanya mereka senantiasa tampil membela kebenaran … dan bahwasanya mereka diberi pertolongan, tidak menggoyahkan tekad mereka orang yang memusuhi mereka ataupun orang yang menelantarkan mereka … hingga hari kiamat tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan Thaifah Manshurah ini, tidak diragukan lagi, mempunyai dampak yang positif dalam jiwa orang-orang mukmin yang tertindas di muka bumi; membangkitkan harapan dan keyakinan di dalam jiwa mereka akan pertolongan Allah Ta’ala dan janji-Nya, dan bahwa akhir kesudahannya -walaupun di kemudian hari kelak-meskipun kebatilan bersimaharajalela, menjadi besar tentara dan kekuasaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalamnya juga terdapat khabar buruk bagi semua Thaghut-thgahut (Segala sesembahan selain Allah Ta’ala) di muka bumi yang memancangkan bendera permusuhan dan peperangan terhadap Islam dan kaum muslimin … bahwa tipu daya mereka dan perang mereka tidak berguna sama sekali bagi mereka … bahwa tipu daya mereka akan berbalik mengenai mereka sendiri … dan bahwasanya mereka, meski telah berusaha semaksimal mungkin, maka kemenangan tetap untuk kalimat Allah saja … walaupun setelah beberapa masa nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan penguasa tiran dan lalim -disepanjang perjalanan masa-telah memancangkan peperangan dan permusuhan terhadap Islam dan kaum muslimin … mereka menggerakkan ratusan ribu tentara untuk memeranginya … namun sekarang di mana gerangan mereka? … Di mana gerangan harta mereka yang melimpah ruah?, yang mereka kerahkan untuk memalingkan manusia dari jalan Allah … Dan di mana agama Allah? … jika mereka bisa melihat!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka semua telah pergi dan binasa menjadi kayu bakar Neraka Jahannam, dan Jahannam adalah seburuk-buruk tempat kembali … sedangkan agama Allah Ta’ala terus tumbuh berkembang, tinggi, luas dan tersebar ke seluruh penjuru negeri dan ke segenap anak bangsa … meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah itu menunjukkan bahwa ada tangan maha kuat yang telah menjamin kelangsungan, penjagaan dan pertolongan bagi agama ini … ?!&lt;br /&gt;Ya benar, jika mereka mengetahui!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman: &lt;span style="color:#33ff33;"&gt;"Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai."&lt;/span&gt; (QS. At-Taubah: 32).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman: &lt;span style="color:#33ff33;"&gt;"Sesungguhnya orang-orang kafir, menafkahkan (menggunakan) harta mereka untuk menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian akan menjadi penyesalan bagi mereka, kemudian mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahannamlah orang-orang kafir itu di kumpulkan."&lt;/span&gt; (QS. Al-Anfal: 36).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Thaifah Manshurah Apa dan Siapa, oleh Syaikh Abdul Mun’im Musthofa Halimah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;SATRIA SEJATI&lt;br /&gt;"Putera Islam"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114637416147874142?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/B4u-KKcfPq84fqccAkdzthCamjM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/B4u-KKcfPq84fqccAkdzthCamjM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/B4u-KKcfPq84fqccAkdzthCamjM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/B4u-KKcfPq84fqccAkdzthCamjM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/fuBbayO63Ag" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114637416147874142/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114637416147874142&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114637416147874142?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114637416147874142?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/fuBbayO63Ag/ilmu-keberadaan-thaifah-manshurah.html" title="ILMU: KEBERADAAN THAIFAH MANSHURAH" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/04/ilmu-keberadaan-thaifah-manshurah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUQHRHY_fip7ImA9WBJVE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114637333534034862</id><published>2006-04-30T11:42:00.000-07:00</published><updated>2006-04-29T22:02:15.846-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-04-29T22:02:15.846-07:00</app:edited><title>ILMU: Thaifah Manshurah APA dan SIAPA?</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#66ffff;"&gt;&lt;strong&gt;Thaifah Manshurah&lt;br /&gt;APA dan SIAPA?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Akan senantiasa ada di antara ummatku sekelompok orang yang berperang membela kebenaran, mereka terus wujud hingga hari kiamat.”&lt;/span&gt; (HR. Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Mereka ada di antara kita!&lt;br /&gt;Mereka berjuang membela kepentingan kita!&lt;br /&gt;Kehadirannya bak tetesan embun di padang gersang.&lt;br /&gt;Keberadaannya bagai cahaya di kegelapan&lt;br /&gt;Eksistensi kaum muslimin tak berarti tanpa mereka&lt;br /&gt;Islam tinggal nama tanpa kehadiran mereka&lt;br /&gt;Kenalkah Anda kepada mereka …???&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Thaifah Manshurah …!!!&lt;br /&gt;Apa itu …???&lt;br /&gt;Sebuah nama yang asing di telinga sebagian besar kaum muslimin!&lt;br /&gt;Sebutan yang jarang diperbincangkan di kancah pergaulan!&lt;br /&gt;Siapakah mereka …???&lt;br /&gt;Dimana keberadaannya …???&lt;br /&gt;Darimana kita bisa mengenali mereka …???&lt;br /&gt;Apa peran mereka atas kaum muslimin …???&lt;br /&gt;Apa kontribusi mereka dalam menjaga nyala api Islam …???&lt;br /&gt;Apakah Anda termasuk kelompok mereka …???&lt;br /&gt;Apakah jama’ah Anda mempunyai karakter seperti mereka …???&lt;br /&gt;Atau justru sebaliknya …???&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali -–bermunculan di kancah pergerakan Islam-- kelompok-kelompok, organisasi-organisasi dan partai-partai; masing-masing mengklaim –-untuk dirinya dan tidak untuk yang lain-- bahwa mereka berada di atas kebenaran, tak ada keraguan di dalamnya, dan bahwa kemenangan serta pembebasan akan tercapai melalui tangan mereka, bukan lewat tangan seorangpun di luar mereka … Mereka pada hakikatnya, bukan bagian dari kebenaran sedikitpun, dan mereka tidak pula berjalan di atas minhaj nubuwwah dan minhaj Salafush Shaleh … !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas tersebut menimbulkan dampak-dampak negatif terhadap kehidupan ummat manusia, persepsi dan sikap mereka; sehingga neraca timbanganpun menjadi kacau dalam pandangan mereka, maka tercerai-berailah wala’ (kesetiaan atau loyalitas) serta intimaa’ (pengikutan atau penggabungan diri) mereka kepada partai-partai –-yang berbeda dan saling bermusuhan-- yang Allah tidak menurunkan hujjah atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan wala’ dan intimaa’ mereka itu semakin memperdalam jurang perbedaan, pertikaian dan perpecahan di antara mereka yang seharusnya bersaudara dan saling cinta mencintai karena Allah. Perpecahan ini menyulut kedengkian, kemarahan dan kebencian di dalam hati mereka, sehingga hampir-hampir tidak Anda temukan dua orang, kecuali dalam diri salah seorang di antaranya tersimpan rasa tidak senang terhadap yang lain … yang disebabkan oleh hawa nafsu, partai-partai, kelompok-kelompok tersebut … serta loyalitas-loyalitas batil lagi saling bertentangan yang dipaksakan kepada para pengikut!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula, banyaknya partai dan jama’ah yang berbeda sumber rujukannya, telah menimbulkan keraguan dan kebimbangan dalam diri banyak orang terhadap semua jama’ah-jama’ah masa kini –-baik yang benar maupun yang batil--, dan akibat keraguan dan kebimbangan itu membuat mereka lebih suka hidup menyepi dan mengucilkan diri atau bersikap netral -–tanpa mau membedakan antara jama’ah yang pantas menerima wala’ (kesetiaan atau loyalitas) dan penghargaan dengan jama’ah yang pantas menerima barra’ (permusuhan)—karena mereka meragukan kesungguhan dan keikhlasan semua jama’ah-jama’ah yang muncul di kancah perjuangan Islam … semuanya, menurut mereka, adalah tertuduh … !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah, risalah yang akan datang di dalamnya terdapat panduan untuk mengetahui sifat-sifat Thaifah Najiyah Manshurah –sebagaimana dikabarkan dalam Al-Kitab dan As-Sunnah—Thaifah yang wajib bagi setiap orang Islam berada di dalamnya, memperbanyak jumlahnya dan tulus setia membelanya. Dan risalah itu –insya Allah—laksana obor penyuluh yang menerangi kegelapan jalan, dan tolok ukur yang dengannya dapat diketahui posisi partai-partai tersebut dari kebenaran, dan dapat diketahui sejauh mana kedekatan mereka terhadapnya … serta dapat diketahui yang bermanfaat darinya dan yang membahayakan lagi tidak bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risalah itu akan mengantar Anda berkenalan dengan mereka, mengetahui sifat-sifat dan keberadaan mereka serta mengajak Anda untuk menjadi seperti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risalah itu akan membantu Anda untuk mengetahui kebenaran dan ahlinya, dan bersegera menolong mereka, memperbanyak jumlah mereka serta bergabung dalam barisan mereka. Juga membantu Anda untuk mengetahui kebatilan dan ahlinya, dan bersegera meninggalkan, memusuhi serta menjauhi mereka sekuat tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risalah itu memperingatkan setiap muslim yang menjadi pembela kebatilan dan pengikutnya … untuk tidak memperbanyak jumlahnya walau hanya dengan bayangan (tidak langsung) atau perbuatan atau perkataannya … dalam memerangi kaum muslimin … sehingga dia menjadi sekutu mereka dalam dosa dan permusuhan, baik dia tahu ataupun tidak …!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana keterangan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud secara marfu’: &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;“Siapa yang memperbanyak jumlah suatu kaum, maka dia termasuk di antara mereka, dan siapa yang ridha dengan perbuatan suatu kaum, maka dia menjadi sekutu orang yang mengerjakannya.”&lt;/span&gt; (Ditakhrij oleh Abu Ya’la, Fathul Baari XIII/37).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Tiadalah seseorang mencintai suatu kaum, kecuali Allah jadikan dia bersama mereka.”&lt;/span&gt; (HR. Ahmad, An-Nasa’i, dan Al-Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia dan di akherat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Orang yang menjadi sekutu kaum adalah bagian daripada mereka.”&lt;/span&gt; (HR. Ath-Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membenarkan sabda Nabi saw. di atas adalah firman Allah Ta’ala dalam Kitab-Nya: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Dan barangsiapa di antara kalian menjadikan mereka sebagai wali, maka sesungguhnya dia termasuk di antara mereka.”&lt;/span&gt; (QS. Al-Maidah: 51).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni, sama seperti mereka dalam kekafiran dan menjadi kawan sekutu mereka di dalam dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya risalah itu menjadi hujjah dalam tema-tema bahasannya, maka kami berupaya dengan sungguh-sungguh menetapkan ciri dan sifat Thaifah Najiyah Manshurah sebagaimana disebutkan dalam Al-Kitab dan As-Sunnah dan ditunjukkan oleh nash-nash syar’i, mengikuti atsar-atsar dan pemahaman kaum Salafush Shaleh … seraya memohon kepada Allah Ta’ala agar kiranya Dia berkenan memberikan taufik dan menerima amalan ini … dan berkenan memberikan ilham kebenaran dan yang benar pada diriku dan menjauhkanku dari hawa nafsu dan kesalahan … dan berkenan pula menjadikan kita dengan karunia, kemurahan dan rahmat-Nya, termasuk di antara golongan Thaifah Najiyah Manshurah di dunia dan akherat, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga keselamatan dan kesejahteraan senantiasa dilimpahkan kepada Muhammad Nabi yang ummi dan juga kepada keluarganya dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sumber: Thaifah Manshurah Apa dan Siapa, oleh Syaikh Abdul Mun’im Musthofa Halimah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;SATRIA SEJATI&lt;br /&gt;“Putera Islam”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114637333534034862?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wQjR8ydvYGz3ziXa0C-QWIYn6RQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wQjR8ydvYGz3ziXa0C-QWIYn6RQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wQjR8ydvYGz3ziXa0C-QWIYn6RQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wQjR8ydvYGz3ziXa0C-QWIYn6RQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/RtCbTP1RKns" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114637333534034862/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114637333534034862&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114637333534034862?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114637333534034862?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/RtCbTP1RKns/ilmu-thaifah-manshurah-apa-dan-siapa.html" title="ILMU: Thaifah Manshurah APA dan SIAPA?" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/04/ilmu-thaifah-manshurah-apa-dan-siapa.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkMHQnw9eyp7ImA9WBJVEUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114619443301364012</id><published>2006-04-28T10:15:00.000-07:00</published><updated>2006-04-27T20:20:33.263-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-04-27T20:20:33.263-07:00</app:edited><title>RENUNGAN: MATI Giliran Yang Pasti Akan Datang Menghampiri</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;MATI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Giliran Yang Pasti&lt;br /&gt;Akan Datang Menghampiri&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Rabbnya dengan mendapat rezeki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”&lt;/span&gt; (QS. Ali Imran: 169-170).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini… terlalu banyak berita tentang kematian manusia akibat bencana yang melanda. Kala bencana datang melanda, semua orang tersentak ingin bertanya. Mengapa terjadi? Mengapa terjadi? Banyak yang merasa sedih atas kejadian tersebut. Aku tersentuh dan mencoba merenungkan sesuatu di balik kejadian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari bencana alam itu adalah hari kematian mereka! Kapankah akan datang hari kematian ku? Kapankan akan datang hari kematian saudara dan teman-teman ku? Apakah perkara atau soal kematian tidak perlu dipikirkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa selama ini… banyak yang ku kenali… tidak begitu berminat atau mencoba menghindarkan diri apabila soal ‘mati dibicarakan? Kenapa begitu banyak sekali orang yang mencoba menghindarkan diri… apabila perkara ‘mati’ dikatakan? Padahal… kematian itu adalah sesuatu yang pasti!… yang akan tiba kepada siapa pun yang masih hidup!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba memikirkan hal tersebut… Aku pikirkan diri ku sendiri… Apakah aku takut mati? Apakah aku sudah siap untuk menghadapi kematian? Apakah aku sudah siap untuk bertemu dengan Rabbku? Apakah persediaan yang telah aku lakukan didalam hidup ku selama ini? Apakah rahasia hidup dan rahasia menghadapi kematian? Jiwa yang bagaimanakah yang telah puas hidup cukup siap menghadapi kematian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku renungkan lagi… Banyak yang beragama Islam dan percaya kepada Allah… tetapi… Apakah mereka hidup selama ini… sebenar-benarnya hidup untuk membela agama mereka? Banyak yang mencoba menjadi orang baik, melakukan ibadah dan beramal shaleh…… tetapi… Apakah selama ini mereka hidup dengan sebenar-benarnya berjiwa dan bersemangat membela Rabbnya, Nabinya dan Agamanya di dalam kehidupan mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dengan meneruskan kehidupan tanpa mempunyai semangat dan jiwa untuk membela Agama Islam adalah suatu kebahagiaan dan kepuasan? Apakah dengan memiliki pemikiran dan sikap begitu… kita bisa menghadapi ‘kematian’ dengan rasa puas dan merasa cukup untuk menemui Rabb kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku renungkan dengan lebih dalam lagi…… persoalan beginilah yang selama ini selalu bermain-main di dalam benak pemikiran ku! Aku sudah memiliki satu tekad! Aku tidak akan membiarkan diri ku ini hidup… tanpa mempunyai sikap dan semangat membela agama ku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku semakin sadar…… aku akan membela agama ku! Aku akan berusaha membangkitkan semangat anggota keluargaku dan saudara-saudaraku supaya mereka memiliki semangat hidup untuk membela agama mereka sendiri sepanjang hayat. Aku akan pupuk semangat itu supaya tertanam didalam jiwa raga mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya mereka hidup sebagai seorang manusia yang berjiwa berani membela agama! Supaya mereka tidak hidup dengan sia-sia saja! Supaya mereka merasa puas hidup dan lebih berarti didalam mengharungi kehidupan mereka! Supaya mereka tua dan mati didalam keadaan puas berjiwa berani karena hidup membela agama mereka sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Mati&lt;/span&gt; Hanya Sekali Jadikan ianya di jalan Allah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114619443301364012?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nKt8VBYQPhEKPj7-JIjrKYjpjt8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nKt8VBYQPhEKPj7-JIjrKYjpjt8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nKt8VBYQPhEKPj7-JIjrKYjpjt8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nKt8VBYQPhEKPj7-JIjrKYjpjt8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/PWHiyzaV5VA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114619443301364012/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114619443301364012&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114619443301364012?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114619443301364012?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/PWHiyzaV5VA/renungan-mati-giliran-yang-pasti-akan.html" title="RENUNGAN: MATI Giliran Yang Pasti Akan Datang Menghampiri" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/04/renungan-mati-giliran-yang-pasti-akan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEcHRng9eCp7ImA9WBJWGUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114597203741542231</id><published>2006-04-25T20:30:00.000-07:00</published><updated>2006-04-25T06:33:57.660-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-04-25T06:33:57.660-07:00</app:edited><title>MELURUSKAN: Sesatkah Ajaran SALAFUSH SHALIH?</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Sesatkah &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Ajaran&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#33ffff;"&gt;SALAFUSH SHALIH&lt;/span&gt;?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;Dan inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.”&lt;/span&gt; (QS. Al-An’am 153)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Islam adalah kebenaran. Al-Islam adalah jalan Allah yang lurus. Maka ikutilah jalan ini, jangan ikuti selainnya. Segala yang berasal dari Al-Qur’an adalah kebenaran, karena Al-Qur’an bersumber dari Yang Maha Benar. Tidak ada kebenaran lain selain Al-Qur’an, selain Al-Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sebuah realitas bahwa umat Islam kini dalam keadaan berpecah belah, tidak bersatu. Umat Islam telah berkelompok-kelompok, bersekte-sekte, berpartai-partai, ber..ber..ber… Masing-masing kelompok, grup, jama’ah, atau organisasi merasa bahwa dirinyalah yang paling benar. Di luar kelompoknya, di luar jama’ahnya, di luar organisasinya, akan dianggap salah. Bahkan timbul ajaran takfir yaitu saling mengkafirkan orang yang berada di luar kelompok masing-masing. Tragis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap saling melabel, saling mencap, dan saling mengklaim ini, begitu parah terjadi dalam tubuh umat Islam. Dan ini terjadi sejak berabad-abad yang lalu, sesuai dengan ramalan Rasulullah SAW: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Umatku kelak akan berpecah menjadi 73 golongan, 72 golongan akan masuk neraka dan satu golongan akan masuk surga. &lt;/span&gt;Sahabat bertanya: &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;“Siapakah satu golongan itu wahai Rasulullah?”&lt;/span&gt; Rasulullah menjawab: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Al-Jama’ah”.&lt;/span&gt; (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain diterangkan bahwa Al-Jama’ah yang dimaksud adalah: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Apa yang Aku (Rasulullah SAW) dan sahabat-sahabatku berada di atasnya.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, hadits-hadits tersebut disalahinterpretasikan oleh banyak pihak, sehingga timbul klaim bahwa Al-Jama’ah yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah kelompoknya sendiri dan bukan kelompok orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia ada Kelompok Salafiyun Atsary, MMI, JI, DI/TII, HT (Hizbut Tahrir), IM (Ikhwanul Muslimin), PERSIS, NU, Muhammadiyah, Tabligh, Sufi, LDII, dan lain-lain. Lalu siapakah yang benar dan siapakah yang salah? Siapakah yang lurus dan siapa yang sesat? Masalah di atas tidak akan selesai dibahas. Sudah terlalu banyak buku-buku yang mengulas hal semacam ini. Pada lain kesempatan akan kita bicarakan. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, akan kita paparkan metode yang harus kita tempuh dalam memahami Islam. Jika seseorang terjebak pada metode Khawarij, maka ia akan begitu mudah mengkafirkan seseorang dengan hanya satu dosa yang diperbuatnya. Sebaliknya jika seseorang terjebak pada metode Murji’ah, maka ia akan terlalu meremehkan dosa sebesar apapun sekalipun dosa-dosa itu menyebabkan seseorang menjadi murtad atau musyrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khawarij terlalu ketat, sedang Murji’ah terlalu longgar. Dua-duanya adalah sikap ghuluw (ekstrim) yang dilarang dalam Islam. seorang yang berzina akan dianggap kafir oleh Khawarij. Sedangkan seorang yang menyembah batu, yang telah jelas kesyirikannya, atau seorang yang mengganti hukum Islam (Al-Qur’an dan Hadits) dengan hukum yang lainnya (Pancasila dan UUD 45) secara sengaja, dalam pandangan kaum Murji’ah dianggap sebagai, ‘tidak apa-apa’. Banyak lagi metode-metode lain yang semuanya itu bersifat ekstrim alias berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, terdapatlah satu metode dalam memahami Al-Qur’an dan Sunnah berdasarkan manhaj Salafus Shalih yang bersifat adil, moderat, dan tidak ekstrim. Seluruh imam empat madzhab (Syafi’i, Hambali, Hanafi dan Malik) menggunakan metode ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;Mengapa Harus SALAFUSH SHALIH?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an dan Sunnah (hadits shahih) adalah kebenaran mutlak (absolut). Seluruh kaum Muslimin telah memahami hal ini. Persoalannya adalah, dunia peradaban semakin berkembang, populasi manusia semakin banyak, tipu daya setan semakin canggih, generasi demi generasi telah berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah pada akhirnya menuntut adanya intepretasi atau penafsiran. Dalam membaca Al-Qur’an, seribu kepala bisa memunculkan lebih dari satu bentuk penafsiran. Salah tafsir dalam hal yang bersifat furu’ (cabang) barangkali bisa ditolerir, tetapi dalam hal-hal yang bersifat ushul (dasar) tentu hal tersebut dapat merusak akidah. Tidak jarang dapat berujung pada batalnya keislaman seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada era sekarang, tak satu pun orang berhak mengklaim bahwa penafsirannya terhadap Al-Qur’an dan Sunnah sebagai paling benar. Demikian juga pada beberapa generasi (qurun) sebelum kita. Mereka yang penafsirannya benar dan paling benar adalah mereka yang telah mendapat jaminan dari Allah dan Rasul-Nya. Mereka adalah orang-orang yang Allah ridha terhadap mereka dan mereka ridha terhadap Allah. Mereka adalah orang-orang yang telah Allah jamin masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;Siapakah mereka?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”&lt;/span&gt; (QS. At-Taubah: 100).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah generasi sahabat Nabi –radhiyallahu ‘anhum- dan generasi tabi’in. Dalam ayat di atas Allah menjamin kebaikan mereka, bahkan memastikan jaminan surga bagi mereka. Melalui Rasulullah SAW, kepada merekalah ayat-ayat Al-Qur’an diturunkan. Mereka generasi yang menyaksikan turunnya ayat demi ayat, untuk selanjutnya mereka mengamalkannya dalam seluruh aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekalah generasi yang paling mengerti tentang tafsir seluruh ayat Al-Qur’an, karena mereka langsung bertanya kepada Rasulullah dalam segala urusan, sementara Rasulullah langsung dibimbing oleh Allah. Mereka jugalah yang menuliskan ayat-ayat Al-Qur’an di atas daun lontar, tulang, pelepah kurma dan lain-lain, sampai kemudian dibukukan oleh Khalifah Utsman bin Affan dalam bentuk mushaf Utsmani. Sehingga kini kita tinggal membaca, memahami, menghayati dan mengamalkannya. Tak ada yang kurang sedikit pun meski hanya satu huruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas merupakan bukti pengakuan Allah terhadap kebenaran sahabat dan tabi’in. Kemudian Rasulullah SAW besabda: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.”&lt;/span&gt; (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits itu Rasulullah menjamin kebaikan kurun generasi pertama Islam. Satu qurun berarti satu abad. Satu abad berarti 100 tahun. Dengan demikian, tiga qurun berarti sekitar tiga abad. Pada tiga abad pertama itulah kehidupan bermula dari era Rasulullah, kemudian tabi’in dan tabi’ut tabi’in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan lain Rasulullah SAW bersabda: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Wajib kalian (umat Islam) mengikuti sunnahku dan sunnah (kebiasaan) khulafaur-rasyidin yang mendapat petunjuk (khalifah) Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali).”&lt;/span&gt; (HR. Al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tiap-tiap kurun itu terdapat ulama. Ulama terkemuka di kurun sahabat adalah Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud. Di zaman tabi’in, ada Imam Qatadah, Imam Mujahid, Imam Muqatil. Imam empat Madzhab (Syafi’i, Hambali, Maliki, Hanafi) masih termasuk dalam tiga abad pertama hijriyah, sehingga penafsiran-penafsiran dan pemahaman mereka bisa dianggap bersih, selamat dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaminan dan pengakuan serupa tidak Allah berikan kepada generasi setelah tiga kurun pertama hijriyah, yakni mereka yang hidup mulai awal abad empat hijriyah dan seterusnya. Penafsiran dan pemahaman mereka tentang Al-Qur’an tidak dijamin kebenarannya. Dalam hal-hal tertentu, bisa saja ulama tertentu yang hidup setelah tiga abad pertama hijriyah memiliki penafsiran yang sama dengan ulama atau generasi tiga abad pertama hijriyah. Tetapi kesamaan tersebut belum berarti jaminan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia terdidik, saat akan menggunakan suatu produk, tentu akan memilih produk yang telah disahkan oleh quality control dan memiliki semacam “garansi” atas barang yang dibelinya. Dalam kehidupan biasa, sebut misalnya dunia kedokteran, bisa jadi seorang mahasiswa yang drop-out memiliki kemampuan dan pengalaman yang lebih daripada lulusan fakultas kedokteran. Akan tetapi seorang dokter yang mengantongi izin praktik, dan memiliki ijazah, atau sertifikat pengakuan dari instansi yang berkompeten, adalah lebih wajar dan lebih bisa dipercaya untuk menjalankan praktek diagnosis serta pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang berpikiran waras dan normal tentu akan memilih kendaraan yang dilengkapi STNK dan BPKB asli daripada kendaraan bodong –yang ia memang asli bodong atau tidak dilengkapi dokumen asli saat dibeli-. Jadi pada dasarnya manusia memiliki naluri untuk menggunakan atau memilih sesuatu yang terbaik dalam hal apapun dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika untuk kepentingan dunia yang hanya bersifat sementara saja manusia begitu selektif, hati-hati dan waspada, maka bukankah dalam memahami dien hal serupa harus lebih ditekankan? Terlebih hal tersebut menyangkut kehidupan di akhirat kelak, yang kekal dan abadi. Karenanya, seseorang harus lebih jeli dan waspada dalam memilih manhaj (metodologi) yang meliputi segala aspek kehidupannya mulai dari ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hankam dan aspek-aspek lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an adalah kebenaran mutlak. Tetapi salah menafsirkannya akan menimbulkan faham yang salah. Pemahaman yang salah akan menimbulkan keyakinan yang salah. Keyakinan yang salah akan melahirkan amal perbuatan yang salah. Inilah yang disebut sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, Al-Qur’an tidak boleh ditafsirkan oleh sembarangan orang. Hanya mereka yang memiliki kompetensi dan kapabilitas tertentu sajalah yang berhak menafsirkan Al-Qur’an dan Sunnah. Mereka yang mengerti kapan, di mana, atas sebab apa dan kepada siapa ayat Al-Qur’an diturunkan, tentu lebih berhak menafsirkan dan menjelaskan Al-Qur’an kepada manusia. Rasulullah adalah manusia yang paling mengerti, paling berhak, paling berkompeten dan paling kapabel dalam menafsirkan dan menjelaskan Al-Qur’an kepada manusia. Sunnah (ucapan, perbuatan dan pembenaran) Rasulullah adalah tafsir hidup dari Al-Qur’an secara langsung. Dan itulah kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum mukminin yang pernah hidup bersama dengan Rasulullah SAW, kemudian mengikuti segala perilaku beliau SAW, tidak menambah dan tidak mengurangi, kaum inilah yang disebut secara khusus sebagai, “sahabat” –radhiyallahu ‘anhum” (Allah meridhai mereka)-. Perilaku sahabat yang sesuai dengan perilaku Nabi adalah juga kebenaran. Di antara sahabat Nabi terdapat empat Khalifah (Abu Bakar, Umar bin Khatthab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib). Pemahaman, penafsiran dan perilaku empat khalifah tersebut juga wajib diikuti oleh seluruh kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Wajib kalian mengikuti sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin al-mahdiyyin.”&lt;/span&gt; (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belakang para sahabat, terdapat generasi tabi’in yang mengikuti jejak langkah perilaku Nabi Muhammad dan para sahabat dengan ihsan (baik). Mereka yang mengikuti sunnah Nabi Muhammad disebut Ahlus-Sunnah. Rasulullah juga memerintahkan umatnya untuk mengikuti sunnah jama’ah para sahabat. Sunnah yang dilakukan oleh jama’ah sahabat sama sekali tidak bertentangan dengan sunnah Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sunnah sahabat bertentangan dengan sunnah Nabi, tentulah beliau tidak akan berkata: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Apa yang Aku dan sahabatku berjalan di atasnya.”&lt;/span&gt; Dan kalaulah sunnah sahabat terutama Khulafa’ Ar-Rasyidin bertentangan, tentulah beliau tidak akan bersabda: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Wajib kalian mengikuti sunnahku dan sunnah (kebiasaan) Khulafa’ Ar-Rasyidin yang mendapat petunjuk.”&lt;/span&gt; Mereka yang mengikuti jejak langkah Nabi Muhammad dan sahabat disebut sebagai Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah telah tiada, tetapi risalah kenabian telah sempurna. Al-Qur’an dan Sunnah telah ada di hadapan kita. Generasi Salafush Shalih telah tiada. Jasad dan ruh mereka tidak lagi berada di antara kita. Tetapi, mereka meninggalkan karya-karya tulis. Pendapat-pendapat mereka diabadikan oleh generasi terdekat setelah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia Islam mengenal nama-nama besar sahabat dan tokoh-tokoh ulama Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah dengan manhaj Salafush Shalih. Misalnya, empat Imam Madzhab, Imam Qatadah, Imam Mujahid, Imam Sufyan bin Uyainah (guru besar Imam Syafi’i), Imam Muqatil, Imam Ibnu Taimiyyah, Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, dan ribuan lagi nama-nama besar yang tak mungkin disebutkan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah itu serta pada abad 20-21 yang sekarang ini kita hidup di dalamnya, dunia Islam mengenal nama-nama ulama kaliber internasional yang berusaha menempuh manhaj Salafush Shalih. Terlepas dari tuduhan Khawarij atau Murji’ah oleh pihak-pihak tertentu, mereka adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, Syaikh Muqbil Al-Wadi’i Al-Yamani, Syaikh Rabi’ Al-Madkhali, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Syaikh Bin Baz, Syaikh Hammud Uqala’ Asy-Syu’aiby, Syaikh Al-Albani, Syaikh Salman Fahd Al-Audah, Syaikh Dr. Safar Al-Hawali, Syaikh Dr. Aiman Azh-Zhawahiri, Syaikh Sulaiman Abu Ghaits, Syaikh Asy-Syahid Dr. Abdullah Azzam, Syaikh DR. Aidh Al-Qarni, Syaikh Al-Maqdisi, Syaikh Hasan Al-Banna, Sayyid Quthb, Syaikh Usamah bin Ladin dan beberapa nama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah akidah, kita tidak mendapati perbedaan pendapat di antara mereka. Adapun soal furu’ hal itu bisa terjadi. Dan Islam tidak melarangnya, selagi berada dalam koridor syari’at. Secara pribadi dan keluarga, dalam masalah berpakaian misalnya, jilbab atau hijab atau cadar, kita lebih setuju dan ‘pas’ dengan fatwa para ulama Saudi Arabia, seperti Syaikh bin Baz, Syaikh Ibnu Utsaimin, Syaikh Hammud At-Tuwaijiry, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyikapi dan menjaga diri berserta keluarga dari musik dan alat-alat hiburan lain, selain berpegang pada Syaikh Muhaddits Nashiruddin Al-Albani, kita juga berpegang pada fatwa para ulama anggota Dewan Fatwa Saudi Arabia. Dalam masalah jihad kita berpegang pada fatwa para ulama mujahid, yang mereka terjun langsung dan terlibat dalam jihad seperti Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri, Syaikh Sulaiman Abu Ghaits, Syaikh Dr. Abdullah Azzam, Syaikh Usamah bin Ladin, Syaikh Maulani Mullah Umar, juga fatwa Syaikh Hammud Uqala’ Asy-Syu’aiby rahimahullah. Nama terakhir figur yang menjadi “guru besar” para ulama anggota Dewan Fatwa Saudi Arabia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, kita tidak berani menelan mentah-mentah fatwa-fatwa mereka. Sebab ijtihad seorang ulama bisa jadi benar bisa jadi salah. Karenanya, kita berusaha membuat perbandingan fatwa-fatwa yang keluar dari ulama-ulama tersebut. Kita mencari titik-titik persamaan selagi mungkin. Jika tidak mungkin, kita memperhatikan dalil-dalil yang digunakan oleh masing-masing ulama dalam berfatwa. Fatwa yang kita yakini lebih kuat, atau lebih mendekati kebenaranlah yang kita pegang dan kita amalkan. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami Islam dengan metode seperti inilah yang dikenal dengan manhaj Salafush Shalih. Pada skala yang lebih luas, biasa dikenal sebagai aliran Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah. Hanya orang-orang yang tergesa-gesa, berpikiran sempit dan tak tahu diri sajalah yang berani menyatakan bahwa jalan semacam ini sebagai “salah” atau “ajaran sesat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, hendaklah mereka yang bisa berfikir ilmiah berhati-hati dalam memberi komentar atau label bagi mereka yang menempuh jalan berbeda dengan yang ia tempuh. Memberikan label “sesat”, “puritan”, “sempalan”, “ekstrimis”, dan lain-lain kepada kelompok tertentu, tanpa memeriksa atau mempelajari latar belakang dan dalil-dalil yang mereka pergunakan, pada akhirnya akan menjadi ‘bumerang’ bagi diri sendiri. Tindakan bodoh seperti itu hendaklah dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risalah dari hamba Allah yang dibuat dalam penjara pemerintah Thaghut Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;SATRIA SEJATI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;“&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;Putera Islam”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114597203741542231?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mY_tpJJCrvSba4n774rbe-IQ7bs/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mY_tpJJCrvSba4n774rbe-IQ7bs/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mY_tpJJCrvSba4n774rbe-IQ7bs/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mY_tpJJCrvSba4n774rbe-IQ7bs/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/Wiz52dEHQFU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114597203741542231/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114597203741542231&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114597203741542231?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114597203741542231?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/Wiz52dEHQFU/meluruskan-sesatkah-ajaran-salafush.html" title="MELURUSKAN: Sesatkah Ajaran SALAFUSH SHALIH?" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/04/meluruskan-sesatkah-ajaran-salafush.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck8ASXo4fip7ImA9WBJWGUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114597084804021320</id><published>2006-04-25T20:00:00.000-07:00</published><updated>2006-04-25T06:14:08.436-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-04-25T06:14:08.436-07:00</app:edited><title>NASEHAT: SALAFUSH-SHALIH (Upaya Menyatukan Persepsi Ummat)</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;SALAFUSH-SHALIH&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#33ff33;"&gt;(Upaya Menyatukan Persepsi Ummat)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Empat belas abad yang lalu, dunia ini digemparkan oleh munculnya sebuah ajaran yang sangat unik dan asing bagi masyarakat yang hidup pada masa itu. Sebuah ajaran yang bermuara dari wahyu, datang untuk menuntun umat manusia dari gelapnya alam jahiliyyah menuju terangnya lentera iman, sebuah ajaran yang mengentaskan bani Adam dari penghambaan kepada manusia kepada penghambaan kepada Allah Dzat Pencipta manusia, sebauh ajaran yang mengeluarkan mereka dari sempitnya dunia menuju luasnya akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam… inilah nama ajaran yang unik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam… inilah nama ajaran yang asing itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang Islam datang untuk melipat peradaban jahilyyah dan semua watak plus karakter yang dimilikinya, lalu menggelar peradaban ilahi yang sarat dengan nilai-nilai akidah, akhlak, moral dan spritual, serta menuntun manusia dalam menapaki fitrahnya yang suci dan membebaskan mereka dari jerat-jerat syetan dan kerikil-kerikil kemusyrikan yang senantiasa menjadi perintang dihadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun munculnya Islam pada saat itu sangat terasa asing, namun cahaya kebenaran yang dibawa Islam mampu mencairkan bekunya hati para penyembah berhala pada masa itu, dan berhasil menghancurkan kerasnya tradisi jahliyyah yang sudah melekat dan mendarah daging dikalangan mayoritas penduduk Jazirah Arabia dikala itu. Ibarat orang yang sedang kehausan di tengah gurun pasir lalu mendapatkan air, mereka berbondong-bondong baik secara individu ataupun secara berkelompok untuk memproklamirkan diri mereka mengikrarkan dua kalimat syahadat Asyahadu anla ilaha illallah wa asyahadu anna muhammad rasulullah, masuk ke dalam Dien Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;Jika telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan engkau lihat manusia masuk kedalam Dienullah dengan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu dan beristighfarlah kepada-Nya, sesungguhnya Dia Maha Penerima taubat.”&lt;/span&gt; (QS. An-Nashr: 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga tidaklah mengherankan kalau dalam rentang waktu yang relatif singkat, cahaya Islam sudah menerangi seluruh semenanjung Arabia mulai dari Hijaz, Najd sampai pada Yaman dan Oman, bahkan dalam beberapa dasa warsa kemudian Islam telah melebarkan sayapnya dengan mengayomi sekitar duapertiga belahan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini membuktikan betapa tepatnya nubuwat Rasulullah saw.: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Dari Tsauban bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah telah melipat bumi ini untukku, sehingga aku dapat melihat belahan timur dan baratnya. Dan kekuasaan ummatku akan mencapai apa yang telah diperlihatkan kepadaku, dan aku telah diberi dua buah istana Romawi dan Persia.”&lt;/span&gt; (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seiring dengan meluasnya kekuasan Islam dan banyaknya negeri-negeri yang dulunya dibawah kekuasaan dua super power dunia saat itu kini menjadi bagian dari wilayah Khilafah Islamiyah, timbullah problematika baru yang mengancam keutuhan Islam, khususnya yang berkenaan dengan akidah, ibadah dan pemahaman Dien Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disebabkan karena sebagian dari penduduk negeri-negeri Islam yang baru tersebut dalam mempelajari dan mengamalkan Islam masih terpengaruh, tercemari dan tercampur dengan ajaran-ajaran nenek moyang mereka yang notabene merupakan ajaran jahiliyyah yang sama sekali bertentangan dengan Islam. Ditambah lagi dengan adanya upaya dari beberapa Khalifah Abbasiyah –yang mencapai puncaknya pada masa Al-Ma’mun- yang memerintahkan untuk menterjemahkan buku-buku filsafat Yunani dan Romawi kuno karya Aristoteles, Socrates dan lain-lain ke dalam bahasa Arab. Ini semua sangat mempengaruhi kemurnian visi dan pemahaman akan akidah Islam yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka timbullah berbagai firqah yang berbaju Islam, tetapi menyimpang dari ajaran Islam yang benar. Seperti firqah Khawarij yang mengkafirkan seorang muslim yang melakukan dosa besar. Firqah ini lahir setelah timbulnya pertikaian antara Ali dan Muawiyah tahun 37 H. Lalu muncullah firqah Syi’ah yang mengkultuskan Ali dan mengkafirkan sebagian besar sahabat Rasulullah saw.. Disusul munculnya paham Qadariyah yang dibawa Ma’bad Al-Juhany tahun 80 H. Kemudian paham Murji’ah yang dibawa oleh Ghalayan Ad-Dimasqy tahun 105 H. Dan Mu’tazilah serta Jahmiyah yang masing-masing dipelopori oleh Washil bin ‘Atho (130 H) dan Jahm bin Shofwan (128 H) dimana kedua kelompok ini mengingkari seluruh sifat-sifat yang dimiliki Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua adalah sebagian dari 72 firqah yang menyimpang dari madzhab Ahli Sunnah wal Jama’ah dalam memahami Dien, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw.: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Dan ummatku akan terpecah menjadi 73 golongan semuanya masuk Neraka kecuali hanya satu.” Para sahabat bertanya: “Siapakah golongan yang satu itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Mereka orang-orang yang mengikuti jalanku dan jalan para sahabatku.”&lt;/span&gt; (HR. Tirmidzi dan dihasankan oleh Syeikh M. Nashiruddin Al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, semua firqah yang ada dan tersebar dinegeri-negeri Islam, mereka mengaku bahwa mereka adalah bermadzhab Ahlu Sunnah wal Jama’ah, sebagai Firqah Najiyah atau Thaifah Al-Manshurah, padahal golongan yang selamat yang disinyalir oleh Rasulullah saw. dalam hadits di atas hanya satu jumlahnya, tidak berbilang, yaitu golongan yang berprinsip maa ana alaihi wa ash’haabii (Mereka orang-orang yang memahami dan mengamalkan Islam seperti aku dan para sahabatku amalkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti kalau kita ingin termasuk golongan Ahlu Sunnah wal Jama’ah yang hakiki, hendaklah kita dalam memahami Dien kita merujuk kepada Al-Qur’an, As-Sunnah, perkataan para sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in serta para imam yang mendapat petunjuk dan terpercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang dinamakan manhaj Salafus Shalih, satu-satunya manhaj yang benar yang wajib kita ikuti, kita teladani dan kita jadikan rujukan dalam mempelajari, mengajarkan, mengamalkan dan memperjuangkan dien Islam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin diantara kita ada yang bertanya: “Mengapa kita harus berpegang teguh kepada manhaj salaf, apakah tidak ada manhaj lain yang dapat membimbing kita kearah pemahaman Islam yang benar selain manhaj salaf?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan tegas jawabannya tidak ada, karena hanya salaflah satu-satunya manhaj yang benar dalam memahami Islam yang berdiri di atas landasan Al-Qur’an, As-Sunnah, pendapat serta ijma’ para sahabat serta Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, kelurusan, keutuhan, kesempurnaan dan kebenaran manhaj salaf dalam memahami Dien Islam tidak perlu diragukan lagi, karena mereka para salafus-shalih telah mendapat tazkiyah (rekomendasi) langsung dari Allah dan Rasul-Nya. Oleh Allah swt. mereka diberi gelar “Khairu Ummah” sedang oleh Rasulullah saw. mereka dijuluki Khairu’n-Naas dan Khairul-Qurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;“Kalian adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, memerintahkan pada yang ma’ruf dan mencegah dari hal-hal yang mungkar dan beriman kepada Allah.”&lt;/span&gt; (QS. Ali-Imran: 110).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi sesudah mereka, kemudian generasi sesudah mereka.” Dan dalam riwayat lain disebutkan sebaik-sebaik generasi.&lt;/span&gt; (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya Abdullah bin Mas’ud ra. ketika menasehati para sahabatnya beliau berkata: &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;“Barangsiapa yang ingin menjadikan seseorang sebagai teladan hendaklah ia mengambil para sahabat Rasulullah saw. sebagai teladannya, karena mereka itulah orang-orang yang paling baik hatinya, paling banyak ilmunya, paling sedikit basa-basinya, paling lurus petunjuknya dan paling baik keadaanya. Mereka adalah suatu kaum yang dipilih Allah untuk mendampingi Nabi-Nya dalam menegakkan Dien-Nya. Maka akuilah keutamaan mereka dan ikutilah jejak langkah mereka karena sesungguhnya mereka berada di atas petunjuk yang lurus.”&lt;/span&gt; (Al-Jami’ Fi Bayanil Ilmi Wa Fadhlihi, Ibnu Abdil barr).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula imam Al-Auza’i dalam sebuah nasehatnya beliau berkata: &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;“Hendaklah kamu berpegang teguh kepada atsar yang bersumber dari salaf meskipun banyak orang menentangmu dan jauhilah olehmu pendapat orang-orang selain mereka meskipun mereka mengemas perkataan-perkataannya dengan indah dan menarik.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau para ulama terdahulu yang hidup pada kurun tiga abad pertama Hijriyah menasehati murid-muridnya untuk tidak mengikuti sembarang pendapat dan perkataan, padahal kemurnian pemahaman mereka tentang Dien relatif jauh lebih baik dari keadaan kita sekarang, maka kita orang yang hidup setelah mereka mestinya lebih utama lagi untuk merujuk kepada salafus shalih agar pemahaman kita tentang Islam lurus sama seperti pemahaman mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita harus bersikap demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan ini alangkah baiknya kalau kita menyimak sabda Rasulullah saw.: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Tidaklah kalian melewati satu tahun bahkan satu haripun kecuali masa yang sesudahnya lebih buruk dari masa yang sebelumnya sehingga kalian menjumpai Rabb kalian.”&lt;/span&gt; (HR. Ahmad dan Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logikanya, semakin jauh jarak kehidupan umat Islam dari jaman terbaik (periode sahabat) maka akan semakin buruk kondisi umatnya dari segi iman, ilmu maupun amalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, kalau kita ingin tetap mempertahankan keutuhan visi dan pemahaman Islam kita, maka tidak ada jalan lain kecuali kita harus merujuk pada sumber aslinya yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah berdasarkan pemahaman para salafus shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita sudah meyakini bahwa manhaj salaf adalah manhaj yang paling benar yang membawa kita kepada pemahaman Islam yang lurus, maka kita harus siap menanggung segala konsekuensi dari pengakuan kita, karena bukan hal yang mustahil kita akan dicemooh, dicela, dihina dan direndahkan oleh sebagian orang yang tidak tahu hakikat yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak menutup kemungkinan mereka akan mengatakan: “Manhaj salaf adalah kuno, kolot dan ketinggalan jaman, sudah tak sesuai lagi untuk diterapkan pada masa sekarang ini.” Syubhat-syubhat semacam ini bisa jadi akan muncul kepermukaan, lalu bagaimana kita membantahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya sudah ada pada sabda Rasulullah saw.: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Islam muncul dalam keadaan asing dan kelak ia akan kembali menjadi asing. Maka beruntunglah mereka orang-orang yang asing tersebut.” Rasulullah ditanya: “Siapakah orang-orang yang asing itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang berbuat ishlah (perbaikan) disaat manusia mulai rusak dan menyeleweng.”&lt;/span&gt; (HR. Ahmad) Dalam sebuah riwayat: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Mereka adalah orang-orang yang menghidupkan sunnahku dan mengajarkannya kepada manusia.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jadi disaat pertama kali Islam muncul ia muncul dalam keadaan asing karena harus berhadapan dengan ajaran-ajaran jahiliyyah yang beragam dan berkembang pada masa itu, mulai dari menyembah berhala, patung, menyembah api sampai pada menyembah malaikat serta berbagai bentuk penyembahan lainnya. Dan kelak Islam akan kembali menjadi asing ditengah-tengah pemeluknya sendiri, karena disaat itu berbagai penyimpangan lainnya yang oleh pelakunya ditutupi dengan baju Islam, sehingga orang-orang yang benar-benar berpegang teguh kepada akidah dan amaliyah Islam yang benar, yang menghidupkan sunnah-sunnah nabi yang sudah banyak dilupakan orang akan terasa asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sagatlah tidak berlebihan kalau Rasulullah saw. menggambarkan keadaan suatu masa setelah wafatnya beliau dengan sabdanya: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Kelak akan datang suatu masa dimana orang yang sabar dalam mengamalkan Diennya pada masa itu ibarat orang yang menggenggam bara.” &lt;/span&gt;(HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau kita ingin benar-benar berpegang teguh di atas Dien Islam, kita harus tabah dan sabar dalam menghadapi berbagai resiko yang akan timbul. Kita juga dituntut untuk tetap komitmen di atas jalan yang benar meskipun orang yang mengikuti kita sangat sedikit. Camkanlah baik-baik kata-kata Sofyan bin Uyainah Rahimahullah guru dari Imam Asy-Syafi’i: &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;“Tetaplah kamu melangkah di atas jalan yang haq dan janganlah kamu merasa kecil hati lantaran sedikitnya orang yang mengikuti Al-Haq tersebut.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita semua selalu tetap dibimbing oleh Allah untuk tetap berada diatas kebenaran dan dikaruniakan kepada kita kesabaran dan ketabahan dalam mempelajari, mengamalkan dan memperjuangkan Dienul Islam ini sampai masing-masing dari diri kita kembali kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu ‘alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;SATRIA SEJATI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;“Putera Islam”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114597084804021320?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HM4rbtTnW0DON16wAuEMg5b7Un8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HM4rbtTnW0DON16wAuEMg5b7Un8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HM4rbtTnW0DON16wAuEMg5b7Un8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HM4rbtTnW0DON16wAuEMg5b7Un8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/3eZJr_acmRo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114597084804021320/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114597084804021320&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114597084804021320?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114597084804021320?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/3eZJr_acmRo/nasehat-salafush-shalih-upaya.html" title="NASEHAT: SALAFUSH-SHALIH (Upaya Menyatukan Persepsi Ummat)" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/04/nasehat-salafush-shalih-upaya.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkUHRX07fip7ImA9WBJWGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114596776676379598</id><published>2006-04-25T19:00:00.000-07:00</published><updated>2006-04-25T05:30:34.306-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-04-25T05:30:34.306-07:00</app:edited><title>ILMU: PENGANTAR KEPADA PEMAHAMAN SALAFUSH SHALIH</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#33ffff;"&gt;&lt;strong&gt;PENGANTAR KEPADA PEMAHAMAN SALAFUSH SHALIH&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;I. PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu bahwa umat Islam dimana-mana dewasa ini tertindas. Semua para ahli Islam mengerahkan tenaga dan pikiran untuk mendeteksi sebab-sebab kelemahannya. Mayoritas sepakat bahwa sebab utama lemahnya umat Islam diakibatkan oleh jauhnya mereka dari Islam, ini seperti yang dikabarkan oleh hadits Rasulullah saw. yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Jika kalian sudah berdagang dengan riba, rela dengan pertanian, mengikuti ekor-ekor sapi (beternak) dan meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menguasakan kehinaan pada kalian yang tidak diangkat kehinaan tersebut sampai kalian kembali kepada dien kalian.”&lt;/span&gt; (Hadits shohih riwayat Ahmad, Abu Daud, Baihaqi dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan itu sudah menjadi fakta, dan mengharuskan kita kembali kepada Dien yang mulia ini. Kita menyaksikan kaum muslimin berbondong-bondong kepada ajaran Islam baik dalam uskup pemerintah, organisasi, jama’ah dan perorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pertanyaannya, apakah mereka sudah benar-benar kembali kepada Islam? Bagaimana caranya? Semuanya menyerukan mari kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, namun dengan pemahaman mereka sendiri. Akibatnya berbagai kesesatan timbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak, hawa nafsu dan kepentingan dikedepankan dan diblasteri (dikemas) dengan dalil-dalil yang tak jarang tidak ada hubungannya. Sungguh ini adalah musibah. Setiap orang berbicara atas nama Islam, apakah itu ulama ‘suu’ (ulama jahat), penceramah, pedagang, pelawak dan lain-lain, tanpa rasa malu mereka berfatwa. Apabila ditanya, mereka menjawab dengan jawaban “saya kira”, “menurut saya” dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam skup organisasi dan pemerintahan selalu menyerukan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasul dan kalau kita sampaikan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul seperti yang dipahami oleh salafus shalih, generasi pilihan sampai abad ketiga, serta merta mereka mengatakan: “Itu pendapat yang sesat, ganjil, terbelakang dan lain sebagainya”, sebagai tuduhan yang bathil. Bahkan lebih aneh lagi mereka yang menyerukan kembali kepada salaf, namun sepak terjangnya berlawanan sama sekali dengan kehidupan salaf. Di antara mereka ada yang senang bid’ah dan berakidah Asy ‘Ariyah, ada pula yang berakidah salaf tapi tidak berakhlak salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar sekali perkiraan Abdullah bin Mas’ud: &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;“Kalian akan menemui golongan-golongan yang mengaku mengajak kalian kepada Kitabullah, padahal mereka menaruhnya (Al-Quran) dibelakang punggungnya, maka kalian harus berilmu dan awas berbuat bid’ah, awas jangan berlebih-lebihan, awas jangan kelewatan dan kalian harus berpegang teguh dengan Al-Atiq (terdahulu/salaf).&lt;/span&gt; (HR. Ad-Darimi dan Al-Laalkaaiy).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu penting sekali mengajak umat Islam kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw. sesuai dengan pemahaman salafus shalih secara utuh. Karena itu merupakan rel yang membawa gerbong ummat Islam menuju keselamatan dan kejayaan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rajab berkata: &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;“Sebaik-baik ilmu dalam tafsir Al-Qur’an dan makna-makna hadits dalam hal halal dan haram adalah yang didapat dari sahabat-sahabat dan tabi’in serta tabi’ut tabi’in sampai dengan imam-imam yang terkenal yang diikuti.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu kita harus mengetahui gambaran utuh dari salafus shalih agar kita dapat mengikuti mereka sebaik mungkin dalam rangka li I’laai kalimatillah demi mencapai ridha Allah swt..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini pengantar kepada salafus shalih sebagai upaya untuk mengenal, menghayati, mengamalkan dan memperjuangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;II. PENGERTIAN SALAFUS SHALIH&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut bahasa: Salaf berasal dari kata “salafa” yang berarti: mendahului, melewati, yang lalu, terdahulu dan lain sebagainya. Sementara kata shalih berarti baik sebagaimana diskripsi/sifat bagi kata salaf itu. (Lisanul Arab, Ibnu Mandzur II/184).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;Menurut syara’:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Salafus shalih adalah generasi sahabat yang telah beriman dan mengikuti jejak Rasulullah saw. dan diikuti oleh generasi berikutnya tabi’in dan tabi’ut tabi’in sampai abad ketiga yang berpedoman kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw.. Dan bagi siapa saja yang mengikuti mereka disebut salafiy sebagai nisbah kepada salaf. (Makalah Shilatu dakwah, Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab, Ma’alim inthilaqatul Kubra 51-52).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;Manhaj salaf:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Cara atau jalan yang ditempuh oleh Nabi dan sahabat-sahabatnya serta yang mengikuti mereka sampai generasi ketiga termasuk diantaranya Abu Hanifah, Imam Malik, Syafi’i, Ahmad, Bukhari, Muslim, dan ahli sunan serta ulama-ulama yang terpercaya dimasa itu kecuali ahli bid’ah. Dilanjutkan dan diserukan oleh ulama-ulama abad-abad barikutnya, diantaranya: Ibnu Taimiyah, Ibnu Katsir, Ibnul Qayyim, Adz-Dzahabi dan lain-lain dari garis ulama-ulama terpercaya yang berjalan diatas garis salaf. (Makalah Shilatu dakwah, Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;III. DALIL TENTANG WAJIBNYA MENGIKUTI SALAF&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;A. DALIL-DALIL DARI AL-QUR’AN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. At-Taubah ayat 100: &lt;span style="color:#33ff33;"&gt;“Dan orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai. Itulah kemenangan yang besar.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2. An-Nisa’ ayat 115: &lt;span style="color:#33ff33;"&gt;“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin. Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam jahannam dan itu seburuk-buruk tempat kembali.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3. Ali Imran ayat 110: &lt;span style="color:#33ff33;"&gt;“Kamu adalah sebaik-baik ummat yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar dan beriman kepada Allah. Kalaulah Ahli Kitab beriman, sungguh itu lebih baik bagi mereka; diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasiq.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;B. DALIL-DALIL DARI SUNNAH RASULULLAH SAW.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw. bersabda: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Sebaik-baik manusia adalah pada masaku kemudian masa setelahku, kemudian masa setelah itu, kemudian datang suatu kaum yang kesaksiannya mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului kesaksiannya.”&lt;/span&gt; (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud masa Nabi adalah masa para sahabat Radhiallahu ‘Anhum sedang masa sesudah itu adalah masa tabi’in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Abdullah bin Basr Radhiallahu ‘Anhu berkata: Rasulullah saw. bersabda: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Keberuntungan bagi orang-orang yang melihatku, keberuntungan bagi orang-orang yang bertemu dengan orang-orang yang melihatku, bagi mereka keberuntungan dan tempat kembali yang baik.”&lt;/span&gt; (HR. Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang dalam riwayat Hakim: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Keberuntungan bagi orang yang melihatku, keberuntungan bagi orang yang bertemu dengan orang yang melihatku, keberuntungan bagi orang yang bertemu dengan orang yang bertemu dengan orang yang melihatku.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;C. PERKATAAN AIMMAH (PARA IMAM)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud berkata: &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;“Sesungguhnya Allah swt. melihat kepada hati hamba-hamba-Nya, maka didapatkan bahwa hati Muhammad saw. sebagai hati hamba-Nya yang terbaik, maka dipilihlah ia dan diutus dengan risalah-Nya, kemudian Dia melihat kepada hati hamba-Nya dan didapatkan dan didapatkan bahwa hati para sahabatnya adalah sebaik-baik hati hamba setelah Muhammad, maka dijadikanlah mereka sebagai pembela Nabi-Nya yang berperang untuk memperjuangkan Dien-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy-Sya’bi Rahimahullah berkata: &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;“Hendaklah kalian mengikuti atsar para salaf walaupun manusia menolaknya dan jauhilah perkataan orang-orang sekalipun mereka mengemas pendapat mereka (dengan indah).”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Auza’i Rahimahullah berkata: &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;“Bersabarlah kamu diatas sunnah dan berhentilah kamu jika mereka (sahabat) berhenti dan berkatalah dengan perkataan mereka, dan tahanlah terhadap apa-apa yang mereka tahan dan berjalanlah diatas jalan salafus shalih sebelummu, karena apa-apa yang melapangkan mereka adalah kelonggaran bagimu.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;&lt;strong&gt;IV. ANCAMAN BAGI YANG TIDAK MENGIKUTI SALAF&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. berfirman: &lt;span style="color:#33ff33;"&gt;“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia kedalam Jahannam dan itu seburuk-buruk tempat kembali.”&lt;/span&gt; (QS. An-Nisa’: 115).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya siapa saja yang tidak mengikuti sabilul mukminin (jalannya kaum mukminin) yaitu sahabat-sahabat Nabi, baginya Jahannam. Nauudzubillahi min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“…maka kalian harus berpegang dengan sunnahku dan sunnah para khulafa ar-rasyidin yang telah mendapatkan hidayah sesudahku. Gigitlah erat-erat dengan gerahammu dan awas kalian dari perkara agama yang dibuat-buat, maka sesungguhnya setiap yang bid’ah itu sesat.”&lt;/span&gt; (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar Ash-Shidiq ra. berkata: &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;“Tidaklah aku melihat sesuatu yang dikerjakan Rasulullah saw. melainkan aku kerjakan seperti itu, aku takut kalau aku meninggalkan perintahnya, aku akan sesat.”&lt;/span&gt; (HR. Ibnu Bathoh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas ra. berkata: &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;“Awas kamu mencela salah seorang dari sahabat Nabi saw. maka Allah akan mencelupkan mukamu ke dalam api neraka.”&lt;/span&gt; (HR. Abu Nuaim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad berkata: &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;“Pokok-pokok sunnah menurut kami adalah berpegang terhadap apa yang dipegang oleh sahabat-sahabat Nabi saw. serta mengikuti mereka dan meninggalkan bid’ah-bid’ah, setiap yang bid’ah itu adalah sesat.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar ra. berkata: &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;“Jika kamu melihat seseorang meremehkan seorang sahabat Rasulullah saw., ketahuilah bahwa ia adalah haq dan Al-Qur’an adalah haq dan yang menyampaikan Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rasulullah saw. kepada kita adalah sahabt-sahabat Nabi saw. maksud sesungguhnya mereka (orang-orang zindiq itu) hendak mencerca saksi-saksi kita untuk membatalkan Al-Qur’an dan Sunnah, sungguh mereka lebih pantas untuk dicela.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebab tidaklah seseorang yang meremehkan sahabat seperti Syi’ah, Jaringan Islam Liberal (JIL) dan semacamnya kecuali orang tersebut tergolong ahlu bid’ah dan zindiq, sementara mereka yang berpegang pada salafus shalih disebut ahlus sunnah wal jama’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;V. PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah risalah singkat tentang pengantar menuju pada pemahaman salafus shalih dibuat. Mudah-mudahan Allah swt. melapangkan dada kita untuk dapat menerima Al-Haq dan mengikuti perintah-perintah-Nya serta dapat mengikuti apa-apa yang telah dituntunkan oleh Rasulullah saw. dan para sahabatnya, para tabi’in, tabi’ut tabi’in dan orang-orang yang mengikuti jejak langkah mereka hingga hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Berbagai Sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;SATRIA SEJATI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;"Putera Islam"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114596776676379598?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sTlRnZjycF3LdzjjgufT__Mmb1c/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sTlRnZjycF3LdzjjgufT__Mmb1c/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sTlRnZjycF3LdzjjgufT__Mmb1c/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sTlRnZjycF3LdzjjgufT__Mmb1c/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/iM2AYusxalk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114596776676379598/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114596776676379598&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114596776676379598?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114596776676379598?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/iM2AYusxalk/ilmu-pengantar-kepada-pemahaman.html" title="ILMU: PENGANTAR KEPADA PEMAHAMAN SALAFUSH SHALIH" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/04/ilmu-pengantar-kepada-pemahaman.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D08FQ3Y6eCp7ImA9WBJWF0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114579490402925995</id><published>2006-04-23T19:13:00.000-07:00</published><updated>2006-04-23T05:36:52.810-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-04-23T05:36:52.810-07:00</app:edited><title>SYAIR: Generasi Yang Hilang</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Generasi Yang Hilang&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teater Kanvas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi yang hilang&lt;br /&gt;Korban perang peradaban&lt;br /&gt;Apa arti ilmu pengetahuan&lt;br /&gt;Tanpa takwa dan iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimeja makan dan mangkok supmu&lt;br /&gt;Kuhidangkan kisah negeri terluka&lt;br /&gt;Orang - orang berjamaah di mal-mal&lt;br /&gt;Diskotik dan bar jadi rumah suci&lt;br /&gt;Tuk tumpahkan duka dan sakit hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini aku berdiri&lt;br /&gt;Di meja makan dan mangkok supmu&lt;br /&gt;Menahan garpu - garpu keserakahanmu&lt;br /&gt;Yang terus menghujam melahap hutan&lt;br /&gt;Mengibarkan berjuta film kebinalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak anak sekolah berangkat untuk tawuran&lt;br /&gt;Berbekal poster Madona dan mimpi kura - kura ninja&lt;br /&gt;Mereka susuri jalan - jalan masa depan&lt;br /&gt;Penuh ancaman dan topeng - topeng kemunafikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarjana - sarjana dengan toga dikepalanya&lt;br /&gt;Berbaris bagai robot&lt;br /&gt;Meninggalkan masyarakatnya&lt;br /&gt;Mengejar mimpi televisi seolah tak akan mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimeja makan dan mangkok supmu&lt;br /&gt;Kuhidangkan kisah negeri terluka&lt;br /&gt;Kisah generasi yang hilang&lt;br /&gt;Korban perang peradaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kalah luka dari bosnia&lt;br /&gt;Tak kalah perih dari palestina&lt;br /&gt;Tak kalah luka dari bosnia&lt;br /&gt;Tak kalah perih dari palestina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena yang kau temui hanya zombi – zombi&lt;br /&gt;Makhluk - makhluk hidup tanpa probadi&lt;br /&gt;Tanpa izah tanpa harga diri&lt;br /&gt;Tanpa takwa dan iman &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114579490402925995?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/--XI0OWEnUkJ-W4ThU9BBouKIpI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/--XI0OWEnUkJ-W4ThU9BBouKIpI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/--XI0OWEnUkJ-W4ThU9BBouKIpI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/--XI0OWEnUkJ-W4ThU9BBouKIpI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/9SOo73VCgLo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114579490402925995/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114579490402925995&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114579490402925995?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114579490402925995?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/9SOo73VCgLo/syair-generasi-yang-hilang.html" title="SYAIR: Generasi Yang Hilang" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/04/syair-generasi-yang-hilang.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkUHQ3c4fip7ImA9WBJaEUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114577782270484738</id><published>2006-04-23T14:23:00.000-07:00</published><updated>2006-06-01T00:50:32.936-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-06-01T00:50:32.936-07:00</app:edited><title>Salafiyyun dalam sorotan : Benarkah gerakan salafiyyah paling Ahlulsunnah ?</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#ff6666;"&gt;&lt;strong&gt;Salafiyyun dalam sorotan : &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#99ffff;"&gt;Benarkah gerakan salafiyyah paling Ahlulsunnah ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kontribusi dari Fauzan Al-anshori&lt;br /&gt;Kamis, 12 Mei 2005&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sejak beberapa puluh tahun yang lalu, di tengah kaum Muslimin muncul sebuah gerakan yang menamakan dirinya salafiyah atau salafiyyun. Mereka menyatakan dirinya sebagai umat Islam yang paling ahlu sunnah wal jama’ah, paling firqah najiyah, paling salafus sholih dan paling thaifah manshurah. Siapa bergabung dengan mereka, mereka anggap kelompok ahlu sunnah wal jama’ah. Siapa tidak bergabung dengan mereka, mereka sebut sebagai ahlu bid’ah, ahlul ahwa’, hizbiyyah Khawarij, firqah dhalalah dan sebutan mengerikan lainnya. Sebenarnya apa gerakan salafiyyun itu? Bagaimana aqidah dan manhaj mereka menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah ‘ala fahmi Salafush Sholih? Betulkah yang bergabung dengan mereka termasuk ahlu sunnah, dan yang tidak bergabung termasuk hizbiyyah dan ahlu bid’ah? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Benarkah segala klaim dan tudingan mereka ?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah pertanyaan yang mengganjal dalam benak kita, manakala melihat kiprah gerakan salafiyyun di medan dakwah. Vonis-vonis keras kepada seorang atau kelompok Islam yang berada di luar arus mereka, dan pengkultusan kepada syuyukh (guru-guru) di kalangan mereka sehingga mereka tidak menerima bila syuyukh mereka dikritisi. Benarkah ini cerminan interaksi sosial ‘ala ahlus sunnah terhadap ahlul bid’ah? Ataukah ada sesuatu yang salah?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;1. TA’ASHUB DAN TAQLID BUTA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bila diperhatikan, sebenarnya sikap ini bukanlah sebuah kebetulan belaka. Sikap ini lahir dari sikap hizbiyyah mereka, yang mereka terima dari para syuyukh mereka sendiri. Betapa tidak, sejak awal belajar seorang muslim yang bergabung dengan kelompok ini sudah didoktrin untuk menerima suatu dogma: bahwa kebenaran itu mempunyai tanda-tanda pengenal dan menara penerang, yang berwujud ajaran yang diterima dari kelompok mereka!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang diajarkan para syuyukh mereka. Adalah syaikh Ali Hasan Al Halabi Al Atsari – seorang syaikh panutan mereka yang mengakui dirinya syaikhu salafiyyin ketiga setelah syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani dan syaikh Muhammad Ibrahin Syaqrah – yang menyatakan ijma’ tentang kedudukan tiga syuyukh salafiyyun ini dengan mengatakan:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;“Para ulama kami yang agung itu, mereka itulah bintang-bintang pemberi petunjuk dan meteor yang tinggi, barangsiapa berpegang teguh dengan mentaati mereka, mereka itulah yang selamat dan barangsiapa memusuhi mereka, maka dialah orang yang tersesat”&lt;/span&gt; (At Tahdziru Min Fitnati Takfir hal. 39)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika ini yang dikatakan oleh syaikh panutan mereka, lantas bagaimana dengan para pengikut mereka? Pernyataan ini perlu mendapat catatan yaitu: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#99ffff;"&gt;Pertama:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Ijma’ menurut para ulama adalah kesepakatan seluruh ulama mujtahidin setelah wafatnya Rosululloh –bukan para syuyukh salafiyyun– dalam suatu masa tertentu, atas suatu persoalan tertentu. Yang dimaksud dengan kesepakatan adalah tidak adanya pendapat yang menyelisihi meski dari seorang ulama pun. Bila ada seorang ulama yang menyelisihi, maka namanya bukan ijma’.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#99ffff;"&gt;Kedua:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Pernyataan bahwa siapa yang bergabung dengan syaikh fulan dan membelanya baik benar maupun salah berarti kelompok yang benar, dan siapa mengkritik (memusuhi?) dan tidak bergabung dengan syaikh fulan berarti kelompok yang salah dan sesat, hal itu merupakan sebuah hizbiyyah, ta’ashub buta dan taklid buta yang terlarang dan sama sekali bukan sikap ahlu sunnah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan yang artinya: “Barangsiapa menjadikan seseorang selain Rosululloh, siapa mengikutinya dan sejalan dengannya, ia adalah seorang ahlu sunnah, dan siapa yang menyelisihinya berarti adalah ahlu bid’ah dan firqoh, sebagaimana terdapat pada kelompok ahlu kalam --dan juga salafiyyun hari ini-- dan kelompok lainnya, maka ia termasuk ahlu bid’ah, dholal (sesat) dan tafaruq (pemecah belah persatuan umat Islam).” (Majmu’u Fatawa 3/216).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, pernyataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ini telah menyingkap dengan telak, siapa sebenarnya gerakan salafiyyun ini. Alhamdulillah, kita tak perlu bersusah payah, Syaikhul Islam sudah membongkarnya dengan sangat telak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Imam Abdurrahman Ibnu Jauzi mengatakan: “Ketahuilah sesungguhnya mayoritas para ahlu bid’ah itu dalam hati mereka ada ta’dzim (mengagungkan, mengkultuskan) seseorang --syaikh, ustadz, kiyai, habib, dll-- mereka mengikuti perkataannya tanpa mentadaburi apa yang dikatakan, ini adalah sebuah kesesatan, karena melihat itu seharusnya kepada apa yang dikatakan, bukan kepada siapa yang mengatakan. Sebagaimana dikatakan oleh oleh Imam Ali kepada Harits bin Hauth. Harits mengatakan kepada Ali, “Apakah anda mengira bahwa kami mengira Thalhah dan Zubair berada di atas kebatilan?” Maka Ali menjawab, “Wahai Harits, engkau ini terkena talbis (kerancuan). Sesungguhnya kebenaran tidak diketahui dari orang-orangnya. Ketahuilah kebenaran, maka engkau akan mengetahui pengikut kebenaran.” (Talbisu Iblis hal.101).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya gerakan salafiyyun telah mendapat peringatan, kritikan dan nasehat dari para ulama, berkenaan dengan penyelisihan-penyelisihan mereka secara jelas terhadap aqidah ahlu sunnah wal jama’ah. Namun mereka tetap berjalan dengan penyelewengan mereka, bahkan semakin keras dan menyerang kelompok-kelompok umat Islam di luar mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;2. SEKULERISME&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka inilah yang terjadi bagaimana sebuah kelompok yang menamakan dirinya salafiyyun, pengikut salafus sholih, namun menganut paham sekulerisme. Ini pernyataan syaikh nomer kedua mereka syaikh Muhammad Ibrahim Syaqrah yang artinya: “Saya meyakini bahwa slogan, “berikan hak kaisar kepada kaisar dan hak Tuhan kepada Tuhan” adalah sebuah kalimat bijaksana yang sesuai dengan zaman kita ini.” (Hiya As Salafiyatu Nisbatan wa Aqidatan wa Manhajan hal. 172).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya, tentu saja sangat sesuai dengan gerakan salafiyyun, namun jelas sangat bertentangan dan tidak sesuai dengan Islam. Semua Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah memahami bahwa Islam adalah Agama dan Negara. Islam tidak sekedar mengatur urusan ritual peribadatan semata, namun juga mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Dan semua Ulama juga telah bersepakat, bahwa sekulerisme merupakan sebuah paham kufur.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tak heran bila gerakan salafiyyun ini gencar melarang berbicara urusan politik, tahkimu syari’ah, amar ma’ruf kepada penguasa, apalagi urusan Khilafah Islamiyyah. Menurut mereka orang-orang yang mengangkat tema-tema tahkimu syari’ah, amar makruf kepada penguasa atau Khilafah Islamiyyah adalah kelompok hizbiyyun, khawarij, Ahlu bid’ah, orang-orang yang haus kekuasaan, orang-orang yang tidak mempedulikan urusan dakwah tauhid. Padahal jelas, seluruh Ulama telah ijma’ bahwa amar makruf dan menegakkan khilafah merupakan sebuah kewajiban kifayah. Fardhu khifayah bila tidak tuntas menjadi fardhu ‘ain. Adapun tuduhan tidak mempedulikan dakwah tauhid dan haus kekuasaan, tentunya sebuah tuduhan yang harus dibuktikan dengan bukti-bukti nyata, jika tidak tentu sebuah tuduhan kosong.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih mengherankan lagi, mereka menganggap pemerintahan sekuler sebagai pemerintahan Islam yang wajib ditaati oleh kaum Muslimin. Maka semua orang yang paham tauhid tentu akan tertawa, ketika melihat kekonyolan mereka menganggap pemerintahan Nushairiyyah Syiria, misalnya, sebagai pemerintahan Islam yang harus ditaati, dan mereka menghujat Mujahidin Syiria yang berjihad melawan pemerintah Nushairiyyah. Padahal semua orang yang paham tauhid tentu paham bahwa Ulama Islam telah ijma’ bahwa Nushairiyyah adalah sekte kafir. Ya, kelucuan-kelucuan lainnya yang timbul dalam urusan ini tak bisa dipisahkan dari prinsip sekulerisme yang dianut oleh syuyukh mereka ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;strong&gt;3. MENIHILKAN JIHAD&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ta’thil (menihilkan) jihad, itulah salah satu (sifat gerakan) salafiyyun yang mendakwahkan dirinya sebagai kelompok paling Ahlu Sunnah, atau bahkan satu-satunya Ahlu Sunnah dan di luar kelompok mereka (adalah) ahlu bid’ah dan hizbiyyah semua. Padahal jelas, salah satu sifat utama Thaifah Manshurah adalah jihad fie sabilillah, berperang di jalan Allah Ta’ala untuk meninggikan kalimatullah. Bahkan asbabul wurud hadits tentang Thaifah Manshurah pun berasal dari adanya sebagian shahabat Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa salam yang menyatakan jihad sudah selesai.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jihad merupakan sifat tak terlepaskan dari generasi salafu sholih, dan jihad akan senantiasa berlanjut sampai Umat Islam bertempur melawan Dajjal. Para Ulama juga telah ijma’ bahwa manakala musuh menduduki salah satu negeri Islam, jihad menjadi fardhu ‘ain. Negeri Islam pertama yang lepas ke tangan tentara salib adalah Andalus (Spanyol), tahun 1942 M, atau 510 tahun yang lalu. Sampai hari ini Andalus tetap menjadi negara nashrani, maka jihad membebaskannya fardhu ‘ain atas seluruh Umat Islam yang mampu. Bahkan negeri (Islam) Palestina yang hanya (berjarak) beberapa ratus kilometer dari pusat lahirnya gerakan salafiyyun, telah jatuh ke tangan Inggris sejak 1917 M, lalu ditegakkan negara Israel tahun 1948 M. Sampai saat ini, jihad untuk membebaskan Palestina belum tuntas, maka jihad untuk membebaskan Palestina menjadi fardhu ‘ain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, simaklah fatwa syaikh Muhammad Ibrahim Syaqrah, yang tinggal hanya beberapa ratus kilometer dari bumi Palestina: “Silahkan anda meneliti ayat-ayat yang datang untuk melengkapi dan menjelaskan ayat yang memerintahkan untuk mempersiapkan kekuatan (yang dimaksud adalah QS. Al Anfal ayat ke: 60, pent.) maka anda akan mengetahui bahwa jihad yang paling utama hari ini -saat kita dalam kelemahan seperti sekarang ini- adalah menahan diri dari berjihad.” (Hiya As Salafiyatu Nisbatan wa Aqidatan wa Manhajan hal. 204).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya, itulah fatwa syaikh kedua gerakan salafiyyun. Maka mereka pun diam seribu bahasa, tidak peduli nasib kaum Muslimin Palestina yang setiap hari meregang nyawa di tangan peluru-peluru tentara zionis Israel. Mereka pun diam ketika dua juta Umat Islam Iraq meregang nyawa akibat embargo ekonomi (1991) dan invasi (2002) oleh tentara salibis Internasional dan didukung oleh negara-negara Arab antek AS. Bahkan mungkin anda akan terkejut membaca fatwa syaikh pertama mereka, fadhilatu syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani yang memfatwakan Umat Islam Palestina untuk berhijrah. Ya, silahkan berhijrah dari Palestina, tidak usah berjihad, serahkan saja bumi Palestina kepada Israel. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangkali syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani sedang tidak memegang buku aqidah salaf ketika memfatwakan begitu, sehingga lupa bahwa Al-Qur’an, As-Sunnah dan ijma’ salafu shalih telah menyatakan bahwa jihad akan tetap berlangsung sampai hari kiamat, sampai Umat Islam memerangi Dajjal. Barangkali saja, beliau lupa ada hadits mutawwatir tentang Thaifah Manshurah yang akan senantiasa berjihad sampai akhirnya mereka memerangi Dajjal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak, beliau masih meyakini adanya ‘idad. Jika begitu, masih lumayan. Tetapi fatwa beliau selanjutnya membuat kita bengong dan kaget. Ketika membicarakan ayat 60 surat Al-Anfal yang memerintahkan ‘idad beliau menyatakan: “Barangsiapa memperhatikan nash ini tentu ia akan menyatakan wajibnya menahan diri dari jihad (tidak berjihad), sampai i’dad mencapai taraf sempurna. Kadang bentuk i’dad adalah tidak beri’dad, karena tujuan i’dad memang untuk menakutkan musuh…” (Hiya As-Salafiyatu Nisbatan wa Aqidatan wa Manhajan, hal. 203).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bentuk jihad adalah tidak jihad, bentuk i’dad adalah tidak i’dad, tidak ada jihad sampai i’dad mencapai taraf sempurna. Wahai Umat Islam Palestina, jangan berjihad melawan Israel sebelum kekuatan militer kalian menyamai militer Israel yang dibantu seluruh negara besar kafir semisal AS dan Inggris. Jangan berjihad melawan Israel sampai kalian memiliki tank, pesawat tempur, rudal-rudal dan bom nuklir sebanyak yang dimiliki Israel. Selama kekuaatan militer kalian tidak sama dengan kekuatan Israel, haram kalian untuk berjihad. Kewajiban kalian adalah i’dad, dan bentuk i’dad adalah tidak i’dad. Jadi?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Padahal menurut para ulama, i’dad dalam hal ini adalah i’dad menurut kemampuan (tafsir Ibnu Katsir 2/503). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga menyatakan bahwa dalam perang defensif seperti manakala musuh menyerang negeri Umat Islam, saat itu Umat Islam tidak boleh mundur dari medan perang sekalipun musuh berkali-kali lipat dari jumlah Umat Islam. Musuh dihadapi, dengan kemampuan yang ada. (Fatawa al-Kubra 1/236).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk umat Islam Afghanistan, fatwa itu maknanya: jangan berjihad melawan AS dan sekutunya selama kekuatan militer kalian tidak sama besar dengan kekuatan militer AS dan sekutunya. Jangan melawan serbuan AS, jika pasukan komando, tank, kapal selam, pesawat tempur, pesawat siluman, rudal, bom nuklir, kapal pembom, kapal induk, kapal perusak kalian belum sama banyak dan sama kuat dengan milik AS dan sekutunya. Jangan berjihad cukup i’dad saja. Tawaran manis bukan?Saudaraku…untuk kepentingan siapa Umat Islam diajak menyerah dengan takdir, berpangku tangan, tidak berusaha…bukankah ini menyerah kepada taqdir versi sekte sesat Jabariyah dan Jahmiyah…? Jika Allah menakdirkan AS mengganyang Afghanistan, bukankah itu takdir yang harus diterima dengan lapang dada? Jika memang sudah takdirnya Israel menjajah Palestina dan membantai Umat Islam, kenapa kita harus mempersoalkannya? Jika Allah menakdirkan Khilafah Islamiyyah jatuh akibat konspirasi musuh Islam Internasional, kenapa kita harus ribut? Bukankah dengan sekali kun fayakun, AS akan hengkang, Israel akan binasa dan khilafah tegak. Kenapa harus bersusah payah? Bukankah lebih baik duduk di bawah kipas angin di masjid, asyik membaca buku dan membicarakan kejelekan para da’i di luar kelompok kita?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk kepentingan siapa syaikh mereka, syaikh Rabi’ Al-Madkhali mengarahkan meriam takfir (pengkafiran) kepada Sayid Quthb yang aktif mengkritik pemerintahan sekuler? Kemudian anda melihat mereka duduk berpangku tangan, menerima takdir, puas dengan aqidah Jahmiyyah-Jabbariyyah, demi keselamatan “aqidah salafiyah” mereka?Tentara salibis dan zionis membantai ratusan ribu bahkan jutaan Umat Islam, tentara sekuler menegakkan pemerintahan sekuler dan bahu membahu dengan tentara salibis-zionis untuk memadamkan cahaya Allah Ta’ala, lantas anda berpangku tangan demi keselamatan “aqidah salafiyyah” anda, agar tidak diusik oleh tentara salibis, zionis dan sekuleris? Anda ingin cahaya Islam menerangi persada dunia ini dengan tanpa membuat orang-orang yahudi, nashrani dan musyrikin memarahi dan membenci anda? Jika itu aqidah anda, silahkan saja. Namun bagi Umat Islam lain di luar kelompok anda, tentu takakan melupakan petuah Syaikhul Islam Ibnu Qayyim:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#99ffff;"&gt;“Wahai orang-orang yang bermental banci, di mana anda dari jalan? Jalan di mana di atasnya: Adam kelelahan, Nuh meratap sedih, Al-Khalil dilempar ke dalam api, Ismail dibaringkan untuk disembelih, Yusuf dijual dengan harga murah dan dipenjara beberapa tahun, Zakaria digergaji, Yahya disembelih, Ayyub menderita sakit parah, tangisan Daud melebihi batas kewajaran, Isa berjalan kesusahan seorang diri dan Muhammad sholallahu ‘alaihi wa salam mengalami kemiskinan dan berbagai siksaan. Anda malah bersantai dengan kelalaian dan permainan?”&lt;/span&gt; (Al-Fawaid, hal. 56).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;4. CUEK DENGAN NASIB UMAT ISLAM&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad Ibrahim Syaqrah menyatakan: “Termasuk fiqhul waqi’ (memahami realita yang ada) adalah engkau meninggalkan fiqhul waqi’ supaya fiqhul waqi’ menjadi sempurna dalam dirimu sehingga engkau menjadi orang yang paling tahu dan paham tentang fiqhul waqi’.” (Hiya As-Salafiyatu Nisbatan wa Aqidatan wa Manhajan hal. 148).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tak usah membaca koran, majalah, mendengar radio, melihat TV. Tak usah peduli dengan segala apa yang terjadi dengan dunia sekitar anda. Tak usah peduli dengan nasib ratusan juta Umat Islam di seluruh dunia, biarkan saja mereka, nanti anda akan menjadi orang yang paling paham dengan kondisi mereka. Diamnya anda, kesibukan anda dengan tarbiyyah dan tashfiyyah, kecuekan anda dengan jahiliyyah modern hari ini, akan menjadikan anda orang yang paling paham dengan kondisi dunia modern. Anda cuek dan diam, sibuk dengan urusan anda, maka anda akan menjadi orang yang paling pintar, mengalahkan semua pengamat. Untuk pandai dan paham tentang dunia sekitar, tak perlu belajar dan mencari tahu, cukup tashfiyyah dan tarbiyyah, kun fayakun anda jadi orang paling pintar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebuah prinsip yang sangat bagus dan menggiurkan. Ukhuwah Imaniyyah yang menuntut kita memperhatikan nasib seluruh saudara kaum Muslim di dunia, bisa dirontokkan dengan dua baris kalimat sakti syaikh salafiyyah. Bila demikian keadaannya, maka hendaklah kita mencamkan wasiat Shahabat Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu: “Ikatan Islam akan lepas satu persatu bila di kalangan Umat Islam timbul sebuah generasi yang tidak paham dengan jahiliyyah” (Ibnul Qayyim, Al-Fawaid, hal. 143).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak paham konspirasi salibis-zionis-musyrikin, tidak paham kondisi saudara-saudara Muslim di berbagai belahan dunia yang sedang kesulitan, tidak paham sekulerisme, Khawarij, Murjiah, Jabariyyah, Jahmiyyah, bahkan tidak paham ahlus sunnah wal Jama’ah. Ya sudah, hancurlah Islam. Lepaslah ikatan Islam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Inilah gambaran sekilas latar belakang pemikiran gerakan sesat Murji’ah ekstrim, yang hari ini dengan bangga menggelari dirinya sebagai gerakan salafiyyah. Mereka menganggap penyelewengan mereka dari aqidah ahlu sunnah wal jama’ah sebuah perkara remeh, padahal di sisi Allah Ta’ala sebuah perkara besar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tulisan super singkat ini belum membahas banyak hal tentang aqidah dan manhaj gerakan salafiyyah. Insya Allah, di lain kesempatan berbagai masalah yang berkaitan dengan gerakan ini akan disorot. Yang jelas, kemungkinan besar akan ada pihak-pihak yang merasa keberatan dan tidak terima dengan tulisan ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka kepada saudara Muslim siapa pun dirinya kami nasehatkan beberapa hal berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengembalikan seluruh perselisihan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai pemahaman salafu sholih.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak ta’ashub buta dan taqlid buta kepada siapa pun, seberapa pun kebesaran jasanya dan ketinggian ilmunya, karena tidak ada yang ma’shum selain Rasulullah shalallahu ’alaihi wa salam.                                &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Wallahu ‘alam bish shawab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114577782270484738?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JCa8ENysRJCM7yXVHT5GlEMo7u4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JCa8ENysRJCM7yXVHT5GlEMo7u4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JCa8ENysRJCM7yXVHT5GlEMo7u4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JCa8ENysRJCM7yXVHT5GlEMo7u4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/aBXatJZ05Wk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114577782270484738/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114577782270484738&amp;isPopup=true" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114577782270484738?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114577782270484738?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/aBXatJZ05Wk/salafiyyun-dalam-sorotan-benarkah.html" title="Salafiyyun dalam sorotan : Benarkah gerakan salafiyyah paling Ahlulsunnah ?" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/04/salafiyyun-dalam-sorotan-benarkah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D08CRXg7eCp7ImA9WBJWFko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114567586450462677</id><published>2006-04-22T10:15:00.000-07:00</published><updated>2006-04-21T20:17:44.600-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-04-21T20:17:44.600-07:00</app:edited><title>SYAIR: Kamilah para pembai’at Muhammad</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#33ccff;"&gt;&lt;strong&gt;Kamilah para pembai’at Muhammad&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dengan darah nanti aku tuliskan kisah jihadku&lt;br /&gt;Dan kejujuranku sebagai bekal perjuanganku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentari telah kembali&lt;br /&gt;Dan medanku telah dipenuhi oleh musuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekelompok para pejuang&lt;br /&gt;Memikul arwah mereka dipundak mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamilah para pembai’at Muhammad&lt;br /&gt;Atas jihad yang takkan kami tinggalkan selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersumpah wahai jiwa turunlah&lt;br /&gt;Bertempurlah atau kau akan dihinakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kulihat kau membenci surga?&lt;br /&gt;Mengapa kulihat kau membenci surga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar semua orang pergi meninggalkannya&lt;br /&gt;Biar semua orang pergi meninggalkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamilah para pembai’at Muhammad&lt;br /&gt;Atas jihad yang takkan kami tinggalkan selamanya ...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114567586450462677?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eyIke-itA5V04N57EbsjNPRAXZ8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eyIke-itA5V04N57EbsjNPRAXZ8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eyIke-itA5V04N57EbsjNPRAXZ8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eyIke-itA5V04N57EbsjNPRAXZ8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/6h2HiIBP7n0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114567586450462677/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114567586450462677&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114567586450462677?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114567586450462677?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/6h2HiIBP7n0/syair-kamilah-para-pembaiat-muhammad.html" title="SYAIR: Kamilah para pembai’at Muhammad" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/04/syair-kamilah-para-pembaiat-muhammad.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEQCR30yfip7ImA9WBJVGU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114567565548418714</id><published>2006-04-22T10:00:00.000-07:00</published><updated>2006-05-06T00:59:26.396-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-05-06T00:59:26.396-07:00</app:edited><title>KELUHANKU: Perang Terhadap Islam</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Perang Terhadap Islam&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kepada seluruh anak adam di bumi ... Kepada saudara muslimku yang masih terlena dengan gemerlapnya dunia ... Kepada semuanya ... Tua dan muda ... Kecil dan dewasa ... Laki-laki dan wanita ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ceritakan tubuh para korban ini .... Aku ceritakan tangis anak-anak yatim ... Dan jeritan para janda ... Serta isakan wanita tua ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ceritakan ... Reruntuhan ... Rumah-rumah yang dihancurkan ... Keluarga yang berantakan ... Dan menara-menara yang ditumbangkan ... Dan bangunan-bangunan yang diratakan dengan tanah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmatilah dan bayangkanlah ...Serta kenalilah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya …mereka adalah kaum yang tak berdosa ... Sesungguhnya…mereka adalah kaum muslimin ... Sesungguhnya mereka adalah kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana aku akan memulai? Dan ke mana? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di sini aku melihat tubuh Islam yang terbungkus dan terikat. Manakah lukanya yang paling parah, manakah pendarahannya yang paling deras, manakah di antara semua itu yang paling mengerikan, agar aku bahas dulu, sebelum yang lain? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya, wahai kawan-kawanku semuanya, sejak sekitar 5 tahun ini, hatiku sungguh terkoyak menyaksikan derita yang di alami umat manusia. Aku menangis menyaksikan kematian demi kematian, kezaliman demi kezaliman, dan kelaparan demi kelaparan yang terjadi akibat tindakan semena-mena para tiran. Dan pecahlah kemarahanku, ketika mengetahui bahwa semua tindak semena-mena ini bukan saja di akibatkan oleh sifat lalim para tirani, tapi karena sikap masa bodoh orang-orang yang dizalimi juga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, beberapa tahun berlalu, ketika itu aku menyadari bahwa memikul duka seluruh manusia merupakan hal yang diluar kemampuanku. Maka, aku mulai memfokuskan perhatian pada Dunia Islam. Namun, amat cepat air mata itu berubah menjadi darah yang mengalir deras, ketika melihat Dunia Islam dengan suka rela tunduk patuh kepada pihak-pihak yang bermaksud jahat dan menyakitinya. Aku belum tahu, akankah zaman terus bergulir, sampai suatu saat tiba masanya aku berada dalam posisi mereka yang kini ku tangisi? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bukan main kemarahanku terhadap negara-negara Islam itu, lantas aku fokuskan lagi perhatianku kepada Dunia Arab. Aku pun tercengang menyaksikan kefasikan kaum elit di Dunia Arab ini. Akhirnya, aku fokuskan lagi perhatianku kepada negaraku, sekonyong-konyong aku di kejutkan oleh orang-orang yang berbondong-bondong keluar dari agama Allah, sebagaimana dulu mereka memasukinya secara berbondong-bondong. Akhirnya, aku fokuskan perhatian kepada diriku sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diriku, diriku, diriku!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bagaimana mungkin aku bisa menyelamatkan diri pada Hari Hisab yang dahsyat kelak, ketika Tuhan bertanya: “Apa yang telah kau lakukan untuk bangsamu, negaramu, Dunia Arabmu, Umat Islam, dan untuk manusia secara keseluruhan? Apa yang telah kau lakukan dengan status kekhalifahan yang telah Kusematkan pada dirimu selama di dunia?” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perputaran telah sempurna ...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah keadaan seperti semula. Aku baru mulai memahami makna yang sesungguhnya, setelah aku menyadari bahwa Islam itulah negaraku. Hanya Islam, bukan garis-garis perbatasan yang di buat oleh kaum Salibis dipeta-peta geografi, agar kita bisa membagi-bagi negara kita, Islam, bahkan mencabik-cabiknya kecil-kecil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Makna universal yang mencakup dan lengkap itu: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Siapa yang tidak memperhatikan urusan kaum Muslimin, maka ia bukan dari golongan mereka.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ditengah gelombang duka citaku kepada umat yang menganut prinsip “Tiada sembahan yang benar selain Allah dan Muhammad Utusan Allah” ini, aku dikejutkan oleh suatu pertanyaan: “Apakah setan itu beriman?!” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setan sama sekali tidak mengingkari eksistensi Allah. Setan tidak akan pernah mengingkari bahwa Allah Subhanu wa Ta’ala adalah Al-Khaliqu ‘l-Wahidu ‘l-Ahad (Dzat Satu-satunya yang Mencipta), persis seperti kebanyakan dari kita. Bahkan, mungkin keyakinannya lebih besar, karena ia telah melihat apa yang tidak pernah kita lihat dan mendengar apa yang tidak pernah kita dengar. Namun, iman dan Islam bukan sekadar pengakuan semacam itu. Ya, bukan itu. Iman tidak bisa terwujud kecuali dengan keimanan kepada Rububiyah, Uluhiyah, serta asma’ dan shifat Allah, secara lengkap. Setan sama seperti kita dalam hal keimanan kepada rububiyah Allah, tetapi ia menolak –sebagaimana kaum modernis sekuler- untuk mengimani bahwa Rabb tersebut juga merupakan Ilah yang harus diibadahi. Iman kita tidak berlaku jika kita tidak beriman kepada Allah dan menjadikan-Nya sebagai ma’bud, (artinya kita beribadah kepada-Nya sesuai dengan perintah-perintah-Nya dalam Al-Qur’an), serta memahasucikan nama-nama dan sifat-sifat-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun, betapa terkejutnya aku, wahai kawan-kawan semua, bahwa orang-orang yang mempercayai rububiyah Allah, tapi tidak mempercayai uluhiyah-Nya inilah yang saat ini berwenang menetapkan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, berdasarkan Tatanan Dunia Baru, bukan berdasarkan halal haram. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemarahanku semakin memuncak dan dada pun semakin terasa sempit, ketika salah seorang dari mereka berkata sebagai penyambung lidah kawanannya, menyatakan sebuah kalimat benar yang dimaksudkan untuk tujuan batil: Bahwa orang Muslim adalah orang yang seluruh Muslim lain selamat dari gangguan lidah dan tangannya. Setan yang hanya mempercayai Allah sebagai Rabb itu, tidak memiliki maksud selain mencampakkan Islam yang telah di ridhai oleh Allah sebagai agama kita. Maka, shalat, zakat, jihad, syariat ini… atau itu…, serta semua perintah yang diturunkan oleh Allah kepada kita dengan segala subtansi dan indikasinya, sudah tidak ada urgensinya sama sekali. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, seberkas cahaya menerangiku. Akhirnya aku sadar, mengapa selama ini kita selalu beralih dari satu kekalahan kepada kekalahan lain, dari satu bencana kepada bencana lain yang lebih parah, dari satu kehinaan kepada kehinaan lain yang lebih besar.. sehingga menjadi umat yang keadaannya ibarat buih di atas air. Sebab, dengan adanya manusia-manusia seperti mereka, mustahil keadaan kita akan membaik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, bukan main terkejutnya aku, ketika mengetahui bahwa satu cara brilian –brilian menurut setan- yang telah dipraktikkan oleh Amerika Serikat dalam memerangi Afghanistan, bisa langsung diterapkan di seluruh ruas –aku tidak katakan di setiap negeri- Dunia Islam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Satu kekuatan yang terdiri dari pesawat-pesawat B52 dan 15.000 bonekanya dari Aliansi Utara telah mengalahkan sebuah bangsa yang paling banyak berjihad dibandingkan bangsa-bangsa kita yang manapun. Lima belas ribu?.. Tapi , anggota-anggota Partai Aliansi Utara di setiap ruas Dunia Islam kita lebih banyak dari itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wahai kawan-kawan semua! Tulisan ini ditulis, karena telah dilancarkannya “Perang Salib Baru”, sementara salib di sini hanyalah sebuah kedok persembunyian bagi setan yang berada di belakangnya. Duka demi duka datang bertubi-tubi, seakan-akan sahut-menyahut dengan duka-duka lain yang terjadi hampir berbarengan. Hilangnya Palestina 1956, pelajaran tahun ’67 yang belum selesai, kekalahan telak tahun ’73, kemenangan militer yang disertai kekalahan politik tahun ’77, kunjungan Sadat ke Al-Quds tahun ’82, Perang Lebanon, Perang Teluk Pertama dan Kedua, Kosovo, Bosnia-Herzegovina, Khasmir, Filipina, Burma, Ambon, Poso, Xin Jiang, Afghanistan, …, …, … dan Irak. Seakan-akan, sejarah kita hanya berisi luka menganga, seakan-akan semua luka adalah umat Islam dan semua umat Islam adalah luka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, aku mengerti, sadar, tahu, dan paham, kaget serta tersentak. Ternyata, ini bukan perang terhadap Palestina, Irak, atau Afghanistan. Ini juga bukan perang terhadap Usamah bin Ladin atau terhadap Taliban. Tapi, ini perang terhadap Islam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itulah perang yang sekian lama kita diingatkan. Sekian lama para syaikh dan ulama kita mengingatkan kita, akan tetapi kelompok menyimpang yang pikirannya kebarat-baratan di negeri-negeri kita, kelompok pengkhianat, sejenis Aliansi Utara, melawan peringatan ini dengan peringatan pula, ditambah dengan kebohongan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Inilah peperangan yang dilancarkan oleh “hamba-hamba setan” terhadap “hamba-hamba Ar-Rahman”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya.. Ini perang terhadap Islam..&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114567565548418714?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/dzmRa9PRTn9oP7SFQ2dkEfPQUiI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/dzmRa9PRTn9oP7SFQ2dkEfPQUiI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/dzmRa9PRTn9oP7SFQ2dkEfPQUiI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/dzmRa9PRTn9oP7SFQ2dkEfPQUiI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/zTzwGLCL0Hk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114567565548418714/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114567565548418714&amp;isPopup=true" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114567565548418714?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114567565548418714?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/zTzwGLCL0Hk/keluhanku-perang-terhadap-islam.html" title="KELUHANKU: Perang Terhadap Islam" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/04/keluhanku-perang-terhadap-islam.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkUHR38-eyp7ImA9WBJWFko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114561197506855172</id><published>2006-04-21T16:30:00.000-07:00</published><updated>2006-04-21T18:43:56.153-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-04-21T18:43:56.153-07:00</app:edited><title>NASEHAT: HARGA DAKWAH ITU MAHAL KAWAN</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;HARGA DAKWAH ITU MAHAL KAWAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;“Apakah kamu mengira akan dapat masuk surga padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya (yang dialami) oleh orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncang aneka cobaan sehingga berkata Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya. "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" ingatlah pertolongan Allah amat dekat”&lt;/span&gt; (QS Al-Baqarah [2]: 214).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga dakwah itu amat mahal menurut firman Allah Yang Maha Benar dan Maha Agung serta menurut lisannya Rasulullah saw. Harga mengemban prinsip dan memindahkannya dari alam fikiran atau alam teori ke alam tathbiq (praktek) dan alam kenyataan, memerlukan banyak pengorbanan sehingga menjadi benar-benar nyata hidup di alam dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah tidak akan mencapai kemenangan dan keberhasilan jika dakwah tersebut tidak diiringi pengorbanan. Baik itu dakwah ardliyah (dari manusia) atau dakwah samawiyah (dari Allah). Darah, tubuh, tulang belulang, nyawa, syuhada’ itu semua adalah api yang menyalakan pertempuran, api yang menyalakan peperangan ideology, api yang menyalakan peperangan ideology, api yang menyalakan perang pemikiran. Adapun ayat tersebut di atas memperingatkan kita kepada persoalan penting dalam gelanggang peperangan ini. Yakni bahwa tidak ada syurga bagi orang yang tidak mau berkorban dan menyumbangkan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kamu mengira? Apakah kalian menyangka bahwa kalian akan masuk surga padahal belum merasakan seperti apa yang pernah dirasakan orang-orang sebelum kalian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Quthub berkata: &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;“Sesungguhnya generasi pertama, mereka itu pergi sebagai api penyala buat tabligh dan sebagai bekal untuk menyampaikan kalimat yang tidak akan hidup kecuali dengan kalbu dan cucuran darah.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kalimat kita akan tetap mati seperti boneka yang bergerak, sampai kita mati karenanya. Maka dia/kalimat itu akan tergoncang bangkit dan hidup diantara mereka yang hidup. Setiap kalimat yang hidup, maka ia akan bersemayam di hati manusia yang hidup, sehingga hiduplah ia bersama-sama mereka yang hidup. Orang-orang yang hidup tidak akan ingin berdampingan dengan orang-orang yang mati, maka mereka hanya mau berdampingan dengan orang-orang yang hidup. Adapun mayat itu akan tetap di kubur di bawah tanah, walaupun ia adalah mayat orang yang terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hassan Al-Banna berkata: &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;"Sesungguhnya jalan dakwah itu tidak bertatakan mawar dan bunga, tetapi bertatakan duri-duri dan berlumuran darah para syuhada yang mulia, yang kanan kirinya bergelimpangan korban-korban kekejaman, kebengisan dan kedurhakaan"&lt;/span&gt; (surat Hassan Al Banna kepada Al Ikhwan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menangis membaca kata-kata dari seorang temanku yang baik, dia berkata kepadaku: &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;"Niscaya kalian akan memasuki tahap percobaan dan ujian. kalian akan dipenjara, dibunuh, dipindah, disiksa, dihapus kemaslahatanmu, dipecat dari pekerjaanmu, digeledah rumahmu, dan ujian mu akan bisa lebih panjang lagi. Akan tetapi, setelah semua itu, Allah berjanji akan menolong para Mujahidin dan memberikan pahala kepada orang-orang yang berbuat baik"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudara-saudaraku. Jalan dakwah itu dikelilingi dengan “makarih” (hal-hal yang tidak disukai), penuh dengan bahaya, dipenjara, dibunuh, diusir dan dibuang. Barangsiapa ingin memegang suatu prinsip atau menyampaikan dakwah, maka hendaklah itu semua sudah ada dalam perhitungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan barangsiapa menginginkan dakwah tersebut hanyalah merupakan tamasya yang menyenangkan, kata-kata yang baik, pesta yang besar dan khutbah yang terang dalam kalimat-kalimatnya, maka hendaklah dia menelaah kembali dokumen kehidupan para Rasul dan para da’i yang menjadi pengikut mereka, sejak Dien ini datang pertama kalinya sampai sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114561197506855172?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/N2LealeOWlD5rXpIJQ3h80Ijck4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/N2LealeOWlD5rXpIJQ3h80Ijck4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/N2LealeOWlD5rXpIJQ3h80Ijck4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/N2LealeOWlD5rXpIJQ3h80Ijck4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/wjpMhVkS6gg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114561197506855172/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114561197506855172&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114561197506855172?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114561197506855172?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/wjpMhVkS6gg/nasehat-harga-dakwah-itu-mahal-kawan.html" title="NASEHAT: HARGA DAKWAH ITU MAHAL KAWAN" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/04/nasehat-harga-dakwah-itu-mahal-kawan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEQDQ3s7fip7ImA9WBJWFkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114560537774274254</id><published>2006-04-21T14:37:00.000-07:00</published><updated>2006-04-21T02:39:32.506-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-04-21T02:39:32.506-07:00</app:edited><title>NASEHAT: Perbaruilah Iman kalian!</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#99ffff;"&gt;&lt;strong&gt;Perbaruilah Iman kalian!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:180%;color:#99ffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Rasulullah saw, bersabda: &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Perbaruilah din (iman) kalian.”&lt;/span&gt; (HR. Ahmad).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lazimnya seorang aktivis, karena khidmadnya terhadap perjuangan niscaya menjadikannya sibuk dengan dakwah dan berbagai urusan keumatan lainnya. Apalagi yang telah dikaruniakan kesadaran dan kemampuan, terlibat dalam amal nyata demi memerangi musuh-musuh Islam. Padahal dia juga manusia biasa, yang karenanya ia juga masih harus menanggung urusan pribadinya, nafkah dan tanggung jawab keluarga lainnya. Tak ayal, justru dengan beragam pekerjaan dan banyaknya tanggung jawab menjadikannya riskan terperosok dalam future (penurunan iman). Karenanya, ia lebih butuh untuk memperbarui iman jika disbanding dengan manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim berjalan kepada Allah Ta’ala dengan hatinya bukan dengan badannya. Anggota badan adalah sebuah refleksi yang muncul dari pancaran hati dan iman. Jika iman seseorang kuat, maka ia akan mempunyai tekad yang kuat dan mantap dalam menjalankan pekerjaan-pekerjaan dakwah dan amal Islami, akan tetapi sebaliknya jika hatinya atau imannya lemah, maka sulit bagi kita untuk mengikhlaskan seluruh amalan kita karena Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang keikhlasan, kejujuran, keyakinan, kezuhudan, ketakwaan, khasyah serta inabahnya seorang aktivis berkurang jauh dibanding pada awal ia memahami Islam. Ikhwan sekalian, semuanya ini terjadi karena banyak diantara kita yang meremehkan amalan-amalan hati. Banyak diantara kita yang kurang serius dan malas dalam setiap urusan, banyak bergaul dengan siapa saja dan tidak memperdulikan apakah ada keuntungan akhiratnya atau tidak, dan banyak diantara kita yang kekenyangan dalam makan dan minum, serta masalah-masalah lain yang sebenarnya tidak sampai tingkatan haram. Tetapi apakah seorang muslim akan melaksanakan sebuah pekerjaan hanya bersandarkan halal dan haram saja? Tidak, tentunya kita beramal melihat lebih mendalam lagi yaitu apakah amalan yang saya laksanakan ini ada keuntungan akhiratnya atau tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyak saudara-saudara kita yang terjerumus dalam kefuturan dalam memperjuangkan Islam dikarenakan tidak memperhatikan imannya. Setinggi apapun amal yang telah ia kerjakan dan sebesar apapun kedudukan dia dihadapan manusia wajib bagi dia untuk memperbarui iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kita jumpai aktivis-aktivis yang telah mencapai prestasi yang gemilang dalam beramal Islami dan beramal dalam Islam, dan bahkan umurnya dia habiskan untuk menegakkan Islam tapi diakhir hayatnya dia mati dalam keadaan syu’ul Khotimah. Maka bagaiman mungkin dia berjalan menuju Allah Ta’ala sedangkan hatinya diam tidak bergerak, dan bekal dia habis tanpa sempat mencari yang lain?!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekal terdahulu telah habis bersamaan dengan sampainya ia kesatu jenjang tertentu dari perjalanannya menuju Allah Ta’ala. Kini tiada tersisa dan terpuruklah sang hamba diatas kesuksesan yang menjerumuskan, yaitu tipuan syahwat dan hinanya syubhat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak cara dalam memperbaiki iman, yang semuanya terpulang pada pelakunya. Apakah dia betul-betul memiliki keinginan yang kuat sehingga ia dimudahkan Allah dalam memperbaiki imannya atau sebaliknya. Diantara hal-hal yang menyuburkan iman adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;Membaca Sirah Salafush Shalih.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Membaca orang-orang yang zuhud akan mentarbiyah hati menjadi zuhud. Membaca kisah-kisah para mujahidin dan para syuhada’ akan menjadikan hati tergantung pada langit, seakan-akan hidup bersama mereka, terilhami oleh mereka dan berandai-andai termasuk dari mereka. Bahkan dengan membaca sirah mereka, seseorang akan merasakan bahwa dirinya tengah berbaris bersama mereka dan seakan-akan berjihad dan berbaris bersama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Khalid bin Walid, Sa’ad bin Abi Waqqash, Amir bin Jarh dan yang lainnya telah menghidupkan hati yang bersama mereka, menggelorakan semangat mereka dan menggelorakan jiwa untuk bersama mereka untuk mengobarkan segala potensi yang dipunyai untuk menyuburkan pohon yang agung yaitu Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah para sahabat menceritakan peperangan-peperangan Rasulullah saw, kepada mereka sebagaimana mengajarkan Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa’ad bin Abi Waqqash berkata: “Kami mengajarkan anak-anak kami tentang peperangan Rasulullah saw, sebagaimana kami mengajarkan surah Al-Qur’an kepada mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;Kholwah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara yang dipakai seorang aktivis dalam memperbarui iman adalah dengan menyendiri untuk qiyamullail, dzikir dan membaca Al-Qur’an. Dalam sebuah atsar menyebutkan bahwa seorang alim itu membagi waktunya untuk tiga hal, yang salah satunya waktu dia untuk berkholwah atau menyendiri yaitu merenungi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang aktivis waktu ini sangatlah penting untuk bermuhasabah apakah amalan yang dilaksanakan sudah betul dan ikhlas karena Allah Ta’ala. Bahkan waktu kholwah ini kita mendekatkan diri pada Allah swt, dengan menangisi dosa dan kesalahan yang kita perbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat mungkin kita jumpai seorang aktivis yang telah bertahun-tahun memperjuangkan Islam dan bahkan waktu-waktunya habis dipergunakan untuk ummat akan tetapi belum pernah meneteskan airmatanya pada Allah Ta’ala, pada hal Rasulullah saw, menyampaikan dalam haditsnya bahwa diantara tujuh golongan yang akan dinaungi Allah Ta’ala pada hari yang tiada naungan kecuali naungannya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;“Seseorang yang mengingat Allah dalam kesepian kemudian meneteslah airmatanya.”&lt;/span&gt; (HR.Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdzikir sendiri atau dalam keadaan sepi yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah sunyi dari rasa riya’, sum’ah dan ia hanya ditemani dengan keikhlasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak sebenarnya hal-hal yang menjadikan iman kita tambah kuat, akan tetapi para ikhwan bisa membuka sendiri di beberapa kitab para ulama’. Semoga kita senantiasa dibimbing Allah Ta’ala untuk menapaki jalan-Nya dan semoga Allah memudahkan kita menempuh jalan kebenaran tersebut. (Amru)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114560537774274254?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4qZijQvdORB0imEFMzwOV0fQ6X4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4qZijQvdORB0imEFMzwOV0fQ6X4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4qZijQvdORB0imEFMzwOV0fQ6X4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4qZijQvdORB0imEFMzwOV0fQ6X4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/lW33K-4dTRc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114560537774274254/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114560537774274254&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114560537774274254?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114560537774274254?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/lW33K-4dTRc/nasehat-perbaruilah-iman-kalian.html" title="NASEHAT: Perbaruilah Iman kalian!" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/04/nasehat-perbaruilah-iman-kalian.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C04DQnw8fip7ImA9WBJWFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114552197303949399</id><published>2006-04-20T03:20:00.000-07:00</published><updated>2006-04-20T01:32:53.276-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-04-20T01:32:53.276-07:00</app:edited><title>KISAH: SYAIKH BIN BAZ</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#99ffff;"&gt;&lt;strong&gt;BIOGRAFI SYAIKH BIN BAZ&lt;br /&gt;SYAIKH ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAZ &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/8128/1714/1600/photo%20baz2.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Nama beliau adalah Abdul Aziz bin Abdullah bin Abdurrahman bin Muhammad bin Abdul Aali Baz. Beliau dilahirkan di Riyadh, Arab Saudi pada tanggal 12 Dzulhijjah 1330 Hijriah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan beliau lebih banyak tertuju pada pelajaran Al-Qur'an dan Hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau menghabiskan umurnya untuk menimba ilmu, dan Beliau telah hafal Al-Qur'an secara menyeluruh ketika beliau masih kecil, belum mencapai usia baligh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya beliau bisa melihat, kemudian pada tahun 1336 H, kedua matanya menderita sakit, dan mulai melemah hingga akhirnya pada bulan Muharram tahun 1350 kedua matanya mulai buta.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="COLOR: rgb(51,102,255)" href="http://photos1.blogger.com/blogger/8128/1714/1600/baz%20wft1.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Guru-guru BeliauBeliau belajar Ilmu-ilmu syar'i dari para ulama besar di Riyadh, seperti Syaikh sa'ad bin 'Athiq, Syaikh Hamd bin Faris dan Syaikh Sa'd bin Waqqash Al-Bukhari dan Syaikh Muhammad bin Ibrahim Ali Syaikh - Semoga Allah Merahmati mereka -.Karir BeliauDiantara jabatan yang pernah beliau laksanakan adalah :* 1381 - 1390 H Wakil rektor Universitas IslamMadinah* 1390 - 1395 H Rektor Universitas Islam Madinah* 14 - 10 - 1395 H Menjadi Ketua Mufti Kerajaan Saudi ArabiaBeliau wafat pada subuh Kamis 27 Muharram 1420 di kota Thaif, dishalatkan pada hari Jum'at 28 Muharram 1420 H di Masjid Haram, dan dimakamkan di pemakaman Al 'Adl Makkah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114552197303949399?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/p-WVytIx8ljaGBVg2ALD_4DN6MQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/p-WVytIx8ljaGBVg2ALD_4DN6MQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/p-WVytIx8ljaGBVg2ALD_4DN6MQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/p-WVytIx8ljaGBVg2ALD_4DN6MQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/OJvLi4e7o4Y" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114552197303949399/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114552197303949399&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114552197303949399?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114552197303949399?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/OJvLi4e7o4Y/kisah-syaikh-bin-baz.html" title="KISAH: SYAIKH BIN BAZ" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/04/kisah-syaikh-bin-baz.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkAEQng6eyp7ImA9WBJWFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114545634659342654</id><published>2006-04-19T21:00:00.000-07:00</published><updated>2006-04-20T02:18:23.613-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-04-20T02:18:23.613-07:00</app:edited><title>WANITA: Hijab - Tolok ukur menilai kepribadian muslimah</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;Keutamaan Hijab &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;· Hijab itu adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.”&lt;/span&gt; (Q.S. Al-Ahzab: 36). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.”&lt;/span&gt; (Q.S An-Nur: 31).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.” &lt;/span&gt;(Q.S. Al-Ahzab: 33).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.”&lt;/span&gt; (Q.S. Al-Ahzab: 53).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“Wanita itu aurat”&lt;/span&gt; maksudnya adalah bahwa ia harus menutupi tubuhnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;· Hijab itu ‘iffah (kemuliaan).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kewajiban menggunakan hijab sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.”&lt;/span&gt; (Q.S. Al-Ahzab: 59).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;· Hijab itu kesucian.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.”&lt;/span&gt; (Q.S. Al-Ahzab: 53). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;· Hijab itu pelindung.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“Sesungguhnya Allah itu Malu dan Melindungi serta Menyukai rasa malu dan perlindungan”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sabda beliau yang lain: &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“Siapa saja di antara wanita yang melepaskan pakaiannya di selain rumahnya, maka Allah Azza wa Jalla telah mengoyak perlindungan rumah itu dari padanya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Jadi balasannya setimpal dengan perbuatannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;· Hijab itu taqwa.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Hai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik.”&lt;/span&gt; (Q.S. Al-A’raaf: 26).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;· Hijab itu iman.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak berfirman kecuali kepada wanita-wanita beriman: &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman.”&lt;/span&gt; (Q.S. An-Nur: 31). Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman: &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Dan istri-istri orang beriman.”&lt;/span&gt; (Q.S. Al-Ahzab: 59).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;· Hijab itu haya’ (rasa malu).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sabda beliau yang lain: &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“Malu itu adalah bagian dari iman dan iman itu di surga.”Sabda Rasul yang lain: “Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;· Hijab itu ghirah (perasaan cemburu).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hijab itu selaras dengan perasaan cemburu yang merupakan fitrah seorang laki-laki sempurna yang tidak senang dengan pandangan-pandangan khianat yang tertuju kepada istri dan anak wanitanya. Berapa banyak peperangan terjadi pada masa Jahiliyah dan masa Islam akibat cemburu atas seorang wanita dan untuk menjaga kehormatannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ali bin Abi Thalib Radiyallahu 'anhu berkata: &lt;span style="color:#99ffff;"&gt;“Telah sampai kepadaku bahwa wanita-wanita kalian berdesak-desakan dengan laki-laki kafir orang ‘ajam (non Arab) di pasar-pasar, tidakkah kalian merasa cemburu? Sesungguhnya tidak ada kebaikan pada seseorang yang tidak memiliki perasaan cemburu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#99ffff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Beberapa syarat hijab yang harus terpenuhi:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menutupi seluruh anggota tubuh wanita -berdasarkan pendapat yang paling rajih / terang.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hijab itu sendiri pada dasarnya bukan perhiasan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tebal dan tidak tipis atau trasparan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Longgar dan tidak sempit atau ketat.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak memakai wangi-wangian.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak menyerupai pakaian laki-laki.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak bermaksud memamerkannya kepada orang-orang.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jangan berhias terlalu berlebihan. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bila ukhti muslimah memperhatikan syarat-syarat tersebut di atas akan nampak bagi ukthi bahwa banyak di antara wanita-wanita sekarang ini yang menamakan diri sebagai wanita berjilbab, padahal pada hakekatnya mereka belum berjilbab. Mereka tidak menamakan jilbab dengan nama yang sebenarnya. Mereka menamakan Tabarruj (berhias seperti perempuan kafir / seronok) sebagai hijab dan menamakan maksiat sebagai ketaatan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Musuh-musuh kebangkitan Islam berusaha dengan sekuat tenaga menggelincirkan wanita itu, lalu Allah menggagalkan tipu daya mereka dan meneguhkan orang-orang Mu’min di atas ketaatan kepada Tuhannya. Mereka memanfaatkan wanita itu dengan cara-cara kotor untuk memalingkannya dari jalan Tuhan dengan memproduksi jilbab dalam berbagai bentuk dan menamakannya sebagai “jalan tengah” yang dengan itu ia akan mendapatkan ridha Tuhannya -sebagaimana pengakuan mereka- dan pada saat yang sama ia dapat beradaptasi dengan lingkungannya dan tetap menjaga kecantikannya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;Kami dengar dan kami taat.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Seorang muslim yang jujur akan menerima perintah Tuhannya dan segera menerjemahkannya dalam amal nyata, karena cinta dan perhomatannya terhadap Islam, bangga dengan syariat-Nya, mendengar dan taat kepada sunnah nabi-Nya dan tidak peduli dengan keadaan orang-orang sesat yang berpaling dari kenyataan yang sebenarnya, serta lalai akan tempat kembali yang ia nantikan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Allah menafikan keimanan orang yang berpaling dari ketaatan kepada-Nya dan kepada rasul-Nya: &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Dan mereka berkata: “Kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan kami menaati (keduanya).” Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang.”&lt;/span&gt; (Q.S. An-Nur: 47-48).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Firman Allah yang lain: &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan: “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapatkan kemenangan.”&lt;/span&gt; (Q.S. An-Nur: 51-52).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari Shofiyah binti Syaibah berkata: “Ketika kami bersama Aisyah ra, beliau berkata: “Saya teringat akan wanita-wanita Quraisy dan keutamaan mereka.” Aisyah berkata: “Sesungguhnya wanita-wanita Quraisy memiliki keutamaan, dan demi Allah, saya tidak melihat wanita yang lebih percaya kepada kitab Allah dan lebih meyakini ayat-ayat-Nya melebihi wanita-wanita Anshor. Ketika turun kepada mereka ayat: &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.”&lt;/span&gt; (Q.S. An-Nur: 31). Maka para suami segera mendatangi istri-istri mereka dan membacakan apa yang diturunkan Allah kepada mereka. Mereka membacakan ayat itu kepada istri, anak wanita, saudara wanita dan kaum kerabatnya. Dan tidak seorangpun di antara wanita itu kecuali segera berdiri mengambil kain gorden (tirai) dan menutupi kepala dan wajahnya, karena percaya dan iman kepada apa yang diturunkan Allah dalam kitab-Nya. Sehingga mereka (berjalan) di belakang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dengan kain penutup seakan-akan di atas kepalanya terdapat burung gagak.” &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Semoga bermanfaat. Amin &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Wassalamualaikum Wr.wb.&lt;br /&gt;-------------------------------&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;(Dinukil dari kitab : Al Hijab. Penebit: Darul Qosim P.O. Box 6373 Riyadh 11442)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114545634659342654?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wHKSP-3Y91J-uz1xejdzF7jsHXg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wHKSP-3Y91J-uz1xejdzF7jsHXg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wHKSP-3Y91J-uz1xejdzF7jsHXg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wHKSP-3Y91J-uz1xejdzF7jsHXg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/dx91QYIHhfw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114545634659342654/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114545634659342654&amp;isPopup=true" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114545634659342654?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114545634659342654?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/dx91QYIHhfw/wanita-hijab-tolok-ukur-menilai.html" title="WANITA: Hijab - Tolok ukur menilai kepribadian muslimah" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/04/wanita-hijab-tolok-ukur-menilai.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0AHRnk-eyp7ImA9WBJWFE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114542695454035156</id><published>2006-04-19T13:05:00.000-07:00</published><updated>2006-04-18T23:55:37.753-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-04-18T23:55:37.753-07:00</app:edited><title>NASEHAT: Sikap Ulama terhadap Pihak yang Mencela Ulama</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#99ffff;"&gt;&lt;strong&gt;Sikap Ulama terhadap Pihak yang Mencela Ulama&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6666;"&gt;&lt;strong&gt;(Isham Talimah, Manhaj Fikih Yusuf al Qaradhawy, hlm. 223-226) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Imam Ibnu Abdul Barr dalam Jami' Bayan al 'Ilmi wa Fadhlihi menukil beberapa pendapat tentang sikap Islami terhadap ulama yang melakukan kesalahan; boleh dihujat atau tidak. Ibnu Abdul Barr berkata, "Banyak orang yang melakukan kesalahan dalam masalah ini dan tumbuh di dalam dirinya kecenderungan jahiliyah yang sebenarnya amat keliru. Padahal dalam masalah ini, jika ada seseorang yang kredibilitas amanahnya tidak diragukan dan ilmunya dapat dipercaya -apalagi sangat peduli terhadap ilmu pengetahuan dan dapat dipertanggungjawabkan- jangan hiraukan perkataan orang banyak tentangnya, kecuali orang itu mampu mendatangkan bukti yang menunjukkan kesalahan yang sangat fatal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dapat pula dibuktikan melalui kesaksian-kesaksian yang jujur dalam melihat pendapatnya yang berkaitan dengan masalah fiqh. Adapun orang-orang yang tidak memiliki ilmu, belum jelas keimanannya, dan pendapat-pendapatnya tidak dianggap sebagai pendapat yang kuat, terhadap semua yang dikatakan hendaklah diteliti secara mendalam dan penerimaan terhadap pendapat itu dilihat dari kekokohan dalilnya."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, "Tidakkah kau lihat betapa lancangnya al Kufi berkata tentang Sa'ad bin Abi Waqqash Ra bahwa beliau adalah seorang penguasa yang tidak berlaku adil terhadap rakyatnya, tidak melakukan kebaikan dalam penyerangan perang dan tidak mendistribusikan harta negara secara adil. Padahal, kita tahu bahwa Sa'ad Ra adalah seorang sahabat yang ikut perang Badar dan salah seorang dari sepuluh sahabat yang mendapat kabar gembira dengan surga. Beliau pun satu dari enam orang yang diangkat 'Umar Ra untuk memilih khalifah sesudahnya. Diraiwayatkan bahwa setelah Rasulullah Saw meninggal, beliau ridha' kepada Sa'ad."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, ia melanjutkan, "Sesungguhnya, orang yang telah melakukan tindakan melampaui batas dalam menghina dan mencela orang lain, mereka tidak akan puas dengan mencela orang-orang umu tanpa mencela orang-orang khusus; mereka tidak akan puas dengan hanya memaki orang bodoh tanpa mencela orang-orang 'alim. Semua itu adalah gambaran kebodohan dan kedengkian yang mendalam."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Imam Sufyan ats Tsauri berkata, "Tatkala orang-orang shalih disebut, turunlah rahmat. Siapa yang hanya hafal persengketaan, saling hasad, dengki, marah dan syahwat tanpa menyadari hal yang menjadi keutamaan mereka, ia tidak akan mendapatkan taufik Allah Swt dan ia akan masuk ke dalam ghibah yang akan menyimpangkannya dari kebenaran." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Abdul Aziz bin Hazim berkata, "Saya pernah mendengar ayah saya berkata, 'Ulama-ulama terdahulu jika bertemu dengan seseorang alim yang derajatnya berada di bawahnya, mereka tidak akan memandang rendah. Namun zaman kini, justru terjadi yang sebaliknya. Seorang yang lebih rendah ilmunya telah berani menghina para ulama yang jauh lebih tinggi ilmunya dengan harapan dapat melepaskan diri dari ulama tadi. Ia tidak mau jika ada orang yang sejajar dengannya dan selalu merendahkan orang yang ada di bawahnya. Jika begitu keadaannya, hancurlah manusian." Itu adalah ucapan ayah Abdul Aziz bin Hazim pada masa hidupnya berabad yang lalu, lalu bagaimana dengan sekarang ini menurut anda?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat Abdullah bin Mubarak diberitahu bahwa ada beberapa orang yang merendahkan Abu Hanifah. Ibnul Mubarak langsung mengutip sebuah syair:&lt;br /&gt;Mereka iri atasmu saat Allah memuliakanmudengan keutamaan orang-orang terpilih.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada seseorang yang berkata kepada 'Ashim bin an Nabil tentang beberapa orang yang meremehkan Abu Hanifah, lalu ia pun mengutip sebuah syair: Kau telah selamat, lalu adakah manusia yang selamat?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Abu Aswad ad Duali berkata, "mereka dengki kepada pemuda itu jika mereka tidak mampu mencapai derajat seperti dirinya. Manusia akan selalu menjadi musuh dan seteru bagi dirinya." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan pula bahwa Nabi Musa As berkata, "Wahai Tuhanku, hentikan lidah orang-orang Israil yang menghujatku terus-menerus." Allah Swt mewahyukan kepadanya, "Wahai Musa, bagaimana mungkin Aku menghentikannya atas dirimu, sedangkan Aku sendiri tidak melakukan itu untuk diriku?" (Yusuf al Qaradhay menyatakan bahwa riwayat itu israiliyat). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maksudnya, Allah Swt membiarkan Bani Israil mencela Nabi Musa As seperti mereka mencela Allah Swt untuk menunjukkan kepada mereka bahwa mereka adalah contoh manusia yang paling buruk karena kebiasaannya yang suka mencela. Mereka adalah bangsa yang membunuh pemimpin mereka sendiri, Yitzak Rabin, pada tahun 1995. Bahkan, terhadap manusia yang lebih mulia pun -yaitu para Nabi- mereka melakukan hal yang sama. alQuran pun sampai menyebut mereka sebagai bangsa kera dan babi. Itulah seburuk-buruk manusia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114542695454035156?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QrTFQ83rePJ7kp998pkUY3a4Qrs/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QrTFQ83rePJ7kp998pkUY3a4Qrs/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QrTFQ83rePJ7kp998pkUY3a4Qrs/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QrTFQ83rePJ7kp998pkUY3a4Qrs/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/w3mnoDGKQ1U" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114542695454035156/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114542695454035156&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114542695454035156?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114542695454035156?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/w3mnoDGKQ1U/nasehat-sikap-ulama-terhadap-pihak.html" title="NASEHAT: Sikap Ulama terhadap Pihak yang Mencela Ulama" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/04/nasehat-sikap-ulama-terhadap-pihak.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEcFQ38-eCp7ImA9WBJWFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-26170195.post-114541802898303929</id><published>2006-04-19T10:30:00.000-07:00</published><updated>2006-04-20T02:40:12.150-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-04-20T02:40:12.150-07:00</app:edited><title>DEBAT: HUJATAN TERHADAP TOKOH-TOKOH IKHWAN</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff6666;"&gt;HUJATAN TERHADAP TOKOH-TOKOH IKHWAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tersebarnya fikrah dan jaringan Ikhwan ke berbagai penjuru dunia mendapat sambutan yang luas dan antusias dari mayoritas umat Islam. Umat menyambutnya dengan tangan terbuka dan senang hati seperti antrian pasien yang telah lama menanti kedatangan tabib yang akan mengobati penyakit mereka. Akhirnya dengan karunia Allah Swt, Ikhwanul Muslimun menjadi gerakan Islam terbesar abad modern. Namun, tidak dapat dipungkiri juga ada sebagian kecil umat yang menentangnya melalui berbagai media, majelis dan lembaga yang mereka miliki. Pandangan sinis, su’uzh zhann, bahkan tuduhan terus-menerus dilayangkan ke arah Ikhwan. Bahkan di mata mereka, Ikhwan adalah gerakan yang sama dengan tong sampah.(&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada kekhawatiran sedikitpun jika berbagai celaan itu datangnya dari kalangan atheis, komunis, sosialis, kapitalis, sekuleris, hedonis dan berbagai isme materialis lainnya karena itulah tugas mereka. Sudah semestinya alhaq tidak beriringan dengan albathil. Namun, kenyataan pahit harus dirasakan bahwa celaan datangnya justru dari saudara seiman; kawan seperjuangan yang telah mendakwakan dirinya sebagai penyeru dakwah tauhid, pemberantas bid’ah dan syirk. Sebuah bangunan yang dibina seribu orang hancur jika dirubuhkan satu orang. Bagaimana mungkin bangunan yang dibina satu orang dirubuhkan seribu orang?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah musibah yang tidak kita kehendaki. Para ulama dan tokoh-tokoh dakwah Islam dihina serendah dasar lautan. Mereka mengolok-olok, memberi gelar mubtadi’ dan fasiq, serta menyisihkan karya-karyanya dari peredaran. Sungguh, tidak ada pembenaran sedikit pun terhadap perilaku ganjil seperti itu; tidak ada dalam alquran, tidak ada dalam hadist, dan tidak ada dalam atsar para sahabat dan salafush shalih. Allah ‘azza wa jalla memang pernah mencela. Rasul Saw pun demikian. Namun, semua itu ditujukan kepada manusia-manusia yang pantas menerimanya, seperti Fir’aun, Abu Jahal, Abu Lahab, Bani Israel, para penyembunyi kebenaran, kaum munafik dan orang yang enggan amar ma’ruf nahi munkar. Semua tela dicela Allah Swt dan RasulNya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Namun jika yang adalah para ulama dan tokoh-tokoh dakwah yang telah diakui umat Islam sedunia-bahkan diakui pembesar-pembesar ulama masa kini, termasuk panutan pencela-hal itu adalah pandangan yang sangat aneh dan tidak mengenakkan. Amat baik jika mereka memperbaiki dan merenovasi pola pikir, akhlak dan adab mereka yang bermasalah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Mereka melakukan upaya tahdzir (&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;) terhadap Hasan al Banna, Sayyid Quthb, Yusuf al Qaradhawy, Muhammad al Ghazaly, Abul A’la al Maududy, dan Abdul Qadir ‘Audah. Sebagian tokoh itu ada yang telah menemui Rabbnya dengan syahid dan sebagian masih menunggu untuk itu. Mereka melakukan tahdzir -sebenarnyalebih tepat disebut celaan- dengan alasan orang-orang itu memiliki kesalahan yang tidak sedikit dalam buku-bukunya yang harus diketahui umat demi keselamatan agama mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, justru sikap mereka yang menyimpang dari adab Islam itu telah membuat terbuka penyimpangan-penyimpangan lain yang melekat pada diri mereka. Para ulama dunia –demi mencari ridha’ Allah Swt dan menjaga kehormatan agama –bangkit menyambut mereka dengan berondongan nasihat agar mereka menyadari kekeliruan langkah mereka. Tahdzir yang mereka inginkan didapat, begitu pula ketenaran. Banyak orang akan berkata, “Lihat s Fulan berani men-tahdzir Yusuf al Qardhawy” sehingga nama mereka diabadikan sebagai manusia yang berani menelanjangi kehormatan para ulama. Tindakan mereka itu tidak mengurangi sedikitpun hak ulama. Sejarah telah berjalan, manusia telah berganti, tetapi mereka yang tercaci tetap hidup di hati umat dan abadi karena keikhlasan mereka dalam fi sabilillah dengan darah dan pena mereka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kami telah dapati sebuah buku yang amat mengerikan isinya. Antara muatan dan judul sama sekali tidak nyambung. Penuh caci maki atas nama Ahlussunnah terhadap Ikhwan dan gerakan lain. Sang penulis, Zaik bin Muhammad bin Hadi al Madkhaly, tampak gusar dengan tersebarnya dakwah Ikhwan yang dianggapnya sebagai teror pemikiran dengan tutur kata yang tidak dapat dikatakan sopan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, ia berkomentar terhadap al Maududy, “Tulisannya kekal, sedang si penulis sudah binasa.”(&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;) Lembar demi lembar berganti, ternyata amat banyak tokoh gerakan Islam yang tidak selamat dari tikamannya. Kami berharap itu semua hanya kekliruan terjemahan alias penulis tidak bermaksud demikian. Namun, apakah kesalahan sebanyak itu? Sayangnya, penulis telah membiarkan penyanya menari-nari untuk menjelekkan para ulama. Hall itu menjadi semakin sulit dan rumit ketika ternyata para tokoh itu tidak dianggap sebagai ulama sehingga ia semakin berani mencela. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Hadi –semoga Allah Swt memberi petunjuk kepadanya dan kita – pernah mengatakan (&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;) bahwa Sururiyin (&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;) dan Ikhwaniyin (&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;6&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;) adalah ahli bid’ah paling berbahaya zaman ini. Dr. Yusuf al Qaradhawy dijadikannya contoh ahli bid’ah dari Ikhwan. Menurutnya, fatwa Syaikh al Qaradhawy tentang jihad di Palestina – menurut al Qaradhawy, peperangan kita melawan Israel bukan masalah aqidah, melainkan mereka telah menyerang dan mengusir penduduk Palestina –adalah fatwa paling jahat! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah..! Kami tidak pernah mengerti hal yang membuat Muhammad bin Hadi bersikap seperti itu. Apakah ia tidak tahu atau pura-pura tidak tahu bahwa fatwa seperti itu adalah pandangan jumhur (mayoritas) ulama. Jumhur ulama kita mengatakan peperangan kita dengan orang kafir bukanlah masalah aqidah, melainkan karena adanya permusuhan dan pengusiran yang mereka lakukan terhadap kita seperti yang dikatakan Ibnu Taimiyah dalam Risalah Qital. Apakah Muhammad bin Hadi menganggap jumhur ulama dan Ibnu Taimiyah berfatwa jahat? Tentang hal itu, kami membahas dalam bagiannya tersendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yusuf al Qaradhawy disebut al Qaradha (sang penggunting) Assunnah. Hasal al Banna dituduh sebagai sufi berpaham bathiniyah (paham sesat dalam tasawwuf). (&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;) Bahkan, Hasan al Banna yang dipuji Syaikh Ibnu al Jibrin –seorang ulama anggota Kibarul Ulama –telah dikomentari dengan perkataan yang amat tendensius. Zaid bin Muhammad binHadi berkata tentang al Banna, “Bahwasanya tidak diperkenankan bagi setiap orang untuk menghormati, bahkan menjadikannya seorang Imam yang dipanuti dalam akidah maupun akhlak, ibadah dan manhaj dakwahnya karena terdapat kesalahan fatal yang dibenci ulama as Salafiyun ar Rabbani dalam beberapa segi itu.” (&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Masih kurang puas, Zaid bin Hadi memacu kuda kebenciannya dengan membuat seruan terbuka kepada segenap toko buku dan penerbitan yang isinya agar manusia menjauhi buku-buku, kaset-kaset dan selebaran (&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;) yang dikarang Sayyid Qutb, Muhammad al Ghazaly, Yusuf al Qaradhawy, Abul A’la al Maududy, Hasan al Banna, Muhammad Surur, Muhammad ar Rasyad, Sa’id Hawwa, Salman al’Audah, Safar al Hawali, murud-murid al Banna, dan keluarga Quthb. (&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;) Demikianlah sebagian celaan itu, terjadi dan terus terjadi hingga hari ini. Hal itu pun diikuti sebagian kecil pemuda yang awam terhadap masalah sebenarnya sebagai taqlid mereka terhadap tokoh-tokoh mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya para pemuda itu, selain mempelajari akidah, fiqh, tafsir dan hadist, harus mempelajari juga cara seorang muslim berakhlak terhadap muslim lainnya, terhadap orangtua, guru, orang yang berbeda, dan ulama. Pahamilah itu secara benar, lalu tawadhu dengannya. Boleh jadi ada kekeliruan yang dilakukan ulama dan tampak kekeliruan tersebut oleh para pemuda penuntut ilmu. Untuk itu mereka berhak untuk menasihati sesama muslim walau levelnya lebih tinggi. Namun, sama sekali tidak dibenarkan menodai kehormatan ulama dan yang demikian itu bukanlah akhlak salafus shalih yang sama-sama ingin kita teladani.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Syathiby, “Sesungguhnya, tidak terburu-buru mengkritik ulama yang telah dikenal umat kemapanan ilmu, amanah dan sikap adilnya adalah suatu sifat yang mulia. Hendaklah seorang penuntut ilmu menuduh pendapatnya yang salah dan pendapat ulama lah yang benar. Janganlah tergesa-gesa mengkritik pendapat ulama sebelum menelitinya terlebih dahulu.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam al Hafizh Ibnu ‘Asakir ad Dimasyqi, “Ketahuilah wahai saudaraku, semoga engkau diberik taufik Allah Swt untuk menggapai ridha’ Nya dan semoga Ia jadikan kita orang yang takut dan bertakwa kepada-Nya dengan sebenar-benarnya takwa bahwa daging para ulama rahimahumullah mempunyai racun. Sunnatullah Allah Swt bagi orang yang mencela ulama sudah dimaklumi bersama karena mencela sesuatu yang mereka sama sekali tidak pernah melakukannya, tentu berakibat sangat besar. Mengada-ada dan melanggar kehormatan mereka adalah lembah kehancuran dan membelakangi orang-orang yang dipilih Allah Swt dalam mengembangkan agama-Nya adalah suatu cela.” (&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;11&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Rasulullah Saw mengajarkan umat Islam untuk menghormati ulama dan mencintainya. Jika mereka keliru dalam ijtihad-nya, kita serahkan kepada ulama yang ilmunya mumpuni untuk memberi koreksi secara ilmiah dan etis tanpa mengingkari haknya untuk tetap memperoleh penghargaan satu pahala dari Allah ‘Azza wa Jalla. Jika mereka benar, kita diajarkan untuk menerimanya karena kebenaran hakikatnya hanyalah dari Allah Swt. Tidak selayaknya kita malu menerima kebenaran itu walau datangnya dari musuh, apalagi dari ulama. Kesombongan adalah sikap tidak mau menerima kebenaran seperti yand disebutkan dalam sebuah hadist Nabi Saw.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika ada ulama yang memberikan pujian dan kesaksian positif terhadap ulama lain, hal itu harus diakui dan diterima dengan ikhlas. Jangan pernah membebani diri mencari-cari kesalahan dari pujian itu dengan memberikan takwail-takwil yang dipaksakan (takkaluf) agar pujian-pujian tersebut terlihat tidak pantas diterima. (&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;12&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, setiap yang keluar dari lisan dan pena manusia akan dipertanggung-jawabkan di depan mahkamah Allah Swt kelak. Manusia tidak dapat mengelak dari dakwaan saat itu karena peristiwa itu adalah peristiwa yang sungguh besar. Selagi ajal belum menjemput, belum terlambat bagi manusia untuk melakukan koreksi dari ketergelinciran lisan, pikiran, maupun tulisan masa lalu agar selamat dari azab-Nya yang pedih. Jangan malu memperbaiki diri atau sungkan menerima kebenaran karena itu adalah kunci agar kita semakin baik dan dekat dengan kebenaran. Semoga Allah Swt menyatukan hati-hati kita dalam perjalanan menuju-Nya serta menghilangkan rasa ghill (dengki) terhadap orang-orang yang beriman.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;[1]&lt;/span&gt; Penerjemah buku Terorisme dalam Tinjauan Islam (al Irhab wa Atsaruhu ‘alal Afrad wal Umam- terjemahan langsungnya Teror dan Pengaruhnya atas Individu dan Umat) berkata, “Tepat sekali jika gerakan IM dinyatakan sebagai gerakan tong/tempat sampah. Semua yang berbau busuk dan kotor ada di dalamnya. “ (Zaid bin Muhammad bin Hadi al Madkhaly, Terorisme dalam Tinjauan Islam, hlm. 50, catatan kaki no. 13).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;[2]&lt;/span&gt; Tahdzir adalah upaya ulama menerangkan kekeliruan seseorang agar umat berhati-hati dan menjauhi kesalahan orang tersebut. Upaya tahdzir itu harus dilakukan ulama yang mendalam ilmunya, bukan para pemuda penuntut ilmu yang usil mulutnya! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;[3]&lt;/span&gt; Zaid bin Muhammad bin Hadi al Madkhaly, Terorisme dalam Tinjauan Islam, hlm. 58, catatan kaki no. 24. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;[4]&lt;/span&gt; Salafy edisi V/Dzulhijjah/1416/1996, hlm. 64. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;[5]&lt;/span&gt; Sururiyin adalah orang-orang mengikuti Muhammad Surur Zainal Abidin, mantan anggota IM yang hidup di Saudi. Menurut mereka, ia telah menyelinap dan memecah gerakan salafiyah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;[6]&lt;/span&gt; Ikhwaniyin adalah sebutan mereka bagi para pengikut Ikhwanul Muslimun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;[7]&lt;/span&gt; Salafy edisi III/Syawal/1416//1996, hlm. 13. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;[8]&lt;/span&gt; Zain bin Hadi al Madkhaly, Op Cit, hal. 57. Catatan kaki no. 22.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;[9]&lt;/span&gt; Apakah maksud beliau membuat seruan ini karena faktor ekonomi, karena buku ulama yang dicelanya amat laris pada zaman ini, faktor ketenaran, atau semata ingin menasihati manusia? Jika demikian, itu adalah metode yang keliru dan aneh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;[10]&lt;/span&gt; Ibid, hlm. 152-154.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;[11]&lt;/span&gt; As Sunnah, edisi 01/Tahun V/2000M/1412H, hlm. 6-7.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;[12]&lt;/span&gt; Zaid bin Muhammad bin Hadi al Madkhaly telah berupaya mementahkan pujian Syaikh ibnu Jibrin terhadap Hasan al Banna dan Sayyid Quthb. Ia memaksakan diri menakwilkan pujian itu secara tidak ilmiah. (Lihat upaya melelahkan Zaid bin Hadi ini dalam Terorisme dalam Tinjauan Islam, hlm. 121-130). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26170195-114541802898303929?l=satriahitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WyonaRqO1NrwAWiPyAn0qA0bECg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WyonaRqO1NrwAWiPyAn0qA0bECg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WyonaRqO1NrwAWiPyAn0qA0bECg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WyonaRqO1NrwAWiPyAn0qA0bECg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~4/NXJEE6Sftpg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://satriahitam.blogspot.com/feeds/114541802898303929/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26170195&amp;postID=114541802898303929&amp;isPopup=true" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114541802898303929?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/26170195/posts/default/114541802898303929?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/isyKarimanAuMutSyahidanhidupMuliaAtauMatiSyahid/~3/NXJEE6Sftpg/debat-hujatan-terhadap-tokoh-tokoh.html" title="DEBAT: HUJATAN TERHADAP TOKOH-TOKOH IKHWAN" /><author><name>satria_hitam78</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03180767358729889121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://satriahitam.blogspot.com/2006/04/debat-hujatan-terhadap-tokoh-tokoh.html</feedburner:origLink></entry></feed>

