<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>S.Rujito's Webblog</title>
	
	<link>http://binhasyim.wordpress.com</link>
	<description>be a good moslem</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Oct 2009 05:12:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain="binhasyim.wordpress.com" port="80" path="/?rsscloud=notify" registerProcedure="" protocol="http-post" />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/92fde43b6e1605a039787121dd5b8a0b?s=96&amp;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>S.Rujito's Webblog</title>
		<link>http://binhasyim.wordpress.com</link>
	</image>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/ito" type="application/rss+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item>
		<title>Chondromalacia patella</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ito/~3/bivJL-wpeW4/</link>
		<comments>http://binhasyim.wordpress.com/2009/10/22/chondromalacia-patella/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 05:07:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binhasyim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisioterapi pada muskuloskeletal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binhasyim.wordpress.com/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[
Pengertian
Chondromalacia patella adalah sindroma yang disebabkan karena adanya tekanan yang terjadi secara berulang ulang pada lutut sehingga menyebabkan terjadinya peradangan dan pelembekan pada cartilago dibawah patella (mangkok lutut) Penyebab dari cedera ini adalah pronasi telapak kaki.ketidakstabilan oleh karena  tempurung lutut berputar dari sisi kesisi. Bagian dibawah tempurung lutut ini harus dalam keadaan licin seperti kelereng [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binhasyim.wordpress.com&blog=2165187&post=433&subd=binhasyim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="alignright size-thumbnail wp-image-434" title="chondro" src="http://binhasyim.files.wordpress.com/2009/10/chondro.jpg?w=169&#038;h=116" alt="chondro" width="169" height="116" /></strong></p>
<p><strong>Pengertian</strong></p>
<p>Chondromalacia patella adalah sindroma yang disebabkan karena adanya tekanan yang terjadi secara berulang ulang pada lutut sehingga menyebabkan terjadinya peradangan dan pelembekan pada cartilago dibawah patella (mangkok lutut) Penyebab dari cedera ini adalah pronasi telapak kaki.ketidakstabilan oleh karena  tempurung lutut berputar dari sisi kesisi. Bagian dibawah tempurung lutut ini harus dalam keadaan licin seperti kelereng yang berada dibawah celah femoral (celah pada tulang paha). Pada saat patela tertarik kesamping, patela ini akan saling bergesekan dengan chondyle paha sehingga menjadi kasar seperti amplas singga menimbulkan gejala patella chondromalasia.<span id="more-433"></span></p>
<p><strong>Tanda dan gejala</strong></p>
<ul>
<li>Nyeri lutut depan atau dibawah tempurung lutut.</li>
<li>Kadang kadang terdapat riwayat cedera atau perpindahan yang berulang.</li>
<li>Gejala diperburuk oleh aktivitas atau naik tangga atau berdiri setelah lama duduk.</li>
<li>Lutut dapat lepas kadang kadang membengkak,lutut kadang terperangkap tapi tidak    benar – benar terkunci.</li>
<li>Pengecilan kuadrisep, ada cairan dalam lutut.</li>
<li>krepitus saat menggerakkan lutut</li>
</ul>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/binhasyim.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/binhasyim.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/binhasyim.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/binhasyim.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/binhasyim.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/binhasyim.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/binhasyim.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/binhasyim.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/binhasyim.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/binhasyim.wordpress.com/433/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binhasyim.wordpress.com&blog=2165187&post=433&subd=binhasyim&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ito/~4/bivJL-wpeW4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binhasyim.wordpress.com/2009/10/22/chondromalacia-patella/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d734265d6fe2c36e1bff0ac07097d64a?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ito</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://binhasyim.files.wordpress.com/2009/10/chondro.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">chondro</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://binhasyim.wordpress.com/2009/10/22/chondromalacia-patella/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Sprain ligamen collateral medial</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ito/~3/YpCW72BAaIw/</link>
		<comments>http://binhasyim.wordpress.com/2009/10/22/sprain-ligamen-collateral-medial/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 03:15:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binhasyim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisioterapi pada muskuloskeletal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binhasyim.wordpress.com/?p=425</guid>
		<description><![CDATA[
Pengertian
     Sprain ligamen colateral medial adalah cedera pada ligamen yang disebabkan oleh karena kaki bagian bawah yang terlalu dipaksa untuk bergerak menyamping ( cedera valgus ).
Anatomi lutut
Lutut terdiri dari dua persendian yang berada didalam satu kapsul sendi, yaitu sendi tibiofemoral dan sendi patelofemoral. Sendi tibiofemoral dibentuk oleh condylus femoralis lateralis dan medialis yang berbentuk cembung dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binhasyim.wordpress.com&blog=2165187&post=425&subd=binhasyim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><a href="http://binhasyim.files.wordpress.com/2009/10/medial-collateral-ligament.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-428" title="medial-collateral-ligament" src="http://binhasyim.files.wordpress.com/2009/10/medial-collateral-ligament.jpg?w=142&#038;h=128" alt="medial-collateral-ligament" width="142" height="128" /></a></strong></p>
<p><strong>Pengertian</strong></p>
<p>     Sprain ligamen colateral medial adalah cedera pada ligamen yang disebabkan oleh karena kaki bagian bawah yang terlalu dipaksa untuk bergerak menyamping ( cedera valgus ).</p>
<p><strong>Anatomi lutut</strong></p>
<p>Lutut terdiri dari dua persendian yang berada didalam satu kapsul sendi, yaitu sendi <em>tibiofemoral </em>dan sendi <em>patelofemoral</em>. Sendi <em>tibiofemoral </em>dibentuk oleh <em>condylus femoralis lateralis </em>dan <em>medialis</em> yang berbentuk cembung dengan <em>tibia plateu</em> yang berbentuk cekung. Sendi <em>patelofemoral </em>dibentuk oleh <em>facies patelaris </em>tulang <em>femur </em>dengan tulang <em>patella</em>.<span id="more-425"></span></p>
<p><em>Osteokinematika </em>pada sendi lutut adalah memungkinkan gerakan kearah fleksi dan ekstensi pada bidang sagital dengan lingkup gerak sendi fleksi yaitu antara 120º sampai 130º bila <em>hip </em>pada keadaan fleksi penuh, bila pada dalam keadaan ekstensi penuh maka dapat mencapai fleksi 140º. Sedangkan untuk gerakan ekstensi lutut lingkup gerak sendi antara 0º sampai 10º.</p>
<p>Otot penggerak sendi lutut, untuk gerakan fleksi lutut adalah <em>m. biceps femoris caput longum </em>disarafi <em>n. tibialis, m. biceps femoris caput brevis</em> disarafi <em>n. peroneus, m. semi membranosus</em> disarafi <em>n. tibialis, m. sartorius</em> disarafi <em>n. femoralis, m. gracillis</em> disarafi <em>n. obturatorius </em>dan <em>m. popliteus</em> disarafi <em>n. tibialis.</em> Sedang otot penggerak ekstensi lutut adalah <em>m. vastus intermedius</em> disarafi <em>n. femoralis, m. vastus medialis</em> disarafi <em>n. femoralis </em>dan <em>m. vastus lateralis </em>disarafi <em>n. femoralis.</em></p>
<p><strong>Tingkatan sprain</strong></p>
<ul>
<li>Sprain ringan / tingkat 1 : Lutut hanya mengalami kerusakan pada urat ligamennya. Terjadi rasa sakit, pembengkakan kecil, sedikit perdarahan tetapi tidak terjadi leksitas abnormal.</li>
<li>Sprain sedang / tingkat 2 : Dimana terjadi kerusakan ligamen yang cukup lebih besar tetapi tidak sampai terjadi putus total.Rasa sakit/nyeri,bengkak terjadi perdarahan yang lebih banyak dan kenyataan yang sering terjadi adalah hilangnya stabilitas lutut.</li>
<li>Sprain tingkat 3 : Sprain lutut yang parah pada tingkatan ini ligamen pada lutut mengalami putus secara total dan lutut tidak dapat digerakkan.</li>
</ul>
<p><strong>Tanda dan gejala :</strong></p>
<ul>
<li>Nyeri terasa bila menggerakkan tungkai bawah kesamping.</li>
<li>Bengkak dan radang pada seluruh bagian dalam lutut.</li>
<li>Sedikit perdarahan tetapi tidak terjadi leksitas abnormal</li>
</ul>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/binhasyim.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/binhasyim.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/binhasyim.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/binhasyim.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/binhasyim.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/binhasyim.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/binhasyim.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/binhasyim.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/binhasyim.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/binhasyim.wordpress.com/425/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binhasyim.wordpress.com&blog=2165187&post=425&subd=binhasyim&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ito/~4/YpCW72BAaIw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binhasyim.wordpress.com/2009/10/22/sprain-ligamen-collateral-medial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d734265d6fe2c36e1bff0ac07097d64a?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ito</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://binhasyim.files.wordpress.com/2009/10/medial-collateral-ligament.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">medial-collateral-ligament</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://binhasyim.wordpress.com/2009/10/22/sprain-ligamen-collateral-medial/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Baby Gym</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ito/~3/FawA_7mIrEI/</link>
		<comments>http://binhasyim.wordpress.com/2009/10/13/baby-gym/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 10:06:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binhasyim</dc:creator>
				<category><![CDATA[about baby]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binhasyim.wordpress.com/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[MANFAAT BABY GYM

Menguatkan otot-otot dan persendian.
Meningkatkan perkembangan motorik.
Meningkatkan fleksibilitas atau daya kelenturan tubuh.
Meningkatkan koordinasi dan keseimbangan.
Meningkatkan ketahanan tubuh.
Meningkatkan kemampuan dan keterampilan fungsi tubuh.
Meningkatkan kewaspadaan.
Memperkuat interaksi antara orang tua dan bayi.
Mempelancar peredaran darah dan menguatkan jantung.

SYARAT MELAKUKAN BABY GYM

Si kecil berusia minimal 3 bulan.
Anak dalam keadaan sehat.
Otot kepala dan leher bayi sudah kuat.
Anak tidak menderita kelainan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binhasyim.wordpress.com&blog=2165187&post=420&subd=binhasyim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-422" title="baby-gym" src="http://binhasyim.files.wordpress.com/2009/10/baby-gym1.gif?w=145&#038;h=124" alt="baby-gym" width="145" height="124" />MANFAAT BABY GYM</p>
<ul>
<li>Menguatkan otot-otot dan persendian.</li>
<li>Meningkatkan perkembangan motorik.</li>
<li>Meningkatkan fleksibilitas atau daya kelenturan tubuh.</li>
<li>Meningkatkan koordinasi dan keseimbangan.</li>
<li>Meningkatkan ketahanan tubuh.</li>
<li>Meningkatkan kemampuan dan keterampilan fungsi tubuh.</li>
<li>Meningkatkan kewaspadaan.</li>
<li>Memperkuat interaksi antara orang tua dan bayi.</li>
<li>Mempelancar peredaran darah dan menguatkan jantung.<span id="more-420"></span></li>
</ul>
<p>SYARAT MELAKUKAN BABY GYM</p>
<ul>
<li>Si kecil berusia minimal 3 bulan.</li>
<li>Anak dalam keadaan sehat.</li>
<li>Otot kepala dan leher bayi sudah kuat.</li>
<li>Anak tidak menderita kelainan bawaan, demam, diare, kejang-kejang, atau penyakit lain yang disarankan dokter tidak melakukan banyak aktivitas.</li>
<li>Si bayi tidak dalam keadaan lapar.</li>
<li>Anak sudah selesai makan satu jam lalu.</li>
<li>Jangan memaksa si kecil melakukan posisi dan gerakan tertentu.</li>
<li>Pada waktu melakukan <em>baby gym</em> sebaiknya anak sudah tidak memakai baju.</li>
</ul>
<p>SAAT TEPAT MELAKUKAN BABY GYM</p>
<ul>
<li>Pada pagi hari</li>
<li>Dilakukan satu atau dua kali dalam sehari.</li>
<li>Lama melakukan 5-10 menit.</li>
</ul>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/binhasyim.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/binhasyim.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/binhasyim.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/binhasyim.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/binhasyim.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/binhasyim.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/binhasyim.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/binhasyim.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/binhasyim.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/binhasyim.wordpress.com/420/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binhasyim.wordpress.com&blog=2165187&post=420&subd=binhasyim&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ito/~4/FawA_7mIrEI" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binhasyim.wordpress.com/2009/10/13/baby-gym/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d734265d6fe2c36e1bff0ac07097d64a?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ito</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://binhasyim.files.wordpress.com/2009/10/baby-gym1.gif?w=250" medium="image">
			<media:title type="html">baby-gym</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://binhasyim.wordpress.com/2009/10/13/baby-gym/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Carpal Tunnel Syndrome</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ito/~3/yz6_Vu3pZpc/</link>
		<comments>http://binhasyim.wordpress.com/2009/07/29/carpal-tunnel-syndrome/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 00:42:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binhasyim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisioterapi pada saraf tepi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binhasyim.wordpress.com/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[Carpal Tunnel Syndrom adalah entrapment neuropaty yang paling sering terjadi. Sindroma ini terjadi akibat adanya tekanan nervus medianus pada saat melalui terowangan carpal di pergelangan tangan tepatnya di bawah flexor retinakulam. Sindroma ini juga bisa diakibatkan karena penekanan arteri dan vena sehingga suplai darah ke nerves medianus berkurang. Dulu, sindroma ini juga disebut dengan nama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binhasyim.wordpress.com&blog=2165187&post=405&subd=binhasyim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="size-full wp-image-407  alignleft" title="CTS" src="http://binhasyim.files.wordpress.com/2009/07/images.jpg?w=120&#038;h=114" alt="CTS" width="120" height="114" />Carpal Tunnel Syndrom</strong> adalah entrapment neuropaty yang paling sering terjadi. Sindroma ini terjadi akibat adanya tekanan nervus medianus pada saat melalui terowangan carpal di pergelangan tangan tepatnya di bawah flexor retinakulam. Sindroma ini juga bisa diakibatkan karena penekanan arteri dan vena sehingga suplai darah ke nerves medianus berkurang. Dulu, sindroma ini juga disebut dengan nama acroparestesis median tenar neuritis atau partial thenar atropy, Istilah Carpal Tunnel Syndrom diperkenalkan oleh Moersch pada tehun 1983. <span id="more-405"></span></p>
<p><strong>2. Etiologi </strong></p>
<p>Terowongan carpal yang sempit selain dilalui oleh nervus medianus juga dilalui oleh beberapa tendon flexor. Setiap kondisi yang mengakibatkan semakin padatnya terowongan ini dapat menyebabkan terjadinya penekanan pada nerves medianus sehingga timbul carpal tunnel syndrome.</p>
<p>Carpal tunnel syndrom dapat dibagi menjadi dua yaitu akut dan kronis, namun pada sebagian kasus etiologinya tidak diketahui ( idiopatik ), terutama pada penderita lanjut usia. Selain itu gerakan yang berulang-ulang pada pergelangan tangan dapat menambah resiko carpal tunnel syndrom.</p>
<p>Pada keadaan lain lain nerves medianus dapat terjebak juga di carpal tunnel itu. Secara sekunder, carpal tunnel sindrom dapat timbul pada penderita dengan osteoartitis, diabetes mellitus, miksedema, akromegali, atau wanita hamil. Etiologi lain pada kasus carpal tunnel sindrom antara lain: (1) Herediter (nuropati herediter yang cenderung menjadi pressure palsy), (2) Trauma (dislokasi, fraktur colles atau hematom pada lengan bawah, sprain pergelangan tangan, trauma langsung pada pergelangan tangan, pekerjaan dengan gerakan mengetuk atau flexi dan ekstensi pergelangan tangan yang berulang, (3) Infeksi (tenosinovitis, tuberculosis), (4) Metabolik (amiloidesis, gout), (5) Endokrin (terapi estrogen dan androgen, diabetes mellitus, kahamilan). (6) Neoplasma (Kista ganglion, lipoma, infiltrsi metastase, mieloma) (7) Penyakit kolagen vaskuler ( artitis rematoid, polimialgia reumatika), (8) Degenerasi (osteoartitis), (9) Tumor.</p>
<p><strong>3. Patologi</strong></p>
<p>Carpal tunnel syndrom dapat dikategorikan menjadi dua yaitu akut dan kronis. Ada beberapa hipotesa mengenai patogenesis dari carpal tunnel syndrom. Sebagian berpendapat bahwa faktor mekanik clan vaskuler memegang peranan penting dalam terjadonya carpal tunnel syndrom. Tapi pada umumnya Carpal tunnel syndrome ini terjadi secara kronis dimana terjadi penebalan flexor retinakulum, yang menyebabkan tekanan terhadap nervus medianus. Tekanan yang berulang-ulang dan lama akan mengakibatkan peninggian tekanan intrafasikuler. Akibatnya aliran darah vena intrafasikuler melambat. Kongesti yang terjadi ini akan mengganggu nutrisi intrafasikuler lalu diikuti oleh anoxia yang akan merusak endotel. Kerusakan endotel ini akan mengakibatkan kebocoran protein sehingga terjadi edema epineural. Apabila kondisi ini terus berlanjut akan tejadi fibrosis epineural yang merusak serabut saraf. Lama-kelamaan saraf menjadi atrofi dan akan digantikan oleh jaringan ikat yang mengakibatkan fungsi dari nervus medianus terganggu.</p>
<p><strong>4. Tanda dan gejala</strong></p>
<p> <em><strong>a) Gangguan sensorik</strong></em></p>
<p>Pada tahap awal gejala umumnya berupa gangguan sensorik saja. Gejala awal biasanya adalah parestesia, kurang merasa (numbness) atau rasa jari seperti terkena aliran listrik (tingling) pada jari dan setengah sisi radial jari, walaupun kadang-kadang dirasakan mengenai seluruh jari, keluhan parestesia biasanya lebih menonjol di malam hari. Gejala lainya adalah nyeri ditangan yang juga dirasakan lebih memberat di malam hari sehingga sering membangunkan penderita dari tidurnya. Rasa nyeri umunya agak berkurang bila penderita memijat atau menggerak-gerakan tanganya atau dengan meletakan tanganya pada posisi yang lebih tinggi. Nyeri juga akan berkurang bila penderita lebih banyak mengistirahatkan tanganya. Bila penyakit berlanjut rasa nyeri dapat bertambah berat dengan frekuensi serangan yang semakin sering bahkan dapat menetap. Kadang-kadang nyeri dapat terasa sampai kelengan atas dan leher, sedangkan parestesia umumnya terbatas di daerah distal pergelangan tangan. Dapat pula dijumpai pembengkakan dan kekakuan pada jari-jari tangan dan pergalangan tangan terutama di pagi hari. Gejala ini akan berkurang setelah penderita menggunakan tanganya. Hiperetesia dapat dijumpai pada daerah yang implus sensoriknya diinervasi oleh nevus medianus.</p>
<p><em><strong>b) Gangguan motoris </strong></em></p>
<p>Pada tahap lebih lanjut penderita mengeluh jari-jarinya menjadi kurang terampil misalnya saat atau memungut benda-benda kecil. Kelemahan pada tangan juga sering dinyatakan dengan keluhan adanya kesulitan yang penderita sewaktu menggenggam. Pada penderita CTS ini pada tahap lanjut dapat dijumpai atrofi otot-otot thenar dan otot-otot lainya yang diinervasi oleh nervus medianus.</p>
<p><strong><em>5. Komplikasi</em></strong></p>
<p>Komplikasi dari CTS adalah atrofi otot-otot thenar, kelemahan otot-otot thenar, dan ketidak mampuan tangan untuk melakukan aktifitas.</p>
<p><strong><em>6. Prognosis Gerak dan Fungsi </em></strong></p>
<p>Pada kasus idiopatik biasanya mempunyai gejala-gejala yang timbul hilang dalam beberapa bulan atau tahun, namun rasa tidak enak pada pada malam hari lebih menonjol dan timbul secara progresif sehingga sangat mengganggu penderita. Progresitifitasnya lebih lebih sering bila ada penyakit yang mendasari seperti atrofi. Bila hanya ada kelainan sensorik yang dijumpai kelainan ini bersifat reversible. Tapi bila sudah ada kelainan motorik maka kesembuhanya akan lebih lama, bahkan bias bersifat inkomplit walaupun telah memperoleh terapi yang adekuat.</p>
<p><strong><em>7. Diagnosis Banding</em></strong></p>
<p>Diagnosis dari carpal tunnel sindrom antara lain (1) Cervical radiculopati yang biasanya keluhan berkurang bila diistirahatkan dan bertambah bila leher digerakan. Distribusi gangguan sensorik sesuai dermatomnya, (2) Pronator teres syndrom yaitu keluhan lebih menonjol pada rasa nyeri di telapak tangan karena cabang nernes medianus ke telapak tagan tidak melalui carpal tunnel, (3) de Quervein Syndrom, tenosinovitis dari tendon musculo abductor pollicis longus dan ekstensor pollicis brevis, biasanya akibat adanya gerakan tangan yang repetitive. Gejalanya adalah rasa nyeri dan nyeri tekan pada pergelangan tangan di dekat ibu jari.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/binhasyim.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/binhasyim.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/binhasyim.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/binhasyim.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/binhasyim.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/binhasyim.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/binhasyim.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/binhasyim.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/binhasyim.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/binhasyim.wordpress.com/405/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binhasyim.wordpress.com&blog=2165187&post=405&subd=binhasyim&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ito/~4/yz6_Vu3pZpc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binhasyim.wordpress.com/2009/07/29/carpal-tunnel-syndrome/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d734265d6fe2c36e1bff0ac07097d64a?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ito</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://binhasyim.files.wordpress.com/2009/07/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">CTS</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://binhasyim.wordpress.com/2009/07/29/carpal-tunnel-syndrome/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pijat Ibu Hamil</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ito/~3/OfTjUe3dArk/</link>
		<comments>http://binhasyim.wordpress.com/2009/06/13/398/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 13:22:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binhasyim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibu Hamil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binhasyim.wordpress.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[Massage sebagai media pengobatan sudah digunakan selama berabad-abad untuk memperbaiki kesehatan tubuh secara menyeluruh, mengurangi rasa stress, dan membebaskan kekakuan dan ketegangan otot. Penyelidikan dan riset modern membuktikan ilmu pengobatan dengan pijatan sebelum melahirkan bisa menjadi treatment atau cara yang sangat baik terhadap perawatan sebelum ibu melahirkan dan diberikan dengan cara yang benar.
Studi penelitian menunjukkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binhasyim.wordpress.com&blog=2165187&post=398&subd=binhasyim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><a href="http://binhasyim.files.wordpress.com/2009/06/48651138-3991-4375-b755-72695888722c.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-399" title="Ibu Hamil" src="http://binhasyim.files.wordpress.com/2009/06/48651138-3991-4375-b755-72695888722c.jpg?w=102&#038;h=133" alt="Ibu Hamil" width="102" height="133" /></a>M</strong>assage sebagai media pengobatan sudah digunakan selama berabad-abad untuk memperbaiki kesehatan tubuh secara menyeluruh, mengurangi rasa stress, dan membebaskan kekakuan dan ketegangan otot. Penyelidikan dan riset modern membuktikan ilmu pengobatan dengan pijatan sebelum melahirkan bisa menjadi treatment atau cara yang sangat baik terhadap perawatan sebelum ibu melahirkan dan diberikan dengan cara yang benar.<span id="more-398"></span></p>
<p>Studi penelitian menunjukkan bahwa massage therapy yang dilaksanakan selama kehamilan dapat mengurangi kegelisahan, mengurangi gejala-gejala depresi, membebaskan nyeri otot dan nyeri sendi, dan meningkatkan kesehatan bayi baru lahir. Massage therapy menunjukan kebutuhan yang berbeda melalui bermacam-macam teknik, satu diantarananya adalah Swedish Massage, yang bermanfaat untuk rileksasi ketegangan otot dan memperbaiki sirkulasi getah bening dan peredaran darah melalui tekanan yang lembut untuk group otot ditubuh. Pijatan Swedia atau swedish massage adalah metoda pijatan yang direkomendasikan prenatal massage selama kehamilan karena pada ibu hamil banyak menunjukan kegelisahan yang umum berhubungan dengan sistem skeletal dan perubahan sistem sirkulasi karena adanya perubahan hormon selama kehamilan.</p>
<p>Studi penelitian yang dilakukan 10 tahun yang lalu menunjukkan bahwa kadar hormon berhubungan dengan relaksasi dan stress, yang mendorong perbaikan kesehatan cardiovasculer, ketika massage therapy diperkenalkan untuk perawatan prenatal. Hormon-hormon seperti norepinefrin dan kortisol (“hormon stress”) dikurangi dan level dopamine dan serotonin ditingkatkan pada wanita-wanita yang dilakukan pijatan setiap dua minggu selama hanya lima minggu. Perubahan level hormon mengurangi kesulitan-kesulitan selama kelahiran dan memperkecil kesulitan-kesulitan bayi yang baru lahir, seperti berat/beban kelahiran yang rendah.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/binhasyim.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/binhasyim.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/binhasyim.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/binhasyim.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/binhasyim.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/binhasyim.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/binhasyim.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/binhasyim.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/binhasyim.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/binhasyim.wordpress.com/398/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binhasyim.wordpress.com&blog=2165187&post=398&subd=binhasyim&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ito/~4/OfTjUe3dArk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binhasyim.wordpress.com/2009/06/13/398/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d734265d6fe2c36e1bff0ac07097d64a?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ito</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://binhasyim.files.wordpress.com/2009/06/48651138-3991-4375-b755-72695888722c.jpg?w=217" medium="image">
			<media:title type="html">Ibu Hamil</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://binhasyim.wordpress.com/2009/06/13/398/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Rehabilitasi Cidera Olahraga</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ito/~3/YVyfJdvEIdM/</link>
		<comments>http://binhasyim.wordpress.com/2009/06/11/rehabilitasi-cidera-olahraga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 13:09:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binhasyim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sport Injury]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binhasyim.wordpress.com/?p=396</guid>
		<description><![CDATA[Di dalam terminologi yang sederhana, cidera saat berolahraga terjadi ketika jaringan lunak bekerja melebihi kekuatannya.
Ketidak seimbangan antara kekuatan jaringan (tingkat latihan) dan beban itu adalah hal penting di dalam memahami terjadinya cidera saat berolah raga dan memahami bagaimana cidera terjadi dan bagaimana cidera itu harus diperlakukan atau dicegah . Resiko dari injury berulang tidak hanya dengan mengurangi beban atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binhasyim.wordpress.com&blog=2165187&post=396&subd=binhasyim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p dir="ltr"><strong><a href="http://binhasyim.files.wordpress.com/2009/06/exercise_9.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-395" title="Exercise" src="http://binhasyim.files.wordpress.com/2009/06/exercise_9.gif?w=97&#038;h=85" alt="Exercise" width="97" height="85" /></a>D</strong>i dalam terminologi yang sederhana, cidera saat berolahraga terjadi ketika jaringan lunak bekerja melebihi kekuatannya.</p>
<p dir="ltr">Ketidak seimbangan antara kekuatan jaringan (tingkat latihan) dan beban itu adalah hal penting di dalam memahami terjadinya cidera saat berolah raga dan memahami bagaimana cidera terjadi dan bagaimana cidera itu harus diperlakukan atau dicegah . Resiko dari injury berulang tidak hanya dengan mengurangi beban atau ketegangan, tetapi juga dengan meningkatkan tingkat latihan.<span id="more-396"></span></p>
<p dir="ltr">Banyak terjadi cidera saat berolahraga disebabkan karena bekerja terlalu berlebihan. berlatih selama 4 minggu diperlukan untuk meningkatkan kekuatan otot, selama 4 bulan untuk meningkatkan kekuatan tulang, dan 8 bulan berlatih untuk meningkatkan kekuatan tendon dan ligament. Intensitas dan kuantitas yang meningkat dengan cepat akan berpengaruh pada kecepatan meningkatnya kekuatan otot dan sebagai konsekwensinya beban pada otot akan dipindahkan pada tendon dan tulang. Untuk menjaga terjadinya cidera karena bekerja terlalu berlebihan maka kuantitas latihan dan intensitas harus ditingkatkan secara perlahan-lahan sehingga otot, tulang dan tendon bisa menyesuaikan terhadap beban yang ditingkatkan.</p>
<p dir="ltr">Rehabilitasi pada cidera olahraga dibagi menjadi dua bagian:</p>
<p dir="ltr"><strong>Bagian 1</strong> meliputi pembebasan dari kerusakan jaringan (tendon, ligament atau otot) sepanjang ada tanda-tanda bengkak atau nyeri. Adalah penting untuk menghindari istirahat yang terlalu lama selama menjalani latihan, dan latihan harus terus dilakukan pada jaringan-jaringan yang tidak mengalami cidera. Dibutuhkan lebih banyak waktu untuk memulihkan jaringan yang cidera dibandingkan untuk merusaknya dan dapat memakan waktu berbulan-bulan untuk memulihkan cidera seperti semula. istirahat selama latihan dapat memperlemah semua otot, tendon, ligament dan tulang:</p>
<ul>
<li>
<div> latihan kebugaran (bersepeda, berenang, lari dengan injury pada tubuh bagian atas apabila memungkinkan)</div>
</li>
<li>latihan beban dengan semua otot yang tidak cidera</li>
<li>latihan ketangkasan untuk pencegahan dan koordinasi.</li>
</ul>
<p dir="ltr"><strong>Bagian 2</strong> meliputi rehabilitasi yang spesifik pada jaringan yang rusak, dengan tujuan membuat jaringan menjadi sangat kuat dan dapat mengatur beban yang diperlukan. Rehabilitasi yang spesifik harus dimulai 24-48 jam setelah cidera terjadi (sehingga tidak menimbulkan perdarahan yang lebih buruk).</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/binhasyim.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/binhasyim.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/binhasyim.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/binhasyim.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/binhasyim.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/binhasyim.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/binhasyim.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/binhasyim.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/binhasyim.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/binhasyim.wordpress.com/396/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binhasyim.wordpress.com&blog=2165187&post=396&subd=binhasyim&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ito/~4/YVyfJdvEIdM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binhasyim.wordpress.com/2009/06/11/rehabilitasi-cidera-olahraga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d734265d6fe2c36e1bff0ac07097d64a?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ito</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://binhasyim.files.wordpress.com/2009/06/exercise_9.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Exercise</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://binhasyim.wordpress.com/2009/06/11/rehabilitasi-cidera-olahraga/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Gangguan Muskuloskeletal pada Usia Lanjut (bag.1)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ito/~3/efMfPZfvS24/</link>
		<comments>http://binhasyim.wordpress.com/2009/05/09/gangguan-muskuloskeletal-pada-usia-lanjut-bag-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 13:01:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binhasyim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisioterapi geriatri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binhasyim.wordpress.com/?p=371</guid>
		<description><![CDATA[
HARTONO TASLIM 
Spesialis Geriatri 
Pendahuluan
Gangguan muskuloskeletal pada usia lanjut merupakan salah satu dan demikian banyak kasus geriatri yang lazim dijumpai di praktik sehari-hari. Pada kenyataannya, sedikit sekali jenis kelainan muskuloskeletal yang bersifat endemis pada usia lanjut. Tidak dapat disangkal bahwa kaum usia lanjut lebih sering menderita osteoarthritis, penggantian sendi melalui tindakan bedah, maupun kelainan kronis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binhasyim.wordpress.com&blog=2165187&post=371&subd=binhasyim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong><a href="http://binhasyim.files.wordpress.com/2009/05/55overweight.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-375" title="mbah kakung" src="http://binhasyim.files.wordpress.com/2009/05/55overweight.gif?w=122&#038;h=181" alt="mbah kakung" width="122" height="181" /></a></strong></p>
<p><strong>HARTONO TASLIM </strong><br />
<em>Spesialis Geriatri </em></p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Gangguan muskuloskeletal pada usia lanjut merupakan salah satu dan demikian banyak kasus geriatri yang lazim dijumpai di praktik sehari-hari. Pada kenyataannya, sedikit sekali jenis kelainan muskuloskeletal yang bersifat endemis pada usia lanjut. Tidak dapat disangkal bahwa kaum usia lanjut lebih sering menderita osteoarthritis, penggantian sendi melalui tindakan bedah, maupun kelainan kronis pada <em>rotator cuff</em>.<span id="more-371"></span> Untuk dapat memahami kelainan muskuloskeletal pada kelompok usia lanjut, perubahan-perubahan seiring dengan pertambahan usia yang timbul pada otot, tulang, persendian, jaringan ikat, dan persarafan harus diketahui. <strong></strong></p>
<p><strong>Efek dari Ketuaan dan Disuse Terhadap Tubuh</strong> <em></em></p>
<p><em>Sistem Otot</em></p>
<p>Hampir tidak mungkin dibedakan efek dari ketuaan dengan <em>disuse</em> pada tubuh manusia karena keduanya saling berkaitan. Pada umumnya, seseorang yang mulai tua akan berefek pada menurunnya aktivitas. Penurunan aktivitas akan menyebabkan kelemahan serta atropi dan mengakibatkan kesulitan untuk mempertahankan serta menyelesaikan suatu aktivitas. Selain itu, berbagai kondisi medis yang lebih prevalen di saat usia lanjut cenderung akan menghambat aktivitas rutin pada individu tersebut.<!--more--></p>
<p>Perubahan yang jelas pada sistem otot saat usia lanjut adalah berkurangnya massa otot, terutama mengenai serabut otot tipe II1,2. Penurunan massa otot ini lebih disebabkan oleh atropi3. Namun demikian, kehilangan dari serabut otot juga dijumpai2.</p>
<p>Perubahan ini akan menyebabkan laju metabolik basal dan laju konsumsi oksigen maksimal berkurang4,5. Otot menjadi lebih mudah capek dan kecepatan kontraksi akan melambat. Selain dijumpai penurunan massa otot, juga dijumpai berkurangnya rasio otot dengan jaringan lemak.</p>
<p>Perubahan-perubahan yang timbul pada sistem otot lebih disebabkan oleh <em>disuse</em>. Seseorang yang selalu aktif sepanjang umurnya, cenderung lebih dapat mempertahankan massa otot, kekuatan otot, dan koordinasi dibanding dengan mereka yang pola hidupnya santai (<em>sedentary</em>)3. Tetapi, harus diingat bahwa latihan/olah raga yang sangat rutin pun tidak dapat mencegah secara sempuma proses penurunan massa otot6. Individu yang</p>
<p>berpola hidup santai dapat memperoleh kembali massa otot, kekuatan, dan ketahanan tubuhnya setelah terlibat pola latihan yang rutin walau pada usia yang lanjut3,7,8. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa program latihan dan olah raga dapat mencegah penurunan massa otot, bahkan mengembalikannya, tetapi pada kenyataannya tidak semua program tersebut berhasil. Penjelasan yang akurat mengenai keadaan tersebut belum dapat diterangkan dan tidak diketahui. Beberapa hipotesa menjelaskan bahwa efek kumulatif dari diet, kafein, merokok, dan alkohol dapat mempengaruhi proses perubahan sistem otot. Faktor lain seperti sistem endokrin dan perubahan pada susunan saraf pusat juga memegang peranan penting. <em></em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/binhasyim.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/binhasyim.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/binhasyim.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/binhasyim.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/binhasyim.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/binhasyim.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/binhasyim.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/binhasyim.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/binhasyim.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/binhasyim.wordpress.com/371/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binhasyim.wordpress.com&blog=2165187&post=371&subd=binhasyim&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ito/~4/efMfPZfvS24" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binhasyim.wordpress.com/2009/05/09/gangguan-muskuloskeletal-pada-usia-lanjut-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d734265d6fe2c36e1bff0ac07097d64a?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ito</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://binhasyim.files.wordpress.com/2009/05/55overweight.gif" medium="image">
			<media:title type="html">mbah kakung</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://binhasyim.wordpress.com/2009/05/09/gangguan-muskuloskeletal-pada-usia-lanjut-bag-1/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Gangguan Muskuloskeletal pada Usia Lanjut (bag.2)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ito/~3/8WnB_NDwTBM/</link>
		<comments>http://binhasyim.wordpress.com/2009/05/09/gangguan-muskuloskeletal-pada-usia-lanjut-bag-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 12:42:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binhasyim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisioterapi geriatri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binhasyim.wordpress.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[Sistem Tulang
Pada usia lanjut dijumpai proses kehilangan massa tulang dan kandungan kalsium tubuh, serta perlambatan remodelling dari tulang. Massa tulang akan mencapai puncak pada pertengahan usia dua puluhan (di bawah usia 30 tahun). Penurunan massa tulang lebih dipercepat pada wanita pasca menopause. Sama halnya dengan sistem otot, proses penurunan massa tulang ini sebagian disebabkan oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binhasyim.wordpress.com&blog=2165187&post=369&subd=binhasyim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em><strong>Sistem Tulang</strong></em></p>
<p>Pada usia lanjut dijumpai proses kehilangan massa tulang dan kandungan kalsium tubuh, serta perlambatan <em>remodelling</em> dari tulang. Massa tulang akan mencapai puncak pada pertengahan usia dua puluhan (di bawah usia 30 tahun). Penurunan massa tulang lebih dipercepat pada wanita pasca menopause. <span id="more-369"></span>Sama halnya dengan sistem otot, proses penurunan massa tulang ini sebagian disebabkan oleh usia dan <em>disuse</em>. Dengan menambah aktivitas tubuh, dapat memperlambat proses kehilangan massa tulang, bahkan mengembalikannya secara temporer. Tetapi, tidak terdapat bukti nyata bahwa aktivitas yang intensif dapat mencegah secara sempurna kehilangan massa tulang tersebut. Latihan yang teratur hanya dapat memperlambat laju kehilangan massa tulang. Dengan demikian, hanya mereka yang mampu hidup pada usia yang sangat lanjut yang mungkin akan menderita berbagai komplikasi dari hilangnya massa tulang seperti osteoporosis dan fraktur. <em></em></p>
<p><em>Jaringan Ikat </em></p>
<p>Kelenturan merupakan salah satu komponen dari kebugaran. Jaringan ikat yang tidak fleksibel lebih mudah timbul trauma. Pada manusia usia lanjut, dijumpai kehilangan sifat elastisitas dari jaringan ikat. <!--more-->Proses <em>disuse </em>dapat menyebabkan pengerutan dari jaringan ikat sehingga kurang mampu mengakomodasikan berbagai pergerakan. Karena menjadi tidak fleksibel maka kelompok usia lanjut ini kurang dapat mentoleransi berbagai pergerakan yang berpotensi membawa kecelakaan dan lebih mudah terjatuh. Pada manusia berusia muda, diperkirakan kelenturan, kekuatan otot, dan koordinasi merupakan <em>bufer</em> dari kemungkinan trauma, tetapi <em>bufer</em> ini jelas berkurang, bahkan hilang pada kaum usia lanjut. <em></em></p>
<p><em>Sistem Persarafan </em></p>
<p>Selain dijumpai penurunan fungsi muskuloskeletal pada usia lanjut, sistem persarafan terutama kendali saraf juga mulai kurang berfungsi dengan baik dan bahkan hilang. Proses ketuaan akan menyebabkan hilangnya sel-sel otak secara perlahan. Ini bermanifestasi pada penurunan gerakan motorik halus dan koordinasi. Selain itu, juga ditemukan penurunan kecepatan konduksi saraf, pemanjangan waktu reaksi, perlambatan pengolahan data oleh sistem saraf pusat, dan penurunan fungsi propiosepsi serta keseimbangan. <em>Disuse</em> dapat mengeksaserbasi proses ini walau bukan merupakan satu-satunya penyebab penurunan fungsi saraf. <strong></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/binhasyim.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/binhasyim.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/binhasyim.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/binhasyim.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/binhasyim.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/binhasyim.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/binhasyim.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/binhasyim.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/binhasyim.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/binhasyim.wordpress.com/369/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binhasyim.wordpress.com&blog=2165187&post=369&subd=binhasyim&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ito/~4/8WnB_NDwTBM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binhasyim.wordpress.com/2009/05/09/gangguan-muskuloskeletal-pada-usia-lanjut-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d734265d6fe2c36e1bff0ac07097d64a?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ito</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://binhasyim.wordpress.com/2009/05/09/gangguan-muskuloskeletal-pada-usia-lanjut-bag-2/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Gangguan Muskuloskeletal pada Usia Lanjut (bag.3)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ito/~3/Or8-2hf3_Bk/</link>
		<comments>http://binhasyim.wordpress.com/2009/05/09/gangguan-muskuloskeletal-pada-usia-lanjut-bag-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 12:38:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binhasyim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisioterapi geriatri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binhasyim.wordpress.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit Sendi Degeneratif (PSD)
Dengan alasan yang tidak diketahui, sendi cenderung mengalami deteriorasi seiring dengan pertambahan usia. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit sendi degeneratif atau osteoarthritis. Proses ketuaan sendiri tidak menyebabkan deteriorasi, tetapi mengkomplikasi proses tersebut.
Pada tahap awal dari, PSD terlihat tulang rawan dari sendi mengalami kerusakan dan timbul usaha untuk memperbaiki proses tersebut. Pada beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binhasyim.wordpress.com&blog=2165187&post=367&subd=binhasyim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em><strong>Penyakit Sendi Degeneratif (PSD)</strong></em></p>
<p>Dengan alasan yang tidak diketahui, sendi cenderung mengalami deteriorasi seiring dengan pertambahan usia. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit sendi degeneratif atau osteoarthritis. Proses ketuaan sendiri tidak menyebabkan deteriorasi, tetapi mengkomplikasi proses tersebut.<span id="more-367"></span></p>
<p>Pada tahap awal dari, PSD terlihat tulang rawan dari sendi mengalami kerusakan dan timbul usaha untuk memperbaiki proses tersebut. Pada beberapa keadaan tertentu, proses perbaikan berjalan mulus, tetapi karena proses degenerasi berjalan lebih cepatmelebihi proses perbaikan maka tulang rawan akan kehilangan kandungan proteoglikan dan kondrosit sehingga timbul <em>pitting</em> serta <em>fissura</em> disertai erosi. Untuk menkompensasi perubahan struktur tersebut, tulang yang berada di bawah tulang rawan akan mengalami sklerosis dan tulang yang berada di tepi persendian akan membentuk osteofit (<em>spurs</em>).</p>
<p>Proses degenerasi pada persendian dapat dijumpai pada hampir semua manusia usia lanjut. Namun, kenyataannya tidak sedikit dari mereka yang berusia 30 tahun atau lebih muda juga mengalami proses tersebut pada beberapa sendi. Fenomena <em>wear and tear</em> dapat merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap proses degenerasi tersebut, terutama pada sendi yang abnormal. Faktor- faktor lain seperti predisposisi genetik, riwayat trauma pada persendian, obesitas, nutrisi, dan <em>overuse</em> dapat berinteraksi</p>
<p>secara kompleks dalam proses degenerasi sendi. Proses degenerasi sendi cenderung mengenai sendi tertentu dan nyeri sendi tidak selalu timbul. Hingga saat ini, sulit mencari penjelasan mengapa individu tertentu yang jelas terlihat kerusakan sendi sedemikian parah secara radiologis hanya mengeluh sedikit nyeri dan bahkan sama sekali tidak ada keluhan. Sementara, pada individu lain, dengan sedikit saja perubahan patologis pada sendi menyebabkan keluhan yang berat, bahkan menyebabkan inkapasitasi (ketidakberdayaan).</p>
<p>Terapi dari PSD bersifat multimodalitas. Menangani nyeri dengan analgesik ataupun NSAIDs merupakan tindakan dasar. NSAID dapat membantu mengendalikan proses inflamasi pada sendi yang terlibat dan dalam beberapa kasus tertentu mungkin diperlukan</p>
<p>injeksi steroid intraartikular. Jika digunakan secara berlebihan bahkan mempercepat proses kerusakan sendi. Injeksi steroid intraartikular sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering dan penyuntikan setiap 3 bulan atau 2 bulan sekali sangat tidak dianjurkan.</p>
<p>Pemberian obat analgesik sebaiknya saat nyeri saja, tetapi pada beberapa individu kadang memerlukan terapi jangka panjang. Dalam hal ini, efek samping obat merupakan salah satu pertimbangan. Dalam pengobatan jangka panjang, alternatif lain harus dipikirkan seperti aplikasi panas/dingin pada sendi untuk meringankan keluhan, pemakaian <em>splint</em> untuk menyokong sendi, dan teknik konservasi energi untuk mencegah <em>flareup</em>. Sebagai tambahan, latihan/olah raga ringan juga diperlukan untuk mencegah kontraktur dan <em>deconditioning</em>. Latihan rutin berupa <em>weight-bearing exercise</em> diselingi dengan istirahat yang sesuai akan merangsang nutrisi pada tulang rawan serta memperkuat otot-otot periartikuler. Latihan dan olah raga tersebut harus dihindari pada saat inflamasi akut9.</p>
<p>Pada kasus PSD parah dengan nyeri yang refrakter dengan terapi atau sendi yang sudah kehilangan fungsinya, tindakan seperti arthrodesis sendi, osteotomi, ataupun <em>arthroplasty</em> dapat menjadi pertimbangan. Penggantian sendi (<em>joint replacement</em>) dapat ditolerir dengan baik oleh kelompok usia lanjut. <em></em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/binhasyim.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/binhasyim.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/binhasyim.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/binhasyim.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/binhasyim.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/binhasyim.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/binhasyim.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/binhasyim.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/binhasyim.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/binhasyim.wordpress.com/367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binhasyim.wordpress.com&blog=2165187&post=367&subd=binhasyim&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ito/~4/Or8-2hf3_Bk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binhasyim.wordpress.com/2009/05/09/gangguan-muskuloskeletal-pada-usia-lanjut-bag-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d734265d6fe2c36e1bff0ac07097d64a?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ito</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://binhasyim.wordpress.com/2009/05/09/gangguan-muskuloskeletal-pada-usia-lanjut-bag-3/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Gangguan Muskuloskeletal pada Usia Lanjut (bag.4)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ito/~3/aY3ILW4oBNw/</link>
		<comments>http://binhasyim.wordpress.com/2009/05/09/gangguan-muskuloskeletal-pada-usia-lanjut-bag-4/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 12:34:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binhasyim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisioterapi geriatri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binhasyim.wordpress.com/?p=365</guid>
		<description><![CDATA[Nyeri Leher dan Punggung 
Nyeri pada leher dan punggung dapat timbul pada semua kelompok usia, tetapi penyebabnya berbeda beda. Pada kelompok usia muda, penyebabnya lebih cenderung akibat penyakit pada jaringan ikat seperti Reiter&#8217;s syndrome atau ankylosing spondylitis yang bermanifestasi sebagai nyeri punggung dan nyeri sendi sakroiliaka. Pada kelompok usia pertengahan, penyebab nyeri leher umumnya bersumber dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binhasyim.wordpress.com&blog=2165187&post=365&subd=binhasyim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em><strong>Nyeri Leher dan Punggung</strong> </em></p>
<p>Nyeri pada leher dan punggung dapat timbul pada semua kelompok usia, tetapi penyebabnya berbeda beda. Pada kelompok usia muda, penyebabnya lebih cenderung akibat penyakit pada jaringan ikat seperti <em>Reiter&#8217;s syndrome</em> atau <em>ankylosing spondylitis</em> yang bermanifestasi sebagai nyeri punggung dan nyeri sendi sakroiliaka.<span id="more-365"></span> Pada kelompok usia pertengahan, penyebab nyeri leher umumnya bersumber dari <em>myofascial pain syndrome</em> dan nyeri <em>posttraumatic</em>. Sedangkan penyebab nyeri punggung pada kelompok ini sering berupa hernia dari diskus intervertebralis. Pada kelompok usia lanjut, penyebab tersering dari nyeri leher dan punggung dapat berupa PSD, fraktur osteoporotik, ataupun spinal stenosis.</p>
<p>Penyakit sendi degeneratif (PSD) umumnya mengenai sendi <em>facet</em>. Pada keadaan ini, nyeri sering tercetuskan oleh gerakan ekstensi dan rotasi dari tulang spinal. Gerakan fleksi akan mengurangi keluhan nyeri. Terapi dari PSD spinal terdiri dari pemberian NSAID, latihan memperkuat otot punggung, dan instruksi mengenai pola pergerakan sendi spinal untuk mencegah timbulnya keluhan nyeri. Suntikan langsung pada sendi facet kadang diperlukan untuk kasus yang ekstrim. Pada keadaan degenerasi yang berat dimana telah terjadi <em>spondylolisthesis</em>, diperlukan program latihan seperti <em>isometric flexion strengthening exercise</em> dan kemungkinan diperlukan ortosis lumbosakral.</p>
<p>Fraktur osteoporotik merupakan kejadian akhir dari suatu proses osteoporosis. Fraktur ini sering mengenai tulang <em>vertebra thoracalis</em> ataupun lumbalis. Nyeri sendi umumnya berkurang pada saat fraktur mulai sembuh dan memerlukan waktu beberapa bulan. Fraktur ini sering menyebabkan deformitas berupa kifosis. Jika tidak dijumpai defisit neurologis, maka penanganan fraktur kompresi akut ini adalah pada periode istirahat yang singkat, pemberian analgesik, dan penderita dianjurkan untuk segera kembali ke aktivitas bila kondisi klinis memungkinkan. Posisi seperti fleksi harus dicegah. Pemakaian <em>back brace</em> tidak selalu dapat ditolerir oleh usia lanjut dengan fraktur kompresi.</p>
<p>Spinal stenosis tidak jarang dijumpai pada kelompok usia lanjut dan umumnya timbul pada daerah <em>vertebra cervicalis</em> serta lumbalis. Stenosis juga dapat timbul pada area intervertebra foramina, yaitu daerah dimana nervus spinalis keluar dari canalis vertebralis. Stenosis yang terjadi setinggi <em>vertebra cervicalis</em> dapat menyebabkan myelopati atau kerusakan <em>spinal cord</em>. Kondisi ini akan memberikan tanda-tanda <em>lower motor neuron</em> pada setinggi daerah lesi dan gambaran <em>upper motor neuron</em> pada daerah di bawah lesi. Penderita sering mengeluh rasa kebas, semutan, dan kelemahan, terutama pada lengan atas dan tangan. Pada kasus yang lebih berat, dapat dijumpai spastisitas, hiperefleksia, dan timbulnya refleks patologis, terutama pada ekstremitas bawah. Diagnosa dapat dilakukan dengan elektromiografi dan dikonfirmasi dengan myelogram, CT, ataupun MRI. Terapi bersifat konservatif dengan <em>cervical collar,</em> NSAID, dan latihan fisik ringan. Bila keluhan penderita sedemikian menganggu aktivitas harian maka tindakan dekompresi secara operatif harus dilakukan.</p>
<p>Gambaran klinis dari stenosis vertebra lumbalis sering berupa klaudikasio neurogenik (<em>pseudoclaudicatio</em>). Dalam klinik, perlu dibedakan klaudikasio murni akibat terganggunya aliran darah arterial ke tungkai dengan <em>claudicatio neurogenik.</em> Pada klaudikasio murni, nyeri tungkai dapat diprediksikan setelah suatu interval pergerakan tungkai. Simtom dari <em>pseudoclaudicatio </em>lebih bervariasi dan umumnya nyeri timbul bila dilakukan ekstensi punggung dan saat berdiri (tidak hanya berjalan). Simtom tidak muncul saat olah raga dalam posisi sendi spinal dalam keadaan fleksi (seperti posisi bersepeda ataupun berjalan dengan membungkuk ke depan). Gambaran inilah yang sering membedakannya dengan klaudikasio murni, di mana nyeri akan berkurang saat istirahat dan tidak tergantung pada posisi sendi spinal.</p>
<p>Stenosis spina lumbalis sering diterapi dengan program latihan fleksi pada lumbal pemakaian korset, ataupun dengan sepatu <em>shock-absorbing</em>. Pada beberapa kasus mungkin diperlukan operasi dekompresi.</p>
<p>Spinal stenosis pada area foramina intervertebralis (lateral stenosis) akan memberikan gambaran radikulopati sesuai dengan nervus spinalis yang terkena. Terapi umumnya bersifat konservatif dengan NSAID, injeksi kortikosteroid epidural, <em>nerve root sleeve</em>,</p>
<p>ataupun pemberian oral. Tindakan operatif berupa dekompresi kadang diperlukan dalam beberapa kasus10. Pada kasus dimana lateral stenosis disertai dengan hernia nukleus pulposus, terapi secara operatif jauh lebih berhasil dibanding konservatif11.</p>
<p>Selain beberapa kondisi yang disebut di atas, kelompok usia lanjut juga cenderung menderita nyeri leher dan punggung yang disebabkan oleh metastasis karsinoma, nyeri leher akibat <em>rheumatoid arthritis</em>, dan nyeri posttraumatik. Pada kelompok usia muda, <em>ligamentum flavum</em> di bagian posterior dari canalis spinalis bersifat fleksibel dan elastis, tetapi di saat usia bertambah lanjut elastisitasnya akan berkurang. Akibatnya, suatu gerakan hiperekstensi seperti pada gerakan <em>whiplash</em> (fleksi-ekstensi) pada kecelakaan kenderaan bermotor akan menyebabkan trauma pada <em>spinal cord</em> sehingga menyebabkan nyeri leher. <em></em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/binhasyim.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/binhasyim.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/binhasyim.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/binhasyim.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/binhasyim.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/binhasyim.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/binhasyim.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/binhasyim.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/binhasyim.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/binhasyim.wordpress.com/365/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binhasyim.wordpress.com&blog=2165187&post=365&subd=binhasyim&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ito/~4/aY3ILW4oBNw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binhasyim.wordpress.com/2009/05/09/gangguan-muskuloskeletal-pada-usia-lanjut-bag-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d734265d6fe2c36e1bff0ac07097d64a?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ito</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://binhasyim.wordpress.com/2009/05/09/gangguan-muskuloskeletal-pada-usia-lanjut-bag-4/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
