<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>S.Rujito&#8217;s Webblog</title>
	<atom:link href="https://binhasyim.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://binhasyim.wordpress.com</link>
	<description>be a good moslem</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jul 2010 14:20:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='binhasyim.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://s0.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>S.Rujito&#8217;s Webblog</title>
		<link>https://binhasyim.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://binhasyim.wordpress.com/osd.xml" title="S.Rujito&#039;s Webblog" />
	<atom:link rel='hub' href='https://binhasyim.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Pindah Rumah!</title>
		<link>https://binhasyim.wordpress.com/2010/07/06/pindah-rumah/</link>
					<comments>https://binhasyim.wordpress.com/2010/07/06/pindah-rumah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[binhasyim]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 14:15:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://binhasyim.wordpress.com/?p=505</guid>

					<description><![CDATA[Pembaca yang budiman&#8230;. Dalam rangka upgrade pengetahuan, privacy dan alasan lainnya&#8230; Maka, https://binhasyim.wordpress.com berpindah alamat ke domain dan hosting baru di: http://www.rujito-fisioterapi.com/ Silakan bagi pembaca yang ingin berkunjung dan mampir di rumah baru saya. Semoga bermanfaat&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rujito-fisioterapi.com/"><img class="aligncenter" title="rujito-fisioterapi.com" src="https://i0.wp.com/www.rujito-fisioterapi.com/wp-content/themes/arthemia-premium/images/logo/logo.gif" alt="" width="420" height="85" /></a></p>
<p><em>Pembaca yang budiman&#8230;.</em></p>
<p>Dalam rangka upgrade pengetahuan, privacy dan alasan lainnya&#8230; Maka, <a href="https://binhasyim.wordpress.com">https://binhasyim.wordpress.com</a> berpindah alamat ke domain dan hosting baru di:</p>
<p style="text-align:center;"><a title="New House" href="http://www.rujito-fisioterapi.com/">http://www.rujito-fisioterapi.com/</a></p>
<p style="text-align:left;">Silakan bagi pembaca yang ingin berkunjung dan mampir di rumah baru saya. Semoga bermanfaat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://binhasyim.wordpress.com/2010/07/06/pindah-rumah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/5974e599ed75080eef8373997ecdc82d4c6674a4a806d98a2220aaa1274585ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ito</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.rujito-fisioterapi.com/wp-content/themes/arthemia-premium/images/logo/logo.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rujito-fisioterapi.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Definisi Autisme</title>
		<link>https://binhasyim.wordpress.com/2010/03/10/definisi-autisme/</link>
					<comments>https://binhasyim.wordpress.com/2010/03/10/definisi-autisme/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[binhasyim]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 04:42:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[autisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://binhasyim.wordpress.com/?p=494</guid>

					<description><![CDATA[Autisme berasal dari kata “autos” yang berarti segala sesuatu yang mengarah pada diri sendiri. Autisme adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Autisme berasal dari kata “autos” yang berarti segala sesuatu yang mengarah pada diri sendiri. Autisme adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif. (Baron-Cohen, 1993).</p>
<p>Autisme atau autisme infantil (<em>Early Infantile Autism</em>) pertama kali dikemukakan oleh Dr. Leo Kanner 1943  Seorang psikiatris Amerika. (Greenspan, 2006).</p>
<p>Istilah autisme dipergunakan untuk menunjukkan suatu gejala psikosis  pada anak-anak yang unik dan menonjol yang sering disebut Sindrom  Kanner. Ciri yang menonjol pada sindrom Kanner antara lain ekspresi  wajah yang kosong seolah olah sedang melamun, kehilangan pikiran dan  sulit sekali bagi  orang lain untuk menarik perhatian mereka atau  mengajak mereka berkomunikasi.<span id="more-494"></span></p>
<p>Pada awalnya istilah “autisme”  diambilnya dari gangguan schizophrenia, dimana Bleuer memakai autisme  ini untuk menggambarkan perilaku pasien skizofrenia yang menarik diri  dari dunia luar dan menciptakan dunia fantasinya sendiri. Namun ada  perbedaan yang jelas antara penyebab dari autisme pada penderita  skizofrenia dengan penyandang autisme infantile. Pada skizofrenia,  autisme disebabkan dampak area gangguan jiwa yang didalamnya terkandung  halusinasi dan delusi yang berlansung minimal selama 1 bulan, sedangkan  pada anak-anak dengan autisme infantile terdapat kegagalan dalam  perkembangan yang tergolong dalam kriteria Gangguan Pervasif dengan  kehidupan autistik yang tidak disertai dengan halusinasi dan delusi (  DSM IV, 1995 ).</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="246" height="30" bgcolor="white">
<table style="height:15px;" cellspacing="0" cellpadding="0" width="1">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://binhasyim.wordpress.com/2010/03/10/definisi-autisme/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/5974e599ed75080eef8373997ecdc82d4c6674a4a806d98a2220aaa1274585ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ito</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Etiologi Autisme</title>
		<link>https://binhasyim.wordpress.com/2010/03/10/etiologi-autisme/</link>
					<comments>https://binhasyim.wordpress.com/2010/03/10/etiologi-autisme/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[binhasyim]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 04:38:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[autisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://binhasyim.wordpress.com/?p=492</guid>

					<description><![CDATA[Hingga saat ini penyebabnya belum diketahui secara pasti, telah diduga sejak lama, bahwa ada penyebab umumnya adalah genetik, kognitif, dan tingkat saraf yang khas untuk autisme dengan gejala tiga serangkai. (Happé,2008).Namun, ada kecurigaan yang lebih bahwa autisme adalah kelainan yang kompleks, bukan aspek-aspek inti yang menjadi penyebab (Happé,2006). (1).Penghapusan (2).duplikasi (3) inversi adalah kelainan kromosom [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hingga saat ini penyebabnya belum diketahui secara pasti, telah diduga sejak lama, bahwa ada penyebab umumnya adalah genetik, kognitif, dan tingkat saraf yang khas untuk autisme dengan gejala tiga serangkai. (Happé,2008).Namun, ada kecurigaan yang lebih bahwa autisme adalah kelainan yang kompleks, bukan aspek-aspek inti yang menjadi penyebab (Happé,2006).</p>
<p><strong>(1).Penghapusan</strong></p>
<p><strong> (2).duplikasi<br />
</strong></p>
<p><strong> (3) inversi </strong></p>
<p>adalah kelainan kromosom yang telah terlibat dalam autisme.(Beaudet, 2007).</p>
<p>Autisme memiliki dasar genetika yang kuat, walaupun genetika autis sangat rumit dan tidak jelas apakah ASD lebih dijelaskan oleh mutasi sebagai efek utama, atau dengan multigene dengan interaksi varian genetik. (Arndt et all, 2005).<span id="more-492"></span></p>
<p>Saat ini para ahli terus mengembangkan penelitian mereka untuk mengetahui sebabnya sehingga mereka pun dapat menemukan ‘obat’ yang tepat untuk mengatasi fenomena ini. Bidang-bidang yang menjadi fokus utama dalam penelitian para ahli, meliputi; kerusakan secara neurologis dan ketidakseimbangan dalam otak yang bersifat biokimia. Dr. Ron Leaf saat melakukan seminar di Singapura pada tanggal 26 – 27 Maret 2004, menyebutkan beberapa faktor penyebab autisme, yaitu:</p>
<p><strong>(1).<em>Genetic susceptibility – different genes may be responsible in different families </em></strong></p>
<p><strong>(2).<em>Chromosome 7 – speech / language chromosome </em></strong></p>
<p><strong>(3).<em>Variety of problems in pregnancy at birth or even after birth.</em></strong></p>
<p>Meskipun para ahli dan praktisi di bidang autisme tidak selamanya dapat menyetujui atau bahkan sependapat dengan penyebab-penyebab di atas. Hal terpenting yang perlu dicatat melalui hasil penelitian-penelitian terdahulu adalah bahwa gangguan autisme tidak disebabkan oleh faktor-faktor yang bersifat psikologis, misalnya karena orang tua tidak menginginkan anak ketika hamil.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://binhasyim.wordpress.com/2010/03/10/etiologi-autisme/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/5974e599ed75080eef8373997ecdc82d4c6674a4a806d98a2220aaa1274585ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ito</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanda dan Gejala Klinis Autisme</title>
		<link>https://binhasyim.wordpress.com/2010/03/10/tanda-dan-gejala-klinis-autisme/</link>
					<comments>https://binhasyim.wordpress.com/2010/03/10/tanda-dan-gejala-klinis-autisme/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[binhasyim]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 04:28:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[autisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://binhasyim.wordpress.com/?p=490</guid>

					<description><![CDATA[Anak dengan autisme dapat tampak normal di tahun pertama maupun tahun kedua dalam kehidupannya. Para orang tua seringkali menyadari adanya keterlambatan kemampuan berbahasa dan cara-cara tertentu yang berbeda ketika bermain serta berinteraksi dengan orang lain. Anak-anak tersebut mungkin dapat menjadi sangat sensitif atau bahkan tidak responsif terhadap rangsangan-rangasangan dari kelima panca inderanya (pendengaran, sentuhan, penciuman, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Anak dengan autisme dapat tampak normal di tahun pertama maupun tahun kedua dalam kehidupannya. Para orang tua seringkali menyadari adanya keterlambatan kemampuan berbahasa dan cara-cara tertentu yang berbeda ketika bermain serta berinteraksi dengan orang lain. Anak-anak tersebut mungkin dapat menjadi sangat sensitif atau bahkan tidak responsif terhadap rangsangan-rangasangan dari kelima panca inderanya (pendengaran, sentuhan, penciuman, rasa dan penglihatan). Perilaku-perilaku repetitif (mengepak-kepakan tangan atau jari, menggoyang-goyangkan badan dan mengulang-ulang kata) juga dapat ditemukan. Perilaku dapat menjadi agresif (baik kepada diri sendiri maupun orang lain) atau malah sangat pasif. Besar kemungkinan, perilaku-perilaku terdahulu yang dianggap normal mungkin menjadi gejala-gejala tambahan. Selain bermain yang berulang-ulang, minat yang terbatas dan hambatan bersosialisasi, beberapa hal lain yang juga selalu melekat pada para penyandang autisme adalah respon-respon yang tidak wajar terhadap informasi sensoris yang mereka terima, misalnya; suara-suara bising, cahaya, permukaan atau tekstur dari suatu bahan tertentu dan pilihan rasa tertentu pada makanan yang menjadi kesukaan mereka.<span id="more-490"></span></p>
<p>Beberapa atau keseluruhan karakteristik yang disebutkan berikut ini dapat diamati pada para penyandang autisme beserta spektrumnya baik dengan kondisi yang teringan hingga terberat sekalipun.</p>
<p>a)      Hambatan dalam komunikasi, misal: berbicara dan memahami bahasa.</p>
<p>b)      Kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain atau obyek di sekitarnya serta menghubungkan peristiwa-peristiwa yang terjadi.</p>
<p>c)      Bermain dengan mainan atau benda-benda lain secara tidak wajar.</p>
<p>d)      Sulit menerima perubahan pada rutinitas dan lingkungan yang dikenali.</p>
<p>e)      Gerakkan tubuh yang berulang-ulang atau adanya pola-pola perilaku yang tertentu</p>
<p>Para penyandang Autisme beserta spektrumnya sangat beragam baik dalam kemampuan yang dimiliki, tingkat intelegensi, dan bahkan perilakunya. Beberapa diantaranya ada yang tidak &#8216;berbicara&#8217; sedangkan beberapa lainnya mungkin terbatas bahasanya sehingga sering ditemukan mengulang-ulang kata atau kalimat (echolalia). Mereka yang memiliki kemampuan bahasa yang tinggi umumnya menggunakan tema-tema yang terbatas dan sulit memahami konsep-konsep yang abstrak. Dengan demikian, selalu terdapat individualitas yang unik dari individu-individu penyandangnya.</p>
<p>Terlepas dari berbagai karakteristik di atas, terdapat arahan dan pedoman bagi para orang tua dan para praktisi untuk lebih waspasa dan peduli terhadap gejala-gejala yang terlihat. <em>The National Institute of Child Health and Human Development</em> (NICHD) di Amerika Serikat menyebutkan 5 jenis perilaku yang harus diwaspadai dan perlunya evaluasi lebih lanjut :</p>
<p>a)      Anak tidak bergumam hingga usia 12 bulan</p>
<p>b)      Anak tidak memperlihatkan kemampuan gestural (menunjuk, dada, menggenggam) hingga usia 12 bulan</p>
<p>c)      Anak tidak mengucapkan sepatah kata pun hingga usia 16 bulan</p>
<p>d)      Anak tidak mampu menggunakan dua kalimat secara spontan di usia 24 bulan.</p>
<p>e)      Anak kehilangan kemampuan berbahasa dan interaksi sosial pada usia tertentu</p>
<p>Adanya kelima ‘lampu merah’ di atas tidak berarti bahwa anak tersebut menyandang autisme tetapi karena karakteristik gangguan autisme yang sangat beragam maka seorang anak harus mendapatkan evaluasi secara multidisipliner yang dapat meliputi; Neurolog, Psikolog, Pediatric, Terapi Wicara, Fisioterapi dan profesi lainnya yang memahami persoalan autisme.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://binhasyim.wordpress.com/2010/03/10/tanda-dan-gejala-klinis-autisme/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/5974e599ed75080eef8373997ecdc82d4c6674a4a806d98a2220aaa1274585ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ito</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Screening Autisme</title>
		<link>https://binhasyim.wordpress.com/2010/03/10/screening-autisme/</link>
					<comments>https://binhasyim.wordpress.com/2010/03/10/screening-autisme/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[binhasyim]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 04:25:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[autisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://binhasyim.wordpress.com/?p=488</guid>

					<description><![CDATA[Referensi baku yang digunakan secara universal dalam mengenali jenis-jenis gangguan perkembangan pada anak adalah ICD (International Classification of Diseases) Revisi ke-10 tahun 1993 dan DSM (Diagnostic And Statistical Manual) Revisi IV tahun 1994 yang keduanya sama isinya. Secara khusus dalam kategori Gangguan Perkembangan Perpasiv (Perpasive Developmental Disorder/PDD): Autisme ditunjukkan bila ditemukan 6 atau lebih dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Referensi baku yang digunakan secara universal dalam mengenali jenis-jenis gangguan perkembangan pada anak adalah ICD (<em>International Classification of Diseases</em>) Revisi ke-10 tahun 1993 dan DSM (<em>Diagnostic And Statistical Manual</em>) Revisi IV tahun 1994 yang keduanya sama isinya. Secara khusus dalam kategori Gangguan Perkembangan Perpasiv (<em>Perpasive Developmental Disorder</em>/PDD): Autisme ditunjukkan bila ditemukan 6 atau lebih dari 12 gejala yang mengacu pada 3 bidang utama gangguan, yaitu: Interaksi Sosial – Komunikasi – Perilaku.</p>
<p>Autisme sebagai spektrum gangguan maka gejala-gejalanya dapat menjadi bukti dari berbagai kombinasi gangguan perkembangan. Bila tes-tes secara <em>behavioral</em> maupun komunikasi tidak dapat mendeteksi adanya autisme, maka beberapa instrumen <em>screening</em> yang saat ini telah berkembang dapat digunakan untuk mendiagnosa autisme:</p>
<p>1)      <em>Childhood Autism Rating Scale</em> (CARS): skala peringkat autisme masa kanak-kanak yang dibuat oleh Eric Schopler di awal tahun 1970 yang didasarkan pada pengamatan perilaku. Alat menggunakan skala hingga 15; anak dievaluasi berdasarkan hubungannya dengan orang, penggunaan gerakan tubuh, adaptasi terhadap perubahan, kemampuan mendengar dan komunikasi verbal.<span id="more-488"></span></p>
<p>2)      <em>The Checklis for Autism in Toddlers</em><em> </em>(CHAT): berupa daftar pemeriksaan autisme pada masa balita yang digunakan untuk mendeteksi anak berumur 18 bulan, dikembangkan oleh Simon Baron Cohen di awal tahun 1990-an.</p>
<p>3)      <em>The Autism Screening Questionare</em>: adalah daftar pertanyaan yang terdiri dari 40 skala item yang digunakan pada anak dia atas usia 4 tahun untuk mengevaluasi kemampuan komunikasi dan sosial mereka.</p>
<p>4)      <em>The Screening Test for Autism in Two-Years Old</em>: tes screening autisme bagi anak usia 2 tahun yang dikembangkan oleh Wendy Stone di Vanderbilt didasarkan pada 3 bidang kemampuan anak, yaitu; bermain, imitasi motor dan konsentrasi.</p>
<p>Diagnosa yang akurat dari Autisme maupun gangguan perkembangan lain yang berhubungan membutuhkan observasi yang menyeluruh terhadap: perilaku anak, kemampuan komunikasi dan kemampuan perkembangan lainnya. Akan sangat sulit mendiagnosa karena adanya berbagai macam gangguan yang terlihat. Observasi dan wawancara dengan orang tua juga sangat penting dalam mendiagnosa. Evaluasi tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu memungkinkan adanya standardisasi dalam mendiagnosa.<strong></strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://binhasyim.wordpress.com/2010/03/10/screening-autisme/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/5974e599ed75080eef8373997ecdc82d4c6674a4a806d98a2220aaa1274585ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ito</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kondisi Umum Autisme</title>
		<link>https://binhasyim.wordpress.com/2010/03/10/kondisi-umum-autisme/</link>
					<comments>https://binhasyim.wordpress.com/2010/03/10/kondisi-umum-autisme/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[binhasyim]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 04:23:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[autisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://binhasyim.wordpress.com/?p=486</guid>

					<description><![CDATA[Beberapa kondisi lain yang umum pada anak-anak dengan autisme.(Levy et all, 2009), Mereka termasuk: a)      Penyakit genetik. Sekitar 10-15% dari kasus autisme diidentifikasi memiliki kondisi Mendel (single-gen), kelainan kromosom, atau sindrom genetik lainnya, dan ASD dikaitkan dengan beberapa kelainan genetik. b)      Keterbelakangan mental. c)      Anxiety disorders/Gangguan kecemasan adalah keadaan umum pada anak dengan ASD, penelitian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa kondisi lain yang umum pada anak-anak dengan autisme.(Levy et all, 2009), Mereka termasuk:</p>
<p>a)      <strong>Penyakit genetik.</strong> Sekitar 10-15% dari kasus autisme diidentifikasi memiliki kondisi Mendel (single-gen), kelainan kromosom, atau sindrom genetik lainnya, dan ASD dikaitkan dengan beberapa kelainan genetik.</p>
<p>b)      <strong>Keterbelakangan mental.</strong></p>
<p>c)      <strong>Anxiety disorders</strong>/<strong>Gangguan kecemasan</strong> adalah keadaan umum pada anak dengan ASD, penelitian telah melaporkan prevalensi berkisar dari 11% menjadi 84%.</p>
<p>d)      <strong>Epilepsi,</strong> dengan variasi risiko epilepsi karena usia, tingkat kognitif, dan jenis gangguan bahasa.</p>
<p>e)      <strong>M</strong><strong>etabolic defects</strong> /<strong>metabolik cacat,</strong> seperti fenilketonuria, dikaitkan dengan gejala autis.</p>
<p>f)        <strong>Minor anomali fisik</strong> meningkat secara signifikan dalam populasi autistik.</p>
<p><strong>g) </strong><strong>Sleep problems</strong> mempengaruhi sekitar dua-pertiga dari individu dengan ASD pada titik tertentu pada masa kanak-kanak. Paling sering adalah gejala insomnia, seperti kesulitan untuk tertidur, sering terbangun malam hari, dan bangun terlalu pagi. Masalah tidur berhubungan dengan perilaku sehingga keluarga menjadi stres, dan sering menjadi fokus utama perhatian klinis. <strong></strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://binhasyim.wordpress.com/2010/03/10/kondisi-umum-autisme/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/5974e599ed75080eef8373997ecdc82d4c6674a4a806d98a2220aaa1274585ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ito</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diagnosis Banding Autisme</title>
		<link>https://binhasyim.wordpress.com/2010/03/10/diagnosis-banding-autisme/</link>
					<comments>https://binhasyim.wordpress.com/2010/03/10/diagnosis-banding-autisme/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[binhasyim]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 04:19:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[autisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://binhasyim.wordpress.com/?p=484</guid>

					<description><![CDATA[Autisme dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder R-IV merupakan salah satu dari lima jenis gangguan dibawah payung PDD (Perpasive Development Disorder) di luar ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan ADD (Attention Deficit Disorder). Gangguan perkembangan perpasiv (PDD) adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan beberapa kelompok gangguan perkembangan di bawah (umbrella term) PDD, yaitu: [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Autisme dalam <em>Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder R-IV</em> merupakan salah satu dari lima jenis gangguan dibawah payung PDD (Perpasive Development Disorder) di luar ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan ADD (Attention Deficit Disorder). Gangguan perkembangan perpasiv (PDD) adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan beberapa kelompok gangguan perkembangan di bawah (umbrella term) PDD, yaitu:</p>
<p>1)      <em>Autistic Disorder </em>(Autism) Muncul sebelum usia 3 tahun dan ditunjukkan adanya hambatan dalam interaksi sosial, komunikasi dan kemampuan bermain secara imaginatif serta adanya perilaku stereotip pada minat dan aktivitas.</p>
<p>2)      <em>Asperger’s Syndrome,</em> Hambatan perkembangan interaksi sosial dan adanya minat dan aktivitas yang terbatas, secara umum tidak menunjukkan keterlambatan bahasa dan bicara, serta memiliki tingkat intelegensia rata-rata hingga di atas rata-rata.<span id="more-484"></span></p>
<p>3)      <em>Pervasive Developmental Disorder – Not Otherwise Specified</em> (PDD-NOS) Merujuk pada istilah atypical autism, diagnosa PDD-NOS berlaku bila seorang anak tidak menunjukkan keseluruhan kriteria pada diagnosa tertentu (Autisme, Asperger atau Rett Syndrome).</p>
<p>4)      <em>Rett’s Syndrome </em>Lebih sering terjadi pada anak perempuan dan jarang terjadi pada anak laki-laki. Sempat mengalami perkembangan yang normal kemudian terjadi kemunduran/kehilangan kemampuan yang dimilikinya; kehilangan kemampuan fungsional tangan yang digantikan dengan gerakkan-gerakkan tangan yang berulang-ulang pada rentang usia 1 – 4 tahun.</p>
<p>5)      <em>Childhood Disintegrative Disorder </em>(CDD) Menunjukkan perkembangan yang normal selama 2 tahun pertama usia perkembangan kemudian tiba-tiba kehilangan kemampuan-kemampuan yang telah dicapai sebelumnya.</p>
<p><em>Diagnosa Perpasive Develompmental Disorder Not Otherwise Specified</em> (PDD – NOS) umumnya digunakan atau dipakai di Amerika Serikat untuk menjelaskan adanya beberapa karakteristik autisme pada seseorang (Howlin, 1998: 79). <em>National Information Center for Children and Youth with Disabilities</em> (NICHCY) di Amerika Serikat menyatakan bahwa Autisme dan PDD – NOS adalah gangguan perkembangan yang cenderung memiliki karakteristik serupa dan gejalanya muncul sebelum usia 3 tahun. Keduanya merupakan gangguan yang bersifat neurologis yang mempengaruhi kemampuan berkomunikasi, pemahaman bahasa, bermain dan kemampuan berhubungan dengan orang lain. Ketidakmampuan beradaptasi pada perubahan dan adanya respon-respon yang tidak wajar terhadap pengalaman sensoris seringkali juga dihubungkan pada gejala autisme.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://binhasyim.wordpress.com/2010/03/10/diagnosis-banding-autisme/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/5974e599ed75080eef8373997ecdc82d4c6674a4a806d98a2220aaa1274585ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ito</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prognosis Autisme</title>
		<link>https://binhasyim.wordpress.com/2010/03/10/prognosis-autisme/</link>
					<comments>https://binhasyim.wordpress.com/2010/03/10/prognosis-autisme/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[binhasyim]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 04:15:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[autisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://binhasyim.wordpress.com/?p=482</guid>

					<description><![CDATA[Pada Anak-anak autis kadang-kadang “sembuh”, sehingga mereka kehilangan diagnosis ASD, Hal ini terjadi setelah perawatan intensif dan kadang-kadang tidak. Tidak ada penelitian yang difokuskan pada autisme setelah setengah baya. Anak autism dengan kemampuan bahasa sebelum usia enam, memiliki IQ di atas 50, dan memiliki keterampilan diprediksi akan lebih baik; hidup mandiri. Inggris pada tahun 2004 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada Anak-anak autis kadang-kadang “sembuh”, sehingga mereka kehilangan diagnosis ASD, Hal ini terjadi setelah perawatan intensif dan kadang-kadang tidak. Tidak ada penelitian yang difokuskan pada autisme setelah setengah baya. Anak autism dengan kemampuan bahasa sebelum usia enam, memiliki IQ di atas 50, dan memiliki keterampilan diprediksi akan lebih baik; hidup mandiri. Inggris pada tahun 2004 studi dari 68 orang dewasa yang didiagnosis sebelum 1980 sebagai anak-anak autis dengan IQ di atas 50 menemukan bahwa 12% mencapai tingkat tinggi kemandirian sebagai orang dewasa<span id="more-482"></span>, 10% mempunyai beberapa teman dan umumnya adapat bekerja, tetapi diperlukan beberapa dukungan, 19% memiliki kemandirian tetapi umumnya tinggal di rumah dan membutuhkan dukungan dan pengawasan dalam kehidupan sehari-hari, 46% diperlukan perawat spesialis dari penyedia fasilitas hunian yang mengkhususkan diri dalam ASD dengan dukungan tingkat tinggi dan 12% membutuhkan tingkat tinggi perawatan di rumah sakit. (Howlin, et all, 2004). Sebuah penelitian tahun 2005 di Swedia 78 orang dewasa yang tidak mengecualikan IQ rendah ditemukan prognosis lebih buruk misalnya, hanya 4% mencapai kemandirian.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://binhasyim.wordpress.com/2010/03/10/prognosis-autisme/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/5974e599ed75080eef8373997ecdc82d4c6674a4a806d98a2220aaa1274585ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ito</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tes Keseimbangan berdiri (1)</title>
		<link>https://binhasyim.wordpress.com/2010/02/18/tes-keseimbangan-berdiri-1/</link>
					<comments>https://binhasyim.wordpress.com/2010/02/18/tes-keseimbangan-berdiri-1/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[binhasyim]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 13:46:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemeriksaan Keseimbangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://binhasyim.wordpress.com/?p=480</guid>

					<description><![CDATA[Timed Up and Go test Tipe pengukuran: Mengukur kecepatan terhadap aktivitas yang mungkin menyebabkan gangguan keseimbangan Alat yang dibuthkan : kursi dengan sandaran dan penyangga lengan, stopwatch, dinding Waktu tes: 10 detik – 3 menit Prosedur tes Posisi awal pasien duduk bersandar pada kursi dengan lengan berada pada penyangga lengan kursi. Pasien mengenakan alas kaki [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li><strong>Timed Up and Go test</strong></li>
</ul>
<p><strong>Tipe pengukuran:</strong></p>
<p>Mengukur kecepatan terhadap aktivitas yang mungkin menyebabkan gangguan keseimbangan</p>
<p><strong>Alat yang dibuthkan :</strong></p>
<p>kursi dengan sandaran dan penyangga lengan, stopwatch, dinding</p>
<p><strong>Waktu tes:</strong></p>
<p>10 detik – 3 menit</p>
<p><strong>Prosedur tes</strong></p>
<p>Posisi awal pasien duduk bersandar pada kursi dengan lengan berada pada penyangga lengan kursi. Pasien mengenakan alas kaki yang biasa dipakai. Pada saat fisioterapis memberi aba-aba “mulai” pasien berdiri dari kursi, boleh menggunakan tangan untuk mendorong berdiri jika pasien menghendaki. Pasien terus berjalan sesuai dengan kemampuannya menempuh jaak 3 meter menuju ke dinding, kemudian berbalik tanpa menyentuh dinding dan berjalan kembali menuju kursi. Sesampainya di depan kursi pasien berbalik dan duduk kembali bersandar. Waktu dihitung sejak aba-aba “mulai” hingga pasien duduk bersandar kembali.<span id="more-480"></span></p>
<p>Tidak diperbolehkan mencoba atau berlatih terlebih dahulu.</p>
<p><strong>Skor normal</strong></p>
<p>Umur 75 tahun rata-rata 8,5 detik</p>
<p>Reliabilitas interrater dan retes ICC=0,99 (Podsiadlo, 1991)</p>
<p>Validitas signifikan dan berkorelasi dengan tes-tes lain (Berg, Barthel) (berg K, 1992)</p>
<p>Keunggulan dan kelemahan:</p>
<p>&#8211;         Cepat, sederhana dan peralatan minimal</p>
<p>&#8211;         Tidak sensitif terhadap gangguan keseimbangan ringan-sedang</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://binhasyim.wordpress.com/2010/02/18/tes-keseimbangan-berdiri-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/5974e599ed75080eef8373997ecdc82d4c6674a4a806d98a2220aaa1274585ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ito</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tes Keseimbangan berdiri (2)</title>
		<link>https://binhasyim.wordpress.com/2010/02/18/tes-keseimbangan-berdiri-2/</link>
					<comments>https://binhasyim.wordpress.com/2010/02/18/tes-keseimbangan-berdiri-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[binhasyim]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 13:43:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemeriksaan Keseimbangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://binhasyim.wordpress.com/?p=478</guid>

					<description><![CDATA[Skala keseimbangan dari Berg (Berg Balance Scale) Tipe pengukuran: pengukuran terhadap satu seri keseimbangan yang terdiri dari 14 jenis tes keseimbangan statis dan dinamis dengan skala 0-4 (skala didasarkan pada kualitas dan waktu yang diperlukan dalam melengkapi tes) Alat yang dibutuhkan : stopwatch, kursi dengan penyangga lengan, meja, obyek untuk dipungut dari lantai, blok (step [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li><strong>Skala keseimbangan dari Berg (Berg Balance Scale)</strong></li>
</ul>
<p><strong>Tipe pengukuran:</strong></p>
<p>pengukuran terhadap satu seri keseimbangan yang terdiri dari 14 jenis tes keseimbangan statis dan dinamis dengan skala 0-4 (skala didasarkan pada kualitas dan waktu yang diperlukan dalam melengkapi tes)</p>
<p><strong>Alat yang dibutuhkan :</strong></p>
<p>stopwatch, kursi dengan penyangga lengan, meja, obyek untuk dipungut dari lantai, blok (step stool) dan penanda</p>
<p><strong>Waktu tes:</strong></p>
<p>10 – 15 menit</p>
<p><strong>Prosedur tes</strong></p>
<p>Pasien dinilai waktu melakukan hal-hal di bawah ini, sesuai dengan kriteria yang dikembangkan oleh Berg</p>
<ol>
<li>Duduk ke berdiri</li>
<li>Berdiri tak tersangga</li>
<li>Duduk tak tersangga</li>
<li>Berdiri ke duduk</li>
<li>Transfers</li>
<li>Berdiri dengan mata tertutup</li>
<li>Berdiri dengan kedua kaki rapat</li>
<li>Meraih ke depan dengan lengan terulur maksimal</li>
<li>Mengambil obyek dari lantai</li>
<li>Berbalik untuk melihat ke belakang</li>
<li>Berbalik 360 derajad</li>
<li>Menempatkan kaki bergantian ke blok (step stool)</li>
<li>Berdiri dengan satu kaki didepan kaki yang lain</li>
<li>Berdiri satu kaki</li>
</ol>
<p>Normal skor : 56</p>
<p>Reliabilitas retes dan interrater tinggi pada pasien stroke dan usia lanjut (Berg K, 1995)<span id="more-478"></span></p>
<p>Validitas mempunyai korelasi yang signifikan dengan perkembangan pasien stroke (Stevenson T, 1996)</p>
<p>Keunggulan dan kelemahan:</p>
<p>&#8211;         Meliput banyak tes keseimbangan , khususnya tes fungsional baik statis maupun dinamis.</p>
<p>&#8211;         Keterbatasan dalam menilai gangguan keseimbangan ringan-sedang</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://binhasyim.wordpress.com/2010/02/18/tes-keseimbangan-berdiri-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/5974e599ed75080eef8373997ecdc82d4c6674a4a806d98a2220aaa1274585ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ito</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
