<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>muhammad zamroni</title>
	
	<link>http://zamroni.net/</link>
	<description>personal blog network and blog aggregator</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Nov 2009 03:59:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://zamroni.net/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
	<image>
		<url>http://zamroni.net/images3/rsslogo.png</url>
		<title>muhammad zamroni</title>
		<link>http://zamroni.net/</link>
	</image>
		
				
		<geo:lat>-7.46</geo:lat><geo:long>110.22</geo:long><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/jengjeng" type="application/rss+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item>
		<title>Bubur Ayam Barito</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/jengjeng/~3/o8y48YlOgqU/bubur-ayam-barito</link>
		<comments>http://matriphe.posterous.com/bubur-ayam-barito#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 14:43:17 -0700</pubDate>
		<dc:creator>matriphe! posterous</dc:creator>
		<category><![CDATA[Zamroni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://matriphe.posterous.com/bubur-ayam-barito</guid>
		<description><![CDATA[
	
Bubur ayam dengan isi potongan daging ayam berlimpah.  Sent from BlackBerry® Pearl 8100
	


Permalink 

	| Leave a comment&nbsp;&nbsp;&raquo;

]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>
	<a href="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/matriphe/lxiSHOz4zJgoKpdtCw7dFzCAIWW6gLX9HlYr4rtTyeqjqxzpzysHCJqkLm4e/IMG00030.jpg.scaled.1000.jpg"><img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/matriphe/z0vsytLlFzA0V53mepqOCUKH6wS8D62FxNgp1PCKTnrrtVCGzIpjPcfTXdkd/IMG00030.jpg.scaled.500.jpg" width="500" height="400" /></a>
<p>Bubur ayam dengan isi potongan daging ayam berlimpah. <p /> Sent from BlackBerry® Pearl 8100</p>
	
</p>

<p><a href="http://matriphe.posterous.com/bubur-ayam-barito">Permalink</a> 

	| <a href="http://matriphe.posterous.com/bubur-ayam-barito#comment">Leave a comment���</a>

</p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=o8y48YlOgqU:ap06Q1vQg5k:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=o8y48YlOgqU:ap06Q1vQg5k:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=o8y48YlOgqU:ap06Q1vQg5k:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=o8y48YlOgqU:ap06Q1vQg5k:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=o8y48YlOgqU:ap06Q1vQg5k:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=o8y48YlOgqU:ap06Q1vQg5k:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=o8y48YlOgqU:ap06Q1vQg5k:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=o8y48YlOgqU:ap06Q1vQg5k:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
		<feedburner:origLink>http://matriphe.posterous.com/bubur-ayam-barito</feedburner:origLink></item>
	
				
		<item>
		<title>Sudahkah Kita Menjadi Backpacker?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/jengjeng/~3/KMWDCpsLBv4/sudahkah-kita-menjadi-backpacker.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/sudahkah-kita-menjadi-backpacker.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 06:55:53 -0700</pubDate>
		<dc:creator>jengjeng matriphe!</dc:creator>
		<category><![CDATA[Zamroni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/?p=1413</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali saya mendapat pertanyaan, &#8220;saya pengen ke situ dengan cara backpacker, kira&#45;kira naik apa, ya?&#8221;. Backpacker, lebih tepatnya orang yang melakukan kegiatan backpacking, memang menjadi ngetren akhir&#45;akhir ini. Seolah&#45;olah itu suatu kegiatan keren bagi para pejalan.
Anggapan bepergian memanggul tas punggung, berpenampilan &#8220;gembel&#8221;, menggunakan sarana transportasi publik, dan bisa menjelajah berbagai sudut bumi memang kerap menjadi [...]]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2009/11/backpacker.jpg" alt="Backpacker?" title="Backpacker?" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1414" /></p>
<p>Seringkali saya mendapat pertanyaan, &#8220;saya pengen ke situ dengan cara <em>backpacker</em>, kira-kira naik apa, ya?&#8221;. <em>Backpacker</em>, lebih tepatnya orang yang melakukan kegiatan <em>backpacking</em>, memang menjadi ngetren akhir-akhir ini. Seolah-olah itu suatu kegiatan keren bagi para pejalan.</p>
<p>Anggapan bepergian memanggul tas punggung, berpenampilan &#8220;gembel&#8221;, menggunakan sarana transportasi publik, dan bisa menjelajah berbagai sudut bumi memang kerap menjadi rujukan untuk definisi <em>backpacker</em>. Ini memang tidak salah, setidaknya belum ada definisi baku dari kegiatan yang konon baru dikenal tahun 60/70-an.</p>
<p>Namun kadang kita (kita? saya aja ding) sering melupakan semangat dan filosofi dari <em>backpacking</em>. Seringkali saya ber-backpacking hanya penampilan. Memanggul tas segede dosa seperti hendak camping selama setahun (sehingga berbagai barang dibawa) dan menunjukkan latar belakang foto tempat-tempat keren di penjuru negeri, memang keren.</p>
<p>Tapi apakah kita, eh saya, sudah menjadi seorang <em>backpacker</em>?</p>
<p><span></span>Aktivitas <em>backpacking</em> seringkali dijadikan rujukan bagi para pejalan yang ingin melakukan suatu perjalanan dengan biaya rendah dan biasanya memakan waktu yang panjang. Salah kaprah pun kerap terjadi. Semangat dan filosofinya pun tereliminasi.</p>
<p><em>Backpacking</em> tidak semudah itu dirumuskan, meski salah kaprah tersebut mengandung beberapa unsurnya.</p>
<p>Beberapa unsur-unsur penting yang bisa saya ekstrak dari berbagai definisi <em>backpacking</em> adalah biaya rendah, waktu yang panjang, kemandirian, perhitungan, dan interaksi dengan kehidupan setempat.</p>
<p>Biaya merupakan unsur pertama. Bepergian dengan biaya serendah mungkin, merupakan salah satu ciri <em>backpacking</em>. Implikasinya, para pejalan sering menggunakan sarana transportasi umum karena perhitungan biaya tadi. Namun ndak menutup kemungkinan, menggunakan sarana transportasi umum bisa lebih mahal bila menggunakan kendaraan pribadi, apalagi jika transportasi publik kurang memadai di daerah tersebut.</p>
<p>Kendaraan umum dipilih para pejalan untuk mencapai tujuannya, bukan hanya pertimbangan faktor biaya. Faktor interaksi dengan penduduk lokal, melihat dan merasakan secara langsung kehidupan penduduk, hingga bila memungkinkan berbincang-bincang menggunakan bahasa lokal serta memahami budaya mereka, menjadi unsur lain dari <em>backpacking</em> yang tidak bisa ditemukan bila menggunakan kendaraan pribadi.</p>
<p>Bertanya kepada penduduk cara mencapai suatu tempat, hingga menginap di rumah-rumah penduduk, kerap kali dilakukan para <em>backpacker</em> untuk merasakan dan memahami kehidupan setempat.</p>
<p>Hostel-hostel yang memudahkan interaksi antar pejalan yang menginap juga menjadi cara mereka untuk mengenal wilayah. Bertemu dan bertukar informasi dari sesama pejalan yang berasal dari berbagai tempat dan latar belakang budaya, tentu menjadi pengalaman tersendiri.</p>
<p>Para <em>backpacker</em> tidak hanya mendatang tempat-tempat wisata umum, mereka juga mencoba mengetahui lebih banyak daripada wisatawan biasa yang biasanya cuma setor foto dan cerita-cerita menyenangkan. <em>Backpacker</em> mencoba untuk lebih dalam mengetahui berbagai hal tentang suatu tempat, sehingga selain untuk bersenang-senang, mereka juga belajar.</p>
<p><em>Backpacker</em> bukan hanya memuja-muja biaya rendah, nggak harus ngirit sengirit-ngiritnya. Ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan, yaitu waktu. Waktu ini sering kali bertolak belakang dengan biaya.</p>
<p>Bepergian dengan biaya rendah biasanya memakan waktu yang lama, begitu juga sebaliknya, menggunakan transportasi yang &#8220;mahal&#8221; bisa menghemat banyak waktu. Menggunakan kereta api berbiaya murah tentu memakan waktu lebih lama daripada menggunakan pesawat berbiaya lebih mahal, bukan?</p>
<p>Sialnya lagi, kalo budget dan waktu mepet. Sial benar <em>backpacker</em> macam beginian. Hehehe.</p>
<p>Begitu juga ketika menentukan akomodasi. Penginapan dengan lokasi strategis yang dapat menghemat banyak waktu tentu juga lebih mahal daripada penginapan yang terletak di kawasan pinggiran. Tentu saja terlepas dari pelayanannya.</p>
<p>Perhitungan dan kecermatan dalam menghitung ini adalah faktor yang harus dimiliki <em>backpacker</em>. Ndak hanya uang, barang-barang yang perlu dibawa ketika bepergian tentu juga perlu dipikirkan. <em>Backpacker</em> cenderung membawa sedikit barang karena demi mengurangi beban. Semua barang kan dibawa dengan tas punggung, yang tujuannya memudahkan mobilitas, sehingga harus dihitung benar barang-barang apa saja yang bisa masuk ke tas punggung dan seberapa kuat dia membawanya.</p>
<p>Dulu, <em>backpacker</em> jarang membawa benda-benda berharga yang sekiranya tidak perlu. Laptop, telepon seluler, dan sebagainya ditinggal di rumah karena faktor efisiensi tempat dan keamanan. Sekarang banyak juga backpacker yang membawa gadget-gadget pendukung yang tentunya memudahkan mereka bepergian, semacam telepon genggam, kamera, hingga GPS.</p>
<p><em>Backpacker</em> yang baik tentu bisa menguasai medan. Punya kemampuan membaca peta dan menentukan arah mata angin, akan sangat berguna apalagi ketika tersesat. Menguasai berbagai macam bahasa tentu akan sangat membantu lagi. Ini prinsip kemandirian yang dipegang.</p>
<p>Menjadi <em>backpacker</em> memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Keterbatasan dana membuat mereka harus memutar akal supaya bisa mencapai tujuan sesuai dengan kemampuan. Ini tentu beda dengan layaknya wisatawan yang memang datang ke suatu tempat untuk bersenang-senang dan rekreasi.</p>
<p>Apapun pilihan kita ketika bepergian, dengan ala backpacker atau wisatawan, selama kita nyaman dan menikmati perjalanan kita, <em>sumangga</em> saja. Yang penting senang dan ndak merusak tempat-tempat tujuan tersebut.</p>
<p>Ngomong-ngomong, saya bukan, eh belum, menjadi seorang <em>backpacker</em>. Masih <em>wannabe</em>. Kalo ada tawaran menjadi wisatawan, apalagi dibayari, saya memilih cara wisatawan aja deh! Hihihi..</p>
 jengjeng matriphe!<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=KMWDCpsLBv4:Z5fWYmSMOrk:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=KMWDCpsLBv4:Z5fWYmSMOrk:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=KMWDCpsLBv4:Z5fWYmSMOrk:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=KMWDCpsLBv4:Z5fWYmSMOrk:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=KMWDCpsLBv4:Z5fWYmSMOrk:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=KMWDCpsLBv4:Z5fWYmSMOrk:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=KMWDCpsLBv4:Z5fWYmSMOrk:KwTdNBX3Jqk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=KMWDCpsLBv4:Z5fWYmSMOrk:KwTdNBX3Jqk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=KMWDCpsLBv4:Z5fWYmSMOrk:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=KMWDCpsLBv4:Z5fWYmSMOrk:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
		<feedburner:origLink>http://jengjeng.matriphe.com/sudahkah-kita-menjadi-backpacker.html</feedburner:origLink></item>
	
				
		<item>
		<title>Sok Jagoan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/jengjeng/~3/AJHQenlkgFw/sok-jagoan</link>
		<comments>http://matriphe.posterous.com/sok-jagoan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 05:24:23 -0700</pubDate>
		<dc:creator>matriphe! posterous</dc:creator>
		<category><![CDATA[Zamroni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://matriphe.posterous.com/sok-jagoan</guid>
		<description><![CDATA[
	
Sekelompok mahasiswa yang berseragam IMM yang akan berdemonstrasi naek ke atap bus sewaan, padahal di dalam bus masih kosong. Sok jagoan. Rela mati demi negeri. Begitu?  Sent from BlackBerry® Pearl 8100
	


Permalink 

	| Leave a comment&nbsp;&nbsp;&raquo;

]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>
	<a href="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/matriphe/91seOxkPLqPLpqIXGZ9S73bJjJG0VHF7OZKz19XyUp9E5q2jFzMbhk5MxMTE/IMG00029.jpg.scaled.1000.jpg"><img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/matriphe/zkVhURxBhkissYOHu7nswtMY35mCjJcNUqLjcmv5kNHDHU0ekaxun5GfWG3U/IMG00029.jpg.scaled.500.jpg" width="500" height="400" /></a>
<p>Sekelompok mahasiswa yang berseragam IMM yang akan berdemonstrasi naek ke atap bus sewaan, padahal di dalam bus masih kosong. Sok jagoan. Rela mati demi negeri. Begitu? <p /> Sent from BlackBerry® Pearl 8100</p>
	
</p>

<p><a href="http://matriphe.posterous.com/sok-jagoan">Permalink</a> 

	| <a href="http://matriphe.posterous.com/sok-jagoan#comment">Leave a comment���</a>

</p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=AJHQenlkgFw:lh17Ku_6wM0:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=AJHQenlkgFw:lh17Ku_6wM0:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=AJHQenlkgFw:lh17Ku_6wM0:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=AJHQenlkgFw:lh17Ku_6wM0:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=AJHQenlkgFw:lh17Ku_6wM0:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=AJHQenlkgFw:lh17Ku_6wM0:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=AJHQenlkgFw:lh17Ku_6wM0:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=AJHQenlkgFw:lh17Ku_6wM0:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
		<feedburner:origLink>http://matriphe.posterous.com/sok-jagoan</feedburner:origLink></item>
	
				
		<item>
		<title>Please Unwrap Me</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/jengjeng/~3/CLZ3Vi2orno/please-unwrap-me</link>
		<comments>http://matriphe.posterous.com/please-unwrap-me#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 11:40:23 -0700</pubDate>
		<dc:creator>matriphe! posterous</dc:creator>
		<category><![CDATA[Zamroni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://matriphe.posterous.com/please-unwrap-me</guid>
		<description><![CDATA[
	Menarik. Pembungkus alat makan ini menarik perhatian. Location: Pizza e Birra, Plaza Indonesia.  Sent from BlackBerry® Pearl 8100

See the full gallery on posterous
	


Permalink 

	| Leave a comment&nbsp;&nbsp;&raquo;

]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>
	Menarik. Pembungkus alat makan ini menarik perhatian. Location: Pizza e Birra, Plaza Indonesia. <p /> Sent from BlackBerry® Pearl 8100<p><a href="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/matriphe/ggMZ2aHwkis61zaiblZqFHpGaMOfYlWC0ZvRZ8qVGkJouLsEyXPgE2aQCutT/IMG00027.jpg.scaled.1000.jpg"><img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/matriphe/YIhLX7qgmNxIUqd3hHaRy1MFBhVveTPTaTVtBNBWNXFBQeP9zOUwuGfTiJSS/IMG00027.jpg.scaled.500.jpg" width="500" height="400" /></a>
<a href="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/matriphe/JyuqGdEbJWPS9Hc8NV18GVnC7mICP3RffGhaGZLkbxP2F1uRNSp9XchA2sem/IMG00028.jpg.scaled.1000.jpg"><img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/matriphe/9eiY8dGUHvED8IH8NmvRqg7xeUmxB8mYv5GmQ4rt4n8rIXHNOn4SLQNJrU9r/IMG00028.jpg.scaled.500.jpg" width="500" height="400" /></a>
<div><a href="http://matriphe.posterous.com/please-unwrap-me">See the full gallery on posterous</a></div></p>
	
</p>

<p><a href="http://matriphe.posterous.com/please-unwrap-me">Permalink</a> 

	| <a href="http://matriphe.posterous.com/please-unwrap-me#comment">Leave a comment���</a>

</p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=CLZ3Vi2orno:UE4YQolFCus:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=CLZ3Vi2orno:UE4YQolFCus:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=CLZ3Vi2orno:UE4YQolFCus:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=CLZ3Vi2orno:UE4YQolFCus:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=CLZ3Vi2orno:UE4YQolFCus:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=CLZ3Vi2orno:UE4YQolFCus:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=CLZ3Vi2orno:UE4YQolFCus:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=CLZ3Vi2orno:UE4YQolFCus:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
		<feedburner:origLink>http://matriphe.posterous.com/please-unwrap-me</feedburner:origLink></item>
	
				
		<item>
		<title>Review Ubuntu 9.10 Karmic Koala</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/jengjeng/~3/n4YNbZQREkk/review-ubuntu-9-10-karmic-koala.html</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/review-ubuntu-9-10-karmic-koala.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=review-ubuntu-9-10-karmic-koala#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 09:58:20 -0700</pubDate>
		<dc:creator>muhammad zamroni</dc:creator>
		<category><![CDATA[Zamroni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Setelah semalaman mengupgrade dan mencoba&#45;coba Ubuntu Jaunty saya ke Karmic Koala, ada beberapa catatan yang sepertinya perlu saya dokumentasikan. Mungkin bisa berguna, terutama temen&#45;temen yang belum dan berencana untuk menggunakan Karmic Koala.
Proses Upgrade
Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk proses upgrade. Lewat CD instalasi atau via Internet. Saya menggunakan cara kedua, yang tentu syaratnya adalah [...]]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-171" title="Ubuntu" src="http://muhammad.zamroni.net/wp-content/uploads/2009/11/ubuntu-logo.png" alt="Ubuntu" width="400" height="104" /></p>
<p>Setelah semalaman mengupgrade dan mencoba-coba Ubuntu Jaunty saya ke Karmic Koala, ada beberapa catatan yang sepertinya perlu saya dokumentasikan. Mungkin bisa berguna, terutama temen-temen yang belum dan berencana untuk menggunakan Karmic Koala.</p>
<p><span></span><strong>Proses Upgrade</strong></p>
<p>Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk proses upgrade. Lewat CD instalasi atau via Internet. Saya menggunakan cara kedua, yang tentu syaratnya adalah punya akses internet kenceng ber-bandwidth bagus.</p>
<p>Pertama-tama yang perlu dilakukan adalah mengarahkan alamat repositori ke server yang diinginkan. Karena saya berada di Indonesia, saya memilih menggunakan <a title="SourcesListLokal" href="http://wiki.ubuntu-id.org/SourcesListLokal" target="_blank">miror repositori di Indonesia</a>. Ada beberapa miror yang bisa dipakai, tapi saya menggunakan miror <a title="KAMBING.ui.ac.id - mirror aja koq repot? ™" href="http://kambing.ui.ac.id/" target="_blank">kambing UI</a> (sebelumnya saya menggunakan <a title=" Repo UGM  "Pokokè mirror dab"" href="http://repo.ugm.ac.id/" target="_blank">miror UGM</a> dan <a title="FOSS-ID" href="http://www.foss-id.web.id/" target="_blank">FOSS-ID Telkom</a> tapi ternyata di tengah jalan, mirornya macet, ndak tau kenapa).</p>
<p>Dengan kecepatan rata-rata 100 kBps, waktu mengunduh paket-paket ini sekitar 2-3 jam. Kampretnya, ketika hampir selesai, koneksi saya kecepatannya drop menjelang tengah malam. Dugaan saya, kemungkinan server kambing juga sedang digunakan orang untuk melakukan proses upgrading. Saya juga melihat ada beberapa <a title="KAMBING.ui.ac.id Mirror Status" href="http://kambing.ui.ac.id/status/" target="_blank">proses sinkronisasi</a> yang tengah berlangsung di server tersebut.</p>
<p>Untuk langkah-langkahnya, <a title="How To Upgrade Ubuntu 9.04 (Jaunty Jackalope) To 9.10 (Karmic Koala) (Desktop & Server)" href="http://www.howtoforge.com/how-to-upgrade-ubuntu9.04-jaunty-jackalope-to-9.10-karmic-koala-desktop-and-server" target="_blank">silakan baca di blog ini</a>.</p>
<p><strong>Fitur-Fitur Baru</strong></p>
<p>Seperti <a title="Ubuntu 9.10 Features" href="http://www.ubuntu.com/products/whatisubuntu/910features" target="_blank">janjinya</a>, fitur-fitur baru saya temukan. Tapi secara keseluruhan, saya kok belum merasakan bedanya, terutama di faktor kecepatan, walau stabilitas dan performa lainnya sudah banyak meningkat. Mungkin karena beberapa sudah saya update secara berkala semenjak menggunakan Jaunty, memang tidak saya pakai, atau saya bingung fungsinya untuk apa.</p>
<p>Beberapa fitur yang saya rasa tidak banyak berubah antara lain Firefox 3.5 (di Ubuntu dikenal dengan nama Shiretoko) dan OpenOffice versi 3 (yang udah bisa buka file docx).</p>
<p>Beberapa fitur tidak saya pakai adalah Evolution (karena saya pake Thunderbird sebagai email <em>client</em>), sinkronisasi multimedia, dan fitur akesisibilitas (<a title="Orca" href="http://live.gnome.org/Orca" target="_blank">Orca</a> dan sebagainya).</p>
<p>Lainnya, saya belum tau apa fungsinya karena belum mencoba, antara lain fitur <a title="Ubuntu One" href="https://one.ubuntu.com/" target="_blank">Ubuntu One</a> di mana kita punya jatah 2 GB gratis di server Ubuntu untuk menyimpan dan berbagi file apa saja.</p>
<p>Satu-satunya yang saya rasakan adalah fitur Software Center-nya yang makin ciamik. Dengan aplikasi ini, saya ndak perlu repot-repot kalo mencari aplikasi asyik yang saya butuhkan. Kategorisasi aplikasinya juga makin jelas, mana aplikasi multimedia, mana untuk development, untuk grafis, bahkan game.</p>
<p>Untuk proses booting, kata orang lebih cepat. Tapi kok menurut saya malah lebih lambat, ya? Mungkin karena <em>Grub2</em> yang belum terinstall, sehingga saya masih menggunakan <em>Grub</em> bawaan Jaunty?</p>
<p><em>Grub2</em> memang akan diinstal ketika kita melakukan instalasi bersih dari awal. Menurut informasi yang saya peroleh, jika kita melakukan upgrade dari Jaunty, <em>Grub2</em> ini memang tidak otomatis terinstall. Kita harus mengupgrade-nya sendiri,yang tentu sedikit beresiko (backup-backup-backup!).</p>
<p><a title="Howto Upgrade to Grub2 On Ubuntu Jaunty and Karmic Koala" href="http://www.ubuntu-inside.me/2009/06/howto-upgrade-to-grub2-on-ubuntu-jaunty.html" target="_blank">Cara melakukan upgrade Grub2 ada di sini</a>. Saya belum berencana melakukan upgrade ini, karena laptop masih saya gunakan untuk &#8220;berburu dan meramu&#8221;. Mungkin di kala senggang, saya akan melakukan proses ini.</p>
<p>Hal yang saya kira cukup tidak nyaman adalah aplikasi <a title="Empathy" href="http://live.gnome.org/Empathy" target="_blank">Empathy</a> sebagai pengganti <a title="Pidgin" href="http://www.pidgin.im/" target="_blank">Pidgin</a> yang biasa saya gunakan untuk ber-<em>instant messaging</em>. Entah kenapa saya masih lebih suka menggunakan Pidgin daripada Empathy. Mungkin karena faktor kebiasaan. Empathy sendiri menjadi aplikasi IM standar yang terpaket ke dalam Karmic.</p>
<p>Selain beberapa hal di atas, masih ada beberapa problem yang saya temukan. Kebanyakan sih mungkin karena faktor konfigurasi lama yang kurang cocok ke lingkungan baru. Seperti misalnya tampilan login screen yang tidak bisa dikonfigurasi sama sekali, karena penggunaan sistem GDM (Gnome Desktop Manager) baru.</p>
<p>Walau begitu beberapa peningkatan performa saya rasakan di sisi kestabilan. Salah satu contohnya adalah Network Manager yang menangani koneksi kabel, koneksi <em>wireless</em>, hingga koneksi <em>broadband</em>, yang cenderung lebih stabil dan cepat tersambungnya.</p>
<p>Masalah <em>suspend</em> dan <em>hibernasi</em> kini berjalan dengan lancar di Karmic. Sebelumnya, <em>hibernasi</em> dan <em>suspend</em> di Jaunty tidak berjalan dengan lancar. Ini pasti karena faktor <a title="Upstart" href="http://upstart.ubuntu.com/" target="_blank">Upstart</a> yang mampu menangani proses <em>booting</em> dan <em>shutdown</em> yang lebih sempurna.</p>
<p>Untuk detil perubahan apa yang terjadi di Karmic, silakan baca <a title="9.10 Technical Overview" href="http://www.ubuntu.com/testing/karmic/beta" target="_blank">ringkasan teknisnya</a>.</p>
<p><strong>Upgrade atau Instalasi Baru?</strong></p>
<p>Ubuntu, setiap 6 bulan sekali selalu mengeluarkan rilis versi terbaru. Ini sering menjadi pertanyaan, enaknya melakukan upgrade atau instalasi baru? Keduanya mempunyai pertimbangan yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa pertimbangan yang bisa digunakan untuk memutuskan apakah akan melakukan upgrade atau melakukan instalasi baru.</p>
<ul>
<li>Instalasi Baru
<ol>
<li>Menggunakan <em>file system</em> baru. Karmic Koala menggunakan <em>file system</em> <a title="fourth extended filesystem" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ext4" target="_blank">ext4</a>. <em>File system</em> ext4 memang memiliki beberapa keunggulan dari <em>file system</em> <a title="third extended filesystem" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ext3" target="_blank">ext3</a> yang digunakan Jaunty. Saya sih pake <a title="ReiserFS" href="http://en.wikipedia.org/wiki/ReiserFS" target="_blank">ReiserFS</a>.</li>
<li>Mendapatkan <em>Grub2</em>. Seperti saya bilang sebelumnya, <em>Grub2</em> menjanjikan proses booting yang lebih cepat dan lebih cantik.</li>
<li>Jika versi Ubuntu yang digunakan lebih tua dari Jaunty atau Hardy, maka disarankan untuk melakukan instalasi baru. Jika <em>keukeuh</em> pengen upgrade, harus dilakukan sesuai urutan, misalnya dari Hardy ke Jaunty, baru kemudian ke Karmic.</li>
<li>Jika setelah upgrade ternyata masih banyak masalah yang tidak terselesaikan, instalasi baru adalah jawaban yang tepat.</li>
</ol>
</li>
<li>Upgrade
<ol>
<li>Jika banyak data (misal database yang sangat besar) yang sangat penting tapi tidak memungkinkan untuk mem-backup seluruhnya.</li>
<li>Jika banyak file konfigurasi yang berjalan dengan baik dan Anda tidak ingin melakukan konfigurasi ulang.</li>
</ol>
</li>
</ul>
<p>Semoga mencerahkan!</p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=n4YNbZQREkk:iE43c_T2v2s:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=n4YNbZQREkk:iE43c_T2v2s:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=n4YNbZQREkk:iE43c_T2v2s:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=n4YNbZQREkk:iE43c_T2v2s:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=n4YNbZQREkk:iE43c_T2v2s:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=n4YNbZQREkk:iE43c_T2v2s:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=n4YNbZQREkk:iE43c_T2v2s:KwTdNBX3Jqk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=n4YNbZQREkk:iE43c_T2v2s:KwTdNBX3Jqk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=n4YNbZQREkk:iE43c_T2v2s:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=n4YNbZQREkk:iE43c_T2v2s:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
		<feedburner:origLink>http://muhammad.zamroni.net/review-ubuntu-9-10-karmic-koala.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=review-ubuntu-9-10-karmic-koala</feedburner:origLink></item>
	
				
		<item>
		<title>Indikator Dehidrasi dari Warna Urine</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/jengjeng/~3/t4b8BOiprrE/indikator-dehidrasi-dari-warna-urine</link>
		<comments>http://matriphe.posterous.com/indikator-dehidrasi-dari-warna-urine#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 07:55:33 -0700</pubDate>
		<dc:creator>matriphe! posterous</dc:creator>
		<category><![CDATA[Zamroni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://matriphe.posterous.com/indikator-dehidrasi-dari-warna-urine</guid>
		<description><![CDATA[
	
Stiker ini tertempel persis di depan urinoir di toilet pria di Blok M Plaza. Mengingatkan kita apakah kita dehidrasi atau tidak dari warna urine. Menarik. Saya baru tahu.   Sent from BlackBerry® Pearl 8100
	


Permalink 

	| Leave a comment&nbsp;&nbsp;&raquo;

]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>
	<a href="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/matriphe/FtGf7Gcs7jC6oGK9IVG2QgotR5y2qyZmQk2p0dW40K4BZpLYGj1CGJPv1Kvz/IMG00026.jpg.scaled.1000.jpg"><img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/matriphe/Zu671Ro37VwazUVBgNbw3gRrYClJXYGH1ZcjQfvnrCwxA4H3MxkcW8pRyN9L/IMG00026.jpg.scaled.500.jpg" width="500" height="400" /></a>
<p>Stiker ini tertempel persis di depan urinoir di toilet pria di Blok M Plaza. Mengingatkan kita apakah kita dehidrasi atau tidak dari warna urine. Menarik. Saya baru tahu. <p />  <br />Sent from BlackBerry® Pearl 8100</p>
	
</p>

<p><a href="http://matriphe.posterous.com/indikator-dehidrasi-dari-warna-urine">Permalink</a> 

	| <a href="http://matriphe.posterous.com/indikator-dehidrasi-dari-warna-urine#comment">Leave a comment���</a>

</p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=t4b8BOiprrE:urORJnCQiKI:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=t4b8BOiprrE:urORJnCQiKI:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=t4b8BOiprrE:urORJnCQiKI:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=t4b8BOiprrE:urORJnCQiKI:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=t4b8BOiprrE:urORJnCQiKI:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=t4b8BOiprrE:urORJnCQiKI:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=t4b8BOiprrE:urORJnCQiKI:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=t4b8BOiprrE:urORJnCQiKI:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
		<feedburner:origLink>http://matriphe.posterous.com/indikator-dehidrasi-dari-warna-urine</feedburner:origLink></item>
	
				
		<item>
		<title>Negeri 5 Menara: Novel Mengharukan dan Inspiratif</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/jengjeng/~3/KMMJO8qKPlY/negeri-5-menara-novel-mengharukan-dan-inspiratif.html</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/negeri-5-menara-novel-mengharukan-dan-inspiratif.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=negeri-5-menara-novel-mengharukan-dan-inspiratif#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 06:18:14 -0600</pubDate>
		<dc:creator>muhammad zamroni</dc:creator>
		<category><![CDATA[Zamroni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Saya semalam baru saja meng&#45;khatam&#45;kan novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi ini, meski saya sudah membeli bukunya beberapa bulan lalu ketika masih menempati meja &#8220;new book&#8221; di Gramedia Pondok Indah Mall.
Saya bukan seorang pembaca novel yang kaffah. Jumlah novel yang saya baca bisa dihitung dengan jari. Namun entah kenapa ketika saya melihat buku ini [...]]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-169" title="Cover buku Negeri 5 Menara" src="http://muhammad.zamroni.net/wp-content/uploads/2009/10/negeri_5_menara.jpg" alt="Cover buku Negeri 5 Menara" width="389" height="439" /></p>
<p>Saya semalam baru saja meng-<em>khatam</em>-kan novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi ini, meski saya sudah membeli bukunya beberapa bulan lalu ketika masih menempati meja &#8220;<em>new book</em>&#8221; di Gramedia Pondok Indah Mall.</p>
<p>Saya bukan seorang pembaca novel yang <em>kaffah</em>. Jumlah novel yang saya baca bisa dihitung dengan jari. Namun entah kenapa ketika saya melihat buku ini di meja &#8220;<em>new book</em>&#8220;, saya tanpa pikir panjang langsung mencomot satu dan membawanya ke kasir. Padahal saya tidak berniat membeli buku ini awalnya. Sangat impulsif.</p>
<p>Buku ini bahkan sempat teronggok di sudut meja kamar saya, masih dalam keadaan tersampul plastik. Dan baru beberapa hari ini, saya sempat membacanya, secara estafet, menyisihkan beberapa waktu kosong saya setelah pulang dari &#8220;berburu dan meramu&#8221;. Begitu membuka kisah-kisahnya, rasanya saya sulit berhenti, jika saja mata sudah tidak bisa diajak kompromi atau pengumuman bahwa film yang akan saya tonton di bioskop akan segera mulai.</p>
<p>Menarik, mengharukan, dan inspiratif. Banyak nilai-nilai keislaman yang disiratkan, yang bisa diterapkan sehari-hari. Pembaca non-muslim pun saya kira bisa menerapkannya, karena banyak pelajaran akhlak di novel ini. Mulai dari tidak mentolelir kesalahan sekecil apa pun, mengikuti aturan dengan disiplin diri, hingga semangat dan motivasi yang mengobarkan semangat.</p>
<p><span></span>Dari membaca novel (yang konon merupakan seri pertama dari trilogi) ini, saya dapat mengambil kesimpulan: mimpi dan cita-cita bisa kita raih dengan kerja keras, disiplin tinggi, dan doa. <em>Man jadda wajada</em>.</p>
<p>Novel ini juga membuka mata saya, bahwa kehidupan pesantren itu tidak selamanya &#8220;terbelakang&#8221; dan &#8220;tertutup&#8221;. Menurut saya, Pesantren Madani tidak hanya sebuah sekolah agama (yang biasanya menjadi pilihan terakhir orang atau sebagai bengkel akhlak orang yang telah rusak), namun juga menjadi miniatur kehidupan nyata.</p>
<p>Berkumpul dan bertemu berbagai orang dari berbagai daerah, karakter, dan watak tentu bukan hal mudah. Namun semuanya bisa disatukan dengan satu semangat, diatur dengan peraturan yang tidak pilih kasih dan disiplin, serta keikhlasan guru dan muridnya.</p>
<p>Saya pun tak sabar menunggu kelanjutan cerita Alif Fikri selepas tamat pesantren ini.. <img src="http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif" alt=":-)" class="wp-smiley" /> </p>
<p><small>Gambar dicomot dari <a title="Book: Negeri 5 Menara" href="http://morishige.wordpress.com/2009/08/24/book-negeri-5-menara/" target="_blank">blognya Morishige</a></small></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=KMMJO8qKPlY:crHjl8eiXm0:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=KMMJO8qKPlY:crHjl8eiXm0:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=KMMJO8qKPlY:crHjl8eiXm0:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=KMMJO8qKPlY:crHjl8eiXm0:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=KMMJO8qKPlY:crHjl8eiXm0:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=KMMJO8qKPlY:crHjl8eiXm0:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=KMMJO8qKPlY:crHjl8eiXm0:KwTdNBX3Jqk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=KMMJO8qKPlY:crHjl8eiXm0:KwTdNBX3Jqk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=KMMJO8qKPlY:crHjl8eiXm0:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=KMMJO8qKPlY:crHjl8eiXm0:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
		<feedburner:origLink>http://muhammad.zamroni.net/negeri-5-menara-novel-mengharukan-dan-inspiratif.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=negeri-5-menara-novel-mengharukan-dan-inspiratif</feedburner:origLink></item>
	
				
		<item>
		<title>Mari Bercanda!</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/jengjeng/~3/9M1FGnZUSDY/mari-bercanda.html</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/mari-bercanda.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=mari-bercanda#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 14:48:43 -0600</pubDate>
		<dc:creator>muhammad zamroni</dc:creator>
		<category><![CDATA[Zamroni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/mari-bercanda.html</guid>
		<description><![CDATA[Pernah dengar hadits, &#8220;terlalu banyak tertawa bisa mengeraskan hati&#8221;? Kalo dipikir&#45;pikir benar juga.
Seringkali kita merasa apa&#45;apa itu becanda, untuk lucu&#45;lucuan, dan akhirnya kebablasan sehingga menyakiti perasaan orang, terus dengan enteng kita minta maaf sambil cengengesan bilang, &#8220;becanda, bos!&#8221;
Kalo si orang yang dibecandain marah, ndak terima, bukannya minta maaf, tapi malah balik menyalak, &#8220;gitu aja marah.. [...]]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah dengar hadits, &#8220;terlalu banyak tertawa bisa mengeraskan hati&#8221;? Kalo dipikir-pikir benar juga.</p>
<p>Seringkali kita merasa apa-apa itu becanda, untuk lucu-lucuan, dan akhirnya kebablasan sehingga menyakiti perasaan orang, terus dengan enteng kita minta maaf sambil cengengesan bilang, &#8220;becanda, bos!&#8221;</p>
<p>Kalo si orang yang dibecandain marah, ndak terima, bukannya minta maaf, tapi malah balik menyalak, &#8220;gitu aja marah.. Mutung..&#8221;</p>
<p>Ya ya. Kalo apa-apa dianggap becanda, lucu-lucuan, maka hati makin lama makin tidak peka. Becanda sih becanda, tapi ada batasnya.</p>
<p>&#8220;Trus batasnya apa, bos? Elu nya aja yang terlalu serius&#8221;, elak si tukang usil. Oke, baik, batasannya relatif. Tapi dengan melihat respon si yang diusilin udah tidak senyum, pasang muka ndak suka, menurut saya itu udah batasnya. Ndak perlu diteruskan.</p>
<p>Kita memang suka tertawa, terlebih menertawakan orang lain. Buktinya, acara tipi yang isinya reality show ngusilin orang kok ya laku. Acara lawak pun juga banyak yang slapstick, kasar, dan kita tertawa.</p>
<p>Kita mungkin sering tidak merasa, bahwa becandaan kita sering nyakitin orang. Tapi ketika kita dibecandain, ditertawakan orang, kita merasa dilecehkan, bahkan mungkin terhina.</p>
<p>Becanda itu banyak cara. Mengumbar aib orang, bahkan tidak membedakan mana konsumsi publik dan mana konsumsi pribadi, sepertinya sedang laku. Banyak yang suka.</p>
<p>Ah, apakah hati saya sudah kaku, karena banyak tertawa? Atau saya yang terlalu perasa? Entahlah.</p>
<p>Mari kita instropeksi diri sendiri.</p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=9M1FGnZUSDY:6nwbVf2e-X4:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=9M1FGnZUSDY:6nwbVf2e-X4:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=9M1FGnZUSDY:6nwbVf2e-X4:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=9M1FGnZUSDY:6nwbVf2e-X4:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=9M1FGnZUSDY:6nwbVf2e-X4:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=9M1FGnZUSDY:6nwbVf2e-X4:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=9M1FGnZUSDY:6nwbVf2e-X4:KwTdNBX3Jqk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=9M1FGnZUSDY:6nwbVf2e-X4:KwTdNBX3Jqk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=9M1FGnZUSDY:6nwbVf2e-X4:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=9M1FGnZUSDY:6nwbVf2e-X4:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
		<feedburner:origLink>http://muhammad.zamroni.net/mari-bercanda.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=mari-bercanda</feedburner:origLink></item>
	
				
		<item>
		<title>Inglourious Basterds: Kisah Pembunuhan Hitler Menggunakan Film</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/jengjeng/~3/H-4_jDYZsWc/inglourious-basterds-kisah-pembunuhan-hitler-menggunakan-film.html</link>
		<comments>http://bicarafilm.com/baca/2009/10/29/inglourious-basterds-kisah-pembunuhan-hitler-menggunakan-film.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 13:37:43 -0600</pubDate>
		<dc:creator>matriphe @ bicarafilm.com</dc:creator>
		<category><![CDATA[Saling Silang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bicarafilm.com/baca/2009/10/29/inglourious-basterds-kisah-pembunuhan-hitler-menggunakan-film.html#artikel</guid>
		<description><![CDATA[Inglourious Basterds membawa versi cerita tentang kekuatan film dalam sejarah. Quentin Tarantino membawa versi lain tentang kematian Adolf Hitler yang memang misterius dan kontroversial ini. Posting lengkap dapat ditemukan di:  http://bicarafilm.com/baca/2009/10/29/inglourious&#45;basterds&#45;kisah&#45;pembunuhan&#45;hitler&#45;menggunakan&#45;film.html]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[Inglourious Basterds membawa versi cerita tentang kekuatan film dalam sejarah. Quentin Tarantino membawa versi lain tentang kematian Adolf Hitler yang memang misterius dan kontroversial ini. <br /><br />Posting lengkap dapat ditemukan di:  <a href="http://bicarafilm.com/baca/2009/10/29/inglourious-basterds-kisah-pembunuhan-hitler-menggunakan-film.html">http://bicarafilm.com/baca/2009/10/29/inglourious-basterds-kisah-pembunuhan-hitler-menggunakan-film.html</a><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=H-4_jDYZsWc:HRAZUBAbCrI:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=H-4_jDYZsWc:HRAZUBAbCrI:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=H-4_jDYZsWc:HRAZUBAbCrI:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=H-4_jDYZsWc:HRAZUBAbCrI:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=H-4_jDYZsWc:HRAZUBAbCrI:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=H-4_jDYZsWc:HRAZUBAbCrI:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=H-4_jDYZsWc:HRAZUBAbCrI:KwTdNBX3Jqk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=H-4_jDYZsWc:HRAZUBAbCrI:KwTdNBX3Jqk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=H-4_jDYZsWc:HRAZUBAbCrI:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=H-4_jDYZsWc:HRAZUBAbCrI:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
		<feedburner:origLink>http://bicarafilm.com/baca/2009/10/29/inglourious-basterds-kisah-pembunuhan-hitler-menggunakan-film.html</feedburner:origLink></item>
	
				
		<item>
		<title>Pusat Primata Schmutzer: Pusat Primata Terbesar di Dunia</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/jengjeng/~3/uedwvvrfz4Y/pusat-primata-schmutzer-pusat-primata-terbesar-di-dunia.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/pusat-primata-schmutzer-pusat-primata-terbesar-di-dunia.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 10:40:24 -0600</pubDate>
		<dc:creator>jengjeng matriphe!</dc:creator>
		<category><![CDATA[Zamroni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/?p=1400</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah bahwa Indonesia memiliki pusat primata terbesar di dunia? Terletak di dalam kompleks kebun binatang Ragunan, Pusat Primata Schmutzer yang diresmikan pada tanggal 20 Agustus 2002 ini memiliki koleksi sekitar 25 spesies dari 5 famili dari ordo primata.
Berkunjung ke Pusat Primata Schmutzer ini begitu mudah. Berbagai sarana transportasi umum bisa menjangkau lokasi ini. Tinggal naik [...]]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2009/10/pusat-primata-schumtzer.jpg" alt="Pusat Primata Schmutzer" title="Pusat Primata Schmutzer" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1401" /></p>
<p>Tahukah bahwa Indonesia memiliki pusat primata terbesar di dunia? Terletak di dalam kompleks kebun binatang Ragunan, Pusat Primata Schmutzer yang diresmikan pada tanggal 20 Agustus 2002 ini memiliki koleksi sekitar 25 spesies dari 5 famili dari ordo primata.</p>
<p><span></span>Berkunjung ke Pusat Primata Schmutzer ini begitu mudah. Berbagai sarana transportasi umum bisa menjangkau lokasi ini. Tinggal naik kopaja, metromini, mikrolet, atau busway berjurusan Ragunan.</p>
<p>Lokasi Pusat Primata Schmutzer berada di dalam kompleks kebun binatang Ragunan. Pusat Primata Schmutzer dulunya dikelola oleh The Gibbon Foundation, pimpinan Dr. Willie Smits, namun kini pengelolanya adalah Pemda DKI.</p>
<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2009/10/lukisan-schmutzer.jpg" alt="Lukisan Nyonya Schmutzer" title="Lukisan Nyonya Schmutzer" width="200" height="267" class="alignright size-full wp-image-1411" /></p>
<p>Masuk ke kawasan ini, pengunjung ditarik ongkos 5 ribu rupiah untuk dewasa, ini di luar ongkos masuk kebun binatang Ragunan yang ongkosnya 4.500 rupiah (tiket plus asuransi). Keamanannya pun ketat, pengunjung tidak diperbolehkan membawa makanan dan minuman apapun, bahkan permen pun tidak boleh. Semua barang bawaan pengunjung yang berupa makanan harus dititipkan.</p>
<p>Ini untuk menghindari ulah iseng pengunjung yang suka memberi makan hewan-hewan. Padahal makanan manusia itu tidak cocok untuk makanan hewan. Di kebun binatang Ragunan, monyet saja sudah pintar merokok karena ulah manusia yang memberinya rokok. Mengenaskan.</p>
<p>Saya baru tahu, bahwa sebenernya pisang itu bukan makanan utama monyet (atau primata lain) seperti yang kita kira. Beberapa jenis primata seperti Simpanse, Gorila, dan Orangutan makanan utamanya adalah daun dan buah-buahan. Untuk memenuhi kebutuhan protein, mereka juga makan serangga.</p>
<p>Begitu masuk halaman, kita akan disambut gerbang besar bertulis Pusat Primata Schmutzer. Saya sempat terdiam sejenak karena bingung mau memulai dari mana. Akhirnya saya memutuskan untuk naik masuk ke gerbang dan memulai penjelajahan saya dengan menyusuri Gorilla Walk.</p>
<p>Dinamakan demikian karena kita akan menyusuri suatu jembatan khusus yang berada di atas enklosur (kandang yang dibuat mirip dengan habitat asli binatang) Gorila, sehingga kita bisa melihat aktivitas Gorila dari atas. Namun sayang, selama di atas ini, saya tidak melihat Gorila sama sekali. Mungkin mereka sedang beristirahat dan bersembunyi. Gorila-gorila ini mempunyai nama loh, antara lain Komu dan Kumbo.</p>
<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2009/10/gorilla-walk.jpg" alt="Gorilla Walk" title="Gorilla Walk" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1402" /></p>
<p>Di beberapa sudut Gorilla Walk terdapat tulisan kepanjangan dari akronim GORILA, yang berisi trivia tentang Gorila, yaitu:</p>
<ul>
<li><strong>G</strong>orilla di Pusat Primata Schmutzer adalah jenis Gorila dataran rendah barat</li>
<li><strong>O</strong>rang sering menyebutnya King Kong</li>
<li><strong>R</strong>ambut di punggungnya berwarna keperakan (silver black) dan dimiliki oleh jantan dewasa</li>
<li><strong>I</strong>a adalah salah satu kera terbesar di dunia</li>
<li><strong>L</strong>arangan untuk tidak memburunya sering diabaikan</li>
<li><strong>A</strong>ncaman terhadap Gorila di alam antara lain hilangnya habitat, perburuan ilegal untuk dikonsumsi dagingnya, dan penyakit seperti Ebola</li>
</ul>
<p>Di beberapa sudut juga terdapat kursi-kursi yang bisa digunakan untuk beristirahat sambil melihat pemandangan. Bila melihat ke bawah, beberapa ubin dari kuningan tampak berukiran wajah-wajah Gorila.</p>
<p>Ketika turun dari Gorilla Walk, sayup-sayup saya melihat benda hitam bergerak-gerak dan berjalan dengan kedua kaki dan tangannya di enklosur di depan saya. Kemudian tepat di depan saya dia berhenti dan duduk sambil mengunyah rumput.</p>
<p>Omaigat-omaigat-omaigat! Itu Gorila besar banget! Saya ndak bisa membayangkan bila dihajar dengan tangannya yang panjang itu bagaimana. Bisa-bisa leher mluntir ndak bisa mbalik. Hihihihi..</p>
<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2009/10/gorilla.jpg" alt="Gorilla (Gorilla gorilla gorilla)" title="Gorilla (Gorilla gorilla gorilla)" width="200" height="267" class="alignright size-full wp-image-1403" /></p>
<p>Gorila yang ada di Schmutzer ini merupakan jenis Gorila yang hidup di hutan dataran rendah di Afrika. Beratnya bisa mencapai 200 kg lebih dan hidup berkelompok. Yang jantan memiliki rambut keperakan di bagian punggung dan suka menepuk dada untuk menunjukkan kekuatan. Namun begitu, <a href="http://ndobos.com/2009/10/14/mau-diadu-lawan-bebek/" target="_blank" title="Mau Diadu Lawan Bebek?">penis gorila itu kecil banget</a>. Hihihi..</p>
<p>Kalo dilihat dari cirinya, Gorila yang berada di depan saya itu adalah gorila jantan!</p>
<p>Dari enklosur Gorila, saya pun berjalan mengelilingi kawasan ini. Ada beberapa kandang Ungko, Owa Jawa, Wau-wau, Kera Hitam Sulawesi, Digo, Boti, Kelawat, dan Siamang. Kandang-kandang ini ada yang berupa kerangkeng besi, ada juga yang berupa kerangkeng besi dengan kaca.</p>
<p>Ordo primata terdiri atas 5 familia, yaitu Prosimian, Macaques (macaca/kera), Leaf Monkeys (monyet daun), Gibbon, dan Ape. Manusia sebenernya termasuk dalam orde primata, loh. <img src="http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif" alt=":D" class="wp-smiley" width="18" height="18" title=":D" /></p>
<p>Prosimian adalah primata primitif. Di Indonesia terdapat Kukang dan Tarsius yang termasuk dalam familia ini. Kukang terkenal akan gerakannya yang lambat namun mempunyai cengkraman kuat, sedangkan Tarsius merupakan hewan mungil yang sangat tangkas. Kedua prosimian ini adalah makhluk nokturnal (aktif di malam hari).</p>
<p>Macaques memiliki ciri memiliki kantung pipi untuk menyimpan makanan. Kera-kera ini banyak tersebar di Indonesia, salah satunya adalah <em>Macaca fascicularis</em> (Monyet Ekor Panjang) yang sering dipakai untuk atraksi topeng monyet.</p>
<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2009/10/monyet-ekor-panjang.jpg" alt="Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis)" title="Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis)" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1404" /></p>
<p>Leaf monkeys, seperti namanya biasanya hidup di atas pohon dan memakan daun-daunan. Di Indonesia, primata jenis ini sering disebut dengan Lutung. Primata jenis ini berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan meloncat menggunakan tungkai kaki belakang.</p>
<p>Gibbon beda lagi. Ciri khasnya adalah tangannya yang panjang karena digunakan untuk bergelantungan. Yang termasuk jenis ini adalah Siamang dan Owa.</p>
<p>Ape adalah jenis primata yang tidak berekor. Orangutan dan Wau-wau termasuk ke dalam jenis ini. </p>
<p>Melewati kandang Monyet daun, saya sampai di taman yang terdapat banyak patung monyet. Beberapa orang nampak berfoto-foto dengan pose merangkul patung monyet atau sekedar berdiri di samping patung tersebut.</p>
<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2009/10/taman-patung.jpg" alt="Di taman patung. Tebak, mana yang bukan patung?" title="Di taman patung. Tebak, mana yang bukan patung?" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1409" /></p>
<p>Di beberapa tempat juga terdapat kursi-kursi namun sayangnya kursi-kursi ini dikuasai oleh pasangan yang sedang asyik pacaran!</p>
<p>Saya mengeilingi sisi ini hingga sampai ke suatu kolam dengan jembatan semen di atasnya. Di tengah kolam terdapat suatu &#8220;pulau&#8221; yang ternyata ini adalah enklosur dari Simpanse, primata tercerdas. Ketika saya melintas, simpanse-simpanse ini rupanya sedang tidur siang di dalam goa-goa buatan.</p>
<p>Di ujung jembatan, saya masuk ke dalam teater melalui pintu keluar. Hahaha! Saya pun masuk dan rupanya di dalam teater sedang diputar film dokumenter tentang kehidupan primata.</p>
<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2009/10/taman-buah-primata.jpg" alt="Melewati enklosur Simpanse" title="Melewati enklosur Simpanse" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1406" /></p>
<p>Saya mengikuti 2 episode, yang bercerita tentang sistem sosial dalam kelompok Gibbon dan Macaca serta sistem alarm dari kelompok monyet daun.</p>
<p>Rupanya, sistem kasta juga dikenal di kalangan mereka. <em>Toque macaque</em> di Sri Lanka, contohnya. Di gerombolan ini, kera-kera berdarah ningrat memiliki keistimewaan di dalam kelompoknya, terutama dalam hal makanan dan pasangan ketika musim kawin.</p>
<p>Sistem alarm dari monyet daun ini begitu keren. Setiap monyet akan saling memperingatkan monyet lain bila ada bahaya. Suara-suara peringatan ini akan berbeda bunyi sesuai dengan bahaya apa yang mendekat. Contohnya ketika seekor elang mendekat, kera-kera ini akan berteriak dengan bunyi tertentu dan monyet-monyet lain akan segera berhamburan turun dari pohon untuk menghindari serangan elang.</p>
<p>Bunyi berbeda dikeluarkan ketika seekor Leopard lewat. Bukannya menghindar, monyet-monyet ini justru mendekat dan menampakkan diri sambil terus berteriak-teriak ketika melihat Leopard. Merasa ketahuan, Leopard yang biasanya menyerang secara tiba-tiba akhirnya mundur teratur.</p>
<p>Selesai melihat film, saya menuju ke museum. Di sini dipamerkan berbagai miniatur primata yang bisa menjadi wahana edukasi anak. Berbagai papan dengan penjelasan juga banyak terdapat di sini.</p>
<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2009/10/museum-primata.jpg" alt="Museum Primata" title="Museum Primata" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1405" /></p>
<p>Dari museum, saya meluncur ke belakang, menuju ke Terowongan Orangutan. Terowongan ini mengelilingi enklosur Orangutan yang dapat kita lihat dari balik kaca.</p>
<p>Suasananya begitu gelap, di beberapa sudut terdapat rumbai-rumbai yang dibuat mirip seperti akar pohon, dan di dalamnya sejuk karena terdapat AC. Saya melihat beberapa Orangutan sedang bersantai-santai di atas kayu.</p>
<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2009/10/orangutan.jpg" alt="Orangutan sedang bersantai" title="Orangutan sedang bersantai" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1407" /></p>
<p>Karena suasana gelap, di beberapa tempat terdapat pasangan yang sedang asyik pacaran. Padahal kalo jeli, di beberapa sudut terdapat kamera pengawas. Dasar pasangan dimabuk asmara yang tidak tau tempat!</p>
<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2009/10/terowongan-orangutan.jpg" alt="Terowongan Orangutan" title="Terowongan Orangutan" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1408" /></p>
<p>Keluar dari Terowongan Orangutan, saya berada di bagian belakang. Saya menuju Jembatan Kanopi di mana kita bisa berjalan di atas jembatan yang dipasang di atas pohon, namun sayang ketika saya sampai, fasilitas ini ditutup. Saya ndak tau, mungkin karena dianggap berbahaya karena di beberapa bagian terlihat kayu-kayunya mulai lapuk.</p>
<p>Sebelum pulang, saya menyempatkan diri melihat Lutung Jawa dan Lutung Perak. Ada sebuah papan dengan siluet Gorila yang sedang merentangkan tangan. Rupanya ini digunakan untuk membandingkan ukuran tubuh manusia dengan ukuran tubuh Gorila.</p>
<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2009/10/rentang-gorilla.jpg" alt="Papan rentang Gorila" title="Papan rentang Gorila" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1410" /></p>
<p>Selain itu ada cermin besar bertuliskan, &#8220;ayo, jadi sahabat primata!&#8221;, yang berarti ajakan kepada diri kita ketika berdiri di atas cermin tersebut.</p>
<p>Bila datang pada jam-jam memberi makan (jam 9, 12, dan 15), kita bisa melihat petugas memberi makan primata ini di sekitaran enklosur. Karena saya datang tidak pada jam-jam itu, saya tidak dapat melihat langsung proses ini.</p>
<p>Pusat Primata Schmutzer lahir dari kepedulian Pauline Antoinette Schmutzer-versteegh terhadap satwa terutama primata yang hampir punah. Melalui yayasan The Gibbon Foundation, Nyonya Scmutzer mewakafkan hartanya untuk pembangunan pusat primata ini.</p>
<p>Hampir semua primata yang terdapat di lokasi ini merupakan primata yang dilindungi, beberapa di antaranya merupakan hasil sitaan atau serahan dari masyarakat. Di dalam kawasan seluas 13 hektar ini juga terdapat lebih dari 84 jenis pohon yang menambah teduh kawasan Pusat Primata Schmutzer.</p>
<p>Namun sayang, di beberapa sudut nampak orang pacaran sangat mengganggu pemandangan. Di beberapa tempat terdapat pancuran air minum gratis, namun kondisinya sedikit memprihatinkan. Air yang keluar sangat kecil sehingga ada pengunjung yang mengakali dengan meminum dari kran menggunakan sedotan!kini</p>
 jengjeng matriphe!<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=uedwvvrfz4Y:8GcbUbcs3qI:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=uedwvvrfz4Y:8GcbUbcs3qI:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=uedwvvrfz4Y:8GcbUbcs3qI:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=uedwvvrfz4Y:8GcbUbcs3qI:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=uedwvvrfz4Y:8GcbUbcs3qI:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=uedwvvrfz4Y:8GcbUbcs3qI:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=uedwvvrfz4Y:8GcbUbcs3qI:KwTdNBX3Jqk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=uedwvvrfz4Y:8GcbUbcs3qI:KwTdNBX3Jqk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?a=uedwvvrfz4Y:8GcbUbcs3qI:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/jengjeng?i=uedwvvrfz4Y:8GcbUbcs3qI:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
		<feedburner:origLink>http://jengjeng.matriphe.com/pusat-primata-schmutzer-pusat-primata-terbesar-di-dunia.html</feedburner:origLink></item>
	
				
	</channel>
</rss>
