<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Jurnal Islam Webazine</title>
	
	<link>http://jurnalislam.com</link>
	<description>Berita dan Fakta Dunia Islam</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Sep 2010 13:37:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/jurnalislam" /><feedburner:info uri="jurnalislam" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>jurnalislam</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Salah Kaprah “Refleksi Jihad Aceh”</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/jurnalislam/~3/-OrmtJgb9iU/salah-kaprah-refleksi-jihad-aceh.html</link>
		<comments>http://jurnalislam.com/salah-kaprah-refleksi-jihad-aceh.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 12:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[jihad aceh]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi jihad aceh]]></category>
		<category><![CDATA[serambi mekkah]]></category>
		<category><![CDATA[Tandhim Al Qaeda]]></category>
		<category><![CDATA[tandzim al qaidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalislam.com/?p=943</guid>
		<description><![CDATA[Ketika masih hangat peristiwa di Serambi Mekkah, dengan rilis video oleh orang/ kelompok yang mengaku sebagai &#8220;Tandzim Al Qoidah Indonesia Serambi Mekkah&#8221; (lihat posting sebelumnya di sini) dan kemudian para pelaku yang terlibat dengan pelatihan militer di tanah rencong yang penuh berkah itu dikejar, ditangkap dan dibunuh oleh toghut dan antek-anteknya, muncul sebuah artikel berjudul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>Ketika masih hangat peristiwa di Serambi Mekkah, dengan rilis video oleh orang/ kelompok yang mengaku sebagai &#8220;<em>Tandzim Al Qoidah Indonesia Serambi Mekkah&#8221;</em> (lihat posting sebelumnya <a href="http://jurnalislam.com/seruan-jihad-dari-aceh-serambi-mekkah.html">di sini</a>) dan kemudian para pelaku yang terlibat dengan pelatihan militer di tanah <em>rencong</em> yang penuh berkah itu dikejar, ditangkap dan dibunuh oleh toghut dan antek-anteknya, muncul sebuah artikel berjudul <strong>REFLEKSI JIHAD ACEH</strong> yang kemudian menyebar dan menimbulkan pro kontra dalam menyikapi pilihan sekelompok pemuda yang melakukan i&#8217;dad asykariyah di bumi Ach, hingga redaksi Jurnalisalam mendapati sebuah tulisan di URL http://sjihad.wordpress.com yang mengkritisi artikel tersebut. Berikut kami kutip secara lengkap sebagai khazanah bagi saudaraku sekalian agar kita menjadi lebih obyektif berdasarkan timbangan syar&#8217;i dalam menyikapi sebuah persoalan. Berikut tulisan lengkapnya:</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Salah Kaprah &#8220;Refleksi Jihad Aceh&#8221;</strong></p>
<p>Refleksi Jihad Aceh 2010, tulisan berasal  dari sebuah blog entah milik siapa (tidak ada identitas jelas dari  pemilik yang dicantumkan dalam blog tersebut) yang beralamat di <a href="http://elhakimi.wordpress.com/">http://elhakimi.wordpress.com</a> itu,  kemudian dalam waktu singkat disadur (baca: di copy paste) oleh  banyak website dan blogger lain, diposting ke forum-forum Islam sampai  facebook hingga kemudian menjadi polemik dan bahan perdebatan, dan  terakhir dimuat dalam majalah Ansharut Tauhid di edisi ke-11 sebagai  suplemen.</p>
<p>Penulis Refleksi Jihad Aceh, sebagaimana diurai dalam tulisannya,  hendak memberikan analisa kritis atas amaliah jihad Aceh dengan  catatan-catatan evaluasi, agar menjadi pelajaran bagi generasi  berikutnya. Sama sekali bukan karena faktor benci atau dengki tuturnya.  Tapi semangat saling menasehati dengan cinta. Sebuah tujuan yang sangat  mulia menurut kami.</p>
<p>Tapi bukankah suatu nasihat tidak cukup hanya dilandasi maksud baik  atau niat yang tulus, namun akan lebih sempurna jika disajikan dengan  bahasa yang bijak, uraian yang benar dan pemahaman yang baik terhadap  permasalahan atau terhadap obyek yang akan di evaluasi dan dinasehati.</p>
<p>Ada beberapa catatan penting dari kami, berkaitan dengan beberapa  poin dalam tulisan Refleksi Jihad Aceh, kami tidak mengatakan semua  tulisan tersebut salah, namun beberapa hal yang menjadi catatan kami  sangat penting untuk disampaikan, beberapa diantaranya sangat fatal  kesalahannya menurut kami, beberapa hal yang lain berpotensi membangun  persepsi yang keliru bagi yang membaca jika tidak didudukkan secara  proporsional dalam timbangan syariat.</p>
<p><strong>Pilihan Bahasa</strong></p>
<p>Tak bisa dipungkiri, pemilihan bahasa adalah hal terpenting dalam  komunikasi apalagi dalam urusan saling menasehati, pilihan bahasa yang  kurang bijak justru kerap menimbulkan rasa skeptis bahkan sakit hati  pada obyek yang mungkin dalam hal ini adalah para mujahidin yang  terlibat langsung dengan Jihad Aceh, para keluarganya dan kaum muslimin  yang pro terhadap mereka.</p>
<p>Kami tidak tahu, apakah penulis Refleksi Jihad Aceh khilaf dan tidak  hati-hati, atau karena adanya unsur emosional hingga kemudian tidak  berlaku adil dalam memilih bahasa yang baik pada tulisannya, hingga  keluar istilah dan sebutan yang menyakitkan bagi para mujahid, seperti  tuduhan bahwa para mujahidin Aceh ini <em>isti’jal, ingin menegakkan  Islam laksana sulap. Atau minimal ingin mencapai hasil laksana preman;  todongkan senjata, semua urusan akan selesai.</em></p>
<p>Menyebut para mujahidin Aceh itu <em>sibuk dengan dunianya sendiri seperti hidup di planet lain, bahkan menyamakan mereka dengan pengidap</em> <strong>autisme.</strong></p>
<p>Ketidak adilan lainnya ketika penulis mengungkapkan polisi mengatakan  para mujahidin aceh adalah orang-orang yang jahat, tidak ada musuh yang  jelas kok ngajak perang, mereka hanya mau membuat onar, jika masyarakat  aceh ikut hanya akan membawa kesengsaraan saja. Penulis mengatakan  bahwa provokasi semacam ini disebut sebagai keberhasilan <strong>dakwah polisi</strong> terhadap masyarakat aceh.</p>
<p>Semestinya itu bukan merupakan <strong>dakwah</strong>, lebih tepat jika menggunakan istilah provokasi jahat terhadap mujahidin.</p>
<p>Sebagaimana sindiran Allah swt,</p>
<p>Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut  (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain  menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak  menyukai. (QS 9:32)</p>
<p>Apa yang diseru  polisi merupakan upaya untuk memadamkan agama Allah,  sebagaimana mereka menyebut mujahidin sebagai teroris, seperti halnya  sebutan fundamentalis, wahabiyyin (contoh lain istilah-istilah yang  disematkan untuk mematikan dan mendiskreditkan upaya kembali kepada  dien). Penyebutan teroris bagi mujahidin yang diprakarsai dan diseru  oleh George Bush. Apakah penulis juga akan menyebutnya sebagai dakwah?</p>
<p><strong>Tuduhan keji tanpa dasar</strong></p>
<p>Penulis Refleksi Jihad Aceh, disadari atau tidak telah melemparkan  tuduhan yang tidak didasari pengujian terhadap realita, paling tidak  dengan melakukan tabayyun terhadap para pelaku yang saat ini sebagian  berada dalam tahanan thoghut dan sebagian lagi menyandang status sebagai  DPO.</p>
<p>Penulis Refleksi Jihad Aceh menuduh bahwa para mujahidin Aceh  menihilkan peran dakwah, mereka (mujahidin) menihilkan apa pun kecuali  Jihad. Pokoknya jihad. Sebuah tuduhan yang sangat jauh dari realita,  sepengetahuan kami justru sebaliknya, tak sedikit diantara mereka yang  terlibat dengan Jihad Aceh (terlepas dari sejauh mana kebenaran tuduhan  thoghut atas mereka) merupakan para da’i yang getol menyerukan dakwah  tauhid di tengah-tengah masyarakat, sebut saja ustadz Ubaid (ditahan)  yang aktif dalam dakwah dan menerjemahkan buku-buku Islam, kemudian  ustadz Aman Abdurrahman (ditahan) dan beberapa muridnya yang giat  melakukan dakwah untuk memahamkan ummat  terhadap tauhid, baik melalui  penerjemahan serta  penyebaran buku dan artikel, berdakwah melalui media  website (millahibrahim.wordpress.com), hingga melakukan safari dakwah  secara rutin setiap bulannya ke seluruh Indonesia, beberapa orang lain  yang terlibat hingga ditahan maupun masih menjadi DPO dalam kasus Aceh  juga dikenal sebagai da’i di lingkungannya.</p>
<p><strong>Beberapa Catatan Penting</strong></p>
<p>Berikutnya kami mencoba menguraikan beberapa catatan terhadap tulisan  Refleksi Jihad Aceh dengan menanggapi beberapa poin dalam tulisan  tersebut. Versi tulisan yang kami gunakan dalam catatan ini adalah yang  dimuat di Majalah Media Islam Ansharut Tauhid edisi ke-11 terdiri atas  15 halaman.</p>
<p>Kalimat penulis, <em>Jihad membutuhkan “pemicu” sehingga bisa menarik  umat Islam dalam jumlah masal untuk bergabung. Jika pemantiknya tidak  cukup kuat, masyarakat tak tergerak untuk mendukung jihad. <strong>Faktanya, pelaku sama sekali tak memikirkan faktor pemantik ini.</strong> Mereka hanya menjadikan fardhu-nya jihad dan kemuliaan mati syahid sebagai pemantik. </em>(Hal. 4)</p>
<p>Sampai pada kalimat …</p>
<p><em>… yakni hadirnya <strong>penjajah asing</strong> yang <strong>kafir</strong> dan <strong>sangat kejam</strong>. Tiga kata (yang dibold) tersebut menjadi pemicu yang sangat kuat …</em> (Hal. 5)</p>
<p><em>Pemantik yang digunakan oleh pelaku hanya kosa kata jihad, fardhu ‘ain, Al-Qaeda dan mati syahid. </em>(Hal. 5)</p>
<p>Para mujahid Aceh tampaknya bermazhab bahwa jihad adalah tujuan, bukan cara. Bahkan lebih ekstrim lagi, <strong>menjadikan mati syahid sebagai tujuan</strong>. (Hal. 5)</p>
<p>Kami menilai tuduhan tersebut tidak sesuai dengan waqi’ hari ini dan tidak sesuai dengan syar’i</p>
<p>Kalau penulis mengatakan dinegri ini tidak ada penjajah asing, kafir  dan kejam jelas ini tidak sesuai realita diantara faktanya adalah  pembentukan detasemen 88 yang dibentuk oleh pemerintah dengan bantuan  dana dari Amerika dan Australia sekaligus dilatih khusus oleh pasukan  khusus amerika yaitu FBI dan SWAT  yang bertujuan untuk memerangi  teroris (mujahidin).  Itu hanya salah satu contoh dari berbagai  cengkeraman penjajah kafir di negeri yang para pemimpinnya menolak  menerapkan syariat Islam ini.</p>
<p>Kemudian dari tinjauan syar’i kalau orang-orang yang berjihad hari  ini yang menjadi pemantik adalah kata-kata jihad fardhu ‘ain dan mati  syahid ansich, maka menurut kami itu sudah cukup dan dibenarkan secara  syara’ berdasarkan nash-nash syar’i berikut,</p>
<p>Firman Allah Ta’ala yang artinya:</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri  dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang  pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah  menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al  Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada  Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu,  dan itulah kemenangan yang besar.”</em> (QS At Taubah 111)</p>
<p>Firman yang lainya adalah,</p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu  perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu  beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan  harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui</em>.” (QS Ash Shaff 10-11)</p>
<p>Kemudian dalam hadist Rasulullah belaiu banyak mengobarkan semangat  jihad para sahabat dengan motivasi surga diantaranya ketika perang badar  rosulullah mengatakan kepada para sahabat, “Berdirillah kalian menuju  surga yang luasnya seluas langit dan bumi, kemudian salah seorang  sahabat yang bernama Umair bin Hammam berdiri dan berkata, ”Wahai  Rasulullah, surga yang seluas langit dan bumi?” Benar!” jawab beliau  SAW. ”Ck..ck..”, komentar Umair. Rasulullah bertanya, “Apa yang  mendorongmu untuk mengucapkan kalimat Ck..ck ?“ Ia menjawab, ”Tidak  wahai Rasulullah, rasanya aku tidak punya harapan untuk menjadi  penghuninya.” Tetapi kamu termasuk penghuninya!”, jelas beliau, maka  Umair mengeluarkan korma dari kantongnya, ia makan beberapa biji, lalu  berkata, ”Jika aku masih hidup untuk menikmati korma-korma ini, sungguh  itu adalah kehidupan yang panjang.” Kemudian ia membuang korma yang ada  ditanganya, lalu ia maju bertempur sampai terbunuh .(HR Muslim)</p>
<p>Dalam hadist tersebut sahabat Umair langsung menerjang musuh begitu  Rasulullah menjajikan surga kepada Umair bin Hammam, apakah kita akan  mengatakan sahabat Umair adalah orang yang isti’jal yang hanya berfikir  mati syahid sebagaimana dituduhkan penulis kepada orang –orang yang  berjihad dengan kata-kata isti’jal (tergesa-tergesa), Rasulullah tidak  mengatakan kepada para sahabat pokoknya kalian perang saja, didepan  sudah ada orang kafir yang kejam, tapi rasulullah tetap memberikan  motivasi syahid dan surga kepada para sahabat, dan masih banyak hadits  lain yang serupa yang tidak mungkin kami uraikan di sini. Intinya bahwa  motivasi mati syahid, dan jihad sudah menjadi fardhu ‘ain sudah lebih  dari cukup untuk mengamalkan Jihad fi Sabilillah.</p>
<p>Kalimat penulis, <em>Padahal jika mujahid hanya merencanakan mati (syahid), ia sedang merancang kekalahan. (Hal. 5)</em></p>
<p>Bagaimana penulis bisa mengklaim bahwa jika merencanakan mati syahid   ia sedang merancang kekalahan , telah kami kemukakan sebelumnya perihal  sahabat Umair ra.</p>
<p>Kesyahidan merupakan pilihan yang Allah tentukan bagi hamba-Nya.  Bermakna, siapa yang Allah pilih untuk bisa mencapai derajat ini berarti  telah meraih kesuksesan dan kemenangan. Kesyahidan adalah puncak  daripada cita-cita karena kesyahidan  merupakan pilihan dari Allah,   sampai-sampai Rasulullahpun mengangankan kesyahidan hingga tiga kali di  dalam sabdanya:</p>
<p>(وَلَوَدِدْتُ أَنْ أُقْتَلَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ ثُمَّ أُحْيَا ثُمَّ أُقْتَلُ ثُمَّ أُحْيَا ثُمَّ أُقْتَلُ)</p>
<p>Sungguh, aku benar-benar berandai-andai jika untuk terbunuh di jalan  Allah, kemudian dihidupkan lagi, ke-mudian terbunuh lagi, kemudian  dihidupkan lagi, kemudian terbunuh lagi.”</p>
<p>Allah Ta‘ala berfirman untuk menegaskan makna kemenangan ini:</p>
<p>{وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ أَمْوَاتاً بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَ}</p>
<p>Dan janganlah kalian sangka bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan  Allah itu mati, bahkan mereka hidup di sisi rabbnya mendapatkan rezeki.”</p>
<p>Dan berfirman:</p>
<p>{وَلاَ تَقُوْلُوْا لِمَنْ يُقْتَلُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَكِنْ لاَ تَشْعُرُوْنَ}</p>
<p>“Dan janganlah kalian katakan bahwa orang yang terbunuh di jalan  Allah itu mati, bahkan mereka hidup tetapi kalian tidak menyadari.”</p>
<p>Dalil yang menunjukkan bahwa kesyahidan adalah kemenangan adalah  hadis yang terdapat dalam Shohih Bukhori Muslim dari Anas bin Malik ra  ia berkata: Ketika Harom bin Milhan ditikam pada peristiwa Bi’ru Ma‘unah  –Harom adalah paman daripada Anas—, ia melumurkan darahnya di wajah dan  kepalanya sembari mengucapkan: <strong>“Fuztu wa robbil Ka‘bah…!”</strong> (Demi robb pemilik Ka‘bah, aku telah menang).</p>
<p>Coba, bagaimana mungkin orang yang melihat kematian berada di depan  matanya bersumpah bahwa ia telah menang kalau bukan karena ia telah  mencium bau surga?</p>
<p>Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa seorang mujahid sudah cukup  disebut menang manakala ia mati sya-hid sangatlah banyak, sudah  dije-laskan secara terperinci oleh para ulama dalam bab khusus tentang  keutamaan mati syahid di jalan Allah. Silahkan baca juga kitab  “masyariqul asywaq ‘’ karya  besar syekh Ibnu al Nahhas, di sana akan  kita temukan sebuah bab tentang keutamaan seorang yang memilih terbunuh  di jalan Allah. Bahkan lebih dari itu ada judul tentang “fii fadhl  inghimaasy  al rojul alsyujaa’ aw al jamaah alqoliilah fi l ‘aduw al  kathiir rogh bata al syahaadah” yakni Keutamaan Seseorang Atau Kelompok  Kecil Yang Berani  Menceburkan Diri Pada Musuh Yang Kuat dan Banyak  Semata-mata Untuk Meraih Syahadah,  pada halaman 522 yang sudah di  tahqiiq oleh Idris Muhammad Ali dan Muhammad Kholid Islambuly  dengan  percetakan “daaru l basyiir alislamiah”.</p>
<p>Selanjutnya penulis menjelaskan,</p>
<p><em>Maka tolok ukur keberhasilan harus kita sepakati sisi <strong>keberlangsungan jihadnya</strong>, <strong>dukungan umat Islam </strong>atasnya dan <strong>kemampuan melemahkan musuh hingga mengalahkannya</strong>.</em>(Hal. 7)</p>
<p>Apa yang dimaksud penulis dengan <strong>keberlangsungan jihad</strong> ?</p>
<p>Para mujahidin Aceh  adalah bagian dari jihad “global”artinya apa  yang mereka lakukan justru nampak sebagai upaya untuk menjaga  keberlangsungan jihad yang digagas para pendahulunya dan diamalkan  mujahidin lain di seluruh dunia, jika penulis bermaksud mengatakan  dengan tolak ukur ini kemudian para pelaku Aceh telah ditangkap dan  sebagiannya dikejar-kejar sebagai DPO maka keberlangsungan jihad ini  terhenti? Maka ini sungguh kesimpulan yang terlalu dini dan sangat  sembrono.</p>
<p>Apa yang dimaksud penulis dengan <strong><em>dukungan umat Islam</em></strong>?</p>
<p>Apa yang dimaksud dengan “Umat Islam”? Mari kita sepakati  definisi  Umat Islam.  Jangan-jangan  paradigma penulis menganggap semua orang  yang ada di jalan-jalan, di pasar-pasar,  di mall-mall, adalah umat yang  semuanya harus mendukung terhadap jihad fi sabilillah? Sesungguhnya  yang disebut sebagai umat Islam tidaklah diukur  dengan bilangan jasad  manusia. Sedang Allah Ta’ala berfirman, “<em>Sesungguhnya Ibrahim adalah umat ..”</em> (QS 16:120).</p>
<p>Sedangkan kalimat penulis, <strong><em>Kemampuan melemahkan musuh hingga mengalahkannya.</em> </strong></p>
<p>Maka kami katakan kalimat ini pun tidak tepat untuk menjadi tolak  ukur kegagalan Jihad Aceh, sedikit atau banyak jihad Aceh telah  memberikan pukulan kepada musuh, uraian tentang hal ini tidak mungkin  kami sampaikan satu per satu di sini, di samping masih memerlukan  penelitian dan pengujian yang lebih mendalam. Adapun mengenai kekalahan  musuh, jika kita berfikir jihad secara “global”, maka jihad Aceh  merupakan satu bagian dari jihad yang lebih besar, yang pada hari ini  telah menampakkan kemenangan, sebagaimana pengakuan banyak pakar  intelejen kuffar yang menyatakan  bahwa sejak di canangkan “perang  terror global” yang dimulai 2001 setelah peristiwa wtc (mubarokah),  pemenangnya (menurut bahasa mereka) adalah teroris’. Fakta yang paling  jelas Amerika di ambang kehancuran dan kebangkrutan yang tidak di alami  sejak beratus-ratus tahun.</p>
<p>Kemudian masalah selanjutnya adalah penulis mengatakan dalam halaman 7</p>
<p><strong><em>Jihad:tujuan atau sarana</em></strong></p>
<p>Disini kami kembali mempertanyakan kepada penulis dari mana dasarnya  pembagian ini. Menurut kami hari ini jihad adalah sebuah faridoh yang  difardhukan kadpada kita dengan tujuan untuk meniggikan kaliamat Allah  dimuka bumi dengan sarana yang bisa kita gunakan seperti dalam firman  Allah, Yang artinya “dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk  menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu milki dan pasukan berkuda  yang dapat menggetarkan musuh Allah…(Qs Al anfal 60)disini kekuatan yang  dimaksud adalah kekuatan iman dan kekuatan fisik.ini berdasar kepada  tahapan disyariatkan jihad yang tahapanya sudah sempurna yaitu kita  diwajibkan memerangi seluruh orang musyrik meskipun mereka tidak  memerangi kaum muslimin,sampai mereka masuk islam atau membayar jizyah  bagi beberapa golongan yang diperselisihkan para ulama.dalilnya adalah   dalam surat at taubah yang artinya”apabila sudah habis bulan –bulan  harom itu,maka bunuhlah orang-orang musyrikin dimana saja kamu jumpai  mereka,dan tangkaplah mereka,kepunglah mereka dan intailah mereka di  tempat pengintaian. At taubah 5.dan masih banyak nash yang lain karena  keterbatasan tempat tidak bisa kami sebutkan semuanya.adapun pembagian  jihad menurut kami hari ini adalah jihad tholab( ofensif )danjihad  difa’i( defensif),dan kami menyakini hari ini yang ada adalah  jihad  difa’i( defensif).bukan membagi jihad saran dan tujuan.maka apapun  kondisi kita sekarang kita harus berjihad melawan mereka sebagai bentuk  mempertahankan diri tentu dengan taktik dan strategi yang jitu untuk  melawan mereka,tidak seperti yang dituduhka penulis bahwa orang-orang  yang berjihad hari ini prinsipnya POKOKNYA JIHAD,ini tuduhan yang tidak  benar.</p>
<p>Kemudian dalam halaman 13 penulis menyebutkan</p>
<p><em>Maka kita harus mengartikan jihad dengan makna perang (war) bukan  pertempuran (battle). Dalam bahasa Arab juga dibedakan. Pertempuran  atau battle disebut dengan qital, <strong>harb atau ma’rakah</strong>. Sedangkan perang digunakan istilah jihad. </em></p>
<p>Kami mempertanyakan dari mana penulis Refleksi Jihad Aceh bisa membedakan antara kata-kata jihad dengan qital?</p>
<p>Penulis mengatakan bahwa kata jihad adalah perang yang bersifat lama  sedang qital pertempuran sesaat, sedang yang kami fahami makna jihad  adalah qital sebagaimana yang ada dalam al  qur’an, dalam alqur’an  banyak disebut kata-kata jihad dan qital, dan yang dimaksud jihad disitu  adalah qital, seperti firman ALLAH:</p>
<p>Dalam surat at Taubah dalam ayat 41, yang artinya:</p>
<p><em>Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan maupun berat,dan  berjihadlah dengan harta dan jiwa pada jalan ALLAH.yang demikian itu  lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.</em></p>
<p>Juga dalam at taubah ayat 86-88, yang artinya:</p>
<p><em>Dan apabila diturunkan suatu surat (yang memerintahkan kepada  orang-orang munafik itu) berimanlah kamu kepada ALLAH dan berjiahadlah  beserta rosulnya, niscaya orang-orang yang sanggup diantara mereka  meminta ijin kepadamu(untuk tidak berjihad) DAN MEREKA berkata  biarkanlah kami bersama orang-orang yang duduk. (87)mereka rela berada  bersama orang orang yang tidak pergi berperang.dan hati mereka telah  dikunci mati, maka mereka tidak mengetahui, tetapi rosul dan orang-orang  yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka,  dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.</em></p>
<p>Dua ayat diatas ditafsirkan bahwa makna jihad dalam ayat tersebut  adalah qital dalam firman ALLAH yang lain yaitu pada surat ash shoff 4,  yang artinya:</p>
<p><em>Sesungguhnya ALLAH menyukai orang –orang yang berperang  dijalanNya dalam barisan yang teratur seaka akan mereka seperti suatu  bangunan yang tersusun kokoh</em></p>
<p>disini ALLAH menghasung kata qital untuk menafsirkan 2 ayat sebelumnya yang menggunakan kata jihad.</p>
<p>Kemudian dalam hadits rosululloh juga menafsirkan makna jihad dengan qital yang artinya;</p>
<p><em>“dari amru bin ‘abasa ra.beliau berkata”.ada orang bertanya  kepada rosulullah “wahai rosululloh apakah islam itu ?beliau  menjawab”hatimu merasa aman,dan juga orang-orang muslim merasa aman dari  gangguan lidah dan tanganmu.orang tersebut bertanya lalu islam  bagaimanakah yang paling utama ?beliau menjawab iman “orang tersebut  bertanya lagi”apakah iman itu ?beliau menjawab”kamu beriman kepada  ALLAH,malaikat-malaikatNya,kitab-kitabNya,rosul-rosulNya dan kebangkitan  setelah mati.”orang tersebut bertanya lagi”lalu iman bagaimanakah yang  paling utama ?beliau menjawab.”hijroh.”orang tersebut bertanya  lagi”apakah hijroh itu ?beliau menjawab “engkau meninggalkan amalan  jelek.”orang tersebut bertanya lagi”lalu hijroh bagaimanaka yang paling  utama itu ?”beliau menjawab jihad.orang tersebut bertanya lagi apakah  jihad itu ?”beliau menjawab “engkau memerangi orang-orang kafir jika  kamu bertemu mereka…. (HR Ahmad dengan sanad shohih)</em></p>
<p>Dalam hadist diatas rosululloh menjawab orang yang bertanya tentang jihad dijawab dengan kata qital.</p>
<p>Kemudian jika penulis mengatakan bahwa jihad itu berlangsung lama dan  qital hanya sementara inipun bertentangan dengan dalil syar’I  diantaranya:</p>
<p>firman ALLAH yang artinya:</p>
<p><em>dan perangilah mereka itu sampai tidak ada fitnah,dan agama hanya  bagi ALLAH semata.jika mereka berhenti,maka tidak ada lagi  permusuhan,kecuali terhadap orang-orang yang zalim</em>.(al-baqoroh 193)</p>
<p>Dalam ayat diatas ALLAH meyebut dengan kata-kata qital untuk  memerangi orang-orang kafir sampai tidak ada lagi fitnah.dan dalam  tafsir ibnu katsir disebutkan makna fitnah adalah kekafiran dan  kesyirikan.sedang kekafiran dan kesyirikan akan senantiasa ada sampai  hari kiamat.itu maknanya qital akan senantiasa ada sampai hari qiyamat.</p>
<p>Kemudian dalam hadits tentang thoifah manshuroh hampir semuanya menggunakan kata-kata qital diantaranya :</p>
<p>hadist jabir bin abdullah yang artinya :</p>
<p><em>“akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang berperang  diatas kebenaran sampai hari kiamat.maka pada saat nabi Isa bin maryam  turun ke (tengah mereka).pemimpin kelompok tersebut berkata kepada  Isa’kemarilah,anadalah yang berhak mengimami kami sholat’.namun nabi isa  menjawab, “tidak.sebagian kalian adalah pemimpin sebagian yang  lain,sebagai bentuk pemuliaan ALLAH atas umat ini. “</em> (HR.Muslim)</p>
<p>Kemudian dalam hadist salamah bin nufail al kindiy: yang artinya:</p>
<p><em>Dari salamh bin nufail al kindi berkata :saya tengah duduk disisi  rosululloh,tiba-tiba seorang sahabat berkata, “ wahai nrosululloh,  masyarakat telah meninggalkan kuda perang dan meletakkan senjata. Mereka  mengatakan ‘tidak ada jihad lagi,perang telah usai”.mendengar pengaduan  tersebut,rosululloh menghadapkan wajahnya dan bersabda,”mereka telah  berkata dusta!!!sekarang ini, sekarang ini, justru saat berperang telah  tiba, akan senantiasa ada dari umatku ini, satu umat (kelompok) yang  berperang diatas kebenaran ALLAH menyesatkan hati-hati sebagian manusia  (orang-orang kafir)dan memberi rizki satu umat (kaum muslimin yang  berjihad)dari mereka yang tersesat tersebut (yaitu harta ghonimah),  demikianlah yang akan terus terjadi sampai tegaknya kiamat, dan sampai  datangnya urusan (ketetapan)ALLAH.dan kebaikan akan senantiasa tertambat  pada ubun-ubun kuda perang sampai hari kiamat…</em> (HR.An nasai dan thobroni Dinyatakan shohih oleh Al bani)<em></em></p>
<p>Dalam Hadis ini secara tegas rosululloh menggunakan istilah qital  untuk peperangan yang senantiasa ada sampai hari qiyamat, ini sebagian  kecil nash yang membantah definisi penulis.</p>
<p>Dan terakhir yang menjadi fokus catatan kami adalah kalimat penulis masih dalam halaman 7:</p>
<p><strong><em>Teori dasarnya; JIHAD PASTI MENGHASILKAN KEMENANGAN jika DILAKUKAN DENGAN BENAR</em></strong></p>
<p>Maka kami katakana, keberhasilan atau kemenangan sungguh sangat naif  manakala itu di ukur dengan materi, maka mari kita sama-sama renungkan  apa yang menjadi parameter dan tolak ukur kemenangan?</p>
<p>Syekh  rohimahulloh Yusuf Al Uyairi dalam kitabnya “Tsawabit ‘alaa  darbil jihad” menjelaskan dengan gamblang mengenai makna kemenangan,  diantaranya:</p>
<p>1.   Makna terbesar dari sebuah kemenangan –yang pasti telah dicapai  oleh siapa saja yang mau berjihad, baik sendirian atau bersama sama  umat— adalah ketika seorang mujahid berhasil mengalahkan nafsunya,  mengalahkan syetan yang menggodanya serta mengalahkan ‘delapan perkara  yang disukai semua manusia’ dan kesukaan-kesukaan yang menjadi  cabangnya, menga-lahkan urusan-urusan duniawi yang menarik dirinya, di  mana dalam hal ini banyak sekali kaum muslimin yang gagal, bahkan bisa  dibilang hampir seluruh umat gagal untuk mengalahkan perkara-perkara  ini. Alloh menyebutkan kedelapan perkara ini dalam firman-Nya:</p>
<p>Katakanlah<em>:”Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara,  isteri-isteri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan,  perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat  tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai lebih daripada Alloh  dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai  Alloh mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Alloh tidak memberi petunjuk  kepada orang-orang yang fasik.</em> (QS 9:24)</p>
<p>2.  Jika seorang hamba keluar untuk berjihad, ia telah mencapai  kemena-ngan dan termasuk orang-orang yang disebut Alloh dalam  firman-Nya:</p>
<p><em>“Dan orang-orang yang berjihad di (jalan) Kami, pasti akan Kami  tun-jukan kepadanya jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Alloh bersama  or-ang-orang yang berbuat kebaikan.” </em>(QS 29:69)</p>
<p>3.  Ketika seorang mujahid teguh di atas jalan dan prinsip jihad,  apapun yang menimpa dirinya, baik kepaya-han dan kegoncangan dan  komentar-komentar yang melemahkannya, pada dasarnya ini sudah merupakan  satu kemenangan. Alloh Ta‘ala berfirman:</p>
<p><em>“Alloh meneguhkan orang-orang beri-man dengan perkataan yang  kokoh ketika di dunia maupun di akhirat. Dan Alloh menyesatkan  orang-orang dza-lim dan Alloh mengerjakan apa yang Dia kehendaki.” </em>(QS 14:27)</p>
<p>Bukankah orang yang tetap teguh di atas jalan jihad dan terus  melak-sanakannya serta menjadi orang-orang yang diteguhkan seperti dalam  ayat ini sudah cukup untuk disebut sebagai orang yang mendapatkan  ke-menangan?</p>
<p>4.  Bentuk kemenangan lain, jihad menjadi penyebab fakirnya orang  kafir dan sebab matinya mereka di atas kekufurannya serta terhalanginya  me-reka dari memperoleh hidayah. Ini termasuk kemenangan terbesar.</p>
<p>Peperangan dan permusuhan me-reka terhadap agama Islam dan muja-hidin  menjadi sebab kesesatan dan terjerumusnya mereka dalam kekafi-ran  sampai mati. Inilah permintaan Nabi Musa dan Harun ‘Alaihimas Salam  kepada Alloh untuk Firaun dan kaumnya, Alloh berfirman tentang Nabi  Musa:</p>
<p><em>“Dan Musa berkata: Duhai robb kami, sesungguhnya Engkau telah  membe-rikan kepada Firaun dan pengikutnya perhiasan dan harta benda di  dunia, ya robb kami mereka mengguna-kannya untuk menyesatkan manusia  dari jalan-Mu, ya robb kami hancur-kanlah harta mereka dan keraskanlah  hati mereka sehingga mereka tidak akan beriman sampai melihat adzab yang  pedih.” </em>(QS 10:88)<em></em></p>
<p>Permintaan Nabi Musa ‘Alaihis Salam terhadap perkara-perkara ini  menunjukkan jika perkara-perkara yang beliau minta tersebut terwujud  berarti kemenangan hakiki berada di tangan. Kekalahan apakah yang lebih  besar daripada ketika Alloh keraskan hati orang kafir sampai mereka  jumpai adzab yang pedih? Ketika kaum mukminin nanti berbahagia dengan  posisi yang diceritakan Alloh dalam Al-Quran ketika mereka mengatakan  kepada para pemimpin orang-orang kafir:</p>
<p><em>“Rasakanlah (siksa neraka) sesungguhnya kamu itu maha perkasa lagi maha mulia.” </em>(QS 44:49)</p>
<p>5.  Di antara bentuk kemenangan adalah ketika Alloh mengambil  seba-gian hamba-Nya sebagai syuhada. Maka setiap hamba yang berjuang dan  terluka karena Alloh Ta‘ala semua itu sebenarnya agar ia bisa  memperoleh tiket masuk surga. Oleh karena itu, Alloh Ta‘ala berfirman:</p>
<p><em>“Dan hari-hari itu Kami pergilirkan di antara manusia dan agar  Alloh mengetahui orang-orang yang benar-benar beriman serta mengambil  seba-gian dari kalian sebagai syuhada. Dan Alloh tidak menyukai  orang-orang yang dzalim.” </em>(QS 3:140)</p>
<p>Kesyahidan merupakan pilihan yang Alloh tentukan bagi hamba-Nya.  Bermakna, siapa yang Alloh pilih untuk bisa mencapai derajat ini berarti  telah meraih kesuksesan dan kemenangan. Kesyahidan adalah puncak  daripada cita-cita karena kesyahidan  merupakan pilihan dari Alloh,   sampai-sampai Rosulullohpun mengangankan kesyahidan hingga tiga kali di  dalam sabdanya:</p>
<p>(وَلَوَدِدْتُ أَنْ أُقْتَلَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ ثُمَّ أُحْيَا ثُمَّ أُقْتَلُ ثُمَّ أُحْيَا ثُمَّ أُقْتَلُ)</p>
<p><em>“Sungguh, aku benar-benar berandai-andai jika untuk terbunuh di  jalan Alloh, kemudian dihidupkan lagi, ke-mudian terbunuh lagi, kemudian  dihidupkan lagi, kemudian terbunuh lagi.”</em></p>
<p>Alloh Ta‘ala berfirman untuk menegaskan makna kemenangan ini:</p>
<p><em>“Dan janganlah kalian sangka bahwa orang-orang yang terbunuh di  jalan Alloh itu mati, bahkan mereka hidup di sisi robbnya mendapatkan  rezeki.” </em>(QS 3:169)<em></em></p>
<p>Dan berfirman:</p>
<p><em>“Dan janganlah kalian katakan bahwa orang yang terbunuh di jalan  Alloh itu mati, bahkan mereka hidup tetapi kalian tidak menyadari.” </em>(QS 2:154)<em> </em></p>
<p>6.  Bentuk kemenangan lain adalah kemenangan di medan tempur. Inilah  makna kemenangan yang difahami oleh hampir seluruh umat manusia.  Kebanyakan orang hanya membatasi kemenangan pada makna ini saja. Ini  tentu pemahaman yang timpang. Kemenangan di medan tempur tak lain hanya  salah satu dari sekian bentuk kemenangan.</p>
<p>Rosululloh SAW sempat bergem-bira dengan kemenangan medan ini dan  Alloh tunjukkan kemenangan ini sebelum beliau wafat, kemudian berfirman  kepada beliau untuk mengingatkan nikmat tersebut:</p>
<p><em>“Apabila datang pertolongan dan ke-menangan dari Alloh, dan  engkau melihat manusia masuk ke dalam agama Alloh dengan  berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji robbmu dan meminta  ampun-lah kepada-Nya, sesungguhnya Alloh Maha menerima taubat.”</em> (QS 110:1-3)</p>
<p>Demikianlah beberapa bentuk kemenangan.</p>
<p>Sebenarnya masih banyak bentuk kemenangan lain dan tidak cukup untuk  dibahas seluruhnya di sini. Kami cukupkan dengan menyebutkan beberapa  contoh di atas yang kesemuanya masuk dalam lingkup janji Alloh SWT yang  berfirman:</p>
<p><em>“Sungguh, Kami pasti menolong (me-menangkan) rosul-rosul Kami dan  orang-orang beriman ketika di dunia dan ketika saksi-saksi ditegakkan.”</em> (QS 40:51)</p>
<p>Serta firman Alloh:</p>
<p><em>“Dan menjadi kewajiban Kami meme-nangkan orang-orang beriman.”</em> (QS 30:47)</p>
<p>Bagi orang yang sempit pemaha-mannya tentang kemenangan, ia akan  mengatakan: Bagaimana Alloh menya-takan wajib (pasti) memenangkan para  rosul dan orang-orang beriman sementara di antara para rosul itu ada  yang terbunuh, ada yang tidak men-dapatkan kekuasaan, bahkan ada yang  tidak mendapat seorang pengi-kutpun yang masuk Islam bersama-nya?</p>
<p>Semoga catatan ini bermanfaat dan menambah wacana kita, khususnya dalam dakwah dan jihad.</p>
<p>(Alf/Jurnalislam)</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalislam.com/salah-kaprah-refleksi-jihad-aceh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://jurnalislam.com/salah-kaprah-refleksi-jihad-aceh.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Salam Sapa Dari Redaksi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/jurnalislam/~3/aY8S38dqmyM/salam-sapa-dari-redaksi.html</link>
		<comments>http://jurnalislam.com/salam-sapa-dari-redaksi.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 10:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalislam.com/?p=936</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum Warohmatullahi wabarokaatuh, Alhamdulillahirobbil &#8216;aalamiin, dan sholawat serta salam kami haturkan untuk nabi saw  wa ba&#8217;du, Di penghujung bulan yang penuh berkah ini, kami dari tim redaksi menyampaikan salam kepada saudaraku seiman, dan sekaligus permohonan maaf sedalam-dalamnya. Dikarenakan suatu hal yang tidak dapat kami rinci dan kami utarakan hingga mengakibatkan website ini &#8220;terlantar&#8221; beberapa bulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu&#8217;alaikum Warohmatullahi wabarokaatuh,</p>
<p>Alhamdulillahirobbil &#8216;aalamiin, dan sholawat serta salam kami haturkan untuk nabi saw  wa ba&#8217;du,</p>
<p>Di penghujung bulan yang penuh berkah ini, kami dari tim redaksi menyampaikan salam kepada saudaraku seiman, dan sekaligus permohonan maaf sedalam-dalamnya. Dikarenakan suatu hal yang tidak dapat kami rinci dan kami utarakan hingga mengakibatkan website ini &#8220;terlantar&#8221; beberapa bulan lamanya.</p>
<p>Insya Allah kami segera kembali menyapa ikhwah sekalian dengan informasi-informasi sebagaimana sebelumnya, kami mengharap doa dari segenap saudara seiman agar kami deberikan kekuatan dan keistiqomahan dalam menjalankan aktivitas kami &#8230;</p>
<p>Tak lupa kami serukan untuk meningkatkan amal ibadah kita di hari-hari Romadhon yang tersisa, jangan lupakan mujahidin dalam setiap doa-doa kita.  Sumbangkan apa saja yang kita mampu untuk Jihad Fi Sabilillah, jangan remehkan apa yang bisa kita maupun saudara kita berikan untuk Jihad Fie Sabilillah walaupun 1000 rupiah atau sekedar kemarahan ketika mujahidin dihina dan direndahkan.</p>
<p>Wassalaamualaikum Wr Wb</p>
<p><strong>Tim Redaksi Jurnalislam</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalislam.com/salam-sapa-dari-redaksi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://jurnalislam.com/salam-sapa-dari-redaksi.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Amerika Naikkan Bantuannya Kepada Yaman</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/jurnalislam/~3/UPgqdiM36EE/amerika-naikkan-bantuannya-kepada-yaman.html</link>
		<comments>http://jurnalislam.com/amerika-naikkan-bantuannya-kepada-yaman.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2010 00:46:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika dan Yaman]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Yaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalislam.com/?p=932</guid>
		<description><![CDATA[Amerika Serikat telah memutuskan untuk menaikkan jumlah bantuan tahunannya untuk Republik Yaman hingga tiga ratus juta dolar. Demikian dilansir Islammemo.cc (2/8). Pernyataan ini dikeluarkan melalui sebuah pesan dari pemerintahan Amerika Serikat untuk Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, mengenai hubungan kerjasama bilateral antara kedua negara. Pesan tersebut disampaikan oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Yaman, Stephen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://jurnalislam.com/wp-content/uploads/2010/08/Ali_abdullah.jpg"><img class="size-full wp-image-934 alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 5px;" title="Ali Abdullah" src="http://jurnalislam.com/wp-content/uploads/2010/08/Ali_abdullah.jpg" alt="" width="196" height="126" /></a>Amerika Serikat telah memutuskan untuk menaikkan jumlah bantuan tahunannya untuk Republik Yaman hingga tiga ratus juta dolar. Demikian dilansir Islammemo.cc (2/8).</p>
<p>Pernyataan ini dikeluarkan melalui sebuah pesan dari pemerintahan Amerika Serikat untuk Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, mengenai hubungan kerjasama bilateral antara kedua negara. Pesan tersebut disampaikan oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Yaman, Stephen Cech selama pertemuan dengan Presiden Yaman, Senin (2/8).</p>
<p>Dalam pesan tersebut, pemerintah Amerika juga memperbaharui komitmennya mendukung pemerintah Yaman beserta keamanannya.</p>
<p>Selain itu, Amerika juga berjanji untuk melanjutkan komitmennya dalam kerjasama pembangunan internasional. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan dukungan kepada Yaman guna memperkuat kemampuannya dalam menghadapi tantangan ekonomi, pembangunan, dan keamanan.</p>
<p>Sementara itu, Presiden Yaman memuji keputusan Amerika Serikat yang menaikkan bantuan tahunan untuk negaranya tersebut. [hidayatullah.com]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalislam.com/amerika-naikkan-bantuannya-kepada-yaman.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://jurnalislam.com/amerika-naikkan-bantuannya-kepada-yaman.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Dari Syaikh Ayman azh-Zhowahiriy Bagi Para Mujahid Media</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/jurnalislam/~3/lrvKrvn99K8/dari-syaikh-ayman-azh-zhowahiriy-bagi-para-mujahid-media.html</link>
		<comments>http://jurnalislam.com/dari-syaikh-ayman-azh-zhowahiriy-bagi-para-mujahid-media.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2010 00:05:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Rilis Mujahidin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalislam.com/?p=927</guid>
		<description><![CDATA[Tokoh nomor 2 Al Qoidah Syaikh Ayman Azh Zhowahiriy -Hafizhohllah- kembali mengeluarkan statemen. Dalam sebuah rilisan singkat beliau memberikan pesan yang secara khusus ditujukan kepada para singa-singa dan pahlawan yang berjuang di media, berikut terjemahan statemen beliau: Adapun kepada para kesatria jihad media, maka saya katakan bagi mereka: Semoga Alloh membalas Antum dengan balasan terbaik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Tokoh nomor 2 Al Qoidah Syaikh Ayman Azh Zhowahiriy -Hafizhohllah- kembali mengeluarkan statemen. Dalam sebuah rilisan singkat beliau memberikan pesan yang secara khusus ditujukan kepada para singa-singa dan pahlawan yang berjuang di media, berikut terjemahan statemen beliau:</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Syaikh Ayman tentang Jihad Media" src="http://imgur.com/Fytb3.jpg" alt="" width="530" height="385" /></p>
<p>Adapun kepada para kesatria jihad media, maka saya katakan bagi mereka:</p>
<p>Semoga Alloh membalas Antum dengan balasan terbaik atas kesusahan Antum dalam melayani Islam, dan ketahuilah bahwasanya Antum berada pada <strong>tsughur</strong> (perbatasan) yang besar dari tsughur Islam, dan bahwasanya para thoghut masa kini (mu’ashir) amat sangat cemas terhadap segala usaha kalian.</p>
<p>Dan juga bahwa semua upaya kalian telah tampak hasilnya diantara ummat Islam dan dalam jamaah kaum muslimin, maka sebarkanlah kesadaran, hasunglah dan bangkitkanlah ummat, perangilah semangat yang lemah, menyerah, penggembos serta para penyerunya.</p>
<p>Singkaplah para pengkhianat dan musuh ummat yang mengklaim Islam dengan kepalsuan dari kalangan para penguasa, ulama’ (pecinta) dunia, pemerintahan, penulis dan politisi.</p>
<p>Teruslah berada pada jalan pengorbanan dan pendermaan, dan sekali-kali janganlah sikap toleransi dan kerenggangan yang menyentuh kalian itu membuat kalian terkalahkan, akan tetapi tingkatkan dan sempurnakan amalan kalian, kerahkanlah kemampuan kalian. Sesungguhnya kalian berada dalam peperangan menghadapi kerajaan-kerajaan syaithon dengan segala sarananya berupa iming-iming dan intimidasi/paksaan, tipudaya dan makarnya.</p>
<p>Mintalah pertolongan Alloh dan janganlah kalian melemah, hadirkanlah niat untuk menolong Islam serta ikhlaskanlah amalan kalian hanya bagi Alloh saja. Semoga Alloh menjaga dan melindungi kalian serta menolong kalian dengan pertolongan dari sisi-Nya.</p>
<p><em>Dari Forum Islam Al-Tawbah</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalislam.com/dari-syaikh-ayman-azh-zhowahiriy-bagi-para-mujahid-media.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://jurnalislam.com/dari-syaikh-ayman-azh-zhowahiriy-bagi-para-mujahid-media.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>MER-C Berupaya Menembus Gaza</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/jurnalislam/~3/EgzyLmFhnjY/mer-c-berupaya-menembus-gaza.html</link>
		<comments>http://jurnalislam.com/mer-c-berupaya-menembus-gaza.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 00:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[jalur gaza]]></category>
		<category><![CDATA[mer-c]]></category>
		<category><![CDATA[merc]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalislam.com/?p=919</guid>
		<description><![CDATA[Organisasi kesehatan &#8220;Medical Emergency Rescue Committee&#8221; Indonesia meminta dukungan doa seluruh rakyat Indonesia agar sejumlah relawannya menembus Gaza, Palestina dalam misi kemanusiaan membawa bantuan melalui pelayaran dapat selamat. &#8220;Kita doakan bersama mereka bisa selamat dalam misi mulia bersama berbagai elemen dunia itu,&#8221; kata Ketua Presidium &#8220;Medical Emergency Rescue Committee&#8221; (MER-C) Indonesia dr Sarbini Abdul Murad, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://jurnalislam.com/wp-content/uploads/2010/05/mer-c.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-920" title="mer-c | logo mer-c" src="http://jurnalislam.com/wp-content/uploads/2010/05/mer-c-300x240.jpg" alt="logo mer-cer-c" width="220" height="175" /></a>Organisasi kesehatan &#8220;Medical Emergency Rescue  Committee&#8221; Indonesia meminta dukungan doa seluruh rakyat Indonesia agar  sejumlah relawannya menembus Gaza, Palestina dalam misi kemanusiaan  membawa bantuan melalui pelayaran dapat selamat.</p>
<p>&#8220;Kita doakan bersama mereka bisa selamat dalam misi mulia bersama  berbagai elemen dunia itu,&#8221; kata Ketua Presidium &#8220;Medical Emergency  Rescue Committee&#8221; (MER-C) Indonesia dr Sarbini Abdul Murad, kepada ANTARA, Minggu malam.</p>
<p>Relawan MER-C Indonesia yakni Nur Fitri Moeslim Taher selaku ketua tim  dengan anggota dr Arief Rachman, Abdillah Onim, Nur Ikhwan Abadi, dan  Muhammad Yasin siap mengikuti misi &#8220;Flotilla to Gaza&#8221; tahun 2010 bersama  berbagai elemen dan pegiat kemanusiaan dan hak asasi manusia dari 50  negara, yang direncanakan masuk Gaza pada tanggal 25 Mei 2010.</p>
<p>Ia mengatakan, terkait dengan pemberangkatan konvoi kapal yang akan  berlayar &#8211;di mana MER-C ikut di dalamnya&#8211; guna menembus Gaza, pihaknya  juga minta kepada komunitas antarbangsa agar menekan Israel supaya  membuka blokade laut atas Gaza.</p>
<p>Adapun ancaman Israel akan membom konvoi kapal kargo pengangkut bahan  bantuan ke Gaza, kata dia, patut dikecam oleh dunia.</p>
<p>&#8220;Karena pelayaran ini adalah murni misi kemanusiaan dan juga teriakan  masyarakat internasional, dengan 50 negara dan 800 peserta dengan  sembilan kapal atas bungkamnya negara-negara besar membiarkan Israel  memblokade Gaza sehingga rakyat Palestina menderita,&#8221; kata Sarbini Abdul  Murad.</p>
<p>Sementara itu, berdasarkan laporan para relawan MER-C dari Istanbul,  Turki, kata dia, ribuan orang menghadiri jumpa wartawan untuk misi  &#8220;Flotilla to Gaza&#8221; pada Sabtu (22/5).</p>
<p>&#8220;Subhanallah! Allahu Akbar!. Itulah yang mampu diucapkan relawan MER-C  yang menjadi bagian dari tim untuk Gaza saat menghadiri dan menyaksikan  ribuan orang berkumpul memenuhi acara jumpa wartawan yang diadakan oleh  Insani Yardim Vakfi, salah satu organisasi HAM dan kemanusiaan terbesar  di Turki yang bermarkas di Istanbul,&#8221; katanya.</p>
<p>Jumpa wartawan itu, katanya, dilakukan tepat di dekat kapal &#8220;Mavi  Marmara&#8221; yang merupakan salah satu kapal penumpang Insani Yardim Vakfi  (IHH) Turki yang akan ikut berlayar menembus blokade Israel menuju Jalur  Gaza.</p>
<p>Kapal tersebut juga yang akan membawa tim MER-C Indonesia untuk kembali  mencoba memasuki Jalur Gaza meskipun Kementerian Luar Negeri RI  menyatakan tidak menyarankan warga negara Indonesia (WNI) untuk pergi ke  Gaza dengan alasan situasi yang belum kondusif.</p>
<p>&#8220;Namun semua aggota Tim MER-C yang mengikuti pelayaran ini sudah paham  dengan kondisi yang akan mereka hadapi dan siap dengan kemungkinan  terburuk yang akan terjadi,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain dihadiri oleh seluruh partisipan pelayaran dari berbagai penjuru  dunia, katanya, jumpa wartawan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah  pejabat Turki dan Majelis Ulama Turki.</p>
<p>&#8220;Isu Palestina memang sungguh luar biasa!Isu ini mampu menyatukan  berbagai golongan, lembaga, komunitas, agama, dan lainnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Ditegaskannya bahwa isu Palestina tidak hanya dipandang sebagai isu  terkait agama tertentu maupun pergerakan tertentu, karena Palestina  sudah dipandang sebagai isu yang lebih besar dan terbesar saat ini,  sebuah penindasan, sebuah kejahatan kemanusiaan yang harus dihentikan.</p>
<p>Bahkan, katanya, Ann wright, seorang pensiunan kolonel dari &#8220;United  State (US) Army Reserve&#8221; dan mantan diplomat Amerika Serikat memutuskan  untuk berhenti pada bulan Maret 2003 sebagai aksi menentang keputusan  Presiden Bush tentang perang Irak, menyatakan akan ikut berpartisipasi  dalam &#8220;Flotilla to Gaza&#8221; 2010.</p>
<p>Ia mengatakan, salah satu pernyataan Ann adalah, &#8220;Hanya 44 macam  produk yang diizinkan masuk ke Jalur Gaza oleh Pemerintahan Amerika,  Pemerintahan Israel, dan Pemerintahan Mesir. Lalu, siapa yang dapat  bertahan hidup dengan keadaan seperti ini,&#8221; katanya mengutip pernyataan  Ann. (AntaraNews)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalislam.com/mer-c-berupaya-menembus-gaza.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://jurnalislam.com/mer-c-berupaya-menembus-gaza.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kristenisasi Berkedok Karnaval Anti Narkoba di Masjid Agung Bekasi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/jurnalislam/~3/x8bGKbOUV78/kristenisasi-anti-narkoba-di-masjid-agung.html</link>
		<comments>http://jurnalislam.com/kristenisasi-anti-narkoba-di-masjid-agung.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 00:31:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[fpi bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[gor bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[karnaval anti narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[kristenisasi]]></category>
		<category><![CDATA[masjid agung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalislam.com/?p=916</guid>
		<description><![CDATA[Ahad pagi (2/5), Masjid Agung Al Barkah Bekasi, Jawa Barat menjadi sasaran kristenisasi. Dikabarkan seorang marbot (penjaga Masjid) yang belum diketahui identitasnya telah menjadi korban pembaptisan. Hal ini dikatakan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya, Murhali Barda. ”Mereka mengepung membentuk formasi salib dengan membawa tongkat dan pedang,” jelas Murhali. Menurut penelusuran Murhali, para misionaris [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://jurnalislam.com/wp-content/uploads/2010/05/Nur-Hadi-Barda_FPI1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-917" style="border: 1px solid black; margin: 5px;" title="Kristenisasi di Masjid Agung" src="http://jurnalislam.com/wp-content/uploads/2010/05/Nur-Hadi-Barda_FPI1.jpg" alt="Kristenisasi di Masjid Agung" width="192" height="128" /></a>Ahad pagi (2/5),  Masjid Agung Al Barkah Bekasi, Jawa Barat menjadi sasaran kristenisasi.  Dikabarkan seorang marbot (penjaga Masjid) yang belum diketahui  identitasnya telah menjadi korban pembaptisan. Hal ini dikatakan Ketua  Front Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya, Murhali Barda.</p>
<p>”Mereka mengepung membentuk  formasi salib dengan membawa tongkat dan pedang,” jelas Murhali.</p>
<p>Menurut  penelusuran Murhali, para misionaris itu memanfaatkan kegiatan karnal  antinarkoba untuk melakukan kristenisasi. Awalnya, kata Murhali, mereka  melakukan karnaval antinarkoba merayakan Hari Pendidikan Nasional tetapi  ujung-ujungnya melakukan pembaptisan, membagi roti Yesus, gelang,  coklat, dan cincin.</p>
<p>Karanal yang diselenggarakan oleh Badan  Narkotika Kota (BNK) Bekasi ini memiliki rute dari GOR Bekasi melintasi  alun-alun Masjid Al Barkah dan berakhir di kantor PMI.</p>
<p>”Ini untuk  yang kesekian kalinya mereka melakukan kristenisasi berkedok kegiatan  lain,” tambah Murhali.</p>
<p>Murhali telah mengumpulkan bukti-bukti  berupa foto untuk proses pelaporan ke Polres Metro Bekasi. Ahad siang  pihak Masjid Al Barkah ditemani Murhali telah berupaya melaporkan kasus  ini, tapi sesampainya di kantor Polres tidak ada petugas yang berjaga.</p>
<p>”Insya  Allah besok (hari ini) kami akan laporkan ke Polres,” katanya. (Hidayatullah)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalislam.com/kristenisasi-anti-narkoba-di-masjid-agung.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://jurnalislam.com/kristenisasi-anti-narkoba-di-masjid-agung.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>30 Orang Tewas Dalam Ledakan di Mesjid Somalia</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/jurnalislam/~3/C8EXEbv9X4Y/30-orang-tewas-dalam-ledakan-di-mesjid-somalia.html</link>
		<comments>http://jurnalislam.com/30-orang-tewas-dalam-ledakan-di-mesjid-somalia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 11:13:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Somalia]]></category>
		<category><![CDATA[al shabab]]></category>
		<category><![CDATA[Mujahidin Somalia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalislam.com/?p=912</guid>
		<description><![CDATA[Mogadishu - Dua ledakan di satu masjid di ibu kota Somalia, Mogadishu, Sabtu, menewaskan sedikitnya 30 orang dan mencederai puluhan orang lainnya, kata para saksi mata. Ini merupakan serangan kedua dalam pekan ini di satu masjid di Pasar Bakara, satu kawasan Mogadishu yang dihuni oleh dua kelompok mujahidin utama negara itu, Hizbul Islam dan Al [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://jurnalislam.com/wp-content/uploads/2010/05/mogadishu2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-913" style="border: 1px solid black; margin: 5px;" title="Somalia Fighting" src="http://jurnalislam.com/wp-content/uploads/2010/05/mogadishu2-300x231.jpg" alt="" width="180" height="139" /></a>Mogadishu </strong>- Dua ledakan di satu masjid di ibu kota Somalia, Mogadishu, Sabtu,  menewaskan sedikitnya 30 orang dan mencederai puluhan orang lainnya,  kata para saksi mata.</p>
<p>Ini merupakan serangan kedua dalam pekan ini di satu masjid di Pasar  Bakara, satu kawasan Mogadishu yang dihuni oleh dua kelompok mujahidin utama negara itu, Hizbul Islam dan Al Shabaab yang memiliki jaringan  dengan Al Qaida.</p>
<p>Serangan pada Sabtu terjadi di Masjid Abdalla Shideye yang biasanya  digunakan oleh para pemimpin Al Shabaab untuk menyampaikan ceramah  keagamaan.</p>
<p>Letak masjid itu tidak jauh dari Masjid Abu Hureya, tempat ledakan  ranjau yang menewaskan satu orang pada Selasa lalu.</p>
<p>&#8220;Sejumlah orang di tempat kejadian berteriak histeris dan saling  berangkulan setelah terjadi ledakan yang menewaskan sejumlah orang dan  melukai sejumlah orang lainnya,&#8221; kata seorang saksi mata yang enggan  dikutip namanya.</p>
<p>Saksi mata itu memperkirakan lebih dari 100 orang cedera dalam ledakan  tersebut.</p>
<p>&#8220;Para mujahidin Al Shabaab segera datang dan mengamankan  masjid setelah ledakan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Belum jelas siapa yang berada di belakang ledakan di masjid itu,  kendati para warga memperkirakan ledakan itu dilakukan oleh kelompok  gerilyawan yang berseberangan dengan Al Shabaab.</p>
<p>Para saksi mata mengatakan mereka yakin bahwa sasaran serangan itu  diarahkan kepada pemimpin senior Al Shabaab, Fuad Mohamed Khalaf.</p>
<p>Khalaf, yang juga dikenal sebagai Fuad Shongole, adalah salah satu  tokoh yang berada dalam daftar orang-orang Somalia yang menjadi sasaran  sanksi Dewan Keamanan PBB.</p>
<p>Menurut Dewan Keamanan PBB, Khalaf, yang juga berwarga negara Swedia,  memberi dana kepada Al Shabaab dan dituduh terlibat dalam dua kali  serangan bom di ibu kota negara itu pada April 2008. (antara/jurnalislam)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalislam.com/30-orang-tewas-dalam-ledakan-di-mesjid-somalia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://jurnalislam.com/30-orang-tewas-dalam-ledakan-di-mesjid-somalia.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tiga Serangan dalam 10 hari, Taliban Kembali Menghantui Lembah Swat</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/jurnalislam/~3/G53VUMJnXhM/tiga-serangan-dalam-10-hari-taliban-kembali-menghantui-lembah-swat.html</link>
		<comments>http://jurnalislam.com/tiga-serangan-dalam-10-hari-taliban-kembali-menghantui-lembah-swat.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 08:58:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Afghanistan]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[lembah swat]]></category>
		<category><![CDATA[Pakistan]]></category>
		<category><![CDATA[Taliban]]></category>
		<category><![CDATA[taliban pakistan]]></category>
		<category><![CDATA[thaliban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalislam.com/?p=907</guid>
		<description><![CDATA[Lembah Swat &#8211; Beberapa bulan sejak militer Pakistan mengklaim bahwa Lembah Swat telah berada dalam kontrol penuh mereka, hingga Taliban sempat mundur dari wilayah tersebut, kini Taliban kembali menghantui Lembah Swat dengan terbunuhnya tiga pimpinan lokal pro militer Pakistan dalam 10 hari terakhir. Pejabat Pakistan membenarkan kejadian tersebut, namun berusaha menampik asumsi yang berkembang bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://jurnalislam.com/wp-content/uploads/2010/05/pakistan_swat_nwfp_fata.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-908" style="border: 1px solid black; margin: 5px;" title="Lembah Swat Pakistan" src="http://jurnalislam.com/wp-content/uploads/2010/05/pakistan_swat_nwfp_fata.gif" alt="Lembah Swat Pakistan" width="172" height="172" /></a>Lembah Swat</strong> &#8211; Beberapa bulan sejak militer Pakistan mengklaim bahwa Lembah Swat telah berada dalam kontrol penuh mereka, hingga Taliban sempat mundur dari wilayah tersebut, kini Taliban kembali menghantui Lembah Swat dengan terbunuhnya tiga pimpinan lokal pro militer Pakistan dalam 10 hari terakhir.</p>
<p>Pejabat Pakistan membenarkan kejadian tersebut, namun berusaha menampik asumsi yang berkembang bahwa kejadian-kejadian tersebut bukan berarti Taliban telah kembali ke lembah Swat.</p>
<p>&#8220;Ada 3 insiden pembunuhan. Namun ini semua tidak berarti bahwa Taliban bisa kembali ke Lembah Swat. Pihak militer sepenuhnya yakin akan hal ini&#8221;, cetus Jenderal Athar Abbas kepala Layanan Hubungan Masyarakat (ISPR) seperti dilansir BBC.</p>
<p>Bahkan Jenderal tersebut sesumbar bahwa para pelaku kejadian-kejadian tersebut sudah &#8220;diurus&#8221;.</p>
<p>&#8220;Kami melakukan operasi setelah mendapat beberapa petunjuk dan berhasil membunuh 4 dari mereka&#8221;, sumbarnya.</p>
<p>Namun penduduk lokal menyajikan cerita berbeda, mereka menuturkan bahwa para gerilyawan berhasil melarikan diri setelah baku tembak dengan pasukan keamanan. (Aiz/Anshr/Jurnalislam)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalislam.com/tiga-serangan-dalam-10-hari-taliban-kembali-menghantui-lembah-swat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://jurnalislam.com/tiga-serangan-dalam-10-hari-taliban-kembali-menghantui-lembah-swat.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Keluarga Tidak Percaya Eko Terlibat Jaringan Teroris</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/jurnalislam/~3/MXqTsJRL2RA/keluarga-tidak-percaya-eko-terlibat-jaringan-teroris.html</link>
		<comments>http://jurnalislam.com/keluarga-tidak-percaya-eko-terlibat-jaringan-teroris.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 07:58:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[eko prasetyo]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan aceh]]></category>
		<category><![CDATA[suheir]]></category>
		<category><![CDATA[Teroris Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[zubeir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalislam.com/?p=901</guid>
		<description><![CDATA[Keluarga Eko Prasetyo alias Zubeir alias Suheir, 27 tahun, salah satu tersangka jaringan Aceh asal Madiun, Jawa Timur, yang ditangkap di Lamongan, hingga kini belum mengetahui penangkapan anaknya. “Saya nggak percaya anak saya terlibat jaringan teroris karena selama ini kepribadiannya baik dan pendiam, sholatnya juga rajin,” kata ayah Eko, Saikun, 50 tahun, seperti dirilis TEMPO, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keluarga Eko Prasetyo alias Zubeir alias Suheir, 27 tahun, salah satu  tersangka jaringan Aceh asal Madiun, Jawa Timur, yang ditangkap di Lamongan,  hingga kini belum mengetahui penangkapan anaknya. “Saya nggak percaya  anak saya terlibat jaringan teroris karena selama ini kepribadiannya  baik dan pendiam, sholatnya juga rajin,” kata ayah Eko, Saikun, 50  tahun, seperti dirilis TEMPO, Sabtu (1/5).</p>
<p>Keluarga Eko tinggal di Jalan Banjar Waru RT 1 RW I, Kelurahan  Banjar Rejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Eko adalah anak tiri dari  pasangan suami isteri Saikun dan Misinah, 48 tahun. Misinah menikah  dengan Saikun setelah suami pertamanya, warga Desa Madigondo, Kecamatan  Takeran, Kabupaten Magetan, meninggal.</p>
<p>Saikun mengaku belum  menerima pemberitahuan resmi dari kepolisian terkait keterlibatan  anaknya dalam jaringan teroris.</p>
<p>Saikun menerangkan bahwa terakhir  kali Eko berpamitan dengan keluarganya saat peringatan setahun  meninggalnya neneknya pada awal April 2010 lalu. “Katanya mau ke  Jakarta, diberitahu temannya ada lowongan kerja,” ucapnya. Setelah itu  keluarga tidak pernah mendapat kabar dari Eko.</p>
<p>Keluarga Saikun  tergolong keluarga miskin dan dia hanya bekerja sebagai penjual tahu.  Pasangan Saikun dan Misinah dikaruniai empat anak kandung yang masih  berusia anak-anak. Misinah sudah beberapa hari ini sakit. “Memang sudah  lama punya darah tinggi, apalagi sejak didatangi beberapa orang,  sekarang lebih banyak istirahat,” ujar Saikun.</p>
<p>Menurut Saikun,  setelah lulus SLTA, Eko sempat bekerja di sebuah pabrik sepatu di  Magetan. Lalu menikah dengan Ari Kartini, wanita asal Kabupaten Blitar.  Eko dikaruniai satu anak yang masih berumur sekitar dua tahun dan  isterinya saat ini mengandung anak keduanya dengan usia kehamilan  sekitar enam bulan. “Isteri dan anaknya dititipkan di rumah mertuanya di  Blitar,” katanya.</p>
<p>Saikun mengakui penampilan Eko berubah  setelah menikah secara sirri dengan Ari. “Isterinya memang menggunakan  cadar dan Eko kadang memakai pakaian panjang seperti jubah,” ujarnya.</p>
<p>Ketua  RT setempat, Suprianto, membenarkan bahwa Eko termasuk warganya. Namun  dia sudah lama tidak melhat Eko. Dia menjelaskan Eko jarang bergaul  dengan warga. Setelah penangkapan Eko, beberapa aparat keamanan sempat  mendatanginya dan menanyakan keberadaan keluarga Eko. “Anaknya sih baik  dan pendiam. Dia sering ke mushala yang ada di dekat rumahnya,” katanya.</p>
<p>Eko yang ditangkap Densus 88 di Lamongan merupakan buron yang  mengikuti pelatihan bersenjata di Pegunungan Jalin, Jantho, Aceh Besar,  Nanggroe Aceh Darussalam. ﻿(Tempo/Aiz/Jurnalislam)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalislam.com/keluarga-tidak-percaya-eko-terlibat-jaringan-teroris.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://jurnalislam.com/keluarga-tidak-percaya-eko-terlibat-jaringan-teroris.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Polisi Lansir 12 Buruan Baru Jaringan ACEH</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/jurnalislam/~3/r0AyOyYadA0/polisi-lansir-12-buruan-baru-jaringan-aceh.html</link>
		<comments>http://jurnalislam.com/polisi-lansir-12-buruan-baru-jaringan-aceh.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 07:18:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[12 dpo]]></category>
		<category><![CDATA[abu tholut]]></category>
		<category><![CDATA[Densus 88]]></category>
		<category><![CDATA[dpo teroris]]></category>
		<category><![CDATA[dulmatin]]></category>
		<category><![CDATA[edward aritonang]]></category>
		<category><![CDATA[teroris]]></category>
		<category><![CDATA[Teroris Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Terorisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalislam.com/?p=896</guid>
		<description><![CDATA[Kepolisian Republik Indonesia belum juga puas menangkapi jaringan kelompok yang melakukan pelatihan militer di Aceh, POLRI kembali merilis 12 orang yang masuk dalam daftar pencarian (DPO). Ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan Polri. &#8220;Ini DPO baru yang kami rilis, meski ada juga wajah lama,&#8221; ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang, pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepolisian Republik Indonesia belum juga puas menangkapi jaringan kelompok yang melakukan pelatihan militer di Aceh, POLRI kembali merilis 12 orang yang masuk dalam daftar  pencarian (DPO). Ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan Polri.  &#8220;Ini DPO baru yang kami rilis, meski ada juga wajah lama,&#8221; ujar Kepala  Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang, pada  pertemuan pers di Ruang Rapat Utama, Jumat (30/4).</p>
<p>Dua belas  DPO tersebut adalah Umar Patek alias Zacky, Abu Tholut alias Mustofa,  Abdullah Sonata alias Arman, Ahmad Maulaa alias Zakaria Samad, Saptono  alias Pak Tuo, Umar alias Bujang, Hasan alias Khidir, Kamaludin alias  Hasan alias Kamal, Imam Rasyidi alias Imam Sukanto, Warsito alias  Tongji, Abu Hamzah alias Babe alias Daud, dan Taufik Balaga alias Upik  Lawanga.</p>
<p>Menurut Edward, Abu Tholut merupakan mantan  narapidana yang terkait kasus bom Atrium, Senen. &#8220;Diketahui terakhir  tinggal di Permata Hijau,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain Abu Tholut, kata  Edward, dalam DPO yang terlibat dalam kasus bom Atrium adalah Imam  Rasyidi, Hasan, Warsito, dan Abu Hamzah. Kelimanya juga ikut dalam  pelatihan ala militer di Pegunungan Jalin, Aceh Besar, Nanggroe Aceh  Darusalam.</p>
<p>Ahmad Maulana, kata Edward, pernah dideportasi dari  Kepolisian Malaysia. Dia pun mengikuti pelatihan di Aceh. &#8220;Terakhir  dikabarkan dia tinggal di Pamulang, Tangerang,&#8221; katanya.</p>
<p>Saptono alias Pak Tuo juga pernah terlibat dalam pemboman di Kedutaan  Besar Australia pada September 2004. &#8220;Tidak terdeteksi oleh polisi di  mana terakhir dia tinggal,&#8221; ujar Edward.</p>
<p>Umar alias Bujang  yang juga ikut dalam pelatihan di Aceh merupakan kurir Dulmatin. Dulmatin atau Yahya Ibrahim  ditembak oleh Detasemen Khusus  88 Antiteror pada Februari lalu di  Pamulang, Banten.</p>
<p>Menurut Edward, Umar Patek dan Upik Lawanga  merupakan DPO yang telah lama dirilis Polri. &#8220;Umar Patek dicari sejak  bom Bali I, sedangkan Upik Lawanga terlibat dalam pemboman di Poso,&#8221;  ujarnya. Edward menambahkan, Upik Lawanga terkenal dalam merakit bom.  (Tempo/Aiz/Jurnalislam)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalislam.com/polisi-lansir-12-buruan-baru-jaringan-aceh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://jurnalislam.com/polisi-lansir-12-buruan-baru-jaringan-aceh.html</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
