<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" version="2.0">

<channel>
	<title>kamera-gue.web.id</title>
	
	<link>http://kamera-gue.web.id</link>
	<description />
	<pubDate>Mon, 21 May 2012 15:07:24 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/KameraGue" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="kamerague" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">KameraGue</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Duo kamera pemula dari Sony : NEX-F3 dan SLT-A37</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2012/05/21/duo-kamera-pemula-dari-sony-nex-f3-dan-slt-a37/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2012/05/21/duo-kamera-pemula-dari-sony-nex-f3-dan-slt-a37/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 May 2012 15:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<category><![CDATA[kamera DSLR]]></category>

		<category><![CDATA[APS-C]]></category>

		<category><![CDATA[CMOS]]></category>

		<category><![CDATA[live-view]]></category>

		<category><![CDATA[mirrorless]]></category>

		<category><![CDATA[NEX]]></category>

		<category><![CDATA[Sony]]></category>

		<category><![CDATA[translucent]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=1893</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bosan mencari kamera DSLR pemula yang cocok di hati? Mungkin bisa lihat dulu penawaran menarik dari Sony ini : kamera <em>mirrorless</em> pemula <strong>Sony NEX-F3</strong> atau kamera <em>translucent mirror </em>pemula <strong>Sony A37</strong>. Keduanya bukan DSLR, tapi soal sensor keduanya sama dengan DSLR yaitu memakai sensor APS-C. Kedua kamera pemula diatas sudah sarat fitur termasuk fitur manual eksposur maupun fitur khas Sony seperti Sweep Panorama, Clear Image Zoom dan Focus peaking untuk rekam video dengan manual fokus. Untuk pemula tapi canggih, so makin banyak pilihan di kelas pemula tentu semakin baik kan?</p>


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/06/09/a290-dan-a390-duo-dslr-pemula-baru-dari-sony/' rel='bookmark' title='Permanent Link: A290 dan A390, duo DSLR pemula baru dari Sony'>A290 dan A390, duo DSLR pemula baru dari Sony</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/06/29/tiga-dslr-alpha-baru-dari-sony/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tiga DSLR Alpha baru dari Sony'>Tiga DSLR Alpha baru dari Sony</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2011/08/26/sony-hadirkan-kamera-slt-a77-a65-nex-7-dan-nex-5n/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sony hadirkan kamera SLT A77, A65, NEX-7 dan NEX-5N'>Sony hadirkan kamera SLT A77, A65, NEX-7 dan NEX-5N</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bosan mencari kamera DSLR pemula yang cocok di hati? Mungkin bisa lihat dulu penawaran menarik dari Sony ini : kamera <em>mirrorless</em> pemula <strong>Sony NEX-F3</strong> atau kamera <em>translucent mirror </em>pemula <strong>Sony A37</strong>. Keduanya bukan DSLR, tapi soal sensor keduanya sama dengan DSLR yaitu memakai sensor APS-C. Makin banyak pilihan di kelas pemula dong? Tentu saja..</p>
<h3>Sony NEX-F3</h3>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/05/nex-f3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1895" title="nex-f3" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/05/nex-f3.jpg" alt="nex-f3" width="400" height="396" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Penerus NEX-C3 ini masih mengemas konsep kamera <em>mirrorless</em> kompak, yaitu berukuran mungil meski sensornya besar. Tapi dibanding C3, maka F3 ini tidak terlalu mungil karena dominasi gripnya yang tampak menonjol. Di dalam bodi NEX-F3 ini terdapat sensor CMOS 16 MP dengan <em>crop factor</em> 1,5x. <em>Mount</em> lensa Sony NEX memakai <em>E-mount</em>. Kabar baiknya, NEX-F3 dilengkapi dengan lampu kilat yang menonjol keatas, lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Layar LCD-nya unik dengan sistem lipat ke atas. Kamera ini bisa memotret cepat hingga 5,5 foto per detiknya. Dibundel dengan lensa kit 18-55mm OSS, harganya bersaing di kisaran 6 juta rupiah.</p>
<h3>Sony SLT-A37</h3>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/05/slt-a37a.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1896" title="slt-a37a" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/05/slt-a37a.jpg" alt="slt-a37a" width="400" height="294" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Seri SLT Sony sudah berbeda dengan DSLR, meski sangat mirip. SLT yang menerapkan cermin transparan tidak perlu naik turun seperti DSLR, sehingga saat live view atau merekam video kamera SLT mampu tetap menikmati modul AF berbasis deteksi fasa yang akurat dan cepat. Kali ini sebagai penerus dari A35 muncullah Sony SLT-A37 yang memakai sensor CMOS 16 MP dan terpadu dengan stabilizer. Anda bisa memilih untuk melihat layar LCD yang cukup kecil dan kurang detil untuk ukuran kamera jaman sekarang yaitu 2,7 inci, 230 ribu piksel, atau melihat lewat jendela bidik elektronik yang punya 1,44 juta piksel.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/05/slt-a37_rear.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1897" title="slt-a37_rear" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/05/slt-a37_rear.jpg" alt="slt-a37_rear" width="400" height="294" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Meski tergolong kamera pemula, A37 dibekali 15 titik AF dengan 3 <em>cross type</em>, sehingga cocok untuk tracking AF saat merekam video (sesuai tujuan dibuatnya kamera SLT). Untuk membuatnya lebih mumpuni, Sony memberi kemampuan <em>continuous shoot</em> 7 foto per detik untuk kamera ini. Kalau mau menjajal A37 dengan lensa kit 18-135mm f/3.5-5.6 SAM, maka harganya sekitar 8 juta rupiah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua kamera pemula diatas sudah sarat fitur termasuk fitur manual eksposur maupun fitur khas Sony seperti Sweep Panorama, Clear Image Zoom dan Focus peaking untuk rekam video dengan manual fokus. Untuk pemula tapi canggih, enak kan..</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/06/09/a290-dan-a390-duo-dslr-pemula-baru-dari-sony/' rel='bookmark' title='Permanent Link: A290 dan A390, duo DSLR pemula baru dari Sony'>A290 dan A390, duo DSLR pemula baru dari Sony</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/06/29/tiga-dslr-alpha-baru-dari-sony/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tiga DSLR Alpha baru dari Sony'>Tiga DSLR Alpha baru dari Sony</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2011/08/26/sony-hadirkan-kamera-slt-a77-a65-nex-7-dan-nex-5n/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sony hadirkan kamera SLT A77, A65, NEX-7 dan NEX-5N'>Sony hadirkan kamera SLT A77, A65, NEX-7 dan NEX-5N</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2012/05/21/duo-kamera-pemula-dari-sony-nex-f3-dan-slt-a37/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Review : Lensa Tokina AT-X 12-24mm f/4 Pro DX II</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2012/04/28/review-lensa-tokina-at-x-12-24mm-f4-pro-dx-ii/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2012/04/28/review-lensa-tokina-at-x-12-24mm-f4-pro-dx-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2012 17:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kamera DSLR]]></category>

		<category><![CDATA[review]]></category>

		<category><![CDATA[12-24mm]]></category>

		<category><![CDATA[APS-C]]></category>

		<category><![CDATA[f/4]]></category>

		<category><![CDATA[Nikon]]></category>

		<category><![CDATA[Tokina]]></category>

		<category><![CDATA[wide]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=1885</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span>Kali ini kami sajikan satu lagi review lensa Tokina yang mungkin kurang begitu dikenal di kalangan fotografer yaitu Tokina SD 12-24mm f/4 (IF) DX AT-X Pro II. Dari rentang fokalnya kita tahu kalau lensa ini termasuk ke dalam kelas lensa</span><em> wideangle</em><span> dimana fokalnya bermula dari <em>ultra wide </em>12mm dan berakhir di 'agak wide' 24mm. Lensa ini dijual sedikit lebih murah daripada lensa <a href="http://kamera-gue.web.id/2010/05/09/review-lensa-tokina-11-16mm-f28-at-x/" target="_blank">11-16mm f/2.8</a> yang kami review dua tahun lalu. Simak bagaimana kesan kami terhadap lensa ini, beserta hasil pengujian yang kami lakukan lengkap dengan contoh fotonya.</span></p>


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2012/03/25/review-lensa-nikon-af-s-10-24mm-f35-45-dx/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review : Lensa Nikon AF-S 10-24mm f/3.5-4.5 DX'>Review : Lensa Nikon AF-S 10-24mm f/3.5-4.5 DX</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/05/09/review-lensa-tokina-11-16mm-f28-at-x/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review : Lensa Tokina 11-16mm f/2.8 AT-X'>Review : Lensa Tokina 11-16mm f/2.8 AT-X</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/07/06/lensa-wide-cepat-baru-dari-tokina-16-28mm-f28/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lensa wide cepat baru dari Tokina 16-28mm f/2.8'>Lensa wide cepat baru dari Tokina 16-28mm f/2.8</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kali ini kami sajikan satu lagi review lensa Tokina yang mungkin kurang begitu dikenal di kalangan fotografer yaitu Tokina SD 12-24mm f/4 (IF) DX AT-X Pro II. Dari rentang fokalnya kita tahu kalau lensa ini termasuk ke dalam kelas lensa<em> wideangle</em> dimana fokalnya bermula dari <em>ultra wide </em>12mm dan berakhir di &#8216;agak wide&#8217; 24mm. Lensa ini dijual sedikit lebih murah daripada lensa <a href="http://kamera-gue.web.id/2010/05/09/review-lensa-tokina-11-16mm-f28-at-x/" target="_blank">11-16mm f/2.8</a> yang kami review dua tahun lalu. Simak bagaimana kesan kami terhadap lensa ini, dan bagaimana lensa ini berada di tengah kompetisi ketat antar lensa wide alternatif.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/04/tokina_12-24mm.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1890" style="margin-left: 50px; margin-right: 50px;" title="tokina_12-24mm" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/04/tokina_12-24mm.jpg" alt="tokina_12-24mm" width="437" height="494" /></a></p>
<p>(Review ini belum selesai, karena foto yang diambil saat pengujian kurang layak untuk dipasang di web ini, kami akan melengkapi gambarnya saat melakukan test lanjutan di hari mendatang. Sambil menunggu review ini lengkap, anda bisa membaca dulu review tanpa gambar berikut ini.)</p>
<h3 style="text-align: justify;">Tentang lensa wide alternatif</h3>
<p style="text-align: justify;">Tokina, seperti juga Sigma dan Tamron, adalah produsen lensa alternatif untuk Canon, Nikon dan DSLR lainnya. Urusan <em>wideangle </em>menjadi tantangan tersendiri sejak sensor APS-C hadir satu dekade silam. Alasannya karena <em>crop factor </em>dari sensor membuat lensa wide bisa jadi tidak lagi wide, misal lensa 28mm di kamera film akan setara dengan 42mm di sensor APS-C. Untuk itu setiap produsen lensa berlomba membuat lensa yang lebih wide lagi. Sepuluh tahun yang lalu, Nikon mulai memperkenalkan lensa wide untuk APS-C dengan lensa AF-S 12-24mm f/4 dengan harga yang cukup mahal, sedangkan Canon meluncurkan lensa serupa yaitu EF-S 10-22mm f/3.5-4.5 yang harganya lebih terjangkau. Tak lama berselang Nikon kembali membuat lensa wide baru AF-S 10-24mm f/3.5-4.5 untuk bisa menyamai fokal wide 10mm Canon. Saat ini harga lensa wide khususnya merk Nikon berada di kisaran 8-9 jutaan yang mungkin terasa mahal bagi kebanyakan fotografer non profesional.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mereka yang ingin mencoba lensa wide tapi tidak mau merogoh kocek terlalu dalam, lensa alternatif hadir dengan rentang fokal yang mirip, seperti :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sigma 12-24mm f/4.5-5.6 dan 10-20mm f/4-5.6 (versi lain ada yang f/3.5)</li>
<li>Tamron 11-18mm f/4.5-5.6 dan 10-24mm f/3.5-4.5</li>
<li>Tokina 11-16mm f/2.8 dan <strong>Tokina 12-24mm f/4</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Jadi kalau ditinjau dari pilihan diatas, hanya Tokina yang tidak mampu mencapai fokal 10mm di posisi paling widenya. Merk lain seperti Canon, Nikon, Sigma dan Tamron semua punya lensa yang dimulai dari 10mm. Bisa dibilang lensa Tokina 12-24mm f/4 yang kami uji kali ini adalah <em>copy paste</em> dari lensa Nikon AF-S 12-24mm f/4 buatan 10 tahun silam karena sama persis fokal dan diafragmanya. Uniknya, saat ini lensa Nikon AF-S 12-24mm f/4 sudah tidak diproduksi, sehingga praktis Tokina 12-24mm f/4 adalah satu-satunya lensa wide dengan bukaan konstan f/4 yang masih bisa ditemui di pasaran saat ini. Secara segmentasi lensa alternatif di kelompok lensa wide bukaan konstan,  Tokina 12-24mm  f/4 ini adalah yang termurah dibandingkan dengan lensa Sigma 10-20mm f/3.5 dan Tokina 11-16mm f/2.8. Tapi bila diadu dengan lensa wide bukaan variabel, Tokina ini 1 juta lebih mahal daripada Sigma 10-20mm f/4-5.6 dan Tamron 10-24mm f/3.5-4.5.</p>
<h3>Tinjauan fisik</h3>
<p style="text-align: justify;"><span>Lensa Tokina 12-24mm f/4 memiliki rancang bangun yang solid, dengan </span><em>mount</em><span> logam yang kokoh, bodi yang tidak terkesan murahan serta adanya</span><em> distance scale window </em><span>yang sangat bermanfaat. Dalam paket penjualannya disediakan sebuah </span><em>lens hood</em><span> untuk mencegah </span><em>flare </em><span>akibat sinar dari samping yang masuk ke lensa. Lensa yang kami uji adalah untuk <em>mount </em>Nikon, dan karena lensa ini adalah lensa generasi kedua (ada kode II) maka lensa ini kompatibel dengan D40 hingga D5100, alias bisa auto fokus dengan lancar. Tapi teknologi motor fokusnya tidak sama seperti motor SD-M (Silent Drive Module) seperti yang dipakai di lensa Tokina kelas atas. Kutipan dari situs Tokina :</span></p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span>The Nikon mount AT-X 124 PRO DX II has a built-in AF motor drive. The motor inside the lens was loaded onto the Nikon mount specification anew. The AF operates smoothly and quietly due to a DC motor that uses a new AF control gear assembly. With the built-in motor, the lens can be used in AF mode with the Nikon D60 and D40 and other silent wave bodies.</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Berikut spesifikasi lensa Tokina 12-24mm f/4 II :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>rentang fokal : 12-24mm (setara dengan 18-35mm pada sensor APS-C)</li>
<li>bukaan maksimal : f/4 (pada seluruh panjang fokal)</li>
<li>bukaan minimal : f/22</li>
<li>jumlah <em>blade</em> diafragma : 9 <em>blade</em></li>
<li>optik : 13 elemen dalam 11 grup</li>
<li>fokus terdekat : 30 cm (1 : 8 rasio reproduksi maksimum)</li>
<li>diameter filter : 77 mm</li>
<li>motor fokus : ada (untuk Canon dan Nikon termasuk D40-D5100)</li>
<li>buatan Jepang</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Adapun arti dari kode-kode pada lensa Tokina 12-24mm ini diantaranya :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>AT-X : <em>Advanced Technology - Extra</em> (lensa terbaik dari Tokina)</li>
<li>SD : elemen lensa<em> Super Low Dispersion</em> untuk ketajaman ekstra</li>
<li>IF : <em>Internal Focusing</em>, elemen lensa fokus yang berputar di dalam</li>
<li>DX : didesain untuk sensor APS-C, tidak untuk DSLR<em> full frame</em></li>
<li>II :<em> </em>generasi kedua dengan motor fokus untuk Nikon D40-D5100</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Lensa Tokina 12-24mm memiliki rancang bangun dan material bodi yang baik, berkesan profesional. Putaran zoom terasa mantap dan arah putarannya sama seperti lensa Nikon (kebalikan lensa Canon). Tidak ada bagian lensa yang bergerak maju mundur saat lensa di zoom. Putaran fokus manual ada di bagian depan lensa, beserta <em>distance scale windows </em>yang terbaca dengan jelas. Ada satu hal yang unik dari beberapa lensa Tokina (termasuk lensa ini), yaitu bila pada umumnya selektor auto fokus di lensa lain memakai tuas, di lensa ini justru dengan menggeser ring manual fokus pada bagian depan lensa. Tokina menyebutnya dengan &#8216;One touch focus clutch mechanism&#8217;. Artinya bila ingin beralih dari auto fokus ke manual fokus, cukup geser ring manual fokus ke arah dalam. Praktis dan cepat, tak perlu lagi mencari letak tuas dan menggesernya. Auto fokus di lensa ini terasa cepat, hampir menyamai kecepatan motor HSM milik Sigma. Hanya saja suara motornya masih terdengar lumayan keras, meski tidak sekeras suara motor lensa Tamron atau Canon non USM. Lensa berbobot setengah kilogram ini memakai <em>mount </em>logam, dan bahkan bodinya pun berbalut logam, bukan plastik.</p>
<h3>Tinjauan optik</h3>
<p style="text-align: justify;">Fokal lensa ini yang bermula di 12mm (atau setara dengan 18mm) memang tidak akan memenangkan rekor sebagai lensa paling lebar, kita tahu bahwa perbedaan 1mm dalam fotografi landscape mungkin cukup berarti, sehingga boleh jadi ada yang urung membeli lensa ini karena fokal terlebarnya hanya 12mm. Tapi fokal lensa ini berakhir cukup jauh di 24mm (atau setara dengan 35mm) yang mulai masuk ke teritori fokal lensa normal. Artinya meski tidak sangat wide, lensa ini lebih fleksibel karena bisa dipakai untuk berbagai kebutuhan dari landscape, interior hingga street fotografi. Sebagai komparasi, memakai lensa Tokina 12-24mm di kamera Nikon DX ini hampir sama dengan memakai lensa Nikon AF-S 16-35mm f/4 di kamera Nikon FX, tapi lensa AF-S 16-35mm f/4 harganya 12 juta rupiah !! Perbedaan hasil foto antara zoom out hingga zoom in memang bisa dirasakan bedanya tapi tidak begitu banyak, berbeda dengan perubahan perspektif yang dirasakan bila memakai lensa zoom yang bisa berubah fokal dari wide ke telefoto.</p>
<h3>Pengujian</h3>
<p style="text-align: justify;">Kami menguji lensa Tokina 12-24mm f/4 for Nikon generasi kedua yang bisa auto fokus dengan DSLR Nikon pemula mulai dari D40, D60, D3000 dan D5000. Pengujian ini kami lakukan dengan kamera DSLR Nikon D5100. Dari pengujian yang kami lakukan terhadap lensa ini, tampak kalau hasil foto memiliki ketajaman yang amat baik, bahkan saat memakai bukaan maksimal f/4. Ketajaman terbaik didapat di f/8 dimana area tengah dan tepi sama-sama tajam. Lensa ini juga tetap tajam baik di posisi 12mm maupun di 24mm, sebuah apresiasi yang patut diberikan untuk produsen lensa dari Jepang ini. Di posisi 12mm distorsi optik (cembung) terlihat di bagian tepi, lalu distorsi semakin berkurang bila lensa di zoom menjauhi fokal 12mm. Karena lensa wide memiliki<em> angle of view</em> yang lebar, maka perspektif yang dihasilkan juga berbeda dengan lensa standar. Seperti lensa wide pada umumnya, obyek yang berada dekat dengan lensa akan mengalami  distorsi secara perspektif sehingga tampak miring. Oleh karenanya lensa wide memang tidak untuk dipakai foto potret wajah.</p>
<p style="text-align: justify;"><span>Performa </span><em>bokeh </em><span>atau </span><em>out of focus</em><span> dari lensa ini tergolong biasa-biasa saja. Bokeh akan didapat maksimal bila memakai bukaan f/4 dan obyek yang difoto sangat dekat dengan lensa, sedangkan latar belakang berada jauh di belakang obyek. Pemakaian lensa wide biasanya cenderung lebih ke DOF lebar untuk arsitektur maupun </span><em>landscape</em><span>. </span></p>
<p style="text-align: justify;">Kesimpulannya, lensa Tokina 12-24mm f/4 ini merupakan lensa alternatif yang sanggup bersaing dengan lensa merk Canon atau Nikon. <em>Build quality</em> yang diatas rata-rata, performa optik yang amat baik, bukaan konstan f/4 yang terkesan profesional, serta harganya yang terjangkau membuat lensa ini semestinya bisa jadi favorit para fotografer landscape dan interior, asal tidak membutuhkan fokal yang lebih wide dari 12mm. Kekurangan lensa ini bisa dibilang tidak ada yang signifikan, hanya seperti flare minimal, sedikit purple fringe dan sedikit distorsi. Kalaupun ada kekurangan dalam hal desain hanyalah yang sifatnya harapan (<em>wish list</em>) dari kami, yaitu andai lensa ini bisa mencapai fokal 10-24mm seperti lensa Tamron, dan andai lensa ini bisa membuka sedikit lebih besar seperti pada lensa Sigma 10-20mm f/3.5.</p>
<p style="text-align: justify;">Terima kasih kepada : <a href="http://www.tokocamzone.com" target="_blank">tokocamzone</a> (untuk diskonnya&#8230; )</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2012/03/25/review-lensa-nikon-af-s-10-24mm-f35-45-dx/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review : Lensa Nikon AF-S 10-24mm f/3.5-4.5 DX'>Review : Lensa Nikon AF-S 10-24mm f/3.5-4.5 DX</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/05/09/review-lensa-tokina-11-16mm-f28-at-x/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review : Lensa Tokina 11-16mm f/2.8 AT-X'>Review : Lensa Tokina 11-16mm f/2.8 AT-X</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/07/06/lensa-wide-cepat-baru-dari-tokina-16-28mm-f28/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lensa wide cepat baru dari Tokina 16-28mm f/2.8'>Lensa wide cepat baru dari Tokina 16-28mm f/2.8</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2012/04/28/review-lensa-tokina-at-x-12-24mm-f4-pro-dx-ii/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nikon D3200 diluncurkan, tinjau fitur dan bedanya dengan D3100 dan D5100</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2012/04/19/nikon-d3200-diluncurkan-tinjau-fitur-dan-bedanya-dengan-d3100-dan-d5100/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2012/04/19/nikon-d3200-diluncurkan-tinjau-fitur-dan-bedanya-dengan-d3100-dan-d5100/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2012 15:29:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kamera DSLR]]></category>

		<category><![CDATA[APS-C]]></category>

		<category><![CDATA[HD]]></category>

		<category><![CDATA[Nikon]]></category>

		<category><![CDATA[Nikon D3200]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=1877</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seperti yang sudah diprediksi, bulan ini (tepatnya hari ini) Nikon akhirnya merilis kamera DSLR terbaru di segmen pemula yaitu <strong>D3200</strong>. Kamera penerus D3100 ini mendapat beberapa peningkatan fitur, tapi Nikon perlu berhati-hati karena di kelas pemula yang lebih tinggi ada D5100. Di atas kertas D3200 tidak boleh memiliki fitur yang mengalahkan D5100 karena segmentasi Nikon akan menjadi rancu. Tapi faktanya apakah benar demikian?</p>


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2011/04/05/nikon-d5100-diluncurkan-plus-night-vision-dan-hdr-mode/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikon D5100 diluncurkan, plus Night Vision dan HDR mode'>Nikon D5100 diluncurkan, plus Night Vision dan HDR mode</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/01/02/daftar-lengkap-kamera-dslr-canon-dan-nikon/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon'>Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seperti yang sudah diprediksi, bulan ini (tepatnya hari ini) Nikon akhirnya merilis kamera DSLR terbaru di segmen pemula yaitu <strong>D3200</strong>. Kamera penerus D3100 ini mendapat beberapa peningkatan fitur, tapi Nikon perlu berhati-hati karena di kelas pemula yang lebih tinggi ada D5100. Di atas kertas D3200 tidak boleh memiliki fitur yang mengalahkan D5100 karena segmentasi Nikon akan menjadi rancu. Tapi faktanya apakah benar demikian?</p>
<h3 style="text-align: justify;">Wow factor di D3200 : resolusi sensor</h3>
<p style="text-align: justify;">Tiap ada kamera baru, orang hanya berpikir &#8216;apa yang wow dari kamera ini?&#8217; Nah, di D3200 &#8216;wow&#8217; factor yang ditawarkan Nikon adalah sensor resolusi tertinggi dalam sejarah DSLR Nikon DX yaitu <strong>24 megapiksel</strong>. Sensor yang diyakini dibuat oleh Sony untuk Sony SLT A77 ini memang mengalahkan resolusi semua DSLR Nikon kecuali D800 (full frame, 36 MP). Artinya, kamera pemula ini bisa mengambil foto dengan ukuran piksel maksimum 6000 x 4000 piksel yang bisa dicetak besar hingga 200 x 140 cm pada 72 ppi.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Kesamaan antara D3100, D3200 dan D5100</h3>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/04/nikon-d3200.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1881" title="nikon-d3200" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/04/nikon-d3200.jpg" alt="nikon-d3200" width="450" height="355" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Simpel : ketiganya sama-sama DSLR untuk pemula. Cirinya bodi berbahan plastik, ukuran kecil dan ringan. Ketiganya tidak punya motor fokus di dalam bodi. Artinya, lensa Nikon lama (kode AF atau AF-D) hanya bisa manual fokus di ketiga kamera ini. Kesamaan lain dari ketiganya adalah :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>sama-sama 11 titik AF</li>
<li>sama-sama 420 piksel RGB metering</li>
<li>viewfinder sama-sama 95% <em>pentamirror</em></li>
<li>bisa <em>live view</em></li>
<li>bisa video full HD</li>
<li>memakai tipe baterai yang sama</li>
<li>tidak bisa menjadi <em>wireless flash commander</em></li>
</ul>
<h3 style="text-align: justify;">Perbadaan D3200 dan D3100</h3>
<p style="text-align: justify;">Paling utama adalah di sensor. D3100 pakai sensor 14 MP sedangkan D3200 memakai sensor 24 MP. D3200 memberi peningkatan fitur lain dibanding sang kakak seperti :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>lebih cepat, kini dengan 4 fps (dulu 3 fps)</li>
<li>ISO maksimum kini ISO 6400 (dulu ISO 3200)</li>
<li>layar LCD kini 900 ribu piksel (dulu 230 ribu)</li>
<li>video HD kini bisa 1080p 30 fps (dulu 24 fps)</li>
<li>kini memakai prosesor Expeed 3</li>
<li>kini ada stereo headphone jack</li>
<li>kini ada port Wifi</li>
<li>kini ada sensor remote di depan dan belakang</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/04/d3200_top.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1879" title="d3200_top" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/04/d3200_top.jpg" alt="d3200_top" width="450" height="540" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/04/d3200_top.jpg"></a>Tapi sayangnya, ada juga hal baik yang dihilangkan dari D3100, yaitu tuas <em>drive mode</em> disamping mode dial. Dulu tuas di D3100 berfungsi untuk mengganti mode shooting dari <em>single shoot</em>, <em>continuous</em>, hingga <em>quiet shutter</em>. Kini semua itu harus diakses dari tombol di bagian bawah. Lalu untuk mengaktifkan <em>live view </em>kini juga berganti memakai tombol, bukan lagi tuas yang digeser.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/04/d3200_back.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1880" title="d3200_back" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/04/d3200_back.jpg" alt="d3200_back" width="461" height="362" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Nikon D3200 dan D3100 sama-sama tidak bisa <em>bracketing</em>. Lalu keduanya sama-sama tidak punya dua tombol reset warna hijau.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Perbedaan D3200 dan D5100</h3>
<p style="text-align: justify;">Ini yang sulit. Kami menilai D3200 dalam banyak hal menyamai desain D5100 (kecuali layar LCD lipat). Sepintas dari depan atau tampak atas, D3200 dan D5100 tampak mirip, apalagi aksen warna merah di bagian depan terlihat sangat mirip. Selain itu, D3200 juga menyamai kecepatan tembak D5100 yaitu 4 fps. Dalam hal ISO, keduanya juga sama dengan maksimum ISO 6400. Layar LCD keduanya juga sama tajamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu apa yang membuat D5100 masih lebih unggul?</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>layar LCD lipat</li>
<li>bisa <em>bracketing </em>(termasuk WB <em>bracketing</em>)</li>
<li>ada fitur HDR di dalam kamera</li>
<li>14 bit RAW</li>
<li>step ISO lebih banyak (ada Hi-0,3 Hi-0,7)</li>
<li>bisa memilih step 1/2 Ev untuk kompensasi eksposur</li>
<li>mungkin D3200 tidak bisa mengatur berbagai level <em>Active D-Lighting</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Tapi yang unik, ada juga hal-hal yang justru lebih unggul di D3200 seperti :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>resolusi sensornya (24 MP vs 16 MP)</li>
<li>rekam video kini bisa langsung tekan tombol video (warna merah)</li>
<li>D3200 bisa rekam video 1080p 25 fps dan 720p 60 fps</li>
<li><em>microphone sensitivity</em> pada D3200 bisa diatur</li>
<li>bisa Wifi (meski bukan <em>built-in</em>)</li>
</ul>
<h3>Jadi untuk siapa D3200 ini?</h3>
<p style="text-align: justify;">Mudah saja. Untuk siapa saja yang ingin kamera DSLR murah, mudah dan fiturnya lengkap. Hasil foto belum bisa dinilai tapi sensor 24 MP mungkin akan agak noise di ISO tinggi, kita tunggu saja. Bila kelebihan di D5100 tidak dibutuhkan, lebih baik ambil D3200 karena banyak sekali kemiripan fitur. Tapi bila ingin kamera termurah, D3100 mungkin akan dijual lebih murah bulan-bulan mendatang (cuci gudang). Tapi buat yang suka layar LCD lipat atau perlu 14 bit RAW, maka D5100 lebih cocok. Atau mau menunggu kehadiran D5200 yang pasti bakal lebih seru lagi?</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2011/04/05/nikon-d5100-diluncurkan-plus-night-vision-dan-hdr-mode/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikon D5100 diluncurkan, plus Night Vision dan HDR mode'>Nikon D5100 diluncurkan, plus Night Vision dan HDR mode</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/01/02/daftar-lengkap-kamera-dslr-canon-dan-nikon/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon'>Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2012/04/19/nikon-d3200-diluncurkan-tinjau-fitur-dan-bedanya-dengan-d3100-dan-d5100/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nikon D3200 (akan) memakai sensor 24 MP, kenapa?</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2012/03/30/nikon-d3200-akan-memakai-sensor-24-mp-kenapa/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2012/03/30/nikon-d3200-akan-memakai-sensor-24-mp-kenapa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 15:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kamera DSLR]]></category>

		<category><![CDATA[Nikon D3200]]></category>

		<category><![CDATA[rumor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=1870</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sesuai pola urutan penamaan dari Nikon D3000 ke D3100, maka penerusnya nanti tentulah akan bernama D3200. Rumornya D3200 akan keluar April nanti, tapi yang paling mengejutkan adalah sensor CMOS 24 MP yang dipakainya, atau mengalahkan semua seri Nikon diatasnya (kecuali D800 dengan 36 MP). Anggaplah ini benar, mengapa Nikon harus memutuskan memakai sensor 24 MP di kamera termurah mereka nanti?</p>


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sesuai pola urutan penamaan dari Nikon D3000 ke D3100, maka penerusnya nanti tentulah akan bernama D3200. Rumornya D3200 akan keluar April nanti, tapi yang paling mengejutkan adalah sensor CMOS 24 MP yang dipakainya, atau mengalahkan semua seri Nikon diatasnya (kecuali D800 dengan 36 MP). Anggaplah ini benar, mengapa Nikon harus memutuskan memakai sensor 24 MP di kamera termurah mereka nanti?</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/nikon-d3200-dslr-camera.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-1871" title="nikon-d3200-dslr-camera" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/nikon-d3200-dslr-camera-400x136.png" alt="nikon-d3200-dslr-camera" width="400" height="136" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Terus terang kami cuma bisa membuat analisa, tapi semoga analisa ini memang tepat. Masih ingat Sony NEX-7, kamera <em>mirrorless</em> paling canggih dari Sony? Sensor yang dipakainya adalah 24 MP, dan ukurannya adalah APS-C. Sensor APS-C adalah sensor yang juga dipakai sebagian besar kamera DSLR saat ini, dari pemula hingga menengah. Anggaplah sensor Nikon masih bekerjasama dengan Sony, maka lebih mudah bagi Nikon untuk memakai sensor 24 MP buatan Sony ini di D3200 nanti.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalaupun bukan itu alasannya, menurut hemat kami Nikon saat ini sedang panik karena era kamera <em>mirrorless</em> semakin matang. Segmen yang paling berpotensi tergerus oleh kamera <em>mirrorless </em>adalah DSLR pemula, karena harganya hampir sama (di kisaran 5-8 juta). Untuk membuat D3200 yang lebih canggih juga serba salah karena Nikon juga punya D5100 (yang nantinya akan dilanjut dengan D5200), dimana keduanya sama-sama DSLR pemula tapi ada diferensiasi fitur. Maka cara paling mudah untuk memastikan D3200 bakal tetap laku adalah membuat sensor yang spektakuler, 24 megapiksel.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa harus resolusi sensor yang ditingkatkan? Karena inilah yang paling mudah diterjemahkan oleh orang awam (pemula) sebagai kualitas hasil foto. Kamera murah dengan sensor resolusi tinggi akan memudahkan marketing menjual banyak produk ke masyarakat awam. Beda dengan kamera profesional yang pembelinya juga para profesional, mereka tidak begitu mempedulikan berapa resolusi sensornya, tapi lebih ke fitur lainnya yang mereka anggap lebih penting. Percuma misalnya, bilang ke pembeli awam kalau D3200 punya 11 titik fokus yang semuanya <em>cross type</em>. Atau D3200 kini punya modul metering dengan 1005 piksel RGB. Mana orang akan peduli? Lain kalau dibilang sensornya 24 MP, maka orang akan berbondong-bondong membelinya. Cerdik juga ya..</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi Nikon D3200 semestinya akan masih banyak kemiripan dengan D3100, misalnya dengan bodi yang sama, fitur yang sama, ada GUIDE MENU yang sama dan tata letak tombol yang sama. Bedanya mungkin layarnya bakal lebih tajam dan detil (ini tidak pengaruh ke hasil foto). Kami sih berharap D3200 diberi fitur yang hilang di D3100 seperti <em>bracketing</em>, sebuah fitur dasar yang terasa konyol kalau tidak diberikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, apakah kita perlu sensor 24 MP? Banyak kontroversi pastinya. Banyak yang berpandangan, sensor 16 MP di D5100/D7000/D4 sudah lebih dari cukup. Resolusi tinggi akan membuat memory card cepat penuh, hard disk cepat penuh, loading foto yang lama dan sebagainya. Tapi ingat, kalaupun Nikon memberi 24 MP di D3200, harga kameranya tetap akan di kisaran 6 jutaan. Artinya kita tidak harus keluar banyak biaya untuk bisa memiliki kamera 24 MP, jadi sensor 24 MP di kamera pemula kami anggap adalah <em>nice to have</em>. Dipilih saat perlu saja, selebihnya pilihlah resolusi yang lebih rendah. Kapan perlunya? Misal akan dicetak ukuran besar, atau akan di <em>crop</em>, atau saat memotret obyek yang kaya detil (misal <em>landscape</em>). Semoga dengan 24 MP tidak membuat hasil fotonya lebih jelek, khususnya di ISO tinggi.</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2012/03/30/nikon-d3200-akan-memakai-sensor-24-mp-kenapa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Review : Lensa Nikon AF-S 10-24mm f/3.5-4.5 DX</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2012/03/25/review-lensa-nikon-af-s-10-24mm-f35-45-dx/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2012/03/25/review-lensa-nikon-af-s-10-24mm-f35-45-dx/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2012 07:34:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[review]]></category>

		<category><![CDATA[10-24mm]]></category>

		<category><![CDATA[AF-S]]></category>

		<category><![CDATA[DX]]></category>

		<category><![CDATA[lensa]]></category>

		<category><![CDATA[wide]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=1858</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sejak tahun 2003, Nikon sudah punya lensa zoom dengan format DX yaitu lensa 12-24mm f/4 yang tergolong kelas <em>ultra wide</em>. Sayangnya akibat <em>crop factor</em> 1,5 x, lensa ini punya fokal efektif 18-36mm yang buat kebutuhan fotografi wideangle masih kurang sedikit lebar. Dua tahun kemudian, Sigma meluncurkan lensa zoom <em>ultrawide </em>10-20mm yang disusul dengan Tamron dan juga Tokina, sehingga membuat Nikon lantas merasa perlu melakukan penyegaran dengan meluncurkan lensa AF-S 10-24mm f/3.5-4.5 DX di tahun 2009 lalu.Kami uji lensa Nikon ini untuk anda.</p>


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2012/04/28/review-lensa-tokina-at-x-12-24mm-f4-pro-dx-ii/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review : Lensa Tokina AT-X 12-24mm f/4 Pro DX II'>Review : Lensa Tokina AT-X 12-24mm f/4 Pro DX II</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/05/09/review-lensa-tokina-11-16mm-f28-at-x/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review : Lensa Tokina 11-16mm f/2.8 AT-X'>Review : Lensa Tokina 11-16mm f/2.8 AT-X</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/09/16/lensa-nikon-af-s-18-105mm-vr-review/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review : lensa Nikon AF-S 18-105mm VR'>Review : lensa Nikon AF-S 18-105mm VR</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sejak tahun 2003, Nikon sudah punya lensa zoom dengan format DX yaitu lensa 12-24mm f/4 yang tergolong kelas <em>ultrawide</em>. Sayangnya akibat <em>crop factor</em> 1,5 x, lensa ini punya fokal efektif 18-36mm yang buat kebutuhan fotografi <em>wideangle</em> masih kurang sedikit lebar. Dua tahun kemudian, Sigma meluncurkan lensa zoom <em>ultrawide </em>10-20mm yang disusul dengan Tamron dan juga Tokina, sehingga membuat Nikon lantas merasa perlu melakukan penyegaran dengan meluncurkan lensa <b>AF-S 10-24mm f/3.5-4.5 DX</b> di tahun 2009 lalu.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/10-24mm-2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1860" style="margin-left: 50px; margin-right: 50px;" title="10-24mm-2" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/10-24mm-2.jpg" alt="10-24mm-2" width="450" height="330" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Lensa seharga 8 jutaan ini punya fokal efektif yang setara dengan 15-36mm ekivalen 35mm. Dengan rentang fokal ini, bisa didapat cakupan gambar yang sangat lebar, cocok untuk berkreasi dengan berbagai perspektif dan sudut yang unik. Bukaan diafragma di lensa ini bertipe variabel, yang membuka maksimal f/3.5 di posisi paling wide dan mengecil hingga f/4.5 di posisi 24mm. Bukaan terkecil dari lensa ini adalah f/22. Tidak ada VR di lensa ini, karena fokal wide cenderung tidak perlu <em>stabilizer</em>, memakai speed lambat sampai 1/10 detik pun masih aman tanpa resiko <em>blur</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/d5100-10-24.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1862" style="margin-left: 50px; margin-right: 50px;" title="d5100-10-24" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/d5100-10-24.jpg" alt="d5100-10-24" width="450" height="338" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Lensa AF-S 10-24mm ini punya motor fokus yang cepat, dan juga mampu mengunci fokus dengan jarak yang sangat dekat. Terdapat jendela pengukur jarak dengan indikator mulai dari 24 cm hingga <em>infinity</em>. Ring manual fokus bisa diputar kapan saja untuk melakukan pengaturan fokus. Lensa ini punya 2 elemen lensa ED dan 3 elemen lensa aspherical, 7 bilah diafragma dan diameter filter berukuran 77mm.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/dsc_0046e.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1863" style="margin-left: 50px; margin-right: 50px;" title="dsc_0046e" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/dsc_0046e.jpg" alt="dsc_0046e" width="480" height="318" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pengujian, lensa 10-24mm memberikan gambar yang tajam dan warnanya konsisten, serta kontras yang tinggi pada seluruh rentang fokal. Tidak ada keluhan yang berarti dalam kualitas optik lensa ini, ketajaman sudah bisa dirasakan pada bukaan terbesarnya dan akan lebih tajam saat bukaan dibuat sedikit lebih kecil. Pada bagian sudut pun hasilnya masih amat baik. Lensa ini juga punya karakteristik <em>bokeh </em>yang baik, apalagi bila obyek yang difoto berada dekat dengan kamera, maka latar belakang akan nampak sangat <em>blur</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/dsc_0059e.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1864" style="margin-left: 50px; margin-right: 50px;" title="dsc_0059e" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/dsc_0059e.jpg" alt="dsc_0059e" width="440" height="291" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai lensa lebar, gambar yang dihasilkan tentu akan mengalami distorsi yang nyata. Karakteristik distorsi dari lensa ini adalah membuat garis-garis vertikal di bagian tepi menjadi miring sehingga bila memotret bangunan akan tampak mengecil ke atas. Pada fokal 15mm distorsi mulai berkurang dan pada fokal 24mm hasilnya tampak lebih natural. Kami rasa fokal 24mm ini sudah bisa dimanfaatkan untuk memotret sesuatu yang tidak boleh terlalu distorsi, misalnya potret wajah atau <em>still life</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami tidak membandingkan lensa ini dengan lensa sejenis dari Tamron, Sigma maupun Tokina. Tapi saat kami review lensa Tokina 11-16mm tahun lalu, kami rasakan kualitas bodi memang Tokina terasa lebih kokoh dan mantap, apalagi bukaan Tokina konstan dan besar dengan f/2.8 dari fokal 11-16mm. Namun lensa Tokina 11-16mm tidak dilengkapi motor fokus sehingga tidak bisa auto fokus di kamera Nikon D5100 ke bawah. Soal kualitas optik, tentu Nikon masih paling baik dengan ketajaman dan konsistensi hasil yang menawan.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2012/04/28/review-lensa-tokina-at-x-12-24mm-f4-pro-dx-ii/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review : Lensa Tokina AT-X 12-24mm f/4 Pro DX II'>Review : Lensa Tokina AT-X 12-24mm f/4 Pro DX II</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/05/09/review-lensa-tokina-11-16mm-f28-at-x/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review : Lensa Tokina 11-16mm f/2.8 AT-X'>Review : Lensa Tokina 11-16mm f/2.8 AT-X</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/09/16/lensa-nikon-af-s-18-105mm-vr-review/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review : lensa Nikon AF-S 18-105mm VR'>Review : lensa Nikon AF-S 18-105mm VR</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2012/03/25/review-lensa-nikon-af-s-10-24mm-f35-45-dx/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Produk ‘best buy’ rekomendasi kami</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2012/03/10/produk-best-buy-rekomendasi-kami/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2012/03/10/produk-best-buy-rekomendasi-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2012 06:35:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[featured]]></category>

		<category><![CDATA[kamera DSLR]]></category>

		<category><![CDATA[kamera digital]]></category>

		<category><![CDATA[220HS]]></category>

		<category><![CDATA[550D]]></category>

		<category><![CDATA[60D]]></category>

		<category><![CDATA[camera best buy]]></category>

		<category><![CDATA[Canon]]></category>

		<category><![CDATA[Coolpix]]></category>

		<category><![CDATA[EOS]]></category>

		<category><![CDATA[finepix]]></category>

		<category><![CDATA[Fuji]]></category>

		<category><![CDATA[HD movie]]></category>

		<category><![CDATA[ixus]]></category>

		<category><![CDATA[Lumix]]></category>

		<category><![CDATA[Nikon]]></category>

		<category><![CDATA[P300]]></category>

		<category><![CDATA[superzoom]]></category>

		<category><![CDATA[Transcend]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=1842</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kamera digital semakin murah, tapi fiturnya semakin canggih. Tapi kebanyakan  kamera canggih itu  harga mahal, dan kamera murah akan cenderung murahan. Buat anda yang bosan dengan kamera lama yang terlihat jadul, atau memang baru ingin beli kamera, kami susun daftar produk yang menurut kami adalah best buy. Pertimbangan kami adalah produk yang punya harga vs performance yang berimbang, dan bisa saja produk yang kami ulas disini justru dibuat di tahun lalu (seperti biasa, produk lama harganya cenderung turun). </p>


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/09/23/panduan-lengkap-memilih-kamera-saku-superzoom/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Panduan lengkap memilih kamera saku superzoom'>Panduan lengkap memilih kamera saku superzoom</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2011/09/03/inilah-kamera-kamera-baru-pesaing-kamera-dslr/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Inilah kamera-kamera baru pesaing kamera DSLR'>Inilah kamera-kamera baru pesaing kamera DSLR</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/10/08/kamera-saku-murah-meriah-di-penghujung-tahun-2009/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kamera saku murah meriah di penghujung tahun 2009'>Kamera saku murah meriah di penghujung tahun 2009</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kamera digital semakin murah, tapi fiturnya semakin canggih. Tapi kebanyakan  kamera canggih itu  harga mahal, dan kamera murah akan cenderung murahan. Buat anda yang bosan dengan kamera lama yang terlihat jadul, atau memang baru ingin beli kamera, kami susun daftar produk yang menurut kami adalah best buy. Pertimbangan kami adalah produk yang punya <em>price vs performance</em> yang berimbang, dan bisa saja produk yang kami ulas disini justru dibuat di tahun lalu (seperti biasa, produk lama harganya cenderung turun). Tidak ada titipan sponsor atau dukungan pada merk tertentu di artikel ini, murni sekedar panduan untuk pembaca saja dan kami tidak mendapat imbalan dari pihak manapun.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Kamera DSLR pemula &#8216;best buy&#8217;</h3>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/550d.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1850" style="margin-left: 50px; margin-right: 50px;" title="550d" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/550d-350x350.jpg" alt="550d" width="315" height="315" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Canon EOS 550D</strong> jelas menjadi produk best buy di kelas DSLR pemula karena harga kamera buatan 2010 ini sekarang dijual 6 juta sudah termasuk lensa kit EF-S 18-55mm IS. Harganya masih jauh dibawah Nikon D5100 yang dikisaran 7 jutaan, dan berbeda 1 juta dengan EOS 1100D yang dijual 5 juta rupiah. Dengan EOS 550D, anda sudah bisa memiliki kamera DSLR pemula 18 MP yang fiturnya lengkap, mudah digunakan dan hasilnya bagus. Canon 550D pun sudah oke buat bikin klip video yang serius berkat pengaturan manual eksposur saat merekam video dan resolusi video 1080p 30 fps.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Kamera DSLR semi-profesional &#8216;best buy&#8217;</h3>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/60d.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1849" style="margin-left: 60px; margin-right: 60px;" title="60d" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/60d-400x255.jpg" alt="60d" width="400" height="255" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Canon lagi-lagi jadi pilihan kami untuk segmen DSLR kelas menengah dengan produk <strong>Canon EOS 60D</strong> karena harganya &#8216;hanya&#8217; 7,7 jutaan tanpa lensa. Bagi yang mencari kamera setingkat diatas kelas pemula, maka EOS 60D sanggup meladeni skill anda berkat kecepatan, tombol akses langsung dan layar LCD lipatnya. Kamera sekelasnya dengan ciri yang sama seperti viewfinder prisma, top status LCD dan dual dial biasanya dijual di kisaran 9 jutaan. Selain itu, dari 9 titik fokus yang dimilikinya, semuanya sudah <em>cross type </em>yang lebih sensitif.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Kamera Mirrorless saku &#8216;best buy&#8217;</h3>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/lumix-dmc-gf3.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1848" style="margin-left: 50px; margin-right: 50px;" title="lumix-dmc-gf3" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/lumix-dmc-gf3-400x302.jpg" alt="lumix-dmc-gf3" width="360" height="272" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kamera <em>mirrorless</em> dengan lensa yang bisa dilepas, berukuran mungil namun sensornya besar, bakal jadi tren kamera mendatang. Sayangnya saat ini harganya masih mahal, selain itu pilihan lensanya masih sedikit. Bila anda mencari kamera &#8216;best buy&#8217; di kelas <em>mirrorless</em>, kami pilihkan <strong>Panasonic Lumix GF3</strong> dengan lensa 14-42mm (setara 28-84mm) yang dijual dibawah 6 juta rupiah. Kamera ini lebih murah dari Olympus Pen Mini ataupun Sony NEX -C3 namun dengan fitur yang kurang lebih sama. Lumix GF3 mungil tapi mendukung semua pengaturan manual (termasuk layar sentuh), sensornya besar (Four Thirds) 12 MP dan bisa full HD movie.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Kamera &#8216;main-main&#8217; superzoom &#8216;best buy&#8217;</h3>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/fuji-s4000.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1844" style="margin-left: 50px; margin-right: 50px;" title="fuji-s4000" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/fuji-s4000-369x350.jpg" alt="fuji-s4000" width="332" height="315" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa kami bilang kamera main-main? Karena orang cenderung memakai kamera superzoom (kamera murah yang lensa zoomnya teramat panjang) bukan untuk kebutuhan serius tapi untuk iseng, mencoba membayangkan kameranya seperti teropong yang bisa melihat benda yang jaraknya sangat jauh, lalu memotretnya. hasil foto dengan zoom panjang bakal jelek, soft dan mudah blur bila kita tidak stabil saat memotret. Tapi buat mereka yang perlu kamera dengan lensa sampai 30x zoom, tidak usah bayar mahal karena ada <strong>Fuji Finepix S4000</strong> dengan sensor CCD 14 MP dan lensa 24-720mm yang dijual sekitar 2,2 juta saja. Kamera ini bahkan tampak seperti kamera serius, lengkap dengan kendali manual PASM dan HD video 720p. Untuk sekedar have fun dan tampak keren, tak harus mahal kan?</p>
<h3 style="text-align: justify;">Kamera saku serius &#8216;best buy&#8217;</h3>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/nikon-p300.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1846" style="margin-left: 65px; margin-right: 65px;" title="nikon-p300" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/nikon-p300-400x279.jpg" alt="nikon-p300" width="360" height="251" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak semua orang mau memakai kamera saku yang biasa-biasa saja. Mereka bisa jadi tengah mencari kamera serius yang bisa dimasukkan ke saku. Kamera serius artinya punya pengaturan yang lengkap, fitur manual dan biasanya harganya mahal. Sebutlah diantaranya Canon PowerShot G12, Lumix LX-5, atau Canon S100 yang dijual antara 3-4 jutaan. Namun Nikon punya andalan dengan <strong>Nikon Coolpix P300</strong> yang dijual 2,2 juta saja. Kamera dengan lensa yang bisa membuka sampai f/1.8 pada 24mm ini juga bisa memotret sampai 8 gambar per detik dalam resolusi penuh 12 MP. Kami nobatkan Nikon P300 sebagai kamera saku serius &#8216;best buy&#8217; untuk awal tahun ini.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Kamera saku biasa &#8216;best buy&#8217;</h3>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/ixus-220.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1847" style="margin-left: 50px; margin-right: 50px;" title="ixus-220" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/ixus-220-400x300.jpg" alt="ixus-220" width="360" height="270" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kamera saku lawas tapi cukup layak dibeli adalah <strong>Canon Ixus 220 HS </strong>dengan sensor CMOS 12 MP yang bertipe <em>High Sensitivity</em>. Kamera mungil ini dijual di harga 1,6 jutaan dan bila dilihat dari desainnya bakal membuat orang tidak menyangka kalau kamera keren ini ternyata harganya murah. Meski kecil, kamera dengan berbagai pilihan warna ini bisa merekam video full HD dengan tata suara stereo dan kemampuan zoom optik saat merekam video. Apalagi lensa kamera ini adalah 24mm dengan bukaan besar f/2.7 yang lebih fleksibel dipakai di indoor tanpa flash. Untuk pemakaian sehari-hari atau dokumentasi keluarga, rasanya kamera tipis berbalut logam ini pantas mendapat predikat &#8216;best buy&#8217; dari kami.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Memory card &#8216;best buy&#8217;</h3>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/transcend-16gb.jpg"><img class="size-full wp-image-1843 alignleft" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="transcend-16gb" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/03/transcend-16gb.jpg" alt="transcend-16gb" width="186" height="238" /></a>Sekarang jamannya merekam video. Satu detik video full HD dengan kompresi MPEG-4 itu menghasilkan data rate sebesar 24 mega bit (atau sekitar 3 MB per detik) sehingga perlu kartu memori yang bukan hanya kapasitasnya besar (diatas 4 giga byte) namun juga baca tulisnya cepat. Untuk itu kartu SD card jaman sekarang diberi kode kelas seperti kelas 4, kelas 6 dan kelas 10 yang artinya bisa menulis dengan kecepatan minimal 4 MB/s, 6 MB/s dan 10 MB/s. Namun untuk amannya, belilah SD card dengan kelas 6 dan lebih baik lagi yang kelas 10. Tentu saja semakin tinggi kelasnya maka akan semakin mahal, untuk itu kami rekomendasikan memakai <strong>Transcend 16 GB kelas 10</strong> yang harganya 180 ribu. Merknya cukup ternama, kapasitas besar dan kecepatannya juga bagus (diklaim sampai 20 MB/s). Dengan spek yang sama, merk lain ada yang dijual diatas 200 ribu.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah daftar produk kamera (sampai awal tahun 2012) rekomendasi kami dengan kategori <em>best buy</em>. Tentu saja kamera lain yang tidak masuk di daftar ini bukan berarti jelek, tapi dengan spesifikasi dan kelas yang sama kamera di daftar ini lebih murah. Rekomendasi lain ada juga <strong>Nikon D7000</strong> (DSLR favorit saat ini), <strong>Canon S100</strong> (kamera saku paling populer), <strong>Olympus E-P3 </strong>(kamera <em>mirrorless</em> sarat fitur)  dan <strong>Fuji HS30</strong> (<em>bridge camera/prosumer</em>). Untuk memory card ada juga <strong>Sandisk Extreme 16 GB</strong> kelas 10 yang harganya dua kali lipat dari harga Transcend yang kami sebutkan di atas.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/09/23/panduan-lengkap-memilih-kamera-saku-superzoom/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Panduan lengkap memilih kamera saku superzoom'>Panduan lengkap memilih kamera saku superzoom</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2011/09/03/inilah-kamera-kamera-baru-pesaing-kamera-dslr/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Inilah kamera-kamera baru pesaing kamera DSLR'>Inilah kamera-kamera baru pesaing kamera DSLR</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/10/08/kamera-saku-murah-meriah-di-penghujung-tahun-2009/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kamera saku murah meriah di penghujung tahun 2009'>Kamera saku murah meriah di penghujung tahun 2009</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2012/03/10/produk-best-buy-rekomendasi-kami/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Review Nikon D5100, kamera DSLR dengan fitur lengkap dalam bodi yang mungil</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2012/02/19/review-nikon-d5100-kamera-dslr-dengan-fitur-lengkap-dalam-bodi-yang-mungil/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2012/02/19/review-nikon-d5100-kamera-dslr-dengan-fitur-lengkap-dalam-bodi-yang-mungil/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 03:38:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kamera DSLR]]></category>

		<category><![CDATA[review]]></category>

		<category><![CDATA[18-55mm]]></category>

		<category><![CDATA[CMOS]]></category>

		<category><![CDATA[D5100]]></category>

		<category><![CDATA[HD movie]]></category>

		<category><![CDATA[HDR]]></category>

		<category><![CDATA[Nikon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=1827</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Nikon membuat DSLR <strong>D5100</strong> (harga 7 juta) yang dimaksudkan untuk mengisi celah antara D3100 (harga 5 jutaan) dan D7000 (harga 11 jutaan). Bagi sebagian orang, D5100 adalah solusi tepat karena dia bisa mendapat kamera yang tidak terlalu <em>basic</em> dan tidak juga terlalu rumit. Tapi sebagian orang lagi beranggapan D5100 adalah kamera tanggung, cukup mahal tapi belum bisa disejajarkan dengan kamera menengah. Kali ini kami hadirkan review D5100 supaya anda bisa menilai sendiri apakah D5100 layak dibandrol seharga 7 juta rupiah.</p>


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2011/04/05/nikon-d5100-diluncurkan-plus-night-vision-dan-hdr-mode/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikon D5100 diluncurkan, plus Night Vision dan HDR mode'>Nikon D5100 diluncurkan, plus Night Vision dan HDR mode</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2011/02/09/nikon-coolpix-p300-kamera-mungil-dengan-lensa-f18/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikon Coolpix P300, kamera mungil dengan lensa f/1.8'>Nikon Coolpix P300, kamera mungil dengan lensa f/1.8</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/08/19/nikon-d3100-dslr-nikon-pertama-dengan-fitur-full-hd-movie/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikon D3100, DSLR Nikon pertama dengan fitur full-HD movie'>Nikon D3100, DSLR Nikon pertama dengan fitur full-HD movie</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dahulu kita kenal Nikon D5000 sebagai pengisi celah antara D3000 (kamera pemula) dan D90 (kamera menengah) di masa lalu. Kini tradisi itu dipertahankan dengan keberadaan <strong>D5100</strong> (harga 7 juta) yang mengisi celah antara D3100 (harga 5 jutaan) dan D7000 (harga 11 jutaan). Bagi sebagian orang, D5100 adalah solusi tepat karena dia bisa mendapat kamera yang tidak terlalu <em>basic</em> dan tidak juga terlalu rumit. Tapi sebagian orang lagi beranggapan D5100 adalah kamera tanggung, cukup mahal tapi belum bisa disejajarkan dengan kamera menengah. Kali ini kami hadirkan review D5100 supaya anda bisa menilai sendiri apakah D5100 layak dibandrol seharga 7 juta rupiah.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Tinjauan fisik</h3>
<p style="text-align: justify;">Nikon D5100 dijual satu paket bersama lensa kit 18-55mm VR. Dalam dus penjualan selain berisi bodi kamera dan lensa, juga terdapat baterai, charger, tali kamera dan manual. Kamera ini sama seperti D5000 dalam hal layarnya yang bisa dilipat. Hanya saja desain layar lipat D5000 dulu banyak dikritik karena flip down, sehingga Nikon memperbaikinya di D5100 dengan desain LCD menjadi flip kesamping kiri (lebih umum). Sebagai DSLR pemula, D5100 masih memiliki banyak kesamaan dengan adiknya D3100, yaitu bodi plastik, tanpa motor fokus, modul metering 420 piksel RGB yang kuno, viewfinder cermin (bukan prisma), minim tombol akses langsung dan tidak ada layar LCD kecil di bagian atas.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone  wp-image-4549" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="D5100 front side top" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/d5100-front-side-top.jpg?w=534&amp;h=355" alt="" width="481" height="320" /></p>
<p style="text-align: justify;">Nikon D5100 dan lensa kit 18-55mm VR yang kami uji adalah buatan Thailand. Kami rasakan kualitas bahan dari bodi D5100 masih sama seperti Nikon lainnya yaitu kokoh, sambungannya rapat dan tidak ada kesan longgar / ringkih. Tidak banyak perbedaan ukuran yang berarti antara D3100 dengan D5100, keduanya sama-sama kecil dan ringan, gripnya terasa agak kekecilan untuk orang bertangan besar pada umumnya.  Kami menyukai lapisan karet di bagian grip dan tumpuan jempol kanan yang memberi kenyamanan ekstra saat menggenggam.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone  wp-image-4570" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="D5100 back" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/d5100-back.jpg?w=474&amp;h=356" alt="" width="427" height="320" /></p>
<p style="text-align: justify;">Desain D5100 sepintas mirip dengan DSLR Nikon lain bila dilihat dari depan, tapi begitu dilihat dari belakang barulah tampak sangat banyak perubahan tata letak tombol. Hal ini akibat engsel layar lipat yang kini berada di kiri, sehingga harus mengusir banyak tombol yang biasanya berderet di sebelah kiri. Jadilah tombol MENU dan INFO pindah ke bagian atas, sementara tombol PLAYBACK, ZOOM IN dan ZOOM OUT pindah ke bagian sisi kanan. Bagi yang biasa memakai kamera DSLR Nikon pasti akan merasa aneh saat pertama memakai D5100 karena banyaknya perubahan tata letak tombol. Nikon berupaya melakukan reposisi tombol dengan sisa ruang yang ada di sebelah kanan, kecuali tombol MENU yang perlu dipindah ke kiri atas. Kami pun perlu beradaptasi dengan migrasinya tombol-tombol tersebut. Sisi baiknya juga ada, kami jadi bisa mengoperasikan kamera dengan tangan kanan sementara tangan kiri cukup menggenggam lensanya saja.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone  wp-image-4547" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="D5100 flip" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/d5100-flip.jpg?w=534&amp;h=355" alt="" width="534" height="355" /></p>
<p style="text-align: justify;">Satu hal yang kami sukai dari bodi D5100 adalah layar LCD-nya. Selain ketajaman layar yang sangat baik (900 ribu piksel), kami juga suka desain lipatnya yang fleksibel, dan bisa diputar dengan posisi layar masuk ke dalam bodi untuk melindungi layar saat tidak dipakai. Untuk mengkomposisi gambar, sarana paling utama adalah melihat melalui jendela bidik optik, bila ingin lewat LCD harus menggeser tuas LV (<em>live-view</em>) yang akan dibahas kemudian. Jendela bidik D5100 termasuk biasa saja dengan coverage 95% dengan pembesaran 0.78x. Akan ada sedikit perbedaan <em>framing coverage</em> antara yang dilihat di jendela bidik dan foto aslinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nikon D5100 punya dua sensor remote, satu di bagian depan dan satu di belakang (dekat tombol MENU).  Di bagian atas tampak ada tombol warna merah khusus untuk merekam video. Di sisi kiri ada pintu karet yang bila dibuka akan tampak beberapa port seperti untuk USB (dan multifungsi dengan kabel AV), HDMI, GPS dan mic eksternal. Di sebelah kanan ada pintu SD card yang terasa agak longgar meski saat kondisi tertutup. Di bagian bawah ada pintu untuk melepas baterai. Desain slot baterai sudah semakin baik dengan sistem pengaman sehingga bila tutup baterai dibuka, baterai tidak langsung meluncur lepas dari kamera.</p>
<h3>Fitur dan menu</h3>
<p style="text-align: justify;">Meski kamera D5100 termasuk dalam golongan kamera pemula namun sudah dibekali dengan fitur yang cukup lengkap. Agak berbeda dengan D3100 yang fiturnya cukup basic, maka pada D5100 beberapa setting yang lebih canggih disertakan juga seperti HDR mode, 14 bit RAW, <em>bracketing</em>, berbagai level A<em>ctive D-Lighting</em> dan berbagai <em>Effect mode</em>. D5100 juga punya sensor yang lebih tinggi resolusinya (16 MP vs 14 MP), ISO maksimum yang lebih tinggi (6400 vs 3200), <em>burst </em>lebih cepat (4 fps vs 3 fps) dan punya layar LCD yang tajam (900 ribu piksel vs 230 ribu) serta bisa dilipat. Tapi D5100 dan D3100 sama dalam hal modul metering, modul AF dan sama-sama tidak dibekali motor fokus (jadi untuk bisa auto fokus harus pakai lensa Nikon berkode AF-S).</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone  wp-image-4575" style="margin-left: 100px; margin-right: 100px;" title="Effect" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/effect.jpg?w=301&amp;h=226" alt="" width="301" height="226" /></p>
<p style="text-align: justify;">Pada <em>shooting mode</em> selain ada mode standar Auto, P, A, S, M dan Scene Mode, terdapat juga mode <em>Effect</em> yang menarik, meski belum tentu dibutuhkan. Pilihan efek yang ada diantaranya Miniature effect, Night Vision, Low Key, High Key, Sketch, Siluet dan Color swap. Justru fitur yang kami suka di D5100 adalah <em>HDR shooting</em> yang bisa mengambil dua foto dengan berbeda eksposur lalu menggabungkan keduanya dan menghasilkan satu gambar dengan rentang dinamis yang lebih lebar.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/hdr.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4576" style="margin-left: 100px; margin-right: 100px;" title="HDR" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/hdr.jpg?w=293&amp;h=221" alt="" width="293" height="221" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Menu di D5100 pun agak berbeda dengan D3100. Menu di D5100 lebih menyamai kamera kelas diatasnya seperti D90 atau D7000 dengan ciri punya berbagai <em>Custom setting</em> yang kompleks dengan kode huruf dan warna. Pada D3100 tidak ada <em>Custom setting</em> karena semua pengaturan dilebur di<em> Shooting menu</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/cust-set.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4568" style="margin-left: 100px; margin-right: 100px;" title="Cust set" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/cust-set.jpg?w=292&amp;h=219" alt="" width="292" height="219" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Soal kemampuan rekam video D5100 ini sudah sangat baik dengan full HD movie , berbagai pilihan<em>frame rate</em>,  mode AF-F (fokus kontinu) dan mic eksternal (sayangnya built-in mic masih mono). Tidak ada kemampuan manual eksposur pada D5100 saat merekam video, kita perlu menentukan dulu bukaan dan ISO yang diinginkan sebelum mulai merekam. Kabar baiknya, kita bisa mengatur level sensitivitas microphone bahkan bisa diset ke-off.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/vivid-adj.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4577" style="margin-left: 100px; margin-right: 100px;" title="Vivid adj" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/vivid-adj.jpg?w=290&amp;h=218" alt="" width="290" height="218" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kamera generasi baru seperti D5100 memang sudah bisa mengatur <em>Picture Control</em> untuk hasil JPG yang bervariasi. Dengan begitu maka kita tidak perlu mengolah foto satu persatu di komputer untuk mendapat kontras atau saturasi yang lebih tinggi atau lebih rendah. Terdapat berbagai<em> style</em> yang sudah diatur dari pabrik seperti Standard, Neutral, Vivid dan sebagainya. Bila mau, setiap <em>style</em> bisa diatur lagi parameternya seperti ketajaman, kontras, kecerahan, saturasi dan tone (hue) warna. Dengan demikian maka setiap pemilik kamera D5100 bisa menyimpan <em>style</em> yang berbeda sesuai selera.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/bracket.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4564" style="margin-left: 100px; margin-right: 100px;" title="Bracket" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/bracket.jpg?w=290&amp;h=218" alt="" width="290" height="218" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Fitur <em>bracketing</em> berguna untuk mengambil tiga gambar yang berbeda setting, biasanya perbedaan terang gelap atau eksposur (AE). Tapi di D5100 fitur ini diperluas menjadi ada beberapa pilihan <em>bracketing</em> yaitu AE, WB dan ADL <em>bracketing</em>. Fitur <em>bracketing</em> ini tidak ditemui di D3100, sementara pada D90 atau yang lebih canggih, fitur ini bisa diakses dengan menekan tombol BKT.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Operasi</h3>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/info.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4555" style="margin-left: 100px; margin-right: 100px;" title="Info" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/info.jpg?w=300&amp;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimanapun juga kamera D5100 bukan tergolong kamera kelas menengah. Jadi jangan bayangkan ada tombol khusus misalnya untuk mengganti WB, ISO atau AF mode. Untuk itu perlu menggantinya dengan masuk ke MENU. Untungnya Nikon menyediakan jalan pintas untuk mengganti berbagai setting penting dengan menekan tombol INFO di bagian belakang (tombol ini disimbolkan dengan &lt;i&gt;). Tekan sekali tombol &lt;i&gt; maka di layar akan muncul informasi penting seperti mode apa yang sedang dipakai, berapa shutter-aperture-ISO yang dipilih dan berbagai info penting lainnya (lihat contoh gambar di atas). Untuk mengganti setting disana cukup tekan &lt;i&gt; sekali lagi.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/release-mode.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4560" style="margin-left: 100px; margin-right: 100px;" title="Release mode" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/release-mode.jpg?w=293&amp;h=221" alt="" width="293" height="221" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Terdapat berbagai <em>Release mode</em> di D5100, misalnya <em>single frame</em> (S), <em>continuous</em>, <em>self timer</em> dan <em>Quiet shutter</em>. Tidak seperti di D3100, opsi <em>Release mode</em> di D5100 harus dicari via MENU. <em>Quiet shutter </em>sendiri akan meredam suara cermin sehingga tidak terlalu terdengar keras.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/display.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4554" style="margin-left: 100px; margin-right: 100px;" title="Display" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/display.jpg?w=287&amp;h=215" alt="" width="287" height="215" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Hasil foto bisa dilihat dengan menekan tombol <em>playback</em> berwarna biru. Foto yang ditampilkan di layar bisa dibuat full foto atau disertai data teknis pemotretan seperti gambar diatas.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Kinerja</h3>
<p style="text-align: justify;">Sebagai kamera DSLR pemula, kami tidak berharap kinerja tinggi dari D5100 ini. Maka begitulah, meski jauh lebih responsif dari kamera non DSLR, D5100 ini masih tergolong biasa saja dalam urusan kinerja. Misalnya shutter speed maksimal ‘hanya’ 1/4000 detik dan <em>flash sync</em> speed hanya 1/200 detik. Untuk urusan <em>burst</em> atau<em> continuous shooting</em> kamera ini hanya sekitar 4 fps saja, tapi toh hanya terpaut sedikit dengan D90 yang bisa 4,5 fps. Lalu dalam hal <em>start up</em>, <em>shutter lag</em>, <em>shot to shot </em>kamera ini tidak ada komplain apapun, bekerja sesuai harapan. Kabar baiknya, Nikon sudah memakai engine<em> Expeed</em> generasi 2 untuk D5100 yang lebih bertenaga. Terbukti saat mode<em> Active D-Lighting </em>diaktifkan, kamera tidak perlu waktu tambahan untuk memproses foto yang baru diambilnya. Hal ini berbeda dengan kamera generasi sebelumnya yang kalau ADL diaktifkan maka setiap memotret kamera seperti kedodoran untuk memproses ADL pada foto, yang prosesnya sekitar setengah sampai satu detik.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone  wp-image-4563" style="margin-left: 100px; margin-right: 100px;" title="ADL" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/adl.jpg?w=294&amp;h=221" alt="" width="294" height="221" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kemampuan auto fokus D5100 sangat baik, dengan fleksibilitas tinggi berkat 11 titik AF (meski hanya titik tengah yang <em>cross type</em>) dan titik fokusnya bisa dipilih secara manual atau otomatis. Soal servo fokus, D5100 juga bisa mengikuti obyek yang bergerak (<em>dynamic area</em>) dan bahkan bisa mengenali obyek dari warnanya sehingga bisa terus mengikuti gerakan si obyek dan tetap menjaga fokus terbaiknya, meski obyek ini bergerak ke kiri kanan atau ke depan belakang, berkat adanya fitur <em>3D tracking AF</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/d5100-button.jpg"><img class="wp-image-4572 alignleft" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="D5100 button" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/d5100-button.jpg?w=224&amp;h=299" alt="" width="224" height="299" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Pada bagian atas kamera terdapat satu tuas untuk mengaktifkan mode <em>live-view</em>. Berbeda seperti tuas <em>live-view </em>di D3100 dan D7000 yang berada di bagian belakang kamera, tuas di D5100 ini berada di samping kanan mode dial. Jadi bila ingin memotret dengan melihat <em>preview </em>gambar di layar LCD, geser dulu tuas <em>live-view</em> ini sesuai arah panah, dan bila ingin merekam video barulah tombol warna merah ditekan. Kinerja kamera saat berada di mode <em>live-view</em> tergolong baik, meski untuk auto fokusnya harus beralih dari deteksi fasa (11 titik) ke deteksi kontras. Memang auto fokus saat <em>live-view </em>lebih lambat, tapi kami rasakan dibanding DSLR lain maka D5100 ini cukup cepat dalam mengunci fokus. Keuntungan lain dengan <em>live-view</em> adalah bisa mendeteksi wajah, serta di layar bisa ditampilkan pembesaran dari area tengah bidang yang difoto, berguna buat memotret makro atau saat manual fokus. Pada mode video AF-F, auto fokusnya sudah bisa melakukan <em>continuous focus</em>, artinya kamera akan selalu berusaha mendapat fokus meski obyeknya bergerak. Yang namanya berusaha, kadang berhasil dan kadang gagal. Jadi tetap saja fitur AF-F di mode video ini belum memuaskan. <em>Live-view</em> sendiri mempunyai timer sehingga setelah beberapa menit dia akan mati guna menghemat baterai dan mencegah sensor kepanasan.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/live-view.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4556" style="margin-left: 100px; margin-right: 100px;" title="Live view" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/live-view.jpg?w=296&amp;h=222" alt="" width="296" height="222" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Gambar di atas menunjukkan apa yang akan tampil di layar LCD saat masuk ke mode <em>live-view</em>. Secara umum tampilan di layar cukup jelas, cerah dan natural dengan berbagai indikator memeriahkan tampilan layar. Bila indikator ini mengganggu, cukup tekan tombol INFO dan layar akan jadi bersih dari berbagai kode dan angka. Tekan INFO sekali lagi akan memunculkan <em>grid</em> untuk membantu komposisi. Sayangnya tidak ada tampilan <em>live histogram</em> saat <em>live-view</em> di D5100.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/wb.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4584" style="margin-left: 100px; margin-right: 100px;" title="WB" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/wb.jpg?w=287&amp;h=215" alt="" width="287" height="215" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kinerja <em>White Balance</em> di D5100 termasuk akurat untuk Auto WB dan berbagai preset yang ada. Bila<em> tone </em>yang didapat dari pilihan WB kurang sesuai selera kita, bisa juga melakukan pengaturan lanjutan dengan menggeser <em>tone </em>warna di sumbu Amber-Blue atau Green-Magenta sehingga semua spektrum warna (RGB atau CMY) bisa dicapai. Sayangnya kita tidak bisa langsung memasukkan temperatur warna dalam satuan Kelvin seperti kamera lain yang kelasnya lebih canggih.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Sensor dan Hasil foto</h3>
<p style="text-align: justify;">Sensor CMOS 16 MP adalah nilai jual utama dari D5100. Kenapa? Karena sensor ini sama persis dengan yang dipakai di kamera D7000 yang terkenal paling bagus hasil fotonya, bahkan pada saat ISO tinggi. Alasan dibalik itu adalah dipakainya teknologi prossor <em>Expeed2</em> 14 bit yang membuat mampu merekam <em>dynamic range</em> lebih lebar dibanding prosesor 12 bit seperti D3100 misalnya. Bila 16 MP dirasa terlalu tinggi, tersedia pilihan 9 MP atau 4 MP di pengaturan <em>Image Size</em> pada MENU.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/clean.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4565" style="margin-left: 100px; margin-right: 100px;" title="Clean" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/clean.jpg?w=291&amp;h=218" alt="" width="291" height="218" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Seperti kamera lain pada umumnya, untuk menghindari menempelnya debu di sensor, di MENU sudah tersedia fitur <em>sensor cleaning</em>. Ada beberapa opsi pembersihan sensor pilihan seperti gambar diatas, dan proses bersih-bersih ini (yang menggetarkan sensor untuk merontokkan debu) memakan waktu 1 sampai 2 detik.</p>
<p style="text-align: justify;">Kombinasi antara sensor dengan<em> engine</em> 14 bit, mode HDR aktif dan<em> Active D-Lighting</em> bisa menghasilkan foto dengan <em>dynamic range</em> yang lebih baik dari biasanya. Kami mencoba memotret sebuah kondisi umum yang pasti akan sulit untuk mendapat <em>dynamic range</em> yang lengkap dengan cara biasa :</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/dr-low.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4581" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="DR low" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/dr-low.jpg?w=593" alt="" width="550" height="364" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Foto diatas tampak gelap di bagian kursi dan dinding, karena metering kamera berusaha menjaga detil di area terang  (jendela) sehingga area lainnya menjadi gelap. Bila pun kompensasi eksposur dinaikkan maka yang terjadi detil di area terang akan hilang (<em>washout</em>). Maka guna mendapat gambar yang lebih menyerupai mata kita melihat aslinya, kami mencoba gunakan mode HDR dengan masih ditambah<em>Active D-Lighting</em> ke posisi <em>Extra High</em>, maka hasilnya bisa menjadi seperti ini :</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/dr-high.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4582" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="DR high" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/dr-high.jpg?w=593" alt="" width="550" height="364" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Tampak lebih lumayan kan? Detil di jendela dan di kursi serta di dinding didapat dengan berimbang. Lalu kami juga melakukan tes memotret dengan berbagai nilai ISO dan sengaja mengandalkan cahaya seadanya untuk melihat kinerja ISO D5100 dan seberapa parah noisenya di ISO tinggi. Pengujian dilakukan dengan sumber cahaya lingkungan, tanpa flash, resolusi 16 MP, JPEG Fine, WB preset, ADL off dan Noise reduction OFF (kecuali untuk foto terakhir). Inilah obyek yang menjadi bahan pengujian noise test kami :</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/02/iso-test-image.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1831" title="iso-test-image" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/02/iso-test-image-400x264.jpg" alt="iso-test-image" width="400" height="264" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Lalu hasilnya bisa dilihat untuk tiap kenaikan ISO dari ISO 800 (kami tidak menguji ISO 100 sampai 400 karena hasil fotonya sama bersihnya), ISO 1600, ISO 3200, ISO 6400 (ISO normal tertinggi), ISO Hi-1 (setara ISO 12800) dan ISO Hi-2 (setara ISO 25600). Untuk ISO Hi-2 kami lakukan dua pengujian, yaitu satu tanpa <em>noise reduction </em>dan keduanya dengan <em>noise reduction </em>di kamera diaktifkan ke posisi High.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="ISO 800" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/iso-800.jpg" alt="" width="566" height="425" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="ISO 1600" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/iso-1600.jpg" alt="" width="566" height="425" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="ISO 3200" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/iso-3200.jpg" alt="" width="566" height="425" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="ISO 6400" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/iso-6400.jpg" alt="" width="566" height="425" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="ISO 12800" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/iso-12800.jpg" alt="" width="566" height="425" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="ISO 25600" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/iso-25600.jpg" alt="" width="566" height="425" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="ISO 25600NR" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/iso-25600-nr.jpg" alt="" width="566" height="425" /></p>
<p style="text-align: justify;">Nah, dari hasil <em>crop</em> diatas tampak jelas kalau sensor D5100 memang dahsyat. Paling tidak, sampai ISO 1600 dan cukup cahaya bisa didapat hasil foto yang masih rendah noise. Pada ISO 3200 barulah noise tampak mulai mengganggu, tapi masih cukup layak untuk dilihat. Pada ISO maksimal 6400 noise yang muncul bisa dibilang setara dengan ISO 400 pada kamera saku, dimana detil foto tampak menurun dan noise terlihat lebih berwarna-warni (<em>chroma noise</em>). ISO Hi-1 dan Hi-2 disediakan untuk kebutuhan marketing saja, supaya terdengar keren. Kenyataannya, ISO setinggi ini tidak cocok diberikan pada kamera DSLR dengan sensor APS-C. Upaya mengurangi noise di kamera (atau di komputer) memang berhasil mengurangi <em>chroma noise </em>namun secara bersamaan juga mengurangi detail yang ada pada gambar.</p>
<p style="text-align: justify;">Fitur <em>Effect mode</em> pun beberapa diantaranya menurut kami bakal berguna suatu saat, seperti misalnya memilih satu warna dan lainnya dibuat monokrom tidak lagi dilakukan di komputer, melainkan bisa diatur sebelum memotret. Dengan memilih menjaga warna merah, maka kita bisa membuat warna selain merah jadi monokrom seperti foto berikut ini :</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/red-flower.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4583" style="margin-left: 100px; margin-right: 100px;" title="red flower" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2012/02/red-flower.jpg?w=338&amp;h=450" alt="" width="270" height="360" /></a></p>
<h3 style="text-align: justify;">Kesimpulan</h3>
<p style="text-align: justify;">Kesimpulannya D5100 memang unggul dalam urusan sensor CMOS-nya, khususnya saat berhadapan dengan kontras tinggi atau saat memakai ISO tinggi. Kombinasi antara <em>Expeed2 </em>14 bit, fitur HDR dan <em>Active D-Lighting</em> akan banyak membantu menyelamatkan detil di area terang sekaligus area gelap. ISO 6400 yang notabene adalah ISO maksimal normal pun masih layak dipakai, plus bonus ada ISO ekspansi sampai ISO 25600 bila terpaksa (dan ada juga effect <em>Night Vision</em> yang bisa memotret di kondisi sangat minim cahaya, tapi hasilnya hitam putih). Efek lainnya pun menarik seperti efek miniatur (<em>toy camera</em>) atau <em>selective color</em>. Kami juga suka dengan layar LCD lipatnya yang tajam dan memudahkan saat memotret atau merekam video dalam berbagai <em>angle</em>. Hasil foto yang bagus dengan fitur lengkap ini toh tidak harus menjadikan kamera ini besar dan berat. D5100 tetap mungil, ringan dan sepintas mirip dengan D3100 yang sama-sama kamera pemula.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu apa komprominya? Sebagai kamera seharga 7 juta, agak sayang memang kalau D5100 ini cuma dianggap kamera pemula yang mungkin akan dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Apalagi di harga 8,4 juta ada Canon EOS 60D kit sebagai pesaing terdekat sederet fitur semi pro, atau di harga 6,5 juta ada Canon EOS 600D kit yang bisa mengganggu penjualan Nikon D5100. Andaikata D5100 punya beberapa tombol akses langsung ke WB, ISO atau AF mode, tentu lebih menyenangkan. Lalu limitasi pilihan lensa yang bisa auto fokus tetap menjadi pengalaman yang tidak enak bagi pemakai D5100 (banyak lensa Nikon lama seperti lensa AF atau AF-D yang bagus dan murah di pasaran, baru atau bekas, kalau dipasang di D5100 hanya bisa manual fokus). Nikon juga belum membolehkan pemakai D5100 untuk mengatur flash eksternal secara <em>wireless</em> (padahal Canon EOS 600D bisa) dan belum bisa memilih nilai Kelvin dari <em>White Balance</em> secara manual (meski preset WB dan <em>color shift</em> di pengaturan WB cukup canggih). Terakhir, Nikon semestinya memberikan kebebasan pemakai D5100 untuk mengatur shutter dan aperture saat merekam video, mengingat fitur video di D5100 sudah sangat baik (bila ditinjau dari resolusi video, mode fokus kontinu AF-F dan pengaturan audionya).</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-family: mceinline;">Bila anda menyukai review ini dan ingin membantu kami untuk menghidupi situs ini, anda bisa melakukan donasi atau membeli kamera melalui kami. Caranya bisa dilihat <a title="Donasi" href="http://kamera-gue.web.id/support-us/" target="_blank">disini</a>.</span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2011/04/05/nikon-d5100-diluncurkan-plus-night-vision-dan-hdr-mode/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikon D5100 diluncurkan, plus Night Vision dan HDR mode'>Nikon D5100 diluncurkan, plus Night Vision dan HDR mode</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2011/02/09/nikon-coolpix-p300-kamera-mungil-dengan-lensa-f18/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikon Coolpix P300, kamera mungil dengan lensa f/1.8'>Nikon Coolpix P300, kamera mungil dengan lensa f/1.8</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/08/19/nikon-d3100-dslr-nikon-pertama-dengan-fitur-full-hd-movie/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikon D3100, DSLR Nikon pertama dengan fitur full-HD movie'>Nikon D3100, DSLR Nikon pertama dengan fitur full-HD movie</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2012/02/19/review-nikon-d5100-kamera-dslr-dengan-fitur-lengkap-dalam-bodi-yang-mungil/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nikon hadirkan DSLR Full Frame D800 dengan sensor 36 MP</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2012/02/07/nikon-hadirkan-dslr-full-frame-d800-dengan-sensor-36-mp/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2012/02/07/nikon-hadirkan-dslr-full-frame-d800-dengan-sensor-36-mp/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 15:17:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kamera DSLR]]></category>

		<category><![CDATA[CMOS]]></category>

		<category><![CDATA[D800]]></category>

		<category><![CDATA[full-frame]]></category>

		<category><![CDATA[FX]]></category>

		<category><![CDATA[Nikon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=1818</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Perang resolusi megapiksel belum usai, setidaknya bagi kamera bersensor <em>full frame</em>. Bila sebelumnya kita tahu kalau Nikon D3x sudah mencapai resolusi 24 MP (mengalahkan Canon dengan 21 MP), maka seakan belum puas, Nikon akhirnya meluncurkan satu lagi kamera dengan sensor CMOS resolusi 36 MP. Sambutlah <strong>Nikon D800</strong>, kamera DSLR format FX yang menjadi penerus D700 dengan mengutamakan resolusi ekstra tinggi dan kemampuan merekam video tingkat lanjut. Seperti apa spesifikasi dari kamera seharga hampir 30 juta rupiah ini? </p>


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2012/02/19/review-nikon-d5100-kamera-dslr-dengan-fitur-lengkap-dalam-bodi-yang-mungil/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review Nikon D5100, kamera DSLR dengan fitur lengkap dalam bodi yang mungil'>Review Nikon D5100, kamera DSLR dengan fitur lengkap dalam bodi yang mungil</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/02/09/lensa-wide-baru-dari-nikon-untuk-dslr-format-fx/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lensa wide baru dari Nikon untuk DSLR format FX'>Lensa wide baru dari Nikon untuk DSLR format FX</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/01/02/daftar-lengkap-kamera-dslr-canon-dan-nikon/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon'>Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Perang resolusi megapiksel belum usai, setidaknya bagi kamera bersensor <em>full frame</em>. Bila sebelumnya kita tahu kalau Nikon D3x sudah mencapai resolusi 24 MP (mengalahkan Canon dengan 21 MP), maka seakan belum puas, Nikon akhirnya meluncurkan kamera dengan sensor CMOS 36 MP. Sambutlah <strong>Nikon D800</strong>, kamera DSLR format FX yang menjadi penerus D700 dengan mengutamakan resolusi ekstra tinggi dan kemampuan merekam video tingkat lanjut. Seperti apa spesifikasi dari kamera seharga hampir 30 juta rupiah ini? Simak berita selengkapnya berikut ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1820" style="margin-left: 50px; margin-right: 50px;" title="d800" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/02/d800-400x340.jpg" alt="d800" width="400" height="340" /></p>
<p style="text-align: justify;">Nikon D800 memiliki sensor yang sejenis dengan kamera yang juga belum lama diluncurkan yaitu Nikon D4, keduanya memakai sensor FX atau <em>full frame</em> alias setara dengan ukuran film 35mm sehingga tidak ada istilah <em>crop factor</em> terhadap lensa yang dipasang. Namun saat D4 mempertahankan resolusi 16 MP, pada D800 ini Nikon memilih memberi sensor dengan resolusi amat tinggi. Artinya jelas, D4 ditujukan untuk profesional yang mengutamakan kecepatan seperti jurnalis dan wartawan olahraga, sedangkan D800 lebih ditujukan untuk pecinta landscape atau pemakaian di studio.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/02/d800b.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1821" style="margin-left: 50px; margin-right: 50px;" title="d800b" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/02/d800b-400x330.jpg" alt="d800b" width="400" height="330" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Selain sensor dan movie, tidak banyak yang bisa ditingkatkan dari D700 yang sudah sangat bagus. D800 memiliki 51 titik AF yang 15 diantaranya bertipe <em>cross type</em>. Soal metering sudah semakin ditingkatkan dengan memakai modul berisi 91 ribu piksel metering yang akurat. Nikon menyatakan kalau shutter unit di D800 telah lolos uji sampai 200 ribu kali jepret. Bodi D800 pun kokoh dengan bahan magnesium alloy dan seal tahan cuaca. Layar LCD yang dipakai di D800 sudah sangat besar yaitu 3,2 inci namun tetap saja tampak relatif kecil dibanding bodi D800 yang besar. Untuk media simpan Nikon menyediakan dua slot dengan satu jenis SD card dan satu lagi jenis CF card (bukan XQD card seperti di D4).</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/02/d800top.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1822" style="margin-left: 50px; margin-right: 50px;" title="d800top" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/02/d800top-313x350.jpg" alt="d800top" width="313" height="350" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai konsekuensi pemakaian sensor resolusi amat tinggi, kemampuan ISO pada D800 juga dibatasi. Rentang ISO normal adalah 100-6400 meski bisa dinaikkan hingga 25600 namun pasti akan sangat noise. Selain itu kinerja burst kamera ini juga turun dengan hanya 4 fps saja (kecuali kalau menambah <em>battery grip</em>). Masalah lain yang perlu dipikirkan adalah kamera ini perlu disandingkan dengan lensa super tajam guna memaksimalkan detil sensornya. Pemakaian lensa yang biasa saja akan membuat sensor 36 MP ini jadi mubazir karena dibatasi oleh <em>softness </em>lensa.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2012/02/19/review-nikon-d5100-kamera-dslr-dengan-fitur-lengkap-dalam-bodi-yang-mungil/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review Nikon D5100, kamera DSLR dengan fitur lengkap dalam bodi yang mungil'>Review Nikon D5100, kamera DSLR dengan fitur lengkap dalam bodi yang mungil</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/02/09/lensa-wide-baru-dari-nikon-untuk-dslr-format-fx/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lensa wide baru dari Nikon untuk DSLR format FX'>Lensa wide baru dari Nikon untuk DSLR format FX</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/01/02/daftar-lengkap-kamera-dslr-canon-dan-nikon/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon'>Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2012/02/07/nikon-hadirkan-dslr-full-frame-d800-dengan-sensor-36-mp/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lumix TZ30, kamera saku dengan zoom terpanjang saat ini</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2012/02/03/lumix-tz30-kamera-saku-dengan-zoom-terpanjang-saat-ini/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2012/02/03/lumix-tz30-kamera-saku-dengan-zoom-terpanjang-saat-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 15:25:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kamera digital]]></category>

		<category><![CDATA[GPS]]></category>

		<category><![CDATA[HD]]></category>

		<category><![CDATA[Leica]]></category>

		<category><![CDATA[lens]]></category>

		<category><![CDATA[Lumix]]></category>

		<category><![CDATA[manual]]></category>

		<category><![CDATA[superzoom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=1812</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Suatu hal yang dulu tidak terbayangkan adalah kamera saku yang punya lensa zoom yang amat panjang. Awalnya lensa pada kamera saku hanya bisa zoom dari wide 35mm hingga tele di 105mm alias 3x zoom saja, namun saat ini sudah banyak kamera dengan zoom mulai dari 24mm hingga ratusan mili dalam bentuk yang tetap kecil. Sebuah terobosan dilakukan Panasonic dengan meluncurkan kamera saku Lumix TZ30 (ZS20) dengan lensa Leica 20x zoom yang tercatat sebagai kamera saku dengan lensa zoom terpanjang saat ini.</p>


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/09/02/lumix-dmc-gf1-satu-lagi-kamera-saku-berformat-micro-four-thirds/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lumix DMC-GF1, satu lagi kamera saku berformat Micro Four Thirds'>Lumix DMC-GF1, satu lagi kamera saku berformat Micro Four Thirds</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2011/01/08/olympus-xz-1-kamera-saku-serius-dengan-lensa-f18/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Olympus XZ-1, kamera saku serius dengan lensa f/1.8'>Olympus XZ-1, kamera saku serius dengan lensa f/1.8</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/09/23/panduan-lengkap-memilih-kamera-saku-superzoom/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Panduan lengkap memilih kamera saku superzoom'>Panduan lengkap memilih kamera saku superzoom</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Suatu hal yang dulu tidak terbayangkan adalah kamera saku yang punya lensa zoom yang amat panjang. Awalnya lensa pada kamera saku hanya bisa zoom dari wide 35mm hingga tele di 105mm alias 3x zoom saja, namun saat ini sudah banyak kamera dengan zoom mulai dari 24mm hingga ratusan mili dalam bentuk yang tetap kecil. Sebuah terobosan dilakukan Panasonic dengan meluncurkan kamera saku Lumix TZ30 (ZS20) dengan lensa Leica 20x zoom yang tercatat sebagai kamera saku dengan lensa zoom terpanjang saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/02/lumix-tz30.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1813" style="margin-left: 50px; margin-right: 50px;" title="lumix-tz30" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/02/lumix-tz30-400x250.jpg" alt="lumix-tz30" width="280" height="175" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/02/lumix-tz30.jpg"></a>Pertanyaan yang cukup menarik adalah apakah kita memang betul-betul memerlukan kamera saku dengan lensa zoom yang teramat panjang? Mungkin ada beberapa yang suka berkreasi dengan fokal lensa tele sehingga terobsesi untuk mencari kamera dengan lensa yang zoomnya panjang. Untuk mereka yang seperti itu boleh mencoba memiliki kamera mungil dengan fitur lengkap ini, yaitu Lumix TZ30 yang harganya sekitar 3 jutaan. Lensa yang dimilikinya sangat panjang untuk ukuran kamera saku, yaitu bermula dari 24mm dan berakhir di 480mm atau setara dengan 20x zoom optikal.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/02/lumix-tz30top.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1814" style="margin-left: 50px; margin-right: 50px;" title="lumix-tz30top" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/02/lumix-tz30top-400x229.jpg" alt="lumix-tz30top" width="280" height="160" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai konsekuensi dari fokal lensa yang panjang ini, bukaan diafragma maksimum kamera TZ30 jadi mengecil dengan f/3.3 hingga f/6.4 sehingga untuk memakainya perlu mendapat cukup cahaya atau menaikkan ISO. Kondisi akan semakin rumit saat kita dihadapkan pada kenyataan bahwa menggenggam kamera saku sangat rentan goyang, sedikit saja getaran tangan saat memotret (apalagi pada fokal tele) akan mengacaukan hasil fotonya, walaupun fitur OIS diaktifkan. Tapi paling tidak kemampuan zoom dari lensa Leica ini perlu diapresiasi, terlebih bukan hal yang mudah mendesain lensa berkualitas namun punya zoom panjang dan bentuk cukup kecil.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/02/lumix-tz30b.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1815" style="margin-left: 50px; margin-right: 50px;" title="lumix-tz30b" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/02/lumix-tz30b-400x241.jpg" alt="lumix-tz30b" width="280" height="169" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Fitur lain yang dimiliki kamera TZ30 cukup menarik seperti sensor MOS 14 MP yang disempurnakan untuk menekan noise, Nano lens coating untuk ketajaman dan ketahanan terhadap <em>flare</em>, manual mode P/A/S/M, GPS terintegrasi dan disediakan juga peta dalam bentuk DVD, progressive full HD stereo, dan layar LCD 3 inci yang bisa disentuh untuk mengatur fokus, mengakses peta hingga memotret.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/09/02/lumix-dmc-gf1-satu-lagi-kamera-saku-berformat-micro-four-thirds/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lumix DMC-GF1, satu lagi kamera saku berformat Micro Four Thirds'>Lumix DMC-GF1, satu lagi kamera saku berformat Micro Four Thirds</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2011/01/08/olympus-xz-1-kamera-saku-serius-dengan-lensa-f18/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Olympus XZ-1, kamera saku serius dengan lensa f/1.8'>Olympus XZ-1, kamera saku serius dengan lensa f/1.8</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/09/23/panduan-lengkap-memilih-kamera-saku-superzoom/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Panduan lengkap memilih kamera saku superzoom'>Panduan lengkap memilih kamera saku superzoom</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2012/02/03/lumix-tz30-kamera-saku-dengan-zoom-terpanjang-saat-ini/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Enggan bikin mirrorless, Canon hadirkan Powershot G1 X</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2012/01/20/enggan-bikin-mirrorless-canon-hadirkan-powershot-g1-x/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2012/01/20/enggan-bikin-mirrorless-canon-hadirkan-powershot-g1-x/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 16:55:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kamera digital]]></category>

		<category><![CDATA[Canon]]></category>

		<category><![CDATA[G1X]]></category>

		<category><![CDATA[Powershot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=1803</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kamera <em>mirrorless</em>, atau kamera yang bisa berganti lensa namun tanpa cermin, sudah semakin populer. Alih-alih membuat kamera <em>mirrorless</em>, Canon justru memperkenalkan kamera saku Powershot seri G dengan sensor ekstra besar, sangat besar untuk ukuran kamera saku yang lensanya tidak bisa dilepas. Sambutlah Canon <strong>Powershot G1 X</strong>, kamera yang bentuknya mirip dengan Powershot G12 namun sangat berbeda dalam hal ukuran sensornya. Apakah keputusan Canon ini tepat? Baca dan tuliskan pendapat anda.</p>


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/06/29/canon-powershot-sx200is-mungil-dan-powerful/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Canon Powershot SX200IS, mungil dan powerful'>Canon Powershot SX200IS, mungil dan powerful</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/08/20/banjir-kamera-baru-canon-powershot/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Banjir kamera baru Canon PowerShot'>Banjir kamera baru Canon PowerShot</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kamera <em>mirrorless</em>, atau kamera yang bisa berganti lensa namun tanpa cermin, sudah semakin populer. Alasannya kamera format ini bisa memberikan kualitas hasil foto yang sebaik kamera DSLR, bisa berganti lensa seperti DSLR namun dengan meniadakan cermin maka ukurannya bisa dibuat sekecil kamera saku. Bagi pemain besar DSLR seperti Canon dan Nikon, terjun di bisnis ini akan berpotensi mematikan penjualan DSLR mereka sendiri. Tak heran kalau Nikon lantas membuat kamera <em>mirrorless</em> mereka dengan sensor kecil, dan Canon bahkan tidak kunjung membuat kamera <em>mirrorless</em> apapun, setidaknya sampai saat ini. Canon justru memperkenalkan kamera saku Powershot seri G dengan sensor ekstra besar, sangat besar untuk ukuran kamera saku yang lensanya tidak bisa dilepas. Sambutlah Canon <strong>Powershot G1 X</strong>, kamera yang bentuknya mirip dengan Powershot G12 namun sangat berbeda dalam hal ukuran sensornya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/01/g1xsensor.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1805" style="border-style: initial; border-color: initial;" title="g1xsensor" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/01/g1xsensor-400x212.jpg" alt="g1xsensor" width="400" height="212" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/01/g1xsensor.jpg"></a>Bodi Canon Powershot G1 X bahkan lebih bongsor dari kebanyakan kamera <em>mirrorless</em>. Bila dilihat dari ukuran sensornya, G1 X bahkan punya sensor yang lebih besar dari Four Thirds milik Olympus dan Panasonic, sensor G1 X hanya sedikit lebih kecil dari sensor APS-C, yaitu dengan diagonal 1,5 inci. Sebagai kamera dengan lensa yang tidak bisa dilepas, insinyur pembuat G1 X harus berjuang mencari kombinasi terbaik antara ukuran dan fokal lensa khususnya nilai aperture. Hal ini mungkin mudah untuk sensor kamera saku biasa yang kecil (1/2.3 inci) namun sangat tidak mudah untuk sensor sebesar 1,5 inci. Maka itu lensa G1 X dengan fokal 28-112mm f/2.8-5.8 adalah jawabannya. Jadi lupakan soal wideangle 24mm atau bukaan besar saat telefoto, untuk itu banyak kamera saku lain yang sensornya kecil.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1804" title="canon-g1-x" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/01/canon-g1-x-400x266.jpg" alt="canon-g1-x" width="400" height="266" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Sensor besar yang dipakai canon G1 X membawa beberapa konsekuensi positif maupun negatif. Sisi baiknya jelas, hasil foto akan bersih dari noise pada pemakaian ISO yang lebih tinggi, layaknya kamera DSLR pada umumnya. Selain itu sensor besar juga akan membuat </span><em>bokeh</em><span> yang lebih baik, dengan latar belakang yang blur. Setidaknya inilah alasan kenapa orang enggan memakai kamera saku yang sensornya kecil. Canon sepertinya ingin menunjukkan bahwa kalau hanya ingin mendapat hasil foto yang bagus, seseorang tidak harus membeli DSLR atau kamera </span><em>mirrorless</em><span> dan berinvestasi dengan beragam lensa yang mahal.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/01/powershot-g1x_rear.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1807" title="powershot-g1x_rear" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2012/01/powershot-g1x_rear-400x266.jpg" alt="powershot-g1x_rear" width="400" height="266" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Secara umum fitur yang dimiliki kamera Canon G1 X sepadan dengan harganya di kisaran 7 jutaan, seperti bodi yang kokoh, flash hot shoe, layar LCD 3 inci yang bisa dilipat, manual eksposur lengkap dengan roda kompensasi eksposur, built-in ND filter, ISO 12800, 14 bit RAW dan full HD stereo dengan kemampuan fokus kontinu (tidak seperti pada DSLR Canon) tapi belum ada info apakah G1 X bisa melakukan zoom optik saat merekam video. Kecepatan <em>burst </em>G1 X agak mengecewakan dengan 4.5 fps sampai 6 gambar, lalu melambat sampai 1,9 fps saja. Bila dipakai untuk memotret, baterai G1 X bisa bertahan sampai 250 kali jepret, sebuah angka yang cukup biasa saja. Terdapat jendela bidik optik yang umum dijumpai di kamera seri G lainnya, meski bukanlah jendela bidik seperti pada DSLR sehingga memungkinkan kesalahan paralaks saat mengkomposisikan gambar melalui jendela bidik ini.</span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/06/29/canon-powershot-sx200is-mungil-dan-powerful/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Canon Powershot SX200IS, mungil dan powerful'>Canon Powershot SX200IS, mungil dan powerful</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/08/20/banjir-kamera-baru-canon-powershot/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Banjir kamera baru Canon PowerShot'>Banjir kamera baru Canon PowerShot</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2012/01/20/enggan-bikin-mirrorless-canon-hadirkan-powershot-g1-x/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

