<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0">
<channel>
<title>RSS Feed</title>
<link>https://www.unesa.ac.id/</link>
<description>RSS Feed</description>
<language>id-id</language>
<copyright>www.unesa.ac.id</copyright>
<lastBuildDate>Tue, 30 Jun 2026 13:46:41</lastBuildDate>
<generator>feed_domain (info@unesa.ac.id)</generator>
<item>
  <id>9080</id>
  <title>Unesa dan UTP Surakarta Sharing Tata Kelola PPG yang Berdampak menuju Indonesia Emas 2045</title>
  <description>  Unesa.ac.id., SURABAYA—Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menjadi rujukan perguruan tinggi penyelenggara PPG di Indonesia. Kali ini, tim program PPG Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta benchmarking terkait PPG ke Unesa yang berlangsung di Auditorium Gedung PPG, Kampus II Lidah Wetan, pada Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengelola PPG UTP bersama 58 mahasiswa yang terdiri atas 30 mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) serta 28 mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Kepala Badan Pendidikan Profesi Guru (BPPG) Unesa, Dr. Fatkur Rohman Kafrawi, M.Pd., mengatakan bahwa pertemuan tersebut bertujuan mempelajari berbagai praktik baik yang telah dikembangkan PPG Unesa, baik dari aspek akademik, tata kelola, maupun sarana pendukung pembelajaran. Mahasiswa ingin melihat langsung fasilitas PPG Unesa yang menjadi salah satu keunggulan kami, mulai dari laboratorium micro-teaching, ruang podcast, layanan bimbingan konseling, hingga laboratorium kebugaran.  Tidak hanya aspek akademik, benchmarking juga membahas tata kelola administrasi dan keuangan penyelenggaraan PPG agar proses pembelajaran berjalan optimal sekaligus sesuai dengan regulasi dan pertanggungjawaban yang berlaku. "Kami menyambut baik seluruh LPTK untuk saling berdiskusi dan berbagi praktik baik. Meski saat ini Unesa menjadi tujuan benchmarking, kami juga terus belajar dari inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi lain, baik negeri maupun swasta," ucapnya. Dalam sesi kuliah umum, para mahasiswa mendapatkan materi bertajuk ‘Berpikir Komputasional dan Pemrograman bagi Guru Profesional’ dan mengikuti focus group discussion atau FGD masing-masing bidang yang membahas berbagai aspek penyelenggaraan PPG, mulai bidang akademik, teknologi informasi, hingga pelaksanaan PPL. Kasubdit Global Partnership and Promotion Unesa, Prof. Slamet Setiawan M.A., Ph.D., menegaskan bahwa Unesa terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai institusi dalam mewujudkan kampus yang berdampak.  "Setiap perguruan tinggi memiliki keunggulan masing-masing. Karena itu, mari saling belajar dan berbagi pengalaman untuk meningkatkan kualitas lembaga. Unesa selalu terbuka untuk bekerja sama, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional. Kerja sama itu harus membawa dampak nyata bagi masyarakat maupun institusi," tuturnya. Wakil Dekan FKIP UTP Surakarta, Arif Rohman Hakim, mengungkapkan bahwa Unesa dipilih sebagai tujuan benchmarking karena dinilai memiliki pengalaman dan kualitas yang baik dalam penyelenggaraan PPG. "Unesa menjadi salah satu rujukan kami di bidang pendidikan. Banyak inovasi pendidikan yang kami pelajari dari Unesa. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut, baik dalam bidang riset, pengelolaan jurnal, maupun peningkatan kualitas penyelenggaraan PPG, mulai dari tata kelola, administrasi, hingga pengembangan penciri PPG di UTP," katanya. ][ *** Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP) Editor: @zam* Foto: Tim Humas Unesa   </description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/unesa-dan-utp-surakarta-sharing-tata-kelola-ppg-yang-berdampak-menuju-indonesia-emas-2045</link>
  <pubDate>Mon, 29 Jun 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-29-06-2026-03-37-55-7943.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/unesa-dan-utp-surakarta-sharing-tata-kelola-ppg-yang-berdampak-menuju-indonesia-emas-2045</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>248</views>
</item>
<item>
  <id>9079</id>
  <title>Unesa Gandeng Peradi Surabaya terkait Penguatan Tata Kelola Lembaga dan Program Akademik Mahasiswa</title>
  <description>  Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Surabaya melakukan penandatanganan kerja sama strategis sekaligus menggelar seminar hukum bertajuk "Bolehkah Kebijakan Dikriminalisasi?". Agenda yang berlangsung di Gedung Rektorat Unesa Kampus II Lidah Wetan pada Senin, 29 Juni 2026 ini menjadi langkah nyata Unesa dalam mempercepat kemandirian institusi guna memastikan setiap kebijakan yang diambil tetap berada dalam koridor hukum. Wakil Rektor Bidang Hukum, Ketalaksanaan, Keuangan, Sumber Daya, dan Usaha Unesa, Prof. Dr. Bachtiar Syaiful Bachri, M.Pd., menyoroti bahwa dunia hukum saat ini tengah menghadapi dinamika besar akibat pesatnya perkembangan teknologi. Oleh karena itu, penegak hukum dan akademisi dituntut untuk terus memperbarui kompetensi agar mampu menghadirkan solusi yang adaptif demi menjaga keseimbangan antara inovasi, keadilan, dan kepastian hukum.  “Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan Unesa dapat lebih leluasa melakukan berbagai ekspansi, seperti pengembangan kewirausahaan, pengelolaan aset kampus, serta peningkatan di bidang akademik dengan dukungan dan perlindungan hukum yang kuat,” harapnya. Setelah prosesi penandatanganan kerja sama selesai, Ketua DPC Peradi Surabaya, Hariyanto, S.H., M. Hum., memberikan pesan penting kepada para peserta seminar untuk terus giat belajar dan membaca. Pihaknya meyakini bahwa kebiasaan belajar secara konsisten akan membentuk pribadi yang semakin beradab. “Kuliah itu hadir untuk memperluas kesempatan belajar. Belajar membentuk karakter dan meningkatkan kompetensi,” ucapnya. Memasuki sesi materi, seminar ini menghadirkan pakar hukum terkemuka, Prof. Dr. Hufron, S.H., M.H., yang menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Peradi Daerah Jawa Timur sekaligus Guru Besar Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Dalam paparannya, Prof. Hufron menjelaskan bahwa latar belakang munculnya diskresi atau kebijakan khusus adalah adanya kebutuhan mendesak bagi pejabat maupun institusi untuk mengambil keputusan secara cepat, terutama ketika peraturan perundang-undangan yang ada belum jelas, masih bersifat samar, atau bahkan belum mengaturnya sama sekali.   Tujuan utama pemberian diskresi tersebut sejatinya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan pemerintahan, memberikan kepastian hukum, serta mengatasi stagnasi birokrasi demi kemanfaatan umum. Namun, pejabat tetap harus memahami batasan tipis antara wilayah administrasi dan hukum pidana. "Pada dasarnya sebuah kebijakan atau diskresi tidak dapat dikriminalisasi. Namun, kebijakan dapat bergeser menjadi tindak pidana apabila mengandung unsur kecurangan, benturan kepentingan, perbuatan melawan hukum, dan kelalaian berat," tegas Prof. Hufron. Sebagai penutup, ia mengingatkan agar setiap kebijakan yang diambil oleh pimpinan institusi tetap aman secara hukum, keputusan tersebut wajib dilandaskan pada asas-asas umum pemerintahan yang baik. Asas tersebut meliputi kepastian hukum, kemanfaatan, ketidakberpihakan, kecermatan, keterbukaan, serta prinsip tidak menyalahgunakan kewenangan (detournement de pouvoir). Melalui sinergi akbar ini, Unesa dan Peradi Surabaya berkomitmen untuk terus mengawal terciptanya iklim akademik dan usaha kampus yang progresif namun tetap taat hukum. ][ ** Reporter: Ahmad Daffa F. (FT) Editor: @zam* Foto: Tim Humas Unesa </description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/unesa-gandeng-peradi-surabaya-terkait-penguatan-tata-kelola-lembaga-dan-program-akademik-mahasiswa</link>
  <pubDate>Mon, 29 Jun 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-29-06-2026-03-06-21-5345.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/unesa-gandeng-peradi-surabaya-terkait-penguatan-tata-kelola-lembaga-dan-program-akademik-mahasiswa</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>269</views>
</item>
<item>
  <id>9078</id>
  <title>Kolaborasi Berbuah Prestasi, Mahasiswa Unesa dan Tim Hadirkan Inovasi Budidaya Jamur Berbasis AI untuk Produktivitas Petani</title>
  <description> Unesa.ac.id. SURABAYA—Satriyo Imam Arifin Wahono, mahasiswa Program Studi S-1 Sistem Informasi Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), kembali mengharumkan nama kampus di kancah internasional. Berkolaborasi dengan Muhammad Zulfan Fahmi dan Muhammad Raihan Ghani dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), tim ini sukses meraih posisi runner-up dalam ajang MAJU:ON Green Start-up Program 2026. Kompetisi inovasi dan kewirausahaan hijau berskala internasional tersebut diselenggarakan SK Innovation E&S Korea Selatan di Jakarta pada Mei 2026 lalu. Dalam ajang bergengsi tersebut, tim kolaborasi ini mengusung inovasi bertajuk "Transformasi Budidaya Jamur Tiram Berkelanjutan melalui Integrasi AI dan IoT untuk Mendukung Efisiensi Produksi dan Kemandirian Pangan." Karya ini dirancang sebagai solusi berbasis teknologi modern untuk mengatasi masalah penurunan kualitas dan produktivitas budidaya jamur tiram di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa inovasi tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi pangan nasional. Indonesia yang dulunya sempat menduduki peringkat lima besar negara pengekspor jamur di dunia, saat ini justru berbalik menjadi negara pengimpor. Menurut analisis tim, akar masalah utamanya terletak pada sulitnya menjaga stabilitas lingkungan kumbung (rumah jamur). Jamur tiram memerlukan tingkat suhu, kelembapan, dan kondisi udara yang sangat optimal agar dapat tumbuh dengan kualitas baik. “Selain itu, kondisi cuaca di Indonesia yang semakin tidak menentu juga menjadi tantangan tersendiri bagi para petani," ujar mahasiswa angkatan 2022 tersebut mengenai latar belakang risetnya.  Berangkat dari persoalan lapangan itu, Satriyo dan tim mengembangkan sistem otomasi yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan Internet of Things (IoT) untuk mengendalikan kondisi kumbung secara otomatis. Perangkat ini memanfaatkan sensor khusus untuk mendeteksi suhu, kelembapan, serta kadar karbon dioksida ($CO_2$) yang terhubung langsung dengan peladen (server). Data riil yang diperoleh dari sensor kemudian dianalisis oleh AI untuk memerintahkan tindakan penyelamatan, seperti mengaktifkan penyemprot air (sprayer), kipas angin, maupun exhaust fan agar kondisi ruangan tetap ideal. Penggunaan AI membuat sistem ini mampu mengambil keputusan secara jauh lebih presisi dibandingkan metode konvensional. Alat ini bahkan dibekali kemampuan untuk menganalisis pola pertumbuhan jamur, mendeteksi potensi risiko gagal panen sejak dini, hingga memprediksi waktu panen yang akurat agar petani dapat menyusun perencanaan distribusi bisnis dengan lebih matang. Ke depan, Satriyo berharap inovasi kumbung pintar ini dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara lebih luas di berbagai pelosok daerah. Langkah ini diharapkan mampu membantu mendongkrak kesejahteraan petani lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di era transformasi digital. ][ *** Reporter: Mochammad Ja'far Sodiq (FIP) Editor: @zam* Dokumentasi: Satriyo Imam Arifin Wahono</description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/kolaborasi-berbuah-prestasi-mahasiswa-unesa-dan-tim-hadirkan-inovasi-budidaya-jamur-berbasis-ai-untuk-produktivitas-petani</link>
  <pubDate>Mon, 29 Jun 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-29-06-2026-03-04-56-1621.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/kolaborasi-berbuah-prestasi-mahasiswa-unesa-dan-tim-hadirkan-inovasi-budidaya-jamur-berbasis-ai-untuk-produktivitas-petani</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>231</views>
</item>
<item>
  <id>9077</id>
  <title>Lulus Magister IPK 4,00, Fatimatuz Zahro Ciptakan Inovasi Pembelajaran Berbasis AR-Virtual Lab dan Inisiasi Genta Sains</title>
  <description> Unesa.ac.id. SURABAYA—Perhelatan Wisuda ke-120 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang berlangsung di Graha Unesa Kampus II Lidah Wetan pada Kamis, 25 Juni 2026, menjadi momentum pembuktian prestasi akademik bagi Fatimatuz Zahro. Lulusan Program Magister (S-2) Pendidikan Sains, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ini sukses menyandang predikat wisudawan terbaik. Gak tanggung-tanggung, ia meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dengan predikat sempurna 4,00. Inti dari capaian prestasi tersebut terletak pada tesisnya yang menghasilkan inovasi FAZAR ALIRA, sebuah perangkat pembelajaran modern yang mengintegrasikan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Laboratory. Inovasi ini dirancang khusus untuk membedah materi sistem peredaran darah manusia secara interdisipliner, yang menghubungkan konsep biologi dengan prinsip fisika seperti tekanan dan resistensi pembuluh darah. “Melalui simulasi digital ini, siswa dapat mengamati secara langsung proses penyempitan pembuluh darah akibat akumulasi lemak secara visual tanpa memerlukan fasilitas laboratorium fisik yang mahal,” ucapnya. Tidak hanya unggul di dalam kelas, Fatimatuz Zahro juga menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi dengan menginisiasi Gerakan Inovator Sains Nusantara (Genta Sains). Lembaga yang dikembangkan selama delapan bulan terakhir tersebut kini telah menjaring sekitar 200 peserta, mulai dari siswa hingga guru di wilayah Jawa Timur.   Genta Sains bergerak aktif sebagai wadah pelatihan riset dan pembuatan media pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) guna membantu para pendidik mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara efektif di sekolah masing-masing. Produktivitas risetnya selama menempuh studi magister di Unesa juga tergolong sangat mengesankan. Tercatat, ia berhasil menghasilkan 13 publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi, lima makalah konferensi internasional, lima buku ber-ISBN, serta tujuh Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Dedikasi tinggi terhadap ilmu pengetahuan ini diakui sebagai bentuk penghormatan dan persembahan tulus kepada sang ayah, yang dahulu sempat mengorbankan impian pendidikannya demi membiayai sekolah saudara-saudaranya. Keberhasilan meraih IPK sempurna dan penghargaan sebagai wisudawan terbaik ini menjadi langkah awal baginya untuk terus mengabdi sebagai tenaga pendidik. Ke depan, terdapat rencana besar untuk mengembangkan GENTA SAINS menjadi lembaga resmi yang berbadan hukum. Keyakinan kuat yang dipegang adalah bahwa riset dan inovasi harus terus berjalan sebagai instrumen evaluasi utama untuk memajukan kualitas pendidikan sains di Indonesia secara berkelanjutan.][ *** Reporter: Dinda Aulia (FBS) Editor: @zam* Dokumentasi: Fatimatuz Zahro</description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/lulus-magister-ipk-400-fatimatuz-zahro-ciptakan-inovasi-pembelajaran-berbasis-ar-virtual-lab-dan-inisiasi-genta-sains</link>
  <pubDate>Mon, 29 Jun 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-29-06-2026-03-02-10-2779.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/lulus-magister-ipk-400-fatimatuz-zahro-ciptakan-inovasi-pembelajaran-berbasis-ar-virtual-lab-dan-inisiasi-genta-sains</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>277</views>
</item>
<item>
  <id>9076</id>
  <title>BEM FBS Unesa Terjun ke Masyarakat, Hidupkan Literasi dan Seni Karawitan di Mojokerto</title>
  <description> Unesa.ac.id. SURABAYA—Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar program Bakti Abdi Mahasiswa (BAM) di Dusun Tlebuk, Desa Wiyu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada 23–29 Juni 2026.   Melalui program tersebut, mahasiswa menghadirkan pengabdian yang berfokus pada aksi pelestarian lingkungan, penguatan literasi dan bahasa, serta pengenalan seni karawitan kepada masyarakat.   Ketua BEM FBS Unesa, Ilman Zidni Mubarok, menjelaskan bahwa program BAM menjadi bentuk tanggung jawab mahasiswa dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi sekaligus respons atas kebutuhan masyarakat. Menurutnya, mahasiswa melihat masih adanya persoalan lingkungan, minimnya kreativitas pemanfaatan barang bekas, serta terbatasnya ruang edukasi bagi anak-anak di Dusun Tlebuk.   “Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu menyelesaikan persoalan lingkungan, membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan barang bekas, serta memberikan ruang edukasi bagi anak-anak,” ucapnya.   Selama pelaksanaan, BAM FBS Unesa menggelar English Fun Class, lapak baca, fun reading, mendongeng, serta sesi berbagi bersama anak-anak. Program tersebut menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus upaya menumbuhkan minat baca, kemampuan berbahasa, dan kepercayaan diri anak-anak dalam berkomunikasi.  Sementara itu, pada aspek seni dan budaya, mahasiswa memperkenalkan seni karawitan kepada anak-anak Dusun Tlebuk melalui pembelajaran langsung dan praktik bersama. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kesenian tradisional.   BAM FBS Unesa juga menaruh perhatian pada isu lingkungan melalui kegiatan kreatif berbasis daur ulang. Mahasiswa mengajak anak-anak membuat karya dari barang bekas, seperti celengan dari botol plastik, serta menggelar kerja bakti lingkungan bersama warga desa.   Kehadiran mahasiswa dalam program ini mendapat sambutan positif dari pemerintah desa. Kepala Desa Wiyu, Nur Kholis, mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang dinilai mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan pelestarian seni.   “Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan manfaat langsung kepada warga, terutama dalam bidang pendidikan dan kolaborasi pelestarian kesenian daerah. Semoga program seperti ini dapat terus berjalan dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” ujarnya.   Pembina BEM FBS Unesa, Moh. Arif Susanto, menegaskan bahwa BAM merupakan implementasi nyata semangat organisasi kemahasiswaan untuk menghadirkan program yang berdampak bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang belajar sosial bagi mahasiswa, tetapi juga wadah penerapan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, termasuk dalam bidang bahasa, seni, dan penguatan kepedulian lingkungan. ][   *** Reporter: Mochammad Ja'far Sodiq (FIP) Editor: @zam* Foto: Tim BEM FBS Unesa</description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/bem-fbs-unesa-terjun-ke-masyarakat-hidupkan-literasi-dan-seni-karawitan-di-mojokerto</link>
  <pubDate>Sun, 28 Jun 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-29-06-2026-02-59-56-8417.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/bem-fbs-unesa-terjun-ke-masyarakat-hidupkan-literasi-dan-seni-karawitan-di-mojokerto</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>227</views>
</item>
<item>
  <id>9075</id>
  <title>Perkuat Internasionalisasi, Unesa Paparkan Program Unggulan dalam Forum Pendidikan Tinggi RIâ€”RRT</title>
  <description> Unesa.ac.id., SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memperkenalkan berbagai program internasional dan keunggulan akademiknya dalam webinar Internasionalisasi Pendidikan Tinggi Republik Indonesia—Republik Rakyat Tiongkok (RI–RRT) yang diselenggarakan pada Sabtu, 27 Juni 2026. Forum strategis ini menjadi wadah untuk memperkuat jejaring kerja sama pendidikan tinggi sekaligus memperluas peluang mobilitas akademik dan pertukaran budaya antara kedua negara. Direktur Urusan Internasional Unesa, Asrori, memaparkan berbagai program internasional unggulan, peluang kerja sama global, informasi beasiswa, hingga bentuk dukungan akademik yang disiapkan kampus bagi mahasiswa asing. Unesa sendiri menyediakan dua skema pembelajaran bagi mahasiswa internasional, yaitu degree program (gelar) dan non-degree program (non-gelar). Untuk skema non-degree, program yang ditawarkan sangat variatif meliputi Summer Course, International Credit Transfer (ICT), International Teaching Practice (ITP), Sit-in Program, Internship Program, Tailor-made Program, serta Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Salah satu program yang menjadi ujung tombak Unesa bagi mahasiswa asing ialah Program BIPA. Program tersebut dirancang secara khusus untuk memfasilitasi mahasiswa luar negeri agar tidak hanya mahir berbahasa Indonesia, tetapi juga mengenal kebudayaan nusantara secara interaktif melalui berbagai aktivitas lapangan. "Melalui Program BIPA, kami ingin mahasiswa internasional tidak hanya mampu berbahasa Indonesia, tetapi juga memahami budaya, karakter masyarakat, dan nilai-nilai yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Kami percaya bahwa bahasa merupakan jembatan untuk membangun kolaborasi antarbangsa," ujarnya. Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Tiongkok, Lestari Puspitaningsih, menyampaikan bahwa penyelenggaraan webinar ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Tiongkok. Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam memperluas jejaring akademik internasional, meningkatkan mobilitas mahasiswa, serta memperkuat kolaborasi dan pertukaran budaya demi terciptanya sumber daya manusia yang berdaya saing global," tutur Lestari Puspitaningsih. Atase Pendidikan Republik Rakyat Tiongkok, Chen Wu mengapresiasi hubungan diplomatik akademik yang telah terjalin harmonis selama ini. Menurutnya, mahasiswa yang menempuh studi lintas negara merupakan generasi penerus sekaligus penggerak utama dalam mempererat hubungan bilateral di masa depan. Chen Wu berharap semakin banyak mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi ke Tiongkok untuk memperluas perspektif dan meningkatkan kompetensi global, begitu pula sebaliknya bagi mahasiswa Tiongkok yang belajar di Indonesia. ][ *** Reporter: Lina Lubabatul (FBS) Editor: @zam* Foto: Tim Humas Unesa  </description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/perkuat-internasionalisasi-unesa-paparkan-program-unggulan-dalam-forum-pendidikan-tinggi-rirrt</link>
  <pubDate>Sun, 28 Jun 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-29-06-2026-02-58-27-187.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/perkuat-internasionalisasi-unesa-paparkan-program-unggulan-dalam-forum-pendidikan-tinggi-rirrt</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>241</views>
</item>
<item>
  <id>9074</id>
  <title>Unesa Sharing Best Practice Implementasi Kurikulum OBE dengan Delegasi Perguruan Tinggi Peserta Masterclass</title>
  <description> Unesa.ac.id., SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Direktorat Pendidikan dan Tranformasi Pembelajaran (DPTP) menggelar workshop bertajuk “Masterclass Kurikulum OBE” di Hotel Swiss-Bell Tunjungan, Surabaya, pada Jumat dan Sabtu, 26-27 Juni 2026. Agenda tersebut diikuti 27 peserta dari berbagai perguruan tinggi dengan tujuan berbagi pengetahuan mengenai pengembangan kurikulum berbasisi Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respon atas banyaknya permintaan dari sejumlah perguruan tinggi yang ingin mempelajari secara lebih mendalam implementasi maupun konsep kurikulum OBE yang diterapkan di Unesa. Direktur DPTP Unesa, Prof. Rooselyna Ekawati, Ph.D., menyampaikan bahwa pihak Unesa siap sharing dengan perguruan tinggi peserta untuk penguatan reformasi pendidikan di institusinya masing-masing. “Selain pendampingan, kami juga berencana mengadakan kegiatan lanjutan berupa tahap evaluasi untuk memberikan masukan sekaligus memastikan implementasi reformasi kurikulum berjalan sesuai target yang diharapkan,” ujarnya.  Pada materi pertama, Prof. Dr. Wahono Widodom, M.Si., membawakan materi bertajuk “Analisis Kebutuhan (Evaluasi Kurikulum dan Hasil Tracer Study) dan Visi Keilmuaan”. Ia menekankan bahwa pengembangan kurikulum harus difokuskan secara jelas pada hasil akhir yang ingin dicapai, sekaligus dirancang untuk mempersiapkan masa depan mahasiswa. “Dalam menyusun kurikulum, program studi tidak boleh sekedar menyusun daftar mata kuliah secara pragmatis, melainkan harus menerapkan pendekatan srategis,” papar guru besar Unesa itu. Pada materi kedua, Rooselyna Ekawati membawakan topik “Pengembangan Transformasi Kurikulum di Unesa”. Ia menjelaskan bahwa implementasi kurikulum bersifat dinamis dan terus bertransfomasi dengan menyesuaikan perubahan visi institusi, standar akreditasi, serta tuntutan zaman. Menurutnnya, kurikulum tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus sejalan dengan visi perguruan tinggi serta mengintegrasikan nilai-nilai dasar universitas ke dalam capaian pembelajaran lulusan (CPL).  Pada materi ketiga, Dr. Ir. Lusia Rakhmawati, M.T., menjelaskan topik “Perumusan CPL, Penentuan Bahan Kajian, Pembentukan Mata Kuliah, Perumusan CPMK, Strategi dan Evaluasi Pembelajaran”. Materi tersebut berfokus pada tahapan teknis dan sistemastis untuk merumuskan kurikulum OBE agar indikator pencapaiannnya benar-benar terukur. Ia menjelaskan bahwa kurikulum perlu diselaraskan sedari awal dengan standar asosiasi kelimuan, persyaratan akreditasi internasional, serta nilai-nilai universitas. Dengan demikian, progam studi tidak perlu melakukan perombakan kurikulum secara berulang di kemudian hari. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik penyusunan dokumen kurikulum yang didampingi tim DPTP Unesa. Pada hari kedua, peserta mengikuti praktik penyusunan rencana pembelajaran semester (RPS) serta monitoring dan evaluasi CPL. ][ *** Reporter: Ahmad Daffa F. (FT) Editor: @zam* Foto: Tim Humas Unesa</description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/unesa-sharing-best-practice-implementasi-kurikulum-obe-dengan-delegasi-perguruan-tinggi-peserta-masterclass</link>
  <pubDate>Sat, 27 Jun 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-29-06-2026-02-55-34-9565.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/unesa-sharing-best-practice-implementasi-kurikulum-obe-dengan-delegasi-perguruan-tinggi-peserta-masterclass</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>158</views>
</item>
<item>
  <id>9073</id>
  <title>Integrasikan AI dan Nilai Karakter, Workshop Unesa dan ACPES Bahas Terobosan Baru di Bidang Olahraga</title>
  <description> Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Unesa Global Engagement bersama Asean Council of Physical Education and Sport (ACPES) menggelar workshop internasional bertajuk “How to Plan, Enact and Evaluate Value and Life Skills-Based PE and Sports Programme Supported by Technology and AI” pada Sabtu, 27 Juni 2026. Kegiatan yang dimoderatori Chiedel San Diego, pakar dari Filipina, ini dilaksanakan secara daring melalui kanal YouTube Official Unesa dengan mempertemukan para dosen dan pendidik olahraga dari berbagai universitas untuk membahas rancangan hingga evaluasi program olahraga berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence). Pimpinan ACPES, Dr. Zason Chian, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Unesa atas terselenggaranya acara ini. Ia menjelaskan bahwa adopsi teknologi modern ke dalam dunia pendidikan merupakan hal yang terjadi secara alami, termasuk dalam lanskap Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Menurutnya, ada banyak diskusi yang telah terjadi di kehidupan sehari-hari di berbagai industri, mulai dari dunia finansial, yang melihat bagaimana AI dapat membantu pekerjaan manusia. Oleh karena itu, hal ini masuk ke dalam lanskap pendidikan secara sangat alami di berbagai disiplin ilmu. “Jadi, sekarang teknologi ini masuk ke lingkungan PJOK. Karenanya, banyak dari kita yang mengajukan pertanyaan seperti bagaimana cara melakukannya? Dan saya berharap lokakarya hari ini dapat menjawab beberapa dari pertanyaan dan tantangan kita saat ini dan ke depan,” ucapnya.  Pada sesi materi, Koh Koon Tech dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura menyoroti sejumlah tantangan nyata yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari masalah obesitas, tingginya durasi menatap layar gawai (screentime) pascapandemi, hingga dinamika lingkungan sosial. Menurutnya, mata pelajaran PJOK memiliki tanggung jawab besar yang tidak hanya membangun fisik manusia, tetapi juga membentuk nilai kehidupan secara utuh. “PJOK dan olahraga bukan hanya tentang mempromosikan gaya hidup sehat, tetapi bagaimana kita mengembangkan seseorang secara utuh melalui penanaman nilai-nilai karakter dan life skills," ujarnya. Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena tindakan tidak suportif (unsportmanlike) yang kerap terjadi dalam pertandingan. Oleh karena itu, pengajaran nilai seperti empati, integritas, dan rasa hormat harus diimplementasikan secara konkret dalam ajang olahraga. Ia mencontohkan, nilai komunikasi dapat diajarkan langsung saat latihan serangan cepat (fast break) dalam olahraga bola basket, di mana pemain dilatih untuk saling memberikan instruksi secara verbal. Nilai-nilai lapangan inilah yang nantinya menjadi bekal interaksi sosial siswa di ruang kelas maupun di tengah masyarakat luas. Selain penguatan karakter, hal menarik yang dibahas ialah penggunaan AI dalam mengevaluasi aktivitas olahraga. Koh Koon Tech menunjukkan bagaimana AI mampu merancang target pembelajaran hingga manajemen durasi latihan hanya melalui beberapa kata kunci. Salah satu sistem yang diperkenalkan adalah Coach Observation Tool (COT), aplikasi berbasis AI yang bekerja dengan cara menganalisis rekaman video aktivitas olahraga yang diunggah pengguna. Sistem kemudian akan mengeluarkan laporan observasi detail berupa diagram dan ringkasan analisis yang meliputi analisis performa, analisis kekuatan, hingga strategi perbaikan mutu latihan. *** Reporter: Aldian Lukmanul Hakim (Fisipol) Editor: @zam* Foto: Tim Humas Unesa</description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/integrasikan-ai-dan-nilai-karakter-workshop-unesa-dan-acpes-bahas-terobosan-baru-di-bidang-olahraga</link>
  <pubDate>Sat, 27 Jun 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-29-06-2026-02-53-34-5104.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/integrasikan-ai-dan-nilai-karakter-workshop-unesa-dan-acpes-bahas-terobosan-baru-di-bidang-olahraga</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>78</views>
</item>
<item>
  <id>9072</id>
  <title>Sang Ibu Gantikan Almh Anaknya Terima Ijazah, Rektor Cak Hasan Beri Beasiswa untuk Sang Adik</title>
  <description> Unesa.ac.id. SURABAYA—Riuh tepuk tangan dan raut bahagia wisudawan mendadak luruh menjadi keheningan yang menyayat hati. Di tengah deretan toga dan senyum bangga para lulusan pada gelaran wisuda ke-120 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Graha Unesa pada Kamis, 25 Juni 2026, seorang ibu berjalan perlahan menuju podium utama. Kartiwi, seorang ibu asal Kandangan, Kediri itu hadir di atas panggung megah bukan untuk merayakan kelulusan diri sendiri, melainkan untuk mewakili putri tercinta, Linda Ayu Tivani yang telah berpulang ke pangkuan Sang Pencipta tepat sebelum sempat mengenakan jubah toga yang selama ini diimpikannya. Dengan mata yang berkaca-kaca menahan bendungan air mata, Kartiwi menerima lembar ijazah dan bukti kelulusan sang putri. Lembaran kertas itu menjadi saksi bisu dari perjuangan panjang Linda yang berhasil menuntaskan seluruh kewajiban akademiknya, bahkan di saat tubuhnya harus bertaruh nyawa melawan penyakit berat dalam beberapa bulan terakhir kehidupannya. Suasana khidmat itu seketika berubah menjadi haru biru saat Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., atau yang akrab disapa Cak Hasan, juga turut menyampaikan rasa kehilangan. Mewakili seluruh keluarga besar Unesa, Cak Hasan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian Linda, yang selamanya akan tetap dicatat sebagai bagian dari keluarga besar ‘Rumah Para Juara.’ "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya salah satu mahasiswi terbaik kita. Hari ini keluarganya hadir mewakili untuk menerima bukti kelulusan yang menjadi hasil perjuangan almarhumah selama menempuh pendidikan di Unesa," ujar Cak Hasan dengan nada suara yang bergetar dan mata yang berkaca. Namun, Unesa tidak membiarkan duka itu berjalan sendirian tanpa harapan. Sebagai bentuk penghormatan tertinggi terhadap dedikasi belajar almarhumah, sekaligus bentuk kepedulian lembaga, Cak Hasan memberikan kejutan yang dapat meringankan beban keluarga. Unesa secara resmi memberikan jaminan beasiswa penuh kepada adik kandung Linda, Carolina Anjelin Valeta (16), yang saat ini masih duduk di bangku kelas XI SMA. "Nanti adiknya akan kami beri beasiswa untuk melanjutkan studi di Unesa setelah lulus sekolah. Kami berharap ia bisa meneruskan cita-cita dan semangat kakaknya dalam menempuh pendidikan," tutur Guru Besar FIKK Unesa tersebut. Mendengar keputusan itu, Kartiwi menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Baginya dan keluarga di desa, pendidikan tinggi adalah barang mewah yang harus ditebus dengan keringat setiap harinya. Kehadiran beasiswa untuk anak bungsunya bagaikan oase di tengah gurun duka keluarganya. "Terima kasih. Beasiswa untuk anak saya ini menjadi simbol kepedulian sekaligus semangat untuk melanjutkan semangat almarhumah melalui adiknya. Sekali lagi terima kasih banyak,” ucapnya sembari mengusap air mata. Di sudut ruangan, Kartiwi sempat mengenang kembali hari-hari terakhir bersama putri sulungnya tersebut. Segalanya berjalan begitu cepat. Awalnya, Linda hanya mengeluhkan batuk berkepanjangan yang tidak kunjung sembuh. Namun, takdir berkata lain saat hasil pemeriksaan medis di rumah sakit menunjukkan kenyataan yang jauh lebih pahit. "Setelah rontgen, paru-parunya sudah memutih sebelah. Dokter bilang ada cairan yang harus diambil. Sore hari setelah ambil hasil rontgen, langsung opname," kenang Kartiwi menutup cerita penuh ketegaran tersebut. Ijazah Linda kini telah berada di tangan sang ibu. Meski raganya telah tiada, semangat dan mimpi besarnya untuk mengubah nasib keluarga kini resmi diestafetkan kepada sang adik, tumbuh kembali menjadi harapan baru di bawah naungan kampus Unesa.][ *** Reporter: Medina Azzahrah (FBS), dan Dinda Auliya (FBS) Editor: @zam* Foto: Tim Humas Unesa</description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/sang-ibu-gantikan-almh-anaknya-terima-ijazah-rektor-cak-hasan-beri-beasiswa-untuk-sang-adik</link>
  <pubDate>Fri, 26 Jun 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-26-06-2026-10-06-58-8687.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/sang-ibu-gantikan-almh-anaknya-terima-ijazah-rektor-cak-hasan-beri-beasiswa-untuk-sang-adik</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>290</views>
</item>
<item>
  <id>9071</id>
  <title>Unesa Berangkatkan Delegasi Terbaik dalam Jambore dan Olimpiade Bela Negara 2026</title>
  <description>  Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (DPPIS) memberangkatkan delegasi untuk mengikuti Jambore dan Olimpiade Bela Negara di UPN Veteran Yogyakarta. Prosesi pelepasan kontingen ini berlangsung dengan khidmat di Lobi Rektorat Unesa, Kampus II Lidah Wetan, Surabaya, pada Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan berskala nasional ini berlangsung selama tiga hari. Di sana, para delegasi akan mengikuti serangkaian agenda, mulai dari forum diskusi penyelesaian masalah (problem solving) antar-perguruan tinggi terkait isu bela negara dan ketahanan bencana, simulasi penanganan bencana, hingga berbagai kompetisi seperti lomba fotografi, sketsa, dan kuis bela negara. Untuk ajang ini, Unesa mengirimkan delegasi yang beranggotakan lima mahasiswi yang berasal dari sejumlah program studi. Delegasi tersebut merupakan kader pilihan dari tiga UKM binaan Direktorat PPIS. UKM tersebut di bawah naungan SMCC, yaitu UKM Ankasa, UKM Cakra Harmoni, dan UKM Peduli Kemanusiaan. Direktur PPIS Unesa, Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, M.Ag., menyampaikan bahwa partisipasi ini merupakan bagian dari kontribusi aktif Unesa dalam membangun solidaritas mahasiswa nasional di bidang kebangsaan dan kebencanaan.  Keikutsertaan Unesa tidak hanya terkait dengan kompetisi, tetapi juga membangun solidaritas antar-mahasiswa nasional. “Di jambore ini, ada dua isu utama yang akan dibahas dan didiskusikan bersama, termasuk mencari solusi masalah terkait dengan bela negara dan ketahanan bencana," ujarnya. Ia menambahkan bahwa komposisi tim yang dikirimkan memiliki latar belakang kuat di bidang bela negara dan bidang kebencanaan. Harapannya, sekembalinya dari Yogyakarta, delegasi Unesa mampu membawa pulang pengalaman berharga dan membantu menginternalisasikan nilai-nilai wawasan kebangsaan serta mitigasi bencana kepada seluruh mahasiswa Unesa. Senada dengan hal tersebut, dosen pembimbing kontingen, Dr. Aghus Sifaq, S.Or., M.Pd., menegaskan bahwa persiapan matang telah dilakukan, baik melalui latihan terstruktur bersama maupun latihan mandiri. Ia optimis tim Unesa dapat menunjukkan performa terbaik karena setiap anggota membawa keahlian khusus dari UKM asalnya masing-masing. "Unesa datang untuk memenuhi undangan Jambore dan Olimpiade Bela Negara. Kami mengirimkan perwakilan dengan skill yang berbeda-beda dari tiap UKM, tujuan perbedaan ini adalah agar mereka bisa saling mendukung satu sama lain di lapangan," pungkasnya.][ *** Reporter: Ajwa Elizia Alwi (FBS) Editor: @zam* Foto: Tim Humas Unesa </description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/unesa-berangkatkan-delegasi-terbaik-dalam-jambore-dan-olimpiade-bela-negara-2026</link>
  <pubDate>Fri, 26 Jun 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-26-06-2026-10-03-41-4834.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/unesa-berangkatkan-delegasi-terbaik-dalam-jambore-dan-olimpiade-bela-negara-2026</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>297</views>
</item>
</channel>
</rss>
