<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0">
<channel>
<title>RSS Feed</title>
<link>https://www.unesa.ac.id/</link>
<description>RSS Feed</description>
<language>id-id</language>
<copyright>www.unesa.ac.id</copyright>
<lastBuildDate>Thu, 20 Aug 2026 15:49:54</lastBuildDate>
<generator>feed_domain (info@unesa.ac.id)</generator>
<item>
  <id>9218</id>
  <title>Kabar Baik untuk Kampus Dalam dan Luar Negeri: Unesa Buka Pendaftaran Tri Metrics 2026, Pemeringkatan Bidang Disablitas, Olahraga, dan Seni</title>
  <description>  Unesa.ac.id. SURABAYA— Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Direktorat Inovasi, Pemeringkatan, dan Publikasi Ilmiah kembali membuka UNESA Tri Metrics 2026 bagi perguruan tinggi di Indonesia dan mancanegara untuk berpartisipasi dalam pengukuran bidang disabilitas, olahraga, dan seni. Pendaftaran, pengisian dan pengunggahan data dibuka Agustus hingga akhir September 2026. Pemeringkatan ini dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, kreatif, sehat, dan berkelanjutan. UNESA Tri Metrics 2026 terdiri atas tiga metrik, yakni UNESA-DIMETRIC untuk bidang disabilitas, UNESA-SPORTTRIC untuk bidang olahraga, dan UNESA-ARTRIC untuk bidang seni dan budaya. Perguruan tinggi dapat memilih mengikuti satu, dua, atau ketiga metric sesuai dengan capaian dan kekuatan institusinya masing-masing. Dengan demikian, setiap kampus memiliki ruang untuk mengembangkan sekaligus menunjukkan praktik terbaik yang dimiliki pada bidang masing-masing. UNESA-DIMETRIC (Mengukur Ekosistem Kampus yang Inklusif) UNESA-DIMETRIC atau Unesa Disability Inclusion Metric (UDIM) dimaksudkan untuk mengukur dan memantau komitmen perguruan tinggi dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif, ramah, dan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas. Metrik ini bukan sekadar pemeringkatan, melainkan bukti nyata bahwa perguruan tinggi hadir untuk semua kalangan. Metrik bidang disabilitas ini menilai enam aspek, yakni kepemimpinan dan regulasi; pendidikan, kemahasiswaan, dan alumni; penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat; pengembangan sumber daya manusia; sarana dan prasarana; serta kolaborasi dan kemitraan. Melalui instrumen ini, perguruan tinggi dapat melihat sejauh mana kebijakan, layanan, sumber daya, hingga lingkungan kampus telah mendukung pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Pendaftaran dan pengisian data dapat dilakukan di unesa-dim.unesa.ac.id. UNESA-SPORTTRIC, (Kekuatan Prestasi dan Program Keolahragaan) UNESA-SPORTTRIC berfokus pada pengembangan dan kinerja bidang keolahragaan di perguruan tinggi. Penilaian mencakup lima area utama, yakni sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kebijakan olahraga, layanan kepada masyarakat (community services), serta program-program keolahragaan. Instrumen ini memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk memetakan kekuatan sekaligus perkembangan ekosistem olahraga yang dibangun di lingkungan kampus. Pendaftaran UNESA-SPORTTRIC dilakukan melalui sporttric.unesa.ac.id.  UNESA-ARTRIC, Menguatkan Ekosistem Kreativitas dan Seni Sementara itu, UNESA-ARTRIC menjadi instrumen yang menilai hasil kreatif perguruan tinggi serta komitmennya terhadap keragaman artistik dan keberlanjutan. Kehadiran instrumen tersebut melengkapi dua metric lainnya dengan memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk menunjukkan capaian dan kontribusinya dalam pengembangan seni serta kreativitas di lingkungan kampus.  Pemeringkatan ini terdiri dari enam indikator penialiain, mulai dari Pengembangan kelembagaan seni, Sumber daya manusia di bidang seni, Penelitian dan publikasi di bidang seni, Koleksi seni dan media seni, Penyelenggaraan kegiatan seni, dan Sarana pendukung seni. Pendaftaran dan pengisian data metrik bidang seni dan budaya ini dapat dilakukan melalui artric.unesa.ac.id. Wakil Rektor III Unesa, Bambang Sigit Widodo, mengatakan ketiga instrumen tersebut dikembangkan sebagai bagian dari kerangka pemeringkatan internasional yang memungkinkan perguruan tinggi membandingkan capaian pada bidang yang belum banyak terakomodasi dalam pemeringkatan konvensional. “Tri Metrics merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem prestasi non-akademiknya dengan universitas internasional, mendapatkan pengakuan, dan berdiri bersama komunitas global yang berkembang yang berkomitmen pada ukuran keunggulan pendidikan tinggi yang lebih holistik,” ujarnya. Pengembangan Tri Metrics memiliki pijakan dari penyelenggaraan sebelumnya. Sebanyak 125 institusi pendidikan tinggi dari Indonesia dan empat negara, yakni Malaysia, Filipina, Spanyol, dan Inggris, telah berpartisipasi pada edisi sebelumnya. Tahun ini, Unesa membuka partisipasi lebih luas bagi perguruan tinggi di Indonesia maupun internasional. Unesa Tri Metrics, tidak hanya membuka ruang pemeringkatan, tetapi juga mempertemukan perguruan tinggi dalam ekosistem yang mendorong pengembangan bidang disabilitas, , olahraga, dan seni sebagai bagian dari kontribusi pendidikan tinggi dalam membangun peradaban global yang lebih ramah, sehat, dan berkelanjutan. Adapun timeline tri metric Unesa sebagai berikut:  Pengisian & Pengunggahan Data: Agustus–September 2026 Review & Penilaian: Oktober—November 2026 Pengumuman Pemenang: November 2026 Penganugerahan (Awarding): Desember 2026. []    </description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/kabar-baik-untuk-kampus-dalam-dan-luar-negeri-unesa-buka-pendaftaran-tri-metrics-2026-pemeringkatan-bidang-disablitas-olahraga-dan-seni</link>
  <pubDate>Wed, 19 Aug 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-19-08-2026-07-40-18-1318.gif</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/kabar-baik-untuk-kampus-dalam-dan-luar-negeri-unesa-buka-pendaftaran-tri-metrics-2026-pemeringkatan-bidang-disablitas-olahraga-dan-seni</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>105</views>
</item>
<item>
  <id>9217</id>
  <title>Peringatan Haornas dan Dies Natalis Unesa, Geliatkan Spirit dan Budaya Hidup Sehat dan Bugar</title>
  <description>  Unesa.ac.id. SURABAYA—Kebugaran tubuh merupakan kunci utama dalam membentuk sumber daya manusia yang hebat, tangguh, dan berdampak bagi bangsa. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus mendorong seluruh civitas akademika untuk konsisten menjaga kesehatan dan kebugaran fisik agar mampu beraktivitas secara cepat, kreatif, giat, dan produktif. Hal itu disampaikan oleh Rektor Unesa, Nurhasan, atau yang akrab disapa Cak Hasan, saat membuka agenda Kebugaran Bersama yang digagas Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK). Kegiatan yang digelar di Lapangan Atletik Kampus II Unesa Lidah Wetan pada Rabu (19/8/2026) ini diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 sekaligus memperingati Dies Natalis ke-62 Unesa. Sebagai agenda rutin tahunan, kegiatan ini selaras dengan pilar unggulan Unesa di bidang keolahragaan. Selain itu, agenda ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mengedukasi civitas akademika dan masyarakat luas tentang pentingnya menjadikan olahraga sebagai gaya hidup.  Cak Hasan menegaskan bahwa kebugaran bukan sekadar kapasitas fisik, melainkan modal utama pendukung performa sehari-hari. Dengan tubuh yang bugar, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa dipastikan dapat menjalankan aktivitas akademik dan non-akademik secara optimal. “Mahasiswa baru harus menjadi pribadi yang tangguh, berani, dan adaptif. Dengan begitu, mereka dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang hebat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa Indonesia,” ujar Cak Hasan. Senada dengan hal tersebut, Dekan FIKK Unesa, Irmantara Subagio menekankan bahwa momentum kebugaran bersama ini menjadi sarana penting untuk memelihara dan meningkatkan kebugaran civitas akademika secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan kampus.  Rangkaian acara semakin berwarna dengan digelarnya 15 Minute Run Test yang dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan TIK Unesa, Dwi Cahyo Kartiko. Tes ini dirancang khusus untuk mengukur tingkat kebugaran para dosen FIKK melalui aktivitas lari selama 15 menit. Menariknya, kegiatan ini juga menjadi panggung unjuk kompetensi bagi mahasiswa dari berbagai program studi di FIKK. Mahasiswa Prodi Gizi Unesa membagikan minuman isotonik hasil formulasi mandiri kepada para peserta lari sebagai bentuk pemulihan cairan tubuh sekaligus edukasi nutrisi olahraga. Sementara itu, mahasiswa Prodi Masase memberikan layanan pijat refleksi guna membantu pemulihan otot bagi peserta yang mengalami kelelahan atau cedera ringan. Keterlibatan lintas program studi ini membuktikan bahwa agenda kebugaran ini selain berfungsi sebagai wadah olahraga bersama dalam semangat hidup sehat dan bugar. ][ *** Reporter: Ahmad Daffa F. (FT) Editor: @zam* Foto: Tim Humas Unesa </description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/peringatan-haornas-dan-dies-natalis-unesa-geliatkan-spirit-dan-budaya-hidup-sehat-dan-bugar</link>
  <pubDate>Wed, 19 Aug 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-19-08-2026-07-38-09-4247.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/peringatan-haornas-dan-dies-natalis-unesa-geliatkan-spirit-dan-budaya-hidup-sehat-dan-bugar</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>158</views>
</item>
<item>
  <id>9216</id>
  <title>PKKMB FT Unesa Jadi Ekosistem Penguatan Kemampuan Mahasiswa yang Adaptif dan Berdaya Saing</title>
  <description>  Unesa.ac.id. SURABAYA – Sebanyak 2.957 mahasiswa baru Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) resmi mengikuti pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di Lapangan FT, Kampus I Ketintang, Surabaya, pada Selasa (18/8/2026). Rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga Jumat (21/8/2026) ini digelar untuk mencetak generasi yang adaptif, inovatif, sinergis, dan berdaya saing global. Mengusung tema “Prisma”, PKKMB FT 2026 menekankan simbol keberagaman potensi mahasiswa baru yang dipersatukan untuk saling bereksplorasi dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Dekan FT Unesa, Suparji, menyampaikan bahwa julukan Unesa sebagai “Rumah Para Juara” bukan sekadar slogan, melainkan cerminan dari jejak prestasi nyata mahasiswa di bidang akademik maupun nonakademik pada tingkat nasional dan internasional. Di hadapan ribuan peserta, ia juga menegaskan komitmen penuh fakultas dalam menghadirkan ruang belajar yang humanis. “Fakultas Teknik berkomitmen mewujudkan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan, baik berupa kekerasan verbal maupun fisik,” tegas guru besar FT tersebut. Senada dengan hal itu, Ketua Pelaksana PKKMB FT, Paramitha Nerasafitra, menjelaskan bahwa kampus adalah ruang inkubasi bagi mahasiswa untuk tumbuh secara matang dalam lingkungan akademik yang kondusif. “Hari ini menjadi momen bersejarah bagi mahasiswa baru angkatan 2026 untuk menapakkan kaki pada fase kehidupan yang lebih dewasa, membangun relasi, sekaligus mengeksplorasi berbagai pengalaman baru,” tambah dosen FT tersebut.  Selama empat hari pelaksanaan, para peserta dibekali materi komprehensif yang mencakup wawasan kehidupan berbangsa dan bernegara, penguatan literasi keuangan, peluang mobilitas internasional, kesetaraan gender dan pencegahan kekerasan, hingga pengenalan Lembaga Semi Otonom (LSO). Rangkaian kegiatan ditutup dengan malam inaugurasi dan panggung musik untuk menyemarakkan penyambutan. Materi yang variatif ini mendapat respons positif dari para peserta. Fahruddin Hudbakhtiar, mahasiswa baru S-1 Teknik Mesin, menilai pembekalan yang diberikan sangat berkesan dan memberinya ruang untuk menjalin kebersamaan dengan rekan-rekan lintas program studi. Sementara itu, Nabila Miftahul Syahputri, mahasiswa baru S-1 Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), mengutarakan optimismenya untuk aktif berorganisasi dan mengukir prestasi. “Saya ingin mengasah potensi, berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik, dan yang terpenting lulus tepat waktu,” ungkapnya. Keunikan PKKMB FT Unesa tahun ini terlihat dari tradisi pendampingan oleh organisasi mahasiswa (ormawa) di tingkat jurusan yang secara simbolis mengarak dan mengawal para mahasiswa baru menuju area fakultas, menegaskan soliditas kekeluargaan khas kampus teknik. ][ *** Reporter: Ahmad Daffa F. (FT) Editor: @zam* Foto: Tim Humas Unesa </description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/pkkmb-ft-unesa-jadi-ekosistem-penguatan-kemampuan-mahasiswa-yang-adaptif-dan-berdaya-saing</link>
  <pubDate>Wed, 19 Aug 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-19-08-2026-07-36-29-1815.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/pkkmb-ft-unesa-jadi-ekosistem-penguatan-kemampuan-mahasiswa-yang-adaptif-dan-berdaya-saing</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>232</views>
</item>
<item>
  <id>9215</id>
  <title>Bupati Madiun Ajak Maba Fisipol Unesa Internalisasi Nilai Budaya Bangsa di Tengah Gempuran Kecerdasan Artifisial</title>
  <description>  Unesa.ac.id. SURABAYA – Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengingatkan para mahasiswa baru untuk memperkuat pemahaman dan kearifan budaya lokal sebagai benteng utama dalam menghadapi gempuran serta perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kian pesat. Pesan krusial tersebut disampaikan Hari Wuryanto saat menghadiri kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Auditorium Fisipol, Kampus I Ketintang, Surabaya, pada Selasa (18/8/2026). Di hadapan ratusan mahasiswa baru Fisipol Unesa, Hari menegaskan bahwa pesatnya kemajuan teknologi digital harus diimbangi dengan penguatan karakter berbasis budaya agar generasi muda tidak kehilangan jati diri. Menurutnya, budaya merupakan warisan luhur yang menanamkan nilai integritas, etika, sopan santun, serta sikap saling menghargai.  “Budaya itu bukan agama, tetapi sebuah ajaran yang membentuk karakter anak supaya terus dijaga. Kalau mereka memahami budaya yang ada di Indonesia, insyaallah tidak terjadi permusuhan di antara kita,” ujar Hari. Ia juga menyoroti fenomena pemanfaatan AI yang kian masif di lingkungan akademik. Hari mengingatkan mahasiswa bahwa AI sejatinya hanyalah alat bantu ciptaan manusia. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut berpikir kritis serta tidak menelan mentah-mentah seluruh informasi dari teknologi tanpa filterisasi nilai dan konteks sosial budaya. “Jangan sampai panjenengan (Anda) malah percaya sepenuhnya dengan alatnya. AI itu tidak konsisten jawabannya. Jadi, tetap jadikan budaya kita sebagai benteng supaya tidak mudah terpengaruh,” tegas Bupati Madiun tersebut.  Merespons arahan tersebut, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fisipol Unesa, Muhammad Hisyam Asrofi, menilai pesan Bupati Madiun sangat relevan dengan realita mahasiswa saat ini yang rentan terjerat pola pikir serba instan akibat pesatnya arus teknologi. “Budaya menjadi identitas sekaligus benteng utama mahasiswa. Teman-teman membutuhkan filter yang kuat agar tidak terbawa arus perubahan yang tajam di era ini,” kata Hisyam. Hisyam menambahkan, kearifan lokal seperti tradisi pencak silat di Kabupaten Madiun dapat menjadi contoh nyata bagaimana identitas daerah mampu bertahan dan bersanding dengan modernisasi. Melalui pembekalan ini, mahasiswa baru Fisipol Unesa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi AI secara bijak dan kritis, sembari tetap memegang teguh kearifan lokal demi melahirkan generasi yang adaptif, berkarakter, serta berdaya saing global. ][ ** Reporter: Aldian Lukmanul Hakim (Fisipol) Editor: @zam* Foto: Tim Humas Unesa   </description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/bupati-madiun-ajak-maba-fisipol-unesa-internalisasi-nilai-budaya-bangsa-di-tengah-gempuran-kecerdasan-artifisial</link>
  <pubDate>Wed, 19 Aug 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-19-08-2026-07-34-28-4681.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/bupati-madiun-ajak-maba-fisipol-unesa-internalisasi-nilai-budaya-bangsa-di-tengah-gempuran-kecerdasan-artifisial</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>167</views>
</item>
<item>
  <id>9214</id>
  <title>Wagub Emil Dardak dan Rektor Cak Hasan Beri Penguatan Maba Unesa 5 Magetan Agar Jadi Navigator Perubahan</title>
  <description>  Unesa.ac.id. MAGETAN – Sebanyak 1.738 mahasiswa baru Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus 5 Magetan mendapatkan motivasi dan penguatan langsung dari Rektor Unesa serta Wakil Gubernur Jawa Timur. Pembekalan tersebut menjadi modal awal bagi ribuan mahasiswa baru untuk menempa diri sebagai navigator perubahan selama menempuh pendidikan tinggi. Penguatan tersebut disampaikan dalam Opening Ceremony Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unesa Kampus 5 Magetan bertajuk “Dirgantara Lengkara” di Magetan, yang berlangsung pada Selasa (18/8/2026). Di hadapan ribuan peserta yang memadati lokasi acara, Rektor Unesa, Nurhasan (Cak Hasan), membakar semangat para mahasiswa baru agar berani keluar dari zona nyaman. Ia mengingatkan bahwa peran mahasiswa di era digital bukan sekadar menuntut ilmu di dalam kelas, melainkan mengarahkan transformasi masyarakat ke arah yang lebih baik.  “Mahasiswa adalah navigator yang dapat mengarahkan transformasi luar biasa. Dengan kemajuan teknologi saat ini, manfaatkan masa kuliah untuk membangun jaringan, berani mencoba hal baru, dan jangan pernah takut gagal,” pesan Rektor yang disambut antusias oleh para peserta. Tak hanya Rektor, para mahasiswa baru Unesa Magetan juga mendapat suntikan motivasi dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, melalui tayangan video pembekalan. Emil mengajak mahasiswa untuk aktif mengasah keahlian lunak (soft skills) melalui organisasi, pengabdian masyarakat, dan kewirausahaan. Ia menekankan bahwa keberadaan para mahasiswa baru Unesa Kampus 5 Magetan sangat dibutuhkan untuk mendongkrak potensi daerah, seperti sektor pariwisata, agrobisnis, peternakan, hingga hortikultura di wilayah Magetan dan sekitarnya.  Momen PKKMB tahun ini memberikan pengalaman berkesan bagi para mahasiswa baru yang datang dari berbagai pelosok Nusantara. Keberagaman sangat terasa karena para peserta berasal dari Aceh, Riau, Bali, NTT, NTB, Maluku, Kalimantan, Bangka Belitung, hingga Merauke, bahkan terdapat mahasiswa internasional asal Johor, Malaysia. Suasana penyambutan kian meriah saat para mahasiswa baru disuguhi parade busana dan almamater dari 15 Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) sebelum acara dibuka secara resmi lewat penekanan sirine oleh jajaran pimpinan universitas. Kabar menggembirakan juga dirasakan oleh para mahasiswa yang bertugas sebagai panitia PKKMB Kampus 5 Magetan. Atas kerja keras mereka, Unesa memberikan apresiasi berupa pembebasan Biaya Kuliah Tunggal (BKT) selama satu tahun penuh. Selain itu, beasiswa penuh hingga lulus S-1 turut diserahkan kepada mahasiswa berprestasi dari daerah terdepan, termasuk mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT). ][ *** Penulis: Tim Humas Unesa Magetan Pengolah: Puput Editor: @zam* Foto: Tim Humas Unesa Magetan     </description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/wagub-emil-dardak-dan-rektor-cak-hasan-beri-penguatan-maba-unesa-5-magetan-agar-jadi-navigator-perubahan</link>
  <pubDate>Wed, 19 Aug 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-19-08-2026-07-32-11-3782.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/wagub-emil-dardak-dan-rektor-cak-hasan-beri-penguatan-maba-unesa-5-magetan-agar-jadi-navigator-perubahan</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>69</views>
</item>
<item>
  <id>9213</id>
  <title>Mahasiswa Baru Unesa 5 Magetan Dibekali Pencegahan Kekerasan hingga Triple Readiness</title>
  <description>  Unesa.ac.id. MAGETAN – Ratusan mahasiswa baru Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus 5 Magetan mendapatkan pembekalan komprehensif mengenai strategi menciptakan lingkungan kampus bebas kekerasan serta kesiapan menghadapi tantangan era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Edukasi mengenai pencegahan perundungan, pemanfaatan AI secara bijak, hingga kesiapan menembus dunia kerja menjadi bagian utama dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unesa Kampus 5 Magetan bertajuk “Dirgantara Lengkara” di Magetan, pada Selasa (18/8/2026). Materi pencegahan kekerasan disampaikan langsung oleh Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) RI, Diyah Puspitarini. Di hadapan para mahasiswa baru, Diyah mengajak generasi muda untuk berperan aktif membangun budaya kampus yang aman dan inklusif. Menurutnya, bentuk perundungan di lingkungan pendidikan saat ini kian kompleks, mulai dari tindakan fisik, verbal, pengucilan, hingga cyberbullying di ruang digital. Ia mengingatkan bahwa kekerasan berdampak serius pada kondisi psikologis korban. Oleh karena itu, kepedulian antar sesama mahasiswa serta keberanian untuk bersuara menjadi kunci utama menciptakan atmosfer akademik yang sehat. “Jika ada rekan yang bercerita kepada kita, berarti kita dipercaya. Jangan pernah menghakimi. Tugas kita adalah mendampingi dan mengawal kasus tersebut dengan melapor ke pihak berwenang, seperti dosen atau Satgas resmi di kampus,” tegas Diyah.  Diyah memastikan bahwa Unesa memiliki mekanisme perlindungan bagi pelapor untuk menjamin keamanan serta kerahasiaan identitas. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak ragu melibatkan tenaga profesional ketika membutuhkan pendampingan. Tak hanya jaminan keamanan lingkungan belajar, mahasiswa baru Unesa Kampus 5 Magetan juga dibekali navigasi akademik untuk merespons pesatnya perkembangan teknologi. Ketua Umum Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan yang juga Pakar Manajemen Pendidikan Unesa sekaligus rektor senior Unesa (2010—2014) Muchlas Samani, memperkenalkan konsep Triple Readiness sebagai pijakan mahasiswa menghadapi dinamika masa depan. Konsep tersebut mencakup tiga pilar utama, yakni Technical Skill Readiness (kesiapan keterampilan teknis), Human Skills Readiness (kesiapan keterampilan humanis dan sosial), serta Market Entry Readiness (kesiapan menembus pasar kerja). Guru besar Unesa itu menekankan, integrasi ketiga pilar tersebut bertujuan agar mahasiswa mampu memanfaatkan AI sebagai alat pembantu pembelajaran tanpa mengikis daya kritis, kreativitas, dan etika dasar manusia. “AI harus diposisikan sebagai instrumen pendukung pembelajaran, bukan alat yang menggantikan proses berpikir mendasar mahasiswa,” paparnya. ][ *** Penulis: Tim Humas Unesa Magetan Pengolah: Puput Editor: @zam* Foto: Tim Humas Unesa Magetan </description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/mahasiswa-baru-unesa-5-magetan-dibekali-pencegahan-kekerasan-hingga-triple-readiness</link>
  <pubDate>Wed, 19 Aug 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-19-08-2026-07-30-25-0108.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/mahasiswa-baru-unesa-5-magetan-dibekali-pencegahan-kekerasan-hingga-triple-readiness</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>84</views>
</item>
<item>
  <id>9212</id>
  <title>Pengenalan Kehidupan Kampus FIKK Dihadiri Wakil Ketua DPRD Jatim, Ajak Mahasiswa Membumikan Pancasila dan Menentukan Perubahan</title>
  <description>  Unesa.ac.id. SURABAYA— Nasionalisme tidak cukup berhenti pada hafalan Pancasila, upacara, atau penggunaan simbol kebangsaan. Di tengah derasnya arus informasi digital dan dinamika kehidupan demokrasi, generasi muda dituntut mampu menerjemahkan nasionalisme menjadi keberpihakan, kepedulian sosial, dan tindakan nyata di lingkungan sekitarnya. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, saat memberikan materi kehidupan berbangsa, jati diri bangsa, dan pembinaan kesadaran bela negara kepada mahasiswa baru Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FIKK Unesa 2026 di Gedung GOR Internasional Unesa, Selasa (18/8/2026). Menurut Deni, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi yang tidak hanya menyaksikan perubahan, tetapi turut menentukan arah perubahan tersebut. Karena itu, masa perkuliahan perlu dimanfaatkan untuk membangun kemampuan berpikir kritis, mengembangkan gagasan, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persoalan masyarakat. “Nasionalisme adalah bentuknya aksi, mulai dari keberpihakan, dari kesejahteraan warga, memberikan aksi sosial untuk yang tertinggal, menjaga kesejahteraan warga secara kritis dan solusi,” tuturnya. Menurutnya, ruang digital memberikan peluang besar bagi mahasiswa untuk mengambil peran. Jika sebelumnya gagasan mahasiswa membutuhkan media massa untuk menjangkau publik, kini media sosial memungkinkan siapa pun menyampaikan gagasan secara langsung. Namun, kemudahan tersebut juga menuntut kemampuan menyaring informasi. Deni mengingatkan bahwa algoritma media sosial dapat membuat seseorang terus menerima informasi yang serupa dengan aktivitas sebelumnya. Kondisi tersebut dapat mempersempit sudut pandang apabila tidak diimbangi sikap kritis.  Karena itu, mahasiswa tidak cukup menjadi konsumen informasi. Namun, juga perlu mampu memeriksa, memahami, dan mengolah informasi sebelum menjadikannya dasar dalam menyampaikan pendapat maupun mengambil tindakan. “Jadi sikap kritis, sikap sadar bisa dimulai dari hal yang paling kecil, minimal dari diri kalian sendiri,” tandasnya. Pesan tersebut menjadi relevan bagi mahasiswa baru yang tengah memasuki lingkungan perguruan tinggi. Sebanyak 1.265 mahasiswa baru FIKK Unesa mengikuti rangkaian PKKMB 2026 yang mengusung tema “ADHIKARA SUVARNA”, dengan semangat pengembangan kepemimpinan dan karakter generasi muda. Ketua Pelaksana PKKMB FIKK Unesa 2026, Sofwan Atthoilah, mengatakan nilai tersebut diterjemahkan melalui berbagai inovasi kegiatan, termasuk pemanfaatan digitalisasi dalam proses pembentukan karakter mahasiswa. “Kami menginovasikan digitalisasi untuk meningkatkan kemampuan berkarakter mahasiswa,” ujarnya. Di lingkungan FIKK Unesa, pengembangan karakter tersebut juga ditempatkan berdampingan dengan pengembangan potensi mahasiswa. Wakil Rektor Unesa Bidang IV, Dwi Cahyo Kartiko, mendorong mahasiswa baru memegang prinsip “berpikir baru bertindak” sebagai pegangan dalam menjalani kehidupan kampus. PKKMB FIKK dihadiri langsung Wakil Rektor IV Unesa, Dwi Cahyo Kartiko yang juga turut menyemangati dan memberikan penguatan kepada mahasiswa baru. Ia menyampaikan, agar mahasiswa memanfaatkan kesempatan kuliah untuk belajar, mengembangkan skillset atau kemampuan, dan memperkuat karakter.  “Tidak semua anak bisa mendapatkan kesempatan kuliah. Manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Pastikan, keringat dan harapan orang tua bisa mahasiswa wujudkan dalam bentuk kemampuan dalam berkarya yang memberi manfaat bagi masyarakat. Saya percaya, kalian adalah generasi terbaik yang membawa arti bagi kemajuan bangsa ini ke depan,” ucapnya. Bagi mahasiswa baru, PKKMB tersebut menjadi bagian dari pengalaman awal mengenal lingkungan kampus sekaligus menemukan ruang untuk berkembang. Felycia Raina Jumar, mahasiswa S-1 Gizi asal Jakarta, mengatakan pengalaman mengikuti PKKMB membuat motivasinya semakin kuat untuk terus berkembang. Ia tertarik memilih FIKK karena melihat prestasi fakultas sekaligus peluang mengembangkan diri melalui program studi yang dipilihnya. “Ternyata lebih seru dari yang aku kira. Pas ngikutin PKKMB-nya itu ternyata bagus banget,” ungkapnya.][ *** Reporter: Erlina (FIP) Editor: @zam* Foto: Tim Humas Unesa </description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/pengenalan-kehidupan-kampus-fikk-dihadiri-wakil-ketua-dprd-jatim-ajak-mahasiswa-membumikan-pancasila-dan-menentukan-perubahan</link>
  <pubDate>Tue, 18 Aug 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-18-08-2026-09-24-08-3227.gif</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/pengenalan-kehidupan-kampus-fikk-dihadiri-wakil-ketua-dprd-jatim-ajak-mahasiswa-membumikan-pancasila-dan-menentukan-perubahan</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>141</views>
</item>
<item>
  <id>9211</id>
  <title>Belajar dan Berkontribusi Bersama Masyarakat, 561 Mahasiswa Unesa Jalani KKNT di Nganjuk, Bupati: Energi Baru Perkembangan Desa</title>
  <description>  Unesa.ac.id. SURABAYA— Sebanyak 561 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membawa pengetahuan dari ruang kuliah ke 37 desa di Kabupaten Nganjuk. Melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT), mereka tidak hanya dituntut menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus, tetapi juga membaca kebutuhan masyarakat dan mengembangkan solusi berbasis kolaborasi dan potensi lokal. Mahasiswa tersebut ditempatkan di 17 kecamatan melalui dua skema kegiatan. Skema Regular/Tematik berbobot 10 SKS berlangsung pada 10 Agustus–25 September 2026 di sembilan kecamatan dan 20 desa. Sementara Skema Terintegrasi/Extended berbobot 20 SKS berlangsung hingga 11 Desember 2026 di delapan kecamatan dan 17 desa. Program tersebut dibuka secara resmi di Pendopo KRT Sosro Koesoemo, Kantor Bupati Nganjuk, Rabu, 13 Agustus 2026. Pembukaan dilakukan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi yang juga merupakan alumni Unesa, bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Bambang Sigit Widodo serta jajaran perangkat daerah dan dosen pembimbing lapangan. Pemilihan Nganjuk sebagai lokasi KKNT diarahkan pada kesesuaian antara potensi wilayah dan keilmuan yang dimiliki Unesa. Bidang yang menjadi perhatian meliputi pendidikan, pertanian, UMKM, hingga pengembangan teknologi tepat guna. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Bambang Sigit Widodo, mengatakan mahasiswa perlu menjadikan KKNT sebagai ruang untuk mengaplikasikan ilmu sekaligus belajar dari masyarakat.  Menurutnya, pelaksanaan program tersebut dibangun dengan tiga prinsip, yakni menghormati kearifan lokal, berpikir ilmiah dan berbasis data, serta menghasilkan inovasi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. “Kehadiran Unesa di Kabupaten Nganjuk hari ini tidak datang dari ruang hampa. Program pengabdian ini berpijak pada rekam jejak yang kuat dan teruji di tingkat nasional. Kami berharap standar kualitas pemberdayaan masyarakat yang telah diraih dapat terus dipertahankan dan dikembangkan di bumi Anjuk Ladang,” ujarnya. Pendekatan tersebut menjadi penting agar kehadiran mahasiswa di desa tidak berhenti pada aktivitas sementara. Pengetahuan yang dibawa dari kampus diharapkan dapat bertemu dengan kebutuhan dan potensi yang telah dimiliki masyarakat setempat. Dukungan terhadap program tersebut disampaikan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Sebagai alumni Unesa, ia menilai mahasiswa dapat menjadi penghubung antara pengetahuan akademik dan kebutuhan masyarakat. “Kalian adalah duta ilmu yang diharapkan mampu menyatukan teori dan praktik di tengah masyarakat. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dari warga, berbakti dengan hati, dan menghasilkan karya yang bermanfaat nyata,” ujarnya. Ia berharap keberadaan mahasiswa dapat memberikan energi baru bagi masyarakat Nganjuk sekaligus menjadi pengalaman yang membentuk karakter mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan. Program KKNT ini juga melanjutkan rekam jejak pengabdian kampus yang dikenal memiliki kekuatan dalam pemberdayaan masyarakat. Sebelumnya, Unesa meraih Juara 1 Nasional Kategori Perguruan Tinggi Negeri dalam Mandaya Awards 2025 yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI. Dengan dimulainya KKNT tersebut, 561 mahasiswa Unesa kini memasuki ruang belajar yang berbeda: masyarakat. Di sana, keberhasilan program tidak hanya diukur dari apa yang dapat mereka kerjakan, tetapi juga dari seberapa jauh ilmu yang dibawa mampu bertemu dengan kebutuhan dan menghasilkan manfaat bagi warga. ][ *** Reporter: Jessy Nora Sandy (FBS) Editor: @zam* Foto: Tim Humas Unesa </description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/belajar-dan-berkontribusi-bersama-masyarakat-561-mahasiswa-unesa-jalani-kknt-di-nganjuk-bupati-energi-baru-perkembangan-desa</link>
  <pubDate>Tue, 18 Aug 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-18-08-2026-09-22-19-7899.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/belajar-dan-berkontribusi-bersama-masyarakat-561-mahasiswa-unesa-jalani-kknt-di-nganjuk-bupati-energi-baru-perkembangan-desa</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>166</views>
</item>
<item>
  <id>9210</id>
  <title>Muhammad Zaini Rochman, Wisudawan Terbaik FT, Kembangkan LSM Berbasis Website Terintegrasi Project Based Learning</title>
  <description>  Unesa.ac.id. SURABAYA— Belajar pemrograman tidak cukup hanya memahami teori. Bagi Muhammad Zaini Rochman, pemahaman justru semakin kuat ketika konsep yang dipelajari langsung diterapkan dalam proyek nyata. Pendekatan tersebut ia terapkan selama menempuh pendidikan di Program Studi S-1 Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), hingga mengantarkannya menjadi wisudawan terbaik Fakultas Teknik dengan IPK 3,96 pada wisuda ke-121 Unesa, pada 12 Agustus 2026 lalu. Pengalaman learning by doing tersebut kemudian ia bawa ke dalam skripsinya melalui pengembangan Learning Management System (LMS) berbasis website yang terintegrasi Project-Based Learning untuk meningkatkan kompetensi kognitif pada elemen Object-Oriented Programming (OOP). Berbeda dari LMS yang sekadar menjadi tempat menyimpan modul pembelajaran, sistem yang dikembangkan Zaini dirancang untuk mendukung pembelajaran berbasis proyek. Ia melengkapinya dengan fitur OOP Analyzer yang ditujukan untuk membantu siswa SMK belajar pemrograman melalui pengerjaan proyek nyata. Menurut Zaini, pendekatan tersebut berangkat dari ketertarikannya terhadap dunia development, khususnya pengembangan aplikasi mobile dan web. Baginya, teknologi bukan sekadar alat, melainkan sarana untuk menyelesaikan persoalan secara nyata. Ketertarikan itu terus dikembangkan selama kuliah. Selain mengikuti pembelajaran di kelas, Zaini aktif mengeksplorasi berbagai bahasa pemrograman, seperti Flutter dan Laravel. Ia juga mengembangkan sejumlah proyek, di antaranya aplikasi gim kuis dan sistem perpustakaan digital, serta terlibat dalam organisasi kemahasiswaan. Pengalaman mengerjakan berbagai proyek membuatnya terbiasa menerapkan konsep yang diperoleh di kelas secara langsung. Cara belajar tersebut menjadi salah satu strategi yang ia gunakan untuk menjaga performa akademik sekaligus mengembangkan kemampuan teknis. “Learning by doing adalah cara belajar yang saya terapkan. Dengan membangun proyek langsung dan mengaplikasikan teori, saya bisa lebih memahami fundamental sekaligus meningkatkan kemampuan,” ujarnya. Perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Perkembangan teknologi yang cepat menuntutnya terus belajar, sementara aktivitas akademik, organisasi, dan pengerjaan proyek harus tetap berjalan. Masalah teknis seperti error dan bug juga menjadi bagian dari proses yang harus dihadapi. Namun, dari proses tersebut Zaini justru belajar memecahkan masalah dan mengatur waktu. Pengalaman itu pula yang membantunya ketika mengembangkan LMS untuk penelitian skripsi. Ia dapat melihat secara langsung bagaimana siswa menggunakan sistem yang dikembangkannya sebagai bagian dari proses pembelajaran. Salah satu pengalaman lain yang turut memperkaya proses belajarnya adalah pengembangan Apps Amerta Nusantara bersama tim. Aplikasi mobile tersebut memadukan teknologi dengan misi pelestarian budaya Indonesia. Bagi Zaini, berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kemampuan teknologi perlu berjalan bersama kemampuan memahami persoalan dan bekerja dengan orang lain. Karena itu, ia tidak hanya mendorong mahasiswa untuk menguasai satu keahlian teknis secara mendalam, tetapi juga mengembangkan soft skill, kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat. Setelah menyelesaikan studi, Zaini berencana mengembangkan karier sebagai Software Developer. Ia ingin terus mengeksplorasi teknologi untuk menghasilkan produk digital yang skalabel, stabil, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia berharap pengalaman selama menjadi mahasiswa dapat menjadi bekal untuk terus berinovasi sekaligus memberi kontribusi melalui teknologi. “Harapan saya, Unesa dapat terus berkembang sebagai kampus penghasil inovator berkualitas, mahasiswa diharapkan antusias dalam menimba ilmu dan berani berinovasi, sementara dosen terus menjadi mentor yang membimbing mahasiswa sekaligus problem solver di masyarakat,” tandasnya.][ *** Penulis: Hasna Editor: @zam* Dok: Muhammad Zaini Rochman </description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/muhammad-zaini-rochman-wisudawan-terbaik-ft-kembangkan-lsm-berbasis-website-terintegrasi-project-based-learning</link>
  <pubDate>Tue, 18 Aug 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-18-08-2026-09-20-46-6595.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/muhammad-zaini-rochman-wisudawan-terbaik-ft-kembangkan-lsm-berbasis-website-terintegrasi-project-based-learning</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>111</views>
</item>
<item>
  <id>9209</id>
  <title>Madikha Auliyaul Khusna, Lulusan Terbaik FMIPA Rancang Media Komik Digital Berbasis Problem Solving</title>
  <description>  Unesa.ac.id. SURABAYA—Bagi sebagian orang, komik mungkin sekadar sarana hiburan untuk melepas penat di waktu luang. Namun, di tangan Madikha Auliyaul Khusna, lembaran gambar bercerita itu bertransformasi menjadi media pembelajaran kontekstual yang mengajak siswa berpikir kritis memecahkan masalah lingkungan. Inovasi tersebut tertuang dalam skripsinya yang berjudul “Pengembangan Media Komik Digital Berbasis Problem Solving pada Topik Pencemaran Lingkungan untuk Melatih Kompetensi Literasi Sains Peserta Didik Kelas X.” Berangkat dari kegemarannya membaca komik dan novel, wisudawan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini merancang media belajar yang interaktif. Siswa tidak hanya diajak memahami teori pencemaran lingkungan secara intuitif, tetapi juga dilatih menganalisis masalah melalui praktikum hingga menemukan solusi nyata. "Media ini dirancang agar peserta didik tidak sekadar paham konsep, tetapi juga mampu mengasah literasi sains dan memecahkan masalah di sekitar mereka," ujar mahasiswi kelahiran Pasuruan, 17 September 2004 tersebut. Dedikasi dan konsistensinya di bangku kuliah membuahkan hasil manis. Putri dari pasangan Ali Sururi dan Hanik Istiqomah ini resmi dikukuhkan sebagai wisudawan terbaik FMIPA Unesa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3,97 pada wisuda ke-121 Unesa, 12 Agustus 2026 lalu. Tak hanya cemerlang secara akademik, Madikha juga pernah menyabet Juara 3 Independence Creation Olympiad bidang Biologi tingkat nasional pada 2023. Kecintaan Madikha pada dunia pendidikan tumbuh subur dari rumah. Tumbuh dalam keluarga pendidik, kedua orang tuanya berprofesi sebagai guru, memberinya sudut pandang mendalam tentang arti sebuah pengabdian. Nilai-nilai kerja keras dan kesederhanaan yang dicontohkan orang tuanya menjadi bahan bakar utama dalam setiap pijakan langkahnya. "Menjalani hidup dan mengusahakan apa yang diinginkan itu wajib. Namun, apa yang ditakdirkan menjadi rezeki pasti akan menghampiri, termasuk prestasi yang tidak lepas dari doa orang tua," tuturnya. Di tengah padatnya aktivitas organisasi dan perkuliahan, Madikha memiliki manajemen diri yang disiplin. Ia selalu menyusun skala prioritas agar seluruh kegiatannya berjalan seimbang. Rahasia konsistensi akademiknya pun terbilang sederhana: menciptakan ruang belajar yang hening. Dalam ketenangan itulah, ia merajut fokus dan menyerap ilmu dengan optimal. Pikirannya tentang pendidikan semakin terbuka lebar saat mengikuti program Asistensi Mengajar di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia. Berhadapan langsung dengan anak-anak Indonesia di luar negeri menyadarkannya bahwa pendidikan adalah jalan terbaik untuk memberikan dampak sosial jangka panjang. Prinsip berbagi ilmu itu juga ia praktikkan secara konsisten di daerah asalnya. Selama dua tahun berturut-turut (2025 dan 2026), Madikha rutin menjadi tentor pembimbing persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bidang Biologi bagi siswa MAN 1 Pasuruan. Jalan pengabdian Madikha di dunia pendidikan masih panjang. Untuk memperkuat pijakan keilmuannya, pecinta literasi ini mantap berencana melanjutkan studi ke jenjang Magister (S2) Pendidikan Biologi di Unesa. Sebagai bagian dari civitas akademika yang bangga akan almamaternya, Madikha berharap Unesa terus memperkuat kolaborasi, melengkapi fasilitas riset, dan menjadi wadah yang adaptif bagi generasi muda yang haus akan ilmu. Ia meyakini, dari kampus inilah lahir inovator-inovator muda yang siap membawa nama Indonesia berdaya saing di kancah global. ][ *** Penulis: Hasna Editor: @zam* Dok: Madikha Auliyaul Khusna </description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/madikha-auliyaul-khusna-lulusan-terbaik-fmipa-rancang-media-komik-digital-berbasis-problem-solving</link>
  <pubDate>Tue, 18 Aug 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-18-08-2026-09-19-34-8525.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/madikha-auliyaul-khusna-lulusan-terbaik-fmipa-rancang-media-komik-digital-berbasis-problem-solving</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>163</views>
</item>
</channel>
</rss>
