<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0">
<channel>
<title>RSS Feed</title>
<link>https://www.unesa.ac.id/</link>
<description>RSS Feed</description>
<language>id-id</language>
<copyright>www.unesa.ac.id</copyright>
<lastBuildDate>Sat, 16 May 2026 10:59:06</lastBuildDate>
<generator>feed_domain (info@unesa.ac.id)</generator>
<item>
  <id>8957</id>
  <title>Sosiolog Kependudukan Unesa Soroti Implementasi UU PPRT di Tingkat Akar Rumput</title>
  <description> Unesa.ac.id- (Surabaya) - Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) pada April 2026 menjadi kabar menggemberikan bagi para pekerja domestik. Pengamat dan peneliti bidang sosiologi kependudukan Unesa, Ali Imron menilai kehadiran UU PPRT merupakan langkah besar negara dalam meningkatkan harkat dan martabat pekerja rumah tangga. “Selama ini, banyak pekerja rumah tangga tidak memiliki kepastian hak karena hubungan kerja dianggap sebatas relasi domestik. Dengan UU ini, negara mulai hadir memberikan pengakuan formal dan perlindungan hukum,” ujarnya. Menurutnya, salah satu poin penting dalam UU tersebut adalah adanya hubungan kerja yang jelas antara pekerja rumah tangga, pemberi kerja, dan perusahaan penyalur melalui perjanjian tertulis. “Perjanjian itu memuat jenis pekerjaan, upah, hak dan kewajiban masing-masing pihak sehingga dapat menjadi dasar hukum apabila terjadi pelanggaran,” terangnya. Selain itu, regulasi ini juga mengatur hak-hak dasar pekerja rumah tangga seperti jam kerja, cuti, tunjangan hari raya, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, hingga fasilitas layak berupa makanan, tempat tinggal, serta kesempatan beribadah dan pelatihan. “UU PPRT juga menyoroti persoalan penahanan ijazah, pemotongan upah, dan pembatasan komunikasi dengan keluarga yang selama ini masih sering ditemukan,” tambahnya. Namun, Ali Imron menilai tantangan terbesar berada pada implementasi di tingkat akar rumput. Ia menyoroti adanya ketimpangan relasi kuasa antara pekerja dan majikan yang membuat banyak pekerja rumah tangga masih takut memperjuangkan haknya. “Secara formal aturan ini sudah baik, tetapi apakah bisa benar-benar membumi di level grassroot itu yang perlu dikawal bersama,” katanya. Ia juga mendorong peran akademisi dan mahasiswa untuk terlibat melalui penelitian, pendampingan, pelatihan, hingga advokasi terhadap pekerja rumah tangga. Menurutnya, pengesahan UU PPRT tidak boleh berhenti sebagai simbol hukum semata, melainkan harus benar-benar menghadirkan perlindungan dan kehidupan yang lebih manusiawi bagi pekerja rumah tangga di Indonesia. @azhar</description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/sosiolog-kependudukan-unesa-soroti-implementasi-uu-pprt-di-tingkat-akar-rumput</link>
  <pubDate>Tue, 12 May 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-12-05-2026-10-20-33-3458.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/sosiolog-kependudukan-unesa-soroti-implementasi-uu-pprt-di-tingkat-akar-rumput</guid>
  <kategori>Pikiran Pakar</kategori>
  <views>369</views>
</item>
<item>
  <id>8956</id>
  <title>Unesa Jajaki Kerja Sama Djarum Beasiswa Plus, Bidik Penguatan Prestasi dan Kepemimpinan Mahasiswa</title>
  <description> Unesa.ac.id, SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjajaki kerja sama program Djarum Beasiswa Plus bersama Djarum Foundation dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin, 27 April 2026, di Ruang 804, Lantai 8 Gedung Rektorat Unesa.   Direktur Unesa Global Engagement (UGE), Muchamad Arif Al Ardha, menyoroti potensi besar Unesa yang saat ini memiliki sekitar 72 ribu mahasiswa. Ia mengusulkan skema beasiswa berbasis prestasi, khususnya di bidang olahraga, sebagai salah satu fokus kolaborasi.   Menurutnya, kesamaan visi antara Unesa dan Djarum Foundation dalam pengembangan olahraga menjadi dasar kuat untuk kerja sama tersebut.   Djarum Foundation dikenal memiliki perhatian besar terhadap pembinaan olahraga, terutama bulu tangkis. Sementara itu, Unesa memiliki keunggulan dalam pendidikan olahraga yang terstruktur. Ardha menilai kolaborasi ini dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembinaan atlet sekaligus pengembangan akademik mahasiswa.   Ia berharap kerja sama yang dijajaki tidak berhenti pada tahap wacana, tetapi segera diwujudkan dalam program konkret dengan pembagian peran yang jelas antara kedua institusi.   “Kami berharap kolaborasi ini dapat berjalan secara implementatif dalam pembinaan olahraga,” ujarnya.  Dari pihak Djarum Foundation, Totok Widyanto menyampaikan bahwa Unesa dipilih sebagai mitra karena dinilai memiliki kualitas akademik yang baik serta banyak mahasiswa berprestasi. Hal ini dinilai sejalan dengan target penerima Djarum Beasiswa Plus yang difokuskan pada mahasiswa unggul.   “Mahasiswa berprestasi ini kami wadahi agar dapat terus berkembang melalui program Djarum Beasiswa Plus,” ucapnya.   Ia menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga pembinaan menyeluruh selama satu tahun. Mahasiswa penerima beasiswa akan mendapatkan pelatihan pengembangan karakter, kepemimpinan, serta wawasan kebangsaan.   Selain itu, peserta didorong untuk peka terhadap persoalan di lingkungan sekitar dan mampu merumuskan solusi melalui kompetisi esai. Program ini juga mencakup kegiatan pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk implementasi gagasan mahasiswa di lapangan.   Tak hanya itu, Djarum Foundation turut membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional melalui jejaring global, pembelajaran lintas budaya, serta kompetisi di tingkat internasional.   Melalui penjajakan ini, Unesa dan Djarum Foundation menargetkan lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan daya saing global. [ ]   Reporter: Azam Mudzaky (Internship) Foto: Tim Humas Unesa</description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/unesa-jajaki-kerja-sama-djarum-beasiswa-plus-bidik-penguatan-prestasi-dan-kepemimpinan-mahasiswa</link>
  <pubDate>Fri, 24 Apr 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-12-05-2026-09-16-53-5364.gif</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/unesa-jajaki-kerja-sama-djarum-beasiswa-plus-bidik-penguatan-prestasi-dan-kepemimpinan-mahasiswa</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>166</views>
</item>
<item>
  <id>8955</id>
  <title>Mahasiswa Asrama Unesa Diberi Pelatihan untuk Bangun Karakter, Keasadaran Diri, dan Pola Interaksi</title>
  <description> Unesa.ac.id,- (Surabaya)- Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui pengelolaan asrama mahasiswa menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengembangan Karakter dan Kepribadian Mahasiswa Penghuni Asrama pada 21 April 2026.   Kegiatan yang diikuti sebanyak 250 mahasiswa penghuni asrama ini bertujuan memperkuat karakter, meningkatkan kesadaran diri, serta membangun pola interaksi yang sehat di lingkungan asrama.   Acara dibuka secara resmi oleh Kolektus Oky Ristanto, selaku Wakil Direktur BPU Bidang Aset Unesa. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa asrama bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang pembentukan karakter dan pembelajaran kehidupan sosial yang nyata.   “Melaui pelatihan ini, mahasiswa yang tinggal di asrama diharapkan mampu mengembangkan sikap tanggung jawab, kemandirian, serta kemampuan beradaptasi dalam kehidupan bersama,” ujarnya.   Lingkungan asrama, kata Oky adalah miniatur kehidupan bermasyarakat. Di sinilah mahasiswa belajar memahami perbedaan, mengelola konflik, serta membangun komunikasi yang sehat dan saling menghargai.   Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Fitriya dan Anindita Woro Nastiti. Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan motivasi diri, pengembangan soft skills, dan keterampilan komunikasi interpersonal yang efektif.   Fitriya, menekankan pentingnya motivasi dan tujuan hidup mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik dan non-akademik. Ia mengajak peserta untuk memiliki tujuan yang jelas, membangun pola pikir positif, dan mengembangkan kompetensi abad 21 seperti komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas.   Sementara itu, Anindita Woro Nastiti mengangkat tema komunikasi asertif sebagai kunci utama dalam menciptakan kehidupan asrama yang harmonis. Ia menjelaskan bahwa komunikasi yang sehat mampu mencegah konflik, menjaga hubungan sosial, dan menciptakan lingkungan yang suportif antar penghuni asrama.   Melalui pendekatan interaktif dan studi kasus, peserta diajak memahami berbagai gaya komunikasi, pasif, agresif, pasif-agresif, dan asertif, serta dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga dilatih untuk menyampaikan pendapat dan perasaan secara jelas, jujur, namun tetap menghargai orang lain.   Kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Diskusi aktif, refleksi diri, serta praktik komunikasi menjadi bagian penting dalam pelatihan ini. Banyak peserta mengaku memperoleh pemahaman baru tentang pentingnya menjaga batas pribadi (personal boundaries) dan membangun hubungan yang sehat di lingkungan asrama. “Kegiatannya sangat bermanfaat bagi kami,” ujar salah satu peserta.  Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa penghuni asrama Unesa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, keterampilan sosial yang baik, serta mampu menciptakan lingkungan hidup bersama yang harmonis, produktif, dan minim konflik. @prima</description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/mahasiswa-asrama-unesa-diberi-pelatihan-untuk-bangun-karakter-keasadaran-diri-dan-pola-interaksi</link>
  <pubDate>Wed, 22 Apr 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-12-05-2026-09-13-42-0489.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/mahasiswa-asrama-unesa-diberi-pelatihan-untuk-bangun-karakter-keasadaran-diri-dan-pola-interaksi</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>145</views>
</item>
<item>
  <id>8954</id>
  <title>Diapresiasi Mitra, 15 Mahasiswa Unesa Tuntaskan Misi Pengabdian melalui KKN Internasional di Negeri Jiran</title>
  <description> Unesa.ac.id. JOHOR—Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Internasional Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Johor, Malaysia, resmi berakhir pada Sabtu, 10 Mei 2026. Acara penutupan yang digelar di Dewan Bestari, Felda Adela, ini menandai tuntasnya masa pengabdian 15 mahasiswa Unesa yang telah bertugas sejak akhir April lalu di empat kawasan Felda, yakni Adela, Sening, Tunggal, dan Kledang. Selama dua minggu penuh, para mahasiswa Unesa tidak hanya belajar mengenal budaya lokal, tetapi juga aktif membantu warga lewat berbagai program nyata. Mulai dari mengajar di sekolah, kegiatan penghijauan lingkungan, pemeriksaan kesehatan, hingga kegiatan sosial dan olahraga bersama masyarakat setempat. Semua kegiatan ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga Felda sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Ketua Komite Pendidikan dan Penerangan Negeri Johor, YB Tuan Aznan Bin Tamin, menyatakan rasa bangganya atas dedikasi mahasiswa Unesa selama berada di wilayahnya. Ia menilai program seperti penghijauan dan perhatian terhadap kesehatan mental yang dibawa mahasiswa sangat bermanfaat bagi warga Johor. Menurutnya, kolaborasi ini bukan sekadar tugas kuliah, melainkan jembatan persaudaraan yang mempererat hubungan antara Indonesia dan Malaysia. Pujian senada juga datang dari Shahrin bin Hasyim, perwakilan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) yang menjadi mitra Unesa. Ia menerima banyak laporan positif dari warga mengenai perilaku dan kinerja tim mahasiswa Unesa di lapangan. Ia berharap program yang membawa dampak baik bagi masyarakat Felda ini bisa kembali dilaksanakan di masa yang akan datang. Mewakili pimpinan Unesa, M. Jacky menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah Johor, pihak UTM, dan seluruh warga Felda yang telah menerima mahasiswa dengan tangan terbuka. Ia menegaskan bahwa program ini adalah bukti nyata bahwa Unesa terus bergerak maju menjadi universitas kelas dunia yang peduli pada pembangunan masyarakat, meski harus menyeberangi lautan. Sebagai tanda perpisahan yang manis, mahasiswa Unesa menampilkan Tari Kreasi Tumpak Tandur Bumi Wono asal Jombang, Jawa Timur. Tarian tradisional ini memukau ratusan warga Malaysia yang hadir, sekaligus menjadi cara mahasiswa memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Acara ditutup dengan saling tukar kenang-kenangan dan doa bersama agar kerja sama yang sudah terjalin baik ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.][ *** Reporter: Jessy Nora Sandy (FBS) Editor: @zam* Foto: Tim Humas Unesa</description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/diapresiasi-mitra-15-mahasiswa-unesa-tuntaskan-misi-pengabdian-melalui-kkn-internasional-di-negeri-jiran</link>
  <pubDate>Mon, 11 May 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-12-05-2026-09-09-51-444.gif</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/diapresiasi-mitra-15-mahasiswa-unesa-tuntaskan-misi-pengabdian-melalui-kkn-internasional-di-negeri-jiran</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>340</views>
</item>
<item>
  <id>8953</id>
  <title>Hadir dalam Coaching Clinic Unesa: Alffy Rev Ajak Mahasiswa Jadi Kreator yang â€˜Mengakarâ€™ dan Berkelanjutan</title>
  <description> Unesa.ac.id., SURABAYA— Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) antusias mengikuti kegiatan Coaching Clinic Content Creator bertajuk "The Long Game of Being a Creator" yang menghadirkan musisi dan komposer ternama, Alffy Rev. Acara ini diselenggarakan di Gedung Rektorat, Home Theatre, lantai 1, Kampus 2, Lidah Wetan, pada Jumat, 8 Mei 2026. Kegiatan yang juga dihadiri sejumlah musisi nasional seperti Bimbim Slank, Once Mekel, Shanna Shannon, dan Novia Bachmid ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan wawasan mendalam bagi para mahasiswa mengenai strategi menjadi konten kreator yang mampu bertahan dalam jangka panjang. Pada kesempatan itu, Alffy Rev menyampaikan bahwa di tengah era digital yang memuja kecepatan, banyak orang melupakan pentingnya proses dan kedalaman dalam berkarya. "Saya berharap muncul banyak content creator yang lebih mengutamakan kedalaman daripada kecepatan. Kita tunggu akan rising-nya next gen content creator dari Surabaya," ujar Alffy Rev saat ditemui di lokasi acara. Alffy menjelaskan bahwa kunci utama untuk tetap konsisten selama bertahun-tahun adalah dengan "mengakar". Ia mencontohkan pengalamannya sendiri dalam mengerjakan proyek besar seperti "Wonderland Indonesia" yang lahir karena ia telah mendalami musik secara serius sejak tahun 2009 saat masih bersekolah di Surabaya.  Menurutnya, sebelum memikirkan cara publikasi, seorang kreator harus terlebih dahulu memperdalam niche atau keahliannya secara tepat, baik formal maupun informal. Dalam sesi tersebut, Alffy juga menyoroti tantangan di era media sosial saat ini, di mana kemudahan berbagi konten justru bisa menjadi bumerang jika tidak dibarengi dengan kualitas. Ia mengingatkan mahasiswa bahwa tidak semua orang harus menjadi sosok di depan layar. Peran di balik layar seperti audio engineering dan video editor merupakan bagian yang tidak kalah spesial dalam sebuah produksi karya besar. Bagi mereka yang masih merasa ragu atau insecure untuk memulai, Alffy memberikan pesan agar kembali menikmati proses belajar hingga benar-benar menguasai bidangnya. "Ketika masih ragu, silakan kembali menikmati proses belajarnya sampai akhirnya yakin sudah menguasainya, dan let's go content creator," tegasnya. Sebagai penutup, Alffy membagikan tiga tips singkat untuk menjadi konten kreator sukses: mengenali kekuatan atau akar diri, menjaga konsistensi, dan menikmati proses dengan tidak hanya terpaku pada hasil akhir. ][ *** Reporter: Dinda Aulia (Internship) Editor: @zam* Foto: Tim Humas Unesa</description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/hadir-dalam-coaching-clinic-unesa-alffy-rev-ajak-mahasiswa-jadi-kreator-yang-mengakar-dan-berkelanjutan</link>
  <pubDate>Fri, 08 May 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-12-05-2026-09-02-59-4515.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/hadir-dalam-coaching-clinic-unesa-alffy-rev-ajak-mahasiswa-jadi-kreator-yang-mengakar-dan-berkelanjutan</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>188</views>
</item>
<item>
  <id>8952</id>
  <title>Unesa Tuan Rumah Penyusunan Naskah Akademik Revitalisasi LPTK sebagi Pertimbangan Kebijakan Nasional</title>
  <description> Unesa.ac.id., SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi tuan rumah forum penyusunan naskah akademik revitalisasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang dihadiri pimpinan dan delegasi 12 perguruan tinggi yang tergabung dalam Asosiasi LPTK Indonesia di Whiz Luxe Hotel Spazio Surabaya pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam merumuskan rekomendasi pengembangan pendidikan kependidikan sebelum disampaikan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Rektor Unesa, Nurhasan atau yang kerap disapa Cak Hasan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyusunan naskah akademik tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang membahas perlunya penguatan posisi LPTK di Indonesia. Naskah akademik tersebut direncanakan selesai dalam dua hari dan akan segera disampaikan kepada menteri sebagai bahan pertimbangan kebijakan. Menurutnya, naskah akademik yang disusun tidak boleh bersifat umum, tetapi harus memiliki rujukan, data pembanding, serta argumentasi yang kuat.  Ia menegaskan bahwa terdapat dua dokumen yang akan disusun, yaitu naskah utama untuk menteri dan dokumen lampiran pendukung. “Poin pentingnya harus kuat dan jelas. Naskah akademik tidak harus tebal, tetapi ketika dibaca menteri, beliau sadar bahwa ada hal yang memang perlu diperbaiki,” ujarnya. Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis terkait revitalisasi LPTK turut dibahas, mulai dari audit kualitas dan relevansi LPTK, restrukturisasi kelembagaan, penguatan riset kependidikan, hingga desain kurikulum berbasis future skills yang dinilai perlu menyesuaikan perkembangan zaman. Selain itu, penguatan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) juga menjadi perhatian utama. Beliau menyoroti bahwa saat ini lulusan nonkependidikan tetap dapat mengikuti PPG, sehingga posisi lulusan LPTK dinilai belum memiliki keistimewaan tersendiri sebagai calon guru profesional. Ia juga membandingkan sistem pendidikan guru di Indonesia dengan beberapa negara seperti Jerman, Malaysia, Australia, dan Amerika Serikat yang dinilai telah memiliki sistem lebih terstruktur dalam menyiapkan profesi guru.    “Di banyak negara, profesi guru memang dipersiapkan secara khusus dari jalur pendidikan keguruan. Sementara di Indonesia, persoalan ini masih menjadi tantangan yang perlu dibenahi bersama,” jelasnya. Sementara itu, Martadi selaku Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa menyampaikan bahwa forum ini mengakomodasi seputar minat dan relevansi sejumlah program studi dengan industri. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak dapat hanya dilihat dari sisi ekonomi semata, tetapi juga harus mempertimbangkan nilai strategis dan kebutuhan daerah. Ia menambahkan bahwa asosiasi LPTK juga mendorong agar pemerintah tidak hanya mempertimbangkan penutupan program studi, tetapi juga melakukan pembatasan pembukaan program studi baru agar keseimbangan kebutuhan tenaga pendidik tetap terjaga. ][ *** Reporter: Diva Novana Widia Putri (FEB) Editor: @zam* Foto: Tim Humas Unesa</description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/unesa-tuan-rumah-penyusunan-naskah-akademik-revitalisasi-lptk-sebagi-pertimbangan-kebijakan-nasional</link>
  <pubDate>Thu, 07 May 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-12-05-2026-09-00-34-3153.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/unesa-tuan-rumah-penyusunan-naskah-akademik-revitalisasi-lptk-sebagi-pertimbangan-kebijakan-nasional</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>185</views>
</item>
<item>
  <id>8951</id>
  <title>Tampilkan Musisi Legendaris Once hingga Slank, Ribuan Mahasiswa Unesa Meriahkan Konser Festival Kebangsaan 2026</title>
  <description> Unesa.ac.id, SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menghadirkan grup band legendaris Slank sebagai bintang utama dalam Festival Kebangsaan ke-7 tahun 2026. Gema Kampus yang bertema “Mengenal Diri, Mengenal Indonesia” ini berlangsung di Lapangan Rektorat, Kampus 2 Lidah Wetan, Surabaya, Sabtu malam, 9 Mei 2026. Penampilan Slank menjadi puncak acara sekaligus penutup festival. Band bergenre rock tersebut membawakan sejumlah lagu populer mereka, termasuk lagu ikonik “Ku Tak Bisa” yang menggema di halaman rektorat. Ribuan mahasiswa Unesa turut bernyanyi bersama, menciptakan suasana hangat dan penuh semangat kebangsaan. Rektor Unesa, Nurhasan atau yang akrab disapa Cak Hasan, dalam sambutannya menegaskan bahwa Festival Kebangsaan bukan sekadar hiburan, melainkan ruang kolaborasi untuk memperkuat identitas bangsa melalui musik. Menurutnya, tema tahun ini sangat relevan karena musik memiliki kekuatan besar untuk menembus sekat perbedaan dan membangun semangat persatuan. “Pergelaran ini bukan sekadar memberikan hiburan, tetapi menjadi ruang kolaborasi untuk menguatkan identitas bangsa. Musik adalah bahasa universal yang bisa dimengerti semua kalangan tanpa perlu kamus khusus, sehingga sangat efektif sebagai alat pendidikan karakter di kampus,” tegasnya. Festival tersebut turut dihadiri tiga pejabat setingkat menteri, sejumlah rektor perguruan tinggi, hingga Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Dalam kesempatan itu, Emil menyampaikan apresiasinya terhadap “kampus rumah para juara” ini yang dinilai mampu menghadirkan ruang pendidikan yang kreatif dan inklusif bagi mahasiswa.  Ia menilai kampus tidak seharusnya hanya menjadi tempat belajar yang kaku, tetapi hadir sebagai ruang tumbuh bagi kreativitas generasi muda. Menurutnya, lingkungan kampus yang asri harus dimanfaatkan sebagai ruang produktif untuk melahirkan ide-ide segar dan inovatif. “Kampus ini terbukti bukan hanya melihat pendidikan dari sudut pandang yang kaku, tetapi ingin ruang-ruang kampus yang asri ini diisi dengan kreativitas panjenengan semua,” ujar Emil. Selain Slank, Festival Kebangsaan 2026 juga dimeriahkan oleh sejumlah musisi lintas genre, mulai dari musik tradisional hingga modern. Penampilan Alffy Rev Performance bersama Novia Bachmid dan Once Mekel sukses memukau penonton lewat perpaduan musik elektronik dan unsur tradisional yang harmonis. Festival juga menghadirkan KAG Performance, Shanna Shannon, hingga maestro seni sekaligus dosen Unesa, Joko Porong.  Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi angkatan 2024 asal Banyuwangi, Balqis Ayu Saraswati, mengaku sangat menikmati jalannya festival. Menurutnya, acara tersebut menjadi hiburan yang menyenangkan sekaligus pelepas penat dari tugas perkuliahan. “Acaranya sangat seru, apalagi gratis dan juga bermanfaat banget karena bisa menghilangkan stres dari tugas-tugas kuliah,” ungkapnya. Hal serupa disampaikan Miftahul Falah, mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2023. Ia mengaku terkesan dengan konsep musik yang memadukan unsur elektronik dan tradisional dalam satu panggung. “Keren banget, konsepnya menyatukan dua hal yang berkontradiksi, elektronik dan tradisional, tapi menciptakan suatu harmoni yang unik,” ujarnya. [Humas Unesa]</description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/tampilkan-musisi-legendaris-once-hingga-slank-ribuan-mahasiswa-unesa-meriahkan-konser-festival-kebangsaan-2026</link>
  <pubDate>Sun, 10 May 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-11-05-2026-08-17-05-7443.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/tampilkan-musisi-legendaris-once-hingga-slank-ribuan-mahasiswa-unesa-meriahkan-konser-festival-kebangsaan-2026</guid>
  <kategori>Berita Unesa</kategori>
  <views>434</views>
</item>
<item>
  <id>8950</id>
  <title>Diskusi Mendiktisaintek dan Menteri PPPA di Unesa, Bahas Penguatan Pencegahan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi</title>
  <description> Unesa.ac.id, SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi tuan rumah rangkaian Gema Kebangsaan yang menghadirkan forum diskusi panel bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi di Auditorium Lantai 11 Gedung Rektorat Kampus Unesa II Lidah Wetan pada Sabtu, 9 Mei 2026.   Diskusi yang dipimpin Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Eduart Wolok tersebut menyoroti penguatan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi sebagai isu penting yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak.   Menteri PPPA, Arifah Choiri Fauzi menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun generasi muda Indonesia yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing. Menurutnya, kampus bukan sekadar ruang transfer ilmu pengetahuan, melainkan laboratorium peradaban yang membentuk karakter pemimpin masa depan.   Ia menjelaskan bahwa peradaban tidak melulu diukur dari kemajuan teknologi, kecerdasan buatan, maupun prestasi akademik, tetapi ikut dinilai dari kemampuan sebuah bangsa dalam melindungi kelompok rentan, terutama perempuan dan anak.   “Selain sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, kampus merupakan laboratorium peradaban yang mempersiapkan pemimpin masa depan dengan empati, integritas, dan penghormatan terhadap sesama,” ujarnya.   Arifah juga memaparkan tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak berdasarkan data nasional. Hasil Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 menunjukkan satu dari empat perempuan usia 15–64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual sepanjang hidupnya.  Sementara itu, Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024 mencatat satu dari dua anak usia 13–17 tahun pernah mengalami salah satu bentuk kekerasan, baik fisik, emosional, maupun seksual.   Menurutnya, kondisi tersebut menuntut komitmen nyata seluruh civitas academica untuk membangun budaya kampus yang menghormati harkat dan martabat manusia, menjunjung nilai kemanusiaan, kesetaraan, serta menolak segala bentuk kekerasan.   Mendiktisaintek Brian Yuliarto menambahkan bahwa kasus kekerasan di lingkungan perguruan tinggi harus terus menjadi perhatian seluruh civitas academica. Meski satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual telah dibentuk di berbagai kampus, penguatan sosialisasi tetap harus dilakukan secara berkelanjutan.  Ia menegaskan bahwa dampak kekerasan tidak selalu hanya dirasakan oleh korban, tetapi keluarga dan lingkungan sekitar juga terkena imbasnya. Karena itu, persoalan tersebut harus dipandang sebagai tanggung jawab bersama seluruh elemen kampus.   “Kampus adalah pusat pengetahuan, peradaban, dan kemajuan bangsa. Karena itu, kondisi di dalam kampus, termasuk persoalan kekerasan, harus mendapat perhatian serius agar kampus tetap menjadi ruang aman sekaligus mitra strategis negara dan pemerintah,” ujarnya.   Ia menambahkan bahwa pimpinan perguruan tinggi perlu terus mengingatkan dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan melalui berbagai panduan serta informasi yang ditempatkan di titik-titik strategis kampus agar setiap warga kampus merasa terlindungi dan memiliki akses mudah untuk melapor apabila terjadi kekerasan.   Dalam kunjungan tersebut, Mendiktisaintek juga meninjau pengelolaan sampah yang dikembangkan Direktorat Smart Eco Campus Unesa. Ia mengapresiasi langkah Unesa dalam menyelesaikan persoalan sampah secara mandiri melalui proses pemilahan, pengolahan, hingga daur ulang.   Menurutnya, konsep smart eco campus yang dikembangkan Rumah Para Juara mampu memberi dampak lebih luas bagi masyarakat karena tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan kampus, tetapi juga mendukung pembinaan pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah berbasis edukasi dan keberlanjutan.   Diskusi panel ditutup dengan pembacaan deklarasi “Unesa Go Zero Waste” oleh Rektor Unesa, Nurhasan atau Cak Hasan sebagai bentuk komitmen kampus dalam memperkuat pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui pengurangan dan penanganan sampah secara mandiri di lingkungan kampus. [Humas Unesa]</description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/diskusi-mendiktisaintek-dan-menteri-pppa-di-unesa-bahas-penguatan-pencegahan-kekerasan-seksual-di-perguruan-tinggi</link>
  <pubDate>Sun, 10 May 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-11-05-2026-08-12-11-4983.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/diskusi-mendiktisaintek-dan-menteri-pppa-di-unesa-bahas-penguatan-pencegahan-kekerasan-seksual-di-perguruan-tinggi</guid>
  <kategori>Press Release</kategori>
  <views>363</views>
</item>
<item>
  <id>8949</id>
  <title>Dialog Kebangsaan di Unesa, Musisi Nasional Ajak Mahasiswa Kenali Diri dan Jaga Identitas Bangsa</title>
  <description> Unesa.ac.id, SURABAYA — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berkolaborasi dengan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) serta Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menghadirkan Dialog Kebangsaan bertema “Mengenal Diri, Mengenal Indonesia” di Graha Unesa, Kampus II Unesa Lidah Wetan, Sabtu, 9 Mei 2026.   Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan akademisi, seniman, budayawan, dan mahasiswa dalam nuansa kebangsaan. Sejumlah musisi nasional turut hadir sebagai narasumber, di antaranya Bimbim Slank, Once Mekel, Alffy Rev, Shanna Shannon, dan Novia Bachmid. Kegiatan itu juga dihadiri mahasiswa disabilitas berprestasi, Nanda Mei Solichah.   Rektor Unesa, Nurhasan atau yang akrab disapa Cak Hasan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kekayaan seni dan budaya merupakan kekuatan utama Indonesia untuk bersaing di tingkat global. Salah satu bentuk warisan budaya yang terus hidup dan dekat dengan generasi muda adalah musik.   Menurutnya, musik menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan ribuan suku, budaya, dan bahasa di Indonesia tanpa harus dibatasi oleh perbedaan.   Ia menegaskan bahwa seni budaya adalah keunggulan bangsa yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Namun, pelestariannya perlu mengikuti perkembangan zaman agar tetap relevan dengan generasi saat ini.   “Seni budaya adalah keunggulan Indonesia yang bisa kita banggakan di kancah internasional. Maka dari itu, kemasan dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor kunci. Mari gunakan platform digital untuk mengenalkan serta melestarikan warisan kita, agar jati diri bangsa tidak meluntur dan tetap abadi sepanjang zaman,” ujarnya.  Dalam sesi diskusi, kreator musik dan visual Alffy Rev menyoroti realitas zaman yang mendorong masyarakat untuk bergerak serba cepat dan menginginkan hasil instan dengan usaha minimal. Menurutnya, perkembangan manusia seharusnya dipahami sebagai sebuah perjalanan yang membutuhkan proses.   Ia menggunakan filosofi pohon sebagai gambaran pentingnya membangun akar yang kuat sebelum bertumbuh tinggi.   “Kita hidup di dunia yang memuja kecepatan tapi lupa akan kedalaman. Saya berusaha berhenti sejenak untuk memaknai apa akar kita. Saya terinspirasi dari pohon yang tidak tergesa untuk tumbuh, tetapi menguatkan akarnya terlebih dahulu,” katanya.   Sementara itu, Bimbim Slank menilai derasnya arus globalisasi musik dunia, termasuk fenomena K-Pop, justru tidak mengurangi minat generasi muda terhadap musik Indonesia. Sebaliknya, hal tersebut menjadi pemicu bagi musisi Tanah Air untuk terus beradaptasi dan berinovasi dalam industri kreatif.   Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar dan menjadi sumber inspirasi yang tidak pernah habis untuk dieksplorasi.  “Justru K-Pop atau musik dunia membuat kita lebih berpacu, bersaing, dan terinspirasi. Budaya kita itu lengkap banget dan banyak yang bisa dieksplorasi,” ujarnya.   Bimbim juga menyoroti ketimpangan sosial yang masih menjadi persoalan di masyarakat. Hal itu menjadi alasan Slank terus membawa isu-isu sosial dalam karya musik mereka.   Selain lagu cinta, Slank secara konsisten mengangkat tema lingkungan hidup, kritik sosial, dan gerakan anak muda sebagai bagian dari pesan yang ingin disampaikan kepada publik.   Dalam sesi tanya jawab, Once Mekel menjelaskan bahwa perannya sebagai musisi dan anggota dewan tidak berdiri sendiri, tetapi saling terhubung. Menurutnya, kehadirannya di parlemen menjadi kesempatan untuk memperjuangkan aspirasi para seniman, khususnya terkait perlindungan hak cipta.   “Saya berusaha agar Undang-Undang Hak Cipta bisa menjadi jalan tengah baik untuk pencipta, penyanyi, dan berbagai pihak lain,” jelasnya.   Dialog kebangsaan tersebut menjadi pengingat bahwa seni, musik, dan budaya memiliki peran besar dalam memperkuat identitas bangsa sekaligus membangun kesadaran generasi muda untuk terus mengenal diri dan Indonesia. [Humas Unesa]  </description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/dialog-kebangsaan-di-unesa-musisi-nasional-ajak-mahasiswa-kenali-diri-dan-jaga-identitas-bangsa</link>
  <pubDate>Sun, 10 May 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-11-05-2026-08-06-57-7455.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/dialog-kebangsaan-di-unesa-musisi-nasional-ajak-mahasiswa-kenali-diri-dan-jaga-identitas-bangsa</guid>
  <kategori>Press Release</kategori>
  <views>402</views>
</item>
<item>
  <id>8948</id>
  <title>Unesa Borong Gold dan Bronze Award UB Halal Metric 2026, Dukung Pengembangan Halal Ecosystem Nasional</title>
  <description> Unesa.ac.id, SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menorehkan capaian membanggakan dalam ajang UB Halal Metric 2026 yang diselenggarakan Universitas Brawijaya pada Selasa, 6 Mei 2026.   Pada ajang tersebut, Unesa meraih dua penghargaan Gold Award pada kategori Halal Education dan Halal Policy, serta Bronze Award pada kategori Halal Research and Community Services.   Capaian tersebut menjadi bukti komitmen Unesa dalam membangun ekosistem halal yang terintegrasi dengan pendidikan, riset, pengabdian masyarakat, dan tata kelola kampus berkelanjutan.   Kepala Pusat Halal Unesa, Sri Abidah Suryaningsih yang meraih penghargaan tersebut sekaligus turut berperan dalam pengembangan program halal di lingkungan kampus menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menunjukkan semakin kuatnya perhatian perguruan tinggi terhadap pengembangan halal ecosystem berbasis akademik dan pemberdayaan masyarakat.   “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat literasi dan implementasi halal di lingkungan pendidikan. Halal bukan hanya berkaitan dengan produk, tetapi juga menyangkut sistem, tata kelola, hingga pola pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,” ujarnya.   Dosen S1 Pendidikan Ekonomi Unesa itu menjelaskan bahwa pengembangan halal ecosystem di perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan industri halal global.  Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi riset, inovasi, dan pendampingan masyarakat dalam penguatan ekonomi halal.   “Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, kampus dapat menjadi motor penggerak pengembangan industri halal yang inklusif dan berdaya saing,” tambahnya.   Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unesa, Turhan Yani menyampaikan bahwa penghargaan tersebut memiliki makna strategis bagi penguatan peran Unesa sebagai perguruan tinggi yang mendukung pengembangan halal ecosystem di Indonesia.   “Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi simbolik, tetapi menjadi pengakuan bahwa Unesa dinilai berhasil membangun fondasi ekosistem halal yang terintegrasi dengan pendidikan, riset, pengabdian masyarakat, dan nilai keberlanjutan,” ujarnya.   Menurutnya, konsep halal di lingkungan Unesa dipahami secara lebih luas, tidak hanya sebatas sertifikasi makanan dan minuman, tetapi juga mencakup tata kelola yang baik, etika, inklusivitas, keberlanjutan, dan kemanfaatan sosial.   “Hal ini sejalan dengan visi Unesa sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan global, termasuk penguatan ekonomi Islam dan industri halal,” tambahnya.   Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pendidikan (Fisipol) itu menilai capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi Unesa sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang memiliki komitmen dalam mendukung pengembangan ekosistem halal nasional, khususnya di Jawa Timur yang menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri halal Indonesia.  Sementara itu, Direktur Inovasi, Pemeringkatan, dan Publikasi Ilmiah Unesa, Nadi Suprapto menjelaskan bahwa keberhasilan meraih Gold Award pada indikator Halal Policy dan Halal Education tidak terlepas dari komitmen institusi dalam mengintegrasikan pengembangan halal ecosystem ke dalam kebijakan akademik dan program tridharma perguruan tinggi.   Pada aspek kebijakan atau policy, Unesa terus memperkuat tata kelola halal melalui pengembangan pusat halal, fasilitasi sertifikasi halal bagi tenant kantin di lingkungan kampus, penguatan literasi halal, hingga kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga sertifikasi halal, dan komunitas ekonomi Islam.   “Kebijakan ini diarahkan untuk menciptakan budaya akademik yang mendukung pengembangan industri halal secara berkelanjutan,” jelasnya.   Pada aspek pendidikan atau education, Unesa mengembangkan berbagai program pendidikan seperti penguatan kurikulum, seminar, workshop, hingga pengembangan program studi yang relevan dengan kebutuhan industri halal masa depan.   Menurut Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) itu, pendekatan pendidikan halal di Unesa dilakukan secara multidisipliner. Isu halal dipelajari tidak hanya dari perspektif agama, tetapi juga ekonomi, teknologi, kewirausahaan, pangan, dan manajemen.   Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Unesa aktif mengembangkan penelitian terkait perilaku konsumen halal, pengembangan industri halal, keuangan syariah, hingga integrasi halal dan Sustainable Development Goals (SDGs).   Selain itu, Unesa juga aktif melakukan pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, edukasi literasi halal, dan penguatan kapasitas masyarakat berbasis ekonomi Islam.   “Predikat ini menjadi motivasi bagi Unesa untuk terus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, inovasi riset halal, dan dampak sosial pengabdian masyarakat,” ujarnya.   Ke depan, Unesa menargetkan penguatan posisi sebagai salah satu perguruan tinggi yang berperan aktif dalam pengembangan industri dan ekosistem halal nasional maupun internasional melalui penguatan riset, kolaborasi, inovasi, dan pengembangan konsep halal sustainable campus. [ ]   Penulis: Puput Dokumentasi: Tim Pusat Studi Halal Unesa</description>
  <link>https://www.unesa.ac.id/unesa-borong-gold-dan-bronze-award-ub-halal-metric-2026-dukung-pengembangan-halal-ecosystem-nasional</link>
  <pubDate>Fri, 08 May 2026</pubDate>
  <image>https://www.unesa.ac.id/images/foto-08-05-2026-04-37-22-9503.png</image>
  <guid isPermaLink="false">https://www.unesa.ac.id/unesa-borong-gold-dan-bronze-award-ub-halal-metric-2026-dukung-pengembangan-halal-ecosystem-nasional</guid>
  <kategori>Press Release</kategori>
  <views>460</views>
</item>
</channel>
</rss>
