<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Universitas Pasundan</title>
	<atom:link href="https://www.unpas.ac.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.unpas.ac.id/</link>
	<description>Selamat Datang di Universitas Pasundan Bandung</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Aug 2026 07:10:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2022/12/Logo_Unpas_PNG.png</url>
	<title>Universitas Pasundan</title>
	<link>https://www.unpas.ac.id/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pelantikan dan Sertijab Ketua/Komandan UKM Unpas Periode 2026/2027, Rektor: UKM Sebagai Wadah Salurkan Bakat dan Minat</title>
		<link>https://www.unpas.ac.id/pelantikan-dan-sertijab-ketua-komandan-ukm-unpas-periode-2026-2027-rektor-ukm-sebagai-wadah-salurkan-bakat-dan-minat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rani Rusmanarani]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 07:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[UKM Unpas]]></category>
		<category><![CDATA[Unit Kegiatan Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pasundan]]></category>
		<category><![CDATA[Unpas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.unpas.ac.id/?p=68682</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANDUNG, unpas.ac.id – Pelantikan dan Serah Terima Jabatan para Ketua/Komandan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Pasundan (Unpas) periode 2026/2027 dilaksanakan di Aula Mandala Saba Ir. H. Djuanda, Jumat (15/8/2026). Pelantikan dan Sertijab Ketua/Komandan UKM Unpas ini dihadiri Rektor Unpas Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc., Wakil Rektor Bidang Belmawabud Prof. Dr. H. Cartono, S.Pd.,...</p>
<p>Posting <a href="https://www.unpas.ac.id/pelantikan-dan-sertijab-ketua-komandan-ukm-unpas-periode-2026-2027-rektor-ukm-sebagai-wadah-salurkan-bakat-dan-minat/">Pelantikan dan Sertijab Ketua/Komandan UKM Unpas Periode 2026/2027, Rektor: UKM Sebagai Wadah Salurkan Bakat dan Minat</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.unpas.ac.id">Universitas Pasundan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANDUNG, unpas.ac.id</strong> – Pelantikan dan Serah Terima Jabatan para Ketua/Komandan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Pasundan (Unpas) periode 2026/2027 dilaksanakan di Aula Mandala Saba Ir. H. Djuanda, Jumat (15/8/2026).</p>
<p>Pelantikan dan Sertijab Ketua/Komandan UKM Unpas ini dihadiri Rektor Unpas Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc., Wakil Rektor Bidang Belmawabud Prof. Dr. H. Cartono, S.Pd., M.Pd., M.T., Kepala Biro Belmawabud Hj. R. Iin Martina, S.H. beserta jajaran, Sekretaris Lembaga Pengembangan dan Pengkajian Syiar Islam (LPPSI) H. Popo Suryana, S.E., M.Si., Pendiri Gerakan Pramuka Racana Djuandi, S.Pd., serta para pengurus UKM Unpas.</p>
<figure id="attachment_68689" aria-describedby="caption-attachment-68689" style="width: 850px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-68689" src="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.48-1-scaled.jpeg" alt="Pelantikan UKM Unpas" width="850" height="566" srcset="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.48-1-scaled.jpeg 1000w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.48-1-300x200.jpeg 300w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.48-1-1024x682.jpeg 1024w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.48-1-1536x1024.jpeg 1536w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption id="caption-attachment-68689" class="wp-caption-text">Pelantikan dan sertijab Ketua/Komandan UKM Unpas. (Foto: Rico B)</figcaption></figure>
<p>Rektor Unpas Prof. Azhar Affandi mengatakan, pergantian kepengurusan merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus momentum penyegaran. Pergantian tersebut diharapkan dapat membuat organisasi semakin dinamis, adaptif terhadap perubahan, serta mampu melahirkan berbagai kreasi dan inovasi untuk kemajuan UKM.</p>
<p>Menurutnya, UKM menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berorganisasi sekaligus menyalurkan bakat dan minat. Selain itu, UKM juga berperan sebagai penghubung antara lembaga universitas dengan mahasiswa.</p>
<p>“Selamat kepada yang sudah dilantik. Ini merupakan amanah. Oleh karena itu, amanah agar dijaga dengan baik dan dijalankan dengan sungguh-sungguh, agar organisasi yang diemban ini semakin baik lagi,” ujar Prof. Azhar.</p>
<p>Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para Ketua/Komandan UKM periode sebelumnya atas pengabdian dan kontribusinya selama menjalankan tugas di lingkungan Unpas.</p>
<figure id="attachment_68685" aria-describedby="caption-attachment-68685" style="width: 850px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-68685" src="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.49-2-scaled.jpeg" alt="Pelantikan UKM Unpas" width="850" height="566" srcset="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.49-2-scaled.jpeg 1000w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.49-2-300x200.jpeg 300w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.49-2-1024x682.jpeg 1024w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.49-2-1536x1024.jpeg 1536w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption id="caption-attachment-68685" class="wp-caption-text">Pelantikan dan sertijab Ketua/Komandan UKM Unpas. (Foto: Rico B)</figcaption></figure>
<p>Kepada para pengurus baru, Prof. Azhar berpesan agar menjadi pemimpin yang memiliki integritas. Menurutnya, kepemimpinan yang baik harus dimulai dari keteladanan, kedisiplinan, kejujuran, serta sikap menghargai perbedaan.</p>
<p>“Mari bangun budaya organisasi yang inklusif dan kolaboratif karena UKM adalah rumah bersama bagi seluruh anggotanya. Berikan kesempatan kepada kader baru untuk berkembang,” katanya.</p>
<p>Ia juga mendorong UKM agar menjadikan prestasi sebagai bagian dari kontribusi organisasi. Setiap kegiatan organisasi diharapkan dapat memberikan manfaat dan menghasilkan prestasi, namun tetap berjalan beriringan dengan keberhasilan akademik mahasiswa.</p>
<p>“Jangan lupa kewajiban akademik. Aktivitas organisasi dan prestasi harus seiring dengan keberhasilan akademik,” tegasnya.</p>
<figure id="attachment_68684" aria-describedby="caption-attachment-68684" style="width: 850px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-68684" src="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.49-3-scaled.jpeg" alt="" width="850" height="566" srcset="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.49-3-scaled.jpeg 1000w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.49-3-300x200.jpeg 300w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.49-3-1024x682.jpeg 1024w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.49-3-1536x1024.jpeg 1536w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption id="caption-attachment-68684" class="wp-caption-text">Pelantikan dan sertijab Ketua/Komandan UKM Unpas. (Foto: Rico B)</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Belmawabud Prof. Cartono menuturkan bahwa keaktifan mahasiswa dalam organisasi dapat menjadi rekam jejak yang bermanfaat untuk masa depan. Selain mengembangkan kemampuan, pengalaman berorganisasi juga menjadi sarana membangun jejaring.</p>
<p>Ia mengajak para pengurus UKM untuk meluruskan niat dalam menjalankan organisasi karena niat akan memengaruhi pola pikir dan cara seseorang menjalankan tanggung jawab.</p>
<p>“Pertama luruskan niat karena memengaruhi mindset. Aktif untuk meningkatkan dan menambah kompetensi, meningkatkan soft skill dan nilai karakter seperti karakter moral, iman dan takwa, jujur dan adil,” tuturnya.</p>
<figure id="attachment_68687" aria-describedby="caption-attachment-68687" style="width: 850px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-68687" src="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.49-scaled.jpeg" alt="Pelantikan UKM Unpas" width="850" height="566" srcset="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.49-scaled.jpeg 1000w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.49-300x200.jpeg 300w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.49-1024x682.jpeg 1024w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.49-1536x1024.jpeg 1536w" sizes="auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption id="caption-attachment-68687" class="wp-caption-text">Pelantikan dan sertijab Ketua/Komandan UKM Unpas. (Foto: Rico B)</figcaption></figure>
<p>Prof. Cartono menambahkan, pengurus UKM juga perlu memiliki karakter kinerja dengan menunjukkan kemampuan bekerja secara cerdas dan keras untuk mencapai visi dan misi organisasi. Menurutnya, kerja yang dilakukan secara tuntas pada akhirnya akan melahirkan keikhlasan dalam menjalankan amanah.</p>
<p>Selain itu, kemampuan berkolaborasi menjadi hal penting karena para pengurus akan bekerja bersama dengan individu yang memiliki latar belakang dan karakter yang beragam.</p>
<p>“Kerja kolaboratif juga penting karena keseharian kita akan bergumul dengan pengurus yang beragam,” katanya.</p>
<p>Pelantikan dan serah terima jabatan tersebut menjadi momentum bagi kepengurusan UKM Unpas periode 2026/2027 untuk melanjutkan program kerja sekaligus menghadirkan inovasi, prestasi, dan kontribusi positif bagi mahasiswa maupun universitas.</p>
<h6><strong>Ketua/Komandan UKM Unpas Periode 2026/2027</strong></h6>
<figure id="attachment_68686" aria-describedby="caption-attachment-68686" style="width: 850px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-68686" src="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.49-1-scaled.jpeg" alt="Pelantikan UKM Unpas" width="850" height="566" srcset="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.49-1-scaled.jpeg 1000w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.49-1-300x200.jpeg 300w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.49-1-1024x682.jpeg 1024w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-14-at-13.40.49-1-1536x1024.jpeg 1536w" sizes="auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption id="caption-attachment-68686" class="wp-caption-text">Ketua/Komandan UKM Unpas periode 2026/2027. (Foto: Rico B)</figcaption></figure>
<ul>
<li>Komandan Resimen Mahawarman (Menwa): Yunia Fridha KH</li>
<li>Ketua Koperasi Mahasiswa (Kopma): Willy Hafizh Afrizal</li>
<li>Ketua Pramuka Racana Putra Letjen Mashudi: Zaidaan Malikul Mulki</li>
<li>Ketua Pramuka Racana Putri Emma Poeradiredja: Alsha Maria Putri Prasetyo</li>
<li>Ketua Mahasiswa Pecinta Kelestarian Alam (Mapak Alam): Shofiyyah Khoirunnisa Yumna</li>
<li>Ketua Lingkung Seni Mahasiswa (Lisma): Naufal Rafli Wahyudin</li>
<li>Ketua Koordinator Olahraga Mahasiswa (KOM): Fizar Dihan Ramadhan</li>
<li>Ketua Korps Sukarelawan &#8211; PMI (KSR): Naisya Dzahrani Putri</li>
<li>Ketua Lembaga Pers Mahasiswa (LPM): Trisya Zahirah Aryani Putri</li>
<li>Ketua DKM Ulul &#8216;Ilmi: Hariel Wirayuda</li>
<li>DKM Ulul &#8216;Albaab: Hudaebi Arya Ramdani</li>
<li>DKM Ulul &#8216;Abshor: Angga Pratama Nur</li>
</ul>
<p><strong>(Rani)</strong></p>
<p>Posting <a href="https://www.unpas.ac.id/pelantikan-dan-sertijab-ketua-komandan-ukm-unpas-periode-2026-2027-rektor-ukm-sebagai-wadah-salurkan-bakat-dan-minat/">Pelantikan dan Sertijab Ketua/Komandan UKM Unpas Periode 2026/2027, Rektor: UKM Sebagai Wadah Salurkan Bakat dan Minat</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.unpas.ac.id">Universitas Pasundan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Unpas Perkuat Kualitas Dosen melalui Workshop Pengimbasan Pembelajaran Transformatif</title>
		<link>https://www.unpas.ac.id/unpas-perkuat-kualitas-dosen-melalui-workshop-pengimbasan-pembelajaran-transformatif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rani Rusmanarani]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2026 06:50:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen Unpas]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran Transformatif]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pasundan]]></category>
		<category><![CDATA[Unpas]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.unpas.ac.id/?p=68676</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANDUNG, unpas.ac.id – Universitas Pasundan (Unpas) melalui Divisi Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran menyelenggarakan Workshop Pengimbasan Pembelajaran Transformatif bagi Dosen di Lingkungan Unpas melalui Zoom pada Rabu (12/8/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri atas pimpinan universitas, pimpinan fakultas, pimpinan program studi, pimpinan lembaga, pimpinan divisi, serta dosen di lingkungan Unpas. Workshop ini menghadirkan...</p>
<p>Posting <a href="https://www.unpas.ac.id/unpas-perkuat-kualitas-dosen-melalui-workshop-pengimbasan-pembelajaran-transformatif/">Unpas Perkuat Kualitas Dosen melalui Workshop Pengimbasan Pembelajaran Transformatif</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.unpas.ac.id">Universitas Pasundan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANDUNG, unpas.ac.id </strong>– Universitas Pasundan (Unpas) melalui Divisi Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran menyelenggarakan Workshop Pengimbasan Pembelajaran Transformatif bagi Dosen di Lingkungan Unpas melalui Zoom pada Rabu (12/8/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri atas pimpinan universitas, pimpinan fakultas, pimpinan program studi, pimpinan lembaga, pimpinan divisi, serta dosen di lingkungan Unpas.</p>
<p>Workshop ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Internal Unpas Assoc. Prof. Dr. Yusep Ikrawan, M.Sc., Ph.D., Ketua Divisi Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran Unpas Dr. Hj. Mimi Halimah, S.Pd., M.Si. serta Sekretaris Divisi Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran Unpas Dr. Yellianty, S.Si., M.Si.</p>
<p>Wakil Rektor Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, Alumni, Agama, dan Budaya (Belmawabud) Universitas Pasundan, Prof. Dr. H. Cartono, S.Pd., M.Pd., M.T membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi sebagai salah satu respons terhadap berbagai tantangan yang dihadapi lulusan di tengah perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.</p>
<p>Prof. Cartono menyoroti peningkatan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang berasal dari lulusan perguruan tinggi. Berdasarkan data yang disampaikannya, pada Februari 2025 angka tersebut mencapai 6,23 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada angka 5,25 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari tanggung jawab institusi pendidikan tinggi dan dosen sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan proses pembelajaran.</p>
<p>“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa proses pembelajaran mampu membekali mahasiswa bukan hanya dengan pengetahuan, tetapi juga dengan kemampuan untuk beradaptasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta dunia kerja,” ungkapnya.</p>
<figure id="attachment_68678" aria-describedby="caption-attachment-68678" style="width: 850px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-68678" src="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Picture1.jpg" alt="Workshop Unpas" width="850" height="566" srcset="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Picture1.jpg 686w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Picture1-300x200.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption id="caption-attachment-68678" class="wp-caption-text">Wakil Rektor Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, Alumni, Agama, dan Budaya (Belmawabud) Universitas Pasundan, Prof. Dr. H. Cartono, S.Pd., M.Pd., M.T. (Tangkapan Layar: Dadan Soekardan)</figcaption></figure>
<p>Lebih lanjut, Prof. Cartono menjelaskan sejumlah tantangan yang melatarbelakangi pentingnya penerapan pembelajaran transformatif. Salah satunya adalah era disrupsi teknologi yang menghadirkan kompleksitas tantangan global dan menuntut sumber daya manusia yang adaptif, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata.</p>
<p>Di tengah masifnya pemanfaatan kecerdasan buatan generatif, perguruan tinggi juga perlu memastikan bahwa teknologi digunakan sebagai sarana penguatan pembelajaran, bukan justru melemahkan kemampuan berpikir mahasiswa. Penggunaan AI yang tidak diimbangi dengan pendekatan pembelajaran reflektif berpotensi mendorong <em>cognitive laziness</em> atau kemalasan kognitif, sekaligus melemahkan daya nalar kritis dan kemandirian intelektual mahasiswa.</p>
<p>Tantangan lainnya adalah kesenjangan kompetensi lulusan. Menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, keberhasilan lulusan tidak cukup ditentukan oleh penguasaan konten, tetapi juga oleh kemampuan belajar sepanjang hayat, fleksibilitas, adaptabilitas, komunikasi, pemecahan masalah, dan kemampuan merespons realitas sosial yang kompleks.</p>
<p>Dalam konteks tersebut, Transformative Learning atau pembelajaran transformatif menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk dikembangkan di lingkungan Universitas Pasundan. Pembelajaran transformatif tidak hanya berorientasi pada penambahan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mengubah cara pandang, menguji asumsi, merefleksikan nilai, serta mengembangkan kerangka berpikir baru dalam memahami dan menyelesaikan persoalan.</p>
<p>Penerapan pembelajaran transformatif juga dinilai selaras dengan arah kebijakan pendidikan tinggi nasional, penguatan Kampus Berdampak, serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui pendekatan tersebut, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pusat keunggulan intelektual, tetapi juga mampu berperan sebagai katalisator perubahan sosial menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Bagi mahasiswa, penerapan <em>transformative learning</em> diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih kritis, reflektif, mandiri, terbuka terhadap berbagai perspektif, serta mampu menghubungkan pengetahuan akademik dengan persoalan kehidupan nyata. Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu mengembangkan cara berpikir yang lebih matang, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, dan menerapkan pengetahuan untuk menghadapi berbagai persoalan di masyarakat.</p>
<p>Sementara bagi dosen, pembelajaran transformatif mendorong perubahan peran dari sekadar penyampai materi menjadi fasilitator dan pembimbing proses belajar mahasiswa. Dosen diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang dialogis, kontekstual, reflektif, dan berorientasi pada pengalaman belajar yang bermakna. Pada saat yang sama, dosen perlu terus melakukan evaluasi dan inovasi terhadap metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan zaman.</p>
<p>Dalam kegiatan ini, para peserta memperoleh penguatan mengenai berbagai aspek pembelajaran transformatif yang meliputi pemahaman, perencanaan, pelaksanaan, hingga asesmen (assessment) Transformative Learning. Materi dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus membekali dosen agar mampu mengimplementasikan pendekatan pembelajaran transformatif dalam proses pendidikan di lingkungan Unpas.</p>
<p>Melalui workshop ini, Unpas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat inovasi pembelajaran dan meningkatkan kapasitas dosen dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Transformative Learning diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembelajaran yang mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kritis, adaptif, reflektif, berkarakter, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Penulis            : Dadan Soekardan (Anggota Divisi Humas dan Keprotokolan Unpas)</strong></p>
<p><strong>Editor              : Nurrani Rusmana</strong></p>
<p>Posting <a href="https://www.unpas.ac.id/unpas-perkuat-kualitas-dosen-melalui-workshop-pengimbasan-pembelajaran-transformatif/">Unpas Perkuat Kualitas Dosen melalui Workshop Pengimbasan Pembelajaran Transformatif</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.unpas.ac.id">Universitas Pasundan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dosen FK Unpas Ingatkan Dokter Jaga Empati dan Profesionalisme di Media Sosial</title>
		<link>https://www.unpas.ac.id/dosen-fk-unpas-ingatkan-dokter-jaga-empati-dan-profesionalisme-di-media-sosial/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rani Rusmanarani]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2026 03:03:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter]]></category>
		<category><![CDATA[Etika Dokter]]></category>
		<category><![CDATA[Etika Profesi Dokter]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran Unpas]]></category>
		<category><![CDATA[FK Unpas]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Nakes]]></category>
		<category><![CDATA[Tenaga Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pasundan]]></category>
		<category><![CDATA[Unpas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.unpas.ac.id/?p=68673</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANDUNG, unpas.ac.id – Etika profesi kedokteran kembali menjadi sorotan masyarakat setelah beredarnya tangkapan layar komentar sejumlah akun media sosial yang disebut berlatar belakang tenaga kesehatan dan dokter terhadap unggahan seorang pasien peserta BPJS Kesehatan. Sebelumnya, unggahan pasien tersebut ramai diperbincangkan setelah mengeluhkan lamanya antrean untuk mendapatkan perawatan rawat inap hingga sekitar delapan jam. Perhatian publik...</p>
<p>Posting <a href="https://www.unpas.ac.id/dosen-fk-unpas-ingatkan-dokter-jaga-empati-dan-profesionalisme-di-media-sosial/">Dosen FK Unpas Ingatkan Dokter Jaga Empati dan Profesionalisme di Media Sosial</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.unpas.ac.id">Universitas Pasundan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANDUNG, unpas.ac.id </strong>– Etika profesi kedokteran kembali menjadi sorotan masyarakat setelah beredarnya tangkapan layar komentar sejumlah akun media sosial yang disebut berlatar belakang tenaga kesehatan dan dokter terhadap unggahan seorang pasien peserta BPJS Kesehatan.</p>
<p>Sebelumnya, unggahan pasien tersebut ramai diperbincangkan setelah mengeluhkan lamanya antrean untuk mendapatkan perawatan rawat inap hingga sekitar delapan jam. Perhatian publik semakin besar setelah pasien tersebut dikabarkan meninggal dunia.</p>
<p>Selain itu, beredar sejumlah tangkapan layar komentar yang dinilai tidak menunjukkan empati terhadap pasien yang tengah menunggu pelayanan kesehatan. Peristiwa tersebut kemudian memunculkan kembali pertanyaan mengenai batas profesionalisme tenaga kesehatan, khususnya dokter, ketika berkomunikasi di media sosial.</p>
<p>Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan (FK Unpas) dari Departemen Bioetika, Hukum, dan Humaniora, Ira Dewi Rachmadhiani, dr., M.H., mengatakan etika merupakan salah satu fondasi penting dalam profesi kedokteran.</p>
<p>Menurutnya, dokter tidak cukup hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan klinis. Seorang dokter juga dituntut memiliki profesionalisme serta komitmen terhadap keselamatan pasien.</p>
<p>“Etika merupakan modal dasar bagi seorang dokter dalam menjalankan profesinya,” ujar Ira.</p>
<p>Ia menjelaskan, etika menjadi pedoman bagi dokter dalam menentukan keputusan klinis dengan tetap menghormati martabat manusia, mengutamakan keselamatan pasien, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap profesi kedokteran.</p>
<p>Sekretaris Prodi Sarjana Kedokteran FK Unpas ini juga menerangkan, terdapat empat prinsip bioetika yang perlu diterapkan dokter dalam menjalankan praktiknya, yakni <em>beneficence</em>, <em>non-maleficence</em>, <em>autonomy</em>, dan <em>justice</em>.</p>
<p>Prinsip <em>beneficence</em> berarti dokter wajib mengambil keputusan dan tindakan yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pasien. Sementara <em>non-maleficence</em> mengharuskan dokter menghindari tindakan atau keputusan yang dapat membahayakan maupun merugikan pasien.</p>
<p>Selanjutnya, prinsip <em>autonomy</em> menekankan penghormatan terhadap hak pasien dalam mengambil keputusan mengenai terapi setelah memperoleh informasi yang dapat dipahami. Adapun <em>justice</em> berarti dokter harus memberikan pelayanan kesehatan secara adil tanpa diskriminasi.</p>
<p>“Seorang dokter dalam praktik sehari-harinya tidak hanya berkaitan dengan hubungan antara dokter dan pasien, tetapi juga dengan sejawat dokter lainnya dan institusi pelayanan kesehatan tempat ia bekerja,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Ira, profesionalisme dokter tidak hanya terlihat dari kemampuan klinis, tetapi juga dari sikap, perilaku, integritas, serta komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.</p>
<p>Komponen tersebut antara lain integritas, menjaga martabat pasien (<em>dignity</em>), menghormati pasien (<em>respect</em>), serta kepedulian (<em>caring</em>).</p>
<p><strong>Etika, Moral, dan Hukum Memiliki Peran Berbeda</strong></p>
<p>dr. Ira juga membedakan antara etika, moral, dan hukum dalam praktik kedokteran. Etika merupakan seperangkat prinsip dan norma yang menjadi pedoman seseorang dalam menentukan perilaku yang benar berdasarkan pertimbangan rasional dan tanggung jawab profesional. Dalam profesi dokter, etika antara lain tercermin dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI).</p>
<p>Sementara itu, moral berkaitan dengan nilai dan keyakinan mengenai baik dan buruk yang berkembang dalam diri seseorang maupun masyarakat. Nilai moral dapat dibentuk oleh keluarga, budaya, agama, tradisi, serta lingkungan sosial.</p>
<p>Adapun hukum merupakan aturan yang dibuat negara untuk mengatur kehidupan masyarakat dan memberikan ketertiban, keadilan, serta kepastian hukum. Dalam bidang kedokteran, hukum mengatur hak dan kewajiban dokter maupun pasien, penyelenggaraan praktik kedokteran, standar pelayanan, keselamatan pasien, hingga tanggung jawab hukum apabila terjadi pelanggaran.</p>
<p>Maka dari itu, dokter tetap harus mengikuti kode etik profesi dan ketentuan hukum yang berlaku ketika menjalankan praktik, terlepas dari pandangan moral pribadinya.</p>
<p><strong>Kesalahan Medis Harus Dihadapi Secara Profesional</strong></p>
<p>dr. Ira mengatakan, dokter juga merupakan manusia yang tidak luput dari kesalahan. Kesalahan medis dapat terjadi dalam berbagai tahapan pelayanan, mulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik, diagnosis, pemberian obat, tindakan medis, hingga komunikasi. Namun, ketika kesalahan terjadi, keselamatan pasien harus tetap menjadi prioritas.</p>
<p>Ia mencontohkan seorang pasien diabetes yang menerima insulin kerja cepat sebanyak 20 unit akibat kesalahan komunikasi saat pergantian shift, padahal dosis yang seharusnya diberikan 10 unit.</p>
<p>Ketika pasien mengalami gejala hipoglikemia, dokter harus segera mengambil tindakan medis untuk menyelamatkan pasien. Setelah kondisi pasien stabil, dokter juga perlu menjelaskan secara jujur kepada pasien dan keluarga mengenai kejadian tersebut, tindakan yang telah dilakukan, serta rencana pemantauan selanjutnya.</p>
<p>Insiden tersebut kemudian perlu dilaporkan sesuai prosedur keselamatan pasien dan dievaluasi bersama tim untuk mengetahui penyebab kesalahan serta mencegah kejadian serupa terulang.</p>
<p>“Dalam menghadapi terjadinya kesalahan medis, seorang dokter harus menunjukkan sikap yang mencerminkan komponen profesionalisme seperti tanggung jawab, jujur, caring dan lainnya,” katanya.</p>
<p><strong>Dokter Harus Mampu Menghadapi Tekanan</strong></p>
<p>Dalam praktiknya, dokter juga menghadapi berbagai tekanan, mulai dari pasien dan keluarga, tuntutan institusi kesehatan, keterbatasan sumber daya, beban kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, hingga tekanan hukum dan sosial. Di era digital, tekanan tersebut juga dapat berasal dari opini publik dan media sosial.</p>
<p>Meski demikian, dr. Ira menegaskan keputusan medis harus tetap didasarkan pada bukti ilmiah, standar profesi, kode etik, serta kepentingan terbaik pasien, bukan pada tekanan eksternal maupun kepentingan pribadi.</p>
<p>Kemampuan mengelola tekanan, menurutnya, merupakan bagian dari profesionalisme dokter. Dokter perlu memiliki keteguhan moral, pengendalian diri, kemampuan komunikasi, serta keberanian mempertahankan keputusan yang benar secara etik dan ilmiah.</p>
<p>Sorotan terhadap komentar di media sosial yang dinilai kurang empatik terhadap pasien juga berkaitan erat dengan pentingnya kemampuan dokter memahami kondisi emosional pasien.</p>
<p>dr. Ira mengatakan empati dan profesionalisme bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Dokter dapat memahami dan menghargai perasaan pasien tanpa kehilangan objektivitas dalam mengambil keputusan medis.</p>
<p>Caranya antara lain dengan mendengarkan pasien, memahami kondisinya, menggunakan bukti ilmiah dalam menentukan langkah medis, menjaga batas profesional, serta menghormati hak dan keputusan pasien.</p>
<p>Menurut dr. Ira, dokter yang beretika antara lain memiliki ciri mengutamakan kepentingan dan keselamatan pasien, jujur, kompeten, bertanggung jawab, komunikatif, menjaga kerahasiaan pasien, adil, serta konsisten menjalankan kode etik, sumpah dokter, dan aturan yang berlaku.</p>
<p>Kepada para calon dokter, dr. Ira mengingatkan bahwa profesi kedokteran merupakan kehormatan sekaligus amanah besar. Dokter akan menghadapi berbagai tekanan dalam perjalanan profesinya. Karena itu, calon dokter perlu belajar mengelola tekanan dan tidak menganggap bahwa seluruh beban harus dihadapi seorang diri.</p>
<p>Komunikasi dengan sejawat, meminta bantuan atau supervisi ketika menghadapi kasus sulit, serta mencari dukungan ketika mengalami kelelahan emosional merupakan bagian dari upaya menjaga profesionalisme.</p>
<p>“Menjaga kesehatan fisik dan mental bukanlah tanda kelemahan, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab profesional agar Anda tetap mampu memberikan pelayanan yang aman dan bermutu,” tuturnya.</p>
<p>Ia pun mengingatkan agar dokter tetap berpegang pada integritas, kejujuran, empati, kompetensi, dan profesionalisme, termasuk ketika menghadapi tekanan di media sosial.</p>
<p>“Profesi dokter tidak menuntut Anda menjadi sempurna, tetapi menuntut Anda untuk terus belajar, tetap berintegritas, dan selalu memberikan yang terbaik bagi setiap pasien, bahkan ketika berada di bawah tekanan,” pungkas Ira. <strong>(Rani)</strong></p>
<p>Posting <a href="https://www.unpas.ac.id/dosen-fk-unpas-ingatkan-dokter-jaga-empati-dan-profesionalisme-di-media-sosial/">Dosen FK Unpas Ingatkan Dokter Jaga Empati dan Profesionalisme di Media Sosial</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.unpas.ac.id">Universitas Pasundan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Unpas Gelar Pelatihan Penyusunan Kurikulum dan RPS Berbasis OBE untuk Perkuat Mutu Pembelajaran</title>
		<link>https://www.unpas.ac.id/unpas-gelar-pelatihan-penyusunan-kurikulum-dan-rps-berbasis-obe-untuk-perkuat-mutu-pembelajaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rani Rusmanarani]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 05:37:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[OBE]]></category>
		<category><![CDATA[Outcome-Based Education]]></category>
		<category><![CDATA[Rencana Pembelajaran Semester]]></category>
		<category><![CDATA[RPS]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pasundan]]></category>
		<category><![CDATA[Unpas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.unpas.ac.id/?p=68663</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANDUNG, unpas.ac.id – Universitas Pasundan (Unpas) terus memperkuat implementasi pembelajaran berbasis luaran (Outcome-Based Education/OBE) melalui Pelatihan Penyusunan Kurikulum dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (7/8/2028). Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, Alumni, Agama, dan Budaya Unpas, Prof. Dr. H. Cartono, S.Pd.,...</p>
<p>Posting <a href="https://www.unpas.ac.id/unpas-gelar-pelatihan-penyusunan-kurikulum-dan-rps-berbasis-obe-untuk-perkuat-mutu-pembelajaran/">Unpas Gelar Pelatihan Penyusunan Kurikulum dan RPS Berbasis OBE untuk Perkuat Mutu Pembelajaran</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.unpas.ac.id">Universitas Pasundan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANDUNG, unpas.ac.id </strong>– Universitas Pasundan (Unpas) terus memperkuat implementasi pembelajaran berbasis luaran (<em>Outcome-Based Education</em>/OBE) melalui Pelatihan Penyusunan Kurikulum dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (7/8/2028).</p>
<p>Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, Alumni, Agama, dan Budaya Unpas, Prof. Dr. H. Cartono, S.Pd., M.Pd., M.T. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu beradaptasi terhadap dinamika kebijakan nasional yang terus berkembang.</p>
<p>&#8220;Tidak bisa dipungkiri bahwa perubahan pemerintahan akan diikuti oleh berbagai perubahan kebijakan yang memaksa perguruan tinggi untuk terus beradaptasi. Perubahan tersebut pada akhirnya juga akan memengaruhi pola pembelajaran dan pengelolaan kurikulum di perguruan tinggi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Prof. Cartono menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum saat ini mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 358/M/Kep/2025, yang menegaskan pentingnya peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dunia industri, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.</p>
<p>Selain itu, implementasi Outcome-Based Education (OBE) telah diatur dalam Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi beserta berbagai regulasi turunannya. Melalui pendekatan ini, setiap program studi diwajibkan menyusun kurikulum yang berorientasi pada Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sehingga proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.</p>
<figure id="attachment_68666" aria-describedby="caption-attachment-68666" style="width: 850px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-68666" src="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Picture4.jpg" alt="Unpas RPS OBE" width="850" height="567" srcset="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Picture4.jpg 741w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Picture4-300x200.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption id="caption-attachment-68666" class="wp-caption-text">Wakil Rektor Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, Alumni, Agama, dan Budaya Unpas, Prof. Dr. H. Cartono, S.Pd., M.Pd., M.T. (Foto: Dadan Soekardan)</figcaption></figure>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Prof. Cartono juga mengingatkan bahwa dosen memiliki peran strategis sebagai pendidik profesional sekaligus ilmuwan. Dosen berkewajiban mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan serta teknologi agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata.</p>
<p>&#8220;Kewajiban dosen sebagai pendidik profesional dan ilmuwan adalah mentransformasikan, mengembangkan, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan, baik secara lisan melalui perkuliahan, seminar, dan diskusi, maupun secara tertulis melalui publikasi ilmiah, hasil penelitian, dan buku ajar sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sebagai dosen Unpas, lanjutnya, pelaksanaan tugas akademik tidak hanya berlandaskan Tridharma Perguruan Tinggi, tetapi juga Panca Dharma Unpas yang menjadi ciri khas institusi.</p>
<p>Panca Dharma tersebut meliputi Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Syiar Islam, serta Pelestarian Budaya Sunda. Melalui kelima dharma tersebut, dosen diharapkan mampu menjalankan perannya secara profesional sekaligus menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Islam dan melestarikan budaya Sunda sebagai identitas Unpas.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Prof. Cartono juga menyampaikan harapannya terhadap arah pengembangan kurikulum di lingkungan Unpas. Dari rata-rata beban kurikulum sebesar 144 SKS pada setiap program studi, mata kuliah keahlian khusus diharapkan dibatasi hingga sekitar 100 SKS, sedangkan sisa beban studi dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mempelajari bidang ilmu lain di luar disiplin utamanya.</p>
<p>Menurutnya, kebijakan tersebut akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memiliki wawasan yang lebih luas, kemampuan lintas disiplin, serta kesiapan menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis.</p>
<p>Lebih lanjut, ia berharap pelatihan ini mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang lebih berkualitas sehingga seluruh dosen di lingkungan Unpas memiliki Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE) beserta perangkat pembelajaran lainnya yang sesuai dengan standar penjaminan mutu pendidikan tinggi.</p>
<p>Salah satu narasumber dalam kegiatan ini adalah Ketua Divisi Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran Unpas, Dr. Mimi Halimah, S.Pd., M.Si. Dalam pemaparannya, Dr. Mimi menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi kurikulum OBE memerlukan kolaborasi erat antara pengelola program studi dan dosen.</p>
<figure id="attachment_68665" aria-describedby="caption-attachment-68665" style="width: 850px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-68665" src="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Picture5.jpg" alt="Unpas RPS OBE" width="850" height="566" srcset="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Picture5.jpg 644w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Picture5-300x200.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption id="caption-attachment-68665" class="wp-caption-text">Peserta zoom pelatihan penyusunan kurikulum dan RPS berbasis OBE. (Tangkapan Layar: Dadan Soekardan)</figcaption></figure>
<p>Pengelola program studi bertanggung jawab menyusun dan mengembangkan kurikulum berbasis Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), menetapkan profil lulusan, struktur kurikulum, serta peta keterkaitan CPL dengan mata kuliah. Selain itu, program studi juga mengoordinasikan penyusunan RPS, melaksanakan monitoring dan evaluasi kurikulum secara berkelanjutan melalui pendekatan Continuous Quality Improvement (CQI), serta melibatkan dosen, alumni, pengguna lulusan, dan mitra dalam proses evaluasi maupun penyempurnaan kurikulum.</p>
<p>Sementara itu, dosen memiliki tanggung jawab menyusun RPS yang selaras dengan CPL, menerapkan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (<em>student-centered learning</em>), mengembangkan instrumen asesmen yang mampu mengukur ketercapaian capaian pembelajaran, melakukan analisis hasil belajar mahasiswa, serta memberikan umpan balik sebagai dasar penyempurnaan kurikulum secara berkelanjutan.</p>
<p>Melalui pelatihan ini, Unpas kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui implementasi Outcome-Based Education secara menyeluruh. Sinergi antara pengelola program studi dan dosen diharapkan mampu menghasilkan kurikulum yang adaptif, pembelajaran yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan, serta lulusan Unpas yang unggul, profesional, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun perkembangan global.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Penulis            : Dadan Soekardan (Anggota Humas dan Keprotokolan Universitas Pasundan)</strong></p>
<p><strong>Editor              : Nurrani Rusmana</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Posting <a href="https://www.unpas.ac.id/unpas-gelar-pelatihan-penyusunan-kurikulum-dan-rps-berbasis-obe-untuk-perkuat-mutu-pembelajaran/">Unpas Gelar Pelatihan Penyusunan Kurikulum dan RPS Berbasis OBE untuk Perkuat Mutu Pembelajaran</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.unpas.ac.id">Universitas Pasundan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cerita Dua Mahasiswi FEB Unpas Selama Ikut Global Collaborative Summer School di Kyung Hee University</title>
		<link>https://www.unpas.ac.id/cerita-dua-mahasiswi-feb-unpas-selama-ikut-global-collaborative-summer-school-di-kyung-hee-university/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rani Rusmanarani]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2026 06:37:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Aliya Siti Zahra]]></category>
		<category><![CDATA[FEB Unpas]]></category>
		<category><![CDATA[Global Collaborative Summer School]]></category>
		<category><![CDATA[Kyung Hee University]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Unpas]]></category>
		<category><![CDATA[Nagita Rianto]]></category>
		<category><![CDATA[Summer School]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pasundan]]></category>
		<category><![CDATA[Unpas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.unpas.ac.id/?p=68657</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANDUNG, unpas.ac.id – Pengalaman belajar di luar negeri menjadi babak baru yang penuh makna bagi dua mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pasundan (Unpas), Aliya Siti Zahra dari Program Studi Manajemen angkatan 2023 dan Nagita Rianto dari Program Studi Akuntansi angkatan 2023. Keduanya berkesempatan mengikuti Program Global Collaborative Summer School di Kyung Hee University,...</p>
<p>Posting <a href="https://www.unpas.ac.id/cerita-dua-mahasiswi-feb-unpas-selama-ikut-global-collaborative-summer-school-di-kyung-hee-university/">Cerita Dua Mahasiswi FEB Unpas Selama Ikut Global Collaborative Summer School di Kyung Hee University</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.unpas.ac.id">Universitas Pasundan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANDUNG, unpas.ac.id </strong>– Pengalaman belajar di luar negeri menjadi babak baru yang penuh makna bagi dua mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pasundan (Unpas), Aliya Siti Zahra dari Program Studi Manajemen angkatan 2023 dan Nagita Rianto dari Program Studi Akuntansi angkatan 2023. Keduanya berkesempatan mengikuti Program Global Collaborative Summer School di Kyung Hee University, Korea Selatan, yang diselenggarakan pada 20 Juni hingga 30 Juli 2026.</p>
<p>Selama lebih dari satu bulan, Aliya dan Nagita tidak hanya mengikuti kegiatan akademik, tetapi juga memperoleh pengalaman lintas budaya bersama mahasiswa dari berbagai negara. Program ini menjadi ruang untuk memperluas wawasan global, membangun jejaring internasional, sekaligus mengembangkan kompetensi kepemimpinan yang inklusif.</p>
<figure id="attachment_68659" aria-describedby="caption-attachment-68659" style="width: 850px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-68659" src="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Foto-1-2-scaled.jpeg" alt="Summer School Kyung Hee University" width="850" height="567" srcset="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Foto-1-2-scaled.jpeg 1000w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Foto-1-2-300x200.jpeg 300w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Foto-1-2-1024x683.jpeg 1024w" sizes="auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption id="caption-attachment-68659" class="wp-caption-text">Program Global Collaborative Summer School 2026 di Kyung Hee University. (Foto: Istimewa)</figcaption></figure>
<p>Perjalanan mereka diawali dengan e-School Fellows Dinner Gathering, sebuah kegiatan penyambutan yang mempertemukan seluruh peserta program e-School dari berbagai negara. Para peserta diajak mengikuti International Campus Tour Kyung Hee University untuk mengenal lingkungan kampus yang akan menjadi tempat belajar selama program berlangsung. Momen tersebut menjadi kesempatan pertama bagi para peserta untuk saling berkenalan dan membangun relasi internasional.</p>
<p>Selama mengikuti program, Aliya dan Nagita mengambil kelas Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) yang dibimbing oleh Prof. Irina Bokova dan Prof. Hwanhee Park. Dalam setiap pertemuan, mereka mempelajari pentingnya keberagaman, kesetaraan kesempatan, dan inklusi dalam membangun organisasi yang lebih etis, inovatif, serta berkelanjutan. Berbagai diskusi yang berlangsung di kelas juga memberikan perspektif baru mengenai kepemimpinan inklusif dalam menghadapi tantangan global.</p>
<figure id="attachment_68660" aria-describedby="caption-attachment-68660" style="width: 850px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-68660" src="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Foto-3-1.jpeg" alt="Summer School Kyung Hee University" width="850" height="567" srcset="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Foto-3-1.jpeg 960w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Foto-3-1-300x200.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption id="caption-attachment-68660" class="wp-caption-text">Aliya dan Nagita menyerahkan kain batik kepada profesor di Kyung Hee University. (Foto: Istimewa)</figcaption></figure>
<p>Sebagai bentuk penghormatan sekaligus kenang-kenangan di akhir program, Aliya dan Nagita menyerahkan kain batik kepada para profesor. Cendera mata tersebut menjadi cara sederhana namun bermakna untuk memperkenalkan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia kepada para pengajar dan peserta internasional.</p>
<p>Program ini juga menghadirkan Special Lecture bersama Prof. G. John Ikenberry yang mengangkat tema <em>The Moment of Crisis: World Order in Transition</em>. Kuliah tersebut membahas dinamika perubahan tatanan dunia, tantangan geopolitik, serta berbagai isu global yang tengah dihadapi masyarakat internasional. Materi yang disampaikan memberikan wawasan baru mengenai pentingnya kolaborasi global dalam menjawab berbagai persoalan masa depan.</p>
<figure id="attachment_68658" aria-describedby="caption-attachment-68658" style="width: 850px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-68658" src="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Foto-6.jpeg" alt="Summer School Kyung Hee University" width="850" height="567" srcset="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Foto-6.jpeg 900w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Foto-6-300x200.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption id="caption-attachment-68658" class="wp-caption-text">Aliya dan Nagita sedang belajar di perpustakaan. (Foto: Istimewa)</figcaption></figure>
<p>Di luar jadwal perkuliahan, Aliya dan Nagita memanfaatkan fasilitas perpustakaan Kyung Hee University untuk belajar, mengerjakan tugas, serta berdiskusi mengenai jurnal dan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari pengalaman akademik yang memperkaya proses belajar selama mengikuti summer school.</p>
<p>Salah satu agenda penting dalam program ini adalah presentasi individu yang berkaitan dengan materi Diversity, Equity, and Inclusion. Pada kesempatan tersebut, Aliya mempresentasikan karya berjudul &#8220;Diversity as Strength: Building Social Harmony in a Multicultural World&#8221;. Melalui presentasinya, ia menjelaskan bagaimana keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam membangun harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural.</p>
<p>Sementara itu, Nagita mengangkat topik &#8220;The Role of Social Media in Promoting Diversity, Equity, and Inclusion (DEI)&#8221;. Presentasi tersebut membahas bagaimana media sosial berperan dalam mendukung nilai-nilai keberagaman, kesetaraan, dan inklusi, sekaligus mengulas dampak positif maupun tantangan yang muncul dalam implementasinya.</p>
<p>Melalui kelas DEI, keduanya mempelajari bagaimana keberagaman dan inklusi mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta memperkuat kemampuan memimpin tim yang memiliki latar belakang beragam. Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting bagi mereka untuk menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis dan global.</p>
<p>Lebih dari sekadar mengikuti perkuliahan di luar negeri, program ini menjadi perjalanan pembelajaran yang memperluas wawasan, memperkuat jejaring global, sekaligus menumbuhkan semangat untuk membawa nilai-nilai keberagaman dan kolaborasi dalam kehidupan akademik maupun profesional di masa depan. <strong>(Rani)</strong></p>
<p>Posting <a href="https://www.unpas.ac.id/cerita-dua-mahasiswi-feb-unpas-selama-ikut-global-collaborative-summer-school-di-kyung-hee-university/">Cerita Dua Mahasiswi FEB Unpas Selama Ikut Global Collaborative Summer School di Kyung Hee University</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.unpas.ac.id">Universitas Pasundan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aktif Berorganisasi untuk Membangun Kompetensi Mahasiswa Masa Depan</title>
		<link>https://www.unpas.ac.id/aktif-berorganisasi-untuk-membangun-kompetensi-mahasiswa-masa-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rani Rusmanarani]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2026 05:22:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.unpas.ac.id/?p=68654</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANDUNG, unpas.ac.id &#8212; Di era yang penuh dengan persaingan dan perubahan yang cepat, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga keterampilan yang mampu menunjang kesuksesan di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. Salah satu cara efektif untuk mengembangkan keterampilan tersebut adalah dengan aktif berorganisasi. Melalui berbagai aktivitas organisasi, mahasiswa memiliki kesempatan untuk...</p>
<p>Posting <a href="https://www.unpas.ac.id/aktif-berorganisasi-untuk-membangun-kompetensi-mahasiswa-masa-depan/">Aktif Berorganisasi untuk Membangun Kompetensi Mahasiswa Masa Depan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.unpas.ac.id">Universitas Pasundan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANDUNG, unpas.ac.id </strong>&#8212; Di era yang penuh dengan persaingan dan perubahan yang cepat, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga keterampilan yang mampu menunjang kesuksesan di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. Salah satu cara efektif untuk mengembangkan keterampilan tersebut adalah dengan aktif berorganisasi. Melalui berbagai aktivitas organisasi, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta kemampuan memecahkan masalah.</p>
<p>Maka dari itu, Universitas Pasundan (Unpas) memberikan ruang yang luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri melalui berbagai organisasi kemahasiswaan, unit kegiatan mahasiswa (UKM), badan eksekutif mahasiswa, himpunan mahasiswa program studi, hingga berbagai kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Lingkungan organisasi di Unpas menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan dalam kehidupan nyata.</p>
<p>Aktif dalam organisasi memberikan pengalaman yang tidak selalu diperoleh di ruang perkuliahan. Mahasiswa terbiasa mengikuti rapat, berdiskusi, menyampaikan gagasan, melakukan presentasi, hingga berkomunikasi dengan berbagai pihak, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.</p>
<p>Pengalaman tersebut secara bertahap membentuk kemampuan komunikasi yang efektif, mulai dari menyampaikan pendapat dengan jelas, mendengarkan secara aktif, hingga membangun hubungan yang profesional dengan orang lain.</p>
<p>Selain kemampuan komunikasi, organisasi juga menjadi tempat terbaik untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengambil tanggung jawab sebagai koordinator kegiatan, ketua panitia, atau pengurus organisasi.</p>
<p>Dari pengalaman tersebut, mahasiswa belajar mengambil keputusan, mengelola tim, menyusun strategi, menyelesaikan konflik, serta bertanggung jawab terhadap setiap program yang dijalankan. Keterampilan ini menjadi bekal yang sangat berharga ketika memasuki dunia profesional.</p>
<p>Melalui berbagai organisasi, mahasiswa juga belajar pentingnya kolaborasi. Setiap kegiatan melibatkan individu dengan latar belakang, karakter, dan cara berpikir yang beragam. Kondisi tersebut melatih kemampuan beradaptasi, menghargai perbedaan, serta membangun kerja sama yang produktif untuk mencapai tujuan bersama. Nilai-nilai tersebut merupakan kompetensi yang semakin dibutuhkan di dunia kerja saat ini.</p>
<p>Pengalaman berorganisasi juga memperluas jaringan pertemanan dan relasi profesional. Mahasiswa berkesempatan berinteraksi dengan dosen, alumni, mahasiswa dari berbagai program studi, hingga mitra eksternal melalui seminar, kompetisi, pelatihan, maupun kegiatan pengabdian masyarakat. Relasi yang dibangun selama masa kuliah dapat menjadi modal penting untuk mengembangkan karier di masa depan.</p>
<p>Unpas meyakini bahwa proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman berorganisasi yang mampu membentuk karakter, integritas, dan kepemimpinan mahasiswa. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan sebagai bagian dari proses pengembangan diri secara menyeluruh.</p>
<p>Aktif berorganisasi bukan sekadar menambah pengalaman, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman. <strong>(Rani)</strong></p>
<p>Posting <a href="https://www.unpas.ac.id/aktif-berorganisasi-untuk-membangun-kompetensi-mahasiswa-masa-depan/">Aktif Berorganisasi untuk Membangun Kompetensi Mahasiswa Masa Depan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.unpas.ac.id">Universitas Pasundan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ir. H. Djuanda, Tokoh Bangsa yang Namanya Diabadikan di Universitas Pasundan</title>
		<link>https://www.unpas.ac.id/ir-h-djuanda-tokoh-bangsa-yang-namanya-diabadikan-di-universitas-pasundan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rani Rusmanarani]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2026 03:38:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Djuanda]]></category>
		<category><![CDATA[Ir. H. Djuanda]]></category>
		<category><![CDATA[Paguyuban Pasundan]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pasundan]]></category>
		<category><![CDATA[Unpas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.unpas.ac.id/?p=68647</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANDUNG, unpas.ac.id – Nama Ir. H. Djuanda Kartawidjaja tidak hanya tercatat sebagai Perdana Menteri terakhir Republik Indonesia sebelum era Demokrasi Terpimpin, tetapi juga dikenang sebagai tokoh yang mengubah wajah Indonesia melalui Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957. Berkat gagasan besarnya, Indonesia berhasil memperjuangkan konsep negara kepulauan yang kemudian diakui dalam hukum internasional, memperkuat kedaulatan maritim...</p>
<p>Posting <a href="https://www.unpas.ac.id/ir-h-djuanda-tokoh-bangsa-yang-namanya-diabadikan-di-universitas-pasundan/">Ir. H. Djuanda, Tokoh Bangsa yang Namanya Diabadikan di Universitas Pasundan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.unpas.ac.id">Universitas Pasundan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANDUNG, unpas.ac.id</strong> – Nama Ir. H. Djuanda Kartawidjaja tidak hanya tercatat sebagai Perdana Menteri terakhir Republik Indonesia sebelum era Demokrasi Terpimpin, tetapi juga dikenang sebagai tokoh yang mengubah wajah Indonesia melalui Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957. Berkat gagasan besarnya, Indonesia berhasil memperjuangkan konsep negara kepulauan yang kemudian diakui dalam hukum internasional, memperkuat kedaulatan maritim bangsa hingga saat ini.</p>
<figure id="attachment_68651" aria-describedby="caption-attachment-68651" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-68651 size-full" src="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/tahura-Ir-H-Djuanda-1b-scaled.jpg" alt="Djuanda Universitas Pasundan" width="1000" height="667" srcset="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/tahura-Ir-H-Djuanda-1b-scaled.jpg 1000w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/tahura-Ir-H-Djuanda-1b-300x200.jpg 300w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/tahura-Ir-H-Djuanda-1b-1024x683.jpg 1024w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-68651" class="wp-caption-text">Ir. H. Djuanda Kartawidjaja. (Source: Wikipedia)</figcaption></figure>
<p>Di balik kiprahnya di panggung nasional, Djuanda memiliki kedekatan yang erat dengan Paguyuban Pasundan. Ia merupakan salah satu kader terbaik organisasi tersebut dan pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Paguyuban Pasundan periode 1929–1943. Tumbuh dalam lingkungan budaya Sunda yang kuat, Djuanda aktif dalam berbagai kegiatan pendidikan dan sosial kemasyarakatan yang diselenggarakan Paguyuban Pasundan.</p>
<p>Nilai-nilai luhur Pasundan seperti silih asih, silih asah, silih asuh, sabilulungan (gotong royong), dan ngamumule budaya menjadi bagian penting yang membentuk karakter kepemimpinannya. Nilai-nilai tersebut kemudian tercermin dalam dedikasinya mengabdi kepada bangsa dan negara.</p>
<p>Sebagai Perdana Menteri RI periode 1957–1959, Ir. H. Djuanda menggagas Deklarasi Djuanda yang menyatakan bahwa seluruh perairan di antara, di sekitar, dan yang menghubungkan pulau-pulau Indonesia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.</p>
<p>Deklarasi tersebut juga menetapkan prinsip penarikan batas laut sejauh 12 mil dari garis pangkal yang menghubungkan titik-titik terluar kepulauan Indonesia. Meski sempat mendapat penolakan dari sejumlah negara, perjuangan panjang Indonesia akhirnya membuahkan hasil ketika konsep negara kepulauan diakui dalam United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS).</p>
<p>Warisan pemikiran Djuanda menjadikan Indonesia memiliki wilayah laut sekitar 5,8 juta kilometer persegi dengan lebih dari 17 ribu pulau, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia.</p>
<h6><b>Nama Djuanda Diabadikan di Aula dan Taman di Universitas Pasundan</b></h6>
<figure id="attachment_68648" aria-describedby="caption-attachment-68648" style="width: 850px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-68648" src="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/2B9A1362-scaled.jpg" alt="Djuanda Universitas Pasundan" width="850" height="567" srcset="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/2B9A1362-scaled.jpg 1000w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/2B9A1362-300x200.jpg 300w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/2B9A1362-1024x683.jpg 1024w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/2B9A1362-1536x1024.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption id="caption-attachment-68648" class="wp-caption-text">Acara yang berlangsung di Aula Mandalasaba Ir. H. Djuanda, Kampus II Unpas Tamansari. (Foto: Rico B)</figcaption></figure>
<p>Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya, Universitas Pasundan mengabadikan nama Djuanda di lingkungan kampus. Salah satunya adalah Aula Mandala Saba Ir. H. Djuanda yang berada di Kampus II Unpas, Jalan Tamansari, Bandung. Aula yang diresmikan pada 20 Desember 2021 tersebut menjadi pusat berbagai kegiatan akademik, ilmiah, kemahasiswaan, hingga kegiatan organisasi yang mencerminkan semangat pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.</p>
<figure id="attachment_68649" aria-describedby="caption-attachment-68649" style="width: 850px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-68649" src="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/2B9A5309-scaled.jpg" alt="Djuanda Universitas Pasundan" width="850" height="567" srcset="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/2B9A5309-scaled.jpg 1000w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/2B9A5309-300x200.jpg 300w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/2B9A5309-1024x683.jpg 1024w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/2B9A5309-1536x1024.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption id="caption-attachment-68649" class="wp-caption-text">Taman Djuanda Kampus II Unpas Tamansari. (Foto: Rico B)</figcaption></figure>
<p>Selain itu, nama Djuanda juga diabadikan sebagai Taman Djuanda di kawasan Kampus II Unpas. Ruang terbuka hijau tersebut menghadirkan suasana yang nyaman bagi sivitas akademika untuk belajar, berdiskusi, berinteraksi, maupun beristirahat di tengah aktivitas perkuliahan.</p>
<p>Bagi Universitas Pasundan, pengabadian nama Ir. H. Djuanda bukan sekadar penamaan fasilitas kampus, melainkan bentuk penghormatan terhadap sosok negarawan yang menjunjung tinggi integritas, kecerdasan, kesederhanaan, dan semangat pengabdian.</p>
<p>Melalui warisan pemikiran serta nilai-nilai perjuangannya, Universitas Pasundan berharap generasi muda dapat terus meneladani dedikasi Ir. H. Djuanda dalam berkarya untuk kemajuan bangsa, menjaga persatuan, serta berkontribusi bagi Indonesia melalui ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. <strong>(Rani)</strong></p>
<p>Posting <a href="https://www.unpas.ac.id/ir-h-djuanda-tokoh-bangsa-yang-namanya-diabadikan-di-universitas-pasundan/">Ir. H. Djuanda, Tokoh Bangsa yang Namanya Diabadikan di Universitas Pasundan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.unpas.ac.id">Universitas Pasundan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bekal Penting Untuk Sukses! Selain Mata Kuliah, Mahasiswa Harus Belajar Hal Ini</title>
		<link>https://www.unpas.ac.id/bekal-penting-untuk-sukses-selain-mata-kuliah-mahasiswa-harus-belajar-hal-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rani Rusmanarani]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 06:36:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Hard skill]]></category>
		<category><![CDATA[MAHASISWA]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Unpas]]></category>
		<category><![CDATA[Mata Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[skill]]></category>
		<category><![CDATA[Soft Skill]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pasundan]]></category>
		<category><![CDATA[Unpas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.unpas.ac.id/?p=68637</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANDUNG, unpas.ac.id &#8212; Menjadi mahasiswa saat kuliah bukan hanya tentang menghadiri perkuliahan, mengerjakan tugas, atau memperoleh nilai yang baik. Kampus merupakan tempat untuk membangun fondasi pengetahuan sekaligus mengembangkan kemampuan yang akan menjadi bekal dalam kehidupan setelah lulus. Di era yang terus berubah, dunia kerja dan kehidupan profesional membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan materi akademik. Mahasiswa...</p>
<p>Posting <a href="https://www.unpas.ac.id/bekal-penting-untuk-sukses-selain-mata-kuliah-mahasiswa-harus-belajar-hal-ini/">Bekal Penting Untuk Sukses! Selain Mata Kuliah, Mahasiswa Harus Belajar Hal Ini</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.unpas.ac.id">Universitas Pasundan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANDUNG, unpas.ac.id </strong>&#8212; Menjadi mahasiswa saat kuliah bukan hanya tentang menghadiri perkuliahan, mengerjakan tugas, atau memperoleh nilai yang baik. Kampus merupakan tempat untuk membangun fondasi pengetahuan sekaligus mengembangkan kemampuan yang akan menjadi bekal dalam kehidupan setelah lulus.</p>
<p>Di era yang terus berubah, dunia kerja dan kehidupan profesional membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan materi akademik. Mahasiswa juga perlu membekali diri dengan berbagai soft skills dan karakter yang akan membantu mereka beradaptasi, berkolaborasi, serta menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Berikut ini Minpas bagikan kepada mahasiswa Universitas Pasundan, apa saja skill yang harus dimiliki selain pelajari tentang mata kuliah:</p>
<ol>
<li><strong> Kemampuan Berkomunikasi</strong></li>
</ol>
<p>Komunikasi merupakan salah satu keterampilan yang paling dibutuhkan di berbagai bidang pekerjaan. Mahasiswa perlu belajar menyampaikan ide secara jelas, baik secara lisan maupun tulisan. Kemampuan berbicara di depan umum, berdiskusi, menyusun presentasi, hingga menulis laporan yang baik akan menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia kerja.</p>
<p>Komunikasi yang efektif juga mencerminkan kemampuan mendengarkan, memahami sudut pandang orang lain, dan membangun hubungan yang positif.</p>
<ol start="2">
<li><strong> Berpikir Kritis dan Mampu Memecahkan Masalah</strong></li>
</ol>
<p>Di dunia nyata, tidak semua persoalan memiliki jawaban yang tersedia di buku. Karena itu, mahasiswa perlu melatih kemampuan berpikir kritis, menganalisis informasi, serta mencari solusi yang logis dan kreatif.</p>
<p>Keterampilan ini dapat diasah melalui diskusi, penelitian, organisasi, maupun berbagai kegiatan di luar kelas yang menuntut pengambilan keputusan.</p>
<ol start="3">
<li><strong> Manajemen Waktu</strong></li>
</ol>
<p>Kesibukan kuliah sering kali membuat mahasiswa harus membagi waktu antara perkuliahan, organisasi, pekerjaan paruh waktu, hingga kehidupan pribadi. Oleh karena itu, kemampuan mengatur prioritas menjadi sangat penting.</p>
<p>Mahasiswa yang mampu mengelola waktu dengan baik cenderung lebih produktif, tidak mudah stres, dan mampu menyelesaikan berbagai tanggung jawab secara optimal.</p>
<ol start="4">
<li><strong> Kerja Sama Tim</strong></li>
</ol>
<p>Hampir semua profesi membutuhkan kemampuan bekerja dalam tim. Mahasiswa dapat mulai melatih kemampuan ini melalui tugas kelompok, organisasi kemahasiswaan, kepanitiaan, maupun kegiatan sosial.</p>
<p>Belajar menghargai perbedaan pendapat, berbagi tanggung jawab, dan menyelesaikan konflik secara profesional merupakan pengalaman yang sangat berharga.</p>
<ol start="5">
<li><strong> Kepemimpinan</strong></li>
</ol>
<p>Kepemimpinan bukan hanya tentang menjadi ketua organisasi. Kepemimpinan juga berarti mampu mengambil inisiatif, bertanggung jawab, memberikan solusi, dan menginspirasi orang lain.</p>
<p>Mahasiswa dapat mengembangkan jiwa kepemimpinan melalui berbagai kegiatan kampus, komunitas, maupun proyek kolaboratif yang melibatkan banyak pihak.</p>
<ol start="6">
<li><strong> Adaptasi dan Kemauan untuk Terus Belajar</strong></li>
</ol>
<p>Perubahan teknologi dan perkembangan industri terjadi sangat cepat. Banyak pekerjaan baru bermunculan, sementara beberapa jenis pekerjaan mengalami transformasi.</p>
<p>Karena itu, mahasiswa perlu memiliki sikap terbuka terhadap perubahan dan semangat untuk terus belajar sepanjang hayat. Kemampuan beradaptasi menjadi salah satu faktor penting agar tetap relevan di masa depan.</p>
<ol start="7">
<li><strong> Etika dan Integritas</strong></li>
</ol>
<p>Kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh karakter yang dimiliki seseorang. Kejujuran, tanggung jawab, disiplin, serta komitmen terhadap etika menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan.</p>
<p>Karakter yang baik akan menjadi pembeda ketika mahasiswa memasuki dunia profesional maupun menjadi bagian dari masyarakat.</p>
<ol start="8">
<li><strong> Empati dan Kecerdasan Emosional</strong></li>
</ol>
<p>Mahasiswa juga perlu belajar memahami perasaan orang lain, mengelola emosi, serta membangun hubungan yang sehat. Kecerdasan emosional membantu seseorang bekerja sama dengan lebih baik, menghadapi tekanan, dan menyelesaikan konflik secara dewasa.</p>
<p>Kemampuan ini semakin penting di lingkungan kerja yang mengutamakan kolaborasi dan komunikasi lintas generasi.</p>
<h5><strong>Belajar Tidak Harus di Dalam Kelas</strong></h5>
<p>Pengembangan soft skills tidak hanya diperoleh melalui mata kuliah. Organisasi mahasiswa, kegiatan sukarela, kompetisi, magang, seminar, pelatihan, hingga proyek sosial merupakan sarana yang sangat efektif untuk memperluas pengalaman sekaligus membentuk karakter.</p>
<p>Semakin banyak pengalaman yang dimiliki selama kuliah, semakin besar pula kesempatan mahasiswa untuk mengenali potensi diri dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik.</p>
<p>Nilai akademik tetap penting sebagai bukti penguasaan ilmu. Namun, keberhasilan setelah lulus sangat dipengaruhi oleh kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, berpikir kritis, mengelola waktu, memiliki integritas, serta terus belajar menghadapi perubahan.</p>
<p>Menjadi mahasiswa berarti mempersiapkan diri bukan hanya untuk memperoleh gelar, tetapi juga menjadi pribadi yang siap berkarya, berkontribusi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Oleh karena itu, manfaatkan masa perkuliahan sebagai kesempatan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus membangun karakter yang akan menjadi bekal sepanjang kehidupan. <strong>(Rani)</strong></p>
<p>Posting <a href="https://www.unpas.ac.id/bekal-penting-untuk-sukses-selain-mata-kuliah-mahasiswa-harus-belajar-hal-ini/">Bekal Penting Untuk Sukses! Selain Mata Kuliah, Mahasiswa Harus Belajar Hal Ini</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.unpas.ac.id">Universitas Pasundan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>LPPM Unpas Serahkan Kontrak Kerja kepada Penerima Hibah Penelitian dan Pengabdian Tahun 2026</title>
		<link>https://www.unpas.ac.id/lppm-unpas-serahkan-kontrak-kerja-kepada-penerima-hibah-penelitian-dan-pengabdian-tahun-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rani Rusmanarani]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2026 04:42:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[dana hibah]]></category>
		<category><![CDATA[hibah]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Penelitian dan Pengabdian Unpas]]></category>
		<category><![CDATA[lppm unpas]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[Riset]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pasundan]]></category>
		<category><![CDATA[Unpas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.unpas.ac.id/?p=68624</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANDUNG, unpas.ac.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pasundan (Unpas) melaksanakan penandatanganan kontrak kerja bagi penerima hibah Program Penelitian dan Pengabdian Tahun Anggaran 2026. Pemberian kontrak berlangsung di Ruang Rapat Lantai 7 Gedung Rektorat, Kampus II Unpas Tamansari, Senin (27/7/2026). Penandatanganan kontrak ini menjadi langkah awal pelaksanaan program penelitian dan pengabdian yang...</p>
<p>Posting <a href="https://www.unpas.ac.id/lppm-unpas-serahkan-kontrak-kerja-kepada-penerima-hibah-penelitian-dan-pengabdian-tahun-2026/">LPPM Unpas Serahkan Kontrak Kerja kepada Penerima Hibah Penelitian dan Pengabdian Tahun 2026</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.unpas.ac.id">Universitas Pasundan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANDUNG, unpas.ac.id</strong> – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pasundan (Unpas) melaksanakan penandatanganan kontrak kerja bagi penerima hibah Program Penelitian dan Pengabdian Tahun Anggaran 2026. Pemberian kontrak berlangsung di Ruang Rapat Lantai 7 Gedung Rektorat, Kampus II Unpas Tamansari, Senin (27/7/2026).</p>
<p>Penandatanganan kontrak ini menjadi langkah awal pelaksanaan program penelitian dan pengabdian yang didanai hibah pada tahun anggaran 2026. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya riset di lingkungan Unpas sekaligus meningkatkan kontribusi dosen dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas.</p>
<figure id="attachment_68626" aria-describedby="caption-attachment-68626" style="width: 850px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-68626" src="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-27-at-11.32.51-scaled.jpeg" alt="Unpas penerima hibah" width="850" height="566" srcset="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-27-at-11.32.51-scaled.jpeg 1000w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-27-at-11.32.51-300x200.jpeg 300w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-27-at-11.32.51-1024x682.jpeg 1024w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-27-at-11.32.51-1536x1024.jpeg 1536w" sizes="auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption id="caption-attachment-68626" class="wp-caption-text">Rektor Unpas serahkan kontrak kerja bagi penerima hibah Program Penelitian dan Pengabdian Tahun Anggaran 2026. (Foto: Rico B)</figcaption></figure>
<p>Rektor Unpas, Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc., menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima hibah atas dedikasi dan semangat mereka dalam mengembangkan penelitian hingga berhasil memperoleh pendanaan hibah.</p>
<p>&#8220;Selamat kepada para penerima hibah. Terima kasih atas dedikasi dan semangat Bapak dan Ibu dosen yang terus berupaya mengembangkan penelitian. Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk meraih dana hibah karena hal tersebut sangat penting dalam mendukung penelitian sekaligus pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Rektor, capaian penelitian Unpas saat ini telah berada pada kategori utama. Namun demikian, dosen yang masih berada pada kategori pemula juga perlu terus didorong agar mampu meningkatkan kapasitas penelitian dan memperoleh hibah pada tahun-tahun mendatang.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya menjaga komitmen dan kredibilitas lembaga dalam setiap pelaksanaan penelitian. &#8220;Saya berharap Bapak dan Ibu yang telah terbiasa memperoleh dana hibah tetap menjaga komitmen dan kredibilitas. Mudah-mudahan setiap tahun capaian riset Unpas terus meningkat di setiap kategori. Saya percaya seluruh penerima hibah akan memberikan hasil penelitian yang terbaik dan memuaskan,&#8221; katanya.</p>
<figure id="attachment_68629" aria-describedby="caption-attachment-68629" style="width: 850px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-68629" src="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-27-at-11.26.10-scaled.jpeg" alt="Unpas penerima hibah" width="850" height="566" srcset="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-27-at-11.26.10-scaled.jpeg 1000w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-27-at-11.26.10-300x200.jpeg 300w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-27-at-11.26.10-1024x682.jpeg 1024w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-27-at-11.26.10-1536x1024.jpeg 1536w" sizes="auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption id="caption-attachment-68629" class="wp-caption-text">Ketua Lembaga Penelitian Prof. Dr. Hj. Erni Rusyani, S.E., M.M. (Foto: Rico B)</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian Unpas, Prof. Dr. Hj. Erni Rusyani, S.E., M.M., menyebut para penerima hibah sebagai &#8220;pahlawan&#8221; bagi Unpas karena tidak semua proposal berhasil lolos seleksi pendanaan.</p>
<p>&#8220;Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh penerima hibah. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi Unpas sekaligus dapat memberikan motivasi kepada dosen lainnya untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan mengikuti kompetisi hibah pada kesempatan berikutnya,&#8221; ungkapnya.</p>
<figure id="attachment_68627" aria-describedby="caption-attachment-68627" style="width: 850px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-68627" src="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-27-at-11.26.49-scaled.jpeg" alt="Unpas penerima hibah" width="850" height="566" srcset="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-27-at-11.26.49-scaled.jpeg 1000w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-27-at-11.26.49-300x200.jpeg 300w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-27-at-11.26.49-1024x682.jpeg 1024w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-27-at-11.26.49-1536x1024.jpeg 1536w" sizes="auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption id="caption-attachment-68627" class="wp-caption-text">Penerima hibah Program Penelitian dan Pengabdian Tahun Anggaran 2026. (Foto: Rico B)</figcaption></figure>
<p>Adapun dosen penerima hibah Program Penelitian dan Pengabdian Tahun Anggaran 2026, yaitu:</p>
<ol>
<li>Prof. Dr. Hj. R. Poppy Yaniawati, M.Pd.</li>
<li>Prof. Dr. H. Horas Djulius, S.E.</li>
<li>Prof. Dr. Ir. Yusman Taufik, M.P.</li>
<li>Prof. Dr. Maun Jamaludin, M.Si.</li>
<li>Prof. Dr. Hj. Yonik Meilawati Yustiani, S.T., M.T.</li>
<li>Dr. Sayid M. Rifqi Noval, M.H.</li>
<li>Dr. Nenden Mutiara Sari, M.Pd.</li>
<li>Dr. Achmad Mudrikah, M.Pd.</li>
<li>Dr. Abu Huraerah, M.Si.</li>
<li>Dr. Ayi Purbasari, S.T., M.T.</li>
<li>Dr. Ir. Dedi Lazuardi, DEA.</li>
<li>Dr. Zubaedah Wijji Lestari, M.Pd.</li>
<li>Dr. Eka Firmansyah, M.Pd.</li>
<li>Gandhi Pharmacista, S.H., M.H.</li>
<li>Deden Syarifudin, S.T., M.T.</li>
<li>Andre Ariesmansyah, S.Ap., M.Si.</li>
</ol>
<p>Melalui penandatanganan kontrak ini, Unpas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan kualitas serta kuantitas riset yang memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat. <strong>(Rani)</strong></p>
<p>Posting <a href="https://www.unpas.ac.id/lppm-unpas-serahkan-kontrak-kerja-kepada-penerima-hibah-penelitian-dan-pengabdian-tahun-2026/">LPPM Unpas Serahkan Kontrak Kerja kepada Penerima Hibah Penelitian dan Pengabdian Tahun 2026</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.unpas.ac.id">Universitas Pasundan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alumni Unpas Tiara Safitri Raih Gelar Winner Puteri Kartini Jawa Barat 2026, Siap Wakili Jabar di Tingkat Nasional</title>
		<link>https://www.unpas.ac.id/alumni-unpas-tiara-safitri-raih-gelar-winner-puteri-kartini-jawa-barat-2026-siap-wakili-jabar-di-tingkat-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rani Rusmanarani]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 04:56:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni Unpas]]></category>
		<category><![CDATA[Puteri Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Puteri Kartini Jawa Barat 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Tiara Safitri]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pasundan]]></category>
		<category><![CDATA[Unpas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.unpas.ac.id/?p=68611</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANDUNG, unpas.ac.id – Prestasi membanggakan ditorehkan salah satu alumni Universitas Pasundan (Unpas). Tiara Safitri, alumni Program Studi S1 Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpas, berhasil meraih gelar Winner Puteri Kartini Jawa Barat 2026 setelah melalui rangkaian seleksi yang kompetitif. Dalam ajang Puteri Kartini Jawa Barat 2026, Tiara mengikuti berbagai tahapan...</p>
<p>Posting <a href="https://www.unpas.ac.id/alumni-unpas-tiara-safitri-raih-gelar-winner-puteri-kartini-jawa-barat-2026-siap-wakili-jabar-di-tingkat-nasional/">Alumni Unpas Tiara Safitri Raih Gelar Winner Puteri Kartini Jawa Barat 2026, Siap Wakili Jabar di Tingkat Nasional</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.unpas.ac.id">Universitas Pasundan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANDUNG, unpas.ac.id</strong> – Prestasi membanggakan ditorehkan salah satu alumni Universitas Pasundan (Unpas). Tiara Safitri, alumni Program Studi S1 Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpas, berhasil meraih gelar Winner Puteri Kartini Jawa Barat 2026 setelah melalui rangkaian seleksi yang kompetitif.</p>
<p>Dalam ajang Puteri Kartini Jawa Barat 2026, Tiara mengikuti berbagai tahapan seleksi mulai dari seleksi administrasi, wawancara, <em>deep interview</em>, tes bakat (<em>talent show</em>), hingga beragam penilaian lainnya. Persaingan berlangsung ketat karena setiap peserta dituntut memenuhi standar penilaian di setiap tahapan.</p>
<figure id="attachment_68614" aria-describedby="caption-attachment-68614" style="width: 850px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-68614" src="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-21-at-17.10.51-scaled.jpeg" alt="Puteri Kartini Jawa Barat 2026" width="850" height="566" srcset="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-21-at-17.10.51-scaled.jpeg 1000w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-21-at-17.10.51-300x200.jpeg 300w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-21-at-17.10.51-1024x682.jpeg 1024w" sizes="auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption id="caption-attachment-68614" class="wp-caption-text">Grand Final Puteri Kartini Jawa Barat 2026. (Foto: Istimewa)</figcaption></figure>
<p>Berkat konsistensi dan performa yang terus terjaga, Tiara berhasil lolos sebagai finalis Grand Final Puteri Kartini Jawa Barat 2026. Selanjutnya, ia mengikuti masa karantina bersama para finalis Puteri Kartini Jawa Barat, Puteri Muslimah Nusantara Jawa Barat, dan Pemuda Pemudi Jawa Barat.</p>
<p>Selama masa karantina, para finalis mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan, <em>public speaking</em>, etika, budaya, pengembangan karakter, advokasi, <em>personal branding</em>, serta penguatan wawasan sebagai bekal menjadi duta yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.</p>
<p>Pada malam Grand Final, Tiara mengikuti tahapan penyampaian <em>speech</em> serta sesi <em>Question and Answer</em> bersama dewan juri. Penilaian dilakukan berdasarkan wawasan, kemampuan komunikasi, kepribadian, <em>stage presence</em>, dan kemampuan menyampaikan program advokasi.</p>
<p>Melalui penampilan yang konsisten dan meyakinkan, Tiara akhirnya dinobatkan sebagai Winner Puteri Kartini Jawa Barat 2026 pada Sabtu (18/7/2026).</p>
<p>Dalam ajang tersebut, Tiara mengangkat advokasi mengenai pentingnya pendidikan sebagai fondasi dalam membentuk perempuan yang cerdas, berkarakter, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.</p>
<p>&#8220;Saya ingin membawa nilai-nilai Kartini melalui aksi nyata, menjadi perempuan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menginspirasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,&#8221; ujar Tiara mengenai alasannya mengikuti ajang Puteri Kartini Jawa Barat 2026.</p>
<p>Ia juga mengaku masa karantina menjadi pengalaman yang paling berkesan karena dapat bertemu dengan perempuan-perempuan hebat yang memiliki visi yang sama.</p>
<p>&#8220;Kami belajar bahwa kompetisi terbaik adalah saling bertumbuh dan saling menguatkan,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Tiara, isu pendidikan perempuan menjadi fokus advokasinya karena pendidikan merupakan fondasi yang membentuk pola pikir, karakter, dan kemandirian perempuan agar mampu menjadi agen perubahan.</p>
<p>Ia menilai tantangan perempuan saat ini bukan hanya persoalan akses terhadap pendidikan, tetapi juga keberanian untuk terus belajar, mengembangkan diri, serta percaya bahwa setiap perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan.</p>
<figure id="attachment_68612" aria-describedby="caption-attachment-68612" style="width: 850px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-68612" src="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-21-at-17.10.45-scaled.jpeg" alt="Puteri Kartini Jawa Barat 2026" width="850" height="566" srcset="https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-21-at-17.10.45-scaled.jpeg 1000w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-21-at-17.10.45-300x200.jpeg 300w, https://www.unpas.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-21-at-17.10.45-1024x682.jpeg 1024w" sizes="auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption id="caption-attachment-68612" class="wp-caption-text">Puteri Kartini Jawa Barat 2026 Tiara Safitri. (Foto: Istimewa)</figcaption></figure>
<p>Setelah dinobatkan, Tiara akan mewakili Provinsi Jawa Barat pada ajang Puteri Kartini Indonesia di tingkat nasional. Untuk menghadapi kompetisi tersebut, ia terus mempersiapkan diri dengan memperdalam wawasan, meningkatkan kemampuan <em>public speaking</em>, memperkuat advokasi, serta menjaga integritas sebagai representasi Jawa Barat.</p>
<p>&#8220;Target saya bukan hanya meraih prestasi, tetapi membawa nama Jawa Barat dengan sebaik-baiknya dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kepada mahasiswa Unpas, Tiara juga berpesan agar tidak takut mencoba berbagai peluang untuk mengembangkan potensi diri.</p>
<p>&#8220;Percayalah pada kemampuan diri. Jadilah perempuan yang berpendidikan, berintegritas, dan berani berkarya, karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang berani,&#8221; pesanya.</p>
<p>Tiara berharap pencapaian yang diraihnya dapat menjadi kontribusi nyata sebagai alumni Unpas dalam membawa nama baik almamater sekaligus menginspirasi mahasiswa maupun alumni lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, berkarya, dan meraih prestasi di berbagai bidang.</p>
<p>Sebelum terpilih menjadi Puteri Kartini Jawa Barat 2026, Tiara telah mengukir berbagai prestasi di bidang modeling dan <em>pageant</em>. Ia pernah menjadi Juara 2 Bandung Popular Model 2024 dan Influencer Miss Beauty Jawa Barat 2025, serta menjuarai berbagai kompetisi modeling catwalk. Pengalamannya juga semakin lengkap dengan dipercaya menjadi juri dalam sejumlah ajang modeling, salah satunya pada PVJ Hijab Fair di Paris Van Java Mall Bandung pada 1 Juni 2025. <strong>(Rani)</strong></p>
<p>Posting <a href="https://www.unpas.ac.id/alumni-unpas-tiara-safitri-raih-gelar-winner-puteri-kartini-jawa-barat-2026-siap-wakili-jabar-di-tingkat-nasional/">Alumni Unpas Tiara Safitri Raih Gelar Winner Puteri Kartini Jawa Barat 2026, Siap Wakili Jabar di Tingkat Nasional</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.unpas.ac.id">Universitas Pasundan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
